1
JUMAT 19 JULI 2013 NO.0163 | TAHUN II Koran Madura
JUMAT
Harga Eceran Rp 3.500,- Langganan Rp 70.000,-
19 JULI 2013
Khofifah Optimis Menang
NAPI KABUR
Presiden: Tangkap Semua! JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara tegas menginstruksikan jajaran Kepolisian dan pihak terkait untuk menangkap seluruh narapidana yang melarikan diri dari Rumah Tahanan Batam, Kepulauan Riau maupun Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara. “Bapak Presiden telah menerima laporan kejadian di Lapas Kelas II Batam. Pemerintah telah meminta pihak kepolisian segera bekerja untuk menangkap dan mengembalikan mereka yang melarikan diri dari lapas di Batam,” kata Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha di Jakarta, Kamis (18/7).
Menurut Julian, pasca peristiwa yang terjadi di Lapas Tanjung Gusta, Presiden menginstruksikan kepada Kementerian Hukum dan HAM untuk meningkatkan pengamanan di seluruh lapas. Mengingat kejadian serupa kerap terjadi di lapas, kata dia, perlu dilakukan evaluasi terhadap kebijakan lapas. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto menegaskan bahwa harus ada evaluasi pengelolaan di dalam lapas, seperti waktu pergantian sipir, waktu istirahat sipir dan istirahat napi. Bahkan, lanjut Joko, bisa saja dilakukan penambahan jumlah sipir. “Kami prihatin dengan apa yang terjadi di Batam. Saya sudah berikan instruksi kepada Pak Amir Syamsuddin (Menteri Hukum dan HAM) sejak kejadian di Tanjung Gusta. Agar, meningkatkan kewaspadaan di seluruh lapas. Instruksi itu sudah berjalan. Yang jelas, yang lari dikejar,” kata Djoko. (gam/cea)
Hari ini BerKah Layangkan Gugatan SURABAYA – Tim hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa- Herman S Sumawiredja (BerKah), hari ini Jumat, (19/7) mengirimkan gugatannya ke Pengadilan Tinggi Usaha Negara (PTUN), terkait perlakuan berbeda kandidat pasangan calon (paslon) peserta Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
ant/fabianus riyan adhitama
AIR KATA KATA DI JAKARTA. Salah satu tetua adat dari Papua turut serta menari dalam pentas tari berjudul “Air Kata-Kata” di Teater Kecil komplek Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (17/7). Pentas Tari ini diselenggarakan dalam rangka tugas akhir mahasiswa jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
“Ada perlakuan berbeda, yang seharusnya netral, profesional dan imparsial ternyata itu dilampaui. Ada keganjilan yang vulgar, dan hasil telaah, tim hukum pasangan BerKah kemudian menyusun gerakan untuk menempuh langkah hukum. Karena negara ini memberikan ruang untuk itu, sesuai dengan undang-undang,” ujar Khofifah, Kamis (18/7). Meski ditanyakan tidak lolos, Khofifah mengaku optimis dengan apa yang diperjuangkannya itu berjalan lancar. Sebab, selain pendukung dan tim, semua pihak juga terus berdatangan memberikan dukungan untuk terselenggaranya Pilkada Bersih di Jatim. “Insya Allah optimisme saya dan tim tidak akan padam. Karena kemungkaran itu akan terus merajalela jika kita biarkan. Dan, saya tegaskan tidak ada pengadilan dukungan atau take over, termasuk juga tidak ada kompromi politik, untuk kemungkaran,” tandasnya. Sementara itu, Ketua KPU Jatim, Andry Dewanto Achmad mengatakan, pasangan BerKah masih memiliki kesempatan untuk ikut sebagai peserta Pil-
gub. Dengan catatan, gugatannya dikabulkan oleh PTUN. “Masih ada peluang bagi Ibu Khofifah, asalkan putusan PTUN keluar sebelum surat suara dicetak. Tapi putusan PTUN itu kan tidak bisa diprediksi, kadang cepat kadang menunggu lama. Kalau Pilgub sudah dilaksanakan, ya tidak bisa, kalau gugatan itu dimenangkan di tingkat PTUN sebelum surat suara dicetak, Ibu Khofifah masih bisa dimasukkan sebagai peserta Pilgub,” ujar Andry. Hingga saat ini, pasca putusan pleno KPU Jatim pada 14 Juli lalu, Khofifah Indar Parawansa mengklaim kalau semua elemen pendukung dan timnya tetap solid. Dan mereka mengaku belum lelah berjuang melawan ketidakadilan yang mereka terima, tersingkir di Pilgub Jatim 2013. Bahkan Ketua Umum PP Muslimat NU ini menegaskan mengharamkan suara wanita Muslimat NU di Jatim untuk diberikan kepada pasangan nomor urut 1. Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa). “Saya tidak ingin suara Muslimat NU di Jatim untuk pasangan itu (KarSa). Kalau mau golput silahkan, atau ke calon lain”, tegasnya. Hal senada juga disampaikan Ketua Tim Pemenangan BerKah yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Salahuddin Wahid yang melarang pendukungnya menyumbangkan suara untuk KarSa. Hal tersebut dibenarkan, Ahmad Milah Hasan, anggota tim pemenangan Khofifah. Untuk diketahui, pasangan BerKah akhirnya dicoret oleh KPU karena terganjal dualisme dukungan dari Partai Kedaulatan (PK) dan PPNUI. Sehingga, dari 15,55 persen suara dukungan yang semula dikantongi BerKah berkurang menjadi 14,81 persen. (ara)
KONTROVERSI PP 99/2012
Anggota FPPP Mendesak SBY Pecat Wamenkum Ham JAKARTA- Kontroversi seputar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang pengetatan remisi bagi terpidana korupsi, narkoba dan teroris ternyata belum juga surut. Anggota Komisi III DPR RI FPPP Ahmad Yani mendesak Presiden SBY memecat Wakil Kementerian Hukum dan HAM Denny Indrayana karena telah menjerumuskan SBY dengan menerbitkan PP 99/2012. “Kehadiran Denny justru menambah masalah dan tak pernah menyelesaikan masalah. Dia ini masih berpikiran Napi itu harus dipenjara, dan bukannya dibina,” kata Ahmad Yani dalam diskusi ‘Kerusuhan Lapas Tanjung Gusta, Siapa Bertanggungjawab?” bersama mantan Menkum dan HAM Patrialias Akbar dan Mantan Napi, Anton Medan di Jakarta, Kamis (18/7) Menurut dia, keberadaan PP 99/2012 ini sangat memprihatinkan karena bertentangan dengan UU dan aturan lain yang mengatur soal Napi. “Untuk itu harus dirubah atau dicabut, dan kalau tidak maka pemerintah harus mengembalikan
Jadwal
17:30
Putus Asa Sementara itu, Mantan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengatakan aturan pengetatan remisi yang ada pada PP 99 Tahun 2012 harus dievaluasi lebih rinci agar tidak terjadi diskriminasi. Sebab jangan sampai narapidana yang telah berbuat baik selama menjalani hukuman tidak menda-
patkan remisi. “PP itu banyak yang harus dievaluasi. Ada yang bisa digunakan, ada yang tidak. Itu memang harus dirinci. Jadi jangan orang yang sudah bertekad berbuat baik, sudah tobat, tapi negara tidak memberikan penghargaan,” jelas Patrialis. Patrialis menambahkan, dalam pembuatan dan rancangan PP ini, pejabat struktural setingkat Dirjen pun tidak sepakat dengan pembuatan aturan ini. Namun, PP tetap disahkan karena yang inisiasi adalah Denny Indrayana. “Saya dengar juga pembuatan PP ini kawan-kawan dari Dirjen Kemasyarakatan dan Dirjen PP tidak diindahkan. Karena yang memimpin kehadiran PP ini adalah Wamen,” tandasnya.(gam/abd/cea)
KASUS LAPAS CEBONGAN 1434 H
Maghrib
Lapas seperti penjara di masa kolonial, di mana tak ada binaan bagi Napi, juga tak ada remisi, tak ada asimilasi dan lainnya,” jelasnya Lebih memprihatinkan lagi lanjut Yani, Presiden SBY tak tahu masalahnya ketika menandatangani PP 99 tersebut. Padahal kasus kaburnya Napi di Lapas Tanjung Gusta itu diantaranya akibat PP ini. “Jadi, Denny sengaja atau tidak, justru memberi ‘racun’ yang menabrak UU dan menyesatkan pemerintah. Langkah itu kan sama dengan mempermalukan Presiden SBY sendiri,” tambahnya. Yani bahkan menuding bahwa Denny
tidak tahu menahu soal posisinya di kementrian. Karena itu, dia meminta agar Denny dipecat saja. “Denny itu harusnya sudah dipecat, karena dirinya mubazir berada di lembaga kementerian, orang tidak tahu apaapa masih dipertahankan,” kata dia. Menurut politisi PPP ini, Denny hanya berjalan di tempat dalam hal penanganan berbagai kisruh di Lapas. Hal tersebut, sebagai tanda ketidakpahamannya terhadap akar persoalan yang ada selama ini. “Secara naluri Denny itu tidak cocok berada di lembaga kementerian, dia pasnya di lembaga jalanan seperti LSM,” sindir Yani.
Isya
Imsak
Subuh
18:44
04:13
04:23
*Untuk Surabaya dan sekitarnya
Pemeriksaan Saksi Bersamaan Dipertanyakan YOGYAKARTA- Pakar Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia Muhammad Arif Setiawan menilai pemeriksaan saksi secara bersamaan dalam sidang kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta dikhawatirkan mempengaruhi independensi saksi. “Cara pemeriksaan saksi lebih dari satu yang diperiksa secara bersamaan dalam kasus ini dapat mempengaruhi keterangan saksi satu dengan saksi lainnya,” kata Arif di Yogyakarta, Kamis. Ia mengatakan saksi seharusnya dipanggil ke ruang sidang satu per satu menurut pertimbangan hakim ketua. Ketentuan tersebut dimaksudkan agar para saksi
tidak terpengaruh untuk memberikan keterangan yang menyimpang dari yang sebenarnya terjadi. Menurut dia, hal itu perlu untuk diantisipasi, karena
keterangan saksi satu dengan saksi lainnya sebenarnya bisa berbeda. “Pemeriksaan saksi secara bersama-sama dalam persidangan bisa saja mengun-
tungkan, atau bahkan merugikan terdakwa,” kata dia yang juga direktur Pendidikan Khusus Profesi Advokad (PKPA) Universitas Islam Indonesia (UII) ini. Selanjutnya, kata dia, apabila kondisi tersebut terbukti mempengaruhi saksi, maka telah melanggar hukum acara pidana peradilan militer yang diatur dalam Pasal 152 (1) dan Pasal 154 (1) b Undangundang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer. “Dalam hukum acara tersebut, hakim berkewajiban meneliti apakah semua saksi yang dipanggil sudah hadir, dan memberi perintah untuk mencegah jangan sampai saksi berhubungan sebelum memberi keterangan dalam persidangan,” katanya. (ant/ luq/beth)
Listrik Sedang enak-enaknya mengemudikan motor butut yang baru dibeli, Matrawi tibatiba di hentikan oleh petugas di perempatan jalan. “Prit... Berhenti, selamat malam pak. Mohon maaf mengganggu sebentar!” kata petugas kepolisian sopan. “Iya, Pak.” jawab matrawi singkat. “Kenapa malam-malam begini lampu motornya tidak dinyalakan?” Matrawi kaget. Mukanya mulai terlihat bingung. ia baru sadar lampu motornya mati. “Maaf, Pak. Saya nunggak tagihan listrik empat bulan. Jadi listriknya diputus.” Jawab Matrawi sekenanya. “Baiklah, kalau begitu Motornya letakkan di poslantas, nanti akan saya kasih meteran listrik yang baru dari PLN” kata sang petugas sembari meminta konci dan surat-surat motor yang dikendarainya. Baru kali ini Matrawi mati akal.
Cak Munali
2
SUMENEP
JUMAT 19 JULI 2013 NO. 0163 | TAHUN II
Wartawan Patrol Sahur Bersama “Can Macanan” SUMENEP - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Merah Putih (JMP) Sumenep, Kamis (18/7) pukul 2:00 dini hari, menggelar patrol sahur dengan keliling Kota setempat, dimulai dari rumah dinas. Dalam patrol tersebut, para wartawan bersama komunitas seni budaya lokal harimau jadi-jadian yang disebut “can macanan” dari daerah Kertasada, Kecamatan Kalianget. Diiringi musik patrol tradisional beserta “can macanan” khas daerah Sumenep, rombongan berkeliling kota membangunkan warga untuk melaksanakan sahur. Patrol sahur yang sengaja diniatkan untuk melestarikan budaya yang sudah hampir punah itu ramai diikuti warga hingga akhirnya ditutup di rumdis. Salah satu warga Pangarangan yang ikut iringan patrol, Samiuddin, mengatakan, sangat senang sebab musik tradisional maupun hiburan seperti ini sudah jarang dijumpai. “Patrol sahur macam begini akan mengingatkan kembali sebuah kesenian tradisi yang sudah hampir punah,” tuturnya. Ketua Komunitas Seni Budaya Lokal “Can Macanan” asal warga Desa Kertasada, Ke-
camatan Kalianget, Sahiruddin mengaku, sangat prihatin terhadap kondisi seni budaya lokal yang sudah nyaris punah. Banyaknya genre musik modern, menguburkan beberapa kesenian lokal termasuk seperti halnya patrol dan can macanan. “Saya prihatin sekali terhadap seni tradisi seperti patrol dan macanan akan terkikis habis,” ungkapnya. Bersama komunitasnya, dia sudah menekuni kesenian patrol dengan menggunakan bambu petung asli selama 5 tahunan. Untuk menghasilkan efek bunyi yang dihasilkan benar-benar bagus, menurutnya, tidak sembarangan mencari bambu petung. “Karena semua alat yang kami gunakan jenisnya perkusi, maka saat mencari kami harus selektif,” imbuhnya. Dia juga memaparkan, bahwa kebiasaan patrol tidak hanya diundang dalam acara patrol puasa, untuk hari-hari tertentu biasanya kelompoknya juga diundang mengisi acara mante-
nan, sunatan dan sejenisnya. “Tapi kalau bulan puasa kami setiap malam keliling kampung melakukan patrol sahur, karena dengan cara inilah musik tradisional ini tetap dikenal dan tidak mudah punah, walaupun sudah memasuki era modern,” jelasnya. Keprihatinan itu juga muncul dari JMP Sumenep, untuk melakukan patrol sahur bersama, karena dengan perkembangan zaman pada saat ini sudah mulai mengikis budaya lokal sehingga banyak orang enggan untuk melestarikan. “Kami sangat prihatin karena budaya “can macanan” sudah nyaris punah di Sumenep, padahal pada zaman dulu hiburan ini diminati masyarakat,” kata lelaki yang akrab dipanggil SAL ini. Tradisi memang perlu kita perhatikan dan lestarikan bersama-sama, karena jika musik tradisional ini tidak sering dikenalkan terhadap masyarakat maka tidak lama lagi akan punah, saat ini saja keberadaannya sudah memprihatinkan. Selain membangunkan warga untuk sahur, juga dapat menjaga keamanannya, karena ketika mendengar lantunan musik dan nyanyian nuansa islami warga banyak yang bangun
dari tidurnya. Selain itu, papar anggota Jurnalis Merah Putih (JMP), sangat senang bisa kerjasama dengan para pencinta budaya lokal. Karena kegiatan patrol sahur ini sebenarnya di samping membangunkan warga juga untuk mengangkat bu-
daya lokal yang terkikis dengan kondisi perkembangan zaman semakin berkembang, agar nantinya tidak punah. “Budaya lokal warisan nenek moyang kita ini memang perlu dilestarikan, sehingga tidak terkikis dengan perkembangan zaman yang
semakin maju, sebab tradisi itu merupakan kebanggan masyarakat daerah ini yang perlu kita pertahankan kelestariannya,” paparnya, usai melakukan patrol sahur. Dengan bekal musik tradisional, yang dimainkan oleh 25 orang, suara gendang,serta
tong-tong terbuat dari bambu dapat membuat warga penasaran, sehingga ketika rumah yang dilewatinya pasti pemiliknya keluar rumah dan menonton aneka hiburan yang serba tradisional itu. Kemudian dihibur juga dengan dua ondel-ondel, dua harimau jadi-jadian, serta aneka hiburan peninggalan nenek moyang. Usai berkeliling kota para pencinta budaya lokal memainkan musiknya di depan rumah dinas Bupati setempat. Sementara itu Bupati Sumenep, A Busyro Karim, mengaku senang dengan adanya patrol sahur untuk membangunkan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa agar segera bersahur, apalagi dengan menggunakan budaya lokal yang sudah hampir punah, sehingga dengan itu budaya itu dapat dikenal dan diingat kembali oleh masyarakat banyak. “Ini merupakan perkembangan dari masa kemasa untuk membangunkan orang dengan musik tong-tong tradisional ini yang sudah berjalan cukup lama, namun sepertinya sudah terkikis dengan perkembang zaman. Jadi dengan kegiatan itu merupakan upaya untuk membangkitkan budaya yang sudah nyaris punah,” terangnya. (athink/mk)
SETELAH NEGOSIASI
Nelayan Lamongan Dipulangkan
Sambil menunggu waktu berbuka, tiga pria ini ngobrol di depan Masjid Akbar, Jakarta, Kamis (18/7)
SUMENEP – Sebanyak 35 nelayan asal Lamongan yang sebelumnya diamankan nelayan Masalembu akhirnya dipulangkan melalui jalur darat, Kamis (18/7). Pemulangan dilakukan setelah nelayan Masalembu dan Lamongan bertemu yang dihadiri oleh pihak-pihak terkait termasuk Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia asal Lamongan untuk tidak mengulangi lagi masuk wilayah penangkapan ikan warga Masalembu. Kapolres Sumenep AKBP Marjoko mengatakan, 35 nelayan asal Lamongan tersebut di pulangkan melalui jalur darat, setelah sebelumnya
menaiki kapal dari Masalembu menuju Pelabuhan Kalianget. Sedangkan untuk tiga perahu milik nelayan Lamongan, saat ini masih diamankan nelayan Masalembu untuk menunggu kesepakatan selanjutnya. “Untuk perahunya menunggu kesepakatan lebih lanjut, dan saat ini memang masih berada di Masalembu, karena sesuai dengan kesepakatan, jika ada yang melanggar maka perahunya akan ditangkap, dan kami persilakan ada kesepakatan asalkan tidak melanggar hukum,” terangnya, Kamis (18/7). Menyangkut pelanggaran hukum yang dilakukan ne-
layan Lamongan, AKBP Marjoko menegaskan, tidak ada kecuali melanggar kesepakatan yang ditandatangani kedua belah pihak 8 bulan lalu. Nelayan Lamongan ataupun nelayan Sumenep dilarang menangkap ikan di zona yang ditentukan oleh masing-masing perwakilan nelayan, diantaranya tidak boleh melewati jalur dibawah 5 mil. “Untuk menjaga keamanan perselisihan dan bentrok, kini Polsek Masalembu dan Polair Polda Jatim terus memantau keamanan nelayan Lamongan hingga situasi benar-benar kondusif,” pungkasnya. (sai/mk)
TERNAK
Harga Sapi Turun 20 Persen PENDIDIKAN
10 Pelajar Putra Daerah akan Belajar Migas SUMENEP - Sepuluh pelajar Sumenep yang masuk seleksi interview final dalam program beasiswa pemerintah kerjasama dengan PT. Titis Sampoerna dan The University of Petroleum, Kamis (18/7), menandatangani kontrak kerjasama dengan Pinpas dari Kerajaan Inggris. Petroleum merupakan centre of knowledge di bidang energi, khususnya migas. Arisanti Oktavia Dewi, siswa SMA 1 yang masuk di antara 10 siswa yang lulus dengan predikat utama, mengatakan, sangat senang mendapatkan beasiswa yang berkonsentrasi pada bidang migas di The University of Petroleum, Yogyakarta. Sebab dalam beasiswa yang diterimanya juga menyertakan bentuk kerjasama dengan Kerajaan Inggris dalam beasiswa Pinmas. “Saya bahagia luar biasa, ketika nama saya juga ada di dalamnya sebagai salah satu penerima beasiswa migas ini. Dalam sepuluh tahun ke depan, saya akan mengabdikan diri untuk daerah yang telah membesarkan saya,” paparnya, Kamis (19/7) saat ditemui di ruang interview di PT WUS Sumenep. Wakil Rektor Bidang Pemasaran dan Kerjasama The University of Petroleum Idham Ibty menjelaskan, pihaknya memang tengah melakukan interview final
Penerima Beasiswa PT. Titis Sampoerna dan The University of Petroleum Jurusan Nama Sekolah Asal Teknik Perminyakan
Arisanti Oktavia Dewi Novita Ratna Dila Ikromil Fawaid
SMA 1 Sumenep SMA 2 Sumenep MA Al Karimiyah, Gapura
Manajemen Ilmu Hukum
Nurfatun Munawarah Fawaidus Salam
SMAN 1 Arjasa MA Sumber Payung, Ganding
Sufi Amalia Zainal Arifin
SMAN 1 Kalianget SMA PGRI 1 Sumenep
Psikologi
Rina Hartatik Adib Mahbub Berzanji
MA Al Karimiyah, Gapura SMA Batuan
Sirrul Bari
MA Al Karimiyah, Gapura
Umum
Teknik Mesin
terhadap penerima beasiswa yang berasal dari putra daerah asli Sumenep. “Ini memang pelaksanaan interview final. Selain itu kerjasama kontrak dengan siswa yang lolos seleksi. Agar semua jelas bahwa perguruan kami juga disupport oleh Kerajaan Inggris dengan beasiswa Pinmas,” tuturnya. Dia menambahkan, untuk proses seleksi awalnya sebanyak 2000 siswa, kemudian hanya diambil 85 siswa. Tetapi yang 85 itu lalu diseleksi kembali jadi 25 siswa lagi dan terakhir sampai tersisa 10 siswa. Sedangkan beberapa siswa yang diterima, untuk jurusan teknik perminyakan adalah Arisanti Oktavia Dewi (SMA 1), Novita Ratna Dila (SMA 2). dan Ikromil Fawaid (MA Al Karimiyah).
Yang diterima di jurusan manajemen, Nurfatun Munawarah (SMAN 1 Arjasa), dan Fawaidus Salam (MA Sumber Payung). Untuk jurusan ilmu hukum, Sufi Amalia (SMAN 1 Kalianget), dan Zainal Arifin (SMA PGRI 1 Sumenep). Kemudian untuk jurusan Psikologi Umum, Rina Hartatik (MA Al Karimiyah), dan Adib Mahbub Berzanji (SMA Batuan). Sementara yang diambil untuk jurusan tekhnik mesin hanya satu orang, yaitu Sirrul Bari (MA Al Karimiyah). Sementara itu, Direktur Utama PT. WUS, Sitrul Arsy mengakui, bahwa pertemuan yang dilakukannya sebagai interview final. Sedangkan sepuluh siswa yang lolos seleksi juga diwajibkan mengajak orang tuanya untuk menandatangani kontrak.
“Kami hanya tak ingin nanti apabila dalam perjalanan ada diantara siswa yang dikawinkan oleh orang tuanya atau hal-hal lain yang sifat menggugurkan kontrak. Sebab jika itu terjadi, pemerintah tetap akan mencarikan ganti,” terangnya. Untuk program beasiswa ini, menurutnya pemerintah memang bekerjasama dengan PT. Titis Sampoerna untuk mensinergikan program beasiswa demi pemberdayaan putra daerah. Bahkan sebelumnya, pemerintah juga telah menyekolahkan 10 orang ke Cepu yang disiplinnya perminyakan. “Kalau harapan setiap tahun nanti pasti akan ada. Kami nanti akan kerajsama dengan PT. KEI, Santos maupun PT. Husky,” tukasnya. (athink/mk)
SUMENEP - Harga sapi di Pasar Bangkal Sumenep, Kamis (18/7), turun sekitar 20 persen. Turunnya harga sapi menurut beberapa sumber, tidak ada hubungannya dengan bulan puasa walaupun beberapa harga kebutuhan pokok melonjak. Marjuki, pedagang sapi asal Desa Pajagungan, mengatakan, harga sapi pada pasaran ini sangat menurun. Turunnya harga tersebut karena beberapa pedagang sapi yang semula tidak kunjung menjual sapinya karena tidak laku-laku, pada saat bersamaan menjual sapinya secara murah. “Saya juga tidak tahu, kenapa para pedagang sapi justru menjual sapinya dalam harga yang murah,” paparnya ketika ditemui di Pasar Sapi Bangkal. Dia memperkirakan banyak para pedagang sapi yang akhirnya menjual sapi secara
murah, karena diakibatkan oleh datangnya bulan puasa dan menjelang lebaran. Sehingga pedagang tidak berpikir dua kali untuk menjual ternaknya untuk belanja persiapan menyambut datangnya lebaran. “Wah untuk satu puasa ini, saya harus menjual anak sapi kok, Pak,” ungkapnya. Pedagang lain, Matsula, warga Desa Batuputih bercerita, pada pasaran sekarang dirinya membawa 3 ekor sapi. Dua diantaranya besar dan satunya masih baru lepas dari susuan induknya yang umurnya masih 4 bulan 3 minggu. “Kalau anaknya hanya laku 3.200.000. Yang besar Rp. 6 juta dan Rp. 6.500.000,” terangnya. Dia mengatakan, bahwa turunnya harga sapi tiap pasaran berbeda. Kalau pada pasaran ini, harga sapi untuk yang kecil harganya turun berkisar 300 ribu rupiah. Untuk induk
sapi besar harganya turun 400 sampai 500 ribuan, begitu pula untuk yang sapi pejantan. Dia berharap harga sapi untuk pasaran ke depan tidak seperti sekarang, karena hasilnya jika dihitung-hitung tidaklah cukup dengan biaya pemeliharaan dan ongkos mengangonnya. Belum lagi ongkos mobil yang mengangkut sapi, sebab setiap pasangnya harganya Rp. 50-an ribu. Sedangkan yang kecil ongkosnya hanya 40 ribu. Akan tetapi, dirinya tetap optimis harga sapi setelah hari lebaran akan naik. Karena itu sebagai pedagang, setiap pasaran dia mencari sapi yang memiliki postur tubuh yang bagus. Sehingga saat diangon dan dijual nantinya, untungnya juga ada. “Selain saya jual, saya juga cari sapi yang bagus untuk dipelihara,” tuturnya. (athink/mk)
TAMPAK LUAR. Para pedagang dan pembeli sapi di membaur di Pasar Bangkal Sumenep pada Kamis (18/7). Saat ini harga sapi turun hingga 20 persen, diperkirakan hal ini karena datangnya bulan puasa dan jelang hari raya.
SUMENEP
Warga Pasok Sembako dari Bali
SUMENEP - Jauhnya jarak tempuh jalur laut dari Pulau Sapeken ke Kota Sumenep, serta seringnya terjadi cuaca ekstrem, membuat warga Pulau Sapeken memasok sembako dari Pulau Dewata, Bali.
Selain jarak tempuh antara Pulau Sapeken ke Bali relatif dekat dibandingkan ke Kota Sumenep, hingga saat ini cuaca di perairan Sumenep belum sepenuhnya stabil. Jarak tempuh Pulau Sapeken ke Bali hanya membutuhkan waktu antara 3-4 jam. Sementara dari ke Kota Sumenep membutuhkan waktu antara 7-8 jam. Itupun kalau perjalanan normal. Nur Asyur, warga Pulau Sapeken, mengatakan, saat ini masyarakat lebih memilih untuk kulakan sembako Bali, karena jarak tempuh ke Pulau Dewata tersebut tidak membutuhkan waktu terlalu lama. “Apalagi ketika sering terjadi
cuaca ekstrem seperti saat ini, ya otomatis masyarakat memasok sembako dari Bali,” terangnya, Kamis (18/7). Alat transportasi laut yang disediakan oleh Pemkab Sumenep masih tergolong sangat sederhana, sehingga ketika terjadi cuaca ekstrem dan ketinggian ombak di atas tiga meter, kapal tidak bisa beroperasi. ”Dari keterbatasan inilah yang memaksa masyarakat kepulauan Sapeken memilih untuk berbelanja ke Pulau Bali,” tambahnya. Anggota Komisi D DPRD Sumenep itu mengaku prihatin atas keterbatasan alat transportasi untuk masyarakat kepulauan. Sehingga, masyarakat kepulauan harus memasok sembako dari Bali. ”Kami sangat menyayangkan ketersediaan alat transportasi untuk masyarakat kepulauan yang sangat minim. padahal pasokan PAD dari kepulauan sangat besar untuk daerah. Tapi, mengapa belum ada alat transportasi yang memadai bagi masyarakat kepulauan,” tanyanya.
Ombak Tiga Meter Pantauan Koran Madura, Kamis (18/7), ketinggian ombak di perairan Kangean mencapai sekitar tiga meter dengan kecepatan angin hingga 26 knot. Di Pelabuhan Kaliaget penumpang dan sejumlah sembako menumpuk karena tidak ada kapal yang berlayar. Puluhan penumpang dari berbagai kecamatan di kepuluan, terpaksa mencari tumpangan untuk menginap sambil menunggu jadwal kapal berangkat. Direktur PT. Sumekar Line Rasul Djunaidi mengatakan, pihaknya mengaku belum berani untuk melakukan pelayaran. Hal itu dikarenakan cuaca yang tidak mendukung. ”Demi keselamatan penumpang, kami memilih tidak memberangkatkan kapal, kami masih menunggu cuaca benar-benar normal,” pungkasnya. (edy/mk)
Polisi Pantau Tempat Keramaian
PENJAGAAN. Seorang polisi tampak mengawasi para pembeli emas di salah satu toko emas Sumenep, Kamis (18/7). Penjagaan ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya aksi kriminal. pada jam 09.30 WIB kami sudah stand bay di sejumlah lokasi yang rawan terjadi pencurian hingga situasi menjadi aman. Jika sudah aman baru saya tarik anggota untuk pindah ke titik lokasi yang lain,” terangnya. Sejauh ini, katanya, tindak kriminal di sejumlah toko-toko emas dan bank masih aman dan terkendali. “Alhamdulillah untuk sementara hinga hari ini tindak kriminal di toko toko emas tidak ada dan semoga terus tetap aman dan kondusif,” tambahnya Sementara dalam menjagi ketat beberapa toko emas dan titik lokasi yang rawan terjadi pencurian dan perampokan, Heri sengaja menurunkan 5 orang. 3 orang memantau situasi dan kondisi, 2 orang berpatroli di toko emas,” imbuh Heri. Pada waktu bersamaan, penjual toko emas H. Nawawi saat ditemui oleh wartawan mengaku selama ini tokoh emas di tokonya masih steril
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
Politisi PKS tersebut berharap, pemerintah segera mencarikan solusi sehingga warga tidak perlu memasok sembako dari luar Sumenep.
ANTISIPASI PENCURIAN
SUMENEP – Mengantisipasi terjadinya aksi kriminal, sejumlah polisi, Kamis (18/7) menjaga tempat-tempat keramaian seperti bank dan toko emas. Kapolsek Kecamatan Kota Sumenep AKP M Heri EP mengatakan, penjagaan terhadap sejumlah toko emas untuk mengantisipasi pencurian dan perampokan. ”Karena bulan Ramadhan para pembeli melonjak dan ramai, maka patroli semakin kami tingkatkan untuk mengantisiasi pencurian,” katanya Kamis (18/7). Menurut Heri, tempat yang sering jadi sasaran pencurian adalah pegadaian, bank, toko emas. Sehingga pihaknya memantau keamanan di tempattempat tersebut. “Tetapi yang menjadi sasaran prioritas kami adalah toko-toko emas dan perbankan,” ujarnya. Selama bulan Ramadhan, pihaknya akan aktif melakukan patroli setiap hari. “Setiap hari kami melihat dan mencermati kondisi yang ada, misalnya sekarang hari Kamis,
3
JUMAT 19 JULI 2013 NO. 0163 | TAHUN II
dan kondusif. “Sejauh ini gak ada pencurian mas, masih steril dan kondusif,” kata Fartin Musdhalifa Fartin menjelaskan bahwa sejak masuk bulan Ramadhan, toko emas H. Nawawi ramai pembeli, bahkan membludak. “Pembeli lebih ramai daripada sebelum hari bulan puasa. Namun, akan tambah membludak ketika hampir lebaran tiba,” tambahnya Harga emas di Toko H. Nawawi bergam, kalau yang kualitas emas 23 karat Rp 403.000 pergramnya. Harga emas untuk kualitas 22 karat adalah Rp 340.000 pergram. Sementara untuk harga emas kualitas 24 karat seharga Rp 452.000 pergram. “Sekarang harga emas kembali naik, Mas, kemarin memang sempat turun, tetapi sekarang naik lagi. Kalau kemarin, harga emas turun sampai dibawah Rp. 400 ribu, namun sekarang harga kembali naik di atas Rp. 400 ribu,” jelas Fartin kepada wartawan. (sym/mk)
Guru melakukan aktivitas belajar mengajar saat hari pertama masuk sekolah di SDN Srondol Wetan 01 Semarang, Jateng, Senin (15/7). Penerapan kurikulum baru 2013 tahap pertama mulai dilaksanakan pada tahun ajaran baru di 6.400 sekolah tingkat SD - SMA se-Indonesia dan diharapkan tuntas pada 2015
PERCOBAAN KURIKULUM BARU
DPKS Khawatir Menimbulkan Diskriminasi SUMENEP – Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep khawatir percobaan kurikulum baru 2013 disebagian sekolah akan memicu terjadinya diskriminasi kepada sekolah yang lain. Pasalnya, percobaan kurikulum tersebut diberlakukan secara tidak merata. Data yang dihimpun Koran Madura, kurikulum baru tersebut untuk sekolah tingkat SD hanya diberlakukan di 15 sekolah, SMP di 6 sekolah, SMA di 6 sekolah dan SMK di 1 sekolah. Sejak 15 Juli kemarin, sekolah tersebut sudah menerapkan kurikulum yang baru. Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep Mohammad Suhaidi mengatakan, ketidaksepadanan antara jumlah sekolah dengan yang dijadikan percobaan akan menimbulkan diskriminasi terhadap sekolah yang lain. “Apakah sudah siap sekolah yang telah dijadikan percontohan itu. Dan juga apakah gurunya sudah siap menjalankan kurikulum baru yang telah diterapkan tersebut. Lalu bagaimana nasib sekolah yang lain?” kata dengan
nada tanya, Kamis (18/7). Dosen STKIP PGRI Sumenep itu tidak yakin semua sekolah yang akan dijadikan percobaan kurikulum baru sudah siap. “Kami tidak yakin jika sekolah yang ditunjuk itu sudah siap semua, baik secara SDM gurnya maupun dari SDM tenaga sekolahnya,” ungkapnya. Dengan demikian, lanjut Suhaidi, sekolah yang menerapkan kurikulum baru hanya sebagai kelinci percobaan. “Kami hanya mengahawatirkan saja. Jika keberadaan sekolah itu tidak sesuai dengan fakta yang ada maka tidak menutup kemingkinan sekolah itu hanya sebagai kelinci pecobaan kurikulum baru,” tukasnya. Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep A. Shadik mengatakan, pihanya hanya sebagai fasilitator. Yang menentukan hal itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Selain itu, tutur Shadik, sekolah yang ditunjuk sebagai percobaan kurikulum, kepala sekolah dan gurunya telah mengikuti workshop. Ia menjamin sekolah tidak akan menjadi kelinci percobaan.
“Kami tidak tahu soal kriteria sekolah yang akan dijadikan tempat percobaan. Sebab itu adalah pusat semua yang menentukan,” ungkapnya saat ditanya kriteria pemilihan sekolah yang akan dijadikan percobaan. Shadik mengaku masih membuka peluang kepada sekolah lain yang berkeinginan menerapkan kurikulum baru. Namun, pihaknya tidak akan memberikan fasilitas seperti sekolah yang telah ditunjuk dari kementerian. “Silakan laporkan pada kami, jika ada salah satu lembaga ingin menerepkan juga. Dengan catatan biayanya ditanggung lembaga sendiri,” jelasnya. Percobaan kurikulum akan dilakukan selama tiga tahun secara bertahap. “Pada tahun 2014 misalnya, kurikulum baru tersebut akan diterapkan pada jenjang SD kelas II dan V, untuk SMP adalah kelas VIII, sedangkan SMA adalah kelas XI. Sementara untuk tahun 2015 kurikulum itu akan diterapkan pada jenjang SD kelas III dan VI, jenjang SMP pada kelas IX, dan SMA/ SMK pada kelas XII,” terang Shadik. (edy/sym/mk)
kat kecamatan. Hasilnya juga tidak ada kendala apapun. ‘’Di tingkat kecamatan juga baik. Bahkan, untuk kepulauan kami pantau melalui kepala UPT setempat,’’ paparnya. Sementara itu, Sekda Sumenep Hadi Soetarto menyatakan, pengawasan yang dilakukan kepada PNS tetap berpedoman pada aturan yang berlaku. Selama minggu pertama di bulan puasa ini, kinerja PNS dinilai bagus. ‘’Untuk saat ini tidak ada kendala, kami berharap meski ada atau tidak sidak kinerja PNS tetap bagus. Sebab, di bulan puasa ini sudah ada kebijakan baru, yaitu mengurangi jam kerja,’’ tambahnya. (rif/mk)
SDN Saronggi 1 SDN Rubaru 1 SDN Ambunten Timur 1 SDN Tambak Agung Tengah II SDN Pamolokan II SDN Pangarangan III SDN Sang Timur SDN Batang-Batang Daya I SDN Karduluk I SDN Manding Laok I SDN Lenteng Timur I SDN Bataal Barat I SDI Al-Qodiri SDN Padangdangan I SDN Kalianget Barat I
Tingkat SMP SMPN 1 Sumenep SMPN 2 Sumenep SMPN 4 Sumenep SMPN 1 Kalianget SMPN 1 Talango SMPN 1 Saronggi
Tingkat SMA/SMK SMAN 1 Sumenep SMAN 2 Sumenep SMAN 1 Gapura SMAN 1 Lenteng SMAN 1 Arjasa SMAN 1 Kalianget SMKN 1 Sumenep.
Siswa Miskin Bisa Diusulkan Dapat BSM
BKPP Belum Temukan PNS Nakal Salah satu bentuk pemantauan yang dilakukan, tim melakukan silaturrahim kepada sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), melihat absen hadir dan melihat langsung jumlah PNS yang bertugas di SKPD tersebut. ‘’Kami telah melakukan silaturrahim ke sejumlah SKPD, melihat absen, hasilnya kerja PNS normal-normal saja, belum ditemukan PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas. Tapi, kami akan terus melakukan pantauan,’’ kata Titik Suryati, Kamis (18/7). Titik menjelaskan, pengawasan yang dilakukan itu tidak hanya ditingkat kabupaten, melainkan hingga di ting-
Tingkat SD
KOMPENSASI BBM
MINGGU PERTAMA PUASA
SUMENEP Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) kabupaten Sumenep terus melakukan pemantauan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) setempat di bulan puasa ini. Hasilnya, minggu pertama bulan puasa ini, belum ditemukan adanya PNS yang melakukan pelanggaran berupa tidak masuk kantor saat jam kerja. Kepala BKPP Sumenep Titik Suryati mengatakan, setelah pihaknya melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kinerja para PNS di lingkungan Pemkab Sumenep di minggu pertama bulan puasa ini, hasilnya belum ditemukan PNS yang melanggar aturan.
Sekolah yang Memberlakukan Kurikulum 2013
Siswa penerima bantuan siswa miskin (BSM), memperlihatkan uang yang diterimanya di Kantor Pos. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Siswa miskin yang belum mengantongi kartu kepedulian sosial (KPS) untuk mendapatkan BSM bisa diusulkan oleh pihak sekolah melalui formulir 2.
SUMENEP- Siswa misikin yang belum mengantongi kartu kepedulian sosial (KPS) untuk mendapatkan BSM bisa diusulkan oleh pihak sekolah melului formulir 2, yaitu formulir usulan siswa (FUS). Formulir model FUS memang dibuat bagi keluarga yang tidak memiliki KPS. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep A. Shadik. Menurunya, Jika ada siswa yang masuk kategori miskin, tetapi belum memiliki KPS untuk menerima BSM bisa usulkan melalui fomulir 2, yaitu FUS. “Ada empat kriteria jika siswa miskin tersebut memiliki KPS. Sedangkan kriterianya adalah keluarga tersebut tercatat di Program Keluarga Harapan. Kedua, yang berhak juga menerima BSM adalah anak yang terancam putus sekolah karena terkendala biaya. Ketiga, sebagai anak yatim Piatu yang tidak memiliki orang tua, sedangkan yang keempat adalah mereka yang terkena musibah bencana berkelanjutan, seperti penyandang cacat,” katanya Kamis (18/7). Termasuk selain kriteria yang keempat, siswa yang belum memiliki KPS dan berhak mengusul melalui FUS adalah keluarga yang memiliki 3 anak dari umur 7 sampai 17 tahun. “Sehingga nantinya, BSM itu benar-benar untuk keluarga miskin, bukan untuk keluarga yang kaya raya,” tambahnya. Sementara untuk mengantisipasi salah sasaran, Disdik telah melakukan sosialisasi selama 3 hari dengan tiga tahap. Baik untuk SD, SMP, maupun SMA. “Semua kepala sekolah kami panggil. Untuk SD sudah kami kumpulkan pada tanggal 16 Juli kemarin, untuk SMP tanggal 17 dan untuk SMA baru selesai tadi,” pungkasnya. Shadik menghimbau dan meminta kepada seluruh kepala sekolah agar BSM nantinya benar-benar untuk mereka yang punya kartu KPS. “Wajib hukumnya bagi keluarga yang memiliki KPS untuk mendapat BSM,” kata Shadik. (sym/mk)
4
PAMEKASAN
JUMAT 19 JULI 2013 NO.0163| TAHUN II
TENAGA KERJA
Jamsostek Lakukan Kontrak Perlindungan Karyawan
PENGEPUL BESEK. B. Rumsiyah, salah satu pengepul besek asal Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, Pamekasan mengatakan bisnis ini ia lakukan rutin setiap bulan puasa. Besek-besek itu, ia beli dari pengerajin sejak beberapa lalu dan ditimbun untuk dijual lagi ke luar Madura.
Pengepul Besek Dapat Berkah Ramadhan PAMEKASAN - Meski hari raya idul fitri masih terhitung lama, namun sejumlah pengepul besek mulai mendistribusikan barang dagangannya ke luar Madura. Besek yang terbuat dari anyaman daun siwalan ini dikirim ke berbagai daerah, seperti Probolinggo, Bondowoso dan beberapa kabupaten lainnya untuk dijadikan sebagai wadah zakat fitrah. B. Rumsiyah, salah satu pengepul besek asal Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, Pamekasan mengatakan bisnis ini ia lakukan rutin setiap bulan puasa. Besekbesek itu, ia beli dari pengerajin sejak beberapa lalu dan dit-
imbun untuk dijual lagi ke luar Madura. Rumsiyah mengaku sudah memiliki pelanggan tetap di beberapa kabupaten/kota. Para pelanggan itu umumnya pemilik pertokoan yang membeli besek secara partai, bukan
eceran. Sehingga ia tidak perlu menjajakan besek ke rumahrumah, karena sudah ada yang menyalurkan. “Alhamdulillah, saya tidak perlu jajakan besek-besek ini, karena disana sudah ada tokotoko yang siap memborong,” katanya. Ia tidak bersedia menyebutkan keuntungan dari bisnis ini, namun diakui cukup untuk biaya lebaran. Meski demikian, ia mengaku keuntungan dari bisnis ini lebih kecil dari tahun sebelumnya, menyusul penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah baru-baru ini.
Dijelaskan, besek itu ia beli dari pengerajin seharga Rp. 80 ribu per 100 biji atau seharga Rp. 800 perbesek. Namun ia tidak menyebut harga jualnya, karena keuntungannya minim. Besek yang sudah siap ke kirim ke luar madura saat ini sebanyak 90 ribu besek. Setiap tahunnya, ia mampu menjual rata-rata sampai 500 ribu besek. Dari beberapa besek yang dikirim itu, beberapa diantaranya terancam tidak laku karena berwarna merah, akibat terkena air hujan. Sementara itu, Rasidah,
salah satu pengerajin besek asal Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, mengatakan, harga jual besek ini dirasa sangat murah dan tidak cukup untuk membeli kebutuhan hidup sehari-hari. Meski demikian, pekerjaan membuat besek ini diakui hanya sebagai sampingan, yang dilakukan pada waktu senggang. “Membuat besek ini bukan pekerjaan yang menguntungkan. Makanya saya hanya membuat besek ini pada waktu santai. Karena kalau dihitung lebih menguntungkan menganyam tikar,” katanya. (uzi/rah)
DPS PILGUB
1.939 Calon Pemilih Dicoret
PAMEKASAN - Sebanyak 1.939 nama calon pemilih dicoret dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilhan Gubenur (Pilgub) Jawa Timur. Mereka dicoret lantaran sudah tidak tinggal di wilayah Kabupaten Pamekasan dan sebagian sudah meninggal dunia. Komisioner KPU Pamekasan, Nuzulul Qurnain menjelaskan nama-nama yang dicoret dari DPS sebagian besar karena pindah domisili. Dari
hasil verifikasi itu, saat ini daftar calon pemilih tersisa 656.281 orang dari sebelumnya 658.220 orang dan akan ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). Ia memastikan data itu valid karena dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat dusun, RT dan RW hingga tingkat desa atau kelurahan. Selain itu, sebelum diserahkan ke KPU, daftar itu dipampangkan di tempat-tempat
strategis untuk dunillai secara langsung oleh masyarakat. “Jumlah itu sudah termasuk data pemilih pemula yang pada pelaksanaan Pilgub, sudah memiliki hak suara sesuai Undang Undang,” katanya, Kamis (18/7). Para pemilih pemula itu merupakan Warga Negara Indonesia yang lahir di tanggal 29 Agustus 1996 atau yang akan berumur 17 tahun pada tanggal 29 Agustus 2013 saat
proses pemungutan suara berlangsung. Jumlah itu masih dimungkinkan akan berubah. Sebab dari sosialisasi yang dilakukan oleh KPU Jawa Timur, DPT bisa berubah hingga satu jam sebelum penutupan waktu pemungutan suara. Dengan catatan mereka yang tidak terdaftar di DPT bisa menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) sebagai bukti.
Jumlah DPT Pamekasan untuk Pilgub Jatim di masingmasing kecamatan antara lain, Kecamatan Tlanakan sebanyak 46.852, Pamekasan 66.796, Pademawu 60.260, Galis 22.073, Larangan 42.249, Kadur 37.696, Proppo 61.917, Palengaan 69.544, Pagentenan 56.357, Pakong 29.022, Waru 49.900, Batumarmar 67.787, dan Pasean 46.175. Sedang jumlah TPS ditetapkan sebanyak 1.637 TPS. (CR-1/muj/rah)
THR
Perusahaan Harus Mengeluarkan Tunjangan Hari Raya
PAMEKASAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan mengingatkan perusahaan di wilayah itu untuk membayar hak karyawan berupa Tunjangan Hari Raya (THR). Kewajiban itu diingatkan lebih awal karena
pada tahun sebelumnya, ditemukan banyak perusahaan yang tidak membayarkan hak karyawan tersebut. Ketua Komisi D DPRD Pamekasan, Makmun mengatakan pada tahun lalu banyak perusahaan yang terlambat
membayarkan THR kepada para karyawannya, bahkan ditemukan beberapa perusahaan yang tidak menyediakannya. Oleh karena itu, ia meminta agar pembayaran tunjangan itu dilakukan selambat-lambatnya H-7 lebaran. Makmun juga mengingatkan agar nilai tunjangan yang dibayarkan karyawan harus sesuai ketentuan. Di antaranya, karyawan yang sudah bekerja selama setahun berhak memperoleh THR satu kali gaji. “Tunjangan Hari Raya ini merupakan hak karyawan yang wajib dibayarkan oleh perusahaan sesuai standart dan aturan yang berlaku. Karena ini kewajiban, maka harus dilaksanakan,” katanya, Kamis (18/7). Ia menyatakan akan segera mengundang Dinas Tenaga
Kerja dan Transimigrasi (Dinsosnakertran) setempat untuk membahas masalah itu. Pembahasan akan difokuskan pada pembicaraan sistem pengawasan, karena pada tahun sebelumnya diduga kurang maksimal. Sementara itu, Dinsosnakertrans Pamekasan sampai saat ini belum menyosialisasikan pembayaran THR kepada perusahaan yang ada di wilayah tersebut. Hal itu , karena baru menerima Surat Edaran (SE) Bupati tentang THR, pada 11 Juli lalu, meski SE Gubernur Jawa Timur sudah terbit pada 31 Mei 2013. Kepala Seksi Pembinaan Hubungan Industrial Dinsos, Ali Kusni mengatakan dalam SE Gubernur bernomor 560/10310/2013 itu, salah satunya berisikan setiap perusahaan wajib memberikan THR
keagamaan kepada pekerjanya yang telah menempuh masa kerja selama tiga bulan atau lebih dengan tanpa membedakan status kerja. Ali Kusni berjanji akan menyampaikan SE Bupati nomer 560/431.311/2013 tentang kewajiban perusahaan membayar THR kepada karyawannya ke semua perusahaan yang terdata di Dinsosnakertrans Pamekasan. Ia juga menyatakan akan memantau pembayaran THR itu sejak H-7 sampai H+7 lebaran untuk memastikan pelaksanaan kewajiban perusahaan tersebut. “Pemanatauan ini akan kami lakukan untuk mengetahui, sejauh mana perusahaan-perusahaan yang ada bisa mematuhi SE ini. Yang jelas, THR ini harus dibayar sesuai SE itu,” katanya. (uzi/ muj/rah)
PAMEKASAN - PT Jamsostek Madura menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sampang melakukan kontrak kesepahaman terkait persoalan hukum yang menyangkut perlindungan tenaga kerja. Kepala PT Jamsostek Madur, Didin Haryono dalam rilisnya menjelaskan kontrak kesepahaman dengan Kejari itu dilakukan sebagai bentuk kerja sama agar bisa saling mendukung atas terselenggaranya program layanan masyarakat yang berpihak kepada kepentingan para tenaga kerja di Madura. “Lembaga kejakasaan di Madura yang sudah kami ajak bekerja sama dan telah melakukan kontrak kesepahaman adalah Kejari Sampang dan diharapkan menyusul Kejari di tiga kabupaten lainnya, yakni Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep,” kata Didin Haryono. Ia menjelaskan tanda tangan kontrak kesepahaman antara pihak Jamsostek dengan Kejari Sampang itu telah dilakukan beberapa waktu lalu dan rencananya akan dilanjutkan dengan Kejari lain di tiga kabupaten lain di Pulau Madura. Selain itu, dengan adanya kontrak kesepakatan antara pihak Jamsostek dengan pihak Kejari, lembaga itu bisa membatu mendorong terealisasikan ketentuan tentang Jamsostek sebagai diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Didin mengatakan program Jamsostek itu sebenarnya merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992, PP Nomor 14 Tahun 1993 dan Peraturan Gubernur Nomor 29 Tahun 2007 dengan tugas utama melindungi para tenaga kerja. Oleh karenanya, sambung dia, pihak Jamsostek Madura perlu menggandeng institusi penegak hukum di Pulau Madura ini, untuk merealisasikan ketentuan perundangundangan dimaksud. “Tujuan kami ingin melaksanakan apa yang telah digariskan oleh negara. Selaku aparatur negara, kami tentu ingin mengamankan bagaimana undang-undang ketenagakerjaan, dan semua pihak pemberi kerja peduli dan sadar akan kewajibannya,” katanya menambahkan. Kontrak kesepahaman antara penegak hukum dengan pihak Jamsostek seba-
gai upaya untuk merealisasikan amanat undang-undang ketenagakerjaan di Pulau Madura itu merupakan salah satu upaya yang digelar perusahaan pemerintah itu. Upaya lain sambung Didin Haryono ialah dengan bekerja sama dengan organisasi profesi dan paguyuban pekerja informal di Madura, termasuk Kamar Dagang Industri (Kadin) di masingmasing kabupaten yang ada di Pulau Garam tersebut. Hal ini dilakukan, karena jumlah perusahaan industri di Madura terbatas. Selain itu, juga untuk meningkatkan peran aktif perusahaan untuk mengikut sertakan karyawannya pada program Jamsostek. Sebab, kata dia, berdasarkan data, di Madura jumlah perusahaan yang mengikut sertakan karyawannya dalam program Jamsostek masih sangat minim. Menurut Kepala Jamsostek Didik Haryono, saat ini, di Madura terdapat sebanyak 570 perusahaan. Dari jumlah itu, hanya sebanyak 234 perusahaan yang mengikutsertakan karyawannya dalam program Jamsostek. “Ini terjadi, karena salah satu faktornya adalah kurangnya kesadaran hukum. Makanya dengan cara bekerja sama dengan institusi Kejari, kami berharap kesadaran hukum di kalangan pengusaha akan lebih baik lagi,” katanya. Disamping melakukan pendekatan melalui jalur hukum, pihak Jamsostek Madura akhir-akhir ini juga mulai melakukan pendekatan sosial, yakni melalui kelompok tani dan nelayan yang ada di Pulau Madura. Pola pendekatan yang dilakukan perusahaan ini bahkan membuahkan hasil dan tidak sedikit diantara kelompok pekerja informal yang tertarik mengikuti program Jamsostek. Ia mengatakan bahwa saat ini sebanyak sebanyak 116 nelayan di Kabupaten Bangkalan telah mengikuti program Jamsostek, sedangkan di Pamekasan adalah para pedagang pasar. “Jika semua pihak mendukung program baik ini, saya yakin, Program Jamsostek di Madura ini akan bagus, bahkan bisa menjadi pencontohan bagi daerah lain, karena nyatanya para pekerja informal sudah ada yang mengikuti program Jamsostek,” kata Didin Haryono menjelaskan. (ant/rah)
CAGUB-CAWAGUB JATIM
KPU Jatim Menunggu Surat dari PTUN dan DKPP PAMEKASAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menyatakan belum mendapatkan surat apa pun dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha (PTUN), terkait laporan pasangan bakal Calon Guberbur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang dinyatakan tidak lolos verifikasi dukungan minimal. Ditemui Koran Madura di Pamekasan, Ketua KPU Jawa Timur Andry Dewanto Ahmad mengatakan, pihaknya juga tdak mengetahui secara resmi adanya rencana pasangan Khofifah Indarparawansa-Herman Suryadi Sumawiredja (Berkah) yang akan KPU Jawa Timur ke dua lembaga tersebut. “Kami belum tahu ada rencana itu. Karena sampai saat ini belum menerima apapun dari pasangan itu maupun dari DKPP dan PTUN,” katanya. Andre mengatakan siap bertanggungjawab atas pu-
tusan pencoretan pasangan itu, meski sampai saat ini dia mengaku belum melakukan persiapan apapun. Menurut Andre, jika benar lembaga yang dipimpinnya digugat, ia akan menunjuk pengacara untuk menjadi wakil di pengadilan maupun DKPP. Hal itu, agar KPU tetap berkonsentrasi terhadap pelaksanaan tugas menyelenggarakan Pilgub dan gugatan tersebut tidak mengganggu proses tahapan. Sebelumnya, hasil rapat pleno KPU Jawa Timur memutuskan tidak meloloskan pasangan Berkah sebagai pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2013. Dari rapat tersebut, pasangan yang dinyatakan lolos antara lain, pasanagn incumbent Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) dengan nomor urut 1, Eggi Sudjana-M. Sihat (Eggi-Sihat) di nomor urut 2, dan Bambang D.H.Said Abdullah (BDH-Said) urut 3. (CR-1/rah)
PAMEKASAN
5
JUMAT 19 JULI 2013 NO.0163| TAHUN II
KOSTUM SISWA
Disdik Larang Sekolah Koordinir Pengadaan Seragam
HARGA DAGING SAPI. Sejumlah pedagang menggiring sapi dagangannya usai diturunkan dari mobil terbuka, di pasar Keppo, Pamekasan, Jatim. Meskipun pemerintah memperkirakan 800 ton daging sapi impor akan tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu, (17/7), namun harga daging sapi di beberapa daerah diperkirakan belum akan turun.
Said Tidak Akan Ubah Strategi Pemenangan PAMEKASAN - Pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur, Bambang DH-Said Abdullah (Bambang-Said) menyatakan tidak akan merubah strategi pemenangannya pasca pasangan Khofifah Indarparawansa - Herman S. Sumawiredja (Berkah) tidak diloloskan oleh KPU Jawa Timur. Pasangan nomor urut 3 itu tetap pada strategi awal, karena bagi pasangan itu, strategi utama meraih kemenangan adalah menciptakan kepercayaan pada calon pemilih dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim nanti. Calon Wagub Said Abdullah mengatakan justru pasangannya menyesalkan keputusan KPU itu, karena mengabaikan hak konstitusi warga yang dilindungi Undang Undang untuk menjadi peserta pemilu hanya karena faktor yang bukan utama. ”Hanya karena alasan administrasi, pasangan Berkah dicoret, kami Bambang-Said turut prihatin atas pencoretan itu dan menyesalkannya,” ujar Said Abdullah. Baginya, Khofifah adalah teman baiknya selama hidup di partai politik, sementara partai pengusungnya yakni PKB adalah mitra kerja partainya yang selalu berkomunikasi dalam hal memajukan bangsa dan negara. Pencoretan itu, menunjukkan sikap KPU Jawa Timur yang perlu dipertanyakan kemandiriannya. Sebab, keputusan itu diduga tidak dilatarb-
elakangi oleh kenetralan dan keberpihakan kepada Undang Undang serta hak konstitusi warga. Seharusnya, menurut Said, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, tidak serta merta mengeluarkan keputusan itu dan lebih mempertimbangkan aspek yang lebih luas daripada aspek administratif. “Kami berharap agar KPU Jatim benar-benar bertindak sebagai wasit yang netral sehingga Pemilukada ini berlangsung jujur dan adil. Dan jangan bertindak atas pesanan tertentu,” katanya. Namun saat ditanya apakah akan ada perubahan strategi politik pasca Khofifah dicoret, Said mengaku tidak akan ada perubahan skema politik. Said mengatakan pantang bagi dirinya mengambil keuntungan dari musibah yang menimpa pihak lain, sekalipun itu adalah saingannya. Said Abdullah juga meminta semua pihak menjunjung tinggi etika demokrasi, agar kuasa rakyat menang atas kuasa uang.Karena itu, lanjut dia, upaya meraih kekuasaan harus ditempuh dengan cara-
cara elegan, bersih, dan jujur, sehingga pemilukada benarbenar menjadi wahana pembelajaran politik yang cerdas bagi masyarakat. Pencalonan BambangSaid, katanya, menggunakan strategi koalisi rakyat. Sehingga, dirinya tidak akan khawatir. Koalisi itu dibangun atas pondasi kepercayaan dan bukan menggunakan strategi kepentingan. Karenanya, ia akan terus
merebut kepercayaan itu dengan melakukan pendekatan ke semua lapisan, termasuk para tokoh masyarakat. Sebab, mereka bisa dijadikan ukuran, apakah menjadi pasangan calon yang layak dipercaya atau tidak. “Kami akan sedih jika mereka meninggalkan kami. Ternyata tidak, dari sekian tokoh masyaratkat, banyak yang menyatakan mendukung,” katanya. Said menegaskan, jika di-
takdirkan dapat memimpin Jawa Timur bersama Bambang DH, pendidikan pondok pesantren dan madrasah diniyah yang akan dilirik lebih awal. Karena saat ini, kedua lembaga pendidikan tersebut masih dianggap sebelah mata. ”Kami akan gunakan sebagian potensi untuk memberdayakan pesantren dan madrasah diniyah yang selama ini masih terkesan terpinggirkan,” katanya. (awa/muj/rah)
KRIMINAL
Bocah Enam Tahun Meninggal akibat Kecelakaan PAMEKASAN - Seorang bocah berusia enam tahun meninggal dunia akibat kecelakaan Jalan Raya Peltong, Kecamatan Larangan, Pamekasan. Idris, bocah tersebut, meninggal dunia sesaat setelah tiba di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Daerah Pamekasan. Peristiwa itu terjadi saat Idris dibonceng pamannya Mashur, 30, warga Palengaan Dajah, Kecamatan Palengaan, dari arah Blumbungan menuju Desa Trasak di Kecamatan Larangan menggunakan sepeda motor dengan Nomor Polisi M 2659 AW. Menjelang pertigaan
menuju Balai Desa Peltong, Mashur bermaksud mendahului mobil pikap Nomor Polisi M 9088 C yang dikemudikan Misran, warga Desa Peltong. Tiba-tiba sepeda motor yang dikemudikannya tersenggol bagian depan mobil pikap hingga terpelanting ke kanan. Idris yang duduk di belakang, terpental hingga kepalanya membentur tembok gapura desa hingga sebagian tengkorak kepalanya pecah. Sementara Mashur, mengalami luka sedang dan masih menjalani perawatan di Puskesmas Tentenan. Setelah sempat dibawa ke Puskesmas Tentenan, bocah yang baru masuk di Sekolah Dasar Negeri di de-
sanya itu dilarikan ke RSD Pamekasan karena kondisi lukanya yang cukup parah, namun akhirnya meninggal dunia. Kepala Unit Lakalantas Polres Pamekasan, Inspektur Dua Zainuddin mengatakan kecelakaan itu disebabkan oleh pengemudi sepeda motor berusaha mendahului kendaraan di depannya, sementara kondisi jalan di lokasi kejadian cukup sempit sehingga tersenggol bagian depan mobil. “Sekalipun demikian, kami tetap meminta keterangan pengemudi pikap untuk memastikan kronologi yang sebenarnya,” katanya. (awa/muj/ rah)
PAMEKASAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pamekasan melarang semua sekolah menjual seragam sekolah kepada siswa baru tahun pelajaran 2013 kecuali yang dijual Koperasi Sekolah. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik, Mohammad Tarsun mengatakan pimpinan sekolah dilarang mengkoordinir pembelian baju seragam siswa baru, ataupun mengarahkan siswa membeli baju seragam sekolah ke salah satu toko. Sebab, bisa jadi diantara siswa sudah ada yang mempunyai seragam karena menggantikan seragam kakak, teman atau tetangga mereka. “Sekalipun seragam sekolah itu merupakan kewajiban yang harus dipenuhi setiap siswa, tapi kami memberi kebebasan kepada mereka untuk membeli sendiri,” katanya, Kamis (18/7). Tarsun menjelaskan, sekolah hanya diperbolehkan menjual seragam melalui koperasi sekolah, dengan ketentuan tidak mengharuskan siswanya membeli di tempat itu dan dengan harga yang wajar. Dinas Pendidikan, kata dia, tidak menentukan secara khusus kualitas maupun merek kain yang digunakan untuk seragam. Sebab, ketentuan soal seragam itu hanya menyangkut warna dan ketetntuan lain yang berkaitan dengan jargon gerbang salam. “Memang ada seragam
khusus yang ditentukan oleh sekolah, yakni seragam batik. Sebagian sekolah untuk seragam itu memang menentukan motifnya,” jelas dia. Sejauh ini, Disdik belum menentukan secara jelas bentuk sanksi yang akan diberikan kepada sekolah yang menjual seragam dengan cara menekan siswa. Tarsun hanya mengatakan akan memberikan teguran tertulis. Sementara itu, Komisi D DPRD Pamekasan hingga saat ini belum mendapat laporan maupun temuan adanya sekolah yang mengkoordinir pembelian seragam sekolah. Namun, Wakil Ketua Komisi D, Juhaini menyatakan setuju jika pengadaan seragam itu dilakukan oleh sekolah. Alasan dia, pengelola sekolah akan mendapatkan potongan pembelian dalam jumlah dari toko, sehingga bisa menjual ke siswanya dengan harga yang lebih murah di banding membeli sendiri. Hanya saja, kata dia, pengadaan seragam itu harus melalui persetujuan wali murid dan Komite Sekolah untuk menghindari dari tudingan dan persangkaan yang tidak benar. “Tapi jika harganya sama dengan toko, apalagi lebih mahal, lebih baik dibebaskan saja. Pengadaan seragam melalui sekolah itu hanya untuk memudahkan dan meringankan orangtua siswa, bukan dijadikan lahan bisnis oleh sekolah,” kata Juhaini. (awa/ muj/rah)
FUNGSIONAL
Arak Minta BTN Buka Data Penerima TFG PAMEKASAN - Puluhan aktivis Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Arak) Pamekasan mendatangi Kantor Cabang Bank Tabungan Negara (BTN) setempat meminta bank tersebut mengumumkan data pencairan Tunjangan Fungional Guru Kuota 2012 di bawah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan yang disalurkan bank tersebut. Para aktivis menduga bank tersebut terlibat dalam dugaan penyelewengan dana tunjangan yang sampai saat ini masih belum cair secara keseluruhan itu. Dalam aksinya, para aktivis yang menggunakan kendaraan bermotor itu sempat memblokir jalan di perempatan Pegadaian Pamekasan dengan menghentikan kendaraan mereka sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Menurut para mahasiswa, data dari bank itu mereka butuhkan untuk dicocokkan dengan data yang mereka miliki. Sebab, sebagian besar guru swasta yang semestinya menerima dana tunjangan itu tahun lalu, hingga kini belum menerimanya. “BTN terkesan menutup-nutupi. Kami hanya minta data penyaluran tunjangan yang semestinya sudah tuntas tahun lalu,” kata Hasan Basri, koordinator aksi. Kepala BTN Pamekasan, Farah Werdimansyah membantah bank yang dipimpinnya terlibat dalam penyelewengan dana tunjangan guru. Bahkan ia menegaskan lembaganya hanya berfungsi menjadi lembaga penyalur sesuai data yang diterima. “Soal data yang diminta, kami tidak bisa menyerahkan, bukan karena kami terlibat penyelewengan, namun kami diikat oleh aturan agar tidak dengan mudah memberikan data,” katanya. Farah menambahkan pihaknya tidak mungkin
memberikan nama-nama nasabah pada para aktivis karena ada aturan yang berlaku yang tidak dapat dilanggar tentang Undang Undang Pelindunag Nasabah.
Proses pencairan dana yang dilakukan BTN Pamekasan didasarkan pada data dari Kemenag dan menyalurkan langsung pada pemerima. BTN Pamekasan hanya sebagai BO (Bank Operasional) pihak kedua yang menyalurkan dana kepada yang masuk dalam daftar yang ada. Proses pencairan dana yang dilakukan BTN Pamekasan didasarkan pada data dari Kemenag dan menyalurkan langsung pada pemerima. BTN Pamekasan hanya sebagai BO (Bank Operasional) pihak kedua yang menyalurkan dana kepada yang masuk dalam daftar yang ada. “Intinya Kamenag yang memberi data, kami hanya menyalurkan dana yang masuk ke kami sesuai daftar nama itu. Kami tidak pernah memproses lagi data-data tersebut,” jelasnya. Data yang didapat Koran Madura dari bank, data calon penerima fungsional kuota 2012 di Bank BTN Pamekasan sebanyak 8.826 orang, sedangkan penerima reture yang dicairkan pihak BTN sebanyak 789 orang. (CR-1/muj/rah)
6
SAMPANG
JUM`AT 19 JULI 2013 NO. 0163 | TAHUN II
Bupati Dinilai Sengaja Membiarkan Posisi Kadisdik Kosong SAMPANG – Meski Bupati Sampang A. Fannan Hasib sudah melakukan mutasi dan penyegaran pejabat kepala dinas (Kadis) secara besar-besaran, tetapi masih menyisakan satu posisi kepala dinas yang belum terisi. Adalah posisi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) yang masih belum diisi pejabat definitif. Itu jelas bisa memunculkan beragam tafsir. Hingga saat ini, posisi Kadisdik masih diisi oleh pejabat pelaksana tugas (Plt). Padahal, sebanyak 227 pejabat struktural dari tingkat eselon II, III, dan IV sudah menduduki posisi barunya di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Sampang. Ketua LSM Madura Development Wacth (MDW) Tamsul menilai bahwa posisi strategis tersebut memang sengaja dikosongkan dan dipersiapkan untuk pejabat yang telah dipersiapkan. Menurut aktivis jebolan Universitas Trunojoyo Bangkalan itu, posisi Kadisdik seharusnya sudah terisi dan ikut dilantik dalam mutasi besarbesaran yang dilangsungkan Rabu (17/7) di Pendopo Bupati Sampang tersebut. Sebab, lembaga yang bergerak di bidang pencerdasan rakyat tersebut memainkan peran penting. Sementara di lingkungan Disdik sendiri banyak pejabat yang sudah memenuhi syarat untuk mengisi jabatan bergengsi tersebut.
”Jadi, dengan dibiarkannya posisi itu (Kadisdik) kosong memang membuat publik boleh bertanya dan menafsirkan sendiri. Bagi saya, itu cukup aneh. Bagaimana mungkin proses mutasi dan penyegaran Kadis yang sudah dipersiapakan begitu lama sampai diundur berkali-kali itu, masih belum bisa menemukan pejabat Kadisdik yang pantas dan berkompeten? Ini kan janggal bagi akan sehat,” kata Tamsul sambil mengajak berfikir jernih. Padahal, lanjut Tamsul, saat ini posisi Kadisdik sangat dibutuhkan untuk mengomandani proses administrasi kelulusan sekolah dan proses penerimaan siswa baru di semua tingkatan. Untuk itu, posisi Kadisdik kemududian menjadi urgen dan mendesak untuk segera diisi. ”Kalau yang menjadi pertimbangan adalah kebutuhan dan pelayanan public maka posisi Kadisdik saat ini justru sangat penting dihadirkan. Saat ini Kadisdik dibutuhkan untuk memimpin langsung proses penyaringan
dan pengonsepan dunia pendidikan melalui penerimaan siswa baru yang bagus. Nah, Kadisdik sekarang sebenarnya sedang dibutuhkan hadir untuk rakyat,” tandasnya. Kesulitan Bupati A Fannan Hasib mengatakan bahwa memang selama ini masih akan berfikir panjang untuk bisa menempati kekosongan tersebut. Sebab, pihaknya masih kesulitan mencari siapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang layak mengisi jabatan itu. Pasalnya, Dinas pendidikan memegang peranan vital. "Ya memang sementara ini saya masih bingung untuk mengisi kekosongan kepala di dinas pendidikan. karena Dinas Pendidikan memiliki peran vital. Dan saya kana segera membahasnya dengan Wabup dan Sekda setelah saya datang dari Umroh," ucapnya usai pelantikan. Menurut Fannan, memang awalnya ada salah satu pejabat yang dicalonkan tetapi dia mengaku masih belum menandatangani. Sebab, dalam perjalanannya kemudian muncul isu adanya jual-beli jabatan di lingkungan Disdik. Akibat dari beberapa informasi tersebut maka Fannan mengaku tidak menandatangani dan masih membiarkan terlebih dahulu jabatan Kadisdik diisi Plt. Saat ditanyai siapa nama calon pejabat yang hendak
menduduki kursi Kadisdik, Bupati Fannan enggan menyebut nama. Tetapi, Fannan berjanji dalam waktu dekat setelah umroh ke Makkah akan segera mengisi posisi Kadisdik tersebut. Terkait dugaan ada transaksi jual-beli jabatan, pihaknya akan segera melakukan investigasi dan apabila terbukti ada dugaan tersebut, maka akan segera ditindak sesuai prosedur yang berlaku. Bupati Sampang K. A Fannan Hasib dalam sambutan dihadapan 227 pejabat yang diambil sumpahnya, ia menyampaikan mutasi ini merupakan evaluasi kerja, disamping itu, selain hal yang wajar terjadi pada setiap organisasi juga untuk mengisi kekosongan jabatan karena pensiun maupun pindah di tempat yang baru. "Mutasi ini merupakan hal yang prosedural. Tidak ada tendensi politisnya. Karena mutasi ini hanya mengisi kekosongan jabatan yang sudah lama tidak terisi agar roda pemerintahan di Kabupaten Sampang bisa lebih optimal," jelasnya. Ditanya mengenai ada banyaknya jumlah mutasi dan promosi hingga dilakukannya pelantikan tersebut. Dirinya menjelaskan agar semua itu untuk menjunjung tinggi dalam meningkatkan kinerja di suatu aparatur lembaga dalam melaksanakan dan menjalankan tugas baik se-
ryan hariyanto/koran madura
BUPATI SAMPANG. A Fannan Hasib saat melantik 227 pejabat Eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemkab Sampang di Pendopo Bupati, Rabu (17/7) kemarin. Namun sampai saat ini masih menyisakan satu posisi kepala dinas yang belum terisi posisi yakni Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) yang masih belum diisi pejabat definitif. cara netralistas. "Sebelumnya maunya memang masih ingin banyak lagi. Tapi harus ada tahapan - tahapan lagi. Karena harus begitu," tuturnya. Disamping itu, disinggung terkait pada sebelumnya rencana mutasi akan dilakukan sebelum bulan puasa dan adanya penundaan, Fannan menuturkan dalam tindakan hal itu harus bisa menyakinkan jika bisa me-
mimpin sebuah aparatur lembaga. Sebab, ukurannya merupakan untuk kebaikan ke depan. "Mudahan-mudahan ini baik. Makanya kemarin masih dibai’at dinas-dinas yang akan dilantik. Dan insya Allah ini pilihan yang baik," terangnya Sementara itu, Sekretaris Daerah Putut Budi Santoso juga masih akan memilih secara kepastian. Ia juga
memastikan bahwa proses mutasi pejabat yang kini menduduki posisi baru tentunya didasarkan pada kualitas dan kemampuan. "Jaminan Kalau adanya mutasi itu kan selalu ada pergerakan dan kita evaluasi begitu dari 3 bulan dan 6 bulan. Mana kemampuan seseorang akan mengetahui yang tidak mampu dan mampu," paparnya. (ryn/hol/lum)
Pelaku pencurian tersebut, Y (72) warga Dusun Dalimu Gadang Desa Pasar Tubang Kec Lembah Segar Kota Sawah Lunto, serta M (42) warga Desa Tarangtung Kec Lubuk Kilangan Kota Padang, dan R (31) warga Dusun Dalimu Gadang Desa Pasar Kubang Kec Lembah Segar Kota Sawah Lonto, Provinsi Sumerta Barat. Kapolres Sampang, AKBP Irman Etwin Siregar memebenarkan hal itu. Menurutnya, komplotan pencurian emas itu memang merupakan satu keluarga. Yaitu, dimana telah diketuai oleh ibunya sendiri berinisial Y (72). Sedangkan, M (42) selaku anaknya. Serta, pelaku berinisial R (31) merupakan keponakan. "Dari hasil penyidikan lebih lanjut pelaku ada tiga orang yang satu keluarga. Saat melakukan aksinya mereka dengan modus berpura-pura membeli dan mengalihkan pembicaraan," ucapnya kepada Koran Madura. Berdasarkan pantauan di lapangan, ketika rekonstruksi berjalan modus para pelaku dengan memasuki toko tersebut seperti layaknya pembeli lain. Sehingga, ketika pemilik toko emas melayani kedua pelaku, satu orang berada
di sekitar ke dua pelaku dengan berjarak 50 cm. Hal itu dilakukan, agar setelah keduanya berhasil mengecoh dan mengelabuhi dengan mengalihkan perhatian si pemilik toko. "Modusnya dengan mengalihkan perhatian pemilik toko dan mereka langsung mengambil emas yang ditunjuk. Kemudian disimpan di dalam dompet pelaku yang berpura-pura hendak membayar," jelas orang nomor satu di Polres Kota Bahari. Meski para pelaku mengaku hanya sekali dalam melakukan aksi kejahatan tersebut, pelaku diamankan oleh aparat kepolisian Polres Sampang beserta barang bukti. Barang buktinya meliputi, dua kalung emas seberat 30 gram, dompet merah, dan uang Rp 12.000. Seperti diberitakan sebelumnya, penangpakan pelaku pencuri emas pada Senin (15/7) lalu sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Panglima Sudirman Kec/Kota Sampang, dengan adanya laporan dari pemilik toko. Aparat kepolisian yang berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian langsung menangkap dan mengamankan para pelaku. (ryn)
KRIMINAL
Polisi Berhasil Menangkap Penjambret Emas SAMPANG - Aksi penjambretan di Jalan Raya Pasar Omben Kecamatan Omben, Kamis (18/7) sekitar pukul 12.00 WIB menimpa Nabiah (40) warga Desa Madulang Kec Omben Sampang. Kejadian berawal ketika korban hendak pulang setelah berbelanja di Pasar Omben. Ketika berada di depan pasar tersebut, ia diincar dua pelaku dan sudah membuntuti korban sejak awal. Dua pelaku penjambretan, Imam (20) dan S (16), warga Desa Madulang Kecamatan Omben, berhasil membawa kalung milik korban, dan langsung kabur meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan sepeda motor honda Vario yang tidak diketahui identitias nopol. Kapolsek Omben AKP Aries Dwiyanto melalui saluran telepon mengatakan, pelaku memang sudah mengintai beberapa yang lalu. Sebab, dengan berhasilnya pelaku membawa kalung korban. Tetapi, pelaku berhasil diamankan setelah diketahui lokasi keberadaan terkahir pelaku. "Pelakunya memang sudah mengintai dan langsung bawa kabur emas kalung korban
dengan motor honda Vario. Tetapi, kami lakukan berhasil diamankan," ucapnya. Menurut Aries, pelaku diamankan setelah adanya laporan dari keterangan saksi mata saat di TKP. Jika, pelaku merupakan salah satu warga Desa Madulang yang diketahui letak rumah pelaku. Sehingga, aparat kepolisian Polsek Omben langsung mengamankan pelaku. "Ada warga yang waktu kejadian itu melihat secara langsung dan pelakunya bahwa dia (kedua pelaku-red). Akhirnya kita ke rumah pelaku dilakukan penangkapan," jelasnya. Hanya saja, ketika pelaku diamankan barang bukti berupa kalung emas milik korban telah tiada. Namun, hanya sebuah motor honda Vario tanpa nomor polisi yang diamankan polisi. "Kita lakukan penangkapan karena sudah ada saksi mata dan keterangan korban, pelaku melanggar Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," paparnya. Rekonstruksi Polres Sampang, pada hari itu juga sekitar pukul 11.30 Wib, menggelar rekonstruksi pencurian emas antar provin-
ryan hariyanto/koran madura
Polres Sampang, Kamis (18/7), saat menggelar rekonstruksi pencurian emas. Beberapa watuk lalu, Toko Emas Bintang Terang di Jalan Panglima Sudirman Kelurahan Dalpenang Kec/Kota Sampang kehilangan emas.
si yang dilakukan oleh tiga orang wanita dari Kota Padang, Sumatera Barat di Toko Emas Bintang Terang Jalan Panglima Sudirman Kelurahan Dalpenang Kec/Kota Sampang,
beberapa waktu lalu. Rekonstruksi tersebut untuk melengkapi pemyelidikan yang dilakukan polisi selama ini. Dari tempat kejadian perkara (TKP) ketiga orang
pencuri merupakan satu komplotan pencuri emas antar kota dan provinsi. Bahkan, mereka ternyata satu keluarga yang diketahui diketuai oleh ibunya sendiri.
RAPAT TAK KUORUM
Anggota Dewan Tolak Sahkan APBD 2012 SAMPANG - Sebanyak 22 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, menandatangani surat penolakan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belana Daerah (APBD) tahun 2012 dalam rapat paripurna, Kamis (18/7). Anggota dewan yang menolak beralasan, keputusan yang diambil pada rapat paripurna tidak sah karena anggota dewan yang menghadiri rapat tersebut tidak kuorum. Anggota dewan yang menolak hasil rapat tersebut berasal dari fraksi PKB, PPP, Golkar, PKNU, PKS, Gerindra, dan PNUI. Ketua Komisi B DPRD Sampang Sahuri mengatakan, berdasarkan peraturan perundang-undangan DPRD Nomor 10 Tahun 2010, seharusnya jumlah anggota dewan yang hadir sebanyak dua per tiga
anggota. Akan tetapi, mekanisme tersebut jika dalam rapat tersebut tidak kuorum bisa dilakukannya dengan pertama penundangan selama 1 jam. "Kalau selama 1 jam lagi tidak kuorum ya ditunda. Pokoknya 3x24 jam. Dan masih tidak kuorum lagi harus di bamuskan lagi, tetapi mekanisme seperti ini tidak dilakukan malah langsung mengesahkan, dan yang setuju dari fraksi Demokrat saja. Lainnya tidak setuju karna tidak kuorum ," tuturnya, Kamis (18/7). Lanjut Sahuri, langkah
ryan hariyanto/koran madura
Anggota DPRD Sampang saat menandatangi penolakan pengesahan APBD tahun 2012 dalam rapat paripurna, Kamis (18/7), karena anggota dewan yang hadir tidak kuorum. selanjutnya jika tetap terus disahkan dalam hasil kepu-
tusan rapat tersebut, dirinya bersama para wakil rakyat
akan melaporkan dan mengadukan hal itu terhadap Gubernur Jawa Timur, agar laporan tersebut tidak diterima. "Kami tidak segansegan akan melaporkan ke Gubernur Jatim," ucapnya. Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sampang Ahsan Jamal membenarkan, jika dalam hasil keputusan rapat paripurna tidak kuorum. Dirinya berencana memanggil ketua dewan untuk menindaklanjuti aspirasi dari para anggota dewan untuk tidak secara cepat disahkan. "Yang saya tahu memang rapat paripurna hari ini tidak kuorum, otomatis kalau tidak kuorum berarti tidak sah karena sesuai dengan peraturan mekanisme yang ada," singkatnya. (ryn)
KETERTIBAN UMUM
Penegak Perda Perlu Lebih Tegas SAMPANG – DPC Gerakan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) menyayangkan sikap Satpol PP yang tidak memberikan tindakan tegas terhadap pemuda yang sering berpacaran dan warung makan yang buka siang hari pada bulan Ramadhan. Jika penegak perda hanya memberikan sanksi teguran, dikhawatirkan akan mengulangi lagi. Ketua DPC GAIB Selamet Riyadi mengatakan, tidak adanya sanksi tegas yang diberikan Satpol PP kepada pemilik warung makan yang buka siang hari, membuka kesempatan terhadap warung lain untuk juga ikut buka. Untuk mengantisipasi semakin menjamurnya warung makan yang buka siang hari, maka petugas harus memberikan sanksi tegas. “Seharusnya Pol PP lebih tegas terhadap warung yang sering buka di siang hari dan tidak memberikan kesempatan, karena apabila ada yang tidak dibolehkan karena terganggu dengan asap maka yang jelas mereka juga mempunyai alasan kenapa yang lain dibolehkan, sementara saya tidak diizinkan padahal itu sama-sama makanan,” terangnya kepada Koran Madura, Kamis (18/7). Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melalui Kasi Ops Moh Sadik mengatakan, mulai dari awal puasa sampai hari ini sudah tiga kali melakukan operasi. Dalam operasi menemukan banyak pemuda yang sering berpacaran. Selain itu, dia juga menemukan beberapa warung makan sering buka pada siang hari, dan mereka sudah diberi teguran. (jun)
BANGKALAN
7
JUMAT 19 JULI 2013 NO.0163 | TAHUN II
KEAMANAN RAMADHAN
Satlantas Menggelar Patroli Sahur BANGKALAN - Guna mengantisipasi gangguan keamanan selama Ramadhan, jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Bangkalan melakukan Patroli menjelang sahur. Patroli sahur ini rencananya akan dilaksanakan satu bulan penuh selama bulan Ramadhan. Diharapkan patroli menjelang sahur tersebut dapat meminimalisasi segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah setempat. Kasat Lantas Polres Bangkalan AKP Yusis Budi mengatakan patroli sahur dengan menggandeng warga setempat ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan yang selama ini seringkali terjadi, seperti pencurian dan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan. Selain itu, kata Yusis, patroli yang dibekali membawa alat musik tradisional juga untuk membangunkan umat Muslim agar bangun makan sahur. "Mencegah terjadinya kejahatan salah satu tujuan kegiatan ini," kata Yusis. Menurutnya, Patrol Sahur dilakukan sebagai bentuk giat Polri selama Bulan Ramadhan. Untuk menciptakan kondusifitas di wilayahnya dan ingin membangun kebersamaan bersama masyarakat serta saling mengingatkan bahwa waktu sahur telah tiba. Dengan harapan semuanya dapat menjalankan ibadah sahur tanpa ada masyarakat yang tidak makan saat sahur akibat tidak ada yang membangunkan. "Ya, kita keliling menyusuri jalan agar semuanya terjangkau," tandasnya. Sementara itu, Ahmad Darsono, salah satu warga yang terlibat dalam patroli sahur yang diadakan oleh korps baju coklat ini mengatakan bahwa kegiatan tersebut perlu diapresiasi. Selain membangunkan masyarakat guna makan sahur, disamping itu juga untuk menjaga keamanan dan keterliban di lingkungan Bangkalan. "Ini sangat positif sekali karena juga untuk menjaga keamanan disaat masyarakat masih terlelap," kata pria pegiat seni musik tradisional ini. Apalagi kegiatan ini akan digelar selama bulan puasa. Dengan demikian, perlu kiranya untuk memberi dukungan penuh sebagai bentuk apresiatif terhadap kegiatan yang sangat baik terutama keamanan dan kenyamanan bagi warga Bangkalan. (dn/rah)
doni heriyanto/korann madura
PATROLI: Jajaran Satlantas Polres Bangkalan saat melakukan patroli sahur untuk membangunkan warga dengan manabuh musik tradisioanal yang rencananya akan dilaksanakan satu bulan penuh selama bulan Ramadhan.
Penggilingan Padi di Sanggrah Jadi Sorotan BANGKALAN – Adanya beberapa penggilingan padi tak berizin di kawasan Sanggrah Agung Kecamatan Socah Bangkalan yang ditemukan beberapa waktu lalu,menjadi perhatian pihak Perizinan Terpadu dan Satpol PP. Kedua Instansi tersebut sepakat menyatakan penggilingan padi tersebut tak berizin sehingga harus ditutup sesuai dengan peraturan daerah yang ada. Namun sangat disayangkan, hingga saat ini, baik pihak perizinan maupun Satpol PP belum juga melakukan tindakan nyata atas keberadaan pengilingan padi ilegal tersebut. Komisi A DPRD Bangka-
lan, Mujiburrahman mengatakan sejumlah penggilingan padi itu tetap beroperasi karena Satpol PP dan Dinas Perizinan Terpadu sangat lamban melakukan penindakan, bahkan terkesan membiarkan pel-
anggaran perda itu terjadi. “Belum ada eksekusi apaapa, sampai sekarang penggilingan padi yang mereka nilai illegal masih beroperasi,” ujar Mujib, sapaan akrab pria ini. Politisi PKS ini meminta kedua instansi itu tidak hanya asal mengeluarkan statemen, tapi harus jelas juga tindaklanjutnya sebagaimana yang dijanjikan, yaitu menutup usaha ilegal itu. Perlu diketahui dalam hearing komisi A dengan Satpol PP dan Dinas Perijznan Terpadu beberapa waktu lalu. Kepala Desa Sanggrah Agung
Belum ada eksekusi apa-apa, sampai sekarang penggilingan padi yang mereka nilai illegal masih beroperasi,”
Mujiburrahman Komisi A DPRD Bangkalan
Socah H.Bahar mengatakan, bahwa penggilingan padi yang ada di daerahnya memang tak memiliki izin sesuai ketentuan. Menurut Bahar, setiap kali dirinya meminta kepada pemiliknya untuk segera mengurus perizinan, pihak pemilik tak pernah sekali pun mengindahkan himbauannya. “Sudah sering kami peringatkan, tapi pemiliknya gak pernah mau memenuhi proses perizinan,” ujarnya. Bahar mempersilahkan kepada pihak terkait untuk memproses penggilingan ilegal tersebut sesuai ketentuan yang ada.
PENYELUNDUPAN
Hal senada juga di disampaikan oleh Camat Socah saat itu! Ismet Efendi, dirinya membenarkan bahwa penggilingan padi tersebut memang tak memiliki ijin dan masih aktif . “Pihak kami sudah menerima laporan ini sekitar 1 tahun lalu, dan benar bahwa penggilingan tersebut ilegal,” jelasnya. Bahkan menurut Rizal Mooris, pada bulan Mei 2012 lalu, pihaknya telah meninjau lokasi tersebut dan benar bahwa lokasinya tak berizin juga berdekatan dengan penggilingan lain. Selain itu pihak pe-
milik tidak pernah bermusyawarah dengan masyarakat terkait keberadaan usahanya. “Bahkan setelah meninjau, kami sudah memberikan surat teguran kepada pemilik penggilingan tersebut hingga tiga kali, namun belum diindahkan,” jelasnya. Sementara itu, pihak Satpol PP yang diwakili sekretarisnya M. Faisol mengatakan bahwa pihaknya, sebagai penegak Perda, siap mengambil sikap jika diminta. ”Kami siap untuk menegakkan peraturan tersebut sesuai prosedur,” ujarnya. (dn/rah)
ARUS MUDIK
Polisi Amankan 2 Ton Solar dan Supir Carry
Roda Dua Mendominasi Kecelakaan Lebaran
BANGKALAN – Masyarakat hendaknya berhati-hati saat hendak membeli Bahan Bakar Minyak (BBM). Apalagi, yang dibeli dalam jumlah sangat besar. Boleh jadi, BBM yang dibeli akan diselundupkan ke luar daerah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih. Jika seperti itu, otomatis yang bersangkutan akan berurusan dengan pihak berwajib, karena melanggar undangundang migas. Seperti yang terjadi pada inisial AD, warga Desa Dumajah Kecamatan Tanah Merah dan temannya IF asal Kecamatan Sepuluh. Keduanya diamankan polisi saat membawa 2 ton solar yang dibawa menggunakan 2 unit mobil carry. Mobil tersebut di dalamnya berisi puluhan jerigen berisi solar. Polisi menduga, solar tersebut hendak dipasok keluar Madura. Kejadian tersebut terungkap setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap mobil carry dengan nopol M 1214 GC yang dicurigai tersebut. Di dalamnya berisi 1.020 liter solar dalam 30 jrigen dengan ukuran 30
BANGKALAN - Jelang arus mudik idul fitri 1434 H, para pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman agar memperhatikan keselamatan saat berada di perjalanan. Terlebih bagi kendaraan roda dua (R2) agar lebih memperhatikan keselamatan diri dengan mematuhi standar berkendara. Bila berkaca pada arus mudik tahun lalu, dominasi kecelakaan memang cenderung pada pengguna sepeda motor. Pada tahun 2012 volume kendaraan yang melintas di Jembatan Suramadu sebanyak 937.834 kendaraan. Dengan jumlah pengendara roda empat (R4) mencapai 262.123, sedangkan R2 sebanyak 675.711. Untuk volume pelabuhan Kamal pada tahun lalu sebanyak 65.770 kendaraan R2 dan 56.103 kendaraan R4. “Biasanya sepeda motor itu dipakai melebihi kapasitas bersama tiga anaknya atau lebih, serta ditambah barang bawaan. Ini terjadi pada arus mudik tahun lalu,” terang Wakil Bupati Bangkalan, Mondir Rofii, saat rapat koordinasi kesiapan angkutan lebaran terpadu, Kamis (18/7). Menurutnya, belum lagi kondisi arus lalu lintas, jika sudah memasuki arus mudik akan padat. Pengendara harus ekstra hati-hati. Disamping itu peranan pihak terkait untuk membantu melancarkan proses mudik dari pengguna jalan. Dalam hal ini semua pihak mempunyai tanggungan kemanusian yang sama. Mulai dari pihak kepolisian yang harus bertanggung jawab dalam kamtibmas. Kantor pengelolaan pasar,
liter dan 6 nota pembayaran pembelian solar. Sementara barang bukti yang lain berada di dalam mobil Suzuki Carry nopol W 1672 BH. Mobil tersebut memuat kurang lebih 1.000 liter solar dangan 15 jerigen besar ukuran 67 s/d 68 liter. Selain itu, 2 jerigen kecil ukuran 20 liter dan 6 lembar nota pembayaran pembelian solar. ”BBM jenis solar ini kami amankan ketika baru keluar dari SPBU Junok, yang tidak lain berawal dari kecurigaan petugas ketika melakukan giat patroli,” kata Kapolres Bangkalan, AKBP Sulistiyono, saat berada di Mapolres Bangkalan. Sulistiyono menerangkan kedua sopir mobil carry beserta barang buktinya langsung diamankan ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan sementara, 2 ton solar tersebut akan dibawa ke Bawean Gersik. ”Mereka terancam dengan pasal 22 tahun 2001, tentang migas dengan kurungan 6 tahun penjara dan denda Rp. 6 miliar,” terangnya. (ori/rah)
ori/koran madura
DIAMANKAN: Polisi saat mengamankan mobil berisi puluhan jerigen solar.
doni heriyanto/koran madura
MENDATANGI: Sejumlah aktivis Lembaga Kajian Sosial Demokrasi (Leksdam) saat mendatangi Dinas Pendidikan setempat. Mereka menuntut penghentian program yang disebut jauh dari harapan itu.
PENGENTASAN BUTA HURUF
Leksdam Minta Program KF Dihentikan BANGKALAN - Program Keaksaraan Fungsional yang digalakkan pihak Dinas Pendidikan sebagai langkah mengatasi buta aksara dinilai sebagian kalangan tidak tepat dan bermasalah. Oleh sebab itu, beberapa pemuda dari Lembaga Kajian Sosial Demokrasi (Leksdam) menuntut penghentian program yang disebut jauh dari harapan itu. “Program ini kami nilai jauh dari harapan, sebab sebagaimana yang kami amati di lapangan, lembaga pelaksanan program tidak dapat memenuhi harapan awal maupun tujuan dari program KF tersebut,” jelas Misbakh, Direktur Leksdam. Ditanya mengenai apa saja
hasil pengamatan pihaknya di lapangan, Misbakh mengatakan bahwa terdapat beberapa tujuan yang tidak tercapai oleh lembaga pelaksana tersebut. “Ada beberapa hal yang kami lihat dari pantauan kami di lapangan, yang pertama, lembaga pelaksana banyak yang tidak memenuhi standart dan ketentuan yang ada. Selain itu, ketidakjelasan kelompok sasaran dari pelaksanaan program ini, tingkat keberhasilan kelompok sasaran tidak memenuhi standart kompetensi kelulusan dasar, dan lembaga pelaksana terindikasi melakukan tugasnya tidak sesuai petunjuk pelaksanaan,” jelasnya. Sementara itu, menang-
gapi tuntutan itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan mengaku tidak bisa berbuat banyak karena program tersebut adalah program pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, dimana Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan hanyalah selaku mediator program dengan lembaga pelaksana. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk masalah ini, soalnya program ini turunnya dari provinsi, tugas kami di kabupaten hanya menjembatani Dinas Pendidikan Provinsi dan lembaga pelaksana program,” papar Mustakim, Kabid Pendidikan Luar Sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan. (dn/rah)
harus bisa mengatur ketertiban di lingkungan pasar yang berada dipnggir jalan. Hal itu diperlukan agar tidak menyebabkan kemacetan. Selain itu, Disperindag yang berfungsi menekan laju harga dan kebutuhan masyarakat pra lebaran, karena jika tidak hal itu justru akan memacu emosi masyarakat. “Tak hanya itu, satuan pol pp, Dinas Kesehatan harus bisa menyiapkan sarpras yang baik. PU Bina Marga harus bisa menyelesaikan proyek jalan yang rusak, agar laju kendaraan tidak terganggu dengan adanya lubang-lubang penghalang yang justru akan berpotensi menyebabkan laka,” jelasnya dihadapan SKPD masingmasing. Dia menerangkan, jika nanti ada sepeda motor yang mengangkut penumpang melebihi dari standart, agar petugas melakukan teguran. Supaya sesuatu yang tidak diinginkan seperti kecelakaan tidak sampai terjadi. Menurutnya, puncak arus mudik diprediksi bakal terjadi pada tanggal 2 Agustus 2013. Pasalnya, tanggal 3 Agustus 2013 sudah memasuki masa liburan. Kemudian puncak arus balik diprediksi pada tanggal 11 Agustus 2013 mendatang. “Kami meminta kepada para pemudik supaya berhati-hati dan selalu waspada. Kalau merasa ngantuk lebih baik berhenti sejenak untuk istirahat. Meskipun sampainya agak lama, yang penting selamat. Sedangkan untuk SKPD harus bisa memberikan pelayanan terbaik bagi pemudik,” paparnya. (ori/rah)
8
TAPAL KUDA
JUMAT 19 JULI 2013 NO.0163| TAHUN II
DPT
Masyarakat Diminta Pro Aktif
LUAPAN KALI CANTIKA CILEDUK. Sejumlah kendaraan tersendat saat melewati genangan air di jalan raya Karang Mulya akibat luapan kali Cantika, di Ciledug, Tangerang, Banten, Kamis (18/7). Akibat luapan kali tersebut, jalan raya Karang Mulya tersebut macet hingga 3 km.
Perda Kos Tak Penting PROBOLINGGO - Menjamurnya rumah kos di Kabupaten Probolinggo dianggap belum perlu dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) mengenai rumah kos tersebut. Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Badan Legislasi Daerah (Banleg) DPRD Kabupaten Probolinggo, Dedy Suyanto. “Belum urgen, karena perda yang ada masih bisa mencovernya,”ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/7). Dedy Suyanto.ika tujuan peraturan tentang rumah kos tersebut untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Sudah ada perda retribusi pajak dan Perda retribusi Perizinan tertentu yakni Izin mendirikan bangunan. “Disitu sudah mencangkup retribusi,termasuk ijin mendirikan bangunan melekat setiap pembangunan baru,” jelasnya. Dari pantauannya, saat ini keberadaan Kos-kosan hanya ada dibeberapa kecamatan yang merupakan wilayah industri dan pendidikan. Kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Dringu, Kraksaan, dan Paiton. “Sele-
tumkan tujuan didirikannya bangunan baru tersebut. “Jika untuk rumah kos, maka tujuan IMB pendirian rumah kos,,etribusi selama tahun 2012 saja, Izin Mendi-
rikan Bangunan relatif besar yakni 851 juta. Untuk tahun 2013 masih dalam rekapan. Nanti akan kami sampaikan jika sudah selesai,”tutupnya.. (hud).
bihnya tidak ada rumah kos, kalau pun toh ada, hanya satu atau dua,” katanya. Dedy mengatakan, jika rencana Pemkab untuk mendirikan universitas negeri terealisasi maka perlu adanya Perda Kos- kosan. Lantas bagaimana pengawasan saat ini, Dedy mengatakan, untuk pengawasan kos-kosan cukup dibebankan kepada Kepala Desa yang terdapat rumah kos. Sementara itu, Kepala Kantor Penaman Modal dan Perizinan Kabupaten Probolinggo, Saleh, mengatakan, sejauh ini memang belum ada Peraturan yang mengatur mengenai Keberadaan rumah kos, sehingga setiap pembangunan rumah kos disamakan dengan izin pendirian rumah. Namun, dalam berkas persyaratan administrasi, setiap orang yang ingin mengajukan permohonan izin mendirikan mencan-
dapat diteruskan kepada kami KPU Kota Probolinggo sehingga segera akan melaporkannya kepada KPU Jawa Timur untuk segera didaftarkan menjadi pemilih tetap tambahan,” kata Eko Purwanto. Eko Purwanto, juga menghimbau kepada semua pihak agar permasalahan DPT tersebut dapat ditanggulangi dengan baik. “Sekalipun DPT telah ditetapkan bukan berarti selesai sampai disini, mengingat data yang menyangkut kependudukan ini bersifat dinamis. Namun demikian kami menyadari bahwa untuk mengatakan seratus persen itu juga terlalu berlebihan karena permasalahan ini selalu ada, oleh karena itu saya meminta partisipasi masyarakat untuk dapat menyampaikan laporan mengenai masih adanya pemilih yang belum terdaftar,” pungkasnya.(hud).
JLU Butuh Dana Rp 15 Miliar
Kejari Usut Korupsi Dana Cukai Tembakau
SKPD yang memenuhi panggilan jaksa adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Bapekkab), Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut), Kepala Dinas Kesehatan (Dinas Kesehatan), Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Sedangkan dua pejabat yang tidak hadir yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Energi dan Sumber Daya Manusia (Disperindag-ESDM) Ahmad Sudiono dan Kepala Kantor
KPU, akan melakukan pencontrengan terhadap pasangan calon yang dipilihnya di 341 TPS yang tersebar di 29 kelurahan se Kota Probolinggo. Eko Purwanto, memastikan pihaknya akan berupaya memaksimalkan partisipasi pemilih yang telah ditetapkan tersebut. Pilgub Jawa Timur dan Pilkada Kota Probolinggo dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2013. “Kami akan bekerja semaksimal mungkin terutama dalam menanggulangi permasalahan DPT di setiap penyelenggaraan pemilihan umum,”ucapnya. Lebih lanjut, ia mengatakan memang masih ada peluang dimana adanya pemilih yang belum terdaftar, oleh karena itu nantinya para pemilih yang belum terdaftar tersebut dapat melaporkan kepada panwaslu maupun tim kampanye agar
JELANG LEBARAN
HUKUM
JEMBER - Tim penyidik Kejaksaan Negeri Jember, Jawa Timur, mengusut kasus dugaan korupsi dana bagi hasil cukai hasil tembakau tahun 2012 sebesar Rp17 miliar di lingkungan pemerintah kabupaten setempat. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember M. Hambaliyanto mengatakan pihaknya sudah melayangkan panggilan kepada tujuh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Jember. “Rencananya tujuh kepala SKPD yang diperiksa hari ini, namun dua kepala SKPD tidak hadir,” tuturnya.
PROBOLINGGO - Daftar pemilih tetap (DPT) dalam pemilihan gubernur Jawa Timur (pilgub) pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kota Probolinggo, 29 Agustus mendatang, tercatat sebanyak 164.904 orang/pemilih untuk Pilwali, dan 164.358 orang/pemilih untuk Pilgub. Kepastian itu disampaikan Komisionaris KPU Kota Probolinggo, Eko Purwanto, Kamis (18/7). “Ini merupakan putusan final setelah kami melakukan verifikasi lapangan terhadap seluruh daftar pemilih sementara berdasar DP4 (daftar penduduk potensial pemilih) yang diajukan dinas kependudukan dan catatan sipil,” terangnya. Menurutnya, jumlah DPT Pilwali Kota Probolinggo tersebut tidak mungkin lagi berubah, karena telah ditetapkan yang hanya bisa pemilih tambahan. Ia merinci, dari total 164.358 orang/pemilih, di antaranya merupakan pemilih berjenis kelamin laki-laki sebanyak 80.266, sementara selebihnya atau sebanyak 84.638 pemilih berjenis kelamin perempuan. Sementara rincian DPT untuk Pilgub, dari total 64.358 orang/pemilih, di antaranya merupakan pemilih berjenis kelamin laki-laki sebanyak 79.943, sementara selebihnya atau sebanyak 84.415 pemilih berjenis kelamin perempuan. Seluruh pemilih yang nantinya mendapat kartu pemilih dan undangan dari
Lingkungan Hidup (KLH) Titot Trilaksono. “Untuk dua kepala SKPD yang tidak hadir, akan kami panggil kembali untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi dana cukai tembakau itu,” katanya. Sementara Kepala Disnakertrans Jember Akhmad Hariyadi mengaku sudah diperiksa tim jaksa terkait kasus tersebut dan semua kegiatan yang menggunakan dana bagi hasil cukai hasil tembakau juga sudah disampaikan kepada penyidik. “Semua keterangan dan semua bukti kegiatan terkait
dana cukai tembakau sudah saya sampaikan semua kepada jaksa,” katanya singkat. Ia membantah telah menyelewengkan dana bagi hasil cukai tembakau itu. Instansinya mendapatkan jatah dana bagi hasil cukai tembakau sebesar Rp1 miliar dan hanya menggunakan sebanyak Rp490 juta. “Dana sebesar itu telah digunakan untuk pelatihan pembuatan kompos di dua kelompok tani di Desa/Kecamatan Arjasa. Bentuk kegiatannya pelatihan hingga pembuatan, dan mereka yang ikut adalah petani tembakau,” ujarnya. Sebelumnya, Lembaga Swadaya Masyarakat “Government Corruption Watch” (GCW) Jember melaporkan dugaan korupsi dana bagi hasil cukai hasil tembakau ke Kejaksaan Negeri Jember beberapa waktu lalu. Koordinator GCW Jember, Andy Sungkono mengatakan ada beberapa indikasi penyalahgunaan atau penyimpangan dalam distribusi dana miliaran rupiah dana bagi hasil cukai tembakau Jember tahun 2012. Jember mendapat alokasi dana cukai tembakau sebesar Rp17 miliar dan untuk penggunaan dana tersebut, Bupati Jember MZA Djalal mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 188.45/150/012/2012 tentang pembentukan Tim Sekretariat Kebijakan Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. (ant/rah)
PROBOLINGGO - Menjelang Idulfitri, sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Probolinggo dalam proses perbaikan dan pengurukan. Jalan yang semula berlubang dan rusak parah diperbaiki untuk memberikan rasa nyaman bagi pengendara. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Probolinggo memprioritaskan perbaikan jalan rusak sebagai jalur mudik tahun ini, yang dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan kegiatan mudik Lebaran. “Kita menyesuaikan dengan plafon anggaran, kalau melihat kebutuhannya Jalan Lingkar Utara (JLU) sangat menjadi prioritas. Panjangnya 7 kilometer, yang sudah terbangun 4 kilometer,dan sisanya 3 kilometer,”ujar Yuswadi Rahmono, Kabid PU Bina Marga Kota Probolinggo, kepada wartawan, Kamis (18/7). Yuswadi Rahmono, men-
gatakan bantuan Binamarga pertahunnya hanya Rp. 6 miliar. Itu sudah termasuk didalamnya anggaran DAK, DAU dan Batuan Provinsi (Banprov).”Kalau daerah ingin mendapat dana bantuan tersebut, harus menyediakan dana pendamping sebesar sepuluh persen,”terangnya. Padahal Kota Probolinggo, menurut dia, proporsinya akan dibangun pelabuhan lintas samudra, sehingga pemerintah daerah tinggal membuat akses jalan.”Seandainya kalau pelabuhan beroperasi, padahal Jalan lingkar utara (JLU) sebagai penunjang keadaannya masih belum memadai. Kita sudah lakukan langkah dengan pengajuan proposal ke Propinsi Jawa Timur senilai Rp.15 miliar”ucap Yuswadi Rahmono. Menurut Yuswadi Rahmono, ada rencana Jalan Lingkar Utara (JLU) diserahkan ke pusat atau propinsi sebagai jalan nasional dan
propinsi. Karena kita berat dengan biaya pemeliharaannya. “Sekarang sudah dikaji dipusat dan propinsi. Selama ini keberadaan JLU tiap tahunnya kondisinya seperti itu, hanya bisa membangun 200 meter dari anggaran 1 Miliar,”tandasnya. Terekait dengan arus mudik lebaran, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kepolisisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo”Pengerjaannya dengan setengah badan jalan, biar tidak mengganggu pengguna jalan,”ucap Yuswadi Rahmono. Diketahui paket pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) senilai Rp. 3 miliar, yakni Jalan Sunan Kudus Rp.660, Jl. Abdur Rahman Wachid Rp.660 juta, Jl. Sunan Giri Rp. 550 juta, Jl. Lingkar Utara Rp. 800 juta, Jl. Ikan Tongkol Rp.350 juta, Jl. Raden Wijaya Rp.440 juta. Sedangkan jalan Geladak Serang Rp.990 juta.(hud).
Menjelang Idulfitri, sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Probolinggo dalam proses perbaikan dan pengurukan. Jalan yang semula berlubang dan rusak parah diperbaiki untuk memberikan rasa nyaman bagi pengendara.
MATARAMAN
9
JUMAT 19 JULI 2013 NO.0163| TAHUN II
SEPAK BOLA
Manajemen Persema Tetap Pertahankan Rudi Hariantoko
TANGKAP PENGEDAR UANG PALSU. Kapolsek Pamulang Kompol M Nasir menunjukan barang bukti uang palsu pecahan 50.000 dan 100.000 dan dua orang pelaku pengedar Uang Palsu (Upal) saat diperlihatkan kepada media di Mapolsek Pamulang, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (18/7). Pelaku berhasil menangkap pelaku berkat laporan warga dengan cara memancing untuk melakukan transaksi disebuah warung.
Harga Daging Rp 90.000 Per Kilogram BOJONEGORO - Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Bojonegoro, Jatim, naik menjadi Rp88 ribu-Rp90.000/kilogram yang semula Rp80.000-Rp85.000/kilogram akibat pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Pedagang kalau bertahan dengan harga lama sejak kenaikan BBM akan merugi, sebab harga pembelian sapi juga meningkat,” kata seorang pedagang daging sapi di Pasar Besar Kota Bojonegoro Darkun, Kamis. Dari keterangan yang diperoleh kenaikan harga daging sapi berkisar Rp85.000-Rp 90.000/kilogram itu hanya khusus pedagang daging sapi yang ada di dalam pasar. “Saya juga menjual daging sapi kualitas bagus dengan harga Rp85.000/kilogram yang semula Rp80.000/kilogram,” jelas Darminto, salah seorang pedagang daging sapi juga di pasar setempat. Namun, seorang pedagang daging sapi lainnya di luar Pasar Besar Kota Bojonegoro Darkun mengaku hanya menaikkan harga daging
sapi Rp1.000/kilogram dari Rp81.000/kilogram. “Saya menjual daging sapi kualitas bagus Rp81 ribu/kilogram. Untuk daging sapi bakso juga naik dari Rp7.200/kilogram menjadi Rp7.400/kilogram,” jelasnya. Bahkan, menurut Darkun, harga daging sapi di tempatnya itu paling murah dibandingkan harga daging sapi di dalam pasar, termasuk di sejumlah pasar tradisional lainnya seperti di Pasar Sumberrejo, Kecamatan Sumberrejo dan Pasar Baureno, di Kecamatan Baureno. “Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional lainnya lebih tinggi berkisar Rp5.000/kilogram dibandingkan dengan harga disini,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Perhimpunan Petani Nelayan
Sejahtera (PPNSI) Bojonegoro Lukman Hakim menjelaskan mengantisipasi kenaikan harga daging sapi seharusnya tidak dengan impor daging sapi. “Impor daging sapi tidak merugikan pedagang daging sapi, tapi peternak sapi. Pedagang daging sapi hanya tinggal menyesuaikan harga,” katanya. Namun, menurut dia, para peternak akan merugi karena dulu membeli bibit sapi dengan harga tinggi, maka masuknya impor daging sapi bisa mengkibatkan harga penjualan sapinya menurun. Hati Sapi Bercacing Sementara itu di Kabupaten Ngawi Jawa Timur, Petugas gabungan dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten saat melakukan razia daging di sejumlah pasar tradisional setempat, Kamis, menemukan hati sapi bercacing. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi, Tri Wahyuni Yulistiyani mengatakan hati sapi tidak layak konsumsi
tersebut ditemukan saat petugas melakukan razia di Pasar Karangjati Ngawi. “Hasil razia, kami menemukan seorang pedagang yang menjual hati sapi sangat jelek di Pasar Karangjati. Hati sapi tersebut banyak sekali sarang cacingnya dan tidak layak konsumsi,” ujar Tri Wahyuni kepada wartawan. Untuk melindungi konsumen, petugas meminta pedagang menarik dagingnya dan tidak dijual lagi. Petugas juga mengambil sejumlah hati sapi tersebut untuk dijadikan barang bukti dan sampel penelitian. “Selain meminta untuk menarik daging tak layak konsumsi tersebut, kami juga memberikan sosialisasi kepada pedagang bersangkutan dan pedagang lainnya agar menjual daging yang kualitasnya bagus atau layak,” kata dia. Ia mengimbau para pedagang dan konsumen agat tidak tergiur dengan harga kulakan maupun harga beli daging yang murah. Pihaknya meminta warga memperhatikan ciri fisik daging sapi yang akan dibeli.
Seperti dari segi kekenyalannya, warna, dan juga bau. Hal tersebut juga berlaku untuk daging ayam. “Pedagang juga harus cermat terhadap daging yang akan dibelinya saat kulakan. Kesehatan hewan dan daging juga harus diperhatikan, jangan asal murah langsung dibeli untuk dijual lagi demi mendapatkan untung,” katanya. Dia mengatakan, razia dilakukan untuk menciptakan rasa aman di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat akan daging saat bulan Ramadhan. Rencananya, razia tersebut akan terus dilakukan selama bulan Ramadhan hingga Lebaran. Selain itu, razia dilakukan juga untuk mengontrol harga daging sapi di pasaran yang semakin tinggi saat mendekati lebaran. Harga daging sapi di Kabupaten Ngawi saat ini telah mencapai Rp90.000 per kilogram. Razia daging tersebut dilakukan di sejumlah pasar tradisional di Ngawi, di antaranya, Pasar Besar Ngawi, Pasar Beran, Pasar Karangjati, dan lainnya. (ant/rah)
27 Sekolah Terapkan Kurikulum 2013
TRENGGALEK - Sedikitnya 27 sekolah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dinyatakan siap untuk menerapkan Kurikulum 2013 pada ta-
hun ajaran 2013/2014. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Trenggalek Ahmadi, Kamis mengatakan ke-27
sekolah tersebut terdiri dari 15 SD, lima SMP, dua SMA, dan lima SMK. “Kurikulum baru ini belum bisa kami laksanakan secara
Oleh karena itu, lanjutnya, untuk mempertahankan pelatih yang saat ini, manajemen juga harus membantu secara maksimal agar Rudi Hariantoko bisa mendapatkan lisensi A nasional, sebab kalau tidak, mau tidak mau harus mencari pelatih pengganti yang sudah berlisensi A. Alasan tetap dipertahankannya Rudi Hariantoko, Dito mengatakan yang bersangkutan sudah memahami karakter permainan dan para pemain Persema secara individu. “Dari sisi prestasi pada putaran pertama memang masih kurang memuaskan. Semua itu disebabkan kualitas pemain Persema kalah jauh jika dibandingkan dengan klub lain yang berkompetisi di LPI,” tegasnya. Setelah mendapatkan kucuran dana dari sponsor, yakni Asuransi Jiwa Bumiputera, manajemen Persema bakal menambah amunisinya pada putaran kedua, dengan harapan mampu mengangkat prestasi Persema agar tidak sampai terdegradasi. Saat ini Persema berada di posisi ke-15 dari 16 klub yang berkompetisi di ajang LPI 2013.(ant/rah)
AIR BERSIH
PENDIDIKAN
serentak di seluruh sekolah yang ada, karena terkendala oleh beberapa sarana pendukungnya,” katanya Penunjukan sekolah-sekolah pelaksana Kurikulum 2013 tersebut dilakukan langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan mempertimbangkan akreditasi serta kesiapan sarana dan prasarana di masing-masing sekolah. “Sebetulnya sekolah lain diberikan kebebasan untuk ikut menerapkan kurikulum ini secara mandiri, namun kelihatannya masih berat. Jadi yang lain masih memakai Kurikulum KTSP,” ujarnya. Ahmadi optimistis sekolah yang ditunjuk oleh Kemendikbud telah siap untuk menjalankan kurikulum tematik integratif itu, karena sebelumnya seluruh kepala sekolah maupun pengajar telah mendapatkan bekal berupa pendidikan dan pelatihan (diklat) khsusus. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat bebera-
MALANG - Manajemen Persema tetap akan mempertahankan Rudi Hariantoko sebagai pelatih tim berjuluk Bledek Biru itu, meski yang bersangkutan belum mengantongi lisensi A nasional sebagai pelatih. “Kami akan membantu dan menfasilitasi proses kenaikan lisensi Rudi Hariantoko yang saat ini masih berlisensi B. Rencananya PSSI akan menggelar program kepelatihan lisensi A nasional setelah Lebaran nanti,” kata CEO Persema Dito Arief di Malang, Kamis. Menurut Dito, kesempatan itulah yang harus digunakan maksimal oleh Rudi Hariantoko untuk meningkatkan lisensi kepelatihannya dari B menjadi A. Regulator kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), yakni PT LPIS mewajibkan seluruh peserta kompetisi dilatih oleh pelatih yang sudah berlisensi A pada putaran kedua mulai pertengahan Agustus nanti. Ia mengaku manajemen mendukung langkah PT LPIS terkait peningkatan status pelatih klub minimal berlisensi A nasional, sebab kebijakan tersebut sebagai langkah untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas kompetisi di Tanah Air.
pa kendala, terutama terkait distribusi buku paket yang menjadi modul pelaksanaan Kurikulum 2013. Kata dia, sejumlah sekolah masih ada yang mengalami kekurangan buku paket tersebut, sementara ddibagian lain beberapa sekolah justru mengalami kelebihan. “Hal ini terjadi karena jumlah siswa yang dikirim ke pusat adalah data tahun lalu yang saat ini telah naik tingkat, sedangkan yang diterima pada tahun ajaran baru ini jumlahnya ada yang tidak sama,” katanya. Terkait hal itu pihaknya akan mengumpulkan seluruh perwakilan sekolah pelaksana Kurikulum 2013 untuk dilakukan pendataan ulang antara jumlah siswa dengan buku paket yang telah didistribusikan. “Kalau yang berlebih akan kami alihkan ke sekolah yang mengalami kekurangan, apabila masih kurang akan kami minta lagi ke pusat,” kata Ahmadi. (ant/rah)
PDAM Harus Perbaiki Kualitas Layanan MALANG - Perusahaan Daerah Air Minum Kota Malang, Jawa Timur, harus memperbaiki kualitas layanan dan sarana air bersih karena perusahaan tersebut sudah menerima kucuran dana sebesar Rp100 miliar dari pemerintah pusat untuk meningkatkan bidang tugasnya. Wali Kota Malang Peni Suparto di Malang, Kamis, mengatakan dana tersebut akan dicairkan setelah ada penandatanganan naskah kerja sama (MoU) antara Pemkot Malang dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam waktu dekat ini. “Dana dari pemerintah pusat itu akan dicairkan secara bertahap dan pada tahap pertama sebesar Rp17,5 miliar. Mudah-mudahan MoU-nya segera selesai dan pencairan tahap pertama juga bisa segera digunakan,” ujarnya, menambahkan. Menurut Peni, anggaran sebesar Rp100 miliar tersebut di antaranya akan digunakan untuk meningkatkan fasilitas layanan Zona Air Minum Prima (ZAMP) di sejumlah titik agar air yang mengalir dari kran PDAM bisa langsung diminum. Selama ini, lanjutnya, layanan ZAMP memang masih ada di beberapa kawasan saja, namun dalam waktu tidak terlalu lama pasti seluruh wilayah Kota Malang bisa menikmati air
PDAM yang siap minum. Peni mengemukakan selain untuk meningkatkan kualitas layanan dan perluasan jangkauan ZAMP, dana tersebut juga akan dipakai untuk eksplorasi sumber air yang bisa memasok kebutuhan PDAM Kota Malang secara mandiri. Sebab, katanya, selama ini PDAM Kota Malang harus membeli air dari beberapa sumber di Kabupaten Malang maupun Kota Batu untuk memenuhi kebutuhan air bersih 120 ribu pelanggan (sambungan). Sebenarnya, kata Peni, Kota Malang sudah ada sumber air di kawasan Merjosari. Kalau itu bisa dikembangkan, PDAM Kota Malang tak perlu membeli air dari daerah lain. Dengan memiliki sumber air sendiri, tegas Peni, maka profit PDAM Kota Malang akan semakin besar. “Saat ini keuntungannya mencapai Rp13, 5 miliar per tahun dan manajemennya juga berkategori bagus,” ujarnya. Belum lama ini PDAM Kota Malang juga mengincar sejumlah sumber air di wilayah Kabupaten Malang untuk menambah pasokan air seiring semakin tingginya jumlah pelanggan. Sumber air yang menjadi bidikan PDAM Kota Malang itu di antaranya adalah Sumber Pitu di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. (ant/rah)
KERUSUHAN LAPAS TANJUNG GUSTA. Narapidana berada di ruang kantor yang rusak pasca kerusuhan di Lapas Klas I Tanjung Gusta, Medan, Sumut. Kerusuhan yang dipicu pemadaman listrik dan matinya aliran air PDAM tersebut mengakibatkan lima tewas dan ratusan narapidana lainnya kabur dari penjara.
10
LINTAS JATIM
JUMAT 19 JULI 2013 NO.0163 | TAHUN II
Bawaslu Adukan 3 Paslon ke Pusat PDI Perjuangan Menginstruksikan DPC dan Tim Kampanye Pertahankan Alat Peraga SURABAYA - Rencana penertiban alat peraga yang mendapat Penolakan dari ketiga Tim Pasangan calon (paslon) masih belum menemui titik temu. Hingga saat ini kedua belah pihak masih berpegang pada pendapat masing-masing. Calon Gubernur jatim nomor urut 3, Bambang DH menuturkan bahwa langkah Bawaslu yang akan membersihkan semua alat peraga (termasuk baliho dan sepanduk apapun isinya) se-Jawa Timur sangat menghambat proses sosialisasi dari pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur, terutama tim Paslon Bambang Said dan Egy-Sihat. "Survey 30 persen warga Jatim tidak tahu akan ada pilihan gubernur 29 Agustus 2013, saya sebagai salah satu kontestan kan berusaha untuk mempertahankan diri, sosialisasi itu bias melalui media cetak, elektronik
maupun berbagai alat peraga. Katakanlah wajah lama terpampang pada himbauan bayar pajak dan sebagainya, kami kami yang bukan incumbent bagaimana memperkenalkan diri kalau semua alat peraga tidak boleh”, kata mantan walikota Surabaya ini kepada Koran Madura. Menanggapi penolakan pasangan Bambang - Said, Ketua Badan Pengawas Pemilu(Bawaslu) Provinsi Jawa Timur, Sufyanto menyatakan bahwa setiap pasangan calon gubernur dan gubernur harus tetap berpegang pada koridor hukum. Selain itu,
“Saya sudah coba tanya acak di masyarakat banyak yang tidak tahu pelaksanaan pilgub”,
Bambang DH Calon Gubernur Jatim
sosialisasi pilihan Gubernur merupakan wewenang KPU. Menanggapi pernyataan bawaslu bahwa sosialisasi merupakan wewenang dan tanggung jawab KPU, dengan tegas Bambang Dh menjawab bahwa sosialisasi yang dilakukan KPU masih kurang maksimal. “ya memang merupakan tugas KPU melakukan sosialisasi, tapi barangkali secara kasat mata saja coba saksikan,bagaimana cara KPU melakukan sosialisasi.
Saya sudah coba tanya acak di masyarakat banyak yang tidak tahu pelaksanaan pilgub”, lanjut Bambang DH. Melihat situasi politik yang kian menghangat di Jatim, sepertinya pihak Bawaslu tidak mau gegabah mengambil tindakan. Sufyanto mengkonfirmasi masalah ini ke pusat. Rencananya hari ini Sufyanto baru akan datang ke Jatim dan langsung mengajak semua pihak berkoordinasi, baik KPU, paslon, panwas, satpol pp dan semua pihak yang terkait. “Besok (Jumat-red) saya datang ke Jawa Timur mas, hasil dari Jakarta akan saya sampaikan di depan semua pihak untuk mengambil langkah terbaik” kata Sufyanto saat dihubungi melalui telepon seluler oleh Koran Madura. Menanggapi hal tersebut DPD PDI Perjuangan Jatim menginstruksikan kepada DPC dan Tim Kampanye Kab/Kota
agar tetap mempertahankan semua alat peraga yang telah terpasang. Melalui Surat DPD tanggal 17 Juli 2013, No.: 1110/IN/DPD/ VII/2013 tersebut jika ada yang melakukan perusakan, maka segera melaporkan ke polisi dengan tuduhan melakukan perusakan barang milik orang lain. Laporan tersebut agar segera ditembuskan ke KPU Kab/Kota setempat dan DPD Partai/Tim Kampanye Provinsi. "Berkoordinasi dengan Pemerintah Kab/Kota, KPUD Kab/Kota serta Panwaslu Kab/ Kota setempat untuk membuat MOU (memorandum of understanding), agar semua penempatan alat peraga tidak melanggar Perda dan aturan Kab/Kota yang ada, sehingga tidak menjadi sasaran penertiban Satpol PP yang memiliki wewenang untuk menegakkan Perda", demikian isi surat yang diterima koran madura. (ddy/ara)
ant/yudhi mahatma
PENDIDIKAN DI PERBATASAN: Siswa SD berjalan menuju sekolahnya yang berjarak sekitar 10-15 kilometer di Desa Looluna, Belu, NTT. Pendidikan Dasar di perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut terkendala jarak dan minimnya fasilitas pendidikan, termasuk guru dan buku pelajaran sehingga masyarakat berharap pemerintah pusat dapat memberikan bantuan itu.
PENDIDIKAN
Penerapan Kurikulum Baru Harus Dipantau SURABAYA - Komisi D Bidang Pendidikan DPRD Kota Surabaya meminta dinas pendidikan setempat memantau penerapan kurikulum baru di sekolah-sekolah. Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono, Kamis mengatakan penerapan kurikulum baru pendidikan 2013 dikhawatirkan bisa menimbulkan polemik karena di Surabaya penerapan yang seharusnya untuk sekolah dasar akreditasi A ternyata juga diberikan kepada sekolah dengan akreditasi B. “Saat ini kami belum bisa mengevaluasi karena baru diterapkan. Tapi kami minta DPRD Surabaya terus memantau pelaksanaan kurikulum baru,” katanya. Menurut dia banyak sekolah di Surabaya merasa tidak siap meskipun Sumber Daya Manusia (SDM) guru sudah dipersiapkan dua minggu sebelumnya dengan malakukan pelatihan. Hal ini ini dikarenakan pembagian perlengkapan belajar seperti buku tulis dan modul ternyata tidak merata. “Kalau bukunya tidak ada ya bagaimana mengajarnya. Kecuali kurikulum baru mengajarkan materi men-
dongeng. Kebijakan ini tidak boleh coba-coba tapi harus tepat,” ujarnya. Baktiono mengatakan penerapan kurikulum baru ini masih terkesan amburadul sehingga mendesak Dinas Pendidikan Surabaya untuk menunda penerapanya jika memang belum siap. “Kalau amburadul yang dirugikan kan siswa. Buktinya, mulai penunjukan sekolah sasaran yang tidak pas sampai dengan pengadaan buku ajar dan pedoman yang terbagi tidak merata,” katanya. Politisi PDIP ini mengatakan pemerintah daerah, termasuk dalam hal ini Surabaya, bisa saja menolak pelaksanaan kurikulum baru yang merupakan kebijakan dari pusat. Hal ini menurutnya tidak melanggar Undang-Undang karena dilakukan demi kepentingan masyarakat dan pendidikan. “Ini tidak melanggar undang-undang, sebab bidang pendidikan adalah kewenangan daerah. Saya kuatir kebijakan ini tergesa-gesa dilaksanakan karena ada hubunganya denga proyek pengadaan,” katanya. (ant/dik)
OTORITAS JASA KEUANGAN
Perusahaan Investasi “Bodong” Diawasi SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan saat ini terus melakukan pemantauan terhadap puluhan perusahaan investasi “bodong” atau tidak memiliki izin karena dinilai telah melanggar regulasi dan berpotensi merugikan masyarakat. Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S Soetino kepada wartawan di Surabaya, Kamis mengatakan setidaknya hingga kini sudah ada sekitar 40-an perusahaan investasi yang dilaporkan oleh masyarakat. “Perusahaan-perusahaan investasi tersebut telah masuk analisis Satgas Waspada Investasi yang dibentuk OJK,” katanya di sela-sela acara Edukasi dan Sosialisasi OJK yang juga dihadiri anggota Komisi X DPR RI Bidang Keuangan dan Perbankan Indah Kurnia. Menurut Tuti, Satgas Waspada Investasi bekerja sama melakukan penyelidikan dan menganalisis perusahaan investasi mana yang berpotensi merugikan masyarakat atau tidak. Ia menambahkan bahwa OJK juga sedang melakukan analisis terhadap kegia-
tan penghimpunan dana yang dilakukan penceramah Ustadz Yusuf Mansur melalui Patungan Usaha dan Patungan Aset. “Kalau soal ini, kami belum bisa menyebutkan adanya pelanggaran yang merugikan konsumen atau tidak, karena proses analisisnya sedang dilakukan,” katanya. Tuti mengungkapkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap investasi masih sangat minim dan mereka cenderung lebih tertarik kepada investasi yang memberikan iming-iming bagi hasil (return) tinggi, tanpa melihat kejelasan perusahaannya. Guna mengurangi atau mencegah kerugian dari masyarakat, lanjut Tuti, saat ini sedang disusun Peraturan OJK mengenai perlindungan konsumen sektor jasa keuangan yang dijadwalkan selesai dalam waktu dekat ini. “Dalam peraturan OJK itu, salah satu pasalnya mewajibkan perusahaan jasa keuangan atau investasi memiliki unit khusus untuk menangani keluhan konsumen, semacam ‘call center’. Nantinya konsumen berhak mendapatkan penjelasan secara detail dan rinci tentang produk investasi,” katanya. (ant/dik)
LINTAS JATIM
11
JUMAT 19 JULI 2013 NO.0163 | TAHUN II
PERUSAHAAN DAERAH PASAR SURYA
Operasi Pasar Ricuh SURABAYA - Operasi pasar untuk daging sapi yang digelar Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) di Pasar Wonokromo, Surabaya, Kamis (18/7), berlangsung ricuh. Informasi yang diperoleh Antara menyebutan kericuhan terjadi dalam operasi pasar pada saat sejumlah pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar Jawa Timur menolak digelarnya operasi pasar tersebut. Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar Jawa Timur, Mutowif menganggap kegiatan operasi pasar tersebut menyalahi aturan. “Ini tidak sesuai dengan SE Gubernur soal larangan daging impor beredar di Jatim,” ujarnya. Selain itu, kegiatan operasi pasar itu dinilai merugikan pedagang daging segar. “Kegiatan ini merugikan keberadaan para pedagang daging segar,” katanya. Mutowif mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan seluruh paguyuban pedagang daging se-Jatim untuk menolak kegiatan operasi pasar. Menanggapi penolakan sejumlah pedagang, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan sebagai hal yang biasa. Namun ia menolak, jika daging yang digelontorkan oleh PD Pasar Surya adalah daging impor. “Bukan daging impor. Harganya kan pasti tidak murah jika impor,” kataya. Kegiatan operasi pasar ini, lanjut dia, dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas. Menurut dia, pada tahun lalu, dengan operasi pasar serupa, Pemkot Surabaya bisa menekan inflasi di pasaran. Dirut PDPS Karyanto Wibowo mengatakan merencanakan akan menggelar operasi daging sapi ini di 30 pasar dengan kapasitas 4 ton dengan waktu sekitar 20 hari. Dengan kapasitas rata-rata 2 ton, dan akan didistribusikan di Sembilan pasar setiap harinya. “Daging-daging itu didatangkan dari tempat-tempat pemotongan hewan resmi di Surabaya dan sekitarnya,” katanya. Menurut dia, tujuan digelarnya operasi pasar dikarenakan melambungnya harga sejumlah barang kebutuhan pokok menjelang Lebaran, khususnya daging sapi di pasaran. Selain itu, kata dia, PDPS juga memantau perkembangan harga tiap minggu. Diupayakan harga jual daging bertahan sesuai yang ditetapkan pemerintah, yakni berkisar antara Rp75 ribu-Rp80 ribu per kilogram. (ant/dik)
Pelindo Siapkan 13 Terminal Antisipasi Mudik Lebaran SURABAYA – PT Pelabuhan Indonesia/ Pelindo III (Persero) menyiapkan 13 terminal di wilayah kerjanya untuk memperlancar arus mudik Lebaran 1434 Hijriyah, khususnya bagi pengguna jasa transportasi laut. Kepala Humas PT Pelindo III (Persero), Edi Priyanto menjelaskan, terminal tersebut diantaranya Terminal Penumpang Sementara (eks. Gudang 100) seluas 4.500 meter persegi dan Terminal Penumpang Roro 2.573 meter persegi di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang berkapasitas penumpang sebanyak 3.000 orang. "Terminal Penumpang Tanjung Emas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (Jateng) yang berkapasitas 2.500 orang, Terminal Penumpang Bandarmasih di
ant/fiqman sunandar
UJI JAJANAN RAMADHAN: Seorang petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengujian makanan jajanan Ramadhan di kota Manado, Sulawesi Utara.
PENGOBATAN ALTERNATIF
Tantangan Utama Ahli Tulang SURABAYA - Dokter ahli tulang Prof Dr dr Sjarwani mengakui pengobatan alternatif untuk cedera tulang lebih bisa diterima masyarakat, sehingga hal itu menjadi tantangan utama bagi para dokter ahli tulang. “Sekitar 90 persen pasien ortopedi yang saya tangani, sebelumnya terlebih dulu memanfaatkan jasa pengobatan alternatif yang lebih dikenal sebagai dukun sangkal putung,” kata Dr Sjarwani pada diskusi tentang penanganan cedera olahraga di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya, Kamis. Padahal, katanya, tidak semua penanganan cedera terutama yang dialami para olahragawan oleh para dukun itu, benar secara medik. “Kelihatannya saja sembuh, tetapi sebenarnya tidak sedikit yang masih terjadi dislokasi tulang karena ketidaktahuan mereka sehingga proses penyembuhannya menjadi tidak maksimal. Bahkan ada yang meninggal dunia yang terjadi pada atlet pencak silat akibat salah penanganan,” ujarnya. Menurut dia, hal seperti itu membahayakan para atlet dan memengaruhi prestasinya di kemudian hari apabila tidak segera ditangani oleh dokter ahli tulang pada proses akhir penyembuhannya.
Dr.Sjarwani juga tidak menolak anggapan bahwa masalah biaya menjadi persoalan bagi para penderita sakit tulang untuk berobat ke dokter. Namun, katanya, biaya tersebut akan menjadi ringan karena mulai tahun depan pemerintah akan memberlakukan asuransi nasional. Ia menambahkan yang terpenting bukan hanya masalah biaya yang menjadi fokus masyarakat, melainkan pola pikir masyarakat yang harus diubah dengan mengutamakan berobat ke dokter. Sjarwani menyatakan berbeda dengan bidan atau dukun beranak yang memang difasilitasi oleh pemerintah, untuk dukun sangkal putung belum mendapatkan ruang. “Kalau pengobatan tulang sifatnya patologis, sedangkan untuk penanganan persalinan bersifat fisiologis sehingga masih berpeluang diberi ruang,” tuturnya. Untuk mensosialisasikan agar penderita patah tulang berobat ke dokter, pihaknya meminta bantuan para guru olahraga SD hingga SMA seJatim sebagai ujung tombak untuk memberikan pemahaman kepada siswa. Kepada mereka juga diberi materi tentang pengenalan cedera sekaligus penanganan awal cedera, demikian Dr.Sjarwani. (ant/dik)
ara/koran madura
MENAMBAH: Pelindo III (Persero) menambah delapan fixed crane di Pelabuhan Gresik Jatim, Batulincin Kalsel dan Pelabuhan Lembar NTB.
Pelabuhan Trisakti Banjarmasin (Kalsel), Terminal Penumpang Jana Segara Sanggraha di Pelabuhan Benoa (Bali)," katanya, di Surabaya, Kamis (18/7). Selain itu, kata dia, ada pula Terminal Penumpang Helong dan Sasando dengan luasan 750 meter persegi di Pelabuhan Tenau Kupang (NTT) dan kapasitas penumpang sebanyak 600 orang. "Bahkan, Terminal Penumpang Tanjung Wangi di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi (Jatim) dan Terminal Penumpang Gresik di
Pelabuhan Gresik (Jatim)," paparnya. Di sisi lain, tambah dia, ada juga Terminal Penumpang Sampit di Pelabuhan Sampit (Kalteng) dan Terminal Penumpang Kumai di Pelabuhan Panglima Utar Kumai (Kalteng) yang siap melayani kebutuhan mudik sejumlah masyarakat pada Lebaran mendatang. "Kemudian, Terminal Penumpang Lembar di Pelabuhan Lembar (NTB), Terminal Penumpang Batulicin dengan luasan 3.680 meter persegi di Pelabuhan Kotabaru (Kalsel), Terminal Penumpang Maumere di NTT, dan Terminal Penumpang Bima di NTB," katanya. Edi memprediksi, arus mudik kapal laut pada Lebaran mendatang mulai terjadi pada H-15 hingga H+15. Kondisi
tersebut berbedadengan silkus arus mudik melalui angkutan darat yang diperkirakan terjadi pada H-7 hingga H+7 Lebaran. "Meski demikian, arus penumpang Lebaran di jalur kapal laut yang melalui terminal keberangkatan dan kedatangan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya cenderung menurun," tuturnya. Situasi itu, kata Edi, dikarenakan masyarakat telah dihadapkan pada alternatif penggunaan maskapai sebagai sarana angkutan mudiknya. Oleh karena itu pihaknya mengacu pada kondisi penumpang mudik Lebaran tahun lalu yang lebih banyak menggunakan transportasi udara. "Tahun lalu arus mudik Lebaran pada H-15 hingga H+15 sedangkan tahun 2011,
arus penumpang pada periode 2012 itu mengalami penurunan jumlah hingga mencapai 19 persen," katanya. Lebih lanjut, kata Edi, tahun ini arus lebaran cenderung stagnan atau hampir sama dengan tahun sebelumnya. Jika ada kenaikan maka pertumbuhan arus mudik pada tahun ini tidak lebih dari satu digit. Apalagi, beberapa tahun terakhir ini frekuensi dan jalur penerbangan antarpulau dan antarkota semakin marak. "Praktis, moda transportasi udara menjadi primadona pilihan mudik dan balik Lebaran. Kalau secara angka, tahun lalu jumlah pemudik kapal laut yang melalui Pelabuhan Tanjung Perak hanya 131.835 penumpang dan tahun 2011 mencapai 163.480 penumpang," pungkasnya.(ara)
PENGAMANAN PILGUB JATIM
Kodam Siapkan 7.000 Personel SURABAYA - Komando Daerah Militer V Brawijaya menyiapkan lebih kurang 7.000 personel TNI AD untuk membantu pengamanan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah atau Pemilihan Gubernur Jawa Timur pada 29 Agustus 2013. Panglima Kodam V Brawijaya Mayjen TNI Ediwan Prabowo saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim di Surabaya, Kamis, mengatakan seluruh personel TNI Angkatan Darat itu ditugaskan membantu pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian. "Kami sudah memberikan instruksi ke seluruh jajaran dan memastikan seluruh personel di lapangan mengetahui tugas pokok sebagai pasukan
perbantuan," kata Pangdam. Hadir dalam silaturahmi itu, antara lain Ketua PWI Jatim Akhmad Munir didampingi sejumlah wakil ketua yakni Ainurrohim, Abu Bakar Yarbo dan Lutfil Hakim. Sedangkan Pangdam didampingi Kapendam Kolonel Arm Totok Sugiharto dan sejumlah asistennya. Menurut Ediwan, pihaknya juga melakukan pemetaan ke sejumlah wilayah yang ditengarai memiliki potensi kerawanan konflik fisik, guna mengantisipasi jangan sampai kecolongan saat pelaksanaan Pilkada. "Sejauh ini, personel kami di lapangan belum mendeteksi potensi konflik di wilayah Jatim. Mudah-mudahan kondisi ini bisa tetap terjaga hingga hari H nanti," tambah Ediwan Prabowo.
Menurut jenderal bintang dua itu, salah satu tahapan krusial dan penting pada Pilkada Jatim, yakni penetapan calon gubernur dan calon wakil gubernur telah terlaksana dengan lancar pada pekan lalu. Pangdam mengungkapkan bahwa menjelang proses penetapan cagub-cawagub oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, sempat ada isu akan munculnya gerakan unjuk rasa dari pendukung calon yang gagal lolos. "Tetapi, syukurlah hal itu tidak sampai terjadi. Kami juga sangat mengapresiasi upaya pasangan KhofifahHerman yang memilih jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan sehingga situasi keamanan di Jatim tetap kondusif," ujarnya. (ant/dik)
ant/fikri yusuf
Sejumlah petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) melakukan latihan bela diri dengan pelatih anggota Polisi dan TNI di Wisma Haji, Kota Madiun, Jatim Rabu yang lalu. Latihan bela diri tersebut dilakukan sebagai persiapan pengamanan Pilgub Jatim pada yang akan dilaksanakan 29 Agustus 2013.
yusran uccang
PESANTREN KILAT: Sejumlah siswa membaca kitab suci Al Quran saat mengikuti pesantren kilat di Masjid Darul Falaq Minasaupa Makassar, Sulsel, Kamis kemarin.
JELANG LEBARAN
Penghuni Liponsos Meningkat SURABAYA - Penghuni Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Kota Surabaya yang terdiri dari pengemis, anak jalanan, dan orang gila diperkirakan akan meningkat menjelang Lebaran. Kepala UPT Liponsos Sri Supatmi, Kamis mengatakan penghuni Liponsos hingga saat ini mencapai 1.260 orang meliputi 1.071 orang gila dan sisanya gepeng, gelandangan, pengemis dan wanita tuna suslia. Jumlah tersebut tidak sesuai dengan kapasitas Liponsos yang hanya untuk 400 orang. “Setiap tahun jumlahnya terus meningkat, apalagi pada saat menjelang Lebaran ini,” katanya. Menurut dia, selama Januari jumlah penghuni Liponsos mencapai 1.173 orang, Februari 1.182 orang dan Maret sebanyak 1.186 orang. Biasanya, lanjut dia, pada saat mendekati lebaran jumlah orang gila di jalanan yang diamankan akan semakin banyak, bahkan dalam sehari
bisa rartusan orang gila yang ditampung di Liponsos. Untuk mengatasi kelebihan kapasitas itu, khususnya orang gila, Supatmi mengatakan pihanya menitipkan ke berbagai rumah sakit terdekat seperti Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang dan RSJ Menur Surabaya. “Kami sudah bekerja sama dengan pihak RSJ untuk menyembuhkan sekaligus menitipkan warga Liponsos yang gila,” katanya. Namun demikian, pihaknya tidak bisa berharap banyak karena RSJ Lawang hanya bisa menampung 600 orang itu termasuk dari Liponsos, sedangkan RSJ Menur hanya 100. “Kedua RSJ ini juga menerima pasien orang gila dari umum, sehingga untuk yang RSJ Menur kita hanya bisa titip 50 orang saja,” ujarnya. Selain orang gila, pihak Liponsos juga akan mengirim tuna wisma yang lanjut usia ke Griya Wreda milik Pemkot Surabaya beralamat di Medokan Asri Barat X Blok N Nomor 14, Surabaya. (ant/dik)
12
NASIONAL
JUMAT 19 JULI 2013 NO.0163 | TAHUN II
BK Pelajari Dugaan Pelanggaran Etik Priyo JAKARTA- Badan Kehormatan (BK) DPR melakukan kajian terkait laporan Indonesia Corruptions Watch (ICW) soal dugaan pelanggaran etika yang dilakukan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Jika hasil telaah nantinya memenuhi unsur-unsur pelanggaran etika, maka BK mengagendakan untuk memanggil yang bersangkutan. “Kita pelajari unsur-unsur pelanggaran etiknya, memenuhi atau tidak untuk ditindaklanjuti,” kata anggota BK DPR, Alimin Abdullah di Jakarta,Kamis, (18/7). Sebelumnya, ICW dan 6 LSM yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil anti korupsi secara resmi baru saja melaporkan Priyo ke Badan Kehormatan DPR. Priyo dilaporkan atas dua tindakan diduga melanggar kode etik peraturan DPR, pertama mengunjungi Lapas Sukamiskin, kedua memfasilitasi 9 napi perkara korupsi dengan mengirimkan surat kepada presiden. Priyo dilaporkan dengan 6 pasal pelanggaran kode etik peraturan DPR. Menurut kader PAN ini, langkah awal yang dilakukan BK DPR soal laporan itu adalah menggali unsur dugaan pelanggaran etik. “Tapi yang dilaporkan juga punya hak untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi kepada kami
jika laporan itu tidak benar,” tambahnya Lebih jauh kata Alimin, laporan yang memenuhi untuk ditindaklanjuti juga tak bisa sembarang laporan. Karena itu, harus disertai dengan data dan fakta yang kuat sebagai bukti pendukung dugaan pelanggaran etik. “Kalau unsur-unsur itu memenuhi, maka kita agendakan untuk memanggil yang bersangkutan (Priyo),” ujarnya Sementara itu, Wakil Ketua BK DPR Siswono Yudho Husodo mengatakan akan mempalajari dulu laporan aduan ICW itu. “Nanti kita lihat, laporan itu seperti apa,” tegasnya. Sementara itu, Perwakilan pelapor Koalisi Masyarakat Sipil, Jamil Mubarok mengata-
kan pihaknya datang mewakili 7 LSM secara resmi mengadukan Priyo Budi Santoso ke BK DPR. “Kami melaporkan Priyo Budi Santoso sebagai wakil ketua DPR RI dari Partai Golkar ke Badan Kehormatan DPR,” ungkapnya Adapun koalisi LSM itu, terdiri dari Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Indonesia Legal Roundtable, Konsorsium Reformasi Hukum Nasional, Public Interest Lawyer Network, dan Indonesia Corruption Watch (ICW). Menurut Jamil, sebagai wakil rakyat mereka memantau aktivitas anggota dewan, Priyo dua kali diduga melanggar kode etik atas tindakannya pada bulan Mei dan Juni 2013. “Bulan Mei dan Juni ada tindakan yang dilakukan Priyo yang kami anggap melanggar kode etik DPR, bulan Mei membuat surat dan menandatangani sebagai respons 9 orang napi,” ucap koordinator MTI itu. Tak hanya itu, kata Jamil lagi, ada pelanggaran lainnya. “Priyo mengunjungi LP Sukamiskin. Dari dua tindakan
itu ada 6 pelanggaran kode etik peraturan DPR,” imbuhnya. Sedangkan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mempersilahkan dan tak mempermasalahkan ICW melaporkan dirinya ke BK DPR. “Monggo saja, saya menghormatinya. Coba dibaca cermat surat tersebut. Itu penyampaian aspirasi biasa yang diteruskan kepada Presiden dan menteri terkait, tidak ada embel-embel apa pun!” ungkapnya Menurut Priyo, dirinya hanya menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua DPR bidang Polhukam. “Sebagai pimpinan DPR kami meneken ratusan surat serupa pengaduan masyarakat untuk diteruskan kepada pemerintah dan pihakpihak lain seperti aspirasi buruh, perangkat desa, guru bantu, konflik agraria, penggusuran dll. Itu menjadi tugas konstitusional,” kata Priyo. Dikatakan Priyo, ini bagian dari membangun demokrasi di Indonesia. “Kita harus berlaku adil, jangan pernah melarang golongan masyarakat tertentu sampaikan aspirasi, hanya karena kebencian. Itu esensi demokrasi dan mereka semua adalah rakyat kita,” pungkasnya. (gam/cea)
ant/widodo s. jusuf
PUTUSAN BIOREMEDIASI CHEVRON. Terdakwa kasus dugaan korupsi bioremediasi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) Endah Rumbiyanti (tengah) didampingi kuasa hukum memberikan keterangan pers usai mengikuti sidang pembacaan putusan oleh Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (18/7). Majelis Hakim memvonis bersalah Manajer Lingkungan Health Environmental Safety (HES) Sumatera Operation PT CPI Endah Rumbiyanti dengan hukuman penjara selama dua tahun serta denda Rp200 juta subsidair tiga bulan kurungan terkait proyek normalisasi lahan tercemar minyak menggunakan bantuan mikroorganisme (bioremediasi) di Riau pada 2006-2011.
SURVEI ELEKTABILITAS
Parpol Islam Marah Diremehkan Lembaga Survei
JAKARTA- Pemilu 2014 diperkirakan bakal memberi tekanan berat pada partai-partai Islam. Beberapa hasil survei menyebutkan hanya ada satu atau dua partai berbasis agama yang lolos ambang batas parlemen. Namun survei ini memicu amarah sejumlah partai Islam. Mereka mengecam beberapa lembaga survei yang dinilai asal-asalan mengeluarkan hasil penelitiannya. Bukan hanya PPP, tapi juga PKS yang merasa “dikecilkan”. “Lembaga survei kan juga perlu banyak koreksi,” kata Juru Bicara PKS, Mardani Ali Sera di Jakarta, Kamis (18/7). Berdasarkan survey Pusat Data Bersatu (PDB) menyatakan PKS hanya akan mendapatkan 1,2 persen suara.
Sementara survey Lembaga Survey Nasional (LSN), menyebutkan PKS cuma mendapat 3,8%. Hanya saja, Mardani merespon positif survei PDB dan LSN sebagai masukkan yang baik bagi partainya. PKS akan bekerja keras agar mampu berjaya di 2014. “Kami kan tidak bisa
menggantungkan nasib kepada para lembaga survei, tapi itu masukan yang baik,” tegasnya Menurut Mardani, PKS tetap bekerja keras guna memenangkan pemilu. “Yang paling penting kami menyiapkan jaringan organisasi agar mampu menyentuh masyarakat secara optimal,” ucapnya Mardani memperkirakan suara mengambang di Pemilu 2014 sebesar 55% hingga 65%. Karena itu, PKS optimis memaksimalkan kelompok labil ini, apalagi survei internal PKS tentang elektabilitas partai menempatkan partainya di urutan empat besar. “Sejak kasus Pak Luthfi Hasan Ishaaq mencuat, recovery kepemimpinan sudah sangat cepat. Hasilnya, angka survei internal di bulan Juni, kita mendapat 5% hingga 7%. Kita berada di peringkat empat atau lima,” paparnya Ditempat terpisah, Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Romahurmuziy juga marah terhadap lembaga survey abal-abal yang tidak kredible. Perbedaan-perbedaan signifikan hasil survey elektabilitas, baik parpol maupun kandidat, memunculkan perlu adanya akreditasi lembaga survey. Menurut Romahurmuziy dengan akreditasi, akuntabilitas hasil survey dapat dipertanggungjawabkan, sehingga publikasinya dapat dijadikan pedoman. “Sekarang ini, sejalan seringnya publikasi berbeda-beda dari survey yang dilakukan pada periode sampling sama, menjadikan hasil survey seperti sampah informasi yang memenuhkan ruang informasi publik,” kata Romy.
“Lembaga survey mestinya menjadi alat analisis saintifik, bukan publikator gosip atau pembentuk opini. Indikasi keberadaan lembaga survey sebagai alat pembentuk opini, terlihat dari bermunculannya lembaga-lembaga survei secara sporadis dengan berbagai nama,” sambung Ketua Komisi IV DPR. Lebih jauh dia menjelaskan sedangkan indikasi rendahnya kualitas survei nampak dari beragamnya hasil survei terhadap satu persoalan yang sama. “Karenanya, komunitas lembaga survei perlu menyepakati akreditasi dirinya sendiri, untuk mengembalikan survei sebagai alat ukur yang bermartabat,” jelasnya. Lebih lanjut menurutnya, untuk mengembalikan kredibilitas lembagalembaga survey yang terpuruk akibat publikasi berlebihan dari lembagalembaga abal-abal yang kualitasnya tidak bisa dipertanggungjawabkan, harus ada survey atas tingkat kepercayaan masyarakat terhadap survey. “Apakah masyarakat percaya kepada survey, atau masyarakat memang tidak pernah percaya. Ini penting sebagai bentuk kejujuran keberadaan lembaga survey yg mengklaim menggunakan metoda ilmiah dalam cara kerjanya,” jelasnya Berikut tingkat elektabilitas parpol jika Pemilu 2014 digelar saat ini, berdasarkan survei PDB, 1. PDIP: 14,53%, 2. Golkar: 14,1%, 3. PD: 9,4%, 4. Gerindra: 8,89%, 5. NasDem: 3,33%, 6. PKB: 2,56%, 7. PAN: 2,56%, 8. PPP: 2,31%, 9. PKS: 1,2%, 10. Hanura: 1,03%, 11. PBB: 0,3%, 12. PKPI: 0,09%, Partai Lain: 0,34%, Golput: 2,39%, Rahasia: 15,1% dan Tidak Tahu: 21,11%. (gam/cea)
JELANG PEMILU 2014
KPU Usulkan Caleg Harus Melaporkan Dana Kampanye JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan agar calon anggota legislatif (caleg) perlu melaporkan dana kampanye dan penggunaannya. Meskipun, bentuk dan teknik pelaporan dana kampanye caleg belum disepakati. “Masing-masing calon berkampanye dan mengelola dana. Kami tidak pernah punya gambaran laporan dana kampanye senyata mungkin. Memang ada semangat agar calon melaporkan dana kampanyenya,” ujar anggota KPU Hadar Nafis Gumay di selasela rapat konsultasi Peraturan KPU antara KPU dengan Komisi II DPR, di gedung DPR Jakarta, Kamis (18/7). Menurut Hadar, pelaporan seharusnya diikuti dengan au-
dit dana kampanye sehingga ada kesetaraan bagi caleg yang memiliki dana kampanye yang besar dengan yang hanya memiliki dana pas-pasan saja. “Jangan sampai para calon beruang bisa berkampanye dengan sumber dana ini macammacam,” tuturnya. Mantan Direktur Eksekutif CETRO (Centre for Electoral Reform) itu menegaskan, aturan untuk melaporkan dana kampanyenya justru menguntungkan caleg yang bersangkutan, yaitu terciptanya mekanisme penataan diri caleg maupun parpol. Anggota KPU lainnya, Ferry Kurnia Rizkiyansyah menambahkan, teknis pelaporan dana kampanye caleg belum dipastikan. Ia mengatakan, salah satu usulannya,
caleg melapor dana awal dan akhir kampanyenya pada parpol yang mewadahinya. “KPU hanya ditembuskan laporan itu,” ujar Ferry. Hanya saja, lanjutnya, tidak ada ketentuan pemberian sanksi bagi caleg yang tidak melaporkan dana kampanyenya. Pasalnya, peserta pemilu adalah parpol dan bukan caleg. Sementara itu, Ketua KPU Husni Kamil Manik mengungkapkan, muncul pula usulan agar caleg menyetorkan dana kampanyenya kepada parpol. Dana itulah yang kemudian dilaporkan parpol kepada KPU. Metode itu, lanjutnya, akan memudahkan caleg dalam mengelola dananya. “Kalau caleg ingin berkampanye, tinggal meminta dan meng-
gunakan dana yang sudah dia serahkan kepada parpol,” jelas Husni. Sikap Berbeda Sementara terkait rencana pembatasan pemasangan alat peraga oleh KPU, anggota Komisi II DPR menanggapinya beragam. Sebagian fraksi menyepakati, tetapi banyak pula fraksi yang menolak. Menurut KPU, pembatasan pemasangan alat peraga baik dari segi ukuran dan waktu bermaksud untuk menciptakan keadilan dalam berkampanye. Tak hanya caleg atau partai dengan dana berlimpah yang bisa memasang alat peraga di mana- mana, tetapi juga caleg dan parpol berdana kampanye rendah. Reaksi perwakilan parpol
pun beragam. Jazuli Juwaini dari PKS, misalnya, menilai pemasangan alat peraga sulit dibatasi. ”Kalau ada orang mau ngasih sumbangan sebanyak-banyaknya, silakan saja,” ujarnya. Rindoko Dahono Wingit dari Partai Gerindra dan Yandri Susanto dari PAN juga tak sepakat dengan pembatasan alat peraga kampanye. Alasannya, kata Yandri, saat ini persaingan antarcaleg mengikuti sistem suara terbanyak untuk mendapatkan kursi parlemen. Karena itu, banyak terobosan yang dilakukan caleg, seperti tandem antara caleg DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/ kota dalam pembuatan dan pemasangan baliho. Pembatasan dinilai tak akan bisa diterapkan di lapangan. (gam/aji)
PEMILIHAN KEPALA DAERAH
Kemendagri Inginkan Pemilukada Satu Paket JAKARTA-Pemerintah berupaya menyederhanakan tahapan pemilukada dengan mengabungkan Pemilukada tingkat provinsi, kabupaten dan kota digelar menjadi satu paket. Hal ini semat-mata guna efisiensi anggaran dan mencegah konflik antar pendukung calon. “Jadi pemilihan propinsi dari 33 ini hampir tidak ada konflik, tapi di kabupaten kota sudah lebih dari 70 orang meninggal, belum lagi kebakaran dan kerusuhan,” kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Jakarta, Kamis (18/7). Seperti diketahui, penyelenggaraan pemilihan kepala
daerah yang begitu banyak di Indonesia sangat memboroskan anggaran daerah. Bahkan bagi daerah yang kemampuan fiskalnya rendah, kewajiban membiayai pilkada ternyata mengurangi belanja pelayanan publik seperti urusan pendidikan dan kesehatan. Karena itu, penyelenggaraan pilkada serentak dipandang lebih tepat karena lebih hemat dan efisien. Berdasarkan hitungan Sekretaris Jenderal Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra) biaya pilkada untuk kabupaten/kota Rp 25 miliar, untuk pilkada provinsi Rp 100 miliar. Jadi untuk keseluruhan pilkada di Indonesia diperlukan Rp 17 triliun. Kalau dilaksanakan secara serentak diperlukan Rp 10 triliun. Mantan Gubernur Sumatera Barat ini menambahkan sejumlah konflik yang terjadi di pemilukada kabupaten dan kota lebih sering terjadi karena Pemilukada tersebut
tidak diciptakan sepaket. “Artinya friksi-friksi itu lebih tajam terjadi di bawah, karena terlalu berdekatan, tapi di propinsi tidak. Gesekan di bawah lebih tajam,” tambahnya Menurut Gamawan, karena itu Kemendagri akan berkonsultasi dulu dengan DPR. Rencananya pengadaan Pilkada sepaket itu akan dimasukkan dalam RUU Pemilukada. “Mari kita coba dalami masing-masing, excercise apa keuntungan dan kerugian dari pilihan-pilihan itu, dan cara lain yang mungkin dilakukan untuk mencegah itu,” imbuhnya Sementara itu, Ketua Komisi II DPR, Agun Gunanjar menegaskan saat ini posisi fraksi-fraksi sudah mulai melunak terkait RUU Pilkada. Khususnya dengan gagasan pemerintah tentang pemilihan kepala daerah secara tidak langsung. Lebih jauh kata Agun, fraksi mulai menyadari argumentasi pemerintah kalau pilkada langsung terlalu banyak memakan biaya dan cenderung rawan kerusuhan. “Akan lebih murah jika tidak langsung. Seingat saya mendukung gagasan pemerintah adalah Demokrat dan PPP,” tuturnya Menurut Agun, gagasan agar pilkada hanya memilih kepala daerah memiliki sisi positif dan negatif. Sebenarnya, pilkada dengan memasangkan paket gubernur dan wakil gubernur bisa positif selagi ada komitmen yang kuat dari partai koalisi pendukung. Namun bila tidak, sambung Agun, maka yang terjadi adalah pecah kongsi menjelang pilkada selanjutnya. “Konsisten jika sudah satu paket. Jangan wakil melebihi bupati. Seperti yang terjadi di Jawa Barat beberapa waktu lalu,” tegasnya Sedangkan pilkada tanpa paket wakil gubernur memiliki sisi positif karena kepala daerah terpilih memiliki legitimasi dukungan yang kuat dari rakyat. Artinya suara yang diamanahkan rakyat benar-benar tertuju untuk kepala daerah bukan terbagi dengan wakilnya. “Saya juga setuju untuk tidak paket biar kemenangan lebih utuh. Legitimasi kemenangan kuat. Saya juga setuju,” pungkasnya. (gam/cea)
EKONOMI
13
JUMAT 19 JULI 2013 NO.0163 | TAHUN II
Utang Luar Negeri Swasta Mengkhawatirkan JAKARTA-Pemerintah sudah mulai intensif meminta sejumlah bank swasta untuk mengurangi pinjaman luar negeri dan pemberian kredit luar negeri dalam bentuk dolar Amerika Serikat. Kondisi ini membuktikan ada yang salah dengan utang luar negeri swasta. “Saat ini Bank Indonesia dan pemerintah sudah mulai sadar, bahwa ada something wrong dengan utang luar negeri swasta. Jadi, sekarang ini bank sudah mulai sering diimbau untuk mengurangi pinjaman luar negeri dan juga termasuk pemberian kredit luar negeri dalam bentuk dolar,” papar Kepala Ekonom PT Mandiri Sekuritas, Destry Damayanti di Jakarta,
Rabu (17/7). Saat ini, rasio utang luar negeri swasta terhadap produk domestik bruto (PDB) semakin mengkhawatirkan. Rasionya sudah mencapai 28 persen atau mengalami peningkatan signifikan sejak dua tahun terakhir. Meski rasio utang luar negeri swasta terhadap PDB masih tercatat rendah jika diband-
ingkan dengan negara-negara lain, namun kata Destry, jumlah utang tersebut selama dua tahun terakhir sudah berada pada taraf mengkhawatirkan. “Kemampuan kita untuk membayar utang itu sangat berat, apalagi jika rupiah terus terdepresiasi,” ucapnya. Dengan demikian, lanjut dia, bagi negara yang mengandalkan likuiditas dari capital inflow dan jumlah utang luar negeri yang besar, maka akan rentan terjadi krisis ekonomi. “Kalau di global terjadi sesuatu yg negatif, pasti negaranegara yang menerima inflow besar akan terkena krisis juga,” imbuhnya.
Menurut Destry, pada Desember 2013 akan ada USD25,77 miliar utang luar negeri swasta yang akan jatuh tempo. “Kalau pun tidak dibayar semua, karena ada sebagian yang bisa di-roll over, maka paling tidak perlu dana USD12 miliar untuk membayar utang itu,” paparnya. Bahkan, lanjut dia, dolar di dalam negeri juga akan berkurang dengan adanya pembiayaan income repatriation dari investasi asing di Indonesia. “Mereka (perusahaan penanaman modal asing) yang menghasilkan keuntungan di sini, juga akan repatriate dividennya untuk dibawa ke luar
negeri dalam bentuk dolar,” kata Destry. Kondisi tersebut, jelas Destry, akan mengurangi supply dolar di Indonesia, maka hasil ekspor dan capital inflow yang menjadi salah satu andalan untuk memenuhi kebutuhan dolar AS. “Kalau capital inflow tidak balik lagi ke sini, baik dalam bentuk FDI (investasi langsung asing) maupun portfolio, maka situasi ini akan berat,” jelasnya. Dia mengungkapkan, guna menjawab kebutuhan dolar tersebut, maka ada dua pilihan yang mesti dilakukan, yakni memanfaatkan cadangan devisa yang ada di BI atau
membiarkan rupiah terdepresiasi. “Pilihannya tentu tidak gampang. Mengorbankan rupiah terdepresiasi atau cadev tergerus? Ini (keduanya) akan mengganggu confidence para investor,” ujar Destri. Mengingat Indonesia sebagai negara berkembang dengan eksposur asing yang besar di pasar modal, maka kata Destry, kondisi ini juga sangat membahayakan pasar modal dalam negeri. “Kalau rupiah terdepresiasi, di satu sisi bagus untuk eksportir dalam peningkatan ekspor, namun akan bahaya bagi importir,” tambahnya. Selama ini, lanjut dia,
PERTUMBUHAN KREDIT
INVESTOR RI
Danamon Catat Jadi Rp124 T
Paling Optimistis Masuk Pasar Saham JAKARTA – Hasil survei Manulife Investor Sentiment Index (Manulife ISI) menyebutkan sentimen investor mengalami tren peningkatan di Asia, Kanada, Amerika Serikat. Responden Indonesia paling optimistis terhadap investasi yang mengalami peningkatan tertinggi sebesar 19 poin. “Pasar saham Indonesia masih terus mengalami peningkatan investasi, jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain. Terlebih lagi, para investor di Indonesia tercatat paling optimistis ketimbang negara-negara di Asia lain,” ujar Presiden dan CEO Manulife Asia, Robert A Cook di Jakarta, Kamis (18/7). Survei Manulife ini dilakukan dalam 500 wawancara online di pasar Hong Kong, China, Taiwan, Jepang, Singapura, Malaysia dan Indonesia. Survei menyasar kalangan kelas menengah ke atas yang memiliki dana cadangan sebanyak 12 bulan dari pendapatan pribadi. Selain paling tinggi tingkat optimistisnya, catatan Manulife Financial menunjukkan bahwa investor di Indonesia mampu meraih indeks investasi yang mengalami kenaikan signifikan. Dari sebelumnya berada di angka 54 menjadi 60. Menurut Cook, sejauh ini kegiatan berinvestasi di Indonesia lebih memilih ke sektor dana tunai dan properti. Namun, investasi pada saham menunjukkan sentimen paling tinggi, terkait dengan perubahan pola berpikir para investor. “Perubahan pola berpikir para investor ini kemungkinan dipengaruhi oleh pertumbuhan IHSG yang mencapai 21 persen dalam kurun setahu terakhir hingga Kuartal I 2013,” kata dia. Meski sentimen positif neningkat, keinginan investasi masih rendah. Sebanyak 2/3 responden memiliki sentimen positif atau netral terhadap saham. Hanya 9 persen yang menyatakan keinginan untuk berinvestasi di saham global dalam 12 bulan mendatang. Alasan tidak berinvestasi adalah khawatir membuat kepu-
tusan, investasi yang tidak tepat, mencari investasi yang memberikan imbal hasil yang pasti dan terjamin. Selain rumah tempat tinggal, investor memiliki 41 persen aset mereka dalam bentuk dana runai. Jumlah ini setara dengan rata-rata 12 bulan pendapatan individu di atas rekomendasi para ahli sebesar 3-6 bulan. Tertinggi ketiga setelah Malaysia sebesar 52 persen dan Jepang 45 persen . Lebih dari sebagian responden sebesar 58 persen merasa belum cukup memegang dana tunai. Hanya sekitar 22 persen dana tunai digunakan untuk keperluan seharihari dan biaya tak terduga. Dan sisanya untuk tujuan jangka menengah maupun panjang,” kata Cook. Sementara itu, Presiden Direktur Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Legowo Kusumonegoro mengatakan, hasil Manulife ISI menunjukkan, sebanyak 50 persen investor di Asia beranggapan bahwa imbal hasil dari berinvestasi pada saham akan mencapai 20 persen dalam 12 bulan ke depan. Legowo menyatakan keyakinan para investor tersebut tidak terlepas dari lebih baiknya perekonomian di kawasan Asia dan adanya kesadaran publik untuk berinvestasi pada saham dalam menghadapi kenaikan inflasi. Saat ini, kata dia, indeks kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia mengalami kenaikan dari 54 ke 60, Malaysia naik dari 48 ke 52, Singapura dari 10 ke 12 dan Jepang mengalami kenaikan dari 4 ke 21. Data MAMI menyebutkan, sepanjang April-Juni 2013 telah terjadi peningkatan kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi di Asia, termasuk Indonesia. Legowo mengatakan, hasil survei yang menemukan adanya kenaikan indeks kepercayaan investor terhadap Indonesia semakin menguatkan penilaian bahwa Indonesia layak menjadi target investasi. (gam/bud)
impor Indonesia masih didominasi oleh bahan baku dan barang modal, sehingga pelemahan ekspor untuk produkproduk tersebut akan meningkatkan biaya produksi yang pada gilirannya memicu peningkatan inflasi. Namun demikian, kata Destry, masih ada instrumen moneter lain bagi BI untuk menekan utang luar negeri swasta, yakni menaikkan BI Rate. “Kalau suku bunga naik, maka akan mengurangi investasi. Sehingga, ekspansi pengusaha akan terbatas dan akhirnya akan mengurangi juga permintaan utang dalam bentuk dolar,” ucapnya. (gam/bud)
ant/nyoman budhiana
PERSEDIAAN UANG KARTAL Petugas Bank Indonesia menghitung uang hasil penukaran oleh warga di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah III Bali-Nusa Tenggara, Denpasar, Kamis (18/7). Bank Indonesia Wilayah III Bali-Nusa Tenggara menyiapkan Rp5,45 triliun untuk mengantisipasi permintaan uang kartal menjelang Lebaran 2013 yang diperkirakan akan meningkat mencapai 30 persen dari tahun lalu.
JAKARTA- Bank Danamon Indonesia mencatat pertumbuhan kredit Semester I-2013 menjadi Rp124 triliun atau mengalami kenaikan 12 persen dibanding periode yang sama setahun lalu. Pertumbuhan kredit ini didukung peningkatan kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta kredit segmen komersial dan korporasi yang mengalami pertumbuhan 18 persen. “ Tetapi, pertumbuhan kredit otomotif melambat,” kata Direktur Utama Danamon, Henry Ho di Jakarta, Kamis (18/7). Henry mengatakan, kredit otomotif melalui Adira Finance yang merupakan 37 persen dari total kredit Danamon tumbuh 3 persen di akhir Juni 2013 dibanding periode yang sama setahun lalu menjadi Rp46 triliun. Dia menambahkan, perlambatan ini seiring dengan penyesuaian industri otomotif dengan peraturan down payment yang dikeluarkan Bank Indonesia. Lebih lanjut Henry menegaskan, pada Semester I 2013 laba bersih setelah pajak yang diterima Danamon mencapai Rp1,99 triliun dengan pendapatan bunga bersih yang tumbuh 6 persen menjadi Rp6,7 triliun. Dia menambahkan, pendapatan non-bunga (fee income) mengalami pertumbuhan 9 persen menjadi Rp2,4 triliun. “Inflasi menjadi tema utama pada Kuartal II 2013, terutama disebabkan oleh kenaikan bahan bakar minyak. Namun, semester pertama tahun ini lingkungan usaha yang kondusif relatif bisa terjaga. Maka kami bisa membukukan kinerja positif pada enam bulan pertama di tahun ini,” papar Henry. Dalam pemaparannya, Henry merincikan, kredit usaha mikro Danamon melalui produk Danamon Simpan Pinjam (DSP) membukukan pertumbuhan sebesar 10 persen menjadi Rp19,8 triliun. Sedangkan, untuk segmen kredit usaha kecil dan menengah (UKM) mengalami kenaikan 25 persen menjadi Rp17,2 persen. (gam/bud)
PENGENDALIAN PERTUMBUHAN PROPERTI
Pajak Progresif Properti Cegah Bubble
ant/fanny octavianus
PERTUMBUHAN PROPERTI. Gedung bertingkat mendominasi kawasan jalan MH Thamrin hingga jalan Jenderal Sudirman, dilihat dari sebuah gedung di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Jumat (5/7). Konsultan properti internasional Jones Lang LaSalle memperkirakan Indonesia akan memiliki 150 gedung pencakar langit (dengan tinggi lebih dari 150m) pada tahun 2015 dan meningkat menjadi 250 gedung pada 2020.
JAKARTA-Pemerintah sebaiknya mulai menjajaki penerapan pajak progresif bagi sektor properti untuk mengatasi penggelembungan (bubble) yang ditengarai telah terjadi di Indonesia. Pasalnya, langkah BI dengan memperketat uang muka pembelian properti tidak sepenuhnya efektif. “Saya kira, untuk pembelian rumah kedua, ketiga dan seterusnya perlu dikenakan tarif pajak progresif,” kata pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Muliadi Widjaja di Jakarta, Kamis (18/7). Menurut Muliadi, di negara-negara maju yang sistem perpajakannya sudah bagus, pengendalian pertumbuhan properti dilakukan dengan instrumen Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Misalnya, orang yang memiliki apartemen lebih dari empat unit, unit kelima dan seterusnya dipajaki secara progresif, yaitu tarifnya semakin besar. Hal itu juga diberlakukan pada pemilikan kapling maupun tanah. Untuk kapling
kelima dan seterusnya, dikenai pajak yang lebih tinggi dan makin tinggi.“ BI a kan cuma mengatur perilaku perbankan tetapi tidak bisa mengatur perilaku individu. Kalau pajak bisa dan efektif, karena langsung mengena kepada individu terkait,” jelas dia. Meskipun demikian, dia memberi catatan bahwa pajak progresif hanya bisa diterapkan apabila aparatur pajak cukup. Disamping itu harus benar-benar dilakukan dengan tegas. Juga harus didukung oleh aplikasi single identity number dalam kependudukan. Disamping itu, PBB dewasa ini berada dalam wewenang Pemerintah Provinsi. Diperlukan dorongan yang kuat agar Pemprov dapat menerapkannya. “Sebab yang punya aset properti di daerah juga bejibun. Bisa jadi mereka tidak mau membuat peraturan yang merugikan diri mereka sendiri,” kata dia. Senada dengan Muliadi, pengamat
ekonomi Perkumpulan Prakarsa Jakarta, Setyo Budiantoro meminta pemerintah agar memperketat bisnis property di Indonesia menyusul potensi bubble property sudah didepan mata. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah menaikan pajak properti. Sebab, kenaikan harga yang sangat tinggi dalam waktu singkat, sudah tidak wajar. Karena itu, tindakan pembatasan kredit pembelian rumah ketiga, memang perlu dilakukan. “Perlu pajak progresif yang besar untuk pembelian properti lebih dari satu, seperti kepemilikan mobil,” jelas dia. Dia berharap agar perbankan harus belajar dari pengalaman krisis yang menimpa Indonesia pada 1998 bersumber dari kredit macet sektor properti. Akibatnya, banyak bank yang hancur. Karena itu, BI harus memberi warning ke perbankan agar hati-hati menyalurkan kredit ke sektor properti. “Kalau kredit sudah overload, pasti akan bubble,” pungkas dia (gam/abd)
14
SURAMADU
JUMAT 19 JULI 2013 NO.0163 | TAHUN II
Golkar Targetkan Rangkul Kaum Nahdliyyin SURABAYA - Partai Golkar menargetkan kembali merangkul kaum Nahdliyyin di Jawa Timur, sebagai salah satu upaya memenangkan partai itu pada Pemilihan Umum 2014. "Pada dasarnya, orientasi Partai Golkar dulu didukung oleh kaum Nahdliyyin dan sukses menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Ridwan Hisjam kepada wartawan di Surabaya, Kamis (18/7). Ia melihat, sebagai
provinsi yang mayoritas penduduknya kaum Nahdliyyin, Jawa Timur dinilai kurang bisa menjaga, bahkan merangkul suara warga Nahdlatul Ulama tersebut. Pihaknya berharap, Golkar Jatim mampu meraih simpati dan kembali mengajaknya mendukung partai berlambang pohon beringin itu.
Tidak hanya untuk Pemilu Legislatif, lanjut dia, suara kaum Nahdliyyin juga sangat diperlukan untuk Pemilihan Presiden yang digelar beberapa bulan setelah Pemilu digelar. "Untuk mewujudkannya, Golkar akan menggandeng Satuan Karya Ulama dan akan berada di garda terdepan mengawal suara Nahdliyyin," kata mantan Ketua DPD I Partai Golkar Jatim tersebut. Ia menjelaskan, sekitar tahun 1971, Partai Golkar
memiliki tiga simpul pondok pesantren besar mengawal suara Nahdliyyin, yakni Pondok Pesantren Darul Ulum di Jombang, Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien di Magetan dan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong di Probolinggo. "Saat ini, tiga simpul itu harus diperkuat. Bahkan, harus menambah simpulsimpul lainnya sebagai bagian dari upaya penguatan suara. Sekali lagi, jangan dilupakan bahwa orientasi Golkar adalah kaum Nahdliyyin," katanya.
Di samping itu, kata dia, langkah berikutnya untuk menjadikan Golkar kembali berkuasa yakni dengan melakukan pendekatan dengan kelompok kultural, salah satunya membina Badan Koordinasi Organisasi Kepercayaan (BKOK). "Kami juga akan merangkul cendekiawan, akademisi dan sejumlah pihak lainnya untuk mengawal suara Golkar," katanya. Sementara itu, sebagai Koordinator Daerah Pemilihan Provinsi Jatim yang bertugas
sebagai pimpinan semua calon legislator dapil Jatim, Ridwan Hisjam akan segera melakukan koordinasi membahas strategi dan upaya pemenangan untuk meraih kursi sebanyak-banyaknya di parlemen, salah satunya membentuk komandan per dapil. "Waktu yang tinggal beberapa bulan ini akan kami maksimalkan dan meminta semua pengurus, kader dan caleg bekerja lebih ekstra. Apalagi, sesuai hasil survei internal, Golkar di Jatim hasilnya kurang memuaskan,"
katanya. Ridwan Hisjam berharap, semakin merosotnya kursi Golkar di DPRD Jatim setiap periodenya menjadi bahan evaluasi ke depan. "Zaman saya ketua (20002004), kursi di Jatim 15 kursi, kemudian menurun menjadi 11 kursi ketika Soenarjo memimpin (2004-2009). Dalam survei internal terakhir, jika Pemilu dilaksanakan hari ini maka hanya akan mendapat 7 kursi saja. Ini yang harus diubah agar semakin besar," kata Ridwan. (ant/dik)
DPT
PEMUSNAHAN BB
Pemilih Pemilukada di Pamekasan Bertambah
Polisi Dirujuk ke RSAL Surabaya karena Mercon
PAMEKASAN - Jumlah pemilih pilkada Gubernur Jawa Timur di Kabupaten Pamekasan, Madura pada Pemilu kepala daerah yang akan digelar Agustus 2013 bertambah ketimbang Pilkada kabupaten Pamekasan. "Tambahannya sebanyak 7.861 orang, tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan di Kabupaten Pamekasan," kata anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan Nuzulul Qurnain di Pemakasan, Kamis (18/7). Ia menjelaskan, jumlah pemilih di Kabupaten Pamekasan yang bisa menggunakan hak pilihnya pada pilkada Gubernur Jatim yang akan digelar pada Agustus 2013 sebanyak 656.281 jiwa. Mereka itu terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 316.743 orang dan pemilih perempuan sebanyak 339.538 orang. Jumlah pemilih terdaftar ini nantinya akan menggunakan hak pilihnya di 1.637 tempat pemunguran suara (TPS) se-Kabupaten Pamekasan. Menurut Nuzulul Qurnain, jika dibanding dengan jumlah calon pemilih yang diajukan pemerintah provinsi Jawa Timur dalam daftar pemilih sementara, maka jumlah warga yang berhak menggunakan hak pilihnya pada pilkada Gubernur Jawa Timur itu berkurang sebanyak 1.939 orang. Sebab, jumlah daftar pemilih sementara yang diajukan ke KPU untuk wilayah Kabupaten Pamekasan sebanyak 658.220 orang. "Akan tetapi setelah kami melakukan verifikasi, kemudian muncul angka 656.281 jiwa itu, sedangkan sebanyak 1.939 sisanya tidak layak karena beberapa hal," kata Nuzulul Qurnain. Selain karena ada sebagian diantara pemilih yang telah meninggal dunia, juga ada diantara calon pemilih yang masuk dalam DPS itu yang tidak, karena tidak cukup umur saat pelaksanaan pemungutan suara berlangsung. Anggota KPU Pamekasan Nuzulul Qurnain merinci, ke656.281 pemilih itu terdiri dari pemilih di Kecamatan Tlanakan sebanyak 46.852 orang, Pamekasan sebanyak 66.796 orang, dan Kecamatan Pademawu sebanyak 60.260 orang. Selanjutnya sebanyak 22.073 orang pemilih di Kecamatan Galis, Kecamatan Proppo sebanyak 61.917 orang, Palengaan 69.544 orang, Pagantenan sebanyak 56.357 orang, Pakong sebanyak 29.022 orang dan Kecamatan Kadur sebanyak 37.696 orang. "Lalu di Kecamatan Larangan sebanyak 42.249, Waru 49.900 orang, Batumarmar 67.787 orang dan kecamatan Pasean sebanyak 46.175 orang," terang Nuzulul Qurnain. Sementara, jumlah DPT pada pelaksanan pilkada Kabupaten Pamekasan yang digelar pada tanggal 9 Januari 2013 sebanyak 644.142 orang, dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 310.665 orang, dan pemilih perempuan 333.477 orang. Mereka menggunakan hak pilihnya di 1.582 TPS se-Kabupaten Pamekasan. "Jadi selain jumlah pemilih yang bertambah, jumlah TPS pada pilkada Gubernur Jatim nanti juga bertambah dari sebelumnya 1.582 TPS menjadi 1.637 TPS. Jadi ada penambahan sebanyak 55 TPS," kata Nuzulul Qurnain menjelaskan. Menurut jumlah DPT yang ditetapkan pihak KPU Pamekasan ini masih bisa berubah, apabila ada diantara warga yang terdata dalam DPT itu yang meninggal dunia. (ant/dik)
BERSAMA KOTAK : Band Kotak dengan personilnya (ki-ka) Chua (bas), Tantri (vokal) dan Cella (gitar) saat hadir dalam acara Djarum Hikmah Puasa 2013 di Fountain Atrium, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis, (18/7). Kegiatan Hikmah Puasa 2013 berlangsung di dua kota yakni Jakarta dan Surabaya pada 18 Juli-4 Agustus 2013 dengan menampilkan momen sejumlah selebritis dan musisi di antaranya Kotak, Gigi, Denada, Ersa Mayori bersama orang tua mereka dengan acara talk show, tausiyah dan berbuka bersama dengan mini konser.
BANGKALAN – Kondisi yang menimpa Kasat Tahti Iptu Supriyanto, yang terkena lalapan api ketika hendak memusnahkan barang bukti berupa serbuk mercon rupanya sangat parah sehingga harus menjadi pengobatan di RSAL Surabaya. Sebab RSUD Syamrabu kota Bangkalan yang menerima korban sudah merasa tidak mampu lagi menanganinya sehingga korban harus segera dilarikan ke RS AL Surabaya. Sebagaimana sudah diberitakan korban mengalami luka cukup serius di bagian wajah dan tangan. “Perkembangan anggota kami saat ini, tim dokter RSUD Bangkalan memang menganjurkan untuk merujuk ke RS AL Surabaya untuk perawatan yang lebih intensif,” kata Kapolres Bangkalan, AKBP Sulistiyono, kemarin (18/7). Alasan dirujuknya Kasat Tahti tersebut, lanjutnya, karena pihak RSUD Syamrabu memang mengharuskan seperti itu. Mungkin karena keadaan pada saat awal kejadian sudah sangat parah. Sungguh pun begitu tampaknya ada upaya untuk menutup-nutupi keadaan yang sebenarnya. Karena tak mungkin korban dirujuk apabila kondisinya masih bisa ditangani di RSUD Syamrabu Bangkalan. “Hari ini kondisi beliau sudah membaik dan perlu perawatan khusus,” ucapnya, saat menghadiri undangan di Kantor Pemkab Bangkalan. Di menjelaskan mengenai barang bukti obat mercon dan petasan yang ada di Mapolres Bangkalan akan dimusnahkan. Namun, perintah Kapolda Jatim terkait barang bukti yang ada saat ini akan diserahkan
PASCA MUTASI
TERMINAL
Pejabat Baru Perlu Adaptasi SAMPANG – Hari pertama pasca mutasi, sejumlah pejabat baru perlu melakukan adaptasi dengan lingkungan dan teman yang baru. Sejumlah pejabat baru melakukan penyesuaian diri dengan cara mengumpulkan masing-masing kepala bidang (kabid) untuk bemusyawarah bersama, karena mereka dinilai banyak mengikuti agenda sebelumnya. Pantauan Koran Madura, disejumlah instansi yang pimpinanya baru, mereka mengaku perlu beradaptasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya di tempat yang baru. Sebagai abdi negara, berencana bekerja maksimal karena sudah disumpah, dan juga menyarankan ke pejabat yang berada di bawahnya untuk memanaj lembaga yang baru dipimpinnya lebih pada keterbukaan. Salah satu pejabat yang terkena mutasi dari pejabat lama sebagai Sekretaris Dewan dan pejabat baru sebagai Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Suhrowardi mengatakan, dengan dasar pelantikan kemarin sebagai abdi negara, maka akan melaksanakan tugasnya sesuai dengan sumpah sehingga secara administratif akan tetap mengikuti kegiatan yang sudah dianggarkan dan berorientasi pada manajemen
lembaga dan program. “Secara administratif, kami akan mengikuti kegiatan yang sudah dianggarkan, sehingga orientasinya adalah yaitu lebih kepada manejemen lembaga dan program. Dan yang paling penting yaitu manajemen kepala baru dan amanah untuk bekerja dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan saya,” ujarnya kepada Koran Madura di dalam ruangan kerja barunya, Kamis (18/7). Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melalui bagian Kabid Mutasi Edi Subinto mengatakan, pejabat yang sudah dilantik kemarin hari ini untuk menghadap ke kantornya dan apabila masih mempunyai tanggungan di lembaga sebelumnya itu untuk diselesaikan, karena pejabat baru yang sudah dilantik kemarin oleh bupati Sampang maka sudah dimulai bekerja di tempat yang baru mulai sekarang. “Mulai kemarin setelah dilantik sebenarnya sudah mulai masuk ke lembaga yang baru kecuali masih mempunyai tanggungan dilembaga sebelumnya untuk diselesaian,” tandasnya. Terkait dengan dua instasni yang masih kosong, pihaknya menargetkan pada Agustus nanti sudah selesai. (jun)
ant/teresia may
ke Brimob. Ketika anggota dapat tangkapan skala besar, maka pihaknya akan mengkoordinasikan dengan Brimob. Sebab, mereka yang ditugaskan mengambil alih. Menurut Sulistiyono, sebelum kasus yang menimpa Kasat Tahti tersebut, kesepakatan pertama dalam rapat staf akan diredam di sungai depan Mapolres. Akan tetapi, pada saat kejadian mungkin yang bersangkutan ingin mengetahui apakah serbuk mercon masih bisa disulut atau tidak, hingga akhirnya menimbulkan ledakan itu.
Hari ini kondisi beliau sudah membaik dan perlu perawatan khusus,”
AKBP Sulistiyono Kapolres Bangkalan
Ada sekitar 20 kg serbuk mercon yang hendak dimusnahkan. Bubuk mercon tersebut didapat saat razia Ramadhan dengan dibungkus menggunakan karung berwarna putih yang diamankan di lapangan tembak Polres Bangkalan. Akibat kejadian tersebut, serbuk petasan yang dibakar mengeluarkan letusan dan asap tebal hingga melukai korban pada bagian wajah dan tangan kanan, kemudian korban dirujuk ke RSUD Bangkalan untuk mendapatkan perawatan pertama hingga akhirnya harus dirujuk kembali ke RS AL Surabaya untuk mendapatkan perawatan intensif. (ori/rah)
DPRD Dukung Format Baru Pengelolaan Terminal Purabaya SURABAYA - Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kota Surabaya mendukung usulan pemkot membuat format baru bagi hasil pengelolaan Terminal Purabaya antara Pemkot Surabaya dan Pemkab Sidoarjo. Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Alfan Khusaeri, Kamis, mengatakan bahwa berdasarkan kajian yang telah digelar antara pemkot dengan DPRD Surabaya, pemkot disarankan meminta bagian 90 persen dari total pendapat terminal Bungurasih. "Selama ini sudah ada kesepakatan bagi hasil 80 persen (Surabaya) - 20 persen (Sura-
baya). Tapi karena seluruh biaya perawatan Surabaya yang nanggung, kami minta bagian Surabaya dinaikan sehingga kerugian yang ditanggung tidak terlalu banyak," katanya. Mengenai bagi hasil pengelolaan Terminal Purabaya, lanjut dia, sebenarnya persoalan utamanya tidak terlatak pada untung maupun rugi, tapi upaya memberikan pelayanan secara maksimal kepada warga dari sisi transportasi. Meski demikian, lanjut dia, agar pemerintah kota tidak kembali mengalami kerugian seperti pada beberapa tahun sebelumnya, sudah waktunya antara pemerintah
kota dengan Pemkab Sidoarjo mulai mancari solusi atas permasalahan tersebut. Selain format bagi hasil yang disarankan diubah, Alfan menegaskan, komisinya juga meminta agar tenggat waktu kerjasama antar dua daerah tersebut lebih dipoersingkat dengan harapan begitu di tengah jalan ditemui persoalan maka kedua pihak bisa segera mencarikan jalan keluarnya. "Kalau saran dari kami, kita minta kerja sama dibatasi maksimal tiga tahun saja," ujarnya. Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKA) Pem-
kab Sidoarjo, Djoko Sartono sebelumya menjelaskan jika masalah bagi hasil terminal Purabaya sudah tidak ada masalah. "Persetujuan dari DPRD sudah disampaikan ke bupati. Kemudian, oleh bupati diserahkan kepada Walikota Surabaya," jelasnya. Djoko Sartono menegaskan selama ini hubungan antara Pemkab Sidoarjo dengan Kota Surabaya diibaratkan seperti saudara kandung. Untuk itu, ia berharap masalah Purabaya tidak perlu terlalu dipersoalkan, apalagi, sejak tahun 1990an hingga 2005 hampir tidak pernah ada masalah. "Makanya, kita tidak usa
hitung-hitungan lagi soal masalah bagi hasil Terminal Bungurasih. Apalagi, selama ini biaya perawatan di sekitar Terminal Purabaya membutuhkan alokasi anggaran yang tidak sedikit. Itu belum termasuk dampak negatif yang ditimbulkan akibat keberadaan salah satu terminal terbesar di Asia tenggara tersebut," katanya. Kasi Angkutan Tidak Dalam Trayek Dishub dan DLLAJ Provinsi Jatim, Peris Sadjarwo menyatakan untuk pelayanan masyarakat hendaknya kedua belah pihak tidak mempersoalkan masalah untung dan rugi. (ant/dik)
KENAIKAN TARIF ANGKUTAN UMUM: Penjualan mobil dari diler ke konsumen (retail sales) pada semester pertama tahun 2013 mencapai 582.366 unit, naik 10,61 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2012 sebesar 526.490 unit. ant/andika wahyu
BUDAYA Puisi: Junaidi Efendy “ 02 Pagi Maret” Panggil mereka dengan lantang lalu sisik burungburung fajar terbenam bersama matahari, Kemaren, setelah menemui papan nama dari plastik; ku merajut domistik diberbagai pintu Dan, lelaki dengan kuku bertaring merenggkuh tahiyat terakhir kita... Anak-anakku menyulam petang dengan jenaka Pasang berdatangan, sisi mentari datang dibalik kloset dan pantat ibu, Mimpi dibatas persimpangan sebuah logika terbalik yang konvesional Dagumu mulai lembab sayang...dering telpon diatas pasir yang basah bercanda-gurau Massinis sedikit linglung dan melotot di atas meja kerja, kereta tlah datang, bangku depan kosong, lalu barang pekingan di dalam bagasi berisi kepala ada sulap tanpa sihir juga menghilang tanpa mitos sebelum kita bergegas..!! takdir pagi menjadi tuhan yang sakti..!! Sumenep, 05 Maret 2012
Oriental & Monolog Sehabis Hujan !! Aku mulai gugup Lynda......, Nona itu membasahi sayapnya dengan dimensi dan cercah kukunya Ima, seberang jalan di belankangku mengiris luka dengan rambutnya yang tajam Ada taburan “Manusia” melawan dirinya, ia sedikit canggung menghunus pedangnya....
Sulfa..........aku tau doa memasung diri menge labuhi djibril dan profesinya Lihay lekuk cakarnya adalah kabut dikepalaku......., Matanya arus samudra menghempas telegram pipimu yang menandainya dengan elips.. Kakiku mulai gemetar.........!!! Anna.....boleh ku peggal-penggal namamu dalam inisial embun? Supaya kita bisa memadu rahimmu dengan distorsy sehabis hujan ini......... Lentera. 07 Nov 2011.
13 June……… Aroma anyir di beranda itu membias sektsa luka antara; Aku & Sophie Sejam yang lalu_ Sedetik bibirmu aku menafsirkan suami mu dalam jas hitam di belakang rumah Catatan risau, pedangnya menancap tegas di sela-sela rinduku “Terpaksa aku disini”.
K
ami tinggal bersama mertua dan kakak laki-lakinya yang usianya 4 tahun di atas usia suamiku. Dia belum menikah, padahal, jika boleh jujur wajahnya lebih ganteng ketimbang suamiku. Perasaannya juga lebih halus dan lebih dewasa. Bukan aku mau menjelek-jelekkan suamiku, tapi dia masih suka main-main dengan teman sebayanya tanpa memperhatikan urusan kantor. Padahal, keluarga suamiku ini adalah salah orang kaya yang ada di kota ini. Aku sangat akur dengan ibu mertuaku. Dia tak begitu tua, kulitnya putih dan pandai bersolek. Bahkan jika aku bertengkar dengan suamiku, karena terlalu sering pulang larut malam, bahkan mabuk-mabukan, ibu mertuaku sering membelaku bahkan tak segan-segan mengomeli suamiku yang sudah tak kuat berdiri di atas kakinya sendiri. Gaya borjuis yang ditularkan anak pejabat itu, tak menulari kakak iparku. Dia tetap biasa saja. Pernah dua kali membawa teman perempuannya untuk dikenalkan. Meski ternyata terkesan terpaksa, atas desakan ibu mertuaku yang ingin segera menimang cucu. Siapa sih yang tidak mau dengannya, dewasa dan lembut. Belum lagi punya jabatan di perusahaan keluarga. Muda, kaya dan keren. Kadang kami jalan bertiga ke sebuah acara. Meski pada kenyataannya, suamiku malah asyik dengan kawan lamanya dan enggan pulang. Parahnya menyuruhku untuk pulang dengan kakaknya. Baiklah, apa boleh buat. Aku tak tahu jalan karena aku tidak suka keluar rumah. Jadi so what, kami pulang berdua, tanpa terlalu banyak bicara. Tetapi usia perkawinan kami tidak langgeng, karena suamiku ternyata meniduri salah satu mantan pacarnya ketika kuliah di Australia dulu. Perempuan itu, dan malam itu. Aku berfikir kenapa suamiku kok seperti Ahmad Fathanah, pejabat yang di tangkap KPK itu karena selingkuh dengan mahasiswi cantik dan muda. Suamiku ternyata masih memendam cinta pada mantan kekasihnya. Sudah aku maafkan. Tapi kini tak bisa aku maafkan. Suamiku mengenalkannya pada ibu mertuaku dan akan menikahinya lantaran dia akan memberikannya seorang anak. Aku bukan tak mau dimadu. Tapi aku tak yakin bisa menjalaninya. Ibu mertuaku merebahkan kepalaku ke
dadanya. Mengelus-ngekus rambutku dan berkata, “perempuan secantik dan sebaik kamu, tak pantas bersanding bersama anakku yang ternyata tak punya hati”,ucapan yang mengagetkanku. “pergilah, jika itu membuatmu bahagia, karena sesungguhnya aku lebih mencintaimu, anakku”,tambahnya membuat tangisku makin jadi. Sebenarnya, aku masih mencintai suamiku. Tapi batin ini benar-benar sakit saat dia berterus terang untuk menduakanku. Lalu aku menghilang. Aku pergi namun tak pulang kerumah ayah dan ibu. Aku tak mau bertemu mereka. Hingga berita perceraian kami terdengar juga ketelinga ayah dan ibuku. Surat dari pengadilan juga tak dapat membantah rusaknya rumah tangga kami. Ada lagi yang membuat orang tuaku makin yakin kami telah bercerai. Ibu mertuaku datang kerumah dan ingin meminangku kembali. Tidakkkk! Aku sungguh tak mau. Tiga bulan itu aku benar-benar terpuruk. Tapi sungguh diluar dugaanku. Mereka datang membawa surat cerai sekaligus meminangku untuk dipasangkan pada kakak suamiku. Ya, kakak
Karin ; Pernakah perjumpaan ini kita rencanakan sebelum Tragedi Penggusuran taman surga romawiku menitipkan seberkas tubuh!? Rias pengantin diwajahmu maseh sayu dan ayu Non,.. Ingat !! ya…aku mengingat pertunjukan Perempuan Belanda lehernya di penggal, Dalam labirin kaca transparansi tergambar lekuk mistik celana dalammu… Rasanya,.sesakali aku ingin mengitipmu telanjang bulat !
pagi I tu, bunglon dan kadal lidahmu persisan tak ada bedanya seperti “Desah” geliat rindu pada dasar telaga mungil di halaman itu….Bongkar atau runtuh…!? Percikan tubuhmu sebuah ritus dewi sartika di pantai lokshumawe bulan juni Kau cukup cakap dalam peran protagonimu……..ajari aku menyesakkan kepala ini
Selalu ku banyangkan oval wajahmu dengan pelacurMenadai kotoran anjing si Maryssa di rumah ke dua itu………. Bisakah kita sejenak saja menghelai nafas panjang di teras rumahku sendiri…? Lentera.18 Juni 2011
Junaidi Efendy Lahir di Sumenep,12 Juni 1989 Aktif di UKM SanggarLentera STKIP PGRI Sumenep sering terlibat dibeberapa pertunjukan Teater dan tari.
A
iparku. Sebenarnya, ibu mertuaku tahu kalau dia diam-diam menyukaiku,. Pantas saja dia seperti rela melepasku tapi ternyata tidak. Aku seperti perawan kembali. Ibu mertuaku benar-benar menjagaku. Ayah ibuku memasrahkan urusan ini padaku. Jika aku akan baik-baik saja , maka mereka merestuinya. Aku perlu waktu. Maka dia dan ibu mertuaku tak keberatan. Sudah hampir setengah tahun setelah surat perceraianku kukantongi. Jujur, aku takut. Bagaimana mungkin aku hidup serumah dengan mantan suamiku. Bagaimana nanti perasaanku harus aku atur ketika
melihat dirinya bersama istrinya, dan sekarang hamper mempunyai anak itu. Aku tak sanggup. Tapi ibu mertuaku menguatkanku. Dia selalu membuatku tegar dan kuat untuk menjalani semuanya. Baiklah, kini aku setuju. Karena tak mungkin kami berdua setelah menikah hidup terpisah dengan ibu mertua. Yang dia miliki hanya kedua anak lakilakinya dengan 180 derajat sikap yang berbeda. Kamipun menikah dengan sederhana. Ditempat yang sama. Dengan laki-laki yang berbeda. Rumah yang aku tinggalkan beberapa waktu lalu tak berubah. Halamannya masih sama, hijau, sejuk dan rindang. Kami suka menghabiskan waktu disana. Kami; aku dan suami baruku. Kini aku tak takut menghadapi dunia, sebab kami telah menyatu. * Penulis Perempuan Madura Aktif di Sanggar Lentera STKIP PGRI Sumenep
Membongkar Problem Bullying di Sekolah
15
JUM`AT 19 JULI 2013 NO. 0163 | TAHUN II
Oleh: Nursodik El Hadee *
A
pa boleh dikata sekolah yang menjanjikan pendidikan budi pekerti terasa kian mengikis, sekolah justru menjadi bencana bagi Pelajar sekolah seiring dengan semakin mencuatnya tindakan kekerasan di kalangan pelajar atau yang dikenal dengan sebutan bullying. Bullying adalah salah satu tindak kekerasan, dan pelecehan yang dilakukan teman Sebayanya di sekolah. Perlakuan bullying ini biasanya dilakukan oleh anakanak yang merasa kuat dan merasa jagoan kepada temannya yang lemah. Melalui buku berisi serangkaian kisah hidup Penulis bestseller dari The New York Time ini mengajak kita untuk menyelami
lebih dalam tentang motif kekerasan yang terjadi di sekolah yang dialami dari kisah hidup Jodee Blanco. Memor hidup Jodee, selama Ia menjadi anak yang dijauhi dan bahkan disiksa secara fisik oleh teman-teman sekelasnya dari sekolah SD sampai SMA. Saat itu Jodee merasa tidak seperti anakanak lain di sekolahnya. Ia lebih suka menulis puisi, mengarang lagu ketimbang bergaul dan mengobrol dengan temannya. Ia juga ingin memiliki banyak teman, tetapi tidak tertarik dengan hal-hal yang disukai temantemannya. Banyak teman yang mengira ia aneh, entah apa yang terjadi dengan Jodee, mengapa ia berbeda? Kehidupannya di sekolah membuat ia terhimpit dalam
jerat perlakuan kekerasan yang dilakukan teman sebayanya, betapa tidak setiap hari kejadian seperti halnya ejekan, cacian hingga lemparan permen karet dirambutnya menjadi sarapan teman-teman di sekolahnya. Jodee seakan dikucilkan di dunia sekolahnya. (hal. 1682) Kenangan terkait kronik hidup yang diderita Jodee telah mengendap bertahuntahun lamanya, beribu cara kekejaman yang diperlakukan teman sebaya nya di Akademi Morgan Hills menambah beban mental Jodee. Jodee begitu frustasi dan sedih , ia menjalani hidup tanpa pernah menjadi apa yang dapat ia miliki, menjadi orang terbuang dan diremehkan oleh temanteman di sekolahnya. (hal 140) Kemudian Jodee juga memaparkan tentang perjalanan dari sekolah-sekolah negeri,yang pernah ia singgahi disetiap pergantian musim tetap menjadi parit kekecewaan. Berbagai bentuk penolakan sekolahsekolah tekenal di Amerika Serikat itu tidak hanya berpengaruh pada diri Jodee dan orang tuanya, namun para guru pun menganggap bahwa Jodee mengalami gangguan mental dalam
pergaulan. Hingga suatu saat orang tuanya mengajak ia pergi terapi ke salah satu doktor ahli psikoterapi untuk membantu ganguan jiwa dan psikologinya. (hal 86-89) Buku ini berusaha menghidupkan kembali episode menyakitkan dari masa lalu Jodee, penulis sekaligus motivator anti bullying sedunia. Seluruh rasa sakit, kepahitan, dan kesepian yang selama ini menghantuiku dengan lamunan-lamunan kelam masa remaja telah menjadi Kristal yang memadamkan kerasnya hidup yang membara (hal 302). Untaian cerita demi cerita Jodee begitu pahit namun memiliki akhir yang bahagia. Dia tidak hanya bertahan bertahun-tahun pengucilan dan rasa sakit, tapi ia tumbuh menjadi seorang pengusaha yang sangat sukses. Lebih jauh Jodee ingin membuktikan kepada anak-anak yang menjadi korban bullying tahu mereka tidak sendirian, ada seorang dewasa yang “memahami” mereka. Buku setebal 322 halaman telah mengejutkan, menggugah, dan menginspirasi tentang bullying dalam waktu 48 jam telah menyabet gelar One Book One Community.
Membaca buku inspiratif Jodee sama halnya seperti membaca kahidupan dunia sekolah yang telah menjadi “bencana” yang sangat buruk tidak hanya pada anak yang menjadi korban, tetapi juga pada sekolah, dan masyarakat agar memahami isu ini bahwa bullying bukan sekedar candaan, melainkan menghancurkan anakanak korban bullying seumur hidup. * Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIN Walisongo Semarang
Pemimpin Redaksi Abrari, Wakil Pemimpin Redaksi Zeinul Ubbadi, Redaktur Ahli M. Husein, Redaktur Pelaksana Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari, Sekretaris Redaksi Benazir Nafilah, Tata Letak Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Desain Grafis Ach. Sunandar, M. Farizal Amir, Fotografer Mahardika Surya Abriyanto, Website Hairil Anwar, Biro Sumenep Hayat (Kepala) Syah A. Latief, Syamsuni, Junaidi, Biro Pamekasan G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Biro Sampang Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H, Junaidi, Holis, Biro Bangkalan Moh. Ridwan (Plt. Kepala), Doni Harianto, Biro Surabaya Hana Diman (Kepala), Ari Armadianto, Joeli Hidayati Probolinggo Pujianto Biro Jakarta Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy Kontributor Sugianto (Bondowoso) FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia), Manajer Pemasaran Moh. Rasul Accounting Ekskutif Deddy Prihantono, Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim, (Pamekasan) Siti Farida, (Sampang), Taufiq (Bangkalan) G. A. Semeru (Surabaya) Penerbit PT. Koran Madura, Komisaris Rasul Djunaidi, Direktur Utama Abrari, Direktur Keuangan Fety Fathiyah, Alamat Redaksi Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, email koranmadura@ymail.com, opini.koranmadura@gmail.com, Telepon/Fax (0328) 6770024, No. Rekening BRI 009501000029560, NPWP 316503077608000 http://www.koranmadura. com/ | Wartawan Koran Madura dibekali ID Card (kartu pengenal) dan tidak diperkenankan menerima imbalan berupa apapun dari narasumber
16
16
OLAHRAGA JUMAT 19 JULI 2013 NO. 0163 | TAHUN II
LIVERPOOL
Brendan Rodgers menilai, Indonesia mempunyai pemain yang memiliki “skill” bagus. Apalagi untuk menghadapi klub yang berjuluk The Reds ini Indonesia telah memanggil beberapa pemain baru (U-23). “Saya sudah memahami karakter lawan. Mereka memiliki pemain yang mempunyai skill individu dan teknik yang bagus,” kata Brendan Rodgers saat jumpa pers di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis. Liverpool FC datang ke Indonesia dengan kekuatan terbaik, meski hingga saat ini dua pemain andalannya yaitu Luis Suarez dan Pepe Reina belum bergabung dengan Steven Gerrard dKK. di Jakarta.
Meski demikian, Brendan Rodgers mengaku telah menyiapkan pemain terbaik termasuk mempersiapan pemain-pemain mudanya yang diharapkan menjadi tulang punggung dalam kompetisi Liga Inggris musim depan. “Tim sudah kami persiapkan jauh-jauh hari dan pemain yang ada sangat berkualitas. Semua pemain juga dalam kondisi bagus,” kata mantan pelatih Swansea itu. Saat menemui awak media di Hotel Mulia Jakarta, pria berusia 40 tahun itu terlihat sangat bersahabat. Bahkan saat masuk ke ruangan langsung mengenalkan jersey Liverpool FC dengan tulisan dibelakang Jakarta 2013. Selain itu, Brendan Rodgers juga membentangkan Bendera Merah Putih sebelum dan sesudah melakukan jumpa pers. Kondisi itu langsung diabadikan oleh puluhan awak media yang telah menunggun dua jam sebelumnya. The Reds datang ke Indonesia dengan kekuatan 24 pemain diantaranya adalah Brad Jones, Simon Mignolet, Glen
Fokus Benahi Pertahanan
Johnson, Jose Enrique, Kolo Toure, Daniel Agger, Luis Alberto, Steven Gerrard, Iago Aspas, Philippe Coutinho, Oussama Assaidi. Selanjutnya Daniel Pacheco, Jordan Henderson, Stewart Downing, Jay Spearing, Lucas Leiva, Joe Allen, Fabio Borini, Raheem Sterling, Martin Kelly, Martin Skrtel, Jon Flanagan, Andrew Wisdom, Jack Robinson dan Jordon Ibe. Setelah bertanding di Indonesia mereka langsung terbang ke Melbourne, Australia guna menj a l a n i pertandingan 24 Juli dan mengakhiri turnya di Bangkok, Thailand, 28 Juli nanti. (ant/bay/dar)
JAKARTA - Pelatih tim Indonesia XI Jacksen F Tiago fokus memperkuat lini pertahanan timnya sebelum menghadapi tim asal Inggris, Liverpool FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7). Hal tersebut dilakukan, kata Jacksen, untuk mengantisipasi serangan dari klub yang berjuluk The Reds. Apalagi anak asuh Brendan Rodgers memiliki karakter yang langsung menekan sejak awal pertandingan. “Pertahanan kita jelas akan banyak mendapatkan tekanan. Makanya harus segera diantisipasi dengan membuat pertahanan yang kokoh,” kata Jacksen F Tiago di Jakarta, Kamis. Selain memperkuat lini pertahanan, pelatih Pertahanan kita asal Brasil ini juga akan jelas akan banyak memperbaiki kelemahankelemahan yang ada terumendapatkan tama saat anak asuhnya tekanan. Makanya dikalahkan Arsenal harus segera dengan skor telak 0-7 diantaranya penguasaan diantisipasi bola dan organisasi dengan membuat permainan. pertahanan yang “Semua pemain kokoh telah melihat rekaman pertandingan saat menghadapi Arsenal. Jadi Jacksen F. Tiago mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan,” kata pelatih Persipura itu. Guna memperkuat lini pertahanan, Jacksen F Tiago kembali memanggil pemain baru diantaranya Fachruddin. Selain itu juga terus mengasah pemain yang ada yaitu Ruben Sanadi, Victor Iqbonefo, M. Roby dan Hasim Kipuw. Pemain belakang ini nantinya akan ditopang oleh dua gelandang yang baru saja dipanggil yaitu Ahmad Bustomi, Taufiq dan pemain muda yang saat ini lagi naik daun yaitu Bayu Gatra. Untuk barisan penyerang, kemungkinan akan mengandalkan Boaz Solossa, Sergio van Dijk dan Ferdinand Sinaga. Hanya saja posisi Sergio akan lebih ditarik ke depan (target man). “Pemain semuanya telah siap. Kalau ditanya apa mau bertahan atau menyerang, kita lihat di lapangan. Jika pegang bola kita menyerang jika tidak bertahan dan mencari bola,” kata Jacksen menambahkan. Sementara itu salah satu pemain tim Indonesia XI, Ferdinand Sinaga mengaku siap diturunkan meski dirinya baru saja sembuh dari cedera yang cukup lama. Pemain Persisam Samarinda itu mengaku akan berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya. “Saya nunggu arahan pelatih saja. Yang jelas saya senang kembali bisa perkuat timnas,” katanya. (ant/bay/dar)
Manajer Liverpool Brendan Rodgers memegang bendera Indonesia di sela konferensi pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (18/7
Brendan Rogers Tak Permasalahkan Lapangan Gelora Bung Karno JAKARTA- Pelatih Liverpool FC Brendan Rodgers mengaku tidak mempermasalahkan kondisi lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta yang akan menjadi lokasi pertandingan melawan tim Indonesia XI. “Lapangan sedikit kering, tapi tidak apa-apa. Itu karena cuaca. Secara keseluruhan bagus,” kata Brendan Rodgers saat jumpa pers di Hotel Mulia Senayan Jakarta, Kamis. Menurut dia, stadion yang akan menjadi lokasi pertand-
ingan persahabatan Sabtu (20/7) merupakan stadion terbesar. Untuk itu dirinya mengaku bangga karena menjadi pelatih Liverpool FC pertama yang datang ke Indonesia. Selain terkesan dengan stadion yang akan digunakan untuk pertandingan, pria berusia 40 tahun ini mengaku sangat terkesan dengan sambutan fans Liverpool asal Indonesia. “Masyarakat indonesia luar biasa dalam menerima kami dengan terbuka. Besarn-
JUMAT 19 JULI 2013 NO. 0163 | TAHUN II
Indonesia
TAK REMEHKAN INDONESIA JAKARTA - Pelatih Liverpool FC Brendan Rodgers meminta anak asuhnya tidak meremehkan tim Indonesia XI, meski tim yang diasuh Jacksen F Tiago ini baru saja mengalami kekalahan telak 0-7 dari Arsenal.
KORAN MADURA
ya fans Liverpool di Indonesia juga menjadi alasan kenapa kami datang ke sini,” katanya menambahkan. Setibanya di Indonesia, Rabu (17/7), tim yang berjuluk The Reds itu langsung istirahat di Hotel Mulia Jakarta. Namun, sebelumnya telah melihat kondisi Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Saat mereka datang ribuan fans fanatiknya menjemput langsung di Bandara Halim Perdanakusuma. Setelah kondisinya pulih, hari ini Steven Gerrard dan kawan-kawan mencoba lapangan dan melakukan latihan ringan yang dipimpin langsung oleh Brendan Rodgers. Latihan sendiri akan dilakukan hingga menjelang pertandingan. Untuk menghadapi Indonesia XI, pria asal Irlandia Utara ini mengaku mempersiapkan tim terbaik termasuk dengan memainkan pemainpemain mudanya seperti Raheem Sterling.
Olimpia Buka Peluang Jadi Juara
“Tim sudah kami persiapkan jauh-jauh hari dan pemain yang ada sangat berkualitas. Semua pemain juga dalam kondisi bagus,” kata mantan pelatih Swansea itu. Meski telah mempersiapkan tim terbaik untuk menghadapi Indonesia XI, kemungkinan besar tim satu kota dengan klub Everton ini tidak diperkuat pemain bintangnya seperti Pepe Reina dan Luis Suarez. (ant/bay/dar)
Kapten Liverpool
Stevan Gerrard
juga ikut serta dalam rombongan 24 pemain yang dibawa oleh Manajer Liverpool Brendan Rogers. Para Liverpudlian (sebutan fans setia The Reds) tentu tak sabar menantikan penampiilannya di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta
ASUNCION - Klub raksasa Paraguay, Olimpia, memetik kemenangan 2-0 atas wakil Brasil Atletico Mineiro pada laga final leg pertama Copa Libertadores yang berlangsung Rabu (17/7) malam waktu setempat atau Kamis (18/7) siang WIB di Defensores Del Chaco, Asuncion, Paraguay. Kemenangan ini menjadi modal yang bagus bagi Olimpia saat bertandang ke markas Atletico Mineiro di Belo Horizonte pada leg kedua Rabu waktu setempat atau Kamis siang WIB pekan depan. Olimpia hanya butuh hasil imbang atau minimal kalah 0-1 untuk menjuarai kompetisi antar klub paling elite di Amerika Latin tersebut. Tetapi jalan Ronaldinho dan kawan-kawan belum tertutup rapat. Apalagi di semifinal lalu, mereka sempat kalah 0-2 dari klub Argentina Newell’s Old Boys di Argentina sebelum akhirnya memetik kemenangan di kandang sendiri. Dukungan publik tuan rumah pada leg kedua nanti akan memotivasi tim itu untuk memperpanjang dominasi tim-tim Brasil pada turnamen ini. Dalam tiga tahun terakhir, klub-klub Brasil selalu menjadi kampiun Copa Libertadores. Tahun lalu, Corinthians menjadi juara yang kemudian juga keluar sebagai juara Piala Dunia Antarklub di Tokyo setelah mengalahkan Chelsea di final. Sebelumnya, Santos
menjadi juara, tetapi kalah dari Barcelona pada final Piala Dunia Antarklub. Tahun sebelumnya lagi, Internacional yang menjadi juara. Pada laga di Asuncion tersebut, Olimpia unggul pada menit ke-23 berkat gol tendangan kaki kiri Alejandro Silva dan menaklukkan kiper Atletico Mineiro, Victor. Kedudukan 1-0 ini bertahan hingga turun minum. Tuan rumah makin bersorak kegirangan setelah Wilson Pittoni mencetak gol kedua pada injury time babak kedua dan mengunci kemenangan 2-0 hingga akhir pertandingan. Satu menit sebelum gol tersebut, Atletico harus bermain dengan 10 orang setelah Richarlyson mendapat kartu kuning kedua dan harus diusir keluar lapangan. Sebenarnya, Olimpia bisa saja menang dengan lebih dari dua gol kalau saja upaya Juan Manuel pada menit ke-37 menghasilkan gol. Begitupun peluang yang didapat Fredi Jose Bareiro pada babak kedua juga gagal menghasilkan gol. Atletico bukan tanpa peluang, terutama pada awal-awal babak kedua. Diego Tardelli yang diduetkan dengan Ronaldinho di lini depan memiliki sejumlah peluang untuk menyamakan kedudukan. Beruntung Olimpia memiliki kiper sekelas Martin Silva yang beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang . (espn/aji)