Skip to main content

Karawang Bekasi Ekspres, 20 September 2019

Page 1

Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019

KBEONLINE. ID

ONLINEMETRO.ID

HARGA Rp3.000

karawangbekasiekapres

Daday Muncul Lagi

SIDAK...

Daftar ke PDIP, Bawa ‘Barisan Para Mantan’ KARAWANG- Mantan anggota DPR RI dari Demokrat yang kini menyeberang ke Gerindra Daday Hudaya muncul lagi di perhelatan bursa balonbup Karawang. Ia datang dan mendaftarkan diri sekaligus mengembalikan formulir menjadi bakal calon bupati Kabupaten Karawang pada penjaringan terbuka di DPC PDIP Karawang, Kamis (19/9/2019). Daday datang didampingi ‘barisan mantan’ calon bupati pada Pilkada Karawang 2015 lalu. Mereka adalah Nace Permana dan Asep “Askun” Agustian, Daday menegaskan bahwa dirinya telah didukung oleh gabungan mantan Calon Bupati Karawang, H. Marzuki, Saan Mustopa, Nace Permana, dan Askun. “Tiket saya kurang baru 8 kursi sdngakan syaratnya

CEK LANGSUNG: Wabup Jimmy saat sidak salah satu Rulahu di Karawang Timur.

Jimmy Turun, Cek Kinerja Kabid Perumahan KARAWANG - Wakil Bupati Karawang, Ahmad “Jimmy” Zamakhsyari menggelar evaluasi program pembangunan Rulahu (Rumah Layak Huni) Ke Hal...7

Ke Hal...7

DAFTAR: Didampingi Nace dan Askun, Daday diterima Pengurus DPC PDIP untuk mendaftar balonbup.

Karawang Darurat Kejahatan Seksual pada Anak KARAWANG - Kabupaten Karawang termasuk daerah yang rawan kekerasan seksual terhadap. ‘Predator seks’ anak tiap saat mengintai anak-anak.

Ka s at Re s k r i m Po l re s Karawang, AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, hasil pemeriksaan DS (47) tersangka kasus pencabulan anaknya sendiri hingga hamil 5 bulan dilakukan sejak 2018 hingga 2019. Bahkan korban dijual ke sopir truk yang lewat tempat tinggal mereka. “Biasanya aksi bejat DS lakukan pada hari Minggu. Karena dibawah kuasa,

ARIE/KBE

BEJAT: DS pelaku pemerkosaan terjadap putri kandungnya hingga hamil saat digiring ke Mapolres Karawang.

paksaan, dan ancaman pelaku, korban tidak bisa menolak. Saat itu korban berusia 16 tahun,” ujar Bimantoro kepada wartawan, kemarin. Lanjut Bimantoro, kelakuan bejat D S terungkap lantaran korban sering muntah-muntah ke mu d i a n m e n d at a n g i seorang bidan di sekitar tempat tinggalnya. Setelah Ke Hal...7

Pelapor Pidana Pemilu Perlu Pendampingan LPSK KARAWANG- Keamanan masyarakat yang mengadukan tindak pidana pelanggaran pemilu perlu terus ditingkatkan. Baik penjaminan keamanan fisik, maupun psikis. Apalagi tahun 2020, Karawang bakal mengelar hajatan demokrasi pemilhan bupati dan wakil bupati.

Bawaslu Karawang pun terus mencari solusi terbaik mengenani soal ini. Salah satu komisioner Bawaslu Karawang, Syarif Hidayat mengakui, lumrahnya, pelapor harus mendapat pendapingan dari LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban).

Atas hal itu pula, saat ini kata Syarif, Bawasku Karawang tengah mengusulkan ke Bawaslu Jaw Barat perihal perlu adanya pendampingan bagi setiap pelapor tindak pemilu ke Gakkumdu oleh LPSK. “LPSK hingga kini belum menyentuh perlindungan

para pelapor tindak pidana Pemilu. Resiko bagi pihak pelapor sendiri saya akui cukup besar. Kami segera usulkan ke Bawaslu Jabar. Agar kedepannya pelapor tindak pidana pemilu bisa dilindungi oleh LPSK,” jelasnya. Syarif mengaku sanKe Hal...7

Heboh Foto dan Video Syur PNS Berhijab Berlogo Pemprov Jabar

Empat Foto Porno Diposting melalui Akun Twitter Setelah kasus video Vina Garut yang kemudian meninggal karena HIV, kini warga Jabar kembali dihebohkan oleh foto asusila yang juga viral di medsos. REDAKSI, BANDUNG

VIDEO dan foto syur wanita dengan pakaian dinas pegawai negeri sipil (PNS) beredar di media sosial (medsos). Polda Jabar turun tangan menyelidiki videofoto tersebut. “Ya nanti kami telusuri,” ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Samudi, Kamis (19/9/2019). Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492

Sebagai langkah awal, menurut Samudi, pihaknya akan menyelidiki terlebih dahulu beredarnya videofoto porno itu. “Nanti kami dalami (penyelidikan) dulu, ya,” kata Samudi. Sekadar diketahui, beredar video-foto syur wanita berjilbab mengenakan pakaian PNS. Dalam peneluKe Hal...7 email: karawangbekasiekspres@gmail.com,

redaksikarawangbekasi@gmail.com


OPINI

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019

2

Masalah Turunan Pasca ’’Sulap’’ UU KPK Anggota DPRD Karawang, Indriyani

DPRD Siap Pelototi Pilkades 2020 KARAWANG- Selaku lembaga pengawasan di daerah, DPRD Karawang memberikan atensi besar dalam tahapan Pilkades 2020 dari awal hingga akhir kegiatan. Berkaca dari pengalaman Pilkades 2018 lalu yang banyak terjadi beberapa kesalahan, membuat hal ini menjadi atensi dari DPRD Karawang. Anggota DPRD Karawang, Indriyani mengaku lembaganya sangat fokus dalam menyukseskan Pilkades di 45 desa tersebut dengan tanpa ekses sehingga wibawa Pemkab Karawang juga ikut terangkat. Karena itu fungsi pengawasan yang melekat dalam lembaganya akan dimaksimalkan untuk menyukseskan pesta demokrasi rakyat ini. “Sesuai tupoksi DPRD yaitu fungsi pembentukan produk hukum, budgeting dan pengawasan. Untuk fungsi pengawasan ini yang kami gunakan untuk kesuksesan Pilkades 2020,” ucap Indriyani katanya beberapa waktu lalu kepada awak media. Indriyani juga mewanti-wanti pihak penyelenggara agar jangan terjadi lagi setelah pelaksanaan Pilkades muncul banyak gugatan terkait administrasi persyaratan calon. “Kami harap tidak ada ekses, maka dari itu nantinya panitia harus paham betul dasar hukum dan aturannya,” jelasnya. Selain itu Indriyani berharap pihak BPD (Badan Permusyawaratan Desa) bisa berperan aktif dalam menyukseskan Pilkades tanpa ekses ini. “BPD sebagai salah satu unsur pengawas dalam pemerintahan desa harus berperan aktif dan juga netral,” tandasnya. (gie)

Oleh: Richo Andi Wibowo *) D P R d a n p e m e r i nt a h melakukan proses ’’simsalabim’’ dalam merevisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hanya dalam waktu 11 har i, mereka membukukan setidaknya tiga cacat prosedur ketika membentuk regulasi yang menjadi dasar pemberantasan korupsi tersebut. Kecacatan itu berkelindan satu dengan yang lain sehingga patut diduga melahirkan cacat substansi. Bukan hanya itu. Atraksi ’’sulap’’ tersebut juga berpotensi menghasilkan sederet permasalahan serius lanjutan. Cacat prosedur yang pertama, revisi UU itu tidak dilengkapi naskah akademik. Ini adalah hasil pengkajian hukum terhadap suatu masalah yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah (ketentuan pasal 1 angka ke-11 UU Pembentukan Peraturan Perundang-undangan/P3). Padahal, merujuk pada pasal 43 ayat 2 UU P3, tegas dinyatakan bahwa RUU yang berasal dari DPR, pemerintah, atau Dewan Perwakilan Daerah (DPD) harus disertai naskah akademik. Frasa ’’dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah’’ mengandung setidaknya beberapa elemen. Yaitu, (1) publik dapat mengetahui siapa yang melakukan kajian, apakah kredibel atau abal-abal; (2) metode ilmiah apa yang digunakan; (3) kesimpulan apa yang dihasilkan; (4) hasil kajian

tersebut dipublikasikan; (5) sehingga terdapat kesempatan untuk menguji kevalidan atas kajian ilmiah tersebut. Mungkin saja DPR dan/ atau pemerintah mengklaim bahwa mereka telah memiliki naskah akademik. Namun, berdasar penelusuran penulis ketika menyusun tulisan ini, website resmi www.dpr.go.id tidak menyediakan informasi apa pun. Karena itu, secara substansi, poin (1) hingga (5) tidak pernah terpenuhi. Kedua, DPR dan pemerintah melanggar asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik. Yakni, asas keterbukaan yang mengamanatkan proses pembentukan peraturan perundang-undangan transparan dan terbuka (ketentuan pasal 5 (g) UU P3). Ketiga, DPR dan pemerintah abai terhadap masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan. Faktanya, KPK, lembaga swadaya masyarakat (LSM) antikorupsi, dan perguruan tinggi/akademisi sengaja

ditinggal saat proses pembahasan. Padahal, pasal 88 U U P3 mewajibkan DPR dan pemerintah untuk menyebarluaskan substansi RUU. Hal itu tidak hanya dimaksudkan untuk memberikan informasi, tetapi juga memperoleh masukan dari masyarakat serta pemangku kepentingan. Memang, pada beberapa berita, terdapat anggota DPR yang bersikeras mengklaim bahwa dulu mereka pernah melakukan dengar pendapat yang melibatkan masyarakat. Namun, memori kolektif publik tidak lupa bahwa dari dulu hingga saat ini substansi yang diinginkan masyarakat adalah penguatan KPK, bukan sebagaimana yang disepakati DPR dan pemerintah saat ini. Dengan demikian, patut dikhawatirkan bahwa revisi ini tidak saja cacat secara formil, tetapi juga cacat secara materiil. Merespons fakta tersebut, diyakini bahwa representasi masyarakat akan bergegas mengajukan uji materi (ju-

dicial review) UU tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK). Semoga hakim MK memutus permasalahan tersebut dengan arif dan bijaksana. Sekalipun demikian, apa pun yang kelak diputus MK, tetap ada masalah serius lanjutan yang diakibatkan ’’atraksi abrakadabra’’ ini. Permasalahan Turunan Lanjutan Pertama, melemahnya kepercayaan publik kepada DPR dan pemerintah. Menurut filsuf Georg Simmel, kepercayaan adalah jembatan antara apa yang diketahui dan yang tidak diketahui. Jika ditempatkan dalam konteks tulisan ini, masyarakat bisa saja tidak benar-benar mengetahui atas apa dan mengapa suatu hal kelak dilakukan negara. Namun, jika masyarakat percaya, tindakan negara tersebut akan tetap mendapat dukungan dari masyarakat. Dengan demikian, proses governance tetap akan berjalan lebih efektif. Masalahnya, ’’jembatan’’ itu telah tergerus karena masyarakat sadar bahwa dalam isu revisi UU KPK, aspirasi mereka telah diputarbalikkan secara banal oleh legislatif dan eksekutif. Kedua, terganggunya proses internalisasi masyarakat dalam menghormati hukum. Patut dikhawatirkan, perilaku pemerintah dan legislatif yang mempertontonkan secara masif pelanggaran UU P3 serta mengabaikan proses dialog yang transparan, partisipatif, dan

akuntabel telah mengajari masyarakat untuk berani menyimpangi hukum. Pada titik ini, relevan untuk mengingat bahwa orang patuh terhadap hukum karena mereka merasa substansi dan struktur hukum tersebut lahir dari proses yang legitimate (Jackson et all: 2012). Ketiga, bahkan situasi di masyarakat bisa lebih parah karena mereka tidak hanya tidak menghormati hukum, tetapi juga bisa terdorong untuk lebih permisif dan berani dalam bertindak ilegal. Mengutip hasil penelitian akademisi Universitas Leuven, Belgia, masyarakat di negara-negara yang tingkat kepercayaan politiknya (kepada pemerintah) rendah cenderung lebih menerima perilaku ilegal seperti penggelapan pajak jika dibandingkan dengan masyarakat dengan tingkat kepercayaan politik yang tinggi kepada pemerintahnya (Marien and Hooghe: 2011). Akhir kata, patut dikhawatirkan bila rentetan kejadian itu membawa bangsa kita mundur ke belakang. Kejadian tersebut tidak hanya mengancam agenda pemberantasan korupsi dan menggerus kepercayaan publik kepada pemerintah dan legislatif. Tapi juga mempromosikan pembangkangan atas hukum di masyarakat. (*) *) Dosen hukum administrasi negara Universitas Gadjah Mada (UGM); peneliti pencegahan patologi birokrasi

Boston: Ketika Ponsel Berdering (1/BERSAMBUNG) CERPEN, F ILHAM SATRIO

RUMAH SAKIT 1.

RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang

0267-414520 0267-414521 0267-414522

2.

RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang

267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472

3.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang

0267-640444 0267-640445 0267-640666

4.

RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang

0267-402855 0267-406445 0267-412246

5.

RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat

0267-414245 0267-414264 0267-414306

Selamat malam, Bung. Agak berbeda dengan badan surat sebelumnya, saya mau sampaikan sedikit pengantar (atau penjelasan?) perihal lampiran yang saya kirim. Semoga dapat membantu Bung dan teman-teman di redaksi memutuskan layak atau tidaknya karya saya ini. Tak memakan waktu lama, Bung, karya ini berproses singkat saja. Satu minggu mencatat ide, satu minggu merangkainya, untuk kemudian saya cacah lagi. Saya tentukan karakter seperti apa yang dapat mengemban gugusan ide setelah tersebar jadi remah-remah cerita itu. Ada tiga karakter, ada tiga tokoh dalam cerita. Ketiganya saya anggap pas untuk menghidupi latar dan suasana yang coba saya hadirkan. Ceritanya, bila Bung ingat, adalah satu kejadian setahun yang lalu. Saya merasa butuh menuturkan pengantar ini. Karena saya tak mau menyangkut-pautkan hal yang tak sedap dengan p o s i s i Bu ng s e k a ra ng. Sederhananya, saya bukan bermaksud menjadikan sosok Bung sebagai tokoh dalam cerita saya. Dapat dicek kebenarannya (dan kebohongannya?) cerita singkat kar ya saya itu. Perlahan akan saya jabarkan di sini.Saya mengingatnya seperti mengingat kisah gelap saya sendiri. Saat itu saya tengah berada di

Boston, dan mantel seharga 5 dolar saya tertinggal di sebuah klub malam. Dalam keadaan setengah sadar, saya kembali ke rumah. Dua botol Vodka Martini dan selusin bongkahan e s b atu ( ju ga p e ra sa n lemon) membuat saya lupa betapa angin bertiup cukup tajam. Membuat siapa pun yang saya temui m e m b u n g ku s t e n g ku k leher mereka dengan syal. Saya tahu langkah kaki saya terseret. Tapi orangorang di kediaman Bung Yap itu sama sekali tak menggubris kedatangan saya. Tidak seperti biasanya, pada pukul dua malam mereka saling berpangku tangan di ruang tengah. Ada tiga lampu di sudut ruang, cahaya redupnya tampak merengkuh dan menenggelamkan mereka ke dalam lamunannya m a s i n g - m a s i n g .Ya p memakai mantel cokelat dengan emblem bendera Amer ika kecil di dada kirinya. Embus napas sekali ia hempaskan, sementara jemarinya memilin bakal janggut di dagunya. Tak ada yang merokok. Saya tak mencium wangi kretek selain semilir arabika dari gelas yang masih mengepulkan asap. Rupanya mereka baru memulai, dan saya datang di waktu yang tepat. Bung Yap berasal dari Solo dan bekerja di Boston sebagai juru warta majalah bulanan. Bung Jun asli dari

Jakarta, studi lanjutnya m e mbu at i a l eb i h t u a sepuluh tahun dari saya. Padahal saya lebih dulu lulus sekolah. Dua tahun kemudian barulah ia menyusul. Sepintas saya tebar pandang, keduanya bercakap-cakap dengan nada rendah. Saya sulit mendengarnya. Suara mereka seperti sepoi angin, kadang terdengar seperti arus listrik yang macet di sebuah gardu stasiun. Tiba-tiba saja rasa mual tak tertahankan menyodok ulu hati. Saya coba julurkan lengan, meniti dinding, menggapai-gapai sisi tembok, tapi rupanya percuma. Saya terkapar seketika dengan bahu kiri mendarat lebih dulu ke lantai. Bunyi debamnya

s ep er ti be dug dipukul lonjoran kayu. Saya terkapar lemas, wangi Vodka dan cairan putih menyembur dari mulut, sejurus rasa terbakar di tenggorokan. Ingus pejal meleleh, mata saya berkunang-kunang. Rasa ngilu yang mengorek telinga ternyata berasal dari ranting poplar. Rantingranting itu ditimpa angin dan menggaruk jendela kamar, memaksa kedua mata saya terbuka. Sesaat saya terduduk di tepi kasur, giliran pengar di kepala dan rasa lapar yang menyerang. Saya beranjak ke bawah, membuat suara hentak berisik di anak tangga. Supaya Bung Yap dan Bung Jun juga sama-sama bangun untuk sarapan. Tapi, setelah semangkuk sereal dan dua

buah pisang tandas, saya tetap tak melihat keduanya. Dengkur Bung Jun dan Bung Yap juga tak saya dengar. Matahari sudah mengintip dari ventilasi udara di atas jendela, beberapa jam lagi sinarnya dapat membakar kulit pucat orang-orang sini. Membuatnya cokelat gosong, seperti pisang goreng. Saya diberi tahu Bung Jun agar mengoles pelembap bibir dan sunblock bila mau jalan-jalan. Sekali saya lalai, bibir saya pecahpecah seperti reptil yang sedang berganti kulit.Ponsel saya berdering. Di suatu tempat, di pojok, atau di dalam saku celana?Entah saya letakkan di mana benda sialan itu. Saya tak mengingat apa-apa setelah jackpot tadi malam. Deringnya memang menyebalkan, tepatnya mengganggu. Tak ada nada dering yang dapat disebut lumayan. Memangnya, selama ini ada nada dering yang ramah di telinga? Nada dering yang diciptakan pabrik ponsel selalu membuat penggunanya gusar. Bila mereka dapat menguasai rasa gusar, maka mereka akan menekan tombol “answer”. Saya memilih mode “senyap” karena saya benci isi kepala saya yang tak seberapa ini dibuyarkan nada dering yang kunyuk itu. Perkaranya cuma satu: rutinitas belakangan yang saya tempuh melarang saya untuk pura-pura tuli. (*)

Hubungi Bagian Iklan JAMIL : 0838 0765 0426 KEHILANGAN S AT U B U A H B P K B M O B I L MERK NISSAN X-TRAIL NO.POL : T 1186 TQ DENGAN NO.KA : MHBF3CF1CEJ000022 NOSIN :QR25005580L WARNA HITAM TAHUN 2014 STNK ATAS NAMA ENTANG FITRIANA DENGAN NOMOR BPKB : M-03363817 HILANG SERTIFIKAT SHM NO 02814/WANASARI LUAS 72 M² A/N NUGROHO HARI WINOTO D/A PERUM CITRA VILLA WANASARI BLK JB 1 NO 9 RT 03/17 WANASARI - CIBITUNG - BEKASI

PEMBERITAHUAN KEPADA BAPAK USMAN BAHRI NO PELANGGAN 10-113-17-11140 DIHARAPKAN KEHADIRANNYA UNTUK PENYELESAIAN MASALAH BPKB DI OTO MULTIARTHA CAB KARAWANG GRAND TARUMA RUKO DHARMAWANGSA 2 BLOK A NO 19 KARAWANG JL TARUMANEGARA ARTERI TOL KARAWANG BARAT TLP 0267-8631060

KEHILANGAN TELAH HILANG BUKU KIR B 9558 RV A/N PT.TIRTA VARIA INTI PRATAMA HUB:085815662288

KEHILANGAN KEHILANGAN SURAT T A N D A N O M O R KENDARAAN BERMOTOR (STNK) DENGAN NOMOR REGISTRASI B 2074 KKL ATAS N A M A Y U L I A N A , A L A M AT J L KEMANDORAN TUGU PEKAYON GG H TABRIH NO.9 RT 003/022, D E S A P E K AY O N J AYA , KECAMATAN BEKASI SELATAN, MOBIL DAIHATSU AYLA, JENIS MOBIL PENUMPANG / MINIBUS.

KEHILANGAN

HILANG BPKB MOBIL PANTHER ROYAL TBR TAHUN 2001. NO POLISI: B 2134 HU. NO RANGKA: MHCTBR54FIK226242 A.N KPP P R ATA M A C I B I T U N G H U B 082167600634 (AGE) HILANG SHM NO 01014 LUAS 3901 M2 A/N SAJA LOKASI JL KARANG SENTOSA RT 01/06 DS KARANG SENTOSA KEC KARANG BAHAGIA KAB BEKASI HILANG BPKB HONDA CITY 2004, B1563FBG NOKA: MRHGD86703P014786 NOSIN L15A21810680,A/N MUGI HARJOKO

DIJUAL RUMAH

Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288

PENGUMUMAN Telah dibuat Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pembina “Yayasan Karina Angela”, no. 04, tanggal 31 Agustus 2019, dihadapan Dewi Halimy,SH.,M.Kn., Notaris di Karawang, dengan maksud untuk dilakukan pembubaran CV. Telah ditunjuk pengurus yayasan sebagai likuidator pembubaran dan likuidasi telah dilaksanakan sepenuhnya. Homat kami, Pengurus Yayasan.


JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019

IMBAUAN BUPATI Berdasarkan Surat Edaran bernomor KS.01/380/Kesra per tanggal 27 februari 2019: Mengistruksikan setiap instansi pemerintahan menggelar penggalangan dana “Peduli Thalsemia” menindaklanjuti data yang dirilis Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI/ POPTI) saat ini ada sebanyak 129 penyintas thalasemia yang tersebar di 30 kecamatan se-Subang. Adapun penyerahan bantuan dana dapat diserahkan ke Bagian Kesra Setda Subang atau via transfer ke rekening a/n Peduli bencana Kab.Subang: 0092084965100. Demikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Bupati Subang Ruhimat

Semangat Baru Urang Subang

Tidak Becus Dalam Pengelolaan Anggaran KPU Subang Dituntut Harus Kembalikan Uang Ratusan Juta Rupiah Demi Hindari Jeratan Hukam SUBANG - Kerugian Negara yang mencapai ratusan juta rupiah terkait Pihak Penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Subang tidak becus dalam pengelolaan anggaran, membuat KPU harus melakukan pengembalian Tunggakan Ganti Rugi (TGR) guna menghindari jeratan hukum.

Hal ini diungkapkan Ketua Anti Korupsi Seluruh Indonesia (AKSI) Warlan, S.E, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melakukan pelanggaran pada pelaksanaan Pilkada 2018 dengan kelebihan membayar yang melebihi ketentuan yang berlaku sehingga merugikan negara. “Gampangnya sih seperti bayar honor kegiatan yang terlalu besar. Itu jelas melanggar aturan,” ujarnya. Warlan menegaskan, kerugian negara tersebut merupakan hasil dari temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dilakukan beberapa waktu lalu.” Ini bukan hasil perhi-

tungan sembarangan tapi merupakan hasil audit BPK yang merupakan lembaga yang berwenang,” tegasnya. Kemarin, (19/9). Menurut Warlan, terjadinya kerugian Negara ini akibat ketidak becusan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam membaca aturan, sehingga terjadi pelanggaran. “Ini jelas karena tidak becus dan tidak mengerti aturan, seharusnya banyak membaca dulu sebelum memutuskan,” tegasnya. Untuk itu pihaknya meminta agar penegak hukum segera turun tangan, menindak pelaku karena ini sudah

jelas aturan yang dilanggar dan buktinya. “Alat bukti ada, hasil audit BPK ada. Tinggal keterang saksi saja maka dua alat bukti sudah cukup.,Saya harap penegak hukum segera turun tangan,” tukasnya. Sementara Sekretaris KPU Purwani saat ditemui Rabu, (18 /9) sedang tidak ada di kantor. Yang ada hanya Komisioner KPU Hari Najarudin, Hari pun membenarkan hal tersebut, Namun seluruh anggota KPU yang menerima uang lebih tersebut wajib hukumnya mengembalikan. Setiap anggota telah dipotong dari gaji bahkan Menurut Hari,

untuk dirinya saja masih punya sisa tunggakan Rp.9 juta yang masih terus diambil dari potongan gaji setiap bulannya. Hari sempat meminta kepada media jangan sampai diberitakan. Lebih baik dikonfirmasi terlebih dahulu ke Sekretaris KPU Purwani. Mungkin ia berada di rumahnya. Namun sampai saat ini, orang yang seharusnya berwenang tidak ada dilokasi, bahkan terkesan menghindari dari pemberitaan, saat beberapa wartawan ingin mencoba konfirmasi dan meminta kejelasan terkait hal tersebut. (tom)

Subang Berbenah, Ruhimat Study Banding ke Pemkab Pasuruan SUBANG - Pemerintah Kabupaten Subang, nampaknya mulai melakukan pembenahan terkait tata kelola serta kinerja. Terkait hal tersebut, Bupati Subang Ruhimat mengunjungi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, guna melakukan study banding serta tata cara kelola kabupaten yang pernah menyabet juara kedua tinggkat nasional. Kunjungan kerja tersebut, dipimpin langsung oleh Bupati Subang H. Ruhimat, Sekda Subang Drs. Aminudin MSi, dan semua Kepala OPD Kabupaten Subang. Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Drs.H.Aminudin,M.Si mengatakan, bahwa Bupati Subang bersama sejumlah pejabat melakukan kunjungan untuk mempelajari tentang tata kelola pemerintahan daerah Pasuruhan Jawa Timur. “Kami melakukan kunjungan kerja tata kelola tersebut, dalam rangka untuk meningkatkan kinerja penyelenggaran Pemerintahan Daerah Kabupaten Subang, kita belajar ke Pasuruan yang pernah juara tingkat nasional, kita ingin mengarah kesana” jelasnya. Dalam kunjungan Kerja Bupati Subang, dan sejumlah kepala dinas tersebut dilaksankan selama waktu tiga hari kerja, mulai dari tanggal 18 sampai dengan tanggal 20 September. Selain itu, Pemkab Subang juga ingin seperti Pasuruan dalam penyusunan laporan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) karena memilki topografi yang mirip. Menurutnya, Kabupaten Pasuruan Jatim tidak beda jauh karakter wilayahnya dengan Kabupaten Subang, makanya kita belajar disini,” ujar Sekda Subang Aminudin. (tom)

Tolak Revisi UU KPK, Komunitas Kampak Gelar Aksi SUBANG - Ke l o mp o k massa yang mengatasnamakan Komunitas Anak Muda Peduli Anti Korupsi (Kampak) mengelar aksi di depan gedung Kejari dan DPRD Subang. Dalam aksinya, mereka menolak terkait revisi UndangUndang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK yang telah disahkan DPR pada Selasa (17/9) Lalu. Aksi yang digelar depan gedung Kejari dan DPRD Subang, terlihat para pengunjukrasa itu membawa spanduk dan poster bertuliskan penolakan terhadap RUU

tentang KPK. Dalam penyampaianya, para pengunjukrasa itu menyuarakan penolakan terhadap RUU tentang KPK. Selain itu, mereka meminta Presiden Joko Widodo menarik persetujuan revisi UU KPK. “Kami dari Komunitas Anak Muda Peduli Anti Korupsi (KAMPK) demi menegakkan supremasi hukum, dengan tuntutan: 1. Menolak secara keseluruhan revisi UU KPK nomor 30 tahun 2002 yang diduga melemahkan lembaga KPK 2. Meminta Presiden untuk segera menarik kembali

Gas Melon Langka ? Wakil Ketua DPRD Elita Budiati Angkat Suara SUBANG - Kelangkaan Gas elpiji 3 kg atau yang dikenal dengan ga s m e l o n sa ngat su l i t didaapaatkan khususnya di wilayah Kabupaten Subang. Kelangkaan tersebut sampai saat ini belum diketahui penyebabnya, apakah dar i p endistr i busianya atau adanya permainan antar agen yang tidak tepat sesuai jadwal menyalurkan ke

pangkalan gas elpiji 3 kg tersebut. Selain langka, harganya pun melonjak drastis dari ketentuan yang telah ditetapkan Pertamina yaitu sekitar Rp.18.000 sampai Rp.20.000. Keadaan ini berbanding terbalik di w ilayah Su b a n g , e l p i j i b e r s u b sidi yang harusnya dapat dinikmati masyarakat kalangan bawah, namun kini melonjak hingga Rp.30.000 per tabungnya. Padahal seperti diketahui gas elpiji merupakan kebutuhan pokok bagi ma s ya ra k at k hu s u s nya kalangan bawah. Wakil ketua sementara DPRD Kabupaten Subang

E lita Budiati mengatakan, kita turut perihatin b a hw a k e l a n g k aa n ga s elpiji dikabupaten subang m e n ja d i ma s a l a h ya ng sangat serius dan wajib kita tangani bersama. “Kita akan mengambil langkah untuk mencari sumber akar permasalahan nya dari mana, apa dari pendistribusian at au p u n a d a p e r ma i n an yang dilakukan agen agen gas elpiji” tegasnya. Tambah elita kalo kita tidak pangkas dan pecahkan sumber permasalahan nya kelangkaan gas ini pasti akan terus terjadi “ya ibarat penyakit kalo hanya terus di cegah

bukan di obati pasti akan kambuh lagi, seperti kelangkaan gas disubang ini sepertinya yang saya lihat hanya pencegahan saja bukan fokus ke titik per masalahan nya”. pungkasnya Elita berjanji, setelah kita sudah definitif kita akan lakukan upaya untuk mencar i dimana sumber permasalahan mengenai kelangkaan gas itu sendiri. Dan semoga kelangkaan gas tersebut di kabupaten subang akan terselesaikan sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk mencari gas elpiji khus u s n y a e l p i j i 3 k g , t u tupnya. (fer/tom)

surat persetujuan revisi UU KPK,” kata Asep Sumarna Toha salah satu orator aksi di depan Gedung DPRD Subang Dalam aksi penolakan Revisi UU KPK tersebut, Para pengunjukrasa juga mendesak Kapolres Subang untuk segera menuntaskan hutang kasus korupsi dan pidana umum seperti kasus PT. Subang Sejahtera, Korupsi DD/ADD Desa Mayangan, Karangmulya, Pidum : pencemaran limbah Vaname, Perampasan mobil oleh MTG, Tipu Gelap Adi Okto

KAMPAK juga meminta permudah masyarakat dalam pembuatan SIM. Rakyat sudah berniat patuh aturan, jangan terkesan dipersulit sehingga berpotensi terjadinya pungli. Selain itu juga meminta IRDA menyerahkan hasil Audit Investigasi Desa-desa ke penyidik Polres Subang. Meminta Bupati dan Sekda segera Kaji Ulang Rotasi Mutasi yang syarat KKN kerena banyak ditemukan tidak sesuai aturan kepangkatan, senioritas dan basic ilmu. Tidak hanya itu, KAMPAK

juga meminta DPRD segera usut tuntas adanya indikasi KKN dalam proses rotasi mutasi dan panggil Bupati dan Sekda serta kepala BKSDM untuk dimintai pertanggungjawabannya. Terakhir KAMPAK meminta Presiden Jokowi jangan terusterusan peras keringat rakyat dengan menaikan iuran BPJS, TDL Pajak dll. “Jika anda tak mensejahterakan dan berbuat adil terhadap rakyat, lebih baik MUNDUR!!! Rakyatmu menangis menjerit karena Ekonomi Pailit” Tegas Asep Sumarna Toha. (fer/tom)


JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019

Perbaiki Kualitas Tenaga Pendidik, Kemendikbud Apresiasi GESS KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengapresiasi penyelenggaraan Global Educational Supplies & Solutions (GESS) Indonesia 2019. Ini membantu langkah pemerintah memperbaiki kualitas tenaga pendidik di Indonesia. “Acara tersebut membantu langkah pemerintah memperbaiki kualitas tenaga pendidik di Indonesia, yang akan berdampak pada peningkatan kualitas SDM. Kami berharap akan muncul lebih banyak lagi kegiatan serupa GESS Indonesia ini di masa akan datang,” kata Ananto Kusuma Seta, staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud di JCC, kemarin. Dalam even GESS, Kemendikbud secara resmi meluncurkan versi terbaru dari aplikasi belajar gratis yang diberi nama Rumah Belajar. Rumah Belajar merupakan portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi mendukung interaksi antar komunitas. Lanjut Ananto, Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang bisa dimanfaatkan siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/ Kejuruan (SMA/SMK) sederajat. “Dengan menggunakan Rumah Belajar, kita bisa belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja,” ungkap Ananto. Pada kesempatan sama, Managing Director Tarsus Indonesia Tri Turturi menyatakan, GESS kembali hadir di Indonesia untuk berbagi wawasan mengenai tren pendidikan terkini di dunia, dengan menghadirkan ratusan produk inovatif penunjang pendidikan yang berasal dari 15 negara. Di mana 50 persen dari produk-produk tersebut berasal dari luar Indonesia. “Kami mengundang para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam dunia pendidikan di Indonesia untuk menghadiri gelaran GESS Indonesia 2019,” jelasnya. Selama tiga hari pelaksanaannya, GESS Indonesia 2019 juga akan menghadirkan lebih dari 100 sesi konferensi pendidikan yang bisa membantu pengembangan dunia pendidikan di Indonesia. Konferensi tersebut terbagi ke dalam lima stage, yaitu GESS Talks, Leadership Stream, Edtech In Action, Innovation Stage, dan Future Learning. (bbs/rie)

PENDIDIKAN

4

Persiapan UNBK, Bantuan Disdikpora Masih Kurang KARAWANG – Untuk mempersiapkan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di tahun 2020. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) akan memberikan bantuan pengadaan laptop kepada beberapa sekolah SMPN di Karawang. Sekretaris Dinas Pendidikan, Cecep Mulyawan mengatakan, pengadaan bantuan laptop tersebut sengaja diberikan sebagai persiapan. Untuk melaksanakan kegiatan UNBK pada tahun 2020 nanti. “Hanya satu pertiga dari jumlah keseluruhan siswa peserta ujian. Karena UNBK dibuat 3 shift,” katanya kepada KBE, kemarin. Cecep menjelaskan, bahwa anggaran yang digunakan untuk pengadaan laptop tersebut dari berbagai sumber. Diantaranya APBD, bangub dan DAK. Pengadaan laptop diberikan hanya kepada SMP negeri di Kabupaten Karawang. “Karena keterbatasan anggaran jadi swasta belum bisa diberikan bantuan,” ucapnya. Lanjut Cecep, di tahun 2020 nanti pihaknya menargetkan 100 persen sekolah baik SMP negeri dan swasta sudah bisa melaksanakan UNBK. Sementara pada tahun 2019, dari 163 penyelenggara ujian nasional di Karawang, baru 18 sekolah yang melaksanakan UNBK. “Dari 18 sekolah itu 17 swasta dan negeri cuma 1,” terangnya. Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SMP Kabupaten Karawang, Asma mengatakan, pemberian bantuan

pengadaan laptop dinilai sangat kurang. Setiap sekolah hanya diberikan 20 unit laptop. Sementara kebutuhan

untuk pelaksanaan UNBK setidaknya sepertiga dari jumlah siswa yang melaksanakan ujian.

“Persiapan untuk tahun 2020 agar nanti bisa UNBK. Tapi masih kurang karena dikasih 20 unit. Sementara

jumlah murid sampai 400 lebih, harusnya minimal 150 unit, sepertiga dari jumlah siswa,” ungkapnya. (oib)

PKBM Assolahiyah Siap Jadi Penggerak PIKR 5.434 Siswa Ikuti Seleksi Skill Contest Vocation BANDUNG – Ajang The 10th Astra Honda Skill Contest for Vocational School 2019, kembali diselenggarakan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) pada bulan Oktober mendatang. PT Daya Adicipta Motora (DAM) menggelar seleksi Regional Jawa Barat. Sebanyak 5.434 siswa dari 134 SMK Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Honda di Jawa Barat. Mengikuti kompetisi uji kompetensi mulai dari tingkat sekolah sebagai seleksi tahap awal menuju kompetisi regional. Dari hasil seleksi yang sangat ketat, terpilih 40 siswa yang mengikuti The 10th Astra Honda Skill Contest for Vocational School 2019 Regional Jawa Barat. General Manager Technical Service DAM, Denny Budiman mengungkapkan, bahwa ajang ini semakin memperkuat kepedulian terhadap generasi muda hebat dan berprestasi, di dunia vokasi melalui helatan akbar The 10th Astra Honda Skill Contest for Vocational School 2019 yang telah memasuki pelaksanaan 1 dekade. “Astra Honda Skill Contest ini merupakan pelaksanaan ke-10 sejak diselenggarakan pada tahun 2010. Astra Honda Skill Contest merupakan komitmen kami dalam dunia pendidikan vokasi industri, terutama dalam program link and match antara dunia usaha dan pendidikan,” ujar Denny. Seleksi AHSC for Vocational School 2019 ini semakin ketat dan komprehensif dengan kriteria dan penilaian yang menyeluruh. Pada hari pertama, seluruh peserta mengikuti babak penyisihan meliputi soal teori dan kerja bangku. Kemudian hari kedua, para finalis akan diuji dengan uji kemampuan teknik, yang meliputi ujian teori, ujian Kerja Bangku (analisa teknik) dan ujian trouble shooting. Kompetisi ini dinilai oleh juri-juri independen yang berasal dari AHASS terpilih dan instruktur teknis dari PT DAM. Nantinya, kompetisi ini akan menghasilkan 5 orang pemenang dan 5 orang tersebut akan mewakili Jawa Barat di ajang The 10th Astra Honda Skill Contest for Vocational School 2019 yang diselenggarakan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) pada bulan Oktober di Jakarta. Tahun ini gelaran kompetisi ini semakin meriah dimana tidak hanya siswa SMK yang terlibat tetapi terdapat pula kontes untuk guru SMK, dari hasil seleksi yang telah dilaksanakan pada 13-14 Agustus 2019 terpilih pemenang kontes yakni Juara Pertama Deden Bhakti Indradi Daryana dari SMKN 8 Bandung, Juara kedua Iman Mawardi dari SMK Islam Cipasung, dan juara ketiga Khoirul Hidayat SMK Bina Mandiri Bekasi. Saat ini DAM sudah membina sebanyak 134 SMK TBSM yang sudah menjalankan Kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Astra Honda (KTBSM) di Jawa Barat. DAM juga menyediakan dan membuka kesempatan bagi lulusan-lulusan SMK TBSM Honda di Jawa Barat untuk dapat bekerja di seluruh jaringan AHASS yang tersebar luas di Jawa Barat. (rls/rie)

KARAWANG – Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) terbukti ampuh mengurangi angka kenakalan remaja. Khususnya dilingkungan sekolah, lembaga, atau kelompok, yang memiliki PIKR gagasan DPPKB Karawang itu. Seperti di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Assolahiyah, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon. Dibentuk sejak tahun 2015 silam, PIKR Assolahiyah secara konsisten berhasil mengurangi angka kenakalan remaja disana. “Dengan sistem dari siswa, oleh siswa dan untuk siswa. Pola yang diterapkan dalam PIKR, sangat ampuh untuk mengurangi kenakalan remaja,” ungkap Direktur PKBM

Assholahiyah, Heru Saleh kepada KBE, yang juga menjabat sebagai Ketua FK-PKBM Karawang, kemarin (19/9). Keb e rha s i l a n P K BM Assholaiyah, kata Heru, ingin diterapkan di seluruh PKBM yang ada di Kabupaten Karawang. Pasalnya, saat ini, dari 48 PKBM yang ada di Karawang. Tak kurang dari 5 PKBM yang sudah memiliki PIKR di lembaga pendidikannya. “Padahal PIKR ini sangat berpengaruh di PKBM. Karena, masalah warga belajar di PKBM lebih kompleks, dari pada di sekolah umum,” ujarnya. Masih kata Heru, PKBM Assholaiyah bersama PIK remajanya, mengaku siap untuk memfasilitasi pembentukan PIKR

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

di seluruh PKBM se-Kabupaten Karawang. “Saya sangat siap, jika DPPKB mau bekerja sama, untuk membesarkan PIKR di lingkungan warga belajar PKBM,” imbuhnya. Heru menjelaskan, dengan PIKR yang berkualitas. Kenakalan remaja, seperti tawuran, narkoba, seks bebas hingga perbuatan kriminali, bisa ditekan. Sehingga, tujuan pemerintah membuat Karawang “Jaya, Mulya, Tohaga” bisa benar-benar terwujud. “Saya berharap, PIKR ini ada di seluruh PKBM. Dengan remajanya yang damai dan masyarakatnya yang tentram. Mudahmudahan, Karawang terbebas dari aksi kriminalitas untuk kedepannya,” harapnya. (wyd)

Sarjana Muda Jabar Diharapkan Mental Kewirausahaan KOTA BANDUNG – Selain integritas, moralitas atau akhlak yang baik dan mental yang kuat diperlukan untuk mencapai kesuksesan sebagai manusia unggul Jawa Barat. Termasuk untuk menghadapi perkuliahan di kampus bagi mahasiswa. “Karena kesuksesan seseorang tidak hanya dilihat dari kepintaran saja, namun moral dan akhlak yang menjadi pokok,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum saat membuka Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Bandung (PESONAMU) Tahun Akademik 2019/ 2020, di kampus Universitas Muhammadiyah, Kota Bandung, Kamis (19/9/19). Di era digital kini, Uu juga meminta generasi muda untuk memiliki kedisiplinan dan keahlian yang mumpuni. Ditambah skill digital, agar bisa beradaptasi dan berkompetisi dengan kemajuan zaman serta persaingan global. Lanjut Uu, ia mendorong pihak kampus sebagai pe-

nyelenggara pendidikan. Agar membimbing dan mengarahkan para mahasiswa untuk belajar bisnis, baik bisnis yang sesuai d e n g a n p ro g ra m s t u d i maupun lintas program studi. Sehingga, nantinya ketika para mahasiswa itu lulus, mereka punya bekal ilmu dan skill yang cukup untuk menghadapi dunia kerja.

Selain itu, Uu berharap para sarjana muda itu bisa lahir sebagai technopreneur (entrepreneur yang mengoptimalkan teknologi) dalam Revolusi Industri 4.0. “Seluruh mahasiswa diharapkan tidak hanya berkuliah untuk menuntut ilmu, melainkan para mahasiswa dapat menerapkan seluruh ilmu yang telah di-

dapat dengan meluruskan niat untuk menjadi pribadi yang berakhlak dan berkemajuan,” jelasnya. Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Suyatno, sementara itu menyebut cita-cita besar UM Bandung adalah melahirkan para technopreneur muda yang Islami dan terdidik sebagai antisipasi kurangnya sar-

jana yang terserap di dunia usaha dan industri. “ Technopreneur yang kami maksud adalah seorang sarjana lulusan perguruan tinggi yang selain memiliki kemampun akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill atau kewirausahaan,” ujar Suyatno. Selain itu, lewat lembaga pendidikan yang dipimpinnya, Suyatno ingin para lulusan memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan begitu, lulusan UM Bandung memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitar. Saat ini, terdapat sekira 788 mahasiswa/mahasiswi baru yang mengikuti kegiatan PESONAMU di Kampus UM Bandung. Suyatno berpesan, mahasiswa baru ini harus bisa menjaga nama baik almamater selama menjalankan proses pendidikan. “Adik-adik mempunyai tanggung jawab menjaga nama baik almamater,” pungkasnya. (bbs/rie)


JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019

METRO KARAWANG

5

Kementerian LH dan Pemprov Bahas Pencemaran Sungai Cilamaya KARAWANG – Derita Sungai “Limbah” Cilamaya yang tak kunjung berakhir, semakin menyita perhatian publik. Setelah jadi konsumsi Pemprov Jawa Barat. Saat ini, Sungai Cilamaya sudah jadi salah satu issu nasional. Sejalan dengan itu, Kementer ian L ingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Provinsi Jawa Barat. Bersama seluruh stakeholder terkait, langsung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), untuk mencari solusi terbaik untuk menghentikan kasus pencemaran tersebut. “Sungai Cilamaya sudah jadi issu nasional. Kita sudah tidak bisa berleha-leha lagi. Harus segera bertindak, dan cari solusinya,” ungkap Anggota DRPD Provinsi Jawa Barat, Hadi Wijaya, kepada KBE, Rabu, (18/9) kemarin. Hadi mengatakan, pencemaran Sungai Cilamaya sudah masuk kadar sangat parah. Selain warna airnya hitam pekat. Bau busuk yang tercium setiap hari,

oleh warga bantaran sungai. Bisa berdampak buruk pada kesehatan warga. “Saya sudah turun cek lokasi kemarin. Itu sudah sangat parah. Sungainya hitam, baunya busuk,” ujarnya. Saat disinggung soal hasil pertemuan dengan Kementrian LHK, yang rapatnya dipimpin langsung Kepala Dinas LHK Provinsi Jawa Barat, Bambang Riyanto, kemarin. Hadi mengaku tak dilibatkan dalam rapat tersebut. “Anggota DPRD Prov. Jabar tidak ikut. Itu rakor para eksekutif, membahas Sungai Cilamaya dan Cileungsi,” ungkapnya. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, usulan dari masyarakat Cilamaya, untuk memberikan sanksi penutupan pada pabrik pembuang limbah, yang berada di Kabupaten Purwakarta dan Subang, memang sangat tepat. “Saya setuju. Memang harus di tutup dan diberikan sanksi. Tapi dengan catatan, harus sesuai aturan yang

berlaku, yaitu dilakukan oleh para eksekutif,” pungkasnya. S ebelumnya, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, asal Cilamaya, Gina Fadlia Swara menegaskan, solusi terbaik untuk mengakhiri p e n c e ma ra n d i Su nga i Cilamaya, yaitu dengan cara penutupan pabrik pembuang limbah dan diberikan sanksi terhadap pemilik pabrik nakal tersebut. “Saya sudah bergerak sejak periode sebelumnya. Ketika masyarakar minta agar pabrik di tutup dan diberi sanksi, saya sangat setuju,” ujar Gina, kepada KBE, belum lama ini. Tak jauh beda diungkapkan oleh Politis Gerindra lain, Ihsanudin. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat itu, juga sepakat, agar perusahaan pembuang limbah ke Sungai Cilamaya, diproses secara hukum. “Saya sebagai orang Karawang, marah dan prihatin. Melihat pelaku industri yang masih buang limbang sembarangan ke sungai,”

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

RAPAT : Pemprov Jawa Barat bersama Kementrian LHK, gelar rapat bahas Pencemaran Sungai Cilamaya dan Cileungsi.

tukasnya. “Pencamaran ini sudah berlangsung puluhan tahun. Harusnya, perusahaan itu ditindak secara hukum,” pungkasnya.

Menyikapi maraknya dukungan dari para legislator, terkait pencemaran Sungai Cilamaya. Kepala Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, yang desanya

mengalami dampak paling parah berharap, segera ada solusi konkret dari para anggota dewan tersebut. “Harapan saya harapan masyarakat juga. Ingin

Sungai Cilamaya bersih lagi seperti dulu. Saya harap, anggota dewan yang terhormat, bisa segera mencari solusi terbaik,” harapnya. (wyd)

Koramil Telukjambe Bantu Pembangunan Rumah Warga KARAWANG – Menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya, adalah salah satu penting point terpenting TNI. Hal tersebut dilakukan Koramil 0411/Telukjambe, Kodim 0604 dengan membantu warga Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampil. Kesih (46) warga Dusun Cidampa, Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel yang sempat tidur di kandang kambing. Namun kini rumahnya sedang dilakukan pembangunan atas kerja sama dengan pihak kecamatan dan TNI. Danramil 0411/Telukjambe, Kapten Inf Sukarya yang diwakili Danposranmil, Kecamatan Ciampel, Pelda H.M Ali Rohmat dengan memberikan bantuan berupa 20 lembar GRCuntuk pembangunan rumah Kesih. Ali mengatakan, hal ini berangkat dari kepedu-

lian atas sesama, sejak viral di media sosial. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Danramil, kemudian merespon dengan baik dan kemudian untuk dibantu. “Walapun bantuan ini tidak seberapa setidaknya bisa sedikit mengurangi beban ibu Kesih, semoga kedepan kehidupannya bisa lebih baik lagi,” kata Pelda Ali, kemarin. Sementara itu, Danramil 0411/Telukjambe, Kampten Inf Sukarya mengatakan, ia bersyukur masih bisa berbagi dengan sesama yang sangat membutuhkan. Pihaknya senantiasa berusaha untuk selalu ada untuk masyarakat. “Semoga dengan bantuan seadanya ini dapat meringankan beban ibu Kesih. Bahkan ada dermawan yang mau menyumbang sedikit bantuan untuk berbagi dengan sesama,” pungkasnya. (bbs/rie)

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

BERSIH-BERSIH : Warga Dusun Rawabebek, Desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan, gelar acara bersih-bersih.

Hari Ini, Ratusan Orang Serbu Rawabebek K A R AWA N G – Ma s i h dalam rangka memeriahkan HUT Karawang ke 386 tahun. Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang, bakal menggelar acara mancing mania di sejumlah titik aliran sungai/irigasi di pelosok Karawang, yang akan dimulai pada Sabtu, (21/9) besok. Salah satunya di Du-

sun Rawabebek, Desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan. Jelang gelaran acara Mancing Mania. Ratusan warga sekitar, gotong royong bersih-bersih saluran irigasi di Dusun Rawabebek. Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Kecamatan Cilamaya Wetan, Udin Abdulgani mengatakan, sedikitnya 600

kilogram ikan mas, akan disebar disetiap titik. Selain itu, peserta mancing mania juga bakal mendapat kejutan, berupa doorprize, dari hasil ikan tangkapannya. “Bagi peserta yang beruntung. Akan ada ciri khusus di tubuh ikan. Dari situ, ikan bisa di tukar dengan berbagai macam hadiah,” ujar Udin kepada KBE, kemarin,

(19/9). Udin menjelaskan, seluruh peserta mancing mania tidak dipungut biaya. Cukup datang dan membawa kali pancing, untuk ikut serta dalam acara mancing mania tersebut. “Peserta diprediksi mencapai 500 orang, bahkan lebih. Mereka akan berjejer di sepanjang 2 kilometer irigasi Rawabebek,”

jelasnya. Acara mancing mania, lanjut Udin, akan dimulai pada Sabtu, tanggal 21 September 2019, besok. Mulai pukul 08.00 pagi, hingga Minggu, 22 September 2019 siang. “Doorprizenya ada Sepeda, Kulkas, TV, Kompor Gas, dan berbagai macam alat elektronik lainnya,” pungkasnya. (wyd)

Usai di Sidak, Yamaha Rekuitmen Warga Karawang KARAWANG – Buntut dibatalkannya rekuitmen tenaga kerja karena dinilai ilegal, proses rekuitmen dibuka kembali. PT. Yamaha membuka lowongan di kantor Disnakertrans Karawang untuk warga Karawang. Jumlah calon tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 180 orang sesuai dengan kuota. “Hari ini (kemarin, red) PT. Yamaha memulai kembali rekuitmen tenaga kerja sebanyak 180 orang yang akan berlangsung di Disnaker Karawang. Proses rekuitmen yang dilakukan sebelumnya batal karena proses rekuitmennya tidak sesui dengan ketentuan,” kata Kepala Disnaker Karawang, Ahmad Suroto, kemarin. Menurut Suroto, sebelumnya Disnaker Karawang meminta PT. Yamaha Motor Manufacturing untuk membatalkan rekuitmen yang sudah dilakukannya. Alasannya rekuitmen tersebut melanggar ketentuan

sesuai dengan Perda Nomer 1 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Rekuitmen Tenaga Kerja dan Peraturan Bupati Nomer 8 Tentang Perluasan Kesempatan Kerja. “Dalam Perda tersebut salah satunya disebutkan rekuitmen harus dilakukan melalui satu pintu yaitu Disnaker Karawang dan harus dilakukan di Karawang. Yang terjadi waktu itukan rekuitmennya di Jawa Tengah dan tidak melalui Disnaker Karawang. Masalah ini kemudian viral di media sosial hingga akhirnya kita minta agar PT. Yamaha membatalkan rekuitmen itu,” katanya. Ahmad Suroto mengatakan dengan dibukanya rekuitmen PT. Yamaha di Disnaker Karawang, warga Karawang dipersilahkan mengajukan lamaran ke Disnaker setiap hari kamis. Sebelumnya, Tak sesuai prosedur, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi

(Disnakertrans) Karawang hentikan perekrutan 180 pelamar kerja dari luar daerah saat dilakukan cek medis. Rencananya pelamar akan melamar di PT Yamaha 2. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), Ahmad Suroto mengatakan, terkait adanya ratusan pelamar yang melakukan medical cek up di RS Lira Medika. Bahwa Karawang telah mempunyai Perda 1 no 11 tentang penyelenggara ketenagakerjaan dan ditambah Perbup 08 tahun 2016 tentang perluasan kesempatan kerja. Salah satu lowongan kerja dan rekrutman dilakukan di Disnakertrans, jadi pihaknya satu pintu bukan menolak dari warga luar. “Orang luar Karawang boleh mengikuti seleksi yang diatur Perda dan Perbup dengan persentase 60 persen warga Karawang dan 40 persen warga luar. (bbs/rie)

Gusdurian Karawang Tolak Revisi UU KPK KARAWANG – Menolak adanya revisi UU KPK, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Penggerak Gusdurian Karawang menggelar aksi damai, di Gedung Kantor DPRD Kabupaten Karawang, Kamis (19/9). Koordinator aksi, Ahmad Rohiman mengatakan, aksi damai dilakukan untuk menyampaikan aspirasi terkait permasalahan krusial, tentang identitas suatu lembaga yakni Komisi Pemberan-

tasan Korupsi (KPK). Yang harusnya menjadi lembaga yang independen, bebas aktif serta menjadi garda terdepan dalam memberantas tindak pidana korupsi. “Saat ini lembaga yang kami harapkan, disulap menjadi lembaga yang lemah dan tunduk kepada penguasa dan birokrat, demi memuluskan ruang gerak mereka,” ucapnya kepada KBE, Kamis (19/9). Menurut Ahmad, ada beberapa poin dalam RUU

KPK yang patut dikritisi, di antaranya soal pegawai KPK dikhawatirkan tidak lagi independen karena pegawai KPK akan menjadi aparatur sipil negara (ASN). Lanjut Ahmad, kemudian lanjutnya, ketika KPK akan melakukan penyadapan, penyitaan dan penggeledehan harus minta izin terlebih dahulu kepada dewan pengawas. “Poin-poin itulah yang kami anggap sebagai upaya pelemahan KPK dan kami menolak segala upaya

untuk melemahkan KPK,” ujarnya. S e menta ra itu , Ke tua DPRD sementara, Pendi Anwar, mengatakan pihaknya akan menyampaikan apa yang menjadi aspirasi Komunitas Penggerak Gusdurian ini kepada pemerintah pusat melalui perwakilan fraksi-fraksi yang partainya duduk di gedung putih DPR RI.“Yang jelas aspirasi ini mesti disampaikan baik secara formal maupun nonformal,” pungkasnya. (gie)


JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019

Delapan Bulan, Auto2000 Kirim 11.814 Toyota Calya

GADGET

Oppo A9 Target Konsumen Anak Muda KARAWANG – Targetnya untuk konsumen anak muda. Oppo Indonesia meluncurkan produk terbaru yaitu Oppo A9 model year (MY) 2020. Ponsel ini masuk di kelas menengah, dan menawarkan desain yang menawan dan memiliki harga terjangkau yaitu Rp 3.999.000. “Oppo A9 2020 menghadirkan teknologi terbaru, desain yang tampil menawan, kualitas fotografi terbaik, dan performa tinggi merupakan sebuah kombinasi sempurna kebutuhan anak muda, terutama Generasi Z,” ujar PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidionto, kemarin. Lanjut Aryo, Oppo A9 menawarkan empat kamera dengan masing-masing keunggulan. Kamera utamanya beresolusi tinggi 48 MP, lensa sudut lebar 8 MP, lensa portrait 2 MP, dan lensa monokromatik 2 MP. Kemudian kamera selfie dilengkapi 16 MP dengan fitur AI beautification yang dapat mengidentifikasi warna kulit, jenis kulit, usia, dan jenis kelamin. Oppo A9 mengadopsi layar waterdrop screen terbaru dengan pengurangan area sebesar 31,4 persen dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Sehingga tampil lebih dinamis. Layar berukuran 6,5 inci hadir dengan rasio sebesar 89 persen. Oppo juga membekali produk barunya itu dengan pelindung corning gorilla glass 3+ yang hadir dengan dua kali lebih kuat dari generasi sebelumnya. Soal performa, Oppo A9 2020 merupakan produk pertama yang diluncurkan dengan menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 655 yang dilengkapi 8 inti arsitektur 64 bit. Kemudian perangkat ini juga dijalankan dengan sistem antarmuka ColorOS 6.1 berbasis android 9.0. Yang memberikan pengalaman visual lebih besar serta sistem operasi yang tegas dan mudah digunakan. Oppo A9 2020 dilengkapi RAM 8 GB dan pilihan memori 128 GB yang memberikan lebih banyak ruang untuk merekam momen berharga. (bbs/rie)

BEKASI – Toyota Calya memiliki kontribusi yang besar dalam menyumbang penjualan Auto2000. Sepanjang bulan Januari - Agustus 2019, Auto2000 mencatat penjualan Toyota Calya sebanyak 11.814 unit. Toyota Calya berada di peringkat 4, di bawah sang volume maker New Avanza, All New Rush, dan New Kijang Innova. Suksesnya penjualan Toyota Calya antara lain terkait dengan tepatnya segmen pasar yang dituju. Dengan berbagai keunggulan produk yang dimiliki, termasuk luasnya jaringan dealer resmi Auto2000. Yang saat ini mencapai 126 cabang di seluruh Indonesia sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan pada pengguna Calya. Dan sekarang, hadir New Calya facelift sebagai model baru yang menawarkan tampilan luar lebih modern, sporty, dan dinamis. Dengan tetap menyajikan beragam keunggulan fitur yang menjadi daya tarik utama. Di antaranya kehadiran fitur-fitur terbaru seperti lampu depan LED, spion lipat elektrik (tipe G), dan desain pelek alloy baru. Sementara di dalam, penggunaan warna coklat gelap melapisi dasbor serta kursi pengemudi dan penumpang. Ada pula head unit

Perusahaan di Jabar Dapat Pemotongan Pajak JAKARTA – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) terus berupaya untuk menciptakan kenyamanan dan kemudahan investasi di wilayahnya. Salah satunya, dengan memberi diskon alias memangkas besaran pajak bagi perusahaan yang berinvestasi di wilayah Jawa Barat. Syaratnya, menurut Emil sapaan Ridwan Kamil, perusahaan tersebut dianjurkan memiliki sarana pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Jabar. Misalnya membangun sarana pendidikan umum (TK, SD, SMP, SMA/K), tempat ibadah, sarana kesehatan, tempat tinggal untuk pegawai, atau sarana pelatihan kerja untuk warga setempat. “Maka barang siapa (perusahaan) yang menyediakan sarana pendidikan, pelatihan kerja, hingga sarana kesehatan, akan mendapat keringanan pajak,” kata Emil. Emil menambahkan, potongan pajak akan semakin besar bagi perusahaan yang menyediakan layanan Re-

6

Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis

search and Development (R&D) atau penelitian dan pengembangan, yang memberikan sumbangsih bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa. “Kenapa penting? Untuk menekan angka pengangguran. Sebab setelah dibedah, banyak yang bekerja di perusahaan yang beroperasi di Jawa Barat, ternyata bukan orang Jawa Barat,” jelas Emil. “Maka saya minta perusahaan mempekerjakan dulu warga sekitar. Kalau skill (warga) belum mumpuni, sediakan pendidikan dan pelatihan. Sebagai gantinya kami beri potongan pajak,” tegasnya. Soal peluang investasi di Jabar, Emil menjamin pihaknya akan membuka pintu selebar-lebarnya, terutama untuk industri manufaktur dan industri yang berkaitan dengan teknologi 4.0. Selain itu, Pemdaprov Jabar juga terus berupaya mendorong laju ekonomi inklusif. Pola ekonomi kerakyatan tersebut diupayakan sesuai visi Jabar Juara Lahir dan Batin lewat sejumlah pro-

gram, di antaranya One Village One Company (OVOC) dan One Pesantren One Product (OPOP). Perusahaan pun bisa turut berpartisipasi pada programprogram Pemprov Jabar. Misalnya melalui OVOC, perusahaan bisa memesan suatu produk yang akan dikerjakan oleh satu desa di Jabar. Selain memberdayakan masyarakat, Emil berujar bahwa partisipasi tersebut bisa mengurangi kesenjangan ekonomi, antara masyarakat perkotaan dan perdesaan di Jabar sehingga menekan perpindahan warga desa ke kota. “Misalnya pabrik mobil, membutuhkan lap mobil. Nanti kita gerakan sebuah desa di Jabar untuk memproduksi lap mobil, jadi perusahaan untung, rakyat pun turut diberdayakan,” tutur Emil. “Ketimpangan desa-kota, kita siasati dengan strategi ekonomi. Sebab kalau rakyat susah, ia akan mudah marah. Kalau marah, ia akan benci, kalau sudah ada kebencian, itulah benihbenih radikalisme,” ujarnya. (bbs/rie)

touch screen (tipe G), kontrol audio di setir (tipe G), kompartemen di bawah jok (tipe G A/T), indikator AT beriluminasi (tipe G AT), kantong di belakang jok sopir (tipe G), dan konsol boks depan (tipe G). Toyota masih menyematkan teknologi modern Dual VV T-i pada mesin berkode 3NR-VE 1.197 cc 4 silinder yang menghasilkan tenaga 88 PS pada 6.000

rpm dan torsi 108 Nm pada 4.200 rpm. Aplikasi mesin 4 silinder menjanjikan aliran tenaga yang halus dan minim vibrasi via, opsi transmisi manual 5-speed atau otomatis 4-speed. Sebagai contoh adalah model termewah New Calya G AT yang diberi banderol Rp 158.400.000 (OTR Jakarta), atau naik Rp 2.000.000 dari harga model lama. Dengan kenaikan harga

hanya Rp 2 juta, konsumen bisa mendapatkan mobil keluarga dengan daya angkut tinggi. “ Menyusul kehadiran New Sienta dan All New Corolla di awal bulan September 2019 ini, hadir pula MPV Kompak dengan fungsionalitas tinggi yakni New Calya. Mobil keluarga 7 penumpang itu kini tampil lebih agresif dan mewah di jalan, sementara di dalam,

beberapa fitur baru disematkan untuk meningkatkan kenyamanan berkendara. Dengan harga yang sangat kompetitif dan terjangkau, bisa mengunjungi cabang Auto2000 terdekat untuk memperoleh program pembelian yang paling menguntungkan dan kesempatan test drive,” terang Martogi Siahaan, Chief Executive Auto2000, kemarin. (dim)


JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019

SAMBUNGAN

7

2 Gempa Besar di Laut Jawa Ini Penjelasan BMKG K A R A WA N G - B M K G memberi penjelasan tentang dua gempa yang terjadi di Laut Jawa dalam selisih sekitar 25 menit. Menurut BMKG, gempa di lokasi ini jarang terjadi alias langka. Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono awalnya menyebut, berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa ini bermagnitudo 6,1 dan 6. Pusat gempa pertama berada di kedalaman 620 km dan gempa kedua berada di kedalaman 623 km. “Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 6,1 dan M 6. Episenter gem-

pa bumi pertama terletak pada koordinat 6,1 LS dan 111,86 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 88 km arah timur laut Kota Rembang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, pada kedalaman 620 km. Episenter gempa bumi kedua terletak pada k o o rd i nat 6 , 2 4 L S d a n 111,84 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 75 km arah timur laut Kota Rembang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, pada kedalaman 623 km,” ujar Dar yono dalam keterangan tertulis, Kamis (19/9/2019). Dia mengatakan, berdasarkan titik pusatnya, gempa ini tergolong gempa dalam atau deep focus earthquake yang dipicu deformasi batuan pada slab lempeng Indo-Australia.

Gempa itu disebut Daryono dirasakan mulai dari Madura, Lombok, Bali, hingga Bandung dengan kekuatan beragam. Gempa dalam disebutnya sebagai fenomena alam menarik. Alasannya, gempa pada kedalaman ini jarang terjadi. “Gempa hiposenter dalam ya n g m e l eb i h i 3 0 0 k m dinilai sebagai fenomena alam yang menarik karena jarang terjadi. Gempa ini dirasakan dalam wilayah yang luas dari Bandung hingga Lombok. Hal ini disebabkan hiposenternya yang dalam sehingga spektrum guncangan dirasakan dalam wilayah yang luas. Patut disyukuri bahwa gempa tidak berdampak merusak karena kedalaman hiposenternya yang sangat dalam,” jelasnya. (red)

Daday Muncul .... dari halaman 1 adalah 10 kursi, berarti msih kurang 2 kursi, dengn saya melamar ke PDIP berarti saya ada tambahan 6 kursi lagi. Kita prinsipnya mau menang bukan mau kalah,” ucapnya kepada KBE, Kamis (19/9/2019). Menurut mantan Calon Bupati Karawang 2015 ini, dirinya menegaskan bahwa pendaftarannya ke DPC PDIP Karawang telah mendapat restu dari Ketua DPP Gerindra, Prabowo Subianto. “Di Partai Gerindra jujur saya ini sekarang panglima khusus Gerindra, dan jabatan saya sekarang ini wakil ketua dewan pembina di partai Geridnra dan hubungan saya dengan pusat seperti yang kalian tahu,” ujarnya meyakinkan. Lanjutnya, bukan rahasia umum kedekatan dengan Prabowo Subianto, namun hal itu tidak bisa diungkap nya di muka umum karena merupakan internalnya. “Saya tidak bisa buka disini hubungan saya dekat dengan Prabowo, yang jelas kenapa saya datang ke si yang jelas saya sudah punya tiket masalahnya, kalau nga punya tiket ngapain saya datang kesini,” ungkapnya.

Ketika disinggung bagaimana dengan pencalonan salah satu kader Gerindra Gina Fadlia Swara yang digadang gadang akan mencalonkan bupati juga, Daday mengungkap bahwa hal itu masih berada di ramah internal Gerindra. “Saya tidak bisa utarakan itu antara saya dengan Gina, nanti finalnya itu nanti,” ucapnya. Masih kata Daday, dirinya juga tidak hanya mendaftar lewat PDIP tetapi juga ke partai Golkar yang juga membuka pendaftaran. “Saya ke PDIP sekarang, lusa kalau Golkar buka pendaftaran saya akan daftar. Prinsip saya menjalin kekuatan yang besar di Kabupaten Karawang. Kalau tidak kekuatan yang benar-benar hakiki buat apa saya membangun Karawang, karena saya tidak bisa sendiri membangun Karawang,” ujarnya. Dijelaskan juga, jika semua bergabung secara bersamsama akan menjadi sesuatu kekuatan besar di Karawang. “Kami juga akan mengadakan Rakernas nanti di Sentul, presiden Jokowi dan bu Mega akan hadir, di momen itu akan saya manfaatkan. Momen kedua tokoh akan bersatu itulah intinya,” pungkasnya. Sementara itu Nace Pemra-

Karawang Darurat Kejahatan .... na mengatakan, sebelumnya dirinya dan mantan calon bupati lainnya sudah berdiskusi dengan Daday, yang pada akhirnya memutuskan mendorong Daday untuk maju mendaftar lewat DPC PDIP Karawang. “Teman teman kami yang sperjuangan pada tahun 2015 yg dinyatakan kalah oleh KPU, kita punya pemikiran bersama, 5 kepala bersatu untuk membangun Karawang, tentunya akan lebih membangun dprada ide 1 orang. Kami 5 kepala yg kalah akan bersatu bersama sama mendukung Daday,”ujarnya. Ditambahkan, Daday itu adalah tokoh nasional, 2 periode di DPR RI dan di komisi yang sangat bergengsi yaitu komisi 3, maka dipufuskan alangkah baiknya daftar di DPC PDIP. “Insyaallah akan berpikir bagaimana membangun Karawang ini masih lebih ini elegan dan mensejahterakan masyarakatnya. Akhirnya keputusannya satu didorong kang daday, kesatu senoritas kedua lebih mumluni karsna tokoh nasional, tdk akan salah klo pemain nasioan ada di Karawang untuk membangun Karawang,” pungkasnya. (gie)

yang dikerjakan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Karawang menjelang akhir tahun anggaran 2019, Kamis (19/09). Lokasi yang disidak Rulahu milik Mak Iyem (75) di RT 03/07 dan Rulahu Ibu Iis di RT 02/05 di Kampung Jatirasa Kelurahan Karawang Wetan Kecamatan Karawang Timur. “Saya menginginkan dua hal dalam program Rulahu, yaitu peningkatan kualitas Rulahu di 2020 dan menyelesaikan target program Rulahu sesuai RPJRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” ucapnya kepada KBE, Kamis (19/09) Dikatakannya, pening-

katan kualitas Rulahu, dirinya menginginkan p e m b a n g u n a n Ru l a h u di 2019 itu beralas keramik, memiliki saluran air bawah tanah dengan fasilitas MCK, sampai dengan penembokan, pengacian dan pengecatan dinding Rulahu. Oleh karenanya, dirinya menegaskan kepada para pejabat PRKP, agar menghitung ulang Rancangan Anggaran Biaya (RAB) program Rulahu lebih detail. “Coba Akang buatin beberapa pilihan anggaran RAB, yang sederhana bagaimana yang lengkap bagaimana. Yang pasti semakin ke sini pembang u n a n Ru l a h u k a n s e makin berkurang, karena beberapa sudah selesai. Jangan sampai pembo-

dilakukan tespek, hasilnya positif. Setelah ditanya, korban menceritakan apa yang dialaminya. “Ibunya melaporkan ke Unit PPA Polres Karawang didampingi Pusat Pelaya n a n Te r p a d u P e r b e rdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Pelaku sudah ditahan sejak 10 September 2019,” ungkapnya. “Korban juga mengaku ditawarkan atau istilahnya dijual kepada orang yang lewat, sopir tr uk, Rp 300.000 hingga Rp 500.000,” kata Bimantoro. Bimantoro mengatakan, DS menjual putrinya lantaran faktor ekonomi. DS diketahui tidak memiliki pekerjaan yang jelas dan ke rap m e m i nt a - m i nt a. “Tersangka dikenal sering berputar-putar di lingkungan,” ungkapnya. DS dengan korbam hanya tinggal berdua di sebuah pos kecil di Kecamatan Telukjmbe Barat, Karawang. DS sudah bercerai dengan ibu korban sudah sejak lama. Akibat perbuatannya, DS dijerat Pasal 81 ayat (3) atau 82

ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “A n c a m a n h u ku m a n nya maksimal 15 tahun penjara, ditambah sepertinganya karena tersangka merupakan ayah kandung dan denda paling banyak Rp 300 juta,” pungkasnya. Kapolres Karawang, AKBP Nuredy Irwansyah Putra menyatakan bahwa dirinya prihatin atas maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di daerah lumbung padi tersebut. Dia mengungkapkan harapannya supaya kasus itu menjadi perhatian semua pihak, terutama dari segi pencegahannya. “Pencegahan merupakan cara terbaik dalam menekan kasus ini. Penindakan hanya cara terakhir,” ujar Nuredy. Menurutnya, hingga akhir Agustus 2019, ada 30 kasus kekerasan seksual anak yang dilaporkan masyarakat ke Polres Karawang. Jika dirata-ra-

takan, dalam satu minggu, ada satu kasus masuk ke Polres setempat. Kondisi tersebut tidak jauh berbeda dengan kasus kekerasan seks pada anak yang terjadi tahun sebelumnya. Pada 2018, tercatat ada 52 kasus yang masuk dengan frekuensi satu minggu satu kasus yang dilaporkan. “Dari jumlah kasus tersebut, 48 sudah dinyatakan P21 atau berkas lengkap dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan. Sementara, empat lainnya masih dalam penyidikan,” kata Nuredy. Menurutnya, banyaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Karawang menyerupai fenomena gunung es. Kemungkinann banyak korban yang tidak berani melapor karena berbagai hal, meski diimbau untuk melaporkan kejadian seperti itu. Ditambahkannya, ada beberapa kasus kejahatan seksual yang akhir-akhir terjadi bahkan jadi viral. Di antaranya pencabulan oleh dukun palsu, sodomi pengajar pesantren kepada tiga muridnya, dan anak yang dihamili dan

dijual ayah kandungnya. Kemudian, yang teranyar yakni kasus pemulung yang mencabuli anak tetangganya yang baru berusia tiga tahun. “Ini sangat meresah kan dan p e rlu menjadi perhatian semua pihak,” ucapnya. Selain langkah represif, Nuredy menyatakan bahwa para orang tua dan pihak terkait harus melakukan upaya preventif. Salah satunya memberitahu kepada anak mengenai bagian-bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh sebagai langkah proteksi diri. “ Me w a s p a d a i k e p a d a orang dekat juga perlu, tetapi tidak berlebihan,” katanya. S elain itu, lanjut dia, orang tua membangun kedekatan dengan anak agar mau bercerita jika ada hal-hal yang terjadi padanya. Sebab, dalam beberapa kasus, kekerasan seksual baru diketahui saat sudah terjadi lebih dari satu kali. “Misalnya, baru diketahui saat si ibu memandikan korban ada tanda-tanda (kekerasan seksual), baru si anak cerita,” katanya. (rie)

sekali tekanan yang datang, termasuk kepad Bawaslu sendiri. “Kebetulan saya yang memproses kasus 6 kades yang ikut kampanye Pilgub waktu itu. Banyak sekali tekanan yang masuk ke kami,

contohnya pada waktu diklarifikasi di Bawaslu saya ngobrol bareng sama oknum Kades, pas menyapa di pengadilan gak mau jawab sapaan saya sambil melengos,” tandasnya. (bbs/mhs)

Pelapor Pidana Pemilu ....

Jimmy Turun .... dari halaman 1

dari halaman 1

rong yang ng erjainnya juga rugi. Kasian mereka, kalau untungnya cuma 4 juta doang, kan capek,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan Dinas PRKP Karawang, Baehaqi menyatakan, untuk satu unit Rulahu dianggarkan maksimal di angka Rp 41 juta. Sampai saat ini sudah selesai 1.230 pembangunan Rulahu. Sementara untuk 2019, sudah terbangunkan 4.200 unit Rulahu. “Hampir 82 persen, sisanya sekitar 2.200 unit. Estimasi kemarin 600 di perubahan (anggaran perubahan), sisanya 1.200 unit di anggaran murni 2020. Jadi RPJMD selesai, bahkan bisa melebihi kalau nanti di perubahan 2019 juga ada,” pungkasnya. (gie)

dari halaman 1 gat paham, jika setuap pelaporan soal tindak pidana pelanggaran pemilu rentan dengan intervensi dari pihak terlapor atu tim terlapor kepada pelapor yang

mengadukan ke Gakkumdu. Ia memberikan salah satu contoh kasus pelanggaran tindak pidana pemolu yang menjerat enam orang kepala desa di Karawang pada saat Pilgub Jabar 2018 silam. Saat itu, kata Syarif, banyak

Empat Foto Porno Diposting …. dari halaman 1 suran, empat foto porno ini di-posting salah satu akun Twitter sejak 14 September 2019. Foto-foto syur itu memperlihatkan wanita berjilbab bersama seorang pria tengah berada di dalam mobil. Keduanya berada di jok depan. Wanita itu diduga mengenakan pakaian dinas dengan lambang Pemprov

General Manager: Tohiri Alam. Deputy General Manager: Hayatullah. Pimpinan Perusahaan: Tohiri Alam. Pimpinan Redaksi: Hayatullah. Wakil Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Asisten Redaktur: Fuad Fauzi, Tomi Prayoga. Kabupaten Karawang: Agus B, Yogie S, Toyib, Wahyudi. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Agus Nuryadin, Haripan Nahampun, Yogie Trinanda. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Subang: Feri Kosasih. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Keuangan/Administrasi: Dewi Megawarti (Koordinator), Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein, Iin. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi.

Jabar di lengan kirinya. Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jabar Hermansyah mengaku akan menelusuri mengenai fotofoto porno tersebut. Pihaknya belum bisa memastikan siapa sosok wanita tersebut. “Jadi kasus itu akan ditelusuri siapa orangnya, apa itu dari Pemprov Jabar. Karena saya tidak kenal orangnya,” kata Hermansyah. Sementara itu Badan

Kepegawaian Daerah Pemprov Jabar akan menelusuri kebenaran foto tersebut. “Akan kami telusuri, kami ada bidang kesejahteraan disiplin,” kata Sekretaris BKD Jabar Asep Sukmana. Ia mengatakan belum bisa memastikan foto wanita berhijab yang beredar di medsos itu PNS Pemprov Jabar atau bukan. “Nanti teman-teman akan

telusuri dan investigasi ini siapa sosoknya,” ungkap dia. Ia menuturkan pihaknya mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam menyikapi kasus ini. Kalau sudah ditemukan terduga dalam foto ini, pihaknya akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai konfirmasi lebih jauh. “Kalau memang nanti ada orangnya, tentu akan kami panggil,” ujar Asep. (*)

Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Jalan Kasuari IX Blok O Nomor 52 Perum Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@ gmail.com. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan.


JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019

8

Semangat Baru Purwakarta

CSR 12 Ponpes Dapat Telur PURWAKARTA- Sekitar 12 pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Maniis Purwakarta mendapatkan hibah program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa telur sebanyak 13.900. Pemberian 13.900 butir telur tersebut dilakukan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta, Sri Wuryasturati kepada penerima di halaman kantor Kecamatan Maniis, baru-baru ini. “Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyerahkan bantuan sekaligus program pemerintah pusat,” kata Sri. CSR sendiri berasal dari PT. Unggas Jaya salah satu perusahaan breeding farm. Melalui HRD pihak perusahaan, Faris mengatakan bahwa program CSR dilakukan setiap tahun utamanya kepada warga yang berada di sekitar perusahaan. “Alhamdullilah CSR yang juga program pemerintah pusat selalu kami keluarkan,” kata Faris. Camat Maniis, Cecep Suhendar mengucapkan terima kasih dan mendukung program hibah CSR kepada masyarakat utamanya pondok pesantren. Pasalnya melalui CSR telur diharapkan kebutuhan akan protein hewani untuk santri dapat terus ditingkatkan. “Saya ucapkan terimakasih kepada pemerintah kabupaten terutama perusahaan yang telah memberikan bantuan telur untuk para santri di kecamatan Maniis ini,” pungkas Cecep. (red)

KECELAKAAN BERUNTUN

HASAN KOBRA/KBE

TEWAS: Warga dan petugas saat mengevakuasi Jasad Rastam meninggal di lahan Perhutani.

Perhutani Datangi Korban Polres Tetapkan Tersangka Baru PURWAKARTA- Polisi menetapkan tersangka baru dalam kasus kecelakaan maut beruntun di Tol Cipularang, Purwakarta. Hal itu diungkapkan Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius, mengatakan tersangka baru dalam kasus kecelakaan maut di Tol Cipularang itu berinisial MM. Menurut Matrius, MM merupakan manajer operasional perusahaan kendaraan dump truk berinisial JTJ berkantor di Jakarta. “Sudah tiga tersangka. Dimungkinkan ada tersangka baru, masih ada pengembangan lanjut,” ujar AKBP Matrius, Kamis (19/9/2019). Sebelumnya, polisi menetapkan dua orang tersangka dalam kasus kecelakaan beruntun yang melibatkan 20 kendaraan tersebut. Kedua tersangka tersebut adalah DH dan SB. Mereka adalah sopir dump truk yang diduga sebagai penyebab kecelakaan maut itu. Satu dari kedua sopir dump truck meninggal dunia dalam kecelakaan itu. Diketahui, kejadian nahas itu mengakibatkan 36 orang korban yang terdiri dari 8 orang meninggal dunia, sisanya mengalami luka-luka. Menurut AKBP Matrius, dari hasil penyelidikan, para tersangka melakukan pelanggaran melebihi batas muatan dump truck. Semestinya, kapasitas masing-masing dump truk hanya 12 ton tapi ternyata bermuatan hingga 37 ton saat kecelakaan maut itu terjadi. Pelanggaran lain adalah melebihi dimensi tinggi bak seharusnya 1 meter ternyata dibuat jadi 1,7 meter. Padahal, dari informasi yang diperoleh pihaknya sebelumnya telah terdapat peringatan. “Dari dinas perhubungan DKI Jakarta namun atas seizin dari manajer operasional ini tetap dilakukan. Ada pembiaran walau ada teguran,” katanya. Dia mengatakan kondisi kendaraan dump truck tersebut hasil keterangan saksi ahli, dinas perhubungan dan agen pemegang merek (APM) kendaraan kondisi masih layak jalan keduanya. Kelebihan muatan membuat efektivitas kendaraan berkurang atau slip. Ditambah sopir mengemudi dalam kecepatan tinggi di turunan. “Surat jalan masih dalam penyelidikan. Karena yang kami lihat adalah validitas pengemudi dan validitas kendaraan, yaitu pengemudi SIM-nya dan STNK-nya itu lengkap semua. Untuk surat jalan itu kaitan muatan,” ujarnya. (san)

Kebakaran Hutan Berasal dari Pembakaran Rumput PURWAKARTA- Kebakaran hutan Perhutani yang sampai menimbulkan korban di Kampung Karajan Desa Cibungur Kecamatan Bungursari mendapat tanggapan dari pihak Perhutani Purwakarta. Kepada KBE, Asep Saepudin, Wakil Administartur (Adm) Perhutani Purwakarta menjelaskan, bahwa kebakaran hutan dan lahan terjadi akibat dari pembakaran rumput dan serasah yang disinyalir dilakukan oleh salah satu warga di

sekitar kawasan hutan. Hal itu, katanya, mengakibatkan warga tersebut meninggal dunia karena terjebak asap. Dengan semakin besarnya api yang membakar dan tiupan angin kencang sehingga kebakaran tambah besar. Warga meninggal dunia bernama Rastam (60), warga Kampung Maleber, Desa Banyuasih, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang. “Korban bukan penggarap, tapi anggota masyarakat. Entah disuruh siapa membakar ilalang atau rumput di area Perhutani itu belum diketahui,” ujar Asep kepada KBE, Kamis (19/9/2019). Lebih lanjut Asep mengatakan, atas meninggalnya

Rastam pihak Perhutani turut berbela sungkawa. “Dan hari ini pimpinan Perhutani Purwakarta mendatangi keluarga korban ke rumah duka di Karawang,” pungkasnya. Sebelumnya, Rastam (60) warga Kampung Maleber Desa Banyuasih Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang bernasib nahas. Lelaki itu berakhir hidupnya di tengah hutan perkebunan milik Perhutani Purwakarta saat terjadi kebakaran. Rastam ditemukan tewas dengan posisi terlentang di kawasan hutan di Kampung Karajan Rt 02, Rw 01 Desa Cibungur Kecamatan Bungursari, pada Rabu siang (18/09/2019)

Menirut informasi dari Polsek Bungursari saat dikonfirmasi KBE menjelaskan, korban merupakan penggarap lahan Perhutani. Namun menurut informasi dari pihak keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit asma. “Korban yang setiap hari kegiatannya membersihkan hutan atau penggarap, namun saat terjadi kebakaran diduga karena tebalnya asap, sehingga penyakit asma yang dideritanya menyebabkan gangguan pernapasan dan kehabisan oksigen,” ujar Kompol Agus, Kapolsek Bungursari. Lebih lanjut Agus mengatakan, dari alamat asal, korban adalah warga Karawang

dan menikah dengan warga Bungursari. Untuk mengetahui penyebab tewasnya korban, kepolisian membawa korban ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Sementara menurut saksi Amirudin, kebakaran lahan hutan milik Perhutani merambat ke rumah milik saksi. Kemudian saksi memadamkan api yang akan merambat ke rumah miliknya. Dan teringat kepada korban yang sedang membabat rumput di lahan dekat Perum Pesona Jati lndah Cibungur, setelah dicari ditemukan korban telah terbujur kaku di lokasi yang terbakar. Selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Bungursari. (san)

Atasi Kekeringan, Pemkab Kekurangan Truk Tanki PURWAKARTA- Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika terus mencari solusi dalam penanganan kekeringan di Purwakarta khususnya kebutuhan air untuk masyarakat. Anne pun mengakui yang menjadi kendala dalam pendistribusian air adalah keterbatasan armada kendaraan tanki. “Kita terkendala teknis, pemda tidak memiliki tanki, sedangkan tidak mungkin menggunakan kendaraan damkar, karena selama ini mengandalkan tanki PDAM,” kata Anne di Purwakarta. Kamis (19/9). Pihaknya pun sudah meminta Kepala DPKPB, untuk mengirim surat permohonan peminjaman truk tanki, hal tersebut agar pendistribusian air bersih untuk warga bisa disalurkan dengan cepat. “Tiap hari 16 - 20 ribu liter

bantuan air, mudah - mudahan pemprov bisa meminjamkan lebih dari lima kendaraan tanki,” katanya. Menurutnya, musim kemarau tahun ini diluar prediksi, sehingga kedepan pihaknya akan mencari solusi termasuk hal teknis. “2020 dari awal sudah ada solusi termasuk memecahkan kendala teknis, karena kekeringan tahun ini diluar prediksi dan kedepan harus sudah siap,” katanya. Selama ini Pemkab Purwakarta, sudah menyiapkan anggaran untuk mengantisipasi bencana kekeringan, dimana masyarakat cukup memberikan permohonan baik melalui call center 112 atau langsung melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Purwakarta. (san)

Jumat Ini Warga Purwakarta Dianjurkan Solat Istisqa Serentak PURWAKARTA– Kekeringan yang berkepanjangan menuntut pemerintah dan warga berupaya mengatasinya. Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, akan keluarkan Surat Edaran (SE) yang harus dijalankan oleh Pemerintahan Kecamatan dan Desa. Menginstruksikan agar para pegawai menggelar salat Istisqa secara serentak pada hari Jumat (20/9) ini di wilayah masing – masing. “Khusus pegawai dan ASN, hari Jumat nanti harus serentak menggelar salat Istisqa. Hari ini edarannya akan disosialisasikan ke tingkat

kecamatan,” ujar Anne. Terlebih di wilayahnya terdapat beberapa daerah yang rawan bencana yang terdampak dari musim kemarau. Misalnya, kekurangan air bersih, kebakaran dan mengeringnya areal pesawahan. “Semoga, melalui ikhtiar bersama ini, Allah SWT segera mencurahkan berkahnya melalui hujan. Supaya, dampak bencana ini tidak terus meluas dan berlarut-larut,” harap dia. Berbagai antisipasi terus disiapkannya, guna menyambut pergantian musim mendatang. Apalagi di

musim hujan nanti, di wilayahnya juga terdapat beberapa daerah yang rawan bencana, seperti longsor dan banjir. Salah satu upaya antisipasinya, yakni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai menggalakan ‘bebersih’ sebagai bagian dari antisipasi bencana tersebut. Dengan menyisir seluruh saluran air (drainase) yang ada di sejumlah jalur yang dianggap krusial. “Kalau sampah musim kering tak segera dibersihkan, nanti kalau hujan malah menyumbat atau

juga terbawa aliran air menuju kota. Kalau sudah begitu, nanti akan berdampak banjir,” jelas dia. Selain ‘bebersih’, sambung Anne, pihaknya pun saat ini mengantisipasi wilayah – wilayah yang rawan pergerakan tanah. Salah satunya, yakni Kecamatan Pondoksalam. Mengingat, kontur tanah di wilayah tersebut cenderung labil. “Makanya, kami ajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi. Supaya, dampak bencana pergantian musim bisa diminimalisasi,” tambah dia. (san*)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook