ECorner EDISI APRIL 2022
SERBA-SERBI HAL BARU DI RAMADHAN 2022
“
ECorner Perbedaan Penetapan Awal Ramadan Antarkaum Muslim di Indonesia
P
ada Jumat, 1 April 2022, Kementerian Agama mengadakan sidang isbat dengan tujuan menetapkan 1 Ramadan 1443 Hijriah. Hasil sidang Kementerian Agama menyatakan bahwa akan ada perbedaan penetapan 1 Ramadan 1443 antara NU, Muhammadiyah, dan Pemerintah. NU menentukan jatuhnya 1 Ramadan 1443 Hijriah dengan menggunakan metode rukyatul hilal untuk memperkirakan posisi hilal. Pada hari Jumat, 1 April 2022 hilal berada di atas standar imkanur rukyah atau kemungkinan besar dapat melihat hilal. Pada tanggal 1 April 2022, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan bahwa 1 Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 2 April 2022. Penetapan ini berdasar pada metode hisab hakiki. Dari metode
“
ini, didapatkan bahwa wujud hilal pada tanggal 1 April 2022 adalah ijtimak yang artinya hilal sudah terlihat dengan jelas. Sementara itu, Kementerian Agama tahun ini mulai menggunakan standar baru dalam penetapan awal bulan hijriah, dimana metode ini juga digunakan oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Malaysia, dan Indonesia. Hasil sidang menetapkan bahwa 1 Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada hari Minggu, 3 April 2022. Perbedaan awal Ramadan antara NU, Muhammadiyah, dan Pemerintah bukanlah hal yang baru di kalangan masyarakat Indonesia.Walaupun demikian, perbedaan yang ada tidak menyurutkan semangat kaum muslim untuk tetap semangat dan khusyuk dalam beribadah di bulan suci Ramadan ini. (MR/REI/ARL)
ECorner Adaptasi Beribadah di Tahun Ketiga Ramadan Sejak Pandemi Agama sudah mulai melakukan pelonggaran berdasarkan level dari masing masing kota/ kabupaten. Untuk level 3 diperbolehkan menampung jemaah sebanyak 50%, level 2 sebanyak 75%, dan level 1 sebanyak 100%.
P
emerintah telah menetapkan tanggal 3 April 2022 sebagai hari pertama di bulan suci Ramadan tahun ini. Seperti biasa, masyarakat, terutama umat Islam di Indonesia sudah menanti-nanti datangnya bulan suci ini meskipun masih harus tetap berdampingan dengan pandemi COVID-19. Berbeda dengan dua tahun sebelumnya, kasus COVID-19 sudah semakin mereda, hal ini karena program vaksinasi yang semakin giat digencarkan dan sudah dapat mencakup ke berbagai kalangan. Meredanya kasus COVID-19 bukan berarti kita menjadi lengah, terutama saat melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadan. Prokes saat beribadah di tempat umum tetap harus dilaksanakan, seperti menggunakan masker yang baik dan benar, menjaga kebersihan tangan, dalam kondisi sehat (suhu tidak lebih dari 37 derajat), tidak dalam kondisi isolasi mandiri, dan membawa peralatan ibadah masing masing. Selain prokes, peraturan mengenai daya tampung tempat beribadah juga perlu diketahui. Pada tahun ini, Kementerian
Pandemi belum sepenuhnya berakhir sehingga kita semua berkewajiban untuk menghentikan laju penularan. Tindakan pencegahan tetap harus dilakukan di samping dengan memaksimalkan ibadah pada bulan suci ini. Berikut merupakan tips melaksanakan ibadah dengan nyaman 1. Selalu menaati prokes di mana pun berada 2. Selalu mengenakan masker 3. Berwudu di rumah 4. Memilih masjid yang memiliki sirkulasi udara baik dan menjaga prokes dengan ketat 5. Membawa perlengkapan ibadah, seperti mukena dan sajadah sendiri 6. Menghindari kumpul-kumpul setelah selesai beribadah, seperti sebaiknya berbuka di rumah saja bersama keluarga. (ALZ/AIV/ARL)
ECorner Pemerintah Izinkan Salat Tarawih dan Mudik 2022, Simak Aturannya!
M
enjelang datangnya bulan suci Ramadan dan hari raya Idulfitri 2022, kasus COVID-19 di Indonesia yang terus menunjukkan penurunan menjadi kabar baik bagi masyarakat Indonesia terutama umat Islam. Kondisi pandemi yang terus membaik mendorong pemerintah melonggarkan kebijakan terkait Pandemi COVID-19 guna menghadapi bulan Ramadan dan Idulfitri. Dalam kebijakan tersebut, pemerintah melonggarkan aturan ibadah salat Tarawih dan mudik 2022. Walaupun terdapat pelonggaran, masyarakat tetap harus patuh menjalankan beberapa syarat yang diberikan oleh pemerintah.
Pemerintah memperbolehkan masyarakat melaksanakan salat berjamaah di masjid. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi melalui YouTube Channel Sekretariat Presiden pada Rabu (23/02/2022). “Situasi pandemi yang membaik juga membawa optimisme menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Tahun ini umat muslim dapat kembali menjalankan ibadah salat Tarawih berjamaah di masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Presiden Jokowi dalam YouTube Channel Sekretariat Presiden yang dikutip dari Suara.com.
Tidak hanya kebijakan terkait ibadah salat Tarawih, pemerintah juga memberikan pelonggaran pada mudik hari raya Idulfitri 2022. Syarat yang harus dipenuhi oleh masyarakat yang akan menjalankan mudik, yaitu harus sudah melakukan satu kali booster dan mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, pemerintah juga memberlakukan pembatasan angkutan barang guna menjaga keamanan dan kenyaman para pemudik. Namun, untuk angkutan yang membawa muatan bahan bakar dan kebutuhan pangan mendapatkan pengecualian. Mobil angkutan yang mendapatkan pengecualian tersebut harus membawa surat muatan. Surat tersebut ditempelkan pada kaca depan mobil sebelah kiri. Untuk kelancaran mudik Lebaran 2022, diharapkan masyarakat dapat mematuhi aturan dan syarat-syarat yang telah disampaikan pemerintah. (SS/RIV/ARL)