Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang SELASA, 24 SEPTEMBER 2019
KBEONLINE. ID
ONLINEMETRO.ID
HARGA Rp3.000
karawangbekasiekapres
Haji Aep Sesumbar Lawan Cellica Jika Hasil Survey Bulan November Tinggi KARAWANG- Bermodalkan dukungan penuh dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Aep Saepulloh (Haji Aep) memantapkan diri membuat gebrakan
dengan maju sebagai bakal calon Bupati Karawang melalui jalur partai. “Insya Alllah sampai hari ini saya mantap berangkat dengan DPD PKS Karawang, dan DPW PKS Jawa Barat pun sudah mendukung, namun demikian, kami masih melakukan penjajakan demi penjajakan,” ucapnya kepada KBE, Senin (23/09) Dikatakannya, dirinya ter-
jun langsung ke masyarakat, dan juga telah membentuk tim pemenangan di 30 kecamatan, yang memasang banner-banner di beberapa titik strategis. “Sebagai langkah awal, bersama PKS saat ini terus bergerilya, menjalin silaturahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat sekaligus mensosialisasikan pencalonan saya. Karena sebagai penda-
Haji Aep
tang baru tanpa basic politik sebelumnya, tugas terberat adalah membangun popularitas dan elektabilitas di tengah-tengah masyarakat Karawang,” ucapnya. Lanjut pengusaha konstruksi ini, fokus utamanya adalah bekerja, terus mengejar popularitas dan elektabilitas. Karena harus diakui, popularitas dan elektabiltas adalah modal
utama dan itu tidak mudah membangun kepercayaan di hadapan masyarakat dan melepaskan simpul- simpul yang sudah ada. “Kenapa saya ingin mencalonkan diri, karena saya ingin mengabdikan segala kemampuan yang saya miliki dengan berkonstribusi nyata kepada masyarakat, membangun Karawang menjadi jauh lebih baik lagi,
melanjutkan apa yang belum terlaksana di pemerintahan saat ini,” ungkapnya. Lanjutnya, komunikasi politik pun terus dibangunnya bersama partai politik untuk mencari dukungan. Bahkan saat ini ada beberapa partai yang sudah melakukan penjajakan awal dan mengisyaratkan dukungan kepada dirinya. Ke Hal...7
PERISTIWA...
Resmi, Bulog Ambil Alih Penyaluran Beras BPNT
Tutup Cafe Penjual Miras pada Anak
KARAWANG- Negosiasi alot antara Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Karawang, dengan PT Bulog (Persero) Sub Karawang, tentang suplay beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akhirnya berakhir. Setelah ke dua pihak sepakat, agar seluruh pasokan beras BPNT dibuat satu pintu melalui Bulog. Dengan catatan, kualitas beras harus bagus. Tidak seperti Raskin atau Rastra, yang sudah identik dengan Bulog. Kepada KBE, Humas Apdesi Karawang, Udin Abdul Gani mengatakan, dalam rapat koordinasi yang sudah berlangsung pekan lalu. Pihaknya sepakat, jika Bulog ambil alih suplay BPNT, dengan beberapa catatan. “Kita sudah sepakat. Pihak Bulog juga sudah menjamin, kualitas beras BPNT harus bagus,” ungkapnya, kemarin, (23/9). Udin menjelaskan, ada pun jenis beras yang telah disepakati, yaitu golongan beras premium. Dengan rata-rata harga Rp. 9.800 per kilogramnya. Apa bila di kemudian hari, kata Udin, beras yang didistribusikan Bulog tak sesuai dengan sampel yang telah disepakati. Masyarakat berhak menolak, dan mengembalikan beras tersebut kepada Bulog. “Jika kualitas beras tak sesuai kesepakatan. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) boleh mengembalikannya kepada Bulog,” tegasnya. Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Cilamaya Wetan, Iwan Badarudin menambahkan, suplay beras BPNT yang dibuat satu pintu melalui Bulog dianggap sangat bagus. Pasalnya, dengan cara itu, tidak akan ada lagi
KA R AWA N G - A l i a n s i l e mb aga s wa d aya masyarakat (LSM) , pemuda, tokoh masyarakat, Karang Taruna Kecamatan Rengasdengklok sepakat Ke Hal...7
Ke Hal...7
ISTIMEWA
Jurnalis Karawang Tolak RUU KUHP KARAWANG - Puluhan wartawan dari media cetak, televisi dan online di Kabupaten Karawang menggelar demo menolak RUU KUHP, di bunderan jalan Tuparev, Senin (23/9/2019). Mereka menolak karena sejumlah pasal yang akan di sahkan menjadi Undang-undang tersebut dinilai akan membatasi kemerdekaan pers. Oleh karena ini para kuli tinta ini menuntut Presiden Jokowi untuk tidak menge-
sahkan RUU tersebut menjadi Undang-undang. “Kalau sampai RUU KUHP ini jadi di undangkan akan sangat mengancam kebebasan pers karena ada beberapa pasal yang akan mengebiri kita sebagai wartawan. Oleh karena itu Jurnalis karawang dari berbagai komunitas bergabung untuk menyuarakan penolakan atas RUU KUHP ini. Kami menolak dan meminta PresKe Hal...7
Derita Keluarga Jaki, Korban Mancing Massal di Rengasdengklok
Ironis, Saat Berduka Sang Kades Malah Sodorkan Surat Ada-ada saja ulah kepala desa Kalangsari kecamatan Rengasdengklok, Aan Heryanto, saat keluarga Jaki korban tewas tenggelam sedang berduka, dirinya malah membuatkan surat pernyataan yang isinya tidak akan menuntut secara hukum, namun anehnya seolah olah surat tersebut dibuat oleh keluarga korban. YOGI, KARAWANG
HAL tersebut dilakukannya usai pemakaman almarhum Jaki di dekat rumahnya di Dusun Wanajaya, Desa Kalangsari kecamatan Rengasdengklok, dengan langsung menyodorkan surat langsung dibubuhi materai. “Adapun salah satu isi dari Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492
surat yang dibuat Kades tersebut, pihak keluarga almarhum Jaki tidak akan menuntut secara hukum kepada siapapun juga,” ucap Aan kepada KBE, Senin (23/09). Ditambahkan, kemudian pada prinsipnya keluarga Ke Hal...7
Kades Aan Heryanto email: karawangbekasiekspres@gmail.com,
redaksikarawangbekasi@gmail.com
OPINI
SELASA, 24 SEPTEMBER 2019
2
Big Data dan Partai Modern 4.0 Anggota DPRD Karawang fraksi PKB, Neneng Siti Fatimah
Kabupaten Layak Anak Jauh dari Harapan KARAWANG - Anggota DPRD Karawang fraksi PKB, Neneng Siti Fatimah menyebut Kabupaten Karawang sebagai kabupaten ramah anak masih jauh dari harapan. Pasalnya, diketahui sejak awal tahun hingga Agustus 2019, ada 30 laporan kasus kejahatan seksual terhadap anak. “ Pe ra n o ra ng t u a d a n kepedulian masyarakat sekitar menjadi utama dalam memberi pengawasan, untuk mencegah dan menekan tingkat kekerasan seksual terhadap anak,” ucapnya kepada KBE, Senin (23/9). Dikatakannya, kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Karawang semakin tahun semakin meningkat. Edukasi orang tua terhadap anak dan pengawasan orang tua tentu menjadi hal utama untuk mencegah hal tersebut bisa terjadi. “Majunya tekhnologi saat ini, para orang tua wajib
selalu mendampingi anakanaknya dalam setiap aktivitas dan melakukan pengawasan kepada mereka, karena menurutnya rata-rata pelaku kejahatan seksual terhadap anak adalah orang terdekat,” ujarnya. Diketahui beberapa kasus kejahatan seksual terhadap anak yang saat ini mencuat di Kabupaten Karawang antara lain, pencabulan yang dilakukan oleh dukun palsu, kasus sodomi yang dilakukan pengajar pesantren terhadap tiga murid, dan anak yang hamil oleh ayah kandungnya dan yang terakhir balita yang dicabuli seorang kakek tetangganya sendiri. “Sebagai upaya pencegahan disarankan kepada para orangtua untuk memberikan pemahaman terhadap anak, agar lebih mengerti bagian-bagian vital dari anggota tubuh, dan memperkuat pendidikan agama terhadap anak,” pungkasnya. (gie)
Oleh : Firman Arifin *) TULISAN opini M. Hasanuddin Wahid dengan judul Masa Depan Partai Modern di Jawa Pos, 16 September 2019, menarik untuk didiskusikan. Sebagai Sekjen DPP PKB, Hasanuddin sangat pantas mengomandani penerapan revolusi industri 4.0 dan big data di partainya. ”Teknologi big data sebenarnya dapat dimanfaatkan secara masif oleh parpol. Termasuk, menganalisis sebuah isu di masyarakat. Melalui big data, parpol dapat merespons lebih cepat dan tepat.” Begitu perhatiannya pada teknologi. Bahkan, sebagai penutup dari tulisannya, kalimatnya sangat mengentak. ”Kerjakerja berbasis teknologi informasi itu akan membawa wajah parpol sebagai organisasi modern. Sebaliknya, bila tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, bisa jadi parpol lambat laun akan tergilas dan surut dari peredaran publik.” Singkat kata, jika parpol tidak menggunakan perkembangan teknologi, akan ditinggalkan oleh pemilihnya. Lebih-lebih, dominasi generasi Z atau yang dikenal dengan milenial menjadi ”pasar besar” bagi partai politik ke depan. Kami dari akademisi dan praktisi di bidang teknologi informasi, terkhusus di bidang big data, tertarik untuk menyampaikan paparan dari sisi teknologinya. Media Sosial Media sosial memiliki pengaruh besar pada tingkat kepentingan publik di banyak bidang, termasuk politik. Kampanye Presiden AS Barack Obama pada 2008, misalnya, memanfaatkan kekuatan media sosial seb-
agai alat kampanye. Begitu juga presiden Amerika sekarang, Donald Trump. Presiden Indonesia saat ini, Joko Widodo (Jokowi), pun demikian. Dia memanfaatkan media sosial sebagai ”amunisinya”. Tim sukses Jokowi, Obama, dan Trump berbagi kisah sukses serupa dalam hal ketiganya memperoleh posisi mereka setelah memanfaatkan kekuatan media sosial. Pe ng g u naa n ja r i nga n sosial dan media sosial dalam kampanye politik mengubah lanskap berbagi informasi dengan publik dan mengintensifkan pertempuran berbasis internet di antara para pendukung partai dan kandidat yang bersaing. Termasuk, Pilpres 2019 yang lalu adalah ”pertandingan ulang” dua pesaing, antara Jokowi dan Prabowo Subianto. Jokowi adalah presiden Indonesia saat ini yang populer, terutama di media, termasuk media sosial, jika dibandingkan dengan Prabowo. Lihat saja pertarungan tagar di dunia media sosial saat itu, sangat keras dan terpolarisasi menjadi dua kutub. Pertarungan tagar yang sengit kala itu adalah #2019GantiPresiden dan #2019JokowiLagi. Penu-
lis meneliti pertarungan tersebut dan membuat info grafis dari hasil pengolahan big data. Meski tagar #2019GantiPresiden sempat mengalahkan #2019JokowiLagi di periode tertentu, kepopuleran tagar#jokowi mengalahkan #2019GantiPresiden dan #prabowo. Dari contoh itu, begitu penting media sosial sebagai media informasi dasar (raw data) bagi partai politik selain media online arus utama (mainstream). Sementara itu, aplikasi media sosial yang paling banyak digunakan sekarang adalah WhatsApp, Telegram, Instagram, Twitter, dan Facebook. Karena itu, parpol harus ”pasang mata” yang tajam. Penulis sudah membuat beberapa aplikasi ”penyedot” data dari beberapa media sosial tersebut. Sebut saja, misalnya, aspri WA (asisten pribadi di WhatsApp). Dengan aplikasi itu, jika dipakai dalam grup WhatsApp, admin tidak perlu merekap siapa saja yang aktif, seberapa banyak posting-an yang aktif di hari itu, sampai apa ”tema” atau ”isu” yang banyak dibicarakan. Aplikasi lain dengan nama yang berbeda juga ada, tapi
memiliki fungsi yang sama, ”menyedot” data dari pengguna media sosial. Selain sebagai ”alat bantu” bagi pengguna, bagi kami pengelola atau pemilik aplikasi itu bisa mengolah agar menjadi berbagai informasi yang diinginkan. Kami mengolahnya dengan teknologi big data. Teknologi Big Data Berbicara tentang big data, ada tiga keyword penting dan mendasar. Yaitu, volume, variety and velocity. Volume terkait dengan jumlah dan besarnya data. Variety itu tipe atau jenis data, misalnya teks, gambar, tabel, dan video. Velocity adalah kecepatan pemrosesan data sampai menghasilkan laporan yang diinginkan. Big data adalah kata kunci yang digunakan untuk menggambarkan ledakan data yang mengelilingi setiap aspek kehidupan kita. Itu menandakan bahwa setiap tindakan manusia dapat diukur dan dicatat dalam bank data yang tumbuh dalam tingkat yang luar biasa (volume). Dalam sektor bisnis, misalnya, analisis big data adalah proses melihat sejumlah besar set data yang mengandung berbagai tipe data (variety) dan mencoba untuk menguraikan dari pola yang tersembunyi (tidak terstruktur). Korelasi yang tidak diketahui, tren pasar terbaru, pilihan dan preferensi konsumen, serta informasi bisnis berharga lainnya. Analisis itu memberikan pemasaran yang efektif, peluang pendapatan baru, layanan hubungan pelanggan, peningkatan efisiensi rantai nilai, keunggulan kompetitif berkelanjutan
jika dibandingkan dengan organisasi saingan, dan banyak manfaat lain. Dengan perangkat seluler, publik dan komunitas menghasilkan sejumlah besar data di mana saja dan kapan saja. Diskusi barubaru ini tentang big data, komputasi awan, jejaring sosial, dan teknologi terkait berkontribusi pada kecenderungan untuk memanfaatkan Internet of Things (IoT), termasuk dalam kampanye politik untuk tujuan pemilihan umum yang berlaku. Big data menawarkan kemampuan pengolahan lebih cepat (velocity). Hasilnya punya daya kontrol yang lebih besar terhadap arus informasi dalam mengarahkan opini publik di ruang publik. Pemikiran baru big data dan agenda politik terkait dengan analisis empiris dan desain eksperimental. Pendekatan itu dapat dirancang untuk memahami transformasi dalam cara kita mempelajari fenomena ilmu sosial, terutama dalam ilmu politik. Itu akan memungkinkan para praktisi dan peneliti untuk mencapai pengamatan yang bermakna atas fenomena kampanye politik. Kami percaya, analisis big data akan digunakan secara luas dalam banyak kampanye politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Model itu diturunkan berdasar literatur kontemporer tentang big data, jejaring sosial, dan kampanye politik. Model tersebut diharapkan dapat mengisi celah dalam mengidentifikasi strategi pemanfaatan big data untuk tujuan kampanye. (*) *) Firman Arifin, Dosen PENS, kandidat doktor bidang big data di Elektro ITS
Bir Pletok (1/BERSAMBUNG) CERPEN, ZAINUL MUTTAQIN
RUMAH SAKIT 1.
RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang
0267-414520 0267-414521 0267-414522
2.
RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang
267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472
3.
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang
0267-640444 0267-640445 0267-640666
4.
RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang
0267-402855 0267-406445 0267-412246
5.
RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat
0267-414245 0267-414264 0267-414306
LANGIT sudah merah, Rojali baru datang. Lelah melingkar di wajahnya, berat ia bernapas. Duduk pada sebuah kursi kayu bercat kuning, Rojali menuang air ke dalam gelas. Cepat ia meraihnya dan meneguk sampai habis. Sesaat kemudian, ia membuka lembar demi lembar kertas dalam map yang sejak semula dilemparkannya ke atas meja. Gigi Rojali bergemerutuk, kesal sedang mendera hati lelaki muda itu. Rojali memukul meja, disertai desah yang kasar dari mulutnya. Kedua tangannya memegang kepala, diremasremas rambutnya. Rojali berserapah yang entah ditujukan kepada siapa. Haji Usin, babenya yang mendengar dari tempat salat, langsung turun. Kewajiban salat Magrib selesai dikerjakan, sunah salat tak ditunaikan karena Rojali memaki-maki tidak jelas. Teriakannya mengganggu Haji Usin. “Lekas salat. Jangan banyak menggerutu!” Haji Usin berdiri di dekat anaknya. Lelaki bertubuh kurus serupa batang lidi itu berkacak pinggang. Rojali bergeming. Hampir lima menit, Rojali tak menanggapi ucapan babenya. Ia tetap pada posisinya, duduk terdiam, menundukkan wajah. Terpaksa Haji Usin menggebrak meja. Kaget, Rojali langsung mendongak dan melihat mata babenya yang melotot. Lambat Rojali bangkit dari duduknya, lesu seharian
mencari kerja di kota. “Apa dengan salat saya bisa dapat pekerjaan?” Pertanyaan yang dilontarkan Rojali kepada babenya itu hampir saja membuat Haji Usin menamparnya. “Kau sendiri yang cari rumit. Sudah saya bilang, kau tak perlu cari kerja. Urus warung saja.” Haji Usin sedikit mengeraskan suaranya. “Jual bir pletok? Malu lah saya pada gelar sarjana yang saya dapat.” Rojali tersenyum meledek. Haji Usin diam sambil menggelengkan kepalanya. Rojali tergesa-gesa menuju kamar mandi, mengambil wudu, kemudian mengerjakan salat. Setelah selesai melaksanakan kewajiban s o re n y a, R o ja l i k e l u a r rumah, menuju ke halaman,
pada balai-balai bambu di bawah pohon kecapi. Telentang Rojali merebahkan tubuh, beralas tikar daun pandan, ke langit matanya memandang. Sinar bulan menerpa tubuh lelaki muda itu, angin datang mengecup daun kecapi. Pikiran Rojali bercabang-cabang. Satu cabang memikirkan, apakah ia harus meneruskan usaha babenya sebagai penjual bir pletok. Satu cabang lagi memikirkan, Rojali berhasrat sekali bekerja pada sebuah perusahaan di kota, kerja dalam ruangan berpendingin, memakai dasi setiap hari, pergi sejak matahari muncul hingga tenggelam di ujung barat. Rojali mendesah merenungkannya.
Haji Usin menyusul anaknya, duduk bersandar pada pohon kecapi yang sudah ratusan tahun tumbuh di halaman rumahnya. Rojali bangun, duduk menghadap ke arah babenya. Haji Usin menyalakan sebatang rokok, menari-nari asapnya di atas kepala. Rojali masih menekuri pikirannya sendiri, tak menggubris panggilan babenya dari tadi. Haji Usin, pemilik warung kopi di pinggir jalan besar, lebih dikenal sebagai penjual bir pletok ketimbang penjual kopi. Di warungnya, Haji Usin memang menyediakan kopi bagi para sopir maupun pembeli dari desa seberang. Tetapi, mereka lebih suka dengan bir pletok racikan Haji Usin yang sudah terkenal sejak puluhan tahun lalu. Cerita orangorang, bir pletok Haji Usin lezatnya luar biasa. Orang-orang sudah datang sebelum Haji Usin membuka warungnya, setia mereka menunggu demi menikmati bir pletok yang tak mereka dapatkan di mana pun. Tak ada yang membantu pekerjaan Haji Usin di warung, semuanya dikerjakan seorang diri setelah istrinya meninggal. Hal ini kadang memunculkan pertanyaan dari para pelanggan perihal mengapa Haji Usin tak mengajak serta anak lelakinya untuk membantu atau mengambil pembantu dari tetangga. Haji Usin menjawab pertanyaan itu, samar-samar
suaranya mengucap, “Saya sudah terbiasa sendiri.” Sungguh jawaban Haji Usin tak dapat memuaskan mereka. Kepala mereka menggeleng. Tak ada lagi pertanyaan macam-macam dari para pelanggannya. Haji Usin selalu gesit melayani pelanggan warungnya, meskipun waktu sudah ha m p i r m e n g hab i s k a n usianya. Haji Usin menebar senyum kepada semua pelanggan, sebuah keramahan yang tak dibuat-buat, itulah salah satu alasan warungnya ramai dikunjungi. Sebagai satu-satunya warung yang menjual bir pletok sampai saat ini, Haji Usin mewarisi ilmu meracik bir pletok yang terdiri atas campuran beberapa rempah, jahe, daun pandan wangi, dan serai dari leluhurnya. Karena kelezatan bir pletoknya, warung Haji Usin ramai dikunjungi semua orang dari semua kalangan. Semula orang-orang yang baru mendengar bir pletok terkejut karena mengira seorang haji menjual minuman beralkohol. Mereka menyangka, minum bir pletok akan membuat mereka mabuk. Haji Usin menjelaskan apa sesungguhnya bir pletok. Khawatir bikin mabuk, mereka mencoba segelas bir pletok terlebih dahulu. Mereka mengangguk, mengakui bir pletok Haji Usin sangat nikmat sekaligus menyegarkan badan. (*)
Hubungi Bagian Iklan JAMIL : 0838 0765 0426 KEHILANGAN S AT U B U A H B P K B M O B I L MERK NISSAN X-TRAIL NO.POL : T 1186 TQ DENGAN NO.KA : MHBF3CF1CEJ000022 NOSIN :QR25005580L WARNA HITAM TAHUN 2014 STNK ATAS NAMA ENTANG FITRIANA DENGAN NOMOR BPKB : M-03363817 HILANG SERTIFIKAT SHM NO 02814/WANASARI LUAS 72 M² A/N NUGROHO HARI WINOTO D/A PERUM CITRA VILLA WANASARI BLK JB 1 NO 9 RT 03/17 WANASARI - CIBITUNG - BEKASI
PEMBERITAHUAN KEPADA BAPAK USMAN BAHRI NO PELANGGAN 10-113-17-11140 DIHARAPKAN KEHADIRANNYA UNTUK PENYELESAIAN MASALAH BPKB DI OTO MULTIARTHA CAB KARAWANG GRAND TARUMA RUKO DHARMAWANGSA 2 BLOK A NO 19 KARAWANG JL TARUMANEGARA ARTERI TOL KARAWANG BARAT TLP 0267-8631060
KEHILANGAN TELAH HILANG BUKU KIR B 9558 RV A/N PT.TIRTA VARIA INTI PRATAMA HUB:085815662288
KEHILANGAN KEHILANGAN SURAT T A N D A N O M O R KENDARAAN BERMOTOR (STNK) DENGAN NOMOR REGISTRASI B 2074 KKL ATAS N A M A Y U L I A N A , A L A M AT J L KEMANDORAN TUGU PEKAYON GG H TABRIH NO.9 RT 003/022, D E S A P E K AY O N J AYA , KECAMATAN BEKASI SELATAN, MOBIL DAIHATSU AYLA, JENIS MOBIL PENUMPANG / MINIBUS.
KEHILANGAN
HILANG BPKB MOBIL PANTHER ROYAL TBR TAHUN 2001. NO POLISI: B 2134 HU. NO RANGKA: MHCTBR54FIK226242 A.N KPP P R ATA M A C I B I T U N G H U B 082167600634 (AGE) HILANG SHM NO 01014 LUAS 3901 M2 A/N SAJA LOKASI JL KARANG SENTOSA RT 01/06 DS KARANG SENTOSA KEC KARANG BAHAGIA KAB BEKASI HILANG SHM NO 00715 A/N TATI BINTI RINAN LUAS 731 M2 LOKASI JL JATIREJA RT 09/05 DS JATIREJA KEC CIKARANG TIMUR KAB BEKASI
DIJUAL RUMAH
Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288
PENGUMUMAN Telah dibuat Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pembina “Yayasan Karina Angela”, no. 04, tanggal 31 Agustus 2019, dihadapan Dewi Halimy,SH.,M.Kn., Notaris di Karawang, dengan maksud untuk dilakukan pembubaran CV. Telah ditunjuk pengurus yayasan sebagai likuidator pembubaran dan likuidasi telah dilaksanakan sepenuhnya. Homat kami, Pengurus Yayasan.
SELASA, 24 SEPTEMBER 2019
Semangat Baru Urang Subang
IMBAUAN BUPATI Berdasarkan Surat Edaran bernomor KS.01/380/Kesra per tanggal 27 februari 2019: Mengistruksikan setiap instansi pemerintahan menggelar penggalangan dana “Peduli Thalsemia” menindaklanjuti data yang dirilis Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI/ POPTI) saat ini ada sebanyak 129 penyintas thalasemia yang tersebar di 30 kecamatan se-Subang. Adapun penyerahan bantuan dana dapat diserahkan ke Bagian Kesra Setda Subang atau via transfer ke rekening a/n Peduli bencana Kab.Subang: 0092084965100. Demikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Bupati Subang Ruhimat
PEMKAB DEMO PEMKAB: Unjuk rasa massa Gibas di depan Kantor Bupati Subang.
Sekda Ajak ASN Solid SUBANG –H. Aminudin SEKDA subang dalam apel pagi mengajak semua pejabat di lingkungan Pemkab lebih solid dalam mencapai visi Subang Jaya, Istimewa, dan Sejahtera (Jawara). Ajakan ini disampaikan Sekda pada Apel di halaman Kantor Bupati Subang, Senin (23/09/2019). Apel Senin pagi yang didawali dengan pembacaan Panca Prasetya Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) itu diikuti ratusan PNS di lingkungan Pemkab Subang. Sekda menegaskan, masalah rotasi, mutasi dan promosi merupakan hal yang biasa di semua organisasi, termasuk organisasi pemerintahan. Selain untuk penyegaran, rotasi dan mutasi itu guna memastikan organisasi berjalan sesuai tugas pokok dan fungsi. Sebagai abdi negara, Sekda mengajak, rotasi dan mutasi itu harus menjadi pijakan untuk s olid i t a s da la m menja la nka n tup oksi dalam mencapai visi misi Subang Jawara. “Rotasi mutasi merupakan hal yang biasa dilaksanakan, saya berpesan kepada para kepala Perangkat Daerah, pejabat eselon III dan IV untuk tetap menjaga soliditas bersama untuk mewujudkan Subang Jawara,” kata Sekda. Pada saat yang sama, Sekda juga meminta ASN untuk meningkatkan disiplin. Salah satunya dibuktikan dengan Apel pagi di masing-masing OPD. “Untuk meningkatkan kedisipllinan ASN di Kabupaten Subang, Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah akan mengunjungi Perangkat Daerah untuk memantau apel sesuai jadwal dan agenda yang telah disusun,” pungkasnya. (fer)
NGADU: Budi Rahayu mengadu ke Kantor DPRD diterima Ketua DPRD Narca Sukanda.
Warga Adukan Pencemaran Sungai Cijengkol SUBANG - Warga terdampak pencemaran air Sungai Cijengkol Subang yang diduga disebabkan dari aliran limbah PT. Anugerah Mutu Bersama masih berjuang untuk mengembalikan sungainya yang biasa digunakan untuk menyiram tanaman dan pesawahan. Sebelumnya perwakilan warga melaporkan kepada pihak kepolisian Polres Subang melalui Unit Tipider Sat Reskrim Polres mengenai kegiatan dan aliran sungai serta dampak dari pencemaran limbah pabrik tersebut. Menurut warga sudah terbukti bahwa banyaknya ribuan ikan yang mati akibat keruh dan bau nya sungai cijengkol tersebut,dan kini laporan akan ditindak lanjuti oleh unit Tipiter Polres Subang. Selain mengadu ke pihak kepolisian perwakilan warga terdampak Budi Rahayu mengadukan kejadian ini ke Kantor DPRD Subang dan di terima langsung oleh Ketua DPRD Subang Narca Sukanda. ” Ya saya sampaikan kepada ketua Dewan yang pada saat itu menerima saya bahwa belum ada tindak lanjut dari pihak PT. Anugerah Mutu Bersama mengenai tindakan untuk mengembalikan kebersihan Sungai Cijengkol yang biasa digunakan warga untuk menyiram tanaman dan pesawahan,” ujar Budi. Ketua DPRD Subang Narca Sukanda mengatakan pihaknya akan menyarankan kepada Pemkab Subang untuk menindaklanjuti laporan ini. “Dan kami berharap pemerintah bisa langsung menyidak lokasi sungai tercemar dan menyelidiki dimana asal limbah itu serta memberikan solusi bagaimana kebersihan Sungai Cijengkol. Agar mengalir seperti biasa dengan keadaan bersih. Sehingga warga dapat menggunakan air sungai tersebut untuk menyiram tanaman dan pesawahan mereka seperti sedia kala, “ pungkasnya. ( fer)
Gibas Gruduk Kantor Bupati Nilai Kinerja Pemkab Jeblok SUBANG- Ratusan masa yang tergabung kedalam Ormas Gibas Resort Subang, Senin (23/9/2019), menggruduk Pemkab Subang. Dalam aksi tersebut sempat terjadi saling dorong-mendorong, namu aksi berhasil kondusif kembali dengan adanya pengawalan ketat dari Kepolisian Polres Subang dan Satpol PP yang dipimpin Kapolsek Subang Kompol
Iwan Setiawan. Pa r a p e n g u n j u k r a s a langsung berorasi dengan yel- yel menyinggung kinerja para anggota DPRD Subang dan Pemkab yang dinilai sangat sangat buruk dalam kinerjanya, tidak pro terhadap rakyat, bahkan tidak peka terhadap permasalahan di Kabupaten Subang. Menurut Ketua Gibas Resot Subang Iwan Prayoga, dalam orasi mengatakan, bahwa DPRD, dan Pemda Subang, sangat buruk dalam kinerja.
“Pemda dan DPRD Subang tidak peka terhadap permasalahan di Kabupaten Subang, krisis yang dirasakan masyarakat mengenai sulitnya untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Subang padahal gas elpiji 3kg tersebut merupakan kebutuhan pokok sehari hari bagi masyarakat,” papar Iwan. “Selain itu kami menuntut kepada pemeritah untuk memperhatikan tenaga honorer K2 yang harus segera diangkat menjadi ASN karena melihat kin-
erjanya sudah lama,serta tentang kenaikan tariff listrik, kenapa dewan Subang diam saja tidak ada tindakan di lapangan,” tambah Iwan. Iwan juga menambahkan bahwa proses rotasi, mutasi, dan promosi kemarin tidak trasparan, dan banyak para pejabat baik itu eselon IV, dan III tidak sesuai dengan keahliannya yang dinilai akan memperhambat kinerja Pemkab. Sementara terhadap anggotan DPRD Subang, priode 2019-2024, ada yang ber-
masalah, namun tetap dilantik. “Kami juga mempertanyakan dana aspirasi mutlak hak rakyat sepenuhnya, dan tidak boleh ada potongan- potongan s e p e r s e n p u n ,” t a mb a h Iwan. Dijelaskan Iwan, pihaknya siap mengawasi dan mengawal di lapangan dan mengimbau agar para anggota dewan juga harus memperhatikan LPM. Di sisi lain tidak ada anggaran, namun kinerja LPM sama dengan pemerintahan,” ujar Iwan. (fri)
DPRD Subang Terima Tamu dari Korea Selatan SUBANG - 17 orang anggota Parlemen Gimcheon Korea Selatan, berkunjung ke DPRD Subang Jawa Barat Indonesia, Senin (23/9/2019). Rombongan Gimcheon dari Korea Selatan dipimpin oleh Baek Sung yang lagsung di terima oleh Ketua DPRD Subang H. Narca Sukanda, dan Wakil Ketua DPRD Hj. Elita Budirti, serta p a ra a ng g o t a d e wa n Subang. Ketua rombongan Gimcheon Korea Selatan Baek Sung mengatakan, bahwa kami datang ke DPRD Kabupaten Subang Jawa Barat Indonesia dalam rangka untuk menidaklanjuti kerja sama yang telah dilakukan oleh Walikota Gimcheon Korea
Selatan, pada tahun 2017 lalu terkait pabrik pakan di Desa Tanjungwangi Kecamatan Cijambe Subang.“Selain menindaklanjuti kerjasa tersebut, kami juga akan melakukan kunjungan wisata ke Curug yang di Kabupaten
Subang. “Kami rombongan anggota dewan Gimcheon Korea Selatan, berada di Kabupaten Subang, selama tiga hari, dan tidur di Hotel Sari Ater Subang berikut menikmati air panas Sari Ater Subang”, ujar
Baek Sung. Sementara itu Ketua DPRD Subang Narca Sukanda S. Sos, dampingi oleh Wakil Ketua HJ. Elita menjelaskan, dengan kedatang 17 orang anggota dewan Gimcheon Korea Selatan ke Kabupaten
Subang. “Hal tersebut dalam rangka menindaklanjuti kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dengan Wali Kota Gimcheon Korea Selatan. Kita telah melakukan kerjasama dengan Wali kota Gimcheon Korea Selatan pada tahun 2017, semasa Bupati Subangnya ibu Imas, terkait pabrik pakan ternak di Desa Tanjungwangi Kecamatan Cijambe Subang. Kami sebagai dewan Subang, sangat merespon kunjungan kerja para dewan Gimcheon Korea Selatan, dan kami pihak D P R D Su b a ng, a k a n membalas kujungan ke Gimcheon Korea Selatan”, ungkapnya. (fer)
Tamara Audina Kusmawan, Juara Pasanggiri Jaipong Tingakat Jawa Barat SUBANG– Sekda Kabupaten Subang Drs. H. Aminudin MSi, yang mewakili Bupati Subang Bupati Subang H. Ruhimat, di dampingi Raja LAK Galuh Pakuan Rahiyang Mandalajati Evi Silviadi beserta istrinya Noviyanti Maulani S. Pd, menutup lomba Pasanggiri Jaipong seri III Tingkat Jawa Barat. Turut hadir pula Karamaan LAK Galuh Pakuan Abah Dasep. Acara ini dilaksanakan di Aula Pemda Subang, dihadiri oleh Kabid Sapras Dinas Perhubungan Subang Drs. H. Makmur, dan Kabag Pemerintahan Setda Subang Drs. H. Nana Mulyana. Dalam lomba tari jaipong seri 3 tingkat Jabar yang diselanggarakan oleh LAK Galuh Pakuan tersebut diikuti oleh 430 orang peserta tari dari 26 sanggar yang berada di Jawa Barat, dan Banten Dalam lomba jaipong seri 3 tingkat Jawa Barat itu keluar sebagai pemenang juara pertama diraih oleh Tamara Audina Kusmawan, Padepokan Kalang Kemuning dengan nilai 732 . Sedangkan juara ke
II diraih oleh Tri Lisdawati dari Surya Medal Putra Wirahma dengan nilai 727, dan juara III direaih oleh Dara Ayu Wandira dari Dwi Arta dengan nilai 726. Menurut Sekda Subang Drs. H. Aminudin MSi, bahwa Pemerintah Kabupaten Subang, sangat mengapresiasi serta mendukung penuh, kegiatan pasanggiri seri 3 tingkat Jawa Barat, yang dilaksanakan di Kabupaten Subang “Semoga di tahun depan di
seri selanjutnya, akan digelar tingkat Nasional, dan bisa dilaksanakan berbarengan dengan perayaan ulang tahun Kabupaten Subang” kata Sekda. Sementara itu Patih Agung LAK Galuh Pakuan, Abah Renggo menjelaskan, alhamdulilah bahwa kegiatan pasanggiri Jaipong seri 3 Jabar, yang dilaksanakan di Kabupaten Subang, berjalan sukses. “Hal ini, sebagai bukti LAK
Galuh Pakuan, yang konsisten untuk melestarikan dan menghidupkan seni tari tradisi Sunda yaitu jaipong”ucapnya Dikatakan Abah Renggo, pasanggiri Seri I dan II tingkat Kabupaten Subang, dan sekarang Pasanggiri Ketiga dilaksanakan tingkat Jawa Barat, dan tahun depan LAK Galuh Pakuan, kembali akan gelar pasanggiri jaipong tingkat Nasional, dan kegiatan ini jelas untuk mempertahankan,
serta mengembangkan pasanggiri jaipong khususnya Jawa Barat umumnya nasional. “Kami berharap dengan adanya Pasanggiri ini, bisa memberikan semangat kepada pelaku, serta pihak-pihak yang memiliki semangat yang sama dalam membina kelestarian budaya Sunda”ujarnya Kemudian pasanggiri juga,didukung kata Abah Renggo juga didukung oleh Kantor Staf Presiden (KSP) sebagai apresiasi kepada masyarakat yang masih peduli dan bersedia memelihara kelestarian seni dan budaya tradisonal. “peserta Peserta tari jaipong, berasal dari 9 Kabupaten/kota se Jawa Barat yaitu Kabupaten Bogor, Karawang, Bekasi, Purwakarta, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang dan perwakilan Provinsi Banten tersebut memperebutkan hadiah uang tunai sebagai dana pembinaan sebesar 75 juta rupiah”, kata Patih Agung Abah Renggo. (fer)
SELASA, 24 SEPTEMBER 2019
PENDIDIKAN
4
GCS Rakitan SMK PGRI Telgasari Dipamerkan Dalam TTG XXI di Bengkulu
SMAN 2 Cikampek Ajarkan Siswa Peduli Lingkungan KARAWANG – Mengajarkan untuk peduli terhadap lingkungan, dilakukan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Cikampek kepada setiap siswanya. Hampir setiap satu bulan sekolah dan lingkungan masyrakat diberikan bantuan dan kebersihan. Salah satu guru di SMAN 2 Cikampek, Yusmaniar menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu program sekolah yang bekerjasama dengan OSIS. Serta lingkungan setempat sebagai bentuk kepedulian siswa terhadap lingkungan. “Alhamdulilah kemarin kita baru melaksanakan program awal di sekolah dan sekitar rumah warga terdekat dengan mengajak siswa langsung ke lapangan,” ucapnya. Yusmaniar menjelaskan, bahwa program kegiatan bersih bersih tersebut juga sebagian dari ajaran umat islam untuk selalu menjaga dan merawat kebersihan. Maka tak heran jika antusias siswa dalam mengikuti kegiatan ini lumayan cukup banyak. “Kita fokuskan kepada siswa untuk terlibat langsung dengan masyarakat dan warga,” jelasnya. Lanjut Yusmaniar, selain mengajarkan siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan dalam kegiatan ini siswa. Juga bisa belajar bagaimana berkomunikasi baik dengan warga setempat. Meski baru awal diharapkan kegiatan ini bisa terus berjalan setiap bulannya. “Semoga siswa bisa lebih semangat lagi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Serta mampu mengaplikasikan apa yang diajarkan sekolah di kehidupan masyarakat,” harapnya. Sementara itu salah satu siswa, Bayu Ramadhan yang mengikuti kegiatan bersih bersih lingkungan mengaku senang bisa membantu warga. Untuk membersihkan lingkungan bersama-sama. “Alhamdulilah seneng juga baru kali kita bisa bertemu langsung dengan masyarakat dalam kegiatan bersih bersih disini,” akunya. (oib)
Cita-cita Jadi Atlet Nasional KARAWANG – Butuh kerja keras dan tekad yang kuat untuk mewujudkan semua keinginan. Seperti siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Klari, Novita. Usaha yang ditekuninya itu akhirnya membuahkan hasil dengan meraih juara 2 Jujitsu pada Bupati Cup 2019. Untuk bisa meraih cita-citanya, perempuan yang masih duduk dibangku kelas 12 IPA 1 ini terus berlatih setiap hari. Baik di ekskul sekolah maupun berlatih dengan clubnya atau di rumah. “Saat ini saya sekolah di sini dan bergabung di club juga. Saya suka berlatih jujitsu buat bela diri dan itu saya lakukan. Karena saya merasa nyaman dengan bela diri makanya ingin menjadi atlet nasional,” katanya kepada KBE, kemarin. Perempuan manis yang pernah menyabet juara tersebut juga, pernah beberapaa kali meraih prestasi yang membanggakan. Bahkan salah satu prestasi yang diraihnya kejuaraan di daerah dan nasional. “Saya tidak akan menyerah dan akan terus berjuang meraih cita-cita makanya saya selalu berlatih setiap hari selepas pulang sekolah,” ucapnya. Bukan hanya prestasi di Jujitsu bagi siswi yang akrab disapa Novita tersebut juga memiliki catatan luar biasa dibidang akademik. Bahkan beberapa kali dirinya sempat menjadi siswa terbaik dikelasnya. Bahkan bagi siswi yang memiliki wajah manis ini kerap selalu mewakili sekolah untuk berlomba di bidang akademik. “Meski saya memiliki cita-cita untuk menjadi atlet propesional, namun akademik saya juga harus bagus. Karena pendidikan itu penting untuk menunjang masa depan dan meraih cita-cita,” pungkaasnya. (oib)
KARAWANG – Generator Circulatory System (GCS) 1300 Watt hasil rakitan tim Sangkuriang SMK PGRI Telagasari di pamerkan dalam gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XXI Nasional 2019, di Bengkulu. Alat yang mengandalkan energi matahari itu, mampu menghasilkan listrik 4000 Watt tanpa BBM dan Listrik PLN. Bahkan, sejumlah pengunjung TTG terkesan dengan hasil karya anak-anak SMK gabungan dari 5 kompetensi keahlian di SMK PGRI Telagasari tersebut. Wakasek SMK PGRI Telagasari, Yan Sopyan mengatakan, SMK PGRI mendapat kepercayaan dari Pemkab Karawang dan Provinsi Jawa Barat untuk menjadi wakil Jawa Barat, dalam kegiatan TTG XXI Nasional di Sport Center Panjang Bengkulu, yang akan berlangsung dari tanggal 21 hingga 25 September ini. Ditunjuknya hasil karya SMK PGRI Telagasari ini, tak lepas dari prestasi yang sudah diraih sebelumnya. Generator tersebut, sudah mampu jadi juara diberbagai tingkatan di generasi sebelumnya. Yan merinci, generator rakitan anak didiknya, sudah berhasil meraih juara 1 TTG Kabupaten, kemudian jadi wakil Karawang ke tingkat Provinsi dan yang teranyar di generasi ke 4, juara tingkat nasional Toyota Ecoyouth 10. “Alhamdulillah, kami di-
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
TTG NASIONAL : Pelajat SMK PGRI Telahasari saat pamerkan GSC rakitannya, di ajang TTG XXl Nasional 2019, di Bengkulu.
beri kesempatan pamerkan hasil karya ini di TTG Na-
sional tahun ini,” ujarnya, kemarin, (23/9).
Yan menjelaskan, Generator Circulatory System 1300
Watt ini, merupakan alat yang dapat bekerja tanpa menggunakan BBM atau energi listrik dari sumber PLN. Karena, energi awal yang digunakan berasal dari energi matahari dengan waktu tertentu, sekitar 4 - 8 jam. Setelah memiliki energi awal, lanjut Yan, energi tersebut dapat bekerja secara sirkulasi. Sehingga dapat menghasilkan listrik dengan daya 4000 watt. Bahkan, kata dia, generator ini mampu beroperasi dalam waktu yang cukup lama dengan atau tanpa energi matahari. Keunggulannya sendiri, selain ramah lingkungan, alat ini tidak menghasilkan polusi, mudah penggunaan dan tidak memerlukan BBM atau listrik. Karena, mesin dari Generator tersebut dapat melakukan sirkulasi energi dan dapat digunakan saat malam hari dalam ruangan, meski sudah tidak ada lagi sinar matahari. “Pembangkit listrik ramah lingkungan ini, hasil rakitan tahun 2016 gabungan jurusan TP TPMI, TKR , TPL dan RPL,” jelasnya. Lebih jauh ia menambahkan, dari ribuan pengunjung, satu diantaranya ada yang memesan pengembangan produksi pembangkit listrik ramah lingkungan ini, yaitu Bupati Aceh Barat. Yan mengatakan, ia memesan untuk keperluan masyarakat di Kabupaten Aceh Barat. “Bupati Aceh Barat yang melihat, langsung memesan dan ingin gunakan generator ini buat keperluan masyarakat Aceh Barat,” ujarnya. (wyd)
50 SMPN Dapat Bantuan Berbasis Animasi Interaktif KARAWANG – Seluruh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Karawang, nampaknya harus berlomba. Untuk bisa mendapatkan bantuan keuangan pengadaan alat pembelajaran berbasis animasi interaktif yang akan dibagikan ke 50 SMPN. Ke p a l a Bi d a n g S M P Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, Sopandi mengatakan, dari sebanyak 90 lebih SMP yang ada di Kabupaten Karawang hanya
50 sekolah yang akan mendapatkan bantuan dari dana pusat tersebut. “Tidak semua sekolah mendapatkan makanya kita lakukan sosilisasi terlebih dahulu,” ucapnya kepada KBE, kemarin. Dari seluruh SMP yang ada di Karawang, kata dia, akan diberikan sosialisasi dan pemahan terlebih dahulu. Agar tidak ada kecemburuan sosial yang terjadi di lingkungan sekolah. “Kita tidak sembarang memberikan bantuan ke sekolah begitu saja.
Akan ada kriterian sekolah yang mendapatkan bantuan,” katanya. Lanjut Sopandi, ada beberapa kriteria yang akan mendapatkan bantuan dengan bentuk jenis media yang harganya tak kecil. Itu akan dilakukan seleksi terlebih dahulu oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora). Mulai dari tingkat keamanan di lingkungan sekolah, serta kesiapan sekolah dalam menggunakan media pembelajaran berbasis animasi.
“Karena harga barang yang diberikan ke sekolah lumayan tinggi harganya makanya kita harus seleksi dulu biar tidak rawan pencurian nantinya,” jelasnya. Dia berharap bahwa bantuan yang akan diberikan nanti bisa menambah wawasan siswa, dalam mengikuti setiap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah. “Semoga bisa bermanfaat dan bisa membawa mutu pendidikan Karawang lebih baik lagi,” harapnya.
S e m e n t a ra i t u , Ke tua Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SMP Kabupaten Ka rawa ng, As ma m enilai bahwa dari jumlah seluruh SMP yang ada di Karawang harus bisa merawat jenis bantuan yang diberikan. “Tidak semua sekolah hanya 50 SMP yang akan dibagikan bantuan. Jadi siapa saja yang mendapatkan bantuan harus bisa menjaga dan merawatnya karena barang mahal juga,” pesannya. (oib)
Dana BOS, Jangan Pakai Gaji Guru Honorer KARAWANG – Pemerintah Daerah (Pemda) tidak diperbolehkan membayar gaji guru honorer dengan menggunakan dana BOS oleh pemerintah pusat. Pemerintah tengah mengatur mekanisme penggunaan dana BO S agar tidak bisa diutak-atik pemda lagi. Tidak diperbolehkan membayar gaji guru honorer dengan menggu-
nakan dana BOS. “Penggunaan dana BOS akan kami tertibkan. Selama ini dana BOS sudah salah sasaran. Mestinya buat operasional sekolah seperti pengadaan buku d a n l a i n n y a . Te r n y a t a malah digunakan untuk bayar gaji guru honorer,” ujar Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK Agus
Sartono, kemarin. Lanjut Agus, longgarnya pengawasan dana BOS, menjadi celah pemda terus merekrut guru honorer baru. Mereka beralasan gur u PNS banyak yang pensiun. Satu sisi pemerintah melakukan moratorium. Sementara proses belajar mengajar harus tetap berjalan. “Karena tidak ada guru
PN S ba r u i tu ma kanya masing-masing keps ek mengangkat honorer baru. Gajinya diambil dari dana BOS makanya pemanfaatannya (dana BOS) bagi siswa tidak maksimal,” sesalnya. Ironisnya, lanjut Agus, besaran gaji guru honorer ini cukup bervariasi. Daerah yang punya kelebihan, berani menggaji dengan
standar UMR. Sedangkan yang minim, hanya berdasarkan besaran dana BOS Rp 150 ribu per bulan. Dia berharap dengan penataan kembali dana BOS, gaji guru honorer lebih manusiawi. Sementara ini solusi yang ditawarkan adalah gaji guru honorer dimasukkan ke pos DAU (d a n a a l o k a s i u m u m ) . (bbs/rie)
SELASA, 24 SEPTEMBER 2019
METRO KARAWANG
5
Siang ini, Pemda Karawang Gelar Salat Istisqoh Di Hadiri Ratusan Jamaah KARAWANG – Musim kemarau panjang di Kabupaten Karawang membuat ribuan hektare lahan pertanian tak bisa tanam. Selain itu, ribuan warga di wilayah Karawang Selatan kesulitan air bersih. Sudah sangat lama, Kota Lumbung Padi tak dising-
gahi hujan. Karawang saat ini gersang. Debu di jalan beterbangan membuat sesak nafas dan mata perih. Selain itu, akibat kemarau panjang, ladang gambut di Karawang banyak yang terbakar. Asapnya juga membuat kualitas udara di Karawang semakin buruk. Akibatnya bukan tidak mungkin, berdampak pada kesehatan warga Karawang. Untuk mengakhiri musibah kekeringan ini. Pemerintah Kabu-
paten (Pemkab) Karawang, berencana menggelar Salat Istisqoh atau salat minta hujan. Siang ini, Selasa, (24/9) di Masjid Plaza Pemda Karawang. Melalui surat edaran Bupati Karawang, Nomor 005/5893/ Kesra yang terbit pada Jumat, (20/9) kemarin. Pemkab Karawang, mengundang seluruh ASN, ormas islam, unsur pesantren dan seluruh masyarakat yang ingin berpartisipasi. Untuk bersama-sama berdoa, agar hujan segera
turun di bumi Karawang. “Pelaksanaannya bada salat dzuhur. Di Masjid dan halaman Plaza Pemda Karawang,” ungkap Kabagkesra Matin Abdul Rajak, kepada KBE, Senin (23/9). Ma t i n m e n e r a n g k a n , tak kurang dari 700-an orang, diprediksi bakala memenuhi masjid dan halaman Plaza Pemda Karawang siang ini. Seluruh elemen, dari ASN, anggota dewan, ormas islam, mahasiswa dan seluruh masyarakat.
“Diminta bersama-sama memanjatkan doa. Agar musibah kemarau panjang ini, segera berakhir. Semua masyarakat boleh ikut. Bawa peralatan salat masing-masing,” ujarnya. Matin berharap, setelah dilangsungkannya ikhtiar meminta hujan, melalui salat istisqoh dan doa bersama. Mudah-mudahan segera turun hujan di Karawang. “Kami semua berharap, Karawang segera turun hujan,” harapnya. Upaya Pemkab Karawang
untuk menggelar salat minta hujan, medapat apresiasi dari sejumlah tokoh di Karawang. Sekertaris Ikatan Kepala Desa (IKD) Cilamaya Wetan, Bukhori, mengaku sangat antusias saat mendengar upaya Pemkab Karawang menggelar Salat Istisqoh, demi turunnya hujan di kota pangkal perjuangan. “Sangat bagus, harus diapresiasi. Kita harus dukung dan ikuti. Semoga ikhtiar kita membuahkan hasil, yaitu diturunkan hujan oleh
Allah Swt di seluruh wilayah Kabupaten Karawang,” harapnya. Sementara, Kepala Desa Tegalsari, Cilamaya Wetan, Awang Wibisono menambahkan, apa yang dilakukan Pemkab Karawang saat ini. Merupakan harapan dari para tokoh tani, yang selama ini harap-harap cemas, menanti turunnya hujan. “Memang dari dulu ini yang diharapkan para petani. Semoga, apa yang diharapkan semua, bisa terwujud,” imbuhnya. (wyd)
Atasi Pencemaran, Gina Desak Pemprov Jabar Serius KARAWANG – Sedikitnya sudah ada tiga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dapil Karawang yang sudah meninjau langsung kondisi Sungai “Limbah” Cilamaya, sepekan terakhir. Akhir pekan lalu, giliran Gina Fadlia Swara, anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Partai Gerindra, turun gunung. Politisi asal Cilamaya itu menyayangkan, ketidaktegasan Pemprov Jawa Barat kepada para pelaku pencemaran sungai yang mengaliri ribuan hektare sawah di tiga kecamatan tersebut. Gina meminta keseriusan Pemprov Jabar, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Provinsi Jawa Barat dan Kementrian LHK pusat, untuk segera mengakhiri pencemaran Sungai Cilamaya. “Pemprov harus tegas. Kalau mereka (perusahaan) tidak punya itikad baik. Tutup ajah pabriknya,” ujar Gina kepada KBE, saat meninjau kondisi Sungai Limbah Cilamaya, kemarin. Gina menjelaskan, masalah pencemaran Sungai Cilamaya tak bisa ditangani oleh pemerintah kabupaten. Pasalnya, pencemaran Sungai Cilamaya merupakan masalah lintas sektoral. Sehingga, harus ditangani oleh
Pemprov Jawa Barat. “Pemprov punya wewenang untuk memanggil seluruh pihak terkait masalah pencemaran ini. Saya berharap, segera duduk bersama, untuk selesaikan titik masalahnya,” tukasnya. Masalah ini, kata Gina, sudah sering ia sampaikan sejak periode yang lalu. Dimana, rekan-rekannya di Komisi lV DRPD Provinsi Jawa Barat, sering ia dorong untuk melakukan tindakan konkret. Demi Sungai Cilamaya kembali jernih seperti sedia kala. “Cerita masyarakat, dulu tambak-tambak di Desa Muara Cilamaya makmur. Karena air Sungai Cilamaya jernih. Sekarang, jangankan makmur, tanam udang saja tidak bisa. Dampaknya bukan di Cilamaya saja. Liat Bendungan Barugbug. Petani terpaksa menggunakan air limbah, untuk mengaliri lahan sawahnya. Hasilnya, panen tidak maksimal,” imbuhnya. Sementara, ditempat yang sama, tokoh masyarakat Cilamaya, Muhammad Sadili mengatakan, kunjungan anggota dewan, baik dari DPRD provinsi maupun kabupaten, hingga kini belum juga ada yang membuahkan hasil. Sadili berharap, melalui Gina Swara, yang merupakan
LINGKUNGAN
Wawan : Pertamina Akan Pulihkan Biota Laut KARAWANG – Setelah selesai menyambung kebocoran pipa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, Wawan Setiawan mengatakan, Pertamina akan me-recovery kerusakan biota laut akibat tumpahan ‘oil spill’ di sepanjang pantai Karawang. “Pertamina fokus menyelesaikan sumber kebocoran, setelah itu selesai, Pertamina akan menghitung ganti rugi kepada masyarakat juga me-recovery laut,” ungkap Wawan, kemarin. Menurut Wawan, pada Sabtu (21/9/) sekitar pukul 10.30 WIB, Pertamina berhasil menyambung pipa di lokasi semburan kebocoran YYA 1 wilayah laut Cilamaya, maka dipastikan tidak ada lagi tumpahan minyak ke laut. “Sekarang tinggal tugas me-recovery, menghitung kerusakan alam, seperti berapa pohon mangrove yang mati dan kerusakan ekosistem laut,” katanya, usai konfirmasi dengan Pertamina via seluler. Dengan begitu, Pemkab Karawang, kata Wawan, masih menunggu rilis resmi dari Pertamina terkait keberhasilan menyumbat kebocoran di YYA 1 juga soal ganti rugi bagi masyarakat dan lingkungan yang kena dampak tumpahan minyak. Sebelumnya, sejumlah orang dari Koalisi Masyarakat Sipil (Kormas) Karawang menggelar aksi protes terhadap tumpahan minyak mentah di laut Karawang, Minggu (22/9). Dengan membentangkan spanduk di perahu nelayan bertuliskan HUT Karawang diracuni minyak. Juga beberapa poster yang diantaranya bertuliskan save our ocean dan Pemkab Karawang jangan diam. Peserta aksi menyertai keberangkatan nelayan yang melarung dongdang dan warga yang hendak menyaksikan pesta laut. “Aksi ini sebagai sindiran kepada Pemerintah Kabupaten Karawang agar lebih aktif terhadap apa yang terjadi di pesisir Karawang, khususnya daerah yang terdampak tumpahan minyak,” ujar Perwakilan Kormas Karawang Yuda Febrian Silithonga kepada wartawan usai aksi di Muara Cipucuk, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, kemarin. (bbs/rie)
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
SUNGAI CILAMAYA : Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Gina Fadlia Swara, saat meninjau langsung kondisi Sungai Limbah Cilamaya.
anggota dewan asli Cilamaya. Bisa membawa perubahan
yang lebih baik, bagi kampung halamannya. “Saya
berharap keseriusan ibu Gina memperbaiki Sungai Cilama-
ya bisa membuahkan hasil. Mudah-mudahan, ada hasil
nyata dari kunjungan beliau kemarin,” harapnya. (wyd)
Masyarakat Minta Kafe Penjual Miras Tutup Total KARAWANG – Aliansi lembaga swadaya masyarakat (LSM), pemuda, tokoh masyarakat, Karang Taruna Kecamatan Rengasdengklok sepakat menatakan sikap menolak dibukanya kembali kafe Tangkahan di Desa Amansari yang bebas menjual miras kepada anak dibawah umur. Hal tersebut merupakan puncak kekecewaan masyarakat atas lemahnya pengawasan dari Kecamatan Rengasdengklok. Sehingga membuat kafe bisa bebas menjual miras ke anak sekolah dasar negeri (SDN) yang masih mengenakan seragam. Ketua umum LSM Kompak, Ahmad Mukron mengatakan, pihaknya meminta kepada pihak aparat baik itu pihak kasi trantib kecamatan (MP) dan pihak kepolisian agar segera menutup total kegiatan cafe tersebut. “Hasil pertemuan ini, kami dari Aliansi para temen-temen LSM, aktivis, karang taruna, tokoh
masyarakat. Kemudian hadir kiyai Endang dari FMK menyatakan tidak ada toleransi lagi untuk cafe tersebut beroperasi,” ucap Mukron kepada KBE usai melakukan audiensi dengan Kecamatan
Rengasdengklok, kemarin. Dikatakannya, penjualan minuman beralkohol itu sudah merusak moralmoral anak dibawah umur kedepannya, yang merupakan generasi penerus bangsa. “Merusak
moral anak cucu kita kedepan, karena banyak para pelajar yang dibawah umur ini disediakan minum minuman keras di kafe tersebut. Maka dari itu, harapan kami mengambil sikap minta di
Rengasdengklok ini semua bentuk maksiat, bentuk perjudian bentuk narkoba termasuk minuman keras tidak diadakan lagi di Rengasdengklok,” tegasnya. Lanjutnya, pihaknya siap mendukung aparat pemerintahan untuk menggakkan perda-perda maupun menegakkan KUHP sehingga tidak ragu lagi. “Dan sekali lagi saya menyatakan sikap bahwa tidak ada toleransi untuk dibuka lagi. kafe tersebut harus tutup total,” jelasnya. Hal senada dikatakan, Ketua Karangtaruna, Desa Dukuhkarya, Kecamatan Rengasdengklok, Angga Dhe Raka menambahkan, pada prinsipnya elemen masyarakat, baik LSM, tokoh pemuda, tokoh masyarakat menginginkan bahwa penyegelan tersebut jangan hanya bersifat sementara. “Bukan berarti melarang mereka untuk usaha tetapi pada prisnspinya ketika menjual miras tersebut kepada anak-anak dibawah umur itu harus ditutup total,” pungkasnya. (gie)
Hindari Lubang, Pengedara Motor di Tabrak Truk KARAWANG – Kecelakaan kembali terjadi di jalur tengkorak di jalan Raya Klari Kopel, Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Minggu (22/9) malam. Seorang pengendara sepeda motor tewas di TKP usai terlindas truk bermuata. Kanit Laka Lantas Polres Karawang, Iptu sabar Santoso mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara. Korban pengendara motor bernama Ahmad Solihin warga Kampung Jatimulya RT 015/005 Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. “Dari hasil olah TKP, se-
belum terjadi kecelakaan, korban diduga menghindari lubang yang berada tidak jauh dari TKP,” katanya kepada KBE dihubungi lewat telepon,kemarin. Lanjut Sabar, kejadian kecelakaan terjadi akib at p e m o t o r m e n c o b a mengindari lubang jalan saat melaju dari arah Klari menuju Karawang. Korban kemudian tidak dapat mengendalikan kendaraanya dan terjatuh. “ Ko r b a n m e n g h i n d a r lubang jalan ke kiri, lalu terjatuh ke sebelah kanan. Dari arah belakang kanan ada truk yang melaju searah
dan menabrak korban,” ungkapnya. Akibat kecelakaan itu, sambung Sabar,korban meninggal dunia di tempat. Petugas mengidentifikasi Honda Beat T 2559 PD milik korban dan kemudian mengamankannya. Sementara kendaraan truk tronton yang terlibat kecelakaan melarikan diri dan dalam masih dalam pencarian petugas. “Jasad korban kami bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang untuk kepentingan visum et repertum, sebelum dikembalikan kepada keluarganya,” ungkapnya. (rie)
6
Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis
SELASA, 24 SEPTEMBER 2019
Nobar MotoGP Bersama Komunitas Motor Honda KARAWANG – PT Daya Adicipta Motora (DAM) mengajak bikers pecinta motor sport Honda untuk mendukung aksi jagoan Repsol Honda Team, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo di MotoGP seri Aragon. Ajang nonton bareng (Nobar) MotoGP bertajuk “Total Control Modification and
Public Viewing MotoGP Aragon” bersama komunitas motor Honda ini digelar di Coffeholic, Minggu (22/9). Mengusung tagline kegiatan “Excite Your Ride”, komunitas sepeda motor Honda yang hadir diantaranya CBR Club indonesia Region Karawang,
CBR Club Indonesia Region Purwakrta, CBR Club Indonesia Region Bekasi dan para perwakilan komunitas dari Ikatan Motor Honda Karawang (IMHK). General Manager Motorcycle Sales, Marketing & Logistic DAM, Lerri Gunawan mengatakan, ajang MotoGP menjadi salah satu agenda
motor sport yang sangat menarik perhatian bikers di Indonesia. Nobar MotoGP ini menjadi kesempatan menarik untuk para bikers merasakan atmosfer seru nonton aksi dua jagoan Respol Honda Team. “Kami berharap kegiatan ini dapat terus meningkatkan kebersamaan dan
semakin memperat tali silaturahmi antara Komunitas Honda dengan Main Dealer. Serta dapat mengakomodir minat pada dunia racing dan modifikasi yang dimiliki oleh Komunitas CBR Series,” ujar Lerri. Acara diawali dengan Rolling City menuju lokasi Nobar MotoGP Honda
Community, beragam aktivitas lainnya digelar sambil menunggu Nobar MotoGP Aragon yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB. Sesi product knowledge Honda CBR250RR diharapkan dapat menjadikan produk tersebut sebagai acuan dan impian Komunitas Honda pada segmen ‘Sport Full
Fairing Bike’. Semakin meriah, rangkaian acara lainnya seperti coaching clinic Modification Honda CBR Series, sosialiasi kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, test ride Honda CBR250RR, sosialisasi dan aktivasi HondacommunityID, dan games menarik. (rls)
sepanjang 36,4 km tersebut akan bersifat terbuka, di mana pelanggan dapat langsung membayar menggunakan pembayaran nontunai saat masuk dari Gerbang Tol Cikunir dan berakhir di Karawang Barat atau
Karawang Timur. “Jadi ini tidak ada pintu keluar lain, hanya di Karawang Barat atau Karawang Timur. Nah, pengendara nanti tinggal memilih mau menggunakan tol yang di bawah atau tol layang,” tutup Djoko. (bbs/rie)
Tarif Tol Layang Japek Rp 1.250 KARAWANG – Berdasarkan dokumen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), tarif tol layang Jakarta-Cikampek II diusulkan Rp 1.250 per kilometer (km). “Dalam PPJT per kilometer Rp 1.250. Namun kita masih
dilakukan pembahasan, sebab masing-masing harus tercapai tujuannya. Baik Jasa Marga dan pemerintah yang mewakili masyarakat,” ujar Direktur Utama Jasa Marga Jalan Layang Cikampek Djoko Dwijono saat men-
dampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau lokasi pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek di Jakarta, kemarin. Djoko mengatakan, untuk tarif Tol Layang JakartaCikampek II rencananya
akan terintegrasi dengan Tol Jakarta-Cikampek yang telah beroperasi. Dengan demikian, tambah Djoko, tarif yang dikenakan untuk kedua jalan bebas hambatan tersebut akan sama. “Tarifnya terintegrasi, art-
inya tol atas dan bawah akan jadi satu. Namun, itu sebetulnya kebijakan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), boleh atau tidak,” jelasnya. Lanjut Djoko, pemberlakuan tarif untuk tol layang
ASPIRASI RAKYAT ANGGOTA DPRD PROVINSI JAWA BARAT PERIODE 2019-2024 Partai Gerindra: 1. H. Arif Hamid Rahman 2. Dr Buky Wibawa, M.Si. 3. Dadang Kurniawan, S.Ip. 4. Tobias Ginanjar Sayidina, S.Ap. 5. Mirza Agam Gumay 6. Dra. Lina Ruslinawati 7. H. A. Sopyan Bhm, S.Ip. 8. H. Ricky Kurniawan, Lc. 9. Ir. Prasetyawati, M.M. 10. H. Cecep Gogom, S.Ag., M.Pd. 11. Ibnu Ariebowo Kusumo 12. H. Abdul Harris Bobihoe 13. Rizki Apriwijaya, S.S.I. 14. H. Syahrir, SE, M.IPol 15. Irpan Haeroni 16. Hj. Gina Fadlia Swara, S.E., M.M. 17. Ihsanudin, M.Si 18. H. Heri Ukasah Sulaeman, S.Pd. 19. Taufik Hidayat 20. Drs. H. Daddy Rohanady 21. H. Kasan Basari, S.H. 22. Hj. Tina Wiryawati, S.H. 23. Deden Galih, S.H., M.M. 24. Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., Mba. 25. Ali Rasyid, M.Sos.
120 Anggota DPRD Jabar Resmi Dilantik
BANDUNG – 120 Anggota DPRD Jawa Barat resmi dilantik melalui Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat masa jabatan 2019-2024 di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika No. 56, Kota Bandung, Senin (2/9/2019). Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Barat Toto Mohamad Toha menjelaskan, dengan pengucapan sumpah/janji dimaksud maka Keanggotaan DPRD periode 2014-2019 dinyatakan berakhir sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Peresmian Pemberhentian Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Masa Jabatan 2014-2019 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Peresmian Pengangkatan
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Masa Jabatan 2019-2024 yang diterbitkan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Pengucapan Sumpah/Janji akan dipandu oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat, dengan didampingi masingmasing pemuka agama. Selesai pembacaan sumpah, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh masing-masing perwakilan. Berdasarkan Keputusan KPU Provinsi Jawa Barat Nomor 88/PL.01.8-Kpt/32/ Prov/VIII/2019 yang dikeluarkan dalam Rapat Pleno KPU Provinsi Jawa Barat, 13 Agustus 2019 jumlah anggota yang akan dilantik berjumlah 120 orang yang terdiri dari Partai Gerakan Indonesia
Raya (Gerindra) 25 kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 21 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 20 kursi, Partai Golongan Karya (Golkar) 16 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 12 kursi, Partai Demokrat 11 kursi, Partai Amanat Nasional l (PAN) 7 kursi, Partai Nasional Demokrat 4 kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 3 kursi, dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 1 kursi. Sementara, berdasarkan jenis kelamin, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat terdiri dari laki-laki 97 orang dan perempuan 23 orang. Toto menambahkan, adapun pimpinan sementara berdasarkan raihan kursi terbanyak di DPRD Provinsi Jawa Barat yaitu Ketua Sementara dari
Partai Gerindra dan Wakil Ketua Sementara dari PKS. Rapat Paripurna Pengambilan Sumpah/Janji Anggota DPRD Periode 2014-2024 dihadiri 1008 orang terdiri dari unsur Forum Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Barat, Anggota DPR/ DPD RI asal Jawa Barat, Bupati dan Walikota serta Ketua DPRD dan Sekretaris DPRD Kab/Kota se-Jawa Barat. Penyelenggara Pemilu baik KPU dan Bawaslu Provinsi serta Kab/Kota seJawa Barat, para tokoh masyarakat serta sesepuh Jawa Barat, para Ketua Partai Politik peserta Pemilu 2019, serta organisasi kemasyarakatan serta unsur kepentingan lainnya.(**)
Partai Keadilan Sejahtera: 1. Haru Suandharu, S.Si., M.Si. 2. Hj. Siti Muntamah, S.Ap. 3. H. Jajang Rohana, S.Pd.I. 4. Hj. Sari Sundari, S.Sos. 5. Aep Nurdin, S.Ag., M.Si. 6. H. Sadar Muslihat, S.H. 7. H. Abdul Muiz 8. Drh. H. Achmad Ru’yat, M.Si. 9. H. Mochamad Ichsan M, A.Md. 10. H. Iwan Suryawan, S.Sos. 11. Dr. H. Nur Supriyanto, M.M. 12. H. Heri Koswara, S.Ag. 13. Ir. H. Imam Budi Hartono 14. Dr. H. Abdul Jabar Majid, M.A. 15. H. Faizal Hafan Farid, S.E., M.Si 16. Ir. H. Abdul Hadi Wijaya, M.Sc. 17. H. Ridwan Solichin, S.Ip., M.Si. 18. Drs. H. Anwar Yasin 19. H. Didi Sukardi, S.E. 20. H. Ahab Sihabudin 21. Drs. K.H. Tetep Abdulatip PDI Perjuangan: 1. R. Yunandar R. Eka Perwira, S.T. 2. Rafael Situmorang, S.H. 3. Hj. Nia Purnakania, S.H., M.Kn. 4. Dra. Hj. Elin Suharliah, M.Si. 5. Dr. M. Tandiontong, S.E., M.M.Ak. 6. Muhammad Jaenudin, S.Ag., M.H. 7. Hj. Asyanti Rozana Thalib, S.E. 8. H. Rudi Harsa Tanaya 9. Waras Wasisto, S.H. 10. Hj. Sumiyati, S.Pd.I. 11. H. Jejen Sayuti, S.E. 12. Hj. Iis Turniasih 13. Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos., M.M. 14. Dr. Abdy Yuhana, S.H., M.H. 15. H. Syamsul Bachri, S.H., M.B.A. 16. Bambang Mujiarto, S.T. 17. Dra. Hj. Ijah Hartini 18. Bedi Budiman, S.Ip., M.Si. 19. Memo Hermawan
20. H. Arip Rachman, S.E., M.M. Partai Golkar: 1. H. Ali Hasan, S.Ip. 2. Hj. Cucu Sugyati, S.E., M.M. 3. H. M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si. 4. Edi Rusyandi, S.Pd.I. 5. Drs. H. Ade Barkah Surahman, M.Si 6. H. Phinera Wijaya, S.E. 7. H. Kusnadi, S.Ip. 8. Ade Puspitasari, S.Sos., M.B.A. 9. H. Almaida Rosa Putra, S.E., M.M 10. Hj. Sri Rahayu Agustina, S.H. 11. Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, A.Md. 12. Drs. H. Abdul Rozaq Muslim, S.H., M.Si. 13. Hilal Hilmawan, S.Ip, M.I.P 14. Dr. Dr. H. Herman Sutrisno, M.M. 15. Ade Ginanjar 16. Drs. H. Yod Mintaraga, M.P.A. Partai Kebangkitan Bangsa: 1. H. Asep Syamsudin, S.Ag. 2. Asep Suherman 3. Hasim Adnan 4. Erni Sugiyanti, S.Ag. 5. M. Faizin, S.E. 6. Rahmat Hidayat Djati, S.I.P. 7. H. Nasir, S.Ag. 8. Muhamad Sidkon Dj, S.H. 9. Yuningsih 10. Johan J. Anwari, M.Si. 11. H. Dadan Hidayatulloh, S.Ag 12. H. Oleh Soleh, S.H Partai Demokrat: 1. H. Sugianto Nangolah, S.H., M.H. 2. Toni Setiawan 3. Hj. Lilis Boy 4. Hendar Darsono, S.H., M.H. 5. Asep Wahyuwijaya, S.H. 6. Ir. Irfan Suryanagara 7. H. M. Achdar Sudradjat, S.Sos 8. Toto Purwanto Sandi, S.E. 9. H. Zulkifly Chaniago, B.E. 10. Ir. Sri Budihardjo H. 11. Yosa Octora Santono, S.Si., M.M. Partai Amanat Nasional: 1. Thoriqoh Nashrullah Fitriyah, S.T., M.E.Sy. 2. Dessy Susilawati, S.Pd.I. 3. H. Supono 4. H. M. Hasbullah Rahmad, S.Pd., M.Hum. 5. Raden Tedi, S.T. 6. Ir. H. Herry Dermawan 7. Ade Kaca., S.E. Partai Nasdem: 1. Dra. Hj. Tia Fitriani 2. Sabil Akbar, S.Ip. 3. Nina Nurhayati 4. H. Eryani Sulam, M.Si. Partai Persatuan Pembangunan: 1. H. Ruhyat Nugraha 2. H. Pepep Saepul Hidayat, S.I.Kom. 3. Hj. Neng Madinah Ruhiat Perindo: 1. Husin, S.E.
SELASA, 24 SEPTEMBER 2019
SAMBUNGAN
7
Seragam Guru Mau Dibedakan
Antara yang PNS dan Honorer
PURWAKARTA- Kebijakan kontroversial dikeluarkan oleh Disdik Jabar dengan surat edarannya terkait aturan penggunaan seragam pakaian dinas untuk SMA/SMK/SLB negeri. Karuan saha edaran ini menuai protes sejumlah guru honorer di Kabupaten Pur wakarta dan daerah lain di Jawa Barat. Surat tertanggal 20 September 2019 itu, membedakan pakaian dinas harian (PDH) guru dan tenaga kependidikan (GTK) berstatus PNS dengan yang non PNS. Kebijakan Disdik Jabar muncul setelah beredarnya video syur wanita berhijab berseragam PNS yang diduga merupakan salah satu guru honorer SMK Swasta di Kabupaten Purwakarta belum
lama ini. Bagi sebagian pegawai honorer, dibedakannya pakaian dinas tersebut di nilai sangat diskriminatif. Praktisi pendidikan Ahmad Yusuf mengemukakan, pakaian untuk guru sebaiknya tidak dibedakan atas dasar status kepegawaiannya. Apalagi pakaian seragam juga merupakan kebanggaan bagi honorer dalam mengabdi. “Kenapa kami bangga dengan seragam ASN, selain penyemangat untuk berkarir ini juga jadi acuan kami bahwa kami berharap mempunyai peluang menjadi PNS. Jangan karena oknum honorer yang berulah semua honorer jadi kena imbasnya. Mungkin selain membedakan Honor dan PNS adakah solusi lain,” ujarnya. Dia menambahkan, seragam PNS adalah pakaian dinas harian kebanggaan guru honorer. Dengan seragam tersebut mereka disegani para siswa dan orang tua karena dianggap
PNS juga. “Kalau sekarang dibedakan, kebanggaan hilang sudah. Kalau sekarang sih, gara-gara oknum dua, guru honorer ical wibawa,” ucapnya. Sementara Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Darta mengatakan, memang kebijakan tersebut dirasa diskriminatif bagi guru honorer. “Kalau mema ng d i l a ra ng ke nap a gak dari terbitnya pergub tersebut ada larangan untuk guru honorer. Sepertinya dinas pendidikan mau cuci tangan dengan adanya kasus seperti ini. Sampai hari ini pun tidak ada kebijakan yang berpihak kepada guru honorer,” ungkap Darta, saat dihubungi melalui selulernya. Menurutnya, sebaiknya diseragamkan, karena kebanggan honorer justru baju seragam. Apalagi kalau dilihat dari tugas dan tanggungjawabnya sama dengan PNS. (san*)
Haji Aep Sesumbar .... dari halaman 1 “Selain terjun ke masyarakat, kami juga sudah mulai intens melakukan komunikasi dengan beberapa partai politik, seperti Nasdem dan Golkar, dengan Demokrat dan Gerindra juga sudah,” ujarnya. Politik itu sifatnya dinamis yang bisa saja berubah ubah dengan segala kemungkinan-kemungkinannya. Namun dirinya tetap tidak gentar meyakinkan bahwa
dirinya memiliki komitmen yang kuat dan layak untuk diusung. “Bekerja dan terus bergerak, sambil menunggu hasil lembaga survey yang saya percaya, Insya Allah akan terlihat hasilnya di akhir bulan November atau awal Desember nanti, apakah saya dipercaya atau tidak oleh masyarakat,” ucapnya. Masih kata dia, apabila dari hasil survey tersebut tingkat popularitas dan
elektabilitasnya mampu menyeimbangkan dengan popularitas bakal calon dari petahana, dirinya dan PKS hanya tinggal mencari bakal calon wakil yang akan mendampinginya bertarung di Pilkada. “Karawang satu Insya Allah, dipasangkan dengan siapa saja saya siap, yang terpenting memiliki chemistry yang kuat dan cita-cita yang sama untuk Karawang,” pungkasnya. (gie)
dian hadir kyai kita Pak Endang dari FMK menyatakan tidak ada toleransi lagi untuk cafe tersebut beroperasi,” ucap Mukron kepada KBE, Senin (23/09) usai melakukan audiensi dengan pihak Kecamatan Rengasdengklok. Dikatakannya, penjualan minuman beralkohol itu sudah merusak moral-moral anak dibawah umur kedepannya, yang merupakan generasi penerus bangsa. “Merusak moral anak cucu kita kedepan, karena banyak para pelajar yang dibawah umur ini disediakan minum minuman keras di cafe tersebut. Maka dari itu, harapan kami dari temen-temen Aliansi beberapa LSM, FMK mengambil sikap minta di Rengasdengklok ini semua bentuk maksiat, bentuk perjudian bentuk Narkoba termasuk minuman keras tidak diadakan lagi di Rengasdengklok,” tegasnya.
Lanjutnya, pihaknya siap mensuport dan mendukung aparat pemerintahan untuk menggakkan perda-perda maupun menegakkan KUHP sehingga tidak ragu lagi. “Dan sekali lagi saya menyatakan sikap bahwa tidak ada toleransi untuk dibuka lagi. Cafe tersebut harus tutup total,” tegasnya. Hal senada dikatakan, Ketua Karangtaruna Desa Dukuh Karya, Kecamatan Rengasdengklok, Angga Dhe Raka menambahkan pada prinsipnya elemen masyarakat, baik L SM, tokoh pemuda, tokoh masyarakat menginginkan bahwa penyegelan tersebut jangan hanya bersifat sementara. “Bukan berarti melarang mereka untuk usaha tetapi pada prisnspinya ketika menjual miras tersebut kepada anak-anak dibawah umur itu harus ditutup total,” pungkasnya. (gie)
Tutup Cafe .... dari halaman 1 menatakan sikap menolak dibukanya kembali Cafe Tangkahan di Desa Amansari yang bebas menjual miras kepada anak di bawah umur. Hal tersebut merupakan puncak kekecewaan masyarakat atas lemahnya pengawasan dari Kecamatan Rengasdengklok sehingga membuat cafe bisa bebas menjual miras ke anak sekolah dasar negeri (SDN) yang masih mengenakan seragam. Ketua LSM KOMPAK Ahmad Mukron mengatakan, pihaknya meminta kepada pihak aparat baik itu pihak kasi trantib kecamatan (MP) dan pihak kepolisian agar segera menutup total kegiatan cafe tersebut. “Hasil pertemuan ini, kami dar i Aliansi para temen temen L SM, aktivis, Karang Taruna, para tokoh masyarakat kemu-
Demo Mahasiswa Makin Marak JAKARTA – Demo mahasiswa menentang revisi UU KPK makin marak di seluruh Indonesia. Sementara demo di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (23/9/ 2019) kedatangan kelompok massa tandingan yang pro Revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi.. Massa yang kontra Revisi UU KPK terdiri dari mahasiswa dari berbagai universitas. Adapun yang pro Revisi UU KPK berasal dari masyarakat yang tergabung dalam Front Indonesia Damai dan Mahasiswa Progresif Anti Korupsi. Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat Komisaris Besar Harry Kurniawan menyebut hal itu dilakukan guna menghindari terjadinya gesekan antara kedua massa. “Kami men-
coba meminimalisir potensi tersebut,” kata Harry di lokasi. Dari pantauan, massa yang pro terhadap RUU KPK tiba lebih dulu di depan Kompleks parlemen, kemudian disusul massa yang kontra. Hingga saat ini, mahasiswa dari berbagai universitas yang menolak RUU KPK dan RKUHP seperti Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Universitas Budi Luhur, Universitas Indraprasta PGRI, dan lain-lain masih terus berdatangan. Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan instansinya telah menerima surat pemberitahuan dari kelompok mahasiswa yang akan menggelar unjuk rasa di depan kantor Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR) Senayan. Untuk itu, polisi juga telah menyiapkan pengamanan untuk mengawal demonstrasi mahasiswa itu. Menurut Argo, estimasi mahasiswa yang tergabung dalam demonstrasi di DPR hari ini berjumlah sekitar 2 ribu orang. “Kami sudah siapkan 5.500 personel gabungan di DPR,” kata Argo saat dikonfirmasi. Seruan aksi untuk menolak RUU bermasalah pada hari ini juga terjadi di Yogyakarta. Mahasiswa dari beragam kampus di kota itu akan menggelar demonstrasi dengan tajuk #GejayanMemanggil. Massa akan menyampaikan mosi tidak percaya kepada DPR RI. Demonstrasi mahasiswa itu menyoroti beberapa revisi undang-undang, di
antaranya Revisi Rancangan Undang-Undang Hukum Pidana yang mengancam privasi dan demokrasi. Juga pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi dan tidak segera disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. “Kami datang dari belasan universitas, bergabung bersama masyarakat sipil,” kata humas aksi #Gejayan Memanggil, Syahdan, Ahad, 22 September 2019. Rancangan KUHP menuai protes serentak di Jakarta dan berbagai daerah berupa demo mahasiswa karena memuat pasal-pasal yang kontroversial, mulai pasal hubungan seks di luar nikah hingga pasal hewan peliharaan. Orang juga bisa masuk penjara bila menghina Presiden di media sosial. (red)
si Karawang dan Forum TKSK, untuk mengambil alih suplay beras BPNT secara satu pintu melalui Bulog. Rusli menjelaskan, nantinya, beras yang akan diterima KPM di E-Warungnya
masing-masing, merupakan jenis beras premium. Dengan harga sekitar Rp. 10.500. “Untuk KPM dibanderol Rp. 11.000,- jadi E-warung b i sa d ap at ma rg i n Rp. 5.000,- per KPM,” jelas Rusli. (wyd)
dia dan organisasi wartawan ikut menandatangani penolakan tersebut. Kemudian massa aksi bergera menuju DPRD Karawang dan meminta anggota DPRD menandatangani penolakan terhadap RUU KUHP. “Kami minta anggta DPRD menyampaikan penolakan kita ke pemerintah pusat. Jangan sampai kehidupan demokrasi kita rusak akibat Undang-undang tersebut,” ungkapnya.
Aksi berlangsung aman hingga massa aksi mendatangi kantor DPRD yang kebetulan tengah melangsungkan sidang Paripurna Pelantikan Ketua DPRD Karawang. Sejumlah anggota DPRD Karawang menandatangi penolakan tersebut di selembar kain putih panjang. “Ini aspirasi yang akan kita sampaikan ke pemerintah agar mereka tahu kita Jurnalis Karawang menolak RUU KUHP,” pungkasnya. (rie)
surat yang dibuat olehnya akan di bubuhi matrai dan diketahui oleh dirinya sebagai Kepala Desa Kalangsari. “Kan kalau trauma kan konsennya kurang begitu ini. Jadi kita buatkan dan ada materainya, dan diketahui oleh kita nanti,” pung-
kasnya. Seperti diketahui, mayat Jaki ditemukan sekitar pukul 14.00 hari Minggu (22/09) setelah dilakukan pencarian oleh Timsar lebih dari 24 jam, dan langsung dimakamkan di pemakaman dekat rumahnya. (*)
Resmi, Bulog Ambil .... dari halaman 1 ketimpangan kualitas beras di setiap E-Warung. Seperti yang selama ini terjadi. “Kalau begitu kan kualitas berasnya akan merata. Saya rasa ini kesepakatan yang
bagus. Asal Bulog komitmen dengan kualitas berasnya,” imbuhnya. Sementara, Kepala Bulog Sub Karawang, Rusli membenarkan, jika pihaknya telah menemukan kesepakatan, antara Apde-
Jurnalis Karawang Tolak .... dari halaman 1 iden untuk membatalkan RUU tersebut,” ujar Kordinator aksi, Dian Suryana. Dian mengatakan, aksi ini dilakukan spontanitas atas kepedulian temanteman jurnalis Karawang yang merasa terancam akan lahirnya RUU KUHP menjadi Undang-undang. Dikatakan, banyak wartawan terancam masuk penjara jika RUU KUHP tersebut di
sahkan menjadi Undangundang. Oleh karena itu secara tegas para Jurnalis Karawang menolak lahirnya Undang-undang tersebut. “Kehidupan demokrasi kita sudah berjalan baik jangan di nodai dengan segala aturan yang membatasi kebebsan pers,” katanya. Menurut Dian, aksi dimulai di bundaran Tuparev dengan menyampaikan aspirasi penolakan. Sejumlah wartawan dari berbagai me-
Ironis, Saat Berduka …. dari halaman 1 memberikan pernyataan tidak lagi menuntut secara hukum kepada siapapun, dan surat tersebut diserahkan ke Polsek Rengasdengklok. “Surat itu dibuat oleh kita
General Manager: Tohiri Alam. Deputy General Manager: Hayatullah. Pimpinan Perusahaan: Tohiri Alam. Pimpinan Redaksi: Hayatullah. Wakil Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Asisten Redaktur: Fuad Fauzi, Tomi Prayoga. Kabupaten Karawang: Agus B, Yogie S, Toyib, Wahyudi. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Agus Nuryadin, Haripan Nahampun, Yogie Trinanda. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Subang: Feri Kosasih. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Keuangan/Administrasi: Dewi Megawarti (Koordinator), Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein, Iin. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi.
tapi seolah olah pernyataan bahasanya, bahasa keluarga,” jelasnya. Masih kata dia, keluarga korban pada saat ini kondisinya sedang trauma sehingga dalam membuat surat bernyataan dikhawatirkan tidak konsen. Selain itu,
Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Jalan Kasuari IX Blok O Nomor 52 Perum Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@ gmail.com. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan.
8
Semangat Baru Purwakarta
SELASA, 24 SEPTEMBER 2019
PENERTIBAN Pemkab Pinjam Pakai Lahan untuk PKL PURWAKARTA- Lalulintas di sekitar akses keluar masuk pintu Tol Cikopo Kecamatan Bungursari, terutama yang ke arah jalur ke Purwakarta ataupun sebaliknya oleh para pedagang kaki lima (PKL) senrawut, kumuh dan kotor . Kondisi ini menjadi menjadi perhatian Pemkab Purwakarta. Walaupun para PKL berulang kali ditertibkan oleh Satpol PP Purwakarta, namun tak lama merekapun kembali mendirikan bangunan, seolah tak jera akan rajia yang dinlakukan para petugas Satpol PP. Menurut Teguh Juarsa,m Dalops Satpol PP Purwakarta kepada KBE, pihaknya sering melakukan operasi penertiban PKL di sepanjang bahu Jalan Cikopo, namun beberaha hari kemudian mereka kembali membuka lapak di tempat tersebut. “Sudah gak dihitung berapa kali kami dari Satpol PP Purwakarta melakukan penertiban para PKL agar jangan berjualan di bahu jalan sepanjang jalan Cikopo. Selain mengganggu ketertiban juga membuat wilayah tersebut menjadi kotor banyak sampah,” ujar Teguh Senin (23/09). Masih kata Teguh, selain membuat kotor karena banyaknya sampah, juga menyebabkan jalan menjadi macet. Karena berbagai kendaraan angkutan umum berhenti dan mangkal di lokasi area PKL,” paparnya. Teguh menambahkan, nudah-mudahan keadaan ini tidak akan lama, karena Pemkab Purwakarta sudah membangun kurang lebih 20 kios yang akan ditempati para PKL yang selama ini mangkal di bahu jalan,” pungkasnya. Menurut informasi, pihak Pemkab Purwakarta mengajukan pinjam pakai lahan di sekitar Pos Polisi Cikopo kepada Jasamarga. Sementara di lahan seluas kurang lebih 5000 meter sudah berdiri kios yang katanya akan digunakan para pedagang PKL agar tidak mangkal di bahu jalan di seputaran jalan pintu keluar masuk Tol Cikopo. (san)
HASAN KOBRA/KBE
BANTUAN BUPATI: Bupati Anne saat memberikan bantuan langsung kepada Sri Yulianingsih warga Kaum Kidul RT.07/02 Kelurahan Cipaisan.
Derita Sri Terobati
Saat Bupati Anne Datang ke Rumahnya yang Reyot
PURWAKARTA- Wajah sendu terlihat dari raut wajah wanita paruh baya itu. Dialah Sri Yulianingsih warga Kaum Kidul RT.07/02 Kelurahan Cipaisan Kabupaten Purwakarta. Kesedihannya terpancar karena kondisi rumahnya yang cukup memprihatinkan. Dengan berdindingkan bambu yang sudah lapuk, ditambah atap genting yang sudah bocor, ia tinggal di rumah reyot itu bersama keluarganya. Ia tetap tinggal di
rumah yang bisa dikatakan tidak layak tersebut. Pekerjaannya hanya sebagai buruh, untuk membetulkan rumahnya ia tidak mampu karena untuk kehidupan sehari - harinya saja kembang kempis. Tapi hari itu (20/9) wajah ceria nampak pada raut wajahnya. Pasalnya ia didatangi langsung Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika. «Nuhun ambu atos disumpingan,” hanya itu sedikit kata yang terucap darinya. Kedatangan orang nomor satu di Purwakarta sangat ditunggu oleh dirinya. Bahkan tidak henti - hentinya ia mengucapkan terima kasih kepada Anne.
« Hat u r nu hu n p i s a n ambu, hatur nuhun,» katanya sambil terisak. Bagi Sri bantuan dari Ambu Anne sangatlah berharga. Apalagi sejak jauh hari Ambu Anne sudah mendatangi rumahnya untuk melihat langsung kondisinya. Hal itu berdasarkan laporan warga kepada dirinya. «Saya sempat kesini sebelumnya, karena ketika menjenguk TKI warga dan Pak RW langsung melaporkan kondisi rumah Ibu Sri.,» kata Bupati Anne. Anne mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan membantu warga yang kondisi rumahnya memprihantinkan. 2019 ini
Anne menuturkan pihaknya menganggarkan sebesar Rp. 2 Miliar melalui Kesra. «Kita lihat dulu kondisi apabila urgent tentu saja kita bantu, untuk satu rumah minimal mendapatkan bantuan Rp. 15 Juta dan maksimal Rp. 20 juta,» jelasnya. Menurutnya, pihaknya terus melakukan pendataan terutama untuk kondisi warganya yang membutuhkan rehab rutilahu. Meskipun begitu hal tersebut disesuaikan dengan kategorinya. «Melihat kondisi lapangan kan ada kategorinya, ada rumah tidak layak huni dan rumah roboh, inilah yang urgent darurat dan kesra yang menangani yang daru-
ratnya,» katanya. Sedangkan terkait kondisi rumah ibu Sri, Anne menuturkan harus segera diupayakan diberikan bantuan, bahkan ditargetkan sebelum musim hujan harus sudah diperbaiki. “Mudah - mudahan sudah bisa direhab sebelum hujan, karena kasihan,” jelasnya. Nampaknya Sri tidak bisa menahan haru, bahkan uraian air mata tampak terlihat dari wajah ibu tersebut. Kepada Sri, Anne berpesan agar memanfaatkan sebaik mungkin. “Mudah - mudahan kedepan Ibu Sri bisa lebih betah dan memanfaatkan bantuan ini sebaik mungkin,” pesan Ambu. (san)
ADVERTORIAL DPRD KABUPATEN KARAWANG
Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah Pimpinan DPRD Kabupaten Karawang Masa Jabatan 2019–2024 KARAWANG - DPRD Kabupaten Karawang melaksanakan 3 ( tiga ) agenda Rapat Paripurna pada hari Senin, (23/09/2019), pukul 10.00 WIB bertempat di gedung sidang DPRD Kabupaten Karawang. Rapat Paripurna 1 beragendakan : Pengucapan Sumpah / Janji Pimpinan DPRD Kabupaten Karawang masa jabatan 2019 – 2024. Pengambilan sumpah dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Kabuapten Karawang. Pengambilan sumpah pimpinan DPRD antara lain : PENDI ANWAR ( KET UA DPRD K AB . KARAWANG FRAKSI DEMOKRAT ) AJANG SUPANDI, SH (WAKIL KETUA I DPRD KAB. KARAWANG FRAKSI GERINDRA) SURYANA, SH (WAKIL KETUA II DPRD KAB. KARAWANG FRAKSI GOLKAR) H. DEDEN RAHMAT S, SP (WAKIL KETUA III DPRD KAB. KARAWANG FRAKSI PKB) Selanjutnya Pimpinan Definitif Kabupaten Karawang melakukan penandatanganan Berita Acara dan dilanjutkan dengan penyerahan pimpinan sementara kepada pimpinan definitif ditandai dengan penyerahan palu sidang. Acara dilanjutkan kembali dengan Rapat Paripurna ke 2 (dua), dengan agenda Pengucapan Janji/ Sumpah calon Anggota DPRD Kabupaten Karawang masa jabatan 2019 – 2024 dari Partai Keadilan Sejahtera a/n dr.H. Ata Subagja. Pengambilan sumpah/ Janji anggota DPRD dilakukan oleh Ketua DPRD Kabupaten Karawang Pendi Anwar, diawali dengan pembacaan SK Gubenur Jawa Barat oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Karawang. Acara dilanjutkan dengan Penandatangan Berita acara dan
penyematan Pin Anggota DPRD oleh Ketua DPRD Kabupaten Karawang. Rapat Paripurna ke 3 (tiga) dengan agenda Penetapan susunan keanggotaan alat kelengkapan DPRD Kabupaten Karawang Masa jabatan 2019 – 2024. Acara di awali dengan pembacaan SK oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Karawang, Agus Mulyana, SE.MM dengan susunan sebagai berikut. K E P U T U S A N D E WA N P E R WA K I L A N R A K YAT D A E R A H K A B U PAT E N KARAWANG NOMOR : 17 TAHUN 2019 Tanggal : 23 September 2019 TENTANG PENETAPAN SUSUNAN KEANGGOTAAN ALAT KELENGKAPAN D PR D K A BU PAT E N KARAWANG. 1. Surat Fraksi Demokrat Nomor : 001/DPC.PD/KRW/ IX/2019 tanggal 23 September 2019 Perihal Usulan Alat Kelengkapan DPRD Kabupaten Karawang dari F-PD; 2. Surat Fraksi Gerindra No-
mor : 03.09/F-GERINDRA/ DPRD/KRW/IX/2019 tanggal 23 September 2019 Perihal Susunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya Masa Bakti Tahun 2019 – 2024; 3. Surat Fraksi Golkar Nomor : B-148/DPD-GOLKAR/Krw/ XI/2019 tanggal 23 September 2019 Perihal Usulan Alat Kelengkapan; 4. Surat Fraksi PKB Nomor : 0391/FPKB-DPRD/A.2/IX/2019 tanggal 23 September 2019 Perihal Unsur Pimpinan Komisi, Alat Kelengkapan Dewan, Komisi-Komisi F-PKB; 5. Surat Fraksi PKS Nomor : 002/I/FPKS-SET WAN/K/ IX/2019 tanggal 23 September 2019 Perihal Pengajuan Usulan Alat Kelengkapan DPRD Kabupaten Karawang; 6. Surat Fraksi PDI Perjuangan Nomor : 03/Eks/FPDI-P/ IX/2019 tanggal 23 September 2019 Perihal Alat Kelengkapan DPRD Karawang dari Fraksi PDI Perjuangan; 7. Surat Fraksi Pangkal Per-
juangan Nomor : 001/F-PP/KS/A/IX/2019 tanggal 23 September 2019 Perihal Susunan Alat Kelengkapan DPRD Kabupaten Karawang dari F-Pangkal Perjuangan Masa Bakti 2019 – 2024; 8. Hasil Rapat Pimpinan DPRD Kabupaten Karawang tanggal 23 September 2019; Hasil Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karawang tanggal 23 September 2019. KOMISI I (satu) DPRD Kabupaten Karawang. H. BUDIANTO, SH (KETUA ) Ir. H. DANU HAMIDI ( WAKIL KETUA ) ELIEVIA KHRISSIANA, ST ( SEKRETARIS) MUMUN MAEMUNAH, S.Si, Apt SAEPUDIN PERMANA, A.Md JAJANG SULAEMAN SAEPUDIN ZUHRI, SH DEDDY INDRASETIAWAN, SE Hj. MEITRI CITRA WARDANI, SH INDRIYANI, ST DEWI ROHAYATI, S.St ROSMILLAH, A.Md
KOMISI II (dua) DPRD Kabupaten Karawang. ANGGI ROSTIANA TARMADI, A.Md( KETUA ) SUCI NURWINDA, S.Pd (WAKIL KETUA ) H. DEDI RUSTANDI, SE (SEKRETARIS) H. DEDI SUDRAJAT, SP.,MM. Ir. TEDDY LUTHFIANA H. MOCH. DIMYATI, SE H. ASEP DASUKI, SE KHOERUDIN NATALA SUMEDHA, SE.,Ak H. CITA KOMISI III (tiga) DPRD Kabupaten Karawang. H. ENDANG SODIKIN, S.Pd.I.,MH (KETUA) H. ACEP SUYATNA, SH (WAKIL KETUA) FITRI MELINDA, S.Sos (SEKRETARIS) H. TATANG TAUPIK Drs. H. MAMAN SUHERMAN, M.Pd H. ANDA SUHANDA, SE KAEMIN KOMARUDIN H. ISAK ISKANDAR, S.Sos
H. ABAS HADIMULYANA, SE MAHPUDIN Ir. H. NANA SURYANA H. MULYA SYAFARI, ST TAUFIK ISMAIL, S.Sos KOMISI IV (empat) DPRD Kabupaten Karawang. H. ASEP SYARIPUDIN, ST.,MM H. OMA MIHARJA RIZKI dr. ATA SUBAGJA DINATA SUTINI, A.Md SAIDAH ANWAR, SH TAMAN, SE YUSNI RINJANI, SE NENENG SITI FATIMAH, SE H. AHMAD RIFA’I, SE.,MH Hj. NURLELAH SARIPIN, SE H. TOTO SURIPTO, SE Dan pembacaan alat kelengkapan BANGGAR (BADAN ANGGARAN), BANMUS (BADAN MUSYAWARAH, BAPEMPERDA (BADAN PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DPRD KABUPATEN KARAWANG), BK (BADAN KEHORMATAN). Acara ditutup dengan sambutan Bupati Karawang dr.Hj. Cellica Nurrachadiana. (adv)