E- S H INE Electronic Shariah Magazine
News!!! Itikad dalam Peningkatan Literasi Keuangan Syariah
H E A D L I N E
22
th
Edition
E -S H I N E Electronic Shariah Magazine
THIS IS O
OUR TEAM
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
REDAKSI
Salam Redaksi
Assalamu'alaikum Warahmatul lahi Wabarakatuh Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat, taufiq dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan dan menerbitkan E-Shine edisi ke-21. Shalawat serta salam tak lupa selalu kami curahkan kepada bimbingan Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya yang telah membawa zaman jahiliyah hingga ke zaman yang
Tim Redaksi Penanggung Jawab: Yudhistira Fetano Sakti Muhamad Rijalul Humam Achmad Baihaqi Miftahul Jannah
TIM REDAKSI
Salam hangat para pembaca E-Shine, Alhamdulillah E-Shine kali ini telah diterbitkan. Topik utama yang dibahas kali ini adalah Literasi Keuangan Syariah. Sebagaimana diketahui bahwa sudah Literasi keuangan syariah sangat berpengaruh terhadap pengembangan dan inklusi ekonomi syariah di Masyarakat. Selain itu, E-Shine 21 ini juga memuat agenda, event, karya dan berita-berita mengenai Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi), serta prestasi dari Selamat Membaca! Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Editor & Designer: Achmad Baihaqi
Zidane Akbar Wiguna
Reporter: Achmad Baihaqi Miftahul Jannah Daffa Nelwan Ferragan Nur Arsyi Himmatul Ulya Hilmatul Fuadiyah Rachelyana Salsabila Rachmat Ahmad Maulana Hasyim
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR
TOKOH
HEADLINE EVENT
PROFIL
Kampanye Nasional XVII
REVIEW BUKU
IED X Temilreg Jabodetabek 2021 Temilnas XX 2021
COMING SOON WE-SHARE 2021
AGENDA LiSEnSi
Sutan Emir Hidayat Yudhistira Fetano Sakti
The Great Power of Mother
REVIEW FILM Taare Zameen Par (2007)
LiSEnSi CORNER
LiSEnSi Berbagi 2021
LiSEnSi Corner #1: Zakat LiSEnSi Corner #2: Etika Bisnis Islam
Research Training 2021
LiSEnSi MARKET
Kajian Perdana LiSEnSi 2021 MILAD KSEI LiSEnSi 2021
Musyawarah Kerja LiSEnSi 2021
Rabbani Economic Development LiSEnSi Stock School 2021
NEWS
Juara 3 Lomba Video Kreatif IED x Temilreg 2021 Top 3 Nulis Bareng Kisah Inspiratif Muslimah Kader Inspiratif FoSSEI Jabodetabek
HEADLINE Itik Itikad ad dal am P en i n g ka ta n Lite Literr asi K e u a n g a n Sya S ya ri a h Ditulis Oleh : Achmad Baihaqi Saat ini perkembangan ekonomi syariah terus bertumbuh di Indonesa. Faktor fundamental yang menentukan keberhasilan upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah adalah upaya peningkatan literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Literasi keuangan syariah adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengetahuan keuangan, kemampuan serta sikap untuk mengelola sumber keuangannya agar sesuai dengan ajaran Islam. Literasi keuangan syariah memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi syariah, semakin tinggi literasi ekonomi dan keuangan syariah pada masyarakat maka akan semakin tinggi pula penggunaan barang dan jasa yang halal dan sesuai syariah oleh masyarakat. Tingkat literasi keuangan penduduk Indonesia dibagi menjadi empat bagian, yaitu: Well literate, yakni memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan, serta memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan. Sufficient literate , yakni memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan. Less literate, yakni memiliki pengetahuan tentang lembaga jasa keuangan, produk dan jasa keuangan. Not literate, tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan terhadap lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, serta tidak memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan. Indeks Literasi Keuangan Syariah yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan pada tahun 2019 berada pada skor 8,93%. Sementara itu Indeks Literasi Ekonomi Syariah dari Bank Indonesia berada pas skor 20,1%. Indeks literasi keuangan syariah sangat mempengaruhi pertumbuhan beberapa sektor ekonomi syariah. Sektor perbankan syariah menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi syariah. Pertumbuhan perbankan syariah dari tahun ke tahun masih belum terlalu signifikan. Berdasarkan data Snapshot Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pada Desember 2020 Market Share Perbankan Syariah mencapai 6,51% dan naik menjadi 6,52% pada September 2021, hanya tumbuh sebesar 0,01% pertahun. Hal ini mungkin bisa menjadi faktor penghambat pertumbuhan perbankan syariah karena melihat masyarakat yang masih rasional dan indeks literasi serta inklusi keuangan syariah yang masih rendah. Disamping kita harus membenahi sektor perbankan syariah mulai dari infrastruktur, pelayanan dan Sumber daya yang terampil agar bisa bersaing dengan perbankan konvensional.
03
E le c tron ic S h a ri a M agaz i n e - 2 2 E di t i o n
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki komitmen tinggi dalam mendorong peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional dengan membuat Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021 - 2025. Arah strategis dalam SNLKI 2021 – 2025 disusun dengan mempertimbangkan keberlanjutan beberapa program strategis SNLKI 2013 dan SNLKI (Revisit 2017), hasil SNLIK tahun 2019, analisis SWOT dan evaluasi strategi untuk meningkatkan literasi keuangan, rekomendasi dari berbagai pihak serta implementasi kebijakan literasi keuangan di negara lain.Untuk kesinambungan, arah strategi dalam SNLKI 2021 – 2025 disusun berdasarkan 3 pilar program strategis SNLKI (Revisit 2017) yaitu Cakap Keuangan, Sikap dan Perilaku Keuangan yang Bijak, serta Akses Keuangan. Ketiga program strategis yang menjadi dasar dari SNLKI ini disusun atas beberapa hal: 1. Konsep dasar literasi keuangan bukan hanya didasarkan pada tiga aspek literasi keuangan yaitu pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan, melainkan meliputi pula aspek sikap dan perilaku. 2. Literasi keuangan sangat berkaitan erat dengan inklusi keuangan sehingga perlu adanya keselarasan dan kesinambungan antara kegiatan literasi keuangan dan inklusi keuangan. 3. Pencapaian strategi literasi dan inklusi keuangan lebih efisien dilakukan secara bersama-sama sehingga tujuan pencapaian literasi keuangan untuk memperluas akses masyarakat ke sektor jasa keuangan dapat dilakukan dengan lebih optimal. Bank Indonesia mengeluarkan Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah (LEKSI) pada Rabu, 26 Januari 2022. Dalam laporan ini dinarasikan berbagai data dan informasi tentang perkembangan dan arah kebijakan ekonomi dan keuangan syariah. Dalam konteks ini, BI memfokuskan diri baik pada sinergi ekonomi syariah nasional maupun program pengembangan BI. Semua dilakukan BI melalui kolaborasi dengan pemerintah, otoritas lembaga terkait, dan pemangku kepentingan (stakeholders) nasional dan internasional. BI juga berupaya melakukan penguatan terhadap arah kebijakan ekonomi dan keuangan syariah. Termasuk dalam upaya tersebut adalah penguatan kebijakan dan pengayaan berbagai tema-tema spesifik meliputi perkembangan sektor prioritas halal value chain fokus dua sektor, yakni makanan-minuman halal dan fashion muslim. Peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah merupakan kewajiban semua pihak, khususnya penyedia jasa keuangan. Peran intensif perbankan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berekonomi secara syariah. Kita sebagai generasi muda pejuang ekonom rabbani harus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah. Mulai dari hal kecil seperti mengedukasi keluarga masing-masing terlebih dahulu akan ekonomi syariah, lalu diperkenalkan produk-produk keuangan syariah sampai akhirnya menggunakan produk keuangan syariah. Setelah keluarga berhasil, bisa merambah ke tetangga di sekitar rumah, lalu naik lagi ke tingkat kelurahan sampai ke tingkat masyarakat luas. Apalagi sekarang sudah zaman digital, maka akses penyebaran informasi terbuka luas. Sedikit dikit lama lama akan menjadi bukit, dan insyallah kedepannya ekonomi syariah dapat menjadi pilihan utama dalam sektor keuangan maupun perekonomian negara.
