Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang KAMIS, 22 AGUSTUS 2019
PILBUP KARAWANG... Golkar Siapkan Nama Mulyono KARAWANG- Sama halnya dengan partai-partai lain, DPD Golkar Karawang kini menyatakan telah menyiapkan kadernya ikut dalam percaturan politik Pilkada Karawang 2020 mendatang. Nama Sukur Mulyono yang tak lain merupakan Ketua DPD Golkar Karawang menjadi satu-satunya nama yang kini tengah dipersiapkan oleh partai berlogo parta beringin ini. Meski selalu disebut akan merapat ke petahana, setelah beberapa waktu lalu Cellica Nurchadiana sebaga calon petahana sempat berkunjung langsung ke Markas DPD Golkar Karawang di Jalan Ahmad Yani, namun kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Karawang, Cepyan Lukmanul Hakim, menyatakan belum t e ntu p a d a u ju ngnya Golkar akan beriringan dengan Demokrat. Bahkan
www.karawangbekasiekspres.co.id
@korankarawangbekasiekspres
HARGA Rp3.000
Kinerja DPRD Mandek Berlarut-larut Nunggu Ketua Definitif K A R AWA N G - Ti a p hari para anggota DPRD Karawang yang sudah dilantik lebih dari sepekan hanya bisa kumpul-kumpul di ruang fraksi atau di ruang lobi (Muspida). Belum ada yang bisa dikerjakan dewan karena berlarut-larutnya
menunggu formasi resmi para pimpinan dan alat kelengkapan dewan (AKD) yang sampai kini belum juga diserahkan parpol-parpol. Belum definitifnya pimpinan DPRD Karawang ini jelas dirasakan sangat mengganggu kinerjanya. Belum
lagi saat ini mereka dikejar waktu untuk menyelesaikan banyak agenda legislasi, budgeting dan lain-lainnya. Banyak kalangan menyayangkan mekanisme yang dijalani parpol-parpol untuk merekomendasi orangorang yang akan duduk di
unsur pimpinan dan fraksi lamban. “Jelas lambat, terutama penentuan siapa yang akan menduduki pimpinan mengapa belum juga beres. Inikan mengganggu kinerja dewan,” ujar pengamat politik Muslim Hafidz kepada KBE,
kemarin. Di sisi lain, Master Politik lulusan Universitas Indonesia ini menyayangkan dinamika yang terjadi di Partai Demokrat yang dinilainya lamban menentukan siapa yang akan duduk sebagai Ke Hal...7
Ke Hal...7
MANDEK: Setelah dilantik belum ada yang bisa dikerjakan anggota DPRD Karawang karena belum adanya pimpinan definitif.
Pertamina Kebut Penanganan Tumpahan Minyak KARAWANG - Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus mengoptimalkan penanganan tumpahan minyak di sekitar Anjungan YYA. Keduanya, baik TNI dan Polri menerjunkan jajarannya dari berbagai wilayah untuk dapat membantu penanganan secara cepat
tumpahan minyak di laut maupun darat. Pihak TNI AD dan TNI AL menerjunkan anggotanya dari Subang, Karawang, Bekasi dan Jakarta Utara. Sedangkan, Polri menerjunkan jajarannya dari Polres Karawang dan Polres Bekasi. Unsur-unsur TNI AL seperti Kopaska, Penyelam, Marinir dan LANAL Cirebon aktif membantu penanganan anjungan YYA, mendukung maintenance oil boom harian di offshore hingga melakukan patroli laut. Sedangkan TNI AD dan Polri aktif membantu pembersihan di kawasan pesisir bersama masyarakat sejak 15 Juli 2019 hingga saat ini.
Dalam sehari rata-rata sekitar 400 personel TNI dan Polri membantu aktif pembersihan tumpahan, hingga pengamanan di lokasi. Selain dibantu TNI dan Polri, PHE ONWJ juga dibantu oleh masyarakat pesisir di kawasan Bekasi dan Karawang. Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra menyampaikan, Sat Polair Karawang aktif melakukan patroli offshore, begitu pula dengan polsek-polsek di area pesisir Karawang juga aktif melakukan pengamanan dan membantu pembersihan tumpahan minyak, karena merupakan bagian dari tugas Polri untuk memberikan perlindungan, penKe Hal...7
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BAHAYA TBC: Tim Kesehatan Puskesmas Cilamaya, saat sosialisasi bahaya penularan penyakit paru, di Desa Cikalong, Cilamaya Wetan.
Karawang Daerah Penderita TBC Terbanyak CILAMAYA WETAN-Warga di Kecamatan Cilamaya Wetan darurat penyakit m e nu la r, Tu b e rcu l o si s (TB). Per tahun 2019 saja,
UPTD Puskesmas Cilamaya mencatat, pengidap TB di Cilamaya mencapai 41 jiwa. Bahkan, 2 diantaranya Ke Hal...7
Ratusan Hektar Sawah Teknis ‘Lenyap’ PURWASARI- Konversi lahan teknis di Kabupaten Karawang makin merajalela. Ratusan hektare sawah produktif di Desa Sukasari dan Desa Karangsari Kecamatan Purwasari disulap menjadi area perumahan komersil. Menurut informasi dari berbagai sumber KBE, area
lahan tersebut merupakan area lahan pertanian teknis. Dimana sawah itu masih bisa diairi system pengairan yang dibangun dan dipelihara pemerintah, baik bendungan, saluran primer dan sekunder dan tersier. Setelah lenyapnya sawah Ke Hal...7
Sudah Jadi Juara Umum Lomba Baris Tingkat Polda
Inilah 33 Polisi Cilik Polres Karawang Polres Karawang memberikan apresiasi atas kerja keras para polisi cilik Karawang dengan memberikan penghargaan. Inilah generasi anak yang berbakat dan patut dicontoh untuk menjadikan motivasi masyarakat. ARIE FIRMANSYAH, KARAWANG
SETELAH menerohkan prestasi menjadi juara umum lomba baris berbaris tingkat Jawa Barat, Kapolres Karawang, AKBP Nuredy Irwansyah Putra memberikan penghargaan terhadap 33 Polisi Cilik Polres Karawang. Dengan menjadi juara umum di tingkat provinsi di Polda Jabar, ke 33 Polisi Cilik sangat membanggakan Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492
dan diapresiasi. Target dari awal memang memberikan yang terbaik, ini sudah hasil yang terbaik “Saya mengapresiasi kepada anak-anak yang telah membanggakan mereka sendiri dan keluarganya. Karena ternyata hasil jerih payah diakui oleh kita semua. Dalam upacara 17 Agustus kemarin, mereKe Hal...7
BERPRESTASI: 33 Polisi Cilik Polres Karawang berfoto bersama Kapolres dan Kasatlantas dan ibu-ibu Bhayangkari. email: karawangbekasiekspres@gmail.com,
redaksikarawangbekasi@gmail.com
OPINI
KAMIS, 22 AGUSTUS 2019
2
Tanpa Titik Temu sejak Titik Awal Oleh Hatib Abdul Kadir* PERTEMUAN antara etnis non-Papua (Jawa, Maluku, Bugis, Makassar, Toraja) dengan orang lokal Papua telah terjadi kurang lebih sejak 1963. Bagi orang Indonesia, itu adalah masa integrasi. Sebaliknya, di mata masyarakat Papua, itu adalah era kolonialisasi. Alasannya, generasi migran pertama yang ke Papua sepanjang 1963 sampai 1969 mayoritas adalah tentara dan polisi yang kemudian diikuti keluarga mereka. Peneliti sosial demografi Chris Manning (1974) dan sosiolog George Aditjondro (1984) mencatat bahwa dari 13.337 pelayan publik di Irian Jaya pada 1968, sebanyak 4.150 adalah staf Trikora (Tri Komando Rakyat, operasi selama dua tahun sejak 1961 yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan Papua Barat, Red). Selain itu, bagi orang Papua, kedatangan migran diingat sebagai era eksploitasi alam. Migran dari Bugis dan
Makassar bekerja di perusahaan kayu dan perikanan. Merekalah yang dianggap memberi contoh bagaimana cara mengeksploitasi alam lebih dari yang dibutuhkan. Seorang jurnalis Inggris George Monbiot dalam catatan perjalanannya ke Papua, Poisoned Arrow (1989), melaporkan bahwa gagalnya transmigran mengelola tanah pertanian membuat mereka tumpah ke kota seperti Merauke dan Sorong. Untuk berjualan buah dan mengeksploitasi ikan melalui setrum dan bom. Dalam hal ini negaralah yang bersalah. Negara mengirimkan para petani miskin tak bertanah di Jawa itu ke lokasi tertentu di Papua yang berawa-rawa. Dengan tingkat keasaman tanah tinggi dan tidak cocok ditanami padi. Pada 1980 orang-orang Maluku juga memenuhi p e rko t aa n Pap u a ya ng bekerja sebagai guru, pegawai negeri, dan tentara. Hingga 1990, mayoritas
perkotaan di Papua diisi migran yang bekerja di sektor non pertanian. Sementara urbanisasi masyarakat lokal Papua dari dataran tinggi ke dataran rendah tidak begitu tinggi. Survei demografi Aris Ananta (2010) menunjukkan, jumlah migran di kota-kota penting di Papua seperti Manokwari, Fakfak, dan Jayapura telah di atas 50 persen. Bahkan, di Sorong, tempat saya melakukan penelitian, jumlah migrannya telah mencapai 70 persen. Meski program transmigrasi telah dihentikan di bawah pemerintahan KH Abdurrahman Wahid pada 2000, rantai migrasi terus berjalan. Migran menguasai sektor pertokoan, hotel, restoran, transportasi, pemilik toko, pertukangan, pasar, dan wirausaha kecil. Secara jumlah, masyarakat Papua juga mengalami penurunan demografi. Berbagai laporan, yang paling menonjol dari Jim Elmslie (2013) dan catatan etnografi Jenny Munro (Dreams Made
Small, 2018), menunjukkan bahwa peningkatan populasi rendah karena tingginya tingkat persebaran HIV/ AIDS dan rendahnya angka harapan hidup (58 tahun) akibat rendahnya gizi dan stunting. Itu semua diperburuk dengan tingginya tingkat represi dan penembakan yang dilakukan TNI dalam operasinya mencari OPM (Organisasi Papua Merdeka). Papua di Sulawesi dan Jawa Sementara itu, otonomi khusus dan dana kampung telah membuka orang lokal Papua, bukan hanya pejabat lokal Papua, un-
tuk menyekolahkan anak mereka di Jawa dan daerah lain. Mimpi orang tua itu sederhana: agar anak-anak mereka dapat menjadi angkatan kerja (workforce) yang mengisi peluang-peluang pekerjaan yang kosong dan dikuasai migran, khususnya di ranah pelayanan publik. Mereka nyaris tidak bermimpi untuk bekerja di Jawa saking tinggiÂnya rasisme dan terbatasnya akses ke pekerjaan berkeahlian untuk orang lokal Papua. Catatan Filep Karma, Seakan Kitorang Setengah Binatang (2014), tentang studi di Surakarta, juga pada buku etnografi Danilyn Rutherford, Raiding the Land of the Foreigners (2002), menunjukkan bagaimana orangorang terdidik Biak mereplikasi kuasa dan kebanggaan model priayi Jawa. Berbeda dengan orang Sulawesi dan Jawa di Papua yang adalah migran atau s e ttle r, ka re na m e re ka makan dan tinggal hingga mati di Papua, orang lokal Papua bukanlah migran di
Jawa. Melainkan siswa yang mencari ilmu, mengasingkan diri, tapi sekaligus berpotensi tinggi mendapatkan diskriminasi. Saya menyebut mereka berstatus orang yang terbuang sementara (temporary outcast). Sangat umum diketahui, siswa Papua sukar mendapatkan kos dengan alasan di pintu-pintu rumah “hanya menerima mahasiswa muslim”. Tak heran jika akhirnya mereka mendesak pemerintah lokal Papua menyediakan sarana asrama siswa Papua, yang nanti justru menjadi sasaran empuk persekusi seperti yang kita saksikan selama dua hari ini. Pertemuan Jawa, Sulawesi, dan Papua menunjukkan bahwa awal relasi mereka terbangun dengan tidak baik-baik saja. Migrasi ke Papua digerakkan sistem pemerintah otoriter, dari Trikora hingga program transmigrasi. Itu berbeda dengan kotakota lain di mana keragaman dihasilkan dari pertemuan
antara migran yang sukarela berpindah (bukan dipaksa) dan akhirnya kawin-mawin dengan masyarakat lokal. “Siapa yang mau kawin dengan orang Papua jika harga maskawin saja mahal, ditambah berbeda ras dengan mereka?” kata Pak Edi, salah satu orang Trenggalek yang pernah saya wawancarai di Sorong. Sebagai catatan penutup, harus kita akui bahwa Indonesia memang beragam, tapi banyak ruang yang tidak memp er temukan keberagaman itu. Orang hidup dalam klaster masing-masing sehingga mereka terus dikungkung oleh stereotipe rasis dan kecurigaan. Rasisme dan persekusi di Malang dan Surabaya, juga Makassar, yang dibalas dengan pembakaran motor dan gedung di Manokwari, Sorong, dan Jayapura adalah hasil dari relasi yang telah saya gambarkan di atas. (*) *) D os en Antropologi Universitas Brawijaya
Gir (2/TAMAT) Cerpen S. Jai Meski demikian, entah oleh suatu musabab, aku tak mengatakan padamu perihal ingatanku yang lain: bahwa pada suatu hari engkau menyodorkan sebuah koran tempat sajakmu bertebaran di salah
satu halamannya, anakanak tertawa, lidahnya dijulur-julurkan, seperti mengejekku yang terpaku di hadapan istriku. Kubayangkan betapa hidupmu berada di tengah sebuah taman fantasi
RUMAH SAKIT 1.
RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang
0267-414520 0267-414521 0267-414522
2.
RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang
267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472
3.
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang
0267-640444 0267-640445 0267-640666
4.
RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang
0267-402855 0267-406445 0267-412246
5.
RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat
0267-414245 0267-414264 0267-414306
yang eksotis bersama anak-anak badung yang bermain dengan keliaran mahadahsyat dan mengingatkanku pada sebuah bab novel Kundera, Kitab Lupa dan Gelak Tawa –sebuah novel yang konon mengajarkan kepada kita bahwa jika kita mati, yang akan hilang dari kita bukanlah masa depan, tetapi masa lalu. Lantas, adakah bunyi, sunyi, atau frasa lain untuk ungkapan ini selain kegendengan atau lelucon? Ngedan dan ngeden sebagai perawi dan perawat altar pemujaan orang waras atas nama ungkapan paling klise di dunia; cinta kesenian? Cinta yang hampir menyebabkan kita nyaris terpelanting dalam adagium ’’tak ada yang salah dalam berkesenian’’, akan tetapi beruntung terselamatkan sebagaimana pepatah lain ’’tiada yang benar dalam agama’’. Cak, tersebab itulah pada hari ini aku bertanya lagi padamu; sesungguhnya kamu dalang, sutradara, pengarang, perupa, penyair, perawi buku, atau bidankah? Akan tetapi setelah kamu mati sungguh –dan semuanya akan menyusulmu kelak– entah mengapa aku jadi sibuk merangkai jawaban dari pertanyaan tak penting itu, kendati aku sudah pastikan jawaban sebenarnya darimu: gelak tawamu itu. Cak, tentu engkau masih mengingatnya bagaimana meski aku belajar di Jalan Airlangga, namun aku memilih berdiam di Gang Jetis Ketintang. Entah apa yang menggerakkanku demikian.
Pada kenyataannya, itulah jalanku, jalan satu-satunya yang telah kulakoni, dan diberikan-Nya padaku. Tak lain, semata-mata, agar lebih cepat mengenalmu. Maka, jadilah aku sering bertandang ke komunitasmu di institut. Menonton pertunjukanpertunjukanmu, menjadi saksi pergulatan dan kiprahmu. Oiya, aku masih ingat kita pernah membaca cerita bersama bukan? Waktu itu kita masih benar-benar merasa muda, membaca cerita dengan teriakan membahana di kelas sastra
yang diampu sahabat dan guru kita, Tengsoe Tjahjono. Mungkin tak sepertimu dengan berpuluh-puluh cerita, kurasa itulah cerita, itulah kisah yang kubuat dan masih bisa kuhitung dengan jemari sebelah tanganku saja. Cak, aku juga masih mengingatnya tak berselang lama dari waktu itu, kita pernah sepanggung bersama sebagai sesama aktor, meski dalam lakon yang berbeda dalam festival naskah-naskah Jepang di Malang. Sebuah festival yang penuh bebunyian dawai dan seruling yang memanjakan telinga. ’’Cak, aku mengenalmu, mengenangmu saat itu, ucapan leluconmu tentang sebuah pertunjukan yang tak tahu beda antara kebudayaan Tiongkok dan Jepang,” ungkapku. Lelucon sekaligus lukisan dari cakrawala atas sebuah panorama pengetahuan. Hai! Itu ketakjuban pertamaku padamu saat kita masih merasa benar-benar muda. Namun, sekaligus gambaran demikian tajam mata pisau penglihatanmu,
pendengaranmu, indramu. Sejak itu aku tak pernah kehilanganmu. Sampai kemudian, andai kamu masih hidup, tentu masih mengenangnya: Ketika gerakan reformasi bergulir. Kita pernah bersama kawan-kawan menggelar pertunjukan wayang kampung Semar Nesu, yang mana engkau salah satu dalangnya dan akulah salah seorang wayangnya. Tentang penguasa yang serakah. Orang kampung yang marah. Tentara yang pongah. Mahasiswa yang gerah. Juga awak pertunjukan serta penonton yang sama-sama lelah pada keadaan zaman. Ketika itu, sama sekali tak pernah kuduga bahwa kelak di kemudian hari peristiwa itu adalah salah satu lelatu dari ketekunanmu selain menatah kata dan menatah kulit wayang pula. ’’Oh iya Cak, sebaiknya tak perlu ya kukisahkan bahwa di kesempatan lain, kita pernah berpelukan setelah merayakan sebuah pertunjukan yang berlangsung selama lebih dari tiga jam itu. Ya, tak
perlulah,” pikirku. Baiklah, rupanya memang banyak pula yang tak perlu kukisahkan. Terlebih seiring waktu berjalan, meski aku merasa tak pernah kehilanganmu, pada kenyataannya bukan saja aku kerap kau tinggalkan dari jejak pencapaianmu, keindahan hidupmu, gebalau hibuk ria duniamu –mimpi, nyata– melainkan pula engkau sering lenyap dalam kesibukanmu bertungkus lumus dengan anak-anak fantasimu. Sementara aku memilih jalan sunyi, menyepi, menepi sebagai takdirku berharap tafakur, yang sama sekali jauh dari segala takdir majenunmu itu. Ya, terus terang aku belum sanggup menemukan jawaban, m e n ca p a i , m e n g g a p a i , a p a la g i m e n a p a k i d a r i segala takdir majenunmu itu karena terus diserobot gambaran-gambaranmu bagaikan layar film sejak puluhan tahun lalu. Main teater bersama, kau menjadi dalang dan aku wayangnya, membaca cerita, bertukar pandangan, berbagi rezeki, semeja makan bersama, aku berutang padamu dan kau berutang padaku, juga kerap memanggul tumpukan buku-buku sampai punggung kita sama-sama seperti batu. Seandainya engkau masih hidup, akan kubisikkan sesuatu padamu: bahwa ternyata aku masih takut pada hantu, mungkin juga seperti katamu, karena aku belum benarbenar menjadi hantu atau Tuhan –sebagaimana pepatah lama; manusia berpikir Tuhan tertawa. B e g i t u lah ketika kian banyak gambaranmu yang berhumbalang datang, makin tak kumengerti; bolehkah mengirim doa buatmu sambil memuja gelak tawa serupa mahkotamu itu? Sepeninggalmu, jikapun pada hari ini dan kelak di waktu kemudian, kusaksikan begitu banyak mereka yang terbahak, maka tak kusangsikan lagi di antaranya pastilah anakanakmu. Aku bersaksi. (*)
Hubungi Bagian Iklan JAMIL : 0838 0765 0426 KEHILANGAN S AT U B U A H B P K B M O B I L MERK NISSAN X-TRAIL NO.POL : T 1186 TQ DENGAN NO.KA : MHBF3CF1CEJ000022 NOSIN :QR25005580L WARNA HITAM TAHUN 2014 STNK ATAS NAMA ENTANG FITRIANA DENGAN NOMOR BPKB : M-03363817 HILANG BPKB MOBIL ISUZU B 9696 HW TH 1997 BIRU PUTIH A/N I NYOMAN YASTIKA D/A KP PULO RT 01/04 PINANG RANTI -JAKARTA.NOKA MHCTBR54BVCO15265 NOSIN E015265
LOWONGAN KERJA BTH: (1)TSS.MIN.D3 T.MESIN/T. INDUSTRI/T.ELEKTRO/METALURGI (2)SALES.MIN.SMA MAX40TH.PNY MOTOR&SIM C. SIAP MENGIKUTI TRAINING PRODUCT KNOWLEDGE DI JAKARTA.(BIAYA AKOMODASI PP & KOST 1BLN DISIAPKAN).KIRIM LMRN: HRD.IMG@GMAIL.COM
KEHILANGAN TELAH HILANG SHM NO 04256 LUAS 78M2 A/N AYU RAHAYU BINTI SUWADI SANJAN BLOK NO KAV J 1 37 PASIRSARI CIKARANG SELATAN BEKASI
KEHILANGAN KEHILANGAN SURAT T A N D A N O M O R KENDARAAN BERMOTOR (STNK) DENGAN NOMOR REGISTRASI B 2074 KKL ATAS N A M A Y U L I A N A , A L A M AT J L KEMANDORAN TUGU PEKAYON GG H TABRIH NO.9 RT 003/022, D E S A P E K AY O N J AYA , KECAMATAN BEKASI SELATAN, MOBIL DAIHATSU AYLA, JENIS MOBIL PENUMPANG / MINIBUS.
KEHILANGAN
SATU BUAH BPKB MOBIL MERK NISSAN GRAN LIVINA NO.POL : T 1273 AG DENGAN NO.KA : MH8BG1CG1F J096356 NOSIN : HR15932790B WARNA MERAH TAHUN 2012 STNK ATAS NAMA WINDA SYAM IBNU DJATMIKO DENGAN NOMOR BPKB : J.01035922 HILANG BPKB MOBIL DAIHATSU TERIOS 2014 HITAM METALIK B 1272 FOL A/N YANI MARYANI VILLA MUTIARA JAYA B MB12 N O 1 7 RT 0 6 RW 0 9 WA N A JAYA CIBITUNG BEKASI NOKA MHKG2CCJ2JEK093856 NOSIN DER9480
DIJUAL RUMAH
Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288
LOWONGAN KERJA
Dicari :
1. Technical Sales Spv 2. Sales
[1 Dan 2] Max. 45 Tahun 1. Pend. Min. DIII T. Mesin, T. Industri dan Metalurgi 2. Pend. Min. SMA/SMK/STM [1 Dan 2] Punya Motor Pribadi dan SIM C CV Lengkap di email hrd.img@gmail.com
KAMIS, 22 AGUSTUS 2019
Semangat Baru Urang Subang
IMBAUAN BUPATI Berdasarkan Surat Edaran bernomor KS.01/380/Kesra per tanggal 27 februari 2019: Mengistruksikan setiap instansi pemerintahan menggelar penggalangan dana “Peduli Thalsemia” menindaklanjuti data yang dirilis Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI/ POPTI) saat ini ada sebanyak 129 penyintas thalasemia yang tersebar di 30 kecamatan se-Subang. Adapun penyerahan bantuan dana dapat diserahkan ke Bagian Kesra Setda Subang atau via transfer ke rekening a/n Peduli bencana Kab.Subang: 0092084965100. Demikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Bupati Subang Ruhimat
SOROT FERI KOSASIH/KBE
MINTA PERSETUJUAN: Rapat Paripurna DPRD Subang dengan agenda penyampaian nota pengantar tentang Inovasi Pembiayaan Pembangunan Kabupaten Subang.
Pemkab Mau Pinjam ke Bjb
Kasus Penggusuran Diputus Hari Ini NASIB puluhan warga Majalengka yang menjadi korban penggusuran untuk proyek Tol Cipali, segera berakhir. Setelah menuntut keadilan di Pengadilan Negeri (PN) Majalengka sejak November 2018 lalu, Kamis (22/8/2019) ini mereka akan mendapat kepastian, apakah gugatan mereka dikabulkan atau ditolak. Hal itu seiring dengan rencana digelarnya sidang lanjutan dengan agenda pembacaan putusan oleh hakim. Hal itu dikatakan salah satu penggugat, Fahmi kepada pers, kemarin. Harapan akan adanya keadilan kembali muncul jelang putusan besok. Bersama rekan-rekan lainnya sesama korban penggusuran, Fahmi benar-benar berharap produk hukum dari pengadilan bisa menghadirkan rasa keadilan yang selama ini dianggapanya telah menjauh. “Intinya kami meminta keadilan seperti yang tercantum dalam Pancasila sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelas dia. Kendati demikian, Fahmi tidak menampik bahwa putusan pengadilan bisa saja jauh dari harapan. Jika hal itu terjadi, dia menegaskan tidak akan berhenti untuk menuntut hak-haknya sebagai warga negara. “Mungkin ada upaya lain. Bisa ngajukan banding atau penutupan jalan tol,” tegas dia. Kegigihan Fahmi dalam menuntut haknya berawal dari keadilan yang dirasakannya menjauh. Dalam proses pembebasan lahan untuk jalan tol sepanjang 116 kilometer itu, Fahmi menjelaskan lahannya hanya dihargai sebesar Rp18.000 per meter. Padahal, lahan miliknya saat itu masuk ke dalam kategori cukup subur. Bahkan, saat proses penggusuran, tanaman padi sudah hampir masuk musim panen. “(Harga tanah) Sekarang dibeli sama pengusaha itu Rp5 juta per bata (1 bata =14 meter). Kami pengen harga di atas Rp500 ribu per meternya. Uang ganti rugi sejak awal belum diambil. Ada 47 warga dari Kecamatan Dawuan, Jatiwangi, dan (Desa) Bongas (Kecamatan Sumberjaya),” ungkap dia. Sementara, disinggung terkait munculnya harga pembebasan lahan di angka Rp18.000 per meter, Fahmi mencium adanya manipulasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu. Saat itu, jelas dia, tanda tangan warga untuk daftar hadir digunakan sebagai persetujuan atas harga tanah. (bbs/fri)
PELAYANAN Lawan Praktek Percaloan SUBANG- Bupati Subang H. Ruhimat dat a ng l a ng s u ng d a n m e ngu r u s p e r p a n ja n gan Surat Izin Mengemudi (SIM) A dan C d i Ma p o l r e s S u b a n g , R a b u ( 2 1 / 8 / 2 0 1 9 ) . Bupati datang ke ruang SIM di Mapolres dan mengurus sendiri, dari mulai adminsitrasi sampai pada pemotretan. Beberapa saat setelah keluar dari ruangan, Bupati mengatakan, dalam pengurusan administrasi akan lebih baik jika diurus sendiri Selain mendapat pengalaman baru dalam proses pengurusannya, dengan menurus sendiri itu menjadi salah satu cara untuk melawan praktek percaloan. “Sudah gak musim lah pake jasa calo. Masa sudah era industri 4.0 masih harus pake calo, apa kata dunia,” kelakar Bupati Bupati mengaku melakukan perpanjangan SIM A dan C. Sebab, SIM yang ada, sudah memasuki massa habis berlakunya. “Belum habis juga, tapi mau habis. Jadi sebelum habis, kita s u d a h p u n y a . K a n j a d i a m a n ,” k a t a n y a . Perpanjangan SIM A dan C itu dilakukan Bupati di sela-sela peresmian Gedung Sat Narkoba dan Peletakan Batu Pertama Gedung Satuan Reskrim di Mapolres Subang. Setelah peletakan batu pertama, Kapolres AKBP Muhammad Joni mengajak Bupati untuk meninjau pelayanan di Mapolres salah satunya ke ruangan pengurusan SIM. Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni menegaskan, dalam pembuatan SIM pihaknya tidak kompromi dengan calo. Komitmennya itu dibuktikan dengan pemasangan spanduk yang berisi larangan menggunakan jasa calo. Komitmen itu, menjadi salah satu faktor mengantarkan Polres Subang dianugrahi penghargaan pelayanan terbaik di Jabar dan 15 besar di Indonesia. (fri)
Untuk Menutup Kekurangan Anggaran SUBANG- Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Subang mengambil langkah strategis demi percepatan pembangunan dengan meminjam ke pihak ketiga.
Yaitu ke Bank Bjb dan SMI. Hal itu diungkapkan Bupati Subang H. Ruhimat saat menyampaikan nota pengantar tentang Inovasi Pembiayaan Pembangunan Kabupaten Subang dalam Rapat Paripurna DPRD Subang, kemarin. Dikatakan Bupati, untuk saat ini pertumbuhan penduduk Kabupaten Subang semakin meningkat. Dan Subang merupakan salah
satu kota yang menjadi pusat pelabuhan internasional seperti yang akan dibangunnya titik pembangunan infrastruktur program nasional, yaitu pembangunan Pelabuhan Patimban. “Untuk itu perlu kita sikapi bahwa permintaan pembangunan infrastruktur jalan yang memadai perlu kita pikirkan. Sementara yang menjadi kendala untuk saat ini dalam membangun
jalan kita harus membeli tanahnya terlebih dahulu untuk membuat jalan lingkar tersebut dan pengadaan tanah di Subang Kota. Namun demikian, kata Bupati, di tengah keterbatasan anggaran pemerintah untuk saat ini yang tidak mencukupi maka Pemkab mengambil langkah strategis demi percepatan pembangunan meminjam ke pihak ketiga. Yaitu ke Bank Bjb dan SMI.
“Tapi kita masih mempertimbangkan suku bunganya yang lebih rendah sebagaimana dalam Undang Undang bahwa Pemerintah Daerah bisa meminjam untuk kebutuhan pembangunan kepada pihak ketiga untuk pinjaman daerah. Sehingga kami optimis setelah tanah sudah kita kuasai pembangunan jalan lingkar akan segera dapat kita bangun, “ paparnya. (fri)
500 Peserta Ikut Whorksop Pandu Digital SUBANG- Sebanyak 500 orang yang merupakan perwakilan dari Pemerintahan Desa, mahasiswa, dan perwakilan dari Organisasi Kepemudaan mengikuti Seminar Nasional dan Lokakarya Pembentukan Pandu Digital Kabupaten Subang. Acara ini digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi di Aula Pemkab Subang, Rabu (21/8/2019). Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Gun Gun Siswadi mengatakan, tujuan dari Seminar Nasional dan Lokakarya
ini agar masyarakat di pedesaan mampu memanfaatka informasi untuk kebaikan di era digital ini. Dan pemerintah mengedukasi masyarakat melalui program pandu digital. “Siapa yang menguasai informasi maka akan menguasai dunia, maka kami menggelar Seminar Nasional dan Lokakarya pembentukan pandu digital ini, dengan harapan agar seluruh lapisan masyarakat mampu menguasai informasi digital ini dengan baik, bukan sebaliknya menyebar fitnah atau hoax,” ujar Gun Gun.
Hampir 64 persen penduduk Indonesia, kata Gun Gun, yang terkoneksi dengan internet, dan ini menjadi peluang di era digital, guna menyongsong revolusi industri 4.0, dan proyek palapa II, atau tol langit. “Ini peluang kita untuk menuju revolusi industri 4.0, mengenai empat kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, papan dan informasi,” terangnya. Sementara Bupati Subang H Ruhimat mengatakan, dengan Seminar Nasional dan Lokakarya Pandu Digital ini, dapat meningkatkan lit-
erasi informasi digital di masyarakat Subang, sekaligus mampu menangkis konten hoax sekaligus, dapat membina masyarakat Subang dalam menggunakan medaos dengan baik. “Perkembangan dan kemajuan tekhnologi informasi, ibarat dua sisi mata uang, yang perlu kita sikapi dengan bijak dalam menggunakan medsos, yang mengarah kepada hal-hal yang positif,” kata Ruhinat. Ia berharap, 500 peserta dari utusan pemerintahan desa, mahasiswa dan perwakilan organisasinkepe-
mudaan dalam seminar nasional dan lokakarya pandu digital ini bisa sungguh-sungguh mengikuti, dan harus banyak belajar kepada Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi. “Seminar nasional dan lokakarya ini saya berharap bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh seluruh peserta, dan saya minta kepada Kang Evi u ntu k s e ce patnya menuntaskan desa digital di Subang, agar Subang lebih maju dan meninggalkan Kabupaten/Kota lain di Jawa Barat dan nasional,” paparnya. (fri)
Bupati Resmikan Gedung Satuan Narkoba Polres
Habiskan Rp 1,5 Miliar
SUBANG- Bupati Subang H. Ruhimat meresmikan Gedung Satnarkoba Polres Subang, Rabu (21/8/2019). Selain meresmikan, dalam kesempatan yang sama bupati juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Satreskrim Polres Subang. Pembangunan untuk Gedung Satreskrim Polres Subang sedang dibangun sejak tanggal 12 Juli 2019, pengerjaan yang dilaksanakan selama 150 hari kalender dengan nilai kontrak Rp 1, 47 miliar dari dana dari APBD Kabupaten Subang dengan nomor kontrak 640/V.3/CK/ SPMK/DisPUPR/VII/2019 dan dikerjakan oleh CV Bintang Kehidupan. Dalam kesempatan itu, Bupati Subang H. Ruhimat, mengatakan dengan pembangunan yang ada di Polres Subang atas bantuan pemerintah Kabupaten Subang, semoga dapat bermanfaat bagi pihak Polres dan masyarakat. “Dengan pembangunan Gedung Satreskrim Polres Subang, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Subang memberikan apresiasi yang setinggi tiginya kepada Polres Subang dengan di telah bangunnya Gedung Satuan Narkoba dan pembangunan Satreskrim, serta banyak terimakasih kepada semua pihak yang
FERI KOSASIH/KBE
DIRESMIKAN: Bupati Ruhimat melakukan gunting pita sebagai tanda peresmian Gedung Satuan Narkoba.
telah berpartisipasi dalam penyelesaian gedung ini, saya berharap ke depannya yang representatif dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan adanya gedung baru ini,” papar Bupati. Bupati berharap Gedung Satuan Narkoba yang representatif ini akan menjadi meningkatan kualitas pelayanan publik yang merupakan bagian dari komitmen dari Polres dalam membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk mewujudkan Subang Jawara. Dilanjutkan Ruhimat, dengan sudah adanya Gedung
Satuan Narkoba dan sekarang akan dilakukan peletakan batu pertama sebagai ciri kepedulian terhadap Polres Subang. Apalagi Satuan Satreskrim adalah satuan resmi bertugas membina dan menyelenggarakan kegiatan -kegiatan penyelidikan tindak pidana termasuk identifikasi dalam rangka penegakan hukum dan administrasi ketentuan dan peraturan yang berlaku yang berkaitan dengan tindak pidana. “Jadi sangat wajar bila diberikan beban yang diangkat presentasi agar dapat menjalankan tugas secara
optimal. Sekali lagi langkah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang representatif dapat selesai sesuai dengan waktu yang direncanakan untuk itu, mari kita mengedepankan semangat dan kerja keras dan kerja berkualitas,” katanya. Menurut Kapolres Subang AKBP M, Joni mengatakan, untuk membantu peningkatan sarana prasarana, maka telah diresmikan Gedung Satnarkoba, Gedung Satintel yang sudah diresmikan terlebih dahulu termasuk juga sekarang ini peletakan batu pertama di Satreskrim. “Saya laporkan juga Pak
Bupati bahwa ada satu gedung lagi yaitu gedung command center yang Pak Bupati sudah lihat kemarin,” kata Kapolres. Polres Subang harus masuk dalam nominasi penilaian proses pelayanan publik yang dikategorikan baik dan tentunya dari usaha-usaha yang tidak terlepas dari bantuan secara moril maupun material dari Pemda Subang. “Dengan adanya pembangunan ini membuahkan hasil, di tahun 2018 Polres Subang sendiri masuk kategori 15 Polres terbaik seIndonesia, yang ada untuk memberikan pelayanan publik secara nasional,” katanya. Kapolres juga mengucapan terima kasih kepada Bupati Subang atas dukungan kepada Polres. “S e b e l u m m e l a n g k a h pada pelayanan publik yang belum dihitung untuk dilombakan, kami sudah memiliki terlebih dahulu, contoh telah adanya Gedung Narkoba, Satreskrim termasuk ini ruang tahanan, dari sini nanti kita siapkan pelayanan untuk yang besuk tahanan itu nanti seperti di luar negeri jadi antara pengunjung sama yang menerima kunjungan atau tahanan itu hanya bertatapan saja,” katanya. (fri)
PENDIDIKAN
KAMIS, 22 AGUSTUS 2019
4
Cita-cita Jadi Koki Profesional KARAWANG – Sabar dan berjuang, dua kata ini yang selalu tertanam oleh dara cantik kelahiran Karawang, 11 Juli 2004. Sebab, bisa mempermudah dalam mencapai suatu impian hidup. Berawal dari hobi memasak, wanita pemilik nama lengkap Rubaeah Aladawiah yang merupakan salah satu siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) TMKM Cikampek jurusan Administrasi Perkantoran ini. Menggantungkan impian hidupnya ingi mencadi seorang cheef profesional. “Karena terispiransi oleh orang tua, kebetulan sebagai pedagang, maka dari aku ingin menjadi koki yang handal,” ucapnya kepada KBE, kemarin. Menurut Rubaeah, koki profesional merupakan profesi yang sangat mulia. Karena bisa membahagiakan banyak orang dengan masakan yang buat. “Selain itu bisa mendapatkan
uang banyak. Soalnya, bisa membuka usaha restoran atau rumah makan,” ungkapnya. Wanita cantik anak keempat dari lima bersaudara ini, selalu menggeluti potensi yang dimilikinya. Dengan rajin membaca buku tentang masakan, hasil bacaannya itu langsung dipraktekan serta selalu membuat resep-resep baru. “Untuk mempermudah dalam mencapai cita-cita, mulai dari sekarang saya akan berusaha dengan maksimal. Soalnya, proses tidak akan pernah menghianati hasil,” ungkapnya. Pengorbanan dan pejunagan yang akan dilakukan oleh mojang kotabaru ini berharap. Apa yang dimimpikan, bisa sesuai dengan kenyataan, sehingga bisa bermanfaat buat orang banyak dan bisa membuat bangga orang tua. “Mudah-mudahan cita-citaku bisa tercapai. Amiin,” harapnya. (oib)
TOYIB/KARAWANG BEKASI EKSPRES
SD Alam Jomin Ajarkan Siswa Berdagang KARAWANG - Mengajarkan berdagang sejak dini kepada siswa itulah salah satu kegiatan yang dilakukan Sekolah Dasar (SD) Alam Jomin. Tengok saja kegiatan rutin mingguan di sekolah alam ini hampir setiap minggunya selalu ramai dengan kegiatan kegiatan siswa aktif. Salah seorang guru SD Alam Jomin, Heri Adiansyah mengatakan, salah satu yang menerima orang tua adalah yang memberikan pendidikan yang tepat untuk anak-anak. Karena sukses dan sukses anak dalam dunia dan akhiratnya dimulai dari semenjak awal. “Pendidikan yang tepat adalah pendidikan yang
sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW,” jelasnya kepada KBE, kemarin. Lanjut Heri, pengenalan ilmu agama kepada anak harus dimulai semenjak kecil, sehingga pemahaman yang benar akan terbentuk sejak sedini mungkin. “Tuntutan Rasulullah SAW dalam mendidik anak telah dia ajarkan kepada umatumat beliau, hanya saja umat akan ikut atau pergi,” tuturnya. Mengajarkan Tauhid Aqidah Kepada Anak. Tauhid merupakan hal yang penting dimiliki oleh anak-anak yang sudah mulai belajar mengenal agama Islam. Karena tauhid merupakan landasan dalam Islam. Jika
seorang benar tauhidnya, maka ia akan mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat. Namun sebaliknya, jika tanpa tauhid maka akan dibahas kecelakaan di dunia serta kecelakaan di akhirat. “Mengajarkan tauhid kepada anak-anak dapat memulai dari hal kecil seperti mengenalkan Allah SWT sebagai Tuhan seluruh alam, mengenalkan Muhammad sebagai nabi dan rasul, mengajarkan solat 5 kali, mengajarkan kompilasi akan memulai dan membahas aktivitas dan sebagainya,” ungkapnya. Mengajarkan anak-anak tentang berbagai adab dalam Islam seperti makan dengan tangan kanan,
berdoa sebelum dan sesudah makan, meminta kebersihan, menjawab salam dan lain sebagainya. Begitu pula dengan akhlak. Tanamkan kepada anak akhlakakhlak mulia seperti yang dikatakan dan yang jujur, berbakti kepada orang tua, demawan. “Pertanggungan yang lebih tua dan sayang untuk yang lebih muda Tak lupa kenalkan pula adab untuk koleksi lainnya. Adab terhadap tumbuh-tumbuhan dan hewan yang sesuai dengan tuntunan syariat, tidak terluka dan menyiksa, menyediakan makan dan minum serta merawatnya,” ungkapnya. Setiap orang tua ingin
melihat anak-anak tumbuh sehat, cerdas dan saleh. Dan untuk mendapatkan hal ini, diperlukan peran orang tua dalam mendidik anak-anak. “Jangan pernah melalaikan dan lupakan pendidikan agama, akhlak pada anakanak. Karena hal ini adalah kewajiban sebagai orang tua,” tuturnya. S ementara salah satu siswa, Fadillah mengaku senang dan bangga bisa mengikuti semua kegiatan yang ada di sekolah. Selain mendapatkan ilmu pembelajaran tentang agama juga mendapatkan keterampilan dalam mengasah kemampuan siswa. “Seneng jadi bisa tau berdagang,” akunya. (oib)
PENGUMUMAN LELANG KEDUA EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Berdasarkan Pasal 6 UU No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan atas Tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan Tanah, PT. Bank Bukopin Cabang Bekasi (Hub VI) akan melaksanakan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang ( KPKNL ) Purwakarta terhadap barang jaminan debitur : Sebidang Tanah berikut bangunan SHM 03584 dan SHM 03585 /SUKALUYU, LT 380 m2, LB 532 m2. Karawang Wetan, tercatat atas nama Nur Inayah berupa Ruko terletak di Perumnas Bumi Teluk Jambe, Jl Pringonsani. Blok I No 37-38, Desa Sukaluyu, Kec. Teluk Jambe Timur, Kab Karawang, Jawa barat ( Limit Lelang Rp. 2,098,200,000.- Uang Jaminan Rp. 419,640,000.-)
SYARAT DAN KETENTUAN LELANG 1. Cara Penawaran Lelang dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis tanpa kehadiran peserta lelang menggunakan Aplikasi Lelang Internet (ALI) pada alamat domain https://www.lelang.go.id/ tata cara selengkapnya dapat dilihat pada menu “Prosedur Lelang” dan “Syarat dan Ketentuan” pada domain tersebut. 2. Pendafataran Calon peserta lelang mendaftarkan diri dan mengaktifkan akun pada https://www.lelang.go.id/ dengan merekam serta mengunggah softcopy KTP, NPWP dan nomor rekening atas nama sendiri (uang jaminan akan dikembalikan langsung ke nomor rekening jika peserta tidak ditunjuk selaku pemenang lelang). 3. Waktu Pelaksanaan Penawaran lelang diajukan melalui domain di atas sejak pengumuman lelang terbit sampai dengan Pembukaan Penawaran Lelang oleh Pejabat Lelang dilakukan pada : Pelaksanaan Lelang : Kamis, 29 Agustus 2019 Batas Akhir Penawaran : 11.00 WIB (waktu server) Alamat Domain : https://www.lelang.go.id Tempat Lelang : KPKNL Purwakarta Jl. Siliwangi No. 9 Purwakarta Penetapan Pemenang : Setelah Batas Akhir Penawaran 4. Uang Jaminan Lelang a. Peserta lelang diwajibkan menyetorkan uang jaminan lelang sebesar tersebut di atas dan harus sudah efektif diterima KPKNL Purwakarta paling lambat tanggal 28 Agustus 2019 Pukul 23.59 WIB (waktu server). b. Uang jaminan lelang disetorkan ke nomor Virtual Account (VA) masing-masing peserta lelang. Nomor VA akan dikirim secara otomatis dari alamat domain di atas kepada masing-masing peserta lelang setelah berhasil melakukan pendaftaran, data identitas dinyatakan valid dan memilih barang yang akan dilelang. 5. Penawaran Lelang a. Penawaran lelang menggunakan token yang akan dikirim secara otomatis dari alamat domain tersebut ke email masing-masing peserta lelang setelah menyetorkan uang jaminan lelang . b. Penawaran lelang dimulai dari nilai limit. Penawaran lelang dapat diajukan berkali kali sampai batas waktu sebagaimana angka 3 huruf a. c. Peserta lelang diwajibkan mengajukan penawaran minimal sesuai dengan harga limit, jika tidak mengajukan penawaran akan dikenakan sanksi tidak boleh mengikuti lelang di wilayah kerja Kanwil DJKN Jawa Barat. d. Peserta diharapkan menyesuaikan diri dengan penggunaan waktu server yang tertera pada alamat domain tersebut di atas. 6. Pelunasan Lelang Pemenang lelang harus melunasi harga pembelian dan bea lelang sebesar 2% paling lambat 5 (lima) hari kerja sejak pelaksanaan lelang. Apabila wanprestasi atau tidak melunasi kewajiban pembayaran sesuai ketentuan uang jaminan akan disetorkan ke kas negara. 7. Objek Lelang a. Objek lelang dalam kondisi apa adanya “as is’ dengan segala kekurangan dan konsekuensi biaya-biaya, tunggakan-tunggakan yang ada pada aset tersebut berikut permasalahan yang mungkin timbul dikemudian hari, peserta lelang dianggap telah mengetahui/memahami kondisi objek lelang dan bertanggung jawab atas objek lelang yang dibeli. b. Apabila karena suatu hal terjadi pembatalan dan atau penundaan pelaksanaan lelang, maka tidak ada satu pihak pun yang diperkenankan melakukan tuntutan hukum dalam bentuk apapun kepada pihak penjual dan / atau pejabat lelang KPKNL Purwakarta, Kanwil DJKN dan Kantor Pusat DJKN. 8. Keterangan / informasi lebih lanjut dapat menghubungi Kantor Cabang Utama Bank Bukopin Cabang Bekasi. Telp : (021) 88850747, atau dengan staff kami di no Hp. 081210673665 (Sdr. Robin)
Bekasi, 22 Agustus 2019 Ttd PT. Bank Bukopin , Tbk Cabang Bekasi (Hub VI)
KPKNL PURWAKARTA
PT.BANK BUKOPIN, Tbk CABANG BEKASI (HUB VI)
KAMIS, 22 AGUSTUS 2019
METRO KARAWANG
5
Rumah Warga Banyusari Terbakar Lagi Hampir Setiap Minggu Terjadi Kebakaran
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
KEBAKARAN : Satu unit rumah ludes terbakar, di Desa Gempol, Kecamatan Banyusari, diduga akibat korsleting listrik.
BANYUSARI – Intensitas musibah kebakaran di Kecamatan Banyusari terlampau tinggi. Dalam dua bulan terakhir saja, tercatat sedikitnya terjadi empat kali kebakaran disana. Lagilagi, arus pendek listrik, diduga menjadi penyebab terjadinya kebakaran. Pada Rabu, (21/8), warga di Dusun Pasar Gempol Selatan, RT 02/02, Desa Gempol, Kecamatan Banyusari, kembali gaduh karena kebakaran. Kali ini, rumah milik keluarga Herman yang menjadi sasaran si jago merah. Akibat kejadian tersebut, seluruh harta benda keluarga Herman, ludes terbakar. Meskipun tak ada korban jiwa, ditaksir kerugian mencapai Rp 80 juta. Kepada KBE, Danru Tim Damkar Cilamaya, Epi Purnomo menjelaskan, api yang membakar rumah keluarga Herman, diduga berasal dari korsleting listrik di atap rumah. Banyaknya material yang mudah terbakar, serta kencangnya hembusan angin pada saat itu, membuat kobaran api menjadi semakin besar dan tak terkendali. “Beruntung, empat mobil damkar datang dengan cepat. Sehingga api tidak
merambat ke rumah-rumah lainnya,” ujarnya kepada, kemarin. Ke empat mobil damkar, lanjut Epi, dari tim Damkar Cilamaya, Cikampek, Telagasari dan Pertamina, memerlukan waktu sedikitnya 2 jam untuk menjinakan api. “Kami mengimbau kepada masyarakat, untuk sering melakukan pengecekan dan perawatan pada isntalasi listrik di rumah,” ujarnya. Salah satu saksi mata, Andrianto menambahkan, kebarakan di rumah keluarga Herman terjadi di siang bolong. Api pertama kali nampak sekitar pukul 09.00 WIB. Kondisi rumah keluarga Herman pada saat itu memang sedang kosong. “Warga yang melihat kepulan asap di atap rumah Herman, langsung berhamburan dan mencoba memadamkan api, dengan peralatan seadanya. Pintunya terkunci. Sumber api ada di dalam, tepat di atas plafon,” ujar Andrian. “Kemudian warga membuka paksa, tiba-tiba terjadi ledakan, karena atapnya runtuh. Beruntung tak ada korban,” jelasnya. Akibat kejadian itu, keluarga Herman harus diungsikan sementara ke rumah kerabat terdekat. Saat ini, korban membutuhkan bantuan untuk merenovasi kembali rumahnya. “Api membakar sekitar 80 persen bagian rumahnya,” imbuhnya. (wyd)
Wali Murid Keluhkan Pungli di SDN Kalangsari 3
PENDIDIKAN
TOYIB/KARAWANG BEKASI EKSPRES
SMK TMKM Gelar Job Maching KARAWANG - Sekolah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tri Mitra Karya Mandiri Kotabaru kembali menggelar Job Maching 2019 yang ditunjukan bagi lulusan SMK alumni atau kelas 12 dan 12 SMK yang bekerja sama dalam kegiatan rekrutmen ini. Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa tersebut juga bertujuan untuk menyerap sumber daya manusia (SDM) lulusan SMK yang di gelar tanggal 21 -22 Agustus di Kampus Polyteknik TMKM. Kegiatan ini untuk menyerap tenaga kerja dari lulusan SMK sehingga mampu bekerja di sejumlah Industri yang ada di Kota Karawang. “Saat ini pertama mengadakan expo tentang kebutuhan tenaga kerja yang digarap, hari ini kita akan membuka namanya Job Maching mudah mudahan ribuan tamatan SMK yang ada di Karawang dan sekitarnya, dengan adanya kegiatan seperti ini bisa di informasikan tentang lowongan kerja yang ada,” ujar Kepala Sekolah SMK Tri Mitra Karya Mandiri, Iwan Sumitra kepada KBE, kemarin. Menurut Iwan, dengan menggunakan kertas lamaran yang sudah masuk ada sebanyak 14 lembaran dalam setiap kegiatan Job Maching. Tak hanya itu jumlah peserta yang hadir dengan membawa kertas lamaran saat ini berbeda dengan tahun sebelumnya. “Kali ini setiap peserta bisa menggunakan aplikasi Top Karir. Hanya cukup dengan menggunakan sistem online,” jelasnya. (oib)
INFO ORANG HILANG
H. Awa Bin Darjo
Usia 75 Tahun Alamat Dusun Cibuaya IV RT 002/007 Desa Cibuaya Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang. CIRI-CIRI Tinggi 167 cm, Kulit Sawo Matang, Rambut Lurus. Hilang sekitar 6 Bulan Lalu sejak iklan ini dipasang. Jika mengetahui orang tersebut hubungi : Warti No Hp 08159287480 Alamat Dusun Pejaten III RT 04/04 Desa Pejaten Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang.
K A RAWANG – Orang tua siswa SDN Kalangsari 3 Kecamatan Rengasdengklok kembali mengeluhkan adanya pungutan. Hal tersebut mengatasnamakan untuk pengadaan sumbangan meja dan kursi di sekolah yang dibebankan kepada anaknya. Orang tua siswa berinisial LI mengatakan, sekolah SDN Kalangsari 3 berdalih uang tersebut untuk melengkapi fasilitas yang ada, demi kenyamanan siswa siswinya. “Kita mengeluhkan banyaknya pungutan dari pihak sekolah. Siswa baru yakni kelas satu dibebankan uang pembelian bangku dan meja, uang seragam untuk batik dan olahraga,” ungkapnya kepada KBE, kemarin. Dikatakannya, pungutan atau iuran tersebut disampaikan me lalu i rapat, de ng an mengundang o r a n g t u a siswa dan komite sekolah.
“Pihak sekolah saat rapat mengutarakan tentang k e b u t u h a n p e n ga d aa n meja dan bangku dan per siswa dikenakan Rp 200 ribu, dan bisa di angsur. Selain itu ada keharusan menabung dengan dua jenis tabungan, tabungan orangtua siswa dan tabungan siswa dengan menggunakan dua buku tabungan yang masing-masing buku itu dihargai Rp 6 ribu,” jelasnya. “Sekolah SDN seharusnya mendapat sokongan dana dari APBD Kabupaten Karawang, tetapi kenapa malah pungli ke siswa siswi di sekolah,” ucapnya. Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Rengasdengklok, Rida Ratna Pur wanti menjelaskan, bahwa hal tersebut sudah ada kesepakatan bersama. “Kalau tidak salah sudah ada kesepakatan dan sudah
ada dibimbingan dari Koordinator Wilayah l, dan Tim saber Pungli Kabupaten Kar-
awang,” ujarnya. Sementara itu, Kepala SDN Kalangsari III saat akan di konfirmasi terkait
pungutan yang telah dilakukan sekolahnya tersebut tak berada di tempat. (gie)
BPBD Memprediksi Musim Kemarau Berakhir November
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
STUDI BANDING : Warga Belajar PKBM Assolahiyah Cilamaya, foto bersama di depan kantor Kedubes Jepang, usai mengikuti program studi banding.
PKBM Assolahiyah Belajar Disiplin dari Jepang CILAMAYA KULON – Negri Sakura Jepang, dikenal sebagai negara yang disipilin dan memiliki etos kerja yang tinggi. Karena itu, pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Assolahiyah Cilamaya, memboyong puluhan warga belajarnya, untuk menimba ilmu di Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang di Jakarta, Selasa, (20/8). Direktur PKBM Assolahiyah Cilamaya, Heru Saleh mengatakan, pihaknya telah bermitra sejak lama dengan Tensai Nihongo Bunka Gakuin, salah satu perusahaan
industri dan teknologi di negri matahari terbit. Tujuannya, untuk menerapkan kebiasaankebiasaan baik, yang dilakukan oleh masyarakat Jepang, yang dinilai memiliki disiplin tinggi, tanggung jawab dan etika yang baik. “Semua karakter tersebut harus disiapkan sejak dini untuk warga belajar. Sehingga, begitu lulus nanti, mereka bisa bersaing di duna kerja, maupun wirausaha,” ungkapnya kepada KBE, kemarin. Lanjutnya, dengan menimba ilmu dari Kedubes
Jepang, diharapkan warga belajar semakin termotifasi untuk maju. Apa lagi, di tahun 2019, dimana perkembangan teknologi abad 21, yang dibarengi eranya industri 4.0, berjalan sangat cepat. Kata Heru, apa bila tidak dibekali dengan keilmuan yang cukup. Dikhawatirkan, anak-anak lulusan paket C tidak bisa bersaing, dengan teman-teman sebayanya kelak, setelah lulus dari meja belajar. “Seperti citacita kami. Mencetak siswa paket C, yang siap bersaing di wilayah regional maupun global,” pungkasnya. (wyd)
K A R AWA N G - B a d a n Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, mengatakan terdampak kemarau yang mengakibatkan bencana kekeringan semakin meluas. Tak hanya Karawang bagian selatan, kali ini sejumlah wilayah Karawang bagian utara mulai terdampak. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ruchimat menjelaskan saat ini warga yang mengalami kekeringan air mencapai 8.570 jiwa. Sementara itu luas lahan yang terkena dampak yakni 422 hektar. Ruchimat menjelaskan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Karawang akan berakhir pada Bulan November. Sehingga kewaspadaan bencana kekeringan dilakukan pihaknya. Saat ini tidak hanya
wilayah Karawang bagian selatan, lanjut Ruchimat, kekeringan juga sudah mulai melanda wilayah Karawang bagian utara. “Seperti Kecamatan Tempuran itu ada sekitar 1.000 jiwa yang terdampak kekeringan dan sudah kita kirim bantuan air bersih. Lalu ada juga di Kecamatan Tirtajaya dan Cilebar sebanyak 422 hektar lahan sawah kekurangan air,” ungkapnya. Ruchimat mengatakan selama bencana kekeringan yang melanda 7 kecamatan di Karawang. Pihaknya telah melakukan pengiriman air sebanyak 31 rit dengan setiap pengirimannya sebanyak 5.000 liter air. “Beberapa kecamatan Karawang bagian selatan yang terkena dampak yakni Telukjambe Barat, Ciampel, Tegalwaru dan Pangkalan. Lalu jika Karawang bagian utara yakni Tempuran, Tirjata dan Cilebar,” pungkasnya. (rie)
Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis
KAMIS, 22 AGUSTUS 2019
6
Tenaga Medis Puskesmas Kumpul di RS Izza Antusias Ikuti Training Peningkatan Layanan Kesehatan ISTIMEWA
Resinda Group Galang Donor Darah KARAWANG- Resinda Hotel Karawang bersama Resinda Group lainnya, Resinda Estate, Resinda Park Mall, Resinda Prima Entertama, dan Altius, menggelar kegiatan donor darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Karawang bertempat di Grand Ballroom Resinda Hotel Karawang. Acara ini merupakan bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 88 partisipan di mana 65 kantong darah terkumpul di kegiatan donor darah tersebut. “Donor darah merupakan bentuk tanggung jawab sosial Resinda Group, khususnya Resinda Hotel Karawang, terhadap masyarakat,” ujar General Manager, Ruth Hutapea. Ruth melanjutkan, program ini sudah menjadi agenda rutin dari Resinda Hotel Karawang bersama Resinda Group. Dengan mengikuti donor darah ini selain dapat membantu kepada masyarakat yang
membutuhkan transfusi darah juga dapat memberikan manfaat kesehatan. “Resinda Group, khususnya Resinda Hotel Karawang, berharap penyelenggaraan acara donor darah ini dapat memberikan manfaat positif untuk kesehatan pendonor dan membantu PMI dalam menyalurkan darah bagi para pasien atau masyarakat yang memerlukan transfusi darah sebagai salah satu upaya untuk penyelamatan. Kegiatan donor darah ini merupakan salah satu Program CSR yang diselenggarakan Resinda Hotel Karawang, managed by Padma Hotels,” ungkapnya. Dikatakan Ruth terdapat beberapa program CSR lainnya antara lain program pemotongan hewan kurban dan penyuluhan ke sekolah serta masyarakat di Karawang. “Program ini diadakan dengan harapan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat di lingkungan Resinda Hotel Karawang dan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat sekitar,” terangnya. (dri/rls)
CIKAMPEK- RS Izza Cikampek kembali menunjukan komitmennya tak hanya sekadar memberi pelayanan kesehatan yang prima, tapi juga turut serta memberikan edukasi pelayanan medis bagi para tenaga kesehatan di Puskesmas yang ada di wilayah Cikampek. Manajer umum di RS Izza, Agus Sulistyo mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sesuai dengan hasil pertemuan yang sebelumnya dilakukan pihak rumah sakit dengan para kepala Puskesmas se-Cikampek. “Hari ini (kemarin,red) kita menggelar acara manajemen triase dan bantuan hidup dasar bagi dokter dan tenaga kesehatan di lingkungan puskesmas yang ada di Cikampek dan sambutannya sangat antusias diikuti oleh para dokter dan tenaga medis dari 11 puskesmas yang ada,”kata Agus kepada KBE, kemarin. Dikatakan Agus, kesebelas puskesmas tersebut adalah Puskesmas Kota Baru, Cikampek, Cikampek Utara, Purwasari, Cicinde, Cilamaya, Klari, Gempol, Jatisari, Jomin dan Tirtamulya. “Kami senang mereka menyambut baik dengan peserta yang membludak, dan kami ke depan akan terus menjalin hubungan baik dengan puskesmas yang ada, baik peningkatan mutu ataupun kegiatan kesehatan lainnya,” ungkapnya.
ISTIMEWA
KESEHATAN: RS Izza Cikampek kembali menunjukan komitmennya tak hanya sekadar memberi pelayanan kesehatan yang prima, tapi juga turut serta memberikan edukasi pelayanan medis bagi para tenaga kesehatan di Puskesmas yang ada di wilayah Cikampek.
Acara dibuka langsung Direktur RS Izza, Dik Adi Nugraha. Ia sekaligus menjadi pemater i bersama Mira Silviana. “Kegiatan ini selain sebagai ajang bertukar ilmu dan update dibidang kesehatan,juga sebagai ajang menjalin silaturahmi dan kerjasama antara RS Izza dan puskesmas-puskesmas di wilayah Cikampek dan sekitarnya serta menambah wawasan tentang tema di atas untuk para tenaga medis di puskesmas-puskesmas yang menjadi peserta , sehingga
tenaga medis yang ada di puskesmas mempunyai wawasan yg sama tentang penanganan kegawatdaruratan dan penganan pasien yang datang,” beber Agus. Dikatakannya, dengan adanya penambahan wawasan di bidang kesehatan, akan dapat menurunkan angka kematian dan risiko kecacatan tetap saat penanganan kegawatdaruratan. ”Kami berharap pengetahuan ini dapat membantu dalam hal penanganan kesehatan,” pungkasnya. (dri/ mhs)
ADVERTORIAL
Rakor Tim Inovasi Kabupaten Program Inovasi Desa
Pemanfaatan DD Bisa Percepat Pembangunan Daerah KARAWANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri, menghadiri rapat koordinasi Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Program Inovasi Desa di Ballroom Hotel Mercure Karawang, kemarin (21/8) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD). Pada kesempatan ini, Acep mengatakan, banyak perbedaan dalam struktur kepemerintahan tingkat desa dulu dan sekarang. Ia menuturkan, saat ia masih menjabat sebagai lurah, tak banyak bantuan keuangan yang masuk ke kelurahan maupun desa. Berbeda dengan pemerintahan desa saat ini yang banyak menerima bantuan
baik dari dana APBN dan dana lainnya. Ia berharap agar rapat koordinasi semaca ini dapat memiliki output terhadap peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi, serta produksi di masyarakat, yaitu dengan adanya berbagai inovasi baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Diharapkan para tim PID memiliki wawasan yang luas, serta pola pikir yang berkelanjutan, serta program dan kegiatan yang dibangun di desa harus bersifat kreatif, inovatif dan sesuai dengan kondisi kekinian,” ungkap Sekda. Ia pun agar Tim Inovasi Desa, membentuk berbagai program inovasi baru,
yang tidak terlepas dari program pemerintah daerah, serta mengembangkan berbagai konsep yang ada untuk meningkatkan berbagai inovasi yang dijalankan. Inovasi yang dimunculkan harus sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, Acep berharap, penggunaan dana desa dapat mengurangi tingkat kemiskinan, serta peningkatan hasil produksi dan pemasarannya yang lebih mudah. “Pemanfaatan dana desa, dapat mempercepat pembangunan daerah, serta melengkapi kekurangan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya. (bbs/mhs)
DISKOMINFO KARAWANG
RAKOR: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri, menghadiri rapat koordinasi Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Program Inovasi Desa di Ballroom Hotel Mercure Karawang, Rabu (21/8) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD).
SAMBUNGAN
KAMIS, 22 AGUSTUS 2019
7
PNS Tersangka Pencurian Masih Bebas Kuasa Hukum Pertanyakan Penanganan Kasusnya KARAWANG - Penanganan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) senilai Rp 200 juta yang dilakukan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Perumahan De Kraton, Desa Pancawati Kecamatan Klari, belum ditangani serius oleh Polsek Klari. Kasus yang dilaporkan korban Yadi Haryadi sejak 17 Mei 2019 hingga kini belum ada kelanjutan. Pihak pelapor mempertanyakan kepolisian dalam penanganan kasus tersebut yang kasusnya belum dilimpahkan ke pengadilan. Kuasa hukum pelapor, Bambang Sunaryo, SH, MH dan Elan Katrida, SH mempertanyakan proses penanganan kasus pencurian yang merugikan kliennya. Alasannya kasus sudah empat bulan kasus tersebut masih jalan di tempat. Anehnya lagi pelaku yang melakukan
pencurian tersebut hingga kini belum dilakukan penahanan. “Kasus ini kan sederhana yaitu pencurian, dimana pelakunya sudah ada, alat bukti dan saksinya cukup kenapa masih jalan ditempat, apalagi yang ditunggu. Saya pertanyakan kenapa polisi tidak berani melakukan penahanan terhadap pelaku, padahal dia sudah mengakui.Apa karena dia ASN hingga diperlakukan khusus seperti itu,” ujar Bambang. Lanjut Bambang, kejadian tersebut bermula ketika pelapor, Yadi Haryadi pulang ke rumah kontrakannya, Senin 13 Mei sekitar pukul 14.00 WIB. Saat masuk ke rumah dia mendapati pintu rumahnya dalam keadaan rusak. Kemudian masuk ke dalam dan mendapati seluruh barang-barang di dalam rumahnya hilang. “Barang-barang didalam rumah sudah kosong di ambil pencuri. Setelah ditanyakan kepada tetangga diketahui semua barang diambil oleh EW dengan menggunakan dua buah truk,” ungkapnya.
Menurut Bambang, EW merupakan ASN aktif dili n g ku n g a n S e k re t a r i a t DPR RI Jakarta. Setelah mengetahui itu kemudian kasus pencurian dengan pelaku EW ini dilaporkan ke Polsek Klari. “Seluiruh barang curian sudah diamankan polisi dan pelakunya sendiri sudah mengakuinya tapi kenapa polisi tidak melakukan penahanan dan segera melimpahkan perkaranya,” ujarnya. Bambang mengatakan kasus tersebut bisa terjadi jalan ditempat karena polisi tidak bekerja secara profesional atau polisi takut untuk melanjutkan perkara ini. “Kita tunggu dalam satu minggu ini kalau tidak ada perkembangan kami akan laporkan ke Propam karena polisi di Polsek Klari tidak profesional. Apalagi pelakunya tidak dilakukan penahanan,” pungkasnya. Sementara itu Kapolsek Klari, Kompol Relisman ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp hingga berita ini ditulis belum juga menjawab. (red)
Pertamina Kebut Penanganan .... dari halaman 1 gayoman dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam hal ini masyarakat
Karawang. Sementara itu, VP Relations PHE, Ifki Sukarya menambahkan, PHE ONWJ berterima kasih khususnya kepada TNI /Polri yang se-
cara aktif terlibat dalam kegiatan pengamanan dan pembersihan tumpahan minyak, sehingga dapat terlaksana dengan optimal. (rls/rie)
Kinerja DPRD .... dari halaman 1 Ketua DPRD Karawang. “Kalau sudah punya mekanisme internal, mengapa harus lama-lama memutuskan. Ada apa ini,” ujarnya lagi. Sementara itu, angota DPRD Karawang dari Partai NasDem Indriyani ST juga mengaku lambannya penyusunan AKD dan pimpinan dewan mengganggu kinerja anggota. “ Jelaslah mengganggu kinerja. Mestinya kita sudah kejar waktu untuk menyelesaikan agendaagenda legislasi yang sudah diagendakan. Kita juga berharap kelengkapan-kelengkapannya segera selesai,”
ujar Indriyani kepada KBE. Anggota DPRD dari NasDem sendiri akan tergabung dalam Fraksi Gabungan Pangkal Perjuangan bersama PPP, PBB, Hanura dan PAN. Sementara itu, setelah terbentuk Fraksi Golkar DPRD Karawang beranggotakan tujuh orang, DPD Golkar m e n g g e l a r t a s y a ku ra n fraksi di kantor DPD, Rabu (21/8/2019). “Tasyakuran ini kali pertama dilakukan, ini menunjukkan semua anggota fraksi harus tetap solid dan kompak dalam kebersamaan,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Karawang yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD
Kabupaten Karawang, Suryana. Melalui acara tasyakuran ini, dirinya mengajak kepada semua anggota Fraksi Golkar untuk membuat dan mengimplementasikan program yang sifatnya ‘menyapa’ para konstituennya. “Jika hal itu terus dilakukan, tentunya diharapkan pada Pemilu 2024 Partai Golkar akan jaya kembali,” ujarnya. Masih menurut Suryana, melalui acara tasyakuran ini pula terjawab tidak ada lagi perbedaan dan perselisihan di antara sesama anggota fraksi. “Ini isyarat bahwa Golkar Karawang tetap solid,” tandasnya. (red)
Golkar Siapkan .... dari halaman 1 tak menutup kemungkinan justru akan menjadi lawan. “Partai Golkar siap tantang Cellica atau siapapun penantangnya di Pilkada nanti,” kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Karawang, Cepyan Lukmanul Hakim, kemarin (21/8). Cepyan menuturkan, setelah penetapan hasil Pileg di KPU Karawang beberapa waktu lalu, politisi di Partai Golkar intens menjalin komunikasi politing dengan sejumlah parpol, emaski ia tak menampik, Demokrat jadi salah satu partai yang memang cukup intens menjalin komunikasi politik. Khusus untuk memper-
siapakan Mulyono maju dalam Pilkada, Cepyan menuturkan sampai saat ini Golkar belum menentukan nantinya porsi calon bupati atau calon wakil bupati yang akan ditawarkan Golkar. Pihaknya masih menunggu survei nternal yang sedang berjalan untuk menjadi dasar keputusan porsi kursi yang akan diambil Mulyono. “Ini sedang dalam tahapan survei, nanti bulan depan akan terlihat hasil suvernya bagaimana,” ungkapnya. “Yang penting saya pastikan kader Golkar maju di Pilkada, baik sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati,” timpalnya. Di tempat yang sama Sekretaris DPD Golkar Karawang,
Suryana mengaku partainya pada hari yang sama, sudah mengumpulkan ratusan kader dan bekas caleg yang maju dari Partai Golkar di pileg kemarin. Hal ini dilakukan selain untuk menjalin silaturahmi, tasyakuran para caleg terpilih, sekaligus meminta para anggota DPRD terpilih untuk rajin menemui konstituean. Disinyalir hal ini dilakukan tak terlepas dari tahun politik 2020 mendatang. “ Yang yang jelas kami pada intinya akan menempatkan atau fokus menempatkan para caleg terpilih di bangar, agar aspirasi yang murni atas inisiatf Golkar bisa terus di kawal bahkan di tingkatkan, seperti Bansara,” kata Suryana. (mhs)
MEMPERTANYAKAN: Kedua kuasa hukum korban mempertanyakan proses hukum atas tersangka.
Karawang Daerah Penderita .... dari halaman 1 dinyatakan positif Multidrug Resistant Tuberculosis (TB-MDR) atau resistent obat TB. Seksi Pemberantasa Penyakit Menular (P2M) Puskesmas Cilamaya, Novi Pahleni mengatakan, pihaknya kini gencar melakukan sosialisasi dari desa ke desa. Agar masyarakat mengerti, betapa bahayanya penyakit paru. Terlebih, saat ini, Kabupaten Karawang menjadi penyumbang TBMDR terbanyak. “Sekali terjangkit TB, se-
orang pasien harus mengkonsumsi obat selama 6 bulan setiap hari,” ungkapnya, kepada KBE, dalam acara sosialisasi, di Desa Cikalong, Kecamatan Cilamaya Wetan, kemarin (21/8). Novi mengatakan, umumnya, pengidap TB-MDR mengalami gejalah yang sama dengan penyakit TB biasa. Namun, perlu diketahui, apa bila sudah resistent obat TB, bisa jadi, pengidap tersebut harus mengkonsumi obat TB seumur hidupnya. Atau dalam jangka waktu yang sangat lama. Apa bila sudah mengala-
mi gejala seperti, 5L (mudah lelah, lemah, letih, lemas dan lesu) serta batuk terus menuerus sampai mengeluarkan darah. Novi menganjurkan agar langsung berobat ke puskesmas terdekat. Pasalnya, obat TB jenis pertama, hanya bisa di dapatkan di puskesmas. “Kalau konsumsi obat TB harus sampai tuntas, lama waktunya 6 bulan,” ujarnya. “Kalau obatnya ganti-ganti, dan waktu minumnya tidak teratur, malah berpotensi TB-MDR,” imbuhnya. D i t e mp at ya ng s a ma,
Kepala Desa Cikalong, Lili Hermanto, mengatakan, pada umumnya warga yang mengidap TB merasa malu untuk berobat ke Puskesmas. Pasalnya, mereka takut di hindari oleh masyarakat dilingkungan sosial. Hal tersebut membuat pemerintah desa kesulitan mendata atau mendeteksi, warga yang terjangkit penyakit TB. “Warga mah malu untuk melapor. Kecuali sudah parah, dan minta bantuan rujukan ke rumah sakit. Baru lapor ke desa,” ujarnya. (wyd)
investasi di wilayah yang bukan peruntukanya. Sementara di tempat terpisah, Kepala Desa Karangsari Ahmad Gaos mengatakan, Pemerintah Desa tidak tahu-menahu terkait wilayahnya jadi zona perumahan. Karena semua sudah diplot oleh Pemda bahwa Desa Karangsari adalah zona kuning. “Saya tidak tahu wilayah yang diplot pembebasan lahan sawah dijadikan perumahan. Karena itu ditentukan pihak Pemda,” kata Ahmad Gaos, baru-baru ini. “Di wilayah desa kami luas pesawahan seluas 150 hektare, dan kurang lebih baru 10 hektare yang su-
dah dibangun perumahan. Kalau terkait masalah izin tanyakan saja pa ke Pemda, saya tidak tahu,” tandas Ahmad Gaos. Terkait regulasi penggunaan saluran irigasi oleh pengembang perumahan, Dedi Ali selaku Humas di Perusahaan Jasa Tirta 2 (PJT2) saat di konfirmasi KBE mengatakan, hal tersebut baiknya ditanyakan ke PJT Wilayah Karawang. “Kami belum bisa memberi penjelasan, karena harus dilihat dulu apakah irigasi itu merupakan wilayah PJT atau bukan. Baiknya tanyakan saja ke PJT di Wilayah Karawang,” kata Dedi. (san)
Karawang tetap memberikan apresiasi atas kerja keras polisi cilik dengan memberikan penghargaan. Inilah generasi anak yang berbakat dan patut di contoh untuk menjadikan motivasi masyarakat. “Prestasi yang ditoreh oleh polisi cilik menjadi moti-
vasi bagi kita semua, karena kekompakan pasukan itu tidak segampang apa yang dipikirkan. Maka itu Kapolres karawang, AKBP Nuredy Irwansyah Putra memberikan penghargaan karena telah mengharumkan nama baik Polres Karawang,” pungkasnya. (*)
Ratusan Hektar Sawah .... dari halaman 1 jadi pemukiman, fungsi irigasipun berubah menjadi fasilitas tempat saluran buangan air perrumahan. Sehingga hal tersebut dinilai sang pengembang sudah dimanjakan alias tidak perlu lagi merogoh kocek untuk membuat saluran atau selokan air buangan. Karena memang sudah ada fasilitas yang telah disediakan sebelumnya. Di Desa Sukasari menurut informasi dari Undang Solihin, Sekretaris Desa Sukasari, luas lahan pertanian sawah kurang lebih 300 hektare. Dari sekian luas tersebut mencapai kurang
lebih 40% sudah dibangun perumahan. “Sawah disini memang sawah tekhnis, dengan luas kurang lebih 300 hektar, dari luas itu sudah 40% sudah di bangun perumahan,”terang Undang kepada KBE, pada Selasa(20/08) Masih kata Undang, terkait penggunaan saluran irigasi yang digunakan perumahan teknisnya ia tidak tahu, apakah sudah mengantongi izin apa belum dari dinas terkait. “Baiknya tanyakan saja ke Pengairan,” tandasnya. Undang menambahkan, Desa Sukasari oleh pemerintah sudah diplot sebagai zona kuning. Jadi tidak mungkin pengembang ber-
Inilah 33 Polisi Cilik …. dari halaman 1 ka bisa tampil dihadapan masyarakat Karawang,” kata Nuredy kepada wartawan, kemarin. Sementara itu, Kasat lantas Polres Karawang, AKP Bariu Bawana menuturkan, pihaknya terus memotivasi
General Manager: Tohiri Alam. Deputy General Manager: Hayatullah. Pimpinan Perusahaan: Tohiri Alam. Pimpinan Redaksi: Hayatullah. Wakil Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Asisten Redaktur: Fuad Fauzi, Tomi Prayoga. Kabupaten Karawang: Agus B, Yogie S, Toyib, Wahyudi. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Agus Nuryadin, Haripan Nahampun, Yogie Trinanda. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Subang: Feri Kosasih. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Keuangan/Administrasi: Dewi Megawarti (Koordinator), Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein, Iin. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi.
dan memberikan semangat atas usaha latihan mereka selama ini. Pasalnya, yang terpenting dari Lomba Baris Berbaris ini yakni pembinaan karakter siswa dalam hal kedisiplinan yang memang erat pada baris berbaris. Meski begitu, Polres
Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Jalan Kasuari IX Blok O Nomor 52 Perum Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@ gmail.com. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan.
8
Semangat Baru Purwakarta
KAMIS, 22 AGUSTUS 2019
Jabar Perlu Pemekaran Kabupaten Dedi Dukung Pencabutan Moratorium DOB PURWAKARTA- Anggota DPR RI terpilih dari Partai Golkar, Dedi Mulyadi mendukung pencabutan moratorium daerah otonomi baru (DOB) di Jawa Barat. Meski begitu, dia menilai pemekaran daerah di Jabar perlu ditekankan pada pembentukan kabupaten baru, bukan kotamadya. Kalaupun pembentukan kabupaten terlalu sulit, solusi sementaranya adalah pemekaran desa atau kelurahan. “Konsep otonomi itu harus diarahkan pada pelayanan publik. Otonomi di Jabar harus diarahkan pada daerah-daerah yang memiliki wilayah yang luas, kemudian jumlah penduduk yang sangat besar. Seperti Bogor, Sukabumi, Garut, itu sudah selayaknya jadi dua atau tiga dan tetap jadi kabupaten,” kata Dedi belum lama ini kepada awak media. Di luar konteks politik, menurut dia, DOB menjadi kebutuhan Jabar. Pasalnya, dari sisi kebutuhan publik, Jabar tertinggal dari Jawa
Otonomi di Jabar harus diarahkan pada daerah-daerah yang memiliki wilayah yang luas, kemudian jumlah penduduk yang sangat besar....” Dedi Mulyadi Tengah atau Jawa Timur, yang banyak dilakukan pemekaran daerah pada era Orde Baru. Padahal, jumlah penduduk Jabar lebih banyak dibandingkan Jateng dan Jatim. Meski demikian, Dedi menilai, DOB di Jabar hendaknya diarahkan untuk membentuk kabupaten baru, karena untuk pembentukan kota baru dianggap tak efektif, baik untuk mendekatkan pelayanan publik maupun distribusi keuangan dari pemerintah pusat. “Ada suatu wilayah dengan penduduk sedikit da-
pat alokasi pembiayaan yang relatif cukup, sehingga kota itu terus mengalami kemajuan. Sementara ada suatu kabupaten dengan jumlah penduduk yang banyak, alokasi keuangannya banyak terserap untuk pegawai. Jadi, otonomi h a r u s d i a ra h k a n p a d a pembentukan kabupaten,” tuturnya. Kalaupun pemerintah pusat tetap memberlakuk a n m o ra t o r i u m D O B , Dedi menyatakan, masih ada solusi untuk meningkatkan pelayanan publik. Solusi itu ialah dengan cara memerkarkan desa
NET
atau kelurahan. Menurut dia, pembentukan desa atau kelurahan baru
re l a t i f t a k p e r l u b i a y a yang besar. “Dari sisi pembiayaan bi-
rokrasi juga kecil, tapi aspek pelayanan publik bisa lebih banyak. Apalagi ditambah
dengan alokasi keuangan buat di desa dari pusat,” katanya. (bbs/mhs)
PERSIB BANDUNG Tiga Wajah Baru Sudah Ikut Berlatih PERSIB Bandung menggelar sesi latihan rutin di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, kemarin (21/8) pagi. Tiga pemain anyar pangeran biru yaitu Nick Kuipers, Kevin van Kippersluis dan Omid Nazari langsung bergabung ikut latihan bersama para pemain lainnya. Nick mengenakan jersey latihan bernomor 2, Kevin memakai jersey bernomor 20 dan Omid memakai jersey latihan bernomor punggung 91. Selain ketiganya, tampak hadir dalam sesi latihan seperti kapten Supardi Nasir, Bojan Malisic, I Made Wirawan dan belasan pemain lainnya. Pelatih Persib, Robert Rene Alberts mengaku senang melihat tiga wajah baru Maung Bandung itu dalam sesi latihan. “Senang melihat mereka hadir latihan, mempelajari pemain lain bagaimana kualitas dan apa yang mereka punya,” kata Robert seusai memimpin sesi latihan. Robert juga menyebut dirinya melakukan sesi latihan terbuka sekaligus program persiapan Persib menghadapi Badak Lampung FC dalam lanjutan Shopee Liga 1 2019 yang digelar pada Minggu (25/8) nanti. “Tadi juga kita melakukan sesi terbuka. Secara umum semuanya baik. Nick segera masuk ke dalam pertahanan, Omid berdiri lini tengah, Kevin di depan mencari ruang bersama Ezechiel. Saya senang melihat mereka berlatih,” ujar pelatih berkebangsaan Belanda itu. (bbs/mhs)
ISTIMEWA
Datangi Makodim, Polisi Tes Urine Pajurit TNI
SOROT
PURWAKARTA- Kasat Reserse Narkoba Polres Purwakarta, AKP Heri Nurcahyo, meminta setiap orang wajib mengetahui tentang narkoba, ciri-ciri pengguna narkoba, dan ancaman hukuman bagi pengguna maupun pengedar narkoba. Hal itu disampaikannya saat sosialisasi
tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Aula Makodim 0619, Kabupaten Purwakarta. “Karena narkoba itu memiliki dampak buruk bagi pengguna dari masing-masing jenis narkotika,” ujar Heri, kemarin (21/8).
karta. Kami berharap dengan sinergitas yang solid apa yang menjadi harapan dapat tercapai,” katanya. Selain itu, kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan tes urine diikuti oleh prajurit Kodim 0619 Purwakarta dan jajaran Koramil. Mereka pun satu per satu menemui
bagian medis untuk diberikan tabung kecil. Lantas, diminta masuk kamar mandi. Pengambilan sample urine dilakukan secara acak. Dari hasil pengecekan urine itu dinyatakan tidak ditemukan adanya prajurit yang terindikasi menggunakan narkoba. (san/mhs)
Puluhan Pohon Mendadak Tumbang
ISTIMEWA
Empat Hektare Lahan di Bojong Hangus Terbakar PURWAKARTA- Lahan kosong seluas 4 hektare yang dipenuhi ilalang dan rerumputan dilalap si jago merah, Rabu (21/8) sekira pukul 13.30 WIB. Insiden tersebut terjadi di Desa Cipeundeuy Kecamatan Bojong, Purwakarta. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono mengatakan, kebakaran terjadi diduga ada yang membakar oleh orang tidak bertanggung jawab. Kondisi ilalang dan rerumputan kering membuat api dengan mudah merambah ke sejumlah sudut. “Lahan itu memiliki luas 7 hektare, yang terbakar ilalang di atas lahan seluas 4 hektare,” ujar Wibi. Berdasarkan keterangan masyarakat setempat pertama kali api muncul di tengah perkebunan. Masyarakat sempat mencoba mematikan api dengan alat seadanya agar api tidak semakin meluas. Sebab di sekitar TKP ada peternakan kandang ayam milik PT Melindo. Atas respon cepat tim pemadam kebakaran dari regu 1 Unit Pelaksana Tingkat Daerah (UPTD) 2 Wanayasa, api pun berhasil dipadamkan. “Peternakan berhasil diselamatkan. Petugas melakukan pemadaman, pendinginan dan pengecekan, penanganan dinyatakan selesai pukul 16:20 WIB,” kata Wibi. Selain itu, Wibi menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang menyebabkan kebakaran. Apalagi saat ini musim kemarau disertai angin kencang membuat material di sekitar mudah terbakar. “Hati-hati jangan melakukan suatu hal membahayakan yang menimbulkan kebakaran,” ujar dia mengimbau. (hsn/mhs)
Heri menuturkan sinergitas melawan narkoba perlu melibatkan seluruh instansi pemerintah, sehingga Kabupaten Pur wakar ta bisa bersih dari barang haram tersebut. “Dalam mendukung pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba di Purwa-
ISTIMEWA
SOROT: Intensitas kecepatan angin terus meningkat, terutama di musim kemarau, Kabid Pertamanan dan PJU, Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Purwakarta, Kosasih terus memonitor keberadaan pohon peneduh di ruas jalan di Kabupaten Purwakarta.
PURWAKARTA - Intensitas kecepatan angin terus meningkat, terutama di musim kemarau, Kabid Pertamanan dan PJU, Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Purwakarta, Kosasih terus memonitor keberadaan pohon peneduh di ruas jalan di Kabupaten Purwakarta. Apalagi keberadaan pohon tersebut rawan tumbang termasuk beberapa usianya yang sangat tua. “Hembusan angin hari ini semakin kencang dan kita terus siaga dan waspada terutama keberadaan pohon yang rawan tumbang,” ujarnya di Purwakarta. Rabu (21/8) Salah satu upayanya ya k n i d e nga n m e ng e ra h k a n p e t u ga s n y a u n tu k m e ny i s i r s e ju m l a h jalur. S er ta melakukan pemantauan dibeberapa titik yang dianggap rawan tumbang. “Tujuannya, tak lain untuk mencari pohon peneduh jalan yang dianggap rawan tumbang, diantaranya kita lakukan
pemangkasan agar tidak m e m b a hay a k a n ,” j e l a s dia. Upaya pemangkasan ini sengaja dilakukan guna meminimasilasi serta antisipasi apabila adanya pohon tumbang yang bisa membahayakan masyarakat terutama pengguna jalan. Dirinya pun meminta agar ada peran aktif dari masyarakat, terutama di wilayah yang termasuk rawan akan t u mb a n g . Me nu r u t nya masyarakat bisa memanfaatkan call center 112 milik pemerintah ataupun bisa melalui surat permohonan langsung ke Distarkim. “Tim kami standby siang malam. Jadi, saat ada laporan, kami akan langsung menindaklanjutinya,” tambah dia. Terkait pohon yang rawan tumbang, menurut dia, jumlahnya ada puluhan pohon. Pohon tersebut, tersebar di sepanjang jalan protokol di Purwakarta. Semisal di sepanjang jalan Veteran, Jalan RE Martadinata (Jalan Tengah), serta Jalan Ibrahim
Singadilaga. “Kami intensifkan pengawasan. Diprioritaskan, pengawasan pada pohon yang rawan tumbang,” tandasnya. Sebelumnya dibeberapa titik di Purwakarta terdapat kejadian pohon tumbang, di antaranya di Bungursari dan Darangdan, akibat hembusan angin kencang pohon tumbang sekitar pukul 11.00. Sedangkan di Darangdan, pohon dan tiang Listrik PLN dikabarkan tumbang dan menutup sebagian jalan raya Purwakarta - Bandung. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa tersebut. Lalu lintas di jalur nasional itu pun sempat tersendat. Baik di Bungursari maupun di Darangdan kejadian bisa langsung diantisipasi setelah personel kepolisian dan petugas dari dinas terkait tiba lebih cepat. Sehingga, pohon yang sudah tergeletak memenuhi badan bisa segera dievakuasi. (bbs/mhs)