Skip to main content

Majalah Digital Kabari Edisi 226 - 2026

Page 1


Daftar Isi Edisi 226

INGIN ADVERTENSI DI KABARI MEDIA?

• Majalah Kabari Digital

• Majalah Hidup Sehat

• Majalah Tur Dunia

• Majalah Extra Uang

Disebarkan ke

Lebih dari 27,000 Emails

Hubungi:

Lebih dari 25 juta Kabari YouTube Video Viewers

San Francisco : (415) 213-7323

Los Angeles : (562) 383-2100

Jakarta : (021) 4288-6112

Email: sales@kabarinews.com

Anita Gathmir Suarakan Pentingnya Pendidikan Sejarah Budaya Tidore

Juliana “Juju”, Menjaga Harmoni Budaya Lewat Alunan Guzheng

Guru Guzheng Juliana Ajak Siswa Berani Menjadi Diri Sendiri

Veny Lie: Terus Belajar dan Kembangkan Diri Demi Raih Cita-cita

Visa untuk Penyintas Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Korban Kejahatan di AS:

Memahami VAWA, Visa U, dan Visa T

Francine Marilyn Sie, Atlet Muda yang Bersinar di Ice Skating dan Pendidikan

Nikmati Perjalanan Kuliner Mediterranean di Pullman Jakarta Central Park

Dapur Mama Lina Hadirkan Kuliner Manado Halal yang Ramah di Kantong

Puspa: Perjalanan 15 Tahun Berkarya Ayu Dyah Andari

Ciptakan Wadah Kolektif Gaya Hidup Aktif di UNIQLO IN MOTION 2026

Magic of Nature Hadirkan ‘Healing’ Organik dari Jawa Tengah

ASIX Sinarmas Luncurkan LIBRA: Solusi AI Enterprise dari Jantung Inovasi Bandung

POWERADE hadir di Indonesia, mendukung gaya hidup urban

Dari Ide ke Panggung, Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 Perkuat Profesionalisme dan Ekosistem Seni Indonesia

Rambut Berkualitas Menjadi Bagian dari Dunia Fashion yang Paling Ikonik

Perayaan Hari Tari Sedunia dengan Pementasan Tari Obah Gerabah

1.800 UMKM Perempuan “Naik Kelas” Lewat SERABI 2026, Ajarkan Strategi Bisnis Anti Boncos

COTTONINK Archipelago Hadirkan Trunk Show Bertema “Pasar Sukaria”

Harney & Sons Tea Resmi Hadir di Indonesia, Hadirkan Pengalaman Teh Premium Kelas Dunia

Pagelaran Sabang Merauke Hadir Kembali dengan Tema dan Konsep Baru “Hikayat Srikandi Nusantara”

Sheila Dara dan Fita Anggriani Bicara Persahabatan, Fashion, dan Menjadi Perempuan

Dari Tidore ke Jerman, Anita Gathmir Kenalkan Warisan Tenun Maluku Utara

Puji Syukur atas segala rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan kepada kami waktu dan kesempatan untuk tetap terus berkarya memberikan beragam informasi yang dikemas sebagai Jembatan Informasi Indonesia – Amerika.

Majalah Kabari edisi kali ini menghadirkan beragam informasi serta artikel menarik buat para pembaca Kabari yang budiman.

Dari Tidore ke Jerman, Anita Gathmir Kenalkan Warisan Tenun Maluku Utara Pengusaha, desainer, sekaligus pegiat budaya asal Tidore, Maluku Utara, Anita Gathmir kembali membawa nama Indonesia Timur ke panggung internasional. Simak selengkapnya hanya di cover story

Selain itu, Majalah Kabari edisi kali ini juga menghadirkan kisah menarik lainnya, seperti: Video: Juliana “Juju” Menjaga Harmoni Budaya Lewat Alunan Guzheng, Video : Veny Lie Terus Belajar dan Kembangkan Diri Demi Raih Cita-cita. Video: Francine Marilyn Sie, Atlet Muda yang Bersinar di Ice Skating dan Pendidikan.

Dan masih banyak lagi artikel lainnya yang tak kalah menarik diantaranya : Nikmati Perjalanan Kuliner Mediterranean di Pullman Jakarta Central Park, Video: Dapur Mama Lina Hadirkan Kuliner Manado Halal yang Ramah di Kantong. PUSPA, Perjalanan 15 Tahun Berkarya Ayu Dyah Andari. Simak selengkapnya hanya di Majalah Kabari Edisi 226.

REDAKSI

Kabari merupakan majalah bulanan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh PT. Cempaka International dan didistribusikan secara gratis di seluruh wilayah Amerika Serikat.

Kantor Cabang Jakarta Cempaka Putih Timur V No.15 Jakarta, Indonesia 10510 Tel: (021) 428-86112

Email redaksi: redaksi@kabarinews.com | Iklan : sales@kabarinews.com

PENERBIT

JOHN OEI

KOMISARIS INDONESIA

OLINA HIMAYANTI

DEWAN PENASIHAT

LISA TUNGKA

DIREKTUR UTAMA AMERIKA INDRIATI (VONNY) OEI

DIREKTUR UTAMA INDONESIA ANITA SETIAWARDI

PENULIS

ASBAN NATAWIJAYA

HARRY PRASETYO

PENATA ARTISTIK Yanti bi

VIDEO

FANIESYAH

KONTRIBUTOR

STANLEY CHANDRA

RIANA K LIPTAK

ADMINISTRASI

DEWI LIEM

IKLAN DAN PEMASARAN

WEINA TANUWIJAYA

SIRKULASI

PETER ZHAN

Dari Tidore ke Jerman

Anita Gathmir Kenalkan

Warisan Tenun Maluku Utara

Dari Tidore ke Jerman, Anita Gathmir

Kenalkan Warisan Tenun Maluku Utara

Pengusaha, desainer, sekaligus pegiat budaya asal Tidore, Maluku Utara, Anita Gathmir kembali membawa nama Indonesia Timur ke panggung internasional. Pada 6 Mei 2026, Anita mendapat kehormatan diundang ke Universitas Humboldt Berlin, Jerman, atas dedikasinya dalam pelestarian budaya, lingkungan, serta pemberdayaan perempuan melalui tenun tradisional Tidore.

Undangan tersebut datang dari Esie Hanstein, Lektor Bahasa Indonesia di Institut Studi Asia dan Afrika (IAAW) Universitas Humboldt Berlin. Kehadiran Anita juga mendapat dukungan dari KJRI Hamburg dan KBRI Berlin serta dihadiri oleh perwakilan KBRI Berlin, Ronius Marjunus selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin.

Bagi Anita, perjalanan ke Jerman bukan sekadar membawa kain tenun, tetapi juga membawa identitas, sejarah, dan semangat masyarakat Tidore kepada dunia internasional. Ia mengatakan bahwa kunjungan tersebut berawal dari undangan kegiatan budaya tahunan yang diinisiasi oleh KJRI.

“Kita ke Jerman awalnya diundang sama KJRI karena mereka ada acara yang biasanya setiap tahun dilakukan dan temanya memang Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara. Jadi kita pergi untuk mengenalkan Maluku Utara secara utuh,” ujar Anita.

Sebagai pendiri “Puta Dino Kayangan”, Anita memang dikenal konsisten menghidupkan kembali Tenun Tidore yang sempat hilang selama lebih dari satu

abad. Sejak 2018, ia mulai serius mengangkat kembali warisan budaya tersebut agar dikenal generasi muda dan tidak kembali punah.

Dalam kegiatan di Jerman, Anita tidak hanya membawa hasil tenun, tetapi juga menghadirkan proses lengkap pembuatan kain tradisional Tidore. Ia membawa alat tenun ATBM untuk membuat selendang serta memperkenalkan alat tenun sumpit, inovasi sederhana yang ia ciptakan sendiri agar masyarakat lebih mudah belajar menenun.

“Alat tenun sumpit ini sebenarnya alat sederhana dari alat tenun besar yang saya ciptakan karena saya ingin orang tahu bahwa menenun itu tidak sesulit yang

Di hadiri oleh pihak KBRI Berlin di wakili oleh Bapak Ronius Marjunus Atdikbud KBRI Berlin

dibayangkan. Banyak orang berpikir tenun itu susah dan alatnya mahal, padahal sebenarnya bisa dibuat sederhana dan murah,” jelasnya.

Menurut Anita, salah satu penyebab hilangnya Tenun Tidore di masa lalu adalah anggapan bahwa menenun merupakan pekerjaan rumit dan membutuhkan biaya besar. Karena itulah ia mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih sederhana agar anak-anak muda kembali tertrik mempelajari tenun tradisional.

“Kita sempat kehilangan Tenun Tidore selama hampir 100 tahun. Salah satu penyebabnya karena orang merasa menenun itu sulit. Jadi saya ingin membuat orang, terutama anak-anak muda, merasa bahwa menenun itu asik, menyenangkan, dan bisa dilakukan siapa saja,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung di KJRI Hamburg pada 30 Mei 2026 itu dibuat secara interaktif. Para pengunjung tidak hanya melihat kain hasil jadi, tetapi diajak ikut merasakan langsung proses menenun dari awal hingga akhir.

“Kegiatan ini unik karena bukan sekadar pameran. Peserta ikut merasakan prosesnya, mulai dari melihat kapas, benang putih, pewarna alam, sampai mencoba menenun sendiri,” ungkap Anita.

Ia membawa dua penenun yaitu Mei dan Risna, lalu membawa berbagai pewarna alami khas Maluku Utara seperti pala, cengkeh, daun mangga, hingga kunyit untuk memperlihatkan bagaimana kain tenun dibuat secara tradisional dan ramah lingkungan. Pengunjung pun tampak antusias mengikuti setiap proses dan mencoba alat tenun yang disediakan.

Selain tenun, Anita juga memperkenalkan berbagai produk khas Maluku Utara yang berasal dari rempah-rempah endemik seperti pala dan cengkeh. Produk UMKM, makanan khas seperti papeda, hingga informasi pariwisata Maluku Utara turut diperkenalkan kepada masyarakat Eropa.

“Saya benar-benar bangga karena waktu kita di Eropa ternyata banyak yang mengenal Tidore dan Ternate sebagai spice island. Sejarah rempah-rempah kita ternyata masih sangat dikenal dan dihargai di sana,” tuturnya.

Kebanggaan tersebut menjadi motivasi besar bagi Anita untuk terus memperkenalkan budaya Indonesia Timur ke dunia internasional. Ia menilai selama ini daerah-daerah di Indonesia Timur masih sangat minim mendapatkan kesempatan tampil di panggung global dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

“Selama ini kebanyakan yang pergi ke luar negeri itu dari Jawa, Sumatera, atau Bali. Dari Indonesia Timur masih sangat jarang. Jadi ketika kami hadir di sana, mereka merasa ada atmosfer yang berbeda

dan itu sangat penting untuk kemajuan Indonesia Timur,” ujarnya.

Bagi Anita, perjalanan budaya ke luar negeri bukan hanya tentang promosi produk, tetapi juga tentang membangun rasa percaya diri para perajin dan penenun lokal agar menyadari bahwa karya mereka memiliki nilai tinggi.

Ia berharap suatu hari para penenun Tidore juga bisa merasakan pengalaman tampil di luar negeri dan melihat secara langsung bagaimana karya mereka dihargai oleh masyarakat internasional.

“Saya berharap penenun-penenun Tidore juga bisa pergi ke luar negeri. Bukan hanya untuk menjual produk, tetapi supaya mereka belajar dan paham bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah prestasi besar yang sangat dihargai,” katanya.

Menurut Anita, selama ini banyak penenun hanya menganggap aktivitas mereka sebagai pekerjaan biasa tanpa menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang menjaga identitas budaya bangsa.

“Mereka harus bangga karena mereka bagian dari orang-orang yang melakukan pelestarian budaya. Apa yang mereka buat itu sangat berharga dan dihargai sekali oleh banyak orang,” tutup Anita.

Anita Gathmir Suarakan Pentingnya Pendidikan

Sejarah Budaya Tidore

Pegiat tenun asal Tidore, Maluku Utara, Anita Gathmir Kaicil, terus membawa budaya lokal ke panggung internasional.

Melalui tenun Tidore, Anita tidak hanya mengenalkan karya tradisional daerahnya ke berbagai negara, tetapi juga mengajarkan nilai sejarah dan identitas budaya kepada masyarakat dunia. Momentum Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei menjadi refleksi penting baginya untuk menyoroti peran pendidikan dalam menjaga warisan budaya Indonesia.

Pada 6 Mei 2026 lalu, Anita mendapat kehormatan menjadi narasumber di Universitas Humboldt Berlin, Jerman, kampus bersejarah yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap kajian sejarah dan budaya dunia. Dalam kesempatan tersebut, Anita berbicara mengenai keterkaitan tenun Tidore dengan sejarah besar Kesultanan Tidore dan Ternate di Maluku Utara.

“Di sana saya melihat Tidore, Ternate, Maluku Utara itu punya magnet yang sangat kuat sekali di masa lalu. Orang-orang di luar sana mengenal dan menghargai sejarah itu, tetapi justru kita sendiri di Indonesia, terutama di Tidore dan Ternate, banyak yang belum menyadarinya,” ujar Anita.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting untuk menghidupkan kembali kesadaran generasi muda terhadap sejarah budaya daerahnya. Ia menilai materi tentang sejarah budaya lokal mulai tergerus dari sistem pembelajaran sekolah, padahal warisan tersebut merupakan aset besar bangsa yang dihargai dunia internasional.

“Saya berharap pemerintah lebih concern lagi mengangkat sejarah budaya kita yang sekarang mulai terkikis. Perjalanan sejarah dan budaya ini harus dipaketkan dalam pendidikan dan pelajaran di sekolah supaya anak-anak muda tahu bahwa kita punya sejarah besar yang dihargai dunia,” katanya.

Bagi Anita, Hari Pendidikan Nasional penting diperingati karena menjadi pengingat bahwa pengetahuan dan rasa cinta terhadap budaya harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Ia menegaskan bahwa lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan identitas bangsa.

“Kita generasi yang sudah lebih dulu harus menyerahkan estafet pengetahuan dan rasa cinta kepada anak cucu. Caranya lewat pendidikan. Sekolah punya peran sangat penting untuk membentuk generasi yang bukan hanya pintar, tetapi juga mengenal aset dan sejarahnya sendiri,” ungkapnya.

Photo: IG@putadinokayangan
Photo: IG@putadinokayangan
Photo: IG@putadinokayangan
Photo: IG@putadinokayangan
Photo: IG@putadinokayangan

Juliana “Juju” Menjaga Harmoni Budaya

Lewat Alunan Guzheng

Bagi Juliana atau yang akrab disapa Juju, musik bukan sekadar hiburan, melainkan bahasa universal yang mampu menyampaikan rasa dan pesan

Aktif sebagai pianis, pemain Chinese Harp atau Guzheng, sekaligus entertainer, Juju telah mendedikasikan dirinya untuk mengajar dan memperkenalkan keindahan alat musik tradisional Tiongkok itu kepada berbagai kalangan.

Perjalanan Juju bersama Guzheng dimulai sejak tahun 2003 saat ia belajar kepada gurunya, Eni Agustien. Ketertarikannya pada alat musik ini berawal dari rasa penasaran dan keinginan untuk mengeksplorasi dunia musik lebih luas sebagai seorang pianis.

“Awalnya saya ingin terlihat keren karena saya juga seorang

pianis. Saya senang sekali dengan berbagai macam alat musik, selain itu bunyi kecapi atau Guzheng juga indah sekali,” ujar Juliana.

Kecintaan itu tumbuh menjadi panggilan hidup. Hanya dua tahun setelah mulai belajar, Juju sudah mulai mengajar Guzheng dan kecapi sejak 2005. Baginya, proses belajar musik harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan agar murid tidak merasa terbebani.

Dalam mengajar, Juju mengutamakan metode mendengar terlebih dahulu. Ia biasanya memberi contoh permainan kepada siswa, kemudian mengajak mereka mengikuti nada melalui nyanyian sebelum mempraktikkannya secara langsung, yang dipadukan dengan pemahaman teori musik.

“Kadang saya memberi contoh dulu, setelah mereka terbiasa mendengar, mereka ikut

mendendangkan nada itu. Kalau sudah mengenal lagunya, biasanya lebih mudah dipraktikkan,” jelasnya.

Namun perjalanan mengajar tentu tidak selalu mudah. Menurut Juju, tantangan terbesar saat melatih pemula adalah rasa takut dan kurang percaya diri yang sering muncul bahkan sebelum mencoba.

“Terkadang murid merasa susah dan belum apa-apa sudah bilang tidak bisa. Karena itu saya berusaha mencari kesenangan mereka lewat lagu-lagu yang disukai atau dengan musik yang enak dan gerakan yang indah,” katanya.

Selain faktor mental, keterbatasan waktu latihan juga menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, Juju selalu menanamkan keyakinan bahwa kemampuan bermusik bisa berkembang selama ada kemauan dan ketekunan.

Lebih dari sekadar teknik

bermain, Juju juga menanamkan filosofi mendalam tentang makna musik kepada para muridnya.

“Musik adalah bahasa yang universal dan dapat mewakili perasaan kita. Lagu sedih bisa terasa indah, lagu semangat memberi energi, bahkan musik juga bisa membawa pesan kita dalam berdoa,” ungkapnya.

Pengalamannya membimbing murid dalam kompetisi musik, baik di dalam negeri maupun

internasional seperti di Singapore dan Hong Kong, semakin menguatkan keyakinannya bahwa Guzheng memiliki ruang luas untuk berkembang dan diapresiasi lintas budaya.

Bagi Juju, memainkan Guzheng bukan berarti membatasi diri pada satu budaya saja. Sebaliknya, alat musik ini justru menjadi jembatan yang menyatukan keberagaman.

“Saya ingin melestarikan budaya dan menyatukan budaya Indonesia yang sangat beragam dan indah. Walaupun ini musik kecapi China, Guzheng bisa memainkan semua jenis lagu dari berbagai negara,”

tuturnya.

Di akhir perbincangan, Juju menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna bagi siapa pun yang ingin belajar Guzheng dari nol.

“Jangan patah semangat, dicoba dulu. Semua pasti bisa jika kita punya kemauan dan banyak berlatih,” pungkasnya.

Photo: IG@juliana.ying1

Bagi Juliana atau yang akrab disapa Juju, Hari Pendidikan Nasional menjadi momen penting untuk mengingat bahwa setiap orang memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan dan kesempatan untuk berkembang. Sebagai Guru Kecapi, Kecapi China, dan Guzheng di Vens Club, Juju percaya musik dapat menjadi sarana untuk membangun potensi, karakter, dan semangat para siswa.

Menurut Juju, peran seorang guru bukan hanya mengajarkan kemampuan teknis bermain musik, tetapi juga memberikan dukungan dan motivasi kepada setiap murid, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan ataupun kesibukan dalam keseharian.

“Makna Hari Pendidikan Nasional bagi saya, sebagai guru musik ingin mengembangkan potensi siswa dan semua orang berhak mendapatkan pendidikan. Entah itu dengan keterbatasan atau waktu yang singkat karena kesibukan, saya sebagai guru tetap harus mendukung, membimbing, dan memberi semangat kepada mereka,” ujar Juliana.

Di momen Hari Pendidikan Nasional, Juju juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh muridnya agar tidak pernah berhenti belajar dan terus percaya pada kemampuan diri sendiri.

“Pesan saya kepada siswa di Hari Pendidikan Nasional ini, terus semangat belajar, berani menjadi versi diri kita sendiri yang terbaik, dan jangan takut salah,” katanya.

Sebagai pengajar seni musik tradisional dan modern, Juju memiliki motivasi besar untuk terus mendidik para siswanya agar waktu yang mereka gunakan untuk belajar musik bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masa depan.

“Saya termotivasi mengajar siswa kecapi supaya waktu yang mereka pakai tidak sia-sia dan mereka bisa berhasil mengharumkan nama bangsa dengan mengikuti kompetisi baik di dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.

Tidak hanya ingin melahirkan siswa yang berprestasi, Juju juga berharap murid-muridnya dapat tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi banyak orang dan memiliki semangat pantang menyerah dalam mengejar impian.

“Saya ingin mereka menjadi orang yang berguna dan terus semangat,” pungkas Juliana.

Veny Lie Terus Belajar dan Kembangkan

Diri Demi Raih Cita-cita

Bagi Veny Lie, Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum penting untuk mengingat kembali betapa besar peran pendidikan dalam membangun masa depan bangsa. Sebagai Owner Vens Club Music School sekaligus pengajar piano, Veny menjadikan dunia pendidikan sebagai bagian dari pengabdian hidupnya, khususnya dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus melalui musik.

Menurut Veny, setiap peringatan Hari Pendidikan Nasional selalu menjadi pengingat baginya untuk terus memberikan kontribusi terbaik kepada para murid. Ia berharap melalui musik, anak-anak dapat mengembangkan bakat sekaligus membangun rasa percaya diri mereka.

“Hari Pendidikan Nasional bagi saya adalah untuk

menyemangati diri sendiri agar selalu berkontribusi kepada semua murid. Saya ingin murid-murid bisa mengembangkan bakat mereka dan dapat bermain musik dengan baik,” ujar Veny Lie.

Veny menilai Hari Pendidikan Nasional penting diperingati setiap tahun karena memiliki makna yang sangat mendalam. Selain sebagai penghormatan terhadap jasa Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional, momen ini juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Ini bukan hanya tentang mengenang perjuangan Ki Hajar Dewantara, tetapi juga menjadi momen untuk mengevaluasi apakah akses pendidikan sudah merata dinikmati oleh seluruh anak Indonesia,” katanya.

Sebagai guru yang banyak mengajar anak special needs, Veny mengaku tantangan pendidikan di era modern saat ini cukup besar, terutama dengan berkembangnya sistem pembelajaran digital dan online. Menurutnya, anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan interaksi langsung dan pendekatan personal dalam proses belajar.

“Kebetulan saya mengajarkan anak-anak special needs, mereka membutuhkan physical touch yang harus dibentuk secara langsung. Kalau secara online itu lebih sulit karena fokus dan atensi mereka berbeda,” jelasnya.

Ia mengatakan pembelajaran tatap muka jauh lebih efektif dibandingkan video call atau sistem online, karena interaksi langsung membuat anakanak lebih mudah memahami arahan dan merasa nyaman saat belajar.

“Kalau mereka bertemu langsung biasanya lebih gampang. Sementara sekarang semuanya serba online, itu menjadi tantangan besar bagi kami sebagai guru special needs di Vens Club Music School,” ungkap Veny.

Meski menghadapi berbagai tantangan, semangat Veny untuk terus mengajar tidak pernah surut. Motivasi terbesarnya datang dari para murid yang memiliki semangat tinggi untuk tampil di atas panggung dan mengikuti berbagai kompetisi musik.

“Saya melihat semangat mereka untuk naik ke atas panggung, bahkan ada beberapa yang mengikuti kompetisi dan menjadi juara. Itu yang membuat saya harus terus semangat mengajarkan mereka,” tuturnya.

Bagi Veny, setiap anak memiliki potensi yang bisa berkembang jika diberikan kesempatan dan pendampingan yang tepat. Karena itu, ia percaya bahwa anak berkebutuhan khusus juga mampu meraih prestasi dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

“Bagi saya anak special needs itu tidak ada yang tidak bisa,” tegasnya. Di momen Hari Pendidikan Nasional, Veny juga memberikan pesan penuh motivasi kepada seluruh muridnya agar terus semangat belajar dan mengembangkan diri demi meraih cita-cita mereka.

“Tetap semangat belajar, mengembangkan diri, dan tampilkan sisi terbaik agar citacita yang diinginkan bisa tercapai,” pungkasnya.

Kabari

Visa untuk Penyintas Kekerasan Dalam

Rumah Tangga dan Korban Kejahatan di

AS: Memahami VAWA, Visa U, dan Visa T

Bagi para penyintas kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan manusia, maupun korban tindak kejahatan di Amerika Serikat, terdapat beberapa jalur bantuan imigrasi yang dapat memberikan perlindungan hukum sekaligus kesempatan memperoleh status tinggal yang lebih aman.

Tiga bentuk bantuan yang paling dikenal adalah VAWA, Visa U, dan Visa T. Meski kebijakan imigrasi di AS terus mengalami perubahan, ketiga program ini masih tetap tersedia dan dapat diakses oleh para korban yang memenuhi syarat.

Namun demikian, para ahli hukum mengingatkan bahwa pengajuan permohonan imigrasi tanpa bukti yang kuat dapat menimbulkan risiko serius, termasuk kemungkinan dimasukkan ke dalam proses deportasi apabila permohonan ditolak. Oleh karena itu, para penyintas sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan pengacara imigrasi sebelum mengajukan permohonan.

VAWA: Jalur Perlindungan bagi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga

VAWA atau Violence Against Women Act adalah hukum federal AS yang memungkinkan penyintas kekerasan dalam rumah tangga untuk mengajukan permohonan green card secara mandiri tanpa bergantung kepada pasangan pelaku kekerasan. Program ini berlaku bagi korban yang memiliki pasangan warga negara AS atau penduduk tetap sah (Lawful Permanent Resident).

Untuk memenuhi syarat, pemohon harus dapat membuktikan bahwa pernikahan tersebut sah dan dijalani secara tulus (Bona Fide Marriage), pernah tinggal bersama pelaku kekerasan selama masa pernikahan, serta mengajukan permohonan dalam jangka waktu tertentu setelah perceraian, biasanya maksimal dua tahun.

Bukti menjadi faktor penting dalam pengajuan VAWA. Dokumen seperti laporan polisi, catatan medis, foto cedera, kesaksian saksi, maupun

Ilustrasi foto : www.magnific.com.

dokumen lain yang menunjukkan adanya kekerasan sangat membantu memperkuat kasus. Apabila bukti dinilai lemah, pengajuan justru dapat meningkatkan risiko hukum bagi pemohon.

Visa U untuk Korban Tindak Kejahatan

Visa U adalah visa atau ijin tinggal yang diperuntukkan bagi korban kejahatan serius tertentu, seperti kekerasan domestik, penyerangan, penculikan, maupun tindak pidana lainnya yang tercantum dalam daftar pemerintah AS. Berbeda dengan VAWA, Visa U tidak mengharuskan adanya hubungan pernikahan dengan pelaku.

Salah satu syarat utama Visa U adalah adanya kerja sama korban dengan aparat penegak hukum dalam proses penyelidikan atau penuntutan kasus. Karena itu, laporan polisi dan dokumentasi resmi menjadi bukti yang sangat penting contohnya perampokan atau perkosaan.

Meski memberikan perlindungan dan peluang memperoleh izin kerja, Visa U saat ini menghadapi antrean penanganan kasus yang sangat panjang di tingkat nasional. Waktu tunggu untuk keputusan akhir bahkan dapat mencapai 18 hingga 20 tahun, meskipun izin kerja dalam beberapa kasus dapat diperoleh lebih awal.

Visa T bagi Korban Perdagangan Manusia

Visa T adalah visa atau izin tinggal yang diberikan bagi korban parah perdagangan manusia (Human Trafficking), baik perdagangan seksual maupun eksploitasi tenaga kerja (Severe Human Trafficking).

Untuk memenuhi syarat, pemohon harus membuktikan adanya unsur paksaan, ancaman, penipuan, atau eksploitasi yang berkaitan dengan perdagangan manusia. Karena definisinya cukup ketat, pemeriksaan oleh pengacara imigrasi menjadi langkah penting sebelum pengajuan dilakukan.

Dibandingkan Visa U, untuk mendapatkan Visa T relatif lebih cepat, biasanya memakan waktu sekitar dua hingga tiga tahun. Selain itu, program ini juga memungkinkan reunifikasi keluarga apabila pemohon memperoleh T-visa, jika keluarga pemohon hidup di luar AS.

Pentingnya Pelaporan dan Pengumpulan Bukti

Para penyintas diingatkan agar tidak takut melapor kepada pihak kepolisian, terutama di wilayah Bay Area, California, yang memiliki kebijakan suaka (Sanctuary Policies) kuat. Kebijakan tersebut membatasi kerja sama aparat lokal dengan ICE dalam penegakan hukum imigrasi sehingga diharapkan dapat mendorong korban untuk melapor tanpa rasa takut.

Laporan polisi dianggap sebagai bukti terkuat dalam permohonan bantuan imigrasi. Namun apabila laporan polisi tidak tersedia, bukti alternatif seperti catatan

medis, dokumentasi rumah sakit, foto luka, kesaksian saksi, dan pernyataan korban tetap dapat digunakan untuk mendukung kasus.

Sejumlah organisasi juga menyediakan bantuan bagi para penyintas. Asian Pacific Islander Legal Outreach (APILO) bekerja sama dengan San Francisco Asian Women’s Shelter (SFAWS) untuk membantu korban memperoleh layanan sosial, dokumentasi medis, hingga pendampingan hukum.

Perjalanan Internasional dengan Anak Berkewarganegaraan AS

Bagi penyintas yang ingin bepergian ke luar negeri bersama anak yang lahir di AS, umumnya diperlukan surat izin dari orang tua lain yang ditandatangani dan disahkan notaris untuk menghindari tuduhan penculikan anak internasional.

Namun, pengecualian dapat berlaku apabila korban memiliki hak asuh tunggal berdasarkan putusan pengadilan atau perintah perlindungan tertentu. Meski demikian, konsultasi dengan pengacara hukum keluarga tetap disarankan sebelum melakukan perjalanan internasional.

Pihak Konsulat Indonesia disebut tidak secara rutin memeriksa surat izin tersebut untuk penerbitan visa, tetapi maskapai penerbangan dapat meminta dokumen tersebut sebelum keberangkatan. Karena itu, penumpang dianjurkan memastikan persyaratan langsung kepada maskapai agar tidak mengalami penolakan saat naik pesawat.

VAWA, Visa U, dan Visa T masih menjadi jalur perlindungan penting bagi penyintas kekerasan dan korban kejahatan di Amerika Serikat. Namun setiap program memiliki persyaratan hukum yang berbeda serta membutuhkan bukti yang kuat.

Para penyintas disarankan untuk segera mencari bantuan hukum profesional, mengumpulkan dokumentasi yang relevan, serta berkonsultasi dengan organisasi pendamping terpercaya sebelum mengambil langkah pengajuan imigrasi. API Legal Outreach (APILO) dapat dihubungi melalui nomor 415-567-6255 untuk proses konsultasi awal dan pendampingan lebih lanjut.

Francine Marilyn Sie

Atlet Muda yang

Bersinar di Ice Skating dan Pendidikan

Di usia yang masih sangat muda, Francine

Marilyn Sie menunjukkan prestasi luar biasa di bidang olahraga maupun akademik.

Diperkenalkan pada olahraga ice skating sejak usia enam tahun, Francine memulai perjalanannya dengan penuh tantangan dan rasa takut. Namun, pengalaman jatuh bangun di arena es justru membentuk karakter kuat yang membawanya meraih banyak pencapaian hingga saat ini.

“Awalnya saya sering jatuh dan merasa ragu, tapi dari situ saya belajar untuk bangkit lagi dan mencoba lebih baik,” ungkap Francine.

Perjalanan panjangnya di dunia ice skating membuahkan hasil membanggakan. Seperti meraih medali emas di International Championship Series Final, Chiangmai Thailand 2024, Indonesia Ice Skating Open 2025, Skate Indonesia 2025 dan Indonesia National Ice Skating Championship 2026.

Menurut Francine, ice skating bukanlah olahraga yang mudah. Dibutuhkan keberanian, disiplin, dan mental kuat untuk terus berkembang.

“Ice skating mengajarkan saya arti keberanian, disiplin, semangat kompetitif, dan bagaimana terus bertahan meski lelah atau ingin menyerah,” katanya.

Dalam dunia Taekwondo, Francine berhasil meraih emas (Juara 1) Menpora Cup 2024, Emas (Juara 1) di Kejuaraan Indonesia Taekwondo Championship Gubernur Cup-19 Maret 2023.

Kesuksesan Francine tidak hanya datang dari latihan keras, tetapi juga dukungan besar dari orang-orang di sekitarnya, terutama sang ibu dan para pelatih yang selalu memberikan motivasi.

“Kombinasi latihan, disiplin, fokus, dan dukungan tanpa batas dari keluarga membuat saya terus percaya diri untuk melampaui kemampuan diri sendiri,” ujar Francine.

Tak hanya bersinar di arena olahraga, Francine juga mencatat sederet prestasi akademik internasional.Ia berhasil meraih medali di Jismo Science Ruby, Math Emerald dan Jismo Legend 1 star, hingga berbagai penghargaan matematika dan sains lainnya spt AMO ( American Mathematics Olympiad), SMC ( Singapore Math Challenge), FISO ( Future Intellegence Student Olympiad), IMEC ( International Mathematic Olympiad, SASMO ( Singapore & Asian School Math Olympiad), HXC ( Hua Xia Cup ) dan lainnya.

Dengan jadwal latihan yang padat, Francine tetap mampu membagi waktu antara sekolah, kursus, dan kompetisi.

“Saya percaya akademik dan olahraga bisa berjalan beriringan dengan hasil yang sama-sama baik,” tuturnya.

Kemampuan akademiknya juga didukung kecerdasan luar biasa dengan IQ 145 berdasarkan skala Wechsler. Sejak Juli 2025, Francine resmi terdaftar sebagai anggota Mensa, organisasi internasional bagi individu dengan tingkat kecerdasan tinggi.

Meski memiliki banyak prestasi, Francine tetap

dikenal sebagai sosok ramah dan rendah hati. Ia memiliki kepedulian besar terhadap lingkungan, keluarga, serta selalu ingin mempelajari hal-hal baru.

“Francine adalah anak yang selalu ingin berkembang setiap hari dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap dunia di sekitarnya,” ungkapnya.

Nikmati Perjalanan Kuliner

Mediterranean di Pullman

Jakarta Central Park

Hidangan Mediterranean merupakan salah satu konsep kuliner yang masih jarang dihadirkan oleh hotel-hotel di kawasan sekitarnya. Chef Dimas, selaku Chef de Cuisine Pullman Jakarta Central Park, optimis menghadirkan cita rasa Prancis dan Mediterranean ke dalam konsep Food & Beverage terbaru di Pullman Jakarta Central Park. Berbekal pengalaman lebih dari 18 tahun berkarier kuliner di Dubai pada berbagai outlet spesialis hidangan Prancis, Timur Tengah, dan Mediterranean, serta pengalaman belajar langsung dari chef asli dari negara asalnya, Chef Dimas menghadirkan hidangan yang autentik dan berkarakter bagi para tamu dengan suasana hangat, family-friendly, dan pilihan menu yang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan usia.

Wilayah Mediterranean sendiri dikenal dengan kekayaan warisan kulinernya yang beragam, memadukan pengaruh dari Eropa Selatan, Afrika Utara, dan Asia Barat. Perpaduan budaya tersebut menghasilkan sajian dengan karakter rasa yang kaya, penggunaan bahan segar, serta tradisi memasak yang otentik dan timeless. Membawa pengalaman kuliner tersebut ke Jakarta, Pullman Jakarta Central Park menghadirkan pengalaman bersantap khas Mediterranean di Collage All Day Dining melalui dua penawaran spesial, yaitu “A Taste of Mediterranean Brunch” dan “Mediterranean Grill Dinner”.

Mediterranean Grill Dinner: Perpaduan Aroma BBQ dan Cita Rasa Mediterranean Tersedia setiap Jumat dan Sabtu malam,

Mediterranean Grill Dinner mengajak para tamu menikmati pengalaman all-you-can-eat dengan berbagai pilihan hidangan grill khas Mediterranean. Mulai dari premium beef cuts hingga seafood pilihan, para tamu dapat menikmati sajian seperti Lamb Tagine, French Beef Bourguignon, tiger prawns, snapper, beef tenderloin, lamb chop, serta aneka daging panggang dan hidangan laut premium lainnya.

Setiap hidangan diracik secara khusus untuk menghadirkan esensi open-fire cooking melalui aroma smoky yang khas, tekstur panggangan yang sempurna, serta perpaduan bumbu yang kaya rasa sehingga menciptakan pengalaman bersantap yang hangat namun tetap elegan. Suasana nyaman di Collage All Day Dining juga semakin lengkap dengan live acoustic performance yang menghadirkan pengalaman makan malam lebih santai dan berkesan.

A Taste of Mediterranean Brunch: Perpaduan Hidangan Laut dan Sentuhan French Cuisine

Hadir secara eksklusif setiap Sunday brunch, A Taste of Mediterranean Brunch menawarkan pengalaman buffet yang segar dan berwarna dengan perpaduan hidangan

klasik Prancis dan cita rasa Mediterranean. Salah satu highlight utama dari brunch ini adalah Seafood on Ice dengan pilihan hidangan laut segar, dilengkapi signature dishes seperti Pan-Fried Foie Gras on Brioche, Arabic salad, dan Chicken Cacciatore.

Pilihan hidangan tersebut semakin sempurna dengan beragam dessert khas Prancis seperti baklava, macarons, dan canelé. Perpaduan ini menghadirkan sentuhan elegan French cuisine yang menyatu harmonis dengan tradisi kuliner Mediterranean yang menciptakan pengalaman brunch yang mewah di Jakarta.

Penawaran Spesial Mediterania

Kedua pengalaman bersantap ini tersedia dengan harga IDR 398,000++ per orang. Para tamu juga dapat menikmati berbagai promo menarik seperti Pay 4 Get 5, diskon 15% untuk ALL Members, serta potongan harga hingga 30% bagi pemegang kartu kredit CIMB Niaga X Accor dan member ALL Accor+. Tersedia pula diskon 50% untuk anak usia 6–11 tahun dan lansia berusia 65 tahun ke atas. Untuk meningkatkan pengalaman yang lebih premium, tamu dapat menikmati free-flow wine dan beer dengan tambahan IDR 250,000++.

“Melalui pengalaman kuliner Prancis dan Mediterranean ini, kami ingin menghadirkan perjalanan rasa yang berbeda dan otentik, membawa para tamu lebih dekat dengan kehangatan, budaya, dan convivial spirit khas Mediterranean, sekaligus tetap menghadirkan

signature French classics ala Pullman,” ujar Sylvain Laroche, General Manager Pullman Jakarta Central Park.

Untuk melengkapi pengalaman bersantap, brunch dan dinner ini juga ditemani live acoustic performance yang menciptakan suasana hangat dan nyaman bagi para tamu untuk bersantai, berkumpul, dan menikmati perjalanan kuliner yang berkesan.

Tentang Collage All Day Dining

Collage All Day Dining menghadirkan perpaduan modern style dan cutting-edge design dengan interior elegan yang dipenuhi pencahayaan alami. Berlokasi di lantai L - Pullman Jakarta Central Park, restoran ini menawarkan pemandangan kota Jakarta yang memukau baik siang maupun malam hari, menciptakan suasana dining yang sophisticated namun tetap nyaman.

Menghadirkan beragam pilihan cita rasa internasional dan lokal, Collage All Day Dining menawarkan buffet, à la carte, hingga chef’s specialty dishes dalam area bersantap yang luas dan santai. Para tamu dapat menikmati berbagai live cooking stalls mulai dari Western, Japanese, hingga Indian cuisine, lengkap dengan pilihan breakfast, lunch, dinner, dan weekend brunch yang dirancang untuk memenuhi berbagai preferensi tamu. Untuk menunjang pengalaman family dining, restoran ini juga dilengkapi kids corner dan nursery room agar pengalaman bersantap keluarga menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

Sumber Foto : Istimewa

Dapur Mama Lina Hadirkan Kuliner Manado

yang

Kuliner khas Manado dikenal memiliki cita rasa kaya rempah dan menggugah selera. Namun, tidak sedikit masyarakat yang menganggap makanan khas Sulawesi Utara tersebut identik dengan harga mahal dan pilihan menu yang terbatas untuk konsumen muslim.

Berangkat dari hal itu, Alia Jessica selaku owner Dapur Mama Lina menghadirkan konsep restoran Manado halal yang nyaman, lezat, dan tetap terjangkau bagi semua kalangan.

Alia menjelaskan Dapur Mama Lina tidak hanya menyediakan makanan khas Manado, tetapi juga aneka minuman dan kue dengan konsep yang lebih “Affordable” bagi pelanggan. Menurutnya, restoran ini ingin membuktikan bahwa masakan Manado bisa dinikmati siapa saja tanpa harus menguras kantong.

“Biasanya makanan Manado itu

Halal

Ramah di Kantong

identik mahal, tapi di sini kami ingin menyediakan masakan Manado yang halal dan ramah di kantong agar semua orang bisa menikmatinya,” ujar Alia.

Dapur Mama Lina kini telah memiliki dua cabang, yakni di Ciputat, Tangerang Selatan dan Bangka, Jakarta Selatan. Cabang di Ciputat telah berdiri hampir lima tahun, sementara cabang di Bangka telah berjalan sekitar tiga tahun.

Salah satu menu andalan yang menjadi ciri khas restoran ini adalah Rahang Tuna. Menu tersebut dinilai cukup unik karena tidak banyak ditemukan di restoran Manado lainnya. Untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, Dapur Mama Lina menyediakan Rahang Tuna dalam dua ukuran dengan harga mulai dari Rp80 ribu hingga Rp105 ribu di luar pajak.

“Rahang Tuna ini makanan khas Manado yang cukup jarang

ditemukan. Kami membuat dua ukuran supaya lebih fleksibel dan nyaman di kantong pelanggan,” jelasnya.

Di tengah persaingan bisnis kuliner Manado halal yang semakin berkembang di Jakarta, Alia mengaku fokus utama usahanya adalah menjaga kualitas bahan dan kesegaran makanan.

Menurut Alia, strategi pemasaran yang diterapkan juga lebih mengandalkan kualitas dan kepuasan pelanggan dibanding promosi besarbesaran di media digital. Ia percaya promosi dari mulut ke mulut atau word of mouth masih menjadi cara paling efektif untuk membangun kepercayaan pelanggan.

“Kami percaya kalau pelanggan puas, mereka dengan sukarela akan merekomendasikan ke teman dan keluarga mereka. Itu yang membuat restoran kami berkembang sampai sekarang,” katanya.

Photo: IG@dapurmamalinabangka

Meski demikian, Alia mengakui tantangan terbesar dalam menjalankan bisnis kuliner adalah terus berinovasi dan mendengarkan kebutuhan pelanggan. Salah satu contohnya adalah menghadirkan variasi ukuran Rahang Tuna setelah menerima masukan dari konsumen yang menginginkan harga lebih fleksibel.

Untuk saat ini, Dapur Mama Lina masih fokus mengembangkan dua cabang yang telah ada. Namun ke depannya, mereka berencana lebih aktif mengikuti berbagai event kuliner di sejumlah daerah seperti Bogor dan Bekasi sebagai langkah memperluas pasar sebelum membuka cabang baru.

Tak hanya berorientasi pada bisnis, Alia juga memiliki misi sosial melalui usaha kulinernya. Sebagian keuntungan Dapur Mama Lina disalurkan ke Yayasan Ibnu Sina Peduli atau Hands For Help yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.

“Harapannya, semakin berkembang restoran ini maka semakin banyak juga orang yang bisa kami bantu melalui dana CSR dari restoran ini,” tutup Alia

Photo: IG@dapurmamalinabangka
Photo: IG@dapurmamalinabangka
Photo: IG@dapurmamalinabangka
Photo: IG@dapurmamalinabangka
Photo: IG@dapurmamalinabangka
Photo: IG@dapurmamalinabangka

1. Tur Guide berbahasa Indonesia/ Inggris.

2. Private Tur di Amerika dan Kanada: Supir berbahasa Indonesia dengan Mobil/Van/ Bis.

3. Sebelum Pulang ke Indonesia: Spesial Tur Program di Beberapa Negara di Asia Tenggara dengan Harga Grosir.

4. Sebelum Pulang ke Indonesia: Spesial Reuni Tur Program dengan Teman dan Famili Anda dari Indonesia.

5. Kantor di San Francisco, Los

Angeles (La Habra) dan Jakarta.

6. Karyawan berpengalaman lebih dari 20 tahun.

7. Endorsed oleh California Media International, Inc (Penerbit Majalah Kabari, Majalah Tur Dunia dan Majalah Joint Venture-Hidup Sehat).

8. Harga Grosir untuk Tur ke Asia Tenggara = Joint Venture dengan Perusahaan Tur Wholesale yang berdomisili di Jakarta, Worldlinks Indonesia, dimana Program Tur hanya dijual melalui agen-agen travel ritel di Indonesia.

Ingin mendapatkan Informasi Tur Terkini? Silakan daftar di TurDuniaGratis.com

PUSPA

Perjalanan 15 Tahun Berkarya

Ayu Dyah Andari

Dua tahun setelah memulai perjalanan kreatif di dunia mode, Ayu Dyah Andari, desainer busana jenama Ayu Dyah Andari (ADA) berhijrah merancang busana modest dan mengukuhkan dirinya untuk terus menetap di jalur desain pilihannya itu hingga 15 tahun kemudian.

Desain boleh berevolusi, namun citra tetap; elegan, feminin, dan penuh detail yang membutuhkan ketelitian dalam menangani rancangannya. Ini memikat banyak wanita yang gemar berpenampilan mewah, grande dan ultra premium.

Kemampuan ADA dalam menawarkan kebaruan dalam tiap koleksinya menjadi alasan penggemar busana modest memburu koleksi ADA. Jadi, meski beraroma klasik dan timeless, embusan kebaruan selalu terasa.

Selain rupa baru, ADA juga mampu menggiring selera masyarakat melalui keindahan pada tiap busana karena piawai mengolah detail dalam presisi, seraya mengasah kehalusan rasa para peminat dan pencinta karyanya.

Alasan lain, konsistensi ADA dalam menggelar

karya terbaik dalam peragaan tunggal maupun bersama, telah membawa dan mensejajarkan posisi ADA dengan desainer-desainer papan atas, serta para senior busana modest di Nusantara.

Koleksi busana ADA dapat dinikmati dan diperoleh di Butik Ayu Dyah Andari, di Pondok Indah Mall 2, Jakarta, dan di Kota Kasablanka, Jakarta.

15 Tahun Berkarya

Berkiprah di dunia mode yang penuh dinamika dan pasang surut bukanlah perkara mudah, namun ADA mampu menanganinya, bahkan kini ia berdiri bersejajar bersama para penentu mode Indonesia di garis depan.

Merayakan 15 tahun berada di dunia fashion, ADA mempersembahkan rangkaian pergelaran karya dalam koleksi yang diberi tajuk Puspa. Sebuah Art Installation and Private Collection yang digelar selama dua hari, pada

7 dan 8 Mei 2026, di Le Nusa, Jakarta Selatan.

Puspa terinspirasi dari keragaman bunga di Indonesia yang dipilih dengan representasi citra yang ada di baliknya. Rafflesia yang mengusung kesan penuh wibawa, dalam garis desain yang kokoh dan tegas, Melati mewakili kelembutan dengan siluet yang flowy, ringan, serta Anggrek yang menggambarkan keanggunan penuh karisma dalam garis rancangan yang berselera keningratan.

Bunga-bunga itu diciptakan dalam aneka teknik bordir dan payet yang bersanding selaras dengan mawar-mawar yang menjadi ciri dan identitas detail dari rancangan ADA, baik dalam koleksi high-fashion maupun busana ready-to-wear yang dipamerkan.

Jika ragam bunga dibuat di atas bahan beraneka warna yang delicate dalam deret busana couture, maka bunga-bunga dijadikan aplikasi dalam busana prêt-àporter di atas denim biru dan hitam.

“Saya mendedikasikan Puspa sebagai karya dengan embusan retrospektif yang dihadirkan kembali dari

Kabari
Foto : tim Muara Bagdja

perjalanan berkarya selama 15 tahun ini bagi seluruh wanita Indonesia. Khusus kepada mereka yang berpeluh penuh pada profesinya. Untuk semua para wanita tangguh, namun lembut serta berani mengambil langkah penuh aspirasi. Masing-masing busana dengan garis siluet yang sesuai dengan representasinya,” kata Ayu Dyah Andari.

Mengiringi keindahan ketiga bunga dari Tanah Air, siluet dan elemen keindonesiaan ditambahkan untuk menyempurnakan koleksi seperti siluet kebaya, kain panjang, beskap, bahkan juga motif ukiran Jepara dengan detail yang halus dan rumit.

Persandingan yang kompleks sekaligus indah itu lahir dari tangan tangan ahli di belakang layar rumah produksi ADA. Warna yang kaya ragam hadir mulai dari warna yang ringan seperti butter cream, dusty pink, teal blue hingga warna yang dalam seperti deep brown, maroon, greyish blue.

Perhelatan kali ini juga merayakan peluncuran seri tas terbaru sebagai pelengkap busana koleksi Puspa. Yang membanggakan tas-tas yang dibuat dari kulit sapi itu lahir dari tangan-tangan anak negeri.

Meski berbahan dasar produk lokal, di tangan ahli dengan craftmanship yang mumpuni, hasilnya akan mampu bersaing dalam bentuk dan kualitas dengan produksi luar negeri.

Dalam citra Rafflesia, Melati, dan Anggrek yang diusungnya, seri tas hadir dalam lima warna, marun yang mengutip keteduhan Rafflesia, putih nan berselaras dengan melati dan anggrek bulan, hijau yang berkorelasi dengan dedaunan, coklat selaksa tanah di mana bumi dipijak, serta hitam yang mengusung jagatnata, menjadi bukti kearifan produk lokal berkualitas premium. Cynthia Ganesha, istri dari Giring Ganesha, Wakil Menteri Kebudayaan, menjadi muse ADA saat desain tas diciptakan.

Warisan budaya serba Indonesia yang kaya itu dihadirkan dengan selera masa kini yang kental dalam DNA Ayu Dyah Andari.

Peraga busana ikut mempertunjukkan koleksi agar peminat mode mendapat gambaran nyata ketika rancangan dikenakan, sebelum akhirnya dijajarkan sebagai kesatuan 27 koleksi utuh yang dipamerkan; 13 koleksi adi busana dan 14 koleksi siap pakai.

Foto : tim Muara Bagdja

Ayu berharap perjalanan penciptaan ADA dapat mengilhami masyarakat untuk tetap setia pada jalur profesi yang dipilih berbalut busana yang mengidentitaskan pemakainya.

Ciptakan Wadah Kolektif Gaya Hidup

Aktif di UNIQLO IN MOTION 2026

UNIQLO Indonesia menggandeng ribuan anggota komunitas olahraga dalam gelaran

UNIQLO IN MOTION 2026, sebuah immersive community event yang berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026 di Senayan Park, Jakarta. Mengusung semangat “Life’s better when you move”, acara ini tidak hanya menjadi perayaan gaya hidup aktif, tetapi juga menghadirkan ruang bagi lebih dari 2.000 peserta dari 50 komunitas olahraga dan wellness untuk menguji langsung performa dan kenyamanan lini Sport Utility Wear dalam berbagai aktivitas nyata.

Berbeda dari penyelenggaraan acara olahraga tahun sebelumnya yang terbuka untuk publik, tahun ini UNIQLO IN MOTION hadir dengan pendekatan yang lebih terkurasi dan berfokus pada komunitas. Setiap sesi olahraga bersama komunitas running, yoga, pilates, hingga HIIT dirancang agar peserta tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga merasakan secara langsung bagaimana Sport Utility Wear beradaptasi dengan kebutuhan gerak yang berbeda, mulai dari aktivitas intens, latihan fleksibilitas, hingga mobilitas sehari-hari.

Kehadiran peserta dari komunitas yang berasal dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Bekasi, Tangerang, hingga Sukabumi mencerminkan bagaimana gaya hidup aktif kini berkembang menjadi budaya kolektif di tengah masyarakat urban.

Sepanjang hari, peserta diajak mengikuti berbagai pengalaman interaktif melalui sesi olahraga di Activity Zone, berkumpul bersama di Community Space, hingga mencoba aktivasi seru di Sport Gamification Zone. Sesi olahraga dipandu oleh sejumlah instruktur ternama, termasuk Pishiyoga dan Laila Munaf. Di area gamification, peserta berpartisipasi dalam tantangan seperti Padel Serve Challenge, Twister Challenge, Bike Blow Balloon Challenge, dan DRY-EX Quick Catch Challenge. Melalui aktivitas ini, peserta dapat menguji secara langsung fleksibilitas, breathability, serta daya serap material dalam situasi yang menyerupai aktivitas nyata. Teknologi Sport Utility Wear UNIQLO yang meliputi DRY-EX, AIRism, Ultra Stretch, dan UV Protection pun tidak hanya diperkenalkan sebagai fitur, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya saat bergerak.

“UNIQLO IN MOTION 2026 memperlihatkan bagaimana bergerak kini menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih luas. Bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang komunitas, kenyamanan, dan rasa percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Melalui Sport Utility Wear, kami ingin menghadirkan pakaian yang dapat mengikuti setiap ritme gerak masyarakat urban, dari olahraga hingga kehidupan sehari-hari,” ujar Lisqia Lalantika, Marketing Manager

UNIQLO Indonesia.

Momentum ini turut diramaikan oleh sejumlah figur publik, termasuk Luna Maya, Maxime Bouttier, Ibnu Jamil, Jerome Polin, Tatjana Saphira, Kenny Austin, Sitha Marino, beserta para konten kreator lainnya. Kehadiran mereka memperkuat bagaimana olahraga kini tidak hanya dilihat sebagai rutinitas kebugaran, tetapi juga bagian dari cara generasi urban membangun koneksi, mengekspresikan diri, dan menjalani gaya hidup yang lebih aktif. Pengalaman ini menjadikan UNIQLO IN MOTION 2026 sebagai real-life testing ground, di mana performa dan kenyamanan Sport Utility Wear dapat dirasakan langsung dalam berbagai kondisi aktivitas. Clothes That Move With You

Kebutuhan akan pakaian yang adaptif menjadi semakin penting seiring bertumbuhnya gaya hidup yang semakin dinamis. Koleksi Sport Utility Wear dari UNIQLO dirancang untuk menjembatani kebutuhan antara performa olahraga dan kenyamanan sehari-hari. Tidak hanya mendukung aktivitas dengan intensitas

tinggi, koleksi ini juga tetap nyaman dan relevan untuk dikenakan setelahnya, tanpa perlu mengganti outfit.

Empat teknologi utama Sport Utility Wear menjadi fondasi kenyamanan dalam setiap gerakan. DRY-EX membantu menyerap dan mengeringkan keringat dengan cepat untuk aktivitas intens seperti running dan HIIT, dilengkapi dengan fitur odor control. AIRism memberikan sensasi sejuk, ringan, dan breathable untuk yoga, pilates, maupun penggunaan sepanjang hari. Ultra Stretch mendukung kebebasan bergerak 360 derajat, sementara UV Protection Wear memberikan perlindungan dari sinar UV yang merusak kulit.

Setiap teknologi dalam koleksi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan aktivitas yang berbeda.

Pengalaman langsung juga dirasakan oleh figur publik yang turut serta, di antaranya Luna Maya dan Maxime Bouttier.

“Hari ini saya mengenakan Jaket AIRism UV Protection Ultra Stretch dan Celana Legging Aktif Ultra Stretch. Setelah ikut sesi olahraga HIIT tadi, sangat terasa bahwa bahan pakaian yang saya pakai sangat ringan, tidak lengket meskipun sudah berkeringat. Untuk perempuan, pakaian olahraga yang tepat itu penting sekali, terutama saat melakukan aktivitas dengan movement yang intens seperti HIIT atau lari. Saya suka pakaian yang saya kenakan hari ini karena terasa ringan, fleksibel, dan tidak gerah. Selain itu, tampilannya pun stylish dan versatile untuk dipakai sehari-hari. Jadi satu outfit bisa dipakai untuk workout sampai aktivitas setelahnya,” ujar Luna Maya.

Hal ini juga disampaikan Maxime Bouttier yang mengenakan T-Shirt DRY-EX dan menilai bahwa kenyamanan menjadi faktor penting dalam memilih pakaian olahraga. “Aku juga merasa kenyamanan itu penting banget saat olahraga, karena outfit yang tepat bisa membantu kita tetap fokus bergerak. Yang aku suka dari UNIQLO, Sport Utility Wear ini terasa nyaman dan keren di saat yang sama, apalagi dengan teknologi DRY-EX

yang tetap terasa breathable dan cepat kering meskipun dipakai di cuaca Indonesia yang panas,” ujar Maxime. Gaya hidup aktif kini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat urban. Melalui UNIQLO IN MOTION 2026, UNIQLO terus mendukung semangat tersebut dengan menghadirkan Sport Utility Wear sebagai koleksi yang menawarkan keseimbangan antara kenyamanan sehari-hari dan performa olahraga dalam satu lini yang versatile dan didukung teknologi material yang berkualitas.

Sumber Foto : Istimewa

Bayangkan kulit setiap hari terpapar terik matahari hingga 36°C, mendadak “membeku” di bawah AC kantor, lalu kembali menerjang polusi dan lembap saat pulang. Tanpa sadar, kulit badan mengalami stres berat dan seringkali, sabun biasa saja tidak cukup untuk memulihkannya. Memahami tantangan ini, Magic of Nature (MoN) resmi hadir di Indonesia. Melalui konsep farm-to-skin, Magic of Nature memperkenalkan rangkaian produk Sunflower Shower Oil, Body Oil, dan Body Cream berbahan dasar biji bunga matahari terbaik hasil perkebunan sendiri. Langkah ini memastikan setiap tetes minyaknya murni, segar, dan terverifikasi organik sesuai standar internasional (ECOCERT) dan nasional (USDA).

Formulasi Magic of Nature berawal dari keresahan sang pendiri, Sri Dayawati Hadisuwito, yang memiliki kulit sensitif. “Saya sangat memahami tantangan merawat kulit sensitif. Kita membutuhkan perlindungan yang kuat namun tetap lembut. Sayangnya, masih sedikit produk yang benar-benar serius mengelola kandungan organik hulu-ke-hilir. Inilah alasan saya membangun Magic of Nature dari akarnya, dari ladang kami sendiri di Purworejo,” jelasnya.

Kehadiran Magic of Nature membuktikan bahwa produk lokal mampu menjadi standar baru perawatan organik premium yang aman sekaligus efektif. Dokter Clarin Hayes, seorang dokter antiaging menegaskan bahwa kunci kesehatan kulit jangka panjang ada pada kemurnian bahan baku. “Bahan organik yang minim residu kimia membuat risiko iritasi menjadi sangat rendah, sehingga nutrisi dan antioksidan di dalamnya bisa bekerja lebih maksimal menjaga kesehatan

Magic of Nature Hadirkan ‘Healing’ Organik dari Jawa Tengah

kulit,” ujar Dokter Clarin.

Ia menambahkan bahwa kandungan linoleic acid di dalamnya efektif memperkuat lapisan pelindung kulit (skin barrier), sehingga kulit lebih tahan iritasi, lembap lebih lama, dan mendapatkan manfaat anti-aging yang telah terverifikasi secara klinis. Produk Magic of Nature memang lahir untuk memberikan manfaat yang ampuh namun tetap aman bagi kulit sensitif.

Tiga Langkah Menuju Kulit Sehat Menyeluruh

Magic of Nature memperkenalkan tiga produk utama yang dirancang untuk bekerja secara sinergis merawat kulit tubuh:

1. Sunflower Shower Oil: Mengganti kebiasaan sabun konvensional yang sering bikin kulit terasa kesat dan kering. Dengan 96% bahan organik dan amino acid, produk ini membersihkan sekaligus menjaga kelembaban. Kulit bersih dan skin barrier tetap utuh.

2. Sunflower Body Oil: Solusi untuk kulit yang kehilangan hidrasi akibat bolak-balik kena panas dan AC. Mengandung 50% minyak bunga matahari organik dan squalane yang meresap instan tanpa rasa lengket. Membantu kulit membentuk ceramide alami agar lebih cerah dan tahan iritasi.

3. Sunflower Body Cream: Cream ini bekerja dalam tiga lapis untuk mengunci hidrasi sepanjang hari. Teruji secara klinis meningkatkan kelembapan kulit hingga 28,8% setelah 28 hari pemakaian rutin.

Rahasia “Self-Care” ala Bunga Citra Lestari

Pada acara peluncuran tersebut MoN juga memperkenalkan Bunga Citra Lestari (BCL) sebagai wajah dari Magic of Nature. Sebagai sosok yang sangat selektif, BCL memilih Magic of Nature sebagai sahabat kulitnya.

“Saya sudah banyak mencoba banyak produk perawatan tubuh, dari lokal sampai internasional jadi saya tahu bedanya ketika menggunakan produk organik. Produk organik itu lebih mendengarkan kebutuhan kulit, jadi kulit kita tidak overstimulated oleh kebanyakan bahan aktif dan kimia. Makanya saya suka sekali sama Magic of Nature karena bahan-bahannya minimalis tapi benar-benar yang dibutuhkan oleh kulit saya,” ujar Bunga

Citra Lestari, penyanyi, aktris, dan Brand Ambassador Magic of Nature

Pilihan BCL pada bahan-bahan minimalis ini sejalan dengan komitmen Magic of Nature dalam memberikan kepastian bagi konsumen yang kini semakin kritis. Sertifikasi COSMOS Organic dari ECOCERT menjadi bukti nyata bahwa kemurnian alami produk ini tidak hanya sebatas label, namun menjamin setiap tetesnya bebas dari pestisida dan bahan kimia berbahaya.

Samuel Chauffaille, Regional Director of EcoCert in Southeast Asia, memberikan validasi secara langsung di acara peluncuran Magic of Nature. “Kami telah bekerja berminggu-minggu dengan Magic of Nature, mengunjungi fasilitas produksi, meninjau formulasi, dan memastikan seluruh prosesnya memenuhi standar organik internasional yang ketat. Komitmen mereka patut diapresiasi karena proses sertifikasi ini sangat panjang dan tidak mudah,” ungkap Samuel.

Melalui standar keamanan yang ketat ini, Magic of Nature berharap dapat memberikan rasa aman sehingga semakin banyak kulit orang Indonesia yang terlindungi dan sehat alami di berbagai kondisi lingkungan.

Sumber Foto : Istimewa

ASIX Sinarmas Luncurkan LIBRA

Solusi AI Enterprise dari

Jantung Inovasi Bandung

Di era di mana data menjadi denyut nadi bisnis, tantangan terbesar bagi organisasi modern bukan lagi tentang mencari informasi, melainkan bagaimana mengolahnya dengan cepat tanpa mengabaikan aspek keamanan. Bayangkan sebuah ekosistem kerja di mana hambatan administratif bukan lagi menjadi penghalang kreativitas, melainkan sebuah alur yang bergerak otomatis dengan presisi tinggi. Menjawab tantangan tersebut, PT ASIX Indonesia Cerdas (ASIX), entitas anak dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA),

resmi meluncurkan LIBRA, sebuah platform yang hadir sebagai asisten AI berstandar enterprise dan dirancang khusus untuk mereduksi beban administratif, mempercepat pengambilan keputusan, dan menjadi mitra digital andalan bagi produktivitas perusahaan.

Bertempat di ITB Innovation Park, peluncuran yang mengusung tema “Future Activated” ini menandai lahirnya sebuah ekosistem kerja baru yang lebih cerdas. LIBRA hadir sebagai mitra digital dengan kecanggihn teknologi AI mutakhir yang mampu mengotomatiskan alur kerja administratif secara aman dan

efisien, sehingga tim dapat lebih fokus pada inovasi dan pekerjaan bernilai strategis. Pemilihan ITB Innovation Park sebagai lokasi peluncuran pun membawa pesan kuat, mengingat lokasi ini merupakan rumah bagi AI Joint Lab—sebuah sinergi strategis antara Sinar Mas, China Mobile, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kolaborasi global ini mempertemukan ASIX dengan China Mobile JiuTian Artificial Intelligence Technology (Beijing) Company Limited. Ke depannya, bersama dengan ITB, kolaborasi ini akan terus dikembangkan untuk memastikan LIBRA tetap relevan dengan kebutuhan industri yang terus bertumbuh.

Dalam acara peresmian tersebut, Andrie Tjioe, Presiden Direktur PT ASIX Indonesia Cerdas, memaparkan bagaimana

LIBRA mengintegrasikan teknologi AI mutakhir untuk mendukung efisiensi operasional sehari-hari. “LIBRA bukan sekadar alat bantu, melainkan mitra digital yang aman untuk membantu tim bekerja dengan lebih lincah. Baik dalam pencarian informasi penting maupun penyederhanaan alur kerja internal, LIBRA membantu meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan keamanan data perusahaan,” ujarnya.

Visi besar ini pun mendapat apresiasi dari sudut pandang kenegaraan. M. Arfan Sahib Sali Kando, Kepala Biro Data & Informasi Dewan Pertimbangan Presiden RI, menilai bahwa kehadiran LIBRA sejalan dengan agenda percepatan transformasi digital nasional yang aman, terarah, dan berdampak nyata. Menurutnya, pemanfaatan AI dapat membantu organisasi meningkatkan efisiensi serta mendorong daya saing Indonesia. “Hari ini, dengan diluncurkannya LIBRA, kita menambah satu lagi pondasi dalam bangunan kedaulatan digital di Indonesia. Satu langkah signifikan, tetapi harapannya memiliki impact yang besar,” tambahnya, sembari menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi.

Sisi akademisi turut memperkuat landasan teknologi ini. Dr. Ian Josef Matheus Edward, perwakilan dari ITB, menyampaikan bahwa LIBRA merupakan wujud nyata kolaborasi strategis yang tidak hanya mutakhir secara teori, tetapi juga aplikatif dalam menjawab tantangan masa depan. Hal ini didukung oleh infrastruktur yang tangguh, sebagaimana ditegaskan Patrick Hu dari China Mobile JiuTian Company. Ia menyatakan bahwa fokus utama pihaknya adalah menyediakan fondasi berskala enterprise yang memastikan stabilitas, skalabilitas, serta keamanan tingkat tinggi bagi seluruh pengguna korporat.

Sebagai solusi yang komprehensif, LIBRA membawa berbagai fitur cerdas untuk memangkas hambatan kerja. Pengguna dapat mengakses AI Assistant untuk jawaban akurat, Document Translator and Summarizer untuk ringkasan laporan, hingga Meeting Transcription yang mengubah diskusi rapat menjadi catatan terstruktur secara otomatis. Tak hanya itu, LIBRA juga dilengkapi dengan Image Generator serta fitur dubbing multibahasa

untuk kebutuhan komunikasi bisnis yang lebih modern. Eskalasi operasional ini pun semakin diperkuat melalui LIBRA Business Suite untuk efisiensi di tingkat departemen.

Menutup rangkaian peluncuran, Marlo Budiman selaku CEO PT DSST Daya Mas Gemilang (pilar infrastruktur digital DSSA) menambahkan, “Kehadiran LIBRA merupakan langkah strategis DSSA dalam mempercepat transformasi digital nasional melalui penyediaan solusi kecerdasan buatan yang aman dan adaptif bagi sektor industri. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pilar teknologi ini guna membangun fondasi operasional yang lebih tangguh dan berdaya saing global, sejalan dengan visi perusahaan dalam mendukung kedaulatan digital Indonesia.”

Sinergi antara ASIX, China Mobile, dan ITB melalui LIBRA ini menjadi penegasan atas komitmen untuk menghadirkan solusi teknologi berstandar global yang tetap relevan dengan kearifan kebutuhan lokal, sekaligus membawa inovasi dari Bandung menuju panggung dunia.

Sumber Foto : Istimewa

POWERADE hadir di Indonesia, mendukung gaya hidup urban

Untuk pertama kalinya, POWERADE hadir di Indonesia. Didukung oleh kemitraan jangka panjang Coca-Cola dengan FIFA World Cup, minuman isotonik global ini tidak hanya menjadi mitra para juara kelas dunia, tetapi juga mendukung semangat, pergerakan, dan ambisi keseharian masyarakat Indonesia.

POWERADE, melalui kampanye “POWER YOUR HYDRATION: Isotonik Untuk Hidup Aktifmu”, memperkenalkan dua varian isotonik yang dikembangkan secara ilmiah untuk menjawab ritme gaya hidup generasi modern Indonesia.

“Indonesia adalah bangsa yang terus bergerak. Di sinilah ambisi olahraga, gaya hidup aktif dan tingginya mobilitas perkotaan melebur dalam kehidupan seharihari,” kata President Director, Coca-Cola Indonesia, Eva Lusiana.

“Dengan masuknya POWERADE ke Indonesia, dan kemitraan jangka

panjang perusahaan kami dengan FIFA World Cup, dengan bangga kami hadirkan minuman hidrasi kelas dunia yang didukung sains yang dirancang untuk menjaga setiap individu Indonesia tetap berada di puncak performa mereka – di lapangan, di gym, atau saat beraktivitas di kota-kota kita,” ungkapnya.

Untuk Setiap Individu Indonesia. POWERADE menghadirkan dua solusi hidrasi yang dirancang sesuai dengan intensitas, durasi, dan frekuensi aktivitas fisik masyarakat

Indonesia:

• POWERADE Active Blue (Pilihan Atlet Global): Menjadi pilihan favorit para atlet di seluruh dunia. Dikembangkan khusus bagi para penggiat olahraga—baik itu untuk pertandingan sepak bola 90 menit, latihan maraton, maupun sesi gym yang menguras tenaga. Dilengkapi dengan formula pengembalian cairan elektrolit ION4

kami yang mutakhir, POWERADE Active Blue membantu individu aktif yang banyak mengeluarkan keringat untuk mengganti elektrolit esensial dengan cepat, agar tetap fokus, melawan kelelahan, dan mempertahankan performa puncak.

• POWERADE Active

White (Untuk Aktivitas Harian & Gaya Hidup Aktif): Pendamping yang sempurna untuk gaya hidup modern yang dinamis. Cocok untuk aktivitas sehari-hari seperti berjalan kaki ke tempat kerja, beraktivitas di luar rumah, mengikuti Car Free Day, atau sekadar naik-turun tangga. POWERADE Active White memberikan manfaat penggantian elektrolit ION4 yang sama persis dan sama kuatnya dengan Active Blue, namun dirancang secara khusus agar menyatu sempurna dengan rutinitas harian Anda—menawarkan cara yang menyegarkan untuk membantu Anda tetap terhidrasi, kembali bugar, dan siap menghadapi apa pun hari ini.

“Progress (kemajuan) bukan hanya soal pencapaian akhir. Semua dibangun langkah demi langkah, melalui usaha, konsistensi, dan disiplin, dengan dukungan mitra yang tepat,” ujar Brand Representative Powerade, Coca-Cola Indonesia, Chintamy Ruliana Dewi. “Melalui POWERADE, kami ingin menjadi mitra dan mendukung masyarakat Indonesia untuk tetap terhidrasi, baik saat menjalani gaya hidup aktif maupun saat berlatih sebagai atlet profesional. Setiap progress (kemajuan) layak mendapatkan asupan hidrasi kelas dunia bersama POWERADE,” sambungnya.

Sains di Balik Para Juara Aktivitas fisik, baik pertandingan

(Ki-Ka) Fanny Ghassani (Aktris dan Lifestyle Influencer), Chintamy Ruliana Dewi ( Brand Representative POWERADE, Coca-Cola Indonesia), Eva Lusiana (President Director Coca-Cola Indonesia), Grant Davidson (Frontline Marketing Senior Director of Coca-Cola Indonesia), dan dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp.GK (Spesialis Gizi Klinik) saat momen unveiling POWERADE di Indonesia.

(Ki-Ka) Chintamy Ruliana Dewi (Brand Representative POWERADE, Coca-Cola Indonesia), Fanny Ghassani (Aktris dan Lifestyle Influencer), dan Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp.GK (Spesialis Gizi Klinik) dalam sesi talkshow pada acara peluncuran POWERADE di fX Sudirman, Selasa (19/05).

sepak bola maupun berjalan cepat di bawah terik matahari Jakarta, membuat tubuh kehilangan lebih dari sekadar air. Mineral esensial seperti natrium dan kalium turut terkuras bersama keringat.

Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana Suganda memaparkan, ”Saat melakukan aktivitas fisik, sangat krusial untuk menggantikan cairan dan mineral yang hilang melalui keringat. Rehidrasi menggunakan kombinasi elektrolit yang tepat akan sangat membantu tubuh mempertahankan keseimbangan internal sekaligus mengoptimalkan fungsi otot dan saraf. Hal ini menjadi semakin penting mengingat kita berada di lingkungan yang panas dan lembap seperti di Indonesia.”

Menyulap Jakarta Menjadi Arena Latihan

Untuk menandai peluncuran di Indonesia, inisiatif “City Powerground” dari POWERADE akan menyulap tiga ruang publik di sepanjang Jalan Sudirman, Jakarta, menjadi “POWERADE Sweatpoints” interaktif. Bernuansa FIFA, area ini akan menghadirkan euforia FIFA World Cup langsung ke trotoar, halte bus, dan taman kota — mengubah rutinitas sehari-hari menjadi

kesempatan untuk berolahraga dan membangun kebersamaan komunitas.

Momentum ini akan mencapai puncaknya di Taman Literasi pada 4-5 Juli melalui festival olahraga “The Power Arena.” Merayakan musim sepak bola global, acara ini mengajak masyarakat untuk memacu kemajuan fisik mereka bersama berbagai komunitas olahraga. Pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas yang disesuaikan dengan setiap level intensitas: POWERADE Fun Run; Football Drills; HIIT & Basketball Shootout; dan Yoga & Morning Warmups.

Hidrasi Dalam Setiap Ritme Aktivitas Anda

Selebriti TV dan sosok urban yang aktif, Fanny Ghassani, berbagi dalam acara tersebut tentang bagaimana POWERADE menyatu sempurna dengan rutinitasnya yang dinamis dan mengapa hadirnya dua pilihan berbeda menjadikan merek ini sebagai andalannya. Ia menjelaskan, “Setiap hari selalu berbeda. Ada kalanya jadwal saya dipenuhi syuting dan meeting yang padat; di hari lain saya punya waktu untuk benar-benar berolahraga. Fakta bahwa kedua varian ini menawarkan formula hidrasi mutakhir yang sama persis membuat saya bisa leluasa memilih mana yang paling pas dengan fokus saya hari itu.”

“Saya memilih POWERADE Active Blue saat sedang dalam mode olahraga penuh, layaknya para atlet profesional, dan saya mengambil POWERADE Active White sebagai teman gaya hidup yang sempurna untuk hari-hari yang sibuk dengan mobilitas tinggi di perkotaan. Ini memudahkan saya untuk terus aktif tanpa kehilangan momentum sedikit pun,” lanjut Fanny.

Sumber Foto : Istimewa
Peluncuran POWERADE di fX Sudirman pada 19 Mei 2026, menampikan teknologi ION4.

Dari Ide ke Panggung, Ruang Kreatif Seni

Pertunjukan 2026 Perkuat Profesionalisme

dan Ekosistem Seni Indonesia

Seni pertunjukan terus menjadi bagian vital dalam perkembangan kebudayaan Indonesia, tidak hanya sebagai ruang ekspresi, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan komunikasi antara seniman dan publik. Menjawab kebutuhan akan ruang yang mendukung proses kreatif secara berkelanjutan, Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menghadirkan Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026, sebuah program komprehensif yang dirancang untuk memperkuat kapasitas komunitas seni pertunjukan di Indonesia. Program yang pertama kali diselenggarakan pada 2016 dan berjalan rutin hingga 2019 ini kembali hadir dengan pendekatan yang lebih relevan terhadap perkembangan industri seni saat ini. Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 tidak hanya berfokus pada penciptaan karya, tetapi juga mencakup penguatan manajemen artistik, perluasan jejaring, serta peningkatan profesionalisme pelaku seni.

Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation mengatakan Bakti Budaya Djarum Foundation memiliki komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem seni pertunjukan yang berkelanjutan di Indonesia. “Melalui Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026, kami ingin menciptakan ruang yang

tidak hanya mendorong lahirnya karya-karya berkualitas, tetapi juga memperkuat fondasi para pelaku seni, mulai dari proses kreatif, manajerial, hingga bagaimana karya tersebut dapat bertemu dengan publik secara lebih luas dan terstruktur,” ungkapnya.

Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 membuka kesempatan bagi komunitas dan sanggar seni pertunjukan dari seluruh Indonesia yang mengembangkan karya berbasis nilai budaya dan kearifan lokal, baik dalam bentuk seni tari, musik, teater, sastra, maupun pertunjukan kontemporer. Program ini akan dibuka dengan roadshow Bincang Kreatif Seni Pertunjukan dimana para pelaku seni akan mendapatkan wawasan langsung terkait pengolahan kreativitas serta memberikan gambaran menyeluruh mengenai program ini. Tahun ini, Bincang Kreatif Seni Pertunjukan hadir di empat kota, yaitu:

1. Kupang (1 Mei 2026) di Taman Budaya Gerson Poyk, menghadirkan Rama Soeprapto dan Nuya Susantono.

2. Banjarmasin (7 Mei 2026) di Lecture Theater General Building, Universitas Lambung Mangkurat, menghadirkan Eko Supriyanto dan Chriskevin Adefrid.

3. Tasikmalaya (11 Mei 2026) di Auditorium Tasik Creative Hub, menghadirkan Rama Soeprapto dan Sari Madjid.

4. Lampung (13 Mei 2026) di Gedung Dewan Kesenian Lampung, menghadirkan Hartati dan Pradetya Novitri.

Program ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia berusia 18-35 tahun yang mewakili komunitas seni dengan rekam jejak di bidang seni pertunjukan. Pendaftaran telah dibuka pada 13 April hingga 31 Mei 2026. Peserta dapat mendaftarkan diri dengan mengirimkan proposal karya yang memuat latar belakang, sinopsis, ide dan konsep kreatif, profil tim inti (minimal tiga orang), portofolio komunitas, timeline rencana produksi selama AgustusOktober 2026, rancangan anggaran maksimal Rp 35 juta, kontak tim produksi, serta tautan media sosial komunitas. Peserta juga diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu proposal, di mana 13 proposal terbaik akan mendapatkan fasilitas dana produksi, workshop, serta mentoring dari para praktisi seni berpengalaman.

Program ini akan berlangsung dalam beberapa tahap seleksi dan pengembangan, sebagai berikut:

● Juni 2026: Seleksi 100 besar, kemudian dilanjut dengan seleksi 25 besar

● Juni 2026: Workshop online untuk 25 besar

● Juli 2026: Pitching proposal dan penjurian, dan pengumuman 13 proposal terpilih

● Agustus 2026: Workshop onsite untuk 13 besar di Jakarta

● Agustus - November 2026: Mentoring dan produksi karya

● November - Desember 2026: Pentas karya di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta

Untuk memastikan kualitas dan relevansi karya yang terpilih, proses kurasi akan dilakukan oleh Keni Soeriaatmadja, Mitae Mita, serta Bakti Budaya Djarum Foundation. Keni dikenal sebagai penari, produser, dan kurator yang aktif mengembangkan ruang belajar bagi koreografer muda melalui Sasikirana KoreoLAB & Dance Camp, sementara Mitae berpengalaman sebagai Festival Manager, Production Manager, dan Stage Manager dalam berbagai gelaran seni dan budaya serta turut menginisiasi berdirinya Asosiasi Pekerja Industri (API) Pertunjukan Indonesia.

Sementara itu, tahap penjurian akhir yang menentukan karya terpilih untuk dipentaskan akan melibatkan Garin Nugroho, Toto Arto, dan Bakti Budaya Djarum Foundation. Garin Nugroho dikenal sebagai sutradara, penulis, dan budayawan yang konsisten menghadirkan karya-karya sinema dan pertunjukan berbasis narasi budaya Indonesia di tingkat nasional hingga internasional. Sementara Toto Arto merupakan praktisi seni pertunjukan yang telah lama berkecimpung

dalam pengembangan produksi dan manajemen pertunjukan di Indonesia. Keterlibatan para praktisi seni berpengalaman ini diharapkan dapat memperkuat kualitas artistik sekaligus kesiapan produksi karya yang terpilih.

“Ruang Kreatif Seni Pertunjukan Indonesia menurut saya jadi inisiatif yang penting karena bukan hanya memberi ruang, tapi benar-benar merawat tumbuhnya

seniman muda. Di sini, ide dan praktik mereka punya kesempatan untuk berkembang dan dikenal lebih luas, bahkan hingga ke level internasional. Yang menarik, program ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tapi juga pada proses, bagaimana ruang belajar yang kritis, dialog yang terbuka, dan dokumentasi bisa berjalan beriringan. Hal-hal seperti ini yang justru memperkaya perjalanan seni pertunjukan kita. Saya percaya, selama ruang-ruang seperti ini terus dijaga dan dikembangkan, ekosistem seni kita akan semakin hidup, inklusif, dan punya relevansi yang kuat dengan perkembangan zaman,” tutur Keni Soeriaatmadja.

Dengan hadirnya kembali program ini, Bakti Budaya Djarum Foundation berharap dapat menjadi katalis bagi lahirnya karya-karya inovatif sekaligus memperkuat jaringan antar pelaku seni di seluruh Indonesia. “Kedepannya, kami berharap semakin banyak komunitas yang tidak hanya mampu berkarya, tetapi juga memiliki sistem kerja yang kuat dan berkelanjutan. Ekosistem seni pertunjukan yang sehat hanya bisa terbangun jika seluruh elemennya, mulai dari seniman, manajer, hingga audiens bertumbuh bersama. Dan kami di Bakti Budaya Djarum Foundation berupaya untuk mewujudkan hal tersebut,” tutup Renitasari.

Sumber Foto : Istimewa

Digital Magazine

Digital Magazine with Video E-News Email

Written Articles in KabariNews.com

Copy & Paste from other Medias

Number of Videos (YouTube)

Number of Video Viewers (YouTube)

Number of Video Subscribers (YouTube) Webinar

Livestream Social Media

Facebook Subscribers: Ikut Kabari Amerika

KabariNews.com in Ranking.com KabariNews.com in Alexa.com

SERBA-SERBI

Rambut Berkualitas Menjadi Bagian dari Dunia Fashion

yang Paling Ikonik

Hampir dua dekade setelah mendefinisikan ulang fashion, ambisi, dan kekuatan di layar lebar, film yang paling ditunggu-tunggu, The Devil Wears Prada 2, akhirnya kembali hadir pada 29 April 2026. Sekuel yang sangat dinantikan ini menghidupkan kembali salah satu semesta fashion ikonik paling berpengaruh di era 2000-an. Antusiasme semakin memuncak seputar gaya, kemewahan, dan tentu saja rambut yang extraordinary.

TRESemmé dengan bangga menjadi official hair partner dari The Devil Wears Prada 2, memasuki percakapan melalui sebuah kolaborasi global yang berakar pada high standard yang sama. Lahir dari salon-quality expertise dan didukung oleh teknologi profesional, TRESemmé telah lama meyakini bahwa rambut bukan sekadar sentuhan akhir, melainkan bagian yang mendefinisikan kehadiran seorang wanita. Kolaborasi ini bukan sekadar tentang merekonstruksi sebuah tampilan. Ini adalah tentang menghidupi sebuah mindset. TRESemmé memberikan setiap wanita Indonesia alat untuk merasa unstoppable, penuh kepercayaan diri, dan menjadi unapologetically you. Untuk melangkah masuk ke kantor, ke rapat, ke seluruh kota dan benarbenar memiliki setiap momennya. Membiarkan rambut

memimpin cerita, gaya, dan composure yang menjadi salah satu ciri khas dunia The Devil Wears Prada 2.

Dalam dunia The Devil Wears Prada 2, rambut bukan sekadar sentuhan akhir, ia adalah fondasi dari sebuah presence. Sleek, composed, dan intentional: rambut menjadi pernyataan pertama di setiap adegan, detail yang berbicara bahkan sebelum siapa pun melakukannya.

Keyakinan ini terwujud melalui TRESemmé Keratin Smooth Range, yang didukung oleh KERATINBOND+ technology dan dirancang untuk menghadirkan hasil rambut yang polished serta terkendali sepanjang hari. Tahapan styling dimulai dari perawatan rambut dengan rangkaian lengkap TRESemmé Keratin Smooth, tidak hanya Nº1 Shampoo dan Nº2 Conditioner, tetapi juga Nº3 Treatment Mask yang membantu memperbaiki rambut dari kerusakan akibat styling berulang, serta Nº4 Serum yang membuat rambut berkilau, mudah diatur, dan terlindungi dari panas selama proses styling. Kemudian, hasil styling disempurnakan dengan TRESemmé Amplifying Volume Hair Spray untuk menjaga hasil styling agar tahan lama, dengan tambahan volume alami tanpa membuat rambut terasa kaku dan berat.

Dua puluh tahun setelah film pertamanya, audiens tidak lagi sekadar ingin menonton The Devil Wears Prada, mereka ingin menjadi bagian di dalamnya. Sebagai official hair partner dari film ini, TRESemmé tidak sekadar merayakan kolaborasi, melainkan membuka akses nyata ke dalam dunianya, melalui serangkaian immersive dan exclusive experiences untuk wanita Indonesia.

“Dalam dunia The Devil Wears Prada, rambut bukan sekadar di-styling, ia adalah bagian yang disengaja dari narasi, dan itulah yang mendefinisikan kehadiran seseorang. Setiap tampilan khas karakter dalam film ini mencerminkan kekuatan mereka di layar, dan hal itu selaras sempurna dengan keyakinan TRESemmé akan kekuatan transformatif rambut. Bersama TRESemmé, kami berfokus pada high standar, dan menghadirkan hasil akhir yang salon-quality, dan sleek sepanjang hari untuk

meningkatkan kepercayaan diri. Ketika rambut dirawat dengan tepat, ia menghadirkan energi yang composed dan commanding; jenis energi yang membuat kamu bisa melangkah masuk ke ruangan mana pun dan benarbenar memilikinya. Itulah mengapa kami ada: membekali setiap wanita dengan hasil salon-quality, agar ia bisa menghadirkan anything but ordinary presence yang sama luar biasanya dengan para heroine ikonik dalam film ini,” kata Shakina Dharma, selaku Demand Generation Lead for Premium Hair & Innovation Unilever Indonesia.

“Kolaborasi TRESemmé dengan The Devil Wears Prada 2 ini bukan sekadar tentang fashion atau rambut. Ini adalah tentang bagaimana seorang wanita modern Indonesia berani hadir sepenuhnya, dengan standar tinggi, kepercayaan diri, dan rambut yang tidak pernah mengecewakan ambisinya. TRESemmé benar-benar memahami perjalanan itu, dan aku bangga menjadi bagian dari kampanye yang merayakan kekuatan setiap wanita, dimulai dari rambut,” ungkap Sabrina Chairunnisa, sebagai Key Opinion Leader TRESemmé Indonesia.

Sumber Foto : Istimewa

Perayaan Hari Tari Sedunia dengan Pementasan Tari Obah Gerabah

Perayaan Hari Tari Sedunia

oleh Bakti Budaya Djarum Foundation tidak berhenti pada peluncuran video Tari Kreasi Nusantara. Melalui Galeri Indonesia Kaya, perayaan ini berlanjut sepanjang bulan Mei dengan menghadirkan berbagai pertunjukan tari dari sanggar seni dan komunitas di Indonesia. Salah satu karya yang hadir dalam rangkaian tersebut adalah Tari Obah Gerabah dari Sanggar Seni Lemah Urip, sebuah

pertunjukan yang mengangkat kisah kehidupan para pengrajin gerabah melalui perpaudah tari, musik, dan eksplorasi artistik berbasis budaya lokal.

“Perayaan Hari Tari Sedunia tidak berhenti pada satu momentum saja. Melalui rangkaian pertunjukan sepanjang Mei di Galeri Indonesia Kaya, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi ragam tari dan komunitas seni yang terus menjaga tradisi di tengah masyarakat. Menghadirkan Tari Obah Gerabah oleh Sanggar Seni Lemah Urip menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap pelaku budaya yang menjaga tradisi melalui karya seni yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

Melalui perpaduan tari, musik dan properti gerabah, Tari Obah Gerabah mengajak penonton menyelami kehidupan sederhana para pengrajin gerabah yang hidup

berdampingan dengan alam, menjunjung semangat gotong royong, serta menjaga tradisi yang diwariskan lintas generasi. Gerabah dalam pertunjukan ini tidak hanya hadir sebagai elemen artistik, tetapi juga menjadi simbol kerja kolektif, ketekunan, dan sumber penghidupan masyarakat.

Bagi masyarakat di sekitar Borobudur, gerabah bukan sekadar kerajinan tradisional, tetapi juga menjadi mata pencaharian utama untuk menyambung hidup keluarga. Di balik setiap gerabah yang dihasilkan, terdapat proses panjang yang dikerjakan secara turuntemurun, mulai dari pengolahan tanah, pembentukan, hingga pembakaran. Melalui Tari Obah Gerabah, Sanggar Seni Lemah Urip menghadirkan refleksi tentang perjuangan para pengrajin dalam mempertahankan tradisi sekaligus menjaga gerabah tetap relevan sebagai sumber penghidupan di tengah perubahan zaman.

Pertunjukan ini dibawakan oleh penari anak dan dewasa dengan melibatkan 13 penampil di atas panggung, termasuk penari dan pemusik. Dengan iringan musik yang memanfaatkan bunyi-bunyian dari gerabah, karya ini menghadirkan pengalaman pertunjukan yang kaya akan nuansa tradisional sekaligus memperlihatkan kreativitas dalam mengolah unsur budaya menjadi pertunjukan yang dinamis. Menariknya lagi, penonton juga diajak memainkan alat musik gerabah dan merasakan emosi serta energi penari yang tercurah melalui dentik dan ritme yang dihasilkan musik gerabah.

Karya tari berdurasi sekitar 60 menit ini dikoreografikan oleh Derra Kartika dan memadukan unsur tari tradisional dengan eksplorasi teatrikal melalui penggunaan properti gerabah, tata musik, serta kostum yang terinspirasi dari keseharian masyarakat pengrajin.

“Melalui Tari Obah Gerabah, kami ingin menunjukkan bahwa gerabah bukan sekadar benda kerajinan, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat yang menjadi sumber penghidupan keluarga secara turun-temurun.

Kami berharap pertunjukan ini dapat membuat masyarakat lebih mengenal perjuangan para pengrajin sekaligus memahami pentingnya menjaga tradisi agar tetap hidup dan relevan,” ujar Derra.

Sanggar Seni Lemah Urip sendiri merupakan komunitas seni yang berfokus pada pendidikan non-formal bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Berbasis di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, sanggar ini memberikan kegiatan pendidikan yang dijalankan secara gratis dalam tiga kelas utama, yakni Sekolah Gerabah, Kelas Tari Gerabah, dan Kelas Musik Gamelan. Melalui pendekatan tersebut,

Sanggar Seni Lemah Urip tidak hanya menjadi ruang belajar seni, tetapi juga ruang pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.

“Di Sanggar Seni Lemah Urip, kami ingin menciptakan ruang belajar yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Gerabah, tari, dan gamelan bukan hanya kesenian bagi kami, tetapi bagian dari identitas dan keseharian warga yang perlu terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar pendiri Sanggar Seni Lemah Urip, Muhammad Jafar atau kerap disapa Jepe.

Komitmen Sanggar Seni Lemah Urip dalam pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat juga tercermin melalui keterlibatan mereka dalam berbagai program berbasis komunitas di kawasan Borobudur. Sanggar ini turut menjadi bagian dari jejaring komunitas budaya dalam program UNESCO Borobudur Youth Engage yang berfokus pada penguatan peran generasi muda dan masyarakat lokal dalam menjaga warisan budaya, menghadirkan pertunjukan seni Lakuning Tanah dalam rangkaian puncak Festival Lampion Waisak Nasional 2025, serta aktif berpartisipasi pada Festival Gerabah tahun 2019 hingga 2025.

Tari Obah Gerabah oleh Sanggar Seni Lemah Urip menjadi bagian dari rangkaian pertunjukan tari yang dihadirkan Galeri Indonesia Kaya sepanjang Mei 2026 dalam rangka merayakan Hari Tari Sedunia. Sebelumnya, Galeri Indonesia Kaya telah menghadirkan pertunjukan

Penari Petani oleh EkosDance Company, Lintas Generasi Tari Topeng Losari oleh Sanggar Purwa Kencana Nani Topeng Lestari, dan Galodo oleh Jagatari, sementara rangkaian perayaan akan masih akan berlanjut melalui pertunjukan Tamasya di Medan Terliar oleh DRKR Kolektif pada 30 Mei 2026 mendatang.

Sumber Foto : Istimewa

1.800

UMKM Perempuan “Naik Kelas” Lewat SERABI

2026, Ajarkan Strategi Bisnis Anti Boncos

Grab Indonesia kembali menyelenggarakan ajang kumpul komunitas perempuan Mitra

GrabMerchant melalui program Arisan SERABI (Sekumpulan Perempuan Bisa) Spesial Ulang Tahun 2026. Mengusung tema “TEMAN PEREMPUAN BISA: Makin Ngerti Bisnis, Cuan Makin Manis”, program tahun ini mengundang lebih dari 1.800 peserta yang tersebar di 13 kota di Indonesia. Bukan sekadar ajang berkumpul, Arisan SERABI 2026 dirancang untuk mentransformasi komunitas menjadi gerakan “Usaha Digital Anti Boncos” dengan mendorong pelaku UMKM untuk lebih melek data dan mampu meningkatkan keuntungan secara berkelanjutan. Strategi edukasi dalam Arisan SERABI 2026 bertumpu pada tiga pilar krusial untuk akselerasi bisnis Mitra GrabMerchant yaitu:

• Bisa ngerti tren: Membantu Mitra memahami pola permintaan konsumen melalui data tren makanan, sehingga mereka dapat menyesuaikan produk, menu, dan strategi promosi dengan kebutuhan pasar.

• BisaMatika: Sebuah lokakarya penetapan harga online (online pricing workshop) yang mengajarkan rumus harga nyata agar margin online dapat menutupi seluruh biaya layanan dan termasuk biaya promo.

• Bisa mengembangkan usaha: Mendorong Mitra memanfaatkan GrabModal Mantul secara bijak dalam usaha mereka untuk memperbesar bisnis, dengan

perhitungan yang sudah lebih terencana dan sehat. GrabModal Mantul sendiri merupakan solusi modal usaha khusus bagi Mitra GrabMerchant yang ingin memperbesar bisnisnya.

Melalui pendekatan ini, Mitra GrabMerchant diharapkan dapat bertransformasi dari sekadar “jualan yang penting laku” menjadi pelaku bisnis yang mampu memahami produk paling menguntungkan, mengelola biaya dengan tepat, serta mengambil keputusan berbasis data untuk berlangsungnya usaha yang terus berkembang secara sehat.

Rangkaian acara Arisan SERABI 2026 berlangsung mulai akhir April hingga Mei 2026, menyambangi 13 kota utama: Jakarta, Medan, Pekanbaru, Lampung, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar, Manado, Samarinda, dan Balikpapan. Program ini melanjutkan dampak positif SERABI yang sejak 2023 telah berkembang dari komunitas kecil menjadi wadah bagi ribuan pelaku UMKM perempuan di berbagai kota di Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, Grab mencatat bahwa mayoritas pelaku usaha di platformnya merupakan UMKM, dengan kontribusi signifikan dari perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan komunitas.

Iki Sari Dewi, Director of Territory Jabo & ID Central Operations Grab Indonesia, menjelaskan

komitmen Grab dalam mendampingi perjalanan bisnis UMKM, “Banyak Mitra GrabMerchant perempuan kami yang memiliki racikan produk unggulan dan diminati pasar. Namun, kami menyadari bahwa berjualan di ranah digital membutuhkan strategi penetapan harga yang berbeda dibandingkan dengan penjualan offline. Sering kali, karena tingginya antusiasme untuk menarik konsumen, strategi harga yang diterapkan belum sepenuhnya memperhitungkan komponen biaya operasional secara tepat, sehingga potensi keuntungan belum dapat dimaksimalkan. Melalui Arisan SERABI 2026, kami hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut.”

Selain ditujukan bagi Mitra GrabMerchant perempuan yang sudah aktif, acara ini juga membuka peluang bagi calon Mitra GrabMerchant baru melalui sesi Mass Onboarding dengan jalur cepat. Calon Mitra cukup membawa KTP dan smartphone untuk langsung mendaftar dan mulai bertransaksi di

hari yang sama. Dengan proses yang cepat dan inklusif, kesempatan untuk memperoleh penghasilan tambahan pun menjadi lebih mudah diakses. Seluruh rangkaian acara Arisan SERABI 2026 juga diadakan 100% gratis tanpa dipungut biaya.

Salah satu peserta SERABI, Miranti Pramitha, pelaku usaha Toko Handmadekania di Sidorukun, Medan Timur, mengaku sebelumnya kerap kesulitan menentukan harga jual. “Sesi edukasi BisaMatika ini adalah yang paling kami tunggu karena dampaknya langsung

terasa pada kelangsungan usaha. Kami mendapatkan pemahaman mendalam tentang strategi penetapan harga jual online yang tepat untuk menjaga margin keuntungan. Pengetahuan ini menjadi solusi praktis agar UMKM tidak boncos atau merugi di tengah fluktuasi dan naiknya biaya bahan baku saat ini,” ujarnya. Kini, Miranti mulai menyesuaikan strategi harga dan memilih menu yang lebih menguntungkan.

Sejak dimulai pada 2023 di Jakarta dengan hanya 50 Mitra Perempuan GrabMerchant, SERABI kini telah memiliki lebih dari 3.800 anggota di 13 kota di Indonesia. Melalui program ini, Grab menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mendorong digitalisasi UMKM, tetapi juga memastikan para pelaku usaha, khususnya perempuan, dapat membangun bisnis yang bertumbuh, berkelanjutan, dan menguntungkan. Dengan memperluas peran SERABI dari wadah komunitas menjadi ruang belajar bisnis praktis, Grab berharap semakin banyak UMKM perempuan dapat mengambil keputusan usaha secara lebih percaya diri, berbasis data, dan berorientasi pada keuntungan jangka panjang.

Sumber Foto : Istimewa

COTTONINK Archipelago Hadirkan Trunk Show Bertema “Pasar Sukaria”

COTTONINK

Archipelago, lini khusus dari COTTONINK yang berfokus pada pakaian kasual dengan sentuhan wastra Nusantara, mempersembahkan trunk show bertema “Pasar Sukaria” sebagai perayaan peluncuran koleksi bertajuk Cita Senada.

Koleksi ini mengeksplorasi motif wajik yang banyak ditemukan pada tenun Jepara melalui permainan teknik embroidery dan weaving yang menjadi ciri khas lini Archipelago. Cita Senada pun hadir sebagai kilas balik terhadap perjalanan awal lini Archipelago, di mana koleksi pertama lini ini lahir dari ketertarikan yang sama terhadap tenun dan ikat Nusantara.

Trunk show “Pasar Sukaria” yang berlangsung pada 22 Mei 2026 di Nirmana Falatehan, Blok M tidak hanya menampilkan koleksi terbaru COTTONINK Archipelago, tapi juga menghadirkan rangkaian pengalaman yang merayakan wastra Indonesia.

Melalui instalasi dan berbagai rangkaian pengalaman yang dihadirkan, pengunjung diajak merasakan semarak suasana pasar dalam interpretasi yang lebih kontemporer. Acara ini diramaikan dengan pertunjukan tari dari Omah Wulangreh, sajian kudapan dan jajanan pasar, serta elemen-elemen interaktif yang memperkuat nuansa hangat dan komunal khas pasar tradisional.

“Koleksi ini terasa sangat personal karena seperti membawa

kami kembali ke titik awal COTTONINK Archipelago dibangun. Senang sekali 14 tahun setelah koleksi tenun dan ikat pertama lahir, COTTONINK Archipelago tetap konsisten dalam merespons warisan tekstil Indonesia. Lewat koleksi dan pengalaman pasar yang kami coba hadirkan, hopefully koleksi ini bisa membawa tenun Nusantara lebih dekat dengan generasi masa kini,” ujar Carline Darjanto, CEO and Creative Director COTTONINK.

“Tema “Pasar Sukaria” ini dipilih karena merepresentasikan esensi dari koleksi Archipelago yang penuh cerita dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Kami juga ingin menunjukkan bahwa tradisi bisa terus hadir dalam konteks yang relevan dan modern,” tambah Ria Sarwono, Brand and Marketing Director COTTONINK.

Koleksi Cita Senada terdiri dari 83 desain pakaian wanita, pria dan anak yang mencakup kebaya, kain lilit, kemeja, hingga luaran, yang membuat koleksi ini menjadi pilihan sempurna untuk dikenakan sehari-hari.

Harney & Sons Tea Resmi Hadir di Indonesia

Hadirkan Pengalaman Teh Premium Kelas Dunia

Di tengah berkembangnya gaya hidup urban Jakarta yang semakin mengedepankan kualitas dan pengalaman, sebuah nama besar dalam dunia teh premium kini resmi hadir di Indonesia. Tanta Resto & Lounge yang berlokasi di SOGO lantai 2, Plaza Senayan menjadi latar peluncuran eksklusif Harney & Sons Tea, sebuah perayaan yang merefleksikan perpaduan antara tradisi, kualitas, dan cita rasa berkelas.

Tanta Resto & Lounge dikenal sebagai destinasi dining modern dengan suasana elegan dan hangat, menghadirkan pengalaman kuliner premium melalui pilihan menu internasional dengan sentuhan khas Nusantara. Mengutamakan kualitas bahan terbaik, konsistensi rasa, dan perhatian pada setiap detail, Tanta Resto & Lounge menjadi mitra yang selaras dengan nilai-nilai Harney & Sons Tea, sekaligus outlet penjualan pertamanya di Indonesia.

Harney & Sons Tea berawal dari sebuah basement di Salisbury, Connecticut, Amerika Serikat, pada tahun 1983 oleh John Harney, dan kini telah berkembang menjadi salah satu merek teh premium yang diminati di dunia. Dengan memadukan teknik tradisional dan inovasi modern, Harney & Sons menghadirkan artisan tea berkualitas premium selama lebih dari empat dekade.

Setelah menjangkau lebih dari 50 negara dan menjadi bagian dari jaringan hospitality premium global,

Harney & Sons kini memperluas ekspansinya di kawasan Asia-Pasifik. Indonesia dipilih sebagai langkah strategis berikutnya. Dengan lebih dari 300 varian teh dari perkebunan terbaik dunia, brand ini menempati posisi 10 besar dalam segmen teh premium global.

Peluncuran ini tidak hanya menjadi langkah ekspansi bisnis, tetapi juga bentuk pertukaran budaya melalui teh sebagai medium yang menyatukan berbagai latar belakang. Setiap produk Harney & Sons Tea dikurasi melalui proses seleksi daun teh terbaik dan proses cupping ketat, sehingga menghasilkan profil rasa yang kompleks, elegan, dan konsisten.

Beberapa varian unggulan turut diperkenalkan sebagai representasi karakter Harney & Sons Tea, antara lain:

• Paris Terinspirasi dari pengalaman Mike Harney menikmati teh di berbagai tea shop di Paris, varian ini diciptakan sebagai penghormatan terhadap kota tersebut. Paris menjadi salah satu blend paling populer dari Harney & Sons. Teh hitam dengan karakter fruity, dipadukan dengan sentuhan vanila, karamel, dan sedikit aroma bergamot yang lembut.

• African Autumn

Campuran spesial berbahan dasar rooibos, atau dikenal sebagai red bush dari Afrika Selatan. Kaya akan antioksidan, blend ini menggabungkan rooibos organik dengan hibiscus dan kulit jeruk. Menghasilkan rasa yang ringan dan menyegarkan, serta bebas kafein. Cocok dinikmati pada sore hingga malam hari.

• Hot Cinnamon Sunset Salah satu blend legendaris yang dikembangkan oleh John Harney pada awal 1980-an. Perpaduan teh hitam dengan tiga jenis kayu manis, kulit jeruk, dan cengkeh menghasilkan rasa yang bold, hangat, dan kaya rempah, tanpa tambahan

gula. Cocok sebagai comfort drink, terutama saat cuaca dingin.

• Chamomile

Menggunakan Egyptian chamomile berkualitas tinggi, Harney & Sons menghadirkan teh herbal dengan karakter floral yang lembut. Memberikan efek menenangkan dan membantu relaksasi. Bebas kafein, ideal untuk dinikmati sebelum beristirahat.

• Peppermint Herbal Peppermint berkualitas tinggi yang berasal dari Washington State menghasilkan tisane dengan aroma yang segar dan rasa yang crisp. Bebas kafein dan dikenal membantu memberikan sensasi menenangkan, terutama untuk pencernaan.

• Cherry Blossom

Perpaduan green tea dengan sentuhan rasa ceri dan aroma floral yang lembut. Terinspirasi dari kunjungan Mike dan Brigitte Harney ke Tokyo saat musim semi, varian ini menghadirkan karakter ringan, segar, dan elegan dengan nuansa sakura.

• Dragon Pearl Jasmine

Teh hijau premium dari Provinsi Fujian, Tiongkok, yang digulung tangan menjadi bentuk mutiara kecil dan diinfus dengan bunga melati. Menghasilkan aroma floral yang wangi dengan karakter rasa yang ringan, lembut, dan elegan.

• Winter White Earl Grey

Sebagai interpretasi yang lebih ringan dari Earl Grey klasik, varian ini menggunakan white tea sebagai base dan dipadukan dengan aroma bergamot yang lembut. Menghasilkan karakter rasa yang ringan, halus, dengan sentuhan citrus yang segar dan elegan.

• English Breakfast

Sebagai salah satu blend klasik, English Breakfast menghadirkan perpaduan teh hitam pilihan dengan karakter rasa yang kuat, kaya, dan

seimbang. Dengan body yang penuh dan sentuhan malt yang halus, varian ini menjadi pilihan yang tepat untuk dinikmati di pagi hari.

Dengan kemasan tin ikonik yang elegan dan collectible, menjadikan Harney & Sons Tea bukan hanya sekadar produk konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari curated lifestyle yang ideal untuk menjadi pilihan bingkisan eksklusif maupun dinikmati dalam momen personal.

Harney & Sons Tea hadir dengan visi untuk memperkaya pilihan produk premium di industri Food and Beverage, khususnya pada segmen hotel dan restoran. Seiring meningkatnya apresiasi terhadap produk gourmet, brand ini diyakini dapat memberikan kontribusi positif terhadap luxury beverage di Indonesia.

Menurut Liana Setiawan, Commercial Director PT Sinergi Prosperia Global – distributor resmi Harney & Sons Tea di Indonesia, kehadiran produk-produk ini membuka peluang kolaborasi yang

lebih luas. “Kami berharap kehadiran Harney & Sons Tea di Indonesia tidak hanya membawa warisan teh dunia ke Tanah Air, tetapi juga berpotensi memperkenalkan kekayaan karakter teh Indonesia ke panggung global,” ujarnya.

Lebih dari sekadar minuman, Harney & Sons Tea siap menjadi bagian dari momen istimewa para pencinta teh premium di Indonesia.

Pagelaran Sabang Merauke Hadir Kembali

dengan

Tema dan Konsep Baru “Hikayat Srikandi

Nusantara”

Pagelaran Sabang Merauke - Hanya

Indonesia yang Punya akan kembali hadir pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Senayan, dengan mengusung tema baru “Hikayat Srikandi Nusantara”. Diselenggarakan oleh iForte bersama BCA, pagelaran ini terus berkembang sebagai pertunjukan spektakuler seni budaya kolosal yang memadukan tari, musik, dan teater dalam satu produksi kolaboratif, sekaligus menghadirkan interpretasi baru atas kekayaan seni budaya Indonesia yang semakin relevan bagi generasi masa kini.

Sejak pertama kali digelar pada tahun 2022 di Candi Prambanan dengan tema Ibu Pertiwi, Pagelaran Sabang Merauke berkembang menjadi panggung kolosal yang secara konsisten mengangkat kekayaan seni budaya Indonesia. Perjalanan tersebut

berlanjut dengan tema Pahlawan Nusantara pada 2023 dan 2024 yang menumbuhkan semangat patriotisme, hingga tema Hikayat Nusantara pada 2025 yang menghidupkan kembali cerita rakyat dalam format pertunjukan modern.

Melanjutkan perjalanan tersebut, edisi 2026 menghadirkan pendekatan yang lebih terfokus dengan menempatkan figur perempuan sebagai pusat narasi melalui tema “Hikayat Srikandi Nusantara”. Tema ini tidak hanya memperluas cerita, tetapi juga memperkuat perspektif tentang peran perempuan dalam membentuk nilai, karakter, dan perjalanan seni budaya Nusantara.

Hari ini, 20 Mei 2026 telah digelar konferensi pers Kick Off Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya 2026 di Main Atrium, Grand Indonesia East Mall, dibuka dengan penampilan

Batavia Madrigal Singers di bawah arahan Avip Priatna membawakan “Andalas Bersatu”, dilanjutkan dengan “Padang Wulan” dan skenario pencarian Srikandi yang diperankan oleh Bagong, Petruk, Limbuk, Yuyu Kangkang dan Tumang. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan “Manuk Dadali” serta penampilan Yura Yunita, Raisa Andriana, dan para penyanyi Pagelaran Sabang Merauke membawakan lagu “Inspirasi Diri.”

Acara konferensi pers ini menjadi momentum untuk memperkenalkan tema, konsep, serta berbagai pembaruan yang akan dihadirkan dalam edisi tahun ini.

Aming Santoso, President Director & CEO iForte mengatakan, “kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak-pihak yang selalu mendukung kami, sehingga Pagelaran Sabang Merauke selalu dapat berjalan lancar, sukses dan luar biasa.”

Acara konferensi pers ini juga dihadiri langsung oleh ibu Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, yang pada kesempatan ini mengatakan, “Dedikasi para tim Pagelaran Sabang Merauke terlihat dari komitmen mereka untuk memprioritaskan seluruh proses persiapan, bahkan dengan melewatkan kesempatan tampil di Singapura demi memberikan penampilan terbaik di panggung

Silvi Liswanda, Vice President Director & Deputy CEO of iForte, Executive Producer Pagelaran Sabang Merauke menjelaskan “Kami ingin menyajikan kekayaan budaya Indonesia yang begitu indah, beragam, dan unik dalam kemasan yang modern serta menghibur, sehingga tetap relevan dan dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda saat ini.”

Dari sisi talenta, pagelaran ini akan menghadirkan nama-nama baru, termasuk Raisa Andriana yang untuk pertama kalinya bergabung dan akan memerankan tokoh Srikandi, serta Galabby Thahira sebagai tokoh Limbuk.

Raisa Andriana, Pemeran “Srikandi” mengatakan, “Sudah dari tahun-tahun sebelumnya aku penasaran sekali dengan Pagelaran Sabang Merauke, sehingga terima kasih Ibu Silvi telah mengajak aku dengan tema yang sangat spesial tahun ini, Hikayat Srikandi Nusantara, dan aku bisa berkesempatan memerankan langsung tokoh Srikandi.”

Mereka akan tampil bersama deretan talenta yang sudah beberapa kali bergabung di Pagelaran Sabang Merauke, seperti Yura Yunita, Padi Reborn,

Indra Bekti, Mirabeth Sonia, Pradja Larasati, Christine Tambunan, Taufan Purbo, Risang Janur Wendo, Nino Prabowo, serta talenta-talenta lainnya lainnya.

Yura Yunita, Pemeran “Mahadewi” dan Penyanyi “Inspirasi Diri” mengatakan, “Dari sekian banyak panggung yang pernah aku jalani, cuma di Pagelaran Sabang Merauke yang magisnya nggak bisa ditemui ditempat lain.”

Dalam alur cerita, Srikandi menjadi pusat perjalanan yang mempertemukan berbagai karakter perempuan dalam hikayat Nusantara. Mahadewi merepresentasikan penjaga harmoni alam, Dayang Sumbi membawa nilai kasih sayang dan kehormatan, Mande Rubayah (ibunda Malin Kundang) dihadirkan dari sudut pandang cinta seorang ibu, sementara Calonarang memperlihatkan sisi pengorbanan yang kompleks. Melalui ragam karakter tersebut, pagelaran ini membangun narasi yang menempatkan perempuan sebagai salah satu kekuatan utama dalam seni budaya dan kehidupan

masyarakat.

Rusmedie Agus, Sutradara Pagelaran Sabang Merauke (PSM), menjelaskan, “Setelah tahuntahun sebelumnya kita mengadakan Pagelaran Sabang Merauke, kami melihat ada satu energi yang begitu luar biasa, namun belum menjadi tema besar, yaitu perempuan hebat negeri ini yang telah memperjuangkan nusantara dari zaman ke zaman.”

Dari sisi produksi, Pagelaran Sabang MeraukeHanya Indonesia Yang Punya 2026 akan melibatkan lebih dari 1.700 pelaku seni dan tim produksi, yang terdiri dari 15 penyanyi, 1 grup band nasional, 387 penari budaya dari berbagai daerah, 50 musisi tradisional, 119 anggota paduan suara gabungan dari Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Children’s Choir, dan Armonia Choir, serta 60 anggota Jakarta Concert Orchestra dibawah arahan konduktor Avip Priatna. Pagelaran ini juga melibatkan desainerdesainer terkemuka Indonesia, sanggar budaya, serta talenta lintas kreatifitas menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman panggung yang semakin

Sumber Foto : Istimewa

utuh, megah, dan imersif.

Pendekatan artistik tahun ini juga terlihat dari sisi koreografi dan musikal. Komposisi gerak dirancang untuk menonjolkan kekuatan perempuan melalui perpaduan energi yang kuat dan lembut dalam satu kesatuan visual, dengan dominasi penari perempuan sebagai salah satu pembeda utama, tetap diimbangi oleh penari pria untuk menjaga dinamika panggung.

Sandhidea Cahyo, Koreografer Utama Pagelaran Sabang Merauke menjelaskan, “Hingga detik ini tercatat ada sekitar 103 nomor koreografi yang harus kita kerjakan untuk Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya 2026, bagaimana keberanian Hikayat Srikandi Nusantara terwujudkan melalui koreografi.”

Selain itu, tim koreografi akan memulai sesi workshop pada 21 Mei 2026, sebelum dilanjutkan dengan rangkaian latihan intensif bersama para penari Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya 2026 selama tiga bulan di Yogyakarta, mulai 2 Juni 2026.

Dari sisi musikal, pendekatan yang digunakan menghadirkan warna yang lebih naratif melalui perpaduan orkestra, musik tradisional, paduan suara, dan vokal para pelakon. Dalam hal ini, musik

tidak hanya berfungsi sebagai pengiring, tetapi menjadi elemen utama dalam membangun emosi, konflik, dan kedalaman karakter di atas panggung.

Tim musik, Elwin Hendrijanto, Pengarah Musik PSM, Avip Priatna, Konduktor JCO, BMS, TRCC & Armonia Choir serta Dunung Basuki, Pengarah Musik Tradisional PSM akan bersama-sama merancang musik yang akan menggambarkan sisi kekuatan perempuan dengan dinamika yang sangat besar dengan juga melibatkan 180 musisi orkestra dan paduan suara.

Dari sisi visual dan busana, pagelaran ini menghadirkan pendekatan yang lebih segar dan vibrant melalui eksplorasi warna, detail kriya, serta desain kostum yang merefleksikan karakter Srikandi sebagai sosok perempuan yang kuat dan elegan. Priyo Oktaviano sebagai Perancang Busana Utama

akan bekerja bersama deretan desainer Indonesia untuk menerjemahkan konsep tersebut ke dalam busana para pelakon.

Tahun ini, Priyo Oktaviano, Perancang Busana Utama PSM berkolaborasi bersama desainer IPMI (Ikatan Perancang Mode Indonesia), desainer muda Indonesia, Batik Keris untuk penguatan motif budaya, serta UBS Gold untuk menambah kemegahan dan karakter tangguh pada tampilan para tokoh-tokoh di Pagelaran Sabang MeraukeHanya Indonesia yang Punya 2026.

Pengembangan juga dilakukan dari sisi teknis panggung untuk menciptakan pengalaman yang lebih imersif, melalui perluasan area LED live camera agar detail ekspresi, kostum, dan instrumen tradisional dapat terlihat lebih dekat. Sistem panggung dengan leveling yang lebih kompleks serta elemen panggung bergerak turut menghadirkan dinamika visual yang lebih kaya.

Pagelaran tahun ini juga menghadirkan aksi teatrikal yang lebih kompleks melalui kolaborasi dengan Piranha Stunt, dengan penggunaan empat sling untuk mendukung eksplorasi gerak di udara maupun di panggung. Iskandar Loedin, Sutradara Panggung PSM bersama tim akan menyajikan banyak elemen bergerak di dalam panggung yang menguasai seluruh area Indonesia Arena.

Selain pertunjukan utama, Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia Yang Punya 2026 juga memperluas pengalaman pengunjung melalui berbagai elemen pendukung, mulai dari Art Installation, Costume Showcase dari Jember Fashion Carnaval dan Pesona Gondanglegi, animatronik dari Magelang Ethno Carnival, kehadiran Barongsai Kong Ha Hong, Marching Band, pertunjukan seniman musik lokal, hingga penampilan para pemenang iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri” 2026.

Sebagai bagian dari kolaborasi bersama BCA, pagelaran ini juga menghadirkan festival UMKM dan

Cultural Fair yang melibatkan berbagai tenant serta karya dari Museum of Toys, JICAF, RUS Animation, ARTJOG, dan Art Jakarta. Area Desa Wisata by Bakti BCA turut dihadirkan sebagai ruang interaksi yang memungkinkan pengunjung mengenal lebih dekat potensi seni budaya dan kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia.

Antonius Widodo Mulyono - Direktur PT Bank Central Asia Tbk. mengatakan, “Bagi BCA, dimana kami punya jaringan dari Sabang hingga Merauke, sehingga sangat menyatu dengan Pagelaran Sabang Meruake. Bagi kami, Pagelaran Sabang Merauke merupakan pagelaran yang sangat tidak biasa, karena didalamnya banyak cabang seni yang terlibat.”

Tahun ini menjadi fase penting bagi Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya 2026, yang telah memasuki tahun ke-5 perjalanannya dan digelar untuk ke-7 kalinya. Pengembangan dari sisi cerita, konsep, dan eksekusi dilakukan sebagai bagian dari langkah berkelanjutan menuju 2027, saat pagelaran ini akan hadir di berbagai kota di Indonesia untuk menyebarkan semangat pelestarian seni dan budaya ke seluruh Nusantara.

Sumber Foto : Istimewa

Sheila Dara dan Fita Anggriani Bicara Persahabatan, Fashion, dan Menjadi

Perempuan

UNIQLO kembali menghadirkan kolaborasi spesial, kali ini bersama desainer womenswear asal Copenhagen, Denmark, Cecilie Bahnsen. Mengusung tema “Shapes of Poetry”, koleksi kolaborasi perdana UNIQLO dan Cecilie Bahnsen ini memadukan craftsmanship khas Cecilie dengan filosofi LifeWear UNIQLO yang mengedepankan kenyamanan, kualitas dan fungsi untuk dikenakan dalam kehidupan sehari-hari. Pada acara peluncuran koleksi di Hotel The Dharmawangsa, UNIQLO bersama Sheila Dara dan Fita Anggriani berbagi cerita mengenai selebrasi akan persahabatan, peran perempuan dan bagaimana pakaian bisa menjadi bagian dari momen-momen personal yang bermakna.

Ada sesuatu yang menarik ketika dua sahabat duduk bersama dan mulai menceritakan hal-hal kecil tentang hubungan mereka: cara mereka saling menjaga, bagaimana selera berpakaian mereka berubah seiring waktu, atau bagaimana menjadi ibu ternyata tidak menghapus identitas lama, namun justru membuat pribadi kita menjadi lebih utuh.

Itulah yang terjadi siang itu di The Dharmawangsa Jakarta, ketika sepasang sahabat karib Sheila Dara dan Fita Anggriani hadir sebagai pembicara dalam peluncuran koleksi perdana UNIQLO and Cecilie Bahnsen Spring/ Summer 2026 yang mengusung tema “Shapes of Poetry”.

Kolaborasi yang Dimulai dari Sebuah Perkenalan

Cecilie Bahnsen adalah desainer asal Denmark yang dikenal karena kemampuannya mempertemukan dua hal: keindahan couture dan kenyamanan untuk dipakai setiap hari. Lulusan Royal College of Art London ini mendirikan labelnya sendiri di Copenhagen pada 2015, dan sejak itu menjadi salah satu suara paling distingtif dalam fashion

kontemporer, dengan pendekatan desain yang feminin, romantis, namun selalu grounded dalam fungsi.

Kolaborasi ini sendiri punya cerita asal yang cukup menarik. Pada 2019, saat UNIQLO membuka toko pertamanya di Denmark, Yukihiro Katsuta (Senior Executive Officer Fast Retailing sekaligus Head of R&D UNIQLO) bertemu Cecilie secara kebetulan. Ia langsung tertarik pada pendekatan Cecilie terhadap detail khas couture dan materialitas. Tujuh tahun kemudian, koneksi itu akhirnya menemukan bentuknya dalam kolaborasi ini.

“Saya selalu mengagumi design ethics dari brand Jepang. Filosofi LifeWear UNIQLO terasa sangat dekat dengan pendekatan kami, yang berdasar pada bagaimana perempuan bergerak, hidup, dan mengekspresikan diri melalui pakaian. Saya berharap koleksi ini dapat memberi ruang bagi lebih banyak perempuan dan anak perempuan di berbagai belahan dunia untuk mengenakan koleksi ini dengan cara mereka sendiri,” ujar Cecilie.

Dikenal melalui pendekatan desain yang feminin, romantis, sekaligus modern dan kontemporer, Cecilie Bahnsen menerjemahkan detail khas desainnya seperti motif floral, siluet bervolume, frill, dan shirring ke dalam busana yang lebih wearable untuk keseharian perempuan masa kini. Kolaborasi ini juga menjadi lini childrenswear pertama Cecilie, menghadirkan dress, T-shirt, dan skort untuk anak perempuan dengan desain yang selaras dengan koleksi dewasa.

LifeWear dalam Sentuhan Romantis

Bagi UNIQLO Indonesia, kolaborasi ini bukan sekadar mempertemukan dua nama dalam dunia fashion, melainkan pertemuan antara pendekatan

“everyday couture” khas Cecilie Bahnsen dengan filosofi LifeWear yang mengedepankan kenyamanan, kualitas, dan fungsi untuk kehidupan sehari-hari.

“DNA Cecilie Bahnsen yang feminin dan penuh craftmanship terasa sangat selaras dengan komitmen LifeWear terhadap kenyamanan dan kualitas.

Lewat koleksi ini, kami ingin menghadirkan pakaian yang terasa romantis dan istimewa, namun tetap terasa ringan, versatile, dan nyaman dipakai sehari-hari. Jadi bukan hanya terasa istimewa secara desain, tapi juga benar-benar bisa ‘hidup’ bersama penggunanya,” ujar Evy Christina Setiawan, Senior Marketing Manager UNIQLO Indonesia.

Koleksi ini sekaligus menghadirkan interpretasi modern femininity yang lebih personal dan menawarkan fleksibilitas yang luas dalam hal styling. “Koleksi ini dirancang versatile dan mudah dipadupadankan untuk berbagai

momen keseharian, mulai dari hangout, bekerja, hingga menemani anak bermain. Setiap perempuan bisa mengekspresikan dirinya dengan cara yang berbeda melalui koleksi yang sama,” tambahnya.

Ketika Sepasang Sahabat Bicara

Soal Bertumbuh Bersama

Percakapan kemudian beralih ke sesuatu yang lebih personal ketika Sheila Dara dan Fita Anggriani mulai bercerita tentang perjalanan persahabatan mereka yang telah terjalin lebih dari satu dekade. Keduanya saling membagikan kisah persahabatannya, dari sekadar saling mengenal, hingga menjadi sahabat yang tumbuh bersama di tengah perubahan kehidupan dan karier masing-masing.

Bagi mereka, hubungan yang bertahan lama tidak selalu dibangun dari intensitas bertemu setiap hari. Justru dari hal-hal kecil yang konsisten seperti rasa saling memahami, kejujuran, dan kehadiran di momen-momen sederhana di

keseharian yang membuat semuanya tetap terasa dekat meski kesibukan terus bertambah.

“Aku pertama kali ketemu Sheila tahun 2012, dikenalin sama teman, dan waktu itu kita karaokean bareng. Aku langsung mikir, ‘Wah, dia cantik banget, suaranya juga bagus.’ Dari situ jadi pengen temenan sama dia, hahaha. Setelah itu kita jadi sering ketemu dan terus dekat sampai sekarang,” kenang Fita Anggriani tentang momen pertama ia bertemu Sheila.

Sheila Dara tertawa mendengar cerita itu, lalu menambahkan dengan nada hangat, “Mulanya memang dari situ, tapi kenapa kita masih temenan sampai sekarang karena Fita memang suka maintain pertemanan. Aku yang sering ilang-ilangan, tapi Fita selalu nyari. Rumah kita juga dari dulu selalu dekat, jadi kadang dia tiba-tiba sudah muncul aja di depan rumah”.

Ada satu hal yang Sheila garis bawahi soal mengapa hubungan mereka bisa bertahan selama 13

tahun: justru karena tidak ada tekanan, hubungan mereka bertumbuh dan mengalir dengan sendirinya. “Menurut aku pribadi, untuk menjaga pertemanan itu less effort is better, makanya sampai sekarang pertemanan kita masih awet. Yang aku suka dari berteman sama Fita itu walaupun kita sama-sama sibuk, tapi giliran ketemu rasanya nggak ada waktu yang terlewat. Jadi semuanya terasa effortless,” ujarnya.

Menanggapi cerita tersebut, Evy Christina Setiawan merespons dengan perspektif yang menarik: bahwa pola hubungan yang didasari shared values seperti itu jugalah yang tercermin pada proses kolaborasi antara UNIQLO dan Cecilie Bahnsen.

“Great partnerships, just like great friendships, are effortless dan memiliki nilai yang sama. Pada akhirnya, hubungan yang langgeng biasanya lahir karena memiliki shared values yang sama, sehingga semuanya terasa natural dan bisa berdampak. Hal itu juga yang kami rasakan dalam kolaborasi UNIQLO dan Cecilie Bahnsen. Kami sama-sama percaya bahwa fashion should serve the woman, dan pakaian seharusnya dapat bergerak bersama penggunanya untuk mendukung kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Banyak Peran, Satu Perempuan

Fita Anggriani juga membagikan pengalamannya menjalani berbagai peran sekaligus sebagai perempuan, public figure, dan juga seorang ibu. Baginya, justru karena menjalani banyak peran itulah seseorang mendapat lebih banyak pengalaman yang pada akhirnya membentuk pribadi yang lebih utuh. Bukan soal memilih satu

dan meninggalkan yang lain, melainkan membiarkan semuanya berjalan berdampingan dan saling membentuk.

“Awalnya tentu ada banyak ‘trial and error’. Tapi sekarang aku lebih sadar bahwa berbagai peran dalam hidup bisa co-exist. Menjadi ibu justru membuatku lebih berani dalam karier, karena kita tahu untuk siapa kita berjuang. Buat aku, yang penting adalah bisa hadir sepenuhnya di setiap peran yang sedang dijalani,” ujarnya.

Percakapan tersebut juga menyoroti bagaimana hubungan antar perempuan sering kali tercermin melalui hal-hal sederhana dalam keseharian, termasuk lewat pakaian dan gaya personal. Sheila pun menambahkan bahwa seiring menjalani berbagai peran (sebagai aktris, penyanyi, dan public figure) cara ia melihat dirinya sendiri juga ikut berkembang, termasuk dalam hal berpakaian. Selera berpakaiannya berkembang menjadi sesuatu yang lebih personal dan dekat dengan dirinya sendiri.

“Fashion aku pasti berubah. Aku yang tahun 2013 jauh banget dibanding sekarang secara style. Persamaannya mungkin masih sama-sama melihat apa yang lagi tren, tapi dulu aku cenderung blindly follow the trend. Kalau sekarang, aku lebih bisa memilah mana yang memang sesuai dengan core identity aku,” tambahnya.

Pernyataan itu terasa seperti cerminan dari spirit koleksi ini sendiri, bahwa fungsi pakaian adalah memberi ruang bagi pemakainya untuk menemukan rasa nyamannya sendiri.

Ibu dan Anak, Matching dengan Caranya Sendiri

Kolaborasi ini juga menandai momen penting bagi Cecilie Bahnsen secara personal. Koleksi garapannya bersama UNIQLO ini adalah lini childrenswear pertamanya. Terinspirasi dari keponakan-keponakannya, Cecilie merancang koleksi anak perempuan dengan perhatian yang sama terhadap fit, detail, dan warna seperti pada koleksi dewasa, menghadirkan sentuhan playful yang tetap thoughtful.

Bagi Fita, ini menyentuh sesuatu yang sangat dekat dengannya. Salah satu momen paling personal dalam percakapan siang itu datang ketika Fita bercerita tentang putrinya, Emma. “Aku memang dari awal menikah pengen punya anak perempuan karena rasanya seru membayangkan bisa dandan bareng. Tapi ternyata semakin Emma besar, dia juga semakin punya opini sendiri soal fashion yang dia suka. Sekarang dia sudah bisa pilih sendiri mau pakai yang mana,” ceritanya.

Dan soal koleksi ini? Fita yakin putrinya akan

menyukainya. “Aku yakin Emma bakal suka koleksi ini, karena dia sangat suka T-shirt. Yang aku suka dari koleksi T-shirt ini adalah karena nyaman dikenakan namun tetap memiliki detail floral yang feminin, jadi terasa manis tanpa berlebihan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Evy Christina Setiawan menambahkan bahwa koleksi UNIQLO dan Cecilie Bahnsen memang dirancang agar ibu dan anak tetap bisa tampil harmonis tanpa harus terlihat identik satu sama lain. “Itulah intensi dari lini childrenswear dalam koleksi ini, yaitu bisa di-styling secara bebas. Jadi kalau mau tampil matching sama anak, styling-nya tetap bisa terasa harmonis dan manis tanpa harus benar-benar ‘copy paste’. Possibility untuk eksplor item dan stylingnya sangat banyak,” ujarnya.

Evy juga menjelaskan bahwa kenyamanan tetap menjadi perhatian utama dalam merancang koleksi anak. “Untuk anak-anak, kenyamanan tentu jadi nomor satu. Karena itu, dipilih bahan yang ringan dan nyaman supaya tidak membatasi gerak mereka saat beraktivitas sehari-hari,” tambahnya.

Koleksi untuk Menemani Berbagai Momen

Perempuan

Melalui kolaborasi ini, UNIQLO dan Cecilie Bahnsen menghadirkan koleksi yang tidak hanya menawarkan keseimbangan antara fungsi dan keindahan, tetapi juga merayakan berbagai bentuk hubungan, pertumbuhan, dan ekspresi diri perempuan dalam kesehariannya.

Dan mungkin itulah makna lain dari “Shapes of Poetry” yang terungkap lewat percakapan siang itu. Bahwa “shapes” bukan hanya soal siluet, volume, atau detail pada busana, tapi juga tentang bentuk persahabatan yang dijaga lewat hal-hal kecil, menjalani peran sebagai seorang Ibu yang membuat diri semakin utuh, serta cara berpakaian yang berubah seiring seseorang lebih mengenal dirinya sendiri.

Pada akhirnya, pakaian bukan sekadar apa yang kita kenakan, melainkan bagian dari cara kita hidup, tumbuh, dan terhubung dengan orang-orang yang penting.

Sumber Foto : Istimewa

Kabari Digital Magazine Jembatan Info Indonesia & Amerika

FREE

Interaktif Majalah Digital

Kabari Edisi 225 klik https://issuu.com/kabari8/ docs/majalah_digital_kabari_ edisi_225_-_2026

Langganan daftar di KabariGratis.com

Edisi bulan ini:

• Hari Kartini Dimata Dian Kenanga, Antara Aktualisasi dan Marwah Perempuan

• Dian Kenanga: Totok Aura Bukan Sekadar Istilah, Melainkan Konsep Terapi Berbasis Ilmu

• Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Dorong Penguatan Regulasi dan Kolaborasi Global

• Veny Lie Gaungkan Semangat Kartini Lewat Pendidikan Musik

• Taruna Ikrar Kepala BPOM RI Bicara di Harvard: Indonesia Tampil sebagai Kontributor Strategi Kesehatan Global

• Semangat Kartini dalam Tenun Tidore Anita Gathmir

• Leny Rafael, Wou Batik dan Semangat Kartini

• She Builds, She Leads, She Inspires : Merayakan Kartini, Perempuan di Nuanu Menginspirasi Generasi Baru untuk Membentuk Masa Depan

• Lady Vien: Semangat Kartini Harus Terus Hidup, Perempuan Berani Speak Up dan Saling Dukung

• Dari Laut Timur Indonesia ke Gelas Smoothies Jakarta, Collabit Hadir di Billy’s

• Berdayakan 2.000 Mahasiswa: Google Student Ambassador 2026 Hadir Lebih Besar

• Pet Adventure Wonderland 2026 Expo Sukses Digelar

• BenihBaik.com dan The Coca-Cola Foundation Bersinergi untuk Mengakselerasi Penyaluran Bantuan Bencana Banjir di Sumatra

• Jakarta Concert Orchestra dan Batavia Madrigal Singers Bawa Harmoni Nusantara di Festival Musik Internasional Ankara

• Siluet yang Membuat Perbedaan, untuk Tampilan Sehari-hari yang Lebih Statement

• Dapur Sumur Tutur : Hadirkan Dinamika Perempuan Lintas Generasi

• Film Para Perasuk Rilis OST, Dinyanyikan Maudy Ayunda

• Nuanu Creative City Hadirkan Music Residency

• Palari Films Rayakan 10 Tahun Perjalanan di Industri Film Indonesia

• Revolusi Penanganan Nyeri Tanpa Bedah

• Grab Perkenalkan 13 Fitur Berbasis AI

Combine & Save.

Untuk menonton video klik KabariNews.com/67108

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook