X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
1
PENGANTAR REDAKSI
Halo Pembaca Setia X-Media… Di penghujung tahun 2014 sejumlah informasi aktual siap kami hadirkan dari wilayah Bali Nusra. Gebyar pelaksaaan Tes Kompetensi Dasar (TKD) CPNS 2014 mengisi lembaran X-Media Edisi Desember 2014 kali ini. Mulai dari pelaksanaan TKD di CAT Station Kantor Regional X BKN hingga di CAT Station Mandiri yang tersebar di wilayah NTB dan NTT. Banyak hal menarik yang diangkat dan tentu yang utama adalah bagaimana CAT membuat pelaksanaan seleksi CPNS yang ‘biasanya’ penuh dengan indikasi KKN kini menjadi lebih transparan. Kami menyebutnya CAT yang CAT alias Cepat, Akuntabel dan Tranpasaran. Hal ini tidak saja diakui oleh para Pejabat Pembina Kepegawaian dan pengelola kepegawaian, tapi juga para peserta dan keluarga yang memberi dukungan saat penyelenggaraan test. Dan tentu saja X-Media tidak lupa merekam ekspresi gembira dari peserta yang berhasil meriah skor tertinggi di setiap titik CAT Station di wilayah kerja Kantor Regional X BKN.
2
Penyelenggaraan seleksi CPNS dengan metode CAT yang berlangsung hampir dua bulan memang menguras tenaga dan emosi. Terlebih bagi tim CAT yang harus bertugas ke CAT Station mandiri. Namun patutlah semua berbangga dengan kerja keras yang dilakukan, yaitu harapan lahirnya sosok PNS yang professional dan bermartabat sebagai output dari mekanisme seleksi ini. Momentum ini sepertinya sayang untuk disia-siakan, dan puncaknya adalah penerapan manajemen mutu pada Stasiun CAT Kanreg X BKN. Audit sertifikasi ISO 9001:2008 terhadap layanan CAT Station pun dilakukan dengan harapan semakin efektifnya sistem manajemen mutu dari layanan CAT Station tidak hanya untuk pelaksanaan TKD CPNS, namun lebih luas lagi dalam pelaksanaan Penyesuaian Ijasah (PI), ujian dinas, ujian diklat, pemetaan kompetensi dan lainnya yang tentu akan membawa manfaat baik bagi peningkatan kinerja Kantor Regional
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
X BKN. Tidak hanya itu, X-Media kali ini juga kami lengkapi dengan informasi lain seputar kepegawaian dan tidak ketinggalan artikel pengembangan diri, kesehatan, keluarga hingga pojok wisata. Kami menyebut ini edisi luar biasa dan semoga bermanfaat bagi semua Pembaca Setia. Tidak lupa kami ucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi umat Hindu, semoga kita selalu berada di jalan Dharma. Selamat Natal bagi umat Kristiani, semoga kasih dan Damai natal senantiasa menyelimuti kita. Dan selamat Tahun Baru 2015 untuk seluruh Pembaca Setia X-Media, teruslah menata langkah untuk mencapai yang terbaik. Akhir kata kami ucapkan selamat membaca dan salam hangat dari Pulau Dewata…
DAFTAR ISI LAPORAN UTAMA CAT TERBUKTI CEPAT AKUNTABEL DAN TRANSPARAN 4 PROFIL GERADUS RAGA SOSOK KUAT DAN TABAH DARI ENDE 10
TIM REDAKSI Penanggung jawab : Kepala Kantor Regional X BKN Redaktur : Sudiyono Ni Made Purnami Astari I Ketut Buana Ida Ayu Widyantari Arnawa Editor : GusƟ Ayu Putu Lili SanƟna Kadek Putra Widyasrama Fotografer : I Nyoman Dedi Rupawan Desain grafis : Rama Beta Herdian Rai Rika Andriana Prabowo Dwi Saputro Sekretaris redaksi : B. Maptuhah Rahmi I Made Yudana
Alamat Redaksi : Redaksi X-Media Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara Denpasar Jl. By Pass I GusƟ Ngurah Rai No. 646 Denpasar - Bali Telp : 0361-728384 Website : www.BKN.go.id/kanreg10 Blog : Kanreg10bkn.blogspot.com Email : kanreg10bkn@gmail.com
LAPORAN KHUSUS WUJUDKAN TES YANG OBYEKTIF DAN TRANSPARAN CAT JAWABANNYA
12
EVENT RAIH SKOR TERTINGGI, RUSTAM TAKLUKKAN TKD CPNS NEGERI MBOJO
13
STASIUN CAT KANREG X BKN DENPASAR DISERTIFIKASI ISO 9001:2008
14
GEDUNG TATA NASKAH KANTOR REGIONAL X BKN DIRESMIKAN
16
BUKTIKAN TRANSPARANSI, KABUPATEN DOMPU PELOPORI TAYANGKAN HASIL TES CPNS PADA LAMAN WEB
16
TES CPNSD DENGAN MENGGUNAKAN CAT TINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PESERTA
18
RSUP SANGLAH PELOPORI REKRUTMEN PEGAWAI NON PNS DENGAN METODE CAT
19
ALBUM
20
ARTIKEL IMPLEMENTASI DAN EVALUASI PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS SESUAI KETENTUAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 46 TAHUN 2011
22
KEBIJAKAN MORATORIUM PENERIMAAN CPNS SELAMA 5 TAHUN, PERLU ATAU TIDAK ?
25
POJOK WISATA PESONA DANAU TIGA WARNA “KELIMUTU”
28
POJOK IT PENGARUH ROUTER TERHADAP JARINGAN CAT
30
RENUNGAN TIPS MENGHADAPI PENSIUN DENGAN BIJAK
32
WARNA-WARNI PERLUKAH WANITA VAKSIN HPV?
33
CIRI-CIRI MEREKA YANG MEMPUNYAI KECERDASAN EMOSIONAL YANG TINGGI
34
AYAH IBU BEKERJA, ANAK BAGAIMANA?
36
POJOK KETAWA
40
KANREG MENJAWAB
41
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
3
LAPORAN UTAMA
CAT TERBUKTI CEPAT AKUNTABEL DAN TRANSPARAN Tahun 2014 CAT Kanreg X BKN Denpasar Fasilitasi 87.277 Orang Peserta Tes CPNS Tes penerimaan CPNS tahun 2014 terasa berbeda bagi sebagian besar instansi pusat dan daerah yang memperoleh formasi dan melaksanakan seleksi CPNS. Seiring dengan keluarnya kebijakan wajib menggunakan CAT maka instansi daerah mesti bergerak cepat, mempersiapkan infrastruktur dalam waktu singkat. Tercatat 53 instansi pusat dan daerah difasilitasi oleh Kantor Regional X BKN Denpasar yang melibatkan 87.277 orang peserta tes TKD dengan menggunakan CAT.
K
antor Regional X BKN Denpasar sebagai salah satu garda terdepan dalam fasilitasi CAT juga bergerak cepat. Diawali dengan survey ke daerahdaerah wilayah kerja terutama di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan melaksanakan Tes Kompetensi Dasar (TKD) CPNS, kemudian instalasi dan akhirnya pada saat kick off melaksanakan fasilitasi TKD CPNS 2014. Seakan berpacu dengan waktu, unsur teknis, pengawas dan koordinator bersinergi dengan BKD di wilayah kerja untuk mensukseskan tugas negara ini. Dalam waktu yang terbilang sangat singkat, dibawah arahan Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar selaku penanggungjawab kegiatan, menginstruksikan tenaga teknis yang sudah ada untuk segera melakukan langkah transfer knowledge kepada pegawai yang potensial untuk menambah pasokan tenaga teknis yang akan diterjunkan dalam installasi dan pelaksanaan TKD, bahkan terbilang CPNS pun terlibat mengingat terbatasnya jumlah SDM sedangkan waktu yang ada sangat singkat. Sementara jumlah daerah yang harus difasilitasi juga tidak sedikit, tercatat 7 daerah di wilayah Bali, 21 daerah di wilayah NTT dan 10 daerah di wilayah NTB, serta 15 instansi vertikal yang harus difasilitasi dalam pelaksanaan TKD CPNS tahun ini yang tersebar di 22 titik tempat penyelenggaraan. “Tanpa kaderisasi yang cepat mustahil pekerjaan ini bisa dilakukan oleh 5 atau 10 orang tenaga IT yang kami punya sebelumnya” ucap Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Drs. Made Ardita, M.Si. Langkah ini ternyata sangat efektif, sehingga jadwal yang telah disusun bisa berjalan sesuai recana tanpa hambatan yang terlalu signifikan. “Hambatan di lapangan ada saja, seperti misalnya suplai daya listrik yang tidak 4
stabil apalagi di daerah sering ada jadwal pemadaman bergilir. Namun berkat dukungan dan kesigapan dari rekan-rekan kami di daerah, hambatan ini relatif bisa diatasi” ungkap Kakanreg.
Pelaksanaan Tes. Estimasi peserta yang terdaftar sebagai peserta TKD CPNS yang difasilitasi oleh Kantor Regional X BKN Denpasar tercatat 91.685 orang peserta, dalam pelaksanaan tes sebanyak 4.408 orang peserta tidak hadir atau tidak bisa mengikuti tes, sehingga tercatat 87.277 orang peserta yang mengikuti tes dengan menggunakan CAT yang difasilitasi oleh Kanreg X BKN denpasar selama periode 24 oktober s/d 23 Desember 2014 yang tersebar di 3 provinsi wilayah kerja. Pelaksanaan tes sendiri dimulai dari wilayah NTB, dimana Pemkab Lombok Barat, Pemkab Lombok Tengah, Pemkab Dompu, Kota Mataram, dan Kota Bima mendapat kesempatan gelombang pertama pelaksaaan tes. Berikutnya Pemprov NTB dimulai pada tanggal 29 Oktober 2014, sementara Kabupaten Sumbawa dimulai tanggal 31 Oktober, dan Pemkab Lombok Timur dan Sumbawa Barat tes dimulai tanggal 1 November 2014 sementara Kabupaten Bima dimulai pada taggal 5 November 2014. Untuk wilayah provinsi Bali pelaksanaan TKD dipusatkan di CAT Station Kantor Regional X BKN Denpasar yang dimulai dari Pemkab Karangasem tanggal 1 November 2014, disusul Pemkab Tabanan pada 7 November 2014, TKB BKN pada tanggal 10 November 2014, Kementrian Perhubungan pada tanggal 11 November 2014, Pemprov Bali dimulai 17 November 2014, kemudian BPN mulai tanggal 29 November 2014, Pemkab Buleleng dimulai tanggal 30 November 2014, Pemkab Gianyar dimulai pada tanggal 10 Desember 2014, Pemkab Jembrana dimulai tanggal 15 Desember, BP POM 16 Desember 2014, Kementrian Sosial 19 Desember 2014, dan Kabupaten Bangli 18 Desember 2014. Untuk wilayah NTT, diawali oleh provinsi NTT, Ngada, dan Manggarai Barat yang dimulai tanggal 13 November 2014. Disusul kabupaten Ende 19 November 2014, Kabupaten Sikka dan Flores Timur tanggal 22 November 2014, Rote Ndao 24 November, Manggarai Timur 25 November, Manggarai 26
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
LAPORAN UTAMA November, Sumba Timur 29 November, Saburaijua 1 Desember, Sumba Barat Daya 10 Desember, Nagekeo 9 Desember, Malaka dan Timor Tengah Selatan 11 Desember 2014. Sumba Barat 15 Desember 2014 dan Timor Tengah Utara 19 Desember 2014. Dari semua jadwal pelaksanaan, Provinsi NTB yang mencatat jumlah peserta terbanyak 10.731 berlangsung dalam waktu yang paling lama yaitu selama 21 hari penyelenggaraan. Sementara peserta dari kabupaten Karangasem dan Provinsi NTB mencatat nilai tertinggi sejumlah 435, untuk nilai terendah peserta dari Kabupaten Malaka (nilai 0).
Tingkat Kelulusan Passing Grade Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 29 tahun 2014 tentang passing grade TKD CPNS 2014, nilai Tes Wawasan Kebangsaaan (TWK) disyaratkan minimal 70, Tes Intelegensi Umum (TIU) miniml 75 dan Tes Karateristik Pribadi (TKP) minimal 126. Dari total 87.277 orang peserta yang mengikuti tes, sebanyak 26.279 (30.11%) berhasil lulus passing grade, sementara 60.994 (69,89%) masih belum lulus passing grade. Untuk kelulusan untuk instansi pusat yang difasilitasi oleh Kanreg X BKN Denpasar, rata-rata peserta yang lulus passing grade sejumlah 38,07% sementara rata-rata peserta yang tidak lulus passing grade sejumlah 61.93 %. Untuk instansi daerah rata-rata jumlah peserta yang lulus passing grade 28.22% sementara rata-rata peserta yang tidak lulus passing grade sejumlah 71.78%.
aplikasi CAT untuk peserta dn kuisoner manual yang disebar untuk panitia instansi. Untuk peserta dari 5 pertanyaan tentang tingkat kesulitan soal, kemudahan pemahaman bahasa, alokasi waktu yang disediakan, transparansi dan objektivitas penyelenggaraan. Selama penyelenggaran TKD CPNS, dari 36.974 orang sampel yang mengisi kusioner sebagian besar (56,18%) menyatakan tingkat kesulitaan soal dalam kategori sedang, sementara 41,59% menyatakan soal sulit, sisanya sebanyak 2.23% menyatakan soal mudah. Untuk bahasa penyajian bahasa dalam soal, sebagian besar ( 72,36%) menyatakan soal cukup mudah dipahami, sementara 17,52% menyatakan mudah dipahami dan hanya 10,12% menyatakan sulit dipahami. Untuk alokasi waktu yang disediakan untuk mengerjakan soal, sebagian besar (47,96%) menyatakan alokasi waktu sesuai, sebanyak 44,41% menyatakan alokasi waktu kurang sesuai dan hanya 7.63% yang menyatakan tidak sesuai. Untuk transparansi penyelenggaraan tes, sebagian besar peserta menyatakan tes dengan CAT sangat transparan (51,26%), sementara 47,79% menyatakan cukup transparan dan hanya 0.95% menyatakan belum transparan. Tingkat kesulitan soal:
Untuk instansi Pusat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat persentase kelulusan passing grade tertinggi yaitu 58,62%, sementara tes CPNS khusus formasi difabel yang dselenggarakan oleh Kementrian Sosial mencatat persentase tingkat kelulusan terkecil yaitu 0%. Untuk instansi daerah, Kota Mataram mencatat persentase kelulusan passing grade tertinggi Pemahaman Bahasa yang digunakan : (42.24%), sementara Kabupaten Sumba Barat Daya mencatat persentase kelulusan terkecil (16,65%).
Persepsi Peserta dan Panitia Daerah Untuk mengetahui persepsi peserta dan panitia terhadap pelaksanaan TKD CPNS dengan CAT, X-Media melakukan tabulasi kuisoner yang ada pada X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
5
LAPORAN UTAMA Alokasi waktu:
Biaya Dengan metode CAT jika dibandingkan dengan LJK:
Transparansi:
Kenyamanan Panitia setelah menggunakan CAT:
Sementara untuk mengkonfirmasi manfaat penggunaan sistem CAT ini bagi panitia daerah pada khususnya, X Media melakukan survey dengan menyebarkan angket yang diisi oleh panitia daerah baik yang menyelenggarakan tes di Station CAT Kanreg X BKN Denpasar maupun yang menyelenggarakan CAT mandiri. Sampel adalah panitia TKD CPNS di Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan tes CAT mandiri (sebanyak 138 orang panitia). Angket terdiri dari 11 pertanyaan yang mengkonfirmasi tentang kemudahan koordinasi dengan pejabat/petugas di CAT membantu meringankan kerja panita : BKN, kejelasan informasi mengenai mekanisme fasilitasi CAT, kejelasan pelaksanaan CAT, keyakinan terhadap tes CAT bebas KKN, kesopanan petugas BKN selama pelaksanaan tes, kerjasama petugas selama pelaksanaan tes, keyakinan akan transparansi pelaksanaan tes, keyakinan akan keakuratan hasil tes. Disamping itu, angket juga mengkonfirmasi apakah biaya CAT lebih murah/mahal jika dibandingkan dengan metode LJK, kenyamanan panitia instansi dalam pelaksanaan tes dengan menggunakan CAT serta apakah penggunaan sistem CAT membantu meringankan kerja panitia. Dan berikut hasil tabulasi kuisioner: Kemudahan koordinasi:
6
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
LAPORAN UTAMA
Dari data diatas tercermin bahwa panitia daerah merasa sangat mudah berhubungan dengan BKN dengan informasi yang jelas (64,49%) , sementara 68,84% panitia mengakui kalau mekanisme CAT ini lebih murah jika dibandingkan dengan metode LJK bahkan 15,94% menyatakan metode CAT sangat murah jika dibandingkan dengan LJK. Yang lebih penting lagi bahwa sebagian besar panitia instansi (57,25%) merasa nyaman dengan menggunakan metode CAT dan bahkan sebanyak 42,75% mengaku sangat nyaman dengan menggunakan CAT. Sebagian besar panitia instansi (66,67%) mengakui merasa sangat terbantu dengan CAT, sebanyak 31,88% panitia merasa terbantu dan hanya 1.45% yang merasa tidak terbantu dengan metode CAT ini. Dari hasil kuisioner ini tentu menjadi bukti bahwa mekanisme CAT yang menghasilkan hasil tes yang lebih cepat dimana hasil tes diketahui secara realtime oleh masyarakat melalui monitor yang terdapat di ruang tunggu dan ruang monitoring dan diketahui oleh peserta sesaat setelah tes selesai sehingga metode CAT ini menghasilkan hasil tes yang lebih cepat. Mekanisme penyelenggaraan sistem ini juga bisa dipertanggungjawabkan dimana dengan jumlah soal yang cukup dan diacak oleh aplikasi serta soal dienkripsi oleh Lembaga Sandi Negara membuat sistem ini sangat akuntabel. Sementara hasil tes
yang diketahui tidak hanya oleh peserta, bahkan masyarakat yang hadir dapat mengetahui nilai sanak saudara/temen mereka secara realtime melalui layar monitor yang tersedia di ruang tunggu, bahkan Kabupaten Dompu menjadi pelopor menayangkan hasil tes setiap sesi melalui website Pemerintah Daerah. Tentu hal ini menjadikan sistem CAT ini sangat transparan. Sehingga CAT memang terbukti menjadi sistem yang CAT (Cepat Akuntabel dan Transparan). (Boent/Dayu)
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
7
LAPORAN UTAMA
Rekapitulasi Hasil TKD CPNS Dengan Menggunakan CAT Wilayah Kerja Yang Difasilitasi Oleh Kanreg X BKN Denpasar:
8
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
LAPORAN UTAMA
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
9
PROFIL
GERADUS RAGA S o s o k Ku a t d a n Ta b a h d a r i E n d e Raut muka tidak bisa membohongi usia rentanya kini. Semangat an ng gat dan assa, a entah h ketulusan terpancar jelas dari senyumnya sore itu. Luar biasa, men endeng gar kekaguman dan rasa prihatin terasa campur-aduk, begitu mendengar a honorer h no ho ore rerr ceritanya.. Selama 36 tahun lebih mengabdi sebagai tenaga ah h apalagi apa pala agi di salah satu SMK Negeri di Ende tidak membuatnya menyerah aupu upun dia dia putus asa, semangat pengabdian tiada terlihat luntur, walaupun men enjadi di menyadari tiada mungkin mengecap bagaimana rasanya menjadi kuatt ku PNS karena alasan administratif. “Sampai tubuh ini tidak kuat say a a aya lagi dan selama sekolah masih membutuhkan tenaga saya, saya akan jalani” ucap Geradus Raga.
P
anasnya Ende siang itu terasa menyengat, saat sesosok laki-laki yang tidak lagi muda mulai bercerita tentang dirinya. Kursi plastik tempatnya bersandar seakan telah siap mendengar kilas balik pegawai honorer yang telah lebih dari 36 tahun mengabdikan dirinya di salah satu sekolah kejuruan yang terbilang tertua di kota Ende Nusa Tenggara Timur. Adalah Geradus Raga, lelaki uzur yang kini diberikan kepercayaan sebagai “pembantu umum” Kepala Sekolah SMKN 2 Ende ini memulai cerita, ketika tahun 1978 dirinya pertama kali ditunjuk sebagai pesuruh di sekolah yang sebelumnya bernama STM. Mulai dari membuka pintu kantor, membunyikan bel sekolah, mengantar surat ke masingmasing jurusan, dan aneka m acaam pekerjaan ad admini nist stra ras as macam administrasi lainn nya. lainnya. Sejakk p ertama kali kalii melakoni melakoni pertama peke erjjaa aan n it itu, u, p riaa yang ri yang memilih mem emiilil pekerjaan pria memb me mb bujang ini in ni mengaku meng ngakku tidak ti k membujang p pe rn nah berharap berharrap terlalu teerlalu banyak, baanyya pernah kare reenaa dirinyaa sadar sad adar betul ad ull karena dar da ri segi seegi administratif admin nisstratif tidak tida ti dakk da dari m me eme menu nuhi h syarat syarrat un ntuk bisa b sa bi memenuhi untuk m enj njad a i seorang ad seeorangg aparatur apar ap araat at sipill atur menjadi 10
negara. “Saya sekolah hanya sampai kelas 5 SD saja, jadi saya sadar saya tidak mungkin memenuhi persyaratan administrasi untuk diangkat menjadi PNS” tambahnya. Akan tetapi keterbatasan itu tidak kemudian menjadikan hambatan yang menghalangi niatnya untuk bekerja dan sekaligus melakukan pengabdian di salah satu sekolah yang telah mencetak ribuan tenaga teknik ini. Kewajiban sebagai penjaga sekolah terus dilakoninya, hariharinya diisi dengan menjalankan kewajibannya dengan sepenuh hati. “Kecuali saya sakit dan tidak mampu untuk bangkit, saya pasti masuk dan melaksanakan kewajiban saya sebagai pembantu umum” tegasnya. Bangun pukul 5:30 WITA kemudian berjalan ke sekolah tempatnya bekerja, sehingga jam 6 sudah sampai dan siap beraktivitas sampai jam 2 siang dilaluinya dengan sepenuh hati. “Tuhan kasi saya berkat untuk hidup jadi saya mesti gunakan untuk bekerja sebaik mungkin” ungkapnya lirih.
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
Waktu terus berjalan hingga kini tercatat 8 kali sudah dia merasakan pergantian pucuk pimpinan di sekolah itu, namun hingga kini dia masih dipercaya untuk tetap bekerja walaupun dengan honor seadanya. “Bagi saya kepercayaan sangatlah penting, jadi jalani saja apa yang menjadi kewajiban kita” ucapnya. Pria yang kini dipercaya sebagai pembantu umum Kepala Sekolah ini mengaku bersyukur hingga kini masih bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Honor yang saya terima cukup untuk makan sehari-hari dan sebagian saya sisihkan untuk ditabung di Koperasi Sekolah” ungkapnya.
Anak pertama dari tiga orang bersaudara ini berinisiatif menabung karena menyadari bahwa dirinya sulit untuk bisa menjadi seorang PNS sebagaimana teman-teman dan juniornya. Geradus menyadari betul bahwa di hari tuanya nanti saat dirinya sudah tidak mampu lagi untuk bekerja maka tabungan itu akan sangat berarti untuk menopang kehidupannya. Kini di usianya yang hampir menginjak 60 tahun ini masih aktif bekerja dengan honor seadanya. Pria kelahiran tahun 1956 ini berbagi tips untuk menjaga kesehatan, Geradus mengaku dengan rutin berjalan kaki dalam bekerja dan minum
air putih yang banyak, dirinya mendapat manfaat berkah kesehatan yang prima. “Kalau tidak berpergian jauh saya jarang pakai motor” ungkapnya. Tentu banyak hal yang patut diteladani dari seorang Geradus; pengabdian yang tulus, semangatnya dalam bekerja, tindakan antisipatif dan inisiatifnya yang menonjol patut menjadi bahan renungan. Sosok Geradus radu us adalah adalah ah h sosok sosok tangguh tan ngg gguh yangg m mungkin ungk un gkin gk in terlupakan ter erlupaka r kan namun namu na m n mu mempunyai mp pun unya yaii semanngat seema manngatt yang masih sih h menyala meny me nyal ny a a untuk untu un t k senantiasa senantiaasaa se melakukan kewajiban lakkuka kan ka n ke kewa wajijiiba wa ban n sebaik seba se baaik mungkin. ngki ng kin. ki n. (Boent). (Bo Boen nt) t).
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
11
LAPORANKHUSUS
Wujudkan Tes yang Obyektif dan Transparan
CAT Jawabannya. Dampak CAT bagi organisasi
T
erjawab sudah tuntutan masyarakat akan Ada 3 hal penting dalam proses seleksi yakni: (1) suatu sistem seleksi Calon Pegawai Negeri tahapan seleksi, (2) materi seleksi/soal ujian, dan (3) Sipil (CPNS) yang obyektif, transparan, dan instrumen/metode seleksi. Undang-Undang Aparatur bebas dari segala bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme Sipil Negara mengamanatkan bahwa tahapan seleksi (KKN). Betapa tidak, antusias masyarakat sangat tinggi pengadaan CPNS terdiri dari: (1) seleksi administrasi, ketika tim teknis CAT Kantor regional X BKN Denpasar (2) seleksi kompetensi dasar, dan (3) seleksi kompetensi melakukan simulasi CAT (Computer Assisted Test) di bidang. Maka untuk menjadi CPNS, peserta tes harus lapangan. Masyarakat umum menuju lokasi yang menjadi lulus ketiga tahapan tersebut. Namun dalam pelaksanaan tempat simulasi CAT, tidak hanya masyarakat yang akan umumnya instansi hanya mewajibkan 2 tahapan seleksi mengikuti seleksi CPNS akan tetapi masyarakat luas yakni seleksi administrasi dan seleksi kompetensi dasar, termasuk para pelajar, orangtua dan bahkan tidak sedikit kecuali jabatan-jabatan tertentu saja peserta tes harus pejabat berpartisipasi mengikuti simulasi CAT. melewati 3 tahapan tersebut. Di sela-sela kegiatan simulasi CAT di salah satu daerah Materi seleksi/soal ujian untuk seleksi di Nusa Tenggata Barat, tim teknis sempat meminta kompetensi dasar ditangani konsorsium sehingga tidak pendapat tentang CAT dari salah seorang pejabat di perlu diragukan. Bobot soal ujian sudah disesuaikan daerah tersebut. Secara kelakar beliau mengatakan: dengan tingkat pendidikan dari masing-masing peserta “Dulu kalau ada seleksi CPNS, tidur saya terganggu karena tes. Sedangkan untuk materi tes kompetensi bidang handphone setiap saat berdering tapi dengan adanya CAT disesuaikaan kompetensi teknis yang diperlukan masingsaya tidur nyenyak sepanjang malam.� Lain lagi komentar masing jabatan. salah seorang pejabat di Nusa tenggara Timur, dengan Banyaknya tahapan tes yang dilalui peserta dan agak emosional beliau mengatakan, “Semua su jelas dan dengan soal ujian yang berbobot belum menjamin akan transparan jadi kalo masih ada orang yang ragu dengan CAT terjaring CPNS yang berkualitas. Untuk itu diperlukan maka orang tersebut justru harus diperiksa kesehatannya.� instrumen/metode seleksi yang obyektif dan transparan. Komentar para pejabat tersebut sesungguhnya mereka Jawabannya tentu dengan menggunakan instrumen/ ingin meyakinkan masyarakat bahwa CAT merupakan metode CAT dalam proses seleksi CPNS. Dengan sistem seleksi CPNS yang benar-benar obyektif. demikian organisasi akan memiliki asset pegawai yang Tentu kita patut bangga melihat antusiasme profesianal, memiliki kompetensi yang diperlukan dan masyarakat dan komentar positif dari pejabat daerah berkinerja tinggi. tentang CAT namun prestasi tersebut tidaklah didapat semudah membalikkan telapak tangan. Sebelumnya Dampak CAT bagi pencari kerja dan pemerintah telah menerapkan beberapa sistem seleksi pelajar/mahasiswa CPNS dengan LJK (Lembar Jawaban Komputer). Ternyata LJK masih belum bisa memuaskan semua pihak Dengan menggunakan instrumen/metode CAT, baik masyarakat maupun pemerintah. Hal ini disebabkan semua peserta tes memiliki peluang untuk menjadi LJK memiliki beberapa kelemahan, antara lain: CPNS. Tidak melihat latar belakang apakah anak pejabat, 1. Proses seleksi membutuhkan waktu lebih anak orang mampu, atau anak orang kurang beruntung. panjang. Mereka sama-sama bersaing dan dengan demikian 2. Hasil seleksi kurang transparan. jika anak pejabat lulus seleksi CPNS bukan berati 3. Menghabiskan kertas dalam jumlah yang sangat karena jabatan bapak atau ibunya yang mempengaruhi besar. kesuksesannya, akan tetapi karena kepintaran anak 4. Membutuhkan ruang yang luas. tersebut. Dan apabila seorang anak dari keluarga kurang 5. Memerlukan banyak tenaga di lapangan. mampu tidak lulus bukan berarti orang tua anak tersebut 6. Menghabiskan banyak biaya. tidak memiliki uang untuk menyogok pejabat, akan tetapi Sistem CAT mampu mengatasi kelemahankarena dia belum mampu bersaing denan peserta seleksi kelemahan LJK, dengan demikian seleksi CPNS dengan lainnya. sistem CAT dapat dikatakan tepat dan akurat paling Bagi para pelajar dan mahasiswa perlu belajar tidak untuk saat ini. Sistem CAT juga mampu mengubah yang keras dan meningkatkan prestasi belajarnya karena pola pikir masyarakat (mind set) yang terlanjur mencap untuk menjadi PNS tidak mengandalkan kekayaan atau seleksi CPNS tidak terlepas dari kepentingan keluarga, jabatan/kekuasaan orangtua melainkan kemampuan kelompok atau kerabat terdekat. prestansi yang dibangun selama menjadi pelajar atau Di samping memiliki keunggulan dibanding mahasiswa. sistem lainnya, CAT juga memberikan dampak positif bagi organisasi pemerintah, pencari kerja, pelajar dan (Theodorus D. Lusi) mahasiswa, dan juga kepada pihak-pihak lainnya. 12 X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
EVENT
RAIH SKOR TERTINGGI, RUSTAM TAKLUKKAN TKD CPNS NEGERI MBOJO “Alhamdulillah…… Alhamdulillah ya Allah Alhamdulillah…… Alhamdulillah….” Berulang kali ucapan puji syukur keluar dari mulut seorang pria berperawakan kecil berpakaian puƟh dengan bawahan hitam. Adalah Rustam, peserta Tes Kompetensi Dasar (TKD) Seleksi CPNS Tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Bima Prov NTB yang memperoleh nilai terƟnggi. Rustam awalnya Ɵdak mengetahui secara langsung nilai skor ujiannya dikarenakan ada kesalahan klik pada saat selesai ujian. Rustam pun menghubungi petugas CAT yang berjaga di ruang ujian. Sempat terbersit kekhawaƟran dalam haƟnya apakah jawabannya tadi benar-benar sudah tersimpan atau belum. Namun petugas CAT menjamin bahwa jawaban telah tersimpan asalkan sudah mengklik tombol Simpan dan Lanjutkan di Ɵap soalnya.
Serba Guna Kantor BupaƟ Bima. Seleksi CPNS kali ini menggunakan metode CAT (Computer Assisted Test) yang mulai diberlakukan secara nasional tahun 2014. Kegiatan ini difasilitasi oleh Tim CAT Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara di Denpasar. Deddi Kurniawan, salah satu pengawas dari Tim CAT BKN mengatakan bahwa kegiatan ini cukup memberikan tantangan tersendiri. Banyak kendala-kendala di lapangan yang ditemukan seperƟ misalnya kondisi aliran listrik yang naik turun (Ɵdak stabil), terbatasnya stok bahan bakar solar oleh Pertamina sebagai bahan bakar genset, serta terbatasnya kemampuan peserta dalam mengoperasikan komputer. Namun dengan sinergi, kemauan, dan komitmen antara Tim CAT BKN dengan paniƟa PemKab Bima untuk menyukseskan kegiatan nasional ini segala kendala dan halangan dapat diatasi dan pelaksanaan ujian berjalan dengan baik. “InƟnya, segala sesuatunya dikomunikasikan, mau bekerja sama dan selalu bersinergi di segala tahapan maupun kendala, pasƟ semua bisa berjalan baik dan seƟap kendala dapat teratasi” jelas Deddi.
Rustam dengan petugas CAT
KekhawaƟran Rustam berbuah manis. Ia diberi ucapan selamat oleh petugas CAT sembari ditunjukkan perolehan nilainya. Nilai Rustam terbilang sangat baik. Total nilai 428 dengan rincian TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) 140, TIU (Tes Intelejensi Umum) 130, dan TKP (Tes KarakterisƟk Pribadi) 158. Tanpa henƟ Rustam mengucap Alhamdulillah sebagai wujud puji syukurnya karena Ɵdak menyangka bahwa ia mendapat nilai seƟnggi itu. Pemerintah Kabupaten Bima telah menyelenggarakan TKD Seleksi CPNS T.A 2014 yang berlangsung pada tanggal 5 s/d 15 Nopember 2014 yang bertempat di Aula
Pengarahan peserta TKD sebelum memulai ujian
Hasil penyelenggaraan TKD CPNS di Kabupaten Bima, dari jumlah total peserta 3.068 orang yang hadir sejumlah 2.935 orang dan Ɵdak hadir sejumlah 133 orang. Perolehan nilai terƟnggi 428 atas nama Rustam dari kelompok pendidikan jenjang S1/D.IV sampai dengan S3 dan nilai 394 atas nama MUHAMMAD NURKHOLIQ dari kelompok pendidikan jenjang SMA sampai dengan D.III.
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
(odagiri)
13
EVENT
KOMIT TERUS TINGKATKAN MUTU LAYANAN
STASIUN CAT KANREG X BKN DENPASAR DISERTIFIKASI ISO 9001:2008 Momentum meningkatnya kepercayaan publik dan instansi yang difasilitasi akan metode seleksi yang cepat akuntabel dan transparan hendaknya terus dijaga dengan mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan. Sebagai bentuk komitmen peningkatan mutu layanan, 4 s/d 9 Desember 2014 CAT Station Kanreg X BKN Denpasar disertifikasi oleh ASRI Cert. Indonesia.
M
etode tes dengan sistem CAT sudah digunakan sejak tahun 2009 dalam tes CPNS BKN waktu itu. Metode ini juga diadopsi oleh beberapa instansi pemerintah. Dan pada tahun 2013 metode tes dengan menggunakan CAT diadopsi secara nasional dalam tes CPNS formasi 2013. Walaupun saat itu masih bersifat opsional antara menggunakan CAT atau Lembar Jawaban Komputer (LJK), tercatat 73 instansi pusat dan daerah menggunakan metode CAT. Pada tahun 2013, Kantor Regional X BKN Denpasar mulai membangun Stasiun CAT dengan kapasitas 50 PC. Pada tahun ini, Stasiun CAT Kantor Regional X BKN Denpasar sudah memiliki fasilitas 50 PC, ruang tunggu peserta, loket administrasi dan loket registrasi, ruang monitoring, ruang server serta ruang loker. Kementerian Keuangan merupakan instansi pertama yang menggunakan Stasiun CAT Kanreg X BKN pada tanggal 30 Agustus 2013 yang digunakan untuk seleksi CPNS lulusan STAN. Kemudian menyusul Pemerintah Kota Denpasar untuk seleksi 1.609 orang pelamar CPNS formasi 2013. Selanjutnya Stasiun CAT Kanreg X BKN juga digunakan untuk tes peserta diklat, tes potensi akademik sebagai bagian dari tes pemetaan potensi pegawai oleh Assessment Center BKN, seleksi CPNS BKN, Kementerian Pertanian dan beberapa instansi lainnya. Kuisoner Persepsi Peserta Tes Untuk mengetahui persepsi peserta yang menggunakan CAT, pada tanggal 30 Agustus 2013 untuk pertama kalinya Buletin X-Media melakukan survey kepada peserta tes, dan hasil survey ditabulasikan dan disajikan dalam laporan yang pada edisi X-Media pada edisi sebelumnya. Dari hasil kuisioner tersebut tercermin keyakinan tinggi peserta terhadap transparansi, akuntabilitas serta praktek bebas KKN dalam penggunaan CAT. Mulai tahun 2014 kuisioner ini dimasukan dalam aplikasi CAT yang merupakan salah satu syarat untuk melihat nilai peserta. 144
Pada tahun 2014, Stasiun CAT Kanreg X BKN Denpasar kembali mendapat anggaran pengembangan yang menargetkan penambahan kapasitas PC menjadi 100 komputer. Dengan optimalisasi anggaran yang ada, dari target 100 komputer, atas dukungan pimpinan, panitia pengadaan barang/jasa dan PPK berhasil menambah jumlah PC menjadi 103 PC di ruang tes. Dengan asumsi 3 PC cadangan, maka setiap sesi tes bisa diikuti oleh 100 peserta atau sehari bisa memfasilitasi 500 orang peserta tes. Pada tahun ini juga ditambah sarana loker dan kursi ruang tunggu, dan penataan ruang administrasi. Untuk rekrutmen CPNS Tahun 2014 pemerintah mewajibkan menggunakan CAT dan sebagai petunjuk operasional penggunaan CAT baik, di stasiun CAT maupun di CAT Mandiri, Kepala BKN telah mengeluarkan Peraturan Kepala BKN No. 29 tahun 2014 yang dibarengi dengan keluarnya Permenpan No. 29 tahun 2014 tentang passing grade atau nilai ambang batas TKD CPNS tahun 2014. Untuk mengevaluasi kepuasan dan menggali persepsi instansi pengguna mulai tahun 2014, buletin XMedia kembali mengadakan survey, kali ini survey menyasar kepada persepsi instansi yang difasilitasi. Hasilnya kemudian dievaluasi untuk dijadikan bahan perbaikan dan peningkatan mutu layanan. Manfaatkan momentum, Disertifikasi ISO
Stasiun
CAT
Momentum meningkatnya kepercayaan publik dan instansi yang difasilitasi dengan metode CAT akan metode seleksi yang cepat akuntabel dan transparan terus dijaga dengan mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan. Selain saranaprasarana yang memadai dan sumber daya yang handal, tidak kalah pentingnya adalah merancang serangkaian tata laksana dan manajemen mutu yang bisa mempertahankan dan meningkatkan kualitas mutu dari penggunaan Stasiun CAT Kanreg X BKN Denpasar. Lingkup manajemen mutu pada Stasiun CAT Kanreg X BKN tidak hanya untuk pelaksanaan TKD CPNS namun berbagai fungsi tes lain seperti
X-M X X-MEDIA, MEDI E A, A M Me Med Media eed d dia iaa Kepegawaian Kep pega egga g wai w an n Kanreg Kanreg X BKN, Kan BKN, Edis E Edisi disii ke-6 ke-6 || Desember Desem De sem mber 2014 2014
tes Penyesuaian Ijazah, Ujian Dinas, Tes Potensi 5. Meningkatkan kualitas layanan stasiun CAT secara berkelanjutan. Akademik, Ujian Diklat, Pemetaan Potensi Pegawai dan berbagai kebutuhan lainnya. Sementara sasaran yang ditetapkan adalah Serangkaian manajemen mutu ini dimplementasikan terwujudnya mekanisme fasilitasi tes dengan dalam Standar Operasional Prosedur sebagai menggunakan metode CAT secara jelas dan tertib implementasi Peraturan Kepala BKN No. 29 tahun untuk mewujudkan mekanisme tes yang cepat melalui penerapan 2014 yang meliputi aspek penanganan pelanggan/ akuntabel dan transparan instansi pengguna/peserta tes, mekanisme IT manajemen mutu yang efektif dan berkelanjutan. support, administrasi, pengawasan dan perawatan. Untuk menjamin kualitas mutu layanan maka proses ini dikelola dalam sebuah manajemen mutu Karakteristik Stasiun CAT Kanreg X BKN dan disertifikasi oleh lembaga yang berwenang. Denpasar: Audit sertifikasi diperlukan untuk menjamin bahwa Secara umum dari segi aplikasi yang digunakan manajemen mutu standar ISO 9001:2008 telah sama dengan stasiun CAT lainnya yang ada di Kantor diimplementasikan dalam pengelolaan layanan Pusat BKN dan 11 Kantor Regional lainnya. Namun Stasiun CAT Kanreg X BKN Denpasar. terdapat beberapa karateristik yang membedakan Stasiun CAT Kanreg X BKN Denpasar dengan stasiun CAT lainnya yaitu PC client sejumlah 103 unit, Lingkup dan Tujuan Sertifikasi sehingga tiap sesi bisa diikuti ole 500 orang dengan 3 Lingkup sertifikasi kali ini meliputi keseluruhan komputer cadangan, Ruang tunggu yang representatif proses tes dengan menggunakan metode CAT yang cukup bagi 100 orang peserta setiap sesinya, pada Stasiun CAT Kanreg X BKN Denpasar yang Penggunaan ID peserta tes dan ID panitia dengan meliputi aspek manajemen mutu pada tata laksana menggunakan CAT untuk memudahkan memantau dari proses bagian penanganan pelanggan yang peserta dan panitia, Penggunaan lampu indikator meliputi penanganan pelanggan/instansi pengguna, ruang tes (sebagai penanda tes sedang berlangsung, pelaksanaan survey kepuasan masyarakat, dan pergantian sesi atau peserta boleh memasuki penanganan keluhan pelanggan. Bagian administrasi ruangan), Penggunaan aplikasi pendukung untuk yang meliputi pengumuman, verifikasi, registrasi memudahkan penyampaian informasi kepada peserta dan penyimpanan barang peserta. IT Support yang tes. Pelaksanaan survey kepuasan instansi pengguna/ meliputi persiapan ujian, pengawasan ruang ujian, instansi yang difasilitasi, serta penanganan keluhan dan pelaporan hasil tes. Bagian perawatan dan pelanggan. bagian pengawasan. Selain bagian-bagian tersebut Upaya sertifikasi ini sebagi bagian penerapan sertifikasi juga meliputi pengelolaan sumber daya kebijakan mutu Stasiun CAT Kanreg X BKN manusia, pengadaan barang/jasa, sarana-prasarana, Denpasar yaitu “Kantor Regonal X BKN Denpasar mekanisme evaluasi dan peningkatan keefektifan bertekad mewujudkan aparatur sipil negara yang sistem manajemen mutu secara berkelanjutan. profesional dan bermartabat melalui mekanisme Secara umum tujuan sertifikasi Stasiun CAT adalah seleksi yang cepat, akuntabel dan transparan serta mempertahankan dan meningkatakan mutu layanan meningkatkan keefektifan sistem manajemen mutu tes dengan menggunakan metode CAT pada Stasiun secara berkelanjutan”. Kebijakan mutu ini sejalan CAT Kantor Regional X BKN Denpasar. Tujuan dengan motto Kantor Regional X BKN Denpasar khusus dari sertifikasi ini adalah : yaitu “Satu tekad mewujudkan aparatur sipil negara 1. Menerapkan Perka 29 tahun 2014,
yang profesional dan bermartabat” dan visi BKN yaitu “Menjadi pembina dan penyelenggara manajemen kepegawaian yang profesional dan bermartabat tahun 2025”. Dalam hal ini diimplementasikan melalui mekanisme seleksi dengan cepat akuntabel dan transparan, serta beba bebas KKN b s da ddari ri ppraktek rakt ra ktek ek kK KN K N ddengan engaan en menggunakan metodee CAT CAT. AT.
2. Menyusun SOP detail mulai dari penanganan pelanggan, pengumuman, verifikasi, registrasi, persiapan ujian, pelaksanaan ujian, pelaporan, perawatan samapai pengawasan untuk menjamin penerapan Perka BKN 29 tahun 2004 secara lebih rigit dan disesuaikan dengan situasi dan Stasiun CAT parasarana pendukung yang ada di Kanreg X Tentu sertifikasi terhadap hadap ap llayanan a an ay nan S tasiun ta tasi unn C A AT ini merupakan bukti keseriusan Kantor BKN Denpasar, ti ke kese seeri rius usan an jjajaran ajaar aj aran n K an nto t r Regional X BKN pada untuk menjaga adaa kh ad kkhususnya hus usus ussny nya untu un ntukk me menj njagaa 3. Menerapkan sistem manajemen mutu pada momentum keprcayaan publik dengan terus berupaya a n publ pu blik ik k d enga en ga a n t te ru u s be e ru r u p yaa pa layanan Stasiun CAT Kanreg X BKN, meningkatkan mutu la layanan melalui serangkaian laya yana naan m me ela lalu lu ui se sera raannggka kaia iaan 4. Menjaga keefektifan sistem manajemen mutu sistem manajemen mutu standar 9001:2008. utuu st ut stan a da an darr IS ISO 90 ISO 9001 01:2 :2 2008. untuk menjaga kehandalan layanan, (Boent). X-MEDI X-M X-MEDIA, EDIA, EDI ED A Med A, Media ia Kepegawaian Kepega Kep egawai waian an Kanreg Kanreg X BKN, BKN KN,, Edis E Edisi d i ke-6 dis ke-6 kee--6 ||| Desember Dessem De seeem mber b r 2014 20114 20 14
15 15
EVENT
Tunjang Pelaksanaan Tupoksi
GEDUNG TATA NASKAH KANTOR REGIONAL X BKN DIRESMIKAN Untuk melaksanakan salah satu satu tugas pokok dan fungsi BKN sebagai penyimpan informasi pegawai ASN serta sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas layanan, Gedung Tata Naskah Kantor Regional X BKN akhirnya diresmikan. Denpasar, Rabu (12/11/2014). Kepala Badan Kepegawaian Negara Drs. Eko Sutrisno, M.Si meresmikan Gedung Tata Naskah Kantor Regional X BKN Denpasar yang disaksikan oleh Plt. Sekretaris Utama BKN Drs. Kuspriyo Murdono, Wakil Bupati Kab. Tabanan I Gede Komang Sanjaya, Kepala Kantor Regional I s/d XIV BKN serta pejabat instansi
vertikal dan daerah di wilayah kerja akan beralih menggunakan image Kanreg X BKN Denpasar. (elektronik). “Dengan menyimpan tata naskah dalam bentuk image Dalam sambutannya, Eko Sutrisno maka akan memerlukan ruang yang memprediksi bahwa penyimpanan kecil, sedikit pegawai dan teknologi tata naskah dengan model tinggi sehingga mengelolanya hardcopy akan masih digunakan lebih mudah,” jelas Eko Sutrisno. dalam beberapa tahun kedepan. Selesainya pembangunan Gedung Namun dalam jangka panjang Tata Naskah ini diharapkan dapat model penyimpanan tata naskah lebih memacu semangat peningkatan
Buktikan Transparansi, Kabupaten Dompu Pelopori Tayangkan Hasil Tes CPNS pada Laman Web Sekda Kab Dompu, “Saatnya Percaya pada Kemampuan Diri Sendiri” “Semoga kedepan dengan menggunakan sistem CAT dapat meminimalisir praktek percaloan CPNS sehingga terwujud pemimpin Dompu yang cakap.” Dompu (23/10/14). Demikian salah satu harapan salah satu peserta tes CPNS Kabupaten Dompu melalui kolom saran kuisioner pada aplikasi Computer Assited Test (CAT). Harapan yang senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dompu H. Agus Bukhari, SH. M.Si selaku Ketua Panitia seleksi penerimaan CPNS tahun 2014. Sekda menyampaikan bahwa dengan penggunaan metode CAT yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas proses dan hasil tes, dirinya merasa yakin bahwa tes CPNS kali ini dapat menyaring putra-putri terbaik yang akan menjadi Aparat Pemerintah di Kabupaten Dompu nantinya. “Bahkan dengan metode CAT ini 16
peserta bisa mengetahui nilai masingmasing sesaat setelah mereka selesai mengikuti tes melalui layar komputer masing-masing. Untuk transparansi kita juga akan menayangkan hasil TKD CAT pada laman web BKD dan laman web Pemerintah Kabupaten Dompu” terangnya. Untuk wilayah kerja Kantor Regional X BKN Denpasar, Pemerintah Kabupaten Dompu menjadi instansi pertama yang menayangkan hasil TKD pada laman web pemerintah Kabupaten Dompu. Bahkan tayangan di web ini dilakukan setiap hari di akhir sesi setiap harinya dan hasil keseluruhan di akhir pelaksanaan tes. Hal ini tentu berdampak positif tidak hanya bagi peningkatan transparansi, tetapi sangat efektif
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
mengurangi kerumunan peserta atau masayarakat yang ingin mengetahui hasil pelaksanaan tes, apalagi penyelenggaraan tes dilakukan Sekolah sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu. Pada kesempatan pengarahan, Agus Bukhari juga mengingatkan peserta agar percaya pada kemampuan diri sendiri. “Sekarang saatnya percaya pada kemampuan diri sendiri karena sistem yang digunakan saat ini benar-benar dirancang dengan mengedepankan transparansi dan akuntabiltas, jangan percaya jika ada oknum yang menjanjikan bisa membantu kelulusan” pesannya. Tes seleksi yang rencanannya diikuti oleh 1.449 orang peserta ini akan berlangsung selama 6 hari dari tanggal 23 s/d 28 Oktober 2014 di SMKN 1 Dompu. Untuk setiap sesi diikuti oleh 50 orang, dimana dalam sehari rata-rata berlangsung dalam 5 sesi.
kualitas layanan kepegawaian khususnya di wilayah kerja Kantor Regional X BKN Denpasar. Terkait dengan kebijakan pemerintah dalam moratorium penerimaan CPNS, Eko Sutrisno meminta untuk segera disikapi dengan inovasi-inovasi yang kreatif bukan dengan sikap apatis. Setidaknya ada empat langkah yang disarankan kepala BKN yaitu evaluasi jumlah pegawai, pembenahan tata laksana, pemanfaatan teknologi, penataan pegawai yang ada untuk meningkatkan pelayanan dengan tidak menambah pegawai. Pada kesempatan itu Eko Sutrisno juga kembali mengajak pegawai untuk terus meningkatkan kinerjanya, seperti semangat kabinet pemerintahan Jokowi-JK yaitu bekerja, bekerja dan bekerja. Sementara itu Kepala Kantor
Regional X BKN Denpasar, Drs. Made Ardita, M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa Kantor Regional X BKN Denpasar dengan wilayah kerja Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur menangani beban kerja sejumlah 320.043 orang PNS. Gedung Tata Naskah Kanreg X BKN Denpasar sendiri memiliki luas total 2,467.5 M2 dan terdiri dari 3 lantai dengan total biaya pembangunan sebesar Rp. 10.631.816.715,-. “Proses pembangunan gedung tata naskah ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga kami berharap Gedung Tata Naskah ini benar-benar memberi manfaat dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kantor Regional X BKN khususnya dalam pengelolaan tata naskah PNS di Propinsi Bali, NTB dan NTT. Sehingga sistem
pelayanan akan semakin baik terlebih dengan pengelolaan tata naskah yang memanfaatkan teknologi informasi”, harap Ardita. Acara peresemian sendiri diawali dengan upacara “melaspas” yaitu upacara untuk menyucikan bangunan sebelum digunakan sesuai fungsinya. Kemudian dilanjutkan dengan acara seremonial, penandatanganan prasasti oleh Kepala BKN, peninjauan gedung, penananaman pohon cempaka serta acara hiburan. Ada yang berbeda pada saat acara hiburan berlangsung, setelah disuguhi beberapa tarian Bali di akhir acara secara spontan tamu yang hadir naik ke panggung menarikan Tari Jai yang merupakan tarian khas dari Nusa Tenggara Timur. (Tegmini/Boent)
Sehari sebelumnya (22/10/2014) unsur Muspida Kabupaten Dompu juga hadir dalam rapat persiapan, bahkan untuk mengecek kesiapan dan keamanan tempat penyelenggaraan, Kapolres Dompu, Purnama, SIK dan Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu juga menyempatkan diri untuk melakukan pengecekan sekaligus mencoba simulasi aplikasi CAT.
dan ketua DPRD juga sempat Keterangan gambar menyaksikan pelaksanaan tes dan 1. Kapolres Dompu (Purnama, SIK) mengecek kesiapan pelaksanaan tes pergerakan nilai peserta melalui dua sekaligus mencoba simulasi aplikasi buah layar yang disiapkan di ruang CAT. monitoring.
Di sela-sela penyelenggaran, Wakil Bupati Dompu Ir. H. Syamsudin H. Yasin, MM. dan Ketua DPRD Dompu Yuliadin, S. Sos bergiliran menyambangi lokasi tes. Wakil Bupati, sejumlah wartawan, LSM
Kepercayaan publik akan mekanisme 2. Berturut-turut dari kiri ke kanan : Kepala BKD Dompu (H. Adil tes yang transparan di Kabupaten Paradi, S.IP, M.Si) Ketua DPRD Dompu juga tercermin dari rekapan (Yuliadin, S.Sos), Asisten Adum hasil kuisioner hari pertama (Muhammad, ST), Wakil Bupati penyelenggaraan yang diisi peserta. Dompu (Ir. H. Syamsudin H. Yasin, Dimana 49,35% peserta yang MM) ditemani perwakilan sejumlah mengikuti sesi 1 s/d 5 menyatakan LSM dan wartawan menyaksikan bahwa penyelenggaraan tes CPNS jalannya tes dan pergerakan nilai dengan mengggunakan CAT sangat peserta dari ruang monitoring. transparan dan 49,78% dan 49,35% menyatakan cukup transparan. (Boent)
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
17
EVENT
TES CPNSD DENGAN MENGGUNAKAN CAT TINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PESERTA T Masita Muslimah Raih Skor Tertinggi Hari Kelima
Sampai dengan hari kelima pelaksanaan Tes CPNSD Kabupaten Dompu berjalan cukup lancar. Peserta cukup puas mengikuti tes dengan menggunkan CAT yang baru pertama kali diterapkan di Kabupaten yang berhawa panas ini.
Dompu (27/10/14). Penggunaan CAT dalam tes CPNS dianggap sebagai sebuah terobosan positif dalam upaya mendapatkan calon-calon aparatur negara yang kompeten. Hal ini tidak hanya dirasakan penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Dompu. Masyarakat dalam hal ini peserta tes CPNS mengaku puas dengan dengan penggunaan CAT ini. Hawa panas cukup terik siang itu, ketika peserta sesi 21 hari kelima baru saja menyelesaikan tes CPNS di ruang CAT mandiri Kabupaten Dompu. Hawa panas siang itu terasa sangat kontras dengan hawa sejuk dan cukup nyaman di ruang tes CAT yang berlokasi di SMKN 1 Dompu.
henti-hentinya mengucap syukur. Wajahnya tampak berser-seri dibalik jilbab warna putih yang dikenakan siang itu. Bagaimana tidak, ia memperoleh nilai tertinggi di sampai dengan sesi 21 di Pemkab Dompu dengan total skor 397. Lulusan apoteker UII Yogyakarta pada September 2014 ini mengaku pengunaan CAT sangat bagus untuk transparansi dan meningkatkan kepercayaan diri peserta karena apa yang dipelajari di bangku kuliah seperti itu pula tes yang didapatkan. “Percaya diri kita meningkat karena kita percaya tidak ada lagi bisa main di belakang, habis mengerjakan soal nilai langsung kita ketahui di layar monitor masing-masing. Tidak hanya itu bahkan nilai bisa Ditemui sesaat seteleh mengikuti dipantau dan bisa dilihat langsung tes Masita Muslimah, gadis melalui ruang monitoring” ungkap Dompu Kelahiran Bima tidak gadis kelahiran 8 Maret 1991 ini. 188
X-MEDI X-M X-MEDIA, ED D A,, M Me Med Media ediaa Kepegawaian ed Kepegaawai Kep w an wa n Kanreg Kanreg X BKN, Kan BKN N, E Edisi diisi ke-6 ke-6 ||| Desember Desem Desem De ember ber err 2014 22001144
Tidak hanya itu peserta juga menyambut baik penyelenggaraan tes dengan metode CAT ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah menyelenggarakan tes CPNS dengan sangat transparan sehingga kami masyarakat awam bisa ikut berkompetisi” ungkap Syahril salah satu peserta pada kolom saran kuisioner CAT. Sementara itu tes CPNS dengan menggunakan CAT untuk wilayah Kerja Kantor Regional X BKN Denpasar khusus untuk zona Nusa Tenggara Barat telah dimulai pada tangal 23 Oktober dimana tes juga berlangsung serentak di Kota Mataram, Pemkab Lombok Barat, Pemkab Lombok Tengah, Pemkot Bima, dan Pemkab Dompu. Sampai berita ini ditulis tim CAT di Lombok Tengah melaporkan skor tertinggi telah mencapai 427. (Boent)
EVENT
RSUP SANGLAH PELOPORI REKRUTMEN PEGAWAI NON PNS DENGAN METODE CAT “Langkah maju ditunjukkan oleh Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah. Dalam upaya memperoleh SDM yang mempunyai kompetensi memadai, RSUP Sanglah memakai Computer Assisted Test (CAT) untuk melakukan seleksi pegawai non PNS”
S
etelah sukses melaksanakan Tes Kompetensi Dasar (TKD) Seleksi CPNS dengan Sistem Computer Assisted Test (CAT) bagi instansi pemerintah pusat dan daerah di wilayah kerja Bali, NTB dan NTT, Kanreg X BKN Denpasar kali ini untuk pertama kalinya memfasilitasi TKD untuk seleksi Pegawai Non PNS dilingkungan RSUP Sanglah Denpasar. Kepala Kantor Regional X BKN Drs. Made Ardita, M.Si didampingi Kepala Bagian Umum IsƟyarno, S.IP, Perwakilan Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen BKN, Purwoto, dan Direktur SDM dan Pendidikan RSUP Sanglah Drg. Triputro Nugroho, M.Kes membuka secara resmi TKD Pegawai non PNS RSUP Sanglah Denpasar di Ruang CAT StaƟon Kanreg X BKN. Dalam sambutannya Kakanreg X BKN mengapreasiasi langkah maju yang dilakukan oleh RSUP Sanglah dengan menggunakan metode CAT yang sudah terbukƟ bisa menghasilkan proses tes yang cepat, akuntabel dan transparan. Masih menurut pria asal Buleleng ini, metode CAT cukup mumpuni dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. “Dari hasil seleksi ini diharapkan dapat diperoleh tenaga kesehatan yang profesional
Kakanreg X BKN Denpasar Made Ardita (kedua dari kiri) memberikan sambutan sebelum TKD dimulai
dan bermartabat, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan dari RSUP Sanglah” ungkapnya. Dari proses yang berlangsung secara akuntabel dan transparan tentu akan melahirkan output pegawai yang memiliki kompetensi memadai sehingga bisa memberikan pelayanan yang opƟmal. “Menurut catatan kami di wilayah kerja Kanreg X BKN Denpasar, RSUP Sanglah sebagai pelopor yang melaksanakan tes dengan menggunakan CAT untuk merekrut pegawai non PNS, tentu hal ini kami apresiasi” bebernya.
Peserta TKD pegawai non PNS RSUP Sanglah sedang mengikuti ujian dengan CAT system
Dalam kesempatan yang sama Direktur SDM dan Pendidikan RSUP Sanglah Triputro Nugroho menghimbau kepada peserta TKD agar mengikuƟ tes dengan jujur, teliƟ dan melaksanakan sesuai dengan aturan yang ada. “Kalau kita sudah lakukan sesuai dengan aturan yang ada, rasanya kedepan akan baik. Apa yang kita lakukan akan berjalan dengan baik. Jangan sekali-kali melanggar aturan yang sudah ditetapkan” imbuh Nugroho. Nugroho juga menegaskan bahwa dalam seleksi pegawai non PNS di lingkungan RSUP Sanglah ini Ɵdak dipungut biaya sepeser pun. Untuk seleksi pegawai non PNS ini ada 300 peserta bersaing memperebutkan 76 formasi yang tersedia. Dari 76 formasi tersebut terdiri dari 20 formasi S1 Keperawatan+Ners, 40 formasi D3 Keperawatan, 9 formasi Apoteker dan 7 formasi untuk D3 Apoteker. Bagi peserta yang lulus TKD akan dilanjutkan ke seleksi tahap kedua yaitu tes wawancara dan MMPI (Minnesota MulƟphasic Personality Inventory) tes. (Yuda)
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
19
20
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
21
ARTIKEL
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS SESUAI KETENTUAN Oleh : Sudiyono, MH PERATURAN PEMERINTAH Kabid. Mutasi Kanreg X BKN Denpasar NOMOR 46 TAHUN 2011
T
ahun 2014 adalah tahun kinerja, Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil mulai diberlakukan di tahun 2014 sebagai pengganƟ Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam pangkat dan jabatan oleh karena itu untuk menjamin objekƟfitas dalam memperƟmbangkan pengangkatan jabatan dan kenaikan pangkat diadakan penilaian prestasi kerja. Penilain prestasi kerja merupakan alat kendali agar seƟap kegiatan pelaksanaan tugas pokok oleh seƟap PNS selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam Renstra dan Renja Organisasi. Apakah PNS dimasing-masing instansi sudah menyusun Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). SeƟap PNS wajib menyusun SKP sebagai kontrak kinerja dengan pejabat penilai/atasan langsung apa yang akan dikerjakan selama 1 (satu) tahun kedepan dari awal tahun sampai akhir tahun. Dalam penyusunan SKP mengacu RENSTRA,Rencana Kerja Tahunan dan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Organisasi (SOTK), Rencana Kerja Tahunan (RKT) secara eksplisit tertuang dalam program dan kegiatan yang tertuang dalam DIPA (DaŌar Isian Pelaksanaan Anggaran) untuk instansi pusat dan DPA (DaŌar Pelaksanaan Anggaran) untuk instansi daerah sehingga sasaran kerja pegawai relevan dengan penyerapan budget/anggaran. Dalam pengisian kegiatan tugas jabatan yang tertuang adalah kegiatannya Pegawai Negeri Sipil yang dinilai, oleh karena itu keƟka menyusun kegiatan tugas jabatan mengacu pada SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) atasan langsung/pejabat penilai, dan keƟka pejabat penilai/atasan langsung menyusun kegiatannya sendiri maka harus mencerminkan kegiatan yang dilakukan bawahannya sehingga ada benang merahnya apa yang dilakukan atasan dan apa yang dilakukan oleh bawahannya. Kegiatan tugas jabatan adalah kegiatan yang wajib dilakukan dalam rangka pelaksanaan fungsi jabatan. Pedoman dalam membuat kegiatan tugas jabatan didasarkan pada : a. Rincian tugas tanggung jawab dan wewenang jabatan yang ditetapkan dalam SOTK. b. Acuannya pada Rencana Kerja Tahunan/RKT organisasi. c. Berorientasi pada hasil secara nyata dan terukur.
22
Kendala Dalam Penyusunan SKP Yang menjadi kendala dalam menyusun kegiatan tugas jabatan apabila rincian tugas dalam SOTK yang dominan tugas-tugas manajerial seperƟ mengkoordinasikan, memberikan petunjuk, membimbing bawahan dan lain sebagainya. Oleh karena kegiatan tugas jabatan mengacu pada RKT (Rencana Kerja Tahunan) dan berorientasi pada hasil secara nyata dan terukur, maka dari rincian tugas tersebut dipilih tugas-tugas yang dapat diukur output dan outcome-nya jelas. Karena dalam menyusun kegiatan jabatan juga mengacu pada rencana kerja tahuan yang telah ditetapkan oleh pimpinan instansi atau SKPD diawal tahun sebagai kontrak kinerja kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), dimana rencana kerja tahunan berjalan tertuang dalam DIPA untuk instansi pusat dan DPA untuk instansi daerah, sehingga program kegiatan dan anggarannya secara jelas maka keƟka menyusun kegiatan tugas jabatan untuk jabatan struktural agar hasilnya secara nyata dan terukur dari aspek kuanƟtas, kualitas, waktu maupun biaya, maka diselaraskan antara rincian tugas dalam SOTK dan DIPA atau DPA masingmasing instansi karena Ɵdak semua tugas tertuang dalam DIPA atau DPA, akan tetapi kalau tugas dalam rincian tugas sudah tertuang dalam DIPA atau DPA maka yang prioritaskan adalah yang tertuang dalam DPA untuk kegiatan yang ada anggarannya, ditambah tugas-tugas dalam rincian tugas dalam SOTK yang Ɵdak terakomodir dalam DIPA/DPA, ada kegiatannya tetapi Ɵdak ada anggarannya, sehingga sasaran kerja pegawai relevan dengan penyerapan budget/anggaran dan capaian kinerja instansi secara keseluruhan. Untuk memudahkan dalam menyusun kegiatan tugas jabatan perlu menyusun kata operasional sesuai tugas tanggung jawab dan wewenang dan hak masingmasing pemangku jabatan. Sebagai contoh untuk jabatan pimpinan SKPD atau Kepala Kantor, kata operasional sesuai dengan kewenangannya : menetapkan, merumuskan kebijakan, mengembangkan dan menyelenggarakan. Untuk Jabatan Administrastor seƟngkat Eselon III atasan langsungnya pimpinan Ɵnggi pratama, kata operasionalnya mengembangkan, menyelenggarakan, mensosialisasikan, dan melaksanakan. Untuk jabatan pengawas seƟngkat eselon IV kata operasionalnya menyusun, merancang, memproses, melakukan, mengerjakan, untuk jabatan fungsional umum kata operasionalnya menyiapkan, mengeƟk, mengumpulkan
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
bahan, mengolah data, mendokumentasikan dan sebagainya. Mengacu pada tugas yang diberikan atasan langsungnya, sehingga semakin kebawah semakin operasional. Kata operasional tersebut hanya merupakan salah satu cara untuk mempermudah mem-break down atau mendegradasikan tugas dari atas kebawah yang output kegiatannya sama akan tetapi pekerjaan itu dilakukan oleh pejabat terƟnggi sampai terendah. Akan tetapi apabila kewenanganya sama antara atasan dengan bawahan maka mengacu pada tugas , tanggung jawab wewenang masing-masing jabatan. Sedangkan untuk jabatan fungsional tertentu yang telah ditetapkan dalam Permenpan-RB, kata operasional yang digunakan sesuai dengan Ɵngkat jabatan apakah Ɵngkat keterampilan ataukah Ɵngkat keahlian dengan mengacu pada buƟrbuƟr kegiatan beserta angka kreditnya yang tertuang pada anak lampiran pada Permenpan-RB masing-masing jabatan. Khusus untuk jabatan fungsional guru mengacu pada buƟr-buƟr kegiatan yang ada pada Permenpan-RB Nomor 16 Tahun 2009. Akan tetapi yang menjadi kendala apabila buƟr-buƟr kegiatan berupa paket sehingga belum bisa memunculkan angka kredit. Oleh karena itu dilakukan penilaian kinerja guru sesuai ketentuan Permendiknas Nomor 35 tahun 2010 tentang Penilaian Kinerja Guru. Untuk guru kelas atau guru mata pelajaran menggunakan 14 kompetensi sedangkan untuk guru bimbingan konseling menggunakan 17 kompetensi. Setelah dilakukan penilaian kinerja guru baru dapat diketahui angka kredit untuk kegiatan guru berupa paket. Dalam menentukan target kuanƟtas apabila bahan kerja berasal dari internal unit organisasi yang bersangkutan, maka target ditetapkan berdasarkan pada rencana kerja yang telah ditetapkan. Namun bila bahan kerja berasal dari output/ hasil kerja unit organisasi lain maka penetapan target didasarkan pada asumsi ratarata tahun sebelumnya dasarnya laporan kinerja tahun sebelumnya. Dalam menetapkan target kualitas/mutu hasil kerja yang ingin dicapai jadi terget kualitas adalah ekspektasi (harapan) bahwa secara normal orang bekerja dari kualitas ingin secara maksimal sehingga keƟka menetapkan target kualitas adalah 100%. Untuk menetapkan target waktu adalah ukuran lamanya proses kerja yang dicapai,untuk pekerjaan by proses sepanjang tahun maka satuan waktunya 12(dua belas) bulan. Penetapan target bagi pegawai yang sakit disesuaikan dengan kondisi PNS yang bersangkutan. Apabila seorang PNS wanita dalam tahun berjalan sudah merencanakan cuƟ bersalin maka target waktu disesuaikan dengan adalah bulan. Apabila target waktu 12 bulan maka Ɵdak akan tercapai. Untuk target biaya adalah besaran jumlah anggaran yang digunakan untuk seƟap hasil kerja yang tertuang dalam DIPA/DPA. Tidak seƟap kegiatan ada komponen biaya. Apabila Ɵdak ada komponen biaya karena untuk aspek waktu dan biaya menggunakan rumus Ɵngkat efisiensi bila lebih dari 24 % maka nilainya akan cukup sampai dengan buruk, karena nilai baik minimal adalah 76.
Aspek Penilaian Sasaran Kerja Pegawai dan Evaluasi Sasaran kerja pegawai akan berpengaruh pada sasaran kerja unit , sasaran kerja unit akan berpengaruh pada sasaran kerja organisasi/instansi sasaran kerja instansi akan berpengaruh dalam penyerapan budget/ anggaran, maka SKP harus dipantau seƟap bulan dan dilakukan evaluasi minimal pertriwulan sekali agar SKP masing-masing pegawai dapat dicapai secara opƟmal pada akhir tahun. Aspek penilaian dari segi kuanƟtas adalah ukuran jumlah atau banyaknya hasil kerja yang dicapai dari target kuanƟtas yang telah ditetapkan. Apabila pada akhir tahun SKP Ɵdak dapat dicapai dari sisi kuanƟtas sesuai dengan target yang telah ditetapkan, maka dilihat dulu bahan kerja dan faktor penyebabnya, bila bahan kerja berasal dari faktor eksternal maka SKP yang telah dicapai targetnya disesuaikan dengan realisasi, namun bila SKP Ɵdak dapat dicapai karena faktor eksternal maka dicari faktor penyebabnya dan SKP yang telah dicapai targetnya disesuaikan dengan capaian pada masa penilaian. Namun bila bahan kerjanya berasal dari internal unit organisasi yang bersangkutan dan terget yang telah ditetapkan SKP pada akhir tahun Ɵdak dapat tercapai maka target Ɵdak dapat diubah. Aspek penilaian dari segi kualitas mutu pada realisasi Ɵdak serta merta kualitas mutu dapat dicapai 100 manakala pekerjaan tersebut menurut pejabat penilai, apabila pekerjaan dari sisi kualitas sempurna Ɵdak ada kesalahan sekecil apapun, pelayanan prima (exelent service) diatas SOP (Standar Operasional Prosedur) maka dapat dinilai amat baik 91 keatas. Namun apabila kualitas pekerjaan ada 1 (satu) atau 2 (dua) kesalahan kecil Ɵdak ada revisi pelayanan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) mendapat nilai baik antara 76 sampai 90 dan seterusnya. Sering menjadi rancu pada pegawai negeri sipil yang dinilai merasa kalau target kuanƟtas tercapai semua menganggap realisasi kualitas secara otomaƟs 100% padahal Ɵdak demikian karena antara kuanƟtas dengan kualitas indikator penilaiannya masing- masing berbeda. Penilaian aspek waktu dan biaya menggunakan rumus Ɵngkat efisiensi, apabila PNS yang dinilai capaian kinerja dari aspek waktu dan biaya penilaian baik dari pejabat penilai maka untuk aspek waktu dan biaya batas toleransinya Ɵngkat efisiensi maksimal 24% apabila lebih dari 24% maka nilainya kecenderungannya nilainya cukup sampai dengan buruk, karena nilai baik terendah adalah 76. Penilaian tugas tambahan yang diberikan atasan langsung dapat dibukƟkan dengan surat keterangan dari pejabat seƟngkat eselon II disertai bukƟ sebagai pelaksana tugas, atau tugas Ɵm, surat perintah, tugas tambahan tersebut dapat dimasukkan apabila tugas tambahan tersebut telah dibuat surat keterangan yang dibuat atau ditanda tangani oleh pejabat pimpinan Ɵnggi pratama seƟngkat eselon II sesuai formulir Ic anak lampiran perka BKN Nomor 1 Tahun 2013, apabila kegiatannya tugas tambahan lebih dari 7 (tujuh) nilainya maksimum 3.
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
23
Penilaian kreaƟfitas Ɵdak serta merta seƟap PNS dapat dinilai kreaƟfitasnya apabila hasil yang ditemukan merupakan sesuatu yang baru dan dapat bermanfaat unit kerja dibukƟkan dengan surat keterangan yang ditandatangani oleh kepala unit kerja seƟngkat eselon II atau pimpinan Ɵnggi pratama mendapatkan nilai 3, bermanfaat bagi organisasinya/ instansi dibukƟkan dengan surat keterangan dari Pejabat Pembina Kepegawaian diberikan nilai 6. Apabila hasil yang ditemukan merupakan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi negara dengan mendapat penghargaan dari Presiden RI maka dinilai 12 (dua belas). Nilai kreaƟfitas Ɵdak serta merta dapat dinilai, baru dapat dinilai bila yang ditemukan benarbenar baru dan dapat bermaanfaat bagi unit organisasi/ instansi, atau negara. Sebagai contoh seorang guru fisika di suatu sekolah kejuruan menemukan alat peraga baru untuk mempermudah proses pembelajaran fisika di SMK, apalagi sudah dihakpatenkan/HAKI, mendapat penghargaan dari mendikbud dapat dinilai 6, itulah antara lain yang dapat dinilai kreaƟfitasnya. Setelah hasil pengukuran dari penilaan SKP maka hasilnya dikalikan bobot 60% (enam puluh persen). Sedangkan untuk penilaian perilaku disamping menggunakan instrumen penilainan perilaku sebagaima diatur dalam Perka BKN Nomor 1 Tahun 2013 tentang Juknis Penilaian Prestasi Kerja PNS juga minta perƟmbangan dari pejabat lain yang seƟngkat. Kata kunci dalam menilai perilaku sebagai contoh untuk menilai disiplin kata kuncinya apabila selalu mentaaƟ nilainya sangat baik antara 91-100. Pada umumnya nilainya baik antara 76-90, adakalanya nilainya cukup antara 61-75 dan seterusnya. Untuk pejabat struktural semua unsur dalam penilaian perilaku dinilai, namun untuk pejabat fungsional tertentu maupun fungsional umum unsur kepemimpinan Ɵdak perlu dinilai. Jumlah rata-rata dari nilai perilaku hasilnya dikalikan bobot 40 %(empat puluh persen). Mulai tahun 2014 penilaian pelaksanaan pekerjaan diganƟ penilaian prestasi kerja terdiri dari unsur SKP dan perilaku kerja maka yang perlu diperhaƟkan adalah apakah seƟap kegiatan dalam SKP lebih dari 50% tercapai atau Ɵdak, kemudian pada penilaian SKP hasilnya baik atau Ɵdak dan seƟap unsur bernilai baik atau Ɵdak. Penilaian prestasi kerja antara lain untuk menjamin obyekƟfitas dalam memperƟmbangkan pengangkatan dalam jabatan dan kenaikan pangkat sehingga yang dapat diperƟmbangkan adalah apabila seƟap unsur bernilai minimal baik. Dalam Surat Kepala BKN Nomor: K.26-30/V.57-6/99 tanggal 16 Mei 2014 yang ditujukan kepada semua Pejabat Pembina Kepegawaian seluruh instansi yang inƟnya dengan mulai berlakunya PP No.46 Tahun 2011 mulai tahun 2014 maka yang menjadi perƟmbangan dalam persyaratan kenaikan pangkat dan jabatan mulai Tahun 2015 wajib dilampirkan dalam penilaian prestasi kerja PNS antara: 1) Sasaran Kerja Pegawai sebagai rencana kerja pada awal tahun ; 2) Capaian SKP pada ahir tahun; 3) Prestasi Kerja PNS yang
24
terdiri dari penilaian SKP dan penilaian perilaku kerja mulai usul kenaikan pangkat periode 1 April 2015 dan 1 Oktober 2015 dan seterusnya. Penilaian SKP bagi PNS yang diangkat menjadi pejabat negara, kepala desa dibebaskan dari jabatan organik maka yang dinilai hanya perilakunya saja. Sedangkan PNS yang melaksanakan tugas belajar nilai SKP dinilai dari hasil prestasi akademik dikonversi ke skala nilai 1-100, dan nilai perilaku. Penilaian prestasi kerja nanƟnya dapat digunakan mulƟfungsi antara lain dapat sebagai dasar penggajian apabila sistem penggajian pegawai ASN sudah menggunakan single salary dimana gaji dan tunjangan dijadikan satu menjadi gaji pokok. Disamping itu penilaian prestasi kerja dapat digunakan sebagai dasar memberikan tunjangan kinerja/remunerasi apabila seƟap jabatan sudah dilakukan analisis jabatan, analisis beban kerja, standar kompetensi jabatan dan evaluasi jabatan dari hasil evaluasi jabtan menghasilkan kelas jabatan untuk menentukan besarnya tunjangan. Oleh karena itu pejabat penilai dapat memberikan rekomendasi berdasarkan hasil penilaian prestasi kerja secara riil dan obyekƟf antara lain: untuk kebutuhan pengembangan direkomendasikan diikut sertakan seleksi tugas belajar, peningkatan karier (promosi). Untuk peningkatan kemampuan diikutsertakan pelaƟhan, diklat teknis sesuai bidang tugas. Untuk menambah wawasan perlu dilakukan rotasi tour of duty tour of area. Untuk catatan perilaku PNS yang dicatat perilaku negaƟf dan posiƟf yang menonjol tujuannya untuk keseimbangan yang melakukan pencatatan atasan langsung.
Penutup Sebagai penutup yang perlu mendapat perhaƟan seƟap pegawai wajib menyusun SKP dan apabila capaian SKP kurang dari 50% maka akan mendapat hukuman disiplin sedang. Apabila capaian SKP kurang dari 25% dikenakan hukuman disiplin berat sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disipin PNS. SeƟap atasan langsung wajib melakukan evaluasi terus menerus apa yang dilakukan oleh bawahan sehingga prestasi kerja pegawai akan berpengaruh pada prestasi kerja unit, prestasi kerja unit akan berpengaruh terhadap prestasi kerja organisasi/instansi, sehingga capaian kinerja dapat tercapai secara maksimal dan relevan dengan penyerapan budget/anggaran dan capaian kinerja instansi. Kata kunci berhasil Ɵdaknya Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2011 tergantung komitmen kita bersama sebagai pegawai ASN dan komitmen leadership semua lini di seluruh instansi. Regulasi sudah dibuat sedemikian rupa peraturan sebaik apapun kalau Ɵdak ada niat baik untuk melaksanakannya hasilnya Ɵdak signifikan terhadap kinerja pegawai. Sebaliknya walaupun peraturan mungkin kurang sempurna tapi kalau ada niat untuk melaksanakan dengan baik insyaalloh hasilnya akan baik semoga.
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
ARTIKEL
KEBIJAKAN MORATORIUM PENERIMAAN CPNS SELAMA 5 TAHUN, PERLU ATAU TIDAK ? Tepat tanggal 20 Oktober 2014 yang lalu kursi pemerintahan Negara Republik Indonesia berpindah kekuasaan dari Presiden ke-6 Dr. H.Susilo Bambang Yudhoyono ke Presiden ke-7 Ir.H. Joko Widodo. Perubahan kursi pemerintahan berarti akan banyak pula kebijakan – kebijakan yang diubah. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenPAN RB) yang saat ini dipimpin oleh Menteri yang baru saja dilantik yaitu Dr. H. Yuddy Chrisnandi menyatakan bahwa pemerintah berencana untuk melaksanakan kebijakan Moratorium CPNS selama 5 tahun kedepan. Jika mengingat kembali pada pemerintahan Presiden SBY juga pernah melaksanakan Moratorium CPNS. Pada saat itu 3 (tiga) Kementerian yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan & KemenPAN RB sepakat menghentikan sementara atau moratorium penerimaan CPNS, yang berlaku 1 September 2011 s/d 31 Desember 2012. Pada waktu itu mantan Menteri Dalam Negeri memaparkan bahwa jumlah PNS per 13 Mei 2011 sebanyak 4.708.330 orang atau memiliki persentase 1,98 persen dibanding jumlah penduduk sekitar 237 juta orang lebih. Menurut lokasi, jumlah PNS pusat sekitar 916.493 orang (19,5 persen) dan PNS daerah 3.791.837 orang (80,5 persen). Pada waktu itu moratorium digunakan untuk menata kepegawaian, misalnya soal distribusi PNS yang belum merata. Nantinya, jika ada kelebihan PNS dalam kabupaten/kota, bisa didistribusikan kepada daerah lain di satu provinsi yang kekurangan. “Sehingga tak harus menambah, tapi menggeser� ungkapnya. Moratorium yang akan dilakukan pemerintahanan Jokowi inipun mempunyai tujuan yang sama dengan moratorium sebelumnya yaitu untuk memberikan kesempatan kepada semua instansi untuk melakukan penataan dan audit organisasi agar diketahui angka ideal untuk PNS seluruh Indonesia. Moratorium ini juga berlaku untuk semua Kementerian dan Lembaga Negara. Selain untuk menggelar audit organisasi juga memanfaatkan tenaga baru seoptimal mungkin. Tak terkecuali juga menghemat anggaran belanja pegawai dalam waktu yang cukup lama. Walaupun masih dalam rencana, tetapi banyak kalangan masyarakat yang pro dan kontra akan kebijakan tersebut. Dari kalangan yang pro atau setuju dengan kebijakan menyatakan bahwa memang hal ini perlu dilakukan karena untuk menekan jumlah PNS yang sudah terlalu banyak dan tentunya juga menghemat APBN yang selama ini dialokasikan sebesar 50 sampai 54 persen untuk kebutuhan dana rutin atau belanja pegawai, bahkan Presiden Jokowi menyebutkan bahwa untuk untuk belanja pegawai di daerah dilihat dari postur APBD
yang ada di kabupaten/kota dan provinsi. Di kabupaten/ kota anggaran langsung dan tidak langsung, anggaran aparatur atau belanja pembangunan perbandingan angkanya 80:20. Bahkan ada yang 85:15. Anggaran aparatur 80, pembangunan 20. Itu berbahaya dan harus diubah. Presiden memerintahkan kepada seluruh Gubernur Indonesia untuk menyampaikan kepada Bupati dan Walikota agar anggaran aparatur bisa digeser ke anggaran pembangunan. Dari kalangan yang kontra atau tidak setuju menyatakan bahwa kebijakan moratorium tidak perlu dilakukan karena seperti yang kita ketahui bahwa jumlah pengangguran di Indonesia sampai saat ini masih sangat memprihatinkan dan jika pemerintah melaksanakan moratorium ini berarti makin menambah jumlah pengangguran. Dari kalangan pemerintah daerah ada yang menolak moratorium ini dikarenakan mereka beralasan masih kekurangan pegawai.
SEBENARNYA PERLUKAH MORATORIUM INI DILAKSANAKAN SELAMA 5 TAHUN KEDEPAN ? Selama ini penerimaan CPNS setiap tahunnya sangat banyak peminatnya dan banyak pula jabatan-jabatan yang dibutuhkan. Sebenarnya terbersit pertanyaan apakah sebelumnya pemerintah sudah mengkalkulasi jumlah sebenarnya yang dibutuhkan oleh setiap instansi? Berdasarkan informasi dari Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik (HKIP) KemenPAN RB, jumlah pelamar CPNS tahun 2014 sekitar 2.603.780 orang, padahal jumlah lowongan yang tersedia hanya 100.000 formasi yang terdiri dari 65.000 CPNS dan 35.000 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. Dari data tersebut terlihat bahwa menjadi seorang PNS masih menjadi daya tarik bagi sebagian orang. Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengakui saat ini Indonesia memiliki banyak PNS namun kinerjanya belum optimal. Daripada merekrut PNS baru, pemerintah akan mengoptimalkan pegawai yang sudah ada. Hal ini perlu ada kebijakan untuk mendorong peningkatan produktivitas PNS. Dikutip dari http://reformasibirokrasi.com/ , Kepala Badan Kepegawaian Negara Eko Sutrisno berpendapat bahwa kebijakan moratorium ini tidak kaku. Apa maksudnya? Dijelaskannya jika dalam 5 tahun ke depan seluruh instansi wajib lakukan penataan pegawainya. Selama 5 tahun itu seluruh instansi harus bisa memanfaatkan pegawai yang ada secara optimal. Diharapkan pula seluruh pimpinan instansi lakukan efisiensi pegawai. Lantas, jika moratorium lima tahun dilakukan, bagaimana bila instansi kekurangan pegawai? Eko merasa itu tidak akan terjadi. Pasalnya, moratorium CPNS juga ada di
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
25
masa pemerintahan SBY-Boediono. “Saat itu juga tidak terjadi kekurangan pegawai. Sedangkan khusus untuk tenaga guru dan tenaga medis, selama masa moratorium era SBY-Boediono itu, tetap dilakukan rekrutmen,� tandasnya. Lantas, apakah ini berarti kebijakan moratorium CPNS tidak kaku? Sepertinya demikian. Kembali ke era presiden SBY, pada waktu itu untuk tenaga guru dan medis juga tetap dibuka penerimaan CPNS. Sekiranya nanti juga demikian tatkala moratorium CPNS lima tahun di era Jokowi-JK. “Tapi prinsipnya, seluruh instansi harus melakukan penataan pegawai dan mengoptimalkan pegawai yang ada, tanpa harus merekrut yang baru,� tandasnya. Pengelolaan SDM Aparatur dimasa kini berupaya untuk menempatkan aparatur penyelenggara pemerintahan kepada posisi yang tidak hanya melayani masyarakat (public servant), tetapi juga menjadi mitra masyarakat, dan mampu melaksanakan kerjasama bersama masyarakat. Berkembangnya aspirasi dan dinamika masyarakat menuntut penyesuaian perubahan di lingkungan birokrasi, terutama kepada perubahan sikap dan perilaku birokrasi. Meskipun demikian, harus diakui bahwa perubahan yang terjadi dilingkungan birokrasi sering kurang memenuhi harapan masyarakat karena dinamika masyarakat bergerak lebih cepat, sehingga yang tampak adalah keterlambatan birokrasi dalam melakukan antisipasi terhadap perubahan yang terjadi. Pada Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor : 37 Tahun 2011 terdapat Prosedur penataan PNS yang jika bisa diterpakan secara baik bisa membuat komposisi pegawai di setiap instansi tertata rapi. Berikut ini prosedur nya : A. PERSIAPAN PENATAAN 1. Dalam pelaksanaan penataan PNS, Instansi Pusat dan Daerah wajib melakukan analisis jabatan dengan berpedoman pada peraturan perundangundangan yang menghasilkan informasi jabatan meliputi: Uraian Jabatan, Syarat Jabatan, dan Peta Jabatan dan Kekuatan Pegawai. 2. Apabila informasi jabatan sebagaimana dimaksud pada angka 1 telah tersedia, maka instansi pusat dan daerah wajib melakukan peninjauan kembali atas informasi jabatan tersebut. 3. Untuk mempermudah dalam menyusun atau meninjau kembali informasi jabatan sebagaimana dimaksud pada angka 1, instansi dapat menggunakan contoh informasi jabatan yang telah disusun oleh instansi lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan. B. PELAKSANAAN PENATAAN PNS Penataan PNS dilaksanakan dengan cara sebagai berikut: 1. Menghitung kebutuhan pegawai dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
26
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
2. Menganalisis kesenjangan antara profil PNS dengan syarat jabatan. 3. Menentukan Kategori Jumlah Pegawai pada Instansi Pusat dan Daerah dengan cara membandingkan antara hasil penghitungan kebutuhan pegawai setiap jabatan dengan jumlah pegawai yang ada. Kategori Jumlah Pegawai berupa Kurang (K), Sesuai (S), dan Lebih (L) dengan penjelasan sebagai berikut : a. Kategori Jumlah Pegawai Kurang (K) apabila jumlah PNS yang ada lebih kecil (sedikit) dari hasil penghitungan kebutuhan pegawai dengan toleransi atau kelonggaran 2,5%. Contoh : Jumlah PNS pada Kabupaten A adalah 4.700 orang. b. Kategori Jumlah Pegawai Sesuai (S) apabila jumlah PNS yang ada mendekati hasil penghitungan kebutuhan pegawai dengan toleransi atau kelonggaran antara (-2,5%) sampai dengan 2,5%. c. Kategori Jumlah Pegawai Lebih (L) apabila jumlah PNS yang ada lebih besar (banyak) dari hasil penghitungan dengan toleransi ataukelonggaran 2,5%. 4. Melakukan langkah-langkah tindak lanjut sebagai berikut : a. Instansi yang termasuk dalam Kategori Jumlah Pegawai Kurang (K) 1) Melakukan distribusi pegawai dari unit organisasi yang kelebihan kepada unit organisasi yang kekurangan. 2) Penarikan PNS yang dipekerjakan atau diperbantukan pada instansi lain disesuaikan dengan syarat jabatan. 3) Memberdayakan dengan cara memberikan pendidikan dan pelatihan serta memperkaya tugas pegawai yang ada untuk melaksanakan tugas dan fungsi yang tidak dapat dilaksanakan karena kekurangan pegawai. 4) Menyusun pegawai.
perencanaan
pengembangan
5) Menyusun perencanaan pegawai untuk 5 tahun ke depan dengan pendekatan positive growth atau melaksanakan penerimaan pegawai dengan jumlah lebih besar dibandingkan pegawai yang berhenti, dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan negara. b. Instansi yang termasuk dalam Kategori Jumlah Pegawai Sesuai (S) 1) Melakukan distribusi pegawai dari unit organisasi yang kelebihan kepada unit organisasi yang kekurangan.
ď‚ˇď€ bagi PNS yang belum mempunyai masa kerja 10 tahun, namun telah mencapai usia minimal 45 tahun diberikan uang tunggu selama 1 tahun dan dapat diperpanjang sampai 5 tahun. Apabila dalam masa menerima uang tunggu PNS yang bersangkutan telah mencapai usia 50 tahun dan 10mempunyai masa kerja minimal 10 tahun, maka yang bersangkutan dapat diberhentikan dengan memperoleh hak pensiun. Apabila sampai berakhir masa uang tunggu, PNS yang bersangkutan:
2) Melakukan pemetaan potensi dalam rangka mengetahui minat dan bakat pegawai. 3) Mengangkat PNS yang menduduki jabatan fungsional umum ke dalam jabatan fungsional tertentu sesuai dengan kebutuhan instansi dan mengidentifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihannya. 4) Menyusun pegawai.
perencanaan
pengembangan
5) Menyusun perencanaan pegawai untuk 5 tahun ke depan dengan pendekatan zero growth atau melaksanakan penerimaan pegawai dengan jumlah sama dengan pegawai yang berhenti, dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan negara.
(1) sudah mempunyai masa kerja 10 tahun tetapi belum mencapai usia 50 tahun, maka yang bersangkutan diberhentikan namun hak pensiunnya baru diterima pada saat yang bersangkutan telah mencapai usia 50 tahun.
c. Instansi yang termasuk dalam Kategori Jumlah Pegawai Lebih (L) 1) Melakukan distribusi pegawai dari unit organisasi yang kelebihan kepada unit organisasi yang kekurangan. 2) Melakukan penilaian kinerja, penegakan disiplin PNS, dan penilaian kompetensi untuk mengetahui PNS yang memiliki kompetensi dan kapabilitas sesuai dengan syarat jabatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3) Apabila hasil penilaian tersebut di atas menunjukan bahwa PNS yang memiliki kompetensi dan kapabilitas sesuai dengan syarat jabatan kurang dari jumlah yang dibutuhkan, maka dilakukan penyusunan peringkat bagi PNS yang belum memiliki kompetensi dan kapabilitas sesuai dengan syarat jabatan. 4) Menerapkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1969 dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2008 bagi PNS yang tidak memiliki kompetensi sesuai dengan syarat jabatan sebagaimana dalam butir 2) dan mendapat peringkat terendah dibawah jumlah pegawai yang dibutuhkan sebagaimana dalam butir 3) dengan alternatif sebagai berikut: ď‚ˇď€ bagi PNS yang telah mempunyai masa kerja minimal 10 tahun dan usia minimal 50 tahun, dapat langsung diberhentikan dengan memperoleh hak pensiun.
(2) belum mempunyai masa kerja 10 tahun dan belum mencapai usia 50 tahun, dapat diberhentikan sebagai PNS tanpa memperoleh hak pensiun. 5) Menyusun perencanaan pegawai untuk 5 (lima) tahun ke depan dengan pendekatan minus growth atau melaksanakan penerimaan pegawai dengan jumlah lebih sedikit dibandingkan dengan pegawai yang berhenti berdasarkan skala prioritas sesuai dengan kemampuan keuangan negara. 6) Melakukan evaluasi dan analisis organisasi yang menyangkut tugas, fungsi, dan struktur organisasi (Agung).
Sumber : 1. www.jpnn.com 2. www.reformasibirokrasi.com 3. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 37 Tahun 2011 4. Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik (HKIP) KemenPAN-RB 5. Perka BKN No. 12 th. 2011 6. Perka BKN No. 19 th. 2011
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
27
POJOK WISATA
Tidak pernah terbayang sebelumnya saya bisa mengunjungi salah satu pesona wisata yang terbilang langka ini. Di sela-sela kesibukan instalasi dan simulasi CAT mandiri di Kabupaten Ende kami mendapat kesempatan berkunjung ke salah satu tujuan wisata dunia yaitu Danau Kelimutu atau sering disebut Danau Tiga Warna. Sore itu setelah semua tugas installasi dan simulasi CAT di Kabupaten Ende selesai, supir kami Om Herman berkata; “Siap-siap besok subuh kita berangkat ke Kelimutu�. Keesokan harinya pukul 04:00 WITA kami sudah bersiap-siap, dan tidak berselang lama Om Herman datang menjemput. Perjalanan sengaja dilakukan di pagi hari karena jika terlalu siang danau akan tertutup kabut selain itu siang harinya kami harus kembali ke Bali. Perjalanan kami mulai pukul 04.15 WITA sekitar 10 menit perjalanan jalan sudah mulai berliku-liku. “Perjalanan sejauh 60 km akan ditempuh kurang lebih dalam 2 jam� kata Om Herman. Pukul 05.30 WITA mentari pagi sudah mulai menampakan sinarnya,, pemandangan indah dan bukit-bukit terjal sudah mulai tampak menemani perjalanan kami, tepat pukul 06.10 WITA kamipun tiba di parkiran Obyek Wisata Danau Kelimutu. Setelah turun dari mobil dan membawa sedikit makanan dan minuman kami pun memulai berjalan kaki menyusuri jalan setapak dan beberapa anak tangga,
28
hijaunya pepohonan, segarnya udara pegunungan dan kicauan burung-burung menemani kami sepanjang perjalanan. Sekitar 25 menit berjalan kaki, kami pun tiba di titik pertama, dari tempat ini kita dapat melihat 2 danau yang berdampingan yaitu dana yang berwarna hijau ke birubiruan (Tiwu Nua Muri Koo Fai) dan danau yang berwarna merah kecoklatan (Tiwu Ata Polo) wah indah sekali, tak lupa kami pun berfotofoto di titik pertama ini. Dari tempat ini di sebelah timur nampak sebuah bukit yang terlihat menjulang tinggi dan di puncaknya berbentuk bundar itulah Buu Ria yang merupakan lokasi paling tinggi di Gunung Kelimutu. Selesai berfoto ria di titik pertama ini, kami melanjutkan perjalanan ke Buu Ria dalam perjalanan kami melintasi area tempat diadakannya upacara Patika. Perjalanan menuju Buu Ria lebih menantang dengan menaiki ratusan anak tangga yang cukup melelahkan. Dan setelah kira-kira 30 menit akhirnya kami sampai titik tertinggi di Gunung Kelimutu. Rasa lelah pun terbayar
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
dan hilang oleh keindahan pemandangan dan ketenangan suasanan sekitar dan tentunya pemandangan ketiga danau tersebut terlihat jelas dari tempat ini. Danau Kelimutu sendiri berasal dari kata Keli yang berarti danau dan Mutu yang berarti mendidih. Danau Kelimutu berada di Gunung Kelimutu, gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Dengan keajaiban alam berupa tiga danau dengan warna permukaan yang
PESONA DANAU TIGA WARNA “KELIMUTU”
berbeda dan selalu berubahubah. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Danau Kelimutu sebagai tempat bersemayamnya arwah leluhurnya. Danau dengan air warna Merah (Tiwu Ata Polo) merupakan tempat berkumpulnya para arwah yang semasa hidupnya selalu berbuat kejahatan/tenung. Sementara Danau Hijau/ Biru (Tiwu Nua Muri Koo Fai) dipercaya sebagai tempat bersemayamnya arwah muda-mudi/ Dan danau putih (Tiwu Ata Mbupu) dipercaya sebagai tempat bersemayamnya arwah orang
tua. Para arwah dipercaya akan bermukim di ketiga danau sesuai status sosialnya. Sampai saat ini masyarakat setempat masih percaya bahwa danau tersebut adalah danau keramat yang memberikan kesuburan pada daerah sekitarnya. Oleh karena itu hingga saat ini masih sering diadakan upacara adat “Patika” di danau tersebut dimana masyarakat memberikan persembahan hasil bumi kepada arwah di danau tersebut. Rasanya seperti mimpi bisa berada di tempat ini. Tapi sayang ketika kami kesini warna
danau Tiwu ata Polo dan Tiwu Ata Mbupu tidak tidak jauh berbeda hanya saja warna Tiwu Ata Mbupu lebih pekat. Setelah puas mengambil gambar ditempat ini kami pun kembali menuju parkiran dan mengakhiri perjalanan yang menyenangkan ini. Buat pembaca X-Media yang menyukai wisata alam dan pegunungan, jika ada waktu sempatkanlah berkunjung ke Danau Tiga Warna atau Danau Kelimutu karena anda tidak akan tahu apa yang saya rasakan sebelum anda berada di tempat ini. (remundoz)
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
29
POJOK IT
PENGARUH ROUTER TERHADAP JARINGAN CAT Oleh : Rama Beta Herdian
Untuk memenuhi tuntutan tersebut, BKN selaku lembaga pembina kepegawaian diharuskan berperan aktif dalam percepatan sosialisasi penerapan CAT di daerah-daerah. Sosialisasi tersebut harus didukung dengan pembangunan stasiun CAT Mandiri di daerah-daerah yang tidak terjangkau dari zona stasiun CAT Kantor Regional. Permintaan pendampingan pembangunan stasiun CAT mandiri dari daerah mengalir deras, sehingga mendorong Kantor Regional BKN untuk bergerak cepat dalam membantu serta memfasilitasi daerah guna mendirikan stasiun CAT Mandiri. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pembangunan stasiun CAT. Dua hal terpenting adalah server dan jaringan komputer. Pojok IT kali ini akan mengulas mengenai sistem jaringan komputer. Jaringan CAT memiliki keunikan tersendiri dimana kabel jaringan harus berstandar cat6. Namun standar kabel cat6 juga harus didukung perangkat router yang bagus. Selama ini penggunaan router kurang mendapatkan perhatian khusus sehingga sering menjadi hal yang diabaikan, padahal peran router sangat penting dalam sebuah jaringan dengan komposisi client lebih dari 10 unit . Berdasarkan ketentuan pembangunan stasiun CAT,
30
perangkat router belum dicantumkan dalam daftar kebutuhan perangkat, sehingga beberapa stasiun CAT Mandiri di daerah yang sudah dibangun tidak mengaplikasikan perangkat router. Walaupun ada juga stasiun CAT yang sudah. Router adalah salah satu perangkat keras jaringan komputer yang digunakan untuk membagi protokol kepada anggota jaringan yang lainnya. Pengaplikasian perangkat Router dalam jaringan berpengaruh besar terhadap stabilitas komunikasi data antara client dan server. hal tersebut terbukti dengan adanya perbedaan yg sangat signifikan antara jaringan yg menggunakan router dengan yang tanpa menggunakan router. Perbedaan yang sangat jelas tampak pada saat peserta tes CAT pada saat login secara bersamaan. Pada jaringan yg tidak menggunakan router, banyak peserta yang gagal login, dikarenakan terjadinya kepadatan komunikasi jaringan di sisi server atau lebih dikenal dengan istilah bottle neck, dimana server kewalahan menangani koneksi lebih dari satu thread. Hal tersebut jarang terjadi pada jaringan yg mengaplikasikan router sebagai perangkat yang khusus menangani kepadatan komunikasi data pada jaringan CAT, sehingga server tidak lagi dibebani proses proses penanganan jaringan.
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
Penggunaan aplikasi Computer Assisted Test CAT saat ini sudah menjadi standar dalam proses seleksi di bidang kepegawaian dan CAT menjadi kebutuhan setiap daerah dalam mendapatkan calon aparatur negara yang sesuai dengan kompetensi pendidikan dan jabatan yang dilamar. Fungsi router sendiri adalah sebagai berikut : 1. Router akan menangani komunikasi data antara server dan client 2. Router akan menentukan jalur terpendek yg akan dilalui sebuah data dari server ke client atau sebalikanya. 3. Router akan menahan paket data ketika server sedang sibuk atau meneruskan paket ketika server sedang idle atau beban proses sudah berkurang. 4. Router dapat mengulang pengiriman data yang lost atau coalision ketika ditransmit. 5. Router berfungsi sebagai firewall otomatis 6. Router memudahkan admin jaringan dalam mengatur dan mendeteksi kerusakan jaringan Jenis-jenis Router 1. Router Aplikasi Pengertian Router aplikasi adalah aplikasi yang dapat kita instal pada sistem operasi, sehingga sistem operasi tersebut akan memiliki kemampuan seperti router, contoh aplikasi ini adalah Winroute, WinGate, SpyGate, WinProxy dan lain-lain. 2. Router Hardware Pengertian Router Hardware adalah sebuah hardware yang
memiliki kemampuan seperti router, maka dengan hardware tersebut anda dapat membagi IP Address, Router hardware dapat digunakan untuk membagi jaringan internet pada suatu wilayah, misalnya dari router ini adalah access point, wilayah yang mendapat Ip Address dan koneksi internet disebut Hot Spot Area. 3. Router PC Pengertian dan fungsi Router PC adalah sebuah komputer yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai router. Untuk membuat sebuah router PC tidak harus menggunakan komputer dengan spesifikasi yang tinggi. Komputer dengan prosesor pentium dua, hard drive 10 GB dan ram 64 serta telah tersedia LAN Card sudah bisa digunakan sebagai router PC. Komputer yang dijadikan router ini harus diinstal dengan sistem operasi khusus untuk router. Sistem operasi yang populer untuk router PC saat ini adalah Mikrotik Dalam pembangunan stasiun CAT mandiri dapat dipilih router yang simple, tidak terlalu mahal dan yang terpenting cukup handal dalam penanganan lebih dari 100 client, beberapa router berikut dapat menjadi pilihan antara lain seperti Linksys Mini Router dari cisco, router tersebut disertai dengan beberapa port jaringan kabel dan sudah mendukung jaringan nirkabel/ Wireless.
melakukan kontrol router dari OS Windows ataupun dari consol command prompt
Gambar 2. Mikrotik Routerboard Selain kedua router diatas masih banyak router-router kelas atas yang dapat diaplikasikan pada jaringan CAT, namun harga dan spesifikasi yang terlalu tinggi juga menjadikan pertimbangan bagi pemilihan
jenis router tersebut, selain itu juga dibutuhkan pengetahuan Administrator jaringan yang mumpuni dalam pengaplikasiaannya, sehingga untuk jaringan CAT dirasa cukup menggunakan router dengan spesifikasi router middle-end.
Gambar 3. Jenis router lain dari merk Adat
Gambar 1. Linksys Mini Router Mikrotik juga mempunyai routerboard yang cukup handal serta sangat mudah dalam instalasinya karena sudah terdapat aplikasi winbox dimana admin dapat X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
31
RENUNGAN
TIPS MENGHADAPI PENSIUN DENGAN BIJAK Oleh : Sumarini Pudjiastuti Pensiun, suatu kata yang pasti sangat familiar didengar oleh setiap pegawai baik yang bekerja di instansi pemerintah, swasta atau BUMN. Tak seorang pun ragu bahwa pada suatu saat nanti kita harus berhenti bekerja karena memang sudah waktunya atau karena kemauan sendiri dan dipaksa berhenti dari pekerjaannya.
M
asa pensiun seseorang dihadapkan pada kondisi, bukan saja terkait soal manajemen waktu, yang semula padat menjadi demikian longgar, tapi juga terkait dengan masalah psikologi, kesiapan mental dan mengatur finansial. Seseorang yang sudah mengalami pensiun bisa menjadi panutan keluarga walau tidak berperan sebagai pemberi nafkah, menjadi tauladan bagi keluarga dengan memperbaiki nilai keagamaan, memperbaiki tali silaturahmi dan masih banyak prestasi-prestasi kehidupan yang bisa kita ciptakan tanpa harus menjadi pemberi nafkah semata. Indahnya masa pensiun dimana kita merasa bahagia, bebas dan keadaan yang sepenuhnya kita kendalikan. Di masa pensiun adalah saatnya menikmati hasil kerja keras selama puluhan tahun. Saatnya bermain-main dengan cucu dan saat tepat untuk semakin mendalami kehidupan religi, mendekatkan diri kepada sang Khalik. Secara harfiah definisi 32
pensiun adalah jika seseorang atau keluarga telah memiliki sejumlah dana atau aset yang dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup diri dan keluarga tanpa harus melakukan suatu pekerjaan atau usaha tertentu yang mendapatkan penghasilan rutin. Di saat kita sedang berusaha untuk memperbaiki atau mempersiapkan hidup, kita cenderung lebih keras pada diri sendiri. Jika kehidupan mental dan keuangan belum seperti yang diharapkan tidak masalah, percayalah kita dapat segera mengubahnya. Tetaplah berfikir positif, bagian tersulit untuk mengubah sesuatu adalah memutuskan untuk berubah. Perjalanan menjalani era pensiun ini adalah puncak dari perjalanan hidup di dunia, maka bergembiralah dengan proses ini. Ingatlah bahwa kita telah melangkah jauh menjalani kehidupan ini, dan membawa diri dan keluarga hingga hasil yang dapat di rasakan saat ini. Sekarang adalah waktu memberi kesan dan menyempurnakan perjalanan hidup kita.
X-MEDIA, Me Med M Media eed diiaa Kepegawaian Kanreg dia Kan X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
Ketika pensiun jangan menoleh kembali ke belakang, jangan menyesali dan berandaiandai. Masa lalu adalah kenangan, masa kini adalah realitas dan masa datang adalah harapan, maka segeralah bertindak dengan tepat dan lakukan apa yang kita lakukan untuk mengisi masa pensiun. Perenungan jiwa saat yang tepat untuk melakukan koreksi diri yaitu peran dalam keluarga, masyarakat dan peran di mata Tuhan sang pencipta semesta alam. Pergolakan jiwa, cara mengatasinya adalah dengan mengajak atau merangkul orang-orang di sekitar kita untuk mendukung tindakan kita. Keterbukaan, komunikasi dan kepercayaan kepada mereka adalah solusi yang paling tepat agar terbebas dari pergolakan batin. Akhirnya sebagai seorang pensiunan, kehidupan sesungguhnya ada di tangan kita. Menjadikan pensiun sebagai masa golden age, masa keemasan dalam hidup sehingga keputusan yang telah dilaksanakan akan menjadikan keluarga plan your life.
WARNA-WARNI
PERLUKAH WANITA VAKSIN HPV? HPV atau human papillomavirus merupakan penyakit menular seksual yang paling sering terjadi. Terdapat sekitar 40 Ɵpe HPV dan ditularkan melalui kontak seksual. Kebanyakan infeksi HPV Ɵdak memberikan gejala namun merupakan penyebab utama kanker serviks (HPV Ɵpe 16 dan 18). Apakah vaksin HPV itu? Vaksin HPV merupakan vaksin inakƟf yang dilemahkan dan dapat melindungi dari 4 Ɵpe virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks dan genital warts. Vaksin HPV merupakan vaksin yang sangat penƟng untuk wanita agar mencegah terjadinya kanker serviks, dimana kanker ini membunuh 4.000 wanita di Amerika seƟap tahunnya. Siapakah yang perlu mendapatkan vaksin HPV dan kapan? Saat yang paling tepat untuk mendapatkan vaksin adalah sebelum usia memulai akƟvitas seksual. Vaksin HPV juga dianjurkan bagi mereka yang akan menikah, pernah, ataupun akan melakukan kontak seksual secara akƟf. Vaksin ini juga dianjurkan bagi mereka yang beresiko Ɵnggi terkena infeksi HPV : Pertama kali berhubungan seks pada usia sangat muda Partner seksual yang berganƟ-ganƟ Memiliki partner seksual yang suka berganƟganƟ pasangan CDC (Central of Disease Control & PrevenƟon, Amerika Serikat) merekomendasikan wanita mendapatkan vaksin di usia 11 atau 12 tahun. CDC juga merekomendasikan agar laki-laki di usia 13 hingga 21 tahun untuk mendapatkan vaksin. Vaksin HPV Ɵdak direkomendasikan untuk orang-orang diatas usia 26 tahun, karena belum diteliƟ benar efekƟf atau Ɵdak. Namun kedepannya FDA (Food & Disease AssociaƟon, Amerika Serikat) akan mengeluarkan rekomendasi untuk vaksin di usia tersebut. Berapa kali sunƟkan yang dibutuhkan? Anda akan mendapat 3 kali vaksin selama 6 bulan. Anda membutuhkan 3 kali sunƟk agar terlindungi dari HPV. SunƟkan kedua dilakukan 2 bulan setelah sunƟkan pertama. Sementara sunƟkan keƟga dilakukan 6 bulan setelah sunƟkan pertama atau 4
bulan setelah sunƟkan keempat. Bila sudah terinfeksi HPV maka vaksin Ɵdak dapat menyembuhkan infeksi. Namun bila anda terinfeksi oleh jenis infeksi HPV yang lain maka anda dapat terlindungi. Oleh sebab itu sangat penƟng bagi wanita yang akƟf secara seksual untuk regular melakukan pemeriksaan PapSmear. Apakah wanita hamil boleh diberikan vaksin HPV? Wanita hamil sebaiknya menunda pemberian vaksin HPV. Walaupun vaksin ini aman bagi ibu dan janin, namun masih diperlukan adanya studi lebih lanjut mengenai keamanannya bagi wanita hamil. Apakah resiko dari vaksin HPV? Beberapa gejala dapat Ɵmbul dari pemberian vaksin ini : Nyeri pada tempat injeksi Merah dan bengkak pada tempat injeksi Demam Gejala-gejala ini Ɵdak berlangsung lama dan dapat hilang dengan sendirinya. Jika gejala bertambah parah, segera konsultasikan dengan dokter. Bagaimana jika terjadi reaksi yang parah setelah pemberian vaksin ini? Jika terjadi reaksi yang berlebihan seperƟ demam Ɵnggi, reaksi alergi serius seperƟ kesulitan bernafas, suara serak, mengi, pucat, lemah, denyut nadi cepat ataupun pusing berputar, segeralah konsultasikan dengan dokter (odagiri)
SSumber Sumb umb mber er : klikdokter.com kllik ikd dokter.com dok m
X-MEDIA, DIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 ||| Desember Desse De sem eem mber 2014
33
WARNA-WARNI
CIRI-CIRI MEREKA YANG MEMPUNYAI KECERDASAN EMOSIONAL YANG TINGGI 1. Fokus pada Hal-hal yang Positif Akhir-akhir ini, kita semakin sadar bahwa kecerdasan emosional ini sangat penting bagi tiap individu dalam menunjang kesuksesan dan kebahagiaan mereka, baik di tempat kerja, pergaulan hingga kehidupan keluarga. Memiliki kecerdasan emosional yang tinggi akan membantu anda dalam bersikap praktis ketika di hadapkan pada suatu permasalahan. Untuk mengetahui seperti apa ciri-ciri mereka yang mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi, dikutip dari bagusberlian.com berikut ciri-ciri mereka yang mempunyai kecerdasaan emosional yang tinggi. Harapannya, hal ini akan menjadi referensi kita bersama untuk kehidupan kita yang lebih bermanfaat dan bahagia kedepannya.
34
Mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi sadar bahwa percuma saja berlarut-larut dengan masalah. Fokus pada masalah tidak akan pernah membawa solusi, sebaliknya bersikap positif dalam menyikapi masalah akan membawa anda pada solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan anda. 2. Mereka yang Berpikiran Positif akan Berkumpul dengan Mereka yang Berpikir Positif Pula
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
Orang-orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak akan menghabiskan banyak waktu dengan berkumpul bersama mereka yang suka mengeluh dan mengumpat. Mendengarkan keluh kesah dari mereka yang suka berpikir negatif hanya akan membawa menghabiskan energi kita pada
hal yang percuma. Sebaliknya, berkumpul dengan orang yang memiliki pikiran positif dan penuh semangat akan membuat kita tertular juga. Dan inilah yang pada akhirnya akan meningkatkan kecerdasan emosional anda juga. 3. Orang dengan Kecerdasan Emosional 6. Mereka Tahu Bagaimana Mengeluarkan Tinggi selalu Assertive Energi Mereka secara Bijak Assertive adalah sebuah sikap tegas dalam Mereka yang dikaruniai kecerdasan emosional mengemukakan suatu pendapat, tanpa tinggi, tahu bagaimana memanfaatkan energi harus melukai perasaan lawan bicaranya. mereka dengan bijak. Mereka tidak akan Orang yang assertive sangat tahu betul menghabiskan waktu untuk hal-hal yang kapan mereka harus bicara, kapan mereka percuma saja. Mereka akan fokus pada harus mengemukakan suatu pendapat dan tindakan-tindakan yang akan membawa bagaimana cara yang tepat untuk memberikan manfaat bagi sesamanya. sebuah solusi tanpa harus menggurui. Dan yang pasti mereka yang memiliki sikap assertive selalu berpikir terlebih dahulu 7. Terus Belajar dan Berkembang sebelum bicara. Mereka yang memiliki kecerdasan emosional 4. Mereka adalah Visioner yang Melupakan Kegagalan di Masa Lalu
siap
Orang-orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi akan sibuk memikirkan apa yang akan dilakukannya di masa depan dan segera melupakan kegagalan di masa lalu. Baginya kegagalan di masa lalu adalah sebuah pelajaran yang penting diambil untuk mengambil langkah yang lebih mantab di masa yang akan datang.
tinggi sadar, bahwa apa yang ia ketahui saat ini masih belumlah apa-apa. Baginya, belajar bukanlah 12 tahun wajib belajar dan 4 tahun kuliah. Wajib belajar adalah seumur hidup. Mereka selalu terbuka akan hal-hal baru dan berani mencoba berbagai macam tantangan yang akan membuat mereka berkembang. Kritik dan saran dari orang lain akan dijadikan sebagai referensi baru dalam mengambil langkah dan keputusan di masa yang akan datang (Boent).
5. Mereka Tahu Cara Membuat Hidup Lebih Bahagia dan Bermakna Dimanapun mereka berada, apakah itu di tempat kerja, di rumah ataupun berkumpul dengan teman-teman, orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi akan membawa kebahagiaan bagi sesamanya. Terkadang arti bahagia bagi mereka tidak harus sebuah kekayaan. Bersyukur akan nikmat yang didapat hari ini dan membantu orang lain yang membutuhkan pertolongannya akan membuat mereka merasa bahagia dan bermakna. X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
35
WARNA-WARNI
AYAH IBU BEKERJA, ANAK BAGAIMANA? Anak
: “Ma, apakah Mama mau menitipkan tas berisi uang dan perhiasan sama bibi?” Mama : “Tentu saja tidak Nak, Mama tidak percaya sepenuhnya sama bibi..” Anak : “Tapi Ma,.. Kenapa Mama menitipkan aku sama bibi?” Percakapan singkat yang sempat beredar di social media ini bisa jadi sangat mengusik pikiran seorang ibu bekerja. Ditambah lagi sebuah foto percakapan pesan singkat yang makin “super jleb” bagi hati seorang ibu yang turut membantu mencari nafkah bagi keluarga. Tidak cukup hanya sampai disitu, berita kejahatan terhadap anak juga bermunculan baik yang dilakukan oleh pengasuh, perlakuan yang tidak semestinya di daycare bahkan kejahatan seksual di sekolah. Banyak ibu yang akhirnya berpikir untuk berhenti bekerja dan memilih sepenuhnya merawat anak. Namun tidak sedikit yang hanya mengelus dada dan tetap bekerja tanpa mengabaikan kewajiban mengurus anak keluarga. Ketika Ibu (Juga) Bekerja Saat ini para perempuan makin menunjukkan eksistensi dirinya mulai dari menjadi tenaga kerja biasa hingga menggeluti sebuah karir profesional. 36
Pendapatan pribadi yang diterima setiap bulan merupakan bentuk kebanggaan sekaligus identitas sebagai individu yang mandiri. Tetapi hal ini sering berbenturan dengan peran lain ketika perempuan terikat dalam institusi pernikahan, terlebih jika sudah memiliki keturunan. Tak sedikit perempuan mengaku mengalami dilema ketika dihadapkan kepada dua pilihan besar, yakni mengabdi sebagai istri dan ibu di dalam rumah, atau tetap bekerja. Namun saat ini kondisi sudah banyak berubah. Peran pencari nafkah tidak lagi diemban oleh ayah seorang saja. Ibu pun sudah harus ikut turun gunung agar kebutuhan keluarga bisa terpenuhi. Sisi keuangan merupakan salah satu pertimbangan vital dalam menentukan keputusan seorang ibu tetap bekerja atau tidak. Ketika seorang perempuan bekerja yang telah berumah tangga memutuskan berhenti berkarir, itu berarti ada pendapatan dalam rumah tangga yang hilang. Menurut Rina N. Sandy, seorang Penasihat Keuangan, ketika ibu memutuskan untuk berhenti bekerja, posisi keuangan keluarga akan aman jika penghasilan ibu hanya sepertiga atau bahkan seperempat dari penghasilan ayah. Namun apabila kebutuhan keluarga ditutupi pihak ayah dan ibu dengan perbandingan sama rata (50:50), maka sudah dipastikan bahwa penghasilan berkurang setengah jika si ibu berhenti bekerja. Jadi, jika memang ingin
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
tetap berhenti, sebaiknya si ibu mencari penghasilan tambahan. Hal inilah yang membuat banyak ibu memilih untuk tetap bekerja selain menjalankan kewajiban sebagai ibu rumah tangga. Bersyukurlah apabila ibu bisa menjalankan aktivitas pekerjaan di rumah namun tetap bisa menghasilkan rupiah. Ada yang menjadi penulis freelance, penerjemah hingga menjalankan usaha dengan metode MLM. Dengan demikian ibu bisa memperoleh pendapatan sendiri namun tetap bisa terjun langsung menjaga buah hati dan mengurus rumah tangga. Sementara ibu yang bekerja diluar rumah dengan jam kerja tertentu umumnya khawatir dengan pengasuhan anak. Terlebih karena dia memiliki waktu yang lebih sedikit untuk berinteraksi dengan sang buah hati. Pasangan bekerja yang masih dalam tahap reproduksi aktif, tentu harus sedikit memutar otak untuk bisa menjalankan peran sebagai orang tua sekaligus tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga. Pilihan Pengasuhan Anak bagi Pasangan Bekerja
tenang apabila buah hati dijaga oleh keluarga sendiri. Entah itu orang tua, mertua, saudara kandung, atau ipar, tentu dengan alasan bahwa keluarga adalah pihak yang lebih bisa dipercaya dalam hal pengasuhan anak. Apabila memilih kakek nenek si kecil untuk menjaga si kecil, ada beberapa etika menitipkan anak pada orang tua, yaitu : a. Awali semua dengan rasa “tidak enak�. Jangan karena mereka orang tua atau mertua sendiri terlebih mereka sendiri yang menawarkan untuk menjaga cucu, lantas kita bisa seenaknya menitipkan anak. Karena anak adalah tanggung jawab orang tua sepenuhnya b. Support kebutuhan orang tua sesuai kemampuan, dan apabila mereka menolak berikan hadiah-hadiah kecil sebagai kejutan c. Penuhi kebutuhan anak agar tidak membebani kakek neneknya. Bila perlu untuk kakek nenek yang sudah sepuh seharusnya bisa didampingi asisten untuk mengurusi pekerjaan yang membutuhkan energy. d. Pola asuh yang berbeda merupakan risiko yang harus dihadapi saat memutuskan untuk menitipkan anak pada orang tua. Namun selalu usahakan untuk mendiskusikan soal pendidikan anak sehingga memiliki batasan yang jelas (tidak over protective, tidak terlalu mengekang atau terlalu memajakan) Jika orang tua menitipkan anak pada kerabat lainya, sebaiknya orang tua juga memberikan honor yang besarannya bisa disesuikan dengan UMR daerah setempat.
Pada dasarnya, pengasuh dan anak merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena keterbatasan seorang anak maka ia membutuhkan orang dewasa untuk mendampinginya sebelum ia menginjak dunia dewasa itu sendiri. Bagi pasangan bekerja, permasalahan yang sering muncul adalah memilih pengasuh yang sesuai. Ketepatan dalam memilih pengasuh akan sangat membantu anak mengembangkan dirinya agar berkembang optimal. Kesalahan memilih pengasuh, tentu saja akan berdampak pada masa depan anak. Bagi pasangan bekerja, pilihan pengasuhan anak 2. Pengasuh Anak saat ini sudah cukup beragam. Kita bisa melibatkan Beberapa orang tua lebih nyaman ketika anak keluarga, mencari pengasuh anak, pembantu rumah tetap di rumah dan memakai jasa pengasuh anak, tangga atau memasukkan anak di sebuah Tempat mulai dari seorang nanny hingga baby sitter. Penitipan Anak (TPA). Tapi saat ini mencari pengasuh anak memang susah-susah gampang. Usahakan lakukan 1. Melibatkan Keluarga wawancara setidaknya dua kali dan cek riwayat Saat ditinggal bekerja, tentu rasanya akan lebih kesehatan calon pengasuh anak. Kesehatan X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
37
Ibu juga harus adil dengan memberi kesempatan pengasuh untuk libur, beristirahat, boleh keluar bertemu kawan-kawannya, dan berikan akses untuk mudah dihubungi. Buat kesepakatan kontrak yang jelas dengan pengasuh. Jalin komunikasi yang baik dengan pengasuh demi kenyamanan dan tumbuh kembang anak yang optimal.
disini menyangkut kesehatan fisik dan kesehatan mental. Gali pengetahuan dan keterampilannya dalam mengasuh anak, kesehatan anak serta serta bagaimana menjaga kebersihan anak, peralatan yang digunakan dan lingkungan tinggal anak. Karakter yang sebaiknya dimiliki oleh seorang pengasuh anak adalah ceria, sabar dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan anak. Selain itu orang tua sebaiknya melakukan pengecekan di keluarga/tempat terakhirnya bekerja dan tanyakan apakah orang ini bisa direkomendasikan untuk mengasuh anak kita. Bila memungkinkan, libatkan keluarga seperti kakek, nenek atau saudara untuk membantu mengawasi pengasuh saat Ayah Ibu bekerja. Sebaiknya segera evaluasi dan bila perlu berhentikan pengasuh anak jika: 1. Ketahuan berbohong atau mencuri. 2. Pengasuh tidak bisa menceritakan aktivitas rutinitas harian. 3. Ibu mendapati anak sendirian di rumah tanpa ditemani. 4. Pengasuh tidak merespon anak. 5. Anak jadi rewel, pemalu, pendiam atau memiliki masalah makan dan tidur. 6. Anak mendadak histeris, ketakutan atau sedih ketika ditinggal pergi atau hanya bersama pengasuh. 7. Ibu memiliki perasaan yang tidak suka atau kurang nyaman terhadap pengasuh 38
3. Asisten Rumah Tangga (ART) Memiliki ART yang tidak keberatan diminta bantuannya untuk menjaga anak saat orang tua bekerja tentu merupakan berkah tersendiri. Namun, mempekerjakan ART untuk mengurus rumah sekaligus menjaga anak kita memiliki keuntungan sekaligus kerugian. Keuntungan yang bisa kita peroleh adalah harga murah yang kita bayar untuk dua pekerjaan sekaligus. Namun terkait dengan penggajian tentu tetap harus disesuikan mengingat beban pekerjaannya juga menjadi bertambah. Keuntungan kedua adalah jika kita mendapatkan ART yang bagus dalam proses berpikirnya maka anakpun akan ketularan kecerdasannya. Tapi jika tidak maka akan menimbulkan efek negative bagi tumbuh kembang anak. Kerugiannya adalah biasanya fokus perhatian yang terpecah bisa menyebabkan ART menggunakan cara menakut-nakuti anak agar anak mau dan menurut kepadanya sehingga yang bersangkutan pun bisa mengerjakan tugas rumah tangga. Dalam hal ini orang tua bisa mengkomunikasikan dengan ART agar lebih mengutamakan mengasuh anak dan menunda pekerjaan rumah tangga. 4. Rumah Anak (a.k.a Taman Penitipan Anak/ Daycare) Jika tidak ada keluarga yang bisa membantu menjaga anak saat orang tua bekerja dan belum mendapat pengasuh anak juga, maka menitipkan anak di TPA/daycare juga menjadi suatu pilihan. Dan rasanya lebih nyaman menggunakan istilah Rumah Anak (RA) dibandingkan dengan Taman Penitipan Anak karena penggunaan kata “titip�
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
memberikan kesan seperti barang. Jadi poin utama untuk memilih RA yang baik adalah apakah mereka memperlakukan anakanak disana sebagai seorang individu atau sebagai barang yang sekedar dititipkan. Cari tahu mengenai masalah ini dengan melihat program yang ditawarkan oleh mereka. Jangan tergiur dengan fasilitas yang disediakan karena fasilitas tidak menjamin perlakuan terhadap anak. Luangkan waktu untuk mengobservasi serta berbincangbincang bersama para orang tua lain yang sudah lebih dahulu menitipkan anak di tempat ini. Lakukan pengecekan terhadap keamanan RA, rasio antara pengasuh dan jumlah anak, karakter pengasuh/nanny, penanggung jawab tempat, program kegiatan harian anak, kebersihan tempat serta penanganan emergency. Lokasi RA yang strategis dan mudah dijangkau dari rumah maupun tempat bekerja tentu menjadi pertimbangan tersendiri. Pertimbangkan untuk memindahkan anak ke tempat lain jika:
enjoy karena banyak teman dan permainan. Anak yang betah akan bermain riang di TPA dan kadang tidak mau diajak pulang saat orang tua kembali menjemput. Tetap dekat dengan anak Ibu bekerja sering memikirkan waktu yang hilang bersama anak terutama jika anak masih kecil. Ibu takut akan kehilangan peristiwa dimana anak sukses menguasai tahapan perkembangan utama seperti langkah pertama atau ucapan pertamanya. Terkadang ibu cemburu terhadap anak yang dekat dengan kakek-nenek atau pengasuhnya. Namun usahakan agar jangan sampai hal-hal ini terlalu mengganggu si ibu. Tips mempersiapkan anak:
Saat berangkat bekerja, ciptakan suasana perpisahan yang gembira dan ajak anak bicara bahwa nanti ibu akan kembali dari tempat bekerja.
Luangkan waktu sejenak bersama anak sebelum dan ketika sesudah pulang bekerja.
Biasakan melakukan rutinitas hari kerja sehingga anak tidak kaget dengan perubahan besar, misalnya bangun dan mandi pagi, sarapan dan bergegas beberes di pagi hari
Staf tidak dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan dan tidak memenuhi sebagian besar harapan orang tua.
RA tidak mengijinkan orang tua untuk terlibat Selalu pamit ketika akan pergi bekerja meskipun penuh derai air mata anak. dalam keseharian anak. Tidak ada yang paling benar dalam memilih metode Anak mengeluh tidak suka dan tidak bahagia di pengasuhan anak sementara orang tua bekerja. RA. Yang ada adalah mencari model pengasuh yang tepat dengan karakter anak serta karakter dan Kecelakaan yang tidak bisa dijelaskan lebih dari situasi yang dihadapi orang tua. Kuncinya, orang sekali. tua harus lebih “hadir” ketika bersama anak. Staf terlalu sering berganti. Libatkan anak supaya dekat dengan orang tua dan libatkan diri supaya dekat dengan anak. Terakhir, Manajemen tidak bisa memberikan salinan kita harus menyadari kemampuan kita sebagai peraturan kebijakan yang mereka miliki. manusia dan orang tua tentu terbatas. Jadi, Orang tua murid lain mengatakan kekecewaan marilah memohon semoga Tuhan selalu berkenan terhadap pelayanan. menjaga anak dan keluarga kita dalam penjagaanKeunggulan dari RA ini adalah adanya sistem Nya yang Maha sempurna pengawasan dari penanggung jawab sehingga kesalahan bisa segera dibetulkan. Anak pun bisa (Ana/Dari Berbagai Sumber)
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
39
POKOK KETAWA
Nungguín Mobíl Lewat Dodon íngín pergí ke tempat temannya, sí Acep, yang berada dí seberang jalan. Karena sayang banget sama Dodon, íbunya pun memberí nasíhat. íbu : “Hatí-hatí dí jalan, ya don! kalo km mau nyebrang tunggu mobíl lewat dulu.” Dodon : “íya... Bu! Dodon berangkat dulu.” 1 jam keudían, Dodot pulang dengan menangís terísak ísak. íbu : “Lho... kenapa kamu nangís, Don? kamu bertengkar lagí sama acep?” Dodon : “Ngak kok, Bu!” íbu : “Lha terus kenapa?” Dodon :”Abísnya udah 1 jam Dodon berdírí dí pínggír jalan nungguín mobíl lewat, tapí nggak ada mobíl yang lewat, Bu! Dodon Capeek...!!” íbu :”Oalah.. Don... Don...
Preman Kampung Suatu hari, seorang preman datang dari kampung ingin ke kota daik bis AC. Di bis itu ia berdiri tepat di bawah lubang AC. Preman : Woy!!! Siapa nih yang niup-niup pundak gua? Dingin tau! Penumpang lain : Itu AC kali bang, Preman : Jangankan Si Ase! Si Kipli, Si Jarot, gua hajar!
Mumi Anak-anak TK sedang berjalan-jalan menjelajahi museum untuk mengamati benda-benda purbakala. Kemudian mereka melihat mumi. Anak 1 : Wah, muminya seram ya... Anak 2 : Iya, seram! Anak 1 : Terus, angka 2250 SM itu maksudnya apa? Anak 2 : Mungkin itu dulu nomor plat mobil yang nabrak dia sampai tewas.
Pengadílan Hakím: “Anda kenal dengan tersangka?” Saksí : “Tídak pak!” Hakím (mengulang) : “Anda tídak kenal dengan orang íní?” Saksí : “Kalau día kenal, namanya Kadír, bukan Tersangka.” Hakím (mulaí jengkel) : “Jadí anda kenal dengan saudara Kadír?” Saksí : “Tídak Pak.” Hakím (geram) : “Lhoo... Tadí katanya kenal?!” Saksí : “Sama Kadír kenal, sama saudaranya tídak!” Hakím : “GRRRRR!” *Lempar saksí pake palu*
40
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014
KANREG MENJAWAB Diasuh oleh : Diah dan Narti
1. Bisakah Bupati memberhentikan PNS daerah dari jabatannya dengan alasan karena PNS yang bersangkutan mendukung lawan politiknya dalam pemilihan Bupati? (Kadek Cahya - Denpasar) Jawab: Pada Pasal 4 angka 15 PP 53 Tahun 2010 disebutkan bahwa, Setiap PNS Dilarang: “Memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah, dengan cara: a. Terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah; b. Menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye; c. Membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye; dan/atau d. Mengadakan kegiatan mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat.” Larangan tersebut diperkuat dengan Penjatuhan Disiplin Sedang bagi yang melanggar Pasal 4 angka 15 huruf a dan huruf d (sebagaimana tercantum pada pasal 12 angka 9 PP 53 Tahun 2010) ,serta Hukuman Disiplin Berat bagi pelanggar Pasal 4 angka 15 huruf b dan c (sebagaimana tercantum pada pasal 13 angka 13 PP 53 Tahun 2010). Hukuman Disiplin Berat itu sendiri diatur pada pasal 7 ayat (4) yang menyebutkan bahwa, Jenis hukuman disiplin berat terdiri dari: a. Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun; b. Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah; c. Pembebasan dari jabatan;
d. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS; dan e. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. Melalui penjelasan diatas, dapat diketahui bahwa pemberhentian atau pembebasan dari jabatan merupakan salah satu bentuk hukuman disiplin berat yang dapat dijatuhkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (Salah satunya Bupati) kepada Pegawai Negeri Sipil yang melanggar kewajiban dan/atau melaksakan kegiatan sebagaimana tercantum dalam PP 53 Tahun 2010 tersebut. Maka dari itu, seorang Bupati memang memiliki kewenangan untuk memberhentikan PNS dari jabatannya dengan alasan PNS yang bersangkutan melakukan kegiatan yang mengarah pada keberpihakan, asalkan alasan tersebut terbukti dan memenuhi unsurunsur dalam Pasal 4 angka 15 huruf b dan c tersebut. Namun tentu saja pemberhentian/pembebasan dari jabatan tersebut harus sesuai dengan tata cara penjatuhan hukuman disiplin berat yang diatur dalam PP No. 53 Tahun 2010. Dasar Hukum: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS 2. Saya adalah seorang PNS di sebuah Lembaga Negara Non-Kementerian. Setelah pensiun nanti saya memiliki rencana untuk menjadi seorang Advokat. Apakah dimungkinkan? Syarat apa saja yang harus saya penuhi untuk menjadi seorang Advokat? Bayu P - Sumbawa Jawaban: Untuk dapat menjadi seorang Advokat, seseorang harus melihat ketentuan yang terkandung dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat (“UU Advokat”). Dalam Pasal 3 ayat (1) huruf c UU Advokat, dinyatakan bahwa yang dapat diangkat sebagai advokat adalah yang tidak berstatus sebagai pegawai negeri atau pejabat negara. Di dalam penjelasan Pasal 3 ayat (1) huruf c UU Advokat disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pegawai negeri adalah: a. Pegawai Negeri Sipil (“PNS”); b. Anggota Tentara Nasional Indonesia; dan
X-MEDI X-M X-MEDIA, EDI DIA A,, Med Media iiaa Kepegawaian Kep Kepega e ega gawa waian wai n Kanreg K nreg Kan r g X BKN, re BKN, E BKN Edisi disii ke-6 dis ke-6 -66 ||| Desember Deessem D seeem mber er 2014 2014 1
41 41
KANREG MENJAWAB Diasuh oleh : Diah dan Narti
c. Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Berdasarkan ketentuan tersebut, yang tidak dapat diangkat sebagai advokat adalah PNS yang masih aktif. Hal ini berarti, larangan tersebut tidak berlaku bagi pensiunan PNS karena pensiunan PNS berarti orang tersebut telah berhenti dari statusnya sebagai PNS. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 87 ayat (1) huruf c yang menyatakan bahwa PNS diberhentikan dengan hormat karena telah mencapai batas usia pensiun. Klausul mengenai batas usia pensiun tersebut dalam Pasal 90 Undang-undang a quo, yang berbunyi: Batas usia pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 ayat (1) huruf c yaitu: a. 58 (lima puluh delapan) tahun bagi Pejabat Administrasi; b. 60 (enam puluh tahun) bagi Pejabat Pimpinan Tinggi; c. Sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan bagi Pejabat Fungsional.
Berkaitan dengan hal tersebut, pensiunan PNS dapat diangkat menjadi advokat jika telah memenuhi syarat-syarat yang telah diatur dalam ketentuan Pasal 3 ayat (1) UU Advokat yakni: a. warga negara Republik Indonesia; b. bertempat tinggal di Indonesia; c. tidak berstatus sebagai pegawai negeri atau pejabat negara; d. berusia sekurang-kurangnya 25 (dua puluh lima) tahun; e. berijazah sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1); f. lulus ujian yang diadakan oleh Organisasi Advokat; g. magang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun terus menerus pada kantor Advokat; h.. tidak h tid ti daak ak pernah peern p ern rnah nah a dipidana dip pid dan ana na karena ka ka melakukan tindak pida pi daana na kejahatan kejah haattan n yang yang an ng diancam diiaan nca dengan pidana pidana pe enj njarra 5 (lima) ((lliim m ma) aa)) tahun tah ahun un u n atau ataau lebih; llee penjara i.i berp be erp per erililak a u baik, ak baik, ba ikk jujur, juju ju ju urr,, bertanggung be berperilaku jawab, adil, dan mempunyai dan mem me mpun mp unya yaai integritas in nte t gr g ittass yang ya tinggi. SSe elaain n itu, itu tu,, ada aad da hal h l lain ha l in yang la yan ng perlu peerrllu diperhatikan berkaitan p Selain de d eng ngan n pensiunan peen nsi s un unan an PNS, an PN NSS, khususnya kh kh dengan yang pernah m me njjab abat batt sebagai seb ebaga ebag aggai hakim hakkim m atau ataau panitera dari lembaga menjabat
42 42
peradilan, yang akan berprofesi sebagai advokat. Mengenai hal ini di dalam Pasal 8 huruf h Kode Etik Advokat Indonesia disebutkan bahwa: “Advokat yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Hakim atau Panitera dari suatu lembaga peradilan, tidak dibenarkan untuk memegang atau menangani perkara yang diperiksa pengadilan tempatnya terakhir bekerja selama 3 (tiga) tahun semenjak ia berhenti dari pengadilan tersebut.� Jadi, seorang pensiunan PNS dan/atau Hakim atau Panitera dapat berprofesi sebagai advokat, dengan memenuhi syarat dalam ketentuan yang berlaku. Khusus untuk pensiunan Hakim atau Panitera, tidak boleh memegang atau menangani perkara di pengadilan tempatnya bekerja sebelumnya (selama 3 tahun). Hal ini untuk menghindari adanya benturan kepentingan (conflict of interest) atau penggunaan hubungan relasi untuk kepentingan perkaranya saat menjadi advokat. Dasar Hukum: 1. Undang-Undang No.5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara; 2. Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat; 3. Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
2. Saya adalah seorang laki-laki PNS berstatus duda tanpa anak dengan cerai mati. Apabila terjadi sesuatu pada saya, misalnya tewas, kepada siapakah hak pensiun saya dibayarkan? (Made Basudewa - Klungkung) Jawaban: Pada dasarnya, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berhenti bekerja berhak atas jaminan pensiun dan jaminan hari tua PNS sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Demikian yang disebut dalam Pasal 91 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (“UU ASN�). Dalam ketentuan tersebut jaminan pensiun diberikan kepada PNS apabila:
X-M X XX-MEDIA, --MED EDI DIA, DI A,, M A Me Med Media eed d dia iaa Kepegawaian Kep Ke peeg egaawai w an wa an Kanreg Kan nregg X BKN, BKN B KN, E Edisi disi dis isi ke-6 ke-6 || Desember Deese sember sem b r 2014 ber 2014 201 20 14
KANREG MENJAWAB Diasuh oleh : Diah dan Narti
a. meninggal dunia; b. atas permintaan sendiri dengan usia dan masa kerja tertentu; c. mencapai batas usia pensiun; d. perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini; atau e. tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban. Berbicara mengenai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/ Duda Pegawai (“UU 11/1969”), dalam ketentuan peralihan UU ASN disebutkan bahwa pada saat UU ASN ini mulai berlaku, UU 11/1969 dan peraturan pelaksanaannya tetap berlaku sampai ditetapkannya peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang ini yang mengatur mengenai program pensiun PNS. Jadi, dasar hukum tunjangan pensiun bagi PNS masih berpedoman pada UU 11/1969. Apabila PNS meninggal dunia dan almarhum tidak meninggalkan isteri/suami ataupun anak, maka yang menerima pensiun adalah orang tuanya, yakni ayah kandung dan/atau ibu kandung dari PNS (lihat Pasal 3 huruf e UU 11/1969). Ketentuan ini disebut dalam Pasal 20 ayat (1) UU 11/1969) yang berbunyi: “Apabila pegawai tewas dan tidak meninggalkan isteri/suami ataupun anak, maka 20% (dua puluh perseratus) dari pensiun janda/duda termaksud pasal 17 ayat (3) Undang-undang ini diberikan kepada orang tuanya.” Adapun dalam penjelasan Pasal 20 UU 11/1969 dikatakan bahwa surat permintaan untuk mendapat pensiun janda/duda ini harus disertai dengan surat keterangan dari Bupati/Walikota/Kepala Daerah tingkat II yang bersangkutan yang menyatakan bahwa orang tua yang bersangkutan adalah orang tua kandung atau, dalam hal orang tua kandung telah meninggal dunia, orang tua yang secara sah telah mengangkat sebagai anak angkat pegawai yang bersangkutan.
11/1969): a. Meninggal dunia dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya; b. Meninggal dunia dalam keadaan lain yang ada hubungannya dengan dinasnya sehingga kematian itu disamakan dengan meninggal dunia dalam dan/ atau karena menjalankan kewajibannya; c. Meninggal dunia yang langsung diakibatkan karena luka-luka maupun cacat rohani atau jasmani yang didapat dalam hal-hal tersebut pada huruf a dan b di atas; d. Meninggal dunia karena perbuatan anasir-anasir yang tidak bertanggung jawab ataupun sebagai akibat dari tindakan terhadap anasir-anasir itu. Sedangkan Pasal 17 ayat (3) UU 11/1969 itu sendirimengatakan bahwa apabila Pegawai Negeri PNS meninggal, maka besarnya pensiun janda/duda adalah 72% (tujuh puluh dua perseratus) dari dasar pensiun, dengan ketentuan bahwa apabila terdapat lebih dari seorang isteri yang berhak menerima pensiun janda maka besarnya bagian pensiun janda untuk masing-masing isteri adalah 72% (tujuh puluh dua perseratus) dibagi rata antara isteri-isteri itu. Ini artinya, besaran pensiun yang diterima oleh orang tua dari PNS yang meninggal dunia tidak sama dengan besaran PNS yang diterima oleh janda/duda dari PNS tersebut. Hal ini karena besarnya pensiun yang diterima oleh orang tua PNS adalah hanya sebesar 20% dari 72% dari dasar pensiun yang diterima oleh janda/duda PNS. Dasar hukum: 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai 2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
Akan tetapi, perlu dicatat bahwa yang dimaksud status “tewas” dalam UU 11/1969 ini adalah (Pasal 4 UU X-MEDI X-M X-MEDIA, EDI DIA A,, Med Media iiaa Kepegawaian Kep Kepega e ega gawa waian wai n Kanreg K nreg Kan r g X BKN, re BKN, E BKN Edisi disii ke-6 dis ke-6 -66 ||| Desember Deessem D seeem mber er 2014 2014 1
43 43
44
X-MEDIA, Media Kepegawaian Kanreg X BKN, Edisi ke-6 || Desember 2014