G I R I B A H A M A E X P E D I TI O N
A TALE FROM TAMBORA.
Keluarga Mahasiswa Pe cinta Alam Gir i Bahama Fakultas Geografi Un iver sitas Muham mad iyah Surakarta 2022
Kata P e ng ant a r
K e l u a rga Ma has is wa P encinta Al a m ( KM PA) Gi r i Ba h a m a m e r u p ak an u n i t kegia ta n mahas is wa di Fa k u l t a s Ge o g r a f i Un i v e r s i t a s Mu h am m a d i yah Surakarta yang berge r a k d i b i d a n g k e p e n c i n t a a l a m a n d en g an si fa t keke lua rgaan. Organis as i i n i b e r d i r i s e j a k t a h u n 1 9 9 5 sam p ai b a t a s wa ktu yang tidak ditentuk a n g u n a m e n g h i m p u n m a h a s i s w a y an g b e rk em aua n untuk belajar dan b e r k e m b a n g t e r h a d a p d u n i a k e p en ci n t a a l a man dalam pers pektif i l m u g e o g r a f i . St r u k t u r k e p e m im p i n an K MPA Giri Bahama periode 20 2 1 - 2 0 2 2 m e m p u n y a i b e b e r a p a b i d an g , sa l a h sa tunya ialah bidang o u t d o o r y a n g m a n a b e r t u g a s u n t u k m e n gelola seluruh kegiatan KM PA Gi r i Ba h a m a y a n g b er si f at k e g i a t an a la m bebas . Bidang in i m e m b a wa h i e m p a t d i v i s i b e r d asar k an j e n i s kegia ta n alam bebas yai t u d i v i s i g u n u n g r i m b a , o l a h r a g a ar u s d e ra s , panja t tebing, dan pen e l u s u r a n g u a . Bi d a n g o u t d o o r sen d i r i m e m p unyai program kerja unt u k m e n g a d a k a n k e g i a t a n e k s p e d i si d an a t a u e kspl oras i berdas arkan ga r i s b e s a r p r o g r a m k e r j a k e p e m i m p i n an t a h u n 2021-2022. Eks pedis i di Gu n u n g Ta m b o r a d i p i l i h k a r e n a d i n i l ai p u n y a da ya tarik s endiri s ebag a i s a l a h s a t u g u n u n g a p i d e n g a n l et u san p a l i n g be sar yang pernah ter c a t a t d a l a m s e j a r a h m a n u s i a . Eksp ed i si i n i m empunyai mis i untuk me m e t a k a n j a l u r p e n d a k i a n Gu n u n g Tam b o r a v ia Pa nc as ila s erta membu a t l a p o r a n p e r j a l a n a n m e n g e n a i h al - h al m e n a r i k se la ma kegiatan berla n g s u n g .
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
1
Uca p an T e r i m a kasi h
S e g e na p t i m eks pedis i mewak i l i s e l u r u h a n g g o t a Ke l u a rg a M ah asi sw a P e n c int a Ala m Giri Bahama me n g u c a p k a n b a n y a k t e r i m a k a s i h k ep ad a se l u r uh piha k yang turut mens u k s e s k a n k e g i a t a n i n i d a r i p r o s e s p er en c a n a an ke giatan, pengumpul a n d a n a , t e m a n d i p e r j a l a n a n , ser t a h a l - h al l ainnya yang s angat d i b u t u h k a n d a l a m k e g i a t a n i n i . A d ap u n p i h a k-pi hak y ang tidak dapa t d i t u l i s k a n s e l u r u h n y a d a l a m l em b ar p e n d ek i ni , kami ucapkan terim a k a s i h b a n y a k . a . F a kulta s Geografi Univers it a s M u h a m m a d i y a h Su r a k a r t a a t as d u k u n gan da n izin kegiatan in i . b . B a la i Taman Nas ional Gunun g Ta m b o r a a t a s i z i n , p e n g i n a p an , se rt a ara ha nnya di lapangan. c . A nggot a K eluarga M ahas is w a Pe n c i n t a Al a m Gi r i Ba h a m a a t as se l u r uh bimbingan dan bantua n d a l a m k e g i a t a n i n i . d . P i mpi nan Keluarga M ahas is wa Pe n c i n t a Al a m Gi r i Ba h a m a t ah u n 2 0 2 1 - 2022 yang penuh energi p o s i t i f s e t i a p s a a t . e . Ti ga a nggota ELM OBPELA y a n g m e n e m a n i p e r j a l a n a n d a r i S u r a b aya sampai M ataram. f. S e g ena p kawan-kawan Grah a p a l a Ri n j a n i a t a s t e m p a t m e n g i n ap d a n c erita -c e rita s emalamanny a . g . Ti ga te ma n baru kami (Edwi n , Lu k i , d a n Vi k o ) y a n g m e n e m an i k a m i dari pos 3 s ampai denga n Pu l a u Ba l i . h . B a ng Ipul dan M as Sams ul a t a s s e g a l a b a n t u a n d a n i l m u b a r u d i D e sa Tambora.
2
W ° b
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
D aftar Isi Kata Pengantar____________________________________1 Ucapan Terimakasi_________________________________2 Daftar Isi _________________________________________3 Profil Tim_________________________________________4 Lokasi____________________________________________6 Aksesibilitas_______________________________________7 Pendakian Via Pancasila_____________________________12 Peta Jalur Pendakian________________________________22 Perjalanan Panjang menuju Kaldera Terbesar Pulau Nusa__26 Kopi sebagai Komoditas Utama Desa Tambora___________28 Indah tapi Aduh____________________________________30 Keunikan di Balik Nama Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora__________32 Daftar Pustaka_____________________________________34
G ª ®
W
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
3
? Profil Tim FAUZAN MUHAMMAD RAFi - LODONG 256/XXV/19-GB KOORDiNATOR LAPANGAN
TRi RAHMAWAN - BAGOR 253/XXV/19-GB PERLENGKAPAN
M SHiLDAM NiWA - SAWUT 268/XXVi/20-GB DOKUMENTASi
4
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
MUHAMMAD JAWWAD RIYANTO - TEMBEL 284/XXVII/21-GB SEKRETARiS
ALFi SETiA FAJAR UTAMA - LANJAR 282/XXVii/21-GB TRANSPORTASi
SHiNTiYA NURUL BAiTi - TETEG 277/XXVi/20-GB BENDAHARA
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
5
Lokasi Gunung Tambora terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Gunung ini berada pada dua wilayah admisnistrasi kabupaten yang berbeda, yaitu Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Kabupaten Dompu di lereng sebelah barat daya dan Kabupaten Bima di lereng sebelah timur laut gunung ini. Jalur pendakian G u n u n g Tambora via Pancasila tepatnya berada di Dusun Pancasila, Desa Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat. 6
4
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
Aksesibilitas Akses untuk sampai ke Desa Tambora dari Kota Surakarta ada beberapa cara. Berikut beberapa pilihan akses yang mungkin dilakukan untuk sampai di Desa Tambora menggunakan angkutan umum: Surakarta
Surabaya
Bus atau Kereta Surakarta
Lembar Lombok
Kapal
Surakarta
Kapal
Bus
Kapal Bali
Kapal
Kec. Pekat
Bus Bima
Kapal
Desa Tambora
Bus atau ojek
Mataram
Kapal
Desa Tambora
Bus atau ojek Kec. Pekat
Bus Bali
Banyuwangi
Bus atau Kereta
Kec. Pekat
Bima
Banyuwangi
Bus atau Kereta Surakarta
Sewa Kendaraan
Surabaya
Bus atau Kereta
Mataram
Bus atau ojek Kec. Pekat
Bus
Desa Tambora
Desa Tambora
Bus atau ojek
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
7
Perjalanan Perjalanan dari Surakarta ke Desa Pancasila memakan waktu sekitar dua hari jika menggunakan kapal dari Surabaya ke Lombok kemudian menggunakan bus untuk ke Dompu atau langsung ke Desa Kadindi. Yang menarik dari perjalanan ke Tambora jika tidak langsung ke Bima, melainkan transit dulu di Lombok ialah angkutan umumnya. Dari Lombok hanya ada beberapa bus yang mempunyai rute Mataram – Dompu dan hanya ada dua bus yang mempunyai rute Mataram – Kadindi (Desa sebelum Desa Tambora). Bus yang mempunyai rute Mataram – Kadindi ini merupakan angkutan yang terkesan sudah tua dan penumpang harus mau bersempit-sempit dengan penumpang lain dan barang bawaannya. Meski terlihat kendaraan yang ekstrim namun inilah yang menjadi cerita ketika melakukan perjalanan ke Gunung Tambora. Perjalanan dari Mataram ke Desa Kadindi memakan waktu hampir 24 jam, selama itu juga penumpang harus sabar berdesakan. Selain bus ini, ada pilihan untuk menggunnakan bus yang mempunyai titik tujuan Dompu, dari Dompu nanti mencari angkutan lain yang mempunyai rute ke Kecamatan Pekat atau Desa Kadindi. Selanjutnya, dari Desa Kadindi mencari ojek atau angkutan lain untuk sampai ke Resort Pancasila.
8
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
9
10
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
Daun jati ranggas dihabisi kemarau Jatuh di lereng-lereng rasa syukur Puncak Tambora membekukan gelisah Seperti gaib embun yang raib selepas pagi Seakan bumi dan langit hanya sejengkal tangan Sungguh… Seumpama gunung ini Kita hanya sebutir pasir di lereng kelabu Lalu dibelah menjadi seribu Kecil -fz
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
11
Pendakian Via Pancasila Data jalur pendakian yang dipaparkan merupakan data yang diperoleh tim ekspedisi ketika melakukan pemetaan jalur pendakian Gunung Tambora via Pancasila dengan keterangan; menggunakan GPS Garmin 64s untuk tracking jalur dan perhitungan luas atau ketinggian dengan akurasi rata-rata 3 m. Wajar bilamana didapati perbedaan antara data yang diperoleh dengan data dari sumber yang lain. Jalur pendakian Gunung Tambora via Pancasila merupakan salah satu jalur pendakian pendakian legal yang ada di Gunung Tambora. Jalur ini merupakan jalur yang digunakan untuk sampai di ketinggian/puncak tertinggi Gunung Tambora. Di jalur pendakian ini, terdapat dua pilihan pendakian yaitu berjalan kaki dari Resort Pancasila atau menggunakan jasa ojek sampai dengan pos portal kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki. Jika dihitung dari Resort Pancasila, di jalur pendakian ini terdapat tiga pos bayangan, lima pos pendakian. dan 4 sumber air.
12
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
Resort Pancasila Resort Balai Taman Nasional Gunung Tambora terletak di Dusun Pancasila. Resort ini berguna sebagai rumah dinas pegawai taman nasional yang hendak bertugas di gunung tambora seperti pemantauan satwa, pendataan vegetasi, maupun sebagai tempat pendaki mendapatkan Surat Izin Memasuki Kawasan Konservasi (SIMAKSI).
Pos Bayangan 1 (Karombo Lako)
Pos bayangan ini mempunyai nama Karombolako, terletak pada ketinggian 528 MDPL. Pos ini berada di pertigaan jalan lokal yang digunakan warga untuk ke ladang. Terdapat satu berugaq di pos ini untuk istirahat.
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
13
Pos Bayangan 2 (Pos Portal)
Pos Bayangan 2 sering disebut oleh pendaki sebagai Pos Portal. Pos ini juga merupakan titik terjauh yang dapat diakses dengan menggunakan sepeda motor, oleh sebab itu beberapa pendaki menggunakan jasa ojek yang ada untuk mengantar sampai di pos ini dan dijemput lagi ketika turun gunung sesuai dengan kesepakatan pendaki dan jasa ojek yang dipakai. Di pos ini juga terdapat satu berugaq yang dapat digunakan sebagai tempat istirahat.
B
Apa itu Berugaq?
Berugaq merupakan sebuah bangunan dari bahan kayu tanpa dinding yang diletakkan di depan rumah, yang memiliki fungsi sebagai ruang keluarga, menerima tamu, musyawarah, begawe (pesta), makan, mengaji Al Qur’an, sholat, hingga duduk-duduk santai[2]. Letakk berugaq yang berada diluar rumah serta tidak mempunyai dinding juga mempunyai nilai filosofis dimana masyarakat setempat mempunyai sifat terbuka dan ramah. Di jalur pendakian sendiri, berugaq berfungsi sebagai tempat istirahat serta pertemuan antar pendaki untuk saling berbicara atau sebatas berkenalan.
Pos 1
Pos 1 berada di ketinggian 1086 MDPL. Terdapat dua berugak yang digunakan untuk istirahat. Sejauh kurang lebih 20 m ke arah barat laut (320˚) terdapat sumber air. Sumber air ini dialirkan menggunnakan pipa dan ditampung di bak tampung berbentuk tabung. Vegetasi yang dapat ditemui selama perjalanan sampai dengan pos 1 berupa alang-alang, semak belukar, kebun kopi, pakis hutan, paku-pakuan, dan pohon berkayu besar lainnya. Pos ini mempunyai luas sekitar 55 m2.
14
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
Sumber Air 1
Pos Bayangan 3 (Pos Ra’u) Pos Ra’u merupakan pos bayangan yang terdapat diantara Pos 1 dan Pos 2. Terdapat sebuah berugak yang terdapat di pos ini. Di sekitar jalur menuju pos ini terdapat banyak pakis hutan yang dapat diolah dan dikonsumsi.
Diplazium esculemtum
Paku/pakis sayur (Diplazium esculentum) merupakan tumbuhan dengan jenis paku-pakuan (Pteridophyta) yang dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli daerah tropis dan sub tropis benua Asia. Masyarakat Indonesia sering memanfaatkan tumbuhan ini untuk berbagai olahan seperti cah pakis, gulai pakis, atau sayur pakis lainnya bahkan hanya untuk sekadar lalapan. Tumbuhan ini juga banyak mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh seperti lipida, protein, karbohidrat, vitamin, serat, dan mineral seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), zat besi (Ze), tembaga (Cu) dan mineral lainnya[2]
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
15
Pos 2
Pos 2 berada di dekat sungai yang sekaligus menjadi sumber air yang dapat digunakan selama pendakian. Pos ini berada di ketinggian 1266 MDPL dengan luas sekitar 32 m2. Di pos ini terdapat satu berugak namun berugak tersebut sudah roboh. Pos ini dapat digunakan berkemah untuk 4-5 tenda berkapasitas 4 orang. Di sekitar pos ini terdapat pakis hutan, di sekitar sungai terdapat banyak begonia hutan yang dapat dikonsumsi sebagai camilan.
Begonia
Tumbuhan ini mempunyai nama ilmiah Begonia hirtella Link. Tumbuh di tempat yang lembab dan agak tebuka, pinggiran hutan, pinggiran sungai dan pematang sawah. Tumbuhan jenis ini mempunyai rasa asam san sering digunakan untuk sedapan[4]. Bagian yang dapat dikonsumsi ialah batangnya, dengan mengupas kulit batang dan membersihkannya dari kotoran yang sekiranya ada, batag begonia sudah dapat dimakan. Selain mempunyai rasa asam, batag begonia sendiri mengandung banyak air.
16
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
Pos 3
Pos 3 merupakan pos yang sering digunakan pendaki untuk mendirikan kemah. Selain jarak menuju puncak yang tidak terlalu, pos ini memiliki sumber air yang berjarak sekitar 100 m serta 2 berugak dan dua papan kayu yang dapat digunakan untuk mendirikan tenda di atasnya untuk menghindari babi hutan. Vegetasi di sekitar pos ini adalah pakis hutan, cemara gunung, alang-alang, dan pohon-pohon berkayu sedang lainnya. Selain babi hutan, bahaya yang ada di pos ini adalah banyaknya pohon mati yang telah mengering dan beresiko roboh sewaktu-waktu. Jika beruntung, di pos 3 bisa ditemukan rusa yang hidup di Gunung Tambora. Pos ini berada di ketinggian 1605 MDPL dengan luas sekitar 246 m2 yang mampu menampung tenda kapasitas 4 sebanyak kurang lebih 15 tenda.
Pos 4
Pos 4 berada di puncak salah satu punggungan dengan luas hanya sekitar 16 m2. Di sekitar pos ini banyak terdapat pohon cemara gunung dan tumbuhan jelatang (masyarakat setempat menyebutnya lateng/jelateng) yang mana dapat menimbulkan rasa gatal bahkan seperti terbakar jika terkena pada kulit. Pos ini berada di ketinggian 1861 MDPL.
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
17
Jelateng (Urtica dioca)
Jelateng/jelatang/lateng merupakan tumbuhan berbunga yang temasuk dalam keluarga Urticaceae. Beberapa subspesies tumbuhan ini mempunyai bulu/rambut halus dimana dapat menyebabkan rasa gatal dengan bekas ruam jika terjadi kontak dengan kulit. Rambut ini disebut trikoma yang tersebar di daun dan batang tumbuhan. Rambut ini bertindak sebagai jarum hipodermik yang menyuntikkan histamin dan bahan kimia lain
Pos 5 Pos 5 berada di punggungan sebelum menuruni lembah dan menyeberangi sungai. Sungai yang terdapat di bawah pos 5 juga dapat menjadi sumber air. Jika menyusuri sungai ke atas, akan sampai di cerukan seperti gua yang terdapat air yang lebih jernih daripada di badan sungai di bawahnya. Pos ini berada di ketinggian 2046 MDPL dengan luas sekitar 191 m2. Di dekat sungai yang berada di bawah Pos 5 ini juga sering digunakan pendaki untuk berkemah atau mendirikan tenda. Meski area pos ini cukup luas namun banyak tempat yang miring dan ditutupi alang-alang.
18
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
Cerukan menyerupai gua yang ada di hulu dari sungai yang terdapat di sebelah bawah Pos 5. Air yang terdapat di sungai ini tidak terlalu bersih karena banyak terdapat sampah di sepanjang sungai tersebut.
] Direkomendasikan untuk menyaring air yang diambil dan hendak dikonsumsi jika air tersebut berwarna/keruh. Serta disarankan tidak diambil bila air tersebut berbau kurang sedap.
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
19
Memoriam
Memoriam atau sering disebut pendaki lokal sebagai “kuburan” ialah tempat dimana terdapat markah sebagai tanda untuk korban yang dulu pernah meninggal di gunung ini. Di sekitar tempat ini sering digunakan untuk berkemah oleh pendaki karena tempatnya yang terbuka, luas dan dekat dengan puncak. Vegetasi di tempat ini didominasi oleh alang-alang, beberapa bunga Edelweiss, tumbuhan perdu dan sedikit cemara gunung.
Jalan menuju puncak dari memoriam
20
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
Kaldera Gunung Tambora
Apa itu kaldera? Kaldera adalah lubang besar seperti kuali berukuran lebih dari 2km yang terbentuk tak lama setelah pengosongan ruang dapur magma dalam erupsi eksplosif gunungapi. Ketika volume besar magma di erupsikan dalam waktu singkat, dukungan struktural untuk batuan di atas dapur magma hilang. Permukaan kawah kemudian runtuh ke bawah ke dalam ruang dapur magma yang dikosongkan atau sebagian dikosongkan akibat erupsi, yang meninggalkan depresi besar di permukaan (berdiameter satu hingga puluhan kilometer). Meskipun kadang-kadang digambarkan sebagai kawah, fitur ini sebenarnya adalah jenis lubang pembuangan, karena terbentuk melalui penurunan dan keruntuhan, bukan karena erupsi atau benturan[1].
] Puncak
Puncak Gunung Tambora jalur Pancasila terletak di sisi barat dari kaldera gunung tersebut dengan ketinggian 2725 MDPL. Di sekitarnya terdapat lereng dengan kemiringan yang curam. Medan yang dilalui untuk mencapai puncak dari memoriam merupakan medan berbatu dan berpasir.
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
21
Peta Pendakian gunung tambora via pancasila
PINDAI QR CODE DISAMPING UNTUK MENGUNDUH PETA YANG PUNYA REFERENSI SPASIAL.
22
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
23
F resort pancasila ± 5 Jam
pos 1 ± 2 Jam
pos 2 ± 4,5 Jam
pos 3 ± 1 Jam
pos 4 ± 1/4 Jam
pos 5 ± 4 Jam
puncak
24
Perhitungan waktu ini dihitung ketika berjalan kaki normal atau tidak terburu-buru dengan kondisi badan yang baik dan beban barang bawaan tidak lebih dari kemampuan.
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
25
Perjalanan Panjang Menuju Kaldera Terbesar Pulau Nusa Oleh: Shintiya Nurul Baiti
Sepenggal kisah perjalanan dari tim Giri Bahama Expedition: A Tale of Tambora pada akhir bulan Mei sampai Juni 2022 menuju salah satu keindahan alam Indonesia yang menakjubkan di Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat yaitu Gunung Tambora. Menilik dari sejarahnya Gunung Tambora dulunya merupakan gunungapi aktif, letusannya pada April 1815 mempengaruhi sejarah Indonesia bahkan dunia. Letusan dengan skala 7 Volcanic Explosivity Index (VEI) tersebut meninggalkan lubang kaldera sedalam 1,1 km dengan diameter 7 km dan menanggalkan hampir separuh dari bagian gunung Tambora yang bermula dengan ketinggian 4.300 MDPL hanya tinggal 2851 MDPL. Tidak hanya itu letusan dasyat yang terjadi juga menggulung tiga kerajaan di bawwah kaki Gunung Tambora sekaligus yaitu Kerajaan Pekat, Sanggar dan Tambora hingga peradaban yang ada disana musnah. Budaya budaya yang ada dan tumbuh pada masa sebelum letusan juga ikut terkubur hampir tidak tersisa dan peradaban yang sekarang berbeda jauh dengan yang dulu. Kaldera dan puncak Tambora sangatlah apik butuh perjuangan, pengorbanan dan perjalanan yang cukup panjang menuju kesana. Perjalanan dimulai dari tim expedisi yang berjumlah 6 orang berangkat dari Pulau Jawa bagian tengah, jalur darat dan merupakan pilihan jalur perjalanan yang dipilih teman teman. Bus dan kapal menemani kami selama perjalanan menuju basecamp Taman Nasional Gunung Tambora selama 4 hari. Perjalanan mengesankan menemani kami, bertemu orang orang yang dari lingkungan sendiri saat di Pelabuhan Tanjung Perak dan ternyata mempunyai tujuan yang sama membuat kami lebih akrab dengan mereka, kita berpisah setelah sampai di Pelabuahan Lembar untuk menuju tujuan yang berbeda. Perjalanan yang tidak kalah mengesankan dan cukup mengejutkan juga terjadi di hari esoknya, kami naik bus kecil di terminal Mataram untuk menuju desa Kandidi. Orang orang lokal dengan bus tua yang masih beroperasi dan memuat barang barang kebutuhan yang dikirim menggunakan bus tersebut, 400 km lebih jalanan aspal ditempuh membutuhkan waktu 26 KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
hampir 25 jam dalam bus tersebut. Mogok dan kerusakan mesin juga tejadi 4 kali membuat penumpang rehat sebentar dan melihat pemandangan savana yang memanjakan mata dari sesaknya duduk bersama barang barang. Desa Kadindi merupakan tujuan akhir dari bus tua Sumber Rejeki yang masih berjalak 5 km dari basecamp, berjalan kaki sambil mencari tumpangan kami lakukan untuk menuju basecamp. Perjalanan yang dinanti nanti telah tiba, hari dimana kami menapakkan kaki di sepanjang jalur menuju kaldera dan puncak Tambora yang gagah. Jalur yang dipilih yaitu via Desa Pancasila, pergerakan dimulai dari resort Taman Nasional Gunung Tambora jam10.00 WITA dan melewati Kampung Bali sebelum masuk hutan, perjalanan hari itu kami akhiri di pos III jam 02.00 WITA (lewat tengah malam). Kami melanjutkan perjalanan menuju kaldera dan puncak Tambora saat pagi menjelang siang dan mencapai gagahnya puncak Tambora menjelang magrib. Trek berpasasir setelah memoriam membuat kami harus berjalan dengan hati hati agar tidak tergelincir. Saat itu hanya ada tim kami dan satu rombongan dari Lombok berjumlah 3 orang yang naik ke puncak. Pemandangan yang luar biasa tersuguhkan dimana pelangi menghiasi kaldera Tambora sebelum kabut tipis dan gelap datang, dari puncak Tambora kami disuguhkan pemandangan laut dan pulau yang indah. Malam hari di camp pos 3 seekor rusa jantan yang menjadi ikon dari Taman Nasional Gunung Tambora terlihat. Total perjalanan naik dan turun kurang lebih 60 km ditempuh. Disisi keindahan kaldera dan puncak Tambora terdapat kekecewaan terhadap sampah sampah yang berserakan karena kurangnya kesadaran pendaki juga adanya penebangan liar yang dilakukan oleh warga lokal. Menggali informasi sebagi bentuk untuk mengetahui keseharian warga lokal dan jejak-jejak budaya lama sebelum Tambora meletus menemui kekecewaan juga karena hanya sedikit informasi yang kami dapatkan. Kunjungan ke rumah belanda sebagai tempat hasil galian sisa sisa letusan juga tidak menghasilkan karena penjaga rumah tidak ada disana. Tambora benar benar meninggalkan misteri yang belum semua terungkap, mengubur semua kebudayaan dan peradaban saat itu. KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
27
Kopi Sebagai Komoditas Utama Desa Tambora Oleh: Tri Rahmawan
Desa Tambora adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tengara Barat. Desa Tambora tentu sangat familiar bagi kita semua yaitu salah satu gerbang pendakian menuju Gunung Tambora Via Pancasila. Desa Tambora merupakan salah satu desa penghasilkan kopi di Wilayah Indonesia. Kopi yang dihasilkan yaitu Coffea canephora atau yang kita kenal sebagai kopi robusta, dimana kopi dengan jenis robusta adalah jenis kopi yang tumbuh baik di ketinggian 400-700 meter. Masyarakat Desa Tambora sangat menggantungkan pendapatan mereka dari komoditas kopi tersebut, karena sebagian besar wilayah Desa Tambora merupakan perkebunan kopi. Perkebunan kopi tersebut merupakan peninggalan Belanda dan terdapat pabrik penggilingan kopi di wilayah tersebut yang jika musim panen pabrik tersebut masih difungsikan sampai saat ini. Pemerintah daerah sangat mendukung pengrajin kopi di Desa Tambora dan memberikan bantuan berupa lahan yang dipergunakan untuk membesarkan perkebunan kopi. Masyarakat Desa Tambora sangat berpotensi untuk meningkatkan pendapatan melalui kopi ini, hal tersebut didukung oleh beberapa masyarakat selaku pengrajin kopi yang telah membuka kafe untuk menyediakan berbagai kopi termasuk kopi daerah yaitu kopi Desa Tambora. Dengan adanya usaha ini diharapkan masyarakat dari daerah luar atau pelaku wisata pendakian Gunung Tambora yang mendaki Via Pancasila bisa merasakan dan menikmati kehangatan dari kopi tersebut. 28
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
waktu subuh fajar pun merekah diturunkan Allah bala celaka adalah pada waktu tengah malam meletuplah bunyi seperti meriam habislah terkejut sekalian alam serasa dunia bagaikan karam pasir disangka hujan yang rintik jatuh di atap bunyinya mengertik hari yang terang kelam berbalik air yang hilir menjadi mudik …abu yang turun sebagai ribut rupanya alam kelam kabut datangnya banjir mudik dari laut terdampar ke darat perahu hanyut …asalnya konon Allah Taala marah perbuatan Sultan Raja Tambora membunuh tuan haji menumpahkan darah kuranglah pikir dan kira-kira[5]
- Syair Kerajaan Bima sebagai saksi letusan Gunung Tambora 1815 silam
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
39
Indah tapi Aduh Oleh: Fauzan Rafi
Tambora. Gunung yang menyimpan salah satu sejarah aktivitas vulkanik terbesar sepanjang sejarah manusia. Gunung dengan nama “Tambora” yang menurut masyarakat tersusun dari dua kata, “ta” berarti mengajak atau ajakan dan “mbora” berarti hilang sehigga secara harfiah nama Tambora berarti ajakan untuk menghilang. Hal ini dapat berhubungan dengan letusan besarnya pada 10 April 1815 silam yang melenyapkan apa saja yang ada di lerengnya. Gunung ini mempunyai empat jalur pendakian yaitu Doro Ncanga dan Pancasila di Kabupaten Dompu, serta Piong dan Kawinda Toi, di Kabupaten Bima. Jalur Pendakian via Pancasila merupakan jalur pendakian yang cukup panjang yaitu sekitar tiga puluh dua kilometer dihitung dari Resort Pancasila. Mendaki di Gunung Tambora melalui jalur Pancasila tidak bisa disamakan dengan mendaki di gunung-gunung lainnya, pasalnya di awal jalur saja hanya mempunyai ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut, disana tidak dapat ditemui suasana pendakian gunung seperti di Jawa, tidak ada hawa dingin di basecamp, tidak ada menggigil dan berebut selimut. Tapi inilah yang membuat Tambora spesial, dengan suasana yang berbeda serta usaha penuh perjuangan untuk menapakinya sungguh tidak bisa dilupakan begitu saja. Di awal jalur sudah disuguhkan dengan aktivitas masyarakat dengan keramahannya. Selanjutnya akan melewati kebun kopi yang sangat luas lalu ketika telah memasuki kawasan hutan akan dimanjakan oleh pohon-pohon besar dan tumbuhan yang lebat. Sampai di Pos 3 barulah akan dapat ditemui suasana dingin khas pegunungan. Disana dapat dilihat pohon-pohon mengering yang masih berdiri, alang-alang yang berwarna hijau semu kuning. Semakin tinggi berjalan, akan ditemui pohon cemara gunung yang sungguh tinggi dan besar. Kabarnya, dulu jumlah cemara yang ada leboh banyak dibanding sekarang, hal ini diakibatkan oleh kebakaran hutan pada tahun 2019 lalu. Selain pohon cemara, tumbuhan jelatang juga akan menyambut di kiri-kanan jalan dari Pos 3 ke Pos 5. Tumbuhan yang dapat menyebabkan sensasi gatal jika terkena kulit ini tumbuh subur setelah kebakaran tahun itu juga. Setelah melewati Pos 5 dan telah melewati batas vegetasi, medan yang dilewati akan berubah menjadi berbatu dan berpasir dan ragam tumbuhan hanya bunga edelweiss dan alang-alang sampai di puncak. Dari puncak, dapat disaksikan mahakarya alam yang sungguh besar yaitu kaldera yang luas dan memukau mata. Ya. Tambora benar-benar indah Tapi…. Banyak hal ganjil yang ada di Tambora. Wajar saja jika ada pernyataan di media sosial jika seseorang tersesat ketika mendaki gunung di Indonesia maka cukup ikutilah jejak sampah yang ada. Ini terjadi di Tambora, sepanjang jalur pendakian banyak ditemui sampah-sam30
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
pah pendaki. Sampah paling banyak ditemukan di setiap pos, tempat-tempat yang sering digunakan berkemah dan sekitar sumber air. Sampah bukanlah masalah sepele sebatas menjaga agar lingkungan tetap bersih, lebih jauh lagi sampah dapat berdampak lebih besar seperti mencemari tanah dan air, bahkan argumen jika kebakaran hutan disebabkan oleh sampah plastik dapat masuk akal. Dimana ada sampah plastik yang menahan dan menampung air hujan atau air lainnya kemudian air yang terperangkap tidak menguap atau hilang ke tanah ketika kemarau dapat berperan seperti kaca pembesar atau lup yang memusatkan cahaya matahari dan bila dibawahnya terdapat rumput atau daun-daun kering maka kebakaran karena sampah plastik bukanlah tidak mungkin. Oleh sebab itu, siapapun yang membaca tulisan ini baik pendaki atau bukan, baik hendak mendaki atau tidak, tolong.. simpanlah sendiri sampahmu. Disamping sampah, hal yang dilematis selanjutnya ialah illegal logging yang terdapat di lereng Tambora. Bahkan sampai di Pos 3, raungan gergaji mesin masih dapat terdengar. Menurut salah seorang kawan yang paham mengenai masalah penebangan liar di daerah tersebut, hal ini berkaitan dengan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga hutan serta karena batas konservasi di Tambora tidak sampai ke hutan di lerengnya melainkan hanya dari puncak sampai setelah Pos 3- lah yang menjadi kawasan konservasi disana. Hal ini bukanlah hal yang mudah untuk diselesaikan karena menyangkut pekerjaan orang banyak, oleh karena itu banyak elemen yang harus bahu-membahu menyelamatkan hutan serta memberikan solusi terhadap penebang pohon nantinya. Baik dari pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak lainnya. Salam Lestari!! KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
31
Keunikan di Balik Nama Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora Oleh: M Shildam Niwa
Keindahan Pulau Sumbawa pasti sudah tidak dapat diragukan lagi, terlebih lagi dengan keindahan Gunung Tambora yang sudah tidak asing lagi oleh para pendaki. Gunung Tambora yang terletak di antara Kabupaten Dompu dan Bima di Pulau Sumbawa. Gunung Tambora sendiri memiliki catata sejarah yang cukup dikenal oleh dunia dengan letusan dahsyatnya pada tahun 1815 telah menghilangkan hampir separuh ketinggian dari 4.300 mdpl menjadi 2.851 mdpl dan menyisakan kaldera terluas di Indonesia. Gunung Tambora memiliki lima jalur pendakian resmi yaitu jalur pendakian via Doropeti, via Kawinda Toi, via Piong, via Doro Ncanga dan via Desa Pancasila. Untuk jalur pendakian yang sering dilalui oleh pendaki atau jalur pendakian favorit oleh pendaki yaitu via Desa Pancasila. Desa Pancasila memiliki cerita unik serta cukup bermakna mengapa desa ini dinamai Desa Pancasila. Desa Pancasila, desa yang penduduknya adalah transmigran dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti dari wilayah Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulai Sulawesi, Pulau Bima dan masing banyak lagi. Petugas registrasi pendakian Gunung Tambora dan pemilik penginapan di basecamp Desa Pancasila, Syaiful Basri, menuturkan bahwa dahulu, tepatnya saat zaman Soeharto, terjadi pemerataan penduduk. Pemberian nama “Pancasila” terjadi sekitar tahun 1980-an oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) pada saat itu. Penyamatan nama “Pancasila” dilakukan karena beragamnya suku bangsa penduduk di desa tersebut, namun para penduduk disana yang cukup beragam tinggal dengan cukup rukun dan saling bertoleransi satu dengan yang lainnya. “Dari awal desa ini tumbuh, sekitar tahun 1970-an, kerukunan antar suku bangsa benar-benar dijunjung. Desa yang isinya para transmigran bisa rukun,” ungkap Syaiful.
32
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
Para pendaki yang ingin mendaki Gunung Tambora via Desa Pancasila dapat menggunakan bus atau kendaraan pribadi karena akses menuju desa tersebut masih terbilang cukup terbatas. Bus ke Desa Pancasila sangatlah susah, hanya ada satu bus dan itu berangkat jam 7 pagi dari Terminal Mandilika. Terdapat dua opsi menuju ke sana menggunakan bus, terdapat bus yang hanya menuju Kota Bima lalu untuk melanjutkan perjalanan ke Desa Pancasila dapat ditempuh dengan menyewa mobil atau bus kembali hingga ke Desa Pancasila. Perjalanan dari Bima ke Desa Pancasial membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam. Lalu untuk opsi kedua yaitu menggunakan bus dari Terminal Mandalika yang langsung menuju ke Calabai yaitu desa sebelum Desa Pancasila, dan perjalanan menuju Desa Pancasila membutuhkan waktu sekitar satu
hari
perjalanan
namun
selama
perjalan
disuguhkan dengan keindahan Pulau Sumbawa yang cukup menawan. Untuk menuju Desa Pancasila dapat ditempuh dengan jalan kaki atau dengan menyewa ojek dengan kisaran harga Rp. 10.000 – Rp. 20.000. Desa ini terbilang cukup unik, di sana hanya terdapat beberapa rumah saja. Rumah-rumah tersebut mengelilingi sebuah lapangan besar di tengah desa, satu sisinya terdapat sebuah masjid berukuran besar. Sementara itu, sudut-sudut lain lapangan tersebut kerap dijadikan sebagai tempat untuk para sapi mencari makan. Desa Pancasila yang berada pada ketinggian sekitar 600 meter dari permukaan laut (mdpl).
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022
33
DAFTAR PUSTAKA [1] MAGMA Indonesia, “Kaldera,” kaldera, 2021. https://magma.esdm.go.id/v1/edukasi/glossary/kaldera [2] D. Priyanto and R. Azhar, “Sistem Informasi Bale Adat dan Berugaq Suku Sasak Lombok Berbasis Konten Bergerak,” no. September, pp. 13–16, 2017. [3] D. K. Pratoko, “Paku Sayur (Diplazium esculentum) ‘Terabaikan’ Namun Tidak Bisa ‘Diabaikan,’” Kanal Pengetahuan Farmasi Universitas
Gajah
Mada,
2022.
https://kanalpengetahuan.farma-
s i . u g m . a c . i d / 2 0 2 2 / 0 1 / 1 2 / p a ku-sayur-diplazium-esculentum-terabaikan-namun-tidak-bisa-diabaikan/ [4] D. Girmansyah and B. Botani, “Begonia hirtella Link di Jawa,” pp. 343–347, 2014. [5] S. Sudibyo, “Letusan Gunung dan Persepsi Sang Pujangga: Kesaksian Teks Bima, Jawa, dan Melayu Abad ke-19,” Manuskripta, vol. 9, no. 1, 2019, doi: 10.33656/manuskripta.v9i1.133.
34
KMPA giri bahama fakultas geografi UNiversitas Muhammadiyah Surakarta-juli 2022