Skip to main content

Buku Panduan Manajemen Risiko Jamnas X 2016

Page 1

PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

1


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

2


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMBORE NASIONAL X 2016

Buku ini milik _________________________________ _________________________________

Naskah Buku : Bayu Tresna – Ditra Ayi K – M. Laiyin Desain & Layout : Layen Foto Cover : Koleksi Andi Wijanarko ISJ

3


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

Daftar Isi

Sambutan Ketua Kwartir Nasional

| 03

Sambutan Ketua Panitia Jamnas X 2016 | 05 Tentang Manajemen Risiko | 06 Rambu – rambu keselamatan | 08 Frekuensi Darurat | 09 Nomor Telepon Penting | 10 Kondisi darurat

| 10

Panduan keselamatan | 13 Aman dari Bahaya Pelecehan (Safe from Harm) | 18 Rencana Tindak Darurat | 24 Prosedur Tindak Darurat | 28 Jaringan Komunikasi HT/ Radio | 33

4


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

SAMBUTAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

Salam Pramuka, Jambore Nasional Gerakan Pramuka X Tahun 2016 adalah sarana pendidikan dan pertemuan besar bagi Pramuka Penggalang yang bertujuan untuk membentuk watak, meningkatkan sikap kemandirian, keterampilan, mengkokohkan jiwa persatuan dan kesatuan. Kegiatan dalam Jambore Nasional X 2016 merupakan kegiatan yang menarik, menantang serta dilaksanakan di alam terbuka, kegiatan tersebut semuanya berisiko, risiko inheren dalam aktivitas di alam terbuka. Risiko bagi pramuka merupakan proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas diri. Agar kegiatan Jambore Nasional X 2016 berlangsung dengan aman, nyaman dan selamat, maka kwartir nasional membentuk tim manajemen risiko yang bertugas untuk meminimalisasi terjadinya potensi kerusakan dari harta, lingkungan dan kehidupan selama penyelengaraan Jambore Nasional X 2016.

5


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

Saya memberikan apresiasi atas dicetaknya buku panduan manajemen risiko dengan harapan semua pihak bersama-sama dengan sungguh-sungguh berusaha agar semua kegiatan jambore nasional X 2016 berjalan dengan aman, nyaman dan selamat Selamat melaksanakan Jambore Nasional X 2016 Salam Pramuka,

Jakarta, Agustus 2016 Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka

Dr. Adhyaksa Dault, M.Si.

6


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

SAMBUTAN KETUA PANITIA PELAKSANA JAMBORE NASIONAL X 2016 Salam Pramuka, Kakak-kakak yang saya banggakan, Selamat Datang di Cibubur. Jambore Nasional X 2016 adalah kegiatan yang menjadi impian para penggalang Indonesia dari seluruh pelosok negeri. Dari Ujung Timur sampai Ujung Barat Indonesia bahkan yang tersebar di luar negeri berhimpun untuk bertualang dan berkemah dalam semangat persaudaraan. Karena itu kita harus bekerja keras agar kegiatan Jambore yang dikemas dengan Keren, Gembira dan Asyik ini juga berjalan dengan Aman, Nyaman dan Selamat. Dengan hadirnya Buku Panduan Manajemen Risiko ini saya berharap kita semua bisa memahami pentingnya kesadaran akan keselamatan, melindungi adik-adik dari hal-hal yang tidak kita inginkan dan prosedur jika terjadi kondisi darurat. Apresiasi saya kepada Tim Manajemen Risiko yang telah menyusun buku ini. Semoga Tuhan menyertai kegiatan kita. Selamat Berjambore. Salam Pramuka. Jakarta, Agustus 2016 Ketua Panitia Jamnas X 2016

Editha Rahaded

7


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

TENTANG MANAJEMEN RISIKO Pengelolaan risiko dalam kegiatan Jambore Nasional X 2016 merupakan tanggung jawab bagi seluruh elemen yang terlibat didalamnya. Bukan hanya tanggung jawab dari sebuah tim atau panitia Jambore Nasional X 2016. Manajemen Risiko dalam Jambore Nasional X 2016 dibuat dengan tujuan untuk meminimalisasi terjadinya potensi kerusakan dari harta, lingkungan dan kehidupan selama penyelengaraan Jambore Nasional X 2016. Tim Manajemen Risiko, telah membuat strategi untuk mengelola risiko dan insiden yang mungkin bisa terjadi selama kegiatan berlangsung. Termasuk didalamnya himbauan, kewajiban dan juga larangan dalam beberapa kasus. Beberapa diantara kita mungkin akan merasa terganggu dengan adanya sistem pengelolaan risiko, akan tetapi yakinlah bahwa hal ini ditujukan agar kita semua bisa berkegiatan dengan aman, nyaman dan selamat. Peran aktif seluruh warga Jambore Nasional X 2016 sangat diharapkan, dan merupakan faktor utama yang mensukseskan tujuan Manajemen Risiko, yaitu : TIDAK ADANYA KERUSAKAN HARTA-LINGKUNGAN DAN KEHIDUPAN.

8


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

TINGKAT RISIKO Risiko dalam kegiatan di alam terbuka dipastikan ada dan tidak mungkin dihilangkan. Bisa dikelola dan diminimalisir, namun tidak bisa dihilangkan. Kegiatan pada Jambore Nasional X 2016 ini dibagai menjadi 3 tingkat risiko yang ditunjukkan dengan warna. Masing – masing memiliki strategi dan kebijakan yang berbeda untuk menghadapainya.

Silahkan cek warna bendera dilokasi kegiatan yang akan diikuti untuk mempersiapkan diri. Panitia telah

9


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

membuat standar prosedur khusus untuk menangani kegiatan yang tergolong dalam kategori risiko tinggi. RAMBU – RAMBU KESELAMATAN Ada 4 macam warna dasar rambu-rambu yang terpasang di seluruh arena Jambore Nasional X 2016. Setiap warna rambu – rambu tersebut memiliki arti sebagai berikut :

MERAH

KUNING

LARANGAN

DAERAH BERBAHAYA

Contoh : Dilarang berlari di area ini

Contoh : Mudah terbakar

BIRU

HIJAU

KEWAJIBAN

DAERAH AMAN

Contoh : Wajib menggunakan jaket pelampung

Contoh : Tempat berkumpul saat kondisi darurat 10


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

FREKUENSI DARURAT (145.450 MHz) Kapan menggunakan jalur ini ? • Untuk mendapatkan pertolongan saat ; seseorang terluka parah/ ada insiden di lokasi anda berada dan memerlukan bantuan • Bila ada kebakaran • Bila ada keributan • Bila anda melihat suatu kondisi tidak aman dalam sebuah kegiatan • Bila tanpa sengaja anda masuk frekuensi ini, jangan langsung dimatikan namun jelaskan terlebih dahulu Jangan pernah gunakan jalur ini !!! untuk …. • Bercanda • Menanyakan informasi • HANYA UNTUK MENGUJI APAKAH JALUR INI MATI ATAU TIDAK !!! Apa yang harus disebutkan saat melakukan panggilan darurat ? • Sebutkan nama dan kontingen/bidang anda dengan jelas • Katakan pada petugas ada kejadian apa • Pertolongan apa yang anda butuhkan • Lokasi anda

11


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

• Jangan ditutup pembicaraan hingga petugas selesai memberikan arahan apa yang harus anda perbuat NOMOR TELEPON PENTING 

POS MANAJEMEN RISIKO

0822 10 5050 55 

PEMADAM KEBAKARAN (PMK)

021-113 

SAR (SEARCH AND RESCUE)

021-115 021-658 67510 / 021-658 57511 

RUMAH SAKIT PERKEMAHAN

0812 9292 37 / 0812 1996 9038 KONDISI DARURAT, METODE EVAKUASI DAN TEMPAT BERKUMPUL Kondisi darurat • Kondisi darurat ditentukan oleh penanggung jawab kegiatan • Sirine tanda darurat dibunyikan Kapan evakuasi dilakukan ? • Ketika Sirine tanda evakuasi dinyalakan • Ketika Aba – aba …evakuasi…evakuasi…!!” terdengar. 12

“Evakuasi


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

Apa yang harus dilakukan ? • Segera tinggalkan segala aktifitas anda saat itu • Berjalanlah mengikuti arahan dari ERT menuju titik berkumpul • Jangan berlari • Setelah tiba di titik kumpul, diam dan dengarakn pengumuman lebih lanjut dari Emergency Response Team ( ERT) Titik kumpul • Ada beberapa titik kumpul untuk tiap lokasi, ditandai dengan papan berwarna hijau • Setelah tiba dititik kumpul, tunggu arahan selanjutnya dari ERT Drill/latihan evakuasi kondisi darurat • Jadwal latihan akan diberikan sehari sebelum pelaksanaan drill/latihan • Bila ada suara sirine/aba – aba evakuasi tanpa pemberitahuan, maka dipastikan itu bukanlah latihan

13


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

DAFTAR ISI KOTAK P3K Setiap kontingen harus memiliki kotak P3K dengan isi standart sebagai berikut : Peralatan standar pertolongan pertama • Kassa hidrofil • Kassa steril • Pembalut pita dengan lebar, 5 cm dan 10 cm • Pembalut Mitella, platengas dan fundas • Pembalut cepat 7 cm, 10 cm dan 16 cm • Plester ukuran lebar 1 cm, 3cm dan 1 inch • Gunting perban • Senter • Perban elastis • Antiseptik • plastik untuk tempat sampah • Collar neck bidai • Set bidai yang untuk penanggulangan patah tulang Alat Pelindung Diri (APD) : • Kaca mata • Kaos tangan plastic (hand scone) • Masker 14


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

PANDUAN KESELAMATAN Bahan Bakar Penggunaan bahan bakar cair untuk kompor diperkemahan DILARANG !! maka untuk keperluan keselamatan, berikut panduan tentang bahan bakar diperkemahan : • Gunakan bahan bakar padat atau kompor gas di perkemahan • Jerigen/botol yang dipakai untuk menyimpan cairan harus diberi label nama agar tidak tertukar dengan jerigen/botol air bersih • Dilarang menyalakan kompor di dalam tenda. Termasuk ketika mengisi bahan bakarnya • Penerangan tenda wajib menggunakan lampu listrik dengan batere atau lampu berbahan bakar gas. Penggunaan lampu minyak/lilin/petromax sebagai penerangan tenda DILARANG Listrik  Tidak diperkenankan untuk mengadakan penyambungan kabel terbuka, semua sambungan kabel harus tertutup  Dilarang menyambung kabel dengan diameter kawat yang berbeda 15


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

 Untuk menghindari kebakaran akibat kelebihan beban, maksimal 4 titik saklar untuk tiap lajur  Penggunaan genset pribadi harus menapatkan persetujuan layak operasi (Form 12) termasuk sistem pendukung genset tersebut Penerangan  Penerangan tenda wajib menggunakan lampu listrik dengan batere atau lampu berbahan bakar gas.  Penggunaan lampu minyak/lilin sebagai penerangan tenda DILARANG Lingkungan  Tempat sampa h harus tersedia dalam 3 jenis : Plastik, Kertas , organic (sisa makanan)  Dilarang membakar sampah plastik dilokasi perkemahan  Menebang pohon, memasang paku di pohon untuk gantungan DILARANG Air Bersih  Tempatkan air bersih kedalam wadah khusus air bersih, bukan wadah bekas pestisida/minyak/cat/bahan limbah  Didihkan air minimal 3 – 5 menit 16


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

 Bila tempat air memiliki kemiripan dengan tempat carian beracun, berilah label untuk menegak kekeliruan  Untuk air yang keruh, pemurnian/penjernihan bisa menggunakan 2 cara, yaitu: o Dengan memakai biji kopi, kain dan kapas yang diletakkan dalam sebuah tabung sehingga tabung ini berfungsi sebgai tabung filter o Dengan memakai tawar/clorine penjernih. Sebelum mengkonsumsi air ini, biaran 60 menit untuk memberi Hipotermia Disebabkan oleh suhu lingkungan yang sangat rendah/ dingin. Secara umum hipotermia bisa diatasi diokasi kejadian, dan tidak perlu dibawa ke ruang medis • Hangatkan tubuh korban, pindah ke lokasi yang lebih hangat. Bila pakaian yang dikenakan basah, ganti dengan pakaian kering • Bila perlu, berikan kompres panas pada ketiak, kaki, tangan dan leher • Beri minuman hangat – manis

17


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

Keracunan Keracunan pada kegiatan alam terbuka sering disebabkan oleh makanan atau air yang kurang bersih. Hal terbaik dalam penanganan keracunan adalah evakuasi secepat mungkin ke fasilitas kesehatan terdekat. • Hubungi nomor untuk bantuan medis • Bila keracunan bukan karena bahan non korosif dan BBM, serta pasien masih sadar. Ushakan dimuntahkan • Bila raacun bersifat gas, berikan oksigen • Dan secepatnya bawa korban ke fasilitas kesehatan Hewan berbisa Beberapa gigitan hewan berbisa bisa menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan proporsional. Berikut hal dasar yang bisa dilakukan : • Pastikan lokasi aman, jangan berjalan mondar – mandir karena kemungkinan hewan tersebut masih dilokasi • Amankan korban, longgarkan pakaian dan ikatan yang ada di tubuh korban • Bersihkan luka dan jangan dikompres dengan es • Berikan ikatan untuk melokalisir luka dan menghambat persebaran racun • Segera evakuasi ke fasilitas medis untuk mendapatkan anti toxic 18


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

Pendarahan ( Luka luar) Penanganan luka perdarahan bisa dilakukan dilokasi kegiatan dan berhenti disitu, atau harus dilanjutkan ke fasilitas kesehatan. Penolong pertama harus bisa menilai hal ini. Hal dasar yang bisa dilakukan dilapangan : • Kontrol perdararahan yang terjadi dengan tekanan pada luka, pressure point dan tinggikan • Bersihkan luka, yang terbaik adalah dengan air • Balut luka sesuai dengan lebar luka dengan perban, atau cukup dengan plester bila cukup • Untuk luka terbuka yang cukup lebar dan mengakibatkan perdarahan yang cukup banyak, bawa ke fasilitas kesehatan segera mungkin setelah dilakukan pembalutan di lokasi kejadian.

19


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

AMAN DARI BAHAYA PELECEHAN (Safe From Harm) Perlindungan terhadap anak (Child Protection) adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi Anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Kebijakan ini bertujuan agar Jambore aman dari segala bentuk pelecehan, bahaya dan kekerasan bagi peserta didik dan orang dewasa serta memberikan pemahaman kepada Orang Dewasa terhadap potensi potensi membahayakan bagi anak serta cara menanganinya. PENGENALAN POTENSI NEGATIF TERHADAP ANAK Ragam potensi yang membahayakan anak antara lain : • Perundungan(Bullying) • Kekerasan Fisik • Pengabaian

• Pelecehan Seksual • Kekerasan Verbal

Anak-anak dapat mengalami satu atau gabungan dari aneka bentuk pelecehan atau potensi negatif diatas. Hal tersebut bisa berpotensi terjadi dimana saja dan kapan saja. Dalam banyak kasus, pelaku hal-hal tersebut biasanya malah seseorang yang sudah anak-anak kenal seperti 20


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

orang tua, guru, pembina, kerabat, pemimpin atau teman mainnya. Potensi pelecehan atau kekerasan dapat terjadi : • Antara anak dengan anak • Antara anak d engan orang dewasa • Antara orang dewasa dengan orang dewasa Dengan memahami lebih jauh tentang potensi pelecehan dan kekerasan maka kita akan dapat bertindak lebih aman, upaya-upaya preventif dapat dilakukan ketika fase perencanaan atau pelaksanaan kegiatan, dan kita akan mengetahui apa yang harus dilakukan jika halhal tersebut terjadi.

LANGKAH – LANGKAH PENCEGAHAN Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap anak maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Kehadiran Orang Dewasa Dalam setiap aktifitas peserta didik kehadiran orang dewasa dalam hal ini pembina pendamping dan fasilitator kegiatan mutlak diperlukan. Peserta didik 21


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

dilarang melakukan aktifitas tanpa pengawasan orang dewasa. 2. Pembina Pramuka yang tersertifikasi mahir. Agar Jambore menjadi sarana pendidikan yang sesuai dengan prinsip dasar dan metode kepramukaan maka dibutuhkan kehadiran para Pembina Pramuka yang minimal berkualifik asi mahir dasar. 3. Akomodasi dan Satuan Terpisah saat berkegiatan antara Putra dan Putri Area perkemahan dan fasilitas akomodasi yang terpisah antara putra dan putri serta antara anak-anak dan orang dewasa. Selain itu, fasilitator harus memastikan pola pemisahan aktifitas kegiatan antara putra dan putri untuk mengurangi dampak dari kontak lawan jenis yang berpotensi negatif. 4. Menghormati Privasi Anak-anak dan Orang Dewasa memiliki privasi yang harus dihormati dan dijaga seperti dari segi fisik, kesehatan, kebiasaan, dan lain sebagainya.

22


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

5. Sopan santun dalam Berpakaian Ketentuan berpakaian disesuaikan dengan petunjuk teknis kegiatan. Jika anak-anak dan orang dewasa berpakaian bebas maka harap memperhatikan norma kesopanan dan kepatutan sehingga tidak mengundang potensi negatif. 6. Pelarangan segala bentuk perpeloncoan Jambore harus menjadi tempat yang m enggembirakan buat anak-anak. Selama Jambore berlangsung segala bentuk perpeloncoan baik fisik maupun psikis dengan alasan apapun dilarang adanya. 7. Pendampingan terhadap Orang dewasa yang berusia muda. Orang dewasa yang berusia lebih tua diasumsikan lebih kaya pengalaman dan lebih matang secara emosional, sehingga diharapkan peran aktifnya dalam memberikan pendampingan terhadap orang dewasa yang lebih muda yang kematangan emosionalnya masih belum sebaik pembina yang lebih muda. 8. Jam Malam (Lights off) Pemberlakuan Jam Malam sebagai upaya kontrol aktifitas para peserta didik agar di jam itu wajib berada 23


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

di tendanya masing-masing dan tidak keluar kecuali kepentingan yang diizinkan dengan sepengetahuan pembina pendamping dan seizin penanggungjawab subkem. Jam Malam untuk anak-anak dan orang dewasa mungkin bisa berbeda. 9. Komunikasi Verbal Dalam melakukan komunikasi verbal sesama orang dewasa harus memperhatikan norma bicara. Pergunakan Bahasa Indonesia ketika bicara di tempat umum. Jambore sebagai alat pendidikan maka dalam proses kegiatan tidak melakukan kekerasan verbal seperti membentak, merendahkan, atau bergurau yang berlebihan. Jika ada hal-hal tertentu yang membuat fasilitator harus bersuara keras atau membentak, maka sesudahnya anak-anak harus diberi pemahaman bahwa hal tersebut merupakan bagian dari prosedur yang harus ditempuh demi aman dan nyamannya kegiatan. YANG HARUS DILAKUKAN JIKA MELIHAT KEJADIANKEJADIAN TERSEBUT. 1. Peringatan Lisan Jika melihat kejadian berupa bullying, pelecehan, kekerasan dan sebagainya, maka setiap orang dewasa 24


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

berkewajiban untuk mengingatkan dengan cara yang baik. 2. Melaporkan ke Panitia Keamanan Jika dirasa peringatan lisan tidak cukup, atau yang bersangkutan merasa tidak mampu untuk memberikan peringatan lisan, diharapkan segera melapor ke Petugas keamanan terdekat atau panitia bidang perkemahan jika terjadi di area perkemahan. Atau ke Call Centre / SMS Centre Tim Manajemen Risiko dii :

0822 10 5050 55 POSKO UTAMA KEAMANAN BERADA DI GEDUNG PALAPA

25


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

RENCANA TINDAK DARURAT (Emergency Response Plan) Risiko dalam setiap kegiatan memiliki potensi untuk menjadi besar, atau bahkan katastropik apabila tidak dikelola dengan baik. Melihat kondisi darurat memerlukan berbagai sudut pandang dari berbagai disiplin ilmu, akan tetapi perlu direncanakan pembagian tugas dan wewenang pada saat kondisi darurat. Oleh karena itu perlu dibuat rencana tindak darurat dalam setiap kegiatan, apa lagi kegiatan sebesar Jambore Nasional X 2016. Besar harapan dari penyelenggara bahwa rencana tindak darurat ini bisa membantu semua unsur yang terlibat bisa merespon dengan baik dan siap apabila terjadi sebuah kondisi darurat pada saat Jambore Nasional X 2016 berlangsung. Untuk membantu melengkapi pemahaman panduan ini, mohon dipelajarai dokumen – dokumen berikut : • Juklak dan Juknis Jambore Nasional X 2016 • Buku Panduan Jambore Nasional X 2016 • Peta Lokasi dan Rambu - rambu Jambore Nasional X 2016 Rencana tindak darurat ini dipersipakan khusus untuk kegiatan Jambore nasioan 2016 oleh Tim Manajemen Risiko. memastikan keamanan seluruh elemen yang terlibat dalam Jambore Nasional X 2016 terjaga sepanjang kegiatan berlangsung, dengan cara memberikan menyediakan sistem 26


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

dan prosedur untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi bila terjadi kondisi darurat. Tujuan • Memastikan koordinasi yang lancara dan efektif untuk merespon kejadian darurat yang mungkin terjadi di Jambore Nasional X 2016 • Memeperjelas tugas dan tanggung jawab apabila terjadi kondisi darurat pada Jambore Nasional X 2016t. AKSES KE LOKASI Setiap orang yang masuk lokasi Jambore Nasional X 2016 harus memiliki tanda pengenal resmi yang dikeluarkan oleh Panitia Jambore Nasional X 2016. Setiap tanda pengenal memiliki batas akses tertentu pada Jambore Nasional X 2016. Ijin tertulis secara resmi dari panitia harus dimiliki apabila seseorang yang tidak memiliki tanda pengenal/kehilangan tanda pengenal ingin memasuki lokasi Jambore Nasional X 2016. PERSONIL KUNCI Bagian ini memuat informasi mengenai personel kunci yang bisa dihubungi ketika ada kondisi darurat, termasuk ketika ada insiden. 27


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

TIM MANAJEMEN RISIKO • • • • • •

Lokasi Jam kerja Ketua tim Call/SMS Centre Callsign Frekewansi

: Wisma Palapa : 24 Jam per hari : Bayu Tresna : 0822 10 5050 55 : YCØZSEN : 145.320MHz

Semua dokumen penilaian risiko dan keselamatan kegiatan Jambore Nasional X 2016 disimpan dan dianalisa oleh tim ini. EMERGENCY RESPONSE TEAM (ERT) Merupakan Tim Reaksi Cepat dan tim yang pertama kali bergerak menuju lokasi untuk melakukan penilaian awal dan tindakan penanggualangan kondisi kedaruratan pada Jambore Nasional X 2016. ERT memiliki seragam khusus berupa rompi berwarna merah dengan tanda ERT. Anggota ERT terdiri dari beberapa orang yang berasal dari berbagai bidang kepanitian Jambore Nasioanal 2016. • • • • •

Lokasi Jam kerja Koordinator Wakil Koordinator Nomor Telepon

: Wisma Palapa : 24 jam per hari : Kak Agus Tamin : Kak Eko Sulistiyo : 0812 6956 886 / 0812 1083 4695 28


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

RUMAH SAKIT LAPANGAN DAN POS KESEHATAN • Rumah Sakit Lapangan Lokasi Rumah Sakit Lapangan berada di Aula Gedung Taman Lalu Lintas • Pos Kesehatan Tersebar sebanyak 4 Pos Kesehatan di Perkemahan Putra dan 4 Pos Kesehatan di Perkemahan Putri. • Mobil Ambulance Siaga di Tiap Pos Kesehatan dan Rumah Sakit Lapangan serta di Pasar Rakyat saat Jam Operasional Pasar Rakyat TITIK KUMPUL (Assembly Point) Titik kumpul merupakan lokasi tempat berkumpul bagi setiap orang bila terjadi sebuah kondisi darurat. Detail lokasi titik kumpul terdapat di peta lokasi Jambore Nasional X 2016

LOST AND FOUND AREA Apabila ada barang milik orang yang tertinggal atau ditemukan dilokasi Jambore Nasional X 2016, barang tersebut bisa dititipkan ke area Lost and Found.

29


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

  

Lokasi Lost and Found

: Posko Keamanan Utama (Gedung Palapa) Jam Pelayanan : 09:00 – 17:00 SMS Centre Lost and Found : 0822 10 5050 55

PROSEDUR TINDAK DARURAT Identfikasi dan komunikasi Bila terjadi sebuah kondisi darurat atau sebuah insiden mayor, prosedur yang harus dilakukan adalah: 1.

2.

3.

4.

5.

6.

Ketika menerima laporan terjadi sebuah insiden atau kondisi darurat, pastikan lokasi dimana insiden terjadi Petugas emergency response team (ERT) harus mengenakan seragam sebagai identifikasi, segera melakukan patrol ke setiap area kegiatan Jambore Nasional X 2016 ketika kondisi darurat dinyatakan. ERT akan memberikan laporan perkembanagn kondisi kepada ketua tim manajemen risiko yang juga bertindak sebagai ketua ERT Pengumuman kepada warga perkemahan akan dibuata oleh ketua ERT melalui radio atau pengumuman secara Ketika menerima laporan terjadi sebuah insiden atau kondisi darurat, pastikan lokasi dimana insiden terjadi Semua informasi mengenai insiden harus ditulis dalam log book manajem risiko 30


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

Kedaruratan Medis Bila terjadi sebuah kondisi kedaruratan medis pada Jambore Nasional X 2016. Yang harus dilakukan adalah : 1. 2.

3. 4.

Tim medis dan ERT akan dikirim ke lokasi terjadinya kedaruratan medis untuk mengamankan TKP Tim medis harus melaporkan kepada tim manajemen risiko tentang kondisi yang dihadapi setelah melakukan penilaian. ERT akan berkoordinasi dengan bidang terkait untuk mengamankan rute evakuais, termasuk jalan ambulan ERT akan bertindak berdasarkan pendapat dan penilaian dari tim medis. Termasuk memberikan informasi kepada ketua perkemahan untuk menghentikan kegiatan untuk mempermudah proses evakuasi maupun pengamanan lokasi.

Pengumuman Kondisi Darurat dan Prosedur Evakuasi Bila terjadi insiden major, bisa dimungkinkan untuk menghentikan sebagian atau seluruh kegiatan dilokasi tempat terjadinya insiden. Evakuasi akan dilakukan bila harus dilakukan dan memang diperlukan. KEPUTUSAN UNTUK MELAKUKAN EVAKUASI AKAN DIBERIKAN OLEH KOORDINATOR ERT Evakuasi Darurat Pengumaman evakuasi darurat akan diberikan oleh ERT melalui pengeras suara yang ada di Jambore Nasional X 31


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

2016. Ketika pengumuman evakuasi darurat dinyatakan, maka : 1. 2.

3.

4.

Staf perkemahan harus memandu warga perkemahan di binkem nya untuk menuju titik kumpul Anggota ERT bergegas menuju setiap lokasi titik kumpul sembari menunggu komando selanjutnya dari ketua ERT Ketua ERT mengatur jalannya evakuasi serta memberikan rute evakuasi dan gerbang pinta mana saja yang bisa dilewati. Angggota ERT bertanggung jawab untuk memandu jalannya evakuasi di lapangan Pengumaman evakausi darurat dilakukan secara terus menerus untuk agar seluruh warga perkemahan menyadari akan adanya kondisi kedaruratan.

Catatan : • Ada Personil ERT khusus untuk membantu warga perkemahan penyandang disabilitas • ERT harus melakukan sweeping setelah proses evakuasi dilakukan, karena dengan banyak orang yang terlibat dalam Jambore Nasioanl 2016, kemungkinan orang untuk tertinggal dalam proses evakausi sangat besar. HANYA ERT YANG MELAKUKAN SWEEPING PASCA EVAKUASI DARURAT Kebakaran Bila terjadi kebarakan di arena Jambore Nasional X 2016, segera beritahukan kepada panitia Jambore Nasional X 2016 32


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

dan ERT secepat mungkin. Bila diperlukan, ERT akan mengontak PMK untuk membantu memadamkan api. Prosedur bila terjadi kebakaran : 1. ERT harus segera menuju lokasi kejadian secepat mungkin ketika ada informasi terjadi kebakaran, (meskipun api telah dipadamkan atau dikendalikan staf local) 2. Lakukan evakuasi warga perkemahan yang terdekat dengan lokasi kebakaran, buat perimeter disekeliling lokasi 3. ERT akan mengkordinir untuk mengendalikan dan memadamkan api 4. Bila diperlukan, ERT akan mengontak PMK untuk membantu memadamkan api. Seteleh konak dengan PMK, ERT harus membuat jalur yang bisa dilewati oelh PMK dan mobil kebakaran dengan cepat. KOMUNIKASI Komunikasi merupakan hal yang paling vital ketika terjadi sebuah insiden. Kecepatan infomasi yang diterima akan membuat penanganan terhadap korban menjadi lebih cepat serta mencegah kerusakan yang lebih parah. ERT memiliki frekuensi radio dan nomor telepon yang bisa dihubungi 24 jam/hari selama kegiatan berlangsung.

33


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

JANGAN PERNAH MELAKUKAN PANGGILAN KE ERT & TIM MANAJEMEN RISIKO HANYA UNTUK BERCANDA ATAU ISENG !!!! DESKRIPSI KERJA KETIKA TERJADI KEDARURATAN Ketua Panitia •

• •

Memastikan bahwa semau sumber daya milik panitia bisa digunakan untuk mengatasi kondisi darurat yang ada Ketua panitia beserta ketua bidang yang ada harus ada di arena Jambore Nasional X 2016 Ketua panitia bisa menghentikan seluruh aktivitas yang ada bila itu dirasa perlu karena alasan keamanan

Tim Manajemen Risiko • •

•

Memberikan masukan dan solusi kepada tim ERT Memberikan rekomendasi kepada ketua panitia kegiatan untuk menghentikan aktivitas dengan alasan keselamatan Menyiapkan seluruh dokumen tentang risiko kepada ERT untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan.

34


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

JARINGAN KOMUNIKASI HT/ RADIO JAMNAS X 2016

35


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

TIM MANAJEMEN RISIKO

Ketua Wakil Sekretaris Anggota

: Kak Bayu Tresna : Kak Sigit Hadisaputro : Kak Sri Tegowati : Kak Eko Sulistyo Kak Agus Tamin Kak M. Laiyin Kak Ditra Ayi Kak Jeck Fidel Kak Sulwan Pusadan Kak Elis Tresnanurmala Kak Rifan Zulkifli Kak Masruki Kak Supeno Kak Parbo Hadi Kak Atjep R Saputra Kak Abdul Wahab Kak Ardhi Mawardi Kak Panca Pamungkas Kak Sri Saptoyo Kak Yulian Noor Widya Kak Catur Suwiriyantono

36


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

37


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

38


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

39


PANDUAN MANAJEMEN RISIKO JAMNAS X 2016

40


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Buku Panduan Manajemen Risiko Jamnas X 2016 by Mohammad Laiyin - Issuu