Electronic Sharia Magazine
HEADLINE Pariwisata Halal
rd
23 Edition
E-SHINE
WESHARE 2021 DIKLAT EKONOMI ISLAM 2021 PRESIDIUM NASIONAL DARI KSEI LiSEnSi
KATA PENGANTAR Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Penanggung Jawab:
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas
Yudhistira Fetano Sakti,
berkat rahmat, taufiq dan hidayah-Nya kami dapat
Muhamad Rijalul Humam,
menyelesaikan dan menerbitkan E-Shine edisi ke-23. Shalawat
Achmad Baihaqi, Miftahul Jannah
serta salam tak lupa selalu kami curahkan kepada bimbingan Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya yang
Editor & Designer:
telah membawa zaman jahiliyah hingga ke zaman yang
Achmad Baihaqi, Zidane Akbar Wiguna
penuh ilmu pengetahuan. Salam hangat para pembaca E-Shine, Alhamdulillah E-Shine kali ini telah diterbitkan. Topik utama yang dibahas kali ini adalah pariwisata halal. Sebagaimana diketahui bahwa sudah menjadi topik hangat di dunia ekonomi dan bisnis secara syariah yang mampu menentukan keberhasilan upaya pengembangan ekonomi syariah. Selain itu, E-Shine juga memuat agenda, event, karya dan berita-berita mengenai Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi), serta prestasi dari anggota LiSEnSi. Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada segenap tim redaksi 22nd E-Shine yang telah memberikan kontribusi terbaiknya dalam penyelesaian E-Shine Edisi ke 22 ini, serta semua pihak yang telah membantu sehingga dapat diterbitkan. Akhir kalam, semoga E-Shine ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan dapat dijadikan sebagai bahan rujukan agar kedepannya menjadi lebih baik lagi. Sekian dan terima kasih. Selamat membaca! Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Reporter: Achmad Baihaqi, ftahul Jannah, Daffa Nelwan Ferragan, Nur Arsyi Hlilmatul Ulya, Hilma Fuadiyah, Rachelyana Salsabila Rachmat, Ahmad Maulana Hasyim, Muhamad Rijalul Humam Muhammad Chandra Setyawan
DAFTAR ISI HEADLINE
Pesona Pariwisata Halal Indonesia (1)
EVENT
Musyawarah Nasional FoSSEI 2020-2021 (3)
WESHARE 2021 (4)
AGENDA
Diklat Ekonomi Islam 2021 (5) Mentoring Ekonomi Syariah (6) Kaspin KTI (7) LiSEnSi Entrepreneurship Education (7) Upgrading KSEI LiSEnSi 2022 (8)
NEWS
Presidium Nasional dari KSEI LiSEnSi (10)
Wakoreg FoSSEI Jabodetabek dari KSEI LiSEnSi (11) Prestasi (11)
REVIEW BUKU (12) REVIEW FILM
(13)
KISAH INSPIRATIF LiSEnSi Corner (15) SOSOK
(17)
TOKOH
(18)
CALISA (19)
(14)
HEADLINE PESONA PARIWISATA HALAL INDONESIA Indonesia menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Berdasarkan laporan The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) atau MABDA bertajuk The Muslim 500 edisi 2022, ada 231,06 juta penduduk Indonesia yang beragama Islam. Ini merupakan potensi tersendiri bagi Indonesia untuk pengembangan ekonomi syariah yang lebih berdampak. Indonesia juga diberkahi oleh tuhan dengan keindahan alam dan keanekaragaman flora maupun fauna. Indonesia juga memiliki pulau yang banyak pada daerah teritorialnya dan menjadi salah satu negara dengan jumlah pulau terbanyak di dunia yang berdampak dengan keanekaragaman tidak cuman segi alam, tapi budaya. Dengan segala kenanekaragaman tersebut tentunya ada peluang yang bisa dimiliki .oleh Indonesia yaitu sektor pariwisata. Daya tarik pariwisata yang paling utama adalah tentang keindahan tempat tersebut. Pengertian pariwisata tercantum dalam konstitusi yaitu pada Undang-Undang Republik Indonesia nomor 9 tahun 1990 tentang Kepariwisataan pasal 1 butir 3 yaitu pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwasanya pariwisata halal sedang berkembang di Indonesia. Berawal dari kebutuhan kenyamanan muslim untuk berpariwisata, makanya terlahir istilah pariwisata halal. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Sandiaga Uno menjelaskan
pengertian konsep wisata halal. Selama ini masyarakat acap salah kaprah terhadap pariwisata berbasis ramah muslim tersebut.Pariwisata halal berarti sebuah destinasi harus memiliki fasilitas dan akses bagi turis beragama Islam untuk tetap menjalankan ibadah saat melancong. Untuk memenuhi konsep wisata halal, destinasi perlu memenuhi tiga prinsip yang meliputi need to have, good to have, dan nice to have. prinsip need to have berarti sebuah destinasi mempunyai fasilitas tempat ibadah yang layak hingga makanan yang halal. prinsip good to have memiliki tujuan agar wisatawan memperoleh pengalaman yang berkesan serta berbeda. prinsip nice to have berarti wisata halal di Indonesia harus mampu bersaing dengan negara lain, seperti Malaysia. Wisata halal merujuk pada layanan tambahan amenitas, atraksi, dan aksesibilitas yang ditujukan dan diberikan untuk memenuhi pengalaman, kebutuhan, dan keinginan wisatawan muslim.
