Skip to main content

Karawang Bekasi Ekspres, 16 Juni 2020

Page 1

ANGKA KARAWANG UPDATE TERAKHIR: 15 JUNI 2020

POSITIF (SWAB TEST)

23

ANGKA JAWA BARAT

REAKTIF

POSITIF

271

ODP

5.221

POSITIF

PDP

485

2.623

KARAWANG (Sembuh 20)

(Sembuh 241, Meninggal 30)

(Selesai Pemantauan 5.103 Meninggal 7)

(Sembuh 432, Meninggal 39)

SEMBUH

1.142

ANGKA NASIONAL

MENINGGAL

162

POSITIF

SEMBUH

39.294 15.123

MENINGGAL

2.198

BEKASI

AKTUAL DAN TERPERCAYA

SELASA, 16 JUNI 2020

KBEONLINE. ID

ONLINEMETRO.ID

HARGA Rp3.000

karawangbekasiekspres_official

Warga Tanjungbaru

Rumah kami hancur semua, mandi pakai air sungai, kasian anak-anak...

Ingin Ditengok Bupati-Wabup Bantuan Pemkab Baru 20 Dus Air Mineral dan Mi Instan KARAWANG- Siang kemarin, Kantor Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon sesak oleh pengungsi. Puluhan warga setempat terpaksa mengungsi lantaran rumahnya ludes diterjang rob. Puluhan lainnya, kembali ke puing rumah mereka yang tersisa di pesisir pantai, lantaran tak kuat menahan sesaknya kantor desa. Ke Halaman METRO KARAWANG n

SOROT Diakui Anak Buah Luhut: Turis Tiongkok Diistimewakan

Karawang Terancam Kembali ke Zona Merah KARAWANG – Punya niat baik siapapun boleh tetapi untuk mewujudkannya tergantung keseriusan yang punya niat. Semakin besar upaya dilakukan makin besar juga peluang keinginan terwujud. Itu yang terjadi pada Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang. Target untuk menurunkan status Karawang ke zona biru agaknya masih terkendala partisipasi masyarakat untuk menekan penyebaran covid-19. “Banyak sekali masyarakat tidak menggunakan masker saat berkendara, ini menjadi perhatian kami. Kami sangat ingin adanya partisipasi masyarakat yang baik untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karawang,” tandas jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang dr. Fitra Hergyana dalam rilisnya Senin (15/6/2020). Fitra melihat masyarakat

JAKARTA - Pemerintah sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata yang mati suri akibat pandemi virus korona. Salah satunya adalah memberi perlakuan istimewa kepada wisatawan asal Tiongkok dan tiga negara lainnya. “Sebagai langkah pertama, kami membuka (objek wisata) bagi empat negara dan yang lainnya akan menyusul. Kami sedang merancang koridor pariwisata untuk empat negara, yaitu Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, dan Australia, tentunya denKe Halaman METRO KARAWANG n

PILKADA KARAWANG Tahapan Pilbup Mulai Lagi KARAWANG- Pemilihan bupati dan wakil bupati Karawang dipastiakan tetap akan dilangsungkan Desmber tahun ini. Kemarin (15/6) KPU Karawang memulai lagi tahapan pilkada yang sempat tertunda tiga bulan. Tahapan dimulai lagi ditandai dengan pelantikan Petugas Pemungutan Suara (PPS). Ada pun tahapan-tahapan yang sempat ditunda sejak bulan Maret lalu selain pelantikan PPS adalah, Pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih Ke Halaman METRO KARAWANG n

Karawang masih banyak yang berkerumun dan tidak melakukan physical distancing. Bahkan ada beberapa titik yang kerap dijadikan tempat kumpul dan nongkrong para milenial. Hal tersebut dikhawatirkan menyebabkan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karawang semakin bertambah. “Kabupaten Karawang masih melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan belum menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB),” tegas Fitra. Fi tra khawati r, a da nya penambahan warga terkonfirmasi covid-19 akan semakin meningkat sehingga pada akhirnya akan menempatkan status covid Karawang kembali ke zona merah. Karenanya demi memutus rantai penyebaran covid-19, pemerintah Kabupaten Karawang secara rutin melakukan test swab massal. “Dari tanggal 8 Juni sampai 13 Juni Ke Halaman METRO KARAWANG n

Kisah Perjuangan Satgas Stunting di Tengah Pandemi Covid-19

Jumlah Kasus Menurun, Karawang Menuju Zero Di tengah Pandemi Covid-19 yang melanda kota pangkal perjuangan, Karawang. Terbesit kisah heroik dari Tim Satgas Stunting Karawang. Tak banyak orang yang tau, jika tahun ini angka kasus stunting di Karawang turun derastis. WAHYUDI, KARAWANG

PANDEMI Covid-19 memang membuat banyak sektor terdampak. Termasuk gabungan OPD di lingkup Pemda Karawang, yang fokus pada pengentasan kelahiran anak kerdil atau stunting di kota lumbung pangan ini. Ti m S a t g a s S t u n t i n g Karawang mungkin saat ini tak setenar Tim Satgas Covid-19 Karawang. Meskipun sama-sama diKantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492

motori Dinas Kesehatan Karawang. Namun, prestasi Satgas Stunting Karawang tak kalah mentereng dari Satgas Korona. D a r i d a t a y a n g b e rhasil KBE himpun, kerja keras Tim Satgas Stunting Karawang berhasil membebaskan 21 desa yang didominasi wilayah pesisir utara, terbebas dari kasus stunting. Ke Halaman METRO KARAWANG n

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

PEMETAAN : Ketua Tim Satgas Stunting Karawang, Dedi Nuryadi, saat memetakan wilayah Karawang yang paling banyak kasus Stunting. email: karawangbekasiekspres@gmail.com,

redaksikarawangbekasi@gmail.com


SELASA, 16 JUNI 2020

METRO KARAWANG

PARLEMENTARIA

Komisi IV: Orang Tua Berperan Selama Anak #belajardirumah KARAWANG- Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, Yusni Rinzani berharap para orang tua lebih berperak aktif dalam mengawasi dan membimbing anak selama pemerintah masih menerapkan “belajar di rumah”. Sebab, selama tidak ada aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah, peran guru sebagai pengajar dan pendidik akan sedikit terhambat. “Dalam situasi seperti saat ini (pandemik Covid-19), peran orang tua atau wali murid menjadi sangat penting dalam proses belajar anak. Sehingga kualitas belajar anak tidak berkurang meski tidak ada KBM di sekolah,” ujarnya.

Ia mengatakan, KBM yang digelar secara daring tentunya mengharuskan siswa untuk mengakses internet melalui laptop atau pun gadget. Jika tanpa pendampingan dari orang tua, dikhawatirkan ada efek negatif saat anak leluasa mengakses internet. “Seperti kita tahu, banyak hal baik yang bisa dipelajari anak dengan mengakses internet, tapi ada juga dampak negatifnya. Disini lah peran orang tua menjadi sangat penting,” ucapnya. Untuk memastikan anak terlindung penularan virus, lanjut Yusni, orang tua juga harus memperhatikan aktivitas anak selama tidak menjalani KBM di sekolah.

“Aktivitas anak juga harus diperhatikan, jangan sampai anak justru beraktivitas di luar rumah tanpa protokol kesehatan,” pesan dia. Untuk mendukung kelengkapan protokol kesehatan, Yusni juga telah menyumbangkan sejumlah tempat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) untuk sejumlah sekolah di Kecamatan Rengasdengklok dan Kutawaluya. “Aktivitas sekolah baru akan dimulai sesuai dengan aturan pemerintah. Namun yang saya berikan ini sebagai persiapan untuk pembelajaran setelah situasi membaik, agar anak-anak lebih terjaga kebersihan dan kesehatannya,” tandas dia. (bbs/mhs)

Cakra Soroti Bergulirnya Hak Interpelasi KARAWANG- Bergulirnya wacana hak interpelasi anggota DPRD Karawang terhadap Eksekutif menyoal anggaran covid 19 menjadi sebuah sorotan salah satunya oleh lembaga kajian Cakra Institute. Meskipun masih banyak pihak yang meragukan keseriusan langkah interpelasi, namun Cakra Institute memiliki beberapa catatan terkait wacana itu. Menurut catatan Dede Nurdin Direktur Eksekutif Cakra Institute mencatat, DPRD baru terbangun dari tidur bahwa selama ini Eksekutif sering lupa menposisikan lembaga terhormat tersebut sebagai mitra setara. “Artinya bukanlah institusi dibawah eksekutif, mereka lembaga legislatif ini adalah setara kedudukannya,”katanya

Polemik hingga tercetusnya wacana interpelasi berawal dari polemik soal kebijakan dan anggaran tim Gugus Covid 19. Yang didalamnya terdapat juga ketua DPRD Karawang Pendi Anwar yang berasal dari Partai Demokrat yakni partai yang hari ini sedang berkuasa di Kabupaten Karawang. Sehingga asumsi yang muncul dalam pikiran para anggota DPRD bisa disimpulkan sebagai kegagalan Ketua DPRD dalam m e m p o s i s i k a n d i r i nya sesuai status dan perannya. “Banyak informasi dan perkembangan penanganan Covid yang tidak tersampaikan secara runut kepada DPRD yang memang fungsi control,”terangnya Wajar jika kemudian asumsi tersebut berkembang menjadi

ketidakpuasan menggunung dikalangan anggota legislatif lainnya. “Adanya perwakilan DPRD di Tim Gugus, seperti tak ada guna”tegasnya Bukan hanya kegagalan keterwakilan digugus tugas covid 19 saja, dalam bebeberapa momentum pernyataan Ketua DPRD Karawnag Pendi Anwar juga menyajikan komunikasi dan informasi yang dinilai kurang baik, pernyataan yang berbeda dengan anggota tim gugus tugas yang lainya “Berkali-kali juga Ketua DPRD Pedi Anwar berstatmen berbeda dengan penjelasan dengan anggota tim gugus, seperti keterangan tetang sumber dana pemebilan beras untuk dapur umum dan jumlah keterserapan atau anggaran yang sudah terpakai secara keseruluhan”,terangnya. (red)

Diakui Anak .... dari halaman KARAWANG BEKASI EKSPRES gan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Odo RM Manuhutu, pejabat di Kemenko Maritim dan Investasi, seperti dilansir Xinhua, Senin (15/6). Menurut anak buah Luhut Binsar Panjaitan itu, keempat negara tersebut dipilih karena jumlah

warga yang berkunjung setiap tahun dan besarnya nilai investasi mereka di Indonesia. Sebelum pandemi COVID-19 merebak, wisatawan asal Tiongkok kerap menduduki peringkat teratas dalam daftar turis mancanegara yang berkunjung

ke objek wisata Indonesia. Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ari Juliano mengatakan, protokol kesehatan yang ketat akan diberlakukan guna melindungi para wisatawan dan mencegah klaster virus dari objek wisata. (bbs/red)

dari halaman KARAWANG BEKASI EKSPRES (PPDP), Verifikasi Faktual Pasangan Calon Perseorangan dan Pemukhtahiran Data Pemilih. “Tahapan Pilkada Kabupaten Karawang 2020 akan kembali dilanjutkan setelah tiga bulan tertunda karena pandemi korona, ada beberapa tahapan di bulan Maret lalu yang belum dilaksanakan dan tahapantahapan lain ke depannya,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang, Miftah Farid kepada awak media dalam konferensi pers. Farid menuturkan, dilanjutkannya tahapan Pilkada di tengah pandemi tentu ada sejumlah hal yang harus diperhatikan KPU dalam setiap pelaksanaan kegiatan tahapannya. Termasuk selalu berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemda Karawang dalam menjalankan setiap tahapan. “Ada beberapa SOP yang ha r u s d i i ku t i o l e h p e -

nyelenggar KPU mulai dari tingkat KPPS sampai kepada tingkatan PPK dan KPU, dan wajib mematuhi protokol kesehatan dalam teknis pelaksanaannya,” ujar Farid. Disoal berapa besar anggaran yang disiapkan KP U untuk p engadaan alat pelindung diri (APD) sepanjang proses Pilkada nanti, Farid menjawab jika saat ini pihaknya masih menghitung kebutuhan APD tersebut serta masih dalam proses penyempurnaan karena anggaran APD ini belum masuk ke dalam anggaran hibah KPU. “Belum selesai dan masih menunggu peraturan yang bisa dijadikan dasar, acuan atau payung hukumnya, dan masih mengkalkulasi penghitungan di lapangan kita harus lakukan sesuaikan dengan kondisi di lapangan. Sementara kita dorong rekan-rekan penyelenggara di lapangan menggunakan APD sendiri,” ungkapnya. Terakhir disampaikannya,

K A R AWA N G - D i n a s Perhubungan (Dishub) m e m g i m b a u a n g ku t a n perkotaan (angkot) serta penumpangnya untuk menerapkan protokol kesehatan. Hal itu untuk mencegah penyebaran Covid-19 di masa pandemik ini. Kasie Angkutan, Dishub

Karawang, Yunus Kusriwanto mengatakan, pihaknya juga akan menempelkan stiker imbauan penerapan ptotokol kesehatan pada pintu masuk angkot. “Sementara ini kami akan pasang (stiker imbauan) di 500 unit angkot yang beroperasi di wilayah perkotaan,” ujarnya, Senin (15/6/2020). Ia menjelaskan, angkot yang belum dipasangi stiker imbauan juga harus tetap

anggaran hibah Pemkab Karawang untuk Pilkada ini sebesar Rp 74,6 miliar untuk keseluruhan tahapan kegiatan. Namun karena nampaknya kemungkinan akan ada penambahan anggaran. Sementara itu, anggota Komisioner KPU Karawang, Ikhsan Indra Putra menuturkan, setelah adanya rapat koordinasi antara Mendagri, KPU RI, Bawaslu, dan Komisi II DPR RI. Dikarenakan adanya pandemi Covid-19, pemilih dalam satu TPS yang sebelumnya diatur berjumlah 800 orang pemilih, sekarang dikurangi menjadi 500 orang pemilih dalam satu TPS. Dengan demikian, ada penambahan 1.374 TPS di Kabupaten Karawang dalam gelaran Pilkada nanti. “Jumlah TPS yang semula direncanakan hanya 3530 TPS, bertambah menjadi 4.904 TPS. Nanti akan disusun daftar pemilih dan dilakukan pencocokan dan penelitian,” pungkasnya. (bbs/mhs)

menerapkan protokol kesehatan, mulai dari penggunaan masker untuk sopir dan penumpang, menjaga jarak duduk, maksimun penumpang 70 persen dari kapasitas serta tidak melakukan kontak fisik secara langsung. “Kami juga mengimbau agar dilakukan penyemprotan disinfektan pada angkot untuk langkah sterilisasi kendaraan,” imbuhnya.

Yunus mengungkapkan, kondisi saat ini memang banyak angkot yang semakin sepi penumpang. Namun potensi penyebaran Covid-19 di dalam angkot masih cukup tinggi. “Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah amgkot yang kerap digunakan untuk mengangkut karyawan, karena sering padat penumpang,” tandasnya. (red)

‘Preman Pensiun’ Datangi Rumah Dinas Wabup KARAWANG– Aktor sinetron Preman Pensiun Kang Murad mengunjungi rumah Dinas Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamaksyari, Senin (15/6/2020). Kunjungan Kang Murad di Rumah Dinas Wakil Bupati Karawang di dampingi oleh ketua LSM GMBI M Saye g i D e wa, Ke tu a Yayasan Anugrah Insan Kang Heri dan Komunitas X Residivis. Menurut Kang Jimmy sapaan akrab Wakil Bupati Karawang dirinya sangat terkesan sekali dan terinspirasi oleh sinetron Preman Pensiun dengan persahabatan kang Murad dengan Kang Mus di dalam alur ceritanya. “Lewat Sinetron Preman Pensiun ini saya terinspirasi tentang arti persahabatan,”ujar

jangan minder dengan statusnya. “Bagi mantan residivis yang mau tobat nanti akan kami bina agar bisa berkarya,”katanya

Lanjut Kang Jimmy, ketika para mantan residivis, Genk motor, suporter fanatik sepak bola mendatangi rumah Dinasnya, itu mempunyai arti tersendiri baginya. “Kalau jadi Pejabat menerima tamu Camat, Lurah, Kiayai itu sudah biasa, tapi kalau menerima tamu mantan residivis, anak anak Geng Motor, Superter Bola itu memiliki arti tersendiri buat saya,”katanya lagi Kemudian Kang Murad Aktor Sinetron Preman Pensiun mendoakan bagi p a r a m a n t a n re s i d i v i s agar di mudahkan dan lancarkan usaha yang di r i nti snya. “Saya ha nya bisa mendoakan, semoga berkah dan dilancarkan usahanya,”katanya.(red)

kepala keluarga dan 115 jiwa terpaksa harus mengungsi sementara di Kantor Desa Pasirjaya. Saglak menyebut, bantu a n ya ng d at a ng d a r i pemerintah melalui BPBD Karawang, hanya 20 kardus mie instan dan 20 kardus air mineral. Sementara, untuk bantuan pangan dan kebutuhan pokok lain-lain, masih ditanggung udunan dari pemerintah desa dan warga sekitar. “Warga Tanjungbaru sudah menjerit. Mereka sangat berharap bupati turun dan menengok langsung keadaan mereka. Mereka di sana serba kekurangan dan sangat prihatin,” ujar Saglak, kepada KBE, Senin, (15/6) saat dihubungi via telpon. Saglak menjelaskan, kondisi perumahan warga di sekitar pantai legendaris Karawang itu sudah hancur lebur. Tak sedikit bangunan

yang roboh di terjang banjir rob. Bahkan, estetika khas Pantai Tanjung Baru pun kini sudah tak nampak lagi. “Warga disana kekurangan bantuan pangan, kalau sandang sudah banyak. Tapi yang paling penting, warga Tanjung Baru sekarang sedang krisis air bersih,” ujar Saglak. Asih kata dia, pihak pemerintah desa sebenarnya tak diam saja. Permohonan warga untuk melakukan pengeboran sumber air sudah direncanakan. Namun, sampai saat ini belum bisa direalisasi. Lantaran akses menuju perkampungan terdampak masih sangat sulit. “Rencana mau buat pengeboran buat sumber air. Itu pun anggarannya bukan dari pemerintah daerah. Sebisa kita saja di desa. Tapi belum bisa direalisasi, karena akses yang sulit,” katanya. (wyd/mhs)

PREMAN PENSIUN: Wakil Bupati Ahmad Zamaksyari Ketua GMBI dan Kang Murad Preman Pensiun.

Kang Jimmy Kemudian ia menyampaikan kepada Komusitas X Residivis yang benar benar mau bertobat agar

Warga Tanjungbaru Ingin .... dari halaman KARAWANG BEKASI EKSPRES Pekan lalu, banjir rob meluluhlantahkan rumahrumah di Desa Pasirjaya yang ada di bibir pantai. Berhari-hari warga kesulitan melakukan aktivitas. Namun pemerintah desa setempat mencatat, baru datang bantuan sekitar 20 dus mie instan dan 20 kardus air mineral. Masih minim alias jauh dari kata cukup. Desa Pasirjaya merupakan salah satu desa di anatara 9 desa pada 7 di Karawang yang terdampak terjangan banjir rob. Beberapa hari lalu, video dua warga Tanjungnbaru, Pasirjaya viral di media sosial. Mereka mengeluhkan sulitnya air bersih di sana. Mereka terpaksa harus mandi dan mencuci di air sungai yang kotor. Lantaran di sana sudah tak ada lagi sarana air bersih, pasca banjir rob ke-

marin. Diketahui, dua warga Tanjung Baru dalam video yang viral itu, adalah Rohimah ketua RT setempat yang didampingi warganya sedang mengeluhkan sulitnya mencari air bersih saat ini. “Kalau bisa mah ibu bupati, kita minta ditengok. Liat rumah kita (kami,red) sudah hancur semua. Mandi juga pakai air sungai, kasihan anak-anak jadi pada gatel dan sakit,” ujar Rohmah, memohon. “Kalau boleh minta, kita ingin dibuatkan sarana air bersih buat mandi, buat nyuci, sama buat minum sama ibu bupati,” pintanya Kepala Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Abdul Hakim atau yang akrab disapa Saglak mengatakan, akibat bencana banjir rob kemarin, sebanyak 52

Karawang Terancam Kembali .... dari halaman KARAWANG BEKASI EKSPRES

Tahapan Pilbup ....

2

Angkot Harus Taat Protokol Kesehatan Dishub akan Pasang Stiker

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, Yusni Rinzani

KARAWANG BEKASI

2020 pemerintah Karawang telah melaksanakan 674 test swab,” ujarnya. Untuk test selanjutnya, terang Fitra, akan dilaksanakan pada Selasa 16 Juni 2020 di tiga lokasi yaitu Pasar Telagasar i, Pasar Lemahabang dan Pasar Tempuran dari pukul 09.00 – 12.00 Wib. “Semoga

dengan adanya test swab massal, dapat mempercepat memutus rantai penyebaran covid-19 dan semoga tercipta karawang yang bebas dari covid-19,” ujarnya. Fitra juga memaparkan perkembangan terakhir Covid-19 di Kabupaten Karawang. Pasien Dalam

Pemantauan (ODP) terdata 5.211 kasus dan selesai pemantauan 5.103 kasus masih dipantaua 111 kasus serta meninggal 7 orang. Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 929 kasus selesai pemantauan 864 orang masih proses pemantauan 64 kasus. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) seben-

yak 485 kasus selesai pengawasan 432 kasus proses pengawasan 14 orang dan meninggal 39 orang. Reaktif RDT sebanyak 271 kasus sembuh rapid 241 kasus masih dalam observasi 0 kasus dan meninggal 30 orang. Sedang positif Swab sebanyak 23 orang sembuh 20 orang masih dalam perawatan 3 orang serta meninggal 0 kasus. (rie/red)

harus rampung sebelum berganti tahun. Kata dia, ada delapan rencana aksi yang harus segera diselesaikan untuk percepatan penanganan stunting di Karawang. Hingga pekan ke dua bulan Juni 2020, baru tiga aksi yang sudah selesai digarap. Diantaranya, aksi pertama tentang analisis situasi, aksi ke dua rencana kegiatan, dan aksi ke tiga tentang Rembug Stunting, yang baru saja selesai pekan kemarin. “Pekan ini target kita menggelar aksi ke empat, yaitu peran serta desa. Baru kemudian aksi ke lima, pembinaan, sampai aksi

terakhir ke delapan evaluasi,” jelasnya. Jika di lihat dari letak geografis, lanjut Dedi, desadesa di Karawang yang masih banyak angka kasus stuntingnya, masih didominasi oleh desa-desa di utara Karawang. Beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Tirtamulya, Kutawaluya, Cilamaya Kulon, dan Cilebar, jadi penyebaran kasus stunting terbanyak saat ini. “Mudah-mudahan setiap program yang kita rencanakan bisa membuahkan hasil. Targetnya, tahun depan Karawang sudah zero stunting,” ujarnya. (**)

Jumlah Kasus Menurun .... dari halaman KARAWANG BEKASI EKSPRES Ketua Tim Satgas Stunting Karawang, Dedi Nuryadi mengatakan, tahun 2019 silam ada 54 desa di 18 kecamatan di Kabupaten Karawang dinyatakan darurat stunting. “Alhamdulillah, kerja keras kita membuahkan hasil. Dari 54 desa di 18 kecamatan, sekarang hanya tersisa 36 desa di 14 kecamatan,” ujar Dedi Nuryadi, yang juga menjabat Kabid Pemkesos di Bappeda Karawang, Senin, (15/6). Dedi bilang, mengerjakan program-program stunting di situasi Pandemi Covid-19

jelas menguras tenaga dan fikiran. Selain aktifitas pengumpulan masa dibatasi. Sejumlah anggaran untuk program stunting pun harus rela di pangkas untuk memerangi Covid-19. “Tantangannya sangat banyak ya, pertemuan jadi terbatas, anggaran juga kena pangkas. Tak tanggung, anggaran stunting di Dinkes Karawang dipotong Rp. 750 juta,” kata Dedi, saat berbincang dengan KBE, di ruang kerjanya. Saat ini, sambung Dedi, timnya tengah fokus menyusun rencana aksi yang


SELASA, 16 JUNI 2020

HARGA Rp3.000

3

Bojongmangu Jadi Target Pemindahan TPA Warga Tetap Menolak dan Meminta Pemkab Maksimalkan TPA Burangkeng CIKARANG PUSAT - Desas-desus adanya rencana pemindahan Perluasan TPA Burangkeng ke Bojongmangu mulai nyata dalam pembahasan pemerintah daerah. Hal itu diungkapkan Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Akhir Kabupaten Bekasi, Maulana saat diwawancarai Cikarang Ekspres, kemarin. “Iya ada rencana pemindahan TPA, sekarang dalam tahap pembahasan perluasan TPA Burangkeng ke Bojongmangu,” kata Maulana. Dikatakan dia, bahwa daerah Kecamatan Bojong-

PEMERINTAHAN Apdesi Minta Pemkab Segera Realisasikan Pilkades TAMBUN SELATAN – Calon Kepala Desa (Calkades) di Kabupaten Bekasi mulai gelisah lantaran belum adanya kepastian penyelanggaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tahun 2020. Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bekasi berharap Bupati segera melaksanakan Pilkades. Keluhan Calkades sudah disampaikan dalam rapat bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ke Sambungan

mangu dipilih karena secara geografis menurut kajian pihak terkait Bojongmangu layak karena kultur tanahnya mendukung. “Untuk kapan kepastiannya itu dipindahkan kewenangan Bapeda. Saya waktu itu pernah ikut rapat pembahasan itu bahwa struktur TPA mereka tahu dan secara geografis Bojongmangu lah yang memenuhi,” ujarnya. Menurut Maulana, lokasi penampungan sampah di TPA Burangkeng saat ini hanya mampu menampung sampah hingga dua tahun kedepan. Alasannya, luas lokasi hanya 10,6 hektar. Untuk itu, dia berharap Pemkab Bekasi segera memikirkan solusinya. “Dengan luas lokasi penampungan sampah Burangkeng seluas 10,6 hektar, perkiraan hanya bisa nampung dua tahun kedepan dan Ke Sambungan

Auto 2000 Bekasi Timur Keluarkan Prosedur Protokol Kesehatan TAMBUN SELATAN Menjelang Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) atau new normal di Kabupaten Bekasi. Diler dan Bengkel Resmi Toyota, Auto 2000 Bekasi Timur menerapkan protokol kesehatan. Sederet langkah prosedur sudah disiapkan guna mencegah penyebaran Covid-19. Kepala Bengkel Auto 2000 Bekasi Timur, Hermanto mengatakan Standard Operational Procedure (SOP)

sudah diterapkan. Pekerja yang masuk dibatasi hanya 75 persen dari jumlah karyawan. “Tenaga yang masuk dikurangi agar bisa jaga jarak. Service Advisor tempat duduk tidak penuh berjarak konsumen yang datang seperti biasa cek suhu, wajib cuci tangan dan menggunakan masker,” kata dia ditemui kemarin. Ruang tunggu konsumen bengkel pun dibuat ter-

batas. Konsumen hanya diperkenankan duduk satu meja bersama keluarga. “Antiseptik disiapkan dipintu masuk dan ruang pelayanan. Diruang tunggu kalau tidak satu keluarga tidak diperkenankan untuk duduk bersama, harus jaga jarak,” ujarnya. Setiap mobil yang datang akan terlebih dahulu disemprot disinfektan begitu juga usai melakukan perawatan Ke Sambungan

ADVERTORIAL

Jadi Pusat Rapid Test Ponpes Gontor CIKARANG PUSAT Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi bekerjasama dengan Pondok Pesantren Gontor Jawa Timur, melaksanakan Rapid Test Covid-19 bagi para santri dan ustadz nya yang bertempat tinggal di Jabodetabek dan mancanegara. Pelaksanaan rapid test kepada santri Pondok Pesantren Gontor dilaksanakan selama 3 hari pada 15, 18, dan 19 Juni.

Pemkab Bekasi Fasilitasi Santri dan Ustadz di Jabodetabek-Mancanegara Sebanyak 543 santri dan ustadz akan uji kesehatan di Poliklinik Komplek Perkantoran Pemkab Bekasi. Penanggung jawab pelaksanaan Covid-19 Rapid Test di Poliklinik Pemkab Bekasi, Dr. Aab Sihabudin mengatakan rapid test yang dilaksanakan kepada pelajar seperti ini sangat penting dilakukan untuk menghambat penyebaran Covid-19.

“Sangat penting dilakukan guna mengantisipasi agar jangan ada penyebaran. Nanti kan para santri di Gontor itu dari berbagai daerah. Takutnya dari sini ada yg terpapar dan kita tidak periksa dengan baik, nanti akan membawa virus itu kesana. Kita tidak inginkan hal itu,” ucapnya. Ia juga berharap semua hasil tes menunjukkan hasil yang negatif, agar

santri tidak menularkan kepada santri lainnya ketika kembali ke pondok pesantren. “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan hasilnya non reaktif semua, supaya (virus corona) tidak menjalar lebih jauh lagi. Terus bisa menghentikan penyebaran dari Covid-19 itu sendiri,” ujarnya. Selain rapid test, uji kesehatan ini juga berguna

untuk mendapatkan surat sehat bagi santri, agar dapat melanjutkan perjalanan kembali ke Jawa Timur. “Rapid test ini merupakan fasilitas dari Dinas Kesehatan, dan pembuatan surat sehat untuk santri Gontor Jawa Timur. Ini dibutuhkan sebagai salah satu persyaratan perjalanan dibuktikan dengan rapid test, “ kata Maulana, koordinator rapid test

santri dari pihak Pondok Pesantren Gontor. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Dinas Kabupaten Bekasi dan pihak lainnya yang telah membantu terlaksananya uji kesehatan ini. “Atas nama pondok saya mengucapkan banyak terima kasih dengan dinas terkait yang telah memfasilitasi kami, untuk kembali ke pondok tepat pada

waktunya, “ ucapnya. Liana, santri kelas 5 Pondok Pesantren Gontor berpendapat bahwa pelaksanaan rapid test seperti ini berguna untuk menjamin kesehatannya, agar tidak menularkan virus Corona kepada santri lainnya. “Menjamin kesehatan ketika nanti keberangkatan. Soalnya kan nanti kita ketemu berbagai daerah, jadi kita butuh hasil yang nyata buat menyatakan kita sehat atau enggak,” ucap Liana. (adv/jio/hyt)


METRO CIKARANG

SELASA, 16 JUNI 2020

KARAWANG BEKASI

4

Aturan Protokol Covid-19 di Pesantren Bikin Resah BANDUNG - Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya mendesak Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, untuk menghapus Butir 3 “Surat Pernyataan Kesanggupan” yang terdapat dalam Keputusan Gubernur No. 443/ Kep.231-Hukham/2020 tentang Protokol Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Lingkungan Pondok Pesantren. Abdul Hadi beralasan, Butir 3 surat tersebut tidak

memenuhi aspek hukum sekaligus membuat resah pondok pesantren. “Dari segi hukum, jelas Butir 3 Surat Pernyataan Kesanggupan tersebut tidak bermakna apa-apa,” tegas Abdul Hadi. Politisi PKS tersebut mengatakan butir 3 Surat Pernyataan Kesanggupan yang mengatakan bersedia dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dalam hal terbukti

melanggar Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19. Dia mengartikan siapapun yang melanggar ketentuan larangan dalam peraturan perundang-undangan, memang dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan sanksi yang terdapat dalam ketentuan peraturan perundang-undangan tersebut. Karenanya tanpa penyebutan dalam Surat Pernyataan-pun hal tersebut sudah terjadi.

“Karenanya butir 3 Surat Pernyataan Kesanggupan tersebut tidak ada fungsinya secara hukum. Justru menimbulkan keresahan karena mempersepsikan warga pesantren tidak taat hukum. Lagian Keputusan Gubernur tidak dapat memuat sanksi hukum, hanya pedoman semata,” jelas Abdul Hadi. Selain itu, menurut Anggota DPRD yang yang biasa dipanggil Gus Ahad tersebut, juga mempertanyakan, apakah contoh surat

pernyataan kesanggupan tersebut diberlakukan untuk seluruh kegiatan atau hanya pesantren saja. Apabila, hanya pesantren saja, maka ini bentuk diskriminatif. Padahal kegiatan lain seperti perkantoran, perdagangan, mall, tempat wisata, dan lain-lain juga memiliki potensi yang sama soal pelanggaran Protokol Kesehatan. “Gubernur harus bersikap adil, tidak boleh hanya Pesantren saja

yang dikenakan perintah untuk membuat Surat Pernyataan Kesanggupan, melainkan juga kegiatankegiatan lainnya,” terang Gus Ahad. Untuk itu, Gus Ahad merekomendasikan agar Gubernur Jawa Barat menghapus butif 3 Surat Pernyataan Kesanggupan mengenai kesediaan dikenakan sanksi, serta memberlakukan Surat Pernyataan Kesanggupan untuk seluruh kegiatan

tanpa kecuali dalam rangka meningkatkan disiplin warga. “Hal penting juga, Gubernur harus memantau dan mengevaluasi proses penegakan hukum maupun disiplin terhadap Protokol Kesehatan. Jangan sampai aturan dibuat, namun tidak mampu mendisiplinkan warga karena ketidaktegasan aparat pemerintah”. Pungkas Gus Ahad. (dim/uzi)

TARGET Dekopinda Targetkan Pemulihan Ekonomi CIKARANG PUSAT - Dekopinda Kabupaten Bekasi menargetkan pemulihan ekonomi koperasi pada dua bulan kedepan. Hal itu dikatakan, Ketua Dekopinda Kabupaten Bekasi, Toto Iskandar, kemarin. “Target kita dalam kurun waktu dua bulan ke depan ekonomi koperasi dapat pulih kembali,” kata dia. Terang dia, pihaknya telah melakukan pembahasan dalam pemulihan usaha koperasi bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi. Dari hasil pembahasan keduanya ada solusi jangka pendek yang dapat dilakukan koperasi atas persetujuan dinas. “Salah satu solusinya koperasi di Kabupaten Bekasi bisa mengambil pekerjaan pemerintah daerah yang sifatnya penunjukan langsung,” ujarnya. Selain itu, koperasi juga diizinkan untuk mengelola pujasera dan kantin yang berlokasi di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi. “Dan pemerintah daerah memfasilitasi koperasi untuk menciptakan peluang,” tuturnya. Dekopinda Kabupaten Bekasi juga membahas soal keringanan pajak bagi para pelaku koperasi. “Selama ini kan kontribusi koperasi untuk pajak cukup tinggi. Jadi kita minta semacam kebijakan,” kata dia. Toto menyebut dibutuhkan peran Pemerintah Kabupaten Bekasi agar koperasi dapat kembali pulih setelah dua bulan lebih seperti mati suri. “Harus ada kekuatan politik karena koperasi tidak bisa berjalan sendiri. Harus dituntun dan difasilitasi oleh pemerintah,” katanya. Dia mengaku, 40 persen lebih anggota koperasi di Kabupaten Bekasi terdampak secara ekonomi selama pandemi Corona hingga mengakibatkan penurunan produksi. “Pandemi Covid-19 ini melumpuhkan ekonomi para pelaku koperasi dan UMKM. Ada yang sampai turun drastis produksinya bahkan sampai gulung tikar,” paparnya. Toto berpesan agar semua usaha koperasi saling menguatkan dan mengedepankan semangat gotong royong. “Jangan berkecil hati. Jadikan bekerja itu hobi dan tanamkan untuk pengurus itu sifat ulet dan jujur,” tandasnya. (har/uzi)

Coca-Cola Salurakan 13 Ribu Paket Minuman ke RS Rujukan CIKARANG BARAT Sebagai bentuk komitmen bantuan kemanusiaan dalam menghadapi pandemi COVID-19 di Indonesia, Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) bersama dengan 70 mitra menyerahkan lebih dari 13.000 paket produk minuman ke berbagai Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di wilayah operasional perusahaan di Indonesia, termasuk: Tangerang (RS Daan Mogot), Jakarta

(RS Darurat Wisma Atlet), Jawa Barat (RSUP. Dr. Hasan Sadikin), Jawa Tengah (RSUD K.R.M.T Wongsonegoro, RSUP.Dr. Kariadi), dan Jawa Timur (RS Universitas Airlangga, RSUD Dr.Soetomo). Penyerahan bantuan dilakukan di RS Daan Mogot, Tangerang yang diterima oleh Kepala RS Daan Mogot, Mayor Ckm (K) dr. Margaretta Limawan, Sp.B dengan tetap “menjaga jarak/physical distancing” sesuai arahan pemerintah.

Direktur Public Affairs, Communications & Sustainability Coca-Cola Amatil Indonesia, Lucia Karina menyatakan pentingnya peranan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan pandemi COVID-19. “Inisiatif ini kami lakukan sebagai bentuk apresiasi kami yang terdalam bagi para tenaga medis yang telah memberikan dedikasi, waktu dan tenaga mereka sepenuhnya untuk melawan COVID-19. Kami

juga ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mendukung temanteman tenaga medis di seluruh Indonesia dalam menangani pandemi ini. Karena kami yakin, bersama kita dapat melawan COVID-19,” jelas Lucia Karina. Coca-Cola Amatil Indonesia juga akan menyalurkan Alat Pelindung Diri, disinfektan yang diproduksi secara in-house di Pabrik Cikarang Barat, serta alat kebutuhan me-

dis lainnya ke berbagai Ru ma h Sa k i t r u ju ka n penanganan COVID-19 di Indonesia. Selain itu, sebagai bentuk perluasan bantuan kemanusiaan bersama Coca-Cola Indonesia, Amatil Indonesia juga akan menyediakan 1 ju t a m i nu ma n b ag i mereka yang bertugas di garis depan dalam penanganan, pelayanan dan perawatan COVID-19 di tanah air dan akan disalurkan melalui mitramitra lainnya. (dim/uzi)

SAMBUNGAN CIKARANG EKSPRES Auto 2000 .... dari halaman Cikarang Ekspres ruangan mobil disterilkan. “Kebersihan sangat kita juga, seluruh ruangan dua hari sekali disemprot

disinfektan,” ujarnya. Agar tidak terjadi lonjakan, Auto 2000 Bekasi Timur membatasi konsumen yang melakukan perawatan hanya 60 unit perhari. Hal ini agar tidak

terjadi penumpukan. Konsumen juga didahulukan yang sudah melakukan booking service. “Kami anjurkan konsumen melakukan booking service. Kita sudah beri-

Bojongmangu Jadi .... dari halaman Cikarang Ekspres harus dipikirkan solusi selanjutnya,” katanya. Maulana juga mengakui bahwa TPA Burangkeng saat ini sudah overload atau over kapasitas. Hal itu, kata dia, sudah terjadi sejak tahun 2014. Dia juga sependapat jika dilakukan perluasan ke Bojongmangu untuk mengantisipasi over kapasitas. “Sejak saya di sini, TPA Burangkeng sudah over-

load sejak tahun 2014. Dan saya sudah hampir lima tahun bertugas sebagai Kepala UPTD TPA Burangkeng. Bisa juga dicanangkan teknologi pengelolaan sampah. Pada saat saya study banding ke Tangerang, disana ada mesin pengolahan sampah yang didatangkan dari luar negeri,” tandasnya. Sementara itu, tokoh masyarakat Bojongmangu, Abu Rahmat menegaskan bakal menolak adanya pemindahan TPA tersebut.

kan edukasi ke konsumen agar terlebih dahulu booking sebelum melakukan perawatan,”tuturnya. Meski menerapkan protokol kesehatan, Hermanto memastikan semua pelay-

anan normal. Pantuan awak media seluruh staf bengkel dan penjualan menggunakan alat pelindung diri seperti face shield, masker dan sarung tangan. Konsumen juga dapat

menggunakan layanan home service Auto 2000. Hermanto mengatakan di Auto 2000 Bekasi Timur menyiapkan tujuh armada home service untuk melayani konsumen.

“Selama pandemi ini banyak konsumen yang memakai layanan home service. Satu unit bisa empat mekanik khusus yang melakukan layanan home service,” tuturnya. (dim/uzi)

beberapa waktu lalu. Belum adanya pernyataan Bupati Bekasi menjadi alasan calon mulai resah. “Memang sudah disampaikan pada rapat waktu lalu. Karena Calkades sudah mengeluarkan cost yang banyak, sementara

pelaksanaan belum ada kepastian. Kami Apdesi berharap Pilkades segera dilaksanakan,” kata Sekretaris Apdesi Kabupaten Bekasi, Jaut Sarja Winata. Sebanyak 16 desa yang akan melaksanakan pilkades. Jaut mengatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi bisa menyelenggarakan pilkades untuk

desa yang kategori zona hijau atau tidak ada kasus Covid-19. “Misalnya desa itu zona hijau, tidak ada kasus Covid-19 ya bisa segera dilaksanakan. Namun kalau desa itu zona kuning bisa ditunda sampai tidak ada kasus Covid-19. Bergelobang ya ga masalah, asal ada kajiannya,” tuturnya. Dalam

pelaksanaan pilkades, penyelanggara harus dapat menerapkan protokol kesehatan. Semua harus pake wajib masker dan tersedia fasilitas cuci tangan, “Kami mohon kebijakan Bupati untuk segera dilaksanakan pilkades. Karena saat ini tinggal menunggu keputusan Bupati,” tuturnya. (dim/uzi)

diperluas agar meningkatkan volume sampah.

Selain itu juga bisa menerapkan teknologi penge-

lolaan sampah moderan agar sampah yang ada bisa

didaur ulang dan tidak menumpuk. (har/uzi)

Apdesi Minta .... Bahkan, tegas dia, warga sekitar siap melakukan aksi turun ke jalan agar Bojongmangu tidak menjadi tempat pembuangan sampah warga se-Kabupaten Bekasi. “Kami bakal menolak dan siap turun ke jalan j i k a d i p a k s a k a n T PA Burangkeng dipindahkan,” tegasnya. Menurutnya, pemerintah daerah Kabupaten Bekasi bisa maksimalkan TPA Burangkeng. Dia yakin, TPA tersebut bisa

dari halaman Cikarang Ekspres

KARAWANG BEKASI General Manager: Tohiri Alam. Pimpinan Perusahaan: Hayatullah. Pimpinan Redaksi: Suhlan Pribadi. Redaktur: Mahesa Bahagiastra, Arie Firmansyah. Kabupaten Karawang: Agus B, Toyib, Wahyudi, Ayi Purnama. Kabupaten Bekasi: Dimas Apriyanto, Jiovano Nahampun, Haripan Nahampun, Fuad Fauzi. Kota Bekasi: M. Suyudhi R (Kepala Biro), Naldy. Kabupaten Purwakarta: Hasan Kobra (Kepala Biro). Pracetak : Juhadi (Koordinator), Mochamad Diky Darmawan, Almujamil. EDP/IT : Harry Hidayat. Iklan: Gema Parlindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator), Dimas A. Manager Pemasaran: Ade Marsin (Koordinator), Ecep, Noviantoro, Melky JS. Sirkulasi & Pengembangan Koran: Jamal (Koordinator), Yanto, Herman Budiono, Lalan, Umbaran, Ambri, Parwoto, Umbaran. Akunting/Keuangani: Evi Mayuntari Rahayu. Administrasi: Asih Setiawati, Kansha Isfaraini Huurun’ein. Bagian Umum: Dewi Megawarti. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris : Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur : Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi. Informasi Langganan Iklan & Berlangganan Koran Karawang Bekasi Ekspres

TARIP IKLAN

Kantor Karawang Bekasi Ekspres Jalan Pepaya Nomor 20, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Tlp. (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Bank BJB KK Cabang Karawang a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 0084955078001 Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Cikarang Ekspres Ruko Palais De Paris Central Niaga F8/F16 Kawasan Industri Greendland 1 Kota Delatamas (021) 22156619. Kantor Biro Metro Bekasi Ekspres Jalan Kenari Raya, Blok C Nomor 643, Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan. SEMUA KARYAWAN KARAWANG BEKASI EKSPRES SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL ATAU SURAT TUGAS DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER

Umum/Display BW Halaman 1 : Rp 30.000/mm kolom, Umum/Display Berwarna Halaman 1 : Rp 55.000/mm kolom, Umum/Display Warna Halaman 3,6,8 : Rp 27.500/mm kolom, Sosial/ Keluarga Hitam Putih: Rp 17.500 mm/kolom, Sosial/Keluarga Warna: Rp 20.000 mm/kolom. Ilan Baris: Rp 15.000/baris (min 3 baris mak 7 baris). Harga Eceran: Rp 3.000/eksemplar. Harga langganan: Rp 100.000/bulan.


DESA KITA

SELASA, 16 JUNI 2020

KARAWANG BEKASI

5

DPMD : BLT DD Tahap ll Segera Cair Evaluasi Program Sambil Berjalan KARAWANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Karawang, memastikan Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 dari BLT Dana Desa bisa dicairkan pekan depan. Kepala (DPMD) Karawang, Agus Mulyana menyebut, sejumlah desa sudah menyiapkan ajuan pencairan dana desa. Dalam waktu dekat, anggaran tersebut sudah bisa dibagikan. “BLT Dana Desa ini tiga tahap, besarannya Rp. 600 ribu per keluarga penerima manfaat. Tahap ke dua, bisa dicairkan pekan depan,” ujarnya kepada KBE, kemarin (15/6). Saat ini, kata Agus, DPMD Karawang tengah melakukan pengkajian dan evaluasi dari program BLT Dana

Desa tahap 1 yang turun pada akhir Mei 2020 kemarin. Diharapkan, BLT Dana Desa tahap 2 ini bisa berjalan sepenuhnya sesuai ketentuan. “Banyak usulan dan keluhan dari kepala desa yang kita tampung. Sebenarnya, BLT Dana Desa ini lebih fleksibel, semua tergantung kebijaksanaan pemerintah desa,” katanya. Agus mengatakan, selama tak keluar dari ketentuan Permendes nomor 6 tahun 2020, kepala desa bisa mengelola anggaran tersebut sesuai kebutuhan masyarakatnya. Dengan catatan, tak mengurangi besaran bantuan, juga harus tepat sasaran. “Itu yang sedang kita evaluasi. Pertanyaan bagaimana jika BLT ini dibuat bergilir? Itu bisa saja, asal sesuai regulasi,” ujar Agus saat dihubungi melalui saluran

telpon. “Misalnya si A menerima bantuan karena terdampak. Kemudian PSBB ini di longgarkan, dan si A bisa beraktifitas normal kembali. Maka bantuan itu bisa diberikan pada si B yang belum dibantu, tapi dengan berbagai ketentuan,” ucapnya. Pihaknya mengimbau, agar para kepala desa di Kabupaten Karawang mematuhi aturan. Jangan sampai, ada kepala desa yang tersandung masalah hukum, karena menentang aturan. “Yang penting semuanya harus sesuai peraturan,” singkatnya. Disinggung soal perpanjangan BLT Dana Desa, Agus mengaku belum ingin bicara panjang lebar soal rencana itu. Pihaknya, mengaku masih fokus membenahi BLT Dana Desa tahap 1 ini yang akan selesai pada Juli 2020. Seperti diketahui, sesuai

intruksi Mentri Keuangan Sri Mulyani, Bansos Covid-19 dari BLT Dana Desa akan diperpanjang menjadi 6 bulan. Dengan rincian, tiga bulan pertama Rp. 600 ribu per keluarga. Dan tiga bulan berikutnya Rp. 300 ribu per keluarga. “Kita belum bicarakan soal itu. Intinya fokus dulu BLT yang Rp. 600 ribu. Kalau kepala desa sudah banyak permintaan, nanti saja, tunggu regulasinya,” tandasnya. Sebelumnya, Humas Apdesi Karawang, Udin Abdulgani, mengajukan permohonan kepada Pemda Karawang melalui DPMD Karawang, agar BLT Dana Desa triwulan ke dua, bisa diberikan kepada penerima manfaat lain. Pasalnya, kata Udin, masih banyak keluarga yang terdampak Covid-19 ini yang belum tersentuh bantuan. Jangan sampai, kata dia,

AGUS MULYANA

penerima Bansos Covid-19 hanya menyentuh kalangan tertentu saja.

“Kalau bisa kita minta BLT Dana Desa yang Rp. 300 ribu itu buat penerima yang lain.

Jangan sampai keluarga ituitu saja yang dapat,” pungkasnya. (wyd/rie)

Kelurahan Karawang Kulon Bentuk Kawasan Pangan KARAWANG – Panit Binm a s Po l s e k Ka raw a n g , Iptu Sumaryadi memberi-

kan penyuluhan dalam rangka pembentukan asrama tangguh.

DAFTAR NOMER TELEPON

PENTING

KEPOLISIAN NAMA

NOMOR TELEPON

Polres Karawang Polsek Kota Polsek Kelari Polsek Telukjambe Polsek Pangkalan Polsek Cikampek Polsek Kotabaru Polsek Jatisari Polsek Cilamaya Polsek Telagasari Polsek Rawamerta Polsek Rengasdengklok Polsek Pedes Polsek Batujaya Polsek Pakisjaya Polsek Tirtajaya Polsek Tempuran Polsek Majalaya Polsek Ciampel Polsek Cibuaya

0267-402240 0267-402516 0267-431032 0267-642222 0267-4675445 0264-316110 0264-8386699 0264-360110 0264-340988 0267-510110 0267-7002110 0267-482110 0267-7006579 0267-470220 0267-7002024 0267-4639044 0267-7004504 0267-8616946 0267-8617856 0267-5165251

PT. PLN PERSERO NAMA

NOMOR TELEPON

APJ Karawang APJ Karawang Kota UPJ Kosambi UPJ Cikampek UPJ Rengasdengklok UPJ Prima Karawang

0267-411132 0267-412676 0267-433872 0267-316468 0267-480426 0267-402122

PALANG MERAH INDONESIA NO. TELEPON

0267-042255, 405190

PEMADAM KEBAKARAN NO. TELEPON

0267-402117

PERUSAHAAN GAS NEGARA NO. TELEPON

0267-402117

RUMAH SAKIT RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang

0267-414520 0267-414521 0267-414522

RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang

0267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang

0267-640444 0267-640445 0267-640666

RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang

0267-402855 0267-406445 0267-412246

RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat

0267-414245 0267-414264 0267-414306

Kegiatan dihadiri oleh Camat Karawang Barat, Lurah Karawang Kulon. Kepala Puskesmas Karawang Kulon, staf UPTD Dinas Per tanian, Panit Binmas Polsek Karawang d a n Bha b i n k a mt i b ma s Karawang Kulon. Dalam kegiatan tersebut d i p e ro l e h ha s i l b a hw a direncanakan akan di bentuk kawasan rumah pangan lestari. Di lingkungan asrama tangguh

dan rencana akan di tanam benih ikan lele. Demikian juga akan di tanam pohon penghijauan di lingkungan asrama tangguh, bahkan rencananya akan ada tempat pembuatan cara pengelolaan kompos dari sampah. “Semoga apa yang sudah direncanakan segera terwujud, guna terbentuknya asrama tangguh dalam penanganan covid -19,” kata Iptu Sumaryadi. S ebelumnya, Kapolda

Jabar Irjen Pol Drs. Rudy S u f a h r i a d i m e l a ku k a n peninjauan role model percontohan “Kampung Tangguh” di Desa Klari Kecamatan Klari yang dianggap sebagai Kampung Tangguh percontohan seJawa Barat. “Provinsi Jawa Barat memiliki 645 kelurahan dan 5.312 desa, dan Kampung Tangguh yang ada di Desa K l a r i Ke c a m a t a n K l a r i Karawang ini, merupakan

R o l e Mo d e l y a n g a k a n diikuti oleh seluruh Kelurahan atau Desa yang ada di Provinsi Jawa Barat,” kata Rudy kepada awak media di lokasi peresmian Kampung Tangguh Desa K l a r i Ke c a m a t a n K l a r i Karawang, kemarin (6/6). Rudy melakukan peninjauan Kampung Tangguh langsung bersama Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, Kapolres Karawang AKBP Arif Rachman dan

Mendes PDTT Beberkan Cara Desa Lawan Covid-19 JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDT T ) Ab dul Halim Iskandar membeberkan cara desa melawan pandemi virus Corona (Covid-19) yang menyerang hampir semua negara di dunia. Menurut Gus Menteri -sapaan akrab Abdul Halim Iskandar- setidaknya ada dua dampak yang diakibatkan Covid-19 tersebut, yakni sektor kesehatan dan ekonomi yang dirasakan hingga ke tingkat desa. “ Ma k a n y a Ke m e n d e s mengeluarkan kebijakan berkaitan dengan dua hal itu, fokus utamanya bagaimana desa melakukan proteksi diri untuk ketahanan diri agar wabah Covid-19 ini tidak terlalu terdampak terhadap desadesa,” ujar Gus Menteri di forum International Village Webinar yang tajuk Looking for a Rural Economic Hope AMID a Global Pandemic of Covid-19. Lanjut Gus Menteri, dalam kebijakan yang dibuat itu, pihaknya meminta Kepala Desa di seluruh Indonesia agar membentuk Relawan Desa Lawan Covid-19 yang bertugas memantau pergerakan warga desa serta memberikan edukasi berkaitan dengan pandemi Covid-19. Gus Menteri mengatakan, sejak awal Covid-19 muncul sudah ada sekitar 63.284

desa dari total 74.953 desa di seluruh Indonesia atau 84 persen yang telah membentuk Relawan Desa Lawan Covid-19 yang diketuai langsung oleh Kepala Desa setempat. “Relawan Desa Lawan Covid-19 ini adalah pencegahan dengan cara edukasi melalui media keliling, mereka menjelaskan apa dari mana datangnya Covid-19, dan menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk pencegahan Covid-19, misalnya pengadaan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” ujarnya. Adapun di sektor ekonomi, Kemendes PDTT mengelu-

arkan kebijakan mengalokasikan sebagian Dana Desa yang rata-rata Rp1 Miliar setiap desa untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga desa yang terdampak wabah Covid-19. Total Dana Desa tahap pertama yang dialihkan untuk program BLT senilai Rp22,4 triliun, dan menargetkan 12,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak Covid-19. Masing-masing KPM dapatkan Rp600 ribu selama tiga bulan sehingga total menjadi Rp1,8 juta. Hingga saat ini sudah ada 70.315 desa dari total 74.953 desa atau 94 persen yang berhasil menyalurkan Dana

Desa pada tahap pertama. Sementara yang mendapatkan BLT Dana Desa tersebut mencapai 6.591.206 KPM di seluruh Indonesia. Ke m e n d e s ju ga t e l a h memperpanjang BLT Dana Desa yang semula hanya tiga bulan saat ini ditambah tiga bulan kedua, hanya saja nilainya lebih kecil dibandingkan 3 bulan pertama yakni Rp300 ribu setiap KK. Selain BLT Dana Desa Kemendes PDTT juga membuat kebijakan padat karya tunai desa untuk menggerakkan ekonomi desa yang sedang diterpa wabah Covid-19. Padat karya tunai desa tersebut berbeda dengan bantuan pemerintah

Hubungi DIJUAL TANAH SHM LUAS TANAH 1.736 M2, LOKASI Jl. JENDRAL AHMAD YANI. KAMPUNG RANGGAWULUNG KELURAHAN PASIRKAREUMBI. KECAMATAN SUBANG KAB. SUBANG, HUBUNGI : 0812139899. ATAS NAMA ABDUL BANK MANDIRI TANAH SHM NO: 1168, LUAS: 4.058 M2, DESA SUMBERSARI PAGADEN, NO HP: 081324614484

BUTIK NISAY BUTK MNYEDIAKN KERUDUNG LUKIS, SPTU MIMOSABI & BRBGAI PAKAIAN DR ANAK HNGGA DWASA, AKSESO-

RIS HINGGA LAINNYA, HUB: DI JLN RAYA GALUH MAS CITY WALK KARAWANG

PINJAMAN KATERING BUTUH PINJAMAN RP. 10 JUTA. DIBERI KEUNTUNGAN RP. 3 JUTA. SMS : 0896.3972.5025

KEHILANGAN H I L A N G B K P B S E P E D A M O TO R JENIS YAMAHA MIO SOUL, NOPOL B4629-NCQ WARNA BIRU TAHUN 2019, STNK A.N. YOGI NUGROHO. BAGI YANG MENEMUKAN HARAP HUBUNGI SADIO

Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf Medi Haryo. “Kegiatan peninjauan ke Kampung Tangguh dilaksanakan dalam rangka menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Karawang guna menghadapi dampak wabah pandemi Covid-19. Serta memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang terdampak wabah pandemi Covid-19,” ujarnya. (hms/rie)

087778714446. HILANG BPKB MOTOR HONDA TH 2014 NOPOL B 3568 FWE A/N SAMINO VL BEKASI INDAH 2 B B2 28 RT 02/ 09 SBR JY TBN SLT BKS NOKA MH1JFN116EK026079 NOSIN JFN1E1026597 HILANG BPKB MOBIL AVANZA NOPOL B 1525 FYQ TH 2012 SILVER METALIK A/N KHAFIDZ NOSIN MA22835 NOKA MHKM1BB3JCK010245 HLG BPKB MBL TOYOTA LIMO B 1379 FBC HITAM A/N MAMAN MARYONO D/A KP.BEDENG RT 08/04 KR MULYA BOJONG MANGU- BKS NOSIN INZX181897 NOKA MRO53HY4249016100 HLG BPKB MOBIL MITSUBISHI PICK UP NOPOL B 9694 FAF TH 2013 A/N PT TIGA

NK TEKNIK D/A RUKO PARAGON NO 88 LC CIBATU CIKARANG SLT BKS NOKA MHMU5TU2EDK1O3275 NOSIN 4G15J37606

LOWONGAN DICARI 1. ADMIN, WANITA, > 22 TAHUN, MIN. SMA, 2. MARKETING, WANITA, > 28 TAHUN, PENGALAMAN,MIN.SMA,CVKIRIMUP:ADMIN ALAMAT: KAMPUNG. SUKAMULYA NO. 1 RT. 14 RW. 04, KEL. CIBOGO KEC. CIBOGO, KAB. SUBANG, KODE POS 41285

WEBSITE MENERIMA JASA PEMBUATAN WEBSITE, SPACE UNLIMITED, PERTAHUN SUDAH TERMASUK POSTING DAN DOMAIN, SOAL HARGA HUBUNGI NOMOR 081929009212

DIJUAL RUMAH

Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288

pada umumnya yang melalui bantuan langsung. “Tetapi dengan cara melibatkan kelompok miskin dan kelompok marjinal lain dalam proses pembangunan yang kemudian dari situ diberikan upah atas kerja mereka dengan harapan meningkatkan nilai daya beli masyarakat,” pungkasnya. Tur ut jadi p embicara dalam Webinar ini diantaranya Sekjen Kemendes PTT Anwar Sanusi, IFAD Country Director Ivan Cossio Cortez, Prof Siddarth Chandra dari Michigan State University dan dimoderatori Staf Khusus Mendes PDTT Dodik P Wijaya. (hms/rie)

: ( +62 ) 885710657938 : ( 0267 ) 8408492


METRO BEKASI KARAWANG BEKASI EKSPRES GROUP

SELASA, 16 JUNI 2020

KORAN KEBANGGAAN MASYARAKAT KOTA BEKASI

1. DAFTAR MELALUI JALUR ZONASI Daya tampung jalur zonasi PPDB 2020 online sebesar 50% dari daya tampung sekolah. Bagi warga Bekasi calon peserta didik SD, diprioritaskan usia 7 hingga 12 tahun yang akan diterima. Jalur zonasi diperuntukkan bagi peserta yang berdomisili di dalam zonasi yang ditetapkan. Jalur zonasi ini termasuk kuota bagi penyandang disabilitas. 2. JALUR AFIRMASI Jalur afirmasi PPDB 2020 online kuotanya 25% dari daya tampung sekolah. Jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik yang tidak mampu.Calon peserta dengan kategori afirmasi harus menyerahkan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). 3. JALUR PERPINDAHAN ORANGTUA ATAU WALI Jalur perpindahan orangtua atau wali PPDB 2020 online kuotanya 5% dari daya tampung sekolah, 2% perpindahan orangtua atau wali,

HARGA Rp3.000

6

3% perpindahan anak guru. Perpindahan tugas orang tua atau wali atau guru dibuktikan dengan surat penugasan dari institusi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan. 4. JALUR PRESTASI Jalur prestasi pendaftaran PPDB 2020 online kuotanya 20% dari daya tampung sekolah yang disediakan untuk 18% dari SKNNR. Jika sekolah berbatasan dengan kabupaten disediakan 15% dari Kota Bekasi, 3% untuk wilayah perbatasan langsung Bekasi. Prestasi akademik berdasarkan hasil perlombaan di bidang akademik, pada kegiatan olimpiade sains (OSN) di tingkat SD tingkat nasional atau provinsi pada mata pelajaran sains maupun matematika. Prestasi non-akademik berdasarkan hasil lomba di bidang non-akedemik, misalnya bidang seni, olahraga. Lalu, prestasi tahfidz Al Quran yang dibuktikan dengan seritifikat oleh lembaga tahfidz dan dilegalisir oleh lembaga pengembangan Tilawatil Quran Kota Bekasi.

PPDB SMP KOTA BEKASI

Daya Tampung Sekolah Negeri Kedodoran Komisi IV DPRD Soroti Potensi “Kucing-Kucingan” Rombel KOTA BEKASI –Pembukaan pendaftan penerimaan siswa baru atau PPDB di tingkat SMP, Pemkot Bekasi di hadapkan dengan situasi cukup dilematis: masih sangat kurangnya daya tampung sekolah dan di saat yang sama, tak kalah banyak para orang tua yang tak mau anaknya disekolahkan di sekolah swasta. Per hari ini diketahui, SMP negeri di Kota Bekasi ada sebanyak 49 sekolah. Tersebar di 12 kecamat se-Kota Bekasi. Anggota Komisi IV

DPRD Kota Bekasi, Daryanto mengungkapkan, hanya satu per tiga peserta siswa yang akan tertampung di sekolah negeri dari total jumlah siswa yang mendaftar dan sementara dua per tiganya tidak tertampung di negeri. Tentunya hal itu, kata dia, menjadi pekerjaan rumah untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi khususnya Dinas Pendidikan. “2/3 banyak sekali jadi PR kita. Data terakhir pada minggu kemarin ada 24 r ibu siswa ya ng suda h terverifikasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online, dimana sebagiannya ada beberapa calon siswa yang tidak melampirkan syarat secara lengkap,” beber Daryanto, kemarin (15/6).

SOROT Sehari Terus Tembus 1.000 Kasus JAKARTA- Penularan virus Korona yang sebabkkan Covid-19 di tanah air masih tinggi. Terbaru, Senin (15/6), pertambahan kasus baru Covid-19 mencapai 1.017 orang dalam sehari. Sehingga kini total kasus positif mencapai 39.294 orang. Pertambahan kasus ini terjadi di tengah masyarakat yang bersiap memasuki era New Normal. Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengakui bahwa penularan memang masih terjadi. “Penularan masih terjadi. Ada sumber penularan masih ada di tengah-tengah kita, masih belum laksanakan isolasi dengan baik. Dan banyak kelompok rentan, mereka sangat mudah terinfeksi,” katanya dalam konferensi pers, Senin (15/6). “Mereka yang menular tak patuh jaga jarak. Tak pakai masker dan tidak cuci tangan,” tukasnya. Angka distribusi kasus positif tertinggi terjadi di 5 provinsi. Yakni sebanyak 270 kasus positif di Jawa Timur dan 62 sembuh. Lalu 142 kasus positif di Jakarta dengan 106 sembuh. Sebanyak 116 kasus positif di Jawa Tengah dengan 36 sembuh. Dan 101 kasus positif di Sulawesi Selatan dengan 142 sembuh. Dan 66 kasus positif di Kalimantan Selatan dengan 16 sembuh. “Seperti Papua jadi kabar yang menggembirakan karena tak ada kasus positif. Maka peta persebaran epidemiologi kasus di tiap provinsi berbeda,” jelasnya. Sementara itu, jumlah pasien sembuh bertambah 592 orang. Sehingga totalnya menjadi 15.123 pasien sembuh. Sedangkan angka kematian bertambah 64 kasus hari ini, Senin (15/6), menjadi 2.198 kasus. (bbs/mhs)

Untuk itu, ia mengingatkan agar Pemkot bekerja sama dengan dengan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) untuk mencari solusi permasalahan kuota ini. S ebab bagaimanapun warga maupun anak wajib sekolah 12 tahun. Selain itu, kata Daryanto, mengacu pada Peraturan Kementerian Pendidikan dan Budaya (Permendikbud) untuk daya tampung siswa maksimal 32 orang per rombe. Apabila ada sekolah yang melebihi itu maka ia tak tanggungtanggung untuk menindaknya. Maka darinya, kepada masyarakat maupun kawan media Metro Bekasi agar dipantau terkait romble. Sebab, kata dia, berkaca pada proses PPDB tahun-

tahun sebelumnya, tak sedikit sekolah yang menabrak Permendikbud dengan alasan banyak siswa yang mau sekolah tapi tidak tertampung sehingga menaikan rombenya. “Ya kemarin-kemarin ada yang melanggar itu. Makanya mohon bantuan pantauan dari Metro Bekasi maupun kawan media lain,” tandasnya. Melanjutkan hal itu, Metro Bekasi berupaya menanyakan kepada Disdik Kota Bekasi. Namun disayangkan sekretaris maupun kepala Disdik sedang melakukan rapat dan belum bisa ditemui. Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota Bekasi yang sedianya akan membuka pendaftaran peneri-

maan peserta didik baru / PPDB 2020 online, jadwalnya diundur ke awal Juli lantaran adanya perpanjangan masa prapendaftaran sampai akhir Juni gegara

banyak berkas dokumen kependudukan calon siswa tidak valid. Nantinya, pendaftaran PPDB 2020 dilakukan secara daring dan serentak untuk jenjang

pendidikan PAUD, SD, SMP. Calon peserta didik baru bisa melakukan pendaftaran PPDB 2020 online melalui http://bekasi.siapppdb.com. (yud/mhs)

Serangan ke Bintang Ancam Demokrasi K O T A BEKASIKomisi untuk Orang Hilang dan Kor b a n Tindak Kekerasan (KontraS) menilai serangan terhadap ko-

Istimewa

SOROT: Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai serangan terhadap komedian Bintang Emon mengancam demokrasi.

median Bintang Emon mengancam demokrasi. Peneliti KontraS, Rivanlee Anandar, mengatakan gangguan itu menunjukkan adanya upaya pembungkaman terhadap individu atau kelompok yang menggunakan hak konstitusional untuk menyeimbangkan narasi negara. “Meski belum diketahui dari mana asal (dalang) pengganggu, ini adalah salah satu bentuk intimidasi terhadap kebebasan sipil, untuk berekspresi,” kata Rivanlee ketika dihubungi, Senin, 15 Juni 2020. Ko m e dian Bintang Emon mendapat serangan balik melalui media sosial setelah mengunggah video yang membahas renda-

hnya tuntutan terhadap terdakwa penyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan. Dua terdakwa penyiram air keras terhadap Novel hanya dituntut satu tahun penjara. Dalam video itu, Bintang mempertanyakan alasan jaksa menuntut satu tahun, yakni terdakwa tak sengaja menyiram muka Novel Baswedan. Dia mengatakan gravitasi bumi tak memungkinkan pelaku menyiram air keras yang mengarah ke badan Novel tetapi meleset ke arah wajah. “Kecuali Pak Novel Baswedan emang jalannya hand stand. Bisa lu protes, Pak Hakim, saya niatnya nyirem badan, tapi gara-gara dia jalannya betingkah jadi kena muka. bisa, masuk akal. Sekarang tinggal kita cek, yang kagak normal cara

jalannya Pak Novel Baswedan apa hukuman buat kasusnya?” demikian sepenggal ucapan Bintang dalam video unggahannya itu. Rivanlee mengatakan serangan semacam ini banyak terjadi terhadap pegiat HAM dan demokrasi. Seiring dengan perkembangan teknologi, model serangan menjalar menjadi intimidasi siber dengan doxxing, fitnah (defamation), atau berita bohong tentang seseorang yang sedang mengkritik negara. Sialnya, kata dia, pola penegakan hukum kerap sebelah mata dan tak tegas sehingga peristiwa semacam ini terus berulang. Rivanlee juga menyebut ke ti da kte ga sa n hu ku m menandakan adanya teror terhadap warga yang berekspresi tentang kebijakan negara. (*)

Abai Protokol Kesehatan

Pemkot Sentil Restoran “Nakal” KARAWANG- Video yang menampilkan keramaian di sebuah restoran di Bekasi viral di media sosial. Keramaian itu merupakan live music dari restoran yang disebut kembali buka. Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, angkat bicara mengenai video viral live music sebuah restoran itu. Dia menyatakan Pemerintah Kota Bekasi melakukan peneguran. “Nah itu yang kemudian kita lakukan peneguran, mudah-mudahan tadi malam sudah mulai berubah, tidak ada lagi perkumpulan, tidak ada lagi musik,” ujar Tri saat ditemui di Polres Metro Bekasi Kota, kemarin (15/6). Tri berterima kasih kepada masyarakat Bekasi yang turut me­ngawasi aktivitas-aktivitas yang melanggar protokol kese­hatan. Ia berharap pihak restoran menuruti peraturan yang ada. “Kita evaluasi kita lakukan peringatan dan pada akhirn­ya

mereka mengikuti apa yan­g jadi protokol yang sudah di­ tetapkan sesuai dengan keputusan wali kota,” imbuhnya. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi Tedy Hafni mengatakan pihaknya akan memanggil pengelola restoran untuk bertanggung jawab dan menjelaskan kronologi detail dari peristiwa keramaian massa itu. “Insyaallah kita panggil secara khusus supaya mereka mengikuti (protokol kesehatan),” imbuh Tedy. Salah satu staf Tedy telah meninjau restoran itu. Dari pantauan stafnya, restoran tersebut telah mematuhi protokol kesehatan, tapi pada saat hari pertama pembukaan restoran, jumlah pengunjung terlalu banyak. “Kemarin sih staf saya yang sud­ah ke sana mereka secara pro­tokol kesehatan itu sudah jal­an ­cuma kan waktu hari per­ ta­ma (pembukaan res­toran) itu kan banyak orang,” kata Tedy. (bbs/mhs)


PENDIDIKAN

SELASA, 16 JUNI 2020

KARAWANG BEKASI

7

Sekolah di Zona Hijau Boleh Tatap Muka Khusus SD ke Bawah Tetap Dilarang

ILUSTRASI

SEKOLAH SAAT PANDEMI: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyampaikan bahwa sekolah sudah yang berada di zona hijau diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru 2020/2021.

JAKARTA- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyampaikan bahwa sekolah sudah yang berada di zona hijau diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru 2020/2021. Dan yang diperkenankan untuk tatap muka di sekolah adalah jenjang SMP ke atas. Sedangkan SD ke bawah masih belum diperbolehkan dan menunggu dua bulan setelahnya. Sekolah yang diperbolehkan untuk kegiatan tatap muka adalah sekolah yang berada di zona hijau. Selain itu, sekolah juga perlu untuk mendapatkan izin dari pihak terkait, seperti pemerintah daerah (Pemda). “Tahun ajaran 2020/2021 itu tidak berubah jadwalnya, tetap Juli 2020 dan jadwal itu

Acep Suyatna

bolehkan sekolah menerapkan pembelajaran tatap muka. Tapi, tetap dengan protokol yang sangat ketat,” tambahnya. Terdapat tiga kr iter ia bagaimana sekolah dapat kembali melakukan pembelajaran tatap muka di masa transisi ini. Pertama, kabupaten/kota tentunya harus zona hijau sesuai yang telah ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. “Kedua, Pemda harus memberikan izin. Pemda harus setuju. Dan, ketiga satuan pendidikan atau sekolahnya sudah memenuhi semua ceklis (persyaratan) daripada persiapan pembelajaran tatap muka,” imbuh Nadiem. Selain itu, ada syarat lain yang tak kalah penting dan menjadi pertimbangan. Yakni ada persetujuan dari orang tua siswa apabila sekolah di zona hijau melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. (bbs/mhs)

Tuai Polemik, Kepgub Pesantren Direvisi

PARLEMENTARIA DPRD: Jangan Sepelekan Limbah Medis KARAWANG-Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, Acep Suyatna meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang tidak menyepelekan sampah medis masyarakat seperti masker dan sarung tangan bekas. Menurutnya, sampah medis masyarakat selama pandemik Covid-19 ini membutuhkan penanganan khusus, mulai dari tempat pembuangan hingga pemusnahannya. Khawatir adanya pemanfaatan sampah medis tersebut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, hingga memunculkan masalah baru. “Tempat sampah nya, keamanan petugasnya, hingga cara memusnahkannya harus dilakukan secara khusus. Jangan sampai sampah medis masyarakat ini malah jadi masalah baru,” ujarnya, Senin (15/6). Diungkapkan Acep, seperti pemberitaan yang sempat viral beberapa waktu lalu, adanya oknum yang mendaur ulang sampah masker untuk kemudian dijual lagi. “Di Karawang belum terjadi, semoga tidak terjadi dan jangan sampai terjadi. Maka Pemkab harus segera mengantisipasinya melakukan penanganan khusus sampah medis masyarakat ini,” ucapnya. Ia juga menyayangkan belum adanya penanganan khusus sampah medis masyarakat oleh Pemkab Karawang. Padahal pandemik Covid-19 sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. “Seharusnya ini bisa dilakukan sejak penggunaan masker diwajibkan. Karena sampah medis ini bukan bertumpuk nanti, tapi sejak awal. Makannya saya minta segera tangani khusus, jangan menunggu ada masalah baru muncul,” tandasnya. (bbs/mhs)

tidak mengubah apapun metode pembelajaran dan kita tidak mengubah kalender pembelajaran. Kami sudah mengambil keputusan, untuk zona kuning, oranye, dan merah itu punya risiko penyebaran Covid-19, itu dilarang melakukan metode pembelajaran tatap muka,” terang Nadiem dalam konferensi pers virtual, Senin (15/6). Saat ini terdapat 429 kabupaten/kota atau 94 persen peserta didik berada di zona kuning, oranye dan merah di seluruh Indonesia. Sedangkan, yang berada di zona hijau hanya sebesar 6 persen dari peserta didik. Wilayah zona hijau adalah 85 kabupaten/kota. “S e b a n y a k 9 4 p e r s e n daripada peserta didik di pendidikan dini, dasar, dan menengah tidak diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka, yang 6 persen di zona hijau itu yang kami memperbolehkan Pemda mengambil keputusan untuk memper-

ISTIMEWA

SISWA BARU: Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK/SLB tahap 1 di Jawa Barat telah berakhir, Jumat (12/6). Seperti tahun-tahun sebelumnya, SMKN 1 Karawang kembali diserbu ribuan pendaftar.

SMKN 1 Karawang Diserbu Ribuan Pendaftar KARAWANG - Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK/SLB tahap 1 di Jawa Barat telah berakhir, Jumat (12/6). Seperti tahuntahun sebelumnya, SMKN 1 Karawang kembali diserbu ribuan pendaftar. Kepala SMKN 1 Karawang, Agus Rukmawan, melalui ketua panitia PPDB, Alia Maedina, mengatakan, dalam pendaftaran tahap 1 yang berlangsung 8-12 Juni, SMKN 1 Karawang mencatatkan sebanyak 1.308 pendaftar. “Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari pendaftar yang masuk melalui jalur afirmasi KETM (408), afirmasi tenaga kesehatan (2), afirmasi ABK (0), per-

pindahan orang tua (2), anak guru (36), prestasi nilai rapor unggulan (712), dan prestasi kejuaraan/perlombaan (148),” ujar Alia, kepada KBE, Senin (15/6). Dijelaskan Alia, dalam PPDB 2020 SMKN 1 Karawang akan menjaring 862 siswa untuk mengisi 24 rombel dari 11 program keahlian. Yaitu de sain pemodelan dan informasi bangunan, teknik instalasi tenaga listrik, teknik elektronika industri, teknik pemesinan. Kemudian, teknik pengelasan, teknik perancangan gambar mesin, teknik fabrikasi logam dan manufaktur, teknik kendaraan ringan otomotif, teknik dan bisnis sepeda motor, teknik kom-

puter dan jaringan, dan rekayasa perangkat lunak. “Untuk tahap satu kami akan menerima 523 siswa. Sedangkan sisanya (339 siswa) akan kami jaring di tahap dua yang akan dimulai pada 25 Juni hingga 1 Juli melalui jalur prestasi akademik umum,” jelasnya. Ditambahkan Alia, pengumuman hasil penjaringan di tahap 1 akan digelar pada 22 Juni setelah terlebih dulu melalui proses verifikasi data (15-17 Juni), rapat dewan guru (18 Juni) dan koordinasi satuan pendidikan dengan dinas pendidikan (19 Juni). “Daftar ulang bagi siswa yang lolos dalam PPDB tahap satu akan digelar 23-24 Juni,” katanya. (ayi/mhs)

BANDUNG- Keputusan Gubernur Jawa Barat (Kepgub Jabar) Ridwan Kamil tentang protokol kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian COVID-19 di lingkungan pondok pesantren menuai polemik. Pasalnya, dalam Kepgub Jabar bernomor 443/Kep.321-Hukham/2020 itu tercantum kesediaan pengelola pesantren untuk dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan, bila terbukti melanggar protokol kesehatan penanganan Corona. Pernyataan itu tercantum dalam contoh lampiran surat kesanggupan mengikuti protokol kesehatan yang ditujukan kepada bupati/walikota dan ditembuskan pada aparat kepolisian terdekat pada ayat A, butir 15. Selain itu, pengelola pesantren juga diwajibkan untuk menyediakan sarana dan prasarana pencegahan COVID-19. Dalam pasal lainnya juga tersurat, bahwa santri, kiai, ustadz, asatidz, tamu dan pihak lainnya di lingkungan pondok pesantren wajib menunjukkan surat sehat. Sejumlah kalangan menilai, hal ini justru akan memberatkan pengelola pesantren. Ketua Fraksi PKB Jabar Sidkon Djampi, menurutnya Kepgub tersebut seolah-olah menempatkan pesantren di bawah naungan Pemrpov Jabar, seperti halnya SMA/SMK. “Alih-alih turut membantu memenuhi kebutuhan pesantren terkait sarana protokol kesehatan dalam pencegahan COVID-19, Gubernur Ridwan Kamil malah meluncurkan keputusannya yang memberatkan seluruh pengelola pesantren di Jawa Barat terse-

but,” ujar Sidkon. “Seharusnya kepgub itu ketika diluncurkan juga mengafirmasi apa yang dibutuhkan pesantren, tidak seperti instruksi organisasi secara vertikal,” kata Sidkon melanjutkan. Akhirnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun merevisi keputusan Gubernur Jabar tersebut dengan mengganti sejumlah poin. Perubahan Kepgub itu tertuang dalam Kepgub perubahan bernomor: 443/Kep.326-Hukham/2020. Asisten Pemerintahan, Hukum & Kesejahteraan Sosial Setda Jabar Dewi Sartika mengatakan, perubahan itu dilakukan atas masukan dari para pengelola pondok pesantren. Salah satu yang dirubah adalah poin nomor 15 di bagian Umum (A). “Awalnya surat tersebut ditunjukkan kepada kabupaten/ kota yang diteruskan kepada aparat kepolisian terdekat, kini pernyataan itu disampaikan kepada gugus tugas setempat. Pertanyaan yang dibuat dalam tiga poin, kini menjadi dua poin,” kata Dewi. Selain itu, Pemprov Jabar juga merevisi perihal kewajiban pondok pesantren untuk menyediakan sarana dan prasarana penunjang pencegahan COVID-19. Menurut Dewi, kini ponpes diimbau untuk menyediakan sarana dan prasarana yang dianggap perlu. “Bersedia dikenakan sanksi sesuai dengan perundangundangan bila terbukti melanggar itu dihilangkan, kemudian kewajiban ponpes untuk bersedia menyelenggarakan sarana dan prasarana, yang wajib diganti dengan yang perlu,” tegasnya.(bbs/mhs)

Kembali ke Sekolah di Tengah Pandemi OLEH BRAHMANA ASKANDAR*

SEJAK Maret 2020, anak sekolah belajar dari rumah dan menyelesaikan tugas dari rumah dalam rangka memotong rantai penularan Covid-19. Tahun ajaran baru segera tiba, sedangkan angka positif Covid-19 terus menanjak setiap hari. Berdasar hasil survei yang dilakukan, sebagian besar orang tua masih takut melepas putra-putrinya kembali ke sekolah saat ini. Hal itu menunjukkan bahwa para orang tua masih khawatir sekolah mempunyai risiko penularan Covid-19. Data nasional pada 30 Mei 2020 memperlihatkan, angka positif Covid-19 sebanyak 25.216 orang. Dari jumlah tersebut, 2,3 persen berusia 0-5 tahun dan 5,6 persen berusia 6-17 tahun atau terdapat 1.412 anak usia sekolah 6-17 tahun yang positif. Belum termasuk anak yang tergolong ODP atau PDP. Kalo cakupan tes lebih luas lagi, angka itu bisa jadi lebih tinggi. Anak sekolah merupakan generasi penerus, perlu kehati-hatian dalam memutuskan siswa kembali ke sekolah.

Dalam aktivitas sekolah, memang bisa terjadi banyak kontak. Kontak antara sesama murid, murid dengan guru, sesama guru, murid dengan pegawai sekolah, guru dengan pegawai sekolah, murid dengan penjual makanan di kantin sekolah. Belum lagi kontak murid dalam perjalanan ke sekolah. Bisa kontak dengan sesama penumpang di kendaraan umum, bisa kontak dengan pengemudi kendaraan umum, dan masih banyak lagi kemungkinan kontak. Tidak cukup hanya memikirkan jaga jarak di antara sesama teman saat berada di sekolah atau kelas. Saat kembali ke sekolah di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, diperlukan protokol kesehatan khusus dan sering disebut dengan new normal, mulai menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan, hingga menjaga kebersihan. Apakah siswa dapat menerapkan protokol kesehatan tersebut dengan baik? Semakin muda usia siswa, penerapan protokol tersebut akan semakin sulit, me-

merlukan supervisi ketat. Protokol kesehatan yang diterapkan pada sekolah tidak bisa hanya meliputi jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan, tapi memerlukan perubahan budaya menyeluruh di semua sektor yang berkaitan dengan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Beberapa upaya sekolah dalam menyambut new normal harus dilakukan dari sisi kesehatan. Tempat cuci tangan harus mencukupi untuk semua siswa, menjaga hygiene kamar mandi, disinfeksi rutin dengan frekuensi tertentu alat sekolah, meja belajar, bangku, dan alatalat fasilitas umum. Menyiapkan kantin sekolah yang higienis, mulai cara memasak, cara menyajikan, hingga pengaturan antrean saat jam makan. Jaga jarak aman 1-2 meter juga harus diterapkan agar virus tidak menular melakui droplet. Hal itu merupakan tantangan tersendiri bagi sekolah, mengingat kapasitas lahan yang terbatas dan jumlah murid yang ada. Bagaimana

mengatur tempat duduk di kelas, bagaimana mengatur acara olahraga, bagaimana mengatur pelaksanaan upacara. Penerapan protokol kesehatan tidak mudah dilakukan di setiap sekolah. Tiap-tiap sekolah mempunyai kendala, mengingat tidak semua memiliki fasilitas yang memungkinkan untuk mengikuti protokol kesehatan secara

penuh. Dari sisi siswa, diperlukan perubahan budaya dalam menjaga kesehatan. Memakai masker bisa menjadi hal yang tidak nyaman bagi anak-anak usia sekolah. Ketidaknyamanan itu bisa menyebabkan pemakaian masker menjadi tidak benar secara kesehatan. Masker diturunkan sehingga tidak menutup hidung. Selain itu, berkalikali memegang masker, kemudian tanpa cuci tangan memegang makanan, hidung, dan mulut. Ketaatan memakai masker dengan benar merupakan tantangan bagi siswa usia sekolah, apalagi siswa sekolah dasar. Siapa yang akan mengawasi siswa telah memakai masker dengan benar di kelas, di halaman sekolah, atau di kantin sekolah. Cara bersin yang benar juga harus dikawal betul pelaksanaannya oleh semua siswa. Sebab, cara bersin yang sembarangan juga risiko menularkan virus penyebab Covid-19. Lalu, siapa yang bertugas men-

gawal? Upaya mencegah penularan sangat penting karena data menunjukkan sebagian besar usia muda bila terkena Covid-19 tidak menunjukkan gejala. Dengan demikian, siswa yang tampak sehat pun bisa menularkan ke sekitarnya. Bila seorang siswa tertular di sekolah, siswa tersebut juga bisa membawa virus tersebut ke lingkungan rumah. Terinfeksi virus SARS-CoV-2 mungkin tidak menimbulkan gejala pada usia muda, tapi menjadi masalah ketika siswa tersebut menularkan ke orang tuanya, kakek-neneknya, dan saudaranya di rumah. Persebaran Covid-19 akan makin luas bila protokol kesehatan di sekolah tidak dipatuhi secara baik. Persiapan kembali ke sekolah harus dipersiapkan secara matang, bisa dilakukan ketika angka kejadian Covid-19 sudah terkendali atau paling tidak telah melewati puncak. Sampai saat ini, kurva Covid-19 belum menampakkan puncaknya, laporan harian masih naik turun. Di sisi lain, memu-

tuskan kembali ke sekolah tidak hanya melihat angka absolut orang yang positif di suatu daerah. Sebab, bisa saja di daerah tersebut kasusnya sedikit karena jumlah tes yang dilakukan sedikit. Diperlukan persiapan yang sangat matang dari sisi siswa, orang tua murid, guru, sarana dan prasarana, hingga yang terpenting persiapan budaya baru, budaya hidup sehat. Pembuat keputusan di pusat dan di daerah perlu menggandeng para pakar kes ehatan masyarakat, pakar dari Ikatan Dokter Indonesia, pakar pendidikan, dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama, berdiskusi untuk memutuskan waktu ideal kembali ke sekolah di daerah masing-masing. Dengan demikian, pendidikan bisa berjalan baik dan tetap m e m p e r hat i k a n f a kt o r kesehatan. Semoga pandemi Covid-19 membawa budaya baru di sekolah, budaya sehat. (*) *) Ketua IDI Surabaya, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga


KARAWANG BEKASI EKSPRES GROUP

METRO PURWAKARTA 8

SELASA, 16 JUNI 2020

SEMANGAT BARU PURWAKARTA

Pesantren Mulai Bersuara DPRD Jabar Diminta Bentuk Pansus Anggaran COVID-19 P U R WA K A R TA - S e jumlah tokoh pondok pesantren di Jawa Barat mendesak DPRD Provinsi Jabar membuat panitia khusus (pansus) untuk mengawasi penggunaan anggaran penanggulangan COVID-19 di Jawa Barat. Mereka merasa tidak pernah mengetahui besaran

anggaran yang digunakan. Padahal, anggaran tersebut diperkirakan mencapai triliunan rupiah. “Sudah menjadi kewajiban bagi anggota Dewan melakukan langkah-langkah pengawasan terhadap penggunaan anggaran untuk COVID-19 di Jawa Barat. Kami juga warga Jawa Barat, khususnya keluarga besar pesntren berhak tahu,” kata HM Nur uzaman, salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon kepada pers,

Senin (15/6/2020). Dia yang juga sebagai Ketua PP GP Anshor Bidang Kajian Strategis itu menilai, perlu ada rincian yang lebih jelas soal penggunaan anggaran tersebut. Misalnya, di pemerintah pusat terdapat klasifikasi, baik itu berupa bantuan tunai langsung, sembako atau jenis lainnya. Sementara di Jawa Barat tidak terlihat klasifikasi itu. Desakan serupa juga datang dari Ketua Forum Pondok Pesantren Cianjur

Ade Ismail. Dia meminta DPRD Provinsi Jawa Barat untuk melaksanakan hak interpelasi penggunaan anggaran COVID-19. “Kemana dan digunakan untuk apa anggarannya supaya kami tahu. Dalam hal ini dewanlah yang memiliki kewenangan secara konstitusi untuk melakukannya,” ujar Ade. Menanggapi desakan itu, anggota Komisi III V DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra Ihsanudin mengaku, sangat mengapresiasi jika

ada aspirasi dari tokoh pondok pesantren dan para kyai di Jawa Barat. Hanya saja, sampai saat ini desakan membuat pansus belum ada. Diketahuinya di level kabupaten baru ada 23 anggota DPRD Karawang saja yang menginginkan hal tersebut. “Sampaikan saja aspirasi itu secara resmi berikut dengan argumentasinya. Mudah-mudahan kami bisa mewakili suara pondok p esantren di Jawa Barat,” tutur Ihsanuddin

anggota DPRD Jabar Dapil Karawang-Purwakarta ini. Sementara itu, anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Toto Purwanto mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan penggunaan anggaran COVID-19. “Untuk saat ini masih dalam proses. Adapun kebutuhan anggaran untuk masalah wabah ini sekitar Rp15 triliun. Kalau saja ada aspirasi untuk itu (pansus) sebaiknya disampaikan secara resmi,” tandas Toto. (*)

SUARA PESANTREN: Anggota Komisi III V DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra Ihsanudin.

LINGKUNGAN

BANTUAN: Bank Sampah dan mesin pencacah dan pemadat bantuan dari Kementerian LH.

DLHK Dapat Bantuan Bank Sampah PURWAKARTA- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Purwakarta mendapat bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bantuan tersebut berupa bangunan untuk bank sampah induk (BSI), mesin pencacah, mesin pemadat dan satu motor pengangkut sampah. “Bantuan berupa bangunan 2019 berlokasi di Desa Ciwareng Kecamatan Babakancikao dan baru diresmikan kemarin, kalau mesin memadat, pencacah dan motor bantuan pada tahun ini dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkap Sekdis DLHK Kabupaten Purwakarta, Hariman Budi Anggoro, Senin (15/6/2020). Ia mengatakan, semua bantuan tersebut sebagai penunjang untuk mendukung program citarum harum. Sampah-sampah yang diperoleh dibawa ke BSI kemudian diproduksi atau diolah menjadi benda multiguna, yang kemudian dijual. “Setelah adanya bantuan ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Cikolot,” ujar dia. Selain itu, ia menyebut ke depan BSI harus ada di setiap kecamatan agar sampah tidak terus dibuang ke TPA Cikolot. Sehingga dapat memangkas anggaran yang dikeluarkan. “Dan usia TPA Cikolotok juga akan lebih panjang, karena sampah diproduksi di setiap kecamatan menjadi benda multiguna,” katanya. (san/red)

LAYANAN PUBLIK

TAMBAH ODP: Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Purwakarta.

Jumah ODP dan OTG Bertambah Lagi PURWAKARTA- Pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Purwakarta bertambah 1 orang, dari sebelumnya 9 menjadi 10 orang. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Purwakarta, dr. Deni Darmawan mengatakan, orang tanpa gejala (OTG) juga bertambah sebanyak 5 orang, sehingga total OTG perhari ini sebanyak 118 orang. “Perhari ini PDP bertambah 1 dan OTG ber-

tambah 5,” ujar dia, Senin 15/6/2020). Sementara untuk orang dalam pengawasan (ODP) dan positif Covid-19 tetap, artinya tidak ada penambahan. “Positif 1 dan ODP sebanyak 16 orang,” kata dr. Deni. Padahal sehari sebelumnya Gugus Tugas sempat merilis tidak ada tambahan kasus. Akhir pekan lalu memang tidak terjadi penambahan pada warga yang berstatus terkonfirmasi positif Covid-19 dan warga yang berstatus Orang Dalam

Pemantauan (ODP). Jumlahnya tetap sama dengan hari sebelumnya, positif 1 dan ODP 16 orang. Menurut Deni saat itu, penambahan terjadi pada Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sebanyak 1 orang. “Sebelumnya berjumlah 8 orang, kini yang masih dalam proses pengawasan menjadi 9 PDP,” katanya. Deni juga mengatakan secara kumulatif jumlah warga yang terkonfirmasi positif di wilayah Kabupaten Purwakarta ada sebanyak

31 orang. “Secara keseluruhan, telah dinyatakan sembuh sebanyak 29 orang. Sebelumnya, kami catat juga ada 1 orang yang positif telah meninggal dunia. Jadi, kini hanya satu orang masih dalam proses perawatan dan karantina,” ujarnya. Gugus Tugas Covid-19 terus mengajak seluruh lapisan masyarakat tetap optimis menghadapi wabah yang menjadi pandemi global ini. Sejumlah langkah-langkah antisipasi terus dilakukan Pemkab Purwakarta, den-

gan melakukan rapid test (uji cepat) dan tracing (pelacakan) bagi warga yang kontak erat dengan PDP. “Kami juga mengimbau agar warga tetap melaksanakan anjuran pemerintah yaitu physical dan social distancing, untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Masyarakat juga hendaknya tetap melaksanakan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan dalam setiap kegiatan,” demikian dr Deni Darmawan. (san/red)

Brother Pathouse Purwakarta Berikan Tips Pelihara Kucing Bagi Pemula BUKA LAGI: Loket Layanan SIM Keliling Polres Purwakarta.

SIM Keliling Buka Lagi PURWAKARTA-Polres Purwakarta kembali membuka layanan SIM keliling yang sebelumnya sempat terhenti beberapa waktu akibat situasi pendemi Covid-19. Hal itu sebagai salah satu upaya memudahkan masayarakat dalam hal pengurusan SIM khususnya perpanjangan. Selain itu, dikatakan Kapolres Purwakarta, AKBP Indra Setiawan melalui Kasat lantas, AKP Zanuar Cahyo Wibowo mengatakan, dioperasikannya kembali layanan SIM keliling untuk mencegah penumpukan pemohon di Mapolres Purwakarta pada masa new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). “Mulai hari ini Senin, (15/6/2020), pelayanan SIM kembali beroperasi disejumlah titik strategis atau tempat yang mudah dijangkau masyarakat di wilayah Kab Purwakarta” kata Kasat Lantas yang akrab disapa Bowo tersebut. Senin, (15/6/2020). Saat mendatangi pelayanan SIM keliling, lanjut Bowo, maasyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan sebagaimana imbauan dari pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 “Meski layanan kembali dibuka dan di masa new normal, tapi bukan berarti masyarakat bebas ya, tetap protokol kesehatan harus dilakukan, seperti menjaga jarak saat antri serta menggunakan masker dan lainnya” ujarnya. Sementara, bagi pemohon perpanjangan SIM, lanjutnya, masyarakat tetap melengkapi persyarataan seprti biasa, seperti membawa SIM yang masih berlaku yang akan diperpanjang, membawa E-KTP serta fotokopinya. “Pada pelayanan SIM keliling, sementara hanya melayani layanan perpanjangan SIM A dan SIM C, pembuatan SIM baru dan lainnya, silahkan masyarakat datang langsung ke Mapolres Purwakarta,” pungkasnya. (san/red)

PURWAKARTA - Tingkah lucu dan menggemaskan kucing menjadi alasan sebagian besar orang untuk memeliharanya. Bagi pencinta kucing, memelihara kucing adalah salah satu hal yang sangat diinginkan. Namun, memelihara kucing tidak boleh asal-asalan, nih. Kita harus benar-benar menyayangi kucing peliharaan. Namun bagi orang yang baru pertama kali memiliki kucing, akan bingung bagaimana cara merawat binatang peliharaan tersebut. Untuk itu Brother Pathouse memberikan sejumlah tips merawat kucing terutama untuk pemula. Menurut, pemilik Brother Pathouse, Muhammad Edwin Sudrto, Kandang menjadi aspek pertama yang harus diperhatikan oleh para pemilik kucing. Saat ini banyak aneka bentuk dan jenis kandang. Pemilik kucing tinggal memilih kandang yang disesuaikan dengan ukuran kucing. “Yang penting kandang harus membuat kucing terasa aman, nyaman dan bersih,” jelas Edwin sapaan akrabnya, pada Senin (15/6/2020). Selain itu, tamabah dia makan juga menjadi sangat penting dalam memeli-

hara kucing. Untuk Kitten atau anak kucing memang membutuhkan nutrisi lebih banyak. “Jenis makanan sendiri kini dapat dengan mudah dijumpai di toko kebutuhan hewan. Makanan dari yang paling murah hingga premium kini tersedia di sana. Pemilik kucing disarankan untuk tidak memberikan makanan mentah, sebab makanan mentah rentan dengan kuman atau bakteri yang dapat membuat kucing sakit,” jelasnya. Untuk makanan, sambung dia, dapat diberikan 2 sampai 3 kali sehari. Namun, prinsipnya setelah makanan habis, pemilik harus segera mengisinya kembali. Layaknya manusia, kucing juga tidak boleh telat makan. “Tak hanya itu kebersihan kucing menjadi aspek penting yang harus selalu dijaga. Pemilik kucing dapat memandikannya secara teratur. Tak perlu sering, yang penting kebersihan kucing selalu terjaga,” paparnya. Pemilik kucing, Edwin melanjutkan, juga harus rajin membersihkan bagian tubuh kucing yang rentan dengan kuman seperti kuku dan bagian lainnya. “Pemilik kucing juga harus menyediakan toilet khusus kucing,” ujarnya.

Nah, lanjut Edwin, untuk menghindari penyakit, vaksinasi menjadi salah satu hal yang harus dilakukan oleh pemilik kucing. “Pemilik kucing dapat mendatangi dokter hewan untuk melakukan vaksin kucing milik mereka. Jangan sampai menunggu kucing sakit baru dibawa ke dokter hewan,” jelasnya. Edwin menyarankan, untuk pemula, jangan memelihara kucing terlalu banyak karena bisa kerepotan. Ini yang selalu ditekankan kepada para pemilik kucing pemula. “Untuk permulaan cukup satu kucing dulu. Jika sudah merasa mampu untuk merawat, baru bisa menambah jumlah kucing,” jelas Edwin. Jika membutuhkan informasi yang lengkap, tamabah dia, tinggal datang saja ke Brother Pathouse yang beralamat di Perum Panorama Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta. “Bagi yang ingin Sharing tentang perawatan kucing dan lainnya datang aja ke Brother Pethose gratis. Selain itu kami juga menyediakan lepas adoppsi kucing berbagi jenis, Grooming antar jemput khusus kota Purwakarta, penitipan kucing dan jasa pacak kucing,” paparnya. (san/red)

RAWAT KUCING: Jenis kucing yang dirawat Brother Pathouse Purwakarta.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Karawang Bekasi Ekspres, 16 Juni 2020 by Karawang Bekasi Ekspres - Issuu