BACKCOVER
BACKFRONT COVER backcover
BAB I PENDAHULUAN 1. Umum Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan atau disingkat Pusdiklat adalah jantungnya Gerakan Pramuka sebagai satuan pendidikan dan pelatihan kepramukaan keunggulan,
yang
berfungsi
penjamin
mutu
sebagai dan
pusat
pengelola
pendidikan dan pelatihan kepramukaan guna mengembangkan
sumber
daya
manusia
dan
kualitas pendidikan berlandaskan prinsip dasar dan metode kepramukaan. Untuk itu diperlukan adanya sebuah aturan yang menetapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Pusdiklat. Dalam rangka menetapkan segala sesuatu yang berkaitan
dengan
Pusdiklat,
salah
satunya
diperlukan adanya standarisasi mutu kelayakan dalam pengelolaan Pusdiklat yang akan menjamin
berlangsungnya
pengelolaan
Pusdiklat
yang
professional, efektif, dan efisien. Untuk menjamin dan mengukur agar hal tersebut terlaksana dengan baik
dan
benar,
diperlukan
adanya
sebuah
perangkat Akreditasi. Akreditasi merupakan pengakuan yang diberikan oleh sebuah Lembaga yang berwenang setelah dilakukan sebuah proses evaluasi berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Akreditasi terhadap satuan organisasi dalam organisasi kepramukaan merupakan bentuk akuntabilitas publik yang dilakukan secara obyektif, adil, transparan dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada standar Pendidikan kepramukaan yang berbasis pada prinsip dasar kepramukaan. Akreditasi terhadap satuan organisasi Pendidikan dalam organisasi kepramukaan dilakukan untuk mengukur kelayakan serta meningkatkan kualitas
penyelenggaraan Pendidikan kepramukaan, agar diperoleh informasi tentang keunggulan dan kelemahan dalam penyelenggaraan Pendidikan Kepramukaan, Standarisasi Kurikulum, Standarisasi Tata-kelola, Standarisasi kompetensi Sumber Daya Manusia, Standarisasi Sarana dan Prasarana serta Standarisasi kompetensi lulusan. Tujuan dibuatnya Pedoman Akreditasi Pusdiklat adalah untuk memberi kerangka dan ruang lingkup serta panduan dalam melaksanakan akreditasi. Pelaksanaan akreditasi Pusdiklat dilakukan dengan menggunakan alat ukur yang mempertimbangkan berbagai aspek dan kondisi di berbagai wilayah di Indonesia.
2. Dasar a. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. b. Keputusan Musyawarah Nasional X Gerakan Pramuka Nomor: 07/MUNAS 2018 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka 3. Maksud dan Tujuan Maksud diadakan Akreditasi Pusdiklat adalah untuk memberikan pengakuan terhadap kompetensi dan standar
Pusat
Pendidikan
dan
Pelatihan
Kepramukaan. Tujuan diadakan Akreditasi Pusdiklat adalah untuk memberikan
motivasi
kepada
Pusdiklat
di
lingkungan Gerakan Pramuka agar: a. mampu memenuhi kriteria yang ditetapkan; b. mampu menjadi pusat keunggulan pendidikan kepramukaan dan penjamin mutu kegiatan kepramukaan;
c. mampu memenuhi standar mutu penyelenggaran Pendidikan dan pelatihan kepramukaan yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional; d. mampu terus-menerus melakukan perbaikan dan inovasi serta meningkatkan mutu sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman. 4. Ruang Lingkup a. Pendahuluan 1) Umum 2) Dasar 3) Maksud dan Tujuan 4) Ruang Lingkup 5) Pengertian b. Akreditasi 1) Prinsip 2) Aspek 3) Komponen 4) Standar 5) Instrumen
c. Pelaksanaan Akreditasi 1) Prosedur 2) Tahapan a) Penggumpulan data dan informasi b) Visitasi c) Penetapan 3) Bukti akreditasi dan sertifikat d. Pelaksana, tugas, tanggung jawab dan wewenang e. Pembiayaan f. Penutup 5. Pengertian 1. Akreditasi adalah pengakuan yang diberikan oleh sebuah Lembaga yang berwenang setelah dilakukan sebuah proses evaluasi berdasarkan kriteria yang ditetapkan. 2. Pusat
Pendidikan
dan
Pelatihan
Kepramukaan selanjutnya disingkat Pusdiklat adalah jantungnya gerakan pramuka yang merupakan satuan pendidikan dan pelatihan kepramukaan yang berfungsi sebagai pusat
keunggulan, penjamin mutu dan pengelola pendidikan dan pelatihan kepramukaan guna mengembangkan sumber daya manusia dan kualitas Pendidikan yang berlandaskan prinsip dasar
dan
metode
kepramukaan
dan
memberikan sertifikasi kompetensi bagi tenaga pendidik dan peserta didik di lingkungan Gerakan Pramuka maupun maupun di luar lingkup Gerakan Pramuka, yang merupakan bagian integral dari kwartir dan berada di tingkat cabang, daerah, dan nasional. 3. Peserta
Didik
adalah
anggota
Gerakan
Pramuka yang termasuk dalam golongan anggota muda berusia antara 7 sampa dengan 25 tahun. 4. Tenaga Pendidik adalah anggoa Gerakan Pramuka yang termasuk dalam golongan anggota dewasa. 5. Akreditasi proses
Pusdiklat
kegiatan
adalah
evaluasi
dan
keseluruhan pemberian
pengakuan secara komprehensif atas komitmen
Pusdiklat
terhadap
mutu
dan
luaran
penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan kepramukaan yang dilakukan oleh Pusdiklat. 6. Standar Akreditasi adalah tolok ukur yang digunakan untuk menetapkan kelayakan dan mutu Pusdiklat. 7. Prosedur Akreditasi adalah tata cara yang harus dipatuhi dalam rangka melaksanakan akreditasi Pusdiklat. 8. Tahapan Akreditasi adalah Langkah-langkah dalam pelaksanaan proses akreditasi, 9. Instrumen
Akreditasi
adalah
alat
yang
digunakan untuk mengisi data dan informasi untuk dijadikan bahan evaluasi. 10. Sisdiklat
adalah
Sistem
Pelatihan
dalam
ruang
Pendidikan lingkup
dan
Gerakan
Pramuka. 11. Akuntabilitas
adalah
pertanggungjawaban
suatu institusi kepada pemangku kepentingan mengenai pelaksanaan tugas dan fungsinya.
12. Asesor
adalah
anggota
dewasa
Gerakan
Pramuka yang memiliki kualifikasi untuk melakukan asesmen dan
ditetapkan oleh
kwartir. 13. Asesmen
adalah
pengkajian,
pemeriksaan
silang dan evaluasi data serta informasi yang disampaikan oleh Pusdiklat di dalam portofolio, dilakukan oleh tim asesor dalam proses akreditasi, sebelum visitasi ke Pusdiklat yang akan diakreditasi 14. Tim Asesor adalah suatu tim terdiri atas beberapa orang Asesor. 15. Portofolio Pusdiklat adalah kumpulan borang dan dokumen yang menunjukkan data dan proses
perkembangan
Pusdiklat
dalam
mencapai tujuannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. 16. Borang adalah lembaran yang berisi kolomkolom yang harus diisi. 17. Evaluasi diri adalah proses yang dilakukan oleh Pusdiklat untuk menilai secara objektif keadaan
dan kinerjanya sendiri. Hasil evaluasi diri digunakan untuk memperbaiki mutu kinerja Pusdiklat. 18. Program Kemitraan adalah program yang melibatkan pihak-pihak di luar Gearakan Pramuka. 19. Visitasi adalah kunjungan ke Pusdiklat yang dilakukan oleh tim asesor untuk melakukan klarifikasi, verifikasi dan validasi data serta informasi yang telah disampaikan oleh Pusdiklat melalui pengisian instrumen akreditasi. 20. Sertifikat Akreditasi adalah lembar pengakuan resmi
atas
hasil
proses
akreditasi
yang
diterbitkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
BAB II AKREDITASI A. Akreditasi 1. Prinsip Akreditasi Pusdiklat dilaksanakan berdasarkan 6 (enam) prinsip berikut: a. Obyektif. Dalam
pelaksanaan
akreditasi
Pusdiklat
berbagai aspek yang terkait dengan kelaikan diperiksa
sesuai
dengan
kondisi
yang
sebenarnya berdasarkan indikator-indikator yang ditetapkan. b. Komprehensif Pelaksanaan akreditasi Pusdiklat meliputi berbagai aspek Pendidikan dan Pelatihan serta kegiatan lain yang bersifat menyeluruh yang menunjukkan komponen dalam standar pengelolaan Pusdiklat. Dengan demikian hasil yang diperoleh dapat menggambarkan secara utuh kondisi kelaikan setiap Pusdiklat.
c. Adil Dalam
melaksanakan
Pusdiklat
akreditasi
diperlakukan
sama
semua berdasar
kriteria dan mekanisme kerja yang sama dan tidak
diskriminatif,
mengindahkan
dengan
berbagai
aspek
tetap yang
mempengaruhi. d. Transparan Data dan informasi yang berkaitan dengan kegiatan Akreditasi Pusdiklat seperti kriteria, mekanisme, jadwal, sistem penilaian, dan hasil akreditasi, di sampaikan secara terbuka dan dapat
diakses
oleh
siapa
saja
yang
memerlukan. e. Akuntabel Akreditasi
Pusdiklat
harus
dapat
dipertanggungjawabkan, baik dari sisi proses maupun hasil keputusannya sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
f. Profesional Akreditasi Pusdiklat dilakukan oleh orangorang
yang
memiliki
kompetensi
dan
integritas yang tinggi. 2. Aspek Akreditasi dilaksanakan dengan mempertimbangkan aspek-aspek sebagai berikut: a. Aspek geofisikal meliputi kondisi geografis tempat Pusdiklat berada b. Aspek geokultural meliputi kondisi budaya tempat Pusdiklat berada c. Aspek geososial meliputi kondisi sosial tempat Pusdiklat berada d. Aspek geofinansial meliputi kondisi keuangan sesuai indeks standar biaya umum yang berlaku di tempat Pusdiklat berada. e. Aspek geopolitik meliputi kondisi kebijakan di tempat Pusdiklat berada.
3. Komponen Komponen yang akan di akreditasi di Pusdiklat mencakup: a. Tata-kelola Organisasi Organisasi ketentuan
Pusdiklat yang
sesuai
termaktub
dengan pada
SK
Kwarnas No‌ tahun ‌‌. tentang Pusdiklat. Pengorganisasian pengaturan
Pusdiklat
wewenang,
meliputi
tugas
dan
tanggungjawab segenap organ Pusdiklat sebagai bagian integral dari kwartir Keterlibatan Pusdiklat didalam segenap kegiatan kwartir sesuai fungsinya sebagai pusat keunggulan, penjamin mutu dan pengelola
pendidikan
dan
pelatihan
kepramukaan merupakan salah satu hal yang memperlihatkan tata-kelola Pusdiklat yang memenuhi standar.
b. Tata-kelola Program 1) Program Pendidikan dan pelatihan a) Perencanaan
Pendidikan
dan
Pelatihan Perencanaan program Pendidikan dan Pelatihan merupakan suatu proses rangkaian kegiatan untuk mencapai
tujuan
dengan
memperhatikan
kebijakan
perencanaan
kwartirnya.
Perencanaan dimaksud termasuk proses penyusunan program kerja, perekrutan
pelatih
dan
perencanaan keuangan Pusdiklat. b) Pengorganisasian Pendidikan dan Pelatihan Pengoranisasian
program
Pendidikan
dan
merupakan
tindak
Pelatihan lanjut
atas
perencanaan yang telah dibuat. Setiap
penyelenggaraan
pendidikan
dan
membentuk mengelola
pelatihan
kepanitiaan tugas-tugas
yang sebagai
pengarah, penanggungjawab, ketua panitia, sekretaris dan sekretariat, bendahara, sarana dan prasarana, dan tim pelatih sesuai tata aturan yang berlaku. c) Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan c01) Penyelenggaraan merupakan proses
pelaksanaan
pendidikan
dan
pelatihan
dimulai dari proses masukan, materi dan luaran termasuk penerapan
metodologi
pendidikan
dalam
setiap
pelaksanaan Pendidikan dan pelatihan. c02) Implementasi mencakup
Kurikulum
kesesuaian
alur
materi,
Rencana
melatih,
ruang lingkup materi dan skenario
pelatihan
disertai
laporan harian. c03) Instrumen merupakan
pelatihan dokumen
pendamping yang mutlak ada untuk
mengukur
kelaikan
kursus berikut lulusannya. 2) Program pengembangan a)
Perencanaan
program
pengembangan Perencanaan
program
pengembangan merupakan suatu proses rangkaian kegiatan baik berupa inisiatif Pusdiklat maupun bagian lain dari kwartir, untuk memperkuat tercapainya tujuan Pendidikan kepramukaan sesuai dengan kebijakan kwartir dan atas persetujuan
pimpinan
kwartir,
misalnya
seminar,
program
baru
dimaksud
adaptasi
Perencanaan
termasuk
proses
penyusunan
program
kerja,
perekrutan
narasumber
dan
kebutuhan lainya. b)
Pengorganisasian
program
pengembangan Pengoranisasian
program
pengembangan merupakan tindak lanjut atas perencanaan yang telah dibuat.
Setiap penyelenggaraan
program membentuk mengelola
pengembangan kepanitiaan tugas-tugas
yang sebagai
pengarah, penanggungjawab, ketua panitia, sekretaris dan sekretariat, bendahara, sarana dan prasarana, narasumber dan tim pelatih.
c)
Penyelenggaraan
program
pengembangan c01) Penyelenggaraan pengembangan
program merupakan
proses pelaksanaan program pengembangan dimulai dari proses masukan, materi dan luaran termasuk penerapan metodologi
pendekatan
terhadap masalah. c02) Instrumen
program
pengembangan
merupakan
dokumen pendamping yang mutlak ada untuk mengukur kelaikan
kursus
berikut
lulusannya 3) Program Kemitraan a)
Perencanaan
Perencanaan
program
Kemitraan
merupakan suatu proses rangkaian kegiatan baik berupa permintaan
instansi swasta
pemerintah atau
Pramuka,
inisiatif
untuk
tercapainya
maupun Gerakan
memperkuat
tujuan
Pendidikan
Kepramukaan serta memperluas pemahaman
Pendidikan
kepramukaan ke luar lingkungan Gerakan Pramuka sesuai dengan kebijakan persetujuan
kwartir
dan
pimpinan
misalnya
kerjasama
berkaitan
dengan
kesakaan
atau
atas
kwartir, pelatihan
pendidikan hal-hal
lain.
Perencanaan dimaksud termasuk proses penyusunan program kerja, perekrutan
narasumber
dan
kebutuhan lainnya. b)
Pengorganisasian
Pengoranisasian program Kemitraan merupakan
tindak
lanjut
atas
perencanaan yang telah dibuat.
Setiap penyelenggaraan program kemitraan
membentuk
kepanitiaan yang terdiri atas tugastugas
sebagai
pengarah,
penanggungjawab, ketua panitia, sekretaris
dan
sekretariat,
bendahara, sarana dan prasarana, dengan melibatkan pihak terkait. c)
Penyelenggaraan Program Kemitraan c01) Penyelenggaraan
Program
Kemitraan merupakan proses pelaksanaan kemitraan
program dimulai
dari
proses masukan, materi dan luaran termasuk penerapan metodologi
pendekatan
terhadap masalah. c02) Instrumen
program
Kemitraan
merupakan
dokumen pendamping yang
mutlak ada untuk mengukur kelaikan
kursus
berikut
lulusannya. c. Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia Pusdiklat terdiri atas tenaga pendidik kepramukaan dan tenaga kependidikan yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan administrasi. d. Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana Pusdiklat merupakan sumberdaya berupa alat dan atau tempat yang
mendukung
ketercapaian
penyelenggaraan Pendidikan dan pelatihan kepramukaan. Sarana Pusdiklat antara lain berupa alat peraga
pendidikan,
alat-alat
praktik
pendidikan luar ruang, media pendidikan, buku dan sumber belajar, jaringan internet, audio visual dan lain-lain.
Prasarana Pusdiklat antara lain berupa gedung
atau
sanggar,
tempat
yang
digunakan untuk belajar, tempat praktik, lapangan
perkemahan,
laboratorium,
asrama,
perpustakaan, dapur,
gudang
perlengkapan, dan MCK. e. Laporan kegiatan atas setiap kegiatan Pusdiklat yang diselesaikan selambatlambatnya 2 minggu setelah kegiatan selesai. f. Evaluasi Diri Evaluasi
kegiatan
atas
setiap
kegiatan
Pusdiklat meliputi proses penilaian secara menyeluruh untuk mengidentifikasi jalannya organisasi Pusdiklat terhadap kesesuaian perencanaan dan keberhasilan tujuan.
4. Standar a. Standar Kurikulum Standar
kurikulum
didasarkan
pada
ketentuan yang termaktub pada SK Kwarnas No.048 tahun 2018 Tentang Sisdiklat. b. Standar Implementasi Kurikulum Merupakan tahapan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan yang harus dilakukan oleh Pusdiklat sesuai dengan pedoman sisdiklat termasuk rumusan tentang ruang lingkup materi yang harus disampaikan oleh pelatih dan dipelajari serta dikuasai oleh peserta kursus dalam setiap pendidikan dan pelatihan pada masing masing jenjang dan jenis kursus, sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. c. Standar Tata-kelola organisasi Standar
tata-kelola
didasarkan
pada
ketentuan yang termaktub pada SK Kwarnas No‌‌ tahun ‌‌. Tentang Pusdiklat
d. Standar Tata-kelola program Standar tata-kelola program didasarkan pada ketentuan yang termaktub pada SK Kwarnas No … tahun ……. tentang Sistem Perencanaan, Pemrograman dan Penganggaranan. e. Standar kompetensi Sumber Daya Manusia Standar kompetensi Sumber Daya Manusia didasarkan pada ketentuan yang termaktub pada SK Kwarnas No.047 tahun 2018 Tentang Pembinaan Anggota Dewasa. f. Standar Sarana dan Prasarana Standar kompetensi Sarana dan Prasarana didasarkan pada ketentuan yang termaktub pada SK Kwarnas No……. tahun ………. Tentang Pusdiklat g. Standar kompetensi lulusan Standar
kompetensi
lulusan
mencakup
kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan. Standar kompetensi lulusan digunakan
sebagai
acuan
utama
pengembangan standar kurikulum, standar tata-kelola, standar kompentensi sumberdaya manusia, serta standar sarana dan prasarana. Ruang lingkup standar kompetensi lulusan terdiri atas kriteria kemampuan peserta kursus yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa kursus dan penempuhan proses narakarya dan atau naratama pada kursus berjenjang. 5. Instrumen Instrumen akreditasi berisi uraian standar kelengkapan, langkah-langkah, atau
tahapan
dari komponen kurikulum, proses, sumberdaya manusia, sarana dan prasarana serta hasil kelulusan pada Pusat pendidikan dan pelatihan. Instrumen akreditasi disusun dengan ruang lingkup Pusdiklat Nasional.
tugas,
tanggungjawab
sebagaimana
dan
kebijakan
fungsi Kwartir
Intrumen menentukan
merupakan capaian
alat
ukur
kualitas
berdasarkan standar akreditasi.
untuk
Pusdiklat
BAB III PELAKSANAAN AKREDITASI 1. Tahapan Akreditasi a. Tahap Informasi Tahap
informasi
merupakan
tahap
awal
penyelenggaraan Akreditasi Pusdiklat melalui berbagai macam bentuk sosialisasi. b. Tahap Pengisian Identitas dan Instrumen Format Identitas Pusdiklat dan Instrumen Akreditasi berupa isian format dalam bentuk hardcopy dan softcopy. 1) Pengisian identitas dan instrumen akreditasi dengan format hardcopy, diawali dengan mengunduh
format
melalui
laman
www.pramuka.id/akreditasi 2) Pengisian Identitas dan Instrumen dilakukan oleh Kepala Pusdiklat
3) Pengiriman identitas dan instrumen dalam bentuk softcopy dilakukan melalui laman www.pramuka.id/akreditasi c. Tahap Pengajuan 1) Pusdiklatcab a) mengirim dokumen yang telah diisi dan divalidasi oleh Kwartir Cabang berikut dengan lampirannya kepada Lembaga (Badan
Akreditasi)
*
melalui
www.pramuka.id/akreditasi
laman dengan
memberikan tembusan kepada Kwartir Daerah yang bersangkutan. b) Identitas dan Instrumen beserta dokumen akreditasi berupa portopolio, foto, atau bukti pendukung lainnya disimpan oleh Pusdiklatcab dan akan divalidasi oleh asesor saat pelaksanaan akreditasi.
2) Pusdiklatda a) mengirim dokumen yang telah diisi dan divalidasi oleh Kwartir Daerah berikut dengan lampirannya kepada Lembaga (Badan
Akreditasi)
*
melalui
laman
www.pramuka.id/akreditasi b) Identitas dan Instrumen beserta dokumen akreditasi berupa portofolio, foto, atau bukti pendukung lainnya disimpan oleh Pusdiklatda dan akan divalidasi oleh asesor saat pelaksanaan akreditasi. d. Tahap Persiapan Visitasi 1) Penugasan asesor oleh Lembaga (Badan Akreditasi) * 2) Pemeriksaan berkas softcopy oleh asesor yang ditugaskan e. Tahap Visitasi Asesor melakukan visitasi ke Pusdiklat yang bersangkutan untuk melakukan validasi terhadap dokumen yang dikirim dan melakukan
wawancara dengan KaPusdiklat serta staf Pusdiklat dan tim pelatih. f. Tahap Penetapan 1) Asesor menyampaikan dokumen hasil akreditasi kepada Lembaga (Badan Akreditasi) * 2) Lembaga (Badan Akreditasi) * melakukan pemeriksaan dokumen asesor untuk menetapkan peringkat akreditasi yang akan diberikan. 3) Hasil akreditasi disampaikan oleh Lembaga (Badan Akreditasi) * kepada pemohon paling lambat 3 bulan setelah visitasi. 4) Kwartir Nasional menerbitkan Sertifikat Akreditasi dengan memperhatikan keputusan Lembaga (Badan Akreditasi) * 2. Peringkat Akreditasi a. Akreditasi dilakukan atas dasar pembinaan dan pengembangan
Pusdiklat
sebagai
usaha
peningkatan mutu pembinaan kepramukaan secara menyeluruh. Penilaian akhir akreditasi merupakan akumulasi penilaian dari berbagai aspek dalam instrumen yang terbagi menjadi Akreditasi berperingkat A, B dan C, dengan penjelasan sebagai berikut: 1) Skor ……. disebut dengan Akreditasi Peringkat A 2) Skor ……. disebut dengan Akreditasi Peringkat B 3) Skor ……. disebut dengan Akreditasi Peringkat C. b. Pengelompokan peringkat akreditasi tersebut di atas,
berdampak
penyelenggaraan
pada
kewenangan
pendidikan
dan
pelatihan
sebagai berikut: 1) Akreditasi
Peringkat
A
mempunyai
kewenangan melaksanakan pendidikan dan pelatihan
setingkat
lebih
tinggi
dari
kewenangannya dengan rekomendasi dari Kwartir di atasnya. 2) Akreditasi
Peringkat
B
mempunyai
kewenangan melaksanakan Pendidikan dan pelatihan
setingkat
lebih
tinggi
dari
kewenangannya dengan rekomendasi dan pendampingan Kwartir di atasnya. 3) Akreditasi
Peringkat
C
mempunyai
kewenangan melaksanakan Pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kewenangan yang diatur dalam sisdiklat. 4) Pusdiklat yang belum terakreditasi, belum diperkenankan menyelenggarakan kursus. 3. Bukti Akreditasi dan Sertifikat Akreditasi a. Bukti akreditasi meliputi dokumen portofolio pemohon yang sudah divalidasi dan di visitasi berikut
transkrip
hasil
wawancara
yang
keseluruhannya ditandatangani oleh asesor dan pihak pemohon akreditasi.
b. Sertifikat akreditasi diterbitkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan masa berlaku 5 tahun. c. Sertifikat akreditasi diterbitkan berdasar surat keputusan Kwartir Nasional d. Surat keputusan tentang penerbitan setiap sertifikat akreditasi oleh Kwartir Nasional didasarkan pada surat pengajuan dari badan akreditasi yang merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dari surat keputusan Kwartir Nasional tentang sertifikat akreditasi yang diterbitkan.
BAB IV PELAKSANA, TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 1. Organisasi Pelaksana a. Pelaksana akreditasi adalah sebuah Lembaga yang dibentuk oleh Kwartir Nasional untuk kepentingan akreditasi. b. Lembaga dimaksud memiliki sumberdaya yang terdiri dari para asesor, badan pertimbangan dan tenaga administrasi 2. Asesor a. Asesor adalah seorang pelatih pembina pramuka yang memiliki kualifikasi untuk melakukan proses akreditasi, yang telah memperoleh sertifikat asesor yang dikeluarkan oleh Kwartir Nasional b. Masa berlaku sertifikat asesor adalah 3 (tiga) tahun terhitung
tanggal
dikeluarkan
dan
dapat
diperpanjajang melalui serangkaian penyegaran.
c. Rekruitmen Asesor 1) Kwartir
Nasional
mengumumkan
rencana
pembentukan tim asesor 2) Pelatih
Pembina
berminat
dan
Pramuka mendapat
yang surat
pengantar dari kwartir cabang dapat mengajukan
lamaran
dengan
melampirkan: • Riwayat hidup • Foto copy SHL yang masih berlaku • Foto copy ijazah KPL/CLT yang divalidasi oleh Kwartir Cabang. • Pas foto 2 (dua) buah ukuran (3x4 cm) 3) Kwartir Nasional melakukan seleksi berdasarkan persyaratan untuk dapat mengikuti pelatihan asesor. d. Jumlah asesor yang direkrut untuk per periode akreditasi berjumlah 3 (tiga) orang untuk setiap sasaran akreditasi.
e. Pelatihan Dan Penetapan Asesor 1) Calon
asesor
selanjutnya
yang
mengikuti
telah
lulus
seleksi
pelatihan
asesor
akreditasi Pusdiklat yang dilaksanakan oleh Kwartir Nasional. 2) Calon asesor yang dinyatakan lulus pelatihan, ditetapkan sebagai asesor akreditasi Pusdiklat oleh Kwartir Nasional melalui surat keputusan. 3) Persyaratan kelulusan ditetapkan dalam aturan kurikulum kursus yang disyahkan oleh kwartir nasional. 4) Pelatihan
asesor
dilaksanakan
oleh
Pusdiklatnas berdasarkan kurikulum yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional. f. Tugas dan tanggung jawab Asesor 1) Melakukan visitasi ke Pudiklatda dan Pusdiklatcab yang mengajukan permohonan akreditasi. 2) Melakukan pemeriksaan terhadap instrumen akreditasi yang telah diisi oleh pemohon
berdasarkan lampiran portofolio yang diberikan. 3) Menyerahkan laporan dokumen hasil visitasi kepada Lembaga (Badan Akreditasi) *. g. Kode Etik Asesor 1) Memegang teguh kehormatan dan martabat profesi Asesor. 2) Membangun
reputasi
profesi
Asesor
berdasarkan kemampuan masing-masing. 3) Memiliki tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang dibebankan sebagai asesor Akreditasi Pusdiklat. 4) Bertindak bijak, jujur dan menghindari conflict of interest dalam melaksanakan tugasnya. 5) Mengutamakan keselamatan, keamanan dan kesehatan dalam melaksankan tugas profesi Asesor. 6) Melakukan tugas akreditasi terhadap Pusdiklat yang berada diluar wilayah kwartir daerah
tempatnya berdomisili dan atau bertugas sebagai pengurus Pusdiklat. 7) Melaksanakan tugasnya secara objektif dan logis. 8) Menjaga
kerahasiaan
informasi/dokumen
maupun
setiap hasil
proses
Akreditasi. h. Penugasan Asesor Penugasan asesor berdasarkan kepada surat tugas yang dikeluarkan Kwartir Nasional atas usul Lembaga (Badan Akreditasi) * 3. Badan Pertimbangan a. Badan pertimbangan adalah sebuah Unit di dalam Lembaga (Badan Akreditasi)
* yang
terdiri dari para Pelatih Pembina Pramuka yang diseleksi dan dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Kwarir Nasional. b. Masa kerja Badan Pertimbangan adalah 3 (tiga) tahun.
c. Anggota
Badan
Pertimbangan
berjumlah
sekurang-kurangnya 9 (sembilan) orang (ganjil). d. Badan Pertimbangan berfungsi dan bertugas sebagai validator hasil akreditasi yang dilakukan oleh
asesor
dan
menetapkan
peringkat
akreditasi berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional. 4. Kwartir Nasional a. Menyusun standar kebijakan penyelenggaraan akreditasi, berupa pedoman akreditasi dan panduan asesor. b. Mengadakan sosialisasi dan diseminasi tentang akreditasi Pusdiklat. c. Melakukan perekrutan calon asesor. d. Menyelenggarakan pelatihan bagi asesor yang dilimpahkan kepada Pusdiklatnas. e. Menetapkan asesor dengan surat keputusan f. Menetapkan
status
dan
peringkat
mutu
Pusdiklat berdasarkan laporan Lembaga (Badan
Akreditasi)
* standar mutu yang telah
ditetapkan. g.
Menerbitkan sertifikat akreditasi bagi Pusdiklat
h. Memberikan bimbingan dan konsultasi teknis secara berkelanjutan kepada Pusdiklat melalui kwartirnya untuk peningkatan peringkat akreditasi.
BAB V PEMBIAYAAN Pembiayaan atas akreditasi ini ditanggung oleh ‌‌... BAB VI PENUTUP Demikian Pedoman Akreditasi Pusdiklat Gerakan Pramuka ini disusun sebagai pedoman dan acuan bagi Kwartir Gerakan Pramuka dan Pusdiklat. Ditetapkan di : Jakarta. Pada tanggal :
November 2020
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Ketua,
Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso
backcover