Skip to main content

IR NEWS 85

Page 1


FOKUS 1 MengapaPara MigranDikirimke Rwanda?

Pada April 2022, Inggris dan Rwanda membuat geger dunia dengan kesepakatan kontroversial untuk memindahkan para imigran dan pencari suaka yang tiba di Inggris secara ilegal ke Rwanda Perjanjian ini bertujuan untuk menekan angka penyeberangan Selat Inggris yang berbahaya, yang telah merenggut banyak nyawa. Di tahun 2021, sekitar 28.500 imigran menyeberangi Selat Inggris untuk mencari suaka di Inggris. Angka ini melonjak drastis dibandingkan tahun 2018 yang hanya 5700 imigran. Hal ini membuat pemerintah Inggris kewalahan dalam menanganilonjakanpencarisuakadanmencarisolusialternatif.

Rwanda, negara di Afrika Timur, dipilih sebagai negara tujuan karena dianggap negara yang aman dan stabil dengan kemampuan untuk memproses klaim suaka Selain itu, Rwanda juga bersedia menerima para imigran dan menawarkan suaka atau pemukiman kembali di negara lain bagi mereka yang berhasil mendapatkannya. Namun, kesepakatan ini menuai banyakkritikandariberbagaipihak Paraaktivishakasasimanusia khawatir akan kondisi di Rwanda dan perlakuan yang akan diterima para imigran di sana. Selain itu, skema ini juga dianggap tidakefektifdanmahal.

Puncaknya, pada November 2023, Mahkamah Agung Inggris memutuskan bahwa skema tersebut melanggar hukum. Akhirnya, pada Juli 2024, Perdana Menteri Inggris yang baru, Keir Starmer, membatalkan skema kontroversial ini. Meskipun singkat umurnya, kasus ini menjadi pelajaran penting bagi negara-negara lain dalam merumuskan kebijakan migrasi yang adil dan berkelanjutan. Upaya untuk mengendalikan arus imigrasi harus dilakukan dengan menghormati hak asasi manusia dan mencari solusiyangefektifdanberkelanjutan-AEL

DuapemimpinPerserikatanBangsa-Bangsa(PBB)kembalimenyerukan peringatan mengenai dampak buruk dari Rancangan Undang-Undang (RUU) “Keamanan Rwanda” oleh Parlemen Inggris. Filippo Grandi, KomisarisTinggiPerserikatanBangsa-Bangsa(PBB)untukRefugeesdan Volker Turk, Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia, menghimbau pemerintah Inggris untuk mempertimbangkan kembali rencananya untuk memindahkan pencari suaka ke Rwanda dan sebagai gantinya mengambil tindakan yang efektif untuk mengatasi gelombang pengungsi dan migran yang tidak teratur. Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan Rwanda (Suaka dan Imigrasi) diajukan ke Parlemen bersamaan dengan Perjanjian Kemitraan Suaka Inggris Rwanda setelah Mahkamah Agung Inggris memutuskan bahwa pemindahan pencari suaka yang diusulkan ke Rwanda akan melanggar hukum internasional dan Inggris, dengan mencatat kelemahan dalam sistem Rwanda untuk menentukan klaim suakaperorangan

Mahkamah Agung menyoroti buruknya catatan hak asasi manusia Rwanda, termasuk ancaman terhadap warga Rwanda yang tinggal di Inggris, di samping pembunuhan di luar hukum, kematian dalam tahanan, penghilangan paksa, penyiksaan, dan pembatasan kebebasan media dan politik Ketika perjanjian antara Inggris dan Rwanda diumumkan pada tahun 2022, Human Rights Watch menulis suratkepadaMenteriDalamNegeriInggris,menyatakanbahwaRwanda tidak dapat dianggap sebagai negara ketiga yang aman mengingat pelanggaranhakasasimanusiayangsedangberlangsung

Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi

United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) memberikan bukti yang memberatkan tentang cacat sistemik dalam sistem suaka Rwanda, potensi kurangnya independensi peradilan dan pengacara, dan tingkat penolakan 100 persen bagi orang-orang dari zona konflik, yaitu Afghanistan, Suriah, dan Yaman – kemungkinan negara asal pencarisuakayangdipindahkandariInggris.

United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) juga menyampaikan sedikitnya 100 tuduhan pemulangan, praktik yang berlanjut setelah perjanjian Inggris disepakati Pemerintah Inggris harus menghentikan kesepakatan Rwanda yang melanggar hukum dan tidak melanjutkan perjanjian serupa. Hal ini seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah lain yang mempertimbangkan untuk mengeksternalisasidanmengalihkantanggungjawabsuakamerekake negara lain. Inggris juga harus membatalkan Undang-Undang Migrasi Ilegal yang baru-baru ini disahkan dan sebagai gantinya menciptakan sistem suaka yang berfungsi dan adil yang memperlakukan orang dengan baik dan memungkinkan mereka untuk mencari perlindungan diInggris.-ATH

OpiniDosen

Dr.Sugito DosenHIUMY

“Sejak krisis pengungsi dimulai, banyak pengungsi yang ingin masuk ke Eropa, termasuk ke Inggris. Namun, setelah Inggris keluar dari Uni Eropa, negara tersebut tidak lagi memiliki kerangka kerja sama dengan Uni Eropa Untuk mengatasi masalah pencari suaka ilegal, Inggris mencari alternatif dan menciptakan Rwanda Plan. Rwanda Plan ini tidaksesuaidengankeinginanparapencarisuaka.Mereka mencari suaka di negara yang memiliki kondisi hak asasi manusia yang baik, ekonomi yang stabil, serta perlindungan dan keamanan yang memadai. Oleh karena itu, mereka lebih memilih Eropa, termasuk Inggris, sebagai tujuanmereka.

Rwanda Plan, yang merupakan kerja sama antara Inggris dan Rwanda, bertujuan untuk memproses pencari suaka yang menuju Inggris di Rwanda dan menempatkan mereka di sana. Namun, para pencari suaka khawatir karena Rwanda memiliki sejarah konflik suku dan masih kurang baik dalam penanganan hak asasi manusia Mereka yang mencari keamanan karena terusir dari daerah konflik di Timur Tengah merasa tidak aman jika dipindahkan ke Rwanda. Kekhawatiran ini berkaitan dengan jaminan keamanan, kondisi ekonomi, serta penghormatan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia.

Dari perspektif United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), mereka mengkritik langkah Inggris ini karena bertentangan dengan konvensi yang ditandatangani tentang pencari suaka. United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) menekankan bahwapencarisuakaharusdiprosesdandilindungisesuai dengan protokol mereka yang fokus pada perlindungan pengungsi. Oleh karena itu, muncul kecaman terhadap langkah ini, terutama dari para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM).

Para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) menilai bahwa menempatkan pencari suaka di Rwanda hanya akan memperburuksituasimereka Parapencarisuakainisudah melarikan diri dari negara asal mereka untuk menghindari cengkraman politik, tetapi di Rwanda, mereka masih menghadapi risiko diskriminasi. Rwanda juga belum memiliki kemampuan yang memadai untuk mengelola pengungsi ini, sehingga justru menempatkan mereka di situasiyanglebihberbahayadantidakstabil.Kritikinijuga mencerminkan bahwa para pencari suaka ini, yang seharusnya mendapatkan perlindungan, malah dipindahkanketempatyangmembuatmerekamenderita lebihjauh.Olehkarenaitu,munculbanyakprotesterhadap kebijakanini

Bagi pemerintah Inggris, kebijakan ini adalah upaya untuk melindungi para pencari suaka yang melakukan perjalanan berbahaya melalui Laut Tengah Inggris khawatir terhadap munculnya pencari suaka ilegal yang dapat mengancam keamanan dan integrasi sosial mereka, serta menambah beban ekonomi Karena kontribusi ekonomi dari para pencari suaka ini dianggap tidak signifikan, Inggris memutuskan untuk mengalihkan mereka ke Rwanda, yang dipandang sebagai tempat pembuangan

Kebijakan ini juga mendapat kritik tajam dari komunitas internasional, yang melihat langkah ini sebagai cara Inggris untuk melepaskan tanggung jawab mereka terhadap pencari suaka dengan cara yang tidak manusiawi. Rwanda dianggap sebagai tempat yang kurang layak untuk para pencari suaka, sehingga kebijakan ini dipandang lebih sebagai upaya untuk menyingkirkan masalah daripada benar-benar memberikanperlindunganyangdiperlukan”-AR

OpiniMahasiswa

HildaShakiraRachma,HI21

“Dari yang aku baca ngeliat Rwanda Plan diserahkan untuk tujuannya itu mengurangi kedatangan penyeberangan kapal ilegal ya yang kebetulan mencari Suaka di Inggris. Nah, kalau menurut aku sendiri ini Inggris ini masih perlu mempertimbangkan dan meninjau kembali Rwanda Plan ini alasannya itu memang banyak tapi disini yang mau aku highlight mungkin hanya dua jadi yang pertama itu biaya dari Rwanda Plan ini mahal aku baca di salah satu artikel kalau biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris pada tahun 2023 dan 2024 ini anggarannya menambah sebesar Seratus Euro padahal sebenarnya mereka bisa mempertimbangkan kalau dari pada memindahkan ke Rwanda mereka bisa memperkerjakan imigran-imigran ini di negara mereka dan menambah penghasilan dari mereka sendiri dan yang kedua ini Rwanda Plan sebenarnya belum ada kepastian dan keefektif dampak dari Rwanda itu sendiri yang akan menjadi evaluasi, aku juga baca ini diartikel kalau sebenarnya inti dari masalah ini itu masih abuabudimanaKalaumemangkenyataannyasetelahinidipisahkankalau memang kedatangan perahu dari imigran ilegalnya ini meningkat berarti tandanya kebijakan ini itu tidak berhasil tapi juga kalau misal faktanya kalau ada terjadi penurunan dari perahu kedatangan perahu imigran kita harus ngelihat dulu apakah penurunan ini hanya sementara hanya satu tahun saja atau fluktuatif atau memang signifikandaritahunketahuninimenurundanuntuksaatiniPemerintah InggrismasihbelumbisamelihatkeefektifandaridampakRwandaPlan ini”

AnastasiaDella,HI22

“Setahuku kebijakan ini itu dibuat sama pemerintah Inggris buat mengurangi jumlah migran ilegal yang masuk ke Inggris dengan cara ilegal dan melewati rute yang berbahaya Untuk pendapat aku sendiri karena, kebijakan ini kan banyak respon dari pemerintah maupun organisasi internasional ataupun di kancah internasional itu responnya tuh kebanyakan negatif karena sepertinya kebijakan itu lebih banyak negatifnya daripada positifnya Anggapan aku, aku tidak mendukung untukkebijakanini,karenayatadiitubanyaknegatifnyakalaukitalihat lebih jauh dan untuk jangka panjang itu efeknya tuh lebih banyak ke yang negatif daripada positif dan juga kebijakan itu juga dinilai kurang etis dan tidak manusiawi karena pencari suaka atau asylum seeker ini datangkeInggrisbuatmintabantuanjustrumalahdialihkankenegara ketiga,ituyangbikinkenapaakutidaksetuju.

Kemudian Kebijakannya juga menimbulkan kritik dari negara negara lain dan juga organisasi internasional. Karena karena kebijakan yang kontroversial ini, Karena negara Inggris ini apa ya negara yang Menjunjungtinggihakasasimanusia.Tapikebijakanyanginimembuat kita tuh berpikir kembali, kenapa Inggris melakukan atau membuat kebijakan seperti ini Nah daripada mengalihkan tanggung jawab Inggris sebagai penerima imigran ilegal itu malah mengalihkan tanggung jawabnya ke negara lain dan itu tidak etis dan tidak bertanggung karena negara Inggris sendiri adalah negara yang maju yang seharusnya mengambil peran yang lebih besar dan lebih Baik untuk menangani isu migrasi ini. Mungkin menurut aku kebijakannya harusyanglebihmanusiawi,kolaboratifdanlebihmenyelesaikan.Salah dari migrasi itu sendiri mungkin yang lebih efektif untuk dalam jangka panjang”

SIHAP,HI23

“Pendapat saya bahwa kita tahu bersama Rwanda Plan ini adalah sebuahprogramyangdimanaobjeknyaituadalahsebuahfungsiatau seseorangyangmencarisuaka,tetapiseseorangyangmengharapapa keamanan. Seseorang yang mengharap keselamatan justru dikasih pendekatan yang brutal. Menurut saya sih itu suatu pendekatan yang sangat-sangat tidak efektif kenapa? Karena menurut saya yang pertama kita lihat dari skala internasional-internasional yaitu yang namanyakonvensipengungsi.Itudikenaldengankonvensitahun1951di mana yang tertera bahwa setiap-setiap manusia berhak atau dia memilikihakuntukmemilihmencarisuakadinegaramanapunbahkan seseorang yang mencari suaka di negara manapun dia tidak boleh dikenakansuatudendaataupunsuatuhukuman.

Nah jika kita kaitkan atau korelasikan dengan konvensi ini otomatis. Rwanda Plan itu otomatis sudah cacat secara internasional, karena apa? Kita tahu bahwa konvensi internasional itu salah satu penandatangannyaadalahnegaraInggrisyangdimanadiamenyetujui dan menyepakati adanya konvensi pengungsi tersebut. Tapi secara implementasinya secara relatifnya ya tahu bersama bahwa Inggris secara terang terangan melanggar konvensi itu. Itu yang pertama, lalu yang kedua yang harus dipertimbangkan dari Inggris tersendiri bahwa jikalau dalihnya ini dengan alasan bahwa ini program dengan alasan bahwa salah satu bentuk untuk meminimalisir bentuk daripada pengungsi ilegal atau perdagangan orang atau apapun semacamnya itulah.

Seharusnya Inggris membuat kesepakatan atau program yang lebih pendekatannya lebih humanitas yaitu dengan cara memanusiakan manusia bukan dengan cara memindahkan ke Rwanda yang di mana tempatnyaitusangatjauhbermilmildaripadaInggrisgitu.Dampaknya apa dampaknya itu bisa dilihat dari skala psikologis nya, yaitu bahwa seseorang yang mencari suaka ke Negara Inggris, seseorang yang mencari keselamatan ke Negara Inggris justru malah mendapat pendekatanatautingkahlakuatausecaraadministratifmeriberkanjadi secarapsikologisnyaituakankenakeparapencarisuakanyagitulohitu sihtanggapanku

MenurutsayapastimempengaruhicarakerjadarisistempolitikInggris, karena kita tahu bersama dengan adanya program ini adanya kecaman adanya himbauan dari negara internasional ataupun organisasi internasional yaitu bagaimana himbauan atau kecamannya yaitubagaimanaNegaraInggrislebih.Memikirkanterhadapprogramini sehingga secara tidak langsung itu pasti kena dari sistem politiknya. Terus yang kedua kenapa pasti kena karena ini menyangkut masalah hak-hak asasi internasional, hak asasi manusia hak asasi di Inggris itu tersendiri. Malahan di mana Inggris secara terang terangan melanggar hak asasi manusia yang di mana hak asasi manusia ini sejak fundamentalakanterusadamelekatdijiwamanusiatersendirigitu”.-BB

Salah satu tradisi yang paling meriah dan dinanti-nanti setiap tahunnyaolehmasyarakatInggrisadalahparademiliteryangdisebut denganTrooping the Colour.Takcumauntukmerayakanulangtahun Ratu Elizabeth II, parade yang setiap tahun diselenggarakan pada bulan Juni ini juga merupakan parade untuk merayakan hari ulang tahun resmi Raja atau Ratu Inggris lainnya Sebagai informasi, Raja atau Ratu Inggris, termasuk Ratu Elizabeth II, memiliki dua hari ulang tahun. Satu hari merupakan ulang tahun sesuai dengan tanggal kelahiran mereka, satu hari lainnya adalah hari ulang tahun resmi yangjatuhpadahariSabtukeduadibulanJuni

Menariknya, 2022 menjadi tahun yang sangat spesial bagi sang ratu maupun Kerajaan Inggris. Sebab, kekuasaan Ratu Elizabeth II genap berusia 70 tahun, menjadikan sang ratu sebagai penguasa Inggris terlama sepanjang sejarah Pencapaian ini kemudian ditandai dengan perayaan Platinum Jubilee Ratu Elizabeth II. Parade bendera ini awalnya dilakukan untuk memperkenalkan bendera masingmasing resimen militer kepada para tentara di medan perang Sebagaibagiandarilatihanmiliter,penjagaakanmembawabendera tersebut menyusuri jajaran resimen tersebut, supaya seluruh tentara dapatmelihatdanmengenalibenderamereka.DikutipdariHousehold Division, upacara pembawaan bendera ini diyakini pertama kali digelarpadamasakekuasaanRajaCharlesII(1660–1685).

Parade Trooping the Colour ini baru dilaksanakan sebagai perayaan hari ulang tahun resmi penguasa Inggris pada 1748, di masa kekuasaanRajaGeorgeII.Kemudian,setelahRajaGeorgeIIInaiktahta sebagai Raja Inggris pada 1760, barulah parade Trooping the Colour menjadi tradisi tahunan Sejak Raja George IV naik tahta pada 1820 hingga saat ini, parade ini hampir selalu sukses digelar setiap tahunnya.Satu-satunyatahunTroopingtheColourtidakdilaksanakan adalah pada 1955, akibat adanya demo besar-besaran oleh pekerja keretaapi -RYD

Wawancaradengan Kedubes China

ApaPesandanKesanUntukmahasiswa HIUMY?

Hari ini kami sangat senang bertemu dengan para mahasiswa mahasiswi asal dari UMY, dan melalui kegiatan ini kami melihat mahasiswa mahasiswi dari UMY itu sangat mengetahui tentang situasi hubungan antaraTiongkokdanIndonesia.Dankamipikirkelompok ini sangat penuh daya dinamika penuh energi. Menurut kami sekarang adalah waktu yang terbaik bagi hubungan Tiongkok dan Indonesia dan tahun ini pemerintahan baru Bapak Prabowo dan Gibran akan naikmenjadiPresidendanWakilPresiden.Kamipercaya setelah ini Kerjasama antara Tiongkok dan Indonesia akansemakinerat.Kegiatanhariinisangatbermanfaat bagi kita kedua belah pihak untuk saling mengetahui dan juga kemudian untuk menggali wawasan. Kami berharap untuk kedepannya kalau ada kesempatan yang lain kami juga bersedia mengundang lebih banyak teman-teman mahasiswa mahasiswi berkunjung ke kedutaan besar kami dan kita dapat berdiskusilagi.Dankamijugasangatmenyambutpara teman-teman mahasiswa mahasiswi kalau misalnya nantiberkunjungkeTiongkokdanbisamelihatTiongkok denganmatasendiri.

PojokSyiar BuahdariBerbagikepada Sesama 19

Berbagikepadasesamamerupakansalahsatuamalanmuliadalam Islam yang sangat dianjurkan oleh Allah Swt dalam Al-Quran dan hadist. Ketika kita berbagi, kita tidak hanya membantu orang lain tetapi juga mendapatkan berbagai kebaikan dan pahala dari Allah Swt. Allah menjanjikan berbagai ganjaran bagi mereka yang senantiasaberbagidanmembantusesama.

Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak cara untuk berbagi Salah satunya adalah dengan memberikan sedekah kepada mereka yang membutuhkan. Sedekah tidak selalu berupa materi, tetapi bisa juga berupa senyuman, bantuan tenaga, atau bahkan doa. Ketika kita berbagi, kita juga merasakan kebahagiaan dan ketenangan batin karenakitatelahmembantumeringankanbebanoranglain.

Salahsatubuahdariberbagikepadasesamaadalahbertambahnya rezeki kita Allah Swt berjanji akan melipatgandakan rezeki bagi mereka yang senantiasa berbagi dan membantu sesama. Selain itu, berbagi juga dapat mempererat hubungan sosial dan memperkuat talisilaturahmiantarasesamamuslim.

Olehkarenaitu,marikitaterusberupayauntukselaluberbagikepada sesama,sekecilapapunbentuknya,karenasetiapkebaikanyangkita lakukanakankembalikepadakitadalambentukyanglebihbesar. -MUS

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
IR NEWS 85 by komahi24 - Issuu