Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang www.karawangbekasiekspres.co.id
SENIN, 2 SEPTEMBER 2019
SEKILAS.... Tumpahan Minyak Ditaksir Bisa Berhenti September
@korankarawangbekasiekspres
Jimmy Unjuk Hasil Survei Klaim Unggul dari Cellica
KARAWANG.- Kebocoran minyak mentah dari sumur YY-1 Offshore North West Java (ONWJ) milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE) diperkirakan baru bisa dihentikan akhir September atau awal Oktober 2019 mendatang. Ke Hal...7
TP4D Picu Kejaksaan Mandul? KARAWANG- Sinyal pembiaran terhadap sejumlah kasus dugaan korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menuai banyak tanggapan. Salah satunya Karawang Budgeting Control yang menyebut aparat kejaksaan tidak punya
HARGA Rp3.000
ISTIMEWA
BERSAING KETAT: Jimmy dan Cellica saat bersama-sama menghadiri Perayaan Tahun Baru Islam di Karawang, kemarin.
Ke Hal...7
ELEKTABILITAS TERTUTUP:
Undecited voters:
12,8 %
32,3 %
Ahmad Zamakhsyari: Cellica Nurrachadiana:
28,9%
Gina Swara: Sukur Mulyono:
22,6 % 3,1 %
Prediksi Angka Penggunaan Hak Pilih:
Head to Head
(Elektabilitas Tertutup: Rivalitas Inkumben)
Cellica Nurrachadiana:
47,2 %
Partisipasi:
Ahmad Zamakhsyari :
52,8 %
76,3 % Partisipasi Pemilih:
1.239.131 orang Partisipasi Baru:
172.862 orang *Sumber: Survei Tim Internal Ahmad “Jimmy” Zamakhsyari.
KARAWANG- Baru-baru ini Wakil Bupati Ahmad Zamaksary (Jimmy) yang sudah menyatakan mencalonkan diri di Pilkada Karawang 2020, memamerkan hasil survei internalnya. Yang cukup membuat heboh, elektabilitas Jimmy, pada hasil s u r vei itu u ng gu l dibanding Cellica, s er ta Gina Swara. Dalam survei tersebut t e rc a n t u m a n t a r a l a i n tingkat elektabilitas tertutup para bakal calon bupati (calbub) yang layak bertarung. Yaitu Cellica,
Jimmy dan Gina Swara. Pada table kandidat terpopuler terantum Jimmy memperoleh 32,3 persen, Cellica 28, 9 persen dan Gina Swara memperoleh 22,6 persen. Sementara pada table ini angka uindiceded voters 12, 8 persen. Masih soal elektabilitas tertutup, pada survey internal ini, jika Jimmy head to head dengan Cellica m a k a maka d i p e ro l e h angka Jimmy 52, 8 persen dan Cellica memperoleh 47,2 persen. Dengan demikian menurut sur vei ini Jimmy unggul sekitar 4 p e rs e n lebi h d e nga n inter val 4 persen lebih itu maka jika dikonversi Ke Hal...7
Puluhan Emak-emak Deklarasi Dukung Inkumben PULUHAN emak-emak yang mengatasnamakan Srikandi Garda Cellica (Garcel) deklarasikan diri siap menangkan kembali Cellica Nurrachadiana untuk memimpin Karawang dua periode pada Pilkada 2020 mendatang, Sabtu (31/8) di Dusun Sukamaju, Desa Telukjambe Kecamatan Telukjambe Timur. Ketua Srikandi Garcel, Er-
nawati menyatakan deklarasi Srikandi Garcel yang dideklrasikan di kediamannya, dengan tujuan untuk menggaet suara kaum perempuan dalam upaya memenangkan Cellica dan melanjutkan kepemimpinannya sebagai Bupati Karawang. “Sayap relawan perempuan, perempuan lintas eleKe Hal...7
Bola Panas Capim KPK di Tangan Jokowi PANITIA Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) akan menyetor 10 nama capim KPK kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) besok. Kesepuluh nama ini sebelumnya ditentukan dalam rapat internal pansel. Anggota Pansel Capim KPK Hendardi mengatakan rapat penentuan 10 nama capim digelar Senin (2/9) hari ini. Pada sore hari ini, pansel dijadwalkan menyerahkan nama 10 capim ke Jokowi. “ Siang jam 15.00 WIB, ren-
cananya diterima Presiden (jika tidak berubah). Sepuluh nama kami serahkan kepada presiden dan [presiden yang punya kewenangan untuk mengumumkan,” kata Hendardi saat dimintai konfirmasi, Minggu (1/9). Hendardi mengatakan pansel menerima masukan dari KPK, guru besar, ataupun pegiat antikorupsi mengenai kategori Ke Hal...7
Joko Widodo
Di balik Megahnya PLTGU Jawa-1
Dari Cilamaya untuk Indonesia Kejadian mati listrik massal atau blackout yang terjadi di jaringan listrik Jawa-Bali, awal Agustus 2019 kemarin, menyita perhatian publik. Masyarakat Indonesia cemas. Bahkan, isu menganai defivsit listrik negara, membuat para investor di bumi ibu pertiwi, sempat ketar-ketir. Pasalnya, akibat kejadian itu, tidak sedikit perusahaan di Indonesia yang mengalami kerugian. Tak sedikit yang menaksir, jumlah kerugian mencapai ratusan miliar rupiah. WAHYUDI, CILAMAYA WETAN
SEJARAH mencatat, padamnya aliran listrik secara massal di Indonesia terjadi beberapa kali. Yakni pada April 1997, September 2002, Agustus 2005, dan yang terbaru pada 9 Agustus 2019 keKantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492
marin. Upaya perbaikan sistem kelistrikan negara, terus di genjot PT PLN (persero). Agar sejarah kelam blackout, tak kembali terulang. Salah satu bukti nyata, yang dilakuKe Hal...7
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
KONSTRUKSI : Para pekerja proyek PLTGU Jawa-1 sedang membangun pondasi, yang saat ini sudah rampung sekitar 20 persen pengerjaan. email: karawangbekasiekspres@gmail.com,
redaksikarawangbekasi@gmail.com
OPINI
SENIN, 2 SEPTEMBER 2019
2
RUU Ketenagakerjaan Harus Sesuai Keadilan Pancasila SEJAK bergulirnya reformasi hingga kini marak aksi demonstrasi pekerja/ buruh dengan serikat pekerjanya, baik dalam skala kecil maupun besar atau nasional. Motifnya adalah ketidakpuasan pekerja/buruh terhadap kebijakan perusahaan hingga kebijakan pemerintah dalam membuat peraturan perundangundangan. Skala kecil, biasanya terjadi di suatu perusahaan, karena ada perselisihan hubungan industrial. Skala nasional, karena penolakan terhadap peraturan perundangundangan yang menurut pekerja dapat merugikannya. Tak sedikit peraturan perundang-undangan yang dilahirkan pemerintah atau pun pemerintah bersama DPR menurut kacamata pekerja kurang memihak mereka, di antaranya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Peraturan Alih Daya Pekerja, dan Pengupahan. Ada kalanya peraturan perundang-undangan sudah pasti, namun dalam pelaksanaannya sering bergeser dari tujuannya. Perlu dipahami bahwa hubungan antara pekerja dan pengusaha adalah hubungan yang terjadi karena adanya kepentingan untuk mendapatkan keuntungan bersama. Dengan kata lain, terjadinya hubungan kerja, di mana hubungan kerja berdasarkan UndangUndang (UU) No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, adalah hubungan antara pengusaha dan pekerja berdasarkan perjanjian kerja, yang mempunyai unsur pekerjaan, upah, dan perintah. Nah, di sini perjanjian kerja, yaitu perjanjian antara pekerja dan pengusaha atau pemberi kerja, memuat
syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban para pihak. Bila dilihat dari kondisi tersebut maka perjanjian kerja merupakan pertukaran hak dan kewajiban antara pengusaha dan pekerja, sehingga sesuai asas “Kebebasan Berkontrak” maka masingmasing dapat membuat dan menyetujui isi perjanjanjian sesuai kehendak dan kesepakatan para pihak. Namun perlu disadari bahwa sejak Indonesia merdeka hingga kini kedudukan pekerja dalam keadaan yang tidak seimbang, atau dengan kata lain secara sosioekonomi berada jauh di bawah pengusaha. Apalagi kenyataannya dewasa ini tenaga kerja sangat berlimpah, namun kesediaan pekerjaan sangat terbatas. Sebab itu, perlu campur tangan pemerintah untuk memberikan perlindungan terhadap pekerja agar tidak terjadi kesewenang-wenangan dalam berkontrak, sehingga “Kebebasan Berkontrak” saja tidak cukup. Belakangan, terjadi pembicaraaan bahkan aksi demonstrasi buruh untuk menolak revisi UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang dipicu rencana pemerintah m e l a ku k a n re v i s i at au amandemen U U terse but yang pada prinsipnya menurut kacamata pekerja adalah sangat merugikan. Sebab revisi tersebut akan mengurangi bahkan menghilangkan manfaat yang selama ini telah/akan diterima pekerja berdasarkan UU No 13/2003 yang telah berjalan selama kurang lebih 16 tahun. Memang, tak jarang terjadi kesulitan dari para pengusaha dalam menangani pekerja yang berperilaku bertentangan/melanggar
Oleh: Dr Anwar Budiman
Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama. Sebab dalam proses pemutusan hubungan kerja harus tetap memberikan pesangon yang cukup besar. Di sinlah terjadi pergeseran kehendak di mana tak sedikit oknum pekerja yang ingin keluar dari perusahaan, namun ingin tetap mendapatkan pesangon sehingga melakukan tindakan-tindakan yang dilarang oleh Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama tersebut. Sebenarnya, UU No 13/2003 yang saat ini berjalan juga tidak sepenuhnya melindungi pekerja, terbukti tidak sedikit pasal dalam UU ini yang sudah dibatalkan Mahkamah Konsitusi (MK) karena pasalpasal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, sehingga tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Dari pu-
tusan MK tersebut dapat kita ambil kesimpulan tak sedikit pasal-pasal dalam UU No 13/2003 yang tidak sepenuhnya melindungi pekerja. Padahal, tujuan dibuatnya UU adalah untuk menciptakan keadilan, memberikan perlindungan dan manfaat bagi kehidupan warga negara. Kalau kita kembali ke Pembukaan UUD 1945, di sana dinyatakan tujuan dibentuknya negara adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Artinya, negara mempunyai kewajiban memberikan perlindungan kepada seluruh rakyatnya, sehingga keadilan sosial dapat tercapai.
Jika kita merenungi lebih dalam lagi bahwa untuk mencapai suatu keadilan maka sudah semestinya kita semua, termasuk pemerintah dan negara, harus kembali ke keadilan Pancasila, yaitu, pertama, “Keadilan berdasarkan Ketuhanan”, bahwa manusia harus bersikap adil terhadap sesama manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Dalam filsafat hukum alam yang dipelopori Thomas Aquinas bahwa keadilan itu adalah berasal dari perintah Tuhan, di mana setiap tindakan manusia harus berlaku adil atas manusia lain, karena itu sudah menjadi perintah Sang Pencipta. Sedangkan Imanual Kant mengatakan bahwa keadilan itu berasal dari akal budi, di mana akal budi manusia tempat lahirnya keadilan. Dengan demikian penulis mempunyai kepentingan bahwa keadilan itu harus sudah dimulai dari dalam pikiran, sehingga dengan pikiran yang adil maka akan melahirkan suatu perbuatan yang adil pula. Kedua, “Keadialan berdasarkan Kemanusiaan”, bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan dengan berbeda warna kulit, suku dan budaya, tetapi semua mempunyai hak asasi yang sama sejak lahir. Oleh karena itu kewajiban negara adalah memberikan perlindungan terhadap HAM, karena HAM lahir dari kehendak Tuhan, bukan dari kehendak negara. Ketiga, “Keadilan berdasarkan Persatuan”, bahwa Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, sehingga keadilan yang diberikan oleh negara adalah keadilan yang dapat dinikmati seluruh bangsa
dalam wilayah kesatuan RI tanpa membedakan status sosialnya, sehingga melalui keadilan dapat terus dijaga persatuan dan kesatuan bangsa. Keempat, “Keadilan berdasarkan Kerakyatan”, bahwa rakyat adalah pemegang kedaulatan terhadap negara ini, maka sudah semestinya keadilan yang dibuat oleh negara harus berlandaskan kehendak rakyat dan benarbenar hidup dan dirasakan oleh seluruh rakyat. Kelima, “Keadilan Sosial”, bahwa bumi pertiwi ini disediakan oleh Tuhan untuk manusia Indonesia. Kemudian untuk tertib hukum dalam pengelolaan isi bumi ini maka terjadilah kontrak sosial, di mana rakyat membentuk suatu negara dan mempercayakan penegelolaannya kepada negara yang kemudian hasil kelolaan tersebut harus dikembalikan lagi kepada rakyat dalam bentuk kesejahteraan yang adil dan merata, sehingga keadilan sosial merupakan keadilan yang harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia dan dapat mengurangi kesenjangan kehidupan. Jika merenungi secara mendalam keadilan Pancasila tersebut, maka sudah semestinya negara melakukan perlindungan hukum kepada warga negaranya agar tercipta keadilan, sehingga kesenjangan tidak terlalu besar antar-warga negara. Untuk mengurangi kesenjangan tersebut maka sudah semestinya negara dan rakyat bersatu padu saling gotong-royong dalam mewujudkannya. Kembali pada rencana revisi UU No 13/2003, di sini perlu keseriusan negara dalam meberikan keadilan dan perlindungan kepada
pekerja dan juga pengusaha, termasuk seluruh rakyat Indonesia. Kita ketahui bahwa kemampuan hidup layak, khususnya pekerja swasta setelah masa kerja/pensiun, yang dihadapi sungguh masih jauh dari harapan. Oleh karena itu perlu adanya campur tangan pemerintah agar mereka dapat melanjutkan sisa hidupnya setelah masa kerja, dengan kehidupan yang normal dan layak. Kita sadari bahwa UU No 13/2003 kenyataannya belum sepenuh hati memberikan perlindungan kepada pekerja, sehingga sudah saatnya UU tersebut direvisi. Namun perubahan tersebut sejatinya harus memberikan keadilan dan perlindungan bagi pekerja, pengusaha, dan seluruh rakyat sesuai dengan keadilan Pancasila. Terakhir, asas kebebasan berkontrak sebagai landasan suatu perjanjian telah diadopsi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 1320 dan UU No 13/2003 Pasal 52. Tapi apa yang terjadi dengan asas kebebasan berkontrak? Akibat diberlakukannya asas tersebut ternyata tidak sedikit perjanjian yang ada terlampau dipaksakan atas kehendak mereka yang lebih kuat, sehingga tidak terjadi keseimbanagan. Untuk itu saya menganjurkan agar asas kebebasan berkontrak yang selama ini menjadi landasan suatu perjanjian disempurnakan dengan asas gotong-royong sebagai landasan suatu perjanjian, di mana asas gotong-royong ini dijiwai nilai-nilai keadilan Pancasila, dan di sisi lain tetap perlu campur tangan negara untuk memberikan perlindungan hukum atas hak-hak pekerja dan pengusaha secara seimbang. (*)
CERPEN, SUNLIE THOMAS ALEXANDER Matinya Seorang Peladang (1/bersambung)
Sekretaris DPRD Karawang, Agus Mulyana
Pembentukan AKD, Tunggu Pimpinan Defenitif KARAWANG- Sejak dilantik pada Senin (5/8), hingga kini, pimpinan definitif dan alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD Kabupaten Karawang belum juga terbentuk. “Ya kami sifatnya menunggu pimpinan definitif dari Gerindra dan Demokrat terbentuk, kami tidak bisa intervensi soal itu,” kata Sekretaris DPRD Karawang, Agus Mulyana. Agus menjelaskan, dalam PP Nomor 12 Tahun 2018 Tentang Tatib DPRD memang tidak ada batas waktu kapan pimpinan definitif harus sudah terbentuk. “Dalam aturan itu hanya disebut pimpinan sementara berakhir ketika pimpinan definitif terbentuk. Kapan
mesti terbentuk ya tidak ada batasan waktu,” ujarnya. Menurut Agus, selama pimpinan definitif belum terbentuk, maka tidak banyak aktivitas yang dilakukan anggota DPRD. “Untuk isi kegiatan, anggota dewan kaji dan evaluasi Tatib DPRD di masingmasing fraksi,” ungkapnya. Terpisah, Sekretaris Gerind ra Ka raw a ng , Endang Sodikin, mengatakan, DPP Partai Gerindra akan menggelar rapat pleno untuk menentukan pimpinan DPRD Kabupaten Karawang dari unsur Gerindra pada Senin (2/9). “Kemungkinan insyaAllah tidak lewat dari Minggu depan sudah keluar SK untuk pimpinan DPRD dan ketua Fraksi Gerindra,” ucapnya. (bbs/mhs)
IA tahu, ke ladang, ia harus kembali. Tentu. Meski kini ia harus menebas ladang baru, jauh di balik bukit yang dipercaya angker. Karena itu, hatinya sedikit cemas. Bukan, bukan takut pada segala mambang dan siluman yang konon bermukim di sana sejak kampung belum berdiri, atau lantaran alangkah jauh ia harus mengayuh sepeda kumbang [1] ke sana… Kujang mengisap tembakau lintingannya d a l a m d a l a m . Diperhatikannya asap kelabu yang keluar dari mulut dan hidungnya itu meliuk-liuk ke luar jendela. Lenyap diterpa angin yang semilir. Langit petang sedikit mendung, walau hujan belum juga turun. Tapi ia yakin, seminggu atau dua minggu ke depan, musim hujan bakal segera bertandang, menyuburkan kembali tanah yang rekah, menghijaukan rumput dan pepohonan. Ah, betapa ia merindukan bau tanah sehabis hujan, aroma humus dan merdu kicau burung-burung di rumpun sahang! Bertahun-tahun, kerinduan itu menderanya, membuat hari-hari tuanya tak lagi sedamai dulu. Ya, sejak ia menyerahkan ladang subur itu—kebon, ia lebih suka menyebutnya demikian sebagaimana orang-orang kampungnya yang lain—kepada anak bungsunya, dengan hati yang tak sepenuhnya ikhlas. Sepetak ladang terakhir
yang ditebasnya sebelum harga lada jatuh. Tentu, tak bakal ia relakan ladang yang hijau itu kepada si Amir, kalau bukan tak sampai hati mendengar anak bungsu tersayang itu merengek-rengek. Juga karena Aminah, istrinya, ikut-ikutan terus membujuk rayu. “Amir baru menikah,” tukas Aminah, “Apa Bapak tega melihat anak kita hidup morat-marit? Belum lagi gunjingan orang nantinya kalau anak kita tak becus menghidupi anak orang!” Ia pun goyah, limbung, dan akhirnya, sekali lagi, tak sepenuhnya ikhlas menyerahkan ladang penghabisan itu kepada Amir untuk lokasi penambangan. Si bungsu memang memperoleh hasil yang cukup layak, pasir timah ternyata cukup tebal lapisannya di bawah ladang. Sehingga Amir kemudian bisa membangun sebuah rumah semipermanen dan membeli sepeda motor baru. Tapi, betapa tak teganya Kujang ketika menyambangi bekas ladangnya itu dan melihat tanah yang porak-poranda terbongkar, tinggal gundukan-gundukan pasir dengan lubang-lubang menganga. Hampir terisak ia mengingat batangbatang sahangnya yang hijau, yang sebentar akan berbunga. Tentu jangan ditanya betapa perih hatinya, lebih dari tertusuk duri rukem atau tersengat tawon.
Meskipun Amir kemudian memberikan untuknya ganti yang pantas berupa seorang cucu perempuan yang lama ia idamkan, setelah ketiga anaknya yang lain melulu memberikan cucu laki-laki. Aih, telah lebih empat tahun, barangkali sudah lewat tahun kelima, atau mungkin lebih?—Kujang lalai berhitung—Ia tak lagi menggarap sepetak ladang. Tubuhnya terasa kaku, uraturatnya suka kejang dan tulang-tulang tuanya sering pula linu. “Bapak sudah tua, wajar kalau reumatik,” begitulah Amir berkilah. Ia hanya menganggukangguk dengan mulut monyong. Dulu, rasanya tak pernah ia sakit. Walau umurnya sudah kepala enam lewat, hampir tujuh, tapi badannya selalu bugar berkeringat. Kini
cuaca lebih panas atau dingin sedikit saja, ia sudah batuk-batuk atau masuk angin. “Itu karena Bapak terlalu banyak merokok dan ngopi, cobalah sedikit dikurangi,” komentar Aminah cerewet. Mira, putri sulungnya, kemudian membawakannya beberapa kotak susu bubuk. Bagus untuk tulang orang tua, kata Mira. Dan ia meminumnya semata-mata karena takut mengecewakan yang memberi. Ia tahu, ia memang sudah tua, tapi itu karena kurang bergerak. Sejak ladang penghabisan itu ia serahkan, hari-harinya hanya berlangsung di rumah atau di sekitar pekarangan yang ditanaminya dengan sayur-mayur, cabe, jeruk kunci, pisang, dan sedikit singkong. Atau terkadang mengunjungi rumah anakanaknya bergantian untuk bermain dengan para cucu. K u j a n g m a s i h memandang ke luar jendela, sesekali mendongak memandang langit petang yang mulai gelap. Dilintingnya lagi sebatang tembakau, lalu disulutnya. Beberapa anak tetangga tampak bermain di tepi jalan bertanah kuning di muka rumah. Jalan yang semakin rusak karena terus-menerus dilalui alatalat berat dan truk sarat muatan dari dan ke lokasilokasi penambangan. Debu-debu mengepul pekat ketika sebuah sepeda motor melintas, melindas
bebatuan dan sedikit terlompat oleh lubang. Ia menyedot tembakaunya dan menyipitkan mata, melambungkan pandangan ke arah bukit di kejauhan. Dikepulkannya asap tembakau yang bergumpal seperti mengembuskan beban. Ia tahu, keputusannya sudah bulat. Apa pun yang bakal terjadi. Meskipun Aminah akan marah atau anak-anaknya melarang. Ia harus kembali ke ladang. Tak akan dibiarkannya hari-hari tuanya yang damai dengan menggarap ladang dirampas lagi. Takkan dibiarkannya badan tuanya sakit-sakitan karena kurang bergerak. Walaupun nantinya orangorang kampung bakal mencerca, mungkin mengecapnya tak tahu diri menyambangi rimba keramat dan tak penuhi amanah para leluhur. Atau bakal membuat para lelembut gusar dan menjatuhkan kutuk-bala kepada dirinya. Ah, sudahlah! Kujang terus menerawang jauh ke balik bukit. Membayangkan pokokpokok sahang hijau yang menjulurkan reranting segar, memanjang merambati tiang-tiang penyanggah hingga daundaun melebar merebakkan bunga-bunga, lalu ranum buah-buah lada. Te r u s m e m a n ja n g d a n memanjang, seperti doa, seperti harapan. Seperti kenangan… (*)
Hubungi Bagian Iklan JAMIL : 0838 0765 0426 KEHILANGAN S AT U B U A H B P K B M O B I L MERK NISSAN X-TRAIL NO.POL : T 1186 TQ DENGAN NO.KA : MHBF3CF1CEJ000022 NOSIN :QR25005580L WARNA HITAM TAHUN 2014 STNK ATAS NAMA ENTANG FITRIANA DENGAN NOMOR BPKB : M-03363817 HILANG SERTIFIKAT SHM NO 02814/WANASARI LUAS 72 M² A/N NUGROHO HARI WINOTO D/A PERUM CITRA VILLA WANASARI BLK JB 1 NO 9 RT 03/17 WANASARI - CIBITUNG - BEKASI
LOWONGAN KERJA BTH: (1)TSS.MIN.D3 T.MESIN/T. INDUSTRI/T.ELEKTRO/METALURGI (2)SALES.MIN.SMA MAX40TH.PNY MOTOR&SIM C. SIAP MENGIKUTI TRAINING PRODUCT KNOWLEDGE DI JAKARTA.(BIAYA AKOMODASI PP & KOST 1BLN DISIAPKAN).KIRIM LMRN: HRD.IMG@GMAIL.COM
KEHILANGAN TELAH HILANG BUKU KIR B 9964 MQ JKT 678017 HUB 081382232360
KEHILANGAN KEHILANGAN SURAT T A N D A N O M O R KENDARAAN BERMOTOR (STNK) DENGAN NOMOR REGISTRASI B 2074 KKL ATAS N A M A Y U L I A N A , A L A M AT J L KEMANDORAN TUGU PEKAYON GG H TABRIH NO.9 RT 003/022, D E S A P E K AY O N J AYA , KECAMATAN BEKASI SELATAN, MOBIL DAIHATSU AYLA, JENIS MOBIL PENUMPANG / MINIBUS.
KEHILANGAN
HILANG BPKB MOBIL TOYOTA DYNA LIGHT TRUK 2003 BIRU B 9525 DO A/N SUKARNA KP SERANG KOTA RT 011 RW 006 DS SUKADAMI KEC CIKARANG SELATAN-BEKASI NOKA MHFC1BU4330003831 NOSIN 14B1728788 HILANG BPKB MOBIL TOYOTA DYNA LIGHT TRUK 2003 BIRU B 9525 DO A/N SUKARNA KP SERANG KOTA RT 011 RW 006 DS SUKADAMI KEC CIKARANG SELATAN-BEKASI NOKA MHFC1BU4330003831 NOSIN TELAH HILANG SHM NO 03372 LT 731 M² A/N SUTARMAN SARJANA HUKUM LOKASI BELANGWETAN KEC KLTEN UTARA KAB KLATEN
DIJUAL RUMAH
Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288
LOWONGAN KERJA
Dicari :
1. Technical Sales Spv 2. Sales
[1 Dan 2] Max. 45 Tahun 1. Pend. Min. DIII T. Mesin, T. Industri dan Metalurgi 2. Pend. Min. SMA/SMK/STM [1 Dan 2] Punya Motor Pribadi dan SIM C CV Lengkap di email hrd.img@gmail.com
SENIN, 2 SEPTEMBER 2019
IMBAUAN BUPATI Berdasarkan Surat Edaran bernomor KS.01/380/Kesra per tanggal 27 februari 2019: Mengistruksikan setiap instansi pemerintahan menggelar penggalangan dana “Peduli Thalsemia” menindaklanjuti data yang dirilis Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI/ POPTI) saat ini ada sebanyak 129 penyintas thalasemia yang tersebar di 30 kecamatan se-Subang. Adapun penyerahan bantuan dana dapat diserahkan ke Bagian Kesra Setda Subang atau via transfer ke rekening a/n Peduli bencana Kab.Subang: 0092084965100. Demikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Bupati Subang Ruhimat
Semangat Baru Urang Subang
Dana Anggaran Pelantikan Dewan Subang Disoal SUBANG - Patih Agung Lembaga Adat Karatwan (L AK) Galuh Pakuan, Wawan Renggo mendesak Kepala Sekretariat DPRD Subang Ujang Sutisna u nt u k d a p at ju ju r d a n transparan mengenai anggaran pelantikan Calon Anggota DPRD Subang yang baru pada tanggal 4 September 2019 mendatang. Desakan tersebut bukan tanpa sebab, Sebelumnya dikabarkan bahwa besarnya anggaran dana yang ternilai fantastik untuk pelantikan Anggota DPRD Subang mencapai Rp 8 , 8 m i l i a r t e rke s a n menghambur-hamburkan uang . Namun kemudian diklarifikasi oleh Ujang
sitrisna atau Ucok sapaan akrabnya Sekertaris Dewan (Sekwan) Subang kepada jurnalis Metro Subang, bahwa anggaran tersebut hanya sebesar Rp200 juta. Pada kesempatan berbeda, Ujang sutrisna sendiri, kembali mengklarifikasi pemberitaan menjadi Rp 400 juta untuk pelantikan anggota DPRD terpilih itu kepada media lain. Atas ketidak jelasan klarifikasi tersebut kepada Media Massa membuat Wawan Renggo yang akrab disapa Abah Renggo mempertanyakan, transparansi dari Ujang sutrisna, terkait besaran anggaran yang sebenarnya untuk pelantikan Anggota DPRD terpilih tersebut.
“ In i p e r s o a l a n k re d i bilitas Kepala Sekretariat DPRD Subang, kok klarifikasinya mencla-mencle seperti itu, seperti ada yang disembunyikan oleh Ujang sutrisna kepada publik,” ujar Abah Renggo, Sabtu kemarin (31/8). Maka dari itu Abah Renggo meminta Ujang Sutrisna sekwan DPRD Subang untuk transparan, membuka ke publik anggaran pelantikan anggota DPRD terpilih yang sebenarnya, sesuai amanat Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Karena menurut Abah Renggo, sikap yang diperlihatkan Ujang sutrisna kepada wartawan yang menjadi konsumsi publik,
padahal Bupati Ruhimat sebelumnya sudah menyampaikan kepada media, agar seluruh OPD membuka, bahkan dipasang di sebuah baligho besar semua anggaran itu supaya publik tahu. “Jika ada yang disembunyikan oleh saudara Ujang sutriana ,terkait besaran anggaran pelantikan yang sebenarnya, Ucok bisa dilaporkan ke aparat penegak hukum, dengan tuduhan melanggar UU KIP, dan Bupati pun bisa menegur keras Ujang sutrisna yang tidak mengindahkan intruksi pimpinan tekait keterbukaan infor masi publik tersebut,” tegasnya. Disinggung tentang ancaman Ujang Sutrisna sek-
wan DPRD subang yang akan mempolisikan wartawan Media Online, dengan tegas Abah Renggo menyatakan, bahwa pernyataan Ucok itu merupakan pernyataan yang sangat picik. Itu mengandung arti pejabat itu alergi kritik dari wartawan atau publik, yang berfungsi sebagai sosial kontrol. “Padahal jika ada salah penulisan oleh wartawan, dalam Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, ada hak jawab yang dilakukan media dan wartawan yang bersangkutan, dan persoalan itu dianggap selesai ketika sudah dilakukan hak jawab,” kata Abah Renggo. (fer/ tom)
Letnan Kolonel Inf Ardiansyah Pimpin Sertijab Danyon 312 SUBANG – Serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Batalyon Infranteri (Danyonif ) 312 Kala Hitam di Kelurahan Dangdeur, Subang, digelar dilapangan Yonif , sabtu kemarin (31/8). Dalam penyerahan jabatan tersebut Letkol Inf Sigit Raditya yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Bataliyon 312 Kabupaten Subang kini digantikan yang baru yaitu Letkol Inf Dedy Arianto S IpIp. Serah terima pun dipimpin langsung Komandan Brigade Inf 15 Kujang II, Letnan Kolonel Inf Ardiansyah. Komandan Brigade Infantri 15 Kujang II Letkol Inf Ardiansyah dalam sambutanya mengatakan, serah terima jabatan yang baru merupakan momentum yang biasa dalam dinamika organisasi TNI AD. Namun jangan dipandang sekedar formalitas dan sebagai aktivitas seremonial semata, akan tetapi didalamnya ada pembinaan personil yang bersangkutan dan juga penyeharan organisasi kearah yang lebih baik. Dijelaskan, Batalyon Infantri 312 Kala Hitam, sebagai salah satu satuan tempur jajaran Brigif 15 Kujang II, memiliki posisi dan peran strategis dalam mendukung keberhasilan tugas pokok Brigif Kujang 15, khususnya dalam rangka mewujudkan efektivitas penangkal terhadap ancaman serangan musuh dan menjamin keselamatan wilayah Jabar Banten. Sementara itu Danyon lama Letkol Inf Sigit Raditya, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Subang, termasuk kepada seluruh prajurit khususnya di Yonif 312 Kala Hitam Subang. (fer/tom)
50 anggota Calon DPRD Subang Terpilih Akan di Lantik SUBANG – Wajah serta harapan baru masayarakat Subang nampaknya akan segera terwujud. Betapa tidak, kepengurusan serta calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang akan segera berganti. Pelantikan ke 50 calon anggota dewan terpilih periode 2019-2024 tersebut rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 4 september 2019 besok. Menurut Ketua KPU Kabupaten Subang Suryaman, rencanya mereka semua ( anggota dewan terpilih – red ) akan kami bawa menggunakan bus menuju gedung DPRD Subang, Sabtu kemarin (31/8). “Ke 50 orang anggota dewan priode 2019-2024, setelah ngumpul di KPUD Subang, nantinya para dewan tersebut langsung diangkut dengan menggunakan bus menuju gedung DPRD Subang di Jalan Dewi Sartika Subang, untuk melaksanakan pelantikan”. Hal itu dijelaskanya, sudah masuk tahapan akhir untuk KPU Subang, sedangkan untuk pengambilan sumpah dan janji para anggota sudah masuk urusan pihak Sektaris DPRD Subang. Ditambahkanya, Mereka anggota dewan terpilih secara administrasi sudah tidak ada masalah, dan hasil penetapan kami KPUD Subang PDI Perjungan 10 kursi, Golkar 9 kursi, PKB 6 kursi, Gerinda 6 kursi, Nasdem 6 kursi, PPP 1 kursi, Demokrat 2 kursi, PKS 5 kursi, dan PAN 5 kursi, hal itu merupakan hasil pileg itu 9 Partai politik yang lolos ke gedung DPRD Subang”, ujar Ketua KPUD Subang Suryaman. (tom)
Dalang Korupsi Bansos DKP 2013 tak Kunjung Ditangkap Galuh Pakuan Desak Kejari Subang Untuk Segera Tuntaskan Kasus Tersebut SUBANG - Lembaga Adat Karatwan (LAK) Rakean Galuh Pakuan (RGP) Bezie Galih Manggala, mendesak kepada Kejari Subang untuk dapat menuntaskan perkara korupsi Bantuan Sosial Dinas Kelautan dan Perikanan yang tak kunjung selesai dari tahun 2013 lalu hingga kini. Galih Manggala, selaku yang berperan serta dalam masyarakat Subang, mengungkapkan bahwa perkara yang ditangani Kejari Subang harus dituntaskan. Jangan berhenti di tengah jalan dan menimbulkan tanda tanya publik. “Contoh seperti kasus
bantuan sosial DKP tahun 2013 lalu. Kemana ujung pangkalnya penanganan perkara tersebut? Kenapa pejabat terkait yang diduga menjadi dalang perkara itu tidak tersentuh?” Jelasnya, Sabtu Kemarin (31/08). Galih Manggala juga menegaskan bahwa kasus bantuan sosial tersebut menggunakan anggaran negara, duit keringat rakyat. Penggunaan dan pertanggungjawabannya harus jelas, tidak dikorupsi. Sebab akan sangat melukai hati rakyat. “Tegakkan hukum setegak tegaknya. Meski langit akan runtuh sekalipun, itu ibarat pepatah. Seharusnya perkara ini tuntas di meja hijau. Tidak menggantung seperti ini. Jangan sampai publik merasa tidak puas. Jika kejari tak sanggup menangkap pelaku utamanya, maka KPK wajib turun,” katanya. Pihaknya segera mengirim
surat resmi ke Kejari Subang mengenai perkara ini. “Kami wajib mengingatkan soal ini. Sebab sudah cukup lama kasus terendap. Kami tegaskan sekali lagi, demi Subang Jawara, maling jangan dibiarkan berkeliaran di tengah tengah birokrasi Subang,” katanya lagi. Perlu diketahui pada sebelumnya, pada tahun 2016, Kejari Subang telah kembali melanjutkan penyidikan atas Kasus dugaan Korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Subang tahun 2013, sebesar Rp 1,9 miliar. Pada tahun 2015 lalu, Kejari Subang, telah menahan 3 Orang tersangka, yang berperan sebagai koordinator pengumpulan uang dari 107 Kelompok Usaha Bersama (Kube), sebagai penerima manfaat dari Dana Bansos
tersebut. Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Subang, Anang Suhartono SH yang yang pada waktu lalu menangani kasus tersebut mengatakan, pihaknya saat itu mengumpulkan 2 Barang Bukti (BB) baru, dari kesaksian dan keterangan para tersangka dan sejumlah Saksi dalam Kasus tersebut. Saat itu, pihaknya kembali menjadwalkan pemanggilan 2 Orang saksi, yaitu, salah seorang Kasi di Bagian Sosial (Bagsos) Setda Kabupaten Subang, Budi dan Kepala Bagian Sosial (Kabagsos) Ujang Sutisna, untuk dimintai keterangan yang ke dua kalinya. Sementara itu ke 3 ters a n g k a, ya n g s u d a h d i tahan sebelumnya yaitu, Oman Staf dari DKP, Kasi Kesejahteraan Sosial Kemasyarakatan Bagsos S e t d a Ka b u p at e n Su b -
ang Endang Djuharya dan Kepala UPTD Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kecamatan Jalancagak, Iryana. “ Ke m u n g k i n a n b e s a r dalam kasus Bansos ini, akan muncul tersangka baru, setelah terkumpul 2 BB baru, untuk menetapkan tersangka lainnya, setelah ada keterangan dari Budi dan Ujang Sutisna,” tutur Anang. D i b ag i a n l a i n A na ng menyatakan, tidak menutup kemungkinan, dari kesaksian ke 2 saksi yang akan dipanggil itu, akan muncul tersangka baru lainnya. “Kasus dugaan korupsi Bansos ini belum berakhir, pihak Kejar i bar u menetapkan 3 tersangka, dan yang ingin Kita jerat i t u , d a l a n g d a r i Ka s u s Bansos ini,” tegas Anang kala itu. (fer/tom)
KPU Subang Gelar Evaluasi Sengketa Pemilu 2019 SUBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kabupaten Subang, menggelar agenda kegiatan, evaluasi sengketa Pemilu Tahun 2019, dan penyampaian hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Bertempat di hotel Betha Jalan Achmad Yani Subang, Sabtu kemarin (31/8). Agenda tersebut dihadiri para ketua partai politik, ormas, LSM serta tokoh masyarakat dan para insan pers kabupaten Subang Menurut Ketua KPUD Kabupaten Subang Suryaman mengatakan, bahwa sengketa pemilu tahun 2019, di Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Subang, ada tiga perkara yang dibawa ke Provinsi, ditambah Bawaslu RI yaitu perkara, MK menolak semua gugatan, baik dari gugatan perseorangan
maupun dari partai. Lanjutnya, sementara partai yang menggugat sampai ke MK diantaranya, Nasional Demokrat (Nasdem) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), gugatan tersebut terkait dengan sengketa Pemilu, dan Partai Golkar yang menggugat dari dapil 11 DPRD Provinsi, kemudian masuk ke MK, dari dapil 7 PKB atas nama Sukron Mamun, yang mengajukannya perorangan, dan semua laporan ditolak oleh MK. “Gugatan yang di ajukan ke MK oleh Partai PKB, dan KPU Subang diakui kesalahannya, divisi hukum dan pengawasan, di ibu Ratih Yeti Pujiawati, dan kami mengakui kesalahan dan kami sudah memperbaikinya. Suryaman menambahkan, hal ini berkaitan den-
gan Pengaduan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK). “Kenapa hasil PHPU ditolak MK? Ini ternyata bukti-bukti yang diajukan ada model C1, Model DA1. Kalau di saksi misalkan dapat angka tiga tetapi kenapa di B dapat empat tetapi di C dapat lima. Ini berkaitan dengan Sumber Daya Manusianya dari
pelaksana di panitia ad hoc. Termasuk juga beban kerja yang diluar kemampuan,” Kemudian ditambahkanya lagi , untuk memperbaikinya, pihak KPU dalam memasuki masa jeda akan melakukan pendidikan politik. “Supaya penyelenggara ad hoc mendatang bisa lebih kredibel,” imbuhnya. Suryaman juga menginformasikan bahwa hasil pemilu
legislatif dari 50 anggota DPRD Kabupaten Subang yang terpilih terdiri dari 24 orang anggota dewan baru dan 26 orang incumbent. Sedangkan dari gender sembilan orang diantaranya adalah perempuan. Lalu Suryaman menyebutkan bahwa anggota dewan terpilih yang sekarang 50 persen diantaranya adalah kaum millenial atau usia muda. Sehingga kata dia bisa diharapkan kerjanya bisa lebih cepat dengan jiwa idealisme yang masih tinggi. Pada tanggal 4 September nanti akan ada sumpah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang, hal itu memang benar murni hasil dari keterbukaan KPU kepada masyarakat datanya bisa dipertanggungjawabkan, tutupnya. (fer/tom)
SENIN, 2 SEPTEMBER 2019
PENDIDIKAN
4
Menelisik Potensi Bahari Tangkolak Pelajar SMAN 5 Karawang Lakukan Penelitian C I L A M AYA W E TA N – Kampung Nelayan Tangkolak di Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, dalam beberapa tahun ini, kerap jadi tujuan obseevasi. Sejumlah pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Karawang. Potensi bahari yang terdapat di desa wisata tersebut, memang sangat banyak. Selain menyimpan jutaan harta karun Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT). Di Tangkolak, juga ada rimbunan hutan mangrove yang kaya akan sumber daya alamnya. Akhir pekan kemarin, sejumlah pelajar dari SMAN 5 Karawang, nampak sibuk melakukan observasi di wilayah pusat informasi bahari Tangkolak. Salah seorang pelajar SMAN 5 Karawang, Tjik Imelda mengatakan, ke-
datangan mereka ke Tangkolak, untuk melakukan observasi dan penelitian. Dari tugas sekolah mereka, di mata pelajaran geografi. Tengang potensi desa unik di Karawang. “Kita mendapat banyak hal bar u di Tangkolak. Potensinya luar biasa. Ada laut, ada hutan mangrove, yang luar biasa, ada harta karun juga,” ungkapnya kepada KBE, kemarin. Siswa lain, Anisa Inayaturahmah mengatakan, hasil penelitian dan observasi yang mereka lakukan. Akan dipresentasikan kepada gurunya. Untuk kemudian dijadikan bahan pembelajaran bersama. “Tempatnya asik. Layak untuk dijadikan tempat penelitian atau bahkan wisata. Karena, fasilitasnya sudah lengkap,” imbuhnya. Sementara, pengelola wisata bahari Tangkolak, Tayanto menambahkan, hampir setiap pekan, tak sedikit pelajar maupun mahasiswa dari penjuru Karawang, datang ke Tangkolak untuk belajar.
Ba h k a n b eb e ra p a u n i versitas besar dari luar Karawang sudah beberapa kali melakukan penelitian atau KKN disana. Diantaranya, kata dia, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, IPB, hingga ITB. Pernah singgah di Tangkolak, untuk mempelajari potensi yang ada disana. “Bahkan Unsika dan Poltek KP Karawang, sudah bermitra dengan kami,” ujarnya. Masih kata dia, pihak pengelola tidak mematok biaya sepeserpun untuk pelajar atau mahasiswa yang ingin belajar atau melakukan penelitian di Tangkolak. “Jika mau belajar, itu gratis. Kami disini, ada tour guide hingga instruktur,” katanya. “Tapi, untuk sewa kapal atau lain-lain itu ada tarifnya. Biasanya langsung dengan nelayan,” pungkasnya. (wyd) WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
PENELITIAN : Pelajar putri dari SMAN 5 Karawang, melakukan penelitian di objek Ekowisata Mangrove Tangkolak, Desa Sukakerta, Cilamaya Wetan.
Disdikpora Larang Sekolah Jual Buku LKS KARAWANG – Terkait dengan maraknya isu jual beli buku Lembar Kerja Siswa(LKS) di setiap sekolah. Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Karawang menegaskan bahwa telah mengingatkan pihak sekolah untuk tidak menjual buku LKS dan buku pegangan siswa. Karena hal itu melanggar aturan. “Kami telah melayangkan surat edaran larangan menjual buku LKS dan buku pegangan siswa ke pihak sekolah ,” kata Kadisdikpora, Dadan Sugardan kepada
wartawan, kemarin. Menurut Dadan, buku pegangan siswa dari sekolah diberikan secara gratis. Karena disubsidi pemerintah melalui Dana Bantuan Operasional (BOS). “Buku yang disubsidi pemerintah tidak boleh dijual kepada siswa,” ucapnya. Sementara, mengenai buku LKS , Dadan menegaskan juga ke pihak sekolah untuk tidak perjualbelikan di sekolah. Siswa berhak membeli LKS, namun tidak di sekolah. “Kalau misalkan orang tua siswa beli LKS
di toko buku, boleh saja,” jelasnya. Sebelumnya, salah satu anggota Saber Pungli Karawang, Mutiara mengaku belum mengetahui kasus tersebut justru dirinya menunggu laporan dari orang tua agar bisa ditindaklanjuti. “ Sampai saat ini belum ada orang tua yang melapor, saya nunggu laporan orangtua, saya akan tangkap tangan saat pembayaran atau transaksi, saya mau telusuri dulu cuman belum ada titik terang,” terangnya. (bbs/rie)
Yayasan Assolahiyah Gagas Gertas 1000 Pohon YANA TOYIB/KARAWANG BEKASI EKSPRES
Yayasan Miftahul Azhar Peringati 1 Muharram dengan Berbagi K A R AWA N G – D a l a m rangka memperingati tahun baru islam 1441 Hijriyah. Yayasan Miftahul Azhar mengadakan kegiatan santunan kepada jompo dan anak yatim di sekolah. Pelaksanaan santunan yang dihadiri oleh pengurus yayasan dan anggota tenaga pendidik Paud DTA TPQ Miftahul Azhar. Serta warga yang bertempat tinggal di lingkungan sekitar Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru juga ikut mewarnai kegiatan tersebut. Kepala sekolah Paud TPQ Miftahul Azhar, Eva Hapsah
Spd.i mengatakan, anggaran santunan tersebut merupakan dana yang dihasilkan dari infaq dan sumbangan para donatur. Serta masyarakat yang bertempat tinggal di sekolah. “Kegiatan santunan diberikan dalam rangka memperingati tahun baru islam 1441 Hijriyah untuk lebih mencintai dan menyangi anak yatim,” katanya kepada KBE, kemarin. Bahkan, kata dia, kegiatan tersebut juga sudah menjadi agenda rutin dan berkesinambungan yang dilaksanakan oleh sekolah pada
setiap peringatan hari-hari besar Islam. Selain untuk meningkatkan syiar Islam pelaksanaan santunan yatim piatu. “Santunan hanya sedikit meringankan beban, serta memberikan semangat dan motivasi bagi anak-anak yatim dalam menjalani kehidupannya. Semua apa yang kita berikan bisa bermanfaat,” ucapnya. Adapun pembelajaran lainnya yaitu menjadisarana dan mangaplikasikan serta memasyarakatkan ajaran infak dan sedekah di kalangan umat Islam. Ka-
rena bagi dia sebaik-bainya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. “Alhamdulilah setiap tahun kita masih diberikan kesempatan untuk bersedekah,” ucapnya. Sementara salah satu peserta penerima santunan anak yatim, Ristiani mengaku senang dan turut berterimakasih kepada keluaraga besar pengurus yayasan dan donatur yang sudah memberikan bantuan setiap tahunnya. “Alhamdulilah setiap hari peringatan hari besar selalu dapat bantuan,” akunya. (oib)
K A R AWA N G – U n t u k menanamkan kepedulian lingkungan di lingkungan pendidikan, Yayasan Assolahiyah menggagas program Gerakan Tanam dan Asuh 1000 Pohon (Gertas Pohon) di SDN 2 Muktijaya, Kecamatan Cilamaya Kulon. Program Gertas 1000 Pohon merupakan pertama di Kabupaten Karawang k hu su s nya d i l i ngku n gan pendidikan. Hal itu d i l a ku k a n u nt u k m e n umbuhkan rasa p e duli terhadap lingkungan dan menumbuhkan sikap kepada para siswa untuk menciptakan sekolah bersih dan hijau. “Sesuai tagline kami yaitu, Ayo kita hijaukan sekolah, hijaukan Indonesia dan hijaukan dunia,” kata Direktur Utama yayasan Assolahiyah, Heru Saleh k e p a d a w a r t aw a n , k e marin. Lanjut Heru, untuk pro-
gram awal, program Gertas 1000 pohon ini akan difokuskan pada sektor pendidikan. “Mudah mudahan dengan e dukasi p e n e rap a n l i ngku nga n ini bisa diaplikasikan dimulai dari pendidikan hingga ke masyarakat,” terangnya. Lanjut Heru, akan memberikan apresiasi berupa beasiswa kepada para o ra n g t u a a s u h p o h o n (adopter). Yang bisa menjaga dan merawat pohon yang diberikan sesuai dengan penilaian yang akan dilakukan oleh tim penilai. Untuk saat ini, ada sekitar 12 sekolah di Kecamatan Cilamaya Kulon yang mengikuti program Gertas 1000 pohon yang masing masing mendapatkan 50 pohon untuk ditanam dan dirawat. “Ini sebagai langkah awal dan mudah mudahan kedepannya akan terus berkembang dan bisa diaplikasikan
ke Kecamatan lain di Kabupaten Karawang, sehingga bisa memberikan efek cinta lingkungan khususnya kepada para siswa sehingga tercipta sekolah yang hijau,” paparnya. Disampaikan Heru, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada per usahaan yang telah berkontribusi untuk program Gertas 1000 pohon i n i , s e h i n g g a p ro g ra m ini bisa terealisasi guna menciptakan lingkungan yang hijau di masa yang akan datang. “ Terima kasih kepada perusahaan yang telah berkontribusi seperti Pertamina EP, KIIC, Pupuk Kujang, DLHK Karawang dan bibit semai di Kabupaten Karawang. Semoga kontribusinya bisa memberikan manfaat guna menghijaukan sekolah, menghijaukan Indonesia dan menghijaukan Dunia,” pungkasnya. (bbs/rie)
Pawai Obor Sambut 1 Muharram di Kotabaru KARAWANG – Berbagai perayaan dalam menyambut tahun baru Islam terus dilakukan oleh setiap umatnya. Seperti yang terlihat di sepanjang Jalan Kotabaru malam kemarin. Ratusan masyarakat begitu antusias dalam merayakan hari tahun baru islam tersebut. Salah satu kumpulan anak muda yang tergabung dalam Semut Hitam bershalawat misalnya. Sebelum pelaksanaan pawai obor berlangsung meriah, mereka sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tersebut. “Sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari,” ucapnya Egi, salah satu pembina Semut Hitam Bershalawat kepada KBE, kemarin. Egi menceriatakan, tujuan dengan diadakannya pawai obor tersebut adalah untuk meramaikan tahun baru is-
lam. Jangan sampai, kata dia, masyarakat khususnya pemuda lebih senang dan bangga memeriahkan hari tahun baru masehi dibandingkan hari tahun agamanya sendiri. “Maka tidak kalah serunya dan ramainya selama perayaan tahun baru Islam berlangsung. Alhamdulilah antusias masyarakat dan pemuda juga tinggi,” ungkapnya. Setelah selesai melaksanakan pawai obor yang mulai star dari mesjid dan keliling jalan dengan jumlah anggota sebanyak 500 orang. Ditambah masyarakat serta pengamanan dari sejumlah aparat kepolisian, ikut memeriahkan hari tahun baru Islam dilanjut dengan kegiatan dzikir bersama. “Semoga umat Islam diberi keselamatan oleh Allah SWT dan jangan terpecah belah kita harus bersatu,” tuturnya. (oib) YANA TOYIB/KARAWANG BEKASI EKSPRES
SENIN, 2 SEPTEMBER 2019
METRO KARAWANG
5
KAOFF Tagih Janji Pemda Belum Memiliki Sirkuit Balap KARAWANG – Ketua Karawang Advanture offroad (KAOff ) Kabupaten Karawang, Muhammad “Dewasena” Sayegi, mengungkapkan Kabupaten Karawang kesulitan dalam menciptakan sosok-sosok pembalap profesional. Dikarenakan belum adanya fasilitas pendukung yang diberikan pemerintah daerah (Pemda) bagi anak-anak muda berbakat Karawang. Tidak punya sirkuit sendiri baik sirkuit mobil maupun motor. “Sehingga anak-anak muda yang memiliki potensi sebagai pembalap susah sekali mengasah bakat dan kemampuan mereka,” katanya kepada KBE, di sela-sela kegiatan Monster Road Adventure, di lapangan Galuh Mas Karawang, kemarin (31/8). Menurut Kang Dewa sapaan akrabnya, inilah mengapa Karawang susah menciptakan pembalap- pembalap profesional. Karena tidak adanya fasilitas sirkuit ini. Pasalnya, fasilitas tersebut sangat penting untuk mengasah dan mengembangkan potensi yang dimilIkinya. “Dulu Bupati Karawang emang pernah janji jika Karawang akan ada sirkuit. Namun sampai sekarang belum ada, mudah-mudahan tahun depanlah,” ujarnya. Lanjut Kang Dewa, pihaknya akan terus berupaya mendorong dengan menggelar berbagai event event agar pemerintah tergugah. Melihat banyaknya anakanak pencinta road race Karawang yang memiliki bakat dan prestasi yang luar biasa. Namun karena tidak punya sirkuit atau tempat yang layak untuk menyalurkan bakatnya, akhirnya mereka kerap melakukan balap liar dan ugal-ugalan di jalanan. “Hal itu yang justru malah dapat membahayakan banyak pihak. Kami juga sempat juga mempertanyakan dan jawaban pemda hanya mengatakan sedang membangun konstrukisnya,” ucapnya. “Layaknya untuk sebuah sirkuit 5 hektare ya, itu sudah masuk standar nasional. Dan Pemkab Karawang memang pernah menjanjikan akan memberikan 2 hektare saja, tapi hingga hari ini itu juga tidak kunjung ada realisasi,” pungkasnya. (gie)
HUMANIORA
Polisi Ringkus Pencuri Motor Spesialis Masjid KARAWANG – Polsek Karawang Kota meringkus seorang pelaku pencurian bermotor spesialis parkiran masjid Kamis (29/8) dinihari. Sementara tiga pelaku lain berhasil melarikan diri. Kapolsek Karawang Kota, Kompol Iwan Ridwan Saleh mengatakan, pelaku ditangkap saat petugas sedang melakukan patroli pagi di jalan Ahmad Yani. “Petugas melihat empat o r an g b e rk e n da r a du a sepeda motor honda beat dan Yamaha NMax. Yang mengendarai beat mendorong motor N max dalam kondisi mati dengan
kaki (di step),” kata Iwan kepada KBE, kemarin. Saat dihampiri petugas, lanjut Iwan, pelaku melarikan diri berhamburan. Padahal petugas hanya curiga dan hendak menanyakan dan membantu. “Dua kabur berkendara motor beat. Sementara yang berkendara Nmax satu orang terjatuh dan diamankan petugas,” jelasnya. Lanjut Iwan, hasil interogasi awal pelaku telah mencuri sepeda motor N max yang diparkir di halaman mesjid Al Jihad. Menurut p engakuannya, p elaku mencuri motor sekitar pu-
kul 03.30 WIB di parkiran Al Jihad. “ P e l a ku i n i s p e s i a l i s curanmor parkiran mesjid. Sementara masih kami kembangkan kasusnya,” ungkapnya. Seorang pelaku, berinisial OKA (25), tercatat warga Kecamatan Pedes , berikut barang bukti sepeda motor Yamaha Nmax diamankan di Mapolsek Karawang Kota guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun penjara,” pungkasnya. (rie)
Bupati Cup, Pesilat Cilamaya Targetkan Juara Umum
Sekda : Tahun Baru Islam Momen Perbaiki Diri KARAWANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri menyebut memasuki tahun baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriyah adalah momen tepat bagi segenap kaum muslim untuk memperbaiki diri. “Tanggal 1 Muharram menjadi momentum evaluasi diri untuk hijrah menuju kebaikan bersama,” ucapnya kepada KBE, disela-sela kegiatan pawai Obor dan Parade Bedug di Tuoarev Karawang, kemarin. Lanjut Acep, dirinya berharap di tahun baru 1441 Hijriyah ini, Kabupaten Karawang akan menjadi lebih baik dan terhindarkan dari segala musibah. “Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua,” kata Acep yang juga Ketua DKM Masjid Agung Karawang. Menurut Acep, momentum perayaan tahun baru Islam ini, harus di sambut dengan semangat. Dan antusias oleh segenap masyarakat Kabupaten Karawang bersama dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Karawang. “Pemda Karawang akan terus melakukan evaluasi kegiatan menyambut tahun baru Islam ini. Agar menjadi lebih baik lagi di tahun berikutnya dan dapat lebih bermanfaat lagi bagi masyarakat,” ujarnya. Acep mengatakan, peringatan tahun baru Islam setiap tahunnya akan terus di evaluasi. Guna memperbaiki segala sesuatu yang dinilai masih kurang. “Kegiatan ini akan terus di evalusai setiap tahunnya, apa yang kurang akan kita perbaiki. Dan yang bagusnya akan kita pertahankan dan tingkatkan lagi,” jelasnya. “Saya juga akan melakukan evaluasi bagi para pejabat yang tidak hadir dalam gelaran mebyambut Hari Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah ini,” pungkasnya. (gie)
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
TADJIMALELA : Latgab sekaligus pelepasan 12 atlet Tadjimalela Cilamaya, cabang Karang, untuk Bupati Cup 2019.
CILAMAYA WETAN – Sebanyak 12 atlet pencak silat terbaik di Kecamatan Cilamaya Wetan, dilepas oleh Ketua Umum Pengurus Cabang Tadjimalela, Karawang, Edi Satya. Untuk menghadapi laga sengit, di Bupati Cup 2019, yang akan mulai bergulir pekan depan. Cilamaya sebagai gudang atlet pencak silat, optimia, dapat meraih hasil yang maksimal di Bupati Cup tahun ini. Pengurus Silat Tadjimalela Karawang, Edi Satya mengatakan, Bupati Cup cabang lomba Tadjimalela bakal di gelar 7-8 September 2019 mendatang. Pe ng u r u s Ke ca mat a n Cilamaya Wetan, kata Edi, menargetkan juara umum dalam kejuaraan tersebut. “Kami optimis, dengan komposisi atlet yang ada, bisa meraih tahta juara
umum,” ujarnya, kepada KBE, kemarin. Usai menggelar latihan bersama dan pelepasan 12 pesilat untuk Bupati Cup, Edi menjelaskan, ajang tersebut juga menjadi tolak ukur, bagi pengurus Tadjimalela Karawang, untuk mencari bibit-bibit unggul, yang bakal di bawa ke Porda Jawa Barat tahun 2020 mendatang. “Mudah-mudahan apa yang ditargetkan oleh pengurus kabupaten, bisa tercapai,” harapnya. Sementara, atlet Tadjimalela andalan Cilamaya, Muhammad Rafakhry mengatakan, setelah dilepas oleh tim, ia bersama 11 rekannya mengaku bakal serius berlatih demi hasil susai target. “Persiapan sekarang, latihan seriua dan jaga kebugaran aja. Optimis, kita harus juara umum,” pungkasnya. (wyd)
PGMI dan Pergunu Meriahkan Gebyar Muharam CILAMAYA WETAN – Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) bersama Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kecamatan Cilamaya Wetan, kembali menggelar Gebyar Muharam. Sabtu, (31/8) di Kecamatan Cilamaya Wetan. Dalam rangka memperingati, sekaligus memeriahkan tahun baru islam, 1 Hijriyah 1441. PGMI dan Pergunu merangkul seluruh elemen, mulai dari lembaga pendidikan, majelis taklim, hingga komunitas anak-anak muda. Dalam rangkaian kegiatan bertajuk Gebyar Muharam Cilamaya. “Ini merupakan tahun ke 2 pelaksanaan Gebyar Muharam di Cilamaya. Tujuannya, untuk memperkuat
ukhwuah islamiyah, antar umat muslim di Cilamaya,” ungkap Ketua PGMI dan Pergunu Cilamaya Wetan, Nanang Muhajiri kepada KBE, kemarin. Nanang menjelaskan, seluruh elemen masyarakat di Cilamaya, bergabung untuk memeriahkan 1 Muharam 1441 Hijriyah, dengan beragam acara. Diantaranya, lomba pawai obor dan berbagai lomba kreatifitas bernuansa religius, yang diikuti ratusan peserta se-Kecamatan Cilamaya Wetan. “Sedikitnya ada 250 peserta lomba, dari berbagai tingkatan sekolah. Dari TK hingga SMA. Mereka memperebutkan trofi dan hadiah, jutaan rupiah,” kata Nanang. S e lain itu, lanjutnya,
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
GEBYAR MUHARAM : PGMI dan Pergunu, bagikan doorprize dalam acara Gebyar Muharam, di Kecamatan Cilamaya Wetan.
PGMI dan Pergunu Cilamaya Wetan, juga menggelar acara santunan kepada 150 anak yatim, yang tinggal
di Kecamatan Cilamaya Wetan. “Kami ingin mengingatkan kepada masyarakat. Khususnya, milenial. Jangan
terlena dengan perayaan tahun baru masehi. Umat muslim, punya tahun baru hijriyah,” ujarnya.(wyd)
SENIN, 2 SEPTEMBER 2019
DAYA ADICIPTA
6
Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis
Seru!!! Lomba Warga antar Klaster Semarak HUT R Masih Terasa di Deltamas
Pede ADV 150 Terjual 2.500 Unit Per Bulan BEKASI- PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku distributor utama sepeda motor dan suku cadang Honda Jawa Barat menargetkan penjualan skutik terbaru yaitu Honda ADV 150 menembus angka 2.500 unit setiap bulannya. Hal tersebut disampaikan General Manager Motorcycle Sales, Marketing & Logistic DAM, Lerri Gunawan saat memperkenalkan Honda ADV 150 di Summareceon Mall Bekasi (SMB), Sabtu (31/8). “Berbagai fitur canggih yang disematkan pada Honda ADV150 menjadikan partner berkendara terbaik dalam penyaluran hobi dan aktualisasi diri di jalan raya. Kehadiran Honda ADV150 diharapkan dapat semakin memperkuat dominasi pasar skutik sepeda motor Honda di Jawa Barat. DAM menargetkan Honda ADV150 dapat terjual sebanyak 2.500 unit setiap bulannya,” kata Lerri. Ia mengatakan, ketika diluncurkan di GIIAS, Honda ADV 150 mendapatkan respon yang positif dari masyarakat Jawa Barat. Pasalnya skutik ini mempunyai tampilan yang futuristik, skutik penjelajah jalanan yang tangguh, menggabungkan elemen berkendara menyenangkan dan kenyamanan sebagai kendaraan harian. Lerry mengatakan sejak diluncurkan di Jawa Barat tercatat sudah 1700 konsumen yang inden. “Saya sampaikan. Kita berupaya memenuhi inden ini selama dua empat minggu, sudah sampai di rumah konsumen,”tuturnya. (dim)
C I K A R A N G P U S A TManajemen Kota Deltamas menggandeng warga perumahan setempat menggelar acara “Gebyar Kemerdekaan Kota Deltamas” dalam rangka menyemarakkan HUT ke-74 Ri (31/8). Ratusan warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dalam acara itu. Head of Residential & Commercial Kota Deltamas, John F mengatakan, manajemen Kota Deltamas berupaya untuk terus memperat hubungaan bersama warga. Momentum HUT RI menjadi ajang silaturahmi warga dan pihak manajemen. “Ini merupakan kegiatan rutin. Ini untuk menjalin hubungan baik dengan warga,”kata John. Pada acara Gebyar Kemerdekaan berbagai lomba menarik diadakan dengan hiburan live musik, “Minggu lalu juga sudah kami adakan lomba antar klaster, sekarang lomba untuk anakanak,”paparnya. John mengatakan selain mengadakan kegiatan bersama warga secara rutin. Pihaknya juga kerap mengadakan pertemuan rutin
DIMAS/CIKARANG EKSPRES
SEKILAS: Manajemen Kota Deltamas menggandeng warga perumahan setempat menggelar acara “Gebyar Kemerdekaan Kota Deltamas” dalam rangka menyemarakkan HUT ke-74 Ri (31/8). Ratusan warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dalam acara itu.
dengan perwakilan warga. “Silaturahmi terus kita jalin. Selain ini, setiap bulan sekali kita adakan rapat, kita komunikasi dan sharing dengan warga sekaligus menyampaikan progres pembangunan,”tuturnya. Perwakilan Paguyuban Kota Deltamas, Jimmy
Siregar mengatakan lomba yang dipertandingkan antar klaster, “Lomba ini lebih ke antar klaster. Agar semua klaster bisa bertemu dan silaturahmi. Partisipasi cukup tinggi, semua perwakilan hadir,”paparnya. Jimmy mengatakan meski rutinitas warga Kota Del-
tamas terbilang sangat padat. Momentumen ini juga sebagai mempererat rasa persaudaraan warga Kota Deltamas. “Ada lomba voli, bulu tangkis, futsal dan lomba anak-anak. Paguyuban bersama warya ingin terus mempererat rasa persau-
dara. Walaupun kita berbeda suku ras tapi kita tetap saudara,”ungkapnya. Kota Deltamas saat ini sudah diisi lebih dari lima ribu warga terdiri dari 18 klaster, “Kita bersama estate melingkupi semua klaster. Setiap tahun rutin kita adakan,” tandasnya. (dim)
ADVERTORIAL ADVERTORIAL DPRD KABUPATEN KARAWANG
Peringatan Tahun Baru Islam 1441 Hijriah
Para Anggota DPRD Ikut Semarakan Pawai Obor KARAWANG – Ketua DPRD Karawang Sementara, Pendi Anwar, Wakil Ketua sementara Endang Sodikin beserta anggota DPRD Karawang menghadiri acara menyambut tahun baru Islam 1441 Hijriah tingkat Kabupaten Karawang yang bertempat di Jalan Tuparev, Karawang. Untuk tema acara tahun baru Islam (1 Muharram 1441 Hijriyah) saat ini adalah kekuatan untuk merubah cara berpikir dan cara kerja yang lebih produktif untuk kemaslahatan bangsa. Dalam acara tersebut hadir Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana dan Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsari, Forkominda dan para kepala OPD. Acara ini dimeriahkan dengan penampilan pemenang ajang marawis Ramadhan 2019, SMK Tri Mitra. Serta pawai obor dan bedug yang diikuti oleh perwakilan masing-masing wilayah kecamatan dan desa, serta sekolah, pesantren, perwakilan OPD dan kelompok masyarakat seKabupaten Karawang. (adv)
SENIN, 2 SEPTEMBER 2019
SAMBUNGAN
Jimmy Unjuk .... dari halaman 1 d a l a m ju m l a h p e m i l i h Karawang, Jimmy diklaim unggul dengan selisih sekitar 79.590 suara. D a l a m s u r v e y i n t e rnal bertema awareness dan antusias pilkada ini, sekitar 61, 2 persen masyarakat Karawang sudah tahu akan ada Pilbup di tahun 2020 mendatang. Sisanya 38,8 persen menyatakan belum tahu. Sementara itu sekitar 87, 2 persen pemilih Karawang akan menggunakan hak pilihnya, 3,6 tidak menjawab, 7.9 belum tahu, dan hanya 1,2 persen pemilih yang tidak akan
m e ng gu na ka n ha k p i lihnya. Dengan hasil survey ini, Jimmy mengaku optimis bisa memenangkan Pilkada Karawang. Dan ia meminta para kader dan relawan yang sudah terbentuk di masing-masing pelosok terus bergerak. “Karenanya saya mengajak para relawan ayo teruslah bergerak, kita yakin semua akan Jimmy pada waktunya,” ujarnya kepada KBE, kemarin. Sementara pada kesempatan lain, Jimmy yakin bisa berpasangan dengan Gina Swara sebagai calon wakil bupatinya. Bahkan ia mengaku sudah
Dari Cilamaya untuk …. sowan ke orang tuanya Gina dan mendapat restu untuk ‘meminang’ Gina Swara untuk berpasangan di Pilkada Karawang. Sementara soal kemungkinan berpasangan lagi dengan Cellica sebagai orang nomor dua di Karawang, dengan tegas Jimmy mengatakan tidak akan kembali menemani Cellica di Pilkada 2020 mendatang. “Ga lah ga bareng lagi. Alasan besarnya saya kasian pada rakyat yang masih banyak menganggur, terlilit rentenir dan saya kasihan pada Persika yang terbengkalai,” ujarnya. (mhs/shn)
Puluhan Emak-emak .... dari halaman 1 men, dengan nama Srikandi Garcel ini untuk menghimpun kaum perempuan, agar tergerak aktif menjadi corong terdepan basis pemilih kaum perempuan,” ucapnya kepada KBE. Dikatakannya, relawan Srikandi ini berupaya terus melebarkan jaringan
untuk mengantarkan Cellica memenangkan pada pilkada Karawang 2020. Untuk itu, pihaknya akan membentuk Relawan Srikandi Garcel di tiap tiap kecamatan di Kabupaten Karawang “Setelah deklarasi ini, pihaknya akan terus melebarkan sayap untuk menggalang dukungan terhadap
Teh Celli, dan rencananya akan dibentuk di tiap tiap kecamatan,” ujarnya. Menurutnya, puluhan perempuan yang berdeklarasi terdiri dari beberapa elemen, dan sejumlah tokoh masyarakat perempuan. Dan deklarasi ini karena keinginan atas dasar sukarela kami, tanpa didorong pihak manapun. (gie)
kan karena mereka memang tidak punya produk u nt u k d i s a m p a i k a n k e masyarakat,” kata Direktur Lembaga Kajian Karawang Budgeting Control, Ricky Mulyana, Jumat (30/8) lalu. Menurut Ricki, seharusnya program TP4D segera dievaluasi jika pada akhirnya menghilangkan fungsi penindakan hukum aparat kejaksaan. Apalagi celah untuk berlindung dalam program TP4D sudah banyak diketahui oleh mereka yang bertanggungjawab mengelola uang negara. Kebanyakan para pejabat negara lebih memilih untuk mengikuti program TP4D untuk menjalin hubungan mesra dengan kejaksaan. “ Ke m e s r a a n i n i y a n g membuat penegakan hukum kasus korupsi tidak berjalan,” katanya.
“Dan kasus seperti ini bukan sekali saja, seperti proyek pendestrian sebesar Rp15 miliar tidak juga ditangani kejaksaan padahal sudah ramai diperbincangkan masyarakat,” katanya. Menurut Ricki akibat yang terjadi sekarang ini masyarakat Karawang sudah tidak percaya lag i de ngan Ke jaksaan Karawang. Dalam banya k k a s u s, ma s ya ra k at Karawang lebih memilih melaporkan kasus korupsi ke Kejaksaan Tinggi Jabar atau langsung ke Kejagung. “A d a b e b e r a p a k a s u s di Karawang ditangani langsung oleh Kejati Jabar berdasarkan laporan masyarakat seperti kasus dugaan kor upsi PDAM misalnya. “ katanya. (bbs/ rie)
TP4D Picu .... dari halaman 1 ‘selera’ menangani kasus korupsi di Karawang. Dia menuding salah satu p e n y e b a b n y a l a nt a ra n adanya program TP4D ( Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah) di Kejaksaan yang dinilainya kebablasan. Program T P 4 D m e mbu at apa rat k e ja k s a a n d i n i l a i K B C tidak berdaya melakukan penindakan atas kasus korupsi. “Dalam satu tahun ini mana produk kejaksaan dalam penindakan korupsi, nol besar. Seharusnya saat HBA (Hari Bakti Adyaksa) kemarin kejaksaan membuat laporan berapa kasus yang sudah ditanganinya seperti yang dilakukan kejaksaan di daerah lain. Tapi kenyataannya itu tidak dilaku-
Tumpahan Minyak .... dari halaman 1 Meski begitu, volume tumpahan minyak mentah dari hari ke hari tidak mengalami meningkatan berarti. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, Wawan Setiawan, setelah dirinya bertemu pihak P H E O N W J, Ju m a t , 3 0 A g u s t u s 2 0 1 9 . “ Me n u rut keterangan pihak Pertamina peningkatan p e n c e m a ra n d i Pa n t a i Cemarajaya bukan akibat meningkatnya volume minyak yang tumpah. Ha l i t u t e r j a d i k a re n a gelombang pasang dan angin bertiup lebih kencang dari biasanya,” kata Wawan. Dijelaskan juga, karena gelombang laut cukup tinggi, tidak semua tumpahan minyak mentah tertangkap oilboom. Tumpahanya minyak itu
akhirnya terbawa gelombang menuju pantai,” jelas Wawan. S ement a ra ini, la njut dia, Pertamina masih berusaha menutup pipa yang bocor dengan cara membangun sumur baru. Sumur baru dibuat miring yang akan berrtemu dengan sumur yang bocor di kedalaman 9000 feet. Saat ini, pemboran sumur baru baru mencapai 6200 feet atau baru mencapai 62 persen dari rencana. Dari sumur baru itu nantinya akan dipompa lumpur padat guna menutup sumur yang bocor. Pihak Pertamina memprediksi kebocoran baru bisa tertangani akhir September atau akhir O ktob er 2019. “Sambil menunggu penutupan kebocoran sumur, proses pembersihan pantai terus dilakukan,” kata Wawan. S elain itu, Per tamina juga ter us menghitung
7
kerugian yang diderita warga juga Pemerintah Daerah. “Penanganan kerugian melibatkan tiga OPD (organisasi perangkat daerah) yakni Dinas Lingkungan Hidul, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Penanggulangan Bencana Derah, juga Dinas Kesehatan,” paparnya. Dari sisi lingkungan hidup, kata Wawan, tumpahan minyak mentah telah mencemari 232 ribu pohon mangrove dari 935 ribu mangrove yang ditanam pada lahan s e lu as 203 hektare sejak tahun 2014 hingga 2019. “Harus ada kompensasi dari Pertamina terkait pencemaraan tersebut,” katanya. Kompensasi yang sama, lanjut dia, harus dirasakan masyarakat nelayan dan warga terdampak lainnya. “Saat ini, kerugian yang diderita warga masih sedang dalam penghitungan,” kata Wawan. (rie)
dari halaman 1 kan Pemerintah Indonesia, adalah dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa-1 di Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Jawa Barat. Sebagai salah satu dari proyek 35.000 Mega Watt ( M W ) . P LT G U Jaw a - 1 , diprediksi, bakal menjadi pemutus sejarah kelam blackout di Indonesia. Tentang Jawa Satu Power Megaproyek tersebut digarap oleh PT Jawa Satu Power (JSP), yang merupakan perusahaan konsorsium dari PT Pertamina Power Indonesia (PPI), Marubeni Corporation dan Sojitz Corporation. Dengan total nilai investasi sebesar $ 2,5 miliar USD. PLTGU Jawa-1 bakal menghasilkan 1.760 mega watt listrik. Untuk dikonsumsi oleh 14 juta kepala keluarga, di seluruh Jawa-Bali hingga Pulau Madura. Sementara, untuk pembangunan konstruksi. JSP menyerahkan pada EPC Consorsium, yang terdiri dari tiga perusahaan internasional. Seperti, General Electric (GE) dari USA, Samsung C&T (Samsung) dari Korea dan PT Meindo Elang Indah (Meindo), sebagai keterwakilan perusahaan lokal Indonesia. Ke tiga main contractor tersebut, juga bertanggung jawab untuk pemeliharaan pembangkit listrik tersebut, selama 25 tahun. Terbesar se-Asia Tenggara Sebagai desa terpencil di ujung Karawang. Warga Desa Cilamaya, tak pernah menyangka. Jika mega proyek sekelas PLTGU Jawa-1, dibangun diantar lingkungan mereka yang padat penduduk. Euforia warga setempat, menyambut pembangunan projek bernilai Rp. 26 triliun itu, sudah terjadi sejak pertengahan tahun 2017 lalu. Kini, proyek tersebut sudah masuk tahap konstruksi. Dimulai Desember 2018, PLTGU Jawa-1 diprediksi rampung September 2021. Sebagai bagian dari program 35.000 mega watt. Proyek PLTGU Jawa-1 digadang-gadang menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Dibangun diatas lahan seluas 30 hektare, bakal objek vital nasional ini, dikerjakan oleh 20 perusahaan multi-internasional. Tak main-main, Negara adidaya seperti USA, Jepang hingga Korea. Turut andil dalam proses pembangunan PLTGU Jawa-1 di Cilamaya, Karawang. Selain jadi yang terbesar, PLTGU Jawa-1 juga, menjadi satu-satunya pembangkit listrik dengan turbin gas paling efisien. Pembangkit listrik tersebut, memiliki tingkat emisi terendah, hanya 9HA.02. Terlebih lagi, pemeliharaannya di program untuk jangka panjang, yang meliputi digital solutions, commissioning and installation, parts, field and repair
services. Sehingga, projek garapan PT Jawa Satu Power itu, di cap sebagai PLTGU tercanggih di dunia. “Dengan tarif yang efisien, PLN berpotensi menghemat sebesar Rp 43 triliun,” kata Direktur Pengadaan Strategis PLN, Supangkat Iwan Santoso. Usai pelaksanaan Ground Breaking PLTGU Jawa-1, di Cilamaya, Karawang. Rabu, 19 Desember 2018. Multiplier Effect Jawa-1 Ke h a d i ra n p e m b a n g kit listrik dengan teknologi combined-cycle Jawa-1 ini, diprediksi bakal menimbulkan Multiplier Effect. Salah satunya efek output yang banyak bagi roda perekonomian masyarakat sekitar. Pasalnya, jaringan listrik terbesar Jawa-Bali itu, dibangun di lingkungan padat penduduk. Hal tersebut menjadikan PLTGU Jawa-1 unik. Paslanya, di antara pembangkit-pembangkit kecil lain di Jawa-Bali. PLTGU Jawa-1 merupakan proyek terbesar satu-satunya yang dibangun diantara lingkungan padat penduduk. Proyek sepanjang 52 kilometer tersebut, melintasi Karawang-Bekasi, hingga Subang. Menara sutet PLTGU Jawa-1 yang berjumlah 118 unit, akan melintasi 14 kecamatan dan 39 desa di 3 kabupaten/kota yang berbeda. Tantangan berat pun, harus dihadapi PT Jawa Satu Power selama tahapan konstruksi ini. Dimana, mereka harus benar-benar bisa mengelola masalah konflik sosial dan ekonomi yang akan terjadi, di beberapa daerah terdampak pembangunan. “Memang benar, issu-issu social dan ekonomi di wilayah terdampak pembangunan, merupakan hal yang paling sering kami hadapi,” ungkap Affair Manager External, PT Jawa Satu Power, Tig Djulianto, kepada Karawang Bekasi Ekspres, Senin, 26 Agustus 2019 lalu. Djulianto menjelaskan, Multiplier Effect yang dimaksud, termasuk perubahan kultur, serta euporia masyarakat yang terkesan berlebihan dan sulit dibendung, atas kedatangan proyek PLTGU Jawa-1 disana. Espektasi masyarakat yang terlalu tinggi, berdampak pada issu-issu sosial, dengan skala kerumitan tinggi. Tingkat kesenjangan terjadi. Kala sebagian kelompok yang kuat. Berhasil melompat lebih jauh. Meninggalkan sebagian kelompok besar lain, yang minim pengetahuan, pengalaman, bahkan kemampuan. Selain itu, masalah-masalah lingkungan pun bermunculan. Di mana, tak sedikit warga sekitar proyek, yang notabene lingkungan pada penduduk mengggelar aksi unjuk rasa. Mereka protes, mereka terganggu. Dengan kebisingan, getaran dan mobilisasi yang cukup tinggi. Atas kehadiran PLTGU Jawa1 di rumah mereka. “Di setiap proyek ada resiko.
Tapi, disisi lain, pasti ada dampak positifnya. Tergantung dari sudut mana, kita memandangnya,” kata Djulianto.
Dilihat dari sudut pandang yang lain. Kehadiran PLTGU Jawa-1 di Cilamaya, Karawang diprediksi bakal menyedot perhatian warga dari luar kota, untuk berbondong-bondong datang ke Cilamaya. Berdasarkan data dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karawang, Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di Karawang, saat ini sudah diangka 1,76. Sementara, dari data yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcatpil) Karawang, LPP saat ini, sangat tinggi. Di angka, 3,39 persen. “Kalau DPPKB mendata dari jumlah kelahiran per tahun. Tapi, kalau Disdukcapil, dari keseluruhan warga. Artinya, jumlah pendatang di Karawang, akan lebih banyak dari warga aslinya, dalam beberapa tahun ke depan,” ungkap Kabid Dalduk dan Advokasi DPPKB Karawang, Imam Alhusaeri Bahanan, Rabu, 28 Agustus 2019. Semakin besar laju pertumbuhan penduduk di suatu wilayah, kata Imam. Akan berdampak buruk, apa bila
Pemerintah dan Perusahaan pengembang mega proyek PLTGU Jawa-1 tengah berbenah. Menghadapi gambaran Cilamaya di masa yang akan datang. Cilamaya sebagai pusat penyedia listrik ke seluruh Pulau Jawa dan Bali, bahkan sampai Pulau Madura. Diprediksi bakal menjadi motor penggerak, awal beradaban yang baru. Di mana, masyarakatnya yang modern dan dinamis. Akan bergerak lebih cepat dari biasanya. Berpenghasilan lebih besar dari sebelumnya. Dan menjadi pemicu wilayah-wilayah lain di sekelilingnya, untuk ikut maju bersama. “Cilamaya hanya sebagian kecil dari Kabupaten Karawang. Tapi, dari sana, nanti akan muncul peradaban baru. Kemudian jadi pemicu perubahaan kenarah yang lebih baik,” kata mantan Camat Cilamaya Wetan, Hamdani, yang menjabat selama 8 tahun di sana. “Dengan kehadiran mega proyek PLTGU Jawa-1 di Cilamaya. Dan segala pernak-pernik yang ia bawa ke tanah pangkal perjuangan. Rasanya tak berlebihan, jika saya sematkan slogan, Dari Cilamaya, Untuk Indonesia,” kata kakek, yang juga disebut, bapak pembangunan Cilamaya. (*)
kami jadikan masukan dan pertimbangan. Namun tentu saja hal-hal yang sifatnya dugaan atau indikasi yang belum merupakan kepastian tidak dapat dipaksakan kepada kami untuk kami terima sebagai kebenaran. Pansel sejak awal mendapat mandat
Presiden berupaya memperoleh capim yang bersih dan berintegritas yang dapat memimpin KPK dengan baik,” ujar Hendardi. Sebelumnya, 20 capim KPK sudah melalui proses wawancara, uji publik, dan tes kesehatan. Dari 20 capim, akan diseleksi kembali
menjadi 10 nama. Kesepuluh nama ini kemudian diserahkan ke Jokowi sebelum disetor ke DPR untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Hasil akhir akan ditetapkan 5 nama untuk memimpin KPK di periode 2019-2023. (bbs/mhs)
Analisi Dampak Lingkungan Saat ini, konstruksi PLTGU Jawa-1 telah rampung 20 persen, (Agustus 2019). Namun, kajian terkait analisis dampak lingkungan terus dilakukan sejumlah pihak. Demi kelancaran pembangunan mega proyek tersebut. Tidak sedikit, analisis yang dilakukan, mengarah pada kerugian yang bakal dialami masyarakat sekitar proyek. Terutama, mereka yang tinggal di wilayah pesisir. Dimana, saat pembangunan Floating Storage Regasification Unit (FSRU). Kemungkinan atas keruskan ekosistem laut cukup besar. Atau atas dasar keselamatan. Membuat para nelayan di sekitar lokasi proyek, tak bisa bekerja dalam tempo waktu yang cukup lama. Hal tersebut, jelas akan berdampak pada perekonomian warga. Menjawab itu, Djulianto mengaku telah menyiapkan skema terbaik. Agar dampak perekonomian masyarakat pesisir tak terganggu. Bahkan, pihaknya juga memproyeksikan, peningkatan sektor ekonomi yang mempuni di Cilamaya. “Proyek ini akan membuka sedikitnya 4.600 lowongan kerja baru selama tahap konstruksi. Selain itu, peluangpeluang usaha dan kerja sama antar pengusaha lokal, akan semakin meningkat skalanya. Saya rasa, masih banyak lagi dampak positif lainnya,” ujarnya. Bahaya Kota Migran
tidak dilakukan pencegahan resiko atau pengendalian penduduk. Potensi bahaya yang terjadi, menurut DPPKB Karawang, di antaranya kesenjangan perekonomian warga, yang kemudian menimbulkan peningkatan angka kriminalitas yang sangat tinggi. Kerusakan akibat kerusuhan, akan terjadi dimanamana. Hingga penyimpangan sosial dan pergeseran norma-norma moril. Jika tidak dikendalikan dengan baik dan benar. Dampaknya akan sangat merugikan masyarakat sipil. “Setiap wilayah yang kedatangan projek nasional. Dan laju pertumbuhan penduduknya tajam, pasti akan menimbulkan kerawanankerawanan,” ujar Imam. Gambaran mengerikan di masa depan. Tentang dampak-dampak pembangunan, yang bakal menjadikan Karawang sebagai kota migran. Tengah dikaji oleh DPPKB Karawang, untuk mengantisipasi dampak terburuknya. Beberapa cara yang saat ini digalakan. Diantaranya, meningkatkan angka akseptor KB di tiap-tiap kecamatan. Utamanya, Cilamaya, yang saat ini tengah jadi sorotan. “Masyarakat harus mulai sadar. Harus mulai tingkatkan kualitas keluarga. Dengan pendidikan yang baik dan pemahaman agama yang cukup,” kata Imam, menyarankan. Cilamaya Metropolitan Baru
Bola Panas .... dari halaman 1 capim yang akan diputuskan. Hendardi menjamin capim KPK yang dipilih berintegritas. “Semua masukan dari pihak mana pun, termasuk dari unsur-unsur KPK, akademisi, guru besar, LSM, dan lain-lain
General Manager: Tohiri Alam. Deputy General Manager: Hayatullah. Pimpinan Perusahaan: Tohiri Alam. Pimpinan Redaksi: Hayatullah. Wakil Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Asisten Redaktur: Fuad Fauzi, Tomi Prayoga. Kabupaten Karawang: Agus B, Yogie S, Toyib, Wahyudi. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Agus Nuryadin, Haripan Nahampun, Yogie Trinanda. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Subang: Feri Kosasih. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Keuangan/Administrasi: Dewi Megawarti (Koordinator), Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein, Iin. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi.
Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Jalan Kasuari IX Blok O Nomor 52 Perum Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@ gmail.com. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan.
Semangat Baru Purwakarta
SENIN, 2 SEPTEMBER 2019
8
Purwakarta Menyambut, Walini Paling Cocok Jadi Lokasi Pusat Pemdaprov Jabar PURWAKARTA- Pemkab Purwakarta menyambut baik Walini menjadi salah satu opsi wilayah yang diwacanakan menjadi lokasi pemindahan pusat pemerintahan Pemprov Jawa Barat. Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan, wilayah perkebunan teh Walini sangat cocok menjadi pusat pemerintahan Jawa Barat. “Kalau wilayah Kabupaten Purwakarta dipilih, mudahmudahan akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” kata Anne belum lama ini. Meski demikian, Anne menyebut sampai saat ini belum menerima laporan resmi terkait wacana tersebut dari pemerintah itu. Meski begitu, dia memastikan kesiapan daerahnya untuk dijadikan ibu kota baru Jawa Barat. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta sudah terlebih dahulu menyatakan kesiapannya menjadi ibu kota negara saat pertama kali muncul wacana pemindahan dari Jakarta. Kesiapan Pur wakarta, menurut Anne Ratna Mustika, didukung kondisi geografisnya yang relatif minim bencana. “Kalau dilihat di peta, Purwakarta yang paling ststrategis di Jawa Barat. Ke Jakarta dekat, ke Jawa Tengah juga dekat, ke Bandung juga dekat,” katanya meyakinkan. Wacana pemindahan ibu kota Jawa Barat ke wilayah perbatasan Purwakarta dengan Bandung Barat seakan m e n ja d i ha rapa n ba r u
bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Anne Ratna Mustika mengeluhkankan perkembangan ekonomi di daerahnya karena belum terkoneksi jalan tol dan kereta api cepat. “Dari proyek kereta api cepat, kita tidak punya terminal. Kemudian hari ini kita juga masih sulit membuka interchange tol untuk (mendukung) daerah industri di Sukatani dan Babakancikao. Padahal, izinnya sudah turun dari bertahun-tahun yang lalu, tapi pelaksanaannya sampai sekarang belum,” tutur dia. Karena itu, Anne Ratna Mustika kembali menegaskan dukungannya kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk memilih m e m i n da h ka n i bu ko t a provinsi ke Purwakarta. Pemindahan tersebut paling tidak bisa mendorong perekonomian di dua kecamatan yakni Sukatani dan Darangdan. Kecamatan Sukatani dan Darangdan merupakan wilayah perbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat. Kedua kecamatan itu masih memiliki banyak lahan kosong yang selama ini dimanfaatkan warga untuk bertani dan
berkebun. Para ahli sebelumnya telah memperkirakan wilayah Purwakarta-Bandung Barat menjadi pertemuan dua megapolitan yakni JakartaBogor-Depok-TangerangBekasi (Jabodetabek) dan Megapolitan Bandung. Pertemuan keduanya yang diperkirakan terjadi pada 2045 akan menjadi megapolitan terbesar di dunia mengalahkan Tokyo. Hal itu diakui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang B r o d j o n e g o r o. M e n u rut dia, perkembangan wilayah megapolitan Jabodetabek lebih pesat ke arah timur. “Kalau kita lihat, sekarang sudah mencapai Cikarang (Kabupaten Bekasi) bahkan Ka raw a n g ,” k a t a n y a d i Bogor tahun lalu. Perkembangan ke arah timur, menurut Bambang B r o d j o n e g o r o, d i p i c u pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang dan Ba n d a ra Int e r na s i o na l Jawa Barat Ker tajati di Majalengka. Sementara itu, w ilayah Me gap olitan Bandung juga terus berkembang ke arah utara dan barat. (bbs/mhs)
Peringatan Tahun Islam 1441 H
Semarak Pawai Obor dari Pusat Kota sampai Pelosok Desa PURWAKARTA- Ribuan masyarakat Pur wakarta tumpah ruah ikut acara pawai obor memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriyah, Sabtu (31/8) malam. Acara difokuskan di Lapang Sahate Purwakarta dipadukan dengan acara doa dan dzikir bersama. Ribuan peserta pawai obor berkumpul di Jalan Jenderal Sudirman Pasar Juma’ah hingga Lapang Sahate, acara sendiri dimulai sehabis melaksanakan salat Isya. Dari mulai anak - anak hingga orang dewasa berkumpul dengan membawa obor, baik dari santriawan maupun santriwati, termasuk organisasi keagamaan hingga ASN ikut memeriahkan acara tersebut. Di sela-sela acara, Bupati Purwakarta Anne Ratna mustika mengatakan, moment tahun baru Islam kali ini merupakan bentuk kekuatan agar menjadi
pribadi yang lebih baik lagi. “Kami isi momen penuh berkah ini dengan muhasabah agar kita mempunyai kekuatan menjadi pribadi yang lebih baik, dengan menjauhi segala larangannya,” ujar Anne. Ia pun berharap, kepada seluruh elemen masyarakat agar ter us mendoakan pemerintah kabupaten Purwakarta agar menjadi kabupaten yang dapat menyejahterakan masyarakatnya. “Meminta doa kepada alim ulama, sepuh dan seluruh masyarakat Purwakarta, kiranya kami Pemerintah Kabupaten Purwakarta dapat mewujudkan pemerintahan yang adil demi terwujudnya kesejahteraan bagi masyarakat Purwakarta,” kata Anne. Peringatan tahun baru Islam tak hanya semarak di pusat kota, sampai di pelosok desa pun, semaraknya terasa. Salah satunya di Desa Mekarsari,
Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Sambil berjalan kaki, mereka memegang obor dan mengumandangkan salawat mengitari jalan desa selepas salat magrib. Pawai obor nampaknya sudah menjadi tradisi tahunan menyambut tahun baru Islam. Mak Epon, warga setempat mengatakan, selain turut bersuka cita menyambut tahun baru Islam, ia mengungkapkan bahwa pawai obor memang sudah menjadi tradisi turun temurun di kampungnya. Tak luput, di tiap tahunnya setiap 1 Muharam, umat Islam Desa Mekarsari pasti melaksanakannya. “Semenjak saya kecil hingga saat ini, pawai obor dilakukan setiap tahun. Saya bersyukur masih bisa dan ikut serta menyabut 1 muharram lagi,” ujar wanita lanjut usia tersebut. (hsn/ mhs)
DAK Digelontorkan ke Sektor Pendidikan PURWAKARTA - Proses realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) terutama yang diperuntukan pembangunan fisik yang dilaksanakan oleh Pemkab pada tahap pertama diklaim telah sesuai target, bahkan memasuki akhir Bulan Agustus 2019 Pemkab sedang melakukan proses pengajuan untuk tahap kedua. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Norman Nugraha, mengatakan untuk DAK terutama fisik untuk tahap pertama sebesar 25 persen sudah terealisasi bahkan pihaknya optimis bisa merealisasikan untuk tahap kedua meskipun ada aturan baru. « Meskipun ada aturan baru kita optimis bisa dire-
alisasikan, dan sesuai target,» kata Norman. Norman mengaku optimis karena sudah melewati tahapan, di mana ada aturan baru setiap pengajuan DAK fisik harus melalui review dari Inspektorat Daerah, sebelum mengajukan untuk tahap ke dua. «Kan untuk review sudah selesai, sekarang dalam proses pengajuan kepada pihak KKPN untuk tahap ke dua ini», katanya. Adapun untuk jumlah realisasi atau salur DAK Fisik, dari total Pagu Anggaran TA 2019 s ebesar Rp. 76,385,796,000. Untuk tahap pertama atau 25 persennya adalah Rp. 19,096,449,000. DAK Fisik tersebut diantaran-
ya terdiri dari DAK Fisik Pertanian, Pendidikan, Peternakan,Jalan, Irigasi, Pasar, Reguler Kesehatan dan Penugasan Kesehatan. «Untuk DAK Fisik yang menyerap terbesar adalah Dinas Pendidikan,» katanya. Untuk menghindari konsekuensi terkait aturan baru, pihaknya terus melakukan proses dan ajuan bahkan optimis seluruh realisasi DAK akan tercapai targetnya. «Kalau lebih dari Oktober yang sudah ditentukan ada konsekuensinya, kalau telat ya kita yang harus gantinya,maka optimis sebelum 21 Oktober untuk tahap dua sudah bisa pengajuannya,» jelasnya. (bbs/ mhs)
DOC:NET
SOROT: Pemkab Purwakarta menyambut baik Walini menjadi salah satu opsi wilayah yang diwacanakan menjadi lokasi pemindahan pusat pemerintahan Pemprov Jawa Barat.