E-Shine Electronic Sharia Magazine HEADLINE: Ekonomi Syariah Selesaikan Masalah Perekonomian Nasional
H A I R
A Y S
MUNAS XVI 2018
17th Edition
Company Visit 2018 Tokoh: Adiwarman Karim
SALAM REDAKSI
Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. Puji beserta syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan dan menerbitkan majalah E-Shine kali ini. Shalawat serta salam tak lupa kami haturkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Salam Hangat para pembaca E Shine, Alhamdulillaah E-Shine Edisi ke-17 telah terbit. Topik utama yang dibahas pada E-Shine edisi kali ini adalah mengenai Peran Ekonomi Syariah Terhadap Penguatan Rupiah. Seper yang kita ketahui, beberapa bulan kebelakang, penguatan rupiah menjadi topik yang diperbincangkan. Selain itu, E-Shine juga memuat rangkaian agenda, event, berita-berita seputar Lingkar Studi Ekonomi Syarriah (LiSEnSi) serta karya-karya dari anggota LiSEnSi. Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada segenap m redaksi 17th E-Shine yang telah memberikann kontribusi terbaiknya dalam penyelesaian E-Shine Edisi ke-17 ini, serta semua pihak yang telah membantu sehingga dapat diterbitkan. Akhir kata, semoga E-Shine Edisi ke-17 ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semua dan dapat terus menjadi lebih baik lagi. Sekian dan Terima Kasih. Selamat membaca! Wassalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
TIM REDAKSI
Penanggung Jawab Sandi Darus Salam Reza Andika Putra Pemimpin Redaksi Aisyah Raisa Medina Editor Aisyah Raisa Medina Desain Layout Ahmad Fachri Aisyah Raisa Medina
Reporter Indah Wardani Hanathul Murohhami Arika Hayyu Fathurrahman Nasu on Albani Amirullah Danang Ramdani Ahmad Fachri Rahmi Sri Intan M. Putri Acebeli Reza Andika Putra Nuriah Kulsum Putri Yandriani Nining La fah Rahman
E-Shine Edisi 17
DAFTAR ISI HEADLINE: Ekonomi Syariah Selesaikan Masalah Perekonomian Nasional .............1
EVENT
NEWS:
Company Visit 2018 Roadshow SPMS DEI Batch 2 Upgrading
.............3
.................5
.....................6
......................7
MUNAS XVI: Gelora Kerinduan Para Pejuang ........................8
AGENDA
Belum Pernah, Bukan Berarti Belum Siap Jadi Juara
........15
Calon LiSEnSi Satu ........16 LiSEnSi FAST FACT: Yuk Beralih ke GPN
...........17
TOKOH: Adiwarman Karim ...19
Kajian Perdana Lisensi ...........9
SOSOK: Rahmi Hayyu ........20
.........................10 IEGTS .........................11
KISAH INSPIRATIF : Beasiswa Via
Pelatihan Desain ...............12
REVIEW BUKU: Orang Sibuk pun
Jalan-jalan Penuh Hikmah : LiSEnSi goes to Bandung .......13
Bisa Hafal Al-Qur’an...........23
IEMT
Sholawat dan Masjid ..........21
REVIEW FILM: Hafalan Shalat Delisa..........25
E-Shine Edisi 17
EKONOMI SYARIAH SELESAIKAN MASALAH PEREKONOMIAN NASIONAL Rupiah kian terpuruk meskipun Bank Indonesia (BI) telah mengantisipasi keterpurukan rupiah dengan berbagai kebijakan, namun rupiah tak kunjung membaik menjadi bukti lemahnya nilai mata uang Indonesia ini hingga amat sulit membuatnya kuat terhadap goncangan perekonomian global. Melemahnya nilai tukar rupiah merupakan suatu topik yang masih hangat diperbincangkan dan mendapat perhatian dari berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta. Hingga Minggu (16/12) harga dollar masih tinggi yaitu 14.585 rupiah. Dikutip dari Republika.co.id, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan kemajuan ekonomi syariah dapat mengurangi gangguan stabilitas nilai tukar. Ia menilai gangguan stabilitas ini bagian dari ekonomi riba. Ia mengatakan bahwa peningkatan suku bunga acuan 7-Days Reverse Repo Rate 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen dilakukan untuk mengatasi serangan spekulasi dari global yang membuat stabilitas nilai tukar rupiah terganggu. Kebijakan ini merupakan respon BI
terhadap kenaikan suku bunga Amerika Serikat. Selain itu, perang dagang antara AS dan Cina turut mempengaruhi gejolak di pasar keuangan dunia. Hal tersebut mungkin tidak akan terjadi jika Indonesia dapat memajukan ekonomi syariah yang tidak menerapkan sistem bunga sehingga intervensi dalam menaikkan suku bunga bisa dikurangi atau bahkan tidak ada. Sejalan dengan krisis yang dialami Indonesia tahun 19971998, banyak bank konvensional mengalami kebangkrutan namun bank syariah masih berdiri dan tahan terhadap krisis, hal itu dikarenakan kegiatan operasional bank syariah tidak menggunakan konsep bunga atau riba.
1 E-Shine Edisi 17
Indonesia Halal watch (IHW) menilai isu produk halal dan industri harus menjadi kebijakan negara. Tujuannya, agar produk-produk dan industri halal nejadi penopang perekonomian nasional. Harus ada realasi antara keuangan syariah dengan industri syariah yang menguntungkan sehingga dapat memaksimalkan potensi yang ada. Perbankan nasional harus dapat berfungsi dan mendedikasikan pembiayaan bagi sektor industri UMKM dan pelaku usaha serta industri halal sehingga dapat tumbuh dan bekembang mengisi pasar domestik dan didorong menjadi produk potensial ekspor.
Secara ekonomi, ekspor produk halal dapat menambah 5,1 miliar-11 miliar dolar AS pertahun secara global. Belum termasuk tambahan lapangan pekerjaaan dari 170 ribu menjadi 333 ribu pekerjaan dan subtitusi impor hingga 500 juta dolar AS. Indonesia masih menjadi pasar dan konsumen terbesar. Dalam pangsa pasar ekonomi halal global 2017 yang jumlahnya 2,1 triliun dolar AS, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara konsumen ekonomi halal, yaitu sekitar 10 persen. Indonesia menjadi incaran industri halal baik makanan, kosmetik, maupun pasar turis. Jepang, Australia, Thailand, Selandia Baru, Cina, Korea, Singapura, hingga banyak negara di Eropa ingin merebut pangsa pasar wisata Muslim yang diperkirakan mencapai 320 miliar dolar AS pada 2024 mendatang. Dengan banyaknya pergerakan ekonomi halal di Indonesia maka akan dapat memperkuat nilai tukar rupiah dengan sendirinya melalui banyaknya transaksi menggunakan mata uang rupiah serta dengan mengembangkan keuangan syariah nasional dapat memperkuat perekonomian karena tidak mudah terpengaruh akibat uktuasi bunga secara global. (Indah)
2 E-Shine Edisi 17
EVENT
Company Visit, goes to Kemenkeu Seperti tahun sebelumnya, LiSEnSi memiliki agenda “Company Visit”, dimana Company visit adalah kunjungan ke lembaga atau instansi Pemerintah. Pada tahun ini, selasa 19 september 2018 LiSEnSi kembali mengadakan agenda “Company visit” dan memilih tujuan ke instansi pemerintahan kementerian keuangan RI, tepatnya Badan Kebijakan Fiskal. Kementerian keuangan menyambut baik agenda LiSEnSI ini, karena diharapkan akan bermanfaat bagi kementerian keuangan untuk menjadi wadah diskusi promosi dan pengenalan instrument Kebijakan Fiskal yang dijalankan serta akan menambah wawasan bagi mahasiswa pada ekonomi islam dan instrument keuangan syariah yang sedang dilaksanakan oleh kementrian keuangan. Pada kesempatan kali ini, company visit diisi oleh satu pembicara yakni Bapak Ahmad Muhajiri kepala subbagian edukasi public menyampaikan tentang keuangan syariah sebagai instrument industry keuangan dan investasi berbasis syariah. Kunjungan ini didapati bahwa perkembangan industry keuangan syariah instrument untuk mengembangkan ekonomi syariah di negara ini. Instrument keuangan syariah ada beberapa macam yakni dari perbankan syariah, asuransi syariah, pembiayaan syariah, dana pensiun syariah, pasar modal syariah dan dana ZISWAF. Industry keuangan syariah di Indonesia, asset perbankan syariahnya saja mencapai Rp 444,43 T meliputi 13 Bank Umum Syariah lalu 21 Unit Usaha Syariah dan 168 Bank Perkreditan Rakyat Syariah sedangkan dana pengumpulan Zakat Infak
dan Shodaqoh (ZIS) selalu meningkat dari tahun 2004 sampai 2018 sekarang ini, dan wakaf tanah mencapai 11.500 hektar per tahun 2013. Serta pembicara juga membahas tentang obligasi atau Instrumen Surat Berharga Syariah Negara guna menambah opsi portofolio investasi keuangan syariah untuk masyarakat diantaranya ialah: sukuk ritel, sukuk tabungan, sukuk dana haji, Islamic Fix Rate (IFR) dan SPNS atau Surat perbendaharaan negara syariah. Pada 2013 Pemerintah pun sudah mulai fokus pada penerbitan project nancing sukuk ini sebagai alternative sumber pembiayaan proyek infrastruktur di Indonesia. Proyek milik pemerintah pusat sesuai dengan prioritas RPJM. Contoh proyek yang dibiayai sukuk adalah jalan raya, jembatan gedung-gedung pendidikan dan lain sebagainya, perkembangan penerbitan sukuk secara global hingga per November 2018 telah mencapai RP 36.000 miliar, total outstanding sukuk secara global Rp 23.000 Milyar dan telah diterbitkan di 13 negara muslim dan nonmuslim.
3 E-Shine Edisi 17
Setiap proyek-proyek besar, pasti memiliki tantangan, berikut tantangan yang ada di instrumen keuangan syariah diantaranya: 1. Sumber daya manusia yang kompeten 2.Inovasi produk yang didukung oleh pengetahuan dan wawasan mengenai keuangan syariah 3. Regulasi yang kondusif dengan pasar untuk mendukung adanya inovasi produk 4. Peningkatan kualitas pelayanan dan infrastruktur syariah 5. Pelayanan kepada sektor UMKM dan usaha produktif Lalu beliau juga menjelaskan tentang peran pemerintah dalam pengembangan keuangan syariah yang diawali dengan pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah dengan menciptakan playing ď€ eld equal level of antara syariah dan konvensional serta dilegalkanya dengan mengeluarkan peraturan perundang-undangan untuk mendukung industry keuangan syariah (misalnya PMK 11/2016) serta menerbitkan instrument-instrumen sukuk untuk menambah opsi portofolio investasi industry keuangan syariah dan masyarakat semua pointpoint diatas tentunya untuk mengharmonisasikan kebijakan ď€ skal pemerintah dengan jasa keuangan syariah untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi perekonomian dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan dan kesinambungan ď€ skal Negara Dan yang terakhir beliau juga menyampaikan tentang Arsitektur ekonomi islam. Jadi tujuan ekonomi islam itu sendiri
supaya terciptanya falah atau kesuksesan yang hakiki berupa kebahagiaan dalam segi material dan spiritual. Aspek kesuksesan material tidaklah bermakna apabila mengakibatkan kerusakan dalam aspek persaudaraan dan moralitas. Ekonomi islam itu sendiri memiliki 3 pilar dan 4 fondasi, 3 pilar itu ialah keadilan keseimbangan dan kemaslahatan yang dimaksud itu seperti aktivitas ekonomi yang menghindari riba, maysir, gharar, dzholim, haram dan lain sebagainya, lalu adanya keseimbangan di sektor riil-ď€ nansial, pengelolaan risk-return, aspek materialspiritual dan azas manfaat kelestarian lingkungan, termasuk Ras suku dan agama. Sedangkan fondasi 4 pilarnya ialah ukhuwwah yakni hubungan bisnis dalam konteks persaudaraan universal untuk mencapai kesuksesan bersama , lalu syariah yang membimbing aktivitas ekonomi sehingga sesuai dengan kaidah-kaidah syariah, selanjutnya adalah akhlaqul karimah yang membimbing aktivitas ekonomi senantiasa mengedepankan moralitas sebagai cara mencapai tujuan dan yang terakhir aqidah yang membentuk integritas agar terbentuk good governance yang baik dan market discipline yang baik. (Hanath)
4 E-Shine Edisi 17
EVENT
Roadshow Sekolah Pasar Modal Syariah Tangerang Selatan, Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) bekerja sama dengan Galeri Investasi Syariah (GIS) FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan acara Roadshow Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS). Acara tersebut diadakan pada tanggal 31 Oktober 2018 lalu di Teater 1 Lantai 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta. Roadshow SPMS ini bertujuan untuk mengupgrade pengetahuan dan wawasan khususnya bagi mahasiswa mengenai investasi di pasar modal syariah. Roadshow SPMS kali ini, mengusung tema “Be A Smart Investor for The Brighter Future�. Dalam acara ini, LiSEnSi dan GIS menghadirkan narasumber yang dinilai ahli di bidangnya, yaitu Ibu Rosyidah yang mana saat ini menjabat sebagai Supervisor Islamic Capital Market Division Indonesia Stock Exchange (IDX) dan Pak Sutrisna Amijaya yang saat ini menjabat di bagian Sharia Business Development MNC Sekuritas. Tentunya mereka berdua merupakan ahli di bidang Pasar Modal Syariah. Materi yang disampaikan oleh narasumber sangat menarik dan bermanfaat bagi peserta SPMS ini. Ibu
Rosyidah misalnya, beliau menyampaikan materi mengenai alasan mengapa kita harus berinvestasi. Sedikitnya terdapat lima hal yaitu kebutuhan, keinginan, inasi, peningkatan nilai kekayaan dan ketidakpastian di masa mendatang. Beliau juga memaparkan bahwasanya ketika kita ingin berinvestasi, maka gunakan harta yang benar-benar tidak dipakai, atau harta yang merupakan simpanan, bukan untuk membayar sesuatu. Apalagi, jika kita menginvestasikan harta tersebut di sektor yang high risk. Tidak kalah penting, materi yang disampaikan oleh Pak Sutrisna, beliau menyampaikan materi mengenai langkahlangkah dan tips menjadi investor syariah. Dengan adanya acara roadshow Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) ini, LiSEnSi maupun GIS berharap bahwa semakin banyak pengetahuan mahasiswa ataupun masyarakat secara umum mengenai pasar modal syariah ini. Dengan demikian, industri keuangan syariah akan dapat terus menunjukkan inovasi-inovasi dan perkembangan yang semakin baik kedepannya. (Aisyah)
5 E-Shine Edisi 17
EVENT
MUNAS XVI: Gelora Kerinduan Para Pejuang Sambutan oleh Presidium Nasional FoSSEI 2017/2018 Darihan Mubarak menjadi pengantar dan satu dari cambukan penuh semangat perjuangan pada kegiatan Musyawarah nasional (MUNAS) FOSSEI XVI yang diselenggarakan pada 12-16 September 2018 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Gedung Ahmad Sanusi, Balai Pertemuan Umum UPI Bandung menjadi saksi sejarah bergeloranya semangat para pejuang Ekonomi Islam untuk melangitkan do'a dan membumikan kebenaran di Indonesia tercinta. MUNAS FoSSEI XVI yang dihadiri oleh delegasi setiap KSEI se-Indonesia ini hadir dengan berbagai ide dan gagasan untuk menjadikan FoSSEI lebih kuat dalam dakwahnya, berbagai evaluasi dan kritikan terhadap FoSSEI beberapa tahun terakhirpun mewarnai hari-hari yang menjadi penentu kinerja FoSSEI Nasional kedepannya. MUNAS menjadi wadah untuk loncatan besar kebaikan-kebaikan yang bisa diakomodir di masa mendatang, sehingga narasi besar pergerakan dakwak ekonomi Islam di era mendatang menjadi tantangan dan tugas bersama, termasuk dalam pemilihan Presidium Nasional FoSSEI 2018/2019. Dengan terpilihnya Irsyad Al Ghifary (KSEI SES-C IPB), Gilang Fatihan (KSEI SEF UGM), Prayudi Ibrahim Nasution (KSEI KaSEI FEB Universitas Riau), Halwani (KSEI IsEF
STEI SEBI) dan Muhammad Haqqi Hudan Maulana (KSEI CIES Universitas Brawijaya) menjadi gebrakan baru dari perjuangan dan pengorbanan yang semakin besar penentuan dan penyatuan arah gerak FoSSEI Nasional, tujuan besar “Pembumian Ajaran Islam dalam bidang Ekonomi” semakin menghujam tajam di hati pemuda-pemudi penerus negeri ini. “Manusia yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukan dirinya, dan manusia yang paling banyak memiliki kelebihan adalah mereka yang tidak melihat kelebihan dirinya”, nasihat dengan tafsir mendalam dari Imam Sya'I ini menjadi bukti dalam perjuangan ini bahwa yang menentukan kualitas diri bukanlah apa jabatan atau posisi yang kita tempati, tetapi apa yang sudah, sedang dan akan kita lakukan dan korbankan dalam meniti dakwah dan amanah indah ini. Optimalisasi aktualisasi diri dan pemikiran untuk berkontribusi sekarang dan ke depan menjadi penentu, apakah kita akan menjadi pemain dalam sejarah kebangkitan Islam dan peradabannya nan dirindukan itu, atau hanya menjadi penonton yang merasa cukup dengan diberi tanpa memberi, sementara memberi adalah sebuah kemuliaan dalam hidup seorang insan beriman, menjadi amal jama'i dan amal jariah saat ruh telah berpisah dengan jasad. Inilah yang disebut “Kerinduan Para Pejuang”. (Arika)
6 E-Shine Edisi 17
EVENT
Diklat Ekonomi Islam (DEI) Batch 2 Kenapa Ekonomi Syariah harus didakwahkan? Karena Ekonomi Syariah berada ditengah-tengah antara dua sistem perekonomian yang sedang menguasai dunia, yaitu ekonomi kapitalis dan sosialis. Dan kedua sistem ekonomi itu adalah telah gagal dimana sistem kapitalis dan liberalis yang memberikan kebebasan yang sebebasbebasnya kepada individu mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa memperdulikan nasib dari orang lain. Sedangkan sosialis semuanya sama rata dan sama rasa, jadi orang yang bekerja banyak dan sedikit itu bayaran nya sama dengan arti adanya ketidakadilan di dalamnya. Ekonomi Syariah hadir diantara dua sistem ekonomi tersebut menjadi solusi sebagai contoh, kita sebagai umat muslim dipersilahkan mengumpulkan harta dan kekayaan kerja keras kita dengan catatan kita harus mengeluarkan zakat, infaq, sodaqoh. Karena sebanyak apapun harta atau kekayaan yang kita kumpulkan ada hak orang lain didalam harta dan kekayaan tersebut. Jadi Islam itu hadir sebagai solusi bukan sebagai mudharat, seperti kapitalis yang merajalela dimana riba begitu banyak yang mengakibatkan banyak sekali kerugian, terjadi krisis dimana-mana. Lalu kenapa kita harus berdakwah Ekonomi Syariah? Karena dakwah itu kewajiban kita, kewajiban seluruh umat muslim. Dan dakwah ini menyeluruh. Termasuk di semua bidang, baik itu sosial, politik, maupun ekonomi.
Karena islam memiliki solusi di semua bidang, dan Dakwah Ekonomi Syariah sebuah kewajiban sehingga kita harus berdakwah Ekonomi Syariah, sebut Abdullah Hanif sebagai Ketua Pelaksana DEI 2018. Apa itu DEI? DEI merupakan singkatan dari Diklat Ekonomi Islam yang rutin diadakan minimal sekali dalam setahun. DEI adalah program kerja dari Divisi PSDI (Pengembangan Sumber Daya Insani) yang mana DEI ini adalah ajang Open Recruitment bagi seluruh mahasiswa yang ingin mengenal, belajar, memahami, mengkaji, mengamalkan, dan mendakwahkan Ekonomi Syariah dalam keluarga KSEI Lisensi UIN Jakarta. Kali ini DEI 2018 mengangkat tema “Membangkitkan Ghirah Ekonom Rabbani secara Kaffah Guna menyambut kejayaan Ekonomi Islam di Era Revolusi Industri 4.0�. event yang dilakukan rutin minimal setahun sekali ini tentunya telah melahirkan para pejuang-pejuang ekonomi syariah yang tangguh dan mumpuni dalam menyampaikan ekonomi syariah di kalangannya. Diklat Ekonomi Islam merupakan event yang sangat bermanfaat, tidak hanya menambah ilmu tentang perekonomian secara Islam, tetapi juga menambah networking, link, kepada para pejuang-pejuang ekonomi syariah. Karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Tentunya, dengan ilmu kita dakwahkan ekonomi syariah. Dengan ekonomi syariah kita sebarkan kebaikan. (Fathur)
7 E-Shine Edisi 17
Upgrading LiSEnSi, Saat yang Tepat untuk Meng-Upgrade Diri Bogor, Lingkar Studi Ekonomi Syariah kembali mengadakan tahap kaderisasi kedua setelah Diklat Ekonomi Islam (DEI), sebagai tahap yang harus dilewati oleh anggota LiSEnSi yang akan menjadi pengurus di periode selanjutnya. Tahap Upgrading ini bertujuan untuk menempa kader yang akan masuk ke dalam kepengurusan pada periode berikutnya serta menumbuhkan rasa loyalitas yang kuat terhadap LiSEnSi. Upgrading dilaksanakan pada tanggal 5-6 Januari dan bertempat di Villa Cenning, Citayam. Dalam upgrading kali ini, mengusung tema “Membentuk Kader Dakwah Ekonomi Syariah yang Agamis dengan Integritas dan Loyalitas Tanpa Batas”. Yang mana sesuai dengan tujuan yang dijelaskan di atas. Sementara itu, upgrading kali ini juga mengundang pembicara yang dinilai mampu mengupgrade kualitas diri daripada pengurus LiSEnSi nantinya. Pembicara tersebut yang pertama ialah Jabbar Sambudi, beliau pernah menjabat sebagai presidium nasional FoSSEI periode 2015-2016. Materi yang disampaikan oleh beliau ialah mengenai Keteguhan Iman Seorang Kader Ekonom Rabbani. Salah satu kutipan yang beliau sampaikan ialah “jangan terlalu sibuk mengeluh, sampai kita lupa untuk bersyukur”. Selain Jabbar, ada pemateri kedua yaitu Iman Ni'matullah, yang akrab disapa dengan sebutan Bang Iman oleh anggota LiSEnSi. Beliau saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Investasi Langsung BPKH. Materi yang disampaikan beliau sangat menarik, dan benar-benar dibutuhkan bagi calon-calon pengurus LiSEnSi, yakni Manajemen Langit Sebuah Organisasi. Materi yang disampaikan oleh kedua pemateri merupakan materi yang memang diperlukan
EVENT bagi para peserta upgrading ini dan semoga dapat bermanfaat bagi mereka, terutama pada saat jadi pengurus nantinya. Selain mendapatkan ilmu yang begitu penting mengenai organisasi, peserta juga mendapatkan ilmu lainnya. Salah satunya peserta telah diberikan tugas sebelumnya untuk melakukan jaulah dengan tujuan untuk mengenalkan LiSEnSi kepada dosen ataupun orang orang internal kampus lainnya. Juga, peserta diberi tugas untuk membuat KTI secara kelompok dan KTI serta jaulah tadi di presentasikan pada saat upgrading, tepatnya pada hari pertama. Tujuannya adalah melatih mental peserta dalam hal menyampaikan sesuatu hal di depan publik. Ilmu lainnya yang juga didapatkan peserta adalah dalam memecahkan atau mencari sebuah solusi dalam sebuah kasus yang biasanya sering dialami oleh sebuah organisasi, khususnya lisensi. Dalam upgrading ini peserta juga di ajarkan untuk terbiasa disiplin dalam segala hal, termasuk waktu. Peserta juga dilatih untuk menjaga amarah, dan etika selama upgrading ini berlangsung. Kemudian, yang tidak kalah penting peserta juga ikut games dengan tujuan mempererat hubungan diantara calon pengurus lainnya. Dalam acara upgrading ini juga telah ditentukan Calon LiSEnSi Satu (CaLiSa) yang nantinya diantara CaLiSa tersebut akan terpilih satu orang untuk memimpin dakwah ekonomi syariah ini. Sehingga, yang diharapkan adalah upgrading ini dapat menempa atau mengupgrade kualitas diri, untuk dapat mendakwahkan ekonomi syariah di bumi nusantara. Ekonom Rabbani, Bisa! (Aisyah)
8 E-Shine Edisi 17
AGENDA
Kajian Perdana LiSEnSi (KARSI)
Jakarta, LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan acara Kajian Perdana LiSEnSi yang merupakan bagian dari program kerja divisi keilmuan dengan tema “Kolaborasi Perbankan Syariah Dengan Perusahaan Startup Financing Dalam Meningkatkan Intensitas Pembiayaan UMKM� yang dilaksanakan pada hari senin (24/09/2018) bertempat di teater 1 lantai 5 kampus dua Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah. Acara ini dihadiri oleh dua narasumber yakni Dima Djani (CEO ALAMI) dan Ryan Adam (CEO Propertibank & CEO Propertimaret). Kedua narasumber itu memaparkan materi tentang Peran perusahaan start-up dalam membantu mengembangkan UMKM di Indonesia, Program-program perusahaan start-up terkait pembiayaan kepada UMKM di Indonesia, Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan start-up dalam menyalurkan pembiayaan UMKM di Indonesia, Solusi dan kebijakan perushaan start-up terhadap permasalahan yang dihadapi dalam menyalurkan pembiayaan kepada
UMKM di Indonesia, Program kerja sama yang dilakukan perushaan start-up dengan perbankan syariah dalam memberikan pembiayaan kepada UMKM di Indonesia, Program-program penyaluran dana dari perusahaan startup untuk UMKM, Contoh UMKM yang diberi Pembiaayaan dari perusahaan startup, Target dan outlook perusahaan startup pada tahun 2019. Output dari terselenggaranya acara ini di harapkan para peserta dapat memahami bagaimana perbankan syariah dan stratup ďŹ nancing berkolaborasi untuk mengembangkan dan memajukan UMKM yang ada di Indonesia. Sebagai informasi tambahan bahwa acara Kajian Perdana LiSEnSi ini merupakan agenda kegiatan dari divisi keilmuan yang diadakan setiap awal semster sebagai kajian pembuka untuk kajian selanjutnya yang diadakan setiap hari kamis bertempat di ruang kelas FEB kampus II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Albani)
9 E-Shine Edisi 17
AGENDA
Islamic Economic goes to Majelis Ta’lim (IEMT)
Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) UIN Jakarta kembali mensosialisasikan Ekonomi Syariah di luar lingkungan kampus. Program Islamic Economic Goes to Majelis Ta'lim (IEMT) ini merupakan program dari divisi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat LiSEnSi. Program ini dibuat dengan tujuan agar masyarakat dapat mengenal ekonomi Islam secara dasar. Kali ini, majelis ta'lim menjadi pilihan untuk mendakwahkan ekonomi syariah di bumi nusantara ini. Majelis ta'lim menjadi pilihan karena majelis ta'lim berisi kumpulan orang-orang yang melakukan ibadah dan dianggap perlu untuk diberikan wawasan lebih dalam terkait kegiatan bermuamalah. IEMT kali ini bertempat di majelis ta'lim Masjid Raya Bintaro Jaya, Tangerang selatan pada Hari Sabtu, 22 September 2018. Kegiatan ini menghadirkan pembicara yang ahli yaitu Iman Ni'matullah yang pada saat itu menjabat sebagai Head of IEA Financing Bank Muamalat Indonesia dan mengusung tema “Hidup Berkah Tanpa Riba�. Dengan tema ini, diharapkan masyarakat sekitar dapat lebih terbuka untuk menerima dan menerapkan ekonomi syariah dalam kegiatan ekonomi sehari-harinya. (Aisyah)
10 E-Shine Edisi 17
AGENDA
Islamic Economic goes to School (IEGTS)
Kegiatan Islamic Economic Goes to School dilaksanakan pada Senin, 15 Oktober 2018 di SMK Letris Indonesia 2 yang berlokasi di Jln Siliwangi No. 55, Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten. Kegiatan IEGTS dimulai pada pukul 09.00-11.00 WIB, acara dibuka oleh MC saudara Samsa Baharudin yang diawali dengan pembacaan kalam ilahi, Mars FoSSEI, lagu Indonesia Raya serta sambutansambutan yang di sampaikan oleh Sandi Darus Salam selaku Ketua Umum KSEI LiSEnSi UIN Jakarta dan Bapak Abdul Harris sebagai perwakilan dari pihak sekolah. Materi seminar disampaikan pada pukul 09.30 WIB di Aula Sekolah Lt.3 dengan diikuti sebanyak 55 siswa jurusan perbankan syariah. Materi disampaikan oleh narasumber yaitu saudara Darihan Mubarak (Presidium Nasional FoSSEI 2017-2018) dengan
membawakan tema “Pejuang Islam Pejuang Kebangkitan Ekonomi Islam”, materi dijelaskan satu arah lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diajukan oleh siswa dari sekolah dan diakhiri dengan pemberian cendramata oleh LiSEnSi kepada pemateri dan pihak sekolah. Tujuan dari acara IEGTS sejalan dengan tema yang diangkat yaitu “Pejuang Islam Pejuang Kebangkitan Ekonomi Islam” dimana tema tersebut memberikan motivasi kepada siswa terkait pentingnya pemuda dalam berkontribusi dalam Ekonomi Islam, dimana seorang pemuda harus memiliki semangat, kreatitas dan kecepatan berkir karna mereka sebagi calon pemimpin bangsa sehingga perlunya menanamkan nilai-nilai tersebut ke sekolah dalam aspek ekonomi islam. (Danang)
11 E-Shine Edisi 17
AGENDA
Workshop Pelatihan Desain
Untuk zaman ini semua bidang dalam kehidupan membutuhkan desain gras. Manfaat desain gras sangat lekat dengan persepsi, pencitraan, dan juga komunikasi. Desain gras memudahkan pertukaran informasi menjadi lebih menarik dan lebih nyaman dilihat oleh mata atau visual. Karena itulah desain gras menjadi salah satu bidang yang diminati oleh generasi muda saat ini. Yang diperlukan hanyalah kreativitas dan tentu saja ilmu-ilmu dasar untuk menggunakan aplikasi desain gras. Dalam menanggapi hal tersebut maka LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan acara Workshop Pelatihan Desain. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 18 Oktober 2018 bertempat di Ruang 101 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Workshop Pelatihan Desain ini bertujuan untuk meningkatkan softskill atau profesionalisme dalam hal kreatitas khususnya dunia desain gras dengan sasaran peserta para anggota LiSEnSi dan mahasiswa/I UIN Jakarta khususnya agar dapat mengolah aplikasi desain dan membuat desain sendiri. Workshop ini menghadirkan pemateri yang tentu sudah ahli di bidangnya, yaitu Kak Muhammad Fariz Azam (Staf Ahli Design Product and Marketing KebonQta)
dan dimoderatori oleh Ahmad Fachri (Staf HUMED LiSEnSi 2018). Acara yang dihadiri oleh sekitar 20 peserta (karena bersifat internal) yang mayoritas mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah ini berlangsung menarik serta interaktif. Workshop Pelatihan Desain ini fokus terhadap penggunaan aplikasi Photoshop dalam pembuatan desain gras dengan penyampaian teori dilanjutkan prakteknya. Pemateri menyampaikan tentang hal desain gras yang meliputi perkenalan akan pentingnya desain gras dan aplikasi Photoshop berupa: tools-tools yang digunakan, dan kiat-kiat dalam pembuatan desain gras. Dalam workshop ini peserta dibimbing dalam penggunaan tools Photoshop, dimulai dari membuat dan mengatur lembar kerja atau kanvas, memasukkan gambar, dilanjutkan dengan mengedit gambar tersebut menggunakan tools yang ada seperti Move Tool, Polygonal Lasso Tool, Crop Tool, Erase Tool, Paint Bucket Tool, dan tools lainnya. Akhir dari kegiatan ini diharapkan seluruh peserta dapat mengetahui dan memahami penggunaan tools yang ada dalam aplikasi desain Photoshop dan peserta akan mencoba lagi tools yang sudah dipelajari tersebut untuk membuat poster sederhana atau desain lainnya. Karena agar lancar dalam menggunakan aplikasi Photoshop maupun aplikasi desain lainnya dibutuhkan kemauan dan latihan secara terus-menerus. (Fachri)
12 E-Shine Edisi 17
AGENDA
Jalan-jalan Penuh Hikmah: LiSEnSi goes to Bandung
Pada hari Sabtu, 3 Desember 2018 KSEI LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkunjung ke toka Kembang, Bandung. Dalam rangka acara “JAMAAH� yang merupakan kepanjangan dari jalan-jalan penuh hikmah. Jalan-jalan kali ini LiSEnSi mendatangi KSEI Fordes UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, disana lisensi menggelar acara silaturrahmi sekaligus study banding. Serangkaian acara kita laksanakan dari presentasi program kerja dari masing-masing KSEI, keluh kesah selama kepengurusan dan SGD
(small grup discussion) dengan mengangkat tema zakat produktif dan industri halal di Indonesia. Rangkaian demi rangkaian acara kita lewati hingga tak terasa azan ashar pun berkumandang hingga kita memutuskan untuk mengakhiri rangkaian acara dengan foto Bersama antar divisi dan foto Bersama seluruh anggota KSEI LiSEnSi dan KSEI Fordes di depan halaman rektorak UIN SGD Bandung. Setelah selesai di UIN Bandung, KSEI LiSEnSi melanjutkan perjalanan ke Lembang untuk mengunjungi rumah salah satu kader LiSEnSI yaitu Hanathul Murahami, dan kita bermalam disana.
13 E-Shine Edisi 17
Hari kedua di Bandung, Minggu, 4 Desember 2018 LiSEnSi jalan-jalan ke Taman Bunga Begonia, Graď€ ka Cikole dan Tangkuban perahu. Sebelum pergi jalan-jalan tersebut, paginya anggota LiSEnSi menggelar sarasehan dan sharing-sharing pengalaman selama pengurusan. Menikmati waktu berharga 2 hari selama di Bandung Tidaklah cukup, udara yang sejuk pemandangan yang indah sedikit mengobati kelelahan pengurus selama ini untuk mendakwahkan ekonomi islam kepada seluruh kalangan terutama di kampus UIN Sharif Hidayatullah Jakarta
Senjapun datang menghampiri, hingga LiSEnSi harus kembali ke Ibu kota, sebelum kembali LiSEnSi menyempatkan untuk menghadap pencipta di salah satu masjid yang cukup megah di kota Bandung dan membeli oleh-oleh untuk para kader LiSEnSi dan karib kerabat yang ada di Ibu kota. Kelelahan terpancar indah di raut wajah pada anggota LiSEnSi, banyak pengalamana dan suka duka yang dirasakan. Hingga akhirnya anggota LiSEnSI sampai di rumah masingmasing. Acara Jamaah pun berakhir. (Rahmi)
14 E-Shine Edisi 17