Skip to main content

Karawang Bekasi Ekspres, 30 Agustus 2019

Page 1

Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang www.karawangbekasiekspres.co.id

JUMAT, 30 AGUSTUS 2019

@korankarawangbekasiekspres

HARGA Rp3.000

Kejaksaan Jangan Diam Saja

PILKADA 2020...

YOGIE/KBE

PENJAJAKAN: Para pengurus DPC PKB Karawang mendatangi Kantor DPD PAN Karawang.

PKB Rayu PAN Jadi Koalisi KARAWANG-Bersiap-siap menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Karawang, yang akan digelar tahun 2 0 2 0 m e n d at a n g , D P C P K B Ka raw a n g lakukan roadshow politik, dengan mengajak DPD PAN Karawang untuk membentuk

Harus Usut Proyek yang Diduga Bermasalah KARAWANG- Ketua LSM Lodaya, Nace Permana meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang untuk pro aktif menangani kasus proyek peningkatan Jalan Interchange Karawang Barat dengan anggaran sebesar

Rp 29 miliar. Dalam proyek tahun 2018 itu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan unsur kerugian negara sebesar Rp2,1 miliar. Hanya saja hingga saat ini kejaksaan terkesan tutup mata dengan kasus yang cukup menghebohkan ini. “Kejaksaan harusnya pro aktif mencari tahu kebenaran informasi itu, apakah benar ada dugaan korupsi atau hanya sekadar kesalahan administratif saja.

Banyak kasus yang disampaikan masyarakat melalui media sosial misalnya, tapi tidak ada respon dari kejaksaan. Kalau terus seperti ini aparat kejaksaan bakal kehilangan kepercayaan dari masyarakat. Nace Permana

Masyarakat Karawang tentunya ingin tahu karena itu proyek besar yang sudah menjadi perbincangan. Selama ini saya menilai kejaksaan itu responnya lemah terkait kasus dugaan korupsi yang sering dibicarakan masyarakat,” ujar Nace kepada wartawan, kemarin. Nace mengatakan, temuan BPK harusnya menjadi pintu masuk aparat kejaksaan untuk mencari tahu ada tidaknya kasus korupsi dalam proyek tersebut.

Sejauh yang diketahuinya banyak temuan BPK yang lewat begitu saja dan kemudian hilang. “Harusnya itu direspon dan kemudian jelaskan kepada masyarakat hasilnya seperti apa, bukan dibiarkan saja. Jangan menunggu laporan masyarakat menjadi alasan untuk menangani kasus dugaan korupsi,” ungkapnya. Lanjut Nace, tugas kejaksaan itu di Karawang itu meminimalisr kasus Ke Hal...7

Wih, Baliho Gina Mulai Bertebaran

Ke Hal...7

YOGI/KBE

KARAWANG - Memasuki tahun politik pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karawang pada 2020 mendatang, suasana politik mulai menghangat. Setelah Bupati Cellica memasanga billboard di berbagai pelosok Karawang, mulai kemarin baliho bertuliskan Gina Fadlia Swara Bupati Karawang 2020 pun mulai marak dipasang. Yang terpantau KBE misalnya di sepanjang jalan utama Rengasdengklok. Tampak baliho yang berukuran paling besar terpasang di pusat Kota Rengasdengklok di bekas Kantor Koramil lama. Saat ditelusuri KBE, KetKe Hal...7

MULAI RAMAI: Baliho Gina Swara berukuran besar mulai terpasangan di titik utama Kota Rengasdengklok.

20 Rumah Tertimbun Limbah Minyak KARAWANG - Pencemaran oil spill di perairan Karawang belum teratasi. Kini sekitar 20 kepala keluarga mengungsi dari rumah mereka. Sebab tumpahan minyak masuk ke celah-celah rumah. Alhasil sebagian rumah warga penuh oleh minyak mentah. “Baunya sangat menyengat. Saya nggak kuat, dan saya khawatir kesehatan anak saya,” ujar Darsa, warga Dusun Cemara 2 RT03, RW03, Desa Cemarajaya Utara, Kecamatan Cibuaya, Karawang melalui sambun-

gan telepon, kemarin. Lanjut Darsa, minyakminyak itu datang seiring dengan gelombang pasang pada Rabu malam (28/8). Sekira pukul 19.00 WIB, kata Darsa, gelombang air laut naik dan sampai masuk ke rumahnya. “Minyak-minyak terbawa air dan terus masuk ke celah-celah rumah dari malam sampai pagi, sehingga dapur dan toilet penuh oleh minyak,” jelasnya. Darsa tinggal di Dusun Cemara 2, pemukiman padat penduduk itu, dikenal Ke Hal...7

ISTIMEWA

DORONG: Massa minta DPRD mendorong Proses Hukum Kasus PDAM di Kejati.

Kasus PDAM dan Ayam untuk Anggota Dewan KARAWANG- Puluhan massa pengunjukrasa yang mengatasnamakan Independen Masyarakat

Karawang Bersatu (IMKB), Kamis kemarin, memberikan ayam kampung dan Ke Hal...7

Ketika Keluarga Penderita Kanker Berbagi Kesedihan

Pengobatan Panjang Tak Cukup dengan BPJS Kesedihan tergambar dari raut Indra Rukmana, warga Kamurang Kecamatan Tirtajaya saat mendampingi istrinya datang ke Rumah Dinas Wakil Bupati, Kamis kemarin. TIM REDAKSI, KARAWANG

DI depan wakil Bupati Ahmad Jamaksary (Jimmy) Indra menumpahkan keluh kesah selama mendampingi istrinya yang menderita tumor ganas payudara selama berobat ke RSCM Jakarta dengan fasilitas BPJS. Sampai kini istrinya masih harus berobat jalan di RSCM dan ia mengaku sangat kesulitan untuk menjalani pengobatan itu karena terbentung biaya. Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492

Dalam satu tahun ini, Indra mengaku tidak mampu lagi mencari biaya dan ongkos untuk mengobati istrinya. Karena proses pengobatan penderita kanker yang panjang. Dari mulai biaya makan, ongkos dan sewa kontrakan yang dekat dengan RSCM di Jakarta. “Memang saya besama istri memilih kos-kosan di belakang RSCM dari pada harus Ke Hal...7

ISTIMEWA:

SEDIH: Indra Rukmana yang istrinya menderita tumor ganas saat berbagi pengalaman dengan Wabup Jimmy. email: karawangbekasiekspres@gmail.com,

redaksikarawangbekasi@gmail.com


OPINI

JUMAT, 30 AGUSTUS 2019

2

Antisipasi Spekulan Tanah Oleh SOELAEMAN SOEMAWINATA SEJUMLAH hal harus diantisipasi seiring dengan rencana pemindahan ibu kota negara. Dari sisi properti dan lahan, salah satu yang harus dicermati adalah kemungkinan hadirnya para spekulan tanah. Meski dipastikan seluruh lahan akan dikelola pemerintah, risiko kehadiran spekulan tetap ada. Namun, hal itu bisa diminimalkan sejak awal. Pemerintah diharapkan

memberikan kebijakankebijakan yang mendukung supply dan demand. Sebab, kondisinya bergantung pada banyak hal. Mulai kondisi pasar, pengembang, hingga konsumen. Yang penting, pemerintah bisa mengontrol dan mengantisipasi adanya spekulan tanah. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari spekulan ialah membuat regulasi untuk pengaturan lahan dan kontrol harga tanah seperti land agreement. Kepastian lahan

dan kontrol harga diperlukan agar pengembangan perumahan dan permukiman tidak terbebani dengan harga lahan. Dengan begitu, harga rumah yang dijual terjangkau oleh konsumen. Konsumen tersebut juga bukan hanya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tetapi juga untuk rumah menengah sampai rumah besar. Semua elemen harus bisa diakomodasi. Apalagi, saat ada ASN yang pindah ke ibu kota baru, kebutuhan hunian itu bukan

sebatas untuk MBR. Antisipasi adanya spekulan tersebut nanti juga akan memengaruhi harga properti. Jika pemerintah sudah

bisa melakukan langkah antisipasi, tentu harga properti di ibu kota yang baru akan tetap terukur. Bagaimana dengan Jakarta? Setiap perubahan tentu akan menciptakan koreksi pada hal-hal lain. Tapi lambat laun pasti akan mencapai titik keseimbangan baru. Asalkan jangkar-jangkar ekonomi tidak pindah dari Jakarta, roda ekonomi tetap berjalan dan iklim investasi di Jakarta akan tetap menarik. Sejauh ini REI mendukung

kebijakan pemindahan ibu kota. REI saat ini menunggu bagaimana kepastian hukum untuk pihak swasta. Dengan adanya kepastian hukum dari pemerintah, kami selaku pihak swasta pasti segera masuk. Sebab, pemindahan ibu kota tentu akan memunculkan sentra pembangunan baru di luar Jakarta. Tapi, jangan lupa juga untuk melakukan perencanaan terkait dampak lingkungan. Itu penting karena posisi sekarang,

meski tanahnya berupa hutan lindung, kondisinya juga tidak bisa dikatakan baik sekali. Namun, itu s emua bisa di-develop hingga menjadi lebih terpelihara dan lebih bagus. Kalau itu semua sudah dilakukan, dampak sosial ekonomi akan terjadi, yakni bisa membuka lapangan kerja yang luas. Tidak hanya untuk pendatang, tapi yang paling penting adalah kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. (*) *) Ketua DPP REI

kabut. Telepon genggam bergetar, berdering di atas ranjang. Dyah. Istrinya. ”Sudah sampai?” ”Sudah, Sayang. Ini di penginapan.” ”Jangan lama-lama.” ”Lho, baru juga sampai.” ”Ini meronta-ronta terus. Mules-mules. Sepertinya ingin segera lahir.” ”Kata dokter kan seminggu lagi.” ”Dokter kan bukan Tuhan. Aku takut. Aku kangen.” ”Tenang. Sehari juga beres, kok. Ini kerjaan gampang. Besok malam juga pulang.” Murtopo memang sialan! Umpat Dadang sambil melempar tubuh ke ranjang. Murtopo pahlawan Kota Owah. Dadang terkekeh. Edan. Pelukis sableng itu dipuja-puja di kota yang pantang ia injak lagi. Kemarin Murtopo menelepon ingin bertemu. Lagi kumat gairah melukisnya. Murtopo ingin melukis pengemis di kota kelahirannya untuk melengkapi lukisanlukisan pengemis yang akan dipamerkan dalam pameran tunggalnya di luar negeri. Baru Dadang

mengerti kenapa dia tidak pergi sendiri ke kota ini. Dia termakan sumpah sendiri. Tapi, di sisi lain, ini rezeki bagi Dadang ya ng ke l ab a ka n m e ng ha d ap i ke l a h i ra n a na k pertamanya. Sama-sama membutuhkan. Yang jadi sialan itu ya Murtopo ingin hari itu juga Dadang b e ra n g k a t . S e p e r t i t a k peduli cerita Dadang tentang kondisi Dyah yang menanti hari melahirkan. Murtopo memang tak pernah menikah. Mana dia t a hu k e c e ma s a n c a l o n bapak. Dadang akhirnya menurut setelah segepok uang dilempar Murtopo ke udara. Segepok uang yang lekas ditangkap dan dipeluk oleh Dadang. Hati Dadang sedikit tenang teringat celoteh Ari tentang musim pengemis, bahkan pesta pengemis, yang sedang berlangsung di kota ini. Hal yang mustahil baginya. Apalagi di kota demikian asri dan menawan. Memang di kota mana pun pengemis selalu hadir seperti warna abadi. Barangkali ini yang membuat Murtopo begitu terobsesi pada pengemis. (*)

Potret Pengemis Cerpen: Toni Lesmana

DADANG berdiri di bordes sejak terdengar pemberitahuan kereta akan memasuki Stasiun Owah. Larut malam. Kabut di luar jendela. Kabut tebal. Kereta api berhenti dalam gulungan kabut. Udara dingin menyambut Dadang yang berjalan mencari pintu keluar stasiun, bangunan kuno yang seluruhnya dibalur warna ungu. Sebuah jam bulat di atas pintu yang tinggi, seperti beku. Sepi. Sampai di pelataran parkir yang bersih, kabut menipis. Lampu-lampu temaram. Beberapa motor terparkir rapi. Sebuah warung kopi.

Dadang tersenyum. Sepuluh jam perjalanan yang cukup melelahkan sudah semestinya dirayakan dengan secangkir kopi. Ia melangkah sambil mengikat rambut panjangnya. Ransel di punggung dan kamera tergantung menyentuh perut yang mulai buncit. ”Mas ini wartawan, ya?” sapa ramah seorang pemuda yang sama-sama sedang menghadap cangkir kopi. Wajahnya segar dan riang. Seperti itu juga paras ibu pemilik warung. Seperti bercahaya. Dadang menggeleng. Dihirupnya aroma kopi sebe-

lum hati-hati meminumnya. Ia sodorkan bungkusan rokok. Pemuda gundul membalasnya dengan senyuman. Tampak sungkan menarik sebatang rokok. ”Saya cuma kuli, Dik. Kebetulan ada kerjaan di sini.” ”Kuli kok kayak mau pelesiran begini, Mas. Baru kali ini ke Kota Owah?” Kali ini Dadang mengangguk. Sambil bercakap Dadang sesekali melihat cahayacahaya dari bangunan yang terbalut kabut tipis. Begitu rapi. Rumah-rumah berjajar, tenteram, dan lelap. Jalanan lebar. Trotoar terbebas dari sampah. Di pertigaan samar terlihat sebuah patung dalam kucuran air mancur dan lampu warnawarni. ”Memotret pengemis di kota ini?” Ari, begitu nama pemuda gundul yang ternyata tukang ojek, seakan tersentak. Heran. ”Kenapa?” Dadang teringat reaksi istrinya ketika ia mengatakan hal yang sama. ”Heran saja. Kok pas sekali. Ini kan musimnya pengemis di sini. Kok milih kota ini, Mas? Di kota-kota lain juga pasti banyak.” ”Musim pengemis?”

”Lebih tepatnya pesta pengemis.” ”Hahaha! Menarik ini. Pantas Murtopo menyuruhku langsung berangkat.” ”Murtopo? Murtopo yang pelukis itu? Pelukis yang melulu melukis pengemis?” ”Lho?” ”Siapa tak kenal Murtopo di kota ini, Mas. Dia pahlawan bagi kami. Tak ada tokoh yang paling dibanggakan selain Murtopo. Dia mengharumkan nama Kota Owah sampai ke luar negeri. Konon, dia juga yang paling rajin menyumbang untuk pembangunan. Dia panutan di kota ini, Mas. Di sini, ada banyak bayi yang lahir diberi nama Murtopo.” ”Anak saya juga saya namai Murtopo agar bisa tangguh dan ampuh seperti dia.” Timpal ibu pemilik warung kopi yang dari tadi tampak seperti memejamkan mata. ”Sialan Murtopo!” batin Dadang sedikit iri. Diteguknya sisa kopi sampai habis. ”Sumpahnya itu lho, Mas, yang sangat terkenal. Anakanak kecil juga menghafalnya sambil bermimpi bisa seberani itu.” ”Sumpah? Murtopo punya

RUMAH SAKIT 1.

RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang

0267-414520 0267-414521 0267-414522

2.

RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang

267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472

3.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang

0267-640444 0267-640445 0267-640666

4.

RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang

0267-402855 0267-406445 0267-412246

5.

RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat

0267-414245 0267-414264 0267-414306

BPKB MOBIL AVANZA NOPOL : B 1192 KMJ A/N JAINIH JAMALUDIN, ALAMAT KEL. JATILUHUR RT 002 RW 011 JATIASIH BEKASI BPKB SEPEDA MOTOR SUPRA NOPOL B 6102 KUJ A/N DADI KUSDIMAN HILANG SHM NO 00457 A/N ABDUL HADI LUAS 90 M2 LOKASI JL R 25 DS SETIADARMA KEC TAMBUN SELATAN KAB BEKASI

TELAH HILANG BPKB SEPEDA MOTOR JUPITER Z NOPOL B 3528 KEN A/N AFIF FATURRAHMAN TELAH HILANG BPKB SEPEDA MOTOR SUPRA NOPOL B 6102 KUJ A/N DADI KUSDIMAN

TELAH HILANG BPKB SEPEDA MOTOR SUZUKI SHOGUN NOPOL B 3756 FY A/N DADI KUSDIMAN ALAMAT : RT 002/011 JATILUHUR JATIASIH BEKASI TELAH HILANG BPKB MOBIL AVANZA NOPOL : B 1192 KMJ A/N JAINIH JAMALUDIN, ALAMAT KEL. JATILUHUR RT 002 RW 011 JATIASIH BEKASI

BPKB SEPEDA MOTOR JUPITER Z NOPOL B 3528 KEN A/N AFIF FATURRAHMAN BPKB SEPEDA MOTOR SUZUKI SHOGUN NOPOL B 3756 FY A/N DADI KUSDIMAN ALAMAT : RT 002/011 JATILUHUR JATIASIH BEKASI

sumpah?!” Dadang tak jadi menyulut rokok. ”Mas ini benar kawannya? Masa, tidak tahu. Sumpah yang ini,” Ari mendadak berdiri di atas kursi, ibu pemilik warung juga ikut berdiri, mereka mengangkat tangan kiri, serempak berkata. ”Sekali pergi meninggalkan kampung halaman pantang pulang sebelum mati.” Dadang terbengong-bengong. Sampai dia lupa mengabadikan momen ajaib tersebut. Peristiwa yang mungkin hanya akan terjadi di Kota Owah. Tidak mungkin ada di kota-kota lainnya. Bahkan di seluruh kota negeri adil dan makmur ini. Di penginapan Dadang tak bisa tidur. Dari jendela kamar di lantai 3 itu, ia mengintip sebagian kota dalam selimut kabut. Di bawah bayang gedung-gedung tinggi yang dihias lampu warna-warni, Kota Owah tampak tenteram dalam benderang lampu-lampu yang tersebar penuh warna. Di sebagian tempat, lampu seperti rumpun-rumpun pelangi. Bentangan jalan tak kalah semarak cahaya. Kota yang megah dalam selimut


JUMAT, 30 AGUSTUS 2019

Semangat Baru Urang Subang

Subang Paling Cocok IMBAUAN BUPATI Berdasarkan Surat Edaran bernomor KS.01/380/Kesra per tanggal 27 februari 2019: Mengistruksikan setiap instansi pemerintahan menggelar penggalangan dana “Peduli Thalsemia” menindaklanjuti data yang dirilis Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI/ POPTI) saat ini ada sebanyak 129 penyintas thalasemia yang tersebar di 30 kecamatan se-Subang.

Calon Lokasi Ibu Kota Baru Jabar Dekat Kereta Cepat & Pelabuhan Patimban

Adapun penyerahan bantuan dana dapat diserahkan ke Bagian Kesra Setda Subang atau via transfer ke rekening a/n Peduli bencana Kab.Subang: 0092084965100. Demikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

BANDUNG- Gubernur Jabar Ridwan Kamil mau memindahkan ibu kota dari Bandung ke daerah lain. Tiga calon daerah ibu kota baru itu lokasinya berdekatan dengan proyek Kereta Cepat Bandung-Jakarta dan Pelabuhan Patimban. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan sejauh ini ada opsi daerah yang dipertimbangkan yaitu Tegalluar (Kabupaten Bandung) dan Walini (Kabupaten Bandung Barat) dan Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka). “Sudah ada persetujuan (DPRD) wacana (pemindahan) pusat pemerintahan untuk dikaji dulu di beberapa lokasi. Ada di Tegalluar, Walini, atau Rebana (Kertajati),” kata RK kepada wartawan di Bandung, Kamis (29/8/2019). Tiga wilayah tersebut dalam beberapa tahun mendatang memang akan menjadi pusat pengembangan ekonomi baru. Ada sejumlah proyek pembangunan infrastruktur besar. Sebut saja wilayah Tegalluar (Kabupaten Bandung) dan Walini (Kabupaten Bandung Barat) yang akan dilalui kereta cepat Jakarta-Bandung. Keberadaan kereta cepat akan ber-

Bupati Subang Ruhimat

OPERASI PATUH

7 Sasaran Razia Lalin SUBANG- Rencananya, Operasi Patuh Lodaya akan berlangsung selama 14 hari, terhitung dari tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019. Satuan Polisi Lalu Lintas di seluruh Polres akan menggelar Operasi Patuh Lodaya 2019. Operasi akan digelar selama 14 hari mulai 29 Agustus sampai 11 September 2019. Ada tujuh sasaran dalam operasi Patuh Lodaya itu . Diantaranya pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, pengemudi yang masih di bawah umur, dan pengemudi yang mabuk. Kemudian para pengendara yang melebihi batas kecepatan, menggunakan Handphone saat berkendara, tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt) dan melawan arus. Operasi ini diharapkan dapat memberikan kesadaran masyarakat, dalam mematuhi aturan lalu lintas. Selain itu dapat mengurangi angka kecelakaan. (fri)

dampak terhadap ekonomi dan pembangunan di sekitarnya. Selain itu, Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka) juga diproyeksikan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Khususnya di Subang, akan dibangun Pelabuhan Patimban. Keberadaan pelabuhan ini akan berdampak terhadap ekonomi sekitar.

Meski begitu, RK masih membuka opsi daerah lainnya sebagai calon ibu kota baru menggantikan Bandung. “Terbuka (wilayah lain) sebenarnya, tapi sementara tiga tempat itu,” jelas Gubernur. Ia juga menuturkan alasan pemindahan ini tak berbeda dengan pemindahan ibu kota negara Jakarta ke Kaltim. Menurutnya Kota

kota akan dikaji dalam enam bulan ke depan. Ada beberapa aspek yang dipertimbangkan di antaranya risiko bencana, aksesibilitas, tingkat ekonomi, hingga ketersediaan air. “Kajian dilaksanakan 6 bulan ke depan. Semua kemungkinan butuh kajian, minim risiko, aksesibilitas, tingkat ekonomi, ketersediaan air dan lainnya,” ujar pria berkacamata itu. (bbs/red)

16 Pengedar Narkoba Dibekuk Satnarkoba

PARIWISATA Lanud Suryadarma Jadi Obyek Wisata SUBANG- Lanud (landasan udara) Suryadarma Kalijati, kini menjadi basis atau pangkalan TNI AU. Di Lanud Kalijati tepatnya di Taman Dirgantara wisatawan bisa melihat langsung deretan pesawat bersejarah yang salah satunya pernah terlibat dalam Perang Dunia II. Lanud Kalijati adalah salah satu pangkalan udara pertama yang ada di Indonesia. Dikenal karena Perjanjian Kalijati, yakni perjanjian antara pemerintah Jepang dan Belanda di tahun 1942. Jepang yang tergabung dalam Negara Poros (Jerman - Italia Jepang) berambisi untuk menguasai Asia. Jepang lalu menyerbu Hindia - Belanda, termasuk Jawa. Tak berdaya menghadapi serbuan kilat Jepang, pada tanggal 8 Maret 1942, Belanda menyerahkan kekuasaanya kepada Jepang, yang dikenal dengan Perjanjian Kalijati. Hindia Belanda (nama Indonesia sebelum merdeka) pun akhirnya jatuh ke tangan Jepang. Perjanjian Kalijati antara Jepang dan Belanda tersebut berlangsung di sebuah rumah yang berada di dalam kompleks Lanud Kalijati. Rumah tersebut kini disebut Rumah Sejarah Kalijati. Selain Rumah Sejarah, di Lanud Kalijati juga saat ini terdapat Taman Dirgantara, yakni sebuah taman yang dilengkapi dengan ornamen berupa pesawat udara asli, yang satu diantaranya pernah digunakan dalam Perang Dunia II. Taman Dirgantara Lanud Kalijati sendiri tentunya menjadi sebuah taman pendidikan sarat sejarah, yang bisa memberi edukasi terutama pada para pelajar dan anak sekolah usia dini. Di Taman Dirgantara Lanud Suryadarma Kalijati Subang Jawa Barat, terdapat tiga pesawat yang masing-masing adalah pesawat Cessna - 180, Locheed L - 21 dan Helikopter Bell 47 G/Bell Soloy. (bbs/fri)

Bandung sudah tidak ideal lagi menjadi pusat pemerintahan Jabar. “Pada dasarnya secara fisik Kota Bandung sama seperti Jakarta, sudah tidak cocok lagi melayani pusat pemerintahan. Contohnya kantor-kantor pemerintahan cekclok (terpisah) dan tidak produktif,” ucapnya. Emil mengatakan, rencananya pemindahan ibu

Tingkatkan Kerjasama Daerah SUBANG- Bertempat di Aula Hotel Betha Subang, d i l a k sa na ka n ke g i at a n Sosialisasi Implementasi Kerja Sama Daerah dan Kerja Sama Dengan Pihak Ketiga yang diselenggarakan Sub. Bagian Kerjasama pada Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Subang. Kamis (29/8/2019) Kasubag Kerja sama Setda Kabupaten Subang Anita Marviana menyampaikan laporannya bahwa tujuan kegiatan ini dapat mendorong tumbuhnya prakarsa dan peran aktif perangkat daerah, masyarakat dan swasta serta meningkatkan optimalisasi pengelolaan potensi daerah. “Tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada Apartur Sipil Negera tentang peraturan pemerintah

no 28 Tahun 2018 tentang kerjasama daerah,” ujarnya. Dalam kegiatan sosialisasi tersebut hadir sebagai pemateri dari Biro Pemerintahan dan Kerjasama Setda Jabar Anye Ardyane Putri. Poin penting dari narasumber ini yaitu memaparkan materi yang terkandung dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2018 tentang Kerja Sama Daerah. Dalam PP ini disebutkan, Kerjasama daerah adalah usaha bersama antara daerah, antara daerah dan pihak ketiga, dan/atau antara daerah dan lembaga atau pemerintah daerah di luar negeri yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik serta saling menguntungkan. Kerjasama daerah den-

gan daerah lain, yang selanjutnya disingkat KSDD, menurut PP ini, adalah usaha bersama yang dilakukan daerah dengan daerah lain dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah untuk kesejahteraan masyarakat dan percepatan pemenuhan pelayanan publik. Regulasi Kerja sama daerah dengan pihak ketiga (KSDPK) PP No. 28 tahun 2018 tentwng kerjasa sama daerah. PP No. 27 Tahun 2014 tentang pengelolaan barang milik negara / daerah lermendagri No. 19 Tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah. Perpres No. 38 Tahun 2015 tentang kerjasama pemerintah dengan badab usaha dalam penyediaan infrastruktur. (fri)

SUBANG- Jajaran Satuan Narkoba Polres Subang berhasil mengamankan 16 pelaku kejahatan peredaran narkoba yang beraksi di beberapa wilayah hukum Polres Subang termasuk barang buktinya berupa sabu dan ganja. “Kita amankan sebanyak 102 gram atau 1 ons sabu, dan jenis ganja sebanyak 2.485 gram/2,5 Kg dari beberapa TKP diantaranaya di wilayah Ciasem, Kalijati, Pagaden dan Sagalaherang,” kata Kapolres Subang, AKBP M Joni didampingi Kasatnarkoba, AKP Wahyu Agung kepada wartawan, Kamis (29/8/2019). Disebutkan, pengungkapan jajaran Satnarkoba dibawah pimpinan Kasat yang baru bertugas ini berawal dari adanya informasi masyarakat kalau di wilayah Pantura banyak beredar narkotika. Setelah dilakukan penyidikan dan pengembangan akhirnya satu persatu tersangka berhasil diamankan. “Selama bulan Agustus ini kita amankan 16 tersangka dengan rincian, 12 orang penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan 4 tersangka penyalahgunaan narkotila jenis ganja,” ungkapnya. Semua barang bukti yang

berhasil diamankan ternyata berasal dari pemasok luar kota, baik itu mungkin dari Jakarta termasuk wilayah kabupaten lain. Untuk mengantisipasi ini pihaknya akan terus melakukan peningkatan operasi rutin guna pengungkapan dari hasil penyelidikan di wilayah Polsek. Dari ke 16 orang tersebut terdapat 4 orang tersangka residivis yang baru 1 bulan keluar dari penjara dengan kasus perkara curanmor, tetapi beralih ke masalah narkotika berinisial AB alias B. Kemudian WS alias OG husus narkoba, lalu JN alias JD kasus narkoba dan WK alias BK kasus ranmor. Ke 4 orang tersebut merupakan warga Dawuan. Mereka yang kini diamankan dalam sel Mapolres dijerat pasal 114 ayat 2 jo pasal 112 ayat 2 jo pasal 111 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati untuk pengedar. Pasal 114 ayat 1 jo pasal112ayat 1 jo pasal 111 ayat 1 UU RI No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahundan maksimal 15 tahun bagi yang menyimpan atau memakai.(fri)

Walikota Gimcheon Korea Selatan Kunungi Subang

Bupati Ajak Mr. Kim Choong Sup Adu Panco SUBANG-Walikota Gimcheon Provinsi Gyeongsanbuk-do Korea Selatan Mr. Kim Choong Sup, Ketua dan Delegasi DPRD Kota Gimcheon serta tim Saemaul Globalization Fondation kota Gimcheon kembali datang ke Kabupaten Subang. Kedatangan mereka untuk meningkatkan jalinan kerjasama antara Kota Gimcheon dengan Kabupaten Subang dalam berbagai bidang. Bupati H. Ruhimat didampingi Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi menerima langsung kunjungan rom-

bongan Walikota Gimcheon (28/8/19) di Rumah Dinas Bupati Subang. Bahkan saking akrabnya sempat mengajak adu panco sang walikota. Pertemuan dilanjutkan ke tempat wisata dirgantara Bukit Santiong Ciater untuk mencoba tandem paralayang. Dan untuk malam harinya dilaksanakan gala dinner di Fave Hotel Subang. Bupati H. Ruhimat dalam sambutannya merasa bangga atas kunjungan dan kerjasama yang terjalin antara kota Gimcheon dengan Kabupaten Subang.

Bupati juga mengucapkan tetima kasih pada walikota yang telah memberi bantuan kepada Kabupaten Subang baik dalam bentuk fisik (bangunan) maupun non fisik (pelatihan). Bantuan –bantuan tersebut antara lain pengobatan gratis, pelatihan kepada para dokter dan perawat RSUD Kabupaten Subang, pemberdayaan masyarakat dalam bentuk Saemaul Undong dan pembangunan rumah produksi pakan ikan yang pada tanggal 28 Agustus 2019 akan diresmikan oleh Walikota Gimcheon.

“Kami berharap persahabatan ini dapat terus ber-

langsung hingga masa-masa yang akan datang, sehingga

kedua belah pihak dapat merasakan manfaat yang besar dari persahabatan ini”, imbuh Bupati Subang. Walikota Gimcheon Mr. Kim Choong Sup dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedatangannya ke Subang untuk mengunjungi desa binaan sister city saemaul undong Gimcheon dan meresmikan pabrib produksi pakan ikan di Tanjungwangi Cijambe Subang. Harapanan kedepannya Walikota Gimcheon berharap bahwa kota Gimcheon dan Subang lebih terjalin baik

kerjasama dalam bidang pertanian, perekonomian dan lainnya. Maka daripada itu dengan kerjasama sister city saemaul undong diharapkan mampu membantu dan menjadi Subang maju seperti kota Gimcheon. Pada gala dinner tersebut dilaksanakan Penyematan brevet yang dilakukan langsung oleh Danlanud Suryadarma Marsma I Wayan Silaba disaksikan oleh Bupati Subang H. Ruhimat, unsur Forkopimda Subang, dan tamu undangan lainnya.(fri)


PENDIDIKAN

JUMAT, 30 AGUSTUS 2019

4

Lulusan Terbaik Poltek KP Diguyur Beasiswa Cellica : Beasiswa Penuh Sampai S1 KARAWANG – Untuk pertama kalinya, Politeknik Kelautan dan Perkinanan (Poltek KP) Karawang, menggelar wisuda. Sebanyak 70 taruna terbaik angkatan pertama, dinyatakan lulus dengan nilai sangat baik. Pada kesempatan itu, Bupati Karawang, Cellica Nurracahadiana hadir, untuk mewisuda taruna Poltek KP Karawang. Tak hanya menghadiri, pada kesempatan itu. Cellica juga berkomitmen, untuk memberikan beasiswa penuh, kepada seluruh lulusan terbaik Poltek KP Karawang. Sampai mereka lulus S1 nanti. “Semua lulusan terbaik, beserta anak yatim-piatu, akan mendapat beasiswa penuh dari saya. Sampai lulus S1,” ungkap Cellica dalam sambutannya, kemarin (29/8). Cellica menjelaskan, ada tiga wisudawan terbaik, dua taruna teladan dan t i ga a na k yat i m -p i at u ,

yang lulus tahun ajaran 2019/2020 di Poltek KP Karawang, akan mendapat beasiswa dari bupati, sebesar Rp. 20 juta per tahun. “Semoga beasiswa ini menjadi penyemangat. Agar kelak, mereka bisa menjadi motor penggerak perubahan, untuk sektor perkinan dan kelautan di Indonesia. Khususnya, di Kabupaten Karawang,” ujarnya. Sementara, Direktur Poltek KP Karawang, Aef Permadi berharap, setelah menimba ilmu di Poltek KP Karawang, sebanyak

70 taruna dari tiga program studi, diantaranya 19 tar una prodi teknik penangkapan ikan, 28 taruna teknik pengolahan produk perikanan dan 23 taruna teknik kelautan. Bisa masuk dan diterima dalam dunia industri, usaha, maupun di lingkungan masyarakat. “Kami berharap mereka bisa berkembang di dunia industri. Terutama, di bidang wirausaha. Karena, semasa mereka menimba ilmu. Kami fokus mendidik mereka, untuk jadi enterpreneur,” imbuhnya. (wyd)

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

WISUDA : Foto bersama Bupati Cellica Nurrcahadiana, dengan wisudawan terbaik Politeknik Kelautan dan Perkinan Kabupaten Karawang. Usai prosesi wisuda.

WSC Rusia, Siswa SMK Sabet 15 Medali

AMDN Desak Pemerintah Dukung Dosen Lanjutkan Doktoral ALIANSI Mahasiswa Doktor Nusantara (AMDN) mendesak pemerintah mendukung semangat para dosen yang ingin melanjutkan pendidikan doktoral. AMDN sendiri merupakan kumpulan mahasiswa program doktoral yang tergabung yang saat ini sedang menempuh pendidikan doktoral di berbagai kampus negeri di Indonesia. “Visi Presiden Jokowi periode kedua ini, kan, sejalan dengan tuntutan teman-teman, yaitu membantu pemerintah mewujudkan SDM Unggul, Indonesia Maju,” ujar Koordinator AMDN, Jasril. Jasril mengatakan, para mahasiswa yang tergabung dalam AMDN merasa diperlakukan diskriminatif oleh pemerintah. Sebab, program beasiswa lebih diprioritaskan ke mahasiswa dari lulusan kampus yang sama. Hal itu berakibat biaya studi para mahasiwa doktoral yang tergabung dalam MDN ditanggung sendiri. AMDN mempertanyakan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak konsisten dengan perencanaan untuk meningkatan SDM dosen di Indonesia dalam bentuk menciptakan 500.000 doktor. “Kebijakan BPPDN bertolak belakang dengan program Nawacita Jokowi,” kata Jasril. Dia menegaskan, AMDN merasakan dirugikan karena keputusan pemerintah yang tidak membuka kembali jalur beasiswa pendidikan pascasarjana dalam negeri (BPPDN). BPPDN merupakan beasiswa yang disediakan bagi dosen tetap yang bertugas pada perguruan tinggi di bawah pembinaan oleh Kemenristekdikti seperti tahun-tahun sebelumnya. Koordinator Aksi AMDN Abdul Rasyad mempersoalkan buruknya sistem seleksi di BPPDN yang dinilai kurang transparan sehingga ditemukan beberapa mahasiswa yang double beasiswa. “Kami menyanyangkan sistem BPPDN yang dinilai kurang profesional dan transparan dalam proses seleksinya. Data kami menemukan beberapa penerima beasiswa LPDP dan BPPDN dengan tujuan kampus yang sama. Kami sarankan proses seleksi berikutnya harus diperbaiki,” ujarnya. Dia juga mendesak pemerintah pusat agar program beasiswa on going untuk dikembalikan atau dibuka kembali dengan skema bantuan pendidikan semester pertama dan kedua untuk mahasiswa tahun 2019 seperti tahun mahasiswa doktor tahun 2017. “Sebagai bagian dari stakeholder dalam mewujudkan visi SDM Unggul Indonesia Maju, kami meminta dan mendorong pemerintah memperhatikan para mahasiswa doktoral yang berasal BPPDN yang belum lulus BPPDN tahun 2019,” sebut dosen Universitas Hamzanwadi Lombok Timur itu. (bbs/rie)

Kemendikbud : GIM Dorong Masyarakat Berliterasi MEL ALUI Gerakan Indonesia Membaca (GIM). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengajak pegiat literasi bersama pemerintah daerah meningkatkan kemampuan membaca. Upaya meningkatkan minat baca ini diharapkan dapat memupuk budaya baca dan mendorong masyarakat untuk terus belajar dengan membaca. GIM merupakan salah satu program yang dianggap bisa meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung bagi masyarakat pascapemberantada buta aksara. “Program GIM juga berlaku untuk masyarakat umum lainnya,” kata Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraaan, Abdul Kahar. Kahar mengatakan, pro-

gram GIM bagi masyarakat umum yang sudah melek aksara. Diharapkan dapat mengembangkan masyarakat untuk menjadi aksarawan cerdas, kreatif dan produktif. “Oleh karena itu, GIM kami dorong dengan memberikan anggaran khusus setiap tahunnya,” ujarnya. Lanjut Kahar, dana stimulus tersebut, dapat dimanfaatkan daerah untuk menyusun grand desain program dalam meningkatkan literasi masyarakat di masing-masing daerah. Sebab, penanganan dan peningkatan budaya baca masyarakat setiap daerah akan dis esuaikan dengan ragam budaya lokal masing-masing. Kahar menyebut, hingga kini muncul banyak sekali kampung literasi yang memiliki minimal tiga taman baca masyarakat (TBM)

binaan pemerintah daerah yang bekerjasama dengan pegiat literasi setempat, baik yang diinisiasi oleh perorangan maupun organisasi yang peduli literasi menjadi bagian penting dalam program ini. “Hingga kini, sudah banyak kampung literasi yang bisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya,” tambah Kahar. Melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraaan, Ditjen Paud dan Dikmas Kemendikbud dibentuklah program residensi bagi pegiat literasi. Di mana akan ada perwakilan diantara mereka yang dimagangkan ke kampung literasi yang sudah berhasil. Tujuannya untuk belajar pengelolaan TBM dan membuat program literasi bagi taman bacaan di daerah asalnya. (bbs/rie)

SEBANYAK 15 medali pada Kompetisi World Skill Competition (WSC), (2227/8), di Kazan, Rusia. Di boyong siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indonesia. Kompetisi dan keterampilan industri ini merupakan level tertinggi bagi anak muda dari seluruh dunia. Tim Indonesia menempati peringkat ke-15 dari 62 negara peserta World Skill Competition. Dengan hasil tersebut, Indonesia berada satu tingkat di atas negara Australia yang menempati peringkat ke-16 dengan 13 medali (1 medali perak, tiga medali perunggu dan sembilan medallion for excellence). Canada yang menduduki posisi ke-17, dengan perolehan 15 medali (satu perak, 14 medallions for excellence). Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Didik Suhardi mengapresiasi perolehan yang dicapai siswa Indonesia di ajang internasional tersebut. “Prestasi siswa SMK di ajang WSC bisa memicu semangat dan motivasi bagi para siswa SMK untuk lebih

berprestasi di kancah internasional,” jelas Didik, kemarin. Lanjut Didik, ke depannya ia menargetkan untuk meningkatkan perolehan medali khususnya medali emas. Itu sebabnya, persiapan harus jauh lebih baik, sehingga secara kumulatif perolehan medali akan jauh lebih banyak. Didi mengatakan, ia berharap tahun depan Indonesia bisa meraih emas yang diidam-idamkan dengan persiapan yang lebih baik lagi. Sehingga, pola persiapan bagi para peserta akan ditingkatkan dan fokus kepada bidang yang menjadi kekuatan bagi siswa SMK Indonesia. “Persiapan untuk tahun depan harus jauh lebih baik karena ternyata negara lain persiapannya juga luar biasa,” ungkapnya. Keikutsertaan siswa SMK Indonesia dalam ajang ini adalah untuk yang kedelapan kalinya sejak menjadi anggota World Skill Competition di 2004. Keikutsertaan perdana pada 2005 di Helsinki, Finlandia. Tahun ini, sebanyak 29 bidang lomba yang diikuti perwakilan Indonesia dari 56 total bidang yang dilombakan. (bbs/rie)

Berprestasi, Anak Dorong Motivasi Intrinsik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy meminta para orang tua agar tidak memaksakan anak-anaknya masuk sekolah favorit. Jangan juga berpikir tempat anak-anak cerdas adalah sekolah favorit. “Kami masih memberikan kelonggaran untuk jalur prestasi dalam sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB). Namun, yang perlu ditekankan anak berprestasi jangan didorong dengan motivasi-motivasi yang sifatnya ekstrinsik agar nanti bisa masuk sekolah favorit atau perguruan tinggi idaman,” kata Menteri Muhadjir, kemarin. Lanjut Menteri Muhadjir, yang didorong anak berprestasi adalah motivasi intrinsik. Anak-anak

perlu didorong motivasinya mendapatkan sesuatu. “Anak-anak harus ditanamkan kesadarannya belajar itu karena tugasnya sebagai siswa. Bukan belajar untuk masuk sekolah favorit,” ungkapnya. Dia menambahkan, banyak faktor yang memengaruhi anak belajar. Bisa guru, ortu, lingkungan, kawan bermain, atau teman sebaya. Kalau semuanya saling mendukung, anak akan tahu belajar itu kewajiban. Dan, untuk mendapatkan hasil baik, dia harus belajar. “Makanya saya maunya semua sekolah jadi sekolah favorit lewat sistem zonasi. Biar anak-anak itu tidak dipaksa hanya demi memenuhi ambisi orang tua,” pungkasnya. (bbs/rie)


JUMAT, 30 AGUSTUS 2019

METRO KARAWANG

5

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

TERTANGKAP : Jajaran Satreskrim Polsek Cilamaya, berhasil membekuk buronan pencuri sepeda motor, dalam operasi Libas Lodaya 2019.

Polsek Cilamaya Ringkus Buronan Curat Motor Modus Berpurapura Berteman C I L A M AYA W E TA N – Jajaran Satreskrim Polsek Cilamaya berhasil mengungkap pelaku kasus pencurian dengan pemberatan (Curat), spesialis sepeda motor yang terjadi pada 17

Agustus 2019 lalu. Setelah membobol rumah warga Cilamaya dan menggasak satu unit sepeda motor, ponsel dan sejumlah barang berharga lainnya. Kepada KBE, Kapolsek Cilamaya, Kompol Sutedjo mengatakan, pelaku curat atas nama Fikri Firdaus (21), warga Desa Cilamaya Gi-

rang, Kecamatan Blanakan, SUbang. Telah meresahkan warganya. Pasalnya, modus yang dilakukan Fikri terbilang unik. Sebelum meperdaya korban. Ia berlagak, layaknya kawan yang sedang ingin bergaul bersama. Setelah mengenal rekannya dengan baik. Fikri sering main ke

rumah, untuk melihat-lihat situasi disana. Lanjut Sutedjo, apa bila menemukan moment yang pas. Pemuda putus sekolah itu, langsung melancarkan aksinya. Dengan membobol rumah kawannya sendiri. Untuk di ambil barang-barang berharganya.

“Pelaku terancam pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” ungkap Sutedjo kepada KBE, kemarin (29/8). Setelah tertangkap, kata Sutedjo, pelaku di tahan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Kuat dugaan, pelaku tidak hanya satu kali melancarkan aksinya. Meli-

hat modus yang dilakukan sangat terstruktur rapih. “Pelaku sudah ditahan untuk dilakukan pengembangan,” jelasnya. Sementara, Ketua Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Wetan, Ali Puja Kusuma, menambahkan, rangkaian kasus kriminalitas yang terjadi di Cilamaya, harus

disikapi dengan seksama, Pasalnya, apa bila dibiarkan, hal-hal yang menjurus pada aksi kriminal, akan selalu terjadi. “Kita harus tingkatkan keamanan. Masyarakat baiknya kembali galakan siskamling. Agar hal semacam ini, tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (wyd)

Wilayah Pesisir Jadi Perhatian Kasus Stunting

Disdukcapil Salurkan 14 Ribu Kartu Identitas Anak KARAWANG – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Karawang, Yudi Yudiawan menyebut pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 14.000 Kartu ldentitas Anak (KIA) atau Kartu ldentitas Penduduk (KIP) dengan menggandeng Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Diadikpora). “Sejak diluncurkan pada akhir tahun lalu,sudah 14 ribu KIA telah didistribusikan kepada para siswa di sejumlah sekolah di Karawang,” ucapnya kepada KBE, kemarin. Dikatakan Yudi, Disdukcapil menargetkan akhir tahun ini, seluruh siswa sekolah di tingkat SLTA/ SMP telah memiliki kartu identitas anak. Dan di tahun selanjutnya, siswa Sekolah Dasar (SD) juga ditargetkan

memegang KIA. “Mulai tahun 2020, pembuatan kartu identitas anak akan dilanjutkan dengan target anak sekolah dasar. Dari data yang diterima sebanyak 25 ribu anak sekolah dasar di Karawang,” ucapnya. Lanjut Yudi, para siswa yang ingin memiliki KIA cukup menyerahkan data ke pihak sekolah. Yang nantinya akan di kirimkan oleh pihak sekolah ke Disdukcapil Karawang. “Untuk mensukseskan program tersebut, kami selain menggandeng pihak sekolah, dan juga telah bekerjasama dengan rumah sakit, serta wahana bermain anak. Sementara untuk anak usia 0-5 tahun, pembuatan KIA akan langsung terintegrasi dengan pembuatan Kartu Keluarga serta akte kelahiran,” pungkasnya. (gie)

C I L A M AYA W E TA N – Kasus stunting di wilayah pesisir, menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Karawang khususnya Dinas Kesehatan. Yang telah sejak lama memperingatkan masyarakat tentang bahaya stunting. Untuk mencegah terjadinya kasus tersebut, Puskesmas Cilamaya menggelar acara Gebyar Stunting di Desa Mekarmaya, Cilamaya Wetan, Kamis (29/8). Kepala Puskesmas Cilamaya, Aziz Gofur melalui Kasubag Puskesmas Cilamaya, Sumari menjelaskan, kasus stunting bisa dialami oleh siapa pun. Biasanya, mulai menyerang pada anak usia 13 tahun, hingga usia 35 tahun. Karena itu, dalam acara Gebyar Stunting tersebut, Puskesmas Cilamaya fokus memberikan sosialsiasi kepada pelajar tingkat SLTP/ SLTA se-Kecamatan Cilamaya Wetan. Agar mereka mengerti bahaya stunting dan cara menghindarkan diri, dari penyakit pertumbuhan tersebut. “Gebyar Stunting merupakan program Dinkes, yang bertujuan mengajak masyarakat hidup sehat, untuk mencegah stunting,” ungkapnya kepada KBE. Sumari mengatakan, pada kegiatan tersebut juga, Puskesmas Cilamaya menunjuk pelajar terbaik

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

GEBYAR STUNTING : Pelaksanaa Gebyar Stunting Puskesmas Cilamaya, dihadiri oleh ribuan pelajar SLATP/SLTA Sedrajat se-Kecamatan Cilamaya Wetan.

dari seluruh sekolah. Untuk dijadikan sebagai Duta Stunting. Tugas mereka, kata dia, untuk mensosialisasikan kepada kawan sebayanya. Tentang penyebab stunting dan cara

menanggulanginya. “Mereka juga akan menjadi penggerak program minum tablet tambah darah, yang sudah mulai berjalan di sekolah,” ujarnya. Sumari berharap, den-

Bulog Karawang Tertibkan Suplier Beras KARAWANG – Kepala Bulog Sub Divre Karawang, Rusli menyataka, memasuki penyaluran Beras Program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang akan dilaksanakan pada September 2019 mendatang. Bulog Karawang menertibkan dan tindak tegas para suplier yang tak jelas selama ini menjadi pemasok beras bagi rakyat miskin. “Bulog berkewajiban mengelola dan menertibkan para suplier beras yang tidak jelas. Selama ini menjadi pemasok beras program untuk rakyat miskin, mengingat mulai September 2019 fungsi Bulog sebagai manajer suplier mulai efektif berlaku,” ucapnya kepada KBE, kemarin.

Dikatakannya, selama ini para suplier yang bekerjasama dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), tidak tertata dengan baik. Bahkan banyak suplier yang tidak jelas yang bisa ikut menyuplai beras untuk program BPNT selama ini. “Saya dengar suplier yang kecil-kecil itu ikutan nyuplai beras. Yang seperti ini akan kita evaluasi,” jelasnya. Lanjut Rusli, bahkan yang lebih parah selama ini harga dan kualitas dari masing-masing suplier tidak sama. Sehingga mempersulit program BPNT, menjadi tugas Bulog juga untuk melaksanakan pemerataan harga dan kualitas di tingkat suplier.

“Saat ini sudah ada beberapa suplier yang jelas sudah merapat ke Bulog, sekaligus untuk koordina-

si program BPNT per September 2019. Jika hingga akhir bulan Agustus 2019, para suplier tidak segera

merapat ke Bulog, maka akan ditinggalkan dalam p r o g r a m B P N T 2 0 1 9 ,” pungkasnya. (gie)

gan dilaksanakannya gebyar stunting di Cilamaya. Masyarakat, khususnya orang tua, menjadi pah a m. Te n t a n g d a m p a k bahaya stunting dan cara mencegahnya. “Mudah-

mudahan semuanya paham. Dan anak-anak tetap mengkonsumsi tablet tambah darah, agar terhindar dari segala macam penyakit,” pungkasnya. (wyd)


6

Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis

JUMAT, 30 AGUSTUS 2019

JABAR MAGNET INVESTASI ASING

Dinilai Perlu Siapkan SDM Berkualitas

KARAWANG- Provinsi Jawa Barat masih menjadi lokasi favorit investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), tercatat jumlah penanaman modal asing (PMA) sepanjang tahun 2018 mencapai 5,57 miliar dolar AS dengan total proyek sebanyak 4.713. Proyeksi Badan Pusat Statistik juga mencatat Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah populasi tertinggi di Indonesia, yaitu mencapai 49.9 juta jiwa pada 2020. Data ini menunjukkan pentingnya SDM Jawa Barat yang unggul serta kompetitif untuk menggarap peluang yang ada dan menarik investasi lokal maupun asing. Dengan

banyaknya investor asing yang masuk, maka masyarakat Jawa Barat mau tidak mau harus mulai mendalami bahasa Inggris untuk melakukan percakapan. Melihat hal tersebut, CEO Wall Street English Indonesia Kish Gill menuturkan pentingnya penguasaan bahasa asing untuk menunjang kehidupan. “Karena hampir seperlima penduduk Jawa Barat tinggal di Bandung sebagai Ibu Kota Provinsi. Kami yakin kehadiran Wall Street English dapat membangun SDM unggul Jawa Barat,” kata CEO Wall Street English Indonesia, Kish Gill. Gill menyebut, WSE sudah membantu lebih dari 50.000 member mencapai kesuksesan dalam karir, studi, bisnis dan tujuan mereka lainnya. Dengan hadirnya WSE Dago, diharapkan bisa semakin meningkatkan pemahaman warga Jawa Barat terhadap bahasa asing. “Sejak bergabung di WSE saya

menjadi lebih percaya diri dalam berbahasa Inggris dan hal ini sangat penting untuk karir saya kedepan. Jadi pada kesempatan ini, saya ingin mengajak semua anak muda Bandung untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris mereka dan ikut menjadi SDM Jawa Barat yang unggul,” jelas Putri Indonesia Jawa Barat 2019, Jesica Fitriana. Sebagai bentuk kontribusi WSE membangun SDM Jawa Barat, di akhir September WSE Indonesia akan mengadakan acara #WSESpeakHeula yang mendatangkan tokoh-tokoh inspiratif sebagai pembicara. Acara ini akan dikemas secara interaktif untuk pelajar SMA, perguruan tinggi dan juga kaum milenial Jawa Barat yang ingin mengetahui bagaimana kemampuan berbahasa Inggris dapat membantu mencapai mimpi mereka serta membawa banyak peluang. (bbs/mhs)

SEKILAS: CEO Wall Street English Indonesia, Kish Gill dan Putri Indonesia Jawa Barat 2019, Jesica Fitriana.

ADVERTORIAL DPRD KABUPATEN KARAWANG

DPRD Karawang Terima Aduan Warga soal PDAM KARAWANG – DPRD Kabupaten Karawang menerima aspirasi masyarakat Karawang yang tergabung dalam Aliansi Karawang Bersatu (AKB) di ruang rapat DPRD kabupaten Karawang. Aliansi Karawang Bersatu diterima oleh Dedi Rustandi, Suryana, dan

Toto Suripto. Pada forum tersebut, masyarakat meminta kepada para anggota legislatif agar membantu mempercepat proses hukum di PDAM Tirta Tarum yang sedang ditangani oleh oleh Kejati Jawa Barat. Menanggapi hal tersebut Suryana, mengapresiasi keinginan

warga terhadap penegakan hukum dan mendukung s elama dalam kapasitas dan kewenangan lembaga legislatif. Dalam kesempatan tersebut, Toto Suriptomenyampaikan pula bahwa legislatif bukan lah eksekutor dalam menangani hal tersebut.

Sehingga ketika memberikan rekomendasi terkait kasus ini ada kekhawatiran dianggap menginterpensi lembaga penegak hukum yang ada. Akan tetapi pihak legislatif juga akan sama-sama dengan masyarakat memantau atau mengawal kasus ini. (adv)

DOC DPRD Karawang

TERIMA ASPIRASI: DPRD Kabupaten Karawang menerima aspirasi masyarakat Karawang yang tergabung dalam Aliansi Karawang Bersatu (AKB) di ruang rapat DPRD kabupaten Karawang.


JUMAT, 30 AGUSTUS 2019

SAMBUNGAN

7

159 Pengendara Kena Tilang Hari Pertama Operasi Patuh Lodaya 2019 KARAWANG – Di hari pertama Operasi Patuh Lodaya 2019, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karawang telah meindak sedikitnya 159 pengguna lalu lintas (lalin) kena tilang. Pelanggarannya beragam, mulai tidak membawa surat-surat hingga anak sekolah membawa motor. “Untuk hari pertama operasi patuh 2019, sedikitnya 159 pengendara yang kena tilang. Kebanyakan yang ditilang karena tidak membawa surat-surat kendaraan,” Kasat Lantas AKP Bariu Bawana melalui Kanit Dikyasa, Ipda Supriyanto kepad KBE, kemarin. Dalam apel gelar pasukan Operasi Patuh Lodaya 2019, dengan tema meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas guna terwujud Kamseltibcar Lantas. Sementara itu, Waka Polres Karawang, Kompol Ryky Widya Muharam memimpin

pelasanaan apel gelar pasukan Ops Patuh Lodaya 2019 di lapangan Mako Polres Karawang. Operasi dari jajaran Kepolisian ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas guna terwujudnya Kamseltibcar Lantas (Keamanan Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas). Ryky menjelaskan, ada 8 Pelanggaran yang menjadi fokus road safety diantaranya, tidak menggunakan helm standar, tidak menggunakan safety belt. Melebihi kecepatan maximum, melawan arus, mabuk saat berkendara, pengendara di bawah umur, penggunaan handphone saat berkendara, serta penyalahgunaan strobo rotator dan sirine. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 29 Agustus 2019 – 11 September 2019. Kegitan tersebut di hadiri oleh Pejabat Utama Polres karawang serta Muspida Kab.Karawang adapun sebagai peserta apel yang hadir dari TNI, Sat Lantas, Sat Sabhara, Dishub, Satpol PP, Sakabhayangkara, dan Senkom. (rie)

Kejaksaan Jangan .... dari halaman 1 korupsi. Fungsi pencegahan dan penindakan harus berjalan sesuai kebutuhan yang ada. Jangan sampai ada kasus dugaan korupsi yang ramai dibicarakan masyarakat, namun pihak

kejaksaan membiarkan hal tersebut. “Banyak kasus yang disampaikan masyarakat melalui media sosial misalnya, tapi tidak ada respon dari kejaksaan. Kalau terus seperti ini aparat kejaksaan bakal kehilangan keper-

Wih, Baliho Gina .... cayaan dari masyarakat,” katanya. Seperti diketahui hasil audit tim BPK terhadap proyek peningkatan jalan Interchange Karawang Barat Tahap II Tahun 2018 ditemukan dugaan kerugian negara sebesar Rp2,1 miliar. (rie)

20 Rumah Tertimbun .... dari halaman 1 sudah lama hidup di bawah ancaman abrasi. Deretan rumah di dusun Cemara 2 memang berbatasan langsung dengan air laut. “Rumah saya hanya dua meter dari air, kalau sudah pasang air memang biasa masuk,” ungkapnya. Selain menerjang rumah Darsa, oil spill juga masuk ke rumah Castini. Perempuan

itu tinggal di pemukiman nelayan, tak jauh dari rumah Darsa. “Rumah beliau kemasukan minyak juga. Bahkan beliau sampai mengungsi, ke rumah saudaranya,” kata Wanusuki dari Forum Masyarakat Pesisir. Menurut Wanusuki, tumpahan oil spill Rabu malam adalah tumpahan minyak terparah sejak pencemaran minyak Pertamina pada pertengahan Juli 2019.

Hingga Kamis siang, kata Wanusuki, tumpahan minyak menumpuk di pantai. “Lebih tebal dari biasanya,” imbuhnya. Wilayah yang paling parah terpapar saat ini, kata Wanosuki adalah Dusun Cemara 2. Di sana tinggal 200an keluarga. “Kami data, sementara ada 20 keluarga yang mengungsi karena minyak memasuki rumah mereka,” pungkasnya. (rie)

ta untuk membangun Karawang dalam tatanan konsep membangun Ka r aw a n g k e d e p a n ,” ujarnya kepada KBE, Kamis (28/8). Dikatakannya, dalam membangun Karawang kedepan seperti apa, harus apa, dan harus bagaimana karena Ka raw a n g i n i r u ma h besar dan harus dirawat bersama-sama. “Ini adalah langkah konsolidasi awal, menyatukan visi dan misi, dan PAN ini partai yang kedua setelah NasDem, kita akan ke partai-partai lainnya juga, besok t a n g ga l 3 1 k i t a a k a n Partai Hanura,” ucapnya. Sementara itu, wakil s e k r e t a r i s D P D PA N Karawang A . Bajuri m e nya mbu t ba i k ke -

datangan DPC PKB Karawang ke kantornya, karena sebelumnya surat permohonan silaturahmi sekaligus konsolidasi ini sudah sejak tanggal 5 Agustus kemarin, namun baru terealisasi sekarang. “ Yang intinya memberi tawaran untuk k o a l i s i P i l k a d a , t e rmasuk memberi ruang untuk PAN untuk membawa kader berpasangan, s elain G er indra Gina dan Hanura Ardiansyah,” ucapnya. “Kami menerima silaturahmi saja, dan belum bsa menjawab apa apa. Nantinya hal hari ini akan disampaikan kepada ketua DPD PAN Ka raw a n g B a m b a n g Mar yono dan kepada sekjen Dadan,” pungkasnya. (gie)

PKB Rayu .... dari halaman 1 koalisi, Kamis (28/08). Dalam roadshow tersebut, Tim PKB Karawang yang dipimpin Sekretaris PKB Aab Abdurrahman sengaja bersilaturahmi dengan para pengurus PAN, sekaligus mebahasa tentang tawaran bdkersama dalam Pilkada Kabupaten Karawang. Sekretaris DP C PKB Karawang, Aab Abdurahman mengatakan kunjungannya dalam rangka penjajakan koalisi, karena PKB sudah dianggap lebih maju dengan melakukan komunikasi politik sejak dini. “Kita sudah komunikasi dengan partai partai lain, dengan tujuan semuanya semata-ma-

dari halaman 1 ua Relawan Gina Bupati Karawang (GBK) Kecamatan Rengasdengklok, H. Hendrik mengatakan bahwa pemasangan baliho tersebut merupakan salah upaya untuk mendukung Gina dalam bursa Pilkada mendatang. “Kalao melihat Gina ialah seorang sosok wakil rakyat Karawang di Provinsi Jawa Barat, dan dalam perolehan suara pun terbanyak di Dapil Karawang-Purwakarta. Yang artinya Teh Gina

diminati dan dirindukan masyarakat Karawang saat ini,” ucapnya kepada KBE, Kamis (29/08). D i k at a k a n nya, d a l a m Pilkada mendatang untuk sementara masih cukup signifikan Gina untuk melaju menjadi Karawang 1 sebagai Bupati Karawang. “Dan kami optimis dan menaruh harapan bahwa Gina bisa dan dapat menjadikan Kabupaten Karawang dalam pokitik menjadi berbasis kerakyatan,” ujarnya.

“Gina bisa membangun Karawang menjadi lebih baik lagi, masa depan untuk masyarakat Karawang. Jadi masyarakat Karawang bisa memilih siapa pucuk pimpinan Karawang yang berbasis kerakyatan,” pungkasnya. Pendapat senada diungkapkan warga Rengasdengklok lainnya Maman Agc. Menurut Maman, kini masyarakat Karawang menunggu kesiapan Gina Swara untuk maju di Pilkada. Dengan adanya pemasangan baliho oleh

warga itu ia optimis dukungan kepada sosok Gina yang kini makin sporadis akan bertambah besar. “Saya optimis memenangkan Pilkada Karawang dan bisa mengalahkan petahana,” ujarnya. Seperti diketahui KPU akan menggelar pilkada secara serentak pada 23 September 2020. Pilkada ini akan diikuti 270 daerah yang terdiri dari 9 Provinsi, 224 Kabupaten, dan 37 Kota, termasuk Kabupaten Karawang. (gie)

PDAM yang saat ini ditangani oleh Kejati Jawa Barat,” ucap perwakilan IMKB, Ki Hendra Supriatna). Kemudian, setelah aksi yang dilakukan hari ini, pihaknya meminta kepada DPRD Karawang agar menjalankan fungsinya untuk mengawasi persoalan kasus ini. Bahkan disinyalir ada oknum anggota DPRD yang diduga menerima aliran uang haram itu. “ Ka m i k e s i n i d e n g a n damai, mereka (anggota

DPRD) sudah dicekokin dolar-dolar dengan berjutajuta sampai miliaran,” ucap Hendra. Menurutnya, pihaknya juga mendesak Kejari agar mendorong Kejati menahan 3 orang tersangka yang sudah ditetapkan oleh Kejati Jabar. Pasalnya, hingga kini para pelaku masih bebas berkeliaran. “Kejari Karawang dan Kejati Jabar semua masuk angin, semuanya mati suri,” ungkapnya. (red)

Karawang yang mengalami kesulitan seperti Indra. Meski sudah ada BPJS namun persoalan ongkos pasien yang sering dikeluhkan. Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara. Ini adalah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000[butuh rujukan]. Pengobatan yang paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan

kemoterapi maupun radiasi. Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Selain itu, kanker payudara didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenkim. Penyakit ini oleh World Health Organization (WHO) dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD) dengan kode nomor 17. (*)

Kasus PDAM dan Ayam .... dari halaman 1 tolak angin sebagai simbol untuk menuntut keadilan pada kasus Uprating PDAM Tirta Tarum yang tengah ditangani oleh Kejati Jawa Barat. Massa sempat melakukan orasi di depan gerbang DPRD Karawang. Ketiga anggotra DPRD Karawang, yakni Toto Suripto (PDIP), Suryana (Golkar) dan Dedi Rustandi (PPP), akhirnya mempersilahkan para

demonstran menyampaikan aspirasinya di ruang rapat DPRD Karawang. Setelah menyampaikan aspirasinya para pendemo itu memberikan dua ekor ayam hitam dan tolak angin kepada wakil rakyat tersebut. “Dua ekor ayam hitam dan tolak angin ini kami berikan kepada perwakilan anggota DPRD merupakan simbol le ma h nya p e ngawa sa n lembaga legislatif terhadap adanya kasus upriting

Pengobatan Panjang Tak …. dari halaman 1 menyewa rumah singgah di rumah sakit pemerintah itu. Mesti harganya 15 ribu rupiah per 12 ia sudah tidak mampu lagi membayarnya. Selain tidak ingin merepotkan pasien lain yang juga menginap di rumah singgah. “Pasalnya istri saya sering mengeluh kesakitan. Kalau di rumah singgah, sering teriak. Itu takut mengganggu yang lain,” ujarnya. “Saya putuskan sewa kos di belakang RSCM yang harganya Rp 1.3 juta per

General Manager: Tohiri Alam. Deputy General Manager: Hayatullah. Pimpinan Perusahaan: Tohiri Alam. Pimpinan Redaksi: Hayatullah. Wakil Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Asisten Redaktur: Fuad Fauzi, Tomi Prayoga. Kabupaten Karawang: Agus B, Yogie S, Toyib, Wahyudi. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Agus Nuryadin, Haripan Nahampun, Yogie Trinanda. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Subang: Feri Kosasih. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Keuangan/Administrasi: Dewi Megawarti (Koordinator), Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein, Iin. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi.

bulan. Kalau berobat sih sudah pake BPJS tapi untuk biaya sehari-hari di Jakarta itu yang kami tidak punya,” ungkapnya lagi sambil tak tahan menahan rasa sedih. Menanggapi keluhan Indra dan istrinya, Wabup Jimmy langsung minta ajudannya untuk memberikan sedekah kepada istrinya Indra sebesar Rp 2 juta rupiah. Kemudian Wabup mengajak Kadinkes untuk melakukan amal yang sama kepada warga penderita ini. Wabup menjelaskan, saat ini masih banyak warga

Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Jalan Kasuari IX Blok O Nomor 52 Perum Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@ gmail.com. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan.


8

Semangat Baru Purwakarta

JUMAT, 30 AGUSTUS 2019

Pejabat Main-main Proyek Miliaran? Diduga Bawa Pengusaha Luar, Lalu Intervensi Tender PURWAKARTA - Oknum pejabat nakal di Pemkab Purwakarta diduga mulai berani terang-terangan ikut main bahkan nekat mengintervensi proyek pembangunan pemerintahan yang

anggarannya miliaran rupiah. Salah satunya pada tender proyek diorama keramik. Oknum pejabat itu disebut-sebut mengintervensi proses tender dengan tendensi mengarahkan rekanan atau kontraktor bawaan dia yang diketahui berasal dari Bandung bisa memenangkan tender. Kepala Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Setda Purwa-

karta, Yogi K Suprayogi, saat konfirmasi benar tidaknya rumor soal adanya pejabat teras di Pur wakarta yang melakukan intervensi, ia menjawabnya abu-abu. Tak mengiyakan, pun juga tak membantahnya. Ia malah menuturkan, semua proyek yang bersumber

dari pemerintah daerah yang masuk dalam tender wajib mengikuti semua proses yang sudah ditetapkan. Ia mengingatkan semua proyek yang ditenderkan tak boleh diinter vensi oleh pihak mana pun. Terlebih pihak yang mengintervensi adalah seorang apartus negara. “Semua kalangan bisa saja

mengaku-ngaku proyek tersebut milik saya, itu salah satu bentuk intervensi juga. Namun, semua ada proses harus mengikuti lelang,” kataYogie, kemarin (29/8). Walaupun ada intervensi, lanjut Yogi, baik pada dirinya maupun tim di bawahnya, dapat ia pastikan,timnya akan tetap berpijak pada aturan yang berlaku. “Siapapun dia, ketika ingin

pekerjaan tersebut, harus ikut lelang. Silahkan semua berkas-berkas yang diperlukan dimasukan ke LPSE, kemudian ikuti aturan yang sudah ditentukan. Karena bila sudah masuk dalam sistem, kita pun tidak tahu siapa pemenangnya. Sistem yang akan menentukan siapa pemenangnya,” tukasnya. Sebelumnya sejumlah me-

dia massa, telah memberitakan intervensi beberapa pihak yang berkepentingan denga dua proyek senilai miliaran rupiah yaitu pembangunan Diorama Keramik dan Pembangunan gedung Setda, mulai pasang kuda-kuda untuk melakukan intervensi terhadap para pejabat pengadaan barang dan jasa Purwakarta. (hsn/mhs)

SOROT

ILUSTRASI

OPERASI LODAYA 2019: Selama 14 hari ke depan, petugas kepolisian di Kabupaten Purwakarta akan rutin melakukan razia setiap hari. Jika ada pengendara melanggar prarturan lalu-lintas, siap-siap saja, tanpa kompromi akan langsung kena tilang.

Polisi Incar Pengguna Motor Knalpot Bising PURWAKARTA- Selama 14 hari ke depan, petugas kepolisian di Kabupaten Purwakarta akan rutin melakukan razia setiap hari. Jika ada pengendara melanggar prarturan lalu-lintas, siap-siap saja, tanpa kompromi akan langsung kena tilang. “Operasi Patuh Lodaya 2019 resmi dimulai serentak se Indonesia, termasuk di Kabupaten Purwakarta. Hari ini mulainya, Operasi Patuh itu ditandai dengan Apel Gelar Pasukan seperti ini,” kata Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius melalui, Wakapolres, Kompol Ijang Safei, saat ditemui usai mimpin gelar pasukan di Mapolres Purwakarta, kemarin (29/8). Dengan melakukan Operasi Patuh Lodaya 2019 ini, lanjut dia, memang ada pelanggar yang menjadi prioritas sasaran pelanggaran. Pelanggar yang menjadi prioritas tentunya pelanggar yang tidak memakai helm, tidak melengkapi surat-surat kendaraan atau pengendara yang melawan arus lalu lintas. “Nah untuk di Purwakarta, knalpot bising menjadi prioritas sasaran pelanggaran dalam oprasi Patuh Lodaya tahun 2019 ini,” ucap Ijang. Operasi ini, lanjut dia, merupakan operasi untuk meningkatkan keselamatan pengguna kendaraan. “Keselamatan adalah yang utama dalam berlalu lintas. Lalu lintas adalah cermin dari budaya bangsa,” kata dia. Ijang menambahkan, pihaknya mengimbau pengendara berkendara dengan baik dan patuhi aturan lalulintas. “Beberapa titik dalam wilayah hukum Polres Purwakarta akan menjadi target Operasi Patuh Lodaya 2019 ini,” pungkasnya. (hsn/mhs)

KEMARAU PANJANG

23.718 Warga Terdampak Kekeringan PURWAKARTA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Purwakarta mencatat, tak kurang dari 209 ribu liter air bersih telah disalurkan selama musim kemarau ini ke 20 desa di 10 kecamatan yang terdampak kekeringan. Kepala DPKPB Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono menjelaskan, secara rinci pihaknya telah menyalurkan air bersih untuk 57 RT dan 39 RW yang mencakup sebanyak 9.917 Kepala keluarga atau 23.718 jiwa, sudah disalurkan sampai 27 Agustus 2019. Selain itu, lanjutnya, berdasarkan perkiraan Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG), musim kemarau masih akan berlangsung sampai Oktober. “Saat sudah masuk puncak musim kemarau. Baru nanti November mulai masuk musim hujan,” kata pria yang akarab disapa Wibi itu, pada Kamis (29/8). Ia menambahkan, pihaknya tetap mengimbau agar warga dapat menghemat air. Pasalnya, musim kemarau masih akan berlangsung lama. Dirinya juga meminta semua pihak yang hendak melakukan pendistribusian air bersih untuk berkoordinasi dengan DPKPB Kabupaten Purwakarta terlebih dahulu. Dengan begitu, penyaluran air bersih dapat tetap sasaran. “Untuk yang akan berikan bantuan air, kami harap koordinasi dengan kami supaya penyalurannya tepat sasaran tidak tumpang tindih,” ungkapnya. (san/mhs)

HASSAN/METRO PURWAKARTA

PELANTIKAN: Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika resmi melantik sebanyak 83 penjabat sementara kepala desa yang masa jabatan kepala desanya telah habis. Pelantikan dilangsungkan di Bale Sawala Yudhistira, Purwakarta, kemarin (29/8).

Anne Lantik 83 Pjs Kades di Bale Sajiwa

Tahapan Pilkades Serentak Dimulai Februari 2020 PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika resmi melantik sebanyak 83 penjabat sementara kepala desa yang masa jabatan kepala desanya telah habis. Pelantikan dilangsungkan di Bale Sawala Yudhistira, Purwakarta, kemarin (29/8). Para kades diberi tugas menjabat sampai kepala desa terpilih yang baru

nantinya resmi dilantik. Pemilihan kepala desa sendiri baru akan dimulai tahapannya pada Februari 2020 mendatang. Pada kes empatan ini, Anne mengingatkan agar para Pjs kepala desa dapat menjalankan fungsi pelayanan kepada publik secara optimal, sehingga tidak ada lagi terganggunya pelayanan kepada

publik akibat tidak adanya kepala desa. “Pelayanan publik itu fokus utama hari ini, jadi tidak ada lagi pelayanan yang terganggu, dan Pjs yang dilantik harus segera menjalankan tugas dan fungsinya,” ujar Anne. Anne pun menegaskan agar Pjs kepala desa untuk senantiasa menjaga netralitas apalagi diisi rata - rata

oleh ASN. Bahkan penetapan Pjs kepala desa dilakukan identifikasi keluarga serta lokasi tempat tinggal. “Ada fakta integritasnya, jadi kita lakukan rolling penempatan Pjs, misalnya gini kita tidak ingin ada keluarga Pjs yang menjabat di salah satu desa ternyata ada salah satu keluarganya yang akan mengikuti pemilihan, nah itu kan tidak boleh,” tegas

Anne. Sedangkan untuk pemilihan kepala desa di Purwakarta, Anne mengatakan pemerintah daerah akan menganggarkan tak kurang dari Rp 8 miliar. “Sesuai undang - undang yang dijalankan, sekitar Februari 2019 mulai tahapan awal Pilkades secara serentak,” jelasnya. (san/ mhs)

Antre Setahun, e-KTP Masih Belum Jadi PURWAKARTA- Pemerintahan kecamatan di Kabupaten Purwakarta hanya dijatah sekitar 16 keping blangko KTP elektronik (eKTP). Sementara, kebutuhan untuk salah satu dokumen kependudukan itu mencapai ratusan hingga ribuan keping. Akibatnya banyak warga kembali masuk daftar tunggu dan saat ini harus puas dengan surat keterangan sementara. Padahal, banyak di antara mereka sudah menunggu setahun lebih guna mendapatkan KTP-el. Beberapa warga pun terpaksa balik kanan begitu mengetahui stok blangko di kantor desa atau kecamatan habis. “Sudah setahun lebih e-KTP saya belum jadi. Tadinya ada sedikit revisi di dalam e-KTP sehingga perlu diganti dengan yang baru. Tahu lama begini, sudah saja e-KTP saya yang dulu tidak dulu direvisi,” kata Didin, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, kemarin (29/8)

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Purwakarta Sulaeman Wilman mengakui stok blangko yang didrop Kemendagri sangat terbatas. Kabupaten Purwakarta hanya dijatah 500 keping, itu pun setelah dua pekan bolak-balik ke Jakarta untuk meminta blangko

sesuai kebutuhan. “Pada akhirnya, yang 500 keping itu kami distribusikan ke semua kecamatan dan desa. Tentu saja jumlah blangko yang kami dapat jauh dari kebutuhan. Makanya, jumlah waiting list (daftar tunggu) KTP-el semakin banyak,” ungkap Wilman. Pihaknya tidak tahu persis persoalan yang terjadi

di pemerintah pusat soal terbatasnya suplai blangko KTP. Namun secara umum berkaitan dengan masalah penganggaran di pemerintah pusat. Satu-satunya solusi harus adanya pelimpahan anggaran dari pusat kepada APBD kabupaten/kota soal pengadaan blangko e-KTP. Selain itu, persoalan ini dipicu ketergantungan Ke-

mendagri terhadap data yang terdapat dalam sistem. Sementara, data tersebut hanya untuk perekaman yang baru. Sedangkan fakta di lapangan, kebutuhan e-KTP ini tidak saja untuk perekam baru, melainkan bagi warga yang melakukan perubahan atau perbaikan data. “Sebenarnya Purwakarta sangat siap apabila ada pelimpahan seperti ini. Hanya saja terbentur peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam UU Adminduk secara tegas menyebutkan pembiayaan e-KTP oleh APBN. Jadi pelimpahan bisa direalisasikan apabila pasal dalam UU itu di-judicial review,”jelas Wilman. Saat ini jumlah perekam baru yang belum terlayani mencapai 5.200 orang. Ditambah jumlah warga yang memperbaiki atau perubahan data e-KTP terbilang cukup banyak.”Bisa dibayangkan jatah kami hanya 500 keping, sementara kebutuhan lebih besar,” pungkas dia. (hsn/mhs)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Karawang Bekasi Ekspres, 30 Agustus 2019 by Karawang Bekasi Ekspres - Issuu