Skip to main content

E-Shine 16th Edition

Page 1

E-Shine Electronic Sharia Magazine

HEADLINE: Ekonomi Digital: UMKM Harus Berbenah

Tokoh: Irwandi Jaswir

16th Edition

LiSEnSi Pemenang Lomba Video Krea f G-Sent Jaulah KSEI HIMA MPS UMJ


SALAM REDAKSI Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. Puji beserta syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat -Nya sehingga kami dapat menyelesaikan dan menerbitkan majalah E -Shine kali ini. Shalawat serta salam tak lupa kami haturkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Salam Hangat para pembaca E Shine, Alhamdulillaah E -Shine Edisi ke -16 ini telah terbit. Topik utama yang dibahas pada E -Shine edisi kali ini adalah mengenai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Seperti yang kita ketahui, topik ini sedang hangat di dunia ekonomi dan bisnis. Selain itu, E -Shine juga memuat rangkaian agenda, event, berita -berita seputar Lingkar Studi Ekonomi Syarriah (LiSEnSi) serta karya-karya dari anggota LiSEnSi. Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada segenap tim redaksi 16 th E-Shine yang telah memberikann kontribusi terbaiknya dalam penyelesaian E -Shine Edisi ke -16 ini, serta semua pihak yang telah membantu sehingga dapat diterbitkan. Akhir kata, semoga E -Shine Edisi k e-16 ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semua dan dapat terus menjadi lebih baik lagi. Sekian dan Terima Kasih. Selamat membaca! Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

TIM REDAKSI Penanggung Jawab Sandi Darus Salam Reza Andika Putra Pemimpin Redaksi Aisyah Raisa Medina Editor Si Rohanah Desain Layout Ahmad Fachri Aisyah Raisa Medina

Reporter Idham Halid Sandi Darus Salam Rizka Yunita Satria Rafi Shiddiq Tri Ningrum Rizkiana Rahmi Sri Intan Fathurrahman Nasu on Muhammad Zaid Farhand Muhammad Nasrulloh

Bahri Alvian Nining La fah Rahman Nuriah Kultsum Sasa Parera Putri Yandriani

E-Shine Edisi 16


DAFTAR ISI HEADLINE ......................1 EVENT

DIALOG INTELEKTUAL

WESHARE – TEMILREG 2018

......3

UMKM .......................14

Temu Ilmiah Nasional 2018

......4

KAJIAN KEILMUAN:

Kampanye Nasional 2018

........6

Budaya Konsumtif di Bulan Ramadhan ..............15

AGENDA Jaulah ke KSEI HIMA MPS UMJ ....7

TOKOH: Irwandi Jaswir ......16

..........8

PROFIL: Sandi Darus salam ..17

Diklat Ekonomi Islam 2018 .......9

SOSOK: Putri Acebeli ........19

Opening Mentoring SMKN........10 20 Jakarta

KISAH INSPIRATIF

Kajian Perdana Lisensi

Bakti Sosial Senyum Ramadhan......................11

NEWS Kendala Waktu, Bukan Halangan untuk Jadi Nomor Satu..........12 Balada Mata Kuliah.............13

E-Shine Edisi 16

MUSLIMAH: Ridho Ayah Membawa Berkah ..21

REVIEW BUKU: S.A.H. (Sudahi Atau Halalkan)..24

REVIEW FILM: 212 : The Power of Love

......25


pasar ASEAN. Peningkatan kualitas prod uk, perubahan metode pemasaran, pengemasan produk, branding, efisiensi biaya dan pemanfaatan teknologi merupakan beberapa hal yang harus menjadi perhatian pokok dari para pelaku UMKM. Para pelaku UMKM kemudian harus lebih giat dan lihai mencari peluang untuk dapat meningkatka produktifitasnya. Salah satu peluang harus bisa dimanfaatkan oleh UMKM adalah dengan bergabung diberbagai platform online maupun e-commerce yang ada saat ini. Den gan memanfaatkan peluang yang besar ini maka diharapkan akan terjadi penyebaran informasi seputar UMKM, baik itu dalam hal akses pasar, sharing branding produk, akses permodalan juga dalam hal peningkatan pemanfaatan teknologi dan skill sumber daya manusia nya. Dari data yang dilansir oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) pada bulan November 2017 kemarin menunjukkan bahwa terdapat 3,79 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sudah memanfaatkan platform online dalam memas arkan produknya. Akan tetapi jumlah ini masih terbilang cukup kecil, hanya berkisar 8 persen dari total pelaku UMKM yang ada di Indonesia, yakni sekitar 59,2 juta. Salah satu upaya yang ditempuh untuk menumbuh kembangkan jumlah pelaku UMKM yang berselanca r didunia maya maka pemerintah dalam hal ini Kementrian Koperasi dan UKM serta Kementrian Komunikasi dan Informatika bersama dengan para pelaku e-commerce menggagas program 8 Juta UMKM Go Online yang ditarget akan tercapai pada tahun 2019 nanti. Dengan adanya kolaborasi dan koordinasi antara pelaku UMKM dengan pemerintah, pelaku e-commerce, komunitas UMKM serta berbagai pihak lainnya maka diharapkan tentunya bisa meningkatkan jumlah pelaku UMKM digital serta meningkat juga kualitas produk yang dihasilkan. Dengan adanya peningkatan kualitas produk serta produktifitas UMKM ini juga maka untuk memasuki target pasar terbesar UMKM akan tercapai yaitu UMKM Indonesia Go Global dan nantinya Indonesia sebagai salah satu penguasa ekonomi dunia bukan lagi sekedar pred iksi atau ramalan semata. (Halid)

2 E-Shine Edisi 16


EVENT WEEK OF SHARIA ECONOMIC EXHIBITION – TEMU ILMIAH REGIONAL (WESHARE – TEMILREG) 2018

WESHARE atau Week of Sharia Economic Exhibition merupakan event tahunan dari KSEI LiSEnSi UIN Jakarta yang terdiri dari beberapa rangkaian acara seperti seminar nasional/internasional, talkshow, bazar, sarasehan alumni dan berbagai macam perlombaan ekonomi islam. Tujuan WESHARE adalah sebagai momentum silaturrahim berbagai unsur masyarakat seperti pelajar, akademisi, praktisi, serta masyarakat umum untuk memahami lebih jauh tentang ekonomi syariah dalam nuansa edukatif dan kompetitif. WESHARE pada ta hun ini dikemas sedikit berbeda karena dalam pelaksanaannya dikolaborasikan dengan Temu Ilmiah Regional (TEMILREG) Jabodetabek 2018. WESHARE TEMILREG 2018 diselenggarakan pada tanggal 5 -9 Maret 2018 dengan mengusung tema “Small Enterprise for Big Indonesia.” Beberapa rangkaian acaranya antara lain seminar internasional, talkshow muslim preneur, sarasehan alumni, sharia expo, perlombaan ekonomi islam dan awarding night. Perlombaan ekonomi islam pada WESHARE -TEMILREG 2018 antara lain olimpiade ekonomi islam, lomba karya tulis ekonomi islam, video dakwah kreatif ekonomi islam, karya inspiratif muslimah, poster ekonomi islam, pengembangan ekonomi islam dan business appraisal. Perlombaan tersebut diikuti oleh seluruh KSEI se -jabodetabek. Dalam kegiat an tersebut berkumpul seluruh mahasiswa yang memiliki semangat dan cita -cita untuk membumikan ekonomi syariah demi Indonesia yang lebih baik. Dalam perlombaan tersebut KSEI LiSEnSi mengirimkan delegasi -delegasi terbaiknya. Dan Alhamdulillah atas izin Allah delegasi KSEI LiSEnSi menyabet beberapa juara di antaranya juara 2 lomba olimpiade ekonomi islam atas nama Riswan Hadi, Abdullah Hanif dan Hadi Aupa. Juara 1 lomba video dakwah kreatif atas nama Reza Andika Putra, Ahmad Maulana, Arifin Nasution, Rahimatul Fikri dan Aisyah. Juara 1 lomba karya inspiratif muslimah atas nama Putri Yandriani.

3 E-Shine Edisi 16


WESHARE -TEMILREG 2018 ditutup dengan acara yang cukup meriah yaitu awarding night. Pada penutupan tersebut beberapa KSEI diberi penghargaan atas usahanya dalam membumikan ekonomi syariah. Penghargaan tersebut bukanlah tujuan utama dilaksanakannya acara ini tetapi hanya sekedar penyejuk di tengah gersangnya ladang dakwah yang sedang mereka tempuh. Sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif MES Pusat yaitu Bapak Ari Permana “Di antara KSEI terbaik bukanlah KSEI yang banyak juara, tetapi KSEI yang paling bermanfaat untuk KSEI lainnya.� Dengan diselenggarakannya WESHARE -TEMILREG 2018 diharapkan bisa menjadi wadah diskusi dan bertukar pikiran bagi seluruh akademisi, praktisi serta masyarakat umum yang nantinya akan menghasilkan sebuah solusi yang dap at direkomendasikan untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi Indonesia saat ini. (Sandi)

Temu Ilmiah Nasional 2018 Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) merupakan agenda tahunan Forum Silaturrahim Ekonomi Islam (FoSSEI). Dalam agenda temilnas, berkumpul seluruh pejuang ekonomi Islam yang tergabung dalam Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) dari berbagai kampus seluruh indonesia. Temilnas bertujuan untuk melakukan upgrade keilmuan bagi setiap KSEI se -Indonesia dan juga memberikan gagasan baru kepada otoritas terkait yang ada di pemerintahan guna mengembangkan ekonomi Islam di Indonesia. Selain itu , Temilnas merupakan wadah silaturrahim bagi seluruh kader ekonom rabbani dalam bertukar pikiran untuk meningkatkan kinerja KSEI dikampusnya masing -masing. Acara temu ilmiah nasional (temilnas) pada tahun 2018 dilaksanakan di Sumatera Utara dengan tuan rum ah KSEI Universal Islamic Economic (UIE) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, tepatnya di Asrama Haji Embarkasi Medan. Acara tersebut berlangsung mulai tanggal 25 29 Maret 2018. Adapun rangkaian acara temilnas ini yaitu seminar internasional, talkshow, diskusi nasional, serta berbagai perlombaan diantaranya olimpiade ekonomi islam, simposium, business plan, dan video profile KSEI. Perwakilan dari KSEI Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sendiri terdiri dari 6 orang ya ng dibagi menjadi 2 tim Olimpiade Ekonomi Islam, yaitu Sandi Darus Salam, Ummi Khoiriah, Rizka Yu nita, Ahmad Ramadhani, Hafizoh Alhilwa, dan Rahimatul Fikri.

4 E-Shine Edisi 16


Alhamdulillah delegasi UIN Jakarta telah sampai di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang pada tanggal 24 Maret, kemudian rombongan dari berbagai KSEI dijemput menggunakan Bus menuju te mpat penginapan di Asrama Haji Medan. Acara dibuka pada tanggal 25 Maret dilanjut dengan Seminar Internasional dengan tema Optimizing Socio Techno Finance For Small Medium Enterprises Development. Pada siang harinya, tim LiSEnSi melaksanakan babak penyisihan, dimana setiap individu mengerjakan satu peket soal selama 100 menit. Alhamdulillah , salah satu tim delegasi LiSEnSi berhasil masuk ke babak Final pada urutan ke-7. Kemudian pada malam harinya, tim LiSEnSi 1 UIN Jakarta menghadapi babak final berupa study case ayat Al -Qur’an. Tim LiSEnSI 1 mendapat study case surat at -Taubah ayat 60 tentang zakat dan permasalahannya. Dalam meyelesaikan study case tersebut tim LiSEnSi UIN mengusung tema “FoSSEI Berzakat” Pada hari kedua, tim LiSEnSi mengikuti kegiatan CEO Talks dengan tema “ Muslimpreneur as a solution to civil society ” dilanjut dengan materi motivasi oleh Edo Putra Tanjung sebagai The Youngest Succes Coach nomor 1 di Indonesia. Kemudian pada hari itu, tim Li SEnSi juga menonton pemaparan si mposium dari p ara peserta lomba dan pada malam harinya dilanjut dengan sidang komisi. Pada Hari Ketiga, seluruh peserta temilnas melanjutkan pembahasan sidang komisi tahap 2, sidang ini berlangsung hingga pukul 3 sore, kemudian hasil sidang komisi disatukan dalam diskusi Nasional dan dilakukan pengesahan oleh seluruh Presidium Nasional (Persnas) FoSSEI. Pada agenda ini juga disampaikan mengenai agenda terdekat FoSSEI yaitu Kampanye Nasional (KamNas) oleh presidium FoSSEI saudara Darihan Mubarak. Pada Malam harinya, selur uh peserta diarahkan untuk menuju aula utama dengan agenda Gathering Night, sebagai bentuk malam puncak dari rangkaian acara Temilnas. Pada acara tersebut, terdapat agenda peringatan Milad FoSSEI, serta sambutan dari presidium Nasional FoSSEI yang dilanjut dengan pembacaan musikalisasi puisi dan menyanyikan lagu Mars FoSSEI. Acara juga dimeriahkan dengan hiburan -hiburan dan pembacaan pemenang sekaligus nominasi. Pada hari Keempat, yaitu hari terakhir, adalah waktu field Trip bagi seluruh peserta temilnas. Dan Alhamdulillah delegasi LiSEnSi telah sampai kembali di Bandara Soekarno Hatta tanggal 30 Maret 2018. Meskipun tim LiSEnSi tidak pulang membawa piala, namun tim LiSEnSi tetap bersyukur masih dapat masuk ke babak final dan mengerahkan kemampuan terbaiknya dalam mewakili KSEI. Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang didapatkan selama mengikuti agenda Temilnas, diantaranya keilmuan, ukhuwah, dan semangat dalam dakwah ekonomi Islam. Tidak mungkin adanya perjuangan tanpa ukhuwah yang kuat, esensi terbaik d ari sebuah perjuangan adalah indahnya kebersamaan dalam bingkai amal jama’i. Dan yang berharga dalam agenda temilnas ini bukanlah penghargaan, tapi persaudaraan an tara kita. Ekonom Rabbani, BISA! (Rizka)

5 E-Shine Edisi 16


“Dukung Pergerakan Ekonomi Syariah FoSSEI Gelar Kamp anye Nasional (KAMNAS) 2018” Jakarta – (13/05) Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) merupakan sebuah wadah pergerakan keilmuan ba gi mahasiswa di bidang ekonomi I slam yang telah berjalan 18 tahun tepat pada hari ini, dan telah menghimpun 14 Regional di seluruh Indonesia yang mencakup 165 Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) dengan kurang lebih 15.000 kader yang aktif mendukung pergerakan ekonomi syariah dan saat ini menggelar Kampanye Nasional. Kampanye Nasional merupakan salah satu program kerja tahunan yang dilaksanakan oleh Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) yang bertujuan untuk mensosialisasikan Ekonomi Syariah kepada masyarakat luas. Tidak hanya dik awasan car free day (CFD) Jakarta saja melainkan diselenggarakan di 17 titik di seluruh Indonesia. Diantaranya adalah Sumatra Utara, Sumatra Bagian Tengah, Sumatra Bagian Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sunda Kecil, Sulawesi Tengah, S ulawesi Selatan, serta Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Agenda Kamnas kali ini mengusung #BeraniHalal, yang berisi ajakan agar menjalani kehidupan dengan halal dalam arti yang luas. Tidak terbatas hanya pada hubungan lawan jenis atau makanan saja. “Karena kami percaya bahwasannya dimasa depan nanti Halal ini bukan hanya sekadar kewajiban melainkan menjadi kebutuhan, karena halal tidak hanya terbatas di makanan saja akan tetapi merupakan aspek bagi kehidupan” Jelas Irsyad selaku ketua pelaksana KAMNAS 2018. Sejak pukul 06.30 seluruh peserta KAMNAS kumpul di Yayasan Masjid Al I’tisham untuk mengikuti senam bersama dan breafing terlebih dulu sebelum melakukan edukasi kepada masyarakat serta pembagian merchandise untuk diberikan kepada masyarakat yang berhasil diedukasi saat CFD berlangsng. Kemudian peserta diarahkan mulai berjalan yang titik starnya tepat di depan gedung 46 BNI dan berakhir di Bundaharan Hotel Indonesia untuk menggelar Deklarasi Masyarakat #BeraniHalal yang disampaikan oleh Ahmad Akbar Susamto, PhD, selaku Korps Alumni FoSSEI. Sebelum menggelar Halal Run pada CFD bersama, semarak Kamnas juga dilakukan dalam berbagai kegiatan yang juga mendukung kemajuan ekonomi syariah diantaranya, yaitu Halalvidgram (Video singkat tentang fintech syariah yang dikemas berbentuk film yang diposting di instagram), #AkuBeraniHalal (Gerakan memposting foto menggunakan twibbon Kamnas FoSSEI 2018), FoSSEI mengajar (memberikan edukasi mengenai program studi ekonomi syariah dan halal lifestyle kepada SMA – SMK di seluruh Indonesia, FoSSEI menulis (gerakan menulis mengenai financial technology syariah). “Dengan adanya kampanye nasional yang digelar yang berbentuk edukasi kepada masyarakat secara umum kami selaku mahasiswa menjadi tau bagaimana keadaan sebenarnya dan ini merupakan bentuk pengaplikasian ilmu yang nyata” jelas Thufeil & Ghifari sebagai Mahasiswa STEI Tazkia yang memberikan pesan dan kesannya dalam mengikuti KAMNAS 2018. (Rafi)

6 E-Shine Edisi 16


AGENDA

Jaulah KSEI

KSEI HIMA MPS UMJ

Lingkar Studi Ekonomi Syariah telah melakukan jaulah ke KSEI HIMA MPS UMJ atau KSEI RECOR UMJ yang letaknya dak jauh dari UIN Jakarta yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 April 2018. Agenda yang dilakukan berupa dua kegiatan yakni sharing atau berbagi pengalaman mengenai kegiatan KSEI dan diskusi dengan topik zakat. Kegiatan sharing pengalaman dan kegiatan masing-masing ksei memberikan gambaran apa saja kelebihan dan kekurangan dari ksei dan kami juga mencari solusi bersama untuk menutupi kekurangang-kekurangan tersebut sehingga dapat menjadi lebih baik lagi demi ekonomi syariah. Pada rangkaian acara ini, kami membentuk lingkaran perdivisi yang sama atau serupa, misalnya saja Divisi Humas dan Media KSEI LiSEnSi dengan Divisi Kominfo KSEI RECOR, kemudian membahas permasalahan yang ada di divisi tersebut dan berbagi pengalaman serta menemukan solusinya. Selain itu, diskusi yang dilakukan pun dak kalah seru dan menarik, apalagi dengan topik zakat yang memang sedang digembor-gemborkan. Banyak pro dan kontra mengenai zakat pada PNS misalnya, ini salah satu topik yang dapat dikaji oleh kami, sebagai ekonom rabbani. Kami berharap, zakat ini dapat menjadi solusi dalam permasalahan ekonomi yang ada, khususnya di Indonesia. (Aisyah)

7 E-Shine Edisi 16


AGENDA Kajian Perdana Lisensi (KARSI)

Jakarta, LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan acara Kajian Perdana LiSEnSi yang biasa disebut dengan KARSI, pada Kamis (12/04/2018) bertempat di Teater 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. KARSI pada saat itu bertemakan “Dilema Impor Komoditas Pangan Indonesia�, tema ini dipilih sehubungan dengan beberapa minggu setelahnya kedatangan bulan is mewa, yaitu bulan Ramadhan. Kajian yang berkonsep layaknya seminar ini menghadirkan pembicara dari kementrian yang tentu sudah ahli di bidangnya. Terdapat 2 pembicara yang diundang untuk mengisi materi KARSI ini, mereka adalah Ibu Dr. Rachmi Widiriani, SP. M.Si (Kepala Bidang Ketersediaan Pangan, Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Kementrian Pertanian) dan Ibu Ir. Ninuk Rahayuningrum, M.Si (Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri Kementrian Perdagangan) serta dimoderatori oleh Ilham Irsyad Risyadi (Ketua LiSEnSi 2017). Acara yang dihadiri oleh sekitar 120 peserta yang mayoritas mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah ini berlangsung menarik serta interak f. Materi yang dipaparkan oleh kedua pembicara sangat menarik untuk dibahas. Dari kementrian perdagangan membahas mengenai kebijakan stabilitas pasokan dan harga pangan. Selain itu juga disebutkan 3 mandat presiden RI untuk kementrian perdagangan, yakni menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok serta mengutamakan penyerapan produksi dalam negeri, meningkatkan ekspor dan menjaga neraca perdagangan, serta membangun dan merevitalisasi pasar rakyat. Materi yang disampaikan oleh kementrian pertanian juga dak kalah menarik. Beberapa hal yang dibahas oleh kementrian pertanian diantaranya ialah: jumlah penduduk naik 12,8 jt jiwa sejak 2014-2018 diiku kebutuhan konsumsi bertambah 1,7 jt ton beras, produksi naik pertanian naik 350 T dengan total 1.344 T, serta ekspor naik 24% dari komodiitas tanaman seper kopi dll. selain beras. Namun yang paling pen ng ialah bagaimana cara agar mindset masyarakat bisa diubah agar ketergantungan konsumsi akan beras dan daging dapat dikurangi. Akhir dari acara ini diharapkan seluruh peserta dapat mengetahui dan memahami kondisi pangan nasional. Selain itu yang dak kalah pen ng kajian ini juga diharapkan membuat para peserta dapat menyusun serta melakukan keputusan belanja lebih baik di Bulan Ramadhan mendatang. Sebagai tambahan KARSI ini merupakan kajian perdana berkonsep seminar yang diselenggarakan untuk membuka kajian mingguan selanjutnya. Kajian selanjutnya yang merupakan kajian mingguan LiSEnSi (KAMIL) dak berbentuk seminar, melainkan hanya kajian sederhana yang dilakukan di basement FEB UIN Jakarta. (Zaid)

8 E-Shine Edisi 16


DIKLAT EKONOMI ISLAM (DEI) 2018

Indonesia dengan ngkat kepadatan penduduk ke-4 dunia dengan mayoritas masyarakat muslim dan dengan ngkat kegiatan bertransaksi yang nggi sangat membutuhkan adanya prak k Ekonomi Syariah. Dimana pemahaman Ekonomi Syariah dikalangan masyarakat Indonesia masih rendah. Pernah dilakukan survey terkait dengan kebutuhan Bank Syariah, disana masih banyak masyarakat yang menganggap Bank Syariah dan Bank Konvensional tak ada bedanya. Disinilah peran Ak vis dan Pegiat Ekonomi Syariah sangat dibutuhkan untuk kemajuan umat muslim di Indonesia khususnya. Melihat hal tersebut, se ap tahunnya Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) mengadakan Diklat Ekonomi Islam (DEI) sebagai sarana mencetak Sumber Daya Manusia yang menger dan memahami pen ngnya Ekonomi Syariah. Dengan tema “Membangun Mental Ekonom Rabbani Untuk Masa Depan Indonesia Yang Lebih Baik”, target peserta DEI kali ini ini dak membatasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis saja, akan tetapi lebih luas ke semua Fakultas yang ada di UIN Syarif Hidayatullah jakarta dengan harapan semua kalangan mahasiswa dapat mengenal LiSEnSi sebagai sarana Dakwah Ekonomi Islam. Bertempat di Villa Anugerah yang berlokasi di Depok dan diadakan tanggal 5-6 Mei 2018, dengan suasana yang sejuk dan kondusif membuat para peserta merasakan kenyamanan selama dua hari pelaksaan DEI tahun ini. Tidak hanya peserta, semua keluarga besar LiSEnSi dari se ap generasi turut menghadiri dan mensukseskan acara ini. Dengan beragam acara mulai dari materi tentang ekonomi islam hingga games sebagai penunjang kompetensi peserta diadakan dengan harapan peserta dapat memahami urgensi Dakwah Ekonomi Islam. Pada DEI 2018 ini di iku oleh 54 peserta dan pemateri-pemateri yang didatangkan merupakan seorang ahli di bidang Ekonomi Islam. salah satunya adalah Ust. Ali Sak yang merupakan Peneli Senior di Bank Indonesia. Beliau mengisi materi tentang Urgensi Dakwah Ekonomi Islam. Ada juga Bang Iman Nikmatullah yang saat ini merupakan Head of Finance di Bank Muamalat dengan materi yang di bawanya yaitu Karakteris k Ekonom Rabbani. Sebagai pelengkap materi, ada juga Mas Anto Aprianto yang memaparkan Character Building sebagai pendorong mo vasi peserta untuk selalu bersemangat mendakwahkan ekonomi Islam. Disamping materi yang disampaikan, juga ada rangkaian acara pendukung seper Community Development (ComDev) dengan klasifikasi lomba yaitu Olimpiade, Karya Tulis Ilmiah serta Debat Ekonomi Islam. Diadakan pula Mini Conference dengan tema E ka Transaksi yang dapat mela h intelektualitas peserta untuk mengungkapkan pendapat dan mela h kemampuan public speaking. Disamping itu semua, ada juga sesi Small Grup Discu on (SGD) sebagai penunjang spiritualitas peserta untuk lebih memahami tentang akhlak, ibadah serta sifat-sifat yang harus dimiliki seorang Ekonom Rabbani. Ada juga moment Jerit Malam yang membangun mental dan keberanian peserta ke ka diberi pertanyaan oleh pani a pada saat keadaan gelap dan mata tertutup. Di penghujung acara banyak peserta yang merasakan dampak posi f dari acara ini. Salah satunya Adli Muhammad Wishal dari Prodi Perbankan Syariah “Hari-hari yang luar biasa. Full akan ilmu, ukhwah dan manfaat”. Kemudian Erina dari Prodi Ilmu Ekonomi Pembangunan “Alhamdulillah, senang sekali bisa berpar sipasi pada DEI ini. Acaranya menarik, pembicaranya keren”. Beberapa Fakultas turut berpar sipasi menjadi peserta pada DEI tahun ini, ada juga mahasiswa dari Fakultas Syariah dan Hukum, Arabiyatul Karamah “Acaranya seru, apalagi pertanyaan ke ka jerit malam”. Dan juga dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Walaupun sebagian Fakultas dak mempelajari Ekonomi Islam, tetapi mereka sangat antusias dan semangat dalam memperlajari Ekonomi Islam. (Nasrul)

9

E-Shine Edisi 16


Opening Mentoring SMKN 20 Jakarta

Sebagai salah satu instrumen dalam sosialisasi mengenai dakwah ekonomi syariah, LiSEnSi melalui Divisi Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam se ap kegiatannya mengadakan kegiatan Mentoring. Mentoring merupakan pembentukkan sifat, karakter dan pengetahuan yang dilakukan dengan adanya penambahan wawasan dan pengalaman untuk menjalani pembelajaran yang akan dilakukakannya, khususnya dalam ilmu Ekonomi Syariah. Dalam kegiatan mentoring, sasaran yang dituju adalah siswa-siswi SMK Negeri 20 Jakarta yang sudah lebih dari 5 tahun menjadi Sekolah Binaan LiSEnSi. Dalam mentoring ini diharapkan dapat menyesuaikan diri pribadi terhadap suatu proses pembelajaran agar menjadi tahu tentang suatu hal yang belum diketahui oleh siapapun karena didalam mentoring ini akan menambahkan wawasan dan pengalaman, khususnya dalam ilmu Ekonomi Syariah. Oleh karena itu, guna dapat memfasilitasi temanteman dari SMK Negeri 20 Jakarta, maka LiSEnSi mencoba menuangkan tanggung jawab akademis sekaligus sosial ke dalam sebuah rangkaian acara dengan diawali kegiatan Opening Mentoring. Opening mentoring yang diadakan pada hari Jum'at, 20 April 2018 dimulai pada pukul 08.00-11.00 WIB bertempat di SMK Negeri 20 Jakarta. Kegiatan ini merupakan rangkaian awal dari salah satu program yang terdapat didalam Divisi Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) LiSEnSi yakni Program Mentoring. Dengan adanya Opening Mentoring diharapakan ini menjadi sebuah simbolis sekaligus ajang silaturahmi antara LiSEnSi – SMK Negeri 20 Jakarta dalam memberikan sebuah ilmu dan pengetahuan baru khususnya di bidang Ekonomi Syariah. Di dalam Opening Mentoring selain membahas teknis mengenai kegiatan mentoring yang akan dilaksanakan se ap seminggu sekali, disini juga terdapat kegiatan seminar mengenai Ekonomi Syariah khususnya dalam bidang Zakat. Dengan mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Zakat dalam Pembangunan Indonesia�, dan yang disampaikan oleh Azmi Nurkarim, yang merupakan Mahasiswa FEB UIN Jakarta, Jurusan Ekonomi Syariah Konsentrasi ZISWAF. Dengan mengangkat tema yang sangat menarik dengan materi yang disampaikan oleh narasumber yang berkompeten dibidangnya, ini menjadi sebuah mo vasi dan ilmu yang bermanfaat bagi siswa-siswi SMK Negeri 20 Jakarta khususnya kelas X dan XI Jurusan Perbankan Syariah. Ke ka acara seminar berlangsung siswa – siswi sangat antusias, hal ini dikarenkan adanya penyampaian yang sangat menarik yang dibawakan oleh kak Azmi. Dimana dalam penyampaiannya selain Kak Azmi menggunakan penyampaian melalui Power Point, Kak Azmi juga memanfaatkan media Audio Visual guna menarik minat siswa-siswi dalam berlangsunya acara seminar.

10 E-Shine Edisi 16


Salah satu materi yang disampaikan yakni mengenai potensi zakat di Indonesia Menurut data Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menunjukkan serapan zakat di Indonesia masih rendah. Pada 2016, tercatat zakat masuk Rp 5 triliun. Jumlah ini hanya 1 persen dari potensi zakat di Indonesia sebesar Rp 217 triliun. Hal ini lah yang masih menjadi peluang besar bagi perkembangan zakat saat ini. Karena adanya potensi masyarkat muslim Indonesia maka diharapkan target pencapaian ini dapat terealisasikan dengan adanya program – program yang efek f dan efisien dalam menghimpun dan menyalurkan dana zakat. Oleh karena itu, dengan adanya pembahasan mengenai zakat yang disampaikan ini menjadi sebuah mo vasi bagi semua kalangan khususnya para peajar untuk menjadi sebuah bagian yang menjalankan sekaligus berpar sipasi dalam mensosialisasikan ilmu Ekonomi Syariah khususnya dalam hal tema Zakat. Selain itu, harapan kedepan potensi zakat dapat terus di ngatkan dengan salah satunya melalui sosialisasi yang akan disampaikan oleh siswa-siswa yang telah mendapatkan ilmu mengenai Ekonomi Syariah khsusunya bidang Zakat. (Bahri)

BAKTI SOSIAL SENYUM RAMADHAN

Alhamdulillaah, KSEI Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) bekerja sama dengan HMJ Perbankan Syariah telah mengadakan bak sosial “Senyum Ramadhan” dengan tema “Ceria Bersama di Bulan Mulia”. Kegiatan ini diadakan pada hari Selasa, 29 Mei 2018. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari divisi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Lisensi yang mana dilaksankan dalam rangka membantu para dermawan untuk menyalurkan amalan kebaikan. Semoga kita senan asa selalu ingat akan berbagi kepada sesama umat manusia. (Aisyah)

. 11 E-Shine Edisi 16


NEWS Kendala Waktu, Bukan Halangan untuk Jadi Nomor Satu

Telah datang berita gembira karena prestasi yang diraih kembali oleh kader LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam pencapaiannya Juara 1 video Compe on dalam acara yang diselenggarakan oleh Universitas Gunadarma GSENT 12th GUNADARMA SHARIA ECONOMIC EVENT yang bertemakan “Revitalize the Role of Islam in Realizing Indonesia as One of the Largest Economies in the World”. Reza Andika Putra dan Fathurrahman Nasu on merupakan perwakilan yang diutus dari Divisi Hubungan Masyarakat dan Media (HUMED) LiSEnSi UIN Jakarta untuk mengiku perlombaan Video Compe on dengan tema “The Challenges of Economic Growth: Synergizing Jus ce and Stability of Islamic Economy as the Strength of Great Indonesia” yang diakuinya saat itu sangat mendadak dalam pemberitahuan informasi sehingga keterbatasan waktu dalam pembuatan video pun harus dihadapinya. Dengan berbekal pengalaman dan kegemaran dalam edi ng video, mereka mempersiapkan mulai dari konsep, perekaman, edi ng, sampai pengunggahan ke youtube, sangatlah terbatas oleh deadline yang sudah ditetapkan. Video yang dibuat berjudul “Kuy ZIS” yang berdurasi sekitar 3 menitan ini mengusung tentang keadaan dimana masyarakat kita di Indonesia masih banyak sekali orang-orang yang harus bekerja sebagai kuli angkut, tukang sampah, atau hanya sebagai penjual su di tempat-tempat umum, demi tuntutan ekonomi yang harus dipenuhi dan dak ada pilihan lain karena terbatas nya kondisi yang dialami, lalu apa yang terjadi? Tingkat ke mpangan dan kesenjangan sosial di Indonesia semakin nggi, kemerataan sosial semakin jauh dan akan sangat bahaya jika dibiarkan terus menerus, maka lakukan dan tunaikanlah ZIS, ZIS berperan sebagai pemerataan dan pengalokasian kekayaan yang tepat dan sesuai dengan konsep Ekonomi Islam. h ps://youtu.be/6SLT1LaUFi8 Reza mengutarakan bahwa hal yang harus diperha kan dalam mengiku sebuah perlombaan video krea f adalah melihat peluang, peluang dari segi apakah kita mampu membuat isi video yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan, maupun peluang dalam bersaing dengan peserta yang lainnya. Dalam hal ini, Reza telah menjuarai beberapa kompe si yang sejenis di berbagai tempat, seper Video Krea f Temilreg 2018, Fes val Arab Nusantara yang diselenggarakan FAH UIN Jakarta, dan Top Ten Best Video Na onal Geografi, Bandung. Namun, berbeda dengan Fathur yang diakuinya bahwa ajang ini merupakan pertama kali pencapaian terbaiknya selama ini dengan melakukan yang terbaik dan mensyukuri apa yang telah didapatkan. Keduanya telah melakukan usaha yang terbaik yang bisa mereka lakukan untuk mengharumkan nama LiSEnSi UIN Jakarta. Namun, tetap saja semua ini atas berkat Keridhoan Allah Swt. Semoga dengan adanya kader-kader yang berprestasi ini dapat memo vasi dan menginspirasi para pembaca sekalian untuk tetap berprestasi dan melakukan yang terbaik untuk diri sendiri maupun orang lain disekitar lingkungan kita, terlebih lagi dalam dunia Video Krea f. (Rum)

12 E-Shine Edisi 16


Balada Mata Kuliah

Alhamdulillah lagi lagi kader Lisensi meraih prestasi.... Rahmi Hayyu Salah satu kader Lisensi mendapatkan 11 besar pada event Global Ideapreneur Week 2018 dengan tema “Designing the Future as an Enterpreneur yang diadakan di Negara Jiran Malaysia pada tanggal 3-5 April 2018 lalu, Semua ini berawal dari matakuliah Kewirausahaan yang pada saat itu salah satu temannya sebagai founder dari bisnis Usahakita.net. Kemudian ia beserta seorang temannya diajak bekerjasama untuk membentuk, mengelola, dan memberikan ide-ide terhadap bisnis tersebut, sehingga mereka berkumpul, rapat, membicarakan suatu hal yang serius terhadap bisnis tersebut kedepannya. kemudian pada saat itu juga salah satu dari manajemen mereka mendapatkan informasi seputar lomba dan mencoba apply lomba tersebut. Untuk persiapan dari lomba ini mereka sangat serius dan hampir se ap hari la han demi perlombaan ini, dan Alhamdulillah m mereka mendapatkan peringkat sebelas dari sekian banyak peserta. Rahmi mengatakan untuk lomba Bisnis Plan yang perlu disiapkan yang pertama kali itu ide bisnisnya apa, yang tentunya inova f, yang krea f, dan juga baru, yang diorang belum ada tapi ada didalam suatu bisnis, ia mengatakan bahwa suatu ide nova f itu sangat perlu untuk suatu bisnis dan adanya nilai value yang ditonjolkan dari suatu bisnis agar mempunyai sesuatu yang khas dan berbeda dari bisnis orang lain. Dan Alhamdulillah juga pada tanggal 18-21 Juni 2018 lalu Rahmi dan juga rekannya kembali mendapatkan The First Winner from Indonesia Delegate YES 2018 Singapore dalam acara Pela han dan Kompe si Symposium 2018 di Singapore. Rahmi juga mengatakan kesuksesan hanya menjadi efek yang makin membuat diri kita merasa lemah dihadapanNya, maka jangan menjadi orang yang sukses, tapi sukseslah menjadi hambaNya. Yakinlah sama Kun nya Allah, kalau sudah yakin, semuanya Allah mudahkan jalan untuk kita Inshaa Allah. Y teruslah berusaha dan tetap berdo'a agar semua urusan dilancarkan oleh Allah SWT tuturnya. Rahmi sudah melakukan yang terbaik untuk mengharumkan nama Lisensi, semua ini juga berkat dan ridho dari Allah SWT , semoga dengan adanya ar kel ini membuat kita termo vasi agar terus berprestasi didalam semua bidang, khususnya dibidang Bisnis Plan (Fathur).

13 E-Shine Edisi 16


Dialog Intelektual UMKM Seper yang dikatakan oleh Ketua LiSEnSi, UMKM sangat berpengaruh terhadapat masyarakat, khususnya kepada tenaga kerja. Oleh sebab itu acara ini diadakan oleh LiSEnSi agar dapat memberikan pandangan yang lebih baik lagi mengenai UMKM. Acara ini merupakan rangkaian acara WESHARE – TEMILREG yang diadakan oleh LiSEnSi UIN Jakarta. Dalam dialog intelektual UMKM ini, ada 3 pembicara yang berasal dari segi bisnis dan segi pendanaan atau permodalannya. Dari segi bisnis ada Bapak Doni Tirtana yang memiliki restoran Bebek, dan dari segi pendanaan ada Bapak Ronald dari Kapital boost dan juga Ba[ak Jamil Abbas dari BMT. Pada materi pertama yang disampaikan oleh Bapak Doni Tirtana sebagai pemilik dari usaha restoran Bebek Dower, beliau mengatakan bahwa ayam lebih memperdaya orang sehingga banyak restoran yang menggunakan ayam sebagai pokok utamanya. Oleh sebab itu berbeda dengan bebek, dimana bebek lebih sulit dalam mengelolanya, sehingga masih jarang yang menjadikan bebek sebagai bidang usahanya. Hal ini dikarenakan karakter bebek berbeda dengan ayam, maka bebek dapat dikatakan sebagai kerajinan. Beliau juga mengatakan bahwa dalam mengembangkan ekonomi islam bisa dengan membuat bisnis riil, yaitu masakan yang halal yang juga diiku dengan proses yang halal. Restoran bebek dower ini berdiri pada tanggal 15 desember 2011 dengan model casual sining chain restoran. Pada tahun 2012 hanya ada 1 outlet, sedangan pada tahun 2018 sudah terdapat 32 outlet dengan jumlah karyawan kurang lebih 100. Kendala dalam menjalankan bisnis ini adalah bebek belum banyak industrinya, sehingga kadang masih kekurangan stock. Beliau memilih usaha restoran bebek karena industri hulu belum terbangun dan belum ada pesaing, dan karena bisnis restoran itu dak ada ma nnya. Pola kemitraan yang dijalankan oleh bisnis ini adalah yang sesuai dengan syariah, yaitu syirkah dan mudharabah. Pada materi kedua yang disampaikan oleh Bapak Ronald, beliau mengatakan bahwa Kapital Boost adalah bidang usaha yang memberikan solusi funding, community serta growth. Pada kenyataanya, 15- 20% usaha UMKM di biayai oleh bank. Padahal bank sendiri kurang support terhadap UKM, dimana persyaratan dari bank itu susah, seper usahanya harus sudah 3 tahun beroperasi, harus ada jaminan asset, dan juga untuk mendapatkan pendanaan cukup rumit. Pendanaan disini berguna untuk pertumbuhan masyakarat. Kapital Boost adalah sebuah pla rom p2p yang menghubungkan UKM dengan investor untuk mencari investasi, sehingga para pelaku UMKM mudah untuk memperoleh pendanaan. Prosedur pendanaan di Kapital Boost juga semakin mudah, yaitu cukup dengan da ar online yang dilakukan oleh pengusaha UMKM, lalu dari Kapital Boost melakukan proses uji kelayakan, dan persetujuan kredit hanya memakan waktu 3-4 hari. Apabila disetujui maka pengusaha UMKM tadi sudah bisa mendapatkan pendanaan tersebut. Pada materi terakhir yang disampaikan oleh Bapak Jamal Abbas, beliau menyebutkan bahwa mikro ďŹ nance syariah itu khas indonesia yang mendunia. Micro ďŹ nance ini tentang menolong orang lain, dimana dalam menjalankan bisnisnya itu ikh ar untuk mengatasi kemiskinan, memberikan pelayanan keuangan yang sesuai, dan melakukan pembiayaan produk f. Salah satu bagian dari Micro ďŹ nance adalah BMT. Yang mana bila ar nya dijabarkan adalah Baitul: rumah, Maal: sosial, dan Tamwil: miskin. BMT ini bertujuan untuk membangaun masyarakat produk f, dan membentuk kemandirian rakyat Indonesia. Sifat dari BMT sendiri adalah berbasis kearifan lokal untuk mengop malkan kelebihan lokal. Tiga pendekatan utama yang ada di BMT yaitu menabung, produk keuangan yang disesuaikan melalui banyak BMT, dan perpaduan antara sosial dan bisnis. (Nining)

14 E-Shine Edisi 16


Budaya Konsumtif di Bulan Ramadhan (Kajian Keilmuan) Oleh: Arif Fitrijanto., M.Si Tema ini diusung pada saat Kajian Penutup yang diadakan oleh Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) pada Rabu, 30 Mei 2018, mengingat kita telah memasuki bulan Ramadhan dan sangat diperlukan kajian mengenai budaya konsumtif ini. Saat Ramadhan, permintaan atas barang-barang secara umum meningkat, terjadi pergeseran nilai konsumsi pada tahun 2018 berkisar 15% -30%. Permintaan meningkat, namun supply (penawaran) relatif tetap, maka akan terjad inflasi sehingga mengakibatkan haga barang -barang secara umum mengalami kenaikan. Harga yang naik meski sedikit berari terjadi inflasi namun tidak terlalu tinggi karena kenaikan jumlah permintaan (demand) lebih besar daripada inflasi. Sepanjang ramadhan tingkat belanja online mencapai: Travel (30%), Pakaian (29%), Barang elektronik (24%) , Telekomunikasi (17%) . Selama bulan ramadhan konsumsi masyarakat meningkat mengakibatkan jumlah uang yang beredar di masyarakat juga mengalami peningkatan. Faktor pendorong sikap konsumtif diantaranya perrtama, p endapatan kepala keluarga (KK). Jika pendapatan tinggi maka akan membeli lebih banyak barang atau jasa. Kedua, jumlah tanggungan keluarga . Semakin banyak jumlah anggota keluarga, semakin banyak pembel ian akan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga. Ketiga, Pendapatan lain . Pendapatan lain seperti pendapatan dari usaha sampingan atau lain sebagainya. Keempat, Usia. Semakin muda semakin banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Banyak anak muda lebih sering menghabiskan waktunya di mall atau tempat -tempat belanja lainnya. Selanjutnya yang kelima, p endidikan. Semakin tinggi pendidikan seseorang, sikap konsumsinya semakin terarah karena mampu memilih sesuatu ynag lebih diprioritaskan. Keenam, religius. Semakin religius konsumsinya semakin sedikit karena lebih memilih untuk mengalokasikan hartanya pada dana -dana kebajikan. Ketujuh, tradisi. Di Indonesia seperti sudah menjadi tersendiri bahwa saat lebaran pakaian dan barang -barang lainnya harus baru. Selain itu, terdapat tradisi saling hantar makanan antar keluarga mengakibatkan jumlah konsumsi semakin tinggi saat bulan ramadhan atau menjelang hari raya Idul Fitri. Kedelapan, Tunjangan Hari Raya (THR) . Merupakan tunjangan yang turut meningkatka pendapatan kepala keluarga sehingga dengan semakin besar THR seseorang, maka jumlah barang yang mampu dibeli semakin banyak. Boros adalah sifat setan dan tidak diperbolehkan. Konsumsi diperbolehkan, asal tidak berlebihan. Dari segi ekonomi, konsumsi mening katkan pendapatan di bulan ramadhan. Pola konsumsi tidak hanya disalurkan melalui konsumsi makanan dan minuman, tetapi bisa juga disalurkan melalui sedekah produktif yang menghidupi banyak orang secara jangka panjang. (Divisi Keilmuan LiSEnSi)

15 E-Shine Edisi 16


TOKOH Irwandi Jaswir Irwandi Jaswir, seorang pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, pada 20 Desember 1970. Meraih gelar sarjana (S1) di Ins tut Pertanian Bogor bidang Teknologi Pangan dan Gizi pada 1994, kemudian mendapatkan gelar Master (S2) di Universitas Pertanian Malaysia (UPM) bidang kimia dan Biokimia Pangan pada 1997, lalu mendapat gelar Doktor (S3) di UPM dan The University of Bri sh Columbia, Kanada pada 2000. Ia juga telah meraih gelar profesor sejak tahun 2009.

Saat ini, beliau menjabat sebagai K oordinator Riset Halal Industri Research Centre, Universitas Islam Internasional Malaysia (UIIM), Kuala Lumpur. Beliau juga pernah berkarier sebagai Head Departemen dan Deputi Dean (Studinya Affairs) Universitas Pertanian Malaysia, dan juga pernah menjadi Peneliti t amu di Nasional Ford Research Institut (NFRI), Tsukuba, Jepang. Prestasinya sungguh tidak diragukan lagi, berbagai penghargaan telah ia dapatkan. Salah satunya beliau pernah menjadi pemenang kedua pada ajang "Anugerah Saintis Muda Asia Pasifik 2009" di Ba ngkok. Selain itu ia juga pernah mendapatkan penghargaan Best Innovation Award pada f orum Word Halal Research Summit (WHRS) 2010 di Kuala Lumpur, dan juga mendapatkan penghargaan Habibie Award periode XV pada 2013 lalu. Menariknya, beliau sangat tertarik k epada Industri Halal. Menurutnya, industri halal sangatlah potensial, apalagi di Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim. Salah satu hasil risetnya yang mengesankan adalah alat penetrasi kandungan lemak babi yang digunakan industri pangan dan pembuatan gelar ini ikan sebagai penggantinya yang dihasilkan melalui riset yang berjudul "Nano -Structural Properties of Alternatif Collagen for Halal Industry". Melalui berbagai inovasi yang dilakukannya ini, akan sangat baik jika para pelaku UMUM juga dapat meman faatkannya agar dapat membangun ekonomi rakyat serta menciptakan industri halal yang potensial di Indonesia. Irwandi juga sering berpartisipasi sebagai pembicara dalam beberapa seminar, salah satunya adalah seminar internasio nal yang diadakan oleh Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) UIN Jakarta sebagai bagian dari rangkaian acara Week of sharia Ekonomic - Temu Ilmiah Regional (WESHARE -TEMILREG) 2018. Menurutnya, acara semacam ini sangat bagus untuk menciptakan inovasi -inovasi oleh mahasiswa, sehingga kita dapat menjadi pelaku industri halal dan bukan hanya pasar yang cukup pesat di Indonesia.

16 E-Shine Edisi 16


PROFIL Ketua LiSEnSi Periode 2018-2019 Nama : Sandi Darus Salam TTL : Tangerang, 6 Februari 1997 Alamat : Kp. Cijantra, Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang Hobby : Bermain Futsal Mo o : Kesuksesan dalam hidup adalah ke ka kau mampu menyikapi dengan baik berbagai variasi takdir yang kau alami.

Dulu, pandangan tentang lisensi? Dulu yang saya ketahui tentang lisensi adalah organisasi yang sangat kental dengan kajian keilmuannya yang membahas perkembangan ekonomi syariah baik di Indonesia maupun di dunia. Saya melihat kader -kader lisensi memiliki intelektualitas yang tinggi. Hal tersebut dapat dilihat ketika kegiatan perkuliahan di kelas, kader lisensi selalu menjadi role model dan pelopor ketika berdiskusi. Apa kesan di lisensi, dan apa yg diperoleh? Ketika saya menjadi bagian dari keluarga besar lisensi saya mendapatkan sesuatu yang tidak saya dapatkan di organisasi lain yaitu ukhuwah. Saya merasakan ikatan ukhuwah yang begitu kuat antar generasi di lisensi. Antara alumni, pengurus dan anggota begitu sangat dijaga ukhuwahnya . Ketika mengikuti lise nsi saya bisa bertemu dengan tokoh -tokoh besar ekonomi syariah di Indonesia. Kemudian saya bisa bertemu dengan teman -teman seperjuangan yang berada di kampus lain yang memiliki visi dan ghiroh yang begitu kuat yaitu mengembalikan kejayaan ekonomi Islam. Di mana kami semua di satukan oleh kalimat yang begitu indah yaitu "Merajut ukhuwah dalam dakwah bernuansa ilmiah." Apa yang membedakan lisensi dengan organisasi lain? Yang membedakan lisensi dengan organisasi lainnya yaitu sangat dijunjung tingginya nilai spiritual. Lisensi merupakan organisasi yang membawa misi besar yaitu mendakwahkan ekonomi syariah kepada seluruh masyarakat. Oleh karena itu kader -kader lisensi sangat dituntut untuk memiliki akhlaqul karimah. Karena ketika kita menjadi seorang da'i, hal y ang pertama dilihat oleh mad'u (orang yang kita dakwahi) adalah akhlak dari diri kita.

17 E-Shine Edisi 16


Perasaan ketika terpilih menjadi ketua lisensi? Perasaan saya ketika terpilih menjadi ketua lisensi yaitu sangat tidak menyangka. Karena saya harus memimpin organisasi yang membawa misi begitu besar seperti lisensi. Saat itu -lah saya harus bisa menjadi contoh bagi seluruh kader lisensi. Memang tidak mudah, tapi saya yakin ini merupakan sejarah besar di salah satu episode kehidupan saya. Apa harapan untuk lisensi? Ayo terus belajar. Lisensi adalah learning community. Komunitas pembelajar. Tidak henti meningkatkan kapasitas diri seraya membaguskan karakter. Semoga setiap kader lisensi selalu berusaha untuk memberi kontribusi kepada ummat sekecil apapun. Siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan, Allah akan menguatkan semua potensinya dan menjadikan dunia yang mengejarnya meskipun ia seolah lari dari dunia. Dan pesan saya untuk semua kader lisensi: hadapi, hayati dan nikmati setiap pros es yang kalian lalui di lisensi. Jika niat dan amal -amal kalian di jalan Allah, kalian tidak akan pernah merasa rugi . (Aisyah)

18 E-Shine Edisi 16


SOSOK Putri Acebeli, Mahasiswa Student Exchange ke Thailand Putri, begitulah sapaan akrabnya. Putri adalah mahasiswi semester 4 dari program studi Perbankan Syariah, fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Putri adalah salah seorang mahasiswi berprestasi yang telah mengiku students exchange yang diselenggarakan oleh AIESEC di Thailand 15 Juli 2017 sampai 28 Agustus 2017. Berawal dari keingintahuan berubah menjadi students exchange.

Banyak lika-liku yang dialami putri untuk bisa sampai ke Thailand. Kesulitan utama yang dialami putri adalah ma salah pendanaan. Walau kedua orang tua mendukung dengan keinginan putri untuk students exchange namun masalah pendanaan putri harus berusaha keras untuk mendapatkan sponsor. Awal kisah students exchange yang ingin dilakukan putri bukanlah ke Thailand melai nkan ke Cina, namun ada beberapa kendala sehingga putri disarankan untuk students exchange di Thailand. Karna Thailand adalah negara favorit untuk student exchange di AIESEC dan untuk ke Thailand sendiri kita tidak butuh visa. Banyak sekali pengalaman yang didapatkan saat melakukan students exchange , teman baru dari berbagai negara dan interaksi dengan orang -orang luar yang secara tidak langsung mengasah kemampuan kita dalam berbahasa inggris dan soft skill kita dalam berkomunikasi. Di Thailand, putri melak ukan suatu projek yang bernama Sawas dee 25, projek ini berlatar belakang Pendidikan, selama di Thailand putri mengajar di salah satu sekolah di provinsi Chachoengsao yang berjarak 3 jam dari ibukota Thailand. Sebelum melakukan projek putri mendapat pembeka lan tentang Thailand, bagaimana cara mengajar di Thailand dan pembelajaran tentang Bahasa Thailand yang dilaksanakan selama 3 hari. Dalam students exchange ini putri tidak sendiri , ada 4 mahasiswa Indonesia yang ikut dalam students exchange ini, namun putr i adalah satu-satunya yang muslim. Ketika melaksanakan projek , putri tidak bersama teman -temannya yang berasal dari Indonesia, namun ia bersama dengan mahasiswi students exchange yang berasal dari Cina. Selama projek putri mengajar anak kelas 1 sampai kel as 3 SD, kurang lebih sekitar 90 anak, disana putri mengajar bahasa inggri s dari hari senin sampai jumat. Kendala yang dialami selama students exchange adalah dari sulit mengerti bahasa mereka, mereka yang tidak mengerti bahasa inggris yang mereka tahu han ya huruf alf abet dan angka 1 -10. Mengatasi kendala yang dialaminya, putri tidak pantang menyerah, dengan memp elajari budaya dan bahasa mereka dan metode pembelajaran yang harus mengunakan media seperti video atau metode pembelajaran interaktif.

19 E-Shine Edisi 16


Kesan yang dialami selama students exchange adalah toleransi mereka terhadap perbedaaan agama, mereka sangat excited terhadap keberadaan putri dan rasa kekeluargan. Tantangan yang di alami putri selama students exchange adalah tempat ibadah, makanan, karena mereka mayoritas bukan muslim, dan masalah perbedaan budaya. Setelah sukses melakukan students exchange sekarang putri b ergabung dengan salah satu program di AIESEC yaitu join AIESEC, atau yang biasa dikenal dengan pe ngurus AIESEC. Untuk menjadi pengurus AIESEC bukanlah hal yang mudah , berawal jadi global volunt eer, exchange participant mentor atau semacam manager yang memotivasi dan membantu para calon volunteer untuk students exchange , proses ini berlangsung selama 6 bulan. Selanjutnya putri OJV atau Out Join Global Volunteer bagian marketing manager yang memberangkat kan para calon volunte er ke luar negeri.

20 E-Shine Edisi 16


Ridho Ayah, Membawa Berkah (Juara 1 Kisah Inspiratif Muslimah WESHARE -TEMILREG 2018) Subuh itu, ditempat yang tak jauh dari keramaian kota terlihat sebuah keluarga sederhana yang sedang bersiap u ntuk menunaikan ibadah sholat s ubuh. Seorang ayah dan anak la ki-lakinya pergi ke masjid yang tak jauh dari rumahnya. Tinggallah Ibu dan Kakak mengerjakan Shalat Shubuh berjama’ah di rumah. Begitulah kegiatan setiap shubuh keluarga sederhana ini. Pagi itu, Ibu sangat senang ketika mendengar berita akan ada Turnamen Volleyball di Desa. Ibu memang sudah lama menunggu kabar bahagia itu, bukan karena Ibu ingin ikut dalam pertandingannya, melainkan Ibu ingin ikut meramaikan dengan berjualan di dekat arena pertandingan. Dari muda, Ibu memang suka b erdagang namun setelah menikah , Ibu sudah tidak berjualan lagi. Bukan karena tidak diperbolehkan oleh Ayah, tetapi Ibu memang sibuk mengurusi rumah tangga apalagi setelah Dedek lahir. Mendengar berita gembira tentang Turnamen itu, ibu langsung menemui Ayah yang sedang bersiap untuk pergi ke ladang. “Yah, tadi Ibu dengar mau ada Turnamen Bola Volly di Desa, apakah itu benar, Yah?” tanya Ibu sambil senyum senyum. “Sepertinya iya, Bu. Tadi Ayah dengar Pak Kades sedang membicarakan tentang Bola Volly di Pasar. Memangnya kenapa, Bu?” tanya Ayah kebingungan. “Tidak apa-apa, Yah. Hanya saja Ibu berniat ingin berjualan di dekat arena pertandingan nanti. G imana menurut Ayah ?” tanya Ibu dengan wajah memelas. “Ibu serius?” tanya Ayah heran.

“Iya Yah, Ibu serius. Ibu ma u bantu Ayah kan sekarang Kakak udah mau kuliah Yah, kita butuh uang lebih banyak dari sebelumnya.” Ibu mencoba menjelaskan. “Iya, tapi Ayah kan bisa cari kerja tambahan Bu, nanti yang nguru s rumah dan anak-anak siapa, Bu ?” tanya Ayah lagi. “Sudah, Ayah te nang saja Ibu jualannya kan sore, Yah. Paginya masih bisa ngurus rumah dan anak -anak. Apalagi kan sekarang Dedek sudah besar Yah bukan bayi yang harus di gendong kemana -mana lagi. Jualan ini juga sebagai hiburan Yah, karena Ibu bosen diam di rumah sendiria n kalau Ayah kerja dan anak -anak sekolah. Jualan ini ga akan ganggu kerjaan Ibu sebelumnya ko Yah, Ibu Janji.” Ibu mencoba meyakinkan Ayah. “Hmmm baiklah, nanti Ayah pikirkan lagi ya, Bu.” Jawab Ayah sambil berdiri untuk kemudian pergi ke ladang. “Baik, Yah. Semoga Ayah mengizinkan Ibu, ya”. Jawab Ibu sambil mencium tangan Ayah. Setelah Ayah pergi kerja, ibu berganti menyiapkan keperluan Kakak dan Dedek untuk sekolah. Setelah selesai, Kakak dan Dedek pergi ke sekolah tinggallah Ibu sendiri di rumah. Ibu yang masih memikirkan tentang Turnamen bola volly sangat semangat mengerjakan pekerjaan di rumah hari itu. Bahkan sampai sore Ibu masih saja terlihat tengah membersihkan rumah. Saat Dedek dan Kakak pulang dari sekolah Ibu san gan bahagia menyambut kedua buah hatinya. Namun sore itu, ada yang berbeda dari Ibu,

21 E-Shine Edisi 16


wajahnya terlihat begitu sumringah dan bersemangat. “Kelihatannya Ibu sedang bahagia, ada apa kah gerangan?” Tanya Kakak dengan nada sedikit panjang. “Ibu tidak apa-apa, Nak.” jawab Ibu tersenyum. “Tidak mungkin, tanpa ada api ada asap Bu.” Kata Kakak membujuk agar Ibu mau memberitahu. “Kamu ini Nak, tahu saja ya Ibu tidak bisa merahasiakan sesuatu. “Jawab Ibu sambil mengelus kepala Kakak. “Iya dong, Bu. Anak siapa dulu hehe.” Jawab Kakak membanggakan diri. “Iya-iya anak Ayah dan Ibu yang paling sholehah.” Jawab Ibu sambil mencubit hidung Kakak. “Hehe, jadi Ibu kapan ni mau cerita tentang hal yang membuat Ibu sangat bersemangat hari ini?” tanya Kakak yang masih penasaran. “Iya Ibu akan cerita, kamu pandai sekali ya merayu Ibu untuk menceritakannya. Yuk masuk dulu, Ibu akan cerita di dalam.” Jawab Ibu sambil masuk ke dalam rumah. Setelah Ibu menceritakan keinginannya untuk berjualan di Turnamen bola volly kepada Kakak, Kakak sangat antusias dan senang bahkan Kakak ingin membantu Ibu dalam berjualan. Malam pun tiba, keluarga sederhana sedang makan malam bersama setelah sebelumnya mengerjakan Shalat Isya berjama’ah tentunya. Saat makanan sudah habis dimakan, keluarga itu tidak langsung tidur, melainkan berbicara dan bercanda bersama seperti biasanya. Dalam pembicaraan malam itu Ibu masih menyelipkan

keinginannya untuk berjualan. Saat Dedek dan Kakak sudah pergi ke kamar, Ibu pun menanyakan kembali niatnya ingin berjualan tersebut kepada Ayah. “Ayah, gimana udah dapat jawabannya?” tanya Ibu bersemangat. “Jawaban apa, Bu?” tanya Ayah heran “Itu Yah, yang tadi pagi Ibu ceritakan, masa Ayah lupa.” Jawab Ibu “Wah yang mana, Bu. Ayah benar-benar tidak mengingatnya. “jawab Ayah sambil mencoba untuk mengingat. “Aduh Ayah itu, yang Ibu mau jualan di Turnamen Bola Volly.” Jawab Ibu “Oh, itu. “Jawab Ayah singkat “Iya Yah, Ayah sudah ingat kan? gimana tanggapan Ayah? apa Ayah setuju ?” tanya Ibu penuh semangat. “Sebenarnya Ayah berat untuk mengizinkan Ibu berjualan, mengingat Ayah masih bisa mencari nafkah, Bu. “jawab Ayah. “Jadi Ayah tidak mengizinkan ya, Yah? ya sudah Ibu tidak akan berjualan di tounament bola volly Yah. “jawab Ibu sedikit kecewa namun tetap tersenyum. “Ayah tidak bilang jika ayah tidak setuju, Bu. Ayah hanya menjelaskan bahwa Ayah masih sanggup untuk mencari nafkah. Namun jika memang Ibu ingin membantu Ayah, Ayah sangat berterimakasih selama Ibu ingat janji Ibu untuk tidak meninggalkan tanggungjawab Ibu mengurus rumah dan anak-anak. “Ayah mencoba menjelaskan. “Jadi Ayah setuju Ibu jualan, Yah? tanya Ibu dengan wajah sumringah “Iya, Bu. Jawab Ayah sambil tersenyum. “Wah, terima kasih banyak Yah. Insya Allah Ibu akan tepati janji Ibu, Yah. Ibu akan buktikan

22 E-Shine Edisi 16


kepada Ayah bahwa Ibu bisa.” jawab Ibu dengan wajah gembira. Keesokan harinya, Ibu terlihat bersemangat pergi ke pasar untuk membeli bahan -bahan masakan yang akan dijual di Turnamen nanti sore. Ayah yang melihat Ibu tersenyum sambil berbisik kepada Kakak. “Lihat Ibumu, N ak semangat sekali mau jualan.” “Iya Yah, ga biasanya Ibu pagi -pagi ke pasar dengan semangat begitu.” Jawab Kakak. Ibu pun pergi ke pasar bersama Ayah. Membeli semua bahan yang akan dibutuhkan untuk dijual nanti sore. Sore pun tiba, Ibu yan g sejak siang sudah menyiapkan semua bahan dagangan dan merapikan barang yang akan dibawa. Kakak dan Dedek pun ikut membantu Ibu. Ayah yang bertugas mengang kut barang dagangan harus bolak-balik dikarenakan banyaknya barang dagangan yang tidak bisa dibawa s ekaligus. Saat mereka datang arena Turnamen masih sepi, baru ada beberapa panitia dan pedagang kecil yang juga membuka lapak di sana. Setelah menunggu beberapa menit, masyarakat mulai memadati arena pertandingan. Karena memang masyarakat di sana sangat suka dengan pertandingan bola volly. Dari yang muda sampai yang tua, dari anak kecil sampai remaja juga ikut memeriahkan pembukaan Turnamen Vollyball sore itu. Selain niatnya untuk menonton pertandingan, tak jarang banyak juga orang tua yang membawa anaknya j alan-jalan sore, yang otomatis bisa dikatakan akan membeli jajan.

Seorang anak datang meng hampiri Ibu sambil berkata, “Bu, saya lapar bolehkah saya membeli lontong Ibu dengan uang segini ?” katanya sambil menunjukkan uang Rp2000,00. Waktu itu harga lontong yang Ibu jual ialah Rp 5000,00. “Sini Nak, Ibu akan memberikan mu makan.” Kata Ibu sambil mendekati anak tersebut. Setelah anak itu selesai makan, ternyata Ibu juga sudah menyiapkan lagi satu bungkus lontong untuk anak tersebut. Ketika Ibu memberikannya sa ng anak menangis sambil mendo’akan Ibu agar sehat selalu dan usahanya sukses. Ibu hanya bisa meneteskan air mata seraya mengucapkan Aamiin saat mendengar anak itu berdo’a. Lalu anak itu pun pergi dengan membawa sebungkus lontong dan uang Rp 2000,00 nya. Sore itu, Allah benar -benar memberkahi usaha jualan Ibu. Belum habis pertandingan, dagangan Ibu sudah ludes terjual semua. Selain karena Ibu yang sangat bersemangat menumbuhkan kembali jiwa wirausahanya, Ibu yakin ini pasti ada hubungannya dengan Ridho yang Ayah berikan kepada Ibu, lalu juga do’a dari seorang anak yang tidak dikenal tadi. Ibu sangat bersyukur atas pendapatan hari ini. Ibu tidak pernah menyangka bahwa jualannya akan secepat itu habis. Pengalaman hari pertama ini semakin menumbuhkan rasa dan jiwa wirausaha Ibu untuk terus melanjutkan jualannya sampai Turnamen selesai, atau bahkan mencoba pengalaman baru untuk jualan di pasar dan tempat umum lainnya. (Putri)

23 E-Shine Edisi 16


S.A.H. Sudahi atau Halalkan Buku S.A.H (Sudahi Atau Halalkan), buku ini membu at langkah saya sempat terhenti di tengah banyaknya buku, meski tak ada niat yang mengkhususi s aya untuk membeli buku tersebut . Jika dilihat dari judul tentu kita bisa menebak bahwa buku tersebut bercerita tentang sebuah hubungan yang di atur dalam syariat Islam, dan jika dilihat dari cover bukunya, buku i ni dibuat khusus untuk seorang a khwat, sebab dilihat dari covernya didominasi oleh warna Pink dan lengkungan -lengkungan. Dihiasi oleh bunga-bunga di sekeli lingnya. Buku ini menarik sekali, ditambah dengan setiap lembar halamann ya memiliki dekorasi yang bermacammacam, tak s eperti buku pada umumnya berwarna putih polos, yang biasanya membuat orang mengantuk ketika membacanya. Dalam buku ini , banyak sekali ki sah-kisah inspiratif yang menjadikan motivasi dalam kehidupan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, bukan hanya menjadi manusia yang baik bagi dirinya sendiri, juga menjadikan manusia baik bagi dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya. I tulah sebagaimana tujuan dicitakannya manusia, untuk saling menjalin kasih dan membantu sesama, karna sejatinya manusia tidak akan bisa hidup sendiri, buku ini juga cocok untuk anak muda karena didalamnya terdapat banyak nasehat -nasehat. Sekilas tentang buku Sudah i Atau Halalkan “kami tidak melihat ada solusi bagi sepasang insan yang saling jatuh cinta selain menikah� (HR. Ibnu Majah) Cinta itu fitrah namu n apabila dalam setiap hubungan itu tidak ada kejelasan status, apakah layak cinta itu dipertahankan? Karena c inta itu bukan hanya sekedar mengatakan suka, tidak sekedar mengumbar janji untuk setia, lebih dari itu cinta butuh ikatan, yaitu satus SAH secara agama dan negara. Bila nyatanya hubungan itu tidak ada kejelasan, lekaslah putuskan: SUDAHI ATAU HALALKAN Sudahilah cintamu untuk mendapatkan cinta -Nya, maka jika ia sudah cinta apapun yang kau minta, akan ia berikan, namun jangan lupa untuk mendapatkan cinta -Nya itu tidak mudah, harus dijemput dengan ket aatan dan ketaqwaan kepada -Nya. Teruslah berjuang lagi dan lagi, karena Allah menyukai orang yang berjuang l ebih keras dari orang lain. Tampilah apa adanya selayaknya pandanganmu sendiri, tidak usah takut karena belum meiliki jodoh, karena untuk menjemput itu semua bukan hanya dengan main -main saja. Karena hijrah sejatinya untuk DIA yang menciptakanmu b ukan untuk dia yang kau kagumi. SEMANGAT MEMPERBAIKI DIRI, SEMOGA KITA TERMASUK GOLONGAN ORANG -ORANG YANG BERUNTUNG, MENJEMPUT CINTA DENGAN KETAQWAAN DAN KETAATAN KEPADANYA (Nuri)

24 E-Shine Edisi 16


212: The Power of Love Judul Genre Penulis Pemain

: 212: The Power of Love : Drama, Religi : Ali Eounia, Jastis Arimba :Fauzi Baadila, Adhin Abdul Hakim, Hamas Syahid, Asma Nadia, Meyda Safira, Cholidil Assadil Alam, Erick Yusuf Tanggal Rilis : 9 Mei 2018 Rumah Produksi : Warna Pictures Pembuatan dari film 212: The Power of Love ini diberitakan terinsipirasi dari aksi damai 2 Desember 2016 yang menggulingkan Gubernur DKI Jakarta yaitu Basuki Tjahaja Purnama, atau yang lebih dikenal dengan nama Ahok. Tidak heran, jika banyak orang yang berfikir bahwa film ini mengandung unsur politik. Film ini meceritakan tentang Rahmat, seorang jurnalis yang mempunyai watak sinis dan arogan, ia bekerja di Majalah Republik. Suatu ketika ia mendapat kabar bahwa ibunya yang berada di Ciamis men inggal dunia, padahal selama sepuluh tahun tidak pernah ia kunjungi sekalipun. Lalu ketika Rahmat pulang, ia bertemu dengan Yasna, sahabatnya ketika ia kecil dulu. Film ini lebih menceritakan hubungan antara ayah dan anak, yaitu bahwa Rahmat dan Ayahnya selalu saja berselisih paham. Salah satunya adalah ketika Ayahnya akan mengikuti aksi 212, namun Rahmat tidak menyetujuinya dikarenakan kesehatan dari ayahnya memburuk. Rahmat beserta dengan temannya berniat untuk membubarkan rombongan longmarch ayahnya. Rahmat terus mengajak ayahnya untuk pulang, namun ayahnya tetap keukeuh. Pada akhirnya Rahmat menyerah, dan berbaikan dengan ayahnya. Walaupun banyak pemberitaan yang mengatakan bahwa film ini akan sangat mengandung unsur politik, tapi ternyata hanya latarnya saja berhubungan dengan Aksi 212, sedangkan point utama dari film ini adalah semata -mata mengenai hubungan kekeluargaan, terutama mengenai hubungan ayah dan anak. Menurut saya, sinematografi dari film ini agak mengecewakan karena ada beberapa bagian yang menggunakan greenscreen masih terlihat, namun sebagian besar masih mampu untuk membangun feel para penontonnya. Dan ada pula beberapa dialog di awal yang dibawakan oleh pemain yang tampak tidak natural, hal itu sedikit mengganggu karena terlihat kaku, dan mungkin bisa saja dikarenakan kurangnya terbangun chemistry yang baik antara para pemeran film tersebut. Bagian yang saya sukai dari film ini adalah banyaknya nasihat nasihat yang bisa ditanamkan terhadap diri sendiri. Pesan yang dapat diambil dari film 2 12: The Power of Love ini adalah bahwa Islam yang sesungguhnya adalah mencintai kedamaian. Dan tentunya saya sarankan untuk menonton film ini bersama keluarga, karena point cerita dalam film ini adalah mengenai hubungan Ayah dan anak.

25 E-Shine Edisi 16


Lingkar Studi Ekonomi Syariah

@koi4132p @lisensiuinjkt ksei_lisensi_uinjakarta Ksei Lisensi UIN Jakarta lisensiuinjakarta www.lisensiuinjkt.com Lisensi UIN Jakarta


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
E-Shine 16th Edition by Lisensiuinjkt - Issuu