Skip to main content

Karawang Bekasi Ekspres, 23 April 2020

Page 1

ANGKA KARAWANG 75 Positif (4 sembuh, 5 meninggal), 3.318 ODP (2.206 selesai pemantauan), 169 PDP (100 Sehat, 5 Meninggal) ANGKA JAWA BARAT 762 Positif, 79 Sembuh, 71 Meninggal ANGKA NASIONAL 7.418 Positif, 913 Sembuh, 635 Meninggal

UPDATE TERAKHIR: 22 April 2020

BEKASI

KARAWANG

AKTUAL DAN TERPERCAYA

KAMIS, 23 APRIL 2020

KBEONLINE. ID

ONLINEMETRO.ID

HARGA Rp3.000

karawangbekasiekapres

KARAWANG-BEKASI Hari Ini Semua Jalur Tutup Total

KARAWANG Akses jalan dari Bekasi ke Karawang akan ditutup total mulai Jumat, 24 April 2020. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut adanya larangan mudik dari pemerintah pusat. “Kita akan menutup jalan yang men-

Kita Akan Menutup Total Jalan Menuju Karawang

Ke Halaman METRO KARAWANG n

Rachmat Sumekar

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi

ILUSTRASI/NET

Tambah 6, Pasien Positif Sudah 75 Orang K A R AWA N G – Ju r u bicara tim gugus tugas percepatan penanganan penyebaran Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana Sp.Kk merilis adanya penambahan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 6 (enam) orang. Sehingga, total jumlah pasien terkonfir masi p o si ti f d i Kabu pate n Karawang sebanyak 75 orang, hingga Rabu (22/4) pukul 16.00 WIB. Banyaknya jumlah pasien terkonfir masi positif tersebut membuat tim gugus tugas berusaha keras menekan angka penyebaran. Karena, tren penambahan positif setiap harinya terus bertambah. dr. Fitra mengatakan, dari 75 orang positif, diketahui melalui tes rapid sebanyak 64 orang dan tes swab 11 orang. Saat ini, terdata total 169 orang berkategori pasien dalam pengawasan (PDP), dengan rincian selesai atau sembuh 100 orang, masih dalam pengawasan 64 orang dan meninggal 5 orang. “Untuk ODP total ada 3.318 orang. Selesai pemantauan 2.206 orang, masih dalam pemantauan 1.112 orang dan OTG sebanyak total 384 orang, selesai 129 orang, masih dalam pemantauan 255 orang,” kata Fitra saat press conference di Kodim 0604 Karawang, Rabu (22/4). Untuk mengantisipasi penambahan pasien dan kekurangan ruangan isolasi di rumah sakit rujukan, atas perintah Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Ke Halaman METRO KARAWANG n

BANSOS COVID-19 Data Tumpang Tindih, Para Kades Pusing Tujuh Keliling KARAWANG- Para kepala desa di Kabupaten Karawang masih berkutik dengan data penerima Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19. Di detik-detik akhir masa pengumpulan data. Tim validasi di tingkat desa di buat pusing. Dengan masih banyaknya double data dalam daftar penerima bantuan sosial tersebut. Seperti dikatakan Kepala Desa Lemahabang, Kecamatan Lemahabang Wadas, Didin Al Ayudin. Pihaknya saat ini masih galau dalam menentukan kriteria penerima Bansos Covid-19. Apa lagi, data penerima PKH dan BPNT dari pusat, namanya juga terdaftar dalam Bantuan Gubernur (BanGub) Jawa Barat. Yang membuat penerima tersebut masuk dalam daftar double data. “Masih ada double data. Yang terima PKH/BPNT di BanGub juga ada namanya. Sementara itu tidak bisa di ubah, karena datanya dari pusat,” ungkapnya, kepada KBE, Rabu, (22/4) kemarin. Didin mengatakan, di Desa Lemahabang terdapat 3.300 Kartu Keluarga (KK). Dimana, 1.200 diantaranya masuk dalam kategori miskin dan terancam miskin atau miskin baru (Misbar) karena Wabah Covid-19. Namun, kata dia, kriteria miskin yang saat ini su-

Soal Salat Tarawih Berjamaah Terserah MUI Kecamatan KARAWANG- Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia telah mengeluarkan surat edaran nomor 6 tahun 2020, tentang panduan ibadah selama ramadhan di tengah pandemi virus korona. Surat yang berisi 15 poin anjuran ibadah selama pua-

sa ramadhan itu. Diantaranya mengimbau masyarakat untuk melaksanakan salat tarawih berjamaah di rumah saja, selama pandemi virus korona berlangsung. Menyikapi hal itu, MUI Karawang beserta seluruh jajaran Muspika Se-Kabupaten Karawang gelar rapat

Jadi keputusannya mungkin beda-beda setiap desa. Tergantung kesanggupan dan kesepakatan. Ada yang tegas tak boleh sama sekali. Ada yang boleh, tapi dengan syarat. Sekertaris MUI Karawang, Musahar Maksum

koordinasi. Tujuannya, agar wabah virus impor itu tak

sampai menyebar luas selama ramadhan.

Kepada KBE, Sekertaris MUI Karawang, Musahar Maksum mengatakan, sesuai anjuran pemerintah pusat. MUI Karawang menganjurkan agar warga di seluruh desa se-Kabupaten Karawang untuk mentaati aturan tersebut. Ke Halaman METRO KARAWANG n

Saat Polair Bagi-bagi Sembako di Tengah Laut

Beban Hidup Para Nelayan Sedikit Terbantu Pandemi Virus Korona (Covid-19) di Karawang, mulai berdampak pada sektor pendapatan nelayan di pesisir. Akibat sejumlah kota besar menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Harga ikan dan rajungan jadi anjlok. Bahkan, harganya turun sampai lebih dari 50 persen.

Ke Halaman METRO KARAWANG n

WAHYUDI, KARAWANG

ANTISIPASI kesulitan ekonomi yang akan dialami para nelayan. Jajaran Satpolairud Polres Karawang, menghampiri perahu-perahu nelayan di tengah laut. Selain memberikan sosialisasi tentang Covid-19, anggota Polisi Air (Polair) Karawang juga bagikan paket sembako pada nelayan. Kasat Polairud Polres Karawang, AKP. Zulkifli Sitorus mengatakan, pihaknya membagikan 30 paket sembako, yang dibagikan pada nelayan di tengah laut. “Bantuan ini diharapkan mampu mengurangi beban nelayan, di tengah Pandemi Covid-19 di Karawang,” ujar Sitorus, Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

BAKSOS DI LAUT: Polairud Karawang, dipimpin AKP Z. Sitorus, berbagi sembako di tengah laut.

Rabu, (22/4). Sitorus mengatakan, akibat wabah Covid-19. Banyak nelayan yang mengalami kesulitan ekonomi. Pasalnya, pendapatan

mereka menurun. Hasil tangkapan pun terpaksa di jual murah, karena jumlah permintaan sedikit. “Dalam rangka Bakti Sosial Polri Peduli Covid-19.

Banyak nelayan Karawang terdampak musibah ini,” ungkapnya. Selain di tengah laut, kata Si to r u s, p i ha k nya

email: karawangbekasiekspres@gmail.com,

redaksikarawangbekasi@gmail.com

Ke Halaman METRO KARAWANG n


METRO KARAWANG

KAMIS, 23 APRIL 2020

KARAWANG BEKASI

2

Desain Grafis Bukan untuk Desain Gratis KARAWANG: Pandangan pertama konsumen sebelum mencetak produk atau alat peraga dan lainya adalah desain. Maka dari itu tampilan produk adalah ujung tombaknya cetakan. Pada titik promosi dan pejualan, desain grafis bukan hanya art dan seni individu tetapi pekerjaan ini sebagai menunjang angka penjualan serta menjaga kredibiltas usaha. Bisnis jasa ini tergolong tidak terlalu banyak modal mengacu pada kemampuan yang mumpuni serta banyaknya ide-ide seirama dengan perkembangan trend tidak luput pengetahuan teknologi dan wawasan yang cukup akan menjadikan brand image

Fajar Pradika SPd.I

masing-masing partner. “Hasil desain para pekerja seni adalah nyawa awal yang menghasilkan terciptanya tampilan produk/ brand yang berkualitas dan kuat, maka dari itu nilai seni tak bisa diukur dengan angka tetapi yang

jelas desain grafis bukan desai gratisss” canda Fajar Pradika SPd.I, Founder Rumah Desain Azka 14 (23/4/20). Masih menurut Fajar, menyongsong persaingan usaha yang semakin ketat, masing – masing usaha letak harus mengetahui selera masyarakat Disisi lain kami harus menjaga agar menjadi partner yang baik, tepat waktu, inovatif dan kreatif. Hal ini harus mengetahui trend-trend seperti monokrom warna yang kontras, typografi unik dan custom, desain geometric, isometric ilustrasi, simplified illustration, collages of drawing dan photo, image dan text masking serta penggunaan 3D yang realistis (eko/red)

KARAWANG-BEKASI .... dari halaman KARAWANG BEKASI EKSPRES uju ke Karawang, ditutup total,” ujar Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Rachmat Sumekar ketika dihubungi wartawan, Rabu kemarin. Penutupan akses ini sekaligus untuk membatasi pergerakan orang. Jadi warga Bekasi tak bisa menuju Karawang, begitu pula sebaliknya. “Rencana 24 April hari Jumat ini nanti bakal ditutup sampai tanggal 31 Mei,” kata Rachmat. Larangan ini berlaku bagi kendaraan berpenumpang, baik pribadi maupun angkutan umum dan juga motor. Sejumlah kendaraan mendapat pengecualian di antaranya mobil pemadam kebakaran, truk sembako, dan ambulans. Tentu saja warga yang tiap hari pulang pergi Karawang Bekasi was-was dan kebingungan mengatur perjalanan untuk bekerja dan keperluan penting lainnya. “Bingung saya Pak. Tiap hari harus ke Karawang untuk bekerja,” ujar Anza (24) warga Rengasbandung Kabupaten Bekasi kepada KBE. Selain Karawang, polisi menutup akses dari Cibarusah ke Kabupaten Bogor. Sejumlah personel kepolisian akan dikerahkan untuk menjaga area tersebut. “Jadi yang dilarang mudik itu hanya wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, sama Bekasi. Jadi nanti kalau orang Bekasi ke Jakarta, boleh karena dia nggak mudik, karena Jakarta bukan tujuan mudik,” tutur Rachmat. Sementara jalan Tol Layang Jakarta–Cikampek atau Elevated Jakarta-Cikampek juga akan ditutup mulai Kamis (23/4/2020) pukul 24.00 WIB. Hal ini dilakukan Direk-

torat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sebagai tindak lanjut atas keputusan presiden terkait larangan mudik lebaran 2020. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan nantinya kendaraan mini bus atau sedan baik umum ataupun pribadi yang biasa melintasi di Tol Elevated Jakarta-Cikampek dialihkan menggunakan jalur arteri. “Jadi, baik yang dari arah Cikunir maupun dari arah tol (dalam) kota untuk elevated kita tutup sehingga semuanya harus lewat bawah,” kata Sambodo saat jumpa pers yang disiarkan langsung melalui Instagram Divisi Humas Polda Metro Jaya, Rabu (22/4/2020). Sambodo lantas menjelaskan alasan ditutupnya akses jalan Tol Elevated Jakarta-Cikampek lantaran kekinian kendaraan umum dan pribadi tidak diperkenankan untuk keluar wilayah Jabodetabek. Hal itu berkaitan dengan larangan mudik lebaran. “Mengapa karena tol elevated itu hanya untuk kendaraan kecil dan penumpang. Karena kendaraan kecil dan penumpang sudah tidak boleh keluar dari wilayah Jabodetabek maka tol elevated kami tutup,” katanya. Untuk diketahui, Polda Metro Jaya akan mendirikan 19 pos pengamanan terpadu dalam rangka Operasi Ketupat dan Larangan Mudik Tahun 2020. Sebanyak 19 pos pemantauan tersebut tersebar di titik-titik perbatasan wilayah Jakarta. Dari 19 pos pengamanan tiga diantaranya didirikan di gerbang pintu tol utama keluar wilayah Jakarta, yakni pintu tol Cikarang Barat

arah Jawa Barat, pintu tol Cimanggis arah Bogor, dan pintu tol Bitung arah Merak. Sementara 16 pos pengamanan terpadu lainnya tersebar di beberapa wilayah perbatasan Jakarta. Diantarnya, sebanyak lima titik pos pengamanan terpadu di Tangerang Kota; yakni Lippo Karawaci, Batu Ceper, Ciledug, Kebon Nanas, dan Jatiuwung. Sebanyak dua titik pos pengamanan terpadu di Tangerang Selatan; yakni Jalan Raya Puspiptek dan Kecamatan Curug. Kemudian, sebanyak dua titik pos pengamanan terpadu di Depok; yakni Jalan Raya Bogor-Cibinong dan Citayam. Selanjutnya, sebanyak tiga pos pengamanan terpadu di Bekasi Kota; yakni Sumber Arta, Bantar Gebang dan Cakung. Serta empat pos pengamanan terpadu di Bekasi Kabupaten; yakni Cibarusah, Kedung Waringin, Bojong Mangu, dan Pebayuran. “Di titik-titik tersebut, kami akan melaksanakan pemeriksaan dan penyekatan. Apa itu batasan pemeriksaan penyekatan, larangan mudik ini hanya berlaku bagi angkutan penumpang baik pribadi ataupun umum termasuk juga sepeda motor,” ujar Sambodo. Sambodo menegaskan bahwa penyekatan dan larangan mudik tersebut hanya berlaku bagi kendaraan pribadi, umum dan sepeda motor. Sedangkan, bagi kendaraan logistik yang membawa muatan barang sembako, bahan bakar minyak alias BMM dan sebagainya tetap diperkenankan melintas. “Untuk truk pengangkut barang, sembako kebutuhan sehari-hari dan segala macamnya itu boleh lewat,” tandasnya. (red)

