Skip to main content

Journey to Leave A Mark - Mei 2019

Page 1

wh warta himahi

Rasanya Terkubur dan Tenggelam Bersama

How Blues Music Changed Society: American Civil Rights Movements

Apakah Hukum Anti-LGBT Brunei akan Menyebabkan Efek Domino di Asia Tenggara?

JOURNEY TO LEAVE A MARK

MEI | 2019


CONTENTS 1 2 34 - 35 36

Editor’s Letter Voice of KawanWH Change for the Greater Future Surat Ketua HMPSIHI 2018/2019

NEWS 4 - 5 6 7 8 9

Apakah Hukum Anti-LGBT Brunei akan Menyebabkan Efek Domino di Asia Tenggara? AS Menyebut Pengawal Revolusi Islam Iran Sebagai Kelompok Teroris IMF Turunkan Proyeksi Ekonomi Dunia Taliban Larang ICRC dan WHO Beroperasi di Afghanistan Airbnb Mengulang Aturan Pelarangan Rumah Sewa di West Bank

FEATURE 12 - 13 14 15 16 - 17 18 19 20 - 21 10 22 37

Rasanya Terkubur dan Tenggelam Bersama Remembering the Holocaust: More Than A Scar Brown Baby Plan: Penyelamatan Anak Ras Campuran Rino “Donny” Donosepoetro tentang Warisan Berharga dari HI Unpar Kontributor: Daniel Kontributor: Vianny Quininta Between One and a Million Kontributor: Ezra PT Konributor: Raymond Kaya Kontributor: Aloysius Efraim STAY CONNECTED!

REGULAR CONTENT 24 - 25 26 - 27 28 - 29 30 - 31 32 33

Regular Content Special WH Lookbook Trivia Review Games Jukebox

TWITTER @KawanWH INSTAGRAM @wartahimahi FACEBOOK Warta Himahi YOUTUBE youtube.com/ wartahimahi LINE @bxi1173b whimahi@gmail.com


EDITORIAL TEAM

EDITOR’S LETTER

Editor-in-Chief VERONICA CINDY IRAWAN Vice Editor-in-Chief ALOYSIUS EFRAIM LEONARD Editorial Secretary ARYANNE REGITA Editorial Treasurer SONIA MEILIANA Feature Editor YOLANDA JUNIAR RAYO Feature Writers ALYA KHALIDA ANWAR EVA CIPTA MEGA INDRA JESSICA RUTH ANDINA STELLA NONGKA News Editor YOHANES AMADEUS RADITYA News Writers BRIGITA PRINSILA DINDA MUTIARANI SYAFIRA MARVEL TANARA MENTARI SVARNA PERTIWI Regular Content Editor EZRA REYHAN MARZUKI Regular Content Writers HANI INDITA IVAN IMMANUEL M. KEISHYA RACHMADANI WISNU PUTRI TAZKIA AGIANI KHATAMI Event Manager MARIA FAUSTINA DWI KISMADRIANI Event Vice Manager KERIN DESYOLA Event Staff MARVELLA GIOVANNA RADEN NAUFAL DAFFA ALDYONO SARITA LARAS VIANNY QUININTA Graphic Design Director PUPUT PRADANI ALIYA RASHATI Content Designer CAROLINE SIANE CLAUS SULAIMAN EZRAELLA MEIRANI GABRIELLA CARMEN YEGI WIJAYA Head of Photographer RANESSA TRI J. NAINGGOLAN Photographer / Videographer ALVIN ALFANUS ISYANTI RAHAMAYA ERIYANTO MARIKA GANISTI IMANTIA MUHAMMAD RAFI AL AMIN REIZA ADINDA HERDIANA Public Relations and Marketing Manager ANSELMA AMBAR ARUMDALU Public Relations and Marketing Staff EDENISE PANE INEZ IGNATZIA LELY AYUSUKMA BAKTI NAOMI VERIAWAN Special Thanks to Our Contributor ALOYSIUS EFRAIM LEONARD DEMETRIUS DANIEL EZRA PT RAYMOND KAYA VIANNY QUININTA Cover by JESSICA MICHELLE

Dear KawanWH, Masih kaget rasanya mendengar bahwa majalah kampus yang saya pimpin telah berkepala tiga dan menyusuri jalan yang jauh lebih panjang dari yang saya kira. Kenyataan tersebut mendorong saya untuk merenungi jejak-jejak yang telah ditinggalkan Warta Himahi baik dalam perjalanan hidup pengurus maupun KawanWH. Seorang alumni pernah bercerita bahwa Warta Himahi berdiri ketika akses menuju berita tidaklah semudah saat ini. Mahasiswa didorong untuk terjun langsung ke berbagai kedutaan untuk mencari berita sebelum dimuat di WH Edisi. Alumni yang lain bercerita mengenai akses yang diberikan Warta Himahi untuk menulis berbagai artikel dan saat ini beliau berkesempatan untuk berkarier dalam bidang jurnalisme. Melihat dan mengalami berbagai hal membuat saya yakin bahwa Warta Himahi kemudian menjadi lebih dari sebuah media. Salah satu sorakan yang sering kami ucapkan adalah “Warta Himahi, keluargaku!” Mungkin terdengar cringe bagi KawanWH, namun Warta Himahi membantu saya merefleksikan perjalanan selama satu periode yang penuh dengan jatuh bangun. Tidak lagi hanya sekedar sebuah organisasi internal, Warta Himahi kemudian bertransformasi dan membangun serta merekatkan kami semua. Mungkin kami benar telah menjadi sebuah keluarga. Ketika KawanWH membaca ini, percayalah bahwa kalian juga telah memegang peran yang penting. Jejak yang KawanWH tinggalkan justru turut membentuk Warta Himahi berkembang. Kemudian turut timbul harapan bahwa Warta Himahi juga dapat membentuk jejak-jejak bermakna bagi KawanWH. Perjalanan saya mungkin berakhir sampai sini, namun perjalanan Warta Himahi akan kekal dalam hati orang-orang yang disentuhnya. Yours sincerely, Cindy Irawan

WH / 1


VOICE OF KAWANWH

APA SIH MILESTONE DALAM HIDUP KAMU YANG SUDAH KAMU LEWATI?

Iqmal Sunny, HI 17

Milestones di hidup gue terjadi ketika di masa SMA, gue memutuskan untuk ambil sekolah di kota sebelah. Waktu itu posisinya sekolah yang mau gue masukin berjarak 20 km dari rumah, gue nggak punya informasi apa-apa soal kota tersebut, dan cuman punya bekal 3 kenalan dari 250 siswa baru. Motivasinya simpel, gue pengen lihat diri sendiri di situasi dan lingkungan baru. Gue nggak akan jadi apa-apa kalau gue manja dan nggak mau beradaptasi sama lingkungan baru. Satu hal yang gue sadari dari momen ini. Tindakan nekat gue membentuk siapa gue sekarang. Akhirnya, Gue lulus dari sekolah itu sambil bergandengan sama 249 temen-temen gue. Pelajaran penting dari cerita gue: Milestones membuat kita punya refleksi yang bagus tentang siapa diri kita di masa lalu. Makanya, milestones tuh bukan momen yang seharusnya lo tunggu, tapi momen yang harusnya lo bikin.

Qarabin Sabilla, HI 18

Aku ngerasa dalam hidupku mencapai titik ‘milestones’ di saat aku naik Gunung Semeru. Waktu itu aku ikut organisasi pecinta alam di SMA, disana banyak diajarin tentang kepecintaalaman, tapi karena peraturan sekolah ketat, aku gak pernah naik gunung atas nama sekolah atau organisasi. Waktu kelas 11 awal aku ditawari naik Gunung Semeru, aku udah sering denger cerita2 disana, medan nya sesusah apa terutama pas saat summit. Dan benar, menurut aku dari Ranupani sampai Ranukumbolo medannya bisa dikatakan biasa, hanya panjang treknya. Tapi pas mau summit keesokan harinya, baru terasa memang butuh perjuangan dan tenaga lebih untuk sampai Mahameru. Sekali nanjak suka turun lagi karena trek berpasir dan suka ada batu turun dari atas. Hampir nyerah pengen balik ke bawah karena capek dan kedinginan banget, tapi aku selalu mikir sayang udah sampe sini dan aku memutuskan untuk lanjut nanjak. Akhirnya aku liat plang ‘Mahameru 3676 MDPL’ depan mataku sendiri, sangat bangga karena dari teman-teman pecinta alam aku yang pertama kali ke Mahameru dan alhamdulillah banget sampe puncak. Aku ngerasa itu titik milestonesku dan ngerasa punya pride tersendiri pernah menginjak tanah tertinggi di Pulau Jawa.

Joe William, HI 16

Joshua Cahyo Putra, HI 17

Momen yang saya anggap sebagai milestones dalam hidup saya adalah ketika band saya diminta tampil di pembukaan terminal baru di bandara soekarno hatta. Saya merasa bahagia menatap kembali kepada momen itu, bukan karena ramainya penonton, namun karena itu merupakan momen terakhir saya dan rekan-rekan kerja saya di band ini tampil bersama. Momen itu merupakan momen yang dipenuhi dengan rasa syukur. Saya menganggap milestone sebagai tonggak yang melambangkan bahwa saya telah menyelesaikan sesuatu yang baik dalam hidup saya. Momen itu akan saya hargai disaat saya menjalani langkah hidup selanjutnya. Semua anggota band tersebut sekarang terpencar, dan juga sedang menjalankan langkah hidup mereka yang selanjutnya.

Jessica Martha, Dosen HI UNPAR

Jadi dosen, karena emang cita-cita setelah jadi sarjana untuk jadi dosen. Namun emang selama perjalanan untuk menjadi dosen sangat sulit (sekali). Mulai dari orang tua saya yang tadinya gak mau ngebiayain saya buat S2, namun akhirnya setelah bernegoisasi dan merayu-rayu akhirnya sepakat untuk dibiayai. Sempat kerja juga di pre-school di mana saya harus nemenin anak-anaknya BAB, bersihin pampers-nya, nemenin makan dan tidur. Juga ngerasain ga tidur sama sekali karena beres kerja pulang sore saya harus lanjut ngerjain tesis dan tugas-tugas lainnya. Sempat hampir menyerah juga karena memang S2 yang saya jalani karena pembimbing saya bisa saja berpindah-pindah tempat dari Jatinangor atau Dipatiukur sementara kuliah saya saat itu di UNPAD Dago, sehingga mengharuskan saya berpindah tempat beberapa kali dalam sehari. Belum lagi berkas saya yang sempat ke-pending sekitar 3 bulan di TU FISIP karena satu dan lain hal. Saya sendiri hampir daftar di Bank karena putus asa bahwa saya ga akan mampu jadi dosen yang tesnya begitu susah, namun akhirnya berhasil diterima jadi dosen dan sesuai dengan target di awal untuk jadi dosen di umur seperti sekarang.

Gagal seleksi PNMHII sih, sama sekali ga nyangka. Jujur, awalnya kecewa dan nganggep semuanya tuh sia-sia. Tapi waktu itu disaranin sama temen buat coba cari pengalaman di luar UNPAR, perluas scope. Akhirnya nyoba juga ikut komunitas thinktank Bandung dan kursus menulis. Puji Tuhan berhasil rilis artikel pertama di koran, wah seneng banget sih pas dikasih tau. Semenjak itu jadinya lebih semangat dan ga gampang nyerah. Jadinya ada gambaran masa depan juga. Tapi semua gak bakal bisa gue capai tanpa dukungan temen-temen sih, jadi penting banget buat selalu tukeran informasi dan perluas jaringan. Kali-kali mereka yang bawa kebaikan dan masa depan.

2 / WH


NEWS

APAKAH HUKUM

ANTI-LGBT

BRUNEI AKAN MENYEBABKAN

EFEK DOMINO DI ASIA TENGGARA?

K

erajaan Brunei Darussalam pada Rabu (3/4/2019) telah menerapkan hukum mati dengan dirajam terhadap pelaku aktivitas homoseksual dan perzinahan. Kebijakan ini merupakan tahap kedua dalam penerapan hukum syariah Islam yang berlaku berdampingan dengan hukum konvensional. Sebelum aturan baru ini diterapkan, aktivitas homoseksual tetap dikategorikan sebagai pelanggaran hukum di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun, hukumannya berupa 10 tahun penjara. Hukum syariah lain yang baru saja diterapkan adalah hukuman amputasi pada salah satu lengan para pelaku tindakan perampokan dan pencurian, kemudian amputasi pada salah satu kaki pada tindakan pencurian kedua. Dikutip dari Reuters, Perdana Menteri Sultan Hassanal Bolkiah menyatakan bahwa penerapan hukum syariah Islam bertujuan untuk mencegah tindakan dan perilaku yang tidak sesuai

4 / WH

dengan ajaran agama Islam. Selain itu, hukum tersebut juga bertujuan untuk mengedukasi, melindungi, dan menghormati semua hak individu. Hukuman rajam hingga mati juga diterapkan pada pelaku tindakan aborsi, penghujatan Nabi Muhammad, serta pemerkosaan. Penerapan hukum syariah Islam berlaku bagi seluruh penduduk beragama Islam, dan berlaku sebagian bagi penduduk beragama non-Islam.


NEWS

Protes dari Dunia Internasional Penerapan hukuman berdasarkan syariah Islam ini dinilai terlalu kejam dan dikecam oleh berbagai negara dan pihak internasional. Brunei, salah satu anggota negara Persemakmuran Inggris, mendapat protes keras dari Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt, yang menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan negaranegara anggota Persemakmuran Inggris lainnya untuk mengajak Brunei agar dapat melindungi hak asasi manusia sebagaimana mestinya. Komisioner Hak Asasi Manusia PBB, Michelle Bachelet, menilai bahwa kebijakan yang diambil Brunei merupakan sebuah langkah kemunduran bagi perlindungan HAM rakyatnya. Protes keras juga diserukan oleh berbagai tokoh selebriti dunia. Ellen DeGeneres, Billie Jean King, dan George Clooney, menyerukan pemboikotan hotel-hotel milik pemerintah Brunei seperti The Dorchester di London, The Beverly Hills Hotels dan Hotel Bel-Air di Los Angeles, serta Le Meurice di Paris.

Di Indonesia, tepatnya di Aceh, hukum syariah Islam telah berlaku sejak 2003. Pada tahun 2017, 2 pria yang dituduh telah melakukan hubungan homoseksual dijatuhi hukuman cambuk sebanyak 83 kali. Indonesia belum lama ini juga telah menghukum seorang gubernurnya atas tindakan penistaan agama Islam. Pada Maret tahun ini, Menteri Pariwisata Malaysia, Mohamaddin Ketapi, mengatakan bahwa di negaranya tidak terdapat orang yang menyukai sesama jenis saat menghadiri pameran pariwisata di Berlin. Pada 2018, Malaysia menangkap 20 pria atas tuduhan hubungan homoseksual dan dipaksa untuk mengikuti konseling. Indonesia dan Malaysia telah secara resmi melarang aktivitas LGBT, dan belakangan ini telah merasakan peningkatan aktivitas kelompok Islamkonservatif. Maka, pertanyaan bukanlah mungkinkah, melainkan kapan. [YAR]

Dampak pada Regional Isu ini tidak akan diangkat pada pertemuan ASEAN berikutnya, mengingat adanya prinsip noninterference. Namun yang menjadi kekhawatiran dunia internasional adalah efek domino pada negara-negara tetangga, Indonesia dan Malaysia, yang juga sebelumnya telah mencoba menerapkan hukum syariah Islam.

WH / 5


NEWS

AS MENYEBUT PENGAWAL REVOLUSI ISLAM IRAN SEBAGAI KELOMPOK TERORIS

P

residen AS Donald Trump telah secara resmi menyebut Pasukan Elit Pengawal Revolusi Islam Iran sebagai kelompok teroris pada Selasa (9/4/2019). Keputusan ini merupakan pertama kalinya bagi AS untuk secara resmi menunjuk sebuah institusi militer negara sebagai kelompok teroris. Langkah ini dilakukan sebagai tanggapan dari perilaku destabilisasi Iran di Timur Tengah, termasuk dukungan terhadap rezim Suriah, serta pemberontakan Houthi di Yaman dan Hezbollah di Lebanon. Selain itu, Trump menyatakan alasan dibalik pengambilan keputusan tersebut adalah untuk membuktikan bahwa Iran tidak hanya bekerja sebagai pendukung terorisme, namun juga terlibat secara aktif dalam pendanaan dan turut mempromosikan terorisme sebagai alat kenegaraan. Terkait hal tersebut, AS telah memutus kerja sama dengan sejumlah entitas dan organisasi yang berafiliasi dengan Pengawal Revolusi Islam Iran. Protes dari Iran Menanggapi keputusan tersebut, Iran mengkritik keputusan Trump dan memberikan ancaman bahwa Iran akan membalas atas setiap tindakan yang dilakukan oleh AS. Iran merasa bahwa keputusan Trump merupakan suatu kesalahan besar yang dapat mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. Dewan Keamanan Nasional Iran mengakui tindakan tersebut tidak bijaksana dan ilegal serta

6 / WH

menegaskan bahwa AS adalah pemimpin nyata terorisme dunia. Pernyataan tersebut mengacu pada kapal perang AS menembak jatuh pesawat komersial Iran di Teluk Persia pada tahun 1988 dan menewaskan 290 jiwa. Meski AS telah mengakui dan menyesali kejadian tersebut, bagi Iran tragedi tersebut adalah aksi terorisme AS terhadap Iran. Relasi Iran-AS Ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat setelah tahun lalu AS memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian nuklir yang diresmikan pada 2015. Kemudian, AS memberlakukan sanksi yang dapat melumpuhkan sistem ekonomi Iran. Trump menyatakan bahwa AS tengah berupaya untuk meningkatkan tekanan kepada Iran karena keterlibatannya dalam kegiatan terorisme. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menambahkan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk mengalihkan dan memblokir sejumlah sumber uang yang sebelumnya digunakan untuk membiayai kegiatan terorisme di kawasan Timur Tengah. Di sisi lain, keputusan Trump dapat menjadi bumerang bagi AS mengingat Pengawal Revolusi Islam Iran merupakan organisasi keamanan terkuat di Iran dengan kekuatan militer sebesar 125 ribu pasukan, termasuk unit angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara serta persenjataan rudal balistik dan program nuklir. [DMS]


NEWS

IMF TURUNKAN PROYEKSI EKONOMI DUNIA

K

epala Ekonom IMF, Gita Gopinath, pada Selasa (9/4/2019) di Washington DC menyatakan bahwa proyeksi ekonomi dunia turun menjadi 3,3 persen. Ini merupakan kali ketiga IMF memangkas proyeksinya dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Sebelumnya pada Oktober tahun lalu IMF telah menurunkan proyeksi ekonomi dunia yaitu 3,6 persen, kemudian pada Januari proyeksi IMF turun menjadi 3,5 persen. Hal ini disebabkan karena terjadinya perlambatan pada hampir 70 persen ekonomi dunia Paruh pertama tahun 2019 PDB global diprediksi akan stagnan, namun di paruh kedua IMF memprediksi produk domestik bruto (PDB) global akan kembali menguat. Hal ini dapat dilihat dari prediksi PDB negara berkembang yaitu pada tahun 2018 sebesar 4,5 persen yang kemudian turun pada tahun 2019 menjadi 4,4 dan kembali meningkat pada tahun 2020 menjadi 4,8 persen. Berbanding terbalik dengan aktivitas di negara maju yang diproyeksikan akan terus melambat secara bertahap salah satunya adalah akibat stimulus fiskal AS yang memudar. Berdasarkan prediksi IMF, stimulus PDB negara maju pada tahun 2018 adalah 2,2 persen kemudian turun di tahun 2019 menjadi 1,8 persen dan akan turun lagi pada tahun 2020 menjadi 1,7 persen. IMF bahkan memperingatkan pertumbuhan ekonomi global bisa menjadi lebih lambat dibandingkan dengan proyeksi

yang dibuat IMF. Peringatan ini diberikan terkait ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, Brexit, dan kondisi ekonomi di Uni Eropa. Negara maju yang proyeksinya melambat diantaranya adalah Amerika Serikat. Menurut IMF, penurunan ini diakibatkan oleh adalah government shutdown yang dilakukan Trump selama 35 hari, selain itu faktor lainnya adalah belanja fiskal AS yang lebih rendah. Selain AS, IMF juga melihat ekonomi zona euro yang juga jatuh pada tahun ini akibat adanya ketidakpastian politik dan perlambatan ekonomi di negara-negara anggota zona euro ini. Dari proyeksi IMF, Inggris juga akan mengalami penurunan akibat dari dampak negatif dari ketidakpastian brexit yang berkepanjangan. Sedangkan di Asia, IMF justru sedikit menaikan proyeksi ekonomi bagi perekonomian terbesar kedua dunia yaitu Tiongkok yang menunjukan adanya perubahan biaya impor Amerika serikat terhadap ekspor dari Tiongkok. Pertumbuhan PDB juga meningkat untuk Indonesia, hal ini diakibatkan oleh adanya kebijakan pajak yang moderat dan juga reformasi di pemerintah serta kenaikan bertahap belanja sosial dan juga belanja modal dalam jangka menengah yang sejalan juga dengan ruang fiskal yang ada. [MT]

WH / 7


NEWS

I

nternational Committee of Red Cross (ICRC) pada Kamis (11/4/2019) menyatakan bahwa organisasinya telah menghentikan misi kemanusiaannya untuk membantu penduduk di Afghanistan dalam mengatasi masalah kesehatan. ICRC tidak lagi dapat beroperasi akibat adanya larangan dari kelompok Taliban. Taliban merupakan sebuah organisasi politik dan juga kelompok militer beraliran Sunni-Islam fundamentalis, yang sedang berperang dengan pemerintah Afghanistan. Tidak hanya ICRC, organisasi kesehatan dibawah PBB, World Health Organization (WHO) juga dilarang untuk beroperasi di sana. Berdasarkan keterangan dari salah satu anggota kelompok Taliban, ICRC dianggap tidak melaksanakan kesepakatan yang telah dibuat. Taliban sebelumnya pernah mencabut jaminan keamanan bagi ICRC pada Agustus 2018 setelah menuduh ICRC gagal dalam melakukan tugasnya untuk memonitor kondisi narapidana di penjara-penjara Afghanistan dan menyediakan bantuan medis bagi pemberontak yang ditahan di penjara tersebut. Tetapi, jaminan kembali diberikan pada Oktober 2018 setelah kedua belah pihak melakukan perundingan di Qatar. Kelompok yang menguasai setengah dari Afghanistan tersebut pun menuduh WHO melakukan tindakan yang mencurigakan ketika melaksanakan kampanye vaksinasi kepada penduduk Afghanistan. Namun, tidak ada pernyataan yang lebih rinci dari kelompok Taliban terkait larangan operasi bagi ICRC dan

8 / WH

WHO.Kelompok Taliban memberikan ancaman kepada kedua organisasi tersebut jika mereka masih memberanikan diri untuk melakukan misinya di Afghanistan. Ancaman tersebut menekankan bahwa apabila ICRC dan WHO masih melakukan misinya, kelompok Taliban tidak menjamin keselamatan mereka. Juru bicara ICRC Robin Waudo mengatakan bahwa mereka telah menghentikan segala bentuk kegiatan karena jaminan keamanan yang diberikan oleh kelompok Taliban sudah ditarik. Waudo menambahkan bahwa ICRC sedang dalam proses menghubungi kelompok Taliban guna mencari solusi atas larangan yang diberikan mengingat akses kesehatan di Afghanistan yang masih minim. Penduduk Afghanistan sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan di tengah aksi kekerasan dan permusuhan yang masih berlanjut serta musim kering yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Kampanye vaksinasi yang dilakukan oleh WHO, khususnya terhadap virus polio dinilai sangat dibutuhkan mengingat Afghanistan merupakan salah satu negara yang masih mengalami wabah polio, penyakit yang menimbulkan kelumpuhan pada anak-anak. Sehingga, baik ICRC maupun WHO masih terus berusaha untuk melakukan negosiasi dengan kelompok Taliban maupun pemerintah Afghanistan terkait larangan operasi yang diberikan agar kedua organisasi tersebut dapat kembali membantu penduduk Afghanistan dalam bidang kesehatan. [MSP]

TALIBAN LARANG ICRC DAN WHO BEROPERASI DI AFGHANISTAN


NEWS

irbnb merupakan platform digital yang

A

Namun Arvind Ganesan dari Human Rights Watch

membantu pengguna untuk menyewakan

menyatakan bahwa kegiatan donasi tersebut tetap

atau mencari rumah atau tempat sewaan

tidak memberikan pengaruh apapun untuk membantu

untuk singgah saat berlibur. Pada Rabu (10/4/2019),

“kesengsaraan manusia” di Palestina. Pernyataan

Airbnb membatalkan penghapusan aturan daftar sewa

ini juga berlaku di wilayah bermasalah seperti South

yang berlokasi di dalam pemukiman lebih dari 600.000

Ossetia dan Abkhazia di Kaukasus.

masyarakat Yahudi di West Bank yang diduduki oleh

Sebelum terjadi pembalikkan aturan penghapusan

Israel. Pembatalan ini dikarenakan Airbnb mengalami

ini, pihak Palestina menyatakan keterbukaan akan

kesulitan berhadapan dengan pihak berwenang

kebijakan penghapusan daftar tersebut. Human Rights

Palestina dan orang-orang penyuara kampanye hak

Watch juga menyebutnya sebagai sebuah “terobosan”.

asasi manusia terkait perizinan rumah-rumah yang

Sejauh ini, keputusan Airbnb membuat para pemrotes

akan disewakan. Menurut hukum internasional,

penghapusan daftar pemukiman di West Bank

pemukiman ini merupakan pemukiman yang ilegal,

memuji perusahaan yang berpusat di San Fransisco,

namun dibantah oleh Israel.

California ini. Human Rights Watch mengkhawatirkan keputusan tersebut juga mengartikan bahwa Airbnb

November tahun lalu, Airbnb menghilangkan

mendukung pemukiman terlarang tersebut tetap ada.

200 rumah di dalam pemukiman tersebut dari daftar

Amnesti Internasional juga menyatakan bahwa Airbnb

sewanya. Hal tersebut dikarenakan pemukiman yang

merupakan perusahaan digital yang mengambil

dikasuskan berada di pusat perebutan daerah Israel

keuntungan

dan Palestina. Meskipun tidak dilarang oleh hukum

mengadakan transaksi penyewaan di pemukiman

AS, komunitas global mengecam perusahaan yang

West Bank. [BP]

dari

“kejahatan

perang”

karena

mencari untung dari tanah tempat orang terlantar. Airbnb menyatakan bahwa mereka tidak akan meneruskan implementasi penghapusan aturan daftar di West Bank dari platform mereka sendiri. Pihaknya justru akan menyumbangkan semua keuntungan dari hasil sewa di West Bank kepada organisasi kemanusiaan yang melayani masyarakat di seluruh bagian dunia.

WH / 9


KONTRIBUTOR

THEY CAN SLEEP ANYWHERE

Meskipun becak sudah banyak tergantikan oleh kehadiran ojek online, ada kesamaan antara kedua pengemudi kedua moda transportasi tersebut, yaitu perjalanan. Walaupun dengan cara yang berbeda, mereka sama-sama menempuh perjalanan Panjang dalam mencari penumpang tanpa mempedulikan kondisi cuaca maupun kepadatan lalu lintas. Perjalanan yang mereka tempuh bukanlah tanpa alasan dan pasti meninggalkan jejak. Mereka pasti mengalami suka dan duka, baik yang berasal dari penumpang yang mereka ambil maupun dari faktor lainnya. Itu adalah pilihan bagi mereka. Pilihan untuk melanjutkan hidup dari hasil yang didapatkan. Mereka tak peduli waktu, hingga akhirnya bangku dan becaklah yang menjadi Kasur.

10 / WH

Ezra PT


wh feature

journey to leave a mark


FEATURE

RASANYA TERKUBUR DAN TENGGELAM BERSAMA

J

ika kita berbicara soal peninggalan atau jejak, secara tidak sadar kita akan mencari dan menghampiri hal-hal besar. Sampai lupa nyatanya kalau masih ada hal kecil yang mengitari. Masih ada yang sederhana tapi terlupa, seakan tidak pernah ada dan tidak perlu dilihat lama. Hal-hal yang dirasa remeh, dianggap sepele, hanya dilihat sebagai bentuk idealisme. Tapi meskipun mereka dapat sorotan, rasanya lara pun masih menyesakkan. 16 April 2014, sudah 4 tahun berlalu rupanya kejadian yang sempat menghiasi wacana berita. Namun, hingga tahun ini, pita kuning itu—tanda duka untuk mereka—masih muncul setidaknya di kota kecil yang sedang berusaha sembuh dari luka. Hari itu seharusnya menyenangkan, setidaknya bagi lebih dari 300 murid Sekolah Danwon, Ansan, Korea Selatan. Katanya mereka akan pergi karyawisata, paling tidak begitu rencana awalnya. Sayangnya, malapetaka tidak terelakkan. Kapal Sewol, yang ditumpangi 300 murid Danwon saat itu, tenggelam dan terbalik di atas laut Maenggol. Mengubur nyawa 250 siswa di sana, meninggalkan duka dan sesal tanpa akhir pada yang tersisa.

12 / WH


FEATURE Korea Selatan saat itu tidak hanya bersungkawa—karena amarah, kecewa, dan air mata juga sudah jadi satu. Anak-anak itu seharusnya kembali ke rumah, ke pelukan ibu dan ayah. Nyatanya, mereka malah terjebak di antara dinding-dinding kapal yang memerangkap, dikelilingi air laut yang mulai menyesak. Jangan tanya ke mana orang-orang yang bertanggung jawab di atas kapal—sudah pergi lebih dulu mereka demi selamatkan nyawanya, lupa pada kewajiban atas nyawa yang lain. Sudah lebih dari 4 tahun kejadian itu menyelubungi Ansan. Masih abu-abu hingga kini, masih berkabung pula mereka yang ditinggalkan, masih juga penuh harapan untuk bertemu yang telah hilang. Apa yang tersisa sekarang dari peninggalan Sewol dan nestapanya? Tidak ada. Masih sama pada tempatnya. Persis pada awal mulanya, sesakit itu yang dirasa. Kini 75 murid Danwon lainnya harus hidup dengan baik, demi teman yang tidak lagi bisa melanjutkan hidupnya. Murid-murid Danwon harus tumbuh dengan luka—satu-satunya cinderamata yang ditinggalkan oleh Sewol. Pada mereka yang tidak tau rasanya, jangan salahkan mereka yang berhasil selamat—sudah cukup berat mimpi buruknya tiap malam mengingat wajah kawan yang hilang, jangan kau tambah lagi. Pada mereka yang hanya melihat layar kaca dan membaca, jangan berani bilang lelah dengan keadaan—masih ada sisa yang belum ditemukan, mana pedulimu kalau keluarganya masih berharap. Pada mereka yang punya tanggung jawab, lakukan sebagaimana seharusnya—sudah terlalu banyak yang hancur saat ini, tidak perlu kau perparah lagi. Empat tahun sejak Sewol tenggelam membawa lebih dari 325 nyawa, Ansan masih belum pulih laranya. Sewol telah meninggalkan yang dekat, sepatah dialog, dan kehilangan yang tidak pernah kembali utuh. Tenggelamnya kapal Sewol tidak meninggalkan sesuatu yang lebih besar daripada kesedihan dan perasaan orangtua yang sebagian hatinya ikut tenggelam di laut sana. [AKA]

WH / 13


FEATURE

S

ebuah pertanyaan hadir di lubuk hati terdalam, apa yang salah untuk dilahirkan seperti ini? Untuk dijauhi dan

yang membunuh enam juta penganut Yahudi dan kelompok lainnya seperti Gypsy dan Homosexuals oleh Jerman Nazi pada tahun

disingkirkan. Untuk dipaksa meninggalkan rumah dan berakhir di atas barak yang tidak layak untuk manusia. Untuk bekerja siang dan malam. Untuk kelaparan dan kehausan. Untuk dijadikan sebagai bahan percobaan medis. Untuk disiksa dan berakhir menjadi abu. Di Belzec, Auschwitz, Sobibor, Treblinka dan Majdanek, tangisan telah terdengar dan derap langkah tentara Nazi menjadi musik yang mencekam. Di tempat itulah, musuh bagi pemimpin Jerman Nazi, Adolf Hitler, yaitu penganut Yahudi mengakhiri hari demi hari diantara ambang hidup dan kematian.

1933 hingga 1945. Namun lebih dari sekedar luka yang disimpan oleh para korban Holocaust hingga detik ini. Nazi Jerman meninggalkan dampak trauma di masa lalu yang dijadikan sebagai kesempatan untuk memperbaiki kondisi kemanusiaan menjadi lebih baik lagi.

Di bawah kepemimpinan Adolf Hitler, diskriminasi yang dilakukan oleh ras Jerman kepada penganut Yahudi menjadi semakin nyata. Hal ini didasari oleh keyakinan bahwa penganut Yahudi mampu menjadi ancaman bagi kemurnian ras Jerman di masa yang akan datang. Pandangan superior terhadap ras Jerman juga dipengaruhi oleh ideologi antisemitisme yang dianut oleh Jerman Nazi. Sekatsekat pemisah antara Jerman Nazi dengan penganut Yahudi berujung pada dehumanisasi atau perilaku merendahkan kelompok lain serendah-rendahnya. Maka dari itu, genosida menjadi “solusi terakhir” bagi Jerman Nazi untuk memusnahkan penganut Yahudi dan kelompok lainnya melalui beberapa mekanisme seperti kamp konsentrasi, pawai kematian, kamar gas beracun, hingga regu pembunuh. Di akhir Perang Dunia Kedua, Jerman Nazi semakin terdesak oleh tentara Sekutu dan mengakibatkan masa-masa kejayaan Adolf Hitler semakin memudar serta kekalahan terasa semakin tajam. Berasal dari kata “seluruh” dan “terbakar” dalam bahasa Yunani, The Holocaust mencerminkan tragedi kemanusiaan genosida

Sepercik harapan-harapan baru menjadi pondasi awal setelah berakhirnya Holocaust. Kondisi kemanusiaan diperbaharui dengan adanya peningkatan perhatian negara-negara di dunia untuk menghindari dan menghukum kejahatan genosida. Peningkatan perlindungan terhadap hak-hak kemanusiaan juga menjadi salah satu prioritas utama bagi masyarakat internasional. Selain itu, dampak Holocaust memberikan pengaruh terhadap perlindungan bagi kaum pengungsi. Di tanah Jerman sendiri, Holocaust telah menjadi luka lama bagi masyarakatnya. Pemerintah Jerman pun melarang pengucapan dan pemakaian simbolsimbol Nazi serta melarang ujaran kebencian, provokasi tindakan kekerasan hingga pengolokan bagi kelompok-kelompok lainnya yang mampu mengganggu perdamaian. Pembelajaran dari trauma di masa lalu tidak dapat dilupakan begitu saja. Kekejaman Nazi Jerman melalui Holocaust memberikan dampak nyata bahwa genosida merupakan kejahatan yang sudah seharusnya dihindari. Namun, kejahatan genosida tetap terulang di belahan dunia lainnya seperti Balkan, Rwanda dan Sudan. Maka dari itu, diperlukan penegakan lebih lanjut dalam pelaksanaan hukum terhadap perlindungan kemanusiaan terkait melawan kejahatan genosida. [SN]

REMEMBERING THE HOLOCAUST: 14 / WH

MORE THAN A SCAR


FEATURE

P

erbedaan warna kulit telah menjadi batasan di antara masyarakat sejak dulu. Orang berkulit hitam dianggap sebagai rakyat kelas bawah, budak, dan tidak berharga. Bahkan hal tersebut juga berlaku bagi anak-anak yang memiliki ras campuran. Sekalipun mereka tidak sepenuhnya berkulit hitam, tetapi perlakuan dan pandangan masyarakat tetap mengucilkan mereka. Mabel Grammer atau Mabel Treadwell adalah wanita ras campuran kelahiran Hot Springs, Arkansas dari pasangan Jerman dan Afrika-Amerika yaitu Pearl dan Edward Treadwell. Ketika usianya menginjak 10 tahun, Mabel menderita penyakit peritonitis yang menyebabkan peradangan di rongga perutnya. Namun, karena keterbatasan ekonomi keluarganya, Mabel tidak dapat mendapatkan perawatan dan pengobatan yang layak. Mabel kemudian lulus dari Ohio State University dan menjadi seorang jurnalis. Pada tahun 1950an, ia sempat berkunjung ke Lourdes dan menemukan panggilannya untuk membantu orang lain. Dalam hal ini, Mabel ingin membantu brown baby, yaitu anak-anak ras campuran yang lahir pada zaman pendudukan Jerman setelah Perang Dunia II. Perasaan Mabel yang iba terhadap anak-anak ras campuran tersebut muncul karena rasa senasib. Anak-anak hasil dari perkawinan perempuan Jerman dan laki-laki Afrika-Amerika tersebut dititipkan di panti asuhan karena tekanan sosial yang menjadi

konsekuensi ibu yang mengurusnya dan juga stigma yang memandang bahwa keberadaan anak kulit hitam di Jerman adalah suatu pertanda kekalahan. Melihat kondisi tersebut, Mabel mencanangkan sebuah rencana yang ia sebut sebagai Brown Baby Plan. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan anak-anak yang berada di panti asuhan tersebut agar memiliki orangtua asuh. Ia akhirnya mengadopsi 12 orang anak, sehingga ia dijuluki sebagai “Peri Hitam�, sang penyelamat anak-anak kulit hitam. Mabel pada suatu waktu menuliskan sebuah artikel yang menceritakan betapa anakanak ras campuran di sana membutuhkan tempat tinggal dan orang tua asuh. Ia juga mendorong agar orang tua dari Amerika yang bersedia untuk mengadopsi mereka. Walaupun Mabel tidak dapat memiliki keturunan, ia tidak terpuruk dan meratapi nasibnya. Sebaliknya, ia berani memperjuangkan sesuatu yang menurutnya benar. Peranan besar Mabel sangatlah besar dalam membantu memperjuangkan kehidupan yang layak bagi anak-anak ras campuran seperti dirinya. Tidak semua orang bisa memberikan dampak sepertinya karena tidak semua orang merasakan apa yang ia rasakan, yaitu menjadi salah satu anak ras campuran. Ia telah merasakan rasanya tidak dapat memiliki keturunan, sedangkan orang tua anak-anak tersebut malah harus melepaskan anak-anaknya dari pelukan mereka. Perjalanannya mencarikan anakanak ras campuran tersebut orang tua asuh tidaklah mudah. Namun setidaknya apa yang ia usahakan telah membantu meningkatkan harga diri anak-anak ras campuran tersebut. [ECM]

BROWN BABY PLAN WH / 15


RINO “DONN DONOSEPO

FEATURE

58

tahun sudah jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) berdiri dan mengabdi kepada masyarakat. Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak prestasi dan penghargaan yang HI Unpar sudah capai. Tidak sedikit juga mahasiswanya yang terlahir menjadi individu-individu hebat berkat naungan dan bimbingan almamaternya. Rino Donosepoetro misalnya. Masuk menjadi mahasiswa HI pada tahun 1991, 25 tahun setelahnya ia berhasil diangkat menjadi Chief Executive Officer Standard Chartered Bank di Indonesia. Rino atau yang akrab disapa Donny, memulai ketertarikannya terhadap dunia HI saat dirinya menduduki semester ke-2. Topik-topik seperti politik luar negeri dan isu global merupakan topik yang membawanya kepada kecintaan terhadap dunia HI. Ketertarikannya

16 / WH

terhadap dunia HI tersebutlah yang membuat Donny menjadi bersemangat untuk mengikuti berbagai organisasi yang ada di HI Unpar. Sehingga akhirnya pada tahun 1993, dirinya terpilih menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HMPSIHI). Baginya, HI Unpar memberikan pembelajaran yang sangat bermakna. “Semua mata kuliah di HI membentuk pola berpikir dan sangat mengasah logika. Bagaimana cara memandang suatu masalah dan fenomena,” ucapnya. Hal terpenting lainnya yang ia dapatkan adalah pengalaman berorganisasi. Mulai dari mengikuti kepanitiaan, menjadi anggota himpunan, hingga akhirnya menjadi ketua himpunan, pengalaman berorganisasi sangatlah penting. “Apapun profesinya nanti, pengalaman organisasi memberikan banyak modal awal untuk berinteraksi di bidang


NY” OETRO

FEATURE

tentang Warisan Berharga dari HI Unpar

masing-masing dan bisa mencapai sukses karena mempunyai nilai tambah tersebut”. Sebagai seorang alumni HI yang tergabung dalam Ikatan Alumni Program Studi HI Unpar (Ikaprodi HI), dirinya merasa memiliki tanggung jawab yang besar untuk memberikan sumbangsih kepada negara dan bangsa. Maka dari itu pada 5 April 2019, Ikaprodi HI yang bekerjasama dengan program studi HI Unpar, dan Himpunan Mahasiswa HI Unpar, berkesempatan untuk membuat sebuah kegiatan Diskusi Nasional yang bertajuk “Indonesia 2045: Berdaulat, Maju, dan Berpengaruh pada Tataran Global”. “Ini merupakan gerakan, sebuah movement sebagai tonggak awal dan (kami) ingin memberikan sumbangsih kepada negara dan bangsa, terutama bagi generasi milenial dan generasi baru untuk berfikir bagi bangsa dan negara” jawabnya saat ditanyakan apa yang

memotivasi para alumni HI Unpar untuk membuat acara tersebut. Sebagai seorang alumni HI, Donny berpesan agar mahasiswa-mahasiswa HI sekarang ini mempunyai kepercayaan diri yang besar. “HI Unpar memberikan pemahaman yang luar biasa, percaya diri, be confident, raih cita-cita setinggi mungkin, remember we can compete internationally”. Di akhir wawancara, Donny pun berharap bahwa mahasiswa HI Unpar mempunyai kecintaan kepada almamaternya dan berani untuk dapat mengaktualisasikan diri seoptimal mungkin. “Semuanya berangkat dari diri sendiri. Nothing is impossible, you can do what you really inspire to become, nothing is impossible” tutupnya. [YJR]

WH / 17


KONTRIBUTOR

TERBENTUR, TERBENTUR, TERBENTUK.

T

ulisan ini dimulai dengan sebuah kuotasi yang berasal dari salah seorang pejuang Indonesia dan lewat tulisan ini, kita—baik aku maupun kamu yang membaca tulisan ini—akan mengerti kenapa kita harus terbentur dan terbentuk. Sebuah kata yang absurd, tapi di balik kata itu, ada banyak pembelajaran yang didapatkan untuk membuat kita menjadi seorang yang lebih baik. Well, someone’s said Life is a game, so level up! Dan karena hidup ini adalah permainan, untuk mencapai level yang lebih tinggi nggak akan bisa digapai dengan semudah membalikkan telapak tangan bukan? Ada masa dimana kamu harus jatuh dulu, kalo kata Sheila on 7 sih supaya kita bisa melompat lebih tinggi. Menjadi seorang yang hidup dan terombang ambing di lautan yang luas ini, selalu mengingatkan aku pada masa menjadi mahasiswa, menjadi sosok yang kritis, antiapatis dan sangat rindu untuk bersosialisasi dengan berbagai macam makhluk. Aku masih ingat rasanya menjadi seorang yang ingin cepat lulus, aku bahkan masih ingat rasa kantuk yang harus ditahan disaat aku harus mencetak tugas akhir di H-1 pengumpulan di Cawit dengan lampu yang sudah remangremang. Fase hidup yang mungkin beberapa dari kalian yang membaca sedang mengalami, tapi beberapa dari kalian mendambakan masamasa ini. Percayalah, nikmati masa-masa ini, karena seni ini akan membentuk kita menjadi seorang yang mengerti bahwa sebenarnya

tugas akhir bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru sebuah awal dari perjalanan panjang kita. Masa-masa menjadi mahasiswa nggak selalu mudah. Banyak benturan yang harus kita hadapi, baik dari sesama, dari keluarga, tuntutan dari orang yang mungkin kamu cintai lebih dari apapun. Menjadi mahasiswa nggak selalu mengisyaratkan definisi kesenangan, ada banyak yang pasti sedang memikul beban yang berat bukan? Atau mungkin beberapa dari kalian sedang berpikir keras tentang sesuatu?

“It’s okay, cause’ one day you’ll look back and you know these things happens to make you a better you.” Jangan pernah kasih ruang untuk menyerah, karena menjadi terbentur itu memang nggak enak, tapi batu kalo nggak dibentur dengan batu nggak akan menghasilkan patung yang bisa menghasilkan estetika dan keunikan tersendiri bukan? Dan pada akhirnya, menjadi terbentur akan selalu membawa kita ke satu titik yang namanya terbentuk. Akan ada masa dimana kamu lihat ke sekelilingmu dan kamu tahu ini adalah waktu dimana kamu berhasil naik satu level. Jangan pernah merasa bahwa hidupmu akan selamanya terbentur. Kepada kamu yang mungkin sudah mau menyerah, kepada kamu yang mungkin sudah lelah, masa terbenturmu pasti akan membuat sebuah bekas dalam hatimu yang membuatmu lebih tangguh. Masa terbenturmu akan menjadikan kamu lebih dari sekedar manusia yang lemah. Berterimakasihlah kepada setiap yang membenturmu, kepada setiap yang membuatmu menjadi kamu sekarang karena ketika kamu terbentur dan kamu tahu ada rasa yang nggak akan dilupakan dalam masa itu. Di situlah kamu terbentuk.

Demetrius Daniel — Editor in Chief Warta Himahi 2014/2015

18 / WH


KONTRIBUTOR

KELANA KARENANYA Nyatanya, kita menghilang terlalu lama Sampai putaran jam menjauhkan kita dari pijar lentera yang pernah menyala di beranda Mungkin kita sibuk dalam langkah masing-masing Namun seberapa jauh kaki berlari, Entah mana jalan yang akan dipilih, Membuat kita mengerti bahwa semesta merindukan kita lebih dari hingar bingar kota yang tidak pernah tidur Kita akan kembali Mengukur ruang, meninggalkan jejak, pulang untuk kembali pergi Membangun halaman demi halaman dengan bukti Menghitung untung rugi –tak begitu berarti Kita telah menempuh perjalanan paling jauh Meninggalkan hati, rasa, dan asa yang tak lagi utuh Membuih bumantara, Tertambat di tepi samudera, Menguar jarak Rehat sejenak Dari resah yang pernah pudar Dan rapuh yang hambar Boleh kembali, menetap, atau berteduh kala hujan, karena cinta tidak melulu tentang perjalanan [QN]

WH / 19


FEATURE

BETWEEN

ONE AND A MILLION

A

pa yang timbul di pikiran kita saat mendengar kata ISIS? Mungkin tak jauh dari kata terorisme, radikalisme, dan pembunuhan massal. Jauh di Suriah, ISIS menjadi salah satu kelompok militan yang dianggap sebagai organisasi terorisme oleh Persatuan Bangsa Bangsa. Shamima Begum, menjadi salah satu anggota ISIS diumurnya yang baru 15 tahun. Ia kabur dari rumahnya di London menuju Suriah untuk bergabung dalam kelompok militan ISIS. Di sana ia menikah dengan seorang ekstrimis berkebangsaan Belanda, Yago Riedijk. Pasangan suami istri ini kemudian kabur saat Syrian Democratic Forces mengepung benteng terakhir ISIS dan sekarang ia tinggal di

20 / WH

camp pengungsian Al-Hawl yang terletak di daerah utara Suriah. Lalu mengapa Begum menjadi pengantin ISIS yang sangat spesial dan cukup diperdebatkan? Semua berawal dari permohonan Begum kepada pemerintahan Inggris agar ia dapat kembali ke negaranya dan mendapat status kewarganegaraannya kembali. Permintaan tersebut didasari kondisi Begum yang sedang mengandung dan keinginannya yang tidak ingin membesarkan anaknya di Suriah. Ia meminta maaf atas sikapnya namun ia tidak merasa menyesal telah bergabung dengan ISIS. Hal inilah yang membuat


FEATURE

geram banyak masyarakat di Inggris.

salah mendefinisikan dirinya sekarang?

Permintaan yang diajukan Begum ini bisa dibilang cukup rumit. Di satu pihak, dirinya adalah seorang mantan anggota ISIS, dengan nilai-nilai radikal yang pernah ditanamkan dalam otaknya selama berada di Suriah. Dengan memasukkan Begum kembali ke Inggris sama saja dengan memasukkan mantan anggota kelompok radikal ke negara dan dapat membahayakan keamanan negara. Di sisi lain, Begum adalah warga negara Inggris yang kabur dari keluarganya saat umurnya hanya 15 tahun, bisa dibilang ia masih polos dan tidak mengetahui apa-apa saat pergi dari rumahnya untuk bergabung dengan ISIS. Namun haruskah masa lalu seseorang yang memilih satu pilihan yang

Permasalahan yang langka ini dapat menunjukkan bagaimana sebenarnya sikap Inggris dalam menghadapi terorisme. Kebijakan ini adalah langkah kecil untuk menghindari Inggris dari seorang mantan kelompok radikal, namun di sisi lain apabila Inggris menolak kepulangan Begum, maka Inggris berkontribusi terhadap hilangnya perlindungan terakhir Begum dari bahaya yang mungkin akan ia hadapi. Pada saat itu, Inggris hanya melakukan apa yang dirasa terbaik untuk menjaga keamanan negaranya. Sampai sekarang Shamima Begum masih belum memiliki status kewarganegaraan. Bagaimana pun sebelum bergabung dengan ISIS, Begum hanyalah seorang warga negara Inggris biasa. Ia tinggal, bersekolah, dan terpapar radikalisme yang membuatnya pergi ke Suriah saat ia masih berada di Inggris. Oleh karena itu, Inggris seharusnya dapat melakukan investigasi yang lebih dalam kepada Begum sehingga mengetahui apakah masih ada bagian dari dirinya yang “tertinggal� di Suriah. Sekarang ini mungkin tidak ada kecenderungan bagi Inggris untuk kembali menerima Begum sebagai warga negaranya. Namun apabila Inggris akhirnya mau menerima Shamima Begum, hal tersebut kemungkinan besar akan dicontoh oleh banyak negara yang mengalami hal serupa. [JR]

WH / 21


KONTRIBUTOR

JOURNEY TO LEAVE A MARK, WH UNFORGETTABLE

E

nam Maret 2019 lalu, saya diundang sebagai pembicara salah satu acara di HI Unpar. Saat menunggu pembicara lain, saya membaca Warta Himahi, yang tampilannya dan isinya sangat menarik. Saya tidak membaca lama, sebab banyak panitia dan pembicara lain - Pangeran Siahaan dan Annisa Dasuki tiba di ruang tunggu. Sudah 30 tahun WH berdiri, berkembang pesat dan dalam berbagai format. Untuk saya pribadi, WH adalah jembatan bagi saya untuk menjadi seorang jurnalis. Saya rajin mengikuti diskusi KSMPMI, kuliah umum, seminar dan lainnya. Motifnya hanya satu, mencari ilham untuk menulis di halaman opini koran. Nampaknya keren melihat tulisan–tulisan bertema internasional seperti tulisan Denny JA atau Rizal Sukma. Waktu itu tidak ada mata kuliah atau cara khusus menulis artikel opini, jadi ajang latihannya di WH. Maklum pemimpin redaksi, redaktur hingga editornya semua kawan, bahkan adik kelas. Jadi mungkin mereka kasihan dan memuat tulisan– tulisan saya. Saya pertama menulis bersama kakak kelas saya, Adi Prathomo serta berdiskusi dengan “bintang” mahasiswa saat itu, di antaranya Mas Bonggas AC, Mas Arto (Sidharto Suryodipuro – sekarang Dubes RI di India) dan sejumlah dosen seperti Mas Bob, Mas Pur, Bang Atom dan tentu Alm. Mas Nur serta dosen-dosen lainnya. Seingat pertama kali, saya mengirim lebih dari 30 artikel ke berbagai koran. Puji Tuhan, tidak pernah satupun dimuat. Tulisan pertama saya dan Mas Adi akhirnya kemudian dimuat di sebuah koran kecil, namanya Gala Media. Saat itu Gala Media baru dibeli oleh Media Group (sekarang memiliki Media Indonesia dan Metro TV). Tulisan kami mengenai diplomasi cocktail party, yang digagas Menlu RI waktu itu, Mochtar Kusumaatmadja . Saya ingat persis tulisan itu masuk hari Kamis, dan hari Senin minggu berikutnya tulisan saya mengenai terpilihnya Paul Keating di Australia masuk di Koran Pikiran Rakyat. Satu minggu itu saya menghasilkan uang

22 / WH

sebesar Rp 80.000 – perbandingannya waktu itu, dengan Rp 15.000 anda sudah bisa makan KFC dan nonton di Studio 21 untuk dua orang. Setelah itu, hampir 9 dari 10 tulisan yang saya kirim ke koran masuk di halaman artikel opini. Meski sudah dimuat berbagai koran, saya tetap menjadi penulis tetap di WH. Tentu bukan menggunakan tulisan yang tidak dimuat (di koran) melainkan tulisan-tulisan baru. Selesai kuliah, saya menghitung secara kasar, (kira-kira) sudah menulis lebih dari 200 artikel, di belasan media baik koran maupun majalah. Tulisan-tulisan inilah yang kemudian menghantar saya masuk ke Liputan 6 SCTV, 4 Februari 1996 – sekarang. Waktu saya kuliah Magister Komunikasi 2012-2014, saya kembali rajin menulis. Di bangku kuliahlah anda bisa menulis karena ada basis teori yang didiskusikan dan dikembangkan menjadi sebuah tulisan. Salah satunya adalah Rantai Fantasi Mandela yang dimuat di Tempo (https:// koran.tempo.co/read/329288/rantaifantasi-mandela) pada 6 Desember 2013. Mandela punya banyak arti, saya pernah ke Afrika Selatan saat menjadi wartawan Istana Negara di era Gus Dur. Waktu Nelson Mandela wafat, saya kembali teringat pada tulisan pertama di WH. Tulisan itu dibuat saat Mandela bebas dan memulai pidato pertamanya di Kota Soweto. Saya sangat senang akan tulisan saya di Koran Tempo dan kembali teringat tulisan pertama saya di Warta Himahi, yang berjudul Fiesta de Soweto. (*) Raymond Kaya S.Sos M.Ikom, jurnalis Liputan 6 SCTV, pengajar MK Teknik Reportase dan interview di Universitas Multi Media Nusantara dan Unversitas Pelita Harapan.


wh regular content


REGULAR CONTENT

HOW BLUES

MUSIC CHANGED SOCIETY: AMERICAN CIVIL RIGHTS MOVEMENTS

K

awanWH, siapa yang tidak asing dengan nama-nama seperti BB King, James Brown, atau Chuck Berry? Mereka merupakan musisimusisi yang terkenal dengan musik bluesnya. Musik blues adalah suatu genre musik yang ditemukan pada abad 19, merupakan campuran dari musik Afrika dan Eropa yang berkembang di Amerika Serikat pada masa perbudakan orang kulit hitam. Sayangnya, dokumentasi sejarah mengenai bagaimana musik blues berkembang dapat dikatakan kurang, sehingga tidak ada yang benar-benar mengetahui titik awal musik blues pertama kali diciptakan, tetapi lagu Memphis Blues dianggap sebagai lagu blues pertama yang dirilis secara komersial pada tahun 1912.

24 / WH

“The Blues tell the story of life’s difficulties, and if you think for a moment, you will realize that they take the hardest realities of life and put them into music, only to come out with some new hope or sense of triumph. Much of the power of our Freedom Movement in the United States has come from this music.” – Martin Luther King, Jr.


REGULAR CONTENT

Tapi siapa yang mengira bahwa genre musik ini dapat menghilangkan segregasi ras antara kulit putih dan kulit hitam? Ternyata, musik blues telah memainkan peran yang sangat penting dalam menggerakan Gerakan Hak-Hak Sipil Afrika-Amerika di Amerika Serikat pada tahun 1950-1960. Sebenarnya, upaya perubahan identitas orang Afrika-Amerika dalam mencapai kebebasan dan kesetaraan telah dimulai sejak tahun 1920-an di Amerika Serikat pada masa Roaring Twenties. Masamasa itu disebut sebagai The Harlem Renaissance, karena terjadi di kawasan permukiman Harlem, Manhattan. Harlem menjadi lingkungan yang dipenuhi oleh sekitar 175.000 orang Afrika-Amerika dari berbagai latar belakang, sehingga identitas baru mulai dibentuk untuk menghilangkan diskriminasi rasial. Harlem menjadi pusat kebudayaan Amerika yang dapat menyatukan kulit putih dan kulit hitam dengan seluruh hiburan dan kesenian di sana, terutama dengan perkembangan musik jazz dan bluesnya. Namun, era tersebut berakhir seiring dengan Great Depression yang melanda Amerika Serikat di tahun 1929, dan orang-orang kulit hitam kembali menghadapi masalah segregasi rasial. Meskipun telah berakhir, Harlem Renaissance menjadi titik awal kesadaran orang Afrika-Amerika untuk membentuk kembali identitas dan kesadaran sosial yang baru. Era ini menjadi landasan untuk Gerakan Hak-Hak Sipil Amerika yang dimulai pada tahun 1950 dan memuncak pada tahun 1960an, suatu gerakan yang menuntut akan diberikannya hak-hak yang setara

dan menghilangkan diskriminasi terhadap orang Afrika-Amerika. Gerakan ini sangat dikenal dengan pidato “I Have A Dream” yang disampaikan oleh Martin Luther King Jr. Lagu “We Shall Overcome” yang dibawakan oleh Mahalia Jackson menjadi anthem dari gerakan ini. We Shall Overcome merupakan lagu yang meyakinkan orang-orang kulit hitam bahwa mereka dapat melewati seluruh kesulitan yang terjadi, dan mencapai kebebasan yang seharusnya mereka dapatkan. Anthem lainnya yang mengangkat kesetaraan antara kulit hitam dan kulit putih adalah lagu James Brown yang berjudul “Say It Loud, I’m Black and I’m Proud” sebuah lagu yg membangun black pride bagi orang-orang kulit hitam agar tidak lagi merasa malu dan takut sebagai orang berkulit hitam. Banyak juga musisi kulit putih seperti Bob Dylan, Joan Baez yang ikut membawakan lagulagunya sebagai bentuk protes terhadap segregasi kulit hitam dan kulit putih. Para musisi memiliki berbagai tujuan ketika menyampaikan lagu-lagunya, yang utama tentu untuk memotivasi orang-orang saat melakukan long march, memberikan semangat psikologis untuk melawan segala perlakuan negatif dari pihak lain, dan terkadang hanya untuk mengisi waktu luang. Musik blues telah memberikan harapan dan keberanian yang besar pada orang-orang AfrikaAmerika. Gerakan ini telah menjadi bukti bahwa musik dapat membawa perubahan di dunia, dan juga menjadi sebuah bentuk ekspresi untuk mencapai revolusi. [TK]

WH / 25


REGULAR CONTENT

Antonia Herson Oliveira Dimouby Dogopia Top: Bossini Bottom: Model’s own Shoes: Converse

26 / WH


REGULAR CONTENT

Rossy Rosdiana Top: Uniqlo Bottom: Model’s own Anting: Model’s own Kacamata: Moscot Shoes: Gucci

WH / 27


REGULAR CONTENT

INDONESIA’S SOCIAL ENTREPRENEUR: A NOBEl MOVE Azalea Ayuningtyas Kekhawatiran Ayu melihat kondisi perempuan dan anak-anak di Flores yang mengalami malnutrisi dan kesulitan ekonomi, ternyata menjadi awal mula baginya untuk memulai bisnis kerajinan anyaman, Du’Anyam, yang melibatkan para perempuan di 15 desa di Flores untuk ikut bergabung dalam proses produksinya. Sekarang, produk-produknya sudah menyebar luas di Indonesia hingga mall-mall besar di Jakarta loh!

Alfatih Timur

Keinginan dalam memfasilitasi masyarakat yang memerlukan dana untuk berobat maupun mengadakan penggalangan dana bagi masyarakat yang terkena musibah berhasil diimplementasikan oleh Timmy beserta rekannya dalam mendirikan Kitabisa.com, situs online yang menyediakan penggalangan dana bagi para masyarakat yang membutuhkan. Tahun 2017, Kitabisa.com berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 162,8 miliar. Atas inovasinya, Timmy berhasil dinobatkan sebagai 30 Under 30 Forbes Asia. Keren ya, KawanWH!

28 / WH


REGULAR CONTENT

Berawal dari keprihatinan terhadap masalah sosial di Indonesia, ternyata bisnis para sociopreneur ini sukses membantu masyarakat Indonesia. Yuk KawanWH, kita simak ceritanya! [KR]

Dea Valencia Bermula dari kesukaan terhadap batik, hingga menjadi bisnis, Batik Kultur yang didirikan Dea bukan hanya semata-mata mencari untung, melainkan sebagai peluang baginya untuk membantu penyandang disabilitas dalam mendapatkan peluang kerja yang sama seperti masyarakat lain. Dengan mengikutsertakan para disabilitas dalam membangun bisnisnya, Dea dapat membantu kehidupan sosial mereka dan banyak mendapatkan pelajaran berharga atas kegigihan para disabilitas dalam bekerja. Such an inspiration, Dea!

dr. Gamal Albinsaid

Berdasarkan pengalaman pribadinya menyaksikan seorang gadis kecil bernama Khaerunisa, yang menghembuskan nafas terakhirnya di dalam gerobak sampah karena penyakit diare akut yang tidak terobati akibat kurangnya dana yang dimiliki sang ayah, dokter muda sekaligus sociopreneur ini mendirikan Klinik Asuransi Sampah di Malang. Klinik ini ditujukan kepada masyarakat yang kurang mampu dan ingin berobat tanpa harus mengeluarkan dana, melainkan cukup menukarkan sampah untuk mendapatkan jaminan asuransi pengobatan dengan premi murah. Gerakan sosial ini berhasil membawa dokter Gamal meraih banyak penghargaan, salah satunya penghargaan yang diberikan langsung oleh Pangeran Charles di London, Inggris, yaitu HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneurship First Winner 2014. Wow, hebat ya!

WH / 29


REGULAR CONTENT

BOOKS 21 Lessons for The 21st Century (2018) Author: Yuval Noah Harari Di buku pertama Sapiens, Harari memberikan gambaran tentang kehidupan manusia di masa lampau. Homo Deus, buku keduanya berusaha memprediksikan yang akan terjadi di masa depan. Pada buku ketiganya, kali ini Harari memberikan pandangan, pro dan kontra, dan buah-buah dari pemikirannya tentang isu-isu yang sedang terjadi pada masa kini. Mulai dari isu politik rezim Trump, perkembangan teknologi yang begitu pesat daripada kemampuan manusia untuk memahaminya, perubahan iklim, sampai menjamurnya “berita palsu� yang dihasilkan media dan menjadi santapan seharihari masyarakat akan dibahas dalam buku ini. Bakat Harari dalam memberikan gambaran yang masuk akal serta bahasa yang mudah dimengerti menjadikan buku ini cocok bagi Anda yang mencari jawaban dalam banyak aspek hidup. [IM]

The Perks of Being Wallflower (1999) Author: Stephen Chbosky Sebuah mahakarya di masanya ciptaan Stephen Chbosky, menceritakan kehidupan seorang Charlie yang merasakan, menikmati, dan menghidupi asam garam dunia. Surat-surat tanpa tahu tujuan yang akan ditujukan, dari mana, dan untuk siapa dituliskan menjadi gambaran penuh akan bagaimana dunia Charlie berlangsung. Terjebak dalam dilema keterikatan akan masa lampau, namun ada passion yang harus dipenuhi memberikan kontroversi tersendiri yang menarik untuk dibaca. Kehidupan Charlie yang menjalani dunia SMA tak lepas dari warna-warna kejadian yang tak bisa dibayar dengan uang dan waktu, berusaha memaksimalkan kehidupan untuk masa depan dan tidak akan lagi melihat ke belakang. [IM]

30 / WH


REGULAR CONTENT

MOVIES Beautiful Boy (2018) Directed by Felix Van Groeningen Cast: TimothĂŠe Chalamet, Steve Carell Diangkat dari kisah nyata, Beautiful Boy merupakan film drama biografi yang menceritakan mengenai upaya David Sheff dalam menyelamatkan anaknya, Nic Sheff yang terjerumus ke dalam dunia narkoba. Film ini memberikan pesan tentang betapa besarnya cinta orang tua dalam berusaha menyembuhkan dan memahami beratnya perjalanan anak mereka yang perlahan mulai merusak dirinya dan orangorang sekitarnya karena narkoba. Selain chemistry yang sangat kuat antara Steve Carell dan TimothĂŠe Chalamet sebagai ayah dan anak, film ini juga diiringi dengan lagu-lagu yang sangat indah sebagai soundtrack-nya. [TK]

Life is Beautiful (1998) Directed by Roberto Benigni Cast: Roberto Benigni, Vincenzo Cerami Dengan latar belakang tahun 1939-an di Italia, Life is Beautiful menceritakan mengenai Guido Orifice, seorang pelayan Yahudi-Italia yang berhasil memenangkan hati wanita impiannya dengan sifatnya yang humoris. Kebahagiaan mereka semakin bertambah setelah memiliki seorang anak lelaki bernama Giousue. Menyedihkannya pada ulang tahun Giousue yang ke-lima tahun, terjadi pendudukan Italia oleh pasukan Jerman yang menyebabkan Guido dan Giousue dimasukkan ke dalam Kamp Konsentrasi Yahudi. Demi melindungi anaknya, Guido mencoba meyakinkan Giousue bahwa Holocaust hanyalah sebuah permainan dan yang berhasil melewati permainan tersebut akan mendapatkan sebuah tank. Akankah Guido dan Giousue berhasil melewati permainan tersebut? [TK]

WH / 31


REGULAR CONTENT

FIRST PRESIDENT AROUND THE WORLD

A journey begins somewhere and with someone. Doesn’t it apply the same for a country once it received its independence? This time, our Regular Content team had gathered up names of the first president around the world for KawanWH through wordsearch. To make it more fun, try guessing the country as well! [HI]

GUSMAO RHEE SOEKARNO NAGUIB ISHAK NKRUMAH YELTSIN WASHINGTON HUSSEIN ILSUNG EBERT MANDELA

EBERT --- GERMAN ______

NAGUIB --- _ _ _ _ _

GUSMAO --- _ _ _ _ _ _ _ _ _

NKRUMAH --- _ _ _ _ _

HUSSEIN --- _ _ _ _

RHEE --- _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

ILSUNG --- _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

SOEKARNO --- _ _ _ _ _ _ _ _ _

ISHAK --- _ _ _ _ _ _ _ _ _

WASHINGTON --- _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

MANDELA --- _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

YELTSIN --- _ _ _ _ _ _

INDONESIA NORTH KOREA GHANA EGYPT

UNITED STATES SINGAPORE SOUTH AFRICA IRAQ

RUSSIA SOUTH KOREA GERMAN EAST TIMOR

32 / WH


REGULAR CONTENT

WH / 33


KONTRIBUTOR

Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) akan berubah menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) juga akan berubah strukturnya dengan dibagi menjadi dua yaitu; Senat Mahasiswa (SM) dan Badan Pemeriksa (BP). Pada struktur sebelumnya, himpunan program studi berada di bawah naungan LKM, namun dengan adanya perubahan ini membuat BEM, BP, SM, himpunan program studi, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menjadi setara.

Hal baru yang akan ada dalam sistem organisasi Unpar adalah Kongres Persatuan Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa. Kongres ini diselenggarakan sebagai platform pertemuan dan diskusi antara pejabat rektorat dengan organisasi mahasiswa yang ada.

Dengan adanya perubahan dalam peraturan dan struktur Persatuan Mahasiswa, bukan berarti masyarakat Unpar dihalangi untuk berkontribusi dengan menjadi pengurus organisasi mahasiswa. Namun PROK harus dilihat sebagai suatu cara awal untuk meningkatkan fungsi organisasi mahasiswa yang lebih teratur dan berimbang antara belajar dan berorganisasi. 34 / WH


KONTRIBUTOR

Seiring dengan berjalannya waktu, banyak hal akan terus berubah dalam kehidupan kita, baik dengan sendirinya maupun disengaja. Peraturan Rektor tentang Organisasi Kemahasiswaan (PROK) mengawali perubahan dalam struktur organisasi mahasiswa di Unpar. Cukup menjadi bahan perbincangan, perubahan yang akan dimulai dari tahun ajaran 2020 ini tentunya akan berdampak pada berbagai sistem penerimaan yang dilakukan berbagai organisasi mahasiswa di Unpar.

Dalam peraturan sebelumnya, pengurus organisasi mahasiswa Unpar dapat merupakan siapapun yang mendaftar, namun peraturan baru mewajibkan semua pengurus himpunan merupakan mahasiswa aktif semester 3-7 dengan IPK minimal 2,00. Peraturan yang baru ini menyebabkan organisasi internal yang berada dalam himpunan tidak bisa menerima mahasiswa baru karena mereka belum memiliki IPK sebagai acuan.

Masa kepengurusan Persatuan Mahasiswa yang tadinya dimulai setiap awal tahun semester ganjil, sekarang akan berubah menjadi setiap awal semester genap. Dengan kata lain, periode kepengurusan organisasi mahasiswa berubah menjadi Januari – Desember. Hal ini dapat menyebabkan masa peralihan jabatan berbagai organisasi kemahasiswaan menjadi variatif antara 6 bulan hingga 1,5 tahun, bergantung pada kebijakan masing-masing organisasi mahasiswa.

Selama ini, organisasi mahasiswa dapat melakukan kegiatan di kampus hingga malam hari. Namun dengan adanya peraturan baru, acara mahasiswa dibatasi hingga pukul 10 malam. Apabila akan melakukan acara lebih dari jam yang ditentukan, maka harus meminta izin dari Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan/atau Wakil Dekan Kemahasiswaan. Dengan adanya peraturan baru ini, organisasi mahasiswa harus memperhatikan dan menyesuaikan acara yang akan dilakukan di kampus sehingga tidak melanggar peraturan baru ini.

WH / 35


KONTRIBUTOR

Diberikan kepercayaan dan tanggung jawab untuk memimpin

HMPSIHI selama satu periode merupakan proses yang panjang. Dimulai dari pengetahuan seluk beluk tiap program kerja dan fungsional, terbiasa dengan perbedaan pendapat, bersikap ramah dan terbuka atas saran dan kritikan, serta menjadi jembatan untuk mewadahi kebutuhan mahasiswa dengan pihak Program Studi maupun Fakultas. Proses tersebut dimulai dengan satu prinsip, Walk the Talk, menyelaraskan kata dengan tindakan. Memberi kesempatan mahasiswa untuk berekspresi, meningkatkan kesempatan berprestasi melalui berbagai bentuk apresiasi, hingga memberikan ruang luas melibatkan mahasiswa terjun dalam pengabdian masyarakat. Pemenuhan tujuan tersebut tidak terlepas dari andil pihak-pihak pengurus maupun anggota himpunan hingga saat ini kami berada di ujung garis finish.

Selayaknya manusia yang terus bergerak meninggalkan jejak,

saya mengucapkan terima kasih atas perjalanan yang telah dilalui bersama selama satu tahun melayani. Berbagai kesan, kritik, maupun saran yang diberikan kepada HMPSIHI periode 2018-2019 menjadi bentuk nyata perjalanan menyelaraskan kata dengan tindakan. Ucapan terima kasih juga saya tujukan kepada pihak Program Studi maupun Fakultas yang selalu memberikan masukan dan pesan kepada kami di dalam perjalanannya. Permohonan maaf pun tidak lupa untuk disampaikan di dalam satu periode ini.

Kini, hanya tersisa jejak sebagai hasil proses yang diharapkan

terus dilanjutkan dan ditingkatkan HMPSIHI periode mendatang. Banyak perubahan yang telah terjadi, tidak hanya bagi saya sendiri dan masyarakat HI Unpar, namun juga dinamika kampus yang perlu disesuaikan agar himpunan terus menjadi tempat terdekat pemenuhan kebutuhan masyarakat HI. Akhir kata, saya berpesan selalu memberikan jejak berkesan bagi diri sendiri maupun orang lain, jangan pernah berhenti berproses. Semoga semangat #WalktheTalk terus memberikan kesan yang baik dan memacu diri kita untuk berusaha melakukan yang terbaik dengan menyelaraskan kata dengan tindakan.

36 / WH


KONTRIBUTOR

Di Frankfurt, jejak masa lalu dan masa kini-serta masa depan saling berhadapan, tanpa takut dirinya akan tergantikan. Aloysius Efraim

WH / 37


Thank you&

See you soon!


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Journey to Leave A Mark - Mei 2019 by Warta Himahi - Issuu