JUMAT
KORAN MADURA
10 JANUARI 2014 | No. 0278| TAHUN III ECERAN Rp. 3.500 LANGGANAN Rp. 70.000
Dana Suap PON Mengalir ke Senayan
KPK lip Pegang S l Gaji Aki Hal 2
Sebanyak 18 anggota Komisi X DPR RI mendapat amplop berisi uang sekitar 1.500 dolar AS saat meninjau persiapan PON di Pekanbaru pada Februari 2012
PEKANBARU- Aliran dana suap dalam kasus PON XVIII/2012 Provinsi Riau ke politisi DPR RI di Senayan kembali terungkap pada sidang terdakwa mantan Gubernur Riau Rusli Zainal di pengadilan Tipikor, Pekanbaru, Kamis (9/1). Terungkapnya hal itu berawal dari dua saksi yang dihadirkan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau Lukman Abbas dan mantan Kepala Bidang Sarana Olahraga Dispora Riau Zulkifli Rahman. Dalam kesaksian Zulkifli, sebanyak 18 anggota Komisi X DPR RI mendapat amplop berisi uang sekitar 1.500 dolar AS saat meninjau persiapan PON di Pekanbaru pada Februari 2012. Ia mengetahuinya karena menjadi perantara untuk memberikan uang
1
0328-6770024 JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III www.koranmadura.com
Rusli Zainal | Mantan Gubernur Riau kepada tiga anggota DPR yang pulang lebih dulu di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Zulkifli mengatakan rombongan Komisi X saat itu dipimpin oleh Utut Adianto. Perintah pemberian uang, langsung dari Lukman Abbas, yang juga menyebutkan sudah mendapat restu dari Rusli Zainal yang saat itu menjabat Gubernur Riau. “Saya hanya sebagai perantara,” katanya seraya menambahkan hanya satu legislator yang menolak amplop berisi uang itu, yakni Ruly Chairul Azwar. Pemberian uang tersebut kuat dugaan untuk memuluskan usulan Pemprov Riau agar mendapat Rp290 miliar alokasi APBN untuk PON XVIII. “Tapi ternyata tidak ada yang cair dari APBN,” ujarnya. Sedangkan, saksi Lukman Abbas secara gamblang mengatakan Rusli Zainal mengetahui dan merestui pemberian suap untuk memperlancar pengurusan anggaran di Komisi X DPR
RI. Lukman sendiri sudah divonis hukuman lima tahun enam bulan untuk kasus yang sama. Ia menuturkan aliran suap ke politi-
Dia (Kahar) yang minta dalam bentuk “gondrong” atau dolar Amerika, kalau enam persen saya asumsikan itu 1,7 juta dolar AS
Lukman Abas
Mantan Kadispora Riau si Senayan melibatkan Kahar Muzakir yang merupakan politikus Partai Golkar yang juga anggota Komisi X DPR. Pengaturan suap berawal ketika
Lukman diajak Rusli Zainal untuk menghadap anggota DPR dari Golkar Setya Novanto di Jakarta. Saat itu Setya menginstruksikan agar mengurus usulan anggaran melalui Kahar. Saat proses memasukkan usulan itu, lanjutnya, Kahar meminta uang sebesar enam persen dari Rp290 miliar yang diminta Pemprov Riau. “Dia (Kahar) yang minta dalam bentuk “gondrong” atau dolar Amerika, kalau enam persen saya asumsikan itu 1,7 juta dolar AS,” katanya. Lukman Abbas ketika menyampaikan permintaan uang “gondrong” itu kepada Rusli Zainal tidak ada upaya untuk menghentikannya. Bahkan, terdakwa menyarankan kepada Lukman Abbas agar mencari dana dengan cara meminta dari para rekanan kontraktor yang melaksanakan proyek pembangunan sarana untuk pelaksanaan PON Riau. = ANT/ANGGORO/BETH
2
KORAN MADURA
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III PAMANGGI
Negara
Oleh : Abrari Alzael
Wartawan Senior di Madura
NEGARA dalam situasi yang tidak menguntungkan bangsa, seharusnya menggunakan haknya untuk memaksa warga untuk berbuat baik. Pada titik tertentu, rakyat tidak bisa dibiarkan berbuat sekenanya, sekehendak hatinya. Misalnya, rakyat juga diminta bertanggungjawab ketika membuang sampah, bukan pada tempatnya. Begitu pula negara, harus cermat tanggap darurat pada apapun yang dianggap mengngganggu dan merugikan hajat hidup orang banyak. Pada pelaksanaan pemilu saat ini dengan sistem proporsional terbuka, negara jangan berlagak seperti seonggok jasad yang sariawan. Sistem yang liberal ini belum bisa diberlakukan karena masyarakatnya pemamah. Negara harus mengubah sistem untuk melindungi warganya yang dibayang-bayangi terkaman para oknum pemilih yang bergigi taring dan buas. Pemilu harus dikembalikan kepada relnya, undangundang; peserta pemilu adalah partai politik, bukan caleg. Ini penting agar cost politik yang diongkosi negara tidak terlalu mahal dan begitupun para caleg tidak perlu membocorkan kantong tebal. Di sinilah peran negara ditunggu realisasi kewenangannya untuk memaksa warga untuk memilih agar tidak merencanakan tidak memilih untuk alasan yang tak masuk akal. Sebab di republik ini, gerakan tidak memilih bukan seluruhnya karena mereka golput (mengerti politik) melainkan tidak memilih lantaran tidak menerima MP (money Pada mulanya politics). Di sinilah membiarkan hal negara bisa menjerat kecil dan saat ini warga ancaman pimelenyapkan hal dana. Sejauh ini, warga besar serupa koruptor dan pengem- mengancam tidak datang ke TPS jika plang pajak kehendaknya tidak dipenuhi oleh calon tertentu. Pasti ini ancaman tidak berdasar dan karena itu negara layak berpartisipasi dalam mensukseskan pemilu. Regulasi ini mengefisiensi anggaran sosialisasi karena aturan telah memaksa warganya untuk hidup cerdas. Bahwa pada akhirnya akan tidak memilih, maka ketidakmemilihan ini dilakukan warga dari dalam bilik suara, bukan dengan model saat ini, tidak memilih dilakukan dari tempat yang jauh dari TPS, itu pun karena merasa “tidak diwongke” dengan cara membayarnya sebagai MP. Di Singapura, negara mengatur banyak hal seperti tidak boleh merokok di luar lokasi yang telah ditentukan. Begitu pula, di Negeri Singa ini juga mengatur di mana seharusnya seseorang meludah, menyeberang jalan dan membuang sampah. Sementara di negeri tercinta, sudah disediakan penyeberangan jalan malah memotong jalan, menikung di tempat yang tidak seharusnya. Ini memang soal kecil. Tetapi bila yang terkecil (tetapi penting) dibiarkan, pelanggaran terhadap hal besar pun juga dianggap kecil. Indonesia adalah contoh konkret yang paling kita tahu; pada mulanya membiarkan hal kecil dan saat ini melenyapkan hal besar serupa koruptor dan pengemplang pajak. Jika Indonesia ini masih bernama negara, maka seharusnya negara tidak diam tetapi melakukan inovasi yang dimulai dari hukum berikut penegakannya. Karena hukum yang terseok inilah negri ini tersungkur. =
Berita Utama
KORAN MADURA
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
2
KPK Pegang Slip Gaji Akil Mochtar Saat Menjadi Anggota DPR RI, Gaji Akil Mencapai Rp 40 Juta JAKARTA- Sekretaris Jenderal DPR RI Winantuningtyastiti kembali menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan suap penanganan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) dengan tersangka mantan Ketua MK Akil Mochtar. Kepada Pemberantasan Korupsi (KPK), Winantuningtyastiti menyerahkan sejumlah dokumen terkait Akil Mochtar. Salah satu dokumen yang diserahkan itu adalah slip gaji. “Saya nyerahin dokumen ya. Pengangkatan, pemberhentian, slip gaji dan penghasilan,” jelas Winantu usai jalani
pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta (Kamis 9/1). Winantun yang mengenakan baju batik bermotif cokelat tiba di Gedung KPK sekitar pukul 13.45 WIB. Dikatakan Tyas, pemeriksaannya berkaitan dengan tugas, pokok dan fungsinya (tupoksi) sebagai Sekjen DPR. “Iya tentu terkait dengan tupoksi saya,” tandasnya. Seperti diketahui, KPK menetapkan Akil sebagai tersangka terkait dugaan suap penanganan sengketa pilkada di Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Lebak, Banten. Akil dijerat dengan Pasal 12 huruf c, Pasal 6 ayat (2), Pasal 12B UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Belakangan dalam pengembangannya, KPK menambah pasal sangkaan dalam kasus Akil, yakni pasal dugaan penerimaan gratifikasi, Pasal 12 B Undang-Undang Pember-
antasan Tindak Pidana Korupsi. Akil diduga menerima pemberian hadiah terkait kepengurusan perkara lain di MK. Dia mengatakan seluruh dokumen tersebut berkaitan dengan kegiatan Akil selama menjabat sebagai anggota DPR. Ia pun enggan untuk menilai apakah ada hal yang mencurigakan dari dokumen-dokumen tersebut. “Yang menilaikan bukan saya,” jawabnya singkat. Winantu memaparkan bahwa selama menjabat sebagai anggota Komisi III DPR, gaji Akil mencapai 40 juta perbulan. “Gaji pokoknya ya Rp 4,2 juta periode kedua. Periode pertama Rp 3,1 juta. Yang lain-lainnya ya banyak. Tunjangan istri, tunjangan anak, tunjangan beras,” terangnya. = GAM
LEDAKAN DI ATM
Polres Razia Kendaraan Buru Pelaku
MALANG- Polres Malang merazia semua jenis kendaraan yang masuk wilayah Kabupaten Malang melalui sisi utara, barat, timur dan selatan, untuk memburu pelaku peledakan gerai anjungan tunai mandiri Bank Mandiri di Karangploso, Malang. Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta, Kamis, mengakui sejak terjadinya ledakan di Karangploso pada dini hari hingga kini, semua jenis
kendaraan yang keluar-masuk wilayah Kabupaten Malang dirazia. “Kami memang langsung menggelar razia semua jenis kendaraan di beberapa lokasi di wilayah Kabupaten Malang. Kami juga sudah mengerahkan seluruh polsek di wilayah Kabupaten Malang,” tegas Kapolres. Ia mengakui razia dan operasi semua jenis kendaraan yang keluar masuk wilayah Kabuapten Malang itu
untuk mengantisipasi pelaku yang berupaya meninggalkan Malang. “Hasilnya memang belum kita dapatkan karena razia masih terus berlangsung,” ujarnya. Adi mengatakan ke depan pihaknya akan terus memperketat pengamanan objek-objek vital, seperti perbankan, toko emas, tempat perbelanjaan umum serta area publik lainnya. Ia juga berharap pihak Bank Mandiri bisa mengungkap berapa pelaku yang datang sesuai hasil CCTV di dalam bilik anjungan tunai mandiri (ATM). Hingga kini, pihak kepolisian sudah memeriksa empat orang saksi mata dan mengamankan rekaman CCTV yang memantau kejadian di sekitar lokasi. Menurut Adi, aksi terorisme itu bisa saja terjadi di mana pun, tidak hanya terjadi di satu lokasi saja, tapi bisa terjadi di mana-mana. Oleh karena itu, jika ada oknum yang dicurigai melakukan aktivitas tertutup dan tidak bersosialisasi ke masyarakat, maka dipersilakan untuk dilaporkan ke Polri. ATM Bank Mandiri di Jalan Kertanegara Karangploso, Kabupaten Malang, Kamis dini hari, meledak, namun mesin ATM dan uang yang berada di box ATM senilai Rp470 juta lebih masih utuh, bahkan mesin ATM tak sedikitpun terbuka, meski kaca gerai hancur dan luluh lantak. = ANT/ENDANG SUKARELAWATI
KORAN PROBOLINGGO
MADURA
KORAN MADURA
Nasional
JUMAT 10 JANUARI 2014 JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III No. 0278 | TAHUN III
33
JELANG PEMILU 2014
KPU Optimis
JAKARTA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Pemilu 2014 di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (9/1). Rapat koordinasi ini dihadiri perwakilan kementerian, antara lain Kemenkopolhukam, Kemenkominfo, BPPN, TNI, Polri dan Bawaslu. Dalam Rapat tersebut, Ketua KPU Husni Kamil Manik menjelaskan tahapan kegiatan pemilu 2014, baik yang sedang maupun yang akan dilakukan KPU. Bahkan, Husni Kamil menargetkan angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2014 mencapai 75%. Ini merujuk pada data partisipasi pemilih pada tahun sebelumnya. Berdasarkan data, angka partisipasi pemilih pada pemilu 1999-2004 turun sebesar 7%. Sedangkan, pada pemilu 2004-2009, penurunan pemilih mencapai 13%. “Untuk tahun 2014 ditargetkan partisipasinya mencapai 75% baik Pileg maupun Pilpres. Jadi Pileg ditargetkan naik 5,77% dan Pilpres naik 3,36%. Itu penting, karena partisipasi pemilih pada Pemilu memang terus menurun di Pemilu 1999 partisipasi pemilih mencapai 93,30%, sementara tahun 2004 menurun 84,07% pada Pileg dan 77,44% di Pilpres, sementara di Pemilu 2009 partisipasi pemilih Pileg 70,99% dan Pilpres 72,56%,” tandasnya. Karena itu KPU melakukan upaya pendidikan pemilih agar penurunan bisa menjadi 17% dibandingkan Pemilu 2009 lalu. “Kalau kita pakai deret penurunan trennya 4%, kalau tidak dilakukan upaya pendidikan pemilih maka penurunan bisa jadi 17% dibandingkan Pemilu 2009,” katanya. Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Sutarman menyatakan siap untuk mengamankan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang. Pernyataan ini disampaikan mantan Kabareskrim tersebut di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta ratusan pimpinan Polri dan TNI. “Polri/TNI dan seluruh stakeholders siap mengawal Pemilu 2014 dan kami siap mengawal kepemimpinan saat ini hingga berakhir tahun 2014,” tegas Sutarman saat memberi sambutan Rapat Pimpinan TNI/Polri di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (9/1). = GAM
ant/prasetyo utomo
RAPIM TNI DAN POLRI. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) berfoto bersama Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (ketiga kanan), Kapolri Jenderal Polisi Sutarman (kedua kanan), KSAD Jenderal TNI Budiman (kanan), Menko Polhukam Joko Suyanto (ketiga kiri), Menko Perekonomian Hatta Rajasa (kedua kiri), Menko Kesra Agung Laksono (kiri) dan sejumlah perwira tinggi seusai memberikan pengarahan dalam Rapim TNI Polri di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta, Kamis (9/1). Rapim tersebut mengambil tema TNI dan Polri siap mengamankan Pemilu tahun 2014.
KPK Akan Mengusut Enam Hakim PN Bandung Diduga Terlibat Kasus Suap Perkara Bantuan Sosial
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima laporan soal enam hakim yang diduga terlibat kasus dugaan suap penanganan perkara bantuan sosial di Pemerintah Kota Bandung dari Komisi Yudisial. KPK pun berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut. Dari enam hakim yang dilaporkan itu, satu di antaranya adalah hakim Pengadilan Negeri Bandung Ramlan Comel dan mantan Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat Sareh Wiyono. “Yang saya laporkan tadi bersama surat terpidana tadi ada enam orang hakim,” kata Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial Eman Suparman kepada wartawan, setelah menyerahkan berkas laporan terse-
but kepada Ketua KPK Abraham Samad serta Deputi Penindakan KPK Warih Sadono di Jakarta, Kamis (9/1). Eman enggan menyebut nama hakim lain yang dilaporkannya itu. KPK, kata dia, ternyata sudah menelusuri dugaan keterlibatan sejumlah hakim terkait kasus dugaan suap penanganan perkara bansos Bandung tersebut. “KPK sendiri pada dasarnya sudah berjalan, ditambah lagi dengan informasi dari kami, jadi beliau-beliau sangat senang,” ujarnya. Menurutnya, laporan ini berdasarkan informasi yang disampaikan mantan hakim PN Bandung Setyabudi Tejocahyono. Setyabudi sendiri sudah divonis 12 tahun penjara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung pada 17 Desember 2013. Dia dianggap terbukti bersalah menerima suap terkait kepengurusan perkara bansos di PN Bandung. Kasus ini juga meli-
batkan mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada dan mantan Sekretaris Daerah Bandung Edi Siswadi. Eman memaparkan, hakim yang dilaporkannya ke KPK ini ada yang disebut namanya dalam surat dakwaan Setyabudi. Dalam dakwaan itu disebutkan, Setyabudi menjanjikan kepada Toto Hutagalung (orang dekat Dada) tidak akan melibatkan Dada dan Edi pada perkara bansos dan akan memutus ringan tujuh terdakwa kasus bansos tersebut. Biaya yang diminta Rp 3 miliar, untuk mengamankan di tingkat PN Bandung dan PT Jabar. Menurut dakwaan, di PN Bandung perkara ini akan diamankan Ketua PN Bandung Singgih Budi Prakoso. Singgih yang menentukan majelis hakim dan menunjuk Setyabudi sebagai Ketua Majelis Hakim itu disebut menerima uang 15.000 dollar AS. Singgih juga disebut men-
erima bagian dari Rp 500 juta yang kemudian dibagi-bagikan kepada tiga hakim yang menangani perkara bansos, yakni Setyabudi, Ramlan Comel, dan Djodjo Djauhari. Sementara di tingkat banding, pengamanan perkara ini diurus oleh Sareh Wiyono. Sareh diduga mengarahkan Plt. Ketua PT Jabar Kristi Purnamiwulan dalam menentukan anggota majelis hakim. Selanjutnya, anggota majelis hakim tersebut akan menguatkan putusan PN Bandung di tingkat banding. Untuk hal itu, Sareh disebut meminta Rp 1,5 miliar kepada Dada melalui Setyabudi yang disampaikan kepada Toto. Kristi kemudian menetapkan Majelis Hakim Banding perkara ini yang terdiri dari Pasti Serefina Sinaga, Fontian Munzil, dan Wiwik Widjiastuti. Toto lalu berhubungan dengan Pasti selaku Ketua Majelis Hakim. = GAM
4
KORAN MADURA
Nasional
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
Saatnya Monopoli Elpiji Dihapus Rizal: Buka Saja Biar Terjadi Persaingan yang Sehat JAKARTA-Pengelolaan energi saat ini sangat tidak sehat. Karena itu, sudah waktunya bagi pemerintah membuka kran pengelolaan Elpiji agar dikelola BUMN lainnya sehingga terjadi kompetisi. Karena selama ini hanya Pertamina saja yang memonopoli Elpiji. “Buka saja pengelolaan Elpiji ini untuk BUMN lainnya. Dengan begitu terjadi persaingan,” kata Pendiri Econit, Rizal Ramli dalam diskusi “Gas Alam Untuk Rakyat “ di Jakarta, Kamis, (9/1). Mantan Menko Perekonomian era Gus Dur ini membandingkan praktek monopoli jaman Soeharto. PT Telkom memonopoli soal telekomunikasi. Tapi begitu ada kompetitor harga tarif telpon menjadi murah. Menurut Rizal, sangat berbahaya mengelola negara dengan berdasarkan ‘The Economic of choise’. “Dulu, memaksa rakyat untuk menggunakan gas. Namun setelah memakai gas, malah dinaikkan seenaknya. Inikan saja
sama tidak memberikan Rakyat tak diberi pilihan,” tambahnya. Sekarang ini, lanjut Rizal, Elpiji itu sudah menjadi kebutuhan dasar rakyat. Karena itu harganya tidak boleh diserahkan pada mekanisme pasar. “Dirut Pertamina dan Meneg BUMN Dahkan Iskan, harus belajar lagi soal UUD. Mereka tidak memahami konstitusi. Jangan lagi pakai pendekatan komersil,” terangnya. Malah Rizal mempertanyakan soal kerugian yang diderita Pertamina. “Apa iya Pertamina rugi, buktinya mau bangun tower yang tingginya 530 meter, dengan tingkat 99 lain. Bahkan tower ini tertinggi nomor 5 di dunia,” paparnya. Sementara itu, anggota Komisi VII DPR, Efendi Simbolon menilai pengelolan Elpiji oleh Pertamina tidak transparan, termasuk juga masalah distribusinya. Akibatnya, masyarakat harus menanggung beban yang besar. “Masalahnya Elpiji sudah menjadi komoditi strategis,” ucapnya. Politisi PDI Perjuangan itu setuju dengan Rizal Ramli, ke depan tidak boleh ada lagi satu perusahaan yang hanya mengelola Elpiji. “Yang lebih aneh lagi, itu keuntungan Pertamina itu hanya dari Public Service Obligation (PSO). Jadi beda sekali dengan Pet-
ronasnya Malaysia,” ungkapnya. Dalam hal ini, kata Efendi, yang belum terungkap ke publik adalah soal hanky panky (aktifitas terselubung). Karena Pertamina pasti tidak secara tiba-tiba menaikkan harga. “Ada apa nih, ujug-ujug Pertamina menaikkan Elpiji saat mendekati Pemilu,” terangnya. Tidak Konsisten Sedangkan Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengkritik kebijakan pemerintah, khususnya Menko Perekonomian Hatta Radjasa yang dinilai tidak konsisten. “Hatta itu termasuk Menteri paling aneh,” tegasnya. Menurut Tulus, kebijakan energi harus dikelola secara tepat, karena kalau salah, maka akan mengakibatkan krisis energi. “Jadi harus hati-hati, benarn mengelolanya. Kita sepakat soal Elpiji itu jangann diusulkan pengelolaanya lewat pasar,” ujarnya. Mestinya, lanjut Tulus, gas alam cari (LNG) jangan terlalu banyak yang diekspor. Sehingga pemerintah bisa berhemat dalam penggunaan gas, misalnya untuk pembangkit listrik PLN dan transportasi. = GAM/ABD
ant/nyoman budhiana
PENGOPLOSAN ELPIJI. Polisi dari Polresta Denpasar memeriksa barang bukti ratusan tabung elpiji saat penggrebekan pengoplos elpiji di sebuah agen di Denpasar, Kamis (9/1). Polisi menahan 4 pelaku pengoplosan beserta barang bukti 200 elpiji 12kg, 1100 elpiji 3Kg dan alat pengoplos dari tabung 3Kg ke tabung 12kg.
SURVEI SOSIAL
41,1% Masyarakat Kecewa Kinerja Demokrasi JAKARTA-Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja demokrasi di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono makin melorot tajam. Berdasarkan Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), sebanyak 41,1 persen responden kurang puas terhadap demokrasi selama kepemimpinan SBY. “Sebesar 41,1 persen masyarakat menilai kurang puas. Ini juga dipengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintahan SBY yang tidak prorakyat,” kata SMRC, Saiful Mujani, saat paparan surveinya bertajuk ‘Refleksi Publik 15 Tahun Demokrasi Indonesia’ di Hotel Four Season, Jakarta Selatan, Kamis (9/1). Survei ini dilakukan pada tenggang waktu selama 19 hingga 27 Desember 2013 lalu. Survei ini melibatkan sebanyak 1.220 responden dengan metodologi wawancara yang
terlatih dan tatap muka. Sedangkan margin of error diperkirakan sebesar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih pada pemilu dan sudah berumur 17 tahun atau sudah menikah. Daru hasil survey disebutkan bahwa sebanyak 4,5 persen, masyarakat tidak puas sama sekali terhadap perjalanan demokrasi di era pemerintahan SBY. Sementara untuk tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan SBY, sebanyak 48,6 persen responden menyatakan cukup puas dan 2,8 persen responden menyatakan sangat puas. “Ini bisa menjadi cerminan bagi kinerja pemerintahan SBY bahwa tidak semua masyarakat puas atas kinerja SBY,” tegas Mujani. = GAM/ABD
SURVEI POLITIK
Rakyat Memilih Parpol yang Perhatian JAKARTA- Survei Indo Barometer menyebutkan bahwa sebanyak 26,6 persen responden memilih partai politik yang perhatian dengan rakyat. “Sesuai hati nurani dan suka dengan partai, masing-masing 11,3 persen,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di Jakarta, Kamis. Selain itu, menurut dia responden sebanyak 10,5 persen memilih partai berdasarkan agama, dan suka dengan tokoh partainya sebanyak 7,3 persen. Lalu sebanyak 6,5 persen responden memilih partai yang bisa membawa perubahan yang baik dan 5,6 persen memilih partai bebas korupsi. Dia menjelaskan dari hasil itu didapatkan bahwa PDI banyak dipilih sebagai partai yang perhatian dengan rakyat (57,6 persen), sesuai hati nurani (64,3 persen), suka dengan tokoh partainya (44,4 persen), bisa membawa perubahan lebih baik (62,5
persen), dan program visi-misi yang bagus (66,7 persen). PKB dipilih dengan alasan sebagai partai agama (61,5 persen) dan Gerindra dipilih dengan alasan suka dengan partainya (28,6 persen). Survei juga menghubungkan alasan responden memilih parpol apabila PDI Perjuangan mencalonkan Jokowi sebagai capres. Hasilnya 24,2 persen responden memilih partai yang dekat dengan rakyat, 12,9 persen suka dengan tokoh partainya, dan 9,8 persen sesuai hati nurani. Dalam kategori itu (PDI mencalonkan Jokowi), PDI Perjuangan dipilih dengan alasan dekat dengan rakyat (65,6 persen), suka dengan tokoh partainya (64,7 persen), sesuai hati nurani (76,9 persen), bisa membawa perubahan lebih baik (40 persen). Selain itu dipilih karena bebas korupsi (30 persen), dan suka dengan partainya (66,7 persen). = ANT/IMAM
KORAN PROBOLINGGO LINTAS NUSANTARA MADURA
KORAN MADURA
Ekonomi
JUMAT 10 2014 JANUARI JUMAT 10 JANUARI | No. 02782014 | TAHUN III No. 0278 | TAHUN III
55
BI RATE
Tetap 7,5 Persen
ant/yudhi mahatma
BI RATE PADA LEVEL 7,5 PERSEN. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo (tengah) didampingi anggota Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri), Halim Alamsyah (kedua kanan), dan Ronald Waas memaparkan hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (9/1). Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI rate) pada level 7,5 persen, dengan suku bunga lending facility dan suku bunga deposit facility tetap masing-masing 7,5 persen dan 5,75 persen.
Bentuk Anak Usaha, PT Pos Rambah Properti Akan Dimulai dengan Membangun Hotel JAKARTA-PT Pos Indonesia (Persero) mengumumkan akan melakukan ekspansi usaha di sektor properti melalui anak usahanya, PT Pos Properti Indonesia pada 2014 ini. PT Pos Indonesia telah mendapatkan izin pembentukan anak perusahaan bidang properti dari Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan. Izin ini tertuang di dalam Surat Menteri BUMN No. S-789/ MBU/2013 tanggal 27 Desember 2013 perihal Persetujuan Pendirian Anak Perusahaan Bidang Properti. “Dengan visi ‘Menjadi Perusahaan Pengembang dan Pengelola Aset Properti yang Profesional dan Andal’, PT Pos Properti Indonesia akan meramaikan bisnis properti di Indonesia,” ujar Manag-
er Public Relations PT Pos Indonesia, A Sofian dalam siaran persnya yang dikirim melalui surat elektronik, Kamis (9/1). Selain membidik bisnis properti, kata Sofian, gebrakan PT Pos di 2014 ada pada kegiatan peluncurkan E-Commerce Clearing House yang ditargetkan dapat mendongkrak kinerja pendapatan pada paket dan jasa keuangan. Sofian menjelaskan, latar belakang dibentuknya Pos Properti karena adanya perkiraan akan meningkatnya permintaan properti. “Pos Indonesia dituntut untuk lebih fokus dalam mengelola core business-nya, karena karakteristik properti berhubungan dengan kontrak, engineering, legal dan bisnis,” tuturnya. Namun, lanjut dia, komposisi aset perusahaan dalam bentuk properti yang relatif dominan dikhawatirkan dapat mendatangkan problem bila
tidak dikelola secara komersial. “PT Pos Indonesia tidak memiliki izin untuk mengelola dan mengembangkan bisnis properti,” ucap Sofian. Sofian mengatakan, sebaran properti milik Pos Indonesia dengan karakteristik dan lokasi yang berbeda, perlu adanya manajemen tersendiri dalam pengelolaan bisnis. “Setiap properti mempunyai uniqueness, sehingga perlu dipertimbangkan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing,” imbuhnya. Lebih lanjut Sofan memaparkan, saat ini PT Pos Properti Indonesia sudah memiliki tiga program pengembangan. Untuk program jangka pendek, perusahaan akan melakukan pengembangan aset potensial dengan cara pengembangan tersendiri. “Tahap awal operasional, PT Pos Properti Indonesia akan mengelola Graha Pos Indonesia
sebagai Building Management dan mendirikan dua unit hotel yang terletak di Jl. Pahlawan Bandung (eks Kantor Area V Jabar) dan Jl. Cihampelas Bandung (eks Mess Pos/KPC Cicendo),” katanya. Dia menambahkan, sejauh ini PT Pos Indonesia telah memberikan hak pengelolaan kepada PT Pos Properti Indonesia atas aset tanah di Jl. Pahlawan dan Jl. Cihampelas Bandung. Sedangkan untuk program jangka menengah, menurut Sofian, Pos Properti akan mengoptimalkan seluruh aset induk perusahaan. “Program jangka panjang, akan melakukan pengembangan aset-aset melalui kerjasama maupun pengembangan sendiri atau menjadi developer, pengembangan usaha property management untuk pasar internal, maupun eksternal,” katanya. = GAM
JAKARTA-Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) triwulan IV- 2013 Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 7,5 persen. Suku bunga Lending Facility tetap pada level 7,5 persen dan suku bunga Deposit Facility tetap pada level 5,75 persen. “BI menyakini kebijakan-kebijakan yang telah ditempuh sebelumnya akan mempercepat penyesuaian defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat dan mengendalikan inflasi menuju ke sasaran 4,5 plus minus 1 persen pada tahun ini,” ujar Gubernur BI Agus Martowardojo saat konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (9/1). Menurutnya, keputusan tersebut tidak lepas dari perkembangan perekonomian global dan nasional. Kebijakan ini termasuk dalam bauran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk memastikan bahwa tekanan inflasi tetap terkendali, stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga kondisi fundamentalnya, serta defisit transaksi berjalan menurun ke tingkat sustainable. = GAM
CADANGAN DEVISA
Cadev Indonesia Jadi US$99 Miliar JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia hingga Desember 2013 sekitar US$99 miliar. Nilai cadev tersebut mengalami peningkatan US$2,4 miliar dibandingkan posisi akhir November 2013 sebesar US$97,0 miliar. Menurut Direktur Departemen Komunikasi BI, Peter Jacobs, cadangan devisa itu mampu membiayai 5,6 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. “Nilai cadev ini berada di atas standar kecukupan internasional,” katanya. Lebih jauh kata Peter, Bank Indonesia memandang akumulasi cadangan devisa tersebut akan semakin memperkuat ketahanan sektor eksternal. Dikatakan Peter, meningkatnya jumlah cadangan devisa tersebut tidak terlepas dari respon kebijakan bank sentral untuk terus mengendalikan defisit transaksi berjalan menurun ke tingkat yang lebih sehat dan berkesinambungan, serta menjaga stabilitas nilai rupiah sesuai dengan kondisi fundamentalnya. = GAM
6
KORAN MADURA
Ekonomi
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
BANDAR UDARA
Pertamina Siap Layani Avtur Bandara Halim JAKARTA-PT Pertamina (Persero) siap melayani peningkatan konsumsi Avtur di Bandara Halim Perdana Kusumah yang akan resmi beroperasi untuk penerbangan komersial terhitung mulai 10 Januari 2014.
ant/yudhi mahatma
TOLAK UU MINERBA. Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan melakukan aksi damai menolak UU Minerba di depan Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (9/1). Mereka menolak rencana pemerintah menerapkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba) pada 12 Januari mendatang, karena akan berakibat PHK, terutama di perusahaan tambang seperti PT Freeport.
Tutup Celah Curang Aturan Minerba Legislator: Pemerintah Harus Konsisten dan Berani JAKARTA- Anggota Komisi VII DPR RI Dito Ganinduto mendesak Pemerintah untuk segera menutup celah kecurangan yang berpotensi muncul dalam peraturan pemerintah terkait dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. “Pemerintah harus konsisten dan berani menghentikan semua praktik-praktik kecurangan yang mencari celah-celah hukum dari UU Minerba,” kata Dito Ganinduto di Jakarta, Kamis. Untuk itu, menurut dia, perlu ada definisi dan pemahaman seluruh pemangku kepentingan di sektor pertambangan yang sama sehingga tidak terjadi multitafsir yang justru bisa makin memperumit permasalahan implementasi UU Minerba itu. Apalagi, lanjut dia, Pemerintah sendiri masih tidak tegas dalam memberikan batasan tentang jenis
dan klasifikasi mineral apa saja yang bisa diekspor. Ia berpendapat bahwa masih terdapat sejumlah pertambangan yang belum selesai membangun pengolahan mineral mentah sehingga Pemerintah berupaya membuat regulasi yang memungkinkan ekspor
Jangan sampai terjadi akal-akalan di level operator yang menjalankan UU Minerba. Semua peluang untuk itu harus ditutup rapat
Dito Ganinduto
Anggota Komisi VII DPR RI tetap dilakukan meski mineral belum terproses 100 persen. “Jangan sampai terjadi akal-akalan di level operator yang menjalankan UU Minerba. Semua peluang untuk itu harus ditutup rapat sehingga
target-target yang diharapkan tercapai,” ujarnya. Sementara itu, Asosiasi Tembaga Emas Indonesia (ATEI) menyetujui kadar pemurnian mineral di dalam aturan terkait dengan larangan ekspor mineral mentah yang telah dibahas bersama-sama antara pengusaha dan Pemerintah. “Pemerintah dan para pelaku usaha tambang menetapkan keputusan bersama untuk pengolahan konsentrat kadar 15 persen, pemurnian tembaga 90 persen, dan emas 99 persen,” kata Ketua ATEI Natsir Mansyur. Menurut dia, penetapan itu dinilai telah mengakomodasi kepentingan kontrak karya (KK), izin usaha pertambangan (IUP) dan izin usaha pertambangan khusus pengolahan pemurnian. Hal tersebut merupakan keputusan bersama yang diputuskan pada rapat tertanggal 8 Januari 2014 antara Kementerian ESDM, Kadin Indonesia, Asosiasi Mineral Indonesia (AMI), Asosiasi Tembaga Emas Indonesia (ATEI), PT Freeport, dan PT Newmont. = ANT/RAZI RAHMAN
Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan saat ini Bandara Halim Perdana Kusumah, dengan kode HLM, dilayani Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) yang memiliki kapasitas tangki penyimpanan sebesar 8.800 KL dengan 9 unit refueler. Sebelum beroperasi komersial, rata-rata volume penjualan Avtur Pertamina di HLM sekitar 100 KL per hari. “Apabila HLM sudah mulai beroperasi untuk penerbangan komersial maka permintaan Avtur di HLM diperkirakan akan meningkat secara bertahap mencapai 400 KL per hari. Peningkatan konsumsi tersebut dipastikan dapat dilayani Pertamina dengan baik, karena pada musimmusim haji DPPU Halim telah melayani penyaluran avtur sekitar 600 KL per
hari. Artinya, Pertamina sangat siap untuk antisipasi peningkatan permintaan Avtur di HLM saat beroperasi komersialnya,” tuturnya. Ali menambahkan stok Avtur untuk HLM didukung dari DPPU Pertamina di Cengkareng atau CGK. Stok Avtur di CGK dipertahankan pada level 108.000 KL sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 21 hari untuk tingkat konsumsi yang selama ini pada level 5.000 KL/hari. Ali menambahkan harga Avtur di HLM yang selama lebih banyak melayani penerbangan non reguler (charter flight), lebih tinggi dibandingkan dengan CGK sekitar Rp.600 per liter. Perbedaan harga tersebut karena adanya faktor biaya angkut dari DPPU CGK menuju DPPU Halim. = GAM
KUR BRI
Tembus Rp 87 T JAKARTA-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat, hingga akhir 2013 posisi Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI menembus Rp87 triliun dengan jumlah debitur mencapai 9,2 juta nasabah. “Dibanding November 2013, realisasi ini meningkat Rp2,4 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan BRI, Muhamad Ali di Jakarta, Kamis (9/1). Menurut Ali, realisasi ini disebabkan oleh akses nasabah yang semakin mudah, baik secara infrastruktur maupun administratif. “BRI sudah masuk ke jantungnya pengusaha mikro melalui Teras BRI di sentra-sentra perdagangan dan bisnis,” ucap Ali. Dia mengatakan, BRI akan terus memperkuat askes dan layanan kepada pengusaha mikro. “Misalnya, pedagang atau pengusaha kecil sekarang tidak perlu meninggalkan dagangannya. BRI akan melayani transaksi mereka secara langsung melalui electronic data capture (EDC),” katanya. Meski ekspansi KUR BRI agresif, namun menurut Ali, perseroan tetap mampu mengelola kualitas kredit. Hal tersebut tampak dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang sebesar 1,61 persen. = GAM
KORAN PROBOLINGGO
MADURA
KORAN MADURA
Budaya
JUMAT 10 JANUARI 2014 No. 0278 | TAHUN III
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
77
Sekuntum Senyum Bayang-bayang Cerpen: Musyfiq* Sebias asa kenikmatan hidup yang senantiasa menjadi bayang-bayang ilusi, hanya sebuah renungan dalam tapaktapak kehidupanku. Hidupku tak berarti lagi dan cita-cita yang aku gantung di impian tinggi, hanya kenangan yang tak ingin aku jadikan sejarah. Biar semua dihapus masa, tak sisakan asa dan citacita. Aku benci dengan berlalunya waktu dan kehidupan yang tak berarti.
H
aruskah aku sesali takdir Tuhan? Ratapanku hanya air mata, temanku hanya kesunyian dan keheningan yang dihiasi selimut dan bantal kegelisahan. Aku tidak ingin membisu di kamar kesedihan, aku ingin bebas terbang seperti burung. Tapi, mampukah aku membentuk cita-cita dan mewujudkan keinginanku? Itu hanya canda gurau kerisauanku untuk melahirkan kemauan hidup akan kesemangatanku yang kini melemah tak berdaya. Tapi, bisakah aku kembali menghirup kesegaran alam luar, jika kelumpuhan menyapa dalam hidupku? Sepertinya tidak mungkin, karena daging telah melambaikan perpisahan, menyisahkan tulang dan kulit sehingga aku hanya pasrah pada takdir. Tuhan maha sayang dan cinta pada hambanya dan aku yakin kelumpuhanku merupakan kasih sayang dan cinta yang dia tabur dalam kehidupan. Tidak mungkin aku salahkan tuhan dengan apa yang telah menimpaku. Ini adalah ujian dan cobaan dalam hidupku. jika aku mampu dan mensyukurinya,
maka aku akan bahagia di kehidupan yang kekal dan surga adalah tempat hidupku yang senantiasa mengalir ridha dan cinta tuhan. “Selamat malam sayang. Ini mama bawakan buah-buahan kesukaanmu!” di wajah ibu kepasrahan dan kesabaran senantiasa terlukis dalam senyum dan kecupan kasih sayang untukku. Tapi, aku merasa kehampaan mengiringi air matanya saat berlalu dari kamar kesedihanku. “Terima kasih, ibu. Dengan apa harus aku balas semua kebaikanmu, ibu?” adakah sisa air mata kebahagiaan untuk aku keluarkan dalam senyuman ibu? Aku tidak sanggup membauat sayap-sayap kebahagiaan dan aku ingin kematian menjemputku dengan senyuman ibu, karena hidupku ada dalam mati, hanya merepotkan ibu dalam kesedihannya. Maafkan aku ibu. “Kau karunia Allah dan hartaku yang harus aku jaga. Aku tidak ingin menemukan kepahitan dalam hidupmu, sayang. Buanglah semua kesedihan dan kerisauanmu dan ciptakan dalam hatimu dengan keyakinan, Allah senantiasa mencintaimu, sayang.” Ibu…. Ingin aku menggapaimu dan memeluk kasih sayangmu di setiap impian kehidupan yang hakiki dan senyummu ku biarkan lambang kebahagiaan yang menapaki, mendaki kasih Tuhan dan firmanfirman-Nya. Aku bahagia dengan air matamu yang mengalirkan ketenangan dan ketabahan akan kehidupanku yang tak karuan dalam masa depan. Aku sangat bahagia dengan senyummu, ibu. Tapi, aku rela membiarkanmu meninggalkanku dalam kesendirian yang hanya ditemani keheningan malam. Karena aku tahu, dalam hatimu ca-
haya Tuhan senantiasa bersinar. Dan engkau akan menangis dengan penuh isakan akan apa yang menimpaku dengan tangan mengadah dan berdo’a agar Tuhan menyembuhkan penyakitku. Aku tahu ibu, karena hatiku berbisik akan cinta yang dalam. *** Seperti inikah kehidupan yang harus aku jalani? Penuh keindahankah Tuhan menciptakan semesta ini? Lahirku hanya bagaikan boneka, tak bisa torehkan bianglala. Langit yang senyumkan biru laut, tidak seperti langitku yang putih kesedihan dan bumi yang dihiasi bermacam komunitas tak seperti bumiku yang layu akan masa yang tak bertepi, karena hidupku membisu dan tuli dengan berlalunya peradaban yang dirotasikan kehendak Tuhan. Mataku berkaca pada jendela dan mulutku menganga pada bayang-bayang, karena ingin menerobos dalam kamarku sehingga kutemukan bayang-bayang menari di amparan ruangan. “Siapa kau? Apakah kau mematian yang akan menjemputku?” ia kian lincah dalam tariannya. Aku tak mengerti. Tapi, aku akan bersyukur jika ia memang kematian yang akan membawaku ke sisi Tuhan. Aku merindukan Tuhan. “Aku adalah bayang-bayang kesabaranmu dan Tuhan mengutusku untuk senantiasa menemanimu dalam kesendirianmu. Maukah kau aku temani? Aku berjanji, kesepianmu akan aku ciptakan kebahagiaan” aku berfikir sejenak. Benarkah ia bayang-bayang kesabaranku? Aku tidak tahu. “Aku… aku mau kau temani. Tapi, benarkah kau bayang-bayang kesabaranku?” ia kian lincah dalam tariannya. Sepertinya aku melihat sekuntum senyumnya sambil mengeja kedipan mataku. “Iya…!” angguknya mantap. “karena kau menciptakan aku dalam kehidupanmu yang penuh kebahagiaan di atas sana” aku sangat senang mendengarnya.”dan aku akan membawamu ke alamku yang tidak semua manusia mengetahuinya” ia masih tersenyum sehingga merekah. Tapi, aku tidak mengerti. Benarkah ia memiliki alam? “Aku tidak mengerti maksudmu?” ia sedikit tertawa. Dan aku mencoba ikut-ikut tertawa walau aku tidak bisa mengartikan tawanya. ”Tahukah kau temanku? Bahwa sesungguhnya tuhan bersama
orang-orang yang sabar dalam ujiannya? Di situ alamku yang tidak diketahui oleh setiap manusia. Kebanyakan dari manusia tidak mengintip alamku, sehingga mereka kira aku tiada. Aku adalah kunci kesuksesan dunia akhirat. Tapi, di dalam diriku masih ada keikhlasan yang merupakan raja kunci. Kau memeliharaku sehingga aku hidup dalam dirimu”. Ada apa dengan senua ini? Apakah aku ada dalam alam tak sadar? Tapi, aku menikmati alam dunia. Aku tidak bisa menjangkau misteri-misteri yangg dicatat dalam kitabnya. Kelemahan dan dosadosa hatiku tidak bisa menyingkap rahasia Ilahi. Aku hambamu yang hina, hina di atas hina sehingga aku sadar hidupku hanya dosa. Ia tersenyum dan menghampiriku, seakan-akan ingin membelai rambutku yang tinggal dalam hitungan jari. “Jangan risaukan kehidupan ini. Yakini dalam hatimu, Allah Tuhan Maha Segalanya” aku mengangguk mantap dan lafadz Basmalah kulantunkan. “Aku kembali dulu ke alamku. Sampai jumpa wahai temanku!” ia lambaikan tangannya dan menghilang dalam jendela. Aku bahagia. Dalam malamku, aku masih memiliki teman yang membahagiakan sunyi sepiku. *** Malam-malamku senantiasa terisi dalam sekuntum senyum bayang-bayang. Ia ciptakan kebahagiaan dalam waktu yang kian berlalu. Aku merasa hidupku sempurna karena malamku senantiasa tercipta sayap-sayap kebahagiaan. Ia senantiasa memberikan inspirasi dan etos yang tinggi dalam hidupku yang kian masa, aku rasakan kedekatan dengan Tuhan. Sekuntum senyummu telah aku lukis dalam hati dan aku pahat dalan kenangan sehingga aku tak bisa melupakanmu. Aku ingin kau senantiasa bersamaku memberikan siraman rohani dan menyampaikan salam cinta untuk Tuhan. Selamat menempuh kehidupan sahabatku. Mataku tidak kuat lagi menahan rasa ngantuk membiarkan mata terpejam dan senyumku, aku haturkan untukmu. Sahabatku= *) Mahasiwa Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumenep, Pimred Buletin Celurit Kom. PMII STKIP PGRI Sumenep sekaligus Crew Majalah Retorika.
KORAN MADURA KORAN PROBOLINGGO 8 8
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
MADURA Oleh: Sumarwi*
SAJAK 1
Puisi
Perempuan yang datang dari arah mana itu, aku juga tidak mengenalnya. Seperti dalam prosa, dalam puisi, dalam drama, dalam dongeng tentang perempuan yang mencari kekasihnya. Entahlah apa kata mereka menafsirkannya. Perempuan itu seperti dalam mimpi. Membawakan sekuntum mawar putih. Menghiaskan dirinya seperti putri raja. Tak ada satupun yang berantakan dari tubuhnya. Dia sambil berkata, bunga ini untukmu yang sudah lama aku tanamkan. Jika kau mau ambillah di tubuhku. Namun, berucap mantra yang tuhan ajarkan padamu. Mantra itu sebagai penanda keberadaan aku dan kau sebagaimana ayah dan ibumu. Saat matahari merundung di sore itu. Sebagai upacara pernikahan. Waktu itu seperti cerita dalam kamar. Pintupintu, jendela-jendela mulai terbuka. Sebagaimana dirinya di saat itu. Karena hurufhuruf yang berpijar di mulutnya, membukakan lubang-lubang. Lubang mata, lubang hidung, lubang telinga, lubang mulut, lubang telaga, lubang-lubang yang dilihat oleh mata. Lubang rasa, lubang yang dilihat oleh rasa. Lubang hati pada pertemuan rasa. Perempuan datang dari arah yang tak kukenal seperti para penari. Menendangkan tubuhnya dengan irama purba. Tak ada bedanya saat para raja berpestapora seorang perempuan. Perempuan itu tubuhnya menggigil. Memercikkan mawar putih yang tumpah dari sekujur tubuhnya. Menteriakkan aksara pada lelaki. Aksara hati, aksara rasa, aksara tuhan yang diberikan pada lelaki. Waktu telah mengajarkan rasa. Waktu telah mengajarkan tuhan pada rasa. Pada lelaki. Seperti perempuan dalam mimpi. Lelaki itu telah sampai di ujung senja. Bulan merundung, jatuh di depannya. Sumenep, 14 Januari 2013
*) Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi PBSI STKIP PGRI Sumenep, Tinggal di Sumenep - Madura.
REDAKSI Menerima tulisan dalam bentuk opini (5500 karakter), Cerpen (5500 karakter), Resensi Buku (4000 karakter), dan Puisi (1500 karakter). Tulisan disertai pas foto dan data diri dikirim ke email opini.koranmadura@gmail.com Apabila terhitung dua minggu dari tanggal pengiriman tulisan belum dimuat, maka penulis berhak untuk menarik kembali tulisannya.
KORAN MADURA
SELASA 7 JANUARI 2014 No. 0275 | TAHUN III
JUMAT 3 JANUARI 2014 No. 0273 | TAHUN II
8 LINTAS JATIMJATIM Resensi BukuOPINI LINTAS
Belajar dari Bung Karno dan Pak Harto Oleh: Nursodik El-Hadee* Sudah saatnya kita bersiapsiap untuk memilah-memilih calon pemimpin kita hingga lima tahun mendatang. Pemimpin yang sejati seharusnya bisa mengendali-fungsikan pemerintahan dan warga negaranya untuk menuju suatu kesejahteraan bersama. Bukan pemimpin yang meraup kekayaan negara demi kepentingan politiknya sesaat. Disinilah Kepemimpinan seseorang dipertaruhkan.
P
emimpin ibarat seperti pilot yang akan mengudara dan mendarat, demi mengantarkan penumpangnya (rakyat), yakni untuk mencapai keselamatan dan kesejahteraan bersama. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya”. Maksud dari hadis tersebut, secara tidak langsung menyatakan bahwa kemajuan dan kemunduran suatu negara itu ditentukan oleh pemimpinnya, termasuk Indonesia. Dalam diskursus sejarah politik kepemimpinan di Indonesia, banyak hal yang sepatutnya menjadi sebuah kebanggan bangsa dengan memiliki dua tokoh pemimpin yang spektakuler dengan ajaran-ajarannya. Kedua tokoh ini adalah Ir. Soekarno dan H.M. Soeharto. Di era kepresidenan masing-masing, mereka menorehkan tinta emas dalam sejarah kebangkitan bangsa ini, terlepas dari segala kontroversi yang muncul dikemudian hari. Melalui buku karangan Suwelo Hadiwijoyo inilah akan lebih jelas diungkapkan mengenai ajaran-ajaran spektakuler Bung Karno dan Pak Harto. Menurut penuturan penulis, Bung Karno dan Pak Harto adalah dua sosok pemimpin yang berjiwa kepemimpi-
nan kuat. Salah satu bukti jasa-jasa yang diabdikan mereka, Contohnya, pada saat mereka menjabat menjadi presiden. Negara Kesatuan Republik Indonesia menajadi negara yang paling disegani oleh kelas dunia negara lain yang kemudian dijuluki sebagai Macan Asia. Hal inilah yang menurut Suwelo bahwa apa yang dilakukan Bung Karno dan Pak Harto untuk Indonesia kiranya layak untuk dicontoh oleh rakyatnya, terutama bagi kita sebagai calon pemimpin masa depan. (hal 8) Bung Karno merupakan tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan dan proklamasi, serta memiliki peran besar dalam perumusan dasar dan falsafah negara, Pancasila dan UUD 1945. Di bagian pertama buku ini dijelaskan sembilan ajaran dari Bung Karno yang ditanamkannya kepada diri bangsa ini, seperti Nasionalisme, Pancasila, Marha enisme,Antikolonialisme,Antielitisme,
Persatuan nasional, Berdikari (berdiri di atas Kaki sendiri), Ganyang Malaysia, dan Spritualisme. (hal 20-40). Ajaran demi ajaran bung Karno jika kita tarik ke masa sekarang, tentunya mengandung relevansi dengan realitas kekinian. Salah satunya Relevansi Ajaran Nasionalisme Bung Karno dengan saat ini. Adapun Nasionalisme yang diajarkan Bung Karno mengandung arti cinta dan bangga terhadap NKRI. Namun, dalam realitas saat ini, nasionalisme sepertinya menjadi sikap yang sulit ditemui, contoh sederhana saja kita melihat di zaman sekarang ini, banyak masyarakat lebih tertarik dengan produk-produk luar negeri dibandingkan produk asli mereka sendiri (dalam negeri). Mereka telah tercampuri budaya-budaya barat mulai dari cara berpakaian atau Fashion, bertutur sapa yang dicapuradukan dengan istilahistilah asing hingga ke gaya hidup yang kebarat-baratan. (hal 94) Sementara, di masa kepemimpinan Pak Harto, Indonesia berhasil menekan jauh inflasi yang semula membawa negara ini menuju keterpurukan. Selain itu, pembangunan besar-besaran dilakukan pada berbagai aspek sehingga Indonesia menjadi macan Asia yang disegani di dunia. Buku ini hadir untuk membawa kita mengenal kedua tokoh ini lebih dekat (hal.130) Lebih jauh, membaca buku ini seperti mengulas ajaran dan nilai-nilai yang mereka bawa dalam sepak terjang sebagai negarawan maupun kehidupan sehari-hari. Berbagai nilai tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap bangsa ini, seperti antikolonialisme dan antiimperialisme yang dicetuskan oleh Bung Karno, atau nilai-nilai hidup orang Jawa yang ditanamkan oleh Pak Harto, seperti “andhap asor kalawan rakyat”.Ajaran-ajaran spektakuler mereka seyogianya kita teladani pada masa sekarang agar bangsa ini bangkit dan mampu mengulang, bahkan melampaui, kejayaan masa lalunya. Selamat membaca! = *) Mahasiswa Penerima Beasiswa Santri Berprestasi Kemenag RI di IAIN Walisongo Semarang
KORAN MADURA
PEMIMPIN REDAKSI: Abrari (Non Aktif) WAKIL PEMIMPIN REDAKSI: Zeinul Ubbadi REDAKTUR AHLI: M. Husein REDAKTUR PELAKSANA: Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari SEKRETARIS REDAKSI: Benazir Nafilah ADMIN: Indriani Y Mariska PENATA LETAK/DESAIN GRAFIS: Ach. Sunandar, Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Khoiril Anwar, FOTOGRAFER: Mahardika Surya Abriyanto (Non Aktif) WEBSITE: Hairil Anwar BIRO SUMENEP: M. Hayat (Kepala), Syamsuni, Junaidi BIRO PAMEKASAN: G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Ali Syahroni BIRO SAMPANG: Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H BIRO BANGKALAN: Moh. Ridwan (Kepala), Doni Heriyanto BIRO SURABAYA: Hana Diman, Ari Armadianto, Joeli Hidayati BIRO PROBOLINGGO: M. Hisbullah H (Kepala), Sugianto, Mahfud Hidayatullah BIRO JAKARTA: Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy KONTRIBUTOR: FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia) PENERBIT: PT. Koran Madura KOMISARIS: Rasul Djunaidi DIREKTUR UTAMA: Abrari DIREKTUR KEUANGAN: Fety Fathiyah MANAJER PEMASARAN: Moh. Rasul ACCOUNTING EKSEKUTIF: Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim (Pamekasan), G. A. Semeru (Surabaya) ALAMAT REDAKSI: Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, e-mail: koranmadura@ymail.com, koranmadura@gmail.com, opini.koranmadura@gmail.com, http://www.koranmadura.com/ REKENING: BRI 009501000029560, NPWP: 316503077608000 CALL CENTER: Telepon/Fax (0328) 6770024, HARGA ECERAN RP 3.500, LANGGANAN RP 70.000.
WARTAWAN KORAN MADURA DIBEKALI ID CARD (KARTU PENGENAL) DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN BERUPA APAPUN DARI NARASUMBER
KORAN PROBOLINGGO
MADURA
Lintas Jatim
KORAN MADURA
JUMAT 10 JANUARI 2014 JUMAT 10No. JANUARI 2014| |TAHUN No. 0278 |IIITAHUN III 0278
OPINI 99
Pertamina Akan Sanksi Agen Nakal SURABAYA – PT. Pertamina Marketing Region V, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara akan terus memperketat pengawasan dan memberikan sanksi tegas terhadap agen yang melakukan pelanggaran mengenai harga jual maupun tindakan penimbunan yang akan berdampak pada ketersediaan Elpiji non subsidi 12 kilogram (kg) dan Elpiji subsidi 3 kg.
g. armadianto semeru/koran madura
MENGISI GAS. Karyawan Depot Elpiji 3 kg di Jalan Niam Barat, Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (9/1) mengisi gas untuk didistribusikan ke wilayah Surabaya dan sekitarnya.
“Sanksi kepada agen yang melanggar akan langsung dilakukan Pemutusan Hubungan Usaha," ujar Assisten Manager External Relation PT Pertamina MOR V, Heppy Wulansari, Kamis (9/1).
Sanksi awal berupa surat peringatan. Apabila surat tersebut diindahkan, Pertamina akan melakukan pemotongan alokasi. “Kalau ada yang menjual di atas harga ketentuan, kami akan mem-
PENGAMANAN
Polres Amankan ATM SURABAYA - Pasca terjadi ledakan di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri Jl. Kertanegara, Karangploso Kabupaten Malang Kamis (9/1) dini hari, Polrestabes Surabaya langsung mengamankan semua ATM yang berada di wilayah Surabaya. Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti mengatakan, upaya tersebut agar kejadian yang terjadi di Malang tidak terulang di Surabaya, yakni meningkatkan pengamanan di semua ATM yang jumlahnya sekitar 100 unit. "Sebenarnya selama ini kami sudah melakukan pengamanan secara rutin, namun untuk antisipasi halhal yang tidak diinginkan, maka pengamanan secara terbuka maupun tertutup kami tingkat," ujarnya kepada wartawan, Kamis (9/1) saat meninjau pengamanan ATM yang berda di Jl. Gubernur Suryo, Surabaya. Dia juga menambahkan, hal ini untuk memberikan
rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, saat melakukan tranksaksi di ATM yang berada di luar kantor Bank yang bersangkutan. "Pengamanan di Bank juga ada, namun peningkatan pengamanan kami fokuskan di ATM yang berada di luar kantor Bank," tambahnya. Sementara itu, Ferdy Gunawan, satu di antara nasabah Bank yang menggunakan ATM di Jl. Gubernur Suryo Surabaya mengatakan, dirinya merasa nyaman dan aman dengan adanya penjagaan polisi di ATM. Selama ini dirinya sering merasa khawatir jika melakukan transaksi di ATM, terutama pada saat malam hari. "Semakin aman, karena ada polisi yang jaga. Biasanya saya jika transaksi di ATM apalagi pada malam hari, pasti mengajak rekan untuk menemani. Jika dijaga seperti ini, kapanpun tanpa was-was tinggal mampir di ATM," ujar Ferdy. = E. HANA DIMAN
berikan sanksi,” ujarnya. Hingga kini, harga jual untuk tabung Elpiji kemasan 12 kg sebesar Rp 1.000 nett per kilogram. Dengan demikian harga per tabung Elpiji non subsidi 12
kg di tingkat agen di wilayah Jatim menjadi berkisar antara Rp 89.300,- hingga Rp 92.800,- (tergantung lokasi-red). Guna menghindari tindakan penimbunan yang berdampak
pada ketersedian Elpiji, lanjut Heppy Wulansari, Region V telah menyiapkan penambahan stock hingga 1,6 juta tabung Elpiji 3 kg sebagai antisipasi jika harus dilakukan operasi pasar maupun extra dropping. Penambahan stok tersebut diluar alokasi rata-rata kebutuhan elpiji Jatim yang mencapai 3.220 metrik ton (MT) per hari dan akan didistribusikan ke berbagai daerah yang mengalami kelangkahan. "Jadi kapanpun dan dimanapun terjadi kelangkahan, stok bisa dikeluarkan dan didistribusikan sesuai dengan kebutuhan," tegas Heppy. Ia berharap, jika ada masyarakat yang menemukan pelanggaran tersebut dapat melaporkan langsung kepada Pertamina melalui Contact Centre : 021-500000, SMS : 08159500000 dan email: ppc@pertamina.com. Menyoal perbedaan harga, ditambahkan Heppy, harga tertinggi diberlakukan untuk Kabupaten Banyuwangi karena jarak paling jauh dari supply point. Sedangkan untuk Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik dan sekitarnya berada di kisaran terendah. Sebelumnya, harga Elpiji 12 kg berada dikisaran Rp 75.100 hingga Rp 78.600. = G. ARMADIANTO SEMERU
GRATIFIKASI
Urusan Penghulu Segera Selesai SURABAYA - Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat menegaskan urusan penghulu yang belakangan menimbulkan polemik terkait dengan penerimaan dana gratifikasi, termasuk kekurangan tenaga di Kantor Urusan Agama (KUA) segera selesai. Februari mendatang sudah harus selesai sehingga nanti penghulu memperoleh kejelasan dalam melaksanakan tugasnya di lapangan dalam melayani umat, kata Bahrul Hayat di Surabaya, Kamis (9/1), seusai kunjungan kejanya ke Lamongan dan Gresik dalam kaitan sosialisasi pelaksanaan kurikulum 2013 dan penjelasan kebijakan kementerian tersebut dalam menyikapi persoalan penghulu. Kementerian Agama bukan hanya mengurusi penghulu, termasuk tenaga pembantu KUA di berbagai daerah seperti modim atau amil, yang banyak mengurusi kematian di daerah dan tempat lainnya. Penghulu sebagai ujung tombak di lapangan dari kementerian itu, termasuk amil, petugas masjid (merbot), ke depan harus mendapat perhatian. Karena itu
Bukan hanya penghulu, tetapi juga amil atau yang belakangan disebut sebagai P3N (pembantu pegawai pencatat nikah) harus diberi ketegasan, berapa dana honor yang harus diberikan,”
Bahrul Hayat
Sekjen Kementerian Agama pada pembahasan di awal Februari nanti dengan Bappenas, dan Kementerian Keuangan akan dibahas berapa dana operasional yang dibutuhkan bagi para tenaga penghulu dan pembantunya ke depan. “Bukan hanya penghulu, tetapi juga amil atau yang belakangan disebut sebagai P3N (pembantu pegawai pencatat nikah) harus diberi ketegasan, berapa dana honor yang harus diberikan,” katanya. P3N, yang dahulu direkrut kantor Kementerian Agama di kabupaten, sejak berlaku otonomi daerah
tidak mendapat perhatian, katanya. “Siapa sebetulnya yang harus memberi honor ketika mereka membantu penghulu. Untuk ke depan, status mereka harus jelas, diberi perhatian kendati besaran uangnya belum bisa diketahui. Tetapi, memadailah,” kata Bahrul Hayat. Terkait dengan regulasi honor atau dana operasional, agar ke depan penghulu tidak lagi diberi lebel sebagai penerima dana gratifikasi, menurut Bahrul Hayat, akan segera dikeluarkan keputusannya dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP). Bahrul tak mau menyebut berapa dana yang dibutuhkan bagi penghulu, tetapi yang jelas pembahasannya sudah terlihat titik menggembirakan. “Semua kebutuhan sedang dihitung,” katanya lagi. Mengenai imbauan agar KUA juga didukung dengan tambahan tenaga, Sekjen Kemenag itu mengatakan, pihaknya memang dalam merekrut tenaga memprioritaskan untuk kebutuhan tenaga guru, penghulu, penyulu dan dosen. Ini diprioritaskan karena tuntutan layanan masyarakat harus makin baik dari hari ke hari. = ANT/EDY SUPRIATNA SJAFEI
10
Lintas Jatim
KORAN MADURA
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
Tiga Indikasi Teroris Ledakan ATM
ant/ari bowo sucipto
LEDAKAN ATM. Sejumlah petugas Labfor Polda Jatim melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan di ATM Bank Mandiri Karangploso, Malang, Jawa Timur, Kamis (9/1). Radius ledakan yang diperkirakan mencapai 15 meter tersebut diduga akibat bom.
SURABAYA - Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur Kombes Pol Awi Setiyono menyebut tiga indikasi terkait adanya teroris di balik ledakan gerai anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri Karangploso, Malang. "Pelakunya memang belum tertangkap, tapi indikasinya mengarah ke aksi terorisme, yakni tidak ada korban tewas atau luka
dan tidak ada uang atau barang yang diambil, sehingga indikasi kriminalitas tidak terbukti," katanya ketika dikonfirmasi, Kamis (9/1).
Di sela-sela mendampingi Wakapolda Jatim Brigjen Pol Supradjo WS yang meninjau lokasi kejadian di Karangploso, Malang, ia menyatakan indikasi lain adalah bahan bom yang berdaya ledak rendah (low explosive), yakni belerang dan chlorat. "Tapi, indikasi-indikasi itu masih terus didalami, termasuk
apa yang menjadi target pelaku dari peledakan itu. Selama pelaku belum tertangkap, maka target dan jaringan dari pelaku juga sulit diketahui," katanya. Oleh karena itu, pihaknya berharap pelaku atau teroris di balik ledakan gerai ATM Bank Mandiri di Malang itu segera tertangkap. "Kami berharap pelaku ter-
ungkap dengan adanya CCTV yang telah disita," katanya. Hingga kini, Tim Labfor Polri Cabang Surabaya masih melakukan identifikasi di lokasi kejadian, termasuk dengan dukungan rekaman CCTV. "Kami juga sudah mengamankan beberapa brankas berisi uang yang ada di dalam box ATM," katanya. Selain itu, polisi juga memeriksa empat orang saksi mata yang mengetahui detik-detik sebelum dan sesudah gerai ATM Mandiri itu meledak. Keempat orang itu merupakan saksi mata yang mendengar ledakan serta melihat kepulan asap akibat ledakan. Ledakan gerai ATM Bank Mandiri di Jalan Kertanegara, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada Kamis dini hari, membuat bilik itu luluh lantak karena kaca bilik berhamburan hingga jarak sekitar 20 meter dari lokasi kejadian. Bahkan, sebagian serpihan kaca memenuhi ruko dan sebuah rumah makan yang tidak jauh dari lokasi kejadian, namun mesin ATM yang ada di dalamnya masih tetap utuh. "Ledakan terjadi sekitar pukul 02.30 dini hari," kata Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta. Selang beberapa saat dari kejadian, puluhan polisi dikerahkan untuk menyisir lokasi ledakan hingga radius sekitar 20 meter di kawasan pertokoan dan rumah makan serta area persawahan yang radiusnya mencapai 50 meter untuk menelusuri materi atau bahan ledakan. = ANT/EDY M YA'KUB
KAMPANYE KESELAMATAN
Polrestabes Surabaya Tindak Pelajar Bermobil SURABAYA – Program Our Students (SOS) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya terus mendapat apresiasi positif dari warga Kota Surabaya. Bahkan, program kampanye keselamatan berlalu lintas bagi pelajar tersebut akan dijadikan pilot project untuk daerah-daerah lain. Penindakan terhadap pelajar yang melanggar lalu lintas, Satlantas Polrestabes Surabaya kini tidak sekedar teguran simpatik, melainkan sampai menahan kendaraan mereka di Satpas Colombo. “Bagi pelajar yang mengendarai mobil namun tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM), untuk sementara mobilnya kami amankan di Satpas Colombo,”
ujar Wakasatlantas Polrestabes Surabaya, Kompol Made Danu, Kamis (9/1). Razia terhadap pelajar yang mengendarai mobil, merupakan rangkaian program Save Our Students (SOS) yang digagas sejak Oktober 2013 lalu dengan mengawali penindakan bagi pelajar yang mengendarai motor. Dalam razia tersebut, polisi menggelar di kawasan SMA Kompleks Surabaya, Kamis (9/1). Mobil-mobil pelajar yang terjaring oleh Satlantas Polrestabes Surabaya, mayoritas mereka yang mengendarai mobil seorang diri. Beberapa mobil yang berhasil diamankan seperti Toyota Rush, Honda Jazz, Suzuki Splash, dan Toyata Camry. Pelajar yang menggunakan
mobil ke sekolah, mengaku memang masih belum cukup umum untuk mendapatkan SIM A. Demikian diungkapkan Alda Yunalvita, pelajar kelas 10 SMAN 2 Surabaya. Alda mengaku masih berusia 16 tahun. Selama ini, lajut Alda, ia mengendarai mobilnya untuk berangkat sekolah. “Tidak ada yang mengantar ke sekolah, mau naik motor tidak boleh sama papa,” ujarnya. Untuk diketahui, peluncuran Program SOS tersebut tercermin dari banyaknya pelajar yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Sehingga program ini dilakukan untuk langkah antisipasi. Data Korlantas Mabes Polri menyebutkan jumlah angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia
cukup tinggi. Sementara angka kematian adalah tiga orang per satu jam. Ironisnya sebagian besar dari mereka adalah remaja usia produktif. Dalam pelaksanaan program SOS, Satlantas Polrestabes Surabaya bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Bentuk kegiatan dalam SOS, adalah Opera Wayang Polisi (OWP), merupakan bentuk kegiatan pendidikan lalu lintas melalui cerita atau kisah, yang diberikan pada anak-anak usia dini di tingkat Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, melalui media wayang golek. Kedua, Sosialisasi Etika berlalu lintas, dengan memberikan pendidikan dan pengetahuan etika berlalu lintas serta UU No 22
tahun 2009, tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Ketiga, Patroli Keamanan Sekolah (PKS) yakni pengawasan dan pemantauan dari tindakan-tindakan negatif yang terjadi di sekolah. Dengan mewajibkan seluruh anggota mengetahui aturan lalu lintas dan membantu polisi menjaga kelancaran lalu lintas. Keempat, Safety Riding, yakni memberikan pelatihan dan ketrampilan dasar berkendara mengemudikan kendaraan secara benar. Dan terakhir, Law Enforcerment, atau penindakan pelanggaran lalu lintas, melalui tindakan simpatif yang persuasive, serta dilanjutkan pada penindakan pelanggaran lalu lintas dengan tilang. = G. ARMADIANTO SEMERU
Lintas Jatim
KORAN MADURA
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
11
Media Pengaruhi Prilaku Anak SURABAYA - Pengamat media Sirikit Syah menilai media bisa memengaruhi perilaku anak, karena itu masyarakat diimbau untuk mewaspadai dampak buruk dari pemberitaan media. "Saya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap media yang dapat memengaruhi perilaku anak," katanya dalam Temu Jurnalis untuk Membangun Persepsi Sistem Penyelenggara Perlindungan Anak Jatim di Surabaya, Kamis (9/1). Dalam sesi tanya jawab dalam pertemuan itu, ia menambahkan pemberitaan di media sekarang ini masih belum memahami Etika Jurnalistik dalam pemberitaan Hak Anak serta dampak dari berita eksploitasi anak. "Saya berharap para jurnalis bisa peka terhadap norma masyarakat agar nantinya tayangan maupun tampilan di media tidak memberikan pengaruh buruk," kata Sirikit yang juga Direktur 'Sirikit School of Writing' itu. Menurut dia, pemberitaan terhadap eksploitasi anak bisa berakibat terhambatnya perkembangan psikis dan fisik dari seorang anak yang diberitakan oleh media tersebut. Selain itu, dapat juga berimbas pada "immune" atau tidak peka terhadap relasi yang sehat, seperti tindakan "bullying", pelecehan antarteman, hingga
TERBAKAR. Pabrik aspal di Desa Beringin Taman, Sidoarjo, Kamis (9/1) sore terbakar.
hilangnya kesopanan. Hal tersebut senada dengan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim, Sinung D. Kristanto, yang menyuarakan penderitaan dan harapan anak yang menjadi subjek pemberitaan di media. "Seharusnya, media tidak hanya memberitakan tentang kronologi maupun latar belakang si anak tersebut menjadi korban atau pelaku tindak kejahatan, tetapi bagaimana jeritan hati dan harapan ke depannya tentang anak itu," katanya. Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Unicef Jatim, Jateng, dan NTB, I Made Sutama, mengakui masyarakat sering mengamati isu anak dari aspek "perlindungan" (hukum/kasus), karena UU yang ada memang UU Perlindungan Anak. "Padahal, hak anak itu ada empat yakni hak hidup, hak tumbuh kembang, hak dilindungi, dan hak berprestasi. Hak hidup itu menyangkut kelahiran yang normal, ASI, imunisasi, dan semacamnya, sedangkan hak tumbuh kembang antara lain gizi, sekolah hingga universitas, dan semacamnya," katanya. = ANT/FIQIH ARFANI/LAILY WIDYA A.
e. hana diman/koran madura
KEBAKARAN
Pabrik Aspal di Sidoarjo Terbakar SIDOARJO – Sebuah pabrik aspal di Desa Beringin Taman, Sidoarjo, Kamis (9/1) sore terbakar. Uci saksi mata mengatakan kobaran api terlihat di area perkampungan warga pukul 15.38 WIB. “Kobaran api dengan cepat berubah, mulai kecil jadi besar,” ujarnya. Lokasi PT. Aspalindo yang memproduksi aspal tersebut tidak jauh dari sebelah barat Jembatan Layang Trosobo. Se-
dangkan, Nur Kamila saksi mata lainnya mengatakan, cuaca mendung disertai angin kencang membuat kobaran api keberakan pabrik tersebut semakin membesar. “Api semakin membesar pukul 16.05 WIB,” ujarnya. Dua unit mobil pemadam kebarakan dikerahkan untuk memadamkan kebakaran tersebut. Dampak kebarakan tersebut sempat membuat lalu lin-
tas di sekitar Jembatan Layang Trosobo tersendat dua arah, baik arah Surabaya maupun Sidoarjo. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui apakah terdapat korban jiwa dan besar kerugian akibat kebakaran tersebut. Kapolsek Taman, Kompol Edi Siswanto saat dihubungi Koran Madura, belum berhasil dimintai keterangan. = E. HANA DIMAN
ant/asep fathulrahman
PROTES LISTRIK MATI. Sejumlah murid SD Negeri 2 Kota Serang membentangkan poster saat unjuk rasa mengeluhkan gangguan listrik di sekolah mereka di Serang, Banten kemarin. Mereka memprotes seringnya listrik mati saat hujan dan buruknya kualitas trafo sehingga kerap meledak dan mengacaukan suasana belajar.
12
Lintas Jatim
KORAN MADURA
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
KBS
Mana Ada Singa Mati Kecelakaan SURABAYA - Ketua DPRD Kota Surabaya M. Machmud menyatakan oihaknya tidak mempercayai hasil investigasi Pemerhati Satwa Singky Soewadji jika kematian singa di Kebun Binatang Surabaya pada Selasa (7/1) akibat kecelakaan, bukan pembunuhan. "Saya tidak percaya, mana ada singa bunuh diri dengan sempurna. Kebanyakan itu pemain di KBS," kata M. Machmud melalui pesan black berry, Kamis (9/1). Menurut dia tidak ada orang luar yang berani mendekati singa dan juga mengetahui posisi kandang singa. "Malam hari singa tidur, tidak mungkin meronta-ronta sehingga terjerat keling. Mana logikanya," katanya. Saat ditanya jika kecelakaan itu akibat birahi, Machmud mengatakan itu hanya alasan saja. "Jangan mendahului hasil kerja polisi. Jangan mempengaruhi kerja polisi dengan mengatakan itu kecelakaan," katanya. Selain itu, lanjut dia, ironisnya pihak manajemen Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS hanya diam saja. "Jika pelaku ditangkap dia harus dikurung dulu di kandang singa
itu duluan," katanya. Pemerhati satwa Singky Soewadji menyatakan berdasarkan hasil investigasinya bahwa kematian singa di Kebun Binatang Surabaya akibat kecelakaan bukan pembunuhan. "Hasil investigasi saya hari ini di KBS, dengan melihat dan mempelajari TKP serta mencermati lingkungan dan hasil otopsi, maka kesimpulan saya singa yang bernama Michael usia 2,5 tahun adalah akibat kecelakaan," katanya. Ia memperkirakan secara kronologis, singa saat itu dalam kondisi hiper aktif karena di depan kandangnya ada kandang Harimau Putih betina sedang dalam masa birahi. "Tanpa disadari gerakan singa yang diluar kebiasaan ini menarik tali baja untuk pembuka pintu kandang yang seharusnya dibuat pada posisi di luar kandang," katanya. Sehingga baja yang tertarik oleh singa pada saat kejadian membuat leher singa tersangkut saat melakukan gerakan yang sama dan berakibat fatal sehingga terjerat dan mati. = ANT/ABDUL HAKIM
ant/eric ireng
SATWA KOLEKSI KBS. Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) berada di salah satu kandang di Kebun Binatang Surabaya (KBS).
g.armadianto semeru/koran madura
BERSAMA KELOMPOK PKK. Zainal Arifin (baju hijau,kiri) bersama ibu-ibu kelompok PKK di Tambak Langon, Surabaya.
Kenaikan Elpiji 12 Kg Mengancam UMKM SURABAYA - Dampak kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg berimbas kelangsungan usaha mikro kecil menengah di Kota Surabaya. Zainal Afirin, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kecamatan Tambak Osowilangun, mengatakan kenaikan elpiji yang dibarengi tarif dasar listrik (TDL) mengancam kehidupan usahanya. “Kami mulai melakukan efisiensi, di antaranya dengan mengurangi bahan baku dan menaikkan harga jual sekitar 10%,” ujarnya saat ditemui di rumahnya di kawasan Tambak Langon, Kamis (9/1). Selain itu, lanjut Zainal, dirinya
berusaha bertahan dengan beralih ke elpiji tabung 3 kg atau bersubsidi. Jika tidak beralih maka beban operasional yang bakal ditanggung menjadi berat. Sejauh ini, ia berusaha tidak sampai gulung tikar. “Prinsipnya saya berusaha keras agar tetap bertahan,” jelasnya. Pemerintah memang telah menurunkan kenaikan hanya menjadi Rp1.000 per kg. Namun, kenaikan tersebut tetap dirasa memberatkan karena bersamaan dengan kenaikan TDL, dan Upah Minimum Kota (UMK).
Industri kerajinan kerupuk yang ia geluti sejak lima tahun tersebut terpukul karena kenaikan harga elpiji tersebut. Oleh karena itu, ia berharap perhatian pemerintah kota (pemkot) Surabaya. “Pemerintah bisa menambah modal UMKM agar tetap bertahan,” pungkasnya. Koreksi harga gas Elpiji 12 kg oleh Pertamina juga berdampak terhadap pada meruginya agen Elpiji di Surabaya. Pemilik berhadap Pertamina dapat mengganti kerugian juta rupiah yang mereka derita. Pasalnya, mereka membeli gas itu setelah Pertamina menetapkan harga Rp 117 ribu per tabung pada 1 Januari lalu. = G. ARMADIANTO SEMERU
MINUMAN KERAS
Penjual Cukrik Maut Surabaya Dicokok Polisi SURABAYA - Upaya kepolisian untuk memburu penjual minuman keras (miras) oplosan jenis cukrik yang menewaskan empat warga Menanggal Surabaya, Rabu ( 8/1) akhirnya membuahkan hasil. Dua penjual miras maut tersebut, Kamis (9/1) dicokok petugas kepolisian dari Polsek Gayungan Surabaya. Mereka adalah Hayati (40) penjual miras di Pagesangan yang dibeli para korban, serta Atim warga Kedurus Surabaya, tempat Hayati biasa 'kulakan' cukrik.
Kanitreskrim Polsek Gayungan, AKP Sukoco, kepada wartawan kemarin mengatakan, kedua tersangka kini sedang menjalani pemeriksaan maraton di ruangan penyidik. Ada dua tersangka yang kami amankan. "Kami sudah mengamankan dua orang. Keduanya adalah penjual. Seorang adalah penjual cukrik yang kemarin, seorang lagi tempat kulakannya," ungkap Sukoco. Hayati sendiri mengaku terkejut karena cukrik yang dijualnya telah memakan korban jiwa. Ia
... Keduanya adalah penjual. Seorang adalah penjual cukrik yang kemarin, seorang lagi tempat kulakannya,”
AKP Sukoco
Kanitreskrim Polsek Gayungan mengaku mengetahui hal tersebut dari polisi. "Saya ditemui polisi kemarin,
hari Rabu. Baru diberitahu kalau ada yang mati gara-gara cukrik yang dibeli di tempat saya," ceritanya dengan nada lirih. Hingga berita ini ditulis, keduanya masih menjalani pemeriksaan. Seperti yang kami beritakan sebelumnya, empat warga Menanggal Surabaya tewas akibat mengkonsumsi miras oplosan jenis cukrik. Mereka adalah Hendri alias Timun (35) dan Edi Siswanto alias Ambon warga Menanggal V, Deni alias Agus dan M Rofik Fitrianto (32) warga Menanggal gang Sawo.
Mereka meninggal dunia setelah pesta miras selama dua hari sejak mulai hari Sabtu sampai Senin. Sampai pada Selasa (7/1), mereka tak sadarkan tidak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit Islam Surabaya. Sebenarnya, korban bisa diselamatkan jika tidak terlambat dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan pertolongan intensif dari rumah sakit. Namun karena penanganannya terlambat nyawa mereka melayang. = E. HANA DIMAN
KORAN PROBOLINGGO
LINTAS13 JATIM 13
Probolinggo
MADURA
KORAN MADURA
JUMAT JANUARI 2014
JUMAT 10No. JANUARI 2014| |TAHUN No. 0278 |IIITAHUN III 0278
PENDIDIKAN
KORBAN INSIDEN
PROBOLINGGO - Banyak cara untuk menggali dan bakat para generasi bangsa. Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Madrasah Diniyah (KKMD) Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Rencananya, KKMD akan menggelar lomba pemilihan pidato cilik (pildacil) pada 11 Januari mendatang."Pildacil itu nanti akan digelar di salah satu pondok pesantren," ujar salah seorang anggota KKMD setempat, Muhammad Rasid kepada wartawan, Kamis (9/1). Menurut dia, meski pildacil yang diadakan KKMD tidak seheboh seperti di TV, namun cukup mendapatkan respon positif dari kalangan masyarakat. Itulah sebabnya, ia berharap agar pemerintah daerah juga mendukung giat tersebut."Target kita menggali bibit bakat yang dimiliki oleh masyarakat," tandasnya. Rosid menjelaskan, di Kecamatan Wonomerto itu banyak potensi yang dimiliki oleh masyarakat. Namun, minimnya perhatian pemerintah menjadi salah satu kendala. "Makanya KKMD mencari terobosan untuk mewadahi mereka," katanya. Untuk memeriahkan giat tersebut, imbuh Rosid, KKMD rencananya juga akan mengundang seluruh caleg yang ada di dapil 1 (kecamatan Sukapura, Bantaran, Wonomerto, Kuripan dan Sumber). "Giat seperti ini hampir setiap tahun kita lakukan. Namun obyek kegiatannya berbedabeda,"pungkasnya. = MUHAMMAD SUGIANTO
PROBOLINGGO - Korban insiden kecelakaan di jalan raya desa Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo bertambah. Dari 18 orang yang meninggal, kini ditambah satu orang lagi yang meninggal dunia. Korban bernama Ny. Minah alias Mulyono asal warga desa Muneng, Kecamatan Sumberasih. Korban meninggal saat menjalani perawatan intensif di rmah sakit Syaiful Anwar, Malang. "Korban meninggal tadi malam," ujar seorang tetangga korban, Yusup kepada wartawan, Kamis (9/1). Menurut dia, korban mengalami luka parah dibagian kepalanya saat kecelakaan itu terjadi. Karena kondisi korban cukup parah, pihak keluarga langsung membawanya ke rumah sakit Syaiful Anwar, Malang. Namun korban bernasib malang. Setelah menjalani perawatan, iapun menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit. "Korban menjalani operasi dibagian kepalanya. Namun korban tidak tertolong dan meninggal di rumah sakit," kata tetangga korban lainnya, Sholeh. Sholeh menjelaskan, kini korban insiden Tongas yang meninggal dunia menjadi 19 orang. Sementara itu, berdasarkan data, sejumlah korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit Probolinggo. "Jumlah korban semua 31 orang. Sisanya sampai sekarang masih dirawat di rumah sakit," timpal Sholeh. Pantaun di lapangan. meninggalnya Ny. Minah alias Mulyono membuat keluarganya berduka. Bahkan, para pelayat yang datang silih berganti. Baik keluarga maupun para tetangga. = MUHAMMAD SUGIANTO
KKMD Gali Potensi Generasi Bangsa
Satu Orang Meninggal Dunia
m. hisbullah huda/koran madura
UNJUK RASA. Ratusan buruh bentor berujuk rasa di Mapolres Kabupaten Probolinggo karena kerap ditilang dan disita polisi, Kamis (9/1).
Buruh Luruk Mapolres Kerap Ditilang dan Disita Polisi
PROBOLINGGO - Ratusan buruh becak motor (betor) Kabupaten Probolinggo, berunjuk rasa di depan Mapolres, Kamis (9/1). Mereka protes karena bentor kerap ditilang dan disita polisi. Pak Man (48), buruh bentor asal Kecamatan Pajarakan, mengaku bentornya sering diangkut ke mobil polisi. Padahal, buruh bentor bekerja untuk mencari makan. "Ini masalah makan. Saat parkir saja, bentor kami dibawa," ujarnya. Buruh bentor lainnya yang ikut berunjuk rasa, Saleh (45), asal Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, meminta polisi agar bentor
tidak disita. Dia dan buruh bentor lainnya siap mengurus izin, bahkan sanggup mengurus izin meski tiap bulan atau tiap tahun. Sementara koordinator aksi, Samsi, menjelaskan bahwa penghasilan buruh betor Rp 25-30 ribu,hari. Karena itu, dirinya meminta dewan segera membuat perda terkait persoalan itu. Menanggapi hal itu, Lukman, seorang anggota dewan, men-
gungkapkan membuat raperda itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kalau bertentangan dengan aturan lainnya, perda malah tak bisa dibuat. Ia lalu meminta mereka menyampaikan aspirasi ke dewan pusat agar UUnya bisa direvisi. Sementara itu, Kapolres Probolinggo, AKBP Endar Priantoro, menegaskan tetap melarang betor beroperasi. “Keberadaan betor melanggar UU No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dn angkutan jalan. Apalagi, betor menghambat lalu lintas,”pungkasnya. = M. HISBULLAH HUDA
KONDISI JALAN
Tiga Titik Jalur Pantura Rawan Kecelakaan PROBOLINGGO - Demi menjaga keselamatan jiwa pengendara motor Satlantas Polres Probolinggo mengimbau agar lebih berhati-hati dalam melintasi Jalur Panturan Dringu - Paiton. Terutama di tiga titik jalur, diantaranya jalan Tamansari Dringu, Kebon Agung Kraksaan, Randu Merak Paiton, dikarenakan minim penerangan dan berlubang. Menurut Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Warih Hutomo, mengatakan jalur tersebut memang sering terjadi kecelakaan lalin terutama di tiga titik. Ketiga
titik ruas jalan banyak berlubang ketika hujan, sehingga menimbulkan genangan air. Untuk ruas jalan Kebon Agung Kraksaan, condong lurus dan minimnya penerangan jalan ketika malam hari. Bahkan pengendara yang melintas banyak yang melakukan pelanggaran dengan menerobos marka jalan. “Ketidak waspadaan dan kecerobohan pengendara lalu lintas banyak ditemukan di lokasi jalan itu. Sehingga, tak jarang peristiwa laka lantas sering terjadi di sepanjang jalur itu,” katanya kepada wartawan, Kamis (9/1).
Melihat situasi seperti itu, pengendara harus tetap lebih berhati-hati,”
AKP. Warih Hutomo Kasatlantas Polres Probolinggo
Menurutnya, jalur yang dinilai sering menimbulkan korban kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalan raya Randu Merak Paiton. Karena struktur
jalannya lurus, sehingga banyak pengendara yang memicu kecepatan kendaraann yang dinaiki. “Meski jalur dinilai lurus dan sepi akan kendaraan. Namun kecepatan pengendara jika melintasi jalur itu tetap harus melaju dengan kecepatan yang relatif normal,” terang AKP. Warih Hutomo. Sumber Data Satlantas Polres Probolinggo, lanjut AKP. Warih Hutomo, sepanjang bulan Januari ini kecelakaan yang terjadi di jalur pantura Dringu – Paiton, yakni satu kasus kejadian di jalan Randu Merak. Pemicunya karena
sopir pengedara mengantuk. “Kalau kondisi tubuh kita tidak fit, diharapkan jangan berani mengemudikan sepeda. Karena bisa berakibat fatal dan bisa memicu terjadinya kecelakaan,” tandasnya. Pihaknya berharap, agar pengendara motor selalu waspada dalam mengendarainya, dan mematuhi rambu rambu lalu lintas. Meski jalan dinilai sepi dan lancar dari arus kendaraan. “Melihat situasi seperti itu, pengendara harus tetap lebih berhati-hati,” harap AKP. Warih Hutomo. = MAHFUD HIDAYATULLAH
14
Probolinggo
KORAN MADURA
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
Penderita DBD Terus Meningkat Terutama di Wilayah Dataran Rendah PROBOLINGGO - Kasus penyakit Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Ptrobolinggo terus mengalami peningkatan yang relatif tinggi. Penyakit ini disebabkan virus gigitan nyamuk Aides Aigepty. Sumber data Dinas Kesehatan kabupaten Probolinggo, tingginya pengidap penyakit DBD untuk Januari-Desemeber tahun 2012 sebanyak 56 orang. Sedangakn Januari-Desember tahun 2013 berjumlah 134 orang. Menurut Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Endang Astuti melalui Kasi Pengendalian Penyakit Menular, Wiwik
Yuliati mengatakan, tahun 2013 kemarin jumlahnya terus meningkat. Bahkan kenaikannya sekitar 65 persen dibanding tahun 2012 kemarin. “Yang terseerang penyakit DBD di Kabupaten Probolinggo, mengalami lonjakan. Sedangkan dalam 1-9 Januari 2004 penderita DBD mencapai 3 orang ,” katanya kepada wartawan, Kamis (9/1).
Menurutnya, penederita penyakit DBD menyerang wilayah dataran rendah. Jumlah angka penyakit DBD yang paling tinggi berada di daerah Kecamatan Paiton, Maron, Leces, Tongas, Kraksaan dan Krejengan. Daerah tersebut dinilai tergolong padat. Sehingga reaksi penyebaran penyakit sangat cepat, “Tingkat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat rendah. Karena kebersihan lingkungan adalah faktor yang paling dominan dalam mencegah berkembang biaknya nyamuk Aides Aigepty,” terang Wiwik
Yuliati. Selain itu, wiwik juga menyarankan kepada masyarakat agar lebih menjaga lingkungannya dengan melakukan budaya 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) benda-benda yang mudah menyimpan sisa air hujan, seperti botol kaleng platsik serta menyeterilkan saluran air dari genangan air hujan. “Sisa air hujan tidak tergenang dalam tempat. Sehingga nyamuk tidak mudah untuk bersarang dan bertelur,” tandasnya. Ia menambahkan, DBD merupakan jenis yang digolongkan penyakit yang mudah menular
dan ganas yang tidak menutup kemungkinan penderitanya akan meninggal dunia jika lambat penangannya. Karena virus penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini menyerang sel darah merah atau trombosit. “Biasanya tanda-tanda penyakit ini, penderita mengalami nyeri dibagian tubuh, demam tinggi. Bahkan mereka juga tidak jarang akan mengalami pendarahan melalui jalur hidung dan telinga yang diserta dengan demam yang tinggi,” pungkas Wiwik Yuliati. = MAHFUD HIDAYATULLAH
PENERTIBAN BALIHO
Camat Kraksaan Arogan PROBOLINGGO - Baliho bergambar Calon Legislatif (Caleg) DPR RI di turunkan secara paksa oleh pihak aparat Satpol PP Kecamatan Kraksaan. Pasalnya, baliho milik Mukhammad Misbakhun dari Partai Golkar nomor urut 5 terletak di jalan raya panglima Sudirman depan toko Diva Swalayan. Anehnya, penurunan baliho itu atas perintah camat Kraksaan M Yasin."Saya hanya di perintahkan oleh pak camat, untuk menurunkan Balihonya Misbakhun,"jelas Hariyono aparat Satpol PP Kecamatan Kraksaan. Untuk Baliho caleg lainnya, pihak Camat tidak menurunkan. Malahan, oleh camat Kraksaan di biarkan menjamur di Kota Kraksaan."Untuk yang lainnya tidak ada perintah,"akunya. Camat M Yasin saat di hubungi via selulernya, terdengar nada tidak aktif. Bahkan, ketika di sambangi ke kantor kecamatan. Ternyata, M Yasin tidak ada di lokasi. Secara terpisah, Ketua Panwaskab Kabupaten Probolinggo Wiwit, mengaku heran dengan sikap camat Kraksaan yang sok pahlawan."Padahal, hasil kesepakatan rapat, paling Akhir
pada Minggu (12/1) sampai pukul 00.00,"sebut Wiwit. Wiwit mengaku, kalau kesepakatan rapat bersama pada Kamis (8/01) yang juga di hadiri oleh pimpinan partai Politik di Kabupaten Probolinggo, penurunan baliho bergambar caleg itu di serahkan kepada partai masing-masing hingga pukul 12.00 malam di hari Minggu ini."Kalau sudah hari Seninnya, baru kita yang akan bergerak dengan Sat Pol PP,"tukasnya. Untuk itu, Wiwid menduga, kalau Camat M. Yasin tidak mengerti tentang kesepakatan yang telah di tandatangani oleh beberapa undangan yang hadir saat itu."Besok (Hari ini) panwas akan mengklarifikasi ke camat Kraksaan,"ujarnya. Lebih jauh, ia miminta kalau saat penurunan Baliho bergambar Mukhammad Misbakhun itu, pihaknya sempat menghubungi Kasat Pol PP Kabupaten Probolinggo Arruman."Kasat Pol PP Kabupaten, juga tidak memerintahkan ke Sat Pol PP Kecamatan Kraksaan untuk menurunkan Balihonya Pak Misbakhun. Ini masalahnya, ada di Camat Kraksaan,"pungkas Wiwit = M. HISBULLAH HUDA
DITURUNKAN. Baliho Caleg yang diturunkan sepihak oleh aparat Satpol PP Kabupaten Probolinggo.
m. hisbullah huda/karan madura
m. hisbullah huda/koran madura
DIAMANKAN. Enam pelaku judi togel yang berhasil dimankan petugas Polres Probolinggo Kota, Kamis (9/1).
PENYAKIT MASYARAKAT
Polisi Tangkap Enam Pelaku Judi PROBOLINGGO - Polres Probolinggo Kota kini lagi gencar berburu pelaku judi. Tak peduli apa bentuk permainannya, kalau memang melanggar hukum langsung disikat. Seperti akhir pekan kemarin, enam orang pelaku judi berhasil diamankan. Mereka ditangkap secara terpisah dengan kasus yang berbeda. Demikian disampaikan, Kapolres Probolinggo Kota, AKBP. Iwan Setiawan, kepada sejumlah wartawan, Kamis (9/1). AKBP. Iwan Setiawan, merinci kasus judi togel yang berahasil dimankan, diantaranya, kasus judi kupon putih (togel) ada enam pelaku. Yaitu Asan, (52), warga Dusun Polay Desa Sumendi Kecamatan Tongas Kabu-
paten Probolinggo. Dia dibekuk petugas di rumahnya. Barang buktinya dua lembar kupon togel dan uang Rp 142 ribu. Lalu, Sulastri (30) warga Jalan Ikan Paus Kelurahan Mayangan Kota Probolinggo Dari tangannya barang bukti yang diamankan empat buah HP Nokia, dua kupon togel, dua kertas rekapan togel, serta uang Rp 21 ribu. Kemudian, Imam Siswanto (50) warga Jalan Anggerk Kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo ditangkap petugas Polsek Kademangan. Barang buktinya adalah tiga lembar kertas bertuliskan nomor togel, 1 unit HP Nokia berwana hitam putih, dan uang Rp 28 ribu.
Selanjutnya, Sugianto (35) warga jalan Sunan Kudus Kelurahan Sumbertaman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. Barang bukti yang diamankan, berupa 1 unit HP Nokia 1208, Kasiono (54) warga jalan Flamboyan Kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Barang bukti yang disita, berupa 1 unit HP Cross, 1 lembar kertas judi togel, dan uang sebesar Rp.59 ribu. “Perburuan terhadap pelaku judi akan terus dilakukan. Pokoknya apapun semua bentuk perjudian itu, akan kami libas. Tak peduli apa bentuk judinya, yang jelas akan kami sapu bersih,”pungkasnya. = M. HISBULLAH HUDA
KORAN OLAHRAGA PROBOLINGGO MADURA
15 Olahraga 15 KORAN MADURA
KAMIS 9 JANUARI 2014 No. 0277 | TAHUN III
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
Xabi Alonso Bertahan di Madrid
LIONEL MESSI menghindari jegalan pemain Getafe pada leg pertama babak 16 besar Copa del Rey. Laga ini menandai kembalinya Messi setelah dua bulan dibekap cedera. Messi mencetak dua gol dalam laga yang berlangsung di Camp Nou ini.
Messi Kembali, Barca Pesta Gol BARCELONA - Lionel Messi menandai kembalinya ke lapangan hijau lewat lesakan dua golnya ke gawang Getafe dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Copa del Rey. Berlaga di Camp Nou, Rabu (8/1) waktu setempat atau Kamis (9/1) dini hari WIB, Barca menang besar atas sang lawan dengan skor 4-0. Atas hasil ini, satu kaki “Blaugrana” pun telah dijejakan di perempat-final karena hanya membutuhkan hasil imbang tanpa gol atau minimal kalah 0-3 saat menjalani leg kedua di markas Getafe. Messi masuk menggantikan Andres Iniesta pada menit ke-64 dan mencetak dua golnya pada menit-menit akhir pertandingan. Sementara, dua gol lainnya dilesakan oleh Cesc Fabregas. Sebelumnya, Messi telah absen membela Barca selama dua bulan karena cedera yang didapatnya pada November lalu. Striker asal Argentina ini pun merasakan telah mengalami kemajuan cukup baik ketika menjalani latihan bersama tim. Ia juga mengungkapkan sudah tidak merasakan rasa sakit pada otot pahanya
yang menjadi sumber masalah. “Ketika Anda menginjakan kaki di lapangan, keadaannya akan sangat berbeda. Secara fisik, saya merasa baik dan tidak merasakan gangguan pada otot saya,” ujar Messi yang absen selama 59 hari. “Saya berhasil melalui ini semua dengan baik dan sekarang sayang termotivasi untuk mejadikan tahun ini sebagai tahun yang hebat,” sambungnya.
Karier Messi seperti dalam skrip film. Ketika Anda berpikir ia akan jatuh, maka ia mencetak dua gol hanya dalam waktu dua atau tiga menit. Messi melesakan gol perdananya tahun ini pada menit ke-90 lewat sepakan dari dalam kotak penalti usai memanfaatkan umpan silang Martin Montoya. Hanya selang dua menit, pemain 26 tahun ini mencatatkan namanya di papan skor stelah tendangannya yang yang diawali dengan dribel
menawan, berhasil menaklukkan kiper Getafe Codina. “Karier Messi seperti dalam skrip film. Ketika Anda berpikir ia akan jatuh, maka ia mencetak dua gol hanya dalam waktu dua atau tiga menit. Pertandingan hari ini seperti rangkuman dari kariernya di Barcelona,” ucap pelatih Barca Gerardo Martino mengomentari kembalinya pemain bintangnya itu. Disaksikan hanya sekitar 39.229 penonton dari 100.000 kapasitas stadion, Fabregas membuka keunggulan Barca ketika laga baru memasuki menit kesembilan. Umpan silang Pedro sukses disambar dengan tandukan keras oleh sang gelandang. Getafe memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-33. Berawal dari tendangan bebas Lafita yang disambut oleh Rodriguez, tetapi masih bisa diselamatkan oleh kiper Barca Jose Pinto. Tuan rumah baru bisa menggandakan keunggulan di babak kedua. Pada menit ke-63, Barca mendapatkan penalti setelah Pedro diganjal bek Getafe, Valera, ketika tengah mengejar si kulit bundar. Fabregas yang tampil sebagai eksekutor dengan tenang merobek gawang Godina untuk kali kedua. =espn/aji
MADRID - Gelandang bertahan Real Madrid Xabi Alonso memperpanjang kontraknya bersama klub itu selama dua tahun dan akan tinggal di Santiago Bernabeu hingga 2016 mendatang. Gelandang Tim Nasional (Timnas) Spanyol ini batal hengkang dari klub bertabur bintang tersebut, menyusul kontraknya yang akan habis pada Juni nanti. Alonso sebelumnya dikabarkan akan hijrah ke Chelsea untuk reuni dengan mantan pelatihnya di Madrid Jose Mourinho atau ke jawara Liga Serie A Italia, Juventus. Tetapi Alonso akhirnya lebih memilih bertahan dengan “Los Galacticos”. Pihak klub tidak memaparkan secara detail soal nilai dari kontrak baru ini. Alonso menjadi salah satu pemain kunci Madrid sejak bergabung dari Liverpool pada musim 2009-2010. Dia sudah tampil
sebanyak 204 kali bersama klub tersebut dan meraih satu gelar juara La Liga. Sedangkan bersama Timnas Spanyol, mantan pemain Real Sociedad ini sudah meraih dua gelar juara Piala Eropa dan satu Piala Dunia. =espn/sky sports/aji
Manchester City Hampir Pasti ke Final MANCHESTER - Manchester City hampir pasti melaju ke final Piala Liga Inggris setelah melibas West Ham United enam gol tanpa balas pada semifinal leg pertama di Etihad Stadium, Rabu (8/1) malam waktu setempat atau Kamis (9/1) dini hari WIB. Pada leg kedua di kandang West Ham nanti, Citizen hanya butuh hasim imbang untuk bertempur di Wembley di partai puncak. Kemenangan dengan skor sangat mencolok ini sekaligus semakin menegaskan keangkeran Etihad. Tidak seperti rival sekota Manchester United yang telah takluk lima kali di Old Trafford, City menjaga kehormatan di depan para suporternya dengan memenangi seluruh laga kandang. Musim ini, City tercatat memenangkan 12 laga kandang dan mencetak 92 gol dari 31 pertandingan di semua level kompetisi.
Namun, arsitek City Manuel Pellegrini enggan bersikap jumawa atas hasil yang diraih timnya tersebut. Ia mengaku tetap waspada dan serius dalam menatap leg kedua nanti. “Kami belum sampai ke final tapi memang sangat dekat. Sangat penting untuk melanjutkan cara kami bermain pada laga ini di seluruh kompetisi,” ujar mantan pelatih Real Madrid dan Malaga itu. Alvaro Negredo mencetak trigol pada laga itu. Sementara Edin Dzeko membuat dua gol, dan satu gol lainnya dari Yaya Toure. Kekalahan tersebut semakin memberikan tekanan kepada pelatih West Ham Sam Allardyce. Sebelumnya, “The Hammers” diluar dugaan harus takluk lima gol tanpa balas dari tim Divisi Championship Nottingham Forest di ajang Piala FA pada akhir pekan lalu. =espn/aji
16
KORAN MADURA
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
KORAN MADURA
Olahraga
XABI ALONSO BERTAHAN DI MADRID 16 | OLAHRAGA
MANCHESTER CITY HAMPIR PASTI KE FINAL 16 | OLAHRAGA
Lionel Messi menandai kembalinya ke lapangan hijau lewat lesakan dua golnya ke gawang Getafe dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Copa del Rey. Berlaga di Camp Nou, Rabu (8/1) waktu setempat, Barca menang besar atas sang lawan dengan skor 4-0
MESSI
TELAH KEMBALI
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
16
KORAN MADURA
JUMAT
10 JANUARI 2014 No. 0278 | TAHUN III
BISNIS HERBAL BIKIN KANTONG TEBAL
N
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
MEMBENTENGI DIRI DENGAN BELA DIRI
O
17
Taneyan Lanjang Lahan Produktif Tergerus Perumahan D | SUMENEP
AWAS, MADURA DIINCAR TERORIS! G | PAMEKASAN
Lagi, TKI Meninggal di Malaysia
ali syahroni/koran madura
J | SAMPANG
MANDEK: Suasana di salah satu titik Pelabuhan Branta Pesisir. Pelabuhan yang diproyeksikan menjadi pelabuhan barang dan penumpang itu masih belum dioperasikan.
Bocah 2,5 Tahun Kecanduan Rokok K | BANGKALAN
NETER KOLENANG Aisyah Febriyanti
PAMEKASAN– Pelabuhan Rakyat di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, masih belum dioperasikan, padahal sudah menghabiskan biaya Rp 100 miliar. Sampai saat ini, pelabuhan itu masih digunakan sebagai dermaga tempat berlabuhnya perahu-perahu nelayan setempat dan jadi tempat bongkar muat ikan. Semestinya, pelabuhan yang pengerjaannya sudah dimulai sejak 2003 silam itu digunakan sebagai pelabuhan barang dan penumpang. Seharunya sudah beroperasi sejak 2012 lalu sesuai perencanaan yang telah ditetapkan pemerintah. Namun hingga saat ini, pelabuhan tersebut masih belum bisa difungsikan sebagaimana peruntukannya. Bahkan di beberapa bagian sudah mengalami kerusakan. “Memang kesannya adalah pelabuhan ikan. Sebab meski ada lahan yang konon rencananya akan dijadikan sebagai
Pelabuhan Rakyat Lumpuh Rp 100 M Terbuang Sia-sia terminal barang, sampai saat ini juga dibiarkan mangkrak dan menjadi tempat menjemur jaring atau ikan hasil tangkapan nelayan,” kata Lukman, warga di sekitar pelabuhan. Ia mengaku tidak mengerti penyebab belum beroperasinya pelabuhan tersebut sesuai rencana semula. Padahal seandainya benar-benar dioperasikan, ia
yakin pelabuhan itu akan menjadi salah satu jalur yang akan digunakan oleh masyarakat menuju sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Probolinggo, Pasuruan, dan Situbondo. Beberapa waktu lalu pernah diuji coba jalur PamekasanProbolinggo melalui pelabuhan tersebut menggunakan Express Bahari. Sayang kurang menda-
patkan respon dari masyarakat karena tarifnya terlalu mahal, saat itu sebesar Rp 125 ribu perorang. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Branta Pesisir, Suko mengatakan pengerjaan proyek pelabuhan itu sudah selesai, tinggal pengerjaan gudang barang dan lampu penerang. Sampai saat ini pelabuhan itu belum diserahterimakan kepada pemda. Sehingga segala perawatan dan perbaikannya bukan tugas Penyelenggara Pelabuhan Branta. Nanti pelabuhan tersebut akan berfungsi sebagai pelabuhan umum. Semua jenis kapal dengan ukuran 8000 hingga 10.000 DWT bisa bersandar di pelabuhan tersebut. Jika hal itu benar-benar terlaksana, maka fungsi pelabuhan itu akan cukup penting, karena akan menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat. =ali syahroni/muj/rah
Orang Tua Segalanya
18 B
KORAN MADURA
KORAN MADURA
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
Sumenep
JUMAT 10 JANUARI 2014 No. 0278 | TAHUN III
LIAR: Sejumlah perumahan yang baru didirikn di sebelah barat Terminal Arya Wiraraja, Kelurahan Kolor, Kecamatan Kota. Pembangunan tersebut tidak mengantongi izin dari BPPT Sumenep.
Lahan Produktif Tergerus Perumahan BPPT: Kita Sudah Panggil Sebanyak Tiga Kali SUMENEP – Lahan produktif yang dialihfungsikan menjadi perumahan semakin merajalela. Tengok lahan pertanian di Kelurahan Kolor Kecamatan Kota Sumenep yang semakin menyempit, diganti menjadi perumahan. Di sebelah utara Terminal Arya Wiraraja, sudah terdapat tiga proyek perumahan baru yang sedang digarap.
Tiga perumahan baru tersebut dibangun di atas kawasan hijau. Di lahan tersebut dilarang didirikan bangunan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Badan Pelayanan Perizina Terpadu (BPPT) Sumenep menyebutkan, perumahan baru tersebut di bangun di atas lahan pertanian. “Ini yang perlu diperhatiakn oleh para pegembang perumahan (developer). Pasalnya, setiap bangunan yang didirikan di lahan pertanian melanggar peta tentang RTRW,” kata Kepala BPPT Heri Poernomo. Pihaknya mengaku sudah memanggil
pihak pengembang perumahan yang baru tersebut. Hanya saja ketika dimintai untuk mengurus izin operasional mendirikan bangunan, tak kunujung diindahkan sama pihak pengembang. “Kita sudah panggil mereka sebanyak tiga kali. Jadi para pengembang perumahan sudah mendata surat teguran atau peringatan (SP) dari BPPT. Hanya saja, SP yang dikeluarkan oleh BPPT hingga kini belum juga direspon oleh pihak pengembang. Padahal ini sudah SP yang kali ketiga,” ungkap Ipung. Di Sumenep itu, terang Ipung, ada sejumlah pengembang yang nakal. Indikasinya, mereka membangun terlebih dahulu bangunan atau gedung meski belum mengurus atau mengantongi surat izin. Setelah banguan itu didirikan, pengembang lantas mengurus izin pada BPPT, padahal belum tentu izin itu bisa dikeluarkan. “Lantaran pemanggilan ini merupakan SP yang kali ketiga, kami tidak segansegan untuk menutup atau membongkar paksa bangunan yang sudah didirikan tersebut. Sebab, bangunan yang didirikan di atas lahan pertanian itu sudah melangar perda. Kita kasih toleransi waktu 15 hari bagi pengembang dari sekarang untuk mengurus izin,” gertak Ipung.
Namun Ipung memastikan kalau terkait pembongkaran, BPPT tidak bisa bergerak sendiri. Sebab masih ada pihak yang lebih berwenang untuk urusan itu. Yakni ada tim khusus kabupaten yang dinamakan Tim Penataan dan Penertiban Perizinan yang dikomandani Asisten III. Sementra Kasi Ops Satpol PP Moh Saleh mengatakan, bangunan yang didirikan di sebelah barat Terminal Wiraraja ditengarai sebagai pembangunan perumahan. Sebab jika bangunan tersebut untuk rumah, tipe dan bentuknya tidak sama dengan perumahan. Pelanggaran yang dilakukan oleh pengembang perumahan, menurut Saleh terdapat dua hal yakni tidak megantongi izin dan melanggar RTRW. “Melanggar RTRW itu sudah jelas sesuai informasi yang diterima dari bagian RTRW yang mengatakan kawasan perumahan yang baru itu merupakan kawasan hijau,” ujar Saleh. Lantaran masuk kawasan hijau, lanjut Saleh, praktis bangunan itu sudah melanggar RTRW. Nah persoalannuya saat ini, di atas lahan terlarang itu sudah kadung didirikan bangunanan. Sehingga, SAtpol PP juga harus berkoordinasi terlebih dahulu untuk menghentikan kegiatan tersebut dengan Tim Kabupaten. =ALI RIDHO/MK
ali ridho/koran madura
UNIVERSITAS WIRARAJA
Demonstran Menerima Ancaman SUMENEP – Mahasiswa yang melakukan demonstrasi menuntut perubahan sistem paket ke SKS di Universitas Wiraraja, beberapa waktu lalu, menerima ancaman dari pihak rektoran. Sebagian demonstran sudah menerima surat peringatan (SP) dan sebagian masih dikabarkan akan menerima SP. Demikian disampaikan Ahmad Zainullah, salah satu korlap aksi. Namun, dirinya mengaku tidak takut untuk dikeluarkan dari kampus, dengan syarat rektoran mengubah kebijakan tersebut. “Tetapi jika kami keluar tanpa ada garansi dari Unija, ini kan tidak etis,” ujarnya, Kamis (9/1). Selain itu, sebagian demonstran yang ikut melakukan demo saat hendak membayar SPP tidak diberi keringanan. Harus membayar utuh Rp 1 juta. “Padahal janji Rektor bahwa siapapun mahasiswa yang merasa tidak mampu maka buat surat pernyataan untuk menyicil. Tetapi apa buktinya, itu hanya cara licik Rektor saja untuk menggelabui kami,” kecamnya. Sementara Rektor Universitas Wiraraja Sumenep Alwiyah enggan memberikan klarifikasi terkait ancaman tersebut. “Besok aja kalau hendak konfirmasi ya di kantor,” ucapnya singkat kepada Koran Madura saat duhubungi via telepon, Kamis (9/1). =SYAMSUNI/MK
Sumenep
KORAN MADURA
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SUMENEP
Mengucapkan
SELAMAT DAN SUKSES Atas Dilantiknya Kepala Dinas Perhubungan Drs. Mohammad Fadilah, M.Si
”Semoga bisa Mengemban Amanah dan Tanggung Jawab, Serta Mempererat Persatuan dan Kebersamaan, untuk mewujudkan masyarakat Sumenep Sejahtera, Makmur, dan Bersahaja dengan SUPER MANTAP”
C 19
D 20
Sumenep
KORAN MADURA
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
PUPUK BERSUBSIDI
Anggota Gapoktan pun Kesulitan SUMENEP - Langkanya pupuk bersubsidi akhir-akhir ini makin meresahkan petani. Sebab, warga yang tergabung dalam kelompok tani pun tidak gampang untuk mendapatkan pupuk, walaupun masing-masing kelompok tani sudah mendapat jatah. Ahmad Wardi, warga Dusun Congka, Desa Gilang, Kecamatan Bluto mengaku sangat geram. Meski dirinya tercatat sebagai anggota kelompok tani, untuk mendapatkan pupuk sangat sulit. Menurutnya, pupuk lebih banyak disalurkan oleh agen tidak resmi. “Sekarang ini, pupuk sulit sekali didapat sekalipun oleh orang macam saya yang menjadi kolompok tani, sebab mungkin ada permainan di tingkat agen atau apalah namanya di atas sana” ujar Wardi, Kamis (9/1). Sementara pohon jagung mulai menguning karena belum dipupuk. Katanya, bila tidak segera diberi pupuk daun jagung akan terlihat makin menguning. “Bila terus berlarut-larut dan kita tidak mendapatkan pupuk, maka kalaupun nanti berbuah, jagungnya tidak besar dan tidak lebat” keluh pria jangkung ini. Rahem, anggota kelompok tani di Kecamatan Manding, juga mengungkapkan kelangkaan pupuk. “Kami sudah beberapa kali
datang ke kios pupuk hanya selalu tidak ada. Padahal, jatah untuk poktan itu sudah dikirim ke kios sampai dua kali. Jadi, ini sangat aneh. Kemana pupuk itu, kalau tidak ditimbun,” katanya. Selain ditimbun, pupuk diduga dijual ke kelompok lain dengan harga yang lebih mahal. “Kami menduga ada permainan di kios. Kalau tidak ditimbun ya dijual ke kelompok lain dengan harga yang lebih tinggi,” tudingnya. Ia mengungkapkan, setiap musim tanam, kelompok taninya yang beranggotakan 20 orang membutuhkan pupuk sebanyak 4 ton. Namun hingga saat ini, baru terpenuhi 3 ton. “Kalau ini kondisi kelangkaan pupuk ini dibiarkan, petani bisa terancam gagal panen, karena tanamannya mati kekurangan pupuk,” keluh Rahem. Kepala Bidang Sumber Daya dan Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) Sumenep, Qurratul Aini, membantah dugaan tersebut. “Gak
PUPUK BERSUBSIDI LANGKA. Petani menebar pupuk urea yang dicampur Fospat (SP-3) saat melakukan pemupukan padi, beberapa waktu lalu. Saat ini, petani kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.
mungkin kios berani menimbun. Itu kan sudah ada RDKK-nya. Penebusan pupuk pasti berdasarkan RDKK. Tidak bisa sembarangan. Lagi pula kan kios perlu uangnya berputar. Kalau ditimbun kan jadi mandek,” katanya. Dia mengungkapkan, kemungkinan yang terjadi di kios adalah telah habisnya jatah pupuk untuk kelompok tersebut, mengingat tahun 2013 terjadi realokasi pupuk bersubsidi. “Dengan realokasi itu
kan terjadi penurunan jatah pupuk bersubsidi. Otomatis makin jauh dari kebutuhan, sehingga di kios sering terjadi kekosongan pupuk,” ujarnya. Apabila kios berani melakukan penimbunan pupuk bersubsidi itu, telah menghadapi risiko besar, salah satunya menurut Qurratul Aini, kemungkinan kios tersebut akan berhadapan dengan penegak hukum. “Ini kan pupuk bersubsidi yang su-
dah ada alokasinya. Tidak bisa begitu saja memindah atau menyimpannya. Itu termasuk pidana. Bisa dijerat KPK nanti,” tandasnya. Selama satu minggu terakhir, masyarakat yang mendapatkan pupuk dari agen tidak resmi harus membayar antara Rp 120.000 hingga Rp 135.000 per setengah kuintal. Padahal seharusnya harga sebenarnya adalah Rp 90.000. =JUNAEDI/BETH/YAT
PNS TERLIBAT NARKOBA
PEREDARAN NARKOBA
Kepulauan Jadi Atensi BNK Disdik: Kami Belum Mendapatkan Laporan SUMENEP – Sejumlah daerah di kepulauan menjadi atensi Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sumenep. Sebab, kepulauan dianggap paling rawan menjadi tempat beredarnya barang haram itu. Indikasinya, banyak pelaku yang diamankan tim Satreskoba Polres berasal dari kepulauan. Ketua BNK Sumenep, Soengkono Sidik, menjelaskan, daerah yang paling rawan menjadi tempat peredaran narkoba salah satunya Kecamatan/ Pulau Arjasa dan Kecamatan/Pulau Sepudi. Dua pulau tersebut menjadi target utama BNK. ”Kami terus menggenjot pengawasan ke sejumlah daerah di kepulauan,” katanya. Wakil Bupati Sumenep ini menjelaskan, daerah kepuluan sangat besar potensinya untuk menjadi tempat peredaran narkoba dibandingkan daerah daratan. Sebab, pemasok merasa aman ketika melakukan transaksi barang haram itu. Mantan Kepala Bappeda ini mengungkapkan, sebenarnya
pelaku yang banyak ditangkap aparat kepolisian itu merupakan orang luar Sumenep. Kota Sumekar hanya dijadikan tempat berlindung. ”Akhirnya ini mencoreng citra Sumenep. Makanya, harus berperan aktif juga dalam memberantas jariangan narkoba ini,” ujarnya. Kopolres Sumenep AKBP Marjoko melalui Kabag Ops Kompol Edy Purwanto mengatakan, pihaknya telah bekerja keras dalam melakukan razia untuk memberantas peredaran narkoba. ”Kami akan terus berupaya, utamanya daerah kepulauan yang menjadi atensi BNK itu,” katanya. Pihak kepolisan untuk memutus rantai peredaran barang haram itu telah bekerja sama dengan Badan Narkotika Provinsi. Sehingga diharapkan bisa mempermudah untuk mumutus peredaran narkoba. ”Untuk memberantas peredaran narkoba ini, memang sangatlah sulit, dan membutuhkan kerja ekstra. Makanya kami harus bekerja sama dengan BNP,” ungkapnya. =JUNAEDI/YAT
SUMENEP – Menanggapi kembali tertangkapnya PNS dilingkungan Dinas Pendidikan Sumenep yang terlibat narkoba, Kabid Ketenagaan Disdik Fajarisman mengatakan belum mendapatkan informasi adanya penangkapan tersebut. ”Sampai saat ini kami masih belum mendapatkan laporan terkait dengan penangkapan itu,” katanya saat diminta komentar terkait penangkapan ABD (47), warga Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, PNS dilingkungan disdik oleh polisi beberapa waktu lalu. Kendati demikian, jika memang benar oknum itu merupakan dari disdik, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku. ”Kami tidak akan timpang pilih, jika memang benar dan melanggar hukum, kami pasti akan menye-
lesaikan melewati jalur hukum juga,” tukasnya. Anggota Komisi D DPRD Sumenep Nur Asyur meminta disdik tegas dalam memberikan sanksi, apalagi yang bersangkutan sudah pernah tertangkap. ”Tindakan itu telah keterlaluan, makanya disdik jangan sampai tebang pilih. Jika itu bersalah agar diberi sanksi yang setimpal. Sehingga itu bisa menjadi shock terapi bagi yang lainnya,” katanya. Tidak hanya itu, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dan Inspektorat juga ikut memberikan sanksi. ”Kasus narkoba ini tergolong kasus yang sangat berat. Apalagi oknum itu bertugas di pendidikan, tentunya BKPP dan juga Inspektorat lebih tegas lagi dalam memberikan sanksi,” pintanya.
Menurut Politisi PKS itu, dengan sanksi yang berat diharapkan menjadi pelajaran untuk abdi negara yang lain. ”Yang namanya sanksi itu bisa membuat pelaku berhenti. Jika tidak itu namanya sanksi mainan, sehingga akan menyebabkan penyebaran narkoba itu semakin meluas dikalangn PNS,” tuturnya. Sebelumnya, Polres Sumenep berhasil membekuk tiga pemakai dan pengedar narkoba, yakni ABD (47) warga Desa Kalianget Timur Kecamatan Kaliangat, NR (24) warga Kecamatan Talango dan ANS (28) warga Desa Gapurana Kecamatan Talango. Barang bukti (BB) yang diamankan berupa SS dengan berat 0,28 gram, pipet, bong, dua korek api dan alkohol. =JUNAEDI/MK
Sumenep
KORAN MADURA
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
E 21
ALAT PERAGA KAMPANYE
Bersih-bersih Belum Selesai
ali ridho/koran madura
BONGKAR: Satpol PP menurunkan baliho yang masih terpajang di area terlarang, Kamis (9/1).
Anggaran Kapal Membengkak Direncanakan Terealisasi Tahun 2015 SUMENEP - Rencana pengadaan kapal besar di perairan Sumenep tampaknya bakal menguras pundi-pundi Kota Sumekar. Dalam APBD 2014, pemkab kembali mengalokasikan dana pengadaan alat transportasi kepulauan sebesar Rp 19 miliar. Sementara pada APBD tahun lalu anggarannya sudah mencapai Rp 28 miliar. Namun demikian, hingga saat ini belum dilakukan tender. “Sejauh ini belum ada tender soal pembuatan kapal itu. Kami belum paham. Kami belum tahu kapan akan dilakukan tender, masih akan koordinasi dengan pihak terkait,” ucap Sekretaris Komisi C Iskandar kepada Koran Madura. Menurut Politisi PAN ini, realisasi kapal direncanakan selesai pada tahun 2015. “Sebab perencanaan sekaligus dengan tendernya diperkirakan menghabiskan waktu satu setengah tahun lebih. Sehingga tidak bisa dioperasikan pada tahun ini, tetapi masih tahun 2015,” jelasnya. Ia berharap, pemkab segera melakukan tender karena anggarannya sudah ditambah. “Oleh
karena itu, kami anggarkan lagi di APBD 2014 ini sebesar Rp 19 miliar. Kami hanya berharap, tender itu segera dilaksanakan, sebab anggarannya sudah ditambah,” terangnya. Sementara Direktur Utama PT. Sumekar Line, Rasul Junaidi menjelaskan, pengadaan kapal baru tersebut masih menunggu tender fisik. Sementara untuk perencanaannya sudah selesai. “Masih menunggu tender fisik, karena perencanaannya sudah selesai. Kemungkinan tender fisik itu akan dilakukan tahun ini,” katanya. Sesuai spesifikasinya, katanya, kapal yang dianggarkan dari APBD Provinsi dan Pemkab Sumenep tersebut didesain bisa mengangkut kendaraan roda empat. Jadi, kapal
itu akan melayani jalur KaliangetMasalembu dan Kangean. Dengan adanya kapal baru ini, jalur laut tidak akan terjadi kemandekan. “Kalau desainnya, bisa mengangkut kendaraan roda empat. Nanti akan berlayar ke Masalembu dan Kangean. Kapal dipastikan mampu melawan gelombang tinggi yang sering terjadi di perairan Sumenep,” ungkap Rasul. Pihaknya sebagai pengelola perusahaan daerah yang ditunjuk sebagai operator kapal, PT. Sumekar Line siap untuk mengelolanya. Dan tidak akan mundur, demi meminimalisir terjadinya kelambatan pengiriman sembako ke wilayah kepulauan. “Pengelola atau operator kapal itu harus dari perusahaan milik daerah, makanya kami harus siap mengelolanya,” imbuhnya. Disinggung tentang target penyelesaian, Rasul memprediksi, pembuatan kapal secara fisik itu akan bisa terselesaikan 14 bulan, jadi diperkirakan kapal itu baru bisa beroperasi pada tahun 2015. =SYAMSUNI/YAT
SUMENEP - Masih banyaknya baliho caleg bertebaran di tempat terlarang, membuat Satpol PP turun lagi untuk membongkar paksa, Kamis (9/1). Meski sebelumnya sudah melakukan pembongkaran, sejumlah baliho masih terpajang di kawasan hijau. Kasi Ops Satpol PP Moh Saleh kembali menurunkan pasukannya untuk menyisir sejumlah titik yang masih terpajang alat peraga kampanye. “Kita tidak mau ada baliho caleg yang masih mejeng di bergagai sudut dan titik perkotaan,” kata Saleh. Target satpol PP, kemarin, membereskan baliho liar di pekotaan. Setelah itu, pihaknya akan menguber baliho di kecamatan-kecamatan. “Tidak aka nada tebang pilih, semua baliho yang melanggar kita robohkan,” tegasnya. Saleh mengaku kesal dengan tindakan para caleg yang tidak mengindahkan aturan yang berlaku. Pada-
hal, katanya, mereka calon wakil rakyat nantinya, tapi saat ini sudah menunjukkan sikap yang tidak sportif dengan melabrak aturan yang ada. “Gimana kalau nantinya mereka jadi DPR,” ia mempertanyakan. Target operasi bersihbersih baliho caleg yang tidak berizin itu menyasar daerah perkotaan. Yakni Pamolokan, Pandian, Kebun Agung dan Karangduak. Empat lokasi lokasi itu akan disisr habis hinga tidak ada baliho caleg lagi yang dipajang, apalagi sampai ada baliho caleg yang ditempel di batang pohon. Namun untuk alat peraga caleg yang dipajang di rumah warga dibiarkan. Pihaknya memberikan toleransi bagi caleg untuk mempromosikan atau mengenalkan figurnya lewat baliho itu. “Saya kira kalau terkait perda memang tidak ada toleransi, namun ini toleransi dari penegak Perda saja, kasihan,” katanya. =ALI RIDHO/MK
PEMILU LEGISLATIF
Pemesan Atribut Kampanye Naik 50 Persen SUMENEP - Menjelang pelaksanaan pemilu legislatif yang akan digelar 9 April mendatang, order atribut kampanye caleg di sejumlah percetakan di Sumenep meningkat. Pemesanan alat peraga kampanye naik drastis. Seperti di Percetakan Rembulan di Desa Kolor Kecamatan Kota Sumenep, order atribut kampanye meningkat hingga 50 persen. Masyoritas pemesannya para caleg. Percalon memesan minimal 2000 ribu hingga 10 ribu lembar atribut kampanye. Sedangkan atribut yang dipesan meliputi baliho, stiker ,kalender, sepanduk dan kaos. Omset percetakan, perbulan yang biasanya hanya mencapai Rp 50 juta saat ini meningkat mencapai lebih Rp 100 juta. “Ya Alhamdulillah, Mas, semenjak adanya penetapan DCT orderan meningkat, dan mayoritas pemesannya para caleg 2014,” ungakap Moh Rusli, Penanggung Jawab Percetakan. Katanya, saking banyaknya pekerjaan yang harus segera selesai terkadang karyawannya harus lembur untuk menyelesaikan pesanan, karena selain mengejar batas waktu yang telah ditentukan, menyusul banyak pemesan lain yang mengantre. =AHMAD SAI/MK
KORAN MADURA KORAN PROBOLINGGO 22 F
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
MADURA
Pamekasan
JUMAT 8 JANUARI 2014 No. 0278 | TAHUN III
Pupuk Langka, Harganya Kian Tak Bersahabat PENDERITA. Satu diantara puluhan penderita chikungunya di Desa Lancar, Kecamatan Larangan. Penyakit tersebut menyerang puluhan warga di Kecamatan Larangan dan Kadur.
Chikungunya Menyerang Dua Kecamatan PAMEKASAN - Puluhan warga di dua kecamatan di Kabupaten Pamekasan, yakni Kecamatan Kadur dan Kecamatan Larangan diserang penyakit chikungunya. Penyakit itu disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk jenis Aedes aegypti, kini merajalela di dua kecamatan itu. Dalam dua pekan terakhir sudah terdapat 31 warga di Dusun Sumber, Desa Lancar, Kecamatan Larangan dan di Dusun, Baban, Desa Sokalelah, Kecamatan Kadur yang terserang penyakit tersebut. Sebagian besar warga yang terserang merupakan anak-anak, remaja, dan lanjut usia. Menurut warga di Dusun Sumber, awalnya mereka tidak tahu kalau keluarga mereka terserang chikungunya. Sebab gejala yang dialami berupa nyeri di persendian sehingga sulit digerakkan dan terasa lumpuh disertai demam cukup tinggi. Mereka baru tahu setelah diperiksa tim medis dari Puskesmas Talang, Kecamatan Larangan dan ternyata di pusat kesehatan itu juga terdapat beberapa warga lain yang mengalami gejala yang sama. “Awalnya kami mengira terserang penyakit demam biasa, karena saat ini lagi musim. Ternyata setelah diperiksa petugas dari Puskesmas, dinyatakan kalau penyakit itu adalah chikungunya,� kata Romlah. Salah seorang penderita, Mohammad Yuhyi, 42, terlihat belum bisa berjalan dengan sempurna karena setiap persendian tulangnya masih terasa nyeri saat digerakkan. Dia harus berpegangan pada tembok atau dipapah saat akan berjalan. Yuhyi mengatakan virus chikungunya menyerang tubuhnya sudah dialami sejak tiga hari lalu saat sedang bekerja. Saat itu tiba-tiba seluruh persendiannya terasa nyeri disertai panas tinggi di tubuhnya. Setelah itu seluruh persendiannya sulit digerakkan dan terasa lumpuh. =ali syahroni/muj/rah
Diduga Ada Kongkalikong antara Poktan, Kios, dan Distributor PAMEKASAN - Gerakan Mahasiswa Peduli Petani (Gempa) menengarai ada Oknom Pengurus Kelompok Tani bermain di balik kelangkaan pupuk yang menyebabkan harga pupuk di Pamekasan kian tak bersahabat, karena melambung melebihi harga ketetapan pemerintah. Dugaan tersebut terungkap saat Gempa melakukan audiensi dengan Komisi B DPRD Pamekasan, Kamis (08/01/2013), yang dihadiri langsung bagian pemasaran pupuk Kaltim di ruang sidang paripurna DPRD Pamekasan. Abu Sahnan, juru bicara Gempa menganggap pemerintah lalai mengawasi distribusi pupuk di Pamekasan. Akibatnya pupuk menjadi langka, yang diikuti dengan meroketnya harga pupuk di pasaran. Dirinya memang mengetahui ada pengurangan pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat. Namun hal itu bukan menjadi alasan utama kelangkaan pupuk di Pamekasan. Dirinya menengarai
ada oknom pengurus Poktan ikut terlibat didalamnya setelah mengetahui kiriman pupuk dari distributor pupuk tidak diberikan ke Anggota Kelompok Tani, melainkan dijual ke kios maupun tengkulak pupuk. Sehingga harganya tidak sesuai dengan ketetapan harga pemerintah. Tidak hanya itu, kata Abu Sannah, kios saat ini juga mengambil kesempatan menaikkan harga pupuk, saat pengiriman pupuk terkendala. "Sudah jelas-jelas harganya Rp 90.000 per sak, tetapi kios masih ada yang menjual Rp 95.000. Padahal kios tersebut berada di dekat distributor dan diduga masih satu keluarga dengan pemilik distributor," ucapnya.
Praktek ini sangat merugikan petani. Sebab ketika dibeli petahi harganya sampai di atas seratus ribu rupiah. "Harga pupuk itu belum lagi harga di toko-toko yang dijual bebas, yang harganya juga sangat tinggi, yakni berkisar Rp 120.000 sampai Rp 125.000," urainya. Hal senada juga diungkapnya oleh Bagian Pemasaran Pupuk Kaltim Wialayah Madura, Sudarwan. Ia menyatakan kemungkinan kongkalikong antara kelompok tani dengan pengecer ataupun kios tersebut memang terjadi. Namun untuk distributor dirinya memastikan tidak akan terjadi seperti itu. Sebab hal tersebut jika terbukti dilakukan distributor, maka pihaknya akan memberhentikan kontrak jualbeli pupuk Kaltim dengan distributor tersebut. "Kalau rekan-rekan mahasiswa menemukan ada distributor yang menjual tidak sesuai harga ketetapan pemerintah dan menjual
bebas, catat nama distributornya, foto traksaksinya, dan serahkan ke kami," kata Sudarwan. Sudarwan mengakui berkurangnya kuota pupuk jenis urea yang paling dicari petani tersebut dikarenakan adanya peraturan gubernur yang mengurangi jatah pupuk ke Pamekasan. Termasuk pula sering tertundanya pengiriman pupuk, karena cuaca yang tidak memungkinkan. "Saya memastikan minggu keempat Januari dan seterusnya pupuk akan normal seperti biasa," jelasnya. Ketua Komisi B DPRD Pamekasan, Hosnan Ahmadi meminta pihak pemerintah menindaklanjuti temuan dari gempa tersebut, kemudian memberikan sanksi kepada poktan, kios maupun pengecer yang terbukti melanggar ketentuan. "KP3 harus langsung bergerak cepat, tindak lanjuti laporan mahasiswa tersebut," sarannya. =FAKIH AMYAL/RAH
Sejumlah buruh tani perempuan menebar pupuk di areal persawahan di Desa Peterongan, Jombang, Jawa Timur, Kamis (9/1). Buruh tani perempuan tersebut mendapatkan upah sebesar Rp. 30 ribu untuk kerja setengah hari mulai pukul 06.00 WIB11.30 WIB lebih rendah dari upah buruh tani laki-laki.
Pamekasan
KORAN MADURA
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
G 23
PEMILU 2014
KPU Kekurangan Ribuan Bilik Suara
PELESTARIAN LINGKUNGAN. Sejumlah anak membawa bibit pohon yang akan ditanam saat acara menanam pohon di kawasan Pegunungan Kendeng Utara, Brati, Kayen, Pati, Jateng, Kamis (9/1). Acara yang diikuti oleh ratusan anak tersebut sebagai bentuk edukasi pelestarian lingkungan bagi anak.
Awas, Madura Diincar Teroris!
PAMEKASAN - Tiga bulan menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Anggota Legislatif (Pileg), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan mengaku masih kekurangan 4.713 bilik suara. Padahal pemungutan suara sudah semakin dekat, bila tidak ada perubahan akan dilangsungkan pada 9 April mendatang. Komisioner KPU Pamekasan, Didin Sudarman mengatakan kekurangan itu disebabkan oleh bertambahnya jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan jumlah bilik suara di masing-masing TPS. Selain itu, ribuan bilik suara milik penyelenggara pemilu tingkat Kabupaten Pamekasan itu hilang dan saat ini kasusnya sedang ditangani Polres setempat. Pada Pilbup lalu, kebutuhan bilik suara di masing-masing TPS hanya dua bilik suara, tapi peda pileg nanti kebutuhan bilik suara di masing-masing TPS menjadi empat bilik suara. Kebutuhan bilik suara untuk pileg nanti semuanya berjumlah 7108 atau sama dengan kebutuhan kota suara. Bilik-bilik itu akan ditempatkan di 1.777 TPS.
Setiap TPS akan menggunakan empat bilik dan empat kota suara. Untuk kotak suara, Didin memastikan dalam kondisi aman. Sebab persediaan yang ada sesuai dengan kebutuhan dan saat ini masih tersimpan di gudang logistik KPU. Sedangkan bilik suara, dari total kebutuhan sebanyak 7.108 bilik suara, yang ada hanya 2.395 bilik suara, sehingga masih terjadi kekurangan sebanyak 4.715 bilik suara. “Kami memastikan logistik pemilu yang mengalami kekurangan hanya bilik suara. Sedang lainnya dalam kondisi aman,” kata Didin. KPU setempat sudah pengajuan tambahan bilik suara itu. Namun hingga saat ini masih belum ada jawaban, karena KPU RI masih fokus pada perbaikan Daftar Pemilih Tetap Tetap (DPT) yang sampai saat ini masih belum valid. Ia belum bisa memastikan langkah yang akan dilakukan. Namun ia berharap kekurangan logistik itu bisa segera dipenuhi sehingga lembaganya fokus pada pelaksanaan tahapan pemilihan umum. =ali syahroni/muj/rah
Pompa Bensin-ATM Dijaga Ketat PAMEKASAN – Untuk mencegah masuknya teroris ke wilayah Madura, semua jajaran kepolisian di Madura diminta memperketat pengamanan. Sebab Madura bukan mustahil juga dibidik oleh para teroris. Karena itulah tim gabungan Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melakukan patroli ke semua gerai Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan pompa bensin yang ada di wilayah jantung Madura itu. "Selain ke ATM dan pompa bensin di berbagai SPBU yang ada di Pamekasan ini, malam ini juga kami akan melakukan patroli dan pengawasan khusus di berbagai minimarket yang ada di Pamekasan ini," kata Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman, sesaat sebelum gelar patroli, Kamis malam. Ia menjelaskan peningkatan pengamanan dengan melakukan patroli gabungan yang melibatkan barbagai satuan di jajaran Polres Pamekasan itu sebagai antisipasi menyusul adanya kejadian ledakan di ATM Bank Mandiri Karangploso Malang,
Kami juga meningkatkan kegiatan pengamanan rutin sejak adanya kasus ledakan di Malang itu,”
AKBP Imran Edwin S Kapolres Sampang
Kamis dini hari. Sejak kejadian itu, terang Kapolres, pimpinan Polri di Polda
Jatim memerintah kepala semua Polres jajaran yang ada di Jawa Timur, termasuk Polres Pamekasan untuk memperketat pengamanan. Penjagaan kantor Mapolres dan Polsek diinstruksikan untuk diperketat, sebagai upaya antisipasi mengingat kejadian ledakan ATM di Karangploso, Kabupaten Malang itu pelakunya dicurigai teroris. Selain di Pamekasan, peningkatan pengamanan juga dilakukan jajaran Polres Sampang dengan cara yang sama. "Kami juga meningkatkan kegiatan pengamanan rutin sejak adanya kasus ledakan di Malang itu," kata Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar. Di Sampang jumlah gerai anjungan tunai mandiri (ATM) sebenarnya tidak terlalu banyak, karena merupakan kota kecil. Akan tetapi petugas tetap perlu hatihati sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan. =ANTARA/RAH
VERTICAL RESCUE. Anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), berlatih penyelamatan korban pada ketinggian di Kantor Dinas Pemadam dan Kebakaran Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/1). Latihan vertical rescue yang dijalani merupakan program untuk mengasah kemampuan dalam penyelamatan.
H 24
KORAN MADURA
Pamekasan
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
LP2SI Menunda Raperda Alquran PAMEKASAN Lembaga Pengkajian dan Penerapan Syari'at Islam (LP2SI) Kabupaten Pamekasan menunda usulan Rancangan Peraturan Daerah tentang wajib baca tulis Alquran bagi semua pelajar di Pamekasan. Penundaan usulan Raperda Baca Tulis Alquran yang direncanakan akan diusulkan pada program legislasi daerah (Prolegda) 2014, karena LP2SI masih mematangkan naskah akademik, juga belum didukung oleh semua anggota DPRD Pamekasan. Ketua LP2SI Pamekasan, Moh. Zahid mengatakan pada tahun 2010, dirinya sudah membahas secara khusus dengan Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, Persatuan Guru Repuplik Indonesia (PGRI) Pamekasan, dan Pemerintah. Hasilnya hanya diputuskan membuat surat edaran kepala Dinas Pendidikan ke sekolah-sekolah tentang wajib baca tulis Al-Qur'an. Rencananya pada tahun 2013 ini pihaknya akan mengusulkan kembali raperda tersebut. Tetapi karena prolegda sudah ditetapkan oleh DPRD Pamekasan, maka usulan raperda tersebut di tunda pada tahun 2015 mendatang. "Terpaksa kami tunda pengusulannya, karena sudah terlambat," kata Zahid. Proses usulan raperda tersebut, kata Zahid, tidak semudah usulan raperda inisitif DPRD maupun usulan raperda inisiatif pemerintah. Raperda usulan LP2SI harus melalui pembahasan diinternal pemerintah, baru bisa diajukan ke DPRD untuk dimasukkan dalam Prolegda. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Pamekasan, Juhaini menyambut baik usulan raperda baca tulis Alquran oleh LP2SI. Bahkan komisinya siap mengawal usulan raperda tersebut hingga tuntas menjadi perda. Sebetulnya, kata Juhaini, wajib baca tulis Alquran tersebut sudah masuk dalam perda pendidikan tahun 2006. Namun memang tidak secara khusus mengatur kewajiban baca tulis Alqur'an tersebut. "Mungkin dengan adanya perda tersebut nantinya bisa mengatur secara khusus wajib baca tulis Alquran," ucapnya. Juhaini meminta agar LP2SI menseriusi usulan perda wajib baca tulis Alquran tersebut dengan menyiapkan naskah akademik secepatnya. =FAKIH AMYAL/RAH
Pasangan calon pengantin mengikuti aksi solidaritas penghulu yang dilakukan Ikatan Pemuda Kediri di depan Kantor Kejaksaan Kota Kediri, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Pasangan tersebut gagal menikah karena penghulu tidak bersedia menikahkan pada hari libur atau di luar Kantor KUA karena takut terjadi gratifikasi seperti kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kota Kediri Romli, Padahal warga berpedoman pada adat-istiadat berdasar hitungan Jawa saat melakukan akad nikah.
Penghulu Bisa Dipidanakan Apabila Menarik Biaya Nikah Melebihi Rp 30.000 PAMEKASAN - Ketua Komite Arek Lancor Bangkit (Kalab) Zainal Abidin meminta penegak hukum menangkap dan memenjarakan penghulu yang menarik biaya nikah tidak sesuai dengan PP/27/2004 tentang Beban Biaya Pencatatan Nikah. Dalam PP tersebut dicantumkan biaya nikah sebesar Rp 30.000. Praktek di Lapangan, biaya nikah yang dibebankan kepada kedua mempelai di sejumlah KUA di Pamekasan, diduga mencapai Rp 250.000. Padahal angka tersebut 10 kali lipat dari biaya yang sesungguhnya. Praktek ini sudah berjalan cukup lama di Pamekasan. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari beberapa masyarakat yang sudah menikah terungkap beban biaya sebesar Rp 250.000. Alasannya petugas KUA untuk biaya administrasi dan untuk mendapatkan Buku Nikah. Selain itu, keluarga mempelai masih memberikan uang transportasi dan rokok kepada penghulu diluar biaya diatas. "Yang Rp 250 ribu itu dianggap membeli buku nikah, yang seharusnya harganya hanya Rp30.000. Itu belum lagi transport ataupun sekedar mem-
berikan rokok dari keluarga mempelai, yang tidak masuk dalam biaya tersebut," kata Zainal. Karena itulah, kata Zainal, penegak hukum baik kejaksaan ataupun kepolisian sudah seharusnya menelusuri rekam jejak para penghulu di Pamekasan tersebut. Karena telah membuat biaya nikah lebih mahal dari yang selayaknya. "Kalau dihitung dalam satu bulan, rata-rata 100 orang yang menikah dari berbagai kecamatan dengan biaya Rp250.000, maka jumlahnya sebesar Rp250 juta, dikurangi biaya asli sesuai PP Rp30 ribu, atau sekitar Rp 130 juta yang disetorkan ke negara, maka pungli yang dilakukan oleh penghulu diperkirakan mencapai Rp 120 juta perbulannya," bebernya. Itu belum lagi dihitung
dalam satu tahun, maka jumlahnya akan meningkat dan sangat fantastik. "Ini jelas-jelas pungli yang dilegalkan dan tidak pernah tersentuh hukum. Bolehlah kalau yang menikah keluarga yang mampu, kalau yang menikah adalah keluarga yang tidak mampu, bagaimana nasibnya," kata Zainal. Pernyataan Zainal diperkuat dengan pengakuan salah satu masyarakat yang pernah menikah asal dari Kecamatan Galis. Warga yang minta identitasnya diamankan ini mengaku mengaluarkan biaya perikahannya sebesar Rp 250.000, karena ditarik seperti itu oleh KUA setempat. Pengakuan salah seorang pemuda, asal Kecamatan Larangan, yang juga meminta namanya dirahasikan, lain lagi. Dia bahkan diminta membayar Rp300.000 saat dirinya menikah. "Kalau penghulunya datang ke rumah kami dalam resepsi pernikahan, maka kami juga memberikan biaya transport dan rokok kepada penghulu," ujarnya. Zainal menambahkan secara geografis, Pamekasan termasuk
Kabupaten yang tidak ada kepulauannya dan sangat terjangkau. Sehingga tidak bisa dijadikan alasan penarikan biaya nikah diluar ketentuan tersebut, karena alasan jarak tempuh. "Kalau di kepulauan Sumenep, transport lautnya saja Pulang-Pergi dari daratan ke kepulaian bisa sampai Rp80.000, sehingga wajar penghulunya menarik biaya lebih dari ketentuan," ujarnya membandingkan. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan, Muarif Tantowi mengakui biaya menikah memang sebesar Rp30.000. Namun ia mengaku tidak mengetahui praktek yang dilakukan anak buahnya saat mencatat dan menyaksikan pernikahan di lapangan. Dalam waktu dekat akan turun regulasi yang mengatur biaya penghulu diluar ketentuan tersebut. Baik yang menyangkut biaya transportasi dan keperluan penghulu lainya. "Jadi nanti biaya penghulu semua ditanggung negara, dan penghulu tidak boleh menerima sedikitpun dari keluarga mempelai, kecuali biaya nikah sebesar Rp30.000," ujarnya. =FAKIH AMYAL/RAH
KORAN Pamekasan PROBOLINGGO
MADURA
KORAN MADURA
Sampang
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
JUMAT 10 JANUARI 2014 No. 0278 | TAHUN II
Lagi, TKI Meninggal di Malaysia
MODUS PENIPUAN
Ada yang Mengaku Kasi Intelkam Kejari Sampang – Ada saja cara untuk mendapatkan uang dengan cara licik. Situasi terkini dalam perkara dugaan kasus RTLH yang dilakukan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Sampang, dimanfaatkan orang tertentu untuk mendapatkan keuntungan. Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikatarung) Sampang Wahyu Prihartono mengatakan, ada seseorang yang menghubungi dirinya mengaku sebagai Sucipto, Kasi Intelkam Kejari setempat. Inti dalam perbincangan itu, penelepon siap mengkondisikan dan memfasilitasi perkara dugaan kasus RTLH yang telah menyeret instansi yang dipimpinnya. “Memang tadi pagi sekitar pukul 9.00 Wib ada orang telepon ngaku Pak Sucipto. Intinya itu, dia minta uang kepada saya supaya kasus RTLH yang terjadi sekarang ini biar bisa damai dengan dikondisikan dan bisa difasilitasi gitu lah pokoknya,” ucapnya. Dirinya mengaku sangat menyanyangkan kejadian itu. Namun, dirinya tidak begitu percaya terhadap penelepon yang mengaku sebagai Kasi Intelkam merupakan Sucipto. Sebab, dirinya mengenali persis logat dan ciri–cirinya serta tutur bahasa Sucipto. Untuk memastikan itu benar seperti yang diakui oleh oknum tak bertanggungjawab, dirinya sempat meminta bertemu
secara langsung. “Saya sempat minta kepada oknum itu untuk ketemuan langsung di kantor saya atau di luar ruangan, tapi oknum itu tidak mau. Cuma ingin uang itu langsung ditransfer ke rekeninnya. Ya tidak percaya lah karena oknum itu bahasa logatnya orang Jawa, sedangkan Pak Cipto (Suciptored) tahu persis dan bahasa dan ciri–cirinya beliau,” katanya. Wahyu menambahkan, dirinya mengaku masih baru pertama kali mengalami hal itu. Bahkan, meski tidak sempat membicarakan berapa nominal uang yang dimintainya, perbincangan itu tidak henti disitu. Dirinya juga sempat memberikan nomor ponsel yang digunakan sehari – hari. Tentu, hal itu untuk mengelabuhi kepada oknum tersebut jika kemudian hari kembali menghubungi dirinya. “Saya kasih nomor HP ke oknum itu agar nanti kalau kembali telfon saya ingin ajak ketumuan di luar dan saya akan hubngi Kejari biar langsung ditangkap oknumnya itu,” terangnya. Menanggapi itu, Kasi Intelkam Kejari Sampang Sucipto
MODUS PENIPUAN. Kasi Intelkam Kejari Sampang Sucipto saat menunjukkan nomor telepon seluler 08161527199 milik oknum yang mengaku sebagai dirinya. Nomor tersebut menghubungi Kepala Dinas Cikatarung untuk meminta sejumlah uang.
mengimbau agar jika kejadian itu juga terjadi pada instansi lain, dirinya meminta untuk mengkonfirmasi kembali kepada dirinya.
I 25 I
Serta, dirinya berpesan kejadian itu untuk tidak dihadapi secara benar. =RYAN HARIYANTO/MK
Sampang - Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pemerintah Kabupaten Sampang Malik Amrullah mengungkapkan, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kita Bahari meninggal di tempat kerjanya di Malaysia karena kecelakaan kerja. "TKI yang meninggal di Malaysia ini bernama Matrawi. Ia berangkat ke Malaysia melalui jalur ilegal atau 'tekong' bukan melalui perusahaan jasa tenaga kerja resmi," kata Malik Amrullah di Sampang, Kamis (9/1). Meskipun demikian Pemerintah Kabupaten Sampang tetap membantu mengurus pemulangan TKI asal Banyuates, Kabupaten Sampang itu, sebab menurut Malik Amrullah, korban tetap merupakan warga Indonesia yang juga harus diperhatikan. Pihak Dinsosnakertrans Sampang dan pihak keluarga Matrawi telah menghubungi Kedutaan Besar RI di Malaysia dan jenazah akan segera dipulangkan. TKI bernama Matrawi asal Desa Banyuates, Kecamatan Banyuates Sampang ini berangkat ke Malaysia menjadi TKI pada Oktober 2013. Di Malaysia, ia bekerja sebagai kuli bangunan bersama TKI lain asal Kabupaten Sampang. "Kami berencana akan memberikan santunan kepada pihak keluarga korban dan telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk penyerahan bantuannya," kata Malik Amrullah. Kasus TKI asal Sampang meninggal dunia di tempat kerjanya di Malaysia kali ini merupakan kali kedua dalam dua bulan terakhir. = ANT/MK
PERSOALAN BUMD
Manajemen Harus Bertanggungjawab!
Tamsul
Ketua LSM MDW
SAMPANG- Kebobrokan managemen beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Sampang membuat sejumlah pihak angkat bicara. Setelah Haryono Abdul Bari (HAB) mengusulkan pembubaran BUMD yang bermasalah, aktivis LSM Madura Development Watch (MDW) pun akhirnya angkat bicara. Ketua LSM MDW Tamsul meminta agar managemen BUMD yang bermasalah tersebut harus bisa bertanggungjawab kepada rakyat Sampang. Sebab, selama ini mereka diduga sudah mempermainkan kekayaan Kabupa-
ten Sampang untuk kepentingan kelompok tertentu saja. ”Padahal kan rakyat Sampang yang seharusnya bisa menikmati semaksimal mungkin terhadap kekayaan Sampang itu sendiri. Nah, selama ini beberapa BUMD yang mengelola minyak dan gas (migas) milik Kabupaten Sampang malah tidak jelas kontribisinya terhadap PAD (pendapatan asli daerah). Bahkan karena prosesnya tidak benar malah kontribusi yang tidak signifikan tersebut masih tergolong illegal pula,” katanya kepada Koran Madura, Kamis (9/1).
Menurutnya, pendirian beberapa BUMD yang ada di Sampang memang sejak awal sudah penuh dengan persekongkolan. Banyak indikasi yang menunjukkan bahwa BUMD yang kini ketahuan bermasalah tersebut didirikan bukan untuk kepentingan rakyat Sampang,melainkan hanya untuk memenuhi hasrat oknum tertentu. ”Kalau saya melihat ada tiga pihak yang bermain dalam persekongkolan BUMD tersebut. Yaitu eksekutif, legislatif dan pihak swasta. PT Asa Perkasa sebagai pihak swasta yang selalu terlibat
dalam semua ihwal perdagangan BUMD di Sampang,” tuturnya. Dan dalam perjalanannya, lanjut Tamsul, ada BUMD yang lahir dengan proses yang tidak benar menurut kacamata hukum. Itu terjadi pada PT Sampang Mandiri Perkasa (SMP) yang merupakan anak perusahaan dari PT Geliat Sampang Mandiri (GSM). PT SMP yang kemudian menangani perdagangan migas ternyata ilegal. Sebab, sebelum lahir PT SMP dari PT GSM sebenarnya sudah ada PT SMP dengan statu swasta. =MIFTAHUL ULUM
26 J
KORAN MADURA
Sampang
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
Mana Tanggung Jawab RSUD? Sampang – Lantaran tidak puas dengan pelayanan medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sampang, Mohammad Sugianto (28) warga Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Kamis (09/1) sekitar pukul 10.30 wib langsung menemui Direktur RSUD Titin Hamidah. Ia meminta pertanggungjawaban atas statemen Humas RSUD Yuliono yang menyatakan jika kondisi pasien bila terdapat kejang–kejang adalah hal yang wajar dan normal. Sebelumnya, keluarganya menjadi pasien di Poli Saraf RSUD. Mohammad Sugianto, mengatakan, pernyataan pihak rumah sakit itu semestinya tidak dikatakan kepada pasien. Sebab, menurutnya, setiap pasien yang hendak memerikasakan segala penyakit perlu adanya penyembuhan dan solusi kepada dokter. Namun, pernyataan itu dinilai sama saja dengan telah meremehkan pasien. “Kedatanga saya ke sini untuk meminta pertanggungjawaban pihak Humas RSUD bahwa pasien kalau kondisinya sudah kejang itu hal yang biasa. Apakah ada seorang dokter seperti itu, apalagi saat istrinya saya (Maryam-red) berobat ke Poli Saraf tidak diberikan pelayanan baik malah meremehkan pasien,” ucapnya dengan penuh kecewa. Kepada Koran Madura, Sug-
Sampang - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sampang telah menaikkan status dugaan korupsi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang diwujudkan sebagai proyek Rumah Tak Layak Huni (RTLH) tahun 2012 –2013 ke tahap penyelidikan. Sebelumnya, kejari telah memanggil dam meminta keterangan beberapa pihak dari Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikatarung). Kasi Intelkam Kejari Sampang Sucipto mengatakan, pihaknya dalam menangani kasus itu sudah menaikkan ke proses penyelidikan. Saat ini, berkas perkara kasus RTLH dari Kemenpera RI senilai 7.500.000 per penerima tersebut sudah ditangani bagian Pidana Khusus (Pidsus). “Kasus RTLH ini sudah ditahap penyelidikan, karena su-
LURUG RSUD. Keluarga pasien (tiga dari kanan) menemui Direktur RSUD Sampang Titin Hamidah, Kamis (9/1). Ia merasa tak puas dengan klarifikasi pihak RSUD.
ianto menceritakan awal kejadian itu, dimana dirinya datang bersama sang istri, Maryam (22) berniat untuk berobat ke Poli Saraf. Pasalnya, istrinya sering mengalami pusing di bagian kepala. Namun, ketika ditangani oleh sang dokter bernama Tera, pelayanan kurang maksimal. Terbukti, mulai dari tidak keseriusan melayani istrinya itu serta tanpa dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu tiba–tiba sang dokter langsung memberikan resep obat kepadanya. “Sampai di rumah diminum obat itu beberapa menit kemu-
dah ditangani oleh Pidsus,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/1). Menurutnya, dalam pemeriksaan secara intelejen kasus dugaan korupsi RTLH itu sudah cukup bukti. Pihaknya dalam tahap penyelidikan tersebut akan terus menindaklanjuti apakah memang benar ada indikasi kerugian uang negara atau tidak. “Bukti awal memang banyak yang mark up program itu terdapat disejumlah daerah lainnya. Saya melihat pemerikasaan secara intelejen ini sudah cukup, tinggal nanti penyelidikannya ditindaklanjuti apakah nanti ada indikasi
dian istri saya malah lemes dan kejang–kejang kondisinya, padahal sudah makan bersama saya. Kemudian saya langsung bawa ke Puskesmas dekat rumah. Dari pengakuan dokter dari puskesmas yang merawat istri saya, ternyata obat yang diberikan RSUD sampang over dosis,” katanya. Dihadapan Direkutur RSUD, ia dipertemukan dengan Humas RSUD Yuliono. Namun, Yuliono menampis tuduhan keluarga pasien. Menuturnya, statmen yang dikatakan hanya sebatas salah persepsi. Yakni, dimana jika pasien
Memang saya yakin sudah teroganisir, dan ada bukti temuan mark up itu di daerah yang lain. Masak setiap penerima dikalkulasikan hanya menerima Rp 3 juta semestinya Rp 7.500.000.”
Sucipto
Kasi Intelkam Kejari Sampang
diberikan obat tersebut memang berbeda reaksinya dan tergantung dengan kondisi pengaruh kala itu. “Ini salah persepsi jadi obat itu kan memang efeknya setiap orang tidak sama. Termasuk kondisi pasiaen pengaruhnya waktu itu, kalau memang kondisi pasien kejang segera dibawa ke sini saja,” jelasnya. Sementara Direktur RSUD Sampang Titin Hamidah mengatakan, secepatnya akan memanggil dokter yang bersangkutan. Dirnya juga mengaku sangat prihatin jika adanya kejadian seperti itu. Se-
hingga, hal itu akan dijadikan konsolidasi secara internal. Tak hanya itu, dirinya juga sudah menyarankan kepada semua petugas rumah sakit untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. “Kami rencananya hari ini (9/1) akan panggil bersangkutan. Mungkin dengan kejadian ini bisa dijadikan konsolidasi internal, dan saya mengaku prihatin juga serta saya sudah menyarankan agar pelyanan terbaik untuk diprioritaskan kepada pasien,” pungkasnya. =RYAN HARIYANTO/MK
kerugian negara apa tidak,” jelasnya. Sucipto menyakini jika kasus tersebut tidak hanya dilakukan oleh sepihak saja, melainkan sudah terorganisir dengan beberapa oknum lainnya. Namun, ia tidak banyak memberikan penjelasan siapakah yang ikut tergabung menikmati penyimpangan uang dari anggaran Kemenpra senilai Rp 2,2 miliar tersebut. “Memang saya yakin sudah teroganisir, dan ada bukti temuan mark up itu di daerah yang lain. Masak setiap penerima dikalkulasikan hanya menerima Rp 3 juta semestinya Rp 7.500.000. Ke-
manakah sisa 4.500.000, padahal seperti di Kecamatan Omben ada 500 KK/penerima. Totalnya Rp 2,2 miliar hilang dong,” katanya. Ditanya sampai kapan dugaan penyimpangan program RTLH itu bisa ditetapkan sebagai tersangka, Sucipto menuturkan, jika tahap penyelidikan sudah bisa ditemukan dua alat bukti yang cukup, seperti adanya keterangan saksi dan petunjuk baik dari adanya bukti surat di antaranya petunjuk teknis, kwitansi, maupun bukti buku rekening, maka bisa menetapkan tersangka. “Nanti setelah tahap penyelidikan ditemukan dua alat bukti yang cukup maka bisa ditingkatkan ke proses penyidikan untuk menetapakan sebagai tersangka,”ungkapnya. = RYAN HARIYANTO/MK
L
KORAN MADURA
27 Bangkalan
KORAN MADURA
JUMAT 10 JANUARI 2014 No. 0278 | TAHUN III
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
PERBUP SERAGAM
Pelajar Hendaknya Berpakaian Islami BANGKALAN - Guna mendukung realisasi visi dan misi Bupati Bangkalan dalam program kerja 100 hari ketiga, terkait pencanangan budaya religius di wilayah setempat, DPRD Bangkalan menyarankan agar pakaian islami bagi seluruh siswa mulai tingkat TK, SD, dan SMP serta SMA sederajat diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup). Apalagi dalam Perda no 4 tahun 2009 tentang Pendidikan menyatakan seragam siswa dituangkan dalam Perbup.
doni heriyanto/koran madura
MEROKOK. Ryan Saputra, bocah ingusan yang terbiasa merokok sejak setahun lalu. Bahkan dalam sehari bisa menghabiskan tiga bungkus rokok.
Bocah 2,5 Tahun Kecanduan Rokok Sehari Bisa Habis Tiga Bungkus BANGKALAN - Tak diketahui sebabnya, bocah bernama Ryan Saputra yang saat ini masih berusia 2,5 tahun, sudah terbiasa merokok. Kebiasaan yang kurang baik bagi anak seumurannya tersebut sudah berlangsung sejak satu tahun yang lalu. Ia telah kecanduan rokok layaknya orang dewasa. Tidak tanggung-tanggung, dalam sehari bisa menghabiskan tiga bungkus rokok. Itu pun tidak sembarangan rokok yang dihisap, hanya rokok bergabus yang disenanginya. kebiasaan Putra bungsu dari pasangan Bunawar(32) dan Mistiani (31) itu tidak bisa ditiru, karena dapat membahayakan kesehatan. Ryan, warga Jalan Tajungan Gilianyar Kecamatan Kamal ini, mengaku setiap hari harus merokok, karena bila tidak merokok terasa ada kebutuhannya yang belum terpenuhi, padahal orangtuanya bukan pecandu rokok. Apabila keinginannya menghisap rokok tidak dituruti,
ia akan mengamuk dan menangis, sehingga kedua orangtuanya tak berdaya untuk tidak menuruti kemauannya meskipun sudah tahu sangat berbahaya terhadap anaknya itu. “Kalau dilarang biasanya marah dan barang dibanting, tapi tidak sampai sakit, kok. Justru tambah sehat anak ini, saya juga heran, Mas. Padahal, saya sendiri tidak merokok,” kata Bunawar, ayah Ryan. Menurutnya, awal kebiasaan tersebut saat dirinya kedatangan banyak tamu di rumahnya setahun yang lalu. Kebetulan para tamu yang datang rata-rata perokok. Tanpa disadari, putranya diam-diam mengambil sisa rokok yang masih hidup lalu dihisapnya. Sejak itulah Ryan yang baru berumur satu tahun lebih memulai kebiasaan buruknya, merokok. “Kami memang tidak pernah membawanya ke dokter, karena memang tidak ada masalah apapun pada Ryan. Justru yang saya lihat, dia semakin sehat saja. Tapi saya berharap nantinya bisa berhenti dari kebiasaan tersebut,” tuturnya.
Saat ini, kata Bunawar, untuk mengurangi kebiasaan anaknya merokok, ia menggantinya dengan membelikan permen. Sebab, hanya permen yang dikehendaki Ryan saat tidak merokok. Selain permen, Ryan enggan menerimanya. Agar kebiasaan buruk tersebut bisa benar-benar dapat dihilangkan dari hari-harinya yang akan datang. Semantara itu, Camat setempat H. Faisol mengaku sangat prihatin terhadap kebiasaan buruk Ryan yang masih tergolong dalam usia dini. Ia mengaku akan melakukan kroscek langsung bersama tenaga kesehatan Puskesmas setempat guna memeriksa kesehatan bocah tersebut. Selanjutnya, akan dilaporkan kepada Dinas Kesehatan agar dilakukan terapi untuk menghilangkan kebiasaan buruknya tersebut. “Ya, nanti kami kroscek langsung dengan para tenaga medis untuk memeriksa kesehatannya. Setelah itu, akan kami laporkan ke Dinas Pendidikan untuk dilakukan pembimbingan agar terbebas dari kebiasan itu,” ujarnya. =DONI HERIYANTO/RAH
“Jadi pembuatan Perbup terkait seragam itu memang amanah Perda no 4 tahun 2009 pasal 62 ayat 3 yang menyatakan demikian. Dan itu kita kaitkan dengan Visi Misi Bupati itu tentang budaya islami,” papar Wakil Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Ismail Hasan. Menurutnya, siswa merupakan cikal bakal penerus tongkat estafeta masa depan Bangkalan. Maka dari itu, untuk membudayakan nuansa islami seperti yang dimaksud dalam program kerja Bupati tersebut, dimulai dari siswa maupun siswi melalui pakaiannya. Pasalnya, selama ini pakaian yang dikenakan masih ditemukan banyak yang kurang sopan, sehingga perlu kiranya ditegaskan melalui Perbub sebagai payung hukumnya. “Ya pakaian yang islami itu bagi yang perempuan menggunakan jilbab dan rok panjang. Untuk yang cowok bagi siswa TK, SD, dan SMP itu tidak lagi menggunakan celana pendek, melainkan harus celana panjang. Dari sanalah kita memulai membiasakan diri hidup secara islami,” papar politisi Demokrat ini. Menurutnya, langkah terse-
but merupakan terobosan yang positif dalam mengawali visi dan misi Bupati. Terlebih dalam hal ini perlu adanya dukungan dari semua pihak termasuk Dinas Pendidikan setempat, sebagai lembaga yang menaungi bidang pendidikan di wilayah Bangkalan. Langkah semacam ini perlu diawali oleh sosialisasi kepada seluruh siswa dan orang tua untuk memberikan pemahaman terkait budaya tersebut. “Saya kira ini positif, Dinas Pendidikan juga mendukung tinggal sosialilasi saja sebalum dijadikan Perbup. Jadi kalau sudah ada Perbup tinggal menjalankan saja,” jelasnya. Disinggung terkait siswa maupun siswi di Bangkalan tidak semuanya beragama Islam, Ismail mengatakan bagi yang non muslim tinggal menyesuaikan saja tidak harus memakai jilbab. Hanya saja juga harus pakai rok yang panjang tidak lagi hanya sebatas lutut. Apalagi dalam muatan kurikulum 2013 salah satu titik tekannya pada karakter siswa seperti menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kesopanan. =DONI HERIYANTO/RAH
doni heriyanto/koran madura
SARAGAM ISLAMI. Wakil Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Ismail Hasan menungkapkan bahwa Peratuhan Bupati terkait seragam islami adalah amanah Perda No 4 tahun 2009.
M 28
KORAN MADURA
Bangkalan
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
KECELAKAAN
Diduga Kelebihan Muatan, Truk Terguling
TERGULING. Diduga kelebihan beban truk bermuatan material terguling.
doni heriyanto/koran madura
BANGKALAN - Di duga kelebihahan beban, truk bermuatan material bangunan terguling di Desa Gigir Kecamatan Blega, kemarin (9/1). Truk dengan nomor polisi M.8549 UG itu jadi tontonan para pengguna lalu lintas di sekitar TKP. Beruntung tak ada korban jiwa, namun sopir truk Rokib (40) mengalami shok berat. Beruntung tidak ada orang selainnya dalam truk tersebut. Menurut informasi yang dihimpun dari warga bernama Supardi, truk terguling sekitar pukul 08.00 pagi hari, namun hingga pukul 15.00 truk tak kunjung diefakuasi. Dugaan sementara truk terguling diakibatkan muatan truk melebihi kapasitas. Disinyalir muatannnya mencapai dua ton. ”Ini kejadiannya sudah tadi pagi, kasian orangnya shok. Ini muatannya terlalu banyak, masak truk seperti ini muatannya hampir 2 ton,” kata Supardi , warga setempat yang mengaku
membantu menaikkan barang-barang yang berantakan di sepanjang jalan. Selain kelebihan muatan, katanya, truk tergelincir diduga akibat jalanan yang baru dipasang hotmix terlalu tinggi di samping jalan hingga membuat pengemudi kehilangan kendali saat terlepas dari badan jalan. Apalagi yang seharusnya di pinggir jalan ditambah pasir agar tidak membentuk jurang, namun pasir ataupun urukan tersebut tidak ada. Pengemudi truk, Rokib masih dalam keadaan shok sambil menunggu alat berat yang diakuinya tak kunjung datang hingga pukul 14.00 warga sekitar berdatangan membantu beres-beres alat-alat yang bertaburan di jalan untuk dipindah ke truk lain untuk segera dibawa ke lokasi pemesan barang. ”Ini barang-barangnya pesanan orang, jadi harus segera tiba ke Pamekasan,” kata Rokib. = DONI HERIYANTO/RAH
Empat Desa Terkurung Gelap Pemerintah Berusaha Hadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya BANGKALAN - Kurangnya pasokan listrik bagi rumah tangga masih mewarnai kabupaten Bangkalan. Sedikitnya 4 desa masih tersendat aliran listrik dari Perusahaan Listrik Nasional (PLN). Belum adanya jaringan menjadi penyebab utama ketiadaan listrik di empat desa tersebut. Keempatnya memang belum tersentuh program jaringan listrik nasional. Sehingga bila malam tiba, mereka hidup dalam penerangan cahaya rembulan dan pijar lampu tenaga surya yang kapasitasnya sangat terbatas. Meskipun semua itu harus tetap disyukuri, namun desa mereka masih tetap tak ubahnya terkurung dalam kegelapan. Keempat desa yang masih belum teraliri listrik adalah Desa Gengsean Kecamatan Sepulu, Desa Tlokoh dan Amparaan Kecamatan Kokop, serta Desa Bandang Dajah Kecamatan Tanjung Bumi. Seharusnya listrik sudah bisa dinikmati oleh semua orang, ter-
masuk di empat desa tersebut. Namun pemberian listrik selama ini ternyata masih milik kalangan tertentu, karena selama ini pemerintah daerah kurang responsif terhadap warganya. Terbukti sejauh ini pemerintah baru bisa mengupayakan memberikan pasokan listrik alternatif berupa PLTS, itu pun hingga saat ini masih belum terlaksana secara menyeluruh. “Ada empat desa yang menjadi program jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang saat ini sedang dikerjakan oleh Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Bangkalan di empat titik,” kata M. Fachri, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Bangkalan, kemarin (9/1). Dia menjelaskan dua titik sudah dibangun di desa Gengsean, Kecamatan Sepulu dan desa Tlokoh, Kecamatan Kokop. Satu titik yang lain juga sudah dibangun melalui anggaran Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) berlokasi di Desa Bandang Dajah, Kec. Tanjung Bumi. Sedangkan, lanjutnya, satu titik akan dibangun pada tahun ini (2014) yakni di Desa Ampara’an, Kec. Kokop. Menurutnya, pembangunan pembangkit tersebut dipilih lan-
taran belum teraliri aliran listrik dari PLN. Sehingga solusinya harus ada pemanfaatan dari energi lain, untuk membantu masyarakat yang masih minim penerangan. Masing-masing titik berbeda kekuatan distribusi listriknya. Mulai dari 10 kwh sampai 20 kwh. Bergantung kebutuhan listrik di
Ada empat desa yang menjadi program jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang saat ini sedang dikerjakan oleh Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Bangkalan di empat titik
M. Fachri
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi masing-masing lokasi. Untuk 5 kwh, pembangkit tenaga listrik tenaga surya ini mampu menerangi sekitar 30 KK dengan daya sebesar 200 watt per KK. “Untuk 10 kwh diperkirakan
mampu menerangi 60 KK dengan daya yang sama. Sedangkan untuk 15 kwh PLTS mampu menerangi 90 KK. Kapasitas terbesar 20 kwh diprediksi mampu menerangi 120 KK,” terang Fachri. Fachri menambahkan kapasitas sebesar ini telah dibangun di Desa Bandang Dajah, Tanjung Bumi melalui anggaran Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Untuk kapasitas 10 kwh PLTS dibangun di Desa Gengsean, Sepulu, sedangkan kapasitas listrik 15 kwh dibangun di Desa Tlokoh, Kokop. Desa-desa yang menjadi titik PLTS tersebut, lanjutnya, dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan teknis dan kebutuhan masyarakat. Sebab selama ini masih belum ada penerangan, sedangkan PLN belum mampu memasang jaringan di wilayah tersebut lantaran struktur geografis. “Kami bekerjasama dengan PLN dalam menentukan titik PLTS ini berdasarkan pertimbangan selama lima tahun ke depan, di daerah tersebut belum akan tersentuh jaringan kabel PLN,” jelasnya. Pertimbangan lainnya adalah jarak desa dengan tiang listrik terdekat adalah minimal 3 (tiga) kilometer. Disamping itu ada
lagi syarat yang ditentukan, yaitu minimal ada tiga tempat ibadah yang akan diterangi dan penerangan jalan umum (PJU). Sejauh ini, progres pembangunan PLTS dianggap sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar itu. Secara tidak langsung, listrik ini mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Bangkalan. Murid-murid madrasah dan Sekolah Dasar merasa lebih tenang dan baik dalam belajar. “Warga di desa tersebut dapat menikmati jalan di malam hari dengan senang. Untuk mengaji pun anak-anak di pedesaan semakin lancar,” terang Fachri. Adapun anggaran yang bisa diprediksi dalam setiap pembuatan PLTS ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Sebab peralatan yang dibutuhkan tergolong mahal dalam menyerap tenaga surya, kemudian dialirkan ke rumahrumah warga. “Meski mahal, tetapi tergolong mudah dalam perawatannya. Yang menjadi teknisi adalah warga sendiri dengan dibekali pelatihan operasional. Sehingga terbentuk kelompok penanggungjawabnya. Dengan biaya perawatan swasembada,” ujarnya. = RIDWAN/RAH
KORAN MADURA
SURAMADU
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
M 29
Minuman Keras Merajalela Pembahasan Raperda Minuman Keras Digenjot SURABAYA - Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Kota Surabaya mempercepat pembahasan Raperda Minuman Keras setelah maraknya korban jiwa yang berjatuhan akibat minuman keras oplosan yang biasa disebut cukrik. Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Rusli Yusuf mengatakanraperda tersebut merupakan inisiatif DPRD yang mengatur tentang batasan orang yang bisa mengkonsumsi, siapa yang menjual, dan tempat penjualannya. “Larangan peredaran minuman beralkohol sulit dilakukan. Namun demikian, pembatasan bisa dilakukan agar tidak semua kalangan bisa mengkonsumsinya,” katanya. Menurut dia, pihaknya tidak bisa melarang karena ada kelompok masyarakat tertentu yang mengkonsumsinya. Hanya saja, lanjut dia, untuk mengendalikan peredaran minuman beralkohol diperlukan izin tertentu dari pemerintah. “Melalui izin tersebut, penjual dikenakan retribusi. Tentunya agar harga minuman keras tingi dan tidak banyak yang membeli,” katanya. Untuk mengantisipasi peredaran ilegal, ia mengharapkan pengawasan di lapangan diperketat. Jika ditemukan pelanggaran
SITA MIRAS OPLOSAN. Polisi menunjukkan barang bukti minuman keras oplosan yang dikemas menggunakan botol minuman ringan. Polisi mengamankan ribuan liter Miras Oplosan dan ratusan botol Miras berbagai merk dalam operasi Pekat (penyakit Masyarakat) sebagai upaya menekan angka kriminalitas yang sebagian besar disebabkan oleh pengaruh Miras.
dalam peredaran, yang bersangkutan dikenai sanksi. “Optimalkan pengawasan, bila tidak sesuai aturan dihukum berat,” katanya. Peredaran minuman beralkohol di masyarakat menurut Rusli sangat memperihatinkan. Akibat peredaran bebas tersebut, tingkat
kriminalitas juga meningkat. “Banyak kejahatan yang terjadi akibat minuman keras ini,” katanya. Untuk meminimalisir penyalahgunaan minuman beralkohol, ia berharap peran serta semua elemen masyarakat. “Untuk menekan, peran ulama, tokoh agama untuk
Ditanya bagaimana cara pengawasannya? Mahmud memaparkan bahwa semua tempat yang menyimpan miras akan diawasi peredarannya. “Jadi kalau ada pihak yang melanggar maka tempat itu akan dicabut izinnya dan ditutup,” katanya. =ANTARA/RAH
KORUPSI DANA PESANGON
OLAHRAGA
KONI-KOI Harus Bersatu SURABAYA - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman mengungkapkan bahwa KONI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) harus bersatu sebagai evaluasi kegagalan di Sea Games Myanmar 2013. “Kami berharap ke depan ada penyatuan KONI dan KOI,” ujarnya kepada wartawan setelah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jatim Soekarwo untuk membahas PON Remaja 2014 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis. Pihaknya mengaku sudah mengevaluasi hasil akhir Sea Games pada beberapa waktu lalu dengan harapan tidak terulang di kejuaraan-kejuaraan dunia yang akan datang.
sosilisasi bahaya miras harus ditingkatkan,” katanya. Hal sama juga diungkapkan Ketua DPRD Surabaya, M. Machmud. Ia mengatakan raperda minuman keras lagi dibahas di Komisi C. “Insya Allah dalam bulan ini akan selesai,” katanya.
“Kekalahan ini tidak boleh terjadi lagi dan kami akan menata semua kembali. Bahkan, kalau bisa satu pintu mulai dari program dan penataan anggarannya,” kata dia. Purnawirawan TNI berpangkat Mayor Jenderal tersebut mengakui kendala selama ini yakni dualisme tanggung jawab dalam hal olahraga, yaitu antara KONI dengan KOI. Tak hanya gagal mempertahankan juara umum Sea Games 2011, dalam kejuaraan olahraga se-Asia Tenggara 2013, Indonesia berada di urutan empat di bawah tuan rumah Myanmar, Thailand dan Vietnam. Rinciannya, 65 medali emas, 88 perak dan 111 perunggu.
Di sela evaluasi di hadapan wartawan di Jakarta, Ketua Umum KOI Rita Subowo menegaskan bahwa pihaknya siap bergandengan tangan dengan KONI demi kebangkitan olahraga Indonesia. Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo pernah mengungkapkan bahwa terpecahnya KOI dan KONI ikut memberikan andil bagi merosotnya prestasi kontingen Indonesia di ajang SEA Games 2013. Hanya saja, menyatukan KONI dan KOI bukan perkara mudah karena pemerintah harus merevisi UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, serta PP Nomor 17 Tahun 2007. = ANT/RAH
Pemanggilan Bupati dan Wabup Menunggu Waktu SAMPANG – Bupati Sampang Fannan Hasib dan Wakil Bupati (Wabup) Fadilah Budiono menunggu waktu akan diperiksa kejaksaan terkait dugaan kasus dana pesangon anggota DPRD Kabupaten Sampang periode 19992004. Keduanya akan diperiksa sebagai saksi. Kasi Intel Kejari, Sucipto, menjelaskan, keduanya diduga juga terlibat dalam kasus aliran dana pesangon tersebut. Kejaksaan saat ini sedang mengembangkan penyelidikan. “Bupati dan Wabup dalam minggu ini akan kami panggil menjadi saksi terkait dana pesangon itu,” katanya.
Memang, pada masa itu Bupati Fannan masih duduk dikursi DPRD Sampang. Sementara Wabup Fadilah menjabat sebagai Bupati. Saat ini, pihak kejaksaan masih menunggu surat keputusan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejaksaan Agung (Kejagung), sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Untuk diketahui, dalam kasus dana pesangon eks anggota DPRD Sampang, pihak kejari telah menyeret tiga orang untuk menjalani vonis, yakni Moh Sayuti, Herman Hidayat dan Fahrur Rozi. =IST/MK
KORAN MADURA 30 N Industri Lokal
KORAN MADURA
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III
Bisnis Herbal
Bikin Kantong Tebal SUMENEP - Sehat, siapa yang tidak menginginkannya. Minuman herbal dapat menyehatkan tubuh. Selain menyehatkan tubuh juga menyehatkan perekonomian keluarga. Indasar, warga Desa Kebun Dadap Timur, Kec Saronggi, Sumenep, telah membuktiaknnya. Saat ini pemasarannya menembus Pulau Sumatera.
MENYEBAR: Ramuan minuman Sehat olahan “UKM Nyaman” yang sudah menyebar hingga ke Sumatra
I
ndasar yang akrab disapa dengan Iin itu mengatakan, merintis usaha minuman yang saat ini berada di bawah naungan UKM Nyaman itu tidak segampang yang dibayangkan kebanyakan orang. Sebab, merintis usaha dari modal kecil membutuhkan perjuangan yang luar biasa. Tidak seperti usaha yang diawali dengan modal yang besar. “Awalnya saya merintis usaha minuman herbal ini dari modal terbilang pas-pasan. Dua tahun lalu tepatnya sekitar 2011, saya merintis usaha minuman herbal dengan hanya bermodalkan dana sebesar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu. Bayangan saya waktu itu, yang pent-
ing usaha jalan. Saya tidak berangan terlalu muluk ,” katanya. Pada awal-awal merintis usaha minuman herbal, produknya semapt naik turun juga omzet penjualaanya. Dengan modal sekitar rp 500 ribu itu, per bulan hanya mampu menghasilkan omzet sebesar Rp 5 juta. Model distribusi penjualan tidak menggunakan cara modern yang sudah tersistem dengan mapan. Minuman herbal itu hanya didistribusikan melalui diecer. Dijual di pasar tradisional, dijual keliling ke toko-toko di pedesaan bahkan terkadang dititipakan pada penjual jamu yang biasanya jualan ke pelosok desa.
Meski hasilnya tidak seberapa, kata Iin, lambat laun usahanya mulai dikenal masyarakat luas. Meski terkadang omzet penjualannya naik turun, dia tidak mudah menyerah. Bahkan untuk meningkatkan omzet penjualannya, dia membuktikannya dengan hasiat dari minimal herbal itu. “Saya tidak mau menjual omongan manis atau janji-janji yang palsu, sebab itu hanya membuat produk laku sementara saja,” ungkapnya. Saat ini omzetnya sudah naik mencapai Rp 20 juta per bulannya. Itu dengan modal sebesar Rp 10 juta dari bahan mentah yang diracik dari daun sirsat, kulit manggis, kunyit
putih, temu lawak, jahe. Meski sudah mulai tampak hasil dari produk minumannya itu, sambung dia, itu masih membutuhkan waktu hampir satu tahun. Dari sekian produk yang diracik secara alami itu, hanya ramuan berupa minuman herbal yang cukup diminati konsumen di Tanah Air. Untuk produk minuman herbal itu sudah menyebar hingga pulau Sumatera. Meski demikian, produk lokal ini juga tentunya suadah merambah di tingkat lokal. Masih menurut Iin, produk herbal itu untuk area lokal Sumenep misalnya tidak hanya diedarkan di pasar tradisional. Melainkan produk tersebut masuk ke pasar-pasar moder nseperti Swalayan Sidogiri dan Swalayan Elmalik. Penyebaran untuk daerah Jawa dimulai dari Kota Situbondo. Dari Situbondo produk lokal ini merambah ke daerah Surabaya. Setelah produknya laku di Surabaya, akhirnya pemasaran produk itu dijual di Jakarta. Model penjualannya hanya dititipkan melalaui bus antar kota tidak mengandalkan satu agen khusus untuk megirim atau mngedarkan produk herbal tersebut. Selain produk minuman herbal, produk racikannya itu juga mengolah produk marlin dengan bahan utama jagung. Selain itu produk lainnya juga berupa kacang atom. Produk home industri atau produk hasil rumahan itu sudah merambah hingga ke berbagai daerah. “Yang penting dalam menjalankan usaha itu dilakukan dengan tekun, sabar dan tidak mudah menyerah. Gagal itu bukan akhir dari usaha melainkan awal untuk berbenah menuju perbaikan untuk kemajuan yang lebih besar. Sebab tak ada kesuksesan tanpa diawali kegagalan,” katanya menjelaskan. =ALI RIDHO/MK
KORAN PROBOLINGGO
MADURA
Komunitas
KORAN MADURA
JUMAT 10 JANUARI 2014
JUMAT 10No. JANUARI 2014| |TAHUN No. 0278 |IIITAHUN III 0278
31 O
KOMUNITAS PENCAK SILAT SAMBUNG TRISNO
Bentengi Diri dengan Bela Diri PAMEKASAN – Pencak silat merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang sudah berkembang ke manca negera. Walau sejarah tidak bisa menunjukkan secara pasti kapan lahirnya, namun pencak silat sudah lahir di bumi pertiwi sejak peradaban manusia.
ahmad fauzi m/koran madura
BELA DIRI. Pesilat memeragakan jurus dengan iringan musik saronin, saat menggelar pertunjukan di Desa Gagah, Kecamatan Kadur, Pamekasan.
Dalam perkembangannya, pencak silat tidak hanya sekedar ilmu bela diri, tetapi kebudayaan ini juga mampu menjadi salah satu media pengikat persaudaraan sekaligus media hiburan rakyat. Hal semacam ini bisa ditemukan di wilayah timur Pamekasan, tepatnya di Kecamatan Kadur, Pamekasan. Adalah Persatuan Pencak silat Sambung Trisno Empu Genih, binaan Syamsuri Bin Ronggolawi, yang bermarkas di Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, Pamekasan, sudah mampu memotori kegiatan itu dengan melibatkan pamuda pemudi lintas desa. Seperti dari
Desa Kertagena Laok, Desa Gagah dan Kertagenah, Kecamatan Kadur serta dari Desa Kaduara Barat Kecamatan Larangan. Pemuda pemudi itu digembleng menjadi pendekar tangguh, dengan jurus-jurus yang diajarkan. Para pendekar itu kemudian ditampilkan dalam sebuah pertunjukan yang digelar secara maraton di rumah masing-masing anggota,dan masyarakat yang mengundangnya. Dalam penampilannya, mereka diiringi dengan musik saronen yang dimainkan oleh pemuda dari wilayah itu, sehingga menambah semarak per-
tunjukan yang disajikan. Ketua persatuan pencak silat Sambung Trisno Empu Genih, Syamsuri Bin Ronggolawi mengatakan pihaknya sengaja melibatkan anggota binaannya dalam kegiatan itu, dengan tujuan memberi bekal ilmu bela diri termasuk membentengi generasi muda penerus bangsa agar tidak terjerumus pada halhal negatif seperti dunia narkoba. Dia katakan ancaman bahaya narkoba saat ini tidak hanya di perkotaan, tetapi juga mengancam generasi muda di pedesaan. "Melalui binaan silat ini, kami harapkan mereka tidak
terjerumus pada dunia narkoba," katanya. Mereka sengaja ditampilkan dalam panggung terbuka agar lebih semangat dan lebih giat berlatih untuk menyerap berbagai ilmu bela diri yang diajarkan. Selain itu, kebudayaan itu juga diharapkan bisa menjadi hiburan rakyat di tengah kepenatan masyarakat usai melakukan aktivitas pertanian maupun aktivitas lainnya. Untuk jangka panjang, para pendekar muda ini juga direncanakan untuk dilibatkan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal ini dimaksudkan agar keberadaan paguyuban ini bisa
memberi manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. "Itu jangka panjang, karena kami masih perlu menjalin komunikasi dengan pihak-pihak yang bisa mewujudkan sekaligus menyukseskan agenda kami," imbuhnya. Dalam setiap menggelar pertunjukan, paguyuban ini juga menampilkan pesilat yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, baik penampilan tunggal maupun duel yang sangat atraktif dan memukau. Selain menampilkan jurus-jurus dengan tangan kosong, mereka juga piawai memainkan berbagai senjata, seperti tongkat, pisau, celurit maupun pedang. Selain itu, juga ditampilkan tari-tarian tradisonal seperti tari gelang sokoh dan lagu- lagu tradisional Madura. Kesenian yang menampilkan putra-putri daerah ini dimaksudkan untuk menambah semarak pertunjukan. Paguyuban pencak silat dibawah naungan Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) ini, selalu diawasi oleh para pendekar senior, seperti Abdul Senin, Hasan, Syamsul, dan Syamsuri. Kehadiran paguyuban ini disambut gembira oleh masyarakat, termasuk sejumlah para pedagang yang bisa meraup keuntungan dalam setiap kali pertunjukan. = AKHMAD FAUZI M/RAH
KORAN MADURA PROBOLINGGO 32KORAN
P
JUMAT 10 JANUARI 2014 | No. 0278 | TAHUN III JUMAT 10 JANUARI 2014
MADURA
No. 0278 | TAHUN III
AISYAH FEBRIYANTI
Orangtua Segalanya Menjadi perempuan sukses di masa depan mungkin sudah diyakinkan tertata bagi setiap manusia. Namun, bagi Aisyah Febriyanti kesuksesan itu tidak ingin hanya dirasakan untuk satu orang saja. Melainankan, jerih susah payah apa yang telah dilalui agar bisa dirasakan untuk membahagiakan bagi kedua orangtuanya.
P
erempuan lahir di Sampang pada 10 Mei 1995 itu tentu tidak ingin lepas dari doa dan restu orang tua jika dirinya sudah melalui perjalanan panjang dalam dunia pendidikan. Apa pun yang menjadi tantangan hidup baginya diyakinkan bisa membawa sebuah impian baru dan ilmu menuju sebuah kesuksesan. “kita semua pasti kalau tanpa adanya doa dan pengorbanan dari orang tua tidak akan menjadi seperti sekarang, makanya saya selalu mengikuti nasehat orang tua dan masukan dari orang lain karena seperti itu untuk menuju jalan kesuksesan,”ujarnya dengan penuh harapan. Bagi Aisyah panggilan akrab perempuan yang mempunyai bintang Zodiak tersebut ingin terus mengukir sejuta prestasi. Terbukti, saat perempuan yang juga mempunyai hobi mengoleksi barang kaum hawa itu pernah mempunyai predikat sebagai salah satu siswi teladan dalam mengikuti Masa Oreientasi Siswi (MOS) ketika masih duduk dibangku SMP. Tak hanya itu, perempuan lahir dari ke empat saudaranya ini juga mempunyai talenta tinggi yakni ingin menjadi sebuah pembawa
ePaper
Terbit Siang!
Unduh Koran Madura versi ePaper dan nikmati beragam informasi dari gadget anda Klik dan unduh di sini: http://www.koranmadura.com/category/epaper-koranmadura/
acara atau presenter. Sebab, sembari menata kemampuan beberapa acara juga pernah dilakukannya dengan memandu sebuah acara remaja disekolahnya. Alasan itu diambil karena semua kemampuannya ingin terpancarkan saat masamasa muda. “ya pernah sih memandu sebuah acara anak remaja disekolah karena kemampuan sesorang tidak lah harus dipendam melainkan harus memberikan hal positif selagi kita mampu untuk menjalankannya,”ungkapnya. Dirinya berharap dengan bakat apa pun yang melekat pada dirinya tersebut bisa membawa keberkahan nanti jika sudah masa pendidikannya berakhir di salah satu universitas negeri disurabaya. Disamping itu, ia juga menyarankan setiap manusia tidaklah berhenti berkarya, tetapi dengan waktu yang masih panjang apa lagi masih masa muda semuanya bisa menciptakan ambisi dan talenta tinggi. “apa pun nantinya karya seseorang tidaklah harus berhenti tetapi terus bisa terukir, dan saya harap kreatifitas kita untuk terus bisa diasah serta tidak selalu putus asa,”imbuhnya. =RYAN HARIANTO