Skip to main content

BULETIN EDISI JULI 2022 : DIBALIK FENOMENA CITAYAM FASHION WEEK YANG JADI SOROTAN

Page 1

Dibalik Fenomena Citayam Fashion Week Yang Jadi Sorotan

ECorner EDISI JULI 2022


ECorner Jadi Sorotan Publik! Beginilah Tanggapan Pemerintah Mengenai Citayam Fashion Week

S

eluruh lapisan masyarakat berduyun-duyun ke Citayam Fashion Week (CFW), termasuk remaja di daerah Jakarta, seperti Citayam, Bojonggede, dan Depok, serta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, turut menyambangi kegiatan tersebut. Awalnya, Citayam Fashion Week dimulai dengan sekelompok remaja yang menghabiskan waktu di kawasan Dukuh Atas, Jalan Sudirman. Aktivitas hangout tersebut dibalut dengan gaya pakaian yang menarik sorotan publik dan terekam di media sosial hingga menjadi viral di kalangan masyarakat. Tidak hanya nongkrong, puluhan remaja yang rata-rata masih Anak Baru Gede (ABG) yang berasal dari kawasan Citayam, Bojong, Bogor, dan sekitarnya itu juga kerap membuat konten TikTok dan konten media sosial lainnya di kawasan tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, angkat bicara soal fenomena terkini di kawasan Dukuh Atas, Sudirman. Anies menjelaskan, ruang publik atau ruang ketiga harus sama bagi masyarakat. Dia mengatakan, dulu distrik Sudirman hanya tersedia bagi mereka yang bekerja di kantor pusat ibu kota. Anies menjelaskan bahwa ruang ketiga harus mampu menyeimbangkan kelompok orang yang berbeda bagi mereka yang mencari pengalaman baru. “Jadi bukan hanya untuk kelas sosial ekonomi menengah ke atas, tempat ini perlu di demokratisasi agar bisa dinikmati semua orang,” ujarnya. “Selama pengguna harus memastikan kebersihan dan ketertiban area publik,” lanjutnya. Wagub Ahmad Riza Patria, juga turut mengimbau bahwa aktivitas yang dilakukan jangan sampai mengganggu lalu lintas serta mengganggu sekolah. (RDF/AIV/ANN)


ECorner Dua Sisi di Tengah Viralnya Citayam Fashion Week

Fenomena Citayam Fashion Week sukses menjadi sorotan akhir-akhir ini. Meski demikian, viralnya fenomena Citayam Fashion Week di daerah sudirman tersebut membawa sisi positif dan sisi negatif di dalamnya. Dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Luluk Dwi Kumalasari, menilai sebagai fenomena yang wajar. “Masifnya keberadaan sosial media memengaruhi cara para remaja untuk berkreasi dan Citayam Fashion Week menjadi wadah baru untuk mereka. Selain itu, munculnya komunitas ini juga menjadi sebuah wacana baru bahwa fashion yang selama ini identik dengan kalangan atas juga bisa dilakukan oleh kalangan menengah ke bawah,” kata Luluk dikutip dari Terakota.ID

Begitu pula yang dikatakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengenai dampak positif lain Citayam Fashion Week. “Saya mendapat laporan para UMKM yang ada di sekitar daerah Citayam Fashion Week itu meningkat hingga dua kali lipat karena penjual kopi keliling sampai penjual makanan kering,” ujar Sandiaga yang dikutip dari Suara.com, Minggu (24/07/2022) Adanya Citayam Fashion Week juga menimbulkan sisi lain atau dampak negatif. Baru-baru ini, beredar video penampakan para kontestan Citayam Fashion Week oleh akun TikTok @ bumimamba.

Dalam video yang diunggah tersebut, tampak sekumpulan remaja yang tengah tertidur pulas. Video yang diambil di pagi hari itu menunjukkan para remaja ‘SCBD’ tergeletak di tepi jalan tanpa alas dan selimut. Hal tersebut diduga terjadi karena para remaja tersebut tertinggal jadwal kereta untuk pulang ke daerah mereka. (SS/REI/ ANN)


ECorner Melihat Peluang Pariwisata dan Bisnis dari Fenomena Citayam Fashion Week

K

onten viral bertajuk Citayam Fashion Week menjadi topik hangat yang diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Bermula dari sekumpulan remaja asal citayam dan sekitarnya yang tidak hanya nongkrong, mereka kerap kali membuat konten TikTok yang kemudian viral dan mengundang masyarakat untuk datang. Jika fenomena ini dilihat dari segi pariwisata dan bisnis, Citayam Fashion Week memiliki potensi yang mumpuni. Tren viral dari Citayam Fashion Week mengundang berbagai kalangan dari berbagai daerah, baik sekadar mengunjungi maupun ikut berpartisipasi dalam fashion show tersebut. Daerah tersebut memang sedang dikembangkan dengan dilakukannya berbagai renovasi dari banyak sisi sehingga menciptakan kesan kota metropolitan yang bersih dan terawat. Dengan adanya Citayam Fashion Week dapat mempromosikan ruang publik yang kegunaannya benar-benar dimanfaatkan oleh seluruh kalangan. Exposure yang didapat juga menguntungkan, terlebih ketika fenomena ini menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Dari segi bisnis, konten viral ini juga memiliki peluang yang menggiurkan. Berbekal tema “pamer outfit”, masyarakat, khususnya yang ikut andil dalam fenomena Citayam Fashion Week, akan berlomba-lomba menemukan pakaian menarik dan unik untuk dapat dikenakan pada ajang tersebut.

Selain itu, karena kebanyakan yang hadir adalah remaja milenial, pakaian yang terjangkau seperti brand lokal pun menjadi pilihan mereka. Citayam Fashion Week menjadi sasaran empuk bagi pelaku bisnis khususnya bagi pelaku bisnis fesyen untuk melakukan promosi dan pengembangan bisnis mereka. Saat ini, kesadaran kaum milenial untuk memakai kain dan brand lokal semakin meningkat. Oleh karena itu, diharapkan Citayam Fashion Week dapat menjadi penyambung kesuksesan usaha lokal Indonesia. (ALZ/SEL/ANN)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
BULETIN EDISI JULI 2022 : DIBALIK FENOMENA CITAYAM FASHION WEEK YANG JADI SOROTAN by EconoChannel FE UNJ - Issuu