1
Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA, MBA. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia
Dalam kancah global, pariwisata halal menjadi pasar yang menjanjikan. Hal ini dapat dilihat dari Laporan Mastercard Crescentrating Global Travel Market Index (GMTI) 2019, yang memprediksi akan ada 230 juta wisatawan muslim secara global pada 2026. Hal ini meningkat dari 2018 yang hanya sekitar 140 juta. Selaras dengan prediksi tersebut, Global Islamic Economy Report yang menyebutkan, perputaran uang dari wisata halal dunia diprediksi meningkat, dari 177 miliar dolar AS (2017) menjadi 274 miliar dolar pada 2023 mendatang. Pengembangan infrastruktur guna mendukung pariwisata halal semakin maju di Indonesia perlu dilakukan. Kita sudah mengetahui bahwasanya pariwisata halal bukan sekedar tentang label halal, memang Indonesia mayoritas penduduknya muslim dan ada beberapa pihak yang mengatakan bahwasanya tidak perlu ada kata pariwisata halal didasari dengan mayoritas penduduk Indonesia muslim namun perlu diketahui label halal pada pariwisata tidak semata-mata untuk mengkotak-kotakan, namun pengertian dari pariwisata halal sendiri itu memberikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan umat muslim k akan menimbulkan rasa nyaman ketika sedang berwisata. “Yang penting diingat adalah bukan zonanya yang halal, tetapi pelayanannya. Itulah yang perlu pemahaman dan perlu disosialisasikan. Jadi, jangan terjebak dengan label wisata halal. Tidak ada halalisasi di suatu zona,” kata Pak Sandiaga Uno. Kebersihan merupakan sebagian dari iman, berarti tidaklah beriman seorang muslim jika dia tidak peduli terhadap kebersihan begitu pula dengan pariwisata. Dalam pariwisata halal perlu diperhatikan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh islam seperti kebersihan. Salah satu hal yang diperhatikan dari konsep halal juga terkait dengan kebersihan, umat muslim dilarang memakan babi karena terlalu banyak mudharat nya seperti adanya cacing dalam daging babi karena pola hidup babi yang kotor. Indonesia dalam sektor pariwisata sedang mengembangkan prinsip CHSE (cleanliness, health, safety, and environment sustainability). Prinsip CHSE sejalan dengan prinsip keislaman dan dapat mendukung berkembangnya pariwisata halal di Indonesia. Pariwisata halal di Indonesia merupakan sektor yang menjanjikan, maka dari itu pengelolaan harus baik agar dapat berkembang.Wisata halal berpotensi meningkatkan minat dan kunjungan wisatawan muslim dunia ke Indonesia. Dengan kekayaan jumlah dan variasi destinasi unggulan yang kita miliki. Permasalahannya berada ada literasi masyarakat tentang konsep wisata halal dengan memberikan pelayanan dan pemenuhan fasilitas . yang ramah terhadap wisatawan muslim di berbagai destinasi wisata harus sudah disediakan para pengusaha pariwisata guna mendukung pariwisata halal. Indonesia sangat layak menjadi negara nomor satu dalam sektor pariwisata halal di dunia. (Baihaqi)
2
EVENT Musyawarah Nasional FoSSEI 2020-2021
WESHARE 2021
Musyawarah Nasional FoSSEI 2020-2021
oleh Indonesia yaitu sektor pariwisata.
Musyawarah Nasional atau biasa disebut Munas merupakan agenda nasional tahunan FoSSEI sekaligus sebagai forum tertinggi FoSSEI yang bertujuan sebagai penutup agenda dari satu kepengurusan. Munas juga menjadi ajang pengesahan tuan rumah dalam pemilihan estafet kepemimpinan FoSSEI untuk satu periode kedepan. Munas dilaksanakan selama empat hari pada tanggal 17-20 November 2021, yang bertempat di Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Jawa Timur. Empat hari tersebut telah terlaksana beberapa agenda munas, antara lain Webinar Nasional, Laporan Pertanggung Jawaban satu periode ke belakang, penetapan tuan rumah agenda Nasional, pengesahan KSEI dan regional baru, serta pemilihan Presidium Nasional FoSSEI. KSEI LiSEnSi memiliki delegasi yang sudah berpartisipasi dalam agenda munas, yaitu Muhamad Rijalul Humam yang akrab dipanggil Humam selaku peserta sekaligus calon Presidium Nasional FoSSEI. Selain itu, Pitri Khayrani atau yang akrab dipanggil Kirin selaku sekretaris Nasional 2 FoSSEI. Dalan munas kemarin, mereka berpendapat bahwa munas tersebut sungguh berkesan karena dilaksanakan secara offline. Mereka beruntung karena dapat berkenalan dengan orang-orang dari sabang sampai merauke. Juga banyaknya pembelajaran saat bertukarnya pikiran serta gagasan dari masing-masing KSEI dan regional. Kesan Humam terakhir adalah hari dimana ia membawa amanah besar dalam menahkodai organisasi besar, FoSSEI. "Semoga Allah menguatkan pundakku dan semoga FoSSEI dapat terus melambung tinggi menebar kebermanfaatan dan dampak positif, bukan hanya untuk kadernya melainkan juga untuk masyarakat pada umumnya", do'a sekaligus pesan untuk dirinya kedepan. Selain itu, Kirin juga berpesan agar pribadi dapat menjadi lebih baik sekaligus bermanfaat bagi orang sekitar. Mari kita do'akan agar pesan tersebut tercapai sepenuhnya, aamiin. (Arsyi)
3
WESHARE 2021 (Week of Sharia Economic Exhibition 2021)
Week of Sharia Economic Exhibiton (WeShare) 2021 merupakan acara besar KSEI LiSEnSi. Acara yang biasa diadakan selama 2 tahun sekali, sebagai ajang pengenalan ekonomi syariah ke dunia luar baik tingkat nasional maupun internasional. Acara WeShare tahun ini dimulai dari tanggal 4 Desember sampai 18 Desember 2021, yang diketuai oleh Muhammad Chandra Setyawan dan bersama wakilnya, Rhafi Alamsyah. Agenda WeShare terdiri dari beberapa acara, antara lain: Opening dan Webinar Internasional, Webinar Nasional, Halal Talkshow, Career Workshop, Sarasehan dan 5 cabang perlombaan tingkat nasional. Cabang lomba tersebut meliputi, National Paper Competition, National Creative Product Competition, National Creative Video Competition, National Poster Design Competition, dan National Sharia Economics Olympiad. Chandra, mengatakan bahwa perbedaan WeShare tahun ini dengan tahun sebelumnya terletak pada segi agenda. “Segi agenda lebih banyak di tahun ini, karena tahun sebelumnya hanya seminar internasional dan perlombaan saja. Dari segi pembicara dan pesertanya pun jauh lebih banyak yaitu lebih dari 1000 peserta”, ucapnya senang. Di acara ini berkesan untuknya karena telah berhasil maksimal dalam menahkodai agenda besar bersama teman-teman panitia keren. Juga banyak pelajaran baru yang dapat diambil, dan tantangan serta peluang yang terjadi. Ia berpesan agar kita dapat terus percaya akan proses maksimal, karena pasti akan berbuah hasil yang maksimal juga. See you in WeShare 2023! (Arsyi)
4
AGENDA Diklat Ekonomi Islam 2021 Kaspin KTI
(Hilma)
LiSEnSi Entrepreneurship Education Mentoring Ekonomi Syariah
UPGRADING
DIKLAT EKONOMI ISLAM 2021 Diklat Ekonomi Islam (DEI) merupakan acara yang rutin setiap tahunnya yang diadakan oleh divisi Pengembangan Sumber Daya Insani (PSDI). Diklat Ekonomi Islam (DEI) adalah sebuah pembinaan utama dalam sarana pengkaderan diranah FoSSEI pada tingkat Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) yang difokuskan untuk menciptakan regenerasi, meningkatkan kemampuan dan kompetensi dari sumber daya manusia yang ada di KSEI. Diklat Ekonomi Islam (DEI) juga merupakan pintu masuk bagi para calon anggota baru KSEI LiSEnSi untuk ikut bergabung dalam perjuangan estafet dakwah ekonomi syariah nantinya. Acara DEI pada tahun ini masih sama dengan DEI tahun sebelumnya, karena masih dilaksanakan pada masa pandemi sehingga acara berlangsung secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom pada hari Sabtu – Ahad, 09-10 Oktober 2021. Acara ini dihadiri oleh 65 peserta dengan rincian 18 ikhwan dan 47 akhwat dari angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021 dengan berbagai jurusan di UIN Jakarta. Dengan mengusung tema “Membentuk Generasi Muda yang Berkualitas Untuk Mewujudkan Ekonom Rabbani Berintegritas” acara ini dihadiri oleh beberapa pembicara yaitu, Bapak Dr. Ali Sakti M.Ec. yang membahas materi tentang Urgensi Dakwah Ekonomi Islam, Saudara Qaidi Azham Anwar Sinaga yang membahas materi tentang ke-FoSSEI-an dan Ke-KSEI-an (Nilai & Struktur Orgnisasi serta Alur Kaderisasi), Bapak Iman Nikmatullah, Lc., M.M yang membahas materi Ghazwul Fikri (Karakteristik Ekonom Rabbani), Ketua dan Wakil Ketua Umum KSEI LiSEnSi UIN Jakarta yaitu Yudhistira Fetano Sakti dan Muhammad Rijalul Humam yang membahas materi tentang Ke-LiSEnSi-an, dan Bapak Ir. Adiwarman Azwar Karim, SE., MBA., MAEP. yang membahas materi Pengantar Ekonomi Syariah. Walaupun DEI tahun ini berlangsung secara daring tetapi tidak menghilangkan esensi dari DEI itu sendiri, pasalnya acara ini tetap di selenggarakan secara hikmat dan menyenangkan dengan diselipkan beberapa kegiatan seperti Small Group Discussion (SGD) dan juga sesi ramah tamah yang diisi oleh alumni LiSEnSi, pre-test dan posttest untuk mengetahui kemampuan dasar para peserta, dan juga beberapa games menarik dalam bentuk Ice Breaking agar peserta tetap semangat dan tidak bosan dalam mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Acara ini di selenggarakan tidak lepas dari tanggung jawab Yudhistira Fetano Sakti dan Muhammad Rijalul Humam selaku ketua dan wakil ketua KSEI LiSEnSi UIN Jakarta, dan juga dibawah arahan dari Raihan Mujadid, Anisah Suhaimah, Rahmat Syarief, Nuri Ahli Taqwa, Arumdani Putriana, dan Siti Nurhayanti selaku Steering Committee (SC). Kemudian di bawah wewenang para penanggung jawab dan SC maka dibentuklah suatu susunan kepanitiaan dengan Rhafi Alamsyah selaku ketua pelaksana, Zulfa Alfiyya Rahmi selaku sekretaris, Hanifah Anandhita Ramadhonna selaku bendahara serta dibantu oleh Zidane Akbar Wiguna selaku koordinator divisi acara, Intan Fatikhasari selaku koordinator divisi Kesekretariatan, Lia Annisa Rohmawati selaku koordinator divisi Humas, Alda Ardani Muttaqin selaku koordinator divisi fundrising, dan Hilmatul Fuadiyah selaku koordinator divisi Media. Panitia DEI 2021 yang ikut serta menyukseskan untuk terselenggaranya kegiatan ini berjumlah 53 orang. Di akhir acara panitia mengumumkan penghargaan bagi peserta terbaik ikhwan dan akhwat yang berpartisipasi aktif dalam mengikuti rangkaian kegiatan DEI 2021, peserta terbaik ikhwan diraih oleh Ramadhan dari FEB/2020 dan peserta terbaik akhwat diraih oleh Qonaitah Azmah Syahidah FEB/2020. Pemenang pada sesi Ice Breaking diraih oleh Inne Fajar Luqyana dan Ghaitsa Zahira Ardelia Putri dari FEB/2021. Lalu, pemenang kuis yang diadakan pada materi kelima yaitu Niko Sakti, Ramadhan, Nur Azizah, Ilham Al-Hamzah, dan Fildzah Husna. Selanjutnya, juga dilakukan pemilihan Ketua Forkat LiSEnSi 2021. Untuk ikhwan yang terpilih menjadi ketua forkat 2021 yaitu Abiyyu Achmad Syahru Mubarok FEB/2021 dan Ghaitsa Zahira Ardelia Putri FEB/2021 terpilih menjadi ketua forkat 21 akhwat.
5
MENTORING EKONOMI SYARIAH
Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai bagian dari lingkaran pejuang ekonomi Islam mengadakan suatu kegiatan mentoring ekonomi syariah. Kegiatan tersebut tidak lain sebagai wadah untuk mendakwahkan ekonomi syariah kepada seluruh siswa SMA sederajat di Indonesia. Sebagai bagian dari program kerja divisi pengembangan pemberdayaan masyarakat, kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahunnya sejak 2003 hingga sekarang. Diikuti oleh 158 mentee dan 83 mentor dengan SMK binaan SMK Negeri 20 Jakarta serta SMA maupun MA lain di Indonesia. Opening mentoring ekonomi syariah menjadi awal dari kegiatan mentoring ini dan terdapat pula closing mentoring ekonomi syariah sebagai penutup. Opening mentoring dilaksanakan pada Senin, 2 Agustus 2021 engan tema “Langkah Strategis Kaum Millenial dalam Mendakwahkan Ekonomi Syariah” yang disampaikan oleh narasumber Muhammad Zaid Farhand selaku koordinator divisi keilmuan KSEI LiSEnSi 2019/2020. Pembahasan menarik yang disampaikan yakni terkait perkembangan ekonomi syariah saat ini hingga langkah yang harus dilakukan dalam mendakwahkan ekonomi syariah. Pada closing mentoring ekonomi syariah, dilaksanakan pula program Economic Goes To School (IEGTS) pada Jum'at, 28 Januari 2022 secara online dengan mengangkat tema “Peran Generasi Z dalam Strategi Pengembangan Ekonomi Syariah Demi Mewujudkan Ekosistem Halal” yang disampaikan oleh Prof. Dr, M. Nur Rianto Al Arif, S.E., M.Si selaku guru besar ekonomi syariah UIN Jakarta. Materi yang dibawakan pun sangat memberikan pengetahuan kepada peserta yakni terkait urgensi mewujudkan ekosistem halal di Indonesia, aspek yang menjadi prioritas utama dalam mewujudkannya, upaya generasi Z dalam menghadapi tantangan pengembangan ekonomi syariah, seberapa besar peluang generasi Z dalam pengembangannya, hingga kendala yang dihadapi dalam pengimplementasian kegiatan ekonomi sesuai syariat Islam. Kegiatan mentoring ekonomi syariah ini diadakan dari 28 Juli hingga 10 Oktober secara online dengan sistem pembagian kelompok sebanyak 13 yang terdiri dari basic, intermediate, dan advance. KSEI LiSEnSi UIN Jakarta pun menyediakan fasilitas silabus sebagai acuan pembelajaran dan modul setiap tingkatan. Teknis pembelajaran hingga cara penyampaian materinya pun dibuat semenarik mungkin dengan dukungan powerpoint, video, maupun diskusi aktif antar peserta dan mentor. Tidak hanya penyampaian materi, tetapi terdapat pula ujian, awarding, hingga sharing session character building. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bukan hanya mahasiswa yang menjadi penggiat ekonomi syariah tetapi semua kalangan mampu melek akan urgensi mendalami hingga mengimplementasikannya.
6
KASPIN KTI Kaspin KTI merupakan sebuah wadah pembelajaran dalam penulisan karya tulis ilmiah dan essay bagi kader LiSEnSi UIN Jakarta. Kaspin ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari Pengurus LiSEnsi dan Alumni DEI. Dalam sesi materi, kaspin ini terbagi ke dalam dua kelompok dengan dua mentor yang berbeda. Acara ini terdiri atas 6 pertemuan yang membahas KTI dan Essay secara komprehensif. Agenda Kaspin KTI dimulai pada tanggal 22 Oktober 2021 dan berakhir pada tanggal 01 Desember 2021. Adapun pembahasan dalam setiap pertemuan adalah sebagai berikut : 1. Pertemuan pertama membahas tentang pemahaman dasar kepenulisan. 2. Pertemuan kedua membahas tentang Essay. 3. Pertemuan ketiga membahas tentang jurnal ilmiah dan Bab 1 KTI 4. Pertemuan ke empat membahas tentang Bab 2 dan aplikasi pendukung sitasi. 5. Pertemuan ke lima membahas tentang Bab 3 (Metodologi penelitian). 6. Pertemuan ke enam membahas tentang Bab 4, 5 dan alat analisis. Agenda Kaspin KTI dan Essay ini diikuti dengan antusias oleh para Kader LiSEnSi UIN Jakarta. Pada pertemuan pertama dan kedua di setiap kelompok Kaspin dimentori oleh Adly M. Wishal kemudian pada pertemuan ke tiga dan selanjutnya kelompok terbagi menjadi dua mentor. Kelompok satu dimentori oleh Adly M. Wishal yang merupakan wakil ketua umum KSEI LiSEnSi periode 2020/2021. Kemudian kelompok kedua dimentori oleh Agnia Nurapifah yang merupakan staff divisi riset periode 2020/2021. Adapun jumlah pertemuan yang berhasil dilakukan pada kelompok pertama adalah sebanyak 4 pertemuan dan pada kelompok kedua berhasil mencapai 6 pertemuan.
LiSEnSi Entrepreneurship Education Adanya pandemi Covid-19 membuat kita dihadapkan pada kenyataan bahwa seluruh sektor, khususnya sektor usaha mengalami guncangan. Sehingga pembangunan kewirausahaan kembali menjadi persoalan mendesak untuk bangkitnya pembangunan ekonomi negara ini. Dengan demikian, LiSEnSi UIN Jakarta menyelenggarakan kegiatan webinar edukasi kewirausahaan dengan peserta baik dari kalangan LiSEnSi maupun umum sebanyak 91 orang terdaftar. Kegiatan ini sebagai bagian dari program kerja divisi kewirausahaan dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten yaitu Annisa Febrianel Hendry dan Harianto Albar. Dalam acara ini, para peserta mendapatkan dua sesi dengan pembahasan edukasi mengenai penanaman mindset jati diri seorang entrepreneur sejati serta taktik dan strategi sukses dalam berwirausaha di era digital. Penanaman mindset jati diri sangat penting karena menjadi seorang wirausaha tentunya harus mempunyai keberanian mental serta perhitungan yang matang demi mewujudkan keberhasilan. Di era digital saat ini pun, taktik dan strategi harus ditingkatkan dalam upaya menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan ekonomi global. Dengan demikian, kreativitas menjadi hal yang tidak bisa dilupakan untuk menciptakan keunggulan kompetitif. Webinar edukasi kewirausahaan ini mengusung tema identify bussiness opportunity during economic recovery condition yang dipandu oleh Shindy dan Ravi selaku moderator. Dilaksanakan pada Sabtu, 13 November 2021 secara online melalui zoom cloud meeting. Acara berlangsung selama enam jam dari 09.00-15.00 WIB dipandu oleh moderator saudari Novel selaku pembawa acara. Tujuan, konsep, dan target acara ini telah memenuhi dan harapannya dapat menanamkan mindset serta memberikan insight baru mengenai strategi mengambil peluang usaha di tengah masa pemulihan pandemi Covid-19.
7
UPGRADING KSEI LiSEnSi 2022 Upgrading LiSEnSi, yang merupakan kegiatan tahunan dalam menyiapkan regenerasi demi mempertahankan eksistensi organisasi ini sendiri sekaligus menciptakan kader-kader aktivis ekonomi syariah kedepannya. Kegiatan ini menjadi program kerja divisi pengembangan sumber daya insani dengan memberikan materi yang berkaitan dengan kepemimpinan, dakwah islam, dan manajemen organisasi. Ketiga materi tersebut merupakan satu kesatuan utuh dalam bingkai organisasi LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah. Dilaksanakan selama dua hari pada 12-13 Februari 2022 secara daring melalui zoom cloud meeting dan diikuti oleh 40 peserta pada sesi pertama, 16 peserta pada sesi kedua yaitu upgrading susulan, dan 3 peserta pada sesi ketiga. Pembawaan materi terkait kepemimpinan oleh Qaidi Azham Anwar Sinaga selaku Kordinator Regional FoSSEI Jabodetabek 2020/2021 menjadi awal berlangsungnya kegiatan ini sebelum masuk sesi utama upgrading. Poin materi yang dijelaskan pun sangat memberikan edukasi serta semangat baru diantaranya terkait karakteristik leader menurut islam dan dunia profesional; pemahaman problem solving dan manajemen konflik; tata cara branding, diplomasi, dan birokrasi; serta optimalisasi sumber daya yang dimiliki guna meningkatkan kualitas kepemimpinan. Materi selanjutnya terkait manajemen organisasi oleh MHO Handika Surbakti selaku founder UINSA student forum consultant XY leadership. Guna terciptanya organisasi, khususnya LiSEnSi kedepan, materi ini sangat membantu para peserta untuk kembali mendalami dirinya terkait manajemen organisasi, cara mengelola sumber daya, tipe kepribadian, hingga etos kerja rabbani. Materi terakhir terkait urgensi dakwah ekonomi islam oleh Ustad Iman Ni'matullah, Lc., M.M selaku kepala divisi investasi langsung BPKH RI. Materi yang dibawakan pun menjadi pengingat serta meningkatkan kembali gairah mendakwahkan ekonomi syariah. Kegiatan ini bukan hanya memberikan materi kepada para peserta, tetapi meningkatkan keilmuan dengan adanya tugas dan hafalan serta kemampuan kepenulisan KTI. Tema yang diusung pada upgrading kali ini yaitu meningkatkan kualitas dan integritas punggawa ekonom rabbani dengan karakter FRESH (Firm, Responsible, Independent, Disciplined, and Honest). Dengan adanya upgrading ini, diharapkan mampu menjadi ajang pelatihan karakter kepemimpinan generasi kepengurusan Lingkar Studi Ekonomi Syariah 2022-2023.
8
NEWS Presidium Nasional Prestasi
Wakil Koordinator Regional FoSSEI Jabodetabek
Humam Presidium Nasional dari KSEI LiSEnSi
oleh Indonesia yaitu sektor pariwisata.
Sesuai dengan AD ART FoSSEI Presidium Nasional merupakan Pimpinan Tertinggi FoSSEI yang bertanggung Jawab di lingkup nasional maupun Internasional dan ditetapkan pada saat Musyawarah nasional. Presidium nasional dibagi ke 5 bidang, diantaranya Kaderisasi, Keilmuan, Kelembagaan, keuangan, media dan data. Namun hal itu bukan berarti setiap presidium nasional hanya bertanggung jawab atas 1 bidang saja, melainkan bertanggung jawab atas ke 5 bidang tersebut karena sistem kerja yang diterapkan merupakan kolektif kolegial. Proses menjadi presidium nasional memiliki beberapa tahapan, yaitu yang pertama, masuk ke bagian Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI), saudara Humam sendiri berasal dari KSEI LiSEnSi UIN Jakarta. Kedua, tahapan regional yang masuk kedalam FoSSEI JABODETABEK dengan menyiapkan visi&misi yang sudah terukur, proses inkubasi bersama para alumni dan senior, focus group discussion dan fit and proper test). Kemudian ditetapkan pada Musayawarah Regional bahwasanya FoSSEI JABODETABEK mengusung saudara Humum untuk menjadi calon presidium nasional di rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional. Ketiga, tahapan nasional (focus group discussion, kursus kepemimpinan nasional, pemaparan visi&misi dan fit and proper test) hingga pada proses pendiskusian para alumni dan senior, saudara Humam dijadikan sebagai presidium nasional pada bidang kaderisasi. Bidang kaderisasi menjadi nama baik organisasi atau citra FoSSEI di mata masyarakat yang perlu diadakan peningkatan baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal tersebut dilihat dari segi peningkatan kualitas mahasiswa dan organisasinya sendiri. Tugas yang biasa dijalankan jika dilihat dari segi mahaiswa seperti menyelenggarakan pelatihan dan pembinaan, kemuduan jika dilihat dari organisasinya, tugas bidang kaderisasi ini dengan melaksanakan beberapa jenjang kaderisasi. Hal tersebut dijadikan adanya proses akreditasi yang mencoba upgrade skill dari masing-masing KSEI. Selain itu, terdapat srikandi yang merupakan pemberdayaan akhwat yang tergabung kedalam FoSSEI.
9
NEWS Zidane Wakoreg FoSSEI Jabodetabek dari KSEI LiSEnSi Zidane Akbar Wiguna yang akrab disapa Zidan merupakan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Program Studi Ekonomi Syariah, angkatan 19 menjadi salah satu sosok inspiratif di organisasi KSEI LiSEnSi UIN Jakarta, padakepengurusan ini zidan di amanahkan sebagai staff Humas dan Media KSEI LiSEnSi karena keahlian dan keterampilannya dalam mendesain sebuah proyek. Dari tahapan awal ini, Zidan berhasil melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu ke jenjang regional yang berawal dari staff Humas dan Media FoSSEI JABODETABEK hingga saat ini sudah di amanahkan sebagai Wakil Koordinator Regional FoSSEI Jabodetabek periode ini. Proses rangkaian menjadi wakoreg yaitu dengan mengikuti kepengurusan di periode sebelumnya dan mengikuti jenjang kaderisasi hingga sampai pada tahap rangkaian kegiatan musyarawah regional yang didalamnya akan mengahasilkan buah diskusi alumni dan para senior bahwasanya saudara Zidan ditetapkan menjadi wakoreg. Pada struktur kepengurusan di FoSSEI Regional khususnya pada Regional JABODETABEK terdapat KOREG (koordinator regional) dan WAKOREG (Wakil Koordinator Regional). Tugas wakoreg dapat disebut sebagai koreg kedua yaitu dengan membantu mewadahi program-program yang ada pada KSEI JABODETABEK, selain itu terdapat tugas memimpin atau mengkoordinir dan mengarahkan, serta membantu menambahkan keilmuan pada KSEI yang berada di wilayah masing-masing. Dalam menjalankan tugasnya dibagi antara koreg dan wakoreg yang bersifat internal dan eksternal. Pada wakoreg sendiri, saudara Zidan menjalankan amanah di kelembaagaan atau kerjasama stakeholder yang sifatnya eksternal.
PRESTASI: LiSEnSi Juara 1 Video Kreatif Di tahun 2022 ini, KSEI LiSEnSi telah mengirimkan delegasinya dalam perlombaan Video Creative yang diselenggarakan oleh KSEI IsEF SEBI pada acara Islamic Economic Days 2022. Para delegasi tim KSEI LiSEnSi yang terdiri dari Zidane Akbar Wiguna (Eksyar 2019), Hilma Fuadiyah (Eksyar 2019), Eka Nuriawati (Eksyar 2019), Hanifah Anandhita (Perbankan Syariah 2019), dan Rhafi Alamsyah (Eksyar 2019). Dalam mempersiapkan lomba ini, Hilma mengatakan “hal pertama yang dilakukan adalah menumbuhkan sikap kepercayaan, solidaritas dan kerjasama yang akan menentukan sebuah konsep”. Setelahnya akan dilakukan pembagian jobdesk untuk masing-masing anggota, dimulai dari pembagian tokoh, peran, penulisan script, shoot video serta tahapan editing. Jika semua sudah dilakukan, selanjutnya adalah proses shooting video yang dilakukan di luar kampus. Setelah proses shooting selesai, masuklah ke tahap terakhir yaitu proses editing video. “Alhamdulillah, kami berkesempatan untuk mengikuti lomba ini dan pastinya senang karena memberikan prestasi untuk KSEI LiSEnSi melalui lomba video creative Islamic Economic Days 2022 dengan meraih juara pertama yang merupakan lomba pertama bagi saya dan teman-teman tim creativers" ucap Hilma senang. Kemudian Hilma mengatakan bahwa kendala yang didapat adalah sulitnya menyesuaikan waktu dikarenakan aktifnya perkuliahan dan pembuatan video yang membutuhkan waktu cukup singkat. Dia juga berpesan untuk LiSEnSi dan tim creativers, agar selalu bermanfaat dan terus mengambil kesempatan yang ada karena kemenangan dan pengalaman tidak bisa didapat jika hanya di pikirkan, teruslah bergerak raih yang teman-teman impikan agar bisa meneruskan dakwah Ekonomi Syariah.
10
REVIEW BUKU: Outliers Judul
: Outliers: Rahasia di Balik Kesuksesan
Penulis
: Malcom Gladwell (Terjemahan)
Penerbit
: Gramedia
Tahun Terbit : 2009 ISBN Ukuran
: 978-979-22-4476-2 : 14 x 21 cm
Outliers menjadi buku international best seller dalam penerbitannya. Buku ini merupakan karya ketiga Malcolm Gladwell setelah sebelumnya dirinya menulis buku berjudul “The Tipping Point” di tahun 2000 dan “Blink” di tahun 2005 dan ketiga buku tersebut sukses menjadi buku terlaris versi New York Times. Buku Outliers berisi tentang cerita motivasi apa yang dilakukan oleh orang-orang sukses dalam menjalani kehidupannya. Sesuai dengan judulnya, kita tidak akan disuguhkan dengan cerita-cerita orang sukses yang sudah biasa ada di media massa, namun dalam buku ini menceritakan hal-hal yang memang diluar pemikiran orang biasa tentang kehidupan orang sukses. Di pembukaan, Gladwell menulis contoh dari Outliers itu. Di tahun 1950-an, penyakit jantung menjadi epidemi di Amerika Serikat. Penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian pria yang berusia di bawah 65 tahun. Namun di Roseto, Pennsylvania, jarang sekali orang yang meninggal karena penyakit jantung. Inilah Outliers itu. Fenomena Roseto bukanlah disebabkan kekuatan magis atau mukjizat. Maka dilakukanlah penelitian. Pertama, mereka kebiasaan makan. Jika penduduk tersebut sehat, mereka menduga kalau pola makan mereka sehat. Namun ternyata keliru. Orang-orang Roseto adalah perokok berat dan jarang berolahraga. Nah lo! Terus kok bisa sehat-sehat?apa yang menyebabkan Outlier? Ternyata, faktor utama yang membuat mereka terhindar dari serangan jantung adalah karena memiliki kehidupan sosial yang sehat. Masyarakat Roseto memiliki kebiasaan saling berkunjung, mereka saling bantu dan mereka saling menghormati. Dalam buku ini ada pelajaran yang mengesankan, bahwasanya kekuatan jam terbang itu mempengaruhi suatu kesuksesan. Bill Joy (pendiri Sun Microsystems) yang mendapatkan kesempatan untuk menggunakan komputer di Computer Center Michigan selama 24 jam penuh tanpa membayar rekening. Ia menjadi ahli karena menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membuat program, Melewati kaidah belajar selama 10.000 jam, ia berhasil menjadi ahli, hingga program yang ia buat bisa digunakan sampai 30 tahun kemudian. Kesuksesannya dalam bidang komputer setali tiga uang dengan Bill Gates (pendiri Microsoft) Contoh lain, The Beatles sebelum menjadi band yang sukses telah tampil di klub di Hamburg selama 8 jam setiap tampil setiap hari selama dua tahun. Sehingga permainan mereka menjadi begitu baik dan terasah jiwa entertainmen nya. Gladwell berpendapat bahwa faktor-faktor kesuksesan jauh lebih rumit dibanding yang terlihat. Cerita sukses yang biasa kita dengar biasanya adalah cerita personal yang memberi karakteristik individual seperti talenta dan kerja keras. Meskipun hal ini tidaklah salah namun cerita ini banyak mengabaikan faktor-faktor luar yang mempengaruhi kesuksesan seseorang. Dengan kata lain , ia percaya bahwa faktor dari luar seperti keluarga, tingkat ekonomi, cara seseorang dibesarkan, budaya, pengalaman unik dan zaman mereka dibesarkan itulah yang akan membentuk kesuksesan seseorang. Buku ini sangat layak untuk dibaca. Masih banyak cerita-cerita inspiratif dalam buku ini yang belum dijelaskan di review ini. Malcolm Gladwell dapat mendeskripsikan rahasia sukses yang kadang tidak terungkapkan bahkan terpikirkan. Ditambah pengemasan yang menarik yaitu dengan kisah-kisah yang sangat menggugah dan penuh logika membuat kita enggan untuk melepas buku ini dari pandangan mata. (Baihaqi)
11
REVIEW FILM: Merindu Cahaya De Amstel Review Film : Merindu Cahaya De Amstel Pemain
: Amanda Rawles, Bryan Domani, Oki
Setiani Dewi, Rachel Amanda, Ridwan Remin. Sutradara : Hadrah Daeng Ratu Durasi Rilis
: 1 Jam 47 Menit : 20 Januari 2022
Merindu cahaya de amstel merupakan sebuah film religi yang diproduksi oleh Unlimited Production. Visualisasi yang baik dengan kisah yang berlatar belakang di negara Belanda membuat penonton hanyut dalam keindahan kota di negara tersebut. Tepatnya film ini mengangkat tema mengenai spiritual journey yang dapat dilihat dari tiga karakter utama dengan masalah berbeda. Film ini dibintangi oleh tokoh ternama, seperti Amanda Rawles sebagai Siti Khadija, Bryan Domani sebagai Nicolas Van Djick, Oki Setiani Dewi sebagai Fatimah, Rachel Amanda sebagai Kamala, Ridwan Remin sebagai Joko dan lain-lainnya. Film ini diangkat dari novel Arumi yang dicetak pada tahun 2015 lalu, alur ceritanya mengisahkan perjalanan religius dari Siti Khadija. Alunan musik dari Melly Goeslaw berjudul “Tabu” juga membuat film semakin memikat penonton. Secara keseluruhan, jalan ceritanya dapat dibilang sederhana, namun menghadirkan konflik yang cukup kompleks. Film ini mengisahkan tentang konflik agama dan kisah cinta antara Khadija, Nicolas Van Djick, dan Kamala yang didalamnya banyak pesan tersirat, khususnya para penganut agama Islam. Dalam kisahnya, Khadija merupakan wanita asli Belanda yang memiliki nama asli Marien, kemudian hijrah dari kehidupan yang sangat suram Awal ia hijrah karena hadirnya sosok Fatimah yang perlahan menuntut Khadija untuk mempelajari hingga mengamalkan ajaran Islam. Dalam kisah ini terdapat dialog-dialog yang bermuatan nilai Islami, namun sama sekali tidak menggurui. Seperti pada dialog yang diucapkan Khadija : "Memilih Islam adalah keputusan terbaik di hidupku.” Kalimat itu sungguh menyentuh hati karena penjabaran dari karakter Khadija yang sangat kuat. Konflik agama yang terjadi pada film ini adalah stereotip terhadap agama Islam yang terjadi pada Khadija dengan kesehariannya memakai hijab, seringkali ia dipandang sebelah mata oleh orang-orang yang tidak sengaja ia temui dalam perjalanan. Namun, Khadija tetap berlaku baik dan menerima dengan lapang dada. Pelajaran berharga yang dapat diambil adalah kita sebagai sesama manusia harus bisa menerima keputusan seseorang tanpa harus memaksakan kehendak yang membuat orang lain tidak nyaman. “Allah membuat rencana untuk setiap pertemuan kita dengan seseorang karena Allah selalu tau yang terbaik untuk hidup kita”, begitulah kalimat yang pernah diucapkan Khadija. Seakan ini mengajarkan bahwa pertemuan kita dengan seseorang bisa jadi kita yang belajar atau bahkan kita yang memberikan pelajaran baik kepada mereka. Dari pertemuan, film ini tidak monoton dalam menjalankan kisahnya, ada bumbu komedian yang dihadirkan oleh setiap pemainnya, terutama pada tokoh Joko yang merupakan teman dekat Nicholas. Film ini dikemas sebaik mungkin, mulai dari alur yang tenang, tegang hingga mencairkan suasana. Pertemuan ini juga dikisahkan percintaan antara Khadija dan Nicholas yang saling berbeda keyakinan. Nicholas berusaha untuk mendapatkan cinta Khadija dengan cara memaksakan masuk Islam, namun ia tersadar bahwa pindah agama karena cinta akan membawa dampak yang sangat buruk. Kemudian kisahnya dengan Kamala juga membawa cerita yang tidak berlebihan tetapi mengajarkan makna kedewasaaan. Akhir cerita yang mengisahkan keikhlasan dari Nicholas menjadi muallaf dan Kamala menerima Nicholas bersama Khadija menjadi cerita yang dapat diteruskan bahwa antara cinta dan ikhlas adalah perekat yang tidak dapat dipisahkan. (Miftah)
12
KISAH INSPIRATIF Filosofi Susu Pada suatu pagi di hari Minggu yang santai dan terlepas dari asap polusi kendaraan, aku menghampiri papa yang sedang membaca koran dan meminum kopi. Ini hal yang biasa dia lakukan di Minggu pagi karena bila di hari kerja beliau sangat sibuk, pergi di hari masih gelap dan pulang juga tidak sempat menikmati terangnya matahari, maklumlah beliau orang yang harus memimpin perusahan dan aktif di kegiatan sosial. Walaupun beliau sibuk tetapi ia mengkhususkan hari Sabtu dan Minggu sebagai hari dimana ia bisa menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta. Oh ya kembali ke topik, sebenarnya aku tidak biasa menghampiri papa di pagi seperti ini, ada maksud tertentu yaitu di dalam pikiranku aku bertanya-tanya bagaimana papa bisa mengatur pekerjaan yang banyak sedangkan aku mengerjakan PR yang diberikan oleh guru dalam satu minggu pun belum selesai. Lalu aku pun duduk di dekat papa dan kita berdua mengobrol bercanda riang terlebih dahulu dan sampailah aku bertanya kepada papa. Pah bagaimana sih papa bisa mengerjakan pekerjaan yang sebegitu banyaknya sedangkan aku saja t i d a k b i s a m e n g e r j a k a n P R d a l a m w a k t u s e m i n g g u ? K a t a - k u Tumben kamu menanyakan begitu ke papa? Aku-pun hanya tertawa kecil. Sini kamu papa kasih tau rahasia papa bagaimana bisa menjadi papa kata papa. Aku-pun mendekat ke papa Sebenarnya cuman ada 3 syarat yaitu kamu harus Shalat 5 waktu dengan rajin, bersedekah dan satu lagi yaitu tunggu sebentar. Papapun beranjak pergi menuju ke dapur dan balik lagi sambil membawakan susu putih yang hangat. “ini buat-ku pah?” ujarku Iya coba kau minum dan rasakan kenikmatannya. Aku-pun meminumnya dan aku bertanya lagi kepada papa “apa rahasia yang ketiga” kata-ku “iya itu yang kamu minum” kata papa. “berarti aku harus minum susu yang banyak untuk menjadi sukses seperti papa” kataku. “bukan itu yang ketiga, walaupun minum susu sangatlah penting tetapi ada yang lebih penting” kata papa. “ apa itu pah?” aku-pun tambah penasaran.Sebenarnya papa juga seperti kamu tidak bisa menegerjakan tugas dalam seminggu tapi waktu itu papa pernah mendapat sebuah motovasi yang sangat berharga yaitu “Filosofi Susu” “filosofi susu itu apa pah” tanyaku. Papa mengambil susu yang tadi aku belum sempat minum “kamu tahu susu ini sangat bermanfaat bukan hanya yang kamu minum saja tapi produk susu yang lainnya seperti keju, beraneka ragam makanan dan minuman dan youghurt?”. “ berarti pah aku harus menjadi orang yang bermanfaat tapi kalau bermanfaat bagi kejahatan boleh?” tanyaku yang penasaran.“ya tentu tidak boleh, kan tadi sudah papa jelaskan kalau youghurt juga bermanfaat. Youghurt itukan terbuat dari susu dan bakteri berarti seharusnya susu juga tidak baik-kan?” “iya pah” jawabku. “tapi susu membalikan keadaan walaupun dikasih bakteri tapi susu juga bisa menjadi manfaat yang baik, buktinya banya orang pintar yang meminum youghurt setiap hari” kata papa “berarti aku harus menjadi orang yang rajin Shalat 5 waktu, bersedekah dan menanamkan filosofi susu dalam diriku untuk menjadi orang yang seperti papa” ujarku. “ iya seperti itulah” kata papa sambil menghabiskan kopinya. Tak lama kemudian mama memanggil untuk pergi sarapan dan perbincangan-ku dengan papa-pun berakhir. Sejak pagi itu aku mempraktekan trik-trik papa dan sejak itu juga kehidupanku juga lebih baik dengan menanamkan “FILOSOFI SUSU”. (Baihaqi)
13
14
15
16
TOKOH
Riyanto Sofyan (Pionir Hotel Syariah) Mengingat topik pariwisata halal yang sedang menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini, tentu kita juga tak boleh terlewat untuk berbicara tentang siapa tokoh pariwisata halal di Indonesia. Riyanto Sofyan, B.S.E.E, MBA ialah seorang pengusaha dan perintis hotel syariah di Indonesia yang lahir pada 26 Juni 1958. Beliau mendapat penghargaan oleh PW MES Yogyakarta sebagai tokoh pariwisata halal di Indonesia yang dianggap berjasa dalam pengembangan industri halal. Melihat kiprah, komitmen, dan dedikasi yang begitu besar bagi industri pariwisata halal Indonesia, Riyanto Sofyan juga ternyata aktif di berbagai organisasi yang bersifat bisnis syariah dan menjabat sebagai komisaris utama PT Sofyan Hotels Tbk. Dengan penghargaan yang diterimanya sebagai tokoh pariwisata halal Indonesia, beliau menilai bahwa penghargaan ini merupakan amanah
Riyanto Sofyan (Pionir Hotel Syariah)
dan tugas berat untuk tetap istiqomah memperjuangkan ekonomi syariah, khususnya sektor riil di bidang pariwisata halal. Lebih lanjut, beliau yang kini juga menjabat sebagai salah satu Ketua PP MES menyampaikan ajakan kerjasama dengan berbagai pihak agar industri pariwisata halal Indonesia terus tumbuh dan berkembang. Menurutnya, dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak sangatlah penting untuk terus mendorong perkembangan industri halal di Indonesia. Lebih dari 38 tahun berbisnis di bidang perhotelan dan pariwisata. Beliau telah merancang, mengembangkan, mengelola dan menjalankan proyek-proyek hotel dan bisnis pariwisata lainnya di Indonesia, dengan membawa perusahaan untuk go public pada tahun 1989, dengan penawaran saham perdana (IPO) mengalami kelebihan permintaan sebesar 300%. Sejak tahun 1992, beliau telah berhasil mengembangkan sebuah konsep baru yang memperkaya industri Perhotelan dan Pariwisata dengan Konsep Halal (Sharia Compliance) dengan tetap menjaga inklusivitas sehingga dapat diterima oleh semua segmen pasar. Keberhasilan ini terbukti dengan meningkatnya pendapatan dan jumlah Portfolio Hotel secara signifikan di perusahaannya. Atas prestasi yang telah dicapainya tersebut, pada tahun 2012, beliau ditunjuk sebagai Mitra Strategis dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk mengembangkan Pariwisata Halal di Indonesia dan pada Maret 2016, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menunjuk Riyanto Sofyan sebagai Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal. Di samping itu, beliau juga memegang posisi aktif di beberapa organisasi industri termasuk sebagai Ketua Umum Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI), Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Ketua V Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Wakil Ketua Umum Gabungan Industri pariwisata Indonesia (GIPI), dan, Dewan Penasehat Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI). (Rachel)
17
SOSOK Muhamad Rijalul Humam Muhamad Rijalul Humam atau kerap disapa Humam pertama kali muncul didataran bumi pada hari kamis, 22 Juni 2000. Ia lahir dari rahim seorang wanita yang bernama Titi Natikoh, seseorang yang berhasil dipersunting oleh pemuda gagah berani bernama Abdul Aziz, merekalah dua manusia yang paling berjasa dalam hidupnya, merawat dan membimbingnya hingga akhirnya dapat sebesar ini. Humam tumbuh di sebuah desa yang cukup jauh dari hiruk pikuk perkotaan, Desa Rangdumulya namanya. Desa Rangdumulya ini merupakan sebuah desa yang terletak di bagian ujung utara Kabupaten Karawang. Berbicara tentang pendidikan, ia mengawali pendidikan dibawah naungan sistem pendidikan terbaik sepanjang masa, yaitu ibu. Berlanjut ke pendidikan yang bersifat formal, Humam disekolahkan di SD (Sekolah Dasar) yang tak jauh dari rumah, yakni SDN Rangdumulya 2. Setelah lulus SD, Humam memutuskan untuk berhijrah ke dunia pesantren, yakni Pondok Pesantren Al-Muhajirin
M. Rijalul Humam (Presidium Nasional FoSSEI)
Purwakarta. Humam melanjutkan pendidikan masih dalam ruang lingkup keagamaan, SMA Pesantren Terpadu Hayatan Thayyibah namanya. Perbankan syariah UIN Jakarta merupakan program studi yang Humam jajaki di bangku perkuliahan hingga saat ini. Banyak orang yang berkata kepada saya “perbankan syariah ngga sepenuhnya syariah loh, masih ada unsur ribawi didalamnya. Terus lu mau auto masuk neraka mam?”. Saya tidak menyalahkan perkataan orang tersebut, karena memang benar perbankan syariah di Indonesia masih mengandung unsur riba. Namun, motivasi saya masuk ke ranah perbankan syariah ini bukan untuk menikmati hidangan api neraka, melainkan ada tujuan mulia yang saya bawa, yakni saya masuk ke ranah perbankan syariah ini untuk benarbenar ingin mensterilkan perbankan syariah dari yang namanya riba. Dalam dunia perkuliahan, selain aktif di kelas Humam juga sangat aktif di Dunia Organisasi. Banyak sekali organisasi yang diikuti, mulai dari organisasi internal, eksternal, hingga primordial. Organisasi bagi Humam merupakan rumah kedua sekaligus media untuk pengembangan diri. Alhasil dari awal masuk perkuliahan hingga sekarang, ia menduduki banyak pengalaman hingga akhirnya diamanahi sebagai Ketua HMPS Perbankan Syariah berbarengan dengan Wakil Ketua Umum KSEI LiSEnSi dan pasca itu melanjutkan nahkoda kepemimpinan sebagai Presidium Nasional FoSSEI (Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam). Dari organisasi itulah, ia tertarik dengan pengabdian, sosial, dan menebar kebermanfaatan untuk sesama. Motivasinya bukan seberapa tinggi jabatan yang didapatkan, tapi seberapa banyak kebermanfaatan yang disebarluaskan. Bukan posisi yang diinginkan melainkan legacy yang diberikan. Ekonom Rabbani, BISA!!! (Miftah)
18
CALISA Who will be The Next Leader KSEI LiSEnSI?
(Arda/Eksyar 19)
(Rhafi/Eksyar 19)
(Rizki/Eksyar 19)
(Rizal/Eksyar 19)
Upgrading LiSEnSi sudah menjadi kegiatan yang tak mungkin terlewat untuk diadakan setiap tahunnya. Pada tanggal 12-13 Februari 2022 lalu, kegiatan Upgrading LiSEnSi telah sukses diselenggarakan meskipun masih secara online. Sesuai tema yang diusung, yakni “Meningkatkan Kualitas dan Integritas Punggawa Ekonom Rabbani dengan Karakter FRESH (Firm, Responsible, Independent, Disciplined, and Honest)” diharapkan dengan adanya Upgrading ini dapat membentuk para kader LiSEnSi menjadi lebih berkualitas dan berintegritas. Puncak dari serangkaian acara pada kegiatan Upgrading tersebut ditutup dengan pengumuman nama-nama CaLiSa (Calon LiSEnSi Satu) yang akan menjadi sosok pemimpin LiSEnSi di kepengurusan selanjutnya. Secara khidmat, pengumuman CaLiSa ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum LiSEnSi periode 2021/2022, Sdr. Rijalul Humam. Terdapat 4 (empat) nama yang nantinya akan melewati proses musyawarah, yakni M. Rizki Ardiansyah (Ekonomi Syariah 2019), Alda Ardani Muttaqin (Ekonomi Syariah 2019), M. Rizaludin (Ekonomi Syariah 2019), dan Rhafi Alamsyah (2019). Para kandidat yang telah ditunjuk menjadi CaLiSa tersebut akan melalui susunan acara selanjutnya mulai dari Pra-Musyawarah Anggota LiSEnSi (Pra MAL) hingga Musyawarah Anggota LiSEnSi (MAL) yang menjadi tahap terakhir dari proses pemilihan ketua umum LiSEnSi ini. Pada Pra-Mal, kandidat CaLiSa akan menyampaikan Visi dan Misi, serta melakukan Debat CaLiSa dimana kegiatan tanya jawab diberikan oleh panelis. Sedangkan untuk MAL, nantinya akan menjadi penghujung dari segala kegiatan yang dilaksanakan oleh kepengurusan LiSEnSi di periode saat ini. Mengingat pada kegiatan MAL tersebut, kandidat CaLiSa melalui proses terakhir sebelum akhirnya terpilih satu nama yang menjadi ketua umum LiSEnSi untuk menjadi pemimpin dalam melanjutkan dakwah ekonomi syariah yang harus terus digemakan oleh para kader LiSEnSi.
19
20
E-SHINE
Electronic Sharia Magazine
Kabinet Maslahah Pamit Undur Diri Terimakasih atas semua Kontribusi Ekonom Rabbani Bisaaaa!