44
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
1
SALAM REDAKSI Hai sahabat ASN, Jumpa kembali dengan X Media Edisi XV. Edisi kali ini, tim redaksi mengupas tentang Generasi Milenial yang berprofesi sebagai ASN. Rata-rata usia pelamar penerimaan CPNS pada tahun 2017 antara 22 hingga 30 tahun, yang disebut dengan Generasi Milenial atau Generasi Y. Generasi Milenial ini lahir diantara tahun 1980 hingga awal tahun 2000, saat perkembangan globalisasi digital menguat sehingga keahlian dalam penggunaan teknologi lebih menonjol dibanding generasi sebelumnya. Menurut Yoris Sebastian, seorang penulis buku Generasi Langgas Millennials Indonesia, generasi milenial memiliki karakteristik Generasi Instan. Generasi yang lahir pada periode ini lebih melek teknologi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Karakteristik apalagi yang dimiliki generasi milenial??... Simak informasi selengkapnya di Laporan Utama bertajuk
Menurutnya bagaimana kinerja dan kualitas ASN yang lahir dengan sebutan Generasi Milenial?... baca selengkapnya dalam rubrik Profil. Selain liputan utama terkait ASN Generasi Milenial, redaksi juga menyajikan berbagai informasi menarik lainnya. Pojok wisata kali ini menyajikan informasi menarik tentang indahnya pedesaan di Kota Ende yang terletak di pesisir selatan Pulau Flores. Selain mengunjungi rumah tinggal Bung Karno semasa pengasingan di Ende, wisatawan juga dapat singgah ke pasar lama untuk mendapatkan souvenir khas Ende, yakni kain tenun. Sepeti apa motif dan coraknya???... Sang penulis Adi Wahyu akan mengupasnya di rubrik Pojok Wisata. Menutup salam, X Media mengucapkan
“Suara Generasi Milenial di
Birokrasi�. Tak ketinggalan, redaksi juga melaporkan hasil wawancara dengan sang Srikandi Kanreg X BKN, yang terus berusaha melakukan peningkatan Kompetensi SDM, khususnya bagi ASN generasi milenial saat ini.
2
Umum pasal 240 ayat (1) huruf k, dijelaskan bahwa bakal calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/ kota adalah Warga Negara Indonesia dan harus memenuhi persyaratan mengundurkan diri sebagai kepala daerah, wakil kepala daerah, Aparatur Sipil Negara, anggota Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, direksi, komisaris, dewan pengawas dan karyawan pada badan usaha milik negara dan/atau badan usaha milik daerah, atau badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara, yang dinyatakan dengan surat pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali, kemudian huruf n, menjadi anggota Partai Politik Peserta Pemilu. 3. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil pasal 255 dijelaskan sebagai berikut: 1) PNS dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik ; 2) PNS yang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik wajib mengundurkan diri secara tertulis; 3) PNS yang mengundurkan diri sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberhentikan
dengan hormat sebagai PNS terhitung mulai akhir bulan pengunduran diri PNS yang bersangkutan; 4) PNS yang melanggar larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS; 5) PNS yang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (4) terhitung mulai akhir bulan PNS yang bersangkutan menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. 4.
Dalam Lampiran Nomor 10 Peraturan Komisi Pemilihan Umum Repulik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019 ditentukan bahwa Jadwal Pengajuan daftar calon anggota DPR, dan DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/ Kota sejak tanggal 4 sampai dengan 17 Juli 2018.
5.
Berdasarkan penjelasan diatas sebaiknya Bapak sudah membuat surat pengunduran diri sebagai PNS pada bulan Juni 2018 sebelum Bapak mendaftarkan diri sebagai calon Legislatif Pamilu Tahun 2019.
Demikian jawaban semoga bermanfaat.
dari
kami,
Dirgahayu Republik Indonesia
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
43
KANREG MENJAWAB
DAFTAR ISI EDISI XV - OKTOBER 2018
LAPORAN UTAMA 4
Suara Generasi Milenial Di Birokrasi, Manfaatkan Teknologi Informasi, Wujudkan Birokrasi Efektif Dan Efisien
PROFIL 6
ASN Generasi Milenial Optimalkan Hard Skill, Mantapkan Soft Skill
LAPORAN KHUSUS 9
Pelaksanaan Pemetaan Preferensi Kompetensi Pelaksana Sebagai Upaya Quick Count Kompetensi Asn Nasional
EVENT Oleh : I Made Yudana (Analis Kepegawaian Pelaksana Lanjutan pada Bidang Pengangkatan dan Pensiun)
Tanya : Saya seorang PNS di salah satu Kabupaten di Lombok. k Pada Pada Pa da tahun taah hun n 2018 20 01 18 ini iin ni saya sayyaa ada ad daa rencana mengikuti/mendaftar sebagai calon Legislatif Pemilu 2019. Berdasarkan peraturan pemerintah yang baru ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan : 1. Saya PNS kelahiran 31 Desember 1965 dan TMT CPNS saya 1 Maret 1994 apakah bisa saya mengajukan pensiun dini? 2. Kapan sebaiknya saya mengajukan pensiun? Terima kasih. Zainuddin, NTB
Jawab: Terima kasih Bapak Zainuddin Untuk pertanyaan Bapak dapat kami sampaikan sebagai berikut: 1. Salah satu syarat untuk mengajukan pensiun atas permintaan sendiri adalah telah mencapai usia sekurangkurangnya 50 (lima puluh) tahun dan mempunyai masa-kerja untuk pensiun sekurang-kurangnya 20 42
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
(dua puluh) tahun (Pasal 9 ayat (1) huruf a Undang-Undang 11 Tahun 1969). Dengan kondisi Bapak saat ini, Bapak sudah bisa mengajukan pensiun atas permintaan sendiri karena sudah mencapai usia 53 (lima puluh tiga) tahun dan masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun;
12 Talent Pool 2018, Memotret Kompetensi dan Potensi JPT Pratama dan Administrator di Wilayah Kerja Kanreg X BKN 14 Warnai Kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke 73 Tahun Dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika 16 Melalui Gempa, Bumi Lombok Mencari Keseimbangannya 18 Pemilihan Sang Role Model Kanreg X BKN Pegawai Berprestasi Semester I Tahun 2018 20 Tingkatkan Pengembangan Kompetensi Manajerial Bagi Pejabat Struktural, Kanreg X BKN Gelar Pelatihan Kompetensi Manajerial Mengeksekusi Strategi.
ARTIKEL 24 Profil Asn Potensial High Profit Low Risk 26 Pakaian Seragam Kerja Sebagai Identitas Suatu Instansi 28 Membangun Kesiapsiagaan Bela Negara Terhadap ASN Jaman Now Di Tengah Ancaman Disintegrasi Bangsa 31 Pelayanan Publik Ramah Disabilitas : Sebuah Asa 34
ENGLISH CORNER
INFO SEHAT 36 “Mencuri� Gerakan Agar Tetap Bugar
RESENSI BUKU 38 Generasi Langgas Millennials Indonesia
39 HUMOR POJOK WISATA 40 Berburu Tenun Ikat Di Ende
2. Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan
42
TIM REDAKSI
KANREG MENJAWAB
Penanggung jawab : Ida Ayu Rai Sri Dewi,SH.,M.Si Redaktur : Ni Made Purnami Astari,SE,MM Redaktur Pelaksana : Ayu Prabha Puspita,SH I Made Yudana,A.Md Kadek Putra Widyasrama,A.Md.Kom Editor : Dwi Firsayanti,A.Md Fera Kardinawati,A.Md Fotografer & Desain grafis : Rai Rika Andriana,ST Ni Putu Diah Ratih Nareswari Putri,SH Ida Bagus Pramana,A.Md I Nyoman Suartawan,A.Md Sekretaris Redaksi : Dwina Hani Purwanti,SE Irrine Yuni Astuti,A.Md Alamat Redaksi : Redaksi X-Media Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara Denpasar Jl. By Pass I Gusti Ngurah Rai No. 646 Denpasar - Bali Telp : 0361-728384 Website : https : //denpasar.bkn.go.id Email : kanreg10bkn@gmail.com redaksixmedia@gmail.com
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
3
LAPORAN UTAMA Suara Generasi Milenial Di Birokrasi
Manfaatkan Teknologi Informasi, Wujudkan Birokrasi Efektif Dan Efisien Generasi milenial yang lahir dalam masa derasnya perkembangan teknologi informasi mempunyai karakter instan, efisien, suka belajar dan menyukai tantangan. Saat ini generasi milenial sudah tersebar di berbagai instansi pemerintahan. Mereka terpanggil karena semangat dan komitmen untuk menjadi bagian dari perubahan dan peningkatan kinerja birokrasi. Lalu apa saja peran dan harapan yang ingin diwujudkan? Tulisan berikut mengupas suara milenial di Birokasi. Pendahuluan Pada tahun 2020 jumlah penduduk Indonesia diprediksi mencapai 271 juta jiwa. Jika penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun) diperkirakan mencapai 67,7% dan sebanyak 35% dari jumlah penduduk adalah generasi milenial, maka sebanyak 51,7% dari jumlah penduduk usia produktif tersebut adalah generasi milenial (usia 20-40 tahun) atau dengan kata lain generasi milenial lebih mendominasi. Hal ini berarti Indonesia sedang mengalami bonus demografi atau proporsi penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan proporsi penduduk usia tidak produktif. Dari jumlah tersebut sebagian generasi milenial memilih profesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kementerian dan Lembaga pada tahun 2017 melakukan penerimaan CPNS, dan usia rata-rata pelamar saat itu antara 22 hingga 30 tahun. Sehingga mereka yang melamar adalah mereka yang memiliki sebutan generasi milenial atau yang juga disebut dengan generasi Y. Yang dimaksud dengan Generasi Milenial adalah mereka yang lahir antara 1980 sampai dengan awal tahun 2000, dimana generasi ini lahir saat perkembangan globalisasi digital yang kuat dengan keahlian dalam penggunaan teknologi yang lebih menonjol jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Karakteristik Generasi Milenial Menurut Yoris Sebastian, seorang penulis buku Generasi Langgas Millennials Indonesia, melihat generasi milenial di lingkup pekerjaan memiliki karakteristik sebagai berikut; (1) Generasi Instan. Generasi yang lahir pada periode ini lebih melek teknologi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat ternyata mempengaruhi karakternya. Saat mereka membutuhkan informasi, mereka cenderung memilih berselancar ke dunia maya daripada mencari data di buku. Mereka menyukai bekerja praktis dan cenderung tidak mau susah.(2) Efisien. Mereka lebih menyukai hal yang bersifat praktis dan efisien. Misal saat menerima tugas baru yang belum pernah dikerjakan, mereka akan meminta contoh format pengerjaan yang gunanya untuk menghemat waktu pekerjaan.(3) Senang belajar. Selain fasilitas, gaji dan fleksibilitas waktu, generasi milenial
4
juga menginginkan kesempatan untuk mengembangkan dirinya dan terus belajar.(4) Menyukai tantangan. Generasi milenial lebih menyukai tantangan daripada sekedar zona nyaman. Mereka suka mencari tantangan baru jika dirasa pekerjaannya terlalu monoton. Hal tersebut menyebabkan mereka relatif sering berganti tempat kerja jika dirasa sudah tidak menantang. Generasi milenial saat ini sudah tersebar hampir di seluruh instansi pemerintahan. Lalu apa yang menjadi motivasi generasi ini memilih karir birokrasi, apa harapan mereka terhadap birokrasi pemerintahan, apa ide perbaikan yang ingin mereka lakukan untuk kemajuan birokrasi, dan bagaimana peran mereka dalam perbaikan birokrasi? Penulis telah melakukan survei terbatas dengan responden CPNS di lingkungan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Survey ini dilakukan pada Bulan Mei 2018 ini dengan populasi 132 orang CPNS Badan Kepegawaian Negara namun hanya 28 responden yang mengisi kuesioner yang berisi pertanyaan terbuka tentang motivasi bekerja di Birokrasi Pemerintah, harapan, ide dan peran untuk memajukan Birokrasi Pemerintah. Motivasi/Alasan Pemerintah
Memilih
Bekerja
di
Birokrasi
Ketika ditanyakan motivasi atau alasan bekerja di birokrasi, sebagian responden menjawab karena motif ekonomi seperti ingin mendapatkan penghasilan, atau karena pekerjaan di pemerintahan lebih menjanjikan dibandingkan di swasta. Dari sekian jawaban ada beberapa jawaban yang menarik untuk dicermati. Beberapa responden menyatakan ingin berkecimpung di dunia birokrasi itu lebih dari sekedar motif ekonomi. Mereka mempunyai alasan ingin memperbaiki dan membenahi sistem birokrasi yang citranya masih dipandang negatif di masyarakat. Selain itu mereka ingin menjadi agen perubahan, atau ingin mengubah birokrasi Indonesia menjadi lebih baik dan lebih mudah. Harapan Terhadap Birokrasi di Indonesia Selanjutnya ketika ditanyakan tentang harapan responden untuk birokrasi di Indonesia, sebagian besar responden menginginkan prosedur yang tidak rumit,
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, BKN, Edisi Edisi ke-XV ke-15 (Oktober 2018)
benda peninggalan Bung Karno bersama istrinya Inggid Ganarsih selama masa pengasingan di Ende. Beberapa benda bersejarah yang tersimpan di rumah pengasingan Bung Karno, seperti ranjang tempat tidur Bung Karno, meja dan kursi kerja Bung Karno, peralatan makan dan memasak, biola, serta beberapa foto dan lukisan yang masih terawat dengan baik. Di halaman belakang rumah ini juga terdapat sumur yang dulu berfungsi sebagai sumber air semasa Bung Karno tinggal di Ende. Puas menjelajah dan mengambil beberapa foto di rumah Bung Karno, saya beristirahat sejenak di salah satu rumah makan di Ende. Jauh-jauh ke Ende yang kami temukan sepanjang jalan adalah rumah makan khas Minang, jadi yang kami putuskan untuk makan di situ saja daripada menahan lapar terlalu lama. Selesai beristirahat, saya lanjutkan berkeliling kota Ende untuk menuju pasar lama yang menjadi sasaran para wisatawan untuk mendapatkan souvenir khas Ende. Karena luas kota Ende yang tidak terlalu besar, jadi hanya butuh waktu 10 menit saja untuk sampai ke pusat penjualan kain tenun khas Ende dari rumah makan dimana saya singgah saat itu. Saat itu waktu menunjukan pukul 15.00 WITA, cuaca di Ende masih sangat panas, maklum lah kota ini berada persis di pinggir pantai jadi panasnya pun sangat menyengat. Di tengah menyengatnya cuaca kota Ende saya berjalan mengelilingi sekitar pasar lama. Di pasar lama susana cukup sepi, sore itu banyak kios di pasar sudah tutup, namun disepanjang sisi jalan masih ada pedagang tenun ikat yang membuka lapaknya. Sore itu hanya ada beberapa orang saja yang melihat-lihat sembari menawar harga kain yang akan mereka beli.
Area dimana pedagang kain berjualan pun tidak terlalu luas, hanya ada beberapa kios yang membuka lapaknya, tapi jangan ditanya berapa banyak koleksinya sangat memanjakan mata dan membuat saya terkagum dengan keunikan ragam kain tenun yang ditawarkan. Hampir beberapa kios saya kunjungi untuk melihat-lihat sambil bertanya tentang jenis kain dan makna pola ikatan tenun yang menghias kain-kain itu, dan tak lupa untuk membandingkan harga kain tenun di masing-masing kios. Harga kain tenun disini beragam, mulai dari selendeng seharga 50 ribu rupiah sampai kain tenun sepanjang 2 meter seharga lebih dari 1 juta rupiah, harga masingmasing kain tenun ditentukan sesuai ukuran, motif, dan bahan dasar kain yang tentunya bisa kita tawar untuk mendapatkan harga yang pas dengan keinginan kita. Meskipun dinamakan pusat tenun Ende, namun yang dijual disana bukan hanya tenun khas Ende, tetapi juga ada tenun dari daerah lain di NTT dijual disitu. Berbagai model kain tenun seantero NTT bisa kita dapatkan seperti tenun Nagekeo dengan corak khas hitam dan kuning, tenun Timor dengan warna khas yang cerah, atau tenun Sumba dengan corak warna biru, cokelat dan merah gelap yang menjadi ciri khasnya. Selain kain tenun di beberapa kios juga menjual souvenir khas yang dibuat dari kain tenun, seperti tas, dompet dan kemeja. Kurang lebih dua jam saya melihat-lihat tenun ikat di pasar lama sembari bercengkrama bersama pedagang disana. Waktu menunjukan pukul 17.00 WITA, sudah banyak kios yang mulai menutup daganganya. Saya pun bergegas meninggalkan kawasan pasar lama untuk menghabiskan sisa hari saya dengan menikmati penghujung petang di pantai Ria Ende. (Adi)
X MED X-M X-MEDIA, EDIA, EDI A, Med Media ia a Kep Kepegawaian pega ega awai w a an n Kan Ka Kanreg re X BKN, reg BKN KN N, E Edisi dis isi si k ke-X ke-XV e--X -XV (Okt -XV ((Oktober Ok obe Okt ob b r2 2018 2018) 018 1 )
41 41
POJOK WISATA
Berburu Tenun Ikat Di Ende
lebih efisien dan transparan. Mereka mendambakan birokrasi dengan prosedur yang sederhana, perubahan budaya organisasi, birokrasi yang efisien dengan aparatur yang mempunyai karakter jujur dan berintegritas, kompeten, inovatif, profesional, serta melek teknologi. Mereka juga berharap birokrasi di Indonesia dapat menerapkan sistem merit dengan konsisten disertai evaluasi dan perbaikan berkelanjutan atas prosedur layanan sehingga terwujud layanan publik yang lebih efektif dan efisien. Harapan ini senada dengan tuntutan sebagian besar masyarakat yang mendambakan layanan publik yang efektif, efisien, cepat dan murah. Ide Memajukan Birokrasi Pada sesi berikutnya, responden ditanya tentang ide atau rencana untuk memperbaiki dan memajukan birokrasi. Generasi milenial yang lahir dan bertumbuh dalam masa perkembangan teknologi informasi yang pesat, berpengaruh cukup signifikan terhadap mindset mereka. Pemanfaatan teknologi informasi dalam birokrasi menjadi solusi yang ditawarkan oleh mereka. Misalnya otomatisasi sistem kehadiran yang terintegrasi dengan early warning system ke atasan langsung saat pegawai kehadirannya tidak memenuhi ketentuan. Pemanfaatan teknologi informasi dalam tata kelola administrasi persuratan dan administrasi internal dan tata kelola layanan kepegawaian. Termasuk untuk implementasi Early Warning System yang diterapkan dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian kepegawaian. Untuk mendukung upaya tersebut mereka mengusulkan perlunya pelatihan IT terutama bagi mereka yang belum dapat mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi informasi dalam pelaskanaan tugas-tugas mereka. Dari sisi anggaran mereka juga mendorong adanya efisiensi dan implementasi money follow program secara konsisten sehingga kegiatan dan program yang dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien. Peran Memajukan Birokrasi
Masih di Pulau Flores, tempat dimana gugusan cincin api di sisi timur yang melingkari nusantara berada menyimpan pesona sejarah dan budaya yang tak akan pernah habis untuk dinikmati. Kali ini saya berkesempatan singgah di Kota Ende, kota kecil yang memiliki catatan sejarah penting bagi Bangsa Indonesia. Kota Ende merupakan ibukota Kabupaten Ende yang terletak di pesisir selatan Pulau Flores. Sebagai kota yang terletak di pesisir pantai kegiatan perniagaan di kota ini cukup berkembang, bahkan Ende juga menjadi kota persinggahan para wisatawan yang akan menuju ke Gunung Kalimutu. Menuju ke Ende tidaklah begitu sulit, di kota ini terdapat Pelabuhan Udara yaitu Bandara Sultan Haji Aeroboesman yang melayani penerbangan langsung ke Kupang Ibukota Provinsi NTT, dan penerbangan transit menuju Denpasar.
40
Berjalan-jalan satu hari penuh di Ende, banyak objek wisata yang bisa dinikmati. Tujuan pertama saat saya berada di Ende yaitu mengunjungi bangunan yang menjadi saksi hidup perjalanan sejarah Sang Proklamator Bung Karno yaitu rumah tinggal Bung Karno semasa pengasingan di Ende. Kebetulan hari itu Rumah Pengasingan Bung Karno sedang dibuka untuk umum, tentu saja saya tidak mau melewatkan kesempatan untuk melihat isi dari tempat bersejarah tersebut. Perlu pembaca ketahui tempat wisata ini tidak dibuka setiap hari,hanya di hari tertentu saja tempat wisata ini dibuka untuk umum. Masuk ke dalam Rumah Pengasingan Bung Karno tidak dipungut biaya, kita hanya disarankan untuk memberikan sumbangan sukarela untuk perawatan tempat wisata sejarah ini. Di rumah bersejarah ini kita bisa melihat
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edis Edisi issi ke-XV (Oktobe (Oktober ob r 2 2018) 018 8)
Pada bagian akhir, pertanyaan tentang peran mereka untuk memperbaiki birokrasi. Responden mempunyai komitmen menarik yaitu dengan masuk langsung ke dalam organisasi/unit sehinggga dapat berperan secara aktif dalam upaya melakukan perbaikan berkelanjutan. Mereka menawarkan ide dengan melakukan perubahan yang dimulai dari diri sendiri yaitu dengan mentaati peraturan yang berlaku serta membangun sistem informasi yang mendukung kinerja organisasi sehingga pekerjaan atau tugas-tugas dapat dilakukan secara efisien. Selain itu mereka berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi diri, meningatkan kerjasama antar unit dan aktif dalam menginisiasi perubahan ke arah yang lebih baik. Mereka tak sungkan menuangkan ide dan kemampuannya terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi agar pelayanan publik lebih mudah dan lebih efisien.
Keberadaan generasi milenial di birokrasi pemerintahan jika dikelola dengan baik dapat memberikan keuntungan bagi organisasi. Generasi milenial yang melek teknologi diharapkan membantu perbaikan pelayanan publik menjadi lebih efisien, salah satunya adalah penerapan sistem e-government yang lebih transparan dan terintegrasi. Namun karena sifatnya yang cenderung lebih labil, keberadaan mereka harus diarahkan untuk mengacu kepada nilai-nilai mental yang baik sebagaimana Area Perubahan yang tersebut di dalam Roadmap Reformasi Birokrasi jilid ke-2, bahwa Mental Aparatur Negara harus mengacu pada upaya peningkatan profesionalisme aparatur, peningkatan citra positif aparatur sebagai pelayan masyarakat, dan peningkatan kepuasan masyarakat. Penutup Generasi milenial yang lahir dalam masa derasnya perkembangan teknologi informasi mempunyai karakter instan, efisien, suka belajar dan menyukai tantangan. Saat ini generasi ini sudah tersebar di berbagai instansi pemerintahan. Mereka terpanggil dan mempunyai semangat dan komitmen untuk menjadi bagian dari perubahan dan peningkatan kinerja birokrasi. Sehingga mereka tidak hanya menyadari apa yang menjadi harapan masayarakat luas namun berkomitmen aktif dan menjadi bagian dari perubahan itu sendiri untuk menciptakan birokrasi yang semakin efektif, efisien dan akuntabel. Salah satu ide yang ditawarkan adalah optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam berbagai layanan kepegawaian dan sistem administrasi internal dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanaan publik. Survey ini masih terbatas pada CPNS yang ada di Badan Kepegawaian Negara dengan responden sejumlah 28 orang dari total 132 orang lolos pada penerimaan CPNS BKN tahun 2017. Rendahnya partisipasi responden ini menjadi kelemahan tersendiri dan belum dapat digeneralisir secara ilmiah, namun setidaknya survey ini memberikan sedikit gambaran tentang motivasi, harapan, peran dan ide generasi milenial dalam birokrasi pemerintahan yang mempunyai keinginan mengambil peran di birokrasi pemerintahan dengan melakukan perubahan positif, khususnya dalam upaya meningkatkan pelayanan publik yang semakin efektif, efisien dan akuntabel (Boent/RNF). Referensi: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/03/06/2020penduduk-indonesia-diproyeksi-mencapai-271-juta-jiwa https://id.wikipedia.org/wiki/Milenial http://ideannisa.com/2017/05/04/peluang-ekonomi-bonusdemografi-millenial/ https://rahmawatieka.wordpress.com/2016/11/04/rangkumanresensi-buku-generasi-langgas-millenials-indonesia/
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, BKN, Edisi Edisi ke-XV ke-15 (Oktober 2018)
5
PROFIL
HUMOR
ASN Generasi Milenial Optimalkan Hard Skill, Mantapkan Soft Skill peran ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat bangsa. Berikut wawancara X-Media dengan Kepala Kantor Regional X BKN, Ida Ayu Rai Sri Dewi yang mengupas tentang karakterisitik generasi milenial, bagaimana kompetensi mereka dan hal-hal yang diperhatikan untuk mengoptimalkan kinerja mereka. Selamat siang Ibu, apa kabar? Kabar baik Jika dilihat dari data kepegawaian, sebagian besar Pegawai Kantor Regional X BKN didominasi anak muda ya Bu? Benar sekali, hampir 80% lahir setelah tahun 80-an. Dan itu memberi warna tersendiri, saya senang menjadi bagian dari anak-anak muda yang selalu gesit, siap diberikan tugas apapun dan penuh ide kreatif. Memang tetap harus dikontrol dan dibimbing, tapi mereka memang memberi warna tersendiri dalam organisasi. Bagaimana pandangan Anda mengenai karakteristik generasi milenial, baik dalam kehidupan sosial, pola pikir, dan gaya hidup?
Ada rasa bangga memimpin instansi dengan sumber daya manusia yang didominasi generasi milenial. Bekerja cepat, multitasking, penuh semangat untuk berinovasi. Namun ada semangat yang perlu dijaga, ada rasa nyaman yang perlu diberikan, mentoring dan coaching yang perlu dilakukan serta monitoring evaluasi. Perlu seni dalam mempimpin sebuah tim, terlebih dalam era generasi “melek” teknologi seperti sekarang. Generasi millennial memberi sebuah harapan untuk meningkatkan
6
Generasi yang lahir antara tahun 1980 hingga awal tahun 2000 merupakan tenaga produktif abad ke-21, penuh semangat dan berpengetahuan. Sebagai knowledge worker mampu mengolah informasi yang dimiliki menjadi pengetahuan dan menggunakan pengetahuan tersebut untuk meraih kesuksesan. Dari referensi yang ada, pada umumnya generasi milenial ini dikenal cerdas, aktif, kreatif, multitasking, techno savvy, dan berbagai kecakapan non konvesional lainnya. Sebagai pengguna teknologi komunikasi instan seperti e-mail, SMS, instan messeging, facebook dan twitter. Generasi ini tumbuh pada era internet booming. Generasi milenial ini cerdas, aktif, dan kreatif, sikap perilakunya realistis, menghargai perbedaan, lebih memilih bekerjasama daripada menerima perintah, dan pragmatis ketika memecahkan permasalahan. Tetapi mereka tidak suka menjadi pengikut, lebih suka menjadi individu yang bebas. Kompetensi yang dimiliki generasi milenial, rasa optimis yang tinggi, fokus pada prestasi,
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
Bukan Kambing Tapi Tempe Ada seorang ilmuwan yang sedang meneliti tentang an di kambing dan tempe.. Penelitian ini sengaja di lakukan dalam penjara terhadap dua napi Hari pertama Napi 1- dikasih makan dengan menu sate kambing Napi 2 - di kasih makan dengan menu tempe orek Hari kedua Napi 1- di kasih makan dengan menu gulai kambing Napi 2- dikasih makan dengan menu tempe balado Hari ketiga Napi 1- di kasih makan dengan menu tongseng kambing bing Napi 2- di kasih makan dengan tempe goreng Saat di hari ketiga napi 2 pun membanting piring dan marah marah Menurut hasil penelitian tersebut sang ilmuwan pun berkesimpulan bahwa ternyata yang menyebabkan lebih cepat naik darah tinggi itu bukan kambing tapi tempe. p
Pengalaman Kerja Suatu hari Andi sedang ada wawancara kerja HRD : apa kamu sehat jasmani dan rohmani Andi : sehat pak boleh di cek HRD : bagus ,pengalaman kerja kamu apa Andi : admin pak? HRD : berapa lama Andi : sekitar dua tahun pak HRD : berarti kamu sudah banyak mengetahui ya tentang administrasi,, ngomong-ngomong jadi admin dimana Andi : di grup wa pak HRD : ?????
Arti Mimpi Pada saat bangun pagi seorang wanita berkata pada suaminya, “Tadi malam Aku bermimpi engkau memberi aku sebuah kalung berlian di hari Valentine ini. Bagaimana pendapatmu mengenai mimpiku itu?”. “Engkau akan segera mengetahuinya malam ini juga, Sayang,” jawab suaminya. Malam itu si suami memberikan kepada istrinya sebungkus kado. Dengan hati berdebar-debar penuh kebahagiaan sang istri membuka kado itu perlahanlahan dan isi kado itu adalah sebuah buku yang berjudul: “Arti-arti Mimpi”. X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
39
RESENSI Judul
: Generasi Langgas Millennials Indonesia
Penulis Penerbit
: Yoris Sebastian, Dilla Amran dan Youth Lab : GagasMedia
Tahun terbit Halaman
: 2016 : viii + 194 hlm
Harga
: Rp. 74.000 s/d 88.000
walaupun masih diperlukan mentoring dan coaching, suasana kerja yang nyaman dan menyenangkan dengan kemudahan fasilitas yang dapat digunakan untuk mengekspresikan kreativitas dan inovasi mereka. Dari aspek kinerja mereka dapat diandalkan, sepanjang mereka memiliki soft skill yang memadai, tersedia SOP yang jelas, target serta timeline nya. Menurut Anda, kompetensi apa saja yang harus dimiliki oleh ASN saat ini?
“Life is not about finding yourself. Life is about creating yourself.� - Yoris Sebastian. Tak kenal maka tak sayang. Kira-kira seperti itulah tujuan buku ini ditulis. Yoris ingin mengenalkan kepada pembaca siapa itu generasi milenial dan seperti apa karakternya. Generasi langgas atau yang lebih dikenal dengan sebutan generasi milenial, adalah mereka yang lahir tahun 1980 sampai 2000. Menurut KBBI, langgas artinya bebas, tidak terikat pada sesuatu ataupun pada seseorang. Generasi langgas boleh dibilang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya (kita sebut saja sebagai generasi lawas). Lebih lanjut, Yoris Sebastian--yang sudah dikenal sebagai one of the most innovative young person anak muda Indonesia--menjabarkan 8 ciri generasi milenial adalah collective, customization, community, close to family, change over generation, chasing inspiration, connected, dan confidence.
Kelebihan buku ini adalah dia tidak hanya berisi teori tapi juga kisah nyata kesuksesan generasi milenial Indonesia. Sebut saja Nadiem Makarim CEO Gojek Indonesia, Ahmad Fuadi penulis buku best seller Negeri 5 Menara, dan sederet milenial sukses lainnya. Selain itu, seperti terbawa jargon generasi langgas yang terkenal kreatif, buku ini dilengkapi juga dengan stiker yang bisa digunakan untuk mengkreasikan ikon kepala botak yang ada pada sampul buku. Untuk menambah keyakinan calon pembaca, buku ini sudah banyak diulas di situs goodreads.com dan mendapat nilai 4,17 dari 117 pembaca. *RNF
Berbeda dengan pandangan kebanyakan orang yang mencap milenial sebagai generasi yang sulit diatur, tidak disiplin dan bertindak semaunya, Yoris memandang milenial sebagai tantangan yang harus dihadapi. Buku ini bisa dibaca oleh semua kalangan, baik generasi lawas, generasi langgas, maupun bagi organisasi yang didalamnya terdapat lintas generasi. Bagi generasi langgas, buku ini akan menceritakan potensi apa yang dipunya generasi langgas serta bagaimana cara memanfaatkan agar potensi itu dapat membawa perubahan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Sementara untuk generasi lawas, buku ini berguna untuk mengerti dan memahami tingkah pola generasi langgas, karena kalau sudah kenal dan paham mereka dengan baik, tentunya tidak sulit untuk menjalin komunikasi dengan mereka. Sementara bagi organisasi, buku ini bisa mengetahui karakteristik dan mengelola mereka dengan baik agar bisa meningkatkan kinerja organisasi.
38
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
percaya diri, percaya pada nilai-nilai moral dan sosial, menghargai adanya keragaman. Perkembangan karakteristik masing-masing individu dari generasi ini berbeda, tergantung faktor keluarga, lingkungan sosial masyarakat, strata ekonomi, dan pola komunikasinya sangat terbuka dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Lebih lanjut, sebagai pengguna media sosial yang fanatik dan kehidupannya sangat terpengaruh dari perkembangan teknologi, lebih suka mendengarkan musik serta hang out bersama komunitasnya, oleh karena itu memiliki sifat toleran terhadap sesamanya. Demikian pula lebih terbuka dalam pandangan politik dan ekonomi, mereka terlihat sangat reaktif terhadap perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Karakteristik generasi milenial seperti apakah yang bisa membawa dampak positif terhadap kehidupan? Kehidupan yang diwarnai dengan kemajuan teknologi digital yang memberikan kemudahan akses, melahirkan generasi milenial yang cerdas, aktif dan kreatif, berani keluar dari hal yang konvensional (out of the box). Karakter dan sikap mentalnya perlu diarahkan oleh mentor, coach atau atasan dimana mereka bekerja, agar menjadi pribadi yang kokoh dan berkualitas, memperhatikan detail dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dengan meminimalisir risiko serta mampu memanfaatkan talenta yang multitasking dengan baik. Sejauh ini, bagaimana Anda melihat kualitas serta kinerja generasi millennial yang berkarier sebagai ASN? Generasi milenial yang berkarier sebagai ASN pada umumnya memiliki kualifikasi pendidikan yang baik, ada beberapa yang overqualified dalam suatu pekerjaan. Mengingat keunggulan dari aspek keahlian (hard skill), mereka lebih suka menghadapi tantangan-tantangan baru. Banyak tugas yang dapat diselesaikan dengan cepat,
Mengingat kemudahan akses teknologi dan informasi serta dalam hubungan sosial lebih suka kumpul dengan komunitasnya, adakalanya membuat generasi ini menjadi pribadi yang cepat bosan, kurang teliti atau kurang cermat dalam menyelesaikan tugas pekerjaan. Sehingga perlu kemampuan beradaptasi, berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Kecenderungan memiliki techno savvy akan lebih cepat memiliki kompetensi seperti seeking information, bahkan conceptual thinking ataupun strategic thinking. Hal ini tergantung dari sifat dan jenis pekerjaannya, kadang kala lebih menekankan penerapan regulasi (rule driven) ketimbang mission driven. Melatih dan memperkaya pengalaman agar bekerja lebih teliti dan cermat perlu kompetensi In-depth problem solving and analysis, pemahaman substansial, detail, dan paham regulasi. Soft skill lainnya yang harus dimiliki generasi ini, seperti juga driving for results pada level jabatan tertentu. Kadang kala generasi ini mampu memunculkan ide-ide inovasi tetapi kurang mendorong pada pencapaian prestasi yang tinggi. Apakah kompetensi ASN generasi milenial saat ini sudah sesuai dengan standar kompetensi tersebut, mengingat pentingnya kompetensi seorang ASN dalam menjawab tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik, tuntutan perkembangan teknologi dan harapan masyarakat saat ini? Bila seseorang dari generasi ini dihadapkan pada suatu pekerjaan yang penuh tantangan dan dibawah pimpinan yang demokratis selalu berusaha mengikuti perkembangan zaman serta didukung oleh budaya organisasi yang menerapkan konsep learning organization, tentulah ia akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan standar kompetensi yang ada. Saya tidak meragukan kemampuan generasi ini, tetapi yang perlu kita perhatikan yakni memberikan peluang untuk pengembangan kompetensi dan pimpinan melakukan mentoring, coaching sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya organisasi. ASN generasi milenial rata-rata ada di rentang usia 25-35 tahun. Mereka memiliki kesempatan besar untuk meniti karier, kita harus memberikan kesempatan kepada mereka.
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
7
5. Gerakan Lutut Gerakan ini dilakukan saat duduk tegak bersandar di kursi. Letakkan kedua tangan di samping tubuh. Lalu angkat lutut keatas secara perlahan, dan lakukan berulangulang sampai 15 kali.
9. Naik Turun Tangga
6. Menegakkan Punggung Terkait dengan pengembangan kompetensi ASN generasi milenial, model pengembangan kompetensi seperti apakah yang seharusnya dilakukan, dan kompetensi seperti apakah yang saat ini urgent untuk dikembangkan, terkait tuntutan pelayanan publik kepada masyarakat? Model pengembangan kompetensi yang konvensional tidak menarik lagi bagi generasi ini. Metode andragogy dan outdoor, dengan case study, problem solving dan lebih afdol bila e-learning dengan full music. Metode brainstorming, sharing knowledge ataupun sharing experience membuat mereka bertahan sampai usai acara. Site visit atau benchmarking atau outbond untuk memperkuat komitmen, sinergitas, kolaborasi team work mampu menambah antusiasme generasi ini. ASN yang berasal dari generasi milenial memiliki berbagai potensi. Potensi seperti apa yang dapat dikembangkan untuk mengoptimalkan peran ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan sebagai perekat dan pemersatu bangsa? Komunikasi generasi ini dalam skala global tanpa sekat dan tanpa batas, perlu diseimbangkan dengan semangat kebangsaan dan nasionalisme agar potensi kecerdasan yang kreatif dan inovatif lebih terarah dan bermanfaat untuk peningkatan pelayanan publik serta berperan aktif dalam menyukseskan program pemerintahan dan pembangunan menuju masyarakat adil, makmur, dan sejahtera. Sejauh mana upaya BKN sebagai Instansi Pembina Kepegawaian berperan serta dalam pengembangan potensi dan kompetensi ASN, khususnya di wilayah kerja Kantor Regional X BKN? Kita selalu mendukung program talent management seperti talent pool, pemetaan kompetensi, dan diklat
8
teknis – fungsional serta diklat jabatan struktural untuk peserta program talent pool. Demikian pula melalui kegiatan monitoring dan evaluasi atas implementasi sistem merit. Ditengah perkembangan teknologi yang semakin cepat serta tuntutan pelayanan publik yang prima, apa yang seharusnya dikembangkan oleh BKN dalam meningkatkan mutu layanan kepada stakeholders nya? Saya bersyukur dan bahagia diberi kesempatan memimpin generasi millennial disini, dikelilingi oleh knowledge employee. SDM yang memiliki hard skill yang memadai, lalu pengembangan attitude nya telah dilakukan melalui berbagai model pengembangan tersebut di atas, dan adanya pemberian reward untuk pegawai berprestasi sekaligus menjadi agent of change, sehingga mutu pelayanan terjamin berkualitas. Mereka memberi pelayanan dengan hati riang dan penuh senyuman, membuat kita percaya dan bangga. Demikian pula BKN secara keseluruhan telah memiliki program dan kebijakan dalam peningkatan mutu pelayanan, leading sector nya pada Pusat Pengembangan ASN-BKN, di Ciawi. Harapan Anda terhadap peran serta ASN generasi milenial dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi ASN, serta kontribusi bagi pembangunan bangsa di masa yang akan datang? Besar harapan saya kepada generasi milenial akan lebih mudah meraih kesuksesan, namun hendaknya memperkuat soft skills, lakukan individual learning, perluas wawasan kebangsaan dalam kebhinekaan, taat terhadap kode etik, kode profesi, netralitas sebagai ASN, niscaya peran serta ASN ini akan menjadi kebanggaan kita semua. Semoga‌
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
Gerakan ini bisa dilakukan saat kondisi tengah menulis di depan komputer. Berusahalah menjaga agar punggung tetap lurus, karena sebagian orang tidak sadar punggung perlahan membungkuk saat keasyikan menulis atau mengetik laporan.
Sebagian kantor memiliki ruangan yang terdiri dari beberapa lantai. Maksimalkan banyaknya anak tangga di kantor untuk berjalan naik turun. Atau cobalah untuk memilih toilet di lantai lain. Semakin banyak tangga yang dilalui, semakin positif hasil yang didapat. Gerakan ini akan membuat kaki menjadi tidak kaku lagi. 10. Mencium Lutut Gerakan ini juga bisa dilakukan saat tengah duduk. Luruskan kaki diatas lantai, lalu regangkan tangan sampai menyentuh jari kaki dan wajah mencium lutut. Tahan gerakan ini selama 20–30 detik. Cara ini efektif untuk mengurangi pegal ketika terlalu lama duduk.
11. Aktivitas Ringan Saat Istirahat Makan Siang
7. Memutar Bahu Gerakan ini dilakukan saat duduk di kursi. Capailah tangan kirimu dengan tangan kanan dari belakang. Tarik keatas dan tahan 10 detik. Lakukan juga sebaliknya. 8. Push Up dengan Meja Push Up dengan tumpuan meja kerja sama seperti push up pada umumnya. Namun gerakan ini dilakukan dalam kondisi berdiri serta kedua tangan bertumpu pada bagian atas meja. Sambil memiringkan badan, lalu lakukan gerakan seperti push up pada umumnya, naik turun.
Manfaatkan istirahat sebelum makan siang dengan berjalan kaki di sekitaran gedung kantor. Berjalan kaki menuju kantin akan menggerakkan tubuh anda, sehingga kaki tidak kaku dan otot menjadi lemas. Dengan melakukan gerakan–gerakan olahraga ringan tersebut, para pekerja kantoran akan mendapatkan dampak yang sangat bagus bagi kesehatan, karena dapat meningkatkan kadar oksigen dan aliran darah ke otot. Gerakan-gerakan olahraga ringan tersebut bisa dilakukan disela-sela pekerjaan kantoran seharihari sehingga badan tetap sehat dan bugar. (Fr) Sumber Bacaan : www.indosport.com/multisport/20160910
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
37
KESEHATAN
LAPORAN KHUSUS
“Mencuri� Gerakan Agar Tetap Bugar Rutinitas kantor yang padat serta pekerjaan yang menumpuk, terkadang membuat kita lupa untuk berolahraga. Minimnya waktu yang tersedia saat bekerja di kantor, memang menjadi kendala bagi sebagian besar orang untuk berolahraga secara rutin. Bahkan tanpa disadari kita bisa menghabiskan waktu berjam–jam untuk duduk di depan komputer. Duduk terlalu lama di depan komputer saat bekerja, bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan. Salah satu dampak yang ditimbulkan adalah badan pegal–pegal, nyeri punggung, kram atau kesemutan. Selain itu, duduk terlalu lama juga akan menyebabkan gangguan pada tulang belakang.
Pelaksanaan Pemetaan Preferensi Kompetensi Pelaksana Sebagai Upaya Quick Count Kompetensi ASN Nasional Oleh : Ketut Buana
2. Peregangan Kaki Gerakan ini dilakukan saat duduk terlalu lama di kursi. Naikkan kaki dari atas lantai, sampai lutut membentuk lurus sempurna dan tubuh membentuk sudut 90 derajat. Lalu rasakan saat otot-ototnya berkontraksi. Lakukan gerakan ini berulang-ulang beberapa kali. Gerakan ini membuat kaki tidak kaku lagi.
Namun, beberapa hal buruk bisa dicegah dengan beberapa olahraga ringan yang bisa dilakukan saat bekerja. Sebenarnya, tidak membutuhkan perjuangan ekstra untuk sekedar melakukan gerakan-gerakan ringan tersebut, pertama lakukan dengan perlahanlahan. Kemudian secara bertahap terus meningkatkan intensitas gerakannya. Beberapa gerakan ringan yang bisa anda lakukan saat bekerja adalah sebagai berikut : 1. Peregangan Tangan Rentangkan lengan diatas kepala selama sekitar 30 detik sampai 1 menit. Lalu arahkan regangan lengan ke kiri tahan 10 detik, kemudian arahkan ke kanan. Ulangi gerakan tersebut selama 4-6 kali.
Pendahuluan 3. Peregangan Leher Gerakan ini bisa dilakukan saat duduk diatas kursi. Gerakkan leher dengan cara mematahkan ke kiri dan ke kanan secara perlahan. Kemudian menengok ke kiri dan ke kanan, keatas dan ke bawah. Lakukan gerakan ini secara berulangulang. Setelah itu, peregangan leher bisa dilakukan dengan memutar leher searah jarum jam, kemudian lakukan sebaliknya. Gerakan ini akan membuat fokus kembali normal, setelah duduk terlalu lama saat bekerja. 4. Peregangan Punggung Berdiri dan cobalah menyentuh jari-jari kaki anda. Lakukan ini 2–3 kali dan kemudian kembali bekerja. Ini merupakan cara yang efektif mengendurkan otot-otot punggung.
36
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
Untuk dapat menjalankan tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan, dan tugas pembangunan tertentu, Pegawai ASN harus memiliki profesi dan Manajemen ASN yang berdasarkan pada Sistem Merit atau perbandingan antara kualifikasi, kompetensi, dan kinerja yang dibutuhkan oleh jabatan dengan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja yang dimiliki oleh kandidat dalam rekrutmen, pengangkatan, penempatan, dan promosi pada jabatan yang dilaksanakan secara terbuka dan kompetitif, sejalan dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Sistem Merit adalah kebijakan dan Manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar, tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan. Dalam artian setiap ASN memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk diikutsertakan dalam pengembangan kompetensi dengan memperhatikan hasil penilaian kinerja dan penilaian kompetensi ASN yang bersangkutan.
Dalam rangka menyediakan informasi mengenai Kompetensi PNS dalam profil PNS, setiap PNS harus dinilai melalui uji kompetensi. Uji kompetensi PNS mencakup pengukuran Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Sosial Kultural. Uji kompetensi PNS dilakukan secara berkala. Menurut Permenpan 38 Tahun 2017 terdapat tiga jenis kompetensi yang perlu dimiliki oleh seorang ASN. Kompetensi Teknis meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap/ perilaku yang dapat diamati, diukur dan dikembangkan yang secara spesifik berkaitan dengan bidang teknis jabatan. Kompetensi Manajerial adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dikembangkan untuk memimpin dan/atau mengelola unit organisasi. Kompetensi Sosial Kultural adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral, emosi dan prinsip, yang harus dipenuhi oleh setiap pemegang Jabatan untuk memperoleh hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi dan Jabatan. Dalam Permenpan 38 tahun 2017 diatur delapan kompetensi manajerial dan satu kompetensi sosial kultural yang harus dimiliki oleh ASN yaitu integritas, kerjasama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan, pengambilan keputusan dan perekat bangsa level 1 s/d 5. Dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 disebutkan bahwa salah satu tugas Badan Kepegawaian Negara (BKN) adalah membina dan menyelenggarakan penilaian kompetensi serta mengevaluasi pelaksanaan penilaian kinerja Pegawai ASN oleh Instansi Pemerintah. Secara teknis tugas ini dilaksanakan oleh Pusat Penilaian Kompetensi Aparatur Sipil Negara (Puspenkom ASN). Puspenkom ASN mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pelaksanaan penilaian kompetensi dan potensi ASN, melaksanakan pengembangan standar penilaian kompetensi, akreditasi lembaga penilaian kompetensi, melakukan monitoring dan evaluasi hasil penilaian kompetensi dan potensi ASN. Dari data PNS per 23 Agustus 2018 jumlah jabatan pelaksana secara keseluruhan sejumah 1.633.147 (38,59%) dari 4.231.408 PNS di seluruh Indonesia. Untuk memenuhi hak pengembangan kompetensi dibutuhkan
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
9
sebuah terobosan untuk menilai kompetensi jabatan pelaksana ini sehingga dapat dilakukan dengan lebih cepat dan menjangkau lebih banyak. Untuk itu pada tahun 2018 Badan Kepegawaian Negara melalui Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen menciptakan aplikasi pemetaan preferensi kompetensi bagi jabatan pelaksana untuk memetakan 100.000 orang PNS jabatan pelaksana. Mengapa Preferensi Kompetensi? ASN merupakan pelopor dalam pemerintahan dan berperan untuk menyukseskan pembangunan. Sesuai dengan ketentuan UU No 5 Tahun 2014 dan PP 11 Tahun 2017 dibutuhkan pengelolaan SDM yang berbasis pada sistem merit. Namun faktanya pengelolaan SDM masih belum optimal karena belum berbasis pada aspek potensi dan kompetensi. Hal ini kemudian menimbulkan sejumlah permasalahan diantaranya penempatan ASN belum sesuai dengan potensi pegawai. Selain itu program pemilihan karier belum berdasarkan potensi dan kompetensi yang dimiliki ASN. Hal tersebut berdampak pada pengembangan diri ASN belum mengacu pada gap antara tuntutan jabatan dengan kapasitas yang dimiliki pegawai. Disisi lain jumlah jabatan pelaksana secara keseluruhan per 23 Agustus 2018 cukup besar yaitu sejumah 1.633.147 (38,59%) dari 4.231.408 PNS total jumlah PNS. Hal ini menimbulkan permasalahan sulitnya menilai kompetensi ASN pelaksana secara cepat. Disamping akan membutuhkan sumber daya yang besar jika dilakukan penilaian kompetensi secara manual. Untuk itu perlu dilakukan pemetaan potensi pegawai khusus jabatan pelaksana dengan memanfaatkan teknologi informasi berupa Pemetaan Preferensi Kompetensi Jabatan Pelaksana berbasis CAT. Tujuan dan Manfaat Pemetaan Dari pemetaan ini dapat diukur preferensi kompetensi jabatan pelaksana. Kemudian melalui pemetaan ini juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi gambaran karakteristik pribadi seseorang saat melakukan pekerjaan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dibutuhkan. Pada akhirnya dari hasil pemetaan ini dapat memberikan rekomendasi rumpun pekerjaan yang sesuai dengan karekteristik pribadi. Bagi Instansi hasil pemetaan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pegawai, ketepatan penempatan di unit kerja, proses distribusi jabatan, dan dapat digunakan untuk membangun database/sistem informasi kepegawaian di Instansi masing-masing. Sementara bagi BKN pemetaan ini dapat dijadikan profil Preferensi Kompetensi yang didasarkan dari kriteria yang telah ditentukan, yakni mengacu pada Permenpan RB No. 38 Tahun 2017. Dengan menggunakan sistem CAT, BKN dapat memberikan umpan balik lebih cepat dibandingkan dengan kegiatan sebelumnya. Hanya dibutuhkan waktu satu hari untuk pelaksanaan tes dan penyusunan laporan, dan BKN dapat menggunakan alat tes tersebut dengan jumlah peserta yang lebih besar serta jangkauan lebih luas. Selain itu data ini dapat dimanfaatkan oleh
10
BKN untuk membangun sistem informasi kepegawaian yang berbasis kompetensi yang komprehensif. Kerangka Pikir dan Instrumen Pengukuran Kompetensi adalah perilaku yang dapat diamati dan terukur, yang berkontribusi terhadap keberhasilan individu dan organisasi. Kompetensi dapat diukur dengan instrumen. Menurut Permenpan Nomor 41 Tahun 2012 Instrumen pengukuran kompetensi meliputi: Psikometri, Simulasi-simulasi dan Wawancara. Setidaknya terdapat tiga komponen pembentuk perilaku yang dapat diamati dan diukur yaitu, aspek kognitif, afektif dan konatif. Aspek Kognitif meliputi aspek pengetahuan (knowledge) dan pemahaman (comprehension). Sementara aspek afektif meliputi penerimaan (receiving) dan tanggapan (responding). Sementara aspek Konatif meliputi Persepsi (perception), Kesiapan (Set), dan Respon terpimpin (guided response). Pengukuran aspek kognitif dan afektif dapat dilakukan dengan tes tertulis, sementara itu pengukuran aspek konatif yang membutuhan observasi terhadap perilaku yang lebih konkrit. Pengukuran perilaku secara utuh (aspek kognitif, afektif, konatif) memerlukan waktu yang lama dan instrumen yang lengkap. Menurut Permenpan No. 38 Tahun 2017 Jabatan pelaksana disyaratkan pada level 1. Persyaratan kompetensi yang dibutuhkan pada level 1 yaitu paham dalam pengembangan (awareness/being developed) dengan kriteria mampu mengerjakan pekerjaan teknis sederhana dan penguasaan pengetahuan serta pemahaman dasar. Pengukuran preferensi kompetensi hanya dilakukan terhadap aspek kognitif dan afektif karena kedua aspek ini paling mudah diukur menggunakan instrumen massal dan cepat. Pemetaan preferensi kompetensi ini menggunakan Competencies Based Situational Test (CBST) untuk mengukur aspek kognitif. Tes ini memberikan gambaran mengenai tingkat kesadaran pegawai terhadap perilaku-perilaku efektif dalam kompetensi yang diukur (awareness). Selanjutnya Competencies Preference Questionnaire (CPQ) untuk mengukur aspek afektif yaitu kecenderungan sikap/afektif pegawai dalam lingkungan kerja sehari-hari (preferensi). Kedua instrument dapat menunjukkan tingkat kognitif (awareness) dan kecenderungan terhadap perilaku sehari-hari (preferensi). Koordinat persinggungan kedua instrumen dapat memprediksikan kekuatan dan kelemahan masing-masing pegawai untuk mengukur Sembilan kompetensi sesuai PermenPAN & RB Nomor 38 tahun 2017. Hasil Pemetaan Hasil pemetaan preferensi kompetensi dibagi dalam empat kuadran antara preferensi dan awareness. Hasil Pemetaan Preferensi Kompetensi Pelaksana akan memuat Identitas Peserta, Hasil pemetaan juga akan dibedakan menjadi tiga kategori yaitu: Potensial,
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
Then vs. Than
Then “Then” is mainly an adverb and can have a variety of meanings, including “at a point in time” or “in addition to”
Than The word “than” is used to compare two different things. e.g.: My dinner was better than yours
e.g.: We made dinner, and then we ate it Tips: use the word “than” when comparing and “then” in all other instances 5. Fewer vs. Less/ Number vs. Amount
If you can count it Fewer - refers to items you can count individually
If you can’t count it Less – refers to a commodity, such as sand or water, that you can’t count individually
e.g. There are fewer cakes now
e.g.: Less sand
Number – used for count nouns (easily counted through some unit of measurement)
Amount – used for mass nouns (can’t be counted in speci ic measurement units or is measured in bulk)
e.g.: The number of critical steps is outlined in the chapter describing the process
e.g.: The amount of vegetation in the woods is astounding
Every Day vs. Everyday
Every Day When you want to talk about something that happens each day, you need “every day” e.g.: I eat an apple every day to stay healthy
Everyday The word “everyday” actually means common. e.g.: This is such an everyday dress. I need something cooler so I stand out at the party
Lay vs. Lie
Lay The word “lay” in its present tense is used when there is a direct object.
Lie The word “lie”, on the other hand, does not require a direct object.
e.g.: I’ll lay the laptop on the table
e.g.: I’m going to lie down
Tips: try to substitute “lay/ lie” in sentence with “put”, if that sounds silly then “lie” is likely correct Note: the past tense of “lie” is “lay”, so you would say “I was so tired I lay down for half an hour.” 6. Since vs. For
Since “since” is used with a particular point in time
For “for” is used to specify a period of time. e.g.: Last year, I travelled for three weeks.
e.g.: It has been raining since 8 a.m. So there you have it! Ten common mistakes in English that even native speakers make in their writing. Enjoy yourself and have fun as you learn! Most importantly, admire your strengths and others will too. X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
35
ENGLISH CORNER
Cukup Potensial, perlu energi baru. Diagram mapping preferensi, menunjukkan: area kompetensi yang terkonfirmasi dengan kuat, area kompetensi yang membutuhkan pengembangan dan area kompetensi yang lemah, serta rekomendasi rumpun pekerjaan. Awareness Tinggi (CST)
They’re There Is a contraction for They are Refers to a place
Their Refers to something owned by a group
e.g.: They’re going to love going there I heard their food is the best! Tips: Are you talking about more than one person and something they possess? if so, “their” will get you there 2. Its vs. It’s
Its Is a possessive pronoun
Kecenderungan Rendah (CPQ)
1. They’re vs. There vs. Their
DEVELOPMENT AREA (Reposition/Role Assignment)
Area WEAKNESS
Area CONFIRMED STRENGTH
DEVELOPMENT AREA (Expose/Training)
Awareness Rendah (CST)
It’s Is a contraction of “it is”
Kecenderungan Tinggi (CPQ)
COMMON ENGLISH MISTAKES THAT MAKE YOU LOOK SILLY You made an English mistake and you’re feeling so embarrassed?! Relax, even native speakers make mistakes. Sometimes we even misuse words simply because we hear others use them incorrectly. However, while you might try to prepare for embarrassing moments, you can never fully prevent them. With a little bit of skill, those uncomfortable moments can turn into opportunities for learning, humour and maybe even friendship. Here are 10 common grammar mistakes that English language learners make, and how you can avoid making those same errors.
Penutup Pemetaan preferensi kompetensi berbasis CAT merupakan salah satu upaya percepatan penilaian kompetensi PNS khususnya untuk jabatan pelaksana dalam rangka memenuhi salah satu hak PNS dalam pengembangan kompetensi. Pelaksanaan pemetaan ini menggunakan teknologi informasi berupa aplikasi pengukuran preferensi kompetensi yang mengukur dua dari tiga aspek komponen pembentuk perilaku yaitu aspek Kognitif dan Afektif. Hasil pemetaan ini dapat dimanfaatkan baik oleh instansi dalam hal ini Pejabat Pembina Kepegawaian dan para pengelola kepegawaian untuk mendapatkan profil jabatan pelaksana di lingkungannya dan dapat dimanfaatkan dalam rangka pengembangan pegawai di lingkungannya. Bagi BKN hasil pemetaan ini juga dapat digunakan sebagai salah satu cara hitung cepat (quick qount) untuk mendapatkan data profil kompetensi jabatan pelaksana dan dapat digunakan untuk penyusunan database kepegawaian yang berbasis kompetensi. Terlepas dari kelemahan yang masih ada, diantaranya aplikasi ini hanya mengukur dua dari tiga aspek pembentuk perilaku ASN sehingga belum dapat mencerminkan kompetensi secara utuh, terobosan ini layak diapresiasi dan terus ditingkatkan. Sehingga dengan berbagai penyempurnaan aplikasi ini kedepan, penilaian kompetensi dapat dilakukan secara cepat, masal dan menjangkau jumlah PNS yang lebih banyak, serta pelaporan hasil yang lebih cepat.
e.g.: The sofa looks great with its new cover e.g.: it’s an apple Tips: Say your sentence out loud using “it is” instead. If that sounds goofy, “its” is likely correct. 3. Your vs. You’re
Your Is a possessive pronoun, as in “your book” or “your chair”
You’re Is a contraction of “you are”, as in: “you’re beautiful” or “you’re fast”
Misplaced apostrophes Apostrophes have two main functions: a. used to indicate a contracted word, e.g.: “don’t for do not” or “wasn’t for was not” b. to show possession, the apostrophe goes before the ‘s’. For instance, “The girl’s horse”. To indicate something belonging to more than one person, put the apostrophe after the ‘s’. For example, “The girls’ horse”. 4. Affect vs. Effect
34
Affect Affect is a verb
Effect Effect is most often a noun
When you’re talking about the act of changing -- the verb -- you’ll use “affect.”
When you’re talking about the change itself -- the noun -- you’ll use “effect.”
e.g.: The earthquake affected them greatly
e.g.: The earthquake had a great effect on them
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
Referensi:
Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN Permenpan RB Nomor 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan ASN Peraturan Ka.BKN Nomor 19 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja BKN Materi Sosialisasi Pelaksanaan Pemetaan Preferensi Kompetensi Pelaksana (2018) X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
11
EVENT Talent Pool 2018,
Memotret Kompetensi dan Potensi JPT Pratama dan Administrator di Wilayah Kerja Kanreg X BKN
penting yang dapat menjadi pengungkit (leverage) dalam perbaikan pelayanan publik adalah persoalan reformasi birokrasi. Dalam rangka memenuhi hak-hak bagi penyadnnag disabilitas, diperlukan reformasi lebih lanjut dalam ranah pelayanan publik yang berbasis inklusi. Dalam ranah regulasi, Pasal 5 Undang-undang No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menyatakan hak-hak umum bagi penyandang Disabilitas yang bersentuhan dengan birokrasi dan pelayanan publilk yakni: hak atas pekerja; hak aksesibilitas; hak pelayanan publik; hak untuk berekspresi, berkomunikasi, dan memperoleh informasi. Sejalan dengan hal tersebut, Pasal 1 penjelasan umum Undang-undang a quo mengamanatkan adanya sebuah Unit Layanan Disabilitas (ULD) sebagai bagian dari satu institusi atau lembaga yang berfungsi sebagai penyedia layanan dan fasilitas untuk Penyandang Disabilitas. Unit ini diwajibkan untuk dibentuk pada Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Permasyarakatan, sektor pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, serta urusan yang terkait dengan ketenagakerjaan. Namun sejauh mana penerapan dan efektifitasnya?
Sesuai amanat Regulasi Undang-Undang No.5 Tahun 2014, Badan Kepegawaian Negara mempunyai tugas membina dan menyelenggarakan penilaian kompetensi dan kinerja untuk instansi pemerintah, terkait dengan kebijakan merit system yang menekankan pada aspek kualifikasi kompetensi dan kinerja. Kanreg X BKN bekerjasama dengan Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN menggelar Talent Pool, Penilaian Potensi dan Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator Tahun 2018 di wilayah kerja Kanreg X BKN, pada Senin (27/08) hingga Rabu (29/08) yang dibuka secara resmi oleh Yulina Setyawati Ningsih Nugroho, SH, M.M. selaku Assessor SDM Aparatur Ahli Utama BKN dengan didampingi Ida Ayu Rai Sri Dewi, SH, M.Si Kepala Kanreg X BKN Denpasar, bertempat di Ruang CAT Kanreg X BKN. Talent Pool 2018 se wilayah kerja Kanreg X BKN ini diikuti sejumlah 212 peserta. 12 orang merupakan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dan 200 orang
12
merupakan Pejabat Administrator. Dari tiga wilayah kerja, hanya dua wilayah saja yang ikut serta, yakni Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT), sedangkan Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak ada peserta yang mengikuti karena masih dalam kondisi prihatin pasca gempa yeng menimpa wilayah Lombok dan sekitarnya pada 5 Agustus 2018 lalu. Dalam kesempatan ini Kepala Kantor Regional X BKN Ida Ayu Rai Sri Dewi, SH, M.Si menekankan Kanreg X BKN dan instansi di daerah wajib mengisi profil PNS yang didalamnya mencakup aspek kompetensi. “Kami ikut mendukung langkah strategis BKN dengan mendorong wilayah kerja untuk melakukan penyusunan profil PNS
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
Dina Afrianty, peneliti La Trobe University, Australia, membeberkan dalam presentasinya di helatan konferensi Indonesia Update 2018 di Australian National University (ANU), Canberra, Australia, 15 September 2018 lalu, bahwa sampai saat ini layanan publik yang berfungsi untuk memberikan akses kepada penyandang disabilitas belum diterapkan di semua sektor yang ditunjuk. Tercatat hanya sejumlah 50% dari perguruan tinggi di Indonesia yang menyediakan unit atau pusat layanan disabilitas dengan fasilitas yang tidak hanya berkonsentrsi pada aksesibilitas fisik, namun juga berupa desain kurikulum dan kesiapan unsur civitas akademika lainnya. Tidak hanya itu, bila kita bicara mengenai fasilitas publik yang inklusif, kita juga bicara mengenai kesiapan masyarakat dan perangkat sosial untuk memberikan akses yang maksimal bagi para penyandang disabilitas. Termasuk di dalamnya adalah kemampuan masyarakat umum untuk berinteraksi dengan disabilitas, seperti kemamuan berbahasa isyarat, pengetahuan tentang cara berkomunikasi dengan penyandang tuna netra, dan lain sebagainya. Memperingati hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember 2018 tempo hari, seiring dengan bergulirnya semangat demokrasi yang bertumpu pada sendi-sendi HAM, paradigma terhadap penyandang disabilitas mulai bergeser. Penyandang disabilitas mulai dipandang sebagai makhluk sosial yang memiliki potensi
sehingga berpeluang memberikan kontribusi optimal dalam aspek kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Tidak hanya itu, dengan pendampingan dan perhatian maksimal dari negara, penyandang disabilitas dipercaya mempunyai potensi besar untuk menjadi agent of change bagi pembangunan di segala bidang serta berkesempatan untuk berkontribusi besar layaknya masyarakat pada umumnya. Kontribusi nyata Negara bagi penyandang disabilitas diharapkan dapat meningkat, tidak hanya pada sektor fisik, namun juga desain pendidikan, konsep kehidupan sosial, serta peningkatan kesiapan bagi masyarakat umum untuk berinteraksi dengan penyandang disabilitas dengan cara memberikan akses untuk mengikuti pembelajaran bahasa isyarat dan moda komunikasi inklusi lainnya.
DAFTAR PUSTAKA - Laporan Akhir Memetakan Penyandang Disabilitas (PD) di Pasar Tenaga Kerja Indonesia, LPEM FEB UI, 2017 - Kerangka Hukum Disabilitas di Indonesia : Menuju Indonesia Ramah Disabilitas, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia, 2015. - Aksesibilitas Dalam Pelayanan Publik Masyarakat Dengan Kebutuhan Khusus.
Untuk
- Disabilitas Studi Fasilitas dan Aksesibilitas Di Kota Yogyakarta. - Perlindungan Hukum Terhadap Penyandang Disabilitas Menurut Convention on The Rights of Person With Disabilities (CRPD), Rahayu Repindowaty Harahap dan Bustanudin, Jurnal Inovatif, Januari 2015. - http://www.ombudsman.go.id/artikel/r/artikel-pelayanan-publik-inklusif/ - https://indonesiadevelopmentforum.com/2018/ blog/4753-masyarakat-ramah-disabilitas-untukpembangunan-indonesia/ - Undang-undang No.19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Convention of Rights of Persons with Disabilities (Konvensi Mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas) - Undang-undang No.8 Penyandang Disabiltas
Tahun
2016
tentang
- Undang-undang No.25 Pelayanan Publik
Tahun
2009
tentang
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
33
melalui pelaksanaan kompetensi dan potensi sebagai dasar membangun Talent Pool dalam rangka penyediaan data profil kompetensi dan potensi pejabat melalui penilaian yang objektif dan transparan,” pungkasnya. Sementara itu sebelum membuka kegiatan, Yulina menyampaikan keprihatinannya atas gempa Lombok yang juga berdampak hingga ke Bali sekaligus memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Talent Pool 2018 di Kanreg X BKN Denpasar. “Meski dalam kondisi prihatin, namun seluruh peserta dari wilayah kerja Kanreg X BKN tetap semangat untuk mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.
tugas dan tanggungjawabnya, sehingga hak-hak nya diabaikan. penyandang disabilitas menyandang stigma ketidaksempurnaan, sehingga membuat penyandang disabilitas termarjinalkan dari penerimaan sosial yang utuh. Penyandang disabilitas masih sangat jauh dari kata adil (fair), masih banyak penyandang disabilitas yang mendapatkan diskriminasi terkait dengan pemenuhan hak, pendidikan, pekerjaan, falisitas publik seperti transportasi, tempat ibadah, tempat hiburan, serta kedudukan yang sama dimuka hukum. Beberapa penelitian terdahulu menyatakan bahwa terabaikannya perlindungan hak bagi penyandang disabilitas disebabkan karena faktor sosial dan budaya, faktor ekonomi dan lemahnya kebijakan dan penegakan hukum yang memihak pada kelompok difabel. Hal ini menyebabkan penyandang disabilitas menjadi kelompok yang termarginalkan, sering menjadi korban eksploitasi, kekerasan, penyiksaan, dan perlakuan yang tidak manusiawi. Minimnya kesempatan bekerja, kesempatan untuk memperoleh pendidikan, dan kesempatan yang sama di muka hukum merupakan hal krusial dalam sektor ini. Para penyandang disabilitas tidak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri (basic needs), padahal diskriminasi terhadap penyandang disabilitas merupakan pelanggaran HAM. Stigma cacat atau disabel sudah terlanjur melekat atau menjadi label pada diri penyandang disabilitas, sehingga kehidupan mereka jauh dari kata sejahtera (welfare).
32
Berdasarkan data dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB Universitas Indonesia Tahun 2017, lebih dari satu miliar orang atau 15 persen penduduk dunia adalah penyandang disabilitas (PD) dan lebih dari 70 persen merupakan penduduk dalam usia kerja. Secara statistik, hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) yang dilaksanakan Biro Pusat Statistik (BPS) di 2012 menyatakan bahwa jumlah penyandang disabilitas di Indonesia sebanyak 6.008.661 orang (2,45%). Dari jumlah tersebut sekitar 1.780.200 orang (29,63%) adalah penyandang disabilitas netra, 472.855 (7,87%) penyandang disabilitas rungu wicara, 402.817 (6,70%) penyandang disabilitas grahita/intelektual, dan 616.387 (10,26%) penyandang disabilitas tubuh. Kemudian, 170.120 (2,83%) penyandang disabilitas yang sulit mengurus diri sendiri, dan sekitar 2.40 1.592 orang (39,92%) mengalami disabilitas ganda. Lantas dengan persentase yang cukup besar, apakah hak-hak utama dari para penyandang disabilitas sudah dipenuhi oleh negara?
II.
Menuju Pelayanan Publik Inklusif
Pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan merupakan fungsi dari berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan tersebut adalah kelembagaan, kepegawaian, proses, pengawasan dan akuntabilitas. Diantara faktor-faktor tersebut, faktor
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
Yulina menjelaskan bahwa potensi dapat dinilai dari empat hal yakni kinerja, karakter dasar dan kepercayaan diri serta kemampuan untuk membangun dan memotivasi. Sementara kompetensi dapat dinilai berdasarkan empat cluster, yakni thinking, working, interpersonal serta bagaimana mengelola keberagaman tersebut. Untuk mempercepat terwujudnya profil PNS berbasis Kompetensi, BKN menjalankan dua langkah strategis, yakni membangun sistem informasi manajemen PNS berbasis kompetensi dan melaksanakan serta membina pusat penilaian kompetensi di instansi pemerintah. Ke depan, penilaian kompetensi tak hanya untuk JPT Pratama, namun juga pejabat pengawas, yang akan diprioritaskan di wilayah Papua dan Papua Barat. Penilaian potensi dan kompetensi ini menggunakan metode Assessment Center dengan kombinasi penggunaan komputer dan manual. Tes Psikometri menggunakan komputer di ruang CAT, sementara tes yang lain masih manual, diantaranya analisa kasus dan Leaderless Group Discussion (LGD) dengan melibatkan assessor. Selanjutnya hasil dari penilaian kompetensi ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengisi data kompetensi, kaderisasi, serta pengembangan karir dan kompetensi. Ikuti Talent Pool 2018, Mesak Anderias Malailak Harus Lalui Perjalanan Panjang Niat baik dan semangat pantang menyerah menjadi bekal utama dalam mewujudkan apa yang diinginkan atau
dicita-citakan. Mungkin kalimat tersebut pas diberikan untuk seorang Mesak Anderias Malailak, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, saat harus melakukan perjuangan mengikuti Talent Pool 2018 bertempat di Kanreg X BKN Denpasar. Diungkapkan Mesak saat ditemui di ruang tunggu Asessment Center, dirinya merasa bangga karena dari sekian pejabat , dirinya menjadi salah satu orang yang berkesempatan mengikuti Talent Pool di Kanreg X BKN Denpasar. Namun demikian, Mesak harus melakukan perjalanan yang harus ditempuh cukup lama dari Kupang. “Dalam perjalanan tidaklah mudah. Penerbangan dari Alor sempat tertunda, karena pesawat dari Alor ke Kupang mengalami kerusakan teknis, sehingga baru bisa berangkat keesokan harinya melalui penerbangan dari Kupang kemudian ke Surabaya lebih dahulu, baru ke Denpasar,” ungkapnya. Ucapan syukur juga terus diungkapkan Mesak masih banyak yang mendukung dirinya dalam mengikuti penilaian kompetensi ini . “Saya sangat bersyukur pihak Pemkab. Alor dan panitia Talent Pool di Kanreg X BKN memberi dukungan dan semangat untuk terus optimis mengikuti ujian Talent Pool.” Dirinya juga mengapresiasi pelayanan panitia Talent Pool, karena diberi kemudahan dalam mengikuti ujian meskipun terlambat datang. Bercerita mengenai pengalamannya mengikuti ujian, Mesak mengaku kesulitan saat mengerjakan tes psikometri melalui komputer. “Dalam pelaksanaan ujian psikometri perlu ketelitian dan kehati-hatian, apalagi ada keterbatasan waktu.” Ditanya mengenai semangatnya mengikuti Talent Pool, Mesak mengaku antusias karena melalui kegiatan ini dirinya dapat mengasah kemampuan. “Kegiatan ini sebaiknya terus dilanjutkan, karena memiliki dampak positif. Saya dapat melihat kemampuan saya sekaligus sebagai langkah pengembangan diri saya ke depan,” pungkasnya. Semoga perjuangan seorang Mesak Anderias Malailak dapat memotivasi kita semua untuk terus bersemangat dalam menggapai impian dan cita-cita.
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
13
EVENT
ARTIKEL
Pelayanan Publik Ramah Disabilitas : Sebuah Asa Oleh : NI PUTU DIAH RATIH NARESWARI PUTRI, SH AUDITOR KEPEGAWAIAN PERTAMA KANREG X BKN
Warnai Kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke 73 Tahun Dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika Tahun ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali meminta seluruh pegawai mengenakan baju daerah pada saat upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke 73 tepat di tanggal 17 Agustus 2018. Tak ketinggalan, seluruh pegawai di lingkungan Kanreg X BKN pun ikut memeriahkan dengan mengenakan baju adat dari berbagai daerah di Indonesia. Keberagaman baju daerah ini menggambarkan Indonesia yang memiliki beraneka ragam suku, adat dan budaya. Tak seperti upacara pada umumnya, upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 73 terlihat berbeda. Suasana tampak lebih meriah dengan warna warni baju daerah. Tak ketinggalan, Kepala Kanreg X BKN Ida Ayu Rai Sri Dewi SH, M.Si juga tampak anggun mengenakan baju daerah berwarna merah khas Padang, dengan didampingi Pejabat Administrator yang tampak rapi mengenakan 14
baju daerah asal Jawa Tengah, Makasar, Betawi dan Bali. Sayangnya, upacara tidak dapat digelar di lapangan karena hujan yang mengguyur area Denpasar dan sekitarnya sejak dini hari. Halaman depan Gedung Kanreg X BKN pun menjadi tempat pelaksanaan upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 73. Karena sempitnya lokasi, peserta upacara harus berdesak-desakan dalam barisan. Meski demikian, upacara bendera berjalan dengan khidmat. Dalam kesempatan ini, Kepala BKN Bima Haria Wibisana melalui sambutannya yang disampaikan Inspektur Upacara Ida Ayu Rai Sri Dewi SH, M.Si, mengatakan bahwa ini adalah tahun kedua pihaknya meminta kepada seluruh pegawai untuk mengenakan pakaian nasional dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Bima Haria Wibisana ingin mengajak seluruh
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
I.
Isu Umum Disabilitas Di Indonesia
Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia merupakan salah satu amanat reformasi dan dituangkan dalam UUD NRI 1945 amandemen kedua. Penambahan jaminan HAM dalam konstitusi merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia dengan serius ingin mendorong penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM oleh negara bagi warga negaranya. Ruang lingkup warga negara dalam hal ini mencakup siapa pun tanpa kecuali, termasuk penyandang disabilitas. Dalam dimensi hukum dan kenegaraan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya, sebagaimana termakhtub dalam konstitusi. Saat ini istilah penyandang cacat tidak lagi digunakan dikarenakan hal tersebut dipandang diskriminatif terhadap para penyandangnya. Sejak tanggal 29 Maret 2010 istilah cacat kini diubah dengan istilah disabilitas, Disabilitas adalah istilah yang meliputi gangguan, keterbatasan aktivitas, dan pembatasan partisipasi. Kata Disabilitas berdasarkan asal katanya terdiri dari dua kata yaitu DIS dan ABILITY. Kata DIS digunakan untuk penyebutan sebuah kondisi yang
berkebalikan dari sesuatu pada kata dibelakangknya. Sementara ABILITY memiliki makna kemampuan. Jadi Disabilitas adalah keadaan seseorang yang memiliki ketidakmampuan melakukan suatu hal yang biasa dilakukan oleh orang lain pada umumnya. Sementara, diffable people dalam bahasa inggris yakni mereka yang memliki different-ability atau berkebutuhan yang berbeda/memeliki keterbatasan. “different� berarti berbeda: lain; berlainan; tidak sama, sementara ability berasal dari dari kata able (mampu) yang berarti kemapuan, kata people dalam bahasa inggris berarti orang. Jadi diffable people adalah orang yang memiliki kemampuan yang berbeda. Namun apakah berhenti sampai disana? Secara umum persoalan terkait disabilitas tidak hanya terbatas pada pemberian label atau diskriminasi atas ketidakmampuan baik fisik maupun psikis saja. Bila ditarik garis lurus, problematika ini merupakan permasalahan multi aspek yang mencakup berbagai sektor termasuk ekonomi dan sosial. Dalam kehidupan bermasyarakat, penyandang disabilitas kerap kali dipandang tidak produktif dan tidak mampu menjalankan
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
31
Penutup
hak dan kewajiban tanpa pamrih (ikhlas); antara lain diwujudkan dengan rela menolong sesama warga, mendahulukan kepentingan umum, bersedia menyumbang tenaga, pikiran, kemampuan, keahlian dan materi untuk kepentingan bangsa dan negara, siap membela bangsa dan negara, serta yakin pengorbanannya tidak sia-sia. 5. Memiliki Kemampuan Awal Bela Negara. Setiap warga negara harus mempunyai kemampuan psikis berupa sikap dan perilaku disiplin, ulet, bekerja keras, taat aturan, percaya kemampuan sendiri, tahan uji dan pantang menyerah serta mempunyai kemampuan fisik yang prima untuk mendukung kemampuan psikis; antara lain diwujudkan dengan mempunyai kondisi kesehatan fisik dan mental yang baik, memiliki keterampilan, integritas pribadi, pantang menyerah, dan disiplin, serta tanggap terhadap kondisi yang terjadi di masyarakat. Dalam hal ini, upaya menanamkan nilai-nilai bela negara akan kelihatan berarti, apabila setiap ASN sadar bahwa masa depan Negara ada ditangannya. Tentunya ASN tidak boleh bersikap masa bodoh dan pesimis, tetapi harus optimis dan terpanggil hatinya untuk ikut peduli dan mengatasi tantangan bangsa seperti pengangguran, kemiskinan, kesenjangan, korupsi,ujaran kebencian,penyebaran berita bohong dan lain sebagainya yang dapat menimbulkan ketidakpastian. Dengan kemampuannya di dunia teknologi dan sarana yang ada, generasi millenials ASN sudah seharusnya mengambil bagian di lini terdepan dalam setiap upaya membangun negara sesuai bidang tugas dan tanggungjawab masingmasing dengan mengabdikan dirinya secara total kepada negara dan bangsa dan kesiagaan untuk menghadapi berbagi ancaman multidimensional yang bisa saja terjadi di masa yang akan datang.
Kita diingatkan bahwa kemerdekaan tidak diperoleh dengan mudah, namun melalui perjuangan penuh pengorbanan baik jiwa maupun raga, yang dengan ikhlas dilakukan oleh para pahlawan pendahulu kita. Indonesia adalah bangsa yang memperoleh kemerdekaan melalui perjuangan, bukan pemberian dari bangsa lain. Kita sebagai generasi penerus harus bangga dan meneladani para pahlawan/pendahulu kita yang gagah berani melawan penjajah untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan. Para pahlawan dan pendahulu kita telah mempraktekkan melakukan Bela Negara dalam perjuangan fisik dan non fisik (diplomasi) untuk mempertahankan berdiri tegaknya NKRI. Hal ini memberikan pengalaman berharga sebagai nilai-nilai luhur bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Pemantapan kesiapsiagaan bela negara bagi setiap warga negara, merupakan implementasi pencapaian sasaran strategis terhadap nilai-nilai bela Negara dalam rangka menjaga eksistensi NKRI sebagai harga mati. Kesiapsiagaan bela negara bagi CPNS sebagai bagian dari ASN jaman now, adalah kesiapan untuk mengabdikan diri secara total kepada negara dan bangsa dan kesiagaan untuk menghadapi berbagi ancaman multidimensional yang bisa saja terjadi di masa yang akan datang, sekaligus sebagai titik awal langkah penjang pengabdian mereka yang didasari oleh nilai-nilai dalam berbangsa dan bernegara yang ditandai kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin Pancasila sebagai idiologi negara, kerelaan berkorban demi bangsa dan negara akan menjadi sumber energi yang luar biasa dalam pengabiannya. Terkait dengan Pelatihan Dasar bagi CPNS, kegiatan bela negara bukan memanggul senjata sebagai wajib militer atau kegiatan semacam militerisasi, namun lebih bagaimana menanamkan jiwa kedisiplinan, mencintai tanah air dengan menjaga kelestarian hayati, menjaga asset bangsa, menggunakan produksi dalam negeri, dan tentu ada beberapa kegiatan yang bersifat fisik dalam rangka menunjang kesiapsiagaan dan meningkatkan kebugaran jasmani. Sumber : Modul Pelatihan Dasar CPNS Golongan II dan III, Lembaga Administrasi Negara, Jakarta, 2017 https://kominfo.go.id/content/detail/12820/menujubirokrasi-kelas-dunia-cpns-ikuti-presidential-lecture/0/ berita http://rumahmillennials.com/siapa-itu-generasimillenials/#.XAn0OjFS-Uk
“Dii suasana sepertii iinii , saya sangat mengapresiasi k menumbuhkan b hk kkebersamaan b i i pegawaii BKN untuk seluruh pegawai, sungguh kagum semua bisa dalam bingkai “Bhineka Tunggal Ika”. hadir meski di luar dalam kondisi hujan dan Bhinneka Tunggal Ika mewakili bukan hanya semua mengenakan baju daerah. Selain itu, dalam pluralisme agama, tapi suku, bahasa dan semua sambutannya Kepala BKN juga menyampaikan keberagaman di Indonesia. Bagi Indonesia, belasungkawa serta keprihatinannya bagi korban keberagaman adalah warisan kekayaan yang harus bencana gempa bumi di Lombok dan Bali. Pihaknya dijaga dan dilestarikan, sehingga nantinya dapat berharap kondisi pasca genpa segera pulih serta dinikmati pula oleh generasi penerus bangsa. tetap kuat dan semangat dalam melaksanakan tugas pelayanan kepegawaian.” Ungkapnya. Sementara itu,menanggapi terjadinya bencana gempa bumi di Lombok, NTB pada 5 Agustus lalu, Tak hanya itu, Ida Ayu Rai Sri Dewi juga Bima Haria Wibisana menyampaikan keprihatinanya menegaskan untuk segera melakukan persiapan sekaligus memberikan semangat kepada seluruh terkait kegiatan penerimaan CPNS pada tahun korban gempa di Bali dan Lombok, khususnya di 2018. “Siap-siap melaksanakan tugas selanjutnya UPT Mataram, diharapkan dapat tabah dan kuat yakni penerimaan CPNS. Kondisi bangunan yang dalam menghadapi bencana. Selain itu, Bima juga rusak, baik di Kanreg X BKN Denpasar maupun di menambahkan saat ini Badan Kepegawaian Negara, UPT BKN Mataram, mudah-mudahan bisa segera Komisi Pemberantasan Korupsi dan pemangku diperbaiki. Selain itu, pegawai UPT BKN Mataram kepentingan terkait bekerja sama menangani PNS yang sudah sembuh dari sisi trauma, dapat segera yang melakukan tindak pidana korupsi. Melalui kembali ke Lombok untuk membantu Kepala UPT kegiatan tersebut, seluruh jajaran BKN diharapkan BKN Mataram Maptuhah Rahmi dalam melakukan dapat menggunakan kesempatan ini untuk penetrasi berbagai persiapan”. lebih dalam ke instansi-instansi serta menggencarkan pengawasan terhadap PNS yang melakukan tindak Rai Sri Dewi juga berharap Menteri PAN RB pidana yang dapat menimbulkan kerugian negara. yang baru saja dilantik, Syafruddin, dapat segera Tidak hanya tentang penanganan korupsi, BKN mengambil keputusan terkait penerimaan CPNS juga tengah bersiap untuk penerimaan CPNS Tahun 2018. Selanjutnya di Tahun 2019 yakni tahun politik, 2018 sembari menunggu pengumuman resmi dari seluruh PNS dapat menjaga netralitas, dan sebagai pemerintah, mulai dari persiapan infrastruktur, catatan, pihaknya berharap UPT BKN di Kupang, sarana prasarana hingga ke pelaporan. Diharapkan Nusa Tenggara Timur dapat segera dibangun. Kantor Regional yang berada di daerah juga dapat Usai Pengarahan, tumpeng pun segera dipotong. mempersiapkan diri. Potongan pertama diserahkan kepada Juara Pertama Kostum Daerah Terbaik Putri, yakni Nurul Kholisa yang memakai baju daerah asal Aceh dan dilanjutkan juara kedua yakni Dwi Firsayanti dengan kostum daerah asal Jawa Timur. Potongan nasi tumpeng berikutnya diberikan kepada pegawai pria dengan kostum terbaik pertama yakni Aryanto dengan baju Tidak ingin melewatkan moment begitu saja, usai daerah asal Jawa Tengah lengkap dengan kerisnya, mengikuti upacara bendera seluruh peserta pun dan dilanjutkan juara kedua yang diraih Andi Ashari berselfie dan wefie dengan mengenakan baju daerah. dengan kostum daerah asal Madura. (IRN) Dalam upacara memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 73, Kepala Kanreg X BKN Denpasar juga berkesempatan menyerahkan Penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada Lusia Dua Ate Da Silva, S.E.
Sebagai puncaknya, Kanreg X BKN menggelar acara sederhana memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 73 dengan pemotongan tumpeng dan pemilihan kostum daerah terbaik. Dalam kesempatan ini pun, Kepala Kanreg X BKN Ida Ayu Rai Sri Dewi, SH, M.Si menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pegawai serta memberikan arahan terkait beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan menjelang akhir tahun.
Nasib bangsa tidak akan berubah Jika kita hanya berpangku tangan Mari berjuang bersama Membangun negeri raih prestasi Dirgahayu Kemerdekaan RI ke 73 Tahun..... Indonesia Jaya Indonesia Merdeka!!
30
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
15
EVENT melalui pengangkatan dirinya sebagai ASN untuk diajak berkontribusi dalam membangun dan memecahkan persoalan negara. Sebagaimana diketahui bahwa semenjak digulirkan reformasi, terdapat beberapa keprihatinan yang dirasakan oleh para sebagaian besar masyarakat terhadap ancaman perpecahan bangsa karena pengaruh globalisasi.
melakukan bela Negara bersama warga negara yang lainnya. Kesadaran bela negara bagi setiap warga negara Indonesia ini ditujukan dalam rangka penguatan jati diri bangsa yang berdasarkan kepribadian dan berkebudayaan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai pranata, prinsip dan kondisi yang diyakini kebenarannya serta digunakan sebagai instrumen pengatur kehidupan moral, identitas, karakter serta jatidiri bangsa. Nilai-nilai Dasar Kesadaran Bela Negara yang dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Indonesia, meliputi : 1. Cinta Tanah Air
Melalui Gempa, Bumi Lombok Mencari Keseimbangannya Mereka adalah sekumpulan orang terpilih, yang langsung dipilih oleh Tuhan untuk menerima guncangan di bumi ini. Di dalam kepanikan sebenarnya mereka berserah, mereka sadar bahwa gempa hebat beruntun ini merupakan suatu proses agar bumi menemukan keseimbangannya. Bukankah sebaiknya semua memang harus berimbang untuk menemukan keselarasan? Demi mencapai keselarasan itu, mereka ikhlas menanggung prosesnya. Saat orang - orang dibagian bumi lain bisa tidur dengan nyenyaknya, bersama keluarga dengan hangatnya, Mereka rela kehilangan rumahnya dan tetap waspada saat kantuk tiba. Mereka rela kehilangan semua itu, demi bumi ini menemukan kembali keseimbangannya sehingga alam ini kembali bersahabat. Pagi hari 29 Juli 2018, awal mula guncangan diatas tanah pulau 1000 masjid itu dimulai. Gempa berkekuatan 6,4 SR meluluh lantakkan sebagian besar pemukiman di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur. Gempa tidak hanya menimbulkan guncangan di bumi, masyarakat Lombok Timur dan Lombok Utara yang sudah terbiasa menginjakkan kaki diatasnya, ikut merasakan guncangan di dalam hatinya hingga ke denyut nadi. Adrenalin pun terpompa, membuat tubuh dalam mode otomatis siaga, ada yang terlalu siaga dan waspada sehingga membuat mereka trauma. Di pagi hari yang cerah, bumi Lombok ini
16 16
menyapa masyarakatnya, melalui guncangan gempa. Selanjutnya, gempa susulan terus terjadi dengan skala yang kecil, namun hal itu tidak berdampak pada kondisi masyarakat Ibu Kota Propinsi Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram. Sebagian besar masyarakat Mataram menyambut biasa sapaan pagi hari dari dalam bumi tersebut. Para perkumpulan remaja, LSM, Ormas, anak sekolah, mahasiswa hingga perkumpulan orang paruh baya yang menamakan dirinya Alumni, berkumpul di perempatan lampu merah, mall dan pusat keramaian lainnya, bersatu mengumpulkan donasi untuk membantu para korban gempa. Hingga pada akhirnya, pada 5 Agustus 2018 malam hari sekitar pukul 19.45 WITA, gempa kembali menyapa pulau Lombok, kekuatannya lebih besar, yakni 7.0 SR yang kemudian disusul dengan info potensi tsunami oleh BMKG. Listrik mati, sebagian besar masyarakat Lombok panik dalam kegelapan. Masyarakat langsung ingat akan Tuhannya, menyebutnyebut nama sang Maharaja tertinggi penguasa seluruh alam, sesuai dengan agamanya masing – masing. Hingga malam itu saya pun sempat berfikir, dalam kondisi seperti ini, yang sebelumnya atheis pun pasti langsung berubah menjadi religius. Tsunami sudah berakhir dengan perkiraan ketinggian maks 50 cm, namun gempa susulan masih terus terjadi, dari skala kecil hingga skala besar (hingga
X-M X-MEDIA, MEDI ED E DIA, M Med Media dia a Ke K Kep Kepegawaian e egawai wa a an n Kan Kanreg an nrre reg eg X B BKN BKN, N, E Edisi diis dis d is i k ke-XV e-X -X XV ((Oktober Ok kttob obe ber 2 2018) 018)) 018
Menanamkan kesadaran Bela Negara terhadap ASN Jaman Now Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara yang harus selalu digelorakan kepada seluruh warga negara, dan ASN jaman sekarang harus mampu menjadi motor penggeraknya. Berkembangnya lingkungan stratejik dapat menimbulkan ketidakpastian sehingga sangat sulit bagi suatu negara untuk mengetahui potensi dan hakikat ancaman serta tantangan terhadap kepentingan nasional. Sebagai contoh akhir-akhir ini kesadaran Pancasila sebagai ideologi bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara mulai menjadi terpinggirkan. Salah satu elemen penting dalam pembinaan ASN jaman sekarang adalah melalui penanaman kesadaran akan jati diri dan upaya bagaimana menumbuhkembangkan nilainilai Pancasila dalam mewujudkan reformasi birokrasi dan good governance. Disinilah peran dan fungsi ASN, khususnya dari generasi milenial dibutuhkan untuk mengantisipasi dampak negatif yang merugikan bangsa dan negara yang pada gilirannya dapat menimbulkan disintergrasi bangsa yang mengancam terhadap kepentingan nasional dapat ditangkal. Untuk itu dalam masa prajabatan yang dilakukan secara teritegrasi melalui pelaksanaan pelatihan dasar kepada mereka ditanamkan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai bela negara. Konsepsi Bela Negara sendiri sejatinya telah dinyatakan dalam pasal 27 dan pasal 30 UUD Negara RI 1945, yang mengamanatkan bahwa kepada semua komponen bangsa berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara dan syarat-syarat tentang pembelaan negara. Dalam hal ini setiap CPNS sebagai bagian dari Calon ASN dan bagian dari warga negara tentu memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk
Setiap warga negara harus mencintai tanah air sebagai ruang hidup dalam menjalankan kehidupannya yang selalu mendapat ancaman baik dari dalam maupun luar negeri; antara lain diwujudkan menjaga lingkungan hidup, mengenal wilayah tanah air, dan mencintai produk dalam negeri agar tumbuh rasa nasionalisme. 2. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. Setiap warga negara dituntut mempunyai kesadaran atas tanggung jawabnya sebagai warga masyarakat yang didukung pengetahuan, keterampilan, kompetensi serta pribadi manusia yang beriman, sehat, cakap, kreatif, mandiri, dan bersikap demokratis; antara lain diwujudkan dengan bersikap disiplin, bertanggung jawab, saling menghargai dan menghormati, menjaga kerukunan, berjiwa gotong royong, mendahulukan kewajiban daripada hak sebagai warga negara, serta mendahulukan kepentingan negara dan bangsa daripada kepentingan pribadi dan kelompok. 3. Yakin Pancasila Sebagai Ideologi Negara. Setiap warga negara dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara mengacu dan berlandaskan ideologi Pancasila; antara lain diwujudkan dengan bertaqwa kepada Tuhan YME, menjalankan kewajiban agama, mempunyai kesadaran membantu sesama, memelihara persatuan dan kesatuan, mengedepankan musyawarah untuk mufakat, serta mewujudkan keadilan sosial 4. Rela Berkorban Untuk Bangsa Dan Negara. Setiap warga negara harus mampu mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi/golongan dan mencurahkan tenaga dan pikiran untuk menyelesaikan tugas,
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
29
ARTIKEL
Membangun Kesiapsiagaan Bela Negara Terhadap ASN Jaman Now Di Tengah Ancaman Disintegrasi Bangsa yang diucapkan berkali-kali dengan bergemuruh, gegap gempita dihadapan Presiden dan seluruh undangan yang hadir. Mereka sebagai ASN jaman now (generasi milenial) diharapkan menjadi motor penggerak birokrasi dan tulang punggung bangsa menuju terwujudnya birokrasi berkelas dunia tahun 2024. Aparatur Sipil Negara Jaman Now
Oleh : Aris Mutoyo Pendahuluan Dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta membuka perspektif Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jaman sekarang agar memahami tantangan tugas di era industri 4.0, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama lintas Kementerian/Lembaga menyelenggarakan acara Presidential Lecture bagi CPNS hasil seleksi CPNS Tahun 2017 di Istora Senayan, Jakarta pada hari selasa (27/03/2018). Dalam kesempatan ini penulis mendapatkan kepercayaan mengawal kurang lebih 200 CPNS BKN dan yang sedang melaksanakan pelatihan dilingkungan Pusat Pengembangan Aparatur Sipil Negara, Badan Kepegawaian Negara (Pusbang ASN-BKN). Selain diisi oleh pembekalan dari Presiden, acara yang bertajuk Bersatu Dalam Harmoni : Menuju Birokrasi Berkelas Dunia Tahun 2024, juga diperkaya oleh sesi inspiring speaker dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latief, dan CEO Gojek Nadiem Makarim. Pembekalan langsung dari Bapak Presiden sangat berarti bagi para CPNS, terlebih saat seluruh CPNS menyuarakan yel-yel mereka dengan tajuk “ASN jaman Now, Bersih Melayani!!�,
28
Salah satu paradigma baru UU ASN adalah berkaitan dengan adanya keinginan lahirnya ASN jaman now yang memiliki integritas, profesional, netral dari pengaruh politik dalam menyelanggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bersih dalam melayani kepentingan publik. Maka dari itu pembangunan parakter bangsa diselenggarakan salah satunya terhadap ASN jaman now ini. Generasi milenial juga disebut sebagai generasi Y, yaitu kelompok demografi (penduduk) setelah generasi X. Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini. Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran. Maka ini berarti millenials adalah generasi muda yang berumur 17- 37 pada tahun ini, yang pada kesempatan kali ini banyak yang memilih profesi sebagai ASN. Pengaruh globalisasi selain membawa dampak positif juga membawa dampak negatif yang memerlukan penanganan dan antisipasi, demikian pula terhadap kedudukan, tugas dan fungsi ASN. Namun dalam kenyataannya masih terdapat ASN yang terseret arus buruk globalisasi sehingga tidak menyadari kedudukan dan fungsinya, terlebih kapasitasnya sebagai pelaksana pemerintahan dan pembangunan. Maka terhadap mereka perlu ditumbuhkembangkan nilainilai profesi melalui pelatihan dasar CPNS. Generasi millennials lahir pada saat TV berwarna, handphone juga internet sangat dikenalnya. sehingga generasi ini sangat mahir dalam teknologi. Seperti data yang disampaikan Kepala Bappenas sebagaimana dilansir dari https:// www.inews.id/finance/read/56521/bappenas-jumlahmilenial-di-indonesia-capai-90-juta-orang, di Indonesia terdapat 90 juta generasi milenial yang berusia antara 20 – 34 tahun. Hal ini berarti Indonesia memiliki banyak kesempatan untuk membangun negaranya, antara lain
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
artikel ini ditulis gempa susulan masih terjadi di Lombok). Gempa sesekali mengguncang dengan tidak disangka-sangka, membuat sebagian besar masyarakat Lombok trauma beraktivitas di dalam rumah, mereka lebih m e m i l i h beraktivitas di dalam tenda. Pulau Lombok, dari 1000 masjid berubah menjadi 1000 tenda. Dibalik ketakutan dan kewaspadaan terhadap gempa, ada sebagian masyarakat Lombok yang tersadar, bahwa menghadapi gempa tidak cukup hanya dengan ratapan dan ketakutan. Di tengah-tengah bencana ada kewajiban yang harus ditunaikan, terutama bagi ASN yang bertugas di Pulau Lombok, salah satunya adalah para ASN yang bertugas di BKD-PSDM Kabupaten Lombok Utara. Di tengah-tengah terbatasnya fasilitas, mereka tetap memberikan pelayanan kepegawaian dengan maksimal. Mereka sadar bahwa kursi yang empuk dan ruang ber AC hanya pelengkap dalam memberikan pelayanan, sehingga tidak ada masalah bagi mereka memberikan p e l a y a n a n kepegawaian di ruang terbuka, dengan menggunakan terpal dan beralaskan kardus. Begitu pula para Perawat, Dokter, BNPB, TNI, POLRI dan banyak ASN dari instansi lainnya yang tetap semangat memberikan pelayanan. Mereka semua adalah orangorang luar biasa, mereka memilih
mengesampingkan status mereka sebagai korban gempa yang butuh bantuan, mereka memilih bangkit, dengan status sebagai pelayan masyarakat, sebagai abdi negara. H a ra p a n , doa, dan bantuan logistik dari saudara-saudara sebangsa pun berdatangan. Bahkan, Presiden pun menyempatkan hadir di tengah-tengah pengungsi, seolah memberi signal bahwa masyarakat Lombok tidaklah sendirian dalam menghadapi bencana ini. Badan Kepegawaian Negara, melalui UPT BKN Mataram juga turut melakukan aksi kemanusiaan atas bencana di pulau Lombok ini. Bantuan yang merupakan hasil donasi dari seluruh anggota KORPRI juga disalurkan kepada korban gempa, salah satunya di tenda pengungsian Dusun Setangi, Desa Malaka, Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara. Di dusun ini terdapat 1 orang meninggal dunia, dengan kondisi 95 % bangunan rata dengan tanah. Para pengungsi ini, mereka adalah orang yang luar biasa, mereka mampu bertahan dengan tenda seadanya tanpa alas yang memadai. Mereka mampu berpuasa, berpuasa untuk tidak melakukan hal-hal negatif demi memenuhi kebutuhannya. Dalam keterpurukan, keterbatasan dan kekurangan. Bahwa gempa merupakan proses alam agar bumi menemukan kembali keseimbangannya. Dari gempa Lombok kita belajar bahwa alam pun akan melakukan apa saja untuk menemukan keseimbangannya. Bumi ini lebih tua dari manusia, kita yang baru saja menumpang diatasnya seharusnya lebih bijak dalam memanfaatkan alam ini. Masyarakat yang terdampak gempa adalah orang yang sangat luar biasa, mereka dipilih oleh Tuhan untuk menanggung dan merasakan proses bumi ini mencari keseimbangannya. Karena Tuhan tahu bahwa mereka yang terdampak, akan mampu bangkit dari kejatuhan, berani dalam ketakutan, optimis dalam keresahan, dan percaya bahwa berkah itu akan datang setelah bencana. (Andi)
X--M X-M X X-MEDIA, MEDI EDIIA, A, Med Me M Media ed e diia aK Kep Ke Kepegawaian ep epe ega e gawai aiian Kan Ka Kanreg reg X BK BKN BKN, KN N, E Edisi disi dis is iik ke-XV e-X e-XV e-X XV ((Oktober Ok Okt O ktob obe be b er 2 2018) 0 ) 01 018
17 7
EVENT 3. Apakah perlu perubahan model seragam BKN?
Pemilihan Sang Role Model Kanreg X BKN Pegawai Berprestasi Semester I Tahun 2018 Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas serta kinerja dari suatu instansi adalah peningkatan kinerja dari setiap pegawai, semakin baik kinerja dari pegawai tersebut maka akan semakin berkembang instansi tersebut. Pegawai yang sudah berhasil meningkatkan kinerjanya, patut diberi penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras yang sudah dilakukan. Hal tersebut dilakukan pula oleh Kanreg X BKN Denpasar , semester satu Tahun 2018 Kanreg X BKN kembali memilih satu orang pegawai yang dinobatkan sebagai Pegawai Berprestasi. Bertepatan dengan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2018, Kanreg X BKN menggelar Pemilihan Pegawai Berprestasi Semester I Tahun 2018. Pegawai yang terpilih sebagai nominasi yakni Terang Malam Perangin Angin dari Bidang Mutasi dan Status Kepegawaian, Sunarti Walstuningrum dari Bidang Pengembangan dan Supervisi Kepegawaian, Agus Sugiadnyana Putra dari Bidang Informasi Kepegawaian, I Nyoman Suartawan dari Bagian Tata USaha, dan I.B.Pramana dari Bidang Pensiun dan Pengangkatan. Uniknya, pemilihan kali ini dilakukan seperti layaknya kontes pemilihan di layar televisi. Selain harus menampilkan bakat seni masingmasing nominasi, Pemilihan Pegawai Teladan ini juga dilakukan dengan menjawab pertanyaan dari Kepala Kanreg X BKN Ida Ayu Rai Sri Dewi. Pertanyaan yang
18
diajukan seputar buah, yakni buah apa yang paling disukai dan tidak disukai, selain itu lima nominasi harus menyebutkan alasannya. Tidak perlu waktu lama, pertanyaan tersebut harus dijawab dalam waktu satu setengah menit. Eemmm….kira-kira apa jawabannya yaa…. Salah satu nominasi Terang Malem Perangin Angin menjawab buah jeruk menjadi buah kesukaannya. “Saya suka dengan buah jeruk, karena banyak rasa yang terkandung dalam jeruk. Ada manis, asam, kadang juga pahit. Kemudian buah yang saya tidak suka adalah buah nangka, karena manis di awal , pahit di akhir karena terdapat getah yang terdapat di kulit buah nangka.” Berbeda dengan Agus Sugiadnyana, ia mengatakan
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
Selain pertanyaan diatas terdapat pertanyaan seperti “Jika menurut Anda perlu perubahan 67.6% menjawab tidak perlu model seragam BKN, model seperti apa yang cocok digunakan?”. Jawaban responden sangat variatif, diantaranya menjawab perlunya model seragam kerja yang kekinian, model yang cukup sederhana namun nyaman, santai dan berwibawa ada logo BKN, modelnya mempunyai ciri khas, model seragam seperti seragam stasiun TV atau Bank dan 4. Apakah perlu perubahan warna seragam BKN ? seterusnya. Sedangkan pertanyaan lainnya “Jika menurut Anda perlu perubahan warna seragam 67.6% responden menjawab tidak perlu BKN, warna apa yang cocok digunakan sebagai seragam kerja BKN?” komentar pun beragam dari para responden bahwa warna yang lebih gelap dari seragam yang sudah ada, ada juga yang berkomentar warna yang cerah dan warna coklat tua seperti instansi lain, warna kekinian, biru donker, perlu penambahan emblem BKN seperti pada instansi lain, warna seragam saat ini mirip dengan seragam 5. Apakah Bapak/Ibu merasa bangga dengan instansi/perusahaan lainnya dan ada juga yang seragam kerja BKN saat ini ? berkomentar seragam sudah baik. 47.1% responden menjawab tidak bangga Terlihat dari hasil survei di atas sebagian besar responden menginginkan perubahan baik model dan warna pada pakaian seragam kerja. Hasil survei tersebut adalah bentuk dari kepedulian pegawai atas pakaian seragam kerja yang dikenakan. Tak dipungkiri seragam kerja merupakan kepentingan dari instansi untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi pegawainya guna mencapai visi dan 6. Apakah Bapak/Ibu merasa nyaman menggunakan misi suatu organisasi. Apapun model dan warna seragam kerja BKN saat ini ? pakaian seragam kerja BKN baik sekarang maupun 50.0% responden menjawab tidak bangga kedepannya diharapkan juga membawa dampak positif untuk kemajuan organisasi serta yang tak kalah penting dari semuanya adalah kenyamanan dalam memakainya. (Fee) Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Seragam
X-MEDI X-MEDIA, DIA A, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edis Edisi disi ke-XV (Oktober 2018)
27
ARTIKEL
Pakaian Seragam Kerja Sebagai Identitas Suatu Instansi Seragam adalah seperangkat pakaian standard yang dikenakan oleh anggota suatu organisasi sewaktu berpartisipasi dalam aktivitas organisasi tersebut. Di beberapa Negara, Pejabat Negara juga dapat menggunakan seragam, contohnya seragam Pegawai Negeri Sipil di Indonesia.
Mengingat pakaian seragam kerja BKN sudah lama tidak mengalami perubahan baik warna atau modelnya, sehubungan dengan hal itu diadakan survei mengenai “Seragam BKN” di lingkungan Kantor Regional X BKN Denpasar untuk mengetahui pendapat dari para pegawai mengenai pakaian seragam kerja yang selama ini dikenakan. Setiap intansi menciptakan pakaian Terdapat 34 responden yang telah mengisi survei seragam kerja untuk memberikan identitas online yang dilakukan melalui aplikasi google bagi instansi dan memberikan identitas terhadap form, daftar pertanyaan yang diajukan dan hasilnya pegawainya yang bekerja pada instansi tersebut. sebagai berikut : Selain itu juga pakaian seragam kerja memberikan citra positif suatu instansi, sebagai media promosi 1. Apakah model seragam BKN yang ada saat ini masih relevan untuk digunakan? dan menumbuhkan rasa kekeluargaan serta sebagai 41.2% menjawab kurang relevan kebanggaan oleh penggunanya. Dalam hal ini BKN sebagai salah satu lembaga pemerintah nonkementerian juga mengatur mengenai pakaian seragam kerja yang tertuang dalam Peraturan Kepala BKN Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pakaian Seragam Kerja Bagi PNS di lingkungan Badan Kepegawaian Negara dan Peraturan Kepala BKN 2. Apakah warna seragam BKN yang ada saat ini Nomor 25 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua masih relevan untuk digunakan? Atas Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara 44.1% menjawab sangat tidak relevan Nomor 11 Tahun 2011. Seperti diketahui bersama warna krem muda adalah pakaian seragam kerja BKN yang dipakai setiap hari Senin dan Selasa dilengkapi dengan atribut yaitu lencana Korpri di sebelah kanan dada kemeja dan pin nama disebelah kiri dada kemeja serta dilengkapi dengan tanda pengenal, namun tidak terdapat logo instansi pada pakaian seragam kerja BKN. 26
X-MEDIA, Media Kepega Kepegawaian awaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktobe (Oktober er 2 2018) 018)
suka dengan berbagai jenis buah, namun lebih suka buah apel, karena mengandung air serta vitamin yang bermanfaat bagi tubuh. Selanjutnya, pemilihan dilakukan dengan voting atau pengambilan suara terbanyak. Seluruh pegawai menuliskan nama pegawai yang masuk nominasi Pegawai Berprestasi dan dikumpulkan kepada panitia. Setelah penghitungan, akhirnya Terang Malam Peranginangin terpilih sebagai Pegawai Berprestasi Semester I Tahun 2018. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini ditambah dengan kategori Pegawai Berprestasi Terfavorit. Nominasi yang belum beruntung terpilih sebagai pegawai berprestasi dapat bersaing kembali memperebutkan gelar Pegawai Berprestasi Terfavorit . Menariknya, nominasi Pegawai Berprestasi Terfavorit harus menampilkan best performance, dengan disaksikan seluruh pegawai. Sempat terkejut dengan seleksi ini, namun seluruh nominasi tampak siap menampilkan performance terbaiknya. Sunarti Walstuningrum dari Bidang Pengembangan dan Supervisi Kepegawaian membawakan sebuah puisi bertemakan semangat anak muda, Agus Sugiadnyana Putra dari Bidang Informasi Kepegawaian menyampaikan orasi sekaligus semangat untuk terus berkinerja, dan I Nyoman Suartawan dari Bagian Tata Usaha memberikan suara emasnya dalam lagu “Bidadari Tak Bersayap” yang dinyanyikan Vokalis Anji. Meski sempat gugup, namun lagu itu berhasil selesai dinyanyikan. Tepuk tangan dulu dong…..prokk…. prokkk….
Sama seperti Pemilihan Pegawai Berprestasi, pemilihan Pegawai Berprestasi Terfavorit kali ini juga menggunakan sistem voting. Setelah dilakukan penghitungan suara, akhirnya I Nyoman Suartawan tepilih sebagai Pegawai Berprestasi Terfavorit untuk semester I Tahun 2018. Dijelaskan selanjutnya, Rai Sri Dewi menyampaikan acara kali ini dikemas cukup unik.”Pemilihan role model Kanreg X BKN disetting lebih menarik dengan sedikit refreshing sehingga acara tampak lebih ceria dan berwarna, terlebih dengan penampilan berbagai bakat lima nominasi seperti orasi dan puisi. Sementara itu, kenapa saya memberi pertanyaan harus memilih buah. Hal tersebut merupakan simbol untuk mengetahui bagaimana analisis, strategi analisis lisan dan kecepatan dalam memilih yang dapat diartikan sebagai pengambilan keputusan dengan cepat.” Ditambahkan pula, dalam kesempatan ini Rai Sri Dewi mengungkapkan tak hanya potensi dalam diri seperti seni dan kemampuan dalam kepemimpinan, namun perlu juga melihat satu peluang untuk mengambangkan sayap dalam berkarier dan fokus pada hasil.Rai Sri Dewi juga berpesan kepada seluruh pegawai untuk terus berkarya, baik dalam hal kinerja demi kemajuan organisasi mau pun dalam dunia seni. Selamat kepada seluruh Pegawai Berpestasi Semester I Tahun 2018.. Semoga dapat menjadi motivator bagi pegawai yang lain untuk selalu berusaha mencapai prestasi gemilang demi masa depan... (IRN)
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
19
EVENT
Tingkatkan Pengembangan Kompetensi Manajerial Bagi Pejabat Struktural, Kanreg X BKN Gelar Pelatihan Kompetensi Manajerial Mengeksekusi Strategi
Undang-Undang No 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara mengamanatkan setiap pegawai ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi, salah satunya kompetensi manajerial yang harus dimiliki oleh pejabat struktural. Reformasi birokrasi merupakan sebuah upaya yang sistematis yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bersih, kompeten dan melayani. Untuk mewujudkan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan diperlukan sosok pemimpin yang memiliki kompetensi guna mengelola organisasi secara profesional. Salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh para ASN adalah kompetensi
20
manajerial yang dapat diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural, atau manajemen dan pengalaman kepemimpinan. Kompetensi tersebut harus terus ditingkatkan dan dikembangkan, untuk menyesuaikan dan meningkatkan level standar kompetensi dan rencana pengembangan karier di masa mendatang. Salah satu bentuk dari kompetensi manajerial
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
Ciri ASN Potensial High profit maksudnya ASN yang mempunyai kompetensi dan kapabilitas tinggi yang tercermin dari pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang. SDM yang high profit mampu menyelesaikan penugasan dan pekerjaan dengan baik dan cepat sehingga mereka cakap dalam bekerja. Dalam hal ini ASN mempunyai hard competency yang memadai dengan keterampilan dan pengetahuan yang memadai. Dengan hard competency yang memadai ini juga mereka mampu menjawab setiap tantangan pekerjaan dengan penyelesaian tepat waktu dan tepat mutu. ASN yang high profit senantiasa mengupgrade dan membekali dirinya dengan pengetahuan terbaru sehingga dapat mengikuti perubahan mekanisme kerja yang terus berkembang. Mereka mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang memadai yang dibutuhkan dalam penyelesaian suatu pekerjaan atau penugasan. Sementara kriteria Low Risk maksudnya ASN yang mempunyai perilaku dan karakter yang baik sehingga terhindar dari kemungkinan melakukan tindakan penyalahgunaan wewenang. Disamping itu seseorang yang low risk juga terkait dengan keuletan, kreativitas, loyalitas, komunikasi, koordinasi dan semangat pantang menyerah dalam menunaikan tugas dan kewajibannya. ASN yang memenuhi kategori ini mampu menjaga sikap dan perilaku dengan etos kerja yang tinggi, profesional dan menghindarkan diri dari perilaku yang menyimpang seperti perilaku koruptif, indisipliner, dan perilaku-perilaku yang tidak sesuai norma yang berlaku. Disamping itu, ASN dengan karakteristik ini mempunyai kreativitas dan inovasi yang memadai yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan layanan yang semakin cepat, tepat dan aman. Dengan kemampuan inovatifnya mereka mampu menggagas perubahan-perubahan yang positif di lingkungan kerjanya dan bidang tugasnya sehingga mampu mengubah citra birokrasi yang lamban menjadi birokrasi yang handal, profesional
dan melayani dengan menjunjung tinggi etika dan profesionalisme kerja. Menciptakan ASN High Profit Low Risk ASN potensial seperti ini tidak bisa lahir dan tumbuh begitu saja, butuh mekanisme yang terencana untuk melahirkan ASN potensial dimaksud. Mulai dari sistem rekuitmen ASN, pembinaan dan pengembangannya. Untuk itu proses ini dimulai dengan melakukan seleksi yang transparan dan akuntabel dengan metode yang terukur. Salah satu terobosan yang dapat dilakukan misaanya merekrut kandidat-kandidat terbaik ASN dengan mengupayakan rekruitmen ASN dari lulusan universitas dengan kategori cum laude dan kandidat umum mekanisme seleksi berbasis CAT. Dari langkah ini maka akan diperoleh kandidat ASN yang mempunyai potensi dan kompetensi yang memadai. Selanjutnya setelah kandidat ini menjadi ASN mereka juga hendaknya mendapatkan pengembangan yang sesuai sehingga dapat meningkatkan kompetensi yang dimiliki. Pengembangan dan peningkatan kompetensi ini dapat dilakukan dengan metode Diklat, pelatihan-pelatihan, peningkakan pendidikan, hingga pemagangan di sektor swasta. Kegiatan peningkatan kompetensi ini dapat dilakukan baik menyasar hard competency maupun soft competency sehingga mampu melaksanakan peran tugas dan fungsinya serta siap dengan peran yang lebih kompleks dimasa mendatang. ASN yang mempunyai ciri high profit dan low risk akan mampu bekerja dengan kompetensi yang tinggi dan mempunyai karakter perilaku yang baik akan mampu menjawab tantangan perubahan dimasa kini dan masa mendatang. Dengan mekanisme seleksi yang semakin akuntabel dan transparan dan mekanisme pegembangan dan peningkatan kompetensi yang terencana maka diharaakan akan semakin banyak lahir ASN yang mempunyai tipikal High Profit dan Low Risk sehingga mampu menjadi pemimpin yang sigap dan tanggap dalam menyikapi tantangan perubahan dimasa mendatang (Boent).
X-MEDIA, Me Media edia Kepegawaian Kanreg g X BKN, Edisi ke-XV (Oktob (Oktober ber 2018)
25
ARTIKEL
Profil Asn Potensial
High Profit Low Risk
tersebut adalah kemampuan dalam memahami sistem manajemen kinerja organisasi dan individu ASN sebagai alat eksekusi strategi. Kemampuan dalam memahami sistem manajemen kinerja organisasi akan menciptakan perencanaan kinerja yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan para pemangku kepentingannya. Dalam rangka mendukung peningkatan dan pengembangan kompetensi manajerial bagi Pejabat Struktural, Kantor Regional X BKN Denpasar difasilitasi Pusat Pengembangan ASN menyelenggarakan Pelatihan Kompetensi Manajerial “Mengeksekusi Strategi,� yang dilaksanakan di Hotel Aston, Kuta, Kabupaten Badung, pada tanggal satu hingga empat Oktober 2018. Pelatihan tersebut dimaksudkan untuk memenuhi standar kompetensi manajerial dan meningkatkan profesionalisme ASN, khususnya bagi para Pejabat Administrator dan Pejabat Tinggi Pratama yang bertugas pada Intansi Provinsi dan Kabupaten/Kota di wilayah kerja Kantor Regional X BKN Denpasar.
Profil ASN mempunyai ciri high profit dan low risk akan mampu bekerja dengan kompetensi yang memadai dan mempunyai karakter perilaku yang baik akan mampu menjawab tantangan perubahan dimasa kini dan masa mendatang. Tantangan perubahan kedepan semakin kompleks, termasuk pelayanan publik. Aparatur Sipil Negara sebagai tulang punggung birokrasi pemerintahan wajib merespon perubahan ini. Dalam sektor layanan misalnya, orientasi layanan prima sudah tidak cukup lagi. Kini masyarakat sebagai penerima layanan juga sudah menuntut adanya trust kepada penyelenggara layanan. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat pesat, sehingga dihadapkan pada pilihan mengikuti perubahan atau tertinggal. Dalam era saat ini teknologi informasi semakin
24
berperan strategis. Oleh karena itu perkembangan ini mesti diikuti dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur yg memadai. Lalu seperti apa profil SDM khususnya ASN potensial di masa kini dan nanti yang sejalan dengan perubahan yang terjadi?. Kepala Badan Kepegawaian Negara dalam pengarahan kegiatan Pendekatan Pelayanan Kepegawaian (P2K) di wilayah Pulau Sumba (16/07) mengungkapkan beberapa kriteria ASN potensial. Menurut Kepala BKN ASN potensial mendatang sejalan dengan semangat Human Capital Management yang jika dikaitkan dengan analogi teori investasi adalah mereka yang mempunyai potensi keuntungan tinggi dengan risiko rendah (High Profit Low Risk).
X-MEDIA, M Media edia Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktobe (Oktober er 2018)
Dalam sambutannya, Kepala Kanreg X BKN Ida Ayu Rai Sri Dewi SH, M. Si mengungkapkan Sebagaimana diamanatkan UU ASN bahwa pengembangan karier PNS dilakukan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, penilaian kinerja, dan kebutuhan Instansi Pemerintah. Kompetensi merupakan salah satu aspek dari kebijakan dan
“Selama 4 hari ini, seluruh peserta akan menambah wawasan dan pengalaman tentang bagaimana mengidentifikasi prioritas-prioritas yang perlu diperhatikan dalam melakukan eksekusi strategi serta menjawab tantangan-tantangan dan memastikan adanya keberlanjutan eksekusi strategi, tentunya dipandu oleh pakar praktisi di bidangnya.� Ditambahkan, Bapak/Ibu peserta merupakan para pejabat terpilih yang potensial dan merupakan kader emas dari instansi masing-masing, sehingga kegiatan pelatihan ini dapat semakin meningkatkan kompetensi manajerial Bapak/Ibu sekalian. Rai Sri Dewi berharap kegiatan ini dapat diikuti dengan baik dan serius, sehingga tujuan Pelatihan ini dapat tercapai secara optimal dan nantinya dapat diaplikasikan pada lingkup tugasnya masing-masing guna meningkatkan kinerja organisasi.
Usai dibuka, Kepala Kanreg X BKN melakukan pengelolaan ASN berbasis pada Sistem Merit, penyerahan sekaligus pengalungan tanda nama selain aspek kualifikasi dan kinerja. Kompetensi ini peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta. meliputi kompetensi teknis, kompetensi manajerial, Dalam pelatihan ini, selama empat hari seluruh kompetensi sosio kultural. Kompetensi manajerial peserta akan mendapatkan materi dari fasilitator sendiri diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan Widyaiswara Utama BKN, Pepen Julia Effendi,S. struktural atau manajemen, dan pengalaman IP.,M.Si., Widyaiswara Utama BKN, Dr. Edy kepemimpinan. Tentu kompetensi manajerial ini Wahyono, Kepala Kantor Regional X BKN, Ida Ayu sangat penting bagi seorang pemimpin dan perlu Rai Sri Dewi, S.H.,M.Si, serta Direktur PT.Menara terus dikembangkan. Kadin Indonesia, Ir. Syahmuharnis, M.B.A.
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
21
SASARAN LENSA
22
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-XV (Oktober 2018)
23