Stres Akademik
![]()
Halo, salam kenal
Kami mahasiswa UHAMKA yang beranggotakan :
Athilla Dhia Ramadhanti, Deva Putri Puspitasari, Fitrohtul Mahmudah, Nurlis Sifaun Nisa, Zahratul Aulia Nurlatifah.
Kami membuat modul psikoedukasi ini bertujuan untuk mengatasi stress akademik kamu loh. Pembahasan modul ini dimulai dengan permasalahan stres akademik.
Kami menyadari bahwa di dalam pembuatan modul ini masih banyak kekurangan. Untuk itu kami sangat
membuka saran dan kritik yang sifatnya membangun.
Kami berharap dengan adanya modul ini kita bisa
bersama-sama belajar mengenal dan mengatasi stres akademik.
Our Team, Kelompok 5
PERNAHKAH KAMU MENGALAMI PERNAHKAH KAMU MENGALAMI
tuntutan untuk mendapatkan nilai yang baik, jam belajarmu terlalu padat, sulit berkonsentrasi untuk belajar, khawatir, mudah lupa dan takut ketika
menghadapi ujian?
Atau masalah lain yang membuat semangat belajarmu menurun sehingga membuatmu merasa stres?
Kira-kira kenapa ya bisa seperti itu?
Yuk simak penjelasannya!
Stres akademik itu gangguan pada fisik, mental atau emosional karena perbedaan antara tuntutan lingkungan dengan keadaan atau kemampuan yang kita miliki saat ini sehingga kita merasa terbebani dengan tekanan dan tuntutan tersebut dalam belajar (Moh Muslim, 2020).
pembelajaran seperti tekanan untuk naik kelas, waktu belajar yang terlalu lama, mencotek, tugas yang banyak, rendahnya prestasi yang kita dapatkan, keputusan untuk menetukan jurusan dan karir, serta cemas saat menghadapi ujian (Alawiyah, 2020).
Berkaitan dengan kemampuan kita di masa depan. Ini bisa terjadi ketika kita tidak mampu untuk bersaing, mendapatan nilai yang rendah, selalu mengalami kegagalan dalam akademik, membuat orang tua dan guru kecewa karena tidak bisa menunjukkan sesuai harapan mereka.
Terjadi ketika kita tidak mampu untuk mengikuti pembelajaran atau
mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.
Tekanan belajar bisa terjadi di lingkungan keluarga berupa tuntutan dari orang tua, persaingan antar teman sekelas, dan tuntutan pendidikan yang tinggi.
Sangat wajar jika kita khawatir terhadap
nilai. Ini terjadi karena kita mengalami
kesulitan untuk fokus dan konsentrasi
dalam menerima pengetahuan baru, susah untuk mengingat.
Faktor yang berasal dari dalam diri kita. Bisa berupa Pola Pikir (keyakinan yang membangun cara berpikir terhadap diri sendiri dan dunia), Kepribadian (karakteristik yang dimiliki setiap individu), dan Keyakinan (kepercayaan yang dimiliki individu untuk memecahkan masalah).
Nahh kalau faktor ekternal itu adalah faktor
yang berasal dari luar diri kita, misalnya jam
pelajaran yang terlalu padat, tuntutan untuk berprestasi, agar mendapat kedudukan di masyarakat (status sosial), dan orang tua
yang berlomba untuk memperlihatkan
kemampuan anaknya.
dilakukan untuk dilakukan untuk
mengurangi stres? mengurangi stres?
Pasti kita semua pernah mengalami stres
yang disebabkan oleh beberapa hal.
ternyata, ada banyak hal yang bisa kita
lakukan untuk mengurangi stres terutama
pada stres akademik yaitu dengan coping
stress dan memanajemen stres
Usaha yang dilakukan untuk mencegah, menghilangkan, mengatasi, mengurangi stres yang disebabkan oleh berbagai
macam masalah yang dilakukan dengan
cara terbaik menurutmu (Andriyani, 2019)
Strategi coping ini berfokus pada masalah dengan menghadapi masalahnya dan berusaha menyelesaikannya, mencari informasi tentang masalah yang dihadapi. Agar strategi ini lebih efektif, dapat digunakan pada saat masalah bisa dikontrol oleh individu, lebih berfokus pada penyelesaian masalah, mencari langkah terbaik dalam menyelesaikan masalah, dan perlu mengenali masalah yang dihadapi.
Problem-Focused Coping
Strategi coping ini berfokus pada emosi, bisa dengan mencari dukungan positif dari orang lain, seperti keluarga ataupun teman, melepaskan diri dari masalah dan membuat harapan yang sifatnya positif, mengontrol diri, menerima dan berdamai dengan masalah yang sedang dihadapi, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Selain coping stress terdapat teknik manajemen stres untuk mengatasi stres akademik kamu loh!
langkah - langkah manajemen stres
langkah - langkah manajemen stres
Mengenal diri sendiri
Kita dapat mengenali diri sendiri terlebih dahulu seperti halhal yang disukai maupun tidak disukai untuk membantu kita
menata kehidupan dimasa depan. Jika sudah mengenal diri sendiri maka kita dapat lebih mudah menentukan cara dan
strategi yang tepat untuk mengurangi stres yang kita sedang alami.
Setelah mengenal diri sendiri kita akan tahu apa saja
kebutuhan dan kewajiban yang ada pada diri kita. Dengan memenuhi kebutuhan itu untuk diri sendiri merupakan salah
satu cara untuk mengatur stres yang dihadapi. Peduli
dengan diri sendiri bisa dimulai dengan mencoba pola hidup
sehat, bersosialisasi, dan jalani hobi kamu.
Perhatikan keseimbangan
Manusia didalam dirinya memiliki beberapa aspek pemeliharaan diri yang harus dilakukan dengan seimbang, yaitu, kontrol emosi, intelektual, keadaan fisik, spiritual (ibadah) dan aktifitas yang menyenangkan.
Bersikap aktif dalam mencegah stres dengan menjalani langkah-langkah dengan baik dan benar agar kita menjadi orang yang mampu bertahan, bangkit dan memulihkan diri dalam menghadapi stres.
Langkah-langkah tadi merupakan proses yang perlu dilakukan berurutan dengan kesadaran yang penuh supaya kita bisa bangkit dari keterpurukan dan stres.
SEMANGAT, PASTI BISA!
Alawiyah, S. (2020). Manajemen Stress dan Motivasi Belajar
Siswa pada Era Disrupsi. Al-Idarah: Jurnal Kependidikan
Islam, 10(2), 211–221.
http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/idaroh
Andriyani, J. (2019). Strategi Coping Stres Dalam Mengatasi
Problema Psikologis. At-Taujih: Bimbingan Dan Konseling
Islam, 2(2), 37. https://doi.org/10.22373/taujih.v2i2.6527
Moh Muslim. (2020). Moh . Muslim: Manajemen Stress pada
Masa Pandemi Covid-19 ” 193. Jurnal Manajemen Bisnis, 23(2), 192–201.
Safira, L., & Hartati, M. T. S. (2021). Gambaran Stres
Akademik Siswa SMA Negeri Selama Pembelajaran Jarak
Jauh (PJJ). 8, 125–136.