PROFIL KELURAHAN
GANDEKAN Sebagai Pemukiman Bantaran Sungai
KONTEN
2
1
SEJARAH Sebuah jejak pemukiman bantaran sungai.
Tentang sebuah kerukunan dalam setiap perbedaan di segala aspek.
4
Perkembangan pemukiman Kelurahan Gandekan
HARAPAN Kampungku Harapanku: Dari calon masa depan, untuk rumah masa depan.
EKONOMI Bantaran sungai yang bersahabat dengan kreativitas warga dalam mengembangkan Industri Rumah Tangga.
INFRASTRUKTUR Tentang Fasilitas Kampung bantaran Kali Pepe.
POTENSI
POTENSI
POTENSI
3
POTENSI
ADMINISTRASI DAN PEMERINTAHAN
SOSIAL DAN BUDAYA Tentang sebuah heterogenitas yang menjadikan sebuah kesatuan yang erat.
REDAKSIONAL Chief Editor Content Editor Layout & Desain Photography
: Dr. Andre N. Rahmanto, S. Sos, M.Si : Faizal Lathif FR Galuh Sri Untari Vina Cucu R Mustika Nuri R : Leny Indah : Stefan Ardi Suryo Laksono PW Elfrida N. Desnawati
Partners: LPPM KKN UNS 2017 Bappeda Kota Surakarta Ndalem Joyomartanan Arkom Jogja Taman Cerdas Gandekan Solo Mengajar
KKN UNS 2017
PETA KONSTELASI
PETA ADMINISTRASI KELURAHAN GANDEKAN
Keterangan: 1 2 3 4 5
: RW 1 : RW 2 : RW 3 : RW 4 : RW 5
6 7 8 9
: RW 6 : RW 7 : RW 8 : RW 9
KKN UNS 2017
1871-
1945-
Kampung Gandekan, yang berdekatan dengan Kali Pepe merupakan kampung yang difungsikan sebagai kampung ‘Gandek’ (sebagai kampung yang diperuntukkan untuk abdi dalem Keraton Mangkunegaran).
Merdekanya Negara Republik Indonesia menjadikan pemerintahan Keraton Surakarta dan Keraton Mangkunegaran tidak lagi digunakan. Dan keduanya tergabung menjadi Kota Surakarta atau Solo. Kampung Gandekan saat itu sudah tidak hanya diperuntukkan abdi dalem keraton, namun telam menerima keberagaman.
KELURAHAN GANDEKAN
SEJARAH 1960-
1980-
Letak Kampung Gandekan yang berdekatan dengan Pasar Gede (sebagai Pasar Besar pada jamannya) dan Kali Pepe menjadikan kampung ini digunakan sebagai area transit dalam melakukan perdagangan dan pusat industri. Salah satunya adalah Industri Sandal Kulit.
Kampung Gandekan merupakan pusat pengrajin Sandal Kulit yang dipasarkan hingga ke luar kota. Kali Pepe yang merupakan hilir menjadi sungai yang sering mendapatkan banjir kiriman.
2000Adanya perdagangan bebas, krisis ekonomi, dan harga kulit yang melambung tinggi. Banyak pengrajin sandal yang tidak dapat melanjutkan industri tersebut. Walaupun industri tetap berjalan, pengrajinmelakukan ketika mendapatkan pesanan.
KELURAHAN GANDEKAN
PEMERINTAHAN KELURAHAN GANDEKAN
LURAH Drs. Daliman
KELOMPOK J A B ATA N F U N G SIONAL LPMK PKK KTI POSYANDU TPKK LKM POKJA KLA LINMAS LKD WPA POSYANDU GSI DESA SIAGA DMI FORUM ANAK
SEKSI PEMBANGUNAN DAN LH SEKRETARIS
Mantono, SE
Semino, SE.
SEKSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BENDAHARA Bagus Sugiyarso
Vika Klaretha Dyahsasanti, SE
SEKSI PEMERINTAHAN DAN TRANTIB Andri Susanti, S.Sos, MM
FUNGSIONAL UMUM Suroto A.
KELURAHAN GANDEKAN
KAMPUNG KELURAHAN GANDEKAN Kelurahan Gandekan terdiri dari 10 kampung, 9 RW dan 36 RT.
KELURAHAN GANDEKAN
DEMOGRAFI PENDUDUK KELURAHAN GANDEKAN
MUSRENBANGKEL 2017
MUSRENBANGKEL 2017
POTENSI
MUSRENBANGKEL 2017
PEREKONOMIAN INDUSTRI RUMAH TANGGA KELURAHAN GANDEKAN
TITIK POTENSI INDUSTRI PEREKONOMIAN KELURAHAN GANDEKAN
KKN UNS 2017
Industri rumah tangga enterprises), (home-based salah satunya sendal kulit dan selop manten dari dulu hingga saat ini menjadi salah satu identitas tersendiri bagi Kelurahan Gandekan. Keberadaannya mucul di era 80an dan berkembang hingga beberapa generasi merupakan salah satu aset dan potensi yang bernilai tinggi dalam cakupan seni dan ekonomi bagi individu dan masyarakat Kelurahan Gandekan. Apabila dilihat dari hubungan rantai produksi dan pemasarannya, industri rumah tangga memiliki hubungan erat dengan Kota Surakarta bahkan kota-kota lainnya, mulai dari perolehan bahan baku, pengepul, pemasar dan konsumen. Kota dan isinya berperan sebagai pasar utama dari produk-produk yang dihasilkan oleh industri rumah tangga.
Industri rumah tangga sendal/selop manten di Kelurahan Gandekan mayoritas berada di bantaran Kali Pepe Surakarta. Industri kerajinan selop manten sudah ada sejak tahun 1980an dimana hampir setiap rumah memproduksi sendal kulit dengan keunikan yang berbeda-beda hingga turun lebih dari 2 generasi, dan kini sendal kulit berubah menjadi selop manten dikarenakan susahnya pasokan bahan baku kulit dan pemasaran yang kurang menjanjikan. Produk kerajinan selop manten adalah kerajinan tangan asli yang masih menggunakan peralatan tradisional, kemudian dipasarkan di Kota Surakarta dan di kota-kota lainnya. Produk selop manten sayangnya sudah mengalami penurunan dikarenakan berkurangnya produsen yang tergerus zaman, namun masih ada beberapa produsen yang terus bertahan untuk memproduksi selop manten karena nilai seninya yang tinggi. Hal tersebut tentunya perlu dukungan salah satunya dari sisi pemasaran, sebagai bagian dari mengembangkan potensi kelurahan kota yang berada di bantaran Kali Pepe Surakarta.
PRODUK
SANDAL KULIT (SELOP MANTEN) IRT Selop manten: 8-10 IRT Produksi: 3-5 kodi dalam 1 minggu, mengikuti permintaan pasar. Pemasaran: produksi selop-Pengepul-distribusi ke pasar, butik, dan rias manten di kota Surakarta dan Jogjakarta. Ragam produk: selop manten polos (hitam dan emas), selop manten bridal sarimbit.
PRODUK
PENJAHITAN KAIN (KONVEKSI)
IRT Konveksi: 3-5 produsen Produksi per minggu: 1000 potong baju Pekerja:10-25 karyawan Jenis Konveksi: Kemeja, Baju Koko, Baju Batik, Tas, Dompet, Sandal, Selimut dan Bed Cover.
Kelurahan gandekan sejatinya memiliki banyak ikon macam-macam produk IRT. Selain selop manten ada juga jasa penjahitan kain (konveksi). Salah satu usaha yang masih eksis dan terus berkembang adalah jasa penjahitan kain Bu Nurfala, yang sejatinya berlokasi di dekat bantaran Kali Pepe. Konveksi diatas memiliki banyak produk jahitan barupa baju batik, kemeja, baju koko, dan sebagainya. Pada awalnya usaha ini berlokasi di Kelurahan Sangkrah sejak tahun 2005, kemudian berpindah di Kelurahan Gandekan sejak tahun 2007. Usaha koveksi ini memiliki karyawan sekitar 25 orang, dan mampu memproduksi hingga 1.000 potong baju dalam 1 minggu. Selain itu ada juga konveksi Bu Uni, dimana memiliki produk bernuansa batik seperti sendal, dompet yang memiliki corak batik. Ada juga IRT lainnya yang memproduksi bed cover, selimut, dan berbagai macam tas. Untuk pemasaran biasanya didistribusikan ke pemesan dan butik-butik di Surakarta hingga luar Kota Surakarta. Ragam konveksi diatas secara langsung menyerap karyawan berupa ibu rumah tangga di sekitar Kelurahan Gandekan, sehingga menurunkan potensi pengangguran di kelurahan Gandekan dan berperan dalam meningkatkan taraf hidup individu dan masyarakat.
Kompya Pak Haryono (47) berawal dari tahun 64an dimulai dari orang tua Pak Haryono di Kampung Kalirahman, kemudian sekitar tahun 1972 berpindah ke kampung Penjalan. Hingga kini Pak Haryono masih mampu memproduksi kompya ratusan biji dengan peralatan yang masih tradisional. Keunikan kompya adalah memiliki umur simpan tahan hingga 1 mingggu, keunikan lainnya adalah cara pembuatannya, dimana adonan yang sudah dibentuk kemudian ditempelkan pada tungku yang nantinya dipanaskan dengan bara dari kayu. Usaha Kompya Pak Haryono memiliki sekitar 5 orang karyawan, dimana produksinya di- mulai dari jam 1 pagi hingga jam 6 pagi, dikarenakan untuk menjaga kesegaran kompya pada saat pemasarannya. Pemasaran kompya biasanya diambil oleh penjaja pasar, dan dipasarkan di berbagai pasar di Kota Surakarta. Lokasi usahanya berada dekat dengan bantaran sungai Pepe, dan sudah menjadi ikon kuliner kelurahan Gandekan bahkan Kota Surakarta. Akan tetapi pegiat usaha ini semakin berkurang karena terkendala peralatan produksi tungku pemanggangan yang susah didapatkan dan kurang familiarnya produk kompya oleh kalangan konsumen, sehingga perlu adanya bantuan dari berbagai elemen guna melestarikan produk kuliner yang unik ini.
KULINER
MAKANAN CAMILAN ‘KOMPYA’
KULINER
PRODUKSI AYAM GORENG DAN AYAM BAKAR Waktu Produksi: Pagi - Ayam Goreng, Sore - Ayam Kriuk. Pemasaran: Pasar Klewer dan pasar Gede. Produksi per hari: 10 kilo gram.
Kelurahan Gandekan adalah potensi kuliner Ayam, mulai dari ayam bakar, ayam goreng, ayam kremes dan ayam kriuk. Usaha kuliner ayam sudah berlangsung hingga beberapa generasi, diamulai dari tahun 60an hingga saat ini di Kelurahan Gandekan. Produksi ayam goreng biasanya dilakukan di waktu pagi untuk dipasarkan Pasar Klewer, dan untuk produksi sore dipasarkan di Pasar Gadhe dan juga warga sekitar Kelurahan Gandekan. Hingga saat ini masih ada banyak puluhan produsen ayam goreng dan ayam bakar yang masih bertahan di Kelurahan Gandekan.
INDUSTRI RUMAH TANGGA LAINNYA Industri rumah tangga lainnya yang terdapat di Kelurahan Gandekan adalah Industri Pengrajin Kayu Peti Jenazah yang produksinya ada di bantaran Kali Pepe dan di pasarkan disekitar Gandekan. Selain itu ada juga Konveksi Sablon yang juga memproduksi produk tersebut di sekitar bantaran sungai. Dan masih banyak lagi usaha kecil yang dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Gandekan.
INFRASTRUKTUR KELURAHAN GANDEKAN
JALAN UTAMA DAN JALAN LOKAL KELURAHAN GANDEKAN
KKN UNS 2017
TITIK FASILITAS UMUM BESAR KELURAHAN GANDEKAN
KKN UNS 2017
BANGUNAN FASILITAS
1
SD NEGERI
BANGUNAN PENDIDIKAN
2
SD SWASTA
7
TK DAN PAUD
2
LEMBAGA BIMBINGAN
BANGUNAN KESEHATAN
1
BALAI PENGOBATAN
1
PUSKESMAS BANTU
BANGUNAN IBADAH
4
MASJID
5
SURAU/ MUSHOLA
5
GEREJA
1
COPEL
KELURAHAN GANDEKAN
PERMUKIMAN KELURAHAN GANDEKAN
Di sepanjang bantaran Kali Pepe terdapat rumah-rumah penduduk yang jaraknya terlalu dekat dengan sungai. Sebagian besar permukiman Kelurahan Gandekan merupakan permukiman yang telah memiliki halk milik atas tanah dan bangunan, termasuk permukiman di sekitar bantaran. Permukiman di Kelurahan Gandekan merupakan permukimana yang masih menyimpan Langgam Arsitektur Jawa Eropa karena dahulu Gandekan merupakan permukiman abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta. Seiring berjalannya waktu, permukiman yang semakin padat menjadikan tumbuhnya permukiman disekitar bantaran Kali Pepe. Rumah-rumah di sekitar bantaran ini cenderung kecil dengan kamar mandi dan dapur yang terbangun di bibir bantaran. Sebagian masyarakat juga masih menggunakan MCK. Kelurahan Gandekan dilalui oleh 3 jalan raya yaitu Jalan RE Martadinata, jalan Sungai Batanghari dan Jalan Ir. H. Juanda yang merupakan jalan provinsi. Adanya ketiga jalan tersebut bepengaruh pada pola permukiman penduduk. Permukiman yang berada disepanjang jalan-jalan tersebut berpotensi dalam menggerakkan roda perekenomian di Kelurahan Gandekan.
Salah satu sarana sanitasi warga Kelurahan Gandekan adalah MCK Komunal. Hingga saat ini MCK Komunal yang telah di bangun di Kelurahan Gandekan terdapat 58 dan 26 diantaranya telah direnovasi. Sisanya tidak direnovasi karena adanya kendala yang beresiko diantarnya kepemilikan tanah dan guna lahan. Walaupun sebagian besar pemukiman telah memiliki kamar mandi sendiri. Namun MCK Komunal masih banyak digunakan. Sebagian lainnya membangun kamar mandi non permanen di bibir bantaran kali. Pembuangan limbah dan pendistribusian air di Kelurahan Gandekan ini menggunakan IPAL. Terdapat 4 titik penyebaran di seluruh Kelurahan. Sementara itu sistem drainase Kelurahan Gandekan memiliki panjang sekitar 1,4 KM. Drainase ini pada saat itu di bangun dan dibiayai oleh PNPM (2009). Namun, sulitnya membersihkan drainase ini menjadikan perawatan drainase tidak kontinu.
SANITASI DAN DRAINASE
RUANG TERBUKA HIJAU
Semakin sempitnya lahan di perkotaan, kampung sebagai pemukiman padat penduduk tetap memiliki Ruang Terbuka Hijau. Hampir sebagaian besar masyarakat Gandekan telah memiliki sertifikat hak milik tanah dan bangunan. Termasuk Ruang Terbuka Hijau. Tercatat bahwa Kelurahan Gandekan memiliki 0,87% Ruang Terbuka Hijau dari keseluruhan lahan di Kelurahan Gandekan.
Taman cerdas Gandekan yang berada di RW 02, merupakan salah satu fasilitas umum yang dapat dinimkati oleh anakanak & warga kelurahan Gandekan dan sekitarnya. Pada awalnya lokasi Taman Cerdas Gandekan merupakan tempat pembuangan sampah sementara oleh warga Gandekan. Kemudian di tahun 90an lahan tersebut dikelola oleh Karang Taruna Gandekan guna menjadi fasilitas kegiatan masyarakat Gandekan. Taman Cerdas Gandekan dicetuskan dan diresmikan oleh Bapak Joko Widodo pada tahun 2008, selaku Walikota Surakarta pada saat itu. Taman Cerdas didirikan sebagai fasilitas yang mendukung program Kota Layak Anak di Surakarta yang hingga saat ini masih digalakkan.
PENDIDIKAN NON FORMAL
TAMAN CERDAS GANDEKAN Sebagai fasilitas bermain, belajar dan berkarya untuk anak-anak di Kelurahan Gandekan.
Kini Taman Cerdas Gandekan telah menjadi salah satu fasilitas umum untuk kegiatan dan pendidikan anak-anak dan warga kelurahan Gandekan. Taman cerdas Gandekan memiliki fasilitas seperti perpustakaan umum, komputer, dan panggung dan memiliki berbagai macam agenda rutin setiap tahunnya misalnya audisi Gandekan berupa audisi bernuansa seni seperti drama, mendongeng, menari, menyanyi ada pula lomba berbasis IPTEK yaitu komputer dan kegiatan 17 agustus. Taman cerdas Gandekan juga berprestasi dalam acara jambore tingkat Kecamatan Jebres. Kegiatan yang dilakukan oleh Taman Cerdas Gandekan cukup aktif. Pengelola Taman Cerdas Gandekan bersama-sama menggandeng beberapa komunitas dalam menyelenggarakan kegiatan. Salah satunya adalah Komunitas Solo Mengajar yang melakukan pendapingan belajar untuk anak-anak di Kelurahan Gandekan rutin setiap Selasa dan Kamis pukul 19.0020.00.
SUNGAI
PINTU AIR DEMANGAN
Pintu air Demangan adalah pintu air yang dibangun pada tahun 1918 di masa Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Paku Buwono (PB) X. Pintu air Demangan dilewati Kali Pepe dan berlokasi di perbatasan Kelurahan Sangkrah dan Kelurahan Gandekan dan berjarak sekitar 500 meter dari Sungai Bengawan Solo. Pada saat curah hujan yang tinggi, ketinggian air di Sungai Bengawan dapat lebih tinggi dari Kali Pepe, sehingga pintu air akan ditutup supaya tidak langsung berdampak banjir. Akan tetapi hal tersebut juga berpotensi menyebabkan back water yang menyebabkan banjir atau genangan di kelurahan Gandekan dan sekitarnya bahkan kota Surakarta. Untuk pengelolaan, pembersihan dan perawatan pintu air Demangan adalah kewenangan petugas yang berada di Kelurahan Sangkrah. Apabila kita amati bersama, Kali Pepe memiliki keadaan yang memprihatinkan misalnya dengan banyaknya pencemaran di Kali Pepe, seperti limbah industri, sampah rumah tangga dan lainnya. Harapannya masyarakat hulu maupun hilir secara langsung menjaga Kali Pepe dengan meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai. Kemudian pengelolaan, pengaturan, dan perawatan, pintu air lebih ditingkatkan, petugas pengelola pintu air juga harus lebih tanggap, sehingga dapat menikmati kebermanfaatannya bersama-sama. Kemudian Dinas yang berwenang diharapkan juga turut berperan langsung untuk memperhatikan keadaan pintu air Demangan, dan Kali Pepe yang semakin memprihatinkan.
SOSIAL DAN B U DAYA KELURAHAN GANDEKAN
LP2A FORSITA HUMANI DMI RANTING
KEGIATAN PERLOMBAAN OLAH RAGA Badminton Voli Catur
SOSIAL
KOMUNITAS
FESTIVAL Festival Jenang Solo Batik Carnival Gethek/Perahu Hias CERITA/DONGENG Forum Anak Gandekan (ForGan) Taman Cerdas Gandekan
REOG DRUM BAND CAMPUR SARI HADROH KARAWITAN KERONCONG
PAMETRI BUDAYA JAWA
BUDAYA
KESENIAN
NULAD’S MANUNGGAL KEBON ARUM
KEGIATAN UNGGULAN BULAN BHINEKA PEKAN BHINEKA PUNCAK BHINEKA KELURAHAN GANDEKAN
KEGIATAN SOSIAL
DONOR DARAH bersama FORSITA, Karang Taruna, PMI dan KKN UNS Solo
Donor darah merupakan kegiatan sosial yang rutin dilakukan Kelurahan Gandekan setiap dua tahun sekali. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara dari berbagai rangkaian acara sosial yang sering dilakukan oleh Kelurahan Gandekan diantaranya Kirab Bhineka. Donor darah selalu menjadi salah satu bagian dari rangkaian acara Kirab Bhineka. Rata-rata pendonor adalah masyarakat Kelurahan Gandekan setempat sekitar 30 hingga 40 pendonor. Hal lain yang terjadi adalah keterlibatan komunitas dan lembaga di Kelurahan setempat dalam menyelenggarakan acara sosial tersebut. Pada acara donor darah, FORSITA dan Karang Taruna bersama-sama menggandeng KKN UNS dan PMI sebagai fasilitator. Antusiasme masyarakat Kelurahan Gandekan menjadi hal yang penting dalam menumbuhkan kegiatan sosial yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat Gandekan. Antusiasme ini bisa terus berkembang seiring dengan aktifnya komunitas maupun lembaga yang terlibat dalam acara sosial Kelurahan Gandekan.
BUDAYA
KIRAB BHINEKA Sebuah persembahan untuk Gandekan yang menjunjung tinggi kebhinekaan.
Sering munculnya konflik horisontal di Kelurahan Gandekan mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak untuk mewujudkan kedamaian di kelurahan Gandekan, seperti tokoh masyarakat Gandekan dan UNICEF. Untuk terus mempersatukan masyarakat, salah satunya dengan membuat kegiatan bersama yaitu Hari Kesaktian Pancasila yang rutin diadakan setiap tahunnya pada 1 Oktober. Pendirian monumen pun dilakukan dengan mendirikan gedung Pancasila, sebagai gedung serba guna. Setelah 3 tahun berjalan, kegiatan diubah menjadi hari lahirnya Pancasila yang jatuh setiap tahunnya pada 1 Juni. Filosofi dari kegiatan kirab Bhineka yaitu guna menyatukan seluruh elemen dan bagian masyarakat kelurahan Gandekan dalam Bhineka Tunggal Ika dan menjiwai Pancasila sebagai dasar NKRI. Keunikan acara Kirab Bhineka yaitu hanya dapat ditemui di kelurahan Gandekan, Kota Surakarta yang dicetuskan oleh Bapak H. Almunawar. Dari tahun ke tahun acara ini semakin ramai dan di isi pula dengan bulan Bhineka yang berisi kegiatan donor darah, khataman, dan bedah kampung.
Pekan Bhineka yang berisi kegiatan pertunjukan seni dan budaya dari setiap RW di kelurahan Gandekan, dan bazar kampung. Dua agenda diatas menjadi kegiatan yang mendukung kegiatan puncak Kirab Bhineka yang mana diadakan pada 1 Juni. Adapun kegiatan Kirab Bhineka di isi dan dimeriahkan berbagai potensi dari kelurahan Gandekan, seperti pawai dan peragaan kembali Nyi Gandek, sebagai titik awal mula munculnya kelurahan Gandekan, pertunjukan potensi bidang seni, budaya, ekonomi, meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, memupuk kegiatan gotong royong antar warga kelurahan Gandekan.
Harapannya dengan berbagai kegiatan diatas, warga kelurahan gandekan dapat menjalankan, mengamalkan dan menjiwai Pancasila di berbagai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menjaga persatuan di Kelurahan Gandekan.
DARI CALON MASA DEPAN
UNTUK RUMAH MASA DEPAN
TAMAN CERDAS GANDEKAN
KREDIT Faizal Lathif Fathu Rahman Jurusan Ilmu Teknologi Pangan Fakultas Pertanian H1915010
Suryo Laksono Padma Widayat Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis F1315093
Stefan Ardi Jurusan Akuntansi (transfer) Fakultas Ekonomi dan Bisnis F1315090
Elfrida Natalita Desnawati Jurusan Menejemen (transfer) Fakultas Ekonomi dan Bisnis F1215026
Mustika Nuri Rochmalina Jurusan Menejemen (transfer) Fakultas Ekonomi dan Bisnis F1215040
Vina Cucu Rachmawati Jurusan Administrasi Negara (transfer) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik D1115040
Galuh Sri Untari Program Studi Perencanaan Wilayah Kota Fakultas Teknik I0613020
Leny Indah Prodi Arsitektur Fakultas Teknik I0213049
Narasumber: Drs. Daliman Pak Almunawar Pak Syarif Mba Santi Pemilik Usaha Sandal Selop Pengusaha Ayam Goreng Pengusaha Kompya Sumber Informasi: Musrenbangkel 2017 Jebres dalam angka 2016 Gandekan dalam angka 2016 Kelurahan Gandekan Taman Cerdas Gandekan
2017