Edisi 20/2016 Edisi Edisi 20/2016 20/2016
EconoChannel EconoChannel
LembagaPers PersMahasiswa MahasiswaFakultas FakultasEkonomi EkonomiUNJ UNJ Lembaga Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNJ
Ragam Budaya, Getarkan Potensi Ekonomi Kreatif Melalui Pemuda
Meningkatkan Kualitas Hidup Melalui Ekonomi Kreatif
Penggiat Ekonomi Kreatif, Dosen FE UNJ Tekuni Bidang Teknologi Sharing Ekonomi 1
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
2
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
EC Produktif
tetapi untuk menjadi lebih baik�
“Belajar bukan untuk menjadi sempurna,
Doc. EconoChannel/Diah Meiyanti
SAPA REDAKSI dihadapi demi kemajuan dan kesejahteraan Indonesia. Munculnya paradigma ekonomi kreatif merupakan salah satu tantangan Indonesia pada saat ini. Pada majalah EconoChannel edisi ke-20 kali ini akan membahas mengenai kondisi, peluang, serta implementasi dalam menghadapi ekonomi kreatif. Serta dalam meningkatkan minat mahasiswa dalam berliterasi, majalah ini juga memuat hasil karya tulis yang dikirimkan dari mahasiswa FE UNJ sendiri. Apabila terdapat kritik dan saran dari majalah ini, dapat di Hidup pers mahasiswa! sampaikan pada kami. Sebab, segala masukan 28 Oktober merupakan hari lahirnya bangsa yang di berikan semata-mata demi kemajuan Indonesia atas segala perjuangan mengangkat Econochannel ke depannya. harkat dan martabat Indonesia. Namun, perjuangan bangsa Indonesia tidak hanya Salam Redaksi sampai di situ. Banyak tantangan yang harus EN Puji Syukur Kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan karunia-Nya, majalah EconoChannel edisi ke-20 ini dapat terselesaikan dengan lancar. Terima kasih kami ucapkan kepada jajaran Dekan dan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta atas masukan maupun kritik yang diberikan demi kemajuan EconoChannel, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam proses pembuatan majalah.
KONSELOR Setyo Ferry Wibowo, SE, M.Si PENERBIT EconoChannel PEMIMPIN ORGANISASI Dian Lestari Penanggung Jawab Dian Lestari Pemimpin Redaksi Etik Nurbaiti Redaktur Miftahul Raudah, Larasati Indah Lestari, Indah Permata Sari Piani, Kholifaturrokhmah, Sarah Fauziyah, Puspita Jasmine, Sekar Destilawati Reporter Arti Yuliani, Ade Putri, Ismi Khumaeroh, Putri Adena Dairesta, Rizki Nia Mutiarani, Shiva Perdana Faisal. Editor Melisa Hambri, Amira Rohandiana Fitriani, Nurul Mawaddah, Rizky Setiawan. Layouter Eka Nur Diah Purnama,
Halaman Depan dibuat oleh: Salma Azahra R
Yonika Permadani Al Mathor. Illustrator Niken Nurazizah, Dwinta Melliani Afandi, Maraden Jazmi, Nurul Hikmah. Fotografer Salma Azahra Ramadhani, Akmal AtThorobi, Diah Meiyanti, Dyah Kartika, Khansa Luthfiyah Larasati, Risa Shamara. Litbang M. Rifki Fadilah, Astari Cita Marini, Dinna Hanifa, Shabrina Wika Putri, Rhesa Pramudita.
Halaman Belakang dibuat oleh: Etik Nurbaiti
Pembatas Halaman dibuat oleh: Sub Departemen Ilustrator
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
3
SEKILAS EC FE UNJ saja, namun dapat meraih prestasi besar lainnya yang membuat nama EconoChannel semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Misi 1. Membangun suasana kekeluargaan dengan sistem kerja yang profesional. 2. Menciptakan hubungan yang bersahabat dengan OPMAWA, ORMAWA, dan Birokrat FE UNJ serta memperluas jaringan persahabatan dengan lembaga atau instansi lain. 3. Mengoptimalkan fungsi pers sebagai sarana informatif, edukatif, dan komunikatif bagi Civitas Akademika Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta. 4. Menerapkan budaya ilmiah (membaca, menulis, dan berdiskusi) sebagai sarana penguatan, pengembangan, dan pemberdayaan intelektual anggota EconoChannel. 5. Mengedepankan nilai budaya dan intelektualisasi dalam menyalurkan dan mengembangkan minat, bakat, dan potensi anggota EconoChannel di bidang jurnalistik. (dd)
PEMBINA Setyo Ferry Wibowo, SE. M.Si PEMIMPIN UMUM Dian Lestari WAKIL PEMIMPIN UMUM Gearent Firdaus SEKRETARIS I Aprillia Lusiana SEKRETARIS II Lenny Amalia BENDAHARA I Ayu Wulandari Apriyanti BENDAHARA II Cahayani Sinarta Sukma BIRO KESTARI Dira Nurmawati Dewi (Kepala), Devy Divya, Ester Christiany, Irma Ramadhani, Putri Dwi Arini BIRO DANA USAHA Novi Lanjar Sari (Kepala),Ayuningtyas, Deni Sukayugi, Iin Fitria, Nurul Aisyah, Siti Rizki Mutia DEPT. HUMAS Sahat Pangihutan (Kepala), Elvira Ruziah (Wakil Kepala), Ana Rofiah, Indah Sari Rahayu, Hermin Mayang, Marin Dwi, Nur Atisyah, Vitta Fajrina DEPT. PSDM Dinka Ramadhani (Kepala), Rachmah Chaerani (Wakil Kepala), Fadla Tiana, Famella Zefanya, Nur Choirunnisa, Nur syahwati Anwar, Tiara Purnamasari, Winda Zuniana DEPT. REDAKSI Auliadi Ahmad (Pemimpin Redaksi) REDAKTUR Fathin Fatinah A, Novelia Puspita, Nur Fitriyani, Teni Rahayu LITBANG M. Rifki Fadilah (Kepala), Astari Cita, Dinna Hanifa, Sekar Destiliwati, Shabrina Wika, Rhesa Pramudita REPORTER Arti Yuliani (Kepala), Ade Putri, Ismi Khumaeroh, Miftahul Raudah, Putri Adena, Rizki Nia, Shiva Perdana EDITOR Melisa Hambri (Kepala), Amira Rohandiana, Larasati Indah, Nurul Mawadah, Rizky Setiawan FOTOGRAFER Salma Azahra (Kepala), Akmal At-Thorobi, Diah Meiyanti, Dyah Kartika, Khansa Luthfiyah, Puspita Jasmine, Risa Shamara LAYOUTER Eka Nurdiah (Kepala), Etik Nurbaiti, Indah Permata Sari, Kholifaturokhmah, Yonika Permadani ILLUSTRATOR Niken Nurazizah (Kepala), Dwinta Melliani, M. Jazmi, Nurul Hikmah, Sarah Fauziyah.
Selamat datang mahasiswa baru 2016/2017
EconoChannel adalah organisasi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (FE UNJ) yang bergerak dalam bidang komunikasi, informasi dan pers. EconoChannel berdiri sejak tahun 2005 bertepatan dengan lepasnya Fakultas Ekonomi dari Fakultas Ilmu Sosial. Pada awal pendirian Fakultas Ekonomi , pihak dekanat FE UNJ merasa bahwa sangat dibutuhkan sebuah media komunikasi sebagai wadah untuk menampung informasi seputar Fakultas Ekonomi UNJ, sejak itu terbentuklah EconoChannel. Tujuan utama EC ini adalah sebagai saluran media komunikasi antar keluarga besar Fakultas Ekonomi dan juga sebagai sarana promosi kepada stakeholder FE seperti calon mahasiswa, sekolah, industri, dan masyarakat. Kepengurusan EconoChannel tahun ini bergerak dalam kabinet bernama “Produktif”. Kata “Produktif” yang telah diusung menunjukkan bahwa EconoChannel harus mampu prospektif, inovatif, dan imajinatif dalam menghasilkan karya karya yang luar biasa demi menjaga eksistensi yang telah dibangun dengan meningkatkan produktivitas yang tinggi dan hasil yang berkualitas. Harapan Kami, semoga EconoChannel menjadi Lembaga Pers Mahasiswa yang tidak hanya mengembangkan bakat jurnalistik mahasiswa
Visi Menjadikan EconoChannel sebagai Lembaga Pers Mahasiswa yang produktif dalam menyajikan berita aktual, terpercaya, dan informatif sebagai sarana edukasi demi mewujudkan pers yang berbudaya dan berdedikasi untuk Civitas Akademika Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta
EconoChannel PRODUKTIF! Prospektif Melangkah, Kreasikan Karya, Informatif untuk FE tercinta HIDUP PERS MAHASISWA!
4
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
5
DAFTAR ISI Sapa Redaksi Sekilas EC Ucapan Selamat Datang Mahasiswa Baru Daftar Isi All About Special Report Perkembangan Fase Ekonomi Kreatif Ragam Budaya, Getarkan Potensi Ekonomi Kreatif Melalui Pemuda Bimbel sebagai Penyambung Recruitment SDM Potensial
All About Experience Meningkatkan Kualitas Hidup melalui Ekonomi Kreatif Penggiat Ekonomi Kreatif, Dosen FE UNJ Tekuni Bidang Teknologi Sharing Economy: Ojek Syari Indonesia, Aman, Nyaman, dan Bersahabat
All About FYI
3 4 5 6 7 15 21
pembatas all about special report
Info Tulisan Berbayar Kadal: Ada Apa dengan Ekonomi Kreatif Indonesia?
All About Activities EC Activities Opmawa Ormawa Tanamkan Ide KembangkanWirausahawan - Disertasi Ari Saptono Memuaskan
All About Literature Sebuah Harapan Berawal dari Hobi G-FEM: Eksistensi Ekonomi Kreatif di Indonesia Pena Juang
25 33
All About Corner
39
Galeri Iklan
45 47
Referensi Buku Referensi Tempat Makan Referensi Film GREAT Komik EconoChan
6
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
7
eport R l a i c e p S t u o #AllAb
#AllAboutSpec
ialReport
Perkembangan Fase Ekonomi Peradaban Manusia Jakarta, (EconoChannel) ekarang salah satu sektor penggerak ekonomi yang memiliki potensi terbesar dalam perkembangan ekonomi adalah ekonomi kreatif. Di berbagai belahan dunia, ekonomi kreatif terus berkembang seiring perkembangan teknologi informasi yang menghasilkan kreativitas baru dalam bentuk industri kreatif berdasarkan budaya lokal dan ilmu pengetahuan. Tidak hanya mengenai penciptaan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga penciptaan nilai tambah secara sosial, budaya, dan lingkungan yang menghasilkan karya seni budaya dengan ide unik. Menurut Howkins (2009) salah satu faktor kunci untuk mengembangkan ekonomi kreatif adalah bagaimana sebuah kota diberlakukan sebagai pusat budaya dan seni yang bertujuan menguatkan identitas dan citra suatu negara. Jogja, Bandung, Bali, dan Solo merupakan contoh kota kreatif yang terkenal akan kerajianan budayanya. Beberapa hasil budaya kreatif seperti “Dagadu-Djokja” dari Jogja dan “Joger” dari Bali merupakan karya membanggakan dan suatu cita-cita bangsa dalam memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia. Hal tersebut tidak terlepas
S
Doc.EconoChannel/Nurul Hikmah
8
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
campur tangan pemerintah pusat maupun daerah yang ikut memberi dukungan. Diharapkan pemerintah pusat maupun daerah dapat membangun kelembagaan dengan mengutamakan kreativitas guna memperbanyak jumlah kota kreatif di Indonesia. Dengan kelembagaan yang efektif, setiap pemerintah daerah akan mudah menerapkan kebijakan pembangunan kota kreatif berbasis inovasi dengan penguatan lembaga pendidikan, memfasilitasi wirausaha pemula, penyediaan akses pembiayaan, ketersedian infrastruktur, serta regulasi yang mendukung. Apa saja fase ekonomi yang dilewati Indonesia sebelum diberlakukannya fase ekonomi kreatif? Menurut Frederich List, industri cocok dikembangkan di negara yang berhawa sedang, dan pertanian cocok untuk negara yang beriklim tropis. Mengapa industri tidak cocok pada iklim tropis? Karena umumnya jumlah penduduk di negara beriklim tropis sangat padat, sehingga industri belum begitu efisien dan SDA yang tersedia terbatas. Pada Orde Lama keterbatasan kapasitas produksi dan infrastruktur pendukung membuat kegiatan sektor pertanian dan sektor industri relatif terhenti. Sedangkan pada Orde Baru tujuan jangka panjangnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui proses industrialisasi, hal itu berdampak negatif dan perekonomian Indonesia semakin terpuruk karena fundamentalnya kurang kuat
Adolf Hutabarat, SE, MS.i
Mantan Kepala Seksi Kerjasama Teknik dan Promosi Industri, Wilayah Amerika di Kemenperin Republik Indonesia Foto:Doc. EconoChannel/Puspita Jasmine
memegang sektor industri. Dalam kasus ini, teori Fedrich List terbukti, bahwa daerah berhawa tropis hanya cocok untuk sektor ekonomi pertanian. Apabila di lihat dari Program pemerintah di era presiden Soeharto, yaitu ekonomi agriculture dimana Indonesia memiliki sumber daya yang baik untuk meningkatkan swasembada pangan dan juga memberi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih mandiri dalam menopang ekonomi Indonesia. Era presiden Susilo Bambang Yudhoyono, akan mengembangkan perekonomian dengan teknologi hingga tahun 2025 yang akan datang, yaitu dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Pembangunan infrastruktur bertujuan menggerakkan perekonomian dan mengurangi pengangguran, serta pembangunan konektivitas di era globalisasi dalam konteks regional dan global. Seiring dengan pergantian presiden, beganti juga konsep pembangunan Indonesia. Program yang diusung presiden Jokowi saat ini terkenal dengan program Nawa Cita, yaitu pengembangan sektor ekonomi kreatif di industri kecil. Program tersebut mengutamakan kepentingan rakyat dengan pengembangan hasil karya industri kecil yang menjunjung kreativitas dan nilai tambah dalam
sebuah hasil karya. Menurut Adolf Hutabarat, SE, MS.i (Mantan Kepala Seksi Kerjasama Teknik dan Promosi Industri, Wilayah Amerika di Kementerian Perindustrian Republik Indonesia), berdasarkan pengalamannya di industri selama 30 tahun, industri besar seperti ekspor tekstil, sepatu, besi baja, furniture, tenun, jewelry, dan batik merupakan industri kecil yang saat ini berkembang di Indonesia. Untuk Indusri produk jadi seperti mebel dan furniture diwajibkan membuat Sistem Verifikasi Legal Kayu (VSLK) Indonesia untuk ekspor. Sistem itu bagus untuk menghindari pembalakan hutan, agar bahan yang didapat merupakan bahan yang legal dan aman. Setiap pengusaha yang akan melakukan ekspor harus memiliki sertifikat. Hal tersebut baik, tetapi mengakibatkan biaya yang dikeluarkan lebih banyak. Walaupun pemerintah ikut membantu memberi fasilitas dalam kegiatannya, namun hanya terbatas. Intinya para pengusaha direpotkan dalam hal perizinan. Kasus lain ialah banyak produksi dari Indonesia yang sudah memiliki Standar Nasional Indonesia tidak diakui, sehingga proses standarisasi kembali diulang di negara pengimpor dan harus mengikuti standar negara tersebut. Berarti sistem verifikasi di Indonesia tidak dipercaya di luar negeri padahal kita telah mengadopsi dari International Organization for Standardization seperti ISO 9000 ISO 9002. Contohnya ketika Indonesia ekspor ban ke India maka kita harus mengikuti standar mereka dengan mempekerjakan tenaga ahli India. Waktu yang diperlukan biasanya 3 bulan, biaya yang dikeluarkan juga cukup mahal. Setelah itu baru Indonesia dapat menjual produknya di India (UU Nomor 9 tahun 2014). “Untuk dapat bersaing di luar negeri apalagi di Amerika para pelaku ekonomi kreaif harus mengerti apa yang dibutuhkan oleh konsumen” ujar Adolf.(rnm)
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
9
t r o p e lR ia c e p S t #AllAbou
Ragam Budaya, Getarkan Potensi Ekonomi Kreatif Melalui Pemuda Jakarta, (EconoChannel) ndonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman budaya. Hampir 17.000 pulau membentang dari Sabang sampai Merauke yang di dalamnya terdapat berbagai macam suku, ras, bahasa, agama kepercayaan, dan lain lain. Tidak hanya memiliki beragam kebudayaan, Indonesia juga memiliki flora dan fauna yang beraneka rupa. Hal ini menunjukan betapa indahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memiliki sumber daya yang tinggi. Namun, keindahan tersebut terhalang
I
Doc.EconoChannel/Puspita Jasmine
10
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
oleh awan gelapnya langit perekonomian Indonesia yang melemah. Raupnya uang negara disebabkan banyak oknum pejabat yang tidak bertanggung jawab melakukan tindak korupsi. Hal tersebut semakin mengikis rasa kepercayaan masyarakat. Bertambahnya jumlah angka kemiskinan juga disebabkan oleh maraknya pemutusan hak kerja (PHK) di beberapa perusahaan yang berakibat membludaknya jumlah pengangguran. Masalah-masalah itu menggambarkan perekonomian Indonesia yang masih kurang stabil, karena sejatinya perekonomian yang stabil akan menunjukan bagaimana kondisi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat di negara tersebut. Tidak hanya faktor internal, tetapi faktor eksternal seperti perlambatan perekonomian internasional juga ikut serta memberikan dampak terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia. Lalu, bagaimana cara untuk menumpas masalah-masalah tersebut dan menstabilkan perekonomian indonesia? Setiap masalah tentu ada solusi. Solusinya adalah membangkitkan
#AllAboutSpec
ialReport
kembali ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor unggulan dalam perekonomian nasional. Apakah ekonomi kreatif itu? Bagaimana peluang serta hambatan ekonomi kreatif di Indonesia? Istilah ekonomi kreatif masih kurang akrab ditelinga publik. Di Indonesia sendiri ekonomi kreatif baru muncul pada tahun 2007 ketika Presiden ke-6 Republik Indonesia SBY menjadikan industri kreatif sebagai salah satu unsur kementrian pada paruh kedua pemerintahanya. Ekonomi kreatif ini berhubungan erat di bidang kewirausahaan yang mengandalkan ide, pengetahuan, dan kreativitas dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama. Daya cipta dan daya kreasi dari SDM tersebut akan dimanfaatkan menjadi industri kreatif untuk menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan. Seiring perkembangan informasi dan teknologi, ekonomi kreatif semakin diminati dan menjadi denyut nadi sektor unggulan perekonomian. Namun, di Indonesia pelaku ekonomi kreatif masih
Dr. Siti Nurjanah , SE, M.Si
Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Jakarta Doc. EconoChannel/Diah Meiyanti
terbilang langka dibandingkan di negara ASEAN yang lain. Di Indonesia ekonomi kreatif baru mampu memberikan kontribusinya sebesar 7%, sedangkan di negara lain, seperti Korea Selatan dan Singapura rata – rata kontribusi ekonomi kreatif di atas 30%. Padahal, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang menumpuk dengan rata-rata usia produktif. Tentu hal ini tidak bisa dibiarkan mengingat jumlah penduduk di Indonesia tiap tahunnya semakin bertambah banyak. Berdasarkan data BKKBN tahun 2015, laju pertumbuhan manusia di Indonesia mencapai 1,49% atau setara dengan 4,5 juta orang tiap tahunnya. Bagaimanakah jika para generasi muda tersebut hanya pasif tidak ada pergerakan untuk maju menjadi benih-benih unggul? Hal itu tentu sangat disayangkan, karena membludaknya jumlah SDM usia produktif seharusnya bisa dimanfaatkan untuk ekonomi kreatif. Tunas-tunas muda tidak boleh hanya menunggu adanya pemberi kerja. Namun, berbekal kreativitas dan daya pikir yang kritis, mereka dapat menciptakan peluang dan menciptakan lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada.“Ekonomi kreatif berkaitan dengan bonus demografi dimana pada rentan 10 sampai 20 tahun ini jumlah pemuda Indonesia melimpah, harapannya pada dekade ini harus digenjot betul produksi para pemuda. Mereka harus berprestasi dan memiliki produktivitas yang tinggi,“ tutur Siti Nurjanah selaku Kaprodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta. Melimpahnya jumlah SDM usia produktif menjadikan peluang bagi Indonesia untuk menggerakan ekonomi kreatif. “Jika hanya mengandalkan lapangan pekerjaan, SDM yang melimpah tentu tidak akan tercover, banyak dari mereka yang akan menjadi pengangguran. Hal itu sangat disayangkan, seharusnyamereka dapat memberdayakan ekonomi kreatif ini untuk mengurangi pengangguran,” lanjutnya. Oleh karena itu, perlu disiapkan dengan baik SDM di Indonesia khususnya para mahasiswa. Selain jumlah SDM yang banyak, keragaman budaya nusantara juga menjadikan Indonesia semakin berpotensi menggeliatkan ekonomi kreatif. Berbagai macam
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
11
#AllAboutSpec
eport lR ia c e p S t u o b A #All
Illustrasi: Doc.EconoChannel/Nurul Hikmah
adat, kerajinan, dan kuliner terpencar di 33 porvinsi Indonesia. Kerajinan dan kuliner seperti batik yang diciptakan dari tangan-tangan kreatif dengan seni dan desainnya yang menarik akan memiliki nilai tinggi bagi batik itu sendiri, sedangkan rendang yang sudah mendunia menjadi suatu contoh hal yang bisa dijadikan ekonomi kreatif. Keunikan-keunikan yang terdapat di dalam masing-masing budaya menjadi ciri khas tersendiri bagi Indonesia.Jika di bandingkan dengan negara-negara lain di Asia, hal tersebut menjadi keunggulan bagi Indonesia, tidak hanya menjadi tontonan kita saja, tetapi budaya indonesia memiliki value yang harus dijaga agar tidak tergilas derasnya arus globalisai. SDM yang melimpah dan budaya yang beraneka ragam menjadi peluang dan modal awal untuk menggerakkan ekonomi kreatif. Dibalik peluang tersebut,tentu akan ada hambatan yang menghadang. Hambatan itu kembali kepada para pemuda yang berada di usia produktif. Apakah 100% mereka mau diajak bergerak? Tentu setiap orang memiliki motivasi yang berbeda. Akankah mereka termotivasi untuk membangun halhal yang lebih baik dan lebik produktif? Hal itu dimulai dari cara pandang dan bagaimana mereka berfikir juga cara berprilaku. Selain itu, kurangnya permodalan juga menjadi hambatan. Tentu hal ini perlu dipayungi oleh pemerintah. Peranan pemerintah juga penting. Dilihat dari akses permodalan, pemerintah diharapkan mampu memberikan bantuan secara merata dan menyeluruh tidak hanya kepada golongan-golongan tertentu saja, tetapi memberi kesempatan seluasluasnya kepada seluruh masyarakat Indonesia.
12
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
Ekonomi kreatif ini cukup berperan dalam perekonomian nasional, hanya saja belum banyak campur tangan pemerintah. Pemerintah belum menjadikan ekonomi kreatif sebagai sumber pendapatan yang penting. Pemerintah masih fokus pada sektor manufaktur, fiskal, dan agrabisnis. Padahal ekonomi kreatif ini berpotensi besar dalam memberikan kontribusi ekonomi, menciptakan iklim bisnis yang positif, menciptakan inovasi, dan kreativitas memberikan dampak sosial yang positif. Tentu kegiatan ekonomi kreatif ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Ekonomi kreatif digerakkan menjadi katup pengaman dari banyaknya pengangguran. Jika ekonomi kreatif ini digerakan secara bersamasama, maka akan memberikan multiplayer effect dalam pembangunan pertumbuhan perekonomian. Pembangunan terjadi jika tersedianya banyak ragam pilihan. Pilihan-pilihan tersebut didesain dan diciptakan melalui ekonomi kreatif. Maka dari itu, harapan ke depannya semoga tercipta generasi-generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berproduktifitas tinggi juga dapat menghasilkan kreasi karya yang bernilai tinggi sehingga terwujudlah ekonomi kreatif sebagai sektor unggulan dalam pertumbuhuan ekonomi Indonesia. (SPF)
Illustrasi: Doc.EconoChannel/Nurul Hikmah
ialReport
BIMBEL sebagai Penyambung Recruitment SDM Potensial
Jakarta, (EconoChannel) enerasi muda saat ini merupakan investasi yang cukup potensial bagi perkembangan perekonomian negara. Perkembangan teknologi dan kemudahan di berbagai bidang saat ini menjadi faktor terpenting. Hubungannya antara generasi muda yang potensial dengan perkembangan teknologi ialah semakin luasnya wawasan dan pengetahuan yang dapat diakses. Seharusnya tingkat kemampuan dan wawasan yang didapat haruslah lebih baik jika dibandingkan dengan pemuda generasi ’80, ’90-an dan sebelumnya. Dengan segenap informasi dan teknologi yang dimiliki tersebut tidak akan imbang jika Sumber Daya Manusia (SDM) tidak dipersiapkan secara maksimal. Manusia hanyalah kumpulan manusia tanpa adanya keinginan dan kemampuan untuk memajukan tempat tinggal. Oleh karena itu, pendidikan hadir sebagai jembatan penyambung untuk memenuhi kebutuhan akan SDM yang potensial tersebut. Melalui pendidikan maka seorang manusia dapat mengenal nilai, karakter, etika, moral, dan pastinya wawasan serta pengalaman untuk kemudian digunakan dalam pembangunan masyarakat sekitar. Untuk menempuh pendidikan sendiri bisa dilakukan dengan beragam cara. Ada yang memilih melalui jalur formal dengan alasan biaya yang lebih murah, diawasi oleh dinas atau pemerintahan
G
Muhammad Yusuf, SE, MM. Dosen FE UNJ Foto: Doc. EconoChannel
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
13
eport lR ia c e p S t u o b #AllA sehingga lebih tersistem dan lebih bersaing untuk bisa masuk dan lolos tes. Ada pula yang memilih swasta karena tidak terlalu formal jalur masuknya, bahkan jarang yang mengadakan tes, meski biayanya cukup mahal banyak orang yang memilih swasta karena daya saingnya pun tidak terlalu ketat. Disaat beragamnya jenis pendidikan di Indonesia, Muhamad Yusuf yang merupakan alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) jurusan Akuntansi 2007 lulusan 2011 dan pernah menjabat sebagai ketua BEM Akuntansi pada masanya dan saat ini ia menjadi salah satu dosen di FE UNJ. Ia mendirikan sebuah tempat bimbingan belajar di Jalan Balai Pustaka Timur B6 No. 39. Dengan didanai oleh beberapa investor yang ia dapatkan dengan mengajukan proposal, salah satunya adalah pemilik gedung bimbel tersebut. Kacang Lupa kulitnya, berbanding terbalik dengan peribahasa tersebut, Yusuf mencoba mempergunakan kesempatan dan potensi yang dimiliki almamaternya. Sebagai kampus yang dijuluki kampus pendidikan, UNJ menjadi ladang yang mudah bagi Yusuf mendapatkan tenaga pendidik potensial. Sejak awal berdirinya pada 2013 sampai dengan saat ini, ia berhasil mempekerjakan kurang lebih 80 tenaga pengajar yang menjadi tutor tidak tetap. Dengan tenaga pengajar yang rata-rata merupakan mahasiswa/i aktif UNJ. Jumlah murid yang mengikuti bimbel tersebut saat ini kurang lebih 60 orang. Bimbel ini menawarkan beberapa penawaran supaya menarik orang lain, di antaranya adanya program belajar private dengan kelas yang menyesuaikan gaya belajar, program ujian nasional dengan konsultasi gratis setiap harinya dan program potensi anak atau minat dan bakat dengan guru profesional. Metode yang digunakan pada bimbel ini juga berbeda dengan bimbel-bimbel lainnya, yaitu belajar private dengan tempat yang menyesuaikan gaya belajar (di sini siswa diajarkan sesuai gaya belajarnya, misal audio, visual atau audio visual), siswa diberikan tes gaya belajar dan potensi anak kemudian kami berikan fasilitas yang paling sesuai (misal ada siswa yang suka menyanyi, menggambar, mewarnai, dan sebagainya) dengan kepribadiannya. Jenjang pendidikan yang mengikuti bimbel ini mulai dari SD, SMP, SMA, dan umum. Biaya yang ditentukan tiap siswanya berbeda-beda, yaitu berkisar antara
14
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
Rp 100.000-Rp 9.000.000 sesuai dengan program bimbel apa yang mereka ikuti dan juga sesuai dengan jenjang pendidikan para siswanya. “Harapan saya pendidikan di negri ini semakin maju. Sedikit demi sedikit, apapun yang kita lakukan, kita upayakan untuk membenahi pendidikan di negeri kita� tutur Yusuf. Tidak menutup kemungkinan masih ada jalur pendidikan non-formal yang lebih bagus atau setara dengannya. Namun, semangat serta inisiatif dalam mencari dan menciptakan SDM yang mumpuni untuk belajar lebih adalah sesuatu yang patut dicontoh dan menjadi kebanggaan. Semoga nantinya lebih banyak pemuda/i kreatif nan berani mencoba layaknya Yusuf dan mensyiarkan nama almamater tercinta sebagai produsen sekaligus kreator pendidikan terkemuka. Semoga. Harapan yang tidak hanya sekedar harapan ini, semoga menjadikan acuan kita agar bisa menjadi Yusuf yang lainnya bahkan lebih. Hanya lewat pendidikanlah SDM bisa tercipta lebih baik dan potensial di segala bidang. Kalau tidak mulai dari para pemuda pribumi yang bisa memajukan negeri ini lewat berbagai cara, ide, kreativitas mereka dalam membentuk kualitas SDM yang potensial. Mari kita dukung segala upaya yang telah ada untuk lebih memajukan kualitas manusia di Indonesia dan yang nantinya bisa bersaing di dunia kerja serta bermanfaat bagi masyarakat.(pad)
pembatas all about special experience
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
15
#AllAboutExper
ce n ie r e p x E t u o b AllA
ience
#
Jakarta (EconoChannel) ndonesia memiliki potensi kekayaan yang sangat besar, baik potensi Sumber Daya Alam (SDA), keragaman budaya, maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Hal-hal tersebut sangat diperlukan dalam mengedepankan kreativitas dan inovasi dalam pembangunan nasional untuk mengoptimalkan berbagai potensi kekayaan yang dimiliki Indonesia. Ekonomi kreatif yang berbasis pada modal kreativitas SDM, berpeluang mendorong daya saing bangsa Indonesia di masa depan. Jika SDM Indonesia yang jumlahnya sangat besar memiliki kemampuan berkreasi dalam menciptakan inovasi dan nilai tambah, maka kreativitas tersebut akan menjadi sumber daya terbaru yang tidak akan ada habisnya. Kreativitas akan mendorong dihasilkannya produk-produk manufaktur dan jasa inovatif yang bernilai tambah tinggi, sehingga kelak Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah, tetapi juga mampu mengekspor produk yang bernilai tambah tinggi. Kreativitas dan inovasi juga akan menjadikan warisan budaya dan kearifan lokal untuk memiliki kontribusi yang besar, tidak hanya bagi perekonomian nasional, namun juga bagi peningkatan citra bangsa Indonesia di mata dunia internasional.
Illustrasi: Dok. EconoChannel/M. Jazmi
I
16
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
Ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sektor penggerak yang dapat menangkap peluang. Selama ini, ekonomi kreatif terus berkembang seiring perkembangan teknologi informasi yang melahirkan wujud kreativitas baru dalam bentuk industri kreatif berdasarkan budaya lokal dan ilmu pengetahuan. Ekonomi kreatif tidak hanya membahas mengenai penciptaan nilai tambah secara ekonomi saja, tetapi meliputi pembahasan mengenai penciptaan nilai tambah secara sosial, budaya, dan lingkungan. Industri kreatif yang merupakan subsistem dari ekonomi kreatif sendiri menjadi penggerak dalam menciptakan nilai-nilai tersebut. Bila menyoroti ekonomi kreatif di bidang desain grafis, tentu perputaran uang yang dihasilkan tidak kecil, sebab usaha desain grafis ini dapat kita temukan di kota-kota besar. Sebuah kreatifitas masyarakat yang jika dikelola dengan baik dapat memberikan dampak positif, dan memberikan peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif yang saat ini sedang digencarkan pemerintah. Sepintas dengan ekonomi kreatif, Scribble yang digeluti Rachmad Priyandoko mengubah kepribadiaannya dalam bahasa Indonesia. Cakaran ayam dalam teknik menggambar scribble adalah teknik arsiran dengan coretan ke segala arah. Dengan kemajuan teknologi sekarang ini banyak desainer yang mengeksplorasi berbagai karyanya melalui jejaring internet, tujuannya untuk mempermudah konsumen mencari sosok desainer yang disukainya dengan melihat portofolioportofolio yang telah diupload para desainer. Untuk mengembangkan ekonomi kreatif, diperlukan sejumlah SDM yang berkualitas dengan
Doc.Pribadi
Meningkatkan Kualitas Hidup Melalui Ekonomi Kreatif
Scribble Art Oleh: Rachmad Priyandoko
daya inovatif dan kreativitas yang tinggi, namun di samping kebutuhan akan SDM yang berkualitas, pengembangan ekonomi kreatif juga membutuhkan wadah sebagai tempat penggalian ide-ide kreatif. Niken Nurazizah mahasiswi Fakultas Ekonomi misalnya, teknologi yang Ia kembangkan membuatnya menggeluti bidang desain grafis. Berawal dari semester 1 ketika mengikuti pelatihan yang diadakan di kampusnya, mulailah Ia sering mengasah kemampuannya dalam desain dan dari situlah Ia mengetahui bakatnya adalah di bidang desain. Ekonomi kreatif sangat bergantung kepada modal manusia (human capital atau intellectual capital) kemampuan ruang atau wadah untuk dunia eknomi kreatif tersebut mempunyai nilai tambah tersendiri merupakan kunci utama dari setiap wadah ide-ide kreatif yang dikembangkan. Selain kesejahteraan ekonomi, perkembangan ekonomi kreatif juga dianggap mampu memberi dampak sosial berupa peningkatan kualitas hidup dan toleransi sosial. Dua hal yang dibutuhkan oleh negara yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi dan keragaman budaya yang luar biasa.
Upaya pengembangan potensi ekonomi kreatif bukanlah kebijakan tanpa dasar. Dalam kajian Kemenparekraf, pada 2008 perkembangannya memberikan kontribusi PDB sebesar 7,28% dan menciptakan lapangan kerja sebesar 7.686.410. Dalam kurun 2009 s/d 2014. Hal ini membuktikan betapa ekonomi kreatif merupakan sektor yang sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia dalam mengembangkan perekonomiannya. Selain itu, ekonomi kreatif juga dapat mengasah bakat SDM di Indonesia, sehingga kualitas SDM di Indonesia mengalami peningkatan. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meluncurkan Program Fasilitasi 5.000 Sertifikat Profesi Bidang Ekonomi Kreatif untuk Negeri. Program ini merupakan fasilitas satu pintu untuk membantu para pelaku/calon pekerja di bidang ekonomi kreatif untuk mendapatkan sertifikat profesi secara gratis. Untuk pertama kalinya, program fasilitasi ini terselengggara atas kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Bidang Telematika untuk 130 peserta di Royal Kuningan Hotel, Jakarta (17/2). (ap)
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
17
#AllAboutExper
ce llAboutExperien
ience
PENGGIAT EKONOMI KREATIF, DOSEN FE UNJ TEKUNI BIDANG TEKNOLOGI
Jakarta, (EconoChannel) Ekonomi Kreatif Indonesia muncul sejak Kementrian Perdagangan yang dipimpin oleh Mari Elka (2004-2011), yang kemudian pada tahun 2011 pemerintahan SBY melakukan reshuffle kabinet yang akhirnya lahir Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ekonomi kreatif mencakup berbagai bidang salah satunya dibidang Teknologi yang saat ini sedang digeluti oleh Osly Usman SE,
M.Bus. Menurut dosen Fakultas Ekonomi UNJ ini ekonomi kreatif adalah menciptakan lapangan kerja tanpa harus membuka suatu perusahaan yang sangat besar. Ekonomi kreatif dapat dilakukan tanpa harus memiliki suatu aset. Di UNJ sendiri, dengan adanya Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) membantu mahasiswa menyalurkan ekonomi kreatif, tetapi menurutnya yang disayangkan dari PMW, yaitu kuatnya proposal, tetapi lemah dalam eksekusi atau pembuatannya. Pada dasarnya dalam ekonomi kreatif bukan hanya berfokus pada dagangan, tetapi pada perluasan channel distribusi, karena jika hanya berfokus pada dagangan, maka semakin banyak toko akan semakin laku. Padahal yang sebenarnya adalah semakin banyak channel distribusi, maka akan semakin laku. Beliau menekuni bidang IT dalam ekonomi kreatif sejak kuliah S2. “Ekonomi kreatif dibentuk oleh 3C, yaitu comunity, content, dan connectivity. 3C dalam ekonomi kreatif itu saling berhubungan, karena jika salah satunya hilang, maka tidak akan terjadi yang namanya ekonomi kreatif,� tuturnya. Beliau berupaya untuk menggerakan ekonomi kreatif dengan membantu mahasiswa dalam melakukan ekonomi kreatif khususnya dibidang teknologi. Beliau juga mengungkapkan ekonomi kreatif sangat penting bagi mahasiswa sebagai tempat untuk mengaktualisasikan dirinya. Bagaimana bisa menemukan partner, channel, dan produk yang Osly Usman SE, M.Bus tepat merupakan suatu tantangan. Misalnya, untuk Dosen Fakultas Ekonomi UNJ menjalankan ekonomi kreatif dibidang IT, maka Foto: Doc. EconoChannel/Diah Meiyanti perlu adanya partner yang dapat mendukung
18
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
Illustrasi: Dok. EconoChannel/M. Jazmi
#A
kelancaran produk yang akan dihasilkan. Peluang ekonomi kreatif di Indonesia menurutnya sangat besar, karena penduduk Indonesia cukup banyak, tetapi orang Indonesia masih menggunakan produk luar negeri. Dalam hal ini menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk berkreasi, karena pasar Indonesia yang masih blue ocean atau masih terbuka peluang pangsa pasar yang cukup besar untuk menciptakan produk-produk dalam negeri yang berkualitas. Beliau menambahkan bahwa perusahaan teknologi tidak hanya mempertahankan quality, melainkan juga quantity. Semakin besar quantity, maka net income yang dihasilkan akan semakin besar pula. Kreatif itu menciptakan peluang yang ada dengan memanfaatkan keadaan. Beliau berpesan kepada mahasiswa agar dapat menyalurkan ilmu yang telah dipelajarinya sejak kuliah, karena dengan adanya ekonomi kreatif, setelah kuliah mahasiswa
daya yang ada sehingga dapat menjadi kapasitas produksi dan diaktualisasikan menjadi suatu potensi yang bias memberikan kapasitas produksi terutama sumber daya manusia,� tutur Suparno S.Pd, M.Pd selaku dosen FE yang juga menekuni ekonomi kreatif bidang teknologi. Bidang yang ditekuni Suparno berupa media pembelajaran, yaitu media yang bebasis aplikasi, tetapi bias digunakan oleh guru, seperti animasi 3D kemudian editing video seperti ebook maker. Upaya beliau dalam menggerakan ekonomi kreatif, yaitu dengan memberikan masukan kepada mahasiswa untuk memanfaatkan ide-ide kreatif diseluruh bidang agar dapat dikembangkan, karena apa yang terjadi hari ini adalah yang berulang pada zaman dulu, tetapi dengan pola dan pemikiran yang baru. Ekonomi kreatif sekarang banyak didominasi dengan IT dan harus selalu hidup dengan keasliannya. Sejak tahun 2010, beliau menekuni ekonomi kreatif dan membentuk sebuah web sebagai media pembelajaran. Beliau mengungkapkan bahwa ekonomi kreatif menempel pada SDM. Titik tolak ekonomi kreatif pada mahasiswa, yaitu pola pikir untuk berubah, mempunyai ide-ide baru, dan membawa pemikiran secara agresif yang berbentuk pola komunitas. Tantangannya, yaitu Indonesia sangat kaya dengan SDM, tetapi tidak dikemas dengan ekonomi kreatif seperti SDM berbasis kewilayahan yang menjadi kekayaan daerah yang bisa dikelola secara optimal. Jika dikelola dengan baik, maka akan menjadi kekuatan nasional yang berakar dari kreativitas daerah. Pemerintah juga sudah mulai memperhatikan ekonomi kreatif bahkan kegiatan ini sudah didukung oleh Kementrian, tetapi pola pembinaan yang ada masih perlu disinkronkan dengan perguruan tinggi dan lembaga-lembaga yang mempunyai kapasitas untuk melatih ekonomi kreatif, dikarenakan masyarakat tidak bias langsung kreatif, disana ada suatu kapasitas pendidikan semacam semi diklat yang Suparno S.Pd, M.Pd. berbasis riset. Beliau juga taklupa memberikan Dosen Fakultas Ekonomi UNJ pesan kepada mahasiswa bahwa ekonomi kreatif Foto: Doc. EconoChannel/ Diah Meiyanti muncul dari sebuah ide serta motivasi yang tidak pernah mati, maka janganlah takut untuk berinovasi, dapat mencari uang dengan menerapkan ilmu yang karena pada dasarnya orang yang sukses adalah didapat semasa kuliah ke dalam kehidupan nyata. orang yang mampu melangkah kedepan dan setelah “Ekonomi kreatif itu menggabungkan terjatuh akan terbangun. (isk) antara kreativitas dengan potensi dan sumber
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
19
nce
ie r e p x E t u o b A ll A #
Ojek Syari Indonesia
Aman, Nyaman dan Bersahabat
Jakarta, (EconoChannel) -
F
Gambar Bulatan : Dok. EconoChannel/M. Jazmi
enomena ojek berbasis online saat ini memang menjadi sorotan di tengah-tengah masyarakat khususnya di Indonesia. Bagaimana tidak, ojek berbasis online memberikan layanan yang dapat menunjang kebutuhan masyarakat sehari-hari. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa sangat terbantu dengan keberadaan ojek berbasis online. Menggunakan metode sharing ekonomi (ekonomi berbagi) tidak mengherankan banyak sekali pengguna yang diuntungkan dengan adanya ojek berbasis online ini. Sharing ekonomi saat ini memang menjadi salah satu pemacu pergerakan ekonomi di Indonesia, karena sistemnya yang sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak yang saling bekerja sama. Saat ini sudah banyak bermunculan ojek berbasis online seperti halnya Gojek, Grab dan Uber. Tetapi ada satu fenomena baru ojek berbasis online
Ojek Syari Indonesia Foto: Doc. Pribadi
20
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
khusus wanita, yaitu Ojek Syari Indonesia (Ojesy). Tidak jauh berbeda dengan ojek berbasis online lainnya, Ojesy hadir di tengah-tengah masyarakat dengan memberikan kenyamanan dan keamanan khusus bagi pelanggan perempuan. Ojesy didirikan pada 10 Maret 2015 oleh Evilita Adriani selaku CEO. “Saya mendirikan Ojesy ini tidak sendirian tetapi dibantu juga dengan rekan saya, yaitu Reza Zamir� ujar Evilita Adriani. Awalnya Ojek Syari Indonesia dikenal dengan nama Ojek Syari Surabaya. Namun, pada 8 Agustus 2015, setelah Agus Edi bergabung, berubah menjadi Ojek Syari Indonesia (Ojesy) dengan legalitas PT Ojek Syari Indonesia. Kini Ojesy memiliki 400 driver dengan 20 cabang kantor di kota-kota Indonesia. Berbeda dengan ojek berbasis online lainnya, seluruh driver Ojesy adalah wanita yang menggunakan hijab. Tidak heran apabila Ojesy memberikan layanan yang dapat merentas kekhawatiran bagi pelanggan perempuannya terutama anak-anak. Sejauh ini perusahaan Ojesy sudah melakukan kerjasama dengan Bank Muamalat. Aplikasi Ojesy sebagai layanan untuk sahabat pengendara yang menggunakan deposite dari Bank Muamalat tidak dikenakan biaya administrasi. Tarif Ojesy bagi penggunanya sebesar Rp 20.000 pada 5 kilometer awal, selanjutnya Rp 3.000 per kilometer. Layanan yang disuguhkan berupa order booking, order bulanan/ berlangganan, dan order kurir. Saat ini Ojesy memiliki omset yang cukup besar mencapai 100 juta/ bulan. Untuk pembagian kepada driver, Ojesy menggunakan sistem 80 untuk driver dan 20 untuk perusahaan. Ojesy tidak memasang target yang besar, karena targetnya adalah memberikan layanan yang dapat membantu dan memberdayakan kaum perempuan. (MR)
Pembatas all about fyi
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
21
Ilustrasi: Dok.EconoChannel/ Maraden Jazmi
tion a m r o f n I r u o Y r o #AllAboutF
Info Tulisan Berbayar
M
enulis dan dibayar? Hm boleh juga‌‌ Sebagai penulis tentunya kita dituntut untuk selalu produktif dalam menghasilkan berbagai karya tulisan, baik berupa cerita fiksi atau tulisan bersifat informatif. Saat ini, menulis dapat dikatakan sebagai kegiatan yang menguntungkan. Selain mengasah skill, menulis dapat menambah penghasilan, karena tulisan kita bisa dijual dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Menulis di Koran atau majalah bisa membuat seseorang memperoleh honor berkisar Rp 50.000,- hingga Rp 1.500.000,- tergantung pada kualitas jenis tulisan dan medianya. Ada banyak kesempatan untuk menulis di media sebagai salah satu ajang aktualisasi dan apresiasi. Hampir semua media menyediakan rubrik untuk publik, di antaranya rubrik opini, cerpen, puisi, dan resensi buku. Bagi seorang penulis, alamat email media massa dan rubrik-rubrik tersebut sangat dibutuhkan. Pengiriman karya melalui alamat email jauh lebih efisien dibandingkan menggunakan surat pos. Sebelum kami mengulas lebih lanjut, ada beberapa tips yang dirasa harus diperhatikan bagi penulis yang ingin mengirimkan karyanya: 1. Pahami karakter tiap media dan karakter tulisan yang dimuat di media tersebut. 2. Perhatikan dengan cermat dari segi kebahasaan dan EYD. 3. Tawarkan sesuatu yang baru dan orisinil. Jangan hanya mengambil ide orang lain atau bahkan melakukan plagiat. 4. Ikuti perkembangan isu, buatlah tulisan yang membahas tentang isu yang sedang hangat Berikut beberapa nama media, alamat email, rubrik dalam pemuatan artikel di media massa.
22
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
1. KOMPAS (www.kompas.com) Kompas termasuk media yang memiliki begitu banyak rubrik untuk masyarakat. Selain opini, ada rubrik lain yang dapat dicoba. Bedanya, jika rubrik opini muncul setiap hari, rubrik-rubrik lain ada yang setiap satu atau dua minggu. Ada juga rubrik cerpen dan puisi yang muncul setiap hari Minggu. Alamat email:opini@kompas.co.id
2. JAWA POS/INDOPOS (www.jawapos.com) Ada beberapa rubrik yang dapat dicoba yakni opini, ruang putih (esai budaya), di balik buku, cerpen, puisi, dan sebagainya. Gagasan, usulan pendek bebas, panjang 250 kata. Opini panjang 850 kata. Alamat email:opini@jawapos.co.id sertakan CV, no rek, NPWP, dan telepon. 1. Untuk resensi kirim ke ttg@jawapos.co.id resensi buku disertai foto penulis dan cover buku. 2. Terdapat rubrik Perempuan Bercerita, tema bebas, dan panjang 750 kata. Alamat email: herrelationship@jawapos.co.id. Naskah yang lima hari tidak dimuat otomatis dianggap kembali ke pengirim.
#AllAboutForYo
urInformation
3. PIKIRAN RAKYAT (www.pikiran-rakyat.com)
5. REPUBLIKA (www.republika.co.id)
Email utama sekertariat@republika.co.id email tersebut bisa digunakan untuk kirim opini dan 1. Cakrawala, tulisan mengenai pengetahuan cerpen. Panjang artikel 800-1200 karakter. Honor umum. Terbit disetiap hari kamis, berisi 5-6 untuk opini/cerpen sebesar Rp 400.000,artikel. Biasanya satu penulis bias dimuat 3 judul sekaligus dan masih berkaitan, tetapi bisa juga mengirimkan satu judul, nanti akan 6. KORAN SEPUTAR INDONESIA dimuat bersamaan dengan tulisan lain yang (redaksi@seputar-indonesia.com) temanya sama/sejenis. Panjang tulisan 40006000 karakter. Tulisan dapat dikirim melalui email:cakrawala@pikiran-rakyat.com Salah satu harian nasional yang memberikan space 2. Khasanah, berisi tulisan tentang budaya. Bisa khusus untuk mahasiswa adalah Koran Sindo. Pada berupacerpen, puisi, dan feature. Dimuat setiap kolom Suara Mahasiswa Koran Sindo, tiap pesan ada minggu. Panjang tulisan 4000-6000 karakter. tema yang bisa dijadikan acuan bagi para mahasiswa Alamat email:khazanah@pikiran-rakyat.com untuk menulis essay opini. Jika memenuhi kriteria 3. Kampus, kolom untuk mahasiswa. Tulisan redaksi, maka tulisan kita ada kemungkinan untuk seputar kampus dan perkuliahan. Dimuat diterbitkan. Adapun kriteria/syaratnya adalah setiap hari Kamis. Panjang tulisan 4000-6000 sebagai berikut: karakter. Email:kampus_pr@yahoo.com 1. Panjang esai antara 400-500 kata. Kurang 4. Opini, dimuat setiap hari kecuali hari Sabtu dan lebih hampir satu setengah halaman kertas A4 Minggu. Panjang tulisan 5000-6000 karakter. dengan spasi 1,5, ukuran font 12pt Times New Kirim beserta foto ke email:opini@pikiranRoman. rakyat.com 2. Sesuai dengan tema. Tema tiap pecan dapat dilihat di situs resmi Koran Sindo www.koran4. KORAN TEMPO sindo.com (www.korantempo.com) 3. Naskah dapat dikirim melalui email redaksi@ seputar-indonesia.com dalam bentuk file attachment berformat .doc atau .rtf. 1. Untuk kolom opini, kirim ke email: koran@ tempo.co.id 2. Untuk resensi buku, esai, sastra, dan puisi kirim 7. KEDAULATAN RAKYAT ke ktminggu@tempo.co.id/ndewanto@gmail. (www.kr.co.id) co.id. Panjang artikel 800-1000 kata. Honor artikel Rp 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) Tiap minggu menampung cerpen, puisi, cerita anak, Agar dimuat, ikuti gaya tulisan opini di Koran dan resensi buku. Alamat email untuk kirim puisi Tempo.Topik opini bersifat aktual. Maksud dari dan cerpen ke alamat:jayadikastari@yahoo.com. aktual adalah sebagai respons/komentar dari Honornya berbeda-beda, tergantung pada redaktur peristiwa yang baru saja terjadi, khususnya untuk menentukan. Panjang tulisan cerpen 5.000 yang menjadi bahasan di Tajuk Rencana/ karekter. Dan biasanya, Kedaulatan Rakyat senang Editorial Koran tersebut. dengan cerpen/puisi dengan tema yang aktual.(ftp)
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
23
ion
ormat f n I r u o Y r o F t u o #AllAb
Ada Apa dengan Ekonomi Kreatif Indonesia ? Jakarta (EconoChannel) -
E
konomi Kreatif Indonesia adalah harapan baru yang sudah digadang-gadang sejak beberapa tahun silam. Menelisik kesuksesan Inggris dengan konsep ekonomi kreatifnya, Indonesia rupanya tergiur untuk menapaki jejak yang sama. Seiring berjalannya waktu, kesuksesan yang ditunggu seakan enggan untuk mendekat. Lantas, “Apa yang salah dengan ekonomi kreatif Indonesia?� Mari kita Selain itu, tentunya kualitas material, jaminan kerja, urai satu persatu berdasarkan tujuan misi ekonomi jaminan karya, harus masuk dan menjadi bahan pertimbangan agar bisa ditingkatkan di masa depan. kreatif Indonesia.
Pertama, salah satu tujuan ekonomi kreatif adalah untuk membuat rakyat lebih makmur. Namun, persiapan meraih kemakmuran sepertinya belum disiapkan seutuhnya. Para pelaku ekonomi kreatif cenderung berjalan sendiri. Benar adanya bahwa ekonomi kreatif menuntut adanya kemandirian, namun harus diakui bahwa ada beberapa sektor yang tidak dipegang sendiri. Misalnya, para pelaku ekonomi kreatif berjalan tanpa mengajak ahli-ahli di bidang yang lain seperti ekonom untuk menaksir harga secara umum. Jadi, terkesan harga yang ada hanya sekedar kesepakatan tanpa mempertimbangkan harga pasaran.
Kedua, kualitas SDM Indonesia. Perlu diakui bahwa kualitas SDM Indonesia masih tertinggal dengan beberapa negara tetangga. Tidak semua pengusaha yang merintis usaha memiliki jiwa wirausaha yang baik. Hal ini tentunya tidak bisa dibiarkan begitu saja. Hentakan perubahan harus lebih digencarkan. Bukan sekedar omongan yang tidak bisa direalisasikan. Para pelaku ekonomi kreatif harus bisa meningkatkan wawasan yang dimiliki.
24
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
Ketiga, sumbangan sektor ekonomi kreatif. Berdasarkan data yang dikemukakan oleh Mantan Menperin, Saleh Husin, bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia sebesar 7 % per tahunnya. Kabar baik tersebut seharusnya bisa lebih ditingkatkan, mengingat yang Indonesia raih masih jauh tertinggal dari Negara Singapura dan Korea yang menyentuh angka 30 %.
Pembatas all about activities
Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan ekonomi kreatif di Indonesia? Pertama, perlu adanya penanaman konsistensi berkarya bagi setiap pelaku ekonomi kreatif. Kedua, pemerintah harus bisa memberikan insentif, tidak hanya dalam bentuk dana melainkan perlindungan produk budaya hingga menurunkan pajak yang ada. Ketiga, harus ada jaminan dan perlindungan hukum agar hasil karya anak bangsa tidak diakui negara lain. Indonesia berpeluang untuk menjadi negara makmur, untuk itu mari kita persiapkan kemakmuran sebaik-baiknya tanpa meremehkan salah satu aspek yang ada. Indonesia Bisa!(ac)
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
25
s ie it iv t c A t u o b A #All
ECONOCHANNEL
#AllAboutActiv
ities
OPMAWA DAN ORMAWA
Jakarta, (EconoChannel) -
E
conoChannel (EC) merupakan lembaga pers mahasiswa yang berada di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta. EC memiliki tiga acara yang diadakan tiga bulan berturut-turut. Diawali dengan acara kajian yang diadakan SubDepartement Penelitian dan Pengembangan (LitBang), yaitu Kalsium (Kajian Eksternal dan Kajian Umum). Tahun ini Kalsium memasuki periode ketiga dengan mengusung tema “Urgensi TPP bagi Indonesia: Bibit Peluang atau Jaring Ancaman” dan akan menghadirkan Dr. Ir. Rizal Affandi Lukman, MA. sebagai Bapak Deputi Ekonomi bidang Kerjasama Internasional.
Bulan berikutnya, terdapat acara Komunitas Jurnalistik (KJ). KJ bergerak di bawah naungan Fakultas yang termasuk rangkaian kegiatan MAGNET (Mahasiswa Generasi Terbaik) untuk mahasiswa/i baru. KJ merupakan sebuah program pelatihan dari Lembaga Pers Mahasiswa EconoChannel untuk para maba yang menjadi salah satu ikhtiar dalam rangka pengembangan softskill dalam dunia jurnalistik. Tahun ini KJ mengusung tema “Create Journalistic In Your Soul”. Acara ini terdiri dari dua rangkaian, yaitu seminar jurnalistik pada KJ 1 dan Company Visit pada KJ 2. Seminar jurnalistik yang diadakan pada 29 Oktober 2016 harus diikuti seluruh maba miba FE UNJ. Namun, untuk Company Visit pada 16 Desember 2016 hanya diikuti 25 maba miba FE yang terpilih berdasarkan penugasan yang telah mereka kerjakan untuk menuju ke MNC.
26
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
Acara EC selanjutnya, yaitu Grand EconoChannel Event (GREAT 3rd). GREAT 3rd merupakan event jurnalistik tahunan EC. Tujuan diadakannya GREAT 3rd untuk mewadahi bakat dalam bidang jurnalistik. Adapun konsep acara GREAT 3rd meliputi kompetisi tingkat nasional, seminar, talkshow, bazar dan tahun ini akan ada workshop kepenulisan. Pada rangkaian GREAT 3rd, EconoChannel juga mengadakan acara yang bernama EconoChannel Berbagi, yaitu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berupa pemberian edukasi kepada anak-anak yang berlangsung pada tanggal 5 November dan 19 November 2016. Setelah itu, pada tanggal 21 November 2016 acara workshop diadakan dengan menghadiri pembicara Pangeran Nurdin (Redaktur SINDO) bertema “Menembus media massa lewat tulisan”. Pelaksanaan puncak GREAT 3rd tahun ini jatuh tanggal 26 November 2016. Bertepatan hari pahlawan, GREAT 3rd mengusung tema utama “Rekam Jejak Pers dalam Jarum Sejarah Pergerakan Nasional”. Audiens akan diajak memutar memori tentang perjuangan pers dan pahlawan di zaman dahulu serta bagaimana kita sebagai kaum muda mengapresiasikannya di era modern ini. Perlombaan skala Nasional dalam bidang jurnalistik, terdiri dari lomba news anchor, doodle art, cerpen, videogram, dan photoessay. Pendaftaran dibuka mulai 15 Agustus – 13 November 2016, sedangkan deadline pengumpulan masing-masing lomba berbeda. Untuk info lebih detail bisa kunjungi website EC di www.econochannel-feunj.com atau sosial media econochannel. Dengan adanya acara GREAT diharapkan menjadi ajang unjuk kemampuan dibidang jurnalistik.
BEM FE
Jakarta, (EconoChannel) - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FE UNJ adalah salah satu lembaga eksekutif di Fakultas Ekonomi yang memiliki berbagai agenda atau program kerja. BEM FE memiliki agenda–agenda seperti Pelatihan Pengembangan Budaya Ilmiah (PPBI) yang merupakan salah satu rangkaian acara MAGNET untuk mahasiswa/i baru FE UNJ dalam persiapan program PKM yaitu kompetisi karya tulis yang diadakan oleh DIKTI. Selain itu, terdapat juga Week of Writing (WOW) yaitu pelatihan dan kompetisi penulisan karya ilmiah untuk mahasiswa/i FE dan umum.
Pada bidang olahraga, terdapat FE UNJ Championship (FUC) yaitu kompetisi futsal mahasiswa FE seIndonesia yang bertujuan mempererat hubungan mahasiswa FE antar Universitas se-Indonesia. Event berskala nasional lainnya adalah Debat Sosial Politik (DESOS) yang diikuti oleh mahasiswa seIndonesia untuk meningkatkan pola pikir kritis mahasiswa terhadap kondisi di Indonesia. Agenda lainnya yang berkaitan dengan sosial politik adalah Social Economic Camp (SEC) Regenerasi 2 yang akan diikuti oleh mahasiswai/i FE UNJ. (hmrp)
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
27
s
#AllAboutActiv
itie #AllAboutActiv
ities
HIMA MANAJEMEN
BEM PRODI AKUNTANSI Setelah itu terdapat COMVIS (Company Visit) yang program kerja departemen edukasi BEM Prodi Akuntansi. Perusahaan yang akan dikunjungi adalah PT. YAKULT Indonesia Persada dan PT. Amerta Indah Otsuka (Pocari Sweat).Program kerja ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi mata Jakarta, (EconoChannel) - Acara yang akan kuliah akuntansi, khususnya akuntansi biaya, pada diselenggarakan olem BEM Prodi Akuntansi FE UNJ perusahaan manufaktur. antara lain, Gebyar Akuntansi, merupakan program Kemudian, FORAKSI (Forum Akuntansi) kerja rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. yang merupakan program kerja departemen Pada tahun ini Gebyar Akuntansi 7th mengusung edukasi BEM Prodi Akuntansi dengan tujuan untuk tema “Accounting Culture Festival (COUNTUTE membantu mahasiswa/mahasiswa baru Akuntansi FEST) dengan maskot orang utan. Dalam Gebyar FE UNJ yang kesulitan dalam memahami mata Akuntansi terdapat 5 rangkaian acara yaitu Cyber kuliah di semester 1, khususnya Pengantar Fair, SEMARAK (Seminar Akuntansi), PESTA Akuntansi dalam bentuk forum kecil yang akan (Pekan Essay Akuntansi), Entrepreneur Challenge, dibimbing oleh kakak edu (mahasiswa/mahasiswi dan COUNTRY (Accounting in Solidarity). Pendaftaran Akuntansi angkatan 2015-2013). (nas) kegiatan pun sudah dimulai pada bulan September hingga Oktober 2016.
Jakarta, (EconoChannel) - Hima Manajemen FE UNJ mempunyai kegiatan kemahasiswaan seperti, Seminar Entrepreneurship, Management Event 2016, Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Prodi (PKMP).
Seminar Entrepreneurship adalah program kerja yang dinaungi oleh Biro Entrepreneur. Bertemakan “Be Dare, Be Creativepreneur” seminar Entrepreneur 2016 ini diharapkan memberi pengetahuan baru mengenai usaha kreatif agar semakin banyak entrepreneur-entrepreneur muda yang lebih berpengalaman dengan usaha bisnis yang dijalankan.
28
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
Ketiga,Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Prodi (PKMP) Hima Manajemen memiliki program kerja dinaungi divisi Human Resource Development, bertujuan dalam pembentukan karakter mahasiswa baru agar menjadi sosok pemimpin baik serta bermanfaat. (mdp)
BPM
BEM PRODI EA Jakarta, (EconoChannel) - Agenda BEM Prodi Ekonomi Administrasi (EA) FE UNJ di bulan September sampai Desember antara lain EA EXPLORE. EA EXPLORE merupakan proker terbesar dari BEM Prodi EA berupa rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh setiap departemen yang dipersembahkan untuk civitas akademika ekonomi dan umum. Rangkaian kegiatan EA Explore dibagi menjadi enam diantaranya yaitu EO (Extra ordinary), yang merupakan seminar terkait kewirausahaan dengan sasaran peserta yaitu mahasiswa EA dan umum. Menghadirkan para wirausaha sukses untuk memotivasi generasi muda dalam dunia wirausaha. Kedua ada FORMASI, merupakan seminar pendidikan untuk kepedulian bidang pendidikan yang diperuntukan untuk mahasiswa/i EA.
Kedua, Management Event 2016. Management event 2016 bertemakan “one act for a big change”. Sasaran acara adalah SMA sederajat dan umum se-Jabodetabek. Pembukaan management event 2016 akan dilangsungkan dengan perlombaan saman, futsal, Business Plan, English Debate, serta acara sosial yaitu Management Care, lalu rangkaian Management Event ditutup oleh Folklore Song Competition dan guest star bertajuk live music.
Jakarta, (EconoChannel) - Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Ekonomi adalah salah satu organisasi pemerintahan (opmawa) Fakultas Ekonomi yang bergerak di bidang kelegislatifan. Proker ketiga, Garuda merupakan seminar pergerakan dan kemahasiswaan guna menciptakan generasi yang kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar. Keempat ada Trainloko yang merupakan pelatihan desain untuk mahasiswa ekonomi dan sekaligus lomba membuat “desain” yang menarik. Terdapat juga EA Sport, merupakan ajang bagi setiap mahasiswa/i EA untuk menunjukan bakatnya dibidang olahraga. Terakhir ada EA Combine, merupakan rangkaian perlombaan yang diadakan khusus untuk mahasiswa EA, guna mewadahi bakat mereka dalam bidng akademik maupun non akademik.(nas)
Agenda terdekat BPM FE adalah Bedah Sekretariat. Program kerja BPM selanjutnya adalah Jaring Aspirasi, dimana BPM FE menjaring aspirasi terkait program-program kerja yang telah dijalankan lembaga eksekutif maupun isu–isu terkini di lingkungan Kampus UNJ. Kemudian BPM FE juga akan membentuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan menjadi fasilitator dalam pemilihan umum pemimpin opmawa ditingkat fakultas.
Program kerja terakhir yang akan dijalankan BPM FE terkait fungsinya sebagai lembaga legislatif yang ada di Gedung L adalah Sidang Umum/Rapat Tahunan Anggota dimana BPM FE akan menilai kinerja lembaga eksekutif dalam satu periode terakhir yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi tiap lembaga eksekutif tersebut untuk memperbaiki kinerjanya di kepengurusan periode selanjutnya. (hmrp)
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
29
s
#AllAboutActiv
ie it iv t c A t u o b A ll #A
ities
IQTISHODI
Jakarta, (EconoChannel) - Wise (Wisata Islam Ekonomi), salah satu acara besar BSO Al-Iqthisodi yang sudah berjalan pada tanggal 14-16 Oktober 2016. Wise adalah salah satu rangkaian MAGNET yang syarat akan makna. Wise merupakan tempat untuk bisa belajar Islam lebih banyak.
Keuntungan ikut wise yang sudah berjalan ini bisa menjadi ranah kamu untuk sosialisasi dengan teman satu angkatan FE. Saat acara berlangsung, wise memiliki pembicara yang berpengalaman. Rangkaian acaranya sangat seru dan banyak pelajaran yang inshaAllah bisa diambil dari wise ini. Di bulan yang sama, BSO Al-Iqtishodi juga mempunyai program kerja rangkaian dari festival Islam UNJ (tabligh akbar) dan bazar buku. Agenda di bulan berikutnya yaitu semut akbar, pelatihan design dan iqtishodi eksplorer. (mdp)
Tanamkan Ide Kembangkan Wirausahawan Disertasi Ari Saptono Sangat Memuaskan Jakarta (EconoChannel) -
B
ertempat di Aula Latief, Ruang Sidang PPs UNJ Jakarta, Bapak Ari Saptono memaparkan disertasinya tentang Pengaruh Lingkungan Belajar, Efikasi Diri dan Sikap Kewirausahaan.Tercatat, Prof. Dr. Burhanuddin Tola, M.A., Prof. Dr. Ch. Suprapto, M.M., Prof. Dr. Maruf Akbar, M.Pd, dan Prof. Dr. A. Suhaenah Suparno sebagai tim promotor yang menguji.
KSEI Jakarta, (EconoChannel) - Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) sedang mempersiapkan acara terbesarnya yang akan diselenggarakan beberapa bulan kedepan. Adapun acara tersebut yaitu WISE, KGTS, DEI, dan SELEB. Pertama, WISE (Wisata Ekonomi Islam), proker aliansi dengan LDF BSO Al-iqtishodi dimana WISE diperuntukan bagi mahasiswa/i muslim baru FE UNJ, diadakan 3 hari 2 malam di luar kampus. Tujuan WISE adalah memperkokoh ketakwaan dan keimanan. Kedua, KGTS (KSEI Goes To School), proker tahunan KSEI bertujuan memperkenalkan Ekonomi Syariah kepada siswa SMA/SMK/MAN/ Sederajat. Diadakan pada bulan September dan acara ini meliputi talkshow dengan pembicara handal di bidangnya serta diakhiri dengan games.
30
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
Ketiga, DEI (Diklat Ekonomi Islam),
kegiatan yang diperuntukan oleh mahasiswa/i baru FE UNJ yang ingin bergabung menjadi pengurus selama satu periode. DEI terdiri dari pengenalan KSEI dan FOSSEI, materi ekonomi Islam dan FGD. Bertujuan mengetahui dan memahami praktik ekonomi syariah. Keempat, SELEB (Sharia Economics Celebrations) adalah agenda terbesar KSEI FE UNJ yang mengadakan beberapa rangkaian acara selama satu bulan penuh. SELEB diadakan bulan Oktober bertemakan “Membangun perekonomian Indonesia Dengan Pendidikan Ekonomi Syariah�. Adapun rangkaian acaranya tersebut dimulai dari berbagai perlombaan tingkat SMA/SMK/MAN/Sederajat, mahasiswa D3/S1 seluruh Indonesia, seminar dan talkshow berkaitan dengan ekonomi syariah. (er)
Berangkat dari realita bahwa penduduk Indonesia membutuhkan banyak lapangan pekerjaan, beliau mensitesakan pemikirannya melalui sebuah penelitian. Beliau menjelaskan bahwa lembaga pendidikan diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berjiwa wirausaha. Melimpahnya penduduk yang tidak memiliki pekerjaan seringkali disebabkan oleh rendahnya kualitas diri. Rendahnya kualitas diri membuat posisi pencari kerja tergeser dengan pesaing lain yang lebih berkompeten. Maka, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya mengaktualisasi diri jika didukung oleh lembaga pendidikan.
Saat ini, jumlah wirausaha yang ada di Indonesia masih jauh dari kriteria ideal yang diungkapkan Mc.Clelland, yaitu minimal 2% dari jumlah populasi. Padahal, wirausaha terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian dengan cepat.
Oleh karena itu, Bapak Ari Saptono sebagai promovendus berharap lembaga pendidikan mampu melahirkan bangsa Indonesia yang berjiwa wirausaha. Hal ini dikarenakan Indonesia membutuhkan karakter wirausahawan yang justru menciptakan lapangan pekerjaan, bukan sebagai pencari kerja. Jiwa wirausaha digadang-gadang sebagai poin yang paling penting. Hal ini bukan tanpa alasan, Indonesia sebagai Negara berkembang kelak akan mendapat bonus demografi atas penduduk berusia produktif. Demi mendorong peningkatan serta pengembangan wirausaha, pendidikan dapat dijadikan pondasi yang menopang lulusan agar mampu bersaing.
Kemampuan beliau mempertahankan disertasi mengantarkannya memperoleh hasil yudisium yang sangat memuaskan. Tidak hanya itu, dalam sidang terbuka ujian promosi Doktor bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta ini promovendus memberikan saran. Terkait dengan lingkungan belajar, efikasi diri, dan sikap terhadap kewirausahaan, dibutuhkan sarana dan prasarana yang menunjang serta dukungan dari berbagai pihak. Sarana dan prasarana tersebut, seperti inkubasi bisnis sebagai laboratorium, jaringan internet, buku, dan literatur lainnya untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran kewirausahaan di sekolah. Selain itu, promovendus juga berharap adanya pengembangan pada kurikulum kewirausahaan. Pengembangan kurikulum kewirausahaan ini ditujukan agar terbentuk kompetensi berwirausaha dan simulasi pembelajaran bersama guru.
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
31
s
itie #AllAboutActiv
MAGNET FE 2016 Jakarta (EconoChannel) -
M
ahasiswa Generasi Terbaik Fakultas Ekonomi yang dahulu dikenal dengan istilah MAGENTA, kini telah berganti nama menjadi MAGNET. MAGNET merupakan rangkaian program pembinaan atau masa bimbingan yang diberikan selama satu semester kepada mahasiswa baru. Pembinaan ini dilakukan dalam rangka membekali ilmu, iman, dan amal demi kesiapannya sebagai seorang mahasiswa yang berintelektual dan berakhlak.
Program pembinaan yang terkonsep dengan sistematis tersebut bertujuan untuk memperbaiki generasi baru mahasiswa/i FE UNJ. Hal ini dilakukan dengan cara memperkenalkan budaya yang ada di Fakultas Ekonomi dan menyelenggarakan berbagai agenda yang sarat akan ilmu pengetahuan. Dengan begitu, mahasiswa baru dapat menjadi jawaban atas permasalahan yang dihadapi bangsa ini.
Seluruh organisasi baik ORMAWA maupun OPMAWA yang ada di Fakultas Ekonomi terlibat dalam rangkaian acara MAGNET FE ini. Karena setiap lembaga tentunya memiliki program kerja yang akan membekali mahasiswa baru dengan keilmuan yang sesuai dengan ciri khas organisasinya.
Rangkaian MAGNET FE mulai diselenggarakan pada 10 September 2016 yang diadakannya MOKM (Masa Orientasi Kreativitas Mahasiswa) Prodi dan pada 13 September 2016 akan diselenggarakannya dua agenda penting, yakni MOKM Fakultas Ekonomi dan Opening MAGNET,
32
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
pada 16 dan 17 September 2016 akan dilaksanakannya Good Morning atau Good Motivation and Training, dilanjutkan pada 1 Oktober 2016 akan dilaksanakannya Mentoring Gabungan 1, tanggal 1416 Oktober 2016 akan diselenggarakannya WISE (Wisata Islam Ekonomi), tanggal 29 Oktober 2016 akan diselenggrakannya KJ (Komunitas Jurnalistik). Pada bulan November akan diselenggarakannya 3 agenda kebaikannya lainnya antara lain PKMP (Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Prodi) pada 11-13 November 2016, PPBI 1 (Pelatihan Pengembangan Budaya Ilmiah 1) tanggal 19 November 2016, dan Mentoring Gabungan 2 pada tanggal 24 November 2016. Disusul dengan PPBI 2 yang diselenggarakan pada tanggal 10 Desember 2016 dan terakhir yang tidak kalah penting adalah Closing MAGNET FE 2016 pada tanggal 24 Desember 2016.
pembatas all about special literature
Besar harapan kami dengan diselenggarakannya MAGNET ini mampu membangkitkan dan meningkatkan kemampuan mahasiswa/i FE UNJ dalam segi spiritual dan juga segi work skill atau life competence. “Kami juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak karena tanggung jawab yang kami pegang ini bukan tanggung jawab segelintir manusia, namun seluruh manusia,� tutur Sulistiawan Rizki selaku Ketua Pelaksana MAGNET FE 2016. (wz)
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
33
re
u t a r e it L t u o b A ll #A
#AllAboutLitera ture
SEBUAH HARAPAN BERAWAL DARI HOBI Karya: Ester Christiany
M
entari pagi mulai menunjukkan sinarnya dibalik tirai jendela. Kubuka mataku, melihat kearah jendela. Sungguh hari yang sangat cerah. Kuputar arah mataku kearah jam dinding. Sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Aku terenyak dari tempat tidurku menuju kamar mandi. Kenapa bisa sesiang ini aku terbangun? Biasanya aku selalu terbangun cukup awal. Aku melupakan sesuatu. Mama yang selalu membangunkanku kini sudah tenang di surga. Baru kemarin aku menemani mama ke tempat peristirahatan terakhirnya. Suasana hatiku berubah 180 derajat, aku sangat tidak bersemangat. Segera aku menuju halte bus. Masih terdiam dalam halte, aku tersadar dari lamunanku. Suara teriakan Rika membuatku menoleh padanya. “Kamu kenapa Cha? Sudah beberapa bus kamu diemin. Kamu lagi sakit?” tanya Rika.“Serius??” tanyaku kaget. Rika hanya mengetuk kepalaku berkali-kali. “Aduh” protesku. “Ini nih efek dari bergadang semalaman. Kamu jadi tidak fokus” omelnya. Aku terkekeh pelan. “Cha, are you okay?” tanya Rika tiba-tiba. Kutarik paksa bibirku membentuk seutas senyum tipis. “Udah deh Cha, kalau ada masalah cerita aja ke aku. Aku udah kenal kamu dari kecil. Jadi kalau kamu ada masalah, aku udah tau”. “Hmm… Rik, kamu tau kan mamaku sudah meninggal kemarin. Selama ini yang ngebiayai aku dan adik-adikku papa sama mamaku. Tapi sekarang hanya papaku yang kerja. Aku jadi kepikiran apakah cukup buat biaya aku sama adik-adikku?” tanyaku dengan terisak. “Aku tau Cha. Kamu jangan sedih lagi dong. Semuanya pasti ada jalannya kok” hiburnya.
34
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
“Aku punya ide” teriak Rika. “Ide sih ide, tapi kupingku nih bisa tuli kalau kamu teriak sekencang itu” protesku. Rika terkekeh pelan. “Bagaimana kalau kamu bikin bisnis online gitu? Kamu kan hobi banget bikin boneka-boneka gitu. Kamu inget tidak waktu itu banyak banget yang pesan boneka ke kamu di sekolah? Mungkin aja kalau kamu bikin bisnis online bisa jadi solusinya” ceritanya. Benar juga katanya. “Tumben kamu pintar” sahutku sambil mengacak-acak rambutnya. “Pintarnya memang dari dulu, kamunya aja yang terlalu pintar” jawabnya. Sepulang sekolah, aku dan Rika menuju pasar membeli beberapa bahan yang diperlukan untuk membuat boneka. Butuh waktu lama mencari bahan yang benar-benar berkualitas. Setelah berjam-jam mengitari pasar, akhirnya kami sampai di rumah. Rika langsung membuka laptop untuk membuat bisnisku. Aku berkutat dengan bahan-bahan yang baru kubeli. “Nama yang bagus buat bisnismu apa ya? Kamu ada ide?” tanya Rika. “Apa ya? Aku juga bingung, masih sibuk buat boneka nih. Aku serahin ke kamu aja deh” jawabku. “Kalau ChaKalamata Gift? Aneh tidak?” tanya Rika. “Aneh. Tapi bagus Rik. Gak sia-sia punya teman seaneh kamu. Hehehe” jawabku cekikikan. “Mau aku bantuin tidak?” tanya Rika. “Potongin polapolanya dong Rik. Biar cepat selesai” kataku. “Sudah cukup banyak nih bonekanya. Kamu pulang aja Rik, sudah malam. Nanti kamu dicariin mama kamu” kataku. “Tidak terasa sudah mau malam. Yasudah, aku pulang dulu ya. Kamu tinggal upload fotonya di tempat bisnismu”
pesannya. “Siap kapten!” teriakku. Aku mengantar Rika menuju halte dan kembali ke rumah. Semoga bisa sesuai dengan harapanku, gumamku. Hari ini cukup melelahkan, seluruh tubuhku rasanya seperti ingin remuk saja. Pikiran dan tenagaku sungguh terkuras habis kucurahkan pada bisnis baruku. Aku berharap besok mentari akan bersinar cerah, secerah harapanku. “Hai Rika” sapaku sumringah. “Wih semangat banget. Nah gitu dong, kan enak dilihatnya” sahutnya. “Bagaimana bisnisnya? Sudah ada yang memesan?” tanya Rika. “Belum Rik. Pulang sekolah baru aku lihat” jawabku. “Aku ikut ya” katanya memohon. “Ih kepo banget deh. Nanti pulang sekolah kita lihat di rumahku. Oke?” “Oke”. Sesampainya di rumah, aku langsung membuka laptop dengan penuh semangat. “Sabar dong Cha. Sudah tidak sabar aja” kata Rika. Aku hanya tertawa cekikikan. “Aku takut nih Rik bukanya” jawabku khawatir. “Lama nih Catlyn. Udah buka aja” protesnya sambil mengambil alih laptopku. Aku menutup mataku. Rika hanya
tertawa terbahak-bahak. Teman seperti apa yang menertawakan temannya seperti itu? Awas saja Rika. “Ada yang pesan Cha. Widih lumayan banyak” histerisnya. “Serius?? Ah senangnya” sahutku kegirangan. “Yasudah. Sana kerjain pesanannya, aku bantuin motongin polanya deh” katanya. “Terima kasih Rik. Kamu temanku yang paling baik.” pujiku. “Sama-sama Cha.” sahutnya sambil mengusap tengkuknya. Sudah beberapa bulan belakangan ini bisnisku mulai menunjukkan hasil, kadang bisnisku juga mengalami jatuh. Tapi semuanya tidak membuatku menyerah. Dan akhirnya aku bisa menikmati hasilnya. Sekarang aku tidak risau lagi. Aku bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang aku impikan. Ini membuktikan kalau aku bisa memenuhi semua keperluanku, biaya adik-adikku, dan keluargaku.
Ilustrasi: Dok. EconoChannel/Sarah Fauziyah
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
35
ure t a r e it L t u o b A ll #A
#AllAboutLitera ture
EKSISTENSI EKONOMI KREATIF DI INDONESIA
3 4
Ekonomi & Administrasi
I
ndonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari hamparan pulau – pulau kecil yang saling menyambung satu sama lain seperti gugusan benua yang hilang dan letak strategisnya dianggap menjadi daya tarik sendiri. Maka, tak heran banyak bangsa lain ingin menguasai terutama dalam bidang perdagangan. Baru-baru ini telah dikenal istilah “Ekonomi Kreatif” sebagai upaya pembangunan ekonomi secara berkelanjutan melalui kreativitas iklim ekonomi yang berdaya saing dan memiliki cadangan sumber daya terbarukan. Diperlukan persiapan matang agar pelaku ekonomi kreatif dapat menciptakan karya menjadi barang bermutu dan bernilai estetika sehingga dapat melirik para konsumen. Di samping itu, pemerintah berperan untuk melindungi agar tidak dijiplak/plagiat oleh orang lain. Ketika Indonesia sudah memutuskan menandatangani kesepakatan “AFTA” diharapkan semua elemen yang menjadi pelaku ekonomi terutama ekonomi kreatif dapat bersaing guna menyejahterakan kehidupan ekonomi, sosial serta mengurangi tingkat pengangguran. Selain itu, pembahasan RUU ekonomi kreatif masih terus berlanjut. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berharap agar UU segera disahkan untuk mendukung geliat pertumbuhan industri ekonomi kreatif di Tanah Air. RUU ini sebelumnya sudah mendapatkan komitmen dari pemerintah dengan memasukkan ke dalam salah satu RUU Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas tahun 2016. Jika semua elemen sudah siap, pertumbuhan ekonomi pun akan berjalan baik yang ditopang dengan kekayaan alam yang tersebar di penjuru negeri. Apabila
36
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
terealisasi dengan baik,maka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya ekonomi kreatif yang diharapkan mampu bersaing dengan negara – negara lain. Menurut Kementerian Perdagangan Indonesia, Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Ekonomi kreatif merupakan salah satu penyokong prekonomian nasional yang cukup berperan dalam menyumbang PDB negara Indonesia. Menurut BPS selama tahun 2010 – 2013, ekonomi kreatif menyumbang 7,8% dari PDB nasional. Selain itu nilai tambah ekonomi kreatif mencapai Rp 641,8 triliun pada tahun 2013 dan pertumbuhanya mencapai 5,76% yang mana menyerap sebanyak 11,8 juta orang tenaga kerja. Sumbangan PDB dan penyerapan tenaga kerja yang besar membuat sektor ekonomi kreatif Indonesia menjadi tulang punggung perekonomian negara. Adapun data sektor penyumbangnya adalah sebagai berikut; No
Sektor
Sumbangan PBD
1 2
Kuliner Mode
32,5% 28,3%
Sumbangan Tenaga Kerja 31,48% 32,33%
eksistensi Indonesia dapat diketahui masyarakat dunia
Jalur perdagangan Indonesia sangat strategis serta meningkatkan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia Belakangan pertumbuhan ekonomi Menjalin Hubungan Bilateral maupun nasional Indonesia terbilang lesu, namun ekonomi Internasional kreatif masih tetap tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan jumlah usaha ekonomi kreatif 9,68%, Tantangan yang harus dihadapi Indonesia ini merupakan pertumbuhan yang cukup pesat. Jika adalah kesadaran bahwa SDA Indonesia tersebar pertumbuhan ekonomi kreatif didukung dengan secara luas di setiap daerah. Hal ini seharusnya kualitas dan kontribusi yang baik, maka negara dimanfaatkan dengan baik, SDM harus berpikir Indonesia mampu hidup dengan industri kreatifnya. dan belajar agar SDA dapat bertahan lama. Bila Adapun tabel pertumbuhan sektor adalah sebagai menciptakan suatu terobosan untuk membuat berikut; suatu karya cipta tentunya dapat mengurangi
Oleh: Gunawan Hadi Prastiyono
Kerajinan 14,4% 26,33% Penerbit dan 8,11% Percetakan Sumber : Badan Pusat Statistik ( BPS )
NO
1 2 3 4 5 6 7
Sekror
Rata-Rata Pertumbuhan 3,18% 2,98%
Seni pertunjukan Penelitian dan Pengembangan Permainan Interaktif 2,87% Periklanan 2,86% Film,Video & Fotografi 2,74% Musik 2,4% Teknologi Informasi 2,15% Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS)
Mengingat peluang sektor diatas, Indonesia sebagai negara berkembang harus mendorong industri kreatif sebagai penggerak ekonomi dan mengejar ketertinggalan Indonesia di bidang ekonomi melalui pengelolaan sumber daya yang bernilai ekonomi tinggi. Alasan Indonesia perlu menerapkan ekonomi kreatif yaitu : Menciptakan iklim usaha guna meminimalisir tingkat pengangguran Promosi di kancah internasional sehingga
pengangguran, membuat lapangan pekerjaan, dan mengurangi beban negara. Ekonomi kreatif diharapkan menjadi solusi penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia dimana setiap orang mampu menciptakan inovasi karya cipta yang bernilai jual lebih di samping memberikan nilai estetika bagi setiap pemiliknya.Dengan fenomena AFTA yang terus berlangsung dan mengakibatkan terbentuknya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) pada 2015, sebagai mahasiswa selayaknya memberikan kontribusi pada masyarakat yang lebih awam tentang AFTA. Kontribusi yang bisa diberikan mahasiswa adalah memberikan pencerdasan kepada masyarakat atau pengusaha lokal tentang adanya peluang, tantangan, dan ancaman yang timbul dari adanya AFTA. Bentuk pencerdasan bisa dilakukan secara sederhana saja misalnya membuat artikel tentang AFTA di blog atau media lainnya yang dapat diakses masyarakat. Lebih jauh lagi, mahasiswa dapat berkolaborasi dengan pemerintah mengantisipasi kalahnya produk lokal dengan membantu pengusaha lokal melakukan perbaikan dan inovasi sehingga bisa bersaing dengan produk – produk dari negara ASEAN. (GHP)
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
37
re
u t a r e it L t u o b A ll #A
PENA JUANG
Oleh: Deni Sukayugi P. Gores... Yang membekas memenuhi lembar kertas membekas dulu terkekang oleh kuasa tak bertahta Jepret... Nyata tak jadi gambaran juta warna mata merekam, namun tangan terbungkam Pena... Mulai menari memberi bekas gurat rasa memberi asa penuh hitam tak berwarna Membasahi putih alas Rekam... Angkat senjata tuk berperang juang tekad menembus dinding tak bertuan Membakar bara menjadi arang Kata tunggal Tunjuk makna yang terucap mengalir mengarungi lembaran Kalimat tersusun Melebihi makna sebuah kata menyibak tirai tak terlihat Memahami sebagai bukti kebenaran
Guncang...guncang...guncang... Guncang dunia yang tak mengenal Juang...juang...juang Juang asa yang ingin dikenang yang kini gelegar telah berdendang Suara telah terdengar lantang mengibarkan kemenangan Junjung kebebasan dimasa depan
Pembatas all about corners
Lawan mereka yang lengah akan tahta Lindungi mereka yang lemah tak berkerah Tulis kebenaran dalam carik putih tak bernoda...
Ilustrasi: Dok. EconoChannel/Sarah Fauziyah
Bangkit wahai pena juang, berikan harap bagi titik tinta hitam Tuk berikan lingkaran kehidupan mereka mendatang
38
Teruslah... Bergeraklah... Majulah...
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
39
r
#AllAboutCorne
#AllAboutCorne
r
REFERENSI BUKU
REFERENSI TEMPAT MAKAN
EKONOMI INDONESIA DALAM LINTASAN SEJARAH
RESTORAN TRIO
sangat berharga bagi siapa pun yang mencintai Indonesia. Pada cover belakangnya berbeda dengan buku-buku biasanya yang berisi sinopsis, buku ini berisi respon dari pembacanya, berikut adalah beberapa ulasan pada cover belakangnya:
“Sebuah buku ekonomi yang ditulis oleh seorang
guru besar yang tidak sekedar berkutat di teori, tetapi sarat dengan pengalaman nyata dalam penyelenggaraan berbagai aspek kehidupan bernegara. Layak dibaca oleh pejabat publik, politisi, mahasiswa, dan umum.” -Abdillah Toha, Pemerhati Politik Ekonomi
“Ekonomi adalah salah satu pilar utama kokohnya Dari sejarah, kita mencatat bahwa sasaran politik pada suatu masa tidak selalu sejalan dengan sasaran ekonomi pada waktu yang sama. Kita selalu dihadapkan pada pilihan atau trade off antara kedua sasaran tersebut. Sejarah menunjukkan bahwa secara umum sasaran ekonomi tunduk pada sasaran politik. Tetapi pada masa-masa tertentu (misalnya, krisis ekonomi), sasaran ekonomi menempati urgensi tinggi dan mensubordinasi sasaran politik, paling tidak dalam jangka pendek sampai krisis diatasi. Sejarah juga menunjukkan bahwa apabila kesenjangan atau gap antara sasaran politik dan sasaran ekonomi terlalu lebar, kesulitan menanti negara itu. Tugas pengelola negara adalah menjaga agar setiap saat kedua sasaran tersebut tidak melenceng terlalu jauh satu sama lain. Buku ini mengulas perjalanan sejarah ekonomi Indonesia, sejak masa pra VOC hingga pembahasan pilihan-pilihan ekonomi politik di masa krisis, dengan fokus masa setelah kemerdekaan sampai sekarang. Ditulis oleh ekonom ternama Indonesia yang berkecimpung langsung dalam pengambilan kebijakan selama puluhan tahun, pengalamannya tentu memberikan insight yang
40
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
suatu negara. Buku Ekonomi Indonesia: Dalam Lintasan Sejarah memberikan gambaran apa yang membuat Indonesia bisa bertahan dan berkembang selama lebih dari satu abad. Perlu dibaca generasi muda yang kelak akan mewarisi bangsa ini,” -Bambang P.S. Brodjonegoro, Menteri Keuangan (Periode 2014-2019)
“
Buku luar biasa yang hadir tepat waktu: merajut sejarah panjang menjadi cermin untuk memahami dan menjawab tantangan masa kini dan masa depan, agar kesalahan tidak berulang. Prof. Boediono kembali menunjukkan keistimewaannya menguraikan masalah yang rumit dengan sederhana, menjadikan buku ini mudah dipahami oleh awam sekalipun. Perumus kebijakan, analis, politisi, dan mahasiswa wajib membacanya.” -Faisal Basri, Dosen dan Ekonom Melihat respon beberapa pembaca awalnya, akan membuat kalian tertarik untuk membacanya kan? Dan buku ini sangat sesuai untuk kalian para mahisiswa generasi muda sebagai pewaris Bangsa Indonesia dalam menentukan kebijakan ke depannya. Selamat membaca! (vfg)
Jakarta, (EconoChannel) isata Kuliner saat ini menjadi salah satu gaya hidup bagi kaum muda, bahkan tidak jarang yang sampai rela mengeluarkan uang dengan jumlah yang besar hanya untuk menikmati makanan. Tidak hanya dari segi makanan, para pemburu kuliner ini pun memperhatikan aspek interior dan suasana restoran atau cafe yang dapat dinikmati, oleh karena itu bagi para pengusaha kuliner kesempatan ini dimanfaatkan untuk menyajikan suasana yang tidak biasa sehingga dapat menarik hati para pemburu kuliner, salah satunya adalah dengan memberikan nuansa heritage atau yang biasa disebut tempo doloe. Di Jakarta ada beberapa restoran dan cafe yang menyajikan suasana tempo doloe, diantaranya adalah Restoran Trio. Restoran legendaris ini sudah berdiri sejak tahun 1947. Letaknya deket dengan Stadium Gondangdia di jalan RP Suroso depan Gedung Arva Gondangdia, Menteng. Jam operasional restoran ini dibuka menjadi dua bagian, pertama mulai dari jam 10.00-14.00 WIB, kemudian dibuka kembali dari jam 14.00-21.30 WIB. Tidak hanya menjual makanan, namun restoran ini juga membuat para pengunjung merasakan suasana tahun 60an.Walaupun jika dilihat dari luar restoran tidak mencerminkan nuansa 60an, namun saat memasuki restoran, membuat siapapun yang berada di dalamnya merasa seperti duduk di tengah-tengah rumah kuno zaman penjajahan.
W
Wajah depan restoran ini diberikan nuansa warna hijau, yang dapat dilihat dari warna tirai bambu di depan restoran. Saat memasuki restoran kalian akan disuguhkan dengan suasana tempo doloe, tidak hanya itu, meja dan kursi yang dipakai pun terbuat dari kayu yang memiliki model seperti kursi tempo doloe. Restoran ini memiliki interior seperti tahun 60an, mulai dari bangunannya, kipas angin, jam dinding bahkan sampai piring untuk menyajikan makanan pun menggunakan piring keramik dan alumunium dengan aksen ukiran Cina. Restoran Trio merupakan restoran Chinese food, namun tidak hanya makanan Chinese saja yang ditawarkan, ada beberapa menu andalan yang bernuansa tempo doloe, salah satunya adalah bistik Belanda. Restoran ini menawarkan beberapa menu olahan dari ayam, seafood, sapi, bebek, sampai olahan sarang burung pun tersedia. Harga yang ditawarkan restoran ini berkisar antara Rp 5.000Rp 300.000. Walaupun cukup mahal bagi mahasiswa, namun cita rasa makanannya sebanding dengan harga yang ditawarkan. (isr)
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
41
er
n #AllAboutCor
REFERENSI FILM
PROMISE
SEKILAS Rekam Jejak Pers dalam Jarum Sejarah
S
alah satu ciri menonjol negara demokrasi adalah adanya kebebasan untuk mengekspresikan diri. Kebebasan mengekspresikan diri dapat terwujud dalam berbagai bentuk, seperti berkesenian, menyampaikan protes atau menyebarkan gagasan melalui media sebagai bagian dari bentuk ekspresi. Media ekspresi dan penyebarluasan gagasan yang banyak dikenal masyarakat adalah melalui pers.
Promise merupakan film terbaru karya anak bangsa yang akan dirilis pada Januari 2017 mendatang. Film yang disutradarai oleh Asep Kusdinar ini merupakan film ber-genre drama romantis, digarap oleh rumah produksi Screenplay Films dan Legacy Pictures. Naskah film ini ditulis oleh Sukhdev dan Tisa Ts. Untuk pemeran utamanya Amanda Rawles sebagai Kanya dan Dimas Anggara sebagai Rahman. Pemeran lainnya yang tidak kalah penting yaitu Mikha Tambayong yang berperan sebagai Moza dan Boy William yang berperan sebagai Aji. Film ini bercerita tentang seorang cowok Jogja yang tampan namun lugu dan sederhana bernama Rahman (Dimas Anggara) yang memiliki sahabat sejak kecil bernama Aji (Boy Wiliam) yang merupakan seorang playboy. Dimana Aji menginginkan Rahman dapat merasakan cinta, dan memiliki pengalaman yang luas, namun Aji melakukannya dengan cara yang salah namun cara itu justru merubah hidup Rahman secara drastis. Cerita kemudian berpindah ke Milan. 18 bulan kemudian, Milan adalah kota dimana saat ini Rahman kuliah dan juga bekerja paruh waktu disebuah took klontong.
42
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
Kanya adalah seorang gadis Jawa blasteran yang sejak 10 tahun tinggal di Eropa dan harus pulang ke Yogyakarta untuk mendengarkan wasiat ibunya, ibunya berharap Kanya tidak kembali lagi ke Eropa untuk menjalankan wasiat tersebut. Moza adalah teman kuliah Rahman yang memiliki perasaan lebih ke Rahman ,tapi ia melihat ada sebuah teka teki dalam hidup Rahman yang dia tidak tau jawabannya. ISTANBUL, Salsabila (Mawar De Jongh) adalah salah satu murid di pesantren ayahnya Rahman, yang jatuh cinta kepada Rahman dan dia menitipkan sebuah surat untuk Rahman melalui Aji. Suatu ketika Rahman mendapat telpon di malam hari dan ternyata telpon itu berasal dari sahabatnya sendiri yaitu Aji. Namun Rahman merasakan adanya perubahan dari sahabatnya itu, bahkan pertemuan Aji dan Rahman sudah tidak seperti dulu lagi dan Moza baru tahu siapa Rahman sebenarnya ,serta siapa perempuan yang dicintainya. Penasaran dengan kisah Rahman? Siapakah yang dicintai Rahman sebenarnya? Saksikan film Promise ini di bioskop kesayangan anda, terlebih lagi diperankan oleh para pemuda yang ganteng dan cantik serta pastinya akan membuat baper kalian semua yang menonton film ini. (vfg)
Pers sesungguhnya lebih dikenal sebagai Lembaga Kemasyarakatan. Sebagai lembaga sosial, pers mempengaruhi pola pikir dan kehidupan masyarakat, sebaliknya masyarakat juga berpengaruh terhadap pers. Pers dapat mempengaruhi masyarakat karena pers merupakan komunikator massa. Pers berusaha menyampaikan informasi dengan sesuatu yang baru, karena masyarakat sebagai konsumen pers sangat selektif dalam memilih informasi.
Great 3rd merupakan event akbar yang selalu diadakan setiap tahunnya oleh Lembaga Pers Fakultas Ekonomi “EconoChannel�. Great 3rd tahun ini mengangkat tema “Rekam Jejak Pers dalam Jarum Sejarah Pergerakan Nasional�. Alasan mengusung tema tersebut adalah agar kita mengetahui pentingnya peranan pers dalam perjuangan pergerakan nasional, disamping sebagai wadah dimana ide-ide atau aspirasi organisasi disuarakan, pers juga digunakan sebagai penyambung lidah antara organisasi kebangsaan serta mempunyai peran untuk menyadarkan dan membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia.
Pergerakan Nasional
Great 3rd melibatkan tokoh berpengaruh dalam perkembangan pers di Indonesia yaitu dengan menghadirkan penulis, entertainer papan atas, dan news anchor yang berkompeten. Selain itu Great 3rd dikemas unik, informatif, dan edukatif, direpresentasikan dalam bentuk seminar dan talkshow, perlombaan, bazar serta kegiatan sosial.
Adanya Great 3rd diharapkan dapat mengampanyekan bagaimana pentingnya peran pers dalam pergerakan nasional. Peranan pers dalam masyarakat sebagai salah satu sarana untuk mengeluarkan pikiran dan pendapat serta memiliki peranan penting dalam negara demokrasi. Pers yang bebas dan bertanggung jawab memegang peranan penting dalam masyarakat demokratis dan merupakan salah satu unsur bagi negara dan pemerintahan yang demokratis. Pers itu sendiri merupakan pilar demokrasi ke-empat setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif. Tidak hanya itu Pers berperan sebagai kontrol atas ketiga pilar tersebut. Dalam Demokrasi juga diperlukan partisipasi rakyat khususnya generasi muda. Generasi penerus harus ikut andil dalam melancarkan peranan serta misi pers itu sendiri, sehingga dapat mengembangkan budaya intelektual serta menjadikan generasi muda yang kritis dan idealis serta menjadi jembatan aspirasi masyarakat antara civitas akademika dengan pemerintah. (pda)
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
43
Galeri fotografi
44
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
45
econochan
46
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
EconoChannel | Edisi 20 / 2016
47
EconoChannel
Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta Gedung L101C Kampus A Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun Muka, Rawamangun, Jakarta Timur 13220
48
EconoChannel | Edisi 20 / 2016