Skip to main content

e Paper Koran Madura 15 April 2014

Page 1

SELASA

KORAN MADURA

15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III ECERAN Rp. 3.500 LANGGANAN Rp. 70.000

1

0328-6770024 SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III www.koranmadura.com

ol, Sibuk di Parpteri n e M k Banya egara Lupa Tugas N a|2

Berita Utam

ant/ismar patrizki

SIDANG LANJUTAN. Terdakwa kasus dugaan suap sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur di MK dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), mantan Ketua MK, Akil Mochtar (kiri), mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/4). Sidang digelar dengan agenda mendengarkan keterangan sejumlah saksi diantaranya Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto, namun keduanya batal hadir.

Ada Nirwan Bakrie di Pilkada Jatim? Akil Patok Rp 10 Miliar untuk “Pengamanan” JAKARTA- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar terungkap meminta Rp10 miliar untuk mengurus sengketa pemilihan kepala daerah Jawa Timur di MK dalam pembicaraan melalui Blackberry Messanger (BBM) dengan Ketua Partai Golkar Jawa Timur Zainudin Amali. “Ini di dalam BBM saudara pernah menerima pesan dari Pak Akil yang isinya, ‘katanya yang mau biayai Nov dan Nirwan

B. Menurut Sekjenmu karena ada kepentingan bisnis mereka di sana’ apakah betul itu?” tanya Jaksa KPK Ely Kusumastuty dalam sidang Akil di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta. Zainudin pun membenarkan isi BBM itu. Namun, ia tak menjawab pertanyaan Akil tersebut. “Ya itu sesuai yang ada di Blackberry tapi saya enggak jawab,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPR itu. Jaksa Elly kemudian menanyakan siapa “Nov” dan “Nirwan B” yang dimaksud. Zainudin pun mengaku tak tahu kedua nama yang disebut Akil itu.

“Sesungguhnya saya tidak tahu. Itu dari Pak Akil. Jadi, sesuai dengan apa yang di BB (BlackBerry). Saya tidak tanya lagi,” jawab Zainudin. Jaksa Elly lalu membacakan transkrip BBM lanjutan dari Akil ke Zainudin. “Jadi, sama aku kecil-kecil saja? Wah enggak mau saya. Besok-besok saya batalin nih Pilkada Jatim. Emangnya aku anggota FPG,” ucap jaksa Elly, menirukan bunyi pesan BBM Akil. Zainudin pun membalas, “Tadi siang saya ketemu Idrus n Nov di fpg. Kata IM nanti dia yang berurusan ke Abang (Akil) malam ini. Makanya saya diam saja. Saya pikir

abang kan lebih percaya IM daripada saya. Makanya saya enggak gerak lagi.” Zainudin pun menjelaskan kepada jaksa bahwa “FPG” yang dimaksud adalah Fraksi Partai Golkar, “Nov” adalah Setya Novanto, dan lM adalah Idrus Marham. Sebelumnya, jaksa juga membeberkan isi BBM Akil yang meminta Zainudin untuk menyiapkan uang Rp 10 miliar. Seperti diketahui, Akil juga didakwa menerima janji Rp 10 miliar dari Zainudin terkait pengurusan sengketa Pilkada Jawa Timur. Zainudin saat itu adalah Ketua Bidang Pemenangan Pilkada Jatim untuk pasangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf. =ANT/DESCA


2

KORAN MADURA

PAMANGGI

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

Poros

Oleh : Miqdad Husein

Kolumnis, tinggal di Jakarta

Belakangan muncul wacana mengacu memori lama koalisi Poros Tengah yang mengantarkan KH. Abdurrahman Wahid ke pucuk pimpinan nasional. Sedang dikembangkan apa yang sementara disebut sebagai wacana koalisi strategis dari partai Islam dan berbasis Islam untuk menampilkan pasangan Capres/Cawapres alternatif. Tentu saja secara demokrasi wacana ini menarik karena makin memeriahkan Pilres 9 Juli mendatang. Masalahnya apakah wacana koalisasi strategis itu efektif ketika Presiden/Wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat. Di masa lalu, pada tahun 1999 memang relatif mudah menggalang dan menyusun kebersamaan antar kekuatan politik karena pemilihan Presiden/ Wapres hanya melibatkan anggota MPR. Jelas jauh lebih mudah menyamakan persepsi dan kepentingan ratusan orang ketimbang menggalang sekitar 187 juta rakyat pemilih. Katakanlah, kekuatan Partai-partai Islam dan berbasis Islam mampu menyatukan kesamaan kepentingan memunculkan satu pasangan, secara obyektif masih banyak kendala yang membentang jika berharap nostalgia tahun 1999 terulang. Pertama tentu saja terkait kultur Pilres yang kurang berhubungan dengan latar belakang partai pengusung. Data-data memperlihatkan baik Pilres maupun Pilkada yang berlangsung di berbagai daerah sangat personal. Ketokohan jauh lebih dominan menjadi jaminan peluang menang ketimbang partai politik pengusung. Bahkan kadang ketokohan yang kuat dari berbagai data Pilkada, tak jarang calon independen mampu menjungkalkan calon yang didukung partai besar; termasuk yang didukung begitu banyak partai. Bukan rahasia lagi banyak Calon Gubernur, Bupati, Walikota yang didukung suara partai Sebesar dan se- pas-pasan, karena ketokohan banyak apapun kuat berhasil mengalahkan partai pendukung petahana maupun pasangan Capres/Cawapres, yang didukung partai besar. Yang juga layak menbukanlah ukuran dan faktor utama dapat perhatian, tipisnya perbedaan ikatan idiologi dalam sistem politik di negeri ini, mempermudah kekuatan ketokohon menerobos sekatsekat perbedaan. Kekuatan faktor ketokohan ini begitu mudah mencairkan ikatan idiologi termasuk yang terkait keagamaan. Isu beraroma keagamaan terbukti saat ini kurang mampu mempengaruhi peta pemilihan. Menurunnya citra partai, yang menurut Cirus kepercayaan masyarakat pada partai politik tersisa 9,4 persen, makin menipiskan pengaruh partai politik dalam Pilpres. Dari parameter ini partai dan kelompok partai apapun perlu memperhitungkan faktor kekuatan ketokohan Capres/Cawapres yang diusungnya. Memperhitungkan dan menganggap suara partai pendukung saja sebagai jaminan akan mudah menjerumuskan pada kesalahan logika sangat serius. Lalu, dalam Pilpres mesin dan jaringan kepengurusan partai sering tak berjalan optimal. Sekedar perbandingan, berdasarkan pengalaman Pilres tahun 2004 dan 2009 praktis mesin dan jaringan partai tidak berjalan bahkan pada tingkat minimal. Faktor energi yang telah terkuras habis saat Pileg serta menurunnya keterlibatan kader partai menjadi faktor utama mengapa mesin partai seperti kurang berjalan. Kader partai yang terpilih, apalagi yang tak terpilih dalam Pileg karena energi serta kepentingan langsung dengan dirinya sudah tak ada, sulit digerakkan. Sebesar dan sebanyak apapun partai pendukung Capres/Cawapres, bukanlah ukuran dan faktor utama. Sosok dan ketokohan sang kandidat sendirilah pada akhirnya yang menentukan menang atau kalah. Bisa jadi Capres/Cawapres memang sangat “kesepian” saat Pilpres. =

Berita Utama

KORAN MADURA

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

2

Banyak Menteri Lupa Tugas Negara JAKARTA-Roda pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipastikan tidak berjalan karena banyak menteri yang merangkap sebagai ketua umum parpol. Namun demikian, presiden SBY memaklumi para menteri di kabinet yang dipimpinnya belakangan lebih sibuk mengurusi parpol ketimbang mengurusi urusan negara. “Presiden bisa maklum satu dua hari ini perhatian dan konsentrasi dari sebagian mereka yang khususnya juga aktif dalam parpol dan koalisi pada pemerintah memberikan perhatian pada hasil pemilu pekan lalu,” ujar Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Kompleks Istana Negara Jakarta, Senin (14/4). Seperti diketahui, SBY sendiri merangkap jabatan sebagai ketua umum Partai Demokrat. Para menteri yang merangkap jabatan sebagai ketua umum parpol antara lain;

Menteri Agama Suryadharma Ali dari PPP, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa dari PAN, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dari PKB. Selain itu, banyak menteri yang juga memiliki posisi strategis di parpol beberapa di antaranya Agung Laksono dari Golkar, Helmi Faisal dari PKB, Tifatul Sembiring dari PKS, dan Syarief Hasan dari Demokrat. Presiden SBY katanya mengingatkan kepada para menteri yang merangkap ketua umum parpol untuk lebih dulu melaksanakan kewajibannya. Kewajiban para menteri itu merupakan tanggung jawab kepada rakyat dan negara. “Tentu pemerintahan harus tetap berjalan, goverment never sleep, jadi masa masa saat ini ada perhatian khusus terutama menteri yang saat ini juga menjabat sebagai ketua umum bisa dimaklumi oleh presiden, tetapi beliau mengingatkan di atas segalanya itu ada kewajiban yang diberikan oleh negara dari rakyat yaitu sebagai menteri itulah yang harus diutamakan,” jelas Julian.

Julian menambahkan selama ini urusan negara tidak ada yang terganggu. Dijadwalkan besok ada rapat terbatas yang berkaitan dengan energi. “Sejauh ini masih berjalan, tidak ada yang tidak berjalan secara semestinya. Besok ada ratas bidang energi tentu itu akan melibatkan menteri atau instansi yang terkait,” ujarnya. Pasca hitung cepat pemilu legislatif usai dilakukan dan angka-angka perolehan suara dapat diprediksi, komunikasi antar partai politik (parpol) pun gencar dilakukan. Komunikasi politik tersebut dilakukan untuk menentukan koalisi jelang pemilu presiden (pilpres) mendatang. Pengamat politik Asep Warlan Yusuf menyebut bahwa komunikasi tersebut bisa jadi bagus, namun bisa juga tidak. “Komunikasi politik harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum pilpres. Jangan sampai ketika dekat pilpres agar tidak terkesan sekedar politik dagang sapi, siapa dapat apa (bagi-bagi kekuasaan),” katanya. =GAM/ABD

SIARAN KAMPANYE

Televisi Nasional Secara Sadar Melanggar Ketentuan SEMARANG-Motivasi finansial dan politik membuat sebagian besar televisi swasta nasional secara sadar melakukan pelanggaran terhadap ketentuan siaran kampanye selama masa Pemilihan Legislatif tahun ini. Ironisnya, ternyata pelanggaran juga dilakukan oleh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI yang menggunakan uang rakyat berupa APBN dengan mengabaikan hak publik untuk memperoleh informasi yang berimbang dan independen. Hal tersebut menjadi kesimpulan dari Diskusi Publik bertajuk ‘Evaluasi Sajian Politik Media di Tahun Politik’ yang digelar Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Universitas Soegijapranata, Semarang, dengan menghadirkan sejumlah pembicara dosen FKH Unika Soegijapranata, Algooth

Putranto, Program Manager Southeast Asian Press Alliance-Bangkok, Wisnu T. Hanggoro, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jateng, Budi Setyo Purnomo, Redaktur Pelaksana Suara Merdeka, Ananto Pradono dan Ketua Divisi Advokasi dan Serikat Pekerja AJI Semarang, Girindra Wardana di Semarang, Senin (14/4). Hasil temuan Tim FKH Unika Soegijapranata menyebutkan, semua lembaga penyiaran televisi free on air nasional baik swasta maupun televisi publik (LPP TVRI) secara sadar melakukan pelanggaran ketentuan aturan siar reguler (P3SPS/Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran KPI) selama Pemilihan Legislatif 2014. “Hal tersebut terlihat dari 34 teguran yang dilayangkan KPI Pusat pada periode 20 September 2013 hingga 9 April 2014. Separuh pelanggaran tersebut dilakukan MNC Group. Sementara iklan kampanye pelanggar terbanyak adalah

iklan Hanura sebanyak 38 persen,” papar Algooth. Menariknya, meski KPI telah melarang penayangan program Mewujudkan Mimpi Indonesia sejak 20 Februari 2014, ternyata hingga 13 April 2014 iklan tersebut masih ditayangkan pada Sindo TV yang masih terafiliasi dengan jaringan MNC Grup. Menurut Budi Setyo, pelanggaran dilakukan sejak hari pertama masa kampanye pada 16 Maret 2014. Terdapat delapan televisi yang menayangkan iklan partai politik melebihi ketentuan. Metro TV bahkan menunjukkan ketidakberimbangan dalam memberitakan Partai Nasional Demokrat. “Bahkan MNC Grup secara sadar menayangkan iklan dengan nuansa menyerang, tidak meminta izin dari orang bersangkutan yaitu Jokowi, iklan yang tidak jelas siapa yang beriklan dan tidak menampilkan sumber cuplikan video (footage),” tutur Budi. =GAM


KORAN PROBOLINGGO NASIONAL

MADURA

KORAN MADURA

Ekonomi

SELASA 2014 SELASA 15 APRIL15 2014APRIL | No. 0342 | TAHUN III No. 0342 | TAHUN III

33

SKANDAL HAMBALANG

Menantu Sudi Silalahi Disebut dalam Sidang JAKARTA- Pemilik PT Assa Nusa Indonesia Saul Paulus David Nelwan atau Paul Nelwan memberi pengakuan yang mengejutkan dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Jawa Barat.

ant/widodo s. jusuf

MEGAWATI BERTEMU MAHATHIR. Presiden ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah) didampingi Ketua Bappilu PDI Perjuangan Puan Maharani (kedua kiri) dan Capres dari PDI Perjuangan Joko Widodo (kiri) menerima mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kedua kanan) dan Dubes Malaysia untuk Indonesia Zahrain Mohamed Hashim (kanan) di kediaman Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (14/4). Mahathir Mohamad berkunjung ke kediaman Megawati Soekarnoputri untuk mengucapkan selamat atas kemenangan PDI Perjuangan dalam Pemilu Legislatif 2014.

Mahathir Kunjungi Megawati Kagumi Pemilu yang Berlangsung Aman JAKARTA- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mendatangi kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, di Teuku Umar, Nomor 27 A Menteng, Jakarta Pusat. Mahathir menyebut Megawati sebagai sahabat lama. Bahkan tokoh ASEAN itu mengaku hubungannya sangat dekat dengan Megawati saat putri Bung Karno itu menjabat sebagai presiden RI. Saat itu, setiap kali bertemu dengan Megawati, Mahathir mengaku sangat senang. Mengenakan setelan jas warna biru tua, Mahathir tampak sumringah. Tiba pukul 17.13 WIB dengan Mercedes Benz tipe S 350 dengan plat Kedubes Malaysia Nomor CD 47 01, Mahathir langsung disambut oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Usai menyambut Mahathir keluar dari mobil, Jokowi menggiring mantan PM itu ke dalam teras, di mana Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, telah menunggu. Tampilan Puan pun tampak

berbeda, mengenakan baju kebaya putih dan sarung songket berwarna oranye. Puan langsung menyapa Mahathir. Seketika Megawati keluar dari rumah dengan mengenakan baju kebaya warna coklat dan sarung songket warna coklat tua. Keempatnya menyempatkan diri untuk berfoto sebentar sebelum kemudian masuk ke dalam rumah. Pertemuan berlangsung tertutup. Saat berita ini diturunkan, pertemuan masih berlangsung di kediaman Megawati. “Saya ingin ketemu sahabat lama, Ibu Megawati dan saya gembira melihatnya sehat,” ujar Mahathir usai bertemu di rumah Megawati, Jalan Teuku Umar Nomor 27 A, Menteng, Jakarta Pusat, selama sekitar satu jam (Senin, 14/4). Mahathir katakan kunjungan-

nya ke Indonesia adalah sekaligus membahas isu ekonomi nasional yang sedang hangat. “Lawatan ini saya buat untuk misi ekonomi nasional Indonesia,” imbuhnya. Dia berharap, persahabatannya dengan presiden perempuan pertama RI itu dapat menjadi contoh bagi kelangsungan hubungan dua negara serumpun. “Dan saya harap persahabatan seperti ini diwujudkan Malaysia oleh Indonesia dalam bentuk kerja sama,” tandasnya. Mahathir mengaku kagum dengan pelaksanaan pemilu Indonesia yang berlangsung barubaru ini. Mahathir memuji pemilu Indonesia yang berlangsung aman dan damai. “Saya kagum dengan pemilu Indonesia, yang punya penduduk 250 juta dan tinggal di 17,000 pulau. Indonesia dapat menggelar pemilu aman dan tenang. Saya harap Indonesia akan memperoleh presiden yang baru dan kami harap bisa tetap bekerja sama,” paparnya. =GAM/ABD

Dalam kesaksianya, Paul membenarkan bahwa Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng pernah menitipkan PT Global Daya Manunggal dalam tender proyek Hambalang. Tak hanya itu, nama menantu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Sudi Silalahi disebut-sebut dalam perkara tersebut. Paulus Nelwan mengatakan bahwa dirinya pernah dikontak oleh orang yang mengaku sebagai menantu Sudi Silalahi untuk melibatkan PT PP dalam proyek Hambalang. “Saya tidak tahu namanya siapa. Tapi iya, dia ngakunya anak menantu pak Sudi Silalahi,” kata Paul saat bersaksi dalam sidang perkara korupsi Hambalang dengan terdakwa Andi Alifian Mallarangeng di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/4). “Saya diberitahu oleh pak Wafid (mantan Sesmenpora) bahwa ada menantu pak Sudi yang mau datang, diminta untuk meloloskan PT PP,” sambung Paul menjawab pertanyaan salah seorang penasehat hukum Andi yang mengkonfirmasi mengenai hal itu lewat BAP. Saat dihubungi oleh orang yang mengaku menantu Sudi tersebut, posisi PT PP sudah tak lolos dalam pra kualifikasi tender. Nah, menurut Paul, orang itu meminta untuk dipertemukan dengan ketua panitia lelang proyek Hambalang, Wisler Manalu. “Saya temukan dengan Pak Wisler, dan kata Pak Wisler PT PP memang sudah tidak lolos. Tidak bisa dibantu,” terang dia. Dia menjelaskan permintaan tersebut terjadi pada tahun 2010. Tepatnya, setelah Paul bertemu dengan Andi Asni, orang yang mengaku sebagai tante Andi Mallarangeng. Andi juga meminta dirinya untuk mengikutsertakan PT PP. Paul dalam kesaksiannya juga membeberkan adanya pertemuan dengan Andi Asni. Paul diminta untuk bertemu dengan Andi Asni di rumah kediaman Andi di rumas dinas Menpora

di Widya Chandra. Sebelum kesana, dia mengaku sempat konsultasi dengan Wafid Muharram. “Kata Pak Wafid silakan temui saja. Ya saya temui,” kisah Paul. Dia akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Widya Chandra. Setiba disana, Andi Mallarangeng dan istrinya sedang keluar. “Sedangkan saya bertemu dengan beliau (Andi Asni) di ruang tamu,” terang Paul. Pertemuan kedua, masih kata Paul, berlangsung sekitar 10 menit. Dalam pertemuan itu,

Saya tidak tahu namanya siapa. Tapi iya, dia ngakunya anak menantu pak Sudi Silalahi

Paulus Nelwan

Pemilik PT Assa Nusa Indonesia

Paul diminta untuk mengawal PT Pembangunan Perumahan (PP) dalam proyek Hambalang. “Saya diminta untuk membawa PT PP. Setelah pertemuan itu, saya laporkan saja ke Pak Wafid. Saya tidak tahu tindaklanjutnya seperti apa,” jelas dia. Melihat hal itu, majelis hakim yang diketuai oleh Haswandi lalu bertanya lebih dalam mengenai sosok perempuan yang bernama Andi Asni itu ke Paul. Sebab, dalam daftar besuk KPK, Andi Asni disebut sebagai ibu dari Andi Mallarangeng. “Dalam izin besuk untuk terdakwa, nama ibu kandung terdakwa adalah Andi Asni. Jadi bagaimana ini. Jangan sampai salah,” tanya Haswandi. “Saya lupa namanya. Yang jelas depannya Andi. Badannya gendut. Umur 58-59 lah. Ya, dia mengaku tantenya Pak Andi,” jawab Paul. =GAM/ABD


4

KORAN MADURA

Nasional

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

PARTAI DEMOKRAT

Konvensi, Masihkah Efektif? JAKARTA - Konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat dinilai tidak berguna lagi karena terbukti tidak mampu mendongkrak perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu legislatif 9 April lalu. Nasib para peserta konvensi pun diserahkan kepada pemilik yang juga ketua umum partai itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

ant/muhammad adimaja

PEMERIKSAAN FUAD BAWAZIER. Mantan Menteri Keuangan Indonesia Fuad Bawazier usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakpus, Senin (14/4). Fuad bawazier diperiksa KPK terkait kasus pencucian uang terhadap terdakwa kasus dugaan suap sengketa pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

PDI-P Menang di Singapura SINGAPURA-PDI Perjuangan meraih suara terbanyak pada pemilu legislatif di Singapura. Data Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Singapura PDI-Perjuangan meraih sebanyak 10.499 suara (44,02 %). Di posisi kedua, bertengger PAN sebanyak 2.989 suara (12,53 %) dan posisi ketiga dihuni oleh Golkar sebanyak 1.961 suara (8,22 %). Sementara Partai Demokrat berada diposisi keempat dengan perolehan sebanyak 1.837 suara (7,7 %). “Adapun Gerindra sebanyak 1.666 suara (6,99 %), PKB sebanyak 817 suara (3,43 %), PKS sebanyak 759 suara (3,18 %), Hanura sebanyak 758 suara (3,18 %), PPP sebanyak 453 suara (1,9 %), Nasdem sebanyak 267 suara (1,12 %), PKPI sebanyak 119 suara (0,50 %) dan PBB sebanyak 108 suara (0,45 %),” ujar Ketua PPLN Singapura Mirza Nurhiday-

at, dalam keterangan tertulisnya Senin (14/4). PPLN telah menyelesaikan perhitungan akhir keseluruhan suara baik hasil pencoblosan pada tanggal 6 April 2014 maupun yang diterima melalui pos. Proses penghitungan bagi surat suara yang dicoblos langsung telah dilakukan pada tanggal 9 April 2014. Menurutnya, tingkat partisipasi warga Indonesia pada Pemilu legislatif 2014 di Singapura mengalami peningkatan tajam dibanding pada Pemilu legislatif tahun 2009. Pada Pemilu legislatif tahun 2009, tercatat sebanyak 18.286 peserta yang menggu-

nakan hak pilih, baik yang melakukan pencoblosan langsung maupun melalui pos. Sedangkan pada Pemilu legislatif tahun 2014 terdapat jumlah pemilih sebanyak 23.851 orang. Dengan demikian, terdapat lonjakan sebanyak 5565 pemilih, atau terjadi peningkatan jumlah pemilih sebesar 30% dibandingkan pada Pemilu legislatif 2009. ”Merupakan suatu tantangan tersendiri untuk memberikan pelayanan terbaik bagi 13.073 pemilih yang melakukan pencoblosan langsung pada tanggal 6 April 2014 di satu lokasi dalam waktu yang bersamaan. Namun berkat penggunaan teknologi barcode serta penyediaan 36 TPS yang terdiri dari 144 bilik suara, proses pencoblosan berlangsung lancar dan cepat,” tegasnya. =GAM/ABD/AJI

Namun para pendukung konvensi meminta SBY melanjutkan konvensi. Sedangkan, peserta Konvensi yang sudah menyerah atau pesimis memandang konvensi, seharusnya dicoret. Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf di Jakarta, Senin (14/4) menegaskan, perolehan suara sebesar 9 persen Partai Demokrat versi hitung cepat berbagai lembaga survei pada pemilu legislatif lalu bukanlah hasil kerja para peserta konvensi. Itu adalah hasil kerja keras para caleg dan SBY sebagai ketua umum. “Konvensi capres dilakukan dengan harapan Demokrat bisa mengusung capresnya sendiri. Tapi hasilnya begini, konvensi tidak memberikan distribusi apa pun bagi suara Demokrat kemarin. Konvensi gagal angkat elektabilitas Demokrat. Dulu kan kita diprediksi berbagai lembaga survei cuma dapat 4-5 persen, nyatanya kita sekarang dapat 9 persen itu karena caleg kita, karena Pak SBY sebagai jurkam yang bekerja keras, bukan karena konvensi,” ujarnya. Dia mencontohkan, di daerah pemilihan (dapil) Malang Raya, dia tidak melihat terdapat peserta konvensi yang ikut berkampanye dan mengibarkan bendera Demokrat kecuali Pramono Edhie Wibowo. Dari dapilnya tersebut, calon anggota legislatif itu menilai bahwa kontribusi peserta konvensi terhadap Demokrat sangatlah kecil. “Ini saya bukannya mau menyalahkan konvensinya atau peserta konvensinya, tapi ini memang kenyataan,” ujarnya. Pramono Edhi Wibowo sendiri secara terpisah mengaku tidak bisa menentukan nasibnya di konvensi yang menurut jadwal hasilnya akan diumumkan bulan depan. Dia hanya bisa pasrah dan menyerahkan semuanya kepada kakak iparnya, SBY dan komite konvensi. “Saya ini hanya peserta konvensi,

yang bisa menjawab lanjut atau tidaknya konvensi, ya komite konvensi atau Pak SBY sebagai penanggung jawab konvensi. Jadi saya serahkan saja semuanya. Kalau (Konvensi) lanjut, realistis tidak? Kalau tidak lanjut, lalu bagaimana? Saya serahkan semuanya,” kata Pramono . Sementara soal usulan agar menurunkan derajat para capres peserta konvensi Partai Demokrat menjadi cawapres, adik Ny Ani Yudhoyono itu lagi-lagi menyerahkannya kepada SBY. “Kemarin kan katanya judulnya konvensi capres, mungkin enggak sih kalau berubah menjadi konvensi cawapres? Keputusan itu tetap kita serahkan semuanya,” ujarnya. Dilanjutkan Sementara itu, Ketua Umum ormas Barisan Nusantara , Lukman Hakim Hassan meminta agar melanjutkan konvensi ini. “Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat merupakan sarana perekrutan calon Presiden yang benar dan merupakan pendidikan politik yang baik bagi rakyat. Karena itu, proses konvensi harus dilanjutkan,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, (14/4). Jika Partai Demokrat menghentikan proses konvensi di tengah jalan, hal tersebut akan menjadi preseden buruk bagi perkembangan demokrasi di Indonesia, tidak hanya menjadi preseden buruk bagi Partai Demokrat. Sekedar catatan, Barisan Nusantara merupakan ormas pendukung peserta konvensi, Anies Baswedan. Konvensi yang dilakukan oleh Partai Demokrat, katanya, seharusnya dilakukan oleh semua partai politik di periode-periode pemilu yang akan datang. Apabila semua partai melakukan proses ini, maka yang diuntungkan adalah rakyat, karena rakyat akan mendapatkan Presiden yang berkualitas. =GAM/ABD/AJI


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

Ekonomi

SELASA 2014 SELASA 15 APRIL15 2014APRIL | No. 0342 | TAHUN III No. 0342 | TAHUN III

55

INDUSTRI TEMBAKAU

Ratifikasi FCTC Suburkan Peredaran Rokok Ilegal JAKARTA-Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) menilai ratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) tidak menjamin berkurangnya perokok. Ini sudah teruji secara data dan fakta di berbagai negara yang sudah meneken FCTC.

ant/wahyu putro a

PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL MELAMBAT. Sejumlah warga memanfaatkan jasa perahu eretan dengan latar belakang proyek pembangunan gedung bertingkat di Kawasan Sunter, Jakarta, Senin (14/4). Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 5,4 persen pada 2014 dan naik menjadi 5,8 persen pada 2015

Pengangguran Masih Tinggi

Selain tak bisa menekan konsumsi rokok, FCTC di berbagai negara yang sudah meratifikasi malah menyuburkan peredaran rokok ilegal. Data WHO menunjukkan pada 2012 terjadi perdagangan rokok ilegal mencapai 10 persen dari pasar rokok legal dunia. Kerugian atas perdagangan ini diestimasi mencapai 30 miliar dolar AS atau hampir Rp 320 triliun. Sayang, temuan data dan fakta itu, selalu saja dihiraukan pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan. “Itu data-data industri, herannya selalu ditolak oleh Menkes. Sudah jelas bahwa ketika FCTC diteken justru konsumsi rokok meningkat bukan menurun. Bahkan memicu beredarnya rokok ilegal,” papar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), Hasan Aoni Aziz dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/4).

Belum lagi regulasi FCTC itu juga pada akhirnya akan mengerek cukai sangat tinggi sehingga berpotensi mematikan industri rokok kecil skala rumahan yang ada di daerah. “Pasar rokok ilegal akan makin tinggi jika harga rokok di atas keekonomian. Ini data dari WHO, setelah ratifikasi konsumsi rokok tak turun,” tambahnya. Hasan memastikan, kalangan industri sudah kompak akan melawan jika pemerintah tetap ngotot mengaksesi FCTC. Pengusaha akan memakai berbagai jalur legal untuk melawan. Berdasarkan data dari Gappri, pada tahun 2011 jumlah pabrik rokok mencapai 2.540 pabrik, kemudian tahun 2012 turun menjadi 1.000 pabrik, sedangkan tahun 2013 turun lagi menjadi 800 pabrik dengan jumlah pekerja yang juga mengalami penurunan secara bervariasi. “Dari 800 pabrik, hanya 100 pabrik aktif, sisanya hampir kolaps,” tegasnya. =GAM

Per Tahun Mencapai 800 Ribu Jiwa JAKARTA-Pemerintahan yang baru bakal dihadapkan pada persoalan krusial negeri ini. Pertama soal jumlah pengangguran. Tingginya angka angkatan kerja baru tidak berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Kondisi ini membuat pengangguran sulit dihapuskan dari negeri ini. Bahkan, persoalan ini diprediksi tidak akan selesai hingga dua dekade ke depan. “Setahun 2 juta orang angkatan baru, bisa akan ada 800 ribu pengangguran. Pemerintah berikutnya mesti pikirkan ini. Memang ini selalu terjadi negara berkembang dan maju,” ujar Ekonom Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Aviliani, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (14/4). Menurutnya, tugas pemerintahan baru sangat berat, terutama soal pengangguran. Karena itu, pemerintah dapat fokus menga-

tasi persoalan tersebut. Pasalnya, hal ini diprediksi tidak akan rampung satu hingga dua dekade. Pemerintahan baru juga harus menjawab tantangan makin tingginya tingkat kesenjangan di masyarakat. Jurang antara si kaya dan si miskin semakin lebar. Indikatornya bisa dilihat secara jelas dari gini ratio yang saat ini di atas ambang batas. “Persoalan kesenjangan saat ini 0,41 persen (gini ratio) sedangkan batasnya 0,30 persen. Jadi semakin tinggi kesenjangan,” ungkapnya.

Persoalan lain adalah kesehatan fiskal untuk menangkal dampak buruk dari perekonomian global. “Persoalan ini jangka panjang. Indonesia punya masalah fiskal. Subsidi BBM Rp 300 triliun. Nilai tukar melemah, defisit neraca perdagangan, kalau APBN meningkat defisitnya makin tinggi, jadi indikator investor dalam tempatkan dana. Apalagi tahun lalu pajak kita tidak tercapai hanya 90 persen,” jelas dia. Pemerintah baru harus dapat menyelesaikan persoalan perekonomian dengan baik agar Indonesia tidak lagi jatuh seperti yang dialami saat krisis 2008. “Dalam menghadapi situasi seperti itu tidak bisa dilakukan dengan jangka pendek, lantaran Indonesia juga sedang dihadapkan dengan perekonomian global,” pungkasnya. =GAM

IZIN USAHA

Pemda Harus Pangkas Sistem Bertele-tele JAKARTA-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa meminta pemerintah daerah agar memangkas perizinan usaha yang bertele-tele supaya lebih menarik minat investor domestik maupun luar negeri. Bertele-telenya proses birokrasi mengurus perizinan menjadi hambatan bagi para pelaku usaha. “Perizinan merupakan salah satu penghambat investasi di daerah. Tidak mudah bagi pemerintah untuk memangkas banyaknya perizinan tersebut,” ujarnya saat membuka pameran di JIEXpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (14/4).

Dia lantas mencontohkan bisnis migas yang kerap terkatung-katung akibat perizinan berlarut-larut. Beberapa rantai perizinan yang tidak penting berada di tangan pemerintah daerah, sehingga mengurus pengeboran kerap butuh waktu bertahun-tahun. “Untuk mengurus izin migas butuh 89 jenis perizinan dari pusat dan daerah. Kita butuh memotong itu menjadi lebih simpel. Hal itu tidak mudah, maka kita perlu memangkas perizinan yang mengakibatkan orang tidak bebas bergerak,” kata Hatta. =GAM/ABD


6

KORAN MADURA

Ekonomi

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

KONGLOMERASI KEUANGAN

OJK Awasi Ketat 31 Perusahaan

JAKARTA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan melakukan pengawasan terintegrasi terhadap konglomerasi di sektor keuangan menyusul semakin kompleknya transaksi produk bank dan nonbank.

ant/akbar nugroho gumay

ESEMKA RAJAWALI R2 2014. Siswa melakukan pengecekan mesin model SUV Esemka terbaru “Rajawali R2 2014” di SMK Pancasila, Solo, Jateng, Senin (14/4). Varian terbaru mobil karya siswa SMK Indonesia yang digunakan sejumlah kepala daerah dan menteri tersebut sudah dilengkapi dengan Anti-lock Breaking System (ABS) terpadu yang dikendalikan langsung dari Electronic Control Unit (ECU), serta pengendaliannya telah teraplikasi dengan teknologi Break Force Distribution (BFD) dan Break Assist (BA) plus penambahan dua air bag di bagian depan.

Negara Rugi Rp9,24 T BPK Periksa Instansi Pemerintah, BUMN, dan BUMD JAKARTA- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kerugian dan potensi kerugian keuangan negara senilai Rp9,24 triliun berdasarkan pemeriksaan di Semester II-2013 terhadap entitas di lingkungan pemerintah dan BUMN serta lembaga/badan lain yang mengelola keuangan negara. Hal itu seperti disampaikan Ketua BPK, Hadi Poernomo saat menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2013 kepada DPR di Gedung MPR/DPR Jakarta, Senin (14/4). “IHPS II-2013 mengungkapkan sebanyak 10.996 kasus kelemahan sistem pengendalian intern (SPI) dan ketidakpatuhan terhadap ketentuan UU senilai Rp13,96 triliun,” katanya. Dari total tersebut, jelas Hadi, sebanyak 3.452 kasus senilai Rp9,24 triliun merupakan

yang berdampak finansial, yaitu temuan. Ketidakpatuhan terhadap ketentuan perundangundangan yang mengakibatkan kerugian, potensi kerugian dan kekurangan penerimaan. Menurut Hadi, pemeriksaan tersebut dilaksanakan BPK terhadap 662 objek pemeriksaan dengan prioritas pada pemeriksaan kinerja dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT). Berdasarkan jenis pemeriksaannya, ujar dia, sebanyak 117 merupakan ob-

jek pemeriksaan keuangan, 158 objek pemeriksaan kinerja dan 387 PDTT. “Pemeriksaan dilaksanakan terhadap entitas di lingkungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD serta lembaga atau badan lainnya yang mengelola keuangan negara,” papar Hadi. Dia merincikan, temuan berdampak finansial meliputi kerugian sebanyak 1.840 kasus senilai Rp1,78 triliun, potensi kerugian sebanyak 586 kasus senilai Rp4,83 triliun dan kekurangan penerimaan sebanyak 1.026 kasus senilai Rp2,63 triliun. “Rekomendasi BPK terhadap kasus-kasus tersebut adalah, penyerahan aset dan/atau penyetoran ke kas negara atau daerah atau perusahaan milik

negara/daerah,” tutur Hadi. Dia menegaskan, sebanyak 3.505 kasus merupakan kelemahan SPI, sebanyak 1.782 kasus kelemahan administrasi dan sebanyak 2.257 kasus merupakan ketidakhematan, ketidakefisienan dan ketidakefektifan senilai Rp4,72 triliun. “Rekomendasi BPK atas kasus itu adalah perbaikan SPI dan/atau tindakan admisnistratif dan/ atau tindakan korektif lainnya,” ucap Hadi. Dia menambahkan, selama proses pemeriksaan berlangsung, entitas telah menindaklanjuti temuan ketidakpatuhan yang mengabibatkan kerugian dan potensi kerugian keuangan negara dengan penyerahan aset atau penyetoran ke kas negara senilai Rp173,55 miliar. =GAM

Pengawasan ketat sistem keuangan di Indonesia karena industri perbankan telah dikuasai oleh segelintir perusahan, yang sebagian besar memiliki anak-anak usaha di bidang keuangan lainnya. “Sedikitnya ada 31 perusahaan yang masuk dalam konglomerasi sektor jasa keuangan. Sebenarnya tidak penting jumlah konglomerasi sektor jasa keuangannya, tapi begitu memasuki struktur grup keuangan, kami akan melakukan pendekatan pengawasan keuangan secara terintegrasi,” ujar Kepala Direktorat Pengawasan Perbankan III OJK Agus Siregar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin, (14/4). Sebenarnya jelas Agus, pada kuartal III-2014, OJK akan menerbitkan Peraturan OJK (POJK) terkait dengan pengawasan terhadap grup konglomerasi keuangan di Indonesia. Aturan ini merupakan nilai tambah terbentuknya OJK dan akan dikeluarkan secara bertahap. “Kedepannya, di kuartal III-2014 atau kuartal IV-2014, kami akan keluarkan POJK tentang konglomerasi keuangan. Tujuannya memastikan seluruh konglomerasi keuangan berjalan dengan baik dan tidak bermasalah,” tukasnya. Menurutnya, pengawasan konglomerasi sektor keuangan ini untuk mengantisipasi munculnya berbagai risiko di sektor keuangan. Adapun pengawasan konsolidasi ini didorong secara internasional. Sementara itu sejak tahun 2008 silam, banyak contoh konglomerasi keuangan yang bukannya sukses, melainkan justru bertumbangan seperti City Grup, Lehman Brothers dan sebagainya. “Pengawasan terintegrasi berdasarkan risiko terhadap konglomerasi keuangan sangat dibutuhkan, sehingga tidak ada lagi kegiatan usaha yang hilang dari radar pengawasan OJK,” ucap Agus. Dia menambahkan, regulator saat ini tengah melakukan korordinasi dengan berbagai pihak, baik dari internal OJK maupun dari masing-masing industri jasa keuangan. Sedangkan terkait pengawasan ini, OJK nantinya akan dibentuk oleh komite tersendiri untuk fokus mengawasi konglomerasi sektor keuangan. =GAM


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

etelah pileg berlalu dan diketahui PDIP memimpin pemenangan pemilu legislatif tahun ini, langkah Joko Widodo (Jokowi) menuju RI 1 semakin terarah. Apalagi sejak jauhjauh hari PDIP tampaknya telah merestui Gubernur DKI itu memimpin republik ini. Terbukti Ibu Megawati sebagai Ketum parpol moncong putih tidak mencalonkan diri dan menyerahkan mandatnya pada Jokowi agar bersedia dicapreskan. Pencapresan Jokowi pun tak terbendung. Bahkan kian melejit memenangi capres lain di semua lembaga survei. Dampaknya sejumlah parpol yang sejak awal menggadang-gadang orang terbaiknya untuk dicapreskan mulai berpikir ulang. Karena itulah tidak sedikit parpol mulai melirik PDIP sebagai strategi awal memasangkan orang-orang terbaiknya itu sebagai cawapres Jokowi. Diantara parpol yang mulai percaya diri menawari PDIP cawapres Jokowi adalah PKB. Partai besutan Gus Dur ini yang sejak awal menggadang-gadang Mahfud MD dan Rhoma Irama sebagai capresnya, kini mulai menawarkan keduanya sebagai cawapres Jokowi. Meskipun pada akhirnya pilihan tetap ada pada PDIP dan Jokowi. Siap menerima pinangan PKB dengan kontrak politik yang telah disiapkan, ataukah justru memilih orang selain keduanya. Selain Mahfud MD dan Rhoma Irama, memang masih ada lagi nama lain, Jusuf Kalla dari parpol Golkar yang juga berminat jadi cawapres Jokowi. Surya Paloh, Ketua Umum Nasdem, juga disebut-sebut berpeluang mendampingi Jokowi. Masing-masing memiliki kesempatan menjadi cawapres Jokowi, karena memang sulit apabila Jokowi ditempatkan sebagai cawapres salah satu diantara mereka. Hanya saja diantaranya memang perlu dikaji, mana yang paling berefek pada pemenangan Jokowi dan terlayak di antara yang paling layak mendampingi Jokowi memimpin negeri ini. Bila melihat peta politik kedaerahan, tampaknya Jokowi akan memilih JK. Sebab JK diprediksi mewakili unsur luar Jawa dan akan mendapat dukungan banyak, apalagi JK telah berpengalaman menjadi Wakil Presiden. Meskipun begitu, bukan mustahil Jokowi akan menerima pinangan dari PKB, Nasdem, dan selainnya. Rakyat masih menanti siapa pilihan Jokowi dan PDIP yang akan disandingkan dengan Jokowi. (*)

Opini

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

77

Moralitas Siswa dan Etika Guru

Salam Songkem

Cawapres Jokowi

KORAN MADURA

SELASA 15 APRIL 2014 No. 0342 | TAHUN III

Baru saja Badan Eksekutif Mahasiswa STITA Sumenep menggelar doa bersama untuk kelancaran Ujian Nasional (UN) 2014 (13/04). Tentu, dalam acara tersebut melibatkan pelajar kelas akhir sebagai pelaku UN. Pelajar yang hadir tidak hanya dari kalangan Kementerian Agama tetapi juga dari kalangan lembaga negeri yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan. Sependek penulis amati, acara doa bersama yang dihadiri sekitar 300 siswa kelas akhir se kabupaten Sumenep itu, tampak ada yang menarik sehingga menjadi latar belakang lahirnya tulisannya ini.

S

ungguh pemandangan yang tampaknya penting untuk didiskusikan oleh yang tua. Sebab, dari sekian banyak siswa yang hadir hanya ada beberapa siswa yang benar-benar serius dan khidmat mengikuti acara istigasah tersebut. Anehnya, siswa yang tampak menghayati betul dan benar-benar serius itu tidak memakai topi nasional, tetapi siswa yang memakai seragam negeri dan sama sekali tidak bercirikan sebagaimana siswa swasta. Parahnya, anak didik yang rata-rata memakai peci itu malah justru memilih bercengkrama, ngobrol di luar dan seolah istigasah ini tidak begitu penting jika hanya khusus kelancaran UN. Mungkin saja, anak didik ini sudah berfikir bahwa UN dipastikan lancar, sehingga Istigasah

untuk kelancaran UN tidak perlu diperhitungkan. Namun dengan istigosah ini, bagi penulis, tidak cukup dimaknai sebagai proses doa pelajar untuk kelancaran UN tetapi juga dapat menjadi tolak ukur sejauh mana moral pelajar itu digunakan. Mungkin saja dengan Istigosah itu peserta didik dilatih bagaimana menyatu dengan sang pencipta, belajar menghayati hidup, dan sesekali belajar mengasah batin demi kejernihan fikiran. Karena dengan model demikian, pelajar akan dihadapkan pada dua pilihan, kecerdasan pikiran dan kecerdasan hati. Jika semua orang menganggap bahwa ujian nasional adalah target dan penentu masa depan peserta didik, kini hal demikian tampaknya tidak lagi. Sebab, UN bukan lagi menjadi target tetapi seolah hanya sekadar jembatan yang tidak begitu menantang, tetapi oleh pemerintah dipaksa untuk tetap dilaksanakan. Padahal, dengan tidak membuat peserta didik merasa takut kemudian belajar keras dan sungguhsungguh maka UN tak ubahnya testimoni menuju jenjang yang lebih tinggi, tak ada hasil. Bukankah lebih penting menanamkan karakter moral yang baik, berbudi luhur, dan bermartabat saja? Mengingat di era melenium ketiga ini moralitas generasi menjadi penentu dan ujung tombak tegaknya kebersihan akal dan kebenaran. Penulis setiap pagi menyempatkan jalan kaki mengelilingi sekolah dan madrasah yang kebetulan berada dekat dengan tempat tinggal. Ada yang mengejutkan, pada setiap pagi, di salah satu sekolah negeri pada pintu masuk ada sebagian guru berdiri menyambut siswa dan bersalaman. Itu dilakukan secara bergantian dari sekian banyak guru yang ada, setiap hari. Sekali lagi, itu sekolah negeri. Sungguh hal demikian membuat saya sedikit merasa malu sebagai lulusan lembaga Islam yang

memang tidak pernah mengalami hal serupa di sekolah. Karena memang hal demikian sangat sulit kita lihat dari sekian banyak sekolah yang ada. Sekadar cerita, jangankan seorang guru menunggu siswa di pintu masuk untuk menyambut hanya untuk bersalaman, untuk masuk tepat waktu agar siswa tidak menunggu di kelas sekalipun tampaknya masih terkesan sulit. Parahnya, hal demikian banyak terjadi di lembaga-lembaga swasta, bukan negeri. Padahal, sudah tak dapat dibantah bahwa pendidikan atau sekolah-sekolah yang dibangun itu bertujuan untuk memperbaiki moral peserta didik. Tentu, proses perbaikan moral, etika, dan akhlak tidak akan tercapai jika hanya sekadar teori bukan realisasi. Penulis berani pertaruhkan, bahwa pendidikan negeri yang semua orang mengenal sebagai sekolah yang tidak ada ruang materi agama, semuanya berbasis sains, dapat menandingi lembaga pendidikan agama soal tingkah laku dan cara menghormati orang lain. Itu sebabnya kenapa banyak orang mengatakan bahwa akhlak tidak selamanya ada di materi akhlak, tetapi akhlak ada pada kehidupan nyata yang sama sekali tidak membutuhkna konsep atau teori. Apalagi di bidang kedisiplinan, tentu pendidikan negeri soal kedispilinan menjadi hal prioritas dan mutlak dilaksanakan. Mengapa tidak, jika sekolah-sekolah yang ada di desa jarum jam pada angka 7, itu masih terlalu pagi. Tetapi

berbeda dengan sekolah negeri, apalagi yang di kota misalnya, jam 7 memang waktunya masuk kelas. Sehingga, pada pukul 6 semua siswa sudah selesai mandi dan siap berangkat ke sekolah, ini setiap hari dan menjadi kebiasaan siswa sejak kecil. Itu artinya, penanaman karakter dalam membentuk pribadi disiplin memang begitu gampang dibedakan antara pendidikan swasta dan negeri. Selama ini telah berkembang anggapan dan penilaian bahwa pendidikan yang berbasis negeri tidak ada ajaran untuk perbaikan moral, karena tidak ada materi agama atau paling tidak penekanan terhadap etika tidak terlalu diperhitungkan. Sehingga, ada banyak anak-anak mereka disekolahkan pada lembaga pendidikan yang berbasis agama, dengan tujuan memperbaiki akhlak peserta didik. Meski tidak semuanya salah, tetapi itu kenyataannya, bahwa pendidikan negeri tidak selamanya dipandang sebelah mata soal moral dan etika, tetapi kenyataannya malah justru terbalik, pendidikan agama tidak terlalu memperhitungkan soal karakter dan akhlak peserta didik. Sudah saatnya semua guru, baik swasta maupun negeri memberikan nilai positif terhadap peserta didiknya dengan tidak hanya sekadar teori, tetapi lebih pada praktik dan realisasi. Membincang praktik maka tentu membincang soal mencontohkan. Artinya, hari ini guru jangan lagi berbicara tetapi melakukan.=

Menerima tulisan dalam bentuk opini (5500 karakter), Cerpen (5500 karakter), Resensi Buku (4000 karakter), dan Puisi (1500 karakter). Tulisan disertai pas foto dan data diri dikirim ke email opini.koranmadura@ gmail.com. Apabila terhitung dua minggu dari tanggal pengiriman tulisan belum dimuat, maka penulis berhak untuk menarik kembali tulisannya.

KORAN MADURA

PEMIMPIN REDAKSI: Abrari (Non Aktif) WAKIL PEMIMPIN REDAKSI: Zeinul Ubbadi REDAKTUR AHLI: M. Husein, G. Mujtaba REDAKTUR PELAKSANA: Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari SEKRETARIS REDAKSI: Benazir Nafilah ADMIN: Indriani Y Mariska PENATA LETAK/DESAIN GRAFIS: Ach. Sunandar, Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Khoiril Anwar, FOTOGRAFER: Mahardika Surya Abriyanto (Non Aktif) WEBSITE: Hairil Anwar BIRO SUMENEP: M. Hayat (Kepala), Syamsuni, Junaidi, Ali Ridha BIRO PAMEKASAN: A. Fauzi M (Plt. Kepala), Ali Syahroni, Sukma Firdaus BIRO SAMPANG: Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H BIRO BANGKALAN: Moh. Ridwan (Kepala), Doni Heriyanto BIRO SURABAYA: Hana Diman, Ari Armadianto, Joeli Hidayati BIRO PROBOLINGGO: M. Hisbullah H (Kepala), Sugianto, Mahfud Hidayatullah BIRO JAKARTA: Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy KONTRIBUTOR: FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia) PENERBIT: PT. Koran Madura KOMISARIS: Rasul Djunaidi DIREKTUR UTAMA: Abrari DIREKTUR KEUANGAN: Fety Fathiyah MANAJER PEMASARAN: Moh. Rasul ACCOUNTING EKSEKUTIF: Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim (Pamekasan), G. A. Semeru (Surabaya) ALAMAT REDAKSI: Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, e-mail: koranmadura@ymail.com, koranmadura@gmail.com, opini.koranmadura@gmail.com, http://www. koranmadura.com/ REKENING: BRI 009501000029560, NPWP: 316503077608000 CALL CENTER: Telepon/Fax (0328) 6770024, HARGA ECERAN RP 3.500, LANGGANAN RP 70.000.

WARTAWAN KORAN MADURA DIBEKALI ID CARD (KARTU PENGENAL) DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN BERUPA APAPUN DARI NARASUMBER


Lintas Jatim

KORAN MADURA PROBOLINGGO 8KORAN MADURA

Lintas Jatim

SELASA 15 APRIL 2014 No. 0342 | TAHUN II

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

8

PESERTA UN

Siswa SMK Jalani UN di Tahanan SURABAYA - FR (18) siswa SMK Dr Soetomo harus menjalani ujian nasional (UN) di Mapolsek Jambangan Senin (14/4). Pasalnya, anak ke dua dari tiga bersaudara ini meringkuk di tahanan karena terlibat pencurian dan kekerasan yang dilakukan bersama teman-temannya. Kapolsek Jambangan Dwi Gatot Priyono mengatakan, pihaknya memberi kesempatan kepada tahanan yang berstatus pelajar untuk mengikuti Unas sesuai jadwal dari pendidikan nasional (Diknas) Kota Surabaya. “Hanya satu tahanan yang mengikuti Unas di sini (Mapolsek,red). Tersangka terlibat pencurian kendaraan bermotor (ranmor) yang dilakukan bersama dengan teman-temannya dengan modus pengeroyokan dan perampasan pada pengendara yang sedang melintas,” jelasnya kepada wartawan, Senin (14/4). Dwi Gatot Priyono menambahkan, FR sebagai peserta Unas untuk mengerjakan soal ujian ditempatkan di ruang Kanit Reskrim Polsek Jambangan yang diawasi langsung oleh Diknas, pihak sekolah, dan tim independen dari Universitas Airlangga (Unair). Dalam mengerjakan soal-soal Unas, lanjut Dwi Gatot Priyono, pihaknya menempatkan FR dalam ruang tahanan khusus agar bisa berkonsentrasi. “Kami tempatkan tersangka di ruang tahanan khusus agar lebih berkonsentrasi dalam belajar, selain itu kami juga berkoordinasi dengan keluarga agar dapat mempersiapkan seragam sekolahnya,” tambahnya. Untuk diketahui, tersangka melakukan pencurian kendaraan bermotor dengan temannya, sebelum membawa kabura motor milik korbannya, mereka terlebih dahulu melakukan pengeroyokan. Kemudian hasil kejahatannya dijual dengan cara dipreteli ataupun di gadaikan ke luar daerah. =G. Armadianto Semeru

FR di ruangan tahanan khusus mengerjakan soal-soal Unas dengan didampingi pengawas dari Diknas Kota Surabaya, dan tim independen dari Unair Surabaya.

BERI SEMANGAT. Gubernur Jawa Timur Soekarwo atau akrab dipanggil Pakde Karwo memberikan semangat kepada salah satu siswi difabel peserta UN di SMAN 10 Surabaya, Senin (14/4). Pakde Karwo mengatakan secara umum pelaksanaan Ujian Nasional berjalan lancar.

UN di Jatim Lancar SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan secara umum, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) berjalan lancar. Hampir tidak ditemui adanya masalah dalam pelaksanaan UN kali ini. “Hal ini dikarenakan berbagai aspek yang mempengaruhi pelaksanaan UN yang telah dipersiapkan jauh sebelum UN berlangsung, diantaranya soal, pengawas, serta siswanya,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan UN di empat sekolah di Surabaya, Senin (14/4). Menurut Soekarwo, suksesnya penyelenggaraan Unas tidak lepas dari peran berbagai pihak yang selalu memberikan upaya yang optimal dalam penyelenggaraan Unas. “Jatim siap lahir batin dalam penyelenggaraan Unas 2014. Salah satunya adalah melibatkan empat elemen pemerintah. Diantaranya Dinas Pendidikan Provinis, Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) dan,Kepolisian. Dengan adanya sinergi keempat elemen tersebut, pengamanan dan pengawasan Unas bisa berlangsung dengan lancar,” ujarnya. Selain dari segi pelaksanaan, lanjut Soekarwo, persiapan siswa dalam menghadapi Unas juga diutamakan. Guru selalu memberikan pendampingan belajar secara intensif kepada siswa, khususnya mengenai kejujuran dalam mengerjakan soal

Unas. Kejujuran menjadi modal penting dalam pembangunan akhlak manusia. “Apabila manusia hanya dibekali kecerdasan tanpa akhlak maka akan menjadi sia-sia. Hal tersebut merupakan salah satu tradisi bagus yang harus didorong terus menerus,” jelasnya. Selain itu, di sekolah siswa juga dibekali dengan pendidikan agama, dimana diajarkan agar selalu berdoa untuk mendapatkan hasil positif. Beberapa sekolah sering mengadakan istigosah sebagai upaya mendekatkan siswa dengan pencipta. “Penting sekali ikhtiar dilakukan, karena dengan berikhtiar akan membantu memberikan hasil bagus dalam Unas,” imbuhnya. Menanggapi potensi kebocoran soal Unas, Soekarwo menegaskan hal tersebut tidak mungkin terjadi, karena ketatnya pengamanan soal Unas selama proses penyusunan dan pengiriman ke daerah-daerah. “ Dengan melibatkan empat elemen tersebut, potensi kebocoran soal Unas tidak mungkin terjadi,” tegasnya. Soekarwo minta para peserta Unas 2014 untuk percaya dengan kemampuan diri sendiri dan tidak mempercayai “Raja Tipu”, yakni oknum tak bertanggung

jawab yang suka menghasut para siswa dengan memberi bocoran jawaban soal Unas. “Jangan percaya Raja Tipu yang mencoba mengail di air keruh saat momen Unas seperti ini” kata Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim seusai melakukan sidak Unas di SMKN 8 Surabaya. Soekarwo mengatakan, pihaknya optimis para siswa peserta UNAS dapat mengerjakan soal dan memperoleh hasil yang memuaskan. Ini karena sebelum menghadapi UNAS, seluruh siswa telah dibekali dengan baik oleh sekolah masing-masing. Pembekalan tersebut meliputi try out UNAS, pengajian, istighosah, dan lainnya. “Jadi dengan persiapan-persiapan yang dilakukan dan kualitas pendidikan di Jatim yang baik, kami percaya para siswa sudah siap menghadapi UNAS dan tidak akan tergoda dengan bocoran soal. Kami optimis UNAS di Jatim berjalan lancar dan para peserta bisa lulus” ujarnya. Sidak penyelenggaraan UNAS pada kesempatan itu turut hadir Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan, Musliar Kasim. Ia mengatakan, pihaknya untuk memastikan pelaksanaan UNAS di Jatim dapat berjalan dengan baik. “Untuk tahun ini, distribusi soal dari pusat sudah sampai di gudang provinsi sejak 2 minggu sebelum hari-H UNAS. Bahkan

untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau, 15 hari sebelum hariH sudah sampai di gudang kabupaten/kota” ujar Musliar. Terkait sistem penilaian UNAS, pihaknya menjelaskan bahwa untuk kelulusan siswa ditentukan oleh nilai UNAS dan nilai sekolah. Komposisinya, 60% nilai UNAS dan 40% nilai sekolah yang terdiri atas ujian sekolah dan nilai raport. “Jadi tidak perlu takut gagal lulus, sebab ujian sekolah memegang peranan besar dalam kelulusan” ujarnya. “Berbeda dengan tahun lalu, nilai UNAS tahun ini juga akan menjadi parameter siswa diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sebab PTN akan menerima 60% siswa melalui jalur undangan (non tulis) yang parameternya adalah nilai UNAS dan nilai raport. Oleh sebab itu, dalam pembuatan soal UNAS tahun ini, kemendikbud menggandeng PTN” jelasnya. Pada kesempatan itu, Kepala Sekolah SMKN 8, Noor Shodiq mengatakan, jumlah peserta UNAS di SMKN 8 sebanyak 449 siswa, jumlah tersebut termasuk 28 siswa asal SMK Kesehatan Terpadu yang bergabung mengikuti UNAS di SMKN 8, dan 10 siswa inklusi (tunawicara dan tunarungu). “Para siswa sudah berada di kelas sejak pukul 07.30 WIB, sedangkan ujian dimulai pukul 08.00 WIB tepat” pungkasnya. =G. Armadianto Semeru


Lintas Jatim SURABAYA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Nusantara akan menggelar konvensi untuk memunculkan calon presiden alternatif. Kegiatan yang dikemas dalam Temu dan Lokakarya BEM SeNusantara nantinya dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berlangsung 26-30 Mei 2014 diikuti 600 mahasiswa dari perwakilan seluruh Indonesia. “Beberapa tokoh yang kami anggap memiliki komitmen dan track record yang baik akan kami undang,” ujar Presiden BEM Nusantara perwakilan Jatim Wahyu Lumaksono kepada wartawan usai bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (14/4). Wahyu Lumaksono mengatakan, salah satu peserta yang akan diundang adalah Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Dimana, Soekarwo hadir dalam konvensi ala mahasiswa tersebut mengatasnamakan Ketua Dewan

KORAN MADURA

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

9

BEM se-Nusantara Usung Pakde Nyapres

Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jatim. Selain itu,

Soekarwo adalah salah satu gubernur yang berhasil mengem-

bangkan daerahnya. “Tak hanya itu, Soekarwo dinilai juga merupakan pemimpin yang mampu merangkul generasi muda serta melibatkan mahasiswa dalam setiap pengambilan kebijakan,” ungkapnya. Dikesempatan sama, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan dipilihnya Jatim menjadi tuan rumah dilatarbelakangi adanya hubungan yang harmonis antara Pemerintah Provinsi Jatim dan mahasiswa. Rangkaian kegiatan diisi Seminar Nasional dan dialog interaktif. “Saya sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini, karena merupakan usaha konkrit untuk membawa Indonesia lebih baik. Hadirkan semua pihak agar masyarakat luas mendengar suara mahasiswa,” ujarnya usai menerima perwakilan BEM-Nusantara

di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (14/4). Soekarwo mengatakan, permasalahan disparitas menjadi hal yang serius untuk diselesaikan. Itulah mengapa diperlukan langkah konkrit dan implementatif khusunya dalam menghadapi kemiskinan. “Pemerintah harus mempunyai sikap terhadap disparitas dalam belanja negara, karena ini menentukan kehidupan mereka,” tegasnya. Selain itu, imbuh Soekarwo, ada empat hal yang harus diperhatikan dalam konsep kenegaraan yakni hukum, politik, agama dan ketahanan. Lima Hal inilah yang harus dipersiapkan secara matang untuk menjadi bangsa pemenang, dan melalui forum mahasiswa seperti ini bisa menyumbangkan pemikiran demi perbaikan bangsa. =G. Armadianto Semeru

LURAH BICARA JUNNITA RACHMAWATI, SE :

Kelurahan Keputran Wujudkan Kampung Atlit SURABAYA - Menimba ilmu di sekolah favorit menjadi impian semua anak-anak, baik dari keluarga kaya maupun keluarga miskin. Namun peluang dan kesempatan selalu terbuka bagi anak-anak dari keluarga kaya, sedangkan anak-anak dari keluarga tak mampu, hanya bisa menelan ludah. Kondisi seperti ini terjadi disemua daerah, termasuk di Kelurahan Keputran Kecamatan Tegalsari Kota Surabaya Menurut Lurah Keputran, Junnita Rachmawati, SE, di wilayah yang dipimpinnya, banyak anak-anak kurang mampu yang tidak bisa masuk sekolah favorit. Selain proses penerimaannya yang masih belum transparan, juga karena mahalnya biaya pendidikan di sekolah-sekolah ternama tersebut. “Sehingga yang bisa sekolah di sana ya hanya anak-anak dari keluarga mampu. Saya sangat sedih ketika mendengar atau membaca berita tentang anak-anak kurang mampu yang ditolak di sekolah favorit. Ini benar-benar tidak adil,” katanya. Karena itu, perempuan berjilbab yang baru 5 bulan menjabat sebagai lurah mencari cara agar anak-anak miskin dari wilayahn-

ya bisa mengenyam pendidikan di tempat yang layak. Salah satunya, menyulap Keputran menjadi kampung atlet. Apa saja upaya yang dilakukan Junnita bersama perangkat kelurahan setempat? Menurut Junnita, pihaknya menyediakan tempat latihan sekaligus sarana prasarana serta guru judo bagi anak-anak. Mereka disiapkan untuk menjadi atlet Judo yang berprestasi. “Melalui prestasi inilah nantinya para siswa-siswi kurang mampu ini akan masuk ke sekolah-sekolah favorit melalui jalur prestasi. Ini impian terbesar saya,” ujarnya. Di sejumlah media massa, berita tentang anak kurang mampu yang tidak diterima di sekolah negeri favorit sering terjadi pada setiap musim tahun ajaran baru.Banyak anakanak kurang mampu yang memiliki nilai rata-rata kelulusan yang cukup tinggi, justru ditolak oleh pihak sekolah dan lebih menerima siswa-siswa yang strata sosialnya tinggi. Akhirnya, mereka harus memilih alternatif sekolah lain, yang belum tentu cocok dengan keinginan dan mungkin kualitasnya belum tentu sama dengan sekolah

yang diharapkannya. “Saya tidak ingin warga saya mengalami hal tersebut. Karena itu, ditengah keterbatasan sarana dan prasarana, Junnita mulai menggalakkan olahraga bela diri ini pada warganya yang berusia sekolah. Anak-anak ini berlatih 2 kali seminggu (Selasa-Kamis) untuk berlatih lantai II kantor kelurahan. Berbekal sarana yang sederhana, saat ini,

sudah ada 50 anak-anak usia sekolah yang berlatih Judo,” ungkap Junnita dengan nada bangga. Ia mengaku tidak terlalu gencar mempromosikan program kampung atlet ini kepada warga. Sebab, sarana yang ada saat ini, seperti matras masih kurang layak. Mereka sudah mengajukan pengadaan matras yang baru dan layak ke Dinas Pemuda dan

Olahraga Kota Surabaya. Namun, hingga saat ini belum direspon. “Kami menanti turunnya bantuan matras dari Dispora,” tuturnya singkat. Judo adalah seni bela diri, olahraga, dan filosofi yang berakar dari Jepang. Judo dikembangkan dari seni bela diri kuno Jepang yang disebut Jujutsu. Jujutsu yang merupakan seni bertahan dan menyerang menggunakan tangan kosong maupun senjata pendek, dikembangkan menjadi Judo oleh Kano Jigoro pada 1882. Olahraga ini menjadi model dari seni bela diri Jepang, gendai budo, dikembangkan dari sekolah (koryu) tua. Pemain judo disebut judoka atau pejudo. Judo sekarang merupakan sebuah cabang bela diri yang populer, bahkan telah menjadi cabang olahraga resmi Olimpiade. Pertandingan judo diselenggarakan di atas karpet atau matras (tatami) berbentuk segi empat (belah ketupat) dengan sisi 14,55 meter atau sepanjang 8 tatami yang dijajarkan. Selain dialasi matras, kebanyakan dojo judo sekarang menggunakan pegas di bawah lantai palsu, untuk menahan benturan akibat bantingan. =E Hana Diman


10

KORAN MADURA

Lintas Jatim

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

ant/eric ireng

PEMBARETAN. Seorang prajurit TNI AD menyematkan Baret Ungu Korps Marinir kepada anaknya, saat Pembaretan Tamtama Remaja Marinir, di Lapangan Tembak Internasional Korps Marinir ‘FX Supramono’ Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, Senin (14/4). Sebanyak 138 Tamtama Remaja mantan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) XXXIII Marinir mengikuti pembaretan yang dipimpin oleh Komandan Korps Marinir, Mayjen TNI (Mar) Ahmad Faridz Washington.

138 Prajurit Resmi Berbaret Ungu SURABAYA- Sebanyak 138 prajurit Tamtama Remaja Korps Marinir resmi memakai baret ungu dalam upacara pembaretan yang dipimpin Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) A Faridz Washington di Lapangan Tembak Internasional FX Soepramono, Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Senin. Upacara pembaretan itu dihadiri Komandan Kobangdikal Laksda TNI Widodo, Kasgartap III Surabaya Brigjen TNI (Mar) R. Gatot Suprapto, Danpasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso, Danpasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Denny Kurniadi, Kadispsial Laksma TNI FX. Agus Susilo, dan Wadan Kobangdikal Kolonel Marinir Ivan A.R Titus.

Dalam amanatnya, Komandan Korps Marinir mengatakan upacara pembaretan yang dilaksanakan saat ini berbeda dengan upacara pembaretan sebelumnya, karena untuk pertama kalinya pembaretan dilaksanakan tidak setelah menyelesaikan pendidikan Komando, namun setelah para Tamtama Remaja menyelesaikan Kursus Tamtama Remaja. “Selama di Kodikmar, Tamtama Remaja menerima pendidikan yang berkaitan dengan profesi, sedangkan dalam kursus, dibekali dengan materi-materi yang berkaitan dengan tradisi Korps, dengan harapan dapat mengenal tradisi Korps sehingga akan semakin besar kecintaan terhadap Korps dengan tidak melakukan hal-hal yang mencoreng nama baik Korps,” katanya. Dengan diresmikannya pemakaian baret, maka seorang prajurit secara sah menjadi keluarga besar Korps Marinir, sekaligus mengandung konsekuensi dan tanggung

jawab untuk selalu berperilaku dan bertindak sesuai landasan moral prajurit Korps Marinir. “Mulai saat ini, tumbuhkan dan pupuk kesadaran baru bahwa kalian sebagai prajurit Korps Marinir harus menjadi kebanggaan rakyat yang bisa diandalkan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata orang nomor satu di jajaran Korps Marinir itu. Menurut Komandan Korps Marinir, untuk mendapatkan baret ungu kebanggaan tersebut, para siswa harus mampu melalui “Kawah Candradimuka” Korps Marinir, di antaranya melalui Pendidikan Komando (Dikko) untuk menjadikan prajurit-prajurit Korps Marinir yang berani, tangguh dan pantang menyerah. “Baret Ungu yang telah kalian kenakan itu bukan semata-mata hanya sebagai simbol belaka, tetapi merupakan lambang perwujudan kehormatan dan kebanggaan Korps Marinir,” katanya.

Selain itu, juga mempunyai makna yang besar, sebagai hasil perjuangan dan pengabdian para pendahulu serta anugerah yang diberikan bangsa dan negara kepada Korps Marinir, yang sekaligus menjadi ciri khas prajurit Baret Ungu. Prosesi pembaretan diawali turunnya baret untuk penyematan yang dibawa oleh Kapten Marinir Pujo Setiyono melalui terjun payung dan mendarat tepat di depan inspektur upacara pembaretan, lalu Komandan Korps Marinir melakukan pembaretan kepada perwakilan Tamtama Remaja secara simbolis yang dilanjutkan pemakaian baret kepada Tamtama Remaja oleh keluarganya. Setelah upacara pembaretan usai, acara dilanjutkan dengan unjuk kemampuan Tamtama Remaja dalam beladiri militer dan terjun payung yang dilakukan oleh prajurit-prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir. =ANT/EDY


KORAN MADURA

Lintas Jatim

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

Lima Siswa di Jember Depresi Jelang UN JEMBER- Sebanyak lima siswa sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami depresi berat menjelang ujian nasional (UN) yang digelar secara serentak pada Senin hingga Rabu (16/4).

Kelima siswa yang mengalami gangguan jiwa berat tersebut berjenis kelamin laki-laki dan sebagian besar berasal dari sejumlah sekolah favorit di Kabupaten Jember, namun tidak disebutkan secara detail asal sekolah sejumlah siswa yang mengalami depresi tersebut.

“Mereka merasa takut dengan UN yang dihadapinya hari ini, sehingga mereka masuk ke poli jiwa Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember dan menjalani rawat jalan,” kata Humas RSD dr Soebandi Jember dr Justina Evy Tyaswati. Menurut dia, awalnya jumlah siswa yang depresi karena UN sebanyak 15 orang pada bulan Oktober 2013, namun setelah menjalani konseling secara rutin, jumlah siswa yang depresi berat berkurang dan menjadi lima orang saja. “Awalnya ada 15 siswa, namun kondisi 10 siswa berangsur-angsur membaik dan sudah stabil, sehingga masih ada lima siswa yang mengalami depresi dan berobat jalan,” tuturnya.

Mereka mengalami depresi berat menjelang pelaksanaan UN dan saat datang ke poli jiwa, mereka merasa bingung, sehingga kelimanya masuk kategori gangguan jiwa berat

dr Justina Evy Tyaswati Psikiater RSD dr Soebandi

“Mereka mengalami depresi berat menjelang pelaksanaan UN dan saat datang ke poli jiwa, mereka merasa bingung, sehingga kelimanya masuk kategori gangguan jiwa berat,” ucap Justina yang juga pskiater RSD dr Soe-

bandi Jember. Ia menjelaskan kelima siswa tersebut kondisinya masih labil dan belum bisa berkomunikasi dengan baik, bahkan kondisi mereka ketika kontrol ke ruangan poli jiwa sangat tertekan karena banyaknya ujian percobaan yang harus dilalui siswa menjelang pelaksanaan UN. “Kemungkinan rangkaian sejumlah uji coba seperti try out di sekolah, try out di kecamatan, dan kabupaten yang mendominasi faktor mereka sampai mengalami depresi berat. Faktor target yang terlalu tinggi untuk memperoleh hasil saat UN juga menjadi salah satu pemicu,” ujarnya. Kendati demikian, Justina mengaku tidak tahu apakah kelima siswa yang mengalami depresi berat tersebut mengikuti UN pada hari Senin karena semua siswa hanya menjalani rawat jalan. Sementara Kepala SMA Negeri 2 Jember, Hariyono membenarkan seorang siswanya mengalami depresi, namun yang bersangkutan sudah sembuh dan kondisinya stabil, sehingga bisa mengikuti UN pada hari pertama. = ANT/ZUMROTUN SOLICHAH

ant/rudi mulya

CANDI LOR. Juru rawat Candi Lor, Puji, membersihkan rumput dan jamur yang tumbuh di lapisan batu bata merah candi di Desa Candi Rejo, Loceret, Nganjuk, Minggu (13/4). Menurut Puji, Kurangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Dinas terkait membuat Candi Lor yang merupakan monumen cikal bakal berdirinya Kabupaten Nganjuk tersebut rusak dan mulai tak berbentuk.

11

KULINER

Dosen Surabaya Ciptakan “Wine” Buah Lokal SURABAYA- Dosen Fakultas Teknologi Pertanian, Jurusan Teknologi Pangan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Ir Thomas Indarto PS MP menciptakan minuman beralkohol “wine” dari buah-buah lokal yang segar dan asli Indonesia. “Biasanya, orang mengetahui wine sebagai minuman yang berasal dari buah anggur yang mahal dan identik dengan negara Eropa dan Amerika, namun ternyata buah lokal juga tidak kalah,” katanya di kampus setempat, Senin. Ia mencontohkan salah satunya adalah wine asal Pulau Dewata. Minuman ini berasal dari berbagai macam jenis buah anggur segar, mulai dari yang berwarna hitam, merah, sampai hijau. Surabaya juga mempunyai sesuatu yang berbeda. “Ide ini berawal dari kebutuhan anggur yang digunakan pada saat perayaan Ekaristi, ditambah mahalnya ongkos impor Wine ke Indonesia, dan tentunya bahan baku yang sulit didapatkan,” ujarnya. Kondisi tersebut memacu semangat dan inisiatif dirinya untuk menciptakan Wine lokal. Hanya dengan bermodalkan buah segar, gula dan air, maka bahan baku ini disulap menjadi Wine lokal bercitarasa internasional. “Beberapa buah hasil uji coba sejak tahun 2010 antara lain buah Nangka, Sirsat, Srikaya, Sawo, Nanas, Mangga juga sudah berhasil dijadikan Wine,” katanya. Selain itu, masih ada wine unik dengan menggabungkan buah nanas dan anggur Bali. Hasil eksperimen yang terbaru juga memanfaatkan buah apel serta buah naga merah. “Pada buah anggur, zat aktif yang dirombak oleh mikroba adalah gula, sehingga semua buah yang memiliki kadar gula tinggi dengan pati yang rendah bisa dijadikan wine,” katanya. Proses pembuatan Wine ini terbilang sederhana. Buah yang dipilih, dicuci bersih, dan dipisahkan dari biji serta kulitnya, lalu direbus dengan air kemasan. Saat perebusan, hanya perlu penambahan gula sekitar 15-20 persen. Selanjutnya, hasilnya ditutup rapat sampai dingin dan dimasukkan ke persemaian dari bahan toples yang steril. Fungsinya untuk menumbuhkan bakteri Saccharomyces cerevisiae untuk mengeluarkan gas CO2. Ekstrak taoge bisa ditambahkan untuk nutrisi pada wine. Pada proses akhir, tinggal memisahkan buah dan sarinya, diendapkan sampai didapat warna wine yang bening, namun Wine produksinya itu tidak untuk dikomersilkan. “Ada beberapa kriteria buah yang diperlukan untuk membuat Wine yaitu kadar gula tinggi, kadar pati rendah, matang dan tidak busuk,” ungkap Kepala Laboratorium Teknologi Pengelolaan Pangan UKWMS itu. =ANT/EDY


KORAN MADURA

KORAN PROBOLINGGO 12 SELASA 15 APRIL 2014|NO. 0342|TAHUN III MADURA

LINTAS12 JATIM

Probolinggo

SELASA 15 APRIL 2014 NO. 0342 | TAHUN III

Wawali Sidak Ujian Nasional Siswa Optimis Mengikuti UN PROBOLINGGO - Mengantisipasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama tingkat SMA, SMK dan yang sederajat dari kebocoran dan kendala distribusi soal, Wakil Walikota Probolinggo, HM.Suhadak, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa sekolah, Senin (14/4) pukul 08.00 WIB. Didampingi Kapolres Probolinggo Kota, AKBP. Iwan Setyawan, Dandim 0820 Probolinggo, Letkol. Inf.Heru Agug, Sekdakot, Johny Hariyanto, Kepala Dinas Pendidikan, Hendro Suroso, Kabud SMP/ SMA, Sukardi, Wakil Walikota

memastikan apakah pelaksanaan UN tahun ini benar-benar berjalan lancar atau tidak. Dan hingga saat ini semua berjalan lancar dan belum ada laporan ada kendala,” katanya. Sekolah pertama yang didatangi adalah SMK Negeri I Kota

kan aturan yang ketat. Distribusi soal ke sekolah waktunya, yakni pukul 06.30. Sementara pelaksanaan UN dimulai pukul 07.00, dan soal dijaga ketat serta dikawal petugas kepolisian,” ujar Wawali HM.Suhadak. Menurut Wawali HM.Suhadak, apabila terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan UN, dan terbukti secara sah melakukan pelanggaran, akan diproses dan dikenakan sanksi sesuai dengan perundangundangan. “Sebelumnya kami sudah menghimbau kepada siswa untuk tidak percaya dengan model

HM.Sihadak, tak memasuki ruang ujian nasional dan berdialog dengan para murid, melainkan meninjau pelaksanaan Unas dengan berdialog bersama Kepala Sekolah setempat, para guru dan pengawas ujian. Orang nomor dua di Kota Probolinggo ini menghabiskan waktu tak lebih dari 30 menit. “Sidak ini bertujuan untuk

Probolinggo. Kepada kepala sekolah setempat, walikota menanyakan seputar distribusi soal dan keadaan siswa dalam mengikuti UN. Semua siswa yang mengikuti UN steril dari handphone. “Dari kepala sekolah menyatakan bahwa distribusi soal ujian aman. Untuk mengantisipasi kebocoran soal, kami menerap-

sms yang katanya kunci jawaban. Siswa jangan percaya dengan semua itu, siswa harus percaya diri,” tutur wawali. Kepala Dinas Pendidikan Kota Probolinggo, melalui Kabid SMP dan SMA, Sukardi, yang turut dalam sidak menjelaskan UN tahun 2014 untuk tingkat SMA atau MA dan SMK dilaksanakan mulai 14 April

2012 diikuti 3.891 siswa, dengan rincian 1.949 siswa SMK dan 1.942 Siswa tingkat SMA/ sederajat. Seluruh siswa SMA dan sederajat yang melakukan unas kali ini dipastikan sudah siap baik secara fisik maupun metal. “Seluruh siswa telah dinyatakan siap mengikuti UN baik secara fisik maupun mental. Karena selain mendapatkan bimbingan belajar intensif mereka juga sudah mengikuti doa bersama. Demikian juga dengan berbagai fasilitas yang ada di sekolah penyelenggara,” tandas Sukardi.

Optimis Kerjakan Soal Hari pertama ujian nasional (UN) soal Bahasa Indonesia disambut optimis oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Kota Probolinggo. “Saya yakin 100 persen bisa mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia,” kata Rike Yolanda, siswi kelas XII AP. Rike Yolanda, mengata-

kan soal-soal Bahasa Indonesia yang dikerjakan saat UN mirip dengan soal-soal uji coba dari pihak sekolah.“Seratus persen yakin dengan jawaban-jawaban tadi,”tandasnya. Berbeda dengan Rike Yolanda, Muhamad Yuliana mengatakan soal-soal yang dihadapinya berbeda dengan soal yang diujicobakan oleh pihak sekolah. Namun, ia masih optimis bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan.“Iya, insyaallah dan optimistis bisa mengerjakan mata pelajaran berikutnya,” katanya. Baik Rike Yolanda dan Muhamad Yuliana, maupun siswa SMK Negeri I Kota Probolinggo, telah mengikuti serangkaian uji coba UN oleh pihak sekolah. Sementara itu pelaksanaan UN berjalan lancar dengan pengawasan penuh dari pihak kepolisian. Sebelum pelaksanaan ujian, polisi sudah melakukan pemeriksaan di tiap ruangan. Ada tiga sampai empat polisi yang berjaga di tiap sekolah ketika UN berlangsung. Menurut Kapolres Probolinggo, AKBP. Iwan Setyawan mengatakan, polisi yang menjaga sudah diamanatkan untuk nggak mengawasi di dekat ruang ujian. Polisi sengaja dijauhkan dari kelas demi meminimalkan dampak psikologis siswa peserta ujian nasional. Sebelum pelaksanaan, Polres Probolinggo Kota bekerja sama dengan polsek setempat sudah melakukan pemeriksaan di semua ruangan dan menurunkan beberapa personel kepolisian. Tindakan ini juga dilakukan untuk mengantisipasi kecurangan dalam pelaksanaan UN 2014, oleh akrena itu polisi juga telah bekerja sama dengan pengawas ujian. Selain menjaga jalannya ujian nasional (UN), polisi juga mengawal pengiriman lembar jawaban yang telah dikerjakan para pelajar untuk dikirim ke kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi. Polisi memastikan logistik UN tersebut akan sampai dengan aman hingga ke pusat. “Begitu ujian selesai dilaksanakan, soal akan dikirim kembali ke kecamatan, kabupaten, sampai ke provinsi. Polisi juga akan mengawal ketat pengiriman ini. Soal harus dipastikan bisa sampai hingga ke pusat,”pungkasnya. =M.Hisbullah Huda


Probolinggo

KORAN MADURA

SELASA 15 APRIL 2014 NO. 0342| TAHUN III

REHAB PASAR

Dana Rehab Dua Pasar Telan Rp2,3 M

PROBOLINGGO – Dua pasar yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo rencananya akan dilakukan rehabilitasi. Dua pasar itu, yakni pasar Muneng, Kecamatan Sumberasih dan pasar Kebonagung, Kecamatan Kraksaan.

Untuk merehab dua pasar tersebut membutuhkan dana anggaran sebesar Rp.2,3 miliar. Dana itu berasal dari pemerintah Pusat.

Rencananya kedua pasar tersebut akan dilakukan rehab pada tahun ini. Rincian dana rehab itu senilai Rp.856.588.000 untuk pasar Kebonagung dan senilai Rp.1.476.137.000 untuk melakukan rehabilitasi pasar Muneng. Kepala Diskopindag Kabupaten Probolinggo, Erlin Setiawati kepada wartawan menjelaskan, di wilayah Kabupaten Probolinggo masih banyak pasar tradisional yang memerlukan rehabilitasi. Bahkan, pemkab sendiri sudah melakukan upaya dengan mengajukan bantuan dana ke pemer-

intah Pusat. “Namun hanya dua pasar yang teralisasi,” katanya, Senin (14/4). Sementara itu, pantauan di lapangan menyebutkan, kondisi pasar Muneng, Kecamatan Sumberasih memang sudah selayaknya dilakukan rehabilitasi. Pasalnya, kondisi bangunannya sudah banyak genteng yang pecah dan kayu yang keropos. Tak heran, jika pada musim penghujan banyak los atau bedak yang bocor. Melihat kondisi tersebut, tidak sedikit pedagang yang mengeluh. Belum lagi kondisi jalan pasar yang becek bercampur lumpur jika pada saat hujan turun. Ketua Banleg DPRD Kabupaten Probolinggo, Dedi Suyanto belum lama ini menjelaskan, jika kondisi bangunan pasar Muneng memang sudah seharusnya dilakukan rehabilitasi. “Memang sudah selayaknya dilakukan rehab,” tandasnya. Dia menjelaskan, melihat kondisi pasar tersebut, tidak jarang pihaknya mengaku sering mendapat keluhan dari para pedagang. Keluhan itu tidak hanya berasal dari satu pedagang saja.“Selama ini banyak pedagang yang mengeluh soal kondisi bangunannya,” terang dia. Salah seorang pedagang, Ny. Aminah saat dimintai komentarnya mengatakan, hal yang perlu dibenahi tidak hanya soal kondisi bangunannya, tetapi jalan pasar yang juga perlu diperhatikan. Karena jika musim penghujan jalan di dalam pasar selalu becek, sehingga membuat pembeli enggan untuk datang ke pasar Muneng. =Muhammad Sugianto

13

PILEG

7 Caleg DPR RI Diprediksi Masuk Senayan PROBOLINGGO - Perolehan suara untuk caleg DPR RI Dapil (Daerah Pemilihan) II (Probolinggo-Pasuruan) yang memperoleh dukungan besar di Kabupaten Probolinggo. Mereka Bisa berpeluang menduduki kursi parlemen di Senayan. Namun dari puluhan caleg tersebut, caleg yang mendapatkan suara terbanyak diungguli oleh Hasan Aminuddin, caleg nomor 2 dari partai Nasdem sebanyak 162.123 Suara melebihi Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) yang pada pileg 2009 hanya 78.956 ribu saja. Karena kelebihan itulah, diperkirakan Partai NasDem memperoleh dua kursi. Yang bakal menduduki, yakni Aminurrokhman, caleg nomor urut dua yang juga mantan Walikota Pasuruan ini diprediksikan juga akan masuk. “Kita insya Allah dapat dua kursi untuk DPR RI,” kata Sekretaris DPD Partai nasDem Kabupaten Probolinggo, Syaifuddin, kepada wartawan, Senin (14/4). Sementara untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), suara sah untuk partai berlambang bola dunia dengan sembilan bintang ini mencapai 67.002 ribu . Dengan perolehan suara terbanyak di raih caleg nomor urut 2 Faisol Riza dengan 22.497 suara. Kemudian menyusul A.Malik Haramaian sebanyak 19.757 suara. Menanggapi hal itu, Ketua LPP DPC PKB Kabupaten Probolinggo Hanafi mengata-

kan, prediksinya PKB bisa mewakilkan dua kader. “Real count kami ada dua caleg. Karena PKB di Kabupaten Pasuruan menang, yang masuk Pak Malik dan Pak Fasiol Riza. Insya Allah demikian,”paparnya. Selain kedua parpol tersebut, yang memiliki peluang yakni Partai Golkar. Di Kabupaten Probolinggo partai berlambang beringin tersebut mendapat suara sebanyak 63.208 dengan suara caleg tertinggi caleg nomor 5, atas nama Misbakhun dengan perolehan 22.582 suara. Selain Golkar, Partai PPP menyusul pada posisi ketiga. Partai berlambang Kahbah ini mendulang 40.759 suara. Sementara caleg tertinggi nomor urut 1, yakni Musthofa Assegaf yang mendapat 28.257 suara. Posisi keempat di duduki oleh PDI Perjuangan dengan peraihan 24.380 suara. Untuk perolehan calag tertinggi atas nama Hamka Haq nomor urut 1. Posisi kelima Partai Gerinda. Partai berlambang kepala burung garuda memperoleh dukungan 22.217 suara. Sementara caleg tertinggi adalah supriyanto nomor urut 1 dengan perolehan suara 22.217 ribu. “Insya Allah masuk mas. Kita berusaha semaksimal mungkin. Karena di Kabupaten Pasuruan kita juga masuk 8 besar,” tandas Ketua DPW Partai Gerinda Jawa Timur Supriyatno. =Mahfud Hidayatullah

Suara Hanura Anjlok Dari Empat Kursi Jadi Satu Kursi PROBOLINGGO – Pemilu legislatif tahun ini, benar-benar jadi tsunami bagi partai Hanura Kabupaten Probolinggo. Di luar perkiraan suara perolehan jatah kursi Hanura anjlok. Dari empat kursi menjadi satu kursi. Melihat anjloknya perolehan suara Hanura tersebut, sejumlah pengurus DPC mengaku kecewa. Bahkan, kondisi tersebut di luar perkiraan. Apalagi Hanura yang sebelumnya getol mengusung Ketum Wiranto sebagai capres dan cawapres Hary Tanoe, kini mulai tak berurat. “Saya tidak yakin Hanura bisa

mengusung capres sendiri jika kondisi perolehan suaranya seperti ini,” ujar salah satu Ketua PAC Dringu, Wasit kepada wartawan, Senin (14/4). Dia menjelaskan, perolehan suara Hanura memang di luar perkiraan. Partai yang sudah menjadi peserta pemilu 2009 lalu itu harus takluk dengan partai

baru seperti Nasdem. “Ini semua di luar perkiraan kita,” katanya. Anjloknya perolehan suara Hanura, menurut Wasit, bukan karena tidak simpatiknya masyarakat terhadap partai yang berslogan Hati Nurani Rakyat itu. Tetapi karena memang amburadulnya saksi yang tidak terkoordinir. Salah satunya di dapil 3, Kecamatan Dringu, Gending, Pajarakan dan Krejengan. Di dapil tersebut, ada sejumlah TPS yang memang tidak mempunyai saksi. Hal itu dikarenakan tidak cairnya dana saksi yang sebelumnya diga-

dang-gadang akan cair. Akibat tidak adanya saksi, perolehan suara salah satu caleg Lastri Sanjaya di dapil tersebut hilang. Meski hilangnya suara tersebut tidak begitu signifikan, namun itu menjadi salah satu bukti tidak solidnya saksi partai.“Karena memang sebagian tidak ada saksi, sehingga mudah untuk dicuri,” tandasnya. Ketua DPC Hanura Kabupaten Probolinggo, Kasiyono menjelaskan, menurunnnya perolehan suara partainya memang akibat pengaruh dari

kendalanya saksi partai. Melihat kondisi carut marutnya perolehan suara Hanura tersebut, diperkirakan jatah perolehan kursi akan menurun drastis. Dari empat kursi menjadi satu kursi. “Kalau di dapil 2 juga tidak masuk ke parlemen, maka kursi Hanura tinggal satu kursi,” katanya. Dari tujuh dapil yang ada di Kabupaten Probolinggo, hanya dapil enam yang memperoleh satu kursi. Yakni caleg bernama Suwono yang memperoleh suara kurang lebih 3.500. =Muhammad Sugianto


14

KORAN MADURA

Probolinggo

SELASA 15 APRIL 2014|NO. 0342|TAHUN III

PANCAROBA

Peralihan Musim Rawan Penyakit

TERATASI: Kekurangan soal Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA sederajat di Kabupaten Probolinggo, ternyata tak menjadi kendala pelaksanaan peserta ujian.

Materi UN Teratasi Datang Minggu Malam, Soal Langsung Dikirim PROBOLINGGO - Kekurangan soal Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA sederajat di Kabupaten Probolinggo, ternyata tak menjadi kendala pelaksanaan peserta ujian. Pasalnya materi soal, Minggu (13/4) malam pukul 22.30 WIB, sudah dikirim dari wilayah provinsi. Lembaga sedikit mengalami kekhawatiran akibat tidak terpenuhinya soal ujian untuk peserta didik, terdapat di tiga lembaga yang berbeda. Yakni, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kraksaan kekurangan soal ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sedangkan SMA Nurul Jadid Paiton materi soal ujian bahasa arab tertukar materi ujian bahasa mandarin. Lalu SMKN Gending kekurangan materi UN teori kejuruan. “Semua permasalahan terkait materi UN di Kabupaten Probolinggo sudah teratasi Minggu Malam, dan materi terse-

but sudah langsung dikirim ke Mapolsek masing-masing dengan pengawalan pihak kepolisian dan pengawas sekolah,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo, Senin (14/4) kemarin. Menurut Tutug Edi Utomo, mengatakan jumlah siswa yang mengikuti UN tingkat SMA dan SMK sederajat jumlahnya mencapai 9828 siswa. Dari jumlah tersebut merupakan kumpulan sekolah baik yang berstatus negeri dan swasta.“Dari kesekian jumlah tersebut juga termasuk siswa yang mengikuti ujian paket

C,” ujarnya. Ketika ditanya tentang, perjokian UN yang marak menjadi perbincangan publik. Menurutnya, terkait hal itu, lembaga dibawah naungannya tidak menyediakannya. “Semua siswa yang ikut UN tersebut terbebas dari istilah tim sukses UN. Sehingga lulus atau tidaknya bukan terletak dari tim sukses. Namun nasib mereka ditentukan dari pribadi peserta ujian sendiri,”papar Tutug Edi Utomo. Tutug Edi Utomo berharap, agar pelaksanaan UN tingkat SMA tahun ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Serta nilai yang diperoleh peserta UN bisa memperoleh nilai yang baik dan mencapai standar kelulusan.“Semoga saja tidak ada masalah sampai dengan akhir pelaksanaan ujian nantinya,”pugkasnya. =Mahfud Hidayatullah

PROBOLINGGO - Peralihan musim atau dikenal dengan istilah pancaroba musim rental menimbulkan panyakit. Biasanya yang terjadi meliputi penyakit influenza, diare dan ispa. Melihat hal tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, menyarankan masyarakat untuk menjaga kesehatannya. Menurut Kepala dinas setempat, Endang Astuti, mengatakan, peralihan musim dari penghujan ke musim penghujan memang rentan terjadinya penyakit di masyarakat. Jenis penyakit yang timbul diantarnya influenza, diare dan ispa.“Penyebab terjadinya penyakit tersebut disebabkan karena virus, bakteri dan kuman,” ujarnya kepada wartawan, Senin (14/4). Jenis penyakit yang menjadi sasaran penyerangannya, kata Endang Astuti, tidak mengenal jenis usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Jika kondisi ketahanan tubuhnya sudah tidak stabil dan cenderung menurun, maka penyakit mudah akan masuk.“Meski sudah umurnya tua. Namun fisik yang dimiliki orang tersebut lemah, maka dengan mudah penyakit akan masuk,” tandasnya. Menurutnya, untuk menjaga kesehatan tubuh banyak cara bisa dilakukan, termasuk men-

jaga pola makan dan memilih beristrihat, serta berolahraga yang maksimal. Sehingga ketahanan tubuh bisa stabil, dan penyakit akan sulit menyerang manusia.“Terutama menjaga pola asupan makanan yang mengandung menineral, vitamin dan protein yang tinggi Sehingga tubuh tetap akan sehat,”Endang Astuti. Endang Astuti menambahkan, makanlah makanan yang mengandung menineral, vitamin dan protein tidak bermodal besar. Yang terpenting bisa memilih makanan itu bisa mengandung unsure itu. Karena banyak jenis makanan tersebut masyarakat tidak harus mengeluarkan kocek yang tergolong banyak. “Seperti makanan nasi jagung dan ikan laut pun juga banyak mengandung protein. Tentu jenis makanan itu harganya relatif murah, dan warga mudah membelinya,”ucapnya. Selain menjaga makanan dan minuman, pihaknya menganjurkan masyarakat untuk beristirahat dan berolahraga yang cukup. Sebab, menilai kondisi tubuh juga perlu dijaga melalui langkah tersebut.“Kalau tubuh kita sehat maka kita akan senang. Karena sehata merupakan harta yang termahal di dunia ini,” pungkas Endang Astuti. =Mahfud hidayatulah

UJIAN NASIONAL

Bocoran Kunci Jawaban Hanya Isu PROBOLINGGO – Adanya isu wacana soal bocoran kunci UN sudah bukan barang baru lagi saat pelaksanaan UN berlangsung. Bahkan, isu bocaran kunci UN tersebut tidak hanya terjadi di sejumlah daerah di Jatim, namun juga terdengar santer di Kota Probolinggo. Wakil Walikota Probolinggo, H. Suhadak kepada wartawan mengatakan, jika isu tersebut merupakan ulah dari orangorang yang iseng. “Jangan percaya-lah. Saya kira itu ulah dari orang-orang yang iseng saja,” terang dia, Senin (14/4).

Orang nomer dua di Kota Probolinggo itu menjelaskan, isu soal kunci jawaban Unas itu tidak akan terbukti. Bahkan, isu tersebut tidak hanya terjadi pada pelaksanaan Unas tahun ini saja. Tetapi juga pada tahun-tahun sebelumnya. “Pada tahun kemarin juga seperti itu. Tapi kenyataannya tidak terbukti. Itu hanya ulah dari orang iseng saja,” tandasnya. Melihat isu tersebut hanya ulah dari orang iseng, Wakil Walikota Probolinggo itu menghimbau agar masyarakat jangan mudah percaya. Apalagi pengamanan terhadap naskah soal sangat ketat sekali. “Tidak mungkin itu terjadi. Karena pengamanan naskah soalnya sangat ketat,” katanya. =Muhammad Sugianto


KORAN OLAHRAGA PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

15 Olahraga 15

SELASA 15 APRIL 2014 No. 0342 | TAHUN III

SENIN 14 APRIL 2014 | No. 0341 | TAHUN III

LA LIGA SPANYOL

Atletico Pertahankan Posisi Puncak MADRID - Atletico Madrid sukses menjaga jarak poin dengan para rivalnya setelah sukses menambah tiga poin berkat kemenangan 2-0 atas Getafe dalam lanjutan La Liga Spanyol di Coliseum Alfonso Perez, Senin (14/4) dini hari WIB. Dua gol “Los Rojiblancos” dilesakan oleh Diego Godin dan Diego Costa pada masing-masing babak. Kemenangan ini membuat Atletico semakin mantap di puncak klasemen dengan torehan 82 poin, unggul tiga poin dari Real Madrid yang ada di posisi dua dan empat angka dari Barcelona di posisi tiga. Sementara Getafe masih berkutat di zona merah dengan menempati posisi ke-18 berbekal 31 poin.

Dalam proses gol kedua yang dibuat Diego Costa, sang pemain harus cedera karena menghantam tiang. Kaki Costa terlihat berdarah dan harus ditandu keluar lapangan. Akan tetapi, pihak klub menyatakan cedera pemain kelahiran Brasil itu tidak serius dan sudah bisa turun pada laga akhir pekan nanti. “Kami sekarang tinggal menyisakan lima partai lagi dan kami harus bermain setiap laga seperti layaknya partai final,” ucap pelatih Atletico Diego Simeone. Di La Liga, Atletico menyisakan partai melawan Elche (18/4), Valencia (27/4), Levante (4/5), Malaga (11/5), dan Barcelona (18/5). =ESPN/SKY SPOTRS/AJI/DAR PEMAIN CHELSEA merayakan gol yang dicetak oleh striker Demba Ba (nomor 19) pada laga melawan Swansea City, Minggu (13/4) malam waktu setempat.

SERIE A ITALIA

Milan Makin Impresif MILAN - AC Milan semakin impresif dan tidak terkalahkan dalam lima pekan terakhir. “I Rossoneri” memetik kemenangan keempat secara beruntun saat menaklukkan tamunya Catania dengan skor tipis 1-0 pada lanjutan Liga Serie A Italia di San Siro, Senin (14/4) dini hari WIB. Gol semata wayang Setan Merah dari Italia itu diciptakan Ricardo Montolivo. Dengan tambahan tiga angka, Milan kini mendulang 48 poin. Mereka hanya terpaut tiga angka dari Parma yang menempati posisi keemam sebagai slot terakhir menuju Liga Eropa musim depan. Sementara, Catania kemungkinan besar terdegradasi ke Serie B karena masih terbenam di dasar klasemen dengan 20 poin. Bertindak sebagai tim tamu, Catania justru mampu mengambil alih serangan. Dua peluang berhasil mereka raih di awal pertandingan. Tembakan Pablo Barrientos pada menit kesembilan masih menyamping di sisi kiri gawang Christian Abbiati. Sementara, sepakan Barrientos pada empat menit berselang masih bisa ditepis oleh Abbiati. Milan tidak tinggal diam dan gantian melancarkan serangan. Pada menit ke-21, Adil Rami punya peluang setelah meneruskan umpan Kaka lewat tendangan bebas. Namun, sepakan mantan punggawa Valencia itu gagal mengkonversikannya menjadi gol setelah bola melambung di

atas mistar gawang. Selang dua menit, Milan membuka keunggulan melalui aksi Montolivo. Mendapat ruang tembak, sang gelandang melepaskan tembakan keras dan terukur dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper Catania Mariano Andujar. “Ini adalah gol yang penting dan kami tidak boleh terpeleset lagi musim ini, kami harus memenangi setiap pertandingan. Ini akan sulit tapi kami bisa melakukannya,” kata Montolivo di situs resmi klub.=ESPN/SKY SPOTRS/AJI/DAR

Chelsea Melaju di Jalur Juara SWANSEA - Asisten pelatih Chelsea Steve Holland setengah tidak percaya timnya terus melaju di jalur juara Liga Utama Inggris setelah “The Blues” memetik kemenangan 1-0 atas Swansea City di Liberty Stadium pada Minggu (13/4) malam waktu setempat. Tambahan tiga angka ini membuat Chelsea terus berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan 75 poin, terpaut dua angka dari Liverpool di puncak klasemen dengan 77 poin, dan unggul lima poin dari Manchester City di peringkat ketiga dengan 70 poin. Meski Liverpool juga menang 3-2 atas Manchester City pada laga terpisah di Anfield Minggu (13/4) malam WIB, Chelsea tetap memiliki peluang untuk menjadi kampiun. Syaratnya, mereka harus memenangkan semua laga sisa yang tertinggal empat laga lagi, termasuk saat bertandang ke Anfield dua pekan mendatang. “Tidak banyak berubah. Kami masih punya lima poin di depan Manchester City yang masih punya dua laga lebih. Bila mereka memenangkan semua laga sisa, maka mereka akan berada di atas Chelsea. Tetapi ini hari yang luar

biasa untuk Liverpool dan hasil laga mereka semakin memperlihatkan kesimpulan musim ini,” kata Holland yang ditugaskan Jose Mourinho menghadiri jumpa pers setelah laga Swansea City melawan Chelsea. Dia melanjutkan, “Kami mungkin bisa memenangkan empat laga sisa baik laga tandang maupun kandang. Kami sudah menghadapi tugas itu sejak kami kalah saat melawan Crystal Palace. Sebenarnya setelah laga itu, kami praktis tersingkir dari persaingan perebutan gelar juara.” Akhir pekan ini, Chelsea menjamu klub penghuni dasar klasemen sementara Liga Utama Inggris, Sunderland di Stamford Bridge. Eden Hazard diperkirakan sudah siap tampil pada laga ini. Setelah itu, pekan depan, “The Blues” melakoni laga tandang yang sulit melawan Liverpool di Anfield. Laga ini akan sangat menentukan siapa juara Liga Utama Inggris musim ini. “Waktu cedera kami sangat bagus. Semua pemain berada dalam kondisi fit, termasuk Eden Hazard. Dia akan segera kembali. Tetapi masih terlalu cepat untuk memastikannya,” imbuhnya. Pada laga di Liberty Stadium

Minggu (13/4) tengah malam itu, gol tunggal Chelsea diciptakan Demba Ba pada babak kedua. Ini adalah gol kedua mantan pemain Newcastle United ini dalam dua pekan terakhir. Pekan lalu, dia juga mencetak gol penentuan Chelsea lolos ke semifinal Liga Champions. Menurut Holland, Demba Ba layak mendapatkan itu karena dia berlatih sangat keras di tempat latihan. “Dia berlatih keras dan selalu menambah porsi latihannya sendiri. Dia ingin menjadi pembeda dalam penyelesaian akhir dan dia layak melakukan itu dalam satu pekan terakhir. Dia mencetak gol-gol yang sangat penting. Salut untuk dia,” ucap Holland. Pada bagian lain, Holland memuji keputusan wasit Phil Dowd yang mengusir bek Swansea City Chico Flores keluar lapangan setelah mendapat dua kartu kuning pada menit ke-16. “Kartu kuning kedua itu sangat jelas. Wasit mengambil keputusan yang tepat. Ketika kami bermain dengan 11 orang dan mereka dengan 10 orang maka dampaknya sangat besar untuk kami.” lanjutnya. =SKY SPORTS/AJI/DAR


16

KORAN MADURA

SENIN 14 APRIL 2014 | No. 0341 | TAHUN III

58 HARI LAGI

CHELSEA MELAJU DI JALUR JUARA OLAHRAGA | 15

Olahraga

KALAHKAN CATANIA, MILAN MAKIN IMPRESIF OLAHRAGA | 15

KORAN MADURA

16

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

MARC MARQUEZ TAK TERKEJAR Menang Mudah di Seri MotoGP Texas TEXAS - Pebalap Repsol Honda asal Spanyol Marc Marquez menang mudah pada lomba balap Grand Prix MotorGP di Texas, Amerika Serikat, Senin (14/4) dini hari WIB. Pebalap 21 tahun ini memimpin sejak lap pertama hingga akhir lomba. Tidak ada satu pun pebalap lain yang bisa mengejarnya. Karena itu, balapan di Texas itu dinilai seperti “lomba balap liar” bagi Marquez. Marquez sendiri mengaku terkejut dengan prestasi itu. Bahkan dia mengakui bahwa selama menekuni olahraga adu cepat itu, dia tidak pernah mengalami hal seperti ini. “Saya tidak pernah memimpin sejak lap pertama hingga akhir. Ini sebuah kejuatan,” ucapnya. Marquez bisa mengatasi sejumlah rintangan dalam lomba tersebut dan sukses menjaga jarak yang cukup jauh dengan rekan satu timnya di Repsol Honda yang juga berasal dari Spanyol, Dani Pedorsa. Padahal, Pedrosa ingin mengejar Marquez sejak awal, tetapi harapan itu pupus. “Hari ini Marc lebih cepat. Saya sama sekali tidak mengimbangi kecepatannya,” kata Pedrosa yang menyelesaikan lomba balap MotoGP di Texas ini di posisi kedua. Tahun lalu, Pedrosa sukses unggul atas Marquez sejak awal dan memimpin selama 12 lap. Tetapi tahun ini, Marquez start di depan Pedrosa. Bahkan Jorge Lorenzo pun tidak bisa membendung kecepatan Marquez. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh pebalap Ducati asal Italia Andrea Dovizioso yang tertinggal 21 detik di belakang Marquez. Ini adalah podium pertamanya sejak 2012 silam. Bagi Marquez, ini adalah kemenangan keduanya dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Sebelumnya dia menjuarai lomba balap MotoGP di Qatar. Dia unggul tipis dari pebalap Yamaha asal Italia Valentino Rossi. Jarak keduanya saat itu sangat tipis, hanya terpaut 0,259 detik.

Dengan kemenangan ini pula maka Marquez menobatkan diri sebagai seorang pebalap yang tidak pernah kalah di tanah Amerika. Dia sudah menang enam kali dalam lomba balap MotoGP di Amerika. Menyinggung soal rekor dan kesuksesannya itu, Marquez sendiri mengaku tidak mengerti. “Saya tidak tahu kenapa negara ini selalu luar biasa untuk saya. Saya menyukainya dan diharapkan bisa mengikuti beberapa putaran tahun depan di sini,” ujarnya. Lomba balap di Texas ini adalah yang pertama digelar di Amerika Serikat tahun ini. Sesi kedua di Amerika akan dilakukan di Indianapolis pada Agustus mendatang. Setelah dari Texas, para pebalap segera pindah ke Argentina untuk seri balapan yang akan digelar dua minggu ke depan sebelum melakoni enam putaran di Eropa. =SKY SPORTS/AJI/DAR


SELASA 15 APRIL 2014 No. 0342 | TAHUN III

KORAN MADURA

FARAH NARULITA SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III SELALU JUJUR UNTUK MENCAPAI KEBAHAGIAAN

MENGAPA KADINKES MUNDUR? SUMENEP | D

A

NETER KOLENANG |P

Taneyan Lanjang KORAN MADURA

PPP Diperkirakan Menguasai DPRD

Dapil III | 11 kursi PPP PKB PBB Golkar PKS Demokrat Nasdem PAN

Nyaris Tidak Ada Perubahan Arus Politik PAMEKASAN - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diperkirakan akan kembali memimpin Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan. Pada pemilu legislatif kali ini, partai berlambang ka’bah itu memperoleh kursi cukup signifikan dibanding partai lainnya. Berdasar rekapitulasi perolehan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), diperkirakan partai tersebut akan memperolah sembilan kursi, disusul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan enam kursi, dan Partai Demokrat yang memperoleh lima kursi. Sementara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hanya memperoleh dua kursi. Kursi untuk PDIP itu disumbang dari Daerah Pemilihan (Dapil) V (Pademawu, Galis dan Larangan) dan Dapil I (Tlanakan, Pamekasan). Perolehan kursi PPP terjadi di semua daerah pemilihan. Namun yang terbanyak dari Dapil II (Proppo, Palengaan) sebanyak tiga kursi dan Dapil IV (Pegantenan, Kadur, Pakong) masing-masing dua kursi. Sedang Dapil lainnya hanya menyumbang satu kursi. Jika perkiraan perolehan kursi itu sesuai dengan hasil rekapitulasi tingkat KPU dipastikan kursi Ketua DPRD Pamekasan yang sejak beberapa periode dipegang partai tersebut tidak akan berpindah ke partai lain. Bertahannya perolehan kursi PPP di Pamekasan itu menunjukkan tidak adanya perubahan arah politik warga setempat dalam pemilihan umum. Sebab formulasi perolehan kursi itu nyaris tidak ada perbedaan dengan pemilu sebelumnya. Meskipun pada pemilu kali ini terdapat partai baru, yakni Partai Nasdem, namun tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap perolehan kursi partaipartai lama. Bahkan ada kecenderungan, di tingkat pemilih, partai tersebut hanya memperoleh dukungan dari para pendukung partai politik yang tidak lolos pemilu, meskipun beberapa partai

politik juga mengalami penurunan perolehan suara. Pengamat sosial, Mohammad Ali Humaidi mengatakan perkiraan formulasi perolehan kursi itu membuktikan kekuatan tokoh masyarakat di sebagian besar wilayah Pamekasan. Tingkat patronase (ketergantungan) masyarakat terhadap tokoh dalam menentukan pilihan dalam pemilu masih cukup kuat. Sehingga kampanye dan propaganda yang dilakukan para calon anggota legislatif dan tim suksesnya, hanya berpengaruh pada pilihan di internal partai dan tidak sampai menyebabkan sebagian besar pemilih berpindah pada calon lain di luar partai. “Dari beberapa periode nyaris tidak ada perubahan jumlah perolehan kursi. Pada periode lalu, formulasinya juga hampir sama dengan pemilu sebelumnya,” kata pria yang biasa dipanggil Malhum itu. Hal itu, jelas dia, dibuktikan dengan perkiraan perolehan kursi di Dapil Pamekasan selatan (Dapil I dan Dapil V) yang pemilihnya lebih rasional. Perolehan kursi partai politik di wilayah itu rata dan diperkirakan tidak ada partai politik yang memperoleh lebih dari satu kursi. Menurut dia, hal itu dimungkinkan tidak berlaku bagi formulasi perolehan kursi di DPRD Jawa Timur dan DPR RI. Sebab tingkat kedekatan masyarakat terhadap dua tingkatan lembaga legislatif itu kurang. “Di DPRD Kabupaten, tingkat kedekatan emosionalnya lebih besar dibanding dengan DPRD Provinsi dan DPR RI. Di sebagian besar masyarakat pengaruh tokoh masyarakat juga lebih besar dibanding figur caleg,” katanya. =G. MUJTABA/RAH

2 kursi 2 kursi 2 kursi 1 kursi 1 kursi 1 kursi 1 kursi 1 kursi

Dapil II | 9 kursi PPP Demokrat PKB Nasdem Golkar Gerindera PBB

3 kursi 1 kursi 1 kursi 1 kursi 1 kursi 1 kursi 1 kursi

Dapil IV | 8 kursi PKB Golkar Demokrat Gerindra PPP PBB PKS

DAPIL I | 8 KURSI Demokrat PKB Nasdem PKS PDIP Gerindra PAN PPP

1 Kursi 1 Kursi 1 Kursi 1 Kursi 1 Kursi 1 Kursi 1 Kursi 1 Kursi

Dapil V | 9 kursi PPP Golkar Nasdem Demokrat PAN PKB Gerindra PKS PDIP

1 kursi 1 kursi 1 kursi 1 kursi 1 kursi 1 kursi 1 kursi 1 kursi 1 kursi

1 kursi 1 kursi 1 kursi 1 kursi 2 kursi 1 kursi 1 kursi


KORAN MADURA KORAN PROBOLINGGO B B

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

MADURA

Sumenep

SELASA 15 APRIL 2014 No. 0342 | TAHUN III

LKPj Bupati Minim Apresiasi

RAPAT PARIPURNA. Pembahasan LKPj Bupati hanya dihadiri 28 anggota dewan dari total 50 anggota DPRD Sumenep

Wakil Rakyat yang Hadir hanya 28 Orang SUMENEP – Diduga karena masih banyak calon anggota legislatif petahana yang sibuk dengan pencalonan dirinya, wakil rakyat yang menghadiri rapat paripuran LKPj Bupati A Busyro Karim tahun 2013 hanya 28 orang. Pembahasan rapat paripuran LKPj Bupati, Senin (14/4) minim apresiasi dewan. Ketua Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS) Moh Zainullah menganggap banyaknya anggota dewan yang absen dalam rapat paripurna karena sejumlah dewan yang kembali menjadi caleg tidak

memenuhi batas target suara untuk bertahan sebagai dewan. “Kan sesuai BPP (bilangan pembagi pemilih), satu kursi dewan dihargai sekitar 12 ribu suara. Nah masing-masing caleg

berlomba-lomba untuk merebut suara terbanyak agar memenuhi target satu kursi dewan. Sebab sesuai info dari selentingan timses caleg, banyak caleg yang tidak mencapai jumlah BPP,” ujar Zainullah. Banyaknya anggota dewan yang tidak mengikuti rapat paripurna, diduga karena sibuk mengurus, mengamankan, dan mengawasi surat suara yang terkumpul. “Kita tidak tahu pasti soal itu, tapi yang jelas banyakn-

ya dewan yang tidak hadir rapat menunjukkan apresiasi dewan minim,” katanya. Berdasar catatan tingkat kehadiran dewan yang ikut rapat, anggota dewan yang tidak hadir sebanyak 22 orang dari 50 orang anggota dewan. Sehingga dipastikan dewan yang hadir hanya 28 anggota dewan. Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumenep Moh Mulki mengatakan, dari 22 orang anggota dewan yang tidak hadir, 10 orang

di antaranya tanpa surat keterangan. Sedangkan dewan yang hadir dengan surat keterangan atau izin sebanyak 12 anggota dewan. Hanya saja, Sekwan DPRD Sumenep enggan untuk memberikan komentar mengenai ketidakhadiran 22 anggota dewan tersebut, baik yang tidak hadir tanpa izin maupun yang tidak hadir dengan keterangan. “Kalau persoalan adanya anggota dewan yang tidak hadir dalam paripurna LKPj ini, saya tidak bisa memberikan komentar,” ujarnya singkat. Terpisah, ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep Miftahurrahman mengaku belum mengetahui anggota dewan yang tidak hadir dalam paripurna LKPj Bupati Sumenep itu dengan keterangan atau tidak. BK akan melayangkan surat teguran ke fraksi masing-masing dari masing-masing anggota dewan tersebut. “Untuk anggota yang tidak hadir dalam paripurna itu, nanti kami akan proses sesuai dengan prosedur yang ada, salah satunya adalah memberikan teguran ke fraksi masing-masing. Sebenarnya besok masih ada paripurna lagi tentang pandangan umum untuk LKPj Bupati itu. Dan yang jelas, kami juga bingung ketika anggota yang tidak hadir itu izin,” tukasnya. Disinggung soal apakah anggota dewan yang tidak hadir itu lantaran masih khawatir tidak lolos dalam pileg 2014 ini, Miftah mengungkapkan kalau pihaknya masih kurang tahu mengenai hal itu. Sebab sampai saat ini masih belum ada pengumuman secara resmi dari KPU terkait perolehan suara caleg. =ALI RIDHO/MK

TINDAK LANJUT DUGAAN KECURANGAN

Tiga Temuan Mengarah ke Pelanggaran SUMENEP – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sumenep masih menelusuri berbagai temuan dugaan pelanggaran pemilu. Setidaknya ada tiga temuan yang mengarah ke pelanggaran, yaitu kekurangan atau tertukarnya surat suara, pemilih mencoblos dua kali, dan panitia tidak netral. “Tiga temuan itu yang berpotensi untuk masuk modus pelangggaran. Sebab, modus semacam ini tidak terjadi pada

pemilu sebelumnya. Kalau kemarin hanya diwarnai kekurangan surat suara, tetapi kini kian berkembang menjadi tertukarnya surat suara. Bahkan ditemukan adanya indikasi kuat para penyelenggara pemilu yang tidak netral,” kata Zamrud Khan, Ketua Panwaslu Sumenep, Senin (14/4) saat dikonfirmasi temuan yang mengarah ke pelanggaran. Disinggung hasil pengembangan pada beberapa laporan, kata Zamrud Khan, semuanya

Dalam jumlah nominalnya masih belum pasti, karena sifatnya masih pengkajiaan.”

Zamrud Khan

Ketua Panwaslu Sumenep ada 6 laporan selain tiga temuan

yang berpotensi adalah modus kecurangan, yaitu informasi pencoblosan dua kali, jual beli suara, dan politik uang yang menjalar. “Dalam jumlah nominalnya masih belum pasti, karena sifatnya masih pengkajiaan. Karena selain yang tiga temuna itu, laporan dari beberapa tempat itu masih masih harus diuji, walaupun itu temuan dari dari pengawasn langsung, sehingga kami harus membuktikan secara

akurat,” tegasnya. Menanggapi soal banyak pelanggaran yang terjadi, dalam hemat Zamrud, itu tetap masuk pada kategori kejanggalan. Sebab itu merupakan kelalaian penyelenggara. “Tetapi saya tidak mau langsung mengklaim akan masuk kategori pidana pemilu, sebab semuanya masih dalam proses pengkajian. Tetapi semua temuan itu sudah siap dilaporkan ke Bawaslu,” tandasnya. =SYAMSUNI/MK


Sumenep

KORAN MADURA

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

C

TETAP IKUT UN. Peserta ujian nasional saat mengerjakan soal Bahasa Indonesia di Rumah Tahanan Kelas II-B Sumenep, Senin. (14/4)

UJIAN NASIONAL

14 SMK Kepulauan Dirayon SUMENEP - Sebanyak 14 sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah Kepulauan Sumenep dirayon ke SMKN Sumenep. Sekolah tersebut harus merayon karena belum bisa melaksanakan UN secara mandiri. “Siswa yang di Kangean pelaksanaan UN-nya tetap di sana. Hanya saja berinduk ke kami. Kalau siswa di Nong Gunong mengerjakan UN di sekolah kami. Ada 9 siswa SMK Islam Bustanul Ulum,” terang Kepala SMK Negeri 1 Sumenep, Taufik, Senin (14/4). Taufik memastikan siswa yang berasal dari kepulauan akan memperoleh perlakukan yang sama dengan siswa SMKN Sumenep. Sehingga terkait dengan layanan dalam menerima lembar soal UN juga tidak akan dikesampingkan. Sementara Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, memantau langsung pelaksanaan hari pertama UN di tiga sekolah, yakni SMK Negeri 1, SMA Negeri Batuan, dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Busyro memastikan pelaksanaan UN di kalagan siswa SMA sederajat berlangsung lancar

tanpa ada kendala. “Dari pantauan kami, UN hari pertama berjalan lancar. Alhamdulillah, tidak ada kendala berarti. Tidak ada soal maupun lembar jawaban yang kurang. Jangan sampai

Siswa yang di Kangean pelaksanaan UN-nya tetap di sana. Hanya saja berinduk ke kami. Kalau siswa di Nong Gunong mengerjakan UN di sekolah kami. Ada 9 siswa SMK Islam Bustanul Ulum,”

Taufik

Kepala SMK Negeri 1 Sumenep ada siswa yang tidak kebagian lembar soal UN, sebab hal tersebut bisa beraikibat fatal terhadap hasil UN. Makanya saya turba,” katanya. Peserta UN SMA sederajat di Kabupaten Sumenep tahun 2014 diikuti sebanyak 10.711 siswa. =ALI RIDHO/MK

Ketika Siswa Tak ikut UN di Kelas Tuna Rungu Wicara Ikut UN Sendirian SUMENEP - Akibat tersandung kasus penganiayaan, AFH terpaksa harus menjalani ujian nasional (UN) seorang diri di rumah tahanan (Rutan) Sumenep. Ia tidak bisa ikut UN di sekolahnya lantaran tersandung kasus hukum akibat penganiyaan beberapa waktu lalu, sehingga ia harus rela menjawab soal UN di balik jeruji besi. Pantauan Koran Madura, AFH ditempatkan di rutan Kelas II-B. Meski mengikuti ujian nasional di dalam rutan, ia tetap mendapat pengawasan ketat dari Dinas Pendidikan, pengawas independen, polisi, serta dari petugas rutan. Ia memakai baju tahanan rutan dan menggunakan sandal saat mengerjakan soal. Kepala Rutan Kelas II B Ahmad Kafi mengatakan, AFH salah satu siswa SMAN 1 Gapura. Ia sedang menjalani masa hukuman selama 5 bulan akibat kasus perkelahian. “Selama di tahanan, ia tetap semangat mempersiapkan diri menghadapi UN, bahkan pada pelaksaan UN, juga semangat mengisi soalsoal UN tersebut,” katanya, Senin (14/4). Sementara Sidqi Rahman, salah satu siswa Sekolah Menengah Atas Luar Biasa di Desa Kolor Sumenep, juga menjalani UN seorang diri.

Meski demikian, siswa tuna rungu wicara ini tetap semangat mengerjakan soal-soal UN. Sidqi antusias mengerjakan materi bahasa Indonesia pada hari perdana UN tahun ini. Pantas kiranya, hal tersebut mendapatkan apresiasi dari beberapa pihak, baik pemerintah maupun pemerhati pendidikan. Sebab, semangat siswa yang mengalami keterbelakangan secara fisik ini tetap peduli terhadap dunia pendidikan demi kesuksesan pembangunan. Lianatul Sholiha, Kepala SMALB Kolor Sumenep mengatakan bahwa Sidqi Rahman merupakan siswa tuna rungu wicara. “Dia menjalani UN sendirian karena di lembaga ini hanya punya satu siswa tingkat SMALB yang kelas akhir. Makanya, ia mengerjakaan soal sendirian,” jelasnya Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep A. Shadik

mengakui jika ada salah satu siswa di SMAN 1 Gapura, ikut ujian nasional di rutan. "Siswa itu tersandung kasus penganiyaan, yakni perkelahian sehingga siswa tersebut ditangkap polisi. Karena dalam masa kurungan, akhirnya terpaksa mengerjakan UN di rumaha tananan ," terangnya. Jumlah lembaga penyelenggara UN tingkat SMA dan yang sederajat di Kabupaten Sumenep pada pelaksanaan UN kali ini sebanyak 266 lembaga, yang terbagi di wilayah kepulauan 49 lembaga penyelenggara dan sisanya 217 lembaga penyelenggara di kecamatan daratan. Sedangkan peserta ujian nasional tingkat SMA sederajat di Sumenep sebanyak 11.634 siswa, terbagi untuk Kecamatan daratan sebanyak 9.619 siswa, dan di kecamatan kepulauan sebanyak 2.015 siswa. Pelaksanaan UN tersebut melibatkan 1.072 pengawas ruangan. Masing-masing ruang diawasi dua pengawas. Pada pelaksanaan UN ini, Polres Sumenep menerjunkan 532 personel. Tiap lembaga penyelenggara disiagakan 2 polisi berpakaian sipil. =SYAMSUNI/MK


D

KORAN MADURA

Sumenep

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

DINAS KESEHATAN

Mengapa Kadinkes Mundur? SUMENEP – Secara mengejutkan Kepala Dinas Kesehatan Sumenep dr Anugerah Rizka Rahadi mundur dari jabatannya. Banyak orang bertanya-tanya dengan mundurnya Rizka karena ditengarai mundur tanpa alasan yang jelas.

dr Anugerah Rizka Rahadi

Kepala Dinas Kesehatan Sumenep

Bupati A Busyro Karim mengaku sudah menerima surat pengunduran Rizka, namun enggan membocorkan alasan pengunduran Rizka. Bupati mengatakan, alasannya sangat pribadi. Busyro menyilakan untuk tanya kepada yang bersangkutan. “Sudah disampaikan tadi pagi terkait surat pengunduran diri Rizka sebagai Kadinkes Sumenep. Surat tersebut disampaikan jelang rapat paripurna pembahasan laporan Keterangan pertanggungjawabn (LKPj) Bupati selama satu tahun berjalan selama 2013,” kata Busyro usai menyampaikan LKPj di Gedung DPRD Sumenep, Senin (14/4). Untuk mengisi kekosongan jabatan kadinkes yang ditinggalkan Rizka, bupati mengungkapkan, sesuai dengan peraturan, Sekretaris Dinkes dr Fatony secara praktis bertindak sebagai pelaksana tugas Kadinkes Sumenep. Sedangkan SK dr Anugerah Riska sudah keluar yang menerangkan sebagai pegawai fungsional sesuai permintaannya.

Disdik Sidak ke Tiga Sekolah

SIDAK. Bupati A. Busyro Karim didampingi Kepala Dinas Pendidikan A. Shadik, Kapolres AKBP Marjoko, dan Ketua Pengadilan Negeri Sumenep Eni Sri Rahayu meninjau pelaksaan Ujian Nasional 2014 di SMKN 1 Sumenep, Senin (14/4).

SUMENEP – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga sekolah pada hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional 2014, Senin (14/4). Tiga sekolah yang dikunjungi adalah SMKN 1 Sumenep, Sekolah Menengah Atas (SMA) Batuan, dan Madarasah Aliyah Negeri (MAN) di Jl. KH. Agussalim 19 Desa Parsanga, Kecama-

tan Kota Sumenep. Pejabat teras Kabupaten Sumenep yang melakukan sidak, Bupati A. Busyro Karim, Kepala Dinas Pendidikan A. Shadik, Kapolres Sumenep Ajun Komisaris Besar Polisi Marjoko, Ketua Pengadilan Negeri Sumenep Eni Sri Rahayu, dan Kepala Dinas Komonikasi dan Informatika Yayak Nurwahyudi.

Dalam pantauan Dinas Pendidikan Sumenep, pelaksanaan ujian nasional berjalan lancer dan tidak ditemukan indikasi kecurangan. ”Alhamdulillah, setelah kami tinjau ke tiga sekolah bersama Bupati (A. Busyro Karim), pelaksanaan UN tahun ini berjalan sesuai dengan jadwal yang ada,” kata Kepala Dinas Pendidikan A Shadik. Sementara Bupati Sumenep A. Busyro Karim berharap pelaksanaan UN 2014 berjalan dengan lancer dan baik, meskipun ada siswa yang menjalankan UN di rumah tahanan dan rumah sakit dr. H. Moh. Anwar Sumenep. ”Pelaksaan UN kali ini dipastikan berjalan dengan baik, karena sampai saat ini kami masih belum menerima laporan mengenai adanya masalah dalam pelaksaan UN tahun ini,” terangnya. Dia juga mencontohkan pada tahun ini tidak ada soal UN yang tertukar. =ADV/JUNAEDI

“SK-nya sudah turun, saat ini beliau menjadi pejabat fungsional, sesuai permintaannya waktu menghadap saya. Ya intinya dia mudur karena alasan bersifat pribadi, bukan karena alasan yang prinsipil,” kata mantan Ketua DPRD itu sambil menutup perbincangan dengan wartawan

Sudah disampaikan tadi pagi terkait surat pengunduran diri Rizka sebagai Kadinkes Sumenep.

A. Busyro Karim Bupati Sumenep

dan langsung masuk ke mobil dinasnya. Staf dan pejabat yang ada dilingkungan dinas kesahatan mengaku tidak tahu alasan mundurnya Anugerah Rizka dari jabatannya. Cuma yang bersangkutan pernah mengatakan

akan mundur, dan akan menjadi pejabat fungsional bisa. “Pada saat kami apel sore hari Jumat (11/4) kemarin, beliau memberitahukan pada kami jika mau mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala dinas, cuma beliau tidak menjelaskan apa alasannya,” kata salah satu staf yang namanya enggan disebutkan. Saat hendak dikonfirmasi di rumahnya di Jl Raya SumenepPamekasan, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Rizka tidak bisa ditemui. Koran Madura hanya ditemui oleh istrinya dan mengatakan yang bersangkutan sedang tidak mau diganggu oleh siapa pun. “Maaf, Mas. Saat ini bapak tidak mau diganggu siapa pun. Kalau sampeyan mau konfirmasi terkait pemberitaan, silakan konfirmasi langsung ke Bupati, kami sudah menyerahkan semuanya pada Pak Bupati,” kata istri dr Anugerah Riska. Ia menambahkan, terkait masalah mundurnya suaminya dari jabatannya, ia mengaku tidak diperbolehkan untuk berkomentar pada siapa pun. Karena yang punya wawenang untuk memberikan komentar terkait permasalahan tersebut hanya bupati. =ALI RIDHO/MK

RSUD Siap Tampung Limbah Puskesmas SUMENEP – Ramah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh Anwar Sumenep siap menampung limbah padat dan cair di setiap puskesmas dan rumah sakit swasta untuk mencegah penularan penyakit. Satu-satunya mesin pengolah limbah di Kabupaten Sumenep hanya dimiliki RSUD. Kepala Instalasi Sanitasi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Wartatik Wardaningsih menjelaskan dari berbagai limbah padat tersebut, nantinya akan dibakar di mesin pembakar yang telah disedikan. ”RSUD satu-satunya yang memiliki mesin pengolah limbah sanitasi, maka kami harapkan puskesmas maupun rumah sakit swasta untuk mengirimkan sampah itu,” katanya. Selain mengolah limbah padat, pihak rumah sakit juga

DIOLAH. Salah satu petugas mengawasi mesin pengolah limbah padat. Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar Sumenep siap menampung limbah padat puskesmas.

bisa mengolah limbah cair. Yakni dari berbagai kotoran pasien. Sehingga kuman yang menempel di bagian kotoran itu bisa mati. Saat ini, rumah sakit mempunyai tiga mesin pengolah limbah, yakni pengolah limbah cair, limbah padat medis dan non medis, serta mesin penyediaan air bersih. =ADV/JUNAEDI


KORAN MADURA

Sumenep

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

E

INSTANSI KORUP

Dewan Sarankan ke Jalur Hukum SUMENEP – Komisi D DPRD Sumenep menyarankan pegiat anti korupsi untuk melaporkan dua institusi pemerintah, Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama, yang diduga sarang korupsi ke penegak hukum.

PENYALURAN RASKINDA. Petugas mengangkut beras untuk rakyat miskin daerah (raskinda) sebelum disalurkan di Kelurahan Banyuanyar, Solo, Jateng. Pemkot Solo bersama Bulog menyiapkan 34.518 paket raskinda untuk didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu.

Kades Menolak Raskin Berjamur

”Jika buktinya sudah konkret, seperti realisasi DAK tahun 2013 di Kecamatan Guluk-guluk itu, ada kuitansi yang menerangkan lembaga hanya menerima Rp 24 juta saja bukan Rp 40 juta, langsung saja laporkan ke yang berwajib,” saran anggota Komisi D DPRD Sumenep Nur Asyur, Senin (14/4). Pihaknya sebagai wakil rakyat yang membidangi pendidikan, mengaku tidak akan main mata dalam persoalan tersebut. Tindakan tersebut sudah mencoreng nama baik pendidikan. ”Jika memang bukti-buktinya sudah lengkap, silahkan laporkan saja, pasti kami mendukungnya,” tegasnya. Sementara Kepala Disdik Sumenep A. Shadik saat dikonfirmasi terkesan menghindar dari media. Bahkan pihaknya mengaku prihal yang mengarah ke tindak pidana korupsi itu hanya sebatas anggapan dari sebagian pegiat belaka. ”Saya sekarang masih ngurusin soal UN, kalau itu nanti saja.

Itu kan hal yang biasa, apanya yang mau dikorupsi. Itu sudah dilakukan sesuai dengan juknis yang ada,” katanya singkat. Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Sumenep Moh. Shodik sampai saat ini masih belum bisa memberikan penjelasan lebih detail terhadap temuan SCW tersebut. Ketika Koran Madura bertandang ke tempat kerjanya, pihaknya sedang tidak ada. ”Belum datang. Dia baru datang dari selamatan 40 hari ibunya yang meninggal,” kata salah stafnya. Sebelumnya, Sumenep Corruption Watch menilai dua lembaga tersebut sebagai sarang korupsi. SCW menemukan beberapa kejanggalan dalam program yang dikelola Disdik dan Kankemenag, seperti pemotongan dana DAK tahun anggaran 2013, BOS, mark up siswa, dan pungutan liar terhadap bantuan madrasah diniyah takmiliyah. =JUNAEDI/MK

Lagi, Susut 3 Kg Per Karung SUMENEP – Kepala Desa Parsanga Kecamatan Kota Sumenep Moh. Idhafi menolak pendistribusian beras untuk rumah tangga miskin (Raskin) pada tahun 2014. Selain kualitas yang diterima sangat jelek, bahkan sudah dipenuhi jamur, berat setiap karunganya juga tidak sesuai dengan juknis yang telah ada. Kepala Desa Parsangan Moh. Idhafi menjelaskan, pihaknya terpaksa menolak raskin yang telah dikirim ke desanya. Sebab, keberadaan raskin itu telah keluar dari juknis yang ada. ”Kalau sidah tidak sesuai dnegan juknis yang ada, untuk apa kami terima, itu kan sama halnya membohongi rakyat kami,” katanya. Sambung Idhafi, raskin yang telah dikirim kedesanya tidak sesuai dengan harpan masyarakat. ”Masyarakat kami jangan sampai mengkonsumsi raskin yang kualitasnya sangat buruk seperti berasnya berwarna kuning, jamuran seperti itu,”

terangnya. Pihaknya mengetahui raskin itu bermutu jelek setelah membuka salah satu karung beras yang kiriman Bulog. Ternyata beras itu mutunya sangat jelek. Berwarna kuning dan juga banyak yang jamuran. Karena dia penasaran dengan kualitas tersebut, maka dirinya membuka lagi satu karung beras bertuliskan Beras Bulog itu sebelum ditebus masyarakat. Ternyata isi karung itu pun mutunya sama jelek. Bahkan ketika dilakukan penimbangan ulang, ternyata beras itu susut sebanyak tiga kilogram.

Yang seharusnya 15 Kg, namuan yang diterimaya itu hanya 12 Kg. Oleh sebab itu, ia berembuk dengan perangkat desa lain termasuk kurir yang mengirim beras. Hasilnya diputuskan beras itu ditolak. Sebab menurutnya, jika tidak sampai 15 Kg perseknya, diprediksi tidak cukup untuk dibagi terhadap rumah tangga sasran (RTS) atau daftar penerima manfaat (DPM) di desanya. ”Nah kalu ini kurang, siapa yang akan menanggungnya? Ini sama halnya telah memberatkan terhadap kades yang ada,” terangnya. Sementara Kepala Gudang Bulog Sumenep Aminullah Fath masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanujt terkait dengan temuan kepala desa tersebut. Ketika dihubungi melalui telepon selulerya sedanga tidak aktif. =JUNAEDI/MK

SEMANGAT. Salah satu peserta Ujian Nasional (UN) semangat dalam mengerjakan soal UN di SMAN 1 Batuan, Senin (14/4).


KORAN MADURA

SELASA 15 APRIL 2014|NO. 0342|TAHUN III PROBOLINGGO F KORAN MADURA

Pamekasan

SELASA 15 APRIL 2014 NO. 0342 | TAHUN III

F

PEMBANGUNAN KANTOR PEMERINTAH

Hingga Kini Masih Finalisasi Perencanaan

KEBERATAN. Ratusan pendukung Caleg Muhammad Tamyis di depan Kantor Panwaslu, di Jl Trunojoyo Pamekasan.

Pendukung Caleg Luruk Panwaslu Semua Pemilih di 2 TPS untuk Caleg PBB PAMEKASAN – Ratusan pendukung calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai Bulan Bintang (PBB), Muhammad Tamyiz dari daerah pemilihan (dapil) 2 meluruk kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu ) Kabupaten Pamekasan, Senin (14/4) kemarin. Mereka datang ke kantor yang berada di Jl Tronojoyo Pamekasan itu sekitar jam 12 siang, dengan menggunakan puluhan mobil. Massa yang diperkirakan berjumlah 150 orang itu bertahan di kantor tersebut menunggu tanggapan dari pihak Panwaslu setempat yang sedang melakukan rapat komisioner. Kedatangan mereka dipicu dugaan telah terjadi manipulasi data pada form C1 atau form hasil penghitungan pada pelaksanaan pemilu legislatif (Pileg). Dalam C1 itu, Muhammad Tamyiz menemukan kejanggalan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 6 dan 7 di Desa Poto’an Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Berdasarkan hasil yang tertera di dalam lembaran C1, semua suara di TPS 6 sebanyak 480 suara dan TPS 7 sebanyak 370 suara hanya diperoleh satu caleg

saja. Padahal jumlah suara itu sama dengan daftar pemilih tetap (DPT) di dua TPS tersebut atau semuanya hadir dengan hanya memilih satu orang. “Hasil penghitungan di TPS 6 dan 7 itu tidak wajar, karena dari DPT di dua TPS itu seluruhnya hadir, dengan semua mencoblos Bahrullah caleg dari PPB nomor urut satu. Masak iya tidak satu pun pemilih ada yang mencoblos caleg lain atau minimal ada suara yang tidak sah, ini kan janggal,” katanya. Tidak hanya itu, keabsahan hasil Pileg 2104 yang diselenggrakan 9 April lalu, di dua TPS tersebut juga diindikasi telah terjadi tindakan pidana. Sebab pada lembaran C1 yang dikantonginya diduga kuat tanda tangan saksi dipalsukan. “Nanti kami akan juga laporkan tindakan pidana pemalsuan tan-

da tangan saksi kepada Polres Pamekasan, agar ditindaklanjuti,” ungkapnya. Divisi hukum dan tindak lanjut Panwaslu Pamekasan, Sapto Wahyono mengatakan semua laporan yang diterima oleh Panwaslu akan ditindaklanjuti dan juga akan dikirimkan rekomendasi sesuai jenis pelanggarannya. Sapto menjelaskan untuk pelanggaran administrasi rekomendasi akan dikrimkan ke KPU setempat. Sementara untuk pelanggaran tindak pidana rekomendasi akan dikirimkan ke kepolisian dan penegakan hukum terpadu pemilihan umum (Gakkumdu Pemilu). Kemuadian jika nanti disimpulkan terjadi pelanggaran etik, maka rekomendasi akan dikirim ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). “Kami akan pelajari kasusnya, dan sampai saat ini kami masih belum simpulkan kasus itu. Karena sebelumnya sudah dilaporkan di Panwascam Palengaan, saat ini laporan itu masih dalam tahap klarifikasi ke semua pihak. Selanjutnya akan ditentukan jenis pelanggarannya,” katanya. =ALI SYAHRONI/UZI/RAH

PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan pada tahun 2014 ini akan membangun tiga kantor pemerintahan, masing-masing kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Kantor Kecamatan Palengaan, Pamekasan. Rencana tersebut saat ini masih tahap perencanaan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan Tata Ruang setempat. Dari tiga kantor yang lokasinya pindah dari kantor yang digunakan saat ini, hanya kantor Dinkes Pamekasan. Kantor yang saat ini terletak di Jl Jokotole itu direncanakan akan direlokasi ke Jl Stadion Pamekasan. Dua kantor lainnya masih tetap, kantor Bappeda beralamat di Jl Jokotole atau sebelah barat rumah dinas Wakil Bupati Pamekasan. Kantor Kecamatan Palengaan tetap dibangun pada lokasi kantor saat ini, di Jl Raya Palengaan tepatnya di depan pasar Palengaan, Pamekasan. Dana pembangunan tiga kantor tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2014. Untuk Kantor Bappeda dan Dinkes didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), sedang untuk pembangunan kantor Kecamatan Palengaan melalaui Dana Alokasi Umum (DAU). Besaran anggaran yang telah disiapkan untuk pembangunan tiga kantor tersebut seluruhnya mencapai Rp 7,6 miliar. Dengan rincian Kantor Bappeda telah dianggarkan sebesar Rp 2, 5 miliar, Kantor Dinkes Rp 2,6 miliar, dan Kantor Kecamatan Palengaan sebesar Rp 2, 5 miliar. Kepala Dinas PU Cikatarung Pemkab Pamekasan, Muhar-

ram mengatakan proses perencanaan yang dilakukan terhadap pembangunan tiga kantor pemerintah yang akan dilakukan pada tahun 2014 ini hampir selesai atau tahap finalisasi perencanaan. Dia menjelaskan dalam perencanaan yang dilakukan, Kantor Bappeda akan dibangun dua lantai, begitujuga dengan kantor Kecamatan Palengaan akan dibangun bertingkat. Sedang untuk Kantor Dinkes direncanakan akan dibangun setinggi tiga lantai. “Khusus Kantor Dinkes, kami rencanakan secara utuh, yaitu tiga lantai meskipun dengan anggaran itu hanya cukup untuk dibangun untuk dua lantai. Sehingga untuk lantai tiga harus ada pengajuan kembali agar mendapatkan anggaran di tahun depan,” katanya. Dua lantai Kantor Dinkes yang akan dibangun tahun ini merupakan ruangan untuk bidang-bidang di instansi tersebut. Sementara untuk aula dan ruang rapat akan dibangun di lantai ketiga. Tetapi lantai paling atas itu saat ini hanya direncanakan saja. Pihaknya memperkirakan pelaksanaan pembangunan kantor-kantor tersebut akan memakan waktu selama kurang lebih 5 sampai 6 bulan. Sayang pihaknya tidak dapat memastikan kapan kantor tersebut akan mulai dibanguan. “Masih ada proses lelang, ini yang tidak dapat kami perkirakan kapan akan dimulai pembangunannya. Kami berharap proses lelang nanti cepat selesai sehingga pelaksanaan pembangunan dapat juga segera dimulai agar nantinya tidak melampaui batas akhir anggaran,” ungkapanya. =ALI SYAHRONI/UZI/RAH

KANTOR BAPPEDA. Satu dari tiga kantor yang direncanakan akan dibangun pada tahun ini.


KORAN MADURA

Pamekasan

SELASA 15 APRIL 2014 NO. 0342| TAHUN III

G

Jokowi-Mahfud Pasangan Ideal PDI-P Terbesar Nasional, PKB Terbesar di Madura PAMEKASAN – Pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Mahfud MD mulai santer diperbincangkan di Madura. Sebab sebelumnya di Madura pernah tersiar kabar bahwa Mahfud MD telah disiapkan menjadi capres dari Partai Kebangkitan Bangsa. Pengamat politik M Ali Al Humaidy mengatakan pasangan Jokowi-Mahfud MD capres-cawapres ideal. Sebab elektabilitas Jokowi dan partai pengusungnya, PDIP sangat tinggi. Demikian juga Partai Kebangkitan Bangsa merupakan parpol besar nasional dan terbesar di Madura, Mahfud MD pun memiliki elektabilitas yang tinggi. Popularitas Jokowi selama ini sejatinya mengancam elektabilitas Mahfud MD apabila pria asal Bugih, Pamekasan, Madura itu maju sebagai capres. Tidak sedikit warga Madura menjadi ketarketir sebelum pasangan JokowiMahfud MD diresmikan sebagai pasangan capres-cawapres untuk memimpin Indonesia di masa yang akan datang. Sejumlah pengamat politik

di Madura mulai ikut berkomentar. Sebab hal ini menarik karena masyarakat luas, yang notabene tidak begitu paham politik, kini setiap hari hampir berbicara politik, dengan membandingkan Jokowi dan Mahfud MD, bahkan meluas ke PDIP dan PKB. Menurut M Ali Al Humaidy, adanya Jokowi dengan popularitasnya yang melangit, justru memberi dampak positif bagi Mahfud MD. Kehadiran Jokowi bukan sebuah ancaman bagi Mahfud, justru bisa dimanfaatkan dan menjadi amunisi bagi putra asli Madura itu. “Harapan masyarakat Madura agar Mahfud bisa berada di istana negara bisa terwujud. Rangkul dan gandenglah tangan Jokowi, dengan menjadi Cawapresnya,” ungkapnya kemarin (14/4).

Dengan adanya pasangan Capres-Cawapres ini, JokowiMahfud MD, dinilainya sangat ideal. Dua orang ini masingmasing mempunyai basis massa yang solid. Jokowi dengan basis massa PDIP-nya, juga Mahfud dengan basis massa PKB dan NUnya. Malhum, sapaan akrabnya,

memperkirakan jika dua tokoh ini benar-benar disandingkan, akan memperoleh suara yang signifikan dibanding Capres-Cawapres lainnya. Bahkan ia optimis, tidak akan terjadi Pilpres dua putaran, sebagaimana prediksi banyak lembaga survei dan media. Pasangan Jokowi-Mahfud MD akan menjadi juara, karena mayoritas suara di Madura akan ke pasangan ini. Ia mengatakan profil Jokowi dan Mahfud MD ada kemiripan dan sangat cocok dengan kultur Madura,yaitu sikap andapasor (sopan dan santun) yang selalu ditampakkan keduanya. Dimulai dari Jokowi, pengamat asli Sumenep ini mengatakan bahwa dia sederhana, low profil, apa adanya, dan merakyat. Hal ini sudah publik lihat sejak dia menjabat Wali Kota Solo dan berhasil memikat hati masyarakat Jakarta, untuk menjadikannya sebagai Gubernur DKI. Sosok Jokowi dinilai sudah menyatu dengan rakyat, sehingga dimana pun dia berada dan apa pun yang dia ka-

takan selalu diikuti rakyat. Sedangkan Mahfud tak jauh beda. Dia juga dinilai sederhana, merakyat, pintar, agamanya kuat, bahkan banyak orang memanggilnya kiai. Dari beberapa kelebihan itu, Mahfud dikenal sebagai sosok yang tegas dan bersih dari catatan korupsi. Dengan demikian, keduanya dinilai saling melengkapi jika benar-benar bersatu. “Dari rekam jejak kedua tokoh ini, tidak ada catatan-catatan hitam dari keduanya. Meski bukan militer, keduanya juga tegas dalam memimpin. Dan yang terpenting keduanya tergolong bersih,” katanya. Malhum juga mengajak masyarakat Madura agar menghilangkan dikotomi antara capres Jawa dan capres luar Jawa, capres militer-non militer, dan lain sebagainya dalam Pilpres mendatang. Siapa pun itu yang terpenting dia benar-bemar mampu mengemban amanah sebagai Presiden RI. Sebab tugas menjadi Presiden RI sangat berat. =SUKMA FIRDAUS/UZI/RAH

PILEG

Hari ini Rekapitulasi di Panwaslu Final PAMEKASAN - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pamekasan tidak melakukan penghitungan cepat (real count) pada Pileg kali ini. Hal ini berbeda dengan pelaksanaan Pemilu sebelumnya yang masih menggunakan real count seperti pelaksanaan Pilgub Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Terkait ini Panwaslu menyatakan bahwa Bawaslu pusat sengaja menghentikan proses real count ini, baik di tingkat kabupaten/kota dan Bawaslu Provinsi. Ketua Panwaslu Pamekasan Ahmad Zaeni mengatakan perintah ini dikeluarkan Bawaslu pusat agar tim Panwaslu di bawah bisa konsentrasi mengawasi segala proses Pileg. Dikhawatirkan tugas pokok sebagai pengawas akan terbengkalai jika harus melaporkan perolehan suara. Meski demikian, para petugas Panwaslu di bawah, seperti Panwascam dan PPL tetap mengantongi hasil perolehan suara tersebut. Data diperoleh dari hasil mengamati penghitungan suara dan data dari para saksi. “Data itu tetap kami rekap, tapi secara manual. Data ini sebagai pembanding hasil rekap dari KPU

nanti,” kata Zaeni kemarin (14/4). Dia juga memastikan bahwa rekap manual Panwaslu untuk total perolehan suara Pileg ini akan selesai hari ini. Dengan demikian rekap di Panwaslu ini lebih cepat dari rekap di KPU setempat. Mengingat rekap di KPU baru akan dilaksanakan 19-21 April besok. Saat ini di KPU masih tahap rekap di tingkatan PPK atau kecamatan-kecamatan. Zaeni sepertinya enggan menyampaikan ke publik terhadap hasil rekap Panwaslu ini, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat. Alasan Panwaslu agar data itu benar-benar menjadi pembanding nanti dan alat kotrol dari hasil rekap KPU. Menurutnya, jika rekap Panwaslu sudah tersebar ke publik dan diketahui KPU, maka KPU akan menjadikan hasil rekap Panwaslu itu sebagai acuan dan gambaran. Seumpama ada upaya kecurangan, berusaha samar-samar agar tidak tampak dan begitu mencolok. “Jadi nanti kami bandingkan hasil rekap KPU dan hasil rekap kami. Seandainya ada penggelembungan atau pengurangan suara akan langsung terlihat,” kata Zaeni. =SUKMA FIRDAUS/UZI/RAH


H

KORAN MADURA

Pamekasan

SELASA 15 APRIL 2014|NO. 0342|TAHUN III

Miliaran TPG Tertahan di Kasda Belum Jelas Kapan Akan Diterima Para Guru PAMEKASAN - Dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk ribuan guru penerima di Pamekasan masih mendendap di Kas Daerah (Kasda). Dana miliaran rupiah yang sudah ditransfer dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI belum disalurkan kepada guru-guru yang berhak menerima. Para guru penerima yang mulai ceria, kini kembali gigit jari. Sebab belum tahu kapan masingmasing dari mereka akan menerima tunjangan yang sudah sekian lama ditunggu itu. Sejatinya mereka masingmasing akan menerima TPG untuk triwulan pertama tahun ini. Selainitu juga akan menerima pelunasan tunggakan empat bulan yang nunggak pada 2011 dan 2012 lalu. Akan tetapi Pemkab Pamekasan be-

lum bisa mencairkan itu semua, karena belum ada Surat Keputusan (SK) penetapan oleh Kemendikbud dan Peraturan Pemerintah (PP) tentang penyesuain gaji pokok baru. Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan Kusfandi menerangkan pencairan TPG ini tidak bisa dilakukan tanpa ada dasar hukum yang jelas, termasuk tunggakan yang empat bulan juga belum bisa dilunasi. Data para penerima

tunggakan TPG itu sudah jelas, namun masih butuh SK penetapan yang baru. Hal ini mengingat ada surat edaran dari Kemendikbud tentang aturan pembayaran tunggakan dilakukan setelah terbit SK penetapan baru, dan telah diaudit oleh BPK. “Audit BPK sudah. Cuma SK dari Kemendikbud belum turun. Kami juga masih menunggu,” katanya kemarin (14/4). Pencairan triwulan pertama selain membutuhkan SK penetapan baru, juga membutuhkan PP tentang penyesuain gaji pokok baru. Sebab pemerintah pusat berencana menaikkan gaji pokok. Sedangkan untuk pencairan tunggakan tidak butuh PP karena besaran gaji pokok sudah diketahui sesuai dengan besa-

ran yang berlaku pada 2011 dan 2012 lalu. Setelah SK penetapan diterima, ternyata para guru juga belum bisa langsung mencairkan. Diterangkan Kusfandi, setelah SK diterima masih akan dilakukan proses klarifikasi dan verifikasi berkas. Mulai dari surat keterangan mengajar dari kepala sekolah, cek nomor rekening dan lainnya. Setelah itu pihaknya baru akan mengajukan surat permintaan pencairan dengan melampirkan semua berkas yang dibutuhkan pada Bagian Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA). “Setelah itu, pihak BPKA juga akan melakukan verifikasi. Jika fik dan tidak ditemukan persoalan, baru BPKA mengeluarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D),”

katanya. Pihaknya tidak bisa memastikan kapan SK dan PP tersebut akan turun ke daerah. Sebab SK dan PP ini sepenuhnya menjadi kewenangan Kemendikbud, sehingga pihaknya hanya bisa menunggu. Sebagaimana diberitakan total dana di Kasda untuk triwulan pertama sebesar Rp 55.116.175.000. Angka itu lebih besar dari jatah TPG per triwulan yang hanya Rp 41.267.099.000, karena ditambah tunggakan selama empat bulan. Disisi lain, masih ada sisa pagu TPG di Kasda selama 2011 dan 2012 sebesar Rp 8.860.713.660. Semua dana TPG itu akan dibagikan kepada sekitar 3.500 guru penerima di Pamekasan. =SUKMA FIRDAUS/UZI/RAH

soal UN di dalam lapas, Fadlilah mengatakan sesuai dengan aturan yang berlaku tidak ada larangan bagi siswa yang tersandung hukum untuk mengikuti UN. Sehingga pihak sekolah tetap memberikan hak bagi siswanya yang sedang ditahan itu. “Anak didik kami ini tidak hanya kali ini melaksanakan ujian di Lapas, pada saat ujian sekolah beberapa waktu lalu saya juga mendampingi dia mengerjakan soal di sini, karena dia punya hak yang sama seperti siswa didik kami lainnya,” katanya. Sebenarnya pihak sekolah sangat terpukul dengan kasus yang menimpa siswa itu. Sebab selama menjadi siswa di sekolahnya, EN tidak pernah menunjukkan prilaku menyimpang atau tandatanda bahwa dia anak nakal. Dia memperkirakan anak didiknya itu melakukan tindakan pidana karena pengaruh teman dan salah pergaulan sehingga terlibat dalam kasus hukum. Pihaknya berharap agar kejadian itu dapat diambil pelajaran bagi siswa lainnya agar tidak sembarangan dalam bergaul. Fadlilah menambahkan untuk memberikan perlakuan yang sama kepada siswa yang berada di dalam lapas itu, pihaknya sudah memberikan buku pelajaran jauh hari sebelum pelaksanaan UN. Pemberian buku dilakukan, agar yang bersangkutan bisa belajar sendiri dan bisa menjawab semua soal-soal UN dengan benar.

“Pihak sekolah tetap memberikan dukungan dan tetap memfasilitasi agar siswa ini bisa mengikuti UN. Kami juga telah mengirimkan sejumlah buku agar dia tetap bisa belajar,” ungkapnya. Kepala Seksi Bimbingan Napi dan Anak Didik, Lapas Narkotika Klas II-A Pamekasan, Eko Arif Setiawan mengatakan pihak keluarga telah meminta izin agar tahanan yang masih tercatat sebagai siswa itu dapat mengikuti ujian di sekolahnya. Namun pihaknya tidak dapat memenuhi permohonan itu, karena kewenangan untuk memberikan izin terhadap yang bersangkutan bukan dari pihak Lapas melainkan dari PN Pamekasan. “Kami sudah mengarahkan agar pihak keluarga melakukan permohonan ke Pengadilan, tetapi mungkin karena waktunya mepet dengan pelaksanaan UN, akhirnya tidak diproses. Kemudian pihak sekolah meminta agar menyelenggarakan ujian digelar di Lapas,” katanya. Untuk diketahui, siswa yang bersasngkutan ditangkap polisi bersama temannya karena melakukan pemcurian motor Honda Beat 2011 milik teman sekolahnya. Pencurian itu dilakukan dengan cara menggandakan kunci kontak. Aksi pencurian motor dilakukan saat mereka mengikuti bimbingan belajar (binjar) di sekolahnya, beberapa waktu lalu. =ALI SYAHRONI/UZI/RAH

UJIAN NASIONAL

Satu Siswa Mengikuti UN di Lapas

PAMEKASAN - Salah satu siswa SMA Negeri di Kabupaten Pamekasan harus mengikuti Ujian Nasional (UN) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II-A Pamekasan, Senin (14/4) kemarin. Siswa berinisial EN, warga Dusun Mundung, Desa Bunder, Kecamatan Pademawu itu, tidak bisa mengikuti

UN bersama teman sekelasnya, karena tersangkut tindak pidana pencurian motor (curanmor). Siswa itu mengerjakan soal UN di sebuah ruagan dengan diawasi oleh gurunya, petugas lapas, dan satu orang dari pihak kepolisian berpakaian preman. Terlihat siswa tersebut tengah berkonsentrasi dalam mengerjakan lembar

jawaban ujian nasional (LJUN). Status siswa itu masih sebagai tahanan titipan dari Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan, karena belum jatuh putusan atas perkaranya. Ia menghuni Lapas itu sejak 27 Februari 1014. Wakasek tempat siswa tersebut bersekolah yang mendampinginya saat mengerjakan


KORAN MADURA

Pamekasan

SELASA 15 APRIL 2014 NO. 0342| TAHUN III

I

Pergantian Kepala MAN Terganjal Tak Ada Sekolah Swasta yang Siap Menerima Taufiqi PAMEKASAN - Siswa dan guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pamekasan harus kembali diuji kesabarannya. Sebab Kanwil Kemenag Jawa Timur (Jatim) yang memiliki otoritas memutasi Kepala MAN, belum bisa mengeluarkan sikap yang jelas hingga saat ini. Kepala Kantor Kemenag Pamekasan, Muarif Tantowi saat ditemui di MAN Pamekasan mengaku sudah berkali-kali berkoordinasi dengan pihak Kanwil Kemenag Jatim, namun belum bisa memberikan solusi terbaik guna mengatasi kemelut di madrasah tersebut. Ditambah lagi, penolakan pengelola Madrasah Aliyah (MA) swasta di Pamekasan atas kehadiran Kepala MAN Pamekasan Taufiqi. “Awalnya Kepala Kanwil Kemenag memberikan isyarat agar Taufiqi dimutasi ke MA swasta. Namun setelah ditawarkan ke pengelola, semuanya menolak,� katanya. Penolakan pengelola MA swasta diduga karena cara kepemimpinan Taufiqi dinilai kurang baik. Termasuk kemampuan memimpin yang juga belum baik. Alasan penolakan ini berdasar informasi dari beberapa pengelola MA. Satu-satunya jalan yang bisa dilakukan yakni dimutasi ke kabupaten tetangga, antara Sumenep atau Sampang. Kepala Kemenag Sampang rupanya akan dipanggil untuk membahas persoalan MAN tersebut. Selain itu, Kepala Kanwil Kemenag Jatim tergolong baru, sehingga belum bisa melangkah lebih jauh terhadap keme-

lut MAN Pamekasan. Yang pasti pihak Kemenag mengklaim sudah berusaha maksimal, tinggal menunggu waktu untuk mengetahui hasilnya. Muarif membantah penilaian lamban yang dialamatkan kepada dirinya dalam menangani kemelut MAN Pamekasan. Muarif justru berdalih lambannya penanganan kasus itu, murni karena terkendala keputusan Kanwil Kemenag Jatim, yang berhak memutasi Kapala Madrasah. Berbeda dengan Kepala MTs, yang bisa ditangani Kemenag di tingkat kabupaten/kota. Dalam kesempatan itu, pihaknya tidak berani memberikan tenggat waktu guna memutasi kepala MAN Pamekasan, karena belum ada petunjuk lebih lanjut. Ia menjamin kisruh di MAN Pamekasan tidak akan berdampak pada pelaksanaan UN yang ada di lembaga itu. Terbukti pada hari pertama kemarin berjalan Lancar. Sebelumnya, Forum Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MA Swasta di bawah koordinasi MAN Pamekasan, mengaku terkena dampak kekisruhan di MAN Pamekasan. Diantaranya, lambatnya segala informasi tentang kelembagaan dan keterlambatan pengiriman administrasi madrasah, seperti

data guru dan siswa. Dampak lainnya berpengaruh terhadap lambatnya penyampaian informasi usulan siswa penerima bantuan hingga ke administrasi UN.

Jumlah lembaga MA swasta yang berinduk ke MAN Pamekasan mencapai 37 Lembaga. Dalam waktu dekat ini, KKM MA swasta berencana akan beraudi-

ensi dengan Kapala Kanwil Kemenag Jatim agar secepatnya mengeluarkan keputusan yang terbaik terhadap MAN Pamekasan. =FAKIH AMYAL/UZI/RAH

SEREMONIAL

Sidak Hari Pertama UN

Bupati Menilai Lebih Baik daripada Sebelumnya PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Achmad Syafii memantau langsung pelaksanaan ujian nasional (UN), hari pertama Senin (14/4) kemarin. Inspeksi mendadak (Sidak) dilakukan di beberapa lembaga penyelenggara. Bupati didampingi Wakil Bupati Pamekasan, Khalil Asyari, Kapolres Pamekasan, AKBP Nanang Chadarusman, Kepala Disdik Pamekasan Yusuf Suhartono ,dan Kepala Kantor Kemenag Pamekasan Muarif Tantowi. Sidak dilakukan di SMK Negeri I Pamekasan. Diteruskan di SMAN 3 dan MAN Pemekasan. Rombon-

gan tidak menemukan kejanggalan. Pengawas ruangan, tim independen dari perguruan tinggi, dan aparat kepolisian semua mengawasi dengan baik. Tidak ditemukan kendala seperti kekurangan naskah soal, tertukarnya naskah soal, kekurangan LJUN, dan pendistribusian naskah soal tepat waktu. Bupati menyampaikan UN di Pamekasan telah berlangsung sebagaimana mestinya. Hasil akhir dari UN tersebut yang diraih siswa dapat mempengaruhi jenjang pendidikan seperti kemudahan masuk perguruan tinggi negeri.

Kemendikbud mengisyaratkan bagi peserta UN yang berhasil mendapatkan nilai tertinggi, maka secara otomatis bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), tanpa tes. Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Pamekasan Moh. Tarsun berjanji akan mempertahankan citra baik pelaksanaan UN di hari pertama itu hingga selesai 16 April mendatang. Jumlah peserta UN SMA/ sederajat mencapai 10.742 siswa. Rinciannya, 3.171 siswa SMA, 2.310 siswa SMK dan 5.261 siswa MA. =FAKIH AMYAL/UZI


KORAN J SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III MADURA KORAN MADURA

Sampang

SELASA 15 APRIL 2014 No. 0342 | TAHUN III

J

Garam Dihargai Rendah Petani Tak Semangat Bertambak SAMPANG- Meskipun garam merupakan salah satu komoditas Madura yang banyak dikenal oleh dunia luar. Namun keberadaan petani garam di Madura saat ini sangat minim pemberdayaan. Hal tersebut dikarenakan hasil produksi garam oleh petani garam Madura masih di bawah standar pencapaian garam industri. Sehingga pada akhirnya malah tidak mampu mengangkat harkat dan derajat para petani atau petambak garam. Bahkan harga garam ditingkat produsen tradisional perkilogramnya masih berkutat pada kisaran Rp 350 per kilogram untuk kw I, Rp 300 per kilogram untuk kw II, sedangkan untuk kw III harganya berkisar Rp 200 per kilogramnya. Muhyidin (47) asal Desa Apa’an, Kecamatan Pengarengan mengungkapkan bahwa saat ini banyak petani garam masih belum menggarap tambaknya untuk melakukan produksi garam. Alasan yang banyak dikeluhkan oleh warga Kecamatan Pengarengan yaitu cuaca yang tidak menentu ditambah lagi harga garam yang tak kunjung naik di pasaran. “Meskipun petani banyak yang tidak menggarap garam, harganya di pasaran tetap murah,” ujarnya kepada Koran Madura. Sementara itu Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peterna-

kan (DKKP) Kabupaten Sampang Sri Andoyo Sudono membenarkan terkait cuaca yang masih belum memungkinkan untuk memproduksi garam. Dirinya juga menuturkan bahwa informasi yang diperolehnya dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca kemarau baru dimulai pada awal bulan Mei mendatang. “Bulan Mei ini sudah memasuki bulan kemarau, nanti akan banyak petani yang menggarap tambaknya,” jelasnya. Sudono juga mengakui bahwa saat ini sudah mensosialisasikan kepada para petani untuk lebih giat memproduksi garam dikarenakan tahun ini akan direncanakan pengadaan bantuan penunjang bagi petani garam. “Tahun ini ada bantuan Pugar (Petani Garam) untuk mendongkrak kualitas garam dan pendapatan yang dihasilkan para petani,” tuturnya. Kabid Kelautan DKPP Kabupaten Sampang Muhammad Mahfud juga menambahkan, bantuan Pugar tersebut salah

satunya akan ada pengadaan geomembran dan perlengkapan para petani berupa kincir air, pompa air, kereta dorong dan pengadaan akses jalan supaya mempermudah para petani.

Ditanya terkait harga, Mahfud mengakui harga garam di pasaran saat ini tidak mungkin mendongkrak pendapatan para petani garam. “Seharusnya 1 ton garam set-

ara dengan 1 gram emas. Masalah harga itu bukan dari program kami, melainkan ada pihak di luar DKKP yang menentukan harga garam di pasaran,” katanya. =CR2/ LUM

KORUPSI PENGADAAN BIBIT

Tersangka Dimintai Keterangan

ryan hariyanto/koran madura

PEMERIKSAAN. Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Ach Fauzan saat meminta keterangan AR, Kasi Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian, sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi pengadaan bibit bentul dan ubi kayu serta pupuk organik.

SAMPANG – Kejaksaan Negeri Sampang meminta keterangan tersangka pengadaan bibit bentul dan ubi kayu serta pupuk organik dan anorganik, AR Kasi Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Dispertan), sebagai saksi, Senin (14/4). AR diperiksa di ruang Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Ach Fauzan. Pemeriksaan tersebut merupakan pengembangan dari tersangka AW Kabid Tanaman Pangan Dispertan. “Ya kita periksa saat ini tersangka AR sebagai saksi, karena ini masih berkas pemeriksaan dari AW,” ucap Humas Kejari Sampang Sucipto. Kasi Intel Kejaksaan itu me-

nerangkan, tidak menutup kemungkinan proses hukum yang menimpa kepada AR berlanjut. Sebab, proses penyidikan akan terus ditindaklanjuti, dengan penetapan status AR sebagai tersangka. “Status tersangka masih melekat pada AR meskipun kita periksa sebagai saksi,” jelasnya. Hingga berita ini ditulis, pemeriksaan tersangka AR atas dugaan kasus korupsi pengadaan bibit tersebut masih berlanjut. Tersangka AR didampingi oleh pengacaranya yang diketahui bernama Rifai. Diketahui, Kejari Sampang telah menyeret dua nama sebagai tersangka inisial AW Kabid

Tanaman Pangan dan AR Kasi Produksi Tanaman Pangan, setelah adanya laporan dari salah satu Kelompok Tani (Poktan) setempat, jika ada indikasi korupsi. Dengan demikian, guna menemukan dan mencari barang bukti baru dalam kasus pengadaan bibit bentul dan ubi kayu fiktif tersebut, Kejari juga melakukan penggeledahan pada Rabu (5/3), dan berhasil menyita sejumlah dokumen atas dugaan kasus korupsi pengadaan bibit bentul dan ubi kayu serta pupuk organik dan urganik TA 2013 dengan total anggaran mencapai RP 800 juta.=RYAN HARIYANTO/MK


Sampang

KORAN MADURA

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

UJIAN NASIONAL

Siswa Mengerjakan Soal di Penjara Sampang - Dua pelajar yang tersangkut kasus hukum di Kabupaten Sampang mengikuti Ujian Nasional (UN) 2014 dari balik jeruji tahanan, Senin (14/4). Dua siswa SLTA tersebut, FQ (18) warga Desa Torjun Kecamatan Torjun dan IM (18) warga Desa Apaan Kecamatan Pangarengan. FQ ditahan pada Sabtu (22/3) lantaran kedapatan membawa sabu-sabu seberat 0,58 gram. Siswa kelas XII SMA Negeri 1 Torjun tersebut dijerat pasal 112 dan 114 Undang - Undang RI tahun 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara. Sedangkan IM ditangkap pada Kamis (27/3) karena melakukan tindak pidana pencurian. Siswa SMA swasta di Kecamatan Pangarengan dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Keduanya melakukan ujian di tempat terpisah. IM mengerjakan naskah soal UN di rutan Sampang. Sedangkan tersangka FQ mengerjakan di Polres Sampang. “Pengerjaannya di rutan sama di Polres Sampang,” kata Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sampang Supriadi. Pengamatan Koran Madura,

hari pertama pelaksanaan Ujian kedua tersangka dalam mengerjakan naskah soal UN tidak sama Nasional (UN) tingkat SLTA dengan siswa lainnya. FQ hingga dan sederajat. Sidak tersebut dilakukan di MAN Sampang dan sekitar pukul 09.00 Wib belum SMAN 1 Sampang sekitar pukul menerima naskah soal UN. 08.30 WIB, Senin (14/4) untuk Menanggapi hal itu, Kepala memastikan UN berjalan dengan Bidang Kurikulum dan Mutu tertib, aman dan lancar. Pendidikan Dinas Pendidikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang Arif BudiSampang Putut Budi Santoso ansor mengakui tidak samanya jam pelaksanaan UN di kelas dan menjelaskan, setelah melakukan peninjauan langsung terlihat di penjara dan polres. Namun, peserta UN antusias dalam menjumlah jamnya sama-sama dua ingkatkan pendidikan di kota jam mata pelajaran. Sampang, dan juga dari pen“Kalau masalah jam tidak gawasnya sudah menjalankan sesuai tidak masalah, yang sesuai prosedur. penting sesuai dengan keten”Ada tiga siswa yang tuan yakni dua jam, tidak ikut, pertama misalnya dilaksanakarena memundurkan kan jam 10 ya sampai 12, mungkin karena NASIONAL diri, kedua informasinya keluar dari sekolahnya, jam 09.00 wib belum yang ketiga ada yang mengerjakan bisa saja droup out (DO) dari Maperjalanan dari sekolah drasah Aliyah yang ada siswa agak jauh ke poldi Kecamatan Kadudungdung,” res maupun di rutan, terpenting jelasnya. dalam pemberian naskah ada Kepala Dinas Pendidikan tim independen,” jelasnya. (Disdik) Sampang Heri Purnomo Untuk diketahui, nilai menambahkan, pelaksanaan minimal kelulusan siswa tingkat UN berjalan dengan tertib dan SMA/MA/SMK sederajat yakni aman, dan untuk yang tidak ikut minimal 5,5. Dengan rincian UN bila itu sakit bisa melakukan nilai satu mapel minimal 4,00 UN susulan, dan kalau yang sudari enam mapel tingkat SMA dah DO tidak bisa. “Dan dengan sederajat. isu tahun lalu tentang jual beli jawaban, itu tidak benar, apalagi Sidak sekarang dijamin tidak ada, Sekretaris Daerah (Sekda) dan berharap peserta UN bisa Putut Budi Santoso bersama Kepala Dinas Pendidikan (Kadis- menyelesaikan dengan baik dan lulus semua,” ungkapnya. dik) Sampang Heri Purnomo meninjauan secara langsung =RYAN HARIYANTO/ CR1/LUM

UJIAN

JELANG REKAP SUARA

Polisi Razia Senjata Tajam dan Senpi SAMPANG- Menghadapi proses rekapitulasi suara Pileg tingkat kecamatan, Polres Sampang mengerahkan semua personelnya untuk mengawasi kelancaran jalannya proses perhitungan. Disela-sela itulah sebagian aparat kepolisian Polres Sampang mengerahkan personelnya untuk melakukan operasi Cipta Kondisi, Minggu(13/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Operasi Cipta kondisi ini melibatkan 70 personel yang terdiri dari Brigadir mobil (Brimob), Pan Dalmat dan Satlantas. Operasi ini bertujuan untuk mengantisipasi terhadap kekacauan yang akan terjadi di tingkat kecamatan. Sasaran operasi cipta kondisi tersebut yaitu pada kendaraan roda empat baik yang masuk ke Kota Sampang maupun yang keluar dari Kota Sampang. Target operasi tersebut yaitu merazia keberadaan senjata tajam

(sajam) cepu, senjata api (senpi) dan sabu-sabu. Barang-barang tersebut dimungkinkan berada pada kendaraan roda empat. Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar melalui Kabag Ops Imam IR menjelaskan mengenai tujuan operasi tersebut yaitu tidak lain hanya untuk menciptakan Kota Sampang menjadi aman. “Sejauh ini, operasi yang dilakukami hasilnya nihil,” ujarnya kepada wartawan. Menurutnya, tidak ditemukannya barang-barang membahayakan tersebut dimungkin warga Kota Sampang sudah mengerti dan sadar akan keamanan. Dirinya juga mngugkapkan adanya pelibatan anggota Brimob yaitu untuk mengimbangi kekuatan di Polres Sampang. “Saat ini sekitar satu Pleton personel Brimob standby di sini,” ujarnya.= CR2/ LUM

2014

SIDAK: Sekretaris Daerah Sampang (Sekda) Putut Budi Santoso saat melakukan Inspeksi Dadakan (Sidak) di SMAN 1 Sampang, Senin (14/4).

K

RAZIA: operasi gabungan ketika menggeledah kendaraan roda empat di Pliang, tepatnya di gapura Kota Sampang, Minggu (13/4) malam.

TRUK BULOG TANPA IDENTITAS

Dinas Sosial Mengaku Sering Menegur SAMPANG- Badan Urusan Logistik (Bulog) Sampang sering melakukan pendistribusian beras miskin (Raskin) tanpa adanya identitas truk. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) mengaku sudah sering memberikan teguran kepada Bulog Sampang terkait pendistribusian Raskin yang tidak sesuai prosedur, Senin (13/4). Dan aturan seharusnya ada identitas truk setiap pengangkutan raskin dilakukan ke daerah. Sehingga pendistribusian raskin jelas dan tidak menimbulkan penilaian negatif. Karena pendistribusian raskin harus transparan. Makanya diperlukan adanya pemasangan indentitas pada truk bagian depan. Kepala Dinsosnakertrans Sampang Abd. Malik Amrullah mengaku sering kali melakukan

teguran kepada Bulog. “Malah teguran itu sering diabaikan dan tidak digubris, sampai saat ini masih banyak truk pengangkut raskin tidak beridentitas. dan tidak jelas kemana arah pendistribusian berasnya,” jelasnya. Menurutnya, meski belum ada aturan yang jelas dengan pemasangan identitas pada truk, tapi itu sangat penting. “Karena itu akan memberikan identitas beras kepada masyarakat. Biar beras yang diangkut truk jelas. Dan pendistribusian raskin lebih transparan,” tambahnya. Budiono Korlap Raskin Sampang mengatakan, sudah membuat nama dibanner untuk segera dipasang, malah para sopir truk jarang memasangnya saat mengangkut raskin ke sejulah daerah. “Padahal kami sudah memberikan teguran,” ungkapnya. =CR1/ LUM


L

Sampang

KORAN MADURA

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

PPK PANGARENGAN

Hanura Mendominasi SAMPANG- Rekapitulasi suara pemilihan umum legislatif (Pileg) 2014 tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pengarengan berlangsung normal. Rekapitulasi tersebut berlangsung secara serentak di Kabupaten Sampang meskipun ada sebagian kecamatan yang belum melakukan rekapitulasi. Pelaksanaan rekapitulasi tersebut dimulai sejak pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.30 WIB, dihadiri perwakilan dan saksi dari 12 partai politik dan aparat kepolisian Sampang turut mengawasi keamanan saat acara berlangsung. Dari pantauan di lokasi rekapitulasi di Kantor Kecamatan Pengarengan. Perolehan suara pemilu DPR RI di dominasi oleh partai oleh partai Hati Nurani Rakyat sebanyak 3836 suara. Kemudian disusul oleh Partai NasDem sebanyak 2575 suara, Partai Demokrat sebanyak 2143 suara, partai Gerinda sebanyak 1950 suara, partai Golkar sebanyak 1241 suara, sedangkan pada posisi ke enam diduduki oleh partai PDIP yaitu sebanyak 285 suara. Dengan diikuti dari enam desa yang ada di Pangarengan yaitu Desa Pengarengan, Desa

Apa’an, Desa Gulbung, Desa Panyerangan, Desa Pacangkaan dan Desa Ragung. Sementara jumlah suara sah dari enam desa yang ada di Kecamatan Pengarengan yaitu sebanyak 14.253 suara, sedangkan untuk suara tidak sah sebanyak 13.030 suara. Ketua Panitia Pemilih Kecamatan Pengarengan, Riski menuturkan bahwa kondisi selama proses rekapitulasi yang diselenggarakannya berlangsung lancar meskipun ditengah berlangsungnya acara ada proses pembetulan jumlah surat suara. “Namun kendala tersebut sudah di tuntaskan waktu itu juga, dan sekarang ini semuanya clear,” ujarnya kepada Koran Madura. Saat ini pihaknya akan melakukan rekap untuk pengisian form-form dan nanti semua

saksi akan dipanggil kembali untuk menyaksikan serta untuk meminta persetujuan para saksi bahwa rekapitulasi akan siap

RAPAT REKAPITULASI

dikirim ke KPU Sampang. “Nanti kami akan memanggil semua saksi untuk minta tanda tangan persetujuan,” ujarnya. =CR2/ LUM

REKAPITULASI: Suasana rekapitulasi suara Pileg 2014 di Balai Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang, Senin (14/4).

PANWAS TAK SERIUS

Sampang - Rapat pleno rekapitulasi dan penghitungan suara pemilu DPR RI, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten di Kantor Kecamatan Kota Sampang sempat diwarnai ketegangan, Senin (14/4). Saksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku kehilangan suara. Pantauan Koran Madura, Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) Kota Sampang Nurul Hidayat langsung mempersilakan saksi PPP, Rosi, maju ke depan untuk menunjukkan bukti. “Ada satu suara hilang dari parpol kami, yaitu di pileg DPRD nomor urut dua, makanya saya keberatan sehingga tadi menunjukkan bukti rekapan sendiri,” ucap Rosi. Berdasarkan penghitungan sementara terhadap 9 Panitia Pemilihan Suara (PPS) atau Desa dari 18 Tempat Pemungutan Suara (TPS), perolehan suara tingkat DPD sebanyak 14.934. DPR RI 30.590, DPRD provinsi 30.590, serta DPRD kabupaten sebanyak 30.590. Sedangkan perolehan suara terbanyak di tingkat DPRD Kabu-

paten Sampang yaitu dari PDIP, Iwan Efendi meraih 6.217 suara; Partai Gerindra, Faisol Riyadi mendapatkan 6.217 suara; PPP, Khairun Fatah mendapatkan sebanyak 1.714 suara; dan Partai Hanura Eko Fajar Risman Abdullah mendapatkan 1.212 suara. Sedangkan dari PKPI, Abd Kadir Munsyi sebanyak 1.672 suara; caleg PKS Rahmad Hidayat sebanyak 1.275 suara, dan partai PKB mendapatkan 1.631 suara. “Nah sisa partai lainnya yang

tidak disebutkan di bawah seribu, dan ini masih rekapitulasi dan perhitungan 9 PPS dari 18 TPS,” jelas Ketua PPK Kecamatan Sampang Nurul Hidayat. Hingga berita ini ditulis, rekapitulasi pemilu masih berlangsung. Rekapitulasi tersebut dilakukan sejak sekitar pukul 08.00 Wib hingga pukul 17.00 Wib. Bahkan, masih akan ada rekapitulasi lanjutan pada (15/4) yang akan dimulai pada pukul 08.00 Wib. =RYAN HARIYANTO/MK

SAMPANG- Menindaklanjuti dugaan terjadinya kecurangan dan tempat pemungutan suara (TPS) fiktif selama Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 selama ini masih dalam proses penanganan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sampang, Senin (14/4). Addy Imam Syah, Ketua Panwaslu Kabupaten Sampang mengatakan, dugaan TPS fiktif yang berada di Bire Barat, Kecamatan Ketapang sudah ditangani Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). “Namun dari hasil indintifikasi Panwas Sampang dan sudah mengklarifikasi pihak terkait seperti KPPS, PPK dan KPU dari hasil laporan Pire Barat Kecamatan Ketapang itu dugaan TPS fiktif tidak ada. Tapi secara faktual dilapangan ada,” jelasnya. Menurutnya, Bawaslu juga memeriksa KPU Sampang dan Panwas juga menyampaikan keterangan terkait masalah TPS di Bire Barat. “Dan pelaksanaan TPS dan PPS itu ada, hanya pada

cr1/ koran madura

Saksi Mengaku Kehilangan Suara Mengaku Tidak Mampu Temukan TPS Fiktif

teknis administrasinya salah tidak sesuai dengan PKPU 5 tahun 2013,” ungkapnya. Dan untuk yang ditangani Panwaslu saat ini laporan pelanggaran adalah kasus C6 yang tidak sampai di Kecamatan Torjun, perampasan Kotak Suara Di Kecamatan Tambelengan, yang terjadi di Bire Barat. “Dan tidak terdistribusinya C6 di Desa Pandiyangan serta proses penghambatan penghitungan Surat Suara di Kecamatan Kedudung,” katanya. =CR1/ LUM


KORAN BANGKALAN PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

BANGKALAN

SELASA 15 APRIL 2014 NO. 0342|2014 TAHUN III SELASA 15 APRIL

NO. 0342 | TAHUN III

M M

KASUS KECURANGAN

Polres Belum Terima Pelimpahan Pidana Pemilu BANGKALAN - Indikasi pelanggaran pemilu yang dilaporkan kepada Panwaskab oleh beberapa caleg yang merasa dirugikan hingga saat ini belum ada pelimpahan kepada polres Bangkalan. Ada dugaan pelanggaran yang sifatnya pidana dilakukan oleh oknum penyelenggara atas penggelembungan suara. PERTANYAKAN HASIL VISUM. Penasihat Hukum Gery mendatangi Satlantas Polres Bangkalan untuk mengetahui perkembangan surat permintaan visum.

Surat Visum Dipertanyakan Gery Mengaku Telah Dianiaya BANGKALAN - Penasihat Hukum (PH) Gersom Arie Sepvianto, (21), mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sekaligus sebagai kader GMNI Bangkalan, yang mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu, mempertanyakan perkembangan surat permintaan visum kepada Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres setempat. Sebab surat tersebut telah dilayangkan ke Rumah Sakit (RS) dr. Soetomo sejak Rabu (2/4). Namun hingga saat ini surat visum itu belum juga ada kejelasan. “Kedatangan kami ke kantor Satlantas untuk mempertanyakan hasil visum yang telah dilayangkan. Sebab kami mendapatkan informasi dari pihak RS. dr. Soetomo bahwa belum ada surat masuk terkait permintaan visum dari Polres Bangkalan,” jelas Arif Sulaiman, SH selaku Penasihat Hukum Gery. Menurutnya, hasil visum itu sangat penting untuk mengetahui penyebab tulang wajah Gery yang memperihatinkan. Apalagi hasil rontgen tiga dimensi tampak tulang wajah Gery mengalami kerusakan cukup parah. Sehingga dengan hasil visum tersebut bisa dianalisa lebih mendalam guna mengungkap peristiwa sebenarnya. Kuat dugaan apa yang dialami Gery bukan murni kecelakaan, namun terindikasi terjadi penga-

niayaan. “Saat ini kami sudah menerima hasil visum dari RS. Syamrabu Bangkalan. Saya masih menunggu hasil yang dari dr. Soetomo. Dari sanalah bisa kami pelajari terkait parahnya kerusakan yang terjadi pada wajah Gery,” paparnya. Menurut Arif, dalam surat visum yang dari RS. Syamrabu menyebutkan kerusakan wajah Gery akibat benda tumpul. Hal itu perlu dipertanyakan secara rinci yang dimaksud benda tumpul tersebut. Sebab pihak Satlantas menyatakan yang dimaksud benda tumpul yakni akibat benturan. Padahal benda tumpul memiliki makna yang cukup luas. Bisa saja bukan karena benturan, namun benda tumpul itu sengaja digerakkan oleh seseorang untuk merusak wajah Gery. “Benda tumpul itu bisa saja digerakkan oleh seseorang. Makanya kami akan meminta penjelasan kepada dokter yang ahli di bidangnya,” tuturnya.

Langkah berikutnya, sambung Arif, akan menyusun laporan polisi (LP) terkait pengakuan Gery kepada orang tuanya. Gery mengaku telah dianiaya pada saat itu. Untuk menguatkan laporan tersebut harus menunggu hasil visum dari RS. dr Soetomo. Apalagi orang tua Gery sudah siap melaporkan kasus tersebut. Sementara itu Kanit Laka Lantas Polres Bangkalan, Ipda Puji Purnomo menegaskan bahwa surat permintaan visum dengan nomor VER/98/III/2014/Satlantas itu sudah terkirim. Hal itu dibuktikan dengan surat tanda terima tertanggal 3 April waktu lalu. Pihaknya berjanji akan mempertanyakan kembali ke pihak RS. dr Soetomo. “Surat sudah kami kirim dan itu dibuktikan dengan surat tanda terima. Kami akan kroscek kembali,” janjinya. Terkait rencana pelaporan mengenai dugaan adanya penganiayaan, Puji tidak mempermasalahkan hal itu. Selama ada bukti yang kuat pelaporan tersebut sah-sah saja. Pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memproses laporan tersebut. Sebab pihaknya hanya memiliki kewenangan khusus kecelekaannya saja. =DONI HERIYANTO/RAH

Tidak semua jenis pelanggaran pemilu yang ditangani polres. Tetapi hanya pelanggaran yang bersifat pidana pemilu. Sedangkan untuk pelanggaran yang bersifat administratif, KPUD yang menindaklanjuti laporan itu. Hal tersebut sesuai dengan aturan main yang ada. “Belum ada laporan tentang pidana pemilu yang masuk kepada kita,” kata Kapolres Bangkalan, AKBP Sulistiyono, kemarin (14/3). Dia menjelaskan laporan pelanggaran pemilu ada mekanisme yang menjadi aturan main. Sebab laporan pelanggaran pemilu tidak langsung masuk pada polres. Melainkan harus dilaporkan terlebih dahulu kepada panwaslu. Kemudian panwaslu wajib melaporkan kepada polres, baru bisa ditindaklanjuti. “Jika sesuai penilaian Panwaslu merupakan pelanggaran yang sifatnya pidana pemilu, kita bisa menindak,” terangnya. Pada dasarnya polres hanya menerima limpahan laporan pidana pemilu. Bukan pelanggaran yang bersifat administrasi. Oleh karena itu yang berhak menentukan jenis pelanggarannya adalah panwaslu. Setiap laporan yang masuk pada panwaslu kabupaten itu akan terlebih dahulu dianalisa. Baru ditentukan termasuk bagian tindak pidana ataukah pelanggaran biasa, yang sifatnya administratif. Kalau bagian dari pidana, pihaknya akan langsung sidik. Saat ini pihaknya sudah menyiapkan penyidik khusus dalam menyidik pidana pemilu. Kalau terbukti ada laporan pelanggaran yang tergolong pidana pemilu. Para caleg atau

parpol yang hendak melaporkan pelanggaran pemilu agar dilengkapi bukti kongkrit. “Termasuk pihak kejaksaan juga telah menyiapkan penyidik, guna memeriksa jenis pelanggaran pemilu yang berarah pada tindakan pidana,” ungkapnya. Dia menjelaskan secara umum pelaksanaan pemilu di Bangkalan aman dan terkendali. Namun ada beberapa kejadian yang mewarnai proses demokrasi, seperti tindakan pidana yang terjadi di Desa Telaga kecamatan Galis. Rumah kepala desa dibakar, tetapi tidak sampai hangus seluruhnya. Itu merupakan tindakan murni pidana. “Kalau kejadian pembakaran semacam itu, jelas pidana. Walaupun awal permasalahannya dari rentetan pileg,” ujarnya. Seharusnya kalau ada caleg atau parpol yang tidak puas terhadap hasil rekapitulasi suara, agar disampaikan dengan caracara yang sesuai aturan dan tidak melanggar hukum. Sebab selain melanggar hukum, juga akan merugikan diri sendiri dan masyarakat luas. Oleh karena itu, untuk mengamankan proses pileg sampai pada tahapan rekapitulasi KPUD. Pasukan brimob dari Polda Jatim tetap disiagakan, untuk menjaga keamanan. Meskipun pada awalnya hanya tiga hari, tetapi dilakukan perpanjangan guna menjaga situasi agar tetap kondusif. Sebagaimana yang telah diberitakan, banyak dugaan bentuk pelanggaran yang dilakukan oknum tertentu, sehingga banyak gugatan dari caleg kepada panwaslu. Salah satunya mengenai indikasi penggelembungan suara yang terjadi di kecamatan Kamal. Caleg dari PKS dari dapil VI, Ach Mustamin melaporkan adanya dugaan pelanggaran penggelembungan suara. Selain itu, juga ada temuan pelanggaran dari tim pemantau independen yang sudah melaporkan hal itu kepada panwaslu setempat. Namun hingga saat ini belum ada satu pun bentuk dugaan pelanggaran yang dilimpahkan kepada polres Bangkalan. =MOH RIDWAN/RAH


N

KORAN MADURA

BANGKALAN

SELASA 15 APRIL 2014|NO. 0342|TAHUN III

PEROLEHAN SUARA

Bakesbangpol Tidak Mengetahui Hasil Rekapitulasi Sementara BANGKALAN - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bangkalan mengaku tidak mengetahui hasil sementara perolehan suara pemilihan umum legislatif (Pileg) yang telah berlangsung 9 April waktu lalu. Padahal sebagai lembaga yang berkecimpung dalam dunia politik, Bakesbangpol seharusnya mengetahui hasil perolehan suara di setiap tingkatan. Sebut saja mulai tingkat kelompok panitia pemun-

gutan suara (KPPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK), bahkan hingga di KPU. Ketidaktahuan Bakesbangpol menjadi pertanyaan besar dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Anehnya setiap tim sukses calon legislatif (caleg) dan saksi partai politik (parpol) peserta pemilu mengantongi data-data tersebut. Sehingga sangat disayangkan jika Bakesbangpol tidak mengetahui hasil sementara perolehan suara. Dimungkinkan

hanya menunggu hasil tanpa bekerja, melihat, dan terjun langsung pada saat penghitungan surat suara di setiap tingkatan. “Kami tidak mengetahui terkait perolehan suara. Kami masih menunggu dari KPUD Bangkalan,” kelit Kepala Dinas Bakesbangpol Bangkalan, Siswo Irianto. Mantan Kepala Disosnakertrans ini berlasan pihaknya masih menunggu hasil dari KPUD se-

Ada Siswa SMK Ikut UN di Tempat Tidur Karena Baru Menjalani Operasi Usus

TERBARING. Salah satu peserta UN SMKN 2 Bangkalan mengerjakan soal dengan cara berbaring karena baru menjalani operasi usus.

BANGKALAN - Demi mendapatkan nilai maksimal sebagai syarat kelulusan Ujian Nasional (UN) tahun ini, Khoirul Izam, (17), siswa SMK Negeri 2 Bangkalan, terpaksa harus mengerjakan soal UN di tempat tidur yang disediakan khusus oleh panitia ujian dengan cara berbaring. Penyebabnya siswa asal Desa Buluh Kecamatan Kamal ini baru selesai menjalani operasi usus empat hari yang lalu. Dalam mengerjakan soal-soal tersebut, siswa jurusan tehnik listrik itu dibantu salah satu petugas ruangan. Kondisi siswa ini sangat lemah. Untuk menulis saja siswa itu tidak mampu. Dengan bantuan petugas ruangan sedikit meringankan dalam mengerjakan soal UN. Tidak ada perlakuan

khusus dalam mengisi jawaban naskah soal bagi siswa ini. Semua diperlakukan sama. Sebab sesuai aturan semua siswa tidak boleh ada perbedaan. “Kami menyediakan kebutuhannya saja. Itu hanya didampingi oleh petugas ruangan, karena kondisinya sangat lemah,” kata Kepala Sekolah SMKN 2 Bangkalan, Dwidjo Lelono. Siswa yang sakit ini, kata Dwidjo, diantar oleh orang tuanya

dengan mobil khusus. Pihak sekolah menyediakan fasilitasi tempat khusus berupa tempat tidur di ruang kelas. Sekalipun dalam kondisi yang lemah, tetap semangat dalam mengerjakan soal UN. Sebab mengikuti UN menjadi persyaratan yang menentukan kelulusan siswa. “Meskipun sakit ya tetap semangat, kami dampingi agar bisa meringankan dalam mengerjakan soal. Tapi bukan dibantu menjawab,” tegasnya. Dwidjo berharap semua peserta ujian yang berjumlah 522 siswa dapat lulus 100 persen termasuk siswa yang sakit tersebut. Hasil yang terbaik tentu menjadi keinginan pihak sekolah dan semua peserta ujian. =DONI HERIYANTO/RAH

tempat sebagai penyelenggara momen lima tahunan itu. Selain itu rekapitulasi di beberapa daerah masih berlangsung. Sehingga itulah yang menjadi alasan ketidaktahuan tentang hasil perolehan suara. Setidaknya Bakesbangpol dapat menerima datadata jika meminta atau turun langsung ke PPK. “Satu atau dua hari ke depan pasti kami akan memberikan datadata perolehan suara,” janjinya.

Seharusnya, Bakesbangpol berisifat aktif dan tidak pasif. Kondisi demikian membangun kesan ketidakprofesioanalan lembaga tersebut. Dengan demikian Bakesbangpol tidak mengetahui segala bentuk perkembangan di tataran bawah. Termasuk dugaan adanya penggelembungan surat suara yang terjadi di beberapa PPK. Sebut saja di Kecamatan Kamal dan Arosbaya. =DONI HERIYANTO/RAH

PILEG

PDIP Unggul di Dapil II BANGKALAN - Perolehan suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di tingkat DPRD kabupaten pada daerah pemilihan (dapil) II melambung tinggi, mengalahkan partai lainnya. Selisih angka diatas 8.000 suara. Sehingga partai berlambang banteng moncong putih tersebut kemungkinan besar akan memperoleh dua kursi di dewan. Untuk perolehan terbesar PDIP di dapil II berada di kecamatan Sepuluh sebesar 13.635, kemudian di kecamatan Geger 13.064 suara, dan Klampis 5.048 suara. Suara PDIP unggul dengan perolehan 31.747 suara, diikuti suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan perolehan 22.685 suara. Disusul PKB memperoleh 19.606 suara. Kemudian partai Gerindra memperoleh 18.814 suara. Suara Demokrat memperoleh 17.054 suara. PAN perolehan 9.274, lalu partai Nasdem perolehan suaranya sebanyak 8.982 suara. Kemudian partai Golkar memperoleh 7.613 suara dan partai Hanura mendapat 7.403 suara. Suara terendah diperoleh PBB hanya mendapat 456 suara, lalu PKS 287 suara, dan hanya PKPI 65 suara. “Kesempatan kita memperoleh dua kursi di dapil II. Karena suara PDIP tingkat kabupaten melebihi suara partai lain,” kata H Fatkur-

rahman, Ketua DPC PDIP Bangkalan, kemarin (14/3). Dia menyebut kemenangan PDIP tak lepas dari peranan mesin politik di internal partai. Di samping itu ketokohan dari caleg yang sangat berpengaruh secara signifikan di masing-masing dapil. Yang akan maju dari dapil tersebut atas nama dirinya sendiri, H Fatkhurrahman dan Suyitno. Dirinya memprediksi dari enam dapil di Bangkalan, setiap dapil akan memperoleh satu kursi. Selain itu, target dua kursi akan diperoleh di dapil I meliputi kecamatan kota Bangkalan, Socah, dan Arosbaya atas nama Rokib dan Jauhari. Sebab suaranya diatas 20 ribu. Kemudian di dapil II kecamatan Geger, Klampis dan Arosbaya, tempat dirinya ikut berkompetisi dalam bursa caleg juga akan memperoleh dua kursi. Sebab suara terbanyak berada di dapil tersebut. “Untuk dapil III dan lainnya akan memperoleh satu kursi di dewan. Kami optimis akan hal itu,” terangnya. Sementara itu, tim sukses dari partai Nasdem pada dapil II, Taufan Nufade mengatakan sebagai partai baru Nasdem bisa memperoleh satu kursi di dewan merupakan hal yang sudah luar biasa. Sebab membutuhkan strategi politik yang baik di internal partai. “Suara terendah berdasarkan perhitungan PPK di dapil II memang diperoleh PBB, PKS, dan PKPI. Untuk Nasdem sendiri yakin memperoleh satu kursi,” ujarnya. =MOH RIDWAN/RAH


HKORAN Pamekasan PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

Lapsus

SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

SELASA 15 APRIL 2014 No. 0342 | TAHUN III

I OO

Ketika Pendidikan Seperti Penjara Betapa tidak indahnya pemandangan pendidikan di republik ini. Memandangi guru yang memarani naskah unas (ujian nasional) dijaga petugas, setidaknya tim independen. Ini artinya, guru di republik ini tidak dipercaya dan berpotensi curang. Karena itu, mereka dijaga petugas. Pemandangan lainnya, pada saat peserta didik mengikuti unas, juga dijaga petugas. Ini juga berarti peserta didik di tanah ini berpotensi curang. Atau memang telah terbukti sebagian dari mereka curang. Oknum, memang. Tetapi ketika oknum guru dan peserta didik ini berada di mana-

mana, apakah masih bernama oknum? Saat di ruang kelas, peserta didik sangat kegirangan manakala jam pulang belajar berdentang. Ini artinya, belajar telah membuat peserta didik tidak betah di ruang kelas. Mereka ingin cepat-cepat pulang dan dengan begitu merasa terbebas dari belenggu pendidikan. Idealnya, peserta didik sedih ketika jam belajar berakhir karena mereka mencintainya. Ternyata tidak. Fakta pendidikan berbicara seperti itu, pendidikan gagal membuat peserta didik senang. Pendidikan menjadi beban dan membuat mereka tidak tenang. Lebih dari itu, guru mutakhir lebih sering mendiskusikan tunjangan sertifikasi dan lupa pada profesinya yang bertugas antara lain untuk mencerdaskan bangsa. Mereka tersita perhatianya

PENJAGAAN NASKAH UN. Petugas Kepolisian memeriksa kondisi gembok pengunci ruang penyimpanan naskah soal Ujian Nasional (UN) di SMA N 1 Kudus, Jateng, Minggu (13/4). Polisi menjaga naskah UN secara ketat yang disimpan di tingkat sub rayon.

untuk mensejahterakan dirinya sebagai abdi bangsa. Ini bukan hal yang salah, tetapi mengalpakan diskusi tentang pembelajaran, tentu peristiwa ini paradoks. Sampai kapan pendidikan berlangsung seperti ini? Di sisi yang lain, pemerintah abai pada sensus pendidikan. Sehingga, aset pendidikan yang terdiri atas lahan, bangunan sekolah, peserta didik, guru, dan ornamen

Di Malaysia, keberpihakan anggaran sangat jelas karena pendidikan sebagai panglima. Resntra pendidikan mendapat pengawalan dari pemerintah.

M

lajar dari Indonesia untuk memajukan pendidikan. Namun saat ini, justru Indonesia yang ketinggalan untuk masalah pendidikan. Bagaimana Malaysia membuat dunia pendidikannya maju pesat? Kata kuncinya, para pemimpin dan pemegang otoritas kebijakan. Jika pemimpin peduli terhadap pendidikan, maka alokasi dananya juga besar. Hasilnya, negara mampu membiayai rakyat untuk menempuh pendidikan secara maksimal. Di Malaysia, keberpihakan anggaran sangat jelas karena pendidikan sebagai panglima. Resntra pendidikan mendapat

la dari tiadanya data, mayoritas guru di sekolah itu dimutasi. Pada akhirnya jumlah guru yang mengajar di sekolah itu jauh dari patut karena terkena badai mutasi. Padahal dari sisi apapun, tanpa data segala sesuatu akan terasa pekat, gelap! Seperti pribahasa Madura, sala dhe’ adhe’na, asalsalan kabudhina. Inilah wajah pendidikan di Madura, di sekitar kita. = TIM

Seharusnya Pendidikan Berbasis Data

Berguru ke Malaysia

alayasia menganut knowledge and skill hub melalui internasionalisasi pendidikan sebagai sarana bagi kemitraan global. Pada tahun 2010, lebih dari 86 ribu mahasiswa internasional yang kebanyakan berasal dari berbagai negara Asia dan Timur Tengah memilih Malaysia sebagai destinasi pendidikan t mereka. Itu diitopang usaha pemerintah yang serius untuk memajukan pendidikan. Apalagi, kementrian terpenting di Malaysia adalah kementrian yang mengurus pendidikan. Pada mulanya, Malaysia be-

lainnya menjadi untouchabel. Sehingga, situasi ini menyebabkan kebijakan pendidikan lahir seperti itu adanya yang tanpa sandaran karena tidak berbasis data. Manakaa data gelap, dimungkinkan lahir sesuatu yang lain dalam pendidikan yang tentu lebih gelap. Ini terbukti ketika pengambil kebijakan memutasi guru pada beberapa sekolah. Karena bermu-

pengawalan dari pemerintah. Malaysia menawarkan biaya hidup dan pendidikan yang murah dibandingkan negaranegara lain bahkan dibanding Indonesia. Malaysia juga menawarkan pendidikan dengan bahasa Inggris yang menyebabkan seseorang bisa belajar bahasa Inggris dengan baik di Malaysia. Pendek kata, pendidikan di Malaysia tidak main-main karena hal ini memang mendapatkan pengawalan dari pemerintah. Di Indonesia, pendidikan menjadi sesuatu yang berada dalam zona tak aman karena politik menjadi panglima. =TIM

Pendidikan di sejumlah titik berlangsung apa adanya, bukan terlaksana seperti yang diinginkan terjadi bahkan tanpa data. Berikut penjelasan Anggota Dewan Pendidikan Sumenep, Moh Suhaidi RB yang ditulis dengan gaya bertutur. Sumenep merpakan bagian dari Indonesia yang di dalamnya terdapat pendidikan. Pendidikan di Sumenep mengabaikan (mengaburkan) data. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan pada akhirnya tanpa arah. Pendidikan tidak lagi berorientasi pada program melainkan proyek. Saat pendidikan dianggap sebagai proyek, petaka di dalamnya pasti terjadi. Sebenarnya, apapun, beranjak dari data. Pada saat data tidak jelas dari awal, tentu ketidakjelasan akan datang mengiringi sebagai hukum domino effect. Itulah yang terjadi di Sumenep. Pengambil kebijakan terlihat geregetan dan di berbagai daerah muncul letupanletupan yang mengindikasikan terjadinya pengingkaran atas data. Semestinya, pemerintah melakukan sensus pendidikan yang berbasis data tentang ornamen pendidikan. Jumlah pserta didik, lembaga pendidikan, SDM

Moh Suhaidi RB

Anggota Dewan Pendidikan Sumenep, guru, gedung sekolah, kondisinya bagaimana dan seperti apa, itu semua terekam dalam sensus. Apabila pemerintah memiliki program tentang pemajuan pendidikan, data yang sudah terekam dipanggil lagi dan acuannya jelas. Ketika semuanya tidak jelas, program yang jelas tentang pendidikan pada akhirnya juga tidak jelas dan yang penting pada akhirnya, terlaksana, dibutuhkan atau tidak diperlukan sebab yang penting menguntungkan. =ABD RAHEM


KORAN MADURA PKORAN PROBOLINGGO

SELASA 15 APRIL 2014 SELASA 15 APRIL 2014 | No. 0342 | TAHUN III

MADURA

No. 0342 | TAHUN III

Kejujuran adalah sendi pokok bagi kelangsungan hidup. Kejujuran saja tidak cukup, karena masih butuh pikiran dan kerja keras. Selain itu, orang-orang yang selalu ingat kepada sang pencipta di mana pun dan kapan pun adalah orang-orang yang jujur, tenang, sabar, dan teratur dalam menjalani hidup.

PO

FARAH NARULITA

Selalu Jujur untuk Mencapai Kebahagiaan

ntuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin memang tidak semudah ucapan. Untuk mendapatkannya diperlukan kejujuran yang disertai perjuangan dan pengorbanan. "Jujur sangat penting untuk meraih kebahagiaan. Apa pun kondisinya harus selalu mengedepankan kejujuran," kata Farah Narulita. Bagi gadis yang akrab disapa Farah ini, hidup harus memiliki keyakinan dan kepribadian, berpegang pada nilai-nilai kejujuran. Untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan harus mempelajari dalam memahami dan menghayati khasiat kejujuran juga kebenaran. Hidup itu tidak akan pernah indah jika dihiasi dengan kemunafikan. Sebab kemunafikan hanya akan membawa pada jurang kesengsaraan. "Betapa indahnya hidup ini jika senantiasa selalu jujur dalam segala hal. Memang t i d a k mudah tapi berusaha itu lebih penting," jelas gadis cantik ini. Menurutnya, kebanyakan orang kurang menyadari bahwa nilai kejujuran merupakan kunci utama mencapai kemajuan dalam hidup. Memang tidak bisa dipungkiri hidup ini penuh masalah dengan berbagai kesukaran dan rintangan. Tanpa kesukaran dan rintangan, kiranya manusia tidak bisa berkembang untuk maju. Disanalah diuji sampai mana kemampuan manu-

sia untuk jujur disaat dalam kesulitan. "Jika kita masih bisa jujur mengapa harus berbohong. Bukankah sikap jujur itu itu mencerminkan kepribadian seseorang," tuturnya. Gadis kelahiran 11 Januari 1997 ini memaknai kejujuran dalam hidup harus dipandang sebagai guru dan anugerah yang dapat mendorong rasa optimis untuk mendapatkan ketenangan dan kenyamanan. Hal itu menunjukkan sikap apa adanya dan tidak semua orang mampu mel-

Neter Kolenang

MAHARANI DYA WENDA PUTRI

Wanita Harus Pandai Cari Peluang endapatkan pekerjaan yang mudah dan menjanjikan setelah menjalani pendidikan, tentu menjadi impian semua orang. Baik berhasil membuka bisnis sendiri, atau pun menjadi karyawan di salah satu perusahaan. Semua itu, bisa dilakukan apabila seseorang mampu mencari peluang dengan baik, yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Peluang tidak mudah didapatkan, kecuali bisa mempromosikan produk atau kemampuan yang dimiliki masing-masing person. Menurut Putri, sapaan akrab Maharani Dya Wenda Putri, semua orang pasti menginginkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dijalani saat menempuh pendidikan. Kenyataanya saat ini, banyak orang yang berkarier di luar jurusan dan kemampuannya, termasuk pengalaman pribadinya. Meski demikian, ia tak patah semangat dan menjalaninya secara profesional. Gadis murah senyum ini mengatakan setelah lulus kuliah, ia berharap bisa diterima bekerja di salah satu bank di Pamekasan, atau menjadi sekretaris di salah satu perusahaan, karena ia menempuh pendidikan Diploma 1 Akuntansi. Namun kenyataan berbicara lain sehingga ia mengubur mimpi itu, mengingat banyaknya pesaing yang mempersempit peluang untuk berkarier di jurusan itu. Sekalipun demikian dirinya tidak putus asa, berusaha untuk mendapatkan suatu pekerjaan, agar bisa membantu orang tua dan saudaranya yang kini masih menjalani pendidikan. Alhasil membawanya pada bidang pekerjaan yang betul-betul baru. Menjadi presenter radio adalah peluang karier yang harus ia tekuni saat ini. Sekalipun karier itu tidak terbayangkan sebelumnya. Konsistensi di dalam bekerja juga dinilai sangat penting untuk menentukan sikap yang baik. =FAKIH AMYAL/RAH


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
e Paper Koran Madura 15 April 2014 by koran madura - Issuu