LiSEnSi
Lingkar Studi Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Musyawarah Nasional FoSSEI XVIII Upgrading LiSEnSi 2021 Calon LiSEnSi Satu
HEADLINE:
Merger Bank Syariah dan Resesi
21 Edition
th
TIM REDAKSI Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. Puji beserta syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat -Nya sehingga kami dapat menyelesaikan dan menerbitkan majalah E-Shine kali ini. Shalawat serta salam tak lupa kami haturkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Salam Hangat para pembaca E Shine, Alhamdulillah E -Shine Edisi ke -21 ini telah terbit. Topik utama yang dibahas pada E-Shine edisi kali ini adalah Merger Bank Syariah dan Resesi. Seperti yang kita ketahui, topik ini sedang hangat di dunia ekonomi dan bisnis. Selain itu, E -Shine juga memuat rangkaian agenda, event, berita berita seputar Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) serta karya-karya dari anggota LiSEnSi. Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada segenap tim redaksi 21 E-Shine yang telah memberikan kontribusi terbaiknya dalam penyelesaian EShine Edisi ke- 21 ini, serta semua pihak yang telah membantu sehingga dapat diterbitkan. Akhir kata, semoga E-Shine Edisi ke-21 ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semua dan dapat terus menjadi lebih baik lagi. Sekian dan Terima Kasih. Selamat membaca! Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
PENANGGUNG JAWAB Joko Prasetyo Adly M. Wishal M. Abdul Ghani Fakih Dita Dwi Aliyyah EDITOR Fadhil Firdaus Frili Noni Ika Rahayu DESAIN LAYOUT M Abdul Ghani Fakih Dita Dwi Aliyyah Fariza Dwi Rahayu Siti Nadiatussoleha REPORTER Iqbal Maulana Achmad Baihaqi Diyanaty Mursyidah Fadhil Firdaus Erina Novanti M. Abdul Ghani Fakih Fariza Dwi Rahayu Dita Dwi Aliyyah Annisa Adrian Abdullah Sani Farhan Maulana Ardiyah Mahmuda Prasetyo Widyantoro Tira Mutiara M. Anas Roiyan Putri Leli Nurjannah Mahendra Priatno Nur Adibah Ahmad Maulana Hasim Idrus Muhammad Syawaludin Firdaus Zidane Akbar Wiguna Aida Wirdaini Ma'ruf Alda Ardani Muttaqin Nurul Zakiah Siska Septiani
DAFTAR ISI HEADLINE Merger Bank Syariah 1 dan Resesi EVENT Nasional 6 Musyawarah FoSSEI XVIII 7 Pengukuhan Guru Besar 8 Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag 9 Upgrading LiSEnSi 2020 Diklat Ekonomi Islam 2020 Jilid II
AGENDA LiSEnSi Corner Goes 11 to Mosque 12 LiSEnSi Talkshow 13 Pelatihan Design 14 Kajian Mingguan LiSEnsi Ekonomi Syariah 15 Mentoring 2020 Islamic Economics Goes to 16 Kampung
NEWS 17 Calon LiSEnSi Satu Prestasi KSEI LiSEnSi di 19 TEMILREG dan TEMILNAS 2020 Kisah Inspiratif 21 Menebar Muslimah SOSOK Koordinator Regional 22 Jabodetabek REVIEW FILM 23 99 Nama Cinta REVIEW BUKU 24 Rantau 1 Muara
E-Shine 21
LEKAS PULIH
INDONE
2020 adalah tahun yang berat untuk kita sem sebarkan kebaikan dan untaikan do’a, m
S
LiSEnSi
Lingkar Studi Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
ESIAKU.
mua hadapi, khususnya Indonesia. Mari kita mudah-mudahan Indonesia segera pulih
HEADLINE
Merger Bank Syariah dan Resesi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai merger tiga bank syariah akan memperkuat daya saing ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air karena Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan ekonomi syariah.BI menyambut gembira merger bank syariah ini karena BI sangat mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Gubernur BI menyambut baik inisiatif positif dan sejalan dengan masterplan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang digariskan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Selain memperkuat daya saing, merger tiga bank syariah yang merupakan anak usaha tiga bank BUMN atau Himbara itu juga akan mendorong pengembangan rantai nilai halal di Indonesia. Berdasarkan indeks global, Indonesia masuk 10 besar ekonomi dan keuangan syariah baik di bidang keuangan, makanan, hingga fesyen. Sementara itu, BI juga melakukan penguatan kebijakan moneter dan makroprudensial bidang syariah dengan mengeluarkan inisiatif baru dalam mengembangkan dan memperluas pasar uang syariah. BI sudah menerbitkan tidak hanya sukuk BI untuk operasi moneter syariah tapi juga pasar uang syariah melalui berbagai instrumen di pasar uang syariah, sebelumnya, tiga bank syariah milik Himbara bergabung yakni BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Mandiri Syariah. Akta penggabungan ketiga bank syariah itu sudah ditandatangani pada Rabu 16 Desemeber 2020 sebagai salah satu legalitas menuju penggabungan yang rencananya mulai berlangsung pada Februari 2021.Merger tiga bank syariah yang dinamakan Bank Syariah Indonesia (BSI) itu dinilai akan menjadi salah satu bank syariah terbesar di Indonesia bahkan global, dengan aset mencapai Rp214 triliun dan modal inti Rp20,4 triliun.
1
21
th
Pandemi covid-19 telah memberikan tekanan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia.Pada kuartal III 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 3,49 persen. Dengan demikian, Indonesia resmi masuk jurang resesi per 5 November 2020. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, perekonomian Indonesia minus 3,49 persen secara tahunan tersebut lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya yang minus 5,32 persen meski masuk kategori resesi karena minus dua kuartal berturutturut. Hal ini menunjukkan bahwa proses pemulihan ekonomi dan pembalikan arah atau turning point dari aktivitas-aktivitas ekonomi nasional menunjukkan ke arah zona positif. Menurunnya ekonomi berdampak terhadap meningkatnya jumlah pengangguran. BPS mencatat jumlah pengangguran akibat Covid-19. Naik 2,67 juta orang menjadi 9,77 juta orang pada kuartal III 2020. Angka pengangguran terhadap struktur ketenagakerjaan Indonesia saat ini sebanyak 9,77 juta orang," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam paparan virtual, Kamis (5/11/2020). Dia menerangkan jumlah orang yang bekerja di masa pandemi ini mengalami penurunan 0,31 juta orang, pekerja penuh turun 9,46 orang. “Sehingga jumlah pekerja Indonesia sekarang 128,45 juta orang. Sedangkan pekerja paruh waktu naik 4,32 juta orang dan setengah penganggur juga meningkat 4,83 juta orang," tuturnya. BPS mencatat tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) menurut jenis kelamin pada periode 2019-2020 mengalami peningkatan untuk TPAK perempuan sebesar 1,32 persen.Sedangkan TPAK lakilaki mengalami penurunan 0,84
persen."Artinya di tengah pandemi Covid19 ini, perempuan yang tadinya tidak bekerja dan tidak masuk angkatan kerja, sekarang justru sebaliknya," ungkap Kecuk, sapaannya. Adapun struktur lapangan kerja yang banyak menyerap tenaga kerja di sektor pertanian (29,76 persen), perdagangan, (19,23 persen), industri pengolahan (13,61 persen) serta akomodasi dan makanan minuman (6,65 persen). Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani mengungkapkan, sebanyak 32,60 persen pengusaha melakukan eď€ siensi jam kerja.Lalu pekerja yang dirumahkan tanpa digaji ada sebanyak 17,06 persen, imbas dari pandemi Covid-19. "Dari covid-19 ini banyak pelaku usaha melakukan eď€ siensi yaitu pengurangan jam kerja sebesar 32,60 persen, lalu pekerja yang dirumahkan tidak dibayar 17,06%," kata Rosan dalam video virtual yang dikutip Jumat (6/11/2020). Lalu, untuk memberhentikan pekerja dalam waktu singkat tercatat sebanyak 12.80 persen lalu dirumah atau dibayar sebagian itu sebesar 6,45 persen. Sedangkan pekerja yang dirumahkan atau dibayar penuh hanya 3,69 persen."Karena ini likuiditas yang masih kecil kalau di PHK harus bayar pesangon jadi ini langkah-langkah kita," ungkapnya. Selain itu, Kadin pun juga tengah melakukan peningkatan kreativitas dan inovasi di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya mendorong sumber daya manusia (SDM) agar lebih kreatif dan adaptif dalam menyambut situasi saat ini."Kita membangun rantai jaringan pemasaran yang efektif," tandasnya. Annisa
21
th
2
EVENT LiSEnSi
5
21
th
Musyawarah Nasional FoSSEI XVIII
Pada tahun ini Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) gelar Musyawarah Nasional kembali yaitu Munas FoSSEI XVIII dengan tema 'Optimalisasi Ekonomi Digital dan Halal Lifestyle Menuju Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi Syariah' yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, secara daring atau online. Acara tersebut terjadi pada 25 hingga 29 November 2020. Sebelum acara munas melakukan technical meeting pada hari Minggu, 22 November 2020. Hal ini bertujuan agar para peserta munas mengetahui peraturan peraturan serta rundown dalam acara munas. Dalam acara tersebut yang pertama ialah sambutan oleh ketua panitia Farros Fahmi Mubarok. Setelah itu, masuk ke dalam acara inti yaitu pembacaan rundown acara yang di bacakan oleh hamdi selaku divisi acara munas. Selanjutnya pembacaan peraturan oleh perwakilan dari divisi keamanan. Selanjutnya ialah penutupan Technical Meeting serta foto bersama. Hari pertama acara Munas FoSSEI XVIII di awali dengan pembacaan tilawah dan Sari Tilawah oleh Emira Soviyana dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars FoSSEI dan dilanjutkan dengan sambutan sambutan oleh Farros Fahmi Mubarok selaku ketua pelaksana, Bomo Bromodipati selaku peresidium nasional FoSSEI, dan Bapak Dr. Rohidin, SH. M.Ag selaku Dekan FBE Universitas Islam Indonesia, serta pembukaan secara resmi oleh Dekan FBE Universitas Islam Indonesia. Selanjutnya keynote speech yang di sampaikan oleh Bapak Dr. Drs. H Jussuf Kalla selaku ketua Dewan Masjid Indonesia. Sambutan oleh Ibu Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag. Setelah itu, Sambutan oleh Bapak Ahmad Akbar Susamto M.Phil., Ph.D selaku ketua FoSSEI. Selanjutnya, Penjelasan tentang Dataset Ekonomi Masjid dan Pemberdayaan Bapak Umat Novat Pugo Sambodo selaku tim KA FoSSEI. Pembukaan Simposium dan pembacaan CV Moderator. Pembacaan CV Pembicara 1 yaitu Bapak Muhammad Jazir ASP, Pembicara 2 yaitu Bapk Misbahul Munir, Pembicara 3 yang dipimpin oleh Bapak Rizqi Anfanni Fahmi selaku moderator. Setelah itu, Penutup dan
foto bersama Setelah ishoma dilanjutkan dengan sidang yang diawali dengan pembahasan rundown untuk acara hari rabu hingga minggu yang hasilnya sepakat dengan rundown acara, serta pembahasan mengenai tata tertib yang dilakukan pembahasan secara perpasal, dan terpilihlah pemimpin sidang tetap yaitu Muhamad Wahyu Winmo, Rahajeng Muzizati Tresna, dan Indra Trio Suprawin. Pada hari ke dua Musyawarah Nasional FoSSEI pembukaan sidang kembali serta pembacaan LPJ Presidium Nasional FoSSEI oleh Pemimpin Sidang tetap. Pertama penyampaian LPJ oleh Agus Sulaiman
selaku Bidang Keuangan, dan dilanjutkan oleh Thufell M Tyansyah selaku Bidang Kelembagaan, dan dilanjutkan oleh Boma Bromodipati selaku Bidang Media dan Data, dan dilanjutkan oleh Adam Adhe Nugraha selaku bidangkeilmuan, dan dilanjutkan oleh Ahmad Fauzan Fajar selaku Bidang Kaderisasi. Setelah ishoma dilanjutkan dengan pengesahan hasil sidang serta arahan untuk hari besoknya. Pada hari ke empat Musyawarah Nasional FoSSEI diawali dengan presentasi Caprenas serta tanya jawab. Untuk Kandidat Calon Presidium Nasional pertama ialah Fazrul L. Monoarfa dari KSEI Universitas Darussalam Gontor Jawa Timur. Setelah itu, yang menyampaikan visi misi dan proker dari Khosin dari jurusan Ekonomi Syariah IAIN Pontianak. Setelah itu, penyampaian visi misi serta proker oleh Fadhila Rizki Aď€ fah dari Jurusan Akuntansi UIN Raden Intan Lampung. Kandidat ke empat Abdul Latif Azzam dari STAI Indonesia dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab.Kandidat Capernas ke lima ialah Fahmi Muhammad Haď€ dh dari Universitas Muhammadiyah Magelang. Kandidat Capernas ke lima ialah Ma'ruf Ihsani dari IAIN Bukittinggi. Kandidat Capernas ke enam ialah Rio Chaniado Anggara dari Universitas Lampung. Kandidat Capernas ke tujuh ialah Huzni Mubarok dari jurusan ekonomi Syariah. Kandidat Capernas yang ke terakhir adalah Eko kurniawan dari Universitas Airlangga. Idrus
21
th
6
Diklat Ekonomi Islam 2020 Jilid II
Diklat Ekonoomi Islam 2020 jilid 2 atau disingkat DEI jilid 2 adalah acara tahunan KSEI LiSenSi UIN Jakarta yang dilaksanakan minmal 1 kali setahun. Acara ini adalah hasil dari kerjasama Divisi PSDI (Pengembangan Sumber Daya Insani) dalam rangka membuka kesempatan mahasiswa UIN Jakarta untuk bergabung menjadi kader LiSenSi. Sama seperti acara DEI 2020 jilid 1, acara DEI jilid 2 kali inipun diadakan secara virtual dengan menggunakan aplikasi Zoom yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 November 2020 dan hari Minggu, 23 Desember 2020. Acara ini dihadiri oleh 89 peserta yang tediri dari 61 akhwat dan 28 ikhwan dari angkatan 2020, 2019, dan 2018 yang berasal dari berbagai fakultas dan jurusan di UIN Jakarta. DEI kali ini mengusung tema “Mencetak Generasi Yang Berkarakter Ekonom Rabbani Agar Mampu Berkompetisi Di Era New Normal�. Pada hari pertama acara ini dihadiri oleh para pebicara penting yaitu Bapak Hendro Wibowo, S.E.I., CFP, M.M. dengan memberikan materi Urgensi Dakwah Ekonomi Islam, Ustadz Iman Ni`matullah, Lc, S.E.I yang menyampaikan materi Karakteristik Ekonomi Islam serta pemahaman materi Ke-FOSSEI-an dan Ke-KSEIan yang disampaikan oleh Bapak Hadi Aupa. Pada hari terakhir acara terdapat pemaparan materi tentang Pengantar Ekonomi Islam yang disampaikan oleh Bapak Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.A. Yang istimewa di DEI kali ini LiSenSI UIN Jakarta menghadirkan Guest Star sebagai upaya meningkatkan semangat dan memperluas pengetahuan para kadernya.
