Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang www.karawangbekasiekspres.co.id
SENIN, 17 JUNI 2019
@korankarawangbekasiekspres
KPU Kelabakan
PILKADA KARAWANG... Dipinang Cellica? Dadan: Itu Baru Kabar
Tanpa AM, 4 Komisioner Mendadak Rapat
KARAWANG - Beredarnya kabar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang Dadan Sugardan terkait pengusungan kandidat Wakil Bupati Karawang menemani petahana atau pimpinannya saat ini Cellica Nurrachadiana di Pilkada nanti ternyata sudah mendapatkan banyak restu dari kalangan guru. Seperti yang disampaikan Fuad, seorang guru di Karawang yang mengaku mendengar Dadan dicalonkan menjadi wakil bupati mendampingi CelKe Hal...7
SMAN 1 Diserbu Ortu Siswa Titipan KARAWANG- Meski Pendaftaraan Peserta Didik Baru (PPDB) belum dibuka, puluhan orang tua siswa sudah terlebih dahulu mendatangi sekolah untuk menjamin putra-putrinya bisa masuk. Seperti yang terlihat di SMAN 1 Karawang beberapa hari kemarin, nampak sekolah itu begitu sibuk menjamu para tamu. Berbagai cara orangtua siswa merayu pihak sekolah untuk bisa memasukan anak kesayanganya di sekolah itu. Mulai dari mengatasnamakan alumni dan bahkan teman baik kepala sekolah. “Kebetulan ibu juga guru dan ayah (suaminya) alumni disini kali aja bisa nitipin satu disini,” ucap salah seorang yang bertugas di SMPN 1 Jatisari. Hal serupa juga disampikan salah satu tenaga pengajar lain yang bertugas di salah satu SMP Islam yang ada di Karawang. Guru perempuan yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengatakan bahwa sebelum mengajar di SMP Islam dirinya merupakan salah satu alumni SMAN 1 Karawang. “Alhamdulilah masih pada kenal semua gurunya, mau masukin anak ibu kesini,” akunya. Sementara menanggapi kejadian tersebut Kepala Ke Hal...7
HARGA Rp3.000
Rincian aliran dana haram kepada 12 PPK di Karawang yang dungkapkan Engkus n SAEPUDIN PPK Rengasdengklok menerima pembayaran 60% Rp 67.020.000 dan pembayaran 40% Rp 44.680.000 jumlah Rp 111.700.000 dikirim oleh EK. Budi Santoso atau Engkus Kusnaya ke no rekening BCA 5765257368 atas nama Nazma Hayatulloh Rama n NANA SUMARNA PPK Karawang Barat menerima pembayaran 60% Rp 92.460.000 dan pembayaran 40% Rp 61.640.000 jumlah Rp 154.100.000 dikirim oleh EK. Budi santoso atau Engkus Kusnaya ke no rekening BNI 0897147075 atas nama Nana Sumarna n AGUS SOPYAN PPK Karawang Timur menerima pembayaran 60% Rp 74.820.000 dan pembayaran 40% Rp 49.880.000 jumlah Rp 124.700.000 dikirim oleh EK. Budi Santoso atau Engkus Kusnaya
ke no rekening BJB 0090474650100 atas nama Agus Sopyan n ARIFIN ALIYAFIE PPK Kutawaluya menerima pembayaran 60% Rp 36.960.000 dan pembayaran 40% Rp 24.640.000 jumlah Rp 61.600.000 dikirm oleh EK. Budi Santoso atau Engkus Kusnaya ke no rekening BRI 425701013336352 atas nama Ahmad Priyanto Nawawi. n SUHARTA PPK Tirtajaya menerima pembayaran 60% Rp 43.680,000 dan pembayaran 40% Rp 29.120.000 jumlah Rp 72.800.000 dikirm oleh EK. Budi Santoso atau Engkus Kusnaya ke no rekening BRI 425601008878537 atas nama Nurhalimah n ADE SUARDI PPK Telukjambe Timur menerima pembayaran 60% Rp 70.560.000 dan pembayaran 40% Rp
KARAWANG – Jumat (14/6) Kantor KPUD Karawang mendadak sibuk. Setelah adanya pemberitaan di media massa soal bisnis culas jual-beli suara yang melibatkan 1 orang komisioner dan 12 PPK, para
komisioner KPU dan Plt Sekretaris KPU Karawang mengadakan rapat mendadak. Namun pantauan KBE, pada rapat itu Asep Muksin yang disebutsebut menjadi koordinator Ke Hal...7
Kasus Jual Beli Suara Sudah Bisa Dijerat Hukum KASUS dugaan jual-beli suara yang dilakukan seorang oknum Komisioner dan 12 orang PPK KPU Karawang dinlai kembali mencoreng wibawah penyelengara pemilu dan mengingatkan terhdap luka lama kasus
47.040.000 jumlah Rp 117.600.000 dikirm EK. Budi Santoso atau Engkus Kusnaya ke no rekening BNI 0217294007 atas nama Ade Suardi n AGUS TOHAERI PPK Telukjambe Barat menerima pembayaran 60% Rp 33.600.000 dan pembayaran 40% Rp 22.400.000 jumlah Rp 56.000.000 dikirm EK. Budi santoso atau Engkus Kusnaya ke no rekening BNI 0700296285 atas nama Agus Tohaeri
44.520.000 dan pembayaran 40% Rp 29.680.000 jumlah Rp 74.200.000 dikirm EK. Budi Santoso atau Engkus Kusnaya ke no rekening BNI 0700296036 atas nama Pupung
n ELAM J LESMANA PPK Lemahabang menerima pembayaran 60% Rp 38.520.000 dan pembayaran 40% Rp 25.680.000 jumlah Rp 64.200.000 dikirm EK. Budi Santoso atau Engkus Kusnaya ke no rekening Mandiri 1730001446070 atas nama Amah Suryamah
n IRVAN PRAMBUDI PPK Cikampek menerima pembayaran 60% Rp 32.040.000 dan pembayaran 40% Rp 21.360.000 dikirm oelh EK Budi Santoso atau Engkus Kusnaya ke no rekening Mandiri 1730004587011 atas nama Ardhina Yusfa Luthfika
n PUPUNG PUDHOLI PPK Jatisari menerima pembayaran 60% Rp
n SARWIN SUMARLIN PPK Rawamerta menerima pembayaran 60% Rp
hukum di lembaga yang sama beberapa yahun lalu. Sejumlah pihak mendesak kasus ini harus segera dituntaskan oleh penegak hukum. “Para oknum ini sama sekali tidak takut dengan hukum. Mungkin mereka Ke Hal...7
33.780.000 dan pembayaran 40% Rp 22.520.000 jumlah Rp 56.300.000 dikirm oelh EK Budi Santoso atau Engkus Kusnaya ke no rekening BRI 425701013717534 atas nama Aan Rohimah n SUHARJO PPK Majalaya menerima pembayaran 60% Rp 32.040,000 dan pembayaran 40% Rp 21.360.000 jumlah
Rp 53.400.000 dikirm oleh EK Budi Santoso atau Engkus Kusnaya ke no rekening BRI 801601001723537 atas nama Tati Hartati
Punya Simpanan Emas, Nenek di Telukjambe Terbunuh KARAWANG - Seorang nenek renta ditemukan terbunuh secara tragis di dalam rumahnya di Dusun Nyangkokot, RT07 RW04, Desa Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat, Sabtu pagi (15/6). Saat ditemukan, Jasad nenek sebatang kara itu berlumuran darah dengan sejumlah luka menganga di leher. Informasi yang didapat, korban bernama Awis Bin Inen (80). Mayat Awis pertama kali ditemukan oleh Sumini saat ia mengunjungi rumah korban untuk mengantar nasi uduk. “Saya rutin mengirim sarapan. Tapi waktu saya
DIBIARKAN: Trotoar Terminal Tanjungpura sudah lama tidak berfungsi.
n Tanjungpura makin Kumuh
PKL Bandel, Pemkab “Gigit Jari” KARAWANG- Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karawang yang tembus lebih dari 4 triliun, nyatanya belum ma mpu m e ng u b a h Karawang menjadi kota yang cantik. Hal ini
ARIE/KBE
PEMBUNUHAN: Petugas kepolisian melakukan olah TKP.
bisa dilihat semisal pada gerbang perbatasan administrasi Kabupaten Karawang dengan Kabupaten Bekasi, ruang publik nampak kumuh lantaran dijadikan tempat berjualan oleh para Ke Hal...7
Peringatan Hari Puja Bakti Waisak 2563 BE/2019
Umat Budha Karawang Padati Candi Jiwa Pada hari Waisak terjadi tiga peristiwa penting. Pertama kelahiran Pangeran Sidhartha Gautama, tercapainya penerangan sempurna oleh Pertapa Gautama, dan mangkatnya sang Buddha Gautama. Ketiganya sering disebut dengan hari raya Trisuci Waisak. YOGI, BATUJAYA
MEMPERINGATI hari Hari Puja Bakti Waisak 2563 BE/2019, ribuan umat Budha se-Kabupaten Karawang memadati Candi Jiwa dan Blandongan, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Minggu (16/06). Pembinas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492
Agama (Kemenag) Jawa Barat, Dr. Nyana Wangsa mengatakan pentingnya peringatan Hari Raya Waisak bagi umat Budha di Karawang. Pasalnya pada hari Waisak terjadi tiga peristiwa penting. “Pertama kelahiran Ke Hal...7
YOGIE/KBE
TRI SUCI: Peringatan Hari Puja Bakti Waisak 2563 BE/2019 di Candi Jiwa dan Blandongan, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Minggu (16/06). email: karawangbekasiekspres@gmail.com,
redaksikarawangbekasi@gmail.com
OPINI
SENIN, 17 JUNI 2019
2
Serigala Berbulu Domba Oleh EKA KURNIAWAN
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Karawang, Endang Sodikin.
PPDB Acuhkan Perda DTA KARAWANG- Sejak 8 Tahun lalu, tepatnya tahun 2011, Karawang sudah memiliki Perda Nomor 7 Tahun 2011 Tentang DTA. Salah satu isinya, ijazah DTA menjadi syarat bagi siswa muslim untuk melanjutkan jenjang sekolah dari SD ke SMP. Namun sampai 2019 ini, ijazah DTA tak kunjung menjadi syarat siswa saat mendaftar ke SMP. “Pada salah satu pasal Perda DTA mewajibkan siswa yang mau masuk SMP/MTs harus memiliki ijazah DTA. Tapi lagilagi syarat wajib DTA itu tak dimasukan dalam syarat wajib dalam PPDB,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Karawang, Endang Sodikin. Menurutnya, dengan tidak memasukan klausul DTA sebagai satu dari sekian syarat, Pemkab Karawang sama saja membuat upaya mendeligitimasi keberadaan Perda DTA Nomor 7 Tahun 2011 dan Perbub No 19 Tahun 2013
tentang DTA. “Saya atas nama pimpinan komisi IV sudah bicara sehari setelah sosialisasi PPDB online karena baru saya baca. Saat itu juga, ia spontan langsung WA agar Dinas segera sempurnakan aturan PPDB online itu. Dengan begitu, sama saja Pemkab mendelegitimasi keberadaan Perda DTA yang selama ini sudah berjalan,” katanya. Sebagai upaya konkritnya, lanjut Endang, pihaknya berencana mengundang Disdik agar segera revisi SK Bupati tentang PPDB Online SD dan SMP tersebut. Seharusnya, Disdik mohon persetujuan dan arahan dari DPRD komisi IV sejak awal di rancang SK Bupati tentang PPDB Online SD dan SMP tersebut. “Jadi kami bukan hanya diundang waktu sosialisasi doang. Persoalan ini Dinas wajib hadiri undangan Dewan,” tandasnya. (bbs/kbe)
Te n t u k i t a s e r i n g mendengar perumpamaan “serigala berbulu domba”. Itu bukan sekadar orang jahat yang berper ilaku manis, tidak juga sekadar niat busuk yang dibungkus kata-kata indah. Terutama, bagi saya, bagaimana muslihat dilakukan melalui penampilan permukaan. Itu bisa berlaku bagi iklan di televisi yang menjanjikan hal-hal hebat, tapi kenyataannya ia hanya menjual barang ala kadarnya. Bisa juga berlaku untuk politisi yang menjanjikan angin surga di masa kampanye, tapi memberi neraka dunia di waktu menjabat. Berjanji tak akan melakukan penggusuran? Tak akan mereklamasi pantai? Tunggu sekitar dua tahun setelah menjabat. Perilaku sesungguhnya akan terlihat, menggantikan kata-kata indahnya. Sebagaimana semua berjanji tak akan menjarah uang rakyat, tapi sebagian dari mereka berakhir menggunakan seragam oranye Komisi Pemberantasan Korupsi. Untuk urusan itu, apa boleh buat, kita memang g a m p a n g t e r t i p u . Ta k hanya sekali, bahkan bisa berkali-kali. Siapa sih yang tak tertipu oleh penampilan seekor domba? Dengan bulu lebat yang lembut, wajah menggemaskan, dan kita tahu tak akan menjadi predator karena kita tahu mereka hanya memakan rumput? Mungkinkah kita men-
curigai seluruh domba di dunia ini? Masak kita akan menangkap semua domba dan menyibak bulunya satu per satu? Juga, apakah mungkin mencurigai semua orang yang berp er ilaku baik? Bagaimana jika skenarionya dibalik: Ada seekor domba yang lahir dengan wajah dan penampilan mirip serigala? Ia akan menjalani hidup sial, saya yakin. Sebenarnya, siapa yang sedang ditipu oleh muslihat serigala? Kita? Para petani pemilik gerombolan domba? Sesama serigala? Meskipun siapa pun bisa ikut tertipu, tentu saja tujuan paling utama adalah menipu gerombolan domba itu sendiri. Agar serigala bisa masuk ke ker umunan domba, ia harus berperilaku dan berpenampilan sebagai serigala. Hanya dengan cara itulah dengan mudah ia bisa diterima. Saya jadi ingat satu cerita rakyat dari negeri Tiongkok yang kemudian menjadi film Disney, Mulan. Di masa itu, setiap keluarga dimintai satu orang lelaki untuk maju berperang. Karena ayahnya sudah tua dan adiknya masih kecil, Mulan maju untuk menggantikan mereka. Selama dua belas tahun dia
ber-
perang demi bangsa dan rajanya. Tapi, dia hanya bisa melakukan itu dengan menyamar menjadi lelaki. Kisah tentang Mulan dan perumpamaan tentang serigala berbulu domba bagi saya memiliki irisan yang menarik. Keduanya mengasumsikan satu hal ini: Jika ingin diterima dengan mudah di satu kelompok, jadilah sebagaimana kelompok itu, meskipun harus berpura-pura. Dalam perilaku maupun dalam wujud. Itu bukan semata-mata soal tipu muslihat kejahatan yang berbungkus kebaikan, tapi juga memiliki sisi
lain yang mungkin jarang dibicarakan. Tentu, sebagai mekanisme pertahanan diri, domba akan berkumpul dengan domba lagi. Paling banter, mereka berkumpul dengan sesama binatang ternak. Mereka hanya percaya kepada sesama domba dan tentu tak percaya kepada binatang predator macam serigala. Bagaimana jika ada domba tapi sialnya berwajah dan berbulu serigala? Tidak, mereka tak akan memercayainya. Begitu juga Mulan. Dia hanya mungkin diterima karena kenyataan semua prajurit adalah lelaki. Bahkan, dalam kasus Mulan, dia bukanlah orang yang menyamar dengan niat jahat. Me s k i p u n b e g i t u , j i k a d i k e t a h u i d i a s e o ra n g gadis, sudah jelas Mulan akan dikeluarkan. Dari sini, kita bisa melihat dua sisi perumpamaan itu. Di satu sisi, kita melihat kejahatan yang menyamar dalam tipu muslihat rupa yang baik dan manis. Di sisi lain, ada mekanisme pertahanan diri yang hanya percaya kepada sesama kelompok dan curiga terhadap segala yang berbeda. Apalagi jika tertanam di dalam pikiran, kelompok berbeda dianggap berbahaya. Kita melihatnya dalam bentuk yang lebih ekstrem, itu menjadi cikal bakal
rasialisme. Juga menjadi awal mula dari kelompokkelompok nasionalis radikal, yang anti-imigran. Termasuk juga prasangka atas dasar orientasi seksual, kelas ekonomi, agama, maupun etnis. Ada sebuah karakter di novel The Plotters karya Kim Un-su, yang saya rasa menarik untuk melihat fenomena tentang itu. Novel tersebut berkisah tentang pembunuh bayaran, dan si pembunuh bayaran selalu dipasok informasi mengenai target pembunuhannya oleh seseorang dengan nama alias Shadow. Suatu hari dia ditanya, “Bagaimana kamu bisa menyamar mengumpulkan berbagai informasi tanpa ketahuan?” Jawabannya, kurang lebih, jadilah orang biasa. S e b a b, h a n y a d e n g a n jadi orang biasa, berbaur, kamu tak akan dicurigai. Hanya orang-orang unik, orang yang berpenampilan berbe da, yang menarik perhatian. Benar, kita harus selalu waspada kepada siapa pun yang tiba-tiba berperilaku dan berwujud seperti kita. Pura-pura kere atau purapura religius. Pada saat yang sama, tentu kita juga harus belajar melihat bahwa dunia tidak sesederhana rupa dan kulit luar. Agar kita tahu serigala berbulu domba tetaplah serigala dan yang berwajah serigala, siapa tahu, hanyalah seekor domba yang manis. (*) *) Novelis
Hati Sang Pemilik Kucing CERPEN, IRWAN KELANA
RUMAH SAKIT 1.
RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang
0267-414520 0267-414521 0267-414522
2.
RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang
267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472
3.
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang
0267-640444 0267-640445 0267-640666
4.
RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang
0267-402855 0267-406445 0267-412246
5.
RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat
0267-414245 0267-414264 0267-414306
RAMADAN tahun ini, Fadil hanya berharap satu hal. Semoga, ia mendapatkan jodoh. Usianya sudah kepala tiga. Dan ia sudah sangat ingin memberikan cucu untuk ibunya yang tinggal di kampung bersama adik satusatunya. Namun, jodoh, rezeki, dan maut Allah yang punya. Beberapa kali ia nyaris mendapatkan istri, tapi selalu saja ada halangan yang membuat mimpinya pupus. Sejak SMA hingga tamat kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Fadil tidak mau pacaran. Baginya, selain tidak sesuai dengan keyakinan agamanya, pacaran juga hanya buang-buang waktu dan memberi harapan palsu alias PHP. Dua tahun setelah lulus kuliah, ia menemui Aisah, teman mainnya waktu kecil di sebuah desa di Cianjur, Jawa Barat. Ia bermaksud melamar Aisah. Tapi, ia terlambat. “Mohon maaf, Kang Fadil. Akang terlambat. Minggu lalu, Kang Lukman, teman Akang yang kini jadi guru madrasah dan ustaz di kampung kita ini melamar Aisah. Ibu dan Bapak menerima lamaran tersebut. Sebetulnya, sejak Akang kuliah di IPB dan lulus sebagai dokter hewan, Aisah menunggu Akang. Tapi, Akang tidak pernah datang. Mungkin, kita memang tidak berjodoh. Tapi, Aisah yakin, Allah pasti sudah menyiapkan wanita yang lebih segalanya dari Aisah untuk menjadi istri Dokter Hewan Fadil,” kata Aisah yang kini menjadi seorang guru di sebuah SD Negeri di Cianjur. Tahun berikutnya, Fadil bertemu dengan seorang ukhti yang sangat lembut dan selalu
menundukkan pandangan saat bertemu dengannya. Namanya Qurrata A’yun. Keduanya bertemu di sebuah acara tabligh akbar yang digelar di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta. Fadil langsung mengutarakan niatnya untuk mengkhitbah gadis asal Banjarmasin yang saat ini tengah mengambil S-2 di Universitas Al-Azhar Jakarta. Qurrata A’yun setuju. Tapi, dia akan minta izin terlebih dahulu kepada ayahnya. Saat itu, baru saja ujian semester. Minggu depan, tidak ada kegiatan kampus. Qurrata A’yun pulang ke
Banjarmasin. Namun, ia tidak pernah lagi kembali ke Jakarta. Pesawat yang ditumpanginya jatuh saat hendak mendarat. Pesawat terbakar. Lebih separuh penumpangnya tewas, termasuk Qurrata A’yun. Butuh waktu tiga tahun bagi Fadil untuk melupakan gadis salihah bermata bening itu. Sampai akhirnya, teman kuliahnya, Adian, menghubunginya dan mengatakan bahwa salah seorang teman kuliah mereka, Nadira, sampai sekarang masih jomblo. “Dil, kamu masih ingat Nadira, kan? Itu lho, gadis tinggi semam-
pai yang kalau kuliah sering duduk di bangku sebelahmu?” “Ingat dong.” “Dia masih sendiri, lho. Sekarang dia berjilbab. Tambah cantik dibanding dulu waktu rambutnya masih kelihatan.” “Rumahnya di Ciputat. Bagaimana kalau kita ketemu di McDonald’s dekat UIN Ciputat? Jangan khawatir, aku yang membayari. He he he.” Sabtu sore, Fadil, Adian dan Nadira bertemu di restoran Amerika tersebut. Selesai makan kentang dan burger, Adian langsung ke pokok persoalan. “Nadira, Kamu kan masih
jomblo. Nah, ini si Fadil juga masih jomlo. Jangan terlalu lama menjomlo. Gak baik. Mending seperti aku nih. Umur 24 nikah. Sekarang udah punya buntut dua orang,” kata Adian. Fadil tersenyum kecil. Nadira tersenyum samar. “Jadi, Fadil dan Nadira. Kupikirpikir, mengapa kalian tidak menikah saja? Kalian kan sudah saling kenal sejak zaman kuliah. Sudah tahu kartu masing-masing. Ha ha ha.” “Adian, terima kasih telah memfasilitasi pertemuan ini. Nanti saya kabari jawaban saya,” kata Nadira dengan suara perlahan, tapi tegas. “Oke, siap. Kami tunggu ya,” kata Adian. Besok sore, Adian menemui Fadil. “Dil, maafkan aku. Ternyata Nadira menolak.” Fadil menarik napas panjang. “Mungkin memang bukan jodohku,” ujarnya perlahan. “Aku penasaran, makanya aku tanya Nadira, apa alasannya menolak Fadil. Jawabannya gak esensial banget.” “Apa katanya?” “Karena katanya engkau kurang tinggi. Dia tingginya 170 cm. Dia mencari laki-laki yang tingginya minimal sama atau bahkan lebih dari dia. Aku agak tersinggung juga nih. Mosok gadis berjilbab mencari jodoh pakai pertimbangan tinggi badan?” “Lho, apa salahnya? Apakah wanita berjilbab tidak boleh punya selera? Sudahlah, Dian. Kita doakan, semoga Nadira segera bertemu laki-laki yang dia harapkan.” “Maafkan aku ya, Dil. Misiku gak berhasil.” (*)
Hubungi : ( 0267 ) 8408492 : ( +62 ) 885710657938 KEHILANGAN HILANG BPKB MOBIL MITSUBISHI NOPOL B 1949 NY TH 2004 A/N S I T I M A E S A R O H K P A L H I D AYA H R T 0 1 / 0 2 W A L U YA C I K - U T - B K S NOKA MHMT120SBR096747 NOSIN 4G17C445751
BUTIK NISAY BUTK MNYEDIAKN KERUDUNG LUKIS, SPTU MIMOSABI & BRBGAI PAKAIAN DR ANAK HNGGA DWASA, AKSESORIS HINGGA LAINNYA, HUB: DI JLN RAYA GALUH MAS CITY WALK KARAWANG
DIKONTRAKAN DIKONTRAKAN 1 UNT RMH PRMNT LOK. JL RAYA CIKALONG GIRANG, DS. CIKALONG, KEC. CILAMAYA WETAN, KARAWANG LUASBANGUNAN 9*15 M, 3 KAMAR, JETPAM, LISTRIK 900 WATT, HALAMAN LUAS. HUB. 081617372163 ATAU 087786517141 KOMAR
KEHILANGAN TELAH HILANG BUKU KIR B 9835 UAG.JKT 1317250 HUB 081382232360.
KEHILANGAN TELAH HILANG SATU BERKAS KENDARAAN BARU MOBIL MERK TOYOTA INNOVA NO POL B 1452 FZD ATAS NAMA SABRI NAZIR , SRT PMESANAN KNDARAAN (SPK) YANG DI KELUARKAN OLEH PT. ANZON AUTO LESTRI ,SRT PNGAJUAN FAKTUR STNK YANG DI KELUARKAN OLEH PT. TOYOTA ASTRA MOTOR , SRAT PNAGIHAN DRI LEASING BCA & KTP ATAS NAMA SABRI NAZIR
KEHILANGAN
NOMOR SERTIFIKAT HAK MILIK : 1003 NIB : 00671 LUAS : 2.893 M2 SPPT PBB NOP 32.75.031.001.01202920 ALAMAT : JL RAYA BANTARGEBANG-SETU RT 001, RW 009, KELURAHAN PEDURENAN, KECAMATAN MUSTIKAJAYA, KOTA BEKASI. ATAS NAMA : ALM HJ MARDIAH
KEHILANGAN IKLAN KEHILANGAN BPKB MOBIL MAZDA 2 A.N RULY KEZIA TH 2013 WARNA PUTIH NO.RANGKA MM6DE10Y1E0271457, NO.MESIN ZYC58223.NO.BPKB 13200063, NOPOL B 1093FOG.
DIJUAL RUMAH
Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288
SENIN, 17 JUNI 2019
Semangat Baru Urang Subang
Subang Darurat HIV/Aids Ranking 4 di Jawa Barat IMBAUAN BUPATI Berdasarkan Surat Edaran bernomor KS.01/380/Kesra per tanggal 27 februari 2019: Mengistruksikan setiap instansi pemerintahan menggelar penggalangan dana “Peduli Thalsemia” menindaklanjuti data yang dirilis Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI/ POPTI) saat ini ada sebanyak 129 penyintas thalasemia yang tersebar di 30 kecamatan se-Subang. Adapun penyerahan bantuan dana dapat diserahkan ke Bagian Kesra Setda Subang atau via transfer ke rekening a/n Peduli bencana Kab.Subang: 0092084965100. Demikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Bupati Subang Ruhimat
PARPOL Demokrat Subang Tolak KLB SUBANG - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Subang secara tegas memberikan pernyataan sikap terkait wacana pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang didorong pengurus yang mengatasnamakan Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD). “Saya selaku Ketua DPC Partai Demokrat Subang menyatakan sikap menolak dengan tegas wacana KLB. Jadi, tidak ada KLB Partai Demokrat,” kata Haji Ahamd Rizal, Ketua DPC Demokrat Kabupaten Subang Ditambahkan, wacana pelaksanaan KLB itu dibuat oleh oknum-oknum yang merasa tidak puas mungkin dengan perolehan suara dalam Pemilu 2019 kemarin. Ia beserta seluruh ketua DPC Partai Demokrat seJawa Barat telah sepakat akan tetap mengawal keberlangsungan Partai Demokrat yang saat ini masih dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Saya, kami, para Ketua DPC se-Jawa Barat akan berdiri tegak untuk tetap mengawal ketua umum yang masih menjabat yaitu bapak SBY sampai waktu yang ditentukan. Sejauh ini Partai Demokrat baikbaik saja,” tegas Haji Rizal. Diketahui, Kongres Partai Demokrat sedianya baru akan dilaksanakan pada 2020 mendatang. Namun GMPPD mendorong pelaksanaan KLB selambatnya pada 9 September 2019 demi mengembalikan kejayaan partai di 2024. (hrn)
SUBANG-Kabupaten Subang berada di posisi empat dengan jumlah Penderita HIV/Aids tertinggi di Jawa Barat. Jumlah penderita HIV/ AIDS di Subang dari 1999 hingga 2019 ini tembus 2006 orang. Perilaku seks menjadi penyebab tertinggi munculnya penderita baru di Kabupaten Subang. Hal ini mengemuka pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Subang di Grand Hotel (08/05/2019). Wakil Bupati Subang Agus Masyur Rosyadi mengatakan, pada saat ini Subang menempati posisi keempat pengidap HIV/Aids di Jabar. “Inilah yang perlu menjadi kepedulian kita untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat yang belum memahami bagaimana pencegahan dan penanggulangan HIV/Aids termasuk stigma yang berkelanjutan,” kata Wakil Bupati. Wabup menegaskan, KPA harus melakukan upayaupaya kongkrit guna menekan jumlah penderita HIV/Aids secara berta-
hap dan terencana serta perlu meningkatkan kemampuan menerjemahkan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangannya, agar terwujud Getting 3 (three) Zero. “Saya yakin dan percaya saudara akan mampu melakukan tugas-tugas tersebut dengan baik, dan berharap selalu berkoordinasi dengan KPA sebagai satuan administrasi pangkal dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Subang,” tegasnya.
Sekretaris KPA Subang dr Encep Sugiana mengatakan, dalam menekan dan mengurangi angka HIV/ AIDS di Subang pihaknya sudah menetapkan program STOP, yakni S: suluh atau penyuluhan sosialisasi dan penejlasan HIV/AIDS dan Bahayanya, T: Test, untuk mengetahui warga terkena virus HIV/AIDS, O: Obati, yakni memberi obat anti viral ARV untuk memperlambat penyebaran virus dan menjaga kekebalan tubuh, dan P atau perta-
Caleg Terpilih Datangi Hwoarang SUBANG –Calon Anggota DPRD Subang terpilih masa periode 2019 – 2024, Albert Hanggara melakukan kunjungan ke Kantor Yayasan Hwoarang di Jalan Pantura Subang, tepatnya Jalan Cece Zakaria No. 001 Dusun Pangadangan, Desa Rancasari, Kecamatan Pamanukan. Ia datang tak sendirian, dan dalam kunjungan pertama kalinya tersebut, poilitisi muda dari PAN ini ditemani oleh Ketua Karang Taruna Desa Rancasari, Tino Eka Purnama diterima langsung oleh Ketua Yayasan Hwoarang Nana Wiatna beserta pengurus yayasan lainnya. Pada kesempatan itu, Albert yang mengaku diberikan amanah oleh masyarakat sebagai anggota DPRD Subang dalam 5 tahun ke depan mengajak kepada para pengurus Hwoarang untuk bersama– sama membangun wilayah pantura Pamanukan dan sekitarnya dari berbagai bidang positif, yakni, seni budaya, olahraga, dan kepemudaan. “Iya kang Albert baru saja bersilaturahmi dengan kami dari Yayasan Hwoarang. Kami sangat menyambut baik niat dan semangatnya membangun pantura ke depan. Saat ini ada wadahnya, salah satunya Yayasan kami Hwoarang, yang di dalamnya bergerak berbagai bidang, yang utama olahraga, seperti taekwondo, sepakbola, dan futsal,”ujar Nana. “Iya tentunya, secara pribadi saya bangga bahwa anak muda dari pantura bisa mewakili suara masyarakat pantura di parlemen. Artinya untuk berbagai macam aspirasi kita ini merasa punya wakil yang tau akan persoalan daerahnya,”pungkasnya. (fri)
melaksanakan program STOP ini sehingga lebih banyak kasus ditemukan lebah banyak yang diobati sehingga bisa menekan angka penularan,” katanya. Disdik dan Depag, tambah Encep, memiliki peran besar dalam memberikan penyadaran pada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS. “Terutama dikalangan remaja dan dewasa muda dimana menurut data kasusnya banyak terjadi di usia tersebut,” pungkasnya. (hrn)
Dinilai Selamat Golkar Subang. Elita Dapat Penghargaan Ketua Umum
Stok Darah PDI Kosong, Keluarga Pasien Panik
TERPILIH: Kunjungan Caleg terpilih DPRD Subang Albert Hanggara ke Kantor Yayasan Hwoarang.
hankan gaya hidup sehat. Di luar itu perlu optimalisasi peran KPA. Dengan anggotanya sebanyak 40 orang dari berbagai intansi, diharapkan lebih aktif berperan dalam penanggulangan HIV/AIDS dengan koordinasi KPA. Tidak terkecuali dengan peran pemerintah, dalam hal terkait perhatian pada upaya merealisasikan Program STOP. “Pemerintah lebih proaktif terutama Dinkes, RSUD, Dinsos dam lain-lain untuk bersama-sama KPA
SUBANG- Sejak akhir bulan Ramadan hingga pasca lebaran persediaan darah di PMI Subang kosong. Akibatnya banyak calon pendonor keluarga datang ke Unit Transfusi Darah (UTD) PMI di Jalan KS Tubun No.6 Subang. “Memang sejak pertengahan puasa dan libur lebaran kita kesulitan stok untuk memenuhi kebutuhan pasien rutin talasemia dan rumah sakit,” kata koordinator Subang, Lusi Hendri Astuti saat ditemui di mobil unit transfusi di depan Alun-alun Subang, Sabtu (15/6/2019) malam. Pihaknya terus berusaha melakukan berbagai upaya berkoordinasi
dengan lembaga dan organisasi, termasuk menjadual ulang yang rutin menyelenggarakan donor darah. “Selama bulan puasa kita full time melayani malam termasuk donor di beberapa gereja. Bahkan mencoba kendaraan unit standby di depan Alun-alun setiap malam Minggu, “ ujarnya. Oleh karena itu diharapkan kepada masyarakat baik yang sudah tetap tercatat sebagai pendonor maupun bukan untuk sukarela kembali mendonorkan darahnya. Jangan sampai keluarga pasien kalap dan kecewa. Sebaliknya bila stock darah mencukupi sehingga da-
pat digunakan untuk keperluan transfusi. Pantauan GM, beberapa warga yang sedang jalan jalan dan menikmati malam mingguan pun ada yang sengaja datang dan mendonork a n d a r a h n y a . “A l hamdulilah sudah ada beberapa orang yang sukarelawan mendonorkan darahnya,” kata p e t u ga s U T D, Faja r. Sabtu siang sebelumnya jadual rutin dilaksanakan di RW O6 Perumahan Griya Pesona Praja di Cina ngsi Kecamatan Di bogor, Subang atas inisiatif Ketua RWnya Ikhlas M Simon memperoleh 24 labu terdiri dari golongan A 6, B 6, O 10 dan AB 2. (hrn)
SUBANG - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam kunjungan kerjanya ke daerah memberi penghargaan kepada kepada 7 Ketua DPD Partai Golkar terbaik yang dalam Pileg 2019 ini mampu meraih dan menaikan suara signifikan. Ketujuh DPD tersebut adalah Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bandung, Kabupaten B a n j a r, P u r w a k a r t a , Kota Cimahi dan Garut serta Kabupaten Subang. “Saya salut dan bangga dengan beliau (Elita Budiarty) mampu menaikan kursi dan suara golkar di subang,” kata Airlangga Hartarto. Lanjutnya, selain menaikan kursi parlemen dan suara Golkar , Elita juga dalam Pileg 2019 adalah caleg dengan dengan raihan suara terbanyak. “Di bawah kepemimpinan seorang Elita, Partai Golkar di Subang yang diprediksi oleh semua pengamat akan hancur seperti Bekasi dengan kasus hukum yang menjerat ketua DPD-nya yaitu Imas Aryumningsih, ternyata bisa mematahkan prediksi orang dengan mampu menaikan suara dan kursi Golkar. Ini adalah keberhasilan yang luar biasa,” kata Airlangga. Di tempat terpisah, ada pendapat dari sebagian kecil kader Golkar bahwa Elita menjadi nakhoda Partai Golkar dengan tangan besi dan otoriter kepada
seluruh struktur partai dan tak segan memecat kader yang terbukti tidak loyal. “Dia disebut Margare t Te a t c h e r- n y a S u b ang,” kata Yosep, Ketua Paguyuban Sundawani saat dimintai komentar. Dijelaskan, adanya karakter keras dalam memimpin di Subang diakui Elita sendiri. “Sah-sah saja orang berpendapat, tapi perlu diketahui kalau ibaratkan kapal, Partai Golkar kemarin kapal hampir tengggelam karena tsunami politik. Butuh tekat baja untuk bangkit kembali. Tapi itu semu bisa dilalui dan meraih kemenangan,” kata Elita Budiarty, Ketua DPD Golkar Subang. Menurutnya, memang untuk bangkit kembali dibutuhkan tekad baja. “Kerja keras dan kekompakan dari semua struktur dan kader untuk mewujudkan itu semua harus ada. Kalau cara saya dalam usaha untuk membuat kapal itu mampu utuh lagi dan kembali berlayar dengan kecepatan penuh untuk melawan angin, dianggap sebagian kecil kader itu tangan besi dan otoriter silahkan saja tidak apa-apa,” ujarnya. Bahkan dirinya akan terus melakukan hal yang terbaik untuk Golkar Subang. “Saya akan lakukan semua yang terbaik untuk membangkitkan Partai Golkar sehingga kembali menjadi partai yang dicintai oleh masyarakat, “ kata Elita. (hrn)
Jelang Tanam, Petani Pantura Berburu Tikus PABUARAN- Sekitar tiga hektar tanaman padi diserang hama tikus. Kondisi ini membuat sejumlah petani mengelar geropyokan memburu hama tikus di lahan pesawahan di daerah Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Subang. Saat itu puluhan petani itu dibantu Babinsa AD mereka menyebar kesejumlah titik dan menyisir selokan yang dijadikan sebagai tempat persembunyian hama tikus. Satu persatu lubang yang dianggap sebagai sarang hama tikus pun diperiksa dan digali dengan alat seadanya mereka memburu tikus dengan
menggunakan cangkul, parang dan pentungan kayu. “Hari ini kita dapat 300 ekor tikus,” kata seorang petani. Kegiatan geropyokan atau memburu hama tikus ini menyusul tanaman padi milik petani yang baru berumur satu bulan seluas sekitar tiga hektare rusak diserang hama tikus. “Mudah-mudahan tanaman padi aman,” katanya. Sementara itu, Babinsa AD, Serda Ashadi Triyono mengatakan, perburuan hama tikus ini kerap dilakukan oleh petani disaat tanaman padinya di serang hama tikus. Berdasarkan
catatan ada sekitar tiga hektar tanaman padi rusak di serang hama tikus. “Untuk menjaga kerusakan tanaman padi agar tidak melebar puluhan petani terjun kesawah memburu hama tikus,” kata Babinsa AD, Serda Ashadi Triyono. Dengan adanya kegiatan semacam ini semoga saja tanam padi para petani aman dari hama dan bisa panen dengan hasil gemilang. “Kita bantu petani untuk membasmi hama tikus karena hama tikus jika dibiarkan tanaman padi bisa rusak dan terancam gagal panen,” pungkasnya. (hrn)
HARUN/KBE
SELAMAT: Acara penyerahan penghargaan oleh Ketua Umum Partai Golkar kepada 7 DPD di Jabar yang berhasil menaikkan suara Partai Golkar.
PENDIDIKAN
SENIN, 17 JUNI 2019
4
Disdik Kebiri Perda DTA DPRD, KKDT dan Pergunu Protes
KARAWANG- Sejatinya, Perda DTA nomor 7 tahun 2011 sudah ada sejak era kepemimpinan Dadang S Muchtar di Kabupaten Karawang. Namun, memasuki tahun ajaran baru, lagilagi, lembaga keagamaan ini dicueki Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang. Menyusul terbitnya SK Bupati Karawang Nomor 420/ Kep.348-Huk/2019 tentang PPDB SMP/MTs, yang di dalamnya tidak satu klausul pun tercantum, ijazah DTA sebagai pra syarat atau bobot point tambahan, penerimaan siswa baru tingkat SMP/MTs di Karawang. Me n y i k a p i h a l t e r s e but, Wakil Ketua lV DPRD
Karawang Endang Sodikin mengaku geram dengan terbitnya SK Bupati Karawang, yang dianggap telah mengkebiri lembaga DTA tersebut. “Dengan begitu, Pemkab Karawang mendelegitimasi keberadaan Perda DTA yang selama ini sudah jalan,” ungkap Endang, Sabtu (15/6) siang. Endang mengaku, pihaknya bakal mengundang Disdikpora Karawang untuk segera merevisi SK Bupati tentang PPDB Online tingkat SMP/MTs tersebut. Harusnya, kata dia, Disdik memohon persetujuan dan arahan dari DPRD komisi lV Karawang, sejak awal dirancang SK Bupati tentang PPDB tersebut. “Saya a k a n m e m i nt a, segera disdik untuk melakukan perbaikan,” tandasnya. Ta k h a n y a D P R D Karawang. Dorongan un-
tuk dilakukannya revisi SK Bupati tersebut juga muncul dari Kelompok Kerja DTA (KKDT) Karawang. Mereka mendesak, agar Disdikpora Karawang mengkaji ulang SK Bupati yang sudah kepalang terbit itu. “Saya heran, Perda DTA ini sudah ada sejak lama. Tapi kenapa dalam SK itu, tidak ada sama sekali satu poin pun tentang sahadah DTA,” ujar ketua KKDT Karawang, Zaini Asikin. Upaya DPRD dan KKDT Karawang yang mendorong agar regulasi tersebut segera direvisi, mendapat dukungan penuh dari Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Karawang, Agus Sholehudin. “Lembaga Pergunu sangat mendukung jika regulasi itu direvisi. Kita sama-sama uji, keseriusan Pemkab atas Perda DTA yang sudah ada,” pungkasnya. (wyd)
Penggunaan Nilai pada Sistem Zonasi Disoal
REDISTRIBUSI Kualifikasi Guru Harus Jelas JAKARTA - Kebijakan meredistribusi guru ke daerah terluar, terdepan dan tertinggal (3T) harus didasari pada kualifikasi yang jelas dan terukur. Ini karena, kebijakan tersebut akan mempengaruhi proses promosi jabatan dan insentif yang sangat berkaitan erat dengan kesejahteraan guru. Peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Kidung Asmara menegaskan, kebijakan redistribusi guru jangan sampai gagal seperti program Guru Garis Depan (GGD). Ia menilai, kebijakan meredistribusi guru juga harus melihat kesiapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di masing-masing daerah 3T. Jika seperti GGD, di mana sumber penggajian dan insentif guru sangat mengandalkan APBD, maka guru yang terkena redistribusi berpotensi besar dirugikan secara materi. Kendati demikian, ia menilai, semangat dari program redistribusi guru sangat baik, yakni untuk memastikan ketersediaan guru berkualitas tersebar merata di seluruh sekolah. “Sebaiknya promosi jabatan dan juga pemberian insentif bagi guru yang diredistribusi didasarkan pada pencapaian yang sudah didapatkan di daerah tempatnya mengabdi. Redistribusi harus meningkatkan motivasi guru sehingga memunculkan kompetisi yang sehat,” ujar Kidung melalui siaran pers di Jakarta. Ia mengatakan, meredistribusi guru ke daerah 3T dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketimpangan intelektualitas antara daerah 3T dan daerah lain di Indonesia yang lebih maju. Para guru yang berasal dari kota-kota besar dan kota-kota yang lebih maju diharapkan dapat menularkan ilmu pengetahuan. “Salah satu hal yang harus sangat diperhatikan dari kebijakan ini adalah lamanya durasi penempatan,” katanya. Ia menjelaskan, durasi penempatan sebaiknya dibuat dengan memperhatikan efektivitas proses belajar mengajar dan transfer pengetahuan tersebut. Durasi penempatan yang terlalu cepat dikhawatirkan tidak akan memberikan dampak signifikan bagi guru dan siswa. “Baru saja siswa beradaptasi dengan pengajar dan sistem yang baru, guru sudah berganti lagi. Keberhasilan guru di sekolah yang baru diharapkan menjadi benchmark bagi sekolah dan wilayah tersebut. Agar selanjutnya guru yang dirotasi ke sekolah tersebut tinggal meneruskan program dan tidak membangunnya dari nol,” ucapnya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, durasi penempatan masih dalam pembahasan lintas kementerian dan pemerintah daerah. akan dibahas setelah menyelesaikan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Ia menegaskan, guru dalam setiap zonasi akan diredistribusi secara periodik dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. “Saya meminta keikhlasan guru untuk bisa dipindahkan. Toh redistribusinya juga masih yang berada di dalam satu zona. Jadi harus ada kesediaan itu. Secara teknis sistem ini akan dilakukan secara bertahap. Sebab pemerintah tidak akan memberikan atau membuka lagi skema afirmasi guru yang ditugaskan di daerah 3T karena pada praktiknya baru mengabdi 3 atau 4 tahun mereka pindah,” ujarnya. Ia menjelaskan, masalah pemerataan kualitas guru dan pendidikan tak akan pernah tuntas jika sebaran guru tak merata. “Kami akan mengatur berapa lama setiap guru itu wajib untuk dinas di daerah 3T. Fasilitas apa yang harus disediakan dan termasuk insentif apa yang diberikan untuk mereka yang bertugas di daerah 3T,” katanya. (*)
KARAWANG - Pemerhati pendidikan mempersoalkan kebijakan zonasi yang diterjemahkan sembarangan. Akibatnya, sistem zonasi masih menjadikan nilai sebagai penentu dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Ketua Forum Orangtua Siswa (Fortusis) Dwi Subawanto mengatakan, baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten dan kota menterjemahkan sistem zonasi dengan sembarangan. Di Provinsi Jawa Barat PPDB jalur zonasi yang ditentukan 90 persen oleh pemerintah pusat diterjemahkan berbeda. Pemprov Jabar membagi lagi jalur zonasi menjadi jalur kombinasi, jika di SMA menggunakan nilai UN, di tingkat SMP menggunakan nilai USBN, selain juga memperhitungkan jarak. telah diuji coba di seluruh sialisasi diberikan kepada “Jalur kombinasi itu memsekolah. Sistem informasi orang tua calon peserta did- buat diskriminasi masih terteknologi tersebut akan me- ik baik yang dilakukan lang- jadi. Padahal zonasi itu sumantau penyelenggaraan sung oleh kepala sekolah paya akses pendidikan merPPDB di Jabar. maupun masing-masing tim ata, terlepas infrastruktur “Kami sudah uji coba sosialisasi di setiap sekolah. belum memadai sehingga dengan menginput data Selain itu, di tiap sekolah sekolah masih berkumpul sebanyak 1 juta pendaf- tersedia tim helpdesk/ di area tertentu,” tuturnya. tar dan tak kendala. Ini pengaduan yang nantinya Wanto mengatakan, penmembuktikan bahwa sis- mampu memberikan solusi erapan sistem zonasi ini sutem yang digunakan tel- kepada masyarakat yang dah memasuki tahun ketiga. ah memadai,” katanya. mengalami kendala. Seharusnya pemerintah Sementara itu, di tempat “Ini salah satu perbaikan sudah melalukan evaluyang sama, dilakukan juga dari tahun lalu. Tim pen- asi agar akses pendidikan konferensi video dengan 54 gaduan harus berperan semakin merata. Misalnya sekolah dari berbagai kabu- untuk memberi solusi jika data terkait daerah mana paten/kota di Jabar tersebut. ada permasalahan, seka- saja yang belum terlayani Iwa memberikan arahan ligus juga bisa mengedu- sekolah. kepada panitia PPDB di kasi dan mengarahkan “Lalu bisa dibuat sekolah sekolah agar menekankan masyarakat agar paham,” di sana. Misalnya saja mempentingnya pendampingan tuturnya. buat SMA swasta yang beracalon peserta didik saat Di tempat yang sama, filiasi dengan SMA negeri mendaftar. Kepala Dinas Pendidi- terdekat,” tuturnya. “Saat mendaftar, calon kan Jawa Barat (Kadisdik Evaluasi lainnya juga peserta didik harus did- Jabar), Dewi Sartika men- terkait rotasi guru yang seampingi oleh orang tua. jelaskan, setelah dilaku- harusnya segera dilakukan Tidak boleh sendiri. Karena kannya pencatatan total setelah sistem zonasi ditbiasanya, kesalahan atau kuota penerimaan siswa erapkan. Sehingga persekegagalan input data terjadi di seluruh SMA/SMK/SLB baran guru semakin merkarena calon peserta didik negeri di Jabar secara me- ata dengan kualitas yang salah memasukkan data. Di nyeluruh, ada tambahan sama baiknya. Upaya itu sini juga dibutuhkan peran kuota sebesar 7%. lebih diperlukan ketimbang operator untuk mengedu“Setelah dijumlahkan mengutak-atik jalur zonasi. kasi pendaftar,” ucap Iwa. kurang lebih ada 18 ribu Evaluasi ini menurut dia tak Iwa juga menegaskan sekian kuota tambahan pernah terjadi. pentingnya sosialiasi PPDB di sekolah negeri. Untuk “Jadinya pendidikan ini 2019 yang ditujukan kepada pembagiannya tentu ber- belum tentu jadi skala priorseluruh calon peserta didik beda antara kota satu dan itas di APBD. Beda dengan dan orang tua siswa yang kabupaten lainnya,” je- Jatim, begitu terpilih guberakan mengikuti PPDB. So- lasnya. (oib) nurnya langsung bebaskan
Diserbu Pendaftar, Aplikasi PPDB Tetap Lancar K A R AWA N G . - P e n er imaan Pes er ta Didik Baru (PPDB) untuk SMA, SMK, dan SLB pada 2019, diprediksi lebih baik dari tahun sebelumnya. Pasalnya, berbagai persiapan untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan PPDB telah dilakukan secara intensif. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Jawa Barat (Sekda Jabar) sekaligus Ketua Panitia PPDB Jabar, Iwa Karniwa seusai mengecek kesiapan PPDB 2019 SMA/ SMK/SLB di Jawa Barat melalui konferensi video. Iwa mengatakan dari hasil pengecekan, Jabar siap menyelenggarakan PPDB 2019. Pendaftaran PPDB serentak bagi SMA, SMK, dan SLB di Jabar, pada 17-22 Juni 2019. “Indikator kesiapan tersebut antara lain telah tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung, penguasaan informasi PPDB dari panitia penyelenggara, telah dilaksanakannya sosialisasi kepada masyarakat, serta uji coba penerapan sistem PPDB di seluruh sekolah di Jawa Barat,” ujarnya. PPDB tahun ini, kata Iwa, juga tetap memanfaatkan sistem aplikasi seperti tahun sebelumnya. Untuk mengecek kesiapannya,
pungutan sekolah sampai SMA. Jelas prioritasnya,” katanya. Jalur kombinasi yang memperhitungkan jarak dan nilai siswa, juga jalur prestasi yang juga memberi kesempatan bagi siswa menggunakan nilai dianggap menyalahi Peraturan Me n d i k b u d No m o r 5 1 tahun 2018. Pemerintah daerah membuat jalur itu sebagai respons atas permintaan masyarakat yang masih ingin menggunakan nilai UN dalam PPDB. “Seharusnya pemerintah menyosialisasikan terusmenerus. Kalau sistem zonasi ini untuk memeratakan akses pendidikan, tidak ada lagi perbedaan sekolah favorit dan tidak. Apalagi sekarang UN sudah tidak jadi dasar kelulusan,” tuturnya. Ia mengatakan, kebijakan zonasi yang diterjemahkan sembarangan oleh pemerintah daerah ini juga akibat adanya pertentangan antara Permendikbud dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010. Oleh karenanya, Wanto menyampaikan, saat ini tengah mengkaji rencana untuk mengajukan gugatan uji materiil ke Mahkamah Agung. Selain aturan pemerintah pusat, Pergub dan Perwal PPDB juga akan diuji di PTUN. “Yang digugat produk kebijakannya, bukan lembaganya,” ujarnya. Gugatan itu akan dilayangkan atas nama perseorangan. Saat ini ia tengah berkonsultasi dengan penasihat hukum, apakah gugatan ini sebaiknya mendahulukan gugatan di MA atau serentak saja. “Kami sedang menggalang komunikasi dengan orangtua siswa dan pemerhati pendidikan,” ujarnya. Ia mengatakan, PPDB SD dan SMP memang sudah selesai. Sedangkan untuk SMA dan SMK pendaftaran PPDB baru dimulai 17 Juni 2019. “Gugatan ini bukan hanya untuk hari ini tapi untuk perbaikan jangka panjang,” ucapnya. (oib)
Asia Pacific Conference Junior Chamber International (JCI) 2019
Indonesia Diwakili Para Pelajar dan Pemuda Subang SUBANG – Bupati Suba n g H . Ru h i m a t b a r u baru ini melepas delegasi Kabupaten Subang binaan Lembaga Adat Karatwan (L AK) Galuh Pakuan yang akan mewakili Indonesia di acara Asia Pacific Conference Junior Chamber International (JCI) 2019. Seperti diketahui, acara Asia Pacific Conference Junior Chamber International ( JCI) 2019 tersebut akan dilaksanakan di Pulau Jeju, Korea Selatan pada tanggal 17 sampai dengan 21 Juni 2019.
Pada kes empatan itu, Bupati Ruhimat merasa bangga bahwa ada delegasi dari Kabupaten Su b a n g y a n g m e w a k i l i Indonesia ke ajang internasional. Mereka yaitu Bezie Galih Manggala dan Neneng Kartika serta Niskala Riksa Sunda Silviadi yang akan tampil pada Asia Pacific Conference di Pulau Jeju, Korea. Pada tanggal 17 sampai dengan 21 Juni 2019 yang digagas oleh Junior Chamber International. “ Khusus har i ini saya
sengaja memimpin apel pagi karena merasa bangga ada anak muda Subang binaan Lembaga Adat Galuh Pakuan yang akan mewakili Indonesia tampil di ajang dunia,” kata Bupati. B u p a t i j u g a m e n g a ku sangat bangga dengan adanya delegasi ini, pihaknya membutuhkan banyak talenta-talenta muda kreatif, artinya mud a h - mu d a ha n p re s t a s i mereka menular, positif ke pemuda dan warga lain. “Kita butuh generasi
yang bisa diandalkan membawa Indonesia di mata dunia, bisa bermanf a a t u n t u k m a s y a ra k a t Subang,” tandasnya. Ru h i mat m e ma n d a n g capaian hal ini sulit sekali, namun terbukti putra Subang ada yang mampu dan bisa memotivasi kepada pemuda lain. Membawa misi negara, misi ekonomi Indonesia sebagai penghasil rempah, dan bangsa yang kaya identitas budaya. “Dimana Subang sebagai poros maritim berbasis rempah menyambut pelabuhan
patimban,” katanya. B e z i e G a l i h Ma n g g a la mewakili Indones i a b e rk o m p e t i s i p a d a ajang Lomba Debat dan Neneng Kartika akan menjadi Stage Director pada acara Indonesian Night yang akan menjadi s h o w c a s e Ke b u d ay a a n Indonesia di hadapan 5 sampai 10 ribu peserta. Ada juga Niskala Riksa Sunda Silviadi atau Nay Sunda yang masih berusia 7 tahun akan tampil sebagai penari termuda diacara Asia Pacific Conference JCI 2019. (hrn)
DILEPAS BUPATI: Delegasi Kabupaten Subang binaan Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan yang akan mewakili Indonesia di acara Asia Pacific Conference JCI 2019.
METRO KARAWANG
SENIN, 17 JUNI 2019
5
Kapolres Jamin Karawang Aman Sidang Sengketa Pemilu tak Ganggu Kamtibmas K A R AWA N G - P o l r e s Karawang jamin situasi kamtibmas di Karawang di tengah pelaksanaan sidang gugatan Pilpres yang sedang dilakukan di Jakarta. Kendati tidak ada operasi khusus kepolisian, namun personel Polres Karawang tetap siaga mengantisipasi segala bentuk kemungkinan gangguan keamanan. “Sejauh ini tidak ada persitiwa signifikan terkait dampak adanya sidang gugatan Pemilu Pilpres 2019 di MK,” ungkap Kapolres Karawang, AKBP Nuredy Irwansyah Putra, usai santap bersama pengurus Mesjid Aliyah Telukjambe Timur. Menurutnya, Karawang hingga saat ini aman dan tenteram. Masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa, pasca-arus mudik dan balik
lebaran. “Anggota kami juga mulai diberi waktu untuk mengajukan cuti agar bisa berkumpul bersama keluarga. Kemarin kan semua terlibat penuh pengamanan Operasi Ketupat,” ujarnya. Senada, dengan Kapolres, Abah Husen, tokoh masyarakat dan mesjid Aliyah menambahkan, dirinya percaya Karawang selalu damai. Ia menyebut para pemimpin (Forkopimda) di Karawang dalah orang-orang baik dan hebat. “Kami juga bersyukur tadi usai shalat Jumat mereka mau makan bersama kami, masyarakat biasa,” jelasnya. Memang, agenda siang itu Kapolres, Bupati Karawang, diwakili Plt Sekda, Ketua DPRD, Kodim 0604, dan Yonif Linud 305, serta Denpom hingga tokih agama mengagendakan makan siang nasi kebuli yabg disediakan pihaj Aliyah. “Tidak ada yang spesial hanya silaturahmi dan makan bersama,” tutup Abah Husen. (rie)
ARIE FIRMANSYAH/KARAWANG BEKASI EKSPRES
SOROT: Polres Karawang jamin situasi kamtibmas di Karawang di tengah pelaksanaan sidang gugatan Pilpres yang sedang dilakukan di Jakarta. Kendati tidak ada operasi khusus kepolisian, namun personel Polres Karawang tetap siaga mengantisipasi segala bentuk kemungkinan gangguan keamanan.
Ridwan Kamil Janjikan Penataan Alun-alun KARAWANG- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaksanakan salat subuh berjamaah bersama ratusan warga Karawang di Masjid Agung Syekh Quro, Karawang, Minggu (16/06). Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil— saat memberikan sambutan menyampaikan sejumlah kabar baik bagi warga Karawang. Salah satunya adalah penataan ulang alun-alun Karawang supaya menjadi lebih baik. Desain terbaru alun-alun Karawang, kata dia, ada sentuhan dari dirinya. “Banyak berita baik untuk Karawang, yang paling dekat tentulah penataan alun-alun karena itu adalah wajahnya sebelum ke yang lain,” katanya. Emil juga menyatakan bahwa pihaknya tengah berupaya menggratiskan biaya masuk SMA atau SMK se-Jawa Barat. Selain itu, akan dibangun stasiun kereta api cepat Jakarta-Bandung di Karawang. Pembangunan tersebut, lanjut dia, akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga Karawang. “Kereta cepat akan selesai 2 tahun ke depan di mana salah satu stasiunnya di Karawang. Maka, akan ada pusat pertumbuhan baru dan saya sudah arahkan perusahaan teknologi untuk berdiri di situ. Pokoknya, warga Karawang harus menikmatinya,” ucapnya. Menurut Emil, perusahaan teknologi terbesar di dunia, Amazon Web Service, beren-
ISTIMEWA
INFRASTRUKTUR: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaksanakan salat subuh berjamaah bersama ratusan warga Karawang di Masjid Agung Syekh Quro, Karawang, Minggu (16/6).
cana menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat untuk membangun data center di tiga tempat, salah satunya Karawang. Nilai investasi setiap daerah mencapai Rp. 1triliun. Oleh karena itu, Emil meminta Pemerintah Kabupaten Karawang untuk melambungkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya generasi muda, supaya bisa naik kelas melalui peningkatan keahlian. “Jadi, mari optimistis dalam lima tahun ke depan, Karawang akan mengalami lompatan besar karena itu SDM Karawang harus naik kelas, saya titip ke Pemkab anak mudanya dilatih, nanti juga
akan dibangun gedung kreatif center,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Em i l m e ng i ngat ka n b a hwa membangun infrastruktur sama pentingnya dengan melaksanakan salat subuh berjamaah, magrib mengaji, dan program keumatan Pemdaprov Jawa Barat. “Harus seimbang, itulah mengapa Jabar Juara Lahir Batin,” ucapnya. Emil pun meminta kepada Kepala Desa dan Camat yang hadir dalam salat subuh berjamaah itu untuk terus menggelar salat subuh berjamaah secara rutin. “Subuh berjamaah ini juga harus diikuti oleh para Camat dan Kades,” tutupnya. (bbs/mhs)
n Muara Baru Terima DD Paling Gede
Mau Dipakai Genjot Pembangunan Infrastruktur CILAMAYA WETAN- Sebagai desa penerima Dana Desa (DD) tahun 2019 terbesar di Kabupaten Karawang, Desa Muara Baru di Kecamatan Cilamaya Wetan kini tengah gencar mengejar ketertinggalan infrastruktur dari desa-desa lainnya. Kepala Desa Muara Baru, Ato Sukanto mengatakan, tahun ini, Desa Muara baru menerima Dana Desa sebesar Rp. 1,9 miliar. Angka tersebut merupakan yang paling besar di Kabupaten Karawang. “Karena Desa Muara Baru tertinggal jauh dari segi infrastruktur. Maka tahun ini, kami akan kebut ketertinggalan itu,” ungkap Ato, kepada KBE, Minggu (16/6) di rumahnya. Kades yang baru menjabat itu mengungkapkan, dari empat dusun yang ada di Desa
Muara Baru, dua di antaranya tertinggal jauh dari segi pembangunan infrastrukur. S e l a i n ma s i h b a n y a k ja l a n tanggul, mayoritas akses seper ti, jalan lingkungan (jali ng ) , ja l a n s e t ap a k ( jap a k ) maupun tanggul penahan tanah (TPT) masih jauh dari kategori layak. “Tahun-tahun sebelumnya, beberapa dusun tidak tersentuh pembangunan. Maka dari itu, DD 2019 akan benar-benar dimanfaatkan untuk infrastruktur,” ujarnya. Utamanya, sambung Ato, untuk memudahkan akses petani tambak ikan, udang dan garam yang ada di Desa Muara Baru. Juga para petani padi yang kerap kali mengeluhkan akses jalan yang buruk yang mempengaruhi harga jual padi.
“Kalau akses jalannya bagus. Kami harap bisa menjaga stabilitas harga semua komoditi yang ada di Muara Baru. Seperti, ikan, udang, garam dan padi,” harapnya. Masih kata Ato, dari anggaran yang sudah diterima, pihaknya telah membangun disejumlah titik. Di antarnya membangun jaling sepanjang 700 meter di Dusun Satar. Membangun TPT di sepanjang jalan poros, untuk kemudian dilakukan pelebaran jalan. “Kami desa paling tertinggal pembangunannya. Mudah-mudahan dua tiga tahun ke depan, kami bisa kejar,” ujarnya. “Saya juga berharap, bantuan dana aspirasi dari para anggota dewan, untuk mengoptimalkan proses kami mengejar ketertinggalan ini,” pintanya. (wyd)
WAHYUDI/KARAWANG BEKAIS EKSPRES
SOROT DESA: Sebagai desa penerima Dana Desa (DD) tahun 2019 terbesar di Kabupaten Karawang, Desa Muara Baru di Kecamatan Cilamaya Wetan kini tengah gencar mengejar ketertinggalan infrastruktur dari desa-desa lainnya.
6
Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis
SENIN, 17 JUNI 2019
ISTIMEWA
PROPERTI: Pergerakan pasar properti usai Lebaran memperlihatkan pergerakan positif. Hal tersebut terlihat dari minat masyarakat dalam mencari informasi tentang rumah dijual di portal properti. Berdasarkan data Lamudi Indonesia, tren pencarian rumah melonjak hingga 120 persen.
Pencari Hunian Baru Naik 120 Persen Bekasi dan Karawang Turut Jadi Pangsa Pasar
KARAWANG- Pergerakan pasar properti usai Lebaran memperlihatkan pergerakan positif. Hal tersebut terlihat dari minat masyarakat dalam mencari informasi tentang rumah dijual di portal properti. Berdasarkan data Lamudi Indonesia, tren pencarian rumah melonjak hingga 120 persen. Para pencari rumah tertarik akan informasi rumah di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dan
Karawang atau Bodetabeka dengan harga di bawah Rp 500 juta. Sejatinya, secara keseluruhan pencarian rumah pada bulan Mei ketika Ramadan lebih tinggi 8,07 persen jika dibandingkan bulan April. Namun, tren ters ebut menurun pada tanggal 21 Mei hingga H-1 Idul Fitri dan akhirnya kembali meningkat usai Lebaran. Menurut Commercial Director Lamudi Indonesia Yo g a P r i y a u t a m a, t re n p encar ian ini memang lumrah terjadi setiap tahunnya. Pencarian saat awal Ramadhan meningkat kemudian turun men-
TEKNO
Tri “Gasspol” Siapkan Jaringan 5G KARAWANG- PT Hutchison 3 Indonesia atau operator seluler Tri sudah mengambil langkah untuk persiapan 5G. Hanya saja, di Indonesia belum memastikan kapan implementasi 5G ini bakal diterapkan. Dangerous G oods Management Corporate Communication Tri Indonesia Arum K Prasodjo menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan seluruh infrastrukturnya siap diimplementasikan 5G. “Infrastruktur telekomunikasi kita 5G ready,” katanya kepada awak media pada Jumat (14/6). Implementasi 5G, lanjut Arum masih bergantung dengan regulasi yang akan ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sebab 5G yang memiliki layanan jauh lebih cepat dibanding 4G bakal lebih rakus kuota. “Harganya kemungkinan mahal,” ujarnya. Nah melihat itu, maka Tri juga masih perlu mengkaji potensi pasar dari 5G tersebut. Tapi yang jelas seandainya 5G diimplementasikan di Indonesia, tambah Arum, infrastruktur Tri Indoneesia sudah bisa langsung mengadopsi teknologi 5G. Menteri Kominfo Rudiantara pada awal Juni 2019 menjelaskan, meskipun menurutnya Indonesia memiliki pasar yang jauh lebih besar dibanding negara lain, ditambah lagi implementasi 5G yang memiliki kecepatan 10 kali lebih cepat dibandingkan 4G LTE dengan tingkat delay yang lebih rendah, namun apakah masyarakat siap untuk membayar 3-4 kali lebih mahal? “Artinya model bisnis belum ada, sehingga kita belum tindak lanjuti meskipun memang corporate market tidak masalah, tapi untuk consumer marketnya,” Jelasnya. Ia juga belum bisa memastikan kapan Indonesia akan siap mengadopsi jaringan seluler 5G tersebut, meskipun di negara lain seperti Korea yang dimulai dari pasar korporat. “Wajar kalau Korea lebih dulu dibandingkan Indonesia, karena daya beli masyarakat di Korea lebih tinggi juga dibandingkan kita,” ujarnya. (bbs/mhs)
KOTA PANGSA PASAR PROPERTI
1. Bogor 2. Depok 3. Tangerang
4. Bekasi 5. Karawang
jelang Lebaran dan kembali naik usai Idulfitri. “Ke depannya kami perkirakan, tren pencarian rumah akan semakin membaik hingga akhir tahun 2019,” kata Yoga dalam keterangan tertulis, Jumat (14/6). Salah satu faktor pemicunya adalah kepastian hukum setelah penetapan presiden dan wakil presiden hasil Pemilu April lalu. Ditambah lagi, perso-
alan politik yang ada terkait hasil pemilu presiden akan diselesaikan secara konstitusional di Mahkamah Konstitusi (MK). “Bisnis properti sangat rentan terhadap kondisi politik, terutama untuk segmen atas yang banyak didominasi oleh investor. Mereka akan cenderung wait and see ketika melihat tidak stabilnya ekonomi dan keamanan,” tuntas Yoga. (bbs/mhs)
Peminat Apartemen Pun Tumbuh
BE R G A I R A HN YA l ag i dunia usaha sektor properti disambut antusias tingi para pebisinis yang berkecimpung dalam bisnis ini. Salah satunya PT PP Properti Tbk (PPRO) yang kini sedang gencar memasarkan produk mereka. Terutama di wilayah-wialayah yang ada di Jawa Timur. Mengikuti selera pasar, belakangan PPRO memberikan porsi yang lebih besar untuk apartemen. ’’Orang-orang masih lebih memilih berinvestasi di properti. Komposisinya
masih sekitar 24 persen,’’ ungkap Vice President 3 PPRO Rudi Harsono seperti dikutip awak media, Jumat (14/6). Dia menambahkan bahwa 18 persen masyarakat memilih berinvestasi pada emas. Data itu membuat Rudi yakin kinerja properti akan membaik pada semester kedua ini. Jika pada enam bulan pertama 2019 penjualan apartemen cenderung lesu, dia bisa memastikan adanya peningkatan pada paro kedua tahun ini. Menurut dia,
agenda politik dan kebutuhan hari raya membuat sebagian besar orang enggan berinvestasi. Tetapi, setelah semuanya terlewati, investasi properti akan kembali bergairah. Menurut Rudi, penjualan apartemen untuk kelas menengah tumbuh signifikan. Secara keseluruhan, kinerja tahun ini lebih baik ketimbang tahun lalu. ’’Pertumbuhan tahun ini 16 persen daripada tahun lalu. Penjualan juga meningkat pada kisaran angka yang sama,’’ ungkapnya. (bbs/mhs)
Alfaland Pede Pengujung 2019 Bisa Operasikan 17 Hotel KARAWANG- Alfaland G ro u p t e r u s m e n g e m bangkan bisnis hotelnya. Adapun perusahaan yang membawahi Omega Hotel Management (OHM) ini berencana mengoperasikan 17 hotel hingga akhir tahun nanti. Group Marketing Communication Manager Alfaland, Ajeng Dwiyacita menyebutkan bahwa pada bulan depan pihaknya akan membuka 4 hotel baru. “1 hotel rebranding, 3 hotel baru,” ujarnya kepada awak media, Jumat (14/6). Adapun untuk salah dua hotel baru yang akan dibukanya berada di Medan. Kemudian, lainnya juga akan dibuka di Bengkulu dan Pekanbaru. Saat ini, OHM
ISTIMEWA
Alfaland Group terus mengembangkan bisnis hotelnya. Adapun perusahaan yang membawahi Omega Hotel Management (OHM) ini berencana mengoperasikan 17 hotel hingga akhir tahun nanti.
sendiri mengelola 11 hotel yang mana 7 hotel merupakan milik sendiri. Untuk ke depannya, Ajeng bilang pihaknya memilih fokus
untuk tidak menambah properti sendiri melainkan mengelola milik investor saja. Untuk target hingga
akhir tahun nanti, OHM membidik melakukan signing atas 10 hotel baru. Sedangkan untuk pembukaan hotel baru di tahun ini sebanyak 5-6 hotel. Dengan begitu akhir tahun nanti pihaknya bisa mengelola 16-17 hotel. Tak hanya bagian barat, pihaknya juga berencana membuka hotel di bagian Timur Indonesia. “Rencananya tahun depan buka di Papua. Rencana realisasinya pertengahan tahun depan,” ujarnya. Secara jangka panjang, berdasarkan pemberitaan Kontan sebelumnya, OHM pada tahun 2022 mendatang menargetkan bisa mengoperasikan sekitar 50 unit hotel di berbagai kota di
Indonesia. Pihaknya pun kian optimis dengan terus ekspansi. Menurutnya investor semakin banyak yang memberi kepercayaannya. Selain itu, sebagai pemain yang baru masuk sejak 2013 lalu juga optimis dapat bersaing d e nga n o p e rat o r h o t e l lainnya. Adapun OHM mengandalkan tim manajemen yang lengkap dan digitalisasi yang telah dilakukan. Dari digitalisasi tersebut disebutnya investor yang masuk akan mendapatkan aplikasi untuk memantau perkembangan hotelnya. “Jadi akan mempermudah para investor kami,” tutupnya. (bbs/mhs)
Sambut Era Digital, Warung Tradisional Makin Kekinian
Bisa Beli Pulsa, Listrik dan Tiket Online Gaya hidup masyarakat sudah berubah di era digital saat ini. Hampir semua orang sudah menggunakam telepon pintar atau smartphone. Bahkan, transaksi pun cukup dilakukan lewat genggaman. Gaya hidup itu kini mulai menyasar warung tradisional di pinggir jalan. APLIKASI digital untuk memajukan warung tradisional di Indonesia, berhasil membantu ratusan ribu warung untuk menjadi serba bisa semenjak gerakan sosial #MajuinWarung dimulai. Digaungkan pada Februari lalu, #MajuinWarung adalah gerakan sosial yang mengajak masyarakat Indonesia untuk memajukan warung sekitarnya dengan memanfaatkan teknologi. Sejak hadir di Indonesia pada tahun 2015, Kudo sebagai platform aplikasi digital untuk memajukan warung tradisional, memiliki tiga misi utama. Pertama, memberikan akses digital untuk berjualan berbagai macam produk bagi warung
ISTIMEWA: Warung tradisional melayani transaksi secara digital (Dok.Kudo)
tradisional. Kedua, menjembatani layanan keuangan ke masyarakat dengan keterbatasan akses digital dan perbankan. Ketiga, meningkatkan penghasilan tambahan bagi pemilik warung dan peluang bagi para individu untuk berjualan. “Gerakan sosial #MajuinWarung hadir sebagai wujud nyata dari
tiga misi utama Kudo. Dimulai dengan memberikan akses digital untuk berjualan berbagai macam produk bagi warung tradisional, menjembatani layanan keuangan ke masyarakat dengan keterbatasan akses digital dan perbankan, hingga meningkatkan penghasilan tambahan bagi pemilik warung dan
peluang bagi para individu untuk berjualan,” kata CEO & Co-Founder Kudo, Agung Nugroho dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/6). Untuk mewujudkan misi tersebut, Kudo menggelar gerakan #MajuinWarung. Baru-baru ini, Kudo mengunjungi salah satu warung tradisional milik Rama di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, yang terdampak peristiwa pasca pengumuman Pemilu 22 Mei 2019. Melalui inisiatif itu, Kudo membantu memulihkan warung milik Rama dan memberikan bantuan untuk menata kembali warung, memberikan modal usaha, merenovasi warung, dan memberikan pelatihan digital melalui aplikasi Kudo. Dengan platform aplikasi Kudo, Rama mendapat kemudahan bisa berjualan apa saja, mulai dari pulsa, bayar tagihan, tiket perjalanan, stok barang untuk warung, kirim dan setor uang, serta menawarkan berbagai layanan keuangan. Selain itu, dengan aplikasi Kudo, Rama juga bisa membantu mendaftarkan tetangga atau pembeli menjadi mitra pengemudi Grab untuk menambah penghasilan mereka. (*)
SAMBUNGAN
SENIN, 17 JUNI 2019
Golkar Menghangat Lagi
KPU Kelabakan .... dari halaman 1 bisnis jual-beli suara tak hadir di lokasi. Ketua KPUD Karwang Miftah Farid, bersama tiga komisioner lain yakni Ikmal Maulana, Ikhsan Indra Putra, Kasum Sanjaya berserta Plt Sekretaris KPU Gery S. Samrody melakukan rapat mendadak menyikapi pemberitaan yang beredar. “Kami akan panggil semua nanti hari Senin nanti, semua PPK dan komisioner AM. No comment dengan berita ini, tapi semua yang terlibat akan dipanggil semua,” ucap Gery kepada KBE, Junat (14/6). Di tempat terpisah Ketua Bawaslu Karawang, Kusrsin Kurniawan tak menampik telah kecolongan dengan adanya kasus ini. Ia mengaku kesulitan untuk mengungkap dugaan adanya politik uang yang dilakukan oleh oknum calon legeslatif yang bermain uang melibatkan panitia penyelenggara pemilu saat Pemilihan Legislatif pada 17 April 2019 lalu. “Laporan dari masyarakat soal adanya politik uang tidak sampai ke penegak hukum. Memang ada tapi tidak memenuhi unsur dikarenakan kurang bukti baik secara materil maupun formilnya, sedangkan dari Bawaslu di tingkat desa, kecamatan tidak menemukan adanya politik uang,” ujarnya. Khusu mengenai kasus jualbeli suara yang diungkapkan salah seorang caleg Perindi Eka Budi Santoso A.k.a Engkus Kusnaya, ia yang menjadi
pelaku sekaligus korban telah memiliki bukti-bukti kuat untuk menjerat satu komisioner dan 12 PPK yang disebutnya sudah menerima uang darinya. Di antaranya, bukti transfer uang, catatan pemesanan suara termasuk jumlah TPS dan suara yang dijanjikan kepada Kusnaya. Hal ini jelas sudah sangat cukup menjadi alat bukti penegak hukum bekerja mengusut kasus ini sampai tuntas. “Saya akan jelaskan di persidangan. Masukin saja. Inilah PPK dan Komisioner KPU yang merusak demokrasi,” kata Kusnaya saat diwawancarai awak media mempersilahkan jika KBE menuliskan nama-nama orang yang menerima uang darinya. Kusnaya mengaku sudah sangat siap membawa kasus ini sekalipun harus ke ranah hukum. Meski ia sendiri menyadari risiko hukum yang bakal menimpanya. Ia menegaskan siap menjadi Justice Collabolator guna membuka secara gamblang mengenai praktik culas yang terjadi di lembaga penyelenggara pemilu di Karawang. “Jangan sampai orang capai kiri-kanan blusukan dikalahkan orang yang tidak ngapangapain, cuma punya dui, ngasih dut ke PPK. Tujuan saya, Cuma itu kenapa saya mau bongkar. Saya sendiri punya risiko hukum,” terang Kusanaya yang kembali menegaskan siap blak-blakkan di pengadilan dan bakal mengajukan jadi Justice Collabolator pada kasus ini.
Sebleumnya KBE menerima satu dokumen kertas yang merincikan nominal uang yang didapat dari Eka A.k.a Kusnaya. Dari yang terkecil 53,4 juta, sampai yang terbanyak 154,1 juta. Judul berkas itu “Daftar Belanja dan Pengiriman Beras Kab Karawang”. Nama TPS diganti kodenya menjadi Toko. Nama jumlah suara yang dijanjikan per kecamatan diberi kode Kiloan. Lalu ada lagi kode yang diberinama eceran. Uang dikirim via transfer ke 12 PPK ini. Sedangkan untuk AM sendiri yang dikatakan Kusnaya mendapat uang lebih dari 50 juta, ia tak sebutkan diberikan secara cash atau via transfer. Lalu, disinyalir, guna memudahkan melakukan koordinasi, AM memakai jasa salah satu PPK Rengasdengklok berinisial S, yang dikenal memiliki hubungan yang cukup dekat dengan AM. “Ada buktinya. Di atas 50 juta dia (Uang yang diterima AM,red),” kata pria berambut putih ini. KBE mencoba menghubungi Komisioner KPU berisinial AM itu, namun tak kunjung ada jawaban. Sejumlah PPK juga sempat dikonfirmasi namun hanya beberapa yang memberikan jawaban. Di antaranya PPK Rengasdengklok berinisial S, yang di atas telah disinggung memiliki peran dan dikenal dekat dengan AM. Kepada KBE, ia membantah sudah menerima uang Rp 111 juta. “Tiada ada. Kalau ada sudah dipangggil sejak awal-awal,” katanya. (gie/mhs)
SMAN 1 Diserbu .... dari halaman 1 SMAN 1 Karawang Dwi Styono menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa memastikan putra-putri para orangtua untuk bisa masuk ke sekolah yang dipimpinnya itu. Karena semua pendaftaran peserta didik baru harus melalui sistem secara online. “ Iya banyak juga tadi yang datang, dari pagi sampai sore. Kalau ada yang mempertanyakan paling saya harus menjelaskan,” terangnya. Bukan tidak menghargai para alumni, kata Dwi, namun semua calon peserta didik harus mengikuti semua aturan yang sudah diteteapkan oleh Kemndikbud. “ Sekalipun mau mengatasnamakan alumni, temen deket saya, tetap tidak bisa,” tegasnya. Passing Grade Tertutup Sementara itu, tahun ini para calon peserta didik baru nampaknya harus bersabar
lagi dalam mengikuti pelaksanaan PPDB. Pasalnya selain penerimaan kelulusan tidak dilakukan secara terbuka kali ini persentase dari jalur prestasi dan KTM juga diperkecil. Dwi Setyono menjelaskan banyak perubahan pada pelaksanaan PPDB Tahun ini. Mulai dari perubahan penerimaan jalur zonasi yang diperbesar hingga pasing gred yang tertutup. “Tahun ini berbeda dengan tahun lalu jadi para calon peserta tidak bisa melihat s e cara online, mereka hanya mendaftar online dan menerima hasil kelulusannya nanti diakhir,” ucapnya. Kali ini Kementrian Pendidikan lebih mengutamakan para calon siswa sesuai dengan lokasi terdekat dari rumahnya. Dilihat dari jalur zonasi yang diperbesar menjadi 90 persen, jalur prestasi 5 persen dan jalur perpindahan orang tua domisili 5
persen. “Lebih banyak jalur zonasi agar pemerataan sekolah, jadi tidak ada lagi sekolah favorit semuanya sama,” ungkapnya. Meski banyak berbagai pertanyaan dari setiap siswa terkait tidak terbukanya pelaksanaan PPDB. Namun pihaknya hanya melaksanakan dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh kementrian. “Semua tergantung dari sistem jadi kita tidak bisa memastikan kelulusan siswa,” terangnya. Dia berharap meski banyak aturan yang dirubah pelaksanaan PPDB diharapkan mampu berjalan dengan sebaik mungkun. Jangan sampai kata dia terjadi lagi mis komunikasi yang terjadi di masyarakat dan sekolah. “Jangan sampai ada lagi sekolah yang kebingungan menghadapi masyarakat saat PPDB serahkan saja semua pada sistem yang bekerja,” pesannya. (oib)
Dipinang Cellica? .... dari halaman 1 lica. Kata dia, kabar itu memang sudah banyak diketahui oleh kalangan guru. Menurutnya memang sudah pantas Dadan masuk dalam kandidat menemani Bupati Cellica. “ Lagi rame lagi jadi perbincangan guru-guru di sekolah, kalau saya sih bagus- bagus aja,” akunya. Hal ser upa dikatakan Cahya, mantan Ketua MKKS Kabupaten Karawang. Ia menilai bahwa Dadan sudah pantas dan layak untuk duduk bersama Cellica
di pemilihan nanti. Meski sekalipun Gina digandengkan dengan Jimmy, mantan Kepsek PGRI 1 Karawang ini tetap meyakini jika pasangan Cellica-Dadan bisa menang telak. “ Saya yakin sekalipun Jimmy digandengkan dengan Gina jika Cellika pandai memilih calon wakilnya nanti mereka tidak akan menang, Dadan lah calon kuat,” tegasnya. Diketahui sendiri, kata d i a, j e ja k k a r i r D a d a n dalam memimpin sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Belum lagi su-
7
ara para guru yang ada di Karawang. Maka mudah saja bagi Cellica dalam m e m e na ngka n p e m i l ihan kepala daerah nanti. “ Memang banyak kandidat tapi yang pantas dan sudah mendapatkan dukungan pasti hanya Pak Dadan,” ungkapnya. Di tempat yang berbeda Dadan Sugardan hanya tersipu malu saat ditanyakan perihal tentang pencalonannya dalam pemilihan bupati nanti. “ Ya itukan baru kabar saja, lihat saja nanti,” ucapnya sambil tertawa. (oib)
JAKARTA- Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Ilham Permana, menilai deklarasi dukungan yang dilakukan anggotanya, Abdul Aziz untuk Bambang Soesatyo sebagai ketua umum Golkar sebagai tindakan indisipliner dan akan ditindaklanjuti dalam di sidang pleno. Abdul Aziz menantang untuk meihat siapa yang akan disidang nanti. “Maka kita lihat saja di pleno nanti, saya atau ketua umum AMPG yang akan disidang dalam pleno,” kata Abdul Aziz kepada pers, Min-
ggu (16/6/2019). Aziz pun menunggu undangan resmi dari pengurus AMPG atas sidang pleno tersebut. Ia juga mempertanyakan letak kesalahan dari dukungannya sehingga perlu untuk disidangkan. “Karena saya mau tanya, di saat kader Golkar mendukung salah satu kader terbaik juga dimana letak salahnya? Saya dan kawankawan di BPPG adalah kader Golkar, dan Mas Bamsoet juga Golkar tulen, lucu kalau itu dianggap mbalelo,” ujar Aziz.
Aziz antusias atas dilaksanakannya sidang pleno pada Rabu depan. Ia menilai, sebelumnya agenda semacam sidang pleno maupun Rapimnas tidak pernah dilakukan pada masa kepemimpinan Ilham. Ia juga menambahkan, saat masa kampanye pun AMPG tidak mengadakan kegiatan apapun dan dinilai setengah hati dalam memberikan dukungan terhadap pasangan nomor urut 01 Jokowi - Ma’ruf Amin.“Selama ini PP AMPG nyaris tidak mengusung keg-
iatan baik di pusat maupun di daerah, bahkan di saat pilpres kemarin saya harus menggunakan DPP KNPI dimana saya sebagai ketua umumnya untuk bergerak mendukung Pak Jokowi karena AMPG saya nilai setengah hati untuk bergerak,” paparnya. Aziz mengingatkan bahwa dalam menjalankan organisasi maupun partai yang dinaunginya seharusnya dilakukan dengan sepenuh hati agar tercipta regenerasi yang mencintai partai maupun organisasinya.(kbe)
Askun juga sangat yakin ada keterlibatan oknum dari lembaga lainnya dalam kasus ini. Mengingat tugas yang diemban oleh KPU diawasi langsung oleh lembaga lainnya. “Diamati dari kronologis yang diungkapkan oleh korban, para oknum pejabat KPU ini melakukan praktik culasnya dengan sangat tenang. Bahkan terlihat sangat profesional. Itu artinya,
mereka (pelaku, red) sama sekali tidak khawatir dan takut ada yg mengawasi mereka,” katanya. “Intinya, baik KPU maupun yang lainnya merupakan penyelenggara pemilu, yang tak lain adalah lembaga negara. Ironisnya mereka pula yang menciderai demokrasi ini. Sekali lagi penegak hukum harus dan harus tuntaskan kasus ini,” tambah Askun. (fan/mhs)
Te l u kja mb e Ba rat Ip tu Hasanuddin Bahar kepada KBE, Sabtu (15/6). Ia memprediksi pemb u nu ha n t e r ja d i a nt a r a p u ku l 2 3 . 0 0 h i n g g a 04.00 WIB. Sebab, saat mengecek TKP pada Sabtu pagi, Hasanuddin melihat darah yang tergenang di sekitar tubuh korban su d a h m e ng h i t a m d a n dikerubuti semut. “Kalau darah sudah begitu artinya sudah lewat beberapa jam,” kata dia. Hasanuddin menutur-
kan, korban kemungkinan dihabisi dengan keji. Hasanuddin menemukan tiga luka menganga di tubuh korban. “Kita temukan dua luka di leher dan satu di ulu hati korban,” ungkap Hasanuddin. Kemungkinan besar, korban ditusuk menggunakan sebilah gunting. Sebab, kata Hasanuddin ditemukan gunting di dekat mayat korban. “Diduga kuat korban ditusuk menggunakan gunting. Masih kami cek,” pungkasnya. (rie)
tenda dan bangunan PKL. Pemkab Karawang sendiri bukan tanpa usaha. Berulang kali Pemkab Karawang melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) mencoba merayu para PKL, namun ujungnya tetap kandas. “Kami sadar betul, ini adalah etalasenya Karawang, seharusnya indah dan tertata rapih. Kami sudah membuat konsep, trotoar ini menjadi ruang publik yang nyaman. Ada ku r s i t a ma n , o r na m e n lampu, dan tanaman hias. Alokasi anggaran sudah dilakukan, bahkan sudah dua kali dilakukan pelaksanaan pembangunan taman. Namun pembanggunan itu ditolak PKL. Mereka me-
nolak pindah dari trotoar,” kata Kepala Bidang Pertamanan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (PRKP) Karawang, Novi Gunawan. Pihaknya berharap, para PKL menyadari tuntutan masyarakat yang menginginkan sarana publik yang nyaman dan tertata rapih. Untuk itu, para KPL diminta agar berpindah tempat jualan sehingga pembangunan taman dapat dilaksanakan. Novi juga meminta agar pihakpihak yang mengambil keuntungan dari para PKL ya ng b e r ju a l a n d i at a s trotoar, agar mendukung program pemerintah dalam mempercantik Karawang. (mhs)
dayaan (Dispudpar) Okih Hermawan memgatakan, Pemerintah Daerah Ka r aw a n g m e n y a m b u t baik dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas prakasa panitia pelaksana Puja Bhakti Waisak di pelataran Candi Jiwa dan Blandongan Desa segaran Kecamatan Batujaya. “Perayaan ini sekaligus sebagai rangkaian perayaan Waisak tahun 2019 yang ke 12 kalinya di rayakan di candi Blandongan. Selain itu, situs candi jiwa ini menjadi cagar budaya Nasional dan
harus kita jaga bersama,” pungkasnya. Turut hadir dalam acara Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Karawang H. Sopian, Kapolsek Batujaya AKP Edi Karyadi, Koramil Batujaya Kapten Infantri Kusnen, Kepala Dinas Disbudpar Okih Hermawan, Camat Batujaya Rohman Setiansyah dan para undangan. Umat Buddha kurang lebih 1000 datang dari beberapa daerah dan Vihara baik di dalam maupun dari luar Karawang. (*)
Kasus Jual Beli Suara .... dari halaman 1 beranggapan hukum bisa dimainkan,” ungkap Praktsi Hukum, Asep Agustian, kemarin (16/6). Pengamatan Askun, sapaan akrabnya, kasus dugaan jual-beli suara oleh oknum pejabat KPU Karawang, sudah sangat bisa ditangani langsung oleh para penegak hukum. Karena narasumber yang
juga korban dari kasus ini sudah sangat terbuka dalam mengungkap praktiknya. Ditambah lagi bukti-buktinya sangat lengkap. “Masyarakat percaya penegak hukum tidak mandul dalam memberantas dan menuntaskan kasus ini. Jadi, tangkap dan penjarakan semua pelaku yang terlibat dan menciderai demokrasi,” tegasnya. Tak hanya sampai disitu,
Punya Simpanan Emas .... dari halaman 1 masuk ke rumah, Mak Awis sudah tergeletak di lantai. Tubuhnya ditutupi kain sprei, dengan darah yang tergenang di mana - mana,” ujar Sumini (43) kerabat korban kepada wartawan. Melihat kondisi Nenek Awis yang telah tewas, Sumini berteriak dan meminta bantuan kepada warga. Seorang perangkat desa bergegas melaporkan hal itu ke Mapolsek Telukjambe Barat. Polisi menduga kuat
ada motif perampokan dalam pembunuhan keji tersebut. Sebab, perhiasan korban ditemukan raib. Dalam olah TKP pagi itu, polisi juga menemukan dua dompet perhiasan milik korban sudah kosong. “Korban dikenal punya perhiasan emas yang lumayan. Korban kerap menabung uang pemberian kerabat - kerabatnya untuk membeli perhiasan. Diduga kuat pelaku mengambil perhiasan korban,” kata Kapolsek
PKL Bandel, Pemkab .... dari halaman 1 Pedagang Kaki Lima (PKL). Seperti di Terminal Tanjungpura. Yang lokasinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Bekasi. Pada sepanjang trotoar di Terminal Tanjungpura, puluhan bangunan PKL berdiri. Ada yang berjualan nasi dan lauk-pauknya, rokok, kopi dan mie instan, bensin eceran, tambal ban, mie ayam, bakso dan ada juga es kelapa. Para PKL itu mendirikan lapak bangunan tepat di atas trotoar. Para pejalan kaki terpaksa berjalan di badan jalan. “Agak haran juga sih, berdagang di atas trotoar namun didiamkan saja oleh pemerintah. Kami para pejalan
kaki terpaksa berjalan di badan jalan, takut juga sih terserempet atau bahkan tertabrak kendaraan. Ya, saya merasa hak pejalan kaki dirampas PKL, dan pemerintah hanya diam dengan kondisi tersebut, dan ini sudah terjadi sangat lama,” tutur warga pejalan kaki, Dede (25). Selain merampas hak pejalan kaki, para PKL mendirikan tenda dan bangunan di atas trotoar dengan material bangunan yang tidak layak, yaitu bambu dan terpal. Dengan begitu, kesan kumuh langsung muncul dibenak warga yang melihat kondisi tersebut. Kesan kumuh kian terasa saat melihat papan nama Terminal Tanjungpura, yang tertutup
Umat Budha Karawang .... dari halaman 1 Pangeran Sidhartha Gautama, tercapainya penerangan sempurna oleh Pertapa Gautama, dan mangkatnya sang Buddha Gautama. Ketiganya sering disebut dengan hari raya Trisuci Waisak,” ucapnya kepada KBE, Minggu (16/06) di selasela acara. Dikatakannya, puji Bakti Waisak 2563BE/2019. merupakan peringatan yang mengingatkan kita terhadap perjuangan Maha guru Agung sang Buddha Gotama
yaitu pada,Masa Kelahiran Pangeran Siddhatta,Masa Perjuangan petapa Gotama Menjadi Buddha dan Sang Buddha mencapai Parinibbana (mangkat). “Melalui peringatan ini kami mengimbau kepada umat Buddha untuk selalu menjaga diri, menjaga kerukunan internal dan antarumat beragama,dan selalu berpikir positif,” ucapnya. Sementara itu, Bupati Karawang yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Pa r i w i s a t a d a n K e b u -
SENIN, 17 JUNI 2019
8
Semangat Baru Purwakarta
SISWA BARU Semua SMP Terapkan PPDB via Online PURWAKARTA- Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta menyatakan seluruh SMP baik negeri maupun swasta di wilayah ini melayani penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online. Adapun jumlah SMP di kabupaten tersebut mencapai 106 sekolah yang terdiri dari 80 SMP negeri dan 26 SMP swasta. “Silakan kepada orang tua, yang ingin mendaftarkan anaknya bisa mengakses internet untuk layanan PPDB,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto. Purwanto menyebutkan, daya tampung siswa untuk SMP sebanyak 15.872 pelajar. Sedangkan lulusan SD, mencapai 16.463 siswa. Jadi, jumlah daya tampung sekolahnya baru 96,41 persen atau belum bisa 100 persen Sisanya peserta didik yang tidak tertampung dapat mengikuti kegiatan belajar madrasah tsanawiyah negeri maupun swasta. Atau, mereka dapat belajar di pondok pesantren. Terkait dengan PPDB, Purwanto mengaku, instansinya telah menyosialisasikan regulasinya. Regulasi tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menegah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan. Selain Permendikbud, regulasi lainnya yaitu Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2019 dan Menteri Dalam Negeri No 420/2973/SJ tentang Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik baru. Tak hanya kedua regulasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah menerbitkan Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 80 Tahun 2019 tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB dan Zonasi pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Tahun Pelajaran 2019/2020. Penerimaan PPDB tahun ini terdiri dari tiga jalur. Jalur pertama ialah zonasi sebanyak 90 persen. Kemudian, jalur prestasi disiapkan kuota sebanyak lima persen dan jalur perpindahan tugas orang tua sebanyak lima persen. “Pendaftaran untuk jenjang SMP dilakukan secara online, sementara jenjang TK dan SD masih offline,” jelasnya. Kepala Sekolah SMPN 10 Kahuripan Pajajaran Purwakarta, Neneng M Patimah, membenarkan tahun ini PPDB sudah dilakukan secara online. Para orang tua bisa mengakses akun resmi sekolah untuk melihat panduan dan tata caranya. Oprang tua juga dapat mengakses situs berbagi video Youtube untuk mempelajari tata cara pendaftaran online. (san/mhs)
SEKILAS Anne Sampaikan Keuangan Daerah ke DPRD PURWAKARTA – Pelaksanaan APBD Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2018 mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK Provinsi Jawa Barat untuk keempat kalinya secara beturut-turut. Hal itu disampaikan Bupati Anne Ratna Mustika dalam rapat paripurna DPRD Purwakarta pembicaraan tingkat I, yang membahas Raperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2018, di ruang rapat utama DPRD Purwakarta, Rabu (15/6). Ketua DPRD Sarif Hidayat yang membuka rapat paripurna tersebut mengatakan, dalam kapasitas selaku pemegang kekuasaan pengeloaan keuangan daerah, Anne berkewajiban untuk menyampaikan Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD, berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh BPK paling lambat enam bulan setelah tahun angaran berakhir. Muatan materi Raperda, kata Sarif, diatur dalam Pasal 320 ayat (2) UU No. 23/2014, yakni meliputi laporan realisasi APBD, neraca, laporan arus KAS, dan catatan atas laporan keuangan yang dilampiri laporan keuangan BUMD. Selanjutnya, mengenai mekanisme pembahasan untuk Kabupaten Purwakarta telah diatur lebih lanjut dalam Peraturan DPRD No. 1/2018 tentang Tatib DPRD, yaitu dibahas melalui dua tingkat pembicaraan. Sesuai ketentuan tersebut, lanjut Sarif, telah diterima Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2018 melalui Surat Bupati No. 903/1728/BKAD tanggal 28 Mei 2019. Kemudian Bamus menetapkan jadwal dan acara rapat paripurna pembicaraan tingkat I hari ini dengan agenda pokok penjelasan Bupati atas Raperda tersebut.(bbs/mhs)
HASSAN/METRO PURWAKARTA
PENGELOLAAN SAMPAH: Pemerintah Kabupaten Purwakarta berencana memperbaiki tempat pembuangan sementara sampah (TPSS) dalam upaya memperbaiki pengelolaan sampah di wilayah yang sedang naik daun dikunjungi wisatawan dari luar daerah ini.
TPSS Permanen Terkendala Lahan Pemkab Cari Solusi Atasi Permasalahan Sampah PURWAKARTA- Pemerintah Kabupaten Purwakarta berencana memperbaiki tempat pembuangan sementara sampah (TPSS) dalam upaya memperbaiki pengelolaan sampah di
wilayah yang sedang naik daun dikunjungi wisatawan dari luar daerah ini. “Selama ini kan tempat pembuangan sementara sampah tidak representatif, hanya berbentuk kotak, dan daya tampungnya terbatas. Harusnya dibuat permanen,» kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika di Purwakarta, Sabtu (15/6). Ia mengatakan selama ini upaya membangun tempat pembuangan sementara
sampah permanen selalu terkendala terbatasnya ketersediaan lahan. Dikatakan Anne, untuk itu dibutuhkan lahan yang bisa diakses kendaraan beroda empat. “Tetapi kami berupaya membangun di beberapa titik serta mencari solusi,” katanya, menambahkan pemerintah daerah akan mengupayakan penyediaan tempat pembuangan sementara sampah yang bisa dijangkau truk sampah.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta Deden Guntari mengatakan guna mengatasi masalah keterbatasan lahan dinas akan menyiapkan rancangan khusus untuk tempat pembuangan sementara sampah permanen. “Yang terpenting aksesnya, bisa dijangkau petugas,” katanya. Selain itu Deden pun meminta partisipasi masyarakat perihal kesadaran
waktu membuang sampah. Ia mengimbau masyarakat agar maksimal jam 6 pagi sudah membuang sampah secara serentak. «Kami juga minta partisipasi masyarakat aktif terutama dalam waktu membuang sampah, yaitu maksimal jam 6 pagi terkadang disatu titik sudah bersih beberapa jam kemudian menggunung lagi dan ini salah satu kendala petugas di lapangan,” ungkapnya. (san/mhs)
Mobil Travel Seruduk Truk Tronton di KM77 Cipularang
Satu Meninggal, 10 Orang Luka-luka PURWAKARTA- Dua kendaraan terlibat kecelakaan di ruas Tol Cipularang KM 77+400 jalur B, tepatnya di Desa Cigelam, Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta. Kecelakaan yang melibatkan mikro bus (travel) Isuzu Elf bernopol B 7696 ID dengan truk bernopol D 9442 VC, mengakibatkan seorang penumpang mikro bus meninggal dunia dan 10 lainnya luka-luka. Informasi diperoleh di lokasi kejadian, kecelakaan maut itu berawal saat minibus travel nopol B 7696 ID yang ditumpangi 11 orang berangkat dari Cilacap menuju Bekasi. Saat melintas di Tol Cipularang, tepatnya di Kilometer 77, sopir minibus menyalip kendaraan di depannya dari lajur kiri. Lantaran terlalu kencang dan diduga sopir mengantuk, minibus kemudian menabrak bagian belakang truk tronton nopol D 9442 VC
yang melaju di depannya. “Sopir travel kayaknya ngantuk karena nggak lihat ada truk di depannya. Saat itu, travel melaju sangat kencang,” kata Subangkir, korban selamat. Dia menuturkan, seluruh penumpang merupakan warga Cilacap yang hendak bekerja ke Bekasi setelah menikmati libur Lebaran. “Semuanya dari Cilacap mau ke Bekasi,” ucapnya. Kasus kecelakaan maut itu kini ditangani Unit Lakalantas Polres Purwakartra. Polisi sudah mengolah tempat kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi dan korban. Sedangkan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan dievakuasi ke pul derek depan Gerbang Tol Jatiluhur Purwakarta. Kanit Laka Polres Purwakarta, Iptu Asep Kusnawan mengatakan kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Ia menjelaskan,
kecelakaan berawal saat kendaraan travel datang dari arah Bandung menuju Jakarta. Setibanya, di lokasi kejadian travel dengan 10 penumpang dan seorang sopir itu, menabrak bagian belakang truk yang mengangkut barang. “Akibatnya, seorang penumpang travel meninggal dunia. Adapun sopir dan sembilan penumpang lainnya, mengalami luka-luka,” ujar Asep kepada awak media, Ahad (16/6). Korban meninggal dunia, yaitu Sinta Mustika (17 tahun) warga Kampung Cikarag RT 04/02, Desa Cikarag, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap. Sedangkan, sopir travel yaitu Uun Junaedi (39 tahun), warga Kampung Cisur u RT 03/05, Desa Cisuru, Kecamatan Cipari, Kab Cilacap, dan sopir truk Nanang Surya na, ha nya m e nga la m i
ISTIMEWA
CIPULARANG MEMAKAN KORBAN LAGI Mobil travel mengangkut 11 orang termasuk supir berangkat dari Cilacap menuju Bekasi untuk kembali bekerja setelah menikmati liburan Idulfitri. Pukul 05.30 WIB mobil sudah sampai KM TT Cipularang Diduga karena mengantuk, sopir mobil travel hilang konsentrasi menyeruduk pantat mobil Truk Tronton di KM 77 +400 Satu orang penumpang mobil travel berjenis kelamin perempuan meninggal dunia 10 orang lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapat penanganan medis Korban meninggal dunia, yaitu Sinta Mustika (17 tahun) warga Kampung Cikarag RT 04/02, Desa Cikarag, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap. Sedangkan, sopir travel yaitu Uun Junaedi (39 tahun), warga Kampung Cisuru RT 03/05, Desa Cisuru, Kecamatan Cipari, Kab Cilacap, dan sopir truk Nanang Suryana, hanya mengalami luka ringan
luka ringan. “Saat ini, korban meninggal dunia maupun yang
selamat ada di RSU MH Thamrin Purwakarta,” ujar Asep. (san/mhs)
Tegal Belajar Kelola Wisata ke Purwakarta PURWAKARTA – Sebanyak 11 orang anggota DPRD Kabupaten Tegal melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Purwakarta. Mereka datang didampingi beberapa staf Setwan setempat. Kedatangan, mereka bermaksud mempelajari perkembangan pariwisata di Purwakarta. Anggota Komisi I DPRD Purwakarta Entis Sutisna, didampingi Kabag Risalah dan Rapat Dicky Darmawan, menerima rombongan tamu DPRD itu di ruang rapat
gabungan komisi, Kamis (13/6) kemarin. Wakil Ketua DPRD Tegal, Rustoyo selaku pimpinan rombongan menanyakan beberapa hal antara lain, PAD pariwisata, destinasi wisata apa saja yang terdapat di Purwakarta. ”Bagaimana pula soal retribusi Waduk Jatiluhur yang dikelola oleh BUMN? ” tanyanya. Entis Sutisna menjelaskan, di Purwakarta terdapat beberapa kelompok destinasi wisata yang sekarang sudah cukup terkenal seperti des-
tinasi wisata alam (Gunung Parang, waduk Jatiluhur, Situ Wanayasa, dan beberapa air terjun). Di samping itu, ada destinasi wisata edukasi seperti diorama dan perpustakaan digital, dan destinasi wisata hiburan seperti air mancur Sri Baduga, water park/water boom, hotel-hotel dll). Selanjutnya, tak kalah terkenalnya adalah destinasi wisata kuliner ( sate maranggi, simping dan sejumlah makanan khas lainnya). ”Namun, aturan retribusi untuk menunjang PAD,
sampai sekarang masih belum terealisasi. Diharapkan tahun depan kita sudah punya Perda yang mengatur soal retribusi pariwisata,” terangnya. Para anggota DPRD Kabupaten Tegal juga sempat mengangkat tentang proses pengangkatan guru non PNS di Purwakarta, termasuk guru sekolah-sekolah swasta. ”Bagaimana mengatasi kekurangan guru di sekolah dan bagaimana soal pengangkatan guru honor sebagai PNS?” tanya
Rustoyo. Entis mengatakan, problem yang sama juga dialami oleh Purwakarta, yang sampai sekarang masih belum ada solusinya. ”Masalahnya, pengangkatan guru honorer menjadi PNS merupakan wewenang penuh pemerintah pusat. Sedangkan, pemerintah daerah, hanya mampu menutupi masalah ini dengan mengangkat guru honorer atau guru tidak tetap sesuai kemampuan keuangan daerah,” tegasnya. (hmsDPRD/san/mhs)