Salam Redaksi
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh Hallo teman-teman semua Alhamdulillah puji dan syukur ataskehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat-Nya kepada kita semua. Kabar gembira untuk teman-teman semua, Alhamdulillah majalah E-shine edisi 14 yang selama ini ditunggu-tunggu telah terbit , diharapkan adanya majalah EShine ini dapat memberikan informasi lebih kepada teman-teman semua baik tentang LiSEnSi maupun seputar ekonomi Islam saat ini. Dalam edisi E-Shine kali ini kami membahas Perkembangan Instrumen Keuangan Ekonomi Islam, yang mana saat ini instrumen keuangan ekonomi Islam sedang berkembang pesat. Akhir kata. Tiada gading yang tak retak, begitu pula majalah E-Shine kali ini, mohon maaf atas kekurangan dan kesalahan yang kami buat, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan dan kami jadikan bahan evaluasi untuk memperbaikinya menjadi lebih baik, lebih bagus dan berkualitas. Sekian kami ucapkan. Salam hangat dari segenap pengurus LiSEnSi masa khidmat 2018. Terima kasih. Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh
Humed LiSEnSi
1
Pemimpin Redaksi Rizky Yulian Maulana
Reporter Salam Redaksi .............1 Daftar Isi .................. 2 Headline..................... 3 Event LiSEnSi ........... 5
Event FoSSEI ...........13
Theresa Darmayanti Marina Ledysha Rismadiana Khairunnisa Anggraeni Riska Nur Anggraini Rizka Yunita Indri Dwi Lestari
Kajian Keilmuan ........ 18
Fitria Rahma Alkhonsa
Kisah Inspiratif ....... 19
Fajar Dwi Alfian
Profil ....................... 21
Bahrul
Tokoh ....................... 22 Sosok ...................... 23 Referensi Buku ......... 24
Muhammad Azmi Nurkarim BPH LiSEnSi
PPM LiSEnSi Keilmuan LiSEnSi
Desain dan Layout Rizky Yulian Maulana
2
(Oleh: Theresa Darmayanti)
Wakaf uang adalah bentuk
dari
ijtihad para ulama yang mengqiyaskan bahwa uang juga merupakan benda yang dapat „ditahanâ€&#x; dan digunakan untuk kesejahteraan ummat. Dari perspektif ekonomi, wakaf adalah alat untuk membuat efek ekonomi atau manfaat sosial multiplier effect (Adam & Lahsasna, 2013). Di Indonesia sendiri, wakaf memiliki potensi yang besar dan perlu digali untuk dapat dimanfaatkan demi kepentingan sosial. Menurut Mustafa Edwin Nasution tentang potensi wakaf di Indonesia dengan jumlah umat Muslim yang dermawan diperkirakan sebesar 10 juta jiwa dengan rata-rata penghasilan Rp. 500.000 hingga Rp. 10.000.000, maka paling tidak akan terkumpul dana sekitar 3 triliun per tahun dari dana wakaf. Besarnya potensi wakaf tidak boleh Kita sia-siakan, maka diperlukan strategi pengelolaan wakaf yang tepat melalui Bank Wakaf dengan skema pembiayaan modal ventura yang dicetuskan oleh ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). Modal ventura adalah bentuk pembiayaan ekuitas dimana investor secara aktif berpartisipasi dalam usaha yang
3
dibiayai. Sapienza (1992) menganalisis 51 tanggapan kuesioner dari sampel pengusaha / CEO perusahaan yang didukung oleh usaha, yang cocok dengan perusahaan pemodal ventura di perusahaan-perusahaan ini. Studi ini menemukan bahwa nilai tambah rata-rata oleh pemodal ventura, seperti yang dirasakan oleh pemodal ventura dan pengusaha, secara signifikan positif terkait dengan tingkat inovasi yang dikejar oleh perusahaan - perusahaan ini, namun berhubungan negatif dengan ukurannya. Ini menunjukkan bahwa bantuan yang diberikan oleh para pemodal usaha sangat berguna untuk usaha kecil dan inovatif. Penyediaan uang saja tampaknya memainkan kondisi yang perlu namun jauh dari memadai untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan ketahanan; Bukti meningkat bahwa pemodal ventura menambah nilai fitur penting lain dari modal ventura adalah mempertahankan komitmen modal terhadap usaha portofolio (Sahlman, 1988, 1990, 1994). Fitur ini terkait erat dengan pembiayaan ekuitas. Dalam kontrak berbagi dengan informasi asimetris (yaitu tanpa pemantauan),
pengusaha selalu memiliki insentif untuk melaporkan keuntungan kurang (lihat Bolton dan Scharfstein, 1990, untuk model formal). Ini mengharuskan investor menerima bagian keuntungan yang lebih kecil, sehingga meningkatkan kepemilikannya sendiri. Dengan modal pementasan, insentif semacam itu terhambat, karena pengusaha harus kembali ke pemodal ventura untuk mendapatkan modal untuk tahap selanjutnya dari proyek. Mekanisme ini, selanjutnya, mendorong pengusaha untuk mengoptimalkan usahanya untuk meyakinkan pemodal ventura guna melanjutkan dukungannya. Dilansir dari Fossei Nasional, saat ini, Bank Wakaf Ventura masih dalam proses pematangan konsep, sosialisasi dan sinergi dengan semua stakeholder-nya. Rencananya pemegang saham bank wakaf akan berupa organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Ormas Islam yang dijajaki mulai dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, ICMI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan lainnya. Rencananya bank wakaf ventura akan memiliki modal disetor sebesar Rp. 200 miliar. Lembaga keuangan syariah diinisiasi oleh ICMI ini bertujuan untuk mengangkat ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, sasaran utama bank wakaf adalah memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Perlu kehati-hatian yang ekstra dalam mengelola dana wakaf karena merupakan dana jariyah umat. Wakaf adalah harta abadi dan penyalurannya harus tepat. Bank wakaf ventura pun dituntut untuk menyalurkan dana wakaf kepada sektor riil dan nantinya akan membantu permodalan pebisnis yang merupakan anggota dari ormas-ormas Islam. Dengan demikian, ormas Islam akan dapat ikut menggerakan roda ekonomi umat. Pemegang saham bank wakaf ini berasal dari para ormas Islam. Ormas Islam diharapkan menggerakan roda organisasinya untuk memacu kegiatan bisnis jamaah.
Pro dan kontra pun mengalir, mulai dari kekhawatiran pemanfaatan dana wakaf kepada sektor yang tidak seharusnya menikmati dana wakaf, hingga penghimpunan dana wakaf dari berbagai pihak dan bukan dari sumber dana keagamaan atau wakaf uang. Jika sudah demikian, maka lembaga keuangannya hanya akan menjadi lembaga IKNB Syariah biasa saja. Namun, untuk pengelolaan yang lebih baik tak ada salahnya apabila kita mengoptimalkan peran teknologi dalam pengimpunan dana wakaf yang dapat kita contoh dari Malaysia. Upaya pemerintah Malaysia agar wakaf uang lebih mudah diakses pengiriman atau pelaksanaannya adalah dengan mengirim SMS (pesan singkat kirim) menggunakan telepon selular yang dilaksanakan oleh Bank Islam dan Maybank melalui Yayasan Restu Wakaf dan Maybank Wakaf (Ibrahim et al., 2013). Dalam metode lain, Selangor telah memperkenalkan “Saham Infaq� pada tahun 2009 yang memungkinkan orang untuk membayar Wakaf Tunai melalui pemotongan gaji bulanan hanya RM 5 (Perbadanan Wakaf Selangor, 2011). Pada saat yang sama, Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (Yadim) juga menawarkan National Cash Waqf Skema dengan harga minimum RM 10 (Ibrahim et al., 2013). Untuk memulai suatu tujuan yang besar, diperlukan juga upaya yang inovatif berupa optimalisasi teknologi keuangan yang mudah diakses masyarakat pun masih bisa dijadikan cara untuk menggapai falah dan mewujudkan kesejahteraan sosio-ekonomi yang mapan. Tujuan utama ekonomi Islam adalah falah dan maslahah, sehingga upaya apapun yang dilakukan perlu dioptimalkan demi kemaslahatan umat selama tidak bertentangan dengan syariat. Selain itu, Diperlukan sinergi peran pemerintah dan institusi terkait pengawasan yang ketat dan alokasi yang tepat sehingga mampu mencapai target sasaran dan mampu mewujudkan kesejahteraan serta pengurangan jumlah kemiskinan.
4
Jakarta, LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar acara Pembukaan Mentoring SMK 20 Jakarta, pada Jumat (10/03/2017) yang diselenggarakan di SMK Negeri 20 Jakarta. Pembukaan mentoring ini bertemakan tentang “Urgensi Ekonomi Islam� dengan mendatangkan pembicara dari alumni LiSEnSi yaitu Moh. Chairul Annas selaku Ketua LiSEnSi periode 2015/2016. Acara ini dibuka oleh salah satu perwakilan dari SMK Negeri 20 Jakarta yaitu Ibu Indah selaku
penanggungjawab
Syariah.
Beliau
sangat
jurusan
Perbankan
mengapresiasi
acara
tersebut karena diharapkan dengan kegiatan tersebut dapat mempererat tali silaturrahim antara SMK Negeri 20 Jakarta dan LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di mana hubungan keduanya telah terjalin selama kurun waktu lebih dari lima tahun. Beliau juga sangat berterima kasih
kepada
LiSEnSi
UIN
Jakarta
atas
kerjasamanya selama ini terkait dengan kegiatankegiatan yang dilakukan yang dapat memperdalam wawasan dan pengetahuan bagi siswa SMK 20 tentang Ekonomi Islam. Sebagai
informasi,
kegiatan
ini
merupakan
pembukaan mentoring yang dilakukan dengan konsep mini seminar sebagai salah satu tanda telah dibukanya mentoring mingguan LiSEnSi yang diadakan setiap Jumat sore di Masjid SMK 20 Jakarta. Kegiatan tersebut tidak akan terlaksana tanpa kerjasama antara pihak SMK 20 Jakarta dengan LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah.
5
Akhir acara tersebut, diharapkan seluruh anggota yang hadir baik siswa SMK 20 Jakarta maupun mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat memahami bagaimana urgensi ekonomi islam saat ini, potensi Ekonomi Islam untuk perekonomian di Indonesia, dan peran penting Ekonomi Islam di Indonesia, serta siswa SMK 20 Jakarta dan Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta lebih termotivasi untuk mempelajari, memperdalam, mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta berkontribusi demi kemajuan ekonomi Islam salah satunya melalui mentoring ini. (PPM LiSEnSi)
KAJIAN PERDANA LISENSI (KARSI) Jakarta, LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengelar acara Kajian Perdana LiSEnSi, pada Senin (20/03/2017) yang diselenggarakan di Teater 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. KARSI ini bertemakan “Bank Wakaf: Revolusi Pengelolaan
Wakaf�
diselenggarakan konsep
dan
dengan
seperti
seminar,
dengan mendatangkan tiga pembicara
utama
yaitu,
Bapak Dr. Asep Saepudin Jahar, MA (Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Jakarta),
Hidayatullah Bapak
Dr.
H.
Moch. Bukhori Muslim, MA (Dosen FSH dan FEB UIN Syarif Jakarta),
Hidayatullah dan
Bapak
Ali
Sakti, M.Ec (Peneliti ISEFID). Acara tersebut dihadiri 114 peserta yang berasal dari kalangan Mahasiswa UIN dan luar UIN. Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Desmadi Saharudin, MA. "Dengan adanya bank wakaf ini nantinya diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan umat saat ini, khususnya masyarakat menengah ke bawah" ujar beliau dalam sambutannya.
Beliau sangat mengapresiasi acara ini karena acara ini sangat
mendukung akademis mahasiswa dan mendorong mahasiswa untuk lebih sering berdiskusi. Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan kajian perdana yang dilakukan secara akbar dengan konsep seminar, sebagai tanda telah dibukanya agenda kajian rutin LiSEnSi setiap hari kamis di setiap minggunya. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama antara LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Islamic Economic Forum for Indonesia Development (ISEFID).
6
Akhir dari acara ini, diharapkan seluruh mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat memahami
apa itu Bank Wakaf, apa urgensi didirikannya bank wakaf dan bagaimana
tantangan bank wakaf di Indonesia, serta mahasiswa lebih terdorong untuk lebih giat dalam mempelajari, berdiskusi dan berkontribusi demi kemajuan ekonomi Islam. (Keilmuan LiSEnSi)
“WRITING CLASS 2017” Develop Your Knowledge Through Writing Culture Pengembangan
ilmu
pengetahuan
merupakan salah satu hal yang tertanam dalam
Tri
Dharma
Perguruan
Tinggi.
Penelitian dan pengembangan merupakan bentuk implementasi dari ilmu pengetahuan yang didapat selama proses pendidikan di perguruan tinggi. Mahasiswa dituntut untuk berkompeten
dalam
mengembangkan
penelitian dan menerapkannya baik dalam Ekonomi, Sosial-Agama, dan Sains Teknologi dengan harapan akan memberi manfaat bagi masyarakat serta dapat menyejahterakan bangsa di kemudian hari. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan akan penelitian yang kompeten, Divisi Riset LiSEnSi UIN Jakarta menyelenggarakan sebuah acara yang diberi nama “ Writing Class 2017”.
7
Tujuan dari diadakannya “Writing Class 2017” ini adalah untuk menumbuhkan budaya menulis dan meneliti bagi kalangan mahasiswa dan juga untuk mengembangkan kemampuan dalam meneliti dan menulis karya tulis ilmiah. Adapun peserta yang mengikuti acara “Writing Class 2017” ini berjumlah 50 orang yang sesuai dengan target peserta yang telah ditetapkan oleh Divisi Riset, yang terdiri dari kalangan mahasiswa UIN Jakarta, baik yang dari Fakultas Ekonomi dan non Ekonomi, ada mahasiswa S2 juga yang ikut dalam acara ini. Waktu pelaksanaan acara “ Writing
Class
2017”
adalah
setiap
hari
Rabu
tiap
minggunya hingga hari Rabu minggu ke-4 pada tanggal 12 April 2017 hingga 10 Mei 2017, pada pukul 15.30 s.d 17.30 WIB. Acara ini sampai tanggal 10 Mei 2017 dikarenakan terdapat hari libur nasional di tengah-tengah jadwal yang telah ditetapkan. Tempat berlangsung acara ini adalah di ruang kelas di gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta. Untuk pemateri yang mengisi dalam acara “ Writing Class 2017” terdapat 2 orang, dimana untuk pemateri pertama mengisi di hari pertama dan pemateri kedua mengisi hari kedua sampai hari ke empat. Divisi Riset mengundang Muhamad Rizky Rizaldi sebagai pemateri pertama. Beliau merupakan lulusan Durham University UK, dengan gelar Master of Science di bidang Islamic
Finance, yang saat ini sedang menjabat sebagai dosen muda di Universitas Gunadarma, Depok. Kak Rizaldi membawakan materi seputar pendahuluan tentang kepenulisan, bagaimana urgensi dalam menulis, tips trik, dan juga sebuah peluang karir di bidang kepenulisan karya tulis ilmiah. Untuk pemateri kedua adalah seorang mahasiswa UIN Jakarta yang memiliki segudang prestasi di bidang kepenulisan baik di tingkat regional maupun nasional, yang telah banyak memenangi kejuaraan di bidang kepenulisan, beliau adalah Agung Maulana Ismail. Ka Agung membawakan materi seputar teknis kepenulisan, bagaimana memulai sebuah tulisan, menyusunnya dengan sangat baik, jenis-jenis karya tulis, dan juga seputar konferensi nasional maupun internasional. (Fajar Dwi Alfian)
8
ISLAMIC ECONOMIC MAJELIS TA’LIM LiSEnSi UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar acara Islamic Economic Majelis Ta‟lim (IEMT), pada Sabtu (21/04/2017) yang diselenggarakan di Majelis Ta’lim Mau’idzatun Hasanah di daerah Cordova Jl. H. Nipan No.40, Pisangan, Ciputat. IEMT ini bertemakan tentang “Harta (Kepemilikan)”. Rangkaian diawali
dengan
acara
ini
pengajian-
pengajian yang dilakukan oleh ibu-ibu
majelis
kemudian
diakhiri
ta‟lim dengan
pemberian materi (ceramah) yang disampaikan oleh Dian Ismi Islami yang tak lain merupakan salah satu alumni LiSEnSi.
Acara
tersebut
dihadiri 45 orang yang berasal dari kalangan ibu-ibu Majelis Ta‟lim dan 10 orang dari kalangan Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara ini dibuka oleh salah satu perwakilan dari Majelis Ta‟lim yaitu Ibu Hayati. Beliau sangat mengapresiasi acara tersebut karena diharapkan dengan kegiatan tersebut dapat menambah pengetahuan dan dapat mempererat silaturrahim kepada masyarakat, sekaligus menjadi pembelajaran bagi Mahasiswa UIN Jakarta untuk dapat membagikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat sekitar. Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari KSEI LiSEnSi UIN Jakarta yang dilakukan dua kali dalam setahun dengan konsep acara pengajian dan juga ceramah yang biasa dibawakan oleh LiSEnSi atau Dosen UIN Syarif Hidayatullah. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama antara LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Majelis Ta‟lim Mau‟idzatun Hasanah terutama kepada Ibu Munaroh selaku ketua pengajian Majelis Ta‟lim Mau‟idzatun Hasanah.
9
Akhir acara tersebut, diharapkan seluruh anggota yang hadir baik ibu-ibu maupun mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat memahami apa itu harta (kepemilikan), apa fungsi harta, cara penggunaan harta, dan pemanfaatan harta dalam Islam, serta mahasiswa dan ibu-ibu atau masyarakat lebih termotivasi untuk mempelajari, mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta berkontribusi demi kemajuan ekonomi Islam. (PPM LiSEnSi)
Seiring
berkembangnya
permasalahan
Ekonomi yang dihadapi negeri ini semakin bertambah keniscayaan masyarakat tentang Ekonomi Islam, semakin bertambah pula kebutuhan akan sumber daya Ekonom Islam terutama dikalangan akademisi. Mengingat hal tersebut setiap tahunnya Kelompok Studi
Ekonomi
Islam
LiSEnSi
UIN
Syarif
Hidayatullah Jakarta rutin melakukan perekrutan anggota baru yang dikemas dalam satu acara yang bernama Diklat Ekonomi Islam. Dengan bertemakan “Rabbaniyyah
Economic Generation: One Step
Closer to The Rise of Islamic Economic,� Selain merkerut Anggota baru acara Diklat ini merupakan salah satu program yang memperkenlakan LiSEnSi kepada mahasiswa, yang mana setelah mengikuti acara ini diharapkan mahasiswa semakin giat dalam mengkaji ekonomi Islam. Dengan mengikuti acara DEI ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat mahasiswa terutama dalam memperjuangkan dakwah Ekonomi Islam. Berlatarkan pemandangan yang asri dan sejuk, DEI tahun ini bertempat di Villa
Bunda
Arlika,
Pengasianan, Depok. Tidak hanya panitia dan peserta yang hadir, banyak dari kalangan Alumni dan MPL yang turut meramaikan dan mensukseskan acara tahunan ini. Dengan berprinsip akal yang sehat ada di dalam jasmani yang kuat, maka acara yang diadakan juga beragam dari mulai materi tentang ekonomi Islam sampai olahraga pagi bersama. Dalam acara ini juga terdapat Community Development (Comdev), yang mana peserta diberikan tiga pilihan penjurusan minat lomba yakni Olimpiade, Karya Tulis Ilmiah dan Debat.
10
Ada pula Mini Conference yang melatih peserta untuk mengemukakan pendapat di muka umum. Dari berbagai kegiatan LiSEnSi yang ada, terdapat ciri khas tersendiri dari acara DEI ini, yakni peserta dan panitia menggunakan kostum yang sama, sehingga tidak terlihat jelas perbedaan antara peserta dan panitia. Pada DEI 2017 ini pemateri yang mengisi juga merupakan para ahli di bidang ilmu ekonomi Islam. Seperti Pak Muhammad Yusuf Helmy yang merupakan konsultan Ekonomi Islam di Karim Consulting pada acara ini beliau mengisi materi yang bertema bagaimana menjadi praktisi ekonomi Islam yang baik, kemudian ada Pak Ali Sakti yang merupakan peneliti ekonomi Islam di Bank Indonesia, beliau mengisi Urgensi Dakwah Ekonomi Islam, dan juga Bang Iman Ni‟matullah yang merupakan pendiri LiSEnSi sekaligus direktur BPRS Harta Insan Karimah yang mengisi materi Karakteristik Ekonom Rabbani. Materi-materi yang disampaikan tidak lain bertujuan untuk mengenalkan ekonomi Islam, pemerataan & pengembangan pengetahuan akan ekonomi Islam, serta pengukuhan cita-cita akan kejayaan ekonomi Islam di dalam diri peserta. Alhamduliallah, Pada akhir acara
ini
banyak
peserta
yang
terkesan, seperti Hanatul Murohani dari
jurusan
dengan
ekonomi
perasaan
mengatakan
“Acara
mengesankan
sekali,
Syariah
senang ini
dia
sangat
Saya
yang
merasa tadinya nothing menjadi
something, yang tadinya no one, menjadi someone, pesannya buat LiSEnSi maju terus, Buat bangga ekonomi
Islam
di
kancah
Internasional.” Selain dari jurusan Ekonomi Syariah, Hukum Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah ada pula peserta yang berasal dari luar jurusan Ekonomi Syariah, seperti Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi, dan Agribisnis. Walaupun bukan berasal dari jurusan ekonomi Islam semangat dan antusias mereka tetap sama dalam mempelajari ekonomi islam dalam acara DEI kali ini. Seperti yang dikatakan Fakhri Fadhlurrohman dari jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, “Alhamdulillah acara DEI ini membawa kesan positif, Saya mendapatkan pengalaman yang tidak bisa dilupakan, ukhuwwah, kedisiplinan, kesabaran, serta Ilmu yang sangat bermanfaat”. Demikian, Wallahu Musta`an. (Muhammad Azmi Nurkarim)
11
Bakti Sosial LiSEnSi 2017 Pada Sabtu, 17 Juni 2017 telah dilaksanakan kegiatan Bakti Sosial bertemakan “Sharing
Togetherness with Charity in Ramadan” oleh Divisi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi UIN Jakarta). Kegiatan dilaksanakan pukul 16.00 – 19.15 WIB bertempat di Yayasan Panti Asuhan Nurul Ikhwan, Pisangan, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten. Acara tersebut diikuti oleh 35 orang peserta yang terdiri dari anak-anak Panti Asuhan Nurul Ikhwan. Kegiatan
Bakti
Sosial ini dimulai dengan Pembukaan dan sambutan dari sodara Ilham Irsyad Risyadi
selaku
Ketua
LiSEnSi
Periode
2017-
2018 dan sodara Bahrul selaku
Koordinator
PPM
Periode 2017-2018. Acara dilanjutkan
dengan
Do‟a
bersama dan Istighosah. Kemudian, diadakan games dan kuis berhadiah alat tulis bagi para pemenang. Setelah itu, pemberian motivasi islami yang berkaitan dengan tema acara oleh Bapak Ircham Surahman, S.E., MCHT., CHt., CPM. Usai
pemberian
motivasi,
diadakan
buka puasa bersama dan sholat maghrib berjamaah. Dilanjutkan dengan pemberian cenderamata kepada motivator dan pihak Panti.
Acara
diakhiri
dengan
Do‟a
dan
Penutup serta penyerahan santunan berupa uang tunai dan sembako dari pihak panitia yang diwakilkan oleh sodara Bahrul kepada peserta dan pihak Panti yang diwakilkan oleh Ibu Fitri selaku pengurus Panti. (Bahrul)
12
TEMILREG JABODETABEK 2017 Temilreg atau Temu Ilmiah Regional Jabodetabek adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya di masing-masing regional KSEI se-Indonesia. Kali ini, Temilreg Jabodetabek dilaksanakan di Universitas Yarsi, Jakarta. LiSEnSi mengirimkan beberapa perwakilannya untuk mengikuti semua perlombaan yang ada, seperti Olimpiade Ekonomi Islam terdapat 2 tim; 2 perwakilan di lomba Karya Inspiratif Muslimah; 2 tim untuk perlombaan Video Creative; 1 tim di lomba Debat Ekonomi Islam; dan 1 perwakilan di lomba Poster Gerakan Halal. Dari semua perwakilan yang diikutsertakan, pencapaian terbaik LiSEnSi UIN Jakarta adalah juara 3 Olimpiade Ekonomi Islam atas nama Reza Andika Putra, Rizka Yunita, dan Rizkika Azizah dari Tim A. (Bella Firmansyah)
13
TEMU ILMIAH NASIONAL (TEMILNAS) XVI 2017 Temu Nasional agenda
Ilmiah Merupakan
rutin
yang
diselenggarakan oleh Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), yang dimana tujuan dari diadaknnya Temilnas adalah untuk memperkuat Ukhuwah dan tali silaturahmi antar seluruh KSEI yang ada di indonesia. Temilnas dari setiap tahunnya di kemas dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari Seminar nasional dan Lomba-lomba antar KSEI yang ada di indonesia, meliputi lomba Olimpiade, Business Plan, dan Simposium Paper. Temu ilmiah nasional tahun 2017 kali ini diselenggarakan pada tanggal 27 – 30 April 2017 di Universitas Islam Negeri Yogyakarta, dan terselenggara
atas kerjasama antara KSEI
ForSEBI dengan FoSSEI dengan mengangkat Tema “Optimizing Indonesian‟s Potential Towards
The World Halal Lifestyle Center”. LiSEnSi UIN Jakarta untuk kesekian kalinya mengirimkan delegasi terbaiknya untuk mengikuti acara yang sangat bergengsi tersebut, mereka adalah (FEB),
Ahmad
Ramadhani
Muhammad Azmi Nurkarim
(FEB),
Ilham Irsyad Risyadi (FEB) di tim olimpiade Ekonomi Islam 1; Abyan Naufal Asyhar (FEB), Fajar Dwi Alfian (FEB), Riska Nur Anggraini (FEB) di Tim Olimpiade Ekonomi Islam 2; dan Theresa Damayanti (FEB), Rizka Yunita (FSH), Rizkika Azizah
(FEB)
di
tim
Olimpiade
Ekonomi Islam 3. Mereka semua adalah delegasi yang telah melewati karantina selama 2 bulan, dan akhirya diberangkatkan pada tanggal 26 April 2017 menuju Yogjakarta. Dan Alhamdulillah salah satu tim olimpiade LiSEnSi
14
UIN Jakarta dapat menembus final Olimpiade Ekonomi Islam, menempati peringkat 5 dari 114 tim olimpiade yang ada. Tidak hanya itu, banyak pengalaman yang bisa didapatkan oleh teman teman LiSEnSi yang bisa dibagikan ke teman-teman LiSEnSi yang lain. Salah satunya adalah, dalam dakwah ekonomi Islam ini, kita berjuang tidaklah lah sendiri. Ada lebih dari 100 KSEI yang ada di indonesia, dan ada lebih dari 1000 mahasiwa yang sama-sama berjuang dan saling menguatkan satu sama lainnya. (Ilham Irsyad Risyadi)
KAMPANYE NASIONAL EKONOMI SYARIAH 2017 “Membangun Kesadaran Masyarakat Indonesia dalam Penerapan Halal Life Style”
Kampanye Nasional merupakan bentuk dari kegiatan mengkampanyekan ekonomi syariah secara langsung kepada masyarakat dan menerapkan sistem ekonomi syariah dalam tatanan kehidupan. Tema yang di usung tahun ini yaitu “Membangun Kesadaran Masyarakat Indonesia Dalam Penerapan Halal Life Style „‟ Agenda yang di pilih KSEI UIN Jakarta adalah KSEI Goes to School. Sekolah yang dikunjungi KSEI UIN Jakarta yaitu Sekolah SMK 2 Bintaro, MAN 13 Jakarta, dan SMK 20 TangSel. Dimana dalam rangkaiannya, KamNas ini juga mengadakan aksi nyata dengan melakukan Word of Mouth (WoM), yaitu sosialisasi ekonomi syariah secara face fo face yang di lakukan oleh kader LiSEnSI secara langsung kepada siswa-siswi di sekolah tersebut. Agenda ini dilaksanakan pada tanggal 13 dan 14 April 2017. Para siswa-siswi yang mengikuti sosialisasi tersebut sangat antusias dan merasa senang karena sudah diberi pemahaman tentang pentingnya ekonomi syariah. Materi yang di sosialisasikan berkiatan dengan Riba, Lembaga Keuangan Syariah dan Halal Lifestyle. Dan puncak KamNas ini dilakukan di Masjid Raya Bogor. (Firman Fajri)
15
SKJ
(Silaturahmi
KSEI
SMK 20 Jakarta, SMK 2 Bintaro dan SMKN
Jabodetabek) adalah salah satu kegiatan
2 Tangsel. Dalam kunjungan tersebut para
atau acara tahunan yang dilaksanakan oleh
anggota dan pengurus LiSEnSI menjelaskan
FoSSei Jabodetabek. Kegiatan SKJ Tahun
tentang ekonomi Islam kepada para siswa
2017 ini dilaksanakan di STEI SEBI, dengan
yang ada, dan mereka (siswa) menanggapinya
mengangkat tema “Menjalin Ukhwah Agar
dengan respon yang positif.
Dakwah Semakin Terarah�, di mana malam puncaknya yaitu tanggal 15-16 April lalu. telah
Setelah kegiatan Pra-SKJ selesai dilaksanakan, maka selanjutnya adalah acara
Dalam kegiatan SKJ ini, LiSEnSi
Puncak SKJ yang ditunggu-tunggu oleh para
mengirimkan
delegasi
beberapa
delegasinya
masing-masing
KSEI
se-
sebagai panitia dan
Jabodetabek.
peserta,
di
dalam acara Puncak SKJ
mana terdiri dari 2
ini mereka bisa bertemu
orang panitia dan
dengan
14 orang peserta
yang
untuk
Jabodetabek,
yang
membantu
seluruh ada
mendapatkan
acara tersebut.
kegiatan
meliputi dan
kegiatan-
yang
sangat
Ekonomi
Islam,
Sarasehan
SKJ.
FoSSei
Jabodetabek,
Pada saat Pra-SKJ yang
dan
adalah Seminar Dakwah
ini
Pra-SKJ
Puncak
daerah
bermanfaat diantaranya
Rangkaian kegiatan
KSEI
di
mensukseskan
dari
Karena
Talkshow
dijadwalkan
Strategis
pada tanggal 1-14 April lalu, masing-masing KSEI diwajibkan untuk mengikuti agenda: KSEI goes to school, KSEI goes to market, dan KSEI goes
dan Manajemen
KSEI,
yang
dibawakan oleh 6 pembicara bergengsi, di antaranya ada Pak Iman Niâ€&#x;matullah dan Pak Ali Sakti.
to village yang bertujuan untuk menyiarkan
Bukan hanya itu, dalam rangkaian
tentang ekonomi Islam agar ekonomi Islam
acara Puncak SKJ ini juga para peserta
dapat
melakukan kegiatan-kegiatan yang membuka
dikenal
oleh
seluruh
lapisan
masyarakat. LiSEnsi sendiri mendapatkan tugas untuk KSEI goes to school, dan tugas tersebut dilaksanakan pada tanggal 13 dan 14 April dengan mengunjungi 3 sekolah yaitu
wawasan dan pengetahuan mereka seperti mini conference yang bertemakan tentang perpindahan Ibu Kota Indonesia, dan juga ada kegiatan yang menyenangkan seperti senam dan bermain games bersama-sama. (Nining Lathifah Rahman)
16
Kajian penutup yang diselenggarakan oleh divisi keilmuan LiSEnSi pada senin 19 Juni 2017 lalu mengusung tema mengenai kolaborasi sektor sosial dan sektor keuangan. Kajian penutup ini diisi oleh pemateri yang cukup berpengalaman pada bidang pengelolaan zakat, beliau adalah Bapak Hendro Wibowo, SEI., MM., CFP. yang merupakan ketua umum koprs Alumni FoSSEI, wakil sekjend IAEI, ketua bidang MES (Masyarakat Ekonomi Syariah), dan juga merupakan dosen di STEI SEBI, UIN Syarif Hidayatullah dan Universitas Paramadina. Menurut data yang dilansir dari BAZNAS pada tahun 2015, pertumbuhan penghimpunan zakat jauh lebih tinggi yaitu 21.21% daripada pertumbuhan GDP indonesia sendiri yang tumbuh sebesar 4.79%. Selain itu, penyaluran dana zakat berdasarkan bidang penyalurannya terbagi menjadi 5 bidang dengan masing-masing proporsi yaitu sosial (41,27%), pendidikan (20,35%), ekonomi (15,01%), dakwah (14,87%), dan kesehatan (8,5%). Program-program yang berhasil dilaksanakan oleh BAZNAS antara lain adalah pusat layanan mustahiq, ZCD (Zakat Community Development), Rumah Sehat BAZNAS, Rumah Cerdas Anak BAZNAS, Baitul Makmur BAZNAS, Rumah Daâ€&#x;wah BAZNAS, dan BAZNAS tanggap bencana. Dari data yang terlampir diatas dapat disimpulkan bahwa zakat dapat digunakan sebagai instrument pengentas kemiskinan. akan lebih baik lagi apabila zakat digunakan untuk memberdayakan mustahik, tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga digunakan untuk sektor produktif. Menurut beliau, kolaborasi antara lembaga keuangan bank dan non bank dengan lembaga zakat sangat diperlukan agar dapat mewujudkan distribusi zakat yang lebih efektif sesuai dengan tujuan pengelolaan zakat melalui amil zakat yang tertuang pada UU No. 23 Tahun 2011 yaitu untuk
meningkatkan
efektivitas
dan
efisiensi
pelayanan
dalam
pengelolaan
zakat
dan
meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.
Dalam 5 agenda nasional zakat, salah satunya adalah sinergi, yaitu kolaborasi
lembaga-lembaga
yang
mampu
mewujudkan
tujuan
zakat
tersebut.
Untuk
mewujudkan
optimalisasi penghimpunan dan penyaluran zakat, pemerintah mengeluarkan permen (peraturan menteri) koperasi dan UKM No. 16 tahun 2015 yang memperbolehkan koperasi untuk mengelola zakat. Selain itu, zakat juga dapat dihimpun melalui crowdfunding kitabisa.com, dan melalui perbankan syariah. (Keilmuan LiSEnSi)
17
BELAJAR BERTAHAN HIDUP DARI SEEKOR TIKUS KECIL Bagi kalian yang sedang terjebak dalam sebuah masalah yang sulit. Mungkin cerita seekor tikus dalam bertahan hidup ini bisa menjadi pelajaran untuk kita.
Di sebuah dapur yang sedikit gelap, seekor tikus mengendap-endap sambil sesekali mengendus berbagai barang yang ditemukannya di sana. Gerakannya tampak lincah, dengan ukuran tubuh tak lebih dari setengah kepal orang dewasa saja. Sepertinya, ini kali pertama tikus kecil tersebut datang bertandang, sebab ia sedikit kebingungan dan mencoba untuk mengenali setiap jengkal sisi dapur yang berantakan itu. Perjalanan pertama tentu harus dilakukan dengan sangat hati-hati, bukan? Namun naas bagi tikus kecil tersebut, tiba-tiba saja dapur yang tadinya gelap dan hanya tertimpa segaris cahaya dari lampu ruang di sebelahnya menjadi terang-benderang, berbarengan dengan suara “klik� yang sangat singkat dan mengejutkan. Tikus kecil kaget, sedikit terjengkang ke belakang, dan akhirnya terjatuh ke dalam sebuah mangkuk besar yang basah. Tikus tersebut diam di sana, mendengar langkah kaki seseorang yang memasuki area dapur, memutar keran westafel dan kembali mengagetkannya dengan suara air yang sedikit terlalu deras hingga menyipratinya. Namun tikus kecil itu tetap diam di dalam sana, meski tubuhnya telah basah kuyup sejak terjatuh ke dalam mangkuk tersebut. Keran mati dan dapur kembali sepi, begitu juga dengan lampu yang padam sesaat setelah orang tersebut berlalu dengan langkah yang sama dengan sebelumnya. Tikus kecil tersebut diam beberapa saat, masih menunggu hingga kondisi benar-benar aman. Digerakkannya badannya perlahan, namun terasa sedikit berat. Dia berupaya melompat ke luar dari mangkuk besar, tapi tubuhnya kini sedikit lengket dan terasa licin di semua bagian. Bagaimana tidak, tikus kecil ini baru saja mendarat di dalam sebuah mangkuk besar yang dalam dan ž bagiannya berisi minyak goreng yang licin. Sulit baginya untuk meloncat ke luar, atau bahkan hanya untuk sekedar mengaiskan kuku-kukunya yang tajam pada sisi mangkuk untuk bisa meloncat ke luar. Seluruh permukaan mangkuk ini begitu licin, hingga mustahil baginya untuk bisa meloncat dengan mengandalkan kaki-kaki kecilnya.
18
Lelah? Tentu saja, ini pertama kalinya tikus kecil ini berenang di dalam minyak goreng yang licin. Tubuhnya yang lengket bahkan kini terasa mulai lelah, hingga ia memutuskan untuk diam sesaat dan memikirkan apa yang akan dilakukannya untuk bisa selamat dari mangkuk besar yang tidak ramah pada kedatangannya ini. Diam juga membuatnya menjadi lelah, atau bahkan lebih tepatnya putus asa. Tikus kecil mulai gelisah dan ketakutan, namun ia tak boleh mati, apalagi di dalam mangkuk yang licin ini. Perlahan kaki-kaki kecilnya mulai digerak-gerakkannya dengan teratur, entah apa yang sedang direncanakannya dengan hal tersebut. Barangkali, ia berupaya untuk menghabiskan semua sisa tenaga yang dimilikinya. Fajar datang dan tikus kecil itu masih saja menggerak-gerakkan kaki-kakinya di dalam cairan minyak goreng tersebut, kali ini dengan gerakan yang lebih lambat. Mungkin dia telah sangat kelelahan, hingga tak lagi memiliki tenaga untuk bergerak dengan cepat. “Klik� lampu dapur kembali menyala dan diikuti dengan langkah kaki yang sama seperti semalam. Tikus kecil sedikit kaget dan meloncat dengan cepat, ke luar dari mangkuk besar tempatnya menginap semalam. Pemilik rumah tak kalah kagetnya, melihat si tikus kecil berlari cepat meninggalkan mangkuk besar penuh minyak kental yang lebih mirip seperti mentega, sebab semalaman penuh kakinya bergerak mengaduk-aduk minyak tersebut hingga mengental dan bisa membuatnya lebih mudah untuk meloncat ke luar. Cerita diatas bukan mengajarkan kita untuk menjadi orang yang suka mengendap-ngendap pada saat masuk kerumah orang. Tapi cerita diatas mengajarkan kita untuk selalu berusaha dan bekerja keras dalam menghadapi masalah. Seperti halnya yang terjadi pada tikus tersebut yang terus berjuang dalam hidupnya. Karena dengan kerja keras dan pantang menyerah,masalah apapun dapat kita hadapi. Semoga cerita inspiratif ini bermanfaat. (Indri Dwi Lestari) Diambil dari http://www.sipolos.com/belajar-bertahan-hidup-dari-seekor-tikus-kecil/
19
Ketua LiSEnSi 2017-2018 Nama TTL Asal Hobby Motto
: : : : :
Ilham Irsyad Riyadi Belitang, 3 Januari 1996 Sumatera Selatan Menulis, handicraft “Always give the best and the best will back to for you”
Ilham Irsyad Riyadi yang akrab disapa Ilham ini merupakan mahasiswa FEB di jurusan Ekonomi Syariah semester 6 yang mengambil konsentrasi pembangunan syariah. Saat ini Ilham bertempat tinggal di kosan pondok cabe. Ia adalah salah satu mahasiswa yang sangat aktif belajar diskusi di kelasnya. Selain lisensi, ia juga aktif mengikuti kegiatan organisasi kampus baik internal maupun eksternal. Dulu, apa pandangan tentang LiSEnSi? Dulu saya mengenal LiSEnSi adalah organsisasi yang bergerak dalam bidang keilmuan yang selalu membuat saya penasaran dengan berbagai kajian keilmuannya, diskusinya, event nya, seminarnya, segala bentuk risetnya, prestasinya, bahkan orang-orang yang ada di dalamnya, yang menurut saya memiliki jiwa intelektualitas yang tinggi. Dan suatu hari saya berpikir ingin menjadi bagian dari mereka. Apa kesan Di LiSEnSi, dan apa yang diperoleh? Setelah saya mengikuti segala bentuk kegiatan LiEnSi dalam kalimat “Indahnya berproses memperbaiki diri dalam naungan ukhuwah dan dakwah untuk kejayaan ekonom Rabbani”. Kalimat ini juga memberikan makna yang saya peroleh dari LiSEnSi adalah bukan hanya berproses diri sebagai manusia atau mahasiswa yang menjadi lebih baik dalam mengikuti suatu organsisasi, melainkan lebih dari pada itu, disini saya menemukan keluarga baru, yang saling mengingatkan dalam hal kebaikan, dan saling membersamai dalam setiap kegiatan untuk mencapai satu visi yaitu jayanya ekonomi Islam. Apa yang membedakan LiSEnSi dengan organsiasi lain? Yang membedakan lisensi dengan organsasi lain adalah LiSEnSi berfokus pada bidang pengembangan diri SDM nya dari sisi keilmuan, kepemimpinan, kebersamaan, pengabdian masyarakat dan ahlaq. Bagaimana perasaan waktu terpilih menjadi ketua? Perasaan saya adalah, saya ditunjuk untuk memimpin suatu organisasi hebat yang menaungi insan-insan yang hebat pula didalamnya. Maka dari itu pula saya juga harus menjadi orang yang hebat seperti mereka, dan membuat langkah-langkah yang hebat pula untuk membersamai dalam suatu ikatan ukhuwah. Apa harapan untuk LiSEnSi? Harapan saya kedepannya untuk LiSEnSi adalah agar LiSEnSi terus diwarnai oleh penguruspengurusnya yang selalu memilki jiwa kerendahan hati, ahlaq yang baik, visi yang maju, intelektualitas yang tinggi, dan sifat-sifat baik lainnya yang dibungkus dengan kebersamaan dan silaturahim yang erat diantara pengurusnya. (Khairunnisa Anggraeni)
20
Ali Sakti, Tokoh Ekonomi Islam Masa Kini Tokoh ini merupakan sosok yang tidak asing lagi bagi laskar ekonom rabbani, selalu mampu
membangkitkan
perjuangan
dakwah
ghirah
ekonomi
semangat
syariah
demi
pembangunan peradaban umat. Ia adalah Ali Sakti, Lahir di Balikpapan 27 Maret tahun 1974. Sekarang beliau beralamat di Kompleks Telkom Blok A10/1 Legoso, Ciputat Timur, Banten. Beliau meraih gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Padjajaran (1998), Master of Economics di International Islamic University Malaysia (2002) dan sekarang tengah menempuh gelar PhD Finance di Universitas Indonesia. Dengan pengalaman studi tersebut tak heran beliau telah menjadi pembicara di beberapa negara, diantaranya pembicara pada Islamic Microfinance Seminar di Dubai yang di selenggarakan oleh World Bank tahun 2008, Special Session on Islamic
Microfinanace di Istanbul dan Kuala Lumpur oleh IFSB pada tahun 2012, dan IPAFEM 2015 di University of Glasgow, Scotland tahun 2015. Beliau merupakan dosen pasca sarjana di Universitas Paramadina dan Universitas Indonesia, serta merupakan seorang Peneliti di Bank Indonesia, fokus penelitiannya adalah perbankan syariah. Baginya bank syariah merupakan perjuangan yang wajib dilakukan untuk memberikan jalan bagi manusia untuk bebas dari dosa pada urusan harta dan keuangan mereka. Kekurangan yang masih ada pada bank syariah bukanlah kekeliruan yang kemudian membenarkan tindakan mengabaikan usaha perjuangan. Beliau selalu memotivasi para ekonom rabbani untuk memberikan karya terbaiknya sebagai inovasi pengembangan ekonomi syariah untuk negeri. seperti apa yang disampaikannya, ekonom rabbani merupakan garda terdepan umat dalam menyebarkan ekonomi Islam, dan jadilah batu bata terbaik bagi bangunan peradaban bangsa. Menurutnya, dakwah ekonomi Islam bukan bertujuan untuk menjadikan ekonomi islam diterapkan secara kaffah di tanah air, akan tetapi dakwah ekonomi islam harus lebih memperhatikan aspek masyarakat sebagai objek dakwah yang utama, karena sejatinya perilaku ekonomi manusialah yang akan dinilai di akhirat, dan dakwah adalah bagaimana kita mengurangi manusia sebagai bahan bakar api neraka agar ditempatkkan di jannah-Nya kelak. (Rizka Yunita)
21
Sosok Pemenang Telimreg Jabodetabek LiSEnSi UIN Jakarta Salah satu delegasi dari Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil meraih juara ketiga lomba Olimpiade Ekonomi Islam yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Temu Ilmiah Regional (Temilreg) Jabodetabek. Temilreg di tahun 2017 ini mengusung tema Halal Industry for Indonesian Future Economic dan diadakan di Universitas Yarsi Jakarta. Selain olimpiade ekonomi Islam, ada beberapa kategori lomba yang diadakan yaitu Lomba Karya Tulis Ekonomi Islam (LKTEI), Video Gerakan Halal, Lomba Halal Creative Preneur (Bussines Plan), Kisah Inspiratif Muslimah, Lomba Poster Gerakan Halal, serta Lomba Debat. Tak ingin melewati kesempatan ini, LiSEnsi pun mengirim beberpa delegasi terbaiknya dalam beberapa kategori lomba yang diadakan, meskipun tidak semua berhasil menyabet gelar juara. Adapun tim LiSEnSi yang meraih posisi ketiga dalam Olimpiade Ekonomi Islam ialah Rizkika Azizah (FEB), Reza Andika Putra (FEB), Rizka Yunita (FSH). Bagi Rizka, Temilreg merupakan ajang silaturahim seluruh KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) dan sharing mengenai keilmuannya. Ia pun merasa senang karena bisa mempersembahkan sesuatu untuk LiSEnSi. Pesan Menurut Reza bahwa faktor penentu kesuksesan adalah jika menyertakan Allah dalam setiap kegiatan. Rizka menambahkan, untuk teman-teman yang lain juga terus semangat untuk memajukan LiSEnSi. Faktor X nya juga jangan sampai lupa, seperti doa dan juga meminta saran dan masukan. “Niat karena Allah, disana bukan hanya untuk bersaing tetapi juga mencari teman sebanyakbanyaknya, serta ikhlaskan dan pasrahkan kepada Allah. Meskipun diberi kemenangan tetapi kita tetap tidak boleh melupakan teman-teman dari universitas lain yang sama-sama memperjuangkan ekonomi Islam,” Ujar Azizah. Terimakasih Azizah, Rizka, dan Reza ketiganya saat ditemui mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada kakak-kakak LiSEnSi yang sudah mau bersabar mengajarkan dan membimbing selama persiapan hingga waktu Temilreg, serta kepada semua orang yang sudah membantu dan mendoakan. “Kita juga harus ingat bahwa keberhasilan yang didapat bukan semata-mata karena diri sendiri, bukan hanya karena usaha kita sendiri saja tetapi ada banyak orang-orang dibalik layar yang support kita, mendoakan kita, mengajarkan kita,” tutur Rizka. (Riska Nur Anggraini)
22
“TERNYATA KITA TAK PANTAS MASUK SURGA” Jenis Buku : Agama Islam Judul Buku : Ternyata Kita Tak Pantas Masuk Surga Nama Pengarang : Ahmad Zacky El-Syafa Nama Penerbit : Genta Group Productions Tahun Cetak : Februari, 2017 Jumlah Halaman : 485 Halaman Harga Buku : Rp. 80.000
Menjadi Guru, Dosen bahkan Ulama tidak membuatnya sibuk untuk tidak berkarya dalam tulisan. Ahmad Zacky El-Syafa diusia yang sudah menginjak kepala empat, beliau mengeluarkan karyanya kembali yaitu masih membahas seputar agama islam secara ringan dan sesuai dengan apa yang ditemukan dalam aktivitas sehari-hari. Ditulisnya Buku ini dilatar belakangi oleh sebagian besar dari kita yang menganggap enteng dosa kecil serta keengganan untuk bersyukur. Menyatakan kalimat seperti judul buku ini rasanya kita tak rela, „ternyata kita tak pantas masuk surga‟ , kesan pertama saja langsung muncul pertanyaan „lho memang kenapa?‟ . tetapi jika sudah membaca dan memahaminya akan terjawab sendiri oleh kita „emang sih , kayanya ga pantes‟. Pembahasan-pembahasan tentang dosa diulas secara apik dan mengalir yang menyebabkan rasarasanya kita tak mungkin masuk Surga. Meski demikian, dalam buku ini juga menawarkan solusi atas dosa-dosa yang telah kita perbuat dengan segera bertaubat dan mencari rahmat Allah SWT. karena rahmat adalah hak prerogatif Allah untuk memasukan siapa saja ke dalam Surga-Nya. Pembahasan panjang lebar tentang dosa-dosa yang sering kita lakukan dan kenapa kita mesti melakukan dosa. Terkadang sudah banyaknya dosa yang kita perbuat memuat kita pesimistis untuk segera memperbaiki diri dan bersegera menjeput rahmat Allah SWT. Jika sahabat dan kekasih Allah saja pernah melakukan dosa, maka bagaimana dengan kita. Manusia yang bukan sahabat, juga bukan kelompok para kekasih Allah. Tentu dosa yang kita lakukan tidak terhitung jumlahnya. Setiap hari pasti kita tidak pernah terasa melakukan dosa, bilangan dosa yang kita lakukan seumpama butiran-utiran pasir “mitslu a‟dad al-rimal”. Dosa dalam pengertan sederhana dapat juga dikatan sesuatu yang dapat menyebabkan murka Allah SWT.
Murka
tersebut didapatkan kita dari hawa nafsu yang terkalahkan oleh kebaikan. Ada banyak nafsu yang bersarang dalam jiwa kita . Sehingga Jarang kita tersadar bahwa ternyata perang terbesar kita adalah peerang melawan hawa nafsu. Seakan-akan kita Lupa bahwa Allah menyaksikan segala perbuatan kita, yang pada akhirnya ya kita berbuat dosa lagi.. dosa lagi.. Segala hal tersebut disebabkan butanya kita akan akhirat dan kecintaan kita terhadap Dunia. Semua cara dilakukannya untuk kepentingan Dunia sehingga beku-lah hatinya ,bersaranglah dihatinya nafsu.
23
Hati - hati yang menyebabkan murka Allah bukan hanya Zina, Korupsi , Membunuh dan dosa-dosa besar yang menakutkan yang insya Allah mudah-mudahan jauh dari kita. tapi coba hitung dosa yang tak terasa dari kita ,yang kita anggap enteng, misalnya dibuku ini ditekankan pada : 1. Menggunjing/gibah Ada sebuah syair dari Ibnu Sirin “ andaikan aku ingin menggunjing seseorang, tentu aku akan menggunjing ayah dan ibuku. Pasalnya dengan begitu aku memberikan amal kebaikanku kepada mereka “ Setiap kali ada pertemuan, kumpul dengan teman-teman , kolega , partner atau apalah namanya . kita sering menggunjing. Awalnya mungkin memang tidak sengaja , tapi lama kelamaan perbincangan kita menjurus pada perbincangan aib seseorang. Rasulullah menyatakan bahwa menggunjing atau ghibah itu justru sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Kebanyakan diantara kita mengira, bahwa memperbincangkan fakta yang ada pada teman sendiri bukanlah ghibah. Kita sering mendengar “ itu kan fakta, fulan emang kaya gitu aslinya” justru itulah yang dikatan Nabi SAW sebagai Ghibah, karena jika dusta berarti fitnah. Ternyata menggunjing yang sering kita lakukan meski terkadang tanpa sengaja ternyata dosanya sama dengan memakan daging orang yang kita gunjing. 2. Riya Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa Riya adalah mencarii kedudukan pada hati manusia dengan memperhatikan kepada mereka hal-hal kebaikan. Kita harus ingat bahwa sesungguhnya pujian yang disampaikan oleh orang lain dan preestise, nama baik atau popularitas itu hanya kamuflase, imajinatif,dan hanya sekedar lewat belaka. Padahal itu semua akan hilang dan sirna seiring dengan berjalannya waktu. Yang justru harus difikirkan adalah bagaimana memperoleh pujian dan popularias sejati dari Allah SWT. 3. Marah Al-ghadab, merupakan penyakit hati yang digerakan oleh nafsu al-ammarah. Diibaratkan orang yang marah seumpama goa batu yang terbakar. Api terkurung didalamnya dan angin juga mengipasinya. Sehingga terkumpulah dalam goa , api dan uap yang semakin menambah panas. Meskipun diuahakan meyiramkan air untuk memadamkan , namun air itu seperti minyak yang membuat api itu semakin berkobar. Padahal hanya 3 hal saja yang ditekankan oleh buku ini dan itu adalah kebiasaan yang masih melekat pada diri kita. Maka Rasanya kita tak pantas masuk surgaa .. Jadi begitulah, jika kita melihat kehidupan kita yang penuh dengan gelimang dosa ini, rasanya „tidak pantas‟ kita bisa masuk Surga. Padahal kita sangat menginginkan masuk Surga, disetiap do‟a, selalu dipanjatkan permohonan agar Allah berkenang memasukan kita ke SurgaNya. Abu nawas pernah berkata “sungguh rasanya kita tak mungkin masuk surga, tetapi pada saat yang sama kita juga tidak kuat masuk neraka” Kalau tidak Surga ya Neraka, pilih yang mana?
24
Namun, tidak buntu begitu saja. Allah yang Maha Pengampun, Pemurah, pemberi petunjuk Maha atas segala sesuatu itu sebenarnya selalu siap menerima kita dalam keadaan apapun , selalu membuka pintu ampunannya meski sudah berat oleh dosa. Selalu optimis menggapai rahmat dan syafaat, seperti Kata Nabi SAW “ setiap orang pasti pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah ia yang mau bertaubat” Pernah ada seorang sahabat yang bertanya “wahai Rasulullah apakah tanda-tanda Taubat? ”Beliau menjawab “al- nadhmah (menyesal)”. Para ulama menyatakan bahwa taubat adalah “ meninggalkan dosa dalam segala bentuknya, menyesali dosa yang pernah dilakukan dan bertekad tidak mengulanginya kembali‟. Simple-nya , kita dikasih petunjuk dan jalan yang jelas yaitu Al Qur'an . Jangan keluar dari itu. Bukan hanya sebagai bekal akhirat , tapi juga way of life bagi manusia. yang Allah jaga dan pasti diantara kita semua memilikinya. Jika buntu bukalah, pahamilah dan amalkanlah. Yuk bertaubat! Sungguh, Dia Maha Pengasih yang kasih-Nya tidak pernah pilih kasih. Maha Pnyanyang, yang sayangnya tiada pernah terbilang. (Fitria Rahma Alkhonsa)
25
26
27