E le c tron ic Shar i a M agaz i ne - 2 2 E di t i o n
04
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
AGENDA IED X TEMILREG 2021 Present by :
FoSSEI Jabodetabek X KSEI IsEF STEI SEBI Temu Ilmiah Regional (TEMILREG) Jabodetabek merupakan agenda tahunan yang selalu diselenggarakan oleh FoSSEI Jabodetabek, namun ada yang berbeda di tahun 2021 ini yaitu agenda Temilreg diselenggarakan berbarengan dengan Islamic Economic Days yang merupakan agenda tahunan juga dari KSEI IsEF STEI SEBI selaku tuan rumah Temilreg Jabodetabek 2021. Walaupun agenda temilreg dibarengi dengan agenda IED, namun hal itu tidak merubah esensi awal diselenggarakannya temilreg yaitu sebagai ajang silaturahim antar Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) se-Jabodetabek serta meningkatkan literasi ekonomi syariah dan ghirah untuk menyebarluaskan ekonomi syariah. Pada tahun ini IEDxTEMILREG Jabodetabek mengangkat tema “optimalisasi sektor riil melalui inovasi fintech guna mendorong Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah di era Society 5.0. Maka dari itu sub poin yang menjadi pembahasan pada temilreg tahun ini seputar Fintech Syariah, Sektor riil, UMKM, Industri Halal, dan Sociepreneur. IEDxTEMILREG Jabodetabek 2021 diselenggarakan dari 1-4 April 2021 secara virtual untuk para peserta sedangkan untuk panitia berada di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, Sawangan, Depok. IEDxTEMILREG Jabodetabek 2021 mempunyai rangkaian agenda acara Job Training, Job Fair Virtual, Talkshow Srikandi, Sarasehan, Seminar Nasional dan berbagai macam perlombaan yang terdiri dari Lomba Karya Tulis Ilmiah Ekonomi Islam, Middle Class Muslimpreneur Competition (Business Plan), Olimpiade Ekonomi Islam, Poster Digital, dan Video Kreatif. Agenda IEDxTEMILREG Jabodetabek diawali dengan kampanye IEDxTEMILREG melalui live instagram pada 29 Maret 2021 dengan menghadirkan pembicara menarik yaitu Eko Kurniawan (Presidium Nasional FoSSEI periode 2020/2021) dan Qaidi Azham Anwar Sinaga (Koordinator Regional FoSSEI Jabodetabek periode 2020/2021) dengan dimoderatori oleh Akbar Febriansyah (Chairman of KSEI IsEF). Pada sesi kampanye ini diharapkan masyarakat mengetahui perhelatan akbar iedxtemilreg Jabodetabek ini agar pesan yang ada di dalam acara ini tersebar dengan baik. IEDxTEMILREG Jabodetabek dibuka pada 1 April 2021 oleh
05
E le c tron ic S h a ri a M agaz i n e - 2 2 E di t i o n
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
KAMPANYE NASIONAL XVII Present by :
Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam Kampanye Nasional Ekonomi Syariah (KAMNAS) adalah salah satu program tahunan FoSSEI Nasional yang kegiatannya utamanya mengkampanyekan ekonomi syariah kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa sampai tingkat orang dewasa. Dengan dilaksanakan agenda KAMNAS ini diharapkan dapat membumikan ekonomi syariah tersebar luas. Tema KAMNAS XVII adalah “Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah” KAMNAS tahun ini diwarnai dengan berbagai rangkaian agenda yaitu Webinar Opening KAMNAS, Talkshow special milad FoSSEI, FoSSEI Mengajar, FoSSEI Mengabdi, Diskusi Publik Ekonomi Syariah dan ditutup dengan Grand Closing KAMNAS dimana dalam acara tersebut selain webinar tapi ada pelaporan wakaf dana abadi FoSSEI 2021 yang dilaporkan oleh Rio Chaniado Anggara (Presidium Nasional FoSSEI 2021). “Agenda KAMNAS tahun ini cukup banyak, yang paling membedakan adalah program terjun langsung ke masyarakat desa untuk mensosialisasikan ekonomi syariah (FoSSEI mengabdi), teman-temen kampanye nasional mengunjungi masyarakat di desa baduy berkolaborasi dengan beberapa yayasan” ujar Gibral wakil ketua KAMNAS XVII. Permasalahan tingkat literasi ekonomi syariah yang masih rendah diangkat dalam KAMNAS tahun ini maka dari itu KAMNAS memilikitujuan dan pesan yang ingin disampaikan adalah, literasi masyarakat akan ekonomi syariah menjadi bahasan fundamental bagi kemajuan ekonomi syariah di Indonesia, karena secanggih apapun regulasi yang mengatur tentang ekonomi syariah jikalau masyarakat tidak memiliki perhatian dan pemahaman khusus ini dapat menjadi menjadi batu besar yang menghalangi ekonomi syariah maju ke jalan yang lebih baik ujar Gibral. Agenda KAMNAS yang dilaksana oleh FoSSEI Nasional harus terus berlanjut, jangan berakhirnya agenda KAMNAS XVII berakhir pula kampanye kita terhadap ekonomi syariah, akan tetapi setiap harinya kita harus mengkampanyekan ekonomi syariah, Jadikan agenda KAMNAS ini sebagai symbol perjuangan dakwah yang dilakukan para pegiat ekonomi syariah yang setiap hari mendakwahkan ajaran ekonomi syariah.
E le c tron ic S har i a M agaz i ne - 2 2 E di t i o n
06
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
AGENDA
TEMU ILMIAH NASIONAL XX KSEI FEB Universitas Diponegoro
Present by :
Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) merupakan agenda rutin tahunan terbesar Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) tingkat nasional. Pada tahun ini, TEMILNAS XX diselenggarakan oleh KSEI FEB UNDIP sebagai tuan rumah. TEMILNAS merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengembangkan keilmuan ekonomi Islam dalam bentuk perlombaan, forum diskusi, dan seminar ekonomi Islam. Seluruh kegiatan TEMILNAS pada tahun ini dilaksanakan secara daring. TEMILNAS tahun ini mengangkat tema besar yaitu “Peningkatan Literasi Keuangan Syariah sebagai Upaya Akselerasi Dakwah Ekonomi Islam Indonesia yang Inklusif”. Dari tema tersebut diharapkan kegiatan TEMILNAS bisa membuat peningkatan literasi keuangan syariah. TEMILNAS mempunyai esensi sebagai tempat seluruh KSEI di Indonesia untuk bisa bertukar pikiran, bersilaturahim, dan meningkatkan ukhuwah untuk memperjuangkan dakwah ekonomi syariah. TEMILNAS tahun ini berlangsung dari 26-31 Juli 2021 dengan menghadirkan 22 narasumber berkompeten di bidangnya dan mempunyai rangkaian agenda acara yaitu Webinar Internasional, Sarasehan, Focus Group Discussion, Coaching Clinic, Diskusi Nasional dan Talkshow Srikandi. Rangkaian acara dimulai pada 26 Juli dengan agenda pembukaan yaitu Webinar Internasional yang mengangkat topik “Increasing Islamic Financial Literacy As an Effort to Accelerate the propagation of an Inclusive Indonesian Islamic Economy” dengan mengundang pembicara dari Malaysia Prof. Dr. Abdul Ghafar Ismail (Universitas Sains Malaysia) dan dua pembicara dari Indonesia. Menariknya dalam acara webinar internasional sekaligus membuka perhelatan TEMILNAS XX ini dibuka oleh K.H. Ma’ruf Amin (Wakil Presiden RI) dan beliau menyambut dengan suka cita perhelatan TEMILNAS yang mengangkat tema tentang literasi keuangan syariah. Webinar Internasional ini dihadiri oleh 838 peserta. TEMILNAS tahun ini menhadirkan rangkaian agenda acara yang berbeda dari tahun sebelumnya yaitu adanya ruang untuk srikandi-srikandi FoSSEI untuk ikut dalam memeriahkan temilnas dengan adanya lomba kepenulisan srikandi dan diskusi arah gerak srikandi dengan diadakannya Talkshow Srikandi dengan tema “Muslimah Aktif, Produktif dan Inspiratif” ujar Wulan Ketua Pelaksana TEMILNAS XX. Ini membuktikan keseriusan FoSSEI Nasional dalam mendakwahkan ekonomi syariahdengan melibatkan para srikandi untuk berjuang. Rangkaian agenda acara TEMILNAS diikuti kurang lebih 1.900 total peserta yang mengikuti rangkaian agenda acara diatas. Selain rangkaian agenda acara diatas TEMILNAS XX mengadakan perlombaan untuk meningkatkan keilmuan dan sebagai ajang silaturahim dari seluruh KSEI Se-Indonesia. Perlombaan yang diadakan yaitu olimpiade ekonomi islam, business plan, lomba karya tulis ilmiah dan lomba sayembara kepenulisan srikandi. KSEI LiSEnSi mengikuti 2 rangkaian agenda perlombaan yaitu olimpiade ekonomi islam dan lomba karya tulis ilmah walaupun belum memperoleh juara. Agenda TEMILNAS menghasilakn pikiran-pikiran segar dan menumbuhkan ghirah dakwah untuk memajukan ekonomi syariah dan ada satu pesan yang lahir di acara TEMILNAS ini disampaikan oleh ketua pelaksana Wulan Listiyani “Temilnas ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi saja, melainkan ajang bagi kita semua untuk berkolaborasi untuk mengembangkan laju ekonomi Syariah di Indonesia dan bersinergi bersama untuk mendukung visi Indonesia sebagai “Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia.” Ekonom Rabbani! BISA”.
