Skip to main content

Karawang Bekasi Ekspres, 6 Mei 2019

Page 1

Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang www.karawangbekasiekspres.co.id

SENIN, 6 MEI 2019

@korankarawangbekasiekspres

HARGA Rp3.000

PCNU Start Duluan “.. Kalau menginginkan Bupati Karawang asli urang Karawang, tidak salah jika mendukung Jimmy pada Pilkada nanti...... Kalau NU (Nahdlatul Ulama), bulat dukung Jimmy,” Ahmad Ruhiyat Ketua PCNU Karawang

Terang-terangan Dorong Jimmy Nyalon Bupati

KARAWANG- Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karawang akan

dimulai sekitar enam bulan lagi. Dukungan buat Ahmad Zamkhsyari atau Jimmy maju menjadi penantang Cellica mulai bermuculan. Ketua PCNU Karawang, Kiai Ahmad Ruhiyat secara terbuka mengatakan NU bakal membawa gerbongnya memberikan dukungan

kepada Jimmy. Jauh-jauh hari arah dukungan NU secara kelembagaan memang sudah diprediksi bakal jatuh kepada Jimmy. Terlebih setelah salah satu oramas Islam terbesar ini dipimpin Kiai Ahmad Ruhyat. Yang adalah kakak kandung Jimmy. Ruhiyat

KAMTIBMAS...

sendiri juga yang secaraterang-terangan organisasi yang ia pimpin akan membantu pemenangan sang adik pada pilbup 2020 mendatang. “Kalau menginginkan Bupati Karawang asli urang Karawang, tidak salah jika Ke Hal...7

Ahmad Zamakhsyari

Lebih Menggebrak, Nih Kekuatan Poros Ketiga KARAWANG- Pilbup Ka rawa ng ha nya t i n gal menghitung bulan. Publik disuguhkan oleh prediksi head to head Cellica versus Jimmy. Namun dari dua sosok tesebut sejumlah elite parpol di Karawang ternyata sudah menyiapkan jalan lain yakni poros ketiga.

MIRAS: Pemusnahan belasan ribu botol miras hasil sitaan Polres Karawang dalam beberapa waktu. Sukur Mulyono

17.300 Botol Miras Dimusnahkan

Asep Irawan Syafei

KARAWANG - Polres Karawang memusnahkan 17.300 botol miras hasil operasi menjelang bulan Ramadan, termasuk di antaranya miras oplosan. “Muras yang dimusnahkan merupakan barang bukti hasil operasi pekat selama tiga bulan terakhir,” kata Kapolres Kaarwang AKBP Nuredy Irwansyah Putra saat pemusnahan miras di Mapolres Ke Hal...7

Eliviea Khrissiana Toto Suripto

Parpol yang disinyalir terlibat membangun poros ketiga yakni Partai Golkar, PDIP, PKS serta PPP. Tak main-main. Guna menyeriuskan langkah politik pengokohan poros ketiga rencanaanya dalam waktu dekan bakal ada deklarasi poros ketiga itu. Jika melihan raihan kursi keempat parpol ini dipastikan mereka bisa menyalonkan bupati dan wakli bupati dari kader partai koalisi poros ketiga. “Jangan remehkan keberadaan poros ketiga ini,” kata Ketua DPD II Golkar Karawang, Sukur Mulyono awak media, Sabtu (4/5). Kendati demikian, Muloyono belum memberikan kriteria sosok yang bakal didorong maju menjadi bakal calon bupati dan wakil bupati. “Yang jelas kami telah membuat kesepahaman akan membentuk koalisi sebagai poros ketiga,” ucapnya.

Di tempat yang sama Ketua PDIP Karawang, Karda Wiranata menegaskan tidaklah mustahil membentuk poros ketiga untuk berkontestasi di Pilkada Karawang 2020. “Paling lambat setelah pelantikan Ketua DPRD Karawang nanti, deklarasi poros ketiga segera digaungkan,” pungkasnya. Potensi PKS Di sisi lain, pada pileg kali ini PKS menunjukkan taringnya jika parta dakwah ini masih memiliki konstituen dan kader militan. Terbukti raihan kursi PKS di Karawang melonjak tajam dibanding tahun 2014 lalu. Hal ini menjadi daya tarik sendiri bagi PKS. Bukan tidak mungkin poros ketiga yang nantinya dibentuk sangat mengharapkan PKS ikut gabung. Pasalnya 2014, PKS memilih Ketua DPC Partai PKS Kabupaten Karawang,. Ke Hal...7

Dedi Sudrajat

n Marhaban Ya Ramadan…

Puasa Wujudkan Kesantunan Politik RAMADHAN dan politik memiliki korelasi yang filosofis, karena sesunguhnya satu output-nya adalah untuk meningkatkan ketak-

waan kepada Allah SWT. Spirit dari ketakwaan dapat diterjemahkan sebagai bagian dari bentuk kejujuran, ketulusan, rendah hati dan saling

peduli. Spirit ini, kemudian melahirkan seseorang bertindak dan bertingkahlaku yang santun, sebagai jalan menun-

tun seseorang muslim u nt u k m e n i n g k at k a n hubungan antarmanusia dan dengan Allah. Begitu juga dengan politik, satu ouput-nya adalah

melahirkan sikap yang jujur dan saling peduli. Maka jadilah puasa dan politik adalah satu jalan menuju kedamaian. Ke Hal...7

Melihat Kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kedokteran UI di Karawang

Dukung Citarum Harum hingga Cek Infeksi Parasit Usus Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Depok melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk pemberantasan infeksi parasit usus pada anak sekolah dasar. Kali ini sekolah yang menjadi lokasi pemberantasan penyakit infeksius yakni Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Telukjambe Kecamatan Telukjambe Timur MAHESA BAHAGIASTRA, TELUKJAMBE TIMUR

SELAMA tiga hari mahasiswa tingkat II dan III Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran UI stand by di SDN 01 Telukjambe. Pimpinan Proyek (Pimpro) pengabdian masyarakat Rizal Subhar dalam siaran tertulisnya menuturkan, kegiatan ini tak hanya melibatkan civitas mahasiswa saja, tapi juga dosn-dosen. Kegiatan diisi oleh pelbaKantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492

gai angkaian acara di antaranya penyuluhan penyakit diare kepada orang tua murid, pemeriksaan kesehatan anak dan orang tua murid serta guru, pemeriksaan tinja, dan pemeriksaan tanah dan air di sekitar lingkungan sekolah. Menurut Rizal, pemeriksaan terhadap anak sekolah mencakup pemeriksaan golongan darah, pemerikKe Hal...7

MAHESA BAHAGIASTRA/KARAWANG EBKASI EKSPRES

PENGABDIAN MASYARAKAT: Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Depok melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk pemberantasan infeksi parasit usus pada anak sekolah dasar. email: karawangbekasiekspres@gmail.com,

redaksikarawangbekasi@gmail.com


OPINI

SENIN, 6 MEI 2019

2

Ibadah sebagai Piknik Oleh: Zen RS Bagi seorang anak, Ramadan adalah bulan yang penuh acara bermain. Apalagi di kampung seperti yang saya rasakan semasa kecil dulu, ibadah di bulan Ramadan terasa menyenangkan, nyaris tanpa paksaan, karena dilaksanakan dengan penuh canda. Kadang terasa seperti piknik. Ada banyak toleransi yang dinikmati anak-anak seperti saya dulu selama Ramadan. Waktu bermain praktis lebih panjang dan bahkan kadang tidak dibatasi. Tidak ada jam malam. Kalau memang tetap harus pulang ke rumah, biasanya saya tetap diizinkan bermain lebih larut dari biasa. Kapan lagi anak-anak bisa ke luar rumah jam 2 dini hari untuk ikut rombongan “obrogobrog” yang berkeliling mem ban g u n ka n w a rga untuk sahur? Bermain adalah fitur yang melekat selama Ramadan bagi anak-anak. Dari pagi sampai malam, hampir dirayakan dengan bermain. Selepas salat Subuh bisa jalan-jalan. Siangnya bisa pergi memancing. Sorenya bisa ngabuburit dengan naik sepeda, atau bahkan main bola sejam menjelang buka puasa. Selepas Tarawih bisa bermain petak umpet atau bahkan main bola di halaman mesjid. Segala macam petasan

pun seperti “dihalalkan”. Sebelum Ramadan, meriam buatan dari bambu yang diledakkan dengan karbit sudah disiapkan lebih dulu. Mau pagi, siang, sore atau bahkan kadang membangunkan orang untuk sahur pun meriam bambu itu digunakan. Keramahan Ramadan saya alami benar saat dilaksanakannya salat Tarawih. Secara istimewa, entah bagaimana ceritanya, salat Tarawih mungkin menjadi satu-satunya salat yang, dalam ingatan masa kecil saya, “diperkenankan” untuk dijadikan sarana bergurau dan bercanda. Dan itu memang hanya terjadi pada Tarawih, tidak pada salat-salat lain. Ketika salat Isya, anak-anak pun beribadah dengan sangat khusyuk. Tapi ketika Tarawih, kekhusyukan itu mendadak berkurang bagi anak-anak. Mungkin karena Tarawih bukan salat wajib. Karena sunah itulah, makanya toleransi terhadap anak-anak pun berbeda. Saya masih ingat salah satu kejadian paling menggelikan yang pernah terjadi hampir 25 tahun silam. Saya punya seorang teman masa kecil. Dalam salah satu sesi salat Tarawih, masih rakaat pertama, dia membuat keisengan yang membuat semua orang tertawa. Kebetulan teman

itu ayahnya bernama “Amin”. Saat imam selesai membaca surat Al Fatihah, teman saya itu mendahului jamaah yang lain dengan berteriak: “Bapaaaaaaaak!” Kontan saja semua orang tertawa, temasuk orangorang dewasa. Tentu saja ada satu-dua yang bersungut-sungut dan menggeleng-gelengkan kepala, tapi umumnya sukar menahan tawa gara-gara kelakuan teman saya itu. Salat pun terpaksa diulang dari awal. Kemarin saya iseng mengisahkan fragmen itu di Twitter, dan banyak sekali yang menyambut dengan kenangan masa kecil masing-masing saat Ramadan. Ada yang mengaku bahwa saat jamaah mengucapkan “amin” di akhir Al Fatihah, dirinya pernah menambahinya dengan kata “rais”. Jadilah “Amin Rais”. Ada juga yang mengaku kadang ucapan “amin” itu ditambahi anakanak dengan ucapan “taba”, sehingga menjadi “amin taba” atau terdengar seperti “amitaba”. Salat, walaupun salat

sunah, tentu hal yang sakral, tapi bagi anak-anak itu hal yang berbeda. Bisakah Anda bayangkan ada orang dewasa membuat lingkaran dengan menyatukan ujung jempol dan telunjuk, lalu menyorongkan lingkaran itu ke telunjuk orang dewasa lain yang sedang duduk tahiyat akhir? Gerakan “pornografis” itu dilakukan saat salat dan sudah pasti itu kelakuan anak-anak. Versi lainnya: saat telunjuk mengacung ke depan di tahiyat akhir, teman di sebelah malah menyodorkan jempol seakan-akan sedang bersuit. Tak cukup itu, kadang teman yang menyodorkan itu berbisik di telinga: “Kalah kalah kalah….” Belum lagi dorongdorong saat ruku. Karena biasanya anak-anak berada di saf paling belakang, dan umumnya berbaris juga dengan anak-anak, maka dorong-dorongan saat ruku itu bisa berakhir dengan seluruh saf ambruk ke samping. Bukan sekali-dua saat salat ada teman yang

memelorotkan sarung. Atau, yang lebih menyebalkan lagi, sedang sujud malah kedua kaki ditarik dari belakang. Ujung-ujungnya dari posisi sujud pun berakhir menjadi posisi tengkurap. Ada banyak sekali fragmen selama Tarawih yang jika dikenang sekarang te r a s a m e n ye n a n g k a n , menggelikan dan mustahil tak dirindukan. Apa ya n g s a ya s e bu tk a n d i atas hanya sedikit sekali contoh “permainan” yang dilakukan anak-anak di masa kecil saya dulu saat Ramadan dan Tarawih berlangsung. Dan yang paling menyenangkan dari semua itu adalah kecenderungan permisif dari orang-orang dewasa atas kelakuan anakanak. Selama tidak terlalu ribut dan tidak menjahili orang dewasa, umumnya anak-anak dibiarkan begitu saja. Jika sudah dirasa berlebihan, paling hanya ditegur. Dan anak-anak pun akan diam, walau hanya sebentar, untuk kemudian kembali bercanda dan

tertawa. Seingat saya, sebandel-bandelnya kelakuan anak-anak itu, tak pernah saya lihat ada yang diusir dari masjid atau mushola. Makanya saya heran jika ada orangtua bertengkar hebat karena salah satu dari mereka memarahi anakanak yang bercanda saat Tarawih. Insiden macam itu tidak pernah terjadi, setidaknya di kampung saya saat saya kecil dulu. Saya pernah mendengar, Penghulu Haji Hasan Mustofa pun menyetujui toleransi yang diberikan pada anak-anak yang bermain-main saat ibadah berlangsung di mesjid atau mushola. Ulama, penyair, dan ahli tasawuf yang keagungannya diabadikan sebagai nama jalan protokol di Bandung itu pernah menerima protes orang dewasa terhadap kelakuan nakal anak-anak itu. Dan beliau menjawab, kira-kira begini: “Biarkan saja, anak-anak kan ke mesjid memang untuk bermain.” Saya teringat sebuah kisah tentang bagaimana Nabi Muhammad terpaksa harus bersujud sangat lama karena tiba-tiba cucunya naik ke punggung beliau dan mungkin semacam bermain kuda-kudaan (karena kejadian itu terjadi di Arab, mungkin istilah lebih tepat: main ontaontaan). Apa pun itu, bagi saya, kisah itu menunjukkan bagaimana beragama dengan hati yang santai, rileks, dan mustahil kita tak menyebut kisah itu sebagai cerita yang sangat humanis. Kisah itu bagi saya tak ubahnya sebuah alegori tentang bagaimana Tuhan memandang dan memperlakukan anakanak. Anak-anak di situ bukan dalam kategori sebagai usia atau kata benda, tapi dalam pengertian keunikan dan karenanya lebih tepat disebut sebagai kata sifat: kepolosan, ketulusan, penuh humor, dan nyaris tanpa pretensi dalam memandang hidup,

dunia, mungkin juga agama. Rasanya menyedihkan melihat anak-anak kini sering dibawa-bawa kampanye partai politik. Tidak ada yang lebih miris bagi saya selain melihat anak-anak itu disuruh membawa poster-poster berisi kebencian dan kecaman terhadap mereka yang dianggap bersalah. Kasihan sekali mereka. Tak seharusnya mereka diajak terlalu serius. Kekayaan anak-anak terletak pada penghayatan mereka terhadap mainmain. Mereka, anak-anak kecil yang bercanda saat Tarawih itu, kebanyakan tak memikirkan surga dan neraka. Mereka pergi ke masjid untuk bertemu teman, untuk bercanda, untuk piknik. Sementara semakin dewasa anak-anak itu, mereka akan semakin serius. Juga semakin berpamrih. Mungkin mereka tak akan masjid jika tak ada surga dan neraka — seperti yang dengan plastis diungkapkan oleh Rabiah al-Adawiyah (versi lain menyebutkan Abu Nawas) dengan pertanyaan: apakah manusia akan menyembah kepada-Nya jika tak ada surga dan tak ada neraka? Anak-anak adalah guru terbaik untuk bagaimana caranya melakoni segala sesuatu dengan rileks, santai, dan tanpa pretensi. Mereka adalah mentor sejati bagaimana caranya agar hidup ini bisa terasa tak ubahnya sebuah piknik. Dengan cara berpikir Si Pangeran Kecil, tokoh dalam novel klasik sepanjang masa karangan Antoine de Saint Exuperry, s a y a i ngin bilang pada orang-orang dewasa itu, juga pada saya sendiri: “Dasar kalian orang dewasa. Tahu apa kalian tentang dunia? Pengen tahu aja urusan anak kecil. Huh!” Saya menuliskan kalimat di atas itu setelah sebelumnya mengelap ingus di hidung dengan punggung tangan kanan saya. (*) ****Essais/Kolumnis

CERPEN, YUDITEHA Pertanyaan Kiai Sadrach(1/bersambung)

RUMAH SAKIT 1.

RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang

0267-414520 0267-414521 0267-414522

2.

RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang

267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472

3.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang

0267-640444 0267-640445 0267-640666

4.

RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang

0267-402855 0267-406445 0267-412246

5.

RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat

0267-414245 0267-414264 0267-414306

Dari dalam rumahnya, Sadrach membuka pintu depan. Di sana didapati Sukiran, salah satu pemuda yang menjadi anggota jemaatnya. Sukiran membawa sebuah surat yang akhirnya diberikan kepada Sadrach. Usai menyerahkan surat, Sukiran langsung permisi pergi. Sadrach memperhatikan kop surat tersebut, bertulisan: N. G. Z. V – Kepengurusan Gereja. Dibawanya surat itu menuju bangku teras. Sementara pada saat itu senja tampak sempurna oleh warna jingga yang tergambar di awan sebelah barat. Setelah Sadrach duduk di bangku tersebut, dia membuka surat itu dan mulai membacanya. Pandangan matanya langsung berfokus pada inti dari isi surat. Jika yang Tuan Sadrach lakukan tidak sesuai dengan apa yang selama ini kami dengar, anggap saja surat ini sebagai sapaan kami. Tapi, jika apa yang Tuan

lakukan ternyata sesuai dengan apa yang mereka tuduhkan kepada Tuan, jadikan surat ini sebagai peringatan bahwa apa yang Tuan kerjakan akan membahayakan, selain terhadap ajaran Kristen, juga terhadap pemerintahan Belanda. Tuduhan pertama mereka terhadap Tuan, perihal kekuasaan dan kepemimpinan Tuan telah dianggap melampaui batas kekristenan yang

benar, sehingga hal itu bertentangan dengan prinsip Calvinisme. Tuduhan berikutnya karena pengaruh Tuan pada pengikut-pengikut Tuan begitu besar dianggap sebagai usaha untuk menandingi pemerintahan Belanda. Oleh karena itu, untuk menguji bahwa Tuan terlepas dari tuduhantuduhan tersebut, kami sarankan kepada Tuan dan jemaat Tuan berlindung

pada kepengurusan Gereja Negara. Demikian surat ini, semoga dapat menjadikan periksa. Terima kasih. Sadrach ingin tahu siapa penulis surat tersebut. Dia memperhatikan bagian bawah surat sebelah kanan, di sana tertera sebuah nama, Bieger. Usai membaca surat itu, Sadrach termangu. Pandangan matanya lurus ke depan seakan dia sedang mencari

batas cakrawala yang hilang tertutup beberapa rumah penduduk, dan pohon-pohon tinggi yang tumbuh di depan rumahnya. Warna jingga di awan sebelah barat mulai meredup. Sekilas wajah Sadrach yang semula terlihat cerah berubah masygul, senada dengan perubahan warna awan barat itu. Sebuah warna kemuraman, dan itu menjadi sesuatu yang tidak biasa pada dirinya. Tanpa Sadrach sadari, dari balik pohon kedondong yang ada di pinggir jalan depan rumahnya, Sukiran memperhatikan. Rupanya anak muda itu tidak benar-benar pergi dari rumah Sadrach. Dia berhenti tepat di balik pohon kedondong itu. Pada saat Sukiran t a h u w a j a h t u a n n ya bermuram durja. Sukiran memberanikan diri kembali mendekatinya. Pikir Sukiran, siapa tahu tuannya sedang memerlukan bantuan. (*)

Hubungi : ( 0267 ) 8408492 : ( +62 ) 885710657938 KEHILANGAN HILANG BPKB MOTOR HONDA 2012 HITAM NOPOL B 3917 TRA A/N SAUT MARULI.S.H D/A MENTENG METROPOLITAN B.1/8 RT 15. NOKA MH1JFB114CK375253 NOSIN JFB1E1372758

BUTIK NISAY butk mnyediakn kerudung lukis, sptu mimosabi & brbgai pakaian dr anak hngga dwasa, aksesoris hingga lainnya, Hub: di Jln Raya Galuh Mas City Walk Karawang

DIKONTRAKAN DIKONTRAKAN 1 unt Rmh prmnt lok. jl raya cikalong girang, ds. Cikalong, kec. Cilamaya wetan, karawang luasbangunan 9*15 m, 3 kamar, jetpam, listrik 900 watt, halaman luas. Hub. 081617372163 atau 087786517141 Komar

KEHILANGAN TELAH HILANG SEBUAH BUKU KIR B 9842 KQB.JKT 454674 HUB:081382232360

KEHILANGAN HILANG BPKB MOBIL T O Y O TA AVA N Z A N O P O L B 1262 FMP TH 2010 A/N PT PANUNGGAL BINA MASA NOKA MHF1CA4JAK0372321 NOSIN DBR5276

KEHILANGAN TELAH HILANG SHGB NO 00532/ JAYAMUKTI A/N HARIYANTO LT 60 M² LOKASI JL BERUANG 7 KAV A9-17 DS JAYAMUKTI KEC CIKARANG PUSAT BEKASI.

LOWONGAN DICARI 1. Admin, wanita, > 22 tahun, min.SMA, 2. Marketing, wanita, > 28 tahun, pengalaman,min. SMA, CV Kirim up: admin alamat : Kampung. Sukamulya No. 1 Rt. 14 Rw. 04, Kel. Cibogo Kec. Cibogo, Kab. Subang, Kode Pos 41285

WEBSITE MENERIMA jasa pembuatan website, space unlimited, pertahun sudah termasuk posting dan domain, soal harga hubungi nomor 081929009212

DIJUAL RUMAH

Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288


Semangat Baru Urang Subang

SENIN, 6 MEI 2019

IMBAUAN BUPATI Berdasarkan Surat Edaran bernomor KS.01/380/Kesra per tanggal 27 februari 2019: Mengistruksikan setiap instansi pemerintahan menggelar penggalangan dana “Peduli Thalsemia” menindaklanjuti data yang dirilis Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI/ POPTI) saat ini ada sebanyak 129 penyintas thalasemia yang tersebar di 30 kecamatan se-Subang. Adapun penyerahan bantuan dana dapat diserahkan ke Bagian Kesra Setda Subang atau via transfer ke rekening a/n Peduli bencana Kab.Subang: 0092084965100. Demikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Bupati Subang Ruhimat

LINGKUNGAN Pedagang Alun-alun Direstui Berjualan SUBANG - Upaya puluhan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Alun-alun membuahkan hasil. Pemkab Subang akhirnya merestui permintaan mereka dengan syarat ketat. Kesepakatan yang ditandatangani 10 perwakilan itu berlangsung di Rumdin Bupati (3/5/2019). Pj Sekda Aminudin yang memimpin pertemuan tersebut didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan Rona Mairiansyah, Kepala Satpol PP & Damkar Tatang dan Kabag Pemerintahan Nana Mulyana. Aminudin menegaskan, aktivitas pedagang berjualan di Alun-alun sifatnya hanya sementara, sampai Pemkab memberikan ruang atau lokasi yang lebih representaif untuk puluhan pedagang di sekitar Alun-alun dan Gedung Dakwah. (hrn)

WAJIB: Memampangkan Formulir C1 Plano merupakan kewajiban yang diamanatkan dalam Undang-Undang.

Pemilu Dinilai Cacat Hukum Gara-gara KPU Tak Cantumkan C1 Plano di Tempat Umum

SUBANG- Penyelenggaraan Pileg dan Pipres di Kabupaten Subang dinilai cacat hukum dan harus dilakukan pemilihan ulang. Pasalnya dari tahapan

PANITIA SELEKSI TERBUKA

PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KABUPATEN SUBANG SEKRETARIAT : BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA JALAN KAPTEN TENDEAN NO. 1 TELP (0260) 418116 – 418118 SUBANG

PENGUMUMAN Nomor : 20/PANSEL-SEKDA/IV/2019 Berdasarkan Keputusan Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Nomor 19/PANSEL-SEKDA/IV/2019 Tanggal 2 Mei 2019 tentang Hasil Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten

penghitungan suara yang dilakukan oleh PPS dan PPK tidak ada satupun Hasil Pleno Formulir C 1 diumumkan di tempat umum.Hal itu diungkapkan Irwan Yudiarta, Ketua Forum Transparasi Pilkada Subang baru-baru ini. “Di Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 391 bunyinya PPS wajib menempelkan formulir C 1 di wilayah kerja PPS di tempat umum hasil pleno formulir C1 yang discan C1nya. Diperkuat UU PKPU Nomor 3 Tahun 2019 Pasal 16 yang menyebutkan wajib menempelkan C1 di ruang public dalam waktu 7 kali 24 jam. Kenyataannya tidak diumumkan di tempat umum,” ujar Irwan Yudiarta. Dijelaskan, pihak Bawaslu dan KPU juga wajib mengumumkan hasil ccan formulir C1. “Dan KPU dan Bawaslu juga sama wajib mengumumkan di kan-

Irwan Yudiarta

tor masing-masing,” kata Irwan lagi. Lanjutnya, jika sudah terbukti PPS dan PPK tidak menayangkan Formulir C1 maka menurut Irwan, masyarakat Subang ataupun caleg bisa menggugat KPU dan Bawaslu Subang.

“Masyarakat bisa menggugat KPU dan Bawaslu terkait tidak dipasanganya Formulir C 1,” tandas Irwan. Irwan juga mengungkapkan, tidak adanya pengumuman C 1 di setiap tempat umum di Kantor Desan, Kecamatan hingga ke Kantor KPU dan Bawaslu dipastikan perhitungan Pileg dan Pilpres terancam diulang. “Dalam Undang-Undang Pemilu dan PKPU sudah jelas aturannya wajib diumumkan. Apabila hasil pemilihan suara itu dan rekapitulasi tidak diumumkan, artinya pihak penyelengara Pemilu bisa digugat masyarakat Subang. Karena tidak melaksanakan aturan tahapan yang sudah diatur dalam peraturan pemilu dan PKPU. Masyarakat bisa menggugat agar perhitungan suara diulang” kata Irwan lagi. (hrn)

Subang, dengan ini mengumumkan : 1.

Peserta Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Subang yang mendapat peringkat 3 (tiga) terbaik (disusun berdasarkan alfabet) adalah :

NO

1 1. 2. 3.

2.

NAMA/ PANGKAT/ NIP

2 Drs. H. Aminudin, M.Si Pembina Utama Muda, IV/c NIP. 19680603 199303 1 002 Drs. H. Cecep Supriatin, M. Si Pembina Utama Muda, IV/c NIP. 19661218 198710 1 001 Sumasna, ST., M.UM Pembina Utama Muda, IV/c NIP. 19681216 199803 1 003

JABATAN/ INSTANSI

3 Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Subang Inspektur Subang

Inspektorat

Daerah

Kabupaten

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Subang

Keputusan Panitia Seleksi bersifat multak dan tidak dapat diganggu gugat. Subang, 2 Mei 2019 PANITIA SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KABUPATEN SUBANG KETUA,

Dr. H. MUHAMAD SOLIHIN, M.Si.

Soal Politik Uang Kades Ciberes, Bawaslu Dinilai Masuk Angin SUBANG - Kasus politik uang yang dilakukan oleh Kades Ciberes dan caleg PKB sudah jelas, tapi hingga saat ini kasus tersebut seperti disembunyikan oleh Bawaslu dengan alasan Koordinator Divisi Pelaporan dan Penindakan Komisioner Bawaslu Kabupaten Subang Juju Juariah sedang sakit. Hal itu diungkapkan Sumara Wadi, warga Dusun Tanjungsari Desa Ciberes Kecamatan Patokbeusi. “Kasus politik uang yang dilakukan Kepala Desa Ciberes Patokbeusi saudara Edi Permana untuk memenangkan saudara Lina Marliana caleg DPRD PKB sampai saat ini tidak ada kejelasan,” kata Sumara Wadi. Bahkan, tambah dia, laporan yang sudah ditangani Panwascam Patokbeusi sudah dilimpakah ke Bawaslu Subang pada tanggal 18 April 2019. Tapi sampai hari ini belum ada satupun yang ditindak, dengan alasan bermacam-macam. “Padahal, bukti sejumlah uang suap dan barang bukti lainnya sudah lengkap,” kata Sumara. Bahkan apa yang diminta syarat laporan oleh Bawaslu sudah dipenuhi secara lengkap. “Bukti calon penerima uang hingga saksi dua orang Ketua RT dan satu orang anggota BPD semuanya sudah diperiksa oleh Bawaslu Subang. Tapi kenapa setelah diperiksa semuanya Bawaslu tidak bisa memberi penjelasan,”

BUKTI: Inilah barang bukti praktek politik uang di Desa Ciberes.

ujarnya lagi. Sumara menilai, lambatnya penanganan kasus politik uang tersebut Bawaslu sudah masuk angin alias disuap. “Penanganan Bawaslu tidak berjalan alias masuk angina. Untuk itu kami sebagai masyarakat yang cinta demokrasi yang bersih adil dan jujur merasa sangat kecewa ke Ketua Bawaslu Subang,” kata Sumara Wadi. Dari tidak adanya penanganan yang jelas laporan pelanggaran politik

yang dilakukan oleh Kades Ciberes dan Caleg DPRD Subang Partai PKB Nomor Urut 1 dapil 4, Sumara Wadi meminta bantuan pihak Polres Subang dan Kejaksaan menuntaskan kasus tersebut. “Kami sebagai masyarakat Desa Ciberes minta Kapolres dan Kepala Kejaksaan untuk segera mengambil alih kasus ini. Apabila kasus ini tidak berjalan sesuai koridor maka pemilu yang akan datang Subang akan terpuruk.,” katanya. (hrn)


PENDIDIKAN

SENIN, 6 MEI 2019

4

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

PERPISAHAN : Wisuda akbar yayasan Al-Huda Cilamaya, meluluskan ratusan siswa berprestasi dan berakhlak mulia.

Konsisten Cetak Siswa Berprestasi Yayasan Al-Huda Cilamaya Gelar Wisuda Akbar

CILAMAYA WETAN - Berdiri sejak 1980-an, yayasan Al-Huda Cilamaya, yang memiliki 3 lembaga pendidikan, yaitu TKA Al-Ansor, MDTA Miftahul Huda dan SMP IT Al-Huda, kembali menggelar wisuda akbar bertajuk Akhirussanah Yayasan Al-Huda.

Cara Mengajarkan Anak Berpuasa HUKUM Islam mengatur puasa diwajibkan bagi umat Muslim yang 1) dewasa, 2) dalam keadaan sehat, dan 3) tidak sedang dalam perjalanan jauh. Karena puasa hanya wajib bagi mereka yang telah masuk dalam kategori dewasa (atau akil baligh), maka anak-anak yang belum memasuki tahapan ini dalam kehidupannya tentunya belumlah diwajibkan untuk mengikuti ibadah puasa bersama orang tuanya. Namun demikian, setiap keluarga biasanya merasakan perlunya untuk memperkenalkan ibadah puasa ini dari sejak usia dini, setidaknya agar anak “belajar” untuk berpuasa sehingga nanti ketika sudah menjadi kewajiban, tidak lagi kaget dan sudah terbiasa. Nah, sejak usia berapakah anak bisa mulai diajarkan berpuasa? Tidak ada patokan berapa usia minimumnya, biasanya setiap keluarga dan orang tua mengetahui perkembangan anaknya masing-masing dan mengetahui apakah kira-kira si anak sudah mengerti ketika diberikan penjelasan dan pemahaman. Ini penting karena salah satu cara agar anak lancar berpuasa adalah secara pribadi anak memahami manfaatnya untuk dirinya dan dapat mengaitkannya dengan posisinya sebagai muslim. Berikut adalah beberapa tips mengajarkan anak berpuasa yang disarikan dari berbagai pendapat orang

tua-orang tua yang sukses mengajarkan makna puasa pada anak-anaknya. Ahmad Hamdani, Karawang: Anak mencontoh perbuatan orang tuanya. Syarat utama mengajarkan anak berpuasa adalah orang tua juga mesti dapat menjadi contoh puasa yang baik bagi anak-anaknya. Jika orang tua tidak menunjukkan keikhlasan berpuasa, anak pun tentunya tidak akan peduli dan hikmat menjalaninya. Perkenalkanlah apa itu puasa dengan bahasa mereka. Sebagai contoh, puasa itu menahan godaan lapar dan haus, mengapa? Agar kita dapat merasakan mereka yang kurang beruntung dari kita yang tidak dapat makan dan minum. Hj Hoeriah, Pedes Boleh juga anak diberikan hadiah sebagai tanda menghargai upaya mereka. Bukan karena ingin memanjakan atau mengiming-imingi perilaku baik mesti ada reward, tapi sekedar menunjukan ekspresi cinta kasih dan sayang kita pada usaha mereka. Ibu Nurbaiti , Cilamaya Sebenarnya mengajarkan puasa tidak mesti hanya di bulan Ramadhan, karena salah satu inti dari berpuasa adalah nilai sosial di dalamnya. Ajaklah anak mengunjungi panti asuhan atau perkenalkan perbedaan-perbedaaan sosial ekonomi yang ada di masyarakat agar anak dapat sensitif pada lingkungannya. Perkenalkan juga anak

pada keimanannya sebagai umat Islam. Perkenalkan Rukun Iman dan Rukun Islam pada anak dan libatkan mereka dalam pelaksanaannya sehari-hari sehingga mereka bertanggung jawab dan ikhlas melakukannya. Anak juga dapat dijelaskan manfaat puasa dari sisi keilmiahan dan kesehatan, dimana puasa adalah proses yang sangat berguna bagi tubuh untuk detoksifikasi mencuci tubuh dari dalam yang selama 11 bulan digunakan terus tanpa henti. Ciptakan lingkungan yang mendukung untuk anak berpuasa. Seluruh keluarga mesti berpartisipasi aktif dalam mendukung si anak. Contoh, ketika anak mulai merasa letih dan lapar atau dahaga menyerang, alihkan perhatian anak di rumah dengan permainanpermainan atau cerita-cerita yang mendidik, sehingga anak merasa waktu puasa berjalan cepat. Lakukan aktivitas di rumah yang membuat anak merasa fun dan bahagia. Dari semuanya adalah jangan lupa sebagai orang tua untuk selalu mendoakan anak agar dikuatkan dalam prosesnya belajar puasa. Pada akhirnya, manusia berusaha, namun Allah –lah yang menggerakkan hati manusia. Begitulah beberapa sharing pengalaman dari para orang tua yang sukses dengan cara-cara mengajarkan puasa pada anaknya. (red)

Sabtu, (4/5) malam. Dalam pagelaran meriah tersebut, Yayasan Al-Huda memamerkan beragam prestasi yang telah ditorehkan anak didiknya, selama satu tahun terakhir. Ketua Yayasan Al-Huda, Wawan Sofwan mengatakan, pembelajaran di yayasan AlHuda sangat berbeda dengan lembaga pendidikan lain. Pasalnya, di yayasan yang ia pimpin, sangat kental pelajaran pendidikan agama dan semangat untuk berprestasi.

“Diusia yayasan Al-Huda yang semakin senja, saya harap dukungan dari masyarakat semakin besar. Untuk meningkatkan mutu pendidikan di yayasan AlHuda,” ujar Wawan Sofwan. Senada dikatakan Kepala SMP IT Al-Huda, Wastur Ali Nurdin. Di tahun 2019, SMP IT Al-Huda meluluskan sebanyak 102 siswa, yang telah menempuh pendidikan selama 3 tahun dan meraih predikat baik. “Saya harap anak-anak

semuanya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, serta bisa menerapkan ilmu dari sekolah dilingkungan masyarakat,” harapnya. Tak lupa, Wastur mengucapkan terima kasih kepada masyarakat sekitar dan orang tua, yang telah membantu mensukseskan acara tersebut. “Semua acara ini didukung penuh oleh masyarakat, bahkan panitianya juga masyarakat dan orang tua,” tuturnya. (wyd)


METRO KARAWANG

SENIN, 6 MEI 2019

5

REZA/KBE

SAMBUT RAMADAN: Acara Parade Bedug Hias, Desa Ramadhan Masjid Agung Syeh Quro.

Antusias Sambut Ramadan Warga Ikuti Parade Bedug Hias di Masjid Agung

KARAWANG - “Marhaban Ya Ramadhan” selamat da-

tang bulan suci dan penuh ampunan. Dalam menyambut datangnya bulan agung Ramadhan 1440 H, ribuan umat muslim di Karawang antusias mengikuti Parade Bedug Hias, Desa Ramadhan Masjid Agung Syeh Quro, Sabtu Lalu (4/5). Acara ini digagas DKM Masjid Agung Syech Quro,

DMI (Dewan Masjid Indonesia), KOPPAR dan ASPIKA (Aliansi Pergerkan islam karawang). Gabungan ormas Islam dan komunitas ikut dalam acara ini seperti, FPI Karawang, BANSER, Syarikat Islam, UMIKA, serta berbagai komunitas vespa karawang dan dan pondok pesantren.

Parade Bedug Hias dimulai dari Masjid Agung Syech Quro kemudian berjalan ke Jln. Tuparev, Jalan Interchange Karawang Barat, dilanjutkan ke Nagasari, terus ke tuparev lagi dan kembali ke Masjid Agung Syech Quro. “Ini salah satu kegiatan baik dan penuh dengan un-

sur nilai agama dan budaya. Desa Ramadhan Masjid Agung Syeh Quro akan diisi dengan berbagai kegiatan. Salah satu rangkian kegiatan tersebut hari ini yaitu ‘Parade Bedug Hias’, selain itu masih ada 10 event lagi yang telah digagas oleh panitia,” ucap Wakades Desa Ramadhan Masjid Agung Syeh

Quro, Irwan Taufik. Hal senada diungkapkan Kades Desa Ramadhan Kang Asep, selaku perwakilan dari Koppar. “Disini terlihat tidak ada sekat antar ormas dan komunitas, tujuan dari Desa Ramadhan yaitu menyatukan berbagai ormas dan komunitas yang ada di karawang,” tuturnya.

Dalam acara Desa Ramadhan Masjid Agung Syech Quro menggelar rangkaian berbagai kegiatan yang akan dimulai dari tanggal 8 – 28 Mei 2019. Panitia Masjid Agung Syech Quro telah menyiapkan berbagai event kegiatan untuk mengisi bulan Ramadan ini. (rez)

Banyak Mobil Desa Nungak Pajak KARAWANG – Mobil operasional desa yang kerap digunakan oleh masyarakat desa bahkan aparat desa saat ini masih banyak yang menungak pajak. Tak ingin

dibiarkan berlarut, Kepala Badak Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Karawang, Hadis Herdiana meminta para kepala desa segera menunaikan kewajiban

pembayaran apajak kendaraan desa. “Kami sudah meminta kepada Dinas Pemeberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) agar mengingat-

kan kepala-kepala desa untuk taat membayar pajak kendaraan operasional,” ujar Hadis. Dikatakannya, BKAD t i d a k d i a m s aja t e t a p i

ju ga m e l a ku ka n u p aya menggenjot pajak kepala desa malalui DPMD dan OPD yang menangani masalah desa. “Mengenai pajak ken-

daraan operasional atau kendaraan dinas itu menjadi tanggung jawab dan kewajiban masing - masing OPD, sama halnya seperti mobil desa,” ujarnya.

“Kewajibannya bukan di bagian aset, karena mewajiban membayar adalah kepala desa karena sudah dianggarkan dalam APBDes,” tukasnya. (gie)


6

Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis

SENIN, 6 MEI 2019

Angka Penghunian Hotel Merosot Wisatawan Naik Tipis, Penginapan Tetap Sepi KARAWANG - Kunjungan turis mancanegara masih stabil di tengah hantaman tiket mahal maskapai penerbangan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan

mancanegara (wisman) ke Indonesia tercatat sebesar 1,36 juta orang sepanjang Maret 2019. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 5,90 persen dibandingkan bulan sebelumnya yakni 1,27 juta. “Maret selalu lebih tinggi dibandingkan Februari. Karena jumlah harinya (Maret) lebih banyak,” kata Suhariyanto di Kantor

Pusat BPS, Jakarta, Kamis (2/5). Jumlah kunjungan wisman sepanjang Maret 2019 dibanding Maret 2018 mengalami penurunan 1,82 persen. Namun, secara kumulatif atau pada Januari hingga Maret 2019, jumlah wisman ke Indonesia mencapai 3,82 juta kunjungan, naik 4,28 persen dibandingkan dengan jumlah kunjun-

gan wisman pada periode yang sama tahun 2018 yang berjumlah 3,66 juta kunjungan. “Jumlah kunjungan wisman melalui pintu masuk udara sebanyak 2,20 juta kunjungan, pintu masuk laut 1,04 juta kunjungan dan pintu masuk darat 571,32 ribu kunjungan,” terangnya. Sementara itu, Tingkat Penghunian

Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Maret 2019 mencapai rata-rata 52,89 persen atau turun 4,21 poin dibandingkan TPK Februari 2018 yang tercatat sebesar 57,10 persen. Namun, jika dibandingkan TPK Februari 2019, TPK hotel klasifikasi bintang pada Maret 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,45 poin. (bbs/mhs)

ADVERTORIAL DPRD KABUPATEN KARAWANG

Pengelolaan Perusada Karawang Jadi Bahan Studi Banding Sri Rahayu Sambut Kunjungan Kerja Rombongan DPRD Salatiga KARAWANG – Wakil Ketua I DPRD Karawang, Sri Rahayu Agustina mennyambut tamu rombongan anggota DPRD Kota Salatiga ke DPRD Karawang. Kunjungan kerja para wakil rakyat Salatiga ke Karawang dalam rangka melakukan studi banding optimalisasi pengelolaan perusahaan daerah (Perusda)

seperti Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Badan Perkreditan Rakyat (BPR). Sesuai dengan ketentuan pasal 75, Peraturan Pemerintah nomor 58 tahun 2005. “Tentang pengelolaan keuangan. Dan pasal 71 ayat (7) Peraturan Menteri Dalam Negri (Permend-

agri) nomor 59 tahun 2007 tentang pengelolaan keuangan daerah dan penyertaan modal pemerintah daerah,” kata Sri. Lanjut Sri, penyertaan modal pemerintah daerah, dilakukan dalam bentuk investasi jangka panjang. “Hal tersebut dapat d i l a ku k a n d a n d i a n g g a r k a n apabila jumlah modal yang akan

disertakan besarannya pada tahun anggaran berkenaan telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang penyertaan modal daerah,” tuturnya. “Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut DPRD Kota Salatiga membawa 13 orang anggota DPRD dan 2 orang setwan dalam rombongan,” pungkasnya. (rie/adv)


SAMBUNGAN

SENIN, 6 MEI 2019

Final Pleno Rekapitulasi Suara KARAWANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Karawang di Hotel Akshaya, kemarin (5/5). Pembacaan penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 itu dihadiri seluruh ketua dan pengurus partai politik di Kabupaten Karawang. Seusai penetapan, petugas KPU Karawang langsung membawa hasilnya ke KPU Jabar di Kota Bandung. Alhamdulillah dengan penetapan ini, maka tahapan penghitungan

suara tingkat kabupaten sudah selesai. Selanjutnya kami kirimkan hasilnya ke tingkat provinsi,” ujar Ketua KPU Karawang Miftah Farid. Selama proses penghitungan suara Pemilu 2019, baik Pilpres maupun Pileg, ujar Miftah, tidak ada kendala subtantif, seperti keberatan terkait hasil penghitungan suara dan lain-lain. “Kalaupun ada kendala, itu terkait masalah statistik, seperti jumlah pemilih misalnya. Tapi semua sudah bisa kami selesaikan,” terangnya. Menurut Miftah, tahapan pemilu hingga

rapat pleno penghitungan suara di Kabupaten Karawang berlangsung kondusif. Hal itu berkat kerjasa keras semua pihak termasuk dari unsur Polri dan TNI yang selalu menjaga pelaksanaan penghitungan suara hingga selesai. “Kami bersama unsur Polri dan TNI bekerja sama dengan baik menjaga proses penghitungan suara berjalan baik tanpa kendala berarti. Semua saksi menerima hasil penghitungan suara ini karena memang kami tranparan hingga hasilnya bisa diterima,” ujar Miftah. (rez)

PCNU Start Duluan .... dari halaman 1 mendukung Jimmy pada Pilkada nanti. Jimmy asli orang karawang. Original,” kata Kiai Ahmad Ruhiyat dalam sambutannya “Ngawangkong para Inohong Bareng Kang Jimmy”, di Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari, Minggu (5/5).”Kalau NU (Nahdlatul Ulama) bulat dukung Jimmy,” timpalnya. Sementara itu di tempat yang sama, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat, Syaiful Huda menyatakan sudah bulat bakal menunjuk Ahmad Zamakhsyari yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Karawang untuk mencalonkan bupati pada Pilkada Karawang 2021.“Saya tunjuk Kang Jimmy (sapaan akrab Ahmad Zamaksyari) maju sebagai bupati pada Pilkada nanti,” kata Huda. Bahakn Huda mengakui saat ini DPW PKBJawa Barat tengah mencari dan meramu cara dan pola yang bakal digunakan untuk menyukseskan penyalonan Jimmy. Termasuk membantu komunikasi dengan partaipartai lain. “Kami di DPW PKB Jawa Barat akan mencari cara dan pola untuk memenangkan Kang Jimmy jadi bu-

pati pada Pilkada nanti. Kami juga akan mencari partai koalisi yang mumpuni. Saya juga akan turun ke masyarakat Karawang untuk mencari sosok yang bisa mendampingi Kang Jimmy,” ucapnya. Sementara, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat Syaiful Huda sudah menunjuk Ahmad Zamakhsyari sebagai calon Bupati. “Saya tunjuk Kang Ahmad Zamaksyari harus maju sebagai Bupati Karawang pada Pilkada nanti,” ujarnya disela acara “Ngawangkong Para Inohong Bareng Kang Jimmy”, di Desa Ciwulan, Ke camatan Telagasar i, Karawang, Sabtu (5/5). Menurut Syaiful Huda, Ahmad Zamaksyari yang kini menjabat Wakil Bupati Karawang ditunjuk langsung maju mencalonkan Bupati pada Pilkada Karawang nanti, karena sosok kepemimpinannya dinilai bergaya milenial. “Kang Jimmy ini sosok pemimpin yang mudah ditemui, tidak akan ada birokratis. Jangan sampai membantu masyarakat harus melalui proses berbelit. Karawang butuh sosok pemimpin semacam seperti itu,” Ujarnya Syaiful Huda menyampai-

kan, gaya kepemimpinan Ketua DPC PKB Karawang yang mudah ditemui, mudah berbaur dan bergaya milenial itu sudah dibuktikan selama menjadi wakil bupati. Menurutnya, Kang Jimmy tahu semua permasalahan yang ada di Kabupaten Karawang tidak bisa diselesaikan ha nya d e nga n s e ny u m dan sapa. Tapi harus diselesaikan dengan aksi dan tindakan yang nyata. “Kami selaku ketua DPW PKB Jawa Barat akan mencari cara serta pola untuk memenangkan Kang Jimmy untuk menjadi Bupati pada Pilkada nanti. Kami juga akan mencari partai koalisi yang mumpuni,” tukasnya. “Saya juga akan turun ke masyarakat Karawang untuk mencari sosok yang bisa mendampingi Kang Jimmy,” imbuhnya. Bagi Syaiful Huda, Pilkada Karawang sudah di depan mata oleh karena itu dia ingin sosialisasi dilakukan sesegera mungkin. “Jadi mulai sekarang kita mulai sampaikan ke masyarakat kalau Kang Jimmy akan mencalonkan Bupati, Karawang pada tahun 2020 nanti” pungkasnya. (bbs/ mhs)

Lebih Menggebrak .... dari halaman 1 Dedi Sudrajat mengatakan seperti yang diketahui teman-teman Partai Politik (Parpol) yang lain PKS mempunyai kader-kader yang sangat militan yang bsrjuang di Pileg 2019 ini. «Kita sudah naik 100 persen dari 3 kursi menjadi 6, dan juga raihan suara meningkat, ada 50.000 orang pemilih baru PKS dan itu menjadi modal buat kita di PKS,” ucapnya kepada KBE, Sabtu (4/05). Saat disinggung menjel-

ang Pilbup kemungkinan PKS mencalonkan kandidatnya, Dedi mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu 2 sampai 3 hari ke depan setelah rapat pleno KPU Karawang. «Kita sama, teman-teman yang lain sudah punya peta masing-masing. Karawang tidak lebih dari 9 kursi peraih kursi tertinggi. Peraih 9,8,7,6 kursi jadi kalau saya lihat yang punya potensi mengajukan calon itu ya 6 parpol itu, termasuk di dalamnya PKS,” ungkapnya. MenurutDedidiantaraperaih

6-9 kursi itu, pantas dan layak menjagokan kandidat partainya masing masing. Pihaknya akan menempuh tahapan-tahapannya terlebih dahulu. “Baik tahapan persiapan, tahapan survei, preferensi dan elektebailitas. Prefrensi itu angka kesukaan masyarakat terhadap kandidat, kalau elektabiltas keterpilihan. Popularitas saya pikir relatif, popular belum tentu dipilih, kalau popularitas tingi kmren kmren Deddy mizwar yg menang (Pilgub),” ujarnya menyontohkan. (gie)

17.300 Botol Miras .... dari halaman 1 Karawang, kemarin. Nuredy mengatakan, operasi cipta kondisi tersebut akan terus dilakukan selama bulan Ramadan 1440 Hijriah, bersama dengan instansi terkait. Sasaran-

nya miras, penyalahgunaan narkoba, dan premanisme. “Operasi pekat sasaran miras tetap akan dilakukan dg tujuan agar pelaksanaan ibadah puasa dapat berjalan dengan khusyu,” jelasnya. Nuredy pun mengajak seluruh unsur masyarakat

untuk bersama-sama menjaga kamtibmas agar aman dan kondusif, terutama saat Ramadan. Dalam pemusnahan ini ada sekitar 17.300 botol miras hasil operasi menjelang bulan Ramadan, termasuk di antaranya miras oplosan. (rie)

7

Puasa Wujudkan Kesantunan .... dari halaman 1 Bagi publik, dan politisi sudah seharusnya ramadan ini menjadi pembuka sekat-sekat perbedaan antarkader partai politik atau perbedaan antarumat beragama yang tergabung dalam berbargai organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kemanusian dan organisasi pendidikan. Perbedaan sikap dan aliran politik terlihat cair dalam bulan suci Ramadan. Ini bukan hanya terlihat di Aceh, tapi juga di seluruh daerah yang mayoritas muslim. Karena esensi Ramadan sebagai mementum menuju kesantunan politik dapat dilihat dari kebaikan dan perilaku politisi itu sendiri. Imam Asy-Syatibi dalam kitab al-Mu w a f a q at m e n gat a k a n bahwa seseorang yang bekerja dalam kancah politik, maka setidaknya harus memiliki lima hal yang wajib dipelihara atau dijaga, yaitu: (1) Menjaga adama (hifdzu ad-din); (2) Menjaga jiwa (hifdzu an-nafs); (3) Menjaga nasab (hifdzu an-nasl); (4) Menjaga akal (hifdzu aql); (5) Menjaga harta (hifdzu al-mal). Sebagai seorang muslim, seseorang politisi

jika merujuk pada pendapat Imam Asy-Syatibi jelas disebutkan pada level per tama bahwa walau seorang politisi berbeda partai, berbeda dapil dan berbeda latar belakang tetap harus menjaga agama sebagai prisip utama dalam kehidupan berpolitik. Jadi tidak ada alasan yang dapat diketengahkan bahwa Ramadhan tidak ada hubungan dengan perilaku politisi itu sendiri. Secara umum relevansi Ramadan dengan kesantunan politik sekarang ini dapat dilihat dari saling menjaga lisan para politisi dalam menjaga ketentraman dalam kehidupan sosial masyarakat sehari-hari. Artinya, terlihat bahwa selama Ramadan semua politisi dan masyarakat umum tidak melanggar norma agama, atau sengaja mengeluarkan “jurus mabuk” untuk membuat publik heboh, yang pada akhirnya dapat mengganggu ketentraman masyarakat. Bisa juga dengan sengaja menjadi “provokator demonstrasi” juga akan mengurangi kualitas dan kesempurnaan ibadah puasa tentunya. Politisi yang taat beribah dan menjadikan agama sebagai azas dalam berpolitik, maka harus

menjauhi sikap-sikap yang kontraproduktif. Me m i n ja m p e n d ap at Syeikh Ahmad Muhammad Az-Zarqo, dalam kitab kaidah fikihnya yang menyebutkan, daf ‘u al-mafasid aula min jalbi al-mashalich (menjauhi sesuatu yang berakibat kerusakan itu lebih didahulukan, dari pada melakukan sesuatu yang akan mengakibatkan kebaikan). Seorang muslim dalam berpuasa harus siap lahir dan batin. Semua muslim harus mengerti makna atau tujuan utama puasa. Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin membagi tiga tingkatan (level) puasa, yaitu: (1) Puasa umum, (2) Puasa khusus, dan (3) Puasa paling khusus. Yang dimaksud puasa umum ialah menahan perut dan kemaluan dari memenuhi kebutuhan syahwat. Puasa khusus ialah menahan telinga, pendengaran, lidah, tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh dari dosa. Sementara puasa paling khusus adalah menahan hati agar tidak mendekati kehinaan, memikirkan dunia, dan memikirkan selain Allah Swt. Untuk puasa yang ketiga ini (shaumu khususil khusus) disebut batal bila terlintas dalam hati pikiran selain Allah

Swt dan hari akhir. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya AlArba’in fii Ushuul alDiin lebih detil menjelaskan bahwa keistimewaan puasa terdapat dua hal: Pertama, puasa merupakan ibadah yang bersifat individual untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat. Puasa juga merupakan sebuah amal ibadah yang bersifat rahasia, tidak dapat diketahui kecuali hanya Allah dan orang yang melakukan puasa, tidak seperti shalat, zakat dan lain sebagainya, dan; Kedua, puasa merupakan cara mencegah dan melemahkan musuh Allah, dan seburuk-buruk musuh Allah adalah setan. Sesungguhnya setan tidak akan menjadi kuat, kecuali hanya dengan perantara syahwat hawa nafsu yang mengalahkan manusia. Puasa dalam bulan suci Ramadhan bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tapi juga menahan hawa nafsu. Puasa juga dapat dimaknai sebagai proses dalam rangka membawa keberkahan bagi umat. Begitu juga dengan politik, sejatinya politik bertujuan untuk kebaikan hidup manusia.. Insya Allah! (suhlan pribadi)

diperiksa kesehatannya, para orang tua murid juga diwawancarai oleh tim dari FKUI. Wawacara ini dianggap penting mengetahui riwayat penyakit dan pola hidup sehat mereka. Salah satu orang tua murid, Yusnita, mengaku sangat senang ada kegiatan ini. “Senanglah. Jadi ketahuan penyakit saya,” katanya. Anak Sekolah Rentan Diare Anak usia sekolah dan balita adalah usia yang sangat rentan terserang diare dan infeksi kecacingan. Hasil survey kecacingan oleh Ditjen Pengendalian Penyakit dan Pengehatan Lingkungan (P2PL) Departemen Kesehatan tahun 2009 menyebutkan 31,8 persen siswa sekolah dasar mengalami kecacingan. Sedangkan penyakit diare menempati urutan teratas dalam daftar 10 penyakit penyebab rawat inap di rumah sakit di Indonesia. Diare pada anak dapat disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri atau parasit. Selain dapat menyebabkan kesakitan dan kematian, diare juga dapat menjadi penyebab utama malnutr isi. S e dangkan anak yang terserang infeksi kecacingan bisa menyebabkan anak kurang gizi bahkan bisa menurunkan kecerdasan anak karena anemia. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko diare antara lain sanitasi yang buruk, fasilitas kebersihan yang kurang memadai, dan kebersihan pribadi yang buruk. Diare dan kecacingan sebenarnya bisa dan mudah dicegah yakni dengan menerapkan perilaku hidup

bersih dan sehat (PHBS). Salah satunya adalah dengan menerapkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Dengan penggunaan yang benar, sabun memiliki efektivitas dalam meluruhkan kuman-kuman penyebab penyakit. Bahkan menurut penelitian, cuci tangan dengan sabun bisa menurunkan risiko diare hingga 47 persen. Program Citarum Harum P ro g r a m p e n g a b d i a n masyarakat yang dilakukan Departemen Parasitologi FKUI ini diakui Rizal Subahar merupakan bagian dari program Citarum Harum yang tengah digaungkan pemerintah. Selain menjadikan Citarum sebagai sungai yang bersih, lingkungan di sekitar atau yang dilintasi sungai Citarum juga harus bersih dan sehat. SDN 01 Telukjambe dipilih karena lokasinya berada di pinggir sungai Citarum sehingga menjadi prioritas program pemberdayaan masyarakat. Kepala Desa Telukjambe Uji juga mengamini pernyataan Rizal Subahar. Uji mengucapkan terima kasih kepada FKUI yang telah melaksanakan kegiatan di wilayahnya. Dia berharap kegiatan seperti ini di wilayahnya tidak hanya sekali saja, karena ada beberapa dusun di Telukjambe yang juga dilintasi sungai Citarum. “Kami mengucapkan terima kasih kepada tim dari FKUI dan kami berharap kegiatannya bisa berlanjut di kemudian hari,” kata Uji. (*)

Dukung Citarum Harum .... dari halaman 1 saan Hb, dan pemeriksaan tinja. Sedangkan pemeriksaan kesehatan terhadap orang tua murid dan guru meliputi pemeriksaan tinja, pemeriksaan gula darah, dan pemeriksaan kolesterol. Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan secara cumacuma alias gratis. “Kami memeriksa golonga n d a ra h a na k u nt u k mengetahui infeksi yang terjadi paling banyak pada golongan darah mana saja. Dan dampak parasit di usus itu, misalnya, cacing bisa menyebabkan anemia atau hb menurun,” kata Rizal. Pemeriksaan juga dilakukan dengan meneliti atau memeriksa tanah dan air yang berada di lingkungan SDN 01 Telukjambe. Pemeriksaan ini dianggap penting karena telur cacing biasanya berada di dalam tanah dan jika tanahnya positif mengandung parasit, maka hal itu bisa mengakibatkan penyakit yang menyerang anak-anak sekolah. P ro g r a m p e n g a b d i a n masyarakat ini tidak hanya membawa manfaat bagi siswa, orang tua murid dan pihak sekolah tetapi juga memberi manfaat bagi mahasiswa FKUI yang terlibat di dalamnya. Andriana, mahasiswi FKUI yang ikut serta dalam kegiatan ini mengatakan dirinya mendapatkan pengalaman berharga karena bisa terjun langsung ke masyarakat meski belum menyelesaikan kuliahnya. “Dengan kegiatan ini kita bisa turun langsung ke masyarakat dan bisa menambah pengalaman. Bisa tahu bagaimana di lapan-

gan, dokter harus berbuat a p a d a l a m m e na n ga n i masyarakat secara langsung,” jelas Andriana. Melengkapi Data Siswa Kepala Sekolah SDN 01 Telukjambe Siti Hodijah menyambut baik dan positif kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan Departemen Parasitologi FKUI ini. Menurut Hodijah, terdapat 257 siswa yang dilakukan pemeriksaan kesehatan yakni mulai dari kelas 1 hingga kelas 5. Siti Hodijah mengatakan pemeriksaan golongan darah yang dilakukan terhadap siswanya sangat bermanfaat. Selama ini, data siswa yang menyangkut golongan darah selalu kosong atau tidak diisi oleh orang tua murid. “Saya merasa sangat senang dan kegiatan ini sangat bermanfaat. Saat ini 75 persen data dari siswa untuk golongan darah dikosongkan, karena orang tua tidak memeriksakan golongan darah anaknya. Jadi kegiatan ini bisa melengkapi data siswa,” kata Siti Hodijah. Dari pantauan di lapangan, pemeriksaan kesehatan terhadap siswa dan orang tua murid berlangsung lancar. Anak-anak juga terlihat dengan tertib mengikuti pemeriksaan kesehatan meski sebagian ada anakanak yang menangis karena takut disuntik. Anak-anak juga diberikan pot tinja yang nantinya akan diperiksa oleh tim dokter dari FKUI. Pemeriksaan kesehatan terhadap orang tua murid dan guru juga terlihat ramai. Mereka dengan antusias memeriksakan kesehatannya untuk mengecek gula darah dan kolesterol. Selain


SENIN, 6 MEI 2019

RAMADANIA

8

Semangat Baru Purwakarta

Dandim: Pemilu di Purwakarta Kondusif Baliho Ucapan Selamat ke Prabwo-Sandi Jadi Tontonan Warga

Pemkab Siapkan Bazar Sembako Murah PURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengadakan bazar murah di halaman Bale Indung Rahayu menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Momen tidak sia-siakan kaum ibu di Purwakarta. Seluruh stand bahan-bahan pokok yang ada diserbu ibu-ibu. Mereka memborong beras, gula, minyak goreng, dagin serta kebutuhan pokok lain dengan harga yang lebih murah dibanding harga di pasar. Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Iyus Permana saat dikonfirmasi awak media menuturkan, adanya pasar bazar murah, diharapkan bisa membantu masyarakat apalagi dengan kenaikan beberapa komoditas menjelang bulan puasa. “Hal ini nantinya akan memudahkan masyarakat juga meringankan beban masyarakat purwakarta untuk mendapatkan kebutuhan pangan serta stok untuk keperluan selama Ramadhan,” ujar Iyus saat ditemui di Bazar Murah, Bale Indung Rahayu Jl. Martadinata Purwakarta. Acara bazar murah sendiri, merupakan inisiatif Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, sehingga bazar ini rencananya akan digelar di beberapa kecamatan lainnya di Purwakarta. = “Minimal di 5 kecamatan dan kemudian sebelum hari raya idul fitri akan diadakan lagi bazar yang lebih besar seperti ini. Mungkin volumenya akan 2 kali lipat dari bazar murah ini,” ungkapnya. Selain itu selisih harga yang dijual jauh lebih murah dibanding harga-harga yang ada di pasar membuat masyarakat dipastikan akan memadati setiap gelaran bazar seperti ini. “Misalnya harga telur di pasar 25 ribu per kg nya, nah di bazar ini harganya lebih murah menjadi 20 ribu per kg nya. Kemudian harga beras premium di Pasar 12 ribu di bazar murah menjadi 10 rb, pasti bahagia dong para ibu - ibu,” Kata Iyus kepada para ibu - ibu yang datang. (hsn/mhs)

PURWAKARTA- Pelaksanaan Pemilu serentak 2019 di Purwakarta dinilai berjalan aman, kondusif tanpa kendala. Dandim 0619 Purwakarta, Letkol Inf Yogi Nugroho menyebut keberhasilan pelaksanaan pemilu serentak di Purwakarta tak lepas dari sinergitas yang baik antara penyelenggara, pihak keamanan, pemerintah daerah serta masyarakat yang menjadi pemilih. “Ini menunjukkan bahwa masyarakat Pur wakarta sudah merasakan aman dan nyaman dalam berdemokrasi,” tuturnya. Pada Pemilu 2019 di Purwakarta, sekitar 170 personel gabungan dikerahkan. Meskipun hasil rekapitulasi sudah dikirim dari KPU Purwakarta ke provinsi, namun pengamanan kotak suara tetap dilakukan. “Pegangamaman masih tetap dilaksanakan, baik di KPU, Bawaslu, maupun di gudang logistik,” imbuh Dandim. Dia melanjutkan, apabila situasi tetap dalam suasana kondusif, maka secara bertahap personel akan ditarik. Semenatara itu, baliho ucapan selamat bagi capres dan cawapres nomor urut 02 sempat terpasang di Kabupaten Purwakarta. Baliho tersebut tepatnya terletak di depan Pasar Rebo, Jalan Kapten Halim, Nagri-

ISTIMEWA

SOROT: Baliho ucapan selamat bagi capres dan cawapres nomor urut 02 sempat terpasang di Kabupaten Purwakarta. Baliho tersebut tepatnya terletak di depan Pasar Rebo, Jalan Kapten Halim, Nagrikaler, Purwakarta, Jumat (3/5).

kaler, Purwakarta, Jumat (3/5). Padahal keputusan resmi dari KPU RI mengenai capres terpilih pada pemilu serentak 2019 belum diumumkan. Semenjak terpasang, baliho itu menjadi bahan tontonan warga. Tak sedikit pula mereka mengabadikan baliho itu dengan kamera smartphone lalu mengungahnya ke media sosial. Selain berada di depan pasar tradisional, pertigaan itu pula menjadi terminal bayangan ang-

kot yang menuju berbagai wilayah di Purwakarta. Pada baliho besar itu ada tulisan yang mengatasnamakan masyarakat Purwakarta. “ S e g e n a p Ma s y a ra k a t P u r w a k a rta Mengucapkan: Selamat Atas Kemenangan Prabowo Sandi” Diketahui, pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih suara terbanyak di Kabupaten Purwakarta mengalahkan petahan Jokowi-Ma’ruf yang

menurut real count nasional yang sedang berjalan dan quick qount sebaliknya menang atas Prabowo-Sandi. “Kami telah menuntaskan rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2 0 1 9 . Ha s i l n y a Pa s a n gan Calon Nomor Urut 02 unggul di Pur wakarta,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purwakarta Ahmad Ikhsan Faturrahman saat dihubungi di Purwakarta, Jumat (3/5). Sesuai dengan rekapitu-

lasi penghitungan suara Pilpres 2019, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul di Purwakarta dengan jumlah sebanyak 406.988 suara. Sedangkan pasangan Joko W i d o d o - M a’ r u f A m i n mendapatkan 155.863 suara. Total surat suara yang masuk berjumlah 579.900. Dari jumlah tersebut, lanjut dia, sebanyak 562.851 suara dinyatakan sah dan sisanya, 17.049 suara, dinyatakan tidak sah. (bbs/mhs)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook