Semangat Baru Bekasi
RABU, 2 OKTOBER 2019
HARGA Rp3.000
Pengusaha MM2100 Gugat PT DCS ke Pengadilan Dinilai Ingkar Janji untuk Bayar Tagihan 1,5 Miliar CIBITUNG – Perusahaan distibusi makanan dan minuman serta peralatan
usaha industry kuliner PT. Diamond Cold Strorage (PT. DCS) digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Gugatan dilayangkan karena salah satu produsen es krim terbesar di Indonesia ini dinilai ingkar janji untuk membayar tagihan sekitar Rp1,5 miliar kepada lima
pengusaha pemasok barang dan jasa ke pabrik yang berlokasi di jalan Irian Blok LL 6 Kawasan Industri MM 2100 Cibitung, Kabupaten Bekasi. Kelima pengusaha kecil itu, terpaksa mengajukan gugatan wanprestasi ke perusahaan yang berkantor pusat, di Jalan Pasir Putih
Raya Kav.1 Ancol Timur, Jakarta Utara itu, setelah lebih dulu disomasi, namun jawabannya sangat mengecewakan. Kuasa Hukum kelima pengusaha kecil itu, Arkan Cikwan, MR. Nembang Saragih dan Barmawi Kohar dari Law Office Arkan Cikwan
& Patners, mengajukan gugatan setelah mendapat jawaban dari kuasa hukum PT. DCS Jupryanto Purba, bahwa perusahaan tidak pernah mengeluarkan Purchase Order (PO) yang disetujui direktur. Bahkan, disebutkan tidak menemukan adanya
Ke Hal...2
hanya sekali ini saja mengadakan kerjasama dalam pengadaan barang dan jasa ke PT.DCS. Apalagi selama ini tidak ada masalah, bahkan sangat heran kalau disebutkan tidak ada PO. “Memang sebelumnya, bukan direktur yang menandatangani PO Ke Hal.. 2
Bupati Eka Klaim Tangkap Pembuang Sampah Liar
CAWABUP Kursi Wakil Bupati Dilirik Opososi CIKARANG PUSAT - Kader partai Golkar Kabupaten Bekasi mengingatkan soal kursi calon wakil bupati yang belum terisi sampai saat ini. Pasalnya, tak hanya koalisi, partai oposisi juga menginginkan kadernya menempati kursi wakil. “Golkar kan sebagai partai pemenang, jangan sampai kursi wakil bupati ini ditempati orang luar partai Golkar,” tegas Kader Golkar, Efendi Subandono. Mantan caleg Golkar itu mengatakan, jika kursi wakil menjadi sangat penting menyambut Pilkada nanti. Apalagi, sisa masa jabatan Bupati Eka Supria Atmaja sekitar tiga tahun memimpin Bekasi. “Jika bicara soal rekan koalisi yang ingin merekomendasikan calonnya, Golkar harus bisa melobi agar kadernya sendiri yang menempati kursi wakil,” tegasnya. Menyinggung soal dua nama calon wakil yang mendapat rekom dari Golkar, Efendi mengakui masih bisa diubah. Sebelumnya, partai berlambang pohon beringin itu merekomendasikan dua nama yaitu Akhmad Marjuki dan Tuty Yasin. Sebagai Kader, Efendi memiliki catatan jika Tuty juga belum sepenuhnya mendapatkan dukungan. Efendi yang juga menjadi aktivis buruh pernah membangun komitmen Tuty untuk memperjuangkan kepentingan buruh Kabupaten Bekasi. Namun sayang tidak ada kelanjutannya sama sekali. Bahkan, dia juga lebih menyodorkan nama Dadan Ramadhan yang telah memiliki pengalaman memimpin di Kabupaten Bekasi.
pengadaan jasa dan mempertanyakan siapa yang memberikan PO, kepada kelima pengusaha tersebut. Apalagi, pemberian PO dari PT. DCS tanpa persetujuan direktur, sangat merugikan perusahaan. Arkan mengatakan, bahwa kelima kliennya bukan
BRI Cikarang Serahkan Mobil untuk Ahmad Yani CIKARANG SELATAN – Wajah ceria penuh bahagia tak dapat disembunyikan Ahmad Yani, warga Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi ketika berada di Kantor BRI Cikarang di Ruko Central Niaga, kemarin (1/10). Betapa tidak, nasabah tabungan Simpedes Bank
BRI Unit Sukadarma ini akan memboyong satu unit Suzuki Ertiga sebagai hadiah utama Undian Panen Hadiah Simpedes Periode 1 Maret - 31 Agustus 2019 lalu. Datang bersama istri, Ahmad Yani menerima langsung hadiah yang dis-
erahkan Pemimpin Cabang (Pimca) BRI Cikarang, Evifana Santi di halaman Kantor BRI Cikarang. Diminta komentarnya, Ahmad Yani mengaku tidak menyangka dirinya mendapatkan hadiah satu unit mobil. Ke Hal.. 2
C I K A R A N G P U S AT – Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengklaim sudah menangkap salah satu oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan di suatu wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi. Namun dirinya tidak mejabarkan secara spesifik lokasi dan sampah yang dibuang dengan secara sengaja. “Ada! (yang sudah ditangkap, red). di salahsatu kecamatan yang sudah pernah melakukan tangkap tangan. Intinya apabila ada oknum masyarakat yang membuang sampah, masyarakat akan ada peringatan dari kita,” kata Eka kepada Cikarang Ekspres, usai upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, kemarin (1/10). Eka sapaan akrabnya mengatakan, menjadi permasalahan Pemerintah
Kabupaten Bekasi masih minimnya kurang kesadaran masyarakat. Padahal, pihaknya sudah melakukan himbauan dan sering m e l a ku k a n ko o rd i na s i dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pemerintahan kecamatan dan desa. “Intinya kita serius menangani masalah sampah ini. Jadi action kita sudah menambah armada, terkait dengan itu,” ucap dia. Politisi Golkar itu menambahkan, pemerintah Kabupaten Bekasi saat ini sedang melakukan kajian perluasan pembuangan tempat sampah akhir (TPA) Burangkeng, yang terletak di Kecamatan Setu. Selain itu, pihaknya juga akan focus di wilayah melalui Dinas Lingkungan Hidup, untuk mengontrol sungai sungai atau daerah tempat pembuangan sampah ilegal. Ke Hal.. 2
ADVERTORIAL
Masyarakat Diminta Amalkan Ideologi Pancasila Dari Peringatan Haru Kesaktian Pancasila di Kabupaten Bekasi
CIKARANG PUSAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menggelar upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Plaza Kompleks Perkantoran Pemda setempat, kemarin (2/10). Bupati Eka Supria Atmaja pun bertindak
sebagai inspektur upacara. Orang nomor satu di Kabupaten Bekasi ini didampingi jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Mus), Pimpinan dan Anggota DPRDKabupatenBekasi,Tokoh Masyarakat, pelajar dan organisasi masyarakat (Ormas).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja juga memimpin pengheningan cipta untuk mendoakan para Pahlawan Revolusi yang gugur karena adanya sebuah gerakan yang merong-rong ideologi Pan-
casila. Sebuah gerakan yang lebih dikenal dengan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G 30 S PKI). Usai memimpin upacara, Eka pun melihat-lihat foto-foto para Jendral TNI AD, Kapten TNI AD dan seorang praju-
rit kepolisian yang menjadi korban penculikan PKI. Di mana, mayat para korban penculikan dibuang disebuah sumur tua di daerah Lubang Buaya, Pondok Gede. Eka berharap masyarakat Kabupaten Bekasi dapat
mengamalkan Ideologi Pancasila. “Kita mengharapkan masyarakat mampu menjaga persatuan dan konsisten untuk mempertahankan serta mengamalkan nilainilai Pancasila,” tukas dia. (adv/hyt)
RABU, 2 OKTOBER 2019
SAMBUNGAN
2
Desa Bojongmangu Prioritaskan Bangun TPT BOJONGMANGU - Desa Bojongmangu, Kecamatan Bojongmangu, telah mengajukan dua titik turap penahan tanah (TPT) kepada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Yakni, TPT gang Arkawi Kampung Galang RT/RW 01/01 dengan panjang 500 meter dan tinggi 160 cm dan gang Darki dengan panjang 100 meter dan tinggi 250 cm. Kepala Desa Bojongmangu Ibut Jari mengatakan, tanah di wilayah Bojongmangu labil, termasuk Jaling di Gang Arkawi dan Darki. Jika TPT segera dibangun, maka
saat musim hujan tiba jalan tersebut tidak ikut bergerak yang akhirnya longsor. “Saya inginkan penurapan bisa secepatnya direalisasikan Tahun 2019 ini,” katanya kepada Cikarang Ekspres, kemarin (1/10). Ketua BPD Bojongmangu Ranto menegaskan, saat meninjau lokasi jalan yang diajukan untuk diturap, dirinya dan sekdes melihat kondisi yang sebenarnya. Ternyata usulan dua turap harus menjadi skala prioritas utama. Sebab usulan tersebut sangat diperlukan oleh pihak desa. “Makanya pihak Desa Bojongmangu mengusulkan dua titik turap,” pungkasnya. (ags/hyt)
FOTO : saat sekdes dan perangkat desa serta Rt dan Rw melakukan pemasangan bambu.
Warga Harus Terlibat Musdus CIBARUSAH - Kepala Desa Ridogalih mengajak warganya untuk berpartisipasi dalam kegiatan musyawarah dusun (Musdus) yang dilakukan di tiga dusun. Di mana, kegiatan tersebut sebagai bagian penyerapan aspirasi warga ditingkat dasar untuk diusulkan ke tingkat desa. Kepala Desa Ridogalih Komarudin menuturkan agar pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh warga perlu dilibatkan dalam proses pengusulan di Musdus. Sehingga keterbukaan dan transparansi dari pembangunan di desa dapat dilihat langsung warga.
FOTO : Kades Ridogalih dan BPD serta tim monitoring kecamatan yang didampingi oleh tokoh masyarakat dan unsur TNI/Polri dalam kegiatan Musdes.
Pengusaha MM .. dari halaman 1 tetapi bagian pengadaan barang. Dan selama ini, tidak ada masalah,” kata dia kepada Cikarang Ekspres, kemarin (1/10). Arkan melanjutkan selama ini untuk kerjasamanya berjalan lancar. Namun, yang terakhir justru disebutkan tidak pernah mengeluarkan PO. Padahal, kerjasama yang sudah dikerjakan kelima kliennya, sudah dipakai perusahaan. Kelima perusahaan ini masih kecil, sehingga sangat disayangkan perusahaan besar PT. DCS yang sudah mau TBK. “Makanya, sangat tak masuk akal kalau dibilang tidak pernah menerbitkan PO. Bagian pengadaan PT. DCS sudah bertahun-tahun berjalan dan selama ini tak ada masalah,” ujarnya. Dijelaskan dia, kelima perusahaan yang merasa dirugikan itu, masing-masing CV. Converindo Jaya Sakti, CV. Indo Sentra Karya, CV. Masuta Engeneering, CV. Sinar Abadi, dan PT. Kurnia Mega Tama. CV.Converindo Jaya Sakti atas pengadaan Conveyor Belt 556 x 2500 x 1,2,PN 126335T02, Purchase Order (PO) No. 98145 dan Pengadaan Elef Conveyor Belt 1840 x 250 mm, PO No. 97850 senilai Rp 85.000.000. Kemudian CV. Indo Sentra Karya atas Jasa Pelaksanaan Sipil Epoxy Lantai Ruang Oven, Scalling, New Burger, Packing, Tortilla, Mezzanine, PO No. 98957 dan Jasa Pelaksanaan Sipil Perbaikan Cone Block Area Luar Building, Luas Area Perbaikan 374 M², PO No. 98956 dengan total tagihan senilai Rp 451.055.000. Sedangkan CV. Masuta Engeneering atas Pengadaan Blade Scalloped, PO No. 98146; Pengadaan Submersible Pump Type 50DVS 5,45 EBARA, PO No.98142; Pengadaan Knife Bizard Slicer Mode BS1231 Uk 26, PO No.99152; Pengadaan Blade
Scalloped, PO No. 98573. Selain itu Pengadaan Fan Motor Ziehl Abegg 1,1 kw 2.30/400v 3.1/1 8a 1220rpm Type FC 056-4DF.41A7 “7 DAUN” Dia 50 cm, PO No.98572; Pengadaan Motor Cable Spiral PN 126239 dan Basic Module Croissomat PN50707, PO No. 98636; Pengadaan Roda Teflon dengan Bearing 6202 PO No. 98458; Pengadaan Friction Disc Complete untuk mesin Laminating, PO No. 98201; Penga daa n Motor 3Hp 0.75KW230/400/50/60/4P/ B3, PO No. 98206. Kemudian, Pengadaan Electronic Card Mixer Belec 472A dan Protection Cloth Mixer Head P2002, PO No. 98205; dan Pengadaan Submersible Pump Type 50DVS 5,45 EBARA, PO No.981420 dengan total tagihan senilai Rp 235.325.000. “Kemudian CV. SINAR ABADI atas jasa pekerjaan Utility dan Posioning Mesin Mizer Oven dan Steamer material dan jasa, PO No. 97906 dengan tagihan senilai Rp 590.000.000, dikurang Down Payment 30 %,” jelas dia. Ia menambahkan, PT. Kurnia Mega Tama atas Jasa Pelaksanaan M & E Pekerjaan Repair dan Rekondisi Panel Control Compressor Han Bell, PO No. 98456; Jasa Pelaksanaan M & E untuk perbaikan mesin mixer di DCS Bakery, PO No. 95941; Jasa Pelaksanaan M & E Perbaikan Trolly dan Penggantian Roda Trolly, PO No. 93933. Selain itu, Jasa Pelaksanaan M & E Posisioning dan Utility mesin WP Burger Line, PO No. 98455; Jasa Pelaksanaan M & E Pekerjaan Posisioning dan Erection Mesin ABF 3 Unit dan Condensing, PO No. 97904; Jasa Pelaksanaan Sipil Pekerjaan Tambvahan Bongkar Pasang Wall Panel Pintu R Baking Untuk Memasukkan Oven Baru 2 Unit, PO No. 99165.
Bupati Eka .. Kemudian, Jasa Pelaksanaan Sipil Modifikasi dan Perakitan Rak File Untuk Ruang Demo OC, PO No. 98921; Pengadaan Plat Galvanil, PO No. 99162; Pengadaan Brush PIN 939115 dan Temperatur Control PFS 300DD, PO No. 99306. Kemudian, Pengadaan Temperatur Control, PO No. 99150; Pengadaan Kabel NYYNY 5 X 2,5 MM2, Kabel NYYHY 4 X 0,75 MM, dan Kabel NYYHY 4 X 16 MM2, PO No. 98635 dengan total tagihan senilai Rp 407.201.300 termasuk PPN 10 %. Dikatakan, gugatan yang diajukan itu, didukung bukti-bukti berupa dokumendokumen berikut keterangan yang disampaikan, pihaknya berpendapat bahwa perbuatan PT. DCS yang belum membayar hak atas tagihan dari klien-kliennya, bukan lagi hanya sekedar perbuatan wanprestasi. “Tetapi sudah lebih mengarah pada kejahatan penipuan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pasal 378 KUH Pidana. Sebab seluruh pengadaan barang sesuai PO telah dikirimkan kliennya, termasuk jasa atas pekerjaan sesuai PO sudah dikerjakan seluruhnya dan sudah diterima PT.DCS dengan baik. Pihaknya terpaksa mengajukan gugatan wanprestasi itu, karena tidak ada itikad baik dari PT.DCS,” jelas Arkan. Sementara itu, Kuasa Hukum PT. DCS Jupryanto Purba yang dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, kliennya sudah mengecek terkait pengadaan-pengadaan s e bagaimana dituduhkan, tetapi tidak ditemukan fakta atas pengadaan barang dan jasa. “Dan yang menjadi pertanyaan bagi kliennya, siapa yang membuat PO. Karena Direktur PT. DCS memang tidak pernah membuat PO itu. Kami juga mau mel-
aporkan masalah itu ke polisi,” ucapnya. Menyinggung gugatan itu, Jupryanto tidak mempermasalahkan. Sebab, gugatan itu tujuannya supaya ada kepastian hukum. “Silahkan saja, supaya ada kepastian hukum. Yang pasti, klien kami tidak pernah mengetahui PO tersebut,” katanya. Penggugat meminta agar PN Jakarta Utara menghu ku m te rgugat untu k membayar kerugian materiel maupun kerugian moril/immaterial sebesar Rp4.250.000.000 dengan perincian kerugian materiel berupa pengeluaran-pengeluaran yang tidak seharusnya timbul akibat perbuatan wanprestasi dari tergugat. R in ciannya, ya itu bi aya jasa advokat dan biaya-biaya lain-lain Rp 750.000.000, berkurangnya nilai kekayaan kreditor Rp 500.000.000, keuntungan yang seharusnya diperoleh Rp 500.000.000,- sedangkan kerugian moril/inmateriel di mana paa penggugat mengalami tekanan lahir dan bathin yang apabila dinilai dengan uang adalah sebesar Rp2.500.000.000, kepada penggugat secara tunai dan seketika. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan terhadap tanah dan bangunan pabrik milik tergugat di jalan Irian Blok LL6 Kawasan MM 2100, Cibitung Kabupaten Bekasi. Menghukum tergugat untuk membayar uang paksa atau dwangsom sebesar Rp. 50.000.000 per hari setiap keterlambatan melaksanakan putusan ini, kepada para penggugat secara tunai dan seketika. “Putusan dapat dilaksanakan terlebih dahulu walaupun ada upaya hukum verzet, banding, maupun kasasi (UitvoerbaarBijVoorraad) dan menghukum tergugat untuk membayar segala biaya yang timbul dalam perkara ini,” pungkasnya. (jio)
nasabah BRI, dari dulu kerja. Ngambil gaji di BRI. Layanan BRI sangat bagus, saya pilih BRI karenan memang dekat dengan tempat tinggal,”paparnya. Sementaraitu,Evifanamengucapkan selamat kepada Ahmad Yaniyangberuntungmendapatkan hadiah utama satu unit mobil. Ia juga mengajak masyarakat untuk menabung di Simpedes BRI. Cukup setoran awal 100 ribu dan kelipatannya, nasa-
bah sudah dapat diikitsertakan dalam undian Panen Hadiah Simpedes yang digelar dua kali dalam setahun. “Sudah terbukti dan nyata untuk program hadiah ini. Harapan masyarakat jangan ragu untuk menabung di Simpedes BRI,” bilang dia Sebelumnya periode pertama tahun 2019 ini, bukan hanya hadiah utama, BRI Cikarang juga melakukan undian 13 unit sepeda motor, 20 unit televisi, 20 unit
BRI Cikarang Selatan .. dari halaman 1 Pasalnya pria pensiunan ini tidak memiliki perasaaan apapun ketika undian digelar 19 September lalu. “Senang banget, gembira banget dapat hadiah mobil. Saya ga ada perasaan apaapa. Saya tahu ada program ini enam bulan sekali, biasanya datang pas undian. Pas kemarin ga datang,”katanya kepada awak media. Suzuki Ertiga ini ren-
cananya, sambung Ahmad Yani akan digunakan untuk keperluan pribadi. “Saya pakai aja, buat kenang-kenangan pribadi. Saya ini pensiunan ga ada kegiatan paling nyawah (berkebun,red),”tuturnya. Ia menjelaskan sudah menjadi nasabah selama 25 tahun di BRI. Ia memilih setia BRI karena pelayanan yang maksimal dan tersebar di pelosok daerah. “Ada 25 tahun menjadi
“Apalagi Musdus ini digelar bersama oleh BPD dan Pemdes,” katanya kepada Cikarang Ekspres, kemarin. Ketua BPD Ridogalih Aup menambahkan bahwa Musdus harus dilaksanakan agar warga dapat merasakan hasil pembangunan yang maksimal. Apalagi warga dilibatkan mulai dari pengusulan di Musdus sampai Musdes sekaligus pelibatan pelaksanaan pembangunan. “Rencana pembangunan yang dilaksanakan oleh pemdes, saat ini dapat rasakan langsung oleh semua warga,” pungkasnya. (ags/hyt)
penumpukan sampah secara terbuka juga dapat meningkatkan produksi gas methana (CH4) yang timbul akibat reaksi biokimia. Kondisi ini lebih berisiko tinggi, karena dapat menyebabkan ledakan dan kebakaran di TPA Burangkeng. “Kejadian kebakaran akibat gas methana sudah beberapa kali terjadi di TPST Bantargebang. Gas methana yang dihasilkan pada timbunan sampah di lokasi TPA, juga telah menyumbang 20-30 kali lebih besar dari pada karbondioksida (CO2),” paparnya. “Karbondioksida sendiri merupakan pembentuk emisi gas rumah kaca (GRK). Zat itulah yang diklaim menjadi penyebab meningkatnya suhu bumi atau yang biasa disebut pemanasan global,” sambung dia. Pem erintah Kurang Peduli atau Warga Acuh? Permasalahan sampah di Kabupaten Bekasi menjadi yang utama. Terlihat tumpukan sampah dipinggir jalan maupun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di sejumlah wilayah. Pengamaatan Cikarang Ekspres, dalam satu tahun ini tumpukan sampah itu sempat terjadi di Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL), pinggir Jalan Raya CBL, pinggir Jalan Raya Karang Satria Tambun Utara dan yang terbaru di Kali Pengairan Jalan KH Abu Bakar Setiadarma Tambun Selatan, Desa Karangreja Pebayuran, wilayah Kecamatan Cibarusah dan Kecamatan Cikarang Selatan. Masih banyak sekali tumpukan sampah liar baik dipinggir jalan maupun di kebun kosong di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi lainnya. Semua tumpukan sampah terjadi bersumber dari warganya sendiri, tetapi warga tidak mau disalahkan dikarenakan prilaku jorok mereka dengan membuang sampah sembarangan dikarenakan kurang tersedianya lokasi Tempat pembuangan Sementara (TPS) maupun ritme pengangkutan sampah yang lambat.
Seperti yang diungkapkan Andi (30), banyak warga memilih membuang sampah sembarangan dikarenakan jauhnya lokasi TPS. Kemudian tidak terkelolanya dengan baik petugas kebersihan lingkungan dalam mengangkut sampah warga. “Terkadang saya juga suka gitu buang sembarangan. Ya tidak ada pilihan sampah di rumah sudah numpuk, tapi petugas kebersihan lingkungan lambat, padahal sudah bayar,” ucap warga Tambun Selatan ini. Selain itu Andi menilai sampah yang bertebaran di pinggir jalan karena tidak tersedianya tempat pembuangan sampah. “Banyak kan perumahan dan lingkungan warga yang belum memiliki petugas pengangkut sampah, jadi ya ada yang bakar sendiri kebun depan rumah, ada yang buang sembarangan, ada yang memang di buang ke TPS,” jelasnya. Rinda (26) warga Cikarang Selatan mengatakan, tumpukan sampah yang terjadi sudah bertahuntahun. Meskipun seringkali dibersihkan, tumpukan sampah itu kembali muncul kembali. “Ya awalnya yang buang satu dan sudah kebiasaan buang terus banyak yang ikuti hingga jadi lokasi pembuangan sampah liar. Tapi ya itu karena kita juga bingung mau buang kemana, belum ada pengelolaan sampah di tempat tinggal saya,” ucapnya yang tinggal disalah satu perumahan di Desa Serang. Ia menambahkan harus ada keseriusan Pemerintah setempat dalam menangani persoalan sampah ini. Pasalnya, tumpukan sampah seringkali dijumpai di berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi. “Ya aneh saya lihatnya, dari dulu begitu saja engga ada kemajuan. Entah salah siapa. Warganya yang jorok atau Pemerintah Kabupaten Bekasi yang cuek biarkan gitu saja. Yang jelas sangat menganggu dan merusak pemandangan. Harus ada langkah nayata selesaikan,” pungkasnya. (jio)
Sementara menyinggung soal nama Akhmad Marjuki, sosoknya banyak menimbulkan pro kontra
bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.”Tapi ya gak prerogatif bupati Eka, saya yakin meski dua nama itu mendapat rekomendasi masih bisa diubah,” katanya.
Bagaimanapun, kursi wakil bupati sangat penting, terutama mendorong kinerja bupati dan dapat menentukan nasib Golkar di Pilkada nanti. (uzi)
lemari es dan 17 mesin cuci. “Pengundian periode beri-
kutnya akan dilaksanakan mulai Bulan September
2 0 1 9 s a m p a i Fe b r u a r i 2020,”tandasnya. (dim/hyt)
dari halaman 1 “Dengan Dinas Lingkungan Hidup dan kita sudah mengintruksikan kepada camat, kepala desa, untuk terus melakukan control dengan persoalan sampah ini,” tambah dia. Perlu diketahui, permasalahan sampah di Kabupaten Bekasi mulai mengindikasikan menuju status ‘darurat sampah’. Kondisi yang memprihatinkan ini, sangat memerlukan komitmen kuat dari seluruh pihak, terkait upaya revitalisasi pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng secara total dan tepat. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan dalam upaya revitalisasi pengelolaan sampah, di antaranya yang berspektif lingkungan (ramah lingkungan), pengelolaan mulai dari sumbernya, memperdayakan pembangunan TPS 3R. Direktur Eksekutif Kawal Wahana Lingkungan Indonesia, Puput TD Putra menjelaskan, selama ini sistem yang diterapkan dalam pengelolaan sampah di beberapa wilayah, adalah pola ditumpuk secara terbuka (open dumping), dimana sistem tersebut tidak lagi diperkenankan. Hal itu, kata dia, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Persampahan. Pasalnya, dalam Pasal 29 huruf (e) dijelaskan, dilarang melakukan penanganan sampah dengan pembuangan terbuka di tempat pemprosesan akhir. “Malah ada temuan, bahwa sebagian sampahnya ada yang dibakar di Lokasi TPA Burangkeng (sampah milik industri),” katanya. Menurutnya, pola penumpukan sampah secara terbuka, rentan dengan berbagai resiko yang bisa merugikan bahkan membahayakan warga sekitar. Sebagai contoh, mempermudah sampah memproduksi air lindi, yang mana aroma busuknya akan menyebar dan mengganggu penciuman warga. Selain itu, lanjut Puput,
Kursi Wakil .. dari halaman 1
RABU, 2 OKTOBER 2019
SAMBUNGAN
3
Ikut Demonstrasi, 2 Anak SD Diamankan Polisi JAKARTA- Jajaran Polres Metro Jakarta Utara mengamankan ratusan pelajar sejak kerusuhan yang terjadi beberapa waktu di ibu kota. Aparat ternyata juga mengamankan pelajar Sekolah Dasar (SD) yang diyakini ikut melakukan aksi unjuk rasa. Sejak Senin (30/9) sampai Selasa (1/10), setidaknya ada 173 orang yang sempat
diamankan di Mapolres Metro Jakarta Utara. Mereka diamankan karena diduga terkait aksi demonstrasi yang berujung ricuh di sekitaran Gedung DPR/MPR. “Yang masih di Polres 59 plus beberapa orang yang kemarin diamankan. Sebagian besar sudah dijemput. Yang kemarin masih sisa 3 orang,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol
Budhi Herdi Susianto saat dihubungi, Selasa (1/10). Pada penangkapan itu, polisi turut mengamankan anak SD berjumlah dua orang yang juga diyakini habis ikut demo berujung ricuh karena ditemukan bersama-sama yang lain. “Kami amankan ada dua anak SD umur 11-12 tahun. Kalau yang tadi pagi mereka kan sudah aksi
d e m o d i s a n a, m e re k a sudah demo CikampekSumedang dan lain-lain. Dari keterangan mereka juga sama. Informasinya mereka akan dibayar di sana setelah di sana nyari o ra n g ya n g mau b aya r enggak ketemu. Akhirnya mereka balik,” kata dia lagi. Dalam aksi demonstrasi tersebut, tidak semua pela-
jar dan mahasiswa. Ada juga pelajar gadungan yang sengaja ikut aksi karena dibayar. Salah satunya adalah RH, 22, yang mengaku sebagai sekuriti sehari-harinya. Kemudian ada juga seoseorang yang mengaku sebagai nelayan yang dibayar pula. Bahkan si nelayan yang tidak disebut namanya oleh Budhi ini ternyata adalah buron Polsek Cilincing atas
kasus dugaan penganiayaan. Karena dia ada kasus di sana, maka yang bersangkutan diserahkan guna menjalani proses hukum kasusnya . “Satu orang mengaku nelayan dia mengaku dibayar juga ternyata. Dia DPO dari Polsek Cilincing kasus penganiyaan,” tutur dia. Lebih lanjut dia mengatakan memang saat
Johnny G Plate
mengamankan 59 orang lagi hari ini mereka juga mengaku dijanjikan sejumlah uang jika datang ke ikut aksi ke DPR/MPR. Tak jauh berbeda dengan RH, mereka dimingimingi uang sebesar Rp 40.000. Namun mereka yang kecapean tidur di depan Kejari Utara hingga kemudian diamankan dari sana. (bbs/mhs)
Pertama Kali Pakai Ganja, Jefri Nichol Takut dan Parno JAKARTA- Aktor Jefr i Nichol kembali menjalani sidang penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (30/9). Dalam sidang itu, Jefri membeberkan mengapa dia sampai menggunakan ganja. Padahal, awalnya dia sempat parno setelah menggunakan barang haram tersebut. Jefri Nichol mengaku baru pertama kali menggunakan narkotika jenis ganja. Dia juga mengatakan tidak tahu cara untuk menggunakannya. Saat itu hakim menanyakan alasan penggunaan ganja yang dilakukan oleh Nichol. Ia mengaku dirinya merasa sulit tidur. Saat itu pun dia tengah mengerjakan proyek
film. Nichol berpikir jika sulit tidur itu akan berdampak mengacaukan jadwal.”Saya tidak bisa tidur. Kalau saya tidak bisa tidur akan ganggu seluruh jadwal, ada teman yang menawarkan supaya bisa tidur dan penasaran kebodohan saya, malamnya saya ambil barang itu,” ujarnya. Jefri mengaku saat itu dirinya sedang kewalahan mengerjakan proyek filmnya. Jefri Nichol mengaku menerima pemberian ganja sebagai ajang coba-coba untuk menghentikan kesulitan tidurnya. “Biasanya iya karena proyek yang saya kerjakan passionnya lumayan berat. Tingkat kesulitan projek saya lumayan berat,” tuturnya.
Ia mengklaim dirinya baru pertama kali gunakan ganja. Dia pun tidak tahu cara menggunakannya. “Saya hisap, dimasuki ke dalam rokok. Saya pakai sebelum tidur setelah pulang kerja,” ucapnya. Adapun dia merasakan efek matanya kering dan merasa ngantuk dari penggunaan ganja itu. Nichol sendiri mengaku takut untuk mencoba ganja itu pertama kali. Maka itu dia tidak langsung menggunakannya ketika ganja sudah di tangan. “Pertama karena saya takut parno. Lalu karena pas tanggal 17 enggak bisa tidur lagi. Saya tahu ini bakal tidur jam 05.00 WIB atau subuh baru saya make (gunakan),”
ujarnya. Rehabilitasi Jalan Sementara itu, Dokter BNNP DKI Jakarta, Nadiah, saat menjadi saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (30/9). Sidang juga dipimpin oleh Hakim Ketua Krisnugroho. Nadiah mengatakan pertimbangan rehabilitasi rawat jalan itu melihat pada jumlah pemakaian yang digunakan oleh Jefri. Pasalnya Jefri baru menggunakan dua kali dengan jumlah yang terbilang tidak banyak. Selain itu, kata Nadia, Jefri juga mendapatkan ganja dari temannya. Artinya, Jefri bukan termasuk orang yang mengedarkan.
“Karena ini menurut saya riwayat penggunaan baru dua kali, dan dia ada pekerjaan, usia produktif, lebih baik rawat jalan dari assessment kita,” ujarnya di ruang sidang. Nadiah mengatakan biasanya seorang pengguna narkotika menjalani masa rehabilitasi inap dan jalan selama enam bulan. Rehabilitasi inap biasanya dilakukan selama dua bulan, setelahnya akan dilakukan rehabilitasi jalan yang berisi konseling selama dua hingga empat bulan. Setelah itu akan dilakukan pemantauan selama dua bulan. Nadiah pun mengatakan rehabilitasi jalan juga belum tentu dapat berdampak cepat
da n ba i k bag i p e ng gu na narkotika. Biasanya perkembangan untuk pulihnya seorang pengguna narkotika sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Belum tentu semua kita sesuaikan dengan keadaan dia kalau memang sesudah itu (rawat inap) rawat jalan ya rawat jalan,” pungkasnya. (bbs/mhs)
nya. Anak itu dipaksa untuk dipisahkan sama saya dan kondisinya masih menyusui usia lima bulan. Saya mengira mantan suami culik anak itu karena memang dia tidak mau diceraikan oleh saya,” ungkap bintang film Mau Lagi? dan Drakula Cinta ini.
Five Vi mengaku kalau Iwan merayu kakaknya yang sedang menjaga Bilqis saat itu. “Jadi pas dibawa, mobil diluar rumah sudah siap membawa Iwan dan Bilqis. Jadi sudah langsung jalan mobilnya,” tuturnya. Akibat kejadian itu, Five
Vi merasa terkejut. “Di situ saya syok dan terguncang, dikuatkan oleh orang tua saya karena mereka tau saya down. Saya cuman bisa nangis, ibu saya menangis bilang ini diculik. Tapi keluarga mantan suami mendukung. Saya lapor ke polisi
nggak bisa karena diambil suami sendiri,” tutur wanita 37 tahun asal Mojokerto ini. Dalam perjuangannya mendapatkan Bilqis, Five Vi harus mendapat cobaan lain. Dia sempat akan dijual ke seseorang demi uang untuk mendapatkan putrinya.
“Sebenarnya luka yang lama banget. Kalau saya cerita satu-satu sudah nggak ada kepercayaan,” katanya. “Saya terakhir tuh pernah mau dijual ke seseorang supaya bisa dapatkan anak. Saya bilang ke orang itu, kalau istilahnya dalam agama
bunuh diri nggak boleh, apalagi jual diri,” sambung Five Vi. Sambil menahan tangis, Five Vi mengaku putus asa. Ia cuma bisa pasrah dan berharap suatu hari bisa bertemu dengan putrinya itu. (bbs/mhs)
katanya. Lebih lanjut ia mengatakan, penyesuaian TPP juga atas persetujuan DPRD Kota Bekasi. Adanya Perubahan kebijakan penyesuaian besa-
ran TPP telah mendapat persetujuan DPRD telah dituangkan dalam nota kesepakatan bersama Wali Kota Bekasi dengan DPRD Kota Bekasi Nomor 1166 Tahun 2018 dan Nomor 03
Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018. “Ini berarti penyesuaian TPP juga atas persetujuan
DPRD Kota Bekasi,” kata Sajekti. Kemudian persetujuan dua lembaga tersebut dituangkan melalui Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 56 Tahun 2018 tentang Peruba-
han Ketiga Atas Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 101 Tahun 2017 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018. (bbs/ mb)
tiawan pada Selasa (1/10). Menurut dia, pelajar asli Kota Bekasi mencapai 200an, selebihnya berasal dari Kabupaten Bekasi, Karawang. Bahkan ada dari Jawa seperti Salatiga, Purworejo, dan wilayah lainnya.
Menurut dia, ratusan pelajar ini terjaring razia di stasiun maupun jalan-jalan protokol ketika menumpang mobil bak terbuka. Usai didata dan dibina, ratusan pelajar tersebut dipulangkan dengan catatan dijemput
oleh orang tuanya. “Hasil pendataan polisi, rupanya banyak pelajar yang sengaja membolos,” kata Aris. Lembaganya bersama-sama dengan PPA Polres Metro Bekasi Kota, Dinas Pember-
dayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi dan Disdik Kota Bekasi bersinergi berdasarkan tugas pokok dan fungsi setiap instansi untuk mencegah pergerakan pelajar menuju ke gedung DPR.
“Namun masih banyak yang terjaring, media sosial punya peran yang luar biasa, dari sekedar identitas, jatidiri, bahkan role model negatif yang menjadi kebanggaan demo ala anak STM,” ujar dia. (bbs/mhs)
Saya Syok .... dari halaman 4 Namun hingga saat ini, Five Vi tak merasakan putusan pengadilan untuk membesarkan putrinya yang kini berusia 13 tahun. “Kronologinya anakku diculik saat itu sama bapak-
Keuangan Daerah .... dari halaman 4 “Pemberian TPP merupakan kebijakan masingmasing pemerintah daerah di luar beban gaji yang sudah ditanggung negara
atau melalui APBN khusus untuk PNS. Sementara untuk TKK diatur melalui Perwal tentang penghasilan TKK. Karena kondisi keuangan sekarang ini, TPP perlu disesuaikan kembali,”
Siswa Demo .... dari halaman 4 Sebagaimana diketahui, Komisi Perlindungan Anak Daerah Kota Bekasi mencatat sekitar 400 pelajar STM sempat diangkut polisi ke Polres Metro Bekasi Kota
karena terjaring razia pelajar yang hendak berunjuk rasa ke gedung DPR/MPR RI di Jakarta beberapa hari terakhir ini. “Mereka berasal dari berbagai daerah,” kata Ketua KPAD Kota Bekasi, Aris Se-
Harian Umum
Koran Kebanggaan Masyarakat Kota Bekasi
RABU, 2 OKTOBER 2019
HARGA Rp3.000
4
“Saya Syok dan Terguncang...” SOSOK Fivey Rachmawati alias Five Vi sesungguhnya ceria. Namun belakangan ternyata artis lawas ini menyimpan masalah. Five Vi mengklaim kalau putrinya, Bilqis M Meliskq, telah diculik oleh mantan suaminya sendiri, Iwan Setya Budiman. Five Vi dan Iwan resmi bercerai di 2006. Saat itu, ia menda¬patkan hak untuk mengasuh putrinya, Bilqis. n Ke Hal... 3
Five Vi ISTIMEWA: SUMBER FOTO: Net/KMPRN
SOROT: Arus demonstrasi sipil belakangan hari ini melibatkan juga massa dari siswa STM pelbagai daerah. Tak ingin siswa mereka ikut terlibat, SMK Teknologi Nasional Kota Bekasi, melarang keras para siswa ikut dalam aksi demo di DPR Jakarta. Tak main-main, siswa yang terbukti ikut demo akan diberi sanksi tegas oleh pihak sekolah.
Siswa Demo Diancam DO Sikap Sekolah dan KPAD Seragam KO TA B E K A S I - A r u s demonstrasi sipil belakangan hari ini melibatkan juga massa dari siswa STM pelbagai daerah. Tak ingin siswa mereka ikut terlibat,
SMK Teknologi Nasional Kota B e kasi, me larang keras para siswa ikut dalam aksi demo di DPR Jakarta. Tak main-main, siswa yang terbukti ikut demo akan diberi sanksi tegas oleh pihak sekolah. “(Surat edaran berisi) melarang siswa untuk
melakukan ajakan-ajakan demo itu,” ujar Pembina OSIS sekaligus guru SMK Teknologi Nasional Bekasi, Suroto Budianto ke p a d a awa k m e d i a d i r u a n ga n n y a, Ja l a n I r i gasi II, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (1/10). Surat tersebut disebar ke
setiap siswa sejak Senin (30/9) kemarin. Sanksi disiapkan bagi para pelajar yang nekat demo, konsekuensinya ditegur hingga dikeluarkan dari sekolah. “Kalau konsekuensinya yang pertama kita sudah berikan pengarahan, kemudian peringatan, perjanjian, 3 kali
dia melakukan kesalahan berturut-turut, ya mungkin akan naik ke bagian kesiswaan, nanti dari bagian kesiswaan, mengajukan kepada kepala sekolah, dari kepala sekolah mungkin diambil berkas dan dikembalikan kepada orang tua,” ujar Suroto. n Ke Hal... 3
Keuangan Daerah Cekak, TPP ASN Kena Imbas KOTA BEKASI- Pemerintah Kota Bekasi sejak akhir 2018 telah melakukan penyesuaian kebijakan pemberian Tu n j a n g a n P e n a m b a han Penghasilan (TPP) aparaturnya. Hal ini dilakukan agar kondisi fiskal keuangan Pemerintah
Kota Bekasi lebih seimbang untuk membiayai pembangunan daerah. Kepala Bagian Humas Setda Kota Bekasi Sajekti Rubiyah mengatakan m e ng i ngat ko n d i s i kemampuan keuangan daerah dalam pelaksanaan APBD TA 2018 mengalami
penurunan. Dan akibatnya dilakukan kebijakan penyesuaian besaran TPP selama 3 bulan mulai bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2018 sebesar 40 persen. Di anggaran 2019 penyesuaian besaran TPP masih berlaku mengingat keseim-
bangan Fiskal Keuangan Pemerintah Kota Bekasi juga belum stabil. “Sudah berlaku penyesuaian TPP aparatur dan dilakukan sebagai upaya menyeimbangkan fiskal keuangan daerah,” ungkap Kabag Humas Sajekti Rubiyah, Senin, (30/9).
Sajekti menambahkan awalnya pemberian TPP sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Daerah kepada pegawai atas kinerjanya dan diberikan sesuai kemampuan daerah. Hal ini tertuang pada Perwal Nomor 84 Tahun 2018, di BAB III pasal 3. n Ke Hal... 3
ADVERTORIAL
Empat Pimpinan DPRD Resmi Diambil Sumpah Jabatan
Langsung Kebut Prioritaskan Tiga Agenda Kerja KOTA BEKASI – Pimpinan DPRD Kota Bekasi resmi diambil sumpah jabatan. Di antaranya, satu ketua dan tiga wakil ketua. Setelah dikukuhnya sebagai pimpinan DPRD, mereka akan melakoni tiga agenda penting. Ketiganya adalah agenda membentuk Alat Kelengkapan D P R D ( A K D ) , Ta t a Tertib dan APBD Kota Bekasi tahun anggaran 2020 menjadi agenda yang akan dikerjakan dalam waktu dekat ini. “Untuk waktu dekat ini kita mulai kejar pembentukan AKD karena ini berkaitan dengan kegiatan anggota DPRD Kota Bekasi dalam menampung aspirasi masyarakat. Nanti pengesahannya bersama
dengan Tatib,” kata Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro, usai Paripurna penetapan Pimpinan DPRD definitif, kemarin (30/9). Menurutnya, DPRD Kota Bekasi s eb e l u m nya su d a h m e mb a ha s Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD Kota Bekasi tahun 2020, yang sudah masuk dalam nota keuangan. “Agenda yang sudah jelas adalah berkaitan d e ngan p e ny u su nan APBD 2020 yang sudah masuk nota keuangannya, juga pembahasan evaluasi gubernur berkaitan dengan APBD perubahan 2019,” ungkapnya. Dalam waktu dekat, ia bersama
pimpinan lain juga akan melakukan koordinasi dengan seluruh instansi pemerintahan yang ada di Kota Bekasi. “Pimpinan akan membuat beberapa agenda berkaitan dengan keliling ke berbagai instansi vertikal maupun lembaga semi pemerintah,” beber Chairoman. “Kami berharap kehadiran kami bisa memaslahatkan, menghadirkan perubahan yang lebih baik lagi sehingga visi misi Kota Bekasi yang cerdas, kreatif, maju, sejahtera dan insan yang bisa berlangsung dengan baik dan sukses,” pungkasnya. Sekedar diketahui, Ketua DPRD Kota Bekasi Choiruman J Putro dar i Par tai Keadilan S ejahtera (PKS), wakil ketua 1 di jabat oleh A n i m i ma nu d d i n d a r i ( P D I P ) , wakil ke tua II H.Edi (G olkar), wakil ketua III Tahapan Bambang Sutopo (Gerindra). (adv)
Ketua DPRD Kota Bekasi Choiruman J Putro dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wakil Ketua I : Anim imanuddin dari (PDIP) Wakil Ketua II: H.Edi (Golkar) Wakil Ketua III: Tahapan Bambang Sutopo (Gerindra)