Komunitas Pers Intern (KOPI) FEB Unpad
Edisi #06 Desember 2013
Pak Dadang: Pegawai Terfavorit yang Tidak Pernah Absen
Kolom Khusus: Perjalanan Menjadi Pengajar Muda Traveling:
Hati yang Telah Pulang
Biaya Peluang Pemilu
RED AK SI Akhirnya majalah Rasio sampai pada edisi terakhirnya di tahun 2013. Majalah Rasio, saya akui masih jauh dari sempurna. Perjalanan hampir satu tahun kepengurusan tentu saja tidak akan berarti tanpa kontribusi dari berbagai pihak di FEB Unpad. Saya berterima kasih sekali kepada para kontributor, terutama pada tim redaksi majalah Rasio 2013 yang sudah banyak sekali mengorbankan waktunya untuk menghidupi majalah yang “baru lahir” ini.
Pemred Iqbal D. Wibisono Redaksi Pelaksana Ariel Ehsan Rahma Abdullah Mujahid Yasar Firdaus Githa Sri N. H. Kemal Yudha P. M. Aldi Nurfadhisa M. Hilman Difa Askarina Rahmat Hidayat Agung Asyhari Rizky Qomaruzaman Rafika Mardiani Nadia Anindita Agung Triyono Asyila Syafawani Farhan Fadhilah Fitriana Gani Nugrahanto Fauzan Arya D. M. Rhazack Naomi Clarissa Putry Kusumawardani Ratnasari Syakir M.
Satu hal yang kita lakukan saat ini mungkin bisa punya pengaruh yang besar pada hidup kita di masa depan. Steve Jobs pernah mengatakan, “Seandainya saya tidak drop out dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan pernah memiliki sedemikian banyak huruf dengan berbagai macam bentuk dan proporsinya”. Itulah the connected dots. Pada saat itu mana mungkin Steve Jobs tau kaligrafi yang dia pelajari akan berpengaruh besar pada hidupnya.
Layouter Farha R. F. Ananda F. N. Fergie Meilanie
Mungkin pada suatu sore di masa depan nanti, kita merunut kembali the connected dots dalam hidup kita dan tersenyum.
Fotografer Adibwafi Ilustrator Samuel Arijan Sarah Khairuzan Editor Abdul Afif Harinto A.
Iqbal D. Wibisono
2
DAFTAR ISI 2
Redaksi Daftar Isi
4
3
Ekonomi
Biaya Peluang Pemilu Sosok
PakDadang:
6
PegawaifavorityangTakPernahAbsen
8
Traveling
Hati yang Kembali Pulang Kolom Khusus Perjalanan Menjadi Pengajar Muda
16
12
Sastra
Cermin Waktu Events
3
17
BIAYA PELUANG PEMILIHAN UMUM Sulthonul Aulia
Pajak adalah instrumen yang efektif dalam mendistribusikan pendapatan sehingga ketimpangan yang diharapkan tidak terlalu tinggi di sebuah Negara. Untuk menentukan variabel komparasi biaya peluang yang kita analogikan sebagai konsekuensi keluarnya belanja pemilu, ada baiknya kita gunakan sektor strategis sebagai berikut:
Sebagai individu yang rasional tentunya kita tidak ingin uang yang kita miliki digunakan untuk hal yang tidak memenuhi kepuasan kita. Dari sisi mikro memang tidak terlalu terlihat besaran pengorbanan dari biaya peluangnya. Bagaimana apabila kita berbicara tentang biaya peluang dari sisi makro?
25 Triliun Rupiah adalah jumlah total yang dianggarkan pemerintah untuk melaksanakan Pemilihan Umum tanggal 9 April 2014 nanti, terdiri dari persiapan pemilu yang dianggarkan pada APBN tahun ini sebesar kisaran 8,1 T & 17 T pada APBN 2014. Berkaca dari realisasi anggaran pada pemilu sebelumnya (2009) yang hanya terserap 8,5 T dari total alokasi 13 T nampaknya pemerintah tidak belajar untuk sebisa mungkin menghemat biaya yang tinggi sebagai konsekuensi dipilihnya sistem demokrasi di negara ini. Jika ini adalah sebuah transaksi, maka kita sedang membeli pelayanan yang sejatinya dapat kita rasakan sekaligus meningkatkan kesejahteraan, We are tax payers!
4
Beberapa program yang terkait dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan seperti Program Nasional Pengembangan Masyarakat Mandiri (PNPM) dialokasikan sebesar 14 T, lalu ada Program Bantuan Keluarga Harapan (PKH) penanggulangan empat klaster kemiskinan yang tercantum pada pidato presiden mengenai nota keuangan APBN 2014 hanya ditetapkan sebesar 5,2 T saja. Distorsi komparasi belanja tersebut sungguh ironi karena objek dari program ini adalah mereka yang tergolong Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan hanya mampu menjangkau 3,2 juta RTSM.
Ekonomi Sektor pertanian dimana 32,94% dari total angkatan kerja berasal darinya serta tempat bergantung 75% tenaga kerja pedesaan pun hanya dialokasikan 15,5 T untuk meningkatkan produktivitas dan mutu hasil tani mereka. Terlebih hasil WTO (Paket Bali) tidak berarti banyak bagi pertanian Indonesia yang kini lahan pertaniannya relatif lebih sedikit dibandingkan Negara Brasil, Cina, India bahkan sinyal perdagangan Indonesia yang telah bebas ini akan menjadi “liar” jika dilihat komparasi tarif bea di beberapa Negara yang lebih tinggi. Dari beberapa contoh disana, sudah sepantasnya kita berbicara tentang keberpihakan. Puluhan triliun yang digelontorkan untuk pemilu sejatinya dapat digunakan untuk menambah besaran anggaran belanja di sektor pengembangan masyarakat, penanggulangan kemiskinan dan sektor produktif lainnya, namun kita sepakat menggunakannya untuk alokasi penyelenggaraan pemilu melalui persetujuan wakil kita di Senayan sana. Anggaran yang tidak seberapa itu pun masih jadi sasaran empuk para koruptor yang memanipulasi APBD/APBN sehingga tidak terlalu menetes menyuluruh sampai masyarakat.
Inilah harga yang harus dibayar ketika bicara tentang biaya peluang. Sistem demokrasi menuntut biaya tinggi dalam penyelenggaraannya hanya untuk menghargai hak kebebasan untuk memilih. Akankah kita sia-siakan biaya peluang yang tinggi ini? karena ekonomi tidak hanya berbicara harga melainkan pula nilai, Maka nilai demokrasi ini kita harus maknai dengan sungguh-sungguh dalam memilih secara cerdas dan membeli masa depan bangsa ini sebagai konsekuensi biaya peluang yang ditanggung bersama. Semoga terpuaskan.
5
SOSOK
Pak Dadang Tak pernah absen samasekali
Dosen tidak hadir, kelas bentrok, lupa absen, dan pindah kelas mendadak, itulah masalah kampus yang dihadapi Dadang Rochmat atau akrab dipanggil Pak Dadang. Pak Dadang adalah pegawai Universitas Padjadjaran yang bekerja pada bagian akademik FEB Unpad. Kemeja gelap garis-garis, celana hitam, dan kumis tebal adalah ciri khas Pak Dadang di mata masyarakat FEB.
Pak Dadang memulai karirnya di Unpad pada bulan April tahun 1997. Dari bagian kebersihan kampus, Sub Bagian Akademik (SBA), sampai bagian akademik perkuliahan adalah karir yang dilalui Pak Dadang sampai sekarang. Saat menjadi OB, Pak Dadang dikenal disiplin dengan tingkat kehadiran sangat tinggi.
6
Kedisiplinan Pak Dadang dan bagian SBA yang saat itu kurang aktif, membuat Pak Dadang meluncur naik menjadi pegawai honorer di SBA, bagian perkuliahan, pada tahun 2002.
tidak jujur dalam absensi, kehilanggan proyektor, sampai mahasiswa yang memancing perkelahian adalah bagian yang tidak menyenangkan dari pekerjaannya. Namun, Pak Dadang selalu menjaga sikapnya. Pak Dadang lebih memilih untuk berpikir panjang terhadap mahasiswa yang memancing perkelahian. Pak Dadang juga menguji kejujuran mahasiswa terhadap absensi dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk memverifikasinya.
Pak Dadang selalu masuk dan tidak pernah absen. Seakan menua di kampus Unpad, Pak Dadang selalu datang ke kampus saat libur maupun ada perkuliahan. Segala suka duka kehidupan Pak Dadang seakan berada di Universitas Padjadjaran ini.
Menjadi Pegawai Terfavorit 2012 versi mahasiswa adalah pengalaman paling berkesan selama bekerja lebih dari 16 tahun di FEB Unpad. Pak Dadang sangat memberi kesan padanya, karena Dia merasa dihargai dan dianggap sebagai bagian keluarga FEB. Pak Dadang hanya berharap 2 hal untuk saat ini. Harapannya bagi mahasiswa untuk tidak melupakan kampusnya saat lulus dari jenjang pendidikannya, dan harapannya bagi universitas adalah untuk mendapatkan perhatian. “Perhatian” adalah one-last-word Pak Dadang pada wawancara kali ini.
Hidup manusia selalu berada pada suka atau duka, begitu pula Pak Dadang. Dia menikmati pekerjaannya sebagai pegawai bukan karena berada pada ruangan ber-AC, tetapi lingkungan kampus yang sehari-harinya Ia temui. Pendekatan mahasiswa, khususnya mahasiswa pada program studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) dikenal interaktif dengan Pak Dadang. Melihat mahasiswa dapat menjalankan studinya adalah kesukaan Pak Dadang dalam pekerjaannya. Wawancara dengan Pak Dadang semakin seru saat kehidupan sisi lainnya juga terjadi pada hidup Pak Dadang. Pertanyaan membuat kesal berulangulang yang bisa dijawab dengan melihat data online, mahasiswa yang
Kejujuran, kedisiplinan, pemahaman emosional, dan jiwa kepahlawanan adalah hal-hal yang dapat kita ambil untuk perbaikan kehidupan dari pria tua di bagian perkuliahan sekalipun.
7
Traveling
Hati Yang Telah Pulang Fauzan Arya Dawami
19 - 26 Agustus 2013. Bagaimana rasanya menjadi manusia “tertinggi” di tanah Jawa? Dingin. Di atas sana, tubuhmu diperkosa angin. Dua kaos, satu flanel, dan dua jaket yang membalut tubuhmu tetap tertembus suhu tiga derajat celcius.
Ada saat ketika akhirnya kau memutuskan untuk berjalan lebih pelan dari rombongan di depanmu. Berjalan menapaki hutan, sendirian. Berdua dengan langkah kaki. Bertiga dengan deru nafas. Berempat dengan gemuruh angin lembah. Berlima dengan kicau burung yang bersahutan. Bersendiri dengan diri sendiri.
di sini? Untuk menemukanmu, ujarmu lagi. Bangkitlah, diri. Jangan dulu menyerah. Ranu Kumbolo sudah siap melepas lelah.
Bagaimana ia di hatimu? Indah, tapi yang aku cari bukan ini. Maaf, Ranu Kumbolo. Kau hanya menjadi sekadar indah. Entahlah, mungkin di pedalamanku ada yang salah. Tapi tidak apa, barangkali aku harus melangkah lebih jauh lagi.
Ada saat ketika akhirnya kau menyadari akan harga sebuah nafas, tidak berbatas. Terengah mendaki lembah, bertanya dengan lemah. Untuk apa aku
8
Ada saat ketika akhirnya kau sendiri lagi. Rombongan kami terpecah sudah. Ada yang bergerak sangat cepat, meninggalkan yang lain di belakang. Ada yang bergerak sangat tertatih, tertinggal jauh di belakang. Aku berada di antara keduanya, di tengah-tengah, terengah, sangat-sangat lelah. Berdua dengan dingin, bertiga dengan angin, bersendiri dengan diri.
Kemudian aku lewati tempat-tempat berkesan itu, Tanjakan Cinta yang menggoda, Orooro Ombo yang melapangkan (meski padang lavender ungu itu sudah mati), Cemoro Kandang yang berbeda, sampai tempat istirahat di Jambangan. Kau tahu, aku melihat seekor elang gunung terbang untuk pertama kalinya di Jambangan. Cantik, sekaligus perkasa. Tapi sekali lagi, yang ku cari bukan ini. Oh diri, ada apa denganmu? Kemana rasa syukurmu pergi? Sedikit lagi, jalanlah terus sampai kau tiba di Kali Mati.
Aku berhenti sejenak, berkontemplasi, ternyata inilah salah satu seleksi alam Mahameru. Wajar jika banyak yang memutuskan untuk turun sebelum sampai puncak. Karena di pendakian paling panjang ini, kau benar-benar bertemu dan bertarung dengan diri sendiri. Buat apa kau di sini? Mencari mati? Sudah, pulanglah turun! Kau tidak akan sanggup. Tidak! Kau pasti bias, diri! Jalan saja terus! Meski hanya selangkah. Meski sangat-sangat pelan. Tidak apa, jalanlah terus! Barangkali yang kau cari ada di atas sana, diri! Jalanlah! Meski hanya satu langkah!
Di sini, kami istirahat membuat tenda. Di sini, Mahameru semakin berada. Sejujurnya, ada sedikit gentar membayangkan pendakian malam nanti. Beberapa kawan yang berpapasan di Ranu Kumbolo bilang, di atas sana sangat dingin. Maka, biarlah cerita menjadi cerita. Malam itu, tiga belas manusia berangkat menembus gelap, diberangus debu dan dingin. Biar begitu, kami tetap ingin.
Hampir setiap tiga langkah, aku berhenti. Duduk, mengunyah sepotong coklat, kemudian jalan lagi, kemudian berhenti lagi. Akungnya, perang batin ini masih terjadi. Rasa lelah tak juga mau pergi. Ya Allah, akankah aku meninggal di tempat ini? Jika terlalu lama diam, hipotermia. Jika melanjutkan jalan, kau tidak lagi kuasa. Jangan kau lupa akan ucapmu sendiri, diri! Kan kau sendiri yang bilang, nomor satu yang paling penting dalam mendaki adalah mental. Ingat itu! Baik, ayo kita jalan lagi!
Debu yang menyesakkan, dingin yang memilukan, tak terasa satu jam berjalan di gelap hutan sudah berlalu. Langkah kecil kami akhirnya tiba di batas vegetasi. Mulai dari sini, ujian paling berat itu ada. Kami benar-benar akan mendaki Mahameru. Legenda jalannya yang berbunyi “naik tiga langkah, turun dua langkah” ternyata bukan isapan jempol belaka. Jalanan pasir ini memang benarbenar neraka.
9
Tiga langkah setelahnya, aku berhenti lagi, berkontemplasi lagi. Kali ini, menangis. Bukan, bukan karena takut lantas ingin pulang. Melainkan kesadaran pada retina mata. Akhirnya sadar dengan apa yang sedang aku lihat. Siluet lembah dan bukit hitam yang sehari lalu sudah kami lalui, terlihat jelas dari atas sini. Lampu-lampu kota Malang di sebelah kiri, Kali Mati di bawah sana, Ranu Kumbolo di balik bukit, gemintang yang berserakan dengan agung, dan purnama yang dengan cahayanya membantu penerangan jalan berpasir ini. Ya Allah, aku benar-benar kecil. Untuk apa semua kesombongan-kesombongan yang sudah aku lakukan dulu? Lagi, aku menemukan diri sendiri. Rasa ini, ya benar sekali. Rasa ini yang aku cari. Tidak, masih belum. Ini sudah mendekati, ayo, kau harus bergerak lagi, diri!
Kali ini bukan lagi menanjak, dengan sedikit terisak, aku bahkan sudah merangkak. Entah yang keberapa puluh kali proses jalanhenti-jalan-henti itu terjadi, aku tetap merangkak.
Terima kasih atas bantuannya, semesta. Kali ini, aku merasa lebih kuat dari sebelumnya. Nampaknya tubuh aku sudah mulai terbiasa, nafas teratur, lebih sedikit berhenti, banyak jalannya, lebih banyak merangkaknya. Saat ini, aku benar-benar sudah satu. Perang batin sudah dimenangkan, tinggal penanjakan ini yang harus diselesaikan.
10
Satu jam. Puncak belum juga terlihat. Oksigen sudah mulai bergelagat bangsat. Dua jam. Puncak masih belum terlihat. Aku sudah menyusul beberapa pendaki, pun aku disusul pendaki lain. Kami dengan diri sendiri. Tiga jam. Aku benar-benar sudah tidak berpikir.
Ya, diri. Sedikit lagi. Ayo, kau pasti bisa! Saat itu aku berpikir, rasanya aku tidak akan terharu di atas sana. Toh air mata kepuasan itu sudah habis di tengah jalan tadi. Aku sudah menjadi manusia yang lega. Rupanya, Semeru berkata lain.
Entah berapa lama lagi, entah berapa rangkak lagi. Entah jam berapa sekarang. Semesta berada di ujung malam sebelum memasuki halimun pagi. Jika memang aku belum sampai puncak sebelum sunrise atau bahkan terlambat mendapat sunrise, tidak apa. Aku ikhlas. Ayo diri, jalan lagi. Seret tubuhmu! Jangan berpikir, bergerak terus! Ayo!
“Selamat, Mas! Ini udah puncak Mahameru!” kata orang di depan aku sambil mengibarkan bendera merah putih supaya para pendaki di bawah sana termotivasi. Selangkah. Dua langkah. Entah di langkah yang keberapa, rasa itu tiba-tiba saja muncul.
Benar saja, yang aku batinkan akhirnya terlihat. Bukan, bukan puncak Mahameru. Melainkan cahaya jingga khas terbitnya mentari. Ya Allah, indah sekali. Artinya, aku akan menikmati sunrise di tengah jalan. Baiklah, tidak apa. Teruslah mendaki, diri. Anggap mentari pagi ikut bersorak atas perjuanganmu sekarang. Ayo, Jan. Kau pasti bisa!
Bagaimana menjelaskannya ya? Rasa yang mungkin berbunyi seperti ini, “pernah merasa seperti ini saja sudah cukup. Aku tak lagi mencari dunia dan seisinya”.
Selangkah. Entah di ketinggian berapa aku sekarang. Ratusan langkah. Entah di mana bendera merah putih yang menandakan puncak sudah dekat itu. Aku enggan menengok ke atas. Entah berapa langkah sudah. Akhirnya, bendera itu terlihat. Puncak! Tanah tertinggi Jawa! Puncak Para Dewa!
11
Sastra
Perjalanan Menjadi Pengajar Muda cukup banyak dan membutuhkan jawaban yang detail, maka essay tersebut saya isi di kemudian hari, dan kalau saya tidak salah saya submit sekitar 2 hari menjelang deadline penutupan pendaftaran tahap pertama.
Perkenalan saya dengan Indonesia Mengajar di mulai ketika saya bergabung PPSDMS, ketika itu di setiap event yang mengundang pak Anies, pasti pak Anies menceritakan mengenai program yang di inisiasinya, Indonesia Mengajar. Program ini menjaring anak muda Indonesia untuk menjadi guru di pedalaman Indonesia dengan tujuan : yang pertama mengisi kekurangan guru dan yang kedua menjadi wadah bagi anak muda untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinnya dengan harapan nantinya anak muda tersebut memiliki kompetensi global dengan pemahaman akar rumput yang mendalam. Singkat cerita, ketika saya sedang mempersiapkan untuk melaksanakan sidang skripsi, saya mendapatkan informasi dari akun facebook Indonesia Mengajar bahwa pendaftaran untuk menjadi pengajar muda angkatan VII sedang dibuka, dan untuk tahap pertama merupakan pendaftaran via online berupa biodata dan essay, untuk biodata pada saat itu juga saya isi namun untuk essay karena pertanyaannya
Pada sekitar tanggal 7 juni 2013, saya mendapatkan kabar dari teman via twitter dan juga BBM jika saya lolos tahap pertama, antara percaya dan tidak karena memang saya tidak berekspektasi terlalu besar untuk dapat lolos ke tahap kedua setelah melihat jumlah pendaftar tahap pertama yg mencapai 6.229 pendaftar, namun setelah saya cek website Indonesia Mengajar dan juga email ternyata benar jika saya lolos tahap pertama dan berhak untuk mengikuti tes tahap ke II yakni Direct Assessment. yang membuat saya semakin bersyukur bisa lolos ke tahap ke II adalah ternyata saya lolos di antara 182 orang-orang hebat berpretasi dan berhati mulia yang tidak hanya berasal dari universitas dalam negeri, namun juga banyak yang berasal
12
dari universitas luar negeri, mulai dari Singapura, Australia, Belanda, Inggris, Italia sampai Amerika.
Pada hari Rabu pagi, dari rumah saya berangkat menuju kantor Indonesia Mengajar yang terletak di Jln.Galuh II Kebayoran. Sekitar pukul 06.30 saya sampai di kantor IM, saya termasuk peserta yang datang lebih awal, meskipun sudah ada beberapa yang sampai lebih awal dari saya, kalau saya tidak salah ingat ada sekitar 4-5 orang yang sudah berkumpul. Lama kelamaan semakin banyak yang datang, kami mulai berkenalan. Namun, ada yang menarik dari awal pertemuan dengan peserta seleksi tahap II ini, yakni kehangatan dan kebersamaan yang langsung terasa antara satu peserta dengan peserta yang lain, seakan-akan tidak ada rasa canggung yang layaknya di rasakan ketika bertemu dengan orang baru. Canda, tawa muncul begitu saja, hmm.. mungkin jika berkumpul dengan orang yang memiliki satu visi memang seperti ini, gumam saya. hehehe…
Dari perkenalan di awal tersebut, saya semakin tercengang dan juga semakin bersyukur bisa lolos ke tahap Direct Assessment Indonesia Mengajar ini, karena ternyata tidak hanya dari universitas top baik di dalam negeri maupun luar negeri, sebagian sudah ada yang lulus s2 bahkan sudah bekerja di perusahaan-perusahaan ternama. Gila !! Sekitar setengah jam menunggu, akhirnya registrasi ulang di lakukan, dan kami di kumpulkan bersama di ruang serba guna. Di sana kami di jelaskan apa itu program IM, lalu tanggal-tanggal penting yang akan kami jalani jika lolos ke tahap selanjutnya, daerah-daerah
penempatan dan juga tahapan Direct Assessment yang akan kami lakukan hari itu. Selepas pengarahan tersebut, kami di kumpulkan menjadi beberapa kelompok, satu kelompok terdiri 6-7 orang.
Setelah pengelompokan, kami memulai tahapan Direct Assessment, tahapan tersebut adalah Self Presentation, Forum Group Discussion, Micro Teaching ( simulasi mengajar ), Interview dan Psikotest. Untuk self presentation, kami di tugaskan untuk mengenalkan siapa diri kami sekitar 10 menit (kalau tidak salah ingat) kepada teman satu kelompok kita dan sekaligus tanya jawab. Dari self presentation inilah saya lebih mengenal sekaligus mengagumi teman-teman satu kelompok saya. Hanya ada satu kalimat yang bisa mendeskripsikan capaian yang telah teman-teman satu kelompok saya raih atau kontribusi yang telah mereka lakukan : “LUAR BIASA”… Setelah Self Presentation orang perorang selesai, kami masuk ke tahap selanjutnya yakni Forum Group Discussion. Kami diberikan kasus yang menggambarkan kondisi seorang pengajar muda dengan permasalahan yang dihadapinya di daerah penempatan. Tahapan selanjutnya adalah Micro Teaching atau simulasi mengajar, Yeaayyy….
13
Mungkin ini tahapan yang paling seru, rame, tidak terkendali, kocak, sekaligus mendebarkan. Jadi dalam simulasi mengajar ini, kami bertindak seolaholah menjadi pengajar muda yang akan mengajarkan mata pelajaran yang telah ditentukan oleh pihak Indonesia Mengajar sebelumnya. lalu siapa muridnya ? muridnya adalah teman satu kelompok kita, 3 penilai/juri (terdiri dari staff Indonesia Mengajar dan juga Pengajar Muda angkatan sebelumnya) + di temani satu behavior analyst dari pihak IM. Komplit…
Selesai simulasi mengajar, tahapan selanjutnya adalah interview. A sampai Z cerita kehidupan kita akan ditanya dalam interview ini, mungkin ini bertujuan untuk benar-benar memastikan bahwa para pengajar muda yang nantinya dipilih adalah benar-benar orang yang tepat. Sekitar satu setengah jam lebih saya di interview, benar-benar tidak terasa. Setelah interview tahapan selanjutnya yang juga merupakan tahapan terakhir adalah psikotest, jenis psikotestnya standar psikotest pada umumnya. Selesai psikotest kami dikumpulkan kembali di ruang serba guna, lalu ada pengarahan sekaligus penutupan. setelah itu fotofoto sebentar dengan teman-teman para calon pengajar muda, berpamitan dan pulang.
Mengapa tahapan ini menjadi yang paling seru, rame, tidak terkendali, kocak, sekaligus mendebarkan ? karena Pada tahapan simulasi mengajar ini, kondisi benar-benar di buat semirip mungkin dengan kondisi yang akan para pengajar muda hadapi di lokasi penempatan nanti. Setelah para penilai menerangkan aturan dalam tahapan ini, simulasi mengajar pun di mulai. Dan benar saja, seketika suasana berubah menjadi tidak terkendali, bayangkan para penilai tersebut benar-benar bertindak seperti anak SD, pun teman-teman sekelompok kita, termasuk saya. hehe.. ada yang berteriak “bapak guru, babi hutan masuk kelassss, bapakk”.. sampai “Ibuuu guru gempa bumi ibuuu” ada juga tiba-tiba ada petugas IM yang bertindak sebagai orang tua murid menjemput paksa anaknya yang sedang sekolah untuk membantunya memanen padi, ada yang berantem, ada yang buang air besar di celana dan kondisi-kondisi serba absurd lainnya yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan akan terjadi di kelas suatu sekolah dasar, dan nyatanya itu benarbenar terjadi di simulasi mengajar ini. Hahah, lucu, mendebarkan dan seruuu.. mungkin tahapan seleksi simulasi mengajar ini yang paling berkesan untuk para calon pengajar muda, hehehe..
Setelah harap-harap cemas menanti kabar hasil dari tahap ke II dan di buat semakin cemas karena beberapa teman sudah ada beberapa yang mendapatkan kabar bahwa mereka lolos ke tahap selanjutnya, akhirnya pada tangggal 11 juli 2013 sebuah email masuk ke inbox saya yang memberitahukan bahwa saya lolos ke tahap III. Antara percaya dan tidak, benar-benar di luar dugaan, saya bisa lolos ke tahap terakhir seleksi Indonesia Mengajar !, mimpi apa saya semalam ? Alhamdulillahhh…
14
Tes terakhir dari seleksi Indonesia Mengajar adalah Medical Check Up, tahap ini sangat penting untuk memastikan bahwa para pengajar muda yang nantinya terpilih benar-benar memiliki kondisi tubuh yang sehat untuk menunjang kegiatan mereka di lokasi penempatan nanti, karena para pengajar muda ini akan di tempatkan di pedalaman-pedalaman Indonesia yang akses untuk fasilitas kesehatannya sangatlah sulit
Alhamdulillah, semua tahapan MCU berjalan dengan sangat baik. Ketika konsultasi dengan dokter juga tidak ada masalah, bahkan menurut dokter kondisi tubuh saya baik-baik saja. Tidak lama setelah melakukan Medical Check Up, pada tanggal 19 juli 2013 atau 3 hari setelah Medical Check Up, handphone saya berdering dan ternyata di ujung telepon sana adalah mas mansyur dari tim Indonesia Mengajar yang mengabari saya bahwa saya lolos untuk menjadi Pengajar Muda Angkatan VII ! Alhamdulillahhhhh, bersyukur.. bersyukurr..bersyukurrr…
hingga pertanyaan pamungkas terakhir itupun datang.. “kamu sudah yakin bang mau ikut Indonesia Mengajar ?“ spontan saya jawab “ yakin 100% bos”. Alhamdulillah, Lagi-lagi saya bersyukur karena memiliki orang tua yang selalu mensupport 100% rencana anaknya selama itu baik dan bermanfaat, orang tuaku memang juara !
Setelah mendapatkan izin dan restu dari orang tua, saya berangkat ke kantor Indonesia Mengajar untuk menandatangani kontrak tersebut. Dengan mendapatkan penjelasan sekali lagi oleh tim Indonesia Mengajar mengenai kontrak pengajar muda, apa saja hak juga kewajiban dan lain sebagainya dari pengajar muda, dengan yakin saya tanda tangani kontrak tersebut. Dan penandatangan kontrak pun menandakan bahwa proses seleksi Indonesia Mengajar angkatan VII telah selesai, saatnya untuk mempersiapkan diri sebelum masuk training camp 28 oktober 2013 nanti.
Lalu muncul pertanyaan, apakah saya benar-benar pantas untuk memikul tanggung jawab menjadi seorang pengajar muda ? Bismillah saja…
Setelah mendapatkan kabar tersebut, saya di undang untuk menandatangani kontrak pengajar muda di kantor Indonesia Mengajar. Sebelum berangkat untuk menandatangani kontrak, saya berdiskusi dulu dengan kedua orang tua saya, terutama ibu. Saya biarkan beliau mempelajari kontrak tersebut, detail pasal per pasal dari kontrak tersebut beliau tanyakan ke saya,
“Bila perahu telah kudorong,layar telah terkembang, takkan ku berpaling kalau bukan labuhan yang kutuju.”
15
Sastra
Cermin Waktu Ariel Ehsan Reynaldi
Tik tok tik tok Waktu datang mengantar ke penghujung tahun Sudah berlaku apa wahai saudaraku? Semakin bertambahkah musuhmu? Tik tok tik tok Waktu hadir menggelitik mengingat dosa terbuat Terencana dan tidak Terjadi dan tidak Tik tok tik tok Waktu selalu hadir Waktu selalu mengingat Walau rahasia diselimuti rumbai Lalu untuk apa kau menangisi kisah lalu? Sungguh tak terasa waktu Kini akan berganti, tak terhindari Mari berkaca lagi “Sudah apa setahun ini, Bung?”
16
EVENT
BEM
N
ational Training Development Centre 2013 (NTDC 2013) merupakan sebuah rangkaian acara training dan seminar yang yang merupakan salah satu program penggalian potensi bagi mahasiswa yang digagas oleh Kementerian Minat, Bakat, dan Potensi Mahasiswa BEM Kema FEB Unpad 2013 dan acara NTDC 2013 diselenggarakan pada tanggal 24-26 November 2013. Grand theme yang diangkat dalam acara ini adalah “Sociopreneurship, New Breaktrough for Indonesia”. “Sociopreneurship“ diangkat menjadi tema utama karena saat ini topik yang satu ini memang sedang banyak ditekuni oleh banyak orang saat ini dalam dunia wirausaha. Acara ini diselenggarakan dalam rangkaian acara selama tiga hari, yang terdiri dari dua hari training, simulasi, dan field trip lalu seminar pada hari ketiga. Tujuan acara ini adalah untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuan mahasiswa mengenai kewirausahaan dan bisnis serta mengembangkan minat dan potensi mahasiswa dalam bidang wirausaha sosial. Acara puncak berupa seminar menghadirkan Habibie Afsyah (Disable Online Businessman), Goris Mustaqim (Founder Asgar Muda Foundation), Tri Mumpuni (Srikandi Listrik Pedesaan, mendapat penghargaan Ashden Awards 2012), Erlan Rinaldi (Founder AICT), dan di tutup dengan training motivasi oleh Billy Boen (CEO Young on Top)
Sumber gambar: http://rieshi.files.wordpress .com/2011/06/aksi-mahasiswa.jpg
17
H I MA MGT B
andung Tourism Competition 2013 merupakan sebuah kompetisi pembuatan marketing plan yang mengangkat objek wisata yang ada di Bandung dan diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen FEB Unpad. Acara ini merupakan acara tahunan yang telah berlangsung selama 3 tahun. Objek wisata yang diangkat pada tahun 2011adalah Kebun Binatang. Pada tahun 2012 adalah Tangkuban Perahu. Sedangkan yang diangkat di tahun 2013 ini adalah Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin. Acara Bandung Tourism Competition 2013 berlangsung selama 2 hari, yaitu pada tanggal 8 Juni 2013, yang merupakan acara workshop, dan pada tanggal 29 Juni 2013 yang merupakan puncak acaranya yaitu Grand Final. Workshop Bandung Tourism Competition 2013 yang diadakan pada tanggal 8 Juni 2013 mengundang 3 pembicara yang mewakili dari sisi Lembaga Pemasyarakatannya, dari sisi Kreatifnya, dan dari sisi Marketingnya. Pembicara dari Lapas Sukamiskin adalah Bapak Pius Harjadi, dari BCCF adalah Bapak Galih Sedayu, dan dari IMA yaitu founder memberwest java chapternya. Diakhir acara diumumkan 3 besar pemenang yang berhak memenangkan Bandung Tourism Competition 2013. Juara 1 yang berhak mendapatkan uang Rp8.500.000 dan piala gubernur adalah tim Cabe Rawit dari Universitas Padjadjaran. Juara 2 yang berhak mendapatkan uang Rp6.500.000 adalah tim Citius dari Prasetya Mulya. Juara 3 yang berhak mendapatkan uang Rp5.000.000 adalah tim Arrow dari SBM ITB.
EVENT 18
H I MA AKUN
D
ewasa ini, penyebaran informasi mengenai perkembangan ilmu akuntansi belum tersebar secara merata ke seluruh institusi pendidikan di Indonesia sehingga masih terdapat kesenjangan akan pengetahuan dan pemahaman tentang ilmu akuntansi, disinilah Universitas Padjadjaran melalui Himakunpad mempunyai tanggungjawab moral sebagai salah satu universitas terbesar di Indonesia untuk ikut membantu penyebaran informasi dan ilmu akuntansi agar merata di seluruh Indonesia.
N
ational Accounting Week 2013 hadir untuk menjembatani kesenjangan yang terjadi. National Accounting Week 2013 adalah pekan ilmiah berskala nasional dimana mahasiswa akuntansi se-Indonesia berkumpul, berkompetisi, saling bertukar pendapat, dan transfer ilmu. Event ini adalah sebuah wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan informasi penting dalam bidang akuntansi secara akurat dan terkini sehingga menjadi titik pembelajaran yang dapat mengembangkan pengetahuan mahasiswa itu sendiri.
N
AW 2013 dilaksanakan pada tanggal 11-14 februari 2013. Tema yang diangkat dalam NAW 2013 adalah tentang Otoritas Jasa Keuangan. Untuk tahun ini partisipan NAW berjumlah 20 tim dari universitas di seluruh Indonesia.
EVENT 19
B
andung, 9 November 2013, adalah hari yang tak terlupakan dan sangat berkesan bagi seluruh panitia ESPOSE 2013 setelah panjangnya persiapan dan beberapa pra-event. Semua kerja keras mereka tak sia-sia saat melihat ramainya ESPOSE 2013 dan terjualnya lebih dari 2000 tiket. Terlebih lagi bagi OCP ESPOSE 2013, Ajie e!10, yang telah berhasil mengangkat tema “Tone and Rhythm of Wonder East Indonesia” dengan membawakan kebudayaan dari Indonesia timur dan dipadu-padankan dengan musik kontemporer termasuk Jazz, dalam acara besar tahunan ESPOSE 2013. Dalam ESPOSE tahun ini diadakan audisi band yang di ikuti oleh 15 Band asal kota bandung dan sekitarnya. Audisi ini dimenangkan oleh My Way Band dan Out of 7. Di acara puncak diadakan konser yang dihelat di SABUGA, Bandung dengan menghadirkan artis dan musisi seperti Kahitna, Naif, Raisa, Efa Project, Payung Teduh, Kareba Bandung World Jazz, Titik Awal Feat AJ, The Real, Ezron, Wow Percussion, Out Of 7, My Way Band, dan Savoycoustic.
H I MA ESP
K
ampus FEB unpad kita memiliki BSO yang bergerak di bidang keilmuan, salah satunya adalah FMC (Financial Market Community) yang bergerak di bidang pasar modal. Salah satu acara unggulan FMC adalah Funscript 2013. Tempat yang dituju pada Funscript 2013 adalah negeri Cina. Acara ini dilakukan pada tanggal 18-25 maret 2013. Dalam kunjungan ke Cina, para peserta mengunjungi kota Guillin, Nanning, Xiang’an, dan Yangshuo. Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Nanning University, yang merupakan universitas negeri terbesar di Cina. Dan mereka juga mengunjungi ke pabrik makanan khas Cina yang memproduksi makanan ekspor ke luar negeri. Peserta Funscript 2013 adalah sebanyak 24 peserta termasuk anggota FMC.
20
EVENT
I
SEG FEB Unpad mengadakan proker unggulan mereka berupa 3SEC (3 days with sharia economics) yang terlaksana pada tanggal 29 November-2 Desember 2013. Acara yang bertemakan tentang “Menjamin Masa Depan Keuangan Dengan Investasi Syariah”. Acara ini berupa lomba LKTI, Bisnis Plan, dan Seminar. Lomba yang di ikuti oleh lebih dari 30 peserta dari berbagai universitas di Indonesia ini terbilang sukses. Dalam grand final yang di ikuti oleh 20 peserta ini dimenangkan tim Gunadharma (LKTI) dan tim UNDIP (Bisnis Plan). Acara puncak berupa seminar yang menyedot perhatian lebih dari 150 peserta menghadirkan pembicara Adiwarman Karim (President Karim Business Consulting), Irwan Abdalloh (Head of Market Unit Bursa Efek Indonesia), dan di tutup training motivasi tentang keuangan syariah oleh Endy Kurniawan ( Gold & Silver Invesment Trainer dan Author Nasional Best Seller Book ‘Think Dinar’).
ISEG
PERMAIS I
dentity merupakan singkatan dari Islamic Days, Events, and Creativity. Rangkaian acara seminar dan kompetisi ini merupakan program kerja tahunan Badan Semi Otonom Persaudaraan Mahasiswa Islam (Permais) FEB UNPAD. Tahun ini Identity mengambil tema utama ‘ Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer’. Acara ini dilaksanakan pada tangal 5-6 desember 2013. Rangkaian acara identity berupa Lomba Lomba (Essay ,MTQ , dan Stand up dakwah). Dan puncaknya dilakukan seminar selama dua hari dengan pembicara Adnin Armas, MA (INSIST Dewan Tajrih Muhammadiyah), Dr. Adian Husaini (INSIST Pascasarjana UIKA), Ali Sakti, M.Ec ( Junior Researcher BI), Tiar Anwar Bachtiar, M.Hum ( Ketua Pemuda PERSIS), Dr. Wendi Zarman (PIMPIN UNIKOM), Dr. Bagus Riyono (Penemu Model Matematika Ruh).
21
PB
P
ena Bangsa mengadakan sebuah kegiatan yang akan mengatasi kejenuhan masyarakat khususnya mahasiswa Universitas Padjadjaran yaitu “Grow Old with Pena Bangsa”, sehingga masyarakat disekitar FEB Universitas Padjadjaran lebih produktif, timbul kesadaran akan pentingnya menghabiskan waktu bersama keluarga dan masyarakat dapat lebih mengenal Pena Bangsa. Grow Old with Pena Bangsa (GOPB) diadakan sebagai media promosi Pena Bangsa yang merupakan lembaga mahasiswa yang bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan. GOPB diharap mampu memacu semangat saling tolong menolong antar manusia terutama anak – anak bangsa yang mengalami kekurangan finansial sehingga mereka dapat mengecap dunia pendidikan sebagaimana seharusnya. Untuk tahun ini GOPB di laksanakan pada tanggal 14 Desember 2013 dengan mengambil tema “KARNAVAL”. Sebelum hari H mereka terlebih dahulu melakukan Flash Moob di Car Free Day yang menyedot ribuan orang yang hadir di CFD.
D
i kampus FEB Unpad, Fusec merupakan satu satunya BSO yang bergerak di bidang olah raga. Olah raga yang digeluti merupakan olah raga futsal yang kini menjadi tren di masyarakat. Dalam kegiatannya mereka rutin melakukan latihan yang terbuka untuk mahasiswa FEB Unpad. Kini mereka memiliki tim Putra dan Putri yang mampu berprestasi hingga kancah nasional. Di tahun 2013 mereka mampu menggondol berbagai prestasi. Seperti Juara 2 Futsal Putri FE UI Cup 2013 (antar FE se-Indonesia), Juara 1 Business Futsal Championship 2013, dan yang terakhir Fusec putri berhasil menduduki peringkat ke-4 pada gelaran Universe Cup 2013 yang di selenggarakan di Gor Esmardo, Bale Santika, Unpad Jatinangor.
C E S U F
22