Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang SENIN, 16 SEPTEMBER 2019
KBEONLINE. ID
CATATAN... Terus Lahirkan Karya Terbaik Oleh:Hayatullah Pemred Karawang Bekasi Ekspres
SAMPURASUN... ULANG tahun kelima Harian Umum Karawang Bekasi Ekspres (KBE) yang jatuh pada 4 September 2019 lalu, merupakan momentum baru bagi kami untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Sebuah tahapan baru yang menuntut adanya perubahan, seiring dengan laju perkembangan media digital yang berlari sangat kencang. Bak teori evolusi Charles Darwin, pada bulan September ini sejumlah perubahan dilakukan KBE untuk seluruh devisi. Perubahan-perubahan ini pun diiringi inovasi perusahaan. Perubahan perKe Hal...7
ONLINEMETRO.ID
karawangbekasiekapres
HARGA Rp3.000
Manuver Pangkal Perjuangan Kumpul di Resinda, Serius Usung Haji Jenal di Pilkada? KARAWANG- Peta koalisi Pilkada Karawang makin dinamis. Sampai kini belum ada satu pun bakal calon yang secara resmi menentukan pasangannya untuk maju di Pilkada. Nama bakal calon H Jenal Arifin – atau yang biasa Haji Jenal mencuat ke permukaan setelah mendaftar sebagai bakal calon bupati Karawang ke PDI-P Karawang. Kini Haji Jenal makin intensif melakukan penjajagan ke pelbagai partai politik. Kabar yang diterima KBE dari beberapa pengurus parpol di Karawang, sejak Jumat (13/9/2019) lalu Haji Jenal dikabarkan mengadakan pertemuan dengan sejumlah anggota Fraksi Pangkal Perjuangan DPRD Kabupaten Karawang. Pertemuan itu dihadiri pihak Partai Hanura, PAN, PPP dan PBB, meski tanpa kehadiran Partai NasDem. “Ya ada pertemua sejak Jumat lalu. Minggu sore ini rencananya akan berlangsung lanjutannya, tapi mungkin dicancel dulu,” ujar Sekretaris DPD PAN Karawang Dadan Suhendarsyah kepada KBE, Minggu (15/9/2019). Dadan mengaku tidak tahu point-point yang dibahas atau disepakati. “Tanya lang-
ISTIMEWA:
KOALISI PANGKAL PERJUANGAN: Balonbup H Jenal saat bertemu dengan para Ketua Parpol yang tergabung dalam Fraksi Pangkal Perjuangan.
sung ke Ketua DPP PAN,” ujarnya. Sementara saat dihubungi Ketua DPC Partai Hanura Karawang Ahmad Ardiansyah mengaku sedang melakukan pertemuan. “ Ma s i h b e r l a n g s u n g Kang pertemuannya,” kata Ketua DPC Partai Hanura Karawang, Ahmad Ardian-
syah, kepada KBE melalui WA , Minggu malam (15/9/2019).
Ardi menuturkan, dalam pertemuan itu dirinya menekankan kepada Jenal bila
majunya di Pilkada 2020 bukan lantaran intervensi salah satu parpol, baik itu penguasa atau pengusaha. Sementara dengan terkait siapa Haji Jenal bersanding di Pilkada 2020 itu persoalan lain. “Jenal saat nanti berkoalisi dengan calon lain tentu dilihat dari asas keadilan
sosial. Bila jumlah kursi di pihak Jenal lebih besar maka tentu Jenal sebagai calon bupati, tetapi bila lebih kecil tentunya jadi wakil bupati,” ungkapnya. Askun Juga Daftar Sementara itu Pengacara Kondang Asep “Askun” Agustian akhirnya memilih Ke Hal...7
Sri Rahayu: Karawang Masih Banyak Persoalan DEMO BUPATI: Unjurasa massa KMSK menuntut Pemkab Karawang tegas pada Pertamina terkait kompensasi warga yang terdampak pencemaran tumpahan minyak.
Somasi di Hari Jadi, Massa Minta Bupati Tegas pada Pertamina KARAWANG- Ada yang berbeda saat Puncak Peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-386 (14/9/2019). Dimana ada
aksi unjuk rasa massa yang mengaku dari Koalisi Masyarakat Sipil Karawang (KMSK). Ke Hal...7
KARAWANG - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Sri Rahayu Agustina, memberikan wejangan sekaligus kembali mengingatkan di usia Kabupaten Karawang yang ke 386, masih banyak persoalan yang perlu diperbaiki dan tingkatkan lagi. “Kabupaten Karawang telah memiliki sejumlah potensi yang menjanjikan,namun hal itu harus ditopang dengan infrastruktur yang memadai, sehingga akan mengundang investor dari luar, dan tentunya akan meningkatkan
Sri Rahayu Agustina
Pendapatan Asli Daeran ( PAD) Karawang,” ucapnya kepada KBE, Sabtu (14/09) di Pplaza Pemda Karawang Ke Hal...7
Masyarakat Tumpah Ruah di Kirab Budaya HUT Karawang ke 386
Bupati Cellica Naik Delman Kabupaten Karawang merayakan hari jadinya ke 386. Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan kemeriahan heleran Kirab Budaya di Jalan Tuparev hingga Jalan Kertabumi. TIM REDAKSI, KARAWANG
MALAM itu (14/9/2019) menjadi malam yang meriah di jalan tersebut karena adanya kegiatan helaran kirab budaya yang dihadiri unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Karawang. AKBP Nuredy Irwansyah Putra selaku Kapolres Karawang juga turut andil dalam kegiatan tersebut. Pada kesempatan ini BuKantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492
pati Karawang Cellica Nurrachadiana pimpin agenda tahunan ini dengan menaiki delman dan diiringi pejabat yang lain menggunakan kudanya mengawal hingga panggung utama. Sambutan dari masyarakat ikut memeriahkan agenda tersebut. Berbagai macam tarian, dan kebudayaan silih berKe Hal...7
MERIAH: Bupari Cellica naik delman saat Kirab Budaya HUT Karawang ke 386. email: karawangbekasiekspres@gmail.com,
redaksikarawangbekasi@gmail.com
OPINI
SENIN, 16 SEPTEMBER 2019
2
Pengawasan Orang Asing Butuh Peran Serta Berbagai Pihak Guntur Widyanto (Analis Keimigrasian Ahli Pertama pada Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang) INDONESIA adalah sebuah negara kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dan memiliki posisi geografis yang sangat strategis sebagai jalur pelayaran dan perdagangan dunia. Keindahan serta kekayaan alam Indonesia juga sudah terkenal hingga ke seluruh negeri. Tidak hanya itu, Indonesia juga termasuk salah satu negara yang paling diminati untuk menjadi tujuan investasi. Seperti yang dilansir dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pertumbuhan realisasi investasi selama empat tahun terakhir menunjukkan tren yang cukup positif. Selama kurun waktu 2015-2018, realisasi investasi mencapai Rp 2.572,30 triliun. Jumlah ini bahkan melampaui target dalam rencana strategis lembaga tersebut yaitu sebesar 2.558,10 triliun. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka tidaklah mengherankan apabila Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi destinasi favorit untuk didatangi oleh orang asing. Dalam kurun waktu satu dasawarsa terakhir, jumlah orang asing yang masuk ke wilayah Indonesia juga mengalami pergerakan peningkatan yang cukup signifikan. Untuk perbandingan, sepan-
jang tahun 2018, tercatat sebanyak 2,8 juta orang Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan tahun 2017 yaitu sebanyak hampir 2,6 juta jiwa. Sebagai negara berdaulat, bangsa Indonesia tentunya mempunyai regulasi tersendiri yang mengatur mengenai keluar-masuknya orang asing serta kegiatan yang dilakukan selama berada di Indonesia. Tidak semua orang asing bisa dengan mudah masuk atau keluar wilayah Indonesia. Setiap orang asing yang akan masuk ke wilayah Indonesia harus membawa asas kebermanfaatan bagi kemajuan bangsa. Banyaknya jumlah orang asing yang terdapat di wilayah Indonesia, tidak hanya dirasakan dampaknya di Jakarta saja, tetapi secara merata di seluruh daerah, tidak terkecuali di Kabupaten Karawang. Selain dikenal sebagai daerah “lumbung padi nasional’, Kabupaten Karawang juga dikenal sebagai salah satu wilayah favorit para investor asing untuk menanamkan modalnya. Pertumbuhan ekonomi yang cenderung baik, keberhasilan pemerintah daerah dalam menjaga angka inflasi, serta menurunnya jumlah penduduk miskin setiap tahun menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor asing untuk
berinvestasi di wilayah Kabupaten Karawang. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang, sepanjang tahun 2018, tercatat sebanyak 3.277 jiwa orang asing telah mengajukan izin tinggal di wilayah Kabupaten Karawang dan Purwakarta. Jumlah tersebut terdiri dari 2984 permohonan Izin Tinggal Terbatas (ITAS), 291 permohonan Izin Tinggal Kunjungan (ITK), serta 2 permohonan Izin Tinggal Tetap (ITAP). Sementara itu, sepanjang Januari - Agustus 2019, tercatat sebanyak 1387 permohonan ITAS, 866 permohonan ITK, serta 6 permohonan ITAP. Sebagai instansi yang berada dibawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang diberikan kewenangan oleh UndangUndang Nomor 6 Tahun 2011 untuk menjalankan tugas dan fungsi keimigrasian. Dalam pasal 1 ayat 1 UU tersebut menjelaskan bahwa keimigrasian adalah hal ihwal lalu lintas orang yang masuk atau keluar wilayah Indonesia serta pengawasannya dalam rangka menjaga tegaknya
kedaulatan negara. Bila mengacu pada penjelasan tersebut, maka selain memastikan setiap orang asing yang ingin tinggal di wilayah Kabupaten Karawang dan Purwakarta telah memiliki izin tinggal yang sesuai dan masih aktif masa berlakunya, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang juga berkewajiban untuk memastikan bahwa setiap orang asing yang masuk dan tinggal di Kabupaten Karawang melakukan aktivitas sesuai dengan izin tinggal yang dimilikinya. Untuk merealisasikan hal tersebut, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang telah melakukan berbagai upaya yang bersifat preventif hingga represif. Upaya preventif telah dilakukan dengan mengadakan sosialisasi keimigrasian terhadap sejumlah perusahaan yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) maupun warga yang menyediakan penginapan bagi Warga Negara Asing (WNA) melalui metode ‘jemput bola’ ke kantor kecamatan yang berada di Kabupaten Karawang di setiap pekannya, serta melalui media sosial dan talkshow di radio. Pengawasan terhadap keberadaan orang asing juga
secara rutin dilaksanakan dengan menggelar operasi mandiri maupun operasi gabungan yang bekerjasama dengan instansi pemerintah lainnya. Sementara itu, sepanjang tahun 2019, upaya represif juga telah dilakukan dalam bentuk pemberian Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa pemberian sanksi denda maupun deportasi, hingga pelaksanaan proses persidangan terhadap 1 (satu) orang WNA asal Maroko. Namun, upaya tersebut ternyata dinilai masih belum mampu untuk memastikan bahwa setiap WNA yang berada di Kabupaten Karawang memiliki izin tinggal yang sah, masih aktif masa berlakunya, serta sesuai dengan izin tinggal yang dimilikinya. Saat ini, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang memiliki wilayah kerja di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Karawang yang terdiri dari 30 kecamatan serta Kabupaten Purwakarta yang terdiri dari 17 kecamatan. Luasnya wilayah kerja yang ada, mengakibatkan sulitnya Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang untuk melakukan pengawasan keimigrasian secara mandiri. Untuk itu, diperlukan siner-
PT. Tenang Jaya Sejahtera Mengucapkan
Selamat Hari Jadi Karawang ke-386
RUMAH SAKIT 1.
RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang
0267-414520 0267-414521 0267-414522
2.
RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang
267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472
3.
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang
0267-640444 0267-640445 0267-640666
4.
RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang
0267-402855 0267-406445 0267-412246
5.
RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat
0267-414245 0267-414264 0267-414306
Membangun Kebersamaan Menuju Karawang JAMUGA “Jaya, Mulya, Tohaga”
gisitas dari berbagai instansi pemerintah di daerah. Salah satu bentuk kerjasama yang saat ini telah terjalin anatara Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang dengan stakeholder pemerintah di daerah adalah dengan membentuk Tim Pengawas Orang Asing (Tim PORA). Dalam pasal 69 ayat 1 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian menyebutkan bahwa, untuk melakukan pengawasan keimigrasian terhadap kegiatan Orang Asing di Wilayah Indonesia, maka dibentuk Tim Pengawas Orang Asing (Tim PORA) yang anggotanya terdiri atas badan atau instansi pemerintah terkait, baik di pusat maupun di daerah. Keberadaan Tim PORA menegaskan bahwa tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pengawasan keimigrasian, khususnya di Kabupaten Karawang dan Purwakarta tidak hanya menjadi kewenangan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang saja. Namun, setiap instansi pemerintah harus menjalin sinergisitas yang baik demi tegaknya kedaulatan negara. Saat ini, telah dibentuk Tim PORA di wilayah Kabupaten Karawang dan Purwakarta. Untuk memperkuat tugas dan fungsi dari Tim PORA, maka telah dilaksanakan rapat koordinasi setiap tahunnya. Melalui agenda rutin inilah setiap anggota tim saling bersinergi untuk menentukan langkah-langkah strategis terhadap upaya pengawasan keimigrasian sesuai dengan masing-masing tugas pokok dan fungsinya. Keberadaan Tim PORA harus mendapatkan dukungan dari seluruh pihak, terutama masyarakat di Kabupaten Karawang dan Purwakarta. Dengan terbentuknya tim ini, tidak lantas membuat masyarakat menjadi berpangku tangan saja. Justru, masyarakat juga memiliki kewajiban untuk melaporkan apabila terdapat orang asing yang tinggal atau bekerja di lingkungannya dan terindikasi melakukan aktivitas yang tidak sesuai
dengan izin tinggal yang dimilikinya. Dalam pasal 72 ayat 2 UU No. 6 Tahun 2011, setiap pemilik atau pengurus tempat penginapan wajib memberikan data mengenai orang asing yang menginap di tempat penginapannya jika diminta oleh pejabat imigrasi yang bertugas. Bahkan, dalam pasal 117 di undang-undang yang sama disebutkan bahwa bagi pemilik atau pengurus tempat penginapan yang tidak memberikan keterangan atau tidak memberikan data orang asing yang menginap di rumah atau di tempat penginapannya setelah diminta oleh pejabat imigrasi yang bertugas, maka dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau pidana denda maksimal Rp 25 juta. Hal ini semakin menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh permisif terhadap orang asing yang tidak mempunyai izin tinggal yang sah dan berada di lingkungan tempat tinggalnya. Masyarakat justru harus bersifat proaktif dengan melaporkan setiap indikasi tersebut kepada Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Karawang. Untuk memudahkan hal tersebut, saat ini telah tersedia berbagai kanal yang dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan laporannya. Salah satunya melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) dalam waktu 1x24 jam sejak orang asing tersebut tinggal di penginapannya. Melalui berbagai alternatif sarana pelaporan yang d i b e r i k a n , d i ha ra p k a n ma mpu m e ng ha d i rk a n kemudahan bagi masyarakat untuk bersama-sama menjalin sinergisitas untuk menciptakan wilayah Kabupaten Karawan dan Purwakarta yang kondusif. Selain itu, dengan adanya kerjasama ini diharapkan juga setiap orang asing memiliki izin tinggal yang sesuai dengan aktivitas yang dilakukannya demi menjaganya kedaulatan bangsa Indonesia.
POLITIK SUDAH BERUBAH Terasa kan, di semua level, politik memang telah berubah? Dari pilpres hingga pilkades orang seperti butuh sesuatu yang gemerlap ketika tak jelas lagi kenapa para pemilih diharapkan datang ke bilik suara. ”Rakyat”, yang dulu merupakan sebutan bagi sebuah kekuatan yang dahsyat karena dialah tenaga dasar perjuangan pembebasan, kini berganti hanya jadi sehimpun angka dalam survey. Kini seolah tak ada sebuah agenda yang menggerakkan para pemilih agar aktif terlibat untuk sebuah tatanan yang lebih baik. Tujuan yang sejak Aristoteles disebut ”kebaikan bersama” tampaknya sudah hilang, atau dianggap sia-sia, atau kuno. Kini orang memandang politik dengan mencemooh. Nihilisme itu merayap dan mengambil tempat dengan tenang. Rasa kecewa bertemu dengan jemu ketika orang tahu bahwa ketidakadilan masih menginjak-injak, sementara tak tampak lagi harapan akan terjadinya perubahan yang radikal bagi mereka. Ada yang memutuskan untuk keluar dari medan pergulatan, dan memilih sikap seperti para kiai yang aktif bersu-
ara tapi menjauhi istana, memperingatkan bahaya keserakahan bagi ”kebaikan bersama”. Ada pula yang jadi semacam sufi: setengah mengasingkan diri dan menolak menjunjung ”akal instrumental” yang selama ini dipakai untuk memanipulasikan orang lain dan dunia. Tapi tak jelas, apa yang berubah karena itu. Mereka yang lebih marah dan lebih ganas akan meledakkan kata-kata, menebar rasa takut. Tapi kini kita tahu mereka tak menghasilkan sesuatu yang lebih hebat ketimbang kebencian sesama. Sang Iblis yang dimusuhinya tak musnah… Maka ada yang berkesimpulan, terhadap ketidakadilan yang bertahan itu, kita mengubah politik jadi parodi terhadap politik itu sendiri…Kita berpura-pura menjalankan ”politik”, tapi sebenarnya melecehkannya sebagai sesuatu yang layak diremehkan. Kini kita punya media sosial yang mempermudah parodi itu. Terutama facebook dan WA, sumber informasi utama dan pabrik fantasi orang-orang yang tak akan pernah terpuaskan dalam perdebatan dan ujaran kebencian. (suhlan pribadi)
Hubungi Bagian Iklan JAMIL : 0838 0765 0426 KEHILANGAN S AT U B U A H B P K B M O B I L MERK NISSAN X-TRAIL NO.POL : T 1186 TQ DENGAN NO.KA : MHBF3CF1CEJ000022 NOSIN :QR25005580L WARNA HITAM TAHUN 2014 STNK ATAS NAMA ENTANG FITRIANA DENGAN NOMOR BPKB : M-03363817 HILANG SERTIFIKAT SHM NO 02814/WANASARI LUAS 72 M² A/N NUGROHO HARI WINOTO D/A PERUM CITRA VILLA WANASARI BLK JB 1 NO 9 RT 03/17 WANASARI - CIBITUNG - BEKASI
PEMBERITAHUAN KEPADA BAPAK USMAN BAHRI NO PELANGGAN 10-113-17-11140 DIHARAPKAN KEHADIRANNYA UNTUK PENYELESAIAN MASALAH BPKB DI OTO MULTIARTHA CAB KARAWANG GRAND TARUMA RUKO DHARMAWANGSA 2 BLOK A NO 19 KARAWANG JL TARUMANEGARA ARTERI TOL KARAWANG BARAT TLP 0267-8631060
KEHILANGAN TELAH HILANG BUKU KIR B 9558 RV A/N PT.TIRTA VARIA INTI PRATAMA HUB:085815662288
KEHILANGAN KEHILANGAN SURAT T A N D A N O M O R KENDARAAN BERMOTOR (STNK) DENGAN NOMOR REGISTRASI B 2074 KKL ATAS N A M A Y U L I A N A , A L A M AT J L KEMANDORAN TUGU PEKAYON GG H TABRIH NO.9 RT 003/022, D E S A P E K AY O N J AYA , KECAMATAN BEKASI SELATAN, MOBIL DAIHATSU AYLA, JENIS MOBIL PENUMPANG / MINIBUS.
KEHILANGAN
HILANG BPKB MOBIL PANTHER ROYAL TBR TAHUN 2001. NO POLISI: B 2134 HU. NO RANGKA: MHCTBR54FIK226242 A.N KPP P R ATA M A C I B I T U N G H U B 082167600634 (AGE) TELAH HILANG AKTA JUAL BELI NOMOR 1874/X/BG/1995 NAMA: JENAN BIN SIRAN, NYONYA MAWI. LUAS 750 MTR, KELURAHAN MUSTIKA JAYA, KECAMATAN BANTAR GERBANG, KOTA BEKASI HILANG BPKB MOBIL JEEP HARDTOP TH 1982 B 2612 YP WRNA COKLAT A/N CHAERUDIN NOKA FJ40348129 NOSIN 2F570740
DIJUAL RUMAH
Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288
PENGUMUMAN Telah dibuat Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pembina “Yayasan Karina Angela”, no. 04, tanggal 31 Agustus 2019, dihadapan Dewi Halimy,SH.,M.Kn., Notaris di Karawang, dengan maksud untuk dilakukan pembubaran CV. Telah ditunjuk pengurus yayasan sebagai likuidator pembubaran dan likuidasi telah dilaksanakan sepenuhnya. Homat kami, Pengurus Yayasan.
SENIN, 16 SEPTEMBER 2019
Semangat Baru Urang Subang
Dispemdes Gandeng Kajari Program Jaga Desa SUBANG Dispemdes Kabupaten Subang menerima puluhan tamu yang tidak biasanya, mereka berasal dari Puluhan kepala desa, camat dan juga dari Kajari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Sulawesi Selatan . Kedatangan para aparat desa camat dan kajari pangkajanetersebutbermaksudtidak lain untuk study banding dengan pemerintah kabupaten Subang termasuk dengan pihak kajari Subang yang dimana dalam mensukseskan program pemerintah pusat mengenai “PROGRAM JAGA DESA”. Dimana pihak dari Kajari dimulai dari kejaksaan agung hingga kejaksaan tingkat daerah ikut andil dalam mengawasi dan memberikan pembinaan tentang pengunaan anggaran desa tersebut, H. Satria camat Minasatene yang merupakan koordiantor dari kabupaten Pangkajenen mengatakan kenapa kita milih kabupaten subang untuk dijadikan kabupaten percontohan study banding ini pertama kami melihat
bahwakabupatenPangkajane ini Kondisinya mirip dengan kabupten subbang yang banyak daerah pegunungan dan lautnya Yang kedua evaulasi dan monitoring antara kejaksaan dan DISPEMDES serta para kepala desa berjalan bagus,dari pihak Kajari Subang melalalui kasie intel nya sangat komunikatif dengan para kepala desa sehingga program Jaga desa dikabupaten subang ini terlihat cukup baik Kajari Subang M. IHSAN .S.H mengatakan bahwa dalam program Jaga Desa ini pihak Kajari kabupaten subang turut andil dalam melakukan pengawasan dan pembinaan para kepala desa tentang bagaimana penggunaan dana desa ini tidak ada penyimpangan kita kajari subang selalu menurunkan tim dari intelejen kita dimana mereka memberikan pengawasan dan arahan kepada para kepala seluruh kepala desa dengan menjalin komunikasi yang baik
Kajari juga menambahkan dalam monitoring dan pengawasan penggunaan dana desa ini jika ditemukan suatu penyimpnagan dan tidak tepat sesuai RAB maka kita akan mengarahkan dalam jangka waktu 60 hari untuk mengembalikan atau memperbaiki sebagai mana mestinya dan jika dalam jangka waktu 60 hari teresebut tidak dapat mengembalikan atau memperbaikinya maka kami akan serahkan dengan proses lebih lanjut ke proses hukum Kecuali jika anggaran desa itu digunakan untuk Proyek fiktif dan melakukan tindakan mark UP Maka ini tidak ada ampun kita langsung tindak tegas disitu kita proses langsung proses hokum.semoga dengan adanya MoU Pihak pemkabsubangdengankajari subang dalam pengawasan dan pembinaan desa ini,tidak ada lagi celah para kepala desa untuk menyimpangkan anggaran desanya sehingga kabupaten subang akan lebih baik dan lebih maju.pungkasnya (fer)
Utang Warisan Mamin Setda Bengkak Pengusaha Ogah Ikut Tender, Pemda Janji Tanggung Jawab SUBANG – Pemenang tender dalam pengadaan barang makanan dan minuman (Mamin) untuk Setda dan Sekwan di Kabupaten Subang, mulai membuka keluhanya kepada awak media, Kemarin, (15/9).
Betapa tidak, hal tersebut terkait macetnya pembayaran hutang dari Pemkab Subang yang mencapai nilai fantastic hingga 2,4 miliar ditambah utang Sekretariat DPRD sebesar Rp800 juta menjadi factor, sehingga berdampak pada pasokan daging, telur serta kebutuhan lain menjadi terhambat. Simon Purnama, pemilik Rumah Makan Purnama, mengatakan , jika sampai akhir tahun ini hutang tersebut belum dilunasi pihaknya kemungkinan akan mundur dan tidak akan mengikuti lelang dalam pengadaan barang penyedia makanan dan minuman (Mamin) untuk Setda dan Setwan. Simon juga mengatakan, akibat dari lambatnya pembayaran tersebut kami pun sangat merasakan dampak susahnya. “Hutang kepada pemasok daging, telor, susu dan mentega sudah ratusan juta, Kasian mereka karena pedagang kecil, Mereka sering menagih namun baru kita cicil saja. Kita berharap Pemkab dan Sekretariat DPRD secepatnya melunasi hutangnya.” Perlu di ketahui, terkait hutang Mamin yang besar tersebut tidak hanya dijaman Bupati Ruhimat saja, melainkan juga hutang warisan sejak jaman kepemimpinan mantan Bupati Ojang Sohandi. Dalam data yang kami himpun dari berbagai sumber, Pemkab sejak itu punya hutang sebesar Rp
400 juta,sedangkan Sekretariatan DPRD mempunyai hutang Rp 300 jutaan. Kemudian di tahun 2018 Pemkab kembali menambah hutang Rp 800 juta, Sekretariat DPRD berhutang Rp 600 juta dan terus bertambah hingga tahun 2019. Sekarang hutang rumah tangga Setda Subang mencapai Rp 2,4 miliar, Sekretariat DPRD Rp.800 juta, jadi totalnya Rp 3,2 miliar,” ujar Simon. Simon berharap Pemkab dan Sekretariatan DPRD secepatnya untuk melunasi tunggakan keseluruhan, apalagi sekarang sudah menjelang akhir tahun 2019. “Karena kami pun punya beban untuk secepatnya melunasi hutang kepada pihak lain ditambah untuk membayar gaji pekerjanya sebanyak 20 orang yang setiap hari dibayar Rp 100 ribu ditambah uang bonus setiap bulan, uang lemburan setiap hari jika sibuk di acara kegiatan Pemkab dan DPRD,” ucapnya. Wa ki l Bu pat i A gu s Maskur Rosyadi,mengaku baru mendengar bahwa Pemkab Subang dan Sekretariat DPRD mempunyai tunggakan macet terhadap RM Purnama selaku pihak pemenang tender dalam pengadaan barang berupa makanan dan minuman (Mamin). Menurut Agus, untuk anggaran makan dan minum secara keseluruhan sekarang disatukan khusus di lingkup Sekretaris Daerah. Artinya untuk menyuguhi
kegiatan tamu yang datang ke bupati, wakil bupati, dan sekretaris daerah itu tercantum didalamnya. Pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu bersama pengelola anggaran di bagian rumah tangga Pemkab Subang tentang apa yang menjadi penyebab utama terjadinya tunggakan. Apakah terlalu kecilnya anggaran dibanding padatnya kegiatan dan banyaknya tamu yang datang ke Pemkab Subang. Kemudian untuk mengatasinya nanti pemerintah daerah akan konsul terlebih dahulu ke BPK RI, bagaimana cara terbaik untuk mengatasi masalah hutang, karena hutang wajib diselesaikan dan Wabup akan mempertanggungjawabkan permasalahan itu hingga lunas. Sekretaris DPRD Subang, H. Ujang Sutrisna ikut menanggapi adanya masalah hutang warisan yang macet. Pada prinsipnya pemerintah manapun tentunya sekwan itu tidak boleh memiliki hutang kepada rakyat. Apalagi kegiatannya sudah dilaksanakan. ” Untuk melunasi hutang kepada Rumah Makan Purnama, dan karena sekarang Plt sekretaris DPRD-nya saya kata Ujang, maka ia akan berusaha semaksimal mungkin melunasinya agar persoalan ini tidak merugikan rakyat dan tidak menyalahi aturan dari segi pelaporan keuangan, pungkasnya. (tom)
Tempat Pembuangan Sampah Cemari Lingkungan Pendidikan SUBANG - Tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang tepat berada di belakang kantor Kelurahan Cigadung Subang sangat tidak layak di pandang mata dan
mencemari lingkungan. lebih parahnya selain tempat ini persis di belakang kantor kelurahan cigadung, dekat dengan pemukiman warga dan juga sangat dekat dengan
sarana pendidikan tepatnya di belakang SD.Rosela Indah kelurahan Cigadung Subang. Sudah tak heran lagi warga disekitar sana setiap hari terdampak TPS tersebut dengan terciumnya bau busuk sampah dan tidak menutup kemungkinan tempat ini akan banyak menimbulkan bibit penyakit apalagi tempat ini sangatlah dekat dengan tempat kegiatan belajar mengajar para siswa SD tersebut tidak nyaman dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar akibat terganggunya oleh aroma busuk sampah yang tercium Pemerhati lingkungan Raka A.B mengatakan kami sebagai pemerhati lingkungan sangat geram melihat keadaan tempat sampah ini apalagi ini sudah mengganggu masyarakat dan berdekatan dengan sarana pendidikan yang terdampak pencemaran lingkungan,seharusnya pemerintah setempat mengajukan untuk perpindahan TPS tesebut ke tempat yang lebih layak ke Dinas Lingkungan Hidup. Kami berharap Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Subang segera menindak lanjuti untuk segera memindahkan TPS ini ke tempat yang lebih layak saya yakin ada anggaranya untuk pemindahanya jangan sampai Dinas lingkungan Hidup tidak peduli akan kenyamanan dan keindahan lingkungan jangan seolah olah tidak melihat dan mendengar “kan setiap hari ada petugas yang mengangkut sampah ke TPS ini mungkin tau kondisinya”.kecuali Dinas Lingkungan Hidup hanya tidur saja tidak bekerja dengan foksinya . Pungkasnya.(fer)
SENIN, 16 SEPTEMBER 2019
PENDIDIKAN
4
Cellica Apresiasi Pertamina EP Subang Field Giatkan Dunia Pendidikan KARAWANG – Dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Karawang ke-386, PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field memperoleh apresiasi atas kepeduliannya dalam bidang pendidikan. Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana langsung menyerahkan piagam anugerah kepedulian mitra pendidikan kepada Alev Hildan selaku Pj. Field Manager PEP Subang. “Karawang pantas merasa bangga karena telah meraih banyak penghargaan baik secara nasional maupun provinsi,” ungkap Cellica dalam sambutannya, kemarin. Sebelumnya, PEP Subang sendiri juga telah menerima penghargaan di tingkat nasional yang diberikan langsung oleh Menteri Pendidikan, Muhadjir Effendy dalam peringatan Hari Aksara Internasional di Makassar, 7 September 2019 silam.
Penghargaan yang diterima PEP Subang diperoleh atas dasar keberhasilan program CSR yang dijalankan di Karawang, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Alam Al-Firdaus di Desa Mukti Jaya dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Assolahiyah di Desa Pasirjaya. “Seluruh program CSR PEP Subang dalam tujuannya adalah untuk kemandirian masyarakat. Kami berharap bahwa keberadaan PEP Subang dapat menumbuhkembangkan masyarakat, sesuai dengan misi perusahaan untuk tumbuh bersama lingkungan,” ungkap Alev. Alev menjelaskan, bahwa kedua program pendidikan yang dibina oleh PEP Subang tersebut memiliki kemajuan yang signifikan. “PAUD Alam Al-Firdaus yang didirikan di tahun 2017 merupakan sekolah berbayar sampah, yang jumlah siswanya terus bertambah dan kini telah tereplikasi di tiga PAUD lain di wilayah Karawang,” jelas Alev. Sementara untuk PKBM Assolahiyah, Alev mengatakan bahwa program tersebut mer-
upakan binaan PEP Subang yang telah mandiri, dalam artian telah dapat menjalankan visi dan misi, serta program kerjanya secara mandiri. “Bagi kami tentu sangat membanggakan bahwa hasil dari PEP Subang seperti PKBM Assolahiyah, yang juga mendapat penghargaan atas kontribusinya terhadap pendidikan telah diakui di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional,” tuturnya. PEP Subang berharap bahwa program CSR di bidang pendidikan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat seluas-luasnya. Terkinui, PAUD Alam AlFirdaus tengah menyusun pengembangan kurikulum lingkungan untuk PAUD yang disusun bersama The Southeast Asian Ministers of Education Organization for Early Childhood Care and Education and Parenting (SEAMEO CECCEP). Selanjutnya, upaya sosialisasi akan dilakukan untuk penerapan pengembangan kurikulum lingkungan untuk seluruh PAUD di wilayah Kabupaten Karawang. (rie)
TOYIB/KARAWANG BEKASI EKSPRES
Mahasiswa Unsika PLP di SMPN 1 Karawang KARAWANG – Banyak pelajaran dan pengalaman yang didapatkan. Mahasiswa Universitas Karawang (Unsika) usai melaksanakan Program Latihan Profesi (PLP) di SMPN 1 Karawang. Pelaksanaan tersebut selama 2 bulan. Desi Dwidayanti, Jur usan PJKR mengaku bahwa sebelumnya menjelang pelakanaan PLP di sekolah ia bersama teman lainnya mengikuti KKN selama satu bulan. Namun tidak ada pengalaman yang paling berharga selain program
latihan profesi. “Kita lebih mengaplikasinya apa yang didapatkan di sekolah langsung di lapangan. Kalau KKN kita berbaur sama masyarakat, tapi kalau PLP kita praktek langsung apa yang pelajari di sekolah,” tuturnya kepada KBE, kemarin. Terkadang, kata dia, pelajaran teori memang tidak selalu sesuai dengan prakteknya dilapangan. Pelajaran yang paling berharga saat praktek yaitu bagaimana bisa berbicara di tempat umum. Serta memberikan suatu
ilmu atau pengetahuan yang didaptkan di sekolah. “Praktek tidak semudah teori juga loh, awal mah bingung,” akunya. Maka dengan adanya program latihan profesi bagi mahasiwa sangat baik untuk pengalaman mereka sebelum lulus perguruan tinggi nanti. Disitu, kata dia, setiap mahasiwa bisa mendapatkan pelajaran dan pengalaman dalam hidupnya. Untuk pertama kalinya memberikan wawasan yang diketahui ke setiap siswa di sekolah.
“Bagus kalau bisa jangan 2 bulan, minimal 3 bulan agar lebih maksimal,” jelasnya. S ementara Wakasek Kesiswaan SMPN 1 Karawang, Asep Spd berpesan kepada seluruh mahasiswa diharapkan ma m p u m e m b e r i k a n pengalaman dan pelajaran yang berharga bagi mereka. Serta bisa bermanfaat. “Kita selalu terbuka untuk siapa aja yang mau melaksanakan kegiatan di sekolah, semoga bermanfaat dan jaga terus silaturahmi,” harapnya. (oib)
TOYIB/KARAWANG BEKASI EKSPRES
SMAN 1 Ciampel Santuni Anak Yatim K A R AWA N G – S M A N 1 Ciampel mengadakan santunan anak yatim di sekolah ke 73. Tak hanya santunan kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya itu juga diisi dengan kegitan ceramah. Pembina Rohis SMAN 1 Ciampel, Adi Rijal Spd.i Mag mengatakan, anggaran santunan tersebut merupakan dana yang dihasilkan dari sumbangan para siswa serta guru guru yang ada di sekolah. “Kegiatan santunan diberikan dalam rangka memperingati tahun baru islam 1441 Hijriyah. Untuk lebih mencintai dan menyangi anak yatim,” katanya kepada KBE, kemarin. Bahkan, kata dia, kegiatan tersebut juga sudah menjadi agenda rutin dan berkesinambungan yang d i l a k s a n a k a n s e k o l a h, s e t i ap p e r i ngat a n ha r i besar Islam. Selain untuk meningkatkan syiar Islam p e l a k s a naa n s a nt u na n yatim piatu juga sedikit besarnya bisa membantu dan meringankan beban anak yatim. “Kami juga member ikan semangat dan motivasi bagi anak-anak yatim dalam menjalani kehidupannya. Semoa apa yang kita berikan bisa bermanfaat,” ucapnya.
Adapun pembelajaran l a i n n y a y a i t u m e n ja d i sarana dan mangaplikasikan. Serta memasyarakatkan ajaran infak dan sedekah di kalangan umat I s l a m . K a r e n a s e b a i kbaiknya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.
“A l h a m d u l i l a h s e t i a p tahun kita masih diberikan kesempatan untuk bersedekah,” ucapnya. Kepala SMAN 1 Ciampel, Trisetyowati Dyah menyampaikan, selain memperingati muharaam siswa juga diberikan pemahaman tentang keagamaan. Karena butuh bekal bagi mereka tentang agama dalam kehidupan sehari-hari. “Kita isi kegiatan ceramah dan santunan anak yatim yang ada di sekolah, semoga bisa bermanfaat dan bisa terus berjalan setiap tahunnya,” harapnya. Sementara salah seorang penerima santunan anak yatim, Ristiani mengaku s enang dan tur ut berterima kasih kepada keluaraga besar pengurus yayasan dan donatur yang sudah memberikan bantuan setiap tahunnya. “A l h a m d u l i l a h s e t i a p hari peringatan hari besar s elalu dapat bantuan,” akunya. (oib)
SENIN, 16 SEPTEMBER 2019
METRO KARAWANG
5
Karawang Daerah Endemis Antrax
HUKUM
Ratusan Hewan Ternak di Vaksin
Mengaku Dukun, Petani Cabuli Siswi SMP KARAWANG – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Karawang menangkap MSH alias DY (31) warga Cilamaya Kulon. Pelaku mencabuli WS (16) siswi SMP, dengan dalih bisa menyembuhkan kesurupan. Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, pihaknya sedang mencari solusi MSH alias DY (31) warga Cilamaya Kulon. Pasalnya, berhasil diluncurkannya korban yang masih berstatus siswa SMP karena lolos disetubuhi kejahatan. “Pelaku setubuhi korban saat berpura- pura mampu merawat kebiasaan kesurupan korban. Pelaku mengelabui korban selamat dengan menerima orang pintar atau dukun,” ujar Bimantoro kepada wartawan, kemarin Menurut Bimantoro, awalnya korban korban resah dengan kebiasaan buruk anak perempuannya yang masih berstatus siswa SMP. Karena, kerapkali meninggalkan tak sadarkan diri dan meracau dan menyebabkan kerasukan atau kesurupan. “Orangtua korban melahirkan demi pertolongan dan ditemulah dengan yang seharusnya mampu menyelamatkan domba,” jelasnya. Lanjut Bimantoro, korban menyelesaikan pembunuhan dengan dibawa ke kamarnya untuk diproses proses ritual pengobatan. “Namun, proses pengobatannya tak lazim, karena korban ditelanjangi dan disetubuhi kejahatan dengan dalih bagian dari ritual,” katanya. Di Mapelres Karawang, pelaku kemudian ditangkap usai proses penyelidikan melibatkan hasil visum dan repertum terhadap korban membuktikan perlindungan bejat. “Pelaku ditangkap dirumahnya tanpa perlawanan. Dia juga mengakui bahwa dia sudah lama menduda usai cerai dengan berbicara,” tuturnya. Alhasil, akibat aksi tipu daya bejatnya, hukuman penjara di Mapolres Karawang. Pelaku disangkakan pasal 81 dan 82 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (rie)
KARAWANG – Ratusan hewan jenis domba dan sapi, berjamaah di vaksin Dinas Pertanian Karawang sepekan terakhir. Kegiatan yang melibatkan para penyuluh pertanian itu, menyisir setiap kampung di Karawang, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus antrax pada hewan yang mengancam pada kesehatan masyarakat. Kabid Peternakan Dinas Pertanian Karawang, Handoko mengatakan, Vaksin antrax dilakukan untuk mencegah agar tidak ada hewan yang terjangkit penyakit antrax. Karawang merupakan daerah endemis antrax. Sebab, jenis bakteri antrax tahan terhadap panas. Apa lagi, di Karawang saat ini, cuacanya memang sedang panas menyengat. “Virus ini tahan panas dan dapat hidup puluhan tahun di dalam tanah, di Karawang pernah terjadi kasusnya. Jadi harus di cegah dengan vaksinasi ini,” ujar Handoko kepada KBE, kemarin. Kepala DesaTegalsari, Kecamatan Cilamaya Wetan, Awang Wibisono mengatakan,
WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
VAKISN ANTRAX : Penyuluh peternakan dari Dinas Pertanian Karawang, sedang memberikan vaksin pada hewan ternak warga Desa Tegalsari, Cilamaya Wetan.
di desanya petugas peternakan dari penyuluh pertanian Kecamatan Cilamaya Wetan, sudah melakukan vaksinasi antrax terhadap 165 ekor domba dan 1 ekor sapi. Tepatnya di tiga dusun yaitu Dusun Kebon 1, Kebon 2 dan Dusun Krasak.
Para peternak di Desa Tegalsar i, kata Awang, merasa bersyukur. Hewan ternaknya telah di vaksin antrax oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Karawang. “Totalnya sudah ratusan hewan yang di vaksin. Untuk yang belum, bisa menyu-
sul di pekan depan,” ujar Awang. Dengan telah diberikannya vaksi antrax. Awang berharap, hewan ternak di Desa Tegalsari semuanya sehat. Juga masyarakatnya terhindar dari berbagai penyakit, akibat virus antrax tersebut.
“Saya harap masyarakat juga bisa menjaga kebersihan. Agar tidak tertular penyakit, seperti antrax,” jelasnya. “Masyarakat juga harus rajin gotong royong, biasakan gaya hidup sehat dan tidak membuang sampah sembarangan,” imbuhnya. (wyd)
Bupati Cup, Celica : Bermunculan Bibit Atlet Unggulan KARAWANG – Perhelatan Bupati Cup 2019 resmi ditutup oleh Bupati Kabupaten Karawang, Cellica Nurrachadiana di Plaza Pemda Kabupaten Karawang, Sabtu (14/9). Penutupan Bupati Cup yang digelar bersamaan dengan upacara hari jadi ke-386 Kabupaten Karawa-
ng ditandai dengan penyerahan medali secara simbolis oleh bupati kepada atlet-atlet peraih medali dari cabang olahraga (cabor) jujitsu, kick boxing dan woodball. Dalam sambutannya, Cellica menyampaikan terima kasih kepada KONI Kabupaten Karawang yang telah
menggelar Bupati Cup. “Semoga dari event ini banyak bermunculan bibit-bibit atlet unggul yang nantinya bisa mengharumkan nama Karawang dengan meraih prestasi baik di level provinsi, nasional, bahkan internasional,” kata Cellica. Sementara, Ketua Umum KONI Kabupaten Karawang
H. Sayuti Haris, didampingi Sekretaris Umum Johny Heru Wibowo mengatakan, Bupati Cup 2019 yang diikuti 27 cabor dan dimeriahkan kurang lebih 2.000 atlet berjalan lancar. “Alhamdulillah tidak ada kendala. Hampir seluruh cabor telah menyelesaikan kejuaraan, kecuali kempo yang akan mulai dipertandingkan besok,” ungkapnya. Dijelaskan H. Sayuti, Bupati Cup digelar sebagai proses penjaringan atlet
Karawang menuju Porprov Jabar 2022. Oleh karena itu, KONI meminta, atlet-atlet terbaik hasil penjaringan Bupati Cup bisa ditindaklanjuti oleh setiap cabor untuk dilakukan pembinaan. “Mudah-mudahan dengan begitu setiap cabor memiliki atlet-atlet yang berkualitas saat berlaga di Porprov nanti. Sehingga Karawang bisa berprestasi dengan menembus minimal posisi 10 besar,” pungkasnya. (bbs/rie)
Selamat Hari Jadi Karawang ke-386 4 September 1633- 4 September 2019
CV.ISTIQOMAH
Dinas LINGKUNGAN HIDUP DAN KEBERSIHAN (DLHK)
Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)
Selamat Hari Jadi Karawang ke-386
Selamat Hari Jadi Karawang ke-386
Membangun Kebersamaan Menuju Karawang JAMUGA “Jaya, Mulya, Tohaga”
Membangun Kebersamaan Menuju Karawang JAMUGA “Jaya, Mulya, Tohaga”
WAWAN SETIAWAN KEPALA DINAS
YUDHI YUDIAWAN KEPALA DINAS
Mengucapkan
Mengucapkan
Mengucapkan Selamat Hari Jadi Karawang ke-386
Membangun Kebersamaan Menuju Karawang JAMUGA “Jaya, Mulya, Tohaga”
SENIN, 16 SEPTEMBER 2019
6
Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis
RM Pantura Hadirkan Menu Baru
Wujudkan Permintaan Konsumen
CIKARANG SE L ATAN – Seiring banyaknya permintaan dari konsumen. Rumah Makan Pantura menyediakan menu baru bernama ikan gurame asam manis. Menu ini menjadi pelengkap rumah makan spesialis ikan ini. Pemilik RM Pantura, Kartini mengatakan, banyak pelanggannya yang meminta disediakan menu ikan nonbakar. Permintaan itu datang dari pelanggan yang sedang hamil, karena tidak dianjur-
kan memakan ikan bakar. “Jadi kita penuhi permintaan konsumen. Awalnya belum sediakan. Tapi lama-kelamaan permintaan semakin banyak, ya kita coba,” katanya, kemarin. Menu baru satu ini patut dicoba konsumen yang menginginkan kesegaran dan paduan rasa asam dan manis. Campuran nanas dengan bumbu asam menjadi resep di balik menu baru itu. Cita rasa makanan khas Pantura ini dibawa ke Cikarang oleh Rumah Makan Pantura di Perumahan Bumi Cikarang Makmur (BCM), Desa Ciantra, Cikarang Selatan ini. Rumah Makan Pantura
mengusung motto ‘rajanya
gurame, ikan bawal hitam,
suami-istri, Suryadi dan Kar-
ikan bakar laut’, dengan menu berupa ikan kakap putih, ikan kuwe, udang, cumi, ikan
ikan kakap merah, dan ikan etong. Pemilik Rumah Makan Pantura adalah sepasang
tini. Mereka merintis usaha ini sejak 2016. “Kita benar-benar konsep
Pantura. Dari segi makanannya, dan juga suasana rumah makan ini. Memang kita sengaja dibuat mirip di sana (Pantura, Ed). Cara bakarnya, dengan bumbubumbunya,” ucap Kartini. Katanya, menu yang paling laris di rumah makan itu adalah kakap putih, ikan etong, ikan gurame, cumi bakar, dan udang bakar. Rumah makan ini buka mulai pukul 15.30 sampai 23.00 setiap harinya. Sajian kuliner di rumah makan ini tak hanya diburu oleh warga Cikarang, tetapi ada juga yang berasal dari Pondok Gede, Kota Bekasi, dan wilayah Cibarusah. “Kata pelanggan ikan kita
enggak bau amis. Jadi mereka suka banget. Datang lagi ke sini,” ucap Kartini. Ikan etong, salah satu menu terlaris, digemari karena daging yang empuk, gurih, dan terasa seperti daging ayam. Untuk pengolahan ikan, Rumah Makan Pantura menggunakan metode manual, jadi cita rasa ikan terjaga. Metode pembakarannya pun menggunakan batok kelapa agar pembakarannya sempurna, meski memakan waktu lebih lama. Tiap sajian memakan waktu sekira 20 menitan, akan tetapi itu tak jadi masalah bagi konsumen untuk mendapat cita rasa yang mereka inginkan. (dim)
SENIN, 16 SEPTEMBER 2019
SAMBUNGAN
7
Juara-juara Lomba PWI KARAWANG-Pada HUT Karawang ke-386, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang menggelar lomba Karya Tulis Jurnalistik dan Foto Instagram.
Ketua PWI Kabupaten Karawang Aep Saepullah mengungkapkan, pesatnya kemajuan teknologi dan era internet of things, serta menyongsong revolusi induatri
4.0, mendorong penyebaran informasi semakin cepat. Informasi apapun bisa diperoleh dalam satu genggaman melalui smartfhone. Hal ini menjadi peluang bagi pemerintah dan
Manuver Pangkal .... dari halaman 1 PDIP Perjuangan untuk berlabuh sekaligus menjadi kendaraan politiknya untuk maju di bursa Pilkada 2020 mendatang. Dirinya melakukan pendaftaran langsung dalam penjaringan terbuka bakal calon Bupati/wakil bupati yang digelar DPC PDIP, usai menjadi narasumber dalam diskusi Publik Paradoks di Kota Industri yang digelar Repdem (13/09/2019). “Teman-teman meminta saya untuk maju kembali men-
calonkan menjadi Wakil Bupati Karawang. Kita akan bersama-sama memperjuangkan agar PDIP bisa memenangi pertarungan politik di Pilkada 2020 mendatang, “ ucapnya Menurutnya, terlepas rekomendasi atau bukan, semua orang pasti menginginkan untuk mendapatkan rekomendasi dari partai politik untuk bisa maju menjadi Calon Bupati ataupun Calon Wakil Bupati. “Politik adalah hal yang dinamis, apapun ceritanya dan siapa pun orangnya berhak ke partai manapun yang ia
ingin berlabuh,” ucapnya. Saat ditanya kemungkinan dirinya akan pindah ke partai lain, Askun menolak dan berkeinginan kuat ingin berlabuh bersama partai berlambang moncong putih, bentukan mantan Presiden RI ke-5, Megawati Sukarno Putri, untuk maju di Pilkada 2020. “Saya berharap dari PDIP ini akan bisa memilih dan memilah. Siapapun yang akan maju menjadi calonnya baik itu untuk pendamping ataupun untuk calon bupatinya,” pungkasnya. (gie/shn)
Sri Rahayu .... dari halaman 1 sesuai kegiatan apel besar. Dikatakannya, seperti halnya Wisata Tugu proklamasi yang berada di lokasi Rengasdengklok, diperlukan peningkatan infrastruktur jalan, terlebih terhadap pembangunan di tugu tersebut. Di samping itu masih banyak lagi lokasi wisata lainya yang harus ditingkatkan pembangunannya. “Selain itu, persoalan pendidikan cukup dilematis. manakala jumlah pen-
gangguran di Kabupaten Karawang setiap tahun mengalami peningkatan, sebenarnya akar permasalahannya banyaknya lulusan SMA ketimbang Sekolah kejuruan atau SMK,” ucapnya. Lanjutnya, sehingga perlu adanya terobosan baru dari Dinas Pendidikan Karawang untuk memberi masukan kepada Pemprov Jawa Barat. “Sekolah SMA kan buat peserta didik yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Jadi hal ini yang harus kita pikirkan.
Kami juga akan menjelaskan kepada Pemprov jabar,” tuturnya. Masih kata Sri, untuk mengatasi pengangguran ini perlu adanya peningkatan latihan kerja di berbagai pelosok daerah. Jika memungkinkan perlu adanya Balai Latihan Kerja di setiap kecamatan,sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar Karawang. “Saya ingin putra daerah Karawang menjadi tuannya di negeri sendiri,” pingkasnya. (gie)
Terus Lahirkan .... dari halaman 1 tama adanya pengurangan halaman dan edisi terbit. Langkah ini diayuh sebagai bagian pengembangan usaha baru kami yaitu koran digital. Unit bisnis digital anyar ini bakal menyapa pembaca dimanapun berada. KBE digital hadir dalam genggaman ponsel pintar atau smartphone baik Playstore maupun App Store. Meski masih versi beta atau uji coba dengan pihak ketiga Myedisi dan Epaper, dengan unit bisnis baru ini diharapkan pelaggan di seluruh penjuru dunia bisa menikmati sajian berita terhangat wilayah Purwakarta, Subang, Karawang, Bekasi (Purwasukasi). Artinya dengan keterbatasan ruangan koran, harian umum KBE memang tak mungkin jorjoran memberikan informasi kepada pembaca. Ketika media digital unggul dalam kecepatan, koran ditantang meningkatkan kualitas berita, memberikan kedalaman, menawarkan perspektif, mengedepankan akurasi (jurnalisme presisi), dan memberi makna atas berita (jurnalisme makna). Perubahan lainnya dilakukan pada perwajahan koran cetak KBE. Perubahan desain wajah adalah hal biasa. Wajah baru yang dirancang sepenuhnya oleh tim desain grafis dan editor KBE ini pastinya bakal lebih segar
tanpa melupakan gaya Jawa Pos. Misalnya seperti halaman depan KBE nantinya akan lebih fokus menggarap isu terbaik daerah-daerah ‘jajahan’ Koran Juara di Jawa Barat. Integrasi ini penting dilakukan agar pembaca tak mengalami kejenuhan dalam memahami kata demi kata yang disajikan KBE dari hasil reportase data dan fakta di lapangan. Perubahan dan inovasi terakhir adalah optimalisasi portal online. Syukur alhamdulilah, KBE dipercaya pihak direksi untuk membuat sekaligus mengembangkan bisnia digital, yakni Onlinemetro.id, KBEonline. id, Meikartaraya.co atau Mr.co. Dengan adanya portal online yang dibawah bendera PT Wahana Raya Multimedia ini, kami berharap berbagai produk yang dihasilkan dapat semakin memenuhi kebutuhan para pembaca, pelanggan dan mitra KBE Group. Konten berkualitas (quality content) yang bertumpu pada kekuatan data (data driven) dan berbasiskan analisis (research base) akan selalu menjadi acuan kami dalam upaya menghasilkan karya-karya terbaik. Disisi lain, potong tumpeng menjadi agenda tahunan yang digelar perusahaan dengan harapan dan doa untuk perjalanan ke depan yang lebih sukses. Dan saya pribadi mem-
berikan apresiasi setinggitinginya kepada seluruh karyawan yang memiliki semangat super untuk memajukan koran ini meskipun mengalami banyak kendala. Tak lupa juga saya acungan jempol juga bagi generasi baru yang terus memberikan inspirasi tanpa batas menyuguhkan jurnalisme berkedalaman di tengah era yang berubah. Ucapan rasa bangga saya ucapkan kepada Wahyudi, jurnalis KBE yang lulus menjadi peserta terbaik pada kompetisi Karya Jurnalistik yang digulirkan PWI dalam HUT Karawang dan harapnnya bisa menular ke para punggawa redaksi lainnya. Desain boleh saja berubah, tetapi visi dan komitmen membangun peradaban manusia tetap bertahan. Karena itu, KBE akan terus berupaya menjadi koran konvensional (cetak) dan koran digital (online yang relevan sesuai kebutuhan pembaca masa kini serta masa mendatang. Prinsip perbaikan berkelanjutan, ketaatan pada kode etik, kesetiaan pada prinsip dan kaidah jurnalisme, menjaga independensi ruang redaksi akan tetap dipegang teguh. Namun kami pun sangat menyadari masih perlu menerima kritik dan saran dari banyak pihak, khususnya pembaca setia kami. Tetap berpikir merdeka. Wassalam. (*)
pihak terkait, termasuk PWI Karawang, untuk menggaungkan pembangunan, budaya, pariwisata, maupun Karawang itu sendiri. “Kami ingin mengambil peran untuk menggaungkan Karawang. Juga memberantas hoaks yang bertebaran,” kata Aep. Lomba Karya Jurnalistik dan Foto Instagram ini mengangkat tema “Tunjukkan Karya Kamu untuk Karawang” dan sub tema “Kebanggaan Membangun Karawang”. Lomba ini ada berkat kerja bareng PWI Karawang dengan Pemkab Karawang. Juga dukungan dari Bjb Karawang, JNE Karawang, Pertamina EP, Jawa Satu Power, Pindo Deli, dan PDAM Tirta Tarum
“Lomba Karya Tulis Jurnalistik merupakan salah satu upaya meningkatkan profesionalisme wartawan Karawang, sembari menggaungkan kota pankal perjuangan kepada publik,” katanya. Sedangkan Lomba Foto Instagram, kata Aep, dipersembahkan bagi mereka yang bangga terhadap Karawang. Peserta wajib menyertakan alasan mengapa ia bangga, dan mengapa Karawang harus bangga kepadanya. Sebab, Karawang perlu juga memberikan penghargaan bagi mereka yang senantiasa berkarya, berinovasi. Tentu juga dukungan, bimbingan, dan perlindungan. Juara 1 Lomba Karya Tulis Jurnalistik diraih Yan Bonardo
dari Spiritnews.co.id dengan judul Hidup dari Boneka di Kampung Boneka Karawang. Juara 2 oleh Wahyudi Umar dari Karawang Bekasi Ekspres (KBE) dengan judul Dari Cilamaya untuk Indonesia, Dibalik Megahnya PLTGU Jawa-1. Kemudin juara 3 diraih Asep Sopian dari Radar Karawang dengan judul Rizaldy, Peman Terbaik Gothia Cup 2019 di Tiongkok. Sementara itu, lima pemenang lomba foto instagram yakni J. Haris, Ojos atau Akim, Sopandi, Maemunah, dan Ibnu Muhammad. J. Haris seorang seniman lukis, ingin mengikuti lomba foto instagram ini untuk memotivasi para pecinta seni lukis. Baginya, Karawang mer-
upakan tempat lahir pelakupelaku seni, dan mempunyai budaya yang mengakar sejak dulu. “Barangkat dari itu, saya merasa berkewajiban eksistensinya dengan berkarya,” kata Haris. Kang Ojos atau Akim, mengunggah foto disertai caption menarik. Dengan Bangga, ia memamerkan bibit tanaman endemik buatannya. Bibit itu ia buat dari tanaman hutan di sekitar, diantaranya pohon Asam Buto (Baobab), Jamblang, Katapang, Caringin, Bunut, Picung (kelewek), Jengkol, nangka, buah gedong, aromanis, jambu monyet, jeruk nipis, dan blueberry. Bibit-bibit itu kemudian dibagikan kepada masyarakat untuk ditanam.(*)
berdampak pada 5.870 Ha ekosistem terumbu karang di laut Karawang. Bahkan, sambung Ravindra, saat ini ada 77.713 pohon mangrove pada zona pasang surut yang terpapar oil spill. Hal tersebut dapat membunuh perlahan ekosistem mangrove yang ada, seperti kejadian mati masal kepiting bakau di Desa Pusaka Jaya Utara. Terpaparnya zona pasang perairan Karawang juga berdampak pada nelayan muara karena 62.32 Ha pada 41 muara di Karawang telag tercemar minyak mentah. “Hal ini sangat merugikan nelayan dan penambak yang bergantung hidupnya pada perairan Karawang yang sehat tanpa oil spill,” kata dia. Ketika masyarakat pesisir Karawang tengah terdampak oil spill, mereka dipekerjakan tanpa jaminan kesehatan. Setiap hari warga pesisir itu terpapar oil spill yang masuk dalam kategori limbah B3 sesuai PP 104/2014 tentang pengelolaan limbah B3. Terpaparnya masyarakat pesisir oleh oil spill dapat menyebabkan kesehatan jangka panjang seperti gangguan reproduksi dan kanker darah (leukemia).
Menurut Kepmenaker 150/1999 pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja kurang dari 3 bulan secara berturut-turut wajib mengikutsertakannya dalam program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. “Jika mereka dikerjakan tiga bulan berturut-turut atau lebih, maka mereka wajib mendapatkan jaminan hari tua dan jaminan pemeliharaan kesehatan,” kata Ravindra. Saat ini, lanjut dia, Pertamina berbuat seenaknya, dengan tidak memberi kepastian kerja apalagi jaminan kesehatan kepada masyarakat pesisir yang dipekerjakan membersihkan pantai dari tumpahan minyak. “Hal tersebut seharusnya menjadi perhatian Pemkab Karawang dan Pemprov Jabar. Bukan malah menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada Pertamina tanpa pengawasan dan pemantau dari instansi terkait,” katanya. KMSK memberi tenggat 30 hari kerja kepada bupati untuk menjawab somasi tersebut. Selama waktu tenggat itu, KMSK tidak akan timggal diam karena mereka akan melakukan aksi-aksi susulan ke sejumlah tempat. (rie)
Calung Kending Banyumas Jateng. Usai atraksi tersebut diikuti mobil hias dari berbagai BUMD dan Perusahaan yang ada di Karawang serta seluruh OPD yang ada di Kab Karawang juga turut Kampanyekan Program Kerja pada mobil hiasnya. Kirab Hajat Budaya ini berlangsung sampai tengah malam. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Jajaran Forkominda antara lain Ketua DPRD, Kejari, Dandim 0604, Kapolres dan Ketua Pengadilan Negeri Kab Karawang, ribuan masyarakat memadati lokasi pawai kirab hajat Budaya. Hanya saja kemeriahan acara Kirab Budaya ada banyak masyarakat yang hadir kecewa. Pasalnya letak panggung yang berada tepat di utara alun-alun, atau dekat dengan kantor Pegadaian, membuat masyarakat yang berdesakan di sepanjang jalan Tuparev-Kertabumi tak
bisa menyaksikan penampilan para peserta. Warga hanya bisa melihat antrian rombongan peserta saja. “Jauh-jauh ke sini, berdesakan-desakkan, tapi gak bisa lihat penampilan. Yang bisa lihat penampilan peserta cuma pejabatnya aja,” kata Udin, yang mengaku berasal dari Rengasdengklok. Warga yang sudah lama menunggu kedatangan bupati dan rombongan serta berdesakan-desakan pun nekat menerobos pagar penghalang yang dipasang panitia. Bahkan, pembawa acara sempat menghentikan acara kirab karena penonton yang merangsek masuk ke area panggung nekat duduk dan berdiri di atas genset. Salah satu MC sempat mengatakan, “Kita hentikan dulu, demi keamanan para penonton. Jangan ada yang di genset. Bahaya.” (*)
Somasi di Hari Jadi .... dari halaman 1 Para pengunjuk rasa mempertanyakan sikap Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap pencemaran lingkungan akibat bocornya sumur YYA-1 milik PHE ONWJ depas Pantai Cilamaya. Saat aksi massa KMKS menyerahkan surat somasi kepada Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Mereka mendesak bupati untuk menentukan langkah-langkah strategis dalam menangani insiden tersebut. “Dalam hal ini, bupati harus lebih tegas terhadap pihak Pertamina. Kerusakan lingkungan hidup dan penderitaan masyarakat pesisir harus menjadi fokus menanganannya,” ujar narahubung KMSK, Ravindra. Dikatakan, Bupati memang telah membuat Surat Ke pu tu sa n t e nt a ng penanganan tumpahan minyak mentah di perairan Karawang. Namun SK tersebut lebih condong kepada pendataan dan penyaluran dana kompensasi. Padahal, lanjut Ravindra, yang dibutuhkan masyarakat adalah penanganan lingkungan serta pendampingan masyarakat pesisir yang
terdampak oleh oil spill. “Tidak adanya pos kesehatan dari Dinas Kesehatan Karawang dan tidak turunnya Dinas Perikanan Ka raw a n g u n t u k m e n dampingi para nelayan dan petambak menjadi bukti Pemkab Karawang mengabaikan masalah ini,” katanya. Yang ironis, pihak Dinas Pariwisata dinilai sama sekali tidak turun ke lapangan melihat kondisi pantai yang tercemar minyak mentah. Padahal, ada ribuan masyarakat Karawang yang bergantung hidupnya pada pariwisata pesisir. Dijelaskan juga, tumpahan minyak mentah telah b erdampak bur uk dar i segi ekologis dan sosial. Pencemaran pantai, laut dan perairan Karawang selain menimbulkan efek kerusakan lingkungan jangka panjang juga berdampak pada sosial masyarakat. KMSK menyebutkan, tumpahan minyak telah mencemari 54.670 Ha Laut Karawang yang membuat nelayan harus lebih jauh melaut dan berkurangnya hasil tangkapan. Selain itu pencemaran akibat tumpahan minyak juga
Bupati Cellica Naik …. dari halaman 1 ganti melewati panggung kehormatan. Sampai saat ini kegiatan masih berlangsung dan berjalan aman dan kondusif. Dalam rangka HUT Kabupaten Karawang ke 386, Kepolisian Resor Karawang laksanakan pengamanan. Dalam kegiatan ini, tidak hanya personil Kepolisian, namun juga ada dari anggota TNI dari Kodim 0604/Karawang, Sat Pol PP, Dishub kab.Karawang, Damkar hingga organisasi masyarakat ikut andil dalam mensukseskan agenda tahunan tersebut. Personil Polres Karawang selain lakukan pengamanan, juga lakukan pengawalan menggunakan kendaraan dinas, buka tutup jalur hingga pengaturan arus lalu lintas. Di kegiatan ini ratusan personil diterjunkan, dengan menjaga baik di persim-
General Manager: Tohiri Alam. Deputy General Manager: Hayatullah. Pimpinan Perusahaan: Tohiri Alam. Pimpinan Redaksi: Hayatullah. Wakil Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Asisten Redaktur: Fuad Fauzi, Tomi Prayoga. Kabupaten Karawang: Agus B, Yogie S, Toyib, Wahyudi. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Agus Nuryadin, Haripan Nahampun, Yogie Trinanda. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Subang: Feri Kosasih. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Keuangan/Administrasi: Dewi Megawarti (Koordinator), Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein, Iin. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi.
pangan hingga panggung utama yang berada di alun alun. Saat ini kegiatan masih berlangsung dan kendaraan masih dialihkan ke jalur jalur yang sudah disediakan. B u p a t i C e l l i c a Nu rrachadiana datang menggunakan Kereta Kencana, di awali Wakil Bupati H.Ahmad Amakhsyari dan jajaran Forkominda yang menunggangi kuda, Sekda Kab Karawang dan Kepala OPD lainnya juga menggunakan Becak berjumlah 385 becak. Sementara itu ada juga pagelaran lain dari Perkusi Bengkulu, Tarian dari Kaltim, Reog Jawa Timur, Gamelan Bali,Tari Papua,Tarian Aceh,Tarian Bugis Sulsel,Tari Betawi Jakarta, dari Minang Sumbar dan Batak Sumut juga turut berpartisipasi, dan untuk lokal dari Provinsi Jawa Barat antara lain, Sisingaan Subang, Domba Garut,
Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Jalan Kasuari IX Blok O Nomor 52 Perum Cikarang Baru, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@ gmail.com. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan.
Atasi Pencemaran Sungai
KEMARAU PANJANG
FKPDAS Jabar Bentuk Tiga Korwil ISTIMEWA
Warga Cibatu Gelar Salat Istisqa PURWAKARTA- Kemarau panjang telah menyebabkan bencana kekeringan yang makin meluas. Selain upaya lahir, Muspika Kecamatan Cibatu Purwakarta dan ratusan masyarakat menggelar sholat istiqa agar diturunkan hujan. Acara ini diprakarsai Kapolsek Cibatu, AKP Ali Murtado sebagai bentuk meminta hujan kepada Allah SWT di Kabupaten Purwakarta. “Kegiatan sholat istisqa ini bertujuan untuk bermohon kepada Allah SWT supaya hujan diturunkan karena masyarakat telah Kekeringan kurang lebih 5 bulan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat khususnya di Kecamatan Cibatu,” kata Kapolsek Cibatu, AKP Ali Murtado saat ditemui usai kegiatan salat Istisqa yang di gelar di Lapangan Kecamatan Cibatu (13/9/2019). Menurut Ali, shalat diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari TNI/Polri, perangkat kecamatan dan desa, petugas puskesmas hingga pemuka masyarakat. Selain itu, ada juga tokoh pemuda, para guru dan kepala sekolah serta pelajar, termasuk warga masyarakat umum. “Mudah-mudahan, ikhtiar dan doa kami ini dijabah oleh Allah SWT dan hujan dalam waktu dekat bisa turun di wilayah ini,” ucap Ali Ia berharap, apa yang dilakukan tersebut bisa mendorong masyarakat Cibatu lainnya untuk berdoa memohon hujan. “Tadi juga pak camat menghimbau bagi penguruspengurus Masjid, agar warga menggelar shalat istiqa di tempatnya masing-masing. Diketahui, sebelum melaksanakan shalat istisqa, kegiatan diawali dengan pembacaan Dzikir dan penyampaian tata cara pelaksanaan shalat Istisqo, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat istisqa dengan imam shalat yakni KH. Aef Saepuloh. (san)
PURWAKARTA - Maraknya kasus pencemaran sungai khususnya di wilayah Kabupaten Purwakarta, Subang dan Karawang (Purwasuka) umumnya di Jawa Barat, terutama di wilayah zona industri yang rentan terjadi pencemaran lingkungan. Karena itu Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKPDAS) Jawa Barat secara resmi membentuk Korwil untuk wilayah Kabupaten Purwakarta, Karawang dan Subang. Acara pembentukan berlangsung di Hotel Harper Kecamatan Bungursari (13/9/2019 ). FKPDAS wilayah Purwasuka ditunjuk sebagai Ketua Umum H Ujang Alim Adisaputra. Ujang Alin menegaskan, terkait program kerja utama yang akan segara dilaksanakan membangun hubungan keselarasan dan keserasian ekosistem di aliran DAS. Hingga ada dampak terhadap peningkatan kemanfaatan dan produktifitas lahan bagi manusia secara terpadu dan berkelanjutan serta mendukung Program Citarum Harum yang sedang digalakkan Pemerintah. “Kita siap mewujudkan peran manusia dalam menjaga dan melestarikan sumberdaya Alam Daerah Aliran Sungai, serta mendukung program Citarum Harum,” ujar H.Ujang Alim Adis-
aputra. Dijelaskan, Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKPDAS) merupakan Lembaga Nonstruktural di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang dibentuk berdasarkan Amanat Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan dan UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Selain itu berdasar PP Nomor 37 Th 2012 Tentang Pengelolaan DAS, dan Pergub No. 14 Th. 2013 tentang Pengolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Menurut Dr Mulyaningrum Pengurus FKPDAS Jawa Barat, kehadiran FKPDAS untuk melindungi dan memulihkan fungsi hutan, rehabilitasi lahan dan konservasi tanah dan air di lingkungan DAS. “Selain itu, melakukan kegiatan yang berdampak terhadap kelestarian Hutan perlindungan dan pemeliharaan sumber dan aliran DAS kemanfaatan lahan secara produktif untuk tercapainya kesejahtraan masyarakat sekitar lingkunga DAS,” papar Mulyaningrum. Pembentukan Korwil FKPDAS untuk 3 Kabupaten ini dihadiri pejabat Dinas Kehutanan Jawa Barat, beberapa pengurus FKPDAS Jawa Barat diantaranya Korbid Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Dr. Mulyaningrum, dan Bidang Pengembangan Sumber-
Jasa Marga Tambah Penunjang Keselamatan Tol Cipularang PURWAKARTA - Setelah kecelakaan maut di ruas Tol Cipularang PT Jasa Marga melakukan evaluasi besar-besaran. Sejumlah penunjang keselamatan lalu lintas Tol Cipularang ditambah. General Manager PT Jasa Marga Purbaleunyi, AJ Dwi Winarsa, mengatakan kejadian kecelakaan terakhir menjadi perhatian bersama. PT Jasa Marga akan melakukan sejumlah langkah penunjang keselamatan sesuai tugas dan fungsi dalam pengelolaan jalan tol. Menurutnya, sejauh ini kondisi tol sudah sesuai standar yang ditetapkan pemerintah. Namun demikan penambahan penunjang keselamatan akan ditambah agar
kecelakaan tidak kembali terulang. “Lampu strobo sudah kami pasang di tiga titik, yaitu kilometer 99, 93 dan 91 di ruas Tol Cipularang,” ujar dia. Tak hanya itu, PT Jasa Marga juga menambah rambu-rambu lalu lintas dan 40 penerangan jalan umum (PJU) di kilometer 80 sampai 100. Diharapkan kasus angka kecelakaan dapat diantisipasi sedini mungkin. “Rambu-rambu sebetulnya sudah banyak namun kita tambah termasuk PJU juga, sehingga para pengendara mendapat pandangan lebih leluasa di sekitar itu,” kata dia. Selain itu, pembangu-
nan jalur darurat di kilometer 91 dan 92 juga tak luput dari perhatian PT Jasa Marga sebagai antisipasi kendaraan yang mengalami gangguan fungsi rem atau lainnya. Dia menargetkan pada bulan Oktober sejumlah penambahan penunjang keselamatan di sejumlah titik Tol Cipularang akan terpasang. “Jalur darurat sedang dalam proses pengerjaan, pemasangan PJU sudah kita mulai, ramburambu mulai kita pasang juga. Paling lambat pertengahan Oktober semua penunjang keselamatan itu sudah terpasang semua,” ujar dia. (san)
Polres Janji Percepat Penyelidikan Tabrakan Beruntun Cipularang PURWAKARTA- Lebih dari pekan setelah tabrakan beruntun di Jalan Tol Purwakarta-BandungCileunyi kilometer 91 Purwakarta, polisi belum juga menetapkan tersangka baru. Padahal, petugas telah mengantongi keterangan saksi dan berbagai barang bukti yang dibutuhkan. Polres Purwakarta berjanji untuk mempercepat proses penyelidikan kasus tersebut. “Namun, tidak mengabaikan substansinya, sesuai pokok tanggung jawabnya. Siapa yang bertanggung jawab, (dia) yang jadi tersangkanya,” kata Kepala Polres Purwakarta AKBP Matrius (13/9/ 2019). Sebelumnya, Polres Purwakarta telah menetapkan salah seorang sopir dump truck sebagai tersangka. Hingga saat ini, petugas masih memeriksa pihak perusahaan pemilik dumptruk. Matrius tidak menutup kemungkinan akan menetapkan pihak perusahaan sebagai tersangka selanjutnya. Pihak per usahaan diduga bertanggung jawab atas kelebihan muatan pada dua dump truck yang menyebabkan terjadinya tabrakan. Kedua truk diketahui sama-sama mengangkut tanah seberat 37 ton dari seharusnya maksimal 12 ton saja. Selain itu, Matr ius menemukan pelanggaran dimensi pada truk-truk tersebut. “Seha r u snya t i ng g i ba k ha nya satu meter ternyata 1,7 meter. Kita masih memeriksa siapa yang melakukan pelanggaran sehingga kendaraan ini masih beroperasi,” katanya.
8
Semangat Baru Purwakarta
SENIN, 16 SEPTEMBER 2019
Kapolres Purwakarta AKBP Matrius
Kedua dump truck itu diakui
milik dua perusahaan asal Jakarta dan Karawang berinisial TJT dan TJM. Keduanya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi angkutan barang dalam hal ini ialah tanah untuk bahan baku keramik. “Dua PT ini diperiksa kaitannya dengan tindak pidana korporasi di mana dua perusahaan ini menerima keuntungan dari pelanggaran yang dilakukan,” tuturnya. Selain itu, Matrius menduga mereka membiarkan pelanggaran dan tidak ada upaya mencegah pelanggarannya. (san)
ISTIMEWA
DARURAT PENCEMARANL: Sungai Cilamaya yang hitam tercemar limbah industri.
daya Aep Saeful Islam Hadir sekaligus membuka acara, Asda II Tri Hartono yang dalam sambutannya menyambut baik pembentukan Korwil FKPDAS ini. Tri berharap dimasing masing Kabupaten adalah orang
yang paham DAS dan Kehutanan secara umum. “Dan bebas dari kepentingan politik serta bisa berkoordinasi baik dengan pemerintah Daerah di kabupatennya masing masing,” harap Tri.
Untuk Korwil Subang terpilih Yaya Sudarya , aktifis Advokasi Masyarakat Subang (LAM) sedangkan untuk kor wil Karawang Terpilih Asep Sudrajat, seorang penggiat Lingkungan Hidup. (san)