Skip to main content

Majalah Digital Kabari Edisi 224 - 2026

Page 1


Daftar Isi Edisi 224

Photo:

INGIN ADVERTENSI DI KABARI MEDIA?

• Majalah Kabari Digital

• Majalah Hidup Sehat

• Majalah Tur Dunia

• Majalah Extra Uang

Disebarkan ke

Lebih dari 27,000 Emails

Hubungi:

Lebih dari 25 juta Kabari YouTube Video Viewers

San Francisco : (415) 213-7323

Los Angeles : (562) 383-2100

Jakarta : (021) 4288-6112

Email: sales@kabarinews.com

Najua Yanti Perkenalkan Busana Lebaran Nyaman dan Stylish di Jakarta Sharia Festival 2026

Terinspirasi Maroko, Hannie Hananto Hadirkan Koleksi Ramadan Raya 2026 di Jakarta Sharia Festival

Chaera Lee Hadirkan Raya Collection di Jakarta Sharia Festival 2026

Terinspirasi Perjuangan Wanita di Era Perang Dunia II, Yani Halim Persembahkan Karya Empowered Woman

Aisyah Zahira, Model Cilik 6 Tahun Siap Harumkan Nama Indonesia di Ajang Internasional

Yani Halim Angkat Sarung ke Panggung Fashion Modern, Dorong Wastra Jadi Busana Sehari-hari

Luna Maya Kenalkan Film Suzzanna: Santet Dosa Di Atas Dosa

Rahayu Saraswati: Dunia Sedang Mengalami Penyesuaian Besar

Harryadin Mahardika : Profesor Soemitro sebagai Begawan Pejuang

Coca-Cola Indonesia Hadirkan Lebih dari 69.000 Momen Kesegaran di Seluruh Indonesia selama Ramadan

Hikiniku to Come : ‘Freshly Grilled Hamburg Restaurant’ dari Jepang, Buka Restoran Pertamanya di Jakarta

Prince Poetiray & Quinn Salman Bawakan Perdana OST Film Na Willa

Aice “Maniskan Momen Ramadhan” dengan Berbagi Takjil kepada Jutaan Jemaat Masjid Seluruh Indonesia

Pal8 Pictures Umumkan Para Pemain Film “Laut Bercerita”

Kuliner Indonesia Kaya 2026 Hadirkan Kisah Peradaban Di Balik Setiap Sajian : Menelusuri Warisan Rasa Ternate, Palembang, Dan Banten

Perjanjian Dagang ART 2026 Tempatkan Indonesia pada Posisi Strategis di Kawasan ASEAN

Film Senin Harga Naik : Mengajak Temukan Arti Keluarga yang Seutuhnya

Will Hyde & Stephanie Poetry Buka Diri Lewat Single Better Without Me

Di Balik Layar Ekosistem On-Demand : Pilihan, Partisipasi, dan Pertumbuhan Ekonomi

Dari Pemalu Jadi Juara, Cut Bianca Shaleeta Sabet Puteri Anak Indonesia 2024

Puji Syukur atas segala rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan kepada kami waktu dan kesempatan untuk tetap terus berkarya memberikan beragam informasi yang dikemas sebagai Jembatan Informasi Indonesia – Amerika.

Majalah Kabari edisi kali ini menghadirkan beragam informasi serta artikel menarik buat para pembaca Kabari yang budiman.

Cut Bianca Shaleeta atau yang akrab disapa Kika, remaja 13 tahun asal Bandung, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Puteri Anak Indonesia 2024. Di balik pencapaiannya, Kika mengungkapkan keikutsertaannya dalam ajang tersebut. Simak kisahnya hanya di cover story.

Selain itu, Majalah Kabari edisi kali ini juga menghadirkan kisah menarik lainnya, seperti: Video : Terinspirasi Maroko, Hannie Hananto Hadirkan Koleksi Ramadan Raya 2026 di Jakarta Sharia Festival, Video : Aisyah Zahira, Model Cilik 6 Tahun Siap Harumkan Nama Indonesia di Ajang Internasional, Video : Rahayu Saraswati, Dunia Sedang Mengalami Penyesuaian Besar.

Dan masih banyak lagi artikel lainnya yang tak kalah menarik diantaranya : Video: Harryadin Mahardika Profesor Soemitro sebagai Begawan Pejuang, Kuliner Indonesia Kaya 2026 Hadirkan Kisah Peradaban Di Balik Setiap Sajian Menelusuri Warisan Rasa Ternate, Palembang, Dan Banten. Simak selengkapnya hanya di Majalah Kabari Edisi 224.

REDAKSI

Kabari merupakan majalah bulanan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh PT. Cempaka International dan didistribusikan secara gratis di seluruh wilayah Amerika Serikat.

Kantor Cabang Jakarta Cempaka Putih Timur V No.15 Jakarta, Indonesia 10510 Tel: (021) 428-86112

Email redaksi: redaksi@kabarinews.com | Iklan : sales@kabarinews.com

PENERBIT

JOHN OEI

KOMISARIS INDONESIA

OLINA HIMAYANTI

DEWAN PENASIHAT

LISA TUNGKA

DIREKTUR UTAMA AMERIKA

INDRIATI (VONNY) OEI

DIREKTUR UTAMA INDONESIA

ANITA SETIAWARDI

PENULIS

ASBAN NATAWIJAYA

HARRY PRASETYO

PENATA ARTISTIK Yanti bi

VIDEO FANIESYAH

KONTRIBUTOR

STANLEY CHANDRA

RIANA K LIPTAK

ADMINISTRASI

DEWI LIEM

IKLAN DAN PEMASARAN

WEINA TANUWIJAYA

SIRKULASI

PETER ZHAN

Dari Pemalu Jadi Juara

Cut Bianca Shaleeta Sabet Puteri Anak Indonesia 2024

Cut Bianca Shaleeta atau yang akrab disapa Kika, remaja 13 tahun asal Bandung, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Puteri Anak Indonesia 2024.

Di balik pencapaiannya, Kika mengungkapkan keikutsertaannya dalam ajang tersebut berawal dari keinginan kuat untuk mengembangkan diri, khususnya dalam mengatasi rasa pemalu yang dulu ia miliki.

“Aku mengikuti kompetisi ini karena ingin mengimprove diri aku sendiri. Dulu aku itu orangnya pemalu banget, tidak bisa berbicara di depan publik. Lewat ajang ini aku belajar bagaimana cara berbicara di depan umum dan memiliki attitude yang baik,” ujarnya.

Dalam menghadapi kompetisi

yang diikuti peserta dari seluruh Indonesia, Kika menekankan pentingnya persaingan yang sehat. Ia mengaku tidak menjadikan kemenangan sebagai beban utama, melainkan lebih fokus pada pengalaman dan memperluas pertemanan. “Aku tidak mengambil beban harus menang, aku ingin mencari banyak teman dan memperluas komunitas. Selama karantina aku benarbenar enjoy dan kami semua bersaing secara sehat,” katanya.

Sebelum mengikuti ajang tersebut, Kika melakukan berbagai persiapan, mulai dari latihan public speaking, pembentukan karakter dan attitude, hingga school modelling. Persiapan ini menjadi bekal penting selama masa karantina yang berlangsung selama lima hari hingga

Photo: IG@kika.bianca
Photo: IG@kika.bianca

malam grand final.

Kika pun mengaku tidak menyangka saat dinobatkan sebagai pemenang. “Aku bangga sama diri aku sendiri. Banyak teman-teman lain yang lebih baik, tapi aku bisa membuktikan pada diriku yang dulu bahwa aku bisa, aku sudah tidak pemalu lagi,” ungkapnya dengan penuh haru.

Gelar Puteri Anak Indonesia 2024 juga membuka peluang baru di dunia hiburan. Kika mengaku mendapatkan berbagai tawaran endorse, iklan, hingga kesempatan menjadi host program ‘Si Bolang’. Meski demikian, ia tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. “Sekolah tetap nomor satu. Dari Senin sampai Jumat aku fokus belajar, sementara kegiatan job dan advokasi aku lakukan di akhir pekan,”

Photo: IG@kika.bianca
Photo: IG@kika.bianca

jelasnya.

Selain itu, Kika juga aktif menjalankan advokasi bertajuk “Kika Peduli” yang berfokus pada lingkungan, pendidikan, budaya, dan pariwisata. Salah satu kegiatannya adalah mengunjungi yayasan kanker untuk berbagi semangat dengan anak-anak di sana. “Aku belajar untuk lebih bersyukur dan tidak sombong, karena tidak semua orang memiliki kondisi yang sama seperti kita,” tuturnya.

Untuk saat ini, Kika belum merencanakan karya khusus dalam waktu dekat karena ingin fokus melanjutkan pendidikan. Namun, semangat dan kiprahnya sebagai Puteri Anak Indonesia 2024 diharapkan terus menginspirasi generasi muda lainnya.

Photo: IG@kika.bianca
Photo: IG@kika.bianca
Photo: IG@kika.bianca
Photo: IG@kika.bianca

Najua Yanti Perkenalkan

Busana Lebaran Nyaman

dan Stylish di Jakarta

Sharia Festival 2026

Jakarta Sharia Festival 2026 yang digelar oleh Hijabersmom di Lippo Mall Nusantara menjadi ajang bagi para desainer muslim untuk menampilkan karya terbaiknya, termasuk fashion designer Najua Yanti. Dalam kesempatan tersebut, Najua mempersembahkan koleksi busana yang dirancang untuk menyambut momen Ramadan dan Lebaran dengan konsep yang lembut, nyaman, namun tetap elegan. Ia menjelaskan koleksi yang dibawanya mengusung nuansa yang sederhana namun cantik agar mudah dikenakan dalam berbagai kesempatan

selama hari raya.

“Assalamualaikum, pada event Jakarta Sharia Festival ini, yang merupakan event pertama yang dihelat oleh Hijabersmom, saya membawa koleksi dengan tema yang soft dan cantik agar bisa disesuaikan dengan situasi Lebaran. Karena Lebaran itu membutuhkan baju yang adem, tidak ribet, tapi tetap terlihat cantik,” ujar Najua Yanti.

Dalam koleksi tersebut, Najua menggunakan bahan katun yang ringan dan nyaman dipakai, dengan warna-warna medium hingga lembut seperti soft mauve, soft sage, soft cokelat susu, hingga soft pink. Ia juga menambahkan detail menarik seperti rompi serta aplikasi yang terinspirasi dari busana bisman pada beberapa dress dan rompi, sehingga memberikan tampilan yang lebih unik namun tetap elegan.

“Untuk koleksi kali ini kami menampilkan empat look yang terdiri dari satu set, yaitu long outer, hijab, dan dress. Warnanya juga soft seperti soft mauve, soft sage, soft cokelat susu, dan soft pink,” jelasnya.

Lebih dari sekadar busana untuk satu kesempatan, Najua juga ingin menghadirkan konsep busana yang fleksibel dan bisa digunakan berulang kali dalam berbagai situasi. Menurutnya, pakaian seharusnya

tidak hanya dipakai sekali lalu disimpan di lemari, tetapi bisa dipadupadankan dengan berbagai gaya lain sehingga tetap bermanfaat dalam jangka panjang.

“Baju itu sebenarnya tidak hanya dipakai satu kali saja. Semua koleksi saya bisa di-match dengan busana lain. Misalnya outer bisa dipakai untuk bekerja atau acara yang lebih kasual, dan dress juga bisa dipadukan dengan gaya lain. Jadi walaupun ini satu set, tapi bisa dipecah menjadi beberapa look atau style di luar yang sudah ditampilkan,” tuturnya.

Ia menambahkan dirinya ingin menghadirkan busana yang bisa tetap digunakan setelah Lebaran, baik untuk kegiatan sehari-hari, acara arisan, bekerja, hingga menghadiri pesta. Dengan begitu, busana tersebut tetap memiliki nilai guna yang lebih panjang bagi para pemakainya.

Melalui partisipasinya dalam Jakarta Sharia Festival 2026, Najua juga berharap acara ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan industri fashion muslim di Indonesia. Ia menilai festival ini dapat menjadi wadah yang baik untuk memperkenalkan karya para desainer sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin mencintai busana muslim karya anak bangsa.

“Ini adalah event pertama Hijabersmom yang

bertemakan Sharia di Jakarta. Mudah-mudahan dengan adanya Jakarta Sharia Festival 2026 ini, Hijabersmom semakin bisa menebarkan manfaat karena itu adalah goals-nya, yaitu bermanfaat bagi seluruh umat,” katanya.

Najua juga berharap festival ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengenakan busana muslim yang sesuai syariat sekaligus mendukung perkembangan industri kreatif nasional.

“Semoga JSF 2026 semakin menarik minat umat muslim untuk berpakaian secara syari dan juga menyenangi busana muslim Indonesia yang memiliki detail yang sangat kaya. Melalui event ini, brand-brand juga punya tanggung jawab untuk terus mendukung kemajuan ekonomi Indonesia sebagai para entrepreneur. Mudah-mudahan ke depannya event ini semakin semarak, brand-brand semakin hype, dan masyarakat juga datang untuk membeli busana muslim karya desainer Indonesia,” pungkasnya.

Terinspirasi Maroko, Hannie Hananto Hadirkan Koleksi Ramadan Raya

2026 di Jakarta

Sharia Festival

Ajang Jakarta Sharia Festival 2026 yang digelar oleh Hijabersmom di Lippo Mall Nusantara menjadi panggung bagi para desainer modest fashion untuk menampilkan karya terbaik mereka. Salah satu yang turut ambil bagian adalah fashion designer Hannie Hananto, yang menghadirkan koleksi spesial Ramadan Raya 2026 dengan inspirasi dari budaya Maroko.

Hannie Hananto menjelaskan bahwa koleksi yang ia tampilkan pada kesempatan tersebut mengangkat tema Maroko, yang tercermin dari berbagai elemen desain pada busana.

“Jadi koleksi untuk Ramadan Raya 2026 ini temanya adalah Maroko, jadi siluet kota Maroko dan motif-motif keramik dari kota Maroko,” ujar Hannie.

Menurutnya, pemilihan tema tersebut tidak hanya didasari keindahan budaya dan arsitektur Maroko, tetapi

juga memiliki makna historis yang kuat bagi Indonesia.

“Kenapa Maroko? Karena Maroko adalah salah satu negara yang pertama kali mengakui kedaulatan negara Indonesia. Raja Maroko, kalau tidak salah Raja Hassan II, mengakui kedaulatan Republik Indonesia dan mengirim surat kepada Presiden Soekarno. Itu sangat inspiratif sekali, jadi saya angkat tema Maroko tersebut,” jelasnya.

Dalam fashion show di Jakarta Sharia Festival 2026, Hannie Hananto menampilkan empat look busana yang seluruhnya terinspirasi dari unsur estetika Maroko.

“Ada empat look yang saya bawakan dan semuanya mengambil motif Maroko, ada siluet kota Maroko dan juga motif-motif keramik dari kota Maroko, karena Maroko adalah salah satu negara Islam yang mengakui kedaulatan Republik Indonesia,” katanya.

Melalui koleksi ini, Hannie juga ingin menyampaikan pesan tentang kekayaan budaya Islam yang tersebar di berbagai belahan dunia.

“Pesan yang ingin diangkat adalah bahwa kebudayaan Islam yang tersebar di seluruh dunia itu sangat beragam. Kita juga harus mengetahui dari mana pergerakan Islam dan culture-nya, karena dari situ keluar beberapa detail budaya yang luar biasa, Masya Allah,” tuturnya.

Di akhir kesempatan, Hannie Hananto juga menyampaikan harapannya terhadap penyelenggaraan Jakarta Sharia Festival serta perkembangan para pelaku modest fashion yang terlibat di dalamnya.

“Harapan saya, Hijabersmom sebagai penyelenggara acara ini dan beberapa brand fashion yang ada di dalam naungannya bisa sukses terus dan bisa maju dari UKM menuju brand, bahkan menjadi fashion designer. Harapan kami seperti itu,” pungkasnya.

Chaera Lee Hadirkan Raya Collection di Jakarta

Sharia Festival 2026

Fashion designer Chaera Lee dari label Meemaa Style turut meramaikan Jakarta Sharia Festival 2026 yang digelar oleh komunitas Hijabersmom di Lippo Mall Nusantara. Dalam ajang tersebut, Chaera memperkenalkan koleksi terbaru bertajuk Raya Collection, yang dirancang khusus untuk menyambut momen Hari Raya di bulan Ramadan.

Chaera menjelaskan bahwa koleksi yang dibawanya kali ini sangat relevan dengan suasana Ramadan yang identik dengan persiapan menuju Hari Raya. “Di Jakarta Sharia Festival 2026 Meemaa Style ada koleksi terbaru Raya Collection sebanyak empat look. Tema ini tentunya related dengan sekarang karena sedang bulan Ramadan, jadi yang dipresentasikan memang untuk Hari Raya, makanya koleksinya Raya Collection,” ujar Chaera Lee.

Dalam peragaan busana tersebut, Meemaa Style menampilkan empat tampilan busana dengan karakter feminin yang menjadi ciri khas brand tersebut. Chaera mengatakan bahwa sebagian besar koleksi menggunakan bahan silk yang memberi kesan lembut dan elegan.

“Hari ini Meemaa Style menampilkan empat look.

Bahannya mayoritas silk dengan motif bunga-bunga. Meemaa Style memang punya ciri khas warna pastel atau warna-warna manis, warna perempuan yang feminin dan cantik,” jelasnya.

Ia juga memaparkan detail dari setiap busana yang ditampilkan di runway. “Semua ada empat dress dengan motif bunga dan ada ruffle di bagian leher, jadi untuk teman-teman yang berhijab ada detail yang mendukung tampilan berhijab. Dress kedua juga masih dengan bahan silk dan ada resleting di bagian depan,” katanya.

Sementara itu, untuk desain ketiga, Chaera mengambil inspirasi dari apron yang dimodifikasi menjadi busana elegan dengan tali di bagian pinggang agar bisa menyesuaikan bentuk tubuh. “Yang ketiga terinspirasi dari apron, jadi kita pasang tali di bagian pinggang supaya bisa disesuaikan dengan badan,” ujarnya.

Sedangkan desain keempat tampil lebih minimalis namun tetap elegan untuk dikenakan dalam berbagai kesempatan. “Untuk yang keempat desainnya lebih simple, tapi tetap elegan untuk dipakai,” tambahnya.

Chaera juga mengungkapkan rasa syukurnya dapat berpartisipasi dalam event perdana kolaborasi Hijabersmom Community dengan Lippo Mall Nusantara tersebut. Ia berharap kehadiran Meemaa Style dapat memberikan pengalaman belanja sekaligus inspirasi fashion bagi para pengunjung.

“Tentunya event ini adalah yang perdana dari Hijabersmom Community berkolaborasi dengan Lippo Mall Nusantara. Alhamdulillah Meemaa Style bisa diajak berkolaborasi di sini, bisa presentasi, fashion show, dan juga exhibition sampai 27 Februari hingga 29 Maret 2026,” ungkap Chaera.

Ia pun berharap festival ini bisa menjadi destinasi menarik bagi masyarakat selama Ramadan. “Harapannya tentu teman-teman bisa datang dan berbelanja di sini, karena selain banyak brand juga ada berbagai kegiatan seperti kajian, workshop, dan lainnya,” tutupnya.

Kabari

Terinspirasi Perjuangan

Wanita di Era Perang

Dunia II

Yani Halim

Persembahkan Karya

Empowered Woman

Kabari
Photo: IG@yani__halim

Fashion designer muda

Yani Halim tengah mempersiapkan langkah akhir dalam perjalanan akademiknya di bidang tata busana dengan menghadirkan koleksi bertajuk Empowered Woman. Koleksi ini menjadi bagian dari tugas akhir yang saat ini memasuki tahap akhir menuju sidang yudisium, sekaligus menandai keseriusannya dalam menekuni dunia fashion.

“Saat ini, sejak pertengahan 2025 saya fokus menyelesaikan tugas akhir di bidang fashion dan sekarang sudah di tahap akhir, sedang menyiapkan koleksi terakhir menuju sidang yudisium,” ujar Yani Halim. Ia menjelaskan, koleksi tersebut terinspirasi dari perubahan busana wanita masa Perang Dunia II, ketika keterbatasan bahan memengaruhi desain pakaian masyarakat.

Mengusung tema Empowered Woman, Yani ingin menyampaikan pesan tentang kekuatan perempuan di masa sulit.

“Pada masa Perang Dunia II, wanita tidak hanya diam di rumah, tetapi mereka menjadi berdaya— bekerja sebagai buruh pabrik, tenaga medis, hingga ahli konstruksi,” ungkapnya. Tema ini, lanjutnya, menjadi simbol bahwa perempuan tetap tangguh meski berada dalam situasi penuh keterbatasan.

Dari sisi desain, koleksi ini mengusung siluet khas era 1940an yang dikenal dengan bentuk ramping di bagian pinggang, dada dan pundak yang tegas.

“Saya mengambil siluet fashion tahun 1940 dengan ciri khas ramping di pinggang, dada dan pundak yang membulat, serta detail motif loreng yang merepresentasikan suasana perang,” jelas Yani.

Tak hanya sebagai karya konseptual, koleksi Empowered Woman juga dirancang sebagai busana siap pakai atau ready to wear. Yani menargetkan perempuan karier usia 30 hingga 40 tahun sebagai pengguna utama.

“Koleksi ini ditujukan untuk wanita karier yang ingin tampil unik dan berbeda, bisa digunakan untuk seminar, fashion show, atau kegiatan sosial,” tambahnya.

Melalui karya ini, Yani berharap dapat menginspirasi generasi masa kini untuk menghargai perjuangan perempuan di masa lalu. “Harapan saya, koleksi ini bisa membuat wanita masa kini menghargai perjuangan perempuan di era Perang Dunia II, sekaligus mengenalkan kembali gaya fashion tahun 1940-an melalui karya saya,” tutupnya.

Aisyah Zahira Model Cilik 6 Tahun Siap Harumkan Nama Indonesia di Ajang Internasional

Aisyah Zahira, model cilik berusia 6 tahun yang kini duduk di bangku kelas 1 SD, terus menunjukkan prestasi di dunia modeling anak.

Pemilik gelar Miss Toddler Grand Runway Indonesia 2025 ini telah mengukir sejumlah pencapaian membanggakan, di antaranya Duta Wastra Indonesia 2024, Juara Umum Pesona Batik Nusantara 2025, hingga meraih Icon International Asianista di Singapura pada 2025.

“Prestasi yang sudah Aisyah raih yang pertama Duta Wastra Indonesia 2024, yang kedua Juara Umum Pesona Batik Nusantara 2025, dan Aisyah mendapatkan Icon International Asianista di Singapore tahun 2025,” ujar Aisyah.

Dalam waktu dekat, Aisyah akan mewakili Indonesia di ajang Princess Global di Kuala Lumpur pada awal April mendatang. Ia mengaku telah mempersiapkan diri dengan matang, mulai dari latihan public speaking, catwalk, hingga modeling.

“Aisyah juga sudah bikin video profil untuk mempromosikan Indonesia, dan yang pastinya persiapan fisik supaya Aisyah sehat,” katanya. Meski masih belia, Aisyah mengaku tidak menemui kesulitan berarti selama persiapan.

“Sebenarnya tidak ada yang paling sulit sih, kan Aisyah belajar public speaking, belajar modeling dan belajar catwalk juga,” tuturnya.

Ia pun berharap dapat meraih prestasi terbaik di tingkat internasional.

“Harapan Aisyah, Aisyah bisa juara dan membawa nama baik Indonesia ke ajang internasional,” ungkapnya.

Tak hanya di dunia modeling, Aisyah juga aktif di dunia hiburan sejak usia dini. “Waktu umur 3 tahun, Aisyah pengen masuk TV, terus umur 5 tahun ikut casting dan diterima,” ceritanya.

Di balik kesuksesannya, Aisyah tak lupa menyampaikan pesan kepada anak-anak Indonesia lainnya. “Yang pertama harus percaya diri, yang kedua harus banyak belajar dan yang ketiga harus berani,” pesannya. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas berbagai pencapaian yang diraih.

“Perasaan Aisyah bersyukur kepada Allah SWT dan Aisyah juga bahagia,” ujarnya. Dukungan keluarga menjadi kunci perjalanan kariernya. “Keluarga Aisyah, Mami, Papi, kakak, guru public speaking Aisyah dan lainnya,” katanya.

Untuk menjaga keseimbangan antara sekolah dan karier, jadwal Aisyah diatur oleh sang ibu. “Yang mengatur jadwal Mami, yang pasti tidak ganggu sekolah Aisyah,” jelasnya.

Meski telah sukses di dunia modeling, Aisyah memiliki cita-cita mulia di masa depan. “Nanti kalau sudah besar, cita-cita Aisyah mau jadi dokter anak, doain ya,” tutupnya.

Photo: IG@_aisyahzahira_
Photo: IG@_aisyahzahira_
Photo: IG@_aisyahzahira_
Photo: IG@_aisyahzahira_
Photo: IG@_aisyahzahira_

Yani Halim Angkat Sarung ke Panggung Fashion Modern

Dorong Wastra Jadi Busana Sehari-hari

Desainer Yani Halim mengangkat sarung sebagai busana modern yang fleksibel dan relevan untuk berbagai kalangan. Berangkat dari nilai budaya yang melekat kuat, Yani berupaya mengubah persepsi masyarakat terhadap sarung agar tidak lagi identik dengan aktivitas tradisional semata.

“Sarung itu adalah budaya atau peninggalan dari zaman dulu. Saya ingin membuat sarung lilit yang bisa dipakai oleh remaja, orang tua, hingga anak-anak, tidak hanya untuk sholat atau kegiatan tertentu saja,” ujar Yani. Ia menegaskan bahwa sarung memiliki potensi besar untuk sejajar dengan rok atau celana sebagai busana harian.

Dalam pengembangannya, Yani menciptakan beragam koleksi berbahan dasar sarung yang dipadukan

Kabari
Photo: IG@yani__halim

dengan material modern. “Koleksi yang saya buat terdiri dari bahan batik, katun, hingga denim. Saya kombinasikan menjadi atasan seperti kemeja maupun bawahan seperti celana agar lebih nyaman digunakan,” jelasnya. Inovasi ini dilakukan untuk menjangkau selera generasi muda tanpa meninggalkan nilai tradisional.

Lebih dari sekadar desain, Yani ingin menyampaikan pesan kuat melalui setiap koleksinya. “Untuk sarung batik, saya ingin generasi muda lebih menghargai wastra hasil karya anak bangsa, terutama dari para pengrajin di pelosok. Sementara bahan denim saya pilih karena dekat dengan anak muda, agar mereka lebih tertarik memakai sarung,” katanya.

Koleksi yang dirancangnya pun diarahkan menjadi ready to wear, sehingga dapat digunakan dalam berbagai aktivitas seharihari. “Sarung ini fleksibel, bisa dipakai ke kantor, bermain, atau sekadar berkumpul. Bentuknya bisa disesuaikan sehingga nyaman digunakan,” tambahnya. Momentum Hari Sarung Nasional juga menjadi pengingat penting bagi Yani akan nilai historis sarung. “Sarung sangat penting karena dulu menjadi pakaian utama masyarakat Indonesia, bahkan sejak masa penjajahan Hindia Belanda,” ungkapnya.

Photo: IG@yani__halim
Photo: IG@yani__halim
Photo: IG@yani__halim
Photo: IG@yani__halim
Photo: IG@yani__halim
Photo: IG@yani__halim

Tonton film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa tayang pada Lebaran 2026 ini

Luna Maya Kenalkan Film Suzzanna

Santet Dosa Di Atas Dosa

Luna Maya mengejutkan warga yang tengah berada di Blok M, Jakarta Selatan, pada Kamis malam, 26 Februari 2026. Di bawah Stasiun MRT Blok M, Luna Maya sempat mengundang keramaian saat ia memperkenalkan penampilannya yang berbeda dan tampak menyeramkan namun sekaligus anggun.

Di titik itulah Luna membuka sebuah poster berukuran besar bertulis Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, film horor terbaru persembahan Soraya Intercine.

Films, yang akan menjadi satusatunya film Luna di tahun 2026.

Membawa sosok ikonik Suzzanna ke Blok M disebut Luna menjadi cara yang tepat untuk mengenalkan kembali ikon horor yang telah menemani penonton Indonesia dari generasi ke generasi.

“Beliau adalah seorang ikon, yang bisa dibilang menjvadi salah satu tokoh ikonik di Indonesia, terutama di perfilman Indonesia. Dan sampai beliau sudah enggak ada pun masih terus diminati dan menjadi legenda,” ujar Luna Maya tentang poster film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa yang ada di Blok M dan menjadi cara untuk mengenalkan kembali sosok Suzzanna.

Di poster tersebut juga menarik karena ada elemen bunga Melati, yang disebut Luna menjadi salah satu ciri khas Suzzanna, termasuk di filmfilmnya terdahulu. Di poster film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Luna mengenakan roncean bunga melati.

“Bunga melati itu kan identik dengan Bunda Suzzanna. Saat syuting, bukan cuma dipakai seperti yang terlihat di poster, aku juga coba makan. Rasanya pahit, tapi aromanya wangi banget,” cerita Luna.

Pada Lebaran tahun ini, Luna berharap semua orang memilih film

Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa

sebagai tayangan mereka dan keluarga. Film ini akan membawa IP Suzzanna ke level baru. Selain Luna, film ini juga dibintangi Reza Rahadian dan suami Suzzanna, Clift Sangra.

Kabari
Sumber Foto : Istimewa

Dunia Sedang Mengalami Penyesuaian Besar Rahayu Saraswati

Presiden Prabowo Subianto telah memimpin Indonesia lebih dari satu tahun. Karena itu, dalam kaitan refleksi 500 Hari Pemerintahan

Presiden Prabowo Subianto: Kembalinya Ekonomi yang Berpihak pada Rakyat, Indonesia Roundtable of Young Economists (IN.RY) menggelar Soemitro Economic Forum 2026 di Kraton Majapahit, Jakarta.

Forum ini sekaligus memperingati seperempat abad berpulangnya Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo, seorang guru bangsa dan pemikir ekonomi yang sepanjang hidupnya memperjuangkan kedaulatan ekonomi nasional serta kesejahteraan rakyat.

Sebagai begawan ekonom dan guru ekonomi, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo memiliki buah-buah pemikiran yang melintasi zaman, bahkan menjawab persoalan hari ini.

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Anggota DPR RI dari Partai Gerindra sekaligus cucu dari Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo mengaku sebuah kehormatan setelah seperempat abad meninggalnya Prof Soemitro bahwa pemikiran sang kakek masih relevan dengan kondisi ekonomi hari ini.

Ia juga menyinggung fenomena perubahan kepemimpinan global yang terus terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Menurutnya dunia sedang mengalami penyesuaian besar.

“Satu hal yang saya ingat dari Opa Tjum (Panggilan akrab Prof. Soemitro,red) bahwa diskursus itu sehat, perbedaan pendapat itu sehat, terutama karena saya sering melihat beliau berbeda pendapat dengan anak-anaknya. Jadi, melakukan perdebatan, melakukan diskusi itu positif. Jadi, tetap dengan semangat itulah yang saya harapkan Soemitro Economic Forum bisa diadakan sebagai wajah yang bisa membuka ruang untuk perbedaan pendapat sehingga dari perbedaan pendapat bisa mencapai sebuah musyawarah mufakat dimana kita dengan semangat ingin membawa negara yang lebih maju,” jelas Ketua Dewan Pembina Indonesia Roundtable of Young Economists.

Selain itu, ia menyoroti kecenderungan publik yang lebih sering melihat sisi negatif dari kinerja pemerintah melalui media sosial, padahal data di lapangan tidak selalu demikian. “Saya berharap di Soemitro Economic Forum menjadi forum yang berdasarkan data. Contoh, e-commerce biasanya terpusat di kota-kota, tetapi yang terjadi belakangan membuktikan apa yang diupayakan oleh Presiden Prabowo, yaitu pembangunan dari bawah, dari desa. E-commerce yang tadinya terpusat di kota, sekarang sudah menunjukkan data dimana transaksi terjadi justru dari desa. Yang pesan, yang menjual, itu transaksinya sudah mulai terjadi di desa. Petani yang tadinya kita pikir tidak mungkin bisa memikirkan untuk take big vision, itu sudah mulai,” terang Sara.

Sara juga menyinggung tentang isu tarif perdagangan yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Indonesia. “Kita semua sering membicarakan tentang komoditas yang terkena 19 persen tarifnya. Tetapi jarang mengangkat

tentang seribu lebih komoditas yang dikenakan tarif 0 persen. Ini juga merupakan tanggung jawab,di mana para ekonom yang tadinya bicara dari segi makro, bagaimana pembahasan makro itu dengan konteks saving the nation dan kedaulatan sebuah negara, negara kita. Bagaimana itu bisa diterjawantahkan dalam bahasa yang dipahami oleh masyarakat awam,” harapnya.

“Saya suka sekali menonton

yang ada di YouTube ya, karena beliau bisa menyampaikan konsep ekonomi yang biasanya hanya dipahami oleh orang-orang yang sangat cerdas, tapi dalam bahasa yang orang awam bisa dipaham oleh semua orang,” pungkas Sara.

kuliah umum dari Profesor Soemitro
Sumber Foto : Istimewa

Profesor Soemitro sebagai Begawan Pejuang Harryadin Mahardika

Ekonomi dunia terus bergejolak, apalagi dengan berlangsung perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Meski secara jarak, sangat jauh dari Indonesia tapi dampaknya akan tetap di rasakan. Di saat yang bersamaan, Presiden Prabowo Subianto telah memimpin Indonesia lebih dari satu tahun. Karena itu, dalam kaitan refleksi 500 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: Kembalinya Ekonomi yang Berpihak pada Rakyat, Indonesia Roundtable of Young Economists (IN.RY) menggelar Soemitro Economic Forum II di Kraton Majapahit Jakarta.

Forum ini sekaligus memperingati seperempat abad berpulangnya Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo, seorang guru bangsa dan pemikir ekonomi yang sepanjang hidupnya memperjuangkan kedaulatan

ekonomi nasional serta kesejahteraan rakyat.

Bagi Ekonom Dr. Harryadin Mahardika, nilai hidup Profesor Soemitro, sebagai begawan pejuang yang memberikan contoh kepada generasi muda. “Seorang intelektual, tidak hanya bisa berada di menara gading, tapi juga harus turun di masyarakat, bahkan turun berjuang di hutan-hutan, bahkan di tempat-tempat yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh seorang intelektual. Jadi beliau sangat lengkap sebagai seorang begawan, bisa berjuang secara diplomasi di forumforum internasional, bisa juga berjuang langsung dengan masyarakat di bawah, dan juga bisa di dunia pendidikan. Jadi yang bisa kita pelajari dari Profesor Soemitro adalah bahwa untuk menjadi seorang intelektual atau ekonom yang paripurna, itu tidak bisa hanya intelektualitas saja, tapi juga harus memberikan semuanya. Jadi harus benarbenar masuk, terjun, dan berjuang secara sungguh,” jelas Harryadin.

Dalam konteks 500 hari pemerintahan Presiden Prabowo, Harryadin melihat adanya political will yang lebih kuat dibandingkan pemerintahan sebelumnya. “Political will untuk melakukan reformasi struktural di bidang ekonomi. Kita melihat beberapa contoh perubahan yang sangat terlihat, dalam pendekatan pertumbuhan ekonomi. Ada beberapa program yang baru, misalnya penghematan efisiensi yang kemudian direalokasi ke program-program yang bertujuan untuk memutar ekonomi sirkular di pendesaan, di masyarakat yang tidak memiliki pendapatan sebelumnya. Misalnya program MBG, juga Koperasi Merah Putih. Termasuk political will

yang kuat untuk memperbaiki sektor pendidikan. Ada Sekolah Garuda, dan Sekolah Rakyat, mungkin Sekolah Terintegrasi nantinya. Jadi terlihat sekali ada upaya yang benar-benar serius untuk mengubah wajah pendidikan menjadi lebih baik.

Terkait perang Amerika Serikat dan Israel lawan Iran, Harryadin berharap bahwa perang di Timur Tengah itu tidak berkepanjangan. Hanya saja melihat situasi, dan juga melihat nuansa dari bagaimana perang itu terjadi, sepertinya ada kemungkinan perang akan berlangsung lama. Nah, ketika perang berlangsung lama tentu saja pemerintah harus segera mengantisipasi terkait dengan kemampuan fiskal negara. “Ketika energi dan pangan menjadi mahal, karena masing-masing negara akan berusaha untuk mencukupi kebutuhannya sendiri. Nah, untungnya pemerintahan Presiden Prabowo sudah memulai program-program yang mengantisipasi hal tersebut. Mulai dari ketahanan pangan melalui food security, ketahanan energi, kemudian hilirisasi, juga transisi energi. Semuanya sudah mulai dijalankan, tinggal percepatan dan dukungan dari masyarakat,” ungkapnya. Harryadin melihat pemerintah sekarang ini punya intensi yang baik untuk membawa Indonesia untuk lebih siap lagi menghadapi situasi global yang tidak pasti. “Perang yang terjadi sekarang membuka mata masyarakat bahwa ternyata benar ya Pak Prabowo kemarin beli senjata, eh ternyata sekarang ada perang, lalu food security, food estate, ternyata benar kita harus mencukupi pangan kita sendiri. Jadi ini kesempatan besar bagi pemerintah untuk mengambil momen dan mengatakan kepada masyarakat, ayo kita sama-sama. Jadi jangan terus-menerus mengatakan bahwa pemerintah ini hanya pengen business as usual, yang kemudian dikaitkan dengan pemborosan anggaran, korupsi dan sebagainya. Sekarang situasinya di mana seluruh komponen bangsa harus bersama-sama untuk mengantisipasi perubahan dunia yang sangat cepat agar Indonesia bisa lebih resilient secara ekonomi,” katanya.

Ajaran Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo harus terus dikembangkan, diajarkan kembali, dan dihidupi dalam kebijakan nyata—karena bagi Soemitr ekonomi bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan tentang manusia, rakyat, dan keluarga yang berhak atas kehidupan yang bermartabat. “Warisan pemikiran ini adalah bagian dari DNA perjuangan ekonomi Indonesia, dan tidak boleh dipelintir untuk kepentingan pribadi atau keuntungan sesaat,” pungkas Leonardo A. Putong, General Convener Soemitro Economic Forum 2026.

Sumber Foto : Istimewa

Coca-Cola Indonesia

Hadirkan

Lebih dari 69.000

Momen Kesegaran di Seluruh Indonesia selama

Ramadan

Ketika keluarga di seluruh Indonesia berkumpul untuk berbuka puasa saat matahari terbenam, CocaCola Indonesia turut menemani momen Ramadan dengan kesegaran, kepedulian, dan kebersamaan. Berlandaskan nilai refleksi diri, semangat berbagi, dan kebersamaan, Coca-Cola Indonesia mendukung lebih dari 69.000 momen berbuka puasa dan kebersamaan komunitas di berbagai kota mulai dari Aceh, Jakarta, Surabaya, Banjarmasin, Makassar hingga Manado, menghadirkan Fanta, Sprite, dan Frestea lebih dekat ke masyarakat, dengan tetap menghormati tradisi lokal dan nilai-nilai yang dijunjung bersama.

Kesegaran yang Melengkapi Setiap Momen Ramadan

Coca-Cola Indonesia membawa berbagai pengalaman Ramadan melalui portofolio merek ikoniknya untuk melengkapi perjalanan masyarakat sepanjang hari saat berpuasa hingga berbuka. Setiap merek memiliki peran tersendiri dalam menghadirkan keceriaan dan ketenangan pada momen yang paling dinantikan selama Ramadan.

• Fanta: Menyemarakkan Momen Berbuka dengan Keceriaan

Fanta menghadirkan keceriaan ringan di malam Ramadan melalui semangat khas “Snack Time” yang dekat dengan keluarga dan generasi

muda. Di sejumlah lokasi seperti Masjid Agung Bekasi (4–8 Maret), Grand City Surabaya (13–15 Maret), serta Pasar Wadai legendaris di Banjarmasin, lebih dari 3.250 sajian minuman Fanta kreasi khusus akan dibagikan melalui pengalaman mixology non-alkohol yang menyenangkan dan penuh warna bagi para pengunjung.

• Sprite: Kesegaran yang Menyejukkan Saat Berbuka

Dengan rasa segar dan ringan yang khas, Sprite membantu menghadirkan kesegaran setelah seharian berpuasa. Selama Ramadan, Coca-Cola Indonesia akan membagikan 30.000 botol Sprite dingin di berbagai pusat aktivitas masyarakat seperti Bazaar Ramadan Kauman di Semarang dan PRJ Jambangan di Surabaya, menghadirkan jeda kesegaran sederhana saat waktu berbuka.

• Frestea: Momen Hening untuk Refleksi Frestea melengkapi momen berbuka yang lebih tenang dan reflektif. Lebih dari 13.000 botol teh Frestea akan dibagikan di sejumlah lokasi, seperti Bazaar Benhil di Jakarta dan Grand City Mall di Surabaya, menciptakan suasana yang menenangkan saat bertransisi dari berbuka menuju shalat malam dan waktu bersama keluarga.

Mendukung Komunitas di Luar Aktivitas Bazaar

Selama Ramadan, Coca-Cola Indonesia menghadirkan berbagai inisiatif, dengan mendorong kolaborasi yang mempererat komunitas dan meneguhkan nilai kebersamaan.

Masjid Istiqlal Jakarta

Di masjid nasional Indonesia ini, Coca-Cola Indonesia mendistribusikan 8.000 paket takjil dan makan malam berbuka, serta 160.000 botol Frestea dan Ades bagi para jemaah sepanjang bulan puasa, termasuk pada 10 hari terakhir Ramadan saat pelaksanaan i’tikaf. Dukungan juga diberikan dalam rangka perayaan Milad ke-48 Masjid Istiqlal, melalui elemen festival LED yang menghadirkan suasana meriah, namun tetap khidmat berfokus pada rasa syukur dan kebersamaan.

Menjaga Harmoni di Manado

Di Manado, Coca-Cola Indonesia mendukung kegiatan santunan anak yatim dan buka puasa bersama yang diselenggarakan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Kegiatan ini mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat silaturahmi serta memperkuat komitmen Indonesia terhadap kerukunan antarumat beragama.

Mendukung Komunitas di Aceh

Di Aceh, Coca-Cola Indonesia turut memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak banjir dan longsor dengan membantu distribusi makanan sahur dan berbuka bagi keluarga yang mengungsi. Melalui bantuan ini, perusahaan berupaya memberikan dukungan praktis sekaligus menghadirkan rasa kepedulian bagi masyarakat yang tengah menjalani masa pemulihan.

Bersama Komunitas Pemulung

Melalui kemitraan dengan Yayasan Mahija Parahita Nusantara, Coca-Cola Indonesia kembali melaksanakan program tahunan “Ramadan Berbagi” bagi komunitas pemulung di 36 Collection Center dan lokasi mitra lainnya. Program ini menyalurkan 1.100 paket sembako dan 3.300 hidangan berbuka, sekaligus menghadirkan kegiatan buka puasa bersama sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para pemulung dalam ekosistem pengelolaan sampah di Indonesia.

Hadir dengan Peran Sederhana di Musim yang

Penuh Makna

“Bagi Coca-Cola Indonesia, Ramadan mengingatkan bahwa kesegaran bukan hanya tentang minuman, tetapi tentang hadir dalam momen yang berarti bagi masyarakat,” ujar Triyono Prijosoesilo, Senior Director Public Affairs, Communications, and Sustainability, PT Coca-Cola Indonesia. “Di bazaar, masjid, hingga lingkungan tempat tinggal, peran kami sederhana, mendukung kebersamaan dengan kepedulian, rasa hormat, dan kesegaran yang menyatu secara alami dengan tradisi masyarakat Indonesia,” katanya.

Dari pasar lokal di Medan hingga masjid-masjid komunitas di Manado dan berbagai lokasi lainnya, CocaCola Indonesia terus melanjutkan komitmennya untuk menemani masyarakat Indonesia selama bulan Ramadan.

Sumber Foto : Istimewa

Hikiniku

to Come

‘Freshly Grilled Hamburg Restaurant’ dari Jepang, Buka Restoran Pertamanya di Jakarta

Restoran hamburg asal Tokyo ini resmi membuka gerai pertamanya di Pondok Indah Mall 5, Jakarta, menghadirkan pengalaman bersantap yang menekankan ‘just made’ moments dengan konsep grilling theatre, memanggang hamburg langsung di depan tamu, membawa pengalaman bersantap yang penuh kelezatan, tidak hanya rasa, namun juga aroma dan keramahtamahan khas Jepang.

Begitu memasuki restoran, perhatian langsung tertuju pada grilling theatre, counter seating yang mengelilingi grilling area. Aktivitas memanggang dilakukan langsung di hadapan setiap tamu. Daging dibentuk, dipanggang satu per satu di atas arang dengan waktu dan panas yang presisi, menyebarkan aroma hangat dan lezat dalam ruang bersantap. Suasananya tenang,

namun terasa akrab dan hidup, di mana setiap tamu menikmati setiap gigitan dengan hangat dari awal sampai akhir.

Didirikan di Kichijoji, Tokyo pada 2020, Hikiniku to Come membawa pengalaman bersantap hamburg dengan konsep just made. “Saya suka hamburg, selalu suka,” ujar Shohei Yamamoto — pendiri Hikiniku to Come, saat ditemui di sela-sela peluncuran Hikiniku to Come PIM 5. “Tidak sama dengan hamburger, hamburg adalah ground beef steak yang populer di Jepang. Hamburg terlezat adalah yang disantap langsung setelah dipanggang, yang dibuat dari ground beef berkualitas yang segar. Sebelum Hikiniku to Come, saya tidak dapat menemukan freshly grilled hamburg di restoran. Saya hanya bisa menikmatinya di rumah. Jadi saya berpikir, orang-orang seharusnya

dapat menikmati freshly grilled hamburg yang lezat di mana saja. Inilah awal mula Hikiniku to Come,” lanjut Yamamoto. “Saya menciptakan restoran yang menghadirkan just made moments, untuk menyajikan rasa dan pengalaman hamburg terbaik. Misi kami adalah untuk berbagi cita rasa hamburg steak terbaik dan membawa kebahagiaan kepada orang-orang di seluruh dunia,” lanjutnya.

Hikiniku to Come secara literal artinya adalah daging giling dan nasi, merefleksikan konsep freshly grilled hamburg yang dinikmati dengan nasi hangat yang mengepul. Konsep dan kelezatan hamburg yang dihadirkan Hikiniku to Come dicintai tidak hanya oleh masyarakat Jepang, namun juga turis internasional. Empat restorannya di Jepang selalu penuh antrian dan reservasi harus dilakukan jauh-jauh hari. Popularitas ini yang kemudian mendorong ekspansi ke sejumlah negara lainnya, termasuk Taiwan, Korea Selatan, Hong Kong, Thailand, Filipina, dan Cina, sebelum akhirnya memasuki pasar Indonesia.

Adalah Boga Group, salah satu jaringan restoran terbesar di

Indonesia yang membawa Hikiniku to Come ke Indonesia. Kusnadi Rahardja, President Director dari Boga Group mengaku jatuh cinta dengan merek ini pada gigitan pertama. “Awalnya saya mendapat rekomendasi dari beberapa teman. Mereka sangat terkesan dengan Fresh Wagyu Hamburg-nya yang juicy dan tasty,” ungkap Kusnadi membagikan pengalamannya.

“Cerita dari teman-teman, ini adalah Nasi Hamburg terbaik yang mereka coba. Memenuhi rasa penasaran, saya khusus terbang ke Jepang untuk mencobanya secara langsung.

Ternyata benar, Hikiniku to Come adalah Hamburg terbaik yang pernah saya coba dan saya langsung bertekad untuk menghadirkannya di Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yamamoto menjelaskan bahwa kelezatan hamburg ini dihasilkan dengan 3 just made philosophy. “Yang pertama adalah Just Ground. Kami dengan ketat memilih kualitas daging wagyu yang tender dan juicy, yang digiling secara fresh setiap pagi dalam suhu yang terkontrol. Kami ingin memastikan semua orang dapat menikmati flavor natural terbaik dari hamburg kami,” ujarnya. “Yang

kedua adalah Just Grilled. Untuk itu, area bersantap kami desain dengan konsep grilling theatre, dengan seating counter mengelilingi area panggangan. Kami ingin setiap tamu dapat menyaksikan langsung hamburg segar dipanggang di atas arang di setiap meja, menikmati aroma panggangnya dan menyantapnya dengan hangat dari awal sampai akhir,” jelasnya.

“Untuk menyempurnakan kelezatan hamburg, kami melengkapinya dengan konsep Just Cooked. Nasi pulen khas Jepang yang dimasak dalam Hagama Pot, teknik memasak nasi tradisional Jepang, menghasilkan nasi yang pulen, hangat dan wangi, membuat rasa dan aroma Hamburg semakin nikmat. Proses memasak dalam Hagama Pot juga menghasilkan lapisan okage, kerak nasi yang halus dan renyah, yang menambah kejutan bersantap yang menyenangkan” jelas Yamamoto. “Kami memasak nasi terus menerus secara kontinu, sehingga kapan pun Anda datang, Anda selalu menjumpai nasi pulen hangat yang masih mengepul,” tutupnya.

Alih-alih mengejar variasi menu, Hikiniku to Come memilih berfokus

hanya pada 1 menu, Hamburg Rice Set. “Menu dibuat simple, namun penuh komitmen. Bukan tentang banyak pilihan, tapi bagaimana menghadirkan satu pengalaman makan yang dieksekusi dengan sangat baik dan terasa benarbenar istimewa.” tambah Kusnadi. “Aromanya, teksturnya, juiciness-nya yang menyatu dengan nasi hangat Jepang, telur segar dan saus-saus khas Jepang yang umami lezatnya, itulah yang saya cintai dari Hikiniku to Come. Dipanggang satu per satu di hadapan saya, setiap gigitan dan suapan hangat dan nikmat dari awal sampai akhir. Sebagaimana saya sangat menyukainya, saya berharap penikmat kuliner di Indonesia juga akan jatuh cinta menikmati hamburg kami dan selalu akan kembali dan kembali lagi. Tentunya saya berharap untuk dapat membuka lebih banyak Hikiniku to Come di lebih banyak kota di Indonesia,” tukasnya. Keseluruhan bersantap di Hikiniku to Come dibalut dengan keramahtamahan khas Jepang. Setiap tamu dapat bercakap-cakap dengan staff di area memasak, menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan. Siap mampir ke Hikiniku to Come?

Sumber Foto : Istimewa

1. Tur Guide berbahasa Indonesia/ Inggris.

2. Private Tur di Amerika dan Kanada: Supir berbahasa Indonesia dengan Mobil/Van/ Bis.

3. Sebelum Pulang ke Indonesia: Spesial Tur Program di Beberapa Negara di Asia Tenggara dengan Harga Grosir.

4. Sebelum Pulang ke Indonesia: Spesial Reuni Tur Program dengan Teman dan Famili Anda dari Indonesia.

5. Kantor di San Francisco, Los

Angeles (La Habra) dan Jakarta.

6. Karyawan berpengalaman lebih dari 20 tahun.

7. Endorsed oleh California Media International, Inc (Penerbit Majalah Kabari, Majalah Tur Dunia dan Majalah Joint Venture-Hidup Sehat).

8. Harga Grosir untuk Tur ke Asia Tenggara = Joint Venture dengan Perusahaan Tur Wholesale yang berdomisili di Jakarta, Worldlinks Indonesia, dimana Program Tur hanya dijual melalui agen-agen travel ritel di Indonesia.

Ingin mendapatkan Informasi Tur Terkini? Silakan daftar di TurDuniaGratis.com

Prince Poetiray & Quinn Salman Bawakan Perdana OST Film Na

Willa

Lagu Original Soundtrack (OST) film Na Willa berjudul “Sikilku Iso Muni” untuk pertama kalinya diperdengarkan secara utuh di hadapan publik dalam acara penutupan Festival Imlek Nasional di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu malam (28/2).

Momen spesial ini dibawakan oleh Prince Poetiray dan Quinn Salman, voice cast sekaligus penyanyi OST Jumbo, film animasi terlaris terlaris sepanjang masa di Asia Tenggara, bersama para pemeran anak film Na Willa, dalam sebuah kolaborasi hangat yang mempertemukan dua semesta cerita.

Sebelum membawakan lagu terbaru tersebut, Prince dan Quinn terlebih dahulu menyanyikan “Selalu Ada di Nadimu”, lagu yang telah melekat dalam perjalanan mereka bersama penonton Indonesia. Suasana panggung semakin meriah ketika keduanya kemudian memperkenalkan “Sikilku Iso Muni” dan menyanyikannya secara penuh untuk pertama kalinya, disambut antusias ribuan pengunjung yang hadir.

Penampilan ini menjadi momen kolaboratif antara yang menyatukan dua semesta JUMBO dan Na Willa. Lagu ciptaan laleilmanino tersebut juga dinyanyikan bersama Geng Krembangan, yaitu Luisa Adreena (Na Willa), Freya Mikhayla (Farida), dan Ibrahim Arsenio (Bud). Kebersamaan mereka di atas panggung menghadirkan suasana hangat dan ceria, selaras dengan semangat masa kecil yang menjadi jiwa film Na Willa.

Dengan aransemen ringan dan menyenangkan, “Sikilku Iso Muni” merepresentasikan sudut pandang anak yang penuh imajinasi dan rasa ingin tahu. Lagu ini menjadi bagian penting dari cara Na Willa bercerita, memperlihatkan bagaimana hal-hal sederhana dalam keseharian dapat terasa ajaib di mata anak-anak.

Selain penampilan lagu, official trailer Na Willa juga turut diputar di atas panggung, memperkenalkan kembali dunia Willa yang berlatar Indonesia era 1960-an. Para pemeran film, termasuk Irma Rihi yang memerankan

Mak, juga hadir dalam sesi ngobrol bersama penonton, berbagi cerita tentang proses kreatif dan pengalaman mereka membangun chemistry sebagai keluarga dalam film.

Prince Poetiray mengungkapkan kegembiraannya dapat terlibat dalam momen spesial tersebut dan menyampaikan dukungannya terhadap film Na Willa, yang menurutnya memiliki semangat yang mengingatkannya pada awal perjalanannya bersama JUMBO.

“Aku senang sekali bisa jadi bagian dari momen pertama kali ‘Sikilku Iso Muni’ dinyanyikan secara penuh di depan publik. Waktu ikut membawakan lagu ini bareng teman-teman Na Willa, rasanya mengingatkanku ke masa awal aku mengerjakan JUMBO dulu, sama-sama penuh semangat, keceriaan, kehangatan, dan dikerjakan dengan hati. Aku yakin Na Willa juga akan jadi film yang dekat di hati banyak orang,” ujar Prince Poetiray.

Penulis dan sutradara Na Willa, Ryan Adriandhy, menjelaskan bahwa musik menjadi bagian penting dalam membangun emosi cerita film ini. “Di Na Willa, musik bukan hanya pelengkap, tetapi bagian dari cara kami

bercerita. ‘Sikilku Iso Muni’ lahir dari semangat dunia anak-anak yang sederhana tapi penuh imajinasi. Kami senang akhirnya lagu ini bisa didengarkan secara penuh oleh publik dan menjadi langkah awal menuju perjalanan filmnya di Lebaran nanti,” ujar Ryan Adriandhy.

Semangat Festival Imlek Nasional yang merayakan kebersamaan dan keberagaman juga selaras dengan semangat film Na Willa. Film ini menghadirkan potret keluarga sederhana dengan latar budaya yang beragam, mencerminkan wajah Indonesia yang hangat dan penuh toleransi.

Na Willa diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo dan diproduksi oleh Visinema Studios, menghadirkan kisah keluarga sederhana dengan latar keberagaman budaya Indonesia yang hangat dan relevan lintas generasi.

Sumber Foto : Istimewa

Aice “Maniskan Momen Ramadhan”

dengan Berbagi Takjil kepada Jutaan

Jemaat Masjid Seluruh Indonesia

Aice Group kembali menghadirkan program berbagi Ramadan bertajuk “Maniskan Momen Ramadhan”. Program yang rutin diselenggarakan setiap tahun dan sudah berjalan selama 10 tahun ini kembali diwujudkan melalui berbagi takjil es krim ke jutaan jemaat masjid di berbagai wilayah Indonesia bersama ratusan ribu reseller Aice. Inisiatif ini menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menghadirkan momen berbuka yang lebih ceria.

Ramadhan tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antarwarga. Kehadiran takjil yang menyegarkan di tengah kebersamaan menunggu azan magrib memberikan pengalaman berbuka yang berbeda, khususnya bagi keluarga dan anak-anak yang memadati area masjid.

Sylvana Zhong, selaku Senior Brand Manager

Aice Group mengatakan bahwa Ramadhan menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. “Kami melihat momen berbuka puasa sebagai waktu yang penuh kebersamaan. Melalui ‘Maniskan Momen Ramadhan’, Aice ingin menghadirkan sentuhan sederhana yang dapat menambah keceriaan

dan kehangatan saat berbuka, sekaligus mempererat silaturahmi di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Melibatkan ratusan distributor Aice yang tersebar di berbagai provinsi, program ini juga menggandeng para pemilik warung Aice di berbagai daerah untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan berbagi. Melalui pendekatan ini, Aice memberikan kesempatan bagi para mitra warung yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar untuk berperan aktif dalam menyalurkan takjil kepada komunitas di lingkungannya.

Para distributor dan pemilik warung tersebut juga berkolaborasi dengan tokoh masyarakat setempat, termasuk pengurus masjid dan kepala desa, sehingga kegiatan berbagi dapat berjalan lebih dekat dengan kebutuhan warga. Pendekatan berbasis komunitas ini memungkinkan distribusi takjil dilakukan di banyak titik, mulai dari kawasan padat penduduk di perkotaan hingga area permukiman yang aktivitas berbuka puasanya terpusat di masjid lingkungan.

Di setiap masjid, sekitar 100 hingga 500 jemaat menerima bingkisan takjil berupa Festive Dessert Aice Mooochii berbagai varian rasa seperti Vanilla, Cokelat, Durian, Klepon, Peach, Banana, dan varian terbaru yaitu

Aice Mooochii Mango. Aice Mooochii Mango adalah perpaduan kulit mochi yang chewy dan isian es krim mangga yang segar dengan kejutan jelly bits di dalamnya yang cocok sebagai teman buka puasa.

Tidak hanya itu, Aice juga membagikan produk Aice Crispy Balls dengan varian rasa Chocolate Malt dan Cookies n’ Cream. Secara keseluruhan, jutaan paket takjil dibagikan sepanjang Ramadhan 2026, menghadirkan pengalaman berbuka yang berbeda melalui sajian penutup yang menyegarkan. Diproduksi dengan standar pengolahan tinggi, seluruh produk Aice telah mengantongi sertifikasi keamanan pangan HACCP, terdaftar dan lulus uji BPOM, serta bersertifikasi ISO 9001:2008, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas dan keamanan produk.

Hadir di Ruang Publik dan Platform Digital Selama Ramadhan

Selain distribusi langsung di masjid dan titik keramaian publik, program “Maniskan Momen Ramadhan” tahun ini juga menghadirkan berbagai aktivasi yang melibatkan figur publik di sejumlah kota. Di Bandung, kegiatan berbagi turut diramaikan oleh kreator konten eJ Peace, sementara di Medan masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan Arif Muhammad, yang dikenal luas melalui karakter Mamak Bety. Aktivasi ini akan ditutup di Jakarta dengan Arvino yang dikenal sebagai Gubernur Blok M. Kehadiran para kreator ini diharapkan dapat menambah semangat kebersamaan sekaligus mengajak lebih banyak masyarakat untuk ikut

berbagi di bulan suci.

Program ini juga diperkuat dengan aktivasi digital melalui sesi live streaming di akun TikTok resmi Aice selama Ramadan. Salah satu sesi live menghadirkan kreator Arvino dan Phoni, yang berinteraksi langsung dengan audiens sekaligus membagikan berbagai hadiah menarik kepada para penonton. Aktivasi online ini turut menjangkau generasi muda dan memperluas partisipasi masyarakat dalam meramaikan program “Maniskan Momen Ramadan”.

Melalui kombinasi kegiatan offline dan online, Aice berupaya membangun pengalaman Ramadhan yang lebih inklusif dan relevan dengan kebiasaan konsumsi media masyarakat saat ini. Perusahaan juga melibatkan mitra toko dan distributor sebagai bagian dari kolaborasi sosial di wilayah masing-masing.

Ke depan, Aice Group akan terus menghadirkan inisiatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, menjadikan momen kebersamaan di bulan suci semakin hangat dan berkesan melalui produk berkualitas yang dapat dinikmati berbagai kalangan.

“Kami percaya, kebaikan yang konsisten akan memberikan arti yang lebih besar. Ke depan, Aice akan terus berupaya menghadirkan program yang relevan dan menyentuh kebutuhan masyarakat, agar setiap momen kebersamaan, khususnya di bulan Ramadhan, dapat terasa lebih hangat dan berkesan,” tutupnya.

Sumber Foto : Istimewa

Pal8 Pictures Umumkan Para Pemain

Film “Laut Bercerita”

Rumah produksi Pal8

Pictures mengumumkan pemeran film Laut

Bercerita yang lebih lengkap. Setelah mengungkap para pemeran utama, yakni Reza Rahadian sebagai Biru

Laut, Yunita Siregar sebagai Asmara

Jati, Christine Hakim sebagai ibu, Arswendi Bening Swara sebagai ayah, Dian Sastrowardoyo sebagai Kasih Kinanti dan Eva Celia sebagai Ratih

Anjani di ajang JAFF Market tahun lalu, Pal8 Pictures mengumumkan pemain lain dan diumumkan di Jakarta pada 24 Februari 2026.

Disutradarai oleh Yosep Anggi

Noen, berdasarkan novel bestseller karya Leila S.Chudori, para pemain lainnya adalah Kevin Julio sebagai

Daniel Tumbuan, Ben Nugroho (Alex Perazon), Dewa Dayana (Sunu Dyantoro), Yoga Pratama (Arifin Bramantyo), Nagra Kautsar (Naratama), Natalius Chendana

(Julius), dan Afrian Arisandy (Gala Pranaya). Nama-nama ini memerankan bagian penting dari kehidupan Biru Laut, yakni kelompok diskusi mahasiswa Winatra.

Skenario film ini ditulis oleh

Leila S.Chudori dan Yosep Anggi Noen dan diproduksi oleh Gita Fara, Budi Setyarso, dan Leila S.Chudori. Pal8 Pictures juga bekerja sama dengan VMS Studio, Jagartha, Lynx Films dan Brandlink.

Di dalam film Laut Bercerita, Biru Laut tak bergerak sendiri. Pada 1991, mahasiswa jurusan sastra Inggris ini bertemu salah satu pimpinan Winatra: Kasih Kinanti. Sejak itulah Laut bersama Daniel, Alex dan Sunu bergabung ke dalamnya. Mereka memahami bahwa membaca dan menulis adalah bentuk perlawanan. Namun, bergerak adalah langkah selanjutnya untuk melawan kelaliman. Dan ceritapun bergulir.

Reza Rahadian yang mengaku memerankan Biru Laut di dalam film panjang ini cukup sulit secara emosional, tetapi dia mengungkapkan harapannya film ini bisa menumbuhkan kepekaan bagi penontonnya. “Semoga film

ini bisa membuka ruang berefleksi terhadap permasalahan sosial saat ini,” katanya. Reza mengaku yang menyenangkan adalah ia dan ketiga pemain lain dalam Winatra berakhir menjadi kawan dekat dalam kehidupan nyata.

Ben Nugraha menilai Alex Perazon memiliki karakter kuat dan kompleks. “Saya sangat tertantang memerankan dia,” ucapnya. Sedangkan Kevin Julio mengungkap bahwa bekerja sama dengan sutradara Yosep Anggi Noen adalah cita-citanya. “Ketika saya diterima untuk menjadi Daniel Tumbuan, saya terharu sampai berkaca-kaca,” kata dia. Sambil bergurau Kevin mengatakan, pengalaman paling seru ketika syuting film ini adalah adegan Blangguan. “Karena kapan lagi melihat Dian Sastro dan Reza kehujanan dan penuh lumpur,” terangnya.

Dian Sastrowardoyo dan Eva Celia yang membaca novel “Laut Bercerita” beberapa tahun silam mempunyai tokoh favorit masingmasing. “Waktu pertama kali membacanya, saya membayangkan kalau ada film panjangnya, saya ingin menjadi Anjani. Impian saya menjadi kenyataan,” kata Eva. Adapun Dian mengaku dia mengidolakan tokoh Kinan. “Saya merasa bahagia ketika ditawari peran ini,” katanya.

Yunita Siregar menyampaikan dia belajar dari tokoh Asmara Jati, adik Laut. “Bagaimana menyelami rasa kehilangan dengan lembut, tanpa pernah kehilangan kekuatannya,” katanya. Asmara Jati adalah tiang keluarga. Ayah dan ibunya tak kunjung percaya bahwa putra mereka, Biru Laut, hilang tanpa jejak. Tahun-tahun berlalu, mereka meyakini Biru Laut masih hidup. Sementara Asmara Jati yakin kakaknya sudah tiada.

Sutradara Yosep Anggi Noen

mengarahkan para pemain selama 37 hari syuting di Semarang, Salatiga, Jakarta, dan Sukabumi. Anggi mengungkapkan proses penggarapan Laut Bercerita cukup sulit dan penuh tantangan. “Selain menyajikan cerita yang sudah dipahami oleh pembaca novelnya, di film ini saya harus menghadirkan penceritaan yang bisa diikuti oleh penonton secara umum,” kata Anggi.

“Kami bersyukur film panjang perdana kami ini didukung oleh para pemain berbakat,” ujar Direktur Pal8 Pictures, Budi Setyarso. “Kami berharap film Laut Bercerita bisa memberikan inspirasi untuk banyak orang,” Budi menambahkan. “Semangat persahabatan dan persaudaraan anggota Winatra itulah yang kami ingin tularkan kepada penonton film ini,” terangnya.

Gita Fara yang juga menjadi produser film pendek dengan judul sama pada 2017 mengungkapkan,

pada film panjang, penonton akan dapat menikmati cerita yang lebih utuh tentang perjalanan Biru Laut. “Kami merasa cerita ini semakin relevan untuk saat ini. Kami ingin menekankan aspek keluarga, kehilangan, dan harapan,” ujar Gita Fara.

Film “Laut Bercerita” akan tayang dibioskop di seluruh Indonesia tahun 2026 ini.

Sumber Foto : Istimewa

Kuliner Indonesia Kaya 2026 Hadirkan Kisah

Peradaban Di Balik Setiap Sajian

Menelusuri Warisan Rasa Ternate, Palembang, Dan Banten

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam pelestarian budaya, Indonesia Kaya kembali menyuguhkan Kuliner Indonesia Kaya yang konsisten mendokumentasikan ragam kuliner khas Nusantara dalam format audio visual sejak 2017. Dalam episode terbaru yang tayang tahun ini, Kuliner Indonesia Kaya mengangkat tiga kota dengan sejarah kuliner kuat, yaitu Ternate, Palembang, dan Banten, yang masingmasing menyimpan kekayaan rasa sekaligus jejak panjang perjalanan budaya di Indonesia. Melalui webseries yang dapat disaksikan di kanal YouTube IndonesiaKaya ini, Kuliner Indonesia Kaya mengajak penonton menelusuri bagaimana rasa menjadi bagian dari perjalanan budaya Nusantara, yang terbentuk dari pertemuan berbagai peradaban, jalur perdagangan, serta proses akulturasi yang

membentuk identitas masyarakat dari masa ke masa

“Melalui Kuliner Indonesia Kaya, kami ingin terus menghadirkan dokumentasi yang tidak hanya menampilkan kelezatan sebuah hidangan, tetapi juga menggali cerita di baliknya. Setiap daerah memiliki cara unik dalam mengolah bahan, merawat tradisi, dan mewariskan pengetahuan memasak dari generasi ke generasi. Di situlah letak kekuatan kuliner Nusantara, bukan sekadar pada rasanya, tetapi pada nilai sejarah, akulturasi, dan filosofi hidup yang menyertainya. Tahun ini kami mengajak pecinta kuliner berkunjung ke Ternate, Palembang, dan Banten melalui episode terbaru webseries Kuliner Indonesia Kaya. Ketiga daerah ini memiliki peran penting dalam perjalanan budaya Indonesia dan melalui tayangan ini masyarakat

diharapkan dapat melihat kuliner sebagai bagian dari identitas dan warisan yang perlu terus dikenalkan serta diapresiasi oleh generasi sekarang maupun mendatang,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Indonesia Kaya.

Episode pertama yang tayang pada Kamis, 26 Februari 2026 membawa penonton ke Ternate, salah satu titik penting dalam Jalur Rempah. Di pulau ini, kuliner tumbuh dari keseimbangan antara masyarakat dan alam sekitarnya. Salah satu tradisi yang diangkat adalah Rimo-rimo, metode memasak yang diwariskan secara turun-temurun dan dilakukan tanpa menggunakan alat dapur, melainkan memanfaatkan bambu sebagai wadah alami.

Kris Syamsudin, Founder Cengkeh Afo dan Gamalama Spices, menjelaskan bahwa Rimo-rimo berakar dari kebutuhan masyarakat Ternate untuk bertahan hidup ketika berada di hutan. “Rimo-rimo adalah tradisi memasak masyarakat Ternate yang lahir dari situasi survival. Dahulu orang-orang harus bisa memasak tanpa panci, sehingga bambu dimanfaatkan sebagai media

memasak. Bahan-bahannya pun cukup umum, mulai dari daging, ayam, sayur lilin, hingga umbiumbian. Tradisi ini bukan hanya soal makanan, tetapi tentang cara hidup dan pengetahuan leluhur yang kami harap bisa terus dipertahankan,” ujarnya.

Selain Rimo-rimo, episode ini juga menghadirkan Gohu Ikan yang mengandalkan kesegaran laut dengan proses pengolahan yang

KULINER

minimal. Kata gohu sendiri berarti mengunyah sesuatu dalam keadaan mentah, sehingga ikan yang disajikan pun tidak melalui proses pemasakan. Dalam pembuatannya, Gohu Ikan menggunakan daging ikan tuna atau cakalang yang dipotong kecil, kemudian dilumuri garam dan perasan lemon cui, serta dicampur dengan daun kemangi untuk menghadirkan cita rasa segar dan khas. Hidangan ini memperlihatkan bagaimana masyarakat Ternate memanfaatkan hasil laut secara sederhana, sekaligus menunjukkan hubungan yang harmonis antara manusia dan lingkungannya.

Perjalanan berlanjut ke Palembang dalam episode kedua yang tayang pada 5 Maret 2026. Sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, Palembang menyimpan memori panjang yang mengalir bersama Sungai Musi. Melalui Pindang Ikan, penonton diajak melihat bagaimana masyarakat memanfaatkan kekayaan sungai, tidak hanya ikan patin,

Sumber Foto : Istimewa

tetapi juga gabus, hingga baung. Cita rasa asam pedas yang segar menjadi ciri khas yang merepresentasikan kedekatan masyarakat dengan alam sekitarnya.

Selain itu, hadir pula Kue Delapan Jam yang melambangkan kesabaran dan keseimbangan melalui proses pematangan selama delapan jam hingga menghasilkan tekstur lembut dan warna cokelat keemasan. Bersanding dengannya, Kue Maksuba yang berlapis dan legit menjadi bagian penting dalam tradisi pernikahan dan perayaan besar seperti Lebaran di masyarakat Palembang. Proses pembuatannya yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan keterampilan menjadikannya simbol kecermatan serta kematangan, sekaligus cerminan nilai yang dilekatkan pada perempuan Palembang. Kue ini juga kerap dikirimkan oleh pasangan yang baru menikah kepada orang tua sebagai ungkapan cinta dan bakti. Ragam hidangan ini memperlihatkan bagaimana kuliner menjadi cara masyarakat Palembang merawat nilai dan ingatan kolektif kotanya. Episode ketiga yang tayang pada Kamis, 12 Maret 2026 menghadirkan Banten dengan jejak Kesultanannya. Sate Bandeng yang konon menjadi hidangan favorit Sultan Maulana Hasanuddin lahir dari kreativitas juru masak keraton untuk menyajikan bandeng tanpa duri sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kerajaan. Selain itu, Rabeg turut memperkaya khazanah kuliner

Banten. Hidangan berbahan daging kambing atau sapi ini dipercaya telah ada sejak masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin. Berdasarkan cerita turun temurun, Rabeg terinspirasi dari pengalaman sang Sultan saat menunaikan ibadah haji dan singgah di Kota Rabig di tepi Laut Merah, di mana ia menyantap olahan daging kambing yang kemudian diadaptasi sepulangnya ke Banten. Versi lain menyebutkan bahwa Rabeg dibawa oleh para pedagang Arab yang menetap dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.

“Sejak 2017 kami berupaya mendokumentasikan kekayaan kuliner Nusantara secara konsisten melalui Kuliner Indonesia Kaya, bukan semata menghadirkan visual yang menggugah selera, tetapi juga merekam pengetahuan, filosofi, dan perjalanan budaya yang menyertainya. Dengan durasi yang ringkas namun padat di setiap episodenya, kami berharap tayangan ini dapat menjadi jembatan bagi generasi sekarang untuk lebih mengenal, memahami, dan menghargai warisan gastronomi Indonesia. Karena pada akhirnya, di balik setiap rasa tersimpan identitas, sejarah, dan cerita panjang yang membentuk karakter sebuah daerah sekaligus bangsa,” tutup Renitasari Adrian.

Sumber Foto : Istimewa

Perjanjian Dagang ART

2026 Tempatkan Indonesia

pada

Posisi Strategis di Kawasan ASEAN

Kebijakan tarif resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART) Amerika Serikat (AS) dinilai bisa menempatkan Indonesia pada posisi strategis di antara negara yang berada di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Adanya kebijakan ini berpotensi membuka ruang kompetitif yang signifikan bagi Indonesia, khususnya bagi sektor tekstil dan komoditas unggulan lainnya.

Penilaian ini merupakan temuan dari hasil kajian strategis Prognosa Research & Consulting. Kajian ini disampaikan dalam konferensi pers bertajuk “US–Indonesia Agreement on Reciprocal Tariff: Analisis Dampak Strategis Bagi Industri di Indonesia” yang diselenggarakan di Hotel Des Indes, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).

Dalam acara ini hadir sebagai pembahas Tauhid Ahmad, peneliti senior INDEF dan Sofyan Herbowo, Wakil Ketua Umum Public Affairs Forum Indonesia/API sekaligus Director of Public Affairs Praxis, serta Director

Prognosa Research & Consulting, Garda Maharsi.

“Perjanjian ini menghadirkan peluang sekaligus risiko yang perlu diantisipasi secara cermat oleh pemerintah dan pelaku industri di Tanah Air,” kata Garda Maharsi saat memaparkan kajiannya di Jakarta.

Garda menjelaskan pada kajian ini pihaknya membahas dampak penuh hilirisasi ekspor Indonesia ke AS dari 32% menjadi 19%, disertai komitmen pembelian produk AS senilai USD 38,4 miliar. Kemudian dibahas juga mengenai penyesuaian kebijakan non-tarif, termasuk implikasinya terhadap daya saing industri, ketergantungan impor, dan agenda hilirisasi.

Menurut Garda, kondisi itu membuka ruang kompetitif yang signifikan, khususnya bagi sektor tekstil dan komoditas unggulan lainnya. Ia melanjutkan, kewajiban pembelian produk AS senilai USD 38,4 miliar yang mencakup sektor energi, dirgantara, dan pertanian justru berpotensi mengubah struktur perdagangan nasional secara fundamental jika tidak dikelola dengan kebijakan mitigasi yang tepat.

“Penting untuk Pemerintah memastikan sektor terdampak didukung dengan komitmen transfer of knowledge & transfer of technology, sejalan dengan agenda penciptaan nilai tambah ekonomi,” katanya.

Untuk itu, pemerintah Indonesia disarankan

untuk mengambil langkah strategis guna menjaga daya saing industri nasional. “Untuk selamat, sebaiknya Pemerintah sinkronisasi standar luar, bangun industri logistik, dan pembiayaan berkelanjutan. Perjanjian semacam ini bisa jadi proses integrasi ke Global Value Chains, asalkan daya dukung sektoralnya dipenuhi,” ujar Garda.

Dalam kajian ini, Garda menjelaskan pendekatan yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM) dan analisis Impulse Response Function (IRF). Lewat pendekatan tersebut, kajian ini memetakan dampak jangka pendek dan panjang terhadap neraca perdagangan, ketahanan industri sektoral, serta kinerja pembangunan berkelanjutan Indonesia.

Kajian Prognosa ini menghadirkan juga analisis sektoral yang komprehensif untuk memetakan posisi masing-masing industri dalam menghadapi implementasi ART.

Dari perspektif ketahanan industri, kajian ini menunjukkan bahwa sektor CPO memiliki kemampuan adaptasi yang kuat — bahkan mampu melampaui level semula dan mengubah tekanan eksternal menjadi momentum ekspansi. Sementara itu, sektor tekstil memerlukan intervensi kebijakan yang aktif karena tidak dapat pulih sepenuhnya ke kondisi semula setelah terkena guncangan ekonomi.

Garda menjelaskan kajian ini mengidentifikasi empat skenario masa depan industri pasca-ART, yakni Gemerlap, Pengap, Gagap, dan Gelap. “Di sini bergantung pada seberapa kuat kolaborasi antara

pemerintah dan pelaku industri dalam merespons perubahan,” ujarnya.

Sementara terkait kebijakan tersebut, Mahkamah Agung (MA) AS menegaskan bahwa IEEPA tidak memberikan otoritas penuh kepada Presiden untuk menetapkan tarif dagang.

Terkait keputusan MA AS yang membatalkan tekanan tarif AS dan menetapkan angka maksimal 10%, Sofyan mengatakan sebagai negara merdeka Indonesia tidak dalam posisi mengomentari keputusan tersebut. “Itu mekanisme domestik mereka yang kita tidak boleh

intervensi,” ujarnya.

Sofyan menegaskan secara positioning, komunitas Public Affairs (PAFI) ingin memaksimalkan keputusan tarif ini dapat sebesarbesarnya memberikan keuntungan untuk kepentingan bangsa, industri dalam negeri, dan masyarakat. “Di sini menjadi penting bagi Indonesia bagaimana memanfaatkan peluang baru dan juga keuntungan yang bisa dimaksimalkan dari kebijakan ini,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap agenda pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, Prognosa merekomendasikan renegosiasi klausul-klausul krusial ART, konsistensi penerapan skema TKDN, reformasi tata kelola kepabeanan, serta pembukaan pasar baru bagi komoditas strategis seperti CPO dan mineral kritis nikel — guna memastikan ART 2026 menjadi katalis kemajuan, bukan beban ekonomi jangka panjang.

Sumber Foto : Istimewa

Film Senin Harga Naik

Mengajak Temukan

Arti Keluarga yang Seutuhnya

Setelah Lebaran 2025 sukses dengan drama romansa Komang yang mencetak blockbuster dengan 3.002.303 penonton, rumah produksi Starvision yang tahun ini memasuki perjalanan 31 tahun berkarya, berkolaborasi bersama Legacy Pictures menghadirkan film drama terbaiknya untuk merayakan Lebaran yang akan menyentuh hati banyak keluarga Indonesia, Senin Harga Naik.

Sebuah film tentang anak dan Ibu yang punya definisi masing-masing tentang bahagia, dalam sebuah rumah dan toko roti yang menjadi warisan keluarga. Film ini akan menghangatkan hati dan mengingatkan lagi tentang pentingnya keluarga di Lebaran kali ini.

Senin Harga Naik dibintangi Nadya Arina, Meriam Bellina, Andri Mashadi, Nayla Purnama, Givina, Adam Xavier, Brandon Salim, Nungki Kusumastuti, Hamish Daud, Aci Resti, Arif Alfiansyah, Razan Zu, Rianti Cartwright, Restu Sinaga, Annisa Hertami, Dayu Wijanto, Reynavenzka, Hifdzi Khoir, Devy Anastasia, Lolox, Inyok, Violeta Ekanjani, Chika Waode, Maryam Lin, Jordan Omar, Mikhaila Zeline, Ashraf Dirgham,

dan lain-lain.

Film ini mengikuti perjalanan Mutia (Nadya Arina) yang pergi dari rumah untuk menentukan jalan hidupnya sendiri, tapi justru harus kembali ke rumah, karena kariernya bergantung dari rumah dan toko roti legendaris milik sang Ibu. Mutia yang berkarier di sebuah perusahaan properti ditugaskan untuk melobi pemilik toko roti Mercusuar, Ibunya, Retno (Meriam Bellina), agar bersedia digusur/dijual. Di momen- momen itulah kelokan emosi terjadi dan menguras air mata.

Diproduseri oleh Chand Parwez Servia, dengan sutradara Dinna Jasanti dari naskah yang ditulis oleh Rino Sarjono, film Senin Harga Naik menjadi sebuah sajian film Lebaran tahun ini yang akan mengajak penonton untuk menemukan arti keluarga yang seutuhnya, dan maaf bukan hanya dari anak-anak ke orang tuanya tetapi juga sebaliknya.

“Waktu terkadang membuat momen berlebaran bersama keluarga pun menjadi sesuatu yang sangat langka dan istimewa. Di era yang semakin hari semakin sulit kita bersama dan berdekatan, sangat penting menemukan trigger untuk bisa bicara dan saling mendekatkan diri lagi dengan keluarga. Lebaran adalah momen yang sangat penting untuk hadirkan film terbaik. Momen dimana kita berkumpul kembali dengan keluarga, dan semoga film Senin Harga Naik bisa menghangatkan hati untuk mau saling memaafkan,” ujar produser Chand Parwez Servia.

“Lebaran sebagai momen kebersamaan yang sakral, dan selalu dirayakan dengan berkumpul barengan sekeluarga sejak kecil hingga kuliah, akhirnya karena tanggung jawab pekerjaan membuat kesempatan bermaafan secara langsung semakin sulit dan dirindukan. Melalui film ini saya ingin mengajak Lebaran 2026 kita bisa menemukan kembali nilai-nilai yang membuat keluarga sangat penting, dan ingin kita peluk,” tambah Chand Parwez Servia

Bagi sutradara Dinna Jasanti, yang sebelumnya bekerja sama dengan Starvision dan Chand Parwez Servia lewat kisah hangat Dua Hati Biru, kisah di film Senin Harga Naik memiliki kedekatan personal dengannya.

Dinna Jasanti berharap, film Senin Harga Naik bisa menjadi kado spesial saat keluarga Indonesia merayakan Lebaran. “Ini film yang sangat hangat. Semoga menjadi kado spesial dari kami semua untuk penonton merayakan Lebaran, menjadi pelukan yang sangat hangat untuk kita semua,” katanya.

Film Senin Harga Naik memiliki berbagai lapisan drama dari masing-masing karakternya. Mulai dari konflik anak perempuan dan Ibu, relasi mertua dan menantu perempuan, hingga keras kepalanya orang tua dan anak terhadap apa yang diyakininya.

Film Senin Harga Naik juga akan mengajak penonton ke sebuah interior toko roti ikonik, yang menjadi latar di film ini. Dinna dengan apik menampilkan latar toko roti tersebut sebagai sebuah tempat yang memiliki nilai

sentimentil dan menggerakkan emosi tiap karakternya, dan menjadi motivasi drama yang dihadirkan.

Sementara bagi Nadya Arina, memerankan Mutia, sebagai anak yang berkonflik dengan Ibunya sendiri justru memberikan refleksi tentang cara berkomunikasi dengan orang tua.

“Semakin dewasa, ada perubahan cara berkomunikasi dengan orang tua. Sering sekali ada kesalahpahaman yang mungkin dianggapnya jadi berbeda sama orang tua. Film Senin Harga Naik itu ngajarin aku juga untuk memahami dan bisa lebih menyayangi keluarga,” kata Nadya Arina.

“Semua adegan yang ada di film ini rasanya bakal bikin kita tertawa, menangis haru, dan ingin meminta maaf ke orang yang mungkin sudah lama berselisih paham, dan Lebaran jadi momen yang tepat untuk mengucapkan maaf, sama seperti yang dilakukan Mutia dan Ibunya di Senin Harga Naik,” tambah Nadya.

Meriam Bellina, yang memerankan Retno, Ibu tiga anak yang berseteru dengan anaknya, Mutia, dan kerap berselisih paham dengan menantunya, menjelaskan film ini menyadarkan tentang arti pentingnya kebersamaan dan kehadiran bersama orang tersayang.

“Biasanya di saat kehilangan kita baru merasa ya, ‘Oh, ternyata kemarin-kemarin aku punya ini, aku punya itu.’ Di film Senin Harga Naik ini saya menjadi single mother yang hanya ingin memiliki kedekatan dengan anakanaknya. Sementara anak- anaknya ingin berkembang dan melanjutkan hidup mereka. Jadi terkadang saya cukup keras dalam mendidik dan malah membuat mereka semakin menjauh. Tapi, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki semua, dan saya rasa menonton film Senin Harga Naik bersama keluarga di momen Lebaran bisa menjadi salah satu sarana untuk menemukan kembali kehangatan keluarga,” ujar Meriam Bellina.

Sumber Foto : Istimewa

Digital Magazine

Digital Magazine with Video E-News Email

Written Articles in KabariNews.com

Copy & Paste from other Medias

Number of Videos (YouTube)

Number of Video Viewers (YouTube)

Number of Video Subscribers (YouTube) Webinar Livestream Social Media

Facebook Subscribers:

Will Hyde & Stephanie Poetry

Buka Diri Lewat Single Better Without Me

Penyanyi-penulis lagu indie-pop Will Hyde dan Stephanie Poetri bersatu untuk single kolaborasi terbaru mereka, “Better without Me”, yang dirilis pada 6 Maret melalui Ostereo. Diproduseri oleh musisi Amerika ternama Flawed Mangoes, lagu ini memadukan penulisan lirik yang rentan secara emosional dengan produksi indie bernuansa gitar yang berkilau.

Secara sonik, lagu ini selaras dengan keintiman hangat khas Keshi, d4vd, Jeremy Zucker, kehangatan melodi dari LANY dan Lauv, serta tekstur atmosferik ala Øneheart dan Joji. “better without me.” berada di titik temu antara indie-pop Asia Tenggara dan alt-pop global.

Lagu dibuka dengan petikan gitar elektrik yang lembut dan adlib effortless dari Stephanie Poetri, sebelum Will Hyde masuk dengan verse pertama yang penuh kerinduan dan emosi mentah. Stephanie membalas dengan frasa vokal yang dinamis, sebelum keduanya bertemu dalam chorus yang hangat dan mengalun. Pola drum yang lembut dan gitar yang bergoyang menciptakan atmosfer ringan seperti melayang— mencerminkan konflik emosional inti lagu ini.

Pada dasarnya, “Better without Me” adalah lagu perpisahan yang berakar pada kebaikan dan kesadaran diri—kesadaran menyakitkan bahwa kadang cinta berarti melepaskan.

“Saya menulis ‘Better without Me’ sebagai lagu akustik tentang perasaan menjadi beban dalam

sebuah hubungan. Kamu bisa mencintai seseorang namun tetap sadar bahwa merasa menjadi beban itu tidak sehat bagi kedua pihak.

Kadang hal paling penuh cinta yang bisa kamu lakukan adalah pergi agar kalian berdua bisa tumbuh. Bekerja dengan Evan Lo (Flawed Mangoes) dan Nick Cassidy membuat lagu ini terasa seperti melayang — persis seperti rasa emosional lagunya,” kata Will Hyde.

“Waktu pertama kali mendengar demonya, saya langsung mengerti kenapa Will merasa saya cocok jadi kolaborator. Saya langsung bisa membayangkan diri saya harmonisasi dengannya — menulis verse saya terasa sangat natural,” kata

Stephanie Poetri.

Lagu Better without Me mempertemukan dua suara unik dalam indie-pop kontemporer— intim, lintas negara, dan ditujukan untuk pendengar global.

Sekadar informasi, Will Hyde berasal dari Melbourne, Australia. Ia telah dikenal dengan penulisan lagu yang emosional dan kolaborasi besar di Asia Tenggara. Musiknya pernah

bertahan 8 minggu di Thailand Viral

Chart dan masuk Apple Music Korea

Top 100. Kolaborator sebelumnya termasuk: YEW, YENTED, MRCH, Keenan Te, Patrick Brasca, Peder Elias, Elijah Woods, Øneheart, dan Flawed Mangoes.

Sementara Stephanie Poetri adalah salah satu musisi Indonesia paling sukses di kancah global. Mencetak terobosan lewat “I Love You 3000”, dengan lebih dari 425 juta stream di seluruh dunia, serta meraih berbagai penghargaan dan prestasi chart internasional.

Sumber Foto : Istimewa

Ekonomi digital Indonesia terus berkembang dan menjadi salah satu pendorong penting pertumbuhan nasional. Layanan berbasis aplikasi atau on-demand service kini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang tidak terpisahkan, mulai dari transportasi, pengantaran makanan, logistik, hingga layanan keuangan digital.

Perkembangan ini tidak hanya menghadirkan kemudahan bagi konsumen, tetapi sekaligus membuka akses peluang penghasilan bagi jutaan masyarakat dari berbagai latar belakang. Model berusaha berbasis platform memungkinkan individu untuk tetap produktif tanpa harus terikat dalam hubungan kerja formal dengan jam kerja tetap, atau dikenal dengan istilah gig economy.

Gig economy mencakup profesi yang sangat luas, mulai dari content creator, penulis lepas, desainer grafis, fotografer, musisi, makeup artist, hair stylist, hingga porter, kurir, serta pengemudi transportasi online (ride-hailing). Mereka bekerja secara mandiri dan memiliki fleksibilitas untuk menentukan sendiri tingkat serta intensitas aktivitas mereka.

Grab adalah salah satu platform gig economy di industri ride-hailing, terus memperluas dampak positif dan inklusif bagi masyarakat dari berbagai lapisan. Sejak hadir di Indonesia pada 2014, Grab telah menjangkau jutaan pengguna di seluruh negeri. Melalui ekosistem layanan digital yang terintegrasi, Grab kini telah menjangkau lebih dari 300 kota dan kabupaten di Indonesia. Menurut Studi ITB (2023) industri ride-hailing dan pengantaran online menyumbang Rp382,62 triliun atau 2% terhadap total PDB Indonesia tahun 2022, dan Grab berkontribusi sekitar 50% di industri transportasi

Di Balik Layar Ekosistem On-Demand

Pilihan, Partisipasi,

dan Pertumbuhan

Ekonomi Digital

dan pengantaran online (Oxford Economics, 2024), mencerminkan besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan oleh keseluruhan ekosistem layanan Grab. Dalam ekosistem Grab Indonesia sendiri, profil mitra mencerminkan fungsi platform sebagai akses ekonomi yang terbuka dan inklusif. Sekitar 1 dari 2 mitra pengemudi sebelumnya merupakan korban PHK atau tidak memiliki sumber pendapatan. Lebih dari 50% mitra berusia di atas 36 tahun, dengan mayoritas berlatar belakang pendidikan terakhir SMA atau SMK. Tercatat sekitar 182.500 Mitra Pengemudi perempuan terdaftar, dengan banyak di antaranya ibu tunggal sekaligus tulang punggung keluarga. Selain itu, lebih dari

700 mitra penyandang disabilitas juga terdaftar dalam platform ini.

Data internal Grab per Desember 2025 menunjukkan total Mitra Pengemudi terdaftar mencapai 3,7 juta orang. Namun, jumlah Mitra Pengemudi yang paling tidak menyelesaikan satu kali orderan di bulan berjalan sekitar 700-800 ribuan Mitra Pengemudi atau sekitar 19-22% (baik Mitra Roda 2 maupun Mitra Roda 4) dari keseluruhan. Angka ini merupakan data bulanan dan bersifat fluktuatif. Mitra yang menyelesaikan order hari ini belum tentu menyelesaikan order di hari berikutnya, dan sebaliknya. Inilah karakter alami gig economy, partisipasi bersifat fleksibel dan mengikuti kebutuhan individu.

Kondisi ini menegaskan bahwa terdaftar tidak identik dengan tingkat produktivitas Mitra Pengemudi. Status terdaftar mencerminkan akses yang terbuka bagi jutaan individu untuk berpartisipasi kapan pun dibutuhkan, sementara partisipasi aktual dari Mitra Pengemudi yang menyesuaikan kebutuhan masing-masing.

Mayoritas mitra juga memanfaatkan platform sebagai penghasilan sampingan. Lebih dari 80% Mitra Pengemudi Roda 2 dan sekitar 67% Mitra Pengemudi Roda 4 menjadikan Grab sebagai sumber penghasilan sampingan. Pola ini memperkuat gambaran bahwa ekosistem on-demand berfungsi sebagai ruang partisipasi yang adaptif, memungkinkan individu menentukan sendiri tingkat keterlibatan sesuai kebutuhan ekonomi dan situasi hidupnya.

Kategori Mitra Pengemudi Roda 4 dalam ekosistem gig economy terbagi berdasarkan tingkat intensitas kerja dan kontribusi pendapatan yang dihasilkan setiap bulan, yaitu Mitra Pengemudi Roda 4 – Penghasilan Utama dan Mitra Pengemudi Roda 4 – Penghasilan Sampingan. Pembagian ini mencerminkan bagaimana mitra dapat menyesuaikan pola kerja sesuai kebutuhan ekonomi dan preferensi masing-masing.

Pada kategori Mitra Pengemudi Roda 4 – Penghasilan Utama, aktivitas mengemudi menjadi fokus utama pekerjaan. Sekitar 10–11% mitra menjadikan Grab sebagai nafkah utama dengan kisaran pendapatan lebih dari Rp10 juta per bulan. Kelompok ini rata-rata menyelesaikan sekitar 11 order per hari narik, dengan tingkat produktivitas yang tinggi dan konsisten. Bagi mereka, platform menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya hidup.

Sementara itu, sekitar 21–22% mitra tergolong dalam kategori penghasilan rutin, dengan kisaran pendapatan Rp4–10 juta per bulan. Rata-rata mereka menyelesaikan 7 order per hari narik. Kelompok ini tetap narik secara teratur, namun memiliki pola kerja yang lebih fleksibel dibanding kategori nafkah utama. Mereka mengatur sendiri jam operasionalnya, tetap konsisten hampir setiap hari, tetapi memanfaatkan fleksibilitas waktu untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan aktivitas pribadi.

Kemudian, terdapat kategori Mitra Pengemudi Roda 4 – Penghasilan Sampingan, yaitu mitra yang menjadikan aktivitas mengemudi sebagai sumber pendapatan tambahan. Sekitar 33–34% mitra memperoleh penghasilan tambahan sebesar Rp1–4 juta per bulan. Umumnya mereka memiliki pekerjaan utama lain dan mengemudi dilakukan di sela-sela waktu luang. Dalam periode 2–4 jam saat narik, mereka rata-rata menyelesaikan sekitar 4 order per hari narik.

Sementara itu, sekitar 34–35% lainnya termasuk dalam kategori penghasilan sesekali dengan pendapatan hingga Rp1 juta per bulan. Kelompok ini biasanya narik secara lebih situasional, dengan durasi berkendara sekitar 1–2 jam dan rata-rata menyelesaikan 3 order per hari narik. Mereka umumnya memilih waktu-waktu tertentu seperti

akhir pekan atau saat membutuhkan pemasukan ekstra, dengan pola kerja yang sangat fleksibel dan tidak rutin setiap hari.

Secara keseluruhan, data ini menegaskan bahwa fleksibilitas menjadi fondasi utama model kemitraan, karena mitra bebas menentukan tingkat keterlibatan, intensitas narik, serta ritme kerja sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Untuk kategori Mitra Pengemudi Roda 2, terlihat pola yang semakin menegaskan karakter fleksibel industri ini, dimana Mitra Pengemudi juga dikelompokkan menjadi Mitra Pengemudi Roda 2 – Penghasilan Utama dan Mitra Pengemudi Roda 2 – Penghasilan Sampingan, sesuai dengan pilihan intensitas kerja dan kebutuhan masing-masing individu.

Pada kategori Mitra Pengemudi Roda 2 – Penghasilan Utama, aktivitas mengemudi dibagi menjadi nafkah utama dan penghasilan rutin. Sekitar 1–2% merupakan mitra yang menjadikan ojol sebagai nafkah utama, dengan tingkat penyelesaian pesanan (order) yang

tinggi. Kelompok ini memperoleh pendapatan di atas Rp10 juta per bulan, dengan rata-rata lebih dari 28 order per hari narik. Sementara itu, sekitar 14–15% mitra berada pada kategori penghasilan rutin, dengan kisaran pendapatan antara Rp4 juta hingga Rp10 juta per bulan dan rata-rata sekitar 15 order per hari narik. Bagi kelompok ini, menjadi mitra pengemudi adalah sumber penghasilan utama yang dijalani secara konsisten.

Di sisi lain, pada kategori Mitra Pengemudi Roda 2 – Penghasilan Sampingan, komposisinya relatif seimbang. Sekitar 41–42% berada dalam kategori penghasilan tambahan Rp1–4 juta per bulan, dengan durasi kerja sekitar 2–4 jam dan sekitar 6 order per hari narik. Umumnya mereka memiliki pekerjaan utama lain dan mulai narik di platform setelah jam kerja atau di waktu senggang tertentu. Sementara 42–43% lainnya tergolong penghasilan sesekali dengan pendapatan hingga Rp1 juta per bulan, biasanya narik 1–2 jam atau hanya di akhir pekan dengan rata-

rata 4 order per hari narik. Pola ini menunjukkan bahwa mitra dapat menyesuaikan frekuensi narik dan kebiasaan kerja secara fleksibel sesuai kebutuhan ekonomi masing-masing.

Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia mengatakan, “Komposisi Mitra Pengemudi Roda 2 dan Roda 4 di ekosistem Grab Indonesia menunjukkan bahwa fleksibilitas adalah fondasi utama model on-demand. Mayoritas mitra memilih menjadikan platform sebagai penghasilan sampingan, sementara hanya sebagian kecil yang menjadikan ojol sebagai nafkah utama. Tingkat produktivitas ini pun dinamis dan dapat berbeda setiap bulan, menyesuaikan dengan fase kehidupan serta kondisi masing-masing. Inilah wajah nyata gig economy di Indonesia: ruang penghasilan yang hadir sesuai kebutuhan, yaitu menjadi nafkah utama bagi sebagian dan penghasilan sampingan bagi kebanyakan.”

Ia menambahkan, “Karena itu, setiap kebijakan, dukungan, dan apresiasi yang kami berikan selalu didasarkan pada tingkat produktivitas mitra. Dalam sistem yang fleksibel, pendekatan yang adil adalah pendekatan yang proporsional. Mitra yang narik dan konsisten tentu membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dibanding mitra yang hanya narik sesekali. Kebijakan berbasis kinerja bukanlah bentuk pembatasan, melainkan upaya untuk memastikan adanya sistem yang adil, utamanya bagi mereka yang berkontribusi lebih dalam ekosistem.”

Sejalan dengan prinsip tersebut, bentuk dukungan yang diberikan Grab pun dirancang tidak hanya

relevan secara ekonomi, tetapi juga bermakna secara personal. Selaras dengan komitmen tiga babak “Grab untuk Indonesia”, yang diluncurkan pada 13 Januari 2026 lalu, khususnya Babak 2: Memberi Makna, berbagai inisiatif penghargaan dirumuskan bagi mitra yang menunjukkan komitmen dan konsistensi tinggi, termasuk apresiasi spesial yang dihadirkan pada momen Ramadan.

“Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kami ingin menghadirkan tanda kasih sebagai wujud terima kasih yang tulus kepada para Mitra Pengemudi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk membantu dan menginspirasi sesama. Melalui program ‘Perjalanan Bermakna dengan Umrah Gratis’, Grab menyediakan 105 paket umrah sebagai bentuk penghormatan atas kebaikan dan perjuangan mereka,” ujar Neneng Goenadi.

Inisiatif ini dimulai dengan penyerahan paket umrah gratis kepada 5 Mitra Pengemudi yang menginspirasi dan berprestasi yaitu Mpok Fika, relawan juru bahasa isyarat dan bagian dari Komunitas Mitra Tuli Grab; Bapak Jonathan, pemimpin komunitas di wilayah pinggiran Manado yang turut menjangkau daerah sulit; Bapak Yusuf, pendiri komunitas relawan yang membantu keluarga prasejahtera, lansia, dan pedagang kecil; Bapak Syamsudin, yang sejak 2017 terus berjuang menafkahi keluarga meski memiliki keterbatasan fisik; serta Bapak Yunus, yang naik kelas dari GrabBike ke GrabCar Premium dan meningkatkan ekonomi keluarganya.

Selanjutnya, Grab akan memberikan 100 paket umrah gratis kepada Mitra Pengemudi berprestasi lainnya. Inisiatif ini menjadi tanda kasih Grab untuk Mitra Pengemudi atas dedikasi mereka sekaligus penyemangat untuk terus melangkah dan menginspirasi dalam perjalanan panjang membangun ekonomi digital yang inklusif.

“Saya jujur kaget dan tidak pernah menyangka perjalanan saya bersama Grab bisa sampai di titik ini. Saya merasa mendapatkan kesempatan yang berharga. Bagi saya, ini bukan hanya tentang umrah, tetapi tentang merasa dihargai atas setiap usaha dan konsistensi yang saya jalani selama ini. Apresiasi ini memberi semangat baru bagi saya untuk terus bekerja dengan sepenuh hati dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk terus melangkah,” jelas Bapak Syamsudin, Mitra Pengemudi Grab yang mendapatkan umrah gratis.

Ekosistem on-demand telah menjadi ruang harapan membuka akses, menghadirkan peluang, dan membantu jutaan masyarakat Indonesia melangkah lebih mandiri. Dengan menjaga fleksibilitas yang adil dan proporsional, Grab ingin memastikan setiap pertumbuhan yang terjadi juga terasa dalam kehidupan para mitra dan keluarganya. Ke depan, komitmen ini akan terus dijaga agar ekonomi digital Indonesia tidak hanya bertumbuh, tetapi juga semakin inklusif, berkelanjutan, dan membawa manfaat nyata bagi banyak orang.

Sumber Foto : Istimewa

Kabari Digital Magazine

Jembatan Info Indonesia & Amerika

FREE

Interaktif Majalah Digital Kabari Edisi 223 klik https://issuu.com/kabari8/ docs/majalah_digital_kabari_ edisi_223_-_2026

Langganan daftar di KabariGratis.com

Edisi bulan ini:

• Nukila Evanty, Ketua Inisiasi Masyarakat Adat (IMA) : Sang Pejuang Hak Suku Laut

• Matthew Reguel Ekasakti Sihotang Harumkan Nama Indonesia di Olimpiade Sains Internasional

• Monokrom Elegan untuk Hari Raya, Dechantique Hadirkan “Lumina Monochrome” 2026

• Melalui Konser Tahunan, Vens Club Beri Kesempatan Setara Murid Tampil di Panggung

• Dechantique Hadirkan Gebrakan Baru Lewat Koleksi Raya Series 2026 “Nirmala”

• Perjalanan Eva Novalina Butarbutar Membangun Gavrila Gymnastics Club

• Mimpi Besar Jacqueline Ivory Judith Rahardi, Atlet Cilik Multitalenta yang Tak Pernah Menyerah

• Kisah Shira Dominique Mulyono, Dari Paduan Suara Gereja hingga Panggung Internasional

• Cerita Jane Lim Bangun Mochilatto dari Dapur Sendiri

• Lady Vien Tampil Memukau sebagai Permaisuri Dinasti Qing di Video Klip Imlek “Gong Xi Fa Cai” Produksi MTJUNG PRODUCTION

• Rangkaian Perayaan Ramadan di AYANA MidPlaza Jakarta

• Hari Peduli Sampah Nasional : Mahija Parahita Nusantara dan Coca-Cola Indonesia Berdayakan Pekerja Sektor Informal Persampahan

• Musikal Perahu Kertas : Ajak Penonton Hidupkan Lagi Mimpi-mimpi

• Kalya Mahiya Cerita Pengalaman Ikuti Thailand National Model United Nation Conference 2026

• Rayakan Hangatnya Kebersamaan Ramadan di TAMU, Hadirkan Tim Ikan Sambal Ijo dan Krecek Urat Sapi Sebagai Menu Andalan

• Dewan Kuliner Indonesia Rumuskan Makna Masakan Indonesia

• Menghidupkan Kembali Kebaya Panjang Sumatera untuk Keseharian

• Amartha Prosper: Solusi Investasi untuk UMKM

• MAKUKU Comfort Fit: Nyaman dan Setipis Itu, Bebas Bergerak Dukung Tumbuh KembangOptimal

• UMKM Asal Medan, Kenalkan Cita Rasa Kopi Tubruk Tapanuli Selatan ke Forum Dunia

• IKEA Hadirkan Beragam Cara Menikmati Waktu Bersama

• Kemegahan Suara Josh Groban Mengguncang JakartaJudith Bramanti, Perjalanan Inspiratif Fashionpreneur Muda yang Mengusung Wastra Nusantara

Combine & Save.

Untuk menonton video klik KabariNews.com/67108

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook