Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang www.karawangbekasiekspres.co.id
SELASA, 27 AGUSTUS 2019
@korankarawangbekasiekspres
HARGA Rp3.000
PKS Belum Tentu Ikut Cellica Langkah Kuda PKS: Tak Hanya Siapkan Satu Opsi
KARAWANG- Pemilukada Karawang 2020 akan menjadi ajang pembuktian bagi PKS. Setelah dalam beberapa kali pemilhan bupati tak pernah menyodorkan kadernya menjadi calon bupati atau wakil bupati, kini partai ini per-
PERISTIWA...
caya diri akan mengusung kadernya ikut tampil, bahkan secara matang telah disiapkan beberapa plan agar tak salah langkah dan bisa menang. Beberapa opsi sudah disiapkan, termasuk bila peta politik mengharuskan PKS men-
jadi penantang petahana. Baik Cellica, maupun Jimmy. “Semuanya mungkin, kami baru enam, empat lagi, jangan-jangan empat parta lagi (koalisi dengan partai peraih kursi kecil) jadi hargai kerja PKS yang
sedang mempersiapkan diri. Tidak menutup kem u n g k i n a n ( m e n ja d i lwawan Cellica,red) ” kata Ketua DPD PKS Karawang, Dedi Sudrajat kepada KBE, kemarin. “Kita gak pernah tahu, kecelakaan politik Ke Hal...7
Mogok di Rel, Bus Agra Mas Ringsek Terseret Kereta
ARIE/KBE
BOLONG: Petugas Iden Polres Karawang memeriksa bagian mobil yang tertembak.
Dor, Mobil Guru SMPN 6 Ada yang Nembak
KARAWANG – Bus Agra Ma s y a n g m e n g a n g ku t buruh pabrik terseret hingga ringsek ditabrak Kereta Api Argo Parahyangan ka 32 Jurusan Gambir - Bandung Senin di pintu perlintasan kereta api, Kampung Gorowong Desa Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur, Senin (26/8). “Ber untung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kecelakaan tersebut itu terjadi sekitar
pukul 13.00 WIB. Bus Karyawan yang diduga mogok berhenti persis di tengah rel perlintasan kereta api. Melihat kereta datang, penumpang lalu berlarian keluar bus. Untungnya s a a t k e re t a m e n a b ra k , bus sudah kosong,” kata s a l a h s e o ra n g p e t u g a s keamanan, Rosyid. Tab ra k a n ya ng c u ku p kencang, kata Rosyid m e m b u a t b u s t e r s e re r hingga beberapa meter. Pa n t a u a n a w a k m e d i a
setelah kejadian, bus pun hancur dan teronggok di pinggir rel. Beberapa jok terpental ke luar. Kaca bus pun pecah. Tercium bau bahan bakar menyengat di sekitar bus. Adapun KA Argo Parahyangan ka 32 jurusan Gambir - Bandung berhenti selama hampir dua jam di sekitar kejadian. Seluruh penumpang menunggu di dalam kereta. Mereka dipastikan telat sampai di Ke Hal...7
KARAWANG - Kaca mobil seorang guru SMP bolong ditembus benda tajam saat terparkir di peternakan, Desa Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Minggu (26/8). Pemilik kendaraan, Surya (60), Guru Seni Budaya SMP Negeri 6 Karawang, Ke Hal...7
ARIE/KBE
RINGSEK: Bus Agra Mas ringsek ditabrak dan terseret Kereta Api Argo Parahyangan Jurusan Gambir - Bandung di pintu perlintasan kereta Kampung Gorowong Desa Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur.
Galian Liar Perparah Kekeringan di Selatan KARAWANG- Kekeringan di wilayah Karawang Selatan makin parah. Jangankan untuk pengairan pertanian, untuk kebut u ha n s e ha r i - ha r i s aja warga kesulitan dapat air bersih. Atas kondisi ini warga Karawang Selatan Pemerintah mencari solusi yang tepat, bukan hanya penanganan jangka pendek seperti mengirim air bersih pada warga. Warga menuding berkurangnya pasokan air bawah tanah d Karawang Selatan itu akibat perusakan alam oleh segelintir
PROTES: Spanduk protes yang dipasang warga Karawang Selatan atas maraknya galian liar yang memperparah kekeringan.
orang. Seperti galian liar demi meraup keuntungan pribadi. Para perusak alam itu tidak memikirkan dampak yang ditimbulkan. Dan kekecewaan warga di Kecamatan Tegalwaru misalnya diimplementasikan melalui slogan yang ditulis di spanduk yang dipasang di pinggir jalan poros desa, antara Desa Cintalaksana dan Desa Wargasetra. Spanduknya ber tuliskan “ Tanah Dikeruk, Pohon Ditebang, Air Dijual”. H Agus, tokoh Ke Hal...7
Upaya Memasang Oil Boom di Sepanjang Pantai
Tangkal Minyak Masuk Hutan Konservasi Ratusan meter oil boom atau penangkal minyak, mulai dibentangkan oleh nelayan Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, di sepanjang pantai hutan konservasi mangrove di sana. WAHYUDI, CILAMAYA
SEBARAN minyak PHEONWJ sudah mulai mema su ki w i laya h ba rat, pantai utara Karawang. Mengantisipasi dampak sebaran minyak yang makin lebar. Pihak PHE-ONWJ membagikan ribuan meter oil boom kepada para nelayan. Agar tumpahan minyak tak merangsek ke bibir pantai. Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492
Kepada KBE, Ketua Pokmaswas Desa Sukakerta, Ta y a n t o m e n g a t a k a n , PHE-ONWJ telah membagikan ribuan meter oil boom, yang di sebar di seluruh Pantai Utara Karawang. Agar tumpahan minyak tidak sampai daratan. “Tujuannya agar tidak Ke Hal...7
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
OIL BOOM : Nelayan Tangkolak, Desa Sukakerta, Cilamaya Wetan, saat memasang oil boom, di bibir pantai. email: karawangbekasiekspres@gmail.com,
redaksikarawangbekasi@gmail.com
OPINI
SELASA, 27 AGUSTUS 2019
2
Dewan Kesenian Karawang Harus Lebih Tampil Oleh: HENDRA WP DEWAN Kesenian Karawang lahir bukan sebagai pelaksana proyek kesenian,
melainkan sebagai lembaga strategis yang merancang cetak biru keseniankebudayaan kabupaten. Ia adalah lembaga ahli sebagai
mitra konsultatif pemerintah sekaligus promotor dinamika kesenian-kebudayaan kabupaten. Dalam rasionalitas rezim
Orde Baru, berbagai taman budaya dan dewan kesenian adalah agen idealisasi kebudayaan yang diimpikan. Praktik rezimentasi kesenian-kebudayaan ala Orde Baru pada ujungnya menjauhkan masyarakat dari problematika, dinamika, dan wacananya sendiri. Akibatnya, sebagian seniman dan masyarakat apriori atau tak acuh pada praktik kesenian-kebudayaan kotanya. Kondisi itu gampang ditemui di kota-kota atau daerah (kabupaten) di Indonesia, tak terkecuali di Karawang khususnya dan Jawa Barat umumnya. Tugas dewan kesenian itu, adalah sebagai pendukung kekuasaan rezim, yang berkuasa untuk membantu menancapkan pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat Karawang. DKK punya wilayah, otoritas, termasuk program tersendiri, untuk menggali, melatih, melestarikan dan mempromosikan hasil karya dan estetika karya senimannya, kesenian-kebudayaan yang hidup di masyarakatnya. Ironisnya, kenapa pemerintah harus setengah hati membantu dalam mengoptimalisasian anggaran, seharusnya DKK disokong penuh oleh pemerintah notabene dananya berasal dari uang rakyat. dan tidak mungkin pemerintah mampu untuk turun langsung melakukannya, otomatis lewat kelembagaan non pemerintah yaitu Dewan Kesenian. Berkaca pada hal-hal itu, mesti diupayakan suatu
konstruksi masyarakat dan kebudayaan yang padu. Relasi keduanya bukanlah sesuatu yang berjalan dan bekerja secara otomatis. Masyarakat dan kebudayaan, sesuai dengan teori konstruksi sosial, tidak hadir secara alamiah dan tumbuh dari suatu esensinya yang ontologis melainkan adalah buatan, konstruksi, dan produksi manusia sendiri. Maka, sangat rasional jika kabupaten-kota di Jawa Barat terutama yang telah mempunyai wadah dewan kesenian—menyiapkan cetak biru kesenian-kebudayaannya secara realistik, namun futuristik. Usaha tersebut memang tak mudah mengingat kurang suburnya wacana atau dialektika kesenian dan mandulnya kritik kebudayaan kita selama ini. Masalahnya, siapa atau lembaga apa yang mampu memindai, memetakan, serta menjabarkan keistimewaan atau tantangan setiap daerah hingga dihasilkan pemahaman holistik dan pola kerja integral bagi berbagai praksis kesenian yang ada. Masyarakat seniman dan pekerja seni (termasuk pemikir kebudayaan dan kritikus) harus mendesak aparat pemerintah agar bekerja lebih keras menginisiasi konstruk kebudayaan ideal yang diidamkan bersama. Juga, segenap pengurus lembaga seni “plat merah”— yang dikucuri dana rakyat via APBD—perlu disemangati agar mau terbuka, serius mengaji dan memetakan potensi kreatif kota, dan
menolak berasyik-masyuk atau “berseni-seni” di tubuhnya sendiri. Pada hemat saya, selain sebagai “think-tank” atau lembaga strategis perancang cetak biru kesenian-kebudayaan kabupaten, dewan kesenian harus berfungsi sebagai pusat data dan dokumentasi, serta mitra konsultatif (yang otoritatif) pemerintah. Selain itu, dewan kesenian bisa berperan sebagai promotor, dinamisator atau fasilitator praktik kreatif seni kotanya. Namun, ia bukanlah leveransir atau legitimator praktik kurasiseni. Juga, lembaga ini perlu mengembangkan diri sebagai wahana jejaring seni yang tangguh dan punya pengaruh luas. Untuk merealisasikan fungsi-fungsi ideal tersebut, pengurus harus membenahi tujuan strategis, pola kerja, program sampai dengan— yang amat penting!—paradigma atau dasar filosofis konstruk kebudayaan kabupaten yang dinamis. Masalahnya, apakah selama ini dewan kesenian telah atau mampu berperan secara ideal? .... kenapa?... mari saling intropeksi Kesan miring mesti ditepis, yakni: dewan kesenian sama-sebangun dengan organisasi atau kelompok kesenian lainnya, namun (beruntung) didanai oleh pemerintah. Jika dugaan ini terus berlanjut, tak syak, kelompokkelompok seniman yang jauh lebih aktif, kreatif dan kompeten di bidangnya bakal menggugat kebijakan irasional itu. Profesional-
isme pengelola yang perlu diberikan perhatian ekstra ialah siapa saja yang pantas mengelola dewan tersebut. Lazimnya lembaga semacam ini dikendalikan oleh kalangan seniman sendiri. Tak jarang unsur pertemanan atau koneksi turut campur yang, bisa jadi, menghambat laju organisasi. Praktik permisif mesti dihindarkan. Pantaslah aspirasi seniman, pekerja seni, pemikir kebudayaan atau pemangku kepentingan umumnya—termasuk aspirasi birokrasi—diakomodasi dan dijalankan oleh pengurus dewan kesenian. Pimpinan yang dibutuhkan ialah manajer tangguh, bukan figur-figur improvisatif dengan kompetensi manajemen tanggung. Jelas, pengelolaan dewan adalah domain manajerial. Dan dalam manajemen modern, adalah niscaya semua kegiatan dan keputusan dibuat transparan dan akuntabel. Sisi finansial, bagian lanjutan yang potensial melahirkan syak-wasangka, mesti diaudit secara benar oleh akuntan publik. Sudahkah itu semua dilaksanakan? Betapa penting kesenian-kebudayaan dalam pembangunan karakter bangsa, maka peran dewan kesenian sangatlah strategis. Harapannya, lembaga ini jangan beraksi sebagai organisasi seni partisan belaka. *) Kritikus, Pemerhati dan pelaku Teater Lumbung Actor Laboratory Lab Teater Lumbung, Mantan ketua 1 Dewan Kesenian Karawang
PDAM Gandeng Atrium, Ini Catatan DPRD... KARAWANG- Perusahaan asal Malaysia, Atrium Consult Sdn Bhd, yang saat ini terus menjajaki kerjasama dan investasi Water Treatment (Pengolahan Air Bersih) di Karawang mendapatkan apresiasi dengan berbagai pihak. Setelah mendapatkan dukungan dari Pemda Karawang, kerjasama Atrium Consult Sdn Bhd dengan PDAM Tirta Tarum ini juga didukung oleh DPRD Karawang. Anggota DPRD Karawang, Danu Hamidi mendukung kerjasama dan investasi dari Atrium Consult Sdn Bhd dengan Pemda Karawang cq PDAM Tirta Tarum. “Untuk kerjasama yang sa-
ling menguntungkan antara PDAM dengan perusahaan Malaysia (Atrium) kita dukung tentunya harus sesuai dengan aturan,” ucap Danu kepada awak media. Untuk itu, Danu meminta kepada Atrium agar memperjelas mengenai bentuk kerjasama dengan PDAM. Selain itu juga harus diperjelas mengenai durasi kerjasama tersebut. Selain mendukung, Danu juga mencatat beberapa hal yang perlu dikritisi dalam rencana Atrium berinvestasi di Karawang yaitu pertama tidak diundangnya lembaga DPRD ketika mengadakan ekspos
atau paparan. Saat ekspos beberapa waktu lalu diketahui hanya unsur eksekutif saja yang diundang oleh pihak Atrium. “Harusnya DPRD diundang juga saat ekspos, karena nantinya harus ada persetujuan DPRD, mengingat Atrium akan investasi di Karawang dengan waktu yang cukup lama,” jelasnya. Catatan kedua, kata Danu yaitu dampak yang harus dibahas dalam investasi pengolahan air bersih ini sehingga harus diperjelas sasaran pasarnya apakah untuk konsumen rumah
Anggota DPRD Karawang, Danu Hamidi
tangga atukah untuk industri. “Kalau target pasarnya masyarakat biasa kita harus hitung dulu jangan sampai membebani masyarakat dengan tarif yang lebih mahal,” tandasnya. (bbs/mhs)
Kelas Melukis (2/TAMAT) Cerpen, BIYANK ALEJANDRA Ia membanting dirinya di atas tempat tidur. Di situlah dulu suaminya kerap menggumulinya. Ia masih mencium bau keringat lelaki itu. Lelaki yang selalu saja marah setiap kali Siti Alimah menghabiskan waktu duduk meringkuk di dalam kamar mandi. Awalnya, lelaki itu akan menjerit-jerit dan menggedor pintu kamar mandi, dan tak berapa lama kemudian ia sudah membanting piring atau vas bunga. “KAU gila. Kau sudah gila, dasar perempuan terkutuk!” teriak suaminya. Dan, setiap kali itu pula, Siti Alimah semakin betah mengurung diri di dalam kamar mandi. Setelah berjam-jam yang mengerikan, setelah lantai penuh pecahan beling dan suaminya terduduk di sofa kecapekan, Siti Alimah akan keluar dari kamar
mandi, memeluk lelaki itu, dan berkata, “Aku mencari kedamaian.” “Kau tidak merasa damai duduk di sampingku?” suaminya bertanya lemah. Matanya bengkak dan pipinya sembap. Siti Alimah menggeleng. “Kedamaian seperti masa kecil,” gumamnya. Suaminya tahu Siti Alimah menjalani masa kecil yang unik. Ia memiliki tenaga yang tak habis-habisnya. Dan, dengan pasokan tenaga itu, Siti Alimah terus berceloteh, berlarian, memanjat tiang rumah, tiba-tiba sudah berada di seberang jalan raya, duduk-duduk di wuwungan rumah, dan lain sebagainya. Capek menghadapi tingkah Siti Alimah, orang tuanya kemudian mengunci Siti Alimah di kamar mandi. Kadang, pasangan itu lupa
hingga berjam-jam dan baru ingat setelah mereka hendak pergi ke kamar mandi untuk kencing atau mandi. Waktu-waktu Siti Alimah yang berharga ia habiskan di kamar mandi. Ia lalu jadi pemurung, penyendiri, dan kadang kala, tanpa dipaksa oleh orang tuanya, Siti Alimah akan masuk sendiri ke dalam kamar mandi, duduk meringkuk berjamjam dengan pakaian yang basah. Kebiasaan berdiam di dalam kamar mandi itu terbawa hingga Siti Alimah menikah. Dan, setelah enam tahun, lelaki itu akhirnya menyerah. Lelaki itu merasa dirinya tidak berarti apaapa bagi Siti Alimah. Lelaki itu tidak bisa membuat Siti Alimah merasa damai dan terlindungi. Hanya kamar mandi yang bisa. Dan, dalam sidang perceraian, lelaki
itu berkata, “Perempuan itu seharusnya menikah dengan kamar mandi, Yang Mulia.” Mereka bercerai. Lelaki itu pergi entah ke mana. Dan Siti Alimah mendaftar kelas melukis. Seperti bulanbulan awal pernikahannya dulu, Siti Alimah berhasil melupakan kebiasaannya mengurung diri di dalam kamar mandi. Dan, seperti dulu pula, akan tiba suatu hari di mana pikiran Siti Alimah mendadak terasa penuh, dan hasrat untuk kembali ke kamar mandi tak tertanggungkan. Seperti kini, ketika ia bangkit dari tempat tidurnya, mengumpulkan semua kertas dan kanvas, lantas membakarnya di halaman belakang rumah. Siti Alimah hanya ingin berada di dalam kamar mandi. Damai dan aman. (*)
Hubungi Bagian Iklan JAMIL : 0838 0765 0426 KEHILANGAN S AT U B U A H B P K B M O B I L MERK NISSAN X-TRAIL NO.POL : T 1186 TQ DENGAN NO.KA : MHBF3CF1CEJ000022 NOSIN :QR25005580L WARNA HITAM TAHUN 2014 STNK ATAS NAMA ENTANG FITRIANA DENGAN NOMOR BPKB : M-03363817 HILANG BPKB MOBIL ISUZU B 9696 HW TH 1997 BIRU PUTIH A/N I NYOMAN YASTIKA D/A KP PULO RT 01/04 PINANG RANTI -JAKARTA.NOKA MHCTBR54BVCO15265 NOSIN E015265
LOWONGAN KERJA BTH: (1)TSS.MIN.D3 T.MESIN/T. INDUSTRI/T.ELEKTRO/METALURGI (2)SALES.MIN.SMA MAX40TH.PNY MOTOR&SIM C. SIAP MENGIKUTI TRAINING PRODUCT KNOWLEDGE DI JAKARTA.(BIAYA AKOMODASI PP & KOST 1BLN DISIAPKAN).KIRIM LMRN: HRD.IMG@GMAIL.COM
KEHILANGAN TELAH HILANG BUKU KIR B 9964 MQ JKT 678017 HUB 081382232360
KEHILANGAN KEHILANGAN SURAT T A N D A N O M O R KENDARAAN BERMOTOR (STNK) DENGAN NOMOR REGISTRASI B 2074 KKL ATAS N A M A Y U L I A N A , A L A M AT J L KEMANDORAN TUGU PEKAYON GG H TABRIH NO.9 RT 003/022, D E S A P E K AY O N J AYA , KECAMATAN BEKASI SELATAN, MOBIL DAIHATSU AYLA, JENIS MOBIL PENUMPANG / MINIBUS.
KEHILANGAN
SATU BUAH BPKB MOBIL MERK NISSAN GRAN LIVINA NO.POL : T 1273 AG DENGAN NO.KA : MH8BG1CG1F J096356 NOSIN : HR15932790B WARNA MERAH TAHUN 2012 STNK ATAS NAMA WINDA SYAM IBNU DJATMIKO DENGAN NOMOR BPKB : J.01035922 TELAH HILANG SHM NO SPPT 32.18.121.001.007.0101.0 LT 912 M² A/N MINAH LOKASI KP.PULO SIRIH RT 002/001 DS SUKA JADI KEC SUKA KARYA-BEKASI TELAH HILANG SHM NO 03372 LT 731 M² A/N SUTARMAN SARJANA HUKUM LOKASI BELANGWETAN KEC KLTEN UTARA KAB KLATEN
DIJUAL RUMAH
Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288
LOWONGAN KERJA
Dicari :
1. Technical Sales Spv 2. Sales
[1 Dan 2] Max. 45 Tahun 1. Pend. Min. DIII T. Mesin, T. Industri dan Metalurgi 2. Pend. Min. SMA/SMK/STM [1 Dan 2] Punya Motor Pribadi dan SIM C CV Lengkap di email hrd.img@gmail.com
SELASA, 27 AGUSTUS 2019
Semangat Baru Urang Subang
IMBAUAN BUPATI Berdasarkan Surat Edaran bernomor KS.01/380/Kesra per tanggal 27 februari 2019: Mengistruksikan setiap instansi pemerintahan menggelar penggalangan dana “Peduli Thalsemia” menindaklanjuti data yang dirilis Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI/ POPTI) saat ini ada sebanyak 129 penyintas thalasemia yang tersebar di 30 kecamatan se-Subang. Adapun penyerahan bantuan dana dapat diserahkan ke Bagian Kesra Setda Subang atau via transfer ke rekening a/n Peduli bencana Kab.Subang: 0092084965100. Demikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Bupati Subang Ruhimat
PAD FERI KOSASIH/KBE
PERSIAPAN: Sekwan dan Kapolsek Subang meninjau langsung lokasi pelantikan anggota DPRD Kabupaten Subang yang akan digelar 4 September 2019 mendatang.
Sekwan Sebar 600 Undangan Untuk Hadiri Acara Pelantikan Anggota DPRD Terpilih
Pemkab Gandeng KPP Pratama SUBANG – Untuk meningkatkan PAD, Pemkab Subang melakukan penandatangan MoU dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama pada Senin (26/8/2019). Kerjasama ini diantaranya guna mendongkrak PAD dari sektor pajak. Penandatangan dilakukan oleh Bupati Subang dan Kepa la Kanwil DJP Jawa Barat II Yoyok Satiotomo. Dalam kerjasama ini, salah satunya guna meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kepatuhan, kesadaran masyarakat tentang pematuhan hak dan kewajiban perpajakan dan peningkatan optimalisasi peenrimaan pajak dan pendapatan asli daerah. “Dari MoU ini kami harapkan adanya penerimaan PAD lebih optimalkan lagi, ini yang utama. Selanjutnya, pengetahuan dan kemampuan aparatur di bidang perpajakan, pemanfaatan data dan informasi perpajakan dan perizinan lebih optimal sesuai dengan ketentuan peraturan,” kata Bupati Ruhimat. Hal yang sama juga disampaikan Kepala Kanwil DJP Jawa Barat II Yoyok Satiotomo. Yoyok mengatakan, secara mendasar kerjasama itu ditekankan pada pemahaman dan pengetahuan pajak, yang ujungnya diharapkan akan mendongkrak PAD Subang. “Kita harapkan dari kerjasama ini, ke depan penerimaan PAD Subang bisa lebih optimal,” ujarnya. (fri)
Seluruh Puskesmas Darurat Mobil Jenazah SUBANG- Kondisi minim masih terjadi di seluruh Puskesmas di Kabupaten Subang. Sampai saat ini tak satupun Puskesmas memiliki mobil jenazah. Sebanyak 40 Puskesmas itu saat ini baru memiliki mobil ambulance. Sekdis Dinas Kesehatan Syamsu Riza mengatakan, dari 40 Puksesmas yang ada di Kabupaten Subang, tak satupun yang memiliki kendaraan jenazah. Saat ini, jika dibutuhkan, Puskesmas memanfaatkan mobil ambulance untuk membawa jenazah ke rumah duka. “Kita belum punya mobil jenazah, baru ada ambulance. Secara fungsi memang itu bukan jenazah, tapi atas nama kemanusiaan, mobil ambulance yang ada digunakan juga untuk membawa jenazah,” katanya. Sementara itu, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi meminta, driver ambulance tidak ada alasan untuk tidak membawa jenazah jika dibutuhkan. Dia mengatakan, sisi kemanusian harus dikedepankan ketimbang SOP. “Satu sisi memang ada peruntukannya, tapi sisi kemanusiaan harus dikedepankan. Jangan sampai ada cerita jenazah tidak dibawa, apalagi sampai digendong oleh keluarganya,” kata Wabup. (fri)
SUBANG-Sekertaris DPRD Subang Ujang Sutrisna didampingi Kapolsek Subang Kompol Iwan Setiawan meninjau langsung tempat untuk pelantikan anggota DPRD Kabupaten Subang tanggal 4 September 2019 mendatang. Ujang mengatakan, dalam persiapan ini pihaknya bekerja sama dengan pihak terkait dari unsur TNI/Polri beserta jajaran Satpol PP dan Dishub.
Hal itu guna mengantisipasi dan demi kelancaran dan kenyamanan para tamu undangan yang hadir saat mengikuti acara pelantikan. “Dan kita sudah siapkan 600 undangan dalam acara nanti,” ujarnya. Sementara Kapolsek Subang Kompol Iwan Setiawan mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan pihak TNI, Diahub dan Satpol PP menyiapkan 540 personil guna pengamanan. “Insya Alloh kita akan siap mengawal selama proses pelantikan anggota DPRD Kabupaten Subang tanggal 4 September mendatang,” ujar Kapolsek.
Sebelumnya, diusulkan dua tempat untuk acara pelantikan itu. Dimana ada dua opsi yang menjadai pilihan tempat pengambilan sumpah 50 wakil rakyat itu, Pasar Inpres dan Makam Pahlawan. “Ada aspirasi seperti itu, tidak indoor tapi di tempat terbuka,” kata Ujang Sutrisna saat itu. Beberapa alasan pelantikan legislator di Pasar Inpres itu diantaranya adalah, mendekatkan wakil rakyat dengan rakyat dan pelantikan di Pasar Inpres yang diantaranya salah satu sudutnya digunakan untuk pem-
buangan sampah sementara itu, menjadi isyarat, ada masalah di tengah masyarakat yang menanti gebrakan wakil rakyat Sementara pelaksanaan di Area Makam Pahlawan, sebagai pengingat, bahwa akhir dari segala kehidupana dalah kematian. Dengan demikian diharapkan, para wakil rakyat menjalankan kegiatannya sesuai dengan tupoksinya dan tidak menyimpang d a r i a t u r a n s e ja k d a r i pikiran. “Tentu saja aspirasi itu kita terima, untuk kemudian didiskusikan,” jelas Ujang. Pegiat Pusat Kajian Otono-
mi Daerah (Puskoda) Yaya Sudarya menyatakan sependapat dengan usulan itu. Dia menegaskan, dengan pelantikan dan pengambilan sumpah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara atau Area Makam Pahlawan akan berdampak positif setelah mereka menjabat. “Ini patut dilakukan. Dan ini tidak pernah terjadi di Kabupaten Subang selama ini. Tentu saja, sebagai wakil rakyat, mereka harus kembali ke rakyat, ini bisa dimulai dari saat mereka mengambil dan mengcuapkan sumpah jabatan,” tegas Yaya. (fri)
UMKM Tunjukkan Hasil Optimal SUBANG- Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Subang terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Bahkan pada tanggal 2325 Agustus di Metro Indah Mall Bandung. berhasil meraih 3 penghargaan yaitu juara I untuk kategori terinspiratif, juara II untuk kategori inspiratif produk, dan juara III untuk kategori peraihan omzet terbanyak. “Ini jelas-jelas Jawara dan semoga saja bisa terus meningkatkan kualitas produknya sehingga keberadaan UMKM benar-
benar jaya, istimewa dan sejahtera alias Jawara,” kata Bupati Subang, H.Ruhimat didampingi Wakilnya Agus Masykur usai menerima penghargaan dari Gubernur Jabar yang diterima Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP), Senin (26/8/2019). Dengan diterimanya penghargaan saat pameran, harus terus menjadi pemicu dalam pembinaan terhadap pelaku UMKM, terutama dalam bidang kemasan dan pemasarannya. Sebab,daerah Subang
yang kaya dengan kuliner, craft handmade, termasuk batik dan produk lainnya dari anggota anggota koperasi dan UMKM sehingga lebih inovatif, kreatif, unik dan inspiratif. “Jangan sampai puas diri tetapi jadikan sebagai pemicu untuk lebih dalam pelayanan dan pembinaan,” harap Bupati. Ke p a l a D i n a s KU P P Subang, H.Rahmat melalui Kabid UMKM, Hj. Yeni mengatakan, pihaknya dalam pembinaan di tingkat Kabupaten selalu mengadakan pameran. Hal ini sesuai dengan arahan
Bupati dan Wakil Bupati Subang yang berkeinginan untuk mebangkitkan kembali kejayaan koperasi di Kabupaten Subang. “Kita terus berupaya untuk mewujudkannya dan sejak dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati, hingga saat ini sudah terbentuk 61 koperasi baru, diharapkan jumlah ini akan terus bertambah dan akan tumbuh koperasi unggulan diberbagai daerah di Kabupaten Subang,” katanya. Apalagi dengan adanya PLUT KUMKM Subang, yang telah hampir 4 ta-
hun turut berperan dalam pengembangan koperasi dan UKM di Kabupaten Subang. Sejak beroperasi akhir 2015 lalu, PLUT KUMKM Subang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para UMKM Kabupaten Subang. “UMKM yang baru kita berikan fasilitas gratis, diantaranya ada alat, desain label produk dan foto produk. Sepanjang tahun 2018 sebanyak 38 KUMKM telah terfasilitasi dengan jumlah nominal Rp. 690.000.000,” pungkas Yeni. (fri)
Galuh Pakuan Segera Bangun Balai Benih SUBANG- Untuk mendukung kerjasama antara Pemkab Subang dengan Pemprov DKI Jakarta, khussusnya dalam pemenuhan kerjasama pangan dan pertanian, Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan, segera membangun pusat penelitian dan balai benih, di Hutan Ranggawulung. Menurut Patih LAK Galuh Pakuan Rahyang Wawan Renggo, keberadaan pusat penelitian dan balai benih itu, akan sangat mendukung kebutuhan pemenuhan pangan dan hasil pertanian lainnya, dalam memen-
uhi permintaan DKI nanti. Sekaligus untuk memenuhi kebutuhan para petani di kawasan desa berbasis rempah, dalam menuju Subang sebagai poros maritim berbasis rempah, ketika pelabuhan Patimban sudah beroperasi. “Jadi kita nanti LAK Galuh Pakuan segera menyiapkan pusat penelitian dan balai benih berbagai tanaman hortikultura dan tanaman rempah-rempah, dan akan kita siapkan disana, untuk memenuhi kebutuhan kerjasama antara Pemkab Subang dengan Pemprov DKI Jakarta, juga untuk memen-
uhi kebutuhan masyarakat petani di kawasan desa berbasis rempah, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan benih nasional,” kata Wawan yang akrab dipanggil Bah Renggo kepada wartawan di Subang (25/8/2019). Keberadaan pusat penelitian dan balai benih itu dikatakan Bah Renggo, akan bersinergi dengan Balai Penelitian Tanaman Tradisional dan Obat-obatan (Balitro) dan Balai Penelitian Tanaman Buah-buahan dan Hortikultura di bawah Kementerian Pertanian. “Tentunya kita nanti akan
bersinergi dengan balaibalai penelitian yang ada di bawah Kementan,” ujarnya. Bah Renggo menambahkan, keberadaan pusat penelitian dan balai benih itu nanti, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan Pemkab Subang, untuk meningkatkan SDM para petani dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. “ Na n t i n y a p u s a t p e nelitian dan balai benih itu bisa bermanfaat bagi masyarakat Subang, dalam meningkatkan SDM, dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional,” pungkas Bah Renggo.(fri)
BALAI BENIH: Lokasi yang akan dibangun Balai Benih di Hutan Ranggawulung.
SELASA, 27 AGUSTUS 2019
PENDIDIKAN
4
SMAN 2 TJT Santuni Anak Yatim Dalam Memperingati Kemerdekaan
KARAWANG – Ada yang berbeda pada pelaksanaan pembagian hadiah lomba dalam memperingati hari kemerdekaan. SMAN 2 Telukjambe Timur memberikan bantuan santuan ke 54 anak yatim. Koordinator kegiatan, Liah Spd menyampaikan, bahwa pembagian santunan tersebut merupakan program sekolah berbagai terhadap sesama yang dilakukan rutin setiap tahunnya. Bukan hanya pada pelaksanaan kemerdekaan saja, bahkan pembagian santunan tersebut kerap dilakukan di setiap momen perayaan hari besar lainnya. “Alhamdulilah hari ini kita masih diberikan kesempatan juga untuk berbagi kepada sesama,” ucapnya kepada KBE, kemarin. Untuk pembagian santunan sendiri, kata dia, berupa uang ke setiap masing-masing siswa. Yang diharapkan mampu bisa mengurangi beban hidup mereka di rumah. “Semoga bermanfaat aja, bagi mereka yang membutuhkan,” tuturnya. Bukan hanya itu bahkan, menurut dia, dengan berbaTOYIB/KARAWANG BEKASI EKSPRES
gai bantuan besar kecilnya keluaraga besar sekolah. Yang peduli terhadap siswa yang kurang memiliki keluaraga yang sempurna seperti siswa lainnya. “Maka dengan adanya sekolah diharapkan bisa menjadi salah satu tumpuan keluaraga mereka dalam menjalani kehidupannya. Kita sudah anggap mereka seperti keluaraga anak-anak kita sendiri,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala SMAN 2 Telukjambe Timur, Evi Taufik Mpd berharap semoga apa yang tengah diberikan oleh keluaraga besar sekolah itu bisa memberikan semangat, mereka dalam menjalani segala hal baik di sekolah maupun di lingkungan mereka masingmasing. “Semua keluarga besar sekolah akan terus menyangi mereka seperti menyangi anak-anaknya sendiri. Alhamdulilah walaupun tidak seberapa yang penting itu bisa membantu mereka,” imbuhnya. Sementara salah satu siswi, Indah Gita Cahyani mengaku bersyukur dan berterimkasih kepada sekolah yang sudah mau peduli dan memperhatikan siswanya selama di sekolah. “Seneng karena sudah seperti keluaraga sendiri terimakasih buat semuanya,” akunya. (oib)
Kurang Fasilitas, Siswa Antusias Berlatih Ekskul KARAWANG – Meski sarana dan prasana sekolah tidak memadai. Namun, tidak membuat siswa SMPN 3 Cikampek patah semangat dalam mengembangkan potensi diri. Terlihat antusias siswa dalam mengikuti latihan ekskul hadrah di sekolah. Salah seorang siswi kelas VII A SMPN 3 Cikampek, Nadia Mahira Sabrina mengatakan, jika melihat dari sarana dan prasana di sekolah tentu tidak memadai. Karena sekolahnya belum memiliki bangunan sendiri. “Soalnya, sekolah kami masih numpang di SDN 1 Kalihurip,” ucapnya kepada KBE, kemarin. Menurut Nadia, meski banyak kekurangan dalam fasiltas sekolah. Namun hal itu bukan menjadi alasan untuk mengembangkan potensi. Melainkan harus
dijadikan sebagai motivasi diri, bahwa bisa bersaing dengan sekolah lain. “Justru, kita harus membuktikan bahwa kita mampu bersaing untuk mendapatkan prestasi dengan sekolah lain,” tuturnya. Maka tak heran, jika siswi yang memilliki wajah cantik ini mengaku, selalu antusias dalam mengikuti latihan ekskul hadrah yang ikutinya. “Walau sarana dan prasana kaya gini, tapi kita tetap bersemangat dalam latihan. Biar bisa mendapatkan prestasi dan bisa membawa nama baik sekolah,” akunya. Sementara itu, siswa lainnya, Muhammad Fauzi Ramadhan menambahkan, tentu ingin sekali mempunyai gedung sekolah sendiri, tidak numpang di sekolah lain. Namun, jika mengeluh tidak akan baik, manfaatkan fasilitas sarana dan prasa-
rana yang ada. “Kita tetap semangat latihan ekskul hadrah, agar bisa mengembangkan kemampuan. Selain itu kita bisa kompak dan solid, agar pada saat lomba yang diikuti bisa tampil bagus. Sehingga bisa membawa nama baik sekolah,” ungkapnya. Kepala SMPN 3 Cikampek, Ely Herlina mengatakan, meski belum mempunyai gedung sendiri, namun para peserta didik tetap bersamangat dalam mengembangkan potensi. Mudahmudahan tahun ini bisa memiliki gedung sendiri. “Saya harap kepada siswa untuk selalu giat belajar, agar bisa meningkatkan kualitas diri. Sehingga bisa mencapai masa depan gemilang. Jadikan kekurangan sebagai motivasi diri, buktikan bahwa kita,” pungkasnya.(oib)
TOYIB/KARAWANG BEKASI EKSPRES
TOYIB/KARAWANG BEKASI EKSPRES
SMKN 1 Karawang Gelar LDKS KARAWANG – Banyak hal yang dilakukan dalam belajar menambah pengetahuan dan pengalaman. Seperti yang dilakukan siswa SMKN 1 Karawang saat mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Salah seorang siswa, Muhamad Adi Ab dilah mengatakan, jika hanya mendapatkan pelajaran tentang mata pelajaran di sekolah saja itu sama halnya dengan siswa biasa lainnya. Tapi, bagi dia, ketika sudah masuk dalam sistem kepengurusan oraganisasi seperti OSIS itu akan menambah pengetahuan tentang belajar berorganisasi. “Bahwa guru yang terbaik adalah pengalaman, dan itu memang benar. Karena
pengalaman akan didapatkan dari pengalaman diri sendiri bukan dari orang lain,” katanya kepada KBE, kemarin. Alasannya untuk masuk dalam kepengurusan OSIS tersebut, ketika siswa sudah mengerti dan paham tentang aturan. Memikirkan sekolah ke depan itu sudah menjadi nilai tambah bagi siswa itu sendiri. Karena tak banyak dari siswa yang ada di sekolah untuk mau turun membantu kemajuan sekolah. “Saya ingin belajar lebih saja, dan memberikan kontribusi bagi sekolah dengan membuat programprogram yang bisa membawa nama baik sekolah ke depan. Aktif di kepengurusan dan menjadi siswa yang berprestasi,” akunya.
Hal serupa juga disampaikan siswi lainnya, Widya Safitri mengungkapkan, bahwa banyak pelajaran di dalam berorgansasi selain belajar tentang aturan di dalam beroraganisasi. Juga belajar tentang bagaimana menyatukan sebuah perbedaan untuk menjadi satu tujuan bersama. “ B e l aja r ke ko mp a k a n serta belajar lebih dewasa untuk memahami anatar satu sama lain. Karena disini bukan hanya satu dua orang tapi banyak,” ucapnya. Bagi perempuan yang memiliki wajah manis ini mengaku jika hal tersebut sudah ditekuninya sejak duduk dibangku sekolah dasar dulu. Maka tak heran jika ia merupakan salah satu siswa yang aktif di sekolah.
“Pengalaman berorganisasi sudah dari sekolah d u lu , s d s mp n ba h ka n sampai sekarang juga selalu ikut jadi pengurus,” terangnya. Sementara itu, Wakil Ketua Osis SMKN 1 Karawang, Wahyu menyampaikan, bahwa dalam pelaksanaan latihan dasar kepemimpinan siswa kali ini diikuti oleh setiap ketua eskul. Serta siswa kelas 10 dan 11 selain pengurus osis. “Tak hanya pengalaman dalam berorganisasi namun mereka juga diberikan berbagai materi dan games yang bisa melatih kekompakan mereka. Kita khususkan ke adek kelas sebagai generasi kita nanti ke depan, semoga bisa membawa sekolah lebih baik lagi,” pungkasnya. (oib)
Hidroponik Media Terapi Anak Berkebutuhan Khusus UCUP (15) antusias mencabut sayur pakchoy segar siap panen. Tangannya tiada henti mencabut sayuran dari lubang di sisi atas pipa sepanjang 4 meter, di Kebun Hidroponik yang dikelola Kelompok Berkebun (Pokbun) Flamboyan. Kebun Hidroponik Pokbun Flamboyan di Kelurahan Cisaranten Kidul, Bandung, mendapat tamu istimewa, yakni anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dari Sekolah Dreamable. Delapan anak berkebutuhan khusus, yang memiliki minat berkebun, diajari cara bercocok tanam di lahan terbatas dengan sistem hidroponik. Inilah salah satu program PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III dalam mensinergikan program CSR Pen-
didikan bagi ABK dengan program Pemberdayaan Masyarakat Pokbun Flamboyan. Kedua program ini merupakan binaan Terminal BBM Bandung Group. Menurut Yulianti, salah satu Pendiri Sekolah Dreamable, kegiatan berkebun merupakan media terapi anak berkebutuhan khusus untuk menstimulasi kemampuan emosional, sensorik, motorik, dan membangun konsentrasi serta komunikasi anak. “Tentunya tidak sekali ini saja, tetapi nanti akan kami praktekkan di sekolah, cara bercocok tanam dan pembibitan dimana dengan melakukan aktivitas secara rutin akan membantu proses belajar anak berkebutuhan khusus yang harus dilakukan secara berulang-ulang,” jelas
Yulianti. Senada dengan itu, Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kedua program CSR Pertamina. Bagi anak-anak adalah ilmu dan keahlian, sementara bagi Pokbun Flamboyan dapat menjadi pengalaman pertama para Penggiat Pokbun dalam melatih ABK. “Harapannya anak-anak mendapatkan satu pengalaman berharga. Serta, membekali mereka dengan hal bermanfaat dan skill yang akan berguna di kehidupannya kelak,” kata Dewi. Pokbun Flamboyan yang diketuai oleh Nurhayati Saidah, ditunjuk oleh Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung sebagai Pokbun
Percontohan. Pokbun yang beranggotakan lebih dari 10 orang tersebut, telah mandiri dan menjadi ‘laboratorium’ urban farming bagi semua pihak yang ingin belajar sekaligus praktek lapangan. Hasil berkebun awalnya hanya untuk konsumsi anggota pokbun. Kini produknya sudah dijual ke masyarakat, baik dalam bentuk sayuran maupun produk turunannya. Setelah memiliki pelanggan tetap di sekitar Cisaranten Kidul, Pokbun Flamboyan kini dapat meraup keuntungan hingga Rp 2,5 juta per bulan. Pendapatan tersebut digunakan untuk operasional pemeliharaan Pokbun, serta menjadi penghasilan tambahan untuk ibuibu Pokbun. (rls/rie)
SELASA, 27 AGUSTUS 2019
METRO KARAWANG
5
SOROT
Acep Jamhuri
Sekda: Anggaran Sudah Defisit 200 Miliar KARAWANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri menyebut defisit anggaran Pemda Karawang sebesar Rp 200 miliar terjadi karena adanya sikap pesimistis dari para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penggali sektor pajak dan retribusi. «Ada ketidak konsistenan dalam pengelolaan pajak dan retribusi tersebut dengan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur soal pajak dan retribusi ini,» ucapnya kepada KBE, Senin (26/08). Menurut Acep yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) ini, yang terjadi di lapangan adalah pelaksananya kurang konsisten dan seharusnya OPD konsisten terhadap target yang ditentukan oleh Perda. «Kalau sudah bentuk Perda target sekian seharusnya konsisten dong, tapi ini kenyataannya tidak seperti itu , sehingga berdampak kepada pendapatan yang berarti berdampak kepada belanja « ujarnya. Dikatakannya, kedepan untuk pengelolaan anggaran, dirinya akan melakukan berbagai revisi anggaran, melaui dua langkah alternatif, pertama meningkatkan pendapatan dan kedua mengurangi belanja. «Semua kegiatan yang tidak perlu akan kita revisi lagi, kita akan mengurangi belanja-belanja yang tidak penting, rapat-rapat sosialiasi, pengadaanpengadaan yang tidak perlu dan lainnya,» ucapnya Lanjutnya, pihaknya akan mengurangi dan akan menekan , karena defisit sudah mencapai angka Rp 200 miliar lebih. Dirinya meminta kepada para kepala OPD untuk dapat mengefesiensikan anggaran di dinasnya masing-masing. «Kita harus berubah, cara mencari pendapatan harus dirubah, merubah belanja dan jangan lagi mengedepankan ego sektoral, « pungkasnya. (gie)
HUKRIM
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
PANEN GARAM : Tambak garam terintegrasi di Desa Muara Baru, Cilamaya Wetan hasilkan ratusan ton garam dalam sekali panen.
Harga Garam Makin Anjlok Tembus Rp. 350 per Kilogram C I L A M AYA W ETA N – Tambak garam terintegritas di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, tengah masuk musim panen. Imbas dari kemarau panjang, produktifitas petambak garam menjadi semakin tinggi. Bahkan, dalam satu kali panen, mereka dapat menghasilkan ratusan ton garam murni.
Namun, produktifitas tersebut tak diimbangi dengan harga jual yang layak. Beberapa bulan terakhir, petambak garam di Cilamaya serasa di cekik. Karena, harga garam terus merosot tajam. Jika harga normal, harga garam rata-rata di angka Rp. 1.000 per kilogram. Pada musim panen ini, harganya anjlok, menkadi Rp. 350 per kilogrammnya. “Harganya anjlok, jadi garamnya tidak langsung di jual ke pasar. Bakal di sim-
pan dulu,” ungkap Kepala Desa Muara Baru, Ato Sukanto kepada KBE. Kata Ato, apa bila harga tak kunjung stabil. Pemerintah Desa Muara Baru, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bakal membeli hasil panen para petambak garam disana. “Sekarang tidak ada yang mau menjual. Karena harganya murah. BUMDes yang bakal menampung,” katanya. Masih kata Ato, sejak puluhan petambak ber-
gabung, membuat tambak terintegritas. Produktifitas di 25 hektare tambak garam disana meningkat sangat tajam. Ia berharap, momentum tingginya produktifitas ini, bisa diimbangi oleh harga yang juga bersaing. Ato mendesak pemerintah, agar segera mengembalikan harga garam, menkadi normal kembali. “Kami sangat berharap, pemerintah bekerja untuk mengembalikan harga garam kembali normal, seperti
dulu lagi,” harapnya. Sementara, salah satu petambak garam, Rohim mengaku, petambak garam bakal merugi, apa bila menjual garam di angka Rp. 350 per kilogram. Di angka segitu, untuk ongkos produksi serta upah para pekerja, tidak bisa tertutup dari hasil menjual garam. “Jadi lebih baik di simpan dulu, sampai harganya normal. Kalau sudah normal, baru kita jual ke pasar,” pungkasnya. (wyd)
Soal Kompensasi, Banyak Orang Mengaku Nelayan
Mobil Guru Terkena Peluru Nyasar KARAWANG – Kaca mobil seorang guru SMP berlubang diduga akibat peluru nyasar saat terparkir di peternakan, Desa Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Minggu (26/8), pukul 13.00 wib. Pemilik kendaraan, Surya Sumirat (60), Guru Seni Budaya SMP Negeri 6 Karawang, terkejut saat melihat kendaraan kaca bagian belakangnya berlubang dan pecah. Awalnya, kata Surya, yang mendengar suara tumbukan keras didengar oleh mendengar sekitar pukul 13.00 WIB pada Minggu (25/8). “Kedengaran saat istri mau salat ada suara keras di luar,” kata Surya kepada KBE, kemarin. Karena mengantuk, Surya memilih tidur setelah mendapat informasi dari berbicara. Ia memuji baru melihat kaca mobil pecah sekitar pukul 15.00 WIB. “Kaca mobil bolong habis digunakan,” jelasnya. Surya panik, lalu dia menghubungi pembina TNI AD lokal untuk melaporkan kejadian. “Dicek, dicari bukan ketemu proyektilnya. Enggak tahu ini peluru nyasar atau ada yang sengaja nembak,” ungkapnya. Unit Identifikasi Kriminal Polres Karawang, yang mendapat laporan ke depan tentang melakukan TKP di rumah Surya. Informasi sementara, pemulihan kaca dilakukan dan dilakukan dalam jarak dekat. Saat membantah Surya pun meminta bantuan sedang menghadapi masalah, dan mendapati tidak ada informasi apa pun tentang masalah yang terjadi. (rie)
CILAMAYA WETAN – Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE-ONWJ) mengklaim, bakal bertanggung jawab sepenuhnya, atas kerugian nelayan terdampak tumpahan minyak yang terjadi di anjungan YYA-1, sejak 12 Juli 2019 lalu. Upaya itu sudah ditunjukan pihak PHEONWJ, dengan secara maraton. Mulai mendata kerugian dan seberapa banyaknya nelayan, yang terdampak tumpahan minyak tersebut. Namun, itikad baik Pertamina, untuk memberikan kompensasi, justru dimanfaatkan oleh sejumlah oknum, yang secara tiba-tiba beralih profesi sebagai nelayan. Dengan harapan, bakal menerima kompensasi besar dari PHE-ONWJ. “Benar, saat ini orang mulai berbondongbondong mendatangi kepala desa untuk di data sebagai nelayan,” ungkap Pokmaswas Desa Sukakerta, Yanto kepada KBE, kemarin. Yanto menjelaskan, niatan para oknum yang berharap mendapat kompensasi Pertamina, rupanya telah di endus oleh tim lapangan PHE-ONWJ. Tidak semua orang yang mengaku dirinya nelayan, petani tambak atau sebagainya, berhak mendapat kompensasi dari Pertamina. Pasalnya, sebelum
masuk pendataan sebagai penerima kompensasi. Masyarakat nelayan bakal di data dan di veritfikasi oleh tim Pertamina secara langsung. “Ya sekarang menbludak. (Di Tangkolak) Awalnya 900 sekarang sudah 1.200 lebih nelayan yang terdata,” katanya. Masih, kata dia, PHEONWJ telah menetapkan kualifikasi nelayan
yang bakal menerima kompensasi. Selain harus memiliki Kartu Nelayan. Menjadi syarat wajib, pekerjaan yang tertera di KTP dan KK, harus nelayan. “Kalau di KTP pekerjaan bukan nelayan. Tapi dia memang berprofesi sebagai nelayan. Wajib mendapat surat keterangan dari kepala desa,” jelasnya. Yanto mengakui, apa bila
pembagian kompensasi Pertamina tidak merata atau tidak adil. Aroma konflik antar warga dengan nelayan, sudah tercium sejak dini. Karena itu, ia berharap, agar tim verifikasi bekerja dengan teliti dan berhatihati, dalam menentukan siapa saja yang berhak, atas kompensiasi tersebut. “Kalau terjadi konflik, itu mungkin. Atau juga tidak.
Karena saat ini, kita tengah mengatur strategi,” ujarnya. Selain di data, kata dia, setelah di verifikasi, nelayan yang berhak menerima kompensasi tersebut bakal di konfirmasi dulu oleh kepala desa. Sebelum benarbenar di tetapkan sebagai penerima kompensasi. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan aman dan lancar,” harapnya. (wyd)
Soal Kompensasi, Banyak Orang Mengaku Nelayan CILAMAYA WETAN – Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE-ONWJ) mengklaim, bakal bertanggung jawab sepenuhnya, atas kerugian nelayan terdampak tumpahan minyak yang terjadi di anjungan YYA-1, sejak 12 Juli 2019 lalu. Upaya itu sudah ditunjukan pihak PHEONWJ, dengan secara maraton. Mulai mendata kerugian dan seberapa banyaknya nelayan, yang terdampak tumpahan
minyak tersebut. Namun, it ik a d b a ik Pert a mina, untuk memberikan kompensasi, justru dimanfaatkan oleh sejumlah oknum, yang secara tiba-tiba beralih profesi sebagai nelayan. Dengan harapan, bakal menerima k omp ensa si besar dari PHE-ONWJ. “Benar, saat ini orang mulai berbondongbondong mendatangi kepala desa untuk di data sebagai nelayan,” ungkap Pokmaswas Desa
Sukakerta, Yanto kepada KBE, kemarin. Yanto menjelaskan, niatan para oknum yang berharap mendapat kompensasi Pertamina, rupanya telah di endus oleh tim lapangan PHEONWJ. Tidak semua orang yang mengaku dirinya nelayan, petani tambak atau sebagainya, berhak mendapat kompensasi dari Pertamina. Pasalnya, sebelum masuk pendataan sebagai penerima kompensasi.
Masyarakat nelayan bakal di data dan di veritfikasi oleh tim Pertamina secara langsung. “Ya sekarang menbludak. (Di Tangkolak) Awalnya 900 sekarang sudah 1.200 lebih nelayan yang terdata,” katanya. Masih, kata dia, PHEONWJ telah menetapkan kualifikasi nelayan yang bakal menerima kompensasi. Selain harus memiliki Kartu Nelayan. Menjadi syarat wajib, pekerjaan yang tertera di KTP dan KK, harus nelayan.
“Kalau di KTP pekerjaan bukan nelayan. Tapi dia memang berprofesi sebagai nelayan. Wajib mendapat surat keterangan dari kepala desa,” jelasnya. Yanto mengakui, apa bila pembagian kompensasi Pertamina tidak merata atau tidak adil. Aroma konflik antar warga dengan nelayan, sudah tercium sejak dini. Karena itu, ia berharap, agar tim verifikasi bekerja dengan teliti dan berhatihati, dalam menentukan siapa saja yang berhak, atas
kompensiasi tersebut. “Kalau terjadi konflik, itu mungkin. Atau juga tidak. Karena saat ini, kita tengah mengatur strategi,” ujarnya. Selain di data, kata dia, setelah di verifikasi, nelayan yang berhak menerima kompensasi tersebut bakal di konfirmasi dulu oleh kepala desa. Sebelum benar-benar di tetapkan sebagai penerima kompensasi. “Mudahmudahan semua berjalan dengan aman dan lancar,” harapnya. (wyd)
SELASA, 27 AGUSTUS 2019
6
Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis
SEKILAS Penjualan Mobil Astra Anjlok JAKARTA - PT Astra International Tbk (Astra) mengupayakan keseimbangan bisnis pada paruh pertama 2019. Sektor otomotif yang menyumbang porsi terbesar mengalami penurunan performa. Penjualan otomotif roda empat mengalami penurunan hingga enam persen. Sementara roda dua naik delapan persen. Pendapatan bersih Grup Astra menurun enam persen dari Rp 10,3 triliun menjadi Rp 9,8 triliun. Presiden Direktur Astra, Prijono Sugiarto menyampaikan Astra melihat prospek jangka panjang. Strategi jangka pendek saat ini hanya menargetkan untuk jadi produsen dengan biaya terendah. Penjualan mobil menurun jadi 253 ribu unit meski pangsa pasar naik dari 48 persen jadi 53 persen di semester pertama 2019. Secara keseluruhan di pasar, penjualan otomotif menurun hingga 13 persen menjadi 482 ribu unit, menurut data Gaikindo. “Meski pangsa pasar naik, tidak menolong,” kata dia dalam konferensi pers pasca Public Expose di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, kemarin (26/8). Selain itu, divisi Agribisnis juga mengalami mengalami penurunan karena harga minyak kelapa sawit yang merosot. Prijono mengatakan peningkatan pendapatan dikontribusi oleh layanan finansial, infrastruktur khususnya jalan tol, juga tambang emas yang baru saja diakuisisi. Pendapatan dari layanan finansial naik 32 persen menjadi Rp 2,8 triliun. Ini dikontribusi oleh Bank Permata dengan pendapatan bersih Rp 711 miliar, naik dari Rp 289 miliar pada 2018. Prijono menyampaikan Bank Permata masih akan diperbaiki kinerjanya. “Semua perusahaan yang ada di Astra kami akan perbaiki, saya tidak bilang tidak akan dilepas atau dilepas, yang paling penting harus diperbaiki,” katanya. Ia juga menyampaikan rasio kredit bermasalah sudah membaik jadi 3,6 persen dari 4,4 persen pada akhir 2018. Selain itu Asuransi Astra Buana mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 9 persen menjadi Rp 540 miliar. Di divisi tambang, Prijono mengatakan sangat tertarik untuk menambah tambang emas meski pencariannya cukup sulit. Proses ini dilakukan oleh PT United Tractors Tbk (UT) yang dimiliki 59,5 persen sahamnya oleh Astra. UT melaporkan peningkatan pendapatan sebesar dua persen menjadi Rp 5,6 persen. Tambang emas berkontribusi hingga delapan persen dari total pendapatan. Produksi emas hingga paruh pertama 2019 yakni 230 ribu ons. (bbs/mhs)
INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA JAWA BARAT
Pabrik otomotif banyak berada di kawasan industri Cikarang, Karawang, Purwakarta, dan Bogor.
JAKARTA
ISTIMEWA
SOROT BISNIS: Menurut Gaikindo pemindahan ibu kota tidak perlu sampai memindahkan industri otomotif mengikuti ibu kota baru yang sudah ditetapkan.
Terdapat pabrik perakitan kendaraan di kawasan Sunter. Di antaranya milik Daihatsu, Honda (sepeda motor), Isuzu, Hino, serta BMW.
Industri Otomotif Tetap di Karawang-Cikarang Jangan Ikut Pindah ke Ibu Kota Baru KARAWANG- Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menanggapi rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur tepatnya di dua kabupaten yakni Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara yang baru diumumkan Presiden Joko Widodo, kemarin (26/8). Menurut Gaikindo pemindahan ibu kota tidak perlu sampai memindahkan industri otomotif mengikuti
ibu kota baru yang sudah ditetapkan. Industri otomotif Indonesia saat ini terkonsentrasi di Jawa Barat dan Jakarta. Di Jawa Barat, pabrik otomotif banyak berada di kawasan industri Cikarang, Karawang, Purwakarta, dan Bogor. Sementara di Jakarta terdapat pabrik perakitan kendaraan di kawasan Sunter. Di antaranya milik Daihatsu, Honda (sepeda motor), Isuzu, Hino, serta BMW. “Tapi kan tidak perlu yang namanya pabrik otomotif ada di dekat ibu kota. Coba lihat di Jerman, dulu Bonn terus pindah ke Berlin.
Pabrik Mercy di Stuttgart, pabrik BMW di Munchen, selatan, Porsche di Stuttgart. Dulu pabrik Mercy di Berlin ada, tapi karena itu pabrik tua,” kata Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto, kemarin (26/8). Menurut Jongkie perpindahan ibu kota tidak terlalu berpengaruh buat industri otomotif dalam negeri. Dia menyebut hampir semua merek mobil sudah memiliki dealer di Kalimantan buat menunjang penjualan yang dipandang memungkinkan mengalami peningkatan. “Andai kata di sana penjualan meningkat drastis
kita sudah punya dealer kok di sana. Semua merek punya dealer di Kalimantan, tinggal dibesarkan atau ditambah,” ujar Jongkie. Jongkie juga bilang memindahkan industri otomotif punya risiko, salah satunya pada tenaga kerja. Dia mengkhawatirkan penggantian lokasi bisa bikin banyak pengangguran. “Ini kan jalur pemerataan yang dilakukan pemerintah, di daerah juga dibuatkan kegiatan jadi tidak hanya konsentrasinya di Pulau Jawa. Kami tunjang dan kami dukung,” kata Jongkie. Jokowi telah memutuskan ibu kota pindah ke
dua wilayah di Kalimantan Timur, yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kertanegara. Dasar pemilihan dua kabupaten itu atas pertimbangan strategis dan manajemen bencana. Saat konferensi pers, Jokowi menyebut pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur yang menghabiskan dana Rp88 triliun juga akan diikuti industrialisasi di daerah itu. Pembangunan di Jakarta disebut tetap prioritas dan dikembangkan menjadi kota bisnis dan keuangan skala regional dan global. (bbs/mhs)
SELASA, 27 AGUSTUS 2019
SAMBUNGAN
PNS Tolak Ibu Kota Pindah JAKARTA - Rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan membuat sebagian besar PNS instansi pusat waswas. Mereka khawatir akan dipilih dalam gerbong PNS pindah ibu kota. Sementara, mereka sudah nyaman di Jakarta. “Aduh, jangan sampai pindah deh. Bagaimana dengan keluarga kami. Anakanak sudah sekolah di sini, masa mau dipindahkan lagi,” kata salah satu PNS yang juga pejabat struktural dan berkantor di bilangan Sudirman kepada pers, Senin (26/7). PNS yang enggan diekspos namanya itu menyebutkan, bila rencana pindah ibu kota dilaksanakan, akan banyak pegawai yang minta pensiun dini. Sebab, lebih men-
guntungkan minta pensiun dini daripada pindah ke Kalimantan. “Kalau pindah Kalimantan otomatis mulai dari nol lagi. Rumah kami sudah di sini, kalau harus menetap di Kalimantan mendingan pensiun dini saja,” ujarnya. Akan adanya gelombang pensiun dini sudah terbaca oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana. Permintaan pensiun dini akan terjadi bila PNS pusat dipindahkan ke Kalimantan. “Iya itu kemungkinan besar terjadi makanya kami sangat hati-hati menerapkan kebijakan ini,” ujar Bima. Salah satunya dengan tidak memindahkan seluruh PNS pusat ke Kalimantan. PNS yang dipilih
adalah pemegang jabatan struktural. PNS yang berhubungan dengan layanan publik tetap ditempatkan di Jakarta. Mayoritas dari ASNbahkan menolak ide yang akan diimplementasikan Presiden Joko Widodo alias Jokowi itu. Hal ini tergambar dalam hasil survei yang dilakukan Indonesia Development Monitoring (IDM) pada 7 hingga 20 Agustus 2019 lalu, terkait pemindahan pusat pemerintahan dan ibu kota negara Indonesia. Direktur Eksekutif IDM Harly Prasetyo dalam keterangan persnya pada Sabtu (24/8) menyebutkan, survei dalam bentuk tanya jawab dilakukan terhadap 1.225 responden ASN, mewakili 800 ribu PNS yang bertugas di pemerintahan pusat.(red)
PKS Belum .... dari halaman 1 di tengah jalan akan terjadi seperti apa,” katanya lagi. Bebebrapa kali PKS disebut oleh banyak politisi dari partai lain akan ikut pada gerbong koalisi petahana, yakni mendukung Cellica lagi. Dengan syarat, Cellica memilih Haji Aep Saepullah sebagai wakilnya. Baliho Aep pun sudah tersebar di ratusan titik. Namun, Dedi menegaskan selain Aep, masih ada plan lain yang tentunya sudah partainya siapkan. Selain itu, Dedi pun menegaskan peta politik masih cair. Komunikasi lintas partai masih berjalan, sehingga menurutnya bukan tidak mungkin PKS akan menjadi lawan bagi petahana, nantinya. Hal ini mengonfirmasi adanya strategi politik langkah kuda yang sedang dijalankan PKS. “Nama-nama semua ada di situ. Bahkan pengajuannya pun lama. Dan yang namanya politik tidak hitam-putih di pertengahan bisa saja terjadi, kami sudah siapkan juga plan a plan b plan c-nya. Ya itu otomatis. Buat kita bukan sekadar satu nama. Tapi dua, tiga nama,” kata dia saat ditanya lagi soal kemungkinan menjadi penantang petahana di Pilkada 2020 mendatang. Modal Kursi dan Rencana Matang Berbeda dengan pilkadapilkada sebelumnya, saat ini PKS lebih memiliki nilai tawar yang tinggi. Raihan kursi pada pileg kemarin, naik drastis hungga 100 persen. Enam kursi sudah di tangan. Hanya kurang empat kursi untuk bisa memenuhi syarat menyalonkan bupati dan
wakil bupati. Selain itu, penyusunan strategi menghadapi pemilihan bupati pun sudah dipersiapkan cukup matang. Dedi bahkan mengklaim, sejak tiga bulan yang lalu partainya sudah menyiapkan sejumlah plan. Termasuk salah satunya memunculkan nama Haji Aep ke publik sebagai calon yang akan diusuung PKS. Kendati, kemungkinan nama lain pun masih sangat terbuka. “Jujur saja komunikasi kita secara informal, hampir ke semua partai sudah. Ke teman –teman Gerindra sudah, dengan wabup (Jimmy-PKB) juga sudah. Sama Golkar dekat, apalagi Gerindra,” katanya. Per ihal tudingan PKS sudah memiliki karcis istimewa mendapat kursi wakil bupati disandingkan dengan petahana, Cellica Nurachadianna, kata Dedi, ia tak memiliki kapasitas untuk menjawabnya. Bahkan, sekali lagi ia menegaskan, jika memungkinkan, bisa saja PKS justru menjadi lawan Cellica. “Semua kan interpretasi, sah-sah saja. Hanya yang perlu dihargai juga oleh eman-teman semua, kami pun di PKS sedang melakukan hal yang sama dengan partai lain, melakukan persiapan. Hanya mungkin tahapannya saja yang beda. PKS baru di tahapan memperkenalkan calon yang sedang kita usung,” tukas Dedi. Sebelumnya politisi PDI Perjuangan, Toto Suripto kepada KBE sempat menyinggung dan menyerukan agar partai lain jangan mau “dininabobokan” oleh
petahana lantaran diimingimingin kursi wakil bupati. Ia bahkan berani bertaurh jika kursi wakil bupati yang akan dipilih Cellica sudah de jure jatuh ke Aep Saepullah, jadi kata Toto, tak ada alasan bagi partai lain hanya berdiam diri saja. “Kita buktikan omongan saya. Kalau tidak ada halang-melintang situasi politik Karawang, Cellica akan memilih Haji Aep,” ungkapnya. Di lokasi berbeda, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Golkar Karawang Cepyan Lukmanul Hakim, meragukan PKS akan meng u s u n g Ae p Sa e p u l l a h menjadi wekil Cellica di Pilkada Karawang 2020 mendatang. Kendati saat ini balihonya sudah terseb a r, b a h k a n m e m b u a t semacam nilai tawar berlebih kepada petahana, dengan memasarkan Aep menjadi calon bupati di baliho itu. Cepyan yang mengaku cukup paham gaya PKS. Termasuk starategi langkah kuda yang kerap dipakai PKS. Dengan mengasongkan nama-nama beken, namun ujungnya kader murni yang tetap akan diusung. “PKS biasaya, menguslkan beberapa nama-nama, tapi ijungnya tetap kader yang diusung,” katanya. Justru ia mempertanyakan, di baliho Haji Aep, tertera juga foto Ketua DPD PKS Karawang, Dedi Sudrajat. Meski, tidak mau menduga jika Dedi juga berkinginan menggelar karpet merah kursi wakil bupati bagi petahana, namun tak menutup kemungkinan bisa terjadi. (mhs)
gantuk, Sur ya memilih tidur. Namu saat bangun tidur, sekitar pukul 15.00 WIB ia mendapati kaca belakang mobilnya pecah ditembus oleh peluru senapan. “Kaca mobil bolong habis digunakan,” katanya. Surya panik, lalu dia menghubungi pembina TNI AD lokal untuk melaporkan kejadian. “Dicek, dicari bukan ketemu proyektilnya. Enggak tahu ini peluru nyasar atau
ada yang sengaja nembak, ”ungkapnya. Unit Identifikasi Kriminal Polres Karawang, yang mendapat laporan ke depan tentang melakukan TKP di rumah Surya. Informasi sementara, pemulihan kaca dilakukan dan dilakukan dalam jarak dekat. Saat membantah Sur ya pun meminta bantuan sedang menghadapi masalah, dan mendapati tidak ada informasi apa pun tentang masalah yang terjadi. (rie)
Dor, Mobil .... dari halaman 1 terkejut saat melihat kendaraan kaca bagian belakangnya berlubang dan pecah. Awalnya, kata Surya, yang mendengar suara tumbukan keras didengar oleh mendengar sekitar pukul 13.00 WIB pada Minggu (25/8). “Kedengaran saat istri mau salat ada suara keras di luar,” kata Surya. Namun ia tidak menggubrisnya. Karena men-
7
Mogok di Rel, Bus .... dari halaman 1 Bandung. Akibat peristiwa itu, jalan menuju perlintasan kereta api ditutup. Warga nampak berkerumun melihat kondisi bus yang ringsek. Pihaknya juga mengama n ka n s e ju m l a h p r i a yang diduga sedang mengaburkan logo bus Agra Mas di bangkai bus yang tertabrak kereta api. Menggunakan cat semprot, pria-pria itu diduga akan menimpa logo bus nahas tersebut. “Tidak boleh seperti itu menghapus logo. Biarkan jadi barang bukti saja,” jelasnya. Rosyid dan sejumlah petugas lalu mengamankan tiga pria yang diduga pegawai PO Bus Agra Mas. Dari tangan mereka, petugas menyita tiga kaleng cat semprot. Pantauan di lapanga n , ke t i ga p r i a t e r s e but mendekati bangkai bus s ekira pukul 14.00 WIB. Ketiganya nampak menenteng cat semprot.
Seorang pria naik.ke atas bus dan dua orang masuk ke kolong bus. Mereka sempat menyemprotkan cat air. Di dekat mereka seorang pria mengenakan kemeja seragam PO. Agra Mas nampak memberik a n i n s t r u k s i . Me l i h a t a k s i m e re k a, s e ju m l a h petugas keamanan PT KAI mendatangi dan menegur mereka. Petugas pun mengamankan pria dan menyita cat semprot. “Kita cegah barang bukti dirusak. Jangan sampai l o g o p e r u s a haa n d i s a ma rk a n ,” k at a s e o ra n g petugas. Satu unit Bus Agra Mas dengan nomor polisi T 7915 DC tertabrak Kereta api Argo Parahyangan ka 32 jurusan Gambir - Bandung. Bus yang membawa buruh pabrik itu diduga mogok di pintu perlintasan kereta Gorowong, Warung Bambu. Palang pintu kereta di Gorowong dikenal sebagai perlintasan kereta yang rawan. Di sana, kerap terjadi kecelakaan. Meng-
gunakan bambu, palang pintu itu dijalankan secara manual. Sejumlah warga mengelola palang pintu kereta tersebut. Sementara itu, Kasat Lantas Polres Karawang AKP Bariu Bawana mengatakan kronologis kejadian bus Po Agramas Nopol T 7915 DC tidak ada penumpang melintas dari arah jalan Surotokunto menuju Gorowong, pada saat di TKP mesin mati dan ditabrak oleh Kereta Argo Parahyangan KA 32 ju r u sa n Ga mb i r Ba n d ung melintas dari arah Jakarta menuju Cikampek dengan masinis bernama Martin Affandi. “Akibat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dan selanjutnya tim Laka Lantas Polres melakukan evakuasi kendaraan,” jelasnya. Sementara itu perjalanan kereta api yang mengarah ke Cirebon terhambat. Hal itu imbas adanya kecelakaan di perlintasan Karawang itu. “Kita mencatat sampai saat ini keterlambatan rata-rata
mencapai 50 menit dari jadwal semestinya,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Kuswardoyo di Cirebon, Senin (26/8. Ku s m e n g a t a k a n k e terlambatan kedatangan kereta ke Daop 3 Cirebon, dikarenakan adanya kecelakaan di perlintasan l i a r d i Ka r aw a n g y a n g masuk Daop 1 Jakarta. Untuk kereta yang mengalami keterlambatan tercatat ada lima perjalanan yang mengarah ke Cireb o n , h a l i n i d i k a re n a kan adanya hambatan di tempat kejadian perkara. “ U nt u k K A k e a ra h Cirebon sampai saat ini ada lima perjalanan yang mengalami keterlambatan,” ujarnya. Namun Kus memastikan dengan kejadian tersebut tidak sampai mengakibatkan penumpukan penumpang di stasiun yang berada di Daop 3 Cirebon. “Alhamdulillah tidak terjadi penumpukkan penumpang di stasiun, meskipun ada keterlambatan,” tuturnya. (rie/gie)
hasilkan debit sebanyak 10 liter air perdetiknya. “Akibatnya suplai kepada pelanggan di wilayah Pangkalan dan sekitarnya tidak maksimal,” katanya kepada KBE, kemarin. Lanjut Didi, di wilayah Pangkalan dan sekitarnya, menurut Didi, pihak PDAM memiliki pelanggan sebanyak 1.500 rum a h . Te t a p i p i h a k n y a hanya bisa mensuplai setengahnya. “Kontur w i l ay a h Pa n g k a l a n i n i perbukitan. Jadi untuk rumah yang wilayahnya di daerah tinggi sulit tersuplai, air sulit untuk naik ke atas,” ujarnya. Didi juga memprediksi, jika kemarau di Karawang semakin lama. Bukan tidak mungkin, mata air ciburial akan mengering. PDAM juga kesulitan untuk mencari sumber air b a r u u ntu k kebu tu ha n m a s y a ra k a t Pa n g k a l a n dan Tegalwaru. Pasalnya jika menggunakan mata air baru pihaknya harus berurusan dengan perizinan dan konflik sosial masyarakat sekitar. “Belum tentu itu diizinkan oleh masyarakat atau pihak Perhutani. Salah satunya cara yang dilihat PDAM adalah pemasangan saluran melalui sumber air dari Waduk Jatiluhur atau dari Irigasi Tarum Barat di wilayah Wanasari,” ungkapnya. Dalam satu tahun ini, PDAM Tirta Tarum
Karawang telah meningkatkan jumlah pelanggan dari 72.000 SL menjadi 83.000 SL (meningkat : 15%) dalam setahun terakhir, peningkatan yang signifikan ini dicapai melalui program Gebyar Promo, Amnesti PDAM, SR MBR 2019 dan program reguler. M e n d a p a t k a n k e p e rcayaan hibah SR MBR Perkotaan sebesar 3.750 S L s e n i l a i Rp. 1 1 . 2 5 M dan hibah dari USAID & SECO (pemerintah AS & Swiss) untuk Program Efisiensi Energy dan NRW dalam bentuk Technical Assistance (TA), Capacity Building (CB) dan Performance Base Grant ( PEG). Amnesti PDAM (Bulan Bebas Denda) bulan November 2018, meskipun belum optimal tapi cukup meningkatkan Pendapatan 5% dar i sebelumnya, dan melihat antusias pelanggan maka kami bermaksud meluncurkan Amnesti PDAM/Bulan Bebas Denda 2019 dengan menggandeng Kejari Karawang. Kondisi keuangan sehat, cash flow sehat dan kondisi perusahaan sehat dengan audit kinerja balk (score 60.16 Kepmen No. 47/99, naik dari sebelumnya 56.80) dan sehat ( s c o re 3 . 4 4 B P P S PA M , naik dari sebelumnya 3.17) serta audit keuangan KAP dengan predikat WDP. (rie/gus)
Tangkolak. Nelayan di Pasirputih, Desa Sukajaya, Cilamaya Kulon, juga nampak sedang sibuk, memasang oil boom di bibir pantai. Ketua Pokmaswas Sukajaya, Sahari menuturkan, sejauh ini, keberadaan oil boom di bibir pantai, dianggap sangat evektif, untuk membendung minyak yang mengambang dari laut.
Kata Sahari, dengan di pasangnya oil boom, bukan hanya hutan mangrove saja yang aman dari serangan minyak. Akan tetapi, para peternak udang dan p e t a m b a k ga ra m, ju ga merasa lebih nyaman. “Memang ini sangat dibutuhkan. Karena, kalau sampai masuk ke darat. Kerugian masyarakat, akan semakin besar,” pungkasnya. (*)
Galian Liar Perparah .... dari halaman 1 masyarakat setempat kepada KBE menjelaskan, mengurangnya pasokan air bawah tanah seperti p a d a ke ma rau s aat i n i banyak faktor penyebabnya. S e p e r t i p e ng ga l i a n tanah, penggalian batu di gunung dan penebangan pohon. Hal tersebut jadi faktor utama mengurangnya sumber air. “Bahkan dengan keberadaan sumber air di bawah kaki Gunung Cipaga yang dikuasai segelintir orang yang airnya dijual belikan menjadi ironi bagi Karawang Selatan,” ujar Agus. Ditambahkan Agus, masyarakat berharap pada pemerintah agar segera mengambil sikap segera memulihkan kondisi alam di Kecamatan Tegalwaru, terutama di gunung-gunung yang memiliki sumber mata air. Agar air dapat dinikmati masyarakat terlebih di musim kemarau seperti saat ini. Pengrusakan alam akibat adanya galian liar batu kapur di Kampung Cijaleka yang terus menerus, juga dituding berdampak pada mengurangnya sumber -sumber mata air bawah tanah. “Padahal sebelumnya sumb e r air Cibur ial di Kampung Cijaleka Desa Ta m a n s a r i P a n g k a l a n airnya tidak pernah
berkurang. Di musim kemarau sumber airnya lebih banyak ketimbang di musim penghujan. Tapi sekarang, kondisinya parah, kering,” ujarnya lagi. Sementara itu pihak PDAM selaku pengelola sumber air Ciburial juga menyatakan, berkurangnya sumber air Cibur ial disebabkan adanya perusakan alam. “S ehar usnya memang segera mengambil sikap menyatakan wilayah tersebut wilayah yang d i l i n d u n g i ,” k at a A s e p Komarudin, Kepala UPT PDAM IKK Pangkalan. Sementara itu pihak P D A M T i r t a Ta r u m Karawang, mengaku khawatir dengan kondisi kemarau pada Tahun 2019 ini. Pasalnya, PDAM menga ku i ko n d i s i t e r s ebu t menyebabkan salah sumber air mereka terancam mengering. Direktur Tehnik PDAM Tirta Tarum, Didi Mulyadi mengatakan, saat ini kondisi PDAM Tirta Tarum di wilayah Pangkalan telah mengalami krisis air. Dimana sumber air PDAM dari mata air Ciburial mengalami penurunan debit yang cukup signifikan hingga mempengaruhi pasokan. D e n g a n k o n d i s i n o rma l , mat a a i r C i bu r i a l bisa menghasilkan debit sebesar 20 liter air perdetiknya. Namun saat ini, mata air itu hanya meng-
Tangkal Minyak Masuk …. dari halaman 1 merusak ekosistem yang ada di hutan mangrove,” ungkapnya, kemarin (26/8). Tayanto menjelaskan, dari kebutuhan sekitar 500 meter oil boom. Pihak PHE-ONWJ baru memberikan sekitar 300 meter untuk penanganan sementara. Lanjutnya, selain akan di-
General Manager: Tohiri Alam. Deputy General Manager: Hayatullah. Pimpinan Perusahaan: Tohiri Alam. Pimpinan Redaksi: Hayatullah. Wakil Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Asisten Redaktur: Fuad Fauzi, Tomi Prayoga. Kabupaten Karawang: Agus B, Yogie S, Toyib, Wahyudi. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Agus Nuryadin, Haripan Nahampun, Yogie Trinanda. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Subang: Feri Kosasih. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Keuangan/Administrasi: Dewi Megawarti (Koordinator), Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein, Iin. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi.
pasang oil boom. Pihaknya juga telah menyiapkan sedikitnya 2.000 meter waring, yang bakal dipasang, melingkari 50 hektare lahan hutan konservasi mangrove Tangkolak. “Kita antisipasi supaya minyak tidak masuk wilayah hutan mangrove. Karena kalau sampai terjadi, itu sangat berbahaya,” ujarnya. Ta k h a n y a d i P a n t a i
Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Jalan Kasuari IX Blok O Nomor 52 Perum Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@ gmail.com. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan.
8
Semangat Baru Purwakarta
SELASA, 27 AGUSTUS 2019
Retribusi Parkir Pun Loyo
HASSAN/METRO PURWAKARTA
SOROT: Tak ingin pelayanan publik di Purwakarta diangap mencla-mencle alias tidak dipercaya publik, Wakil Bupati Purwakarta, Haji Aming mendadak mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Purwakarta memastikan pelayanan publik di sini berjalan dengan optimal.
Wabup Pelototi Langsung Kinerja Dishub Tak Ingin Pelayanan Publik Mencla-mencle PURWAKARTA – Tak ingin pelayanan publik di Purwakarta diangap menclamencle alias tidak dipercaya publik, Wakil Bupati Purwakarta, Haji Aming mendadak mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Purwakarta memastikan pelay-
anan publik di sini berjalan dengan optimal. “Dorong Dinas Perhubungan agar dapat menciptakan pelayanan yang optimal agar masyarakat merasa nyaman dan puas atas pelayanan yang diberikan, khususnya yang berkaitan pelayanan transportasi dan angkutan umum,” ujar Haji Aming kepada awak media, di sela Sidak di Dishub Purwakarta di Jalan Veteran, kemarin (26/8).
Aming berjanji, akan memastikan pelayanan publik di semuan intansi pemerintahan, termasuk Dishub dapat mendapat apresiasi dari publik. Untuk itu, ia akan rutin mengcek langsung dengan datang ke instansi pelayanan publik. “Ke depan kita agendakan agar pelayanan Dishub Purwakarta juga bisa hadir dalam program gempungan. Hal ini untuk melengkapi pelayanan yang sudah
ISTIMEWA: DOC NET
455 Ribu Hektare Lahan Alami Kebakaran PURWAKARTA- Kebakaran lahan perkebunan dan hutan di Kabupaten Purwakarta sudah terjadi di lahan seluas 455.951 hektare selama musim kemarau tiga bulan terakhir ini. Kebakaran serupa masih terus terjadi selama sepekan yang lalu. “Luas lahan yang terbakar selama sepekan yang lalu mencapai 72 hektare,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono kepada awak media, kemarin (26/8). Kebakaran tersebut diduga akibat pembakaran sampah dan puntung rokok. Wibi menyatakan jumlah kebakaran lahan perkebunan dan hutan di daerahnya masih mendominasi. Dari 15 kebakaran yang dilaporkan ke DPKPB Purwakarta pekan lalu, sebanyak 12 kebakaran di antaranya terjadi di lahan perkebunan dan hutan. Sedangkan, tiga kebakaran lainnya melibatkan bangunan perindustrian, rumah tinggal dan kendaraan. “Karena itu, kami mengimbau masyarakat meningkatkan
kewaspadaannya agar tidak terjadi kebakaran lebih lanjut,” kata Wibi. Lebih lanjut, ia membagi kejadian kebakaran selama sepekan yang lalu tersebar di sembilan Kecamatan. Antara lain, Kecamatan Kiarapedes (1), Wanayasa (2), Bungursari (2), Pasawahan (1), Sukatani (1), Bojong (2), Purwakarta (2), Maniis (1) dan Darangdan (2). Kebakaran lahan perkebunan dan hutan salah satunya terjadi di Gunung Cilalawi Desa Tajur Sindang Kecamatan Sukatani selama dua hari berturut-turut. Warga melaporkan kebakaran tersebut sekitar pukul 16.00 dan petugas tiba di lokasi sekitar 20 menit setelahnya. “Dikarenakan cuaca yang ekstrim dan tiupan angin yang kencang, api mulai menyala kembali hingga keesokan harinya,” kata Wibi. Kebakaran di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih 53 hektare. Sebelumnya, Wibi menyebutkan jumlah kebakaran serupa di Kabupaten Purwakarta masih tinggi sepanjang
tahun ini. Jumlahnya tercatat mencapai 46 kejadian atau dua kali lipat dari jumlah kebakaran bangunan rumah sebanyak 23 kejadian. Kejadian serupa bahkan terus mengalami peningkatan sejak 2007 hingga sekarang. Jumlah kebakaran hutan paling banyak terjadi 2018 lalu sebanyak 168 kejadian. Sepanjang tahun lalu, petugas dinas terkait menerima sedikitnya 300 laporan kebakaran. Sebanyak 146 di antaranya diduga disebabkan oleh pembakaran sampah atau lahan secara disengaja, disusul akibat puntung rokok sebanyak 39 laporan. Dari hasil pantauan sensor modis Badan Metereologi Klimatologi Geofisika pada Minggu, 25 Agustus 2019 hingga Senin, 26 Agustus 2019, terdapat satu titik panas di wilayah Purwakarta. Lokasi tersebut terpantau di Kecamatan Kiarapedes. Akan tetapi, pihak DPKPB Purwakarta belum mendapatkan laporan kebakaran di kecamatan tersebut. Tingkat kepercayaan sensor terhadap titik panas di sana berkisar antara 61-70 persen. (hsn/mhs)
KEMARAU PANJANG BERBUNTUT NYALA API Tak kurang dari 455.951 hektare terbakar selama musim kemarau tiga bulan terakhir Jumlah titiknya tersebar pada 15 titik berbeda di sembilan kecamatan yang ada di Purakarta. Di antaranya: l Kecamatan Kiarapedes 1 titik l Wanayasa 2 titik l Bungursari 2 titik
l Pasawahan 1 titik l Sukatani 1 titik l Bojong 2 titik
l Purwakarta 2 titik l Maniis 1 titik l Darangdan 2 titik
ada seperti kependudukan, kesehatan dan lain-lain,” tutur Aming. Sementara itu di lokasi yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Purwakarta, Saefudin menengaskan jajarannya selalu siap untuk melayani keperluan masyarakat yang berkaitan dengan transportasi dan angkutan umum. “Salah-satu contoh, pelayanan kami dalam hal KIR kendaraan bukan hanya
soal PAD, tapi bagaimana memastikan armada yang digunakan masyarakat memang laik jalan,” ucapnya. Perihal jam kerja Dinas Perhubungan, Saefudin memastikan, seperti halnya dinas-dinas lain pihaknya selalu mengikuti aturan jam kerja kedinasan. “Jika petugas yang tengah istirahat tapi tidak keluar kantor, pelayanan masih bisa dilakukan,” tukasnya. (hsn/mhs)
KEPALA Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta Saepuddin menyebutkan bahwa realisasi pendapatan daerah dari retribusi parkir tahun 2019 baru mencapai 50% dari target Rp1,3 miliar. “Jika dibandingkan bulan Agustus pada tahun kemarin lebih dari 50%. Saya cukup khawatir juga pencapaiannya menurun,” kata dia, kemarin (26/8). Upaya retribusi parkir agar mencapai target terus dilakukan pihaknya. Usaha itu misalnya dengan menyisir lahan parkir yang belum terdata oleh dinas perhubungan, seperti wisata kuliner Sate Maranggi di sejumlah ruas di Kecamatan Plered yang dikelola desa setempat. “Wisata kuliner di Plered menjadi rencana kita d a n k i t a j u g a sudah masuk, mudahmudahan ke depan b i s a m e n ja l i n kerja sama,” kata dia. Saepuddin menambahkan, potensi lahan parkir baru juga menjadi program pihaknya dalam menambah peningkatan pencapaian retribusi parkir di Kabupaten Purwakarta. “Potensi baru kita cari agar peningkatan pencapaian parkir lebih meningkat,” ujar dia. Menurutnya, sejauh ini pendapatkan retribusi parkir yang telah terakomodir adalah lahan-lahan
parkir yang berada di pasarpasar tradisonal, misalnya di Pasar Baru Citeko di Kecamatan Plered dan Pasar Leuwi Panjang di Kecamatan Purwakarta Kota. Sementara bahu jalan seperti Pasar Jumat serta bahu jalan di Taman Surawisesa belum terakomodir sepenuhnya. “Tarif yang kita tentukan Rp1.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp2.000 untuk roda empat,” kata Saepuddin. Diberlakukannya tarif tersebut berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2016 perubahan atas PP Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum dan Restribusi Tempat Khusus Parkir. “Tapi ke depan akan ada rencana revisi peningkatan tarif, tapi saat ini belum realisasi,” ujar d i a . (hsn/ mhs)