Skip to main content

BULETIN MOZAIK EDISI 2 2023

Page 1

TIM REDAKSI

Ketua HIMA PBSI Intan Latifah Nuratmojo Pemimpin Redaksi Dwi Citra Annisa Utami Redaktur Pelaksana Endah Permatasari Angela Merici T.N.A. Redaktur ‘Afifuddin Angela Merici T.N.A. Apriliya Dita Ashetria Noviska Ramadhani Dwi Citra Annisa Utami Endah Permatasari Ghiovita Fatika Putri Ibnu Syahid Ismail Nanda Amala Riski Artistik Endah Permatasari Angela Merici T.N.A. Dwi Citra Annisa Utami Sirkulasi Dwitya Fina Khoirunnisa Alamat Gedung PKM FBSB Lt 2 Karangmalang, Yogyakarta 55281 Email himapbsiuny@gmail.com Web Mediahimapbsiuny.wordpress.com

Mozaik | 2


Buletin Mozaik Edisi 2 tahun 2023 telah melalui proses yang cukup p­anjang sampai akhirnya berhasil diterbitkan secara online. Membawakan tema “Generasi Muda Berbahasa dan Berbudaya”, Buletin Mozaik Edisi 2 kembali menghadirkan nuansa baru dalam mendampingi pembaca menyusuri perjalanan panjang mengenai beragam eksplorasi aktivitas penuh makna. Pada Buletin Mozaik Edisi 2 ini, pembaca diajak turut mengenal ­kegiatan yang sudah terlaksana dalam masa akhir kepengurusan HIMA PBSI ­Kabinet Cakragata. Segala pengalaman yang telah berlalu tentu menorehkan k­ esan yang mendalam bagi siapa saja yang melaluinya. Oleh karena itu, ­Buletin Mozaik ­ ­ Edisi 2 akan membawa pembaca merasakan kilas balik terhadap ­momen-momen tersebut melalui susunan bacaan yang sederhana. Segala karya tulis oleh mahasiswa PBSI yang dimuat dalam Buletin Edisi 2 ini menunjukkan keterlibatan mahasiswa yang ingin berbagi rasa kepada para pembaca. Walaupun harus berubah wujud, warna, atau struktur di masa depan nanti, Buletin Mozaik akan selalu hadir menyertai para pembaca untuk m ­ emberikan informasi sekaligus menjadi sebuah wadah yang mampu menampung ide serta kreativitas seluruh mahasiswa PBSI, dengan demikian, Buletin Mozaik akan memiliki tujuan tetap sehingga dapat terus dilestarikan ­kebermanfaatannya bagi sesama. Harapan teruntuk para pembaca, yaitu semoga segala hal baik ­selalu menyertai kita semua di manapun kita berada sampai nanti ketika ­Buletin Mozaik mendapat kesempatan lahir kembali.

Tim Redaksi

Mozaik | 3


B

ahasa dan budaya merupakan dua hal yang saling berkaitan. Bahasa menjadi sebuah jalan untuk dapat memahami adanya budaya. Saat ini, generasi muda dihadapkan dengan ­tantangan besar yaitu untuk dapat tetap menjaga keberagaman budaya dan keberlangsungan penggunaan bahasa dengan baik. Era globalisasi memberikan tantangan yang besar bagi generasi muda untuk dapat melestarikan budaya dan bahasa dengan adanya berbagai kemajuan yang j­ustru dapat menggeser kearifan-kearifan lokal. Tanggung jawab yang dimiliki generasi muda tidak hanya tentang mempertahankan budaya, namun juga menciptakan atau membawa identitas baik ­Indonesia ke mata dunia sebagai bentuk usaha pelestarian bahasa dan budaya Indonesia. Karenanya, ­peran ­serta kepekaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya yang diwarisinya menjadi hal yang ­sangat krusial. Budaya merupakan jati diri yang dimiliki oleh suatu bangsa. Hal tersebut karena budaya dapat menggambarkan bagaimana suatu bangsa berkembang dan menjalani kehidupannya dari masa ke masa. Setiap negara atau wilayah tentunya memiliki kebudayaan yang berbeda dan menjadikannya identitas masing-masing bangsa. Generasi muda Indonesia merupakan pewaris dari budaya-­budaya yang ada di Indonesia. Mereka tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk membangun masa ­depan namun juga memiliki tanggung jawab untuk melestarikan budaya Indonesia yang merupakan identitas dan jati diri penting bagi bangsa Indonesia. Generasi muda dapat menciptakan inovasi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman yang tentunya tetap mempertimbangkan nilai-nilai luhur dalam budaya. Hal tersebut sebagai bentuk upaya pelestarian budaya agar dapat diterima dan dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang ada. Selain bahasa nasional yang wajib dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda, bahasa ibu atau bahasa daerah menjadi bahasa yang tak kalah pentingnya untuk dijaga. Seperti yang sudah disebutkan bahwa bahasa dan budaya merupakan dua hal yang s­aling ­berkaitan, dimana bahasa menjadi alat penting bagi seseorang dapat memahami ­kebudayaan. ­Penguasaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah bukan hanya digunakan sebagai alat k­ omunikasi ­namun juga berperan penting untuk menggali dan memahami makna yang ada pada budaya Indonesia. Globalisasi dengan segala kemajuannya yang pesat tak jarang membuat bahasa ­ ­Indonesia dan b­ ahasa daerah menjadi tergeser dengan bahasa-bahasa asing maupun penggunaan bahasa ­Indonesia tidak benar. Adanya hubungan emosional generasi muda dengan bahasa Indonesia dan bahasa daerah akan semakin menyadarkan tanggung jawab untuk melestarikannya. Dengan ­melestarikan bahasa Indonesia dan bahasa daerah, generasi muda juga akan dapat menjaga akar budaya yang dimiliki. Untuk dapat melestarikan bahasa dan budaya dengan baik, tentunya generasi muda tidak dapat bergerak sendiri. Perlu bantuan dari orang tua dan lembaga pendidikan untuk m ­ enanamkan kepedulian tersebut sejak dini. Peran pemerintah serta dukungan masyarakat dalam ­menciptakan lingkungan yang mendukung juga sangat penting untuk dapat bersama menjaga bahasa dan ­budaya Indonesia. Dengan melestarikan budaya dan bahasa, generasi muda turut menjaga serta ­memperkenalkan identitas bangsa di mata dunia. Generasi muda dapat menjadi pilar yang mampu membawa bahasa dan budaya yang dimilikinya menuju masa depan dengan berbagai tantangan perubahan zaman.

• Dwi Citra Annisa Utami. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Kelas B Angkatan 2021.

Mozaik | 4


L

okakarya #2 telah sukses dilaksanakan pada Sabtu 21 Oktober bertempat di ruang Cine Club FBSB UNY. ­Lokakarya kali mengambil cerpen sebagai pilihan untuk dibahas dan dipelajari lebih dalam, dengan mengusung tema Tema “Mengukir Cita dalam Cerita”. Melalui wawancara singkat dengan salah satu penanggung jawab lokakarya, Ibnu Syahid, mengungkapkan bahwa tema tersebut dipilih dengan harapan seluruh peserta nantinya dapat menuliskan angan, tujuan, ataupun imajinasi yang dimilikinya ke dalam hal yang lebih bermanfaat salah satunya dalam hal ini adalah cerpen sebagai media. Acara dimulai dengan sambutan dari ketua HIMA PBSI 2023 dan ketua pelaksana Bulan Bahasa 2023, kemudian dilanjutkan dengan penyampain materi oleh narasumber yaitu Risda Nur Widia. Beliau adalah seorang cerpenis dan penulis buku. Selain memberikan materi, narasumber juga membedah salah satu cerpen yang telah dikirim oleh peserta. Narasumber juga mengajak peserta untuk menulis cerpen. Adapun pembeda kegiatan Lokakarya dari tahun sebelumnya adalah topik yang diangkat. Topik cerpen yang ­diangkat pada tahun ini berbeda dari tahun lalu yang memfokuskan pada puisi. Selain itu, target peserta yang m ­ eluas yaitu melingkupi seluruh mahasiswa FBSB UNY. Ibnu syahid sebagai penanggung jawab juga ­menjelaskan ­mengenai persiapan sebelum diselenggarakannya lokakarya kali ini, “Hal yang dipersiapkan tentu konsep yang matang agar ­ketika eksekusi tidak terjadi kendala yang berarti baik dalam persiapan maupun ketika hari pelaksanaan”. ­Selain ­konsep, dibutuhkan pula kesiapan untuk menghadapi hal-hal yang tidak terduga agar dapat mengantisipasi ­segala ­kemungkinan yang akan terjadi. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan wadah bagi mahasiswa FBSB UNY agar dapat memperoleh wawasan dan pengalaman sesuai topik yang diangkat dan bersumber dari ­pembicara yang berkompeten. Penanggung jawab dari Lokakarya mengutarakan bahwa kegiatan ini sangat berkesan dan memberikan ­pengalaman yang berarti untuknya karena melalui acara ini ia dapat berkesempatan mengelola suatu acara yang dapat memberi manfaat bagi banyak orang. • Ghiovita Fatika Putri. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Kelas A Angkatan 2022.

Mozaik | 5


H

IMA PBSI UNY telah melaksanakan kegiatan Lomba Baca Puisi Tingkat DIY-Jateng yang diselenggarakan di ruang seminar gedung M ­ oh. Yamin PLA Lantai 3 FBSB UNY pada 22 Oktober 2023. Lomba baca puisi ini merupakan salah satu acara dalam serangkaian Bulan Bahasa HIMA PBSI UNY 2023. Melalui wawancara bersama Az-Zahra Rahma dan Qois Mustaghfiri selaku penanggung jawab program ­kerja lomba baca puisi menjelaskan bahwa lomba baca puisi merupakan salah satu program kerja dari Divisi Bakat dan Minat yang dilaksanakan setiap tahunnya. Lomba baca puisi ini bertujuan untuk mewadahi bakat siswa-siswi tingkat DIY dan Jawa Tengah dalam bidang baca puisi. Tidak seperti tahun sebelumnya yang cakupan ­pesertanya nasional, tahun ini lomba baca puisi hanya membuka pendaftaran bagi siswa-siswi SMA sederajat yang berada di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Selain itu, di tahun ini tidak diadakannya kelas baca puisi namun diganti dengan evaluasi yang diberikan oleh juri. Lomba baca puisi di tahun ini dilaksanakan secara offline tidak seperti tahun lalu yang masih dilaksanakan secara online. Tema yang diusung untuk lomba baca p­ uisi di t­ ahun ini adalah “Budaya” dengan tagline ­ “Lantunan Syair Budaya Kala Puisi Bercerita”. Tujuan dari ­ ­ pemilihan tema dan tagline ini adalah untuk turut serta m ­ elestarikan budaya di Indonesia melalui pembacaan puisi yang ­ selaras dengan program studi Pendidikan Bahasa dan ­ Sastra I­ndonesia, selain itu tema ini disesuaikan dengan bagian dari tema besar serangkaian Bulan Bahasa PBSI UNY 2023. Persiapan lomba baca puisi tahun ini bisa ­dibilang cukup singkat dan lumayan hectic karena perkiraan ­waktunya yang kurang tepat sehingga perlu tenaga lebih ekstra. Banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk ­lomba ini. Misalnya juri, pilihan puisi yang akan dibacakan, tempat untuk menyelenggarakan acaranya, benefit bagi

peserta yang berpartisipasi, dan waktu yang disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan lain. Diadakannya lomba baca puisi ini diharapkan mampu mewadahi dan memfasilitasi bakat-bakat yang dimiliki oleh siswa-siswi SMA, karena salah satu cara untuk melestarikan budaya yang ada adalah dengan membaca puisi. Dari lomba ini juga diharapkan mampu memunculkan minat dan mampu mengembangkan bakat di bidang puisi dan pembacaan puisi.

• Endah Permatasari. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Kelas C Angkatan 2022.

Mozaik | 6


Y

ogyakarta—Salah satu kegiatan yang ada dalam serangkaian Bulan Bahasa PBSI UNY yaitu Lomba Pembawa ­Acara ­telah sukses terselenggara dalam dua babak. B ­ abak pertama yang merupakan babak ­ penyisihan ­telah terselenggara pada Sabtu, 28 Oktober 2023 ­bertempat di Cine Club FBSB UNY. ­Sementara babak penyisihan dilakukan di kegiatan ­Lomba Pewara Babak 2 yang dilaksanakan pada 5 ­November 2023. Lebih dari 30 peserta antusias mengikuti kegiatan ini dilihat dari kesiapan mental bahkan pakaian yang digunakan untuk menunjang penampilan selama lomba. Pada wawancara tempo hari b­ersama ­penanggung jawab kegiatan—Niken Yuni A ­ stuti, lomba pembawa acara di tahun ini ­mengusung tema “Seni Retorika: Terampil Berbahasa d­ alam ­Bingkai Pembawa Acara”. Niken juga ­ mengungkapkan bahwa persiapan lomba dimulai dengan survei terkait juri yang akan ­ ­ dihadirkan ­ dalam lomba babak satu maupun dua secara ­bertahap. Setelah berbagai pertimbangan ­kompetensi dalam bidang public speaking, dihadirkan lan tiga juri yaitu M. Happy Alhaq, S.Pd., Saviera Zulykha Ajeng, dan Dr. Ari Kusmiatun, S.Pd., M.Hum. Ketiga juri yang dihadirkan tersebut telah memiliki ­ pengalaman dan kemampuan yang sangat mumpuni di dalam bidang public speaking sehingga sangat cocok ­untuk membagikan ilmu yang dimiliki untuk peserta Lomba Pewara 2023. Lomba pembawa acara pada tahun ini menargetkan mahasiswa di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal tersebut telah tercapai dengan adanya peserta dari berbagai universitas seperti Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Gadjah Mada, dan berbagai universitas lain. Penanggung jawab kegiatan berharap dengan adanya lomba ini tidak hanya memberikan pengalaman bagi peserta tentang menang dan kalah dalam sebuah perlombaan namun lebih penting dari itu adalah ilmu-ilmu mengenai pembawa acara yang didapatkan selama lomba baik dari juri maupun peserta lain. Penanggung jawab kegiatan merasa bersyukur lomba babak pertama dan lomba babak kedua berjalan dengan baik. Segala kendala yang ada pun dapat terselesaikan dengan menemukan jalan keluarnya sehingga kegiatan b­ erjalan lancar. Harapannya, lomba di tahun berikutnya dapat lebih baik lagi dan mungkin dapat memperluas cakupan ke ­nasional namun tetap diimbangi dengan pertimbangan yang matang.

• Dwi Citra Annisa Utami. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Kelas B Angkatan 2021.

Mozaik | 7


K

egiatan Seminar Nasional yang masuk ke d­ alam serangkaian kegiatan Bulan B ­ahasa PBSI UNY 2023 telah sukses menyajikan ­ sorotan mendalam tentang strategi ­ ­ penyiapan tenaga ­ pendidik di era ­ digitalisasi. Dengan tema yang m ­engangkat isu-isu ­ ­ mutakhir, acara ini menjadi ­ wadah diskusi penting ­ ­ terutama sehubungan dengan titik terang program ­rekrutmen guru berbasis marketplace. Seminar ini ­dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 ­November 2023 pukul 08.00-11.55 WIB di ruang Cine Club FBSB UNY. Partisipasi aktif ­terlihat dari 212 peserta yang ­hadir, ­mencakup mahasiswa dari UNY dan masyarakat umum. ­Tema “Strategi ­Penyiapan Tenaga Pendidik Era ­Digita­lisasi: Titik Terang Program Rekrutmen Guru B ­erbasis Marketplace” mencerminkan kebutuhan ­ mendesak untuk merespons transformasi pendidikan yang dipicu oleh perkembangan teknologi. Malinda dan Kuntanto—selaku penanggung jawab dari program kerja seminar nasional pada ­ wawancara ­tempo hari yang kami lakukan, menyampaikan bahwa latar belakang mengangkat tema tersebut karena ­melihat keresahan tenaga pendidik maupun calon p­endidik ­ ­mengenai isu marketplace guru. Hal tersebut ­membuat tergugah untuk dapat memberikan wadah kepada ­pendidik maupun calon pendidik untuk mengulas lebih dalam agar menemukan titik terang ataupun penyiapan strategi jika nantinya kebijakan tersebut benar-benar akan dilaksanakan. Salah satu aspek menarik dalam seminar ini a­ dalah fokus pada program rekrutmen guru berbasis m ­ arketplace. Konsep ini menarik perhatian karena ­ menggabungkan ­kebutuhan mendesak guru dengan pemanfaatan ­platform daring. Pendekatan inovatif ini diharapkan dapat memudahkan pertemuan antara guru berkualitas dan ­ ­institusi pendidikan. Dua narasumber utama, Rian Fahardhi selaku ­Presiden Gen Z dan Pak Wasidi, S.E., M.SI. m ­ emberikan kontribusi yang sangat berharga. Rian Fahardhi ­membahas peran generasi Z dalam konteks pendidikan

digital, memberikan perspektif yang segar dan relevan, dan ­memberikan motivasi untuk calon pendidik agar tetap memiliki semangat juang untuk menjadi tenaga pendidik dan mempertahankan cita-citanya. Sementara itu, Pak Wasidi, n­ arasumber yang ­berasal dari dinas ­pendidikan untuk ­memperoleh validasi data resmi yang d­ ikeluarkan dari pihak kependidikan ­dengan keahliannya ­dalam bidang pendidikan dan m ­ emberikan wawasan ­tentang kebijakan serta ­implementasi strategi penyiapan tenaga pendidik. Seminar Nasional ini tidak hanya berfokus pada paparan narasumber, ­ tetapi juga memberikan ruang u­ ntuk interaksi dan k­ olaborasi. Peserta terlihat antusias ­ ­berbagi pengalaman, ide, dan solusi inovatif terkait dengan tema seminar pada sesi tanya jawab dan diskusi bersama ­narasumber. “Bahagia sekali bisa bertemu dengan salah satu idola saya, yaitu Kak Rian selaku Presiden Gen Z. K ­ esan pertama saya, (saya merasa) senang karena (Seminar ­Nasional) dapat menambah wawasan melalui ­pembahasan mengenai pendidikan dan konsep pendidikan yang ideal itu seperti apa. Selain mendapatkan relasi dan wawasan, kita juga mendapatkan sertifikat juga tentunya,” ucap Khusna selaku peserta Seminar Nasional. Dengan demikian, Seminar Nasional HIMA PBSI UNY 2023 bukan hanya sebagai acara ­mendengarkan, ­tetapi juga sebagai platform untuk merumuskan i­de-ide konstruktif dalam merespons dinamika ­ pendidikan masa kini. Dengan menghadirkan ­ narasumber hebat dan ­ ­ melibatkan peserta secara aktif, acara ini menjadi langkah positif dalam menghadapi tantangan ­ ­pendidikan di era digital.

•Ashetria Noviska Ramadhani. Mahasiswa ­ prodi ­Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kelas C ­angkatan 2021. •Ibnu Syahid Ismail. Mahasiswa prodi ­Pendidikan­ ­Bahasa dan Sastra Indonesia kelas C angkatan 2022.

Mozaik | 8


U

sai sudah kemeriahan serangkaian Bulan Bahasa yang diselenggarakan oleh HIMA PBSI UNY yang ­dimulai sejak bulan September hingga bulan Desember tahun 2023. Serangkaian Bulan Bahasa pada tahun ini ­ditutup dengan acara yang dikemas secara menarik dan apik oleh teman-teman HIMA PBSI UNY ­dengan ­diselenggarakannya acara Ekstasi #11 pada hari Jumat (01/12/2023). Ekstasi#11 kali ini diusung dengan nuansa ­budaya Nusantara, bertema “Nirmala Estetika Sastra dalam Gema Perjuangan dan Gelora Budaya”. Acara penutup Bulan B ­ ahasa ini melibatkan hampir seluruh mahasiswa PBSI UNY, mereka saling berkolaborasi untuk m ­ enampilkan ­berbagai bakat, seperti menyanyi, menari, hingga pementasan drama. Selain melibatkan mahasiswa PBSI, dalam ­Ekspresi Talenta ­Mahasiswa PBSI atau Ekstasi#11 tersebut, juga dimeriahkan oleh penampilan teman-teman Ormawa di Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya UNY serta dihadiri oleh mahasiswa UNY secara umum dan beberapa Dosen serta DPO dan alumni mahasiswa PBSI UNY. Ekstasi#11 kali ini diselenggarakan secara luring dan bertempat di Perfomance Hall FBSB UNY. Tak hanya dimeriahkan oleh teman-teman Ormawa dan mahasiswa PBSI UNY, Ekstasi#11 juga menampilkan Jouster Band dan Stand Up UNY sebagai Guest Star yang semakin memeriahkan acara yang dilaksanakan pada malam hari itu. Berbeda dengan tahun lalu, pada acara Ekstasi#11 kali ini, juga disediakan (yg jual makanan itu apa ya mak? Aku lupa wkwkw). Hadirnya (tempat makanan) semakin memeriahkan acara pada malam itu, karena pengunjung dapat menikmati acara sembari membeli jajanan dan berbincang sebelum menikmati acara yang diselenggarakan di dalam Perfomance Hall tersebut. Selaku penanggung jawab Ekstasi#11—Kholid dan Rara, pada wawancara yang kami lakukan tempo hari lalu, menyampaikan bahwa persiapan Ekstasi#11 cukup memakan waktu dan tenaga. Kholid menyatakan, selama proses persiapan acara Ekstasi#11 mendapat sebuah tantangan besar yaitu pemilihan tanggal dan tempat. Acara ini sempat mengalami tiga kali pergantian tanggal karena perlunya penyesuaian tempat yang mampu menampung sejumlah t­arget pengunjung, yaitu tiga ratus orang. Pada akhirnya kendala ini dapat terlampaui berkat dukungan pemuh, baik dari ­panitia maupun pihak luar yang turut berperan besar. Kholid dan Rara sebagai PJ juga mengungkapkan harapan-harapan mereka terhadap Ekstasi#11 yang sudah terlaksana. Mereka berharap Ekstasi#11 dapat menjadi wadah yang menyatukan segala komponen di PBSI, meliputi mahasiswa, DPO, Ormawa, alumni, dosen, dan pihak lain yang turut berkunjung. Ekstasi#11 juga diharapkan menjadi sarana penyaluran bakat dan minat mahasiswa PBSI dalam naungan HIMA supaya menjadi prestasi. Pada penghujung acara, penonton dimanjakan penampilan dari Jouster Band hang membawakan beberapa lagu meriah. Setelah puas bernyanyi bersama, selanjutnya penonton ditampilkan sebuah video mengenai para pengurus HIMA. Hadirin merespons tampilan video ini dengan heboh, menyimak baik-baik setiao adegan yang terpampang di layar. Keseluruhan acara Ekstasi#11 berjalan dengan baik sampai saat pembubaran. Hanum, salah satu pengunjung Ekstasi#11, mengutarakan puas rasanya bisa menonton berbagai penampilan yang disuguhkan. Hanum juga berkata dia paling menyukai sajian tari diiringi nyanyian pada saat medley. Medley termasuk inovasi baru yang diadakan tahun ini dengan gabungan penampilan dark mahasjswa yang berbakat di bidang seni tari dan vokal. Medley menjadi puncak acara yang sukses membawa kemeriahan dalam Ekstasi#11. • Nanda Amala Riski. Mahasiswa Prodi P ­ endidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kelas B angkatan 2021. •Angela Merici T.N.A. Mahasiswa prodi P ­ endidikan­­Bahasa dan Sastra Indonesia kelas C angkatan 2022.

Mozaik | 9


Mozaik | 11


Mozaik | 12


Mozaik | 13


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
BULETIN MOZAIK EDISI 2 2023 by Divisi Kepenulisan - Issuu