Skip to main content

E-Shine 19th Edition

Page 1

TIM REDAKSI Assalamu’alaikum Wabarakaatuh.

Warahmatullaahi

Puji beserta syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat -Nya sehingga kami dapat menyelesaikan dan menerbitkan majalah E-Shine kali ini. Shalawat serta salam tak lupa kami haturkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Salam Hangat para pembaca E Shine, Alhamdulillaah E -Shine Edisi ke -18 ini telah terbit. Topik utama yang dibahas pada E -Shine edisi kali ini adalah mengenai Wakaf Saham: Investasi Akhirat di Pasar Modal. Seperti yang kita ketahui, topik ini sedang hangat di dunia ekonomi dan bisnis. Selain itu, E -Shine juga memuat rangkaian agenda, event, berita -berita seputar Lingkar Studi Ekonomi Syarriah (LiSEnSi) serta karya-karya dari anggota LiSEnSi. Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada segenap tim redaksi 18th E-Shine yang telah memberikann kontribusi terbaiknya dalam penyelesaian E-Shine Edisi ke18 ini, serta semua pihak yang telah membantu sehingga dapat diterbitkan. Akhir kata, semoga E-Shine Edisi ke-18 ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semua dan dapat terus menjadi lebih baik lagi. Sekian dan Terima Kasih. Selamat membaca! Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Penanggung Jawab Hadi Aupa Fathurrahman Nasution Ahmad Fachri Pemimpin Redaksi Putri Puspa Alkotdriyah Editor Putri Puspa Alkotdriyah Syifa Saniyah Nurjanah Desain Layout Ahmad Fachri Ika Rohma Safitri Muhammad Abdul Ghani F. Fariza Dwi Rahayu Dita Dwi Aliyyah Reporter Muhammad Zaid Farhan Fathurrahman Nasution Azizah Nur Husna Dian Rohmatun Nisa Anisa Nur Fitriyani Muhammad Abdul Ghani F. Rizki Fajar Isnain Danang Ramdani Riswan Hadi Fariza Dwi Rahayu Dita Dwi Aliyyah Frili Noni Ika Ika Rohma Safitri Syifa Saniyah Nurjanah


DAFTAR ISI 1

HEADLINE Nilai-Nilai Moral dalam Perbankan Syariah

EVENT

6

4 MUNAS FoSSEI XVII 5 Company Visit Diklat Ekonomi Islam 2019 7 WeSHARE 2019 9 Upgrading 2019

11

AGENDA

Writing Class 2019 12 Workshop Kewirausahaan 13 Islamic Economic Goes to School 13 Kajian Penutup (Workshop Softskill)

NEWS

15 Calon LiSEnSi Satu 17 Prestasi Kader LiSEnSi

21

20

18 LiSEnSi Fast Fact 19 Sosok: Irsyad Risyadi

Review Buku: Generasi Copy Paste Review Film: Hayya - The Power of Love 2


HEADLINE

Nilai-Nilai Moral dalam Perbankan Syariah

I

slam tidak hanya mengatur tata cara manusia dalam beribadah kepada Allah SWT. namun juga mengatur kehidupan manusia melalui hukum-hukum yang Dia ciptakan melalui Al-Qur’an dan Hadist. Agama ini telah menempatkan berbagai nilai dan tujuan yang mempertemukan ekonomi dan sosial dalam kehidupan manusia. Hukum Islam yang lebih dikenal dengan nama sharia merupakan hukum yang tak terbantahkan kebenarannya. Pada saat ini nilai-nilai tersebut diturunkan dalam berbagai elemen kehidupan, bahkan hingga perbankan. Dalam perbankan syariah, nilai-nilai tersebut tertanam dalam prinsipprinsip perbankan syariah. Pertama, pelarangan terhadap riba. Islam mengharamkan bunga yang dikarenakan dapat menzhalimi peminjam/ debitur. Debitur terpaksa mengembalikan sejumlah uang yang telah bertambah dikarenakan pinjaman yang ia pinjam tanpa mempedulikan usaha yang ia jalani untung atau rugi. Untuk menggantikan system ribawi tersebut, Islamic Finance memperkenalkan konsep profit and loss sharing dimana keuntungan yang didapat oleh bank diambil dari persentase keuntungan yang telah disepakati bersama dengan debitur, dan jika terjadi kerugian maka bank akan menanggung kerugian tersebut terkcuali karena kelalaian debitur. Produk perbankan syariah yang memiliki unsur ini ialah mudharabah.

1

E-SHINE | 19th Edition

Kedua, pelarangan terhadap konsep haram. Haram berdasarkan berbagai literature ialah segala sesuatu yang dilarang oleh syariat. Mengapa ada sesuatu yang diharamkan karena hal tersebut memiliki mudharat bagi unsur kehidupan. Kita dapat melihat contoh seperti meminum alkohol dapat merusak otak dan tubuh manusia, menebang pohon secara illegal dapat merusak lingkungan dan mengganggu ekosistem kehidupan alam. Dalam perbankan syariah praktik ini dilakukan seperti bank tidak bias menyalurkan pembiayaan kepada sektor yang diharamkan oleh syariat Islam. Ini menandakan perbankan syariah berusaha menjaga nilai agama dalam perekonomian. Ketiga, Pelarangan terhadap Gharar dan Maysir. Transaksi yang dilakukan dengan menzhalimi orang lain dan bersifat spekulatif dilarang dalam Islam. Dalam bertransaksi diperlukan informasi yang jelas sehingga transaksi yang dilakukan dapat dipertanggung jawabkan. Selain itu perilaku spekulatif memiliki resiko yang tinggi. Terdapat unsur zero sum game dalam system ini, yang dimana pihak yang kalah tidak mendapatkan apapun dan si pemenang memiliki keuntungan hingga berkali lipat.


Oleh: Muhammad Zaid Farhand Bank menyediakan barang yang ingin dibeli oleh nasabah dengan menetapkan margin keuntungan. Hal ini menandakan adanya hubungan antara kedua sektor tersebut pada akad murabahah yang pada akhirnya menjaga nilai uang tetap stabil dan menjaga perekonomian tetap berputar. Dari beberapa prinsip tersebut terlihat bahwa niainilai Islam yang dituangkan dalam perbankan syariah memiliki keunggulan dalam hal etika berekonomi. Tidak melakukan tindakan MAGHRIB (Maysir, Gharar, Riba) merupakan implikasi menjaga nasabah agar tidak masuk dalam praktik zholim yang pada akhirnya akan merugikan nasabah itu sendiri. Dengan system bagi hasil dan aktifitas ekonomi yang berkaitan dengan sektor riil juga memberikan kestabilan perekonomian karena tidak terjadi peningkatan di salah satu sektor. Keempat, Sharing risks and earnings, sempat disinggung pada poin pertama, perbankan syariah menawarkan sesuatu yang berbeda dengan perbankan konvensional dengan system bunganya. Sistem sharing risk and profit atau mudharabah ini menawarkan pembiayaan yang aman dengan bagi hasil sesuai dengan keuntungan dan kerugian sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Dengan system ini memberikan nasabah dan bank rasa aman dalam melakukan kerjasama, karena baik jika terjadi kerugian maupun keuntungan mereka tetap melakukan sharing terhadap resiko maupun keuntungan yang dihadapi. Kelima, aktifitas ekonomi riil. Kita melihat bahwa dalam perbankan konvensional seringkali terpisah antara sektor finansial dengan riil. Padahal kedua sektor ini harus tetap berhubungan agar terjadi perputaran ekonomi. Sebagai contoh dalam bank konvensional ada istilah membeli uang, dimana bank meminjamkan uang dan mendapatkan uang secara cuma-cuma dengan menetapkan bunga pasti tanpa keharusan adanya aktivitas ekonomi. Inilah riba yang terdapat poin pertama. Dalam perbankan syariah tidak terpisah antara

Begitu indahnya Islam hingga bisa merasuk ke dalam sektor keuangan namun tidak meninggalkan sisi sosial. Ada keterkaitan antara ekonomi dan kehidupan sosial, dan itu yang berusaha dijaga oleh Islam melalui perbankan syariah. Dengan mengimplementasikan nilainilai Islam dalam perbankan syariah, maka perbankan syariah akan menjaga kestabilan ekonomi dan sosial masyarakat.

E-SHINE | 19th Edition

2


EVENT LISENSI


MUNAS FoSSEI

XVII F

orum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) gelar Munas FoSSEI XVII dengan tema ‘Sinergisitas Sociopreneur dan ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf) dalam Mengembangkan Industri Halal di Indonesia’ akan berlangsung 18 – 20 September 2019 di Auditorium Ar-Rahman lantai 12 Universitas YARSI Jakarta. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Seminar Nasional. Seminar tersebut ditutup dengan pemberian plakat kepada pemateri dan pemberian simbolis dari Presidium Nasioanl FoSSEI yaitu Irsyad Ghifari dari IPB Wakaf Milineal kepada Badan Wakaf Indonesia berjumlah sepuluh juta yang diwakili oleh Bapak Dr. Nurul Huda sebagai Komisioner Badan Wakaf Indonesia. Setelah seminar selesai peserta diarahkan menuju ruangan sidang yaitu Auditorium Ar-Rahim, Universitas YARSI, sidang diawali dengan pembacaan tata tertib dari presidum sidang, serta dilanjutkan dengan pemilihan presidum sidang tetap, dan terpilihlah presidum sidang berjumlah tiga orang yaitu dari Universitas Darussalam Gontor, Universitas Tadulako Palu, dan UIN Ar-Raniry Aceh, sidang, dan pada hari ini disampaikannya Laporan Pertanggung Jawaban dari Presidum Nasioal FoSSEI masa amanah 2018/2019 yaitu bidang Kelembagaan oleh Irsyad Ghifari dari IPB dan bidang Keuangan oleh Haqqi Hudan dari UB dan ditutup dengan tanya jawab. Hari kedua dilanjutkan dengan sidang MUNAS yaitu penyampaian LPJ dari bidang Keilmuan oleh Halwani dari STEI SEBI, Media dan Data oleh Prayudi Ibrahim dari Universitas Riau dan bidang Kadersiasi Gilang Fatihan dari UGM selanjutnya penyikapn dari peserta terhadap LPJ FoSSEI masa amanah 2018/2019 dan LPJ diterima oleh peserta sidang. Setelah itu acara dilanjutkan dengan peserta dibagi menjadi tiga komisi, yaitu Komisi A yang membahas Tema Besar FoSSEI, Komisi B membahas GBHO dan Komisi C membahas Persyaratan Presidium Nasional dan Tuan Rumah agenda Nasional. Setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian Visi Misi oleh Calon presidium Nasional FoSSEI masa amanah 2019/2020 yang terdiri dari tiga calon. Calon pertama disampaikan oleh Adam Ade Nugraha dari UGM, kedua Muhammad Afandi dari IAIN Lampung, ketiga Endi Deswanto dari UNDIP, keempat Boma Bromodipati dari UNDIP, kelima Agus Sulaeman dari STEI SEBI, keenam Achmad Fauzan F dari UB, ketujuh Abdul Muhyil H dari UI dan kedelapan Thufeil Muhammad Tyansah dari STEI TAZKIA dan dilanjutkan dengan Fit and Proper Test oleh tim formatur yang berasal dari Presidium Nasional, Kordinator Regional, dan tiga perwakilan dari tiap regional yang terdiri dari Ketua KSEI di Masjid Jami’ YARSI. Hari ketiga sidang dibuka dan acara selanjutnya pengumuman Presidium Nasional FoSSEI terpilih masa amanah 2019/2020 yaitu Adam Ade Nughraha dari UGM, Achmad Fauzan Fajar dari UB, Boma Bromoadipati dari UNDIP, Agus Sulaeman dari STEI SEBI dan Abdul Muhyil Hikam L dari UI. Setelah itu dilanjutkan dengan pemilihan tuan rumah agenda Nasional yaitu Temu Ilmiah Nasional di Universitas Negeri Padang, Rapat Kerja Nasional di IAIN Madura, dan Musyawarah Nasional di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan dengan talkshow dari alumni FoSSEI. Setelah itu peserta diarahkan ke Balai Kota DKI Jakarta untuk agenda Gala Dinner yang dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dari FoSSEI untuk stakeholder yang bekerjasama dengan FoSSEI yaitu IDX, Dompet Duafa, PEMKOT DKI, Sharia News, dan BWI. Semoga dengan diadakannya acara ini, kepengurusan FoSSEI selanjutnya lebih baik dan amanah, selain itu segala pencapaian yang ingin dicapai serta rancangan rencana kegiatan organisasinya lebih baik dan berjalan dengan lancar untuk kepengurusan 2019-2020 ini. (Putri P) E-SHINE | 19th Edition

4


Company Visit KSEI LiSEnSi 2019

P

ada hari Selasa, 17 September 2019 KSEI LiSEnSi UIN Jakarta mengadakan kunjungan ke Kementerian Keuangan. Kunjungan ini merupakan acara tahunan yang diadakan LiSEnSi yang bernama Company Visit “COMVIS”. Pada kali ini acara COMVIS diketuai oleh Ahmad Masrur salah satu mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis jurusan ekonomi syariah. Pada tahun-tahun sebelumnya LiSEnSi telah mengunjungi berbagai lembaga keuangan diantaranya Bank Indonesia, OJK, BAPPENAS, dan juga Kementerian Keuangan. Pada tahun ini, LiSEnSi berkunjung ke Kementerian Keuangan dan Museum Bank Indonesia. Acara COMVIS ini bertujuan untuk menambah wawasan millenial terhadap Fintech baik syariah maupun tidak yang ada di Indonesia agar dapat memanfaatkannya dengan maksimal. Adapun tema yang diambil yaitu mengenai “Finansial Teknologi”. Acara COMVIS ini terbuka untuk umum dan yang menjadi narasumber pada kali ini yaitu Ibu Millenia Aulia Susanti selaku perwakilan dari Kementerian Keuangan. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Biro KLI Kemenkeu dan dilanjut dengan sambutan Pak Bahrul selaku perwakilan dosen dari UIN Jakarta. Selanjutnya penyampaian materi oleh Ibu Milenia, adapun yang dibahas mengenai fintech ini berkaitan dengan sudah adanya dukungan dari pemerintah terkait dengan diadakannya fintech ini dan juga jenis-jenis fintech yang ada di Indonesia saat ini dan juga perkembangannya. Selanjutnya terdapat sesi tanya jawab dari peserta yang mengikuti acara tersebut. Kemudian di tutup dengan pemberian cenderamata dan foto bersama. Setelah kunjungan ke Kemenkeu, para peserta COMVIS melanjutkan kunjungannya ke Museum Bank Indonesia. Para peserta memasuki museum dan dipandu oleh salah seorang tour guide yang ada disana. Para peserta diberikan informasi mengenai peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia dari sebelum kedatangan bangsa barat hingga terbentuknya Bank Indonesia itu sendiri dan juga kebijakan-kebijakan yang ada di Bank Indonesia, meliputi latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat. Kemudian diakhir kunjugan para peserta melakukan foto bersama di depan museum Bank Indonesia.(Dita D.A)

5

E-SHINE | 19th Edition


Diklat Ekonomi Islam 2019

D

EI atau Diklat Ekonomi Islam adalah salah satu program kerja dari divisi Pengembangan Sumber Daya Insani yang merupakan suatu proses pengkaderan mahasiswa UIN Jakarta untuk menjadi anggota LiSEnSi. Acara DEI kali ini diikuti dengan total peserta sebanyak 77 orang, dengan rincian 34 orang ikhwan dan 43 orang akhwat dari angkatan 2017, 2018 dan 2019 dengan berbagai macam jurusan, berlangsung pada hari sabtu – ahad, 26-27 Oktober 2019 di Villa Innasha, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat dengan mengusung tema “Membentuk Karakter Ekonom Rabbani Dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045 di Bidang Perekonomian” dengan dihadiri oleh beberapa pemateri Bapak Hendro Wibowo yang membahas tentang Urgensi Dakwah Ekonomi Islam, Bapak Iman Ni’matullah yang membahas tentang Karakteristik Ekonomi Islam, dan Bapak Anto Aprianto yang membahas tentang Character Building. Materi lain yang harus tersampaikan kepada para peserta adalah materi Ke-KSEI-an yang disampaikan oleh Hadi Aupa dan materi ke-FoSSEi-an yang disampaikan oleh Abdul Muhyil Hikam selaku salah satu Presidium Nasional FoSSEi. Rangkaian acara berlangsung dengan hikmat juga meriah dengan diselingi berbagai macam kegiatan seperti Small Group Discussion yang diisi oleh para alumni LiSEnSi, ice breaking, ramah tamah alumni, serta jurit malam. Tidak lupa, untuk meningkatkan potensi para peserta dei, acara juga dilangsungkan dengan adanya simulasi olimpiade. Padatnya kegiatan acara tidak membuat para peserta melupakan ibadahnya seperti sholat berjama’ah, Qiyamul Lail, salat dhuha, dzikir, tilawatil Qur’an dan Al-ma’tsurah. Adanya acara ini tidak lepas dari tanggung jawab Hadi Aupa selaku ketua KSEI LiSEnSi UIN Jakarta, Riswan Hadi selaku koordinator Pengembangan Sumber Daya Insani KSEI LiSEnSi UIN Jakarta, dan Anisa Nur Fitriyani selaku wakil koordinator Pengembangan Sumber Daya Insani KSEI LiSEnSi UIN Jakarta. Dalam pelaksanaannya para penanggung jawab membentuk kepanitiaan yang diketuai oleh Adly Muhammad Wishal dibantu oleh Frili Noni Ika Rahayu sebagai Sekretaris dan Nur Adibah sebagai bendahara serta berbagai macam divisi seperti divisi acara dengan Joko Prasetyo sebagai koordinator, divisi publikasi humas dokumentasi dengan Fadhil Firdaus sebagai koordinator, divisi kestari dengan Bella Septiyana sebagai koordinator, divisi fundrishing dengan Erina Novanti sebagai koordinator, divisi konsumsi dengan Pinka Dini Pawestri sebagai koordinator, divisi perlengkapan dan akomodasi dengan M. Anas Roiyan sebagai koordinator. (Riswan)

E-SHINE | 19th Edition

6


W

ESHARE atau Week of Sharia Economic Exhibition merupakan event tahunan dari KSEI LiSEnSi UIN Jakarta yang terdiri dari beberapa rangkaian acara seperti seminar internasional, bazar, dan berbagai macam perlombaan ekonomi islam. Tujuan WESHARE adalah sebagai momentum silaturrahim berbagai unsur masyarakat seperti pelajar, akademisi, praktisi, serta masyarakat umum untuk memahami lebih jauh tentang ekonomi syariah dalam nuansa edukatif dan kompetitif. Tahun ini, WESHARE 2019 menghadirkan konsep dan rangkaian kegiatan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan tema : “Empowering Halal Industry as a Potential Sector for Indonesian Economy”. Acara ini dihadiri oleh berbagai sekolah dan universitas yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Dalam kegiatan tersebut berkumpul seluruh siswa dan mahasiswa yang memiliki semangat dan cita -cita untuk membumikan ekonomi syariah demi Indonesia yang lebih baik. Rangkaian kegiatan WESHARE 2019 dibuka dengan Seminar Internasional bertemakan “Strengthening Halal Tourism: Strategy and Projection” yang bertempat di Aula Syahida inn dengan menghadirkan berbagai pembicara yang hebat yakni Ahmad Lokman Ibrahim ( CEO Of Iskandar Halal Park Malaysia), Dr. Anang Sutono, MM., CHE. (Expert Staff for the Economy and Tourism Region of the Indonesian Ministry of Tourism) dan Rianto Sofyan, B.S.E.E., MBA (Pioneer of Sharia Hotel in Indonesia).

7

E-SHINE | 19th Edition


FATHURRAHMAN NASUTION (KETUA PELAKSANA WESHARE 2019)

“Terimakasih kepada tementeman panitia yang telah berusaha mensukseskan acara kita ini, semoga segala yang telah kita usahakan menjadi nilai pahala disisi Allah SWT. Aamiin. Juga ucapan terimakasih kepada seluruh Donatur, Sponsor, Para Alumni yang telah memberikan bantuannya sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik. Terimakasih pula kepada adik-adik dan teman-teman mahasiswa yang telah berpartisipasi pada lombalomba yang kami selenggarakan. Selamat kepada para pemenang dan yang belum semoga menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik kedepannya. Sampai jumpa di WeShare selanjutnya.�

Hari selanjutnya diselenggarakan berbagai kegiatan perlombaan yakni Lomba Karya Tulis Ekonomi Syariah, Lomba Olimpiade Ekonomi Islam dan Lomba Debat Ekonomi Islam yang dilombakan di Teater Lantai 2 Gedung Lama Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Aula Student Center. Tak lupa terdapat Lomba Video Kreatif dan Lomba Poster yang telah ditentukan pemenangnya melalui seleksi berbasis online. Kegiatan WESHARE 2019 ditutup dengan rangkaian acara Closing Ceremony dimana kegiatan tersebut berupa pemberian hadiah kepada para pemenang perlombaan, stand up comedy dan penampilan hiburan. Dengan diselenggarakannya WESHARE 2019 diharapkan bisa menjadi wadah diskusi dan bertukar pikiran bagi seluruh akademisi, praktisi serta masyarakat umum yang nantinya akan menghasilkan sebuah solusi yang dapat direkomendasikan untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi Indonesia saat ini. (Putri P)

E-SHINE | 19th Edition

8


Upgrading KSEI LiSEnSi 2019

Bogor. Lingkar Studi Ekonomi Syariah kembali mengadakan tahap kaderisasi kedua pasca DEI (Diklat Ekonomi Islam) yaitu Upgrading. Upgrading ini sebagai tahap yang harus dilewati anggota LiSEnSi untuk menjadi pengurus LiSEnSi selanjutnya. Tujuannya untuk menempa kader yang akan masuk ke dalam kepengurusan pada periode berikutnya dan juga untuk menumbuhkan loyalitas yang kuat terhadap LiSEnSi. Upgrading kali ini dilaksanakan pada tanggal 28-29 Desember 2019, bertempat di Villa Cenning, Citayam. Dengan mengusung tema “Mengembangkan Pemimpin yang Agamis, Inisiatif, Kritis dan Berintegritas,� diharapkan agar kader LiSEnSi tidak hanya mempunyai ruhiyah yang baik, namun sikap inisiatif, kritis dan berintegritas ini harus dapat selalu dimunculkan dan dikembangkan. Sementara itu, upgrading kali ini mengundang 2 (dua) pemateri yang dinilai bisa mengupgrade kualitas diri pengurus, yakni M.Rizky Rizaldi, S.E., M.M., M.Sc sebagai pemateri pertama yang membahas Manajemen Organisasi dan Kepemimpinan, dan pemateri kedua yakni Shidiq Haryono yang membahas Keteguhan Iman Ekonom Rabbani. Materi yang disampaikan oleh kedua pemateri tersebut dinilai sangat diperlukan bagi para peserta upgrading dan dapat bermanfaat bagi mereka ketika menjadi pengurus selanjutnya. Selain mendapat asupan materi, para peserta juga mendapatkan beberapa penugasan sebelum mendekati hari H upgrading, salah satunya membuat KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang harus dipresentasikan oleh para peserta upgrading di hari pertama. Hal ini masih sama dari tahun sebelumnya, tujuannya untuk melatih mental peserta dalam menyampaikan sesuatu di depan publik. Namun yang tak kalah unik dan berbeda dari tahun sebelumnya adalah para peserta harus melakukan Kampanye Ekonomi Syariah untuk mensosialisasikan terkait Makanan Halal kepada civitas akademika dimulai dari titik kumpul di Sekretariat LiSEnSi.

9

E-SHINE | 19th Edition

Lalu dimulai sosialisasi itu di Fakultas Sains dan Teknologi, dilanjutkan ke Fakultas Ushuluddin, Fakultas Syariah dan Hukum dan berakhir di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Tujuan dari Kampanye Ekonomi Syariah agar peserta upgrading dapat merasakan atmosfernya dalam mendakwahkan Ekonomi Syariah secara langsung, sehingga mereka akan belajar bahwa untuk memahamkan orangorang terkait Ekonomi Syariah butuh effort yang luar biasa. Dan juga yang membedakan dari tahun sebelumnya yaitu terkait FGD (Forum Grup Discussion) yang biasanya diisi dengan study case terkait permasalahan kepengurusan LiSEnSi. Kali ini para peserta dibagi beberapa kelompok dan ditugaskan merancang event-event LiSEnSi seperti Milad LiSEnSi, SGD (Small Grup Discussion), Kamil (Kajian Mingguan LiSEnSi), dan lain-lain. Tujuannya agar para peserta mempunyai gambaran terkait program kerja yang akan dilaksanakan di periode berikutnya. Secara garis besar untuk upgrading kali ini memang tidak terlalu banyak perbedaan. Namun dalam pelaksanaannya terkait ruhiyah, etika, ukhuwah, kedisiplinan, inisiatif, kritis, dan manajemen emosi sangat ditekankan untuk para peserta upgrading. Dalam acara upgrading ini juga telah ditentukan Calisa (Calon LiSEnSi Satu) yang nantinya dari Calisa tersebut akan dipilih satu orang untuk memimpin estafet dakwah Ekonomi Syariah. Sehingga yang diharapkan dari upgrading kali ini adalah dapat mengupgrade kualitas diri dan dapat menanamkan di hati para peserta untuk terus istiqomah membumikan Ekonomi Syariah di belahan bumi manapun. (Anisa)


AGENDA LISENSI


Writing Class KSEI LiSEnSi W

riting Class dilakukan selama 4 kali pertemuan, peserta yang daftar untuk mengikuti writing class yaitu sekitar 40 Peserta. Pembukaan pertama dilakukan pada hari Senin, 14 November 2019 yang bertempat di Ruang Kelas 105. Pada pertemuan dan pembukaan ini diisi oleh Kak Muhammad Rizky Rizaldi., S.E., MM., M.Sc. Acara dimulai pada pukul 16.00 – 17.30. Acara dibuka oleh Agnia selaku MC. Lalu kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kalam ilahi oleh Hanif dan selanjutnya pemaparan materi oleh narasumber. Setelah pemamparan materi, lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh MC. Setelah selesai sesi tanya jawab yaitu pembacaan doa oleh Hazwan dan penyerahan bingkisan

P

ada pertemuan pertama lebih memotivasi ke peserta untuk menulis Karya Tulis Ilmiah. bersama. Pada pertemuan pertama, terlihat betapa antusiasnya peserta dalam memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan oleh pemateri. Pertemuan kedua, dilakukan pada Selasa, 12 November 2019, yang bertempat di kelas yang sama yaitu 105, berlangsungnya acara tersebut juga sama seperti pertemuan pertama, yaitu mulai pada pukul 16.00 – 17.30. Pemateri pada pertemuan kedua yaitu Taufik Ikhsan. Acara dibuka oleh Hanif selaku MC. Lalu kemudian dilanjtutkan dengan pembacaan kalam ilahi oleh Hazwan dan selanjutnya pemaparan materi oleh narasumber. Setelah pemamparan materi, lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh MC. Setelah selesai sesi tanya jawab yaitu pembacaan doa oleh Anas serta penyerahan bingkisan kepada pemateri dan foto bersama. Pada pertemuan kedua yaitu membahas tentang cara membuat pendahuluan dan teori dan cara menggunakan software Mendeley, dihadiri sekitar 21 peserta. Pertemuan ketiga, dilakukan pada Selasa 19 November 2019. Pemateri pada pertemuan ketiga yaitu Presidium Nasional tahun 2018, Halwani. Acara dibuka oleh Resti selaku MC. Lalu kemudian dilanjtukan dengan pembacaan kalam ilahi oleh Hanif dan selanjutnya pemaparan materi oleh narasumber. Setelah pemamparan materi, lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh MC. Setelah selesai sesi tanya jawab yaitu pembacaan doa oleh Hanif dan penyerahan bingkisan kepada pemateri serta foto bersama. Pada pertemuan ketiga lebih membahas tentang Metodologi Penulisan. Pertemuan ketiga dihadiri sekitar 19 Peserta. Banyak peserta yang bertanya terkait metodologi penelitian Pertemuan keempat dilakukan pada Selasa, 26 November 2019 di ruang kelas 105. Mulai acara pukul 16.00-17.30. Pada pertemuan keempat diisi oleh Bapak Arief Fitrijanto S.Si., M.Si dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Acara dibuka oleh Hazwan selaku MC. Lalu kemudian dilanjtukan dengan pembacaan kalam ilahi oleh Hanif dan selanjutnya pemaparan materi oleh narasumber. Setelah pemamparan materi, lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh MC. Setelah selesai sesi tanya jawab yaitu pembacaan doa oleh Joko dan penyerahan bingkisan kepada pemateri serta foto bersama. Pada pertemuan keempat yaitu cara menggunakan E-Views, salah satu alat analisis untuk penelitian Kuantitatif. Pada pertemuan kali ini, dihadiri sekitar 19 peserta. (Rizki)

11

E-SHINE | 19th Edition


Workshop Kewirausahaan S

abtu, 21 Desember 2019 KSEI LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan workshop yang merupakan program kerja terakhir dari divisi kewirausahaan yang bertemakan “Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Guna Mengembangkan Kreativitas Millenial di Era Rovolusi Industri 4.0�. Workshop kewirausahaan ini berupa pelatihan bucket bunga yang diisi oleh pemateri dari seorang mahasiswi UIN Jakarta dan juga sebagai owner ayybucket. Acara ini di hadiri 30 peserta yang merupakan mahasiswa/i fakultas ekonomi dan bisnis UIN Jakarta dan juga dari mahasiswa universitas lain yaitu Universitas Pembangunan Nasional Jakarta. Workshop kewirausahaan dimulai pukul 09.45 WIB yang dibuka oleh MC yaitu Muhammad Rafi’i kemudian dilanjutkan pembacaan doa oleh Mahendra, meyanyikan lagu wajib dan dilanjutkan mars fossei yang dipandu oleh Chaca serta sambutan ketua KSEI LiSEnSi UIN Jakarta sekaligus membuka acara workshop kewirausahaan yang diwakilkan oleh Faturrahman Nasution selaku wakil ketua KSEI LiSEnSi UIN Jakarta. Kemudian masuk ke acara inti workshop bucket bunga oleh owner ayybucket Putri Ayu Purwanta. Adapun rangkaian workshop terbagi menjadi 3 jenis pembuatan bucket, yaitu bucket bunga matahari, bucket bunga mawar satuan dan bucket snack. Diawali dengan pemaparan teori kemudian dilanjut praktik oleh peserta yang dipandu oleh pemateri. Peserta yang hadir terbagi menjadi 6 kelompok. Workshop ini berjalan lancar dan para peserta pun sangat antusias sekali. Diakhir acara ada pembagian hadiah untuk kategori spam like picture ayybucket yang telah diinfokan diawal acara oleh MC, kemudian untuk peserta terantusias laki-laki dan peserta terantusiasi perempuan. Hadiah ini dimenangkan oleh akun ig atas nama @rekhan sebagai spam like pictures, Joko Prasetyo sebagai peserta terantusias laki laki dan Malika sebagai peserta terantusias perempuan. Sebelum berakhirnya acara ini ditutup dengan membersihkan sisa sisa bahan pelatihan yang berserakan, kemudian foto bersama dan doa penutup. (Ardiyah)

E-SHINE | 19th Edition

12


Islamic Economic Goes To School

I

slamic Economic Goes To School (IEGTS) merupakan salah satu program kerja divisi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). IEGTS dilaksanakan pada hari Kamis, 31 Oktober 2019 yang bertempat di SMK Letris Indonesia 2 dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB. Acara IEGTS ini, dihadiri oleh 93 orang peserta (Siswa/i SMK Letris Indonesia 2), 4 orang guru SMK Letris Indonesia 2 dan 11 orang pengurus KSEI LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara IEGTS kali ini, bertemakan “Peran Pemuda dalam Membumikan Ekonomi Syariah� dengan pemateri Hadi Aufa selaku Ketua LiSEnSi sekaligus Koordinator Regional FoSSEi JABODETABEK. Dalam penyampaiannya, pemateri menjelaskan bagaimana perkembangan perekonomian di Indonesia, serta tips menjadi pemuda yang dapat memimpin dan berperan dalam membumikan ekonomi syariah. (Danang)

Kajian Penutup (Workshop Softkill)

K

ajian Penutup LiSEnSi pada kesempatan kali ini dibuat dengan konsep menarik berupa pengadaan workshop softskill yakni public speaking dengan pembicara Siti Hanifah Rahma. Kajian ini diselenggarakan pada Rabu, 19 Desember 2019 bertempat di Ruang 108 Gedung Baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sebelum pemaparan, pemateri memberikan salah satu dari karakteristik dari 2 tipe orang yang ingin melakukan public speaking, yaitu calm and ready serta stressed out. Kita menentukan dalam 5 detik tipe yang manakah kita. Setelah itu kita diberikan tugas untuk memberikan 2 kata berkaitan dengan public speaking. Dan Kak Hanifah memberikan fakta menarik, bahwa ternyata public speaking merupakan ketakutan terbesar bagi seseorang, diatas hantu, bencana dll. Ini menandakan bahwa public speaking ini tidak mudah dilakukan bagi sebagian besar orang. Praktik lain yang dilakukan adalah kita diberikan waktu untuk berdiskusi bersama teman sebalah untuk memberikan pandangan seperti apa public speaking yang baik, dan dari segi audiens bagaimana menilai seorang public speaker yang baik.

13

E-SHINE | 19th Edition


Dari salah satu kelompok ikhwan menyampaikan bahwa public speaking yang baik adalah yang komunikatif, interaktif dan percaya diri. Dan begitu pula sebaliknya mengenai public speaking yang buruk. Dari sisi akhwat pun tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan sebelumnya. Kunci untuk public speaking antara lain: Keep it Simple, Emotion, Images, Time Keeping, Be Positive. Yang pertama Keep It Simple adalah karena agar audiens memahami apa yang disampaikan. Emotions, Memancing perasaan atau memainkan perasaan untuk mendalami mengenai apa yang disampaikan, ini penting karena dengan memainkan perasaan maka kamu akan menarik perhatian audiens dan mengurangi rasa gugup pembicara. Memberikan gambar dapat membantu public speaker untuk mengemukakan pendapatnya. Lalu Time keeping juga diperlukan agar penyampaian menjadi proporsional. Be Positive, jaga mood mu agar positif sehingga kamu dapat menyampaikan semua pendapat dengan baik dan benar. Satu hal kembali yang penting bagi yang ingin melakukan presentasi ialah “prepare yourself”. Kita hany tampil sekali, tapi berlatih dibalik itu ribuan kali, dan itu harus. Untuk mempersiapkan dirimu ialah Plan, rencanakan atau simulasikan sebelum kamu melakukan presentasi. Know Your Auidience, berbicara dengan satu orang dengan orang lain berbeda sehingga cobalah pilah-pilah siapa audienmu. Include, perhatikan intonasimu karena tinggi rendah suara mempengaruhi isi dari argument kamu. dan Practice Your Presentation, gunakan media yang ada seperti cermin, audio record, bahkan teman untuk mengkoreksi kesalahan kamu dan melatih mentalmu. Body Language juga penting dalam public speaking karena orang-orang lebih memperhatikan gerak tubuh pembicara yaitu sebesar 55%. Sisanya adalah verbal 7% dan vocal 38%. Menandakan bahwa orang-orang lebih memperhatikan apa yang mereka lihat dibanding apa yang mereka dengar. Body Language yang dimaksud adalah Smile and use hand gestures, make eye contact. Kak hanifa memberikan tips agar kita tetap tenang. Yang pertama adalah Go for a Walk, ini dapat memberimu perasaan rilex. Kedua Visualise, atau mengingat hal-hal yang membuatmu paling bahagia. Ketiga deep ‘Belly’ Breaths, menarik nafas dalam-dalam penting untuk merilekskn tubuh dan pikiran. Keempat Place a back up question. Selain itu seusaikan dengan tempatmu berbicara. Sesuaikan outfit mu dengan tempatmu berbicara. Enjoy yourself agar kamu bisa menyesuaikan diri dengan audiens. Selain itu jangan lakukan hal yang paling berbahaya bagi seorang presentator. Yakni kata-kata pengulangan seperti “ehhmmm”, “gitu”, yaa”. Ini akan membunuh suasana presentasi, menimbulkan rasa bosan pada audiens dan membuat orang-orang meninggalkanmu. Hindari juga untuk membaca full text presentasi dan membelakangi audiens saat presentasi. Ini akan menimbulkan rasa tidak menyenangkan bagi audiens karena merasa tidak diperhatikan. (Zaid) E-SHINE | 19th Edition

14


NEWS

CALON LISENSI SATU Who The Next Leader of KSEI LiSEnSi?

K

egiatan upgrading telah terselenggara dengan sukses. Kegiatan tersebut dilakukan dengan bertujuan untuk menempa para kader LiSEnSi yang akan menjadi ujung tombak kepengurusan di periode selanjutnya. Kegiatan tersebut melahirkan para sosok calon LiSEnSi Satu yang tentunya memiliki integritas dan komitmen yang tinggi dalam membumikan ekonomi syariah. Pengumuman nama-nama Calon LiSEnSi Satu (CaLiSa) merupakan hal yang paling ditunggu dalam kegiatan ini. Pengumuman nama-nama para CaLiSa kali ini diumumkan oleh Ketua KSEI LiSEnSi yakni Sdr. Hadi Aupa. Beliau menyampaikan bahwa namanama yang terpilih menjadi CaLiSa harus didukung penuh oleh seluruh kader dan berusaha untuk memberikan kemampuan terbaiknya dalam mengemban amanah dalam periode selanjutnya untuk melanjutkan estafet dakwah yang telah digemakan oleh KSEI LiSEnSi. Para kandidat Calon LiSEnSi Satu (CaLiSa) ini akan melewati proses musyawarah hingga nanti terpilih satu orang yang akan menjadi pemimpin untuk melanjutksn estafet dakwah yang telah digemakan oleh KSEI LiSEnSi. Pemilihan dilakukan melalui dua tahap. Pertama, Pra Musyawarah Anggota LiSEnSi (Pra MAL), rangkaian kegiatan ini berisi penyampaian visi dan misi dari para CaLiSa dan kegiatan tanya jawab yang diberikan oleh panelis kepada para CaLiSa. Kedua, Musyawarah Anggota LiSEnSi (MAL) yang merupakan proses seleksi tahap akhir bagi para CaLiSa. Acara ini juga merupakan rangkaian kegiatan penutup seluruh kegiatan yang diadakan oleh KSEI LiSEnSi selama satu periode kepengurusan dengan agenda penyampaian Laporan Pertanggungjawaban kepengurusan, penetapan AD/ART, struktur dan job description lalu ditutup dengan pemilihan ketua LiSEnSi periode 2020/2021. (Putri P) 15

E-SHINE | 19th Edition


E-SHINE | 19th Edition

16


PRESTASI KADER LISENSI

K

SEI LiSEnSi mengirimkan delegasinya dalam perlombaan Forum Riset Ekonomi Keuangan Syariah (FREKS) yang diselenggarakan oleh IAEI dan OJK, dimana FREKS ini merupakan ajang Riset Nasional yang diikuti oleh berbagai kalangan di Indonesia maupun warga Indonesia yang berkuliah di luar negri dengan mengusung 3 tema besar diantaranya ada Pasar Modal Syariah, Perbankan Syariah dan Keuangan Non-Bank Syariah. FREKS 2019 ini diikuti lebih dari 220 paper yang masuk, dan Alhamdulillah Tim dari KSEI LiSEnSi yang terdiri dari Muhammad Zaid Farhand (Eks/16), Putri Leli Nurjanah (Eks/17) dan Nur Cholis (Eks/18), lolos di sektor Pasar Modal Syariah. Sistem penilaian dalam FREKS adalah dengan menggunakan reviewers, dimana reviewers ini tidak mengetahui mereka mengoreksi paper kelompok siapa, jadi bisa dikatakan penilaian yang dilakukan Insya Allah objektif. Dua minggu sebelum acara, yaitu pada awal bulan Oktober 2019, tim delegasi LiSEnSi menerima panggilan melalui teflon untuk melakukan presentasi dengan dibiayai penuh oleh OJK dan berangkat pada tanggal 13 Oktober 2019. “Kami mengakui bahwa ide dari paper kelompok kami yang mengangkat tema sukuk sudah bagus, namun yang disayangkan adalah isi dari paper kami yang kurang mendetail khusus nya mengenai skema sukuk itu sendiri yang masih sulit untuk kami pahami, jadi pada saat presentasi kami tidak maksimal” tutur Zaid. Faktor yang mempengaruhi selain dari segala usaha yang telah dilakukan oleh tim delegasi LiSEnSi adalah pentingnya dukungan dari kalangan akademisi untuk pengadaan riset, pencarian data, pengoreksian, dlln. Zaid menambahkan “Pada intinya pembelajaran yang kami dapatkan itu segala sesuatu harus dijalankan dengan serius juga dibarengi dengan Doa dan Tawakal sm Allah SWT, mungkin itu juga yang kurang kami lakukan kemarin”. (Fariza)

17

E-SHINE | 19th Edition

P

ada Oktober 2019 bertempat di Auditorium Harun Nasution, telah dilangsungkan acara Zakat, Wakaf Goes To Campus yang diselenggarakan oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkerjasama dengan Kementrian Agama RI. Acara ini merupakan ajang lomba Karya Tulis Ilmiah berskala Nasional bertemakan Zakat dan Wakaf yang diikuti kurang lebih oleh 100 kelompok yang disaring menjadi 20 besar, kemudian menjadi 10 besar dan terakhir pada final tersisa 5 kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 3 orang. Acara dibuka dengan seminar, kemudian presentasi 5 besar finalis essay, dilanjut pemateri, kemudian setelah dzuhur ada sesi tanya jawab peserta oleh juri. Alhamdulillah pada acara ini tim delegasi KSEI LiSEnSi yang beranggotakan Adly Muhammad Wishal (Psy/17), Agnia Nurapifah (Psy/17), dan Danang Ramdani (Psy/16) mendapat juara ke 3. Adly menambahkan “Mengikuti acara ini ada kebanggan sendiri yang kami rasakan karna bisa menang sebagai delegasi UIN dan juga LiSEnSi, selain itu juga menambah ilmu dan wawasan kami serta pengalaman, dan yang terpenting kami bisa mendapat juara ini tidak luput dari doa dan dukungan temen-temen, orangtua dan keluarga”. (Fariza)


ipsad

Natum vere numenis simus, od qui

axus

Natum vere numenis simus, od qui

Tip!

fugia

Natum vere numenis simus, od qui

Nam inum alia adicia Am ipsapid mi, eici Tem faccum.

Nam inum alia adicia Am ipsapid mi, eici Tem faccum.

Nam inum alia adicia Am ipsapid mi, eici Tem faccum.

Nam inum alia adicia Am ipsapid mi, eici Tem faccum.

E-SHINE | 19th Edition

18


Sosok: Irsyad Al Ghifari I

rsyad, begitulah panggilan akrab Irsyad Al Ghifari. Pemuda kelahiran Tanggerang 3 Juli 1997, Merupakan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah Angkatan 2015 di Institut Pertanian Bogor. Di usia yang masih muda ini, irsyad sudah melakukan banyak hal yang tidak semua pemuda melakukannya. Berbagai prestasi pernah Irsyad raih selama kuliah. Mulai dari menjadi Mahasiswa Inspiratif IPB University 2017, Mahasiswa Berprestasi Utama FEM IPB University 2018, The Most Inspirative Leader Nutrifood Leadership Award 2017, Duta IPB 2017 University, Presidium Nasional FoSSEI 2018-2019, hingga mengikuti Outstanding Youth For The World 2019.

Pada tahun 2017 Irsyad Al Ghifari terpilih menjadi Duta IPB, sebagai seorang duta Irsyad memiliki tanggung jawab penuh untuk meningkatkan citra positif IPB dan tentunya untuk mengajak siswa-siswi SMA di seluruh Indonesia untuk berkuliah di IPB. Irsyad pun turut andil mensosialisasikan IPB kepada siswa-siswi SMA di berbagai daerah seperti di Kebumen, Lampung, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan. Irsyad Al Ghifari Juga Pernah menjabat sebagai Presidium Nasional FoSSEI 2018-2019, Sebuah Organisasi Mahasiswa Ekonomi Syariah terbesar di Indonesia dan Dunia. Anggotanya ada di 200 lebih Universitas di seluruh Indonesia Mulai dari Aceh sampai Maluku. Sebagai seorang pemimpin Irsyad selalu berusaha untuk merangkul anggotanya dan berusaha membangun kedekatan personalitas, hal ini membuat anggotanya dapat bersikap terbuka dan saling merasa terkait satu sama lain sehingga terciptanya loyalitas dalam organisasi. Banyak pencapaian yang luar biasa selama kepemimpinannya salah satunya FoSSEI menerima penghargaan kategori organisasi millennials ekonomi syariah pertama di Indonesia dan organisasi mahasiswa yang dinilai memiliki kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan ekonomi syariah Indonesia. “Kerja kerja kami bukan untuk penghargaan tapi untuk peradaban umat manusia....”(Irsyad Al Ghifari). Nah pada tahun 2019 ini, Irsyad terpilih mengikuti Outstanding Youth for The World (OYTW) sekaligus Indonesia-USA 70th Youth Ambassador. OYTW diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri sejak tahun 2011 dengan mengirimkan para pemuda pemudi Indonesia yang berprestasi ke luar negeri. Walaupun Irsyad sendiri tidak pernah terbesit sedikitpun untuk bisa berangkat ke Amerika Serikat, Baginya bertemu dengan 20 Mahasiswa berprestasi terbaik diseluruh Indonesia untuk bertukar pikiran dan menjalin relasi baru adalah tujuan utamanya. Irsyad juga kerap kali menghadiri bahkan menjadi pembicara di sebuah konferensi didalam maupun luar negeri. Irsyad sudah menginjakkan kakinya di 7 Negara yaitu Malaysia, Singapura, Jepang, Jerman, Vietnam, Korea Selatan dan Amerika Serikat. Sebuah perjalanan yang menarik karena setiap destinasi mempunyai pengalaman dan pembelajan yang luar biasa. Irsyad sangat menyukai dunia pendidikan dan organisasi. Cita- cita Irsyad Al Ghifari sangat menarik yaitu “Pas Meninggal yang datang banyak”, sebuah kiasan yang menunjukan bahwa Irsyad ingin menjadi sosok yang menginspirasi. Karena tujuan hidupnya bukan soal jabatan melainkan Perubahan, Sejarah dan Insipari. 3 prinsip dan tujuan hidup seorang Irsyad Al Ghifari yang akhirnya bisa membawanya berada dititik kesuksesan saat ini. (Syifa)

19

E-SHINE | 19th Edition


Generasi Copy Paste

REVIEW BUKU

D

engan membaca buku, “GENERASI COPY PASTE�, karya Awy A. Qolawun. Buku ini ditujukan untuk setiap muslim yang ingin belajar dan memperbaiki kualitas keislamannya, menjaga keistiqomahan dan dapat menjalin hubungan baik dengan orang lain serta sebagai kado yang penuh manfaat bagi siapa saja yang membacanya. Buku ini berisikan; Bab I tentang pelajaran dari cerita lucu, Bab II tentang pelajaran dari kekonyolan diri, Bab III tentang lebih dekat mengenal Islam. Pada Bab 1 tentang pelajaran dari cerita lucu, dalam buku ini dijelaskan mengenai kisah-kisah lucu dan tentu ada hikmah yang bisa dipetik. Pada momen 4; Pak Kyai dan Rok Noni Belanda, dikutip pendapat Imam Ali yang menggariskan sebuah kaidah kehidupan yang sangat besar, bahwa lihatlah apa yang dikatakan dan jangan melihat siapa yang mengatakan (Halaman 18).

Bab II tentang pelajaran dari kekonyolan diri. Pada momen 17; Kalau makan suka pakai sendok apa Tangan? Penulis menceritakan kisahnya dan mengambil kisah nyata yang dialami Hasan Al-Banna, saat sedang wisata kuliner di sebuah resto mewah di Perancis (Hal : 65). Tentu dengan ulasan yang sangat menarik dan jawaban dari sudut pandang islam dan dari segi kedokteran. Bab III tentang lebih dekat mengenal Islam. Pada momen 24, doa Bahasa Jawa. Lah kok bahasa Jawa? Nggak bahasa Arab? Pakai bahasa sansekerta sekalipun tak jadi soal, bukan sebuah kewajiban berdoa dalam bahasa Arab, karena Allah Ta’ala adalah Pencipta bahasa dan tentu saja paham semua bahasa (Hal : 95). Pada momen penutup: Merenungi Kebodohan. Dalam ilmu ushul fiqh dijelaskan, bahwa bodoh itu ada dua jenis: 1. Bodoh sederhana (Jahl Basith) 2. Bodoh Bertumpuk, bodoh kuadrat (Jahl Murokkab). Penjelasannya, Jahl Basith adalah semisal kebodohan yang dialami orang-orang pedesaan yang lugu, atau anak-anak kecil yang baru belajar, belum tahu apa-apa. Sedangkan Jahl Murokkab, adalah bodohnya orang pintar orang berilmu, yang tak pandai menerapkan ilmu sesuai dengan apa yang diketahuinya. Hal yang tidak menutup kemungkinan dilakukan oleh ustadz, kyai, guru, doktor bahkan professor sekalipun. Jadi, jangan mudah mengkultuskan seseorang. Sampai jika salah tetap dibenar-benarkan, dicarikan penafsiran, diinterpretasikan yang macam-macam. Ini juga jenis kebodohan. Manusia, selama bukan Nabi, maka tak ada garansi selamat dari kesalahan dan kebodohan (Halaman 135-136). Secara umum buku ini berisi kisah-kisah penuh makna, yang bisa diambil hikmahnya. Banyak ilmu yang disisipkan, gaya penyampaian yang penulis tuturkan sederhana dan mudah dicerna. Buku ini menambah wawasan pembacanya (Putri P) E-SHINE | 19th Edition

20


REVIEW FILM

Hayya : The Power of Love 2

H

ayya: The Power of Love 2 garapan sutradara muda Jastis Arimba, yang juga menyutradarai sekuel perdananya dulu. Proses syuting film ini melibatkan dua negara yaitu Indonesia dan Palestina. Mengambil tema kemanusiaan, film Hayya sedikit bercerita tentang kehidupan para relawan kemanusiaan di negeri Palestina. Seperti yang telah dikatakan oleh sang produser, Helvy Tiana Rosa yang menyatakan salah satu tujuan dibuatnya film ini adalah untuk mendukung atas kemerdekaan Palestina. Kakak kandung dari penulis terkenal Asma Nadia ini pun juga menegaskan, sudah sepatutnya masyarakat Indonesia mendukung sepenuhnya atas kemerdekaan Palestina. Dengan melalui film inilah dia berharap pesan itu dapat tersampaikan kepada masyarakat Indonesia. Film Hayya: The Power Of Love 2 ini masih menceritakan tentang seorang jurnalis bernama Rahmat, yang hidupnya dipenuhi dengan perasaan bersalah dan dosa di masa lalunya. Untuk menghilangkan perasaan itu, Rahmat yang juga sedang memahami makna cinta dan keimanan memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berbeda dalam perjalanan hijrahnya tersebut. Rahmat kemudian memutuskan untuk menjadi relawan kemanusiaan di perbatasan kamp pengungsian. Saat bertugas menjadi relawan kemanusiaan dan jurnalis di daerah tersebut, dia bertemu sosok Hayya, gadis lugu yatim piatu korban konflik di Palestina itu. Hatinya begitu teriris melihat gadis kecil korban konfil tersebut. Dan dia memutuskan untuk menolong gadis itu dan membuat senyum kebagiaan pada gadis kecil itu. Nyatanya kehadiran gadis kecil yang bernama Hayya itu, membawa banyak perubahan terhadap kehidupan Rahmat. Namun suatu ketika Rahmat harus kembali ke Indonesia karena harus menikah dengan Yasna. Kenyataan tersebut lantas membuat Hayya terluka dan begitu sedih, karena harus terpisah dengan Rahmat. Hubungan Rahmat dengan Hayya pun menjadi semakin kompleks. Hayya tidak hanya mengandung pesan kemanusiaan, tapi juga persoalan cinta dan keimanan. Di sini terdapat banyak pengajaran yang dekat dengan kehidupan Islami. Disajikan secara sederhana tanpa terkesan menggurui. Terdapat sejumlah isu humanis lain yang diangkat, salah satunya tentang pesan moral Islami terkait LGBT bahkan cinta itu tidak harus memiliki dan jangan memaksakan kehendak yang akhirnya menimbulkan sifat terlalu posesif. Karena sifat terlalu posesif yang dimiliki oleh Rachmat membuatnya mengalami kecelakaan mobil setelah terjadi keributan dengan temannya yang selama ini membantunya, setelah Hayya di jemput oleh pihak kepolisian Ada beberapa kejutan yang menanti penonton di ballik cerita film ini. Salah satunya boleh dibilang tidak masuk akal secara logika. Meskipun demikian adeganadegan selanjutnya masih memiliki sinkronisasi antar cerita, sehingga film tetap menarik untuk disimak. Bahkan endingnya meski sudah bisa ditebak, namun ada momen yang tak terduga yang membuat penonton terhenyak. (Putri P)

21

E-SHINE | 19th Edition


PENGURUS KSEI LISENSI UIN JAKaRTA PERIODE 2019-2020 PAMIT UNDUR DIRI


facum

Natum vere numenis simus, od qui beribussiti plautem


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
E-Shine 19th Edition by Lisensiuinjkt - Issuu