Skip to main content

Hello! - Agustus 2017

Page 1

CONTENTS 1 - Editor’s Letter 2 - Voice of KawanWH 24-29 - Zoom In HMPSIHI NEWS 4 Qatar Mengecam Uni Emirat Arab atas Berita Palsu 5 Kunjungan Dalai Lama: Hubungan Botswana- Tiongkok Terancam 6 Kritik dari Katolik Roma Terhadap Katolik Evangelis FEATURE 3 Kontributor: Satu Kata, Pembuka Cerita, Hangatkan Suasana, Selalu; Hello 8 – 9 Selamat Datang di Rumahnya Jurnalisme Bebas dan Bergairah 10 – 11 Game of Thrones: From Novel into Harvard Class Course 12 – 13 Artificial Intelligent As Our Intelligent Personal Assistant 14 Special Report: Studi Ekskursi: Experiencing Australia in Australian Way! 15 Special Report: Obama: Toleransi, Investasi, dan Demokrasi 16 Kontributor: Era Baru ASEAN REGULAR CONTENT 17 18 – 19 20 21 22 23

Regular Content Special: Upcoming Art Events and Places Troughout the Mid Year WH Lookbook Jukebox Reviews: Movies and Books WH Crosswords WH Trivia

“HELLO!” COVER DESIGN BY NIQA HAUNA ILLUSTRATED BY ACHRAM BAY


EDITORIAL TEAM Editor-in-Chief BRIGETTE GIOVANDRETTA POHAN Vice Editor-in-Chief SARITA LARAS Editorial Secretary ARYANNE REGITA Editorial Treasurer KERIN DESYOLA Feature Editor ERIANA ERIGE Feature Writers YOLANDA JUNIAR RAYO News Editor VERONICA CINDY IRAWAN News Writers BRIGITA PRINSILA JOSEPHINE DIVA ANINDITA Regular Content Editor SITI ADELA Regular Content Writers EZRA REYHAN MARZUKI Event Director KENNY NATHANE Event Staff EZRAELLA MEIRANI MARIA FAUSTINA Creative Director PUPUT PRADANI ALIYA RASHATI Content Designer GABRIELLA CARMEN Photo-Videographer Director ANDREW ADUSA Photographer / Videographer NIQA HAUNA Public Relations and Marketing Coordinator MARIKA GANISTI IMANTIA Public Relations and Marketing Co-Coordinator ANSELMA AMBAR ARAMDALU Special Thanks to Our Contributor ACHRAM HARVELIONO BAY AHMAD FADLI RASYID AUFAR M RIZKI STAY CONNECTED! TWITTER @KawanWH INSTAGRAM @wartahimahi FACEBOOK Warta Himahi YOUTUBE youtube.com/wartahimahi LINE @bxi1173b whimahi@gmail.com

EDITOR’S LETTER Hello, KawanWH! After ‘Gone’ for a while, tiba saatnya Tim Redaksi Warta Himahi untuk menyapa kembali dengan awal, tujuan, dan semangat yang baru! Ya, berangkat dari tema ‘Hello!’ yang merupakaan kata sapaan dalam Bahasa Inggris atau dapat dimaknai sebagai sebuah permulaan, kami ingin menyapa dan menyambut kawanWH, khususnya teman-teman HI Unpar angkatan 2017, dalam menghadapi awal perkuliahan. Nah, yang berbeda kali ini adalah adanya “Zoom in HMPSIHI” yang kami harap dapat membantu kawanWH untuk mengenal lebih lanjut mengenai Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional periode 2017/2018. Penasaran kan dengan konten-konten menarik lainnya? Yuk, dibaca! Last but not least, kami ingin menyatakan puji dan syukur kepada pihak-pihak yang telah membantu selama proses pembuatan WH Edisi 1 Periode 2017/2018 serta kawanWH yang senantiasa membaca WH Edisi. Keep smart, active, and talkative!:D Yours truly, Brigette Giovandretta, Editor in Chief.

WH / 1


VOICE OF KAWANWH

Bagaimana sih cara kamu menghadapi sesuatu yang berada di luar zona nyamanmu? Albertus Kristanto (2016)

“Berada di situasi yang di luar zona nyaman adalah hal yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari, kayak banyak banget hal-hal yang berjalan gak sesuai dengan ekspektasi. Kalau untuk menghadapinya, menurutku hal yang harus dilakukan adalah… live with it and strive. Kurangi mengeluh dan harus terima kenyataan bahwa kita memang lagi di situasi tersebut, dan yang paling penting adalah harus berjuang terus dan pantang menyerah.”

Satria Yuma (2015)

“Menurut gue hal yang paling penting adalah melakukan hal tersebut tanpa terlalu banyak dipikirin. Bukan berarti gak dipikirin terlebih dahulu, namun harus diingat pula bahwa dipikirin terus-terusan pun gak akan membantu. Hal ini karena kita berada di luar zona nyaman yang meskipun kita terus-terusan berkutat di dalamnya gak bakal langsung merubah kondisi jadi nyaman. Bagi gue, buat mengatasi hal itu gak harus selalu diubah menjadi sesuatu yang nyaman bagi kita karena gak semuanya bisa diubah. Jadi, daripada berusaha berpikir gimana caranya mengubah suatu kondisi supaya nyaman, lebih baik dilakukan saja. Satu hal yang gue alami dan mungkin KawanWH alami juga, ada beberapa mata kuliah yang gak sesuai dengan passion kita. Karena ini bagian dari kewajiban yang harus gue ambil jadi mau gak mau gue jalanin aja, tanpa harus memikirkan apakah passion kita besar di mata kuliah yang bersangkutan atau tidak.”

Farhan Helmi A. Siregar (2015)

“Rasa bosan umumnya dianggap sebagai sesuatu yang negatif, namun hal itu juga menjadi doronganku untuk melakukan sesuatu yang positif dan asing dari kebiasaan sebelumnya. Menurutku, timbulnya rasa bosan akan mendesak seseorang untuk melakukan hal baru, asing, berbeda, apapun itu. Selama hampir dua tahun di kampus, banyak hal yang kulakukan melangkahi sebuah sangkar emas yang biasa disebut dengan “zona nyaman” karena sebuah stimulan yang bernama bosan. Aku mulai ikut organisasi dan berbagi macam kepanitiaan kampus karena bosan dengan gaya hidup SMA; hidupnya cuma nongkrong, lalu belajar sampai suntuk karena bosan sama nilai “cukup”. Mungkin caraku menggunakan rasa bosan agar mampu menghadapi sesuatu di luar zona nyaman dapat menjadi jalur alternatif bagi KawanWH yang masih bingung untuk dapat melakukan sesuatu yang di luar kebiasaannya.”

2 / WH

Febriyanthi Pingkan (2014)

“Kalau buatku, awalnya pasti akan merasa gak nyaman dengan situasinya, dan mulai muncul beberapa pertanyaan dalam diriku sendiri seperti “apa aku bisa melakukannya?” atau “apakah bakal berjalan dengan baik?” Tapi, kalau kita tetap tenang dan positive thinking, dua hal itu bakal jadi kunci utamanya. Kapan lagi kan we dare ourselves to face another life-challenges, karena itu bakal jadi pembelajaran hidup dan buat kita menjadi semakin dewasa. There’s a quote I once remember, where the magic happens is out of your comfort zone. :)”

Gisela Bernadi (2016)

“Pertama kali menghadapi sebuah peristiwa yang berada di luar zona nyaman, aku seringkali merasa resah, was-was dan takut. Hal itu disebabkan oleh adanya ketidaktahuan tentang bagaimana cara menghadapi peristiwa tersebut, terutama jika peristiwa itu baru pertama kali terjadi. Ditambah lagi dengan adanya rasa tidak nyaman karena hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang aku sukai atau harapkan. Tetapi, biasanya aku merespon peristiwa tersebut dengan sebaik mungkin, terutama ketika masa adaptasi dimana aku sendiri tidak dapat mengukur ‘volume’ dari tindakan, sikap dan respon yang sesuai dengan peristiwa diluar zona nyaman. Jadi ketika peristiwa serupa terjadi lagi, aku jadi tahu bagaimana harus bertindak dan dapat menyesuaikan ‘volume’ dari sikapku. Karena bagaimanapun juga, peristiwa yang terjadi di luar zona nyaman tentu membutuhkan upaya ekstra agar dapat memberikan respon yang sama baiknya dengan peristiwa-peristiwa yang berada di dalam zona nyamanku.”

Adriana Anjani (2014)

“Memang awalnya pasti gak mudah untuk memberanikan diri keluar dari zona nyaman. Tapi percayalah, petualangan ke depan akan membuat diri kamu semakin banyak belajar dan menjadikan diri lebih baik lagi. Butuh waktu untuk adaptasi, itu pasti. Take your time dan sekalinya udah berhasil adaptasi, embrace it. Feel it. Serap sebanyakbanyaknya ilmu dan bikin relasi yang bagus. Jangan takut dengan hal baru, semuanya cuma butuh satu loncatan keberanian besar untuk mencoba segala hal. In the end, you will be the better person with greater empathy karena pikirannya semakin terbuka dengan berbagai macam situasi kehidupan.”


FEATURE

SATU KATA, PEMBUKA CERITA, HANGATKAN SUASANA, SELALU; HELLO OLEH: AHMAD FADLI RASYID

H

ello. Satu kata sejuta tafsir. Mengais makna beribu taksir. Untuk apa mencari makna sebuah kata, jika hanya untuk diperdebatkan? Untuk apa mencari jawaban, jika belum mengerti akan tanya? Apakah janggal bagi sebuah kaum, jika tidak sama ilmunya, tidak sama kondisinya, tidak sama keadaannya, melainkan itu semua sudah lumrah. Hello. Insan dengan insan lainnya, dihubungkan dengan bahasa universal, disatukan melalui sebuah kata yang memiliki arti yang pasti, di mana semua orang tidak perlu lagi berdebat sebelum berjabat. Hello. Mungkin di atas hanya omong kosong yang tidak jelas dan tidak ada artinya sama sekali, dari seseorang yang tidak bisa berhenti ngelantur, dan dengan wawasan yang dangkal. Hanya saja, terkadang pantas tidaknya suatu hal untuk diperbincangkan bisa dilihat dari pemahaman suatu kelompok masyarakat, serta toleransi pun bukanlah faktor yang tidak penting. Perpecahan yang kemudian menjadi masalah turunannya, hanya karena manusia lupa, manusia tidak bersapa ketika bersua, lupa akan esensi dari sebuah dua buah patah kata pembuka, yang mungkin akan selalu jadi penghangat suatu masa; Hello.

Hello, bukanlah sekadar ‘basa-basi’ saja, melainkan sebuah keharusan dalam beradab, lebih dari itu, satu kata itu yang mungkin bisa menurunkan pitam seseorang ketika hendak merusak organ dari lawan saat murka, menenangkan lidah bagi mereka yang hendak menggertak pada musuh-musuhnya, menjadi tameng bagi mereka yang ketakutan, akan kesan pertama yang dibuat orang lain terhadapnya, yang dianggap tabu oleh sebagian. Hello. Magisnya tak bisa terbantahkan lagi. Bukanlah racun, melainkan obat imun. Senangnya hati mendengar kata itu, lara pun sirna, setelah diberi lampu hijau bagi mereka yang ingin mengumpat akan kondisi yang tidak lagi sentosa. Sangatlah berat untuk memahami, tapi ringan sekali untuk diterima, siapapun. Hello, keluarga baru (mahasiswa baru), selamat datang di civitas kami!

WH / 3


NEWS

QATAR MENGECAM UNI EMIRAT ARAB ATAS BERITA PALSU

Q

atar menunjuk Uni Emirat Arab sebagai pelaku dibalik peretasan Agensi Berita Qatar pada Senin, 17 Juli 2017 lalu. Dilansir The Washington Post, agen intelegen Amerika Serikat telah berhasil mengungkap bahwa Uni Emirat Arab merupakan pelaku dibalik berita palsu yang beredar. Hal ini menyebabkan Qatar diasingkan di Timur Tengah dan menderita berbagai kerugian. Qatar dituduh telah membiayai berbagai golongan Islam extrimis dan kelompok teroris di Timur Tengah yaitu Taliban dan Al Qaeda. Berita palsu tersebut dilansir pada 23 Mei dengan menuliskan kritik terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat kemudian menghubungkan pernyataan tersebut kepada emir atau pemimpin Qatar. Dalam berita tersebut dituliskan bahwa pemimpin Qatar memperingatkan mengenai konfrontasi Liga Arab dengan Iran dan mendukung gerakan Hamas dan Hezbollah di Palestina. Pihak Qatar kemudian mengkonfirmasi bahwa berita tersebut palsu dan bukan merupakan pernyataan dari pihak resmi Qatar. Qatar pun kemudian meminta bantuan FBI Amerika Serikat untuk mengungkap kasus ini. Akibat berita tersebut, hubungan antara Qatar dengan negara–negara lain memburuk. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir memutus hubungan dengan Qatar pada 5 Juni 2017. Pada 17 Juli, Mesir mewajibkan warga Qatar untuk menggunakan visa untuk masuk ke wilayah Mesir. Sebelumnya terdapat sebuah berita yang beredar bahwa Arab Saudi, Yaman, Uni Emirat Arab, Mesir, dan beberapa negara lain telah meminta FIFA untuk membatalkan World Cup 2022 di Qatar dan akan

4 / WH

memboikot acara tersebut apabila Qatar tetap menjadi pihak penyelenggara. Pihak FIFA kemudian mengklarifikasi bahwa pihaknya belum menerima surat apapun dari negara–negara tersebut. Setelah itu, Qatar terus menerus menerima tekanan seperti menutup agensi berita Al Jazeera, menutup basis militer Turki, memotong hubungan dengan Muslim Brotherhood, dan menurunkan hubungan dengan Iran. Sheikh Saif bin Ahmed Al Thani, kepala komunikasi Qatar, mengecam Uni Emirat Arab yang dianggap berada dibalik berita palsu tersebut, “Perbuatan kriminal ini merepresentasikan pelanggaran atas hukum internasional dan kesepakatan bilateral maupun bersama antara anggota Gulf Cooperation Council, termasuk kesepakatan Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.” “Qatar akan mengambil semua tindakan legal yang dibutuhkan untuk membawa keadilan terhadap semua pelaku kejahatan dan penghasut, baik di pengadilan Qatar maupun di yuridiksi internasional terkait dengan cybercrimes,” lanjutnya. Qatar juga menolak disebut-sebut sebagai sponsor dari berbagai kelompok teroris di Timur Tengah. Pihak Uni Emirat Arab sendiri telah menyangkal menjadi pihak dibalik berita palsu tersebut. Anwar M. Gargash, pewakilan kementrian luar negeri Uni Emirat Arab menambahkan, “Kita harus yakin bahwa Qatar, sebuah negara dengan cadangan dana sebesar 300 miliar dollar, bukan lagi sponsor resmi atau tidak resmi dari jahadis dan teroris.” Selain itu, Perancis telah mendorong upaya de-ekskalasi antara pihak–pihak yang terlibat dalam masalah ini. (VCI)


NEWS

KUNJUNGAN DALAI LAMA: HUBUNGAN BOTSWANA-TIONGKOK TERANCAM

B

otswana akan menjadi tuan rumah dalam menyambut kedatangan Dalai Lama pada bulan Agustus mendatang. Dalam rangka menghadiri konferensi “Mind and Life Dialogue” di ibu kota Gaborone, pada tanggal 17-19 Agustus, Dalai Lama akan hadir sebagai pembicara serta dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Ian Khama. “Presiden Ian Khama akan bertemu dengan Dalai Lama saat kunjungannya ke Botswana. Namun kehadiran Presiden dalam konferensi, baik sebagai tokoh pembuka ataupun yang lainnya, akan disesuaikan dengan jadwal Presiden,” terang salah seorang pejabat Botswana. Dalai Lama merupakan tokoh pemimpin spiritual dari Tibet yang telah memenangkan hadiah Nobel Perdamaian tahun 1989. Perselisihan antara Tiongkok-Tibet membuat Dalai Lama tampil sebagai tokoh pembela kaum Tibet. Sebagai pemimpin, Dalai Lama berusaha untuk mencari hak yang lebih besar, termasuk kebebasan beragama dan kesahan otonomi bagi masyarakat Tibet. Ia mengatakan bahwa usahanya ini dimaksudkan untuk mencari hak otonomi bagi Tibet ketimbang kemerdekaan secara langsung. Namun usahanya tersebut telah membuat dirinya dicap sebagai tokoh separatis dan hidup dalam pengasingan di India. Terkecuali Botswana, negara-negara lain di Afrika Selatan telah menolak memberikan visa bagi Dalai Lama sebanyak tiga kali sejak tahun 2009. Hal ini telah menimbulkan kecaman dan kritik dari berbagai

pihak, terutama dari Uskup Agung Desmon Tutu. Penolakan visa tersebut dikarenakan mereka tidak ingin merusak relasi yang telah dibangun dengan Tiongkok. Sebagai salah satu negara besar, Tiongkok telah menjadi mitra dagang bagi negara-negara di Afrika Selatan. Permintaan bahan baku yang banyak dan pesat telah membuat Tiongkok hadir sebagai negara investor terbesar di Afrika. Terbukti dengan bantuan dari Pemerintah Tiongkok yang melakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga batubara, jalan raya, jembatan, sekolah, dan beberapa proyek infrastruktur lainnya. Sebagai direktur politik di Kedutaan Besar Tiongkok di Botswana, Tang Shenpieng menolak untuk memberikan komentar terkait kunjugan Dalai Lama. Ia mengatakan bahwa kantornya akan memberikan pernyataan segera tentang hal tersebut. Lin Songtian, Direktur Jenderal bagi Perdana Menteri Tiongkok untuk urusan Afrika, memberikan pernyataannya pada hari Rabu, 12 Juli 2017, perihal kunjungan Dalai Lama ke Botswana. Ia menyatakan bahwa diperbolehkannya Dalai Lama untuk berkunjung, akan membuat Tiongkok mempertimbangkan kembali hubungannya dengan Botswana. Menurutnya, Botswana seharusnya mempertimbangkan berbagai hal sebelum membuat keputusan untuk menyambut Dalai Lama. “Botswana seharusnya tidak membahayakan teman sejati dan mitra pembangunan yang handal seperti Tiongkok, serta menentang kepentingan inti dan martabat dari masyarakat Tiongkok,” imbuhnya. (JDA)

WH / 5


NEWS

KRITIK KATOLIK ROMA TERHADAP KATOLIK EVANGELIS

H

ubungan antara pihak Paus Francis dan pihak Donald Trump tidak berjalan dengan lancar. Diketahui dua dari orang terdekat Paus mengkritik pandangan fundamentalis sebuah kelompok dari Amerika Serikat, yang merupakan pendukung religius Presiden Donald Trump, lewat Jurnal Jesuit. Pandangan fundamentalis yang mereka maksud terkesan menakut-nakuti dan bertujuan untuk membenci. Dalam artikel yang ditulis dari pihak Paus Francis, mereka membicarakan bagaimana para Evangelis dan orang katolik di Amerika Serikat mengaku telah menjadi pejuang kedamaian yang memiliki visi ‘Xenofobia dan Islamofobia’. Mereka ingin memurnikan deportasi mereka di Amerika, jika perlu mereka akan meminta pembangunan “tembok” demi pemurnian tersebut. Seorang editor sebuah jurnal berjudul La Civilta Catholica, Pastor Antonio Sparado, dan Pastor Marcelo Figueroa, pemimpin suatu redaksi dari Argentina, membuat sebuah eksperimen sosial yang dimuat di artikel yang berjudul “Evangelical Fundamentalism and Catholic Integralism in the U.S.A: A Surprising Ecumenism”, yang meminta umat katolik untuk memberi pendapat mereka mengenai apakah agama dapat lebih mempengaruhi dunia perpolitikan. Sebagian besar umat katolik terutama katolik konservatif menginginkan kampanye-kampanye seperti penolakan aborsi, penolakan pernikahan sesama jenis, dan penambahan pendidikan agama di semua sekolah lebih ditegaskan. Kemudian mereka juga memberitahu ancaman-ancaman yang dapat mencegah kegiatan tersebut. Ternyata mereka menganggap gerakan hak sipil hitam, gerakan hippy, komunisme, feminisme, dan sebagainya sebagai

6 / WH

ancaman bagi manusia dengan cara Amerika. Adanya para migran dan muslim dianggap dapat menambah ancaman tersebut. Penulis artikel tersebut menuduh ahli strategi dari White House, Steve Bannon, sebagai katalis pandangan yang salah mengenai perkataan dari Alkitab lewat pernyataan monopolistik sejumlah kaum fanatik, yang akhirnya mendukung sebuah ide dimana “tidak ada bedanya memiliki pemikiran yang sama dengan fundamentalisme islam”. Steve Bannon tidak segera menyikapi tuduhan tersebut setelah dimintai komentar oleh CNN. Artikel tersebut juga menyesalkan bagaimana sudut pandang religius Amerika memiliki sebuah pola pikir yang egois, dimana mereka seperti “negara yang diberkati oleh Tuhan”. Ditemukan pula banyak pesan-pesan dari kampanye yang memiliki unsur yang penuh dengan fundamentalisme evangelis. Contohnya, terdapat pemenang kampanye yang memegang Alkitab di tangannya dan ditampakkan lebar-lebar kepada media. “Francis membawa sebuah kontra-narasi sistematis sehubungan dengan narasi rasa takut,” menurut Spadaro dan Figueroa. “Francis berani hadir di sini dan tidak memberikan legitimasi teologis-politis kepada teroris, menghindari pengurangan nilai Islam terhadap terorisme Islam,” tulis para penulis. “Dia juga tidak memberikannya kepada mereka yang mendalilkan dan menginginkan ‘perang suci’ atau untuk membangun pagar penghalang yang dimahkotai dengan kawat berduri.” (BP)


WH FEATURE

HELLO!


FEATURE

SELAMAT DATANG

DI RUMAHNYA JURNALISME BEBAS DAN BERGAIRAH

S

orotan kali ini tertuju pada bumi Papua. Papua si tambang emas Indonesia. Papua markasnya Freeport. Papua dan cantiknya Raja Ampat. Papua, koteka. Papua yang kurang akses pendidikan. Papua yang memberontak. Papua yang menuntut kedaulatan. Seringkali, Papua juga merangkap sebagai usikan terhadap mereka yang berkulit gelap. Rasanya tak adil jika yang satu ini dibenarkan. Alih-alih menyoalkan isu rasisme, coba pikirkan. Papua memang gelap. Tak perlu susah payah menjabarkan serentetan ketidakadilan yang terjadi di sana. Papua dianaktirikan oleh Ibu Pertiwi.

8 / WH

Indonesia dengan bangga menerima kehormatan untuk menjadi tuan rumah dalam perayaan Hari Pers Sedunia yang diselenggarakan oleh Badan Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO). Bertepatan dengan hari buruh, pembukaan perayaan ini ditandai dengan ditangkap dan dianiayanya wartawan Jubi, Yance Wenda oleh aparat kepolisian ketika sedang meliput aksi demonstrasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Sentani. Dua hari setelahnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi sambutan manis, “Kebebasan pers itu tidak ada batas wilayah. Apa yang terjadi di Jakarta, berlaku di Papua dan di Sulawesi.�


FEATURE Papua kerap menjadi korban akan gagalnya distribusi terkait hal-hal yang krusial, seperti pendidikan, barang-barang komoditas, termasuk pula kebebasan pers. Tahun 2015 lalu, Presiden Jokowi menjanjikan akses yang terbuka seluas-luasnya pada wartawan untuk meliput di Papua. Sayangnya, dua tahun berlalu, tidak dapat dipungkiri bahwa Yance Wenda bukan yang pertama. Menurut Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Papua adalah wilayah terburuk terkait penegakan kebebasan pers. Sejumlah dua kasus kekerasan dalam sepekan terjadi pada wartawan di Papua. Diskriminasi terhadap jurnalis lokal Papua merupakan bentuk dari pembatasan penggalian informasi yang diterapkan oleh beberapa pihak. Pasalnya, stereotip melekat erat pada mereka, bahwa tiap berita yang diliput akan digunakan sebagai bahan dasar untuk menyerukan separatisme di Papua. Ini kemudian juga merujuk kepada situssitus berita lokal Papua yang diblokir oleh pemerintah, yaitu suarapapua.com, infopapua. org, tabloid-wani.com, papuapost.com, freepapua.com, dan ampnews.org. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mengecam serta menyatakan bahwa pemblokiran ini melanggar prosedur. Lagi-lagi, ekspresi rakyat Papua seolah dibungkam. Selain itu, akses wartawan dari luar Papua pun dipersulit. Pada April 2017, tiga wartawan televisi swasta diinterogasi dan diancam sesaat setelah meliput sidang lanjutan pidana Pilkada Kabupaten Tolikara di Pengadilan Negeri (PN) Wamena oleh pengunjung yang berjumlah 20 orang. Mereka bahkan diminta untuk menghapus rekaman jalannya persidangan.

yang bekerja di Jakarta, Marie Dhumieres diinterogasi aparat kepolisian Sentani; permohonan visa koresponden televisi France 24, Cyril Payen ditolak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu); dan Franck Jean Pierre Escudie dan Basile Marie Longchamp yang bekerja di program dokumenter stasiun televisi Perancis, The Explorers dideportasi karena meliput di Papua. Banyak keadilan yang tersembunyi di Papua. Bukannya enggan diekspos, melainkan murni karena kebebasan pers yang ditekan habis-habisan. Sebut saja kasus penangkapan di Papua yang berjumlah hingga 4.996 pada tahun 2016. Karena kegagalan penegakan kebebasan pers di Papua, kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang membeludak ini tidak terdengar dan menjadi perhatian. Rumah jurnalisme paling bebas dan paling bergairah di seluruh dunia–begitu cara Jokowi menjelaskan image Indonesia di hadapan sekitar 1.000 peserta, 186 anggota UNESCO dan para wartawan, LSM Internasional serta akademisi dari dalam dan luar negeri pada saat perayaan Hari Pers Sedunia di Jakarta. Namun dengan semua batasan meliput, nasib yang gagal disuarakan, stigma keji terhadap jurnalis lokal, kehidupan dan pelanggaran di Papua yang tidak terkuak, mungkin perlu untuk menggugat paham dari judul tulisan ini. (EME)

Adapun izin jurnalis internasional ke Papua juga dipertanyakan. Beberapa kasus yang terjadi dari 2015 hingga 2017 meliputi tiga narasumber koresponden Perancis

WH / 9


FEATURE

10 / WH


FEATURE

GAME OF THRONES FROM NOVEL INTO HARVARD CLASS COURSE

V

alar Morghulis, KawanWH! Bagi para penggemar serial Game of Thrones (GoT), pasti kalian sudah tidak asing dengan kata-kata tersebut. GoT merupakan serial televisi Amerika bergenre fantasi yang ditayangkan oleh HBO. Serial ini diangkat dari novel karangan George R.R. Martin yang berjudul ‘A Song of Ice and Fire’. Sejak tahun 2011, serial ini berhasil mencuri perhatian para pencinta serial televisi di seluruh dunia. Dengan alur cerita yang sangat berbeda dari serial televisi lainnya, 245 penghargaan pun berhasil diraih oleh GoT. Selain itu, GoT juga menjadi salah satu serial televisi paling mahal yang pernah dibuat, dimana sekurangkurangnya setiap episode membutuhkan anggaran sekitar 6 juta USD. Alur cerita GoT dipenuhi dengan banyak peperangan yang sebagian besar terinspirasi dari kisah nyata. Dengan bertambahnya antusias dari para penggemar serial televisi ini, Universitas Harvard di Amerika Serikat akan membuka kelas khusus yang membahas tentang sejarah abad pertengahan–inspirasi alur cerita GoT. Pada era millennial sekarang ini, banyak universitas yang menawarkan kelas yang membahas minat para remaja seperti televisi dan film, contohnya saja Harry Potter, namun siapa yang akan menyangka bahwa Universitas Harvard, salah satu universitas paling ternama di dunia, akan membuka kelas pembelajaran yang membahas dan membandingkan cerita-cerita didalam GoT dengan kejadian nyata pada abad pertengahan. Kelas yang akan mulai dibuka

pada musim panas ini dinamakan ‘The Real Game of Thrones: From Modern Myths to Medieval Models’. Sean Gilsdrof, sejarawan yang mempelajari tentang abad pertengahan dan juga salah satu pengajar dalam kelas ini mengatakan kepada TIME bahwa, dalam kelas ini para pelajar akan dapat mempelajari kultur, sejarah, perang, literatur, agama bahkan legenda-legenda pada abad pertengahan mulai dari 400 sampai 1500 M. Salah satu contoh topik yang akan dibahas adalah perbandingan antara salah satu karakter penting dalam GoT, Cersei Lannister yang merupakan vindictive queen, sama seperti Kriemhild, karakter utama dalam literatur Jerman Nibelungenlied. Gildsdorf berharap bahwa hal ini akan memberikan para pelajar pengetahuan tentang persaingan keluarga dan perbedaan budaya pada abad pertengahan. Universitas Harvard mencatat bahwa persentase mahasiswa yang mempelajari ilmu kebudayaan dalam enam dekade terakhir menurun dari 36% menjadi 20%. Maka dari itu, salah satu tujuan diadakannya kelas ini adalah untuk menarik minat para pelajar dalam mempelajari sejarah pada abad pertengahan, khususnya dalam bidang kebudayaan. Jadi, apa pendapat kawanWH tentang Game of Thrones related course di Harvard University? It’s very interesting and cool, right? (YJR)

WH / 11


FEATURE

ARTIFICIAL INTELLIGENCE AS OUR

PERSONAL ASSISTANT 12 / WH


FEATURE

A

pakah KawanWH akrab dengan karakter dari Star Wars bernama C-3PO? Atau Jarvis, asisten canggih milik Tony Stark? Apakah pernah terlintas di benak KawanWH jika karakter dari film-film tersebut dapat menjadi kenyataan? The answer is absolutely yes. Let me introduce you to Artificial Intelligence. Artificial Intelligence (AI) atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan kepintaran atau kecerdasan buatan, merupakan kecerdasan yang dibuat dan dimasukan kedalam suatu mesin agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan oleh manusia. Dari zaman Yunani kuno sampai abad 19, ide tentang artificial beings sudah mulai dikenal, namun pada waktu tersebut hal tersebut masih menjadi suatu ‘science fiction’ dan belum bisa terealisasikan. Sejarah perkembangan AI yang nyata dimulai pada tahun 1950-an. Pada tahun tersebut, Alan Turing berspekulasi bahwa adanya kemungkinan untuk menciptakan suatu mesin yang bisa berpikir. Barulah pada tahun 1956 tepatnya pada Dartmouth Conference, penelitian mengenai AI mulai benar-benar dilakukan dan dikenal sebagai tahun dilahirkannya AI. Robot merupakan salah satu contoh produk dari AI, dimana suatu kemampuan khusus dimasukan kedalam mesin robot tersebut. Banyak sekali robot-robot canggih yang berhasil dibuat dan digunakan untuk membantu pekerjaan manusia. Tidak sampai disitu saja, pada era ini AI dibuat agar dapat bisa lebih berinteraksi dengan manusia secara langsung. Perkembangan teknologi

dan komputer akhirnya berhasil melahirkan intelligent personal assistant. KawanWH pasti sudah tidak asing dengan Siri, sebuah software yang diperkenalkan oleh Apple pada tahun 2011. Kemunculannya sangat merubah cara pandang manusia menjadi lebih modern. Tiga tahun berselang yaitu tahun 2014, Microsoft, salah satu pesaing Apple, juga meluncurkan intelligent personal assistantnya yang dikenal dengan nama Cortana. Pada tahun yang sama, Amazon, perusahaan perdagangan elektronik multinasional Amerika, meluncurkan intelligent personal assistant-nya sendiri juga yaitu Amazon Echo atau yang lebih dikenal dengan nama Alexa. Akhirnya tahun 2016 lalu Google meluncurkan intelligent personal assistant versinya dan dinamakan Google Assistant. Personal assistant yang sudah disebutkan sebelumnya memiliki tujuan dan fungsi yang sama. Contohnya untuk membuat reminder, menjawab pertanyaan, membacakan berita, dan masih banyak lagi. Salah satu keunggulan yang paling menarik adalah robot AI ini hanya perlu di aktifasi menggunakan suara. Seperti misalnya pada Google Assistant, KawanWH hanya harus menyebutkan kata “Okay Google� dan menyebutkan perintah yang harus dilakukan oleh alat tersebut. AI yang semakin lama semakin dikembangkan membuat personal assistant menjadi lebih nyata dan mebuat kita one step ahead menuju dunia yang lebih canggih lagi. So, apakah KawanWH tertarik mencoba menjadi seperti Tony Stark yang mempunyai personal assistant canggih? (YJR)

WH / 13


SPECIAL REPORT

STUDI EKSKURSI OLEH: ELEONORA ANCILLA

S

atu kata yang berhasil mendeskripsikan trip ekskursi kemarin: ‘Unforgettable’. Klise, tapi bener-bener gaada kata lain yang bisa ngalahin, sih. Kalau harus cerita, dalam beberapa paragraf aja rasanya kurang puas, tapi personally gue gak sabar untuk menjabarkan apa aja yang gue dapatkan di sana. Jadi, gue coba sum up aja ya apa aja yang kemarin gue experience selama 8 hari selama ikut Short Course dari Notre Dame University Fremantle, Perth, Western Australia. Berangkat dari bandara Soekarno-Hatta, tanggal 2 Juli 2017, dengan penerbangan kurang lebih empat jam 30 menit, kita sampai di Perth International Airport, Australia. Di sana, kami disambut sama cuaca yang bisa dibilang bikin ‘kaget’. Selama di Aussie, we experienced the winter weather, di mana setiap hari kita disambut dengan pagi hari yang selalu di bawah 10 derajat Celsius. Basically, selama tujuh malam, kami peserta ekskursi tinggal di salah satu dorm milik Notre Dame University, yaitu di unit Port Lodge. Letaknya sangat strategis, dimana langsung di depan dorm building-nya, adalah the ‘famous’ Esplanade Park, yang jaraknya hanya beberapa meter dari Harbour, dan juga beberapa meter dari Bathers Beach dan Shipwreck Museum-nya Fremantle (ya, kita sempet mampir kok untuk beberapa jam. And it was really, really fascinating yet beautiful). Terus, ngapain aja disana? Yang jelas, berangkat dengan punya asumsi tentang Australia, pulang dengan informasi baru tentang Australia. Kita belajar banyak, langsung dari para dosen di UNDA. Banyak banget aspek Australia yang kami sentuh kemarin. Mulai dari Akademis, kita belajar banyak tentang Politik, Hukum, Environment, bahkan the most debated issue in Australia, yang adalah isu mengenai Indigenous Australia di mana masih adanya gap antarsuku di sana (ya, hampir semua peserta ekskursi drawn in banget ngebahas isu ini) sampai dengan sisi sosialnya, dimana kita di sana banyak

14 / WH

hangout sama anak-anak lulusan UNDA di sana (kita juga banyak hangout sama our favorite Aussie Local yang pernah exchange di Unpar selama satu semester, Georgia!) Gak berhenti di situ aja, kita belajarnya bener-bener santai banget, dan kita banyak banget diajak sightseeing dan ketemu orang-orang penting! (salah satunya ada dari Department of Foreign Affairs and Trade-nya WA, di mana kita di post di twitternya, lho! Check aja :p) dan juga ada hari di mana kita semua naik kereta dan langsung menuju Perth City, untuk berkunjung ke Western Australia’s Parliament House di mana kita ketemu sama menteri turismenya, dan keliling di dalam sana. Seselesainya di sana, kita juga sempet sightseeing kok! Kita ke Kings Park, and of course, took a bunch of pictures there. Cause, come on. Oh, ada lagi satu tempat yang ga akan, secara pribadi, gua lupakan. Rottnest Island. Atau, dalam bahasa Suku Aboriginnya, ‘Wadjemup’ Island. Pulau yang sangat kaya sejarah dan merupakan tempat perlindungan satwa endemik kecil-nya Australia yang adalah Quokka! Cute little Quokkas.Hewan kecil yang bisa diajak selfie. Oh, and Big thanks to Mbak Ratih! Yang selama di sana, bisa dibilang best ‘chaperone’ ever. Selain Mbak Ratih, selama kita sightseeing, kita selalu ditemenin sama dosen UNDA yang namanya Daniel Baldino, so Big Thanks to him, also! Membuat Experiencing Australia in the Australian way more realistic. Overall, I am so grateful that I can experience those eight days in Australia. Wished I had more time. Next year’s Excursion Study? Count me in.


SPECIAL REPORT

OBAMA:

TOLERANSI, INVESTASI, DAN DEMOKRASI

“K

ekaguman memenuhi saya pada kelas siang hari itu ketika Mas Sammy berkata bahwa sejarah selalu memperlihatkan konflik sebagai akhir dari perbedaan. Maka, bangsa yang hebat adalah mereka yang dapat bertahan dengan menyatukan berbagai perbedaan yang ada. Indonesia adalah bangsa yang hebat itu, di mana kita memiliki masyarakat dengan perbedaan kultural terbanyak tetapi masih berdiri teguh sebagai satu bangsa. Bahkan, semakin warga Indonesia jauh dari negerinya, rasa kolektif dan kerinduan tumbuh semakin besar. Kata-kata tersebut menemui realita saat saya menghadiri CID. Tampak puluhan warga Indonesia dari berbagai latar belakang kultural yang berkarya di luar negeri, tetapi tak pernah lupa akan bakti dan kerinduannya kepada Indonesia. Salah satunya ialah mantan Presiden Barrack Obama. Beliau mengatakan bahwa Indonesia akan selalu mempunyai tempat spesial di hatinya. Perkembangan Indonesia saat ini sangatlah pesat dan berpotensi berkembang lebih jauh lagi apabila konflik perbedaan yang marak saat ini dapat dikembalikan ke ide suci Bhinneka Tunggal Ika. Sayangnya mungkin memang benar, kita anak raja yang lupa akan identitasnya,” kata Jessica Andriani, salah satu perwakilan FPCI Chapter Unpar. Acara Congress of Indonesian Diaspora ke-4 yang mengundang Presiden Amerika Serikat ke-44 sebagai pembicara kunci di The Kasablanka, Jakarta pada Sabtu, 1 Juli 2017 lalu diselenggarakan oleh Indonesian Diaspora Network Global dan merupakan acara terbesar yang pernah dibuat oleh IDN Global dengan panelis yaitu Maudy Ayunda, Dr. Sri Mulyani, Ridwan Kamil, Iwan Sunito, dan masih banyak lagi. Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya diikuti persembahan oleh LSPR Choir bersama Pak Dino Patti Djalal dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Diaspora dalam 27 bahasa. Lalu, Pak Dino, selaku penggagas IDN, menyampaikan pidatonya yang berisi tentang diaspora sebagai bagian dari strategi serta kunci Indonesia dan bukan sebagai brain drain. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi berjudul “Anakku” oleh Ibu Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, tentang wejangan beliau untuk menjaga, membangun, dan

berbakti kepada Indonesia. Kemudian masuk ke mata acara utama yaitu pidato oleh Barack Obama. Dalam pidatonya, Obama memulai dengan menyampaikan rasa syukur bisa kembali ke Indonesia dan menjadi pembicara kunci di CID-4. Ia menceritakan pengalamannya kembali ke Indonesia yang menurutnya banyak berubah, khususnya Jakarta. Selain itu, beliau menekankan kepada hadirin yang hadir, khususnya generasi muda, untuk menumbuhkan sikap toleransi antar sesama mengingat Indonesia yang sedang hangat dengan isu pluralisme. Ia menyatakan bahwa Indonesia yang ia kenal, identik dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika maupun nilai-nilai dasar yang menegaskan bahwa meskipun kita berbeda-beda tetapi tetap satu, Bangsa Indonesia. Ia juga membahas tentang pertemuannya dengan Pak Jokowi, sehari sebelum CID-4 digelar, beliau merasa senang dengan visi Jokowi yang memprioritaskan infrastruktur dan investasi ekonomi karena ia yakin kedua hal tersebut dapat menunjang kemajuan serta perkembangan suatu negara menjadi lebih sukses. Selain itu, ia juga menyarankan untuk menyelesaikan konflik yang ada dengan jalur diplomasi serta development program dan bukan perang. Ia menyarankan kita untuk menjadi orang dengan berpikiran terbuka terhadap orang yang memiliki pendapat yang berbeda dengan kita. Dengan kata lain, beliau ingin kita agar terus mengutamakan toleransi terhadap sesama dan demokrasi serta memperjuangkan nilai-nilai dasar yang kita pegang teguh selama ini. Tetapi semuanya kembali lagi kepada diri kita masing-masing, apakah mau berubah menjadi lebih baik atau tidak. “The future belongs to those who believe in democracy, tolerance, and international order. Be the great citizens, not only for local but global,” tutur Obama dalam penutup pidatonya. (BG)

WH / 15


FEATURE Sebagaimana kita ketahui, di tahun 2017 ini tepatnya pada tanggal 8 Agustus nanti, kita, Bangsa Indonesia, umumnya sebagai warga ASEAN akan memperingati sebuah tonggak sejarah dimana ASEAN telah berdiri selama 50 Tahun. Ini merupakan peristiwa besar, di mana permasalahan seperti krisis Sabah, Invansi Vietnam ke Kamboja, hingga ancaman Tiongkok terhadap Vietnam di Kamboja tidak membuat ASEAN bubar karena tak sanggup menyelesaikan permasalahan yang ada. Yang menarik, kita sebagai warga ASEAN akan memasuki era baru dimana ASEAN akan menjalankan visi misinya sebagai Organisasi Regional Asia Tenggara yang memberikan perubahan di dalam yang melibatkan dunia. Hal ini tercermin pada ‘jargon’ yang disuarakan untuk menyambut perayaan 50 tahun ASEAN di Fillipina yaitu “Partnering For Change, Engaging The World”.

ERA BARU ASEAN

D

OLEH: AUFAR M RIZKI

alam konfigurasi politik Internasional, negara-negara di dunia dibawahi oleh lembaga Internasional, yaitu Perserikatan Bangsa Bangsa. Selain itu, ada juga Organisasi Internasional yang bertugas untuk mengatur berbagai permasalahan di dunia sesuai dengan bidangnya masing-masing. Seperti yang menyelesaikan permasalahan di bidang kesehatan ialah WHO, masalah pembangunan UNDP, dan Organisasi Internasional lain. Namun berbagai permasalahan di dunia tidak selamanya dapat diselesaikan oleh Organisasi Internasional. Kompleksitas permasalahan yang ada membuat banyak isu yang tak terdengar hingga masyarakat Internasional. Aspek inilah yang mendorong negara-negara di wilayah yang sama untuk membentuk Organisasi Regional. Tujuannya adalah untuk membahas permasalahan yang terjadi pada sekelompok negara di suatu wilayah tersebut, sebelum kemudian diajukan ke Lembaga Internasional. Salah satu Organisasi Regional ialah ASEAN (Association of Southeast Asia Nations). Indonesia memegang peranan penting dalam terbentuknya ASEAN. Pada tahun 1967, Indonesia bersama empat negara lain yakni Malaysia, Singapura, Thailand dan Fillipina mempelopori berdirinya ASEAN. Meski kelima negara ini memiliki latar agama, budaya hingga pengalaman sejarah yang berbeda, namun

16 / WH

Ya, Selamat Datang di era baru ASEAN, ASEAN dengan tujuan yang baru, dimana ASEAN akan melakukan perubahan jangka panjang pada negara anggotanya yang berimplikasi pada perubahan dunia yang signifikan. Hal ini sebenarnya telah terefleksi pada program ASEAN beberapa dasawarsa terakhir. Dimana ASEAN menjalin hubungan pengembangan mitra dialog, membuka ‘keran’ ekonomi dengan negara Asia Timur dengan membentuk ASEAN+3 (APT), hingga dibentuknya relasi ASEAN dengan Eropa atau populer disebut dengan ASEAN-EU Ministerial Meeting (AEMM). Langkah ini menggambarkan bahwa ASEAN telah mencoba untuk memberikan pengaruh signifikan terhadap dunia luar dengan menjalin hubungan tersebut. Tujuan untuk memberikan perubahan pada dunia dilakukan disamping tujuan utamanya untuk menyejahterakan ekonomi negara anggota dengan membuka lahan investasi dari luar. Namun yang menjadi perhatian juga, ASEAN di era baru ini akan tetap berpegang teguh pada pedoman dan prinsip dasar ASEAN yaitu (1) Mengutamakan solusi damai, (2) Otonomi Regional, (3) Doctrine of non-Interference, dan (4) Menentang Pakta Militer, mengutamakan kerjasama bilateral. Ataukah ASEAN akan bergerak ke arah yang lebih fleksibel dan ‘moderat’, tidak begitu terpaku pada pedoman dan prinsip dasar ASEAN. Hal ini mengingat, membuka jalinan kerjasama dengan negara atau Organisasi Regional luar tidaklah relevan dengan salah satu prinsip dasar yakni, Otonomi Regional. Apapun langkah yang ditempuh, tentunya akan menjadi warna baru pada perjalanan hidup ASEAN.


REGULAR CONTENT

UPCOMING ART EVENTS AND PLACES

M

TROUGHOUT THE MID YEAR

eskipun kita sudah sampai pada pertengahan tahun, tak ada salahnya bila kita tetap stay updated terhadap event-event dan tempat seru yang dapat memperkaya khazanah seni maupun literatur. Pada edisi ini, WH akan memberikan informasi seputar beberapa event dan venue seni menarik yang tersebar di seluruh Indonesia dalam kurun waktu Agustus – Desember 2017. Simak terus ya! (SA)

1.Museum MACAN

Kali ini Indonesia boleh berbangga karena memiliki museum kontemporer pertama di Asia Tenggara. Pasalnya, museum anyar yang diberi nama Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara atau yang lebih dikenal dengan Museum MACAN ini akan dibuka sekitar November 2017. Terletak di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, museum ini telah direncanakan untuk buka sekitar bulan Maret lalu, tetapi tertunda karena hambatan konstruksi. Untuk saat ini, Museum MACAN telah konsisten memberikan sneak peek melalui laman Facebook mereka. Beberapa bocoran mengenai koleksi yang akan dipamerkan di Museum MACAN sudah lama menggugah rasa penasaran para penikmat seni. Lukisan dari nama-nama besar Indonesia yang telah mendunia seperti Raden Saleh dan Affandi sudah dipastikan akan tampil disana. Kemudian karya dari beberapa nama internasional seperti Anish Kapoor dan Gerhard Richter juga akan ditampilkan di museum tersebut. Dilansir dari New York Times, sang pemilik proyek yang juga pengoleksi karya seni Haryanto Adikoesoemo, mengharapkan bahwa Museum MACAN bisa menjadi media masyarakat untuk memahami perkembangan seni kontemporer Nusantara maupun dunia. Hmm, seperti apa isi dari Museum MACAN yang sesungguhnya? Tunggu November nanti ya!

Writing and 2. Ubud Reading Festival 2017 Bagi sebagian besar pecinta literatur dan sastra di dunia, acara ini menjadi momen yang paling ditunggutunggu setiap tahunnya. Sejak dimulai pada tahun 2002, UWRF terus berkomitmen menjadi media yang krusial untuk saling menyalurkan opini antara penulis dan penggiat seni. Tidak melulu berfokus pada tulisan, UWRF pun menambah setlist dengan menampilkan para music performers yang tidak kalah menarik. Acara ini diselenggarakan selama lima hari, dengan sub acara dan program yang berbeda setiap harinya. Memasuki tahun 2017 yang mengusung tema “Origins”, UWRF seakan hendak mengingatkan bahwa seyogianya kita perlu ingat pada zat kita berasal. Hal ini tercermin pada filosofi Hindu “Sangkan Paraning Dumadi” yang berbicara mengenai koneksi abadi yang menghubungkan darimana kita berasal dan kemana kita akan kembali di akhir hayat. UWRF merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh yayasan berbasis non-profit, Yayasan Mudra Swari Saraswati. Selain UWRF, yayasan ini juga aktif menggawangi dua program besar lainnya seperti Ubud Food Festival dan Bali Emerging Voices Festival. Awalnya, yayasan ini didedikasikan sebagai sarana pemulihan akibat tragedi Bom Bali belasan tahun lalu. Berangkat dari hal itu, misi UWRF pun kian berkembang, yaitu mewujudkan festival berskala internasional yang merayakan pemikiran, ide, dan isu-isu global. UWRF 2017 akan diselenggarakan pada tanggal 25-29 Oktober 2017 di Ubud, Bali. Tiket early bird sudah dijual sejak bulan Juli, serta pengumuman tentang line up dan program yang bisa diikuti pada bulan Agustus.

3. Biennale Jogja XIV Equator #4 Yogyakarta kini semakin gencar menyelenggarakan berbagai acara seni nya yang tak jarang sedikit “nyeleneh”, seperti Festival Melupakan Mantan yang digelar beberapa waktu lalu. Meski tidak bertema nyeleneh, namun Biennale Jogja tetap menjadi acara yang paling ditunggu-tunggu dari kota pelajar itu. Setelah sebelumnya bekerja sama dengan India, negara-negara Arab, dan Nigeria, kali ini Biennale Jogja akan bermitra dengan Brazil. Alasan utama panitia memutuskan untuk bekerjasama dengan negara Samba tersebut adalah karena keduanya memiliki kesamaan. Pertama, baik Indonesia maupun Brazil, keduanya tercatat sebagai negara dengan populasi terbanyak di dunia. Kedua, dua negara ini berada dalam posisi teratas dunia dalam tingkat keragaman hayati. Maka dari itu, diangkatlah dua pokok bahasan: populasi yang berlebih dan bayang-bayang kecemasan serta mengelola keragaman dan harapan untuk masa depan. Singkatnya, Bienalle kali ini tidak hanya mengundang perupa yang memiliki kecakapan untuk membicarakan isu sensitif, tapi juga yang berani berpikir liar untuk menghasilkan karya bermutu. Rangkaian acara Biennale Jogja sebetulnya telah dimulai sejak bulan Maret, dimana pihak panitia mengadakan acara Pra-Biennale. Sedangkan, Main event Biennale Jogja XIV Equator #4 sendiri akan diselenggarakan pada tanggal 2 November-10 Desember 2017.

WH / 17


REGULAR CONTENT

WH LOOKBOOK Bag Prada

LC Waikiki

Necklace

Gandaria City

u

Top

Bracelet Hongkong

Watch

Michael Kors

u u

Pants

Uniqlo

Shoes Waikiki

18 / WH

Andin’s

Favorite Item? Jam!!

Karena warna dalemnya pink, ku suka sekali warna pink


REGULAR CONTENT

WH LOOKBOOK

Glasses Nike

Top

Castor

T-Shirt

y

Peter Says Denim

o

Jhon’s

Favorite Item? Top,

Karena cute and summery

Bracelet Baltos

y

Pants

Peter Says Denim

Socks

Brandless

Shoes

Pull & Bear

WH / 19


REGULAR CONTENT

Sudah cek laman Spotify WH belum?

Kalau belum, ayo dicek!!

LET THERE BE HOUSE ! You see, House is a feeling that no one can understand really unless you’re deep into the vibe of House. House is an uncontrollable desire to your body. (ER)

BLACK DON’T CRACK When the sun hits our skin, its an instant glow. (ER)

BRITISH BLAST OFF! Some of the Brits aren’t all about tea and other posh stuffs; they are on the other side, waiting for other rappers to send out their own banter and chop them off. (SA)

FRESHLY BAKED FOR YOUR SOUL Anything you want to feed your soul with newly released tracks. (SA)

20 / WH

JUKEBOX

Gou Talk (Peggy Gou) (Seek for Maktoop) (2016)

In An Emergency (Ross From Friends) (Don’t Sleep, There Are Snakes EP) (2017)

Catching Feelings (Mall Grab) (Pool Party Music) (2017)

I’ll Always Pick U Up (DJ Seinfeld) (Season 1) (2016)

Let My Baby Stay (Amandla Stenberg) (Let My Baby Stay Single) (2017)

Submission (Gorillaz ft. Danny Brown & Kelela) (Humanz) (2017)

Teenage Fantasy (Jorja Smith) (Teenage Fantasy Single) (2017)

Nothing (Kingdom ft. Syd) (Tears in The Club) (2017)

71 (Dave) (Six Paths) (2016)

Energy (Avelino ft. Skepta & Stromzy) (Energy - Single) (2017)

Buster Cannon (AJ Tracey) (Lil Tracey) (2016)

Skwood (Nadia Rose) (Highly Flammable) (2016)

Away Away (Ibeyi) (Away Away - Single) (2017)

Paradise (ANOHNI) (Paradise EP Single) (2017) ... Of Your Fake Dimension (Com Truise) (Iteration) (2017)

Where Do U Go (JMSN) (Where Do U Go Single) (2017)

He Is The Voice I Hear (The Black Madonna) (He Is The Voice I Hear - SIngle) (2017)

The Weekend (SZA) (Ctrl) (2017)

I Win (Lethal Bizzle ft. Skepta) (You’ll Never Make a Million from Grime EP)

Epilogue (Keaton Henson) (Epilogue - Single) (2017)


REGULAR CONTENT

R E V I E W S MOVIES AND BOOKS Okja (2017) // Directed by Bong Joon-ho // Cast: Ahn Seo-hyun, Tilda Swinton, Steven Yeun Sutradara asal Korea yang sebelumnya terkenal dengan karyanya yang berjudul Snowpiercer, Bong Joon-ho kembali lagi dengan sesuatu yang menawan dan tidak biasa pada umumnya. Mija (Seo-hyun) berkawan erat dengan Okja, seekor makhluk raksasa ‘superpig’, namun kebersamaan mereka terancam direnggut oleh Mirando Corporation. Perusahaan yang mengusung tujuan untuk memerangi kelaparan global ini sesungguhnya memiliki kedok umum, hingga akhirnya mereka berhasil menawan Okja ke Amerika. Mau tidak mau Mija harus berjuang menyelamatkan sahabatnya tersebut. Seperti biasa, Joon-ho selalu memberikan performanya yang terbaik dengan memadukan semua unsur menjadi satu, terlepas dari seberapa anehnya karya tersebut. (SA)

The Big Sick (2017) // Directed by Michael Showalter // Cast: Kumail Nanjiani, Zoe Kazan, Holly Hunter Terlahir sebagai seorang anak laki-laki berdarah Pakistan, Kumail senantiasa dipasangkan oleh perempuan pilihan orang tuanya sebagai upaya untuk melestarikan tradisi arranged marriage. Yang ayah dan ibu Kumail tidak ketahui bahwa anaknya telah berpacaran dengan Emily, gadis yang ditemui Kumail sebagai penonton ketika ia tengah melawak di kafe. Situasi pun memanas ketika Emily menemukan foto-foto perempuan di laci lemari Kumail dan harus berakhir dengan Emily dirawat di rumah sakit. Mampukah Kumail memperbaiki situasi? Meski film ini tidak menawarkan sesuatu yang baru di dunia romantic comedy, namun akting apik yang disajikan oleh duo Nanjiani dan Kazan mampu memberi warna baru pada setiap scene dari film tersebut. Dikemas dengan formula yang ringan serta dosis humor yang tepat, membuat The Big Sick cocok sebagai selingan yang menyenangkan di akhir pekan. (SA)

Startup by Doree Shafrir Fokus buku ini terbagi menjadi tiga subyek besar: Mark McAllister, founder dari aplikasi TakeOff yang bimbang dengan funding proyeknya; Katya Patersnack, seorang jurnalis yang suka membuat berita viral; Sabrina Chloe Blum yang merupakan ibu dari dua anak serta berprofesi sebagai social manager dari aplikasi TakeOff. Ikuti bagaimana mereka survive dalam menghadapi tren Startup yang terjadi pada zaman millennial ini. Ditulis oleh Doree Shafrir, yang sempat bekerja di Buzzfeed, buku ini dapat menangkap bagaimana rumitnya kehidupan masa kini yang sangat tergantung oleh teknologi. So, kawanWH yang mungkin tertarik dengan Buzzfeed dan media yang sedang in, bakal suka baca buku ini! (ER)

Men Without Women by Haruki Murakami Kali ini salah satu penulis ternama dari Jepang, Haruki Murakami, memberikan kita sebuah kumpulan cerita pendek yang ia gabungkan ke dalam sebuah buku. Cerita pendek yang beliau tulis memfokuskan kepada konsep “loneliness” yang dimiliki oleh kaum laki-laki, terutama dalam masalah relationship dengan perempuan, yang dapat menimbulkan rasa takut dan kecemasan yang mungkin susah untuk diekspresikan kaum laki-laki. Yet it is still enjoyable and very delightful book to read, so we really recommend you to read this book! (ER)

WH / 21


REGULAR CONTENT

WH CROSS WORD

MENDATAR 2 Antonim sedih adalah 7 Film tentang anthromorphic 9 Sebuah film yang menceritakan “Cinta Alien” 10 Bahasa Jepang dari “Halo” MENURUN 1 Makhluk aneh warna kuning 3 Immortal Anti-hero 4 1 Lion, 1 Zebra, 1 Giraffe, and 1 Hippo 5 Pinggul tidak akan berbohong 6 Sebuah film tentang hati yang dicuri oleh seorang Demi-god 8 Vampir yang mengkilat vs Werewolf berotot

1

2

3

4 5

6

7 8

9

10

MENURUN 1 Minions, 3 Deadpool, 4 Madagascar, 5 Shakira, 6 Moana, 8 Twilight MENDATAR 2 Senang, 7 Zootopia, 9 Avatar, 10 Konichiwa

22 / WH


REGULAR CONTENT

MOVIE TRIVIA

Atomic Blonde (29 Juli 2017)

Blade Runner 2049 (6 Oktober 2017)

MUSIC TRIVIA

Lana Del Rey Lust For Life (21 Juli 2017)

Cornelius Mellow Waves (21 Juli 2017)

Nosaj Thing Parallels (8 September 2017)

WH / 23


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Hello! - Agustus 2017 by Warta Himahi - Issuu