Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang RABU, 25 SEPTEMBER 2019
KBEONLINE. ID
ONLINEMETRO.ID
HARGA Rp3.000
karawangbekasiekapres
Bongkar-Pasang Strategi Menuju Pilkada
Belum Ada Calon Pasti, Komunikasi Politik Masih Cair
KARAWANG- Menjelang pelaksanaan Pemilukada Karawang 2020, seluruh partai politik sibuk kasakkusuk melakoni komunikasi politik, sekaligus meracik strategi politik yang paling menguntungkan bagi masing-masing. Ada parpol
yang masih abu-abu, ada yang klaim siap menantang petahana. Di sisi yang sama dua petahana Cellica-Jimmy yang makin merucing bakal bertarung. Sedangkan beberapa calon alternatif kian dilirik publik, semi-
sal Gina Swara. Belum lagi munculnya dua pengusaha kenamaan di Karawang, Haji Jenal Arifin dan Haji Aep Saepullah yang juga menyatakan mau ikut maju dalam Pemilukada. PKS, yang kini disebutsebut memiliki nilai ta-
war yang jauh lebih tinggi ketimbang Pemilukada 2015 silam, dari jauh-jauh hari sudah pasang kuda-kuda memunculkan nama Haji Aep menjadi calon yang diusung mereka. Nama yang selama ini terus dikaitkan Ke Hal...7
Januari-Juli, Rp 13 T Investasi Masuk Karawang Mayoritas Penanaman Modal Asing KARAWANG – Karawang dalam kurung waktu beberapa tahun terakhir menjadi salah satu wilayah seksi tempat para inves-
DATA DAN FAKTA Per Januari-Juli 2019 (semester I) investasi masuk : Penanaman Modal Asing (PMA) : Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) :
Rp 13.882.728.200.939. Rp 12.244.213.300.939.00. Rp 1.638.514.900.00.
*Catatan: Kedua terbanyak di Jawa Barat setelah Kabupaten Bekasi yang sudah menerima penenaman modal Rp 26.848.945. 713.063.00. Pada tahun 2018 total inevastasi masuk: Rp. 14.835.316.008.199.00. PMA : Rp.11.635.516.208.199.00. PMDN : Rp. 3.199.799.800.000.00.
tor mengucurkan modal membangun usaha skala besar. Pada tahun 2019 ini per Januari sampai Juni sudah 13 triliun investasi masuk ke Karawang. Tepatnya ada di angka Rp 13.882.728.200.939. Kepala bidang pengawasan dan pengendalian Ke Hal...7
POLRES
Satlantas Terbitkan SIM Pintar
13 Bangunan Ludes, Empat Kendaraan Hangus Terbakar KARAWANG - Sebanyak 13 bangunan dan 4 kendaraan roda empat (R4) hangus terbakat di Dusun II, Kampung Sukasari Rt
001/004, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Selasa (24/9) pukul 02.30 wib. Pertama api berasal dari Ke Hal...7
KARAWANG – S etelah resmi diluncurkan Korp Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Satlantas Polres Karawang segera gunakan Smart Surat Izin Mengemudi (Smart SIM) atau SIM Pintar. Hal tersebut diungkapkan Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Bariu Buwana melalui Kanit Regident Polres Karawang, Iptu Siti Barkah. Siti mengatakan, pihaknya mulai menggunakan Smart SIM di bulan Okteber 2019. Karena un-
tuk dua minggu ke depan masih ada stok material SIM lama dan harus diKe Hal...7
Ratusan Data Penerima Kompensasi Pertamina Hilang
Nelayan Kecewa, Pemerintah Desa Pusing Ratusan nelayan Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan kecewa. Penantian panjang menunggu kompensasi dari Pertamina Hulu Energi (PHE) tidak berbuah manis. WAHYUDI, KARAWANG
SELAIN nominal kompensasi yang diterima tak sesuai harapan. Ratusan data penerima kompensasi, yang sebelumnya sudah terverifikasi seketika hilang dari data base. Kepala Desa Sukakerta, Bukhori mengatakan, dari 881 nelayan yang di data, sebanyak 858 nelayan dinyatakan lolos tahap verifikasi. Namun, pada saat Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492
waktu pencairan tiba. Data yang di terima Pemdes Sukakerta dari PHE, hanya 708 nelayan yang berhak menerima kompensasi. “Sebanyak 150-an data penerima hilang dari data base. Itu belum termasuk data nama yang salah, invalid dan lain-lain, sebanyak 49 orang,” ungkap Bukhori, kepada KBE, kemarin, Ke Hal...7
KOMPENSASI : Ratusan nelayan Tangkolak, berkumpul di Kantor Desa Sukakerta, Cilamaya Wetan, menunggu jatah pencairan kompensasi. email: karawangbekasiekspres@gmail.com,
redaksikarawangbekasi@gmail.com
OPINI
RABU, 25 SEPTEMBER 2019
2
Negara Gagal Berdemokrasi istimewa
Sah! DPRD Karawang Punya Pimpinan Tetap KARAWANG- DPRD Kabupaten Karawang menggelar Rapat Paripurna untuk menetapkan dan pengambilan sumpat pimpinan definitif DPRD Kabupaten Karawang masa jabatan 2019-2024 pada Senin (23/9), pukul 10.00 WIB-selesai bertempat di gedung sidang DPRD Kabupaten Karawang. Pengambilan sumpah dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Kabuapten Karawang. Pengambilan sumpah pimpinan DPRD antara lain : 1. Pendi Anwar sebagai Ketua DPRD dari Fraksi Demokrat. 2. Ajang Supandi sebagai Wakil Ketua I DPRD dari Fraksi Gerindra. 3. Suryana sebagai Wakil Ketua II DPRD dari Fraksi Golkar. 4. Deden Rahmat sebagai Wakil Ketua III DPRD dari Fraksi PKB. Selanjutnya Pimpinan Definitif DPRD Kabupaten Karawang melakukan penandatanganan Berita Acara dan dilanjutkan dengan penyerahan pimpinan sementara kepada pimpinan definitif ditandai dengan penyerahan palu sidang. Acara dilanjutkan kembali dengan Rapat Paripurna ke 2 ( dua ), dengan agenda Pengucapan Janji/ Sumpah calon Anggota DPRD Kabupaten Karawang masa jabatan 2019 – 2024 dari Partai Keadilan Sejahtera a/n dr.H. Ata Subagja. Pengambilan sumpah/ Janji anggota DPRD dilakukan oleh Ketua DPRD Kabupaten Karawang Pendi Anwar, diawali dengan pembacaan SK Gubenur Jawa Barat oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Karawang. Acara dilanjutkan dengan Penandatangan Berita acara dan penyematan Pin Anggota DPRD oleh Ketua DPRD Kabupaten Karawang. (*)
Oleh SULARDI* DEMONSTRASI mahasiswa di Riau, yang disusul ibu kota Jakarta dan diikuti mahasiswa di berbagai kota lain, merupakan indikasi kuat telah terbuntunya saluran demokrasi. Harus dipahami, pada awalnya, demokrasi itu hanya ilusi. Berabad-abad peradaban di dunia ini dikuasai tatanan negara yang relasi antara rakyat dan penguasanya tidak imbang. Rakyat berada dalam posisi amat lemah, menuruti apa pun kemauan penguasa. Rakyat membantah berarti celaka. Rakyat tidak berdaya sampai hadirnya Rousseau ( 1712–1778 ) yang menawarkan ajaran contract social. Penguasa yang semula bisa menguasai rakyat sesuai dengan keinginannya berbanding terbalik ketika doktrin Rousseau mengatakan, ’’Bila penguasa dalam menjalankan kekuasaannya tidak seperti yang dikehendaki rakyatnya, maka penguasa itu bisa diganti.’’ Inilah ajaran demokrasi yang berinti pada kedaulatan rakyat, rakyatlah yang berkuasa. Demokrasi itu pilihan yang harus dipaksakan. Pada awalnya, kekuasaan tidak dibatasi. Dengan demokrasi, kekuasaan menjadi terbatas, baik dari sisi waktu berkuasa maupun scope kekuasaan. Pada awalnya, penguasa menduduki singgasana tanpa melibatkan masyarakat. Dengan demokrasi, masyarakatlah yang menentukan siapa yang akan berkuasa. Ketika Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, demokrasi telah menjadi tren di berbagai negara. UUD yang dibentuk pada
waktu itu pun meng-insert nilai-nilai demokrasi tersebut. Baik yang termuat pada dasar negara pada sila ke-4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, maupun memuat demokrasi perwakilan pada pasal 1 ayat (2) UUD 1945 bahwa Kedaulatan ada di tangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Namun, demokrasi yang telah menjadi pilihan itu belum mampu diselenggarakan secara optimal. Para penyelenggara negara tergoda oleh yang namanya kuasa. Akhirnya, hadirlah diksidiksi yang paradoksial dengan esensi demokrasi yang mengarah pada otokrasi, bahkan oligarki. Demokrasi terpimpin merupakan awal terjadinya paradoksial demokrasi itu. Demokrasi nyaris tanpa makna. Yang dominan justru apa yang dimaui pemimpinnya. Pada masa ini, partai politik dapat dengan mudah dibubarkan pemimpinnya. Bahkan, DPR hasil pemilu dibubarkan dan pemimpin membentuk DPR. Tragisnya demokrasi kita saat itu. Selanjutnya, demokrasi akan diperbaiki, tetapi hasil-
nya tetap saja paradoksial dengan demokrasi. Misalnya, saat demokrasi terselenggara melalui pemilihan umum, tetapi pemilihan umumnya tertutup. Hanya partai politik tertentu yang diperbolehkan mengikutinya. Tertutup kemungkinan adanya partai lain untuk ikut berlomba dalam pemilu selain yang telah disebutkan pada UU Pemilu. Kebebasan berpolitik nyaris hanya sebuah dongeng belaka. Celakanya, hal itu berjalan sangat panjang, 32 tahun. Tahun 1998 merupakan tahun harapan bangkitnya demokrasi di tanah air. Sempat bangga menjadi warga Indonesia yang mulai bisa berbeda pendapat secara terbuka tanpa takut dicaci dan ditangkap. Pada masa itu, kebebasan berdemokrasi terbuka lebar. Penguasa pada masa itu menyadari kesalahan penguasa sebelumnya. Para tahanan politik yang haluan politiknya berlawanan dengan penguasa sebelumnya dibebaskan. Kebebasan berpolitik dibuka lebar. Kebebasan berorganisasi dan berserikat dirasakan. Bahkan, masyarakat leluasa menunjukkan aspirasi politik mereka dan dihormati warga yang lain.
Sayang, masa-masa itu hanya sesaat. Demokrasi menjadi slogan. Demokrasi bukannya berhenti, tetapi mundur. Yang hadir justru wajah oligarki, yang otoriter. Betapa pedih dan sakitnya hati rakyat yang telah memilih anggota DPR, saat masyarakat mengingatkan RUU yang tidak diinginkan oleh rakyat, mereka menjawab, ’’Kami tidak butuh lagi masukan dari publik.’’ Hal tersebut terjadi ketika berbagai komponen masyarakat memberikan masukan kepada pemerintah dan DPR untuk tidak melakukan perubahan UU KPK. Inikah yang dinamakan demokrasi? Bahkan, kritik kepada penguasa tidak diperbolehkan melalui bahasa, ’’Masyarakat jangan nyinyir kepada presiden.’’ Membaca pengalaman berdemokrasi di Indonesia, dari rezim ke rezim mempertunjukkan kegagalan demi kegagalan. Berdemokrasi hanya berhasil pada tataran wacana, dalam tataran praktik demokrasi mengalami kegagalan. Kegagalan demokrasi pun pernah terjadi di negara yang mengawali praktik demokrasi, yakni Yunani Kuno (5 SM). Pada masa itu, filsuf ternama Yunani, Socrates yang meninggal pada 399 SM, menjadi korban skandal demokrasi kali pertama di dunia. Mengajari kaum muda untuk menaati undang-undang dengan dalih warga terhormat adalah warga yang taat hukum. Di Indonesia, demokrasi telah kehilangan esensi. Pemilu yang semestinya merupakan perwujudan demokrasi telah berubah menjadi ajang persaingan para oligarki. Rakyat pun akan
gigit jari ketika teriakannya tak didengar lagi. Kegagalan demi kegagalan dalam berdemokrasi tidak menjadi pelajaran berarti. Bahkan, negara menghadirkan ’’hantu’’ demi ’’hantu’’ untuk menangkapi mereka yang berusaha mengkritisi. Hantu radikal, hantu intoleran, hantu negara Islam, anti-Pancasila, anti-NKRI terus diproduksi. Faktanya, 74 tahun negara ini menyatakan merdeka, negara belum mampu membawa bangsa ini pada tujuan negara yang dicanangkan sejak awal kemerdekaan. Yakni, mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan umum. Hasil pembangunan belum mampu membuktikan adanya manfaat untuk rakyat. Bahkan, rakyat terpolarisasi menjadi kubu kampret dan cebong, yang terus berlanjut dengan wajah yang berbeda walau pemilu telah usai. Demokrasi gagal diselenggarakan di negara ini, saat DPR tak mau mendengar suara publik, saat presiden lebih memperhatikan suara DPR ketimbang rakyatnya yang telah mengantarkannya ke kursi nomor satu di negara ini. Pada saat mahasiswa bersatu, berorasi di gedung wakil rakyat, untuk mendesak pembatalan produk regulasi yang tak lagi memihak rakyat, itu merupakan sinyal merah. Mahasiswa tak bisa lagi memberikan toleransi kepada penguasa negeri ini. Dan harus diakui, hal itu terjadi karena negara ini gagal melaksanakan demokrasi. (*) *) Dosen Hukum Tata Negara FH Universitas Muhammadiyah Malang
Bir Pletok (2/BERSAMBUNG) Cerpen oleh: Zainul Muttaqin
RUMAH SAKIT 1.
RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang
0267-414520 0267-414521 0267-414522
2.
RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang
267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472
3.
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang
0267-640444 0267-640445 0267-640666
4.
RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang
0267-402855 0267-406445 0267-412246
5.
RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat
0267-414245 0267-414264 0267-414306
”Apa kau tak mau melihat babe meninggal bahagia?” Pertanyaan Haji Usin membuat Rojali langsung mengalihkan pandangan ke babenya. Berkerut kening Rojali seperti garis terombangambing, jantungnya terasa akan lepas dari tangkainya mendengar pertanyan itu dilontarkan tiba-tiba. Rojali mengerti apa maksud babenya. Rojali malah balik menyerang, ”Apa Babe tak mau melihat anaknya sukses?” Keduanya sama-sama tidak memberikan jawaban. Rojali teringat kepada Dahlia, perempuan yang ditaksirnya dan siap menjadi istrinya dengan syarat Rojali bekerja di perusahaan, bukan sebagai tukang warung. Sudah lama Rojali mengincar Dahlia, sejak perempuan itu duduk di bangku semester akhir. Kesempatan mendapatkan Dahlia tak disia-siakan oleh Rojali. Berhari-hari Rojali mencari pekerjaan di kota. Namun, nasib buruk mencengkeramnya. Tak dapat pekerjaan, bayangan buruk menghantui Rojali. Pastilah Dahlia akan mencampakkan dirinya bagai pecundang. Haji Usin mulai membaca gelagat yang ditunjukkan Rojali, jatuh cinta menjadi salah satu alasan Rojali tak ingin menjual bir pletok. Sebagai lelaki yang pernah muda, Haji Usin berkata tiba-tiba kepada anaknya, ”Sia-sialah lelaki yang mendambakan perempuan yang memberikan syarat
untuk cintanya.” Rojali melotot tak percaya, bertanya dalam hatinya, bagaimana mungkin babe mengetahuinya? Rupanya, sebulan lalu Haji Usin mendengar anaknya berbicara sendiri sambil memandang foto perempuan. Meskipun sudah uzur, telinga Haji Usin tetap sempurna mendengar suara sekecil apa pun. Bahkan dari jarak yang jauh. Dari dalam kamar Rojali, Haji Usin mendengar anaknya tersebut berkata bahwa ia akan melakukan apa pun untuk Dahlia, termasuk menjadi pekerja kantoran. Rojali seperti memiliki ratusan cara untuk balik menyerang babenya. Ia berujar dengan menekan suaranya, ”Sia-sia seorang lelaki yang hanya mementingkan pekerjaannya dibanding istrinya.” Mendengar ucapan anaknya, Haji Usin teringat almarhumah istrinya. Tak sanggup Haji Usin membendung air dari dalam mata cekungnya. Istrinya meninggal satu tahun lalu. Haji Usin tak ada di sampingnya ketika sang istri mengembuskan napas terakhir. Istrinya meninggal dalam rangkulan Rojali. Saat itu Haji Usin sedang melayani para pembeli bir pletok di warungnya. Kematian istrinya baru diketahui setelah ia menutup warung dan pulang ke rumah. Matanya langsung tertuju pada istrinya yang terbujur ditutupi kain.
Kini kesedihan itu tumbuh lagi, Haji Usin melihat wajah anaknya yang baru saja membuatnya membuka ingatan satu tahun lalu itu. Rojali mendekati babenya, ia merangkul lelaki berpeci putih itu. Haji Usin berdiri, tangannya memegang pohon kecapi. Berjalan ia masuk ke dalam rumah, disusul derai batuk mengguncang dadanya. Menyesal Rojali telah mengatakan itu kepada babenya. Sudah tidak terlihat bulan di permukaan langit. Rojali merentangkan kedua tangannya di atas balai-balai bambu, di bawah pohon kecapi. Gerimis jatuh tiba-tiba, Rojali bangun dan masuk ke dalam rumah. Sebelum masuk ke dalam kamar, Rojali sempat melihat babe duduk di atas ranjang memandangi foto istrinya. Semakin bersalah Rojali dibuatnya. Gontai Rojali memasuki kamar, segera ia rebahkan tubuhnya di atas kasur. Rojali memejamkan mata, besok harus kembali mencari kerja ke kota. Dua bulan berlalu, Rojali belum diterima di perusahaan mana pun. Letih sudah Rojali mencari. Pasrah sudah Rojali menerimanya. Haji Usin mulai diserang sakit. Oleh dokter yang memeriksanya, Haji Usin disarankan untuk beristirahat selama beberapa hari semata-mata agar pulih seperti sediakala. Keras Haji Usin menentang saran dokter. Ia memilih tetap berjualan di warung miliknya di pinggir jalan besar. Berjalan kaki sekitar
lima belas menit untuk sampai di warungnya, Haji Usin memegang dada sepanjang perjalanan. Matahari pagi menerpa tubuh ringkih Haji Usin. Rojali tak memikirkan babenya, diam tercenung di teras rumah, memikirkan nasibnya sendiri. Kerosak sandal dan suara batuk babenya tak dihiraukannya, abai Rojali meresponsnya. Tepat satu jam kemudian, Haji Usin dikabarkan meninggal di warung sehabis melayani pembeli. Kabar itu sampai ke telinga Rojali setelah seseorang datang menghampirinya. Semula Rojali tidak benar-benar percaya dengan kabar yang disampaikan oleh salah seorang pelanggan Haji Usin itu. Tidak mungkin, kata Rojali dalam hati. Rojali tergesa-gesa membawa langkahnya ke warung babenya. Tiba di sana, Rojali menyaksikan orang-orang berkerumun. Rojali menguak kerumunan itu, tertuju mata Rojali pada seorang lelaki tua berpeci putih terbaring, terpejam matanya tanpa embus napas. Rojali memegang pergelangan tangan Haji Usin, memastikan detak nadi sang babe. Tak ada denyut yang dirasakan Rojali. Meledak tangis Rojali. Orang-orang membawanya ke rumah, Rojali duduk tertunduk di dekat jasad babenya. Seluruh tetangga datang, bersalaman dengan Rojali. Jenazah Haji Usin sudah selesai dimandikan. Pemakaman dilakukan sore nanti.
Kubur digali di samping makam istrinya. Semasa hidup, Haji Usin memang berpesan kepada Rojali supaya disandingkan kuburannya dengan sang istri. Rojali memenuhi permintaan itu. Satu permintaan lain dari Haji Usin yang entah Rojali bisa memenuhinya atau tidak ialah wajib bagi Rojali meneruskan usaha babenya, menjual bir pletok. Langit ditutupi awan, orangorang berkumpul di pemakaman. Rojali berdiri di dekat liang lahad, matanya bergerimis melihat jenazah babenya dimasukkan ke dalam liang kubur. Orang-orang pulang, Rojali duduk bersimpuh di samping pusara babenya. Bunga-bunga ditabur di atasnya, lebur perasaan Rojali. Waktu berjalan cepat, satu tahun sudah berlalu. Sejak Haji Usin meninggal, warung miliknya tak pernah buka lagi. Tak ada tanda-tanda warung yang dulu ramai dikunjungi itu akan buka lagi. Rojali selalu gagal meracik bir pletok selezat buatan babenya. Kegagalan yang berulang-ulang membuat Rojali menyerah. Ia memilih menutup warung babenya dan tak ada lagi bir pletok terkenal racikan Haji Usin. Kegagalan Rojali meracik bir pletok lantaran ia memang tak pernah mau melihat, apalagi belajar meracik bir pletok dari Haji Usin semasa hidup. Setiap kali babenya meminta Rojali mengamatinya, tegas Rojali menolak. Haji Usin melihat percikan api dari mata Rojali. (*)
Hubungi Bagian Iklan JAMIL : 0838 0765 0426 KEHILANGAN S AT U B U A H B P K B M O B I L MERK NISSAN X-TRAIL NO.POL : T 1186 TQ DENGAN NO.KA : MHBF3CF1CEJ000022 NOSIN :QR25005580L WARNA HITAM TAHUN 2014 STNK ATAS NAMA ENTANG FITRIANA DENGAN NOMOR BPKB : M-03363817 HILANG SERTIFIKAT SHM NO 02814/WANASARI LUAS 72 M² A/N NUGROHO HARI WINOTO D/A PERUM CITRA VILLA WANASARI BLK JB 1 NO 9 RT 03/17 WANASARI - CIBITUNG - BEKASI
PEMBERITAHUAN KEPADA BAPAK USMAN BAHRI NO PELANGGAN 10-113-17-11140 DIHARAPKAN KEHADIRANNYA UNTUK PENYELESAIAN MASALAH BPKB DI OTO MULTIARTHA CAB KARAWANG GRAND TARUMA RUKO DHARMAWANGSA 2 BLOK A NO 19 KARAWANG JL TARUMANEGARA ARTERI TOL KARAWANG BARAT TLP 0267-8631060
KEHILANGAN TELAH HILANG BUKU KIR B 9558 RV A/N PT.TIRTA VARIA INTI PRATAMA HUB:085815662288
KEHILANGAN KEHILANGAN SURAT T A N D A N O M O R KENDARAAN BERMOTOR (STNK) DENGAN NOMOR REGISTRASI B 2074 KKL ATAS N A M A Y U L I A N A , A L A M AT J L KEMANDORAN TUGU PEKAYON GG H TABRIH NO.9 RT 003/022, D E S A P E K AY O N J AYA , KECAMATAN BEKASI SELATAN, MOBIL DAIHATSU AYLA, JENIS MOBIL PENUMPANG / MINIBUS.
KEHILANGAN
HILANG BPKB MOBIL PANTHER ROYAL TBR TAHUN 2001. NO POLISI: B 2134 HU. NO RANGKA: MHCTBR54FIK226242 A.N KPP P R ATA M A C I B I T U N G H U B 082167600634 (AGE) HILANG SHM NO 01014 LUAS 3901 M2 A/N SAJA LOKASI JL KARANG SENTOSA RT 01/06 DS KARANG SENTOSA KEC KARANG BAHAGIA KAB BEKASI HILANG SHM NO 00715 A/N TATI BINTI RINAN LUAS 731 M2 LOKASI JL JATIREJA RT 09/05 DS JATIREJA KEC CIKARANG TIMUR KAB BEKASI
DIJUAL RUMAH
Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288
PENGUMUMAN Telah dibuat Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pembina “Yayasan Karina Angela”, no. 04, tanggal 31 Agustus 2019, dihadapan Dewi Halimy,SH.,M.Kn., Notaris di Karawang, dengan maksud untuk dilakukan pembubaran CV. Telah ditunjuk pengurus yayasan sebagai likuidator pembubaran dan likuidasi telah dilaksanakan sepenuhnya. Homat kami, Pengurus Yayasan.
RABU, 25 SEPTEMBER 2019
IMBAUAN BUPATI Berdasarkan Surat Edaran bernomor KS.01/380/Kesra per tanggal 27 februari 2019: Mengistruksikan setiap instansi pemerintahan menggelar penggalangan dana “Peduli Thalsemia” menindaklanjuti data yang dirilis Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI/ POPTI) saat ini ada sebanyak 129 penyintas thalasemia yang tersebar di 30 kecamatan se-Subang. Adapun penyerahan bantuan dana dapat diserahkan ke Bagian Kesra Setda Subang atau via transfer ke rekening a/n Peduli bencana Kab.Subang: 0092084965100. Demikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Bupati Subang Ruhimat
Bupati: Modus Perdagangan Orang Makin Beragam SUBANG- Bupati Subang H. Ruhimat membuka secara resmi Sosialisasi Pendidikan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO), Bertempat di Aula SMK Bhakti Kencana, Selasa (24/09/2019). Ketua Penyelenggara Tim Ahli Yayasan Melati Biarlina Giamirni, M.Sc menyampaikan bahwa tujuan diadakannya kegiatan tersebut diharapkan para peserta sosialisasi dapat meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan tentang pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di wilayahnya masingmasing. Metode yang digunakan bervariasi mulai dari ceramah, tanya jawab dan diskusi kelompok. Sasarannya adalah pemerintahan desa dan kelurahan, kepala RT/ RW, perwakilan tim penggerak PKK, organisasi yang relevan, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, pengurus organisasi sosial dan lembaga masyarakat lainnya dengan jumlah peserta kurang lebih 50. Dalam sambutannya Bupati menyampaikan Pemkab Subang menyadari bahwa salah satu dampak negatif dari globalisasi yaitu perdagangan orang yang saat ini semakin masif dan semakin beragam modusnya. Antara lain dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi komunikasi. Sosialisasi PPTPO yang diadakan hari ini merupakan bukti komitmen Pemda Kabupaten Subang dalam mengantisipasi TPPO di Kabupaten Subang dengan melibatkan organisasi keagamaan dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Subang. “Saya berharap melalui sosialisasi ini pemahaman bagi tokoh masyarakat tentang pencegahan tindak pidana perdagangan dan eksploitasi seksual anak dapat lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya. Bupati Subang berpesan dan berharap kepada peserta pelatihan kiranya dapat mengikuti sosialisasi ini dengan serius dan seraplah ilmu yang disampaikan oleh pemateri. Sehingga diperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). (fer)
PEMKAB Fingerprint Sudah Memenuhi Standar SUBANG- Fingerprint atau alat absensi sidik jari yang digunakan para pegawai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang terlihat kurang efektif di era digital saat ini. Hal tersebut dikarenakan alat Fingerprint yang digunakan masih manual. Sehingga sudah tidak kompatibel lagi dengan era industri 4.0. Fingerprint yang sekarang digunakan Pemkab Subang tidak terpusat. Artinya data dari setiap OPD bisa diubah karena Fingerprint masih manual. Dengan menggunakan alat Fingerprint tentunya akan memudahkan ASN di Subang untuk mengisi absensi, namun jika data tidak terpusat tentunya tidak efektif lagi. Mengomentari hal tersebut, Sekda Subang Drs. H. Aminudin,M.Si mengatakan, alat Fingerprint yang sudah ada sekarang memang sudah seperti itu. Pihaknya menegaskan alat itu tidak bisa diutak-atik. “Sistemnya baik dan benar. Ada operatornya. Jadi Insya Allah akan benar, alat itu tidak bisa dibohongi itu masih layak dapat digunakan untuk pemerintahan,” kata Sekda saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa. Menurut dia, ada beberapa tipe Fingerprint yang secara khusus yang tidak bisa direkayasa. “Dan kita idealnya harus seperti itu, kalaupun dibeberapa dinas bisa. Itukan ada Fingerprint yang dianggap tidak layak, maka itu ya harus diuji ketidaklayakannya seperti apa, terutama itu bagi operator yang memegang sistem itu,” katanya.Sekda menegaskan, bahwa sejauh ini Fingerprint harus benarbenar teruji dan tidak bisa direkayasa. “Saya yakin ketika sistem yang bagus tipenya juga bagus, misalkan Fingerprint yang ada di kita sama yang seperti yang dipakai swasta. Ini tentunya langkah bagus menuju era digitalisasi,” pungkasnya.(fri)
Semangat Baru Urang Subang
Pimpinan Dewan Belum Kembalikan Mobil Padahal Masa Jabatan Sudah Berakhir
SUBANG- Masa jabatan p i m p i na n d e w a n ya n g dulu sudah habis, setelah anggota dewan yang baru dilantik. Ketua dan wakil ketua definitif DPRD pada sidang paripurna pertama juga sudah ditetapkan. Namun sangat disayangkan keempat mantan pimpinan dewan Subang belum mengembalikan mobil dinasnya. Menurut Sekwan DPRD Subang Ujang Sutrisna, pihaknya sudah meminta
kepada Satpol PP untuk melakukan pengambilan paksa jika tidak segera dikembalikan. “Kita imbau dulu untuk segera mengembalikan, namun bila tidak ada itikad baik kita akan menyurati Satpol PP untuk melakukan Pengambilan,” kata Ujang sutrisna Seharusnya, diungkapkan Sekwan seluruh pimpinan dewan terdahulu sudah mengembalikan kendaraan dinasnya setelah masa jabatanya habis. ”Seharusnya setelah habis masa jabatanya habis fasilitas yang melekat dikembalikan ke sekretariat,” ung-
kapnya. Menurutnya, seluruh kendaraan dinas tersebut akan diberiken kepada pimpinan DPRD Subang yang baru. ”Nantinya akan di berikan kepada pimpinan yang
baru. Makanya harus di general cek up dulu. Saat ini memang pimpinan DPRD Definitif belum disahkan jadi masih menunggu,” katanya. Dirinya mengaku sampai
saat ini belum ada komunikasi dengan mantan Pimpinan terdahulu,” Belum ada komunikasi, kalau dengan pa Beni sudah katanya mobilnya mogok masih di bengkel,” tegasnya. Menurut keterangan Keempat Pimpinan DPRD yang belum mengembalikan Mobil dinas yaitu Ir Reni Rudiono dari Fraksi PDIP berupa jenis Mobil Mitsubishi Pajero Sport, Bambang Irmayana dari fraksi Golkar jenis Mobil Honda CRV, Asep Hadian dari Fraksi PKS jenis mobil Honda CRV dan H Ahmad Rijal dari Fraksi Demokrat jenis mobil Honda CRV. (fri)
Dishub Gelar Ceramah Umum Keselamatan Berlalulintas SUBANG- Dishub Subang gelar acara acara Ceramah Umum Keselamatan Berlalulintas bagi para Pelajar SMK Se- Kabupaten Subang dan sosialisasi Sadar Berlalulintas (Salud) Bertempat di Aula SMK Negeri 2 Subang Dinas Perhubungan Kabupaten Subang menyelenggarakan acara Ceramah U m u m Ke s e l a m a t a n Berlalulintas bagi para Pelajar SMK Se- Kabupaten Subang dan sosialisasi Sadar berlalu lintas ( Salud ) bagi Guru PAUD Se- Kabupaten Subang selasa (24/09/2019) sekaligus merupakan rangkaian acar Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2019. Turut hadir Sekertaris daerah Kabupaten Subang, H.Aminudin dan langsung membuka se-
cara resmi acara ceramah umum keselamatan lalu lintas bagi para pelajar SMK se – Kabupaten Subang dan sosialisasi Sadar belalulintas ( Salud) bagi Guru PAUD Se-Kabupaten Subang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Rona Mariyansyah beserta staf jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Subang dan di ikuti oleh Ratusan pelajar beserta guru Paud se kabupaten Subang dengan menghadirkan seorang narasumber, H.Edi Yulianto A. TD,M.M . Dalam sambutannya, H. Aminudin Sekda Subang saya sangat prihatin akan tingginya tingkat kecelakaan di Indonesia yang didominasi dari kalangan pelajar. Dengan begitu demi mencegah banyaknya lagi korban yang berjatuhan akibat
kecelakaan, ia menekankan ke para pelajar khususnya di Subang untuk bisa sadar dan patuh akan keselamatan lalu lintas. Sebab, dengan sadar akan keselamatan lalu lintas, selain dapat menjaga keselamatan jiwanya sendiri, juga jiwa orang lain.“ Untuk itu yang membawa kendaraan ke sekolah itu wajib menggunakan helm dan memiliki Surat Izin Pengemudi (SIM). Jagalah keselamatan, bukan karena takut ditilang oleh polisi saja,”ujar Sekda Subang. Apalagi kata H.Aminudin, dalam sosialisasi ini juga diikuti para guru PAUD. Sehingga nantinya guru-guru PAUD di Kabupaten Subang bisa menjadi pelopor dalam mensosialisasikan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.
“ Te r u t a m a d a l a m hal ini anak-anak didiknya, yang diberikan pendidikan dan edukasi sejak dini mengenai pentingnya menjaga keselamatan,”imbuhnya. Sementara itu, Kadishub Subang Rona Mairansyah didampingi Ketua Pelaksana Cece Rahman berharap melalui acara sosialisasi tersebut dapat mencegah terjadinya kecelakaan yang dialami para pelajar di Kabupaten Subang, yang kita ketahui berdasarkan data yang dimiliki oleh pihak kepolisian angkanya sangatlah tinggi dan didominasi oleh kalangan pelajar. “Kita (Dishub) Subang akan terus bekerja keras untuk mensosialiasikan keselamatan lalu lintas ini kepada masyarakat dengan sasarannya yang utama adalah para pela-
jar dan anak-anak PAUD. Salah satu media sosialiasi yang telah disiapkan , adanya permainan ular tangga jawara, yakni berupa permainan yang berisi simbol –simbol lalu lintas, yang mudah diingat dan menyenagkan,”ujar Rona Sementara itu Kepala Sekolah SMKN 2 Subang, Iim Gunawan,S.TP saat mengapresiasi dengan adanya pelaksanaan sosialiasi keselamatan lalu lintas di sekolahnya tersebut, yang menyasar para pelajar. Ia berharap, dengan mereka (pelajar) tahu akan aturan mereka lebih waspada atau berhatihati dalam berkendara di jalan raya. “Apalagi lebih pentingnya, pelajar harus menggunakan helm dan memiliki surat izin mengemudi (SIM),” pungkasnya. (fri)
Lanud Suryadharma Berikan Santunan Perawatan Jenazah SUBANG- Danlanud Suryadarma Marsma TNI I Wayan Sulaba, S.Sos., M.Sc, menyerahkan santunan perawatan jenazah (Watzah) kepada 15 ahli waris Prajurit TNI Angkatan Udara baik untuk anggota yang meninggal ketika masih aktif berdinas maupun yang meninggal setelah menjadi Purnawirawan, Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasibintal Lanud Sur yadarma Letkol Sus Yadin Riyad, perwakilan Persatuan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU)
21 Kalijati, Para pejabat dilingkungan Lanud Suryadarma. Danlanud Suryadarma Marsma TNI I Wayan Sulaba, S.Sos., M.Sc, Selasa (22/9/2019) mengatakan, bahwa Lanud Suryadarma mendapat amanah untuk menyalurkan santunan uang duka untuk bapakbapak dan Ibu-Ibu selaku ahli waris dari para almarhum. “Bantuan uang duka ini merupakan bentuk perhatian dari Pimpinan TNI Angkatan Udara sebagai bentuk belasungkawa atas
jasa-jasa almarhum dan almarhumah selama berdinas.pungkasnya Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, kami berharap, para ahli waris sekalian tidak melihat berdasarkan besarnya bantuan, karena jumlah ini tidak sebanding dengan kesedihan bapak, ibu maupun saudara rasakan ketika kehilangan anggota keluarga, dan semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal, guna memenuhi kebutuhan yang paling utama”, ujar Wayan. (fri)
RABU, 25 SEPTEMBER 2019
PENDIDIKAN
4
Pergub Pesantren Segera Terbit Perda di Tolak Kemendagri
Emil Dukung Pelestarian Permainan Tradisional KOTA BANDUNG – Dalam rangka mengampanyekan permainan tradisional Sunda. Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi bermain bersama ratusan anak sekolah di halaman parkir barat Gedung Sate Kota Bandung. Ridwan Kamil pun mencoba keseruan berbagai permainan, mulai boy-boyan hingga sondah. Kampanye kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) dan LPAI ini sendiri mengusung tema ‘Asik Tanpa Gawai’ alias Astaga. Sejumlah permainan tradisional Sunda lainnya ikut diperkenalkan, antara lain engklek cingciripit, sorodot gaplok, sapintrong, dan galasin. Menurut Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, kampanye ini bertujuan melestarikan permainan tradisional. Sekaligus mengurangi penggunaan gawai (gadget) khususnya smartphone pada anak. “Dengan LPAI, kami (Pemprov Jabar) mengampanyekan permainan tradisional. Untuk mengurangi penggunaan gadget melalui permainan motorik, tadi saya ikut boy-boyan, sondah, dan lainnya,” ujar Emil. Pemprov Jabar sendiri terus berupaya mewujudkan seluruh 27 wilayahnya menjadi kabupaten/kota yang ramah anak. Dengan salah satu indikator yakni tersedianya ruang permainan anak. Adapun dari 27 kabupaten/kota di Jabar, 24 daerah di antaranya sudah dinyatakan ramah anak oleh pemerintah pusat. Jumlah itu menjadikan Jabar sebagai provinsi dengan kabupaten/kota ramah anak terbanyak di Indonesia. “Dari 27 daerah, 24 sudah sudah ramah anak. Tinggal tiga lagi yaitu Purwakarta, Pangandaran, dan Indramayu. Insyaallah dalam satu tahun ke depan, semua daerah sudah ramah anak,” tutur Emil. Selain itu, Pemprov Jabar mendukung kampanye pelestarian permainan tradisional dan pengurangan penggunaan gawai pada anak dengan alokasi anggaran untuk forum anak agar anak memiliku ruang berekspresi seluas-luasnya. “Kami juga menggeser dari digital ke baca buku diperbanyak. Kami (Pemdaprov Jabar) dapat penghargaan literasi, dengan membuat kotak literasi yang disimpan di ruang publik,” kata Emil merujuk program Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) yang mendapat penghargaan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Saat ini, Jawa Barat memiliki lebih dari 400 permainan tradisional, mulai dari yang menggunakan alat, tanpa alat, hingga permainan pikiran, telah diteliti dan dibukukan oleh Komunitas Hong komunitas yang aktif melestarikan permainan tradisional khas Sunda. “Ini menandakan tingginya adiluhung peradaban di tatar Jabar terkait yang namanya kegembiraan tanpa teknologi. Maka, kami bersama LPAI akan terus pertahankan dan lestarikan (permainan tradisional),” ucap Emil. Ketua LPAI Seto Mulyadi, sementara itu mengatakan bahwa anak-anak adalah peniru terbaik di dunia. Bila orang tuanya sibuk bermain gadget, maka Seto berujar jangan salahkan anak bila mengikuti kebiasaan tersebut. “Akhirnya, anak-anak lebih gampang bertanya pada gadget tentang apa pun, yang dengan mudah dijawab oleh gadget. Bertanya ke orang tua malah susah, ini akan membuat anak frustrasi,” tutur sosok yang akrab disapa Kak Seto ini. Oleh karena itu, LPAI mencanangkan gerakan nasional Sasana alias ‘Saya Sahabat Anak’. Terkait permainan tradisional, Kak Seto mengatakan hal itu memiliki banyak manfaat yakni memicu perkembangan psikomotorik dan psikososial serta membangun nilai moral dan melatih kejujuran. “Maka, gubernur juga harus menjadi Sahabat Anak. Jadi inilah yang mendorong kami untuk menggerakkan semua jadi Sahabat Anak supaya tercipta kota/ kabupaten ramah anak hingga ujungnya Indonesia Layak Anak,” tutupnya. (hms/rie)
Menristekdikti : Dorong PT Tingkatkan Kualitas SAAT ini sudah ada 96 perguruan tinggi di Indonesia yang telah meraih akreditasi A. Sebanyak 13 di antaranya merupakan perguruan tinggi swasta di Jakarta. Menurut Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir. “Kita mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitasnya, baik swasta maupun negeri. Hal ini merespon tantangan dan peran perguruan tinggi dalam menghadapi era industri 4.0,” kata Menteri Nasir. Dia menyebutkan, dibandingkan awal masa pemerintahannya terjadi lompatan jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang telah meraih akreditasi A. Dia berharap kampus bisa menjadi penggerak inovasi membangun negeri, dan SDM dan IPTEK. Yang dihasilkan akan menjadi kekayaan yang tidak ternilai menjadi modal bangsa dalam percaturan global di era industri 4.0. Terus memacu agar lulusan siap menghadapi percepatan dan pengusaan teknologi informasi berbasis online demi menyongsong revolusi industri 4. Pendekatan digital diterapkan di universitas berupa sistem tata kelola perguruan tinggi berbasis online mulai tahap input, proses, output, outcomes, dan impact. “Tata kelola Universitas Nasional saat ini sudah mencapai 80 persen berbasis online, 20 persen sisanya sedang dalam proses pengerjaan dengan target capaian pada tahun akademik 2019/2020. Dengan kata lain pada titik itu, Universitas Nasional akan menjadi kampus yang berkategori cyber university atau smart campus,” ujar Rektor Universitas Nasional, El Amry Bermawi Putera. Amry menambahkan, aktivitas perkuliahan dan learning management system juga pembelajaran dan penelitian telah dibantu dengan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK). Berbagai inovasi dilakukan dalam bidang pembelajaran dua mata kuliah wajib universitas dan desain ulang kurikulum. Ia menyebutkan hal ini dilakukan demi melahirkan lulusan berkualitas, terampil dan mampu beradaptasi dengan Revolusi Industri 4.0. (bbs/rie)
KOTA TASIKMAL AYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tetap berkomiten membuat payung hukum pondok pesantren. Meskipun Raperda Pendidikan Keagamaan (pesantren) ditolak Kementerian Dalam Negeri. Kemendagri baru-baru ini menolak Raperda Pendidikan Keagamaan karena masalah kewenangan. Meski demikian, Pemprov Jabar terus berjuang melahirkan aspek legalitas kegiatan pondok pesantren (ponpes) melalui sebuah peraturan gubernur (pergub). “ Ke b e r p i h a k a n k a m i , kepemimpinan kami dan Kang Emil kepada pesantren harus tetap memiliki legalitas atau payung hukum. Karena kalau keberpihakan kami kepada pesantren ini tidak memiliki legalitas, (maka) akan rawan,” kata Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum. Menurut Uu, pergub pesantren saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian. “Mudah-mudahan ini (pergub pesantren) ditandatangani (gubernur) dan segera bermanfaat. Artinya, kami bisa memberikan perhatian kepada mereka (pesantren),” lanjut Uu. Melalui pergub pesantren, sekitar 10.000 ponpes di Jawa Barat akan mendapat anggaran dari Pemdaprov
Jabar dengan lebih mudah. “Pertama, keberpihakan tentang anggaran. Pesantren bisa mendapatkan anggaran. Tidak hanya mereka yang mengajukan proposal, tapi seluruh pondok pesantren. Besar atau tidaknya nanti akan disesuaikan dengan anggaran kami,” paparnya. Pergub Pesantren akan mengatur anggaran seperti biaya operasional para santri dan kiai. Selain itu, pergub juga mengatur kewenangan Pemdaprov Jabar yang bisa membangun sarana dan
prasarana ponpes dalam bentuk hibah. “Selama ini ponpes minta anggaran lewat proposal, kemudian dananya untuk pembangunan. Nah, melalui pergub ini anggaran yang diberikan kepada pesantren bisa seperti itu (lewat proposal) atau pesantren bisa dibuatkan (sarana dan prasarana) oleh kami lewat lelang, setelah beres kami hibahkan kepada ponpes,” kata Uu. Kemah Santri Muadalah Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Uu
membuka Kemah Dakwah Santri Muadalah (KDSM) ke-1 Tingkat Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti 11 ponpes muadalah yang ada di Jawa Barat. Masingmasing ponpes mengirimkan 10 santri putra dan 10 santri putri. Menurut Uu, KDSM penting sebagai ajang silaturahim dan komunikasi di antara sesama ponpes. Selain itu, kegiatan kemah juga sebagai sarana evaluasi pesantren Muadalah. Program Muadalah dalam sistem pendidikan pondok
pesantren merupakan bentuk penyetaraan ponpes dengan sistem pendidikan formal lainnya. “Jadi, program Muadalah ini adalah sebagai bentuk pengakuan pemerintah terhadap lembaga pondok pesantren,” jelas Uu. KDSM yang dilaksanakan 23-25 September 2019 ini adalah kegiatan kemah yang pertama kali digelar untuk ponpes Muadalah di Indonesia. Diharapkan kegiatan yang sama bisa digelar untuk taraf nasional. (hms/rie)
Siswa SMPN 4 Klari Miliki Ruang Kelas Kreatif KARAWANG – Mempunyai ruangan kelas yang nyaman saat kegiatan belajar, bisa bermain dan menjaga kekompakan bersama setiap guru. Itulah yang terlihat di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Klari. Seperti yang diungkapkan salah seorang siswi SMPN 4 Klari, Siti Wulandari mengatakan, bahwa nyaman belajar di sekolah ini. Bagi dia adalah pertama setiap ruangan kelas memiliki keindahan seperti bisa menjaga kebersihan. Lalu
kekompakan teman, serta kedekatan yang terjalin juga menjadi salah satu alasan. Yang membuat dia begitu senang berada di dalam kelas. “Temen-temenya pada asik kompak, apalagi sama gurunya jadi betah aja masuk sekolah tuh,” akunya kepada KBE, kemarin. Menurut Siti, jika suasana tersebut diberlakukan di setiap sekolah yang ada di Karawang. Maka tidak ada lagi kabar tentang siswa yang membolos. Karena, kata dia, salah satu fak-
tor yang membuat siswa tersebut memilih untuk tidak masuk kelas, adalah tidak adanya keharmonisan yang terjalin baik antar teman maupun guru. “Mungkin ini bisa menjadi salah satu solusi dalam memberantas pergaulan siswa yang tidak baik di sekolah, soalnya aku aja gak mau bolos pengennya kalau loibur tuh pengen cepet-cepet masuk malah,” tuturnya. Hal serupa juga disampikan teman satu kelasnya, Dede Yusuf menuturkan,
kenyamanan belajar itu tergantung bawaan siswa itu sendiri dalam menghadapi segala hal. Karena bisa saja jika siswa tersebut tidak mengerjakaan apa yang ditugaskan oleh gurunya, membuat siswa itu menjadi takut dan memilih tidak masuk kelas. “Kalau pengalaman dari cerita teman-teman sih, biasanya tidak mengerjakan tugas. Hal tersebut menjadi salah satu alasan bolos, tapi tergantung kitanya aja,” ungkapnya. Sementara itu, salah
seorang guru SMPN 4 Klari, Mukti mengaku jika selama kegiatan belajar berlangsung justru tugas guru bukan hanya memberikan mata pelajaran saja. Melainkan ada tugas yang lebih berat yuaitu bagaimana guru tersebut mampu menjaga kedekatan antar setiap siswa. “Guru itu sama halnya seperti orangtua harus bisa mendidik dan mengetahu apa yang diinginkan oleh siswa agar mereka bisa lebih semangat dalam belajar,” pungkasnya. (oib)
FLS2N Dorong SDM Perkembangan Pendidikan Karakter MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy memberikan apresiasi terhadap hasil karya peserta lomba yang penuh kreativitas. Dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2019. Perlombaan ters ebut menunjukan di bidang seni dan seni penciptaan ini berlangsung di dua lokasi, yakni, Provinsi L a m p u n g u n t u k p e rlombaan jenjang SMA , S M K , d a n Pe n d i d i k a n Khusus. Sedangkan jenjang SD dan SMP di Kota Tangerang.
“Saya k ag u m d e nga n hasil kar ya anak-anak kita, contohnya, saya lihat tadi di desain grafis, hasil karyanya sudah di atas rat a - rat a u ku ra n a na k SMP, kreatif semua,” kata Mendikbud Muhadjir. Lanjut Mendikbud Muhadjir, kompetisi di bidang seni, FLS2N dapat mendorong penguatan pendidikan karakter bagi perkembangan sumber daya manusia (SDM) In d o n e s i a. Pe n g u at a n ini meliputi tiga sumber karakter, yaitu logika, estetika, dan etika. “Saya berharap dengan ajang ini bisa memberi-
kan sumbangan berarti bagi penguatan pendidikan karakter kita. Anak yang pintar dan cerdas, punya kemampuan cukup dan hebat sangat penting, tetapi semua tidak ada artinya kalau tidak ada karakter yang baik. Yang harus ditekankan adalah pendidikan karakternya baik logika, etika dan estetika,” jelasnya. Sementara itu, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Ditjen Dikdasmen Kemendikbud Khamim mengatakan, penyelenggaraan FLS2N menjadi ajang ekspresi bagi kecintaan siswa akan kesenian
dan kebudayaan bangsa Indonesia. “FLS2N ini menjadi ajang berkreasi, berkarya, dan berprestasi, serta bisa dijadikan ajang ekspresi kecintaan terhadap budaya bangsa dan pengembangan pendidikan karakter,” ungkap Khamim. Menurut Khamin, kec i nt aa n te rha dap s e n i akan membentuk anak menjadi karakter unggul di masa depan. Dia berharap para siswa terus menggali kreativitas yang dimiliki dengan mengikuti kegiatan kompetisi berbasis seni.
“Jadikanlah ajang (FLS2N) untuk menggali potensi, bakat, dan kreativitas untuk meraih prestasi,” tambah Muhadjir. Pengembangan kreativitas, lanjutnya, penting untuk menghadapi persaingan di masa depan, dalam era Revolusi Industri 4.0. “Nanti akan banyak produksi repetitif digantikan oleh robot atau artificial intelegent. Untuk itu, pertahankan kreativitas, karena yang tidak bisa digantikan adalah kreativitas yang dihasilkan oleh manusia, sebagai daya cipta,” pungkasnya. (bbs/rie)
RABU, 25 SEPTEMBER 2019
METRO KARAWANG
5
Wisata Bahari Tangkolak Mendapat Bantuan Terima Perahu dan 2 Set Alat Selam
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
SERAH TERIMA : Kabid Kelautan DKP Provinsi Jawa Barat, Antonia Sihite, serahkan perahu dan 2 set alat selam, kepada pengelola Wisata Bahari Tangkolak
HUKRIM
Pasca Gerebek, Pemilik Kafe Tahan Ijazah Karyawan KARAWANG – Tidak hanya menjual minuman keras kepada anak dibawah umur, Kafe Tangkahan di Krajan Timur, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok ternyata melakukan praktek penahanan ijazah kepada karyawannya. Hal tersebut terungkap setelah Wakapolsek Rengasdengklok, AKP Indamancik bergerak cepat mengambil kembali ijazah seorang karyawan Disa Dewi . Yang disita pemilik Kafe Tangkahan, Saut Bancin pasca viral di media sosial. “Dalam rangka menanggapi viralnya di medsos tentang ijazah yang mana sebagai jaminan kerja di Kafe Tangkahan milik Saut Bancin. Kami serahkan ijazah tersebut kepada yang bersangkutan (karyawan kafe),” kata AKP Indamancik kepada KBE, kemarin (24/9). Lanjut Indamacik, akhirnya ijasah salah satu karyawan Kafe Tangkahan bernama Risma Dewi warga Dusun Karajan A Rt 001/001 Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, diserahkan. “Selain menyerahkan ijazah, kami juga turut menyerahkan beberapa dokumen yang ditahan oleh pemilik warung. Surat-surat tersebut sebelumnya diterima dari Marojat Sitohang selaku kuasa dari Saut Bancin pemilik Kafe Tangkahan,” ujarnya. Sementara itu, Risma Dewi mengaku senang dan mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian. Yang telah membantu mengambilkan ijazah yang sebelumnya ditahan sebagai jaminan kerja. “Terima kasih untuk bantuannya kepada bapak polisi yang telah membantu saya. Untuk bisa kembali mendapatkan ijazah yang sebelumnya dijadikan jaminan kerja,” ungkapnya. Sebelumnya, aliansi lembaga swadaya masyarakat (LSM), pemuda, tokoh masyarakat, Karang Taruna Kecamatan Rengasdengklok sepakat menatakan sikap menolak dibukanya kembali kafe Tangkahan di Desa Amansari yang bebas menjual miras kepada anak dibawah umur. Hal tersebut merupakan puncak kekecewaan masyarakat atas lemahnya pengawasan dari Kecamatan Rengasdengklok. Sehingga membuat kafe bisa bebas menjual miras ke anak sekolah dasar negeri (SDN) yang masih mengenakan seragam. Ketua umum LSM Kompak, Ahmad Mukron mengatakan, pihaknya meminta kepada pihak aparat baik itu pihak kasi trantib kecamatan (MP) dan pihak kepolisian agar segera menutup total kegiatan cafe tersebut. “Hasil pertemuan ini, kami dari Aliansi para temen-temen LSM, aktivis, karang taruna, tokoh masyarakat. Kemudian hadir kiyai Endang dari FMK menyatakan tidak ada toleransi lagi untuk cafe tersebut beroperasi,” ucap Mukron kepada KBE usai melakukan audiensi dengan Kecamatan Rengasdengklok, kemarin. (gie)
KARAWANG – Potensi Wisata Bahari di Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan memang luar biasa. Selain memiliki hutan konservasi mangrove terbesar. Di bawah laut Tangkolak juga, tersimpan jutaan misteri dan harta karun, dari Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT), yang kini sudah sah dijadikan objek wisata. Hal tersebut membuat Kampung Nelayan Tangkolak kini jadi primadona. Untuk meningkatkan potensi wisata disana. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat, menghadiahi pengelola satu unit perahu wisata. Lengkap dengan mesin, pelampung dan alat selamnya. “Kita sudah serahkan, satu unit perahu wisata dan dua set alat selam. Untuk pengelola Wisata Bahari Tangkolak,” ujar Kabid Kelautan, DKP Jawa Barat, An to n i a Si h i te k e p a d a KB E , kemarin (24/9). Antonia mengatakan, bantuan yang diberikan DPK Jawa Barat, bukan tanpa alasan. Pemrpov Jabar berharap, dengan peningkatan fasilitas dan sarana. Diharapkan, ke depan, Tangkolak bisa jadi salah satu destinasi wisata bahari terbaik, yang dimiliki Jawa Barat.
“Potensi disini luar biasa. Di Jawa Barat, museum BMKT bawah laut, hanya ada disini. Di Cilamaya, lebih tepatnya di Tangkolak,” jelasnya. Antonia berharap, bantuan yang diberikan itu bisa bermanfaat dan digunakan sebaik mungkin. Untuk aktifitas pengelola maupun keperluan dinas, apa bila dibutuhkan. “Tahun ini hanya 2 set alat selam. Tapi dianggaran tahun depan, kita sudah anggarkan lagi (alat selam) yang lebih banyak,” katanya. Sementara, pengelola wisata Bahari Tangkolak, Tayanto mengatakan, perhatian dari pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat. Dianggap sangat membantu proses peningkatan mutu dan kualitas, Wisata Bahari Tangkolak. Tayanto mengakui, jika destinasi wisata yang kelompoknya kelola, masih memiliki kekurangan disana-sini. Namun, dengan kegigihan, kerja keras dan kerja sama antar lini yang solid seperti ini. Dirinya optimis. Jika cita-cita pemerintah memiliki destinasi wisata bahari yang berkualitas. Bisa terwujud di Kampung Nelayan Tangkolak, Sukakerta. “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu. Ayo kita sama-sama lestarikan alam kita. Untuk anak cucu kita dan masa depan yang lebih baik,” ucapnya. (wyd)
Bupati Matangkan Persiapan Goyang Karawang KARAWANG – Bu pat i Karawang, Cellica Nurrachadiana mematangkan persiapan acara Gelaran Goyang Karawang (gokar) Internasional 2019 dan Colour Run Selaksa Warna BJB di Lantai 3 Plaza Pemda. Untuk diketahui dalam rapat tersebut, peserta Gokar 2019 tercatat telah mencapai hampir 17.000 o r a n g . Pa d a h a l d a l a m rencana acara pemecahan rekor MURI tersebut, hanya 11.000 orang penari yang akan diterjunkan memeriahkan Gokar 2019. Sejumlah Camat yang hadir dalam rapat tersebut menyatakan kesiapan mereka membawa peserta yang sudah jauh jauh hari berlatih goyang Karawang. Pasalnya, warga sangat antusias menyambut dan ikut serta menjadi bagian dalam event akbar itu. Lanjut Cellica, ia meminta kelengkapan fasili-
tas dan kebutuhan bagi para peserta seperti toilet
portable harus dipersiapkan dengan baik. Selain
itu, bupati juga berharap panitia memberikan pelay-
anan dan sambutan bagi para tamu undangan dari mancanegara. Sehingga nantinya mereka berkesan dan harapanya kegiatan Gokar 2019 bisa viral di n e ga ra m e re ka ma s i ng masing. S elanjutnya, kegiatan Colour Run 2019 sebagai rangkaian acara Hari Jadi Kabupaten Karawang 386 bekerja sama dengan Bank BJB akan dilaksanakan 6 Oktober 2019. Kegiatan ini mengambil tema Selaksa Warna yang memiliki tujuan menciptakan sebuah momentum yang dihiasi dengan banyak warna dan mendukung Kabupaten Karawang menuju generasi milenial 4.0 Bertemakan The Finest 6 K Fun Run In Town, acara ini akan dilangsungkan bertempat Lapangan Galuh Mas Karawang dengan menampilkan band ternama D’Massiv. (hms/rie)
dan jaga keharmonisan sosial serta memperkokoh kemanunggalan TNI rakyat yang merupakan salah satu tugas pokok Kowil,” ucapnya. Karena sehebat apapun kemampuan Apkowil tanpa dukungan dan partisipasi dari masyarakat tidak ada artinya, sebaliknya bila kesadaran mampu tumbuh dengan baik maka kehidu-
pan yang kondusif dimasyarakat akan mudah diwujudkan. “Oleh karena itu setiap prajurit harus memiliki kepedulian dan kesadaran untuk selalu berbuat yang terbaik bagi masyarakat, sehingga keberadaan Apkowil di masyarakat akan selalu diterima dan semakin dicintai oleh rakyat,” pungkasnya. (gie)
Dandim Rotasi Staf Perwira Kodim 0604 KARAWANG – Komando Distrik Militer (Kodim) 0604 Karawang menggelar rotasi dan mutasi beberapa perwira staf dalam upaya penyegaran di tubuh TNI. Kapten Inf Rebin Hidayat yang sebelumnya Pasiter menempati posisi baru menjadi Danramil 0410/ Pangkalan menggantikan Kapten Caj Andri Oktrianto, S.Sos yang melanjutkan pendidikan Diklapa II. Sementara untuk mengisi jabatan Pasiter adalah Kapten Inf Ramin Nurmansyah. “Sertijab adalah hal yang biasa dan lazim dalam kurun waktu tertentu atau sesuai dengan tugas yang sering dihadapi. Juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembinaan
organisasi maupun pembinaan personil. Dengan harapan kinerja satuan kedepan akan lebih maksimal dalam pelaksanaan tugas pokoknya masing-masing,” kata Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf Endang Sumardi kepada KBE, kemarin (24/09). Dikatakannya, untuk itu dirinya berharap esensi dari akhir tugas ini, agar bisa dimaknai sebagai suatu amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Sekaligus menjadi peluang untuk menghasilkan karya pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara. “Jangan hanya menginginkan jabatan dan kedudukan tetapi tidak diikuti dengan kemauan dan motivasi untuk menyelesaikan setiap
tugas yang merupakan tanggung jawab masing - masing bahkan lebih penting tidak mementingkan kepentingan pribadi daripada tugas pokoknya,” tuturnya. Lanjutnya, dirinya menekankan kembali kepada semua unsur pimpinan bahwa pembinaan satuan itu penting dan perlu dilakukan secara profesional dan proporsional agar dapat meningkatkan kinerja yang optimal, penuh disiplin serta bertanggung jawab terhadap beban tugasnya masing masing. “Kepada yang sudah melaksanakan tugas, bahwa tuntutan tugas kita kedepan tugas kita semakin tidak ringan, untuk itu tingkatkan kesadaran bermasyarakat
Kinerja Pokja Kampung KB di Evaluasi KARAWANG – Belasan kelompok kerja (Pokja) Kampung KB di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Cilamaya Wetan dan Cilamaya Kulon, di evaluasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karawang. Selasa, (24/9) kemarin. Dalam kegiatan bertajuk monitoring dan evaluasi pokja Kampung KB. Para kader di tiap-tiap kampung atau dusun, diminta untuk lebih aktif lagi. Dalam menjalankan roda organisasi Kampung KB. Pasalnya, selama ini kampung KB yang jumlahnya sudah ratusan itu, dianggap masih belum berjalan optomal. Padahal, pemerintah pusat sudah merancang. Kampung KB sebagai wadah untuk masyarakat
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
KAMPUNG KB : Foto bersama DPPKB Karawang, dengan Pokja Kampung KB di Kecamatan Cilamaya Wetan dan Cilamaya Kulon.
lingkungan, bersama-sama meningkatkan kualitas keluarganya. “Kampung KB ini harus jadi jembatan serta media bersosialisasi. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitarnya,”
ungkap Kabid Dalduk dan Advokasi, DPPKB Karawang, Imam Alhusaeri kepada KBE, kemarin. Imam mengatakan, selain memberikan masukan dan mengevaluasi kinerja Pokja di Kampung KB yang ada di
Kecamatan Cilamaya Wetan dan Cilamaya Kulon. Dalam kesempatan itu, DPPKB Karawang juga melakukan monitoring tiap-tiap Pokja Kampung KB. “Kegiatan di Kampung KB ini banyak. Sesuai delapan fungsi keluarga. Seperti keagamaan, reproduksi, pendidikan, ekonomi, lingkungan, budaya, hingga kasih sayang dan perlindungan,” jelasnya. Lanjutnya, sesuai perintah Bupati Karawang, Cellica Nurracahadiana. Hingga akhir tahun 2019 ini, akan ada 100 Kampung KB baru di Kabupaten Karawang. Sementara, seluruh desa bakal memiliki Kampung KB masing-masing, di tiap dusun. “Mudah-mudahan setelah di evaluasi, kinerja
pokja dan organisasi Kampung KB semakin baik. Dan membawa dampak positif di masyarakat,” harapnya. Ditempat yang sama, Koordinator Pokja Kampung KB Gombol Sinali, Desa Sukakerta, Sobri mengatakan, selama ini, masyarakat memahami program KB hanya sebatas alat kontrasepsi, seperti implan, kondom dan IUD. Melalui kegiatan monev dan evaluasi itu, kata Sobri, pihaknya mendapat banyak pencerahan. Sehingga bisa mensosialisasikan kepada warganya dengan baik dan merinci. “Tadi dapat banyak masukan yang positif dari Pak Imam. Ke depan, kami siap mengelola Kampung KB jadi lebih baik lagi,” pungkasnya. (wyd)
6
Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis
RABU, 25 SEPTEMBER 2019
Damri Pilihan Masyarakat Menuju BIJB Kertajati KARAWANG – Sejak penataan rute ke Bandara Internasional Kertajati (KJT), Bus Damri masih menjadi pilihan transportasi masyarakat. Selain gratis, Damri menawarkan perjalanan setiap dua jam untuk mencapai ke Bandara yang ada di Kabupaten Majalengka. Bukan hanya Damri, PT Bandarudara Internasional
Jawa Barat (BIJB) juga merangkul modal transportasi lainnya, seperti shuttle dan taksi daring sebagai pilihan masyarakat yang ingin terbang dari Bandara Kertajati. Ada 11 pilihan tranportasi dengan 11 rute yang tersedia saat ini yakni, Bandung, Cirebon, Kuningan, Indramayu, Tasikmalaya, Purwakarta, Sumedang, Karawang, Majalengka dan Tegal.
“Pilihan moda transportasi untuk menjangkau Bandara Kertajati itu cukup banyak, tapi memang Damri masih menjadi pilihan masyarakat karena gratis. Ini sebagai bentuk perhatian kebaikan pemerintah kepada Bandara Kertajati,” ujar Direktur PT BIJB, Muhamad Singgih. Dari catatan, sejak (1-19/9) ada 14.253 orang terako-
modir oleh berbagai moda transportasi yang menggunakan fasilitas Bandara Kertajati untuk pilihan terbang. Dalam periode tersebut sekitar 9.823 orang diantaranya memilih Bus Damri. Adapun sisanya menggunakan shuttle dan taksi online. Penumpang ternyata masih juga didominasi dari kawasan Bandung Raya dengan angka penumpang
mencapai 11.647 orang. Disusul Cirebon dengan 1.161 dan Sumedang serta Tasikmalaya yang masing-masing mendekati 400 orang. “Yang buat kita terkejut juga justru masyarakat Tegal yang cukup banyak menggunakan Bandara ini. Dua minggu saja ada 219 orang menggunakan angkutan umum. Data ini belum yang menggunakan kendaraan
pribadi,” terangnya. Singgih menerangkan, jumlah penumpang pasca penataan rute yang efektif dimulai sejak 30 Juni 2019, memang mengalami peningkatan jumlah penumpang secara siginifikan yang bisa menyentuh 4.000 penumpang sehar inya. Namun saat ini ketika memasuki periode low season jumlah penumpang masih
dalam angka sekitar 2.500 3.000 setiap harinya. “Ketika ada penurunan itu hal wajar karena saat ini memasuki low season. Ini juga yang dialami bandara lain ketika memasuki periode ini. Untuk jumlah penumpang di Kertajati sejak penataan rute hingga 22 September mencapai 243.756 penumpang,” imbuhnya. (rls/rie)
Perusahaan ini juga mengumumkan bahwa pihaknya sudah menghindar i setidaknya hampir 16 juta ton kubik emisi karbon sampai dengan saat ini. Jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi 29 juta ton pada sepuluh tahun yang akan datang.
Sayangnya, sampai saat ini belum diketahui kapan PlayStation 5 akan meluncur. Sejauh ini, konsol terbaru itu hanya dikabarkan akan lebih bertenaga dari pendahulunya dengan membawa CPU AMD Ryzen dan GPU custom. (bbs/rie)
PS 5 Klaim Ramah Lingkungan KARAWANG – Sony telah berkomitmen untuk membuat produk baru gimnya itu agar lebih ramah lingku n ga n . Ke mu n g k i na n produk terbaru ini akan datang pada PlayStation 5. Diungkapkan Presiden dan CEO Sony Entertaiment, Jim Ryan.
Jim Ryan mengungkapkan, beberapa rencana yang menjadi bagian dari program Playing for tge Planet. Telah berkomitmen untuk membuat produk baru gimnya itu agar lebih ramah lingkungan. “Tujuan kami membuat produk gim lebih ramah
lingkungan untuk membuat produk gim Sony lebih kuat dan tahan lama,” kata Jim Ryan seperti dilansir Engagdet, kemarin. Lanjut Jim Ryan, untuk membuat konsumsi daya PS5 semakin efisien, perusahaan akan menggunakan chip yang sudah ter-
integrasi. Komponen ini akan menawarkan mode suspend-to-RAM. Dengan mode tersebut, pengguna dapat menangguhkan permainan gameplay di perangkat mereka dengan daya yang jauh lebih sedikit ketimbang PS4. Menurut Jim Ryan, daya
ya n g d i g u na k a n u nt u k mode penangguhan itu hanya 0,5W. Jadi, jika ada 1000 pemain yang memutuskan untuk menggunakan model ini. Sony memperkirakan jumlahnya akan sama dengan jumlah energi 1000 rumah di Amerika Serikat.
ASPIRASI RAKYAT STRUKTUR PIMPINAN DAN ANGGOTA FRAKSI DPRD PROVINSI JAWA BARAT PERIODE 2019-2024 Gerindra Persatuan H. Ricky Kurniawan, Lc (Ketua) Drs. H. Daddy Rohanady (Wakil Ketua I) RM. Ibnu Ariebowo Kusumo (Wakil Ketua II) DR. Buky Wibawa Karya Guna., M.Si (Sekretaris) Hj. Lina Ruslinawati (Bendahara) H. Arif Hamid Rahman (Anggota) Dadang Kurniawa, S.IP (Anggota) Tobias Ginanjar Sayidina, SAP (Anggota) Mirza Agam Gumay (Anggota) H. A. Sopyan BHM, S.IP (Anggota) Ir. Prasetyawati, MM (Anggota) H. Cecep Gogom, S.Ag.,M.Pd (Anggota) H. Abdul Harris Bobihoe (Anggota) Rizky Apriwijaya, S.Si (Anggota) H. Syahrir,SE., M.Ipol (Anggota) Irpan Haeroni (Anggota) Hj. Gina Fadlia Swara, SE .,MM (Anggota) Ihsanudin, M.Si (Anggota) H. Herry Ukasah Sulaeman, S.Pd (Anggota) Taufik Hidayat (Anggota) H. Kasan Basari, SH (Anggota) Hj. Tina Wiryawati, SH (Anggota) Deden Galih, SH.,MM (Anggota) Viman Alfarizi Ramadhan, ST.,MBA (Anggota) Ali Rasyid, M.Sos (Anggota) Hj. Ruhyat Nugraha (Anggota) H. Pepep Saepul Hidayat, S.Ikom (Anggota) Hj. Neng Madinah Ruhiat (Anggota)
Golongan Karya Drs. H. Yod Mintaraga, MPA (Ketua) H. Phinera Wijaya, S.E (Wakil Ketua) H. Kusnadi, S.IP (Sekretaris) Hj. Cucu Sugyati, SE., MM (Bendahara) H. Ali Hasan, S.IP (Anggota) H. M. Dadang Supriatna, S.IP.,M.Si (Anggota) Edi Rusyandi, S.Pd.I (Anggota) Drs. H. Ade Barkah Surahman, M.Si (Anggota) Ade Puspitasari. S.Sos.,M.B.A (Anggota) H. Almaida Rosa Putra, S.E.,MM (Anggota) Hj. Sri Rahayu Agustina, S.H (Anggota) Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, A.Md (Anggota) Drs. Abdul Rozak Muslim, S.H.,M.Si (Anggota) Hilal Hilmawan, S.IP.,M.I.P (Anggota) DR. Dr. Herman Sutrisno, M.M (Anggota) Ade Ginanjar (Anggota)
Partai Kebangkitan Bangsa Muhamad Sidkon DJ, S.H (Ketua) H. Dadan Hidayatullah, S.Ag (Wakil Ketua) Hasim Adnan (Sekretaris) M. Faizin (Bendahara) H. Oleh Soleh, S.H (Anggota) Erni Sugiyanti, S.Ag (Anggota) H. Nasir (Anggota) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H. Asep Syamsudin, S.Ag (Anggota) Haru Suandaru, S.Si., M.Si. (Ketua) Hj. Yuningsih (Anggota) Drs. K.H. Abdulatip (Wakil Ketua) Rahmat Hidayat Djati (Anggota) H. Ridwam Solichin, S.IP.,M.Si (Sekretaris) Asep Suherman (Anggota) H. Heri Koswara, S.Ag (Wakil Sekretaris) Johan J. Anwari (Anggota) H. Iwan Suryawan, S.Sos (Bendahara) Hj. Sari Sundari, S.Sos (Wakil Bendahara) Demokrat Hj. Siti Muntamah, S.AP (Anggota) Ir. Irfan S, M.IPol (Penasehat I) H. Jajang Rohana, S.Pd.I (Anggota) Asep Wahyu Wijaya, SH.,M.IPol (Ketua) Aep Nurdin, S.Ag., M.Si (Anggota) H.M. Achdar S, S.Sos (Wakil Ketua) H. Sadar Muslihat, S.H (Anggota) H. Sugianto Nangolah, SH.,MH (Wakil H. Abdul Muiz (Anggota) Ketua) Drh. H. Achmad Ru’yat, M.Si (Anggota) Ir. Sri Budiharjo Hermawan, M.IPol H. Mochamad Ichsan M,A.Md (Anggota) (Wakil Ketua) DR. H. Nur Supriyanto, M.M (Anggota) Drs. Toni Setiawan (Wakil Ketua) DR. H. Abdul Jabar Majid, M.A (Anggota) Yosa Octora Santono, S.Si.,MM (Wakil Ir. H. Imam Budi Hartono (Anggota) Ketua) H. Faizal Hafan Farid, S.E.,M.Si (Anggota) H. Zulkifli Chaniago,BE (Sekretaris) Ir. H. Abdul Hadi Wijaya, M.Sc (Anggota) Hendar Darsono,SH.,MH (Wakil Drs. H. Anwar Yasin (Anggota) Sekreatris) H. Didi Sukardi (Anggota) Toto Purwanto Sandi, SE (Bendahara) H. Ahab Sihabudin (Anggota) Hj. Lilis Boy (Wakil Bendahara) PDI Perjuangan H. Memo Hermawan (Ketua) Muhammad J, S.Ag.,M.H (Wakil Ketua) R. YunandarR. Eka P, S.T (Sekretaris) Hj. Asyanti Rozana Thalib, S.E (Bendahara) Rafael Situmorang, S.H (Anggota) Hj. Nia Purnakania, S.H.,M.Kn (Anggota) Dra. Hj. Elin Suharliah, M.Si (Anggota) DR. M. Tandiontong, S.E.,M.M.Ak (Anggota) H. Rudi Harsa Tanaya (Anggota) Waras Wasisto, S.H (Anggota) Hj. Sumiyati, S.Pd.I (Anggota) H. Jejen Sayuti, S.E (Anggota) Hj. Iis Turniasih (Anggota) Dr. Hj. Ineu P. S, S.Sos. M.M (Anggota) Dr. Abdy Yuhana, S.H.,M.H (Anggota) H. Syamsul Bachri, S.H., M.B.A (Anggota) Bambang Mujiarto, S.T (Anggota) Dra. Hj. Ijah Hartini (Anggota) Bedi Budiman, S.Ip., M.Si (Anggota) H. Arip Rachman, S.E., M.M (Anggota)
Anggota DPRD Jabar Desak Proses Hukum Pencemaran Sungai
Ilustrasi pencemaran sungai.
Dorong Pemkab Bekasi Perbanyak Bangun Ruang Kelas
Partai Amanat Nasional (PAN) Ir. H. Herry Dermawan (Ketua) Ade Kaca, S.E (Wakil Ketua) H.M Hasbullah Rahmat, S.Pd.,M.Hum (Sekretaris) Dessy Susilawati, S.Pd.I (Bendahara) Raden Tedi, S.T (Anggota) H. Supono (Anggota) Hj. Thoriqoh Nashrullah Fitriyah, S.T.,M.E.Sy (Anggota) Nasdem Persatuan Indonesia Dra. Hj. Tia Fitriani (Ketua) Nina Nurhayati (Wakil Ketua) Husin, S.E (Sekretaris) Sabil Akbar, S.IP (Bendahara) H. Eryani Sulam, M.Si (Anggota)
Ilustrasi kerusakan bangunan sekolah.
KABUPATEN BEKASI – Ang gota DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Jabbar Majid mendorong Pemerintah Kabupaten Bekasi memperbanyak pembangunan ruang kelas agar dapat menam pung siswa lebih banyak. Dilansir dari Dakta.com, anggota Fraksi PKS ini menya takan kebutuhan yang paling penting bagi masyarakat adalah pendidikan dan kesehatan. Untuk pendidikan, saat ini dalam penerimaan siswa baru diterapkan sistem zonasi, dengan adanya sistem itu otomatis calon siswa yang rumahnya dekat sekolah bisa diterima sementara siswa yang jaraknya jauh tidak bisa diterima. “Hal inilah yang menjadi persoalan, karena siswa yang jaraknya berjauhan dengan sekolah tidak bisa masuk, oleh
karena itu perlu dibangun unit sekolah baru atau ruang kelas sehingga bisa menampung siswa lebih banyak,” ucapnya di Cikarang seperti dikutip dari Dakta.com, Senin (16/9/2019). Abdul Jabbar yang merupa kan anggota DPRD dari dapil 9 Jawa Barat itu menyebut perbaikan di sarana pendidikan merupakan upaya meningkat kan kualitas sumber daya manusia agar lebih berkompe ten melalui pendidikan di sekolah, oleh karena itu harus bisa dimaksimalkan. “Pemkab Bekasi juga harus memprioritaskan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD agar infrastruktur sekolah lebih layak, karena selama ini, pemerintah daerah belum memprioritaskan mengenai anggaran untuk pendidikan,” pungkasnya.(**)
KARAWANG – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ihsanudin mendesak agar perusahaan nakal yang melakukan pence maran sungai hingga mengaki batkan Bendungan Barugbug Kabupaten Karawang hitam pekat diproses secara hukum. “Kasus pencemaran lingku ngan harus ditindak tegas. Apalagi fenomena meng hitamnya Bendungan Barug bug selalu terjadi setiap tahun,” katanya, di Karawang seperti dikutip dari Antara, Kamis (19/9/2019). Legislator daerah pemilihan Karawang dan Purwakarta ini mengaku prihatin atas kondisi sungai Cilamaya dan Bendungan Barugbug yang tercemar limbah perusahaan. Setiap tahun, tepatnya saat kemarau, tercemarnya sungai dan bendungan itu sangat jelas terlihat. Selain berwarna hitam pekat, juga menimbulkan bau tak sedap. “Saya sebagai orang Karawang prihatin dan marah melihat prilaku industriindustri yang masih membuang limbah sembarangan dan mencemari lingkungan. Pencemaran ini sudah berlangsung selama bertahuntahun. Sudah saatnya ditindak tegas,” kata dia. Kader Partai Gerindra ini mendesak agar Pemkab Karawang bersama Pemprov Jabar segera mengusut kasus pencemaran lingkungan itu. “Pemerintah harus hadir, melayani dan memberikan manfaat langsung sehingga lingkungan kita bebas dari pencemaran industri nakal,” kata dia. Menurut dia, Bendungan Barugbug mengairi areal persawahan seluas 2.926 hektare di Kecamatan Jatisari, Karawang hingga Kecamatan Patokbeusi, Subang. Tapi aliran sungai itu tercemar limbah industri yang berasal dari hulu Sungai Cilamaya. “Anehnya itu sudah bertahun tahun tidak ada penanganan konkret,” katanya.(**)
RABU, 25 SEPTEMBER 2019
SAMBUNGAN
Nandang Tolak Edaran Kadisdik Jabar KARAWANG-Surat Edaran (SE) Kadisdik Jawa Barat yang membedakan pakaian dinas harian (PDH) guru dan tenaga kependidikan (GTK) berstatus PNS dengan yang non PNS kembali tuai pelbagai kritikan. Kini, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karawang ikut menyuarakan penolakan SE tersebut yang dinilainya diskriminatif. “Tidak perlu ada diskriminasi atau pem-
bedaan atribut (seragam-red) antara guru PNS dengan guru honorer, ya toh guru sama tugasnya mengajar di depan murid,” kata Ketua PGRI Kabupaten Karawang, Nandang Mulyana. Menurut Nandang, kurang bijak bila dasar keluarnya SE tersebut karena dipicu adanya guru honorer yang berbua asusila. Pasalnya, kasus itu harus dilihat kasuistik sehingga tidak bisa digeneralisir. “Di Karawang saya
akan tetap instruksikan ke anggota PGRI lainnya untuk tidak m e mb e d a - b e d a ka n pakaian seragam guru P N S d a n h o n o re r,” tandasnya. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengirim surat ke Gubernur Jawa Barat perihal penolakan SE tersebut. “Saya selaku Ketua PGRI Karawang akan kirim surat ke Gubernur Jabar penolakan SE karena akan timbulkan diskriminatif,” pungkasnya. (red)
Bongkar-Pasang .... dari halaman 1 dengan petahana, Cellica Nurrachadiana. Namun belakang, disebut-sebut PKS memiliki opsi nama lain selain Haji Aep. Saat diminta tanggapan mengenai, opsi nama lain, Ketua DPD PKS Karawang, Dedi Sudrajat masih belum memb er ikan jawaban. Saat terakhir diwawancarai KBE, Dedi menuturkan, PKS p ercaya dir i akan mengusung kadernya ikut tampil, bahkan s ecara matang telah disiapkan beberapa plan agar tak salah langkah dan bisa menang. Beberapa opsi sudah disiapkan, termasuk bila peta politik mengharuskan PKS menjadi penantang petahana. Baik Cellica, maupun Jimmy. “S emuanya mungkin, kami baru enam, empat lagi, jangan-jangan empat parta lagi (koalisi dengan partai peraih kursi kecil) jadi hargai kerja PKS ya ng s e d a ng m e mp e rsiapkan diri. Tidak menutup kemungkinan (menjadi lwawan Cellica,red) ” kata Ketua DPD PKS Karawang, Dedi Sudrajat kepada KBE. “Kita gak pernah tahu, kecelakaan politik di tengah jalan akan terjadi seperti apa,” katanya lagi. Di sisi lain, Gina Swara pun disebut makin serius siap maju dalam Pemilukada. DPP Partai Gerindra sedang menggodok namanya dan menerjunkan tim survei ke lapangan. Gina menjadi sosok alternatif di luar CellicaJi m my , ya ng na ma nya paling menonjol. Selain sudah memiliki popu laritas, Gina pun memiliki
basis suara yang cukup kuat. Aplagi jika maju dari Partai Gerindra. “Tokoh Gerindra yang bisa dijual ke publik baru Gina Swara. Namun, DPD dan DPP belum memutuskan apakah Gina maju di Pilkada 2020 atau tidak. DPP akan memutuskan apakah Gina Swara bakal maju atau tidak setelah melihat hasil survei pada O k t o b e r a t a u No v e m b er mendatang. Kalau hasil surveinya bagus ya maju, tapi kalau tidak sesuai harapan mungkin ada opsi lain dari DPP,” kata Ketua DPC Gerindra Karawang, Ajang Sopandi. Sementara itu pengamat politik yang juga Direktur Lembaga Kajian Independen Indonesia (L KII) Umang Rukmana menjelaskan, hampir bisa dipastikan Gerindra mengusung Gina Swara sebagai calon bupati atau wakil bupati Karawang. “Nampaknya sih sudah hampir pasti Gina yang akan dinaikkan sebagai kandidat, karena berbagai keunggulan yang ia miliki saat ini,” ujar Umang. Soal rekomendasi parpol, Umang menjelaskan, tidak terlalu sulit bagi Gina untuk memperoleh rekom. Selain kader parpol yang sudah terbukti k i n e r ja n y a , G i n a j u g a dinilai punya elektabilitas yang berpotensi besar mengalahkan kandidat lain di Pilkada Karawang. Semakin menonjolnya nama Gina membuat beberapa petinggi parpol sowan ke orang tua Gina Swara. Termasuk salah satu bakal calon petahana, Ahmad “Jimmy” Zamakhsyari.
Jimmy saat diwawancarai awak media bahkan sangat percaya diri kemungkinan ia berpasangan denga Gina cukup besar. Dan peluang menang pun ia meyakini sangat besar. “Betul, kita sedang mematangkan pasangan Jimmy-Gina ini. Meskipun d i na m i k a nya m e ma n g masing cukup panjang sebelum pendaftaran dibuka,” jelas Wakil Ketua DPW PKB Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati kepada KBE, Rabu (28/8). S ebelumnya, saat diisinggung terkait Jimmy melamar dirinya untuk bersanding mendampingi Jimmy dengan dirinya di Pilkada Karawang, Gina mengembalikan semua itu kepada internal partainya. “Saya kembalikan ke partai. Ikutin arahan dari DPP Gerindra saja saya mah,” ucapnya saat itu. S ementara itu, Celli ca Nurrchadiana sebgai p[etahana yang namanya masih cukup populer agak bisa bernafas agak lega, selain ia dalam posisi petaha, partainya, Partai Demokrat kini memiliki 9 kursi di DPRD Karawang, artinya cukup merangkul satu parai p eraih satu kursi saja, Cellica sudah bisa mencari wakilnya. Di sisi lain, dua nama pengusaha yang menyatakan siap maju, Haji Aep dan Haji Jenal, namanya sering dilekatkan dengan Cellica. Bahkan berredar isu dua nama itu sedang pertarungkan, mencari partai yang bisa dirangkul oleh dua nama itu, untuk nantinya Cellica pilih mana yang akan menjadi wakilnya. (bbs/gie/mhs)
Satlantas Terbitkan .... dari halaman 1 habiskan. Sebab tak mungkin dikembalikan, sebab pengadaannya menggunakan uang Negara. “Kalau stok material SIM lama habis diperkirakan sekitar dua minggu ke depan. Kita baru bisa pakai Smart SIM, untuk biaya tidak ada perubahan hanya tampilannya berbeda,” kata Siti kepada KBE, kemarin. Lanjut Siti, jika pada Smart SIM ini terdapat beberapa keunggulan dari
SIM biasa yang dipakai selama ini. Salah satunya adalah bisa digunakan sebagai uang elektronik. “Banyak keunggulan dari smart SIM dari SIM yang lama, yakin bisa digunakan sebagai elektronik money, kemudian data-data pengendara juga sudah terintegrasi dengan Disdukcapil,” ungkapnya. Lebih jauh, data forensik pelanggaran maupun tindak pidana juga bisa di identifikasi dari Smart SIM. “Bahkan tentang data-data
Ratusan ASN Shalat Minta Hujan KARAWANG - Ratusan Aparat Sipil Negara (ASN) dan masyarakat melakukan salat istisqa di halaman Pemkab Karawang, Selasa (24/9). Di siang hari yang terik, mendoakan hujan segera turun untuk menyelamatkan petani. Salat juga diikuti sejumlah pejabat diantaranya Wakil Bupati, Ahmad Zamakhsyar, Kajari Karawang, Rohayatie dan sejumlah kepala dinas. “Kita doakan kemarau panjang ini segera berakhir supaya sawah dan petani kita bisa m e n d ap at p a s o k a n a i r yang baik,” ungkap Cellica usai salat, Selasa (24/9). Cellica menuturkan kemarau panjang melanda Karawang hampir 6 bulan terakhir. Setidaknya 14 ribu hektare sawah terdampak kekeringan. “Dua puluh persen sawah kita terdampak kekeringan. Kemarin saya menin-
ARIE/KBE
MINTA HUJAN: Suasana shalat istisqa di halaman Pemkab Karawang.
jau sawah Pakisjaya dan Karawang Selatan pasokan air memang kurang optimal,” katanya. Cellica juga telah menginstruksikan salat Istisqa di seluruh wilayah Karawang. Seluruh camat dan pemerintah desa diimbau menggelar salat
Istisqa hari ini. “Karena dengan salat Istisqa ini, mudah-mudahan doa kita menembus langit,” tutur Cellica. Untuk menanggulangi dampak kekeringan, Pemkab Karawang telah meminta tambahan debit air ke Perum Jasa Tirta 2 selaku
pengelola saluran irigasi. “Kita minta dari 660 menjadi 700 kubik air perdetik,” kata Hanafi Chaniago, Kepala Dinas Pertanian Karawang usai salat Istisqa. Hanafi menuturkan, k e ma rau p a n ja n g ju ga membuat saluran irigasi seret. Alhasil, sejumlah sawah warga tak mendapat pasokan air yang layak. Di Kecamatan Jayakerta dan Pakisjaya misalnya, sebanyak 3 ribu hektare sawah kering tak terairi. “Kalau gagal panen atau puso, stok beras di Jawa Barat bisa terpengaruh,” kata Hanafi. Selain menyelamatkan sawah, salat Istisqa dimaksudkan untuk meredam kebakaran hutan di Riau dan daerah lainnya. “Kita juga berempati atas kondisi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan. Mudah-mudahan segera berakhir,” pungkasnya. (*)
Januari-Juli, Rp 13 T Investasi .... dari halaman 1 Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpatu Satu Pintu (DPMPTPSP), Asep Suryana menyebut seluruh investasi yang masuk ke Karawang itu terdiri dari penanaman modalasing dan dari dalam negeri. Sedangkan mayoritas investasi yang masuk adalah dari penanaman modal asing. “Dengan rincian Penanam Modal Asing (PMA) Rp 12.244.213.300.939 dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp
1.638.514.900.00,” ucapnya kepada KBE, kemarin (24/9). Dikatakannya, s e cara keseluruhan Kabupaten Karawang menjadi peringkat kedua tertinggi seProvinsi Jawa Barat setelah Kabupaten Bekasi dengan nilai investasi Rp 26.848.945. 713.063 yang menjadi peringkat tertinggi. “Demikian juga dalam bidang PMA Karawang menempati posisi kedua, namun dalam PMDN Karawang menempati posisi ketiga se Jawa Barat,” terangnya.
Lanjutnya dalam PMDN, jumlah Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) 163 dengan jumlah tenaga kerja 1.034 orang, sedangkan dalam PMA jumlah LKPM 784, dengan jumlah pekerja 3.832 orang. “Dari semester pertama ini total investasi di Kabupaten Karawang untuk tahun 2019 diperkirakan akan meningkat, jika dibandingkan dengan pada tahun 2018 yang sebesar Rp 14.835.316.008.199,” tuturnya. Pada tahun 2018
sendiri PMA mencapai 11.635.516.208.199 dan PMDN 3.199.799.800.000, proyek LKPM 1.623, dengan tenaga kerja 10.513 orang. “Harapan kami jumlah investasi di Karawang terus meningkat, tentunya para investor melakukan investasi melihat karena Indonesianya, bukan wilayah Jawa Barat atau Karawangnya, faktor rasa aman menjadi salah satu faktor penting yang membuat investor nyaman berinvestasi di Karawang,” pungkasnya. (gie/mhs)
13 Bangunan Ludes, Empat .... dari halaman 1 salah satu bangunan yang merupakan gudang limbah. “Pertama api di gudang limbah milik H. Holil di Dusun II, Kampung Sukasari Rt 001/004, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, sekitar pukul 02.30 wib, kemudian merembet kebangunan lainnya dan api dapat dipadamkan satu jam kemudian,” kata Kapolsek Ciampel, AKP Adis Iskandar
kepada KBE, kemarin. Adis mengatakan, bangunan yang terbakar seperti 4 rumah, 1 gudang, 1 bengkel, 6 warung makan dan 1 toko material milik warga sekitar. Data yang dihimpun total ada 13 bangunan dan 4 kendaraan yang terbakar seperti 3 truk colt diesel (H.Holil) dan 1 R4 (warga sekitar). Me n u r u t A d i s, u n t u k sumber api sampai saat ini masih belum dapat
dipastikan masih dalam tahap penyelidikan. Pemadaman melibatkan mobil pemadam kebakaran sebanyak 8 unit yang terdiri dari Kawasan Suryacipta, KIM, Pindodelli dan dari Pemadam kebakaran Kabupaten Karawang. “Dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan sekitar Rp 700 juta (masih dalam penghitungan). Kita masih mel-
akukan penyidikan apakan ada unsur kesengajaan atau hubungan arus listrik, dan telah memeriksa 3 orang saksi,” ungkapnya. Lanjut Adis, namun pertama api berasal dari salah satu bangunan yang merupakan gudang limbah. Pihaknya telah melakukan cek tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi dan memasang garis police line untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. (rie)
Nelayan Kecewa, Pemerintah …. dari halaman 1
forensik juga ada, jadi kalau ada pelanggaran maupun tindak pidana dapat dilihat melalui smart SIM ini,” jelasnya. Siti menghimbau kepada pemohon dan memperpanjangan SIM yang menggunakan surat keterangan (Suket) untuk segera menukarkannya. Sebab sekarang mater ial SIM sudah ada dan tidak ada penumpukan pembuatan SIM lagi. Untuk penukaran dilakukan di setiap hari dan waktu kerja. (rie)
7
(24/9). Kata Bukhori, jumlah data yang hilang tak kurang dari 25 persen data penerima, yang harusnya bisa dicairkan uang ganti untungnya pekan ini. “Jelas masyarakat protes. Tapi kami berupaya untuk meredam. Dengan mengajak diskusi dan sosilisasi,” ujar Bukhori. Ma s i h k at a d i a, n i l a i kompensasi yang di dapat nelayan sebesar Rp. 1,8 juta untuk 2 bulan. Artinya, hanya Rp. 30 ribu per hari,
General Manager: Tohiri Alam. Deputy General Manager: Hayatullah. Pimpinan Perusahaan: Tohiri Alam. Pimpinan Redaksi: Hayatullah. Wakil Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Asisten Redaktur: Fuad Fauzi, Tomi Prayoga. Kabupaten Karawang: Agus B, Yogie S, Toyib, Wahyudi. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Agus Nuryadin, Haripan Nahampun, Yogie Trinanda. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Subang: Feri Kosasih. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Keuangan/Administrasi: Dewi Megawarti (Koordinator), Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein, Iin. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi.
yang di dapat nelayan, sebagai uang ganti rugi atas musibah kebocoran minyak di Anjungan YYA-1, sejak Juli 2019 lalu. “Kompensasi segitu jelas sangat tidak layak. Tidak manusiawi lah,” tukasnya. D i t e mp at ya ng sa ma, Sekertaris Desa Sukakerta, Kartaman menambahkan, akibat hilangnya ratusan data penerima kompensasi, pihaknya mendapat gelombang protes yang cukup hebat dari masyarakat. “Ya begitu lah, pusing kami. Jumlah data yang hilang sampai ratusan begitu,”
katanya. Namun, kata dia, bagi nelayan terdampak yang belum terdata dan mendapat kompensasi di tahap awal ini, tak perlu berkecil hati. Pasalnya, akan ada tahap pendataan susulan atau tahap ke dua. Sebagai perbaikan data yang keliru, atau nelayan yang masih belum terdata pada tahap pertama. “Yang datanya hilang dan yang belum terverifikasi, akan diikutkan lagi dalan fase ke dua nanti,” imbuhnya. Sementara, nelayan pen-
erima kompensasi, Aga Safana mengaku kecewa dengan nilai yang ia dapat dari Pertamina. Menurut Aga, angka tersebut sangat jauh, dari nilai kerugian yang ia alami. Selama kebocoran minyak di anjungan YYA-1. “Hampir dua bulan tidak bisa melaut. Karena area tangkap ikan penuh minyak. Jangankan cari ikan, lewat saja sudah tidak boleh,” keluhnya. “ Ya s eb enarnya tidak cukup. Tapi harus diterima dan disyukuri. Meski sedikit kecewa,” pungkasnya. (*)
Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Jalan Kasuari IX Blok O Nomor 52 Perum Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@ gmail.com. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan.
RABU, 25 SEPTEMBER 2019
8
Semangat Baru Purwakarta
SEKILAS
OPD Didorong Sediakan Ruang Khusus Menyusui PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, mendorong kantor OPD untuk menyiapkan ruang khusus menyusui (laktasi). Terutama, OPD yang melaksanakan pelayanan kepada masyarakat. Menurut Bupati yang biasa disapa Ambu Anne, keberadaan ruang laktasi di ruang publik hari ini cukup dibutuhkan, terutama untuk para ibu yang sedang menyusui. “Tahun ini, baru ada lima dinas/OPD yang telah kita dorong untuk membangun ruang Laktasi ini, termasuk RSUD Bayu Asih, kedepan ruang laktasi di OPD lainnya harus ada,” ujar Anne, di Purwakarta, Selasa (24/9). Adapun ke lima dinas tersebut, antara lain Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta Sekretariat Daerah. Yang diprioritaskan untuk memiliki ruang laktasi adalah Kantor yang berbasiskan pelayanan, hal itu dimaksudkan agar masyarakat, terutama ibu menyusui merasa nyaman. “Yang kami utamakan, dinas – dinas yang selama ini melaksanakan pelayanan atau yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Kedepan, dinas – dinas tersebut wajib menyiapkan fasilitas Laktasi,” jelas dia. Pihaknya juga akan mendorong supaya fasilitas umum dan pusat perbelanjaan juga dilengkapi ruang Laktasi. Misalnya, di mall dan pusat jajanan atau oleh-oleh. “Tahun ini, ada dua pusat perbelanjaan yang kita dorong untuk menyiapkan ruang laktasi ini. Yakni, Mall Pelayanan Publik di Pasar Jumaah dan Galeri Menong di Jalan Gandanegara,” kata Anne. Terkait penyediaan ruang laktasi di setiap dinas, Anne menambahkan, dalam hal ini Pemerintah Daerah turut membantu dari sisi anggaran termasuk desainnya. Adapun dalam setiap unit ruang laktasi yang dibangun ini, pemerintah membantu anggaran kurang lebih Rp 50 juta. “Dari desain dan fasilitasnya, harus disesuaikan. Misalnya harus ada tempat duduk nyaman, fasilitas air minum, termasuk ruang ganti popok bayi,” tambah dia. (san)
KEKERINGAN
Krisis Air Bersih Meluas PURWAKARTA- Kemarau panjang membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Purwakarta krisis air bersih. Krisis air bersih pun diprediksi meluas lantaran hujan belum juga turun. Kepada pers, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono mengatakan, hingga saat ini sudah ada 15 desa yang tersebar di 11 kecamatan, wilayah itu rutin dikirim air bersih hingga mencapai 433.400 liter. Pemberian air sebagai bantuan warga yang sulit mendapatkan air. “15 desa ini yang sudah kita suplai air bersih,” ujar Wibi, Selasa (24/9/2019). Ia tidak menampik jika kondisi krisis air di lapangan bisa lebih dari 15 desa. Dia mengatakan, tidak semua desa melaporkan atau meminta bantuan distribusi air bersih karena bencana kekeringan ini. Namun dia mengimbau, lantaran musim hujan yang belum juga turun, maka warga kesulitan air bersih tidak sungkan melaporkan pada pihaknya untuk ketersediaan air melalui nomor Dinas Komunikasi dan Informasi atau sms center bupati. “Musim kemarau tahun ini lebih panjang dari tahun kemarin. Di Purwakarta hampir empat bulan terakhir tidak turun hujan, maka wajar jika terjadi krisis air bersih karena sumber air mulai surut, yang terdampak kekeringan ini sebanyak 14.282 kepala keluarga,” katanya. \Terkait dengan armada water supply tank, Wibi mengaku hingga kini pihaknya belum memiliki armada tanki air. Idealnya ada dua kendaraan tanki air dengan kapasitas 4.500 liter yang dimiliki. (san*)
ATUR JAM: Truk-truk bertonase besar ini diminta diatur jam operasionalnya.
Bupati Surati Dishub Jabar Terkait Jam Operasional Truk-truk Besar
"Intinya kita tidak melarang operasional truk-truk besar itu. Hanya memang harus ada pengaturan terutama di jam - jam tertentu….” (Bupati Anne)
PURWAKARTA-Pemkab Purwakarta akan berkirim surat kepada pihak Dishub Provinsi Jabar dan Kementerian Perhubungan RI. Hal itu terkait kewenangan jam operasional kendaraan bertonase besar di Jalur Arteri Jalan Raya PurwakartaBandung. “Jalur Cianting - Ciganea kan ada lalulintas truk
material besar karena bukan di bawah kewenangan Pemkab, maka kita coba berkoordinasi dengan Pemprov dan Kemenhub,” ujar Bupati Anne di sela Apel Hari Perhubungan Nasional 2019 di Halaman Dishub Purwakarta, Selasa (24/9). Menurut Bupati yang biasa disapa dengan Ambu Anne, mengharapkan surat permohonan ini bisa ditindaklanjuti, terlebih banyaknya keluhan dari masyarakat terkait banyak kendaraan bertonase besar, hilir mudik di jam
- jam sibuk. Terutama pada saat jam sekolah masuk dan pulang, yaitu pukul enam pagi hingga jam satu siang. “Ya kita harap diberikan kewenangan mengatur jam operasionalnya, terutama ketika jam sibuk,” katanya. Menurut Anne, keinginan tersebut bukan berarti melarang kendaraan bertonase besar melewati jalur tersebut, tetapi lebih pada mengatur jam operasional yang tujuannya untuk kepentingan masyarakat umum.
“Intinya kita tidak melarang operasional itu, karena salah satu penunjang juga untuk ekonomi masyarakat di bidang mat e r i a l . Ha n y a m e m a n g harus ada pengaturan t e r u t a ma d i ja m - ja m tertentu,” katanya. Bahkan pihaknya akan langsung berkirim surat kepada para pengusaha termasuk menyiapkan di lapangan. “Apabila di akomodir kita siapkan sosialisasinya termasuk menyiapkan petugas di lapangan,” jelasnya. (san)
Diskominfo akan Soft Launching Frekuensi Baru PURWAKARTA – Untuk mengoptimalkan pelayanan informasi publik melalui siaran radio daerah, UPTD Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio dan Televisi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Purwakarta segera melakukan soft launching frekuensi baru, 93.10 FM. “Soft launching akan kita gelar dengan kemasan kegiatan jalan sehat dan senam sehat bersama warga dan Ambu Anne, pada hari Minggu, 29 September 2019 mendatang, bertempat di Lapang PU Purwamekar,” ujar Kepala UPTD LPPL Radio dan Televisi Diskominfo Purwakarta, Ridi Bahari kepada awak media, Selasa (24/9/2019). Menurut Ridi, sebelumnya radio siaran daerah bernama Radio Suara Kabupaten Purwakarta (RSKP) dengan frekuensi 89.00 FM. “Kini, dengan izin resmi baru dari Kementerian Kominfo Dirjen PPI maka terbit frekuensi baru untuk radio Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Dengan frekuensi baru pada 93.10 FM namanya jadi Radio
HASAN KOBRA/KBE
BARU: 93.10 FM, Frekuensi Baru Radio Pemda Purwakarta.
Pro 93.10 FM Suara Purwakarta,” tuturnya. Selain itu, Ridi juga mengatakan, dalam penyelenggaraan jalannya pemerintahan di daerah perlu dikembangkan bentuk komunikasi massa yang memberikan pelayanan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.
“Keberadaan LPPL memegang peranan sebagai lembaga penyiaran yang kredibel, indipenden, netral dan tidak komersil dan berfungsi memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya. Lebih jauh lagi, lanjut Ridi, Radio Pro 93.10 FM Suara Purwakarta juga memiliki
tugas memberikan pelayanan informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial dan budaya, serta melestarikan budaya khususnya kebudayaan yang ada di Kabupaten Purwakarta. “Pelibatan peranan masyarakat juga penting di setiap program untuk
menentukan satu paket acara dengan mengundang mereka, semacam fokus group diskusi, ini kepentingan untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat tentang kebijakan – kebijakan Pemerintah Kabupaten Pur wakar ta,” demikian Ridi. (san)
2020, Pemkab Renovasi Stadion Purnawarman PURWAKARTA- Pemkab Purwakarta berencana akan merenovasi Stadion Sepakbola Purnawarman pada tahun 2020. Rencana Pemkab itu tentu saja disambut public sepakbola Purwakarta. Baik para pecinta sepakbola, terutama Purwamania Bobotoh (pendukung) maupun dari Persipo FC. Pemkab Purwakarta memang berencana menambah sarana olahraga baru. Rencananya sarana olahraga itu akan dibangun di sekitar sport center Purnawaman yang selama ini menjadi area sarana olahraga. Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika baru-baru ini menjelaskan, fasilitas olahraga baru yang akan dibangun adalah cabang olahraga skateboard, sepatu roda dan BMX. Ketiga sarana
olahraga itu dipilih karena prestasi dari olahraga tersebut cukup diakui. “Pembangunan sarana olahraga ini menambah sport center yang sebelumnya sudah ada. Sarana yang
sudah ada juga akan terus kita tata,” ujar Anne. Ia mengaku, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan ketiga fasilitas olahraga baru dan penata-
an lingkungan, pagar serta fasilitas lain. “Kita sudah siapkan anggarannya, nanti selain penataan gelanggang olahrga renang, kita juga bangun ketiga sarana itu,” kata dia. Dengan adanya
penambahan fasilitas olahraga Skateboard, BMX dan Sepatu Roda, Anne mengharapkan mampu menjadi memacu prestasi para atlit. “Harus ditingkatkan prestasinya lagi dan memberikan dampak positif bagi generasi muda Purwakarta,” ucap Anne. Anne juga akan merenovasi Stadion Purnawarman yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Purwakarta pada 2020 mendatang. Anggaran yang disiapkan pun dilakukan secara terpisah dengan penataan fasilitas olahraga lain. Disebutkan Pemkab baru menganggarkan Rp10 miliar untuk tahap awal. “Untuk renovasi stadion Purnawarman hingga selesai diperlukan angka Rp40 miliar, untuk tahap awal kami baru menganggarkan Rp10 miliar. (san*)