Skip to main content

Karawang Bekasi EKspres, 23 September 2019

Page 1

Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang SENIN, 23 SEPTEMBER 2019

KBEONLINE. ID

Ke Hal...7

karawangbekasiekapres

HARGA Rp3.000

Coret-Coret

PERLINDUNGAN ANAK... Komnas PA: Karawang Butuh Rumah Aman KARAWANG Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Jawa Barat menilai Kabupaten Karawang membutuhkan rumah aman. Hal ini menyusul banyaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Karawang. “Rumah aman memang perlu, sebagai ARIE/KBE alternatif untuk tingWawan Wartawan gal korban kekerasan Wakil Ketua Komnas PA Jawa Barat selama pendampingan. Agar merasa lebih aman,” kata Wawan Wartawan, Wakil Ketua Komnas PA Jawa Barat kepada

ONLINEMETRO.ID

Anggaran Lagi K A R AWA N G - H a m pir setiap tahun Pemkab Karawang selalu mengalami defisit angggaran. Alhasil, setiap penyusunan pos anggaran, pemkab selalu kepusingan memiliah anggaran mana yang harus dicoret. Tak jarang, justru pos anggaran yang menyentuh langsung dengan kepentingan masyarakat di instansi pemerintahan tertentu justru yang kena pangkas. Pro-kontra pun tak bisa dihindari. Direktur Karawang Budgeting Control, Ricky Mulyana menilai,

APBD Defisit, Masyarakat Jangan Jadi Korban cara seperti ini tidak cerdas karena Pemkab Karawang hanya cari gampangnya saja dengan cara memotong belanja pembangunan. “Terkesan Pemkab Ka rawa ng t i d a k punya inovasi untuk menyelesaikan defisit anggaran dengan cara memangkas anggaran

pembangunan. Kalau itu dilakukan, maka sudah 3 tahun berturut-turut kita mengalami defisit dan solusinya hanya pemangkasan anggaran. Kalau anggaran pembangunan dipangkas, yang korban itu masyarakat,” tegas Mulyana, Minggu

(22/9). Mencermati hal tersebut, dia menilai, ada yang salah dalam sistem perencanaan anggaran yang dilakukan pemerintah daerah saat ini. Sebab, target pendapatan selalu tak bisa terpenuhi karena dipatok terlalu tinggi, sementara kemampuan meraihnya tidak ada. Hal lainnya adalah tidak adan-

ya skala prioritas dalam membelanjakan anggaran karena porsi belanja pegawai lebih dominan ketimbang belanja modal. “Dua hal ini yang tidak dimiliki oleh aparat kita, mereka pasang target pendapatan, tapi tidak mampu mencapainya. Lebih parah lagi, ternyata mereka lebih mengutamakan belanja pegawai daripada belanja modal, sehingga dampaknya kepada masyarakat,” beber dia. Me n u r u t Ke Hal...7

PAN Ibaratkan Haji Jenal Kartu Joker KARAWANG- Setelah yang biasa dikenal Haji melalui proses komunikasi Jenal untuk maju sebagai yang intens dan dialektika Bakal Calon Bupati- Wakil yang cukup panjang, Bupati Karawang. akhirnya DPD PAN “Haji Jenal adalah Karawang bersamasosok yang serius sama dengan partai mengajak PAN, PPP, di koalisi Pangkal Ha n u r a d a n P B B P e r j u a n g a n ( No n untuk berperan Nasdem) menyepaaktif dalam gelaran kati langkah awal Pilkada Karawang. menuju PilkaBeliau egaliter da 2020, yakni dan mengmemberikan hargai ketd u ku nga n erbatasan kepada H. masingJenal Arimasing, H. Jenal Arifin fin atau Ke Hal...7

ARIE/KBE

PROTES: Perahu nelayan bertuliskan HUT Karawang diracuni minyak sebagai protes terhadap pencemaran laut.

Kormas: HUT Karawang Diracuni Minyak KARAWANG - Sejuml a h o ra ng d a r i Ko a l i s i Masyarakat Sipil (Kormas) Karawang menggelar aksi

protes terhadap tumpahan minyak mentah di laut Karawang, Minggu (22/9). Ke Hal...7

Saat Sedekah Digelar di Tengah Laut yang Tercemar

Para Nelayan Tetap Bisa Bersyukur Meski kondisi laut masih tercemar limbah oil Pertamina, tapi tidak menyurutkan para nelayan Karawang untuk tetap menggelar Sedekah Laut. Mereka masih tetap bisa bersyukur. REDAKSI, KARAWANG

SEDEKAH Laut atau Pesta Laut atau Nadran adalah wujud rasa syukur yang diberikan Allah SWT. Dan ratusan nelayan di bawah naungan KUD Mina Karya Makmur Desa Sungaibuntu Kecamatan Pedes tetap menggelarnya pada Sabtu (22/9/2019). Ketua Panitia Nadran laut Warsad yang juga Ketua Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492

Rukun Nelayan Sungaibuntu mengatakan, kegiatan Nadran tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Kebetulan bertepatan dengan HUT Karawang. Maka kegiatan serempak dilaksanakan di Sungaibuntu, Cemara, Pakis, Cilebar, Ciparage dan Pasir Putih. “Untuk di Sungaibuntu Ke Hal...7

SEDAKAH LAUT: Suasana Nadran di Pantai Sungaibuntu Kecamatan Pedes email: karawangbekasiekspres@gmail.com,

redaksikarawangbekasi@gmail.com


OPINI

SENIN, 23 SEPTEMBER 2019

2

Siapa Yang Bebal? Oleh Okky Madasari* KOMISI Pemberantasan Korupsi memang tak pernah benar-benar diinginkan di negeri ini. Ia bayi reformasi yang terlahir di tengah orang-orang dewasa –para pemegang kuasa– yang tak menghendakinya ada. Sebagai bagian dari generasi awal wartawan peliput KPK, saya turut mencatat bagaimana sejak berdiri pada 2002, keberadaan KPK selalu dipertanyakan. Gigitan pertamanya dalam membongkar korupsi pembelian helikopter yang melibatkan gubernur Aceh kala itu, Abdullah Puteh, dirayakan oleh publik yang sudah geram dengan korupsi yang merajalela. Tapi sekaligus menyadarkan politisi bahwa bayi yang tak dikehendaki itu tak boleh lama-lama hidup. Sejak hari-hari pertama usianya, KPK dikerubungi berbagai bisikan dan

teriakan bahwa ia hanya akan hidup sementara, bahwa ia adalah lembaga ad hoc yang sewaktu-waktu bisa dibubarkan. Politisi pun tanpa malu senantiasa mempertanyakan posisi KPK yang dianggap tidak tepat dalam tatanan hukum dan perundang-undangan. Di titik itu, dengan terus mempersoalkan hal sepele dibanding tujuan KPK untuk memberantas korupsi, sudah sangat jelas bahwa pemberantasan korupsi tak pernah menjadi agenda para elite penguasa. Keinginan politisi untuk segera mengamputasi KPK secara sah melalui prosedur hukum dan tatanan demokrasi mulai bergulir pertengahan 2008, menyusul penetapan Antasari Azhar, ketua KPK saat itu, sebagai tersangka kasus pembunuhan. Terlepas dari kasus Antasari yang menyisakan banyak pertanyaan, pada periode kepemimpinan Antasari, KPK menangani

berbagai kasus besar yang menyita banyak perhatian. Di antaranya, kasus aliran dana Bank Indonesia yang salah satu pelakunya adalah besan Presiden SBY dan dimulainya penyelidikan kasus Bank Century yang juga menyenggol SBY. Kasus Antasari menjadi momentum bagi beberapa anggota DPR untuk secara terbuka berani menyatakan b a hw a K P K l eb i h b a i k dibubarkan saja. Ketegangan terus berlanjut melibatkan kepolisian hingga keluarlah kata-kata ”cicak lawan buaya”. Cicak adalah personifikasi dari KPK yang dipandang kecil dan buaya adalah kepolisian dan kejaksaan, kekuatan besar lembaga penegak hukum. Puncak dari konfrontasi itu adalah unjuk rasa besar yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Suara masyarakat didengar. Rancangan undang-undang yang sudah diajukan kepada DPR batal disahkan. Huru-hara revisi Undang-

Undang KPK yang terjadi di bawah kepemimpinan Jokowi sesungguhnya adalah bagian dari hasrat besar politisi untuk menghabisi KPK sejak ia lahir. Bedanya, kali ini suara masyarakat tak didengar. Presiden kali ini seperti berlagak bebal. Presiden yang tak mau mendengar dan politisi yang ingin mengamankan diri telah bekerja bersama-sama membuat KPK tak lagi bergigi. Kadang tebersit pikiran untuk

mencoba memahami posisi presiden yang terjepit dalam berbagai kepentingan, untuk sepenuhnya menyalahkan DPR karena merekalah yang membuat undang-undang. Tentu saja itu pikiran naif yang dengan mudah bisa dimentahkan. Presiden punya kewenangan untuk menolak adanya perubahan undangundang. Apalagi ketika jelas undang-undang itu mengebiri kewenangan KPK, terutama dalam soal pembentukan dewan pengawas dan prosedur penyadapan. Ini bukan kali pertama Presiden Jokowi berlagak bebal dalam urusan KPK. Lihat saja mata Novel Baswedan yang hingga kini masih menanti jawaban. Menghukum Gelandangan Setelah gagal menghadang revisi Undang-Undang KPK, nasib negeri ini kembali dipertaruhkan dalam rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Seperti proses legislasi Undang-Undang KPK yang tak mendengarkan suara masyara-

kat, rancangan KUHP juga diproses para wakil rakyat dengan kacamata kuda di ruangan kedap suara. Masalahnya, kacamata kuda para anggota dewan tidak hanya membuat mereka tak bisa melihat apa yang ada di sekitar. Tapi juga membuat mereka tak mampu membaca dan memahami apa sesungguhnya aturan yang sedang mereka buat untuk seluruh rakyat Indonesia. Ketika revisi Undang-Undang KPK menggerogoti kewenangan KPK, rancangan KUHP yang tinggal selangkah lagi disahkan itu menggerogoti jaminan keamanan dan hak kebebasan setiap individu yang terikat dengan hukum Republik Indonesia. Banyak sekali ditemukan pasal yang secara kasatmata bertentangan dengan akal sehat dan keadilan hukum. Misalnya pasal yang menyatakan bahwa gelandangan, pengamen, siapa pun yang dianggap sebagai gelandangan hanya karena malam-malam terlunta-

lunta di jalanan akan kena denda 1 juta rupiah. Juga pasal yang mengatur bahwa pelaku kritik kepada presiden diancam 3,5 tahun penjara. Belum lagi pasal soal aborsi dan perzinaan yang semakin membuat perempuan terdiskriminasi secara legal oleh sistem perundang-undangan. Memang benar bahwa KUHP adalah warisan kolonial dan perlu segera ada perubahan untuk menyesuaikan dengan dinamika zaman, semangat kesetaraan, dan kemanusiaan. Tapi, membaca draf yang sekarang sudah di tangan DPR, dekolonialisasi KUHP justru membawa kita jauh ke masa kegelapan. Presiden memang sudah meminta DPR untuk menunda pengesahannya. Jadi, setiap saat masih bisa disahkan. Karena itu, Presiden Jokowi masih punya kesempatan untuk menyelamatkan bangsa ini. (*) *) Sastrawan, kandidat PhD National University of Singapore

Boston: Ketika Ponsel Berdering (2/TAMAT) CERPEN, F ILHAM SATRIO

Bung Jun pernah memberi saya pelajaran bahwa pemerintah selalu merekam dan memonitor kita lewat peranti yang terhubung ke Internet. Semula saya tak yakin. Tapi beberapa kawan dinyatakan hilang setelah

kudeta besar itu terjadi, saat kali terakhir mereka mengunggah foto-foto dan catatan kekejian aparat negara terhadap para oposisi. Dari situ saya memutuskan puasa Internet, dan menggantungkan hidup pada

RUMAH SAKIT 1.

RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang

0267-414520 0267-414521 0267-414522

2.

RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang

267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472

3.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang

0267-640444 0267-640445 0267-640666

4.

RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang

0267-402855 0267-406445 0267-412246

5.

RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat

0267-414245 0267-414264 0267-414306

BPKB MOBIL AVANZA NOPOL : B 1192 KMJ A/N JAINIH JAMALUDIN, ALAMAT KEL. JATILUHUR RT 002 RW 011 JATIASIH BEKASI BPKB SEPEDA MOTOR SUPRA NOPOL B 6102 KUJ A/N DADI KUSDIMAN HILANG SHM NO 00457 A/N ABDUL HADI LUAS 90 M2 LOKASI JL R 25 DS SETIADARMA KEC TAMBUN SELATAN KAB BEKASI

TELAH HILANG BPKB SEPEDA MOTOR JUPITER Z NOPOL B 3528 KEN A/N AFIF FATURRAHMAN TELAH HILANG BPKB SEPEDA MOTOR SUPRA NOPOL B 6102 KUJ A/N DADI KUSDIMAN

selembar kartu anggota perpustakaan. Hingga saya terbang ke Boston dan memakai koneksi Internet komputer di kediaman Bung Jun. Saya pikir itu cukup aman, bilapun ada serangan peretas, maka sang pelanggan koneksi yang akan terserang (dan terancam?) lebih dulu. Saya tak meninggalkan jejak apa pun, tak satu pun media sosial, juga e-mail. Semuanya kembali seperti era sebelum Internet. Semuanya terhubung lewat pesawat telepon. Dan saya belum menemukan ponsel keparat itu. Di mana ponsel kunyuk itu? Saya membongkar lemari. Baju dan buku saya hamburkan dari dalam lemari berpelitur cokelat itu. Kedua laci saya cabut dan saya taruh di lantai; membongkar isinya, mengacakacak isinya. Rupanya sia-sia, ingatan saya macet, saya tarik selimut kasur, bantal dan guling berseliweran jatuh ke lantai. Namun nihil. Di kolong kasur? Kosong. Dalam saku celana? Juga kosong. Entah kenapa saya bersijingkat ke kamar mandi, membuka lemari kaca yang tergantung di dinding, dan hanya menemukan pasta gigi dan sebatang sikat gigi. Hanya sebatang sikat gigi yang masih kering dan bersih. Saya berlari ke dapur, membongkar wadah apa pun yang kedap udara dan tak tersinari matahari. Teta-

pi seperti menjaring udara, ponsel itu tetap tak bisa saya temukan. Saya berusaha mengingat kali terakhir saya menjamahnya, namun ingatan saya mentok di rasa mual yang tak tertahankan yang membuat saya ambruk. Saya mengingat-ingat lagi sumber suara ponsel itu berdering. Tapi ingatan saya kabur. Jika tidak salah, apakah saat saya sedang sarapan? Atau saat saya masih setengah sadar di tepi kasur? Selama saya menginjakkan kaki di kediaman Bung Yap, saya tak pernah melangkahkan kaki ke kamarnya. Saya tak pernah mengetuk pintu kamarnya, juga kamar Bung Jun. Kamar mereka selalu tertutup dan itu saya pikir hal yang wajar. Tak ada desakan khusus yang membuat saya perlu mengetuk pintu kamar mereka. Keduanya selalu saya temui bertumpang kaki pada satu bangku di kamar baca, letaknya agak menjorok di samping ruang tamu di mana saya keluar-masuk rumah. Di situ mereka kerap membaca buku, sesekali menyeruput kopi dan merokok kretek. Saya melangkah menuju kamar Bung Yap. Ia lebih tahu isi rumahnya dibanding saya sebagai tamunya. Ketukan tiga kali saya rasa cukup. Saya tambahi dua ketukan lagi. Saya berdehem dan memanggil namanya. Tapi tak ada jawaban. Saya genggam daun pintu bulat itu, saya putar perlahan,

saya dorong pintu kayu tebal bercat putih kusam itu. Terdengar denyit engsel yang ringkih. Jantung saya mau copot. Saya tak percaya apa yang baru saya lihat. Belum sempat nganga mulut sendiri saya tutup, terdengar ponsel berdering nyaring. Dering yang entah

berasal dari mana. Dering yang terdengar seperti jeritan meronta-ronta, bergema, mengisi seluruh ruang. Saya menghambur ke luar rumah. Di luar sungguh sepi. Matahari nangkring di atas kepala. Saya percaya hanya Bunglah yang tahu, dan yang membuat saya tergerak un-

tuk menulis cerita pendek ini. Tentu saja, seperti yang sudah saya kemukakan, Bu n g d a p at m e n g e c e k kepalsuan atau keaslian cerita itu. Tetapi satu hal saja, Bung, saya pun mengalaminya. Saya mengalami apa yang Bung alami, dan terus-terang kejadian itu menghantui hidup saya. (*)

Beras BPNT Jangan Asal, Harus Sesuai Harga KARAWANG - Ketua sementara DPRD Karawang, Pendi Anwar, menginatkan penyaluran beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tak lagi disalurkan melalui suplier, harus teruji kualitasinya. Alias jangan sembarang. “Kualitas beras harus sesuai dengan standar, masyarakat jangan berani terima, dan harus dikembalikan jika kualitasnya jelek,” ucapnya kepada

Pendi Anwar

TELAH HILANG BPKB SEPEDA MOTOR SUZUKI SHOGUN NOPOL B 3756 FY A/N DADI KUSDIMAN ALAMAT : RT 002/011 JATILUHUR JATIASIH BEKASI TELAH HILANG BPKB MOBIL AVANZA NOPOL : B 1192 KMJ A/N JAINIH JAMALUDIN, ALAMAT KEL. JATILUHUR RT 002 RW 011 JATIASIH BEKASI

BPKB SEPEDA MOTOR JUPITER Z NOPOL B 3528 KEN A/N AFIF FATURRAHMAN BPKB SEPEDA MOTOR SUZUKI SHOGUN NOPOL B 3756 FY A/N DADI KUSDIMAN ALAMAT : RT 002/011 JATILUHUR JATIASIH BEKASI

KBE, Kamis (29/08). Pendu menuturkan, s t a n d a r ku a l i t a s b e ra s BPNT semestinya sesuai dengan harga yang sudah ditentukan atau dianggarkan bantuannya o l e h p e m e rintah. S elain itu, TKSK pun, kta dia, harus memberi tahu mengenai hal ini, agar jangan sampai kualitas beras yang jelek pada saat dikelola suplier terus terjadi dan

terulang kembali. “Misalnya standar Rp 10.000 itu kualitasnya seperti apa, ini jangan disama k a n d e nga n ra s k i n . Harus beras bagus yang diterima oleh masyarakat, dan masyarakat juga harus menolak ketika kualitas beras tidak sesuai,” ucapnya. “Kualitas adalah sebuah kewajiban standar untuk penyampaian kepada masyarakat, kalau kualitas dibawah standar balikin lagi. Harus diganti demgan kualitas sesuai dengan harga,” pungkasnya. (gie)


SENIN, 23 SEPTEMBER 2019

Semangat Baru Urang Subang

IMBAUAN BUPATI Berdasarkan Surat Edaran bernomor KS.01/380/Kesra per tanggal 27 februari 2019: Mengistruksikan setiap instansi pemerintahan menggelar penggalangan dana “Peduli Thalsemia” menindaklanjuti data yang dirilis Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI/ POPTI) saat ini ada sebanyak 129 penyintas thalasemia yang tersebar di 30 kecamatan se-Subang. Adapun penyerahan bantuan dana dapat diserahkan ke Bagian Kesra Setda Subang atau via transfer ke rekening a/n Peduli bencana Kab.Subang: 0092084965100. Demikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Bupati Subang Ruhimat

PERISTIWA KEBAKARAN

Ribut Pengesahan Tatib DPRD Masykur Datangi TPA Panembong SUBANG Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi didampingi Kabid Damkar Satpoldam Kabupaten Subang Dede Rosyamandi meninjau langsung lahan terbakarnya kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Panembong di Kampung Caringin RT 32 RW 12, Kelurahan Parung, Kecamatan Subang, Jumat (20/9) pagi. Dalam peninjauan lahan TPA yang terbakar tersebut Wakil Bupati Subang mengharapkan tim pemadam kebakaran yang di bantu beberapa pihak lainnya untuk segera memadamkan api yang saat ini masih terlihat beberapa kumpulan api yang masih menyala supaya tidak terus merembet ke wilayah yang lain. “Saya mengimbau kembali kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar tumpukan sisa sampah kering atau sejenisnya, harus selalu mejaga kebersihan di lingkungannya terutama tidak membuang puntung rokok sembarangan, yang saat ini masih musim kemarau yang rentan akan terjadi kebakaran,”Ujar Wakil Bupati Subang yang pada kesempatan itu juga menggunakan masker. Seperti diketahui, kebakaran tersebut berlangsung sejak hari Rabu 18 September, untuk wilayah kebakaran mencapai 2,5 hektar. Awal mula asal apinya belum ketahui dari mana asalnya, puluhan personel pemadam kebakaran yang dibantu juga anggota BPBD, anggota TNI/Polisi , dan sejumlah personel PMI Subang hingga saat ini masih terus berupaya memadamkan api yang hingga saat kini sudah mulai menjalar luas asap kebakarannya. (fri)

Rapat Paripurna Dihujani Interupsi SUBANG- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Subang, gelar rapat internal dua kali dalam sehari pada Jumat (20 September 2019). Rapat pertama membahas penetapan fraksi, lalu dilanjutkan dengan rapat berikutnya. yaitu laporan hasil Panja Tatib DPRD Subang periode 2019-2024. Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Sementara, Narca Sukanda, dan Wakil Ketua Sementara Hj. Elita Budiarti itu dihadiri oleh 35 orang anggota dewan dan dianggap sudah memenuhi keputusan forum, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Narca Sukanda sebelum sidang berlangsung. “Menurut daftar hadir

SUSUNAN FRAKSI DPRD SUBANG Fraksi PDIP Perjuangan Ketua H Aming Kasmin, Wakil Daswinto Sekertaris H Adik L. F. Solihin Fraksi Golkar Ketua Asep Suratman Wakil Cacan Rahmat Nugraha Sekertaris Lina Marlina Fraksi Gerindra Ketua Masroni SE,

anggota yang menandatangani, sebanyak 35 orang dan itu berarti sudah bisa memenuhinkeputusan forum menurut peraturan yang berlaku,” jelasnya. Rapat pertama berlangsung tanpa ada intrupsi dari anggota, semua berjalan lancar saja saat Wakil Ketua Sementara Hj Elita memba-

Wakil Dede Wahyu Widana Sekertaris Yayang Ari Wijaya Fraksi PKB Ketua Ali Mukadas Said Wakil Yaya Rahayu Sekertaris Sahroni S Pd Fraksi Nasdem Ketua Hendra Purnawan Wakil H.Nano Suwinto Sekertaris

cakan susunan fraksi DPRD Kabupaten Subang periode 2019-2024, hingga Ketua ketuk palu. Namun berbeda keadaannya saat rapat kedua berlangsung dengan agenda laporan Panja Tatib yang dibacakan oleh Hendra Purnawan selaku Ketua Panja. Hujan interupsi ber-

Fraksi PKS Ketua Asep Hadian Wakil Evi Nuraffiah Sekretaris Muhammad Julian Robert. Fraksi PAN Ketua H Lutfi Isror Alfarobi Wakil Albert Anggara Putra Sekertaris Ahmad Buhori.

langsung dari beberapa anggota DPRD, sesaat setelah Hendra selesai membacakan laporan beberapa poin hasil dari kerja Panja tersebut. Namun situasi bisa diredakan oleh Wakil Ketua Hj Elita, yang menegaskan bahwa hasil kerja Panja merupakan kesepakatan yang sudah

Jabar Uji Tanding dengan Jambi dan DKI

Kemarau Panjang, Petani Masih Bisa Tanam Padi SUBANG- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program padi gogo sawah terus memotivasi petani Kabupaten Subang agar bisa tanam di musim kemarau panjang. Dengan demikian, petani tidak menyerah begitu saja. Salah satunya adalah Sade, Ketua Kelompok Tani Benah Desa Sidajaya Kecamatan Cipunagara. “Sejak adanya program gogo sawah dari Kementan, bersama-sama petani lainnya bekerja keras menanam padi meski air yang tersedia sangat terbatas. Kini usahanya mulai menampakan hasil, padi gogonya mulai tumbuh,” demikian kata Sade di Subang, Minggu (22/9). Menurut Sade program gogo sawah ini merupakan hal baru baginya sehingga merasa tertantang untuk mencobanya. “Saya tanam padi dengan cara tugal, mudah-mudahan hasilnya bagus. Kalo ini berhasil saya coba lagi tahun depan,” tegasnya. Menanam padi pada musim kemarau bukan perkara mudah butuh kesabaran dan keyakinan yang kuat. Bantuan dari Kementan membuat Sade semangat dan yakin usahanya akan berhasil. “Alhamdulillah ada bantuan dari Kementan sehingga saya semakin semangat tanam padi. Walapun harus nyalakan pompa siang dan malam itu tidak masalah. Ini ikhtiar saya agar tetap bisa nanam padi karena bertani adalah pekerjaan saya,” ujar Sade. Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Subang, Asep Heryana menuturkan Sade merupakan salah satu petani yang paling antusias melaksanakan program gogo sawah. “Sade merupakan petani yang paling bersemangat tanam gogo sawah. Orangnya rajin dan pantang menyerah,” sebutnya. “Jadi, program gogo sawah ini sangat membantu petani sehingga diharapkan dapat dilanjutkan sebagai solusi alternatif tanam padi pada musim kemarau,” pinta Asep. Hal senada dikatakan Kepala Seksi Teknologi Perlindungan Hama Tanaman Serealia, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Edi Eko Sasmito, bahwa program gogo sawah ini diluncurkan untuk membantu petani menanam padi pada saat musim kemarau. (bbs/mhs)

Dasum Mulyadi

dikonsultasikan dengan biro hukum Provinsi Jawa Barat. “Saudara-saudara jika mau banyak masukan, sebaiknya itu dilakukan ketika Panja ini bekerja, buka ketika diparipurnakan, ini sudah disepakati, dan disetujui oleh biro hukum Provinsi,” tegas Hj.Elita Kedua agenda rapat yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB itu, akhirnya diselesaikan oleh Ketua Dewan Sementara, Narca, pada pukul 15.15 WIB, dengan hasil menyepakati susunan fraksi yang telah ditetapkan, dan Tatib Anggota DPRD periode 2019-2024. Sebelum rapat berakhir, Narca berharap seluruh anggota dewan DPRD Subang periode 2019-2024 bisa melaksanakan tugas sesuai dengan aturan dan tata tertib yang sudah disepakati. (fri)

FERI/METRO SUBANG

SOROT: 1.500 lebih peserta dari berbagai komunitas sepeda , instansi, dan lembaga mengikuti olahraga bersama Sesepedaan Bareng (Sebar) Jawara dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional 2019, Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-64, dan HUT PMI ke-74.

1.500 Warga Sasapedahan Bareng Jawara SUBANG– 1.500 lebih peserta dari berbagai komunitas sepeda , instansi, dan lembaga mengikuti olahraga bersama Sesepedaan Bareng (Sebar) Jawara dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional 2019, Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-64, dan HUT PMI ke-74 . Ribuan peserta tersebut dilepas langsung o l e h Ka p o l re s S u b a n g AKBP H.Muhammad Joni SI.K,MS.i dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi di Mapolres Subang, Sabtu (21/9/2019) pagi. Turut hadir pada kesempatan ini Ketua PMI Kabupaten Subang Dr. Drs. H.

Komir Bastaman, SH., M.Si, Kepala Markas PMI Subang H.Dally Kardilan TH,r, dan tamu undangan lainnya. Kapolres Subang dalam sambutannya menyampaikan, bahwa olahraga bersama dengan sesepedaan bareng ini merupakan puncak acara dari peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-64 yang pelaksanaannya dikolaborasikan dengan Dishub dan PMI Kabupaten Subang. Sebelumnya,Polres Subang juga juga telah melakukan beragam kegiatan, diantaranya, anjangsana ke anggota yang menjadi korban laka lantas , purnawirawan, dan anggota yang sedang

sakit. tambahnya “Alhamdulillah semua rangkaian acara telah berlangsung sukses. Melalui kegiatan ini tentunya kami berharap sinergisitas antara Dishub dan PMI bisa terjalin terus dengan baik. Dan yang tak kalah penting bahwa acara ini juga bentuk kita (Polres) Subang dalam upaya mendekatkan diri dengan masyarakat,”ujar Kapolres Subang. Acara gowes ini pun berlangsung meriah, pihak panitia telah menyediakan sedikitnya 15 sepeda MTB dan puluhan doorprize berupa barang elektronik sekaligus acara hiburan.(fer)

SUBANG - Para atlet Muaythai Pelatda DKI Jakarta dan Jambi menggelar pertandingan persahabatan dengan atlet pelatda muaythai Jawa Barat, di Base Camp Pemusatan Latihan Daerah Muaythai Jawa Barat yang dipusatkan di Kabupaten Subang, Sabtu (21/9). Perwakilan Tim Pelatda Muaythai Jambi Jeri Carlos Simata mata kepada mengatakan bahwa pertandingan segitiga ini, merupakan persiapan para atlet Pelatda Muaythai Jambi untuk mengahadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke-XX 2020 Papua. Untuk menambah kepercayaan diri para atlet muaythai Jambi dalam menatap PON Papua, sekaligus menambah jam terbang. “Kami hanya menimba ilmu dari Jawa Barat saja, agar kami mendapatkan pengalaman untuk menatap PON Papua nanti. Kami memilih Jabar untuk try out pada saat pemusatan latihan, untuk berlatih tanding dengan Jawa Barat, karena Jabar dianggap mumpuni dan memiliki prestasi yang gemilang di tingkat nasional. Jabar pantas untuk kita ajak latih tanding ini, dengan prestasi yang Jabar miliki,”ujar Jeri. Hal senada diungkapkan oleh perwakilan Tim Pelatda Muaythai DKI Jakarta Fordinal menjelaskan, selama 4 tahun

terakhir ini Muaythai Jawa Barat, memiliki prestasi yang cukup gemilang, disetiap Kejurnas Subang selalu menjadi juara umum, sehingga Jabar menjadi pioner muaythai di Nasional. “Tidak hanya latih tanding, dan mengukur kemampuan atlit muaythai DKI, tapi terus terang saja kita harus belajar banyak ke Jawa Barat, terlebih saat menghadapi PON nanti,” kata Fordinal. Uji tanding ini bukan hanya bertajuk persahabatan, yang tentunya antara DKI Jakarta, Jambi dan Jabar, di Pra PON nanti, akan bertemu kembali, sehingga persahabatan ini akan menjadi tolok ukur di Pra PON maupun pada pelaksanaan PON 2020 di Papua nanti.Kita disini tidak melihat menang atau kalah, tetapi hanya untuk mengukur kekuatan Kita DKI untuk menatap PON Papua nanti,”ungkap Fordinal. Sementara itu Ketua Pengprov Muaythai Jawa Barat Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi menyebutkan, kami menyambut positif pertandingan segitiga ini, atau pertandingan persahabatan antara DKI Jakarta, Jambi dan Jabar. “Ini hanya sebagai arena pemanasan bagi seluruh atlet muaythai Jabar, DKI Jakarta dan Jambi, sebelum bertemu di Pra PON dan PON Papua. (fer)


Tahun Depan, Kemendikbud Naikan Dana BOS KEMENTRIAN Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) di tahun 2020 akan menaikan alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS) naik menjadi Rp 54,31 triliun. Bila dibandingkan dengan perkiraan serapan tahun ini yang sebanyak Rp 49,84 triliun, ada kenaikan Rp 4,47 triliun. “Kenaikan ini berharap sekolah semakin transparan dalam menyampaikan pemanfaatan dana BOS. Kalau bisa setiap tahun anggaran baru, terima dana BOS, laporannya ditempel di tembok sekolah,” ungkap Ananto Kusuma Seta, staf ahli Mendikbud bidang inovasi dan daya saing. Lanjut Ananto, keterbukaan informasi terkait pengelolaan dana BOS itu penting. Sebab, hal tersebut bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat selaku user alias pengguna dari lembaga pendidikan. Dia berharap guru dan kepala sekolah mampu menjaga diri supaya tidak sampai terjadi penyelewengan dana BOS. Kemendikbud berharap keterlibatan masyarakat dalam pengawasan anggaran di sekolah membantu pengawasan yang dilakukan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud. Menurut Ananto, keberadaan komite sekolah bisa menjadi salah satu titik masuk dimulainya era keterbukaan publik dalam pengelolaan dana sekolah. “Komite sekolah harus melibatkan tokoh masyarakat dari berbagai unsur,” ujarnya. Menurut Ananto, sesuai ketentuan pembentukan komite sekolah yang baru, anggotanya harus mewakili masyarakat. Dengan demikian, tidak ada lagi tudingan bahwa komite sekolah itu adalah tangan kanan kepala sekolah. Ananto mengingatkan peruntukan dana BOS. Di antaranya, pelatihan guru dan penyediaan buku pelajaran. Dia menjelaskan, penyediaan gawai juga bisa dialokasikan dari dana BOS. “Itu bagian dari peningkatan kualitas pendidikan,” katanya. Namun, dia mengingatkan agar penggunaan gawai di kalangan siswa itu dipantau. Jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan di luar pembelajaran. Hal itu sesuai dengan program digitalisasi sekolah yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Melalui digitalisasi sekolah, dia ingin mempercepat akses layanan pendidikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Kemarin (18/9) dia membagikan 1.142 tablet kepada para siswa di Natuna, Kepulauan Riau. “Zaman sekarang, pendidikan harus berbasis teknologi. Daerah 3T mesti dipaksa agar tidak ketinggalan dari Jawa,” jelasnya. Muhadjir sadar bahwa jaringan internet belum merata di Indonesia. Tidak semua sekolah memiliki wifi. Karena itu, dia bakal mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mempercepat pemasangan jaringan nirkabel itu di daerah 3T. “Janji menkominfo pada saya, mengutamakan sekolah dulu. Sekolah yang tidak ada internet dilaporkan (untuk segera dipasang, Red),” pungkasnya. (bbs/rie)

Dukung Pengembangan SDM Muda, AHM Gelar LDKS KARAWANG – Mendukung pengembangan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia industri. PT Astra Honda Motor (AHM) mengadakan program Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) untuk 89 siswa dari Kabupaten Karawang (20-21/9). Para siswa ini merupakan pelajar kelas XII dari 12 Sekolah Satu Hati binaan AHM. Program LDKS ini merupakan rangkaian dari program Astra Honda Youth Empowerment Program (AHYEP). Program ini diawali dengan seleksi kepada 345 peserta di AHM Plant Karawang hingga akhirnya terpilih 89 peserta. Seleksi dilakukan secara komprehensif melalui metode psikotes dan interview. Dalam program LDKS AHYEP ini, AHM bekerjasama dengan Denharrahlat Kostrad (Detasemen Pemeliharaan Daerah Latihan Kostrad) yang terletak di Loji yang sudah terkemuka dalam mendidik prajurit-prajurit andalan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong penguatan mental, pembentukan karakter kedisiplinan, dan pembentukan attitude positif. Pelatihan ini dilakukan dalam bentuk pemberian motivasi, pelatihan barisberbaris, dan permainan edukatif. GM Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin mengatakan, LDKS sebagai pembuka rangkaian AHYEP ini diharapkan mampu berkontribusi dalam pembentukan mental dan karakter siswa. Dengan mental dan karakter yang solid, diharapkan setelah lulus bisa menjadi generasi muda yang lebih siap dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri. “Dengan rangkaian program yang disusun secara komprehensif ini, kami berharap peserta lebih memiliki kesiapan mental dan kedisiplinan dan wawasan tentang bekerja di industri. Peserta diharapkan lebih mampu bersaing untuk meraih masa depannya. Dengan ini, kami juga berharap bisa mendukung program Jabar Juara yang digaungkan oleh pemerintah Jabar untuk melahirkan generasi muda unggulan,” ucapnya. Setelah lulus menjalani program LDKS AHYEP, para peserta akan mendapatkan pelatihan komprehensif di AHM Plant Karawang. Pelatihan dilakukan beberapa kali di bulan Oktober dan November 2019. Peserta mendapatkan pengetahuan baik dari teori di kelas maupun mempelajari dengan melihat langsung produksi sepeda motor di pabrik. Setelah menjalani pelatihan, siswa akan kembali fokus mempersipakn diri menyambut ujian nasional. AHM akan bekerjasama dengan guru untuk memantau perkembangan siswa selama di kelas. Setelah lulus sekolah, mereka berkesempatan mengikuti tes kembali di AHM untuk mendapatkan pengalaman magang selama 6 bulan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya pengalaman dengan melakukan kerja nyata di dunia industri. Sekolah yang berpartisipasi dalam program ini merupakan sekolah mitra binaan AHM antara lain SMK Rismatek, SMK Texmaco Purwasari, SMK Iptek Al-Ikhwan, SMKN 1 Tirtajaya, SMK Itenas, SMK Tri Mitra, SMK TI Muhammadiyah, SMK Al Ikhlas Batujaya, SMK Nurul Ansor, SMK Teknologi, SMKN 1 Karawang, SMK Lentera Bangsa. (rls/rie)

PENDIDIKAN

4

Bangunan SDN 1 Wancimekar Nyaris Ambruk Meminta Bupati Karawang Lihat Sekolah KARAWANG – Ingin memiliki ruangan kelas yang nyaman mungkin itu adalah impian siswa mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Namun itu tidak bagi siswa SDN Wancimekar 1 Kotabaru, hampir setiap hari selalu dihantui rasa takut, karena atap sekolah terancam ambruk. Bayangkan saja ruangan kelas yang hanya menggunakan peralatan atau fasilitas bangunan sejak tahun 2006. Itu masih tetap digunakan tanpa adanya perubahan atap perbaikan sama sekali. Dengan menggunakan meja dan kursi yang seadanya saja. Namun apa jadinya jika dengan kondisi atap yang sudah berlubang sejak lama itu tidak pernah diperbaiki. Jatuh dan bisa tertimpa atap yang sudah roboh mungkin bisa saja terjadi jika kondisi atap tersebut terlihat rusak parah. Salah seorang guru di SDN 1 Wancimekar, Nunu menyampaikan, bahwa sampai saat ini bangunan itu masih saja digunakan oleh seluruh siswa untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bukan keinginannya, namun tidak ada lagi pilihan selain harus menggunakan ruangan kelas tersebut. “Karena tak ada lagi ruangan kelas yang bisa digunakan selain ruangan yang sudah terlihat rapuh itu. Ada 7 bangunan kelas, di karawang masih banyak loh sekolah dasar yang lebih parah dari sekolah ini,” katanya kepada KBE, kemarin. Nunu menjelaskan, sekolah mempunyai siswa sebanyak 700 orang. Itu belum mendapatkan bantuan sama sekali,

TOYIB/KARAWANG BEKASI EKSPRES

JUMAT, 23 SEPTEMBER 2019

untuk melakukan perbaikan. Padahal berbagai pengajuan sudah dilakukan berkali-kali, namun belum ada kepastian untuk dilakukan perbaikan. “Ya belum ada rejekinya kali, kalau pengajuan mah kita sudah bikin tapi belum ada kepastian dari dinas pendidikannya,” ucapnya. Kini sekolah yangmasih

menggunakan sistem dua shif itu juga tidak pernah ada hentinya untuk terus melakukan kegiatan di sekolah. Lagilagi bukan keinginannya juga untuk melaksanakan kegiatan sekolah dengan sistem dua shif. K “Karena dengan keterbatasan ruangan belajar yang membuat pihak sekolah terpaksa

melakukan pembelajaran sampe sore hari. Tahu sendiri hanya ada beberapa ruangan saja, kelas buat belajar aja tidak cukup, makanya kita bikn dua shif,” ungkapnya. Salah seorang siswa, Amat berharap bahwa ada dermawan yang mau memberikan bantuan terhadap sekolah yang sudah terlihat

rapuh itu. Selain itu kepada pemerintah khususnya Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana untuk meluangkan waktunya melihat kondisi belajar siswa SDN Wancimekar 1. “Ibu Bupati (Cellica) dateng dong ke sekolah kami, lihat longok kami,” ucapnya sambil berharap ada bantuan. (oib)

Sacila Deklarasi Sekolah Ramah Anak KARAWANG – SMAN 1 Cilamaya (Sacila) akhirnya mendeklarasikan diri, sebagai salah satu Sekolah Ramah Anak (SRA) di Kabupaten Karawang. Dalam deklarasi yang dibacakan Kepala SMAN 1 Cilamaya, Raden Eman Sulaeman mengatakan, Sacila berkomitmen untuk menjadi sekolah yang siap menjalankan sistem SRA. Sesuai UU Sisdiknas No 20 Tahun 2013 dan Pasal 4 UU No 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak. “Sekolah sejatinya bukan hanya sekadar tempat mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan dari guru kepada peserta didik. Tetapi lebih dari itu sebagai tempat memupuk moral serta nilainilai luhur lainnya,” ungkap Eman kepada KBE, kemarin. Wakasek Kesiswaan SMAN

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

DEKLARASI : SMAN 1 Cilamaya Wetan, saat Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA), Jumat, (20/9) kemarin.

1 Cilamaya, Daryanto menambahkan, sebenarnya sudah sejak lama, Sacila menjalankan sistem SRA. Namun, baru pada tahun 2019 ini, sekolah yang dikenal dengan prestasi olahraganya itu, mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah

Anak. “SRA artinya sekolah yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif dan nyaman bagi perkembangan fisik, kognisi dan psikososial anak perempuan dan anak laki-laki,” ujarnya. Tidak hanya guru, lan-

jutnya, sistem SRA ini juga harus dipatuhi oleh seluruh elemen. Baik guru itu sendiri, seluruh siswa, staf TU, bahkan hingga penjaga kantin dan satpam sekolah. “Selain itu kita terapkan sistem disiplin positif. Artinya tidak ada lagi memberikan

hukuman pada siswa, yang ada hanya memberikan siswa pemahaman, tentang disiplin yang positif,” ujarnya. “Dengan pendekatan yang baik. Serta komunikasi yang bagus antara guru dan murid. Kami yakini, penerapan disiplin positif ini akan efektif pada pendidikan karakter siswa,” jelasnya. Sementara, mewakili siswa SMAN 1 Cilamaya, Ketua OSIS Sacila, Mutiara Durahman menambahkan, dengan dideklarasikannya SMAN 1 Cilamaya sebagai sekolah ramah anak. Ia berharap, prestasi yang bisa diraih pelajar SMAN 1 Cilamaya, bisa lebih baik lagi. “Mudah-mudahan, SMAN 1 Cilamaya bisa menjadi contoh sekolah yang baik, untuk sekolah-sekolah lain di Kabupaten Karawang,” harapnya. (wyd)

Festival Teater Karawang Hadirkan Putu Wijaya KARAWANG – Sejumlah peserta dari beberapa siswa di Karawang mengikuti Festival Teater Karawang (FTK) 2019 digelar selama dua hari (1819/9) bertempat di Gedung KNPI. Kegiatan tersebut diadakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang. Ketua IPP Ikatan Alumni ISBI Bandung, Rudi Hartono mengatakan, dari berbagai kelompok teater yang ada dan juga diikuti tingkat sekolah SMA/SMK Kabupaten Karawang. Peserta membawakan salah satu dari 5 (lima) Judul Naskah Drama Pendek Karya Putu Wijaya. “Di 5 naskah drama pendek tersebut adalah: (1) PRT,2015, (2) Alung, 2016 (3) Maling Malang ,2017, (4) Anak, 2017, (5) Maling,2017,” katanya kepada wartawan, kemarin. Di usia sudah memasuki 75 tahun Putu Wijaya adalah tokoh dramawan besar yang dimiliki Indonesia. Di teater Indonesia Putu Wijaya terkenal sebagai penulis naskah drama sekaligus sutradara handal. Dari tangannya telah melahirkan sejumlah naskah drama modern yang beraliran arus kesadaran juga seperti, novel, cerpen, maupun puisi.

Namun naskah drama yang ditulisnya tidak sama dengan naskah drama konvensional. Banyak mengungkapkan stream of consciousness seperti Novelis Inggris Virginia Woolf pelopor aliran kesadaran sastra modern di abad ke-20. “Aliran kesadaran mencoba menggambarkan kejadian melalui proses pemikiran(karakter), yang digambarkan sebagai suara didengar dalam benaknya atau ditujukan pada diri sendiri, seperti di 5 naskah drama pendek Karya Putu Wijaya di mainkan di FTK,”

ungkapnya. Kelompok teater yang ada di Karawang kata dia menunjukkan lumayan banyak. Terbukti kelompok teater dan juga sejumlah sekolah tingkat SMA/SMK yang ikut dalam FTK. Dua malam pementasan berlangsung dengan jumlah peserta 15 kelompok teater. “Diantaranya Saka Budaya, Sacila, Satenezast, Bambu Indah, SMKN 2 Karawang, Gabung, Tetoeka, Sekar, Pasundan, Salemba, Sacabinangkit, Merput, Aufklarung, Tanpa Nama, dan Rintis,” terangnya. Pemeran dituntut memadu-

kan tubuh-roh-jiwa dari karakter yang ada di dalam naskah, ke dalam dirinya. Sehingga menghasilkan mutu akting yang wajar-indah-tepat. Sebagaimana yang diacu oleh metode realisme Konstantin Stanislavski. Para peserta FTK dari penataan panggung yang kurang pas beserta properti yang digunakan para aktor pun kurang berhasil menjadi kombinasi yang pas untuk ditunjukkan. “Para aktor kurang mengeksplor panggung dengan apik. ungkap Rudi Hartono sebagai pengamat teater,” ucapnya.

Tak hanya itu hasil FTK dinilai oleh juri berpengalaman, Irwan Jamal (Dosen ISBI Bandung), Syahlan Bahuy (Dosen Unsika) dan Mas Bei (Teater Mandiri) penilaian meliputi penyutradaraan, akting (aktor/aktris), penata artistik, penata musik, serta kreativitas dari seluruh penampilan. “Pengumuman hasil FTK rencana akan bacakan oleh Putu Wijaya pada Orasi Budaya di Swiss-BelHotel nanti,” jelasnya. Ia mengatakan, bahwa teater menjadi ruang mengasah kreativitas pelajar di tingkat SMA/ SMK yang ada di Karawang. Mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang mau bekerja keras, tanggung jawab, kreatif, dan akan melahirkan hal-hal baru yang lebih baik, dalam proses karakter juga sangat bermanfaat untuk budi pekerti. “Saya melihat penampilan dari kelompok teater dari SMA/SMK sebagai peserta mulai berani berkompetisi di FTK. Kegiatan FTK ini diharapkan menjadi agenda tetap Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kedepan,” harapnya. (oib)


SENIN, 23 SEPTEMBER 2019

METRO KARAWANG

5

TRADISI

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

NADRAN LAUT : Nelayan Pasirputih, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, saat mengeluarkan dongdang, untuk prosesi Nadran Laut.

Mencari Keberkahan, Meriahnya Nadran Laut di Pasirputih KARAWANG – Ratusan perahu nelayan Pasirputih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, berkumpul di dermaga. Dengan berbagai hiasan dan sesaji. Mereka mengarungi laut bersamaan, dalam tradisi larung laut, atau yang biasa dikenal dengan Nadran Laut. Sambil membawa kapal dongdang berisi sesaji. Mereka menenggelamkan kepala kerbau di tengah laut. Kemudian darah yang tercecer di tengah laut, menjadi rebutan para nelayan. Air laut yang bercampur darah kepala kerbau itu. Kemudian disiram dan dioles ke seluruh bagian perahu. Nenek moyang mereka meyakini. Dengan tradisi tersebut, para nelayan bisa mendapat keberkahan. Kepala Bidang Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Karawang, Durahim mengatakan, segala bentuk simbolis yang dilakukan nelayan, dalam tradisi nadran laut, semata-mata hanya berharap keberkahan dari tuhan yang maha esa. “Kita mencari keberkahan, segala simbolisnya adalah syukuran kepada Allah dengan penuh harapan, agar pekerjaan nelayan kedepan bisa berkah selalu selama melaut,” ungkap Darmin kepada KBE di Pasirputih, Kecamatan Cilamaya Kulon, kemarin. Sementara, Camat Cilamaya Kulon, Basuki Rachmat mengatakan, dengan dilaksanakannya tradisi nadran laut. Diharapkan, para nelayan di Kecamatan Cilamaya Kulon, khususnya di Pasirputih semakin makmur dan dimudahkan rizkinya. Dalam mengais rizki di samudra. “Nelayan kita selalu bertaruh nyawa saat melaut. Disini kita berdoa bersama, untuk keselamatan mereka semua,” ujarnya. Nelayan Pasirputih, Samsul mengatakan, sebelum kegiatan nadran laut, dengan melepas kepala kerbau ke tengah laut. Nelayan Pasirputih, sebelumnya sudah menggelar berbagi rangkaian acara. Seperti, pementasan wayang kulit, arak-arakan kapal dongdang, penyembelihan hewan kurban dan menghias perahu seunik dan semeriah mungkin. “Kita sudah menghias perahu sejak tiga hari yang lalu. Harus di cat baru, di gantung banyak makanan juga. Sebagai simbol kejayaan dan kemakmuran,” pungkasnya. (wyd)

ORGANISASI

YOGIE/KARAWANG BEKASI EKSPRES

Warga Pertanyakan Transparansi BUMDes Kedawung Masyarakat Luar Dapat Modal Usaha K A R A W A N G – Masyarakat Desa Kedawung, Kecamatan Lemahabang, mempertanyakan kejelasan pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BuMDES) Kedawung yang diduga tak jelas peruntukkannya. Pasalnya, dalam pengelolaannya masyarakat luar desa mendapatkan aliran dana sebesar Rp 50juta. Tokoh masyarakat Desa Kedawung, H. Saripulloh mengatakan, total penerimaan dana kepada BuMDES dari tahun 2015 sam-

pai dengan 2018 mencapai angka Rp 278.450.000. Namun hingga kini tidak jelas peruntukkannya, bahkan ketua BuMDES pun tidak mengetahui. “Kami kumpul di kantor desa untuk pertanyakan hal ini, dan kebetulan Pjs kepala desa Abdul Fatah membuka pintu. Agar masalah bisa clear, dan terbuka kepada publik,” ucapnya kepada KBE, kemarin. Dikatakannya, masyarakat mempertanyakan kenapa uang Rp 50 juta untuk simpan pinjam bisa sampai pada warga di luar Desa Kedawung. Padahal di dalam desa masih sangat banyak warga yang membutuhkan untuk modal usaha. “Permasalahannya tidak

adanya keterbukaan, bahkan ketua BuMDES yang sekarang tidak pernah diberitahu oleh ketua sebelumnya mengenai peruntukkannya dan kemana saja,” ungkapnya. Lanjut Saripulloh, ketua yang pertama periode 2015/2016 Asep Sujatna hanya pjs karena akan mengundurkan, kemudian digantikan oleh Sekdes Januri. Karena menurut aturan tidak boleh merangkap jabatan tahun 2017/2018 Skedes Januri diganti oleh Nengsih. “Pengelolaan uangnya Rp 128 juta tahun 2017, Rp 139 juta tahun 2018, jadi dari tahun 2015 sampai dengan 2018 itu uang yang dikelola BuMDES Rp 278.450.000,

peruntukkannya untuk peternakan domba, perdagangan, perbengkelan, aset kantor,” tuturnya. Masih, kata dia, Sekdes Januri mengatakan dirinya tidak tahu. Sedangkan keluarnya uang Rp 50 juta ke orang luar desa saat dirinya menjabat ketua BuMDES. “Mestinya dia sebagai pejabat yang megeleola uang perusahaan harus jelas kejelasan ya seperti apa, karena memang belum jelas. Di kantor desa musyawarah mengenai aset berupa uang Rp 208 juta uang yang diterima dipakai ke barang apakah memang pengurusnya tidak tahu,” jelasnya. Harapannya, agar terbuka, jelas, dan terang

benderang, karena yang namanya terbuka jelas agar nampak di mata publik, apalagi masyarakat tahu semua dusun tahu. “Undang semua pihak setiap dusun agar semua tahu, keterbukaanlah uang BuMDES supaya masyrakat tahu, dan dapat menerima manfaat, juga ada hasilnya untuk kesejahteraan bermanfaat untuk rakyat,” ungkapnya. Sementara itu, Nazri, warga lainnya meminta kepala desa untuk mengundang perwakilan masing-masing dusun untuk rapat berikutnya. “BuMDES sedikit banyak harus untung, karena badan usaha desa, dan BuMDES harus terbuka,” pungkasnya. (gie)

pancingnya yang terjatuh ke air irigasi bedeng, korban tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke sungai hingga akhirnya terbawa arus yang deras. Namun akhirnya terlepas akibat derasnya arus irigasi

KW 13,” ucapnya. S a m p a i d e n g a n b e rita diterbitkan, BPBD Karawang, Polsek Rengasdengklok dan Basarnas tengah melakukan pencarian terhadap korban. (gie)

Mancing Mania Menelan Korban Jiwa

Lapangan Kerja Tak Sebanding Lulusan Sekolah KARAWANG – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Karawang terus berupaya mencari solusi. Untuk permasalahan tenaga kerja yang ada di Karawang. Hal tersebut diungkap Ketua KNPI Karawang, Lukman N Iraz. “Yang menjadi sorotan kita adalah sosial kepemudaan yang menyangkut persoalan tenaga kerja. Tenaga kerja ini menurut pandangan kami sulit untuk diurai, karena antara lapangan kerja dengan lulusan sekolah ini tidak berbanding lurus,” ucap Lukman usai rapat koordinasi dengan OKP-OKP, kemarin. Dikatakannya, sehingga perlu adanya solusi yaitu bagaimana cara mengubah mindset rekan-rekan tentang cara berpikir, yaitu menjadi seorang entrepreneur. “Karena di Karawang ini sudah mengarah kepada efek dari indusfitri, yaitu jasa. Jasa apa saja, banyak hal kuliner dan segala macamnya. Kami perlu kedepan untuk bisa membantu pemerintah,” ujarnya. Lanjut Lukman, untuk tenaga kerja dalam waktu dekat ini, KNPI menginginkan workshop ketenagakerjaan. Karena ini adalah hasil komunikasi antara beberapa manajemen perusahaan dengan penyedia jasa. “Persoalan Perda nomro 60 tahun 2011 sebenarnya menurut salah satu penyalur tenaga kerja itu sudah direalisasi. Kemudian hasilnya selalu berbanding terbalik,dan ini ada masalah apa itu yang perlu kita uraikan,” tuturnya. Kesimpulannya, perlu ada kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, munculnya hotel-hotel di Karawang, apakah ada SMK perhotelan, apa saja yang dibutuhkan perusahaan ini perlu disiapkan. “Dalam waktu dekat KNPI dengan Disnaker, Dinas Pendidikan dan Olahraga, managemen perusahaan akan duduk bareng mengurai persoalan tadi, kemudian urusan urusan kerja yang tidak berbanding lurus dirubah cara berpikirnya menjadi berwirabusaha sendiri,” pungkasnya. (gie)

KARAWANG – Kegiatan “Mancing Mania” yang dig e lar Pe mda Dae rah Karawang menelan korban jiwa. Diduga panitia tak perhatikan keamanan para peserta mancing, Sabtu (21/9). Acara yang diikuti ratusan masyarakat Kecamatan Rengasdengklok dan sekitarnya, mendadak panik seketika. Setelah salah seorang peserta mancing gratis, Jaki (17) warga Dusun Wanajaya, Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok tenggelam terbawa

arus saluran irigasi Dusun Warudoyong Selatan, Desa Rengasdengklok, Kecamatan Rengasdengklok. Menurut salah seorang saksi mata yang juga sahabat korban, Fajar Maulana mengatakan, dirinya sempat berusaha menolong korban. Saat melihat sahabatnya terpeleset masuk ke saluran irigasi. “Korban turun ke saluran irigasi berniat mengambil mata pancingnya yang tersangkut. Malang, ia terpeleset hingga masuk ke saluran irigasi

yang deras. Saya sempat menolongnya hanya waktu masih di tengah korban terlepas dari pegangan saya,” jelasnya kepada KBE, kemarin. Hal senada dikatakan, saksi mata lainnya di lokasi kejadian, Egi (19) menurutkan, saat kejadian selitar pukul 09.00 WIB,. Pancing milik korban tersangkut sesuatu dan jatuh ke irigasi hingga, kemudian korban memberanikan diri untuk mengambilnya dengan cara menceburkan diri ke pinggir sungai. “Saat akan mengambil

Cafe Jual Miras ke Bocah SD, Kecamatan Lemah KARAWANG – Diduga terdorong rasa penasarannya, sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dukuhkarya, Kecamatan Rengasdengklok kedapatan membeli dan mengkonsumsi minuman beralkohol yang diperjualbelikan bebas di sebuah cafe di Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Jumat (20/9). Hal tersebut terungkap setelah secara tidak sengaja oleh Ketua Karangtaruna Dukuhkarya dan BPD Amansari. Yang sedang mengadakan pertemuan mendapati beberapa anak dibawah umur, sedang menenggak botol minuman beralkohol yang dijual secara bebas. Ketua LSM Macankumbang, Endang mengatakan, hal itu membuat resah orang tua, dan juga dalam penjualan miras sudah diatur dalam Perpres nomor 74 tahun 2013, pasal 3 ayat 1,hanya hotel, bar, dan restoran yang memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan di bidang kepariwisataan yang dapat menjual minu-

man beralkohol, baik golongan A, B dan C. “Ini sangat memprihatinkan, menamakan diri sebagai Kabupaten ramah anak tetapi kenyataannya masih jauh dari harapan. Pengawasan pemerintah terhadap pen y e d i a d a n p e re d a r a n minuman beralkohol

t e n t u d i p e r t a n y a k a n ,” ungkapnya kepada KBE, kemarin. Dikatakan Endang, menyikapi hal tersebut dirinya dan beberapa tokoh masyarakat Desa Dukuhkarya dan Amansari akan melakukan audiensi dengan pihak Kecamatan Rengasdengklok. Terkait

sejauh mana perizinan cafe tersebut dalam menjual minuman beralkohol. “Pemerintah Kecamatan Rengasdengklok jangan tutup mata. Karena ini adalah masalah yang serius. Bagaimana miras bisa merusak generasi bangsa dengan diminum anak anak kecil,” ujarnya.

Menurut Endang, hal itu jjuga terjadi karena belum adanya regulasi yang secara detail mengatur peredaran minuman beralkohol di Kabupaten Karawang. “Anehnya, anak-anak ini dilayani oleh pihak cafe. Jelas terlihat fisik mereka masih dibawah umur dan masih berseragam sekolah,” tuturnya Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Dukuhkarya, Angga Dhe Raka mengatakan, dengan kejadian ters ebut ia berharap Pemkab Karawang lebih fokus dalam pengaturan peredaran minuman beralkohol. Selain itu menurutnya pengawasan orangtua dan satuan pendidikan terkait pun tak kalah pentingnya untuk mencegah hal serupa terulang. “Pemkab Karawang harus tegas, pertanyakan izin penjual, beri sanksi tegas atau tutup tempat penjual yang tak memiliki etika dan yang tak memiliki izin. Dan bila tak segera disikapi kita akan melakukan aksi,” pungkasnya. (gie)


SENIN, 23 SEPTEMBER 2019

6

Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis

GADGET

Realme 5 dan 5 Pro Hadir di Indonesia REALME 5 dan Realme 5 Pro resmi hadir di Indonesia. Perangkat tersebut menjagokan kamera dan baterai pada masing-masing produknya. Hal tersebut diungkapkan Product Manager Realme Indonesia, Felix Christian. “Bahwa Realme 5 dan Realme 5 Pro merupakan perangkat dengan lompatan terbaik Realme di segmen yang ditujunya. Ini adalah perangkat terbaik di kelas smartphone yang sama yang ada saat ini,” katanya dikutip Jawapos.com, kemarin. Realme 5 Pro Untuk spesifikasi, di bagian wajah depan, Realme 5 Pro masih hadir dengan layar IPS LCD water drop berukuran 6,3 inci. Realme 5 Pro menawarkan 90,6 persen screen-to-body ratio. Layar Realme 5 Pro memiliki aspek rasio 19,5:9 dengan resolusi Full HD Plus (1.080 x 2.340 piksel). Dari sektor performa, Realme 5 Pro membawa bekal prosesor bikinan Qualcomm, yakni Snapdragon 712 AIE berpadu dengan pengolah grafis atau GPU Adreno 616. Realme 5 Pro hadir dengan kapasitas penyimpanan RAM/ROM 4/128 GB dan 8/128 GB. Beralih ke sektor kamera, hal yang menjadi kebanggaan Realme 5 Pro, perangkat ini melenggang dengan empat kamera belakang. Realme 5 Pro menghadirkan kombinasi quad-camera dari kamera utama 48 MP Sony IMX586 f/1.8, 8 MP f/2.2 ultra wide angle, 2 MP f/2.4 ultra makro, dan 2 MP f/2.4 depth sensor. Beralih ke kamera depan, Realme 5 Pro menawarkan kamera selfie 16 MP Sony IMX471 f/2.0. (bbs/rie)

SEKILAS

Penjualan Mobil Menurun 13 Persen Selama JanuariAgustus 2019 DI tahun 2019, penjualan mobil di Januari-Agustus belum menunjukkan penguatan dibanding periode sama tahun lalu. Bahkan mengalami penurunan sekitar 13 persen. Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo),

sepanjang Januari-Agustus, penjualan mobil tercatat sebanyak 660.286 unit. Sementara periode sama tahun lalu mencapai angka 763.444 unit. Adapun jika melihat pergerakan tiga bulan belakang menunjukkan pertumbuhan positif. Sempat anjlok di Juni dengan total distribusi 59.539 unit dari sebelumnya pada Mei 84.146 unit. Masuk ke Juli terkerek lagi ke 89.105

unit dan Agustus menanjak lagi ke 102.197 unit. Penjualan mobil di pasar domestik masih didominasi oleh kendaraan dari grup Astra, sekitar 50 persen lebih pangsa pasarnya. Sebelumnya, Gaikindo sendiri menargetkan penjualan mobil tahun ini bisa menembus 1,1 juta unit. Penurunan itu terjadi karena pada semester I/2019 pasar domestik tertekan cukup

dalam karena faktor pesta demokrasi yang berdekatan dengan momentum Lebaran. Konsumen menahan belanja sehingga pelaku otomotif kehilangan momentum penjualan. “Setelah Lebaran, konsumen juga masih wait and see karena ada pameran GIIAS 2019 yang menjadi kesempatan melihat produk baru. Tapi kemudian ada perang dagang juga sehing-

ga pertumbuhan ekonomi nasional sedikit terdampak,” ujar Sekretaris Gaikindo Kukuh Kumara kepada Bisnis baru-baru ini. Pada tahun ini, Gaikindo menargetkan penjualan dapat menyamai pencapaian tahun 2018 yang sebanyak 1,15 juta unit. Target moderat itu juga memperhitungkan tahun politik dan dinamika ekonomi nasional. (bbs/rie)

Fintech Menjamur, BI Ingatkan Perbankan Sesuaikan Diri

Modif Contest, Ajang Adu Kreativitas Modifikator BANDUNG – Setelah menggelar Honda Modif Contest (HMC) 2019 seri Cirebon pada akhir bulan Agustus lalu. PT Daya Adicipta Motora (DAM) kembali menggelar HMC 2019. Mengusung tema “We Create, We Ride, for Indonesia!”, diikuti oleh 179 peserta yang berasal dari berbagai kota di Jawa Barat. General Manager Motorcycle Sales, Marketing & Logistic DAM, Lerri Gunawan mengatakan, antusiasme modifikator Jawa Barat terhadap gelaran HMC ini sangat tinggi. Hingga jumlah pendaftar dari mulai seri Cirebon dan Bandung terus meningkat dan melebihi dari target. HMC selalu menjadi ajang yang selalu ditunggu oleh para modifikator di Jawa Barat yang ingin menampilkan karya terbaiknya. “Gelaran Honda Modif Contest semakin membuktikan bahwa sepeda motor Honda mudah untuk dikreasikan sesuai dengan kreativitas dan imajinasi pengendaranya. Adanya gelaran ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi seluruh pengguna sepeda motor Honda yang ingin memodifikasi sepeda motor Honda kesayangannya namun tetap mengutamakan unsur keamanan berkendara,” ujar Lerri. Gelaran HMC tahun ini membuka 9 kelas yang dilombakan, yakni All stock/Bolt On & Advance untuk sepeda motor produksi di bawah tahun 2006. Serta juga dibuka kategori Matic & Cub Stock/Bolt On, Matic & Cub Advance, Sport Naked, Sport Fairing, Sticker/decals, Racing Style, Community Touring. Untuk kategori sepeda motor dengan produksi di atas tahun 2006. Selain itu juga dibuka kelas untuk semua kategori skutik, Cub dan sport Honda dari semua tahun produksi yakni kelas Free for All (FFA). (rls/rie)

KOMPETISI di industri keuangan semakin bersaing dengan ketat. Ancaman datang dari layanan keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech) yang menjamur, selain persaingan dengan sesama pemain di perbankan lainnya. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengingatkan para pelaku industri perbankan nasional untuk cepat menyesuaikan diri. Termasuk melakukan inovasi agar tidak tergilas oleh kehadiran fintech. Lanjut Perr y, langkah cepat dan adaptif industri perbankan nasional harus dilakukan, sebab perilaku bertransaksi masyarakat juga sudah mulai bergeser. Dari konvensional menuju digitalisasi. Apalagi, perkembangan digital semakin masif seiring dengan pengguna smartphone yang kian banyak. Dalam Konteks itulah, Bank Indonesia dalam visi pembayaran Indonesia 2025, mendukung digitalisasi perbankan sebagai lembaga utama dalam ekonomi. Diperkuat dengan apa yang disampaikan Direktur Pengawasan Bank 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Adhief Razali. Digitalisasi pelayanan perbankan di Indonesia sebenarnya agak ter-

lambat dibanding dengan layanan keuangan berbasis teknologi atau fintech yang sudah menjamur dalam dua tahun belakangan. Menurut Adhief, saat ini nasabah membutuhkan

pelayanan yang serba cepat dan mudah. Hal itu hanya bisa dilakukan melalui pelayanan digital banking. “Hanya saja, perbankan tetap menjamin keamanan, kerahasiaan, dan integritas

dalam melayani nasabah,” ujarnya. Menurut catatan OJK , pada akhir 2018 sedikitnya 80 bank dari 114 bank di Indonesia yang mencoba memberikan pelayanan

digital banking. Oleh sebab itu, OJK menyarankan agar bank dalam negeri bisa meniru Singapura dan Hongkong yang sudah banyak menjalankan digital banking. (bbs/rie)

Vespa GTS Super 300 Dilengkapi Fitur Canggih MOTO skuter matik (skutik) big body family medium Vespa GTS, diluncurkan PT Piaggio Indonesia. Varian GTS yang dibawa kali ini adalah GTS Super Tech 300 yang diklaim membawa banyak fitur canggih. New Vespa GTS Super Tech 300 berbasis dari keluarga GTS sebelumnya yakni GTS Super 150 i-get. Itu untuk bodinya. Sementara untuk mesin dan teknologi canggih lainnya, GTS Super Tech seperti namanya lebih mumpuni dibandingkan GTS biasa. Vespa GTS Super Tech 300 dibanderol dengan harga

yang wah. Seharga mobil yakni Rp 152 jutaan yang jika dibawa ke showroom Honda atau Toyota bisa membawa pulang LCGC Brio Satya ataupun LMPV Toyota Calya. “Vespa GTS Super Tech 300 menghadirkan karakter kuat melalui desain yang m e nawa n , m e s i n ya ng bertenaga, dan dilengkapi dengan teknologi termutakhir,” kata President Director of PT Piaggio Indonesia, Marco Noto La Diega. Lanjut Marco, Vespa GTS Super Tech 300 diklaim sebagai Vespa tercanggih yang pernah ada dari keluarga

Vespa. Tak berhenti di fitur, Vespa GTS Super Tech 300 juga menjagokan sektor mesin dengan performa yang menarik. Mesinnya 300 cc. Dengan banderol mewah, tentunya akan penuh sensasi menjajal skutik gambot keluarga GTS yang baru ini dengan mesin lebih besar dan banyak teknologi canggih. Berikut sensasi berkendara yang dirasakan JawaPos.com usai melakukan test ride. Spesifikasi Dari spesifikasi, Vespa GTS Super Tech 300 menggendong mesin berkubikasi

278,3 cc atau dibulatkan menjadi 300 cc. Dibandingkan dengan GTS biasa, kubikasi mesin segitu jelas lebih besar. Mesin GTS Super Tech 300 saat ini diklaim lebih bertenaga dengan sematan label High Performance Engine (HPE) baru. Berbekal mesin tersebut, skutik berbadan besar yang hampir keseluruhan material bodi dan kerangkanya besi ini memiliki daya kuda lebih 23 HP pada 8.250 rpm. Mesin 300 HPE ini merupakan mesin 4-tak, 4 katup silinder tunggal dengan liquid-cooled serta injeksi elektronik. (bbs/rie)


SENIN, 23 SEPTEMBER 2019

SAMBUNGAN

7

ASN Pemprov Jadi Korban Lokasi Adegan Video Porno di Purwakarta BANDUNG- Perempuan yang menggunakan seragam ASN Pemprov Jabar pada video asusila baru-baru ini dipastikan sebagai korban. Selain itu RJ (inisialnya) kini masih diperiksa sebagai saksi dari kasus penyebaran video porno yang dilakukan oleh tersangka RIA (31). “RJ merupakan korban, d a n k i n i su d a h d i pu l a n g k a n k a re na t i d a k

cukup alat bukti untuk m e na ng k ap nya,” k at a Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus, Ajun Komisaris Besar Polisi, Hari Brata saat diwawancarai pada Minggu, kemarin. Menur ut Har i, sebel u m nya p e ny i d i k Su b Direktorat V Ditreskrimsus Polda Jabar menerapkan pasal 45 Ayat 1 Jo Pasal 27 Ayat 1 Undangundang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU I T E ) p a d a RJ. S e p e r t i diketahui pasal tersebut mengatur larangan dan ancaman terhadap perbuatan pendistribusian konten elektronik terkait kesusilaan.

Disinggung mengenai perbedaan penerapan k a s u s y a n g t e r ja d i d i Kabupaten Garut pada perempuan berinisial V yang menjadi tersangka, menurut Hari kasusnya berbeda. Hal ini dikare-

Coret-Coret .... dari halaman 1 Mu l ya na, A P BD Kabu paten Karawang menempati urutan ke-6 terbesar di Jawa Barat dengan nilai Rp4.646.965.354.749. Untuk belanja langsung sebesar Rp2.481.778.276.751 dan belanja tidak langsung Rp2.351.498.059.55. Dari jumlah tersebut, anggaran belanja modal hanya Rp670.513.812.699. “Yang kami cermati belanja pegawai lebih besar daripada belanja modal,” ujarnya. Mulyana menekankan, jika memang harus terjadi pemangkasan karena anggaran defisit, pemerintah daerah seharusnya menekan belanja pegawai bukan belanja modal. Terlebih, kata Mulyana, postur APBD Kabupaten Karawang lebih mementingkan kebutuhan pegawai ketimbang anggaran yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti anggaran pembangunan infrastruktur dan lainnya dalam belanja modal. Dia juga menilai, belanja

KBE, kemarin. Lanjut Wawan, anak korban kekerasan memerlukan lingkungan yang aman agar kembali tenang. Wawan mengaku pihaknya telah mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang untuk menyiapkan rumah aman dan rumah singgah. “Yang saya tahu Pemkab (Karawang) sudah mewacanakan membuat rumah singgah. Mungkin nanti bisa di dalamya ada rumah aman untuk korban kekerasan seksual,” ungkapnya. Menurut Wawan, masyarakat juga perlu diberikan pemahaman untuk tidak mengucilkan para korban kekerasan seksual. “Sebab, apa yang terjadi kepada mereka (korban), diluar keinginannya,” katanya. Wawa n pu n m e m i nt a masyarakat bijak menggunakan media sosial, termas-

berkeluarga namun keduanya sudah lama berhubungan gelap. Bahkan hubungan mereka yang sudah berlangsung satu tahun ini akhirnya berakhir, dikarenakan memang hubungan tersebut tanpa kejelasan yang pasti. “Iya saya khilaf sekaligus kesal karena dia meninggalkan saya tanpa alasan yang jelas. Karenanya saya kirim dua video dirinya,” kata RI. Kejadian tersebut sebenarnya terjadi pada Juni 2019 lalu di sebuah mini market di Purwakarta. Kejadian asusila tersebut dilakukan di sebuah mobil sedan tua berwarna

putih. Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Ajun Komisaris Besar Polisi Hari Brata membenarkan hal ini. Menurutnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar telah mela ku k a n p e na n g k a p a n pada RI pada Kamis 19 September 2019 malam. Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka mengaku menggunakan ponsel untuk merekam aktivitas asusila di dalam mobil periode bulan Juni 2019. Adegan itu dilakukan di sebuah tempat sebuah mini market di wilayah Kabupaten Purwakarta. (red)

gannya pula sebagai ikhtiar membangun koalisi Akbar. Bangunan yang kokoh perlu keterlibatan banyak pihak, namun dalam bingkai semangat yang sama,” paparnya. Ditambahkan juga, tentu tidak ada yang tidak mungkin dalam sebuah proses politik. mengubah sesuatu yang menurut sebagian orang sebagai hal tidak mungkin menjadi kenyataan politik, merupakan keberhasilan pentas seni politik. Tentu dengan tidak mengabaikan suara arus bawah. “Yang pasti Haji Jenal dan Fraksi Pangkal Perjuangan bertekad menjadi bagian dari kepemimpinan Karawang 2020-2025. Bukan sekadar mewarnai, tapi menjadi aktor utama dalam

pengelolaan Kabupaten Karawang,” tandasnya. Terkait bangunan koalisi dan posisi (cabup atau cawabup), pihaknya sepaham untuk berdilaketika terlebih dahulu hingga beberapa bulan ke depan. “Mudah-mudahan paling lambat di awal tahun 2020 sudah bisa dipastikan, sehingga kami bisa lebih enjoy melewati tahap pendaftaran, putaran kampanye, pencoblosan dan fase hasil penghitungan suara. Figur Haji Jenal yang didukung PBB, Hanura, PAN, dan PPP ibarat kartu joker yang akan menjadi penyempurna kemenangan bagi pasangannya dan bagi masyarakat Karawang. Sekali lagi, penyempurna. Bukan jadi pelengkap,” pungkanya. (shn)

ingin kembali terulang dan menimpa anak cucu, generasi penerus di pesisir utara Karawang. Karenanya, kami juga menyarankan agar eksplorasi minyak di lepas laut Karawang ditiadakan,” ungkapnya. Berangkat dari hal tersebut, Kor mas Karawang mendorong Pemkab Karawang melakukan gu gat a n t e rha d ap Pe rtamina. Somasi terbuka terhadap Bupati dan Wakil Bupati Karawang sudah dilayangkan. Mereka meminta Bupati Karawang dan wakilnya mendesak Pertamina segera memulihkan ekosistem pesisir, bukan sekedar pemberian kompensasi.

“Kami memberi waktu Pemkab Karawang selama 30 hari terkait sosmasi terbuka tersebut,” katanya. Munculnya gelembung ga s d i s e r t a i tu mp a ha n minyak dari sumur YYA-1 di lepas pantai Karawang terjadi sejak 12 Juli 2019. Saat ini Pertamina menggunakan metode relief well alias sumur baru (YYA-1RW) untuk menginjeksikan fluida berupa lumpur berat, agar sumur YYA-1 bisa ditutup permanen. Pertamina menyebut kompensasi tahap awal sebesar Rp 900.000 per bulan per orang sudah diberikan kepada masyarakat Karawang yang terdampak. (rie)

PAN Ibaratkan Haji .... pegawai, seperti perjalanan dinas, makan dan minum yang masuk dalam belanja barang dan jasa pegawai sebagai pemborosan. “Seharusnya itu yang dipangkas karena membebani APBD kita,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Karawang, Acep Jamhuri mengatakan, kemampuan kas daerah di sini masih menghadapi kendala untuk mengcover seluruh kebutuhan belanja. Sampai saat ini ketidakseimbangan antara kas yang ada dengan berbagai program usulan SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah), cukup besar. “Defisit kita sekitar di atas Rp200-an miliar lebih. Maka sambil menunggu pembahasan RAPBD Perubahan 2019 di DPRD nanti bisa berjalan, ya kami di TAPD merevisi ulang draf yang telah dibuat sebelumnya. Problem yang dihadapi pendapatan kita, terutama dari PBB dan BPHTB, masih belum mencapai target. Karena memang jatuh tempo bagi wajib pajak di bulan Sep-

tember,” ujar Acep Agustus lalu. Namun demikian, Acep yang baru menduduki kursi sekda meyakinkan, untuk belanja pembangunan sebagaimana target RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) tetap diprioritaskan. Pamangkasan yang terpaksa dilakukan guna menyeimbangkan kondisi kas daerah, Acep tegaskan, adalah dengan mengurangi belanja kegiatan dinas. Sedangkan pemenuhan biaya operasional KPU yang akan memulai pelaksanaan tahapan Pilkada Karawang 2020 terhitung s e jak S e pte mb e r 2019, Acep pastikan pula, telah disiapkan pada APBD Perubahan 2019. Hanya saja, ia tidak menyebut angka Rp5 miliar sebagaimana yang diajukan KPU. “Kami masih menghitung dulu berapa kas daerah kita yang ada sekarang dan berapa kebutuhan-kebutuhan belanja yang penting didahulukan,” pungkasnya. (mhs)

Komnas PA: Karawang .... dari halaman 1

nakan saat pengambilan video RJ oleh RIA, RJ tak menyadarinya, sedangkan V sengaja menyadari dan videonya dikomersilkan. Sementara saat disinggung terkait dengan pen-

erapan pasal 284 KUH Pidana mengenai perzinahan terhadap seseorang yang telah menikah, Hari mengatakan pasal itu bisa dikenakan. Hanya saja itu adalah delik aduan. “Harus ada pengaduan dari suami RJ atau istri dari RIA . Nanti masuknya pidana umum,” katanya. Sebelumnya diberitakan beredar sebuah video dan gambar seorang ASN yang menggunakan seragam Pemprov Jabar beredar di media sosial. Bermula dari grup WhatsApp dan menyebar ke Twitter dan Facebook. Kedua pelaku baik RJ mau pu n R I A t e l a h

uk jika mengunggah konten yang berisi informasi kasus kekerasan seksual. “Saya mengimbau masyarakat untuk tidak mengunggah nama, foto, alamat lengkap, tempat sekolah, dan nama orang tua, serta kerabat korban. Ini demi keamanan korban,” katanya. Nur Regina, pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Karawang hanya ada rumah aman sementara, yang ditanggung oleh relawan. Regina membenarkan A (17), korban kekerasan seksual oleh ayah kandung sempat ditolak oleh lingkungan sekitar. Namun, kata Regina, pihaknya telah berkoordinasi dengan camat dan pihak terkait, serta bertemu dengan ayah sambung A. “Ahamdulillah, sekarang lebih tenang bapaknya (ayah sambung), lebih bisa menerima, sambil kita menunggu koordinasi dengan yang lainnya, agar terjadi kesepakatan, termasuk (un-

tuk) tinggalnya,” kata dia. Regina mengatakan, k o n d i s i A c u ku p b a i k . Hanya saja, mengeluhkan sakit kepala lantaran tengah mengandung. “Saat saya tanya “Gimana?”, dia ceria,” ungkapnya. Regina menyebutkan, A yang menjadi kekerasan seksual oleh ayah kandungnya merupakan anak putus sekolah. Ia hanya sekolah sampai kelas 4 SD. “Kadang dibawa ayahnya, kemudian diambil ibunya, lalu kembali dengan ayahnya. Karena berpindah-pindah itu sehingga tidak memungkinkan untuk sekolah,” katanya. P2TP2A , kata Regina, bakal terus memberikan pendampingan korban hingga kondisinya stabil. Sebelumnya, DS (47) tega mencabuli anak kandungnya, A (17). Bahkan, lantaran motif ekonomi, DS pernah menjual putrinya kepada pria hidung belang dengan bayaran Rp 300.000 hingga Rp 500.000. (rie)

dari halaman 1 namun memiliki optimisme besar bahwa kami punya infrastruktur yang solid dan militan dalam mewujudkan cita-cita bersama,” ujar Sekretaris DPD PAN Karawang Dadan Suhendarsyah, kepada KBE, kemarin. Sebagai bukti keseriusan masing-masing pihak, kata Dadan, langkah pertama partai adalah melakukan internalisasi kepada pengurusnya. “Alhamdulillah pekan ini, dukungan formal bagi pencalonan Haji Jenal sudah diterbitkan oleh PPP dan PAN. Insya Allah dalam beberapa hari ke depan akan disusul oleh Hanura dan PBB,” tambahnya. Saat ditanya dengan s i a p a a k a n b e rk o a l i s i ?

Dadan menjelaskan, seb a i k- b a i k n y a m a n u s i a adalah mereka yang mau belajar dari pengalaman, sehingga bagi kami rancangan koalisi haruslah dibangun jauh-jauh hari agar tidak terulang lagi “kecelakaan politik” ataupun “kawin paksa” yang merusak keharmonisan koalisi jika paslon yang kami usung ditakd i rk a n m e n ja d i p e m e nang. “Pendaftaran paslon usungan partai mulai April 2020. Dalam rentang waktu mulai bulan ini, komunikasi dengan partai-partai dan figur-figur bakal calon sudah mulai diintensifkan. Haji Jenal bergerak dengan aksesnya sendiri dan partai Fraksi Pangkal perjuangan pun bergerak dengan jarin-

Kormas: HUT Karawang .... dari halaman 1 Dengan membentangkan spanduk di perahu nelayan bertuliskan HUT Karawang diracuni minyak. Juga beberapa poster yang diantaranya bertuliskan save our ocean dan Pemkab Karawang jangan diam. Peserta aksi menyertai keberangkatan nelayan yang melarung dongdang dan warga yang hendak menyaksikan pesta laut. “Aksi ini sebagai sindiran kepada Pemerintah Kabupaten Karawang agar lebih aktif terhadap apa yang terjadi di pesisir Karawang, khususnya daerah yang terdampak tumpahan minyak,” ujar Perwakilan Kormas

Karawang Yuda Febrian Silithonga kepada wartawan usai aksi di Muara Cipucuk, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, kemarin. Menurut Yuda, pihaknya juga mendorong pemerintah pusat untuk mengaudit Pertamina terkait kebocoran sumur YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Kebocoran tersebut merupakan kelalaian, bukan bencana alam seperti yang dinarasikan Pertamina. Ia menyebutkan, kebocoran minyak mentah bukan pertama kali terjadi. “Sebab, pada 2015 juga terjadi kebocoran di offshore Pertamina di lepas Pantai Karawang. Kami tak

Empat Foto Porno Diposting …. dari halaman 1 rangkaian kegiatan menyongsong Nadran kami adakan beberapa kegiatan. Dimulai dari pertandingan sepakbola, pengajian, hiburan rakyat, karnaval, dan puncaknya acara “larungan”. Yaitu iring-iringan perahu nelayan membawa sesaji ke tengah laut,” ucapnya. Warsad juga berpesan kepada para nelayan jangan pernah merupakan budaya

General Manager: Tohiri Alam. Deputy General Manager: Hayatullah. Pimpinan Perusahaan: Tohiri Alam. Pimpinan Redaksi: Hayatullah. Wakil Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Asisten Redaktur: Fuad Fauzi, Tomi Prayoga. Kabupaten Karawang: Agus B, Yogie S, Toyib, Wahyudi. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Agus Nuryadin, Haripan Nahampun, Yogie Trinanda. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Subang: Feri Kosasih. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Keuangan/Administrasi: Dewi Megawarti (Koordinator), Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein, Iin. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi.

apapun bentuknya karena jadi budaya ini harus di lestarikan. Sementara Ketua KUD Mina Karya Makmur Asep Joy saat ditemui KBE mengatakan, kegiatan ritual ini bentuk rasa syukur yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa kepada para nelayan. “Kami sebagai pengurus karena ada dananya kita laksanakan. Alhamdulillah kami bisa laksanakan. Nadran laut yang di laksanakan merupakan bentuk rasa

syukur yang diberikan Allah kepada nelayan. Dengan harapan warga nelayan lebih maju dan berkembang, mempunyai wawasan Nadran juga untuk meningkatkan rasa kebersamaan antar nelayan, pengurus juga warga sekitar,” paparnya. Tampak di Pantai Sungaibuntu perahu nelayan tidak bisa menepi, bukan karena air yang surut tapi akibat pendangkalan. “ Ja d i k a m i m e m o h o n kepada Pemkab agar di-

adakan pengerukan dan penurapan, karena kalau hanya dikeruk tidak diturap itu percuma. Dua sampai tiga bulan turun lagi, tahun lalu ada pengerukan tapi tidak tuntas dan sekarang dangkal lagi,” akunya. “Dengan diadakan nya Nadran ini mudah-mudahan disamping rasa syukur, juga untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan tangkapan ikan lebih maksimal lagi,” tambahnya. (zis)

Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Jalan Kasuari IX Blok O Nomor 52 Perum Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@ gmail.com. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan.


SENIN, 23 SEPTEMBER 2019

8

Semangat Baru Purwakarta

TMMD

Fokus Infrastruktur PURWAKARTA.- Pembangunan jalan menjadi fokus utama dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa ke-106 di desa tersebut. Warga menyampaikan keluhannya itu kepada Komandan Distrik Militer 0619 Purwakarta, Letnan Kolonel Arhanud Yogi Nugroho. Dandim 0619 Purwakarta, Letnan Kolonel Arhanud Yogi Nugroho memastikan akan merealisasikan aspirasi masyarakat Desa Cisaat. Menurut dia, kebutuhan utama masyarakat setempat memang infrastruktur jalan yang layak. “TMMD 106 akan melakukan pembangunan rabat beton sepanjang 650 meter dengan lebar empat meter dari Desa Cisaat ke Desa Ciparungsari Kecamatan Cibatu,” katanya. Jajarannya juga membuat gorong-gorong sebanyak dua unit dengan panjang enam meter. Selain itu, personel tentara akan membangun saluran pasangan sepanjang 150 meter dan tembok penahan tanah sepanjang 100 meter. Beberapa proyek pembangunan itu diakui sebagai sasaran utama. Selama pelaksanaan TMMD ke-106, Kodim 0619 sekaligus memberikan pelayanan publik. Kegiatan bersama sejumlah pemangku kebijakan terkait itu melayani pembuatan dokumen administrasi seperti KK, KTP dan SIM, (san*)

MINTA HUJAN- Shalat Istishqa yang digelar Setwan DPRD Purwakarta.

Setwan Gelar Istishqa Meski Hujan Diprediksi Baru Turun November P U R WA K A R TA - D i bawah teriknya sinar mentari, bertempat di halaman Gedung DPRD, segenap pegawai Sekretariat DPRD Purwakarta melaksanakan shalat istisqa berjamaah. Shalat dipimpin Ustadz

Udin sebagai (20/9/2019). Dan shalat minta hujan ini digelar selepas shalat Jumat. Sekretaris DPRD (Sekwan) Purwakarta H. Suhandi, M.Si mengajak para pejabat di lingkungan DPRD, segenap pegawai ASN maupun non ASN, pria dan wanita, untuk bersama-sama mengikuti shalat memohon hujan, mengingat musim panas di Purwakarta berlangsung di luar perkiraan.

”Sengaja kita minta bantuan Ustadz Udin, imam masjid di belakang gedung DPRD untuk bertindak selaku imam shalat Istisqa ini,” jelas Suhandi seraya menambahkan jamaah juga diikuti para tokoh agama dan warga di sekitar gedung DPRD. Menurut Suhandi, kegiatan ini sebagai bentuk tasyakur bin nikmat, atas berbagai nikmat Allah yang

diberikan kepada kita. Kendati BMKG, sambungnya, memprediksi hujan akan turun pada awal November mendatang, tapi tak ada salahnya bila kita berharap hujan bisa segera turun. ”Kendati BMKG mempredeksi hujan baru turun awal Nopember, tapi dengan shalat istisqa ini kita berharap, Allah SWT menyegerakan turunnya hujan di Purwakarta. Pasalnya, sudah ban-

yak daerah di wilayah Purwakarta yang mengalami kekeringan sejak datangnya musim panas sekitar April lalu,” jelas Suhandi. Ia turut merasa prihatin atas kekeringan yang melanda berbagai wilayah di Purwakarta. Terlebih, dampak dari itu, banyak warga yang mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. ”Semoga hujan segera turun di Purwakarta,” harapnya. (san)

ADVERTORIAL

PROGRAM SAUNG AMBU

Membangun Pelayanan Terintegrasi Pemkab Purwakarta PURWAKARTA- Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus maksimalkan pelayanan kepada masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun di wilayah pedesaan. Salah satunya adalah dengan membangun pelayanan kesehatan terintegrasi dengan program Saung Ambu. Program yang diinisiasi oleh Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika ini, sengaja menyasar dulu wilayah yang jauh dari wilayah perkotaan, terutama memaksimalkan fasilitas pelayanan kesehatan. Anne mengatakan dirinya ingin lebih mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berada di wilayah, salah satunya daerah Ciririp dan Parungbanteng Kecamatan Sukasari. Alasannya karena kedua wilayah tersebut akses dan fasilitas belum menunjang, sehingga perlu dibangun pelayanan kesehatan yang terintegrasi. “kenapa desa Parung Banteng, dan Desa Ciririp, karena jarak kedua desa terlalu jauh dari pusat kesehatan dasar puskesmas, kemudian ditambah, disini tidak ada angkutan umum, akhirnya masyarakat disana kesulitan. kemudian kita mendekatkan fasilitas ini dengan pemukiman,” kata Anne ketika meresmikan Saung Ambu di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari Purwakarta, pada Jumat (20/9/2019). Apalagi di Saung Ambu, bukan hanya melayani pemeriksaan kesehatan, tapi masyarakat diberikan pengetahuan tentang pola hidup yang sehat. Meskipun jauh dari wilayah perkotaan fasilitas serta pola hidup sehat bisa menyasar wilayah Pedesaan, khususnya masyarakat Parung Banteng dan Ciririp melalui Saung Ambu. “Yang dialami warga disini, masih berkisaran oleh pola makan, tadi ada anak - anak yang menderita diare, batuk, pilek, panas, bahkan orang tuanya ada yang hipertensi. Disini pun masyarakat bisa diberikan pengetahuan cara pola hidup sehat,” jelasnya. Selain itu, Anne pun menyasar masyarakat yang belum memiliki jamban, dalam saung ambu juga masyarakat diberikan pemahaman terkait lingkungan rumah yang sehat, pola makan sehat hingga 10 pola hidup sehat pun menjadi salah satu sasarannya. Karena menurutnya keberadaan

Saung Ambu bukan hanya berbicara soal tindakan, melayani atau memeriksa kesehatan masyarakat yang datang ke Saung Ambu. Tetapi Saung Ambu harus jadi pusat kehidupan masyarakat dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. “Keberhasilannya ada saung ambu itu bukan masyarakat yang datang, tetapi bagaimana caranya agar saung ambu itu memberikan dampak pada pengurangan masyarakat yang sakit. Saung Ambu itu bukan hanya tindakan tetapi juga pencegahan yang harus dilakukan, mulai dari edukasi,” katanya. Untuk pembangunan saung ambu, khususnya di Wilayah Ciririp dan Parungbanteng sebesar baru Rp. 350 juta itupun belum ideal. Untuk idealnya Anne mengatakan diperlukan anggaran sebesar Rp. 500 juta per unit. Di dalam fasilitas Saung Ambu, selain dokter jaga, juga pelayanan kesehatan lainnya seperti tempat tidur pemeriksaan, obat - obatan hingga fasilitas penunjang layanan kesehatan lainnya. Saung Ambu sendiri difasilitasi oleh dokter jaga 24 jam,selain itu dokter tersebut dikontrak khusus dengan honor yang berbeda dari dokter biasa. “Selain itu kita juga harus memperhatikan tenaga medis khususnya dokter yang bertugas disini, ada honor khusus untuk dokter tersebut karena mereka kan siaga selama 24 jam,” ungkapnya. Rasa bahagia terpancar dari masyarakat Ciririp dan Parungbanteng, diantaranya Nenah (41) warga Ciririp ini menyambut baik keberadaan Saung Ambu. Apalagi kondisi wilayahnya yang masih terbatas akses untuk menuju pelayanan kesehatan terdekat. “Bagi kami ini sebuah kebahagian, karena kami tidak harus jauh lagi untuk berobat dan saya harap keberadaan saung ambu bisa meringankan kesehatan masyarakat,” kata wanita yang bekerja sebagai buruh tani ini. (san/ adv/kominfo)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook