Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang KAMIS, 29 AGUSTUS 2019
www.karawangbekasiekspres.co.id
@korankarawangbekasiekspres
HARGA Rp3.000
PKB Matangkan Duet Jimmy-Gina Intens Kasak-Kusuk Komunikasi Lintas Parpol KARAWANG - Konsolidasi politik antarparpol menjelang Pilkada Karawang makin intensif. PKB yang dipastikan mengusung kadernya sendiri, Ahmad “Jimmy” Zamakhsyari pun dalam beberapa hari terus menggelar pertemuan dengan elite parpol-parpol
lain dalam rangka suksesi Pilkada 2020. Wakil Ketua DPW PKB Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati kepada KBE menjelaskan, saat ini PKB terus melakukan penjajakan dengan parpol lain dan mencari pasangan yang tepat untuk Ketua DPC Ahmad Jamaksary (Jimmy) maju di Pilkada 2020. “Hampir semua parpol di Karawang kami jajak dan diajak kerjasama termasuk dengan Partai Demokrat. Adapun endingnya dengan
“..Betul, kita sedang mematangkan pasangan JimmyGina ini. Meskipun dinamikanya memang masing cukup panjang sebelum pendaftaran dibuka..”
Ke Hal...7
n CIKAMPEK PISAH DARI KARAWANG
Sekda: Jangan sampai Malah Jadi Beban.... KARAWANG – Pemkab Karawang menyatakan memberi restu rencana pemekaran kota Cikampek dari Kabupaten Karawang. Namun, Pemkab Karawang meyakini rencana tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena pertimbangan biaya, tetapi bila diperlukan, Karawang siap memfasilitasi dibentuknya daerah otonomi baru di Cikampek. “Kalau masyarakat Cikampek dan sekitarnya siap untuk pemekaran, Pemkab Karawang tidak b i s a m e na ha n .
Namun perlu dipikirkan kembali apakah nantinya daerah otonomi baru itu menjadi lebih baik atau sebaliknya. Jangan sampai setelah jadi terbentuk malah menjadi beban pemerintah, itu yang perlu dipikirkan,” kata Sekretaris Daerah Karawang, Acep Jamhuri kepada wartawan, kemarin. Acep mengatakan, meski mengaku siap melepaskan kota Cikampek dari Karawang, Acep mengatakan perlu persiapan yang matang mewujudkan Ke Hal...7
SOROT: Gedung Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) dan Gedung G-5 (gedung serba guna) baru Unsika Karawang.
Gedung Baru Unsika Mangkrak KARAWANG- Universitas Negeri Singaperbangsa Karawang (Unsika) telah menyambut dan memperkenalkan diri dalam rangkaian ke g i at a n Pe ng e na l a n Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2019. PKKMB
2019 dilaksanakan dari Senin (26/8) hingga Kamis (29/8) dengan total mahasiswa baru yang mencapai 4.300 orang. Na mu n ya ng s a ngat disayangkan pembangunan gedung baru kampus itu sampai
sekarang tak kunjung usai. Padahal, pembangunan gedung baru atau pengadaan fasilitas baru tidak lain bertujuan untuk mengefektifkan aktivitas akademik bagi mahasiswa. Ke Hal...7
Macet Jalan Wirasaba Terancam Makin Parah KARAWANG - Walaupun Pemda Karawang meminta membuka sebidang liar di Gorowong-Warungbambu agar bisa dilintasi oleh pengendara lantaran selama ini efektif mengurangi kemacetan panjang di Jalan Wira-
saba Johar -Teluk Jambe. PT. KAI Daop 1 bersikeras menutup sebidang liar di Warung Bambu. Keputusan PT. KAI Daop 1 Jakarta untuk tetap menutup terkuak setelah pertemuan antara PT. KAI Daop 1
Jakarta dengan Pemerintah Kabupaten Karawang yang melalui Dinas Perhubungan juga hadir jajaran Polres Karawang. Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunnisa mengatakan, pihaknya
tetap menutup sebidang liar demi alasan keamanan perjalanan kereta api, juga keselamatan para pengendara yang melintasi sebidang liar di Warung Bambu. Lanjut Eva, PT. KAI Daop Ke Hal...7
Suporter Bentangkan Spanduk #SAVEPERSIKA K A R AWA N G - R a t u san suporter Persika Karawang, menggeruduk kantor Pemkab Karawang, kemarin (28/8) Para sup o r t e r ya ng t e rgabu ng dalam fans Persika itu meminta Bupati Karawang,
C e l l i ca Nu r ra cha d i a na turun tangan untuk membantu Persika yang saat ini sedang berlaga di liga 3 Indonesia. Pa s a l n y a , s u d a h d u a bulan PT Persika Singap e rba ng sa ya ng m e-
naungi klub sepakbola asli Karawang itu belum memenuhi tanggung jawab keuangannya. Para suporter Persika itu melakukan long march dari G O R Pa nat ay u d ha da n Karangpawitan menuju
kantor Pemkab Karawang. Di depan kantor pemerintah daerah itu, ratusan suporter langsung memblokir jalan dan mengep u n g g e r b a n g Pe m k a b dengan membentangkan Ke Hal...7
Ki Maran, Lelaki Renta yang Ditinggal Anaknya di Kuburan
Telantar Sebatang Kara di Gubuk Kain Ironis, seorang kakek renta sebatang kara berusia 67 tahun hidup dalam kemiskinan tinggal seorang di gubuk pinggiran Pemakaman Umum Gang Semar Dusun Krajan B Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta. YOGIE, JAYAKERTA
KAKEK bernama Maran ini hidup hanya mengandalkan belas kasihan dari warga sekitar hanya untuk sesuap nasi. Terlihat kondisinya sangat memprihatinkan ada bekas luka di wajahnya akibat terjatuh, namun dirinya masih dapat berkomunikasi dengan baik. Ki Maran mengaku masih Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492
mempunya keluarga dan anak yang tinggal di Desa Jatimulya Kecamatan Pedes. Namun entah kenapa tiba-tiba dirinya ditinggalkan seorang diri di tempat pemakaman umum tersebut. “Sebelum disini abah tinggal di Jatimulua, terus dibuatkan gubug sama Ke Hal...7
YOGIE/KBE
IRONIS: Ki Maran dan tempat tinggalnya, sebuah gubuk di Pemakaman Umum Gang Semar Dusun Krajan Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta. email: karawangbekasiekspres@gmail.com,
redaksikarawangbekasi@gmail.com
OPINI
KAMIS, 29 AGUSTUS 2019
2
Penyair, Pensyair, dan Lapis Wacana dalam Kata Anggota DPRD Karawang, Indriyani
DPRD Siap Pelototi Pilkades 2020 KARAWANG- Selaku lembaga pengawasan di daerah, DPRD Karawang memberikan atensi besar dalam tahapan Pilkades 2020 dari awal hingga akhir kegiatan. Berkaca dari pengalaman Pilkades 2018 lalu yang banyak terjadi beberapa kesalahan, membuat hal ini menjadi atensi dari DPRD Karawang. Anggota DPRD Karawang, Indriyani mengaku lembaganya sangat fokus dalam menyukseskan Pilkades di 45 desa tersebut dengan tanpa ekses sehingga wibawa Pemkab Karawang juga ikut terangkat. Karena itu fungsi pengawasan yang melekat dalam lembaganya akan dimaksimalkan untuk menyukseskan pesta demokrasi rakyat ini. “Sesuai tupoksi DPRD yaitu fungsi pembentukan produk hukum, budgeting
dan pengawasan. Untuk fungsi pengawasan ini yang kami gunakan untuk kesuksesan Pilkades 2020,” ucap Indriyani katanya beberapa waktu lalu kepada awak media. Indriyani juga mewantiwanti pihak penyelenggara agar jangan terjadi lagi setelah pelaksanaan Pilkades muncul banyak gugatan terkait administrasi persyaratan calon. “Kami harap tidak ada ekses, maka dari itu nantinya panitia harus paham betul dasar hukum dan aturannya,” jelasnya. Selain itu Indriyani berharap pihak BPD (Badan Permusyawaratan Desa) bisa berperan aktif dalam menyukseskan Pilkades tanpa ekses ini. “BPD sebagai salah satu unsur pengawas dalam pemerintahan desa harus berperan aktif dan juga netral,” tandasnya. (gie)
Oleh KUKUH YUDHA KARNANTA* PADA 5 Juli 2019, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan (BPBP) melalui dinding Facebook-nya mengunggah bahan tayang yang apabila diparafrasa kira-kira berbunyi: Manakah penulisan yang baku, penyair atau pensyair?. Kata “penyair” diberi tanda silang merah yang berarti “salah” atau “keliru”, sedangkan kata “pensyair” diberi tanda kotak hijau yang berarti “benar” atau “tepat”. Unggahan itu memantik berbagai komentar dari warganet. Bahkan, di beberapa grup WA komunitas penulis, dosen, dan sejenisnya, bahan tayang itu beredar viral. Tak sedikit yang merasa heran dan berkomentar sinis. Anehnya, beberapa jam setelah itu, unggahan tersebut tidak ada lagi di dinding Facebook lembaga yang darinya bahasa Indonesia terstandardisasi tersebut. Lalu, apa yang bisa dipelajari dari insiden, katakanlah demikian, “penyair” dan “pensyair” berikut diskusi warganet yang ditutup dengan raibnya unggahan tersebut? Reaksi itu muncul boleh jadi karena minimnya penjelasan yang disediakan oleh BPBP. Dalam konteks “penyair” dan “pensyair”, penjelasan teknisnya mungkin sederhana. Konsonan KTSP yang mendapat imbuhan pe- pada umumnya memang lebur, kecuali bila
bertemu bentuk asal yang dua huruf awalnya konsonan. Contohnya pengkhotbah (bukan penghotbah) dan pengkhianat (bukan penghianat). Sangat mungkin BPBP hendak konsisten dengan asas tersebut sehingga bentuk baku penyebutan pencipta “syair” disebut “pensyair”. Penjelasan itu dalam tahap-tahap tertentu bisa diterima, tapi sesungguhnya masih sangat kurang. Terlebih pada kosakata baru yang merupakan padanan dari kata dan istilah dari bahasa asing. Jika dicermati, sebagian besar bahan tayang yang diunggah BPBP di Facebook
memang lebih bersifat informatif dan normatif, alihalih edukatif dan substantif. Informatif dalam arti BPBP termasuk rajin mengunggah padanan kata untuk istilah serapan dari bahasa asing secara rutin. Contoh padanan kata tersebut, di antaranya, rekam cadang (backup), jenama (brand), galat (error), lokapasar (marketplace), diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion), dan masih banyak lagi. Kerja yang sangat positif dan perlu diapresiasi, sebenarnya. Namun, sangat sedikit rilis yang disertai dengan penjelasan memadai. Ba-
rangkali akan lebih edukatif apabila publik diberi paparan secara etimologis dan, bila perlu, filosofi dasar pemadanan yang dipakai. Mengapa “langir krim”, misalnya, adalah padanan baku creambath? Apakah “langir” bersumber dari bahasa daerah? Bila iya, dari bahasa daerah mana? Mengapa bahasa daerah tersebut yang dipilih dan bukan bahasa daerah lain? Penjelasan secara etimologis akan memberi wawasan baru bagi pengguna yang sejalan dengan moto BPBP, yakni Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai
Bahasa Asing. Namun, harus dikatakan juga, penjelasan secara etimologis pun akan kurang lengkap tatkala pembahasan tiba pada kata yang “sensitif” seperti “penyair” dan “pensyair”. Disebut sensitif karena kata “penyair” tidak hanya telanjur jamak digunakan dalam ragam cakapan maupun tulisan, di buku-buku dan bahkan karya-karya akademik yang menerapkan standar kebakuan ejaan secara ketat, tapi juga sangat dekat dengan para pencinta dan “pencipta” bahasa: sastrawan. Reaksi warganet yang teramat kritis merupakan indikasi paling mudah betapa sensitif dan pentingnya kata “penyair” yang saat itu disebut bentuk tidak baku dari “pensyair”. Ada lapisan-lapisan wacana dan nuansa-nuansa yang senantiasa hadir dalam satu kata, yang itu tidak bisa hanya dijelaskan secara teknis belaka. Dalam konteks “penyair” dan “pensyair”, beberapa warganet kemudian berpendapat alangkah baiknya bila dua kata tersebut dianggap sama-sama baku untuk membedakan orang yang memang tekun mencipta syair serta diakui ketekunan dan kualitasnya dengan yang “sekadar” pernah atau sedang mencipta syair. (*) *) Staf pengajar di Departemen Bahasa dan Sastra Inggris FIB Universitas Airlangga
Matinya Seorang Peladang (2/BERSAMBUNG) CERPEN, SUNLIE THOMAS ALEXANDER
RUMAH SAKIT 1.
RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang
0267-414520 0267-414521 0267-414522
2.
RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang
267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472
3.
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang
0267-640444 0267-640445 0267-640666
4.
RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang
0267-402855 0267-406445 0267-412246
5.
RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat
0267-414245 0267-414264 0267-414306
Ia tahu, ia memang keras hati. Tetapi, bukankah karena itu pula ia dulu berani meminang Aminah? Juga membesarkan anakanaknya yang empat orang? Kujang sedikit limbung dihunjam kenangan. Ya, ia ingat pada masa lalu yang tak manis itu. Bapaknya yang meninggal tertimpa batang pohon nyatoh. Ibunya yang kemudian menjadi buruh cuci dan mengambil upah memetik sahang jika musim panenan. Ia sendiri, belum genap sepuluh tahun, sudah keluar-masuk hutan mencari kayu bakar untuk dijual atau mengambil upah menyadap karet para tetangga. Dengan itulah mereka bisa makan, adikadiknya yang dua orang tak kelaparan. Sampai ia tumbuh remaja. Meski berbadan kecil, ia tapi kuat dan ulet. Ditebasnya hutan yang tak bertuan, sendirian, bersakit-sakit membuka l a d a n g . Ua n g ya n g d i perolehnya dari menjual kayu bakar dan menyadap karet disisihkannya sedikit demi sedikit untuk membeli bibit-bibit sahang yang ketika itu masih cukup murah. Barang siapa menabur dengan daya dan air mata, ia akan menuai dengan penuh sukacita. Itulah pepatah yang pernah dilontarkan sang bapak. Dan ia percaya. Disaksikannya bibit-bibit yang ditaburnya itu mulai tumbuh oleh butiran hu-
jan, di bawah terik ladang hingga kian memanjang dipupuk oleh doa dan ketabahan. Hingga akhirnya kesabaran dan kerja keras itu berbuah panen yang gilanggemilang bersamaan dengan melonjaknya harga lada di pasar dunia. Karena itu ia bisa memperbaiki rumah yang sudah miring, memodali sang ibu membuka warung kecil-kecilan di depan rumah, dan membayar uang sekolah dua orang adik perempuannya, Sari dan Siti. Mata Kujang sedikit berlinang kini tatkala coba lagi berkenang. AH, di ladang jugalah dulu Kujang bertemu dengan Aminah, istrinya. Gadis berkulit sawo matang dengan tinggi semampai itu memang menggoda hati. Setiap siang, gadis itu akan selalu datang mengantar nasi untuk kedua orang tuanya yang berladang di sebelah ladang Kujang, kemudian menggantikan menjaga ladang hingga menjelang petang. Pertemuan demi pertemuan, betapa membuat jantung Ku j a n g b a k a l b e r p a c u lebih kencang setiap kali berpapasan di tengah jalan atau bertemu muka di batas ladang. Bermula dari saling melirik, sama melempar senyum, kemudian berlanjut dengan lemparlemparan pantun. Begitulah galibnya tradisi berkenalan muda mudi di kampung kala itu. Penuh umpama, kiasan, pepatah petitih,
dan peribahasa. Namun tajam menukik ke hati. Sarat maksud, terang arti, dan bikin getar hingga sepanjang badan. Tentu, lantaran pantun balasan Aminah itulah, Kujang akhirnya berani ber tandang ke pondok ladang si dayang. Ya, masih malu-malu dan tatkala kedua orang tua gadis itu sedang balik ke kampung. Lamalama, bisa diterka, Kujang bertandang berulang. Hingga seperti halnya bibit lada yang ditabur di tanah subur, benih cinta mereka pun tumbuh menjalar segembur ladang. Namun, Kujang tidaklah terlampau percaya diri, kendati sudah punya ladang sendiri. Tak begitu luas memang, tetapi jika dibandingkan kebanyakan pemuda kampung lain seusianya yang lebih sering nongkrong main gaple, semestinya ia boleh berbangga atas jerih payahnya seorang diri. Selain merasa
kurang mampu, Kujang juga suka minder lantaran tak pernah mengenyam bangku sekolah dan tak fasih pula mengaji Alquran. Tapi, jodoh urusan Tuhan! Bukan saja Aminah yang telah berat hati padanya, tapi rupanya bapak si gadis pun sejenis orang tua yang bijak. “Asal kau mau bekerja, tak telantarkan anakku, kuterima kau jadi mantu.” Demikian sang mer tua ketika suatu hari ia beranikan diri datang ke rumah Aminah. Maka, pada sebuah musim panenan, setelah lepas malam nyuluh belalang [3], orang tua si gadis pun memintanya menjatuhkan pinangan. Betapa bahagianya Kujang ketika duduk bersanding dengan gadis pujaannya bersama puluhan pasangan pengantin lainnya di depan penghulu pada pesta nikah masal di masjid besar kampung waktu itu. Aminah ternyata bukan saja perempuan yang sabar dan setia, tapi juga ulet. Berdua, mereka memulai kehidupan berumah tangga dengan menebas ladang baru. Hingga Mira si sulung lahir, menyusul a na k ke d u a, s a m p a i s i bungsu Amir. Mengingat masa-masa itu, Kujang selalu saja terharu dan merasa kian mencintai sang istri. Tetapi, kini ia bimbang, adakah Aminah bakal mengizinkannya kembali
berladang? Adakah Aminah akan merestui niatnya? Sedangkan mencangkul di pekarangan sampai agak sore saja, Aminah suka menggerutu dan menegur, “Sudahlah, Bang, nanti kau berkeluh dan minta kerok pula!” Hm, bukankah justru ia sering masuk angin ketika kurang berkeringat? Setelah ladang penghabisan kelekak. itu ia serahkan? Bahkan kemudian juga Ya, juga kelekak… Padahal, tanah tak seberapa luas yang turuntemurun diwariskan dari buyutnya itu ditumbuhi beragam pohon buah, mulai duku, rambutan, rambe, manggis, sampai lima batang durian yang apabila musim buah tiba selalu berbuah lebat. Kujang ingat bagaimana semasa kecil setiap musim buah bertandang, ia akan bermalam di pondok kelekak, menunggu durian-durian jatuh. Cukup membawa senter, korek api, parang, dan ketapel. Senter untuk mencari durian, korek api untuk membakar kayu-kayu dan rumput kering sebagai api unggun, parang untuk berjaga dari binatang buas atau membelah durian, dan ketapel untuk menjepret tupai-tupai pengganggu! Dan kenyanglah perutnya setiap malam. Belasan, kadang puluhan, buah durian keesokan pagi pun dibawanya ke pasar kota kecamatan. (*)
Hubungi Bagian Iklan JAMIL : 0838 0765 0426 KEHILANGAN S AT U B U A H B P K B M O B I L MERK NISSAN X-TRAIL NO.POL : T 1186 TQ DENGAN NO.KA : MHBF3CF1CEJ000022 NOSIN :QR25005580L WARNA HITAM TAHUN 2014 STNK ATAS NAMA ENTANG FITRIANA DENGAN NOMOR BPKB : M-03363817 HILANG SERTIFIKAT SHM NO 02814/WANASARI LUAS 72 M² A/N NUGROHO HARI WINOTO D/A PERUM CITRA VILLA WANASARI BLK JB 1 NO 9 RT 03/17 WANASARI - CIBITUNG - BEKASI
LOWONGAN KERJA BTH: (1)TSS.MIN.D3 T.MESIN/T. INDUSTRI/T.ELEKTRO/METALURGI (2)SALES.MIN.SMA MAX40TH.PNY MOTOR&SIM C. SIAP MENGIKUTI TRAINING PRODUCT KNOWLEDGE DI JAKARTA.(BIAYA AKOMODASI PP & KOST 1BLN DISIAPKAN).KIRIM LMRN: HRD.IMG@GMAIL.COM
KEHILANGAN TELAH HILANG BUKU KIR B 9964 MQ JKT 678017 HUB 081382232360
KEHILANGAN KEHILANGAN SURAT T A N D A N O M O R KENDARAAN BERMOTOR (STNK) DENGAN NOMOR REGISTRASI B 2074 KKL ATAS N A M A Y U L I A N A , A L A M AT J L KEMANDORAN TUGU PEKAYON GG H TABRIH NO.9 RT 003/022, D E S A P E K AY O N J AYA , KECAMATAN BEKASI SELATAN, MOBIL DAIHATSU AYLA, JENIS MOBIL PENUMPANG / MINIBUS.
KEHILANGAN
HILANG BPKB MOBIL TOYOTA DYNA LIGHT TRUK 2003 BIRU B 9525 DO A/N SUKARNA KP SERANG KOTA RT 011 RW 006 DS SUKADAMI KEC CIKARANG SELATAN-BEKASI NOKA MHFC1BU4330003831 NOSIN 14B1728788 HILANG BPKB MOBIL TOYOTA DYNA LIGHT TRUK 2003 BIRU B 9525 DO A/N SUKARNA KP SERANG KOTA RT 011 RW 006 DS SUKADAMI KEC CIKARANG SELATAN-BEKASI NOKA MHFC1BU4330003831 NOSIN TELAH HILANG SHM NO 03372 LT 731 M² A/N SUTARMAN SARJANA HUKUM LOKASI BELANGWETAN KEC KLTEN UTARA KAB KLATEN
DIJUAL RUMAH
Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288
LOWONGAN KERJA
Dicari :
1. Technical Sales Spv 2. Sales
[1 Dan 2] Max. 45 Tahun 1. Pend. Min. DIII T. Mesin, T. Industri dan Metalurgi 2. Pend. Min. SMA/SMK/STM [1 Dan 2] Punya Motor Pribadi dan SIM C CV Lengkap di email hrd.img@gmail.com
Semangat Baru Urang Subang
KAMIS, 29 AGUSTUS 2019
IMBAUAN BUPATI Berdasarkan Surat Edaran bernomor KS.01/380/Kesra per tanggal 27 februari 2019: Mengistruksikan setiap instansi pemerintahan menggelar penggalangan dana “Peduli Thalsemia” menindaklanjuti data yang dirilis Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI/ POPTI) saat ini ada sebanyak 129 penyintas thalasemia yang tersebar di 30 kecamatan se-Subang. Adapun penyerahan bantuan dana dapat diserahkan ke Bagian Kesra Setda Subang atau via transfer ke rekening a/n Peduli bencana Kab.Subang: 0092084965100. Demikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Bupati Subang Ruhimat
SOROT
LAWAN KORUPSI: Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana yang diselenggarakan oleh Bagian Hukum Setda Kabupaten Subang kepada para Kades.
Awasi Korupsi Dana Desa Bagian Hukum Gembleng Para Kades
Beni Rudiono
Beni Rudiono Pamit Lewat Medsos SUBANG- Politisi senior PDI Perjuangan Subang Beni Rudiono lewat akun medsosnya pamit untuk meninggalkan posisi Ketua DPRD Subang pada periode mendatang. “Setelah tanggal empat saya resmi berhenti menjadi Ketua DPRD Subang. Udah dua kali. Mohon maap bila ada salah,” kata Beni lewat akun medosnya.. Sementara 50 Aggota DPRD hasil Pemilu April 2019 lalu, akan dilantik dan diambil sumpah pada 4 September 2019 di Gedung Paripurna DPRD Subang. Dari 50 anggota DPRD periode lima tahun ke depan, 24 orang merupakan wajah baru, sementara sisanya adalah wajah lama. PDIP meraih 10 kursi di DPRD. Perolehan kursi sebanyak itu, menempatkan PDIP sebagai Partai dengan jumlah kursi terbanyak. PDIP pun berhak untuk menduduki posisi Ketua DPRD Subang. (fri)
SUBANG - Para kades dan perangkat desa di Kabupaten Subang mengikuti acara sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana yang diselenggarakan oleh Bagian Hukum Setda Kabupaten Subang (27/8/2019).
Plt. Kasubag Penyuluhan dan Bantuan Hukum Dindin Firmansyah dalam menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi diikuti 400 orang dari 16 kecamatan dengan narasumber dari Kepala Unit Tipikor Polres Subang, Kepala Seksi Tindak pidana Khusus Kejaksaan Negeri Subang dan Dekan Fakultas Hukum Unsub. Sementara Asda I Bambang Suhendar membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutan. Ia meng-
harapkan adanya saling mengingatkan dan komunikasi yang baik antara para kepala desa dengan perangkatnya perangkatnya, DPD, LPM dan seluruh masyarakat masyarakat serta transparansi penggunaan anggaran dana desa. Sehingga tidak ada salah pemahaman yang dapat menimbulkan masalahmasalah penyimpangan. “ Harapan dengan sosiaalisasi tindak pidana yang diikuti oleh Kades dan perangkatnya akan mem-
berikan pehamanan dan menghindari diri dari praktek korupsi karena dengan korupsi akan merugikan masyarakat dan dirinya sendiri,” ujar Asda. Dr. Ujang Charda , Dekan Fakultas Hukum Unsub menjelaskan mengenai asas pengelolaan dana desa harus mencakup asas transparan, akuntable, partisipatif, tertib dan disiplin yang sangat penting guna menghindari persoalan dan penyimpangan penyalahgunaan dana desa.
Penilaian Fasilitas Kesehatan Konsep Baru Pelantikan Puskesmas Dimulai 50 Anggota DPRD
PRESTASI Subang Raih 3 Penghargaan
SUBANG- Bertempat di Halaman Puskesmas Cikalapa digelar Pembukaan Penilaian Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Berprestasi di Kawasan Perkotaan di Kabupaten Subang, Rabu (28/08/2019). Dihadiri Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Subang Cecep Supriatin menyampaikan, selama ini telah dilaksanakan proses penilaian fasilitas tingkat pertama kesehatan di Kabupaten Subang. Ada 3 perwakilan Puskesmas yaitu Puskesmas Pamanukan, Puskesmas Sukarahayu dan Puskesmas Cikalapa. “Berdasarkan hasil penilaian FKTPB kategori kawasan perkotaan Puskesmas Cikalapa tahun ini ditetapkan sebagai pemenang FKTPB Tingkat Kabupaten Subang. Sehingga menjadi wakil Kabupaten Subang untuk mengikuti penilaian puskesmas berprestasi di tingkat Provinsi. Puskesmas Cikalapa dianggap mempunyai indikator pelayanan yang baik dibuktikan dengan akreditasi utama sehingga diajukan oleh pemerintah Kabupaten untuk mengikuti kompetisi,” jelas Cecep. Sementara Wakil Bupati Subang menyampaikan bahwa Kabupaten Subang memi-
SUBANG- Prestasi membanggakan diraih Pe m kab Su ba ng ya ng m e ng i ku t i Pa m e ra n t i n g k at Na s i o na l b e r t aju k C o o f e rat i f Fa i r 2019 di Bandung 23-25 Agustus 2019 lalu. Subang dengan produk UMKM tidak hanya ikut berpartisipasi, tapi pulang ke Subang dengan membawa tiga prestasi sekaligus. Subang menjadi Juara I untuk kategori terinspiratif, juara II untuk kategori inspiratif produk, dan juara III untuk kategori peraihan omzet tertinggi Pameran Produk Nasional itu selain diikuti Kabupaten/kota di Jabar, juga diikuti beberapa provinsi di Indonesia antara lain DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Banten, Lampung , NTB, NTT, Pare-pare, dan Bali. “Alhamdulillah, ini berkah yang tidak terd u g a. I n i p re s t a s i d a n p e n g h a r g a a n b a g i pegiat UMKM, luar biasan dan terimakasih s e k a l i . Ta p i j a n g a n t e r l e n a d e n g a n p restasi ini, har us ditingkatkan lagi produk d a n ku a l i t a s nya” k at a Bu p at i H . Ru h i mat Kabid UMKM, Hj. Yeni mengatakan, pihaknya dalam pembinaan di tingkat Kabupaten selalu mengadakan pameran. Hal ini sesuai dengan arahan Bupati dan Wakil Bupati Subang yang berkeinginan untuk mebangkitkan kembali kejayaan koperasi di Kabupaten Subang. “Kita terus berupaya untuk mewujudkannya dan sejak dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati, hingga saat ini sudah terbentuk 61 koperasi baru, diharapkan jumlah ini akan terus bertambah dan akan tumbuh koperasi unggulan diberbagai daerah di Kabupaten Subang,” ujarnya. (fri)
PENILAIAN: Wabup Agus Masykur saat menghadiri Pembukaan Penilaian Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Berprestasi di Kawasan Perkotaan di Kabupaten Subang.
liki jumlah penduduk kurang lebih 1,6 juta jiwa. Oleh karena itu persoalan kesehatan masyarakat harus diperbaiki dengan cara memperbaiki dan membangun puskesmas yang lebih baik. Sehingga masyarakat Subang bisa mendapatkan pelayanan yang baik, hal ini sesuai dengan visi misi ke lima yaitu “meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup” (Jawara Raga). Dengan adanya penilaian ini diharapkan bukan menjadi suatu akhir dari kerja keras tetapi penilaian ini justru menjadi awal pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. “Pemerintah Daerah berharap kegiatan ini mampu
memberikan dampak positif dalam meningkatkan peran dan keteladanan bagi aparatur pelayanan dibidang kesehatan khususnya di Kabupaten Subang. Juga diharapkan mampu memacu puskesmas untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanannya serta mampu sebagai motor penggerak dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan berwawasan,” papar Wabup. Acara dihadiri Ketua tim penilai FKTPB beserta anggota, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Camat Subang beserta Muspika, para Kepala Puskesmas dan para Lurah se-wilayah Kecamatan. Subang. (fri)
Pertahankan Penghargaan Swasti Saba Wistara
SUBANG - Sebanyak 50 anggota DPRD hasil Pemilu akan dilantik dan mengambil sumpah jabatan pada 4 September mendatang. Sekretariat Dewan menyambut kedatangan mereka dengan akan mempersiapkan acara pelantikan yang berbeda. Pl t S e k re t a r i s D e wa n Ujang Sutrisna mengaku, Pelantikan 50 anggota DPRD akan mengahdirkan konsep baru dengan mengusung semangat budaya tradisional. Perbedaan yang mencolok pada Pelantikan periode ini adalah hadirnya Galura yang menyambut 50 anggota DPRD dari pintu Gerbang DPRD. “Start 50 orang ini dari Pemkab Subang. Mereka naik bus menuju depan p i n t u G e r b a n g D P R D. Dar i sana mereka disambut Galura sampai ke Ruang Paripurna D P R D ,” k a t a S e k w a n . Penyambutan seniman Galura terhadap 50 wakil rakyat ini, menitik beratkan pada purwadaksi sebagai simbol Subang yang disebut Kabupaten Gudangnya Seni dan Budaya di Jabar. Di lain pihak, se-
Subang Menuju Kabupaten Sehat SUBANG- Bupati Subang H. Ruhimat membuka kegiatan rapat pertemuan verifikasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Nasional di Ruang Rapat Bupati 2. Selasa (27/8/2019). Program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) adalah suatu kondisi Kabupaten/Kota yang bersih,nyaman,aman dan sehat untuk dihuni penduduknya yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi serta disepakati oleh masyarakat dan Pemerintah Daerahnya. Tujuan dari Kabupaten/ Kota Sehat yaitu tercapainya
Dijelaskan, korupsi dana desa merupakan tindakan yang luar biasa sehingga perlu penanganan yang luar biasa juga dengan pengawalan melalu I APIK (Akuntabel, Profesional, Integritas dan Kebersamaan). Korupsi dapat dikelompokan kedalam beberapa kelompok yaitu kerugian keuangan negara, suap menyuap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, pembuatan curang, bantuan kepentingan dalam pengadilan dan gratifikasi. (fri)
kondisi Kabupaten/Kota yang bersih,nyaman,aman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat untuk bekerja dan berkarya bagi warganya dengan terlaksananya berbagai program pembangunan berwawasan kesehatan, sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian masyarakat. Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat dilakukan melalui berbagai kegiatan dengan memberdayakan masyarakat yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Dalam sambutannya Bupati mohon kepada tim verifikasi tidak hanya melakukan veri-
fikasi tetapi juga melakukan pembinaan dalam program Kabupaten/Kota Sehat ini khususnya di Kabupaten Subang. Menurut Bupati, Program Kabupaten/Kota sehat (KKS) di Kabupaten Subang pada dasarnya adalah tercapainya kondisi Kabupaten Subang yang hidup dengan bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan bekerja bagi warganya. Dijelaskan Bupati. Kabupaten Subang telah mendapatkan penghargaan kabupaten/ kota sehat yaitu pada tahun 2011 penghargaan Swasti Saba Padapa, dan pada ta-
hun 2013 mendapatkan lagi penghargaan Swasti Saba Padapa, di tahun 2015 Kabupaten Subang mendapatkan Swasti Saba Wiwerda, di tahun 2017 Kabupaten Subang telah mendapatkan Swasti Saba Wistara. “Dan di tahun 2019 ini kita ingin mempertahankan penghargaan Swasti Saba Wistara yang kedua kali,” tandas Bupati. (fri) VERIFIKASI: Bupati Subang H. Ruhimat membuka kegiatan rapat pertemuan verifikasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Nasional di Ruang Rapat Bupati 2.
bagai wakil rakyat, mereka berhak mendapatan sambutan selamat datang. Selain persiapan di hari H, Setwan sudah menyiapkan satu stel pakaian sipil lengkap atau Jas dan Pin PDRD dengan nilai akumulasi sekitar Rp125 juta dengan asumsi perorang Rp2.5 juta. Sementara untuk undangan, Setwan akan menyebar 650 undangan, termasuk di dalamnya untuk Pemerintah Provinsi dan Kabupaten tetangga. “Undangan nanti dibagi dua, ada yang di dalam, ada juga yang di luar. Kita siapkan tenda dan empat monitor,” jelasnya. Di ruang Paripurna nanti, akan dilaksanakan pembacaan SK gubernur oleh Sekwan Ujang Sutrisna, prosesi pengucapan sumpah dipandu oleh ketua PN Subang, dan sambutan gubernur yang dibacakan oleh Bupati H Ruhimat. Setelah itu dilanjutkan dengan penandatangan berita acara dan penyematan Pin DPRD dan penyerahan SK yang dilakukan secara simbolis. Paripurna akan ditutup dengan serah terima jabatan dari Pimipinan lama ke pimpinan sementara. (fri)
KAMIS, 29 AGUSTUS 2019
PENDIDIKAN
4
PGMCB Minta Kepala Desa Bangun Perpustakaan KARAWANG – Dalam m e n i n g k a t k a n b u d ay a masyarakat dalam membaca, Paguyuban Masyarakat Cariu Bandung (PGMCB) menyarankan kepada setiap kepala desa di daerah masing-masing untuk membuka perpusatkaan desa. Ketua PGMCB, Agus Supriyadi sekaligus aktivis Hi m p u n a n Ma h a s i s w a Islam (HMI) Cabang Karawang mengatakan, bahwa sudah saatnya Kabupaten Karawang memilik perpusatakaan di setiap desa. Karena salah satu alasan minimnya kesadaran mambaca di lihat dari lokasi toko buku yang tersedia. “Maka jika dengan keberadaan perpustakaan desa akan lebih mudah didapat dan di akses oleh masyarakat. Sudah seharusnya, minimal sisakan anggran desa untuk
Menristekdikti Akan Meratakan Akreditasi Pendidikan Dokter DENGAN pemerataan akreditasi A dan B bagi Program Studi Pendidikan Dokter di seluruh Indonesia. Hal tersebut menjadi solusi menurut Menristekdikti, Mohamad Nasir. “Lulusan dokter yang ada di satu sisi ada yang mengatakan sudah banyak. Di sisi lain distribusinya kurang baik,” kata Menteri Nasir, beberapa hari yang lalu. M e n u r u t M e n t e r i N a s i r, s a l a h s a t u masalah kesehatan di Indonesia adalah tidak meratanya dokter di daerah. Kalau pihaknya datang ke wilayah tertentu, katakan Maluku, Papua, Papua Barat, atau NTT, ada satu puskesmas yang dokternya tidak bertempat di situ. “Sementara ada satu kota yang jumlah dokternya sangat banyak, bahkan dokter itu tidak mau pindah sehingga tidak terdistribusi dengan baik,” jelas Menteri Nasir. Lanjut Menteri Nasir, solusi yang diupayakan Kemenristekdikti untuk memberikan pemerataan dokter. Adalah dengan memeratakan kualitas dan akreditasi Program Studi Ilmu Kedokteran dan Program Studi Profesi Dokter. “S e t e l a h d i p e r b a i k i s e m u a i t u , p e m binaan kami lakukan. Dari L AMP T-Kes dievaluasi. Alhamdulillah dari dulu yang akreditasinya C, itu meningkat menjadi baik. Kini tinggal empat perguruan tinggi yang akreditasinya C plus perguruan tinggi baru,” ungkapnya. Dia menyebutkan ada laporan yang disampakan kepadanya tentang pungutan kepada mahasiswa Profesi D okter saat melakukan koasisten di luar rumah sakit pendidikan. “Mereka yang sedang koas di rumah sakit pendidikannya mungkin tidak ada biaya tapi begitu masuk ke rumah sakit daerah, dikenakan biaya. Saya tidak tahu persis. Ini akan membebani anak-anak kita, di satu sisi rumah sakit tersebut mendapatkan resources dari (mahasiswa) fakultas kedokteran tersebut,” ucapnya. Dia berharap kepala daerah yang mengatur rumah sakit daerah dapat menghilangkan biaya tidak resmi tersebut. (bbs/rie)
membangun perpustakaan desa, untuk masyarakat sendiri agar lebih pintar dan berpengetahuan,” katanya kepada KBE, kemarin. Selain bekerjasama dengan setiap desa nantinya upayakan mereka membuat website bagi masyarakat. Agar lebih mudah untuk bisa menikmati bacaan setiap buku yang ada. Sebab, dengan kemajuan teknologi tak jarang masyarakat enggan untuk membuka bahkan membeli buku. “Maka dari itu saya menyarankan baik desa maupun perpusda menyediakan berbagai wahana bacaan lewat internet. Perpusda dan desa harus bisa mengikuti jaman saat ini,” tuturnya. Dia berharap upaya pemerintah dalam menyediakan berbagai cara untuk memudahkan masyarakat. Agar membaca bisa diterima baik oleh masyarakat, serta bisa bermanfaat pula program tersebut. Saat ini yang hanya menjadi kendala adalah tidak adanya anggran untuk program tersebut. “Semoga nanti bisa diberlakukan dianggran selanjutnya, baru hanya buka obrolan saja dan saran,” akunya. (oib)
Kembangkan Bakat Siswa dengan Uji Tanding KARAWANG – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan melatih keterampilan minat bakat siswa. Salah satunya mengisi waktu luang dengan bertanding uji coba di sekolah. Seperti SMP 1 Cikampek dan SMP Raihan uji tanding basket. Salah seorang siswa kelas 8 SMPN 1 Cikampek, Aprizal mengatakan, setiap orang pasti mempunyai cara masing-masing dalam megatasi kejenuhan. Hal itu serupa dengan dirinya. Dari berbagai ekskul yang ada di sekolah tersebut. “Saya lebih memilih salah satu ekskul yang dapat menghilanglangkan rasa bosan. Ingin mengisi wak-
tu luang dengan kegiatan positif, makanya aku ikutan ekskul Basket di Sekolah dan ikut berlatih,” ucapnya kepada KBE, kemarin. Menurut Aprizal, ekskul yang dipilihnya itu, dapat mengajarkan tentang berbagai hal. Mulai dari kedisiplinan, wawasan, dan kemandirian. Selain dapat membangun kedekatan emosional antar kelas, sehingga dapat menjalin tali silaturahmi dan persaudaraan. “Dengan ikutan ekskul ini, bisa menghilangkan rasa jenuh, soalnya siswa yang masuk dalam ekskul ini, orang-orangnya pada kompak dan baik, jadinya bisa membuat aku bahagia,”
akunya. Siswa lainnya, Bagas Alif Ramadhani Riyanto, siswa kelas 8 SMP Raihan, mengaku ekskul basket itu dapat menghilangkan rasa jenuh. Karena siswa dan siswa yang bergabung dalam ekskul tersebut memiliki karakter yang unik. Dengan keunikannya itu, dapat membuat dirinya merasakan kebahagiaan. “Saya senang banget bisa ikutan ekskul ini, soalnya siswa-siswa yang ikutan dalam ekskul ini, suka pada becanda. Selain itu juga pada kompak. Jadinya aku betah ikutan ekskul ini, suka bertanding juga sama sekolah lain jadi nambah temen,” pungkasnya. (oib) TOYIB/KARAWANG BEKASI EKSPRES
Program Bikin Belajar Jadi Konsentrasi C I L A M AYA W E TA N – Dalam kurikulum kelas (Kurtilas) 2013 pelajar tingkat SLTP/SLTA sedrajat, harus mengikuti jam belajar yang cukup panjang. Sekitar 8 jam setiap hari. Untuk memenuhi kebutuhan gizi anak setiap hari. SMP Islam Bani Ahmad Cilamaya, punya program trobosan yang sangat efektif. Yaitu, sarapan dan makan siang bersama di sekolah setiap hari. “Program makan siang bersama ini, baru kita mulai awal semester kamarin. Tujuannya, agar anak konsentrasi belajar sampai mata pelajaran terakhir,” ungkap Kepala SMP Islam Bani Ahmad, Bambang Tri Sutrisno, kepada KBE, kemarin (28/8)
di sekolah. Bambang menjelaskan, jam belajar yang cukup panjang, sangat memerlukan energi dan konsentrasi yang cukup. Jika pada saat makan siang, siswa tidak mendapat asupan yang baik. Itu dapat mempengaruhi tingkat konsentrasi anak. “Program ini sudah disetujui oleh orang tua murid. Sistemnya, dari siswa, oleh siswa dan untuk siswa,” ujarnya. Ketua program makan siang bersama, SMP Islam Bani Ahmad Cilamaya, Hariyanto mengatakan, tujuan dibentuknya program tersebut, tak lain, karema pihak sekolah sering melihat anak jajan sembarangan di kantin.
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
MAKAN SIANG : Siswa SMP Islam Bani Ahmad Cilamaya, makan siang bersama setiap hari di sekolah.
Sehingga, pihaknya berinisiatif, untuk menyatu-
pintukan jam makan siang seluruh pelajarnya. Agar
mendapat asupan makanan yang bergizi setiap hari. “Menu yang disajikan berganti-ganti. Yang penting harus 4 sehat, lima sempurna,” katanya. Masih kata dia, setelah berjalan beberapa bulan terakhir. Dampak program makan siang bersama di sekolah cukup terasa sangat efektif. Selain anak didiknya jadi lebih konsentrasi dan bertenaga. Dengan makan siang yang bergizi, diharapkan pula, mampu mendompleng prestasi anak. Khususnya dibidang akademis. “Kalau perutnya tidak keroncongan. Anak-anak pasti semangat belajarnya. Kalau semangat, artinya makin dekat dengan prestasi,” pungkasnya. (wyd)
Kemenag Segera Umumkan Seleksi Beasiswa S2 PRO GRAM beasiswa Strata-2 (S2) bagi guru dan calon pengawas madrasah. Segera diumu m k a n ha s i l s e l e ks i o l e h Ke m e n t e r i a n Agama. Program tersebut d i b u k a s e ja k 1 3 Ju n i hingga 26 Juli 2019 bagi guru madrasah PNS dan non-PNS, serta calon pengawas madrasah di semua jenjang. Kasub dit Bina Gur u dan Tenaga Kependidika n ( GT K ) Ke m e nag, RA Siti Sakdiyah mengatakan, program beasiswa S2 ini bersifat sementara dan terbatas yang akan diberikan selama mengikuti pendidikan jenjang dalam jangka waktu dua tahun atau empat semester. “Guru yang mengikuti program ini dibebas-
kan dari tugas pokoknya sebagai guru selama empat semester dan kembali lagi menjalankan tugas pokoknya setelah program selesai,” tutur Sakdiyah dalam keterangannya, kemarin. Lanjut Siti, tahun 2019, Ditjen Pendis menyediakan kuota untuk 200 orang. Kuota itu disebar di 11 perguruan tinggi mitra, yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan K a l i j a g a Yo g j a k a r t a , UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya. Selain itu, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Alauddin Makasar, Universitas Wahid Hasyim Semarang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,
Universitas Negeri Malang dan STAI Al Hikmah Jakarta. S a k d i y a h m e n u t u rkan, program beasiswa S-2 bagi guru dan calon pengawas madrasah adalah ikhtiar Ditjen Pendis dalam upaya pemenuhan kualifikasi dan kompetensi akademik sebagai tenaga pengajar dan pengawas di madrasah. Dikatakannya, peserta yang lulus administrasi sebanyak 649 peserta. Namun yang lulus seleksi akademik sesuai kuota hanya 200 orang. Adapun hasil seleksi dan Penetapan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4652 Tahun 2019 tanggal 22 Agustus 2019, bisa dilihat melalui situs resmi kemenag. (bbs/rie)
KAMIS, 29 AGUSTUS 2019
METRO KARAWANG
5
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
INOVASI DESA : Bursa Inovasi Desa di Kecamatan Tempuran, hadirkan berbagai potensi kreaftiftas desa.
BID Tingkatkan Kreatifitas Pemerintah Desa TEMPURAN – Pemerintah Kabupaten Karawang, menggelar Bursa Inovasi Desa (BID), sebagai wadah bertukar ide dan gagasan. Tentang peningkatan potensi serta kreatifitas pemerintahan desa. Kemarin, (28/8) di Kantor Kecamatan Tempuran.
BID yang merupakan program pemerintah pusat. Digadang-gadang, bakal menjadi wadah terbaik, bagi pemerintah desa di seluruh Indonesia. Untuk menggali lebih dalam potensi di desa, serta meningkatkan kreatifitas masyarakat di desanya. Dalam acara terse-
but, masing-masing pemerintahan desa, memamerkan potensi dan inovasi desa, yang telah di lakukan. Dalam pemanfaatan program Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat. “Jadi dalam acara BID ini, pemerintah desa tidak hanya memamerkan keber-
hasilan pembangunan. Tapi juga, beragam kreatifitas dan inovasi, hasil pemanfaatan Dana Desa,” ungkap Pendamping Desa Kecamatan Cilamaya Wetan, Syukron kepada KBE, kemarin. Lanjut Syukron, BID bukan hanya menjadi ajang pamer pencapaian. Akan
tetapi, menjadi wadah untuk saling bertukar ide dan gagasan. Agar pembangunan di seluruh desa, seKabupaten Karawang, bisa tercapai secara merata. “Setelah ini, yang paling penting adalah, adanya kemauan dar i masingmasing kepala desa, untuk
berubah, menuju arah yang lebih baik,” jelasnya. Sementara, Ketua BPD Jayanegara, Kecamatan Tempuran, Nawawi menambahakan, usai digelar BID. Diharapkan ada tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Karawang, melalui masing-masing, pemerintah
kecamatan. Jangan sampai, kata dia, kegiatan tersebut hanya menjadi ajang seremoni belaka. “Setelah ini diharapkan ada pendampingan. Kemudian ada catiom yang dilakukan. Jangan hanya seremoni semata,” imbuhnya. (wyd)
Indra Satrio Terpilih Ketum Gibas Jaya
BUMDES Sekda: Bumdes Tingkatkan Perekonomian Desa KARAWANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri menyebut kehadiran BUMDes merupakan upaya perluas usaha ekonomi. Yang difokuskan pada produk unggulan yang dikelola melalui kerjasama antar desa. “Melalui pengembangan program unggulan desa, peningkatan daya saing desa. Percepatan pemerataan desa dan meningkatkan perekonomian akan terbangun. Selain itu pengembangan produk unggulan desa (prudes) juga berpotensi meningkatkan daya beli dan kesejahteraan,” ucapnya kepada KBE, kemarin. Dikatakannya, selain itu dapat menciptakan kesempatan kerja yang tinggi bagi masyarakat. Yang bermuara pada peningkatan pembangunan daerah. Serta berkontribusi pada roda perekonomian nasional. “Pengembangan Prudes ini harus banyak berkontribusi dan menguntungkan masyarakat desa. Dalam hal peningkatan kesejahteraan, ekonomi bisnis dan sosial. Karena BUMDesa kan bukan hanya keuntungan finansial, tapi bisnis sosial. “Artinya harus memberi kebermanfaatan sosial bagi warga desa, ini bentuk nyata demokrasi ekonomi desa,” ucapnya. Lanjut Acep, dalam upaya pelaksanaan pengembangan Prudes akan banyak tantangan yang dihadapi di era saat ini. Keberagaman kondisi desa, tingginya angkatan kerja dengan kompetensi masyarakatnya yang beragam dan permasalahan lainnya harus ada solusinya. “Dengan adanya pelatihan, pengembangan, pendampingan, dan evaluasi secara berkelanjutan sampai desa menjadi mandiri, dukungan penuh dari pemerintah, menjadikan masyarakat dan swasta turut mendukung serta melaksanakan program tersebut,” pungkasnya. (gie)
KARAWANG – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Inti Barisan Anak Singaperbangsa (Gibas) Jaya Kabupaten Karawang resmi memiliki ketua baru periode 2019-2024. Indra Satrio terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum LSM Gibas Jaya. S ebagai Ketua Umum Indra Satrio, dimandatkan untuk mendorong citacita organisasi sesuai AD/ ART organisasi. Sehingga arah Gibas Jaya semakin menuju kemajuan, serta bagian dari wadah mengaktualisasi ide dan gagasan seluruh anggota. “Gibas Jaya akan semakin maju dan semakin baik, serta tetap turut berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Karawang. Yang saat ini masih memiliki banyak kekurangan. Program kerja kepemimpinan yang baru ini akan disusun satu minggu kemudian untuk menentukan program program yang paling penting,” ujarnya kepada KBE, kemarin. Dikatakannya, mengenai arah dan sikap politik Gibas Jaya dalam Pilkada Karawang tahun 2020 mendatang. Dirinya menegaskan untuk Gibas Jaya belum mengambil keputusan sikap apapun terkait pilka-
da. “Kami akan berkontribusi bagi Kabupaten Karawang,” katanya. Sementara itu, pendiri LSM GIBAS Jaya, Anggadita menambahkan proses pemilihan ini berdasarkan Rapat Kerja (Raker) dan pengukuhan ketua umum definitif. Dalam Raker yang sudah dilakukan pada zaman plt Ketum
Lili Gozaly. “ Ki t a su d a h t e ntu k a n bahwa Indra Satrio sebagai ketua umum periode 2019-2024, dan dikukuhkan secara definitif pada hari ini. Harapan kami ke d e p a n nya e k s i st e n s i G i b a s Ja y a l e b i h e k s i s dalam konteks kegiatan postritif,” jelasnya. Sementara itu, Ketua LSM
NKRI Karawang, Suparno mengatakan, Gibas Jaya harus dapat bergandengan tangan bersama-sama dengan LSM lainnya yang ada di Kabu paten Karawang. “Gibas Jaya juga harus mampu menghidupi dan mensejahterakan anggotanya. Sebuah organisasi tanpa bisa menghidupi ang-
gotanya tidak mungkin diikuti oleh seluruh jajarannya,” ucapnya Dalam acara tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat Sri Rahayu Agustina Suroto, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se- Kabupaten Karawang, tokoh masyarakat dan Kesbangpol Kabupaten Karawang. (gie)
Tingkatkan Pelayanan, Kapolres Karawang Resmikan Kantor SKCK
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
SABUNG AYAM : Arena sabung ayam di Desa Mukatijaya, Cilamaya Kulon, saat digrebek oleh anggota piket Polsek Cilamaya.
Arena Sabung Ayam Digrebek CILAMAYA KULON – Jajaran Polisi Mapolsek Cilamaya, kembali memusnahkan, praktik judi sabung ayam, di Desa Muktijaya, Kecamatan Cilamaya Kulon. Selasa, (27/8) kemarin, sekitar pukul 16.30 WIB. Kapolsek Cilamaya, Kompol Sutedjo SH, mengatakan, tindakan tersebut dilakukan, atas dasar laporan dari masyarakat. Terkait adanya judi sabung ayam yang meresahkan warga.
“Dalam aksi itu, dua ayam jago dan tiga unit kendaraan roda dua, tanpa surat-surat, kami amankan sebagai barang bukti,” ungkap Sutedjo, dalam laporannya, kemarin. Kata Sutedjo, lima personel Polsek Cilamaya, diantaranya Aipti Dadi Daspa, Aiptu Saepudin, Aiptu Nurdin, Aipda Suwanda dan Brigadir Sutriman. Langsung memusnahkan tempat judi sabung ayam tersebut. “Arena dihancurkan. Ke-
mudian barang bukti kami amankan,” ujarnya. Sutedjo mengimbau, kepada seluruh lapisan maysyarakat di wilayah hukumnya. Agar mengindari praktik-praktik kriminal maupun judi. Karena hal tersebut melanggar hukum. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar tidak kembali melakukan praktik judi sabung ayam ini,” pungkasnya. (wyd)
K A R AWA N G – U n t u k meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Kapolres Karawang, AKBP Nuredy Irwansyah Putra meresmikan Gedung pelayanan SKCK di Polsek Klari. Tidak hanya meresmikan gedung SKCK, juga turut melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Masjid As-Sobri. Nuredy mengucapkan terima kasih dan sangat antusias terhadap jajaran Polsek Klari dan masyarakat yang telah membantu. Dalam pembangunan gedung pelayanan SKCK dan Pembangunan Masjid AS-SOBRI dimapolsek Klari ini. “Saya juga berharap kepada seluruh jajaran Polsek Klari dengan bangunan baru, dapat melayani masyarakat dengan baik lagi. Semoga kedepan pihak Polsek dapat lebih mendekatkan diri terhadap masyarakat dan dapat melayani serta semakin nyaman dengan adanya gedung
baru tersebut,” jelasnya. Sementara itu, Kapolsek Klari Kompol, Relisman Nasution menuturkan, kantor pelayanan ini guna memberikan kenyamanan dalam pelayanan pada masyarakat. “Memang anggota Polsek Klari sangat sedikit personilnya, tetapi tidak membuat kita patah semangat dan terus memberikan pelayanan yang maksimal untuk ma-
syarakat,” jelasnya. Lanjut Relisman, pihaknya melengkapi fasilitas di kantor pelayanan SKCK Polsek Klari. Antara lain foto cop, agar masyarakat yang kurang data bisa langsung foto copy di Polsek dan pelayanan lainnya sudah lengkap di sana. Selain itu, setelah selesai kantor pelayanan SKCK saat ini juga kita akan membangun Masjid AS-Sobri tepat
ada di samping kantor Polsek Klari, Berupaya meningkatkan pelayanan untuk masyarakat dan nanti bisa jadi rest area kecil untuk Mudik dan arus balik kedepannya. “Kami harapkan pembangunan masjid ini bisa bermanfaat bukan hanya untuk anggota polsek saja namun juga masyarakat sekitar agar dipergunakannya bersama dengan baik,” pungkasnya. (rie)
6
Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis
KAMIS, 29 AGUSTUS 2019
Siap-siap, Ada Dua Kawasan Industri Baru di Jabar K A R A WA N G - R e v i s i Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Jawa Barat bakal menambahkan dua kawasan industri baru di provinsi ini. Salah satu kawasan industri baru itu akan memasukkan konsep Segitiga Rebana (KertajatiPatimban-Cirebon) yang digagas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. “Kawasan tersebut peruntukannya untuk indus-
tri, tapi dalam batang tubuh kita sebut WPPI atau Wilayah Pengembangan Peruntukan Industri,” kata Ketua Pansus VII DPRD Jawa Barat, Herlas Juniar di Bandung beberapa hari lalu. Herlas mengatakan, Segitita Rebana yang digagas Ridwan Kamil berada di WPPI Kertajati-Patimban-Mundulosari. Masing-masing dicantumkan sebagai Kawasan Strategis Provinsi (KSP). Adapun KSP Kertajati be-
rada di seputaran bandara Kertajati di Majalengka, KSP Patimban di wilayah Pelabuhan Patimban di Subang, serta KSP Mundulosari berada di Kabupaten Cirebon. “KSP ini mengakomodir kaitan dengan Patimban, Kertajati, dan Mundulosari untuk gagasan gubernur kaitan dengan Rebana. Rebana dalam sebuah gagasan gubernur itu lokusnya ada di kawasan-kawasan tersebut,” kata Herlas. Herlas mengatakan, ran-
cangan Revisi RTRW Jawa Barat juga memasukkan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah digarap pemerintah di Jawa Barat. Diantaranya proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung, serta 3 TOD (Transit Oriented Development) yang mengikuti proyek tersebut. “PSN tu sifatnya given, kita mengakomodir salah satunya kereta cepat. Di mana TOD-nya ada di Karawang, Walini,
dan Tegalluar,” kata dia. Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dalam Revisi Perda RTRW Jawa Barat, tidak berhenti sampai Tegalluar, Kabupaten Bandung, tapi diteruskan sampai ke bandara Kertajati di Majalengka. “Rencananya kereta cepat itu berakhir di Kertajati,” kata Herlas. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Revisi Perda RTRW sudah di tahap finalisasi. “RTRW san-
gat penting karena menjadi sebuah rencana masa depan Jawa Barat seperti apa. Salah satunya memastikan perkembangan-perkembangan yang pesat dari sisi investasi tidak mengganggu keseimbangan lingkungan, kawasan-kawasan produktif pertanian dan lain-lain. Boleh membangun tapi pastikan tidak berada di lokasilokasi yang kita preservasi sebagai sumber kelestarian lingkungan,” kata dia pada
hari yang sama. Ridwan Kamil mengatakan, RTRW Jabar yang direvisi tersebut menjadi panduan untuk kajian pengembangan sejumlah wilayah. “Kita juga mendorong pengembanganpengembangan wilayah ini tidak harus mengandalkan APBD, tapi berbasis KPBU sehingga membangun Jawa Barat bisa terakselerasi tanpa harus mengandalkan APBD yang sangat terbatas,” kata dia. (bbs/mhs)
Terima Guyuran Duit Rp 1,45 Triliun Suryacipta Mau Perluas Penguasaan Lahan di Subang
SUMBER FOTO:NET
SOROT: Setelah setahun mengendap, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) akhirnya mencairkan fasilitas pinjaman US$ 100 juta atau setara sekitar dari International Finance Corporation (IFC).
Bersusah Payah Tekan Kredit Macet KARAWANG- PT Bank Permata Tbk (Bank Permata) fokus memperbaiki kinerja dengan menurunkan rasio kredit bermasalah. Non Performing Lending (NPL) gross pada semester I 2019 tercatat 3,6 persen, membaik dari 4,3 persen pada Juni 2018. “Kami akan memenuhi ketentuan regulator, NPL di akhir tahun akan dijaga stabil di bawah 4 persen atau lebih baik lagi,” kata Direktur Keuangan Bank Permata, Lea Setianti Kusumawijaya dalam konferensi pers public expose Bursa Efek Indonesia Jakarta, Rabu (28/8). Meski menjaga kualitas kredit, Lea mengatakan Bank Permata tidak memilih-milih sektor atau industri. Setiap calon debitur diseleksi rata secara prudent dan hati-hati. Bank Permata juga menargetkan pertumbuhan kredit sama dengan industri. Ia mengakui kredit Bank Permata tumbuh melemah. Ia merujuk pada Otoritas Jasa Keuangan yang merevisi pertumbuhan kredit dari 10-12 persen menjadi 10 persen. “Maka yang dialami oleh kami relevan juga di industri,” kata dia. Meski demikian, Lea mengatakan Bank Permata tidak merevisi Rencana Bisnis Bank dan tetap pada rencana awal. Pertumbuhan kredit dijaga sesuai dengan
industri. Untuk sektor industri, Bank Permata melirik lebih pada sektor UKM karena dinilai prospektif dalam kondisi saat ini. Selain itu, tetap pada ritel dan korporasi. Bank Permata membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 711 miliar atau meningkat 146 persen. Pertumbuhan kredit tercatat 3,7 persen dari Rp 103,2 triliun menjadi Rp 106,9 triliun di posisi Juni 2019. Pertumbuhan kredit berasal dari segmen bisnis wholesale banking sebesar 4,8 persen dan ritel 2,9 persen. Biaya pencadangan kredit turun pada kuartal II 2019 dari Rp 1 triliun menjadi Rp 466 miliar. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 19,8 persen. Lea mengatakan Bank Permata belum ada rencana untuk mendapat suntikan modal meski akan terus dipantau. “Kami akan lihat dulu pertumbuhan kredit nanti bagaimana, lalu dampak dari regulasi lain (PSAK 71), finalisasi terkait permodalan akan kita lihat akhir tahun,” kata dia. Pada kuartal II 2019, Dana Pihak Ketiga (DPK) turun 5,4 persen. Ini merupakan dampak dari penurunan dana mahal deposito sebesar 12,5 persen. Rasio CASA meningkat jadi 52 persen dari 48 persen. (bbs/mhs)
K A R AWA N G - S e t e l a h setahun mengendap, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) akhirnya mencairkan fasilitas pinjaman US$ 100 juta atau setara sekitar dari International Finance Corporation (IFC). Pencairan ini bakal dialokasikan untuk ekspansi di segmen kawasan industri. Caranya, dengan menjadikan pencairan tersebut sebagai pinjaman untuk anak usahanya, PT Suryacipta Swadaya SCS dengan jumlah pinjaman Rp 1,45 triliun. “Pinjaman ini akan digunakan untuk pemban-
gunan tahap pertama proyek industri di Subang,” ujar Direktur Utama SSIA , Johannes Suriadjaja, kemarin (28/8). Mengingatkan saja, SSIA memperoleh fasilitas pinjaman dari IFC US$ 100 juta pada 31 Mei 208 lalu. Adapun tenor pinjaman tersebut akan jatuh tempo hingga Juni 2026. Bunganya sebesar Libor 6 bulan plus 2,75% per tahun. Sesuai dengan ketentuan, SSIA mulai membayar cicilan setiap enam bulan mulai 15 Juni 2021. Secara spesifik, SCS bakal menggunakan duit tersebut untuk mengakuisisi dan pengembangan lahan di Subang. “Sehingga, hal ini akan memberikan manfaat bagi perusahaan di masa mendatang,” imbuh Johannes. (bbs/mhs)
TARIK-ULUR LOKASI PRODUKSI SUZUKI JIMNY KARAWANG- Sejak harga resmi diumumkan, antrean pemesanan Suzuki Jimny di Indonesia makin membludak. Bahkan pada beberapa wilayah dilabarkan masa indennya sudah ada yang mencapai dua tahun dari saat ini. Menyikapi banjirnya pesanan SUV legendaris tersebut, PT Suzuki Indomobil Sales selaku agen pemegang merek (APM) Suzuki di Indonesia menyatakan serius ingin memproduksi Jimny di Tanah Air. Menurut 4W Direktur Marketing PT SIS Donny Saputra, sejak beberapa waktu lalu, pihaknya sudah cukup intens meminta pada prinsipal di Jepang agar diberikan izin memproduksi Jimny secara lokal. “Kita masih minta d a n sampai saat ini memang be-
lum ada keputusannya apalah kita diizinkan atau tidak, jadi kita belum tahu kapan ini fix-nya tapi kita sudah rutin menanyakan soal ini,” ujar Donny kepada wartawan. Donny menjelaskan Indonesia bukan satu-satunya negara yang meminta izin produksi Jimny, karena Suzuki di India pun juga sedang mengincar produksi SUV legendaris berdim e n s i ringkas terse-
but. Namun bila melihat dari status pabrik di India saat ini, menurut Donny secara cakupan sudah cukup penuh. Seperti diketahui, India memang menjadi basis Suzuki untuk memproduksi hampir sebagian besar produk-produk yang dipasarkan di dunia, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, Donny menjelaskan secara perbandin-
gan harusnya Indonesia lebih memungkinkan untuk mendapatkan izin produksi Jimny. Peluangnya pun cukup besar karena pabrik di Indonesia masih bisa dimaksimalkan lagi. “Kita masih rebutan dengan India, secepat mungkin kita minta Suzuki di Jepang untuk segera memutuskan, tapi ya itu tadi, kita belum tahu kapan diizinkannya dan yang jelas itu terus kita dorong, “ ujar Donny. (bbs/ mhs)
ISTIMEWA
Setelah Disebut Jadi Orang Paling Ditakuti di Dunia
Bos FB Jual Saham Rp 4,14 T Demi Misi Filantrofis Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg tercatat telah menjual saham Facebook sebesar 1,6 juta selama Agustus 2019. Dengan demikian, Zuck begitu ia biasa disapa, mendapatkan dana sebesar 296 juta dolar AS atau setara dengan Rp 4,14 triliun. MAHESA, KBE APABILA ditilik dari awal tahun, Zuck telah melepas 2,9 juta saham dan membawa pulang dana sebesar 526 juta dolar AS atau sekitar Rp 7,36 triliun. Melansir dari CNBC Make It (27/8), pria berkulit putih ini memang
Mark Zuckerberg diketahui teratur menjual saham Facebook guna mendanai Chan Zuckerberg Initiative (CZI)— organisasi filantropis yang di-
jalankannya dengan Sang Istri, Priscilla Chan. Organisasi ini bergerak mendanai programprogram dalam sains dan pen-
didikan serta isu-isu sosial. Menurut pengajuan, penjualan saham Zuckerberg adalah bagian dari rencana 10b5-1, aturan yang dibuat oleh Komisi Sekuritas dan Bursa yang memungkinkan petinggi perusahaan publik untuk menjual saham pada periode waktu yang ditentukan. Walaupun telah menjual sebagian sahamnya, Zuck masih memiliki 375 juta saham Facebook senilai 68 miliar dolar AS. Ia juga masih tercatat sebagai orang terkaya kelima di dunia, berada di bawah Jeff Bezos, Bill Gates, Bernard Arnault, dan Warren Buffett. Paling Ditakuti di Dunia Meski tengah disorot sejumlah persoalan, CEO Facebook Mark Zuckerberg dinobatkan sebagai orang paling ditakuti di dunia.
Penobatan itu diungkapkan oleh seorang professor dari New York University Stern School of Business, Scott Galloway. Seperti diketahui, Facebook merupakan salah satu media sosial raksasa di dunia. Terlebih saat Facebook mengakuisisi dua layanan populer, yakni Instagram dan WhatsApp. Semakin besar genggaman Zuck di media sosial dunia. Pria berkulit putih itu diketahui menggenggam kekuatan sangat besar di tangannya, pasalnya ada miliaran pengguna yang terhubung lewat jejaring sosial miliknya. Melansir dari Bloomberg (15/8), Galloway mengatakan, “Kalau dilihat dari sejarah kita, salah satu langkah kunci menuju tirani adalah seseorang harus mengon-
solidasikan media,” ujarnya. Instagram telah diakuisisi oleh Facebook pada tahun 2012, begitu pula dengan platform besutan Jan Koum, yakni WhatsApp juga dimiliki Facebook pada tahun 2014. Kabarnya, setelah integrasi rampung akhir tahun ini atau awal 2020, para pengguna ketiga layanan akan menghuni infrastruktur yang sama. Kekuasaan Zuckerberg sebagai raja media sosial pun akan semakin besar, mengingat sejumlah besar orang menggunakan Facebook cs tersebut: WhatsApp, Instagram, dan Messenger. Menurut Facebook sendiri, lebih dari 2,7 miliar orang di seluruh dunia menggunakan setidaknya salah satu layanan yang dimiliki oleh Facebook tiap bulan. (*)
KAMIS, 29 AGUSTUS 2019
SAMBUNGAN
7
Tak Punya Payung Hukum SPP SMA/SMK Memberatkan KARAWANG- Banyak orang tua siswa SMA dan SMK di Kabupaten Karawang yang mengeluhkan besarnya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk SMA/SMK. Sejumlah orang tua siswa SMAN di Kecamatan Pedes misalnya mengaku keberatan atas SPP anaknya sebesar Rp 250 ribu per bulan. “Memang sudah melalui rapat komite dan orang tua, tapi kita tidak
bisa berbuat apa-apa,” ujar Ahmad, salah seorang wali murid. Keluhan serupa banyak juga terjadi di SMA/SMK lain di Kabupaten Karawang. Sementara para pegiat pendidikan meminta agar pemerintah provinsi membuat payung hukum atas kebijakan SPP untuk SMA, SMK, dan SLN negeri di Jawa Barat. Payung hukum ini penting sebagai pedoman operasional bagi sekolah dan untuk pengawasan pelaksanaan kebijakan yang akan dimulai 2020 nanti. “Kami mengapresiasi atas
niat baik Pemprov Jawa Barat. Oleh karena itu untuk selajutnya agar dibuatkan aturan sebagai payung hukum bagi sekolah, apa itu berupa Peraturan Gubernur atau berupa Peraturan Daerah,” kata Ketua Forum Orangtua Siswa (Fortusis) Dwi Subawanto Ia mengatakan, aturan itu untuk menjamin kepastian pembebasan iuran bulanan itu. Bagi sekolah, aturan itu juga menjadi pedoman pelaksanaan. “Dan masyarakat bisa melakukan pengawasan,” ujarnya.
Gedung Baru .... dari halaman 1 KBE pada Rabu (28/8) melawat ke Unsika untuk melakukan wawancara dengan pihak terkait pembangunan, KBE dipertemukan dengan Kepala Bagian Keuangan Unsika yang juga Pejabat Pembuat Komitmen ( P P K ) p e mb a n g u na n gedung baru tersebut bernama Dedi. Kepada KBE, ia menjelaskan, gedung baru yang mangk ra k p e ng e r jaa n nya itu adalah gedung untuk Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) dan G edung G-5 ( gedung serba guna). “Sebetulnya pembangunan sudah mencapai 85%. Itukan nanti sisanya tinggal pemasangan kaca, pemasangan toilet, dan pengecatan,” tutur Dedi menanggapi mangkraknya pembangunan gedung baru itu. Dedi juga mengklaim, gedung tersebut akan rampung dalam dua minggu lagi dan akan mencapai proses 95% p e m b a n g u n a n . Ya n g mana menurutnya gedung akan layak untuk dipakai. Dedi mengakui, pembangunan gedung baru tersebut sebetulnya ditargetkan untuk selesai pada akhir tahun 2018 kemarin. Dengan skema satu kali pem-
b a ngu na n at au t i d a k tahapan per tahun). ”Memang gedung tersebut direncanakan untuk selesai Desemb e r ke ma r i n . Na mu n ada keterlambatan pencairan anggaran dalam pengajuan termin kedua ke KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara). Padahal waktu itu cuma telat satu hari. Lalu, perusahaan (pemborong) mengalami kesulitan, kolaps dia pasti ” tutur Dedi. “ Pe m b a n g u n a n d i garap oleh Promix dari Bandung, pembayaran kepada perusahaan telah kami lakukan sebanyak 35%. Karena anggaran untuk 2018 su d a h d i tu tu p, ma k a kami melakukan piutang. Lalu, sisanya akan dibayarkan setelah pembangunan selesai dengan dampingan BPK P ( Ba da n Pe nga wasan Keuangan dan Pembangunan) atau dalam prosedur yang ditentukan oleh BPKP,” papar Dedi lagi. Ditambahkan, keterlibatan BPKP karena keterlambatan dari Unsika dan terjadinya piutang. Maka nantinya BPKP yang akan menilai dan melakukan pengecekan s e s u a i at au t i d a k n ya pembangunan tersebut dengan rencana pembangunan.
spanduk #SAVEPERSIKA. “A k s i i n i m e r u p a k a n bentuk kepedulian kami dari suporter Persika atas kondisi Persika yang saat ini sedang krisis keuangan sampai gaji para pemain, katering dan lainnya belum dibayar sejak dua bulan terakhir,” ujar Ko o rd i nat o r A k s i Fa n s Persika, Roni Bhocung Supriadi, saat diwawacara awak media di sela-sela aksi. “PT Persika Singaperbangsa perusahaan yang menaungi Persika terkesan tidak peduli dengan kondisi klub sepakbola asli Karawang tersebut.”imbuhnya. Peserta aksi minta bupati segera memanggil direksi PT Persika untuk
mempertanggungjawabkan kewajibannya dalam membiayai operasional club dan gaji pemain. Ma s i h k a t a R o n i , j i k a tidak ada anggaran, maka harus bicara seara terbuka kepada Bupati. Sebab s e ha r u s n y a j i k a u n t u k sponsorship harusnya bupati sebagai pimpinan daerah bisa membantu, sebab jumlah perusahaan di Karawang itu ribuan. Jika ada ketakutan ada unsur politik, kami sebagai fans Persika pastikan i tu t i d a k a d a. Ja d i bu pati tak usah takut untuk membantu klub sepakbola kebanggan Karawang ” ujarnya. Pesert aksi mengaku prihatin dengan cara manajemen Persika mengelola klub sehingga membuat tim kebanggaannya hidup
sekolah yang bersumber dari masyarakat, sehingga ada kejelasan sekolah yang melanggar atau tidak melanggar,” tutur Ketua FAGI Iwan Hermawan. FAGI sepakat Pemprov Jabar menggartiskan iuran untuk biaya operasional bulanan sekolah. Namun FAGI juga berharap, bagi sekolah yang ingin ada peningkatan mutu diberi kesempatan menerima sumbangan peningkatan mutu pendidikan melalui Komite Sekolah. Sekretaris Komisi 5 DPRD
Jabar Abdul Hadi Wijaya mengatakan, kebijakan pembebasan iuran bulanan ini akan tercantum pada Perda Provinsi Jawa Barat. “Jika sampai pihak eksekutif tidak merealisasikan, maka Gubernur selaku pimpinan eksekutif melanggar sumpah jabatan beliau untuk mematuhi semua aturan perundangan,” katanya. Selanjutnya, kata dia, Dinas Pendidikan Jabar akan membuat Pergub, peraturan pelaksana, dan petunjuk teknis yang dibutuhkan.
“Secara mekanisme, DPRD berwenang melakukan kontrol. Jadi, setiap keluhan terkait pelaksanaan kegiatan pembebasan iuran bulanan ini, bisa disampaikan ke Komisi 5 DPRD Jabar,” tuturnya. Sementara itu Pemprov Jabar telah menganggarkan biaya untuk pembebasan iuran bulanan sebesar Rp 778 miliar di APBD 2020. Anggaran itu digunakan untuk biaya iuran bulanan selama setengah tahun, Juli 2020 sampai Januari 2021. (bbs/red)
Jimmy dengan dirinya di Pilkada Karawang, Gina mengembalikan semua itu kepada internal partainya. “Saya kembalikan ke partai. Ikutin arahan dari DPP Gerindra saja saya mah,” ucapnya saat itu. “Pokoknya bagaimana perintah DPP Gerindra dan kesiapan finansial, juga nonfinansial dari sayanya,” jawab putri mantan
Bupati Karawang periode 2010-2015, Ade Swara. Selain itu ditambahkan Gina juga, menghadapi Pilkada Karawang belum bisa menentukan jika akan berpasangan dengan Kang Jimmy. “ Terkait nanti dengan siapa berpasangannya, itu bisa saja terjadi dan bisa saja dengan pasangan lainnya juga,” pungkas Gina. (shn/red)
karan wilayah karena Karawang semakin hari semakin padat. Namun begitu, Nace mengatakan tokoh masyarakat di Cikampek sudah harus mempersiapkan diri berpisah dari Karawang. “Ada persyaratan khusus untuk pemekaran, nah pertanyaan saya apakah itu sudah memenuhi persyaratan. Terus bagaiman dengan pemerintahan induknya apakah sudah siap untuk menanggung konsekuensinya,” kata Nace. Menurut Nace, isu peme-
karan kota Cikampek sebenarnya sudah lama digaungkan oleh masyarakat Cikampek. Dia mengapresiasi jika Pemkab Karawang merestui pembentukan kota Cikampek. “Kalau pemerintah sudah merestui sudah gampang itu, tinggal bagaimana kesiapan masyarakat Cikampek sendiri. Saya ha nya i ngat k a n p e m e karan Cikampek tentu ada konsekuinsi yang harus ditanggung semua, termasuk masyarakat Cikampek,” pungkasnya. (rie)
PT. KAI Daop 1 Jakarta tidak memiliki kewenangan untuk membuka sebidang liar. Namun, PT. KAI Daop 1 Jakarta memberikan saran untuk memohon izin pembukaan sebidang menjadi jalan ke Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. “Pihak PT KAI masih tetap menutup perlintasan sebidang gorowong sampai ada izin resmi dari Dirjen Perkeretaapian,” kata Arief. Dijelaskan Arief, Pemkab Karawang segera mengupayakan permohonan izin resmi Perlintasan Sebidang
di Gorowong kepada Ditjen Perkeretaapian. Pertimbangan permohononan izin antara lain adalah ; lintasan jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yg volumenya sudah cukup padat dan sudah menjadi akaes jalan utama Warungbambu – Telukjambe, jika lintasan t e r s ebu t d i tu tu p ma k a akan menambah kemacetan di jalan Wirasaba sedangkan saat ini belum ada alternatif jalan lain. “Hari ini surat bupati ke Dirjen sudah dipersiapkan, mohon doanya,” pungkasnya. (rie)
atif membuatkan gubug,” ucapnya. Ditambahkan, rencananya hari Selasa ini pihaknya akan membuatkan tempat tinggal yang lebih layak bagi Ki Maran. Selain itu pihaknya meminta perhatian dan uluran tangan Pemda Karawang agar lebih memperhatikan nasib Ki Maran. “Saya dan teman-teman pemuda akan buatan tempat yang layak dari
hasil sumbangan pemuda dan masyarakat. Alhamdulillah uang sumbangan alakadarnya terkumpul sebesar Rp 400.000 untuk s eg era dibuatkan tempat bagi kakek Maran,” ujarnya. “ Ka m i ha ra p Pe m k a b Karawang juga untuk ikut membantu kondisi Ki Maran, karena kami sangat terbatas dan bisa membantu seadanya saja,” pungkasnya. (*)
PKB Matangkan .... Dengan keterlambatan pencairan dana dari KPPN, Dedi menilai tidak akan ada terjadinya kerugian di negara, karena uang pembangunan masih tersimpan di KPPN. “Su mb e r da na ka m i kelola dari PMDP atau uang dari Unsika yang bersumber dari UKT (Uang Kuliah Tunggal), UK T nantinya masuk ke KPPN. Lalu kami cairkan melalui pengajuan, kami tidak sama sekali menerima uang dari anggaran daerah ( P e m d a K a r a w a n g ) ,” tandas Dedi menjelaskan sumber dana yang didapat untuk modal pembangunan gedung baru. Sementara Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan Perencanaan Kerja Sama dan Humas Dida Herwanda Barnas kepada KBE menjelaskan, tidak ada halangan aktivitas akademik dengan mangkraknya pembangunan gedung baru Fasilkom. Dida dengan timnya bahkan telah menyelesaikan penjadwalan kuliah untuk seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa baru tentunya, dan Dida menilai bahwa, aktivitas akademik akan berjalan semestinya hingga nanti gedung baru rampung dibangun. (mg1/mhs/shl)
Suporter Bentangkan …. dari halaman 1
Aturan hukum ini pun sebelumnya tidak ada yang mengatur soal besaran iuran bulanan atau yang dikenal dengan SPP. “Selama ini, iuran dipungut langsung dari orangtua siswa atau peserta didik, akuntanilitasnya sangat rendah, bahkan dikatakan tidak ada,” katanya. Usulan serupa juga disampaikan oleh Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI). “FAGI menuntut dikeluarkannya Pergub yang mengatur pungutan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban dana
segan mati pun tak mau dalam mengarungikompetisi di liga 3. Mereka menyoroti minimnya dana klub, apalagi diketahui ternyata dana yang ada berasal dari donatur yang peduli pada Persika. “ Ja d i k a m i m i nt a bupati segera memanggil para direksi PT Persika Singaperbangsa, agar bisa memenuhi tanggung jawabnya,” katanya. Lebih lanjut Roni menegaskan bahwa pihaknya bakal terus menyuarakan agar Persika bisa terus bertanding di Liga 3 dan kedepan bisa masuk lagi ke liga 2 Indonesia. “Kami warga Karawang hanya ingin Persika bisa masuk ke Liga 1 Indonesia dan bisa membanggakan Karawang,” pungkasnya. (bbs/mhs)
dari halaman 1 siapa PKB berkoalisi kita serahkan pada dinamika politik yang ada saat ini,” ujar politisi yang juga anggota DPRD Jabar ini. Sementara ditanya soal peluang Jimmy berpasangan dengan Gina Swara untuk mengalahkan calon petahana Cellica Nurrachadiana, Toleng mengaku saat ini komunikasi dengan pihak
Gina Swara memang sangat intensif. “Betul, kita sedang mematangkan pasangan JimmyGina ini. Meskipun dinamikanya memang masing cukup panjang sebelum pendaftaran dibuka,” jelas Toleng kepada KBE, Rabu (28/8). S e b e l u m n y a, s a a t d i isinggung terkait Jimmy melamar dirinya untuk bersanding mendampingi
Sekda: Jangan sampai .... dari halaman 1 itu . Pe mkab Karawang sendiri mengaku belum bisa dalam waktu dekat mewujudkan berdirinya kota Cikampek. “Itu membutuhkan waktu tidak akan secepatnya d i l a ku k a n . Ap a l ag i i t u membutuhkan biaya besar, sementara kita masih kesulitan soal anggaran,” jelasnya. L a n j u t A c e p, P e m d a Karawang saat ini masih fokus untuk menyelesaikan program pembangunan
yang tengah berjalan. Untuk itu, rencana pemekaran Cikampek baru akan dibahas lagi kemudian hari. “Kami sekarang sedang sibuk untuk mendongkarak PAD, semua tahu kalau kita ada masalah dengan anggaran. Untuk itu, kami pastikan soal pemekaran Cikampek belum bisa dilakukan dalam waktu dekat,” ungkapnya. Sementara itu, pemerhati pemerintahan Karawang, Nace Per mana mengatakan, memang sudah saatnya dilakukan peme-
Macet Jalan Wirasaba .... dari halaman 1 1 Jakarta tidak memiliki kewenangan untuk menjadikan sebidang liar tersebut bisa dilintasi kendaraan. Karena, sebagai operator lalu lintas kereta api di Daerah Operasi 1 Jakarta, PT. KAI Daop 1 Jakarta lebih mengutamakan keselamatan dan keamanan bersama. “Kita limpahkan ke Pemkab dengan upaya-upaya untuk kepentingan bersama. Namun kita tetap utamakan keselamatan. Kita tetap menutup,” ujar Eva usai pertemuan dengan Kadishub dan Polres Karawang di Gedung
Singaperbangsa Karawang lantai 2, kemarin. Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Arief Bijaksana Maryugo mengatakan, Pemkab bakal berupaya keras agar sebidang Warung Bambu segera dibuka. Mengingat sebidang tersebut menjadi akses penting dan akses hidup bagi masyarakat Karawang. Ia menghargai keputusan PT. KAI Daop 1 Jakarta yang tetap bersikeras menutup sebidang Warung Bambu usai kecelakaan Kereta Api dengan Bus Agra Mas. Arief mengatakan jika
Telantar Sebatang Kara …. dari halaman 1 anak-anak muda disini,abah punya anak tapi belum ada yang datang,” ucapnya kepada KBE dengan raut wajah sedih. Ki Maran hanya bisa pasrah menerima keadaannya sekarang dan mengaku tidak bisa berbuat apaapa lagi karena kondisinya yang lemah. Salah seorang tokoh masyarakat Gang Semar,
General Manager: Tohiri Alam. Deputy General Manager: Hayatullah. Pimpinan Perusahaan: Tohiri Alam. Pimpinan Redaksi: Hayatullah. Wakil Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Asisten Redaktur: Fuad Fauzi, Tomi Prayoga. Kabupaten Karawang: Agus B, Yogie S, Toyib, Wahyudi. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Agus Nuryadin, Haripan Nahampun, Yogie Trinanda. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Subang: Feri Kosasih. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Keuangan/Administrasi: Dewi Megawarti (Koordinator), Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein, Iin. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi.
Abas mengatakan, melihat kondisi tersebut dirinya dan para pemuda Karang Taruna berinisiatif untuk membuatkan gubug dari terpal. “Saya merasa khawatir melihat Ki Maran selalu tidur di teras rumah orang, dengan kondisi lemah. Dan lagi kadang buang air sembarangan, karena takut menggangu orang lain, jadi saya dan para pemuda di sini berinisi-
Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Jalan Kasuari IX Blok O Nomor 52 Perum Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@ gmail.com. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan.
KAMIS, 29 AGUSTUS 2019
8
Semangat Baru Purwakarta
Lelang Jabatan Libatkan Polda Jabar Open Bidding Lima Kursi Pejabat Teras PURWAKARTA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta berencana kembali melelang sejumlah Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau pejabat teras di sejumlah instansi pemerintahan. Rencananya, pemkab akan menggelar seleksi terbuka JPT Pratama pada Oktober 2019 mendatang. L e la ng jabat a n (o p e n bidding) ini akan dibuka untuk lima jabatan tinggi pratama meliputi Kepala Dinas Kesehatan (Dinke s ) , A s i s t e n S e k re t a r i s Daerah (Assda) III Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Administrasi, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak), Ke p a l a D i na s Pe mb e rdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembang a n S u m b e r D ay a Ma nusia (BKPSDM) Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna melalui Kepala Bidang Pengembangan Su mb e r Daya Ma nu s i a Dadi Sadali mengatakan, saat ini pihaknya tengah memproses izin penyelenggaraan open bidding dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). “Sebetulnya, kekosongan jabatan semula hanya dua jabatan. Pertama Dinkes, kedua Assda III. Untuk Diskanak kepala dinasnya pensiun di bulan Oktober, dan DPMD kepala dinasnya pensiun per 1 Januari 2020. Dan ada kejadian yang di luar d u g a a n , Ke p a l a D i n a s Kearsipan dan Perpustakaan meninggal dunia kemarin sore,” kata Dadi ditemui di ruang dinasnya, Rabu (28/8). Jabatan kepala DPMD
tetap akan dilelangkan tahun ini meskipun kepala dinas pensiun di 1 Januari 2020. Jadi, ada lima kekosongan pejabat tinggi pratama yang akan dilelangkan tahun ini. “Karena proses seleksi JP T Pratama memakan waktu yang lama, dan ada beberapa tahapan yang mesti kita tempuh. Jadi, lelang jabatan akan dimilai Oktober,” ujar Dadi. Lelang jabatan ini merupakan kali kedua dalam periodesasi kepemimpin a n B u p a t i d a n Wa k i l Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika dan Aming. Lelang jabatan pertama dilakukan pada awal tahun 2019, dan melahirkan 13 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Struktural Eselon II di lingkungan Pemkab Purwakarta. Satu di antaranya adalah pejabat Eselon II A Sekretar is Daerah (Sekda) Purwakarta. Salah satu syarat mendasar mengikuti lelang
jabatan yakni Pejabat Administrator Struktural Eselon III yang memiliki jenjang pendidikan minimal strata satu (S1). “Kemudian sudah m e n g i ku t i p e n d i d i k a n dan pelatihan kepemimpinan (diklatpim) tingkat III, menjabat tiga tahun dalam jabatan administrasi eselon III B dan eselon III A dan memiliki pangkat golongan IV A,” ucap Dadi. Pelaksanaan open bidding atau lelang jabatan i n i m e nga c u p a d a Un dang-Undang (UU) No5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN ) dan Peraturan Pemerintah (PP) No11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS). Rencananya, proses lelang jabatan di lingkungan Pemkab Purwakarta akan menggandeng pihak assessment (penilai) dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat. “Ya selain melibatkan tim
UTAK-ATIK
KURSI:
JABATAN YANG DILELANGKAN: l Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) l Asisten Sekretaris Daerah (Assda) III Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Administrasi l Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) l Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) l Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP).
Ket: Lelang direncanakan dibuka pada bulan Oktober mendatang. l Syarat utama: Pejabat Administrator Struktural Eselon III yang memiliki jenjang pendidikan minimal strata satu (S1). l Syarat lain: Sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (diklatpim) tingkat III, menjabat tiga tahun dalam jabatan administrasi eselon III B dan eselon III A dan memiliki pangkat golongan IV A.
assessment dari perguruan tinggi, profesional, dan in-
stansi pemerintah, kami juga melibatkan assessment
dari Polda Jawa Barat,” tukasnya. (bbs/mhs)
SOROT
SUMBER FOTO:NET
SEKILAS: Dandim 0619 Purwakarta, Letkol Arh Yogi Nugroho ngaliwet bersama sejumlah warga Papua yang tinggal di Kabupaten Purwakarta, kemarin (28/8).
HASSAN/METRO PURWAKARTA
KEREN: Natasya Mulya Dewanti (15), mampu memenangi pertarungan catur lawan 10 orang dewasa dalam waktu yang singkat.
Pecatur Remaja Asli Purwakarta
Natasha Wakili Indonesia di Kejuaraan Dunia PURWAKARTA- Natasya Mulya Dewanti (15), namanya kian beken di Purwakarta. Ia salah satu siswa berprestasi yang patut dibanggakan oleh Purwakarta. Gadis kelas 9 SMPN 1 Maniis ini dalam waktu dekat akan mewakili Indonesia dalam kejuaraan Internasional Catur di Malaysia. Tepatnya di bulan Desember 2019 mendatang. Bahkan keahliannya sempat diuji oleh sepuluh orang dewasa, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta Purwanto dan Tokoh Budayawan asal Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Melawan 10 orang dewasa bukan hambatan bagi gadis yang biasa disapa caca untuk menggunguli mereka. Bahkan mampu mengalahkan Kadisdik Purwakarta dalam waktu 1 menit 10 Detik. Natasha mengaku dirinya sama sekali tidak tertarik dengan permainan olahraga catur, akan tetapi tepat di kelas 2 SD, dirinya dipaksa oleh gurunya untuk mengikuti lomba Catur tingkat Kecamatan. “Dulu emang gak suka catur, waktu itu dipaksa guru untuk ikutan catur dan malah menang,” ujarnya di Bale Linuhung Disdik Purwakarta, kemarin (28/8). Bahkan ketika kelas 5, dirinya berhasil menjadi juara lomba tingkat pelajar se-Jawa Barat, termasuk menjadi Juara 4 pada Porda Jabar 2018. Sederet prestasi tingkat nasional pun sudah ditorehkan olehnya. Pelajar yang menyukai pelajaran bahasa inggris dan bercita - cita kelak ingin jadi petani saja, ia mengaku saat ini dirinya dilatih oleh salah satu pecatur grandmaster di Indonesia, berbekal Skype dirinya rajin berlatih. “Persiapan sekarang ini adalah latihan melalui skype dengan pelatih, untuk persiapan turnamen open di Malaysia nanti,” jelasnya. Sedangkan menurut Kadisdik Purwakarta, Purwanto mengatakan bahwa pihaknya memberikan support termasuk memfasilitasi Natasya dalam berbagai event turnamen. “Kita support bahkan sudah berdiskusi dengan Percasi Purwakarta kita lakukan pembinaannya karena kita kan fasilitator saja,” jelasnya. Terkait kekalahannya hanya dalam satu menit, sambil berseloroh, mengatakan bahwa Natasya memiliki potensi menjadi pecatur hebat. “Dia kan hebat,bukti bahwa pembinaan berhasil, 10 orang dewasa bahkan mantan Ketua Percasi tadi kalah olehnya,” seloroh Purwanto. (bbs/mhs)
Warga Papua Sempat Canggung ke Luar Rumah PURWAKARTA- Dandim 0619 Purwakarta, Letkol Arh Yogi Nugroho ngaliwet bersama sejumlah warga Papua yang tinggal di Kabupaten Purwakarta, kemarin (28/8). Pada momen silaturahmi yang bertempat di Aula Kebhinekaan Makodim Purwakarta ini, Dandim sekaligus meminta warga Papua di Purwakarta untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi berita hoaks yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. “Jangan mudah terprovokasi serta hati-hati dengan informasi yang tidak jelas sumbernya. Pasalnya di era milenial ini alat komunikasi atau handphone bisa menjadi sarana yang positif dan juga negatif,” kata Yogi. Ia menambahkan, alat komunikasi itu bisa menjadi
positif tentunya bisa membantu kegiatan, contohnya mendekatkan hubungan saudara-saudara masayarakat yang di Papua dengan saudara-saudara berasal dari Papua di Purwakarta. “Nah kalau alat komunikasi digunakan hal negatif itu bisa digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memprovokasi situasi yang harmonis yang bisa meningkatkan mempererat persatuan dan kesatuan. Ini yang perlu disampaikan pada forum ini, kita harus bisa bijaksana dalam menggunakan handphone ataupun menggunakan media sosial yang sekarang sedang marak digunakan,” ucapnya. Dalam acara silaturahmi dan makan siang bersama tersebut, Yogi menegaskan Kodim 0619 Purwakarta memberikan jaminan rasa
aman dan nyaman kepada warga Papua di Kabupaten Purwakarta. “TNI akan selalu berada di tengah-tengah rakyat tanpa memandang suku, agama, golongan, serta dari mana asalnya. Karena, salah satu tugas pokok TNI melindungi segenap warga negara dan seluruh tumpah darah Indonesia,” tegasnya. Sehingga, lanjut Yogi, kedepan keanekaragaman Indonesia ini menjadi bahan yang positif bukan menjadi pemecah persatuan tetapi menjadi alat persatuan. Dengan berbagai macam keanekaragaman itu, tentunya bisa menjadi potensi yang luar biasa bagi Indonesia. Sementara, warga Papua yang tinggal di Purwakarta pun diharapkan bergaul dengan warga setempat, serta saling menghargai dan
menghormati. “Perbedaan warna kulit dan lainnya jangan dijadikan penghalang dalam bermasyarakat. Jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan utama dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan, sehingga Indonesia menjadi unggul dan maju,” ungkapnya. Terkait dengan perkembangan situasi di Papua, Yogi meminta kepada warga Papua untuk tetap tenang dan tidak perlu takut selama tinggal di Purwakarta. Di tempat yang sama, Basir Riroma (59), warga asal Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat yang sudah tinggal kurang lebih 10 tahun di Purwakarta mengakui dengan berkembangnya situasi dan kondisi di Papua, ia dan temantemannya merasa canggung untuk keluar rumah. Na-
mun, setelah bersilaturahmi dengan Dandim Purwakarta, mereka mengaku mulai merasa tenang dan nyaman. “Di Kabupaten Purwakarta ini warganya ramah-ramah, jadi saya nyaman tinggal di Purwakarta. Apalagi dengan acara silaturahmi dengan keluarga besar Kodim 0619 Purwakarta ini jadi lebih nyaman,” kata pria yang merupakan pensiunan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purwakarta itu. Basir mengaku, selama 10 tahun tinggal di Purwakarta, tidak pernah ada gesekan maupun perselisihan dengan masyarakat setempat. “Kami di sini sudah nyaman dan kini merasa aman juga,” kata pria yang saat ini tinggal di kampung Cikadu, Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta itu. (hsn/mhs)
Bojoangloa Erlens: Karya Tangan Warga Bojongloa
Wih, Ada Pesawat Parkir di Lapangan Babakan Soal kreativitas, warga Kampung Bojongloa Desa Babakan, Kabupaten Purwakarta memang paling jempolan. Terbaru, warga di sana membuat kerajinan replikan pesawat terbang berbahan bambu, tali dan plastik. Replika pesawat itu dinamai “Bojongloa Erlens”. HASSAN, Purwakarta PESAWAT itu kini memarkir di lapangan Babakan Purwakarta. Memiliki ukuran panjang 33 meter dan lebar 3 meter dengan panjang sayap kiri dan kanan masing-masing 7 meter itu seolah mendarat di keramaian warga. Bahkan beberapa orang berteduh di sekitar pesawat. Pada bagian depan pesawat juga terdapat plang nama “RW.02 Ds Ba-
ISTIMEWA
bakan”. Kreator pembuatan replika pesawat, Gode (35) menceritakan ide awal pembuatan pesawat itu bermula saat warga Bojongloa mengikuti kegiatan bertajuk “Dapur Harapan Nusantara”. “Tujuan kapal ini dibuat untuk
munggahan haji kemarin. Karena satu kampung belum ada yang berangkat haji, sementara kami membuat replikanya dulu,” ujar Gode, di Lapangan Desa Babakan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, kepada awak media,
kemarin (28/8). Gode mengatakan proses pembuatan itu membutuhkan waktu selama dua minggu. Dikerjakan oleh 18 orang dengan dana swadaya dari warga setempat. “Selain kami buat pesawat, ada juga replika burung merpati. Yang mengangkut pesawat 25 orang. Digotong sekitar satu kilometer dari tempat perakitan sampai kesini,” katanya. Menurutnya, pesawat terbang dipajang dalam kegiatan “Sehari Bersama Coklat Kita” itu bertujuan menyampaikan pesan agar tradisi gotong royong tidak punah dalam kegiatan sehari-hari masyarakat. “Untuk pembuatan pesawat terbang itu tidak menggunakan mesin. Tapi dengan cara gotong royong warga. Intinya penting bergotong royong dalam kegiatan apapun. Karena seberat apapun mudah diatasi,” ujarnya seraya menyampaikan makna nama Bojongloa Erlens. (*)