JUMAT
KORAN MADURA
28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III ECERAN Rp 3.500 LANGGANAN Rp. 70.000
1
0328-6770024 JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III www.koranmadura.com
Chairun Nisa
Divonis 4 Tahun Penjara Terbukti Meyakinkan Terlibat Suap Akil Rp3 M JAKARTA-Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) memvonis terdakwa suap sengketa Pilkada Gunung Mas di Mahkamah Konstitusi, Chairun Nisa, dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan kurungan. Pimpinan hakim Tipikor menyatakan Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar itu terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi perantara suap Rp 3 miliar dari Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Hambit Bintih, dan pengusaha Cornelis Nalau Antun, untuk Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar, guna mempengaruhi putusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas. “Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” terang Hakim Ketua, Suwidya, saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (27/3). Tujuan pemberian suap agar MK menolak permohonan keberatan hasil Pilkada sehingga kemenangan pasangan Hambit Bintih-Arton Dohong sebagai pasangan calon terpilih untuk periode 2013-2018 dinyatakan tetap sah. Hambit juga memberikan
duit Rp 75 juta ke Chairun Nisa sebagai imbalan atas jasanya menjadi perantara ke Akil. Chairun Nisa terbukti melanggar pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) kesatu. Untuk diketahui Vonis ini lebih rendah dibanding tuntutan jaksa KPK yang menuntut Chairun Nisa dengan hukuman 7,5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta. Selain pada Chairun Nisa, Majelis Hakim juga menjatuhkan vonis 4 tahun penjara pada Hambit Bintih, bupati terpilih Gunung Mas. Bedanya, bila Chairun Nisa dijatuhi denda sebesar Rp100.000.000, Hambit didenda lebih besar, yakni Rp.150.000.000. Majelis Hakim juga menjatuhkan vonis pada ketua tim sukses pemenangan hambit saat pemilukada Gunung Mas, yakni Cornelis Nalau Antun. Pria ini terbukti secara meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara besama-sama dan sebagaimana dakwaan pertama dari pasal 6 ayat 1 huruf a UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. “Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa I Hambit Bintih selama 4 tahun dan denda Rp150 juta subsider 3 bulan dan terdakwa II Cornelis Nalau Antun pidana penjara 3 tahun denda Rp150 juta subsider 3 bulan,” kata ketua majelis hakim Suwidya. =GAM/ABD/ANT/BETH
TIDAK TERBIT Sehubungan dengan Hari Raya Nyepi, Senin 31 Maret 2014 Koran Madura tidak terbit. Kami akan hadir kembali di hadapan pembaca hari Selasa depan.
2
KORAN MADURA
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III PAMANGGI
Tukang Jagal Oleh : Abrari Alzael
Wartawan-Budayawan Madura
Pemerintah, kalau rasional dalam pemilu dengan memilih tanda gambar (saja), situasi pemilihan pasti tidak sebarbar ini. Pemilu akan sesuai undang-undang, dimana pesertanya adalah partai politik. Fakta pemilihan era kini, peserta pemilu adalah caleg. Akibat semua ini, pemilu nyaris tidak berbeda pilkades, sedikit sarkas dan berlangsung di rumah potong hewan yang dijejali tukang jagal. Ada banyak pekerjaan pemerintah dalam pelaksanaan pemilu yang lebih hebat di era mendatang. Pertama, pemerintah harus menyederhanakan partai politik. Jumlah parpol yang mengikuti pemilu masih terlalu banyak. Padahal, pada partai yang banyak terdapat orang-orang yang sedikit. Fungsionaris parpol yang berbeda itu serupa dikotil dari partai lama (PPP, Golkar dan PDI). Substansi dari partai saat ini tak ubahnya tiga golongan saat orba masih tegak berdiri. Kedua, pemerintah harus mengembalikan sistem pemilihan kepada tanda gambar. Cara ini untuk mengembalikan kedaulatan partai, memulangkan substansi UUD 1945 dan menghemat APBN. Ini penting lantaran pemilu yang berlangsung saat ini tidak memberi kepastian bahwa yang terpilih dari pemilu liberal ini, adalah sosok yang lebih hebat. Sementara itu, dana besar dari APBN, partai dan caleg, sudah pasti boros besar untuk sesuatu yang tidak sepenuhnya kompeten dalam keparlementariaan. Ketiga, pemerNegara, cobalah intah harus memmengerti untuk sesuatu yang lebih berikan kedaulatan parpol yang tercerpasti. abut sistem. Dengan sistem pemilu saat ini, negara telah melemahkan partai politik (institusi) dan menguatkan caleg (pribadi). Dampak dari semua ini menyebabkan partai bak kuda tunggangan joki. Begitu turun dari kuda, pecacak melenggang dan lupa bahwa sampainya di istana karena menunggang kuda. Keempat, negara harus berpikir adanya kewajiban bagi pemilih untuk hadir di TPS masing-masing. Jika publik absen karena alasan yang tidak jelas, pemerintah wajib mengusutnya secara pidana. Ini penting agar publik merasa bahwa negara memiliki hak untuk memaksa warganya ke jalan yang benar. Selain itu, supaya rakyat tidak besar kepala dengan menjual suara kepada caleg. Tetapi, ia memilih dalam pemilu karena kesadaran sebagai warga negara untuk mewujudkan Indonesia yang lebih hebat. Kelima, jika negara tidak bisa membuat terobosan baru di dalam politik dan atau apapun, maka revolusi harga mati. Ini urgen dibanding negara galau dan tidak punya harapan karena negara tidak bersikap. Sebab diam saja seperti saat ini, menjadikan pemilu tidak berguna karena caleg yang terpilih didasari investasimaterial, bukan prestasi berbasis moral. Keenam, masyarakat sebenarnya sudah bosan juga dengan sistem pemilihan seperti ini karena dianggap membingungkan. Ini bukan saja partai yang banyak dengan caleg yang lebih banyak, tetapi mereka juga sadar bahwa negara dengan sistem politik seperti ini sudah tidak punya kreativitas, tak berkualitas. Oleh sebab itu, negara, cobalah mengerti untuk sesuatu yang lebih pasti. =
KORAN MADURA
Berita Utama
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
2
Menang Satu Putaran Tiga Lembaga Survei Unggulkan Jokowi JAKARTA-Kampanye negatif yang dilakukan para pesaing politik capres PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi ternyata tidak membuat tingkat kepercayaan publik terhadap Jokowi memudar. Tiga Lembaga survei memprediksi si “kerempeng” menang Pilpres 2014 dalam satu putaran. Karena itu, PDI Perjuangan bersyukur atas hasil survei tersebut sebagai apresiasi rakyat terhadap Jokowi. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati pun secara kenegarawanan menyerahkan pencapresan partai itu pada Gubernur DKI Jakarta itu. “Saya bersyukur atas apresiasi masyarakat, karena memang Jokowi dipilih sebagai capres oleh Mbak Mega secara negarawan, merespon apa yang dikehendaki publik. Meski demikian, PDI Perjuangan tak akan sombong, dan pasti akan mengajak parpol lain untuk berkontribusi di pemerintahan yang akan dipimpin Jokowi jika menang Pilpres,” tegas Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait di Jakarta, Kamis (27/3). Seperti diberitakan, Lembaga survei Charta Politika, CIRUS Surveyors Group dan SMRC memprediksi Jokowi bisa menang Pilpres 1 putaran. Prediksi itu dengan asumsi hanya ada tiga pasangan capres-cawapres yang berlaga di Pilpres 2014.
Menurut Maruarar, di tahun 2014 harus jadi tahun rekonsiliasi nasional. “Tahun ini waktunya Indonesia membangun dengan stabil dan efektif berdasarkan dari Pemilu 2014 yang kredibel jujur dan adil. Untuk mencapai tujuan membentuk pemerintahan yang kuat nantinya, PDI Perjuangan juga berjuang untuk meraih hasil maksimal di Pileg 2014. Salah satu caranya adalah dengan mengandalkan kader-kader yang bisa menyedot perhatian rakyat untuk berkampanye,” tambahnya. Karena itu, untuk memperkuat PDI Perjuangan kata Maruarar, Jokowi, Mbak Mega, Mas Ganjar, dan Mba Puan ikut turun ke bawah untuk mendukung dan meningkatkan elektabilitas PDI Perjuangan tersebut. Munculnya iklan anonim di televisi yang materinya menyudutkan Jokowi, PDI Perjuangan akan santai
menyikapi iklan itu. Karena, jalan yang dilalui Jokowi memang jalan yang penuh tantangan yang akan makin besar mendekati Pilpres 9 Juli 2014 mendatang, dan itu sebagai proses pematangan Jokowi. “Saya rasa tentunya kualitas demokrasi kita ditentukan dengan cara-cara yang berkualitas untuk mencapai tujuan,” ujarnya. Karena itu Maruarar tidak khawatir terhadap iklan dan serangan yang mengarah ke Jokowi itu akan menyebabkan penurunan elektabilitas Gubernur DKI itu. “Malah, alih-alih turun, kita yakin simpati rakyat ke Jokowi justru akan makin tinggi, dan itu terkonfirmasi dengan hasil survei-survei yang ada,” tambahnya. Sejak akhir pekan lalu, muncul iklan yang menyudutkan capres PDI Perjuangan Joko Widodo. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah memantau dan sedang mengkaji iklan tersebut. Iklan itu tayang di beberapa stasiun TV swasta. Iklan itu berisi tayangan-tayangan berbagai masalah yang ada di Jakarta, seperti bus berkarat. Lalu di akhir, iklan itu menampilkan pidato Jokowi yang menyatakan akan tetap mengabdi di Jakarta selama 5 tahun, kemudian ditutup dengan kalimat Kutunggu Janjimu dan lain-lain. =GAM/ABD
POLITIKA
Mega Pilih Jokowi karena Sederhana JAKARTA- Keputusan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memberikan mandat kepada Gubernur DKI Jakarta Jokowi Widodo sebagai calon presiden (capres) mengubah peta perpolitikan nasional. Namun Ketua MPR RI, Sidarto Danusubroto, ternyata mempunyai pandangan lain dibalik keputusan Megawati. Menurut dia, keputusan Megawati mencalonkan Jokowi bisa dilihat dari situasi darurat keteladanan seorang pemimpin di negeri ini. Hal itu ditandai dengan banyaknya pejabat negara yang dijebloskan ke penjara. “Ibu Mega melihat kalau keteladanan itu ada pada Jokowi,” kata Sidarto di Jakarta, Kamis (27/3). Tidak itu saja, Jokowi adalah sosok yang sederhana dan rendah hati. Kerendahan hatinya itu bisa dilihat dari sikap Jokowi yang tidak meladeni “serangan” bertubi-tubi yang dialamatkan kepadanya belakangan ini. Sidarto mengaku mengenal Jokowi secara pribadi. Kesederhanaan Jokowi bisa dilihat dari kemeja putih yang sehari-hari dipakai Jokowi ketika bertugas sebagai Gubernur DKI. “Hem putih Jokowi ada 14 potong. Kemejanya itu satu seharga Rp 150 ribu.
Sedangkan sepatunya seharga Rp 400 ribu,” katanya. Bekal kesederhaan Jokowi tersebut akan sangat positif jika dirinya menjadi presiden RI. Menteri-menteri di kabinet akan meniru kesederhanaan dari mantan Walikota Solo itu. “Tidak dibikin-bikin dia memang begitu adanya,” kata Sidarto. Tak hanya keteladan, Megawati memilih Jokowi sebagai capres karena dalam melaksanakan tugasnya baik sebagai Walikota Solo maupun Gubernur DKI Jakarta selalu berpedoman kepada Pancasila. Jokowi, katanya lagi, adalah sosok yang pro keberagaman dan kemajemukan. “Indonesia butuh pemimpin Pancasilais,” demikian Sidarto. Hina Jokowi Sementara itu, Caleg DPR RI dari Partai Demokrat, Hasnaeni berkam-
panye di Jalan Keramat Pulo Dalam 2, RT6/RW8, Senen, Jakarta pusat. Tidak hanya membagikan uang, si ‘Wanita Emas’ ini juga membagi-bagikan kerudung. Bahkan, caleg untuk daerah pemilihan 2 Jakarta meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar Negeri ini juga berjalan berkeliling kampung. Lucunya, bersama warga yang kebanyakan anak-anak, Hasnaeni sempat berjalan mundur kala keliling kampung. Menurutnya, berjalan mundur mencerminkan Jakarta di bawah pimpinan Jokowi . “Karena saya melihat di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta tidak terbebas dari banjir bahkan ada ketimpangan sosial. Gubernur malah jadi presiden. Makanya saya jalan mundur,” kata Hasnaeni di Jakarta, Rabu (26/3). Tidak hanya menyindir, Hasnaeni juga mengajak warga Kampung Pulo Dalem untuk benci Jokowi . “Benci sama Jokowi nggak?” tanya Hasnaeni. “Betuullll...,” jawab warga sambil teriak. Bahkan, Si ‘Wanita Emas’ ini juga mengajak warga untuk meneriaki ‘Jokowi Jelek’. “Bilang Jokowi jelek!” ajaknya. =GAM/ABD
KORAN PROBOLINGGO
MADURA
KORAN MADURA
Nasional
JUMAT 28 2014 MARET 2014 JUMAT 28 MARET | No. 0331 | TAHUN III No. 0331 | TAHUN III
33
JELANG PEMILU 2014
KPK Pantau Caleg Incumbent
ant/kusuma
SIAPKAN PENERUS. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Puan Maharani menjadi juru kampanye dalam rapat akbar di Lapangan Denggung, Sleman, Yogyakarta, Selasa (25/3). Megawati dan Puan Maharani meminta kepada puluhan ribu kader dan simpatisan PDI Perjuangan untuk bekerja keras memenangkan Pemilu Legislatif 9 April mendatang.
Mega Siapkan Puan Jadi Ketum PDIP Eva Kusuma Sundari: Puan Pemimpin Masa Depan JAKARTA-Setelah digadang-gadang menjadi cawapres pendamping capres, Joko Widodo, nama Puan Maharani kembali disebut-sebut sebagai penerus kuat estafet kepemimpinan Megawati Soekarnoputri di dalam internal PDI Perjuangan sebagai Ketua Umum. Puan berada di barisan terdepan bersama tokoh-tokoh muda moncong putih untuk melanjutkan perjuangan Megawati nantinya. Ketua DPP PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengakui akan hal itu. Puan memang salah satu kader muda yang disiapkan Megawati untuk meneruskan kepemimpinannya di partai berlambang kepala banteng tersebut. “Puan Maharani ada di deretan depan pemimpin masa depan adalah wajar karena posisi puncak di internal PDI Perjuangan. Dia memang disiapkan, bersama para tokoh muda yang lain,” ujar Eva saat dihubungi, Jakarta, Kamis (27/3). Menurut Eva, saat ini PDI
Perjuangan betul-betul tengah melakukan kaderisasi. Seperti halnya memunculkan pemimpin muda dari internal partai seperti menetapkan Jokowi sebagai Capres 2014. Lebih lanjut, kata Eva, hal sama juga dilakukan Megawati dalam mewariskan tongkat estafet kepemimpinan sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan . Salah satu figur kuat dan memiliki kapasitas salah satunya adalah Puan Maharani . “Saya yakin Puan Maharani juga mewarisi bakat kepemimpinan
tersebut dan meneruskannya kelak kepemimpinan di PDI Perjuangan. Persoalannya di momentum. Tinggal tunggu saja,” jelas Eva. Namun, kapan Puan menerima estafet dari Megawati belum diketahui waktunya. Sebab, saat ini PDI Perjuangan tengah fokus dalam pemenangan Pemilu 2014. “Politik itu hitungannya detik sih, tapi kalau pakai logika bisa setelah pileg, setelah pilpres, atau kongres,” katanya. Dengan JK Sementara itu, capres PDI Perjuangan Joko Widodo kembali mengelak saat ditanyai mengenai pasangannya untuk maju dalam Pilpres Juli mendatang. Namun, sambil bercanda, Jokowi mengaku tidak bisa menolak jika JK yang ditawarkan. “Bukan masalah mau atau nggak mau, ya harus sama JK . Soalnya kalau nggak sama JK , jadinya Oowi dong,” katanya saat makan siang
di kawasan Waduk Pluit, Jakarta Utara, Kamis (27/3). Alasan Jokowi tidak dapat menolak JK karena huruf penyusun namanya terdiri dari dua huruf tersebut. Tanpa huruf ‘J’ dan ‘K’, maka nama Jokowi menjadi ‘Oowi’. Untuk jawaban serius mengenai siapa cawapres yang akan diusulkan PDI Perjuangan untuknya, Jokowi masih berpikir. Sebab, kata dia, cawapres yang tepat dapat membantu meningkatkan elektabilitasnya. “Kalau pas, kalau tepat, sesuai dengan harapan publik,” ujarnya. Selain itu, Jokowi mengaku masih terus memantau hasilhasil survei elektabilitasnya. Ia mengungkapkan, survei tentangnya sempat turun, namun kembali melonjak setelah deklarasi. “Elektabilitas saya itu sempat turun, tapi melonjak tinggi lagi setelah deklarasi. Saya sempat pantau-pantau hasil survei,” katanya. =GAM
JAKARTA-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terus mengawal jalannya proses Pemilu 2014 yang akan berlangsung 9 April nanti. Bawaslu akan melakukan pengawasan pemilu secara bersih dan berintegritas. “Saya sendiri datang guna melakukan koordinasi mengenai dana kampanye peserta pemilu bersama KPK, KPU dan PPATK,” ujar Komisioner Bawaslu, Nasrullah di kantor KPK, Jakarta, Kamis (27/3). Nasrullah mengatakan, koordinasi yang dilakukan terkait persoalan dana kampanye. Koordinasi itu guna menyepakati agar pemilu bisa berlangsung secara fair. “Karena itu, ini yang jadi fokus Bawaslu, KPK, KPU, dan PPATK, mudah-mudahan bisa mewujudkan pemilu yang bersih dan berintegritas,” terang dia. Nasrullah dalam kesempatan ini juga berharap pihaknya bisa fokus memantau penindakan tindak pidana korupsi dalam pemilu. “Ketika wilayah tindak pidana pemilu yang kira-kira agak sulit masuk dalam wilayah penegakan itu, maka ruang wilayah penindakan TPK itu yang harus diperhatikan. Mudah-mudahan kami mampu mengawal itu secara bersama-sama,” demikian Nasrullah Sementara itu, Ketua KPU, Husni Kamil Malik mengaku siap memberikan data-data yang dibutuhkan KPK untuk penyelenggaraan Pemilu 2014 yang bersih dan berintegritas. Menurut Husni, KPK telah meminta daftar calon anggota legislatif incumbent. “Kalau ada data-data yang diperlukan untuk menyempurnakan, kita beri. Sampai sekarang data-data yang dibutuhkan, yang sudah diminta KPK itu menyangkut daftar calon anggota legislatif yang incumbent,” ujar Husni usai bertemu pimpinan KPK, Bawaslu dan PPATK, Kamis (26/3). Husni mengatakan pertemuan tadi bukan hanya membahas terhadap laporan dana kampanye. Melainkan juga bagaimana supaya Pemilu 2014 ini tingkat integritas dan kepercayaan publiknya tinggi. “Jadi belum tuntas, saya baru memaparkan bagaimana posisi KPU dalam proses penyelenggaraan Pemilu 2014 ini. Kita menata agar sistemnya lebih baik, kemudian personelnya lebih berintegritas,” jelasnya. =GAM/ABD
4
KORAN MADURA
Nasional
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
BURSA CAPRES
Genderang Perang Mulai Bergemuruh
ant/regina safri
STATUS GUNUNG MERAPI. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandrio saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor BPPTK Yogyakarta, Kamis (27/3). Gunung Merapi mengembuskan abu vulkanik pada Kamis (27/3) pukul 13.12 WIB - 13.16 WIB sejauh 7km lebih ke arah selatan dan hujan kerikil sejauh 5km, meski sempat membuat panik warga sekitar, namun Gunung Merapi tetap pada status aktif normal.
SBY Kampanye Pakai Fasilitas Negara KPK Tegas Mengkritik, Bawaslu Kalem Membela JAKARTA-Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengeritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena menggunakan fasilitas negara untuk berkampanye Partai Demokrat. Penggunaan fasilitas negara sangat tidak etis. Namun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan tidak ada pelanggaran dalam penggunaan pesawat kenegaraan oleh Presiden SBY untuk berkampanye Partai Demokrat Menurut Busyro, itu akibatnya jika memiliki presiden yang merangkap jabatan sebagai Ketua Umum Partai. “Itu efek akibat presiden aktif di parpol apalagi ketum. Menjadi tidak etis dan sulit membedakan mana fasilitas negara dengan yang bukan,” ujar Busyro di Jakarta, Kamis (27/3).
Padahal, kata Busyro, berdasarkan hasil kajian KPK, banyak masalah-masalah nasional yang terjadi di daerahdaerah. Seperti dana bansos yang dikorup, bermasalahnya sektor mineral dan batubara, juga banyak APBD digunakan untuk belanja pegawai. “Hasil kunjungan KPK ke beberapa provinsi yang bermasalah di sektor mineral batubara menemukan fakta mengenaskan. Belum lagi bansos yang dikorup. APBD-APBD 75% untuk biaya belanja pegawai, dan lain-lain problem nasional,” papar Busyro.
Atas masalah-masalah itu, menurut Busyro, Presiden dan menteri-menterinya kurang peka. “Jurkam oleh presiden dan menteri-menteri membuktikan kurang pekanya terhadap problem-problem di atas,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Bawaslu Mohammad menjelaskan, berdasarkan undang-undang tentang pejabat negara, ada hal yang melekat pada seorang presiden. Yakni hak protokoler dan hak keamanan kepala negara. “Bawaslu memandang bahwa penggunaan pesawat itu adalah bagian dari hak protokoler. Jadi, tidak ada pelanggaran sepanjang ada ijin. Intinya memang sudah disampaikan ke KPU dan Bawaslu,” katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (27/3).
Menurut Muhammad, penggunaan pesawat negara menjadi hak SBY sebagai presiden. Meski pesawat itu digunakan untuk kegiatan berkampanye. “Undang-undang ada itu, jadi kita tidak bisa menjeratnya. Tidak masalah memang karena dia memiliki hak protokoler. Itu alasannya,” tambahnya. Muhammad memastikan bahwa fasilitas negara hanya boleh digunakan untuk kegiatan kampanye oleh pejabat presiden. Bukan pembantupembantunya seperti menteri. “Jadi, ada hak khusus untuk presiden dalam undang-undangnya, kita sudah baca. Kalau di bawah presiden sudah tidak bisa lagi menggunakan itu. Jadi dia harus menggunakan fasilitas pribadi,” jelasnya. =GAM/ABD
JAKARTA - Aksi dukung mendukung calon presiden (capres) menjelang pemilu presiden dan Wakil presiden (pilpres) 2014 marak dilakukan. Kamis (27/3), di Jakarta, ratusan pensiunan jenderal TNI mendeklarasikan dukungannya terhadap Capres Prabowo Subianto yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Sementara itu di tempat lain di wilayah ibukota negara itu, kelompok pendukung Capres Joko Widodo (Jokowi) dari PDI Perjuangan Pro Jokowi merapatkan barisan dengan meluncurkan akun media sosial Jokowi Advanced Social Media Volunteers alias Jasmev. Isiator PDI Perjuangan Pro Jokowi, Fahmi Alhabsyi menjelaskan, sudah lama mereka mendorong Jokowi untuk jadi capres melalui media sisoal. Dukungan di dunia maya yang begitu besar mendorong Ketua Umum PDI Perjuangan yang memiliki hak tunggal menunjuk capres partai moncong putih, Megawati Soekarnoputri, menunjuk Jokowi sebagai capres dari partai itu. Menurut Fahmi, saat ini kalangan usia muda banyak yang mulai meninggalkan berita televisi maupun media cetak dan lebih aktif di jagat maya. Makanya, gerakan dukungan terhadap Jokowi digencarkan melalui beberapa akun media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan Path. Koordinator Relawan Jasmev Kartika Djoemadi menambahkan, dukungan kepada Jokowi di dunia maya sudah banyak dilakukan oleh berbagai pihak. Jasmev sendiri sudah menjadi relawan pendukung Jokowi sejak Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012. “Selama ini dukungan terhadap Jokowi kan masih berbentuk simpul-simpul, makanya Jasmev yang dulu secara resmi mendukung Jokowi di Pilkada DKI ingin aktif kembali untuk mempromosikan Jokowi jadi presiden,” katanya. Sementara itu, ratusan purnawirawan jenderal mendeklarasika dukungannya kepada Prabowo Subianto sebagai capres. Letjen (Purn) Yunus Yosfiah mengatakan, ia dan rekan-rekannya yakin Prabowo merupakan sosok pemimpin tegas dan mampu membawa perubahan bagi Indonesia. “Kita memerlukan sosok pemimpin yang tegas dan berwibawa seperti Pak Prabowo. Saya yakin Indonesia lebih bisa maju dengannya,” kata Yunus. Menurut dia, banyak hal terjadi karena kelemahan pemerintah. Ia menyebut, di antaranya, peristiwa penyadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono oleh pihak asing, kebocoran keuangan negara dan dikuasainya sumber daya alam oleh asing. “Banyak tenaga kerja kita mengalami tindakan yang kurang menyenangkan di luar negeri, yang lebih parah mereka mendapatkan hukuman mati namun pemerintah terkesan diam,” katanya. =GAM/AJI
KORAN PROBOLINGGO LINTAS NUSANTARA MADURA
KORAN MADURA
Ekonomi
JUMAT MARET 2014 JUMAT 28 MARET28 2014 | No. 0331 | TAHUN III No. 0331 | TAHUN III
55
Peresmian Bandara Kualanamu Sejumlah calon penumpang melakukan registrasi tiket pesawat ke bagian Check In di Terminal Keberangkatan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Kamis (27/3). Bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno Hatta ini dilengkapi dengan landasan pacu berukuran 3.750 m x 60 m, terbentang di atas lahan seluas 1.365 hektar yang berjarak sekitar 39 km dari Medan, Sumatera Utara dan resmi beroperasi mulai 25 Juli 2013 ant/widodo s. jusuf
Harga Baru CNG Percepat Pemanfaatan BBG JAKARTA-Untuk mengakselerasi penggunaan gas pada konsumen yang tidak terjangkau jaringan pipa gas, pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) harus terus ditingkatkan. Pemerintah harus menciptakan regulasi yang mendorong para investor untuk menanamkan modalnya dalam bisnis CNG. Menurut Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Herman Agustiawan hingga saat ini, investor masih menunggu regulasi yang kondusif untuk investasi, karena bisnis CNG untuk transportasi saat ini cenderung kurang menguntungkan. Harga jual yang digunakan untuk transportasi di wilayah Jakarta termasuk Bogor, Bekasi, Depok dan Tangerang adalah sebesar Rp 3.100 per Liter Setara Premium termasuk pajakpajak. “Pemanfaatan CNG di sektor transportasi harus menguntungkan kedua belah pihak dalam hal ini produsen dan konsumen. Karena kalau tidak, pemanfaatan CNG di sektor transportasi terse-
but tidak bisa berkembang secara signifikan dalam bauran energi nasional,” tegasnya di Jakarta, Kamis (27/3). Kebijakan harga yang berorentasi pada keekonomian juga diakui Ketua Hiswana Migas, Eri Purnomo Hadi menjadi syarat penting bagi pengusaha untuk berkontribusi dalam rangka percepatan pemanfaatan gas di sektor transportasi. Oleh sebab itu, agar pengusaha tertarik mengembangkan usaha di bidang CNG, Hiswana Migas mengusulkan harga CNG yang lebih wajar. “Dalam kalkulasi saya, Rp 4.500 per LSP adalah harga CNG yang wajar dan dapat diterima pengusaha,” ung-
kapnya. Menurut Eri, bagi pengusaha harga CNG Rp 3.100/LSP itu tidak menarik, bahkan cenderung merugi. Umumnya dalam bisnis struktur harga energi terdapat lima komponen yaitu, harga pokok, investasi, operational and maintenance (O&M), pajak-pajak dan margin. Kalau harga gas US$ 4,72/mmbtu, dengan nilai dolar Rp 12.000, maka harga gas sudah mencapai Rp 2.020/LSP. Sisanya Rp 1080 jatah yang akan dibagi untuk komponen investasi, O&M, pajak-pajak dan margin. “Pengusaha perlu margin, untuk pengembalian investasi dalam menyediakan dispenser CNG,” lanjut Eri. Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo menyatakan Pemerintah sangat terbuka dengan usulan untuk merevisi harga CNG menuju nilai keekonomiannya. Saat ini kementerian ESDM bersama Bappenas sedang meng-
hitung harga CNG yang baru. “Pemerintah tentu memahami aspirasi para pengusaha maupun konsumen,”tegasnya. Namun Herman mengingatkan, harga yang keekonomian bukan satu-satunya masalah dalam pengembangan bisnis CNG. Harga memang akan mendorong para pengusaha untuk investasi, tetapi masih banyak aspek lain yang perlu diperhatikan terutama koordinasi antar instansi termasuk badan usaha terkait. Koordinasi tersebut dalam hal penyediaan infrastruktur, alokasi gas, dan kendaraan pengguna BBG. “Keberadaan pasar pengguna CNG membutuhkan “mandatory” dari Pemerintah terutama untuk kendaraan umum, agar program diversifikasi energi di sektor transportasi tersebut bisa jalan secara optimal,” ungkapnya. Dalam rangka mempercepat pemanfaatan CNG untuk transportasi, PT Pertamina (Persero)
yang mendapat penugasan dari Pemerintah dalam mengembangan infrastruktur, kini telah mampu menyediakan 10 SPBG online (8 sudah beroperasi) di Jabodetabek, 1 mother station, 2 daughter station, 1 SPBG online di Jawa Timur, 1 mother station dan 3 daughter station di Palembang. Pertamina menargetkan pada tahun 2017, total jumlah infrastruktur CNG sebanyak 116 unit dengan alokasi gas 96 MMSCFD. Melalui program pemanfaatan CNG untuk transportasi ini, maka pada 2018 negara berpotensi menghemat subsidi BBM sebesar US$ 3,8 Milyar. “Sebagai badan usaha, Pertamina dapat mengembangkan infrastruktur CNG tanpa anggaran APBN jika didukung oleh kerangka kebijakan yang tepat,” kata Daniel Purba, Vice President Engineering and Project Management PT Pertamina (Persero). =GAM
6
KORAN MADURA
Ekonomi
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
FINANSIAL
Aliran Dana Kumulatif PT SMF ke Penyalur KPR Meningkat 41% JAKARTA-PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) “SMF” kembali berhasil mencatatkan peningkatan kinerja selama tahun 2013, terutama peningkatan aliran dana dari pasar modal ke penyalur KPR di sektor pembiayaan perumahan melalui sekuritisasi dan penyaluran pinjaman
ant/rivan awal lingga
PLN KEKURANGAN MODAL. Petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperbaiki instalasi listrik di Tangerang, Banten, Kamis (27/3). Perusahaan Listrik Negara mengaku kekurangan modal untuk pendanaan pengembangan listrik nasional yang dalam setahun dibutuhkan sekitar Rp 120 triliun, sehingga memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk masuk.
OJK Makin Fokus Benahi Takaful JAKARTA-Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan pengembangan pengawasan industri keuangan syariah akan segera mengacu pada aturanaturan yang ditetapkan di internasional termasuk penerapan manajemen risiko asuransi syariah (Takaful). Muliaman menyampaikan hal itu dalam pertemuan The Islamic Financial Services Board (IFSB) yang berlangsung di Kota Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam 25 – 27 Maret 2014. OJK kali ini hadir sebagai anggota penuh dari IFSB. Muliaman menjelaskan bahwa IFSB dalam pertemuan kali ini menetapkan beberapa standar prudential di bidang perbankan, pasar modal dan asuransi. Untuk itu, meski industri asuransi di Indonesia relatif kecil, namun potensi pertumbuhannya sangat besar. “Ini adalah saat yang tepat untuk mengembangkan
pengawasan industri keuangan syariah yang mengacu pada aturan-aturan yang ditetapkan di Internasional termasuk terkait dengan penerapan manajemen risiko asuransi syariah (Takaful),” kata Muliaman. Menurut Muliaman, naiknya populasi “middle class income” di Indonesia telah memicu naiknya permintaan akan produk-produk keuangan seperti produk asuransi termasuk juga di dalamnya produk asuransi syariah, yang bertumbuh sangat cepat. “Penerapan manajemen risiko asuransi syariah ini dimaksudkan agar perkembangan asuransi syariah yang cepat ini dapat
dicapai secara berkesinambungan dan sehat. Tentunya juga sebagai upaya untuk mempersiapkan industri keuangan syariah kita siap dalam menghadapi era ekonomi terintegrasi MEA 2015,” katanya. Dijelaskannya, kehadiran OJK dalam 24th Meeting of The IFSB Council di Brunei Darussalam ini, akan menjadi kesempatan yang baik bagi OJK untuk memperkuat pengaturan penerapan international best practice manajemen risiko di asuransi syariah. OJK mengharapkan Industri asuransi syariah senantiasa memperkuat penerapan manajemen risikonya baik secara solo basis maupun secara konsolidasi. Dengan demikian akan meningkatkan kualitas penerapan pengawasan terintegrasi yang akan diujicobakan pada tahun 2014 ini terhadap konglomerasi yang beranggotakan tidak hanya perbankan namun juga perusahaan asuransi. =GAM
Aliran dana dari pasar modal ke penyalur KPR di sektor pembiayaan perumahan melalui sekuritisasi dan penyaluran pinjaman mencapai Rp3,507 triliun selama tahun 2013, sehingga secara kumulatif total akumulasi dana yang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan sampai dengan 31 Desember 2013 mencapai sebesar Rp12,017 triliun untuk 309.872 debitur KPR meningkat 41% dari tahun sebelumnya sebesar Rp.8,51 triliun. Keberhasilan SMF dalam kinerja menyebabkan peningkatan rating SMF dari AA menjadi AA+ pada bulan Maret 2014 dari lembaga pemeringkat PEFINDO. Dengan rating AA+ berarti SMF memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang realtif dibandingkan terhadap obligor lainnya. SMF sebagai lembaga keuangan khusus di bidang pembiayaan sekunder perumahan, mengemban misi membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan. Misi SMF dapat terwujud dengan cara mengalirkan dana jangka menengah panjang dari pasar modal ke sektor perumahan melalui kegiatan sekuritisasi dan penyaluran pinjaman. “Indikator kinerja utama (IKU) SMF diukur dengan jumlah dana yang telah tersalurkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan, sehingga tujuan pendirian SMF dapat tercapai”, ujar Raharjo Adisusanto Direktur Utama SMF di Jakarta, Kamis (27/3). Lebih lanjut Raharjo menambahkan, peningkatan kinerja SMF tahun 2013 dicapai melalui kegiatan sekuritisasi sebesar Rp1,000 triliun dan penyaluran pinjaman dari sebesar Rp2,507 triliun, sehingga aset SMF tahun 2013 adalah sebesar Rp7,478 triliun naik 21% dari tahun sebelumnya sebesar Rp6,179 triliun. Kenaikan Aset Perseroan terutama karena kenaikan penyaluran pinjaman.
Posisi penyaluran pinjaman menjadi Rp.6,23 triliun naik 30,38% dari tahun sebelumnya sebesar Rp.4,778 triliun. Total liabilitas sebesar Rp4,687 triliun naik 33% dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,531 triliun. Sedangkan Total ekuitas sebesar Rp2,791 triliun naik 5% dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,648 triliun. SMF mencatatkan laba bersih tahun 2013 sebesar Rp144,7 miliar naik 3% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp140,4 miliar. Pencapaian ini terhitung cukup baik, mengingat kondisi pasar di tahun 2013 yang volatile, terutama terkait peningkatan tingkat suku bunga yang cukup signifikan. Meskipun bukan merupakan Indikator Kinerja Utama SMF, pendapatan laba yang diperoleh SMF di tahun 2013 sangatlah signifikan, pungkas Raharjo. Menurut Raharjo, selama tahun 2013, minat Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk memperoleh pendanaan dari SMF sudah meningkat. Hal ini terbukti di tahun 2013, SMF telah menyalurkan pembiayaan kepada BPD Nagari, BPD NTB dan BPD BJB Syariah. Dalam penyaluran pinjamannya, SMF menerapkan asas kehati-hatian sehingga diperoleh tingkat resiko kredit yang rendah, yaitu hingga saat ini tidak ada NPL, demikian tegas Raharjo kembali. Pertumbuhan penyaluran pinjaman juga diiringi dengan penerbitan surat utang korporasi sebagai sumber pendanaan. Selama tahun 2013, SMF telah menerbitkan surat utang sebesar Rp2,139 triliun melalui penerbitan obligasi PUB II Tahap II sebesar Rp1,119 triliiun, dan 2 (dua) kali penerbitan MTN total sebesar Rp1,020 triliun. Sampai dengan akhir tahun 2013, posisi (outstanding) surat utang SMF mencapai Rp4,644 triliun, sedangkan posisi (outstanding) penyaluran pinjaman mencapai Rp6,230 triliun. =GAM
KORAN PROBOLINGGO
MADURA
KORAN MADURA
Budaya
JUMAT 28 MARET 2014 No. 0331 | TAHUN III
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
77
Perempuan Bakau Cerpen: Andy Moe* Palu itu terus menghantam satu demi satu tumpukan Tiram. Membuat Tiram-tiram itu menganga. Lalu, dengan sabar tangan Nur mengeluarkan dagingnya. Mengumpulkannya pada loyang kecil. Memisahkan kulit-kulit Tiram itu di sebuah bak dan biasanya Nur menabur kulit-kulit Tiram itu di halaman rumahnya hingga menyatu dengan pasir. Sebuah halaman khas orang-orang pesisir.
S
udah tiga tahun lebih. Setiap hari, Nur selalu bergelut dengan Tiram-tiram itu. Menjelang pagi ia bawa daging Tiram itu ke pasar. Menukarnya dengan beberapa rupiah.Ya, Nur memang tak berniat mencari untung dari menjual Tiram. Ia hanya menginginkan kepiting-kepiting segar untuk dibawanya pulang. Merebusnya dan mengantarkannya pada perempuan paling dicintainya, Sani. *** Sani masih saja menatap kosong ke arah lautan ketika Nur datang. Alunan ombak, desir angin yang menggoyang daun-daun Bakau dari selatan ke utara seperti tertelan ke dalam tubuh Sani. Ia tahu Nur datang seperti biasa. Setiap hari. Tapi tak sedikitpun ia bergeming dari lincak kecil tempatnya duduk. Kemudian mulutnya mulai menembang. Entah tembang apa, tetapi syair yang keluar adalah suara pengharapan yang tak putus. Tak ingin putus. Mungkin juga tak akan putus. Nur bisa merasakannya. Dan setiap kali tembang-tembang itu keluar dari mulut Sani, air mata Nur tak lagi bisa dibendung. “Mak, ini kepiting dan sambal cuka kesukaan mak,” kata Nur pada Sani yang masih nembang,
sembari meletakkan rantang tak jauh dari tempat Sani duduk. Namun, tak ada jawaban dari Sani. Sani tetap nembang, tak menghiraukan desir angin yang sesekali menabrak tubuhnya yang makin kurus. Matanya masih saja jauh memandang ke tengah laut yang biru. Mengetahui itu hati Nur makin renyuh. Nur tak tahan lagi memandang Sani. “Sudahlah mak, sampai kapan mak begini? Aba tak mungkin datang. Terimalah takdir ini mak, Aba sudah tiada, jangan menyiksa diri seperti ini!” Air mata Nur makin deras mengalir. Mendengar kata dari Nur, Sani seketika berhenti nembang. Ia hadapkan wajahnya pada buah hatinya itu dengan mata tajam. “Kurang ajar kamu. Kau bilang Aba-mu tiada? lalu siapa yang setiap malam datang dan menyantap kepiting dan sambal cuka bersamaku? siapa? Aba-mu juga yang setia menemaniku sampai tertidur. Melindungi aku dari angin. Ia hanya berlayar. Tidak mati. Tidak mati!” Suara Sani keras, menampar Nur. “Tapi...” “Sudah, sudah, jangan berkata lagi” Timpal Sani memotong ucap Nur. Nur berdiri, masih dengan sesenggukan ia perlahan berbalik untuk kembali ke rumah seperti
yang diucapkan Sani padanya. Tetapi jauh dalam hatinya ia merasa terpuruk menyaksikan Ibu-nya seperti itu. Sendiri di gubuk kecil, di sebelah utara rumahnya, di balik barisan pohon Bakau yang setiap hari makin bertambah. Sedih menyaksikan Ibu-nya makin terpuruk pada alam yang diciptakan kesedihannya sendiri. Tapi Nur tak berdaya. Seribu cara telah ia lakukan demi kesembuhan Ibu-nya itu. tapi, semua sia-sia. Sejak hilangnya Djaelani saat melaut, Sani terpukul. Ia masih percaya bahwa suaminya itu masih hidup. Setiap hari di tunggunya Djaelani di tepi pantai. Pagi sampai malam menjelang. Ia tak mau pulang sebelum Djaelani datang. Sani juga yang menanam Bakau sepanjang selatan ke utara kampung ini hingga sekarang pohon-pohon Bakau itu membesar dan menjadi hutan. Dan sejak itu juga kampung ini bisa dikatakan lebih aman karena debur ombak atau hantaman angin dari laut akan terhadang pohon-pohon Bakau itu. Tidak seperti dulu ketika kampung ini gundul. Banyak pohon bakau yang dicuri untuk dijadikan kayu bakar, kemudian dijual. Perempuan-perempuan kampung ini yang melakukannya. Mereka tak punya pilihan saat
itu. Jika tak mencari penghasilan tambahan dengan menjual kayu Bakau dan hanya mengandalkan suami mereka yang nelayan, bisabisa mereka tak makan setiap harinya. Karena suami mereka, kadang, sekali melaut bisa sampai tiga hari atau seminggu. Itupun kalau pulang membawa hasil. Hal itulah yang menggugah hati Nur untuk membuatkan Ibu-nya gubuk kecil. Paling tidak ada tempat agar Ibu-nya itu bisa berbaring dengan nyaman, terlindungi dari angin, hujan, juga terik matahari. Nur juga yang kemudian menggantikan Sani berjualan ikan di pasar. Ia hanya merasa bertanggung jawab untuk tidak memutus riwayat Ibu-nya. Apalagi ia sadar kalau ia besar dengan hasil Ibu-nya berjualan ikan di pasar. *** Kaki Sani masih terendam air laut ketika hari sudah gelap. Tangan-tangannya terus menanam Bakau muda, sampai terlihatlah olehnya setitik api dari selatan. Makin lama api itu makin mendekat dan membesar. Mata Sani menajam, menarik keriput di pinggir mata juga dahinya. Barulah ia bernapas lega setelah tahu api itu berasal dari suar di tangan Mak Tija yang kini sudah di hadapannya.
“Sani, aku mohon, pulanglah!,” suara Mak Tija menghiba dengan mata berkaca-kaca. “Kenapa kau menangis?” “Nur...San, Nur tiba-tiba pingsan, wajahnya begitu pucat. Aku takut” Wajah Sani seketika sedih. Air matanya mengalir. Ia jatuh terduduk, menimpa dada air dan menjatuhkan Bakau di genggamannya. Tapi, sebelum Mak Tija membantunya bangkit, ia berisyarat bahwa ia tak apa-apa dan berkata “Kau, pulanglah dulu” Mak Tija pelan-pelan berbalik setelah sempat tertegun mendengar ucapan Sani, teman kecilnya itu, namun ia sadar bahwa sahabatnya itu tengah diliput sengkarut yang dalam, jadi ia memutuskan segera kembali tanpa banyak berkata lagi. Sani tiba-tiba sadar dan merasa ialah penyebab semua ini. Isaknya lalu semakin jadi. Hatinya hancur mendengar kabar itu. Ia telah menjadi perempuan Bakau yang menyusahkan. Maka, tanpa banyak berpikir lagi, ia memutuskan pulang. Menyusul Mak Tija. Menengok anaknya, Nur, cahayanya. *** Nur tak tertolong. Tensi darahnya menurun seketika, koma, dan tubuhnya tak dapat bertahan sampai akhirnya ia meninggal. Berlayar ke laut Tuhan. Asal segala nur, cahaya. Meninggalkan anak-anaknya dan juga Sani yang sampai hari ke tujuh kematiannya hanya terus murung. Tertegun mengahadap ke hutan bakau di sebelah utara, tempat gubuknya berada, pengharapannya. Matanya nol memandang liuk-liuk pohonan Bakau ditiup angin pantai, sampai akhirnya ia teringat, ia belum mengantar kepiting rebus dan sambal cuka pada Emil, putri Nur, cucunya yang sejak ibunya meninggal tak mau pulang ke rumah dan berdiam di gubuknya. di utara. Tempat perempuan sepertinya berada. Perempuan Bakau.=
*) Lahir di Bangkalan-Madura. Karya-karyanya dimuat di beberapa media di indonesia. Kini aktif bergiat di Komunitas Bingkai Seni (Bis Kota) dan Rumah Tulis : Kita Bangkalan.
88
KORAN MADURA
Puisi
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
KORAN PROBOLINGGO
JUMAT 28 MARET 2014 No. 0331 | TAHUN III
Oleh: Arini Isyfa Salsabila
Kisah Seorang “Handicap”
Narasi Anak Negeri Akulah yang mencintaimu, saat itu Ketika engkau membuka kacamata Pada terik matahari : lalu berteriak Revolusi harga mati, pekikmu Negara ini telah menjadi belantara Orang-orang berlalu lalang serupa purba Aku terdiam memandangi kereta api Yang merambat di keningmu Mengibarkan suara gemuruh Engkau tersenyum manakala orangtua geografis Abai pada bendera berwarna dua, pagi itu Bagaimana mungkin nasionalisme bersedekap Mengitari sabana di altar bianglala Sebab tak ada lagi yang peduli lagi Mereka seperti akan mati besok pagi Menjadi pemulung apa saja, di dadamu Kekasihku, mengapa wajah negeri berubah ngeri Menebarkan cakar, mengibarkan taring penuh darah Padahal kita bukan sebangsa drakula Aku di sini, selalu memandangmu ; anak-anak kita Harus aku gunakan bahasa apa lagi agar mereka mengerti Bahwa kita tersesat, terseret, jauh, jatuh Itulah sebabnya engkau pasti mengerti Aku tidak benci Tetapi bagaimana cinta harus aku lafazkan Bila di kamar ini aku sendirian, adanya seperti tak adaku, di republikmu Sudah aku katakan, seperti engkau sampaikan Kitalah khalifah yang engkau sesakkan nafasmu Sampai sengau suaramu, hingga redup labirin itu Namun aku tidak akan berhenti mencintaimu Sebab tanpa cinta, nasionalisme rasa Tanah ini subur dengan tanaman yang kerontang Aku dan dirimu, kini anak bangsa yang yatim Karena yang berdarah padanya terluka padaku Kekasihku, mengertilah sebagai anak sejarah Tak ada luka yang lebih parah dari peradaban ini Sebab pada ada Sisisilia yang kumuh dan bengis Kita ada di sana dengan aura yang lebih garang Meski banyak doa yang terpanjat Munajat ini tak sampai langit Tanah ini sempit dan pengab serupa surat tanpa alamat Tetapi aku masih ingin mencintaimu Meski engkau abai, dan seperti tak mengerti Tetapi akulah anakmu, seberapa pun kejam dirimu, padaku Karena engkau ayahku, bapak bangsa yang amnesia Aku selalu mengertimu meski engkau tak! Pahamilah sedikit saja jika engkau memang tak bodoh Semoga engkau bahagia, bersamanya, di sisi-Nya Siapa tahu itulah yang terbaik bagi republikku yang baru Sumenep, Maret 2014
Arini Isyfa Salsabila (AIS)
Penikmat sastra, lahir di Karduluk Kecamatan Pragaan, kini belajar di Ponpes Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep.
Resensi Buku
MADURA
Oleh: Arini Hidayati Kamil* Tuhan menciptakan manusia dengan sempurna. Meski ada sebagian di antara makhluk-Nya yang memiliki keterbatasan fisik, namun anugerah berupa potensi dan talenta yang berikan Tuhan sama. Hal itu yang membuat Hermes Fortune tak lelah berproses untuk menjadi juara meski memiliki keterbatasan fisik.
S
etiap manusia memang memiliki hak yang sama untuk sukses. Tak ada orang yang bisa melarang orang lain untuk bermimpi besar. Tapi, tidak semua orang bisa menggapai kesuksesan yang diimpikan. Hanya pemenanglah yang akan menyabet juara, sementara pecundang selamanya akan tetap dalam kegagalan. Meski memiliki tantangan pada kakinya (handicap), penulis buku I am the Best I am the Winner itu tergolong manusia bermental pemenang. Ia tak mau larut dalam meratapi kekurangan yang dimiliki, karena sejatinya tiap manusia memiliki kekurangan. Keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi. Hermes dinobatkan sebagai orang handicap pertama di Indonesia yang mendapatkan sabuk coklat aikido dari Institut Aikido Indonesia. Dan kini, ia dicalonkan untuk mengambil sabuk hitam (Dan 1) internasional di Suginami, Aikikai, Jepang. Tentu tidak etis jika hanya melihat kesukesan Hermes Fortune saat ini setelah dikenal publik karena sering menjadi
bintang tamu di sejumlah stasiun televisi dan perusahaan. Kita perlu tahu bahwa ia pernah ditolak masuk sekolah, ditolak perempuan, dan ditolak sebuah perusahaan (hal. 1-6). Apa resep yang membuatnya seperti saat ini? Mimpi. Ya, semua berawal dari mimpi. Dengan bermimpi, sebenarnya 50% keberhasilan dalam tujuan hidup telah diraih. Tinggal strategi 10% dan mengeksekusi strategi 40% (hlm. 38). Mimpi yang dimaksud bukan mimpi siang bolong alias tak pernah dicoba dijalankan, tapi mimpi yang diwujudkan dalam aksi-aksi nyata. Mimpi menjadi orang besar membuat Hermes Fortune tak lelah terus berproses meski mengalami keterbatasan fisik dan negator selalu mengintai. Ambisi menjadi pemenang membuatnya bisa menaklukkan tiap tantan-
gan dan menyingkirkan rintangan yang siap menjebloskan ke jurang kegagalan. Semangatnya selalu dibakar untuk terus berjuang. Berjuang mewujudkan mimpi. Optimisme amunisi terkuat. Optimisme membuat setiap orang bertahan dikala dalam situasi sulit. Oleh karenanya, virus semangat menjadi juara harus ditularkan kepada setiap orang. Cara menularkan semangat dengan melakukan segara sesuai yang disukai. Tekuni bidang tersebut, fokus, dan jangan pindah ke bidang lain sampai mencapai kesuksesan. Dengan demikian, semua orang akan terinspirasi dengan kita (hlm. 158). Namun, punya impian dan semangat kerja merealisasi mimpi tidak cukup. Kerja keras harus diimbangi dengan kerja cerdas. Kerja yang tidak terlalu menyita waktu, tenaga, dan raga namun hasilnya memuaskan. Kerja cerdas tak perlu ditakuti, karena sekalipun melibatkan kemampuan otak bukan merupakan jalan yang licik. Jalan ini diridai Tuhan. Apabila ada pihak yang demi mencapai impian melakukan dengan cara-cara menipu dan merugikan orang lain, pastikan bahwa hal itu bukan kerja cerdas melainkan sebuah kejahatan (hlm. 128). Dalam buku tersebut ada nuansa berbeda dengan buku-buku motivasi lain karena ditulis oleh “korban”. Orang yang terlibat langsung dan merasakan, bukan berasal dari pengalaman orang lain apalagi hanya katanya. *) Penikmat buku. Tinggal di Kabupaten Sumenep.
Menerima tulisan dalam bentuk opini (5500 karakter), Cerpen (5500 karakter), Resensi Buku (4000 karakter), dan Puisi (1500 karakter). Tulisan disertai pas foto dan data diri dikirim ke email opini.koranmadura@ gmail.com. Apabila terhitung dua minggu dari tanggal pengiriman tulisan belum dimuat, maka penulis berhak untuk menarik kembali tulisannya.
KORAN MADURA
PEMIMPIN REDAKSI: Abrari (Non Aktif) WAKIL PEMIMPIN REDAKSI: Zeinul Ubbadi REDAKTUR AHLI: M. Husein, G. Mujtaba REDAKTUR PELAKSANA: Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari SEKRETARIS REDAKSI: Benazir Nafilah ADMIN: Indriani Y Mariska PENATA LETAK/DESAIN GRAFIS: Ach. Sunandar, Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Khoiril Anwar, FOTOGRAFER: Mahardika Surya Abriyanto (Non Aktif) WEBSITE: Hairil Anwar BIRO SUMENEP: M. Hayat (Kepala), Syamsuni, Junaidi, Ali Ridha BIRO PAMEKASAN: A. Fauzi M (Plt. Kepala), Ali Syahroni, Sukma Firdaus BIRO SAMPANG: Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H BIRO BANGKALAN: Moh. Ridwan (Kepala), Doni Heriyanto BIRO SURABAYA: Hana Diman, Ari Armadianto, Joeli Hidayati BIRO PROBOLINGGO: M. Hisbullah H (Kepala), Sugianto, Mahfud Hidayatullah BIRO JAKARTA: Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy KONTRIBUTOR: FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia) PENERBIT: PT. Koran Madura KOMISARIS: Rasul Djunaidi DIREKTUR UTAMA: Abrari DIREKTUR KEUANGAN: Fety Fathiyah MANAJER PEMASARAN: Moh. Rasul ACCOUNTING EKSEKUTIF: Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim (Pamekasan), G. A. Semeru (Surabaya) ALAMAT REDAKSI: Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, e-mail: koranmadura@ymail.com, koranmadura@gmail.com, opini.koranmadura@gmail.com, http://www. koranmadura.com/ REKENING: BRI 009501000029560, NPWP: 316503077608000 CALL CENTER: Telepon/Fax (0328) 6770024, HARGA ECERAN RP 3.500, LANGGANAN RP 70.000.
WARTAWAN KORAN MADURA DIBEKALI ID CARD (KARTU PENGENAL) DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN BERUPA APAPUN DARI NARASUMBER
KORAN PROBOLINGGO
MADURA
Lintas Jatim
KORAN MADURA
JUMAT 28 MARET 2014
JUMAT No. 28 MARET 2014| |TAHUN No. 0331 |IIITAHUN III 0331
OPINI 99
Jatim Siap Gelar UN 2014 SIDOARJO - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur siap menggelar ujian nasional menyusul telah diselesaikannya proses pembuatan soal ujian tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Harun di Sidoarjo, Kamis (27/3).
g armadianto semeru/koran Madura
PELEPASAN SOAL UNAS. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur M. Harun melepas 13 ton soal unas SMA ke Kalimantan Selatan diangkut dengan dua unit truk dari percetakan PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk Jalan Raya Betro Kecamatan Sedati, Kamis (27/3).
UJIAN NASIONAL
Soal Unas SMA Selesai Awal April SURABAYA - Percetakan PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk Jalan Raya Betro Kecamatan Sedati mulai mendistribusikan soal ujian nasional (unas) SMA ke wilayah Kalimantan Selatan. Pemberangkatan soal unas seberat 13 ton itu diangkut dengan dua unit truk, dilepas langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur M Harun dan disaksikan aparat kepolisian yang mengawal sampai tempat tujuan.Sebelum diberangkatkan, truk muatan dikunci dan disegel, serta ditempeli stiker dokumen negara.
Selain mengirim soal unas ke Kalsel, PT Jasuindo juga mengirim soal unas untuk wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat, yang beratnya juga mencapai 13 ton. "Kondisi pintu truk sudah dikunci dan disegel untuk menjaga agar soal unas tidak bocor ke tangan orang tak bertanggung jawab," ujarnya, Kamis (27/3). Ia menyebutkan, dirinya ditunjuk sebagai Kepala Region VI Penyelenggara Unas untuk wilayah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Ditanya soal perdistribusian soal unas di Jatim baru akan didistribusikan pada 1 April mendatang. Wilayah pertama di Jatim yang akan didistribusi soal unas adalah Kabupaten Sumenep dan Gresik. Karena dua wilayah ini memiliki pulau yang lokasinya jauh yaitu Pulau Masalembu dan Bawean. Setelah itu pada tanggal 3 April juga didistribusikan soal unas untuk kabupaten dan kota terjauh seperti Pacitan dan Bojonegoro. = G. ARMADIANTO SEMERU
Ia mengatakan bahwa saat ini sudah dilakukan proses pengiriman soal ujian nasional (UN) kepada regional enam yang meliputi wilayah Jawa Timur dan sebagian wilayah Pulau Kalimantan. "Untuk hari ini sudah mulai didistribusikan soal ujian nasional untuk wilayah Kalimatan Timur, Kalimantan Selatan dengan berat masing-masing sekitar 13 ton," katanya. Ia mengemukakan untuk wilayah Kalimantan akan didistribusikan dalam satu sampai dua hari ini sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat. "Seluruh pengiriman soal yang dilakukan hari ini sudah sesuai dengan jadwal yang dibuat, termasuk pengiriman soal untuk wilayah Jawa Timur," katanya. Ia mengatakan distribusi soal UN di wilayah Jawa Timur akan dilakukan pada tanggal 1 April sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat.
"Pada awal bulan April tersebut soal akan dikirim ke beberapa wilayah terjauh dari Provinsi Jawa Timur seperti Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek atau juga Kabupaten Bojonegoro," katanya. Ia mengatakan bahwa pihaknya saat ini juga sudah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian terkait dengan pengamanan soal. "Untuk pengamanan soal, petugas kepolisian sudah menyiagakan anggotanya untuk mengawal soal tersebut supaya aman sampai dengan lokasi tujuan," katanya. Ia berharap pelaksanaan UN pada tahun ini bisa berjalan lancar sesuai dengan harapan semuanya. "Harapan kami supaya pelaksaan ujian nasional kali ini lebih baik dari tahun lalu mengingat segala bentuk persiapan yang sudah dilakukan telah dilakukan dengan baik," katanya. = ANT/DIK
RUPIAH
Waspadai Uang Palsu di Masa Pemilu SURABAYA - Pengamat Ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Ponco Wiyono berharap masyarakat mewaspadai beredarnya uang palsu di masa Pemilu karena dengan meningkatnya kegiatan transaksi ada kemungkinan peredaran tersebut juga terjadi. "Prediksi saya peredaran uang palsu (upal) sekaligus modus "pencucian uang" ini masih terjadi, terutama untuk upal ini masyarakat harus benar-benar mewaspadainya," ujarnya Kamis (27/3). Menurut dia, dengan tingginya kegiatan transaksi maka uang yang beredarpun tidak semuanya asli namun demikian
untuk berapa besaran yang ada di masyarakat pihaknya tidak bisa memastikan. Jika ini sampai terjadi maka yang paling rugi adalah sektor ekonomi kecil di antaranya UKM maupun ritel karena transaksi kebanyakan ada di tingkat tersebut. Sebagai langkah antisipasi, Ponco optimis pihak intelejen sudah mengetahui kegiatan tersebut bahkan mereka juga memahami seberapa jauh uang palsu ini beredar, tinggal bagaimana diterapkan sanksi tegas bagi siapapun yang melakukan kejahatan tersebut. Terkait mengenal ciri-ciri uang asli, Bank Indonesia sudah melakukan sosialisasi langsung
kepada masyarakat dengan harapan meningkatkan kewaspadaan setiap warga terhadap peredaran uang palsu menjelang pemilu. Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV Jatim, Hamid Ponco Wibowo mengatakan berdasarkan data BI, dari 1 juta lembar uang paling banyak hanya ada delapan lembar uang palsu, meski kecil namun warga tetap harus mewaspadainya. "Apalagi pelaku pemalsuan uang semakin lihai dalam mencetak uang palsu sehingga sangat mirip, yang harus dilakukan masyarakat setiap menerima uang yaitu melakukan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang)," ujar Hamid. = G. ARMADIANTO SEMERU
ant/aswaddy hamid
UJIAN. Siswa kelas 12 mengikuti ujian akhir sekolah di sebuah sekolah menengah umum negeri, dengan mulut dan hidung tertutup, Kamis beberapa waktu lalu.
10
Lintas Jatim
KORAN MADURA
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
PELANGGARAN PEMILU
Panwaslu Menerima 10 Pengaduan
ant/sahlan kurniawan
REPLIKA SENJATA API. Petugas menunjukkan replika senjata api saat penggeledahan di Panggungrejo, Kauman, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (27/3). Industri replika senjata api yang memasok 120 replika senjata api ke Medan tersebut ditutup karena tidak mengantongi izin produksi.
Pabrik Replika Senjata Api Digeledah TULUNGAGUNG - Aparat kepolisian dan TNI di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (27/3), menggeledah sebuah bengkel rekonstruksi besi di daerah tersebut, karena ditengarai menjadi industri pembuatan ratusan replika senjata api laras panjang jenis SP-1. Menurut keterangan Kapolres Tulungagung, AKBP Whisnu Hermawan Februanto penggerebekan itu merupakan tindaklanjut dari penemuan 120 pucuk replika senjata laras panjang yang dikemas dalam peti bertuliskan "spare part kendaraan bermotor" di Kantor Pos Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (26/3) malam. "Senjata yang diproduksi ini memang hanya replika dan tidak bisa digunakan ataupun dimodifikasi menjadi senjata api betulan karena tidak ada jalur selongsong ataupun sistem pegas untuk menembakkan peluru," terangnya dikonfirmasi usai penggeledahan. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Purwa Priswanto (66) selaku pemilik bengkel rekonstruksi besi yang memproduksi replika senjata api jenis SP-1 tersebut tetap akan dijerat pidana karena tak mengantongi izin produksi dari dinas industri dan perdagangan setempat. Purwa yang telah tiga tahun menekuni kerajinan rekonstruksi
besi secara mandiri tersebut, kata Kapolres, diduga melanggar pasal 45 Undang-undang nomor 5 tahun 1984 tentang perindustrian. "Kalau itu dilakukan secara sengaja ancaman hukumannya sesuai Undangundang nomor 5 tahun 1984 adalah maksimal lima (5) tahun, tetapi bila tidak (sengaja) maka ancamannya maksimal setahun. Kami akan minta keterangan saksi ahli terlebih dulu untuk mengidentifikasi pelanggaran yang dilakukan saudara Purwa," tandas Whisnu. Saat dilakukan penggeledahan, polisi akhirnya hanya bisa menyita satu unit replika senjata api laras panjang jenis SP-1 serta sejumlah bahan dan peralatan untuk membuat prototipe senjata serbu yang digunakan pada masa perang dunia II tersebut. Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Lahuri bersama jajaran intelijen sempat beberapa lama mengorek keterangan Purwa Priswanto serta beberapa anak buahnya. Hasilnya, diketahui bahwa
Purwa Priswanto atas nama PT Intimandiri miliknya, telah empat kali melakukan pengiriman replika sejata api dengan tujuan Tangerang sebanyak 48 unit, Jakarta sebanyak 31 unit, Surabaya sebanyak 30 unit, serta terakhir Aceh sebanyak 120 unit. Menurut pengakuan Priswanto, kecuali yang tujuan Surabaya, semua paket pengiriman dilakukan pada kurun tahun 2014. "Saya hanya melayani pemesanan dari kolega bisnis saya bernama Eko yang beralamat di daerah Tanjung Perak, Surabaya untuk dipasok ke sekolah-sekolah pelayaran. Termasuk yang tujuan Aceh ini untuk BP2IP (Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran)," terangnya. Ia berulang kali berusaha meyakinkan polisi maupun aparat intelijen TNI yang hadir bahwa replika senjata api yang dia buat bukanlah senjata sungguhan yang bisa digunakan menembak. Purwa juga menunjukkan tata cara pembuatan maupun proses perakitan untuk membuktikan bahwa replika senjata buatannya tidak akan bisa dimodifikasi, karena tak memiliki sistem pegas, wadah peluru, maupun pipa laras untuk alur peluru. = ANT/SLAMET AGUS SUDARMOJO/DIK
BOJONEGORO - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), menerima lebih dari 10 pengaduan dugaan pelanggaran pemilu 2014 yang dilakukan calon legislatif (caleg) selama masa kampanye pemilu 2014. "Pengaduan yang masuk ada yang dari masyarakat, tetapi ada juga dari jajaran panwaslu yang ada di kecamatan dan desa," kata Divisi Penindakkan dan Penangganan Pelanggaran Pemilu Panwaslu Bojonegoro Dian Widodo, Kamis (27/3). Ia menjelaskan pengaduan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan caleg dalam melaksanakan kampanye tersebut dilaporkan sejak kampanye dimulai 16 Maret lalu. "Jenis pelanggaran yang masuk tidak hanya pelanggaran administrasi, tetapi sudah mengarah ke pidana," jelasnya. Ia menyebutkan caleg PKS telah melaksanakan kampanye yang bukan menjadi jadwalnya di daerah pemilihan (dapil) I di sebuah mushala di Kecamatan Kapas. Lainnya, lanjutnya, caleg PKPI menggelar kampanye dapil III di fasilitas pendidikan di Ke-
camatan Baureno, dan caleg PKB menggelar kampanye di dapil III di sebuah lembaga pendidikan di Kecamatan Kedungadem. "Sesuai ketentuan melaksanakan kampanye di lembaga pendidikan dan tempat ibadah masuk kategori pidana," katanya, menegaskan. Ia juga menambahkan kampanye rapat terbuka yang digelar PKPI di Kecamatan Sugihwaras dan Partai Nasdem di Desa Ngorogunung, Kecamatan Bubulan, dengan hiburan dangdut, diduga juga merupakan pelanggaran kampanye pemilu, karena melibatkan anak-anak. "Mengenai anak-anak yang terlibat dalam kampanye tersebut dimobilisasi atau tidak masih kita dalami," katanya, menegaskan. Lebih lanjut ia menjelaskan pengaduan dugaan pelanggaran yang masuk tersebut sebagian sudah ada yang diproses di sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) yang melibatkan jajaran kepolisian resor (polres) dan Kejaksaan Negeri (Kejari). "Empat pengaduan dugaan pelanggaran pemilu yang dibahas hanya masuk pelanggaran administrasi. Tidak masuk pelanggaran pidana," ujarnya. = ANT/SLAMET AGUS SUDARMOJO/DIK
GAS
Penyambungan Pipa Gas Diperbesar SURABAYA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) memperbesar target penyambungan pipa gas menjadi antara 2.000 hingga 2.500 rumah tangga di Provinsi Jawa Timur dibandingkan proyeksi semula hanya mencapai 900 rumah tangga. Juru bicara PGN SBU II Krisdyan Widagdo mengatakan upaya tersebut merupakan komitmen perseroan agar masyarakat mendapatkan energi baru yang lebih murah. Selain itu, penyambungan gas RT ini akan selalu mengikuti pengembangan jaringan pipa gas industri. "Saat ini, kami juga melakukan pembangunan jaringan pipa transmisi ke wilayah utara, dari Gresik ke Tuban. Untuk tahap awal, pembangunan jaringan pipa transmisi tersebut akan dibangun sepanjang 20 Kilometer dari Gresik hingga Tuban,"
ujarnya. Mengenai percepatan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas bumi, jelas dia, saat ini pihaknya memang berkomitmen merealisasi percepatan konversi tersebut. Walau demikian hingga saat ini, total pelanggan PGN di sektor rumah tangga menduduki peringkat terbesar atau mencapai 13.131 pelanggan. "Pelanggan di Surabaya mencapai 9.844 pelanggan dan Sidoarjo 3.212 pelanggan. Dengan penambahan tersebut, diharapkan pada akhir 2014 total jumlah pelanggan gas RT mencapai 15.631 pelanggan," katanya. Kalangan rumah tangga, tambah dia, adalah salah satu sektor pelanggan PGN. Sektor lainnya seperti industri, komersial, dan usaha kecil menengah (UKM) di Tanah Air. = ANT/MASDUKI ATTAMAMI/DIK
Lintas Jatim SURABAYA - Pengamat Ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Ponco Wiyono berharap masyarakat mewaspadai beredarnya uang palsu di masa Pemilu karena dengan meningkatnya kegiatan transaksi ada kemungkinan peredaran tersebut juga terjadi. "Prediksi saya peredaran uang palsu (upal) sekaligus modus "pencucian uang" ini masih terjadi, terutama untuk upal ini masyarakat harus benar-benar mewaspadainya," ujarnya Kamis (27/3). Menurut dia, dengan tingginya kegiatan transaksi maka uang yang beredarpun tidak semuanya asli namun demikian untuk berapa besaran yang ada di masyarakat pihaknya tidak bisa memastikan. Jika ini sampai terjadi maka yang paling rugi adalah sektor ekonomi kecil di antaranya UKM maupun ritel karena transaksi kebanyakan ada di tingkat tersebut. Sebagai langkah antisipasi, Ponco optimis pihak intelejen sudah mengetahui kegiatan tersebut bahkan mereka juga memahami seberapa jauh uang palsu ini beredar, tinggal bagaimana diterapkan sanksi tegas bagi siapapun yang melakukan kejahatan tersebut. Terkait mengenal ciri-ciri uang asli, Bank Indonesia sudah melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat dengan harapan meningkatkan kewaspadaan setiap warga terhadap peredaran uang palsu menjelang pemilu.
KORAN MADURA
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
Waspadai Uang Palsu di Masa Pemilu
g. armadianto semeru/koran madura
UNJUK RASA. Seorang mahasiswa yang tergabung KAMMI Surabaya berunjukrasa di depan Gedung Negera Grahadi, Surabaya, Kamis (27/3) menolak politik uang (money politic) dengan mengkalungkan uang dan surat suara dalam Pemilu 9 April mendatang.
Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV Jatim, Hamid Ponco Wibowo mengatakan berdasarkan data BI, dari 1 juta lembar uang paling banyak hanya ada delapan lembar uang palsu, meski kecil namun warga tetap harus mewaspadainya.
"Apalagi pelaku pemalsuan uang semakin lihai dalam mencetak uang palsu sehingga sangat mirip, yang harus dilakukan masyarakat setiap menerima uang yaitu melakukan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang)," ujar Hamid. Dalam dua bulan jelang
pemilu ini tingkat peredaran uang naik 35 persen dibandingkan periode yang sama ditahun 2013 sedangkan tingkat penukaran uang naik hampir dua kali lipat yakni mencapai 40 persen dan akan terus naik sampai mendekati hari H pemilu. = G. ARMADIANTO SEMERU
RAPERDA
RPJMD Resmi Ditetapkan sebagai Perda SURABAYA - Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014-2019 Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda). Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Jawa Timur No. 188/0/KPTSDPRD/060/2014 persetujuan penetapan Ranperda Prov. Jatim tentang RPJMD Prov. Jatim Tahun 2014-2019 yang ditandatangani oleh Ketua DPRD Jatim, Imam Sunardi saat Rapat Paripurna DPRD Jatim di Gedung DPRD Jatim, Jl. Indrapura Surabaya. Kamis (27/3). Penetapan Perda dapat dilakukan setelah penyampaian
pendapat akhir sepuluh fraksi, yakni Partai PKB, Golkar, Gerindra, PAN, PKS, PKNU, Hanura, PPP Reformasi, Demokrat, dan PDI-Perjuangan menyatakan menerima dan setuju Ranperda RPJMD ditetapkan menjadi Perda. Dengan ditetapkannya Perda, Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo mengungkapkan pihaknya segera bergerak cepat untuk mencapai target RPJMD 2014-2019 yang memiliki visi “Terwujudnya Jawa Timur Lebih Sejahtera Berakhlak, Berkeadilan, Mandiri dan Berdaya Saing” serta misi “Makin Mandiri dan Sejahtera Bersama Wong Cilik”. Guna mewujudkannya, Pakde Karwo memberikan prioritas kepada pengembangan dan pem-
berdayaan sektor agroindustri. Yakni dengan cara memperbaiki teknologi pembibitan, pemupukan dan pengairan. “Dengan begitu, masa tanamnya tidak hanya satu kali saja, tapi bisa dua kali. Sehingga produksinya bisa lebih besar dan berkualitas” ujarnya. Agroindustri tersebut dibangun dengan basis ekonomi kerakyatan. Artinya, pengolahan hasil panen harus memiliki nilai tambah, hal ini bertujuan agar petani tidak hanya menjual buah nangka atau buah lainnya berupa buah saja, tetapi diharapkan dapat menjual hasil olahannya seperti keripik nangka, jus buah, minuman sari buah. Untuk menunjang sektor agroindustri, Pemprov juga terus
memperbaiki pengairan melalui pembangunan embung geomembrane. Pada tahun ini, sebanyak 100 unit geo-membrane akan dibangun diseluruh Jatim. Geomembran tersebut memiliki water treatment, sehingga masyarakat masih bisa memanfaatkan air saat musim kemarau. Selain itu, guna menghadapi era Asean Free Trade Area (AFTA) pada 2015, Pemprov juga akan mendirikan sekolah mini di sekitar 200 pondok pesantren yang tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jatim. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda, khususnya lulusan ponpes agar memiliki keterampilan dan mampu bersaing di era tersebut. = G. ARMADIANTO SEMERU
11
SELEKSI MASUK PT
Hati-hati Website Ilegal SBMPTN SURABAYA – Calon mahasiswa agar berhati-hati mengunduh informasi dari laman (website) ilegal untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). "Hati-hati dengan laman ilegal untuk SBMPTN yang beralamat pada www.sbmptn. com, padahal alamat laman resmi untuk SBMPTN adalah www. sbmptn.or.id," ujar Wakil Rektor I Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Achmad Syahrani dalam konferensi pers tentang SNMPTN, SBMPTN, dan "Help Center" di kampus setempat, Kamis (27/3). Didampingi Direktur Kemahasiswaan Unair Drs Koko Srimulyo MSi dan Ketua Pusat Informasi dan Humas Unair Dr MG Bagus Ani Putra PSi, ia menjelaskan informasi pada laman ilegal itu tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Karena itu, carilah informasi pada laman resmi. Misalnya, laman www.sbmptn.com menyebutkan bahwa siswa peringkat 1-15 di SMAN 5 Surabaya dipastikan akan diterima, padahal informasi itu hanya didasarkan pada realitas tahun lalu yang belum tentu benar untuk tahun berikutnya," ujarnya. Menurut Achmad, laman resmi www.sbmptn.or.id memiliki informasi yang valid tentang berbagai hal, yakni persyaratan SBMPTN pada PTN se-Indonesia, kuota pada setiap prodi, persaingan (keketatan) dan perbandingan dengan keketatan tahun sebelumnya, serta daerah asal pendaftar se-Indonesia. "Dengan informasi pada laman resmi, maka calon mahasiswa tidak akan tertipu, karena dia mengetahui bahwa ada jatah sekolah tertentu untuk SBMPTN adalah tidak benar, karena semuanya ditentukan tingkat keketatan atau persaingan," jelasnya. Guru Besar Fakultas Farmasi Unair ini menjelaskan calon mahasiswa yang diterima lewat SNMPTN (jalur undangan sesuai prestasi, nilai rapor, dan nilai UN) akan diumumkan pada 17 Juni 2014 dan pada saat yang sama akan dilaksanakan ujian tulis untuk SBMPTN (jalur ujian tulis). = E. HANA DIMAN
KORAN MADURA
KORAN PROBOLINGGO 12 JUMAT 28 MARET 2014|NO. 0331|TAHUN III MADURA
LINTAS12 JATIM
Probolinggo
JUMAT 28 MARET 2014 NO. 0331 | TAHUN III
Ketua RT Jadi Tim Sukses Caleg Kabag Pemerintahan: Tidak Masalah Asal Bukan Lurah PROBOLINGGO – Untuk mendulang suara pada saat pemilihan legislatif, banyak cara yang dilakukan oleh caleg. Salah satunya dengan memanfaatkan Ketua RT yang ada di Kelurahan setempat. Dengan begitu para caleg yakin akan mendapatkan suara di setiap TPS. “Sekarang ini banyak RT-RT yang tidak netral,” ujar seorang warga Kelurahan Kademangan, Hasan kepada wartawan, Kamis (27/3). Bahkan, ada Ketua RT yang secara terang-terangan mengajak warga agar mencoblos pada salah
satu caleg pada saat pileg nanti. Melihat kondisi ini, RT yang ada di setiap kelurahan sudah terkotak-kotak. Hal senada juga diakui Bambang, warga Kelurahan Kebonsari. Menurut dia, menjelang pileg yang sudah tinggal menghitung
jari ini, dirinya mengaku tidak heran banyak caleg yang memanfaatkan Ketua RT untuk mempengaruhi warganya. “Banyak caleg yang sekarang memanfaatkan Ketua RT,” katanya. Dia menjelaskan, caleg yang memanfaatkan Ketua RT sebagai tim sukses tersebut, tidak hanya di satu Kelurahan saja. Tetapi hampir setiap Kelurahan se-Kota Probolinggo memanfaatkan peran Ketua RT. “Karena mereka menganggap peran Ketua RT itu sangat
penting di lingkungan. Sehingga banyak caleg yang memanfaatkan Ketua RT untuk melakukan penggalangan massa,” imbuh dia. Kabag Pemerintahan Pemkot Probolinggo, Rachma Deta Antariksa saat dikonfirmasi mengatakan, status RT yang ada di Kelurahan tersebut tidak termasuk dalam struktur pemerintahan. “Saya kira tidak masalah. Karena status RT itu bukan struktur pemerintahan,” tandasnya. Dia menjelaskan, Ketua RT
yang menjadi tim sukses caleg yang tidak diperbolehkan yakni Ketua RT yang statusnya sebagai PNS. “Karena yang tidak boleh itu status PNS-nya. Kalau Ketua RT yang bukan status PNS, saya kira tidak masalah,” terang dia. Dia menghimbau, pada pileg mendatang, Lurah yang ada di Kota Probolinggo diharapkan tetap menjaga sikap kenetralannya. Karena status Lurah, selain PNS juga termasuk dalam struktur pemerintahan. =Muhammad Sugianto
ASPAL TERKELUPAS
Jalan Desa Sepanjang 5 Km Rusak Parah
PROBOLINGGO – Jalan aspal di desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo mengalami rusak parah. Bahkan,
jalan desa yang dulunya diaspal, kini berubah menjadi jalan makadam. “Kondisi aspalnya terkelupas
semua,” ujar warga setempat, Supandi kepada wartawan, Kamis (27/3). Rusaknya jalan desa tersebut,
diperkirakan sepanjang 5 kilometer. Melihat kerusakan itu, warga setempat mengeluh. Apalagi dengan kondisi aspalnya yang terke-
lupas, banyak batu kerikil yang berserakan dimana-mana. Menurut Supandi, rusaknya jalan desa tersebut sudah setahun yang lalu. Sampai sekarang belum ada upaya dari Pemkab untuk melakukan perbaikan. “Banyak warga yang mengeluh melihat kerusakan kondisi jalan itu,” terang dia. Misnamo, warga lainnya juga mengatakan, jika jalan aspal desa Tigasan Wetan sudah selayaknya mendapatkan perbaikan. Karena sudah setahun lalu jalan itu dibiarkan rusak. Melihat kondisi jalan itu, warga setempat mendesak agar Pemkab mengupayakan untuk melakukan perbaikan. Sementara itu, Kepala Dinas PU Kabupaten Probolinggo, Anggit saat dikonfirmasi melalui Kabid Pengendalian dan Operasional, Sunyoto menjelaskan, tahun 2014 ini ada sebanyak 179 paket untuk perbaikan dan pembangunan jalan serta jembatan yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo. “179 paket itu untuk perbaikan dan pembangunan jalan serta jembatan,” katanya. Dia menjelaskan, sebanyak 179 paket itu menelan anggaran sebesar Rp.46.500.000.000 yang tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo. Yakni Kabupaten Probolinggo bagian timur, tengah dan barat. “Semua nanti akan kebagian. Tunggu saja, karena masih disesuaikan dengan cukup tidaknya anggaran yang ada,” tandasnya. =Muhammad Sugianto
Probolinggo
KORAN MADURA
JUMAT 28 MARET 2014 NO. 0331| TAHUN III
13
Pol PP Menyergap Dua Pelajar Diduga Berbuat Amoral di Toilet Umum PROBOLINGGO - Dua Sejoli lawan jenis yang diduga seorang pelajar nekat berbuat mesum di ruang toilet umum. Perbuatan amoral itu mengundang amarah warga dan mereka langsung digerebek di lokasi itu.
persatu kamar mandi, ternyata kedua Pelajar itu ada di kamar mandi, di sebelah pojok utara dan sepatunya ada di luar,” tandas Murtadha. Melihat hal itu, Murtadha langsung memanggil beberapa warga lain untuk menggedor pintu kamar mandi. Keduanya langsung keluar, selanjutnya warga menggiringnya ke kantor Sat Pol PP.”Saya kurang tahu apa yang mereka lakukan di dalam kamar itu. Tapi saya curiga dengan perbuatannya sebab di dalam kamar mandi waktuya cukup lama,”tuturnya. Tertangkap basah, kedua pelajar pelajar yang masih lengkap dengan seragamnya itu langsung digelandang ke Kantor Sat Pol PP, untuk dilakukan pembinaan. Dihadapan petugas, keduanya membantah kalau sudah berbuat mesum layaknya suami istri di kamar mandi.”Saya tidak melakukan apa-apa,”jelasnya yang enggan menyebutkan namanya itu. Namun, pihak satpol PP tidak berani untuk melakukan penindakan secara tegas, namun petugas langsung memanggil guru beserta orang tua bersangkutan. “Kami tidak bisa memberikan sanksi, karena masih di bawah umur. Dan kita kembalikan ke sekolah dan orang tuanya. Biar pihak sekolah yang memberikan sanksi,”tegas Kasat Pol PP Kabupaten Probolinggo, Ahmad Aruman. =Mahfud Hidayatulah
Pasangan tersebut, di temukan oleh warga Kamis (27/3). Lantaran nekat berduaan di dalam kamar mandi sekitar 30 menit lamanya. Toilet yang dijadikan ajang aduh kasih itu, yakni di timur alun-alun Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Dua pelajar yang diduga nekat berbuat itu, yakni salah satu siswa Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Kraksaan. Warga pun langsung menggiring pasangan mesum itu ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP ) Kabupaten Probolinggo. Salah satu warga yang melihatnya, Murtadha (42) mengatakan, pelajar yang berbuat tidak senonoh itu awalnya masuk ke kamar mandi sekitar pukul 13. 25 WIB. Keduanya dari arah selatan dan langsung masuk ke toilet umum.“Saya curiga kok satu ruang dimasuki dua orang dengan beda jenis,” terangnya Karena curiga, Murtadha yang juga merupakan salah satu pemilik warung di dekat toilet itu, langsung menghampiri.”Saya cek satu
PARTAI POLITIK
Suara Gerindra Yakin Lolos Parliamentary Threshold PROBOLINGGO – Partai Gerindra tetap optimis dan yakin suaranya akan lolos parliamentary Threshold sebesar 20 persen pada pemilihan legislatif mendatang. Sikap optimis itu diungkapkan oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kota Probolinggo, Abdul Aziz kepada wartawan, Kamis (27/3).“Kalau partai Gerindra saya yakin suaranya tetap akan lolos,” tandasnya. Keyakinan itu beradasarkan banyaknya partai-partai besar yang hendak merapat kepada par-
tai Gerindra menjelang pemilu legislatif ini. Hanya saja, Abdul Aziz masih enggan untuk menguraikan partai besar apa saja yang hendak merapat kepada partai Gerindra. “Kalau soal itu saya masih belum bisa menjelaskan. Karena itu persoalan internal dan belum bisa dibuka di public,” kilahnya. Abdul Aziz menjelaskan, pada pemilihan Presiden mendatang, partai Gerindra tetap mengusung Ketua Umum (Ketum) sebagai capres. Karena itu merupakan
hasil kongres yang dilakukan oleh partai.“Partai Gerindra tetap komitmen akan mengusung Prabowo sebagai capres mendatang,” ungkapnya. Pilihan partai Gerindra mengusung Prabowo sebagai capres 2014 mendatang, karena kepemimpinan Prabowo sudah teruji. Bahkan, Prabowo dinilai sebagai seorang pemimpin yang demokratis dan mampu. Kemampuan Ketum Gerindra Prabowo tidak hanya di tingkat Nasional, melainkan kemampuannya menjadi
tolak ukur di tingkat internasional. “Kepimpinan Pak Prabowo itu menjadi cermin. Makanya, Gerindra tetap komitmen mengusung dia sebagai capres 2014 mendatang,” timpalnya. Sementara itu, pada musim kampanye ini, DPC Partai Gerindra Kota Probolinggo sengaja tidak mengadakan kampanye terbuka, karena dianggap sebagai pemborosan. Partai berlambang Garuda itu lebih memilih melakukan terobosan secara personal.
“Kita lebih memilih melakukan kampanye secara personal. Karena lebih efesien dan efektif,” kata Aziz lagi. Pada pileg tahun ini, Aziz mengatakan, partainya menarget suara sebanyak-banyaknya di parlemen. Target suara itu dinilai tidak muluk-muluk, karena masyarakat kini sudah mulai cerdas untuk memilih. “Kalau bisa suara Gerindra bisa mengusai di parlemen nantinya. Itu harapan kita,” pungkasnya. =Muhammad Sugianto
14
KORAN MADURA
Probolinggo
JUMAT 28 MARET 2014|NO. 0331|TAHUN III
MINTA RESTU: Ronny Hartono bertemu Bupati Probolinggo, Hj.Puput Tantriana untuk melanjutkan pendakian di Gunung Argopura, Raung, dan Kawah Ijen.
Sang Penakluk Menghadap Bupati Minta Restu Mendaki Argopura, Raung, dan Kawah Ijen PROBOLINGGO – Luar biasa, tak banyak orang yang mengenal Ronny Hartono, 34, warga Desa Purwosari RT 001/RW I, Kecamatan Patebon, Kendal, Jawa Tengah. Namun bagi komunitas sepeda onthel dan komunitas pecinta alam, namanya sudah menjadi buah bibir. Hingga saat ini 16 puncak gunung berhasil dijelajahi bersama onthel kesayangan yang diberi nama Pertiwi Nusantara. Ronny saat bertemu Bupati Probolinggo Hj.Puput Tantriana Sari, di Pendopo Bupati Probolinggo, Kamis (27/3) mengungkapkan sudah mendaki 16 gunung di Jawa, Bali dan NTB dengan hanya mengendarai sepeda onthel keluaran tahun 1946 warisan dari kakeknya. Dan Sabertooth sangat beruntung dapat mensupportnya pendakiannya di gunung. Ke 16 gunung itu meliputi Gunung Ceremai, Gede, Selamet, Sindoro, Sumbing, Merbabu, Pelirang, Ma-
hameru, Agung, Rinjani, Guntur Kerinci, Arjuno, Bromo, Welirang, dan Merapi. “Mendaki gunung menggunakan sepeda, memiliki tantangan tersendiri. Berbeda dengan mendaki pada umumnya, dengan membawa sepeda onthel bukan hanya memikirkan kesiapan fisik untuk sampai di puncak, namun juga harus mengakali bagaimana membawa sepeda yang dikendarainya bisa juga sampai ke puncak,”tandas Ronny Hartono.
Ronny Hartono mengaku saat mendaki gunung biasa berkoordinasi dengan pecinta alam di daerah yang ia kunjungi dan terkadang para anggota mapala banyak yang ingin mendampinginya. Awal pendakian dilakukan terasa sangat sulit sekali. Selain karena trek atau jalur pendakian yang tak rata, ia pun sama sekali buta tentang bagaimana cara mengangkut sepeda sambil mendaki. “Susah sekali naiknya, kita tak tahu trek dan medan. Sistemnya pakai tas carrier, awalnya saya lepas roda depan dan belakang, tapi masih terasa sulit. Setelah sampai di gunung keempat baru tahu gimana bawanya,” ucapnya. Menurutnya, membawa sepeda paling sederhana untuk mendaki adalah dengan cara memanggul, layaknya orang yang memanggul karung beras di
pasar. Meski sudah mendapatkan cara paling nyaman, bukan berarti pendakian yang dijalaninya lantas mudah. Tak terhitung, jatuh bangun akibat hilang keseimbangan, hingga kepala terbentur tebing, pohon dan bahkan sepeda yang dibawanya. Dari semua gunung yang sudah didakinya menggunakan onthel ini, jalur yang paling ekstrem adalah saat mendaki Gunung Kerinci Jambi. ‘’Wah, di sana paling ngeri. Dari shelter 1 ke shelter 2, kena hujan besar. Memanggul sepeda, mau menaikannya sulit sekali. Bisa menghabiskan waktu 15 sampai 20 menit untuk menaikkan saja. Di sana juga tak sekalipun sepeda bisa dikendarai,’’ tutur Roni Hartono. Mendaki puncak gunung dengan onthel adalah ekspedisinya yang keempat. Ekspedisi pertamanya, jalan kaki keliling
Indonesia dijalaninya selama lima tahun, lima bulan empat hari. Kemudian ekspedisi kedua, mendaki enam puncak Nusantara, selama satu tahun tiga bulan, ekspedisi ketiga, menjelajah empat penjuru mata angin di Nusantara menggunakan onthel, empat penjuru itu yaitu ujung barat di Pulau We Sabang, ujung timur di Sota Merauke, ujung selatan di Pulau Rote NTT, dan ujung utara di Pulau Miangas Sulawesi Tenggara. Setelah Indonesia, petualangan lebih besar dan menjadi puncak dari perjalanannya selanjutnya ingin ia capai. Roni berencana bisa mendaki dan menyentuh puncak Gunung Kilimanjaro nun jauh di Afrika “ Itu lagi yang saya mau. Saya masih cari cara untuk ke sana. Mudah-mudahan ada yang mau bantu mensponsori,” pungkasnya. =M.Hisbullah Huda
KORAN OLAHRAGA PROBOLINGGO
MADURA
KORAN MADURA
15 Olahraga 15
JUMAT 28 MARET 2014 No. 0331 | TAHUN III
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
Ancelotti: Madrid Belum Tersingkir BARCELONA - Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti menegaskan, timnya belum tersingkir dari perebutan gelar juara La Liga Spanyol musim ini, setelah menelan kekalahan 1-2 dari Sevilla Kamis (27/3) dini hari di Juan Ramon Sanchez Stadium. Ini adalah kekalahan kedua “Los Blancos” dalam satu pekan terakhir. Sebelumnya, mereka dipermalukan Barcelona 4-3 pada laga El Clasico di Santiago Bernabeu akhir pekan lalu. Pada laga melawan Sevilla itu, El Real sebenarnya unggul terlebih dahulu pada menit ke14 berkat gol Cristiano Ronaldo dari sebuah tendangan bebas kaki kanan yang tidak mampu diblok penjaga gawang Sevilla Beto. Tetapi dua gol Carlos Becca pada babak pertama dan babak kedua membuyarkan mimpi Madrid mengejar Atletico Madrid dan Barcelona di tempat kedua dan ketiga berkat kemenangan mereka atas lawan-lawannya pada laga beberapa saat sebelumnya.
Mengomentari laga tersebut, Ancelotti menilai, hasil pertandingan ini sangat tidak adil. Pasalnya mereka menguasai jalannya pertandingan dan layak keluar sebagai pemenangnya. “Kami tidak layak kalah. Di satu pihak kami kalah karena kami tidak mempersiapkan diri dengan baik pada serangan balik Sevilla yang menghasilkan dua gol. Kami sempat memimpin dan bisa mencetak lebih banyak gol. Tetapi mereka sukses mencetak dua gol dengan cara yang sama pada saat kami butuh keseimbangan,” kata Ancelotti. Menurut pelatih asal Italia itu, kekalahan dari Barcelona pada Minggu (23/3) malam atau Senin (24/3) dini hari WIB lalu sama sekali tidak mempengaruhi kegagalan mereka memetik tiga poin dari Sevilla. “Saya kira, kekalahan itu mempengaruhi kekalahan hari ini. Sebelumnya semua berlangsung bagus dan kami berada di sini. Sekarang kami perlu reaksi
dengan karakter dan personalitas masing-masing pemain. Liga ini sekarang semakin kompleks dan seluruh pertandingan sisa menjadi sangat penting,” papar mantan pelatih AC Milan, Chelsea dan Paris Saint-Germain (PSG) itu. Dengan kekalahan ini, Madrid tergeser ke tempat ketiga klasemen sementara dengan 70 poin. Tempat pertama diduduki Atletico Madrid dengan 73 angka berkat kemenangan tipis 1-0 atas Granada di Vicente Calderon pada laga terpisah Kamis (27/3) dini hari WIB. Gol tunggal Atletico disarangkan Diego Costa melalui sundulan kepala. Sedangkan tempat kedua diisi oleh Barcelona yang menang tiga gol tanpa balas atas Celta Vigo di Camp Nou di laga terpisah dengan 72 poin. Dua dari tiga gol El Barca diborong Neymar dan satu gol lainnya dilesakkan oleh pemain terbaik klub itu, Lionel Messi. Dengan sisa delapan laga, ketiga tim ini masih akan terus
saling sikut di papan atas hingga musim berakhir. “Sekarang liga makin kompleks karena kami berada di tempat ketiga, meskipun
bukan mustahil kami bisa menjuarainya. Kami sangat mempercayai itu,” tutup Ancelotti. =ESPN/AJI
SERIE A ITALIA
AS Roma Segera Bangun Stadion Sendiri ROMA - Klub Ibukota Italia AS Roma, Rabu (26/3) waktu setempat mengumumkan bahwa mereka akan membangun stadion sendiri. Stadion baru itu nanti mengambil inspirasi dari Colosseum di Roma dengan kapasitas maksimal 60.000 tempat duduk. Ini akan menjadi stadion terbaru di Italia dalam tiga tahun terakhir, setelah Juventus membangun Juventus Stadium di Turin tiga tahun silam. Stadion ini akan dibangun di wilayah Tor di Valle, barat laut Kota Roma yang terletak antara Bandar Udara Fiumicino dan pusat kota. Sedangkan soal ijin semua sudah sudah diserahkan kepada pihak berwajib. Stadion ini akan diatur untuk 52.500 tempat duduk dan bisa diperluas menjadi 60.000 tempat duduk pada laga-laga besar dengan nama “Stadio della Roma”. Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan itu diperkirakan sebesar 300 juta euro. Dipastikan anggaran ini akan lebih tinggi karena akan membangun juga insfrastruktur di sekitarnya serta jaringan transportasi. Rencana pembangunan stadion baru ini sudah dimulai pada 2011, sejak AS Roma dikuasai Grup Boston dari Amerika Serikat. Mereka adalah orang asing
pertama yang memiliki saham mayoritas di klub Serie A Italia. Rencananya, stadion baru ini siap dipakai pada musim 2016-2017. Selama ini Roma bermarkas di Stadion Olimpico bersama Lazio. Tetapi stadion kebanggaan warga Roma itu kini mengalami kemunduran dan tidak layak lagi untuk menggelar pertandingan sepakbola. “Stadion Olimpico sudah menjadi sebuah tempat yang luar biasa buat kami. Tetapi sekaranglah waktunya kami memiliki
stadion sendiri untuk mendorong kami semakin maju dan bisa bersaing,” kata Presiden Roma James Palootta. Walikota Roma Ignazio Marino yang duduk berdampingan dengan Pallotta pada presentasi itu mendukung rencana AS ROma tersebut. Hanya dia mengingatkan agar stadion baru nanti tidak boleh dibuka sebelum seluruh infrastruktur pendukungnya selesai dibangun. “Diharapkan prosesnya cepat dan pembangunannya dis-
elesaikan dalam waktu dua tahun sesuai rencana. Saya ingin melihat Francesco Totti (kapten Roma yang kini berusia 37 tahun) menjadi orang pertama yang lari di atas lapangan baru stadion tersebut,” imbuh Pallotta. Stadion ini didisain oleh arsitek dari Amerika Serikat, Dan Meis. Dia mengadopsi model sejumlah stadion di Amerika Serikat digabung dengan model Saitama Super Arena di Jepang. Tetapi Pallotta mengingatkan bahwa warna
MAKET. AS Roma melansir rencana pembangunan stadion baru yang akan dibangun di wilayah Tor di Valle, barat laut Kota Roma, Italia.
Kota Roma tetap akan terlihat dalam stadion itu. “Tidak mungkin mendisain sebuah bangunan di sini tanpa memperhatikan sejarah arsitektur di Roma. Karena itu, stadion ini akan memiliki dinding luar yang akan memperlihatkan Colosseum yang baru,” kata Pallotta lagi. Sementara itu dari pertandingan Liga Serie A Italia, Kamis (27/3) dini hari WIB, AC Milan memberi kejutan dengan mengalahkan tuan rumah Fiorentina dengan dua gol tanpa balas. Kedua gol “I Rossoneri” dilesakkan Mexes dan Mario Balotelli. Di pertandingan lagin, dua gol Carlos Tevez mengangar kemenangan 2-1 Juventus atas AC Parma pada laga di Juventus Stadium. Dengan tambahan tiga poi ini, Juventus makin kokoh di puncak klasemen sementara Liga Serie A dengan 81 poin atau tertinggal empat angka dari AS Roma di tempat kedua. Hasil-hasil lainnya, Atalanta menang 2-0 atas Livorno, Cagliari menang 1-0 atas Hellas Verona, Catania kalah 2-4 dari Napoli, Chievo Verona menang telak 3-0 atas Bologna, Genoa menang 2-0 atas Lazio, dan Sassuolo kalah 1-2 dari Sampdoria. =ESPN/AJI
16
KORAN MADURA
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
76 HARI LAGI
AS ROMA SEGERA BANGUN STADION SENDIRI
ANCELOTTI: MADRID BELUM TERSINGKIR OLAHRAGA | 15
OLAHRAGA | 15
Olahraga KORAN MADURA
16
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
Gerrard Ingatkan
Liverpool
Belum Raih Trofi LIVERPOOL -Kapten Liverpool Steven Gerrard mengingatkan kawan-kawannya bahwa mereka belum mendapat apa-apa, meski berhasil meraih kemenangan tipis 2-1 atas Sunderland pada lanjutan Liga Utama Inggris di Anfield, Kamis (27/3) dini hari WIB. Dengan tambahan tiga poin ini, “The Reds” terdongkrak ke posisi kedua klasemen sementara dengan 68 poin, selisih satu poin dari Chelsea di puncak klasemen yang mengoleksi 69 angka. Sedangkan Manchester City yang sebelumnya bertengger di posisi kedua pasc a mengalahkan Manchester United 3-0, turun ke peringkat ketiga dengan 66 poin, tetapi masih unggul dua pertandingan di tangan. Satu dari dua gol Liverpool ke gawang Sunderland dibuat Gerrard melalui tendangan bebas yang cantik. Sedangkan satu gol lainnya dibuat Daniel Sturridge melalui tendangan kaki kiri yang melengkung. Meski demikian, Gerrard tetap memuji penampilan Sunderland yang cukup menyulitkan mereka. “Selamat kepada Sunderland yang bertahan dengan baik dan menyulitkan kami,” kata Gerrard. Menyinggung soal golnya ke gawang Sunderland, Gerrad sangat berterima kasih kepada Luis Suarez yang memberinya kesempatan mengambil tendangan bebas. Pasalnya, mengambil tendangan bebas di luar garis 16 biasanya menjadi tugas striker asal Uruguay itu. “Saya tidak biasa mengambil tendangan bebas. Luis Suarez selalu dengan jitu mengambil tendangan bebas tetapi kadang Anda butuh orang lain yang mengambil tugas
itu dan saya melaksanakannya dengan benar. Dia mengijinkan saya mengambil satu tendangan bebas itu. Waktu lawan Cardiff City, semua tendangan bebas diambil Suarez sendiri. Tidak masalah siap yang berhasil mencetak gol. Yang pasti kami belum menjuarai apa pun saat ini,” papar kapten Timnas Inggris itu. Pelatih Liverpool, Brendan Rodgers menilai, kemenangan atas Sunderland sangat ditentukan oleh kesabaran para pemain membongkar pertahanan lawan yang memarkir para pemainnya di lini pertahanan. “Laga ini sangat sulit bagi kami. Orang mengira bahwa kami bisa dengan mudah mencetak empat, lima atau enam gol di setiap pertandingan tetapi laga-laga itu selalu sulit buat kami,” kata Rodgers. Mantan pelatih Swansea City itu melanjutkan, “Khususnya di babak pertama ketika mereka (Sunderland) menempatkan lima bek, dua gelandang bertahan plus kiper di kotak penalti. Kami harus bersabar untuk memancing delapan pemain ini keluar dari posisi mereka.” Sementara itu, pelatih Sunderland Gustavo Poyet menyesalkan kegagalan timnya memetik poin di Anfield. Pasalnya, dengan kekalahan ini membuat posisi mereka di klasemen sementara semakin sulit. Mereka belum bisa keluar dari zona degradasi, meskipun masih memiliki dua pertandingan di tangah. Saat ini, klub berjulukkan “The Black Cats” itu berada di peringkat ke-18 atau ketiga dari bawah dengan 25 poin. Menurut Poyet, Sunderland memiliki banyak peluang untuk mendapatkan poin dari Anfield. “Saya kira kami bisa mengambil banyak hal dari sana. Pada laga ini, untuk pertama kalinya kami bermain dengan sistem yang berbeda. Menurut saya, untuk waktu yang panjang, kami dibuat frustrasi oleh Liverpool,” kata mantan pemain Chelsea itu. =SKY SPORTS/AJI
JUMAT 28 MARET 2014 No. 0331 | TAHUN III
JUHAIRIYAH DIVONIS 1,4 TAHUN PAMEKASAN | F
PERAHU DISHUBKOMINFO MANGKRAK
KORAN MADURA
JUMAT 28 MARET 2014TERTARIK | No. 0331 | TAHUN III
SAMPANG | K
A
LESTARIKAN BUDAYA BANGSA NETER KOLENANG |P
Taneyan Lanjang KORAN MADURA
SAMPANG- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang melakukan penggeledahan di Kantor LSM FKP MABES, Kamis (27/3) terkait dugaan kasus korupsi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Sejumlah dokumen dan barang-barang yang diduga bisa dijadikan alat bukti dalam penyidikan lebih lanjut dugaan korupsi BSPS TA 2012-2013 disita. Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejari Sampang bersama Tim Polres Sampang juga menemukan senjata api lengkap dengan pelurunya. Sehingga, Polisi menggelandang tiga pemuda dalam kantor tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kasus pemotongan dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun anggaran 2012-2013 dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI membuat Pihak Kejari Sampang membidik beberapa oknum yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Salah satunya adalah Tim Pendamping Masyarakat (TPM). Sementara Koordinator TPM BSPS adalah Sunarto Wirodo yang juga Ketua LSM FKP MABES. Sekitar pukul 15.18 WIB, Tim Penyidik Tipikor Kejari Sampang dan aparat Polres Sampang melakukan penggeledahan di rumah kontrakan yang sekaligus dijadikan kantor LSM FKP MABES. Sekretariat tersebut terletak di Jalan Kusuma No 54 Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang. Saat tiba di lokasi, Wirodo sudah tidak ada di tempat. Di sana hanya ada istrinya, adik iparnya dan ketiga pemuda yang diduga salah satunya merupakan keponakan Wirodo. Sekretariat yang terdiri dari empat kamar tersebut langsung digeledah oleh Tim Penyidik
Kantor TPM Digeledah
Tipikor Kejari Sampang dan Aparat kepolisian. Penggeledahan diawali dari ruang yang biasa ditempati Wirodo. Tim kemudian menyita sejumlah dokumen dan barang-barang berharga yang terdapat di kamar tersebut terutama, barang-barang yang ada di lemari yang diduga milik Wirodo. Saat digeledah ditemukan sebuah tas yang berisi Senapan Api (Senpi) tipe Air Softgun dan Magazine dengan tujuh amunisi berjenis tabung gas dan juga dua botol jenis peluru gotri. Kemudian Tim Penyidik Tipikor juga menggeledah kamar istri Wirodo, sejumlah uang dan kui-
tansi serta barang-barang yang berada di lemari kamar istri Wirodo juga disita. “Senpi ini untuk kulit manusia tidak tembus hanya membuat kulit memar, barangbarang ini kami akan bawa ke kantor begitu juga tiga pemuda tersebut untuk dimintai keterangan,” kata Kasat Reskrim Polres Sampang Jeni Al-Jauza saat ditemui di TKP. Selain itu juga di temukan setumpuk fotokopi Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan beberapa buku kantor serta sejumlah nota transaksi yang diduga ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi
BSPS. Tim Penyidik Tipikor juga melakukan penyitaan barang inventaris kantor lainnya berupa laptop dan 2 CPU komputer dan dua sepeda motor. Menurut Kasi Intel Kejari Sampang Sucipito, tim penyidik tipikor Kejari Sampang, penggeledahan tersebut dilakukan untuk menuntaskan penyelidikan dan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana BSPS. ”Saat ini kami menyita sejumlah dokumen-dokumen penting dan uang sebesar Rp 20 juta, sedangkan untuk temuan Senpi kami serahkan kepada Polres Sampang yang mempunyai ke-
wenangan,” ujar Humas Kejari Sampang itu kepada sejumlah wartawan. UD Bersama Lokasi yang dijadikan tempat penyedia batako, semen, pasir dan bahan bangunan lainnya merupakan rentetan sebagian dari dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang di telantarkan oleh UD Maju Bersama. Tempat produksi batako ini terletak di samping rumah kepala desa Kedungdung, Kecamatan Kedungdung yang disidak oleh Tim Tipikor beserta aparat kepolisian Polres Sampang dan TNI-AD. Pasalnya tempat produksi ini merupakan hasil rentetan dari dugaan korupsi oleh Sunarto Wirodo (Tim Pendamping Masyarakat). Saat datang ke lokasi tempat material UD Maju Bersama ditemui oleh Mohammad Samsuri, Kepala Desa Kedungdung. Saat di tanya Rofik Firdaus pemilik UD Maju Bersama selaku keponakan dari Sunarto Wirodo yang ingin diintrogasi sudah tidak ada di tempat. Dimungkinkan pemilik UD Maju Bersama sudah mengetahui jika dirinya akan dicari ke tempat tersebut oleh Tim Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Negeri Sampang. Tempat produksi batako tersebut menyewa lahan milik Kepala Desa Kedungdung sebesar Rp 3 juta. Tempat produksi tersebut sudah tidak ada aktivitas lagi karena para pekerja tidak kunjung kembali. “Para pekerja sudah tidak kembali lagi ketika ada kejadian gunung meletus di Kediri, sehingga tempat ini diterlantarkan begitu saja oleh pemiliknya,” ujar Samsuri. Informasi yang didapat, tempat produksi batako tersebut yang hasil produksinya nanti akan dikirim ke Desa Ombhen. “Batako itu nantinya dikirim ke Desa Ombhen,” kata Samsuri kepada wartawan. Karena pemilik tidak ada di tempat Tim Tipikor dan aparat Keamanan Sampang melanjutkan penyelidikan ke rumah pemilik UD Maju Bersama. =CR2/ LUM
KORAN MADURA KORAN PROBOLINGGO B B
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
MADURA
Sumenep
JUMAT 28 MARET 2014 No. 0331 | TAHUN III
Dewan: Kami Panggil Dishub Muhammad Fadilah Mengaku Siap untuk Beraudiensi SUMENEP – Komisi C DPRD Sumenep mengatakan akan memanggil Dinas Perhubungan setempat untuk meminta penjelasan terkait gagalnya pelaksanaan tender kapal besar pada tahun ini. Sebelumnya, Dishub mengatakan tender kapal tidak mungkin dilaksanakan pada tahun ini karena termasuk proyek tahun jamak. ”Yang jelas kami (Komisi C) akan memanggil Dishub. Ini harus dijelaskan pada kami, sehingga ini tidak menjadi bumerang bagi warga kepulauan,” kata anggota Komisi C DPRD Sumenep Miftahurrahman, Kamis (27/3). Politisi PPP itu mengaku sangat berkepentingan dengan adanya kapal besar yang direncanakan bervolume 300 penumpang dan 10 kendaraan. ”Keberadaan kapal itu sangat dibutuhkan, sehingga kami pun sangat kecewa ketika itu harus ditunda. Apalagi kalau mengacu terhadap peraturan yang ada, itu sudah memenuhi standar, sebab perencaannya su-
dah dua tahun yang lalu,” katanya. Jika gagalnya pelaksanaan tender karena terkendala anggaran, pihaknya siap mengusulkan penambahan angggaran. ”Makanya ini harus dijelaskan pada kami, jika gagalnya karena teknis kami maklumi, namun (jika) gagalnya dikarenakan terkendala anggaran, pasti kami akan usulkan kepada pemerintah,” terangnya. Menurutnya, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda pelaksanaan tender kapal hingga 2016. ”Dalam aturan itu, memang sebelum dilakukan pengadaan tahun jamak, harus dimasukan dalam KUA PPAS,
tapi pembahasan KUA PPAS 2015 kan belum dibahas. jadi tidak ada alasan untuk menunda pengadaan kapal hingga tahun 2016,” paparnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Sumenep Mohammad Fadilah mengatakan, dalam pengadaan kapal tersebut masih ada regulasi yang harus dimulai dari awal anggaran untuk KUAPPAS-nya. Secara terpisah, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Sumenep Carto menjelaskan, uang sebenar Rp 28 miliar untuk pengadaan kapal sudah masuk ke kas daerah. Anggaran tersebut dipastikan tidak akan berkurang sedikitpun. ”Kalau masih belum dibutuhkan, pasti akan didiamkan di Kasda,” terangnya Sementara Kepala Dishub Sumenep Muhammad Fadilah mengatakan siap untuk dipanggil
ANGGARAN PENGADAAN KAPAL Rp 11 miliar Bantuan dana keuangan daerah Pemprov Jatim 2013 Rp 6 miliar APBD 2013 Pemkab Sumenep Rp 11 miliar Bantuan dana keuangan daerah Pemprov Jatim 2014 PELAKSANAAN TENDER Januari-Februari Rencana pelaksanaan tender
Miftahurrahman
Anggota Komisi C DPRD Sumenep
Maret Rencana tender digagalkan karena termasuk mega proyek
dewan. Sebab, prosedur yang telah dilakukan sudah sesuai dengan mekanisme yang ada. ”Monggo, Dishub siap untuk beraudiensi,” katanya. Dalam pemanggilan pihaknya
nanti, Dishub meminta dewan juga memanggil pihak DPPKA, dan juga pakar hukum. Pihak Administrasi Pembangunan juga harus dilibatkan. =JUNAEDI/MK
RAZIA GEPENG
Dinas Sosial Dinilai Belum Berhasil
BELUM BERHASIL. Pengemis di halaman sebuah instansi pemerintah, Kamis (27/3). Pemerintah dinilai belum berhasil memberantas gelandangan dan pengemis meski sudah sering melakukan razia.
SUMENEP – Dinas Sosial para gepeng, pemerintah tidak (Dinsos) Sumenep dinilai be- cukup hanya rutin menggelar lum berhasil mengatasi gelan- razia. Pemerintah perlu mendangan dan pengemis (gepeng) cari akar masalah kenapa yang sering meminta-minta masyarakat mengemis. ”Nah di instansi ini kan sudah pemerintah terlihat, jika dan tempatoperasi yang tempat keradilakukan maian publik di tidak membuat Kota Sumenep. jera, bahkan Meski Dinsos ”Nah ini kan sudah terli- seakan dilakusudah rutin hat, jika operasi yang di- kannnya opemenggelar ralakukan tidak membuat rasi itu hanya zia, namun dibuat mainan jera, bahkan seakan hingga saat ini dilakukannnya operasi saja,” terangnmasih marak itu hanya dibuat mainan ya. Sementara gepeng. saja,” Aktivis MaKabid Rehadura Transparbilitasi Sosial ansi Watch Dinas Sosial Sutrisno (MTW) SumeSumenep ZaiAktivis MTW Sumenep nep Sutrisno nuril Qamari mengatakan, hingga berita gepeng masih marak hingga ini ditulis belum bisa dikonfirsaat ini karena Dinsos hanya masi. Saat dihubungi mengaku sebatas formalitas dalam mel- masih rapat. ”Masih rapat,” akukan razia. ”Kami kira ope- singkatnya kepada Koran Marasi (gepeng) itu tidak optimal,” dura via telepon. Sementara katanya, Kamis (27/3). pesan singkat yang dikirim Untuk menjaga keinda- tidak dibalas. han dan ketertiban kota dari =JUNAEDI/MK
Sumenep
KORAN MADURA
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
C
UJIAN NASIONAL
Jangan Melahirkan Koruptor SUMENEP – Pelaksanaan ujian nasional (UN) menjadi pertaruhan karena tidak hanya mengasah intelektualitas tapi juga moralitas. Oleh karenanya, pemerintah dan pengawas UN harus maksimal dalam melakukan pengawasan sehingga budaya bocoran kunci jawaban tidak kembali terulang. Hal itu bisa melahirkan kaderkader bangsa yang tidak jujur dan korup. Dosen Fakultas Tarbiyah institut Ilmu Keislaman Annuqayah Fathor Rachman Ustman mengatakan, akar praktik korupsi yang demikian menggurita di negeri ini karena pendidikan sebagai basis pembentukan karakter dicemari. Anak-anak secara tidak langsung sejak kecil diajarkan praktik-praktik kecurangan melalui UN. “Tidakkah kita sadar bahwa sesungguhnya anak-anak kita sedang merekam episode pembelajaran ini hingga dewasa. Ujungya anak-anak kita akan mengatakan bahwa guru saja melakukan kecurangan, apalagi kita,” imbunya. Terpisah Kepala Madrasah Aliyah Nasyatul Mutaallimin A. Dardiri Zubairi meminta UN dihapu, karena hanya akan melahirkan kader-kader bangsa yang tidak jujur dan korup. “Hentikan semua kebohongan ini. Cara seperti ini justru akan menyebabkan bangsa ini semamkin terpuruk. Kita menjadi manusia yang tidak pernah belajar dari kekalahan atau ketidaklulusan atau kegagalan. Biarkan semua belajar dengan proses yang sebenarnya, sejujurnya dan sedanya, sebab itu akan lebih mendewasakan,” terangnya. Sementara Ketua DPKS M Kamalil Ersyad mengatakan, Dinas Pendidikan punya ketentuan dan prosedur yang berlaku, termasuk sudah tersebar para pengawas di berbagai daerah. “Tinggal bagaimana kita bisa mencoba memberanikan diri agar tidak terkooptasi dengan target kelulusan, sehingga suasana akademis terbangun saat suasana UN berlangsung,” katanya. =SYAMSUNI/MK
Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono diiringi Kapolres Sumenep AKBP Marjoko menyalami polisi saat memantau pengamanan distribusi logistik di Kabupaten Sumenep, Kamis (27/3)
Pelaku Telah Diringkus Kapolda: Premanisme Politik Jadi Atensi Kami SUMENEP - Pelaku penganiyaan yang menimpa Eko Sugiono, PPL Desa Paliat, Kecamatan Sapeken, telah ditangkap polisi. Pelaku berinisial S ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap berdasarkan pemeriksaan Polres Sumenep kepada lima saksi; korban, pemili rumah tempat kejadian perkara, dan tiga orang saksi di TKP. Hal itu disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol. Unggung Cahyono, Kamis (27/3) ketika melakukan pemantauan langsung terhadap pengamanan distribusi logistik di Kabupaten Sumenep. “Setelah memanggil lima saksi, Polres langsung menurunkan tim ke Sapeken untuk meringkus pelaku atas nama S tersebut. Sekarang pelaku sudah diamankan di Polsek setempat,” katanya kepada wartawan. Menurut Unggung, berdasarkan keterangan dari Kapolres Marjoko, S ditangkap saat akan melarikan diri. Namun, tim ke-
polisian langsung meringkus pelaku. “Saya ucapkan terima kasih kepada Polres Sumenep karena telah meringkus pelaku,” jelasnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh Koran Madura dari beberapa pihak, pelaku berhasil di tangkap di Kecamatan Arjasa saat hendak melarikan diri, dan sekarang diamankan di Mapolsek Arjasa dan akan segera di bawa ke Mapolres Sumenep untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Unggung Cahyono menyatakan, saat mendengar ada premanisme politik yang menimpa salah satu PPL di Kecamatan
Sapeken langsung menjadi atensi pihak kepolisian dalam melakukan pengamanan pemilu legislatif pada 9 April nanti. “Terjadinya kasus premanisme politik ini akan menjadi atensi kami ke depan, karena memang tidak boleh ada kekerasan dalam pemilu,” terangnya. Sebelum melakukan penangkapan terhadap pelaku, dalam menuntaskan kasus penganiayaan terhadap PPL, Polres Sumenep telah mengirimkan tim untuk melakukan pengejaran dan upaya penangkapan paksa pelaku S yang melarikan diri setelah melakukan penganiayaan terhadap, Eko Sugiono, anggota PPL Desa Paliat Kecamatan Sapeken yang tejadi pada tanggal 17 kemarin saat korban melakukan pengawasan terhadap kampanye yang di lakukan caleg PBB BA di Desa Paliat. Akibat penganiayaan yang di lakukan pendukung Caleg PBB tersebut, korban Eko Sug-
iono mengalami luka sajam di kedua kakinya dan lebam di sejumlah tubuhnya, bahkan korban terpaksa harus di rawat inap di Puskesmas Sapeken. Bahkan informasi terakhir, korban menderita trauma terhadap kejadian tersebut. Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Sumenep, Zamrud Khan mengharap kepada semua elemen agar kasus kekerasan menjadi perhatian yang serius. “Agar kejadian semacam ini tidak lagi terulang kembali. Katanya demokrasi, tetapi kok masih ada cara-cara premanisasi. Zaman Orde Baru sudah lewat,” katanya. Kata Zamrud, Panwas pada prinsipnya, bekerja sesuai undang-undang, termasuk melakukan pengawasan ketika sedang berlangsung kampanye. “Ini adalah amanah undang-undang untuk menegakkan demokrasi, itu saja,” tegasnya. =SYAMSUNI/MK
D
KORAN MADURA
Sumenep
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
PERSIAPAN PEMILIHAN UMUM
Plus Minum Logistik Pemilu Legislatif
Pekerja menata kotak surat suara di KPU Sumenep, Kamis (27/3). Dari hasil sortasi, KPU Sumenep kekurangan surat suara DPD sementara surat suara DPR RI lebih.
SUMENEP - Berdasarkan berita acara sortasi dan pengecekan surat suara pemilu DPR RI, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten yang berlangsung selama kurang lebih 10 hari, ditemukan kesalahan pengiriman surat suara dari KPU Provinsi Jawa Timur. Akibatnya, surat suara untuk DPR RI lebih sementara surat suara DPD kurang. Mestinya surat suara DPR RI hanya 958 lembar, tapi yang dikirim KPU Provinsi Jawa Timur sebanyak 1.855 surat suara. Sebaliknya, jumlah surat suara DPD malah berkurang hingga 897 lembar. “Dari berita acara sortasi itu ternyata diketahui jumlah surat suara sebanyak 958 DPD justru dikirim surat suara sebanyak 1.855 DPR RI. Kesalahan itu diperkirakan disebabkan adanya kesalahan dalam menyesuaian data kolom antara DPD dengan DPR RI saat hendak didistribusikan ke KPU Sumenep,” jelas Muhammad Ilyas, Komisioner KPU Sumenep. Ilyas menambahkan, sebaliknya jumlah surat suara untuk DPD yang dikirim KPU Provinsi mengalami kekurangan. Berdasarkan validasi data terakhir KPU, jumlah surat suara yang dibutuhkan untuk DPD mencapai 1.855 surat suara. Namun justru yang dikirim KPU Provinsi Jawa Timur hanya 958 surat suara . “Sehingga terdapat kekuran-
gan surat suara sebesar 897 sura suara DPD. Dan sebaliknya untuk surat suara DPR RI justru bertambah menjadi 897 surat suara. Lagi-lagi hal itu diperkirakan disebabkan keteledoran KPU Provinsi saat hendak mendistribusikan surat suara,” terang Ilyas. Namun kekurangan surat suara untuk DPD tersebut sudah diusulkan ke KPU Provinsi Jawa Timur. Kekurangan surat suara DPD itu akan difokuskan nantinya ke kecamatan terdekat seperti Kecamatan Kota dan Kecamatan Batuan. Meski demikian secara keseluruhan, KPU Sumenep masih mengalami kekurangan surat suara sebanyak 5.850 surat suara. Kekurangan surat suara tersebut disebabkan kardus yang berisi surat suara hanya terisi sekitar 900 surat suara. Padahal surat suara yang dibutuhkan pada masing-masing kardus mestinya mencapai 1000 surat suara. Namun Ilyas memastikan kekurangan surat suara itu
sudah terpenuhi hanya tinggal surat surat suara DPD. “Itu menunggu kiriman dari KPU Prov Jatim. Nanti malam kita jemput ke Surabaya kekurangannya. Baik kotak suara, bilik suara dan surat suara yang tersegel dan alat kelengkapan logistik pemilu lainya sudah siap didistribusikan pada 29 Maret ini khusus untuk kepulauan,” tandasnya, Kamis (27/3). Termasuk juga untuk pengiriman surat suara itu akan disetting lalu dipacking dan kotaknya akan disegel. Dan untuk lembar DCT yang salah cetak sudah mendapatkan penggantinya dan sudah diterima dari KPU Provinsi Jawa Timur. Data yang benar berdasarkan Berita Acara Sortasi dan Pengecekan Surat Suara Pemilu No: 132/ Seskab-014.329908/2014. Dari total 5.585 surat suara yang kurang terdiri dari surat suara untuk DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota. Rinciannya Surat suara untuk DPD berkurang sebanyak 958 suara, DPR RI sebanyak 1.855, untuk DPRD Provinsi sebanyak 933 suara dan DPRD Sumenep sebanyak 2.104 suara. Selain itu dari hasil sortasi terakhir, ditemukan sebanyak 933 surat suara rusak. =ALI RIDHO/MK
PERLUASAN LANDASAN PACU
Terkendala Anggaran SUMENEP – Pembebasan lahan untuk perluasan landasan pacu (runway) Lapangan Terbang (Lapter) Trunojoyo Sumenep sudah tuntas. Namun, pembangunan tersebut terkendala anggaran untuk perpanjangan landasan pacu. Sementara anggarannya ditaksir mencapai Rp 72 miliar. Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Mohammad Fadilah. Untuk pembebasan lahan hanya menunggu sertifikat lahan yang dalam proses penyelesaian. Sementara untuk anggaran landasan pacu sebesar Rp 72 miliar akan diajukan ke Dinas Perhubungan Jawa Timur dan Kementerian Perhubungan RI. Rinciannya, dana yang akan diajukan ke Kementerian Perhubungan sebesar Rp 46 miliar dan dana untuk provinsi Rp 26 miliar. Sementara angaran dari APBD Sumenep hanya untuk pembebasan lahan sebesar Rp 8,3 miliar. “Untuk pengembangan fasilitas sudah ada warning (lampu hijau) dari Kementerian Perhubungan untuk dibantu perpanjangan runway. Tinggal beberapa aset bandara dengan tanpa mengurangi kepemilikan dan nanti pengelolaannya adalah Kementerian Perhubungan,” urainya. Menurut Fadilah, tambahan landasan pacu sepanjang 240 meter. Dari saat ini sepanjang 1160 akan diperluas menjadi
1400 meter. “Kalau nanti runway sudah berada di posisi 1400 meter, maka yang bisa landas ATR72 yakni 72 sheet,” terangnya. Untuk pekerjaan perpanjangan runway dari 1160 menjadi 1400 masih belum ada kepastian kapan akan dimulai digarap. Sehingga penyelesaiannya pun
Belum ada kejelasan memang kapan akan dikerjakan perpanjangan runway itu. namun sesuai dengan harapan Pak Bupati Sumenep, kita minta 2014 ini sudah ada pengembangan runway menjadi 1400 meter,”
Mohammad Fadilah
Kepala Dishub Sumenep masih belum ada kejelasan. Namun pihak Pemkab akan tetap berusaha pada tahun 2014 ini sudah dimulai pekerjaan perpanjangan runway tersebut. “Belum ada kejelasan memang kapan akan dikerjakan perpanjangan runway itu. Namun, sesuai dengan harapan Pak Bupati Sumenep, kita minta 2014 ini sudah ada pengembangan runway menjadi 1400 meter,” tukasnya. =ALI RIDHO/MK
Seorang pekerja beraktifitas di samping pesawat komersial di Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Bandara Ngurah Rai akan ditutup selama 24 jam pada pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1936, 31 Maret mendatang sehingga sebanyak 248 penerbangan domestik dan 152 penerbangan internasional ditiadakan pada hari itu.
KORAN MADURA
Sumenep
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
E
Ada Penyimpangan di Program KF? JCW: Program KF Memang Amburadul SUMENEP – Program Keaksaraan Fungsional (KF) 2013 di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep diduga menyimpang. Pelaksanaan program yang menelan dana lebih kurang Rp 6 miliar itu diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang sudah ditentukan. Salah satu dugaannya, pelaksanaan KF ditengarai hanya dilaksanakan dua minggu bahkan ada yang satu minggu. Mestinya, sesuai juknis, waktu pelaksanaan program tersebut tiga bulan. Selain itu, peserta belajar ditengarai tidak tepat sasaran. Indikasinya, pesertanya sudah bisa baca tulis. Di samping itu, penerima program KF ditengarai hanya didominasi oleh organisasi tertentu. ”Ini memang fakta yang terjadi di lapangan. Otomatis ini menandakan program KF memang amburadul di bawah. Sehingga, manfaatnya tidak begitu terasa oleh masyarakat,” kata Abdurrahman, aktivis Jatim Corruption Watch. Informasinya, program KF 2013 menelan dana sekitar 6 miliar. Itu program dari APBN, APBD Jatim dan APBD Sumenep. Dana miliaran rupiah ini diperuntukkan untuk 14 ribu warga yang belum bisa baca tulis. Sedangkan kelompok belajar penerima sebanyak 1400 yang tersebar di sejumlah kecamatan yang ada di kota Sumekar ini. Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) Ach. Novel membenarkan adanya dugaan penyimpangan dalam
pelaksanaan program KF itu. Menurut Novel, pelaksanaannya cukup amburadul. ”Bisa jadi ini akibat Disdik yang tidak serius dalam melakukan pengawasan. Peralatan saja tidak dilengkapi, lalu anggarannya ke mana,” katanya. Dengan begitu, sambung dia, dengan tidak lengkapnya peralatan berarti disinyalir ada dana yang mengendap. Ini jelas bisa menyebabkan adanya kerugian negara. ”Kalau tidak dibelanjakan sebagaimana mestinya, padahal anggarannya. Ini bagi kami sangat aneh. Ini perlu ada penelusuran secara mendalam,” ungkapnya. Tidak hanya itu, terang dia, program terkesan hanya sekadar menghabiskan anggaran yang tersedia saja. Buktinya, program ini diduga tidak tepat sasaran. ”Bayangkan saja, peserta yang ikut kelompok belajar adalah yang sudah bisa baca tulis. Ada bersekolah masih ikut,” ungkapnya dengan nada kesal. Menurut Novel, kenyataan ini cukup miris. Akibatnya, buta aksara di Sumenep belum juga mengalami penurunan yang cukup signifikan. ”Mana bisa menurun, kalau ikut bukan yang buta aksara. Ini sungguh sangat disayangkan. Kami tidak paham apa kerja Disdik selama ini,” tu-
turnya. Sementara itu, Kepala Disdik Sumenep A. Shadik membantah adanya dugaan penyimpangan. Menurut Shadik, pelaksanaan KF sudah sesuai dengan juknis yang ada. ”Jadi, sudah tidak ada masalah. Namun, lebih jelasnya bisa langsung tanya ke Pak Munir (Kabid PLS, Red). Ini ada di samping saya,” ujarnya. Kabid PLS Munir mengungkapkan, pelaksanaan KF sudah tidak ada masalah. Itu diketahui saat pihaknya melakukan monitoring ke lapangan. Bahkan, semua program itu sudah sesuai dengan standar yang ada. ”Tidak ada yang menyimpang. Semuanya berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tuturnya. Lebih lanjut Munir menegaskan, pihaknya cukup serius dalam melakukan pengawasan. Bahkan, pelaksanaan ini juga sudah tepat sasaran. ”Jadi, pelaksanaan ini terus kami pantau. Hasilnya memang memuaskan. Program ini cukup bermanfaat kepada masyarakat,” tuturnya melalui sambungan telepon dari Surabaya. Soal adanya dominasi salah satu lembaga dalam program KF, Munir tidak membantah. Dia mengungkapkan, masalah tersebut hal yang wajar, apalagi, lembaga itu memang memiliki massa yang cukup besar. ”Kami kira tidak masalah kalau banyak diberikan ke lembaga tertentu. Yang terpenting dikerjakan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tuturnya. =Moh. Hayat
SUMBANGAN UNTUK TKI SATINAH. Santri Pondok Pesantren Queen Al Falah memberikan donasi sumbangan saat acara Ngamen 3 M Selamatkan Jiwa Satinah oleh Musisi dan Vokalis Setia Band, Charly Van Houten di Ploso Mojo Kediri, Jawa Timur. Charly melakukan penggalangan dana dengan mengamen ke sejumlah Daerah di Indonesia untuk membantu pembebasan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Satinah dari ancaman hukuman mati di Arab Saudi, mengingat Pemerintah Indonesia baru mengumpulkan uang sebesar Rp12 miliar atau 4 juta riyal dan masih kurang Rp9 miliar untuk pembayaran uang denda kematian (diyat) yang harus dibayarkan sebesar 21 miliar keluarga korban majikan Satinah pada awal April 2014 mendatang.
INFRASTRUKTUR KEPULAUAN
Anggaran Tersedot Belanja Pegawai SUMENEP - Pada tahun anggaran 2014 jatah anggaran khusus kepulauan berkisar Rp 14 miliar dari 1,5 triliuan APBD Sumenep. Namun, melihat kondisi infrastruktur di sejumlah kepulauan yang banyak yang rusak, sepertinya anggaran tersebut tidak seberapa dibanding dengan belanja pegawai. Hal demikian disampaikan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sumenep Miftahurrahman, Kamis (27/3). Melihat jumlah besaran anggarannya sepertinya masih belum cukup untuk membuat infrastruktur kepulauan sama seperti daratan. “Jatah anggaran untuk kepulauan kurang lebih sekitar
Rp 14 miliaran. Namun melihat besaran anggaran tersebut tidak sebanding dengan anggaran belanja pegawai hingga ratusan miliar. Maka benar kalau kondisi infrastruktur kepulauan tidak sebanding dengan potensi alamnya,” kata Politisi PPP asal kepulauan. Sebagai anggota DPRD dari kepulauan, dirinya mengaku sudah fokus dalam memperjuangkan daerah kepulauan. Tetapi kata Miftah, dirinya hanya bisa berjuang sampai pada batas tersebut. “Jika memang pemerintah punya ikhtiar untuk membangun kepulauan yang lebih baik, maka agar sejajarkan anggaran,” tukasnya. =SYAMSUNI/MK
KORAN MADURA
JUMAT 28 MARET 2014|NO. 0331|TAHUN III PROBOLINGGO F KORAN MADURA
Pamekasan
JUMAT 28 MARET 2014 NO. 0331 | TAHUN III
Juhairiyah Divonis 1,4 Tahun Rumahnya Diambil Paksa Negara PAMEKASAN - Pelaku korupsi atau koruptor di tubuh Kantor Kemenag Pamekasan Juhairiyah, 35, sudah resmi menjadi narapidana korupsi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pamekasan. Hal ini setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis terhadapnya. Majelis hakim, berdasarkan fakta di persidangan, menyatakan secara sah dan meyakinkan mantan Kepala Seksi Madarasah dan Pendidikan Agama Islam (Kasi Mapenda) itu telah bersalah dan apa yang dilakukannya telah merugikan Negara. Majelis hakim memvonis Juhairiyah dengan hukuman penjara selama 1, 4 tahun dikurangi masa tahanan tiga bulan. Vonis itu sendiri dibacakan Rabu (26/3) di Pengadilan Tipikor Surabaya. Vonis majelis hakim ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang mana JPU menuntut terdakwa Juhairiyah dua tahun penjara. Selain harus mendekam di penjara, Majelis Hakim juga mewajibkan Juhairiyah mengganti uang negara sebe-
sar Rp 577 juta, dan juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 50 juta. Uang pengganti dan denda ini sama dengan tuntutan JPU. Menurut Ketua Tim JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan Samiaji Zakaria, untuk membayar uang pengganti dan denda itu, Juhairiyah harus merelakan rumahnya di Komplek Perumahan Tlanakan Indah Pamekasan dirampas atau diambil alih oleh Negara, yang sebelumnya sudah disita oleh Kejari Pamekasan. Sejak kemarin rumah permanen yang terletak di Blok L nomer 4 itu, sudah bukan milik Juhairiyah lagi. Rumah tersebut sudah menjadi asset Negara. ”Dari vonis majelis hakim itu, baik terdakwa maupun penasehat hukumnya menyatakan menerima. Kami (JPU) juga menerima. Satu kasus sudah selesai, tinggal memikirkan kasus yang lainnya,” katanya. Dengan satu kasus korupsi di
Kantor Kemenag Pamekasan ini tuntas, Kejari merasa lega. Karena satu tugas telah selesai. Sebab dari laporan yang masuk ke Kejari, dugaan tipikor di kantor ini cukup banyak, kurang lebih ada tujuh item. Laporan itu masuk ke Kejari awal 2013 lalu, yang dilaporkan oleh sekelompok aktivis mahasiswa pemerhati Kantor Kemenag Pamekasan. Sebagaimana diberitakan, beberapa dugaan tindakan korupsi di Kemenag Pamekasan yang laporannya masuk ke Kejari Pamekasan, antara lain dugaan korupsi dana rehabilitasi ruang kelas 2012 atau blockgrant (sudah vonis), Nomor Registrasi Guru (NRG), Hari Amal Bakti (HAB), tunjangan fungsional, tunjangan sertifikasi, pengadaan finger print, dan pembangunan sekolah di eks STAIN Pamekasan. Terkait dugaan korupsi blockgrant di Kemenag Pamekasan pada 2012 ini, dikategorikan korupsi dengan modus yang sudah terang benderang, yaitu pihak Kemenag Pamekasan melakukan penarikan upeti dari para lembaga pendidikan penerima bantuan
rehabilitasi ruang kelas. Setiap lembaga harus menyetorkan 25 persen dari bantuan yang diterimanya kepada Juhairiyah selaku Kasi Mapenda. Rinciannya, lembaga penerima bantuan dengan kategori rusak berat harus menyetorkan Rp 23.750.000 kepada Juhairiyah (total bantuan untuk kerusakan jenis ini adalah Rp 95 juta). Untuk bantuan kategori rusak ringan, upeti yang disetorkan kepada terdakwa adalah Rp 20 juta (total bantuan untuk kategori ini mencapai Rp 80 juta). Berikutnya, untuk kategori rusak ringan, upeti yang diberikan sebesar Rp 12,5 juta (total bantuan untuk kategori ini sebesar Rp 50 juta). Penarikan upeti dilakukan Juhairiyah lantaran dia tidak bisa memotong bantuan ini secara langsung. Sebab, dana bantuan itu diserahkan Kemenag Pusat langsung melalui rekening-rekening para lembaga penerima. Dalam sangkaan JPU sebelumnya, Juhairiyah dianggap merugikan negara atas tindakannya itu sebesar Rp 1 miliar. =SUKMA FIRDAUS/UZI/RAH
KOSONG. Rumah Juhairiyah di Komplek Perumahan Tlanakan Indah yang diambil alih negara, untuk mengganti kerugian Negara.
F
KINERJA PEMKAB
Contoh Buruk Cara Pemasangan Poster PAMEKASAN - Di saat sejumlah aktivis lingkungan hidup memprotes cara pemasangan alat peraga kampanye oleh Calon Anggota Legislatif (Caleg) dan partai politik yang dipaku di pohon, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat justru memberi contoh buruk. Poster berisi sosialisasi pemilihan umum justru dipasang di kawasan terlarang dan dengan cara yang merusak lingkungan, karena dipasang dengan cara dipaku di pohon. Poster tersebut terpasang di beberapa titik terlarang antara lain perempatan Pegadaian, di sekitar Monumen Arek Lancor, dan di depan Kantor Bappeda dan di Jalan Jokotole. Wakil Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH) Rampak Naong Pamekasan, Bachtiar Sudamar mengatakan upaya forumnya untuk mengatasi masalah tersebut menjadi siasia, karena justru Pemkab setempat memberi contoh yang salah. “Bagaimana kami mau melakukan aksi penyelamatan Ruang Terbuka Hijau dari poster liar, jika Pemkab juga melakukan hal yang sama,” katanya. FKH sudah berkoordinasi dengan Satpol PP setempat untuk melakukan aksi pencabutan poster dan alat peraga kampanye di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan kawasan sabuk hijau yang menjadi penyangga RTH. Ia mengingatkan Peraturan Bupati Nomor 19 tahun 2013 tentang Cara Pemasangan Alat Peraga melarang poster dipasang di kawasan terlarang tersebut apalagi dengan cara dipaku di pohon. Ketua Lembaga Pemerhati Lingkungan Hidup Indonesia (LPLHI) Pamekasan, Hesan Sruji mengatakan kasus tersebut menunjukkan aparat pemerintah juga belum memiliki kesadaran terhadap kelestarian lingkungan. “Semestinya Pemkab Pamekasan memberi contoh yang baik cara pasang poster. Alat peraga itu tidak dipasang di kawasan terlarang dan dengan cara yang merusak,” katanya. Ia meminta agar posterposter liar itu diturunkan dan dipindah ke lokasi lain serta dipasang dengan cara tidak dipaku di pohon. =G. MUJTABA/UZI/RAH
KORAN MADURA
Pamekasan
JUMAT 28 MARET 2014 NO. 0331| TAHUN III
G
Dinkes Berencana Perketat Pemeriksaan Kesehatan CJH Untuk Mengurangi Resiko Meninggal Dunia di Tanah Suci PAMEKASAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan berjanji akan memperketat pemeriksaan kesehatan bagi calon jamaah haji (CJH) 2014. Menurut Kapala Dinkes Pamekasan, Ismail Bey, melalui Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Rusdi Saleh, hal itu bertujuan untuk mengurangi jamaah yang meninggal dunia saat menjalankan rukun islam kelima itu. Secara teknis, pemeriksaan terhadap CJH masih sama, yaitu
akan dilakukan sebanyak dua kali. Pada pemeriksaan pertama meliputi pemerikasaan fisik (luar), laboratorium (dalam), dan pemeriksaan psikologi (kejiwaan). Pada pameriksaan pertama ini direncanakan akan mulai dilaksanakan bulan April atau Mei diseluruh Puskesmas. Pemeriksaan itu untuk mengetahui kondisi
kesehatan CJH secara umum. Setelah mengetahui kondisi kesehatan CHJ, maka pihaknya akan melakukan langkah lanjutan berupa pembinaan. Sementara bagi yang beresiko tinggi tapi tidak bermasalah dalam hal ini adalah CJH yang sudah berumur diatas 50 tahun akan diberikan perlakuan khusus berupa pengawasan kondisi kesehatannya oleh dokter di puskesmas terdekat dengan bersangkutan secara berkala. Sedang pada pemeriksaan kedua, lanjut Rusdi, akan dilak-
sanakan satu bulan menjelang keberangkatan ke tanah suci. Pada pemeriksaan kedua merupakan pemeriksaan lanjutan dari sebelumnya berupa penyuntikan vaksin meningitis. Dikatakan Rusdi, seluruh CJH diwajibkan suntik vaksin tersebut, namun bagi CJH wanita, sebelumnya disuntikkan vaksin tersebut akan dilakukan pemerikasaan kandungan, sebab vaksin itu tidak boleh dipergunakan bagi wanita hamil. Penyuntikan vaksin itu tujuannya agar kekebalan tubuh
jamaah lebih kuat sehingga tidak mudah tertular penyakit Meningitis yang sangat berbahaya tersebut saat berada di Arab Saudi. Sebab daerah Arab dan Afrika menjadi pandemi (tempat) penyakit tersebut. Untuk itu, tambah Rusdi, jamaah haji perlu waspada dengan penyakit tersebut, karena penularannya sangat mudah. Apalagi pada saat rombongan haji melakukan ibadah wajib haji di tengah kepadatan manusia dari seluruh dunia. =ALI SYAHRONI/MUJ/RAH
SIB
Nelayan Pantura Enggan Urus Izin Pelayaran
PAMEKASAN - Sejumlah nelayan di wilayah Pantura Pamekasan enggan mengurus surat izin berlayar ( SIB). Terutama nelayan yang berada di Kecamatan Batu Marmar dan Kecamatan Pasean. Penyebabnya diduga karena kurang sosialisasi dari Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Pamekasan.
Iklal Malaka, warga Desa Bujur Barat, Kecamatan Batu Marmar, yang berasal dari keluarga nelayan, mengatakan belum pernah tersentuh sosialisasi mengenai pengurusan SIB. Sehingga para nelayan tidak mengetahui persyaratan yang harus dipenuhi dalam pembuatan surat izin tersebut.
Selama ini, kata Iklal, nelayan hanya tahu membuat perahu dan melaut. Mereka tidak pernah berfikir untuk mengurus SIB, karena para nelayan betul-betul tidak tahu kewajibannya untuk mengantongi SIB. Mereka lebih senang memodifikasi perahu dan alat penangkapnya, ketimbang mengurus izin tersebut.
“Bagaimana harus mengurus izin berlayar, wong nelayan tidak pernah mendapat sosialisasi dari dinas terkait,” katanya. Iklal menyatakan pemerintah tidak bisa menyalahkan nelayan secara sepihak, karena belum pernah memberi penjelasan sedikit pun tentang kewajiban itu kepada nelayan. Ia mencontohkan orang tuanya sudah puluhan tahun menjadi nelayan, namun selama itu tak pernah ada pengarahan dari pemerintah. Iklal menyayangkan minimnya sosialisasi itu, karena anggaran yang disiapkan untuk program pemberdayaan nelayan cukup besar. Dalam program yang disusun Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Pamekasan 2013 lalu, tercantum program operasional sertifikasi hak atas nelayan yang dianggarkan dari APBD 2013 senilai Rp 45 Juta. Selanjutnya pengadaan buku penangkap ikan Rp 200 juta, pengadaan safety rescue bagi anak buah kapal (ABK) senilai Rp 200 juta, dan pengadaan box ikan di atas kapal senilai Rp 360 Juta. Selain itu, ada program untuk pengadaan alat tangkap belenak senilai Rp 46 juta. Iklal mengakui petingnya SIB bagi nelayan, terutama untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama mencari ikan. “Saya minta DKP mempermudah proses pembuatan SIB dengan menerjunkan petugas khusus ke
Kampung Nelayan, yaitu untuk melakukan pendataan dan pembuatan SIB, seperti halnya perpanjangan kendaraan sepeda motor,” katanya. Sekretaris DKP Pamekasan, Fathor Rozid membantah tudingan instansi tidak pernah melakukan sosialisasi. Menurutnya, sosialisasi tersebut sudah dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya menemui langsung pemilik kapal, ada pula yang melalui kepala desanya. Pendekatan melalui kepala desa dilakukan, karena dinilai efektif untuk mengsosialisasikan terhadap para nelayan. Apalagi kades lebih dekat dengan para nelayan. “Kami kemaren sudah menemui Kades Tolontoh Rajeh dan sudah menyampaikan petingnya SIB ke pemilik kapal,” jelasnya. Ketika ditanya jumlah pemilik kapal yang belum mengantongi izin, Fathor mengaku masih belum bisa menyebutkan, karena masih diinventarisir. Yang pasti dari seluruh pemilik kapal yang ada, baru tiga orang yang sudah mengantongi izin, selebihnya masih diproses. DKP menargetkan semua pemilik kapal sudah mengantongi SIB tahun ini. Pihaknya juga menargetkan pembuatan kartu khusus nelayan Pamekasan tahun ini, sebagai wujud kepedulian dan keseriusan DKP pada nelayan. =FAKIH AMYAL/UZI/RAH
H
KORAN MADURA
Pamekasan
JUMAT 28 MARET 2014|NO. 0331|TAHUN III
PELAYANAN BURUK
Komisi D Datangi RS. Dr. Slamet Martodirjo
HARGA SAPI TURUN. Pedagang menggelar, sapi dagangannya, di Pasar Keppo, Galis, Pamekasan, Jatim. Dalam dua bulan terakhir harga sapi rata-rata turun 10 persen, akibat rendahnya daya beli masyarakat di Madura pasca melemahnya nilai rupiah terhadap dolar.
PLN Makin Tak Berhati Kebijakan UJL Terlalu Membebani PAMEKASAN – Penerapan kembali Uang Jaminan Langganan (UJL) oleh PT PLN Area Pamekasan kepada pelanggan yang mengikuti program pasca bayar dikeluhkan. Sebab uang jaminan itu pernah dihapus saat Dahlan Iskan menjabat sebagai Dirut perusahaan listrik milik negara tersebut. Sejumlah pelanggan listrik tegangan menengah (TM) di atas 200 KVA mengeluh karena biaya UJL yang harus mereka bayar cukup besar, yaitu antara Rp 10 juta hingga Rp 100 juta setiap pelanggan. Apalagi aturan pemberlakuannya dinyatakan berlaku surut dan diberlakukan pula untuk pelanggan yang mendaftar saat UJL dihapus oleh Dahlan Iskan. “Meskipun pembayaran UJL itu dicicil selama 11 kali, tapi terasa sangat memberatkan dan kami kecewa, karena saat kami pasang dulu, tidak ada UJL, sekarang malah ditarik sebesar Rp 77 juta,” kata salah seorang pelanggan TM dengan daya 345 KVA yang namanya tidak mau dikorankan, Kamis (27/3). Dia katakan pada saat pasang baru langganan PLN September 2011 lalu, ia sudah membayar sebesar Rp 174,2 juta. Ia kaget ketika di rekening tagihan PLN untuk pemakaian Januari dan Februari 2014 membengkak, yang semula Rp 11 juta menjadi Rp 18 juta.
Karena tambahan tagihannya sebesar Rp 7 juta itu, ia mendatangi PLN Pamekasan. Ternyata diperoleh jawaban yang mengagetkan. Uang Rp 7 juta itu merupakan UJL yang harus dibayar bagi pelanggan paska bayar dengan KVA tinggi. Aturan itu, katanya berdasarkan Surat Edaran Direksi PLN 2013 lalu yang berlaku bagi seluruh pelanggan paska bayar. Uang Rp 77 juta itu bisa kembali lagi ke pelanggan, jika dirinya berhenti menjadi konsumen PLN. “Kalau kami pasang baru atau tambah daya setelah keluarnya edaran itu masih kami terima. Kami melakukan pasang baru pada 2011 lalu yang nyata-nyata saat UJL itu dihapus. Ini aneh, aturan berlaku surut dan aturan Pak Dahlan dianggap tidak ada,” ungkapnya. Ia mengungkapkan UJL itu tidak harus menggunakan uang, bisa berupa jaminan benda atau sertifikat tanah. Ia mempertan-
yakan pertanggungjawaban PLN dalam pengelolaan dana UJL itu yang nilainya bisa mencapai miliaran rupiah. “Sebab kalau seluruh pelanggan pasca bayar harus membayar UJL, berapa ratus juta uang milik pelanggan yang ngendon di PLN sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Lalu bagaimana dengan bunga uang itu, apakah diambil PLN atau diberikan kepada pelanggan,” katanya. Analis Manajemen Mutu PT PLN Area Pamekasan, Nurmansyah mengatakan penarikan UJL itu diberlakukan pada pelanggan pasang baru atau tambah daya untuk listrik paska bayar. Diakuinya, ketika masa Dahlan Iskan, UJL itu dihapus. Namun setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit keuangan, pelanggan pasca bayar tanpa UJL dinilai riskan, sehingga terbitlah keputusan Direksi PLN untuk menarik kembali UJL. Ia mengatakan pemberitahuan kebijakan itu sudah disampaikan kepada pelanggan, khususnya pelanggan TM. Ditanya kenapa edaran penarikan ini berlaku surut, sehingga terkesan mengesampingkan kebijakan yang telah dibuat Dahlan Iskan, Nurmansyah mengaku tidak mengerti. Pihaknya hanya menjalankan tugas dari PT PLN. =ali syahroni/muj
PAMEKASAN - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan mengunjungi Rumah Sakit Rumah Sakit dr. Slamet Martodirjo Pamekasan yang berada di Jl Raya Panglegur, Kamis, (27/3). Enam wakil rakyat dari komisi D Pamekasan, dipimpin Ketua Komisi D, Andi Suparto dan Wakil Ketua, Juhaini, langsung menuju ruangan direktur dan mengujungi sejumlah pasein rumah sakit yang sedang dirawat di sejumlah ruangan. Kunjungan ini dilakukan setelah mencium pelayanan yang kurang baik di RS tersebut. Kedatangan Komisi D DPRD Pamekasan ini sempat mengagetkan jajaran direksi dan karyawan di RS itu terkejut. Sebab kunjungan ini dilakukan secara mendadak tanpa memberitahukan sebelumnya. Tujuannya untuk mengelabui pihak rumah sakit dan mengetahui secara langsung pelayanan yang diberikan kepada pasien. Sidak juga bertujuan untuk menindaklanjuti persoalan yang menimpa Mohammad Zayyin, warga Desa Balaban, Kecamatan Batumarmar, yang diduga menjadi korban malapraktik. Ketua Komisi D DPRD Pamekasan, Andi Suparto mengatakan sidak dilakukan untuk melihat kondisi fisik maupun pelayanan di RSUD Pamekasan. Sebab isu buruk mengenai pe-
layanan RSUD sudah menyebar luas, terutama dugaan kasus malapraktik yang menimpa Mohammad Zayyin. ”Dari hasil kunjungan ini, nanti kami akan evaluasi di internal komisi, termasuk keterangan direktur rumah sakit soal dugaan malapraktek,” katanya. Dia menjelaskan rumah sakit menyangkal melakukan malapraktik terhadap Muzayyin. Apa yang dilakukan rumah sakit diklaim sudah sesuai dengan prosedur tetap (Protap). Jika nantinya ada temuan yang mengarah terhadap dugaan malapraktik, ia meminta agar pihak rumah sakit bertanggung jawab. Direktur RS dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, Farid Anwar, melalui Kabid Palayanan Medik, Saleh Lahadi mengatakan apa yang sudah dikatakan para anggota DPRD sudah merupakan penjelasan dari hasil rapat dengan direktur. Demikian juga soal dugaan malapraktik terhadap salah satu pasien yang ditangani dokter bedah. ”Direktur sudah menjelaskan sesuai dengan rapat tadi bersama anggota dewan. Jadi kami tidak perlu lagi menjelaskan karena sudah sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh dewan tadi. Semuanya sudah lengkap, saya kira tidak perlu dipertanyakan kembali,” katanya. =FAKIH AMYAL/UZI/RAH
SIDAK. Beberapa anggota Komisi D DPRD Pamekasan melakukan pemantauan pelayanan di RSUD Pamekasan
KORAN MADURA
Pamekasan
JUMAT 28 MARET 2014 NO. 0331| TAHUN III
I
Anggaran Pengembangan Pariwisata 2014 Dihapus Dewan: SKPD Terkait Harus Mencari Investor PAMEKASAN - Anggaran program pengembangan dan promosi wisata di Kabupaten Pamekasan dihapus. Anggaran program ini tidak tercantum dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan 2014. Penghapusan anggaran untuk program ini diduga karena realisasi program tahun sebelumnya tidak maksimal. Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pemuda dan Olahraga (Disporabud) Pamekasan, Halifatur Rahman, pengembangan dan promosi Pariwisata di Pamekasan masih membutuhkan tambahan anggaran, untuk mewujudkan tata kelola pariwisata dengan baik. Anggaran itu dibutuhkan untuk penataan tempat wisata Pantai
Talang Siring agar selesai sesuai dengan master palang. Sayangnya rencana tersebut tidak didukung dengan anggaran pada tahun 2014 ini. Ia beralasan penghapusan anggaran program ini karena anggaran terbatas. Halifaturrahman menyatakan akan melakukan penataan secara bertahap karena tidak bisa mengandalkan APBD untuk menyelesaikan penataan dan pengemban-
gan objek wisata di Pamekasan. ”Kalau hanya mengandalkan APBD sangat berat untuk menuntaskan penataan tersebut. Makanya akan dilakukan secara bertahap. Jadi dari tahun ke tahun mesti ada anggaran untuk perbaikan tempat wisata. 2012 dan 2013 ada dan 2014 ini tidak dianggarkan,” katanya. Ditanya terkait kapan penataan dan pengembangan objek wisata itu akan selesai, Halifaturrahman belum bisa memastikan dan hanya menyebutkan akan berupaya untuk melaksanakan program kegiatan dengan baik. Menurutnya anggaran selama dua tahun hanya digunakan untuk memperbaiki kerusakan yang
tampak di objek wisata tersebut. ”Kami tidak bisa memastikan kapan akan selesai, tapi pengelolaan tetap kami jalankan dengan kondisi yang sudah ada. Kalau objek wisata Talang Siring itu tuntas kami akan beralih ke objek wisata yang lain. Selama ini masih tahap perbaikan tebing pantai, kemudian pagar, membangun fasilitas kantor dan ruang tiketing itu,” katanya. Ketua Komisi B DPRD Pamekasan, Hosnan Ahmadi mengatakan penataan objek wisata di Pamekasan belum menunjukkan perkembangan berarti sekalipun sudah didukung dengan anggaran yang memadai. Pihaknya menyatakan akan mengevaluasi perkembangan leb-
ih lanjut. Jika tetap dengan kondisi saat ini, pihaknya mengancam akan menolak usulan program tersebut. “Disporabud tidak kreatif dalam mengembangkan tempat pariwisata di Pamekasan. Buktinya, hingga saat ini tidak ada tempat wisata yang berkembang dengan baik, dan belum mampu menarik wisatawan lokal, apalagi asing,” katanya. Pihaknya menekankan agar SKPD terkait bisa menggaet investor untuk mengembangkan objek wisata di Pamekasan. Sebab jika SKPD terkait mengandalkan APBD, maka pengembangan wisata di Pamekasan, akan berjalan lamban. =FAKIH AMYAL/UZI/RAH
LAPAS BARU
Siap Dihuni Mulai Tahun Ini PAMEKASAN - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI menyatakan akan segera memfungsikan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika klas II A di Kabupaten Pamekasan. Penggunaan Lapas baru dinilai mendesak, karena Lapas Narkotika yang ada saat ini sudah overload (melebihi kapasitas hunian). Kemenkumham menargetkan Lapas baru itu akan mulai dioperasikan pada tahun ini. Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Y. Ambeg Paramarta, di sela kunjungannya di Kabupaten Pamekasan, Kamis (27/3), mengatakan ada 40 Lapas baru yang akan segera dibuka pada tahun ini, satu diantaranya adalah Lapas Narkotika Klas II A Pamekasan. “Berdasarkan program di kami, pengoprasiannya direncanakan tahun ini. Semoga tidak ada kendala,” katanya. Lapas baru itu, kata dia, sangat layak huni dan didukung dengan sistem pengamanan yang tinggi, terutama untuk mengantisipasi narapidana (napi) atau tahanan melarikan diri. Pada bagian atas pagar diberi pengamanan dari bahan besi yang licin dan tinggi sehingga tidak mudah dijangkau.
Selain itu, pos pantau yang ada di beberapa sudut pagar juga mampu mengawasi kondisi di dalam dan luar gedung Lapas. Ambeg Paramarta menjelaskan lapas tersebut berkapasitas huni hingga 1.500 orang, sehingga memungkinkan untuk mengatasi kendala over kapasitas yang terjadi di Lapas Narkotika Pamekasan yang lokasinya bersebelahan. Bupati Pameksan, Achmad Syafii, berharap pengoperasian Lapas baru itu segera dilaksanakan tahun ini, karena kondisi Lapas Narkotika yang ada sudah tidak layak akibat kelebihan kapasitas. Lapas tersebut dihuni 967 orang napi dan tahanan, padahal kapasitas standarnya hanya 670 orang. Ratusan napi tersebut merupakan pindahan dari beberapa Lapas di Jawa Timur antara lain Lapas Medaeng di Surabaya, Lapas Madiun, dan Lapas Malang, karena diperuntukkan untuk manampung napi kasus nakotika se Jawa Timur. Selain menampung napi narkotika, Lapas tersebut juga menampung napi dan tahanan kasus pidana umum di wilayah hukum Madura. =ALI SYAHRONI/MUJ/RAH
KORAN J JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III MADURA KORAN MADURA
Sampang
JUMAT 28 MARET 2014 No. 0331 | TAHUN III
J
ANGGARAN
Dinilai Jadi Ajang Perlombaan SKPD Sampang - Ketua Madura Development Watch (MDW) Tamsul menilai, pengajuan anggaran kerja yang dilakukan setiap jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Sampang kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD setempat menjadi ajang perlombaan. Hal itu didasarkan banyaknya pengajuan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2013 dengan nominal mencapai milaran rupiah yang realisasinya tidak maksimal. “Banyak SKPD mengajukan anggaran kerja yang berisi program dan kegiatan kerja dengan nomial ratusan juta
maupun milaran, tapi kenapa hasilnya malah tidak mencapai target yang ditetapkan,” tanyanya, Kamis (27/3). Tamsul mencontohkan laporan kerja tentang Pertumbuhan Ekonomi (PE) di Sampang pada tahun 2013 yang hanya 5,63 persen, sementara targetnya sebesar 6,33 persen. Bahkan, dalam kinerja pendapatan per kapita tahun 2013 sebesar RP 7.800.000 tersebut juga belum mencapai target yang ditetapkan sebesar Rp 7.810.000. Disamping itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah Sampang 4,74 persen mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Alasan pemerintah daerah lantaran sebagian besar angkatan kerja di sektor pertanian pada tahun ini mengalami anomali cuaca serta bencana alam.
TENAGA HONORER K-2
FHDK2 Surati Sekda Sampang - Ketua Forum Honorer Daerah Katagori 2 (FHDK2) Kabupaten Sampang Satuman Ashari, Kamis (27/3) sekitar pukul 10.30 Wib mengantarkan surat forumnya kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang Puthut Budi Santoso. “Ingin bertemu sama Pak Sekda saja, untuk memberikan surat ini, masalah nasib tenaga honorer,” ucapnya sembari menunggu panggilan antrean tamu Sekda. Dalam surat itu, Satuman menjelaskan nantinya usai Sekda Sampang menerima surat pengaduan dan permohonan terkait honore daerah K-2 tersebut bisa menemukan kejelasan yang selama ini terus dipermasalahkan. Sehingga, nasib para tenaga honorer bisa diprioritaskan di wilayah Sampang terutama jangka waktu dalam pengabdian tenaga K-2. Meski, selama ini tenaga honorer secara formalitas sudah mendapatkan SK Bupati. Dirinya berharap nasib honorer bisa dipertanggungjawabkan untuk mendapatkan peluang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Harapan kami memohon pertangungjawaban supaya bisa diprioritaskan, paling tidak
kami untuk bisa dijadikan PSN bagi yang layak terutama yang sudah mengabdi puluhan tahun,” katanya. Tak hanya itu, walaupun tenaga honorer yang sudah mendapatkan SK Bupati dipastikan tidak menjadi syarat utama dalam penetuan nasib. Apalagi, ketika adanya rekrutmen honorer K-2 jumlahnya tidak wajar yakni mencapai ribuan. “Jumlahnya tidak wajar memang seharusnya dibatasi ratusan tapi malah ribuan, dengan inilah makanya banayak yang memanfaatkan jumlah K-2,” tuturnya. Berdasarkan di lapangan, Ketua FHDK2 masih menunggu menemui Sekda Sampang hingga berjam-jam. Sementara Sekda Sampang Puthut budi Santoso belum bisa dimintai keterangan. Diketahui sebelumnya, 103 orang honorer daerah Kabupaten Sampang yang tergabung dalam Forum Honorer Daerah Katagori 2 (FHDK2) memprotes kepada Pemkab Sampang lantaran tidak diangkat menjadi PNS. Begitu pun, beberapa waktu lalu FHDK2 yang pernah mendatangi Kemenpan di Jakarta untuk meminta pertanggungjawaban terkait nasib mereka. =RYAN HARIYANTO/MK
“Jangan hanya beralasan adanya dampak bencana alam banjir dan anomali cuaca, sehingga pertumbuhan sektor pertanian seperti tanaman bahan makanan mengalami penurunan. Nah, ke mana saja kalau antisipasi hal ini terjadi,” kesalnya. Dengan demikian, kinerja Pemerintah Sampang dianggap sia-sia dalam menghabiskan dana anggaran kerja selama setahun. Sebab, selama ini realisasi kerja hanya sebatas bahan sampulan belaka. Tamsul menduga, banyaknya realisasi kerja yang tidak mencapai target karena kepala dinas (kadis) terkait tidak berdasarkan kemampuan dan prestasi kerja. Keberadaan kepala dinas yang saat ini sedang menjabat perlu dikaji ulang. “Memang selama ini kan banyak penempatan kepala dinas
di SKPD Sampang tidak sesuai kemampuan dan prestasi kerja, apalagi background tidak seimbang dengan penempatan kerja, makanya banyak menimbulkan persoalan karena realisasi kerja amburadul seperti sekarang,” katanya. Terpisah, Anggota Banggar DPRD Sampang Moh Hodai mengaku sangat menyanyangkan kinerja pemerintah. Menurutnya, kemungkinan besar anggaran APBD yang terserap hanya menghabiskan anggaran secara kuantitias saja. “Inilah merupakan bentuk kelemahan tim anggaran yang ada di Sampang,” jelasnya. Menurut Ketua Komisi A itu, dalam laporan nota penjelasan setahun kemarin, banyak ditemukan beberapa kinerja tidak mencapai target. Sehingga, dirinya menilai kinerja pemerintah hanya berkepentingan sesaat
bukan untuk masyarakat lebih banyak. “Salah satu contohnya lagi pembuatan lapangan Gor Indor yang ditempati olahraga bulu tangkis, yang main bulu tangkiskan hanya pejabat bukan masyarakat, terus kepentingan masyarakat yang mana,” ujarnya. Kinerja kepemimpinan Al Falah dinilai tak sesuai dengan janji politiknya. Sebab, hanya bisa mengobral janji kepada masyarakat. Sedangkan realisasinya tidak pernah dilaksanakan. “Janji politik Al Falah dulu bagaimana air yang kekeringan di Sampang bisa dipenuhi, tapi mana kenyataannya jangan mengobral janji dan duduk manis harus turun ke lapanagan, buktikan kepada masyarakat, bahkan kenapa juga banjir tetap terjadi,” imbuhnya. =RYAN HARIYANTO/MK
PERSIAPAN PEMILU
Logistik Pileg Siap Didistribusikan SAMPANG – Logistik pemilihan umum legislatif (pileg) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang siap didistribusikan. Sejumlah kotak yang berisi surat suara calon DPD, DPR RI dan DPRD Provinsi Jawa Timur sudah tersegel dan akan segera didistribusikan ke masing-masing KPPS (kelompok panitia pemungutan suara). Bidang Data Pemilih Tetap (DPT) dan Logistik KPU Sampang Hernandi Kusumahadi menjelaskan, untuk semua kecamtan yang tingkat surat suara DPD, DPR RI dan DPRD Provinsi Jawa Timur saat ini sudah selesai semua yang disimpan di Lapangan Tennis Indoor. ”Tapi yang akan didistribusiakn hanya sebagian kecamatan saja,” katanya kepada Koran Madura, Kamis (27/3). Hernandi menambahkan, pendistribuasian surat suara DPD, DPR RI dan DPRD Provinsi Jawa Timur akan didistribusikan mulai Sabtu (29/3) mendatang di beberapa kecamatan. Di antaranya Kecamatan Kedudungdung, Kecamatan Sreseh, Kecamatan Robatal, Kecamatan Camplong dan Kecamatan Pangarengan. ”Memang untuk pendistribusian yang hari Sab-
tu tidak merata karena di Kecamtan Ketapang ada kampanye terbuka. Karena menurut dari aparat keamanan, mobilisasi kampanye dari Robatal ke Ketapang sehingga dikhawatirkan dapat menggangu jalannya pendistribusian logistik,” ujarnya. Sementara Zona II penyimpanan logistik di Gudang Jalan Makbul saat ini masih dalam tahap pengecekan kotak surat suara yang DPRD kabupaten juga
pengesetan formulir, karena ada juga formulirnya untuk tigkat DPRD kabupaten ada yang datang kemari. Untuk kotak surat suara yang dari kardus sebagian jumlah daerah akan mendapatkan, hanya saja melihat dari tingkat kerawanannya. ”Keculi di pulau Mandangin itu harus memakai kotak dari alumunium, karna menyebrang laut,” ungkapnya. =CR1/ LUM
Sampang
KORAN MADURA
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
K
Perahu Dishubkominfo Mangkrak Masyarakat Enggan Menumpang Karena Tarif Ongkos Mahal Sampang - Kapal penumpang milik Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sampang yang berada perairan Desa Taddan Kelurahan Banyuanyar Kec/Kota Sampang, mangkrak. Kapal yang ada di depan kantor Polisi Air (Pol Air) Sampang tersebut sudah lama tak berfungsi dan dibiarkan begitu saja. Bahkan, kebanyakan masyarakat mengaku enggan menaiki transportasi kapal milik Dishubkominfo tersebut. Disebabkan, bahan bakar kapal anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) SPDT Tahun 2013 dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal itu terlalu boros. Dengan demikian, tarif ongkos penumpang otomatis harus disesuaikan. Sehingga, tarifnya lebih mahal apabila dibandingkan jenis kapal penumpang lainnya. Moh Ali (40) salah satu warga Desa Taddan Kelurahan Banyu-
nyar Kec/Kota Sampang mengatakan tidak digunakannya kapal untuk penyebrangan masyarakat ke Pulau Mandangin tersebut karena tarif penumpang lebih mahal dua kali lipat. “Warga banyak tidak mau pakai kapal ini, Mas, karena terlalu mahal ongkosnya,” ucapnya. Premium saja harus mengeluarkan uang sebesar Rp 100 ribu. Jika dibandingkan menggunakan kapal lainnya pembelian ongkos bahan bakar lebih murah yakni mencapai 50 persen. “Diumpakan kalau pakai kapal milik Dishubkominfo ini ke Pulau Mandangin harus Rp 100 ribu kalau kapal lainnya paling separuhnya yaitu Rp 50 ribu, Mas,” jelasnya. Hal senada juga dipaparkan oleh Saiful (30) warga Desa Marpaan Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang. Perahu yang berada di wilayahnya tidak bisa digunakan sebagai transportasi laut. Alasannya tidak jauh berbeda dengan warga yang berada di perairan Desa Taddan Kelurahan Banyunyar Kec/Kota Sampang. “Sama saja di sini tidak digunakan, bensinnya boros jadi warga mending memilih mengguna-
kan kapal lainnya,”katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sampang Ali Wafa saat dikonfirmasi tidak bisa memberikan keterangan lebih banyak.
Sebab, dirinya mengaku sedang menghadiri rapat. “Mohon maaf masih rapat, nanti saya hubungi kembali,” ujarnya via telepon seluler. =RYAN HARIYANTO/MK
Perahu milik Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sampang yang mangkrak, Kamis (27/3) di perairan Desa Taddan Kelurahan Banyuanyar Kec/Kota Sampang.
OPERASI GABUNGAN
Razia LAJ dan Pajak Kendaraan SAMPANG- Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Sampang, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sampang, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan operasi gabungan di Jalan Jaksa Agung Suprapto pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.30 WIB, Kamis (27/3). Operasi tersebut menertibkan arus lalu lintas angkutan jalan (LAJ), mobil pengangkut umum (MPU) dan pelat hitam yang mengangkut penupang umum. Dalam operasi tersebut, ditemukan pelanggaran trayek yang mati, izin kir yang mati dan penambahan cat samping pada angkutan umum. Kasi LAJ Dishubkominfo Sampang Khotibul Umam menjelaskan, oprasi gabungan tersebut melibatkan Kodim 0828, Satpol PP, dan Satlantas. ”Sekitar 20 yang ditilang untuk trayek mati dan kir mati, dari hasil tilangan smuanya
direkap, dan pengambilannya disidang pada 2 April mendatang di Pengadilan Negeri Sampang,” katanya saat ditemui usai operasi.
Umam menambahkan, untuk mubil bak terbuka yang membawa hewan seperti sapi tidak akan ditilang, asal tidak melebihi
dari tiga orang dibelakang demi menjaga keamanan. Dan jika ada pelat hitam yang mengangkut penumpang umum, maka yang menilang adalah polisi. ”Karena tugas Dishubkominfo hanya mobil wajib uji kir dan angkutan umum juga,” ujarnya. Penyidik dan Penindakan Satpol PP Sampang Moh Jalil menambahkan, operasi gabungan ini menghasilkan satu PNS berasal dari Kelurahan Karang Dalem dan dua PNS dari UPTD Kecamatan Torjun. ”Kami hanya mempunyai kewenangan menyidik sesuai dengan UUD 32 Tahun 2004. Dan mengenai kedisiplinan PNS ada di PP 53 tahun 2010. Nanti yang menindaklanjuti eksekusinya Kasat Lantas, dan akan dibuatkan surat tembusan ke Sekretaris Daerah, dinas bersangkutan dan Bupati,” ujarnya. Sementara itu, operasi yang dilakukan Polres Sampang ber-
sama Dispenda Jawa Timur menemukan sembilan pelanggaran penngendara roda dua dan empat tidak melakukan pengesahan STNK. Di antaranya pengendara roda dua sebanyak 6 motor dan pengendara roda empat tiga mobil. Abrianto, Kanit Lakalantas Polres Sampang menjelaskan, operasi gabungan dengan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Jawa Timur untuk melakukan penertiban pembayaran pajak motor dan mobil dimulai dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 09.30 WIB. Rata-rata pelanggaran tidak melakukan pembayaran pajak dan ada sebagian SIM. ”Untuk pelanggaran bak terbuka yang bermuatan lebih, baik itu barang atau orang. Dan masih mau dilakukan penindakan, karena itu perintah langsung dari Polda Jatim,” ungkapnya. =CR1/ LUM
Laporan Khusus
KORAN MADURA KORAN JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III L MADURA
JUMAT 28 MARET 2014 No. 0331 | TAHUN III
L
doni heriyanto/koran madura
Vonis Hukuman Pancung Kian Dekat di Depan Mata BANGKALAN - Harapan Zainab, (48) tenaga kerja wanita (TKW), warga Kelurahan Mlajah Kecamatan Kota Bangkalan, untuk bisa lepas dari hukuman pancung di Saudi Arabia kian sulit. Apalagi Pemkab Bangkalan tidak bisa membantu menyediakan uang tebusan sebesar Rp 90 miliar. Meski demikian, pihak keluarga masih berupaya sekuat tenaga agar Zainab bisa bebas. Sudah sekian hari keluarga Zainab berada di Saudi Arabia untuk melakukan perundingan. Informasi dari Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Bangkalan Ismed Sofyan, hanya bisa berharap dapat membuahkan hasil dalam perundingan tersebut. Sebab harga tebusan sebasar Rp 90 miliar dirasa sangatlah besar dan tidak ada anggaran untuk hal itu. Sehingga pemerintah kabupaten tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan nyawa Zainab. ”Kami tidak bisa membantu untuk itu, karena yang punya tanggung jawab untuk itu sebenarnya adalah pemerintah pusat,” ucap Ismed. Ketidakmampuan dalam membantu Zainab juga disampaikan anggota Komisi D DPRD
Bangkalan Imron Rosyadi. Politisi Gerindra ini mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak, sebab masalah tersebut merupakan wewenang pemerintah pusat. ”Kalau masalah TKI seperti itu urusan pusat. Kami hanya bisa berharap pemerintah pusat bisa membantu,” katanya singkat. Ketidakmampuan pemerintah setempat patut disayangkan. Apalagi sebagai pemangku kebijakan dan harapan masyarakat tentunya harus bisa berusaha sekuat tenaga untuk membantu Zainab. Kesan saling lempar tanggung jawab semestinya tidak ditunjukkan oleh pemerintah Bangkalan. Sekalipun tidak bisa membantu sepenuhnya setidaknya melakukan upaya lain guna meringankan
beban keluarga Zainab. Akan tetapi, sedikit usaha pun dalam menggalang dana nampaknya tidak dilakukan. Sementara itu, anak pertama Zainab, Syarifuddin, (18) sudah berada di Saudi Arabia sejak Jumat (21/3) waktu lalu. Dia berangkat ke tempat perantauan sang ibu bersama bibinya, Halimah, 54. Keduanya berangkat dari Bangkalan pada Rabu (19/3) lalu. Keduanya berangkat menuju Saudi Arabia untuk melobi keluarga korban agar Zainab bisa dibebaskan dari hukuman pancung. Keterangan tersebut disampaikan anak kedua Zainab, Moh. Ali Ridho. ”Kakak dan bibi saya informasinya akan pulang pada Jumat (28/3). Tapi kami belum tahu apa hasil dari rembukan tersebut. Hari ini adalah hari rembukan terakhir, semoga ibu saya bisa dibebaskan,” harapnya. Ali Ridho mengaku keluarganya tidak akan mampu membayar tebusan Rp 90 miliar. Namun bukan berarti dirinya rela ibunya dipancung. Ali Ridho mengaku sangat ingin bertemu dengan ibunya. Sebab dia ditinggal ibunya keluar negeri sejak berumur dua
BERHARAP. Ali Ridho dan Tricahyono Abdillah menunjukkan gambar Zainab, besar harapan ada keadilan bagi Zainab agar tidak dihukum pancung.