7
21
th
Guestar yang dihadirkan ialah Wirda Mansur yang memberikan materi Enterpreneurship Character. Selain itu pada acara DEI kali inipun diselingi dengan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Forkat 2020 Walaupun dilaksanakan secara virtual DEI kali ini tetap berjalan meriah drngan banyaknya peserta serta aktivitas bermanfaat seperti Small Group Discussion dengan para alumni, serta pre-test dan post-test dan untuk menambah keseruan juga diselipkan games Quizzz. Terakhir adalah pemberian penghargaan bagi para peserta yang mengikuti acara DEI jilid 2 ini dengan antusias dan semangat, yaitu pemberian penghargaan peserta terbaik ikhwan yang diraih oleh Syaiful Akbar dari FEB angkatan 2020 dan peserta terbaik akhwat yang diraih oleh Nadlfuri Tri Darojati dari FEB angkatan 2020 Acara ini dapat berjalan dengan lancar berkat bantuan dan kerja keras panitia DEI jilid 2 yang berada dibawah tanggung jawab Joko Prsetyo dan Adly M. Wishal selaku ketua dan wakil ketua KSEI LiSenSi UIN Jakarta. Dan diberikan arahan oleh Muhammad Rijalul Humam selaku ketua pelaksana. Siska Septiani
Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag.
Selasa 1 Desember 2020. Bertepat di auditorium Harun Nasution, secara resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengukuhkan dua nama guru besar yang salah satunya berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yakni Ibu Prof. Dr. Euis Amalia , M.Ag. Yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Islam. Acara ini berlangsung dengan terbatas dihadiri beberapa undangan saja, mengingat masih dalam kondisi pandemi covid 19. Meskipun begitu acara ini tak luput disiarkan dalam kanal YouTube UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sosok Ibu Euis Amalia lahir pada tanggal 1 Juli 1971, merupakan sosok perempuan yang luar biasa. Beliau terlahir dari keluarga pendidik, sehingga tidak mengherankan betapa cinta dan akrabnya beliau dengan dunia keilmuan. Sosok yang merupakan pembina dari KSEI LiSEnSi ini juga merupakan perempuan pertama di Indonesia yang menjadi guru besar di bidang Ilmu Ekonomi Islam. Ibu Euis Amalia sudah banyak melahirkan karya-karya ilmiahnya baik dam buku maupun dalam jurnal-jurnal. Sebagian besar bukunya menjadi bahan rujukan di seluruh Universitas yang ada di Indonesia. Lebih daripada itu, beliau juga telah banyak mengikuti program Internasional seperti studi banding kurikulum bidang hukum di Melbourne City, aktif sebagai pembicara di forum nasional, dan menjabat dalam berbagai organisasi penggerak Ekonomi Islam. Hal ini menujukkan kesungguhannya dalam berkontribusi membumikan ekonomi Islam di Indonesia. “Tujuan dari Ekonomi Islam adalah bagaimana mewujudkan keadilan ekonomi dengan nilai-nilai syariah. Itulah yang kita perjuangkan. Yang dibutuhkan kemudian adalah bagaimana pengarus utamaan Indonesia untuk Ekonomi Islam. Dimana seluruh kementerian, seluruh departemen, seluruh institusi ikut menyuarakan, mendukung, dan
menerapkan, mensupport bagaimana ekonomi Islam di Indonesia itu bisa tumbuh lebih cepat. Tugas kami di perguruan tinggi adalah menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menguasai aspek syariah dan juga menguasai aspek ekonomi dengan baik” Dalam orasi ilmiahnya di depan sidang senat terbuka, Ibu Euis Amalia mengemukakan konsep Ekonomi Islam, yang berjudul : “A k s e l e r a s i S i s t e m E k o n o m i I s l a m Terintegrasi Untuk Ekonomi Indonesia Yang Berkeadilan” Lebih lanjut Ibu Euis Amalia mengungkapkan, bahwa yang dimaksud dengan integrasi sistem ekonomi adalah sebuah upaya membangun tatanan sistem ekonomi yang diimplementasikan dengan nilai-nilai syariah. Dimana satu bagian dengan bagian lain saling bersinergi dan berproses untuk mewujudkan kemaslahatan umum. Kami segenap keluarga LiSEnSi dengan bangga mengucapkan selamat atas pengukuhan gelar guru besar bidang Ilmu Ekonomi Islam kepada pembina kami yang terhormat Ibu Prof. Dr. Euis Amalia , M.ag. Semoga Ilmu yang dimiliki dapat senantiasa bermanfaat untuk umat dan kami berharap dapat mengikuti semangat dan jejak Ibu Euis Amalia dalam kontribusinya terhadap Ekonomi Islam di Indonesia. Aida Wirdaini Ma'ruf
Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag. Pembina KSEI LiSEnSi UIN Jakarta
21
th
8
Upgrading LiSEnSi 2020
Lingkar Studi Ekonomi Syariah kembali melakukan kaderisas kedua setelah diadakannya DEI (Diklat Ekonomi Islam), tahapan ini bernama Upgrading. Dimana upgrading merupakan tahapan yang dilewati oleh anggota LiSEnSi untuk selanjutnya menjadi pengurus LiSEnSi. Upgrading kali ini dilaksanakan pada 9-10 Januari 2021 secara online dengan menggunakan zoom. Upgrading kali ini bertemakan “Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan yang Bertanggungjawab, Profesional, Solutif, dan Intelek dengan Menjunjung Tinggi Asas Spiritualitas”, tema ini diambil dengan harapan agar kader LiSEnSi yang akan menjadi pengurus selanjutnya memiliki jiwa yang bertanggungjawab, profesional, solutif, intelek dan tidak lupa dengan spiritualitasnya. Upgrading kali ini, dibuka pada tanggal 9 Januari 2020 oleh Tira Mutiara selaku MC, dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ahmad Masrur dan diikuti dengan sambutan dari pembina LiSEnSi Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag. Selanjutnya seluruh peserta dan panitia Upgrading menyanyikan lagu Indonesia Raya dan MARS FoSSEI secara bersama-sama. Agar acara Upgrading berjalan sesuai dengan aturan, dilakukan pembacaan tata tertib dan pemilihan PJ untuk Ikhwan dan Akhwat, dan terpilihlah Eki dan Kirin. Selanjutnya diadakan pre-tes yang diikuti oleh seluruh peserta Upgrading, dengan tujuan untuk mengukur sejauh mana tingkat pengetahuan mereka sebelum diberikan materi-materi. Setelah dilakukannya pre-test, seluruh peserta diberikan materi 1 dengan judul Leadership, yang diisi oleh pemateri Haz Koesmahendra. Diharapkan dengan diberikannya materi Leadership seluruh peserta akan memahami dan menumbuhkan jiwa leadership dalam diri mereka. Selanjutnya terdapat materi 2 dengan judul Urgensi Organisasi oleh pemateri Achmad Iqbal. Setelah diberikannya materi ini, diharapkan seluruh peserta juga memiliki pemahaman, rasa tanggung jawab, dan manfaatnya untuk mereka dalam berorganisasi. Kegiatan selanjutnya yaitu presentasi Grand Design, dimana seluruh peserta mempresentasikan inovasi mereka untuk KPI pada
9
21
th
kepengurusan mereka selanjutnya. Setelah itu, dilanjutkan dengan materi 3 dengan judul Motivasi Dakwah oleh pemateri Dr.Ali Sakti, M.Ec, dimana diharapkan setelah mengikuti materi ini seluruh peserta Upgrading akan memiliki ghirah dalam mensyiarkan ekonomi syariah baik kepada keluarganya, temantemannya, maupun masyarakat luas. Setelah semua materi diberikan, diadakan kembali Post-test dengan tujuan mengukur sejauh mana pemahaman mereka tentang materi-materi yang telah diberikan. Kegiatan terakhir yaitu diadakannya t and proper test 1, dimana seluruh peserta secara berganti-gantian akan dipisahkan pada ruang breakout dan kemudian diwawancarain oleh panitia, MPL, dan Alumni. Setelah t and proper test 1 selesai, acara Upgrading ditutup oleh MC. Keesokan harinya sama seperti di hari pertama, acara dibuka oleh MC dan kemudian dilanjut dengan pembacaan al-masurat. Setelah itu, dilakukan presentasi Karya Tulis Ilmiah yang telah dibuat oleh masing-masing kelompok Upgrading. Setelah seluruh kelompok mempresentasikan KTI nya, dilakukan Fit and Proper Test 2. Kemudian kegiatan selanjutnya yaitu pengumuman Calisa (Calon LiSEnSi Satu) yang nantinya akan terpilih satu orang sebagai pemimpin dalam estafet dakwah Ekonomi Syariah. Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah pengurus oleh angkatan 2017, para pengurus meminta maaf dan memberikan pesan-pesan mereka kepada adik-adik penerus selanjutnya, setelah itu acarapun di tutup dengan Doa dan foto bersama. Secara garis besar Upgrading pada tahun ini, memiliki perbedaan dengan Upgrading sebelumnya. Dimana hanya dilakukan secara online walaupun materi yang diberikan tidak jauh berbeda dengan upgrading sebelumnya, namun ada perbedaan yang dirasakan karena tidak bertemu secara tatap muka. Tapi, karena adanya pandemi ini tidak menutup semangat para peserta dan panitia dalam mengikuti acara Upgrading ini. Dita Dwi
AGENDA LISENSI 21
th
10
LiSEnSi CORNER GOES TO MOSQUE
Edukasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dinilai masih cukup rendah, disebabkan oleh minimnya literasi yang tersebar dikalangan masyarakat umum. Maka dari itu, tentunya perlu ikhtiar yang cukup besar untuk meningkatkan tingkat literasi ekonomi syariah. Lingkar Studi Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan lembaga semi otonom yang berbasis di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Lembaga ini dibentuk dengan tujuan untuk mengkaji dan mengembangkan ekonomi syariah ditataran akademis. Didalam internal LiSEnSi terbagi beberapa divisi untuk menggapai segala tujuan yang telah gariskan sebelumnya, salah satu divisinya yaitu divisi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Divisi ini memiliki fungsi untuk mengedukasi ekonomi syariah dikalangan umum dan melakukan kegiatan sosial kepada kaum yang membutuhkan. Salah satu agenda dalam membumikan ekonomi syariah adalah dengan melakukan agenda literasi kepada masyarakat. LiSEnSi Corner merupakan secarik kertas berbentuk ayer yang didalamnya berisi tentang edukasi ekonomi dan keuangan syariah dengan visualisasi yang menarik dan dengan bahan kertas yang tidak mudah rusak. Dalam kesempatan kali ini materi yang terdapat dalam LiSEnSi Corner ialah
11
21
th
Pengelolaan Keuangan dengan Prinsip Syariah, secara sederhana menggambarkan terkait deď€ nisi, dalil-dalil, produk keuangan, tips dan trik mengelola keuangan yang sesuai syariah. Hal ini dilakukan guna mengedukasi masyarakat agar melek secara ď€ nansial. Kegiatan penyebaran dilakukan mulai dari bulan Agustus hingga Desember 2020. Sebanyak kurang lebih 1200 Lembar LiSEnSi Corner telah tersebar pada beberapa daerah di Indonesia, mulai dari masjid di daerah Ciputat, Pamulang, Jakarta selatan, Jakarta barat, Kabupaten Bogor, Kabupaten Way kanan Lampung, Kabupaten Lamongan hingga Kota Padang sebagai destinasi penyebaran. Kegiatan LiSEnSi Corner mendapatkan sambutan yang cukup baik oleh pihak Dewan Kemakmuran Masjid yang didatangi. Diharapkan dengan tersebarnya LiSEnSi Corner diberbagai daerah di Indonesia, minat masyarakat umum mempelajari dan mengimplementasikan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia tumbuh secara berkala. Terlebih pada keuangan pribadi dan keluarga menjadi lebih bijak dalam melakukan pengelolaan sesuai prinsip syariah tentunya. Prasetyo W.
LiSEnSi Talkshow
Ksei Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) untuk sekian kalinya mempunyai sebuah acara yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa baru maupun lama yang masih bingung tentang passion mereka di dalam dunia perkuliahaan. Mereka yang bingung ingin fokus mengerjar akedemik, atau yang suka berorganisasi untuk menambah relasi yang banyak, ataupun mereka yang mempunyai minat menjadi seorang entrepreneur sambil menjalankan kuliah, atau bisa juga untuk mereka yang mempunyai keinginan menambah pengalaman baru menjadi agent of change sebagai volenteer. Maka dari itu Ksei Lingkar Studi Ekonimi Syariah (LiSEnSI) melalui panitia DEI jilid 2 menyelenggaran LiSEnSI Talk Show yang di laksanakan pada hari Sabtu (10/10/2020) pada jam 08.00 – selesai dan bertempat di zoom meeting karena kendala virus covid -19. Acara ini menghadirkan empat pembicara penting yang memiliki potensi di bidangnya masingmasing yaitu Oky Faraby (CEO Ayam Chiken), Hadi Aupa (Koreg FoSSEI Jabodetabek), Rahmad Hasibuan (Wisudawan Terbaik UIN Jakarta 2020) dan Adly Muhammad Wishal (Volounteer at Istanbul Youth Summit 2020) serta di moderatori oleh Mallika Nurwin Fitria selaku Staff Bendahara Umum LiSEnSI 2020. Acara ini di hadiri 80 orang yang mayoritas mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Materi yang di sampaikan oleh keempat pembicara sangatlah menarik untuk di bahas karena mereka menguasai di bidang masingmasing. Untuk materi enterpreneur di sampaikan oleh Oky Faraby yang mana beliau adalah CEO Ayam Chiken dan usahanya sukses. Beliau menyampaikan pembahasan yang sangat menarik tentang bagaimana menjadi seorang enterpuner yang baik tetapi di samping itu tidak meninggalkan kewajiban menjadi seorang mahasiswa yang pintar dan lulus pada tepat
waktu. Disini juga beliau memberikan trik an tips untuk tetap konsisten dalam dunia enterpeneur. Tidak kalah menarik juga dari materi akademik yang di sampiakan oleh Wisudawan terbaik UIN Jakarta 2020 yang beliau membagi pengalamannya dalam dunia perkuliahan dalam menghadapi mata kuliah yang susah dan dapat memahaminya dengan baik dan mendapatkan nilai yang sangat memuaskan. Tidak hanya itu beliau juga memberikan cara untuk membagi waktu untuk belajar, berorganisasi dan bermain dengan teman. Adapun untuk materi keorganisasian yang diperuntukan oleh mahasiswa yang mempunyai jiwa berorganisasi yang tinggi disampaikan dengan sangat baik dan menarik oleh Hadi Aupa selaku Koreg FoSSEI Jabodetabek yang mempunyai pengalaman organisasi yang sangat banyak dan luas. Beliau juga membagi pengalaman dalam organisasinya dan bagaimana menjadi pemimpin dalam organisasi yang baik. Dan untuk meteri yang terakhir tentang volenter yang disampikan oleh Adly Muhammad Wishal selaku Volounteer at Istanbul Youth Summit 2020 yang mana dengan gaya santainya, beliau menyampaikan bagaimana cara menjadi mahasiswa yang mempunyai jiwa agent of change sebagai Volenteer. Output dari terselenggarannya acara ini diharapkan para peserta mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat dari para pengalaman pembicara dalam bidang mereka masing-masing. Dan peserta termotivasi untuk mengejar cita-cita mereka sendiri yang sudah mereka tentukan dan mengerti alur dan tantangan dalam menggapai cita-cita mereka. Arda
21
th
12
Pelatihan Design
Masa pandemi Covid-19 yang secara tiba-tiba datang tanpa aba-aba membuat semua orang mau tidak mau harus siap menghadapinya. Skala yang dirasakan akibat dari pandemi ini bukan hanya satu kota, provinsi, ataupun negara, tetapi seluruh dunia merasakan dampak yang memang tidak ada yang siap untuk bisa mengantisipasinya maupun menanganinya. Salah satu dampak yang sangat dirasakan oleh seluruh pihak didunia ini adalah transformasi kebiasaan baru atau new normal. Pada fase ini, semua kegiatan dilakukan secara online untuk menghindari pertemuan langsung dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 ini. Hal ini menyebabkan orang-orang dituntut untuk bisa menguasai media online, karena dimasa pandemi ini harus kita akui pusat informasi terpusat didalamnya. Skill desain gras tentunya adalah keahlian yang sangat menunjang pada masa pandemi kali ini dalam membuat sebuah publikasi di media sosial. KSEI LiSEnSi melalui Divisi Humas dan Media mengadakan pelatihan design online dalam rangka meningkatkan softskill anggota dan pengurus KSEI LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pelatihan design online kali ini dilaksanakan pada hari Ahad, 01 November 2020 yang dimulai pada pukul 08.30 pagi sampai pukul 12.00 melalui aplikasi Google Meet, dan di bimbing langsung oleh kak Fadhil Firdaus selaku
13
21
th
Koordinator Keilmuan 2019/2020 KSEI LiSEnSi. Acara pelatihan desain kali ini diikuti dengan antusias oleh para peserta, dengan memanfaatkan aplikasi desain gras yaitu “Afnity Designer”. Aplikasi desain gras ini masih belum secara umum digunakan oleh banyak pihak karena masih terbilang muda keberadaannya, walaupun belum banyak yang menggunakan aplikasi ini tetapi para peserta bisa mengikuti seluruh materi dengan baik dan peserta mampu membuat poster yang menarik sebagaimana challenge yang telah ditugaskan. Tujuan pelatihan desain kali ini selain menambah skill baru desain gras dari para kader LiSEnSi, juga untuk menanamkan kepada setiap kader agar tidak memakai software design bajakan atau crack-an. Karena software Afnity Designer memberikan free trial diawal pemakaian setiap pengguna barunya selama tiga bulan. Jadi, diharapkan output dari pelatihan desain online kali ini adalah para peserta bisa mengeksplor potensi mereka dalam hal desain gras yang tetap menjaga keorisinilan software yang dipakai dan dapat beradaptasi dalam menyebarkan publikasi-publikasi di media sosial nantinya. Zidan
Kajian Mingguan LiSEnSi Penguatan Ekonomi Syariah Berbasis Pesantren
Selama pandemi, aktivitas perkuliahan dan organisasi banyak dilakukan secara daring. Banyak hambatan baru yang dirasakan mahasiswa, mulai dari rasa bosan hingga sulit bertemu dan bertatap muka secara langsung. Belajar, rapat, diskusi, dan segala aktivitas yang dilakukan secara daring membuat diri menjadi jenuh dan penat. Dengan semua keluh kesah tersebut bukan berarti harus menyulutkan semangat dalam berproses. Segala hambatan tersebut tidak menjadi alasan untuk tetap menambah ilmu dan wawasan. Seperti misalnya semangat teman-teman LiSEnSI untuk tetap aktif dalam kegiatan Kajian Mingguan LiSEnSi yang konsisten diadakan meski melalui media google meet. Pada hari Ahad, 6 Desember 2020, Kajian Mingguan LiSEnSi (Kamil) kembali diadakan dengan membahas tema yang menarik, yakni dengan tema pembahasan “Penguatan Ekonomi Syariah Berbasis Pesantren”. Bapak Ahmad Af, S.Pd,. M.E selaku pengamat dan pegiat ekonomi pesantren menjadi pembicara yang membahas tentang materi tersebut. Kajian yang dilaksanakan pada pukul empat sore itu dihadiri sekitar tiga puluh peserta, terbilang cukup banyak mengingat kajian diadakan pada hari weekend. Tepat pukul empat sore, Kamil dimulai dengan kalimat pembuka oleh moderator, Kania Dwiningtias. Setelah itu sebelum pemaparan materi, terlebih dahulu dilantunkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Rio Arkan Syaq. Lalu dilanjut penyampaian materi yang sangat menarik oleh Bapak Ahmad Af S.Pd,. M.E. Slide demi slide powerpoint yang ditampilkan memantik mata untuk tetap fokus pada bahasan materi. Secara garis besar, penguatan ekonomi syariah di pesantren menjadi urgensi dan potensi penting
karena fungsi dari pesantren sendiri bukan hanya sebagai tempat pendidikan dan dakwah, melainkan juga pemberdayaan ekonomi. Potensi jumlah pondok pesantren yang terbilang cukup banyak menjadi peluang dalam upaya meningkatkan inklusi ekonomi syariah. Setelah begitu banyaknya materi yang disampaikan, kajian diakhiri dengan sesi tanya jawab oleh pemateri dan peserta. Terlihat antusias yang lebih dari audiens dengan pertanyaanpertanyaan yang cukup menarik. Pengusungan topik pembahasan pada Kamil kali ini diharapkan mampu meningkatkan edukasi dan literasi, serta menambah kesadaran dengan begitu besarnya potensi dan peluang inklusi ekonomi syariah di lingkup pesantren. Alda
21
th
14
Mentoring Ekonomi Syariah 2020
Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia dari tahun ketahun menunjukkan tren yang meningkat. walaupun meningkat, dirasa masih kurang akseleratif dalam menancapkan akar ilmu pengetahuan ekonomi syariah ditataran terkecil dalam bernegara dan beragam usia. Dalam hal ini, perlunya mengakomodasi beragam tingkatan lingkup dan tingkatan usia sebagai upaya menggaet ceruk masyarakat guna mempercepat pembumian ekonomi syariah di negeri ini. LiSEnSi merupakan akronim dari Lingkar Studi Ekonomi Syariah yang bergelut pada bidang kajian akademis Ilmu Ekonomi Syariah. Lembaga semi otonom ini berada pada naungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beragam kegiatan telah dilakukan guna mengembangkan dan mengkaji ekonomi syariah. Salah satu divisi yang berfungsi untuk mengedukasi masyarakat dan melakukan kegiatan sosial ialah d i v i si Pe ng e mb a ng a n d a n Pe m b e r d a y a a n Masyarakat (PPM). Dalam bidang edukasi ekonomi syariah telah dilakukan pada berbagai tingkatan usia, salah satunya adalah pelajar. Dalam mewujudkan edukasi ekonomi syariah pada kalangan pelajar, LiSEnSi mengadakan kegiatan berupa Mentoring Ekonomi Syariah untuk kalangan Pelajar. Mentoring ini dilaksanakan mulai 26 Juli hingga 6 November 2020 diawali dengan Pembukaan Mentoring. Pembukaan Mentoring dikemas menyerupai webinar dengan menghadirkan dua pembicara yaitu Ibu Prilla Prilla Kurnia Ningsih, Lc., ME.Sy (Dosen FEB UIN Jakarta) dan Adam Adhe Nugraha (Presidium Nasional FoSSEI) dengan mengambil tema “Urgensi Mempelajari Ekonomi Syariah dikalangan Pelajar�.
15
21
th
Setelah Pembukaan Mentoring dilanjutkan dengan pembentukkan kelompok yang terdiri dari tiga tingkatan antara lain, Basic, Intermediate, Advance. Seluruh kelompok berjumlah 12 dengan total peserta kurang lebih berkisar 150 orang. Terdapat tujuh pertemuan perkelompok dengan mentor dan dua pertemuan sebagai evaluasi serta satu pertemua sharing dengan praktisi lembaga keuangan syariah dan ď€ lantropi islam, lalu, pembukaan dan penutupan mentoring. Jadi, total pertemuan mentoring berjumlah 12 kali. Dan setelah pertemuan mentoring selesai terdapat ď€ nal project yang ditugaskan kepada peserta berupa pembuatan video kampanye ekonomi syariah dan diupload disosial medianya masing-masing. Pada akhir kegiatan terdapat penutupan mentoring sebagai ajang perpisahan pada kegiatan ini. Penutupan mentoring berisi tentang kesan dan pesan guru, mentor dan peserta, games, penayangan video kampanye ekonomi syariah dan awarding secara virtual. Akhir kalimat diharapkan, seluruh peserta dan mentor mendapatkan pembelajaran dari kegiatan mentoring ekonomi syariah kali ini dan dapat selalu menyebarkan kebaikan ekonomi syariah kepada khalayak umum kapanpun dan dimanapun. Tira
Islamic Economics Goes to Kampung
Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan institusi kemahasiswaan yang bergerak dibidang pengkajian akademik ekonomi syariah. Dalam praktiknya, LiSEnSi turut meramaikan khazanah literasi ekonomi dan keuangan syariah ke berbagai kalangan masyarakat mulai dari pelajar, ibu-ibu, bapak-bapak hingga masyarakat umum melalui sosialisasi daring maupun luring. Divisi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat yang menaungi edukasi kepada berbagai kalangan masyarakat pada Selasa, 25 Agustus 2020 pada pukul 20.00 WIB hingga 21.15 WIB telah melaksanakan dengan baik amanahnya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor dengan program kerja bernama Islamic Economic Goes to Kampung (IEGTK). IEGTK bertujuan untuk mengedukasi masyarakat desa mengenai ekonomi dan keuangan syariah sebagai ikhtar membumikan ekonomi syariah di pedesaan. IEGTK kali ini diadakan dengan tema acara “Pengelolaan Keuangan Syariah”. Sadar akan situasi covid-19, LiSEnSi melakukan sosialisasi ekonomi syariah dengan melakukan protokol kesehatan (Masker, cuci tangan dan jaga jarak) dan pembatasan jumlah massa yang hadir (hanya 20 Orang). IEGTK dimulai dengan sambutan perwakilan LiSEnSi dan Sambutan dari Yayasan Indah Berbagi selaku fasilitator acara. Lalu kegiatan dilanjut dengan penayangan video edukasi dari LiSEnSi dengan judul “Cantik Itu Halal” dan “NgeriBanget” dan video dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dengan judul “Perencanaan Keuangan Syariah” serta pembagian Flayer edukasi tentang pengelolaan keuangan syariah. Tak
berhenti sampai disitu, acara dilanjut dengan sosialisasi ekonomi syariah dengan cara diskusi tentang “Pengelolaan Keuangan Syariah” yang dibimbing oleh ketiga pemantik antara lain, Tira Mutiara, Fadhil Firdaus, dan Abdul Ghani. Diskusi terlihat cukup interaktif antara pemantik dan peserta diskusi hingga akhir acara. Diakhir kegiatan terdapat pemberian cinderamata kepada pihak Yayasan Indah Berbagi dan Desa Setempat. Demikianlah hasil kegiatan IEGTK, kegiatan ini dilandasi atas dasar kepedulian terhadap literasi ekonomi syariah di pedesaan. Besar harapan kami, sosialisasi dan pembumian ekonomi syariah tetap masif dilakukan walaupun disituasi pandemi covid19 dengan berbagai cara yang kreatif dan inovatif serta efektif demi percepatan akselerasi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Ridha
21
th
16
News
Calon LiSEnSi Satu Wajah Baru Pemimpin KSEI LiSEnSi
M. Rizky Hanif Hulu Perbankan Syariah 2018 Chandra Setyawan Ekonomi Syariah 2018
Sabtu-Ahad, 9-10 Januari 2021, telah sukses dilaksanakan upgrading LiSEnSi dengan tema “Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan yang Bertanggungjawab, Profesional, Solutif dan Intelek dengan Menjunjung Tinggi Asas Spiritual�. Acara tersebut disambut dengan serius oleh para panitia maupun peserta sehingga jarang terjadi senda gurau, karena acara tersebut guna mendidik para kader KSEI LiSEnSi yang akan menerima estafet perjuangan ekonom rabbani dalam kepengurusan mendatang. Segala rangkaian acara telah dilaksanakan mulai dari pemaparan materi oleh pemateri pilihan, penyampaian grand desain dari setiap divisi, hingga penyampaian karya tulis ilmiah antar kelompok. Sehingga terbentuk penerus generasi dan pemimpin terbaik yang akan menjalankan amanah dalam kepengurusan selanjutnya. Pada 10 Januari 2021 pukul 20.38 WIB, telah disampaikan pengumuman yang akan memimpin KSEI LiSEnSi atau CaLiSa (Calon LiSEnSi Satu). Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh ketua umum
17
21
th
M. Rijalul Humam Perbankan Syariah 2018
Achmad Baihaqi Ekonomi Syariah 2018
Yudhistira Fetano Sakti
Ekonomi Syariah 2018
KSEI LiSEnSi, Joko Prasetyo. Terdapat 5 (lima) bakal CaLiSa yang terdiri dari: Chandra Setyawan (Ekonomi Syariah 2018), Achmad Baihaqi (Ekonomi Syariah 2018), Yudhistira Fetano Sakti (Ekonomi Syariah 2018), Muhamad Rijalul Humam (Perbankan Syariah 2018), dan Muhammad Rizky Hanif Hulu (Perbankan Syariah 2018). “Siapapun yang menjadi pemimpinnya harus didukung dan dikuatkan� ujar Joko. Kandidat CaLiSa tersebut akan menghadapi berbagai proses kegiatan sampai pemilihan ketua KSEI LiSEnSi. Rangkaian acara tersebut berupa: PraMusyawarah Anggota LiSEnSi (Pra MAI) yang nantinya para CaLiSa yang akan menyampaikan visi misi. Lalu, Musyawarah Anggota LiSEnSi (MAI) yang nantinya akan dilakukan seleksi menjadi 3 (tiga) besar calon sekaligus penentuan Ketua Umum KSEI LiSEnSi periode 2021/2022. Ahmad Maulana Hasim
21
th
18
Prestasi KSEI LiSEnSi di TEMILREG dan TEMILNAS 2020
Pitri Khayrani Ekonomi Syariah 2018
Rachmat Satriyani Joko Prasetyo
Ekonomi Syariah 2017
Ekonomi Syariah 2017
Pada Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Padang 2020 secara online, KSEI LiSEnSi mengirimkan delegasinya. Dimana Temilnas ini merupakan kegiatan tahunan dari FoSSEI yang dilakukan di tempat yang berbeda-beda. Perlombaan yang diselenggarakan Temilnas ini ada beberapa cabang yaitu Olimpiade Ekonomi Islam, Karya Tulis Ilmiah, dan lain-lain. Temilnas 2020 yang diikuti delegasi Tim KSEI LiSEnSi yang terdiri dari Joko Prasetyo, Satria, dan Pitri Khayrani, Alhamdulillah mendapatkan juara 3. Mereka mengikuti lomba pada cabang Olimpiade Ekonomi Islam, dimana kegiatannya dilakukan secara online. Dalam kegiatan lomba tersebut ada beberapa tahap penyisihan sampai semi nal dan nal. Pada kegiatan penyisihan semua anggota yang mengikuti perlombaan akan mengerjakan soal berupa pilihan ganda melalui website FoSSEI, selanjutnya ada pada semi nal akan dibagi menjadi perkelompok untuk menjawab soal yang dikasih oleh panitia dan sampai pada kegiatan nal perlombaan para delegasi akan di beri study case serta mempresentasikannya. “Alhamdulillah dari kegiatan Temilnas ini aku banyak banget dapat insight baru mulai dari latihan berbulan-bulan sebelumnya, melatih teamwork yang baik, sampai ketemu banyak orang-orang hebat lainnya dan dapat ilmu dari mereka. Urusan menang itu emang bener bonus dari Allah SWT. Selain itu kita bisa banyak banget dapat pengalaman berharga dari sana”. (Pitri) Dan juga KSEI LiSEnSi mengirimkan delegasinya dalam perlombaan Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang diselenggarakan Temu Ilmiah Regional (Temilreg) FoSSEI Jabodetabek, dimana LKTEI ini merupakan salah satu cabang lomba dari Temilreg FoSSEI Jabodetabek. Dimana biasanya setiap tahun, cabang lomba ini selalu ada dengan beberapa pilihan tema. Pada perlombaan (LKTEI) ini delegasi tim KSEI LiSEnSi yang terdiri dari Masayu Ustadzah K.Q (Eksyar 2018), Anisa Suhaimah (Eksyar 2018) dan Tira Mutiara (Eksyar 2017) menggunakan tema tentang zakat dengan judul “Mosque Zakat Literacy in Limo : How Should Zakat be Distributed”. Setelah lolos ke nal (10 besar), tim yang lolos akan melakukan presentasi secara online karena perlombaan dilakukan di masa pandemic begitupun dengan pada pengumaman akhirnya dilakukan secara online, dan Alhmdulillah delegasi tim KSEI LiSEnSi mendapatkan juara 3. “seneng dikasih kesempatan buat ikut lomba ini. Hal yang paling berkesan adalah ketika melakukan survey. Waktu itu, sudah ada kasus covid-19 di Indonesia, tepatnya di Depok, dan daerah tersebut juga merupakan tempat survey Tim saya. Agak takut, tapi harus tetap lanjut dan Alhamdulillah selesai sampai akhir”. (Tira) “untuk delegasi selanjutnya, harus lebih semangat lagi dan selalu berikan yang terbaik” tutur Tira. Nurul D
19
21
th
SELAMAT ATAS PRESTASINYA Kader KSEI LiSEnSI UIN Jakarta Sebagai Juara 3 Lomba Video Kreatif TEMILREG JABODETABEK 2020
Mallika Nurwin F.
M. Farhan Maulana
Diny Melgasari
Ekonomi Syariah 2018
Ekonomi Syariah 2017
Ekonomi Syariah 2017
M. Abdul Ghani F.
Fariza Dwi Rahayu
Perbankan Syariah 2017
Perbankan Syariah 2017
SELAMAT ATAS PRESTASINYA Kader KSEI LiSEnSI UIN Jakarta Sebagai Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah TEMILREG JABODETABEK 2020
Masayu Ustadzah Ekonomi Syariah 2018
Anisah Suhaimah
Tira Mutiara
Ekonomi Syariah 2018
Ekonomi Syariah 2017 th
21
20
Menebar Kisah Inspiratif Muslimah Lembaga Dakwah kampus UIN Syarif Hidayatullah lomba ini, aku jadi lebih berani berkarya, lebih Jakarta menyelenggarakan acara Islamic Movement berani sama kemampuanku sendiri dan juga Festival. Pada acara tersebut banyak sekali lomba yang lebih semangat dalam menulis. Dan pesannya diselenggarakan dam terbuka untuk umum, tidak untuk siapa aja yang sudah baca karyaku hanya mahasiswa UIN Jakarta saja. Salah satu lomba semoga kisah itu lebih menginspirasi. Dan yaitu Lomba Kisah Inspiratif Muslimah�. Alhamdulillah untuk kamu yang masih takut berkarya, dan KSEI LiSEnSi mengirim perwakilan dalam lomba masih tidak percaya diri atas kemampuan diri tersebut. Intan Fatikhasari dari jurusan Ekonomi sendiri, kuncinya Cuma satu Mukai mencoba syariah 2019 telah menyabet Juara Ketiga dalam acara dan jangan takut jatuh gagal. Buktikan sama tersebut. Intan mengikuti lomba ini berawal dari dunia kalau kamu mampu bersinar lebih keikutsertaan dalam Kelas Pintar (KasPin) Kisah terang� ujar Intan, penulis muslimah yang Inspiratif Muslimah yang diadakan oleh divisi keilmuan inspiratif. Eki LiSEnSi. Menariknya dalam mengikuti lomba ini Intan menulis cerita hanya dalam waktu setengah jam dan isi ceritanya terinspirasi dari kisah hidupnya sendiri yang berarti terbukti mencerminkan betul Intan sebagai sosok muslimah yang inspiratif. “Seneng banget bisa dapet kesempatan ikut lomba karena setelah sekian lama aku bikin cerita, baru ini yang sukses. Dengan ikut
Intan Fatikhasari 21
21
th
Ekonomi Syariah 2019
SOSOK
Koordinator Regional JABODETABEK
Qaidi Azham Anwar Sinaga, pemuda kelahiran Sipare-pare, Sumatra Utara 22 November 1996 yang akrab disapa Chairul, Qaidi atau Tumqoi. Chairul merupakan Mahasiswa Fakultas Idaariyah Maaliyah, Jurusan Manajemen dan Keuangan, Angkatan 2018 di LIPIA, Jakarta Selatan. Pemuda berusia 24 tahun ini sangat menyukai traveling dan membaca. Dari kegemaran membaca itulah, ia sering kali memenangkan lomba tingkat Nasional, antara lain pada tahun 2020 Chairul meraih Juara II Kompetisi Ekonomi Islam Mahasiswa Nasional oleh UNESA dan menjadi Juara Harapan II Lomba Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional oleh Ses-C IPB 2020. Meskipun usianya dibilang cukup muda, pengetahuan dan pengalaman dalam Dakwah Ekonomi Syariah patut diacungi jempol, terbukti pada tahun yang sama Chairul mendapatkan Juara II Lomba Debat Tingkat Nasional oleh UNIDA Gontor. Untuk pengalaman organisasi tidak perlu diragukan lagi. Ia sudah menjadi siswa aktivis organisasi dari tahun 2013 sebagai Sekretaris Umum OSIS MATIQ Isy Karima dan juga beberapa organisasi lainnya yang ia ikuti. ketika berubah status menjadi mahasiswa ia menjabat sebagai Ketua Umum KSEI AkSES LIPIA 2019 dan Staf Bidang Keilmuan FoSSEI Jabodetabek 2019. Dikesibukkannya berorganisasi ia tetap berprestasi. Pada tahun 2019 Chairul mendapatkan Juara II Lomba Debat Tingkat Regional oleh FoSSEI Jabodetabek dan Juara II Olimpiade Ekonomi Islam Nasional ISFEST 2019 & 2020 di UNESA, Surabaya. Pemuda asal Solo ini tidak berhenti menebarkan dakwah Ekonomi Syariah di Kampusnya, seperti ketertarikannya dalam hal Sejarah, Peradaban Manusia, Leadership, dan Public Speaking, menjadikan ia sebagai Koordinator Regional FoSSEI Jabodetabek Masa Amanah 2020/2021. Disamping hobi traveling dan membaca, ia juga menyukai hobi dalam bidang menulis
dan berimajinasi mencari inspirasi, tak heran pada tahun 2015 Chairul menjadi Juara Harapan II Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Kabupaten Karanganyar. Sesuai dengan Motto Hidunya “Manusia Mati Ketika Berkarya; Kata-Kata Adalah Kekuatan� sampai sekarang Chairul suka mengabadikan karya-karya tulisannya di blog pribadi (chairulsinaga.blogspot.com). Eitss, Chairul juga suka dalam hal diskusi santai bersama orang-orang terdekat, jalan-jalan, dan makan gratis. Tak salah, orang yang memiliki nama akun instagram @chairusinaga yang suka menghadapi tantangan baru, juga mengabadikan sejarah perjalanan hidupnya di akun media sosial. Diyan
JABODETABEK
Qaidi Azham Anwar Sinaga Kordinator Regional JABODETABEK
21
th
22
REVIEW FILM 99 Nama Cinta : Romansa dalam balutan Religi Sutradara Produser Skenario Pemeran
:Danial Rifki :Ferry Garink Ardiyan :Garin Nugroho : Acha Septriasa,Deva Mahenra,Chika Fawzi,Susan Sameh,Dzawin
Nur, Adinda Thomas. Sinematogra :Gunung Nusa Pelita Penyunting :Wawan I. Wibowo Distributor :MNC Pictures
dalam-dalam karena Kiblat akan dijodohkan dengan Husna (Chika Fawzi) wanita yang berprofesi sebagai guru lulusan korea yang magang di pesantren milik keluarga Kiblat.
Sinopsis Dalam kisahnya, Talia (Acha Septriasa) berprofesi sebagai presenter sekaligus produser acara gosip yang sedang meniti karier di dunia hiburan Tanah Air. Suatu hari, saat di kantor Talia kedatangan tamu bernama Kiblat (Deva Mahenra). Kiblat adalah teman masa kecil Talia. Kiblat yang merupakan seorang ustadz bermaksud datang untuk memberikan pelajaran agama kepada Talia. Hal itu Kiblat lakukan karena sudah diamanatkan oleh ayah Talia sebelum meninggal. Suatu ketika, pergolakan dunia kerja hampir membuat kariernya Talia terancam hancur. Dalam kondisi terpuruk itu, Talia terpaksa akhinya bekerja sama dengan Kiblat. Kebersamaan dan kedekatan yang mereka jalani menimbulkan rasa cinta dalam hati Talia yang selama ini terasa kosong. Namun, Talia harus mengubur rasa cintanya
23
21
th
Keunggulan Cukup menarik dari segi tema yang diceritakan yaitu dengan memberikan sentuhan religius di dalam kisah romansa yang terjadi di sepanjang lm. Penyampaian dakwah yang tidak terkesan menggurui dengan scene-scene yang cukup tersirat sebagai pesan dari lm ini. Unsur komedi dalam lm yang cukup kena dan lucu karena adanya salah satu standup comedian. Kekurangan Alur cerita yang biasa saja dan hampir bisa ditebak endingnya mau kemana Perpindahan kamera dari scene ke scene terasa begitu cepat. Lebih terlihat seperti sebuat sinetron/ftv yang sekali selesai. Ending yang kurang sempurna.Review ini berdasarkan pengalaman saya yang menonton lm “99 Nama Cinta” namun mau sebagus-bagusnya lm atau seburukburuknya lm tergantung dari selera penonton itu sendiri. So, jika kalian ingin mengisi waktu luang dengan menonton lm bisa langsung saja menonotn “99 Nama Cinta”. Iqbal M
REVIEW BUKU Rantau 1 Muara Penulis Negara Bahasa
: Ahmad Fuadi : Indonesia : Indonesia, Minang, Sunda, Inggris,
Arab Penerbit : PT Gramedia Pustaka Umum Cetakan : Pertama Tanggal Terbit : Mei 2013 Halaman : 411
Sinopsis Hidup Alif hampir sempurna. Di usianya yang masih muda, separuh dunia telah ia jelajahi, dan ia berhasil menyelesaikan kuliahnya sebagai lulusan terbaik di usia ke 26. Namun sayang, prestasinya yang gemilang itu tidak sebanding yang ia harapkan. Ia ď€ kir, dengan segudang prestasi yang ia miliki ia akan menjadi rebutan perusahaan besar. Di era krisis moneter, lowongan pekerjaan sulit dicari. Setelah melamar di berbagai perusahaan dan bertubi-tubi penolakan, akhirnya Alif yang berdarah minang ini mendapatkan pekerjaan sebagai wartawan koran ternama di Indonesia. Meskipun sudah bekerja, masa krisis Alif belum berakhir, gajinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan membiayai Amak dan dua adiknya di kampung. Terpaksalah Alif menjadi Doktor alias mondok di kantor bersama sahabat barunya, Pasus. Tak lama kemudian, datang seorang wanita bermata indah yang membuat Alif penasaran. Yang tidak lain adalah teman sahabatnya, Raisa bernama Dinara. Dinara berusia 23 tahun, lulusan ilmu komunikasi UI, anak kota yang berasal dari keluarga mapan berdarah campuran Jawa Minang. Di awal kisahnya, Alif menaruh harapan kepada gadis yang gaul sekaligus partner kerjanya. Tanpa disadari, Dinara juga merasakan hal yang sama. Akan tetapi cinta
keduanya tidak terungkapkan. Hubungan Dinara dan Alif harus terputus karena Alif mendapatkan beasiswa S2 di Amerika. Sejak kepergiannya Dinara mengungkapkan rasa kehilangan kepada Alif, dan akhirnya Alif secara jantan menyatakan cintanya yang terbalaskan. Kemudian keduanya memutuskan untuk menikah dan menetap di Amerika. Setelah terpenuhi dengan materi yang tercukupi, di hati mereka terasa ada yang mengganjal. Berbagai kerinduan dan kenangan yang melekat di kampung halaman kian menyelimuti mimpimimpi Alif. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan mereka sepakat untuk bermuara ke Indonesia. Kelebihan Buku ini mampu membuat pergolakan batin ketika tragedi 11 September 01 terjadi, dimana Kakak angkat Alif, Garuda menjadi korban dari pengeboman WTC. Buku ini mengupas sepak terjang Alif dan awak media dalam mengupas dinamika Jurnalis, sehingga bermanfaat bagi pembaca yang ingin berkecimpung di dunia pers. Melihat kegigihan Alif dan teman-temannya mendapatkan narasumber penting, hingga pengalamannya meliput kamar Jenazah RSCM. Man Jadda Wajada! Dan yang paling terpenting buku ini menyelipkan mantra yang amat penting yang dapat mengubah pola pikir pembaca. Seperti mantra yang terucap dalam buku ini, “Man Saara Ala Darbi Washala�, siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan. Buku ini mengajarkan kita untuk berani mencari jati diri dalam mengambil sebuah keputusan yang akan berdampak ke kehidupan kita selanjutnya. Di buku ini terselip beberapa pepatah arab, contohnya fastabiqul khairat, berlomba-lomba menuju kebaikan (hal 28) yang dapat memotivasi pembaca. Iqabl M.
21
th
24
Pengurus KSEI LiS
Periode 20
PAMIT UN
Terima kasih dan mohon maaf dikepengurusan selanjutnya LiS sayap dakwahnya unt
SEnSi UIN Jakarta
020-2021
NDUR DIRI
f atas kekhilafan kami, semoga SEnSi bisa terus membentangkan tuk kebermanfaat umat
LiSEnSi
Lingkar Studi Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
@ksei_lisensi @lisensi.market
@ksei_lisensi
KSEI LiSEnSi UIN Jakarta
@koi4132p
KSEI LiSEnSi UIN Jakarta
www.lisensiuinjkt.com