LAPORAN DESAIN TUGAS AKHIR Pusat Komunitas Kreatif sebagai Sarana Kolaborasi di Purwokerto
LENY INDAH SARI I0213049 Pembimbing: Ofita Purwani, ST, MT, Ph.D Ir. Leny Pramesti, MT.
Pusat Komunitas Kreatif sebagai Sarana Kolaborasi di Purwokerto
LENY INDAH SARI I0213049 Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta 2018
1-4 KONSEP
5-8 TRANSFORMASI DESAIN
9-10 DESAIN Pusat Komunitas Kreatif sebagai Sarana Kolaborasi di Purwokerto merupakan sebuah sarana yang dapat digunakan oleh masyarakat Purwokerto sebagai sarana yang dapat menunjang dan meningkatkan kegiatan kreatif masyarakat Purwokerto. Para penggiat kreatif maupun komunitas kreatif yang terdapat di Purwokerto juga dapat menggunakan fasilitas khusus yang dapat meningkatkan minat berkarya. Penciptaan suasana ruang, keterkaitan antar ruang dan tampilan bangunan serta pelayanan pada Pusat Komunitas Kreatif ini menjadi hal yang penting dalam menciptakan sarana yang nyaman dan dapat mendukung kegiatan kreatif di Kota Purwokerto.
KONSEP ISYU NASIONAL
DAERAH
KOLABORASI
PURWOKERTO
Melalui Peraturan Presiden RI No.6 Tahun 2015 Tentang Badan Ekonomi Kreatif, Presiden membentuk lembaga baru non-kementrian yaitu Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang memiliki 16 subsektor dari Industri kreatif yang fokus untuk dikelola dan dikembangkan. 16 subsektor Bekraf tersebut di antaranya, Aplikasi Pengembang Permainan, Arsitektur, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Fashion, Film/Animasi/Video, Fotografi, Kriya, Kuliner, Musik, Periklanan, Seni Pertunjukan, Seni Rupa, dan Televisi & Radio. Pemerintah daerah yang dimotori oleh BAPPEDA menyelenggarakan kegiatan dalam mengoptimalkan partisipasi dan kerjasama stakeholders dan masyarakat dalam proses Perencanaan Pembangunan (Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Bappeda Kabupaten Banyumas Tahun 2016) ‘Festival Krenova Banyumas Keren!’ yang merupakan kegiatan kolaborasi Pemerintah Daerah yang dimotori oleh BAPPEDA Kabupaten Banyumas dengan banyak komunitas dan sektor swasta. Pada tanggal 24 Agustus 2017, Bekraf kembali melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan beberapa komunitas, lembaga daerah maupun perusahaan-perusahaan kreatif di Indonesia dalam menjalin kerjasama dan dukungan untuk kegiatan-kegiatan kreatif yang dilakukan. Salah satu komunitas yang menghadiri dan di dukung oleh Bekraf adalah Perkumpulan Coworking Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa kegiatan kolaboratif seperti coworking, didukung oleh Bekraf dalam meningkatkan ekonomi kreatif Indonesia. Kota Purwokerto yang belum memiliki sarana co-working, menjadikan komunitas maupun stakeholder masih belum mengetahui tentang sarana yang tepat dalam mewadahi kegiatan dalam bekerja sama atau berkolaborasi. Kota Purwokerto memiliki potensi yang besar dalam melakukan kegiatan komunitas yang dapat menciptakan gagasan baru dalam mengembangkan kota.
KONSEP
MASALAH DAN TUJUAN DESAIN Menciptakan Sarana Kegiatan Kolaborasi Kreatif
Pelayanan Pusat Komunitas
Memperkenalkan kegiatan kolaborasi secara visual.
Program Ruang
Suasana dan Tampilan Ruang
Tampilan Massa Bangunan
KONSEP PROGRAM KEGIATAN
USER
USER
Masyarakat Umum
Komunitas dan Penggiat Kreatif
Kegiatan Umum
Kegiatan Kolaborasi
Kegiatan Khusus
Kegiatan Rekreasi Kegiatan Apresiasi Kegiatan Edukasi
Interaksi
Co-Working Sharing
Kegiatan Penunjang Jual Beli dan Bazaar
USER Pengelola
Kegiatan Pengelolaan Pelayanan Servis
KONSEP
Sharing
Jual Beli
Rekreasi
Co Working
Interaksi
Apresiasi
Pelayanan
Servis (Penerimaan)
Edukasi
Masuk
Keluar
PROGRAM PERUANGAN
TRANSFORMASI DESAIN PROGRAM TAPAK
Tapak Terpilih Tapak terpilih merupakan tapak yang berada di Jalan Primer Kota dan berada di Pusat Kota. Tapak merupakan tanah kosong bekas Stasiun Kereta yang berada di Jalan Jendral Soedirman
Pencapaian
Dari arah AlunAlun Purwokerto Dari arah Palma (Kawasan Pangkalan Angkutan Kota.
View
Pencapaian Pencapaian dapat terjadi di sepanjang Jalan Jendral Soedirman dan Jalan Kolonel Sugiono.
Zona Olah Tapak View ke dan dari tapak berada pada tepi jalan. Persimpangan merupakan view ke tapak yang paling potensial dalm menciptakan point of interest.
Kebisingan
Area Pohon Penghalang Pohon penghalang terbentang sepanjang batas tapak dengan jalan yang mengelilingi bangunan sebagai penghalang suara.
TRANSFORMASI DESAIN Klimatologi
PROGRAM TAPAK
Pohon penghalang
Pukul 08.00 Terjadi shading pada tepi tapak, cahaya matahari baik.
Menggunakan Skylight sebagai pencahayaan alami pada bangunan. Pukul 12.00 Tidak terdapat shading, matahari memiliki pencahayaan paling terang.
Menggunakan Sunshading
Pukul 16.00 Terdapat shading dari arah barat daya yang cukup tinggi. Cahaya matahari tidak baik.
TRANSFORMASI DESAIN PROGRAM TAPAK Sirkulasi Kendaraan out
Transformasi Bentuk Bentuk Dasar
in
Sirkulasi menyebar ke dua arah yaitu ke depan dan ke belakang dan keluar pada satu pintu.
Bentuk menyesuaikan tapak dengan penggabungan bentuk lingkaran pada bagian depan dan belakang dan bentuk persegi panjang pada bagian samping.
Sirkulasi Pejalan Kaki
Pengunjung pejalan kaki dapat mengakses dalam tiga pintu masuk.
Area Ruang Hijau
Ruang hijau terpadap di sekeliling bangunan bagian belakang. Ruang hijau tersebut merupakan area bermain anak dan berinteraksi serta jual beli.
Ketinggian bangunan menyesuaikan dengan kebutuhan ruang yang telah dianalisis. Point of interest hingga ke ekor bangunan, ketinggian semakin tinggi agar menampilkan kesan dinamis pada pengamat bangunan.
TRANSFORMASI DESAIN PROGRAM TAPAK Sirkulasi Bangunan
Lantai 1: Terpusat Radial
Lantai 2: Linear
Zoning Bangunan
Lantai 1 Zona Kegiatan Apresiasi
Lantai 1 Zona Kegiatan Rekreasi
Lantai 1 Zona Kegiatan Edukasi
Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Zona Kegiatan Sharing Zona Kegiatan Kolaborasi Zona Kegiatan Penunjang
Lantai 2 Zona Kegiatan Coworking
Zona kegiatan Kolaborasi merupakan ruang yang dapat menghubungkan seluruh zona pada bangunan.
Lantai 2 Zona Kegiatan Pengelola
DESAIN DENAH
Lantai 1
Stand Bazaar Ruang Transit Ruang Pembicara Kreatif Workshop Ruang Seminar Ruang pelatihan memasak Playground Restoran Ruang Pertunjukan
Ruang Reuni Lobby dan Resepsionis
Ruang Pameran
Area Membaca
Area Interaksi Outdoor
Ruang Cetak Lab Karya Area Kolaborasi Ruang Siaran Ruang Rekaman Ruang Fotografi Ruang Videografi
Ruang Pertemuan dan Konferensi
Ruang Kelas
Lantai 2
Ruang Presentasi
Kantor Pengelola
Ruang Serawung Ruang Istirahat Discussion Lounge
Meeting Point Area Kerja Individu
Ruang Kerja kelipatan 3
Ruang Kerja kelipatan 4
Area Walk-In
Area Game Online
DESAIN MATERIAL EKSTERIOR
Kolom
Sun Shading
Finishing Beton
Hempcrete
Laminated Laminated Dak Beton Glass Glass
Kaca Bangunan
Tempered Glass Laminated Dak Beton Glass
Tampilan Bangunan Penggunaan sun shading selain sebagai penyerap dan penghalang sinar matahari, bentuk dan warna mempresentasikan 16 subsektor yang berbeda dan saling terkait satu sama lain.
DESAIN KETERKAITAN ANTAR RUANG Keterkaitan antar Ruang Formal Lantai 1
Lantai 2
Keterkaitan antar ruang formal terjadi pada Zona Edukasi (warna oranye) yang terletak di Lantai 1 dan Zona Pengelola (warna abu-abu) beserta Ruang Pertemuan pada Zona Coworking (warna merah muda). Zona-zona tersebut dihubungkan oleh tangga (warna merah)
Keterkaitan antar Ruang Berkarya Lantai 1
Lantai 2
Keterkaitan antar ruang berkarya didasarkan pada kegiatan yang dilakukan sesuai dengan 16 subsektor Bekraf. Lantai 1 merupakan kegiatan berkarya dengan mempertimbangkan ruang gerak yang banyak dilakukan serta mempertimbangkan sistem pelayanan yang disediakan. Lantai 2 merupakan area coworking yang memungkinkan penggiat komunitas kreatif dapat berkolaborasi menciptakan ide baru dan bertukar pengetahuan dengan yang lainnya.
Keterkaitan Ruang dengan Area Kolaborasi Area kolaborasi yang terdapat di lantai 1 merupakan ruang yang memungkinkan semua pengguna dapat bertemu. Penggunaan pola sirkulasi pada lantai 1 memungkinkan melakukan kegiatan berkolaborasi lebih mudah, sementara untuk akses dari lantai 2 ke area kolaborasi terdapat jembatan tangga.
DESAIN Plafon
PENYAMPAIAN SUASANA RUANG Pada Komponen Rang
Plafon yang digunakan pada Lantai 1 menggunakan plafon kalsiboard dan plafon kisi/ceiling pada ruang-ruang kegiatan apresiasi dan edukasi. Penggunaan tersebut sebagai penciptaan ruang sesuai dengan aktivitas yang terjadi pada setiap ruang. Sementara di Lantai 2 menggunakan plafon waffle pada ruang-ruang bekerja dan menggunakan plafon kalsiboard pada area diskusi dan pertemuan. Area kolaborasi menggunakan atap bentang lebar.
Dinding Dinding pada ruang-ruang di lantai 1 menggunakan dinding tembok namun ada beberapa ruang yang menerapkan sistem open plan dimana dinding menggunakan partisi kisi-kisi. Sementara untuk ruang-ruang lantai 2 menggunakan dinding partisi dengan konsep open plan dimana tidak terdapat pintu karena sebagai sarana yang tidak memiliki privasi yang tinggi. Penggunaan pintu digunakan pada ruang-ruang yang memiliki privasi tinggi seperti ruang rapat dan kantor pengelola.
Lantai
Lantai 1 menggunakan lantai beton di setiap ruangnya. Perbedaan warna menciptakan suasana yang berbeda sesuai dengan kegiatan yang terdapat pada ruang tersebut. Lantai 2 juga menggunakan lantai beton, namun untuk kegiatan di Zona Coworking, material lantai menggunakan bahan parqet sebagai pencipta suasana hangat oada ruang bekerja dan diskusi.
DESAIN PENYAMPAIAN SUASANA RUANG Penghawaan dan Pencahayaan
Penghawaan
Penghawaan pada bangunan terdiri dari penghawaan alami yang memanfaatkan bukaan pada dinding fasad dan atap bentang lebar yang memiliki ceiling dan penghawaan buatan yang menggunakan AC Central yang digunakan pada ruang-ruang tertentu.
Pencahayaan
Pencahayaan yang terjadi pada bangunan terdapat dua yaitu pencahayaan secara alami dan pencahayaan buatan. Pencahayaan alami terjadi pada skylight atap bangunan, sementara pencahayaan buatan terjadi menggunakan lampu dengan berbagai variasi tergantung penggunaan dan kegiatan pada ruang.