WARTA HIMAHI SMART
ACTIVE
TALKATIVE
VICE VERSA / AUGUST 2016
NEWS
FEATURE
REGULAR CONTENT
Filipina “Kalahkan” Tiongkok di laut
Vice Versa: Melihat semua dari sisi berbeda
Tips to Live Up Your New Semester
CONTENTS 1 - Editor’s Letter 2 - Voice of KawanWH NEWS 4 - Inggris Resmi Keluar dari Uni Eropa 5 - Korea Utara Kembali Luncurkan Tiga Rudal ke Laut 6 - Tiongkok “Kalah” Lawan Filipina 7 - Rio 2016 (Mungkin) Bukan untuk Rusia FEATURE 8 - 9 - Black Lives Matters: Ekuivalensi atau Segregasi? 10 - Special Report: Farewell, Mr. Blake! 11 - Donald Trump: Anything We Can Learn? 12 - 13 - WH Talks: Antonius Reynaldo Giovanni 14 - 15 - Special Report: Hallyu Wave and South Korea’s Soft Power 16 - 17 - HI UNPAR: Yuk Kenalan! 18 - 19 - Nilai Strategis Hubungan Indonesia Israel: Visi Seorang Gus Dur 20 - 21 - Normalisasi Hubungan Diplomatik Turki Israel: Diplomasi Transaksional yang Berhasil REGULAR CONTENT 23 - The Moment: August, September, October 24 - Reviews: Movies and Books 25 - Special: 4 Konspirasi Gila yang Dipercayai Orang-Orang 26 - Jukebox 27 - Tips and Hacks: Tips Kick Off Semester Baru 28 - Quiz: Who Are You in Kampus Tiga?! Cover by REIZKA DWIDIANTO
EDITORIAL TEAM Editor-in-Chief MUHAMMAD FARHAN YUNAS Vice Editor-in-Chief BRIGETTE GIOVANDRETTA POHAN Secretary HAIFA HAFIYANTI SUSETYO Treasurer VENTI VERINTA VANI Feature Editor INDIRA JUNITA JAUZA News Editor LUTHFIA NOOR ASFARANI JAYUSMAN News Writers RETNO PUSPITA NINGTYAS Regular Content Editor AYU AMMALIA PERTIWI Regular Content Writers ILHAM FACHRI PURWANA Event Organizer AYU CAESAR TIARA
EDITOR’S LETTER Halo KawanWH! Tak terasa kita kembali berjumpa dan dapat kembali menyapa kawanWH sekalian dengan majalah WH Edisi #1 kali ini. Tak lupa, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penerbitan majalah ini sehingga dapat
Creative Director DAMAR ANANGGADIPA Head of Photographer REIZKA DWIDIANTO
dinikmati oleh semua kalangan, terutama masyarakat HI UNPAR. Kami juga mengucapkan selamat datang kawanWH angkatan
Public Relations and Marketing Manager FILDZA MALIFA SETIABUDI Public Relations and Marketing Staff DENNA MEDINA
kehidupan mahasiswa di HI UNPAR? Keep turning the pages, guys!
Special Thanks for Our Contributor RIZKY AJI PRATAMA (HI 2013) FADHIL HAZMI MUSYAFA STAY CONNECTED! TWITTER @KawanWH INSTAGRAM @wartahimahi FACEBOOK Warta Himahi YOUTUBE Warta Himahi LINE @bxi1173b
2016 yang pastinya sudah siap dengan kehidupan perkuliahan kedepannya. Pastinya kawan-kawan ingin tahu kan seperti apa sih
Vice Versa menjadi tema yang kami angkat untuk edisi kali ini. Kami berusaha menyuguhkan berbagai fenomena dimana kita diharuskan untuk jeli melihat fenomena-fenomena tersebut dari sisi ‘sebaliknya,’ seperti melihat sisi buruk dari suatu hal yang baik, atau sebaliknya. Sehingga, kita bisa berfikir berulang kali ketika melakukan labelling kepada fenomena tersebut dan selalu melihat setiap hal dari berbagai sudut pandang yang pastinya akan sangat berguna ketika kawanWH melakukan riset terhadap tugas-tugas kawanWH semua ketika menjalani perkuliahan di HI UNPAR. Thank You for Reading! Stay Smart, Active, and Talkative! Muhammad Farhan Yunas, Editor-In-Chief
WH / 1
VOICE OF KAWANWH
Regina Rima // HI 2013 “Sebenarnya tujuannya lebih ke memperkaya informasi aja sih soalnya sekarang ini aku udah lebih dewasa dan karena belajar HI juga, aku jadi makin ngerti kalau media tuh memiliki bias terhadap one particular perception. Untuk menghindari hal itu aku berusaha untuk memperkaya wawasan aku terhadap satu isu tertentu supaya bisa lebih ‘dalem’ untuk nantinya bisa menarik kesimpulan persepsi aku terhadap isu tersebut. Selain itu, aku memang pada dasarnya senang cari tau hal-hal baru sih, jadi kalo isu pun aku juga pingin untuk cari tahu, kira kira dibalik perspektif A ada nggak sih perspektif lainnya. Aku lebih ke arah supaya menambah wawasan pribadi aja sih dan supaya makin hati hati kalau mencerna pemberitaan atau isu-isu yang dikabarkan media supaya nggak aku telan langsung dari media yang kemungkinan udah terpengaruh bias. Sekaligus kalau diajak diskusi bisa nyambung plus lebih terbuka kan karena wawasan kita terhadap isu tersebut nggak dibatasi satu sudut pandang aja.”
Khalif Rabbani // HI 2014 “Suka, tapi sejauh ini seringnya masih cari tahu lebih dalam kalau lagi bikin paper, esai, dan tugas lainnya, kalau selain itu agak jarang. Kalau bikin paper kita enggak mungkin melihat dari sisi satu negara aja kan, harus paham juga persepsi sama kepentingan negara lainnya kenapa bisa muncul permasalahan. Belakangan ini juga aku kurang update sama berita-berita terkini, tapi kadang-kadang kalau berita atau isunya menarik banget aku bakalan cari tau lebih lanjut sih.”
Aliya // HI 2014 “Suka dong! Menurut gue suatu permasalahan itu nggak cuman black or white, kalau kita lihat berita cuman dari satu perspektif itu ntar kita cuman tau satu alasan kenapa suatu kejadian itu terjadi. Padahal alasan isu-isu di dunia terjadi kan nggak semudah dan sesederhana itu. Pernah denger kan “one man’s terrorist is another man’s freedom fighter”. Kalau liat dari banyak perspektif kita bisa paham permasalahannya lebih oke sehingga pendapat kita juga nggak omong kosong hanya karena bandwagoning aja.”
2 / WH
APAKAH KAMU SUKA MENCARI SISI LAIN DARI SUATU BERITA ATAU ISU? KENAPA? Asih Radhianitya // HI 2015 “Aku sih lebih suka nyari tau tentang sisi lain dari kasus atau isu biar tau lebih banyak sih, dan aku juga jadi tau detail-detail antara satu berita atau tayangan dengan yang lainnya. Ditambah lagi dengan adanya opini dari penulis artikel dan berita itu jadi aku bisa liat dari seluruh sisi isu ini gimana biar pendapatku akan itu nggak terpengaruhi bias media.”
Bagus Ibrahim Jordan // HI 2015 “Suka kok. Jadi nggak langsung mutusin kalo itu benar atau salah. Selain itu aku juga suka cari tau lebih lanjut tentang berita-berita yang menarik minat aku, kalo beritanya nggak menarik buat aku biasanya aku ngga cari tau lebih lanjut. Tujuan aku buat cari informasi lebih lanjut tentang satu isu atau berita biasanya sih biar tau yang sebenarnya aja, karena kalau udah tahu banyak sudut pandang mengenai isunya atau intinya kita jadi punya opini sendiri tentang isu itu dan selain itu juga karena kita di jurusan HI kita dituntut untuk lebih kritis ngumpulin fakta-fakta suatu isu dan bikin argumen sendiri. Biasanya aku cari tahu lebih lanjut tentang isu dan berita seputar musik dan olahraga sih, kalau politik biasanya aku cukup tau aja.”
Erwin Rivaldi // HI 2013 “Ya biasanya suka cari sisi lain tapi kadang-kadang suka berasumsi sendiri tergantung baca dari media mana, kan kita udah nggak sepolos pas masuk kuliah kan ya jadinya bisa analisa sendiri. Kalau cari sisi lain sebenernya tujuan utamanya itu buat dapat berita yang sebenernya, apa yang sesungguhnya terjadi gitu. Kalo media 1 bilangnya A, media 2 bilangnya B dan kita udah baca keduanya kan bisa tuh narik kesimpulan sendiri apa yang lagi terjadi.”
NEWS
INGGRIS
RESMI KELUAR DARI
UNI EROPA
S
etelah referendum yang diadakan pada tanggal 23 Juni 2016, Britania Raya resmi meninggalkan Uni Eropa, organisasi regional yang telah diikuti negara tersebut sejak tahun 1973. Keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa ini mengacu kepada istilah “Brexit” atau Britain Exit. Keputusan untuk keluar dari Uni Eropa dinilai sebagai keputusan yang sangat bersejarah, mengingat tidak ada negara yang pernah meninggalkan organisasi tersebut sebelumnya. Hampir semua warga Britania Raya yang sudah cukup umur untuk memberikan suara, mengikuti referendum ini. Jumlah pemberi suara mencapai 30 juta warga. Terdapat dua pilihan pada referendum tersebut: “leave” yang berarti negara tersebut harus keluar dari Uni Eropa, dan “remain” yang artinya Britania Raya harus tetap menjadi negara anggota Uni-Eropa. 52% warga Britania Raya memilih untuk meninggalkan Uni Eropa, sedangkan 48% suara lagi memutuskan agar negara tersebut tetap menjadi bagian dari Uni Eropa. Keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa ini didorong oleh banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh organisasi tersebut dalam banyak hal, seperti ekonomi, terorisme, dan migrasi warga dari negara-negara di Timur-Tengah. Hasil referendum
4 / WH
ini cenderung beragam di setiap negara bagian di Britania Raya. Di West Midlands, warga yang memberi suara untuk “leave” lebih banyak, yaitu 59,3%. Dibandingkan dengan “remain” yang hanya mencapai 40,7%. Sedangkan di Skotlandia warga lebih banyak memilih untuk “remain”, yaitu sebanyak 62% dibandingkan dengan suara terhadap “leave” yang hanya mencapai 38%. Berdasarkan pasal 50 Perjanjian Lisbon, butuh dua tahun bagi Britania Raya untuk dapat resmi keluar dari Uni Eropa. Dalam waktu dua tahun itu, Britania Raya akan bernegosiasi dengan organisasi tersebut untuk membicarakan kewajiban-kewajiban yang masih mengikat negaranya dengan Uni Eropa. Perdana Menteri yang masih menjabat saat referendum berlangsung, David Cameron, mengundurkan diri setelah hasil referendum diumumkan. David Cameron merupakan salah satu tokoh penting negara yang mendukung agar Britania Raya tidak meninggalkan Uni Eropa dan tetap menjadi anggota. Dengan besanya suara terhadap “leave” ini, beranggapan bahwa Britania Raya lebih membutuhkan pemimpin yang mempunyai visi yang sama dengan rakyatnya. Jabatan David Cameron saat ini digantikan oleh Theresa May, perdana menteri wanita kedua setelah Margaret Thatcher. (LJ)
NEWS
KOREA UTARA KEMBALI LUNCURKAN TIGA RUDAL KE LAUT
K
orea Utara merupakan negara yang seringkali dikenali karena permusuhannya dengan tetangganya sendiri, Korea Selatan. Selain itu, banyak yang mengenal negara ini karena sistem negaranya yang komunis dan Kim Jong Un sebagai pemimpinnya. Tepat pada Selasa, 19 Juli 2016, pukul 6 pagi waktu setempat, Korea Utara telah meluncurkan tiga rudal ke arah laut Jepang. Rudal-rudal itu terdeteksi berasal dari daerah Hwangju Utara, Korea Utara. Menurut Kepala Staff Gabungan Seoul, rudal-rudal yang diluncurkan dari sebuah kota di Korea Utara sebelah barat (Hwangju Utara) itu terbang melewati Korea Utara sebelum jatuh ke perairan pantai timur. “Dua dari tiga rudal balistik itu terbang dengan jarak sekitar 500 sampai 600 kilometer, sebuah bukti bahwa rudal-rudal itu mampu mengenai keseluruhan Korea Selatan dengan mudah�, tutur Jeon Ha Gyu selaku juru bicara dari Staff Gabungan. Ia menambahkan bahwa untuk saat ini militer Korea Selatan sedang menganalisis seberapa jauh rudal ke-3 telah meluncur.
Pihak Amerika Serikat berkomentar bahwa dua rudal pertama yang diluncurkan merupakan rudal Scud jarak dekat. Sedangkan rudal yang ketiga sepertinya merupakan rudal Rodong jarak menengah. Rudal-rudal tersebut dicurigai diluncurkan oleh Korea Utara bukan semata-mata karena bentuk ancaman atau percobaan saja. Namun lebih tepatnya karena adanya berita bahwa Amerika Serikat dan Korea Selatan berencana untuk menjalankan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), sebuah sistem anti rudal demi melawan ancaman dari Korea Utara. Rudal-rudal ini juga bukan yang pertama diluncurkan oleh Korea Utara, sebelumnya pada Juni mereka sudah meluncurkan beberapa rudal jarak menengah. Sebelumnya, Korea Utara juga telah diberikan sanksi oleh PBB untuk tidak melaksanakan tes baik teknologi nuklir atau rudal balistik. Namun terjadi ketegangan sejak sanksi diimplementasikan dan Korea Utara tetap saja melaksanakan tes nuklir keempatnya pada bulan Januari. Pihak Seoul juga mulai mendeteksi bahwa negara tetangganya ini sedang menyiapkan diri untuk melaksanakan tes nuklir yang ke-5. (RPN)
WH / 5
NEWS
TIONGKOK “KALAH� LAWAN FILIPINA
K
asus sengketa Laut Tiongkok Selatan akhirnya menemukan kejelasan. Mahkamah Arbitrase Internasional yang berada di Den Haag menyatakan pada Selasa (12/7), bahwa Tiongkok tidak mempunyai dasar hukum yang kuat untuk mengakui Laut Tiongkok Selatan. Hal ini berarti Laut Tiongkok Selatan bukan milik Tiongkok, meskipun dengan adanya nine-dash line yang berada di peta resmi yang dimiliki Tiongkok. Nine-dash line merupakan garis pembatas daerah kekuasaan Tiongkok dengan wilayah Asia Tenggara, yang mengklaim bahwa 90% dari Laut Tiongkok Selatan beserta pulau-pulau yang ada di dalamnya seperti Pulau Spratly dan Pulau Paracel, adalah milik Tiongkok. Nine-dash line sendiri pada dasarnya telah melanggar Zona Ekonomi Eksklusif beberapa negara Asia Tenggara seperti Filipina, Malaysia, Indonesia, dan Vietnam. Kasus ini pertama kali dibawa oleh Filipina ke Mahkamah Arbitrase Internasional pada tahun 2003. Filipina menganggap bahwa Tiongkok telah melanggar United Nations Convention on Law of The Sea (UNCLOS) dengan melakukan klaim tersebut. UNCLOS sendiri telah diratifikasi baik oleh Filipina maupun oleh Tiongkok. Sedangkan Tiongkok berpendapat bahwa Laut Tiongkok Selatan merupakan daerah kekuasaannya sejak jaman dahulu. Sehingga terjadi perebutan daerah kekuasaan oleh Tiongkok dengan negara-negara lain di sekitar Laut Tiongkok Selatan yang daerahnya diklaim juga oleh Tiongkok.
6 / WH
Dengan tidak adanya dasar hukum yang jelas mengenai klaim Tiongkok tersebut, Tiongkok telah melanggar hukum internasional dengan merusak lingkungan Laut Tiongkok Selatan dan mengganggu eksplorasi Filipina untuk menghasilkan minyak dan mengolah perikanannya. Mahkamah Arbitrase menambahkan bahwa dalam sejarah, meskipun Tiongkok telah menggunakan pulau di Laut Tiongkok Selatan selama beberapa kali, namun Tiongkok tidak pernah membuat dasar hukum yang mengklaim daerah tersebut. Untuk mempertegas posisinya di Laut Tiongkok Selatan, Tiongkok juga diketahui telah membangun pulau-pulau buatan yang jelas telah melanggar UNCLOS karena belum ada kejelasan mengenai kepemilikian Tiongkok atas Laut Tiongkok Selatan. Tiongkok menyatakan bahwa pembangunan pulau ini digunakan untuk kepentingan masyarakatnya, misi-misi penyelamatan, dan ketahanan negaranya. Sedangkan Mahkamah Arbitrase berpendapat bahwa pembangunan pulau buatan oleh Tiongkok ini tidak menegaskan posisi Tiongkok di dalam sengketa, namun hanya merusak ekosistem di Laut Tiongkok Selatan. Pulau-pulau buatan ini telah mengubur banyak batu karang yang dipakai sebagai tempat tinggal oleh ikan-ikan dan kerang. Hal-hal tersebut membuat klaim Tiongkok terhadap daerah itu ditolak oleh Mahkamah Arbitrase. (LJ)
NEWS
RIO 2016 (MUNGKIN) BUKAN UNTUK RUSIA
S
ebuah laporan yang dikomisikan oleh WADA, World Anti-Doping Agency (agensi anti-doping dunia) telah menemukan bahwa sample urin dari atlet-atlet Rusia yang mengikuti olimpiade olahraga, baik musim panas maupun musim dingin tahun 20112015, telah dimanipulasi. Walaupun tidak semua, namun kebanyakan dari mereka berkemungkinan menggunakan obat-obatan atau doping. WADA ingin cepat-cepat mendapatkan hasil setelah mendapat kabar bahwa adanya kecurangan atlet Rusia yang didukung oleh pemerintahnya sendiri pada olimipiade di Sochi 2014. Hal ini membuat WADA menuntut Komisi Olimpiade Internasional (KOI) untuk melarang Rusia ikut dalam olimpiade tahun ini, tepatnya pada 5 Agustus di Rio de Janeiro. President Rusia, Vladimir Putin merespon dengan tegas bahwa dirinya tidak akan menerima keputusan pelarangan atletnya untuk ikut olimpiade. Saat mendengar bahwa timnya akan diskors, Putin menuntut untuk alasan yang jelas dan berdasarkan fakta, bukan rumor. Dr. Grigory Rodchenkov, mantan direksi lab anti-doping Rusia, mengaku kepada media di bulan Mei bahwa ia telah menutup-nutupi pemakaian obat
peninggi performa untuk atlet Rusia pada Olimpiade Sochi. Dia juga mengaku bahwa apa yang dia lakukan adalah semata-mata menjalankan perintah yang ditujukan padanya oleh pemerintah saja. Pengacara asal Kanada, Richard McLaren, menyertakan dalam laporan yang hampir mendekati 100 halaman tersebut sebagai bukti kecurangan seperti yang dikatakan Dr. Rodchenkov. Investigasinya dimulai dari tahun 2011 dan terbukti bahwa atlet diberikan cocktail dengan obat-obatan peninggi performa, juga bahwa sampel urin yang bersangkutan terus-terusan ditutup-tutupi. Richard McLaren melaporkan bahwa ada 580 hasil positif pemakaian obat pada atlet-atlet di 30 bidang olahraga yang berbeda. Atlet-atlet ini bermain di berbagai macam olimpiade baik di London 2012 maupun di Sochi, Rusia. McLaren menambahkan bahwa hasil 580 itu hanya hasil ‘meraba-raba’ dari investigasi selama 57 hari yang masih berlanjut hingga sekarang. WADA meminta McLaren untuk dapat segera menyelesaikan investigasi dan mengidentifikasi atlet-atlet mana saja yang mendapatkan keuntungan dari obat-obatan. (RPN)
WH / 7
BLACK LIVES MATTER EKUIVALENSI ATAU SEGREGASI?
FEATURE
D
ipandang sebagai suatu identitas yang dapat mempersatukan sejumlah orang, ras pun terbukti seringkali menimbulkan problema perpecahan di beberapa lokasi serta situasi. Rupanya, daridulu hingga kini, perbedaan ras tidak jarang dijadikan alibi untuk membatasi sikap toleransi. Perbuatan yang nampaknya dirasa tak layak terhadap mereka yang dianggap kaum minoritas di beberapa tempat kini merupakan isu yang membanjiri sekian banyaknya platform berita dan informasi. Sudah pasti slogan Black Lives Matter yang juga merupakan gerakan khusus untuk mempromosikan kesetaraan ras bagi orang-orang berkulit hitam tak asing lagi di telinga KawanWH. Gerakan yang kerap disingkat menjadi BLM ini pada awalnya muncul pada tahun 2013 silam karena beberapa pihak yang tak terima atas perlakuan anggota petugas lokal Sanford, Florida terhadap seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun, Trayvon Martin, yang notabene berdarah Afrika-Amerika. Kematian Martin yang diakibatkan oleh tembakan senjata api ini mendorong beberapa individu untuk segera memulai kampanye penyadaran melalui sosial media dengan menggunakan hashtag #BlackLivesMatter. Mereka berniat untuk bersamasama mengakhiri permasalahan yang dianggap disebabkan oleh buruknya perlakuan masyarakat, khususnya petugas sosial, kepada orang-orang berkulit hitam di negara Paman Sam. Terdengar seperti suatu hal yang memiliki esensi positif, hingga kini BLM terus berdiri seiring dengan bertambahnya pendukung dengan latar belakang yang bervariasi dan munculnya beberapa kasus penembakan baru yang serupa akhir-akhir ini. Namun, Popularitas politik yang terus diraih oleh BLM memunculkan bermacam-macam kekhawatiran dan kritik dari berbagai pihak yang tentunya bersikap netral atau bahkan tidak mendukung gerakan ini sama sekali. Kurang lebih 1/3 warga Amerika Serikat tidak mengerti inti dan tujuan dari diadakannya gerakan BLM (PEW Research Center). Efektivitas BLM terus menerus dipertanyakan hingga kini melihat perubahan yang cukup signifikan hanyalah justru semakin maraknya aksi-aksi kemarahan yang terbilang dramatis dan transformasi masyarakat yang menjadi seolah-olah ekstremis, seakan-akan menciptakan atmosfir yang amat jauh dari positif dan perselisihan antar ras yang tak kunjung selesai.
Pembunuhan yang dilakukan terhadap 5 anggota kepolisian berkulit putih di Dallas baru-baru ini tak dapat dipastikan memiliki keterkaitan khusus dengan Black Lives Matter. Namun beberapa tetap beranggapan bahwa kasus ini jelas terjadi karena adanya miskonsepsi di masyarakat terhadap isu yang diangkat oleh BLM lalu kemudian disuguhkan kepada khalayak. Melihat pembunuhan anggota kepolisian kini tak hanya terjadi satu atau dua kali, masa-masa ini merupakan waktu dimana mereka harus sangat berhati-hati, banyak dari mereka berterus terang mengutarakan bahwa gerakan BLM adalah nothing but a hate group. Mekanisme polarisasi BLM yang terus menerus ‘made it all about race’ rupanya telah membuat Amerika tercerai-berai dan setengah dari masyarakatnya benar-benar memihak. Cemas serta bingung melihat fenomena ini, seorang mahasiswa Wesleyan University bernama Bryan Statscavage menuliskan opini personalnya berjudul “Why Black Lives Matter Isn’t What You Think” yang juga berisikan tentang wawancaranya dengan beberapa polisi serta pendukung BLM sendiri. Tulisan yang di publikasikan secara bebas di Koran kampusnya ini menuai berbagai macam komentar dan kontroversi terkait cukup eksplisitnya opini yang Statscavage berikan. Sesi wawancaranya dengan Michael Smith, salah satu pendukung gerakan BLM membuat ia menyimpulkan bahwa legitimasi gerakan ini harus dipertanyakan, seperti apakah gerakan ini telah berhasil mencapai sesuatu yang positif? Atau bahkan berpotensi untuk membawa perubahan positif? Pertanyaan ini dijawab secara simpel namun nampaknya tak menjawab, “You cannot judge an entire movement off the actions of a few extremist.” tandas Smith yang kemudian dibalas lagi dengan pertanyaan “Isn’t that what the movement is doing with the police? Judging an entire profession off the actions of a few members?”. Statscavage berpendapat bahwa mungkin benar adanya BLM sama sekali tidak mendorong masyarakat untuk berperang melawan petugaspetugas sosial, namun pertanyaannya adalah apakah BLM telah berhasil menciptakan situasi dimana para individu yang terganggu secara mental dapat melancarkan aksi kejahatannya? Hal ini tentunya bukanlah cerminan dari keberhasilan Martin Luther King, Jr dalam memenangkan kesetaraan membangun jembatan antar ras di Amerika Serikat. (IJ)
WH / 9
FEATURE
FPCI SPECIAL REPORT:
FAREWELL, MR. BLAKE!
S
etiap ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Ya, hal inilah yang mungkin dirasakan oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, H.E. Robert O. Blake, Jr. dalam farewell lecture-nya yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bekerjasama dengan Kantor Berita ANTARA. Acara yang berlangsung di Wisma Antara, Jakarta Pusat pada tanggal 18 Juli 2016 ini turut dihadiri oleh kalangan media, mahasiswa, pemerhati hubungan internasional, dan juga beberapa duta besar, seperti Afghanistan, Russia, Spanyol, hingga Uni Eropa.
depan bangsa ini kelak. Banyak sektor-sektor potensial di Indonesia yang masih bisa terus menerus dikembangkan secara maksimal, dan pendidikanlah yang akan menyelamatkannya. Pendidikan di Indonesia perlu dibawa ke level internasional jika mimpi Indonesia untuk menjadi negara maju bisa tercapai. Beliau juga menggarisbawahi pentingnya menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga, terlebih lagi letak geografis Indonesia berada di posisi strategis, sehingga akan lebih menguntungkan bagi Indonesia jika hubungan baik tersebut bisa terus dijaga.
Sambutan dari Meidyatama Suryodiningrat selaku President Director dari ANTARA News dan Dr. Dino Patti Djalal selaku Founder dari FPCI membuka jalannya acara sebelum Dubes AS yang memulai masa baktinya di Indonesia pada November 2013 tersebut mengangkat tema “The U.S. and Indonesia: a Strategic Partnership of Promise and Opportunity� sebagai judul besar perkuliahannya pada acara ini. Sayangnya, acara ini berlangsung sangat singkat sehingga tidak banyak interaksi yang berlangsung antara Robert Blake dengan audien yang hadir.
Dalam acara tersebut, perwakilan FPCI Chapter Unpar, Annisa Laksmintari, bersama perwakilan dari Universitas Indonesia dan Universitas Pancasila, berkesempatan untuk memberikan speech remarks kepada Robert Blake diakhir acara. Dalam pidatonya, Annisa memaparkan kinerja baik Robert Blake selama 3 tahun bertugas di Indonesia, mulai dari terjaganya hubungan baik antar dua negara hingga meningkatnya kerjasama keduanya dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, penumpasan terorisme, pengangkapan ikan ilegal, perubahan iklim ekstrem, dll. Ia juga berharap yang terbaik bagi perjalanan karir Robert Blake kedepannya sembari mengakhiri pidatonya pada acara tersebut. (MFY)
Dalam acara perpisahannya ini, Robert Blake memaparkan pentingnya Indonesia berinvestasi dalam bidang pendidikan demi terjaminnya masa
10 / WH
FEATURE
DONALD TRUMP: ANYTHING WE CAN LEARN? H
ai, KawanWH! Lagi marak-maraknya Pemilu AS, nih. Sosok Donald Trump, salah satu kandidat presiden dari Partai Republik yang kontroversial sangat jarang luput dari sorotan media. Lucunya, berita tentang Trump tidak pernah terasa membosankan, ya? Selalu ada saja tingkahnya yang membuat kita entah heran, tertawa geli, hingga bahkan geram. Eits, jangan langsung lewatkan halaman ini. Nope, kali ini kita tidak akan membahas tentang citra ‘negatif’ Trump yang telah banyak ia raih melalui media. This is the moment where we are going to take a closer look, and learn a thing or two from the one and only, Donald Trump. 1. Kepercayaan Diri His confidence is exemplary that, ironically enough, a lot of times leave us wondering ‘is he for real?’. Tidak sedikit pihak yang menganggap Trump arogan dan terkesan sombong, hal ini mungkin dikarenakan individuindividu seperti Trump yang berani untuk speak his mind out loud pun sama sekali tidak banyak, membuat karakternya ‘unik’ dan berbeda dari kebanyakan orang. Apabila ada yang mengatakan bahwa rasa percaya diri Trump sangat melampaui batas, hal tersebut pun tak sepenuhnya salah. Namun, tak ada salahnya untuk mencontoh sebagian rasa percaya diri Trump, tentunya bukan untuk ‘make America great again’ tetapi untuk meningkatkan self-esteem diri sendiri agar pada akhirnya dapat mewujudkan apa yang kita impikan selama ini. All in all, his confidence has brought him into big success in business and several other projects, might as well copy it. But does he have what it takes to become a leader for such a big country? We still shall see about that.
2. Tahan Banting Hmm, it sounds weird, apa maksudnya? Mustahil bahwa Trump tidak melihat atau mendengar apa yang media bicarakan tentangnya; baik hal positif maupun negatif, Trump sudah pasti setidaknya tahu tentang tanggapan masyarakat mengenai citranya, yang jujur saja kebanyakan kurang mengenakkan. Hebatnya, komentar seburuk apapun, cemoohan separah apapun tak pernah membuat apinya padam hingga kini. Nah, KawanWH pasti tahu persis bahwa hal seperti ini adalah problema yang dihadapi remaja masa kini, yakni terlalu banyak mendengarkan hujatan orang lain yang bahkan tak mengenal kita sama sekali, dan pada akhirnya jadi stress sendiri, deh. Setidaknya, Trump merupakan role model when it comes to trusting your own judgments on certain things. Mendengarkan pendapat orang lain memang seringkali membantu, namun untuk apa mempertimbangkan kritisi yang sama sekali tidak konstruktif dari mereka yang jelasjelas ingin menjatuhkan kita? Pada akhirnya tidak akan membawa untung sama sekali. 3. Pemikir yang Independen Hal ini tentunya bergerak bersamaan dengan kualitas lain yang Trump miliki. Trump adalah tipe individu yang tak segan-segan bergerak menerjang ombak, disaat semua orang mencoba menyelamatkan diri. Clearly, he’s not a follower and he makes his own rules. Faktanya, cukup banyak dari kita yang tidak mencerminkan sikap tegas tersebut dan memilih untuk ‘ikut lo aja, deh’, melainkan mengikuti pemikirannya sendiri. It’s somehow refreshing to encounter with people who still embrace their individuality. (IJ)
WH / 11
ANTONIUS
REYNALDO GIOVANNI
WH TALKS
#
FightingForACause menjadi motto utama dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, atau disingkat HMPSIHI, pada periode ini. Tapi, siapa pencetusnya? Ya, dia adalah Antonius Reynaldo Giovanni, atau yang akrab disapa Anton, saat berkampanye mencalonkan diri sebagai seorang ketua . Sekarang, dia sudah menjadi ketua nih, kawanWH! Mau tahu siapa dia? Yuk disimak WH Talks kita kali ini!
Halo, Anton! Apa sih motivasi terbesar kamu saat mencalonkan diri sebagai ketua HMPSIHI? Halo, kawanWH! Motivasi terbesar saya untuk menjadi ketua HMPSIHI adalah rasa cinta saya yang besar pada HI UNPAR dan HMPSIHI itu sendiri. Rasa cinta ini mendorong saya untuk berkontribusi lebih terhadap HI UNPAR dan terlibat dalam setiap acara dan kepengurusan HMPSIHI. Ketika terbuka kesempatan untuk menjadi ketua HMPSIHI, rasa cinta ini juga yang mendorong saya untuk mengambil kesempatan itu. Menurut kamu, apa potensi HI UNPAR yang belum terlihat di periode-periode sebelumnya dan cara kamu untuk memperlihatkannya atau bahkan memaksimalkannya? Saya percaya jika mahasiswa HI UNPAR telah mencapai banyak hal-hal hebat, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Namun, sebagai mahasiswa, kita berkewajiban untuk membaktikan ilmu kita kepada masyarakat. Makanya, mulai periode 2016-2017 ini, melalui Divisi Pengabdian Masyarakat, HMPSIHI akan berusaha untuk membantu mahasiswa
HI UNPAR menjadi mahasiswa yang humanum dengan membaktikan ilmu yang telah dipelajari di HI UNPAR kepada masyarakat. Terakhir, Ton! Kasih semangat dong buat temanteman 2016-nya! Untuk teman-teman HI 2016, selamat datang di HI UNPAR! Kalian adalah bagian dari keluarga besar HI UNPAR, dan saya sangat menunggu partisipasi kalian dalam kegiatan-kegiatan HMPSIHI ke depan, atau bahkan dalam kepengurusan HMPSIHI sendiri. Kehidupan perkuliahan tentunya adalah hal yang baru bagi kalian, namun jangan takut, karena kami semua siap membantu kalian menjalani kehidupan perkuliahan ini. Sekali lagi, selamat datang semuanya! Terus semangat HI UNPAR 2016! Eits, tenang. Ini masih preview dari WH Talks yang sesungguhnya, lho! Mau tahu kelanjutan wawancara WH dengan Anton? Ada cerita unik apa ya ketika beliau mencalonkan diri menjadi ketua HMPSIHI? Simak selengkapnya di YouTube Warta Himahi.
Don’t forget to visit us on Youtube Search our channel, Warta Himahi Enjoy. Like. Subscribe
WH / 13
EXCURSION STUDY SPECIAL REPORT:
HALLYU WAVE AND
SOUTH KOREA’S SOFT POWER
D
ewasa ini siapa sih yang tidak kenal dengan Korea Selatan dan budaya-budayanya yang sangat digemari? Mulai dari drama Korea yang mengharukan, boyband girlband Korea yang bertalenta, hingga makanan dan tempat-tempat wisata nan indah disana yang sayang untuk tidak dikunjungi. Namun, tahukah kawanWH jika demam Korea ini membuat perekonomian Korea Selatan meningkat pesat melalui sumbangan wisatawan mancanegara yang tertarik untuk mendalami budaya-budaya yang biasa mereka nikmati lewat media. Nah, mendunianya wabah demam Korea atau lebih dikenal dengan sebutan Hallyu ini membuat rekan-rekan kita dari Divisi Eksternal tertarik untuk mengadakan kunjungan ke negeri ginseng tersebut melalui kegiatan Studi Ekskursi yang dilaksanakan selama 10 hari, mulai tanggal 5 – 14 Juni 2016. Acara yang diusung dengan tema “Taking a Leap into the S(e)oul of Asia’s Rising Tiger” lebih memfokuskan kepada bagaimana Korea Selatan memanfaatkan soft power dalam berbagai bentuk dan media demi menasbihkan negaranya sebagai The Next Tiger of Asia.
14 / WH
FEATURE Kegiatan Studi Ekskursi ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Divisi Eksternal Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional berupa kunjungan ke berbagai institusi, tempat wisata, dan universitas yang ada di luar negeri. Program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa HI UNPAR untuk dapat merasakan langsung pengalaman berada di tempat-tempat di negara tujuan yang berhubungan dengan pembelajaran HI. Selain itu, Studi Ekskursi juga memberikan pembelajaran kepada para peserta terkait topik yang diangkat dan belajar langsung dari mahasiswa-mahasiswa, dosen, bahkan warga setempat. Selain itu, para peserta juga dapat menikmati kunjungan ke objek wisata yang ada. Meskipun sifatnya hiburan, namun objek wisata yang dipilih dapat memberikan nilai edukasi kepada para peserta sehingga menambah wawasan terkait negara tujuan. Perjalanan para peserta dimulai pada tanggal 6 Juni ketika berkunjung ke UNESCO Asia Pacific Centre for International Understanding dan University of Seoul. Disana para peserta mendapat gambaran mengenai pendidikan sebagai salah satu kunci soft power untuk menciptakan perdamaian dunia. Lain halnya dengan University of Seoul, para mahasiswa dari kedua universitas ini saling berdiskusi mengenai soft power apa yang lebih diandalkan di masing-masing negara. Dari Indonesia sendiri, dipaparkan bahwa soft power andalannya adalah diplomasi yang kuat dari para diplomat-diplomatnya, sementara Korea Selatan mengedepankan Korean Wave atau Hallyu tadi sebagai kekuatan utama soft power-nya sehingga mampu mengembangkan perekonomian negara melalui tingginya angka wisatawan mancanegara yang berdatangan. Esoknya, para peserta berkunjung ke KBRI di Seoul dimana mereka mendapat informasi mengenai ketertarikan Jokowi terhadap soft power Korea dan kemungkinan pengimplementasian hal tersebut di Indonesia. Para peserta juga berkunjung ke Sejong Institute dimana mereka mendapat gambaran mengenai hubungan Korea Utara dan Korea Selatan yang memang sedang panas-panasnya saat itu. Pada tanggal 9 Juni, rombongan melakukan kunjungan ke Ewha Womans University dan ASEANKorea Centre dimana para peserta mendapat gambaran mengenai niche diplomacy, yaitu diplomasi dengan memperlihatkan Korea Selatan sebagai negara yang bersahabat lewat media-media di dunia dan merealisasikannya melalui kontribusi terhadap operasi perdamaian dunia. Di ASEAN-Korea Centre, peserta disuguhi materi tentang hubungan Korea Selatan dengan negara-negara di ASEAN. Tak lupa, para peserta juga menikmati kunjungan mereka di Korea Selatan kali ini dengan berwisata ke tempattempat seperti Gyeongbok Palace, National Folklore Museum, National Museum of Korea, N-Seoul Tower,
Namsangol Hanok Village, Nami Island, Mount Sorak, Petite France, Myeongdong Street, Hongdae Street, Dongdaemun Street, dan Korea De-Militarized Zone (DMZ) yang pastinya tak kalah seru dari kunjungan ke institusi-institusi resmi sebelumnya. Kania Anjani, HI 2013, mengutarakan tempat favoritnya ketika berkunjung ke Korea Selatan, “Kalau aku suka banget ke DMZ (De-Militarized Zone). Disana ada beberapa tunnel yang dulu digunakan ketika Perang Korea, ada banyak teropong juga yang digunakan untuk melihat bentukannya Korea Utara dari jauh. Terus yang paling menarik ada Dorasan Station yang sejatinya buat menghubungkan Korea Utara dan Korea Selatan, tapi berhubung belum re-unifikasi jadi belum bisa digunakan.” Lain halnya dengan Masya Siregar, HI 2014. Ia menceritakan pengalaman menariknya ketika mendapat teman berkebangsaan Korea dalam sekejap hanya karena sama-sama suka nonton drama Korea, “Jadi, seberes presentasi tentang Hallyu, aku iseng-iseng nanya ke mahasiswa kampus sana ‘eh, kamu lagi nonton drama ini ga di stasiun TV itu?’ lalu dia jawab dengan super excited gitu ‘eh demi apa drama ini ditonton orang Indonesia juga? Aku juga suka banget soalnya’. Lalu sekejap kita jadi sahabat. Lucu kan, hal sepele kaya gitu bisa bangun networking yang sifatnya long last.” Becky, HI 2015, juga berbagi kesannya tentang soft power Korea yang didapatnya melalui kunjungan ke institusi resmi disana, “Seneng banget sama Divisi Eksternal yang udah ngasih kesempatan ke institusi-institusi tersebut karena langsung tahu tentang soft power langsung dari orang Korea-nya dan dapat perspektif baru juga dari KBRI. Karena aku juga peminat soft power Korea, melihat sisi yang lebih menyeluruh mengenai itu semua merupakan pengalaman yang luar biasa banget.” Adriana Anjani, HI 2014, juga berujar mengenai manfaat Studi Ekskursi yang mereka dapatkan ketika 10 hari kunjungan, “Sebagai mahasiswa HI, Studi Ekskursi ini bermanfaat dalam memberikan perspektif baru bagi mahasiswa HI dengan cara terjun dan menikmati langsung keadaan suatu negara yang sebenarnya. Hal-hal seperti kebiasaan, budaya, bahasa, sejarah menjadi lebih mudah dipahami ketika kita menjadi bagian dari masyarakat tersebut.” Senada dengan Adriana, Naifa, HI 2015, juga memberikan pendapatnya mengenai manfaat Studi Ekskursi, “Dalam Studi Ekskursi kali ini, kita dapat mengetahui isu HI yang menjadi fokus negara tersebut dan bisa mempelajari langsung dari sudut pandang negara tersebut. Selain itu, kegiatan ini dapat juga menambah wawasan kultural mengenai negara yang dikunjungi.” Nah, bagaimana? Jadi ingin ikutan kan? Sabar, tunggu tahun depan ya! (MFY)
WH / 15
HI UNPAR:
YUK KENALAN! H
alo kawanWH! HI UNPAR sangat terkenal dengan acaranya yang segudang dan super sibuk. Eits, tunggu dulu, semuanya acaranya seruseru kok dan pastinya bisa menambah wawasan kamu mengenai HI itu sendiri. Ada juga acara yang bisa kamu jadikan ajang buat seru-seruan sama temen-temen kamu. Mau tau acara apa aja yang ada di HI UNPAR? Yuk kenalan!
GINTRE
TAHI
STUDY VISIT
Gathering and Introducing International Relations atau disingkat GINTRE menjadi acara pertama yang wajib banget diikutin buat mahasiswa di bulan-bulan pertama sebelum resmi dilantik jadi mahasiswa HI UNPAR. Disini kita bakalan dapet gambaran sederhana tentang tata cara berdiplomasi yang baik dan benar layaknya sebuah sidang PBB, atau yang lebih dikenal dengan Model United Nations. Bukan cuman itu saja, disini juga bakalan ada pengenalan budaya dari masing-masing negara peserta sidang yang pastinya ga kalah seru. Belum GINTRE, Belum HI!
TAHI? Buat yang baru pertama kali denger acara ini, pasti langsung ketawa mendengar namanya. Tapi, setelah diikutin, eh ternyata seru banget. Disini kita bisa bertemu, mengakrabkan diri satu sama lain, sampai seru-seruan bareng mahasiswa-mahasiswa dari tahuntahun sebelumnya. Ada dosendosen HI juga lho yang diundang. Tradisinya, acara ini juga dijadikan ajang ‘perpisahan’ buat mahasiswa yang kurang lebih sudah 4 tahun belajar di HI UNPAR. Tak ketinggalan, acara ini juga menjadi acara angkatan pertama sebagai mahasiswa baru yang semakin bisa menguatkan soliditas di angkatan kalian! Bikin TAHI meriah ya?!
Berkunjung ke kedutaan besar, organisasi-organisasi nonpemerintah, dan instansi yang berkaitan dengan HI menjadi impian bagi setiap mahasiswa yang ingin mendalami dinamika HI itu seperti apa. Divisi Eksternal mampu mewujudkan impian tersebut lewat Study Visit yang rutin diadakan setiap tahunnya. Dalam kunjungannya, kita akan diberikan kuliah singkat oleh masing-masing instansi terkait dan bisa berdiskusi langsung dengan instansi tersebut yang pastinya bisa semakin menambah wawasan kamu mengenai HI. Seru kan?
16 / WH
FEATURE MEDIA VISIT
ALUMNI DAY
IR’S WEEK
Ga semua orang lho bisa kelilingkeliling kantor media dengan bebasnya. Bisa ngeliat suasana syuting di kantor-kantor media terkait juga. Atau kita juga bisa berkunjung ke kantor-kantor media favorit kamu. Ya, Media Visit acaranya. Disini, kita akan berkunjung ke kantor-kantor media yang ga asing di telinga kamu, seperti kantor CNN Indonesia, National Geographic, Metro TV, malesbanget.com, BBC, Al Jazeera, dll. Selain itu, kamu juga bisa melihat langsung suasana kantorkantor media tersebut di jam kantor mereka. Tertarik kan?
Pengen tahu lebih lanjut tentang kehidupan mahasiswa-mahasiswi HI ketika mereka udah lulus dari HI UNPAR? Kalian bisa nanya-nanya sama mereka di Alumni Day. Ya, acara yang diusung oleh Divisi Hubungan Masyarakat ini memberikan kamu semua kesempatan untuk bisa langsung ngobrol dengan para alumni dan membahas banyak hal, mulai dari tips ketika berkuliah di HI, peluang-peluang kerja yang ada di HI, pengalaman mereka ketika mencari pekerjaan, hingga cerita sukses mereka berkecimpung di dunia HI. So, jangan sampai kelewatan ya?!
PMUN
ASEAN FOR KIDS
Parahyangan Model United Nations atau disingkat PMUN kurang lebih sama seperti GINTRE. Namun, disini peserta yang ikut merupakan siswasiswi SMA. Lho? Kalau pesertanya anak SMA, kita ngapain? Nah, kita yang jadi panitianya sebagai bentuk kontribusi kita sebagai mahasiswa HI UNPAR dalam memperkenalkan dan mempromosikan HI UNPAR ke anak-anak SMA. Acara yang digagas oleh International Relations English Club atau IREC ini merupakan acara rutin tahunan yang bisa bikin kita kenal lebih dekat dengan suasana Model United Nations, dan pastinya full bahasa inggris. Seru kan?
ASEAN For Kids yang dibawahi oleh divisi baru di HMPSIHI, Divisi Pengabdian Masyarakat ini punya tujuan untuk memberikan pengenalan serta pengetahuan kepada anak-anak SD di lingkungan sekitar UNPAR terkait ASEAN serta peranan Indonesia di ASEAN itu sendiri. Kamu disini akan menjadi sukarelawan dalam mengajarkan adik-adik kita apa itu ASEAN, yang pastinya dengan materi yang menarik dan sangat ringan biar bisa have fun bareng-bareng sambil bisa belajar juga. Buat kamu yang mau ikutan, ditunggu aja ya open recruitment-nya!
Acara baru lagi, nih! Organisasi Internal Kelompok Studi Mahasiswa Pengkaji Masalah-Masalah Internasional kali ini mengadakan IR’s Week. IR’s Week adalah sebuah rangkaian acara yang terdiri dari Cerdas Cermat bersama KSMPMI, Call for Essay, dan Movie Screening. Ketiga rangkaian acara ini akan diadakan pada hari yang berbeda dalam satu minggu, dengan format kegiatan berupa kompetisi internal yang berada di lingkup internal HI Unpar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi para peserta sekaligus menghibur dengan rangkaian acara yang ada. Seru kan? Ayo ajak tementemen kamu buat seru-seruan bareng disini. Hadiahnya banyak lho! Eits, jangan lupa buat ikutan acaraacara KSMPMI lainnya, ya?!
FKMHII Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional seIndonesia (FKMHII) merupakan sebuah wadah interaksi mahasiwa hubungan internasional dari seluruh Indonesia. Tiap tahunnya, FKMHII memiliki dua agenda tahunan, yang pertama ialah Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PNMHII), sarana bagi para mahasiswa untuk bertukar ide, berdiskusi, serta membahas lebih dalam isu-isu internasional yang juga berkaitan dengan kebijakan pemerintah di Indonesia. Dalam agenda yang serupa namun dengan skala yang lebih kecil, FKMHII juga mengadakan Pertemuan Sela Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PSNMHII). Jadi, buat kamu yang pengen terlibat lebih jauh lagi dalam pembahasan isu-isu internasional bisa langsung ikutan aja!
SIMPOSIUM HI Ada acara baru nih di HI UNPAR! Yap, namanya Simposium HI. Acara yang berada dibawah program kerja Divisi Penelitian dan Pengembangan ini ditujukan sebagai medium bertemunya pihak-pihak yang memiliki peranan penting di lingkungan HI Unpar, seperti anggota dan masyarakat HMPSIHI, untuk mendiskusikan masalah yang diambil dari kebutuhan dan/atau fenomena yang ada dalam lingkup HI Unpar. Nah, pada pelaksanaan perdananya tahun ini, Simposium HI akan mendiskusikan perihal falsafah dan nilai dasar HMPSIHI yang hasilnya merupakan hasil persetujuan seluruh elemen dari masyarakat HI Unpar. Buat yang pengen ikutan, sabar yah, soalnya acara ini baru bakalan ada semester depan!
BOOK FAIR HI MIND Book Fair HI Mind yang diselenggarakan oleh Divisi Penelitian dan Pengembangan ini mengadakan penjualan buku-buku dari perpustakaan HI Mind dan juga koleksi buku dari beberapa toko buku yang turut berkolaborasi dengan Litbang dalam kegiatan ini. Buku-buku yang tersedia ga hanya seputar buku akademik aja lho, ada beberapa genre buku non-akademik yang lain juga. Eits, ada buku-buku yang jarang juga kalian temuin di toko-toko buku lainnya lho! INTRIGARTS HI UNPAR ga cuma punya acara yang muter-muter tentang HI doang, lho ya. Divisi Seni dan Olahraga menyediakan sebuah acara kompetisi seni dan olahraga di lingkup internal HI UNPAR aja, namanya International Relations Leagues of Arts and Sports atau disingkat Intrigarts. Dibalik nama acaranya yang keren banget ini, tersimpan berbagai kompetisi yang seru dan menantang untuk kamu ikutin bareng temen-temen kamu, dari mulai lomba lukis, basket 3 on 3, badminton, dodgeball, estafet, sampai tebak lagu, just dance, dan memasak. Woo seru banget kan? Jangan sampai ketinggalan ya buat ikutan! (MFY)
WH / 17
NILAI STRATEGIS HUBUNGAN INDONESIA ISRAEL
VISI SEORANG GUS DUR
FEATURE
OLEH:
RIZKY AJI PRATAMA
D
alam sejarah perjalanan politik luar negeri Indonesia yang sedang menuju seabad ini, Indonesia telah melewati beberapa masa komando di bawah presiden yang berbeda-beda. Secara prinsipil, politik luar negeri Indonesia sampai kapanpun harus berdasarkan azaz bebas dan aktif serta didasari oleh UUD 1945. Namun, dalam perjalanannya, politik luar negeri Indonesia turut dijalankan sesuai dengan karakteristik masing-masing pemimpin yang sedang berkuasa. Misalnya saja ketika tongkat komando politik luar negeri sedang dipegang oleh Presiden Soekarno, dimana politik luar negeri dijalankan dengan gaya revolusioner radikal. Hal ini dibuktikan dari retorika Sukarno yang berbunyi “Go to Hell with your Aid”, “Sebelum ayam berkokok, Irian Jaya harus kembali ke pangkuan ibu pertiwi,” dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan oleh Soekarno dikarenakan lingkungan dan kebutuhan nasional saat itu adalah konsolidasi politik dan pengakuan kedaulatan atas republik muda yang bernama Indonesia. Kemudian Soeharto melanjutkannya dengan gaya yang sangat kontras, dimana dia justru membuka kembali kepercayaan dari negara-negara barat agar kemudian masuk dan berinvestasi ke Indonesia. Hal ini dilanjutkan dengan memainkan peran Indonesia di kawasan dengan berusaha mengkonsolidasi negaranegara di ASEAN. Singkat cerita, maka sampailah kepada masa kepemimpinan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Gus Dur memang menjalankan tugasnya sebagai presiden di saat kondisi domestik Indonesia sedang berada di bawah ancaman disintegrasi, sehingga Gus Dur popular dengan gaya kepemimpinannya yang berusaha mewujudkan politik luar negeri yang pragmatis dan berimbang . Diantara kebijakan luar negerinya, Abdurrahman Wahid sempat memiliki
rencana untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Hal ini tentu saja mendapatkan kecaman keras dari stakeholder atau determinan domestik politik luar negeri Indonesia yakni kelompok Islam. Memang, secara historis, pada tahun 1962 Presiden Sukarno telah menegaskan bahwa, “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.” Namun, hal ini bisa jadi ditafsirkan oleh Gus Dur sebatas sebagai keharusan untuk menentang Israel, namun bukan berarti tidak bisa diwujudkan suatu hubungan diplomatik resmi. Namun apabila kita perhatikan dari sisi yang berbeda, maka dapat ditemukan bahwa dibalik motivasi Gus Dur untuk melakukan ini ada motif strategis yang telah dipikirkan olehnya. Gus Dur berpendapat bahwa pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel memang secara langsung tidak ada keuntungan yang optimal bagi Indonesia, namun Israel memiliki pengaruh kunci terhadap penguasa perekonomian dunia yang dikuasai oleh Yahudi diaspora . Sehingga, hal ini bisa jadi meningkatkan daya tawar Indonesia terhadap Israel. Kemudian, akan mudah bagi Indonesia untuk menempatkan diri sebagai mediator konflik Palestina-Israel karena secara politis Israel memiliki kepentingan juga dengan Indonesia. Akhirnya, dapat disimpulkan bahwa selama memiliki tujuan akhir yang sesuai dengan dasar konstitusi (dalam kasus ini sesuai dengan pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekan ialah hak segala dan bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan), maka sebaiknya desain kebijakan strategis semacam ini harus dilaksanakan namun tetap berada di bawah pengawasan dan pertimbangan parlemen.
WH / 19
EKUIVALENSI NORMALISASI ATAU DIPLOMATIK HUBUNGAN SEGREGASI? TURKI-ISRAEL
DIPLOMASI “TRANSAKSIONAL” YANG BERHASIL
FEATURE
OLEH:
FADHIL HAZMI MUSYAFFA
S
enin, 27 Juni 2016 menandakan kembali normalnya hubungan diplomatik TurkiIsrael, setelah sempat putus pasca kejadian penembakan kapal bantuan kemanusiaan Mavi Marmara pada tahun 2010. Normalisasi tersebut ditandai oleh pengumuman resmi yang dikemukakan oleh masing-masing kepala pemerintahan, yakni Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang dilakukan di Roma, Italia dan Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim yang dilakukan di Ankara, Turki.
Sebaliknya, proposal Israel untuk membangun jalur pipa gas melalui Turki disetujui sebagai salah satu poin kesepakatan. Hal ini dilatarbelakangi oleh kekayaan gas alam Israel yang sedang melimpah serta permintaan Turki akan gas alam yang tinggi setelah penyediaan gas alam dari Rusia diberhentikan karena hubungan yang merenggang. Lalu, tentara Israel yang terlibat dalam kejadian Mavi Marmara mendapatkan perlindungan terhadap tuntutan-tuntutan yang diberikan.
Sejatinya, Turki dan Israel merupakan negara dengan hubungan bilateral yang sangat erat sebelum adanya kejadian Mavi Marmara pada 2010. Kedua negara memutuskan untuk menarik masing-masing duta besarnya dan menandakan hubungan diplomatik yang jauh memburuk. Normalisasi akhirnya tercapai setelah melewati satu tahun negosiasi secara tertutup dari kedua belah pihak.
Meskipun blokade Israel terhadap Jalur Gaza belum diangkat, kesepakatan tersebut diklaim sebagai kemenangan diplomatik Turki. Banyak yang menilai bahwa keputusan tersebut merugikan Israel, salah satunya adalah headline media Israel, Yediot Aharonot yang menulis “Reconciliation or Surrender?”. Lalu, Gideon Saar, mantan Menteri Dalam Negeri Israel berpendapat bahwa pemberian kompensasi tersebut merupakan “a national humiliation”.
Kesepakatan akhirnya dicapai setelah Israel bersedia untuk meminta maaf dan membayar biaya kompensasi sebesar 20 juta Dolar AS untuk keluarga dari sepuluh warganegara Turki yang tewas dalam kejadian penembakan kapal Mavi Marmara. Selain itu, Israel juga mempersilakan Turki untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan serta pembangunan infrastruktur seperti rumah sakit, pembangkit listrik, dan pusat desalinasi di Jalur Gaza. Menindaklanjuti hal tersebut, Turki dikabarkan telah siap untuk membangun rumah sakit dengan 200 kamar dan langsung mengirimkan bantuan kemanusiaan pada Jumat, 1 Juli 2016 melalui Ashdod, Israel. Akan tetapi, permintaan Turki agar Israel mencabut blokade di Gaza belum dapat dipenuhi.
Di sisi lain, pembangunan pipa gas Israel di Turki juga dianggap sebagai suatu hal penting. Pembangunan tersebut diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan Israel dengan adanya penjualan dan distribusi gas alam ke Eropa melalui Turki. Hal ini dikarenakan Turki memiliki letak yang sangat strategis bagi negara-negara lain, termasuk negara-negara Eropa. Melihat hal-hal tersebut, dapat dilihat bahwa normalisasi ditunjang oleh adanya diplomasi “transaksional”. Lalu yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah siapa yang benar-benar diuntungkan? Apakah hanya Turki, hanya Israel, atau ternyata sebuah win-win solution? Atau bahkan dapat memengaruhi kawasan? Kita ikuti saja perkembangannya.
WH / 21
REGULAR CONTENT
THE MOMENT 1 AGUSTUS 1970 COMIC CON PERTAMA - SAN DIEGO, CALIFORNIA
5 AGUSTUS 2003 BOM J.W. MARRIOT
2 SEPTEMBER 1923 PEMILU PERTAMA - IRLANDIA
5 SEPTEMBER 1972 PEMBUNUHAN ATLET ISRAEL - MUNICH
13 AGUSTUS 1961 PEMBANGUNAN TEMBOK BERLIN
Sebelas orang atlet olimpiade asal Israel dibunuh oleh Tentara Pembebasan Palestina di Munich, Jerman
19 SEPTEMBER 1983
Tembok yang membatasi Jerman Timur dan Barat mulai dibangun
15 AGUSTUS 1969 FESTIVAL MUSIK WOODSTOCK PERTAMA
HAK PILIH PEREMPUAN - SELANDIA BARU
3 OKTOBER 1932 IRAK MERDEKA DARI INGGRIS
30 OKTOBER 1990 31 AGUSTUS 1997
TEROWONGAN CHANNEL DIBUKA
PUtRI DIANA MENINGGAL DUNIA
Putri Diana, Princess of Wales, meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris, Perancis
Terowongan Channel, terowongan yang menghubungkan dengan Inggris dan Prancis, resmi dibuka
WH / 23
REGULAR CONTENT
REVIEWS MOVIES AND BOOKS
INI KISAH TIGA DARA Release Date: September 1th 2006 // MPAA Rating: - // Runtime: - // Directed by: Nia Dinata // Written by: Lucky Kuswandi & Nia Dinata // Cast: Shanty Paredes, Tara Basro, Tatyana Akman, Titiek Puspa, Ray Sahetapy, Reuben Elishama, Rio Dewanto, Richard Kyle Sampai tulisan ini ditulis, film Indonesia yang telah memperoleh penonton hingga mencapai angka satu juta penonton mencapai jumlah yang fantastis, yakni tujuh film! Padahal masih ada lima bulan menuju akhir dari tahun 2016. Salah satu faktor yang mempengaruhi fenomena ini adalah meningkatnya kualitas film Indonesia sehingga mampu menggiring penonton ke bioskop. Nah kawanWH, film ‘Ini Kisah Tiga Dara’ juga diharapkan mampu bergabung dengan ketujuh film lainnya mengingat film ini memiliki premis yang menarik juga unik karena merupakan film musikal. Beberapa dari kawanWH mungkin sudah aware akan diproduksinya film ini mengingat proses casting yang diadakan via media sosial Instagram beberapa waktu lalu. Film ini adalah remake dari karya klasik Umar Ismail tahun 1956 yang menceritakan tentang tiga bersaudari asal Jakarta yang harus pindah ke Flores untuk mengurus hotel milik Oma. Konflik datang ketika Oma mengambil bagian dalam memutuskan jodoh untuk ketiga cucunya. (IF)
THE PRESTIGE Release Date: October 1th 2006 (USA) // MPAA Rating: PG-13 // Runtime: 2hr 10min // Directed by: Christopher Nolan // Written by: Christopher Nolan & Jonathan Nolan// Cast: Christian Bale, Hugh Jackman, Scarlett Johansson, Michael Caine. Alfred Borden dianggap bersalah akibat keberadaannya sebagai orang terakhir yang berada di lokasi kematian Robert Angier. Awalnya, kedua pesulap ini merupakan asisten yang bekerja untuk seorang ‘arsitek sihir’ sebelum menjadi rival akibat perbedaan visi untuk menyempurnakan trik sulap: ‘The Dissapearing Man’. Kisah keduanya semakin menarik ketika intrik dan sabotase mewarnai upaya mereka dalam menunjukkan siapa yang berhak mendapatkan gelar The Great Showman of the Earth. Pemaparan kisah baik melalui perspektif Angier dan Borden juga membuat The Prestige semakin rumit. Seakan-akan penonton sengaja dibuat bingung harus berpihak kepada siapa ketika keduanya sama-sama tidak ragu untuk melakukan pekerjaan yang kotor. Menonton film The Prestige mungkin akan membuat kening kawanWH! mengerut. Sebab, narasi film ini diceritakan secara non-linier yang baru akan masuk akal ketika kawanWH! telah menontonnya secara utuh. Jangan lupa buat buka semua indera kawanWH! ketika menonton film ini. Karena kalau sekalipun kawanWH! lengah, bisa banget kehilangan poin penting di film ini. ‘Will You Watch it Closely?’ (IF)
CRITICAL ELEVEN Written by: Ika Natassa // Genre: Romance, Metropop // Pages: 334 // Paperback // Date of Publication: August 10th 2015 // Publisher: Gramedia Pustaka Utama Lima tahun yang lalu, Ale dan Anya bertemu dalam penerbangan dari Jakarta menuju Sydney. Percakapan antara keduanya dalam kabin pesawat mengantarkan mereka ke dalam sebuah hubungan yang jauh lebih dalam dari apa yang mereka kira. Kini keduanya tengah dalam permasalahan. Sebuah tragedi datang dan nyaris menggoyahkan rasa percaya diantara keduanya. Adalah keputusan yang baik dari Ika Natassa untuk menggerakan narasi hubungan Ale dan Anya lewat dua sudut pandang masing-masing karakternya. Alhasil Ale dan Anya hadir sebagai tokoh yang kuat sekaligus memikat. (IF)
THE UNITED STATES OF PARANOIA Written by: Jesse Walker // Genre: Nonfiction // Pages: 464 // Paperback // Date of Publication: August 20th 2013 // Publisher: Harper Sejarah teori konspirasi baik dalam budaya maupun politik Amerika Serikat menjadi sajian utama tulisan Jesse Walker ini. Buku ini bakalan mengajak kawanWH untuk memahami sejarah teori konspirasi sejak era Kolonial hingga periode War on Terror. Buku ini bakal seru banget nih kawanWH buat dapetin perspektif baru dari berbagai fenomena yang terjadi di Amerika Serikat. Meski pada awalnya tidak masuk akal, gaya penulisan Walker yang sangat meyakinkan ini dijamin bakal bikin kita kembali mempertanyakan teori yang kita percayai untuk fenomena tertentu. So, if you are a Conspiracy Enthusiast, go grab this book already! (IF)
24 / WH
REGULAR CONTENT
4
KONSPIRASI GILA YANG DIPERCAYAI ORANG-ORANG
1
ABAD PERTENGAHAN TIDAK PERNAH BENAR-BENAR TERJADI Menurut beberapa Conspiracy Theorists, awal abad pertengahan atau Early Middle Ages tidak pernah benar benar terjadi dan tahun 2016 sebenarnya adalah tahun 1719. Teori ini dinamakan teori Phantom Time Hypothesis yang percaya bahwa artefak dari tahun 614-911 AD sebenarnya berasal dari periode waktu yang lain. Teori ini dipelopori oleh Heribert Illig pada 1991 yang didasari oleh sedikitnya artefak dan bukti arkeologis bahwa abad pertengahan seperti yang kita ketahui selama ini, sebenarnya tidak benar benar terjadi. Bagaimanapun mayoritas historians percaya bahwa teori ini benar benar tidak relevan.
2
PARA PEMIMPIN DUNIA ADALAH MANUSIA KADAL Teori ini adalah salah satu teori yang paling terkenal karena keanehannya, dan yang mengejutkan teori ini adalah salah satu yang paling dipercayai. Ide ini dipopulerkan oleh David Icke yang secara blak blakan percaya bahwa dunia kita diatur oleh manusia reptile yang bisa berubah wujud atau disebut juga ‘Reptilians´. Reptilians ini secara diam diam mengontrol kita dan fighting against humanity dengan Ratu Elizabeth, George Bush dan Lady Gaga sebagai bagian dari pasukan Reptilians. crazy, right?
D
alam edisi Vice Versa kali ini, Warta Himahi mengangkat berbagai sisi dari berbagai kasus dan isu, termasuk pada Regcont Special kali ini kami akan membahas mengenai 4 konspirasi teori paling gila yang dipercayai oleh sebagian orang. So crazy you would be surprised that some people actually believe this!
3
BARRACK OBAMA BISA MENGONTROL CUACA
Beberapa orang percaya bahwa Obama dapat mengendalikan cuaca menggunakan alat pengatur cuaca, bahkan Obama juga dipercayai menggunakan alat itu untuk ‘membuat’ badai Sandy untul mengamankan reelectionnya, tidak hanya itu Presiden Obama juga dipercaya menggunakan alat tersebut untuk mengacaukan konvensi Republikan. Rush Limbaugh menyebut hal ini sebagai “Liberal Conspiracy”. Do you believe that, KawanWH?
4
POKEMON SEBENARNYA ADALAH CYBER DEMON
Rick Wiles adalah seorang konservatif yang menyatakan bahwa ada motif lain yang tersembunyi dibalik game viral Pokemon Go. Pokemon Go menjadikan banyak tempat peribadatan sebagai pemberhentian dan hal ini tentu saja menguntungkan karena para pemain bisa melakukan ibadah selagi berada disana untuk menangkap pokemon. Tetapi Rick Wiles mencurigai sesuatu yang jahat dibalik itu seperti yang ia utarakan dalam “Trunews” radio show dan Right Wing Watch. Wiles beranggapan bahwa Pikachu memang menggemaskan tapi bisa jadi ia adalah sesosok cyber demon yang sengaja ditaruh didalam gereja-gereja agar dapat menguntungkan Islamic jihadists dengan menunjukkan lokasi dimana letak geografis para umat Christians berada. Okay, this is getting ridiculous.
WH / 25
REGULAR CONTENT
26 / WH
REGULAR CONTENT
TIPS UNTUK KICK OFF
SEMESTER BARU
H
alo KawanWH! Di edisi baru Warta Himahi kali ini kami menampilkan rubrik baru bernama “Tips and Hacks�. Nah, dalam Tips and Hacks kali ini kami mengumpulkan 4 tips untuk mengawali semester baru KawanWH loh, semoga bermanfaat dan good luck with your new semester KawanWH!
1. LENGKAPI ALAT TULIS KAWANWH DAN JAZZ UP BUKU CATATAN Motivasi untuk belajar bisa datang dari mana saja, termasuk dari excitement yang timbul dari alat tulis baru dengan desain yang cute dan membuat kita tidak sabar untuk menggunakannya. Selain berbelanja di toko alat tulis di sekitar kawanWH, KawanWH juga bisa menemukan alat tulis yang cute dengan harga yang tidak terlalu mahal di toko-toko online Instagram loh! Nah, dengan alat tulis KawanWH yang warna warni itu KawanWH bisa mulai jazz up catatan mata kuliah KawanWH nih, dengan spidol dan highlighter warna warni, menempelkan post it notes dan washi tape, atau menulis dengan font yang berbeda-beda. Dengan begitu kegiatan belajar kawanWH akan jadi lebih menyenangkan.
3. INSPIRE YOURSELF! Salah satu hal yang menyenangkan dan memuaskan adalah kalau kita bisa memenuhi rasa penasaran kita, nah maka dari itu tips selanjutnya adalah untuk menginspirasi diri KawanWH dengan hal-hal yang baru. KawanWH bisa memulai dengan hal hal kecil seperti menuliskan motivational quotes di buku catatan atau journal KawanWH, selain itu untuk menginspirasi diri KawanWH juga bisa mencari pengetahuan-pengetahuan baru, lebih banyak membaca dan menonton film, ikut terlibat dalam diskusi dan tentunya dengan lebih banyak membaca entah itu artikel maupun buku buku yang menarik minat KawanWH. Educating ourselves with things that sparks our interests is one of the best thing we can do in our spare time!
2. GUNAKAN PLANNER ATAU JURNAL AGAR RAPI DAN TERORGANISIR Mengatur waktu di masa perkuliahan memang bukanlah hal yang mudah, kalau kita tidak pandai mengatur waktu dan kegiatan kita, bisa-bisa tugas kita jadi berantakan dan akhirnya ada tertinggal atau kelupaan. Untuk mencegah hal itu KawanWH bisa menggunakan planner nih, mulai dari planner tahunan, bulanan, mingguan sampai harian. Dengan menggunakan planner kawanWH bisa dengan lebih mudah mengatur waktu dan kegiatan, mencatat tugas-tugas, quiz, dan ujian. Jadi, tidak aka nada yang kelupaan kan? Oh iya, jangan lupa untuk menjadwalkan hari kosong untuk KawanWH istirahat ya! Also, try bullet journal writing to keep your creativity juice flowing! Bullet journal adalah salah satu metode mengisi jurnal yang tidak hanya mengatur kegiatan kamu tapi juga mengasah kreativitas KawanWH, sounds fun, right?
4. TENTUKAN GOALS DAN REWARDS Terdengar sederhana memang, tetapi menentukan target dan hadiah bagi diri sendiri bisa menjadi awal yang baik dalam memulai semester baru KawanWH loh, dengan menentukan target sejak awal maka KawahWH dapat menentukan prioritas dan mengesampingkan hal-hal yang menghambat, nah salah satu hal yang dapat memotivasi untuk mencapai target yang kita tentukan adalah dengan berjanji untuk menghadiahi diri kita sendiri apabila kita berhasil mencapai target kita tadi. Misalnya target kawanWH adalah untuk mendapat Straight As di mata kuliah semester ini dan apabila berhasil kawanWH akan menghadiahi diri sendiri dengan liburan backpacking keliling Indonesia, sounds fun, right? (AA)
WH / 27
Kalau jawaban KawanWH kebanyakan A: COOL KIDS! Kamu biasanya sering keliatan nongkrong di SC atau tamsip sama temen-temen kamu dari angkatan dan jurusan yang berbeda-beda, looking straight out of some cool Instagram ootd post. Kamu kadang kadang bakalan keliatan lagi nugas sambil makan di SC, ngerjain tugas yang deadlinenya 2 jam lagi but you still finish that essay anyway! Kamu bakalan sekali-sekali skip kelas if you don’t feel like it and still could get away with it atau kalau lupa baca bahan buat hari itu, maaf ya mbak dosen Kalau jawaban KawanWH kebanyakan B: TOTALLY FRESHMAN! Masalah belajar, wah semangat banget! Dengan menggebu gebu kamu bakalan bersemangat tiap denger istilah HI baru dan bakalan jawab apapun pertanyaan dosen biarpun kadang kadang masih keceplosan panggil “bu”. Kehidupan kost belum mulai mempengaruhi kamu dan kamu bakalan masih sering nongkrong di café-café sekitar kampus, dan biasanya bakalan agak malu untuk nongkrong di sc atau tamsip kalau lagi banyak senior, but so far college is really fun! Kalau jawaban KawanWH kebanyakan C: CAMPUS ACTIVIST! Tiap ditanya mau kemana kamu bakalan jawab mau rapat di advis/tamsip/sc, atau ke Mbak Is, ke LKM, ke sekre Mahitala, ke URS… Tapi tiap kali ditanya tugas kamu juga bakalan bilang “oh yang itu? Udah selesai kok” dan bahkan tetep lulus mata kuliah dengan nilai bagus. Buku Pesta Cinta harus seimbang dong biarpun kantung mata udah keliatan scary, but sleep is for the weak and I’m not a quitter! Kamu punya skill khusus untuk ngitung jatah skip yang kepake buat rapat dan acara kampus, bulan ini boleh ada 3 acara besar tapi kuliah tetep prioritas utama dong. Kalau jawaban KawanWH kebanyakan D: THAT AMBIS STUDENT IN THE CLASS “Tamsip? SC? Ain’t nobody got time for that! Uhh tapi oke deh sekali sekali, kadang bosen juga nugas mulu di kos”. Kamu adalah tipe mahasiswa yang jarang keliatan diluar kelas, tapi di kelas wah! Kamu pasti duduk paling depan, selalu jawab dosen, bahkan ga ragu ragu buat nanya meskipun temen temen yang lain udah rewel pengen pulang. Skip kelas is a big no! semua harus seratus persen! Catatan kamu penuh dengan highlighter warna warni dan detail banget sampai sampai ada nomer telfon embassy Arab Saudi just in case bakalan keluar di quiz. Catetan kamu pasti jadi most wanted tiap kali mau ujian, but the thrill and the satisfaction from working hard mengalahkan semua capek kamu. Great Job!
NOW LET’S SEE WHO YOU REALLY ARE... a. Asal Buku Pesta Cinta seimbang, performa gue di kelas pasti bakal oke! b. Selo aja sih. Toh jadwal gue ngampus ga setiap hari ini. c. Prioritas! Ga liat mata gue item-item bekas belajar semalem? d. Harus fokus! Waktu kita ga boleh diabisin sia-sia
2. Menurut KawanWH, belajar di Kampus tiga itu idealnya gimana sih?
a. Di Student Centre Ekonomi dong! Stop kontak? Ada! Danus? Banyak! b. Dimana aja boleh deh gue ngikut. Btw besok kita filil bareng kan? c. Tamsip dong. Secara kepanitiaan gue banyak, harus tetep standby buat rapat di jembatan! d. Bingung gue milihnya, tapi jelas kosan gue nomor satu. Wifi disana cepet men sekalian nugas
1. Dimana sih tempat nongkrong di Unpar yang paling asik?
KAMPUS TIGA?!
WHO ARE YOU IN
a. Letter T bakal jadi rumah kedua gue. Tempat dimana gue bakal ketemu sama temen-temen yang bakal gue inget sampai gue lulus nanti. b. Letter T? ketemu di TU aja deh. c. Letter T bakal jadi tempat strategis buat publikasi acara gue! d. Bakal seru banget kayanya. Eh tapi ada paper yang harus dikerjain, next time ya.
5. Kalau Letter T masih ada…
a. Kuy! Eh tapi kalau quiz gue titip tempat ya! b. Yaampun SKS mahal masih tetep skip??? c. Liat sikon sih. kalau ngajak rapat dan jatah skip gue masih ada ya gue skip. d. Ngga deh. Lu ga liat tas udah gue simpen di depan? Mending duduk sebelah gue situ
4. Gimana sih reaksi KawanWH ketika ada tImen yang ngajak skip?
a. Semuanya asik! Gue udah cerita belum ada dosen yang suka sama Lynrd Skynrd??! b. Mereka bikin gue nyantei belajar dikelas. Biarpun gue masih sering keceplosan manggil Bu hehe c. Gue suka banget sama dosen yang ngerti maunya mahasiswa. d. Temen diskusi yang seru banget, Mulai dari Black Lives Matter sampe isu perekonomian New Zealand, we can talk for hours after class!
3. Pandangan KawanWH tentang Dosen di HI Unpar? Kampus Tiga punya berbagai macam tipe mahasiswa didalamnya. Semua mahasiswa memiliki perannya masing-masing dalan mengikuti dunia perkuliahan. Kali ini, tim redaksi Warta Himahi mengajak kawanWH buat mencari tahu kawanWH termasuk tipe mahasiswa kampus tiga yang mana?
REGULAR CONTENT