BIOma Media Informasi dan Kreativitas Mahasiswa Biologi
LIPUTAN UTAMA 27 Maret 2017
LPM Bioma Himabio
bioma.himabio
bioma.himabio@gmail.com
@BiomaHimabio
www.persbiomaonline.wordpress.com
@eqh0841u
LPM Bioma Himabio
1 Dekade ICP : Menuju Esensi Internasional Sesungguhnya International Class Program (ICP) atau Program Bilingual sudah ada sejak tahun 2007 lalu. Alasan awal diadakannya program ini di-karenakan adanya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dengan tujuan agar lulusan ICP dapat menjadi tenaga pengajar yang mampu berbahasa inggris. Namun sejak pemerintah memutuskan untuk menghapus RSBI, ICP tetap dipertahankan hingga saat ini. Pertanyaan mengenai mengapa ICP masih dipertahankan setelah dihapuskannya RSBI pun makin bermunculan, serta bagaimana nasib lulusan ICP kedepannya. Sebenarnya ICP sendiri tidak hanya terfokus pada RSBI, sehingga setelah RSBI dihapuskan, ICP masih tetap dipertahankan dengan tujuan untuk menghasilkan SDM yang dapat bersaing di dunia internasional mengingat sekarang ini Indonesia telah memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) sehingga kemampuan bahasa inggris sangat diperhitungkan. Saat ini fokus utama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNM adalah untuk membuat ICP benar-benar menjadi kelas internasional yang sesungguhnya. Edisi Ke-1 / 27 Maret 2017
Mengingat 10 tahun sejak berdiri, tidak ada mahasiswa dari negara lain yang mengikuti perkuliahan di kelas ICP melainkan hanya mahasiswa yang berasal dari daerah. Sementara syarat kelas internasional salah satunya adalah ada mahasiswa asing yang ikut belajar. Sehingga konteksnya belum benar-benar kelas
internasional melainkan masih kelas bilingual. Untuk mencapai esensi internasionalnya, maka pihak fakultas menjalin kerja sama dengan Cambridge dalam bentuk Cambridge English Assessment yang diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengembangkan skill berbahasa Inggris tak hanya bagi mahasiswa namun juga bagi dosen. Cambridge English Assessment juga
akan memfasilitasi mahasiswa dan juga dosen untuk mengikuti IELTS dan TOEFL tes dengan sertifikat langsung dari Cambridge. Setelah 10 tahun, telah banyak prestasi yang ditorehkan mahasiswa maupun alumni dari ICP entah di tingkat nasional dan juga internasional. “Perubahan setelah 10 tahun ini sangat luar biasa. MIPA pun terkenal karena ICP. Gedung baru yang sekarang juga ada karena ICP. Jadi ICP ini memberikan pengaruh yang luar biasa bagi MIPA pada khusunya dan UNM pada umumnya,� ungkap Abdul Rahman selaku Dekan FMIPA UNM. Tenaga pengajar untuk kelas ICP pun dinilai sudah cukup terpenuhi, karena kriteria dosen yang diutamakan untuk mengajar di kelas ICP adalah dosen lulusan luar negeri yang sudah sering menggunakan bahasa inggris dalam proses belajar mengajar. Mengingat di kelas ICP ada English Subject Matter (ESM) yang berupa mata kuliah yang full menggunakan Bahasa Inggris. Selain itu, mata kuliah lain yang masih menerapkan sistem bilingual, textbook yang disediakan untuk mahasiswa harus berbahasa inggris. (Lanjut di hal. 8) Hal 1
LIPUTAN KHUSUS Sejarah Hadirnya MIPA Open And Exposition 2017 Fakultas Matematika dan ilmu pengetahuan alam telah sukses mengadakan sebuah event internasional bertajuk “MIPA OPEN AND EXPOSITION 2017”. Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 23 – 25 Februari 2017, dimana acara tersebut memiliki tujuan utama yaitu memperkenalkan kepada khalayak dari berbagai penjuru tanah air yang memiliki keinginan besar untuk bergabung dan mengembangkan bidang fmipa, memperkenalkan FMIPA sebagai salah satu fakultas unggul yang memiliki SDM yang paling baik, sebagai jejak studi bagi ribuan alumni yang menjadi ajang silaturahmi atau reuni akbar bagi alumni FKIE, FPMIPA dan FMIPA. Mengangkat tema “Membumikan Karya dan Inovasi FMIPA UNM untuk Indonesia Maju”, program ini merupakan salah satu program kerja yang diinisiasi oleh Bidang
Kerjasama dan Pengembangan FMIPA UNM. Koordinator Bidang Kerjasama dan Pengembangan FMIPA UNM sekaligus Ketua Panitia, Subaer menjelaskan bahwa kegiatan ini pertama kalinya diadakan sepanjang sejarah FMIPA UNM. “Ini sebagai studi jejak dimana alumni kita dan kontribusinya terhadap bangsa, MIPA Open and Exposition ini menghadirkan alumni yang sukses di berbagai bidang sehingga dapat membuka cakrawala berpikir mahasiswa bahwa masuk di UNM tidak harus jadi guru dan tidak perlu khawatir hidupnya di masa depan
susah”, ucap PD IV FMIPA UNM ini . Kegiatan ini juga ajang untuk memperkenalkan potensi dan karya yang telah dihasilkan oleh Mahasiswa FMIPA sebagai tolak ukur untuk mengetahui apakah mahasiswa FMIPA dapat keep up sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi. Ke-giatan ini menjadi salah satu alternatif pengembangan baru untuk mengetahui dan menimbang indikator kondisi FMIPA saat ini. Kegiatan ini telah melaksanakan program diantaranya peragaan karya prototipe dan produk unggulan MIPA, kegiatan kreatif MIPA, Simposium MIPA dan reuni akbar para alumni. “Harapan Kami kegiatan MIPA Open and Exposition bisa berlanjut pada tahun yang akan datang serta melibatkan lebih banyak pihak yang berkontribusi sehingga dapat lebih semarak,” tutupnya. (Sym/Mhd)
KOLOM KOMENTAR Muhammad Chaeril Ikramullah, Pend. Biologi ICP 2013 ”MIPA OPEN itu kegiatan yang sangat positif, kegiatan ini menjadi ajang FMIPA memperlihatkan eksistensinya sebagai salah satu fakultas terbaik di UNM. Tentunya ini akan menjadi daya tarik bagi seluruh stake holder yang ada di masyarakat nantinya. Kegiatan ini juga ajang silaturahmi yang cukup besar bagi seluh civitas akademika FMIPA UNM. hanya saja yang perlu di perhatikan ialah bagaimana kembali membangun sinergitas dan koordinasi antar seluruh komponen FMIPA, mulai dari kemahasiswaan, pengurus lembaga kemahasiswaan, birokrasi fakultas,dan seluruh jurusan yang ada di FMIPA agar kedepannya kegiatan Mipa Open bisa lebih baik”
Ahmad Fausan Ridha S, Matematika 2015 “Kesan saya itu yang pertama kegiatannya dapat membentuk persaudaraan sendiri dalam hal internal.kesan kedua itu kita dapat mengenal teman-teman di luar Sulawesi. Harapan saya, Semoga kedepannya Mipa Open dapat menjadi contoh oleh fakultas lain untuk ajang memperbaiki nama UNM di mata orang-orang baik di Sulawesi maupun luar Sulawesi” Muhammad Luthfi, Pend. Fisika 2015 “Semoga dengan terlaksananya MIPA OPEN ini dapat lebih mempererat hubungan antara civitas MIPA atau seluruh keluarga besar MIPA sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas Fakultas MIPA pada khususnya, serta UNM pada umumnya.” Edisi Ke-1 / 27 Maret 2017
Hal 2
INSEKTA Gedung Workshop Diambil Alih Prodi IPA
Gedung workshop yang awalnya dijadikan sebagai salah satu ruang kuliah untuk kelas ICP dari berbagai jurusan di FMIPA telah resmi dimiliki oleh Program Studi Pendidikan IPA terhitung sejak April, 2016 yang lalu. Gedung ini diserahkan oleh pihak fakultas ke pihak Prodi Pendidikan IPA sebagai hasil dari rapat antar jurusan yang diadakan kala itu. Kepala Prodi Pendidikan IPA, Ratnawaty Mamin mengatakan, ada lima total ruangan yang kini dimiliki
oleh Prodi IPA di gedung tersebut, tiga diantaranya digunakan untuk perkuliahan dan sisanya digunakan sebagai ruang dosen yang dilengkapi dengan perpustakaan dan laboratorium terpadu. Pengadaaan laboratorium ini sendiri baru terbentuk di penghujung tahun 2016. "Dengan adanya lab terpadu ini, maka mahasiswa Prodi IPA dapat melakukan berbagai macam praktikum di gedung mereka sendiri dan tidak perlu praktik di laboratorium jurusan lain seperti tahun-tahun sebelumnya," bebernya. Ia juga mengungkapkan bahwa ruangan kuliah di gedung workshop
hanya digunakan oleh kelas pendidikan reguler, sedangkan kelas ICP tetap berkuliah di Gedung ICP lantai empat. Adapun jurusan yang tadinya mendapatkan ruang kuliah di grdung ini, seperti jurusan Fisika, Kimia, Biologi, Matematika dan Geografi telah diberi jatah ruangan di gedung ICP. “Sesuai hasil rapat kemarin, maka ruangan yang tadinya dimiliki oleh beberapa jurusan telah diserahkan kepada Prodi IPA. Untuk memaksimalkan penggunaan ruangan kuliah yang masih terbatas, maka PD 1 berinisiatif untuk melakukan penggunaan kelas bersama di gedung ICP ini. Jadi tidak ada lagi istilah ruangan ini milik jurusan ini, ruangan itu milik jurusan itu, tetapi siapa yang mau kuliah, dia yang menggunakan kelas� ungkap Abdul Rahman, Dekan FMIPA UNM. (Sgt)
Aktuaria, Bakal Prodi Baru di FMIPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar kembali berencana membuka program studi baru yakni Aktuaria. Berada di bawah naungan FMIPA UNM Aktuaria ini sendiri merupakan kerja sama antara prodi statitsika dengan prodi akuntasi atau antar Fakultas MIPA dan Fakultas Ekonomi. Berbeda dengan profesi lain yang sudah dikenal luas di masyarakat, namun jika mendengar Aktuaria mungkin masih banyak orang yang masih asing dengan prodi ini. Aktuaria ini sendiri merupakan ilmu yang mengaplikasikan metode matematika dan ilmu statistika untuk menaksir risiko dalam industri asuransi dan keuangan. Aktuaria memainkan peran penting dalam memastikan kesehatan dan Edisi Ke-1 / 27 Maret 2017
solvabilitas bisnis asuransi melalui pengembangan produk serta analisa keuangan. Sejalan dengan dasar mengapa prodi ini perlu diadakan karena banyaknya pengguna keuangan, contohnya saja bank atau koperasi yang memerlukan jasa dari Aktuaria ini sendiri, namun kurangnya perguruan tinggi yang
menyediakan prodi tesebut. Di Indonesia sendiri, hanya satu universitas yang membuka prodi ini yakni Universitas Gadjah Mada. Jadi, apabila usulan diadakannya prodi ini diterima maka UNM akan menjadi satu-satunya universitas bagian timur yang membuka prodi tersebut. Kendati demikian, pihak FMIPA sendiri belum bisa memastikan kapan prodi ini resmi dibuka dikarenakan masih banyaknya serangkiakan proses yang harus dilewati dan sekarang masih menunggu keputusan dari Dikti untuk dapat dilanjutkan. “Kita harapkan Aktuaria ini bisa menjadi permata baru dan bisa dikenal banyak orang karena dilihat lagi prodi ini sangatlah dibuthkan dimana-mana�, beber Abdul Rahman selaku dekan FMIPA UNM. (Wdy/RAS/Elp) Hal 3
EKSPRESI Tidak Titik
Frasa Yang Tak Pernah Merasa Kehilangan
Berputar-putar Teriakan kelam menarik Kenangan memanggil Dengan suaramu yang membekukan Tolong! Lepaskanlah Dirimu terlalu membekas Tiada laut sedalam kamu Tiada bintang seterang jiwamu Tiada malam segelap matamu Tiada alunan lagu semerdu suaramu Tiada tebu semanis senyummu Tapi ku Tak sanggup lagi Takkan pernah sanggup Satu langkahku tertatih menjauh Sekali hentakan kamu merengguh jiwaku Mataku berkelana Manik coklatmu terlanjur membius Pita suaraku menjerit „tak cinta‟ Kau iyakan dengan tetap penuh cinta Panggil kau bagai opium Takkan pernah cukup Terus mengiurkan Dirimu telah mengalir dalam darah yang keluar masuk jantung
Pada mimpi yang demam Kau datang tanpa peristiwa Mendekat meski tak seluruh Mendekatkan kembali lima baris puisi disela do‟a ringkas yang tabah tanpa restu Mendekat tujuh baris do‟a disela jari yang basah Yang tak pernah paham tentang cara menyatukan Kau tak teribaratkan Kau adalah frasa yang tak pernah merasa kehilangan Kau berdiri dalam ke”Aku”an yang paling rahasia Bagaimana mungkin sesuatu datang tanpa mengenal pergi Lalu apa beda puisi dan do‟a jika keduanya tidak pernah sampai kepadamu! Kartini Ridwan (Sastra Indonesia 2012)
Jinang Fauziah M (Administrasi Negara 2014)
SEKILAS INFO Kantin Baru FMIPA VS Ruang Kegiatan Mahasiswa Jurusan Biologi ini kelak akan di fungsikan sebagai ruang kantin bagi warga FMIPA. Sebelum Tengah dilakukan pembangunan gedung di lahan bekas parkiran yang terletak di samping Jurusan Biologi. Setelah rampung, gedung yang dibangun diatas lahan milik Edisi Ke-1 / 27 Maret 2017
dilakukannya pembangunan kantin, lahan tersebut kerap kali difungsikan sebagai tempat mahasiswa berkegiatan. Tak hanya
oleh mahasiswa Biologi, mahasiswa dari jurusan lain pun demikian. Menurut Sekretaris Jurusan Biologi, Rahmawati, tak ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak fakultas ke Jurusan Biologi untuk membangun kantin di lahan tersebut. Setelah pembangunan berjalan, pihak jurusan pun kemudian menanyakan kejelasan status lahan tersebut ke fakultas. “Memang dulu pernah lahan itu diminta namun kita keberatan karena itu tempat mahasiswa berkegiatan, kita tidak memberi izin. Nah pembicaraan stop sampai situ, tiba-tiba dilakukan pemotongan pohon. Hal 4
Kami telah menanyakan ke Dekan katanya kantin yang akan dibuat merupakan ruang kantin yang terbuka. Jadi ketika mahasiswa ingin berkegiatan, mahasiswa tetap bisa menggunakan gedung kantin dan kegiatan berjualan dikantin akan dihentikan sementara”. Sementara itu menurut, Pembantu Dekan Bidang Keuangan dan Administrasi Umum, Agus Martawijaya, pembangunan kantin di lahan tersebut merupakan salah satu bentuk upaya pemanfaatan lahan kampus agar menjadi pemasukan bagi kas fakultas. “Saya kurang tahu nanti model kantinnya bagaimana karena yang mengelola adalah pihak yayasan pinisi. Pembangunan kantin merupakan bentuk kerja sama
antara pihak fakultas dengan yayasan pinisi. Semua biaya pembangunan berasal dari pihak yayasan pinisi dan akan dikelola oleh pihak yayasan pinisi. kerjasama ini tentu menjadi pemasukan bagi kas fakultas” Menanggapi hal terkait dengan seringnya diadakan kegiatan oleh mahasiswa di lahan tersebut, menurutnya telah ada pelataran gedung ICP yang dapat dijadikan sebagai tempat mahasiswa untuk mengadakan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. “Untuk kegiatan-kegiatan mahasiswa saya rasa pelataran dapat menjadi tempat untuk dilangsungkannya kegiatan. Mahasiswa kan pernah meminta untuk meniadakan lapak-lapak
kantin yang dulunya ada di pelataran, nah sekarang silahkan mahasiswa optimalkan dan manfaatkan pelataran”, tuturnya. Ivan Risyadi Mahasiswa Jurusan Kimia, merasa tidak cukup jika tempat mahasiswa berkegiatan di pindahkan ke pelataran, menurutnya di bagian depan lahan yang selama ini dijadikan tempat mahasiswa biasa berkegiatan telah ada panggung. Jika tempat kegiatan dipindahkan ke pelataran maka biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak lagi. “Tidak wajar jika dipindahkan ke pelataran. Disini kan sudah ada panggung, jika kita pindah otomatis biaya yang dikeluarkan akan lebih lagi”, tutur mahasiswa angkatan 2015 ini.(Cit/Nhd/Bds)
AGENDA Peduli Lingkungan, Mahasiswa Fisika Usung Festival Kebumian Mahasiswa KBK Fisika Bumi Prodi Sains bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) dalam rangka mengajak dan mengetuk hati penduduk bumi untuk mengadakan Festival Kebumian dengan mengusung Tema “Festival Kebumian Melangkah Seiring Pariwisata Nasional” yang diadakan selama 3 bulan dengan 3 kegiatan yang berbeda yaitu memperingati Hari Air, Hari bumi dan Hari Lingkungan Hidup. Perubahan iklim akibat global warming menjadi momok diberbagai belahan bumi, dimana diprediksi satu abad kedepan suhu bumi akan meningkat 1.8-8ºC. Meningkatnya emisi karbon dan penggunaan sumber daya alam yang berlebihan merupakan pemicu utama global warming, akibatnya rusaknya hutan secara besar-besaran di berbagai negara berkembang yang tentunya merugikan masyarakat dunia. Edisi Ke-1 / 27 Maret 2017
Mahasiswa adalah bagian dari civitas akademik yang memiliki kualitas intelektual dan dan keterampilan yang luas sehingga mampu menyikapi dan melakukan sintesa pada setiap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. “Kami mengajak Mahasiswa UNM untuk memperingati Hari Air, Hari Bumi dan Hari lingkungan Hidup untuk menyadarkan penduduk bumi betapa pentingnya air dan menjaga bumi serta lingkungan hidup” ungkap Adnan Jufri, ketua Panitia.
Hari Air akan dirangkaikan dengan kegiatan Pembersih-an Lingkungan UNM dan Talk Show yang diselenggarakan di Pascasarjana UNM dengan mengundang Walikota Makassar, Ketua PDAM, Ketua Prodi S3 PKLK, serta DPRD kota Makassar. Untuk saat ini persiapan Panitia Pelaksana telah mencapai 51 % berkat kerjasama dari seluruh panitia dan yang ikut berpartisipasi dari kegiatan tersebut. Ketua Himpunan Fisika, Muhammad Al Ihwan berharap kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik dan melibatkan seluruh warga fisika dan masyarakat karena kegiatan Festival Kebumian ini sangat bermanfaat untuk semua. Begitupun warga Fisika sangat mengharapkan seluruh masyarakat UNM turut berpartisipasi dalam kegiatan ini agar dapat berjalan dengan lancar. (Dhy) Hal 5
TAHUKAH ANDA Bulan Maret, Sejumlah Wilayah Akan Alami Hari Tanpa Bayangan Matahari Pada Bulan Maret 2017 ada fenomena yang unik dan cukup langka terjadi di Indonesia. Jika beberapa waktu lalu, wilayah Indonesia sudah mengalami fenomena gerhana matahari yang langka, maka untuk berikutnya sejumlah masyarakat yang tinggal di wilayah Indonesia akan mengalami hari tanpa ada bayangan matahari. Fenomena langka ini terjadi bukan karena sedang mendung, tetapi karena adanya gerak semu tahunan dari matahari. Aktivitas gerak semu tahunan dari matahari terkadang akan berada pada posisi tepat di atas kota tempat tinggal kita. Di saat matahari tepat berada di atas kota tempat tinggal kita, maka saat itulah hari tanpa bayangan matahari terjadi. Peristiwa tersebut dapat dikatakan cukup langka dan unik, karena peristiwa ini tidak akan terjadi terus menerus sepanjang hari. Fenomena ini biasanya akan terjadi pada saat waktu mendekati, atau tepatnya di tengah hari. Fenomena langka ini terjadinya pada waktu yang berbeda-beda di setiap wilayah Indonesia. Masyarakat yang tinggal di Jakarta misalnya, hari tanpa bayangan matahari sudah terjadi pada 04 maret pada 2017 tepat pada pukul 12:04 WIB. Sedangkan untuk wilayah
Indonesia yang berada di wilayah lain, seperti Medan dan Pontianak baru akan terjadi pada Rabu, 29 Maret 2017 pada pukul 12:30 WIB, dan pada Senin, 20 Maret 2017 pada pukul 11:50 WITA, seperti dikutip dari Kompas.com Fenomena langka ini akan terjadi dua kali dalam satu tahun di setiap wilayah atau kota. Namun, peristiwa langka tersebut hanya terjadi sebentar saja. (Bas/Viv)
Hal – Hal Yang Terjadi Setelah Kematian Menurut Genetika
Apa yang terjadi setelah manusia mati? Agama dan sains punya jawaban masing-masing. Tiap bidang sains pun akan memiliki uraian yang berbeda. Bagaimana dengan genetika? Berdasarkan hasil riset yang dipublikasikan di Royal Society Open Biology pada Januari 2017 lalu, maka dalam sudut pandang biologi molekuler, beberapa gen justru hidup lagi setelah mati. Peter Noble dan Alex Pozhitkov dari University of Washington adalah dua orang yang berperan di balik jawaban biologi molekuler tersebut. Keduanya melakukan penelitian aktivitas genetik pada ikan dan tikus putih 2-4 hari setelah kematian.Aktivitas mRNA materi genetik yang bertanggung jawab dalam proses transkripsi protein, secara umum turun drastis Edisi Ke-1 / 27 Maret 2017
setelah kematian. Namun, aktivitas mRNA yang terkait dengan 548 gen zebrafishdan 515 gen tikus putih justru mencapai puncak segera setelah kematian."Yang mengejutkan adalah, gen yang berperan untuk perkembangan embrio justru hidup lagi setelah mati�, kata Noble seperti dikutip Sciencemag.org beberapa waktu lalu. Noble tak tahu pasti alasan di balik keanehan itu. Namun, ia menduga, kondisi lingkungan pasca-kematian sel menyerupai kondisi masa embrio. Akibatnya, gen perkembangan hidup lagi.Sejumlah gen yang memicu kanker juga aktif. Itu bisa menjelaskan mengapa orang yang menerima organ dari donor yang telah meninggal punya risiko kanker lebih tinggi.Ashim Malhotra dari Pacific University di Oregon mengatakan, studi dalam bidang ini amat jarang padahal punya manfaat. "Penting untuk memahami apa yang terjadi pada organ setelah manusia mati, terutama kalau kita berniat memakai organnya," ujarnya. "Pendekatan tim studi dengan mengukur aktivitas gen ini bisa menjadi alat untuk mengukur kualitas organ donor", imbuhnya. Studi seperti ini bermanfaat pula bagi bidang forensik. "Inti dari studi ini adalah kita bisa mendapatkan informasi tentang kehidupan dengan mempelajari kematian," kata Noble. (Nup/Bas) Hal 6
PROFIL Raih Gelar Doktor Di Usia Muda Salah satu Dosen Jurusan Biologi FMIPA UNM yakni Dr. Arsad Bahri, S.Pd., M.Pd yang baru saja menyelesaikan program doktoralnya pada tahun 2016 lalu merupakan anak terakhir dalam keluarganya. Masa kecil ia habiskan di Kabupaten Sinjai dan sekaligus menempuh jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas di sana. Selama bersekolah ia sempat tergabung dalam Pelajar Islam Indonesia (PII). Pria kelahiran Tallasa, 15 Juni 1984 ini memiliki prinsip yang ia pegang teguh dalam hidup yaitu “Do the best, be the best, and be yourself�. Pengalaman paling mengesankan baginya yaitu saat mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi beberapa benua dalam rangka menuntut ilmu dengan berbekal beasiswa dari pemerintah. Namun kendalanya saat menjelajah ke beberapa negara asing, pak Arsad yang merupakan panggilan akrab Arsad Bahri oleh mahasiswanya mengaku tidak lagi memiliki kesempatan untuk mencicipi makanan favoritnya yaitu Coto Makassar. “Hingga kini pencapaian terbesar bagi saya yaitu dengan meyelesaikan studi S3 dan mendapat gelar doktor dalam bidang pendidikan biologi. Selain itu, menjadi kebanggaan tersendiri saat saya mampu mengunjungi beberapa negara seperti Australia dan Belgia untuk menuntut ilmu dan mengikuti
Dr. Arsad Bahri, S,Pd., M.Pd short course menggunakan beasiswa dari pemerintah negara terkait�. Ujarnya saat menceritakan pengalaman selama menempuh pendidikan. Namun baginya, menyelesaikan program S3 bukan merupakan akhir melainkan awal baginya untuk berkiprah dalam profesinya sebagai seorang dosen. Kesibukan sekarang terkait dengan peningkatan kualitas mengajajar dan aktif menulis jurnal yang dapat diterbitkan sebagai jurnal internasional. Hingga saat ini tak kurang dari 10 penelitian yang telah ia lakukan serta 10 artikel ilmiah dan jurnal yang berhasil diterbitkan. Selain itu, Ia juga aktif dalam penulisan buku sebagai bahan
ajar pguruan tinggi dalam bidang biologi. Arsad Bahri sering menjadi pemakalah seminar ilmiah dan pernah mendapatkan penghargaan sebagai pemakalah terbaik dari Kemenristekdikti pada tahun 2016. Saat ini ia tergabung dalam organisasi profesi yaitu Asosiasi Dosen Republik Indonesia (ADRI) dalam Divisi Keilmuan. Sebagai seorang dosen, ia memiliki pesan bagi mahasiswa yang menurutnya penting untuk dipahami oleh mahasiswa yang sedang bergelut menuntut ilmu di perguruan tinggi. Menurutnya, anggapan bahwa seorang mahasiswa harus menyeimbangkan antara kuliah dan organisasi dengan perbandingan 50:50 merupakan hal yang keliru. Menjadi seorang mahasiswa perlu memiliki pandangan layaknya seorang mahasiswa, harus memprioritaskan kuliah dibandingkan keorganisasian. Namun, seorang mahasiswa juga memerlukan sosok leader dalam dirinya sehingga penting untuk mahasiswa ikut terlibat dalam dunia kelembagaan. Dalam hidupnya, ia tidak memiliki sosok panutan khusus kerena menurutnya tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing namun menurutnya sosok teladan yang paling baik yaitu Rasulullah SAW.(Win/Mat)
Segenap CREW LPM BIOma HIMABIO FMIPA UNM MENGUCAPKAN
Selamat dan Sukses Atas pengukuhan Prof. Dr. H. Firdaus Daud, M,Pd sebagai Profesor dalam Bidang Evaluasi Pembelajaran Biologi & Prof. Oslan Jumadi, S.Si., M.Phil., PhD sebagai Profesor dalam Bidang Ilmu Biologi
Edisi Ke-1 / 27 Maret 2017
Hal 7
Lanjutan.. 1 Dekade ICP : Menuju Esensi Internasional Sesungguhnya Andi Citra Pratiwi, alumni ICP angkatan 2009 pun merasakan perbedaan antara ICP yang dulu dan yang sekarang “Dulu waktu jaman saya itu kuliahnya di workshop. Jalur seleksinya juga beda, waktu itu masih PMDK, kalau sekarang kan ada SNMPTN, SBNMPTN, dan mandiri. Uang kuliahnya juga dulu beda. Kami yag ICP sedikit lebih tinggi dibanding yang regular. Kami yang ICP juga ada mata kuliah tambahan yang lain, jadi kita kuliah sedikit lebih lama dari yang lain. Tapi sekarang kalau dilihat sudah tidak ada perbendaan antara kelas ICP dan regular. Entah itu fasilitas ataupun pembayarannya” ungkapnya. Meski sudah tidak ada perbedaan fasilitas dan pembayaran antara ICP dan regular , pembenahan infrastuktur seperti laboratorium dan ruang kuliah masih terus dilakukan tahap per tahap, sehingga memerlukan waktu untuk mencapai pembenahan secara maksimal. Seperti ruang kelas yang nyaman dan dingin serta laboratorium dengan peralatan dan bahan praktikum yang lengkap. Abdul Rahman juga mrengungkapkan harapan untuk keberlangsungan kelas ICP kedepannya. “Kelas ICP harus didukung sepenuhnya dan juga diberikan pelayanan yang dapat mendukung mereka untuk berkembang kedepannya. Mahasiswa ICP sudah memegang dunia lewat kemampuannya berbahasa, jadi saya yakin akan mudah bagi mereka untuk berkarir di dunia internasional seperti yang kami harapkan” terangnya. (Mul/Dib)
Perekrutan Anggota BKMB
Kegiatan HIMABIO
Pelindung: Ketua Jurusan Biologi FMIPA UNM, Penasehat: Pembimbing HIMABIO FMIPA UNM, BPO HIMABIO FMIPA UNM, Penanggung Jawab: Ketua Umum HIMABIO FMIPA UNM, Dewan Redaksi: Miswar, Muh. Khaliq Ma‟ruf L, Alamsyah, Muhammad Richsan Yamin, Fitriani, Pimpinan Umum:
Fadhilah Misbah D, Sekretaris: Adhelina Bendahara: Sarda Pimpinan Redaksi: Nurul Annisa Husain Redaktur: Ummul
Mujaahidah, Farahdiba Ainah Auliyah Layouter : Nurul Hikmah, Citra Auliyah Thamrin Ketua Bidang Litbang: Nurhidayah Agung Anggota: Syamsuddin, Erwin Haryadi, Sagita Cahyani, Maulyda Awwaliyah P, Ketua Bidang Infokom: Qoryani Anggota: Muh. Nurhadi, Muh. Haidir, Nur Wahyuni, Resky Amaliah Sapa Reporter: Nur Ummu Pratiwi, Andi Basliahwanti Murti, Vivi Salvia Baharsyah, Lia Aprilia Syarifuddin , Hasriani, Rahmat Baharuddin, Budi Setiawan, Elpandi, Widyarti Az-zahra, Muh. Syahriridani, Susi Lestari, Asriani Askar, Wardah Zakiyah Rosyidah, Dhiya Fajrina Insani, Sri Hardianti Asad, Nurkayanti, Alamat Redaksi: Sekretariat HIMABIO FMIPA UNM.
Edisi Ke-1 / 27 Maret 2017
Hal 8