Tambah 6, Pasien .... dari halaman KARAWANG BEKASI EKSPRES Nurrachadiana, ruang kelas 3 RSUD disulap menjadi ruangan khusus untuk pasien Covid-19 di Karawang. Dijelaskan dr. Fitra, RSUD nanti mampu menampung ratusan pasien yang terkonfirmasi positif baik melalui rapid tes, maupun swab tes. Karena, sesuai dengan intruksi, pasien yang dikonfirmasi positif Covid melalui rapid tes, pasien tersebut diwajibkan isolasi di rumah sakit, sambil menunggu proses dan hasil tes swab. Penambahan ruangan khusus pasien Covid-19 di RSUD dikarenakan jumlah pasien yang terus bertambah, sementara, proses penyembuhan memakan waktu cukup lama. 18-22 hari perawatan. Sehingga, diperlukan ruangan yang bisa menampung banyak pasien. “Saat ini, pemkab sedang merenovasi RSUD, menambah fasilitas dan memastikan ketersediaan tim dokter dan perawat. Alhamdulillah, kita dibantu oleh IDI dan PPNI untuk tenaga medis,” ujar dr. Fitra. Dijelaskan dr. Fitra, RSUD mempersiapkan ruangan yang mampu menampung ratusan pasien. “Bisa 108 orang. Jadi nanti ruangan kelas 3 dikhususkan untuk pasien Covid-19. Ditambah

tiga Rumah Sakit rujukan lain di Karawang,” ujar dr. Fitra. dr. Fitra juga mengucapkan apresiasinya terhadap kinerja tim gugus tugas yang terdiri dari unsur TNI/Polri dari Kodim 0604 Karawang, P o l re s Ka raw a n g , Ti m BPBD, Satpol PP, Dishub serta tim medis dari Dinkes dan Puskesmas karena rutin mensosialisasikan bahaya Covid-19. Kekurangan APD Sementara itu Karawang masih kekurangan alat pelindung diri (APD) untuk penanganan Corona Virus Disease-2019 (Covid-19). Fitra mengatakan, kebutuhan APD cukup banyak. Pasalnya, Karawang merupakan salah satu daerah yang menangani pasien Covid-19 dengan jumlah banyak. “Terutama masker bedah dan N95,” kata Fitra di Makodim 0604 Karawang, kemarin (22/4). Untuk RSUD Karawang saja, kata Fitra, dibutuhkan sedikitnya 144 masker dalam sehari khusus untuk penanganan covid-19. Dengan perhitungan untuk 38 tenaga medis untuk tiga kali shift. Kebutuhan tersebut belum untuk keperluan lain. Di Karawang sendiri terdapat empat rumah sakit

rujukan Covid-19, yakni RSUD Karawang, Rumah Sakit Khusus Paru, RS Primaya, dan RS Hermina Karawang. “Sedikitnya kita butuh 600 per hari untuk Covid-19,” ujarnya. Sementara itu, merilis adanya penambahan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 6 (enam) orang. Sehingga, total jumlah pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Karawang sebanyak 75 orang, hingga Rabu (22/4) pukul 16.00 WIB. Banyaknya jumlah pasien terkonfirmasi positif tersebut membuat tim gugus tugas berusaha keras menekan angka penyebaran. Karena, tren penambahan positif setiap harinya terus bertambah. dr. Fitra mengatakan, dari 75 orang positif, diketahui melalui tes rapid sebanyak 64 orang dan tes swab 11 orang. Saat ini, terdata total 169 orang berkategori pasien dalam pengawasan (PDP), dengan rincian selesai atau sembuh 100 orang, masih dalam pengawasan 64 orang dan meninggal 5 orang. “Untuk ODP total ada 3.318 orang. Selesai pemantauan 2.206 orang, masih dalam pemantauan 1.112 orang dan OTG sebanyak total 384 orang, selesai 129 orang, masih dalam pemantauan 255 orang,” pungkasnya. (rie)

ARIE/KBE

BANTU WARGA: Kepala Kejari Karawang Rohayatie didampingi saat membagikan masker kepada warga.

Rombongan Kejari Sisir Kota Bagikan Masker kepada Warga KARAWANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang membagikan paket semb a ko d a n ma s ke r b ag i masyarakat yang terdampak covid-19. Rombongan kejaksaan yang dipimpin langsung Kepala Kejari Karawang, Rohayatie mendatangi sejumlah titik di pusat Kota Karawang dan langsung memberikan sembako

kepada sejumlah orang. Masyarakat yang melihat convoi mobil sembako kejaksaan langsung berdatangan dan antri mendapatkan sembako. “Kegiatan hari ini kami memberikan sembako kepada masyarakat yang terdampak langsung covid-19, terutama yang ada di pusat kota Karawang. Kegiatan sosial ini merupakan kepedulian kami, Kejaksaan Negeri Karawang, terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan dampak dari musibah yang kita alami saat ini,” kata Rohayatie

didampingi Kepala Seksi Inteljen, Ziko Extrada kepada wartawan, Rabu (22/4). Menurut Rohayati, bantuan sembako untuk saat ini sebanyak 150 paket sembako yang ditujukan langsung ke sopir ojek, tukang becak dan sopir angkot. Sehari sebelumnya Kejaksaan juga memberikan sembako sebanyak 200 paket untuk warga tidak mampu. “Kita lakukan pembagian sembako secara bertahap, karena kita tidak boleh mengumpulkan orang banyak. Bantuan sembako kita berikan langsung dengan

cara didatangi di tempat mereka berada,” ungkapnya. Rohayatie mengatakan, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, bantuan kejaksaan ini diharap k a n b i s a m e ng u ra ng i beban hidup masyarakat yang terdampak covid-19. M a s y a r a k a t y a n g t e rdampak diminta tetap sabar menghadapi musibah ini dan berdoa agar segera berlalu. “ Ya n g p e n t i n g k i t a harus saling menolong dan menguatkan untuk melewati musibah ini,” pungkasnya. (rie)

Soal Salat Tarawih Berjamaah .... dari halaman KARAWANG BEKASI EKSPRES Namun, kata dia, melihat kultur dan budaya di desa yang berbeda-beda. Pihaknya menyerahkan keputusan pelaksanaan ibadah ramadan kepada MUI kecamatan setempat, dan Muspika serta kepala desa masing-masing. “Jadi keputusannya mungkin beda-beda setiap desa. Tergantung kesanggupan dan kesepakatan. Ada yang tegas tak boleh sama sekali. Ada yang boleh, tapi dengan syarat,” ungkapnya, Rabu, (22/4). Di Kecamatan Cilamaya Wetan, jajaran Muspika, kepala desa, MUI, DKM, dan tokoh agama, secara tegas

telah bersepakat. Bahwa tak akan menggelar salat tarawih berjamaah di masjid di seluruh desa. Selama wabah Covid-19 ini masih berlangsung. “Kita sepakat, kalau tidak akan menggelar salat tarawih berjamaah di masjid selama pandemi,” ucap Camat Cilamaya Wetan, Basuki Rachmat. Sementara, di Kecamatan Cilamaya Kulon, hasil rapat dengan seluruh elemen terkait menyimpulkan, warga desa di Kecamatan Cilamaya Kulon diperbolehkan menggelar salat tarawih berjamaah di masjid dengan sejumlah syarat

dan catatan. Ketua MUI Kecamatan Cilamaya Kulon, Zubair Wasid mengatakan, desa yang masih dalam zona hijau, atau tak ada satu pun pasien positif. Diperbolehkan menggelar salat tarawih berjamaah di masjid. Syaratnya, kata dia, harus memenuhi protokol kesehatan covid. Diantaranya, menyediakan cuci tangan, jaga jarak, dan menggunakan masker. “Dan tidak boleh ada warga dari luar lingkungan masjid yang salat bareng jamaah di lingkungan desa. Kita tegaskan, boleh tarawih di masjid, asal penuhi syarat aturannya,” tegasnya.

Di sisi lain, Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamaksyari mengatakan, menggelar salat tarawih berjamaah di masjid bisa saja dilakukan. Sejauh itu masih memenuhi aturan protokol kesehatan covid, serta tak ada warga yang positif di wilayah masjid tersebut. “Pastikan juga area masjid selalu steril. Pintu, lantai, hingga micropon masjid selalu bersihkan dengan disinfektan setelah selesai digunakan,” katanya. “Insya Allah, masyarakat Karawang mendapat ridho dari Allah SWT. Selama ramadhan akan terbebas dari virus korona,” pungkasnya. (wyd/shn)

hati-hati dalam proses validasi. Utamanya soal siapa yang layak dan siapa yang tidak menerima bantuan,” ucapnya. Hal senada dikatakan Kepala Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Ato Sukanto. Kriteria data penerima Bansos yang berubah-ubah membuat tim validasi di tingkat desa bingung. Kata dia, hingga saat ini, pihak Pemerintah Desa ter-

us berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Didampingi BPD, LPM, dan tokoh masyarakat. Agar warga memahami, kondisi dilema pemerintah desa, menyikapi Bansos Covid-19 ini. “Soalnya warga mah taunya semua dapat. Karena itu kita gencar sosialisasi, sebagai upaya antisipasi terjadinya kegaduhan ketika bantuan turun nanti,” ucapnya. (wyd)

gat bermanfaat. Terlebih, sebentar lagi mulai memasuki bulan ramadhan. “Alhamdulillah, ini bisa untuk bekal puasa ramadhan,” ujar nelayan asal Pantai Pasir Putih itu. Nelayan lain, Yanto mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19 para

nelayan tercekik. Karena harga rajungan terus menurun setiap hari. Bahkan, kata dia, beberapa hari ke depan rajungan terancam tak laku di pasar. “Ya karena tidak ada yang pesan. Sepertinya kita akan stop dulu cari rajungan di bulan puasa nanti,” ujarnya. (**)

Data Tumpang Tindih .... dari halaman KARAWANG BEKASI EKSPRES dah ditetapkan oleh Kemensos dianggap sudah tak ada lagi di Desa Lemahabang. Apa lagi, jika kriteria miskin itu dilihat dari latar belakang penghasilan, makanan sehari-hari, maupun rumah tempat tinggal. “Jadi galau sama yang double data ini. Secara aturan tidak boleh. Tapi kalau mau kita serahkan ke yang lain, takut melanggar. Desa ini

harus gimana?,” kata Didin bingung. Selain itu, kata Didin, potensi kericuhan ketika Bansos Covid-19 ini disalurkan dianggap sangat besar. Terlebih, Bansos dari pusat sampai BLT Dana Desa diprediksi tak akan mengcover seluruh warga miskin yang membutuhkan. “Sebenarnya Bansos ini riskan. Makanya kita sangat

Beban Hidup Para .... dari halaman KARAWANG BEKASI EKSPRES juga turun ke rumah warga secara door to door. Target sasaran pembagian paket sembako itu, adalah kepada keluarga nelayan miskin yang membutuhkan bantuan pangan. “Mudah-mudahan ban-

t u a n s e mb a ko i n i b i s a meringankan beban keluarga nelayan di pesisir Karawang,” harapnya. Salah satu nelayan yang menerima bantuan, Sobri mengatakan, paket sembako yang ia terima san-


KAMIS, 23 APRIL 2020

HARGA Rp3.000

3

Bekasi Juara Pasien Sembuh

KEBIJAKAN

Kejari Tekankan Kesadaran Kolektif di Masa PSBB CIKARANG PUSAT - Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi meminta warga meningkatkan kesadaran kolektif di masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal itu dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi Mahayu Dian Suryandari, Rabu (22/4). “PSBB ini penekanannya meningkatkan kesadaran kolektif jadi pemerintah kita tidak melakukan lockdown atau menutup akses secara total wilayah tapi pembatasan sosial dengan harapan warga mampu meningkatkan kesadaran secara kolektif,” katanya. Ke Sambungan

C I K A R A N G P U S AT - Jumlah pasien sembuh dari virus korona terus bertambah usai mendapatkan perawatan intensif. Di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bekasi tercatat paling tinggi dengan 25 pasien sembuh. Selanjutnya disusul Kota Bandung 17 orang dan Kota Depok 12 orang. Merujuk data Laman Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) merilis, Rabu (22/4) pukul 12.30 WIB, sebanyak 9 kasus baru virus korona atau COVID-19 ditemukan dalam rentang waktu 21-22 April 2020 sehingga ada 756 kasus dari sehari sebelumnya yang berjumlah 747 kasus. Kabar baiknya, jumlah pasien sembuh atau

penyintas COVID-19 di Jabar bertambah menjadi 81 orang. Artinya, ada penambahan 25 orang dari jumlah sebelumnya yaitu 56 orang. Sementara itu jumlah pasien yang meninggal dengan keterangan terpapar COVID-19 berjumlah 68 orang. Jabar menyumbang 11 persen dari total kematian warga Indonesia yang berjumlah 616 orang yang mengidap COVID-19. Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 di Kabupaten Bekasi (PIKOBSI) Alamsyah membenarkan adanya pasien sembuh dari wabah korona terus bertambah. “Ya benar pada hari ini, ada 3 orang pasien positif

Tanda-tanda Pandemi Korona Segera Berakhir COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh dan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Pasienpasien tersebut sebanyak dua orang berasal dari Desa Lambangsari dan satu orangnya lagi berasal dari Kelurahan Wanasari,” ungkap dia, kemarin. Alamsyah berharap, dengan adanya kabar baik yang datang pada awal minggu ini, yaitu bertam-

bahnya pasien yang sembuh, dapat meningkatkan trend positif mengenai kesembuhan pasien positif COVID-19, dan semoga pandemi virus COVID-19 ini akan segera berakhir. Selain itu, terkait dengan beberapa tenaga kesehatan di Puskesmas yang dinyatakan positif Covid-19, ia menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Bekasi untuk selalu jujur dan terbuka kepada para petugas medis mengenai status yang mereka alami, terutama yang akan berobat langsung ke Puskesmas. Selain berobat langsung dengan mendatangi Rumah Sakit atau Puskesmas, masyarakat juga bisa melakukan konsultasi dengan dirumah saja, me-

lalui telemedicine atau aplikasi berbasis kesehatan yang sudah banyak tersedia. “Konsultasi kesehatan sekarang bisa dilakukan dengan dirumah saja, bisa melalui telemedicine atau aplikasi berbasi kesehatan yang tersedia. Selain itu, konsultasi melalui aplikasi ini juga dapat mengurangi resiko tertular virus COVID-19, karena tidak berinteraksi langsung dengan banyak orang,” tutupnya. Disisi lain, Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak sepekan lalu dinilai efektif meningkatkan kesadaran warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dalam mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Ke Sambungan

Viral Foto Negatif, Anggota DPRD Repsih Lapor Polisi CIKARANG PUSAT - Beredar postingan melalui sosial media akun Instagram yang menunjukkan foto anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Repsih Munggawati yang tengah bersenderan dengan pria bukan suaminya. Postingan tersebut, diupload akun instagram dengan nama @munggawatirepsih. Melihat foto tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Repsih Munggawati menyebutkan akun tersebut bukan miliknya tetapi ada orang lain yang mencoba mencoreng nama baiknya dengan membuat akun kloningan di Instagram. “Itu bukan akun saya, ada orang yang membuat akun

dengan nama saya dan memposting foto yang seolah itu saya. Itu fitnah,” kata Repsih, Rabu (22/4). Politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan, pihaknya tengah melaporkan akun yang melecehkan dan mencemarkan nama baiknya ke polisi. Tidak hanya melaporkan ke Polrestro Bekasi, ia juga melaporkan ke Polda Metrojaya. “Saya sudah melaporkan ini ke polisi, saya minta polisi mentracking melalui tim cybernya, siapa pembuat akun ini,” bebernya. Dengan adanya kasus tersebut, pihaknya meminta kepolisian untuk mengusut tuntas Ke Sambungan

ADVERTORIAL

Bupati Eka Ikuti Musrenbang Jabar 2020 via Virtual Pemkab Bekasi Pastikan Pelayanan Publik hingga Pelayanan Kesehatan Tetap Maksimal

CIKARANG PUSAT Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengikuti pelaksanaan Musrenbang Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 yang dilaksanakan secara Virtual melalui Video Conference, didampingi jajaran perangkat daerah lainnya. Bupati mengikuti acara yang berlangsung sejak Rabu pagi (22/4), yang bertempat di Command Center, Diskominfosantik Kabupaten Bekasi. Dalam pertemuan tersebut hadir pula Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai perwakilan pemerintah pusat, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum, dan Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja. Selain itu, juga hadir Menteri Pariwisata RI

Wishnutama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN RI/Bappenas) Suharso Monoarfa, Anggota-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Kepala LIPI Laksana Tri Handoko, bupati dan wali kota se-Jawa Barat, Anggota DPRD se-Jawa Barat, dan kepala instansi vertikal lainnya se-Jawa Barat. Tema dari Musrenbang Jabar tahun ini yaitu Peningkatan Daya Saing Daerah Melalui Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Sistem Kesehatan Daerah. Hal ini berkaitan dengan pena n g a n a n C ov i d - 1 9 d i Jawa Barat dan langkahlangkah pemulihan yang akan diambil pemerintah provinsi pasca wabah ko-

MUSRENBANG: Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengikuti acara yang berlangsung sejak Rabu pagi (22/4), yang bertempat di Command Center, Diskominfosantik Kabupaten Bekasi.

rona di pertengahan sampai akhir tahun nanti. Menanggapi tema tersebut, Bupati Eka mengatakan bahwa sampai

saat ini Pemerintah Kabupaten Bekasi terus berusaha untuk menjalankan pelayanan publik, dengan upaya penanganan

dan pemulihan warga dan petugas kesehatan yang terkena dampak korona. “Kita masih terus melakukan upaya-upaya

agar pelayanan masyarakat terus berjalan, baik dari segi pelayanan publik dengan membangun Mal Pelayanan Publik yang sedang berlangsung, maupun pelayanan kesehatan dengan terus mengakomodir kebutuhan pasien dan tenaga medisnya,” katanya. Mewakili Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil mengatakan berbagai daerah Jawa Barat telah melakukan PSBB dan tes masif di sejumlah daerah, hanya saja terkendala jumlah alat tes korona yang tidak sebanding dengan banyaknya masyarakat yang harus diuji. Disamping itu, Ia mengungkapkan Pemprov Jabar menganggarkan Rp 10,8 Triliun untuk penanganan Covid-19 di Jawa Barat. “Nilai tersebut lebih tinggi dari DKI Jakarta jika dilihat dari skala APBD

masing-masing daerah. Kami juga ingin menyampaikan bahwa presentase jumlah pasien Covid yang sembuh di Jawa Barat lebih tinggi daripada yang meninggal,” katanya. Ia menekankan, bahwa kepatuhan warga akan PSBB menjadi kunci kesuksesan pengentasan Covid-19 di Jawa Barat. Diketahui bahwa status Covid-19 di Kabupaten Bekasi per 22 April 2020 pukul 08.00 pada website pikokabsi.bekasikab.go.id, yakni Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2233 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 631 orang, pasien positif sebanyak 63 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 320 orang, dan Orang Pelaku Perjalanan (OPP) sebanyak 5 orang. (Adv/jio/hyt)


METRO CIKARANG

KAMIS, 23 APRIL 2020

KARAWANG BEKASI

4

DPC PDI Perjuangan Bagikan 25 Ribu Sembako

KESEHATAN

CIKARANG PUSAT Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi membagikan sembako sebanyak 25 ribu, sejak Minggu (19/4/) hingga Rabu (22/4), kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan di rumah. Adapun pembagian tersebut melibatkan Pengurus PAC

Petugas Puskesmas Dilengkapi Alat Pelindung

dan Ranting. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Soleman mengatakan, sejak pemerintah daerah Kabupaten Bekasi menetapkan PSBB di beberapa wilayah, masyarakat pasti sangat membutuhkan pangan, agar tetap di rumah. “Kami dari PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi

membagikan sembako, agar masyarakat tetap dirumah,” kata Soleman kepada wartawan. Soleman mengatakan, adapun sembako yang diberikan berisi sarden, minyak goreng, gula, teh, mie instan, biskuit dan beras. Apalagi, sembako yang diberikan selain untuk masyarakat, dibagikan

juga kepada buruh. “Sembako ini juga atas dukungan Ibu Rieke Diah Pitaloka Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jabar 7,” jelas Soleman, yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi. Ditambahkan anak buah Megawati ini, berharap masyarakat untuk tetap jaga diri dan dirumah saja,

jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak. Sehingga, virus corona ini dapat dicegah sejak dini. “Kita harus melawan corona ini, agar situasi pandemi covid19 ini tidak menyebar. Dan masyarakat harus tetap dirumah. Sayang keluarga kita, saudara kita dan teman kita,” pungkasnya. (har)

AHASS Bantu Ketersediaan APD

CIKARANG PUSAT - Petugas kesehatan yang menjadi garda terdepan tengah berkutat menghadapi pandemi virus korona. Di Kabupaten Bekasi hingga kini ada 60 lebih warga terkena virus korona. Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Setu turut membekali petugas kesehatan dengan masker dan hand sanitizer. Mereka mengantar langsung masker itu ke Puskesmas Setu 1 dan Puskesmas Setu 2. “Ini bentuk kepedulian PDIP kepada petugas medis dan tenaga kesehatan di lini depan dalam memberantas virus korona di Kabupaten Bekasi,” katanya Ketua PAC PDIP Setu Mandra Putra, Rabu (22/4/2020). Mandra melanjutkan, dalam menghadapi korona, semua pihak harus bergandengan tangan untuk membasmi virus ini. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Soleman, ketua PDI Kabupaten Bekasi dan Ibu Rieke Diah Pitaloka yang telah memberikan ini,” kata pria yang kerap disapa Gepeng. Dia berharap wabah korona ini segera berakhir. Dia juga mengimbau agar anggota PAC Setu selalu mensosialisasikan kepada masyarakat pola hidup sehat dan bersih (PHSB), selalu menggunakan masker dan menjaga kesehatan. (dim/uzi)

CIBITUNG - Paguyuban AHASS Cirebon, Kuningan, Indramayu dan Bekasi menyalurkan bantuan alat kesehatan untuk tenaga medis yang saat ini menjadi garda terdepan di tengan pandemi COVID-19. Penyaluran bantuan ini didukung oleh PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku Main Dealer Sepeda Motor dan Suku Cadang Honda di Jawa Barat. Bantuan alat kesehatan yang diberikan seperti Alat Pelindung Diri (APD), Masker, Sarung Tangan, dan Cairan Disinfektan. Kegiatan Corporate Social Responbility (CSR) ini merupakan bentuk komitmen AHASS selaku bengkel resmi Honda be-

serta PT. DAM untuk meringankan kebutuhan atau alat medis yang tersedia. Pemberian bantuan dilaksanakan di 4 titik kota di Jawa Barat yaitu Cirebon, Kuningan, Indramayu, dan Bekasi. Kegiatan CSR dilakukan pertama di Kota Cirebon dan Kuningan yang diberikan secara simbolis oleh Kuseni selaku Ketua Paguyuban AHASS Cirebon dan Aep Saepudin selaku Ketua Paguyuban AHASS Kuningan dengan menyalurkan donasi ke RSUD Gunung Jati dan beberapa titik Posko Khusus dengan bantuan berupa Air Mineral, Sabun Cuci Tangan, Hand Sanitizer, Masker Kain, dan Sarung Tangan.

L okasi selanjutnya adalah RSUD Indramayu melalui Paguyuban AHASS Indramayu yang d i ke t u a i o l e h A k o d i r Jaelani, donasi yang diberikan berupa Sabun Cuci Tangan, Hand Sanitizer, Masker Kain, dan S a r u n g Ta n g a n . Ko t a Bekasi sebagai kota terakhir kegiatan CSR dilakukan oleh Bekasi AHASS Club yang diketuai oleh Jefri Hartanto, donasi diberikan ke RSUD Kota Bekasi, donasi yang diberikan berupa Baju Hazmat atau APD, Handsanitizer, Masker, Sarung Tangan, dan Vitamin. General Manager Technical Service DAM, Denny Budiman mengatakan AHASS sebagai beng-

kel resmi sepeda motor Honda terus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada para tenaga medis di Indonesia khususnya Jawa Barat sebagai garda terdepan dalam menghadapi kondisi kesehatan yang kurang baik ini. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Paguyuban AHASS yang telah merealisasikan inisiatif ini dengan memberikan bantuan untuk para tenaga medis. Kegiatan ini tentunya sejalan dengan salah satu pilar CSR kami, dan semoga bantuan ini dapat mer ingankan kebutuhan para tenaga medis,” ujar Denny. Sementara itu, sebagai

upaya untuk terus memberikan layanan terbaik dan tetap memperhatikan prosedur yang ketat untuk konsumen dan karyawan AHASS, beberapa layanan juga bisa dimanfaatkan oleh konsumen setia Honda. Diantaranya, layanan Booking Service melalui aplikasi Daya Auto yang dapat di download di Google Play Store, serta layanan PIT Express bagi konsumen yang akan mengganti oli dan part tanpa harus mengantri. Bagi konsumen yang ingin melakukan perawatan sepeda motor dirumah dapat memanfaatkan fasilitas servis kunjung dengan tagline #servismotordirumahaja. (dim/rls)

SAMBUNGAN CIKARANG EKSPRES Bekasi Juara .... dari halaman Cikarang Ekspres “Sejak pemberlakuan PSBB pada Rabu pekan lalu, alhamdulillah warga kita tambah sadar akan pentingnya menjaga kesehatan demi kebaikan bersama,” kata Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja. Kesadaran warga itu dibuktikan dengan menjaga pola hidup sehat seperti kebiasaan menggunakan masker dan mencuci tangan baik memakai sabun ataupun hand sanitizer yang disediakan di seluruh area publik, serta mengurangi aktivitas di luar rumah. Aktivitas masyarakat sudah mulai berkurang.

Kesadaran masyarakat untuk melindungi diri meningkat selama PSBB. Pemerintah Kabupaten Bekasi terus berupaya agar masyarakat sadar kalau itu demi kebaikan dan menjaga kesehatannya,” kata Eka. Eka mengaku saat memantau pelaksanaan PSBB di sejumlah lokasi dan titik pemeriksaan, mayoritas warga sudah menaati anjuran pemerintah yang tertuang dalam aturan PSBB. “Sudah pada pakai masker, sepeda motor tidak berboncengan, penumpang transportasi umum dan pribadi juga sudah di bawah 50 persen, akti-

Viral Foto Negatif .... vitas bisnis dan perkantoran juga sudah sepi. Ini progres yang cukup baik untuk memutus rantai penyebaran COVID-19,” katanya. Seperti diketahui berdasarkan Laporan yang dikutip dari Website Resmi Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Bekasi Pikokabsi. bekasikab.go.id sampai dengan hari Senin (20/4) pukul 08.00 WIB, warga Kabupaten Bekasi yang dinyatakan positif virus COVID-19 sebanyak 60 orang dengan rincian pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 25 orang, 8 orang meninggal dunia, 12 orang dirawat

di Rumah Sakit dan 22 warga melakukan isolasi mandiri. Selain itu jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2110 orang dan jumlah Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 600 orang. Pada pembaruan data terakhir, saat ini di Jabar tercatat ada 36.060 Orang Dalam Pengawasan ( O D P ) , te rd i r i 1 0 . 3 7 0 masih menjalani proses pemantauan dan 25.690 selesai menjalani pemantauan. Sementara itu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai angka keseluruhan 3.706, tercatat 2.045 di antaranya masih menjalani perawatan. (jio/uzi/hyt)

50 persen penumpangnya,” ucapnya. Mahayu menjelaskan ada banyak kegiatan yang dibatasi untuk menerapkan ‘physical distancing’ hanya saja saat PSBB diberlakukan ada sanksi bagi pelanggar kebijakan tersebut. “Penekanannya ada si sanksi yang diberlakukan sekalipun itu sifatnya ultimum remedium (sanksi terakhir),” katanya. Dia mengaku dalam menyikapi sanksi pelanggar PSBB, segenap aparat penegak hukum senantiasa mengedepankan aspek edukatif, preventif, serta empati. “Sekali lagi saya tekankan bahwa sanksi pidana itu adalah opsi terakhir apabila pelanggar tetap tidak

mengindahkan anjuran pemerintah setelah ditegur petugas berulang kali,” katanya. Mahayu juga meminta perusahaan yang seharusnya berhenti beroperasi karena bukan termasuk perusahaan strategis dan tidak mengantongi izin Kementerian Perindustrian agar menaati anjuran pemerintah untuk menghentikan operasinya demi menghindari kerumunan akibat aktivitas kerja para karyawannya. Dikabarkan sebelumnya, Sepekan setelah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Selasa (21/4) di Kabupaten Bekasi masih ditemukan banyak pelanggaran. Lebih dari itu, aktivitas orang pun masih terlihat di

Kejari Tekankan .... dari halaman Cikarang Ekspres Dia mengatakan dengan menjaga kesadaran untuk menjaga kesehatan secara individual akan berdampak juga terhadap kesehatan orang lain. “Dimohon masyarakat untuk lebih disiplin dalam menjaga pola hidup sehat agar pemberlakuan status PSBB di Kabupaten Bekasi segera berakhir,” katanya. Menurut Mahayu jika warga mampu menerapkan pola hidup sehat secara maksimal maka penerapan PSBB selama 14 hari yang telah memasuki pekan kedua ini dapat berjalan efektif dengan progres yang signifikan. “Sehingga tidak perlu

diperpanjang lagi karena jika nanti diputuskan diperpanjang otomatis akan semakin mengorbankan banyak hal, terutama aspek sosial dan ekonomi,” ungkapnya. Sejauh ini dia melihat warga Kabupaten Bekasi sudah mulai mengikuti anjuran pemerintah untuk meningkatkan kesadarannya dalam menerapkan pola hidup sehat seperti penggunaan masker dan hand sanitizer saat keluar rumah. “Kalau kami melihat data di cek poin sudah mulai meningkat seperti pemakaian masker juga penggunaan hand sanitizer di area publik. Transportasi umum juga sudah di bawah

dari halaman Cikarang Ekspres pihak yang telah dengan sengaja membuat akun tersebut karena telah menyebarkan informasi bohong atau hoax. “Saya meminta kepolisian mengusut kasus ini, karena saya merasa dirugikan dan telah mempermalukan saya secara personal,” ungkap

dia. Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi, Nugraha Hamdan mengaku telah melihat foto tersebut, bahkan pihaknya mengakui telah mengetahuinya sejak dua hari lalu. “Saya sudah lihat foto tersebut, sudah dua hari lalu. Saya sudah memanggil beliau, dan yang ber-

sangkutan merasa tidak membuat akun tersebut,” bebernya. Untuk itu, jika dianggap persoalan tersebut mencemarkan nama baik, ia telah meminta yang bersangkutan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polrestro Bekasi. “ Saya meminta yang bersangkutan melaporkan ke Polres,” tandasnya. (har)

sejumlah titik seperti pasar tradisional, pusat perniagaan hingga lalu lintas jalan raya masih banyak dilintasi pengendara. Namun, tidak sedikit pula toko yang menutup usahanya sesuai instruksi pemerintah. “Saya masih keluar rumah soalnya masih harus kerja. Gimana pun tetap pekerja kayak saya enggak bisa kerja di rumah,” kata Anto (29) salah seorang buruh. Dia mengaku masih memberanikan diri berangkat kerja demi menunaikan kewajibannya. “Kalau bisa juga work from home kaya yang di kantor tapi tempat kerja saya industri harus terus beroperasi,” ucapnya. Sementara itu, Hari (24), mengaku telah menerapkan kerja dari rumah sejak PSBB diterapkan. Hanya saja, dia masih menyesalkan banyak warga yang tetap keluar rumah meski bukan urusan yang mendesak. “Banyak yang masih nangkring kaya di jembatan, di under pass sama

di pasar juga ramai. Padahal kan ini wilayah masuk zona merah, banyak yang positif covid-19. Harapan saya ditindak dan bukan cuma tindakan di lalu lintasnya saja,” ucap Hari yang merupakan warga Tambun Selatan. Untuk diketahui, Tambun Selatan menjadi satu dari tujuh kecamatan yang mendapat perhatian khusus penerapan PSBB. Kecamatan ini menjadi salah satu dengan kasus positif terbanyak. Hingga Selasa (21/4), terdapat sambilan kasus positif di Tambun Selatan dari total 62 kasus positif di Kabupaten Bekasi. Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Metro Bekasi, Ajun Komisaris Besar Rachmat Sumekar membenarkan masih banyak warga yang melanggar aturan PSBB. Sedikitnya 1.000-1.200 warga ditindak lantaran tidak mengikuti aturan yang berlaku. “Per hari kami masih menemukan 1.000-1.200 pelanggaran. Kalau di-

total ada sekitar 7.000 pelanggaran lebih dalam seminggu ini. Jumlahnya turun naik, ada yang 900 per hari tapi juga ada kenaikan,” ucap dia. Dari ribuan pelanggar itu, mayoritas berupa pengendara tidak mengenakan masker dan ada pula yang masih berboncengan. “Yang masih berboncengan kami suruh pulang yang satu laginya. Kemudian ada mobil yang jumlah penumpangnya lebih dari 50 persen,” ucap dia. Pelanggaran itu, lanjut Rachmat, ditemui di sejumlah check point, terutama di perbatasan. “Paling tinggi jumlah pelanggar terdapat dari perbatasan Kabupaten Bekasi dengan Karawang. Karena kan di Karawang kan tidak psbb jadi banyak pelanggar. Kalau dari perbatasan Kota Bekasi masuk ke kabupaten tidak begitu banyak soalnya kan kota juga psbb. Namun begitu kami terus lakukan penindakan,” ucap dia. (har/uzi)

KARAWANG BEKASI General Manager: Tohiri Alam. Pimpinan Perusahaan: Hayatullah. Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Kabupaten Karawang: Agus B, Toyib, Wahyudi. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Haripan Nahampun, Fuad Fauzi. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Akunting/Keuangani: Evi Mayuntari Rahayu. Administrasi: Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein. Bagian Umum: Dewi Megawarti. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi. Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres

TARIP IKLAN

Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Bank BJB KK Cabang Karawang a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 0084955078001 Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Ruko Palais De Paris Central Niaga F8/F16 Kawasan Industri Greendland 1 Kota Delatamas (021) 22156619. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan. SEMUA KARYAWAN KARAWANG BEKASI EKSPRES SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL ATAU SURAT TUGAS DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER

Umum/Display BW Halaman 1 : Rp 30.000/mm kolom, Umum/Display Berwarna Halaman 1 : Rp 55.000/mm kolom, Umum/Display Warna Halaman 3,6,8 : Rp 27.500/mm kolom, Sosial/ Keluarga Hitam Putih: Rp 17.500 mm/kolom, Sosial/Keluarga Warna: Rp 20.000 mm/kolom. Ilan Baris: Rp 15.000/baris (min 3 baris mak 7 baris). Harga Eceran: Rp 3.000/eksemplar. Harga langganan: Rp 100.000/bulan.

1

da


DESA KITA

KAMIS, 23 APRIL 2020

SOROT 271 KK di Desa Karanganyar Terima BLT KARANGBAHAGIA – Sebanyak 271 Kepala Keluarga (KK) di Desa Karanganyar, Kecamatan Karangbahagia, akan mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga terdampak Covid-19. Yang sumber dananya diambil dari Dana Desa. Anggaran BLT yang akan disalurkan senilai Rp 487.800.000,- yang diambil dari 35 persen dana desa. Untuk diberikan kepada 271 Kepala Keluarga (KK) yang secara ekonomi terdampak akibat pandemi covid-19. “Setiap penerima, nantinya akan mendapatkan BLT sebesar Rp 600 ribu setiap bulannya selama 3 bulan berturut-turut, sehingga total BLT Dana Desa yang akan diterima berjumlah Rp 1,8 Juta,” kata Kepala Desa Karanganyar, Arnih Aryani. Lanjut Arnih, pembatasan aktivitas warga karena pandemi corona secara langsung telah mengakibatkan hampir 90 persen warga Desa Karanganyar terdampak sosial dan ekonominya. “Karena memang banyak masyarakat di desa kami yang bekerja sebagai buruh harian lepas yang perekonomiannya terdampak karena adanya anjuran dari pemerintah untuk berdiam di rumah dan tidak bepergian apalagi masuk area zona merah seperti Jakarta,” tuturnya. Melihat kondisi ini, Pemerintah Desa Karanganyar bergerak cepat menyusul adanya instruksi dari pemerintah untuk menganggarkan 35 persen Dana Desa untuk BLT. “Alhamdulillah dari data penerima BPNT, PKH, Bantuan Provinsi dan BLT Dana Desa, terhitung sudah 50% warga kami yang mendapatkan bantuan dari kebijakan pemerintah. Jumlah itu di luar Bantuan APBD Kabupaten, Bantuan Presiden, Kartu Prakerja dan yang lainnya,” kata dia. Arnih menegaskan dalam pendistribusian bantuan itu, pihaknya pun tidak tebang pilih. “Alhamdulillah, kami tidak melihat latar belakang dan yang kami kedepankan adalah masyarakat yang memang betul-betul layak mendapatkan bantuan tersebut,” tegasnya. Berdasarkan data di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi hingga Senin 20 April 2020, dari 180 desa yang ada baru 1 desa yang mengajukan hasil pendataan Rumah Tangga Miskin (RTM) calon penerima BLT Dana Desa, yakni Desa Karanganyar Kecamatan Karangbahagia. Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bekasi, Enop Can menjelaskan, BLT Dana Desa merupakan salah satu program jaring pengaman sosial yang diamanatkan pemerintah. Sebagaimana tertuang dalam surat edaran dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. (hms/rie)

Siapkan Tiga Kebijakan JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertingggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar didampingi Wakil Menteri Budi Arie Setiadi, Sekjen Anwar Sanusi dan Pejabat Eselon I mengikuti Rapat Virtual dengan Komisi V DPR RI. Rapat virtual yang juga diikuti oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu membahas realisasi anggaran sampai Maret 2020 serta realokasi anggaran tahun 2020 untuk percepatan penanganan Virus Corona (Covid-19). Hingga saat ini, Kementerian Desa telah melakukan sejumlah langkah untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona ini dan mencegahnya masuk ke desa. Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan telah menyiapkan tiga kebijakan terkait dengan penggunaan Dana Desa untuk penanganan dan pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 “Pertama untuk upaya pencegahan, kami mengeluarkan surat edaran agar desa-desa membentuk relawan lawan Covid-19 dengan berbagai kegiatan yang harus dilakukan seperti edu-

RAPAT : Mendes PDT, Abdul Halim Iskandar didampingi Wakil Menteri Budi Arie Setiadi, Sekjen Anwar Sanusi dan Pejabat Eselon I mengikuti Rapat Virtual dengan Komisi V DPR RI.

kasi dan penanganan yang dikonsultasikan dengan pihak berwenang (puskesmas, rumah sakit, dan yang lainnya),” kata Gus Menteri. Kemudian, kebijakan yang berikutnya adalah mengadakan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Pekerja yang terlibat dalam program tersebut tidak akan terlalu menekankan kemampuan atau skill pekerja. Program PKTD akan menyasar pekerja yang berasal dari keluarga miskin, penganggur, dan setengah

KEPOLISIAN Polres Karawang Polsek Kota Polsek Kelari Polsek Telukjambe Polsek Pangkalan Polsek Cikampek Polsek Kotabaru Polsek Jatisari Polsek Cilamaya Polsek Telagasari Polsek Rawamerta Polsek Rengasdengklok Polsek Pedes Polsek Batujaya Polsek Pakisjaya Polsek Tirtajaya Polsek Tempuran Polsek Majalaya Polsek Ciampel Polsek Cibuaya

0267-402240 0267-402516 0267-431032 0267-642222 0267-4675445 0264-316110 0264-8386699 0264-360110 0264-340988 0267-510110 0267-7002110 0267-482110 0267-7006579 0267-470220 0267-7002024 0267-4639044 0267-7004504 0267-8616946 0267-8617856 0267-5165251

PT. PLN PERSERO NAMA

NOMOR TELEPON

APJ Karawang APJ Karawang Kota UPJ Kosambi UPJ Cikampek UPJ Rengasdengklok UPJ Prima Karawang

0267-411132 0267-412676 0267-433872 0267-316468 0267-480426 0267-402122

PALANG MERAH INDONESIA NO. TELEPON

0267-042255, 405190

PEMADAM KEBAKARAN NO. TELEPON

0267-402117

PERUSAHAAN GAS NEGARA NO. TELEPON

0267-402117

RUMAH SAKIT RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang

0267-414520 0267-414521 0267-414522

RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang

0267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang

0267-640444 0267-640445 0267-640666

RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang

0267-402855 0267-406445 0267-412246

RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat

0267-414245 0267-414264 0267-414306

menganggur, serta anggota masyarakat marjinal lainnya. Kemudian, upah bagi para pekerja akan diberikan harian dan dalam pelaksanaan PKTD harus tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti jaga jarak (physical distancing) dan yang lainnya. “Komponen upah pada PKTD harus lebih tinggi dari komponen bahan karena kalau komponen bahan lebih tinggi artinya keterlibatan masyarakat masih rendah,” ujarnya. Kebijakan yang terakhir

ialah Dana Desa difungsikan menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT). “Sasaran adalah keluarga miskin nonPKH (Program Keluarga Harapan) atau BPNT (Bantuan Pangan non-Tunai) dan non-penerima Kartu Prakerja,” ujar Gus Menteri. Warga desa yang masuk dalam kriteria di atas juga akan disaring lagi yakni kepada mereka yang kehilangan pekerjaan, belum terdata, dan punya anggota keluarga yang rentan sakit menahun/kronis

KERJA BAKTI : Pemerintah Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok tengah membersihkan rumah karantina yang berlokasi di kantor desa prototype.

Kades Rengasdengklok Utara Siapkan Rumah Isolasi Warga ODP KARAWANG – Pemerintah Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok sedang menyiapkan rumah karantina yang berlokasi di kantor desa prototype. Untuk masyarakat Rengasdengklok Utara yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP). “Kami bertekad memaksimalkan pencegahan dalam penangangan covid-19. Oleh karenanya kantor desa prototype yang belum terpakai ini akan dialihfungsikan menjadi rumah karantina sementara,” ucap NK Keling, Kepala desa Rengasdengklok Utara, kemarin (22/4). Dikatakannya, pihaknya mengerahkan semua aparat desa serta warga masyarakat, untuk bahu membahu membersihkan kantor prototype tersebut karena terbengkalai bertahan-tahun. “Warga yang ODP akan dibawa ke sini, sedangkan yang telah berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau yang positif itu ditangani langsung oleh pihak rumah sakit di Karawang,” jelasnya. Lanjutnya, tidak menutup kemungkinan masyarakat Kecamatan Rengasdengklok lainnya juga yang terindikasi ODP akan ditangani disini. Namun pihaknya akan terlebih dahulu mem-

prioritaskan masyarakat Desa Rengasdengklok Utara yang telah ODP. “Rencana di tempat ini akan disekat-sekat dan dirapihkan, dan dibuatkan kamar-kamar. Dengan kapasitas yang bisa menampung kurang lebih 20 orang orang pasien,” ucapnya. Masih, kata Keling, selanjutnya warga ODP tersebut akan dikarantina sementara disini, dan juga pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Puskesmas Rengasdengklok dalam penanganannya. “Harapannya kedepannya pihak Pemdes Rengasdengklok Utara lebih bisa optimal lagi dalam melayani masyarakat dan lebih baik lagi,” tuturnya. Sementara itu, Babinsa desa Rengasdengklok Utara Pelda Dahlan H, yang juga bagian dari Gugus Tugas P e n a n g a n a n C ov i d - 1 9 tingkat desa Rengasdengklok Utara, mendukung penuh langkah kepala desa dan jajarannya untuk membuat rumah karantina ini. “Saya sangat mendukung ide kades Keling dengan adanya rumah karantina sementara ini. Ini sangat membantu bagi warga yang telah teridikasi ODP agar tidak berbaur dengan masyarakat lainnya,” pungkasnya. (red)

KLARI – Sejumlah guru ngaji, amil dan guru yang bergelut di bidang keagamaan di bulan ramadhan nanti. Nampaknya sudah tidak akan memikirkan bekal untuk perayaan hari raya idul fitri. Pasalnya menjelang lebaran akan ada bantuan sosial yang rutin di setiap tahunnya. Hal tersebut disampikan langsung oleh Kasi Kesos Kecamatan Klari, Asip Suhenda mengatakan, beberapa guru dibidang keagamaan yang akan mendapatkan hibah bantuan social. Diantaranya yaitu Guru ngaji, Amil, DTA, MI, MTS, RA serta TPQ. “Selain itu tidak ada bantuan lain,” tuturnya kepada KBE, kemarin (22/4). Besaran kouta tahun ini juga tidak berbeda dengan tahun lalu. Namun untuk besaran hibah atau bantuan yang diberikan masih belum mendapatkan informa-

si yang pasti. “Kouta tetap sama yang beda mungkin besaran bantuannya nanti. Tapi belum tahu juga yang jelas pertengah bulan puasa menjelang lebaran bisa dicairkan,” ungkapnya. Jumlah kouta untuk Kecamatan Klari sendiri ada sebanyak 561 dinatarannya 200 guru ngaji, 60 amil, 27 Mi, 15 Mts, 21 Ra dan 93 Mtq. Meski di sebuah desa memiliki lebih dari kouta yang mendapatkan bantuan. Pemerintrahan desa berhak menentukan siapa saja yang akan mendapatkan bantuan yaitu dengan sistem bergiliran. “Biasanya bergantian karena jumlah guru ngaji atau guru lainnya di satu desa pasti banyak. Jadi yang tahun kemarin dapat ada kemungkinan tahun sekarang tidak,” ucapnya. Untuk saat ini dirinya meminta kepada semua guru di bidang keagamaan segera

TANAH SHM LUAS TANAH 1.736 M2, LOKASI Jl. JENDRAL AHMAD YANI. KAMPUNG RANGGAWULUNG KELURAHAN PASIRKAREUMBI. KECAMATAN SUBANG KAB. SUBANG, HUBUNGI : 0812139899. ATAS NAMA ABDUL BANK MANDIRI TANAH SHM NO: 1168, LUAS: 4.058 M2, DESA SUMBERSARI PAGADEN, NO HP: 081324614484

BUTIK NISAY BUTK MNYEDIAKN KERUDUNG LUKIS, SPTU MIMOSABI & BRBGAI PAKAIAN DR ANAK HNGGA DWASA, AKSESO-

RIS HINGGA LAINNYA, HUB: DI JLN RAYA GALUH MAS CITY WALK KARAWANG

DIKONTRAKAN DIKONTRAKAN 1 UNT RMH PRMNT LOK. JL RAYA CIKALONG GIRANG, DS. CIKALONG, KEC. CILAMAYA WETAN, KARAWANG LUASBANGUNAN 9*15 M, 3 KAMAR, JETPAM, LISTRIK 900 WATT, HALAMAN LUAS. HUB. 081617372163 ATAU 087786517141 KOMAR

KEHILANGAN HILANG BPKB MOTOR HONDA TH 2014 NOPOL B 3568 FWE A/N SAMINO VL BEKASI INDAH 2 B B2 28 RT 02/ 09 SBR JY TBN SLT BKS NOKA MH1JFN116EK026079 NOSIN

JFN1E1026597 HILANG BPKB MOBIL AVANZA NOPOL B 1525 FYQ TH 2012 SILVER METALIK A/N KHAFIDZ NOSIN MA22835 NOKA MHKM1BB3JCK010245 HLG BPKB MBL TOYOTA LIMO B 1379 FBC HITAM A/N MAMAN MARYONO D/A KP.BEDENG RT 08/04 KR MULYA BOJONG MANGU- BKS NOSIN INZX181897 NOKA MRO53HY4249016100 HLG BPKB MOBIL MITSUBISHI PICK UP NOPOL B 9694 FAF TH 2013 A/N PT TIGA NK TEKNIK D/A RUKO PARAGON NO 88 LC CIBATU CIKARANG SLT BKS NOKA MHMU5TU2EDK1O3275 NOSIN 4G15J37606 HILANG SHM NO 23579 LUAS 60 M2 A/N MUHAMAD EFENDI LETAK KP UJUNG HARAPAN RT 11/6 KEL BA-

HAGIA KEC BABELAN-BKS DAN HGB 20256 LUAS 46 M2 A/N MUHAMAD EFENDI LETAK BLOK/NO.KAV:5 KEL BAHAGIA KEC BABELAN-BEKASI

LOWONGAN DICARI 1. ADMIN, WANITA, > 22 TAHUN, MIN. SMA, 2. MARKETING, WANITA, > 28 TAHUN, PENGALAMAN,MIN.SMA,CVKIRIMUP:ADMIN ALAMAT: KAMPUNG. SUKAMULYA NO. 1 RT. 14 RW. 04, KEL. CIBOGO KEC. CIBOGO, KAB. SUBANG, KODE POS 41285

WEBSITE MENERIMA JASA PEMBUATAN WEBSITE, SPACE UNLIMITED, PERTAHUN SUDAH TERMASUK POSTING DAN DOMAIN, SOAL HARGA HUBUNGI NOMOR 081929009212

membuat p ersyaratan, untuk mendapatkan bantuan hibah tersebut. Jangan sampai kata dia ketika menjelang pembagian tahap pencairan hibah baru mendadak baru dibuat. “Persiapkan dari sekarang apa saja yang dibutuhkan kordinasi sama desa masing-masing,” jelasnya. Kepala Desa Walahar, Sardi Anwar mengaku bahwa dirinya sudah memberikan informasi kepada para guru ngaji amil maupun guru lainnya. Di desa untuk segera memenuhi dokumentasi atau persyaratan yang dibutuhkan. “Iya sudah disampikan lagi membuat perlengkapan yang dibutuhkan. Karena jumlah tenaga guru ngaji banyak jadi yang mendapatkan bantuan kemarin bersabar dulu, karena tahun ini bagi guru yang belum mendapatkan bantuan di tahun lalu,” akunya. (oib/rie)

ISTIMEWA

Hubungi DIJUAL

Adapun, besaran BLT yakni Rp600.000 per bulan selama 3 bulan atau total Rp1,8 juta per keluarga penerima bantuan. Mekanisme pendataan keluarga penerima bansos tersebut melalui Relawan Desa Lawan Covid-19 dan basis pendataan RT dan RW. Kemudian, pendataan dari musyawarah desa khusus untuk validasi, finalisasi, dan penetapan penerima Bansos Tunai Dana Desa yang ditandatangani Kepala Desa. Terakhir, pengesahan data penerima Bansos Tunai Dana Desa oleh Bupati, Walikota, atau Camat dilakukan selambat-lambatnya setelah lima hari kerja. Gus Menteri juga menjelaskan, protokol kesehatan pun diberlakukan dengan kantor Kementerian yang dipimpinnya. Terbukti hingga saat ini hanya ada seorang pegawai kementeriannya yang terpapar virus Corona. Pegawai itu kini telah dinyatakan sembuh. “Kemendes 3.000 karyawan, tenaga yang ada di Kementerian dan hanya satu yang terdampak COVID dan alhamdulillah sudah sembuh. Ini karena doa kita semua dan tidak nambah lagi, dan mudah-mudahan Indonesia segera keluar dari COVID,” pungkas Gus Menteri. (rls/rie)

Amil dan Guru Ngaji Harus Koordinasikan dengan Desa

PENTING NOMOR TELEPON

5

Kemendes Penggunaan Dana Desa Selama Covid-19

DAFTAR NOMER TELEPON

NAMA

KARAWANG BEKASI

DIJUAL RUMAH

Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288

: ( +62 ) 885710657938 : ( 0267 ) 8408492


METRO BEKASI KARAWANG BEKASI EKSPRES GROUP

KAMIS, 23 APRIL 2020

KORAN KEBANGGAAN MASYARAKAT KOTA BEKASI

HARGA Rp3.000

6

Walkot Minta Warga Tarawih di Rumah Tak Ada Sahur on The Road dan Buka Bersama KOTA BEKASI-Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta warga tetap menjaga jarak selama bulan Ramadhan agar mencegah penyebaran Corona (COVID-19). Salah satunya dengan tidak melaksanakan salat Tarawih di masjid serta berbuka puasa di rumah. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran No 451.13/2741/SETDA.Kessos tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1

Istimewa

SALAT TARAWIH:Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta warga tetap menjaga jarak selama bulan Ramadhan agar mencegah penyebaran Corona (COVID-19). Salah satunya dengan tidak melaksanakan salat Tarawih di masjid serta berbuka puasa di rumah.

Syawal di Tengah Pandemi Wabah COVID-19.

“Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu sahur on the road, atau ifthar jama’i (buka puasa bersama),” ujar Rahmat Effendi dalam keterangannya, kemarin (22/4). Pria yang akrab disapa Bang Pepen itu juga meminta agar buka puasa bersama di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid, dan musala ditiadakan. Kegiatan tadarus Al-Quran juga diminta dilakukan di rumah masingmasing. “Salat Tarawih dilakukan s e ca ra i n d i v i d u a l at au berjemaah bersama keluarga inti di rumah,” kata Pepen. Beberapa kegiatan yang lazim dilakukan saat bulan Ramadhan juga dilarang Pemkot Bekasi. Mulai tarawih keliling hingga pesantren Ramadhan. (bbs/dhy/mhs)

ADVERTORIAL

Musrenbang RKPD 2021 Dihelat Secara Virtual Sekda Bekasi Uju Ajak Semua Pihak Dukung Delapan Prioritas Pembangunan CIKARANG PUSAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bekasi Tahun 2021 secara virtual melalui video conference call, Selasa (21/4) Kegiatan berpusat di Gedung Diskominfosantik Kabupaten Bekasi itu dibuka Sekretaris Daerah Uju dengan diikuti pimpinan dan anggota DPRD Bekasi, Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah, Camat, Kepala Desa/Lurah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Perwakilan Organisasi Kemasyarakatan dan Perguruan Tinggi, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta Unsur Pengelola Kawasan dari tempat kerja masing masing. Sebelum membuka acara, Sekda Uju, sejenak mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk menundukkan kepala seraya berdoa, sebagai wujud keprihatinan atas terjadinya peristiwa besar yang menimpa

Kabupaten Bekasi dan wilayah lainnya. “Sejak awal tahun 2020, kita sudah dihadapkan dengan musibah banjir, dan sekarang yang sedang kita hadapi adalah musibah wabah Covid-19 yang sampai hari ini masih dalam keadaan cukup mengkhawatirkan,” jelas dia. Sekda Uju menjelaskan arti tema ‘Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, Pelayanan Publik dan Infrastruktur Terintegrasi yang Berwawasan Lingkungan’ bahwa dalam delapan prioritas pembangunan. Yaitu, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, tata kelola pemerintah dan pelayanan publik, infrastruktur, persampahan dan lingkungan hidup, ekonomi kreatif dan seni budaya, serta pertanian. “Pemkab Bekasi juga akan terus melakukan berbagai upaya agar pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha juga semakin baik dan mudah, salah

satunya yaitu dengan membangun Mal Pelayanan Publik yang sedang berlangsung,” jelasnya. Sekda Uju juga mengatakan, tidak semua permasalahan dapat diselesaikan oleh Pemkab Bekasi. Karenanya, ia berharap adanya keikutsertaan berbagai pihak dalam mensukseskan pembangunan di Kabupaten Bekasi Tahun 2021. “Saya mengajak untuk seluruh undangan agar mendukung prioritas Kabupaten Bekasi di tahun 2021. Dalam hal ini saya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pimpinan per usahaan yang telah aktif berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan melalui CSR,” ucapnya. Dalam Musrenbang RKPD ini, Uju mengajak seluruh Perangkat Daerah untuk konsisten dalam melaksanakan apa yang telah disepakati bersama hingga ke tahap selanjutnya.

“Ini merupakan tahap finalisasi rancangan RKPD Kabupaten Bekasi sebelum dikirimkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk difasilitasi, jadi saya perintahkan seluruh Kepala Daerah agar konsisten,” tegasnya Diakhir, Uju menyadari bahwa dalam perencanaan pembangunan daerah tahun lalu masih banyak aspirasi masyarakat yang belum terakomodir. Dirinya juga sekaligus mengajak Forkopimda, anggota DPRD dan stakeholder terkait untuk terus mendukung jalannya pembangunan di Kabupaten Bekasi. Terutama pemulihan pasca Covid-19 ini. “Kami selalu terus berusaha semaksimal mungkin agar pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Bekasi dapat lebih optimal setiap tahunnya,” tutupnya Acara Musrenbang RKPD ini dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama dengan seluruh stakeholder terkait. (adv/jio/hyt)


KAMIS, 23 APRIL 2020

PENDIDIKAN

KARAWANG BEKASI

7

Mahasiswa Tantang Rektor Baru Unsika Minta Perbaikan Fasilitas Olahraga

ISTIMEWA

SOROT:Rektor baru Unsika, Prof Dr Sri Mulyani Ak CA langsung mendapat tantangan untuk bisa membawa Unsika bersaing dan lebih maju dalam segala hal.

Kritik Kampus, Dosen Malah Dibui Tiga Bulan JAKARTA- Dosen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Saiful Mahdi divonis bersalah dalam kasus pencemaran nama baik oleh hakim pengadilan PN Banda Aceh, Selasa (21/4). Hakim memvonis Saiful Mahdi 3 bulan penjara dan denda Rp10 juta subsidair 1 bulan penjara. Vonis tersebut sama dengan tuntutan jaksa. Namun hakim tidak memerintahkan penahanan terhadap Saiful Mahdi. Usai mendengarkan pembacaan vonis, Saiful Mahdi dan kuasa hukumnya langsung menyatakan banding. Menurut Saiful, vonis tersebut jadi preseden buruk bagi iklim akademik di kampus. “Ini ancaman yang nyata terhadap kebebasan berekpsresi. Ini bisa menimpa siapa saja, khususnya akademisi di kampus-kampus. Padahal seharusnya kampus adalah tempat kebebasan berekpsresi lebih terjaga. Karena itu kita sudah langsung nyatakan banding,” katanya kepada

Tirto, Selasa. Saiful Mahdi dilaporkan oleh Dekan Fakultas Teknik Unsyiah karena mengkritisi hasil Tes CPNS untuk Dosen Fakultas Teknik pada akhir 2018 di kampusnya. Saiful Mahdi dalam keterangannya tidak berniat untuk mencemarkan nama baik seseorang, namun memberi pemikiran kritik terkait kepentingan publik. Kritik tersebut dibalas dengan tuduhan pencemaran nama baik, dengan menggunakan Pasal 27 Ayat (3) Undangundang ITE. Menyikapi putusan terse-

but, Herlambang P Wiratraman dari Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik menilai majelis hakim tidak membedakan kritik terhadap subyek, antara jabatan dan kelembagaan dengan perorangan atau individual. “Putusan PN Banda Aceh ini bukan hanya pembungkaman kebebasan ekspresi yang sesungguhnya telah dijamin sejak Indonesia lahir di tahun 1945, melainkan pula pembungkaman kebebasan akademik. Putusan ini jelas mencederai rasa keadilan publik,” kata Herlambang via rilis, Selasa. (bbs/mhs)

SEKILAS Pesilat Diwanti-wanti Target Juara Umum BANDUNG- Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayah Jawa Barat, atlet Pelatda PON Cabor pencak silat tetap mengadakan latihan khusus. Bahkan, sebagian masih di padepokan untuk menyelesaikan program yang diberikan pelatih. Latihan mandiri merupakan solusi yang tepat untuk menjaga stamina, kebugaran dan pencapaian target atlet. Sehingga kedepan, diharapkan saat pelaksanaan PON XX/2020 di Papua mendatang, kondisinya tetap maksimal dan siap untuk bertanding. Manager Pelatda pencak silat PON XX/2020, Mulyanani menjelaskan, pihaknya berupaya menjaga konsistensi atlet di tengah situasi yang sebenarnya kurang kondusif karena pandemi Covid-19. “Bagi mereka yang latihan mandiri baik di rumah maupun di padepokan, dimohon selalu mengirimkan video sesuai instruksi pelatih. Meskipun sebenarnya agak sedikit kurang optimal karena tidak terpantau intensitas dan volumenya,” katanya di Bandung beberapa hari lalu. Mengenai target, dia menuturkan tetap konsisten menjadikan Cabor Pencaksilat sebagai Juara Umum. Karena, hal itu sudah menjadi tradisi setiap laga PON digelar. “Sebenarnya agak berat dengan kondisi seperti ini, bahkan untuk rencana try in dan try out pun kita tertunda. Namun, kita komitmen dan optimistis Jabar tetap juara umum. Meskipun, melihat peta kekuatan persaingan provinsi lain juga patut diperhitungkan,” tuturnya. Selanjutnya, dia berpesan untuk semua atlet agar tetap menjaga kesehatan, jaga Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) serta lebih mengutamakan keselamatan. “Ikuti anjuran pemerintah, selalu waspada dan tetap semangat untuk berlatih,” katanya. Semoga wabah Covid-19 segera berlalu, karena dampaknya sangat luar biasa, kata dia. Sehingga, program pelatda PON XX/ Papua dapat berjalan normal kembali. “Kita hanya bisa berdoa, berlindung dan meminta kepada Allah. Semoga cepat berakhir dan program dapat berjalan lagi,” ucapnya. (bbs/mhs)

KARAWANG - Rektor baru Unsika, Prof Dr Sri Mulyani Ak CA langsung mendapat tantangan untuk bisa membawa Unsika bersaing dan lebih maju dalam segala hal. Salah satunya yaitu membangun fasilitas olahraga yang dinilai masih minim. “Kami berharap dengan hadirnya rektor baru, Unsika bisa lebih maju tak terkecuali dalam fasilitas olahraga yang masih terbatas,” ujar mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Unsika, Ade Kamaludin saat dihubungi KBE, Rabu (22/4). Dikatakan Ade, fasilitas olahraga sangat dibutuhkan khususnya oleh mahasiswa yang masuk jurusan yang berkaitan dengan olahraga seperti PJKR. Pasalnya, selain teori di kelas, sebagian besar mata kuliah yang dipelajari diiringi dengan praktek. “S e s u a i p e n ga l a ma n , praktek mata kuliah masih sering dilakukan di luar kampus karena minimnya fasilitas yang dimiliki Un-

sika. Padahal praktek di luar itu memakan waktu, biaya dan menimbulkan risiko saat diperjalanan,” ucap mahasiswa semester 8 ini. Selain fasilitas olahraga yang saat ini baru tersedia lapangan bola voli, bola basket, dan futsal, Ade berharap dengan semangat baru dari rektor baru, ke depanya Unsika bisa memiliki ciri khas yang diunggulkan baik itu olahraga, teknik, maupun bidang lainnya. Sehingga Unsika bisa lebih dikenal dan bersaing di Indonesia. Hal senada disampaikan alumni Unsika prodi PJKR, Ikhsanul Arifin yang berharap kehadiran rektor baru bisa memberi optimisme bagi seluruh mahasiswa PJKR untuk bisa menjadi generasi bangsa yang berprestasi dan membanggakan. “Semoga seluruh prodi, khususnya PJKR bisa melahirkan lulusan-lulusan yang mampu mengharumkan nama Unsika, Karawang, bahkan Indonesia di bawah komando Ibu Sri Mulyani. Tentunya dengan ditunjang fasilitas olahraga yang memadai untuk seluruh mata kuliah yang ada di PJKR, serta mahasiswa yang berprestasi dalam olahraga bisa lebih diperhatikan,” harapnya. (ayi/mhs)

CIP Rajai Kasta Tertinggi Sepakbola Karawang KARAWANG - Cibalongsari Putra (CIP) terus mempertahankan dominasinya dalam persepakbolaan Karawang. Klub asal Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari ini berhasil melaju ke final Divisi Utama Liga Askab PSSI Karawang tiga musim secara beruntun, termasuk final musim 2019 yang akan digelar setelah pandemi Covid-19 berakhir. Tiket final kompetisi kasta tertinggi persepakbolaan Karawang diraih CIP setelah mengalahkan Pangkal Perjuangan 4-1 ( 2-2) melalui drama adu penalti dalam babak semifinal di Stadion Mini Anda S Dipura Kotabaru, pada 8 Desember lalu. Sebelumnya, tim yang dilatih Budi Santos o sukses mencatatkan pencapaian yang sama dalam dua musim terakhir. Tercatat, CIP mencapai final di musim 2016 dan 2017. Pasalnya, di musim 2018

Kesebelasan klub sepak bola Cibalongsari Putra

kompetisi sempat tidak digulirkan. Hebatnya, keberhasilan CIP menjadi tim finalis diawali sejak berstatus sebagai tim promosi di musim 2016. Bahkan, saat itu CIP langsung keluar sebagai juara dengan mengalahkan Anker FC 2-1. Sedangkan di final musim 2017 giliran CIP yang harus mengakui keunggulan Anker FC yang menjadi juara

melalui drama adu penalti. Berbeda dari dua musim sebelumnya yang selalu berhadapan dengan Anker FC, musim 2019 CIP akan bersaing dengan Putra Bangsa dalam memperebutkan gelar juara. Putra Bangsa melaju ke final setelah menyingkirkan Anker FC 1-0 di hari dan stadion yang sama. “Alhamdulillah, semenjak promosi ke Divisi Uta-

ma kami selalu masuk final. Semoga di final yang ketiga nanti kami bisa mendapatkan hasil maksimal dengan keluar sebagai juara, kendati lawan yang dihadapi merupakan tim yang berkualitas. Kami juga berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar final bisa secepatnya digelar,” ujar pelatih CIP, Budi Santoso, kemarin (22/4). (ayi/mhs)

Yang Esensial Itu Perempuan Oleh: Okky Madasari

DI mana tempat perempuan di masa krisis? Mereka ada di ruang-ruang vital yang memastikan kehidupan tetap berjalan. Tengoklah rumah sakit, pasar, warung, dan restoran yang tetap melayani pesanan, ibu-ibu yang menjahit masker, pekerja pabrik tekstil yang kini membuat baju pelindung untuk tenaga kesehatan. Data yang dirilis New York Times pada Maret lalu menunjukkan, lebih dari 50 persen pekerja di sektorsektor penting yang tetap harus beroperasi selama pandemi adalah perempuan. Sembilan dari setiap sepuluh perawat di rumah sakit adalah perempuan. Mayoritas petugas yang bertanggung jawab pada alat bantuan pernapasan dan pekerja di bidang farmasi adalah perempuan. Lebih dari dua pertiga karyawan supermarket dan pekerja restoran cepat saji adalah perempuan. Apakah itu artinya perempuan hanya mengambil peran dalam situasi darurat, saat tak lagi ada pilihan? Tentu saja tidak. Perempuan sudah mendominasi pekerjaan di sektor esensial sejak ratusan tahun lalu, baik dalam situasi normal maupun dalam kondisi krisis. Perempuan-perempuan Jawa sudah berdagang gaplek dan palawija di pasar dengan kemben dan jarit jauh sebelum kebudayaan Ero p a d at a n g . Du ku n -

dukun perempuan mengobati penyakit dan membantu persalinan jauh sebelum sistem kedokteran modern berdiri di Nusantara –yang mengharuskan setiap calon dokter membayar biaya pendidikan mahal dan mengambil sekolah spesialis bertahun-tahun hingga mencapai tingkat kemampuan yang dipercaya. Mesin-mesin jahit tua merek Singer terus bekerja di rumah-rumah walaupun makin lama makin sedikit orang yang mau menjahitkan baju. Sebab, baju jadi yang diimpor dari negara jauh, harganya lebih murah dan modelnya lebih trendi. Di balik tembok setiap rumah, ibu yang terus memastikan dapurnya ngebul, baik dalam kondisi normal maupun krisis. Ibu yang terus mengingatkan anak-anaknya untuk mencuci tangan, melepas sepatu saat masuk ke rumah, segera mandi, dan mengganti baju kotor. Oke, barangkali sebagian pembaca akan menolak ilustrasi ini dengan mengatakan bahwa di rumah-rumah mereka, bapak yang dominan dalam peran-peran tersebut. Tapi, ini bukan soal satu atau dua rumah. Ini adalah gambaran atas situasi

umum dalam masyarakat yang menempatkan perempuan di ranah domestik, menangani pekerjaan rumah tangga. Sialnya, banyak yang tak menyadari bahwa sesungguhnya yang domestik itu adalah yang vital, bahwa pada hal-hal yang kesannya remeh-temeh itulah nadi kehidupan digantungkan. Dikotomi antara peran laki-laki dan perempuan, pembagian lapangan kerja berdasar jenis kelamin, sudah jelas merupakan bentuk ketidaksetaraan yang telah melembaga sepanjang seja-

rah. Pun ketika kita melihat bahwa mayoritas pekerjaan sektor vital di masa pandemi dipegang perempuan, sesungguhnya itu bukanlah prestasi yang harus disambut tepuk tangan, melainkan bagian dari realita yang justru menghadirkan beberapa pertanyaan. Pandemi ini membuat kita mampu melihat jelas garis antara yang esensial dan nonesensial. Tapi, tampaknya apa yang sedang terjadi belum cukup untuk membuat kita sadar bahwa perempuan lebih teruji dalam menghadapi krisis dan menyelamatkan kehidupan. Seorang perempuan bertahun-tahun bekerja sebagai perawat tahu bahwa tugas utamanya adalah menyelamatkan nyawa orang yang ada di hadapannya. Ia tak akan berhitung untung rugi, ia tak peduli deretan angka statistik. Baginya, satu nyawa berharga dan ia akan melakukan segalanya untuk mempertahankannya. Seorang pedagang di pasar paham bahwa yang harus diamankan dalam krisis adalah kebutuhan pangan. Ia tak peduli dengan pasar saham, ia tak peduli dengan unicorn dan milenial. Yang ia mau hanyalah beras, telur, gula, dan bawang bisa tetap ada dengan harga yang tak lebih mahal daripada biasanya. Dan, setiap ibu tahu, kunci pencegahan penularan

virus ada pada rumah masingmasing, bukan pada siaran pers, bukan pula bergantung pada penjagaan polisi. Kegagalan kita dalam memahami peran esensial inilah yang mengakibatkan kegagalan dalam penanganan wabah. Dalam hal ini, kita perlu menengok tujuh negara yang disebut berhasil menangani pandemi yang semuanya dipimpin perempuan; Jerman, Selandia Baru, Taiwan, Islandia, Finlandia, Norwegia, dan Denmark. Para pemimpin negaranegara tersebut –termasuk Hongkong– mengambil langkah tegas untuk mencegah penularan virus tanpa menunggu kematian banyak orang. Watak kepemimpinan mereka dipandu naluri untuk melindungi nyawa manusia. Mereka memahami betul mana yang esensial di tengah wabah. Hal yang semestinya dimiliki setiap orang, setiap pemimpin, baik itu laki-laki maupun perempuan. Pada akhirnya yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk berempati pada kehidupan –sebuah hakikat pekerjaan di sektor-sektor vital yang kerap kita abaikan. Kalau memang para pemimpin laki-laki belum memilikinya, mungkin inilah saatnya untuk belajar pada perempuan. Selamat Hari Kartini! (*) *) Novelis, kandidat PhD National University of Singapore


KARAWANG BEKASI EKSPRES GROUP

METRO PURWAKARTA 8 SEMANGAT BARU PURWAKARTA

KAMIS, 23 APRIL 2020

Geger Isu Selingkuh Pegawai Dinas

SOROT

Sekdis Binamarga Berjanji akan Menindak Tegas HASAN/KBE

BUKA: Salag satu rumah makan sate di kawasan Cibungursari.

Rumah Makan Sate Buka Lagi PURWAKARTA- kembali buka berjualan meski sempat tutup, salah satu rumah makan sate terkenal di kec Bungursari dinilai tidak patuhi intruksi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tentang pencegahan virus Covid 19. Dari pantauan dilokasi bersama Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Purwakarta, rumah makan sate yang sempat menjadi ikon di Purwakarta ini kembali beroperasi. Beroperasinya rumah makan ini jelas menjadi kekhwatiran, pasalnya rumah makan ini menerima pesan makan ditempat dengan konsumen yang didominasi berasal dari wilayah zona merah Jabodetabek. “dalam surat edaran bupati no 443.1/1059 Disporparbud Tentang perpanjangan masa peningkatan keawspadaan terhadap penyebaran Virus Covid 19 di sektor pariwisata dan hiburan. Jelas dalam point satu tertulis, agar semua aktifitas rumah makan , resto dan hiburan di tutup sementara hingga 31 Mei 2020. Jadi jika ada yang buka jelas dinilai melanggar,” ungkap Kasi Penindakan Pol PP Purwakarta Teguh Juarsa. Kekhawatiran Pol PP pemkab Purwakarta atas membamdel nya rumah makan ini melayani pesanan makan ditempat,padahal konsumen yang makan mayoritas dari luar kota. Selain dinilai melanggar Perbup, pemilik rumah makan dinilai juga tidak mengindahkan intruksi pemerintah pusat dalam hal ini Presiden tentang Sosial Distance dan membahayakan pegawainya dengan tidak beraktifitas atau dihimbau diam di rumah. “ kami kira semua pihak agar bisa menahan diri, jika satu tidak ditertibkan. Khawatir rumah makan yang lain akan mengikuti. Nah, kalo sudah demikian pemerintah yang repot,” tegas Teguh kepada salah satu pegawai rumah makan dilokasi. Atas dasar surat edaran dan intruksi pemerintah yang terus di sosialisasikan di seluruh wilayah di Indonesia. Pol PP Purwakarta berharap pengelola rumah makan sate di Bungursari esok untuk tutup jika tidak ingin ditindak dengan tegas. “ Hari ini kita peringati dan diawasi, besok kami minta mereka tutup,”tegasnya. (san/red)

PURWAKARTA- Saat pandemic, Purwakarta kembali digemparkan isu perselingkuhan di salah satu dinas. Diduga terjadi perselingkuhan inisial WH seorang pria beristri dengan YN (34) seorang wanita bersuami. Kejadian tersebut baru diketahui oleh sang suami dari ponsel (HP) istrinya yang selingkuh, yaitu pada saat istrinya tertidur sang suami inisial DS (38) mendadak ingin menggunakan ponsel milik istrinya, namun saat membuka album foto, sang suami sangat kaget karena didapatinya ada beberapa foto mesra istrinya bersama seorang pria di tempat tidur. Namun atas kelakuan yang dinilai bejat dan tak bermoral tersebut, DS warga Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, setelah melihat banyak foto mesra istrinya tidak serta merta naik pitam atau marah, malah dirinya memanggil istrinya baik-

baik dan menyampaikan penyesalan atas perbuatan istrinya yang sudah sangat menyakiti perasaan . Bahkan menghancurkan hatinya, yang selama 6 tahun berumah tangga selalu diperlakukan baik penuh rasa sayang dan cinta. “Setelah saya mengetahui foto-foto istri saya bersama seorang laki-laki, saya berusaha sekuat tenaga menenangkan diri dan menahan emosi. Dan saya berusaha agar persoalan ini selesai baik-baik saja. Aadapun persoalan hukum akan saya tempuh itupun apabila diperlukan tentunya dengan segala pertimbangan,” ujar DS kepada KBE di rumahnya, pada Rabu (22/4/2020). Terkait benar tidaknya foto-foto tersebut adalah foto perselingkuhan, kata DS sudah diakuinya dan dibenarkan oleh YN, bahwa foto mesra tersebut dilakukan di kamar sebuah hotel di Purwakarta dan di hotel yang ada di wilayah Karawang. “Pertama setelah saya melihat foto mesra istri saya dengan pria lain, saya seketika itu langsung menanyakan kebenaranya ke istri

ILUSTRASI

saya, dan dia mengakui dan membenarkan bahwa itu perbuatanya dilakukan di kamar hotel di Purwakarta,” tandas DS. Sementara pria selingkuhan YN yaitu inisial WH warga Purwakarta, konon menurut DS, pria tersebut diduga oknum pegawai di salah satu dinas di Kabu-

kan asusila yang dilakukan di kepegawaianya, kalau benar itu terjadi, maka kami akan berkoordiansi dengan BKPSDM Purwakarta,” singkat Arif. Diketahui DS suami dari istrinya yang selingkuh, merupakan selaku Ketua Ormas GIBAS di Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. (san/red)

Gugus Tugas Gencarkan Rapid Tes PURWAKARTA - Sebagai upaya percepatan penanggulangan wabah virus corona di wilayah Kabupaten Purwakarta. Gugus Tugas Covid-19 setempat, hingga kini terus melakukan rapid testing (pemeriksaan) dan tracing (pelacakan) bagi warga yang kontak erat dengan Pasien Dalam Penga-

wasan (PDP). Sementara, hari ini, Rabu 22 April 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Purwakarta melansir perkembangan warga yang terpapar Covid-19 di wilayah tersebut. Dalam keterangannya, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Purwakarta, dr.Deni Dar-

mawan mengatakan terdapat penurunan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga hari ini. “Jumlah ODP 157 orang, PDP 17 orang dan positif ada 5 orang,” kata dr.Deni melalui pernyataan tertulisnya, Rabu (22/4/2020). Gugus Tugas juga mengajak seluruh lapisan ma-

ADVERTORIAL

Berikan 6.000 Masker dan Sarana Umum di 12 Kecamatan dan 3 Puskesmas Budi memberikan bantuan tersebut secara simbolis kepada Camat Cikampek Kabupaten Karawang Syueb Sulaeman disaksikan perangkat kerja kecamatan, dan sejumlah tokoh masyarakat, Selasa (21/4) kemarin. Adapun data penerima bantuan tersebut yakni Kecamatan Cikampek, Kotabaru, Jatisari, Purwasari, Banyusari, Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, Wadas, Telagasari, Majalaya, Klari, Puskesmas Cikampek, Puskesmas Kotabaru, dan Puskesmas Jatisari. Tambah Budi, bantuan tersebut diberikan guna menghambat penyebaran Covid-19. S e l a i n i t u , d a l a m ra n g k a melakukan sosialisasi dengan mengajak masyarakat menjaga kesehatan dan kebersihan ling-

syarakat untuk tetap tenang dan optimis menghadapi wabah yang menjadi pandemik global ini. Sementara, pada sisi pencegahan yang bersipat kewilayahan, penertiban pada ruas sejumlah jalan di antaranya; Jalan Veteran, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Ipik Gandamanah yang dilakukan

oleh Satpol PP dan Dinas Perhubungan serta instansi terkait lainnya. “Kami juga mengimbau agar warga tetap melaksanakan anjuran pemerintah yaitu physical dan social distancing, agar tetap aman terhindar penularan Covid-19,” demikian Deni Darmawan. (san/red)

ADVERTORIAL

BRI Cabang Cikampek Salurkan CSR BRI Peduli CIKAMPEK- Upaya BRI Cabang Cikampek untuk ikut serta mencegah penyebaran virus corona terus dilakukan,untuk kesekian kalinya melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli, BRI Cabang Cikampek memberikan bantuan dasar berupa 6.000 buah masker dan sarana umum kepada 12 kecamatan dan 3 puskesmas di Kabupaten Karawang.Hal ini juga melihat semakin banyaknya masyarakat yang terpapar Virus Corona (Covid-19). “Kami telah membagikan 500 buah masker dan 1 set wastafel di masing-masing 12 kecamatan dan 3 puskesmas di Kabupaten Karawang untuk dibagikan kembali,” kata Kepala Cabang Bank BRI Cikampek, Budi Setia Nusa,Rabu (23/4).

paten Purwakarta. Kebenaran setatus WH oknum yang bekerja di Dinas Binamarga Kabupaten Purwakarta dibenarkan Arif Budi, Sekdis Bina Marga Kabupaten Purwakarta, pada Selasa (21/4/2020) dan pihaknya akan menindak lanjuti atas laporan tersebut. “Atas adanya laporan tinda-

kungan seperti yang dianjurkan pemerintah,dengan tetap dirumah jika memang tidak ada keperluan mendesak. “Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam mencegah penyebaran virus corona,” ujarnya. Camat Cikampek Kabupaten Karawang Syueb Sulaeman mengucapkan terima kasih kepada BRI Cabang Cikampek melalui program CSR BRI Peduli yang telah memberikan bantuannya. Ia mengapresiasi langkah BRI Cabang Cikampek yang peduli terhadap kondisi kesehatan masyarakat. “Semoga bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat dan membantu masyarakat luas dalam menanggulangi dampak dan mengurangi penyebaran virus corona,” pungkasnya. (adv)

BRI Karawang Bagikan Masker kepada Para Pedagang Pasar Baru Berkomitmen Memberikan Pendampingan Para Pelaku UMKM di Tengah Pandemi Covid-19 KARAWANG- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berkomitmen untuk memberikan pendampingan para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19. Kali ini, peran aktif tersebut ditunjukkan dengan dengan pemberian 1 juta masker gratis bagi para pedagang yang masih melakukan aktivitasnya di pasar. Kepala Cabang BRI Karawang,Indramawan mengungkapkan, pembagian masker kepada para pedagang diharapkan dapat menjaga mereka untuk dapat beraktivitas dengan aman dalam berinteraksi di tengah pasar. “Untuk memastikan ekonomi tetap berjalan, maka para pelaku UMKM dan masyarakat harus dijaga dan kita lindungi kesehatannya.Dengan program BRI peduli satu juta

masker,untuk Karawang kali ini,kita membagikan untuk pedagang pasar diwilayah BRI Cabang Karawang sekitar 6300 masker,” tambah Indramawan. Pembagian masker kepada para pedagang diharapkan dapat menjaga mereka untuk dapat beraktivitas dengan aman dalam berinteraksi di tengah pasar. Dalam pelaksanaannya, pemberian masker bagi pedagang yang berada dilingkungan BRI Cabang Karawang,dilakukan oleh Kantor BRI unit dan dilakukan secara bertahap. Sementara itu, masker yang diberikan merupakan masker dengan spesifikasi bahan kain yang nyaman digunakan oleh pedagang pasar. “Kami berharap apa yang kita lakukan untuk tetap membantu ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kesehatan,dan

bantuan ini bagian dari rangkaian bantuan baik yang sudah dilakukan ataupun yang akan diberikan,” pungkas Catur. Bank BRI melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli terus berperan aktif membantu pencegahan Covid-19 melalui berbagai jenis penyaluran bantuan baik untuk pelaku usaha kecil menengah dan masyarakat umum. Di tempat yang sama,pengelola Pa s a r B a r u , m e n g a ku k a lau bantuan ini sangat berguna bagi pedagang yang ada,karena mereka memang rentan terpapar,mengingat aktifitas yang dilakukan dipasar berinterkasi dengan para pembeli.”Bantuan ini sangat berguna,dan apa yang diberikan BRI berupa masker memang yang dibutuhkan bagi para pedagang pasar Baru Karawang,”pungkasnya. (adv)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook