Penerbitan Kampus IAIN Metro
Gedung UKM lt. II IAIN Metro, Jl. Ki Hajar Dewantara 15A Iring Mulyo Metro Timur 3411, E-mail: redaksikronika@gmail.com
REGULASI LEMBAGA, g n a j un T KUALITAS MAHASISWA?
GEDUNG REKTORAT IAIN METRO
Tugas Akhir Jurnal, Berpengaruh Bagi Akreditasi Institut Agama Islam Negeri ( I A I N ) M e t r o k i n i memperbolehkan mahasiswa untuk membuat jurnal sebagai tugas akhir, tanpa membuat skripsi. Kabar Kampus
4
Sejak 1999 Buletin Maba Kronika Edisi 34 ISSN 1978-2764 0812-4326-7910 (Redaksi) redaksikronika@gmail.com
UKK Menwa
Kemudahan Bukan Alasan untuk Berpangku Tangan
Asa Kami Di Kepemimpinan Baru Iain Metro
Menwa adalah salah
Setiap kepemimpinan baru pada
satu Unit Kegiatan
organisasi apa pun, di mana
Khusus (UKK) di IAIN
pun, dan bagaimana pun, pasti
Metro yang sudah berdiri selama 42 tahun.
ekspektasi yang pertama kali.
Selama dibangku perkuliahan, ia aktif menulis di berbagai koran media nasional. Di antaranya Solo Post, Republika, Media Indonesia, Radar Lampung, Lampung Post, dan Detik.com.
Kampus Kita
10
Opini
14
Profil
20
SAPAAN REDAKSI
Warna Organisasi Mahasiswa Sudah satu tahun lebih kita masih bergumul dengan pandemi Covid-19. Banyak kebijakan yang telah dilewati. Saat ini pemerintah sedang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, 3, dan 4. Kebijakan yang diberlakukan sejak 21—25 Juli 2021 ini mengalami perpanjangan hingga 23 Agustus 2021. Hal ini berpengaruh bagi kebijakan kampus, salah satunya IAIN Metro. Bertepatan dengan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) 2021. menyebabkan kampus harus melaksanakan PBAK secara daring. Sudah dapat dipastikan hal ini akan memberikan kesan yang berbeda bagi calon mahasiswa. Biasanya PBAK dapat menjadi ajang mengenal teman yang berasal dari berbagai kabupaten hingga provinsi, denah lokasi kampus, dan apa saja kegiatan mahasiswa yang akan dipilihnya nanti. Namun, hal ini belum tentu dapat dirasakan oleh mahasiswa baru angkatan 2021. Sangat disayangkan apabila Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang telah digelontorkan
tak sebanding dengan apa yang diperoleh mahasiswa. Tak ayal populasi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang,. red) akan semakin bertambah. Redupnya aktivitas organisasi hingga asingnya diskusi semakin mewarnai kehidupan mahasiswa. Adanya pandemi semakin menambah durasi panjangnya mati suri organisasi. Tetapi, tetap akan ada mahasiswa yang terus mengasah kepekaan dirinya akan situasi diluar dirinya sendiri. Melanjutkan girah pejuang pendahulu, sosok penggerak perjuangan mahasiswa untuk senantiasa menjalankan perannya sebagai kontrol sosial. Tak ada pandemi ataupun alasan lain yang akan menyurutkan semangat perjuangnya. Seperti sebuah kalimat yang berbunyi, “Tidak peduli siapa Anda, dari mana Anda berasal. Kemampuan untuk menang dimulai dari Anda. Selalu.” ucap Oprah Winfrey. Konsisten untuk tetap memperjuangkan girah pendahulu tetap Kronika lakukan, salah satunya dengan menjalankan kontrol sosial
meski belum bisa maksimal. Melalui Buletin Mahasiswa Baru Edisi 34, Kronika mengajak mahasiswa untuk mengetahui informasi apa saja yang perlu diketahui. Dalam buletin ini, pembaca setia Kronika dapat menyimak sejarah singkat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) yang ada, informasi terbaru yang memuat tentang kebijakan lembaga yang belum diketahui banyaknya mahasiswa, resensi film dan novel karya terbaik anak bangsa, hingga kreativitas mahasiswa IAIN Metro dalam menciptakan cerpen dan puisi. Menjadi lembaga pers mahasiswa sudah semestinya tetap menjalankan tugas pentingnya sebagai penyalur aspirasi mahasiswa. Meski kerap terjadi permasalahan dalam proses penyusunan buletin ini, tak menyurutkan tekad kru Kronika untuk merampungkan. Selamat datang mahasiswa baru angkatan 2021, mari bersama mengambil peran dalam menjalankan estafet perjuangan pendahulu kita!!!
Susunan Redaksi Buletin KRONIKA diterbitkan oleh Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) KRONIKA IAIN Metro Lampung Sekretariat: Gedung UKM lantai II IAIN Metro Lampung. Jl. Ki Hajar Dewantara 15A Iringmulyo Metro Timur Kota Metro 34111 Pelindung: Dr. Hj. Siti Nurjanah, M.Ag| Penasihat: Dr. Mahrus As’ad, M.Ag | Pembina: Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum., Ervan Nurtawab, Ph.D. | Staf Ahli: Sartono, Suwandi, Siti Fatonah, M.Pd, Dedik Karmanto, M.Pd, Eni Purwati, S.E.I, Eka Syafriyanto, M.Pd.I, Dr. Didik Kusno Aji, M.Si, Rosyadi Ahmad, Khabib Agung Wibowo, Sugiyanto S.Sy (Alm), Elly Agustina, S.Pd.I, Saiful Ansori, S.Pd.I, Ahmad Surya Atmaja, S.Pd.I, Kahfi Anwari, Wahid Syaifudin, S.Sos, Fahriyani S.E, Edi Purnomo, S.Sos, Ahmad Syukron Tamim.
2 Buletin Kronika Edisi 34
Pemimpin Umum: Muhammad Arif Marzuki | Pemimpin Redaksi: Atika Putri| Pemimpin Usaha: Novita Maharani | Kepala Puslitbang: Salwa Qonita Ikrima | Kepala Kesekretariatan: Amelia Resti | Redaktur Pelaksana: Novia Umi Astari| Redaktur Berita: Artika Lusiani | Redaktur Daring: Martika Anjelawaty | Redaktur Desain Grafis: Januba Roudloh Salsabila, | Redaktur Jurnal: Irsyadul Rasyid |Redaktur Televisi: Intan Nur Octaviani | Pewarta Foto: Maya Aulia Sondari| Pengelola Web: Rizki Yuniarsih | Ilustrator: Antika Wijayanti |Layouter: Firu Ikhsani | Staf Usaha: Ulfa Fauziah | Biro Iklan dan Sirkulasi: - | Manajer Perusahaan: Syarif Hidayatullah | Staf Penelitian: - | Staf Pengembangan: Ainayya Nur Salsabilla| Staf Administrasi: - | Staf Kesekretariatan: Frea Nazira | Reporter: Febri Ma'arifatul Khasanah, Syarif Hidayatullah, Ainayya Nur Salsabilla, Hesti Puji Lestari, Muhamat Dicky, Antika Wijayanti, Novia Umi Astari, Maya Aulia Sondari, Rizki Yuniarsih, Intan Nur Octaviani, Januba Roudloh Salsabila, Artika Lusiani, Martika Anjelawaty, Frea Nazira, Windanty Faddia Elbas, Firu Ikhsani, Irsyadul Rasyid.|Magang:Ulfa Fauziah, Nurul Latifah, Guntur Pamungkas.
EKSPRESIMU Anha Amilda/PAI/VI Saya merasakan kurang efektifnya pembelajaran daring. Terlebih ketika akan mengakses absen ataupun tugas-tugas di e-learning, kerap kali terjadi gangguan teknis. Menyebabkan gagal absen karena sudah melebihi tenggat waktu yang diberikan dosen. Tak hanya itu, saat Zoom atau Google Meet mahasiswa tidak diwajibkan on-cam, sehingga banyak dari mahasiswa yang hanya bergabung, tetapi tidak memperhatikan dan menyimak materi dengan baik. Harus diperbaiki dari segi teknis untuk e-learningnya. Selain itu, lebih diperketat lagi ketentuan-ketentuan ketika tengah berjalannya proses belajar dengan sistem daring. Seperti wajibnya on-cam karena selain untuk melihat keseriusan dan kesungguhan mahasiswa dalam belajar, juga untuk menghormati pendidik dan teman-teman yang tengah presentasi atau menyampaikan pendapat. Yuniawati/KPI/VI Sistem kuliah daring sudah dilaksanakan selama satu tahun. Namun, permasalahan terkait subsidi kuota kurang memadai masih dirasakan. Hal ini dikarenakan kebijakan tersebut diberikan hanya dibagikan awal semester lalu (semester ganjil,. red), itupun hanya satu kali. Belum lagi, media pembelajaran diwajibkan menggunakan beberapa aplikasi seperti Google Meet, Zoom, Line, Whatsapp, dan sebagainya. Dalam setiap aplikasi yang digunakan untuk proses belajar memakan kuota cukup besar dalam sehari. Selain itu, proses belajar cukup terhambat karena berbagai kendala. Belum lagi masalah dari dosen yang terkadang tidak bisa hadir dalam perkuliahan daring tersebut. Seharusnya semua pihak bekerja sama dalam proses belajar supaya lebih efisien agar tidak saling merugikan. Mulai dari subsidi kuota dari lembaga, keaktifan dosen, dan mahasiswanya. Andi Lala Puji Astuti/Aks/II Banyak dosen yang hanya men-share video di Learning Management System (LMS), sedangkan itu butuh kuota banyak dan kampus tidak memfasilitasi kuota untuk belajar. Hanya pernah satu kali dan itu untuk pengguna kartu tertentu. Seharusnya pihak kampus lebih tegas dalam membuat kebijakan, apakah dosen tersebut telah bertugas sepenuhnya atau tidak. Lalu kampus harusnya memberikan fasilitas kuota kepada mahasiswa, untuk apa Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibayarkan, apalagi saat pandemi seperti ini. Adetia Wahyu Pakerti/PAI/VIII Protokol kesehatan di kampus kurang ketat. Peralatan untuk cuci tangan pakai sabun dan hand sanitizer tidak disediakan sebagaimana di awal dulu. Harusnya kampus konsisten menyediakan peralatan cuci tangan dan hand sanitizer di berbagai titik. Eliana Pertiwi/TMTK/II Selama pembelajaran daring ini tidak ada kendala. Hanya saja karena daring jadi sedikit kesulitan untuk memahami materi, ditambah kecepatan jaringan internet yang tak menentu. Pembelajaran daring ini seharusnya ada sedikit kelonggaran karena pada saat tanggal merah juga masih ada absen kuliah. Semoga kuliah luring segera terealisasikan. Ayu Ariska Safitriana/ESy/IV Perihal kuliah daring, saya rasa sudah berjalan cukup baik. Hanya saja, beberapa materi yang kami pelajari selama ini belum semuanya disampaikan dengan baik oleh dosen dan kita sebagai mahasiswa kurang bisa menerima materi tersebut. Sistem kuliah yang fleksibel, tetapi strategi pembelajaran masih kurang efektif.
Robi Nur Hakiki/BPI/IV Untuk perguruan tinggi setara institut, fasilitas IAIN Metro masih kurang memadai, birokrasinya masih berbelit. Pada sistem perkuliahan, masih terdapat dosen yang dalam melaksanakan pembelajaran tidak sesuai dengan silabus, terkadang di luar kontrak kuliah. Sebaiknya ada badan yang khusus mengawasi dan mengevaluasi kinerja para dosen sehingga tidak ada lagi penyelewengan hak dan kewajiban dalam perkuliahan.
Sarif Hidayatulloh/AS/VI Sistem perkuliahan daring semester ini sudah lebih baik jika dibandingkan dengan semester lalu (semester ganjil,.red). Namun, mahasiswa masih terbebani dengan kuota internet yang mereka habiskan selama pembelajaran daring. Seharusnya kalau memang sistem perkuliahan ditetapkan daring, ada bantuan subsidi kuota dari pihak kampus. Kemudian dalam perkuliahan sebaiknya dosen memberikan toleransi lebih diperkuliahan daring ini, baik dari segi absensi, pengumpulan tugas, dan lain-lain. Mengingat mahasiswa tidak seluruhnya tinggal di tempat dengan jaringan internet bagus.
N O 1 O 2 S 0 2 G
N er I b M m CO Septe
Orientasi Calon Magang 2021
Ada Apa Saja di Kronika ? Reportase, Fotografi, Vidiografi, Desain Grafis, Dll Narahubung: 0822 8136 5757 (Salwa) Buletin Kronika Edisi 34 3
KABAR KAMPUS
Tugas Akhir Jurnal, Berpengaruh Bagi Akreditasi Oleh: Intan, Nurul Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro kini memperbolehkan mahasiswa untuk membuat jurnal sebagai tugas akhir, tanpa membuat skripsi. Sistem ini sudah diterapkan sejak 2020 lalu. Pemberlakuan jurnal sebagai syarat kelulusan mahasiswa, beriringan dengan masuknya Covid-19 di Indonesia. Bertujuan untuk mengurangi intensitas tatap muka, antara penulis dengan dosen pembimbing (dosbing) ataupun pihak-pihak kampus yang terkait dengan pembuatan tugas akhir. M. Khoirul Efendi, Pendidikan Agama Islam (PAI/XI), salah satu mahasiswa IAIN Metro yang sedang membuat jurnal menuturkan, informasi terkait tugas akhir dapat berupa jurnal dari Wakil Dekan (Wadek) I, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Yudiyanto. Dipilihnya tugas akhir membuat jurnal sebab ia merasa karya penelitiannya dapat masuk publikasi repository. Terdapat keuntungan bagi penulis, yang mana namanya masuk sebagai peneliti karya ilmiah, serta jurnal penulis bisa digunakan sebagai referensi pustaka peneliti. Publikasi karya ilmiah tersebut dapat digunakan oleh orang seluruh dunia bukan hanya lokal daerah. "Tugas akhir mahasiswa diperbolehkan dipublikasikan dengan jurnal. Namun, tetap dengan mekanisme yang sama seperti skripsi, yaitu seminar, pendalaman, APD (Alat Pengumpul Data,. red), sidang, dan nanti di akhir jika direkomendasikan oleh dosbing itu untuk menjadikan tugas akhirnya berupa jurnal," jelasnya. Menurut Khoirul, jurusan yang pertama kali membuat jurnal ialah Pendidikan Bahasa Arab (PBA) FTIK. Melalui jurnal tersebut, mahasiswa mempunyai portofolio karya ilmiah yang bisa digunakan sebagai lampiran pendaftaran kerja atau selebihnya. Selain itu, kampus sangat diuntungkan apabila jurnal mahasiswa dipublikasikan karena akan menambah nilai akreditasi jurusan, fakultas, dan Institut. Mahasiswa juga bisa berkontribusi untuk kampus dan menjadi bagian dari terwujudnya cita-cita Pembukaan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. "Ada SK (Surat Keputusan., red) dan SOP ( S t a n d a r O p e r a s i o n a l P r o s e d u r , . r e d ) ya n g ditandatangani lembaga terkait tugas akhir mahasiswa berupa jurnal. Saya mendapatkan informasi dari kampus Universitas Lampung (Unila) bahwa ada beberapa mahasiswa Unila berprestasi diperbolehkan untuk tidak membuat tugas akhir," pungkasnya. Khoirul berharap, yang dialami oleh mahasiswa Unila mengenai tugas akhir tersebut dapat terealisasikan juga di IAIN Metro. Menurutnya, prestasi kampus IAIN Metro baik di tingkat regional maupun nasional cukup besar. Memilih tugas akhir jurnal juga dilakukan oleh Agus Supriadi jurusan PBA. Alumni IAIN Metro yang lulus pada 2020. Sama halnya dengan Khoirul, alasan ia memilih membuat jurnal karena dapat digunakan untuk referensi orang lain, "Walaupun kurang lebih dua puluh lembar, tetapi semuanya setara dengan skripsi," katanya. Selain itu, jurnal dapat mengangkat akreditasi jurusan, lebih ringkas dalam pembuatan karya ilmiah, skripsi, ataupun artikel, dan biaya yang dibutuhkan lebih sedikit. Namun, membuat jurnal tidaklah sembarangan, "Karena di review langsung oleh pembimbing I dan II bahkan sampai Wadek I," lanjutnya. Agus menjelaskan, sebelum mengambil jurnal untuk tugas akhir, ia sudah menyusun skripsi 4 Buletin Kronika Edisi 34
terlebih dahulu. Saat itu masih proses bab I dan II. Setelah ada surat edaran dari fakultas, dosbing I menyarankan untuk banting setir ke jurnal, "Awalnya saya ragu karena dulu pengen buat skripsi, setelah itu saya konsultasi dengan dosbing II dan di waktu itu kebetulan masih menjabat sebagai Kajur (Ketua Jurusan,. red) dijurusan saya." Kemudian Agus mencari tahu siapa saja mahasiswa yang pada waktu itu mengambil jurnal sebagai tugas akhir. Setelah mendapat informasi, ia mulai yakin untuk menulis dengan dibimbing langsung oleh dosbing I. Agus tidak mengganti skripsi bab I dan II, tetapi melanjutkannya dan memasukkan ke dalam jurnal penelitiannya. "Pihak institut menyetujui mahasiswa/i IAIN Metro lulus dengan dua cara, yakni skripsi dan Jurnal. Jika mahasiswa yang sudah terlanjur skripsi silahkan diteruskan atau ke jurnal, dan jika mahasiswa yang belum mengerjakan skripsi ingin membuat jurnal diperbolehkan. Jadi pada intinya lulus bisa dengan skripsi dan jurnal,” terangnya. Menurutnya, pembuatan jurnal sebagai pengganti skripsi cukup baik karena dapat membantu mahasiswa akhir, khususnya bagi mahasiswa yang hampir limit usia kuliahnya. Namun, di sisi lain perlu diperhatikan karena tidak semua dosbing menyetujui anak bimbingannya beralih ke jurnal. Semua perlu konsultasi dahulu dengan pembimbing karena pembuatan skripsi atau jurnal tergantung dosbing, "Kalau dosbing kekeh agar mahasiswa bimbingannya membuat skripsi, tentu mahasiswa tidak bisa membuat jurnal," ucapnya. Masalah SK, menurut Agus masih simpang siur, tetapi semuanya sudah disetujui oleh pihak institut, "Logikanya jika institut tidak menyetujui, otomatis mahasiswa tidak membuat jurnal. Bahkan sudah ada surat edaran dari pihak yang submit dan untuk publish jurnal juga sudah di publish," terangnya. Ia juga mengatakan, jika memang semuanya baik untuk kedua pihak dapat diteruskan, karena m e m b a n t u m a h a s i s wa t i n g k a t a k h i r s e r t a mendongkrak akreditasi jurusan. Agus menilai, semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangan terkait skripsi dan jurnal, "Tetapi semuanya baik dan untuk kekurangannya sangat minim," tuturnya. Menanggapi hal tersebut, Sainul selaku Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) IAIN Metro, menerangkan bahwa mahasiswa yang membuat jurnal mempunyai nilai lebih daripada mahasiswa yang menulis skripsi. Mahasiswa yang sudah menerbitkan jurnal, tidak perlu lagi membuat skripsi. "Untuk apa berbicara skripsi kalau jurnal sudah mampu. Jurnal juga bisa dijadikan referensi yang sifatnya nasional bahkan internasional, sedangkan skripsi bersifat lokal dalam instansi tersebut saja," ujarnya. Mahasiwa yang ingin membuat jurnal sebagai pengganti skripsi tetap harus mengajukan permohonan kepada Dekan Fakultasnya. Namun, t i d a k s e m u a m e n y e t u j u i n ya . H a l t e r s e b u t dikarenakan kurangnya dosbing yang mampu m e m b i m b i n g m a h a s i s wa n ya d a l a m p r o s e s pembuatan jurnal sebagai tugas akhir. Padahal, idealnya seorang dosen harus sudah mampu menulis jurnal pada tingkat Science and Technology Index (Sinta) II. Menurut Sainul, saat ini mahasiswa yang lulus dengan membuat jurnal sekitar dua puluh orang dari Fakultas Syariah. Pedoman pembuatan jurnal tergantung pada tipe jurnal yang diambil. Oleh
karena itu, petunjuk teknis tidak disiapkan oleh lembaga, melainkan mahasiwa menyiapkan sendiri petunjuk teknisnya yang kemudian akan diberikan ke dosbing. Mahasiswa juga mencari dan mendaftar sendiri di mana jurnalnya akan diterbitkan. Mekanismenya sama dengan pembuatan skripsi. Jika skripsi terdapat seminar proposal maka dalam pembuatan jurnal dinamakan uji kelayakan, apakah jurnal tersebut layak diterbitkan atau tidak, sedangkan pada skripsi terdapat sidang munaqosyah maka pada pembuatan jurnal dinamakan uji hasil, untuk menguji hasil dari penelitian yang diambil dalam jurnalnya. Teknis pengujian jurnal pun sama dengan skripsi. Dosen penguji merupakan dosen lain yang bukan dosbing, "Sama dengan sidang munaqosyah, dosen yang menguji adalah dosen lain, bila perlu kita datangkan dosen luar yang lebih profesional," jelas Sainul. D e n g a n b a n ya k n ya m a h a s i s wa ya n g membuat jurnal, Sainul, mengatakan, hal tersebut akan mendongkrak akreditasi kampus IAIN Metro karena mahasiwa mampu menciptakan karya yang diakui oleh nasional maupun internasional. "Saya tidak banyak berharap mahasiswa bisa membuat jurnal karena itu membutuhkan skill yang lebih. Nilai moral tergantung pada dosen yang mengampu mata kuliah metodologi penelitian. Sudahkah mahasiswa mampu menulis jurnal, kalau belum artinya dosennya gagal dalam memberikan pengajaran," ungkap Sainul. Terkait keberadaan SK, hingga terbitnya berita ini Kronika belum berhasil mendapatkannya. Saat menemui pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) IAIN Metro menyatakan surat tersebut sudah diberikan kepada masing-masing pihak fakultas. Namun, saat reporter menemui Dekan masing-masing fakultas semua menunjuk kepada pihak rektorat. Melalui keterangan Eks Wakil Rektor (Warek) I, Suhairi, menjelaskan surat sudah disosialisasikan oleh pihak fakultas.
Ilustrator: Antika Wijayanti Ilustrator: Antika Wijayanti
KABAR KAMPUS
Oleh : Irsyad, Novia
T
e s t o f English as a Foreign Language (TOEFL) masih menjadi syarat kelulusan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro. Menurut jadwal Unit Pe n g e m b a n g a n B a h a s a (UPB), TOEFL biasanya dilaksanakan pada setiap semester genap dan Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL) di semester ganjil. Pendaftaran TOEFL dilakukan melalui akun sistem informasi akademik (Sismik) masing-masing mahasiswa. Namun, terdapat perbedaan pelaksanaan TOEFL dan TOAFL pada pertengahan 2020 lalu, dengan tahun-tahun sebelumnya. Mewabahnya Covid-19 mengharuskan p i h a k U P B menggabungkan pelaksanaannya. "Nah, kalau tahun lalu (2020,. red) kenapa berbeda karena di semester genapnya kita kan dilanda Covid-19, makanya tahun kemarin TOAFL dan TOEFL dijadikan satu, disamakan waktunya," ujar Nawang Wulandari selaku H u b u n g a n M a s ya r a k a t (Humas) UPB. Kini, Covid-19 masih menjadi penghambat pelaksanaan TOEFL pada awal 2021. Membeludaknya pendaftar tes TOEFL pada tahun ini, menimbulkan banyak kendala yang dialami pihak UPB. Salah satunya adalah banyaknya n a m a m a h a s i s wa ya n g tidak terdaftar. "Kendalanya kemarin saat data pendaftar itu di-download, ada m a h a s i s wa ya n g t i d a k terdaftar namanya. Pihak UPB pun bingung, padahal
b i a s a n ya s i s m i k t i d a k seperti itu. Semua pendaftar di sismik pasti didownload ada, kok tumben nggak ada maka kita buat pendaftaran susulan melalui Google formulir bagi mahasiswa yang sudah mendaftar, tetapi namanya tidak ada di pembagian kelompok," jelasnya saat ditemui diruangan pada Selasa (27-04-2021). S e b a b p a d a kenyataannya, mahasiswa yang mendaftar bukan hanya mahasiswa yang namanya tidak tercantum pada pembagian kelompok, tetapi mahasiswa lain yang sebelumnya belum daftar ikut mendaftar. "Jadi pendaftar susulannya membeludak sampai 2000an. Itu di pendaftaran susulan saja. Padahal, kuota TOEFL tahun 2021 ini hanya untuk 2000 mahasiswa," katanya. Maka dari itu, melalui hasil rapat bersama tim UPB, bagi pendaftar susulan yang boleh ikut TOEFL hanya mahasiswa angkatan 2018 ke atas. Nawang pun menjelaskan, alasan kenapa memilih mahasiswa yang setidaknya semester VI, VIII, dan X. Dikarenakan mahasiswa tersebut yang akan lebih dahulu membutuhkan sertifikat TOEFL. Sebab akan dipakai untuk sidang munaqosah. Bagi mahasiswa semester II dan IV masih punya kesempatan ikut di semester berikutnya. N a w a n g menuturkan, awal pendaftaran TOEFL mencapai 1900 peserta dan pendaftar susulan m e n c a p a i 2 3 0 0 . Membeludaknya pendaftar disebakan pada tahun ini peserta TOEFL tidak
Ilustrator: Muhammad Arif Marzuki
Sertifikat TOEFL-TOAFL Ada Masa Kedaluwarsa, Benarkah? dibatasi untuk mahasiswa semester VI ,VIII, dan X saja, melainkan untuk seluruh mahasiswa, "Jika diakumulasikan, keseluruhan pendaftar TOEFL untuk 2021 mencapai 2700. Meskipun kuota yang disediakan lembaga hanya 2000, tetapi tetap melalui tahap seleksi." Sistem pelaksanaan tes TOEFL tahun ini masih dilakukan secara daring, melalui Google formulir. Sebelumnya mahasiswa diingatkan hadir tepat waktu sebelum tes TOEFL berlangsung. Mahasiswa mengikuti tes sesuai dengan kelompok yang telah ditetapkan. Kemudian mengupayakan untuk berada di wilayah yang sinyalnya stabil sehingga saat mengerjakan tidak ada kendala. Pihak UPB juga sudah memberikan tips dan trik melalui video untuk menyelesaikan soal TOEFL. Soal tes TOEFL pun berbeda-beda setiap tahunnya. Pihak UPB memiliki kop soal sendiri. Hal ini bertujuan agar tehindar dari upaya sontekan. "Tapi Alhamdulillahnya untuk di tahun ini mahasiswa IBI (Intensifikasi Bahasa Inggris,. red) itu juga sudah dibekali materi-materi TOEFL sehingga itu sangat m e m b a n t u m a h a s i s wa ketika mengerjakan TOEFL. Untuk anak-anak semester II harusnya beruntung karena baru belajar TOEFL, di tes TOEFL," tuturnya. Kemudian terkait sertifikat TOEFL, Nawang Wulandari, menegaskan, saat ini tidak ada batas waktu sertifikat seperti kebijakan lembaga sekitar tiga sampai empat tahun lalu, yaitu sertifikat TOEFL
hanya berlaku hingga dua tahun saja. Hal ini tentu menguntungkan bagi mahasiswa semester II yang sudah lulus TOEFL karena sertifikat tersebut bisa digunakan hingga munaqosah. Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan Yerni Amir selaku Ketua UPB, "Sertifikat kan ada b e r l a k u n ya d u a t a h u n karena dua tahun juga merepotkan kita orang UPB juga. Kedaluwarsa tes lagi, jadi semuanya kami m e m p e r m u d a h mahasiswa," ujarnya saat diwawancarai Kronika pada Senin (03-05-2021). Untuk setiap sertifikat dianggarkan Rp8.000 oleh negara. Maka dari itu, pihak UPB sepakat untuk tes TOEFL sendiri dan dipakai di kalangan sendiri. "Kami membantu, kan secara peraturan menteri bahwa setiap mahasiswa harus punya sertifikat TOEFL untuk bahasa Inggris, TOAFL untuk bahasa Arab," terang Yerni. Ye r n i j u g a menyatakan bahwa IAIN pernah bekerja sama dengan lembaga nasional untuk pelaksanaan TOEFL. Hanya saja lembaga perlu mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit. "Satu orang itu kalau tidak salah sekitar Rp200.000, itu belum tentu lulus. Makanya kita pakai sendiri. Jadi kita ini TOEFL untuk persyaratan internal saja," jelasnya. Yerni pun berpesan, sertifikat TOEFL segera di laminating dan jika ada kehilangan, rusak, bisa menemui UPB, jangan sampai memalsukan sertifikat. "Nanti akan diberikan SKL (Surat
Keterangan Lulus,. red) bisa jadi syarat komprehensif. Pokoknya kalau ada apa-apa, ada nilai ga keluar, atau belum tes datengin aja ke sini (UPB., red). Rajin-rajin liat sismik," pungkasnya. Lalu, untuk standar penilaian TOEFL, pihak UPB menggunakan standar penilaian TOEFL pada u m u m n y a . Te r d a p a t rumus-rumus pembagian, pengalian, hingga terbentuk nilai skor akhir TOEFL pada umumnya, yaitu sekitar 450--500. Khusus mahasiswa Tadris Bahasa Inggris (TBI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), nilai akhir yang harus dicapai untuk lulus minimal 450, sedangkan jurusan di luar TBI, minimal nilai lulus adalah 425. Hal ini dikarenakan tesnya untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris mahasiswa. Pihak UPB mengharapkan mahasiswa TBI memiliki kualifikasi dan kompetensi yang lebih tinggi. Hal ini juga berlaku bagi m a h a s i s w a P B A (Pendidikan Bahasa Arab) pada tes TOAFL. Di akhir wawancara, nawang berharap UPB dapat menjalin kerjasama dengan lembaga TOEFL nasional, "Saya berharap UPB bisa bekerja sama dengan lembaga TOEFL yang sudah nasional, lembaga-lembaga kursus sehingga hasil sertifikat TOEFL nya itu nanti bisa dipakai ketika kita mendaftar beasiswa ke luar negeri dan lain sebagainya,
Buletin Kronika Edisi 34 5
KABAR KAMPUS
Tertahannya Nilai Puskom, Semua Hak Tutor Oleh: Bella, Yulinar
Sudah lebih dari satu tahun pelaksanaan praktikum komputer (Puskom) mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro angkatan 2018, tetapi sebagian nilai puskom belum juga keluar. Pe l a k s a n a a n p u s k o m terhitung sejak akhir Februari sampai akhir Mei 2020. Walaupun sudah terdapat pengumuman tentang lulus atau tidaknya, tetap saja banyak mahasiswa yang khawatir karena nilai secara nominal tidak ada. S a l a h s a t u mahasiswa yang khawatir adalah Muhamad Hafits Al Fariqi (PBA'18). Menurutnya nilai tersebut akan digunakan untuk salah satu syarat ujian tahap akhir, "Mengapa dari pihak penanggung jawab tidak ada kepastian, lulus atau tidaknya. Jika memang ada ujian puskom kembali setidaknya pihak penanggung jawab memberi kepastian untuk mahasiswanya agar mahasiswa tidak saling bertanya-tanya,” tegasnya. Ta k h a n y a i t u , selama Hafits mengikuti puskom banyak kendala yang ia alami, terutama 6 Buletin Kronika Edisi 34
pada pengetahuan tentang penggunaan ikon-ikon di toolbar, "Misalnya gambar-gambar kecil, terkadang kurang tahu apa kegunaannya karena tidak praktik secara langsung. Kalau praktik secara langsung mungkin lebih banyak pengetahuannya, jika hanya melalui materi saja, saya tidak mengerti kegunaannya," jelasnya. Senada dengan Hafits, Fitriyani (PBA'18) juga sudah mengecek nilai puskom di Sistem Informasi Akademik (Sismik), tetapi nilainya belum keluar. Ia pun menjadi takut karena sudah berusaha mengerjakan semaksimal mungkin, lalu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, "Semoga nilai puskom cepat keluar, dan semoga nilai puskomnya n a n t i t i d a k mengecewakan," harapnya. Fitriyani juga mengalami kendala dalam pelaksanaan puskom, y a n g s e b a g i a n dilaksanakan secara dalam jaringan (daring). Di antaranya masalah terkait jaringan dan kuota internet. Selain itu ia merasa kesulitan dengan
bahkan sampai pembukaan puskom kembali, tetapi tetap belum ada informasi terkait pengambilan sertifikat puskom," jelasnya. N a m u n , berbeda halnya dengan peserta puskom lainnya, Fitria mengaku Ilustrator: Januba R Salsabila b a h w a s e l a m a pelaksanaan puskom ia tidak mengalami kendala. Hal itu materi puskom, "Tidak dikarenakan pelaksanaan semua mengerti tentang p uskom di kelasnya komputer, apalagi seperti dilakukan secara tatap contoh soal puskom muka dengan dosen kemarin. Kalau tidak teliti pembimbingnya. dan memahami soal pasti Fitria berharap, kesusahan dalam semoga segera diberikan menjawab setiap soal yang informasi terkait kelulusan telah diberikan," keluhnya. puskom yang sedari tahun Sama halnya lalu belum kunjung keluar, dengan Hafits dan "Berikan juga informasi Fitriyani, Agung perihal sertifikat kelulusan Ikhwanudin (TBI'18) dalam bentuk fisik mengatakan bahwa nilai (langsung,. red). Takutnya puskomnya belum juga malah ada kesalahan yang keluar, "Perasaan saya di mana buat kami yang sedikit sakit, nilainya sudah lulus di tahun kemana, tapi ya ikutin alur. kemarin ikut terdampak Anggap saja sebagai m engingat semester pengalaman yang semakin naik dan terus berkesan. Kalau bisa nih berjalan," harapnya. nilai praktikum cepat Menanggapi keluar, kalau misal hal ini b e r b a gai keluhan terjadi lagi, dosennya bisa mahasiswa terkait teknis nego sama mahasiswanya, pelaksanaan dan nilai jadi ngak sulit-sulit amat puskom tersebut, Haris mencari kejelasannya," Setiaji, Kepala Unit terangnya. Pe l a k s a n a Te k n i s Selain itu, Fitria Teknologi Informasi dan Luthfin Nisa, Manajemen Pangkalan Data (TIPD) Haji dan Umrah (MHU'18) IAIN Metro, menjelaskan, juga menjelaskan bahwa terkait dengan nilai untuk nilai puskom dalam p uskom yang belum bentuk fisik belum keluar. keluar, itu seharusnya Ia pun merasa bimbang, ditanyakan terlebih tetapi di sisi lain ia yakin dahulu dengan dosen atau bahwa sudah pasti lulus, tutornya. "Kita lihat "Ada sedihnya juga karena terlebih dahulu, janganmungkin sudah terhitung jangan yang belum keluar lama dalam kelulusan i tu saat ini sedang puskom periode saya,
berjalan," tuturnya pada Kronika, Rabu (02-062021). H a r i s menambahkan, apabila terdapat nilai yang belum keluar, itu adalah hak mahasiswa untuk mencari kejelasan kepada tutor terait belum dikeluarkan nilainya, "Kalau ada nilai mahasiswa yang sudah mengikuti ujian namun nilai tetap kosong, itu merupakan hak dosen, apakah dosen itu mau memberikan nilai atau tidak," katanya. "Nah jika sudah seperti itu maka mahasiswa harus mengurusnya, bertanya kepada tutor, mengapa nilainya kosong. Apakah ada salah satu tugas yang kurang, itulah hak dosen. Tetapi, seharusnya hal itu dilampirkan, walaupun nilainya dapat 1 atau 2, lulus atau tidak, nilainya harus di upload. Kembali lagi, kalaupun ada yang tidak lulus ya ikut uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat," lanjutnya. Kemudian, untuk angkatan 2018 yang sudah mengikuti puskom, seritifikat sudah ada dan sudah di cetak. Namun, belum bisa dibagikan, dikarenakan kendala C o v i d - 1 9 d a n miskomunikasi, "Nanti saya akan koordinasikan atau mungkin akan segera dibagikan. Hanya saja secara bertahap maka mahasiswa cukup m e n u n g g u s a j a pengumumannya," terangnya.
KABAR KAMPUS
Fasilitas Belum Mumpuni, Warek II: Masih Dipikirkan Oleh : Martika, Rizki
Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
mengatakan, tidak ada
Metro terus mengupayakan pembangunan
perawatan khusus. Hal
gedung guna memenuhi fasilitas dalam
tersebut tergantung
pembelajaran. Hal ini dapat dibuktikan dengan
dengan masing-masing
dibangunnya gedung perpustakaan dan
fakultas. Jika terdapat
dekanat (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam)
fasilitas yang rusak maka
FEBI. Memiliki dua kampus yang berdiri di dua
dosen yang melaporkan
wilayah yang berbeda. Kampus 1 yang terletak
langsung dan meminta
di Jl. Ki Hajar Dewantara No. 15A, Iringmulyo,
surat kepada kepala
Kec. Metro Timur, Kota Metro dan kampus 2
subbagian (Kasubbag)
yang berada di Jl. Ki Hajar Dewantara, Banjar
dan untuk biaya
Rejo, Batanghari, Kabupaten Lampung Timur.
tergantung jenis
Namun, masih banyak pekerjaan kampus untuk
kerusakan.
Ilustrator: Rifa
"Anggaran yang dikeluarkan untuk
Mengenai fasiltas water closed (WC) di
perawatan gedung berasal dari APBN dan
IAIN Metro. Dri Susanto, mengungkapkan
Melalui Keputusan Rektor IAIN Metro,
untuk perawatan gedung tersebut tidak ada
bahwa hampir semua kampus menginginkan
Nomor 455 Tahun 2018 Tentang Nama Gedung
pekerja tetap. Jadi, jika ada yang rusak maka dari
tempat WC yang layak. Tidak hanya kampus 1
dan Ruangan pada IAIN Metro, dapat diketahui
pihak IAIN sendiri yang akan mencari
dan 2, tetapi itu harapan semua kampus di
nama serta fungsinya gedung tersebut. Sarto
pemborong untuk memperbaikinya," jelasnya
Indonesia. Alangkah lebih bagus, jika
Sutik, Hubungan Masyarakat (Humas) Kampus,
saat ditemui di ruangannya, Jumat (02-07-2021).
melaporkan terkait WC yang rusak agar lebih
tidak melupakan pentingnya penunjang fasilitas di tiap gedung.
detail, kerusakannya apa saja dan bagian mana
menerangkan, pemberian nama-nama gedung
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa
merupakan hasil kesepakatan bersama. Saat ini,
mahasiswa diperbolehkan melaporkan ke
gedung yang tertua di IAIN Metro adalah
fakultas jika ada fasilitas yang rusak. Untuk
“Jadi kita berkomitmen membuat IAIN
gedung pascasarjana yang terletak di kampus 1.
lebih tepatnya mahasiswa melaporkan ke
ini dari aspek sarana prasarana sebenarnya tidak
Berdiri tahun 1997 dengan luas 250 m², "Untuk
dekanat, “Kalau mahasiswa melaporkan ke
hanya layak, tetapi juga megah. Hal itu yang
anggaran gedung berasal dari Anggaran
fakultas itu tidak masalah karena informasi. Jika
saya pikirkan, supaya tercapai maka yang
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),"
belum diperbaiki berarti belum ada laporan.
diperlukan bermacam-macam. Tidak hanya
ujarnya saat ditemui di ruangan, Senin (31-05-
Untuk lebih tepatnya, kalau mahasiwa lapornya
masalah uang, tetapi sumber daya manusia
2021).
itu ke dekanat. Jadi, langsung ketemu kasubbag
(SDM), kecepatan, dan lainnya. Masih saya
kemudian ditulis kerusakannya apa saja, hal ini
pikirkan, bagaimana cara mengatasi keluhan-
tentu lebih optimal," terangnya.
keluhan tersebut," pungkasnya.
Terkait perawatan gedung, Dri Susanto, Wa k i l R e k t o r ( Wa r e k ) I I I A I N M e t r o ,
saja, tidak hanya bilang rusak.
Surat Pembaca Dari Kamu
Buletin Kronika Edisi 34 7
KABAR KAMPUS
Laksanakan Vaksinasi, Ketua Dema-I Harapkan Mahasiswa Mengisi Data Oleh : Irsyad, Syarif
Ilustrator: Firu Ikhsani
G
una meminimalisir t e r j a d i n y a penyebaran Covid19, pemerintah pusat dan daerah terus berupaya melakukan vaksinasi bagi warganya. Hal ini juga berlaku untuk Kota Metro dengan dengan sampainya vaksin di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro pada Selasa, (12-01-2021). Dilansir dari info.metrokota.go.id, Erla Andrianti selaku Kadis Kesehatan Kota Metro, menuturkan bahwa vaksin telah d i t e r i m a s e b a n ya k 2 . 2 8 6 d o s i s . Penggunaan vaksin tersebut menunggu instruksi dari Dinkes Provinsi Lampung. Ia juga menyampaikan, untuk lokasi vaksinasi akan dilaksanakan di 11 Puskesmas, 6 rumah sakit, dan 3 klinik yang ada di Kota Metro. Selanjutnya, dikutip dari laman m.antaranews.com, Kota Metro telah melaksanakan penyuntikan perdana vaksin Covid-19 di RSUD Jenderal Ahmad Yani pada Senin (2502-2021). Wali Kota Metro, Achmad Pairin, menjelaskan bahwa vaksinasi berfungsi untuk membentuk imun tubuh yang lebih kebal, terutama untuk tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan virus tersebut. Namun, Pairin juga menuturkan, meskipun sudah divaksin tidak menutup kemungkinan tetap dapat terpapar Covid-19. Ia mengimbau masyarakat yang sudah mendapatkan 8 Buletin Kronika Edisi 34
vaksin agar tetap menjaga protokol kesehatan. Seperti tetap memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, dan rutin olahraga. Selain itu, Pairin juga memastikan bahwa vaksin tersebut aman. Maka Ia meminta supaya masyarakat tidak berpikir yang negatif terhadap vaksinasi. Kemudian, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andrianti, menuturkan, penyuntikan perdana vaksin dilakukan kepada 24 orang yang terdiri dari 12 tenaga kesehatan, 4 dari organisasi profesi dan 8 dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Metro. Menurut penjelasannya, sebelum dilakukan vaksinasi para penerima vaksin baik Forkompimda maupun lainnya, harus melalui proses screening terlebih dahulu sebelum mendapatkan vaksin. Screening tersebut berita tes tensi, wawancara pengecekan kesehatan dan lainnya. Jika sudah melewati proses screening dan dinyatakan layak maka vaksin baru bisa diberikan. Setelah disuntik, harus menunggu 30 menit, jika tidak terjadi apa-apa baru diperbolehkan pulang. Setelah penyuntikan perdana tersebut, selanjutnya akan dilakukan distribusi vaksin ke-21 fasilitas kesehatan yang sudah disiapkan oleh Dinkes untuk melakukan vaksinasi secara serentak. Dr. Agung Budi Prasetyo selaku Ketua Ikatan Dokter Indonesia
(IDI) Kota Metro dan warga Kota Metro pertama yang divaksinasi, menerangkan, pemberian vaksin merupakan salah satu upaya untuk memerangi Covid19 di Kota Metro yang semakin banyak. Sebagai warga Kota Metro pertama yang di v a k s i n , i a menyatakan bahwa vaksin tersebut aman dan suci karena sudah direkomendasikan o l e h B a d a n Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, Agung j u g a menginstruksikan agar dokter mendapat vaksin karena bersentuhan secara langsung dengan pasien Covid-19. Menindaklanjuti berita sebelumnya, dikutip dari Lampost.co, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mulai m e l a k u k a n va k s i n a s i t a h a p I I . Vaksinasi tersebut ditujukan kepada guru, lansia, disabilitas, dan pelayan publik. Vaksinasi tahap II tersebut dilaksanakan di Aula Kelurahan Mulyojati dan Halaman Masjid Taqwa Kota Metro. Wahdi Sirajuddin, Pemkot Metro, menjelaskan bahwa, pelaksanaan vaksinasi berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 5--7 Juli 2021 dan dibagi menjadi dua gelombang. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir penumpukan massa. Peserta vaksin diinformasikan untuk datang sesuai jadwal yang ditetapkan. Masing-masing lokasi vaksinasi, dilakukan untuk 250 orang yang terdata dari tiga kelurahan. Lalu, dilansir dari jejamo.com, selain memberikan vaksinasi kepada tenaga medis, masyarakat umum, dan guru, vaksinasi juga diperuntukkan sejumlah wartawan di Kota Metro. Pemberian vaksin kali ini diadakan oleh TNI dan Polri Metro. Kegiatan tersebut untuk memperingati HUT Bhayangkara ke-75, Sabtu (26-06-21). Kapolres Metro AKBP, Retno Prihawati, menjelaskan, pemerintah pusat dan kapolri melakukan vaksinasi serempak di Indonesia. Menurutnya,
untuk wilayah Kota Metro terdapat tiga sasaran, yaitu masyarakat umum, tenaga pendidik maupun ASN, dan jurnalis atau wartawan. Vaksin yang digunakan adalah vaksin jenis Sinovac. Lalu, terkait vaksinasi mahasiswa nasional, akan diadakan atas intruksi dari koordinator pusat, masing-masing dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan bekerja sama dengan Mabes Polri dan Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pusdokkes Polri). Kegiatan tersebut minimal harus ada 1000 data mahasiswa agar kegiatan vaksinasi mahasiswa di Lampung terlaksana. Namun, terkait pelaksanaannya belum dirapatkan kembali. Data terakhir pada 26 Juli 2021 sudah 175 data yang terdaftar. Didi Pranata, Ketua Dema-I IAIN Metro, mengatakan, gerakan vaksin ini sangat baik dan suatu kegiatan yang positif karena sebagai upaya agar vaksinasi ini merata ke seluruh mahasiswa di pelosok daerah, “Ketika sudah melebihi 40% dari 1000 yang mengisi domisili Metro ataupun di IAIN Metro maka kita bisa melaksanakannya di kampus Kita," katanya saat ditemui Kronika, Senin (26-07-2021). Melihat jumlah Mahasiswa IAIN Metro sekitar 8000 Mahasiswa, Didi Pranata berharap semua Mahasiswa IAIN Metro tersebut mengisi. Supaya nanti bisa terpenuhi kuota minimal 1000 dan bisa dilaksanakan di IAIN Metro. Supaya tidak menimbulkan kerumunan jika dilaksanakan satu tempat, dan menjadi titik yang ideal bagi mahasiswa di Metro dan sekitarnya. Dri Santoso, selaku Wakil Rektor (Warek) II, menyambut baik kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dema-I, “Bahkan kalau bisa, selain Sema dan Dema, UKM/UKK juga mencari akses (vaksinasi),” ungkapnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (2708-2021). “Lembaga sudah menghubungi satgas Covid-19 Kota Metro, serta Walikota sudah menanyakan tentang vaksinasi di kampus. Namun, jawabannya stok vaksin yang Pemerintah Daerah (Pemda) miliki terbatas, belum sampai bisa digunakan untuk kampus. Jadi persoalannya ialah ketersediaan vaksin itu. Agar lembaga diberi kewenangan untuk menyelenggarakan vaksin. Maka pelaksanaan vaksin di kampus IAIN Metro dan yang divaksin adalah orang-orang kampus, walaupun pelaksana dari kementerian kesehatan," tegasnya.
KABAR KAMPUS
Pandemi, FTIK Laksanakan PLP-DR dengan Dua Tahap Selama 30 Hari Oleh: Novia
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, melaksanakan pembekalan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) atau Praktik Pengalaman Lapangan (PPL-2) via Zoom Meeting, Jumat (30-07-2021). Turut hadir Dekan FTIK, Zuhairi, Wakil Dekan (Wadek) I FTIK, Yudiyanto, Wadek III FTIK, Kuryani, Wadek II Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Umi Yawisah, para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta kurang lebih 600 peserta PLP. Dalam pembekalan tersebut terdapat dua materi yang dibawakan oleh dosen IAIN Metro, yaitu Yudiyanto dengan materi teknis PLP dan Toto Andri Puspito, dengan materi penggunaan aplikasi Simpel-Pro (Sistem Informasi Pengenalan Lapangan Persekolahan) yang akan digunakan mahasiswa selama pelaksanaan PPL. Zuhairi, dalam sambutannya menjelaskan, mahasiswa FTIK nanti akan melaksanakan PLP selama 30 hari. Terhitung dari 2 Agustus–30 Agustus, “Jadi mahasiswa nanti tahap pertama ada PLP I selama kurang lebih sepuluh hari, anda semua mencari sekolah terdekat sesuai dengan prodinya,” ujarnya. Terkait pembagian kelompok PLP yang belum dibagikan, Zuhairi mengungkapkan, agar mahasiswa dapat bersabar. Saat ini panitia PLP baru menginput nama DPL, dan akan segera
menginput nama mahasiswa, “Jadi belum dibagi m a h a s i s wa - m a h a s i s wa s i a p a s a j a ya n g dibimbing. Sambil berjalan, Simpel-Pronya kita proses, panitia FTIK akan menginput namanama mahasiswa,” terangnya. Zuhairi pun meminta kepada mahasiswa untuk mempelajari pedoman PLP-1 dan PLP-2, “Untuk mahasiswa sekarang ini ada PLP-1 dan PLP-2, untuk sementara itu kita gabung dulu pelaksanaannya. Tolong nanti pelajari karena agak berbeda dengan PPL,” tambahnya. Yudiyanto, dalam materinya menjelaskan, PLP adalah suatu tahapan dalam proses penyiapan guru profesional pada jenjang program sarjana pendidikan. Isinya berupa penugasan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan hasil belajar melalui pengamatan proses pembelajaran sekolah atau lembaga pendidikan. “ Pe l a k s a n a a n P L P - 1 m a h a s i s wa melakukan observasi dan mempelajari struktur organisasi sekolah, peraturan tata tertib sekolah, dan tentunya mahasiswa membuat laporan dan di-upload di Simpel-Pro,” pungkasnya. Yudiyanto menambahkan, pada PLP-2 mahasiswa melaksanakan kegiatan seperti menelaah kurikulum dan perangkat pembelajaran, mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat dua video pembelajaran dengan durasi 30–90 menit, dan. membuat laporan untuk di-upload di
Simpel-Pro. “Walaupun PPL DR (Dari Rumah,. red), mahasiswa juga tetap sungguh-sungguh karena ilmu itu karakternya siapa yang bersungguhsungguh ia dapat, tapi kalau main-main ilmu itu asal-asalan, ya kita dapatnya asal-asalan,” terangnya. A i s F i r a d i l a h , Pe n d i d i k a n G u r u Madrasah Ibtidaiyah (PGMI'18), mengatakan, pembekalan hari ini terkesan terburu-buru. Hal ini dapat dilihat saat penyampaian tentang aplikasi Simpel-Pro. Ia pun masih bingung mengenai PPL-1 dan PPL-2, kejelasan pembagian DPL, dan masalah surat perizinan. “Masa iya kita PPL ke sekolah gak bawa surat, pasti bakal jadi pertanyaan pihak sekolah dong. Ini mahasiswa dari mana sih kok tiba-tiba dateng asal nyelonong aja gak permisi dulu kita ini kan mau PPL mau belajar gitu loh, bukan mau berwisata,” tegasnya. Ais pun berharap, mahasiswa PLP dapat diberikan surat izin. Hal ini dimaksudkan agar pihak sekolah yang menjadi tempat PPL mahasiswa tidak merasa kebingungan saat mahasiswa meminta data-data sekolah. Selain itu, adanya surat izin lebih memperlihatkan kegiatan dilaksanakan secara legal dan menjaga citra baik kampus.
Tembus 1000 Mahasiswa, Berimbas Terlambatnya Pembagian Jaket KPM-DR Oleh: Antika/Rizki Sudah hampir tiga pekan sejak berlangsungnya Kuliah Pengabdian Masyarakat Dari Rumah (KPM-DR), jaket yang menjadi atribut sekaligus identitas mahasiswa KPM-DR belum juga dibagikan ke seluruh peserta. Hingga pada Senin 02 Agustus 2021, pembagian jaket baru terealisasi untuk 10 kelompok mahasiswa KPM-DR. Ri i Yudi Wantoro, Strata Satu Perbankan Syariah (S1PBS'18), mengungkapkan bahwa jaket KPM dapat dikatakan penting sebagai identitas peserta KPM-DR. Meskipun saat ini ia dapat menggunakan almamater sebagai identitas peserta KPM. “Menurut saya, masih fiftyfifty alias masih seimbang, karena jaket itu menambah identitas bahwa kita KPM dari IAIN Metro, dan kalau jaket masih belum ada, kita saat ini menggunakan almamater untuk indentitas KPM,” katanya Ri i tidak terlalu mempermasalahkan atas keterlambatan pembagian jaket KPM-DR. Menurutnya
keterlambatan pembuatan jaket juga dikarenakan terdapat beberapa mahasiswa yang belum membayar. Meski begitu, ia berharap agar dalam waktu dekat ini jaket sudah bisa dibagikan kepada mahasiswa yang sedang melaksanakan KPM-DR Periode 2. Senada dengan Ri i, Diyan Triyanto, Tadris Bahasa Inggris (TBI'18), mengatakan bahwa jaket sangat diperlukan sebagai identitas mahasiswa ketika terjun di masyarakat, meskipun pelaksanaan KPM dilaksanakan secara daring. Namun, Diyan merasa senang karena di hari Senin (02-082021) panitia mengabarkan jaket sudah dapat dibagikan, “Alhamdulillah saya sendiri salah satu koordinator kelompok yang merasa senang mendapat info tersebut. Jadi dengan jaket ini mahasiswa sendiri ketika terjun di masyarakat bukan hanya menunjukan eksistensi saja tetapi juga agar masyarakat tau bahwasannya itu mahasiswa yang benar-benar sedang melaksanakan KPM,” ucapnya. Menanggapi hal tersebut,
Sainul, Ketua Pelaksana KPM-DR mengatakan, membludaknya peserta KPM-DR menjadi salah satu penyebab terlambatnya pihak konveksi menyelesaikan pesanan. Untuk saat ini, jaket yang baru tersedia baru berukuran L. “Kebutuhan kita banyak, selama ini kan paling banyak 400, tapi ini (KPM-DR,. red) kita sampai 1000,” terangnya saat ditemui di ruangan, Selasa (03-08-2021). Mengenai penting atau tidaknya jaket KPM, menurutnya itu merupakan bukan suatu kewajiban. Hal ini dapat dipertegas dengan beberapa mahasiswa yang tidak membeli jaket. Pengadaan jaket sendiri merupakan usul dari mahasiswa bukan lembaga. Untuk sistem pembagian jaket, koordinator kelompok KPMDR perlu datang ke sekretariat LPPM sebagai perwakilan pembagian jaket, dan itu dibagi tiap sepuluh DPL, “Kalau b a r a n g n ya d a t a n g l a n g s u n g dibagi, makin cepet koor bergerak, maka makin cepat mereka dapetnya,” ujarnya. B a g i m a h a s i s wa ya n g
berada di luar daerah Lampung, dapat melakukan koordinasi langsung dengan koordinator kelompok masing-masing untuk mekanisme pembagian jaketnya. Selain itu, Sainul menyampaikan adanya bantuan kuota internet bagi peserta KPMDR. Menurutnya pelaksanaan KPM yang berbasis IT, terdapat kebijakan lembaga untuk menunjang keberlangsungan KPM-DR dengan memberikan bantuan kuota yang berasal dari anggaran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), “Karena itu (kuota,. red) hak mereka, dan pertimbangan ini sudah dianggarkan,” jelasnya. Saat ini bantuan kuota sudah mulai didistribusikan oleh operator KPM-DR. Apabila ada mahasiswa yang belum mendapatkan bantuan kuota diharapkan untuk menunggu. Namun, Ia belum bisa memastikan berapa besaran kuota yang akan didapatkan oleh mahasiswa.
Buletin Kronika Edisi 34 9
KAMPUS KITA UKK MENWA Oleh: Dita Ajeng
Menwa adalah salah satu Unit Kegiatan Khusus (UKK) di IAIN Metro yang sudah berdiri selama 42 tahun. Menwa merupakan akronim dari Resimen Mahasiswa yang b e r t u j u a n u n t u k mempersiapkan mahasiswa yang memiliki pengetahuan, sikap disiplin, fisik, mental, serta berwawasan kebangsaan agar mampu melaksanakan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi dan menanamkan dasar-dasar kepemimpinan dengan tetap mengacu pada tujuan pendidikan nasional. “Widy Castrena Dharma Siddha” yang artinya penyempurnaan pengabdian dengan ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan merupakan semboyan dari Menwa. Solehan merupakan sosok berpengaruh berdirinya UKK Menwa dengan nama Batalyon 205 Gagak Wulung Metro pada 28 Oktober 1977 lalu. Batalion ini mencakup seluruh perguruan tinggi di Kota Metro. Memiliki cabang atau kompi di Insitut Agama
Islam (IAI) Agus Salim, Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI, srta Dharma Wacana. Pelatihan yang dilakukan di UKK Menwa langsung dinaungi oleh TNI dan Polri yang diatur dalam Surat Keputusan (SK) Menteri t e n t a n g Pe m b i n a a n d a n Pemberdayaan Resimen Mahasiswa dalam Bela N e g a r a . Ta k h e r a n , b i l a kegiatan harian anggota Menwa berkaitan dengan kekuatan fisik, latihan Kebugaran (Latgar), Lempar Pisau, Bela Diri Militer (BDM), dan Repling. Divisi yang terdapat dalam UKK Menwa adalah Komandan, Wakil Komandan, Staf Ahli, Komandan Kompi Markas, Komandan Provos, Kepala Kesekretariatan, Kepala Seksi (Kasi)1 Pe n g a m a n d a n I n t e l e j e n . Selanjutnya ada Kasi 2 Operasional, Kasi 3 Personalia, Kasi 4 Logistik, Kasi 5
Te r i t o r i a l , K e p a l a S t a f Keputrian, dan Kepala Staf Penerangan. Bagi mahasiswa baru yang ingin menjadi anggota Menwa, kalian harus menempuh beberapa tahapan, yaitu tes samapta, tes ilmu pengetahuan, dan mengikuti Pra Pendidikan Dasar Militer (Pradiksarmil). Tahap pertama, yaitu program kerja pelatihan berjenjang yang terdiri dari Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa (Diksar Menwa), K u r s u s K a d e r Pe l a k s a n a (Suskalak), dan kursus kader pemimpin. Tahap kedua, p e n d i d i k a n k h u s u s ya n g terdiri dari Kursus Dimas Staf (KDS), Kursus Pembinaan Mental (Susbintal), Kursus Pelatih Nasional (Susplatnas), Kursus Intelejen dan Pengamanan (Susintelpam), serta Kursus Administrasi Umum (Susminu). Tahap ketiga, pendidikan dan latihan kecabangan khusus yang terdiri dari pendidikan p r o v o s , L a t i h a n Kepemimpinan Putri
Oleh: Ulva Fauziyah
10 Buletin Kronika Edisi 34
(PIONIR) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Sumatra, dan juara I lempar pisau putri pada PIONIR PTKIN se-Indonesia. Lutfi Baihaki selaku Ketua Umum Menwa, mengaku alami kesulitan pada masa pandemi seperti ini karena kurangnya koordinasi antar staf beserta anggota. Banyak anggota yang tidak menetap di Metro sehingga dalam melaksanakan kegiatan menjadi kurang personil. “Semoga di tahun ini UKK Menwa bisa melaksanakan tugas sesuai dengan tujuan Menwa. Kegiatan bisa normal seperti tahun-tahun sebelumnya, melihat kegiatan UKK Menwa kebanyakan outdoor dan menaungi beberapa kompi, seperti Universitas Muhammadiyah, STKIP PGRI, Dharma Wacana, dan IAI Agus Salim,” harapnya.
UKM IMPOR
UKK KSR PMI Bergerak di bidang kesehatan, penanggulangan bencana, dan bakti sosial adalah ciri dari Unit Kegiatan Khusus (UKK) Korps Suka Rela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) IAIN Metro. Berdirinya UKK ini bermula dari keresahan melihat IAIN Metro belum memiliki wadah bagi mahasiswa yang membidangi dalam sosial kepalangmerahan. Tak hanya itu, keadaan wilayah Kota Metro juga memerlukan bantuan terkait stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Hingga pada pada 17 November 2011, berkat pemikiran Hasanudin Muhammad, Deni Irawan, Idris Saputra, Dodi Irawan, Sabarudin, Arif Budi Siswanto, Dedi A r ya d i , d a n D i a n S a p u t r a i n i terbentuklah UKK KSR PMI IAIN Metro. Jerih payah mereka akhirnya membuahkan hasil, 20 Oktober 2012 lalu KSR PMI resmi mendapat Surat Keputusan (SK) dari kampus. Inilah yang kemudian menjadikan KSR PMI sebagai UKK termuda di IAIN Metro. UKK KSR pernah tercatat menjadi pemasok darah terbanyak di PMI kota Metro tahun 2018--2019, ini menjadi prestasi tersendiri bagi KSR PMI. Selain bergerak di bidang kesehatan, UKK KSR juga aktif dalam penggalangan dana untuk keluarga yang tidak mampu. Sebelum adanya Covid-19, penggalangan dana dilakukan secara langsung. Namun, adanya Covid-19 penggalangan dana
(Latpintri), dan Pendidikan Polisi Menwa (Latpolmen). Ta h a p k e e m p a t , l a t i h a n spesifik kemampuan yang terdiri dari menembak, bela diri militer, memanah, repling, dan lempar pisau. Tu j u a n a d a n ya pelatihan tersebut adalah sebagai wadah penyaluran potensi mahasiswa dalam rangka mewujudkan hak dan kewajiban warga negara, dalam bela negara dan mempersiapkan potensi mahasiswa sebagai bagian dari potensi rakyat dalam Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishanrata). Tak hanya ditempa latihan, UKK Menwa juga bersinar dalam beberapa cabang kejuaran. Di antaranya Juara III napak tilas, juara I lempar pisau cabang full spin amatir putra tingkat Provinsi Lampung, juara II lempar pisau cabang full spin amatir putri tingkat Provinsi Lampung, juara I lempar pisau putra dan putri pada Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset
Oleh: Lutfi
dilakukan melalui pamflet-pamflet yang disebarkan secara daring. Tak melulu bergerak dalam bidang kesehatan, KSR juga melakukan peningkatan skill atau kemampuan anggota melalui diskusi, pelatihan tentang kepalangmerahan guna siap diterjunkan ketika dalam kondisi bencana. UKK KSR memiliki banyak divisi yang bergerak di bidang sosial, di antaranya Pembinaan Anggota, Sumber Daya Manusia, Lembaga Kesehatan Lingkungan Kampus, Donor Darah, Kewirausahaan, Inventaris, dan Kominfo. Bagi mahasiswa yang ingin menjadi anggota UKK KSR, ketentuannya adalah harus memiliki surat keterangan sehat. Adapun tahap-tahap untuk menjadi bagian K S R P M I , ya k n i m e n ye r a h k a n formulir pendaftaran, mengikuti alur masa magang selama tiga bulan, mengikuti pelatihan dasar (diksar) yang biasanya dilakukan dalam ruangan, dan tahap terakhir yaitu terjun langsung ke lapangan atau pendidikan lapangan. Fachri Aditya, Ketua Umum UKK KSR, berharap wadah pengembangan mahasiswa yang dipimpinnya dapat terus meningkatkan kualitas tugas pokok yang ada, "Semoga ke depan bisa lebih baik lagi, dan sesuai dengan tugas pokok yang sebagaimana mestinya," ujarnya.
Berolahraga sudah menjadi agenda wajib setiap harinya. Itulah ciri dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) I k a t a n M a h a s i s wa Pe c i n t a O l a h r a g a a t a u ya n g b i a s a dikenal Impor. UKM yang resmi didirikan oleh Herwanto pada 30 November 2004 ini memiliki tujuan untuk membentuk mahasiswa dan mahasiswi agar semangat berolahraga, dengan didasari nilai-nilai sportifitas, profesional, dan bertanggung jawab demi kemajuan IAIN Metro. UKM ini memiliki berbagi kegiatan untuk meningkatkan keahlian di bidang olahraga. Di sini terdapat beberapa divisi olahraga yang dapat menjadi pilihan, mulai dari sepak bola, futsal, voli, pencak silat, bulu tangkis, catur, atau pun tenis meja. Bagi mahasiswa baru yang menyukai dunia olahraga, UKM Impor merupakan wadah yang tepat untuk bergabung. Namun perlu diketahui, teradapat berbagai fase yang harus dilalui sebelum menjadi anggota. Mulai dari Orientasi Calon Atlet Impor (Oscar) yang dilaksanakan selama tiga hari dan Pelatihan dan Pembinaan Olahraga Mahasiswa selama satu hari, setelah itu baru resmi
dikatakan sebagai anggota. Impor tidak hanya aktif melakukan pelatihan untuk para anggotanya, tetapi juga aktif mengikuti berbagai pertandingan dibidang olahraga. Mulai perlombaan lokal hingga tingkat nasional, UKM Impor berhasil mengharumkan nama IAIN Metro. Sejak berdiri hingga saat ini, UKM Impor berhasil menyabet juara perlombaan, di antaranya Juara I Voli Putri di Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat se-Sumatra di Palembang tahun 2018. Impor juga meraih Juara I Ganda Putri Tenis Meja dalam Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-IX di UIN Malang tahun 2019. Tak hanya itu, barubaru ini Impor kembali mendapatkan predikat Juara 1 Voli Putra dan Juara 2 Voli Putri IAIN Cup 2020. Dalam hal ini, Dwi Prayogo selaku Ketua Umum berharap, UKM Impor bisa semakin baik dan berprestasi untuk ke depannya, “Untuk anggota UKM Impor semangat dalam berproses, totalitas, dan loyalitas ketika berproses, karena di balik itu semua pasti ada hasil yang menunggu,” ucapnya.
KAMPUS KITA
UKM IMPAS Oleh : Desty I k a t a n M a h a s i s wa Pe n c i n t a S e n i ( I m p a s ) merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di IAIN Metro. Tempat bagi mahasiswa yang menyukai dunia seni. Resmi berdiri pada 9 September 1999 dengan nama Ikatan Mahasiswa Pencita Seni (Impas). Sebelumnya UKM Impas bernama Mahasiswa Pencinta Musik (Matamoe). Didirikan oleh tujuh orang dan salah satunya dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), J. Sutarjo. Namun, nama tersebut diubah menjadi Ikatan Mahasiswa Pencinta Musik (IMPM). Perubahan nama dilandasi dengan pertimbangan sebutan UKM yang dinilai tidak baik sebagai nama salah satu organisasi internal kampus perguruan tinggi keagamaan. Semakin bertambahnya usia membuat UKM ini menjadi semakin berkembang. Tak hanya divisi musik, terdapat divisi-divisi lain sehingga terdapat peralihan nama menjadi Ikatan Mahasiswa Pencinta Seni (Impas). Saat ini terdapat UKM Impas memiliki empat divisi, di antaranya
divisi musik, dapat menciptakan karya sebuah lagu, mengikuti kegiatan paduan suara acara wisuda maupun acara lain yang ada di kampus, serta mengikuti perlombaan tingkat regional dan nasional. Tak hanya dunia musik, bagi kamu penyuka teataer monolog maupun grup, mengikuti kegiatan temu teman, dan backpacker kamu dapat menjadikan divisi teater dan sastra. Selain itu, kamu dapat mempelajari bagaimana melukis dan mengadakan kegiatan pameran lukisan dengan bergabung di divisi rupa. Terakhir, divisi tari yang akan membantu kamu untuk belajar tentang tarian. Dalam setiap divisi, anggota akan dibekali latihan dalam setiap minggunya. Pada tahun 2021 ini anggota UKM Impas berjumlah 96 orang. Sumber daya manusia (SDM) UKM Impas tak diragukan untuk meraih prestasi. Mulai dari Juara 10 Lomba Puisi di Universitas Muhammadiyah 2018, 10 besar Solo Song di IAIN Palopo, pernah ikut berpartisipasi di acara teater backpacker se-Lampung, dan pernah menjadi support di
tobong art space yang ada di Pasar Yosomulyo Pelangi. Bagi mahasiswa baru yang ingin menjadi anggota UKM Impas, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pendaftaran, lalu mengikuti Pra Orientasi Anggota Baru (Ortab). Setelah Ortab, mahasiswa baru akan masuk proses kaderisasi. Selanjutnya mengikuti Pelatihan Kesenian Dasar (PKD). Tak sampai di situ, mahasiswa yang telah mendaftar wajib mengikuti Semarak Anggota Baru (Serbu), kemudian melakukan pengabdian sebagai anggota Impas. Usai mengikuti serangkaian kegiatan tersebut, dapat dikatakan sebagai anggota resmi. Sandi selaku Ketua Umum Impas berharap, “Semoga UKM Impas bisa lebih baik lagi dan bisa dapat banyak mentor, dapat bisa melakukan pementasan yang lebih keren yang bisa membawa UKM Impas lebih kenal banyak orang.”
UKM LKK Oleh: Desty Bernuansa islami sudah sangat melekat di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di IAIN Metro. Ialah Lembaga Keagamaan Kampus (LKK) yang dibentuk pada 23 Mei 2018. Sebelumnya UKM LKK bernama Lembaga Dakwah Kampus (LDK) AlIshlah yang resmi dibentuk 1 April 1999. Pergantian nama UKM LKK terjadi setelah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Jurai Siwo alih status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro. Melalui musyawarah besar pada 2018, terdapat usulan perubahan nama. Usulan tersebut akhirnya dimusyawarahkan oleh tim transisi dengan Wakil Rektor (Warek) III, Ida Umami, hingga tercetuslah nama LKK. Bertujuan memberikan ruang bagi mahasiswa yang ingin mendalami Islam dengan cara menyesuaikan perkembangan zaman, misalnya dengan cara mengaji online, dan men-share video konten-konten kebaikan. Selain itu, UKM LKK
memfasilitasi latihan hadro, kelas desain grafis, video editing, yang biasanya dilakukan tiap pekan. Progres ke depan UKM LKK ingin mengadakan kegiatan kelas menulis, kelas qiro, dan kelas mengaji Tahsin Tahfiz. Selama Ramadan, UKM LKK kerap mengadakan kegiatan kampus mengaji. Pada perayaan Hari Santri Nasional UKM ini mengadakan kegiatan Character Buildings Kampus Berselawat (CBKB). Untuk menjadi anggota LKK, persyaratan yang harus dilaksanakan adalah dengan mengikuti diklat selama dua hari. Namun, terdapat perbedaan selama pandemi, diklat hanya dilaksanakan selama satu hari. Memiliki empat divisi, yaitu bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), bidang spiritual, bidang sosial emosional , dan bidang intelektual. Setumpuk prestasi berhasil anggota UKM LKK capai, di antaranya Juara II Festival Gebyar
Selawat di Pondok Pesantren An-Nur Purwodadi, Trimurjo, Lampung Tengah tahun 2019 M/ 1440 H, Juara III Tahfiz Festival Olimpiade Muharam 1442 H Dema Institut IAIN Metro tahun 2020, Juara II Short Movie Raden Intan Shariah Economic (Risef) Event Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) UIN Raden Intan Lampung, serta Juara I lomba Desain Grafis sePTKIN di Ponorogo tahun 2021. Willy Ahmad Rifai, Ketua UKM LKK mengatakan melalui UKM LKK dapat menjadi wadah bagi mahasiswa yang memiliki semangat untuk menyebarkan kebaikan, "LKK bisa menjadi tempat atau wadah perjuangan untuk melahirkan anggota yang memiliki loyalitas terhadap Islam, anti terhadap keburukan, kokoh spiritualitas, berakhlakul karimah, mantap dalam intelektualitas dan sosial," jelasnya.
pemberitaan Kronika bisa diakses dalam bentuk digital dengan nama web kronikastain.com yang saat ini berubah menjadi kronika.id. Selain web, Kronika juga sudah memiliki akun media sosial seperti Fanpage Facebook dengan nama LPM Kronika Metro Lampung, akun Instagam dengan nama lpm_kronika, dan juga channel YouTube yang bernama KRONIKA TV. Media cetak Kronika sendiri sudah mendapat Izin Internasional Standar Serial (Insan) dari Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta sejak 2007 dan untuk jurnal telah mendapat ISSN pada 2015 lalu. Adanya nomor ISSN ini, terbitan buletin, majalah, ataupun jurnal tidak lagi meragukan bagi pembaca. Selain itu, sejumlah prestasi berhasil di capai oleh UKM Kronika, di antaranya, The Best of Sumatera Magazine ISPRIMA (Indonesia Student Print Media Award) dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat, pada 2014, menduduki posisi 33 dalam 40 besar situs Pers mahasiswa seIndonesia pada 2017, masuk 10 besar dalam Kompetisi Majalah Mahasiswa PTKI se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) di Serpong-Tangerang Selatan pada 2017. Kemudian, meraih kembali The Best of Sumatera Magazine ISPRIMA pada 2019, lalu yang terbaru mendapat penghargaan tulisan terbaik pada ajang APML (Aliansi Pers Mahasiswa Lampung) award pada 2020. Kronika juga aktif di kegiatan non penerbitan yakni Orientasi Calon Magang (OCM) yang diadakan setiap semester ganjil dan genap, sebelum mahasiswa mengikuti OCM harus melalui tes wawancara dan
mereka yang lulus akan melewati masa magang selama enam bulan untuk membuktikan kinerja serta loyalitasnya terhadap Kronika, dilanjutkan dengan Orientasi Calon Anggota (OCA) yakni diangkatnya magang menjadi kru tetap Kronika. Selain itu, UKPM Kronika memiliki agenda rutinan yang diselenggarakan tiap satu tahun sekali, yaitu Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Daerah (PJMTD), yang mana diikuti setiap pers mahasiswa seLampung yang biasanya dirangkai dengan kegiatan Seminar dan dibuka untuk umum. Ada juga Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN), yang s e t i a p t a h u n n ya K r o n i k a t a k p e r n a h a b s e n mendelegasikan kru-kru terbaiknya untuk mengikuti kegiatan ini bersama pers mahasiswa se-Indonesia, di mana kegiata ini merupakan bagian non penerbitan. Sebuah wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat atau ingin belajar dalam dunia pers ini memiliki divisi Redaksi yang menangani penerbitan Kronika dan beranggotakan bidang Fotografi, Desain Grafis, pengelolaan portal berita daring, dan sejenisnya. Ada juga divisi Usaha yang menangani keuangan Kronika, divisi Penelitian dan Pengembangan yang menangani Sumber Daya Manusia (SDM) di Kronika, dan divisi Sekretariat yang menangani surat menyurat dan inventaris Kronika. Muhammad Arif Marzuki, Pemimpin Umum Kronika 2021, berharap, "Semoga Kronika bisa lebih baik dan beritanya lebih bagus lagi untuk ke depannya dan untuk para kru supaya lebih kritis akan lingkungan sekitar," harapnya.
UKM Kronika Oleh : Ulva Fauziyah Identik dengan kegiatannya yang ada di lapangan, mencari berita, mewawancarai narasumber, menulis berita, serta memiliki seragam berwarna biru dongker dan hitam adalah ciri dari Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Kronika. Kronika merupakan akronim dari Kreasi, Inovasi, Interaksi, dan Komunikasi Mahasiswa, menjadi satu-satunya UKM Pers yang ada di Kota Metro. Satu tahun setelah pecahnya arus reformasi, muncul gagasan dari Sartono CS untuk membentuk sebuah wadah sebagai penyalur aspirasi lidah mahasiswa. Gayung bersambut, gagasan tersebut disambut baik oleh Prof. Bahri Ghozali, Ketua STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) saat itu. Berawal dari lomba karya ilmiah yang dilaksanakan di tingkat kampus, para pemenang ditunjuk untuk mengurusi lembaga penerbitan yang akan dibentuk tersebut. Pemenangnya ialah Sartono, Dian Seirama, Rahmatul Ummah, dan kedua rekannya. Lalu, tepat pada 20 Juni 1999, Kronika resmi dibentuk atas usulan Dian Seirama. Dalam menyajikan berita, Kronika menyajikan dalam bentuk cetak maupun non-cetak. Tak hanya itu, Kronika bisa menjadi wadah berkreasi mahasiswa seperti membuat puisi, cerpen, fotografi, hingga berwirausaha dengan berjualan beberapa produk yang dihasilkan oleh UKPM Kronika. Menjunjung Tinggi Kebenaran menjadi jargon Kronika dan selalu menjaga keaktualan informasi, terus berusaha memaksimalkan unggahan informasi terbaru seputar kampus dan Kota Metro. Majalah dan buletin menjadi produk yang selalu diterbitkan setiap tahunnya. Mulai 2014,
Buletin Kronika Edisi 34 11
KAMPUS KITA
UKK Pramuka Oleh: Mia Jumiati Memiliki baju kebesaran berwarna cokelat serta akrab dengan pendidikan luar lingkungan merupakan ciri dari Unit Kegiatan Khusus (UKK) Pramuka. Mengadopsi gaya belajar dalam bentuk kegiatan yang menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak. UKK Pramuka telah ada sejak Fakultas Tarbiyah merupakan cabang dari IAIN Raden Intan Lampung pada 1983, saat ini UIN Raden Intan Lampung. Namun, pada tahun 1997 Fakultas Tarbiyah tersebut berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jurai Siwo Metro. Adanya perubahan menyebabkan nama Gugus Depan juga berganti. Saat itu gugus depan untuk putra bernama Fatahilah dan untuk gugus depan putri bernama Cut Mutia, tetapi terjadi perubahan menjadi Cut Nyak Din. Hal ini dikarena
kesamaan nama dengan Universitas Muhammadiyah, maka pada 16 Oktober 1997 diganti menjadi Racana Raden Intan II untuk putra dan Racana Kandang Rarang untuk putri. Hingga pada tahun 2017, STAIN beralih status menjadi IAIN yang otomatis juga membuat Gugus Depan UKK Pramuka ini juga ikut berubah menjadi IAIN Metro. Tujuan berdirinya UKK Pramuka untuk menggali potensi anggota karena setiap manusia adalah aset bangsa. Pramuka hadir untuk membentuk karakter anggota supaya nantinya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka Tribin, Gerakan Pramuka Bina Diri, Bina Satwa, dan Bina Masyarakat. Sehingga Pramuka terutama di Racana setelah anggota Pramuka selesai dikader dan dididik dapat bermanfaat ataupun beradaptasi dengan masyarakat, "Maka ketika ada masalah yang ada di masyarakat, kita hadir sebagai solusi sekaligus menjadi bagian adanya perubahan," kata Budi Haryanto, Ketua Umum Pramuka
2021. Terdapat beberapa tahapan penting yang harus dilaksanakan bagi calon anggota Pramuka sebelum menjadi anggota bakti UKK Pramuka. Tahapan pertama dengan mengikuti forum silaturahmi (Forsil). Setelah Forsil biasanya dilaksanakan kegiatan rutinan mingguan yang wajib dihadiri oleh calon anggota. Kemudian, di pertengahan semester ada kegiatan penguatan yang b e r t u j u a n u n t u k m e ya k i n k a n bahwasannya calon anggota ini memang benar-benar berminat mengikuti Pramuka. Setelah penguatan, selang tiga bulan kemudian diadakan Pelantikan. Pelantikan tersebut dilaksanakan dalam 2--3 hari, baru akan disahkan menjadi anggota tetap Pramuka. UKK Pramuka kerap kali ikut serta berbagai kegiatan tingkat pandega se-Indonesia. Seperti, mengadakan PGM (Perkemahan Gema Muharam) se-Sumbagsel. Kegiatan Perkemahan Bratasela seLampung, karya Galang se-
Lampung, dan KMD (Kursus Mahir Dasar). Selain itu, UKK Pramuka kerap mengirim delegasinya untuk mengikuti kegiatan tingkat nasional, seperti Perkemahan Songsong Ramadan (PSR) 2019, delegasi peserta Protokol di Wukuf UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2019, delegasi Perkemahan Wi r a k a r ya Pe r g u r u a n T i n g g i Keagamaan Tinggi Negeri (PTKIN) se-Indonesia di Riau pada 2018, d e l e g a s i Pe s e r t a Pe r k e m a h a n Kartika se-Indonesia 2019, dan Perkemahan Jawara di Jakarta. Ta k h a n y a i t u , U K K Pramuka berhasil mendapatkan prestasi baik tigkat regional m a u p u n n a s i o n a l . Pa d a 2 0 1 7 mendapatkan juara II karya tulis tunggal Pandega, 2019 memperoleh gelar delegasi teraktif pada karya bakti Pramuka se-Indonesia di Palembang, dan juara II Debate Competition se-Lampung Anesti 3.0, Universitas Bandar Lampung 2020.
UKM Mapala Jurai Siwo Oleh : Dfrezza M e n d e n g a r M a h a s i s wa Pecinta Alam (Mapala), pasti yang terlintas di pikiran adalah tentang anak muda yang mencintai alam dan melestarikan alam. Begitulah terkenalnya eksistensi dari Unit K e g i a t a n M a h a s i s wa ( U K M ) Mapala Jurai Siwo yang merupakan wadah satu-satunya bagi para mahasiswa yang suka bergelut dengan berbagai tantangan dan berpetualang di alam, serta menjaga kelestarian lingkungan. Sebelumnya, UKM Mapala Jurai Siwo sudah berdiri pada 2002 tetapi baru resmi menjadi UKM di IAIN Metro setelah turunnya Surat Keputusan (SK) Ketua STAIN Jurai Siwo Metro Nomor 173 Tahun 2007. Tak hanya itu, Mapala kerap berubah nama. Pada awal tahun b e r d i r i t e p a t n ya p a d a 2 0 0 2 , bernama Mapala Ju-Si yang mana p e n g g a g a s n ya a d a l a h S a l i m Hidayat, M. Ma'ruf Efendi, Ida Nursanti, dan kawan-kawan. Saat iu, Mapala Ju-Si mendapat pengakuan de jure di STAIN Jurai Metro. Tahun berikutnya atau 2003, Mapala Ju-Si untuk pertama kalinya mengikuti event nasional di IAIN Bandar Lampung dalam acara Mukhtamar dan Kenal Medan ke-3. Sejak itu, Mapala Ju-Si mulai 12 Buletin Kronika Edisi 34
dikenal oleh Mapala tingkat PTKIN se-Indonesia. Setelah itu, pada 2003—2004 Mapala Ju-Si berganti nama menjadi Mapala Semesta. Saat memasuki 2005 Mapala m e n g u b a h n a m a n ya k e m b a l i menjadi Mapala STAIN Jurai Siwo. Lalu, saat musyawarah besar (Mubes) ke-1, terpilihnya ketua umum, Nazamudin, sekaligus bergantinya nama UKM ini menjadi MaJuSi. Mulai ditahun ini MaJuSi memulai perjuangannya agar mendapatkan legalitasnya baik secara de facto maupun de jure oleh STAIN Jurai Siwo Metro. Hingga pada 05 November 2007 turun SK Ketua STAIN Jurai Siwo Metro, Prof. Syarifudin Basyar, nomor 173 tahun 2007 tentang “Pembentukan Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam”. UKM ini memberikan berbagai fasilitas serta pembinaan kepada anggotanya untuk berproses dengan berbagai bidang yang tercakup dalam berbagai divisi. Mapala berusaha mendongkrak Sumber Daya Manusia (SDM) dengan belajar dan memahami alam seperti gunung hutan, rock climbing, dan lingkungan hidup dengan fasilitas yang dimiliki. Untuk mahasiswa baru
yang ingin bergabung ke UKM ini akan dididik melalui berbagai tahapan. Tahapan pertama adalah mahasiswa baru harus melewati baca tulis Alquran dan wawancara. Ta h a p a n ya n g k e d u a a d a l a h pendidikan dasar (diksar) ruangan, di mana nantinya calon anggota akan dijelaskan tentang apa itu Mapala, gunung hutan, rock climbing, lingkungan hidup, manajemen administrasi, dan manajemen waktu. Kemudian, tahapan ketiga adalah diksar lapangan yang dilaksanakan di ruangan terbuka atau alam bebas. Hal ini dimaksudkan untuk memperdalam pemahaman tentang alam dan juga membentuk karakter calon anggota. Selain itu calon anggota baru nantinya akan membuat laporan dari awal mereka mengikuti kegiatan diksar ruangan sampai diksar lapangan yang diserahkan ke petugas. Selama itu mereka akan dipantau dan dibimbing agar dapat melaksanakan tugas yang diberikan. Tahapan yang terakhir adalah pengembaraan atau ekspedisi, ini merupakan syarat untuk memiliki nomor induk anggota. Jika sudah memiliki nomor tersebut maka akan menjadi
anggota Mapala secara penuh. Tak kalah dengan UKM lain di IAIN Metro, Mapala juga berhasil meraih beberapa prestasi. Pada 2002 Mapala mendapat juara II Lead umum 20 tahun di Universitas Bandar Lampung (UBL), juara II M A H R I PA L Wa l l C l i m b i n g Competition 2015, juara II UCC 2016 UBL Climbing Competition, juara I Lead Putra Pusat kordinasi Mapala se-Lampung, juara II JSCC Lead Umum Putri se-Lampung 2016, juara I dan II bidang rock climbing2019, dan masih banyak lagi. Mohammad Ahsana Arkhan, Ketua Umum Mapala 2021, mengatakan, selama Covid-19 ini masih berlangsung, Mapala tetap mengadakan kegiatan yang berpusat di dalam ruangan. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti kegiatan workshop, karakter building, dan sebagainya, "Harapan ke depannya jika wabah ini berakhir segala kegiatan terlaksana dan tercapai agar nama UKM Mapala ini dikenal banyak orang," tuturnya.
KRO n IKA
Ilustrator: Antika Wijayanti Buletin Kronika Edisi 34 13
OPINI
ASA KAMI DI KEPEMIMPINAN BARU DI IAIN METRO Oleh: Buyung Syukron
S
etiap kepemimpinan baru pada organisasi apa pun, di mana pun, dan bagaimana pun, pasti ekspektasi yang pertama kali dimunculkan oleh unit, lembaga, dan personal adalah tentang berbagai harapan di era kepemimpinan baru tersebut. Bukanlah hal yang salah jika itu muncul, karena sejatinya harapan itulah yang akan menjadi momentum awal penyemangat bagi “sang” pemimpin dalam menjalankan seluruh responsibilitas atas amanah yang telah dipilih dan ditetapkan kepadanya. Tentang bagaimana format harapan itu dinyatakan adalah hal yang lain. Harapan jangan dianggap sebagai sebuah frasa berkonotasi negatif, hanya diartikan sebagai kritik yang mematikan terhadap aktivitas kepemimpinan yang akan “dijabani” oleh si pemimpin baru. Memaknai harapan dengan hati dan struktur berfikir yang positif diniscayakan akan menjadikan seorang pemimpin semakin progresif untuk memajukan organisasi yang dipimpinnya. Termasuk IAIN Metro di dalamnya. Menyimak judul opini yang ditulis pasti akan banyak muncul prediksi pernyataan dan pertanyaan bagi para pembaca. Jika dipartisi maka pertanyaan para pembaca akan terfokus pada kata “asa” dan “kepemimpinan baru”. Tidak salah memang, tetapi kedua kata tersebut harus dimaknai dan ditransliterasi secara utuh dan terintegratif. Tidak hanya sepotongsepotong sehingga makna yang terkandung di dalamnya menjadi jelas, lugas, dan menjadi awal pencerahan dalam membangun sebuah kultur organisasi yang sinergi dan mutualistik dalam merajut sebuah mutu kelembagaan secara institusional. Lalu kenapa “sasaran tembak” dari judul ini adalah IAIN Metro? Bagi penulis, terdapat tiga jawaban untuk pertanyaan tersebut. Pe r t a m a , p e n u l i s adalah dosen yang telah dua puluh tahun b e r a d a d a l a m komunitas pendidikan berbasis keagamaan Islam ini. Kedua, IAIN Metro sebagai penyelenggara Pendidikan Tinggi memiliki karakterisitik dan kekhasan yang berbeda dibanding dengan Perguruan Tinggi umum lainnya. Ketiga, sebagai Perguruan Tinggi sekaligus penyelenggaraan aktivitas pendidikan dan pembelajarannya tentu saja IAIN Metro adalah lembaga dengan sepesifikasi “non profit oriented”, alias lembaga yang bukan berkiprah untuk mengeksploitasi dan mengeskplorasi sumber daya yang ada dalam upaya mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya, karena kalau faktor ketiga ini yang terjadi maka IAIN Metro tidak ubahnya seperti organisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Parahnya IAIN Metro akan berada pada posisi institusi pendidikan tinggi yang dilabeli sebagai lembaga “pragmatis”. Tetapi ya sudahlah yang penting tidak pragmatis-pragmatis amat (baca: matre-matre amat) dan dikelola dengan sistem manajerial yang apik serta membuktikan kualitas di dalamnya, walaupun menurut Penulis ada kecenderungan munculnya “bola liar” dan “bola panas” yang akan dipikul oleh “sang” pemimpin baru kelak. Kembali pada tema di atas, sebagai sebuah PTKIN apa sebenarnya orientasi utama dari IAIN Metro di era kepemimpinan baru ini? Sekali lagi mudah jawabnya menurut Penulis. Jalankan seluruh program yang terbingkai secara obyektif dan ideal. Dalam kontekstualitas kepemimpinan baru di IAIN Metro ini visualisasi dan implementasi atas harapan 14 Buletin Kronika Edisi 34
pada sisi obyektifitas dan ideal tersebut harus diejawantahkan melalui kekuasaan yang tergambar jelas, menjadikan IAIN Metro tempat membangun idealisme. Kepemimpinan dalam bingkai dan wajah nyata IAIN Metro wajib hukumnya dilaksanakan atas dasar tegak dan lurusnya sebuah tatanan nilai-nilai kultur dan atmosfer akademik yang berkesesuaian. Haram hukumnya jika ada seorang Pemimpin di mana pun organisasinya apalagi IAIN Metro yang berkarakterisitik keagamaan menjadikan jabatan yang disandangnya untuk berharap atas berbagai fasilitas. Kasarnya, menjadikan jabatan sebagai ladang yang "empuk dan renyah" dalam meraih sebuah kekuatan dalam format "kekuasaan" yang terkesan "pragmatis". Tidak bisa dipungkiri dinamika dan mobilitas pendidikan termasuk di IAIN Metro terkadang memunculkan berbagai benturan dan beragam kepentingan. Dalam perspektif ini, pemimpin baru sejatinya menjadikan IAIN Metro menjadi institusi sekaligus indikator yang ke depannya menjadi lembaga trendse er dalam menciptakan output akademik berkarakter dan berkualitas. Sebagai jawaban atas tantangan modernitas dan kemajuan yang dimunculkan oleh sebuah zaman. Harapan tersebut dapat dilihat dari output akademik berupa kualitas lulusan mahasiswa. Tentu saja menurut penulis akan banyak sub indikator lain yang juga berpengaruh, seperti anggaran, sumber daya manusia, dan eksistensi fasilitas yang mampu memberikan nuansa jelas terhadap tujuan didirikannya IAIN Metro atas dasar visi, misi, tujuan, dan strategi yang dimilikinya. Di era kepemimpinan baru ini IAIN Metro harus mampu membuktikan diri sebagai agent of change yang tumbuh dan berkembang sebagai sebuah institusi Perguruan Tinggi yang tampil dengan performance academic yang sesuai dengan kebutuhan stakeholders pendidikan, termasuk mahasiswa yang penulis klaim sebagai manifestasi nyata stakeholders sekaligus sebagai users lembaga ini. Paparan di atas, tentu saja memposisikan mahasiswa sebagai real users dalam posisi yang harus termanjakan dan terpenuhi segala aspek pendidikan yang sewajarnya disediakan oleh IAIN Metro. Berbagai capaian lembaga ini sebelumnya seperti ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 EOMS, Peringkat akreditasi beberapa Program Studi yang mulai menunjukkan hasil yang memuaskan (baca: peringkat A), tersedianya berbagai dokumen RIP(Rencana Induk Pengembangan), Renstra (Rencana Strategis) dan Renop (Rencana Oprasional), dokumen kebijakan akademik, SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal), manual dan instrumen mutu, serta puluhan dokumen mutu pendukung terlaksananya Tridarma. Dalam scoupe yang kecil, tentu saja tidak berlebihan bila Penulis memaknai bahwa kesemuanya ini menunjukkan betapa IAIN Metro pada kepemimpinan sebelumnya telah meletakkan sebuah dasar fundamental, yang lagi-lagi akan menjadi tumpuan kerja pada seluruh dimensi dan sendi kehidupan pada civitas academika IAIN Metro. Konsistensi dalam menjaga identitas dan entitas nilai-nilai luhur akademis melalui jaminan mutu, menjadi sebuah harapan sekaligus pertaruhan yang membuktikan seberapa besar IAIN Metro turut serta membangun peradaban dan kemajuan Bangsa di era kepemimpinan baru. Dalam perspektif lebih luas, harapan lain yang harus ditonjolkan oleh pemimpin baru adalah berdiri tegaknya otonomisasi dan demokratisasi yang
menjadi ruh dan muruah serta girah IAIN Metro. Kedua aspek di atas tidak boleh “terbelenggu” secara kuat di bawah rezim kekuasaan pemimpin baru. Munculnya fenomena dan dinamika perlawanan terhadap sebuah pemimpin yang dilakukan oleh para mahasiswa dan dosen misalnya, ini menunjukkan kepada kita bahwa telah terjadi "stupidity" dalam diri sang pemimpin yang berlindung dibalik “baju besar” kekuasaan yang disandangnya. Apabila dinamika dan fenomena ini yang terjadi, maka pemimpin telah gagal dalam memahami, merespon, dan mengaktualisasikan kemuliaan nilai-nilai dan kultur pendidikan yang sebenarnya. Sangat dikhawatirkan adalah munculnya pola yang akan menjurus pada terbentuknya jaringan hegemonitas kekuasaan yang didasarkan atas kepentingan dan cara pandang yang sama. Tentu kita sebagai insan akademis sekaligus cendikiawan sangat memahami makna dan bahaya yang dimunculkan oleh pola pikir hegemonitas ini. Sejatinya kepemimpinan (termasuk pemimpin baru) yang berkonotasi dengan kekuasaan, harus dijadikan sebagai sumber kekuatan pendidikan (power of education). Termasuk IAIN Metro di dalamnya yang akan menjadi aset luar biasa dalam upaya membangun institusi yang bermutu. Sinergisitas di antaranya merupakan kekuatan yang harus saling menjaga dan saling membimbing. Pemimpin dengan kekuasaannya merupakan karakter khas manusia untuk bisa berbuat sesuatu yang lain dari pada yang lain. Pemimpin baru tidak boleh abai terhadap pentingnya posisi strategis demokrasi dalam sistem pendidikan. Jabatan harus dijalankan dengan cara yang demokratis, bukan dengan cara otoriter dan berpihak kepada kepentingan sempit yang didasarkan oleh kepentingan golongan, bendera, serta baju tertentu. Menjadi sebuah harapan bagi seluruh civitas academica kekuasaan yang diemban oleh para pemimpin baru di IAIN Metro ini dapat berwujud objektif. Kami tidak ingin lembaga diselenggarakan dengan sistem manajerial yang berwujud subjektif, cenderung mengarahkan kegiatan-kegiatan penyelenggaraan pendidikan menjadi “hidden goals”. Jika ini terjadi maka pergeseran nilai-nilai pendidikan saat ini akan menjadi tampak jelas ketika kekuasaan berjalan berlainan arah. Sangat nampak di mana term posisi struktural dan fungsional dalam institusi pendidikan kita sudah menjadi ajang rebutan dan bancakan jabatan. Ketika jabatan itu berada pada pundak maka yang terjadi adalah pemimpin baru akan menjalankan fungsi dan wewenang sebagai sebuah aktualisasi kekuasaan dengan mengabaikan kualitas di sisi lainnya. Kekhawatiran di atas ditengarai oleh H.A.R Tilaar sebagai sebuah bentuk pembusukan tersistematis dalam dunia pendidikan. Kita tentu sepakat apabila para pemimpin di lembaga kita yang baru ini bukan berwajah “sengkuni”. Sengkuni dalam dunia pewayangan adalah perlambang sifat antagonis, penuh kelicikan, keburukan, dan kejahatan. Walaupun Sengkuni memiliki kelebihan berupa ketangkasan, pandai bicara, dan banyak akal, tetapi kelebihannya ini sering disalahgunakan untuk memfitnah, menghasut, dan mencelakakan orang lain. Pertanyaannya adalah, “Apakah 'Sengkuni' saat ini sudah bermetamorfosis ke dalam dunia pendidikan?” Mudah-mudahan para pemimpin baru IAIN Metro tidak terkontaminasi dengan watak sengkuni dalam mengelola nilai-nilai luhur pendidikan di dalamnya. Hanya masalahnya, apakah kekuasaan itu sesuai dengan arah dan proses pendidikan yang sebenarnya atau tidak? Wallahu'alamu bi sahawab, karena hanya para pemimpin baru inilah yang akan mampu menjawab dan membuktikannya. Semoga.
OPINI
Menilik Hasil Evaluasi Setahun Pandemi
Pada Desember 2 0 1 9 l a l u d u n i a digemparkan munculnya Corona Virus Disease 2019 atau yang dikenal Covid-19 di Kota Wuhan, China. Covid-19 adalah Kumpulan v i r u s ya n g b i s a menyebabkan infeksi pada sistem pernapasan, dalam kasus besar virus ini dapat menyebabkan infeksi pernapasan berat seperti pneumonia atau infeksi paru-paru, sedangkan dalam kasus kecil virus ini dapat menyebabkan infeksi pernapasan ringan seperti flu. World Health Organization (WHO) pada 11 Maret 2020 menyatakan, Covid-19 sebagai pandemi global yang telah menyerang seluruh dunia. Di Indonesia kabar mengenai kasus positif Covid-19 mulai muncul pada 2 Maret 2020, dengan diumumkannya dua kasus pasien positif Covid-19 oleh Presiden Jokowi. Penyebaran virus ditanah air ini terjadi dengan sangat cepat, terbukti pada 15 Maret 2020 Presiden Republik Indonesia melalui konferensi pers di Istana Bogor menginstruksikan untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Menurut presiden, hal ini dilakukan agar penanganan Covid-19 dapat berjalan maksimal. Sampai saat ini Covid-19 berdampak bagi seluruh sektor kehidupan, salah satunya pendidikan. Pada 24 Maret 2020, Menteri Pe n d i d i k a n d a n K e b u d a ya a n R e p u b l i k Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Ta h u n 2 0 2 0 Te n t a n g Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid19. Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa
proses belajar yang s e b e l u m n y a dilaksanakan secara luring (luar jaringan) diubah menjadi pembelajaran daring (dalam jaringan). Hal ini berdampak negatif bagi seluruh pelajar dan mahasiswa. Bagaimana t i d a k , pelaksanan pembelajara n daring s e p e r t i dipaksakan d e n g a n dalih menghindari penyebaran Covid-19. D e n g a n dilaksanakannya kuliah daring timbul berbagai permasalahan, bukan hanya bagi mahasiswa, tetapi juga dosen. Menurut data hasil survei yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, sebanyak 89,17 % mahasiswa merasa pembelajaran tatap muka lebih baik daripada daring dan kuliah daring tidak efektif. Selama setahun pembelajaran daring dalam pelaksanaannya memiliki banyak dampak, hambatan, dan kekurangan. Pertama matinya forum diskusi. Mahasiswa sebagai generasi muda tentu membutuhkan pengalaman untuk mempertajam analisis, perspektif dalam melihat persoalan. Hal ini dapat terbentuk salah satunya melalui forumforum diskusi, dan ketika forum diskusi tidak berjalan atau bahkan "mati" pengembangan ini dapat terhambat. Kedua, sistem pembelajaran yang acaka c a k a n . Pe m b e l a j a r a n
kabu p a t e n maupun k o t a . Setiap daerah memili k i jaringa n dan a k s e s internet y a n g berbed a . Aks es di kota o t o matis lebih mudah, karena sinyal dapat diakses di mana-mana dan banyak provider yang bisa digunakan. Dalam hal ini terdapat kesenjangan karena di banyak daerah akses internet masih terbatas serta provider yang bisa digunakan minim. Mahasiswa yang berada di kota diuntungkan akan hal ini, sedangkan yang dari desa kesulitan. Kelima, silabus pembelajaran. Silabus pembelajaran online dan offline tetap sama. Sehingga materi tidak dapat tersampaikan karena susunan materi kuliah online dan offline seharusnya berbeda. Adapun yang terjadi selama perkuliahan yakni acuan pembelajaran acak-acakan sehingga materi pokok tidak dimengerti, ragam pembelajaran stagnan dan membosankan, indikator yang harus dicapai bias, serta tidak terlaksana dan yang lebih parah penilaian hanya dilihat dari absen, bukan kemampuan. Keenam, dosen tidak melaksanakan perkuliahan. Hal ini sering terjadi dan dilatarbelakangi
Reza Syarifudin Zein, HKI'18 seharusnya melibatkan semua pihak, baik dosen maupun mahasiswa. Selama pandemi akibat beberapa persoalan atau ketidaksiapan serta ketidakmampuan lembaga pendidikan menyesuaikan keadaan sehingga mengakibatkan alih fungsi kuliah online menjadi tugas online. Hal ini harus segera dievaluasi supaya tidak memperburuk kondisi. Ketiga, media pembelajaran. Semenjak perubahan kuliah luring menjadi daring, otomatis pembelajaran dialihkan menggunakan media online. Media yang digunakan seperti WhatsApp, Elearning, Zoom, Google Meet, Google Classroom, dan YouTube. Beberapa aplikasi tersebut memiliki kekurangan masingmasing sehingga materi pembelajaran tidak dapat disampaikan secara total dan maksimal, hal ini disebabkan aplikasi yang tidak memadai. Selain itu, dosen serta mahasiswa ya n g t i d a k m e n g u a s a i penggunaan aplikasi tersebut. Keempat, akses dan jaringan. Mahasiswa berasal dari berbagai
berbagai hal. Seharusnya lembaga pendidikan tegas memberikan sanksi kepada p i h a k ya n g m e l a n g g a r aturan. Ketujuh, nasib mahasiswa akhir. Mahasiswa akhir yang seharusnya sudah menyelesaikan studinya terhambat beberapa hal. Seperti pembimbing yang tidak melaksanakan kewajibannya, tidak dapat ditemui ketika Work From Home (WFH), dan tidak melaksanakan bimbingan online serta memeriksa proposal atau skripsi dengan tenggang waktu berbulan bulan. Kedelapan, Uang Kuliah Tunggal (UKT). Perkuliahan memang b e r u b a h , t e t a p i pembayaran UKT tidak berubah jumlahnya. Selama perkuliahan mahasiswa tidak merasakan sarana prasarana, fasilitas, dan haknya sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi. M a y o r i t a s wa l i m u r i d terdampak pandemi sehingga berdampak secara ekonomi, dan karena hal ini kebijakan pengurangan UKT 10% dirasa belum efektif. Melihat banyaknya persoalan pembelajaran daring sudah seharusnya segera diselesaikan demi mencerdaskan kehidupan serta menyongsong kemajuan bangsa dan negara. Lembaga pendidikan harus berbenah supaya dapat fleksibel menghadapi situasi dan menyelesaikan persoalan selama ini. Muruah lembaga pendidikan sebagai corong penghasil ilmuan, akademisi, ahli, para profesional jangan sampai ternodai akibat gagal melawan pandemi. Buletin Kronika Edisi 34 15
KREATIFITAS Cerpen
Tekad Perempuan Oleh: Hakam Nurwahdi, KPI'19
L
ihatlah, wanita itu sedang dipusingkan oleh tugas-tugas kuliahnya, tugas-tugas organisasinya. Ia melakukan semua ini karena paksaan agar masa depannya nampak terang. "Sebenarnya apa yang kau cari, hingga rela mengobarkan waktu dan pikiran yang begitu banyak?" tanya seorang temannya yang kini sudah kaya setelah menjadi pelacur. "Aku mencari masa depan yang baik," jawabnya sembari masih sibuk dengan tumpukan kertas. "Jadi masa depan yang baik itu bagaimana?" tanya si pelacur yang merasa sudah berada di masa depan. "Bagaimana saja, asal tidak menjadi pelacur seperti dirimu," jawabnya. Kemudian ia pergi meninggalkan si pelacur. Sungguh wanita itu sampai tak punya waktu untuk dirinya sendiri. Kini ia tak lagi sempat menonton drama koreanya, tak sempat berkumpul dengan teman-temannya untuk sekadar gibah, tak sempat juga memanjakan
lidah dengan minuman dan makanan yang sedang hit-hitnya. Ia sibuk, tapi kelaparan. Ia sibuk, tapi tak punya uang. Hingga pada suatu ketika, ia beristirahat untuk melemaskan segala otot dan pikirnya. "Hai, apakah kau mau menjadi seorang pelacur?" tanya si pelacur. Si pelacur itu datang lagi, kini dengan brosur di tangannya. "Sia-sia perjuanganku selama ini, jika aku menjadi seorang pelacur," jawabnya dengan ekspresi datar. "Lebih sia-sia lagi jika kau tak pernah jadi apaapa," sang pelacur menyodorkan brosur tersebut. Wanita itu menerima brosur tersebut dengan maksud menghormati si pelacur, ia menyempatkan diri membacanya. "Bagaimana? Minat?" si pelacur kembali merayu. "Apa kata dunia kalau aku jadi pelacur?" ia mengembalikan brosur tersebut.
"Dunia akan membelamu, sebab yang dunia tahu ketika seorang menjadi pelacur pasti dikarenakan hal yang mendesak," si pelacur tak mau menerima brosurnya kembali. "Kamu menjadi pelacur apakah karena ada hal yang mendesak?" wanita itu ragu. "Tidak, tidak ada yang benar-benar mendesak di dalam hidupku. Aku menjadi pelacur karena memang ini passion ku," jawabnya. "Tetapi lambat laun dunia tidak akan terus membelamu, lambat laun dunia akan tahu bahwa pelacur bukan hanya timbul dari kedesakan, melainkan kadang juga timbul dari hati nurani yang kotor. Timbul dari kemalasan yang akut untuk bekerja, timbul dari kebodohan yang belum juga hilang dari dalam kepala. Selagi dunia belum tahu, aku akan terus menjadi seorang pelacur yang bersembunyi di balik keterpaksaan," ujar wanita tersebut sebelum meninggalkan sang pelacur.
Puisi
Hatiku di Jalan-Nya Oleh: Cahaya Senja, ESy' 17
Kala mata terbuka Hanya satu ku damba Relung kalbu yang terluka Terobati karena-Nya Jauh sudah ku berjalan Diri ini kosong tiada harapan Jalan mana lagi ku tempuh? Langkah kaki ini kian rapuh Lapuk kayu tak dihiraukannya Karena jalan ini jauh lagi dirasa Kian jauh ku berjalan Banyak pula ku dapat Tapi hati rasa belum tepat Terpuruk diri terkubur angan Kosong Tiada apa pun di sana Lelah saja ku dapati Namun satu cahaya tampak menanti Di ujung jalan setapak Yang tak pernah kulalui Ia seolah berbisik "Akulah yang kau cari" Aku rasa ragu Tapi hati bersorak-sorai Yakinlah! Teriaknya
Pempuan Tanpa Paih Oleh: Ine Suryani, ESy'17
Terima kasih, Dia telah mengandungku dengan bersusah payah Dia melahirkanku dengan penuh peluh Menyambut kehadiranku dengan penuh senyuman Perempuan hebat penuh dengan perjuangan Terima kasih, Dia telah merawatku hingga tumbuh menjadi dewasa Menjadi sosok gadis yang sudah berpegang pada ilmu Pejuangannya gigih dengan diiringi doa tanpa lelah Telah menyelamatkanku dari peliknya dunia Perempuan tanpa pamrih Waktu yang ia korbankan Didikan yang ia berikan Doa yang terus dipanjatkan Mampu menghantarkanku pada jembatan masa depan Perempuan tanpa pamrih itu adalah ibuku Tak pernah letih dalam berjuang Tak lagi mementingkan ego dalam kehidupan Hanya diriku, yang diutamakan dalam setiap keadaan Dia, penasihat yang telah mereparasi hidupku ini Kini, perempuan tanpa pamrih itu sudah mulai menua Ia mulai renta Kulitnya mulai mengisut Dahinya juga mengerut Pipinya pun mengendur saat tersenyum Tuhan, berikan umur panjang untuknya, Semoga nikmat sehat selalu menyelimutinya Semoga perempuan tanpa pamrih memperoleh surga-Mu Dan dengan rida-Mu Izinkan ibuku kubahagiakan Berkatnya dapat kuraih sebuah impian
Kulangkahkan kaki nan rapuh ini Bersamanya kemantapan hati Hal tak terduga kutemui kini Entah bagaimana ini terjadi Tenang Itulah yang kurasa Duhai hati Kini kau bertemu pemilikmu Dialah Rabb pemilik alam semesta Pencipta segala makhluknya Pemilik diri yang rapuh ini
Dok. Ist
16 Buletin Kronika Edisi 34
KREATIFITAS
Cerpen
Hikmah Sebuah Peristiwa Oleh: Noni Puji Lestari, PIAUD'18
Ilustrator: Januba R Salsabila
H
ujan deras mengguyur kota Metro. Terlihat seorang gadis jelita duduk menatap jendela ke arah luar dengan mata ya n g b e g i t u s a y u . G a d i s i t u memegang secangkir teh hangat untuk menghangatkan tubuh dan fikirannya. Hingga terdengar suara tangisan si kecil yang membuyarkan lamunannya. "Hai gadis kecilku kenapa kamu kemari?" tanya Elena tersenyum manis. "Di mana ibumu, kenapa kamu menangis sayang?" Elena langsung menggendong Putri dan segera menuruni anak tangga seraya mencari keberadaan kakaknya. "Kamu bersama tantemu Putri? Sini, kenapa kamu membangunkan tantemu sayang?" ujar kak Ratna membawa Putri pergi ke kamar kecilnya. "Dia datang kepadaku sambil menangis, sepertinya dia mencari kak Ratna," ucap Elena melangkah kembali ke kamarnya. Namun langkahnya terhenti karena panggilan seorang lelaki. "El kakak ingin bicara kepadamu," ujar Kak Bayu. "Ada apa kak aku mengantuk." jawab Elena ketus. "Duduklah aku ingin bertanya kenapa beberapa hari ini kamu tidak sekolah," tanya kak Bayu. "Aku ke rumah Nenek kak," jawab Elena. "Ada apa El, kamu kalau ada masalah cerita sama kak Bayu atau kak Ratna kita saudara El," ujar Kak Bayu. "Aku rindu ayah dan ibu kak, aku
rindu mereka," ujar Elena berlari meninggalkan Bayu dan Ratna. Suara ketukan pintu terdengar. "El, Kak Ratna boleh masuk?," tanya kak Ratna hati-hati karena adiknya sedang bersedih. "Iya Kak masuk aja," jawab Elena mengusap air matanya. "Kamu rindu ayah dan ibu?" tanya Kak Ratna. "Iya kak Aku rindu mereka," ujar Elena. "Berdoa kepada Allah sayang, agar mereka menjaga ayah dan ibu di sana," ujar kak Ratna. "Apa kamu sayang kepada mereka?" tanya kak Ratna. "Sangat kak! Aku sayang sekali sama ayah ibu," jawab Elena memeluk kakaknya. Suara tangis Elena pecah saat kakaknya, menasehati adik satu satunya itu. Beberapa tahun yang lalu.... "Pagi semuanya," sapa Elena kepada keluarganya. "Pagi El kamu mau kemana rapi bener?" ejek kak Ratna. "Mau ke sekolahan dong ambil rapor, ayah mana Buk?" tanya Elena. "Ayah pagi-pagi sudah ke kantor, biasanya meeting sama bosnya, kamu siap-siap, makan terus ke sekolah ya," ujar ibu kepada Elena. Saat akan berangkat sekolah, terjadi perdebatan antara Elena dan kak Ratna. Kak Ratna melarang dengan tegas saat Elena meminta izin untuk menyetir motor. Pada akhirnya Elena menuruti kak Ratna. Di sekolah, Elena dan kawankawannya berjalan menuju kantin. Banyak sekali teman-teman yang mengejek Elena karena tidak bisa
mengendarai sepeda motor. Elena yang sangat geram saat itu memutuskan mencuri kunci motor yang ada di dalam tas yang dibawa Kak Ratna. Ia pun mengambil kunci itu tanpa sepengetahuan Kak Ratna. Elena bergegas keparkiran menaikinya dan kebut-kebutan dijalan. Sejak saat itu Elena seringkali membuat ulah seperti mencuri, bolos sekolah, dan lainnya. Elena menjadi anak yang tidak bisa diatur. Sampai pada suatu hari, ayahnya datang ke sekolahan karena Elena bolos jam pelajaran. Pulangnya Elena dimarahi ayahnya habis-habisan. Ibu Elena yang sedang sakit-sakitan hanya diam melihat Elena dimarahi oleh ayahnya. Namun, semua itu tidak berpengaruh bagi Elena, ia selalu mengulangi perbuatan yang sama. Pada suatu hari, hujan deras mengguyur Kota Metro. Kedua orang tua Elena sedang berada di rumah sakit, memeriksa keadaan ibu Emilia yang sedang kambuh. Hujan semakin lebat, penglihatan pun menjadi terganggu, hanya suara bising dari klakson mobil dan motor yang memecah suasana malam itu. Tanpa disadari ayah Elena, mobil tangki melintas cepat menghantam motor yang mereka kendarai. Ibu Elena meninggal ditempat, sedangkan ayahnya terseret mobil sampai satu kilometer dari tempat kejadian. Saat kejadian, Elena asyik bermain bersama teman-temannya. Tiba-tiba ponselnya bergetar. Awalnya ia hanya cuek melihat
siapa yang menelepon. Namun, ia terkejut melihat pesan singkat dari kak Ratna, yang mengatakan bahwa i b u d a n a ya h n ya m e n g a l a m i kecelakaan dan meninggal dunia. Saat itu tanpa menjelaskan kepada temannya ia langsung bergegas pulang. Sepanjang jalan, Elena hanya diam tidak berkata apa pun. Saat sampai di rumah, sudah banyak orang yang melayat. Elena berlari dan menatap kak Ratna dengan penuh air mata. Dua jenazah telah sampai di rumahnya, yang dibawa oleh ambulans. Dunia Elena begitu hancur, tubuhnya begetar ia menangis tanpa hentihentinya. Bayangan kedua orang tuanya selalu terlintas dikepala. Momen tersebut sangat membuat Elena terpukul dan terus menangis serta berteriak memanggil nama ayah dan ibunya. Semenjak kehilangan kedua orang tuanya, Elena mulai mendekatkan diri kepada Allah dan mulai menjauhi teman-temannya yang membuat ia jauh dari Allah dan keluarganya. Elena mulai terbiasa dengan keberadaannya dan kondisinya yang saat ini dijalaninya. Kak Ratna bertemu dengan sosok suami yang baik dan penyabar, menyangi Elena seperti adiknya sendiri. Elena menemukan sosok ayah di dalam diri kak Bayu, maka ia berjanji setiap perkataan kak Bayu yang menurutnya baik akan selalu ia turuti. Tentunya seorang kakak akan selalu melakukan hal yang baik untuk kebahagiaan adiknya.
Buletin Kronika Edisi 34 17
KREATIFITAS “Wedok”, Antara Kesetaraan dan Kenyataan Peresensi: Irsyadul Rasyid Judul Film : Wedok Durasi : 8 menit 10 detik Sutradara : Ryan Nasution Produser : Grace Natalia Cerita dan Penulis Naskah : Nanda Tri Surenda Sinematografer : Ahmad Hadri Nasution Penata Artistik : Dimas Lutfi Prayoga Editor : Nirwan Zainal Pengarah Suara : Dhimas Pandu Adji Pemain : Diningrum Rahayu, Nani Yudi, Ilham, Dimas Lutfi Prayoga, Amri, Nanda Bella, Ance Tri Putra, Ireno Macxilion B, dan Yoga.
Permasalahan kesetaraan gender di Indonesia masih dipertanyakan. Pendidikan merupakan salah satu contoh tidak adilnya kesetaraan gender, di mana tugas perempuan tidak untuk mengejar pendidikan yang lebih tinggi. Film "Wedok" adalah satu film yang mengangkat isu kesetaraan gender. Wedok yang dalam bahasa Jawa ini memiliki arti “perempuan”. Dalam film ini digambarkan bagaimana potret perempuan dalam kebudayaan Jawa yang kental dan masih adanya stereotip bahwa tugas perempuan hanya memasak dan mengurus rumah. Namun, perlahan dari masa ke masa stereotip tersebut mulai berkurang karena wanita sadar bahwa mereka pun berhak mendapatkan pendidikan. F i lm b erdurasi 8 menit 10 det ik i ni , mengisahkan seorang wanita bernama Fatma (Diningrum Rahayu) yang sehari-hari hidup di dapur, tetapi ingin menginginkan kebebasan dalam memilih. Dikarenakan kepatuhan dan tak memiliki hak apa pun, ia mengurungkan niatnya dan terjadilah konflik batin dalam Fatma. Fatma tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan karena pada masa itu perempuan tidak
mempunyai hak menyuarakan keinginan dan harus patuh dengan orang tua. Melihat adik laki-lakinya, Sukar (Ilham) berangkat sekolah bersama temannya, Fatma juga menginginkan, tetapi ia hanya bisa m e m e n d a m n ya . N a m u n , k a r e n a h a s r a t d a n keinginannya yang kokoh, ia tetap belajar secara otodidak. Setelah masa presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Fatma akhirnya bisa meraih keinginannya untuk bersekolah. Hal ini juga berkat jasa tokoh pahlawan R.A Kartini yang mengangkat dan menyetarakan antara hak perempuan dan lakilaki. Namun,dalam film ini penonton tidak dapat mengetahui bagaimana visual dari Tokoh Ayah Fatma tidak ditampakkan perannya dan tidak dijelaskan pekerjaannya. Karakter Fatma sebagai pemain utama
digambarkan berkepribadian sangat baik. Fatma berperan sebagai anak yang berbakti kepada orang tua dengan berbicara menggunakan bahasa yang sopan. Film ini sangat direkomendasikan untuk kalangan muda dalam meningkatkan etika perilaku dengan orang tua, serta meningkatkan semangat dalam meraih cita. Namun, alur yang digunakan dalam film tersebut cukup membingungkan penonton karena tiba-tiba film lompat dari masa lampau ke masa kepresidenan SBY tanpa adanya proses transisi waktu yang jelas. Dibalik itu, film yang diproduksi oleh Lanang Production ini telah banyak meraih penghargaan di kancah nasional maupun internasional. Di antaranya, Best Short Movie At Ajisaka Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2018, Best Screenplay At Ajisaka UGM tahun 2018, Best Cinematography at Epicentrum Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung 2018, Best Film at Wisuda Stikom Yogyakarta 2019, Best Director of Photography at Wisuda Stikom Yogyakarta 2019, serta Best Penulis Naskah at Wisuda Stikom Yogyakarta 2019. Selain itu "Wedok" ini juga masuk semifinal Lisbon Rendezvous Film Festival 2019, Official Selection at Mountain Tales Film Alabama Amerika 2019, Official Selection at Festival Film Lampung 2019, masuk Nominasi Pemeran Perempuan Utama at Festival Film Lampung 2018, dan terakhir Official Selection at WOW International Film Festival Tunisia 2019. Film ini dibuat dengan durasi yang cukup untuk dapat menyampaikan pesan kepada para penonton. Maknanya bahwa belajar dapat di mana saja tidak hanya di institusi seperti sekolah. Rasa semangat belajar datang dari diri sendiri. Belajar pun tidak melulu tentang membaca buku sejarah atau buku-buku lain, kita pun bisa belajar dari sisi kehidupan yang kita jalani setiap hari. Film "Wedok" ini dapat ditonton secara legal di akun Youtube sang sutradara, Ryan Nasution.
“Tilik”, Film Pendek Satire Sosial Sekaligus Hiburan Singkat
Judul Film : Tilik Durasi : 32 menit 34 detik Sutradara : Wahyu Agung Prasetyo Produser : Elena Rosmeisara Penulis : Bagus Sumartono Penata Musik : Redy Afrians Sinematografer : Satria Kurnianto Pemain : Siti Fauziyah, Briliana Desy, Angeline Rizky, Dyah Mulani, Lully Syahkisrani, Hardiansyah Yoga Pramata, Tri Sudarsono, Ratna Indriastuti, Stephanus Wahyu Gumilar, dan Tri Widodo. Peresensi : Novia Umi Astari Dalam bahasa Jawa, Tilik mempunyai arti "menjenguk". Film yang diproduksi Ravacana Films bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini, menjadi viral lantaran kisahnya yang relate dengan kehidupan sekarang. Film ini bercerita ihwal perjalanan sekelompok ibuibu menggunakan truk, dari sebuah desa menuju ke rumah sakit, untuk menjenguk ibu kepala desa mereka yang tengah dirawat. 18 Buletin Kronika Edisi 34
Di sepanjang perjalanan, Bu Tejo (Siti Fauziah) menjadi orang yang paling banyak mengumbar celotehan. Ia kerap membicarakan seorang kembang desa di tempat mereka tinggal, yaitu Dian (Lully Syahkisrani). Berbekal informasi dari internet yang dinilai tak valid, Bu Tejo menyebut Dian sebagai perempuan 'nakal'. Namun, tidak semua ibu-ibu dalam truk tersebut pro dengan perkataan Bu Tejo. Ada Yu Ning (Brilliana Desy Alfira) yang merasa tidak nyaman, beberapa kali mencoba mengingatkan Bu Tejo untuk menjaga ucapannya. Yu Ning dalam film ini digambarkan memiliki hubungan saudara dengan Dian. Ada juga tokoh Yu Sam, diperankan Dyah Mulaniya, yang kerap mencari aman di tengah situasi konflik Bu Tejo dan Yu Sam. Perjalanan mereka ke rumah sakit tidak berjalan mulus karena sempat diadang polisi. Dengan segenap the power of emak-emak, mereka berhasil lepas. Sesampainya di rumah sakit, rombongan ibu-ibu itu rupanya gagal menjenguk bu lurah karena ia masih terbaring di ICU. Mereka pun bertemu dengan anak bu lurah, Fikri (Hardiansyah Yoga Pramata) dan Dian. Di akhir film, penonton akan dibuat ternganga sekaligus bingung karena memperlihatkan adegan yang berbeda dari anggapan masyarakat mengenai jalur ceritanya. Percakapan Dian dengan seorang pria paruh baya yang ia sebut “Mas", dapat menjadi jawaban ending film ini. Film ini tidak hanya bercerita tentang perjalanan sekelompok ibu-ibu yang ingin menjenguk
bu lurah. Jika ditelusuri lebih dalam, tersirat beberapa m a k n a ya n g t e r d a p a t d i fi l m i n i . D i m a n a memperlihatkan bagaimana ibu-ibu desa yang rela menyewa truk warga, untuk menjenguk ibu lurah yang sakit. Meski cuaca panas dan harus menempuh jarak yang jauh, mereka masih tetap memperdulikan salah satu warganya yang tengah tertimpa musibah. Bahkan, mereka juga bersama-sama mengumpulkan uang dan membawa hadiah yang semestinya diberikan kepada bu lurah. Sungguh tradisi yang rasanya akan sulit ditemukan saat ini di kota-kota besar. Selain itu, pada menit 05:04, Yu Ning bercerita bagaimana salah seorang warga desa yang tertipu akan iklan obat herbal yang dijual di internet. Ini artinya, sebagai masyarakat mestinya mengecek keabsahan informasi yang diterima melalui internet agar tidak mudah termakan hoaks. Film berdurasi 32 menit 34 detik ini disutradarai oleh Wahyu Agung Prasetyo, diproduksi pada 2018. Berbagai prestasi berhasil film ini raih, di antaranya terpilih sebagai pemenang untuk Kategori Film Pendek Terpilih pada Piala Maya 2018, meraih Official Selection Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2018, dan Official Selection World Cinema Amsterdam 2019. Aksi Bu Tejo dan kawan-kawan dalam film “Tilik” ini dapat ditonton secara legal di Youtube Ravacana Films.
KREATIFITAS
Rumus Rumitnya Hidup: Wujudkan Ekspektasi Semua Orang Peresensi: Hesti Puji Lestari
Judul Penulis Koga Penerbit Tahun Terbit Halaman
: Berani Tidak Disukai :Ichiro Kishimi & Fumitake : Gramedia Pustaka Utama : 2019 : 323
“Pemuda: Aku ingin bertanya sekali lagi, apakah kau percaya bahwa dunia ini dalam segala cara adalah tempat yang sederhana? Filsuf: Ya, dunia ini sangatlah sederhana, dan demikian juga kehidupan.” Percakapan pembuka dalam buku yang berjudul “Berani Tidak Disukai” ini akan membawa pembacanya untuk memahami tentang konsep hidup. Peran sudut pandang yang dapat membuat kehidupan nampak sederhana atau sebaliknya, sangat rumit. Melalui kisah dalam buku ini, penulis ingin mengajak pembaca untuk lebih memahami diri sendiri dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan oleh seorang pemuda. Buku ini merupakan mahakarya dari dua penulis Jepang bernama Ichiro Kishimi & Fumitake Koga. Menyajikan kisah dua tokoh utama dalam bentuk percakapan naratif. Mengisahkan seorang filsuf dan seorang pemuda yang memiliki sudut pandang berbeda mengenai dunia. Namun, adanya perbedaan inilah menggerakkan sang pemuda untuk sering menemui sang filsuf. Meski tiap pertemuan selalu diwarnai perdebatan. Percakapan naratif ini merupakan ekstraksi pemikiran serta ajaran filosofis dan psikologis Adler. Alfred Adler sendiri merupakan seorang psikolog terkemuka Austria yang dikenal dengan teori psikologi individualnya. Selain Adler, dalam buku ini juga didapati pemikiran tokoh psikolog terkemuka lainnya. Di antaranya Sigmun Freud dan Carl Jung. Hadirnya pemikiran kedua tokoh tersebut, digunakan sang filsuf agar dapat menemukan perbandingan pemikiran selain Adler.
Terdapat lima malam di mana sang filsuf dan pemuda berdebat mengenai kehidupan. Saat menemui sang filsuf, pemuda kerap mengajukan berbagai pertanyaan, yang kemudian dijawab secara sederhana oleh sang filsuf. Meskipun sang pemuda terkadang tidak puas dengan jawaban yang dilontarkan sang filsuf, ia tetap mendengarkan dan terus belajar untuk memahami kehidupan. Pada malam pertama pembahasan keduanya mengenai keberadaan trauma. Dalam hal ini sang filsuf dengan tegas menyangkal akan keberadaan trauma. Namun, sang pemuda menolak apa yang dikatakan sang filsuf dan menganggapnya tidak masuk akal. Seminggu selanjutnya, tepatnya malam kedua sang pemuda kembali menemui sang filsuf untuk membahas terkait hubungan interpersonal. Pada malam ini, sang pemuda kembali dikejutkan dengan pernyataan sang filsuf. Namun, akhirnya sang pemuda mengemukakan argumentasinya. Baginya apabila manusia tidak memiliki musuh yang berlari di sampingnya, maka bagaimana bisa mengalahkan dirinya sendiri? Sebab, ia merasa tidak ada salahnya apabila hubungan interpersonal dianggap sebuah kompetisi. Berlanjut di malam ketiga tepatnya dua minggu setelahnya. Sang pemuda datang kembali menemui sang filsuf. Di bagian ini para pembaca akan diajak untuk memahami konsep percaya terhadap diri sendiri tanpa harus mengikuti ekspetasi orang lain. Merasa masih belum puas dengan diskusi-diskusi sebelumnya, sang pemuda kembali lagi di malam keempat untuk menemui sang filsuf. Di malam itu sang pemuda menemukan kembali kenyataan bahwa perasaan sosial merupakan sebuah tujuan dari hubungan interpersonal. Sebab perasaan sosial merupakan hal penting dalam mempertimbangkan hubungan interpersonal yang lebih bahagia. Pada malam kelima ini sang pemuda sudah mulai menerima bahwa hidup begitu
sederhana, tetapi masih terdapat beberapa hal yang mengganjal dibenak sang pemuda. Ia kembali menemui sang filsuf dan terjadi perdebatan kembali, meskipun tak sesengit malam-malam sebelumnya. Pada malam terakhir, sang filsuf menjelaskan apa itu kebahagiaan serta pentingnya menerima diri sendiri dan bagaimana cara agar dapat melihat dunia secara sederhana. Buku self improvement ini akan membawa pembaca untuk menemukan apa yang selama ini menjadi pertanyaan dalam diri setiap individu. Meskipun banyak diksi yang terkesan filosofis dan terkesan sulit dipahami sehingga mengharuskan pembaca untuk membaca lebih dari satu kali, namun pembaca akan disajikan dengan sudut pandang yang berbeda mengenai kehidupan seperti yang digambarkan oleh sang filsuf dan sang pemuda. Dalam buku ini juga akan ditemukan bahwa hidup tidaklah rumit jika kita bisa mengubah pola pikir. Hanya dibutuhkan keberanian untuk menjalani kehidupan yang begitu sederhana, sebab pada kenyataannya tidak semua manusia bisa menjalankan kehidupan yang sangat sederhana ini. Hal terpenting dalam menjalani kehidupan ini kita harus berani untuk tidak disukai karena mustahil menyenangkan dan mewujudkan semua ekspektasi orang lain. Melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana yang diajukan oleh sang pemuda seakan-akan mewakili para pembaca, sehingga buku ini nampak relevan dengan dengan permasalahan yang kerap dialami. Penyampaian dalam buku ini juga sangat menarik sehingga tidak membosankan serta pembaca dapat mengetahui konsep teori dan psikologi. Buku ini wajib dijadikan daftar bacaan saat merasa sedang merisaukan kehidupan dan hubungan sosial.
Buletin Kronika Edisi 34 19
PROFIL
Kemudahan Bukan Alasan untuk Berpangku Tangan Oleh : Artika Lusiani Nama TTL Agama Ayah Ibu Alamat
: Dharma Setyawan : Pekalongan, 29 Mei 1988 : Islam : Sukimin, S.Pd.I : Subarsih, S.Pd : Yosomulyo, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung
Riwayat pendidikan: 1. SD 1 Srisawahan Lampung Tengah (1994--2000) 2. SMP 1 Kota Gajah (2000--2003) 3. SMA 1 Kota Gajah (2003--2006) 4. S-1 STAIN Jurai Siwo (2006--2010) 5. S-2 Universitas Gajah Mada (2010--2013)
Inspiratif, kata yang pantas disematkan untuk dosen muda Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, Dharma Setyawan. Sejak menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jurai Siwo Metro (sekarang IAIN Metro., red), ia mulai menggeluti dunia kepenulisan. Meski memiliki orang tua yang berprofesi sebagai guru, tak lantas membuatnya menjadi manusia yang berpangku tangan. Selama di bangku perkuliahan, ia aktif menulis di berbagai koran media nasional. Di ant aranya Solo Post , Repub lik a, Media Indonesia, Radar Lampung, Lampung Post, dan Detik.com. Media tersebut sekaligus ia jadikan tempat belajar menulis dan awal mencari uang secara mandiri. Untuk setiap opini yang ia tulis di Lampung Post, dihargai Rp150.000. Uang tersebut ia gunakan untuk membayar uang kuliah yang ketika itu sebesar Rp600.000 setiap bulan. Walaupun setiap semester ia tetap mendapat uang untuk membayar kuliah dari orang tuanya. Tak hanya menulis, semasa kuliah Dharma juga berdagang dengan cara ngampas, yaitu menjualkan barang atau permen orang lain. Dari hasil berjualan tersebut, kemudian ia mendapatkan upah. Barang-barang dan permen tersebut ia tawarkan ke toko-toko dan tempat fotokopi. Saat itu ia juga bekerja sambilan di Baitul Mal wa Tamwil (BMT).
Khotimah
Ia sangat cerdas mengatur waktu, di samping kesibukan kuliah, menulis, dan berdagang ia aktif mengikuti organisasi. Ia memilih bergabung bersama organisasi ekstra kampus KAMI (Kesatuan Aksi Muslim Indonesia) dan mendirikan organisasi Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Filantropi bersama dengan teman-teman seangkatan pada 2009 lalu. Setelah lulus S-1 jurusan Ekonomi Islam (sekarang Ekonomi Syariah,. red), ia melanjutkan kuliah S-2 di UGM jurusan Studi Agama dan Lintas Budaya. Menjadi mahasiswa pascasarjana tetap membuatnya aktif menulis dan mulai merambah ke media sosial. Selain itu, ia aktif mengikuti organisasi intra kampus dan menjadi bagian dari Himpunan Mahasiswa Pascasarjana yang tergabung dalam bagian humas (hubungan masyarakat). Saat ini ia menjadi dosen di IAIN Metro sekaligus Ketua Jurusan Ekonomi Syariah (Esy), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Pada April 2021 ini, ia berhasil membawa jurusan Esy mendapatkan akreditasi A. Selain itu, Dharma adalah penggagas Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi). Payungi adalah sebuah gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dharma menilai organisasi mahasiswa sudah tidak zaman lagi, sekarang orang-orang lebih banyak bergabung dan tumbuh bersama sebuah komunitas.
D i Pa y u n g i i a d a n t e m a n - t e m a n penggerak Payungi mendirikan sekolah alternatif berbasis masyarakat, yaitu payungi university, sekolah desa, sekolah media, sekolah pertanian organik, dan sekolah penggerak wisata. Ia dinobatkan menjadi salah satu tokoh Lampung bidang pemberdayaan masyarakat oleh duajurai.com pada 2019. Kemudian pada 2020 ia meraih 21 local hero atau pahlawan lokal selaku pelopor pasar dari Tribun Network. Dosen dengan moto hidup, Siap Salah Menolak Kalah ini, selalu mendorong mahasiswanya tentang tiga hal, yaitu belajar pemberdayaan masyarakat. Bagaimana menjadi individu yang memiliki kontribusi dalam perubahan bersama masyarakat, bergotong royong bersama masyarakat, dan menciptakan perubahan bersama masyarakat. Kedua, mendorong pengembangan ekonomi kreatif. Terakhir, belajar media sosial dan media digital. Tiga hal tersebut menurutnya penting untuk dikembangkan di masyakarat ke depannya. Sehingga bisa berkontribusi terhadap keilmuan yang dimiliki kepada masyarakat.
Hidup Adalah Sebuah Pilihan
Salwa Qonita Ikrima (Kapuslitbang UKPM Kronika) Sering kali kita mendengar kata bijak, “hidup adalah pilihan”. Apakah benar hidup itu memang sebuah pilihan? Jika kita jeli mengamati, sebenarnya pilihan dalam hidup itu hanya terkait dengan “Ya” atau “Tidak”. Sejak kecil kita sudah diberikan pilihan untuk menjadi baik atau jahat, malas atau rajin, 20 Buletin Kronika Edisi 34
penurut atau pemberontak, dan lainnya. Terkadang seseorang memilih sebuah pilihan hanya karena mengikuti pilihan orang lain, dengan mengesampingkan kata hati dan memilih jalan aman bersama pilihan orang lain. Padahal, pilihan yang banyak dipilih oleh orang lain, belum tentu jalan yang benar. Alangkah lebih baik jika kita selalu mengikuti kata hati untuk menetapkan sebuah pilihan, karena nanti diri sendiri yang akan menanggung segala risiko baik buruknya jalan yang kita pilih tersebut. Jika memang pilihan kita salah setidaknya adalah keputusan sendiri bukan sebagai pengikut orang lain. Apabila pilihan tersebut benar tentu akan lebih meningkatkan kepercayaan diri kita. Seperti ketika kita sudah memilih rencana A, dan ternyata ada saja halangan atau masalah yang mengharuskan kita untuk beralih ke rencana B. Semua masalah yang mengganggu, tidak jarang malah mengganggap Tuhan tidak adil. Rasanya ingin mengulang pilihan yang telah diambil sebelumnya. Namun, sebenarnya tugasmu adalah menjalani pilihan yang telah kamu pilih dengan sebaik-baiknya.
Begitu pula dalam berorganisasi, sejak awal kita telah ditempatkan pada sebuah pilihan. Ketika menjadi seorang mahasiswa, kita diberikan pilihan untuk fokus kuliah saja atau menjalankan kuliah sambil berorganisasi. Tentu pilihan berada di tangan pribadi masing-masing dan ketika kita sudah memutuskan untuk bergabung di dunia orgnisasi, tentu ada beberapa konsekuensi yang harus dihadapi. Menjadi mahasiswa berorganisasi harus cerdas dalam manajemen waktu, baik untuk kegiatan organisasi maupun kuliah. Namun, ketika menemui kendala di pertengahan jalan, jangan justru mundur, berbelok arah, dan tidak mempertanggungjawabkan pilihan. Sejatinya, mahasiswa adalah “Maha” nya dari seorang siswa. Jadi seharusnya bisa lebih bertanggung jawab dengan pilihan yang sudah diputuskan, baik buruknya pilihan tersebut.