07
E le c tron ic S h a ri a M agaz i n e - 2 2 E di t i o n
C O M I N G S O O N
on December
WESHARE 2
0
2
1
Week of Sharia Economic Exhibition
Present by : KSEI LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
E le c tron ic S har i a M agaz i ne - 2 2 E di t i o n
08
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
AGENDA KSEI LiSEnSi
KSEI LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
09
E le c tron ic S h a ri a M agaz i n e - 2 2 E di t i o n
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
B
22
th
Edition
BERLIAN
LiSEnSi Berbagi
ulan Ramadhan tahun ini sudah berlalu begitu cepat, LiSEnSI sebagai lembaga yang bergerak di bidang dakwah Ekonomi Syariah tentu sangat identik dengan Islamnya yang sangat kuat. Di dalam ajaran Islam sangat diajarkan untuk memberi satu sama lain selagi kita masih bisa berbuat kebaikan kepada orang lain dan orang yang sangat membutuhkan, tentu semua itu bisa berjalan apabila membuat suatu kegiatan untuk menyalurkan sebagian rezeki untuk beramal, terlebih di bulan Ramadhan. Maka dari itu pada bulan Ramadhan 1442, alhamdulillah LiSEnsi dengan itikad baik dan ikhlas membuat suatu acara social, buah wujud kepedulian LiSEnSi akan masyarakat sekitar, yaitu acara LiSEnSI berbagi yang mana dalam acara ini terdapat bakti sosial serta ajang silaturahim antar pengurus LiSEnSI, anggota dan para Alumninya. Dengan diadakan LiSEnSi Berbagi yang bertemakan “BERLIAN (Bersama LiSEnSI Berbagi Kepedulian) ” ini diharapkan dapat meringankan beban saudara – saudara kita penerima bantuan dan juga menjadi keberkahan untuk kita semua. Ramadhan kali ini masih sama dengan tahun lalu dimana virus COVID-19 masih melanda negara kita bahkan di dunia. Tetapi dengan adanya wabah ini tidak mematahkan semangat kami untuk mewujudkan acara LiSEnSI Berbagi ini. Kegiatan LiSEnSi Berbagi pada tahun ini dilakukan secara offline pada hari Sabtu, 8 Mei 2021 pukul 15.45 – 19.00 WIB dan bertempat di Bintaro Gallery, Jln. Merpati D3 No. 6, Pd. Kacang Tim., Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, 15226. Target dan sasaran LiSEnSi Berbagi tahun ini adalah kaum disabilitas (tuna netra) dari Paguyuban Disabilitas Permaste yang berjumlah 30 orang dan tak lupa turut mengundang alumni dan juga anggota LiSEnSI. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam acara ini yaitu belajar bersama (Focus Group Discussion) tentang Ekonomi Syariah, pemberian donasi untuk paguyuban, ditutup dengan berbuka puasa bersama dan sholat magrib berjamaah. Muhammad Chandra Setyawan selaku Koordinator Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) LiSEnSI, berharap kerja sama dan kolaborasi sebagai bentuk edukasi ekonomi syariah dengan pihak paguyuban disabilitas permaste ini akan terus berlanjut. Dan harapan itu juga disambut baik oleh Sri Sujono selaku Ketua Paguyuban Disabilitas Permaste. LiSEnSi membentuk kepanitiaan dan mengumpulkan donasi dari para donatur dari tanggal 21 April 2021 sampai 7 Mei 2021 melalui rekening Bank Syariah Indonesia, OVO, DANA dan Gopay serta berhasil terkumpul dana sebesar Rp. 10.200.000,00. Kemudian dana tersebut sebagian digunakan menjadi bahan pokok (sembako) sebanyak 30 paket sembako dan sebagian berupa uang tunai untuk dijadikan santunan atau donasi kepada paguyuban disabilitas itu.
E le c tron ic S har i a M agaz i ne - 2 2 E di t i o n
10
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
2 212
th
Ed diittiioonn
AGENDA
Kajian Perdana LiSEnSi (KARSI) Present by :
Divisi Keilmuan KSEI LiSEnSi Pada tanggal 09 Mei 2021 Divisi Keilmuan Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) Fakultas Ekonomi dan Bisnis mengadakan Kajian Perdana, Kajian ini merupakan kajian pembuka yang menjadi program kerja bidang keilmuan untuk menambah ilmu/ wawasan baru. Pada kajian kali ini mengambil tema “Gerakan Nasionak Wakaf Uang: Antara Harapan dan Kepercayaan Umat.” Acara ini diselenggarakan secara virtual dimulai pukul 08.30 WIB sampai dengan 11.20 WIB. Narasumber pada kegiatan kali ini ialah Prof. Dr. Nurul Huda, SE., MM., M.Si (Badan Wakaf Indonesia) dan Urip Budiarto (Deputi Direktur Keuangan Sosial Islam KNEKS). Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Bapak Prof. Mohammad Nur Rianto Al Arif, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Arif menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh LiSEnSi dalam menyikapi isu terkini dalam kajian ekonomi dan keuangan syariah. Gerakan nasional wakaf uang telah secara resmi diluncurkan oleh Presiden pada Januari 2021. Wakaf uang ini merupakan salah satu instrumen dalam keuangan sosial Islam yang dapat bermanfaat dalam mengentaskan masalah-masalah sosial di masyarakat Pembahasan materi pada kajian kali ini berkaitan dengan polemik yang sebelumnya ada di masyarakat dengan adanya peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang pada Senin, 25 Januari 2021. Melalui peluncuran GNWU tahun ini, pemerintah berupaya untuk memayungi berbagai inisiatif gerakan masyarakat terhadap wakaf uang serta menjadi momentum percepatan penguatan literasi, partisipasi dan kebermanfaatan wakaf uang untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus mengurangi ketimpangan sosial. Masyarakat justru menilai pengelolaan aset wakaf sangat berpotensi menimbulkan fraud dan moral hazard. Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan dialog interaktif berupa sesi tanya jawab dan diskusi dengan teman-teman peserta KARSI, dilanjutkan kembali dengan penyerahan sertifikat oleh divisi keilmuan kepada pemateri. Live report terkait acara yang dilaksanakan dipublikasikan melalui media sosial Instagram LiSEnSi (@ksei-lisensi)
11
E le c tron ic S h a ri a M agaz i n e - 2 2 E di t i o n
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
2 212
th
Ed diittiioonn
AGENDA
Volume 1-6
Research Training Present by :
Divisi Riset KSEI LiSEnSi Pada tanggal 28 Mei 2021 Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan kegiatan Research Training Volume 1 dengan tema The First Step in Empowering Youth Through Writing. Acara Research Training ini di laksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan tentang dasar-dasar penulisan proposal yang memungkinkan peserta dapat mulai mengerjakan proyek, artikel penelitian, dan tesis, serta karya ilmiah lainnya. Acara Research Training berlangsung selama kurang lebih 1 jam 40 menit yang dimulai pada pukul 15.40 WIB sampai dengan pukul 17.20 WIB yang dilakukan secara online dan bertempat di Zoom Meeting. Research Training ini dihadiri oleh pengurus LiSEnSi, alumni DEI, delegasi KSEI dan FoSSEI se-Indonesia, perwakilan organisasi internal, dan juga mahasiswa dan akademisi seluruh Indonesia. Acara ini dimulai dengan dipandu oleh MC yaitu Aban Dhia Al-Haqi yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kalam Illahi oleh Muharram Pasaribu. Kata-kata sambutan disampaikan dan diawali oleh Ketua Umum LiSEnSi yaitu Yudhistira Fetano Sakti. Kemudian dilanjut dengan sambutan oleh Abdul Azzam Lathif selaku Presidium Nasional Bidang Kelembagaan. Lalu sambutan yang terakhir disampaikan oleh Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni yaitu Prof. Dr. Mohammad Nur Rianto Al Arif, S.E., M.Si. Setelah sesi sambutan selesai dilaksanakan, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Setelah semua rangkaian acara pembuka selesai dilaksanakan, selanjutnya masuk ke acara inti yaitu penyampaian materi sekaligus sesi tanya jawab oleh Saudari Khanza Fairuz selaku staff divisi Keilmuan dari FoSSEI Nasional. Setelah rangkaian acara inti selesai dilaksanakan, kemudian dilanjutkan oleh rangkaian acara penutup. Acara Research Training ini ditutup dengan Doa yang disampaikan oleh Idrus
E le c tron ic S har i a M agaz i ne - 2 2 E di t i o n
12
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
AGENDA
MILAD
KSEI LiSEnSi 2021 10 Juli 2021
Awal berdiri dan lahirnya suatu organisasi akan menjadi sejarah bagi perkembangannya. Proses yang dilalui pada zamannya akan menjadi pembelajaran sekaligus motivasi bagi generasi selanjutnya dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai bagian dari lingkaran organisasi. Seperti halnya Lisensi, merupakan salah satu organisasi dakwah yang berbentuk LSO (Lembaga Semi Otonom) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan telah berdiri sejak tahun 2000. Berdirinya hingga saat ini harus ditanamkan agar apa yang sudah ditanamkan oleh para terdahulu tetap dapat dilanjutkan oleh generasi penerusnya. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh panitia Milad Lisensi untuk menyelenggarakan acara dengan mengundang peserta yang terdiri dari para alumni, pengurus, dan Majelis Pertimbangan KSEI LISENSI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam upaya menjaga serta memperkuat esensi LiSEnSi, memberikan pengetahuan, wawasan seputar berdirinya KSEI LiSEnSi, dan menanamkan rasa cinta serta Memotivasi para kader untuk selalu mendakwahkan ekonomi Islam. Acara yang mengusung tema “Penguatan silaturahim dan eksistensi KSEI LiSEnSi sebagai penebar maslahah dakwah ekonomi islam” ini diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting pada hari Sabtu, 10 Juli 2021 dengan 57 partisipan dan menghadirkan pemateri Iman Ni’matullah, Lc., M.M selaku alumni Ksei Lisensi. Poin materi yang dibawakan yaitu sejarah berdirinya KSEI LiSEnSi, tantangan hingga hambatan dalam mendirikannya, pembeda atau ciri khas dengan organisasi lainnya, dan harapan serta impian Founding Father terhadap KSEI LiSEnSi. Penyampaian materi dan keberlangsungan tanya jawab yang menarik kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah alumni. Tak hanya diisi taujih, momen milad kali ini disertai dengan pemutaran video harapan pada milad LiSEnSi dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Pembacaan surat keputusan kepanitian week of sharia economic exhibition (WeShare) 2021, yang merupakan grand program kerja LiSEnSi, pun turut dilaksanakan. Acara diakhiri pada jam 11.40 WIB dengan pembacaan doa. Seiring perkembangan zaman dari tahun ke tahun, perbedaan acap kali timbul. Oleh karenanya, dalam menjaga esensi dari LiSEnSi itu sendiri sejak tahun berdirinya hingga saat ini harus ditanamkan agar apa yang sudah ditanamkan oleh para terdahulu tetap dapat dilanjutkan oleh generasi penerusnya.
13
E le c tron ic S h a ri a M agaz i n e - 2 2 E di t i o n
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
AGENDA
Musyawarah Kerja KSEI LiSEnSi 2021/2022 Present by :
Seluruh Pengurus KSEI LiSEnSi 2021-2022 Musyawarah Kerja pengurus LiSEnSi, yang merupakan kegiatan tahunan LiSEnSi dalam penyampaian Program kerja untuk 1 (satu) tahun kepengurusan LiSEnSi 2021/2022, menyelipkan kegiatan perbincangan seputar ekonom Rabbani yang diikuti oleh 52 peserta Muker, terdiri dari anggota KSEI LiSEnSi UIN Jakarta, Majelis Pertimbangan LiSEnSi, Alumni KSEI LiSEnSi, Pembina KSEI LiSEnSi Prof. Dr. Euis Amalia, M. Ag., Koordinator Regional Fossei Jabodetabek Qaidi Azham Anwar Sinaga, Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni Prof. Dr. Mohammad Nur Rianto Al Arif, S.E., M.Si secara zoom pada Sabtu, 10 April 2021. Perbincangan tersebut menghadirkan narasumber yang berkompeten Dr. Muh Sabeth Abilawa, M.Si pendiri KSEI LISEnSI UIN Jakarta. Dalam penyampaian taujihnya, narasumber membahas tentang bagaimana Melahirkan jiwa pejuang ekonom Rabbani, Membangun dan menciptakan kemaslahatan ekonomi rabbani, Menciptakan kader yang dapat memanfaatkan kondisi untuk meningkatkan skill, dan Meningkatkan soldaritas dan semangat kader, serta Membangun etika yang baik dalam tim. Pentingnya menumbuhkan karakteristik Ekonom Rabbani yang berkualitas maka demikian LiSEnSi bermaksud mengadakan Musyawarah Kerja LiSEnSi dengan tema “Satukan arah, kuatkan langkah, ciptakan dakwah, demi terwujudnya kemaslahatan regenerasi ekonom rabbani”. Acara ini bertujuan untuk menyusun dan memaparkan program kerja selama satu periode ke depan. Selain itu, tujuan dari Musyawarah Kerja ini yaitu untuk mempererat ukhuwah antara sesama pengurus dan anggota LiSEnSi. Pelaksanaan acara dilakukan secara semi-offline dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pemaparan KPI (Key Performance Indicator) menjadi sesi inti dalam Musyarawah Kerja 2021. Setiap divisi dalam KSEI LiSEnSi melakukan pemaparan KPI dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dengan divisi yang dituju untuk penjelasan lebih lanjut. Sesi doa menjadi penutup musyawarah kerja pada kepengurusan LiSEnSi 2021/2022. Dengan demikian, musyawarah kerja ini menjadi awal perjalanan baru LiSEnSi untuk terus membumikan ekonomi syariah. “Diharapkan LiSEnSi dapat lebih banyak menciptakan kegiatan-kegiatan dan program kerja yang bersifat maslahat yang dipenuhi dengan keadilan, kemanfaatan, dan kebaikan serta harus memiliki ide-ide kreatif, inovatif, inklusif, serta dapat mewarnai ekonomi syariah”, pesan Dr. Euis Amalia, M. Ag selaku pembina dan Qaidi Azham Anwar Sinaga selaku coordinator regional FoSSEI.
E le c tron ic S har i a M agaz i ne - 2 2 E di t i o n
14
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
Rabbani Economic Development (RED) 2021 Present by :
Divisi Pengembangan Sumber Daya Insani KSEI LiSEnSi
Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai bagian dari lingkaran pejuang ekonomi Islam mengadakan suatu acara kaderisasi penanaman karakter pejuang ekonomi islam untuk melanjutkan perjuangan pengembangan ekonomi Islam yaitu Rabbani Economist Development (RED). Kegiatan ini sebagai bagian dari Program Kerja Divisi Pengembangan Sumber Daya Insani LiSEnSi dari tahun ke tahun. Diikuti oleh peserta dari seluruh pengurus, alumni DEI, maupun MPL, dengan menghadirkan narasumber Ilham Irsyad Riyadi, S.E selaku Ketua Umum LiSEnSi Periode 2017-2018. Dalam acara ini, para peserta akan mendapatkan edukasi dan pengetahuan mengenai seberapa penting ekonomi Islam dan berbagai teori pendukungnya. Tentunya untuk meningkatkan ghirah ekonomi Rabbani ditengah multi amanah yang dipengang oleh setiap kader LiSEnSi. Pada tahun ini, RED mengusung tema “Multi amanah: How to Manage Your Priority”. Dilaksanakan pada Sabtu, 29 Mei 2021 secara semi-offline yang bertempat di masjid al-ittihad ciputat serta tetap berdiskusi bersama dengan jarak jauh melalui zoom meeting. Konsep semi-offline menjadi penyemangat kader untuk turut hadir dalam acara kali ini. Terdapat peningkatan dari tahun lalu, RED 2021 dihadiri sekitar 37 partisipan secara online dan offline sebanyak 15 orang. Acara dipandu oleh saudara Rhafi Alamsyah selaku pembawa acara. Hadir pula Ibu Prilla Kurnia Ningsih LC., ME., Sy selaku Pembina serta Yudistira Fetano Sakti selaku ketua LiSEnSi yang turut memberikan sambutannya pada RED 2021. Selanjutnya, narasumber memberikan materi secara detail dan jelas terkait pengelolaan diri dan waktu dalam segala amanah yang kita pikul. Salah satu kalimat ataupun pesan dari beliau yaitu “Selalu gunakan skala prioritas dalam hidup kita. Jika terdapat amanah yang tinggi, maka dahulukan amanah yang lebih tinggi terlebih dahulu. Kita tidak akan pernah lepas dari amanah, karena akan selalu ada amanah di hidup kita”. Penyampaian materi yang luar biasa, tema yang sesuai dengan keseharian kader di LiSEnSi menjadi hal menarik pada sesi tanya jawab. Kemudian dilanjutkan dengan sesi Forum Group Discussion (FGD) yang dipandu oleh Raihan Mujadid, Anisah Suhaimah, Rahmat Syareif, Arumdani Putri, Siti Nurhayanti, dan Nuri Ahli Taqwa. Bukan hanya sekadar mendengar narasumber menyampaikan materi, tetapi terdapat FGD dengan tujuan mengajak para hadirin berdiskusi bersama, bertukar pikiran, serta berbagi pandangan untuk menemukan solusi dari case yang dibahas maupun permasalahan yang ada di LiSEnSi. Sesi doa menjadi penutup acara RED kali ini oleh Ahmad Maulana. Acara terlaksana kurang lebih 2 jam, singkat tetapi sangat bermanfaat bagi diri serta keberlangsungan LiSEnSi kedepan. Dengan demikian, diharapkan para kader LiSEnSi menjadi ekonom Rabbani yang berkarakter islami, kokoh spiritual, maupun mapan intelektual.
15
E le c tron ic S h a ri a M agaz i n e - 2 2 E di t i o n
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
LiSEnSi Stocks School 2021 Present by :
Divisi Kewirausahaan KSEI LiSEnSi Gaya hidup yang dinamis serta usia muda bukan menjadi alasan milenial untuk memiliki pemasukan hanya bergantung pada orang tua. Salah satu instrument yang dapat digunakan untuk menjadi sumber pemasukan kita yaitu saham. Dengan demikian, LiSEnSi UIN Jakarta bekerja sama dengan RHB Sekuritas menyelenggarakan kegiatan LiSEnSi Stocks School 2021 secara daring dengan peserta dari kalangan LiSEnSi sebanyak 46 orang dan 52 orang dari umum. Menghadirkan Narasumber yang berkompeten yaitu Berlian Juveny selaku VP Business Development RHB Sekuritas Indonesia, Laraza Annisa selaku Analyst inIslamic Capital Market Business Development Officer ar Indonesia Stock Exchange,dan Rosyidah selaku Analyst in Islamic Capital Market Division of Indonesia Stock Exchange yang akan membawa peserta kepada pemahaman dan pembahasan mengenai dunia persahaman, bukan hanya teori yang akan dibahas, akan tetapi praktek langsung yang akan diperlihatkan. LiSEnSi Stock School 2021 diadakan dalam bentuk workshop, dimana kegiatan ini akan lebih fokus membahas suatu hal tertentu, yang pada kesempatan kali ini yaitu terkait saham disertai dengan pelatihan berupa praktek langsung akan diperlihatkan kepada peseta yang mendaftar kelas ini. Acara ini diadakan selama 4 pertemuan yaitu 3, 4, 9, 11 Juli 2021 melalui media Zoom Cloud Meeting, dengan topik pada pertemuan pertama yaitu “Investasi itu mudah, jika tahu ilmunya”, pertemuan kedua yaitu “Melihat secara cerdas analisis fundamental saham”, pertemuan ketiga yaitu “Membaca pergerakan saham secara teknikal”, dan “One step closer with sharia stocks” di pertemuan terakhir. Pada opening statement, ketua panitia menyampaikan tujuan diadakan kegiatan ini agar peserta mengenal dan mengetahui tentang dasar-dasar dalam investasi saham, memahami cara melihat saham dengan analisis fundamental, dan memahami cara menganalisis saham dalam teknikal, serta mendalami saham lebih jauh dalam pandangan Syariah. Pada sesi penyampaian materi, pembicara memaparkan dan mempresentasi, serta diskusi 2 arah sesui bahasan tiap pertemuan. Terdapat moderator yang berbeda pada setiap pertemuan sebagai pemandu jalannya diskusi di akhir sesi. Pembicara yang sangat berpengalaman, pembawaan materi yang mudah dimengerti, serta kelas intensif sebanyak 4 pertemuan menjadikan acara ini sangat menarik. Hanya dengan 20 ribu untuk biaya registrasi, peserta bisa mendapatkan e-sertifikat, pengetahuan, diskusi bersama para pakar, serta doorprize yang ada. Usia muda saat ini bukan lagi hanya pandai meminta, namun harus pandai juga menghasilkan. Salam cuan!
E le c tron ic S har i a M agaz i ne - 2 2 E di t i o n
16
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
NEWS Berita LiSEnSi 17
E le c tron ic S h a ri a M agaz i n e - 2 2 E di t i o n
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
LiSEnSi Berprestasi Kader KSEI LiSEnSi UIN Jakarta Sebagai Juara 3 Lomba Video Kreatif Temilreg Jabodetabek 2021
Di tahun 2021 ini, KSEI LiSEnSi telah mengirimkan delegasinya dalam perlombaan Video Kreatif yang diselenggarakan Temu Ilmiah Regional (Temilreg) FoSSEI Jabodetabek. Para delegasi tim KSEI LiSEnSi yang terdiri dari Achmad Baihaqi (Eksyar 18), Affrizal Haffidz Dafandi (Eksyar 2018), Aida Wirdaini Ma’ruf (Eksyar 2019), Dinda Cahya Fadhila (Eksyar 2019), dan Muhammad Rizaluddin (Eksyar 2019). Dalam mempersiapkan lomba ini, Affrizal mengatakan “hal pertama yang dilakukan adalah menentukan konsep”. Setelahnya akan dilakukan pembagian jobdesk untuk masing-masing anggota, dimulai dari pembagian tokoh, peran, penulisan script, shoot video serta tahapan editing. Jika semua sudah dilakukan, selanjutnya adalah proses shooting video yang dilakukan di kampus dengan waktu kurang lebih dari dua minggu. Setelah proses shooting selesai, masuklah ke tahap terakhir yaitu proses editing video. Kemudian Affrizal mengatakan bahwa kendala yang didapat adalah sulitnya menyesuaikan waktu dikarenakan aktifnya perkuliahan dan kesibukkan lainnya yang dimiliki oleh para anggota. “Syukur Alhamdulillah, kami dapat memberikan prestasi untuk KSEI LiSEnSi melalui lomba video kreatif Temilreg Jabodetabek dengan meraih juara ketiga serta rasa capek pun terbayarkan”, ucap Affrizal senang. Dia juga berpesan untuk LiSEnSi, agar selalu bermanfaat dan dapat melebarkan sayap dalam mendakwahkan Ekonomi Syariah melalui media apapun, salah satunya melalui perlombaan ini.
E le c tron ic S har i a M agaz i ne - 2 2 E di t i o n
18
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
Top 3 of 10
Nulis Bareng
Kisah Inspiratif Muslimah I n t an F at i k h as ar i Ekonom i S y a ria h 2 01 9
Event by :
FoSSE I Jabode tabe k Pada bulan Mei 2021, FoSSEI Jabodetabek menyelenggarakan lomba Nulis Bareng Kisah Inspiratif Muslimah. KSEI LiSEnSi mengirimkan delegasinya yaitu Intan Fatikhasari. Ia merupakan seorang mahasiswi jurusan Ekonomi Syariah 2019 dan juga staff divisi riset LiSEnSi. Di tengah persiapan dan kesibukkannya, ia kesulitan dalam menaklukan waktu hingga membuatnya harus mencuri waktu untuk menulis. Selain itu dalam naskahnya, ia telah melakukan riset dengan beberapa temannya sebagai responden. Hal ini dilakukannya untuk menambah sisi realistis pada naskah yang akan ia tuangkan. Selesainya naskah, ia bergegas untuk menghubungi mentor untuk proses pengoreksian namun tidak mendapat respon. Akhirnya ia meminta bantuan pada Abang Pras untuk membantunya dalam pengoreksian naskah. Sosok Intan berhasil menjadi Top 3 dalam perlombaan ini, bahkan karyanya akan diterbitkan sebagai buku berstandar ISBN.
.Naskah dalam perlombaan ini adalah yang paling berkesan, ujarnya. Isi naskahnya berisikan semua pengalaman yang dialaminya, saat salah dalam mencinta, kehilangan, dan menemukan cinta dalam definisi lain. Ia terpesona dengan Fatimah Az-Zahra yang merupakan sosok yang harus di teladani. Ia mengarakan bahwa dari beliau kita dapat mencintai dalam definisi lain yaitu ketika mencintai Allah, maka itu cukup. “Siapapun yang mau menulis, tuangkan tulisan itu dengan cinta. Karena segala sesuatu yang berasal dari hati pasti akan kembali lagi ke hati. Dan ketika kita mencintai Allah, maka itu cukup. Kita tidak perlu khawatir akan hal apapun seperti harta habis, sakit hati dan lainnya dikarenakan adanya kehadiran Allah pun cukup” tukas Intan.
19
E le c tron ic Sh a ri a M agaz i n e - 2 2 E di t i o n
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
Kader Inspiratif
FoSSEI Jabodetabek 2021 Mu h am ad R i jal u l H u m a m P e rb a nka n S y a ria h 2 01 8
Event by :
FoSSE I Jabode tabe k Humam, itulah panggilan dari teman-temannya. Lengkapnya adalah Muhamad Rijalul Humam, seorang mahasiswa perbankan syariah sekaligus wakil ketua umum LiSEnSi 2020-2021. Ia juga menjabat sebagai ketua umum HMPS Perbankan Syariah 2020-2021. Juga berperan aktif sebagai Volunteer Mentor Exchange Forum lingkup FoSSEI Jabodetabek dan Volunteer Accreditation KSEI of Indonesia lingkup FoSSEI Nasional. Sosok aktif, produktif dan kreatif pada dirinya telah mengantarkan ia sebagai delegasi KSEI LiSEnSi dalam pemilihan Kader Inspiratif 2021 yang diselerenggarakan FoSSEI Jabodetabek. Delegasi terpilih berdasarkan beberapa aspek penilaian yaitu aspek profesional organisatoris, rohaniah, akademis, dan kreativitas. Dalam partisipasinya, Humam berkomitmen dan tanggung jawab untuk mengikuti segala rangkaian kegiatan membumikan ekonomi Islam dalam bentuk flyer, poster, dan media sosial. Bahkan baru-baru ini, ia sedang ditugaskan untuk membuat video kampanye berisikan syiar ekonomi Islam. Niat dan ketulusan, itulah yang dirinya butuhkan untuk memaksimalkan diri dalam mengerjakan kegiatan apapun terlepas dari kepentingan organisasi dan diri pribadi. Alhamdulillah berkat itu semua, ia telah terpilih sebagai Kader Inspiratif 2021. “Bersyukur karena dapat dipercaya oleh teman-teman KSEI dan pengurus FoSSEI Jabodetabek sebagai kader inspiratif ini. Saya berharap agar dapat menjalani amanah ini dengan baik”, tutur Humam penuh syukur. Ia berpesan bahwa jika seseorang memiliki totalitas tinggi dalam melakukan segala sesuatu dalam kebaikan, maka yang didapat pun berbuah kebaikan seperti terpilihnya ia sebagai kader inspiratif.
E le c tron ic Sh ar i a M agaz i ne - 2 2 E di t i o n
20
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
TOKOH Sutan Emir Hidayat
(Direktur Ekosistem Syariah KNEKS)
Dr. Sutan Emir Hidayat, Ph.D, yapsss siapa yang tidak kenal dengan sosok beliau, seorang akademisi sekaligus praktisi ekonomi syariah yang sudah tidak asing lagi di telinga para ekonom rabbani. Beliau lahir di Padang, Sumatera Barat, 11 April tahun 1981. Ayahnya yang juga sebagai tokoh adat dan budaya, bernama Muhammad Taufiq Thaib seorang pemegang gelar Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung dan ibunya adalah Puti Reno Rachma Oesman. Latar belakang pendidikan beliau yang sangat luar biasa dimulai dari menyelesaikan gelar S1 pada Jurusan Manajemen Agribisnis di Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2003. Lalu, beliau melanjutkan pendidikan S2-nya sebagai Magister Administrasi Bisnis di Perbankan dan Keuangan Islam, Universitas Islam International Malaysia (IIUM) pada tahun 2005. 5 tahun kemudian setelah berhasil meraih gelar MBA di International Islamic University Malaysia, beliau melanjutkan pendidikan S3-nya dan meraih gelar Ph.D (Doctor of Philoshopy) pada tahun 2013 di Islamic Banking and Finance (IIIBF) Universitas Islam International Malaysia (IIUM), dengan thesis Ph.D berjudul “Studi Perbandingan Dampak Krisis Keuangan Global 2007-2008 Terhadap Kinerja Keuangan Bank Islam dan Konvensional di Negara-negara GCC”. Pada September 2007, beliau bergabung di University College of Bahrain (UCB) dan sejak tahun 2014 beliau menjadi Assistant Professor & Director Program MBA untuk Banking and Finance di University Collage of Bahrain (UCB) dengan pangkat akademik sebagai Associate Professor. Dalam dunia publikasi ilmiah, beliau sudah sangat banyak menerbitkan research papers dibanyak jurnal international terkemuka, yang mana beliau juga tergabung ke dalam asosiasi editor untuk Jurnal Studi Keuangan Islam dan banyak jurnal lainnya, diantaranya adalah Dewan Penasehat Editorial di IFN Red-Money, Dewan Penasehat Editorial pada Jurnal Internasional Keuangan dan Manajemen Islam dan Timur Tengah, Zamrud, dan Dewan Penasehat Editorial pada Jurnal Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan SESRIC. Beliau juga terlibat dalam pengembangan soal-soal ujian sertifikasi CIPA dan kini menjadi anggota kelompok kerja AAOIFI
21
E le c tron ic Sh a ri a M agaz i n e - 2 2 E di t i o n
Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah di Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Dengan amanah tersebut, menunjukkan bahwasanya beliau memiliki kontribusi yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia melalui strategi juga perencanaan yang dirancang oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Beliau juga sangat aktif menjadi pembicara dalam agenda-agenda besar seperti Webinar, Roadshow, dan Konferensi yang diadakan oleh KNEKS sendiri, maupun oleh Perguruan Tinggi, Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), dan institusi-institusi besar lainnya, tentunya dengan pembahasan dan isu-isu terbaru terkait pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia. Selain berfokus pada pengembangan ekonomi syariah secara masif pada segi arah kebijakan, program strategis dan fungsi lainnya melalui KNEKS, beliau juga tidak lupa untuk terjun langsung pada ranah mahasiswa guna membantu terjaganya tingkat literasi dan inklusi Ekonomi Syariah. Maka dari itu pada tahun ini, alhamdulillah Kelompok Studi Ekonomi Islam Lingkar Studi Ekonomi Syariah (KSEI LiSEnSi) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mendapatkan kesempatan untuk diarahkan secara langsung oleh Pak Sutan Emir Hidayat, karena beliau menjadi salah satu bagian dari pembina KSEI LiSEnSi mulai tahun ini. Dengan ini harapannya adalah beliau dapat mentransfer setiap semangat juga perencanaan yang baik bagi KSEI LiSEnSi untuk bisa terus berkontribusi menyebarkan dakwah ekonomi syariah dalam nilai ilmiah pada tingkat perguruan tinggi dan mahasiswa.
E le c tron ic Sh ar i a M agaz i ne - 2 2 E di t i o n
22
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
PR OFIL
Ketua Umum
KSEI LiSEnSi 2021/2022
Yudhistira Fetano Sakti Ekonomi Syariah 2018
Hobi : Membaca Buku, Mendengarkan Musik TTL : Jakarta, 25 Februari 2000 Motto : Hidup ini seperti sepeda, agar tetap seimbang maka harus terus bergerak Sebelum bergabung dengan LiSEnSi, apa yang membuat Tum Yudis tertarik untuk bisa menjadi salah satu bagian dari keluarga besar LiSEnSi ini? Pertama kali mengetahui LiSEnSi, saya melihatnya dari kajian rutin yang selalu diadakan setiap minggu. Kemudian dari situlah saya tertarik ingin ikut mengkaji segala ilmu baru terutama yang berkaitan dengan ekonomi syariah karena sesuai dengan passion saya. Lain daripada itu juga saya merasakan asas kekeluargaan yang dibawa oleh LiSEnSi sehingga membuat saya semakin tertarik dan dengan adanya rasa kekeluargaan ini saya berharap dapat menjalin relasi yang kuat serta mendapatkan pengalaman-pengalaman baru yang berharga. Bagaimana pandangan Tum Yudis setelah bergabung dengan LiSEnSi, apakah ada perbedaan saat sebelum dan setelah mengikuti LiSEnSi? Ketika saya masih belum bergabung dan hanya merasakan dari sisi luarnya saja, saya tidak menyangka bahwa apa yang saya dapatkan di LiSEnSi ini sangat melebihi apa yang saya dapatkan di kelas. Ada berbagai ilmu yang bisa kita ambil baik itu melalui diskusi, kajian, pelatihan dan acara-acara lainnya yang diselenggarakan oleh LiSEnSi. Selain itu juga mengingat KSEI LiSEnSi ini berada di bawah naungan FOSSEI, saya merasa hal tersebut bisa menjadi kesempatan besar bagi saya untuk mencari relasi yang satu passion dengan saya sebanyak mungkin. Baik sebelum dan setelah bergabungnya saya di LiSEnSi ini, saya tidak begitu merasakan perbedaan yang berarti karena memang pada dasarnya seluruh acara yang diadakan oleh LiSEnSi sangat positif dan bermanfaat sehingga menarik minat saya. Apa saja yang Tum Yudis dapatkan ketika bergabung dengan LiSEnSi? Melalui diskusi berbagai macam topik terkait ekonomi Islam dan dengan begitu banyaknya program kerja yang dilaksanakan oleh LiSEnSi ini terasa begitu positif, saya merasa LiSEnSi ini tidak hanya memberikan kita ilmu dari segi akademis saja tetapi juga pengalaman organisasi berupa softskill yang dapat kita pelajari untuk kedepannya.
23
E le c tron ic Sh a ri a M agaz i n e - 2 2 E di t i o n
Menurut Tum Yudis sendiri, apa yang membedakan KSEI LiSEnSi ini dengan organisasi-organisasi lainnya? Yang berbeda di LiSEnSi itu tak hanya kita bergerak di bidang akademis, namun juga ada aspek dakwah yang kita bawa. Jadi bukan hanya pengalaman yang kita dapat, tetapi pahala pun tidak ketinggalan karena kita juga membawa kebaikan di setiap program kerja kita. Apa pendapat Tum Yudis terhadap LiSEnSi saat ini yang kegiatan-kegiatannya mayoritas dialihkan menjadi daring karena terhalang pandemi? Hal ini yang menjadi problematika kita di LiSEnSi, terutama sewaktu offline mungkin kegiatan LiSEnSi lebih interaktif dan juga ketika kita mengadakan suatu acara akan sangat terasa kekeluargaannya. Rasa saling bantu, kerja bareng, capek bareng dan sambil bersenda gurau yang membuat saya senang berada di LiSEnSi karena semua yang di organisasi ini bukan cuma keringat, namun ukhuwah juga kita jalankan. Ketika kita online, semua itu agak sulit dilakukan karena terbatas dengan jarak dan kuota. Sedikit beda rasanya ketika kita berkumpul membahas sesuatu di zoom dibandingkan dengan berkumpul langsung di sekret LiSEnSi. Walaupun kegiatan-kegiatan secara online yang ada di LiSEnSi ini menjadi lebih fleksibel dan sebagainya namun tetap tak dapat mengalahkan rasa rindu kenyamanan bersama di sekret. Bagaimana kesan pertama Tum Yudis pada saat terpilih menjadi Ketua Umum LiSEnSi periode 2021/2022? Kesan pertama yang saya dapatkan, jujur saya tidak menyangka. Saya merasa masih perlu banyak belajar, terlebih lagi seperti yang kita ketahui para ketua LiSEnSi sebelumnya sangatlah hebat-hebat. Namun jika sudah diberi amanah dan kepercayaan oleh teman-teman semua, saya siap menjalaninya. Bismillah dalam satu tahun ini LiSEnSi dapat menjadi wadah kepada anggotanya untuk mencari ilmu dan pengalaman seperti saya ketika masih menjadi anggota dulu. Apa harapan Tum Yudis untuk LiSEnSi kedepannya dan pesan untuk para anggota ataupun kader LiSEnSi? Saya harap teman-teman LiSEnSi untuk aktif dalam setiap kegiatan yang dijalankan oleh LiSEnSi, karena setiap kegiatan di LiSEnSi itu semua dimaksudkan untuk kemaslahatan kita terutama kader-kader LiSEnSi. Saat ini ekonomi syariah sedang menggeliat naik di perekonomian kita, jika kita sebagai kader LiSEnSi dan ekonom rabbani tidak semangat untuk menggali lebih dalam mengenai ekonomi syariah dan mendakwahkannya, rasanya belum maksimal pengalaman dan ilmu yang didapat di LiSEnSi ini.
E le c tron ic Sh ar i a M agaz i ne - 2 2 E di t i o n
24
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
Book Review : The Great Power of Mother Judul Penulis Penerbit Tahun Terbit ISBN Ukuran
: The Great Power of Mother : Solikin Abu Izuddin dan Dewi Astuti : Pro-U Media : 2007 : 978-979-127-3053 : 14 x 21 cm
The Great Power of Mother merupakan buku inspirasi dahsyat dunia akhirat yang ditulis oleh penulis best seller buku zero to hero. Ketertarikan saya pada buku ini diawali dengan cover yang menggambarkan seorang ibu sedang mengangkat tangannya seakan berbisik kepada sang pencipta untuk kesalamatan keluarganya baik di dunia maupun akhirat. Awal yang menyambut genangan air mata bagi para pembaca menciptakan rasa penasaran terhadap isi pembahasan yang ada pada buku ini. Betapa bersyukurnya saya, buku ini telah hadir di tengah-tengah kaum pemuda yang membutuhkan banyak jendela rahmat dan momentum yang mampu menghantarkan pada cinta, harapan dan doa. Ukuran buku yang tidak terlalu besar memudahkan pembaca agar bisa dibawa kemanapun dan dibaca kapanpun. Selain itu, pemilihan warna pada cover tidak terlalu berkarakter antara akhwat dan Ikhwan. Sehingga dengan mudah dapat diterima oleh berbagai genre. Dilihat dari isinya, buku ini sangat mengugah jiwa kepahlawanan, menggali energi kesuksesan, menemukan motivasi dan inspirasi serta cara meraih sukses dunia dan akhirat. Pada isi buku juga terdapat beberapa point penting yang dijadikan pembahasan menarik disetiap sub judulnya. Sebagaimana judul pada buku ini mengisahkan balasan yang didapatkan oleh seorang anak karena sudah berbakti kepada kedua orangtuanya. Begitu banyak keberhasilan yang diterima anak hanya karena kedasyatan dari doa ibu yang tiada henti dipanjatkan. Sebagai seorang anak tentu menginginkan keluasan dalam mencetak sejarah. Dengan itu, saya sendiri tertarik pada bagian Fadhillah Birrul Walidain yang mana menjelaskan betapa besarnya dari keutamaan berbakti kepada orang tua. Melalui point pembahasan tersebut dikupas tuntas agar kita semakin tergugah untuk membacanya, salah satunya terdapat dipertengahan bahasan, yaitu the greatest of willingness (hadirkan keridhaan Allah). Rasulullah SAW., bersabda: “Keridhaan Allah tergantung pada keridhaan kedua orangtua, dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orangtua.” (HR. Al-Hakim). Masya Allah sungguh luar biasa. Ini menjadi energi yang positif dan inspirasi yang menyadarkan kita apakah yang kita lakukan selama ini sudah membahagiakannya atau bahkan menjadi laknat?., Melalui buku ini, dijelaskan bermacam kisah yang mampu membangkitkan semangat dan rasa tanggung jawab kepada kedua orangtua. Balasan supercepat menjadi penggalan kata yang banyak dimaknai pada buku ini. Dari awal hingga akhir mengisahkan dan mengeksperikan bentuk bakti kepada kedua orang tua yang sesungguhnya. Pada bagian akhir, buku ini juga menjelaskan fiqh prioritas birrul walidain yang menjadi bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Dalam pemilihannya ini harus dilandasi dengan mahabbatullah, ikhlas meraih ridha-Nya, Allah tidak akan menyia-nyiakan amalannya dikabulkan doanya dan dimudahkan urusannya. Secara keseluruhan buku ini menggunakan bahasa yang mudah diterima dan menarik apabila di baca. Selain itu terdapat jendela inspirasi yang mewakili isi buku ini, yaitu bukalah pintu taubat dikala terlalu banyak perbuatan tidak terpuji yang sangat menggelisahkanmu. Temukan relung-relung kebahagiaan dengan berbakti kepada kedua orangtua, khususnya ibu.
25
E le c tron ic Sh a ri a M agaz i n e - 2 2 E di t i o n
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
Review Film
22
th
Edition
Setiap orang itu spesial dan memiliki bakatnya masing-masing Review Film : Taare Zameen Par (2007) Pemain : Darsheel Safary, Aamir Khan, Tisca Chopra, Vipin Sharma, Sachet Engineer, Tanay Chheda Sutradara : Aamir Khan, Amole Gupta, Ram Madhvani Durasi : 2 Jam 44 Menit Rilis : 21 Desember 2007
Film ini menceritakan kisah seorang anak kelas 3 yang duduk di bangku Sekolah dasar bernama Ishaan Nandkishore Awasthi. Ishaan adalah seorang anak yang kesulitan dan bahkan tidak dapat untuk mengikuti kegiatan di sekolahnya dengan baik, ia dicap sebagai anak yang bodoh dan nakal. Ishaan mengidap penyakit yang disebut Disleksia. Disleksia adalah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis. Hal tersebut menjadi kesulitan bagi Ishaan hingga ia dua kali tidak naik kelas dalam sekolahnya dan pada akhirnya, Ishaan dimasukkan kedalam sekolah asrama. Walau begitu, Ishaan memiliki sesuatu yang disenanginya, yaitu melukis dan dia sangat berbakat akan hal tersebut namun baik guru, teman, bahkan orang tuanya tidak menganggap hal tersebut istimewa dan hanya menilai Ishaan berdasarkan nilai pelajaran di sekolahnya. Ishaan juga memiliki kakak yang sangat pintar di berbagai mata pelajaran disekolahnya. Oleh karena itu, Ishaan juga sering disbanding-bandingkan dengan kakaknya. Saat memasuki sekolah Asrama, Ishaan sangat sedih karena terpisah dari orang tua dan kakanya. Ishaan sangat frustasi karena juga tidak dapat mengikuti pelajaran-pelajaran yang ada di kelasnya. Kemudian, datanglah seorang guru seni yang bernama Ram Shankar Nikhumb yang menyadari Disleksia Ishaan dan juga menyadari bakat dari Ishaan. Ram kemudian menelusuri sebab-sebab kenapa Ishaan menjadi pendiam, pemurung, dan tak semangat dalam belajar. Ia melihat buku tulis Ishaan dan mengamatinya. Dari sanalah ia mengetahui Ishaan mempunyai kelainan Disleksia. Ram juga melihat betapa Ishaan mempunyai bakat yang luar biasa dalam melukis. Ia melihat Ishaan sebagai anak yang cerdas, namun selama ini orang tua maupun gurunya tidak memperhatikan hal itu. Sehingga metode mengajar kepada Ishaan disamakan dengan anak-anak lainnya. Bagi Ram, Ishaan tidaklah bodoh dan idiot seperti yang diperkirakan guru maupun orang tuanya. Hanya butuh kesabaran dan teknik khusus dalam mengajarinya. Ram kemudian dengan sabar mengajar Ishaan membaca dan menulis dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Sampai akhirnya Ishaan bisa membaca juga menulis dan menemukan kepercayaan dirinya. Hasilnya ia bisa naik ke kelas berikutnya. Tak hanya itu, dala lomba lukis yang diadakan sekolahnya, Ishaan berhasil menjadi juara. Lukisannya pun dijadikan sampul buku tahunan sekolahnya. Cerita film ini sangatlah menarik dan juga menyentuh. Film ini mengajarkan bahwa kita tidak bisa menghakimi seseorang ‘bodoh’ karena memiliki nilai yang buruk. Tidak ada yang namanya orang bodoh, hanya saja terkadang seseorang memerlukan perhatian dan bimbingan lebih dalam menempuh apa yang dikerjakannya. Dalam film ini juga, orang tuanya hanya berfokus pada kekurangan yang Ishaan miliki dan tidak menyadari dan mengakui kelebihan yang Ishaan miliki yaitu Bakat melukis yang hebat. Seseorang pasti juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jangan menekan kekurangannya, tapi yakinkan anak kalau dia pasti memiliki kelebihan yang dikaruniakan Tuhan untuk menyambut masa depan. Dengan cara inilah, Ishaan kembali mendapat kepercayaan diri untuk bangkit setelah mengalami depresi. Perlu juga adanya kesadaran dan dukungan penuh baik dari orang tua dan guru untuk membimbing anak-anaknya. Setiap anak memiliki kemampuan dan bakat yang berbeda, jangan paksakan anak untuk mencapai ambisi orangtua diluar kemampuannya.
E le c tron ic Sh ar i a M agaz i ne - 2 2 E di t i o n
26
LiSEnSi
Book Review : The Gr
27
E le c tron ic Sh a ri a M agaz i n e - 2 2 E di t i o n
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22 Corner th
Edition
reat Power of Mother
E le c tron ic Sh ar i a M agaz i ne - 2 2 E di t i o n
28
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
LiSEn
Powered by
29
E le c tron ic Sh a ri a M agaz i n e - 2 2 E di t i o n
nSi Market
y : Divisi Kewirausahaan KSEI LiSEnSi
E le c tron ic Sh ar i a M agaz i ne - 2 2 E di t i o n
30
Electronic Shariah Magazine
E - S H INE
22
th
Edition
Electronic Shariah Magazine
KSEI LiSEnSi
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta