Skip to main content

Karawang Bekasi Ekspres, 27 September 2019

Page 1

Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019

KBEONLINE. ID

ONLINEMETRO.ID

PERLINDUNGAN PEREMPUAN Yohana Resmikan RP3 di KIIC KARAWANG – Menargetkan di tahun 2030 bebas dari tindak kekerasan terhadap pekerja perempuan. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise resmikan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3) di Kawasan Industri Karawang International Industrial City (KIIC) Karawang, Kamis (26/9). RP3 di kawasan industri sangat penting sekali, karena di dalam perusahaan mayoritas karyawannya perempuan. Maka bisa saja terjadi kekerasan seperti psikis, fisik, seksual, emosianal dan verbal yang akan muncul di setiap perusahaan. “Dengan diresmikannya RP3 ini, karyawan perKe Hal...7

HARGA Rp3.000

karawangbekasiekapres

DATA DAN FAKTA: n Per hari sampah keluarga di Karawang jumlahnya 900 TON. n Jumlah armada pengangkut sampah 63 UNIT (catatan: banyak yang kondisinya sudah memprihatinkan).

Urus-urus

TPAS Jalupang DLHK Klaim Swastanisasi Bisa Ringankan Beban Masalah Sampah K A R AWA N G - P e r s o a l a n sampah menjadi pekerjaan serius yang dihadapi Pemkab Karawang. Tak kurang dari 900 ton sampah sampah diproduksi per hari. Namun hanya sekitar 400 ton sampah yang bisa terangkut ke TPAS Jalupang oleh 63 armada pengangkut sampah yang dimiliki DLHK

Karawang. 500 ton sampah menjadi momok yang terus menumpuk di TPAS liar per harinya. Kondisi TPAS Jalupang pun sudah sangat overload. Di sisi lain, anggaran yang digelontorkan ke DLHK Karawang pun daritahun ke tahun semakin mengecil jumlahnya. Dalam tiga tahun terakhir, DLHK Karawang mengambil inisiatif menggandeng pihak swasta dalam mengelola urusan sampah. Hal ini dilakukan lantaran, terbatasnya pegawai plus anggaran yang terbatas. Saat ini program yang sudah berjalan diswastanisasi adalah pengelolaan armada angkut sampah yang juga sekaligus dibebani Ke Hal...7

n Per hari, hanya 400-500 TON yang bisa terangkut ke TPAS Jalupang. Artinya, separuhnya tidak terangkut, menumpuk di TPS liar dan ruang publik lainnya. n TPAS Jalupang kondisinya pun sudah overload. Tak kurang dari 106 RIBU TON SAMPAH kini menggunung di TPAS.

SWASTANISASI MENGEJAR ADIPURA: PENGELOLAAN ARMADA SAMPAH DAN BEBAN RETRIBUSI Saat ini seluruh armada sampah milik DLHK Karawang diswatanisasi atau dikelola oleh sejumlah pihak swasta yang notabene tokoh masyarakat. Mereka dibebankan pula menaikan retribusi dan memperluas cakupan subyek penagihan yang selama ini belum tergarap DLHK Karawang. SWASTANISASI TPAS JALUPANG. Tahun ini diproyeksikan tendernya akan dibuka (Permendagri No 19 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pengelolaan BUMD). Saat ini PT Organic Bali menjadi satu-satunya pihak swasta yang paling serius ingin mengelola TPAs Jalupang yang sudah dipenuhi 106 ribu ton sampah itu. Sampah di TPAS Jalupang akan diolah kembali menjadi briket sebagai pengganti batu bara melalui teknologi refuse-derived fuel (RDF). Pola kerja sama yang diajukan PT Organic Bali, pihak swasta akan menyewa tanah kepada Pemkab Karawang untuk diberikan wewenang penuh mnengelola dan mengubah sampah menjadi briket. Nantinya, briket itu akan dijual kembali oleh pihah PT Organic Bali ke perusahaan-perusahaan di Karawang. Namun untuk urusan ini, Pemkab Karawang tak akan mendapatkan sepeser pun share fee dari pihak PT Organic Bali.

RETRIBUSI NAIK, ANGGARAN MALAH TURUN: 2017: Rp 44 miliar 2018: Rp 37 miliar 2019: Rp 36 miliar 2020: Rp 31 miliar (rencana)

Menristekdikti Tebar Ancaman ke Rektor dan Dosen JAKARTA- Rektor maupun dosen di suatu perguruan tinggi bisa terkena sanksi jika mendorong mahasiswanya untuk melakukan unjuk rasa atau demonstrasi. Menurut Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, jika ada dos-

DPRD Jabar: Kabupaten Cikampek 19 Tahapan Lagi

en yang terbukti diketahui mendorong mahasiswa untuk unjuk rasa, maka rektor bertanggung jawab atas hal itu. Selain itu, Menristekdikti menjelaskan hukum pidana juga bisa diterapkan jika unjuk rasa tersebut merusak fasilitas umum Ke Hal...7

KARAWANG – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dapil Karawang-Purwakarta, Abdul Hadi Wijaya menyebut ada 19 tahapan proses persyaratan ke wilayahan dan administrasi yang harus dilaksanakan atau ditempuh dalam pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Cikampek untuk terpisah dari Kabupaten Karawang. “Salah satunya harus ada persetujuan masyarakat, Ke Hal...7

Menelisik Gerakan 24 September Mahasiswa Karawang

Dari Berbagai Kampus Berkumpul di Unsika “.. Mereka dirampas haknya tergusur dan lapar Bunda relakan darah juang kami tuk membebaskan rakyat Mereka dirampas haknya tergusur dan lapar Bunda relakan darah juang kami pada mu kami berbakti…” MUHAMAD RIZQI, KARAWANG

SEPENGGAL lirik dari lagu Darah Juang yang dikumandangkan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Karawang sembari mengepalkan tangan kiri ke langit Karawang. Pagi itu (24/09/2019) suasana sangat tidak biasa terjadi di kampus Universitas SingapKantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492

erbangsa Karawang (Unsika). Pukul 06:00 mahasiswa sudah berdatangan ke kampus Unsika lengkap dengan atribut atau jaket almamater. Namun, bukan hanya mahasiswa dengan jaket marun kepunyaan Unsika saja yang datang ke kampus Unsika, tapi mahasiswa dari Universitas Ke Hal...7

ISTIMEWA

SABAR DAN ILHLAS: KH. Sofwan Abdul Ghoni atau Ajengan Wawan (kiri) dan tokoh masyarakat Telagsari H Asep Sulaeman. email: karawangbekasiekspres@gmail.com,

redaksikarawangbekasi@gmail.com


OPINI

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019

2

Aku Padamu, Mahasiswa Anggota DPRD Karawang Fraksi PDI Perjuangan, Toto Suripto

Jangan Politisasi Program Rulahu KARAWANG - Anggota DPRD Karawang Fraksi PDI Perjuangan, Toto Suripto meminta pembangunan Rumah Layak Huni (Rulahu) dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Karawang yang sedang berjalan jangan disangkutpautkan dengan kepentingan politik jelang Pilkada 2020. “Program Rulahu masih masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Karawang, sehingga tidak mesti sebuah keharusan diselesaikan tahun 2020,” ucapnya kepada KBE, Kamis (22/8). M e n u r u t To t o , y a n g juga mantan ketua DPRD Karawang periode 20142019 ini, pada tahun 2020 bertepatan dengan berakhirnya masa pemerintahan Cellica-Jimmy dan momentum Pilkada Karawang. “Bisa juga diselesaikan di tahun 2021 pasca Pilkada Karawang. Kenapa program Rulahu harus saklek diselesaikan PRKP di tahun 2020,” ucapnya. Dikatakannya, seperti diketahui bersama tahun tersebut merupakan tahun politik, sehingga terkesan jadi syarat kepentingan politik Cellica – Jimmy. “Selain jika benar PRKP dikejar target kinerja tanpa ada unsur politik Cellica-Jimmy di tahun 2020, mengapa program Rulahu tidak diselesaikan jauh-jauh hari sebelum mendekati momentum politik Karawang Pilkada 2020,” tegasnya. (gie)

Oleh KARDONO SETYORAKHMADI KEMARIN di hampir semua platform media sosial, saya mendapat banyak sekali broadcast berupa potongan klip pernyataan Menkum HAM Yasonna Laoly di sebuah talk show televisi swasta. Dalam acara tersebut, Yasonna membantai para mahasiswa dengan logika hukumnya yang runtut, logis, dan lengkap. Dia mempertanyakan apa yang dimaui mahasiswa. Kenapa RKUHP ditolak, padahal banyak di antara pasal yang kontroversial itu yang sebenarnya sudah berlaku sekarang? Juga, kenapa ditolak sekarang, padahal RKUHP sudah lama dibahas? Rapat panitia kerja pun selalu terbuka untuk umum. Apakah mahasiswa sudah membaca ratusan halaman draf RKUHP dan RUU lain yang ditolak? Gambar sesekali beralih ke meja perwakilan mahasiswa yang diundang. Mereka tampak mentah, ingah-ingih, dan nyekukruk. Yasonna juga membuat argumentasi ad hominem. Dengan menyebut bahwa argumentasi mahasiswa terasa bodoh. ”Malu lah, dilihat di publik kok terlihat bodoh.” Kirakira seperti itulah. Persis yang dilontarkannya untuk menanggapi protes Dian Sastro soal RKUHP (sebuah tanggapan tak sensitif yang menunjukkan Yasonna belum tahu siapa Dian Sastro, terutama bagaimana die hard fansnya akan membela). Broadcast tersebut disebar dengan kalimat-kalimat singkat bernada menjatuhkan. ”Seperti ini to yang dinamakan mahasiswa itu? Kok cuma segitu aja kualitasnya?” Hal itu terutama muncul di kalangan buzzerbuzzer propemerintah. Orang awam yang melihat sekilas pasti dengan mudah terpengaruh. Dan, sejumlah kawan beneran terpengaruh, ikut menilai para mahasiswa seperti itu. ”Bacot doang yang gede.” Begitu komentar mereka. Na r a s i i t u k e m u d i a n

disandingkan dengan potongan klip kerusuhan yang terjadi di seputar aksi demo tersebut. Kemudian, terjadilah lagu lama pendiskreditan berbungkus kalimat bijak intelektual. ”Tidakkah mahasiswa melihat aksinya mudah ditunggangi dan berpotensi menjadi kerusuhan?” Wait, wait… Narasi itu benar-benar sangat pelan mengarahkan. Dan jika tidak kritis, tiba-tiba saja simpati pada aksi mahasiswa berubah menjadi antipati. Namun, dunia tidak berjalan seperti itu. Nalar narasi itu mempunyai banyak plot hole, mengadopsi istilah perfilman. Sah-sah saja meminta para mahasiswa yang melakukan aksi untuk lebih memahami persoalan yang disuarakan. Dan, memang itu seharusnya. Namun, kalau meminta mereka membaca dan menghafal ratusan draf RKUHP dan RUU lainnya, ya jelas itu permintaan yang berlebihan. Mustahil juga mengharapkan semua –atau katakanlah mayoritas– mahasiswa yang melakukan aksi tersebut mempunyai kemampuan intelektual, retorika, serta nalar hukum seperti Yusril Ihza Mahendra atau Eddy Hiariej. Waktu para mahasiswa akan habis hanya untuk membaca, menghafal, dan berdiskusi di antara sesama mereka. Tidak untuk melakukan aksi. Jadi, jangan pernah membandingkan apple-to-apple antara Yasonna dan para mahasiswa tersebut. Tidak fair. Plegak-pleguk, terlihat mentah, dan gagap beretorika, ya itu memang

gambaran umum rata-rata mahasiswa. Memang ada yang istimewa. Sudah jago retorika, penguasaan teorinya juga mendalam. Tapi, itu sedikit. Tidak ada yang salah dengan menjadi seperti itu. Yang penting jangan kehilangan nurani dan kehilangan keberanian untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Lagi pula, siapa sih yang tidak pernah memasuki fase-fase seperti itu? Fahri Hamzah, Yusril Ihza, Budiman Sudjatmiko yang merupakan para jago podium pasti pernah mengalami menjadi mahasiswa dan plegak-pleguk. Atau membandingkan kemampuan Hariman Siregar dan Fadjroel Rachman saat Malari 1974 silam? Merekamereka itu juga pasti culun ketika melakukan aksi yang menghebohkan tersebut. Namun, sejarah selalu menulis bahwa merekamereka itulah yang bisa mendobrak tembok otoritarianisme rezim. Merekalah yang berani menyuarakan apa yang tak pernah berani disampaikan masyarakat luas. Reformasi 1998 dimulai dari krisis ekonomi. Sejarah mencatat bahwa yang bergerak lebih dahulu untuk memprotes tatanan ekonomi adalah para mahasiswa. Ketika Soeharto membungkuk menandatangani letter of intent di depan Michel Camdessus, perwakilan IMF pada 1997, hanya sedikit ekonom dan cendekiawan kampus yang bersuara. Yang lantang turun ke jalan memprotes langkah yang membuat masyarakat Indonesia

terpuruk itu ya mahasiswa. Sebelum akhirnya menjadi sebuah kesadaran bersama. Saya menduga, justru karena masih hijau itulah para mahasiswa ini lebih jernih dan masih memegang apa yang dinamakan hati nurani. Mereka bersinggungan langsung dengan masyarakat, menyerap aspirasi masyarakat tanpa tendensi, merasakan amarah dan kekecewaan mereka, lalu menyuarakannya. Sedangkan soal demo yang rentan ditunggangi dan disusupi, ya memang itu belum pernah ada jawabannya secara sempurna. Tapi, setidaknya jawaban salah seorang mahasiswa dalam acara talk show tersebut juga tak kalah bagusnya. ”Cobalah bicara soal substansi. Produk perundangundangan itu harus praktis, partisipatif, dan presisi. Kami merasa bahwa produk yang mau disahkan ini belum seperti itu. Cobalah bicara soal substansinya.” Menurut saya, isu yang digelorakan: protes atas pelemahan gerakan antikorupsi, perlawanan terhadap oligarki negeri, dan penghapusan RUU yang bersifat represif ke masyarakat adalah isu yang menjadi kekhawatiran masyarakat luas. Lihat saja, ini saja masih kebobolan dengan disahkannya UU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan pada Selasa (24/9). Para petani memprotes karena UU tersebut berpotensi menghilangkan kedaulatan petani atas sawah mereka dan menjadikan mereka menginduk pada korporasi tani. Seorang teman bertanya, bagaimana jika mengumpulkan seluruh elemen, berdiskusi, menyimpulkan tuntutan apa saja, lalu kemudian menuliskan dan menyerahkannya kepada pemerintah dan DPR? Hal itu kemudian diamplifikasi di media sosial. Tak perlu turun ke jalan. Ide yang tampaknya ideal, tapi tampaknya musykil terjadi. Mengumpulkan seluruh elemen saja sudah membutuhkan energi

tersendiri. Siapa saja yang a k a n d i u n d a n g ? Pa n i tianya siapa? Bagaimana merumuskannya? Perdebatanakan sangat panjang. Dan jangan-jangan sebelum kesimpulan ada, peserta sudah kelelahan. Kalaupun bisa dilakukan, tidak ada jaminan pula pemerintah akan menepati. Soal ramai di medsos dan media juga tidak perlu digubris. Habis perkara.Namun, satu hal yang terpenting, mahasiswa generasi milenial telah membuktikan kemampuan mereka untuk menyerap aspirasi masyarakat dan berani menyuarakannya. Yang membuat aksi mahasiswa ini berbeda adalah banyaknya masyarakat yang merasa terwakili. Hari ini (26/9) sejumlah elemen di Surabaya akan bergerak untuk melakukan aksi di DPRD Jatim. Dari apa yang saya dengar, banyak warga Surabaya yang mendukungnya meski yang kontra tentu saja tetap ada. Banyak warga yang bertanya, jika ingin berdonasi, harus melalui mana? Apa saja yang bisa didonasikan? Apa yang bisa mereka bantu jika sekiranya tak bisa ikut acara tersebut? Fenomena itu membuktikan bahwa banyak warga yang merasa terwakili oleh aksi mahasiswa tersebut. Lihat saja video bagaimana pedagang buah di Jalan Gejayan dengan santai memberikan buah dagangannya kepada para demonstran. Atau, di Jakarta banyak warga yang langsung mengeluarkan slang air ke luar rumah untuk menolong para mahasiswa yang terpapar gas air mata. Itu menunjukkan bahwa aksi mahasiswa angkatan 2019 dengan segala tuntutannya merupakan representasi aspirasi sebagian besar masyarakat. Mereka yang dicibir lembek, apolitis, lebih peduli gadget ketimbang rakyat, membuktikan bahwa mereka bisa menyuarakan aspirasi masyarakat dengan berani. Ini adalah era mereka, masa mereka. Milik mahasiswa angkatan 2019. (*) *) Jurnalis

Mereka Mengeja Larangan Mengemis (1/BERSAMBUNG) Cerpen: Ahmad Tohari

RUMAH SAKIT 1.

RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang

0267-414520 0267-414521 0267-414522

2.

RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang

267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472

3.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang

0267-640444 0267-640445 0267-640666

4.

RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang

0267-402855 0267-406445 0267-412246

5.

RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat

0267-414245 0267-414264 0267-414306

Mereka lima anak tanggung dan hanya Gupris yang perempuan. Kelimanya jarang mandi, dan lebih jarang lagi berganti pakaian. Di antara mereka, Gupris yang paling banyak bergerak dan usil, juga cerewet. Hanya Gupris pula yang pernah bersekolah meski hanya sebentar. Dan sekarang kelima anak itu telah berlompatan ke atas bak truk tak berdinding yang mulai bergerak meninggatkan pangkalan. Setiap pagi mereka berkumpul di pangkalan truk yang dikelilingi warung-warung, paling banyak warung nasi. Empat anak laki-laki memang selalu tidur di situ, di lantai emper warung yang sudah tutup atau di mana saja sesuka mereka. Di malam hari mereka sudah terbiasa dengan banyaknya nyamuk. Tetapi mereka sering tidak bisa tidur ketika perut lapar. Gupris tidak ikut tidur jadi gelandangan di pangkalan. Dia lain. Dia punya rumah kecil di belakang pangkalan. Ada emak, tapi tidak ada ayah. Jam tiga pagi adalah waktu yang paling dibenci Gu-

pris. Dia sering terbangun oleh bau wangi. Dia sering melihat emaknya dini hari sudah mandi, berdandan, pakai bedak, dan bergincu. Lalu mengambil keranjang tenteng dan bilang mau belanja ke pasar. Pada mulanya Gupris tidak peduli. Tapi kemudian dia jadi benci karena emaknya selalu pulang dengan keranjang kosong. Menornya sudah berantakan. Gupris benci dan makin benci. Jadi sekarang tiap jam setengah tiga pagi dia bangun dan pergi ke pangkalan, bergabung dengan empat teman sebelum emaknya pulang. Gupris dan keempat temannya duduk bersila di atas bak truk kosong yang meluncur menuju pabrik semen. Truk itu besar sekali, jumlah rodanya empat belas, baknya berlantai baja, tidak berdinding. Satu anak main gendang kecil, satu anak main kecrek, dan satu lagi main gitar butut. Jadi ada panggung dangdut berjalan. Para sopir truk tidak pernah marah meski pun lima anak jalanan itu sering bikin berisik dengan memukul-mukul lantai

bak. Gupris biasanya nyanyi dangdutan, tapi kali ini dia lebih suka asyik dengan HPnya. Dia sudah suka nonton gambar cabul. Rambut Gupris masih dikucir dua. Mendekati perempatan Karangasu, Gupris bangkit dan berdiri oleng. Dia men-

gajak keempat temannya bersiap turun. Bila mereka beruntung, lampu di perempatan pas menyala merah. Tapi kali ini tidak. Maka seorang anak yang tidak sabar terjun lewat sisi samping. Dia terbanting dan langsung mengaduh.

Gupris lari ke depan untuk memukul-mukul atap kabin truk. Akhirnya truk berhenti setelah menyeberang perempatan. Sopirnya melongok ke belakang, tapi tidak marah. Empat anak melompat turun. Mereka mau menolong teman yang duduk kesakitan, tapi kendaraan sangat ramai. Gupris bertindak, bergerak ke tengah jalan. Dia mengangkat tangan tinggi-tinggi dan minta peluang untuk menyeberang. Panas matahari mulai menyengat. Lima anak tanggung yang jarang mandi itu berjalan menyingkir dari perempatan. Yang satu dituntun menuju tempat yang terlindung dan ditinggal sendiri di sana. Gupris mengajak tiga teman kembali ke sudut perempatan. Gendang dari pipa pralon dengan membran karet ban mulai berdebam. Kecrek dan gitar butut mulai berbunyi. Gupris siap dangdutan. Tetapi tiba-tiba dia berhenti bergerak. Dia melihat sesuatu; ada yang berubah di sudut perempatan itu. Di dekat mereka telah terpancang sebuah papan pengumuman. (*)

Hubungi Bagian Iklan JAMIL : 0838 0765 0426 KEHILANGAN S AT U B U A H B P K B M O B I L MERK NISSAN X-TRAIL NO.POL : T 1186 TQ DENGAN NO.KA : MHBF3CF1CEJ000022 NOSIN :QR25005580L WARNA HITAM TAHUN 2014 STNK ATAS NAMA ENTANG FITRIANA DENGAN NOMOR BPKB : M-03363817 HILANG SERTIFIKAT SHM NO 02814/WANASARI LUAS 72 M² A/N NUGROHO HARI WINOTO D/A PERUM CITRA VILLA WANASARI BLK JB 1 NO 9 RT 03/17 WANASARI - CIBITUNG - BEKASI

PEMBERITAHUAN KEPADA BAPAK USMAN BAHRI NO PELANGGAN 10-113-17-11140 DIHARAPKAN KEHADIRANNYA UNTUK PENYELESAIAN MASALAH BPKB DI OTO MULTIARTHA CAB KARAWANG GRAND TARUMA RUKO DHARMAWANGSA 2 BLOK A NO 19 KARAWANG JL TARUMANEGARA ARTERI TOL KARAWANG BARAT TLP 0267-8631060

KEHILANGAN TELAH HILANG BUKU KIR B 9558 RV A/N PT.TIRTA VARIA INTI PRATAMA HUB:085815662288

KEHILANGAN KEHILANGAN SURAT T A N D A N O M O R KENDARAAN BERMOTOR (STNK) DENGAN NOMOR REGISTRASI B 2074 KKL ATAS N A M A Y U L I A N A , A L A M AT J L KEMANDORAN TUGU PEKAYON GG H TABRIH NO.9 RT 003/022, D E S A P E K AY O N J AYA , KECAMATAN BEKASI SELATAN, MOBIL DAIHATSU AYLA, JENIS MOBIL PENUMPANG / MINIBUS.

KEHILANGAN

HILANG BPKB MOBIL PANTHER ROYAL TBR TAHUN 2001. NO POLISI: B 2134 HU. NO RANGKA: MHCTBR54FIK226242 A.N KPP P R ATA M A C I B I T U N G H U B 082167600634 (AGE) HILANG SHM NO 00340 A/N NAIBAH BINTI HAJI ABDUL MAJID LUAS 17.135 M2 LOKASI DS HEGAR MUKTI RT 01/01 KEC CIKARANG PUSAT KAB BEKASI

HILANG SHM NO 00715 A/N TATI BINTI RINAN LUAS 731 M2 LOKASI JL JATIREJA RT 09/05 DS JATIREJA KEC CIKARANG TIMUR KAB BEKASI

DIJUAL RUMAH

Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288

PENGUMUMAN Telah dibuat Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pembina “Yayasan Karina Angela”, no. 04, tanggal 31 Agustus 2019, dihadapan Dewi Halimy,SH.,M.Kn., Notaris di Karawang, dengan maksud untuk dilakukan pembubaran CV. Telah ditunjuk pengurus yayasan sebagai likuidator pembubaran dan likuidasi telah dilaksanakan sepenuhnya. Homat kami, Pengurus Yayasan.


JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019

Semangat Baru Urang Subang

Selamat Jalan AKBP Muhamad Joni

PARIWISATA

Kolam Renang Ciheuleut Disorot SUBANG- Tempat rekreasi Kolam Renang Ciheuleut yang dikelola UPT Dinas Pariwisata Subang dengan luas kurang lebih 14 hektare menjadi tempat rekreasi yang menjadi buruan masyarakat, baik masyarakat kota maupun luar kota. Namun disayangkan pembayaran retribusinya kepada Pemkab dikabarkan minim. “Sebelum kami tegur pengelola tempat tersebut hanya membayar per tahunnya Rp 30 juta. Tapi setelah kami tegur dia membayar kepada Pemkab RP 100 juta,” ungkap Tatang Saepulloh , Kabid Pajak Daerah. Tatang juga menambahkan, banyak tempat yang merupakan aset daerah tidak bayar ke Pemkab. Contohnya Sirkuit Gerimang, padahal sirkuit tersebut selalu digunakan, baik acara lokal maupun nasional. “Padahal tempat tersebut masih dikelola oleh UPT Dinas Pariwisata Subang,” pungkasnya. (fri)

Bupati Teken Kesepakatan dengan Gubernur SUBANG- Bupati Subang Ruhimat menghadiri Kopdar Gubernur dengan Bupati/Wali Kota se-Jabar Triwulan III/2019, di Hotel Pantai Indah Resort Timur Pangandaran, Kamis (26/9/2019). Pada momentum itu Bupati Ruhimat melakukan penandatangani naskah kesepakatan bersama tentang Kerja Sama Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat 2019-2023. “Maksud kesepakatan bersama ini untuk meningkatkan kerja sama pembangunan daerah 2019-2023. Tujuanannya, untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing daerah guna meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Jabar yang berkeadilan,” kata Ruhimat dalam rilis yang diterima KBE. Menurutnya, acara ini diharapkan menjadi ajang implementasi membangun komunikasi seluruh pembangunan di daerah. Selain itu, gelaran itu pun dapat meningkatkan komunikasi antara gubernur dengan bupati/wali kota. “Kopdar menjadi acara strategis sesuai dengan program Jabar Juara Lahir Batin untuk memahami dan mendukung kebijakan gubernur untuk kemajuan seluruh daerah di Jawa Barat,” ujarnya. Dia menyebutkan, dalam forum tersebut orang nomor satu di Jabar itu menyampaikan kegiatan diharapkan menghasilkan inovasi pendanaan. Terutama dalam kolaborasi sumber pendanaan pembangunan yang terdiri dari APBD Provinsi, APBD Kabupaten, APBN, pinjaman bank, KPBU/ PPP, dana umat, CSR, dan obligasi. (fer*)

Kapolres Subang Kini Dijabat AKBP Teddy Fananai , S.I.K M.H

SUBANG- Sudah terhitung 2 tahun 10 hari AKBP Muhamad Joni S.I.K M.SI menjabat sebagai Kapolres Subang. Kini seiring berjalanya waktu AKBP Muhamad Joni S.I,K M.S.I harus berpindah tugas sebagai Kapolres di Kota Bogor. Sosok Kapolres yang akrab dengan masyarakat dan aktif di setiap kegiatan bakti sosial ini kini tidak akan lagi dijumpai di Polres Subang setelah resmi pada hari Kamis (26/09/2019) melaksanakan kegiatan serah terima jabatan (sertijab) dengan Kapolres Subang yang baru AKBP Teddy Fananai , S.I.K M.H. Suasana tangis haru tidak bisa dibendung ketika mantan Kapolres Subang berjalan mengelilingi Kantor Polres Subang sambil bersalaman berpamitan ke-

FERI KOSASIH/KBE

SELAMAT JALAN: AKBP Muhamad Joni S.I.K M.SI melambaikan tangan kepada para anggota saat bertolak dari Mapolres.

pada seluruh jajaran angota. Dan serentak para annggota pun merasakan hal yang sama terharu ketika seorang pimpinannya yang sudah

ra sekaligus menjaga keseimbangan neraca antar negara. Menurut Dilelektur Operasi PT. Dahana (Pesero ) Bambang Agung, mengat a k a n ,” s h i p m e nt kedua ini adalah bukti dan wujud kepercayaan konsumen kepada Dahana karena pembelian yang dilakukan pihak Australia semakin meningkat,” ungkapnya. “Selain itu, bukti bahwa produk bahan peledak Dahana diakui kualitasnya oleh pengguna bahan peledak di Australia dan juga menunjukan bahwa Dahana memi-

SUBANG- Mantan Kasubdit II Direskrimus Polda Jawa Tengah, AKBP Teddy Fanani resmi menjabat Kapolres Subang menggantikan AKBP Muhammad Joni yang kini menjabat sebagai Kapolres Bogor. Serah terima jabatan dilakukan di Mapolres Subang pada Kamis (26/9/2019). Kedatangan AKBP Teddy bersama istrinya di Mapolres Subang, Jl. Mayjen Sutoyo disambut Pedang Pora dan Kesenian tradisional Lengser. Usai prosesi penyambutan, Kapolres Subang bersama istri menyalami satu demi persatu personil ke-

polisian Polres Subang bersama ibu-ibu Bhayangkari dan menuju Ruang Kapolres di Lantai 2 Kapolres Subang AKBP Teddy mengatakan, pihaknya akan melanjutkan yang sudah dilakukan oleh Kapolres sebelumnya. “Kita akan tingkatkan yang sudah ada, karena saya lihat yang sudah ada sudah sangat baik, kita pertahankan dan tingkatkan,” kata Kapolres Bagi Kapolres, masuk daerah Jabar merupakan pertama kalinya. Sebelumnya dia bertugas di Maluku dan Jawa Tengah. Saat ditanya bahasa sunda yang sudah dihapal, Kapolres sudah

liki standar produk dan standar packaging yang memenuhi standar internasional untuk barang ekspor,” kata Bambang Agung. Bahan peledak yang diproduksi dengan teknologi canggih Dahana di Energetic Material Center (EMC) ini diberangkatkan dari Subang sore menjelang malam, Selasa, 24 September 2019. Bahan peledak emulsi ini membuktikan bahwa produk anak bangsa sangat dibutuhkan pasar internasional. “Kami berharap ada

pembelian lanjutan oleh Johnex Explosive untuk produk bahan peledak emulsi kami, juga peluang memasarkan asesoris peledak lainnya seperti non elektrik detonator,” tambahnya. Agung berharap perjalanan bahan peledak karya dalam negeri ini s e ma k i n m e mb e s a r dan akhirnya membuat bangga Bangsa Indonesia pada umumnya dan insan Dahana khususnya, “Sudah saatnya produk dan jasa peledak kita dapat berbicara banyak di kancah internasional,” harapnya. (fer)

HUT TNI Ke 74, TNI/Polri dan Pelajar Bersihkan Sungai Cigadung DALAM rangka menyambut HUT TNI ke 74 tahun, Jajaran TNI – Polri dan Forkopinda Subang serta pelajar menggelar karya bakti TNI dengan membersikan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cigadung Subang. Dalam karya bakti TNI tersebut, Ribuan peserta dilibatkan mulai dari ratusan personil TNI-POLRI, BPBD, Menwa, Pelajar, dibantu warga sekitar bahu membahu membersihkan DAS Cigadung sepanjang 5 KM. Kamis pagi(26/9/2019) Karya bakti TNI tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi

Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi dalam sambutannya menuturkan acara “Karya bakti” untuk bersih –bersih Sub DAS Cigadung ini sebagai momen untuk berbenah, dengan mengelola lingkungan khususnya pengelolaan persampahan dengan lebih baik, serta mengajak seluruh komponen lainnya untuk bersama-sama guna menjaga sungaisungai sebagai peruntukannya, bukan sebagai tempat pembuangan sampah sehingga mengurangi dampak pada tercemarnya air. “Kegiatan karya bakti adalah salah satu wujud komitmen Pemkab Sub-

M.S.I mengatakan, ia secara pribadi dan kedinasan mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh jajaran angota Polres Sub-

AKBP Teddy Fanani Resmi Jadi Kapolres Subang

PT Dahana Kirim Bahan Peledak ke Australia SUBANG – Setelah su k s e s m e ng e k s p o r 37.500 Kg bahan peledak berjenis Cartridge Emulsion pada Maret lalu, kini PT Dahana (Persero) melakukan shipment kedua pada tahun 2019 dengan mengirim 86.000 Kg atau setara delapan kontainer Cartridge Emulsion ke Johnex Explosives Australia. Pengiriman bahan peledak ini melalui pelabuhan internasional Tanjung Priok, Jakarta, (25/9/19) Pengiriminan ekspor bahan peledak keluar negeri dapat meningkatkan devisa nega-

memimpin selama 2 tahun berpisah dan harus berdinas di Polres Bogor. Mantan Kapolres Subang AKBP Muhamad Joni S.I.K,

ang, kepada Masyarakat apabila selama menjalankan tugas sebagai Kapolres Subang masih banyak kekurangan. “Dan saya miminta maaf jika ada perkataan perbuatan selama saya berdinas kurang berkenan,” pungkasnya Joni juga menambahkan, ia berpesan kepada seluruh jajaran anggota Polres Subang siapapun penggantinya sebagai Kapolres Subang diharapkan tidak mengurangi rasa semangat dan tanggung jawab dalam memajukan Polres Subang untuk menjaga kemanan dan ketertiban wilayah hukum Polres Subang . “Bekerjalah dengan hati nurani dalam melayanai mengayomi dan melindungi masyarakat khususnya menjaga kemanan di wilayah hukum Polres Subang. Selamat datang dan selamat bertugas kepada Kapolres Subang yang baru AKBP Teddy Fanani S.I.K M.H. Semoga dengan kepemimpinannya bisa lebih maju dan bisa lebih dicintai masyarakat,” paparnya. (fri)

ang bersama Forkopimda Subang mewujudkan program Jawara (Jaya, Istimewa, Sejahtera) untuk mempertahankan piala adipura yang telah diraih sebelumnya. Khususnya Lanud Suryadarma yang telah mencanangkan go green saat ini,”ujar Wabup Subang. Sementara itu Danlanud Suryadarma, Marsma TNI I Wayan Sulaba yang hadir pada kesempatan itu mengatakan bahwa kegiatan karya bakti ini Intinya mengajak bersama sama dengan masyarakat secara gotong-royong melaksanakan kebersihan di sungai Cigadung sepanjang 5 Km dan penana-

man pohon di hulu sungai Ranggawulung, guna menghindari terjadinya banjir. “Dan acara ini juga sosialisasi Go Green kepada masyarakat dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,”ujar Danlanud. Danlanud berharap, kegiatan karya bakti TNI dengan bersih-bersih sungai Cigadung ini bisa memberikan pelajaran kepada masyarakat untuk menjaga sungai dan yang terpenting masyarakat kebiasaan buruk masyarakat membuang sampah di Sungai bisa diminimalisir. (fer)

hapal beebrapa kosa kata. “Saeutik-saeutik, namina saha,” katanya sambil tertawa. Sementara AKBP Muhammad Joni mengaku banyak kenangan dan kesan selama bertugas di Subang selama 2 tahun 10 hari bertugas di Subang. Tidak hanya dalam menuntaskan pekerjaan baik skala Desa, Kabupaten bahkan Nasional dan event Internasional, AKBP Joni mengaku dengan kesan masyarakatnya. “Saya berat juga meninggalkan Subang, sudah 2 tahun 10 hari saya bertugas di sini. Masyarakatnya, orang pantura yang katanya keras,

KAPOLRES BARU: AKBP Teddy Fanani bersama istri setelah acara sertijab di Mapolres Subang.

tapi ketika kita ajak komunikasi, mereka asik. Banyak

lah, banyak kesan di Subang ini,” jelasnya. (fer)


JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019

PENDIDIKAN

4

SMAN 1 Karawang Gelar Kreasi Seni Perayaan Hari Jadi Sekolah

Uu Ajak Guru Madrasah Sukseskan Program Keumatan KOTA BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengajak guru madrasah yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) wilayah Jabar, berkolaborasi menyukseskan sejumlah program keumatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Menurut Uu, konsep kolaborasi diterapkan Pemdaprov Jabar saat ini guna mengakselerasi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tanpa kolaborasi, kata dia, pembangunan Jabar tidak akan berjalan dengan cepat atau ngabret. “Kami punya keterbatasan. Salah satunya Sumber Daya Manusia. Maka itu, mari lembaga seperti PGM ini turut menyukseskan program kami, khususnya program keumatan,” kata Uu. Lanjut Uu, pada kesempatan yang sama, visi Jabar Juara Lahir Batin. Menurut dia, atensi pembangunan Pemdaprov Jabar saat itu tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga fokus pada sektor batiniah. Hal tersebut terlihat dari sejumlah program keumatan seperti Magrib Mengaji, Satu Desa Satu Hafidz, English for Ulama, One Pesantren One Product (OPOP), dan Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera). Uu menilai, PGM Jabar bisa terlibat dalam program keumatan di sektor pendidikan. Sebab, kata dia, guru-guru madrasah punya peran penting dalam meningkatkan moral dan akhlak generasi muda di Jabar. Dia pun berharap guru madrasah terus mengasah keahlian dan profesionalisme, sehingga dapat mencetak siswa-siswi Jabar yang agamis dan cerdas. “Fungsi guru madrasah ini sangat strategis dalam mewujudkan visi Jabar Juara Lahir Batin,” kata Uu. Dalam FGD dan Rakor PGM tersebut, Uu meminta ada pembahasan terkait teknis kolaborasi. Hal itu penting dilakukan untuk mematangkan kolaborasi antara Pemdaprov Jabar dan PGM Jabar. “Silakan disusun konsep kerjasamanya seperi apa,” ucapnya. Ketua DPW PGM Jabar Heri Purnama mengatakan, salah satu tujuan digelarnya FGD dan Rakor adalah untuk menyelaraskan program PGM Jabar dengan Pemdaprov Jabar. Dia pun menyatakan, pihaknya siap berkolaborasi dalam program-program keumatan Pemdaprov Jabar. “Kami sedang menyinergikan program kami dengan program Pemda Provinsi Jabar, teknisnya sedang dibahas, intinya tentu kami siap berkolaborasi,” pungkas Heri. (bbs/rie)

KARAWANG – Berbagai perlombaan dan pentas seni kreasi siswa ditampilkan dalam perayaan ulang tahun SMAN 1 Karawang yang ke 60 di halaman sekolah. Hal itu disampaikan Kepala SMAN 1 Karawang, Dwi styono Agus, Mpd. Dwi mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk kepedulian keluarga sekolah, terhadap sejarah yang tidak bisa ditinggalkan. Karena peringatan hari ulang tahun tersebut selalu dilakukan rutin dalam

setiap tahunnya. “Alhamdulilah ini adalah acara ulang tahun SMAN 1 Karawang yang ke 60, setiap tahun kita selalu lakusanakan ulang tahun sekolah. Acara ini selama 5 hari,” katanya kepada KBE, kemarin. Lanjut Dwi, ia berharap dengan bertambahnya usia sekolah mampu memberikan tingkat pendidikan yang jauh lebih baik. Serta menciptakan siswa didikan yang pintar dan berakhlakul kharimah. “Kami berharap sekolah jauh lebih baik ditahun sebelumnya. Saya berharap pendidikan di Karawang juga menjadi lebih baik,” tuturnya. Sementara mewakili guru

yang lain Bidang kesiswaan, Lati Andriani Spd, Mpd menuturkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ulang tahun sekolah. Karena tanpa adanya mereka tidak akan

ada sekolah. “Terima kasih buat semuanya baik panitia keluaraga besar sekolah siswa dan para alumni yang ikut turun hadir. Semoga dengan bertambahnya usia sekolah ini menjadi sekolah barba

Siswa Ikut Demo akan Diberi Pembinaan Tekan Kenakalan Remaja, Polisi Penyuluhan ke Sekolah KARAWANG – Ratusan pelajar Karawang yang berencana akan mengikuti aksi di Jakarta akan diberikan pembinaan khusus dari setiap sekolah. Meski tak sempat sampai ke lokasi demontrasi. Hal tersebut disampaikan, Ketua Musyarawah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Karawang, Makmur Mpd. Makmur menyampaikan, bahwa diketahui sendiri banyak dari para pelajar yang merupakan siswa dari SMK baik negeri maupin swasta yang ikut berencana akan turun aksi ke Jakarta. Namun sebagai pelajar SMK tak sepantasnya, jika harus mengikuti aksi tersebut. “Bukan satu dua banyak siswa dan sekolah di Karawang khususnya anak-

anak SMK,” ucapnya kepada KBE, kemarin. Lanjut Makmur, dari sejumlah siswa yang gagal ke Jakarta tetap akan diberikan pembinaan khusus dari setiap sekolah. Mulai dari pembinaan apel pagi hingga sore. “Kita akan lalukan pembinaan saja agar mereka tidak mengulanginya lagi,” tuturnya. Untungnya, kata dia, ratusan siswa SMK tidak sampai terjadi turun aksi di Jakarta. Mungkin saja, kata dia, jika mereka berhasil berbondong-bondong ke Jakarta mereka akan diberikan sanksi berat dari setiap sekolah.

“Untung saja baru sampai bekasi sudah diberhentikan oleh pihak kepolisian, tidak akan sanksi kita lalukan pembinaan saja,” terangnya. Dengan kejadian tersebut menurutnya bisa menjadi contoh. Meski semua masyarakat tengah menyuarakat aspirasi mereka sebagai pelajar atau siswa yang masih duduk di bangku SMK mereka seharusnya memberikan perilaku yang baik dengan mengikuti setiap kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan baik. “Kita buktikan dengan belajar yang baik agar bangsa dan negara ini bisa menjadi lebih baik, siswa dan anak adalah generasi bangsa ke depan,” pungkasnya. (oib)

KARAWANG – Guna menekan kenakalan remaja, Kapolsek Telukjambe Barat, Iptu Hasanudin Bahar lakukan sosiasialisasi kenakalan remaja di SMK Jayabeka 2, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kamis (26/9). Penyuluhan yang disampaikan tersebut, dalam rangka mencegah kenakalan remaja dan menyiapkan generasi penerus bangsa yang bisa dibanggakan. Sebelum melakukan kegiatan, terlebih dahulu Kapolsek memperkenalkan diri kepada pelajar siswa siswi. Dalam sosialisasi yang diikuti puluhan siswa ini, Kapolsek yang didampingi Bhabinkamtibmas Desa Karanglinggar, Bripda Egi Ervin Satria memberikan gambaran dampak negatif dari kenakalan remaja. Untuk diketahui, kegiatan penyuluhan ini merupakan kepedulian kepolisian terhadap generasi muda. “Kita ingin membuka wawasan adik-adik bagaimana dampak buruk jika mereka meminum-minuman keras, merokok, ngelem, dan kenakalan remaja lainnya. Itukan berdampak buruk pada tumbuh kembang remaja dan akan berdampak buruk kepada masa depan mereka yang masih sangat panjang,” tutur Hasanudin kepada wartawan. Dilanjutkannya, kenakalan remaja kearah negatif saat ini sangat mengkhawatirkan, baik itu seks be-

Emil Harap Santri Jadi Ahli Alquran dan Teknologi BOGOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar serius dalam menangani urusan batiniah. Hal tersebut diungkap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berpesan kepada para santri, khususnya santri UBK Plus Bogor, agar tidak hanya menjadi ahli Alquran, tetapi juga menguasi bidang teknologi informasi, terutama di era industri 4.0. “Harapan kita semuanya adalah agar (santri) pesantren Umar Bin Khattab Plus ini terus menjadi ladang subur

bertumbuhnya santri yang berakhlak mulia. “Juga kami berharap di era 4.0 ini (para santri) tidak hanya juara dalam urusan hafidz-nya tapi juga teknologinya. Saya ingat betul nasehat Almarhum Pak Habibie kepada kami, kalau mau selamat dunia akhirat harus gabungkan Iptek dan Imtaq,” ungkapnya, kemarin. Emil mengatakan, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar serius dalam menangani urusan batiniah. Hal itu terlihat dari sejumlah

terdepan, andal, bestari dan teruji,” ungkapnya. Ketua OSIS SMAN 1 Karawang, Muhammad Reza Fahlefi mengungkapkan, kebahgiaan tersebut dengan menampilkan beberapa penampilan yang dipersembahkan oleh siswa terhadap para guru yang telah mendidiknya. “Semua kreasi siswa ditampilkan dan diakhir acara nanti hari jumat harapan banyak lagi penampilan dari siswa, seperti tari kesenian modern band musik dan banyak lagi. Saya berharap SMAN 1 Karawang bisa terus membrikan kontrusinya terus untuk dunia pendidikan,” tuturnya. (oib)

program seperti Satu Desa Satu Hafidz, Maghrib Mengaji, Shubuh Berjamaah, English for Ulama, Kredit Mesra, dan One Pesantren One Product. Sementara itu, Ketua MPR RI Zulakifli Hasan menuturkan, salah satu cita-cita Indonesia merdeka dan menjadi fondasi kokoh kehidupan berbangsa dan bernegara adalah mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Dan mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara ini menjadi kewajiban, artinya

kewajiban yang diperintahkan konstitusi. Itu kewajiban negara,” kata pria yang akrab disapa Zulhas itu. “Oleh karena itu, saya berharap (kepada pemerintah daerah) tolong dibantu pondok pesantren kita ini, yang memiliki cita-cita yang luhur (mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara),” tambahnya. Pondok pesantren UBK Plus Bogor memiliki citacita untuk melahirkan generasi Alquran dan ahli teknologi informasi. Kegiatan pokok penga-

jaran di UBK Plus, yakni Tahfidz Alquran, Teknologi Informasi, Broadcasting, Leadership, dan Entrepreneurship. Dalam berkomunikasi, para santri menggunaka Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Sedangkan, asrama santri Al Quds dapat menampung hingga 100 orang santri dan akan digunakan untuk kegiatan pesantren weekend. Pesantren weekend UBK Plus Bogor menargetkan para santrinya bisa memperbaiki bacaan sekaligus penghafal Alquran. (bbs/rie)

bas, aksi tawuran hingga kepenggunaan obat-obatan terlarang. Diharapkan melalui sosialisasi ini, para pelajar yang masih mempunyai masa depan yang sangat panjang ini dapat berpikir panjang bila dipengaruhi hal negatif. “Masa remaja memang masa emas bagi setiap orang tetapi jangan sampai kebablasan, hingga terjerumus kehal negatif. Melalui sosialisasi ini kita ingin membuka wawasan adik-adik agar mereka dapat membenteng diri ketika dipengaruhi ke hal negatif,” tambahnya. Ia pun mengharapkan peran orangtua dan guru dapat bersama-sama mengatasi persoalan kenakalan remaja saat ini, pendekatan orangtua sebagai orang terdekat sangat penting untuk mengetahui persoalan anaknya, sehingga anak tidak memendam dan mencoba kehal negatif. “Orang tua dapat menjadi sahabat dirumah, jadi setiap persoalan anaknya sang anak dapat terbuka bercerita, ditakutkan anak memendam dan menyelesaikan masalah ke hal-hal negatif,” tandasnya. Ditegaskan Hasanudin, selain bentuk kenakalan pelajar tersebut, pihaknya juga menghimbau kepada para pelajar untuk selalu menjaga kamtibmas, Berbijak dalam bermain medsos. Hindari tawuran dan Jauhi balap liar.(rie)


JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019

METRO KARAWANG

5

Jaga Keutuhan NKRI, Melalui Kesenian Pamuncas KARAWANG – Memperkuat rasa toleransi dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karawang menggelar acara kesenian Papua, Mollucas, and Sundanesse (Pamuncas). Ketua PHRI Karawang, Gabryel Alexander Etwiorry mengatakan, acara Pamuncas merupakan acara untuk menjaga keutuhan NKRI dan tidak memandang suku, ras dan agama (SARA). “Inisiatif untuk mengadakan Pamuncas atas dasar rasa solidaritas dan keprihatinan insiden di Papua. Yang dapat mengganggu iklim kondusifitas di seluruh wilayah Indonesia,” ucapnya kepada KBE, di Ballroom Resto Dewi Air lt.2, kemarin (25/08) malam. Lanjut Gabryel, dalam acara Pamuncas ini, para sarjana seni dilibatkan untuk menunjukkan penampilan. Dengan kolaborasi tiga kesenian adat daerah masing-masing. “Pamuncas ini persembahan untuk Indonesia dari keluarga besar Papua, Maluku dan Sunda di tanah Karawang, untuk menjaga persatuan kesatuan dan keutuhan NKRI,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, memberikan apresiasi atas penampilan para seniman asal Papua, Maluku dan Karawang yang mewakili Sunda. “Saya bangga dengan persembahan PHRI untuk Karawang. Dengan mengolaborasikan kesenian Sunda, Maluku dan Papua menunjukkan bahwa Karawang merupakan daerah yang paling toleransi dan tak membedakan suku, ras dan agama,” ujarnya “Kalau dulu, 16 Agustus 1945 kita dikenal sebagai awal proklamasi. Hari ini, 25 September 2019, melalui acara ini kita ciptakan sejarah dan menjadi pionir mempersatukan suku, bangsa dan agama. Dan menunjukkan bahwa berada dalam keberagaman itu begitu indah,” pungkasnya. (gie)

BANTUAN Satgas Citarum Sektor 19 Bangun MCK Warga KARAWANG – Setelah sebelumnya menjangkau wilayah pesisir utara Kabupaten Karawang , Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum sektor 19 kini kembali membuatkan Mandi Cuci Kakus (MCK) untuk masyarakat kelurahan Karangpawitan kecamatan Karawang Barat. Dansektor Citarum Harum sektor 19, Kolonel Inf Agoes Hari Soewanto mengatakan, pihaknya terus berupaya memberantas WC Helikopter yang ada di Kabupaten Karawang. Sehingga ditargetkan beberapa tahun lagi tidak ada lagi penggunaan WC helikopter di pinggir kali. “Pembuatan MCK sendiri terus dilakukan, sehingga dapat mencegah masyarakat membuang hajat di sungai karena dapat mencemari sungai,” ujarnya kepada KBE, Kamis (26/09). Lanjut Agoes, setelah diresmikan MCK ini dapat langsung digunakan oleh masyarakat. Dirinya berpesan agar dapat digunakan sebagaimana mestinya dan jangan ada lagi warga yang buang hajat ke sungai, karena selain mencemari juga tidak baik untuk kesehatan. “Saya harap warga dapat menjaga MCK ini agar dapat dipergunakan dalam waktu yang lama, untuk pemeliharaan silahkan saja mau iuran atau bagaimana terserah warga yang penting saya titip MCK ini untuk masyarakat,” ujarnya. (gie)

PASILITAS

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

TAMAN BERMAIN : Fasilitas baru di lingkungan kantor Kecamatan Cilamaya Wetan, berupa taman bermain yang dilingkapi Wifi.

Ratusan Kades Ikuti Jambore Desa KARAWANG – Hajat besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, bertajug Festival Goyang Karawang (Gokar) berlangsung hari ini. Jumat, (27/9) di lapangan Galuh Mas Karawang. Bukannya ikut hadir dan memeriahkan. Ratusan kepala desa (kades) yang terhabung dalam Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Karawang, justru berangkat ke Lakbok, Ciamis. Untuk mengikuti kegiatan Jambore Desa (Jade) Jawa Barat tahun 2019. “Ini sudah dijadwaklan dari jauh-jauh hari. Waktunya memang berbarengan dengan Gokar. Tapi kami harus berangkat, karena sudah diagendakan,” ungkap Humas Apdesi Karawang, Udin Abdulgani kepada KBE, kemarin (26/9). Udin menjelaskan, Apdesi Karawang bukannya cuek soal Festival Gokar. Namun, sebagian kepala desa, yang jumlahnya ratusan. Harus berangkat memenuhi undangan kepesertaan. “Apdesi tidak mewajibkan semua Kades berangkat. Justru kita bagi. Ada yang Jambore, ada juga yang jadi panitia Gokar,” kata Udin. Lanjut Udin, dari 297 kades di Karawang. Hanya

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

APDESI : Ratusan Kades yang tergabung dalam Apdesi Karawang, berangkat ke Ciamis ikuti Jade.

130 kades dari 18 kecamatan yang berangkat mengikuti Jambore Desa dan Kelurahan di Kabupaten Ciamis. “Sisanya tetap di Karawang. Memeriahkan Festival Go-

kar,” imbuhnya. Soal Jambore Desa dan Kelurahan, kata Udin, bukan hanya diikuti oleh kades di Karawang saja. Acara garapan Gubernur Jawa Barat,

Ridwan Kamil tersebut, diikuti oleh 28 kabupaten/ kota se-Jawa Barat. Dan melibatkan ribuan kepala desa. Dari seluruh pelosok tanah pasundan.

Polsek Cilamaya Ingatkan Pelajar Tetap Sekolah

Taman Bermain Kecamatan Ciwet Dilengkapi Wifi KARAWANG – Fasilitas baru berupa taman bermain, di lingkungan Kantor Kecamatan Cilamaya Wetan (Ciwet) setiap hari dikunjungi banyak orang. Khususnya anak-anak dan kaula muda, untuk menghabiskan waktu sore bersantai. Mulai 1 Oktober 2019 nanti, jumlah pengunjung taman bermain Kecamatan Ciwet diprediksi akan lebih banyak dari hari-hari biasanya. Pasalnya, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Karawang, telah menambah fasilitas free wifi, atau akses internet gratis. Yang bisa dijangkau oleh seluruh pengunjung di lingkungan kantor Camat Cilamaya Wetan itu. “Wifi gratis akan diaktifkan awal Oktober nanti. Fasilitas itu dari Diskominfo Karawang,” ungkap Nanang, Bendahara Kecamatan Cilamaya Wetan, belum lama ini. Sementara, Kasie Kesos Kecamatan Cilamaya Wetan, Tamim menambahkan, dengan adanya fasilitas taman bermain dan wifi gratis. Diharapkan, akan menghidupkan lingkungan kantor Pemerintah Kecamatan Cilamaya Wetan. “Ya mudahmudahan bisa bermanfaat. Bisa jadi tempat kumpulkumpul yang positif bagi masyarakat,” harapnya. Tokoh masyarakat setempat, Wawan menambahkan, fasilitas yang baru rampung dibangun sekitar satu bulan itu. Sudah dikunjungi oleh banyak anak-anak dan orang tuanya setiap hari. Dengan penambahan fasilitas wifi gratis, kata Wawan, ia meyakini jika lingkungan Kantor Kecamatan Cilamaya Wetan, akan semakin hidup dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat. “Terima kasih kami ucapkan, khususnya pada Diskominfo Karawang, yang sudah memberikan fasilitas wifi gratis disini,” ujarnya. (wyd)

“Kita tetap bantu sukseskan Festival Gokar. Sebelum berangkat, transportasi peserta Gokar dari desa kami, sudah disiapkan terlebih dulu,” jelasnya. (wyd)

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

PENGARAHAN : Kapolsek Cilamaya, Kompol Sutedjo saat memberikan arahan kepada seluruh pelajar SMK di Cilamaya.

KARAWANG – Maraknya aksi unjuk rasa tolak RKUHP yang melibatkan pelajar STM/SMK sedrajat, disinyalir terjadi lantaran kurangnya edukasi dan pemahaman siswa. Tentang tata tertib sekolah serta tupoksi mereka sebagai seorang pelajar.

Untuk itu, jajaran Polsek Cilamaya, yang dipimpin langsung Kapolsek Kompol Sutedjo, menggelar roadshow ke sekolah-sekolah kejuruan di wilayah hukumnya Untuk mengingatkan pelajar disana, tentang aturan tata tertib sekolah. Serta tugas mereka sebagai

seorang pelajar. “Kita keliling ke 5 SMK di wilayah hukum Polsek Cilamaya. Menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, serta memberikan edukasi pada siswa. Tentang aturan tata tertib sekolah, serta tugas-tugas mereka sebagai pelajar,” ungkap

Kapolsek Cilamaya, Kompol Sutedjo, kepada KBE, Kamis, (26/9) kemarin. Sutedjo menjelaskan, selain mengedukasi siswa. Pihaknya juga mengajak seluruh kepala sekolah dan dewan guru. Untuk berperan aktif, memberikan pemahaman kepada siswa.

Tentang tupoksi mereka, baik saat di sekolah. Maupun di luar sekolah. “Kemudian peran orang tua dan guru juga penting untuk mengawasi perilaku anak, di sekolah maupun di luar sekolah,” ujarnya. Pa d a k e s e m p at a n i t u pula, Kapolsek Cilamaya memberikan penggambaran terkait, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan kelompok pelajar STM, yang berlangsung anarkis di Jakarta, beberapa waktu yang lalu. “Saya ingatkan, ada sanksi tegas. Apa bila ada pelajar yang melanggar aturan tata tertib sekolah,” tegasnya. Sutedjo juga mengingatkan, kepada ribuan pelajar di seluruh Cilamaya. Agar tidak terkakan issu hoax, yang banyak beredar saat ini di media sosial. “Harus bijak menggunakan media sosial. Jangan mudah percaya saat berita yang didapat. Cek and ricek dulu,” ujarnya. “Kalian juga jangan sampai ikut-ikutan ajakan teman, apa lagi orang lain. Jika tidak paham apa maksud dan tujuannya. Jangan merugikan diri sendiri,” imbuhnya. (wyd)


JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019

6

Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis

Wuling Almaz akan Diekspor ke Tiga Negara KARAWANG – Persaingan dalam industri otomotif dengan ekspansi. PT Honda Prospect Motor membuka diler baru di Surabaya, yakni Honda Prisma HR Muhammad. Sementara itu, ekspor otomotif juga makin meningkat. Ekspansi menjadi salah satu strategi untuk memenangkan pasar. Tentu, hal itu dilakukan sambil tetap agresif menyegarkan produk, meningkatkan kualitas layanan purnajual, dan rutin memberikan promo untuk konsumen. “Buka diler baru juga menjadi cara kami untuk mendekati konsumen,” kata Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy. Pembangunan diler resmi ke-8 di Surabaya itu membutuhkan investasi Rp 32,4 miliar. “Gedungnya saja Rp 30 miliar. Equipment-nya berkisar Rp 2,4 miliar,” jelas Vinsen Koerniady, direktur Honda Prisma HR Muhammad. Target awal, diler baru tersebut mampu menjual 35–40 unit tiap bulan. Menurut Marketing & Aftersales Service Director Honda Surabaya Center Wendy

Miharja, angka tersebut realistis. Sementara itu, Wuling Motors merealisasikan rencana ekspor yang pernah mereka targetkan saat masuk Indonesia pada 2015. Wuling Almaz bakal menjadi produk ekspor pertama. Wuling Almaz akan dikirimkan ke Thailand, Brunei Darussalam, dan Fiji. Ekspor pertama dalam wujud completely built up (CBU) itu menggunakan merek Chevrolet Captiva, sesuai kesepakatan dengan grup General Motors (GM). “Ini menjadi sejarah dan kebanggaan bagi kami,” ujar Presiden Direktur Wuling Motors, Xu Feiyun. Tahap ekspor pertama akan melibatkan 2.600 mobil. Pengiriman dimulai pekan depan. Sampai Agustus lalu, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat lonjakan ekspor CBU sampai pada angka 58.100 unit. Direktur Operasi IPCC Indra Hidayat Sani menyatakan, jumlah tersebut meningkat 55,30 persen yoy jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. “Kondisi itu adalah rekor pencapaian tertinggi dalam penanganan kegiatan operasional,” pungkasnya. (bbs/rie)

IZZA dan KAI Ajak Pola Hidup Sehat CIKAMPEK – IZZA rumah sakit yang berada di Cikampek ini terus berbuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kali ini IZZA bersama PT KAI menggelar seminar kesehatan. “Kita mengajak masyarakat berpola hidup sehat. Dimana pola hidup sehat saat ini dianggap belum maksimal ditetapkan masyarakat, guna mengingatkan pentingnya hidup sehat, IZZA men-

coba mengingatkan hal tersebut,” jelas Manager Marketing Izza, Agus kepada KBE, kemarin. Agus mengatakan, acara healty talk di PT KAI (PT Kereta Api Indonesia) dalam rangka ulang tahun PT KAI. “Kita digandeng P T KAI dalam rangka memeriahkan HUT mereka. Dan semoga acara bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. Agus menambahkan, selain menggelar talk show kes-

ehatan juga ada pemeriksaan gratis Gula Darah dan Tensi. “Kita juga berbincang sehat tentang PHBS (pola hidup bersih dan sehat).”Dengan pembicara dr Dik Adi Nugraha Sp.B ( dari RS Izza) dan dr. Listyowati Sbg Senior Manager Kesehatan Daop 1 Jakarta,” kata Agus. Agus berharap dengan adanya acara ini, banyak masyarakat yg bisa berlaku pola hidup sehat. “Kehadiran IZZA bukan hanya untuk pelayanan pengobatan,

tapi kalau bisa membantu masyarakat tidak sakit karena memiliki pola hidup sehat akan lebih bagus,” harapnya. Selain itu, untuk

masyarakat juga ada layanan kesehatan cek darah dan gula. “Kita juga berikan layanan cek tensi dan gula,” pungkasnya. (dri)


JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019

SAMBUNGAN

DPRD Jabar: .... dari halaman 1 naskah akademik dan kajian-kajian lainnya tahap pertahap, sehingga membutuhkan waktu yang tidak sebentar,” ucapnya kepada KBE, Kamis (26/09). Menurut sekretaris Fraksi PKS Jawa Barat ini, yang menjadi kuncinya adalah tim yang akan membentuk D OB ini har us mampu merangkul berbagai pihak termasuk partai politik lokal di level Kabupaten Karawang, khususnya Daerah Pemilihan V Cikampek. “Kalau proses-proses administrasinya terpenuhi, sudah pasti tak ada yang membantahnya,” ucapnya. Dikatakannya, Cikampek merupakan sebuah daerah tersendiri di Kabupaten Karawang yang memiliki banyak potensi luar biasa, terutama industrialisasinya. Dengan dijadikannya Ci-

kampek sebagai DOB, program pembangunan yang bakal digenjot di daerah tersebut semakin banyak. “Dengan demikian, semakin banyak pula aktoraktor pembangunan yang ingin terlibat dalam pemekaran wilayah. Akibatnya pendukung DOB ini akan semakin banyak , sehingga ketika dibuka secara resmi tahapannya pun akan cepat,” ucapnya. Lanjut, mantan anggota Ko m i s i V p e r i o d e l a l u di DPRD Provinsi Jawa Barat ini, masalah DOB tidak hanya dari proses pengkajian dan dukungan masyarakatnya saja, masalah berikutanya adalah dari segi anggaran. Dimana pembiayaan DOB Cikampek ini tentunya akan dibebankan kepada Kabupaten Karawang, meskipun ada juga bantuan dari Provinsi. “Stake holder Karawang

Urus-urus .... pasti menolak, karena anggaran belanjanya pasti berkurang, di sinilah kita harus bangun kesadaran, di mana pemanfaatan DOB ini adalah untuk memperpendek jarak pengambil keputusan dengan masyarakat. Ini harus dipahami oleh semua pihak,” tuturnya. O leh karena itu, lanjutnya, di tahun politik ini bisa dijadikan momen atau kesempatan bagi tim pembentukan DOB Cikampek untuk membuat kesepakatan politik dengan para calon yang akan maju di Pilkada Karawang, dengan memasukkan DOB Cikampek sebagai salah satu janji politik mereka. “Siapapun yang mencalonkan, kita bisa meminta komitmen mereka untuk menandatangani dukungan DOB ini sebagai salah satu persyaratan visi dan misi ke KPU,” pungkasnya. (gie)

Menristekdikti Tebar .... dari halaman 1 maupun merugikan negara. Menristek meminta mahasiswa untuk menyampaikan kritik dan usulan yang konstruktif melalui cara yang baik. Salah satunya dengan berdialog di kampus. “Saya sudah memberitahukan kepada para rektor dan para pimpinan pergu-

ruan tinggi tolong memberitahukan kepada mahasiswa atau anak didiknya, yaitu jangan sampai mahasiswa demonstrasi ditunggangi oleh orang lain atau kepentingan-kepentingan lain. Mahasiswa dalam melakukan kritik saya persilakan, tapi dengan cara yang baik,” demikian Nasir. Ribuan mahasiswa dari

beberapa perguruan tinggi melakukan unjuk rasa pada Selasa (24/9) di depan Gedung Parlemen Jalan Gatot Subroto Jakarta. Pada Rabu (25/9), sejumlah pelajar, baik berseragam putih abu-abu maupun berseragam Pramu k a, m e l a ku k a n a k s i anarkis di depan Gedung Parlemen di Jakarta. (red)

Yohana Resmikan ....

dari halaman 1 retribusi sampah. Kepala DLHK Karawang mengklaim, program ini cukup sukses lantaran retribusi sampah melonjak tajam melebihi target. Setidaknya dalam dua tahun terakhir. “Alhamdu llah. Dar i 4 UPTD yang ada dan bekerja sama dengan pihak swasta, kini retribusi naik. Bahkan kata Pak Sekda, LH yang paling baik,” tutu Wawan. Selain itu, saat ini DLHK Ka raw a n g p u n s e d a n g mengebut menggolkan swastanisasi TPAS Jalupang. Tahun ini diproyeksikan tendernya akan dibuka. Saat ini PT Organic Bali menjadi satu-satunya pihak swasta yang paling serius ingin mengelola TPAs Jalupang yang sudah dipenuhi 106 ribu ton sampah itu. Sampah di TPAS Jalupang akan diolah kembali menjadi briket sebagai pengganti batu bara melalui teknologi refuse-derived fuel (RDF). “Saat ini sedang menunggu evaluasi FS dari Bappenas. Dari Bappenas menimbangkan, apa benar nih si pihak swasta mau serius dan memang memiliki uang,” kata dia. Pola kerja sama yang diajukan PT Organic Bali, pihak swasta akan menyewa tanah kepada Pemkab Karawang untuk diberikan wewenang penuh mnengelola dan mengubah sampah menjadi briket. Nantinya, briket

dari halaman 1

bantuan, dan pendampingan hukum. RP3 menyediakan layanan, penerimaan aduan, dan proses identifikasi jenis pelanggaran atau kekerasan yang dialami. “Sehingga pekerja perempuan juga bisa mendapatkan hak-haknya dalam memiliki cuti hamil dan haid yang diamanatkan dalam undang-undang,” ujar Deputi Perlindungan Hak Perempuan, Prof. dr. Vennetia R Dannes, M.Sc, P.hD Vennetia menjelaskan, b e rd a s a rk a n d a t a d a r i Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2019, kekerasan di ranah publik mencapai angka 3.915 kasus (28%), dimana kekerasan seksual menempati peringkat pertama sebanyak 2.521 kasus (64%), diikuti berturutturut: kekerasan fisik 883 kasus (23%), kekerasan psikis 212 kasus (5%), dan kategori khusus yakni trafiking 158 kasus (4%), dan kasus pekerja migran 141 kasus (4%). Tiga Jenis ke ke ra s a n ya ng p a l i ng banyak pada kekerasan seksual di ranah komunitas adalah pencabulan

itu akan dijual kembali oleh pihah PT Organic Bali ke perusahaan-perusahaan di Karawang. Namun untuk urusan ini, Pemkab Karawang tak akan mendapatkan sepeser pun share fee dari pihak PT Organic Bali. Kepala Bagian ULP Karawang, Wahidin saat dikonfirmasi oleh KBE soal ini, membenarkan tahun ini proses tender swastanisasi akan dibuka. “Iya benar, Om,” singkat Wahidi melalui pesan WhatsApp kepada KBE. Wahidin menuturkan, tender swastanisasi TPAS Jalupang berbeda dengan tender pengadaan barang dan jasa. Namun lebih seperti BoT. Dasar regulasi yang dipakai Permendagri No 19 Tahun 2016 Tentang Pe d o m a n Pe n g e l o l a a n BUMD. Mengurus 500 Ton Sampah yang Tercecer Langkah swastanisasi TPAS Jalupang yang dilakukan DLHK Karawang tak bisa terlepas dari overloadnya daya tampung TPAS Jalupang. Padahal saat ini per harinya sampah yang diangku ke sana, hanya separuh (400 ton) dari jumlah total sampah keluarga yang ada di Karawang per harinya, yakni 900 ton. Artinya 500 ton sampah per harinya tercecer di TPS liar dan menumpuk di ruang publik. Hal ini lantaran, dayang angkut 53 armada

sampah yang dimiliki DLHK Karawang dikatakan Wawan sangat terbatas. Di sisi lain, TPAS Jalupang pun sudah overload. Ia mengaku bisa sedikit bernafas lega dengan adanya tak kurang dari 86 bank sampah yang digagas oleh masyarakat. Meski tak siginifikan, namun aktivitas bank sampah bisa sedikit mengurangi volme sampah yang tak terangkut ke TPAS Jalupang. “Solusi untuk yang 500 ton tak terangkut, salah satunya dengan melibatkan masyarakat melalu program bank sampah itu,” kata dia. Wa w a n m e n u t u r k a n , pihaknya sudah mengandeng akademisi memperhitungkan jumlah ideal armada pengangkut sampah jika ingin semua sampah terangkut. Sedikitnya Pemkab Karawang harus memiliki 125 armada pengangkut sampah, dengat catatan sampai di TPAS Jalupang pun sudah mengurang. “Nah berkurangnya sampah di TPAS bisa terjadi setelah RDF-nya PT Organic Bali jalan. Karena, satu line atau satu jalur mesin bisa mengurangi optimalnya 600 ton sampah per hari. Jadi akumulasinya 400 ton dari sampah yang diangkut per hari, 200 tonnya dari sampah yang sudah menumuk di TPAS,” kata Wawan. Kendala Meraih Adipura Dari tahun ke tahun ke-

inginan Pemkab Karawang meraih Adipura selalu terkendal oleh sejumlah hal. Salah satu faktor utamanya adalah 500 ton sampah yang tak terangkut per harinya. Hali ini pun dibenarkan Wawan. “Iya. Itu menjadi salah satu faktor,” kata dia. Ia pun legawa setiap saat selalu menjadi bulan-bulanan media massa atau pun pegiat lingkungan lantaran masih banyanya sampah yang tercecer, baik di TPAS liar maupun di ruang publik. Lantaran, saat ini tolok ukur optimalitas kinerja DLHK dengan terbatasnya armada dan ruang pembuangan di TPAS memang, kata Wawan, sebesar itu. “Jadi ya memang wajar kalau sering ada pemberitaan sampah menumpuk. Karena kondisinya seperti ini,” kata Wawan. Namun di tahun 2020 mendatang, Pemkab Karawang kebagian gelontoran anggaran tak kurang dari 98 miliar. Dana yang bersumber dari pinjama luar negeri yang digagas Pemprov Jawa Barat. Nantinya, Karawang kata Wawan kebagian jatah, armada pengakut sampah 35 unit, 4 TPS besar di lokasi berbeda, dan puluhan TPS keceil di sepanjang bantaran Citarum. “Tahun 2020. Masih bagian dari program Citarum Harum. Dikeluarkan dananya dari Pemprov Jawa Barat. Tidak sekaligus dan berupa program,” kat dia. (mhs)

man diinstruksikan untuk rehat dan duduk merebah di Jl. Gatot Subroto. KBE menemui Koordinator Lapangan Aksi Aliansi Mahasiswa Karawang Saeptian Nurhaqi dan menanyakan kondisi terkini teman-teman mahasiswa Karawang, “sejauh ini sebagian Aliansi Mahasiswa Karawang sudah terkumpul dan masih ada massa tambahan, sekarang sudah terkumpul seribu orang dan dua ratus lagi segera menyusul.” “Kalau hari ini kita ingin mengajukan Judisial Review terkait Undang-undang KPK, menolak terhadap RUU KUHP, RUU Permasyarakatan, dan RUU Pertanahan. Lalu, untuk Judisial Review ini kita sebenarnya ingin menggalang dana yang nantinya untuk mendaftarkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Revisi UU KPK agar langkah kita lebih kongkrit,” tutur Saeptian menjelaskan arah pergerakan Aliansi Mahasiswa Karawang. Saeptian menambahkan, “kalau langkah kita hari ini mengeluarkan Perppu [Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang] menurut saya kurang tepat karena mengeluarkan Perppu itu harus ada kondisi yang benar-benar genting yang nantinya dikeluarkan presiden,” tutur Saeptian menjelaskan arah pergerakan Aliansi Mahasiswa Karawang. Setelah rehat cukup lama dan suara gaduh mulai terdengar di barisan depan. Pukul 15:09 sore mahasiswa yang berada di barisan depan berteriak untuk dibukakan gerbang bagian depan Gedung DPR RI. Aparat Kepolisian yang menjaga gerbang mulai menambaki mahasiswa yang berada di barisan depan dengan water cannon. Teman-teman aliansi juga diinsturikan untuk segera mengoleskan odol disekitar area mata, yang mana berguna

untuk menimalisir efek gas air mata, karena dikhawatirkan situasi tidak kondusif. “Tugasmu mengayomi, tugasmu mengayomi, Pak Polisi! Pak Polisi! Jangan tembaki kami lagi!” teriakan yel-yel dari mahasiswa kepada polisi, lantaran mahasiswa di barisan depan sudah mulai ditembaki gas air mata. Pukul 16:26 sore gas air mata yang ditembakan ke arah mahasiswa semakin menjadi dan keadaan menjadi sangat tidak kondusif. Aparat Kepolisian dan massa aksi terlibat saling melempari batu sama lain. Kepulan asap gas air mata di mana-mana, massa aksi di barisan depan terlihat sempoyongan terkena gas air mata dan beberapa ada yang dibopong teman-teman, lantaran mengalami pendarahan di kepala. Massa aksi bergantian untuk maju ke barisan depan, yang kalah dan lelah ditarik mundur ke belakang, yang masih segar membuat pagar dan mencoba maju ke barisan depan. Pukul 16:56 terdengar suara lantang orasi dari arah belakang, ternyata suara itu datang dari tiga unit mobil komando milik serikat buruh dan petani. Mereka mengomandoi massa aksi untuk tetap tegar mempertahankan barisan. Serikat buruh dan petani bergabung dengan massa aksi melaju perlahan ke gerbang depan Gedung DPR RI. Situasi semakin tidak kondusif dan kian ricuh antara kedua belah pihak; aparat Kepolisian dan massa aksi. Gas air mata melayang-layang di udara dan jatuh di garis tengah massa aksi, lalu, seketika massa aksi berhamburan. Pukul 18:00 sore massa aksi menarik mundur barisan, aparat kepolisian bertindak kian agresif memburu dan memukul mundur massa aksi. Massa aksi berlarian ke arah semanggi dan ke arah lainnya.(*)

Dari Berbagai Kampus ….

dari halaman 1 empuan berhak melapor setia tindak kekerasan di dalam perusahaan. Agar nantinya mendapat penanganan khusus seperti trauma healing dan psikologis,” kata Menteri Yohana kepada wartawan. Menteri Yohana mengatakan sebelumnya, pada 15 Agustus 2019 telah dilakukan Penandatanganan MOU di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan tersebut akan didirikan di 5 (lima) kawasan industri diantaranya, Karawang International Industrial City (KIIC) di Karawang, Kawasan Berikat Nusantara (KBN) di Cakung Jakarta Timur, Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) di Cilegon, Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) di Pasuruan, dan Bintan Industrial Estate (BIE) di Bintan. “Dua hari yang lalu saya sudah meresmikan RP3 di PT. Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dan hari ini di Karawang International Industrial City (KIIC). Saya sangat mengapresiasi jajaran pimpinan di kawasan industri yang bersedia bekerjasama dengan Kemen PPPA dalam rangka mewujudkan perlindungan bagi perempuan pekerja,” ungkapnya. RP3 merupakan tempat lintas sektor yang dibentuk sebagai upaya perlindungan pekerja perempuan di kawasan industri. Dalam memproses aduan bentuk layanan yang diberikan berbasis kebutuhan korban misalnya untuk rehabilitasi kesehatan, psikis, mental,

7

(1.136 kasus), perkosaan (762 kasus), dan pelecehan seksual (394 kasus). Sementara itu, Direktur KIIC, Sanny Iskandar berharap dengan adanya RP3 di dalam Kawasan Industri KIIC, karyawan dan manajeman perusahaan dapat lebih mudah berkomunikasi dan berkonsultasi untuk meningkatkan produktifitas yang juga memperhatikan perlindungan terhadap pekerja perempuan. KIIC sangat mendukung program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk membuat RP3 di KIIC. “Pemilihan tempat di KIIC ini sangatlah tepat sebab kawasan ini mendapat penghargaan sebagai Kawasan Industri terbaik se-Indonesia. Jumlah seluruh pekerja perempuan di Karawang kurang lebih sebanyak 62.995 orang yang tersebar di berbagai kawasan industri di Karawang. Oleh karena itu menjadi strategis jika RP3 ini keberadaannya dapat mendukung optimalisasi kinerja pekerja perempuan,” pungkasnya. (rie)

Buana Perjuangan Karawang (UBP), Stikes Kharisma, STIE Budi Pertiwi, dan STMIK Rosma turut hadir bersatu dengan mahasiswa Unsika lainnya. Mahasiswa yang bersatu padu tersebut menamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa Karawang, lalu, bersatunya mereka tidak lain bertujuan untuk pergi ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta dan menyuarakan kegelisahan-kegelisahannya. di Kampus Unsika teman-teman Aliansi Mahasiswa Karawang menyanyikan lagu Indonesia Raya, Darah Juang, dan lagu perjuangan lainnya selagi menunggu waktu keberangkatan ke Jakarta. Sejumlah dosen terlihat menghampiri mahasiswanya, seraya mahasiswa meraih tangan dosen, lalu, meminta restu dan doa. Aktivitas akademik sebetulnya tidak diliburkan, walaupun sebetulnya ada seruan aksi dari Rektor Unsika yang rilis pada Senin, 23 September 2019. Aliansi Mahasiswa Karawang saat itu dijadwalkan untuk berangkat pada pukul 09:00, namun, jumlah mahasiswa yang ingin bergabung terus bertambah. Dengan kondisi bus yang disewa hanya sebanyak 12 unit, maka, keberangkatan temanteman aliansi terhambat dan harus mencari bus tambahan. Beberapa mahasiswa menggerutu lantaran bus yang tersedia tak kunjung diberangkatkan. Akhirnya pada pukul 09:40 delapan bus diberangkatkan terlebih dahulu, lalu, pada pukul 10:30 tiga bus selanjutnya menyusul untuk ke Jakarta dan KBE ikut dalam keloter ini. Ratusan mahasiswa masih ada yang belum diberangkatkan dan tertinggal di kampus Unsika, mereka diagendakan menyusul pada bus tambahan yang

General Manager: Tohiri Alam. Deputy General Manager: Hayatullah. Pimpinan Perusahaan: Tohiri Alam. Pimpinan Redaksi: Hayatullah. Wakil Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Asisten Redaktur: Fuad Fauzi, Tomi Prayoga. Kabupaten Karawang: Agus B, Yogie S, Toyib, Wahyudi. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Agus Nuryadin, Haripan Nahampun, Yogie Trinanda. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Subang: Feri Kosasih. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Keuangan/Administrasi: Dewi Megawarti (Koordinator), Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein, Iin. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi.

sedang dicari oleh koordinator aliansi. Pukul 12:20 bus yang ditumpangi KBE tiba di daerah Jakarta. Jalanan ramai oleh mahasiswa dari berbagai universitas, ada yang berkendara motor, ada yang menumpang truk, dan ada juga yang naik metro mini. “Hidup Mahasiswa!” teriak mahasiswa-mahasiswa untuk saling membakar semangat. Sorak sorai dan nyanyian perjuangan membuat Jakarta bergemuruh dan bergelora hari itu. Pada pukul 12:40 bus berhenti di area senayan, lantaran bus sudah tidak memungkinkan untuk menuju titik kumpul, yaitu di Gedung TVRI. Aliansi Mahasiswa Karawang turun ke jalan dan bergegas menuju GedungTVRImenyusultemanteman yang sudah lebih dahulu tiba di sana. KBE dan teman-teman mahasiswa Karawang berjalan menuju Gedung TVRI dan tak lupa untuk menyanyikan lagu perjuangan untuk membakar semangat. Kami tiba pukul 13:04 siang di TVRI dan menemui teman-teman yang lebih dahulu datang. Kami yang baru datang tidak sempat untuk makan siang, dan disegerakan untuk merapat ke barisan Aliansi Mahasiswa Karawang untuk menuju area Gedung DPR RI. Bendera-bendera universitas yang tergabung di Aliansi Mahasiswa Karawang serentak dikibarkan dan mewarnai Jakarta. “Karawang datang untuk berjuang, Karawang datang untuk berjuang, untuk berjuang.” sebuah yel-yel dikumandangkan satuan aksi Aliansi Mahasiswa Karawang. Derap langkah dan tepukan tangan turut mengiringi nyanyian mahasiswa Karawang. Pukul 14:21 siang Aliansi Mahasiswa Karawang tiba di area luar Gedung DPR RI, teman-te-

Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Jalan Kasuari IX Blok O Nomor 52 Perum Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@ gmail.com. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan.


JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019

8

Semangat Baru Purwakarta

Bupati Anne Usul Nama Jalan Tol Jakarta-Cikampek Diganti JakartaPurwakarta PURWAKARTA- Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengusulkan nama Jalan Tol Japek Selatan (Jakarta -

Cikampek ) diganti menjadi Japur (Jakarta - Purwakarta) hal tersebut menurutnya tidak tepat apabila Tol yang menghubungkan SadangJatiasih dinamai Japek. «Ruasnya antara Jatiasih - Sadang, dan beberapa kali saya baca malah dinamainya Jakarta - Cikampek Selatan, saya harap bisa diganti menjadi Jatiasih -

SOROT

MKKS Telusuri Pelajar yang Demo PURWAKARTA- Akisi para pelajar ikut turun ke jalan membantu mahasiswa demonstrasi penolakan RUU KPK dan RKUHP di Jakarta membuat perhatian khusus dunia pendidikan di Purwakarta. Para pelajar disinyalir berasal dari berbagai daerah, tak terkecuali para pelajar asal Kabupaten Purwakarta ikut demonstrasi di gedung DPR RI. Ketua MKKS SMK Purwakarta, Darta membenarkan jika ada pelajar SMK asal Purwakarta bertolak ke Jakarta. “Iya benar ada,” ujar Darta, Kamis (26/9/2019). Darta mengaku belum mengetahui dari sekolah mana dan berapa jumlahnya yang berangkat ke Jakarta ikut demonstrasi. Pihaknya saat ini tengah melakukan penelusuran ke setiap sekolah. “Belum tahu, sedang kita telusuri berkoordinasi dengan kepala sekolah,” kata dia. Dikatakan juga, upaya pencegahan sejuah ini telah dilakukan, bahkan saat ini dari kepolisian juga turun ke sekolah memberikan pembinaan sebagai antisipasi para pelajar mengikuti demonstrasi. “Upaya kami lakukan agar tidak pelajar berangkat ke Jakarta tidak bertambah,” ucap dia. (san*)

INFRASTRUKTUR Puluhan Kilometer Jalan Rusak PURWAKARTA- Kerusakan jalan di Purwakarta umumnya terjadi akibat padatnya volume kendaraan mengakibatkan badan jalan berlubang atau bergelombang. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pengairan (PUBMP) Kabupaten Purwakarta menyebutkan, jalan rusak di Kabupaten Purwakarta mencapai 96,842 kilometer. Hal tersebut terklasifikasi rusak ringan sepanjang 86,027 kilometer dan rusak berat sepanjang 10,815 kilometer. Jumlah kerusakan tersebut belum dihitung akibat intensnya hilir mudik kendaraan berat dari proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung berada Jalan Cikao Bandung Kecamatan Jatiluhur, Jalan Militer Darangdan, Jalan di Kecamatan Sukatani dan Babakan Cikao. “Kerusakan rata-rata sepanjang 3,5 kilometer,” ujar Kepala Dinas PUBMP Kabupaten Purwakarta, Budi Supriadi kepada pers, baru-baru ini. Secara umum jalan di Purwakarta dalam kondisi baik. Berdasarkan data menunjukkan jalan dengan kondisi baik itu sepanjang 494 kilometer dan kondisi sedang 137,419 kilometer. Sisanya rusak ringan dan berat. Budi berkomitmen untuk terus mengurangi tingkat kerusakan jalan yang ada, meskipun dengan kemampuan anggaran yang terbatas. Begitu pula rencana membuat Jalan Lingkar Barat yang menghubungkan antara Kecamatan Sukasari dengan Kecamatan Maniis terus berproses. Sehingga akses transportasi bisa terebuka ke Jonggol, Kabupaten Bogor. Soal dampak dari proyek kereta cepat. (san*)

Purwakarta,” kata Anne ketika ditemui di Purwakarta. Kamis (26/9/2019). Hal tersebut terkadang menjadi perdebatan, khususnya untuk masyarakat Purwakarta apalagi tol Jakarta - Cikampek berakhir di wilayah Cikopo Purwakarta. Sedangkan terkait keberadaan Interchange baru, terutama untuk di ruas yang

masuk dalam zona Industri pihaknya masih menunggu pemerintah pusat. Ada tiga gerbang tol baru yang diusulkan pemkab Pur wakarta, yaitu KM 90+400 Cipularang, Gerbang Tol Babakancikao di Pembangunan Jalan Tol Jatiasih - Sadang, dan Cipali di KM 70 untuk kawasan Campaka - Cibatu.

“Semuanya masih dalam tahap proses, ajuan sudah kita serahkan kepada Pemerintah Pusat, dan saya harap merespon,” jelas Anne. Apalagi khusus Cipularang, dirinya berharap segera terealisasi, apalagi banyak masukan dari masyarakat, terutama banyaknya kendaraan bertonase besar yang membuat

hasil tambang, selain itu daerah tersebut merupakan kawasan industri. “Kan akses untuk masuk gerbang tol hanya melalui ciganea, sedangkan tonase kendaraan serta kontur jalannya cukup rawan juga,” jelas Anne. Adapun untuk zona industri Anne, mengatakan bahwa seharusnya memliki gerbang

tol, sehingga percepatan distribusi bisa lebih cepat. “Seharusnya setiap zona industri ada gerbang keluar tol, misalkan zona cibatu, cempaka itu ke tol sadang. Nanti ada zona bbc yang simpang susun itu nanti Bungursari harus ada satu lagi yang bisa menunjang termasuk yang di sukatani,” jelasnya. (san)

Pemkab-Kemenag Teken MoU DTW untuk SMPN PURWAKARTA - Pemkab Purwakarta dengan Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta meneken MoU Pendidikan Berkarakter Berbasis Masyarakat. Salah satu poinnya adalah dengan mengadakan pendidikan Diniyah Takmiliyah Wushto (DTW) di SMP Negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, H. Tedi Ahmad Junaedi, mengatakan program ini bisa menjadi pilot project secara nasional, karena seluruh Kab/Kota di Indonesia baru di Purwakarta. “Inisiatif pendidikan formal di SMP Negeri dengan memasukan DT W bisa saya katakan ini Pilot Project,karena belum ada dimanapun,” kata Tedi ketika ditemui di Purwakarta. Kamis (26/9/2019). Selain itu sekolah SMP di Purwakarta, bisa memanfaatkan tenaga pengajar termasuk pendidikan keagamaan yang sudah didata Kementerian Agama, apabila program ini mulai dijalankan. “Dengan 215 Ponpes, 1687 Majelis Taklim dan 9740 masjid, saya kira sekolah bisa memanfaatkan sekitar wilayahnya apabila membutuhkan pengajar untuk program ini,” katanya. Sedangkan menurut Bupati Purwakarta, Anne Rat-

KERJASAMA: Bupati Anne tandatangani MoU DTW dengan Kemenag Purwakarta.

na Mustika, pihaknya sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor : 420/836/Disdik tentang penguatan nilai religius dalam implementasi pendidikan berkarakter di sekolah. Melaksanakan kerja sama dengan DKM untuk mendorong siswa beragama muslim untuk terbiasa mengaji dengan mengikuti pendidi-

kan DTA maupun DTW. Hari jumat diisi dengan kegiatan keagamaan di sekolah termasuk kebersihan lingkungan sekolah dan kebersihan DKM disekitar sekolah. “Ini komitmen kita untuk membentuk generasi hebat serta ikhtiar atas respon masyarakat,” kata Anne. S e l a i n i t u m e n u r u t-

nya untuk program ini, diharapkan minimal setiap kecamatan sudah m e n j a l a n k a n p ro g r a m ini. “Minimal satu kecamatan satu sekolah sehingga kedepan serentak bisa mengikuti,” jelasnya. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto mengatakan MoU ini untuk me-

ningkatkan pengembangan pendidikan berkarakter berdasarkan nilai spiritual religiusitas. “Untuk awal kita satu kecamatan satu sekolah, jadi ada 17 sekolah tahap pertama ini,sehingga sekolah bisa memberdayakan lembaga - lembaga keagamaan di masyarakat dan itu salah satu tujuannya,” katanya. (san)

Ancaman Difteri, Bayi Lima Bulan Terindikasi Suspect PURWAKARTA- Seorang balita berusia lima bulan di Kecamatan Plered diduga terindikasi difteri. Petugas surveilans Puskesmas Plered, Aan Suandana, mengatakan sebetulnya pasien masih suspect atau dugaan karena belum ada alat bukti yang memperkuat jika pasien mengidap difteri. Sejauh ini penanganan m e d i s te la h d i la ku ka n baik oleh Dinas Kesehatan maupun RSUD Bayu Asih Purwakarta tempat pasien dirawat. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari laboratorium dari Bandung. Jika hasil itu sudah keluar maka dapat disimpulkan

jika pasien negarif atau positif difteri. “Kita masih menunggu hasil kulturnya, saat ini belum bisa ditentukan,” ungkap Aan, Kamis (26/9/2019). Namun, dia menyebut jika tanda-tanda yang dialami pasien menunjukan

bahwa itu difteri, bahkan sistem penanganannya juga tak jauh berbeda terhadap pasien difteri. Meski begitu, Aan menegaskan tidak akan berasumsi jika hasil kultur belum keluar. “Penanganannya sama seperti pasien difteri, tapi

sekali lagi saya tidak mau menyimpulkannya begitu saja sebelum hasilnya keluar, kita tunggu saja,” ujar dia. Selain itu, Aan juga tengah menelusuri dari mana penyakit itu berasal mengingat penyakit mematikan itu merupakan penyakit menular. Namun, lanjut dia berdasarkan keterangan pihak keluarga pasien belum pernah dibawa ke luar kota, kemungkinan ada seseorang di lingkungan pasien pernah ada susfek difteri. “Itu yang sedang kami telusuri, beberapa kemungkinan bisa menjadi pemicu, tapi jika melihat data di

Kecamatan Plered tidak ada kantong difteri karena 90 persen masyarakat dikita pernah diimunisasi,” kata dia. Meski begitu, sebagai antisipasi pihak Puskesmas Plered akan melakukan penyuluhan ke masyarakat, kemudian memutus mata rantai dengan cara memberikan obat melalui imunisasi. Karena sejauh ini cara pencegahan difteri dalam kurun waktu tertentu adalah melalui imunisasi. “Pasien yang diduga kuat mengidap difteri tadi belum pernah diimunisasi karena kondisinya sering kali panas,” ujar dia. (san*)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook