Skip to main content

ECorner Edisi Juli 2016

Page 1

Edisi Juli 2016

ECorner BREXIT , MENIKMATI SURGA ‘LEPAS PANTAI’

Uni Eropa merupakan organisasi antar pemerintah dan supranasional yang beranggotakan negara-negara Eropa yang terbentuk sejak 1 Juli 2013. Persatuan ini didirikan di bawah perjanjian Uni Eropa (Perjanjian Maastricht) pada 1992. Tidak semua negara yang berada di Benua Eropa merupakan anggota dari Uni Eropa. Tercatat bahwa hanya 28 negara yang menjadi anggota Uni Eropa dari 50 negara yang ada dalam wilayah geografis Benua Eropa. Belgia, Jerman, Perancis, Italia, Luxembourg dan Belanda merupakan 6 Negara pertama yang tergabung dalam pembentukan kerjasama ekonomi antar Negara Eropa.

Negara-negara t e r s e b u t dianggap sebagai Negara-negara pendiri Uni Eropa. Berdasarkan Perjanjian Paris pada tanggal 23 Juli 1952, 28 Negara Eropa terdaftar sebagai anggota Uni Eropa, termasuk di dalamnya Negara Inggris. Namun, pada tanggal 23 Juni 2016, Inggris melalui referendumnya menyatakan keluar dari Uni Eropa yang dikenal dengan Istilah “British Exit (BREXIT)”. Seorang jurnalis sekaligus penulis, David Hannan, mengungkapkan beberapa alasan mengapa Inggris harus meninggalkan Uni Eropa. Pertama, Inggris mengalami defisit sejak bergabung dengan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) selama 23 tahun.

Kedua, pada tahun 2010, kontribusi ‘kotor’ Inggris untuk anggaran Uni Eropa mencapai 14 miliar poundsterling, sejatinya Inggris hanya bisa menyimpan 7 miliar poundsterling setahun dengan seluruh pengeluaran pemerintah. Ketiga, berdasarkan angka yang dicatat Komisi Eropa, biaya tahunan regulasi Uni Eropa lebih besar 600 sampai 180 miliar euro daripada keuntungan dari pasar tunggal. Di luar Uni Eropa, Inggris akan bebas untuk menegosiasikan perjanjian perdagangan yang jauh lebih liberal dengan Negaranegara dunia. Selain itu, Inggris bisa menerapkan regulasi yang lebih kompetitif dan menikmati surga ‘lepas pantai’ serta Inggris akan lebih demokratis. (ap)


ECorner

Edisi Juli 2016

Dampak Brexit ke Inggris dan Indonesia

Negara Inggris telah memutuskan untuk keluar dari pakta ekonomi Uni Eropa melalui hasil referendum (British Exit� atau “Brexit�). Keputusan tersebut memunculkan ketidakpastian pada pasar properti di Inggris Raya sehingga membawa perubahan besar dalam hal perdagangan. Dalam jangka pendek,permintaan okupansi akan melemah, kemudian pasokan pasar sewa akan terbatas. Dalam jangka menengah, kondisi investor dapat memburuk, karena minimnya arus modal. Brexit juga menyebabkan nilai tukar mata uang poundsterling turun anjlok. Nilai tukar poundsterling melemah 1,1% terhadap dolar AS. Disisi lain, nilai tukar poundsterling juga melemah 0,7% terhadap euro.

Namun, ada beberapa peluang dari kondisi ini, karena pembeli mendapat keuntungan dari abritase mata uang yang telah dibuka pada kondisi poundsterling

melemah. Dampak lain ketidakpastian yang panjang menyebabkan peningkatan suku bunga yang tajam, volatilitas pasar finansial, dan rusaknya status London sebagai pusat finansial global. Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro pada koran Kompas, dalam beberapa hari kedepan mungkin nilai tukar (rupiah), IHSG, maupun surat utang negara kita agak mengalami tekanan.

Situasi tersebut menyebabkan pelaku pasar saham cenderung mencari aset dengan kategori safe haven, seperti logam mulia dan dolar AS agar dapat menjaga nilai sehingga tidak tergerus ditengah kondisi pasar yang sedang menghadapi ketidakpastian ini. Ia mengharapkan pengaruh sentimen Brexit hanya bersifat sementara bagi bursa saham domestik. Adapun untuk jangka menengah, BI melihat dampak Brexit terhadap kinerja perdagangan, pasar keuangan, dan investasi akan terbatas, sedangkan rupiah cenderung akan menguat, tapi kemungkinan hanya berdampak jangka pendek. Kondisi ini malah dimanfaatkan oleh pelaku usaha trading, karena memiliki peluang, yaitu para trader bisa memainkan nilai tukar mata uang jika Brexit benar terjadi. (rnm)


ECorner

Edisi Juli 2016

Menelisik Sejarah dan Geliat Negara Uni Eropa Apakah Uni Eropa Itu? Uni Eropa (UE), organisasi ekonomi dan politik antarpemerintahan dan supranasional, resmi terdiri dari 27 negara Eropa(23 Juni 2016). Dimulai setelah PD II untuk meningkatkan kerjasama ekonomi, harapannya negara-negara yang menjadi mitra dagang terhindar dari perang. Dibentuklah Masyarakat Ekonomi Eropa tahun 1958. Awalnya hanya beranggotakan enam negara (Belgia, Jerman, Perancis, Italia, Luksemburg, dan Belanda). UE berkembang menjadi pasar tunggal sehingga barang dan orang dapat bebas berpindah. UE memiliki mata uang tunggal(euro) yang digunakan 19 negara anggota, parlemen sendiri dengan sejumlah peraturan termasuk lingkungan, transportasi, hak konsumen sampai biaya ponsel. Bagaimana Uni Eropa Terbentuk? Negara-negara Eropa sempat terkungkung perangan berdarah yang bermuara pada PD II. Eropa terbagi menjadi dua kubu(barat dan timur). Di barat mereka mendirikan sebuah organisasi bernama Council of Europe (Dewan Eropa) tahun 1949.

Berakhirnya PD II menyisakan kemenangan Sekutu dan munculnya perang dingin (Sekutu dan Rusia),menimbulkan ide tentang cara terbaik menyelematkan Eropa di masa depan. Robert Schuman(menlu Perancis) mengemukan ideidenya dalam presentasi 9 Mei 1950 (Europe Day). Ide tersebut melahirkan European Coal and Steel Community (ECSC) yang ditandatangani 18 April 1951. ECSC dibentuk enam negara pionir yang juga merupakan anggota Dewan Eropa. Setelah lebih setengah abad, berhasil menyatukan Eropa secara politik dan ekonomi sekaligus meningkatkan martabat negaranegara Eropa. Peperangan adalah pilihan negara-negara yang tidak beradab dan tidak bermartabat.

Wacana Inggris hengkang dari UE merupakan rahasia umum yang sudah lama dicanangkan, tetapi referendum Juni lalu merupakann janji perdana menteri Cameroon untuk mengadakan voting suara Britons untuk memutuskan Yes Brexit atau No Brexit. Menurut pendukung Brexit, UE dengan lebih dari 500.000.000 populasinya telah berubah menjadi serikat politik dan memiliki pengaruh sangat besar, melampaui kebijakan parlemen anggotanya, sedangkan pendukung No Brexit mengkhawatirkan keluarnya Inggris akan menutup pasar bebas Eropa, membawa Inggris ke krisis ekonomi yang berujung pemotongan tenaga kerjan, hilangnya pekerjaan, dan ketidakpastian Mengapa ada negara yang finansial. Referendum memisahkan diri dari Uni yang diselenggarakan 23 Eropa? Juni memutuskan Inggris keluar dari UE dengan 52% 23 Juni 2016, Inggris resmi untuk Yes Brexit sementara mengeluarkann diri dari UE 48% untuk No Brexit. (ac) karena Britons (masyarakat Inggris) menganggap bahwa peraturan UE sudah tidak sesuai dengan perjanjian awal dan merugikan Inggris.


ECorner

Edisi Juli 2016

Diah Meiyanti

Risha Shamara

Khansa Luthfiyah

Salma Azahra R

Tim Buletin Edisi Juli Pelindung Tuhan Yang Maha Esa Konselor Setyo ferry Wibowo, SE, M.Si Pemimpin umum Dian Lestari

com

Penanggung Jawab Fathin F.A (Pend.EKOP B 2013) Pemimpin Redaksi Auliadi Ahmad (Pend. AP A 2014) Redaktur Fathin F.A (Pend.EKOP B 2013), Nur F (Pend. EKOP 2014), Novellia P (Pend. AK 2014), Teni R (Pend. EKOP 2013) Reporter Rizki Nia M (Pend.TN A 2014), Ade Putri (Pend.TN A 2015) Litbang Astari C.M (AK C 2015) Editor Amira R.F (AK B 2014), Larasati I.L (Pend. AP A 201), Nurul M (Pend. AP B 2015) Layouter Indah Permata S.P (Pend. EKOP B 2015) Distribusi Tim Humas EconoChannel


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
ECorner Edisi Juli 2016 by EconoChannel FE UNJ - Issuu