tahun. ”Saya kangen sekali dengan ibu, saya hanya ingin ibu bebas. Meski tanah dan rumah ini dijual tidak akan bisa menebus ibu. Apalagi pemerintah hanya bisa membantu Rp 10 miliar saja,” ujarnya lirih. Pada 1999 lalu Zainab ditangkap polisi Saudi Arabia dengan tuduhan membunuh majikan. Satu tahun kemudian pada bulan Juli tahun 2000 Zainab divonis hukuman mati. Sejak saat itu Zainab meringkuk di penjara Madinah. Hukuman pancung tak kunjung dilaksanakan hingga 14 tahun terhitung sejak 2000-2014, karena adanya permintaan penangguhan dari Presiden RI saat itu. ”Sebenarnya bibi saya sudah mau dihukum pancung pada tahun 2000. Namun, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meminta penangguhan hukuman pancung, akhirnya dia tidak dihukum pancung pada waktu itu,” kata keponakan Zainab, Tricahyono Abdillah. Dalam waktu dekat Zainab akan dieksekusi karena dituduh membunuh majikannya. Tapi
kemudian, pihak keluarga majikannya memanggil keluarga Zainab datang ke Arab Saudi untuk berunding. Keluarga majikan Zainab bersedia mencabut laporan pembunuhan oleh Zainab dengan tebusan. Jika dikurskan ke rupiah, keluarga majikan Zainab itu meminta tebusan sebesar Rp 90 miliar. Jumlah yang sangat besar mengingat keluarga Zainab di tanah air juga hidup pas-pasan. Namun keluarga Zainab tidak putus asa dengan ujian yang telah menimpanya. Buktinya, ada keluarga Zainab yang berangkat lagi ke Arabi Saudi untuk melobi keluarga majikan Zainab. "Kami menaruh harapan besar terhadap pemerintah," ucapnya. Kini nasib Zainab tinggal menunggu waktu. Kegelisahan mulai menyelimuti keluarga Zainab. Apalagi pemerintah sudah menyatakan ketidakmampuannya dalam mengupayakan agar Zainab tidak dihukum pancung. Sungguh memang sangat memilukan, pemerintah tidak banyak lagi bisa diharapkan. Kepada siapa lagi keluarga Zainab harus mengadu. = DONI HERIYANTO/RAH
KORAN MADURA
Bangkalan
KORAN MADURA
JUMAT 28 MARET 2014
JUMAT No. 28 MARET 2014| |TAHUN No. 0331 |IIITAHUN III 0331
M M
Guru Ngaji Dituntut Seumur Hidup Pledoi Akan Digelar 1 April BANGKALAN - Ahmad Bin H. Mohammad Luthfi alias Gombloh (36), terdakwa pembunuhan terhadap Munir Buhori, (48), warga Desa/Kecamatan Konang dituntut hukuman seumur hidup dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan, Kamis (27/3). Sebab terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pembunuhan dengan menusuk pria yang dikenal sebagai guru ngaji itu secara bertubitubi hinga tewas di tempat. doni heriyanto/koran madura
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suharto, SH menyatakan tuntutan tersebut didasarkan pada perbuatan Terdakwa yang telah memenuhi semua unsur yang terkandung dalam pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana. Selain itu, terdakwa telah melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat no 12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Tajam. "Terdakwa telah sengaja me-
TUNTUTAN. Ahmad Bin H. Mohammad Luthfi alias Gombloh (36), terdakwa pembunuhan saat mendengarkan tuntutan JPU di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan.
lakukan perbuatan yang telah menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Kemudian terdakwa tanpa izin dari pihak berwajib telah membawa senjata tajam jenis pisau. Berdasarkan hal itu, terdakwa dituntut hukuman penjara seumur hidup," ujar Suharto disambut riuh keluarga korban yang memenuhi ruah persidangan. Dalam sidang yang diketuai
Majelis Hakim Andi Hendrawan, SH berlangsung sangat singkat. Mendengar tuntutan yang cukup berat ini, wajah terdakwa terlihat pucat dan tegang. Apalagi berulangkali keluarga korban membuat kegaduhan lantaran merasa tidak terima atas perlakuan terdakwa yang telah tega membunuh korban dengan alasan telah melakukan perselingkuhan
dengan istri terdakwa. Padahal tunduhan tersebut sangat tidak mendasar dan tanpa bukti yang jelas. "Bagaimana dengan tuntutan JPU, apakah saudara Terdakwa menerima?" tanya Ketua Majelis Hakim, Andi Hendrawan. Mendengar pertanyaan hakim, terdakwa menyerahkan sepenuhnya terhadap penasihat hukumnya. Penasihat hukum terdakwa
memohon diberikan waktu untuk melakukan pembelaan. Majelis hakim mengabulkan permohonan tersebut, dengan menetapkan sidang lanjutan agenda pembacaan nota pembelaan (Pledoi) yang akan digelar pada tanggal 1 April mendatang. Penasihat hukum terdakwa, Zainal Arifin, SH saat ditanya terkait tuntutan seumur hidup menyatakan hal itu wajar-wajar saja. Sebab JPU memiliki pandangan dan penafsiran tersendiri sesuai dengan fakta yang ada dalam proses persidangan. Pihaknya memiliki penafsiran berbeda yang akan dijadikan dasar dalam pembelaan di muka persidangan berikutnya. "Kami akan membacakan nota pembelaan dengan mengomparasikan beberapa bukti-bukti termasuk keterangan para saksi yang kami hadirkan beberapa waktu lalu," jelasnya usai persidangan. Perlu diketahui, pembunuhan terhadap Munir Buhori, (48), warga Desa/Kecamatan Konang terjadi pada hari Rabu, (28/12/2013) sekitar pukul 08.00 pagi hari bertempat di perempatan Desa Bandung Kecamatan Konang. Pria yang dikenal sebagai guru ngaji tersebut tewas setelah ditusuk secara bertubi-tubi oleh Ahmad Bin H. Mohammad Luthfi alias Gombloh (36), yang berasal dari desa yang sama. Perbuatan sadis terdakwa dilakukan di depan anak korban, Zainal Arifin yang masih berumur 10 tahun. = DONI HERIYANTO/RAH
PENYELAMATAN TKW
Wagub Gamang Bantu Zainab BANGKALAN - Nasib terpidana mati tenaga kerja wanita (TKW) asal Kelurahan Mlajah Kecamatan Kota Bangkalan, Siti Zainab (44) akan ditentukan, Jumat (28/3), setelah tim lobi Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri bersama putra dan kakak Siti Zainab, Syarifudin (23) dan Halimah (52) tiba di tanah air. Namun, hingga saat ini Wakil Gubernur belum memberikan kepastian untuk membantu meringankan hukuman tersebut.
doni heriyanto/koran madura
BERI KETERANGAN. Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf saat memberi keterangan kepada wartawan.
Apalagi keringanan atas pembayaran yang diminta keluarga almarhumah Nurah bin Abdullah sebesar Rp 90 miliar. Uang sebesar itu sebagai tebusan atas vonis mati Pengadilan Ammah (Pengadilan Umum Tingkat Pertama) terhadap Siti Zainab setelah anak bungsu almarhumah, Walid Abdullah Almahdi, yang sudah akil baligh tidak memberikan maaf Siti Zainab.
"Kami masih menunggu hasil lobi pemerintah, soalnya kami belum mengetahui secara pasti," ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, saat menghadiri acara Muslimat NU di Pesarean Syaichona Cholil Bangkalan. Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu hanya menyatakan pemeritah pusat dan Pemprov Jatim selalu memberikan dukungan terhadap setiap war-
ga negara yang berada di luar negeri sebagai TKI. Termasuk berusaha meyakinkan keluarga Walid Abdullah Ahmadi untuk mengurangi beban biaya yang harus dibayarkan. "Nanti dilihat hasilnya bagaimana. Jika memang diperlukan urunan, kami siap urunan. Sekarang masih proses tawarmenawar," tuturnya. Perlu diketuhui keluarga korban meminta tebusan sebesar Rp 90 miliar untuk membatalkan vonis hukuman pancung yang dijatuhkan terhadap Zainab sejak tahun 2000 silam. Pihak pemerintah menyatakan tidak sanggup untuk membayar tebusan yang cukup fantastis tersebut. Sehingga nasib Zainab kini diujung tanduk dalam menghadapi nasib yang harus diterima. = DONI HERIYANTO/RAH
N
Bangkalan
KORAN MADURA
JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
PENGENDALIAN GABAH
Dana Tak Sebanding Luas Lahan
SEPI. Lahan milik PTPN X yang disegel beberapa waktu lalu dalam keadaan sunyi segang.
moh ridwan/koran madura
Izin Operasi PTPN Belum Diberikan Karena Menanti MoU dengan Pemkab BANGKALAN - Lahan PTPN X yang disegel oleh pemkab Bangkalan beberapa waktu lalu hingga kini masih belum dibuka. Perusahaan tebu milik negara tersebut dilarang untuk beroperasi sebelum melengkapi izin administrasi. Penutupan lahan tebu tersebut lantaran melanggar perda nomor 11 tahun 2013 tentang retribusi izin tertentu. "Sampai saat ini memang belum dibuka, lantaran masih menyamakan persepsi antara pihak PTPN X dengan Pemkab Bangkalan," kata Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Budi Utomo, kemarin (27/3). Dia menjelaskan dalam penutupan yang dilakukan pemkab, karena MoU yang pernah dilakukan sudah habis masanya dan perlu dilakukan perpanjangan. Sayangnya, dalam aktivitas yang dilakukan PTPN baru-baru ini tidak melibatkan pemkab Bangkalan, seperti yang pernah dilakukan tahun 2012. Meskipun begitu, sebenarnya sudah ada iktikad baik dari PTPN X untuk melakukan perpanjangan izin. Namun masih belum ditemukan titik temu. Sebab ada beberapa klausul yang harus dipelajari terlebih dahulu. Untuk itu
masih dalam proses menyamakan persepsi. "Dalam penggarapannya memang kurang koordinasi, itu yang sangat disayangkan. Pemkab meminta MoU dibuat baru, karena ada beberapa klausul yang belum dipenuhi PTPN," paparnya. Selain itu, lahan yang dipakai untuk pengembangan tanaman tebu merupakan milik PT Semen Indonesia. Dalam izin penggunaan lahan tersebut harus ada peralihan fungsi terlebih dahulu. Sebab awal izin hak pakai yang diberikan Badan Pertanahan Nasional (BPN) peruntukannya untuk menampung bahan baku semen. PT SI secara bertahap harus mengubah status itu untuk pertanian. "Mengenai hal itu sangkut pautnya dengan BPN bukan Pemkab tentang perubahan peruntu-
kannya. Kita sebatas penggunaan lahan yang menyalahi izin tersebut," ungkapnya. Saat ini masih dalam proses penyamaan persepsi antara Pemkab dan PTPN X, karena ada berapa hal yang harus dipelajari. Sebab hal itu menyangkut kepentingan masing-masing. PTPN menginginkan profit, sedangkan pemkab juga menginginkan kontribusi terhadap PAD. "Oleh karena itu, segel penutupannya masih belum dibuka, karena syarat-syaratnya masih belum dipenuhi," ujarnya. Dalam MoU nantinya, salah satu pasal harus melibatkan peranan pemerintah daerah. Kedepan perlu ditindaklanjuti bersama mengenai kerjasama tersebut. Sebab Pemkab menginginkan BUMD juga masuk di dalam pekerjaan tersebut. Setelah MoU ditandatangani, baru dilanjutkan dengan perjanjian kerjasama diantara kedua belah pihak. "Perjanjian kerjasama itu yang masih a lot, karena masingmasing mempunyai kepentingan. Pemkab ingin menambahkan PAD, sedangkan PTPN untuk keuntungan usahanya," terangnya. = MOH RIDWAN/RAH
BANGKALAN - Pengendalian harga gabah yang disediakan pemerintah Bangkalan sebesar Rp 600 juta. Dana tersebut dinilai masih kurang untuk ukuran lahan pertanian seluas 29 ribu hektare. Penyediaan dana tersebut diberikan kepada Gapoktan yang dianggap memiliki sistem manajemen yang sudah baik. "Luas lahan pertanian kita itu 29 ribu hektare, jadi kalau untuk dana pengendalian harga gabah jelas kurang," kata A. Fanani, kepala Badan Urusan Ketahanan Pangan (BUKP) Bangkalan. Dia menjelaskan ratusan juta dana tersebut dipinjamkan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk mengamankan harga gabah petani pada musim panen kali ini. Setiap Gapoktan itu besaran pinjaman dana untuk modal pembelian gabah bervariasi, mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 15 juta/Gapoktan. Gapoktan yang ada di Bangkalan sebanyak 30 Gapoktan. Akan tetapi, lanjutnya, dalam memberikan pinjaman modal kepada Gapoktan, pihaknya menga-
ku akan berupaya dengan selektif. Hal itu agar dana pinjaman bisa dimanfaatkan dengan benar. "Gapoktan yang mempunyai manajemen bagus akan dapat pinjaman modal, karena dana ini hanya untuk contoh manajemen dana bergulir. Jadi gabah dikeringkan terlebih dahulu kemudian disimpan," jelasnya. Menurutnya, dana bergulir tahun ini jumlah bertambah, jika pada tahun 2013 lalu dana bergulir Rp 500 juta, tahun ini naik Rp 100 juta menjadi Rp 600 juta. Sebelumnya Gapoktan yang telah menerima pinjaman dana ini tertib dan lunas semuanya. Di sisi lain, dia menyebut pekerjaan pengendalian harga gabah petani ini merupakan tugas pemerintah melalui Bulog. Sebab pihaknya bertugas hanya memberikan penyuluhanPenyuluhan saja. Namun berdasarkan kebijakan pemerintah diberikan mandat untuk membantu pekerjaan bulog tersebut. "Jadi fokus kantor kami hanya olahan tanaman pekarangan, kawasan rumah pangan lestari," ungkapnya. = MOH RIDWAN/RAH
PILEG
Dua Kecamatan Jadi Daftar Pemilih Khusus BANGKALAN - Di Kabupaten Bangkalan terdapat dua kecamatan yang ditetapkan memiliki daftar pemilih khusus (DPK) pada pemilihan legislatif (Pileg) 9 April mendatang. Daftar pemilih khusus tersebut dibebankan kepada daerah yang mengalami keterlambatan dalam penyetoran data. Kedua kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Kota Bangkalan dan Kecamatan Kokop. Setidaknya, di Kecamatan Kota Bangkalan terdapat dua Kelurahan yang masuk dalam daftar DPK. Diantaranya Kelurahan Kraton dan Kelurahan Pejagan. Sedangkan Kecamatan Kokop hanya terdapat di Desa Lembung Gunung. Dua kecamatan ini mengalami keterlambatan dalam mengajukan jumlah pemilih khusus. Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bangkalan, Fauzan Jakfar melalui Sekretarisnya, Rizal Effendi
mengatakan dua kelurahan dan satu desa yang ada di dua kecamatan tersebut masuk DPK lantaran mengalami keterlambatan saat menyetor data Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah ditetapkan sejak 18 Januari lalu. "Jadi yang terlambat menyetorkan data itu kami masukkan dalam daftar pemilih khusus," ujarnya. Rinciannya, kata Rizal, di Desa Lembung Gunung Kecamatan Kokop sebanyak 11 DPK, kemudian Kelurahan Kraton sebanyak 6 DPK, dan Kelurahan Pejagan sebanyak 5 DPK. Dengan demikian jumlah keseluruhan pemilih yang termasuk dalam DPK sebanyak 22 orang. Ketentuan membuat DPK agar hak politik dari masyarakat dapat terlindungi. �Ketentuan DPK oleh KPUD agar hak pilih warga yang sebelumnya tak terdaftar menjadi terpenuhi," paparnya. = DONI HERIYANTO/RAH
KORAN Bangkalan MADURA
Komunitas
Bangkalan OO
KORAN MADURA
JUMAT 28 MARET 2014
JUMAT No. 28 MARET 2014| |TAHUN No. 0331 |IIITAHUN III 0331
IDENTITAS Nama Paguyuban : Paguyuban Pelestari Pusaka Madura (Pusara) Tahun berdiri : 1980 Sekretariat : Dusun Arsojih, Desa Pangendingan, Kecamatan Galis. Nama Ketua : Maksum Anggota : 10 Orang
BANGGA. Pecinta pusaka yang tergabung dalam Paguyuban Pelestari Pusaka Madura (Pusara) saat menunjukkan koleksi keris yang memiliki nilai sejarah.
fakih amyal/koran madura
Pusara Lestarikan Benda Pusaka PAMEKASAN - Keris adalah salah satu pusaka budaya, yang mulai punah pelestariannya. Banyak masyarakat sudah mulai tidak tertarik melestarikan jenis pusaka yang memiliki sejarah panjang perjuangan Indonesia itu. Namun sekali pun demikian, ada Komunitas pecinta keris yang tergabung dalam Paguyuban Pelestari Pusaka Madura (Pusara), yang masih tetap melestarikan jenis pusaka tersebut. Komunitas ini berdiri sejak tahun 1980, didirikan oleh Maksum, di rumahnya Dusun Arsojih, Desa Pangendingan Galis, Pamekasan, Madura. Jumlah anggota paguyuban Pusara tersebut sebanyak 10 orang. Mereka tersebar di 7 kecamatan di Pamekasan, diantaranya Kecamatan Galis, Larangan, Pademawu, Kecamatan Pamekasan, Batu Marmar, Waru, dan Kecamatan
Pasean. Menurut Maksum, Ketua Pusara, paguyuban ini tidak hanya sebagai pelestari keris, melainkan juga melestarikan pusaka-pusaka lainnya yang memiliki sejarah penting di Repupblik ini. Seperti tombak,
barang antik (barang peninggalan), wrongko/wrangka (sarung keris), handel (pegangan keris), jamas (cucian warangan) juga di lestarikan oleh Komunitas ini. Dalam setiap bulannya, paguyuban ini mengadakan pertemuan rutin. Selain bertukar pikiran cara melestarikan dan membuat keris, juga saling tukar informasi, tentang kemungkinan digelarnya pameran keris di luar daerah. "Karena selain kami memenuhi pesanan pelanggan, kami juga ikut serta dalam pameran di luar daerah," terangnya. Maksum menambahkan, paguyubannya paling sering mengikuti pameran di Jawa Barat dan Jakarta, menyatu dengan komunitas-komunitas
pecinta keris di luar daerah. "Di Pameran itu, kami tidak hanya memamerkan keris hasil kreasi kami, melainkan juga belajar ke komonitas keris lainnya, barangkali ada modifikasi keris yang bagus, untuk bisa kami tiru," katanya. Menurut Maksum, keris selalu identik dengan sejarah bangsa ini. Namun pusaka tersebut seringkali diabaikan dan cenderung ditinggal oleh masyarakat. Sehingga generasi muda banyak yang tidak tahu terhadap jenis pusaka bangsa ini. Seperti motto Pusara, yakni keris lambang jati diri budaya bangsa. Motto tersebut diharapkan mampu merangsang generasi bangsa, agar bisa melestarikan pusaka keris tersebut. Sebab keris tidak ha-
nya sekedar pusaka, melainkan juga ikon budaya Indonesia. Paguyuban ini, kata Maksum, sudah bergabung dengan serikat Keris Nasional Indonesia (SKNI). Tujuannya untuk melestarikan budaya di Indonesia dalam bidang keris dan benda antik lainnya. Harapannya warisan leluhur itu tidak keluar di Indonesia dan tidak dilelang sebagaimana terjadi di Malaysia. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pamekasan bisa menggelar pameran keris. Tujuannya agar keris pusaka ini bisa tetap terlihat di mata nasional dan Internasional, sekaligus sebagai wujud kecintaan terhadap budaya leluhur bangsa. = FAKIH AMYAL/UZI/RAH
KORAN MADURA PKORAN PROBOLINGGO
JUMAT 28 MARET 2014 JUMAT 28 MARET 2014 | No. 0331 | TAHUN III
MADURA
No. 0331 | TAHUN III
Neter Kolenang
PO
MEI ALI
Tertarik Lestarikan Budaya Bangsa Indonesia kaya akan potensi alam, pulau, suku, dan budaya. Dengan adanya kekayaan tersebut perlu untuk dilestarikan, meski zaman sekarang sudah mulai canggih. Namun sejarah perjalanan bangsa ini juga perlu dicatat dalam memori kehidupan rakyatnya. elaki yang memiliki nama, Mei Ali, tergolong pemuda yang memiliki jiwa tinggi dalam upaya pelestarian budaya bangsa. Dia mengaku kagum dengan berlimpahnya keberagaman budaya serta bahasa yang lahir di bumi pertiwi ini. “Indonesia kaya akan alam dan kultur budaya di dalamnya. Bahkan negara memiliki rakyat yang heterogen ini jarang ditemukan dibelahan dunia,” ujarnya. Pria yang mengaku sering mendampingi wisata asing untuk berkunjung ke Gunung Bromo ini, mengaku kalau dirinya tak memiliki rasa malu. Meski seusianya sudah mulai menjiwai dunia yang tak lazim di lakukan oleh kabanyakan pemuda. Ia juga mengatakan,
kalau dirinya sangat senang dengan mengoleksi berbagai bukti sejarah peradaban zaman kerajaan tempo dahulu.“Seperti benda kuno berupa keris, tombak dan benda-benda lain yang ada pada zaman kerajaan,” cerita Mei Ali. Koleksi benda kuno, Mei Ali, yang sudah mulai dikumpulkan dirumhnya, saat ini beragam jenis dan bentuk berbeda antara benda yang satu dengan lainnya. Dirinya mengaku di usia yang relatif muda, dia tidak malu menampakan hasrat jiwanya.“Ngapain malu ini merupakn bentuk kecintaan saya kepada seni dan budaya negeri ini,” timpalnya sembari dia menampakkan pusaka keris Singo Barong yang di koleksinya. Pria kelahiran Probolinggo, 17 Mei 1986 ini mengaku
mendapatkan benda kuno itu beragam. Mulai dari warisan orang tua, dan hasil membeli dari orang lain. Tetapi tidak serta merta membeli jenis benda kuno yang ditawarkan orang lain kepadanya.“Sekarang banyak benda kuno yang dibuat. Kalau barang bentukan zaman sekarang, saya juga tidak begitu tertarik. Sebab nilai sejarah yang dikandungnya tidak begitu besar,” jelas Mei Ali. Lelaki yang mengaku juga menjadi seorang Tour Guide turis asing yang berkunjung ke gunung Bromo dan wisata lain yang ada di Probolinggo, sering menceritakan barang koleksiannya ke para turis. Dia banyak yang tertarik untuk membelinya.”Bagi saya, harga yang relatif mahal tidak akan tergiur dengan permintaan turis itu,” katanya. Menurutnya, kebudayaan dan seni yang ada di Indonesia perlu untuk dilestarikan. Jika hal itu tidak dilakukan para generasi muda, maka kecintaan terhadap kebudayaan sendiri akan memudar. Dan terkesan dilupakan dan cenderung mencintai terhadap kebudayaan asing.“Ini penting untuk dimengerti dan di pahami bagi generasi muda bangsa,” harap Mei Ali. =Mahfud Hidayatullah
Nama : Mei Ali Tempat Tanggal Lahir : Probolinggo, 17 Mei 1986 Alamat : T e g a l s i w a l a n Kebupaten Probolinggo Pendidikan Terakhir : D2 Pendidikan Nurul Jadid Probolinggo Makanan Favorit : S a t e K a m b i n g Madura Motto : Hidup hanya Sekali, Rugi Jika Tidak Berguna