Skip to main content

e Paper Koran Madura 18 Desember 2013

Page 1

1

RABU 18 DESEMBER 2013 NO. 0263 | TAHUN II Koran Madura

RABU

18 DESEMBER 2013

Ratu Atut Tersangka Juventus Dua Anak Buahnya Langsung Dicekal Roma Gagal Dekati Berita di hal 8

ant/asep athulrahman

AKSI SUJUD SYUKUR. Sejumlah aktivis anti korupsi yang tergabung dalam GEBRAK (Gerakan Banten untuk Rakyat) melakukan aksi sujud syukur atas penetapan status Atut Chosiyah sebagai tersangka oleh KPK, di Alun-Alun Serang, Banten, Selasa (17/12). Mereka sangat berharap semua uang rakyat yang sudah dikorupsi dari APBD bisa diambil lagi dari koruptor dan dikembalikan untuk membangun Banten.

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sebagai tersangka baru dalam dua kasus dugaan korupsi yakni sengketa Pilkada Kabupaten Lebak serta kasus Pengadaan Alat Kesehatan di Provinsi Banten.

Franscesco Totti

Atut sudah beberapa kali diperiksa penyidik KPK dalam kasus dugaan suap yang menyeret mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar pada sengketa. Menurut Ketua KPK, Abraham Samad, penetapan tersang-

Bomber AS Roma

ka itu setelah pihaknya melakukan gelar perkara (ekspos). Dimana dalam ekspos tersebut diputuskan bahwa telah ada dua alat bukti untuk menjerat Atut sebagai tersangka. “Perlu saya sampaikan bahwa 12 Desember telah BERITA dilaksanakan TERKAIT ekspos secara luas antara Halaman2 pimpinan dengan para penyidik dan satgas, dalam ekspose 12 Desember telah disepakati dengan berbagai bentangan alat bukti, ditemukan lebih dari 2 alat bukti. KPK secara solid dan utuh memutuskan meningkatkan dan menetapkan Ratu Atut chosiyah selaku tersangaka dalam pemberian berkaitan dengan sengketa pilkada kabupaten Lebak Banten,”

kata Samad saat mengumumkan kemajuan kasus Alkes Banten, di Jakarta, Selasa (17/12). Ratu Atut yang juga kader Partai Golkar dijerat pasal 6 ayat 1 huruf (a) Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP. Atut diduga sebagai pemberi suap. Menurut Abraham, Surat Perintah Penyidikan atas nama Ratu Atut telah ditandatangani pimpinan pada 16 Desember 2013. “Kenapa juncto? karena dalam kasus tersebut tersangka Ratu Atut dinyatakan bersamasama atau turut serta dengan tersangka yang ditetapkan terlebih dahulu, tcw (Tubagus Chairi Wardana alias Wawan) penyuapan terhadap ketua MK Akil Mochtar,” ungkapnya. (gam/abd)

SKANDAL KORUPSI

KPK Tahan Dirut PT Indoguna Utama JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi menahan direktur utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman selaku tersangka tindak pidana korupsi pengurusan penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. “Hari ini penyidik KPK melakukan upaya penahanan kepada tersangka MEL (Maria Elizabeth Liman) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian, selama 20 hari pertama di rumah tahanan Pondok Bambu Tangerang,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Selasa. Maria adalah tersangka terakhir yang belum menjalani proses persidangan dalam kasus ini karena tersangka lain sudah divonis yaitu mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq yang mendapat vonis 16 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar diganti dengan subsider 1 tahun kurungan serta orang dekatnya Ahmad Fathanah selama 14 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan. Selanjutnya Direktur Sumber Daya Manusia dan “General Affairs” PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Direktur Operasional Arya Abdi Effendi juga telah dijatuhi pidana penjara 2 tahun dan 3 bulan serta pidana denda masing-masing Rp150 juta subsider 3 bulan kurungan. Maria setelah menjalani pemeriksaan di KPK hari ini mengaku bahwa ia hanyalah korban. “Saya dizalimi oleh dua orang, oleh Elda (Devianne) Adiningrat dan Ahmad Fathanah, itu yang menzalimi saya, saya benar-benar tidak bersalah, dua broker itu benar-benar terlalu tinggi tingkatannya,” kata Maria seusai diperiksa KPK. Elda adalah Komisaris PT Radina Niaga Mulia yang bergerak di bidang pengadaan bibit, saat ini Elda juga sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kredit fiktif Bank Jabar Banten (BJB) cabang Surabaya yang ditangani Kejaksaan Agung. Maria yang dipertemukan dengan Menteri Pertanian Suswono pada Januari 2013 oleh Luthfi Hasan, tapi Maria mengaku tidak memberikan uang kepada Menteri Pertanian (Mentan). (ant/des)

ant/wahyu putro a

DIRUT INDOGUNA DITAHAN. Dirut PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman keluar menggunakan baju tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (17/12).

ant/fanny octavianus

SILATURAHMI. Ketum PBNU Said Aqil Siraj (kedua kanan) menerima Ketua Partai Gerindra Prabowo Subiyanto (kedua kiri), Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani (kanan) dan anggota DPR Edhy Prabowo di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (17/12). Pertemuan tersebut membahas beberapa hal diantaranya masalah tabungan haji.

JELANG PILPRES 2014

Prabowo: Semakin Banyak Capres Semakin Baik JAKARTA- Calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto menilai semakin banyak calon presiden yang maju dalam Pemilu Presiden 2014 semakin baik. “Semakin banyak calon semakin baik, biar rakyat yang memilih,” kata Prabowo saat berkunjung ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Selasa. Prabowo mengatakan, ia dan Gerindra akan tunduk pada pilihan rakyat, siapapun nanti yang terpilih sebagai presiden, asal proses pemilu berjalan dengan baik dan benar. “Kita sepakat demokrasi harus benar, yang penting proses demokrasi jangan diselewengkan, jangan ada kecurangan, jangan ada jutaan pemilih hantu, jangan akal-akalan. Gerindra tunduk pada pilihan rakyat,” katanya. Oleh karena itu, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu mengimbau Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar benar-benar membersihkan daftar pemilih

tetap (DPT) yang masih bermasalah. “Kita imbau KPU benar-benar membereskan DPT, saya dengar masih jutaan yang bermasalah,” katanya. Sementara itu ketika ditanya tentang sosok yang akan menjadi pendampingnya sebagai calon wakil presiden, Prabowo menyatakan saat ini belum dibicarakan. Hanya saja, ia mensyaratkan bakal cawapresnya harus sosok jujur, membela rakyat, nasionalis, dan berakhlak baik. Prabowo berkunjung ke PBNU bersama Ketua Umum Gerindra Suhardi, Wakil Ketua Umum Fadli Zon, Sekjen Ahmad Muzani, dan beberapa fungsionaris partai itu. Sedangkan dari jajaran PBNU yang menerima antara lain Ketua Umum KH Said Aqil Siroj, Sekjen Marsudi Syuhud, dan salah satu ketua yakni Prof Muhammad Maksum Mahfudz. Pada kesempatan itu Prabowo menyampaikan apresiasi kepada PBNU yang dinilainya berani bersikap tegas menyikapi

KTT WTO di Bali beberapa waktu lalu. “NU satu-satunya ormas yang mengambil sikap begitu tegas, daripada merugikan petani dan nelayan lebih baik Indonesia keluar dari WTO. Alhamdulillah hasil WTO tak merugikan kita,” kata Prabowo. Menurut dia, sikap PBNU tersebut merupakan sikap yang penting dan pantas dicontoh serta menjadi inspirasi bagi warga bangsa dalam membela kepentingan rakyat dan bangsa. “Kami hormat dan hargai keberanian NU membela kepentingan rakyat kecil, petani, nelayan,” kata mantan Danjen Kopassus itu. Persoalan lain yang dibahas dengan PBNU, menurut Prabowo, adalah keinginan Gerindra mendirikan lembaga tabung haji jika dipercaya sebagai pemimpin bangsa ini ke depan. “Dengan lembaga tabung haji, rakyat kita bisa menabung sejak usia muda, sehingga tidak perlu menjual aset untuk pergi haji,” katanya. (ant/git)

g PAMANGGHI

Atraksi Oleh : Miqdad Husein

Kolumnis, tinggal di Jakarta

AKHIR pekan lalu ada undangan ke daerah sekitar kawasan Taman Safari, Bogor. Memenuhi hasrat anak terkecil, pulang acara undangan saya berkesempatan mampir berkeliling ke Taman Safari bercengkrama dengan gajah, kuda, kijang, onta dan menyaksikan kegagahan harimau, singa dan lainnya. Di luar itu, ada pertunjukan menarik tentang keterampilan dan kecerdasan burung, singa laut dan lumba-lumba serta atraksi lainnya. Dalam perjalanan berkeliling ada dua ekor gajah besar yang ditemui pengunjung, yang berjalan-jalan di antara mobil pengunjung. Dipandu sang pawang, gajah itu bercengkrama dengan para pengunjung. Ada pengunjung yang memberi pisang, wortel dan sayuran lainnya. Sungguh mengesankan binatang sangat besar itu begitu bersahabat dengan manusia. Yang menarik, gajah yang beratnya entah berapa ton itu, ketika disodori sayuran langsung dimakan dengan Apa yang salah sangat lahap. Lalu, dalam proses ketika pengunjung pendidikan kita menyodorkan uang sehingga untuk sepuluh atau lima ribuan, tidak dibuang tertib berlalu atau dimakan. Si lintas saja gajah langsung di negeri ini menyerahkan kepada begitu sulit pawang, tanpa misalnya terlebih dahulu menyembunyikan atau merusaknya. Ada kesadaran pada seekor gajah bahwa sayuran memang untuk dirinya, sedang uang merupakan hak makhluk lain. Ia sama sekali tak merecoki hak pawang. Ia begitu sadar bahwa uang yang diberikan pengunjung bukan haknya dan dengan tanpa ragu langsung menyerahkan pada pawang. Ia juga tidak merusak yang menggambarkan tentang “semangat” menghargai kepentingan makhluk lain. Di arena pertunjukan semua pengunjung terkesan ketika beberapa ekor burung, macan sumatra, gajah, lumba-lumba, singa laut dan lainnya, begitu terampil memainkan atraksi. Tepuk tangan bergemuruh, kadang diselingi tawa meriah ketika para binatang-binatang itu bertingkah lucu. Gelak pengunjung pecah ketika pawang di luar kolam, berdansa “sangat mesra” dengan seekor singa laut. Para binatang itu tampak tertib sekali mematuhi aturan serta aba-aba pawang atau apalah sebutannya. Seekor lumba-lumba ketika salah menghitung, dengan sportif kembali mengulang perintah pawangnya. Burung-buruang liar juga begitu “tertib” mematuhi perintah “instrukturnya” tanpa ada kesalahan berarti. Saya beserta keluarta dan ratusan pengunjung seperti mendapat perbandingan dan pelajaran berharga: lihatlah betapa binatang bisa menghargai hak makhluk lain; sangat tertib, bisa diatur, diarahkan sehingga interaksi para binatang itu, terlihat indah dan menghibur. Tidak saling bertabrakan. Lihatlah, makhluk yang dianggap lebih rendah dari manusia itu ternyata bisa dididik, dibimbing dan melaksanakan seluruh hasil proses pembelajaran yang diperolehnya. Lalu, jika gajah bisa menghargai hak makhluk lain, tidak mencuri atau mengkorupsinya, kenapa banyak manusia yang disebut makhluk berakal dan mulia, bersikap sebaliknya. Jika binatang bisa diatur, mengapa kita dalam berlalu lintas misalnya, bersikap sebaliknya. Padahal, tertib lalu lintas itu sepenuhya untuk kepentingan dan keselamatan kita agar tak terjadi seperti kecelakaan kereta, di Bintaro. Apa yang salah dalam proses pendidikan kita sehingga untuk tertib berlalu lintas saja di negeri ini begitu sulit. Mengapa di negeri yang disebut sangat religius praktek-praktek manipulasi, korupsi, saling memakan hak orang merebak luas, seakan tanpa kendali? Mari bertanya pada makhluk lain; mengutif Ebiet G. Ade, pada rumput rumput yang bergoyang. =

Ulangan Menjelang ulangan, Matrahem Bilang sama anaknya, Matrawi. Matrahem : Wi, kalau ulangan kali ini kamu gagal... jangan kenal Bapak lagi!!!” Beberapa hari kemudian... Matrahem : Wi, gimana hasil ulangan kamu? Matrawi : Maaf... anda siapa ya? Cak Munali

RALAT Terjadi kesalahan pemasangan foto pada Koran Madura Edisi Selasa 17 Desember 2013 di halaman ini. Foto dimaksud adalah foto atas nama Bambang Wiratmadji S. namun yang terpasang adalah foto adalah Ahmad Heryawan. Dengan ralat ini kesalahan dimaksud telah diperbaiki


2 SKANDAL SUAP

Kajari Praya Resmi Diberhentikan Sementara JAKARTA- Kejaksaan Agung resmi memberhentikan sementara Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, M. Subri yang tertangkap tangan oleh KPK saat menerima suap dari pengusaha Lusita Ani Razak. “Memberhentikan sementara dari jabatannya melalui Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : KEP-193/A/ JA/12/2013, tanggal 16 Desember 2013,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi di Jakarta, Selasa. Dijelaskan, pemberhentian sementara itu dasarnya karena telah dikenakan penahanan oleh KPK akibat yang bersangkutan diduga telah melakukan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji.

Memberhentikan sementara dari jabatannya melalui Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP193/A/JA/12/2013, tanggal 16 Desember 2013

Setia Untung A.

Kapuspenkum Kejagung

Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajiban terkait dengan pengurusan perkara tindak pidana menempatkan keterangan palsu di atas bukti autentik dan pemalsuan atas sertifikat tanah. “Hal itu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11 Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP,” katanya. Sebelumnya, Kejaksaan Agung membentuk tim internal dari pengawasan yang menangani kasus Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, M. Subri yang

tertangkap tangan oleh KPK saat menerima suap dari pengusaha Lusita Ani Razak. “Tim kemarin sudah berangkat ke Nusa Tenggara Barat,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi. Ia mengatakan bahwa tim akan meneliti kasus tersebut dengan mengklarifikasi dan untuk mengetahui penanganan kasus pengurusan perkara tindak pidana umum pemalsuan dokumen sertifikat tanah di wilayah Lombok Tengah dengan tersangka dalam perkara kasus tersebut bernama Sugiharta alias Along. Setia Untung Arimuladi menjelaskan bahwa tim pengawasan itu untuk internal kejaksaan karena proses hukum terhadap Kajari Praya sendiri ditangani oleh KPK. “Pada intinya tim akan ingin mengetahui apakah penanganan kasus-kasus di daerah tersebut sesuai dengan ‘SOP’ atau tidak,” katanya. Subri diduga menerima suap untuk pengurusan perkara tindak pidana umum pemalsuan dokumen sertifikat tanah di wilayah Lombok Tengah dengan tersangka dalam perkara kasus tersebut bernama Sugiharta alias Along. Dalam OTT, penyidik KPK juga mengamankan sejumlah uang dalam bentuk dolar Amerika Serikat dan rupiah, yakni pecahan lembaran 100 dolar AS sebanyak 164 lembar senilai Rp190 juta serta ratusan lembar rupiah dalam berbagai pecahan senilai Rp23 juta. Lusita diduga tidak melakukannya sendiri. Dia dikenai Pasal 5 Ayat (1) Huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Ada pun Subri dan kawan-kawan selaku penerima hadiah atau sesuatu dikenai Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) dan Pasal 11 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Hingga kini, KPK terus mendalami pihak-pihak lain yang terlibat. (ant/riz/beth)

PARTAI POLITIK

PDIP Besar karena Megawati JAKARTA-Sejumlah lembaga survei menempatkan PDI Perjuangan sebagai partai terpopuler dengan tingkat elektabilitas diatas 20 persen. Kian moncernya partai moncong putih ini tidak lepas dari sosok Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. “Saya tegaskan, tidak ada orang lain selain Megawati Soekarnoputri yang membuat PDI Perjuangan sampai sekarang masih besar dan makin besar,” ujar politisi PDI Perjuangan, Sukur Nababan di Jakarta, Selasa (17/12). Menurut dia, sosok sentral dibalik kesuksesan PDI Perjuangan saat ini adalah figur Ketua Umum, Megawati. Selama sepuluh tahun, Ketua Umum PDI Perjuangan konsisten mengawal sikap politik partai wong cilik ini sebagai partai oposisi. Konsistensi sikap oposisi ini membawa berkah bagi PDI Perjuangan. Terbukti, pilihan politik oposisi tidak membuat partai ini gembos, malah semakin solid dan baik eletabilitasnya. “Saat ini survei PDI Perjuangan sangat bagus dan kalau survei

NASIONAL

RABU 18 DESEMBER 2013 NO. 0263 | TAHUN II

itu jujur, pasti PDI Perjuangan nomor satu,” jelasnya. Sukur kembali menegaskan bahwa prestasi yang dicapai PDI Perjuangan saat ini berkat kemampuan Megawati mengelola partai. Dampaknya, PDI P sampai sekarang masih bersinar. “Saya percaya dan yakin bahwa survei itu baik dan bagus karena Ibu Mega. Sepuluh tahun oposisi bukan hal mudah. Kalau saja dulu Bu Mega tergoda uang dan jabatan menteri, mungkin semua akan beda,” kata Sukur Semua kinerja Mega sebagai Ketua Umum, ditegaskannya, membawa PDI Perjuangan semakin dicintai rakyat. Mega yang selama ini memikirkan matang bagaimana cara memajukan kadernya. Termasuk ketika Megawati menunjuk Joko Widodo untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta padahal sebelumnya cuma Walikota Solo. “Insting politik Bu Mega bagus sekali. Siapa sangka Jokowi bisa menjadi gubernur Jakarta dan Ganjar Pranowo menjadi gubernur Jawa Tengah?” ungkapnya. (gam)

Dua Anak Buah Atut Dicekal

Agung Laksono Bantah Ada Politisasi di Balik Penetapan Tersangka Atut JAKARTA-Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana memastikan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah meminta Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk mencegah Sekretaris Pribadi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang bernama Alinda Agustine Quintansari. Selain itu KPK meminta agar ajudan yang juga Kepala Sub Bagian Tata Usaha Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Riza Martina dicegah tidak boleh keluar negeri oleh Ditjen Imigrasi. “Pencegahan baru dari KPK berdasarkan keputusan pimpinan KPK, Skep Nomor: KEP926/01/12/2013 tanggal 17 Desember 2013,” kata Denny Indrayana di Jakarta, Selasa (17/12). Menurut Denny, pencegahan terhadap dua wanita ini dilakukan menyusul penetapan Atut sebagai tersangka

oleh KPK dalam kasus dugaan suap sengketa pemilihan kepala daerah di Lebak, Banten pada Selasa (17/12) dini hari WIB. Politikus Partai Golkar itu diduga bersamasama adiknya, Tubagus Chaeri Wardana, menyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar melalui pengacara Susi Tur Andayani. Penyuapan diduga berkaitan dengan gugatan hasil pilkada Lebak yang diajukan calon bupati Partai Golkar, yakni Amir Hamzah dan Kasmin bin Saelan.

Selain itu, Ketua KPK Abraham Samad menyebut bahwa hasil gelar perkara KPK yang dilakukan pada Kamis (12/12) menyimpulkan cukup bukti untuk menetapkan Atut sebagai tersangka terkait pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten. Namun, penetapan ini masih menunggu surat perintah penyidikan (sprindik). “Namun, masih perlu direkonstruksikan perbuatan-perbuatan serta pasalnya dalam sprindik yang menyusul,” kata Abraham. Sementara itu secara terpisah Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menegaskan bahwa tidak ada politiasi di balik penetapan Ratu Atut sebagai tersangka oleh KPK. Menurutnya, KPK cukup profesional dalam menegakkan hukum. “Saya per-

caya di balik ini tidak ada unsur-unsur politisasi,” kata Agung. Agung mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus Atut kepada KPK. Seperti kepada kader lain yang terjerat pidana, pihaknya hanya akan memberikan bantuan hukum jika Atut membutuhkan. “Tentu kita berharap Atut bisa memperoleh hak, jalan yang terbaik. Kami harap seluruh proses itu bisa berlangsung cepat sehingga tidak dibiarkan berlarut-larut,” kata mantan Ketua DPR itu. Ketika ditanya apakah kasus Atut akan memengaruhi dukungan publik terhadap Golkar, Agung memperkirakan dalam waktu dekat akan ada dampak terhadap elektabilitas partai. Namun, kata dia, nantinya publik bakal paham bahwa kasus Atut

tidak terkait dengan partai. “Tidak ada hubungan antara tindakan yang dikatakan korupsi dengan kepartaian. Itu jadi tanggung jawab masingmasing. Mungkin pada awal akan ada pengaruhnya. Tapi karena sikap Golkar mengikuti proses hukum, saya percaya masyarakat bisa menerima,” kata Agung. Sementara terkait posisi Atut di Golkar, Agung memastikan bahwa DPP akan membahasnya. “Kalau keanggotaan tidak diutak-atik. Kita tetap utamakan asas praduga tak bersalah, meskipun biasanya selama ini ketika dijadikan tersangka selalu berakhir pada vonis. Tapi kita tidak bisa memastikan seperti itu. Lebih baik kita serahkan kepada aparat penegak hukum. Saya berdoa beliau bisa hadapi sebaik-baiknya,” pungkasnya. (gam/aji/abd)

ant/dennys

TERORIS BIMA. Densus 88 Mabes Polri membawa seorang tersangka teroris yang diduga jaringan kelompok Bekasi, Iskandar (tengah) di terminal 2F, Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/12). Iskandar ditangkap tim densus anti teror ketika sedang berada di halaman sebuah mushalla di Bima Nusa Tenggara Barat dan langsung dibawa menuju Mabes Polri untuk penyelidikan berikutnya.

SKANDAL KORUPSI

Korupsi Alkes di Banten Rugikan Negara Rp 46.3 M JAKARTA-Total kerugian negara dalam proses pengadaan alat kesehatan (alkes) di Provinsi Banten ternyata sangat besar. Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi melansir, untuk tahun 2012 saja, nilai kerugian negara pengadaan alkes Provinsi Banten mencapai Rp46,3 miliar. Kerugian negara ini bersumber dari manipulasi pengadaan alat kesehatan sebesar Rp30.2 miliar serta mark up Harga Perkiraan Sementara (HPS) sebesar 15% yang mencapai Rp16.044.473.104. Pada tahun 2012 kata Uchok, Dinas kesehatan Provinsi Banten mengalokasi anggaran belanja modal dalam program Pengadaan Sarana dan Prasarana Kesehatan dengan Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana RS Rujukan Provinsi Banten serta Peningkatan Pelayanan Kesehatan RS dan Laboratorium Daerah sebesar Rp149.318.199.360,00. Hingga Desember 2012 telah direalisasikan sebesar Rp147.893.502.000,00 atau 99,05%. Namun dalam perjalanannya, alokasi anggaran negara ini banyak diselewengkam. “Ternukti, sudah adanya tersangka dalam korupsi alatalat kesehatan di Banten,” jelas dia. Uchok lalu menjelaskan modus atau cara agar mem-

peroleh keuntungan secara pribadi, dan merugikan anggaran daerah. Misalnya, dalam penyusun HPS, selalu menambahkan keuntungan dalam Harga Perkiraan Sementara (HPS) sebesar 15% dari harga jual. Padahal harga jual yang tercantum dalam rincian ba-

Dari 13 total pekerjaan pengadaan alkes Provinsi Banten tersebut, diperoleh total sebesar: Rp123.012.537.600 (Perhitungan Tim Penyusunan Sementara) Rp106.968.064.496 (HPS sementara) atau selisih Rp16.044.473.104

Uchok Sky

Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA

rang adalah harga jual kepada konsumen/pembeli. Harga jual tersebut seharusnya telah termasuk keuntungan. Tetapi demi diduga untuk mencari keuntungan, mereka selalu menambahkan 15% sehingga pengadaan ini tidak akan mendapat harga terbaik, tetapi harga mahal dan kuali-

tas barang bisa-bisa dibawah kualitas. Bahkan dia menemukan 13 item penyusunan HPS yang tidak wajar karena adanya penambahaan 15%. “Dari 13 total pekerjaan pengadaan alkes Provinsi Banten tersebut, diperoleh total sebesar: - Rp123.012.537.600 (Perhitungan Tim Penyusunan Sementara) - Rp106.968.064.496 (HPS sementara) atau selisih Rp16.044.473.104,” urainya. Selain itu kata dia, pengadaan Alkes di Dinas Kesehatan Propinsi Banten tidak sesuai ketentuan sebesar Rp30.257.444.000. Bahkan pengadaan alat kesehatan sebesar Rp.30.2 miliar diduga manupulasi. Modusnya, alat kesehatan yang masih dikemas tersebut tidak disertai dengan buku manual kartu garansi, dan certificate of origin yang seharusnya menjadi kesatuan dalam produk yang dipesan dan telah dijamin oleh perusahaan pendukung penyedia alat kesehatan. Sementara itu, pengacara Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Sukatma, menyangkal kliennya terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Provinsi Banten. Ia juga membantah kabar Gubernur Banten itu kecipratan untung dari proyek alkes. “Tidak ada berkaitan dengan fee atau apa itu. Tidak ada sama sekali,” kata Sukatma, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/12). (ant/beth)

UU KEJAHATAN KORPORASI

KPK Akan Terapkan Tahun Depan JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi berencana menerapkan pasal kejahatan korporasi mulai tahun depan mengacu undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Tahun ini KPK masih fokus ke orangnnya tapi selanjutnya KPK akan uji coba membawa korporasi ke pengadilan, persiapan harus dari awal dengan menyiapkan teman-teman penyelidik dan penyidik yang terintegrasi,” kata Wakil Ketua Bambang Widjojanto seusai seminar “Quo Vadis Pembaharuan Hukum Pidana melalui RUU KUHP dan RUU KUHAP” di Jakarta, Selasa. Bambang mengatakan bahwa setidaknya ada 4-5 kasus yang pernah ditangani KPK dan berpotensi untuk diterapkan kejahatan korporasi. “Bila ada seorang direktur yang mendapat lisensi pembabatan hutan dalam kapasitasnya sebagai direktur suatu korporasi ternyata hanya menjerat orang tersebut tapi tidak bersama perusahaannya. Jadi kalau dia kena tapi korporasinya tidak kena makan korporasinya bisa berbuat lagi tindak pidana lagi,” ungkap Bambang. Landasan hukum penggunaan kejahatan korporasi, menurut Bambang, mengacu kepada pasal 20 dari UU No 31 Tahun 1999 Tentang

Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal tersebut menjelaskan bahwa dalam hal tindak pidana korupsi dilakukan oleh atau atas nama suatu korporasi, maka tuntutan dan penjatuhan pidana dapat dilakukan terhadap korporasi dan atau pengurusnya (ayat 1). Sedangkan pada ayat 2 disebutkan bahwa tindak pidana korupsi dilakukan oleh korporasi apabila tindak pidana tersebut dilakukan oieh orang-orang baik berdasarkan hubungan kerja maupun berdasarkan hubungan lain, bertindak dalam lingkungan korporasi tersebut baik sendiri maupun bersama-sama. Tetapi bentuk denda dari kejahatan korporasi hanyalah berupa denda (ayat 7). Namun Bambang mengakui masih ada sejumlah masalah untuk menerapkan pasal tersebut misalnya penerapan hukum acara dan memperhitungkan dampak terhadap karyawan perusahaan tersebut. “KPK harus bekerja sama dengan pejabat pengelolaan aset, harus belajar banyak karena tidak bisa menerapkannya sembarangan, karena kalau korporasi diambil padahal asetnya adalah aset bersama maka nilai aset akan meluncur turun,” tambah Bambang. (ant/des)


EKONOMI

3

RABU 18 DESEMBER 2013 NO. 0263 | TAHUN II

PERTUMBUHAN EKONOMI

Ekonomi Indonesia Masih Didominasi Sektor Migas JAKARTA-Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih didominasi dari sektor minyak dan gas bumi. Fenomena tersebut sangat ironis karena mirip dengan model pengelolaan ekonomi pada zaman kolonial Belanda yang bergantung pada pengeksploitasian sumber daya alam yang terdapat di Indonesia.

ant/fanny octavianus

TARGET RTH 2030. Pemandangan ibukota yang dipadati bangunan, dilihat dari ketinggian di kawasan Jakarta Pusat, , Senin (16/12). Wagub DKI Ahok yakin Jakarta dapat melebihi target Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada 2030 mendatang. Targetnya, pada 2030 nanti direncanakan RTH bertambah 6 persen menjadi 16 persen.

Lampu Kuning untuk Ekonomi Indonesia IMF Sarankan Indonesia Segera Lakukan Reformasi Ekonomi JAKARTA-Lembaga keuangan internasional mulai ramai-ramai memberi masukan ke pemerintah terkait kondisi ekonomi Indonesia tahun depan. Setelah Bank Dunia, kini giliran Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memberi saran ke pemerintah. Peringatan ini dapat dikatakan sebagai sinyal lampu kuning bagi Pemerintah dan BI, untuk lebih sigap dalam menghadapi tantangan eksternal yang belum reda. Apalagi IMF juga mengingatkan Indonesia untuk lebih fokus melakukan reformasi ekonomi mengantisipasi menurunnya investasi akibat semakin ketatnya likuiditas global sebagai dampak dari pengurangan stimulus Bank Sentral AS. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dan tahun depan hanya berkisar 5 hingga 5,5 persen. Perkiraan kedua lembaga internasional ini lebih suram dibandingkan dengan perkiraan Bank Indonesia, yang masih menetapkan angka 5,8-6,2 persen untuk tahun 2014. “Indonesia harus melakukan reformasi struktural meliputi fokus pada hambatan struktural, pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM), fleksibilitas pasar tenaga kerja, rasionalisasi perdagangan dan rezim investasi serta pendalaman pasar uang,” ujar Deputi Senior IMF, Benedict Bingham

saat acara “Jumpa pers IMF” di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Selasa (17/12). Di sektor perdagangan, jelasnya turunnya harga komoditas produk andalan ekspor Indonesia harus disikapi. Solusinya dengan mendiversifikasi produk ekspor. Tidak lagi komoditas mentah tapi beralih ke produk manufaktur. “Harga komoditas yang turun tidak dapat mengimbangi impor Indonesia. Padahal In-

donesia memiliki 45 persen dari tenaga kerja di ASEAN-5. Namun kontribusi ekspor non komoditas terhadap negaranegara di ASEAN-5 kurang dari 8 persen,” katanya. IMF pesimis defisit transaksi berjalan tahun depan dapat ditekan di bawah level 3 persen. IMF juga menyarankan kebijakan makroekonomi Indonesia yang harus fokus pada mengurangi ketidakseimbangan, mengurangi inflasi dan meyakinkan bahwa pasar obligasi dan nilai tukar fleksibel. IMF mengapresiasi kebijakan moneter yang dikeluarkan BI untuk membuat nilai tukar lebih fleksibel. “Kementerian Keuangan juga harus membantu BI untuk membawa ekonomi dalam masa transisi di mana memberikan kontribusi dalam mengeluarkan kebijakan berupa pajak dan memperkuat mobilisasi,” ungkapnya. Lebih lanjut, IMF memproyeksi defisit transaksi berjalan Indonesia pada akhir tahun ini dan 2014 masih akan berada di atas 3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Proyeksi ini didasarkan pada kondisi pelemahan perdagangan dan permintaan eksternal yang diperkirakan masih melemah hingga tahun depan. “Defisit transaksi berjalan diperkirakan akan tetap be-

rada di atas 3 persen dari PDB pada 2013 dan 2014,” ujarnya. Menurutnya, dalam jangka pendek, Indonesia dinilai akan menghadapi kondisi global yang lebih menantang. Pertumbuhan ekonomi nasional diproyeksikan melambat menjadi sekitar 5 persen pada tahun ini dan 5,5 persen pada 2014. Angka inflasi diperkirakan akan mencapai 9,5 persen (year on year) pada tahun ini utamanya akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kenaikan harga pangan dan depresiasi nilai tukar Rupiah baru-baru ini. Sedangkan pada tahun depan tingkat inflasi diyakini baru akan turun menjadi sekitar 6 persen. Sementara, arus investasi, baik portofolio dan FDI (foreign direct investment atau aliran modal asing langsung) diperkirakan akan berjalan seiring catatan neraca transaksi berjalan. Untuk devisa, cadangan yang ada diprediksi masih akan tetap memadai, walaupun terjadi penarikan pada semester I tahun ini. “Otoritas yang berwenang telah mengambil langkah-langkah signifikan sejak pertengahan 2013 untuk mengatasi ketidakseimbangan eksternal dan fiskal, mengurangi tekanan inflasi dan mengurangi volatilitas pasar,” pungkasnya. (gam/abd)

“Ini sama dengan zaman kolonial yang ekstraktif,” kata Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Maxensius Tri Sambodo, di Jakarta, Selasa, (17/12). Menurut dia, desain kebijakan ekonomi Indonesia saat ini salah arah. Konsep ekonomi yang ada tidak sustainabel karena terlalu mengandalkan kekayaan alam. Sementara, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan riset teknologi dibaikan. “Indonesia masih belum banyak meningkatkan kapasitas SDM dan riset,” ujarnya. Dibanding dengan negara Asia lainnya, kata Tri, Indonesia sangat ketinggalan. “Ini cukup sedih karena berbeda dengan kondisi seperti di Korea Selatan dan China,” ucapnya Menurut Tri, kurang berkembangnya inovasi dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia antara lain karena pembangunan di Tanah Air masih berdasarkan sumber daya alam, terutama

perdagangan di sektor minyak bumi dan gas. Maxensius juga menyorot kontribusi ekspor sektoral industi yang melambat dan kontribusi ekspor jasa yang flat atau stagnan. Padahal kotribusi ekspor untuk

Kita harus menekankan peran inovasi dan teknologi, untuk melahirkan keunggulan komparatif yang baik

Chatib Basri

Menteri Keuangan pertambangan meningkat. Sedangkan untuk tren impor barang, ujar dia, terdapat sinyal positif antara lain karena terdapat kecenderungan peningkatan dalam impor barang modal.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan penguatan sumber daya manusia yang berbasis inovasi pada teknologi dapat mendorong Indonesia lepas dari jebakan negara berpenghasilan menengah (“middle income trap”) dan menjadi negara maju berpendapatan tinggi. “Kita harus menekankan peran inovasi dan teknologi, untuk melahirkan keunggulan komparatif yang baik,” ujarnya Chatib menjelaskan Indonesia yang tercatat telah masuk sebagai negara kelas menengah pada awal 1990-an, tidak akan menjadi negara maju apabila bergantung pada produksi sumber daya alam dan upah buruh rendah. Untuk itu, salah satu solusi yang dapat diupayakan pemerintah adalah mendorong produktivitas melalui peningkatan inovasi pada teknologi, seperti yang dilakukan Korea Selatan, yang mampu menjadi negara maju dalam waktu 15 tahun. Selain itu, untuk mendukung proses transformasi industrialisasi secara gradual ke arah industri berbasis nilai tambah tinggi, maka pemerintah akan menyiapkan insentif bagi perusahaan yang menyiapkan penelitian dan pengembangan (R&D) bagi sumber daya manusia. (gam)

ant/yudhi mahatma

PERTAMINA ENERGY OUTLOOK 2014. SVP Upstream Strategic Planning & Operation Evaluation Pertamina Djohardi Angga Kusuma (kiri) bersama Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Rhenald Kasali (kanan) memaparkan solusi terhadap permasalahan energi nasional dalam Pertamina Energy Outlook 2014, Jakarta, Selasa (17/12). Pembicara juga membahas mengenai tata kelola energi nasional yang lebih baik, serta global energy outlook dan optimalisasi peran NOC dalam penyediaan energi nasional.

PERBANKAN

Mandiri Targetkan Transaksi Kartu Kredit Rp 5,5 Triliun JAKARTA-PT Bank Mandiri (Persero) menargetkan, nilai transaksi kartu kredit di 2014 akan berada di atas Rp5,5 triliun. Dengan demikian, perseroan akan menerbitkan kartu baru di tahun depan sebanyak 800 ribu keping. Target tersebut seperti disampaikan Senior Vice President Consumer Cards Group Bank Mandiri, Boyke Yurista di Jakarta, Selasa (17/12). “Saat ini nilai transaksi kartu kredit kami sudah Rp5,5 triliun unaudited. Tahun depan ditargetkan lebih besar dari nilai saat ini,” katanya. Hingga akhir November 2013, kata Boyke, jumlah kartu kredit Bank Mandiri yang masih aktif bertransaksi sekitar 1,2-1,5 juta keping. “Kami akan terus meningkatkan pertumbuhan jumlah kartu kredit di 2014,” im-

buhnya. Guna mendukung pencapaian target transaksi di 2014, menurut Boyke, perseroan akan menerbitkan 800 ribu keping kartu kredit. Pada tahun ini, jelas dia, Bank Mandiri telah menerbitkan 400 ribu keping. “Target growth

kartu kredit di tahun depan, jumlahnya double dari jumlah di 2013,” ujarnya. Dia mengatakan, fee base income Bank Mandiri dari traksaksi kartu kredit di sepanjang 2013 sudah menembus angka Rp1 triliun. “Kami tetap mampu men-

jaga kesehatan penyaluran kredit. Sehingga, NPL (kredit bermasalah hanya sebesar 2,5 persen,” tegas Boyke. Rencana penerbitan kartu kredit baru, ujar Boyke, akan lebih terfokus pada kartu jenis gold dan platinum yang menyasar kalangan menengah ke atas. Dari total kartu kredit yang aktif, ucap dia, sebanyak 20 persen adalah jenis platinum, ada 30 persen untuk kartu gol dan sisanya kartu silver. “Untuk kartu gold plafonnya Rp10 juta platinum Rp40 juta dan silver Rp5 juta. Kami mengarahkan ke ke gold dan platinum, sedangkan yang silver limitnya akan dinaikkan,” tuturnya. Dia menambahkan, pada tahun depan Bank Mandiri juga akan terus menghadirkan kantor cabang kartu kredit di kantor-kantor cabang. “Cabang kartu kredit 40 unit tahun depan, tahun ini persiapan. Sekarang baru tujuh unit,” katanya. (gam)

PAJAK PENGHASILAN

DJP Terbitkan Aturan Insentif PPh Baru JAKARTA-Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mengeluarkan aturan insentif pajak penghasilan (PPh) baru. Wajib Pajak (WP) Badan Dalam Negeri yang berbentuk Perseoran Terbuka dapat memperoleh fasilitas berupa penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 5% dari tarif normal atau pengurangan tarif PPh nya dari 255 menjadi sebesar 20%. Kepala Seksi Hubungan Eksternal Ditjen Pajak Direktorat P2Humas, Direktorat Jenderal Pajak, Chandra Budi mengatakan untuk memperoleh fasilitas penurunan tarif tersebut, Wajib Pajak Badan Dalam Negeri berbentuk Perseroan Terbuka. Namun harus memenuhi persyaratan seperti paling sedikit 40% jumlah keseluruhan saham yang disetor dicatat untuk diperdagangkan di bursa efek di Indonesia dan masuk dalam penitipan kole-

ktif di lembaga penyimpanan dan penyelesaian. Selain itu kata dia saham-saham tersebut harus dimiliki oleh paling sedikit 300 pihak dengan ketentuan masing-masing pihak hanya boleh memiliki saham kurang dari 5% dari keseluruhan saham yang ditempatkan dan disetor penuh. “Kedua syarat diatas harus dipenuhi dalam jangka waktu paling singkat 183 hari kalender dalam jangka waktu satu Tahun Pajak,” jelas Chandra Budi di Jakarta, Selasa (17/12). Fasilitas atau insentif berupa penurunan tarif ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2013 tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri Yang Berbentuk Perseoraan Terbuka yang ditetapkan tanggal 21 November 2013 dan mulai

berlaku sejak Tahun Pajak 2013. Peraturan Pemerintah ini juga merupakan amanat dari Pasal 17 ayat (2b) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Fasilitas penurunan tarif ini diharapkan dapat meningkatkan peranan pasar modal sebagai sumber pembiayaan dunia usaha dan mampu mendorong peningkatan jumlah perseroan terbuka serta meningkatkan kepemilikan publik pada perseoran terbuka tersebut. “Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri Berbentuk Perseoran Terbuka yang ingin memanfaatkan fasilitas ini dapat dilakukan secara self assessment pada saat penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) PPh Wajib Pajak Badan dengan melampirkan persyaratan yang diperlukan,” pungkasnya. (gam/ beth).


4

LINTAS JATIM

RABU 18 DESEMBER 2013 NO.0263 | TAHUN II

ant/m risyal hidayat

EKSEKUSI LAHAN PT KAI. Seorang perempuan bersedih didepan barikade Sat Brimob Polda Jatim yang akan membubarkan blokade warga ketika eksekusi lahan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) di kawasan Stasiun Kalimas, Surabaya, Jatim, Selasa (17/12). Penolakan tersebut dilakukan ratusan warga tehadap PT KAI yang mengeksekusi enam dari 20 rumah dinas milik PT KAI yang akan digunakan untuk pengembangan stasiun Kalimas sebagai transit angkutan peti kemas

PT KAI Bongkar Paksa 6 Rumah Dinas SURABAYA – 6 rumah dinas PT KA di Jl. Kalimas Baru 1 dibongkar paksa oleh PT KA. Warga penghuni rumah-rumah dinas itu menolak dibongkar sebelum mendapat ganti rugi yang proporsional, Selasa (17/12) pagi. Warga melakukan perlawanan dengan menggunakan bambu runcing. Warga bahkan sempat menutup JL JakartaStasiun Kalimas. Namun upaya warga berakhir sia-sia. Warga Kalimas Baru 1 telah berkumpul di depan bengkel Bus Seruni untuk menghadang pembongkaran. Salah satu tokoh warga Jl. Kalimas Baru I, H. Mindro mengatakan pihaknya tetap bersikukuh tinggal di sana sampai ada solusi yang jelas untuk warga. Sementara itu Sri Winarto Manager Humas PT KA Daops VIII mengatakan pihaknya membongkar 6 dari 20 rumah

dinas yang ada di Jl. Kalimas Baru I. Pembongkaran itu untuk pengembangan Stasiun Kalimas sebagai transit angkutan peti kemas. Pembongkaran paksa tersebut berlamngsung ricuh, warga terlibat aksi saling dorong dengan ratusan polisi yang hendak melakukan pengamanan penggusuran rumah mereka di sekitar kawasan Jl. Kalimas Baru 1. Warga memang sudah bersiap sejak pagi untuk menghadang di kawasan itu dengan cara menumpuk ban bekas. Warga juga sempat membakar ban bekas untuk menghalau petugas yang akan

BEKALI DIRI. Warga Kalimas membekali diri dengan bambu runcing dan bendera merah putih. melakukan pembongkaran. Petugas sendiri sempat kesulitan masuk ke kawasan itu.

BILA DIINTERVENSI ISTRI

Keputusan Presiden Akan Labil SURABAYA - Menanggapi isu penyadapan Ibu Negara, Ani Yudhoyono, The Australian menyebutkan bahwa Ani adalah Cabinet of One bagi sang presiden. Dia disebut mempunyai pengaruh yang besar atas kebijakan-kebijakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam memimpin Indonesia. Dosen Program Studi Jawa Universitas Indonesia, Dwi Puspito Rini kepada Koran Madura menjelaskan, seorang istri memang sudah sewajarnya untuk mendukung suami. “Berumah tangga ‘kan disonggo bareng (dipikul bersama), artinya harus saling membantu dan ikut merasakan beban pasangan. Tapi di era modern ini etika profesi harus dihormati,” ujar wanita yang juga isteri seorang kolonel TNI AL itu, Selasa (17/12). Dia menambahkan, setiap keluarga tentara mempunyai budaya keluarga masingmasing. Lebih lanjut dia menerangkan adanya sebagian dari para suami yang memang menceritakan semua urusan tugasnya kepada istri mereka. “Kalau sampai isteri seorang tentara tahu seluk beluk pekerjaan suaminya, hal ini dikembalikan lagi pada suaminya yang memang memandang tidak adanya batas privasi. Tiap keluarga punya budaya masing-masing, ini privasi orang, kita juga tidak boleh mengintervensi,” terangnya sambil mengungkapkan ketidaksetujuan terhadap penyadapan Australia kepada ibu negara. Sementara itu, Dosen

Psikologi Universitas Indonesia Dienarryati Tjokrosuprihatono M.Psi. menambahkan, perempuan pada dasarnya mempunyai peran untuk mendukung suami. Namun dalam peran ini seorang isteri tidak boleh mengintervensi pekerjaan suami. “Mendukung suami itu harus, tapi jangan sampai mengintervensi pekerjaan suami, begitu pula sebaliknya dengan suami. Kan ada etika professional,” ujarnya.

Seorang istri kuat dominasi afeksinya sedangkan suami kuat dominasi logikanya,”

Dienarryati T.

Dosen Psikologi Universitas Indonesia Dilihat dari sudut pandang psikologi, dia menjelaskan perbedaan peran dan ranah dominasi pasangan suami isteri dalam mengambil keputusan. “Seorang istri kuat dominasi afeksinya sedangkan suami kuat dominasi logikanya,” demikian tutur pemerhati kesehatan anak muda itu. Namun dia juga menjelaskan bahwa ada juga bahaya dari intervensi pekerjaan seorang isteri terhadap suaminya. “Jika keputusan diambil karena pengaruh isteri bukan atas pertimbangan logis. Sedangkan istri terpengaruh oleh dominasi unsure afeksin-

ya, hasilnya adalah keputusan yang labil,” tandasnya. Berita soal penyadapan yang dilakukan intelijen Australia masih terus berlanjut. Harian The Australian kini membeberkan alasan aksi mata-mata terhadap Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono . Hanya berselang tiga hari sebelum berlangsungnya kampanye di Australia, kabel diplomatik berstempel 'rahasia' dikirimkan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta kepada diplomat AS di Canberra dan CIA. Kabel ini membicarakan dinamika baru peta politik Indonesia. Para intelijen ini meyakini ada pemain yang menjadi penasehat penting bagi SBY. Orang tersebut bukan wakil presiden, bukan pula menteri dalam kabinet SBY, tapi istrinya sendiri, Ani Yudhoyono . "Keberadaan Kristiani Herawati telah mengorbankan penasehat kunci lainnya. Ibu negara diduga telah memanfaatkan akses kepada presiden untuk membantu teman-temannya dan menjatuhkan lawannya, termasuk Wakil Presiden (Jusuf) Kalla," tulis kabel tersebut, Minggu (15/12), seperti dikutip dari The Australian. Informasi tersebut membuat Direktorat Pertahanan Signal dan mata-mata lain yang bertempat di Canberra ingin mengetahui lebih jauh dinamika baru itu. Mereka menilai Ibu Ani memainkan peran untuk membangun dinasti keluarga dengan memasang Agus Harimurti Yudhoyono sebagai presiden selanjutnya.(ara)

Polisi yang awalnya berada di Jl. Jakarta lantas berusaha masuk. Aksi inilah yang sem-

ddy/koran madura

pat menjadikan antara polisi dan warga terlibat aksi saling dorong. Semen-

tara itu, untuk membantu pengamanan, ratusan petugas bertopi putih dari PT KA juga membantu. Mereka ini datang dengan menumpang sebuah gerbong milik PT KA. Untuk pengamanan, petugas setidaknya telah menurunkan ratusan petugas polisi dari anti huru-hara Polrestabes Surabaya. Upaya perlawanan warga berakhir sia-sia. Satu persatu bangunan akhirnya dirobohkan. Pasca pembongkaran paksa, warga mengatakan, belum tahu harus ke mana. “Saya sengaja tidak keluar rumah, waktu eksekusi dilakukan, karena itu masih rumah saya dan orang tua saya, jadi saya bertahan di dalamnya. Kalau memang saya mati, biarlah mati di rumah sendiri,” ujar warga yang rumahnya bersebelahan dengan Kantor Kelurahan Perak Utara dan su-

dah rata dengan tanah. Menurut Catur, dia tidak mau pindah dari rumah yang bersebelahan dengan Kantor Kelurahan Perak Utara itu, karena memang belum ada kesepakatan besaran ganti rugi dari PT KAI yang membongkar rumahnya. “Rumah itu permeter persegi sempat dihargai Rp 250 ribu, tapi saya tolak, karena itu tidak masuk akal kalau dibanding dengan bangunan rumah yang ada,” jelas Catur. Akibat eksekusi yang dilakukan PT KAI yang dinilai sepihak, Ibu Catur yang ada di dalam rumah sempat shock dan di bawa ke rumah sakit, karena terkejut dengan eksekusi yang tanpa pemberitahuan dari PT KAI. Ditambahkan Catur, dia sudah lebih 50 tahun bersama keluarganya tinggal di rumah yang diekseksi PT KAI.(ddy)

PENYEBAB ASUSILA

Andris: Internet Picu Aksi Pencabulan

SURABAYA – Korban Pencabulan di Jawa Timur terus bertambah. Kali ini kekerasan seksual menimpa dua bocah asal Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan. Dua bocah usia 7 tahun dan 6 tahun dicabuli di kamar mandi mushola oleh seorang karyawan mebel, MY (21). Kejadian tersebut menambah daftar kasus pencabulan di Jawa Timur. “Untuk sementara, dari 40 kasus yang ditangani Subdit Renata Direskrimum Polda Jatim, 12 diantaranya merupakan perkara persetubuhan yang melibatkan anak di bawah umur,”. Ujar Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Andris S Wewengkang, Selasa (17/12).

Belasan kasus persetubuhan yang melibatkan anak di bawah umur ini diawali film porno maupun internet. Menurut AKBP Andris S Wewengkang, dari tayangan porno di film maupun internet para pelaku melakukan hubungan layaknya suami istri. Ia mencontohkan salah satu kasus yang ditanganinya, seorang anak berumur 11 tahun dengan remaja pria berusia 17 tahun yang keduanya tuna rungu dan nekat berhubungan intim di kamar mandi sekolah. "Keduanya mengaku mengenal seks melalui internet di ponsel yang mereka miliki. Dan kasus ini dilaporkan orangtua si gadis ke kami," ungkapnya.

Selain kemajuan teknologi, kata Andrias, faktor perhatian orang tua juga menjadi salah satu pemicu aksi cabul anak di bawah umur. "Faktor ekonomi juga menjadi pemicu aksi mesum anak di bawah umur. Anak remaja, selalu berkeinginan memiliki apa yang dilihat. Akhirnya, sebagian dari mereka berani melakukan hubungan intim demi mendapat imbalan yang dikarenakan pengaruh lingkungan karena salah dalam bergaul," ujarnya. Oleh karena itu, kata dia, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam perkembangan anak agar dapat menggunakan perkembangan IT yang bertumbuh pesat dengan

ddy/koran madura

BELAJAR. Anak-anak sedang belajar mengoprasikan komputer di salah satu Warnet (warung internet).

positif. "Tentunya pendidikan agama juga perlu diberikan agar iman anak anak kita makin kuat," pungkas Andrias. Sementara itu, kasus kekerasan seksual terbaru menimpa dua bocah asal Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan. Dua bocah usia 7 tahun dan 6 tahun dicabuli di kamar mandi mushola oleh seorang karyawan mebel, MY (21). Kasus ini terkuak setelah orang tua kedua korban melapor. MY (21) warga Kelurahan Wonosari Kecamatan Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan kemudian diamankan di rumahnya. Dari pengakuan pelaku, kata Sumarno, ia baru melakukan pencabulan satu kali kepada masing-masing korbannya. Tapi aparat masih menginterogasi pelaku, termasuk kemungkinan adanya korban lain. Pelaku yang masih bujang ini membujuk kedua bocah tersebut dengan memberikan uang Rp 3.000 jika mau menuruti kemauannya. Mereka dicabuli di kamar mandi mushola Miftahul Huda. Dari keterangan warga, lanjut Sumarno, pelaku memang sering terlihat di mushola untuk beribadah. Saat ini kasus ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Pihaknya masih menunggu hasil visum dari kedua korban dan terus meminta keterangan dari pelaku. (ddy)


LINTAS JATIM

5

RABU 18 DESEMBER 2013 NO.0263 | TAHUN II

Proyek Bikin Macet Ritual Akhir Tahun Pemerintah Berulang SURABAYA - Jelang akhir tahun, banyak proyek infrastruktur yang dikebut pemerintah. Sebagian besar berupa perbaikan dan pelebaran jalan mulai dari pengaspalan hingga pembetonan. Ada juga proyek perbaikan drainase. Masalahnya, proyek-proyek tersebut dikerjakan saat musim hujan. Di Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya misalnya. Proyek perbaikan drainase yang sedang dikerjakan oleh Pemkot. Sejak dua pekan lalu, backhoe membongkar pinggiran jalan untuk membuat got yang lebih besar. Akibat galian itu, sepanjang jalan Mayjend Sungkono kini becek dan kotor. Hujan deras membuat jalan jadi licin sehingga pengendara terutama motor harus memelankan lajunya. Ditambah angkutan kota yang ngetem di beberapa titik kemacetan semakin parah. "Kenapa sih setiap akhir tahun selalu ada proyek galian seperti ini. Kan musim hujan, bikin becek dan macet. Kenapa enggak saat musim kemarau kemarin-kemarin," keluh Sigit, warga Surabaya kepada Koran Madura, Selasa (17/11). Sigit mengaku waktu tempuh berkendara motor ke kantornya di kawasan HR. Muhammad bertambah hingga 30 menit akibat kemacetan galian itu. "Belum lagi ada galian Box Culvert di Mayjend Sungkono. Macetnya parah deh," tukasnya. Kemacetan parah juga dirasakan di Jalan Balongsari, tidak hanya pagi hari, kemacetan parah juga terjadi pada sore hingga malam hari di jalan tersebut. "Sudah sebulan ini pengerjaan jalan belum selesai. Jadi tiap pagi selalu macet panjang," kata Heri, salah satu warga Gedel, Selasa (17/11). Kemacetan ini akibat adanya perbaikan jalan dari Balongsari hingga Manukan. Targetnya, akhir Desember 2013 pengerjaannya selesai. Karena jalur sempit dan banyaknya volume kendaraan, di persimpangan Balongsari itu sering terjadi kemacetan. Jika musim hujan tiba, jalur yang sedang diperbaiki itu banjir. Karena tergenang dan licin, kerap kali banyak pengendara sepeda motor jatuh. Bahkan sejumlah kawasan di sekitar lokasi proyek pembangunan saluran air di Kota Surabaya terancam banjir. Pasalnya proyek yang dibawah kendali Pemerintah Kota Surabaya tersebut saat musim penghujan, air tidak bisa mengalir dengan sebagaimana mestinya. Pemkot Surabaya sendiri tampaknya sudah meminta semua kontraktor pelaksana proyek mempercepat penyelesaiannya. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Hendro Gunawan mengatakan, pihaknya telah meminta pengerjaan proyek saluran tidak hanya pada siang hari. Melainkan, pada malam hari proyek harus tetap dikerjakan untuk mengejar penyelesaian. “Kami sudah meminta percepatan pembangunannya. Bila perlu shift kerja malam atau kerja lembur di semua proyek saluran air telah dilakukan. Kami optimis percepatan pengerjaan bisa dilakukan secepatnya,” ujar Hendro. Agar kualitas bangunan tetap terjaga, Pemkot bahkan melibatkan seluruh Camat dan Lurah yang di wilayahnya ada pembangunan proyek saluran air untuk ikut melakukan pengawasan dengan ketat. “Terkait dengan masalah ini kami di Pemkot telah melibatkan semua pihak dalam rangka percepatan pengerjaan proyek saluran air,” tandas Hendro. Selain itu, ungkap Hendro, Pemkot juga meminta kepada pelaksana Proyek untuk tertib administrasi. Yakni, dengan memberikan laporan hasil pengerjaan proyek dan mengambil dana proyek. Ini dikarenakan masih banyaknya pelaksana proyek saluran air yang belum mengambil dana pembangunan. Hal itu berakibat pada rendahnya penyerapan anggaran proyek pembangunan. “Kemungkinan saat ini penyerapan anggaran proyek masih di kisaran 50 persen, tapi kami yakin menjelang akhir tahun penyerapan proyek bisa mencapai di atas 90 persen. Jadi rendahnya penyerapan anggaran hanya karena masalah administrasi saja sebagai dampak pelelangan yang juga agak mundur pelaksanaannya,” jelasnya. (ara)

IZIN PENDIRIAN REKLAME

Kejati Jatim Selidiki Dugaan Gratifikasi Reklame di Surabaya SURABAYA - Tim penyelidik pidana khusus (pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur terus berusaha mengungkap dugaan gratifikasi terkait izin pendirian reklame yang kian marak di Surabaya. Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidsus Kejati Jatim, Rohmadi menyatakan, saat ini pihaknya tengah memfokuskan penyelidikan terkait dengan perizinan titik reklame. Penyelidikan ini, diakuinya sebagai bagian dari penyelidikan uang 'siluman' senilai Rp 8 miliar yang ikut diusutnya. "Kita memang mengusut terkait dengan persoalan titik reklame," ujarnya.

Dalam kasus ini, kata Rohmadi, ada persoalan dalam mendapatkan titik reklame. Selama ini, secara kasat memang seakan-akan tidak ada masalah dalam mendapatkan titik maupun perijinan reklame. Namun, pihaknya menyadari, jika ada potensi gratifikasi dalam mendapatkan titik maupun perizinan reklame. Ia mencontohkan, jika dalam satu titik reklame ada lebih dari satu biro reklame yang menginginkannya, maka dipastikan akan terjadi kompetisi dalam mendapatkannya. Nah, proses dalam mendapatkan titik reklame inilah yang menjadi perhatian dari

penyidik. "Yang kita gali adalah mekanisme dalam mendapatkan titik reklame ini. Apakah melalui lelang, ataukah penunjukkan atau kah perpanjangan," ujarnya. Disinggung terkait dugaan gratifikasi, Rohmadi menyatakan jika hal itu pasti dapat terjadi apabila ada persaingan tidak sehat. Dan dalam kasus ini, dua pihak, yaitu penyuap dan yang disuap dapat dijerat pidana. Untuk memperkuat adanya dugaan gratifikasi dalam pembangunan reklame, dua pihak, yakni Pemkot dan pengusaha reklame akan dilaku-

Belum Ada Puso SURABAYA - Dinas Pertanian Jawa Timur menegaskan bahwa banjir yang melanda sebagian sentra pertanian di provinsi ini, seperti Bojonegoro, Lamongan dan Mojokerto, belum mengakibatkan puso atau gagal panen. "Kondisi ini karena lama tanaman terencam masih di bawah tiga hari, sedangkan padi akan gagal berfotosintesa bila terendam lebih dari empat hari," ujar Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur Wibowo Eko Putro kepada wartawan di Surabaya, Selasa (17/12). Pihaknya mengaku belum ada laporan sama sekali dari daerah tentang ancaman puso atau gagal panen. Ia berharap hal itu tidak terjadi di Jatim dan bisa segera diantisipasi. Ia menjelaskan, produksi padi Jatim hingga Desember 2013 telah mencapai 7,5 juta ton. Pemprov, lanjut dia, masih dapat menyumbang kebutuhan nasional sekitar 4 juta ton. "Sebenarnya, puso yang dialami tidak berpengaruh. Semisal, tahun lalu area terkena seluas 217 hektare,

namun hanya 0,0001 persen dari luas area," katanya. Kendati demikian, menurut dia, Jatim masih berpeluang mengalami puso pada awal tahun depan. Karena itulah pihaknya berharap segera ada antisipasi dari sejumlah pihak terkait. Sementara itu di lain pihak, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Provinsi Jatim memprediksi banjir besar akan menerjang daerah di aliran Sungai Bengawan Solo pada 25 Desember-8 Januari 2013. Di antaranya Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro. Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU Pengairan Provinsi Jatim Soenoko mengatakan, hujan baru turun hampir dua bulan terakhir, namun banjir dalam waktu seminggu ini sudah tinggi, khususnya di Pasuruan dan Bojonegoro. "Kali Lamong itu bukan anaknya sungai Bengawan Solo, tapi bagian dari pengelolaan wilayah sungai. Saat ini, Kali Lamong sudah menggenangi wilayah Benjeng-Gresik, Moroudi-Gresik dan Pakal-Benowo," kata dia. (ant/dik)

kan pemeriksaan. "Katanya sih, sejak 2012 lalu Pemkot sudah tidak menerbitkan izin titik reklame. Tapi itu hanya berlaku untuk titik reklame yang berada di ruang milik jalan (Rumijan) tapi tidak untuk Persil Pribadi," tandasnya. Persoalan terkait reklame di Surabaya memang tak kunjung usai, seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu DPRD Surabaya bahkan menyatakan Pemkot Surabaya berada di balik menjamurnya reklame - reklame bodong di kota Surabaya. Praktik ini lanjut Simon, menunjukkan Walikota Sura-

baya Tri Rismaharini, tak berdaya menghadapi pengusaha dan biro iklan reklame yang menginvestasikan modalnya di Surabaya. Terbukti, hingga detik ini, Pemkot Surabaya tidak memiliki superioritas untuk menegakkan Perwali 79 Tahun 2012. Pelanggaran reklame tembus atap banyak ditemui di Kota Surabaya. Pelanggaran reklame di Surabaya makin diperparah dengan berdirinya papan-papan reklame tembus atas bangunan rumah, yang dulu sempat dilarang, namun di Perwali 79 Tahun 2012, larangan reklame tembus atap dihilangkan tanpa alasan yang jelas.(ddy)

KARTU BPJS BELUM SIAP

Peserta Jamsos Tetap Gunakan Kartu Lama

ant/aguk sudarmojo

POTENSI LAHAN

ddy/koran madura

BERSAING. Salah satu sudut Kota Surabaya dipenuhi reklame. Persaingan pendirian reklame diduga mengakibatkan munculnya gratifikasi.

BANJIR BOJONEGORO. Warga berjalan melintasi genangan banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jatim, Selasa (17/12). Meluapnya sungai terpanjang di Jawa itu mengakibatkan ribuan warga mengungsi, ribuan hektare tanaman padi terendam banjir dengan kerugian mencapai Rp 4,6 miliar lebih.

BANJIR

Korban Masih Bertahan di Pengungsian BOJONEGORO - Sebanyak 1.675 korban banjir luapan Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian, karena banjir belum reda, bahkan air kembali merangkak naik. "Sebagian pengungsi saat ini sudah ada yang kembali ke rumahnya masing-masing, tapi sebagian lainnya masih bertahan di lokasi pengungsian, di antaranya Gedung Serbaguna milik pemkab di Desa Ledokwetan, Kecamatan Kota," kata Ketua BPBD Bojonegoro Amir Syahid, Selasa (17/12). Oleh karena itu, katanya, pemkab memperbanyak jumlah dapur umum di sejumlah lokasi yang masih terdapat para pengungsi, antara lain di sejumlah lokasi di Kecamatan Kota, Trucuk dan Kanor. "Setiap dapur umum rata-rata mampu memasak sedikitnya 500 bungkus sekali masak," tuturnya. Ia juga menjelaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bojonegoro Soehadi Moelyono juga menginstruk-

sikan kepada camat yang daerahnya dilanda banjir dari luapan Bengawan Solo untuk membuka dapur umum. Apalagi, katanya, luapan Bengawan Solo di daerahnya belum reda, bahkan ketinggian air pada papan duga di Bojonegoro naik menjadi

Setiap dapur umum rata-rata mampu memasak sedikitnya 500 bungkus sekali masak,”

Amir Syahid

Ketua BPBD Bojonegoro 15,00 meter (siaga III-merah), Selasa pukul 15.00 WIB. "Yang jelas bahan makanan cukup untuk mencukupi kebutuhan para pengungsi dalam beberapa ke depan," katanya, menegaskan. Data di BPBD setempat mencatat genangan banjir luapan Bengawan Solo di daerah setempat merendam 143

desa pada 15 kecamatan, di antaranya Kecamatan Trucuk, Kalitidu, Dander, Kota, Kapas, Balen, Kanor dan Baureno. Warga yang terkena dampak banjir sebanyak 8.482 kepala keluarga, di antaranya, sebanyak 1.675 jiwa mengungsi. Banjir juga merendam areal tanaman padi seluas 4.860 hektare dan palawija 661 hektare dengan perkiraan kerugian mencapai Rp6,327 miliar lebih. Sementara itu, seorang pengungsi asal Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Ramidjan, menjelaskan warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian di atas tanggul Bengawan Solo, selain asal Desa Ngablak, juga Desa Ngulanan, juga Kecamatan Dander. Warga, katanya, memilih bertahan di lokasi pengungsian dengan membuat tenda berikut ternaknya disebabkan air Bengawan Solo kembali naik . "Air banjir kembali menggenangi jalan di desa kami sejak pagi tadi, padahal sehari lalu sudah surut. Kalau jumlah ternak yang di tempat pengungsian ya ratusan ekor," jelasnya. (ant/gus/dik)

SURABAYA - Peserta program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) 2014 oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Jawa Timur tetap akan menggunakan kartu lama. Pasalnya,banyak ditemukan kekurangan. Salah satunya adalah belum adanya kartu bagi peserta BPJS. Padahal, sistem itu akan diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2014 mendatang, atau tinggal dua pekan lagi. ”Memang kami belum bisa mencetak karu BPJS untuk semua peserta. Memang pencetakan kartu akan dilakukan bertahap dan jika sudah selesai langsung kami distribusikan pada peserta,” ujar Kepala Divisi Regional VIII BPJS Jatim, dr Kisworowati pada wartawan, Selasa (17/12). Dia menjelaskan, meski belum ada kartu baru namun pelayanan kesehatan di rumah sakit tetap berjalan. Sebab, mereka bisa berobat dengan menggunakan kartu yang lama. Semisal untuk peserta PT Askes menggunakan kartu kuning, anggota TNI dan Polri memakai kartu anggota dan penerima jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) memakai karti hijau. “Untuk sementara memakai kartu yang lama meski nantinya BPJS sudah diberlakukan. Mereka tetap memperoleh perawatan kesehatan seperti dulu. Semuanya memang akan melebur menjadi satu sesuai dengan peraturan yang ada,” jelasnya. Soal bentuk kartu BPJS, masih lanjutnya, menyerupai kartu ATM (Ajungan Tunai Mandiri). Maka semua peserta BPJS akan memakai satu kartu dan tidak ada perbedaan antara peserta PNS, TNI Polri, swasta hingga Jamkesmas. Nanti berubah nama menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ketua Persatuan Rumah

Sakit Indonesia (Persi) Jatim dr Dodo Anondo menyatakan rumah sakit di Jatim siap mendukung pelaksanaan program dari BPJS, baik RS negeri maupun swasta. Meski begitu peserta SJSN saat berobat tidak boleh langsung ke rumah sakit kecuali darurat sehingga mereka harus menggunakan rujukan dari puskesmas. Tujuannya agar rumah sakit melayani pasien yang gawat. “Soal jumlah bed atau kasur di rumah sakit memang kurang. Namun begitu pemerintah siap menggelontorkan anggaran untuk peningkatan pelayanan,” tegas pria yang juga menjabat sebagai direktur RSU Dr Soetomo itu. Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Harsono mengatakan pada pemberlakuan SJSN tahun 2014 mendatang masih banyak kekurangan. “Pasti masih ada yang tercecer, dan harus segera kita tindak lanjuti. Jangan sampai nanti ada kesan pasien tidak mampu tidak direken (diterima) di RS (rumah sakit), ini yang kita hindari,” ujarnya. Ke depan, jelas Harsono, seluruh peserta yang masih ditanggung oleh Jamkesda akan beralih ke BPJS. Menurutnya proses ini akan memakan waktu yang cukup lama hingga tahun 2016 mendatang. Dan diapun mengakui bahwa pasti ada data yang tercecer. “Kita akui itu, namun kita harus nututi (mengejar) agar semua data Jamkesda masuk ke BPJS secepatnya,” jelasnya. Dia mengatakan, peralihan dari Jamkesmas dan Jamkesda menjadi BPJS itu setidaknya membutuhkan waktu tiga bulan. “Nanti setelah tiga bulan akan ada peralihan setelah semuanya dilimpahkan,” tandasnya. (ara)


6

PROBOLINGGO

RABU 18 DESEMBER 2013 NO.0263 | TAHUN II

TEKAN PENYEBARAN HIV/AIDS

Satpol Jaring 4 PSK - 1 Mucikari

fud/koran madura

AKSI DEMO. 147 karyawan PT Sasa Inti Gending Kabupaten Probolinggo yang terkena PHK melakukan aksi demo di depan Perusahaan PT Sasa Inti, Jalan Raya Desa Gending Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, Selasa (17/12).

147 Karyawan Menyoal Profesionalisme Direksi PROBOLINGGO - Sebanyak 147 karyawan PT Sasa Inti Gending Kabupaten Probolinggo, yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Selasa (17/12), melakukan aksi demo. Di duga ada proses permainan direksi, terkait proses PHK yang dilakukan pada 12 November kemarin. Aksi demo berlangsung sejak pukul 08.00 WIB di depan Perusahan PT Sasa Inti, Jalan Raya Desa Gending Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo. Para karyawan yang ikut dalam demo membawa poster yang bertuliskan kekecewaan atas proses PHK yang diberikan pihak perusahan. Salah satu karyawan yang tergabung dalam demo tersebut, Hudori menuturkan pemberhentian dari pihak perusahaan kepada dirinya dan karyawan lainnya, dinilai tidak

profesional. Karena proses pemberhentiannya dalam waktu yang relatif singkat. “Saya kaget, ketika langsung menerima surat PHK dari perusahaan. Kenapa proses PHK waktunya dadakan begini,” keluhnya, sembari membawa poster protes dalam aksi itu. Menurutnya, kalau memang ada PHK dalam perusahaan ini, setidaknya ada informasi jauh-jauh hari. “Masak dalam waktu 6 hari saja PHK di PT Sasa Gending terjadi. Kalau perusahaan be-

nar-benar profesional. PHK kurang 3 bulan sudah ada pemberitahuaan. Sehingga ini terkesan ada permaianan yang kurang sehat kepada karyawaan dalam perusahaan ini,” terang Hudori. Karyawan yang di PHK oleh perusahaan ini, lanjut Hudori, awalnya ada 165 orang. Namun yang positif di PHK sebanyak 147 karyawan. Sedangakan sebanyak 18 karyawan selamat dari PHK.“Yang disayangkan, banyak karyawan yang masih berumur muda. Padahal mereka masih energik tenaganya untuk bekerja. Tetapi perusahaan masih melakukan PHK pada usia itu,”tandasnya. Ia menambahkan, pesangon yang diberikannya dinilai tidak wajar. Karena banyak karyawan yang mendapatkan pesangon tidak sesuai

dengan ketentuan ketenaga kerjaan.”PHK yang dilakukan oleh pihak direksi kurang bijak terhadap karyawan,” tandas Hudori. Hudori mengaku, akan terus melakukan upaya perjuangan terhadap teman-teman karyawan atas hak yang seharusnya dia miliki.“Kalau aksi ini tidak mendapatakan tanggapan serta solusi yang terbaik, maka karayawan yang terkena PHK akan terus malakukan aksi sampai tujuan awalnya bisa tercapai,” ucapnya. Ia juga mempertanyakan kepada perusahan dengan melakukannya PHK kepada 147 karyawan tetap. Pihak direksi masih membuka peluang kerja untuk tenaga kontrak.“Berarti perusahaan ada main atas semua ini,” pungkas Hudori.(fud)

PROBOLINGGO - Untuk mengurangi penyebaran penyakit HIV AIDS di Kabupaten Probolinggo, pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), gencar melakukan operasi pekat di beberapa wilayah. Dalam operasi, berhasil meringkus 4 Pekerja Seks Komersial (PSK) dan 1 mucikari. Tempat yang menjadi sasaran operasi berada di dua lokasi, yakni di wilayah Kecamatan Lumbang dan Desa Tigasan Kulon Kecamatan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Operasi tersebut dimulai sejak pukul 09.00 WIB, Selasa (17/12). “Dari dua lokasi, Satpol PP berhasil mengamankan 2 PSK dan 1 Mucikari di Kecamatan Lumbang. Sedangkan di Desa Tigasan Kulon Kecamatan Leces hanya 2 PSK ,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Ahmad Aruman. Ahmad Aruman, mengatakan secara serentak bergerak kelokasi, dan operasi dibagi menjadi dua tim. Upaya yang dilakukan pihak Satpol PP dalam operasi pekat ini, bertujuan untuk mencegah prostitusi di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Larangan tersebut, sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 05 tahun 2005 tentang Pemberantasan Prostitusi. Selain itu, untuk mengurangi penyebaran virus HIV AIDS yang dinilai di Kabupaten Probolinggo angkanya fantastis. “Kami akan mempertahankan dan menegakkan aturan tentang larangan prostitusi. Ini dilakukan, untuk mencegah penyebaran penyakit yang mamatikan itu,” terangnya. Menurutnya, empat PSK dan 1 mucikari yang terjaring, langsung di gelandang ke kantor Dinas sosial untuk dilakukan pembinaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memberikan pencerahan dan siraman rohani kepada para PSK. Kemudian para PSK yang terjaring operasi, lanjut dia, akan dilakukan tes kesehatan yang akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Ketika ditanya tentang langkah selanjutnya atas razia tersebut, Ahmad Aruman, mengaku akan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Sosial. Apakah PSK akan dikembalikan ketempat asal

atau dikirim ke panti rehabilitasi. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Mashuri Efendi memberikan pencerahaan kepada para PSK agar tidak melakukan kembali dan segera meninggalkan profesi tersebut. Terpisah, Dinas Kesehatan melakukan pengambilan sample darah kepada para PSK. Jika dari PSK dinyatakan positif HIV AIDS, maka akan dilakukan pengobatan. Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatana Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Proboilinggo, dr. Dyah Kuncarawati, membenarkan angka pengidap penyakit HIV AIDS Kabupaten Probolinggo sangat tinggi. Dari data Dinkes, sejak tahun 2000 - Desember 2013 jumlahnya mencapai 604 orang. Dengan rincian, 418 orang yang masih hidup dan176 orang telah meningal dunia.“75 persen dari jenis kelamin perempuan. Sedangkan yang 25 persennya dari golongan kaum lakilaki,”ujarnya.(fud)

ALAT TRANSPORTASI

Bentor Masih Marak Beraktivitas PROBOLINGGO - Becak motor (bentor) di jalan raya Probolinggo masih banyak melintas di jalur pantura. Padahal langkah yang dilakukannya justru membahayakannya. Seperti yang terlihat di daerah Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Pemilik bentor, Suhadi (45) di daerah kecamatan Paiton. Ia mengaku, dengan muatan yang berlebihan itu sudah terbiasa dilakukannya, meski mlintas di jalan raya. Hal itu, terpaksa dilakukannya karena bentor merupakan sumber penghasilan baginya.“Saya nggak tahu kalau bentor ini dilarang oleh pemerintah kalau akhir tahun 2013 ini sudah dilarang,”

AKP WARIH HUTOMO Kasatlantas Polres Probolinggo

terangnya, Selasa (17/12). Menurutnya, muatan yang berlebihan membuat dirinya tidak bolak-balik m e n g a n g k u t n y a .” K a l a u

bolak-balik tambah banyak pengeluarannya bensin mas. Takutnya tidak sesuai dengan ongkos dari pemilik tembakau yang dimuatnya,” ucap Suhadi, pria yang sudah bercucu dua itu. Menyikapi hal itu, Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Warih Hutomo, kepada wartawan, mengatakan langkah yang dilakukan Suhadi tersebut merupakan hal yang salah. Karena melanggar aturan, dan bisa membahayakan pada pengendara dan penumpangnya. “Itu sangat berpotensi penyebab kecelakaan karena bentor bukan kendaraan yang memiliki standar angkutan umum ,”pungkasnya. (fud)

MUSIM HUJAN

Akses Jalan Bromo Licin PROBOLINGGO - Di musim penghujan tahun ini, akses jalan obyek wisata gunung Bromo licin. Licinnya akses jalan Bromo tersebut sangat membahayakan bagi para wisatawan. Hal ini disampaikan Ketua BPD desa Sukapura, Hari Purnomo kepada wartawan, Selasa (17/12). "Akses jalan menuju Bromo sekarang licin," katanya. hud/koran madura

DIAMANKAN. Berjumlah 7 janin hasil aborsi yang ditemukan petugas saat melakukan olah TKP. Petugas berhasil menangkap pelaku Seninten alias Buyam (61) yang dilakukan terhadap korban Saisah (14) warga Pulau Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo.

RAZIA

Polisi Gerebek Tempat Praktik Aborsi PROBOLINGGO – Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kota Probolinggo menangkap seorang pelaku praktik aborsi. Penangkapan terhadap tersangka Seninten alias Buyam (61) dilakukan polisi setelah berhasil mengungkap kasus aborsi yang dilakukan tersangka terhadap korban Saisah (14) warga Pulau Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. "Kami melakukan penyidikan terhadap Seninten (65) yang akrab dipanggil Buyam, karena korban yang mengalami pendarahan akibat keguguran mengaku pernah diurut oleh tersangka sebelumnya," kata Kapolres Probolinggo Kota, AKBP. Iwan Setyawan, usai melakukan olah TKP, di Dusun Polai, RT 03 RW 01, Desa Sumendi Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Selasa (17/12) sore. AKBP. Iwan Setyawan menjelaskan, penggerebekan terhadap tersangka tersebut setelah adanya

laporan dari masyarakat yang mengetahui adanya praktik aborsi. "Saat ini kasusnya masih dalam pengembangan untuk penyelidikan. Berdasarkan olah TKP, ditemukan 7 janin bayi yang dikubur di dalam dapur tersangka,” katanya. Ia mengatakan, selain meringkus tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. "Barang bukti itu kami sita untuk bahan penyelidikan selanjutnya. Sedangkan tersangka telah diamankan di Mapolres Probolinggo Kota,”tandas AKBP. Iwan Setyawan. AKBP. Iwan Setyawan menambahkan, pihaknya akan terus menyelidiki kasus ini karena tidak tertutup kemungkinan sudah banyak korban-korban aborsi lain dari praktik yang dilakukan tersangka Tersangka yang kini mendekam di sel Mapolres Probolinggo Kota akan dijerat pasal 348 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(hud).

Licinnya akses jalan menuju Bromo tersebut, kata dia, akibat cuaca yang hampir setiap hari turun hujan. Bahkan, hujannya terkadang sejak pagi hingga sore hari. Meski akses jalan menuju obyek wisata andalan Kabupaten Probolinggo itu kini licin, namun tidak sampai mengurangi angka pengunjung Bromo. "Kalau pengunjung Bromo saya kira tetap," tandasnya. Hal ini terlihat masih banyaknya wisatawan yang datang. Apalagi kini sudah menjelang hari Natal dan Ta-

Akses jalan menuju Bromo sekarang licin,”

Hari Purnomo Ketua BPD Desa Sukapura

hun Baru. Bahkan, sejumlah hotel dan penginapan terlihat penuh. Hari menjelaskan, karena

akses jalan menuju Bromo licin, pihaknya berharap agar para wisatawan lebih berhatihati. Apalagi jalan menuju Bromo berliku-liku. Diketahui sebelumnya, akibat cuaca hujan, jalan aspal menuju Bromo longsor sepekan lalu. Kejadian longsor itu terjadi di daerah desa Wonokerto. Beruntung, kejadian itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Akibat longsornya jalan tersebut, Dinas PU dan kantor BPBD Kabupaten Probolinggo segera melakukan pembersihan. "Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu," ujar Kepala BPBD setempat, Dwi Joko. Menurut dia, untuk menormalkan akses menuju Bromo yang longsor itu, pihaknya segera tanggap dengan menurunkan petugas ke lokasi kejadian.(ugi).

ugi/koran madura

MEMBAHAYAKAN. Para pekerja proyek sedang melakukan perbaikan jalan obyek wisata gunung Bromo yang licin karena sangat membahayakan bagi para wisatawan.

ugi/koran madura

HARGA NAIK. Peternak sedang memanen ikan lele untuk segera dijual dengan harga yang mahal menjelang hari natal.

PETERNAKAN

Jelang Natal, Harga Lele Naik PROBOLINGGO - Jelang natal tidak hanya bahan sembako saja yang mengalami kenaikan, namun harga ikan lele sejak sepekan terakhir ini mengalami kenaikan. Bahkan naiknya harga ikan lele mencapai Rp 750 perkilo. Hal ini disampaikan salah seorang peternak ikan lele, Edi kepada wartawan, Senin (17/12). "Sejak beberapa hari ini harganya naik," katanya. Kini harga ikan lele sebesar Rp 12.500 perkilo dari harga sebelumnya Rp 11.500 perkilo. Menurut Edi, dirinya mengaku tidak tahu apa faktor terjadinya kenaikan harga tersebut. Diperkirakan kenaikan itu terjadi akibat dampak menjelang hari Natal dan Tahun Baru. Sehingga kebutuhan konsumsi ikan lele semakin meningkat. "Itu harga peternak. Kalau harga di pasaran lebih mahal lagi," terang dia.

Di sejumlah pasar wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo, harga ikan lele tembus hingga Rp 17 ribu sampai Rp 18.000 perkilo. Edi menjelaskan, beternak ikan lele kini cukup prospek. Hal ini dikarenakan harga ikan lele yang terus meningkat. Bahkan, sejak beternak ikan lele, Edi tidak perlu lagi bingung mencari pangsa pasar. "Setiap kali panen sudah ada pedagang yang datang kesini," kata dia. Sementara itu, Kepala Dikopindag Kota Probolinggo, Zainullah saat dikonfirmasi terkait antisipasi melonjaknya harga sembako menjelang tahun baru, akan melakukan pantauan pasar. Tidak hanya itu, namun Diskopindag juga akan menggelar oeprasi pasar di sejumlah pasar yang ada di wilayah Kota Probolinggo. (ugi).


OPINI

7

RABU 18 DESEMBER 2013 NO. 0263 | TAHUN II

Misi Kebangsaan Nusantara

salam songkem

Rakyat oh Rakyat

M

enjelang pemilu, rakyat pasang kuda-kuda. Sebagian dari mereka berencana memposisikan dirinya sebagai “barang mahal”. Mereka berikrar akan datang ke TPS apabila “dibayar” melalui politik transaksional. Kompetensi caleg menjadi nomor ke sekian sebab menganggap uang segala-galanya. Situasi inilah yang menjadikan inspirasi bagi psikolog bahwa pasca pemilu orang “gila” semakin banyak populasinya. Pemerintah seharusnya cepat tanggap atas darurat sipil politik ini. Situasi pemilih sudah kacau dengan menganggap calon legislatif khususnya incumbent sudah bergelimang dana. Seakan-akan, pemilu menjadi saat yang tepat untuk “bertamu” kepada caleg. Ini bias dari keputusan Mahkamah Konstitusi yang membuat sistem pemilu menjadi bergeser. Semula, peserta pemilu adalah partai politik dan saat ini peserta pemilu seolah-olah sangat caleg. Sampai kapan situasi ini akan terus berlangsung ketika rakyat sudah bukan lagi mau makan apa tetapi berhasrat makan siapa? Demokrasi itu bukan segala-galanya untuk membuat bangsa menjadi lebih baik. Jika semua keputusan ditentukan oleh rakyat dengan model pemahaman yang melampaui batas serupa pemilu 2014, apa jadinya? Inilah kenyataan paling horor dan lebih vampir lagi manakala pemerintah hanya berpangku tangan. Padahal, fakta sudah menunjukkan bahwa maraknya korupsi antara lain dipicu oleh sistem politik yang menuntut keluarnya banyak daya, dana, dan darah (tiga da). Secara matematis, caleg atau kepala daerah dengan pemilu model ini dituntut mengeluarkan tiga da. Out put dari pemilu dengan model seperti itu tidak menjamin SDM terpilih menjadi lebih baik. Karena itu, negara harus mencari cara yang lebih baik agar rakyat tidak makan rakyat. Dalam pemilu, negara harus mengembalikan kedaulatan partai yang secara undang-undang jelas dinyatakan sebagai peserta pemilu. Pemilu itu berbeda dengan pilkades yang konstituennya terbatas pada satu desa saja. Tetapi bila pemilu dibuat seperti pilkades dengan rakyat yang jauh lebih jelimet dan tanpa jaminan yang terpilih menjadi lebih baik, maka sengsaralah negeri ini sebab kapitalisme politik telah memangsa marhaen. Dalam sistem kapitalisme politik, rakyat menganga dan memangsa siapa saja yang dianggap “halal” diterkam. Padahal, masih banyak caleg yang benarbenar ingin memperbaiki bangsa dari satuan terkecil seperti di kabupaten/kota. Masih banyak pula caleg incumbent yang baik dan pantas dipilih lagi karena terbukti memikirkan rakyat. Tetapi manakala rakyat menganggap sama terhadap semua caleg baik yang kompeten maupun yang impoten dari sisi profesionalitas, rakyat sudah tersesat, terseret, dan perlu dikoreksi. Negara wajib mengambil alih situasi darurat sipil politik ini agar omnivora politik yang mengaku bernama rakyat tidak merajalela. (*)

Pada edisi Senin 16 Desember 2013, Koran Madura Taneyan Lanjang menurunkan foto lepas gambat sampan yang dihias untuk ritual petik laut. Petik laut dan tradisi selametan lain tradisi khas Nusantara, sekalipun sebagian orang yang sentimen agama menganggapnya sebagai perbuatan yang mengalahi agama. Mereka menyebutnya perbuatan takhayyul, bid’ah, dan khurafat.

S

aya kadang-kadang tertawa, merasa lucu melihat orang-orang yang berusaha memerangi tradisi khas Nusantara. Tradisi itu sudah menyublim, menyatu dengan akar dan realitas masyarakat. Menjadi tak mungkin untuk digusur oleh teks-teks agama yang berusaha dibenturkan. Agama pun akan kehilangan tajinya, bila berbenturan dengan budaya yang sudah mengakar. Tekstualitas akan sulit dibenturkan dengan kontekstualitas, hasil dari lokalitas. Yang bisa dilakukan, dalam konteks masyarakat Nusantara, adalah meneladani Wali Songo. Walisongo tidak menggusur tradisi, tapi berusaha mewarnai tradisi dengan nilainilai keislaman. Cara-cara ini diang-

H

A

dan lainnya, secara tidak langsung juga memberikan sumbangan besar bagi keutuhan NKRI. Tentu saja, bangsa arab dan Timur tengah tidak ada tradisi ini. Akhirnya, hari ini, timur tengah, bangsa arab bisa dipecah belah oleh asing. Misi kebangsaan lain, bahwa petik laut, ada penghormatan pada laut. Laut bukan hanya dianggap sebagai ekosistem, melainkan dulu, laut digunakan sebagai jalur untuk bisa menguasai dunia. Kerajaan besar Nusantara, semisal Majapahit, adalah penguasapenguasa laut. Negara ini mempunyai potensi besar pada laut. Dikenal pula sebagai negara maritim. Hari ini, kekayaan laut hanya dieksplotasi untuk kepentingan kaum kapitalis, semisal eksplorasi untuk migas. Kaum kapitalis sudah lupa untuk menjaga ekosistem alam. Namun tidak, bagi masyarakat desa yang merayakan petik laut itu. Alam perlu disyukuri, dihormati dan dijaga keberadaannya. Inilah spirit hablum minal alam yang ditampilkan oleh orang desa. Mencintai alam, sekaligus berusaha mengembalikan kejayaan Nusantara dilautan. Misi-misi ini kadang memang

*) Mahasiswa STITA Sumenep dan berproses di PMII Komisariat STITA.

Menyuburkan Paradigma Spiritual

Merawat Profesi idup manusia untuk dijalani. Meskipun begitu, hidup tetap butuh perawatan. Sebab selama sehat, hidup ini sangat murah. Namun ketika sudah sakit, maka hidup akan menjadi mahal. Merawat hidup ternyata penting, namun juga penting merawat profesionalisme. Tak ubahnya profesionalisme, merawat hidup pun harus tetap terkontrol baik. Jangan sampai melalaikan selektivitas dalam mengkonsumsi makanan, minuman, maupun jamu, meskipun untuk menjaga hidup agar tetap sehat dan selamat dari penyakit. Dalam konteks ini, di Madura dan sekitarnya dihebohkan dengan jamu merk ‘Tongkat Madura’, yang konon dapat mengatasi masalah keputihan kaum perempuan. Jamu ini hanya bagian ikhtiar alternatif pengobatan sebagaimana obat-obat lain. Siapa pun yang mengkonsumsinya bisa mendapat dua pilihan, sembuh atau tetap terjangkit keputihan. Sungguh pun begitu, bila penyakit telah menimpa, berbagai obat pun biasanya akan dicoba, dengan harapan diantaranya ada yang manjur, dapat menyembuhkan. Karena sistem pengobatannya berbeda dengan jamu selainnya, Tongkat Madura harus dimasukkan ke alat vital, dinilai sangat mengancam kesehatan. Sehingga peredarannya harus segera dihentikan. Merk tersebut yang sudah beredar harus ditarik kembali, agar tidak menyebarkan bahaya pada konsumennya. Bila membahayakan sebagaimana dikatakan oleh Kabid Pengujian Produksi Terapi, Apza, Kosmetik, dan Obat Tradisional Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) Surabaya, Retno Kurpaningsih, seharusnya jamu “Tongkat Madura’ tidak mendapatkan izin dari Disperindag dan Dinkes. Realitasnya ‘Tongkat Madura’, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangkalan Abd Rozaq, sudah mengantongi izin dan malah pernah dipamerkan di Surabaya dan Jakarta, sehingga konsumen merasa aman dengan izin dari instansi terkait tersebut. Bila muncul paradoksi pemahaman dari pihak BPPOM, maka rakyat yang menjadi konsumen jamu tersebut akan mempertanyakan profesionalisme Disperindag, Dinkes, dan BPPOM. Mana diantara mereka yang benar-benar objektif menguji jamu keputihan itu. Jangan-jangan instansi terkait tersebut mengeluarkan izin karena profesionalismenya telah terbeli. Bila ini yang terjadi, seharusnya produsen jamu tersebut juga membeli BPPOM, agar obat tersebut tetap aman beredar, untuk beberapa tahun kemudian bergelimpangan korban-korban akibat pihak yang berwenang lebih mengedepankan aspek niaga daripada profesionalitas dan keselamatan konsumen. (*)

gap sangat ampuh untuk menjadikan Islam sebagai nilai yang inheren dan bisa diterima oleh masyarakat banyak. Saya membayangkan, bahwa merekamereka itu, yang pengen memurnikan Islam katanya, mungkin lupa atau tidak pernah belajar sejarah, bahwa Islam bisa diterima di Nusantara, adalah berkat pendekatan tradisi yang dilakukan oleh Wali Songo. Betapapun, setiap tradisi, selalu punya dimensi lain, yang kadang-kadang tidak ditemukan di setiap ajaran agama. Saya menilai, tradisi petik laut bisa dimaknai sebagai bentuk, adanya solidaritas masyarakat Nusantara dan adanya misi kebangsaan yang terselip di dalamnya. Solidaritas dimaksud, bahwa momen semacam petik laut, membuktikan ikatan sosial masyarakat terikat dengan kuat. Ikatan kuat dan bentuk kebersamaan di dalam masyarakat, dibuktikan dengan merayakan petik laut. Di sinilah titik penting dan benang merahnya. Kebersamaan itu mengandaikan masyarakat desa jauh dari konflik sosial dan bentrokan, dengan motif apapun, yang berusaha dilakukan oleh luar. Tradisi petik laut

tidak menjadi kesadaran oleh banyak orang. Apalagi oleh mereka yang hanya memandangnya sebagai suatu kesalahan, berupa bid’ah, takhayyul, dan khurafat. Yang dipikirkan, bukannya berupaya merawat khazanah Nusantara, malah berusaha untuk menggantinya dengan tradisi luar, berupa tradisi arab, yang tidak punya nilai Nusantara. Saya malah berkeyakinan, jika tradisi itu dihilangkan, secara tidak langsung, berarti telah menghilangkan misi kebangsaan Nusantara, yang telah berkembang dari masa lalu. Menghilangkan itu semua, sama halnya akan menjadikan nasib Indonesia, sama seperti bangsa-bangsa dari Arab. Berantakan, bisa dipecah belah, kisruh tak berkesudahan, hingga hari ini. Meski demikian, memang yang perlu dibenahi, adalah kenyataan, sebagian petik laut terlalu dirayakan secara berlebihan. Semisal dengan merayakan memakai dangdut, pesta minuman keras, hingga bentuk kemaksiatan lainnya. Kadar ini memang perlu disesali dan layak untuk selalu dievaluasi di berbagai sisi. Saya malah tertarik dengan dilakukan oleh masyarakat kepulauan Raas. Masyarakat di dearah ini, memang setiap tahunnya selalu merayakan petik laut. Perayaannya memang tidak jauh beda, yakni malarung makanan ke laut sebagai bentuk syukuran, namun setelahnya, dirayakan dengan tahlilan dan istighasah yang dipimpin oleh para kiai. Bentuk lainnya, adalah makan bersama, sebagai bentuk solidaritas masyarakat. Usut punya usut, ternyata, aktivitas begini dipelopori oleh para kiai dan santri. Sungguh luar biasa. Para santri telah menjadi lakon menarik dari setiap perubahan. Selamat melakukan petik laut.=

Era milinium adalah era yang serba canggih, yang mayoritas mengukur kesuksesan segala sesuatu dan pola hidup dengan materi. Pola pikir bebas, serta keluar dari ajaran agama merupakan kegemaran dan kebahagiaan hidup. Orang yang hidup di era milinium ini telah dianggap tidak sukses meskipun telah menyandang sebuah title akademis yang bagus tanpa ada bentuk konkret yang ditampilkan secara material.

H

al yang seperti demikian menjadi tidak tabu lagi untuk kita dengar dan lihat di lingkungan kita sendiri yang kebanyakan orientasi hidup kali ini menjadi serba material oriented. Bahkan stratifikasi social yang ada dimasyarakat kebanyakan memposisikan material (kekayaan) sebagai nomor satu. Serta banyaknya hal-hal yang masih mengarah pada material oriented tersebut yang biasa kita bahasakan menuhankan dunia (materi-alistik). Sehingga tradisi dan mentalitas di era sekarang ini bukan lagi agama dijadikan solusi untuk menjawab persoalan – persoalan hidup. Tetapi merupakan kebanggaan dan kebiasaan pragmatis (uang dan material) yang menjadi solusi dari apa yang dihadapi dalam hidupnya. Menitik dari adanya sebuah realita tersebut, maka banyak hal-hal yang tidak dinafikan lagi telah dilakukan oleh seseorang di era milinium yang keluar dari koridor agama serta aturan social lain guna memenuhi terhadap apa yang menjadi tuntutan, kebutu-

han, dan pradigma era milinium ini. Yaitu seseorang bisa dikatakan sukses dalam menjalani kehidupan apabila seseorang tersebut mempunyai barang mewah dan harta yang banyak. Seperti halnya rumah, mobil serta barang – barang mewah lainnya. Dari adanya stigma seperti demikian menimbulkan tindakan-tindakan naïf dalam kehidupan seseorang. Seperti banyaknya korupsi, perampokan, mencuri, menipu, mabuk-mabukan, free sex, calo, dan lain sebagainya. Hal tersebut merupakan akses dari adanya stigma material oriented di atas atau dalam bahasa yang lain memposisikan dunia diatas segalanya. Maka dari itu, nilai-nilai spiritual terutama nilai-nilai spiritual islam urgen sekali untuk dijadikan orientasi manusia dalam menyelesaikan problematika kehidupan, seperti emosi, gelisah, selalu marah-marah dalam mejalani hidup, yang diakibatkan oleh tuntutan hidup. Berparadigma spiritual dalam diri seseorang sangat urgen, disebabkan dalam nilai-nilai spiritual akan menyadarkan jiwa dan pola pikir seseorang, sehingga mereka tidak memposisikan dunia diatas segalanya. Hal tersebut akan terealisasi dengan melakukan reformulasi pemikiran. Pertama, berdzikir, sebab dizaman sekarang banyak orang yang stress dan mengalami gangguan jiwa. Hal itu disebabkan ketidakmampuan seseorang dalam menghadapi ganasnya gaya hidup ini yang berakibat patal terhadap spikologi (jiwa) dan tindakan seseorang. Padahal sudah jelas di dalam Al-Qur’an sebagai landasan spiritualitas dan landasan hidup yang sangat prinsip yaitu “alaa bidzikrillahi, tathmainnul qolub”, “ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati akan tenang”. Ajaran seperti inilah yang seharusnya selalu dijadikan pedoman dalam hidup, agar bagaimana menjalani hidup dengan lebih enjoy dan nyaman di dalam menghadapi tantangan zaman ini. Berdzikir tidak terbatas ketika melakukan ibadah, tetapi setiap detak detik jantung. Hal itu tuntutan dari Al-Qur’an yautu “berdzikir kepada Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring”. Kedua, menguatkan iman, sebab orang yang keimanannya tidak kuat akan gampang akan terpengaruh oleh

keganasan budaya modern yang menuntut bagaimana hidup harus serba tercukupi dan harus sama dengan orang lain. Dan ketika hal itu tidak bisa dicapainya, maka stress dan tindakan yang keluar dari aturan agama akan dilakukan. Padahal didalam ajaran agama diajarkan bahwa segala yang ada di dunia ini merupakan implementasi dari adanya ketentuan zaman azali. Yang menentukan terhadap kejadian di dunia ini. Artinya segala bentuk kejadian, baik itu menyenangkan maupun tidak harus dikembalikan kepada yang menciptakannya. Yang terpenting bagaimana proses yang kita lakukan dan do’a yang kita panjatkan untuk memenuhi kebutuhan. Ketiga, bertadabbur, dalam hal ini kita merenungi makna Al-Qur’an sebab Al-Qur’an diturunkan sebagai petunnjuk bagi setiap manusia untuk menjalani kehidupan. Sebab Al-Qur’an sebagai Obat dan Rahmat, sebagaimana Firman Allah yang muhkam yaitu “Dan kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang beriman”. Dan tidak tabu lagi bahwa Isi dari Al-Qur’an sudah lengkap dalam segala aspek kehidupan maka urgen untuk mengamalkan agar hidup kita menjadi tenang. Ajaran-ajaran spiritual yang demikian tidak akan banyak berpengaruh untuk membentuk manusia berparadigma spiritual yang mumpuni, jika ajaran spiritual hanya sebatas lahiriyah (jasad) sebab manusia terdiri dari unsur lahiriyah (jasad) dan Rohaniyah (rouh). Unsur rohaniyah lebih berpengaruh dai unsur lahiriyan sebah unsur lahiriyan hanya sebatas bungkus dari roh sendiri, unsur rohaniyah yang menggerakkan unsur lahiriyah. Maka urgen sekali, nilai-nilai spiritual dilakukan oleh unsur ruhaniyah, sehingga seseorang terhindar dari penyakit hati. Menurut A.A Bill, seorang spikoanalisis, “individu yang benar-benar religius tidak akan pernah sakit jiwa”. Ungkapan A.A Bill ini menunjukkan bahwasannya jika seseorang di dalam dirinya (jiwa) telah terbentengi oleh nilai-nilai agama (spiritualitas), maka hidupnya tidak gampang goyah dan mengalami stress serta gangguan pikir lainnya yang akhir-akhir ini banyak menimpa umat. Hal demikian

bisa dilakukan dengan bertasawuf, dengan bertasawuf orang akan benarbenar religius (Islam kaffah). Berthoriqot yakni berbai’at kepada salah satu guru mursyid dari thoriqot itu sendiri, dalam bahasa tasawuf yakni ditalqin oleh guru mursyid kedalam qalbu kita dengan nama Allah, sehingga jiwa dan tubuh kita terbentengi oleh nilai-nilai spiritualitas. Oleh sebab itu, urgen sekali berthoriqot, orang tidak berthoriqot akan fasik yakni berbuat maksiat seperti tidakan di atas. Hal ini berujuk pada perkataan Imam Malik ra, “Orang yang bersyariat tanpa berthoriqot akan menjadi fasik (berbuat maksiat) dan orang yang berthoriqot dan tidak bersyariat akan menjadi kafir (zindik) dan orang yang bersyariat dan berthoriqot adalah benar” ketika manusia hanya bersyariat tetapi dia tidak berthoriqot maka dia seperti pepatah “STMJ” (Shalat Terus Maksiat Jalan). Dan ruang lingkup dari ajaran thoriqot yaitu membersihkan hati dan jiwa dari penyakit hati dan membentenginya malalui proses tahalli (membersihkankan hati dan jiwa dari dosa, nafsu dan penyakit jiwa), takholli (menghiasi diri dengan shalat, berdzikir, dan membaca Al-Qur’an, dan tajalli(jiwa dan hati sudah bersih dan selalu mengingat dan bersama Allah). Jika hati dan jiwa bersih maka pola pikir dan tingkah laku akan bersih dan tidak berstigma material oriented, atau menuhankkan dunia. Dengan demikian, apabila nilainilai spiritual yang mumpuni itu menjadi pradigma bagi setiap individu. Maka bentuk yang sekiranya menyimpang dari ajaran agama yang merugikan diri sendiri dan orang lain akan bisa dihindari. Juga akan membantu di dalam memecahkan masalah dan kebutuhan hidup. Sebab kunci serta inti hidup adalah hati yang tenang dan bersih. Apabila hati tenang dan bersih, maka segala rintangan serta tantangan hidup akan dilalui dengan sempurna. Inilah inti dari spiritualitas. Sehingga pada akhirnya kesuksesan akan diraih dan problem-problem yang menimpa umat kali ini akan bisa teratasi.= *) Pengurus Pondok Pesantren Al-Kautsar; Jl. Lawangan Daya II 06 Pamekasan. Lawangan Daya Pademawu Pamekasan.

Pemimpin Redaksi Abrari (Non Aktif), Wakil Pemimpin Redaksi Zeinul Ubbadi, Redaktur Ahli M. Husein, Redaktur Pelaksana Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari, Sekretaris Redaksi Benazir Nafilah, Admin Indriani Y.M, Tata Letak Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Desain Grafis Ach. Sunandar, Khoiril Anwar, Fotografer Mahardika Surya Abriyanto (Non Aktif), Website Hairil Anwar, Biro Sumenep M. Hayat (Kepala), Syamsuni, Junaidi, Biro Pamekasan G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Ali Syahroni Biro Sampang Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H, Junaidi, Biro Bangkalan Moh. Ridwan (Kepala), Doni Harianto, Biro Surabaya Endra Franata (Kepala), Hana Diman, Ari Armadianto, Joeli Hidayati, Dedy Bashori, Biro Probolinggo M. Hisbullah H (Kepala), Sugianto, Mahfud Hidayatullah, Biro Jakarta Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy Kontributor FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia), Manajer Pemasaran Moh. Rasul Accounting Ekskutif Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim (Pamekasan), G. A. Semeru (Surabaya) Penerbit PT. Koran Madura, Komisaris Rasul Djunaidi, Direktur Utama Abrari, Direktur Keuangan Fety Fathiyah, Alamat Redaksi Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, email koranmadura@ymail.com, opini.koranmadura@gmail.com, Telepon/Fax (0328) 6770024, No. Rekening BRI 009501000029560, NPWP 316503077608000 http:// www.koranmadura.com/ | Wartawan Koran Madura dibekali ID Card (kartu pengenal) dan tidak diperkenankan menerima imbalan berupa apapun dari narasumber


OL AHRAGA

88

RABU 18 DESEMBER 2013 NO. 0263 | TAHUN II

RABU 18 DESEMBER 2013

Roma Gagal Dekati Juventus Setelah Diimbangi AC Milan 2-2

AS Roma harus puas dengan raihan satu angka setelah hanya bermain imbang 2-2 dengan AC Milan di San Siro, Senin (16/12) waktu setempat atau Selasa (17/12) dini hari WIB. Hasil ini membuat Roma masih menempati urutan kedua tetapi gagal mendekati Juventus. “Giallorossi” harus tertinggal lima angka dari juara bertahan yang bertengger di puncak klasemen setelah melumat Sassuolo empat gol tanpa balas akhir pekan lalu. Roma datang ke San Siro dengan tekad meraih poin penuh. Menurunkan trio Mattia Destro, Adem Ljajic, dan Gervinho, pasukan “Serigala” tampil menyerang sejak menit awal. Sementara Milan yang mengandalkan Mario Balotelli di lini depan terlihat lebih menunggu lawan di barisan pertahanan sambil melakukan serangan balik cepat. Keberanian Roma untuk mengambil inisiatif serangan berbuah manis ketika mereka sudah mampu memimpin pada menit ke13. Kevin Strootman melakukan tusukan ke dalam kotak penalti dan melepaskan umpan silang datar ke muka gawang. Destro yang berlari dari belakang tanpa kesulitan menyontek bola ke gawang yang sudah tidak terkawal. Kebobolan cukup cepat, Milan akhirnya sedikit demi sedikit mulai menguasai jalannya pertandingan. Gol penyama kedudukan akhirnya datang ketika memasuki setengah jam laga berjalan. Berawal dari sepak pojok, bola ditanduk oleh Muntari ke tiang jauh. Christian Zapata yang terlepas dari kawalan berhasil menanduk masuk bola tanpa bisa dihentikan Morgan De Sanctis. Kegembiraan Milan nyaris buyar selang satu menit ketika Michael Bradley mampu men-

STATISTIK

Januzaj Yakin Moyes Akan Raih Trofi

AC MILAN Offside Pelanggaran Sepak Pojok Throw-in Dribble Tekel

3 13 4 19 11 30

MANCHESTER - Penyerang Manchester United Adnan Januzaj yakin pelatih David Moyes akan meraih trofi pada musim pertamanya di Old Trafford. Walaupun, di bawah asuhan mantan pelatih Everton itu, MU kini terpuruk di peringkat delapan klasemen sementara Liga Utama Inggris dan tertinggal 10 poin dari Arsenal yang duduk di puncak klasemen. Keyakinan Januzaj didasarkan pada kesuksesan Moyes mengantar MU melaju ke babak 16 besar Liga Champions. Harapan masuk ke perempat final pun membuncah, setelah di babak 16 besar itu, Setan Merah hanya bertemu tim Yunani, Olympakos, yang kekuatannya belum terlalu diperhitungkan di Eropa. “Dia akan meraih trofi. Jangan lupa, ini pelatih baru. Semuanya baru. Dia harus diberi waktu. Menurut saya, dia seorang pelatih yang bagus. Semua pemain siap bekerja keras sama seperti dia dan semuanya akan datang,” kata pemain muda kelahiran Belgia tersebut. Pemain yang diperebutkan oleh beberapa tim nasional itu baru-baru ini diberi perpanjangan kontrak selama lima tahun, menyusul penampilan gemilangnya di tim senior MU. Dia pun yakin, Old Trafford adalah tempat yang tepat baginya untuk meningkatkan permainannya. “Saya bahagia di sini. Ketika saya pindah ke Manchester, saya ingin bermain bersama tim utama. Sekarang saya ingin bertahan di sini, bermain selama mungkin dan menjadi seorang pemain terbaik, sebisa mungkin,” tutupnya. (espn/aji)

Penguasaan Bola

81%

46%

Umpan Sukses

AS ROMA Offside Pelanggaran Sepak Pojok Throw-in Dribble Tekel

0 13 7 27 8 25

Penguasaan Bola

84%

54%

Umpan Sukses

jangkau bola muntah hasil kemelut di dalam kotak penalti. Namun, sepakannya berhasil disapu bek Milan tepat ketika menyentuh garis gawang. Dari tayangan lambat terlihat bola belum sepenuhnya bergulir melewati garis, sehingga tidak disahkan menjadi gol oleh wasit. Memasuki interval kedua, kedua tim tampil lebih agresif. Akan tetapi, Roma kembali mengambil momentum di menit-menit awal. Ketika laga baru berjalan lima menit, Roma mendapatkan penalti menyusul pelanggaran yang dilakukan kiper pengganti Gabriel terhadap Gervinho. Strootman yang menjadi eksekutor tidak kesulitan menaklukkan sang penjaga gawang yang hanya terpaku melihat bola mengarah ke pojok kanan gawangnya. Meskipun unggul, Roma terlihat enggan mengendurkan serangan. Pada menit ke64, Fransesco Totti dimasukan menggantikan Destro sekaligus menandai come back-nya setelah absen sebulan lebih. Di menit

Valencia Pecat Pelatih VALENCIA - Valencia memecat pelatihnya Miroslav Djukic pada Senin (16/12) setelah menelan kekalahan 0-3 dari Atletico Madrid dan menempatkan mereka di papan tengah klasemen sementara La Liga. Pemecatan Djukic itu diumumkan oleh presiden klub Amadeo Salvo. Kontrak Djukic sebenarnya baru berakhir pada musim panas 2014 mendatang. Menanggapi keputusan pihak klub, Djukic mengaku menghargai keputusan tersebut. “Saya tidak ingin mengomentari keputusan ini. Saya menghormatinya. Saya hanya mengharapkan yang terbaik untuk Valencia dan meminta agar tim bersatu supaya bisa bergerak lebih maju lagi,” kata Djukic. Djukic adalah mantan bek internasional Serbia yang pernah juga bermain untuk Valencia selama enam tahun. Dia mengambil alih kursi pelatih Valencia musim panas lalu setelah sukses selama dua musim bersama Valladolid. Sejak kedatangannya di Mestalla, dia berjanji membangun sebuah tim yang kuat dan bersaing dengan dua raksasa Spanyol Barcelona dan Real Madrid. Sayang tekad tersebut tidak terwujud. Yang terjadi justru mereka kalah bersaing dengan Atletico Madrid yang menjadi pesaing utama Barcelona dan Real Madrid musim ini. Kesalahan terbesar klub itu adalah menjual Roberto Soldado ke Tottenham Hotspur pada musim panas lalu. Hingga saat ini, Djukic belum menemukan seorang pemain yang menggantikan peran Soldado di Valencia. Pelatih tim muda Valencia, Nico Estevez, didapuk sebagai pelatih sementara klub berjulukkan kelelawar putih itu. Dia memimpin tim saat menjalani laga Copa Del Rey melawan Nastic Tarragona pada Kamis (19/12) dan saat melawan Real Madrid pada akhir pekan ini.(espn/aji)

ARENA SEA GAMES 2013

IMBANG. Gelandang AC Milan Sulley Ali Muntari melindungi bola yang hendak direbut penyerang sayap AS Roma Gervinho pada laga yang berlangsung di San Siro Milan, Senin. ke-66, Milan mencoba menambah daya gedor dengan memasukan Alessandro Matri menggantikan Andrea Poli. Tidak ingin dipermalukan lawan di depan pendukung sendiri, “Il Diavolo” terus melancarkan serangan ke jantung pertahanan Roma yang dikawal Mehdi Benatia dan pemain pengganti Burdisso yang masuk di babak pertama setelah Leandro Castan cedera. Kerja keras tim tuan rumah akhirnya terbayar di menit ke-77, sodoran Balotelli di kotak penalti tidak disia-siakan oleh Muntari yang melepaskan tembakan keras mendatar ke tiang dekat yang gagal diantisipasi De Sanctis sehingga Roma harus puas menutup laga dengan hasil imbang. “Secara taktik, kami bermain lebih baik di babak kedua. Kami lebih berani mengontrol laga daripada Roma meski-

pun berisiko meningkatkan serangan balik mereka,” ujar arsitek Milan Massimiliano Allegri seusai laga. Di kubu lawan, pelatih Roma Rudi Garcia mengaku cukup kecewa timnya gagal meraih poin penuh. Namun, ia bertekad mempersembahkan kemenangan di depan pendukung sendiri saat Roma menjamu Catania akhir pekan ini. “Kami akan melakukan apapun untuk memenangi laga kandang terakhir sebelum jeda kompetisi. Ini akan sangat bagus jika kami menutup tahun dengan koleksi lebih dari 40 poin. Itu artinya kami menjalani paruh pertama dengan sangat baik. Tim ini juga belum terkalahkan dari 16 laga dan itu menunjukan kualitas kami,” ucap Garcia. (espn/aji)

Luis Suarez Kunci Liverpool Raih Gelar Musim Ini LIVERPOOL - Bek Liverpool Kolo Toure mengungkapkan, keberhasilan Liverpool menjuarai Liga Utama Inggris musim ini akan membuat Luis Suarez makin bahagia di Anfield. Suarez sudah ingin hengkang dari Liverpool musim panas lalu karena ingin bermain di Liga Champions. Beberapa klub seperti Arsenal dan Real Madrid meminatinya. Bahkan Arsenal sudah secara resmi mengajukan tawaran tetapi ditolak “The Reds”. Menurut Toure, kebangkitan Liverpool hingga duduk di peringkat kedua klasemen sementara Liga Utama Inggris musim ini akan membuat Suarez bertahan di Anfield pada musim jendela transfer musim dingin Januari 2014 dan bahkan hingga waktu yang lama. “Dia berada di sini dan kami mencintainya karena dia adalah seorang pemain besar. Tentu saja kami tidak ingin kehilangan dia dan pindah ke tim lain. Saya kira, sekarang dia bisa melihat bahwa semua pemain ingin berjuang dan mencoba meraih gelar musim ini,” kata mantan bek Manchester City dan Arsenal itu. Pelatih Liverpool Brendan Rodgers sendiri belum memikirkan gelar juara Liga Utama Inggris musim ini. Tetapi Toure menegaskan bahwa mereka adalah salah satu calon peraih gelar juara liga musim ini, setelah melumat Tottenham Hotspur dengan skor telak 5-0 di White Hart Lane akhir pekan lalu. “Kami penantang. Setiap pertandingan penting buat kami dan saya kira kami memulai laga melawan Tottenham dengan sangat bagus, sangat kuat dan kami bermain sebagai sebuah tim. Kami bertarung merebut bola, menyerang, dan bertahan secara bersama. Dan, ini sangat penting bila ingin meraih gelar juara,” kata bek Timnas Pantai Gading itu. (Sky Sports/aji)

ant/widodo s. jusuf

MILAN - AC Milan berhasil menahan ambisi AS Roma yang sedang berjuang memepet Juventus di puncak klasemen sementara Liga Serie A Italia.

Winger muda Manchester United Adnan Januzaj saat perayaan gelar Liga Primer Inggris 2012-2013.

Tiga pemanah putri Indonesia (kiri-kanan) Ika Yuliana, Titik Kusumawardani dan Diananda Choirunisa usai memenangkan babak final kategori Tim Recurve Putri di Komplek Olahraga Wunna Theikdi, Naypyitaw, Myanmar, Selasa (17/12)

Ika Cs Akhirnya Menyumbang Emas untuk Indonesia NAY PYI TAW - Ika Yuliana dan kawan-kawan akhirnya menyumbangkan emas bagi Indonesia setelah mengatasi Vietnam pada nomor recurve beregu putri SEA Games 2013 di lapangan Panahan Wunna Theikdi Naypyitaw, Selasa. Selain Ika Yuliana, atlet panahan yang menyumbangkan emas pertama panahan untuk kontingen Indonesia itu adalah Titik Kusumawardani dan Choirunisa setelah menang 212-200 dari tim Vietnam. “Rasanya kayak ditodong dan dituntut untuk dapat emas. Tapi tidak ada dukungan penuh. Tapi akhirnya dapat emas,” kata atlet yang mempunyai nama PEROLEHAN MEDALI SEMENTARA lengkap Ika Yuliana Rochmawati itu. SEA GAMES 2013 MYANMAR Menurut dia, kunci (Selasa sampai pukul 14.00 WIB) kemenangan pada no Es Pr Pg mor recurve beregu putri ini adalah masing-mas1. Thailand 60 49 51 2. Vietnam 45 38 46 ing individu bermain de3. INDONESIA 42 54 55 ngan bagus serta saling 4. Myanmar 42 39 44 mengisi. Hal ini mem5. Malaysia 26 24 46 buat tim lebih solid se6. Singapura 22 20 29 hingga bisa memberikan 7. Filipina 12 19 24 hasil terbaik. 8. Kamboja 4 7 12 Perasaan bangga 9. Laos 3 7 21 nampak terlihat pada Ti10. Brunei 1 1 4 tik Kusumawardani. Bah11. Timor-Leste 1 0 1 kan penyumbang perak Ket: Es : Emas | Pr : Perak | Pg : Perunggu dari nomor recurve 70 meter ini tertegun dan sulit berbicara saat diminati komentar terkait raihan emas ini. “Gimana ya..... Semoga emas ini menjadi pembuka untuk meraih emas-emas berikutnya,” katanya dengan penuh gembira. Begitu juga dengan Choirunisa. Gadis berambut panjang ini juga tak kalah senangnya dengan Titik Kusumawardani. Emas yang diraih ini merupakan buah dari latihan keras yang dijalani saat ini. Sementara itu manajer tim panahan Indonesia Alman Hudri mengatakan perjuangan Ika Yuliana dan kawankawan luar biasa. Apalagi lawan yang dihadapi juga memiliki akurasi yang tinggi sehingga perolehan poin ketat. “Dibabak terakhir cukup berat. Tapi mereka telah menunjukkan kebersamaan mereka sehingga mampu meraih yang terbaik,” katanya. Menurut dia, setelah SEA Games, Ika Yuliana dan kawan-kawan akan terus menjalani pemusatan guna menghadapi Asian Games 2014. Selain itu ditambah dengan Erwina juga dipersiapkan untuk olimpiade. (ant/dar)


Taneyan Lanjang RABU 18 DESEMBER 2013 NO.0263 | TAHUN II

RABU

18 DESEMBER 2013

1 9

NARKOBA

Kasus Narkotika Naik 100 Persen SAMPANG - Kejari Sampang mengungkapkan, peredaran narkotika pada tahun 2013 di Kota Bahari mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2012. Pada tahun ini sudah terdapat 34 kasus, sementara pada tahun sebelumnya hanya ada 12 perkara. Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang melalui Kasi Pidana Umum (Pidum) Bagus Wicaksono menyatakan, dari data yang ada kasus penyalahgunaan narkotika di daerahnya yang telah ditangani sepanjang tahun 2013 mengalami lonjakan sangat siknifikan jika dibandingka dengan tahun 2012 lalu. Terbukti untuk tahun ini sudah terdapat 34 kasus, sementara ditahun sebelumnya ada 12 perkara. "Data statistik kami untuk 2013 ini ada 34 perkara narkoba. Memang ada peningkatan secara signifikan untuk tahun 2013, karena pada tahun 2012 ada 12 perkara. Sehingga peningkatannya mencapai 100 persen lebih," ungkapnya Selasa (17/12). Bagus menambahkan, jenis narkoba yang ditangani secara umum yaitu jenis sabu, sehingga ini menjadi kewajiban semua pihak untuk terus menekan peredarannya dan mengurangi penyalahgunaannya. Selama kurun waktu tahun 2013, Kejari Sampang telah melaksanakan dua kali pemusnahan barang bukti. Yang pertama dilakukan pada bulan Juli lalu di Pamekasan dengan bertepatan pada peringatan hari Bhakti Adhyaksa dan kedua bulan Desember, di antaranya 100,4 gran sabu, 1848 obat daftar G serta satu buah bong atau alat hisab sabu. "Kebanyakan jenis yang beredar yaitu jenis sabu di Kabupaten Sampang ini dan sudah dua kali kamimelakukan pemusnahan barang bukti," pungkasnya. (jun/lum)

ant/m risyal hidayat

PERSEBAYA SURABAYA MELAWAN PERSEPAM MADURA. Pesepak bola Persebaya Surabaya, Novri (bawah) berebut bola dengan pesepak bola Persepam Madura United, Fachruddin (atas) dalam pertandingan grup A Piala Gubernur Jawa Timur 2013 di Stdion Gelora Bangkalan, Bangkalan, Madura, Jatim, Selasa (17/12). Pertandingan tersebut berakhir imbang dengan skor 0-0.

APBD Belum Pro Rakyat Program dan Anggaran Tak Jauh Beda dengan Tahun Lalu SUMENEP - Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 Kabupaten Sumenep masih menggelinding di DPRD setempat, namun sudah menuai sorotan. Belanja pegawai tidak sebanding dengan biaya program untuk kepentingan masyarakat.

fauzi/koran madura

DEMO. Sejumlah guru di lingkungan Kantor Kemenag Pamekasan melakukan unjukrasa menuntut pencairan dana tunjangan mereka.

TUNJANGAN TAK CAIR

Guru Demo BTN PAMEKASAN - Sejumlah guru non pegawai negeri sipil (non-PNS) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan berunjukrasa ke Kantor Bank Tabungan Negara (BTN), di Jl Kabupaten Selasa (17/12), kemarin. Para guru ini demo, karena tunjangan profesi guru yang disalurkan melalui bank itu tak kunjung dicairkan. Aksi para guru ini dimotori aktivis Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK). Mereka memulai aksinya dari perempatan pegadaian di Jl Deponegoro, longmarch menuju kantor BTN. Sepajang rute demo, mereka menggelar orasi sambil membentangkan sejumlah poster berisi kecaman bahkan ada yang berisi umpatan. Diantaranya bertuliskan berikan hak guru, BTN hanya numpang, dan poster bertuliskan BTN jangan rampas uang guru. Orasi para demonstran ini terus berlanjut hingga ke kantor BTN. Disana mereka berorasi secara bergantian mendesak agar dana tunjangan profesi guru segera dicairkan. Mereka beranggapan dana itu seharusnya sudah dicairkan sejak 5 Desember lalu. Hasan Basri, korlap aksi menilai, BTN tidak profesional dalam mengelola tunjangan guru non PNS di lingkungan Kemenag. Sebab dana itu sudah masuk ke rekening guru, namun saat hendak dicairkan kembali ke saldo awal. BTN dinilai tidak bisa menjaga kepercayaan yang sudah dijalin selama ini. “Kami sangat kecewa dengan pelayanan BTN. Karena hak guru ini seharusnya tidak dipersulit,” katanya. Kepala Kantor BTN Pamekasan, Farah Werdimansyah mengatakan dana tunjangan sertifikasi guru itu akan dicairkan minggu ini. Kini pihaknya masih memverifikasi ATM seluruh guru penerima tunjangan. Dia mennnnnjelaskan penundaan pencairan dana tunjangan profesi ini tidak ada tendensi apapun, kecuali hanya sebagai bentuk kehati-hatian BTN, agar tidak terjadi kesalahan. “Kami tidak ingin, kesalahan yang dulu terulang. Makanya kami sangat hati-hati dalam menanganinya. Mulai sekarang, uang itu sudah masuk di rekening penerima, jadi silakan cek di rekening masing-masing,” katanya. Menurutnya pencairan dana tunjangan ini akan dilakukan secara bertahap, agar tidak terjadi antrian dan desak-desakan. Setiap harinya, pencairan tunjangan akan dilakukan kepada 100 guru. (uzi/rah)

Sekretaris PCNU Sumenep A. Dardiri Zubairi mengungkapkan, dari tahun ke tahun APBD Sumenep memang lebih mementingkan belanja pegawai dibandingkan program kerja. Kepentingan publik terkesan diabaikan. "Ini rumus klasik. APBD terkesan berpihak pada aparatur. Sedangkan untuk program yang menyentuh masyarakat sangat rendah," katanya saat diminta komentarnya. Data di nota Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), dari total anggaran Rp 1,52 triliun di rancangan APBD 2014, untuk belanja pegawai mencapai Rp 800 miliyar atau sekitar 70 persen. Sedangkan sisanya 30 persen untuk

kepentingan publik, seperti infrastruktur. Menurut mantan Direktur Lakpesdam itu, alokasi anggaran yang cukup besar untuk belanja pegawai seharusnya berbanding lurus dengan pelayanan prima. Namun, kenyataanyna masih banyak pelayanan yang dikeluhkan masyarakat. ”Gaji yang besar itu harusnya bisa memberikan efek pada pelayanan yang baik pula,” ungkapnya. Sementara Wakil Ketua Banggar DPRD Muhammad Husin mengungkapkan, dalam RAPBD tahun 2014 terjadi ketimpangan. APBD lebih berpihak kepada belanja pegawai daripada belanja publik. ”Belanja publik berupa program itu sangat kecil hanya 30 persen, be-

lum lagi diambil honorarium panitia. Yang mungkin sisanya tinggal 10 persen saja nanti,” ucapnya. Anggota Komisi C DPRD tersebut menjelaskan bahwa RAPBD itu kurang tepat sasaran. Oleh karenanya, pihaknya melalui komisi-komisi sudah melakukan rasionaliasi kembali anggaran di masing-masing SKPD, termasuk memangkas belanja alat tulis kantor (ATK) agar komposisi belanja aparatur dan publik bisa mencapai 55 dan 45 persen. ”Dan kita sudah bersepakat dengan Tim Anggaran, agar anggaran-anggaran yang tidak pro rakyat itu dirasionalisasi kembali. Dan itu kini sudah dibahas bersama SKPD terkait,” jelasnya. Anggota dewan asal kepulauan ini mengatakan, setelah dilakukan rasionalisasi bersama SKPD terkait terungkap ada kesan copy paste. Maka, tak salah jika draf APBD 2014 hampir sama dengan APBD yang

tahun-tahun sebelumnya. “Program dan anggarannya tidak jauh beda dengan tahun lalu. Sehingga jika APBD dinilai timpang memang tidak didapat disalahkan. Kami sudah banyak mencoret program yang foya-foya saja,” ungkapya. Sekkab Sumenep, Hadi Soetarto, belum bisa diminta keterangan terkait masalah ini. Saat wartawan Koran Madura menghubungi telepon genggamnnya tidak merespon. Meski nada sambung pribadinya aktif. Demikian pula dengan pesan singkat yang dikirimkan. Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset (DPPKA) Carto masih belum bisa menjelasakan secara detail. Sebab, yang bersangkutan mengaku masih rapat. ”Tapi, silakan lihat perkembangan selanjutnya. Ini baru tahap awal pembahasan. Makanya, menunggu tuntasnya pembahasan di komisi,” ungkapnya. (sym/yat)

BELANJA PEGAWAI 852.038.889.084,00

852.608.749.701,00

732.457.756.235,20 654.406.259.395,00 584.504.907.199,00 485.356.747.049,00

Sumber: Lakpesdam NU Sumenep

KOORDINASI PIMPINAN LEGISLATIF

Pansus Ditunda Tak Berbatas Waktu BANGKALAN - Rapat panitia khusus (Pansus) tata tertib DPRD Bangkalan berjalan alot dan tidak mendapatkan titik temu, sehingga rapat tersebut diskorsing hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Penundaan tersebut disebabkan terjadinya silang pendapat para anggota terkait batasan koordinasi pimpinan legislatif dan kelengkapan struktur dewan selain Bamus dan Banggar. Menurut Ketua Pansus, para anggota dewan hendak mengajukan tatib terkait batasan koordinasi Pimpnan DPRD dan kelengka-

pan dewan selain Bamus dan Banggar. Sayangnya hal ini tampaknya tidak dikehendaki para pimpinan hingga sidang berlangsung alot dan diskors hingga batas waktu yang tidak ditentukan. "Awalnya, Pansus tatib ingin mengatur batasbatas yang jelas fungsi koordinasi antara pimpinan dewan dan alat kelengkapan legislatif. Sebut saja semua komisi, BK, Baleg, dan Pansus," kata Moh. Ikhsan, Ketua Pansus Tatib. Apalagi selama ini tidak ada regulasi yang jelas terkait batasan koordinasi. Sehingga perlu kiranya

Pansus merumuskan agar hal itu diatur melalui keputusan Pimpinan DPRD Bangkalan. Dengan demikian, kedepannya tidak ada lagi overlapping koordinasi akibat tidak jelasnya batasan koordinasi. "Hemat saya tetap harus diatur, karena dalam Peraturan Pemerintah nomor 16 tahun 2010 tentang Tata Tertib Anggota Dewan, belum diatur. Hanya saja menjelaskan fungsi koordinasi antara pimpinan dan Bamus beserta Banggar," jelasnya. Menanggapi begitu alotnya rapat Pansus tatib anggota dewan, Wakil Ketua

DPRD Bangkalan, H. Rizki mengatakan penundaan rapat pansus terpaksa dilakukan, karena bahasan pansus tidak fokus pada permasalahan dan terkesan melebar. "Terbentuknya pansus ini kan mengamanatkan untuk merubah tentang struktur organisasi dan tata kelola (SOTK) bagian keuangan. Namun, dalam perjanalanannya, bahasan pansus ini melebar kemana-mana, karenanya saya tawarkan kepada temanteman untuk diskors dulu guna menyamakan persepsi," paparnya. (dn/rah)

Enny Syahiratul Lailiyah Mahasiswi

Guru Menginspirasi

P

Guru yang menginspirasi adalah mereka yang menjunjung tinggi profesionalisme sebagai pendidik. Ia dengan total mengajari mereka yang haus akan ilmu, bahkan tak masalah walau ia rela tak digaji, hanya satu tujuan, mendidik dengan ikhlas demi nusa dan bangsa. Sebab menjadi guru itu mulia, tidak melulu mikir berapa ia dapat gaji, tetapi berpikir sejauh mana ia mampu mendidik, membimbing, dan membina anak didik dengan baik. Enny Syahiratul Lailiyah, perempuan kelahiran Sumenep, 08 Juli 1995 merupakan salah satu perempuan yang ingin menjadi guru yang menginspirasi bagi banyak orang. Menampilkan perilaku yang baik dan pantas untuk diteladani. Sehingga, menjadi guru tidak hanya menjadi tukang yang menunggu petunjuk. Perempuan yang yang tinggal di Jl. Raya Gapura Baban tersebut kini sedang menempuh pendidikan di kampus di STKIP PGRI sebagai mahasiswi jurusan PGSD semester 1. Ia mengambil jurusan PGSD bukan hanya sekadar memilih, tetapi pilihan itu sesuai dengan cita-citanya, menjadi guru. “Saya ingin menjadi guru yang menginspirasi bagi semuanya, bisa diteladani dan mampu menjadi menjunjung tinggi semangat profesionalisme, sebab ukuran menjadi guru bukan hanya tuntutan profesi, tetapi karena ia ingin memberikan ilmu bagi yang membutuhkan,” ucapnya. Oleh karena itu, diusinya yang masih muda itu, ia ingin terus berusaha belajar yang giat agar nanti impiannya tu benarbenar tercapai. Sehingga, di sela-sela ia sibuk kuliah, ada kegiatan-kegiatan lain yang ia tekuni, yakni aktif di kegiatan keorganisasian. Itung-itung ia menambah pengalaman yang banyak sebelum pada saatnya tiba, menjadi guru yang menginspirasi ia sandang. Namun, ia sadar bahwa menjadi guru yang menginspirasi tidak mudah, butuh usaha dan tekad yang kuat, termasuk mencari pengalaman lain di luar sana untuk menambah. (Sym)


10

SUMENEP

RABU 18 DESEMBER 2013 NO. 0263 | TAHUN II

TERANCAM: Proyek Kali Marengan terus dikebut, Selasa (17/12). Sebentar lagi akan memasuki pergantian tahun dan kemungkinan penyelesaikan proyek tersebut molor.

SUMENEP – Penyelesaian Proyek Normalisasi Banjir Kali Marengan diperkirakan molor. Sampai detik ini, pengerjaan proyek melalui dana APBN itu masih banyak yang belum tuntas. Masih terdapat sekitar 40 persen pekerjaan yang belum tuntas. Sementara batas kontrak kerja hingga akhir Desember.

Kepala Dinas PU Pengairan Sumenep, Eri Susanto, menjelaskan, sesuai dengan kontrak kerja rekanan, pengerjaan proyek itu harus tuntas akhir Desember ini. Sedangkan pekerjaannya sampai detik ini masih cukup banyak. ”Pekerjaanya masih banyak. Jadi, kami pesimistis bisa tuntas tepat waktu,” katanya, Selasa (17/12). Eri belum bisa menjelaskan penyebab molornya penyelesaian proyek senilai Rp 17,9 miliar. Sebab, pelaksanaan proyek tersebut masih sedang berlangsung. ”Kita tunggu sampai batas waktu yang ditentukan. Apabila memang tidak sesuai target, ya sudah pasti akan dikenakan denda,” ungkapnya. Apabila pengerjaan proyek betul molor maka molor akan diberikan toleransi penuntasan realisasi hingga 50 hari ke depan dari target akhir kontrak. Itu akibat proyek tersebut bagian dari APBN, bukan kontrak dengan pemerintah daerah. Meski begitu, denda harian itu tetap berjalan. “Pemborong itu akan tetap dikenakan denda sesuai dengan waktu perpajangan. Jika waktu penyelesaiannya masih lama, denda akan dihitung berdasar waktu tambahan yang belum tuntas dikerjakan kontraktor. Lantaran ini bukan proyek pemerintah daerah, sehingga yang menentukan tender semua dari Surabaya,” pungkasnya.

DUGAAN KUCURAN DANA HIBAH

Kita tunggu sampai batas waktu yang ditentukan. Apabila memang tidak sesuai target, ya sudah pasti akan dikenakan denda.

Eri Susanto

Kadis PU Pengairan Sementara anggota Komisi C DPRD Sumenep, A. Fausi Hasyim, mengingatkan penyelesaian proyek normalisasi Kali Marengan itu. Politisi PBB ini meminta pekerja tetap memrhatikan aspek kualitas. ”Meski sudah hampir berakhir kontrak, jangan asal mengerjakan harus melihat kualitasnya. Sehingga, tidak akan cepat rusak,” katanya. Dia mengungkapkan, setidaknya dengan adanya proyek itu bisa menekan banjir yang hampir setiap tahun terjadi. Namun, apabila dengan adanya proyek itu ternyata masih saja ada banjir maka ini perlu dipertanyakan efektifitasnya. ”Makanya, kualitas itu jadi penting. Jangan sampai pekerjaanya kejar tayang,” ungkapnya. (edo/yat)

Kadisbudparpora Tidak Takut Dipanggil Kejaksaan SUMENEP – Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep, Bambang Iriyanto, menyatakan siap mempertanggung jawabkan dugaan pencairan dana hibah sebesar Rp 2,1 miliar untuk PSSI dan KONI. Dirinya tidak hanya siap melakukan klarifikasi di depan anggota dewan, namun juga mempertanggung jawabkan secara hukum. ”Untuk memanggil saya tidak semudah itu, harus melalui prosedur yang ada. Bahkan kami tidak akan takut mau dipanggil ke Kejaksaan. Saya siap,” katanya. Lebih lanjut dia mengatakan, dirinya mengaku tidak berani untuk melakukan pencairan dana yang bersumberkan dari APBD sebelum selesai dibahas di DPRD. ”Kami selalu hati-hati dalam melakukan pencairan dana itu, apalagi dana itu bersumber dari APBD. Perlu diketahui PAK itu selesai pada bulan September kemarin,” ungkapnya

Wakil Ketua Banggar DPRD Muhammad Husin mengatakan, apabila terbukti ada pencairan dana hibah sebelum pembahasan PAK (perubahan anggaran keuangan) jelas melanggar aturan yang berlaku. ”Yang biasa, dananya ada dulu, baru setelah itu dicairkan. Kalau ini benar dananya belum ada, sudah mau dicairkan kan tidak masuk akal,” ucapnya. Dia menjelaskan, semun bantuan melalui APBD harus melalui aturan yang ada. Yakni, dana itu bisa dicairkan apabila sudah selesai dianggarkan baik dalam APBD maupun PAK. ”Semuanya harus mengikuti mekanisme yang ada. Jika tidak maka itu sudah pelanggaran namanya,” kata politisi asal Kangean ini. Anggota Komisi C DPRD Sumenep mengatakan, memang ada bantuan yang tanpa harus menunggu selesainya pembahasan PAK. Namun bantuan itu yang bersifat mendesak saja. ”Kalau untuk bantuan yang ber-

KAFE TAK BERIZIN

PEMINDAHAN JABATAN

SUMENEP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep masih berencana melakukan penutupan secara paksa terhadap sejumlah kafe yang sudah jelas tidak mengantongi izin dan beralih fungsi menjadi tempat karaoke. Kepala Satpol PP Abd Madjid mengatakan, tempat hiburan malam yang biasa beroperasi sebagai tempat karaoke atau kafe banyak tidak memiliki izin operasional sebagai tempat karaoke. “Hampir semua kafe yang berubah menjadi tempat karaoke tidak memiliki izin sebagai tempat hiburan. Bahkan, salah satu kafe yang ada tidak memiliki izin untuk beroperasi. Ada juga sebagian yang izinnya sebagai ruko dan salon, izin sebagai tempat karaoke itu tidak ada,” kata mantan camat Pragaan ini. BPPT (Badan Pengelolaan Perizinan Terpadu) memang banyak memberikan izin untuk pendirian kafe. Namun jika berubah sebagai tempat karaoke itu tidak dibenarkan. ”Kafe sesuai izinnya yakni kafe yang terbuka, tidak remangremang,” ungkapnnya. Dia menuturkan, sejumlah

SUMENEP – Ketua Fraksi Keadilan Demokrasi Moh. Riadi mempertanyakan keabsahan SK pergeseran anggota dewan ke komisi lain. Pimpinan DPRD Sumenep dinilai melanggar tata tertib (tatib) dewan tentang pergantian alat kelengkapan dewan. “Kami menilai keputusan dewan itu mengabaikan aturan main ditataran anggota dewan, dalam hal ini pergantian alat kelengkapan dewan. Alat kelengkapan dewan seperti komisi dan banggar hanya bisa diganti di awal anggaran,” katanya, Selasa (17/12). Menurut anggota komisi A itu, yang boleh dilakukan kapan saja hanya bamus dan baleg. Sedangkan untuk komisi dan banggar hanya bisa dilakukan perubahan pada awal anggaran. “Ini kan masih belum dimulai anggaran baru, tapi pimpinan tetap melakukan perubahan komisi. Ini yang tidak boleh,” tegasnya. Akibat pergeseran jabatan tersebut, beberapa agenda pembahasan di komisi yang

SK Mutasi DPRD Dipertanyakan

Satpol PP Masih Berencana Lakukan Penutupan Hampir semua kafe yang berubah menjadi tempat karaoke tidak memiliki izin sebagai tempat hiburan kafe disamping berubah menjadi tempat karaoke ternyata bagian menyediakan minuman keras. ”Makanya kafe-kafe tersebut sering menjadi target razia petugas gabungan yang terdiri dari Polres, TNI, Satpol PP yang dikomandani BPPT,” ujarnya. Hasil investigasi Satpol PP dan dari serangkaian razia yang dilakukan sudah merekomendasikan pada BPPT bagi kafe ilegal yang tidak berizin atau menyalahgunakan izinnya untuk ditutup paksa. “Kita hanya menunggu surat perintah dari BPPT untuk penutupan itu,” ungkap Madjid kepada Koran Madura. (edo/yat)

sifat darurat seperti bencana alam, itu tidak perlu menungu sampai PAK di dok (disahkan). Kalau seperti bantuan untuk KONI dan PSSI itu tetap tidak boleh,” katanya Disinggung masalah adanya dugaan permainan di dalamnya, pihaknya masih belum bisa menjelaskan lebih detail. Namun, pihaknya berjanji akan melakuka penelusuruan lebih dalam mengenai indikasi penyimpangan itu. ”Kalau masalah itu, ’uang pelicin’, kami masih belum tahu, karena kami tidak ingin menjustifikasi seseorang. Namun yang jelas kami akan memanggil yang bersangkutan untuk mengevaluasi itu semua,” terangnya. Dana hibah untuk KONI dan PSSI sebesar Rp 2,1 miliyar diduga dicairkan sebelum disahkannya PAK. Rincian dana hibah tersebut, Rp 1 miliar diberikan terhadap PSSI dan RP 1,1 miliar diberikan kepada KONI. (edy/yat)

Seorang pekerja membentuk pola pohon cemara jenis Rantes untuk pohon hias natal di sentra penjualan bunga Desa Ndaldoyong, Kediri, Senin (16/12).

anggotanya dipindah tertunda. Surat keputusan (SK) tersebut juga ditengarai palsu. Fraksi yang ada di DPRD Sumenep mempertanyakan legalitas mutasi tersebut. Dalam tata tertib (tatib) yang dibuat oleh DPRD secara bersama-sama, tidak memperbolehkan ada pergantian anggota ketika sudah memasuki akhir tahun. Saat ini DPRD sedang melakukan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014. Anggota dewan yang terkena mutasi adalah Sjamsul Maarif. Anggota Komisi B itu menjadi anggota komisi A. Komisi A mempertanyakan legalitas politisi Hanura tersebut di komisi hukum dan pemerintahan. Guna mengklarifikasi legalitas keanggotaan Sjamsul Maarif di Komisi A, Komisi A telah memanggil Bagian Hukum Pemkab Sumenep. ”Kami telah mendatangkan pakar hukum dari pemkab, hal itu untuk menjelaskan legalitas perpindahan itu,” terangnya. (/mk)


SUMENEP

11

RABU 18 DESEMBER 2013 NO. 0263 | TAHUN II

KRIMINAL

Delapan Pejudi Jadi Tersangka SUMENEP – Pemeriksaan terhadap pejudi yang ditangkap di Desa Banaresep Timur, Kecamatan Leteng, beberapa waktu lalu memasuki babak baru. Polisi meningkatkan statusnya dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Dari sekitar 20 orang yang ditangkap delapan di antaranya dinyatakan sebagai tersangka. Kapolres Sumenep Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Marjoko melalui Kabag Humas Polres AKP Bagio S mengatakan, delapan pejudi tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. Itu berdasarkan penyidikan akhir dari tim penyidik polres. Di antara delapan tersangka itu berinisial JR (43), AM (37), PL (43), dan HD (36), berasal dari Kecamatan Blu-

DELAPAN TERSANGKA PEJUDI Inisial Usia

Asal

JR AM PL HD GT HR BD TF

Kecamatan Bluto Kecamatan Bluto Kecamatan Bluto Kecamatan Bluto Kecamatan Saronggi Kecamatan Ganding Kecamatan Ganding Kecamatan Ganding

43 37 43 36 43 30 42 29

to. “Selain keempat tersangka tadi, masih ada 4 pejudi yang juga sudah dinyatakan sebagai tersangka. Dari 4 tersangka berikutnya itu berasal dari Kecamatan yang berbeda. Seperti inisial GT (43) yang berasal dari Kecamatan Saronggi. Sedangakan 3 tersangka lainnya berasal dari Kecamatan Ganding yakni HR

(30), BD (42), dan TF (29),” terang AKP Bagio S. Berkas berita acara pemeriksaan delapan tersangka tersebut akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep. Saat ini, berkasnya masih di Polres Sumenep, sebab masih dalam tahap penyidikan akhir. (edo/mk)

PILKADES SERENTAK 2014

Dewan Mengkaji SE Mendagri SUMENEP - Komisi A DPRD Sumenep belum sepenuhnya menerima terhadap Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi tentang Penundaan Pemilihan Kepala Desa pada tahun 2014. Komisi bidang pemerintahan dan hukum masih akan melakukan kajian secara mendalam. Anggota Komisi A DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath menjelaskan, pihaknya sudah melakukan kajian atas SE tersebut. Sebab, apabila pilkades serentak ditunda pada 2015 mendatang, Kota Sumekar juga punya hajatan besar, pemilihan bupati dan wakil bupati. ”Ini yang masih kami kaji saat ini,” katanya, Selasa (17/12). Menurut Darul, sampai detik ini pihaknya belum bisa mengambil sikap menolak atau menerima atas SE tersebut. Sebab, pihaknya butuh mengevaluasi terlebih dahulu dengan sejumlah pertimbangan. “Itu masih dalam proses kajian di Komisi A. Sebab ini menyangkut terhadap kepentingan demokrasi, sehingga

Sebab ini menyangkut terhadap kepentingan demokrasi, sehingga perlu dikaji lebih dulu.

Darul Hasyim Fath Komisi A DPRD

perlu dikaji lebih dulu. Baru setelah itu akan mengirimkan hasil rekomendasi terhadap kementerian terkait,” ujarnya. Ditanya kemungkinan pilkades serentak tetap dilaksankan pada tahun 2014, Darul belum bisa memastikan. Namun pihaknya usahakan agar tetap dilaksanakan pada tahun 2014. “Kami masih belum bisa memastikan apakah tetap mengikuti SE Mendagri atau akan membuat kebijakan baru terkait dengan beberapa pertimbangan, termasuk per-

timbangan akan mengganggu terhadap efektifitas pemilukada Kabupaten Sumenep,” jelasnya. Pertimbangan kejenuhan dalam demokrasi itu juga harus dipikirkan. Sebab, katanya, ketika masyarakat sudah jenuh angka golput akan tinggi. “Sehingga buat apa ada demokrasi jika partisipasi publik minim. Sehingga hal demikian memang perlu dipertimbangan,” tambahnya. Ditambah dengan kondisi masyarakat yang sudah mulai apatis terhadap demokrasi. Sebab, bagi mereka, beberapa dekade ini, partisipasi mereka seolah tidak ada artinya. “Pemimpin yang mereka pilih ternyata tak mampu mensejaherakan mereka,” tandasnya. Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada tahun 2014 di Kabupaten Sumenep akan diikuti sekitar 89 desa. Namun, berdasarkan SE Mendagri pilkades harus ditunda hingga tahun 2015 untuk mendukung suksesi pemilu legislatif dan pemilu presiden 2014. (sym/yat)

IKLAN BARIS KONTAK LANGGANAN (0328) 6770024

BELUM SETAHUN SUDAH HANCUR. Kondisi Keberadaan tangkis Laut di Pantai Slopeng. Terlihat sudah mulai hancur diterjang ombak. Padahal belum genap satu tahun tangkis laut itu dibangun.

LISTRIK

Warga Giliraja Tak Lagi Menginginkan PLTD SUMENEP – Warga Giliraja Kecamatan Gili Genting mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep segera merealisasikan aliran listrik ke desa setempat. Penerangan rumah warga di pulau tersebut selama ini hanya menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Belakangan ini, pengguna PLTD mulai resak. Sebab, tarif listrik cukup mahal. Rumah yang hanya menggunakan lampu tiap “Rp 25 ribu perbulan, itu untuk satu lampu ukuran 5 watt, itupun bagi masyarakat yang menggunakan meter. Sementara bagi warga yang tidak menggunakan meter dikenakan biaya bulanan Rp 27 ribu perbulan, padahal tiap KK tidak hanya menggunakan satu lampu saja, ada yang menggunakan lampu penerangan 3 sampai 4 lampu, sehingga biaya perbulannya mencapai hampir Rp 300 ribu,” kata Ahmad (40), salah satu warga Giliraja Di Pulau Giliraja terdapat dua PLTD, namun sistem pengelolaannya tidak jauh

beda. Harga persatu lampunya Rp 24 sampai 26 ribu. Dua PLTD itu digunakan untuk empat desa, yakni, Desa Jate, Banbaru, Lombang dan Banmaleng. ”Kedua PLTD memang tidak jauh berbeda pengelolaanya,” ungkapnya Jumlah penduduk yang ada di empat desa Pulau Giliraja berjumlah sekitar 3500 KK, penduduk yang memamfaatkan aliran listrik dari PLTD, ditaksir mencapai 2500 KK. Sedangkan seribu KK sisanya, tergolong warga yang tidak mampu, dan menggunakan penerangan dari lampu teplok, yang dibuat dari bekas kaleng cat dan diberi sumbu. ”Terpaksa jika warga di sini sudah tidak mampu membayar listrik yang bersumberkan dari PLTD itu,

ePaper Unduh Koran Madura versi ePaper dan nikmati beragam informasi dari gadget anda

Terbit Siang!

Klik dan unduh di sini: http://www.koranmadura.com/ category/epaper-koranmadura/

maka harus menerima apa adanya,” ungkapnya Muhammad (50), menambahkan, PLTD yang menyala di setiap rumah warga tidak bisa dinikmati selama 24 jam. Hanya menyala 10 jam saja. ”Masyarakat

Masyarakat di sini hanya bisa menikmati listrik itu dari mulai menyala dari pukul 18.00. dan listrik mulai dimatikan oleh pihak pengelola, tepat pukul 5.00.

Muhammad Warga Giliraja

di sini hanya bisa menikmati listrik itu dari mulai menyala dari pukul 18.00. dan listrik mulai dimatikan oleh pihak pengelola, tepat pukul 5.00,” terangnya

Menurutnya, sejumlah masyarkat mengeluhkan atas pengelolaan yang diberikan oleh PLTD setempat. Sebab apabila ada yang masih belum mempunyai uang untuk membayar, pengelola akan dikenakan denda sebesar Rp 5 ribu, dan jika ada yang sampai terlambat 10 hari, maka pengelola PLTD akan memberikan hukuman pemutusan sementara. Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemkab untuk memperhatikan nasib masyarakat kepulauan Giliraja.”Kami minta pemkab tidak tinggal diam. Kami minta untuk segera dialiri listrik ke kepulauan Giliraja,” ungkapnya. Sementara Kepala ESDM Sumenep, Abd. Kahir, mengatakan, pemkab telah melakukan pendataan terhadap sejumlah kepulauan untuk mengalirkan listrik. ”Saat ini kami sudah melakukan pendataan, sementara dari hasil pendataan yang kami buat, ada sekitar tiga kecamatan, yakni Gili Gentimg, Sepudi, dan Pulau Raas yang rencananya akan dipasang aliran listrik,” katanya. (edy/yat)


12

PAMEKASAN

RABU 18 DESEMBER 2013 NO. 0263 | TAHUN II

TANAMAN TEBU. Seorang warga sedang menunjukkan tanaman tebu di Pamekasan yang saat ini masih dikembangkan di Kecamatan Proppo, Selasa (17/12). Rencananya tanaman tebu tersebut akan dikembangkan di kecamatan lain sehingga juga mempengaruhi kebutuhan pupuk di wilayah itu.

PERTANIAN

Pupuk Bersubsidi Mulai Langka PAMEKASAN Pupuk bersubsidi di Kabupaten Pamekasan mulai langka dan sulit didapatkan sejak beberapa pekan terakhir. Para petani di beberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Kadur, Pademawu, Larangan, dan Proppo mengaku kesulitan mendapatkan pupuk urea. Sejumlah kiosmengaku tidak memiliki persediaan, karena tidak mendapatkan pasokan pupuk bersubsidi dari distributor. Anggota salah satu kelompok tani di Kecamatan Larangan, Junaidi mengaku kesulitan mendapatkan pupuk itu sudah berlangsung sejak pekan terakhir. Sehingga tanaman jagung di sejumlah desa di kecamatan itu mengalami keterlambatan pemupukan. “Beberapa minggu lalu, selain sulit didapatkan, harganya juga naik dari Rp 90 ribu persak menjadi Rp 105 ribu. Sekarang, malah kami kesulitan mendapatkannya,” kata Junaidi, Selasa (17/12). Para petani sudah memesan ke sejumlah kios dengan membayar uang muka, namun tetap tidak mendapatkan jatah pupuk. Bahkan mereka juga berupaya mencari pupuk melalui kelompok tani masing-masing. Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) setempat, Fathorrahman mengatakan kelangkaan pupuk itu bukan hanya terjadi di beberapa kecamatan, melainkan hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Ia menduga kelangkaan itu disebabkan keterlambatan pengiriman dari pabrik ke distributor, karena menduga persediaan pupuk masih aman. Padahal, kata dia, semua gudang penyanggah dan kios pupuk bersubsidi di kabupaten tersebut kosong. Selain faktor lambatnya distribusi dari pihak pabrikan ke pihak distributor, menurut dia, kelangkaan juga disebabkan stok pupuk tahun ini habis akibat majunya permulaan musim tanam. “Perkiraan awal, musim tanam akan dimulai bulan Januari tahun depan. Tapi karena curah hujan mulai tinggi,

proses tanam tahun ini maju,” katanya. Jika kondisi ini dibiarkan, pihaknya khawatir kelangkaan itu akan dimanfaatkan oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan penimbunan, sehingga harganya tinggi, atau berbagai jenis penyimpangan lainnya yang berpotensi merugikan petani. Kelangkaan pupuk itu juga berpotensi menghambat produksi pangan di Kabupaten Pamekasan. Beberapa waktu lalu Kepala Bagian Sumber Daya Alam Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Ahmad Djumhari Ghani membantah telah terjadi kelangkaan pupuk di wilayahnya. Menurutnya, persediaan pupuk bersubsidi masih

Penambahan kuota itu hanya sedikit dan tidak akan berpengaruh terhadap kebutuhan pupuk untuk tanaman lain, karena hanya terjadi perubahan jenis tamannya saja,”

Ajib Abdillah

Kepala Dishutbun Pamekasan aman, karena masih ada sisa persediaan pupuk tahun lalu yang belum terserap akibat kondisi cuaca. Kebutuhan Pupuk Bertambah Bertambahnya kebutuhan pupuk di wilayah Pamekasan pada 2014 mendatang, kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Ajib Abdillah, karena pengaruh program pengembangan tebu di wilayah itu. Padahal tahun depan, pemerintah berencana memangkas kuota pupuk di wilayah itu dengan alasan masih banyak kuota pupuk yang belum terserap pada musim tanam tembakau lalu akibat kondisi cuaca. Tahun depan, Pemkab Pamekasan memproyeksikan tanaman

tebu di wilayah itu hingga seluas 2 ribu hektare dengan kebutuhan pupuk jenis SP-36, ZA, dan Urea, keseluruhan mencapai 2 ribu ton. Tahun ini, luas lahan yang ditanami tebu di wilayah itu baru seluas 110 hektare dengan kebutuhan pupuk sebanyak 110 ton yang dipenuhi dari kebutuhan pupuk untuk tanaman tembakau yang dialihkan untuk tanaman tersebut. "Penambahan kuota itu hanya sedikit dan tidak akan berpengaruh terhadap kebutuhan pupuk untuk tanaman lain, karena hanya terjadi perubahan jenis tamannya saja,," kata Ajib Abdillah, Selasa (17/12). Dia menjelaskan dari sekian hektare luas lahan yang diproyeksikan untuk tanaman tebu, ada sekitar lima persen yang sebelumnya merupakan lahan tidur yang tidak produktif. Untuk penambahan kebutuhan pupuk tersebut, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Bagian Sumber Daya Alam (SDA) setempat dan meyakini tanaman tebu itu tidak akan menyebabkan terjadinya kelangkaan pupuk di wilayah itu. Kepala Bagaian SDA setempat yang juga Sekretaris Komisi Pengawasan Pupuk dan Pastisida (KP3), Achmad Djumhari Gani mengatakan untuk antisipasi kelangkaan pupuk setelah adanya pengurangan kuota oleh pemerintah pihaknya telah mengajukan penambahan kuota untuk kebutuhan tahun depan. Sebab, selain karena akan terjadi pemangkasan, kebutuhan pupuk di wilayah itu bertambah setelah ada petani yang beralih menanam tebu. Ia memastikan pengurangan kuota pupuk bersubsidi tersebut tidak akan menyebabkan kelangkaan, karena disesuikan dengan ketersedian sisa pupuk tahun ini yang belum banyak terserap. Pupuk bersubsidi yang tidak terserap itu, saat ini ada di sejumlah gudang penyimpanan milik distributor pupuk antara lain enam distributor dan 176 kios. (awa/oni/ muj/rah)

Pemkab Berencana Menaikkan Honor Jukir Kepala Dishubkominfo: Jangan Ada Lagi Juru Parkir yang Meresahkan Konsumen PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berencana menaikkan honor para juru parkir (jukir) di wilayah itu. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, penaikan honor itu dilakukan untuk meningkatkan profesionalitas mereka dalam bekerja. Tahun 2012 lalu, gaji jukir sebesar Rp 350 ribu. Dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini dinaikkan seratus ribu menjadi Rp 450 ribu. Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika (Dishubkominfo) Pamekasan, Mohammad Bahrun mengatakan bahwa kenaikan gaji jukir bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas dan kedisiplinan mereka saat bertugas. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi juru parkir nakal yang dinilai kerap meresahkan konsumen. Bahrun menjelaskan kenaikan itu berlaku sejak awal tahun ini. Artinya, mereka akan menerima kenaikan gaji itu secara rapel sejak Januari lalu. "Karena selama ini mereka menerima gaji dengan besaran gaji lama,

maka tahun ini mereka akan menerima tambahan sebesar Rp 1,2 juta," katanya. Mantan Kadisperindag itu berjanji akan terus meningkatkan pelayanan parkir di Pamekasan. Selain dengan cara menaikkan gaji jukir, secara bertahap hal lain yang berkaitan dengan peningkatan profesionalitas jukir akan juga diperhatikan, seperti halnya perlengkapan jukir. Bahrun menyatakan beberapa perlengkapan yang tengah diupayakan itu antara lain, rompi, lampu senter, dan beberapa perlengkapan lainnya. Ia juga berencana akan melakukan penguatan kapasitas jukir dalam hal pengaturan pakir yang baik serta pengenalan aturan lalu lintas. Itu dianggap

penting untuk menghindari adanya jukir yang mengatur parkir kendaraan secara sembarangan. Dia menegaskan apa yang dilakukan itu adalah bagian dari perbaikan sistem. Namun ia juga berharap masyarakat dapat mengawasi kinerja jukir di lapangan. Jika ditemukan adanya petugas parkir yang tetap meminta uang jasa parkir ke pemegang kartu parkir berlangganan atau menarik uang parkir di atas ketentuan, agar dilaporkan ke Dishub. Laporan itu akan segera ditindaklanjuti asalkan disertai dengan keterangan yang rinci, termasuk identitas jukir dan lokasinya. Sebab ia tidak ingin memberikan sanksi kepada petugas parkir itu tanpa ada kesalahan yang jelas. Bahrun menjelaskan pihaknya tidak akan ragu dalam memberikan tindakan, selama kesalahan itu benar-benar terjadi dan dilakukan secara sengaja. "Tapi tindakan itu akan kami sesuaikan dengan tingkat kesa-

lahannya. Bentuknya berupa teguran dan pembinaan, pemindahan lokasi hingga pemutusan hubungan kerja," katanya. Untuk diketahui jumlah jukir di Pamekasan sebanyak 132 orang. Mereka bertugas di 66 titik di dalam kota. Dalam PAK, anggaran yang diajukan untuk gaji mereka sebesar Rp 712,8 juta. Beberapa jukir menyatakan bahagia dengan rencana penaikan gaji itu. Menurut mereka, selama ini gaji yang diterima belum cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan sangat jauh dari ketentuan upah minimum. "Kami sangat senang, karena selama ini gaji yang kami terima sangat cukup," kata Slamet, salah satu petugas parkir di Jalan Trunojoyo. Meski dinilainya tetap jauh dari cukup untuk kebutuhan keluarganya, namun kenaikan itu dianggapnya bisa mengurangi beban hidup, apalagi dia masih akan menerima uang rapel. (oni/muj/rah).

MENANGGULANGI BANJIR

Pemkab Menyiapkan Rp 87 Miliar

BANJIR RENDAM KOTA SERANG. Warga naik becak melintasi genangan banjir di Kampung Pakupatan, Cipocok, Kota Serang, Banten, Selasa (17/12). Banjir tersebut disebabkan buruknya drainase Kota Serang.

PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menyediakan dana sebesar Rp 87 miliar untuk penanggulangan bencana banjir dan abrasi pantai. "Dana sebesar Rp 87 miliar itu untuk penanggulangan banjir di dua sungai besar yang selama ini sering meluap, serta digunakan untuk membangun tangkis laut di pesisir pantai utara Pamekasan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Pamekasan, Totok Suhartono, Selasa. Kedua sungai yang selama ini sering meluap saat musim hujan, menurut dia, adalah Sungai Kali Jombang dan Sungai Kali Semajid. Sedangkan pembangunan tangkis laut di pesisir pantai utama Pamekasan ialah di sepanjang pesisir pantai di wilayah Kecamatan Pasean, Pamekasan. "Dana yang kami alokasikan untuk pembuatan plengsengan berbeton untuk Sungai Kali Jombang itu sebesar Rp28 miliar, dan Sungai Kali Semajid Rp7 miliar," katanya. Sedangkan untuk

pembangunan tangkis laut, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 40 miliar. "Rp 12 miliar sisanya untuk pembangunan embung di tiga lokasi berbeda, yakni di Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, serta Desa Palengaan, Kecamatan Palengaan," kata Totok Suhartono. Kabupaten Pamekasan merupakan satu dari dua kabupaten di Pulau Garam, Madura, yang selama ini dikenal terjadi rawan banjir saat musim penghujan. Penyebabnya, karena sungai meluap, sehingga genangan air merendam rumah-rumah warga di Pamekasan. "Makanya kami buatkan plengsengan berbeton. Tentunya dengan harapan agar air sungai tidak meluap," terang Totok Suhartono. Sepanjang tahun ini saja, banjir terjadi sebanyak tiga kali di Pamekasan dan merendam sedikitnya 2.500 rumah di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kota dan Kecamatan Pademawu Pamekasan. (ant/rah)


PAMEKASAN

13

RABU 18 DESEMBER 2013 NO. 0263 | TAHUN II

Ganti Rugi Imbas Sumber Getar Belum Jelas Padahal Kegiatan Reklamasi Sudah Memasuki Tahap Identifikasi PAMEKASAN - Besaran ganti rugi bagi pemilik lahan yang terkena dampak kegiatan reklamasi sumber getar di Kabupaten Pamekasan, sampai kini masih belum ada kejelasan. Padahal tahapan kegiatan reklamasi di wilayah itu sudah memasuki tahap identifikasi titik sumber getar yang mengandung low explossive. Bahkan, identifikasi di Kecamatan Kadur sudah selesai sekitar dua minggu lalu. Sosialisasi kegiatan ini juga sudah berlangsung dalam sebulan terakhir. Sosialisasi tingkat kabupaten sudah dilakukan pada 19 Desember lalu, dilanjutkan ke kecamatan-kecamatan, yang pernah dilakukan uji seismik 2009 silam. Namun sosialisasi ini belum dilanjutkan ke tingkat desa. Informasi yang dihim-

pun koran kita ini, sosialisasi di tingkat desa memang belum dilakukan, karena menunggu peraturan Bupati (Perbub), yang mengatur tentang besaran kompensasi bagi yang terkena dampak reklamasi. Dihubungi via handphone, Zainul Hidayah selaku tim sosialisasi dari Universitas Trunojoyo Bangkalan, belum

bersedia memberi penjelasan terkait tahapan dan kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini. "Maaf, saya masih mengajar," katanya singkat. Di tempat terpisah, Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jumhari Ghani mengatakan besaran ganti rugi tersebut akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup) dan akan disesuaikan dengan besaran harga saat ini. Dia menjelaskan Perbub tentang ganti rugi kerusakan lahan sebetulnya sudah ada, namun perlu direvisi dan disesuaikan dengan harga saat ini. Sebab Perbub yang ada merupakan Perbub lama,

yaitu dibuat pada tahun 2009 lalu. "Kami sedang merancang besarannya dan tinggal diajukan ke Bupati. Akhir bulan ini mungkin sudah mendapat persetujuan dan ditandatangani oleh Bupati," katanya. Jenis ganti rugi yang akan dituangkan dalam Perbub itu hanya tanaman warga yang terkena dampak keluar masuknya kendaraan yang akan melakukan reklamasi. Seperti tanaman jagung, padi, maupun tanaman lainnya. Sebab dalam kegiatan reklamasi ini, tidak ada pembebasan lahan, sehingga tidak perlu diatur tentang kreteria pembebasan lahan. Di Pamekasan sendiri, lokasi yang akan direklamasi

Kami sedang merancang besarannya dan tinggal diajukan ke Bupati. Akhir bulan ini mungkin sudah mendapat persetujuan dan ditandatangani oleh Bupati,”

Jumhari Ghani

Kepala Bagian SDA Pemkab Pamekasan terdapat 422 titik yang tersebar di Kecamatan Palengaan, Kecamatan Pegantenan, Ke-

camatan Kadur, dan Kecamatan Proppo serta sebagian terdapat di Kecamatan Larangan. Sumber getar itu merupakan sisa uji seismik 2009 yang gagal ledak. Sedangkan total sumber getar yang belum diledakkan pada survei seismik Blok Madura pada 2009 lalu mencapai 4. 453 titik seMadura. Bangkalan 68 titik, Sampang 3. 892 titik, Pamekasan 422 titik, dan di Sumenep sebanyak 71 titik. Kini, 422 sumber getar yang tersebar di 19 desa akan dijinakkan dengan melakukan kegiatan penggaraman agar rangkaian pemicu getaran yang ditanam itu tidak berfungsi. Proses penggaraman sumber getar diawali de-

ngan mengidentifikasi kembali posisi lubang sumber getar menggunakan detektor logam untuk mendeteksi kabel pemicu yang tertanam di lubang bor. Setelah posisi lubang terdeteksi, akan dilakukan pengeboran ulang (redrill) dengan kedalaman hingga 2 meter diatas bahan peledak yang ditanam di dalam lubang. Selanjutnya, semua kabel pemicu yang ditanam di dalam tanah akan dicabut satu persatu. Setelah pencabutan selesai, pekerjaan selanjutnya yaitu mensirkulasikan air bercambur garam ke dalam lubang bor, untuk menjinakkan bahan peledak yang masih tersimpan didalam tanah. (uzi/rah)

PENCURIAN

Sejumlah Tutup Drainase Hilang PAMEKASAN - Tutup gorong-gorong yang terpasang tengah trotoar di sejumlah titik di Jalan Kabupaten Pamekasan diketahui hilang. Lenyapnya tutup trotoar itu diduga diambil orang yang tak bertanggung jawab. Kondisi itu dinilai cukup membahayakan. Karena itulah, warga sekitar memasangkan tanda dari bambu, kayu, dan pohon pisang agar pejalan kaki tidak terpesosok di lubang tersebut. Hilangnya tutup goronggorong itu, bukan hanya terjadi sekali, namun sudah kesekian kalinya. Beberapa waktu lalu, warga sekitar sempat memergoki sejumlah orang yang diduga bermaksud mengambil tutup gorong-gorong yang terbuat dari plat besi itu, namun mereka keburu kabur sebelum ditangkap warga. “Waktu dini hari saya pernah memergoki beberapa orang sedang berusaha menarik penutup itu, tapi mereka keburu melarikan diri,” kata salah satu warga sekitar yang enggan namanya disebutkan. Menurutnya, semakin hari jumlah penutup goronggorong yang hilang terus bertambah. Diperkirakan tutup itu diambil untuk dijual sebagai besi tua. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabuapten Pamekasan, Totok Hartono menyatakan kecewa dengan kasus tersebut. Menu-

rutnya, tindakan tersebut menunjukkan rendahnya moral pelaku, karena merusak fasilitas umum untuk kepentingan pribadi. Penutup gorong-gorong yang baru terpasang setahun yang lalu itu digunakan sebagai pengontrol kondisi saluran drainase (pembuangan) yang ada di bawah trotoar, selain untuk menghindari sampah dari luar. “Dengan hilangnya penutup itu, selain membahayakan pejalan kaki, sampah yang dari luar akan mudah masuk dan menyumbat saluran air,” katanya. Ia mengaku akan mengganti penutup itu dengan yang baru. Namun ia meminta kepolisian untuk menyelidiki kasus itu dan menangkap pelakunya. Sebab, bisa jadi kasus itu akan terus berulang sekalipun akan diganti, jika pelakunya belum tertangkap. “Kami akan segera menggantinya dengan yang baru, tapi kami minta pelakunya ditangkap,” kata Totok. Ia menduga kasus itu dilakukan oleh orang-orang yang iseng dengan mencuri plat besi untuk penutup saluran drainase yang merupakan besi berkualitas tinggi. Sebab, menurut dia, tidak mungkin peristiwa itu dilakukan untuk merusak keindahan kota. (oni/ muj/rah).

Kondisi trotoar yang tutup drainasenya hilang. Pemerintah Kabupaten Pamekasan berencana menggantinya, namun meminta kepolisian menangkap pelakunya.

FOGGING. Petugas melakukan Fogging (pengasapan) di Kawasan Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur. Selasa lalu. Pengasapan tersebut masih menjadi salah satu solusi untuk memberantas dan mencegah DBD di Jakarta.

DEMAM BERDARAH

Kasus DBD Masih Mengintai PAMEKASAN – Meski Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan menyatakan belum terdapat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah itu, bukan berarti penyakit berbahaya itu tidak mengintai. Karena itulah warga Pamekasan tidak ada salahnya meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan penyakit nyamuk tersebut. Sejauh ini di tiga Kecamatan yang masuk dalam

kawasan endemis (setiap tahun terjadi kasus) DBD, yaitu Kecamatan kota, Pademawu, dan Pasean juga belum ditemukan adanya kasus DBD. Kepala Dinkes Pamekasan, Ismail Bey melalui Kapala Bidang (Kabid) Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Ali Maksum mengatakan sejauh memasuki musim hujan belum ada laporan adanya kasus DBD. Ali Maksum memperkirakan belum adan-

ya kasus DBD, karena masih baru memasuki awal musim penghujan. Karenanya saat ini pihaknya mulai melakukan antisipasi, karena biasanya kasus tersebut mulai muncul sete-

lah memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan mulai Januari tahun depan. "Kami berharap tahun ini kasus DBD tidak sampai masuk kategori KLB seperti tahun lalu," ungkapnya. Kabupaten Pamekasan merupakan satu dari tujuh kabupaten dan kota di Jawa Timur yang terdata sebagai wilayah rawan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Pada musim hujan lalu Dinkes setempat mengumumkan kor-

ban meninggal dunia akibat penyakit itu mencapai tiga orang. Dua korban meninggal di bulan Januari dan satu orang meninggal pada bulan Februari. Jumlah keseluruhan kasus DBD di Pamekasan mencapai 86 orang. Dengan rincian 48 kasus diantaranya terjadi di bulan Januari, 24 kasus di bulan Februari, 9 kasus di bulan Maret, 1 kasus di bulan April, serta 4 kasus di bulan Mei. (oni/muj/ah).

PEDULI LINGKUNGAN

Butuh Peremajaan Pohon di Kawasan RTH PAMEKASAN - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pamekasan akan melakukan peremajaan pohon di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah itu, sebab peremajaan pohon tersebut merupakan suatu kebutuhan. Peremajaan akan dilakukan secara bertahap diawali dari kawasan di Kacamatan Kota Pamekasan. Rencana peremajaan atau penanaman ulang pohon itu disebabkan sejumlah pohon yang berada di dalam kota dinilai tidak ramah lingkungan dan dapat mengganggu fasilitas umum. Diantaranya pepohonan di RTH tersebut sudah rawan tumbang dan

berakar besar sehingga dapat merusak bangunan di sekitarnya. Diantara tanaman yang akan diremajakan itu adalah pohon mahoni di tepi jalan protokol yang kondisinya sudah tua dan membahayakan pengguna jalan. Sebab

pohon itu rawan tumbang jika diterpa angin kencang karena kondisinya sudah rapuh. Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat, Didik Hariadi, pihaknya belum menentukan jenis pohon yang cocok sebagai tanaman pengganti. Yang pasti, tanaman pengganti itu diharapkan bukan sekedar rindang, namun memiliki akar yang aman bagi bangunan di sekitarnya. Didik menjelaskan pihaknya masih berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk dengan Dinas Pekerjaan

Umum (PU) Pemkab setempat, untuk menentukan jenis pohon yang akan menggantikan pohon mahoni yang ada saat ini. “Sementara waktu, kami menggantinya dengan pohon biolo, meskipun terkadang akarnya juga muncul ke permukaan. Tetapi ketika kami temukan pohon yang tepat, maka segera dilakukan penanaman kembali,” katanya. Selain pohon yang ada di tepi jalan protokol, terdapat banyak pohon yang umurnya sudah tua dan membahayakan warga. Termasuk pohon besar

yang umurnya sudah puluhan tahun, yang berada di sekitar Munomen Arek Lancor, Pamekasan. BLH berencana menebang pohon tersebut meski sebetulnya pohon besar itu merupakan salah satu tanaman bersejarah, karena diperkirakan sudah ada sejak masa penjajahan. Penebangan itu dilakukan untuk mengantisipasi tumbangnya pohon itu karena faktor usia. Anggota Forum Komunitas Hijau Rampak Naong, Achmad Bachtiar Sudamar mengatakan sebetulnya BLH

tidak perlu melakukan penebangan tanaman itu jika cara tanamnya tepat dan dilakukan dengan cara yang bisa tidak merusak bangunan. Kelompoknya mendukung upaya peremajaan pohon di kawasan RTH, terutama yang dinilai membahayakan masyarakat. Namun ia menyarankan agar cara tanam terhadap tanaman penggantinya diantisipasi agar ketika sudah besar, tidak lagi merusak bangunan. “Tanaman-tanaman yang ada itu bisa tidak merusak bangunan jika dari proses

tanamnya sudah diantisipasi,” katanya. Salah satu cara tanam yang memungkinkan akar sebuah tanaman tidak merusak bangunan adalah dengan mengarahkan akarnya ke bawah dengan menggunakan tabung plastik yang secara khusus disediakan untuk itu. Di beberapa kota, cara itu sudah biasa digunakan sehingga tanaman apapun yang diharapkan menjadi peneduh kawasan kota dan akan ditanam di pinggir jalan menggunakan cara tersebut dan ternyata berhasil. (uzi/muj/rah)


14

SAMPANG

RABU 18 DESEMBER 2013 NO. 0263 | TAHUN II

PENUNDAAN PEMILIHAN KADES

GAIB Keberatan dengan SE Mendagri SAMPANG - Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Anak Indonesia Bangkit (GAIB), Habib Yusuf mengaku keberatan dengan surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. SE itu dinilai bertentangan dengan aturan otonomi daerah.

LAKALANTAS

Pelanggaran Didomonasi Karyawan SAMPANG - Hasil Operasi Zebra tahun 2013 di Kabupaten Sampang menyebutkan, tingginya angka pelanggaran lalu lintas didominasi oleh karyawan. Sebanyak 347 pelanggaran lalu lintas dilakukan karyawan swasta maupun sipil. Kapolres sampang AKBP Imran Edwin Siregar melalui Kabag Ops Imam Irianto mengatakan, pelanggaran yang dilakukan pelajar hanya 147 kejadian. Sementara pelanggaran yang dilakukan sopir pelanggaran sebanyak 56 kejadian. "Paling tinggi selama operasi zebra itu seorang karyawan, totalnya 347 pelanggaran. Kalau swasta 321 serta karyawan sipil 26 pelanggaran. Tapi, pelajar-mahasiswa hanya 147. Dan pengemudi sopir ada 56. Jadi total keseluruhan 550 pelanggaran lalin," terangnya. Rata-rata pelanggaran lalu lintas dilakukan pengendara roda dua. Jenis pelanggarannya di antaranya tidak bisa menunjukkan STNK dan SIM. Jajaran kepolisian dari Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sampang melakukan penilangan terhadap pengendara yang melanggar. "Pelanggaran roda dua ini

tidak ada curanmor, hanya bentuk pelanggarannya banyak dari roda dua dan kita lakukan penilangan, ada juga motor roda dua diamankan nanti kalau bisa menunjukkan surat kelengkapan sepeda kita keluarkan kendaraannya," jelasnya. Tak hanya itu, dari data Polres Sampang Operasi Zebra yang berlangsung dari 28 November hingga 11 Desember juga didapati ada 3 kali kecelakaan lalu lintas. Di antaranya, kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, luka ringan, dan luka berat. "Operasi zebra juga terjadi kecelakaan. Ada korban meninggal dunia 1, luka ringan 1, dan jumlah kejadian juga 1 totalnya 3 kali kecelakaan,"ungkap Imam. Adapun dari jumlah pelanggaran hingga dilakukan penilangan sebanyak 550. Terdiri dari barang bukti penilangan yang diamankan, meliputi SIM sebanyak 136 buah, STNK 410 buah, 4 buah kendaraan tidak membawa surat kelengkapan. "Jumlah adanya pelanggaran yang kami tindak dengan penilangan ada 550, teguran kepada masyarakat yang tidak membawa perlengkapan sebanyak 627 total 1.117," imbuhnya. (ryn/lum)

Apalagi, anggaran dana pilkades bukan mengambil dana dari APBN. Sehingga, pemilihan kepala desa di Kabupaten Sampang tetap harus dilaksanakan tepat waktu. "Terus terang saya menolak adanya surat edaran ini, karena di dearah kan ada otonomi daerah, apalagi dana pilkades bukan dari dana APBN," ucapnya. Jika pelaksanaan pilkades bisa tetap digelar, lanjutnya, keamanan otonomi daerah

bisa terjamin. Namun, bila pilkades masih tetap ditunda diyakini akan menambah polemik di beberapa desa setempat yang dijabat oleh pejabat sementara (Pj). "Kalau bisa pilkades tetap dilaksanakan karena otonomi daerah kan juga menjamin. Dipastikan kalau tidak digelar maka saya yakin banyak polemik di bawahnya, apalagi saat dijabat sama Pj," tuturnya. Habib menambahkan, seperti adanya polemik

yang sudah terbukti menjadi gejolak terkait Surat Edaran Mendagri nomor 140/7635/ PMD tentang Pemilihan Kepala Desa Tahun 2014 tersebut. Dimana, seluruh warga pendukung calon kepala desa di Desa Banjar Talelah Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, menolak untuk segera diadakan pilkades. "Surat edaran ini juga sudah terbukti menjadi gejolak seperti di Desa Banjar Talelah,"imbuhnya. Hal senada juga diungkapkan Ketua Gerakan Peduli Sampang (Gerpas) Jawahir. Dirinya menuturkan bahwa SE Mendagri justru menjadi rawan terciptanya konflik. Sebab, sudah jelas surat edaran itu

Terus terang saya menolak adanya surat edaran ini, karena di dearah kan ada otonomi daerah, apalagi dana pilkades bukan dari dana APBN,”

Habib Yusuf Ketua GAIB

bisa dijadikan dasar oleh kedua pihak. Yakni antara pihak yang menginginkan dilaksanakannya pilkades ataupun yang tidak.

Ia meminta, pemerintah dalam hal ini forpimda seharusnya berani bertindak tegas dengan mengakomidir dua kepentingan berbeda tersebut. "Maka saya harap pemerintah sampang berani atau tidak dengan konsekuensi masing-masing baik melaksanakan tahapan sampai pemilihan atau tidak," ungkapnya Dirinya menambahkan, sehingga apapun nanti yang menjadi keputusan dari pemerintah bisa diterima oleh pihak terkait. "Supaya nantinya keputusan secara tegas dan bisa mempertimbangkan dengan mateng, sehingga apapun tidak atau dilaksanakan tahapan ini bisa diterima," jelasnya. (ryn)

REHABILITASI KIOS

Tanpa Melakukan Proses yang Benar SAMPANG- Dishubkominfo Kabupaten Sampang menilai rehabilitasi kios di dalam terminal Sampang belum melalui proses yang benar dan pengguna kios juga belum melengkapi administrasi, sehingga pemakai kios yang menanggung konsekuensinya ketika kios diminta untuk kembali ke kondisi awal. Kepala Dishubkominfo melalui Kabid Darat Fadeli mengatakan sudah membicarakannya kepada pengguna kios yang ada di dalam terminal Sampang. Menurutnya, siapapun boleh memakai kios, tapi ketika melakukan rehabilitasi harus melalui proses yang benar. Dan sampai sekarang pengguna kios masih belum melengkapi administrasi pembayaran. Dia juga mengaku sudah merencanakan untuk melakukan pertemuan dengan tim di ataranya bagian aset, kabag perekonomian dan dishub. Akan tetapi upaya itu tidak pernah terwujud karena bagian aset tidak pernah mendatangi pertemuan. “Yang jelas kami sudah bi-

cara dan memberikan arahan kepada pengguna kios kalau yang direhab konsekuensinya ditanggung sendiri ketika diminta ke kondisi awal oleh tim. Sedangkan penganan los masih terjadi saling lempar antara Bagian Aset dengan Kabag Perekonomian,” ujarnya, Selasa (17/12). Sementara Asisten III Bagian Perekonomian Ach Rochim mengatakan sudah memerintahkan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (dishubkominfo) untuk melakukan pendataan di area terminal Sampang. Namun walaupun sudah 10 hari ini masih belum menerima laporan. “Kami sudah memerintahkan Dishub untuk melakukan pendataan dan sampai sekarang kami masih belum menerima laporan. Kami akan menghubungi Dishub dan Bagian Aset untuk menyelesaikan persoalan ini karena belum tentu rehab itu tidak ada izin. Hanya saja yang mengeluarkan izin itu belum jelas dan kelemahannya ini ada di Bagian Aset,” tandasnya. (jun/lum)

Seorang pedagang asongan sedang duduk di depan kios yang berada di dalam terminal Kabupaten Sampang tertutup, Selasa (17/12).

GORONG-GORONG. Salah satu proyek gorong-gorong di Kabupaten Sampang yang pengerjaannya belum selesai, Selasa (17/12). Bupati A Fannan Hasib memastikan jika sampai batas waktu yang ditentukan belum selesai maka akan dilakukan tender ulang pada tahun 2014.

PILKADES

Ketua P2KD Diminta Dilengserkan SAMPANG - Warga Desa Bengsah, Kecamatan Sreseh, mendatangi kantor Pemkab Sampang. Warga meminta ketua P2KD setempat dilengserkan dari jabatannya. Warga menilai ketua P2KD kurang bijaksana dalam menjalanan tugasnya dengan tidak meloloskan salah satu calon. Sekretaris P2KD Syafi Mubarok mengatakan, kedatangan dirinya beserta warga ke Pemkab Sampang untuk mengantarkan calon yang ditolak sebagai peserta calon kades dengan alasan ada administrasi yang tidak dilengkapi. “Penolakan yang dilakukan oleh ketua P2KD karena calon kurang persyaratan administrasi sedangkan anggota yang lain sebanyak 16 anggota menyetujui terhadap

calon. Kami ingin menyampaikan agar ketua P2KD dilengserkan” ujarnya kepada wartawan. Pertemuan dengan pegawai pemkab diharapkan bisa meloloskan calon yang dinilai cacat adminstrasi tersebut. “Semua anggota menginginkan agar calon diloloskan kecuali ketua P2KD yang tidak menyetujui berdasarkan pada perda dan perbup yang dia pegang seharusnya ini ada kebijakan mengingat calon yang diinginkan oleh masyarakat,” ujarnya. Sementara Kepala Bagian Pemerintah Desa (Kabag Pemdes) Pemkab Didik Adi Pribadi ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak merespon. SMS yang dikirim wartawan Koran Madura juga tidak di balas. (jun/mk)

PILKADES. Warga Bengsah Kecamatan Sreseh mendatangi Pemkab Sampang, Selasa (17/12).


BANGKALAN

15

RABU 18 DESEMBER 2013 NO. 0263 | TAHUN II

BAHAN BAKAR

Elpiji Mahal karena Pengecer Resmi BANGKALAN - Selama sepekan terakhir, harga elpiji di pasaran merangkak naik. Hal itu menyusul adanya pemberitahuan dari Pertamina tentang lonjakan kenaikan. Meskipun begitu, tak ada keterangan resmi jumlah kenaikan yang pasti, sehingga tidak ada kejelasan berapa angka kenaikannya. Selain itu, kurangnya jumlah pengecer resmi disebut-sebut menjadi salah satu penyebabnya. Kepala Dinas perindustrian dan Perdagangan Bangkalan, Abdul Razak mengatakan mahalnya harga tabung elpiji 12 kilogram di pasaran disebabkan surat edaran dari Pertamina yang menyebutkan adanya kenaikan harga. Namun, kenaikan tersebut tak jelas berapa jumlahnya, karena angkanya tak tertera. “Hanya menjelaskan kalau ada kenaikan harga pada elpiji. Disperindag sudah diberitahu tentang hal itu,” kata Abdul Razak. Selain itu, dirinya menduga mahalnya harga elpiji

Kalau seperti itu kan harganya menjadi naik, karena pengecer yang tidak resmi juga ingin mengambil untung

Abdul Razak

Kepala Disperindag Bangkalan

lantaran kurangnya jumlah pengecer resmi yang ditunjuk Pertamina. Akibatnya, kenaikan harga tak dapat dibendung. Pengecer yang ingin menjual elpiji malah kulakan ke pengecer resmi tersebut. “Kalau seperti itu kan harganya menjadi naik, karena pengecer yang tidak resmi juga ingin mengambil untung,” terangnya. Dia berharap ada penambahan pengecer resmi, supaya tingginya harga dapat ditekan. Di samping itu, para pengecer bisa langsung mengambil ke distributor atau agen, sehingga tidak banyak melewati jalur pendistribusian.

“Ditambah pengecer resmi, sehingga pengecer tidak resmi bisa diakomodir. Hal itu untuk menghindari lonjakan harga,” pintanya. Meskipun demikian, dirinya tak menampik, kalau pengawasan dari elpiji 12 kilogram merupakan pekerjaan Pertamina langsung. Sebab Disperindag Bangkalan hanya melakukan kontrol pada harga elpiji 3 kilogram, karena adanya subsidi pemerintah mengenai elpiji 3 kilogram tersebut. Berbeda dengan pernyataan Disperindag, salah satu agen resmi elpiji kemasan 12 Kg CV Setia melalui Kepala Gudang, Suparlan membenarkan tentang adanya kenaikan sebesar Rp 3,500 dari harga sebelumnya. Kenaikan harga yang dilakukan oleh pihaknya hanya menjalankan perintah dari pimpinan. Selaku bawahan tidak bisa berbuat apa-apa jika ada instruksi langsung dari atasan. Pihaknya menjual elpiji 12 Kg seharga Rp 76,500. Sebelumnya dipatok seharga Rp 73 ribu dalam setiap tabungnya. Namun ia tidak mengetahui jika harga tabung gas elpiji di pedagang eceran mencapai Rp 81 ribu. Secara ketentuan kenaikan harga hanya Rp 3.500, saja. Mengenai kenaikan harga yang mencapai Rp 81 ribu, pihaknya pun tak mengetahui akan hal itu. Dirinya pun mengaku tidak ada pengurangan jumlah pengiriman elpiji. Dalam setiap dua hari, pihaknya mendatangkan 200 tabung elpiji. “Berdasarkan informasi di lapangan kenaikan harga elpiji kemasan 12 Kg ditengarai karena pihak pertamina tidak lagi menanggung biaya pengiriman,” ungkapnya. (ori/rah)

koran madura/doni heriyanto

JUMPA PERS. Kapolres Bangkalan, AKBP Sulistiyono saat memberi keterangan pers terkait perseteruannya dengan GMNI

BUNTUT PENGAMANAN SBY

GMNI-Polres Diamdiam Saling ‘Serang’ BANGKALAN - Ancaman GMNI untuk melaporkan Polres Bangkalan ke Kompolnas terkait peristiwa pemukulan kepada sejumlah aktivis, saat penyambutan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berkunjung ke Bangkalan beberapa waktu lalu membuat pihak kepolisian angkat bicara. Menurut Kapolres Bangkalan AKBP Sulistiyono, sebelum peristiwa tersebut terjadi, pihak kepolisian mengaku sudah melakukan audiensi dengan para aktivis. Namun, para aktivis bersikukuh untuk turun melakukan aksi. “Kita sudah peringatkan dan mengimbau agar keinginan teman-teman disampaikan secara tertulis, tetapi para aktifis menginginkan tetap turun ke jalan,” kata Kapolres Bangkalan, AKBP Sulistiyono, kemarin (17/12). Sebelum kejadian, imbauan itu dilakukan karena ada kekhawatiran akan adanya bentrok dengan polisi apabila

aksi turun ke jalan dilanjutkan. Akan tetapi, pihak aktivis mengaku sudah terbiasa dengan hal itu sehingga tidak mempedulikan imbauan pihak keamanan, karena bagi aktivis bertemu presiden merupakan keharusan untuk menyampaikan aspirasinya. Bila tidak memanfaatkan momen kunjungan presiden ke Madura tersebut, sulit rasanya bagi aktivis menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada orang nomor satu di Indonesia itu. “Malah mereka sempat bilang sudah terbiasa, kalau menjadi aktivis bentrok dengan polisi. Itu menjadi resiko,” jelasnya kepada wartawan. Padahal, polres Bangkalan sudah berupaya untuk melakukan pendekatan persuasif, diantaranya akan memfasilitasi keinginan teman-teman aktifis melalui sekwil dan paspampres, dengan mengirimkan keinginan mereka secara tertulis. (ori/rah/beth)

doni heriyanto/koran madura

LUMPUH. Mutik (tengah) mengalami lumpuh pada bagian tangan dan kaki kiri, diduga akibat malapraktik dokter RSU. Lukas Bangkalan. Sehari-hari ia kini tidak bisa melakukan aktifitas normal seperti hari-hari sebelum ia sakit dan berobat di RSU Lukas Bangkalan.

Seorang Pasien Lumpuh Diduga Korban Malapraktik Dokter RSU Lukas BANGKALAN - Diduga akibat salah dalam penanganan medis (Malapraktik) yang dilakukan oleh salah satu dokter RSU. Lukas Bangkalan, Mutik (70) warga Dusun, Buluh, Desa Buluh, Kecamatan Socah, harus menerima kenyataan pahit, mengalami lumpuh pada bagian tangan dan kaki kirinya. Pada awalnya, Mutik hanya menderita penyakit asma, namun akibat malapraktik tersebut, kini hanya bisa berdiam diri karena lumpuh yang dideritanya. “Awal mulanya, ibu saya menderita penyakit asma dan saya membawanya ke RS. Lukas. Di sana mendapatkan perawatan medis selama tiga hari. Namun, saat kami mau bawa pulang, lengan kiri ibu saya disuntik oleh perawat. Pada waktu itu juga langsung gemetar dan tangan kirinya tak berfungsi,” jelas Muzammil, putra Mutik. Kronologisnya, pada hari Rabu tanggal 17 Juli 2013 sekitar pukul 14.00 wib, korban Mutik dibawa oleh keluarga untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Lukas, karena korban menderita sakit asma. Selanjutnya, dilakukan penanganan medis oleh dr. Catur Budi Keswardiono. Kemudian

pada hari Kamis tanggal 18 Juli 2013 sekitar jam 21.00 wib dilakukan tindakan medis oleh perwat berupa suntikan pada lengan kiri. Akan tetapi, 30 menit setelah disuntik korban mengalami gemetar

Ya pada saat itu juga saya komplain ke perawatnya. Namun, kami sangat kecewa karena tidak ada tindakan dan harus menunggu dr. Catur yang datang pada keesokan harinya

Muzammil Putra Pasien

dan lumpuh pada bagian tubuh kirinya. Dengan kejadian yang dialami korban, membuat keluarga korban berinisiatif untuk memindahkan ke RSUD Bangkalan. Ironisnya, hingga saat ini korban masih mengalami lumpuh yang diduga akibat tindakan medis yang dilakukan oleh pihak RSU. Lukas. “Ya pada saat itu juga saya komplain ke perawatnya. Namun, kami sangat kecewa karena tidak ada tin-

dakan dan harus menunggu dr. Catur yang datang pada keesokan harinya,” sesalnya. Dengan adanya peristiwa tersebut, kata Muzammil, ia melaporkan kasus dugaan malapraktik tersebut ke Polres Bangkalan untuk meminta pertanggungjawaban pihak rumah sakit. Sebab keluarga korban merasa sangat dirugikan dengan tindakan medis yang menyebabkan korban lumpuh. “Tanggal 28 Agustus melaporkan ke Polres. Namun baru pada 14 November ada jawaban dari Polres, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak rumah sakit dan selanjutnya akan diminta keterangan dari ahli untuk kasus ini, tapi sampai hari ini belum ada jawaban apa-apa,” paparnya. Dikonfirmasi terpisah, Humas RSU. Lukas Bangkalan, Johan FR membatah jika ada kesalahan tindakan medis terhadap pasien Mutik. Sebab pemeriksaan dan tindakan medis yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur yang benar. Mengenai kejadian tersebut, tidak ada kaitannya sama sekali dengan tindakan tim dokter Rumah Sakit Lukas. “Pasien datang ke sini dengan keluhan sesak nafas, dan selama 3 hari sudah dilakukan tindakan medis yang benar. Pada hari kedua terkena serangan struk, bukan disebabkan karena tindakan medis itu dan hari ke 3 minta keluar dari RS Lukas ini,” jelasnya. (dn/rah)

PENDIDIKAN

Disdik Kesulitan Penuhi Biaya US BANGKALAN-Aturan baru yang menghapus tentang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di tingkat sekolah dasar pada tahun 2014 mendatang membuat permasalahan baru. Sebab UN tersebut diganti dengan pelaksanaan Ujian Sekolah (US) yang notabene merupakan tanggungan Dinas Pendidikan (Disdik). Di sinilah Disdik Bangkalan mengaku kesulitan perihal biaya penyelenggaraan US mendatang. “Dihapusnya ujian nasional (UN) SD 2014 dan diganti dengan ujian sekolah (US), biaya penyelenggaraan US tersebut sepenuhnya dibebankan kepada daerah, dalam hal ini Disdik Bangkalan,” kata Kasie Kurikulum Disdik Bangkalan, Moh. Ya’kub. Menurutnya, kebijakan yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendisdik) itu membuat Disdik Bangkalan kebingungan untuk mencari biaya US SD 2014 tersebut. Sebab sejauh ini pihaknya belum bisa melakukan kebijakan mengenai pos anggaran yang akan diambil untuk US tersebut. “Soal biaya US 2014 ini, mau diambilkan dari anggaran pos mana, saya masih kurang tahu, Mas. Sebab masih akan dilakukan rapat lanjutan untuk membicarakan masalah pembiayaan tersebut,” terangnya. Apalagi, lanjut Ya’qub, pelimpahan wewenang dan biaya US SD itu ditetapkan oleh pusat sesudah APBD Kabupaten Bangkalan disahkan oleh DPRD Bangkalan. (ori/rah)

DARI PERTANDINGAN P-MU VS PERSEBAYA

Kecelakaan Saat Hendak Dukung Tim Kebanggaan, Dua Bonek Kritis BANGKALAN - Pertandingan Persepam Madura United (PMU) melawan Persebaya, Selasa (17/12) sore kemarin menyisakan insiden memilukan. Tiga suporter pendukung Persebaya yang dikenal dengan sebutan Bonek (Bondo Nekat) mengalami kecelakaan lalu lintas di Kawasan Ketengan Kecamatan Burneh Bangkalan. Akibatnya, dua suporter tersebut kritis dan menjalani perawatan intensif di IGD RSUD setempat. Berdasarkan pengakuan M. Agung (17), korban selamat, ia bersama Dandi (17) dan Tajul (16) dari Surabaya mengendarai satu motor Vario bersama rombongan Bonek lainnya yang hendak menyaksikan pertandingan di Stadioan Gelora Bangkalan (SGB). Pada saat di tempat kejadian perkara (TKP), Dandi pengemudi kendaraan Vario hendak mendahului rekan-rekannya sesama Bonek. Namun, sayangnya keinginan

tersebut dilarang oleh bonek lainnya yang ada di belakang dan memilih mundur ke posisi semula. Ternyata,

motor yang dikendarai bertiga itu mengenai bagian belakang motor Bonek lain. Sehingga kendaraan yang

ditumpangi mereka oleng hingga terjatuh. Tragisnya, pada saat bersamaan, sebuah mobil Toyota Rush melaju dengan kencang dari arah berlawanan. Benturan keras pun tak dapat dihindarkan dan menabrak bagian depan motor yang ditumpangi 3 orang bonek tersebut. Dua bonek yang ada di bagian depan, yakni Dandi dan Tajul mengalami benturan keras hingga kritis dan sempat dikabarkan salah satu diantara keduanya meninggal dunia. “Dandi mau nyalip rombongan, Mas, terus dilarang dan kami kembali ke posisi semula, tapi sayangnya motor kami kena bagian belakang motor lain hingga terjatuh, pada sat itulah sebuah mobil menabrak kami,” terang Agung saat sedang menunggu nasib kedua temannya di ruang IGD RSUD. Sementara itu, petugas Satlantas mengaku masih menindaklanjuti pemeriksaan kasus tersebut. Hingga berita ini ditulis, kondisi kedua korban semakin kritis. Rencananya akan dirujuk ke RS dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. (dn/rah)


IKLAN DAN BERLANGGANAN

16

WILAYAH SURABAYA

RABU 18 DESEMBER 2013 NO. 0263 | TAHUN II

081330903119

S atu Hati un tuk B an gsa

OUR DAILY LIFE

ant/eric ireng

Sejumlah siswa mencermati sejumlah karya foto yang dipamerkan di Royal Plaza Surabaya, Senin (16/12). Pameran bertajuk ‘Our Daily Life’ yang memajang 57 foto karya siswa SMP Santo Yosef dan SMP Santo Carolus Surabaya, hasil dari pelatihan foto jurnalistik ‘Matanesia Institute Goes To School’ tersebut, bertujuan untuk mengenalkan foto jurnalistik dasar sejak dini dan melatih kepekaan sosial di lingkungan mereka.

Kejati Menyelidiki Dana Hibah Pemkot Ketua MP3KP: Kasus Tersebut Telah Dilaporkan ke KPK SURABAYA - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menyelidiki kasus dugaan penyelewengan dana hibah mencapai Rp1 miliar yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya selama dua tahun melalui sejumlah program. “Kini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus dugaan penyelewengan dana hibah yang dicairkan dari tahun 2011 sampai 2012 ,” kata Kepala Kejati Jatim, Arminsyah, di Surabaya, Selasa. Pada kesempatan sama, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati, Febry Ardiansyah, menyatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat perintah penyelidikan guna mengusut kasus itu. “Bahkan kini kami sedang melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) bersama sejumlah intelijen kejaksaan,” ujarnya. Asisten Intelijen (Asintel), Andi Herman membenarkan bahwa proses pengusutan kasus dana hibah

di Pemkot Surabaya sudah dilakukan sejak dua bulan lalu. Saat ini beberapa dokumen juga telah diperoleh dan diperiksa oleh tim. “Tindakan ini kami lakukan agar bisa diketahui di mana penyimpangannya,” katanya. Penyelewengan dana tersebut, tambah dia, diduga terjadi pada pencairan dana hibah tahun 2011. Saat itu, ada dana hibah yang dicairkan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Penyalurannya dalam bentuk berbagai program dengan beragam penerima. “Entah Pemkot yang mungkin belum menerima laporan dari penerima maka itu yang kami selidiki,” tegasnya. Akan tetapi, kata dia,

Kami sedang melakukan pengumpulan bahan dan keterangan bersama sejumlah intelejen kejaksaan

Arminsyah

Kepala Kejati Jatim

meski dana hibah tahun 2011 pertanggungjawabannya lemah, Pemkot Surabaya masih juga menyalurkan dana itu pada tahun berikutnya dengan jumlah mencapai sebesar Rp1 miliar. Permasalahan paling menonjol adalah bantuan hibah mobil operasional yang diberikan Pemkot Surabaya kepada Polrestabes Surabaya. “Kami sudah menerima laporan dari LSM Masyarakat

Pemantau Pelaksanaan Program dan Kebijaksanaan Pemerintah Jawa Timur (MP3KP) terkait masalah ini,” katanya. Secara terpisah, Ketua MP3KP Jatim, Eusebius Purwadi, menyebutkan, justru telah melaporkan kasus tersebut ke KPK. Bahkan, untuk dana hibah kendaraan operasional tersebut nominalnya mencapai Rp8 miliar. (ant/rah)

JAMU TRADISIONAL

Obat Tak Berizin Jangan Dikonsumsi BANGKALAN - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) Surabaya, Retno Kurpaningsih mengimbau kepada masyarakat Bangkalan agar tidak mengkonsumsi obat tradisional yang tidak memiliki iZin resmi dari Menteri Kesehatan. Obat terlarang tersebut marak beredar di tengah-tengah masyarakat. Jangan sampai masyarakat dengan mudah mengkonsumsinya tanpa mengetahui efek yang ditimbulkan dari obat tersebut. “Kami memberi peringatan kepada masyarakat agar tidak dengan mudah mengkonsumsi obat-obat tradisioanal yang tidak memiliki izin resmi dari Kementerian Kesehatan,” ujar Kabid. Pengujian Produk Terapi, Napza, Kosmetik, dan Obat Tradisional BPOM Surabaya, Dra. Retno Kurpaningsih usai mengisi acara sosialisasi OMKABA di Aula MAN Bangkalan. Menurutnya, obat tradisional yang layak dikonsumsi oleh masyarakat harus terdaftar dan mencantumkan

Masyarakat perlu tahu obat yang aman dikonsumsi maupun yang tidak layak di konsumsi.

Dra. Eni Zuniati

Kasi Layanan Konsumen BPOM Surabaya nomor pendaftaran pada label, kamudian secara empirik terbukti aman dan bermanfaat. Selain itu, bahan dan proses pembuatannya memenuhi syarat, tidak mengandung bahan kimia sintetik atau hasil isolasi yang berkhasiat obat. Hal itu sebagai upaya menjaga keamanan dan kelayakan untuk dikonsumsi. “Jadi obat yang dikonsumsi itu benar-benar aman dan bermanfaat untuk digunakan oleh masyarakat.

Bahan obat tradisioanal produksinya memenuhi syarat yang telah ditetapkan berdasarakan Keputusann Ka. BPOM No. HK.00.05.4.2411,” jelasnya. Salah satu produk obat tradisioanal berbahaya atau ilegal yang dikeluarkan oleh produsen, kata Retno, yaitu Tongkat Azimat Madura. Cara penggunaan obat tersebut dimasukan ke alat kelamin perempuan. Sehingga dari design produk, sudah tidak sesuai dengan syarat yang

ditetapkan dalam ketentuan peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) sebagai produk obat tradisional yang boleh beredar dan aman digunakan. “Produk yang ilegal atau berbahaya itu tidak ada yang bisa menjamin apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pasca penggunaan obat tersebut. Maka dari itu, masyarakat perlu tahu obat yang aman dikonsumsi maupun yang tidak layak di konsumsi,” paparnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Kasi layanan Konsumen BPOM Surabaya, Dra. Eni Zuniati. Ia menjelaskan bagi masyarakat pada umumnya harus mengetahui terlebih dahulu sebelum menggunakan obat tradisional yang dijual bebas di toko-toko. Sebab apibila salah dalam mengkonsumsi akan berakibat fatal pada kesehatan. “Antisipasi sejak dini itu lebih penting, agar tidak ada korban akibat salah mengkonsumsi obat tradisional,” tandasnya.(dn/rah)

PENETAPAN UMK 2014

7 Perusahaan Ajukan Penangguhan SURABAYA - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jawa Timur baru menerima pengajuan penangguhan UMK 2014 dari 7 perusahaan yang merasa keberatan dengan besaran UMK yang telah ditetapkan Gubernur Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan Kepala Disnakertransduk Provinsi Jawa Timur Hary Soegiri saat dihubungi Koran Madura kemarin. “ Baru 7 perusahaan yang sudah mengajukan keberatan secara resmi. Namun yang persyaratan lengkap hanya 2 perusahaan. Padahal batas akhirnya tanggal 21 Desember mendatang,” ungkap Hary. Dua perusahaan yang berkasnya lengkap adalah

PT Bintang Barisan Tujuh di Sidoarjo dan PT Rekoko Kabupaten Pasuruan. Sedangkan 5 lainnya diminta untuk melengkapi persyaratan. Perusahaanperusahaan yang mengajukan keberatan ini berasal dari ring I seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Pasuruan. Syarat pengajuan penangguhan UMK sangat ketat. Selain melampirkan kesepakatan antara pekerja dan pengusaha, perusahaan juga harus melampirkan neraca keuangan yang nantinya akan diaudit oleh auditor independen. Karena itu, kata Hary, 5 perusahaan yang belum melengkapi persyaratannya diimbau untuk melengkapi sebelum batas akhir. Menurutnya, jika pengajuan tersebut disetujui, maka

pada Januari 2014 mendatang perusahaan tersebut diperbolehkan membayar gaji pekerjanya dengan UMK lama tahun 2013. Dia berjanji akan mengumumkan hasil verifikasi itu secepatnya. “Kalau memang memenuhi sayarat pengajuannya maka akan diproses dan disetujui penangguhannya perusahaan yang bersangkutan boleh membayar pekerjanya dengan upah lama,” tambahnya. Hary juga memberikan kesempatan kepada perusahaan lain yang hendak mengajukan keberatan. Karena berdasarkan klaim dari Asosiasi Pengusaha Indonesia Jatim ada ratusan perusahaan yang merasa keberatan. Namun hingga kemarin, hanya ada 7 perusahaan yang merasa keberatan. (han)

ATASI KERUWETAN DI SURABAYA

Polisi Berlakukan Car Free Night SURABAYA - Polrestabes Surabaya akhirnya menemukan cara yang tepat untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama di kota Surabaya, pada malam pergantian tahun baru 2014 mendatang. Bekerjasama dengan pemerintah provinsi Jawa Timur, Polrestabes akan memberlakukan car free night (malam bebas kendaraan bermotor) di sejumlah ruas jalan protokol, seperti Darmo, Tunjungan, Gubernur Suryo dan Panglima Soedirman. Ide menarik ini digagas sendiri oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Polisi Setija Junianta. Tujuannya, agar kegiatan warga kota Surabaya pada malam tahun baru terpusat dan terkondisi dengan baik serta untuk meminimalisasi kegiatan konvoi/arak-arakan. Sehingga tercipta kondisi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas ( Kamseltibcar Lantas ) yang sesuai dengan harapan. Begitu pula kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Kapolrestabes kepada wartawan kemarin mengatakan dari evaluasi kepolisian selama ini, malam tahun baru identik dengan konvoi sepeda motor dengan knalpot ngebrong. Selain itu tidak sedikit kasus kejahatan terkait dengan kelompok-kelompok kendaraan bermotor. “Ini biasanya juga dipicu oleh minuman keras,” urainya. Daripada aktivitas tersebut berulang-ulang terjadi di setiap malam tahun baru, kata Kapolrestabes Surabaya, lebih

baik masyarakat diberikan wadah untuk bisa mengekspresikan eksistensinya dengan aktivitas yang lebih positif. Selain menggelar Car Free Night, Pemprov Jatim akan menggelar berbagai acara yang berpusat di Gedung Negara Grahadi, dengan puncak acara pesta kembang api dibelakang Patung Gubernur Suryo, Taman Apsari serta acara pembuatan panggung utama di halaman rumput hijau Gedung Negara Grahadi. Acara car free night malam tahun baru 2014 dimulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB. Agenda utama yaitu penutupan Jalan Raya Darmo sepanjang 1,5 KM, Jalan Tunjungan, Jalan Gubernur Suryo dan Jalan Penglima Sudirman sepanjang 2,5 KM. Agar masyarakat tidak jenuh, sejumlah hiburanpun disuguhkan. Untuk di Jalan Raya Darmo akan diadakan acara

yang mengangkat tema tentang budaya. Kegiatannya mulai dari ludruk pelajar, bakar jagung bersama, tarian budaya pelajar, musik tradisional pelajar, lawak simultan yang akan berusaha memecahkan rekor Muri hingga kuliner khas Surabaya. Sedangkan di jl Tunjungan mengangkat tema kaum muda, acaranya antara lain Band Indie, Stand Up Comedy, Music Dance Performence, Anime, Komunitas Sulap dan Bazar Hasil Karya Pelajar. Jalan Gubernur Suryo menggelar kegiatan Parkour, Capoera, Atraksi Komunitas Sepeda BMX, Food Fest, Band Fussion dan Jazzy dengan tema olahraga dan hiburan pendidikan. Sementara untuk Jalan Panglima Sudirman bertemakan komunitas, akan dimeriahkan oleh Komunitas Club Motor, Bazar dan Giant Screen Nonton Bareng XXI. (han)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
e Paper Koran Madura 18 Desember 2013 by koran madura - Issuu